YESUS SEORANG TUHAN ?? (bag 2)

Diantara bukti-bukti dari nas-nas injil bahwa Yesus bukan tuhan akan tetapi manusia sebagaimana nabi-nabi yang lain adalah :Kelima : Yesus sholat dan berdoa    Sungguh injil sarat dengan penyebutan bahwa Yesus sholat dan berdoa. Contohnya :–    Injil Lukas (5 : 16) : ((Akan tetapi Ia (Yesus) mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa))–    Injil Lukas (6 : 12) : ((Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah))–    Injil Matius (26 : 36) : ((Maka sampailah Yesus bersama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu ia berkata kepada murid-murid-Nya : “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa“))–    Injil Matius (14 : 23) : ((Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ))–    Injil Markus (1 : 35) : ((Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia (Yesus) bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana)) –    Injil Markus (6 : 46) : ((Setelah Ia (Yesus) berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa))–    Injil Lukas (9 : 29) : ((Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya menjadi putih berkilau-kilauan))–    Injil Lukas (11 : 1) : ((Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat))–    Injil Lukas (22 : 41) : ((Kemudia Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelembar batu jaraknya, lalu ia berlutut dan berdoa))–    Injil Lukas (22 : 44) : ((Ia (Yesus) sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh untuk berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah))Yesus sujud dan berdoa karena ia adalah seorang hamba bukan tuhan yang disembah. Ia berdoa dan beribadah menyembah Allah Tuhan pencipta semesta alam. Jika Yesus adalah tuhan, lantas ia sujud kepada siapa?, ia berdoa kepada siapa??!!. Apakah Yesus menyembah dirinya sendiri??, apakah ia berdoa kepada dirinya sendiri??, ini adalah perkara yang mustahil dan kebodohan yang nyata !!!. Maka jelaslah jika Yesus adalah hamba yang beribadah, sujud, dan berdoa kepada Tuhan Allah. Perhatikanlah kembali apa yang diungkapkan dalam injil Matius (26 : 39-45) yang menceritakan bagimana kondisi Yesus yang ketakutan tatkala akan ditangkap, sehingga ia berdoa dalam kondisi takut, hingga keringatnya bercucuran ke tanah !!(((36) Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.” (37) Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, (38) lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” (39) Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (40) Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? (41) Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (42) Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!” (43) Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. (44) Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga. (45) Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. (46)Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat.”))Lihatlah :–    Yesus berdoa berulang-ulang sehingga tiga kali, bahkan Yesus sujud !!. kepada siapakah ia sujud??, apakah sujud kepada dirinya sendiri karena ia adalah Tuhan??. Ini adalah kemustahilan. Yang benar ia sujud kepada Dzat lain, yaitu Tuhannya Yesus yang telah menciptakan Yesus, yang Yesus berharap pertolonganNya tatkala Yesus ketakutan.–    Lihatlah ketakutan Yesus, hingga ia sangat sedih dan gentar. Bahkan Yesus berkata, “Seperti mau mati rasanya”. Apakah tuhan ketakutan??, apakah tuhan sedih?, apakah tuhan merasa mau mati??!!–    Yesus berkata kepada Petrus : “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?”. Apakah tuhan minta untuk dijaga??! –    Dalam setiap doanya Yesus berkata, “Ya Bapa…”. Ini sangat jelas bahwa Yesus sedang berdoa kepada dzat yang lain, yaitu Tuhan Allah. Kalau Allah adalah Yesus maka berarti Yesus sedang menyeru dirinya sendiri ??!!, dan ini adalah merupakan kedunguan !!–    Yesus berkata, “Janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki”. Sangatlah jelas Yesus membedakan kehendaknya dengan kehendak Tuhan. Ini sangat jelas yang menyatakan bahwa Yesus adalah belahan jiwa Tuhan, sehingga semua kehendak Yesus adalah kehendak Tuhan.Keenam : Yesus dicoba syaitan    Allah telah mengizinkan syaitan untuk menguji hambanya Yesus, untuk diketahui berapa besar keimanan Yesus dan tegarnya iman dan keyakinannya, agar Yesus berhak untuk menerima risalah/wahyu dari langit. Berikut kisahnya sebagaimana termaktub dalam injil Matius 4 : 1-11:((Pencobaan di padang gurun(1) Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. (2)Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. (3) Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” (4)Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (5) Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, (6) lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” (7) Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” (8) Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, (9) dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” (10) Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”(11) Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus))    Perhatikanlah dengan baik kisah ini, jika kisah ini benar dan diyakini kebenarannya oleh kaum Kristen maka dalam kisah ini terlalu banyak bukti bahwa Yesus adalah seorang manusia yang beribadah kepada Tuhannya.Diantara bukti-bukti tersebut :–    Yesus berpuasa??, kalau ia adalah tuhan lantas kepada siapakah Yesus berpuasa?. Puasa adalah ibadah yang dilakukan oleh seorang hamba untuk mendekatkan dirinya kepada Tuhan Penciptanya.–    Yesus merasakan lapar setelah berpuasa 40 hari. Apakah pantas tuhan merasa lapar?–    Bagaimana bisa tuhan dibawa (dalam pegangan) syaitan yang terkutuk yang merupakan makhluk ciptaannya??. Sungguh berani dan kurang ajar syaitan tersebut, dan sungguh lemah tuhan tersebut diatur dan dibawa pergi semau syaitan yang merupakan ciptaannya??!!–    Jika Yesus adalah tuhan, kok bisa diuji dan dicoba oleh syaitan??–    Dan bagaimana syaitan bisa berani-beraninya meminta tuhan Yesus untuk sujud kepada syaitan??–    Dalam bantahan-bantahan Yesus kepada syaitan menunjukan bahwa Yesus bukanlah tuhan. Tatkala syaitan menyuruh Yesus untuk melemparkan dirinya dari tempat tinggi untuk membuktikan bahwa Yesus adalah anak Allah, dan Allah akan memerintahkan para malaikat menyelamatkan Yesus, maka Yesus berkata ((Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”)). Ini menunjukan Allah memerintahkan Yesus untuk tidak mencoba Allah tuhannya Yesus. –    Tatkala syaitan menyuruh Yesus untuk sujud kepada syaitan maka Yesus berkata kepada syaitan : ((Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!))Yesus sama sekali tidak pernah meminta kepada murid-muridnya dan para pengikutnya untuk sujud kepadanya atau meminta berdoa kepadanya. Bahkan sebaliknya Yesus mencontohkan kepada mereka untuk sujud dan berdoa kepada Allah Tuhan yang sesungguhnya yang maha esa. (bersambung…)Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 01-01-1435 H / 05-11-2013 MAbu Abdil Muhsin Firandawww.firanda.com

YESUS SEORANG TUHAN ?? (bag 2)

Diantara bukti-bukti dari nas-nas injil bahwa Yesus bukan tuhan akan tetapi manusia sebagaimana nabi-nabi yang lain adalah :Kelima : Yesus sholat dan berdoa    Sungguh injil sarat dengan penyebutan bahwa Yesus sholat dan berdoa. Contohnya :–    Injil Lukas (5 : 16) : ((Akan tetapi Ia (Yesus) mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa))–    Injil Lukas (6 : 12) : ((Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah))–    Injil Matius (26 : 36) : ((Maka sampailah Yesus bersama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu ia berkata kepada murid-murid-Nya : “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa“))–    Injil Matius (14 : 23) : ((Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ))–    Injil Markus (1 : 35) : ((Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia (Yesus) bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana)) –    Injil Markus (6 : 46) : ((Setelah Ia (Yesus) berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa))–    Injil Lukas (9 : 29) : ((Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya menjadi putih berkilau-kilauan))–    Injil Lukas (11 : 1) : ((Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat))–    Injil Lukas (22 : 41) : ((Kemudia Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelembar batu jaraknya, lalu ia berlutut dan berdoa))–    Injil Lukas (22 : 44) : ((Ia (Yesus) sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh untuk berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah))Yesus sujud dan berdoa karena ia adalah seorang hamba bukan tuhan yang disembah. Ia berdoa dan beribadah menyembah Allah Tuhan pencipta semesta alam. Jika Yesus adalah tuhan, lantas ia sujud kepada siapa?, ia berdoa kepada siapa??!!. Apakah Yesus menyembah dirinya sendiri??, apakah ia berdoa kepada dirinya sendiri??, ini adalah perkara yang mustahil dan kebodohan yang nyata !!!. Maka jelaslah jika Yesus adalah hamba yang beribadah, sujud, dan berdoa kepada Tuhan Allah. Perhatikanlah kembali apa yang diungkapkan dalam injil Matius (26 : 39-45) yang menceritakan bagimana kondisi Yesus yang ketakutan tatkala akan ditangkap, sehingga ia berdoa dalam kondisi takut, hingga keringatnya bercucuran ke tanah !!(((36) Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.” (37) Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, (38) lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” (39) Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (40) Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? (41) Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (42) Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!” (43) Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. (44) Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga. (45) Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. (46)Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat.”))Lihatlah :–    Yesus berdoa berulang-ulang sehingga tiga kali, bahkan Yesus sujud !!. kepada siapakah ia sujud??, apakah sujud kepada dirinya sendiri karena ia adalah Tuhan??. Ini adalah kemustahilan. Yang benar ia sujud kepada Dzat lain, yaitu Tuhannya Yesus yang telah menciptakan Yesus, yang Yesus berharap pertolonganNya tatkala Yesus ketakutan.–    Lihatlah ketakutan Yesus, hingga ia sangat sedih dan gentar. Bahkan Yesus berkata, “Seperti mau mati rasanya”. Apakah tuhan ketakutan??, apakah tuhan sedih?, apakah tuhan merasa mau mati??!!–    Yesus berkata kepada Petrus : “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?”. Apakah tuhan minta untuk dijaga??! –    Dalam setiap doanya Yesus berkata, “Ya Bapa…”. Ini sangat jelas bahwa Yesus sedang berdoa kepada dzat yang lain, yaitu Tuhan Allah. Kalau Allah adalah Yesus maka berarti Yesus sedang menyeru dirinya sendiri ??!!, dan ini adalah merupakan kedunguan !!–    Yesus berkata, “Janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki”. Sangatlah jelas Yesus membedakan kehendaknya dengan kehendak Tuhan. Ini sangat jelas yang menyatakan bahwa Yesus adalah belahan jiwa Tuhan, sehingga semua kehendak Yesus adalah kehendak Tuhan.Keenam : Yesus dicoba syaitan    Allah telah mengizinkan syaitan untuk menguji hambanya Yesus, untuk diketahui berapa besar keimanan Yesus dan tegarnya iman dan keyakinannya, agar Yesus berhak untuk menerima risalah/wahyu dari langit. Berikut kisahnya sebagaimana termaktub dalam injil Matius 4 : 1-11:((Pencobaan di padang gurun(1) Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. (2)Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. (3) Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” (4)Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (5) Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, (6) lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” (7) Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” (8) Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, (9) dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” (10) Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”(11) Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus))    Perhatikanlah dengan baik kisah ini, jika kisah ini benar dan diyakini kebenarannya oleh kaum Kristen maka dalam kisah ini terlalu banyak bukti bahwa Yesus adalah seorang manusia yang beribadah kepada Tuhannya.Diantara bukti-bukti tersebut :–    Yesus berpuasa??, kalau ia adalah tuhan lantas kepada siapakah Yesus berpuasa?. Puasa adalah ibadah yang dilakukan oleh seorang hamba untuk mendekatkan dirinya kepada Tuhan Penciptanya.–    Yesus merasakan lapar setelah berpuasa 40 hari. Apakah pantas tuhan merasa lapar?–    Bagaimana bisa tuhan dibawa (dalam pegangan) syaitan yang terkutuk yang merupakan makhluk ciptaannya??. Sungguh berani dan kurang ajar syaitan tersebut, dan sungguh lemah tuhan tersebut diatur dan dibawa pergi semau syaitan yang merupakan ciptaannya??!!–    Jika Yesus adalah tuhan, kok bisa diuji dan dicoba oleh syaitan??–    Dan bagaimana syaitan bisa berani-beraninya meminta tuhan Yesus untuk sujud kepada syaitan??–    Dalam bantahan-bantahan Yesus kepada syaitan menunjukan bahwa Yesus bukanlah tuhan. Tatkala syaitan menyuruh Yesus untuk melemparkan dirinya dari tempat tinggi untuk membuktikan bahwa Yesus adalah anak Allah, dan Allah akan memerintahkan para malaikat menyelamatkan Yesus, maka Yesus berkata ((Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”)). Ini menunjukan Allah memerintahkan Yesus untuk tidak mencoba Allah tuhannya Yesus. –    Tatkala syaitan menyuruh Yesus untuk sujud kepada syaitan maka Yesus berkata kepada syaitan : ((Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!))Yesus sama sekali tidak pernah meminta kepada murid-muridnya dan para pengikutnya untuk sujud kepadanya atau meminta berdoa kepadanya. Bahkan sebaliknya Yesus mencontohkan kepada mereka untuk sujud dan berdoa kepada Allah Tuhan yang sesungguhnya yang maha esa. (bersambung…)Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 01-01-1435 H / 05-11-2013 MAbu Abdil Muhsin Firandawww.firanda.com
Diantara bukti-bukti dari nas-nas injil bahwa Yesus bukan tuhan akan tetapi manusia sebagaimana nabi-nabi yang lain adalah :Kelima : Yesus sholat dan berdoa    Sungguh injil sarat dengan penyebutan bahwa Yesus sholat dan berdoa. Contohnya :–    Injil Lukas (5 : 16) : ((Akan tetapi Ia (Yesus) mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa))–    Injil Lukas (6 : 12) : ((Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah))–    Injil Matius (26 : 36) : ((Maka sampailah Yesus bersama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu ia berkata kepada murid-murid-Nya : “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa“))–    Injil Matius (14 : 23) : ((Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ))–    Injil Markus (1 : 35) : ((Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia (Yesus) bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana)) –    Injil Markus (6 : 46) : ((Setelah Ia (Yesus) berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa))–    Injil Lukas (9 : 29) : ((Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya menjadi putih berkilau-kilauan))–    Injil Lukas (11 : 1) : ((Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat))–    Injil Lukas (22 : 41) : ((Kemudia Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelembar batu jaraknya, lalu ia berlutut dan berdoa))–    Injil Lukas (22 : 44) : ((Ia (Yesus) sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh untuk berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah))Yesus sujud dan berdoa karena ia adalah seorang hamba bukan tuhan yang disembah. Ia berdoa dan beribadah menyembah Allah Tuhan pencipta semesta alam. Jika Yesus adalah tuhan, lantas ia sujud kepada siapa?, ia berdoa kepada siapa??!!. Apakah Yesus menyembah dirinya sendiri??, apakah ia berdoa kepada dirinya sendiri??, ini adalah perkara yang mustahil dan kebodohan yang nyata !!!. Maka jelaslah jika Yesus adalah hamba yang beribadah, sujud, dan berdoa kepada Tuhan Allah. Perhatikanlah kembali apa yang diungkapkan dalam injil Matius (26 : 39-45) yang menceritakan bagimana kondisi Yesus yang ketakutan tatkala akan ditangkap, sehingga ia berdoa dalam kondisi takut, hingga keringatnya bercucuran ke tanah !!(((36) Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.” (37) Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, (38) lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” (39) Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (40) Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? (41) Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (42) Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!” (43) Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. (44) Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga. (45) Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. (46)Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat.”))Lihatlah :–    Yesus berdoa berulang-ulang sehingga tiga kali, bahkan Yesus sujud !!. kepada siapakah ia sujud??, apakah sujud kepada dirinya sendiri karena ia adalah Tuhan??. Ini adalah kemustahilan. Yang benar ia sujud kepada Dzat lain, yaitu Tuhannya Yesus yang telah menciptakan Yesus, yang Yesus berharap pertolonganNya tatkala Yesus ketakutan.–    Lihatlah ketakutan Yesus, hingga ia sangat sedih dan gentar. Bahkan Yesus berkata, “Seperti mau mati rasanya”. Apakah tuhan ketakutan??, apakah tuhan sedih?, apakah tuhan merasa mau mati??!!–    Yesus berkata kepada Petrus : “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?”. Apakah tuhan minta untuk dijaga??! –    Dalam setiap doanya Yesus berkata, “Ya Bapa…”. Ini sangat jelas bahwa Yesus sedang berdoa kepada dzat yang lain, yaitu Tuhan Allah. Kalau Allah adalah Yesus maka berarti Yesus sedang menyeru dirinya sendiri ??!!, dan ini adalah merupakan kedunguan !!–    Yesus berkata, “Janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki”. Sangatlah jelas Yesus membedakan kehendaknya dengan kehendak Tuhan. Ini sangat jelas yang menyatakan bahwa Yesus adalah belahan jiwa Tuhan, sehingga semua kehendak Yesus adalah kehendak Tuhan.Keenam : Yesus dicoba syaitan    Allah telah mengizinkan syaitan untuk menguji hambanya Yesus, untuk diketahui berapa besar keimanan Yesus dan tegarnya iman dan keyakinannya, agar Yesus berhak untuk menerima risalah/wahyu dari langit. Berikut kisahnya sebagaimana termaktub dalam injil Matius 4 : 1-11:((Pencobaan di padang gurun(1) Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. (2)Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. (3) Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” (4)Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (5) Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, (6) lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” (7) Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” (8) Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, (9) dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” (10) Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”(11) Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus))    Perhatikanlah dengan baik kisah ini, jika kisah ini benar dan diyakini kebenarannya oleh kaum Kristen maka dalam kisah ini terlalu banyak bukti bahwa Yesus adalah seorang manusia yang beribadah kepada Tuhannya.Diantara bukti-bukti tersebut :–    Yesus berpuasa??, kalau ia adalah tuhan lantas kepada siapakah Yesus berpuasa?. Puasa adalah ibadah yang dilakukan oleh seorang hamba untuk mendekatkan dirinya kepada Tuhan Penciptanya.–    Yesus merasakan lapar setelah berpuasa 40 hari. Apakah pantas tuhan merasa lapar?–    Bagaimana bisa tuhan dibawa (dalam pegangan) syaitan yang terkutuk yang merupakan makhluk ciptaannya??. Sungguh berani dan kurang ajar syaitan tersebut, dan sungguh lemah tuhan tersebut diatur dan dibawa pergi semau syaitan yang merupakan ciptaannya??!!–    Jika Yesus adalah tuhan, kok bisa diuji dan dicoba oleh syaitan??–    Dan bagaimana syaitan bisa berani-beraninya meminta tuhan Yesus untuk sujud kepada syaitan??–    Dalam bantahan-bantahan Yesus kepada syaitan menunjukan bahwa Yesus bukanlah tuhan. Tatkala syaitan menyuruh Yesus untuk melemparkan dirinya dari tempat tinggi untuk membuktikan bahwa Yesus adalah anak Allah, dan Allah akan memerintahkan para malaikat menyelamatkan Yesus, maka Yesus berkata ((Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”)). Ini menunjukan Allah memerintahkan Yesus untuk tidak mencoba Allah tuhannya Yesus. –    Tatkala syaitan menyuruh Yesus untuk sujud kepada syaitan maka Yesus berkata kepada syaitan : ((Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!))Yesus sama sekali tidak pernah meminta kepada murid-muridnya dan para pengikutnya untuk sujud kepadanya atau meminta berdoa kepadanya. Bahkan sebaliknya Yesus mencontohkan kepada mereka untuk sujud dan berdoa kepada Allah Tuhan yang sesungguhnya yang maha esa. (bersambung…)Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 01-01-1435 H / 05-11-2013 MAbu Abdil Muhsin Firandawww.firanda.com


Diantara bukti-bukti dari nas-nas injil bahwa Yesus bukan tuhan akan tetapi manusia sebagaimana nabi-nabi yang lain adalah :Kelima : Yesus sholat dan berdoa    Sungguh injil sarat dengan penyebutan bahwa Yesus sholat dan berdoa. Contohnya :–    Injil Lukas (5 : 16) : ((Akan tetapi Ia (Yesus) mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa))–    Injil Lukas (6 : 12) : ((Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah))–    Injil Matius (26 : 36) : ((Maka sampailah Yesus bersama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu ia berkata kepada murid-murid-Nya : “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa“))–    Injil Matius (14 : 23) : ((Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ))–    Injil Markus (1 : 35) : ((Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia (Yesus) bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana)) –    Injil Markus (6 : 46) : ((Setelah Ia (Yesus) berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa))–    Injil Lukas (9 : 29) : ((Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya menjadi putih berkilau-kilauan))–    Injil Lukas (11 : 1) : ((Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat))–    Injil Lukas (22 : 41) : ((Kemudia Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelembar batu jaraknya, lalu ia berlutut dan berdoa))–    Injil Lukas (22 : 44) : ((Ia (Yesus) sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh untuk berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah))Yesus sujud dan berdoa karena ia adalah seorang hamba bukan tuhan yang disembah. Ia berdoa dan beribadah menyembah Allah Tuhan pencipta semesta alam. Jika Yesus adalah tuhan, lantas ia sujud kepada siapa?, ia berdoa kepada siapa??!!. Apakah Yesus menyembah dirinya sendiri??, apakah ia berdoa kepada dirinya sendiri??, ini adalah perkara yang mustahil dan kebodohan yang nyata !!!. Maka jelaslah jika Yesus adalah hamba yang beribadah, sujud, dan berdoa kepada Tuhan Allah. Perhatikanlah kembali apa yang diungkapkan dalam injil Matius (26 : 39-45) yang menceritakan bagimana kondisi Yesus yang ketakutan tatkala akan ditangkap, sehingga ia berdoa dalam kondisi takut, hingga keringatnya bercucuran ke tanah !!(((36) Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.” (37) Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, (38) lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” (39) Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (40) Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? (41) Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (42) Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!” (43) Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. (44) Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga. (45) Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. (46)Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat.”))Lihatlah :–    Yesus berdoa berulang-ulang sehingga tiga kali, bahkan Yesus sujud !!. kepada siapakah ia sujud??, apakah sujud kepada dirinya sendiri karena ia adalah Tuhan??. Ini adalah kemustahilan. Yang benar ia sujud kepada Dzat lain, yaitu Tuhannya Yesus yang telah menciptakan Yesus, yang Yesus berharap pertolonganNya tatkala Yesus ketakutan.–    Lihatlah ketakutan Yesus, hingga ia sangat sedih dan gentar. Bahkan Yesus berkata, “Seperti mau mati rasanya”. Apakah tuhan ketakutan??, apakah tuhan sedih?, apakah tuhan merasa mau mati??!!–    Yesus berkata kepada Petrus : “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?”. Apakah tuhan minta untuk dijaga??! –    Dalam setiap doanya Yesus berkata, “Ya Bapa…”. Ini sangat jelas bahwa Yesus sedang berdoa kepada dzat yang lain, yaitu Tuhan Allah. Kalau Allah adalah Yesus maka berarti Yesus sedang menyeru dirinya sendiri ??!!, dan ini adalah merupakan kedunguan !!–    Yesus berkata, “Janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki”. Sangatlah jelas Yesus membedakan kehendaknya dengan kehendak Tuhan. Ini sangat jelas yang menyatakan bahwa Yesus adalah belahan jiwa Tuhan, sehingga semua kehendak Yesus adalah kehendak Tuhan.Keenam : Yesus dicoba syaitan    Allah telah mengizinkan syaitan untuk menguji hambanya Yesus, untuk diketahui berapa besar keimanan Yesus dan tegarnya iman dan keyakinannya, agar Yesus berhak untuk menerima risalah/wahyu dari langit. Berikut kisahnya sebagaimana termaktub dalam injil Matius 4 : 1-11:((Pencobaan di padang gurun(1) Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. (2)Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. (3) Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” (4)Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (5) Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, (6) lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” (7) Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” (8) Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, (9) dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” (10) Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”(11) Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus))    Perhatikanlah dengan baik kisah ini, jika kisah ini benar dan diyakini kebenarannya oleh kaum Kristen maka dalam kisah ini terlalu banyak bukti bahwa Yesus adalah seorang manusia yang beribadah kepada Tuhannya.Diantara bukti-bukti tersebut :–    Yesus berpuasa??, kalau ia adalah tuhan lantas kepada siapakah Yesus berpuasa?. Puasa adalah ibadah yang dilakukan oleh seorang hamba untuk mendekatkan dirinya kepada Tuhan Penciptanya.–    Yesus merasakan lapar setelah berpuasa 40 hari. Apakah pantas tuhan merasa lapar?–    Bagaimana bisa tuhan dibawa (dalam pegangan) syaitan yang terkutuk yang merupakan makhluk ciptaannya??. Sungguh berani dan kurang ajar syaitan tersebut, dan sungguh lemah tuhan tersebut diatur dan dibawa pergi semau syaitan yang merupakan ciptaannya??!!–    Jika Yesus adalah tuhan, kok bisa diuji dan dicoba oleh syaitan??–    Dan bagaimana syaitan bisa berani-beraninya meminta tuhan Yesus untuk sujud kepada syaitan??–    Dalam bantahan-bantahan Yesus kepada syaitan menunjukan bahwa Yesus bukanlah tuhan. Tatkala syaitan menyuruh Yesus untuk melemparkan dirinya dari tempat tinggi untuk membuktikan bahwa Yesus adalah anak Allah, dan Allah akan memerintahkan para malaikat menyelamatkan Yesus, maka Yesus berkata ((Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”)). Ini menunjukan Allah memerintahkan Yesus untuk tidak mencoba Allah tuhannya Yesus. –    Tatkala syaitan menyuruh Yesus untuk sujud kepada syaitan maka Yesus berkata kepada syaitan : ((Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!))Yesus sama sekali tidak pernah meminta kepada murid-muridnya dan para pengikutnya untuk sujud kepadanya atau meminta berdoa kepadanya. Bahkan sebaliknya Yesus mencontohkan kepada mereka untuk sujud dan berdoa kepada Allah Tuhan yang sesungguhnya yang maha esa. (bersambung…)Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 01-01-1435 H / 05-11-2013 MAbu Abdil Muhsin Firandawww.firanda.com

Syirik kKecil yang Terkadang Tidak Disadari

Diantara bentuk syirik kecil beramal karena manusia, karena ingin dipuji atau karena takut dicela. Ada sebagian orang yg ikut-ikutan mentahdzir saudaranya tanpa dalil yg jelas hanya karena supaya dikatakan manhajnya mantap, atau agar tidak dicela dan tdk dijauhi karena dianggap manhajnya melempem. Menuduh dan mentahdzir serta menjatuhkan harga diri orang lain sangatlah mudah dilakukan oleh lisan, tapi yg repot adalah persidangan di akhirat kelak.

Syirik kKecil yang Terkadang Tidak Disadari

Diantara bentuk syirik kecil beramal karena manusia, karena ingin dipuji atau karena takut dicela. Ada sebagian orang yg ikut-ikutan mentahdzir saudaranya tanpa dalil yg jelas hanya karena supaya dikatakan manhajnya mantap, atau agar tidak dicela dan tdk dijauhi karena dianggap manhajnya melempem. Menuduh dan mentahdzir serta menjatuhkan harga diri orang lain sangatlah mudah dilakukan oleh lisan, tapi yg repot adalah persidangan di akhirat kelak.
Diantara bentuk syirik kecil beramal karena manusia, karena ingin dipuji atau karena takut dicela. Ada sebagian orang yg ikut-ikutan mentahdzir saudaranya tanpa dalil yg jelas hanya karena supaya dikatakan manhajnya mantap, atau agar tidak dicela dan tdk dijauhi karena dianggap manhajnya melempem. Menuduh dan mentahdzir serta menjatuhkan harga diri orang lain sangatlah mudah dilakukan oleh lisan, tapi yg repot adalah persidangan di akhirat kelak.


Diantara bentuk syirik kecil beramal karena manusia, karena ingin dipuji atau karena takut dicela. Ada sebagian orang yg ikut-ikutan mentahdzir saudaranya tanpa dalil yg jelas hanya karena supaya dikatakan manhajnya mantap, atau agar tidak dicela dan tdk dijauhi karena dianggap manhajnya melempem. Menuduh dan mentahdzir serta menjatuhkan harga diri orang lain sangatlah mudah dilakukan oleh lisan, tapi yg repot adalah persidangan di akhirat kelak.

Ada Apa Dengan Radio Rodja & Rodja TV (bag 8)? – Gelaran-Gelaran Indah Ustadz Dzulqarnain

Sekali lagi merupakan perkara yang sangat membosankan dan menjemukan berbantah-bantahan –terutama pada perkara yang tidak nyambung-, akan tetapi apa boleh buat, saya sudah bertekad untuk melayani bantahan saudara-saudara saya, baik ustad Askari, sang narasumber penyesatan rodja (ustadz Luqman Ba’abduh) dan juga al-ustadz Dzulqornain sang narasumber kedua sumber informasi kesesatan radiordoja kepada Syaikh Sholeh Al-Fauzan hafizohulloh.Kalau kedua sahabatnya al-Ustadz Luqman dan Ustadz Askari agak kasar…(Askari berkata : Firanda yang Durjana) atau yang semisalnya, maka al-Ustadz Dzulqornain sangat “indah” kata-katanya dan gelaran-gelaran yang diberikan kepada saya.Diantara perkataan al-Ustadz hafizohulloh–         ((Sudah sekian lama Saya mengetahui pemikiran-pemikiran Ustadz Firanda yang menyimpang. Juga Saya mengetahui bahwa, di antara kawan-kawannya, Ustadz Firanda inilah yang pemikirannya paling parah dan jalannya paling jelek)) –         ((Saya menganggap bahwa Ustadz Firanda ini bukanlah orang yang layak ditanggapi, apalagi dibantah. Semua orang yang pernah menasihatinya telah memaklumi akan Ustadz Firanda, bahwa beliau adalah orang yang gemar mendebat, kurang akal, dan keras kepala))–         ((Saya memuji Allah Subhânahu wa Ta’âlâ yang menampakkan isi hati orang ini sehingga tampak jelas keinginan dia yang sebenarnya serta tiada keraguan terhadap makar dan tipu dayanya))–         ((Siapa saja yang membaca semua tulisan Ustadz Firanda tentang pembelaannya terhadap Rodja akan mendapati Ustadz Firanda ini sebagai orang yang kurang akal dan jelek pemahamannya disertai dengan keberaniannya berdusta tanpa rasa malu))–         ((Saya merasa bahwa agak sulit mengajarkan akhlak rasa malu kepada orang yang kurang akal seperti Ustadz Firanda))–         ((Seharusnya dia sudah belajar ilmu bahasa Arab dan ilmu ushul fiqih dengan baik sehingga bisa memahami seluk beluk bahasa yang berjalan dalam pembahasan ilmu agama)).Bahkan sebelumnya juga al-Ustadz Dzulqornain pernah menuduh saya salah nerjemah perkataan Syaikh Sholeh Al-Fauzaan…, namun ternyata beliau hanya menuduh dan justru beliau salah nerjemah !!–         ((siapa saja yang memperhatikan tulisan-tulisan Ustadz Firanda dalam membela Rodja akan menilai layak kalau Saya berkata bahwa Ustadz Firanda ini seperti “kambing, walaupun terbang”))–         ((Inilah sebenarnya di antara hizbiyah Ustadz Firanda dan siapa saja yang bersepakat dengannya))Tapi bagi saya gelaran-gelaran yang indah tersebut adalah hal yang wajar, jika kita mengikuti sepak terjang al-Ustadz Dzulqornain maka begitulah cara beliau merendahkan orang lain. Jika Syaikh Ali Hasan tidak selamat dari “perendahannya” maka bagaimana lagi dengan Firanda yang kurang akal dan keras kepala??”Saya hanya bisa menukil komentar dua Akhi fillah tentang bantahan al-Ustadz Dzulqornain berikut ini :Pertama : ((Saya juga sesekali meluangkan waktu membaca tulisan Ustadz Firanda dan pada akhirnya saya berkesempatan membaca bantahan Ustadz Dzul. Balasan Ustadz Dzul saya perhatikan lebih pada penggalangan opini terhadap sosok Ustadz Firanda, tapi kurang dalam mengkounter apa yang ditulis Ustadz Firanda. Harus diakui bahasa yang dipakai Ustadz Dzul lebih agresif))Kedua : ((Saya telah membaca tulisan ustadz Dzul. Lebih mending daripada yang lain, walau tetap dikatakan :لا يُسْمِنُ وَلا يُغْنِي مِنْ جُوعٍ“yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar”.Saya melihat tulisan itu tidak lebih hanya mengeluarkan isi bisul yang ingin pecah, seperti kata : pendek akal dan semisalnya. Tidak fokus pada apa yang dibicarakan. Kalau kita biasa mengikuti gaya bahasa ustadz Makassar ini, memang tidak akan jauh dengan senang meng-under estimate-kan orang. Bukan rahasia lagi saya kira…..Misal, tentang IT. Point masalah yang dari dulu saya tangkap adalah bagaimana mengelola perbedaan pendapat di kalangan ulama dalam menyikapi masalah IT. Kemudian para du’at di dalam negeri. Itu saja. Dan lihat realitasnya saja, asatidzah yang sedang dimusuhi ustadz Dzul itu apakah memang punya keterkaitan dengan IT atau tidak. Kalau pun ada, sebagian kecil, separuhnya, sebagian besarnya, atau malah semuanya ?.Tentang Rodja, saya malah tidak mengerti fokus apa yang sedang dibicarakan ustadz Dzul. Barangkali rekan-rekan bisa membantu. Sepemahaman saya, terkait Radio Rodja, point nya adalah bahwa Radio ini telah menebarkan dakwah tauhid dan sunnah, tapi kok malah dihajr dan ditahdzir. Lantas, masalahnya apa ?. Kalau masalahnya adalah keterkaitan dengan ‘Aliy Al-Halabiy, ya bahas saja ‘Aliy Al-Halabiy, karena Rodja hanyalah cabang dari pokok permasalahan. Ini lebih mudah. Atau,…. apakah Rodja punya hubungan dengan IT ?.Cara mengkritik kulalsalafiyeen memang cukup cerdik dengan menggunakan fatwa Asy-Syaikh Shaalih As-Suhaimiy. Tapi,… ada yang perlu diperhatikan. Syaikh tidak mungkin membaca apa isi kulalsalafiyeen. Jadi, apa yang dikatakan beliau terkait dengan informasi yang disampaikan kepada beliau. Oleh karena itu dapat kita perhatikan bahwa perkataan Syaikh itu umum, yang juga berlaku pada situs sahab. Dan sesekali ngaca diri saja deh, apakah memang sahab itu menjadi situs atau forum yang sangat terhormat yang isi di dalamnya bersih dari perendahan para ulama…. dusta…. dan kultus individu ?.Seandainya tulisan ustadz Dzul dianggap masih terlalu prematur untuk dikatakan ilmiah, mungkin karena itu baru hidangan pembuka. Nasi dan daging ayamnya masih disimpan untuk hidangan inti nantinya. Semoga saja begitu…..)) (silahkan lihat kedua komentar tersebut di https://www.facebook.com/abuutsman/posts/10200770119916103?comment_id=4927867&offset=0&total_comments=71¬if_t=mentions_comment) Catatan :Pertama : Memang surat al-Ustadz Dzulqornain sengaja saya sebarkan mengingat :–         Ternyata isinya penuh dengan kedustaan-kedustaan. Sebagaimana telah saja jelaskan dalam tulisan saya (“Ada Apa Dengan Radio Rodja & Rodja TV (bag 2)? – Surat Al-Ustadz Dzulqornain Kepada Syaikh Sholeh Al-Fauzaan”) dan (“Ada Apa Dengan Radio Rodja & Rodja TV (bag 3)?“).–         Karena al-Ustadz Dzulqornain pernah menunda “penyebaran fatwa” Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah tentang jihad, yang hingga saat inipun belum pernah tersebar setahu ana. Padahal tatkala itu orang yang tidak memandang wajibnya jihad di Ambon dikatakan hzibi oleh Al-Ustadz cs. Dan sekarang saya masih ingin membaca fatwa Syaikh Al-Utsaimin yang seharusnya disebarkan untuk umat akan tetapi tidak pernah muncul di permukaan. Hal ini mengkhawatirkan saya bahwa fatwa ini juga akan ikut-ikutan lenyap–         Dalam fatwa Syaikh Sholeh Al-Fauzan ada nasehat yang sangat indah bagi salafiyin untuk tidak sibuk mencela yayasan-yayasan dan para dai–         Dalam surat tersebut al-Ustadz juga berkata ((Dan kami mengharapkan dari fadilatus Syaikh untuk memberi nasehat kepada orang-orang Rodja yang telah lalu penjelasan kondisi mereka, seseungguhnya kami mengharpkan kebaikan bagi sebagian mereka yang bersikap tasahul atau tersamarkan perkara baginya)). Jadi nasehat Syaikh Sholeh Al-Fauzaan juga untuk orang-orang Rodja. Karena pendengar rodja banyak maka saya ingin agar mereka juga mengetahui isi nasehat tersebut–         Al-Ustadz merasa nasehat Syaikh Sholeh Al-Fauzan (setelah memberikan informasi dusta) mendukung sikap tahdzirannya. Dan hingga saat ini al-Ustadz juga merasa benar dalam mentahdzir Radiorodja yang tahdziran beliau dijadikan dalil oleh para ahlul bid’ah.–         Seharusnya al-Ustadz Dzulqornain sebagaimana perkataan salah seorang penyiar Radiorodja ((Seharusnya ustadz dzul sebelum menulis surat ke syaikh fauzan tabayun dulu ke rodja, akhirnya sangat kelihatan dusta dan serampangan dlm menilai..ini yg tidak mau disadari oleh beliau sehingga merasa jawaban nasehat syaikh fauzan adalh untuk mendukungnya… ketika surat ke syaikh fauzan diterima oleh asatidz rodja hanya bisa tersenyum..namun ada juga 1 ustadz yg ingin memejahijaukan sang penulis surat karena tuduhannya tsb))–         Kalau isi surat tersebut benar tentunya tidak mengapa disebar, apalagi kalau al-Ustadz merasa surat tersebut mendukung beliau, tentunya beliau harusnya bahagia dukungan tersebut disebarluaskan !!!Kedua : Al-Ustadz menjanjikan banyak judul bantahan yang akan beliau siapkan. Terus terang saya gembira dengan persiapan tersebut. Karena bagaimanapun jika para ulama tidak selamat dari kesalahan apalagi seperti saya yang digelari oleh al-Ustadz dengan gelaran-gelaran indah di atas. Kebenaran lebih kita cintai daripada siapapun… Setia menanti kritikan-kritikan Al-Ustadz HafizohullohKota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 01-01-1435 H / 05-11-2013 MAbu Abdil Muhsin Firandawww.firanda.com  

Ada Apa Dengan Radio Rodja & Rodja TV (bag 8)? – Gelaran-Gelaran Indah Ustadz Dzulqarnain

Sekali lagi merupakan perkara yang sangat membosankan dan menjemukan berbantah-bantahan –terutama pada perkara yang tidak nyambung-, akan tetapi apa boleh buat, saya sudah bertekad untuk melayani bantahan saudara-saudara saya, baik ustad Askari, sang narasumber penyesatan rodja (ustadz Luqman Ba’abduh) dan juga al-ustadz Dzulqornain sang narasumber kedua sumber informasi kesesatan radiordoja kepada Syaikh Sholeh Al-Fauzan hafizohulloh.Kalau kedua sahabatnya al-Ustadz Luqman dan Ustadz Askari agak kasar…(Askari berkata : Firanda yang Durjana) atau yang semisalnya, maka al-Ustadz Dzulqornain sangat “indah” kata-katanya dan gelaran-gelaran yang diberikan kepada saya.Diantara perkataan al-Ustadz hafizohulloh–         ((Sudah sekian lama Saya mengetahui pemikiran-pemikiran Ustadz Firanda yang menyimpang. Juga Saya mengetahui bahwa, di antara kawan-kawannya, Ustadz Firanda inilah yang pemikirannya paling parah dan jalannya paling jelek)) –         ((Saya menganggap bahwa Ustadz Firanda ini bukanlah orang yang layak ditanggapi, apalagi dibantah. Semua orang yang pernah menasihatinya telah memaklumi akan Ustadz Firanda, bahwa beliau adalah orang yang gemar mendebat, kurang akal, dan keras kepala))–         ((Saya memuji Allah Subhânahu wa Ta’âlâ yang menampakkan isi hati orang ini sehingga tampak jelas keinginan dia yang sebenarnya serta tiada keraguan terhadap makar dan tipu dayanya))–         ((Siapa saja yang membaca semua tulisan Ustadz Firanda tentang pembelaannya terhadap Rodja akan mendapati Ustadz Firanda ini sebagai orang yang kurang akal dan jelek pemahamannya disertai dengan keberaniannya berdusta tanpa rasa malu))–         ((Saya merasa bahwa agak sulit mengajarkan akhlak rasa malu kepada orang yang kurang akal seperti Ustadz Firanda))–         ((Seharusnya dia sudah belajar ilmu bahasa Arab dan ilmu ushul fiqih dengan baik sehingga bisa memahami seluk beluk bahasa yang berjalan dalam pembahasan ilmu agama)).Bahkan sebelumnya juga al-Ustadz Dzulqornain pernah menuduh saya salah nerjemah perkataan Syaikh Sholeh Al-Fauzaan…, namun ternyata beliau hanya menuduh dan justru beliau salah nerjemah !!–         ((siapa saja yang memperhatikan tulisan-tulisan Ustadz Firanda dalam membela Rodja akan menilai layak kalau Saya berkata bahwa Ustadz Firanda ini seperti “kambing, walaupun terbang”))–         ((Inilah sebenarnya di antara hizbiyah Ustadz Firanda dan siapa saja yang bersepakat dengannya))Tapi bagi saya gelaran-gelaran yang indah tersebut adalah hal yang wajar, jika kita mengikuti sepak terjang al-Ustadz Dzulqornain maka begitulah cara beliau merendahkan orang lain. Jika Syaikh Ali Hasan tidak selamat dari “perendahannya” maka bagaimana lagi dengan Firanda yang kurang akal dan keras kepala??”Saya hanya bisa menukil komentar dua Akhi fillah tentang bantahan al-Ustadz Dzulqornain berikut ini :Pertama : ((Saya juga sesekali meluangkan waktu membaca tulisan Ustadz Firanda dan pada akhirnya saya berkesempatan membaca bantahan Ustadz Dzul. Balasan Ustadz Dzul saya perhatikan lebih pada penggalangan opini terhadap sosok Ustadz Firanda, tapi kurang dalam mengkounter apa yang ditulis Ustadz Firanda. Harus diakui bahasa yang dipakai Ustadz Dzul lebih agresif))Kedua : ((Saya telah membaca tulisan ustadz Dzul. Lebih mending daripada yang lain, walau tetap dikatakan :لا يُسْمِنُ وَلا يُغْنِي مِنْ جُوعٍ“yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar”.Saya melihat tulisan itu tidak lebih hanya mengeluarkan isi bisul yang ingin pecah, seperti kata : pendek akal dan semisalnya. Tidak fokus pada apa yang dibicarakan. Kalau kita biasa mengikuti gaya bahasa ustadz Makassar ini, memang tidak akan jauh dengan senang meng-under estimate-kan orang. Bukan rahasia lagi saya kira…..Misal, tentang IT. Point masalah yang dari dulu saya tangkap adalah bagaimana mengelola perbedaan pendapat di kalangan ulama dalam menyikapi masalah IT. Kemudian para du’at di dalam negeri. Itu saja. Dan lihat realitasnya saja, asatidzah yang sedang dimusuhi ustadz Dzul itu apakah memang punya keterkaitan dengan IT atau tidak. Kalau pun ada, sebagian kecil, separuhnya, sebagian besarnya, atau malah semuanya ?.Tentang Rodja, saya malah tidak mengerti fokus apa yang sedang dibicarakan ustadz Dzul. Barangkali rekan-rekan bisa membantu. Sepemahaman saya, terkait Radio Rodja, point nya adalah bahwa Radio ini telah menebarkan dakwah tauhid dan sunnah, tapi kok malah dihajr dan ditahdzir. Lantas, masalahnya apa ?. Kalau masalahnya adalah keterkaitan dengan ‘Aliy Al-Halabiy, ya bahas saja ‘Aliy Al-Halabiy, karena Rodja hanyalah cabang dari pokok permasalahan. Ini lebih mudah. Atau,…. apakah Rodja punya hubungan dengan IT ?.Cara mengkritik kulalsalafiyeen memang cukup cerdik dengan menggunakan fatwa Asy-Syaikh Shaalih As-Suhaimiy. Tapi,… ada yang perlu diperhatikan. Syaikh tidak mungkin membaca apa isi kulalsalafiyeen. Jadi, apa yang dikatakan beliau terkait dengan informasi yang disampaikan kepada beliau. Oleh karena itu dapat kita perhatikan bahwa perkataan Syaikh itu umum, yang juga berlaku pada situs sahab. Dan sesekali ngaca diri saja deh, apakah memang sahab itu menjadi situs atau forum yang sangat terhormat yang isi di dalamnya bersih dari perendahan para ulama…. dusta…. dan kultus individu ?.Seandainya tulisan ustadz Dzul dianggap masih terlalu prematur untuk dikatakan ilmiah, mungkin karena itu baru hidangan pembuka. Nasi dan daging ayamnya masih disimpan untuk hidangan inti nantinya. Semoga saja begitu…..)) (silahkan lihat kedua komentar tersebut di https://www.facebook.com/abuutsman/posts/10200770119916103?comment_id=4927867&offset=0&total_comments=71¬if_t=mentions_comment) Catatan :Pertama : Memang surat al-Ustadz Dzulqornain sengaja saya sebarkan mengingat :–         Ternyata isinya penuh dengan kedustaan-kedustaan. Sebagaimana telah saja jelaskan dalam tulisan saya (“Ada Apa Dengan Radio Rodja & Rodja TV (bag 2)? – Surat Al-Ustadz Dzulqornain Kepada Syaikh Sholeh Al-Fauzaan”) dan (“Ada Apa Dengan Radio Rodja & Rodja TV (bag 3)?“).–         Karena al-Ustadz Dzulqornain pernah menunda “penyebaran fatwa” Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah tentang jihad, yang hingga saat inipun belum pernah tersebar setahu ana. Padahal tatkala itu orang yang tidak memandang wajibnya jihad di Ambon dikatakan hzibi oleh Al-Ustadz cs. Dan sekarang saya masih ingin membaca fatwa Syaikh Al-Utsaimin yang seharusnya disebarkan untuk umat akan tetapi tidak pernah muncul di permukaan. Hal ini mengkhawatirkan saya bahwa fatwa ini juga akan ikut-ikutan lenyap–         Dalam fatwa Syaikh Sholeh Al-Fauzan ada nasehat yang sangat indah bagi salafiyin untuk tidak sibuk mencela yayasan-yayasan dan para dai–         Dalam surat tersebut al-Ustadz juga berkata ((Dan kami mengharapkan dari fadilatus Syaikh untuk memberi nasehat kepada orang-orang Rodja yang telah lalu penjelasan kondisi mereka, seseungguhnya kami mengharpkan kebaikan bagi sebagian mereka yang bersikap tasahul atau tersamarkan perkara baginya)). Jadi nasehat Syaikh Sholeh Al-Fauzaan juga untuk orang-orang Rodja. Karena pendengar rodja banyak maka saya ingin agar mereka juga mengetahui isi nasehat tersebut–         Al-Ustadz merasa nasehat Syaikh Sholeh Al-Fauzan (setelah memberikan informasi dusta) mendukung sikap tahdzirannya. Dan hingga saat ini al-Ustadz juga merasa benar dalam mentahdzir Radiorodja yang tahdziran beliau dijadikan dalil oleh para ahlul bid’ah.–         Seharusnya al-Ustadz Dzulqornain sebagaimana perkataan salah seorang penyiar Radiorodja ((Seharusnya ustadz dzul sebelum menulis surat ke syaikh fauzan tabayun dulu ke rodja, akhirnya sangat kelihatan dusta dan serampangan dlm menilai..ini yg tidak mau disadari oleh beliau sehingga merasa jawaban nasehat syaikh fauzan adalh untuk mendukungnya… ketika surat ke syaikh fauzan diterima oleh asatidz rodja hanya bisa tersenyum..namun ada juga 1 ustadz yg ingin memejahijaukan sang penulis surat karena tuduhannya tsb))–         Kalau isi surat tersebut benar tentunya tidak mengapa disebar, apalagi kalau al-Ustadz merasa surat tersebut mendukung beliau, tentunya beliau harusnya bahagia dukungan tersebut disebarluaskan !!!Kedua : Al-Ustadz menjanjikan banyak judul bantahan yang akan beliau siapkan. Terus terang saya gembira dengan persiapan tersebut. Karena bagaimanapun jika para ulama tidak selamat dari kesalahan apalagi seperti saya yang digelari oleh al-Ustadz dengan gelaran-gelaran indah di atas. Kebenaran lebih kita cintai daripada siapapun… Setia menanti kritikan-kritikan Al-Ustadz HafizohullohKota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 01-01-1435 H / 05-11-2013 MAbu Abdil Muhsin Firandawww.firanda.com  
Sekali lagi merupakan perkara yang sangat membosankan dan menjemukan berbantah-bantahan –terutama pada perkara yang tidak nyambung-, akan tetapi apa boleh buat, saya sudah bertekad untuk melayani bantahan saudara-saudara saya, baik ustad Askari, sang narasumber penyesatan rodja (ustadz Luqman Ba’abduh) dan juga al-ustadz Dzulqornain sang narasumber kedua sumber informasi kesesatan radiordoja kepada Syaikh Sholeh Al-Fauzan hafizohulloh.Kalau kedua sahabatnya al-Ustadz Luqman dan Ustadz Askari agak kasar…(Askari berkata : Firanda yang Durjana) atau yang semisalnya, maka al-Ustadz Dzulqornain sangat “indah” kata-katanya dan gelaran-gelaran yang diberikan kepada saya.Diantara perkataan al-Ustadz hafizohulloh–         ((Sudah sekian lama Saya mengetahui pemikiran-pemikiran Ustadz Firanda yang menyimpang. Juga Saya mengetahui bahwa, di antara kawan-kawannya, Ustadz Firanda inilah yang pemikirannya paling parah dan jalannya paling jelek)) –         ((Saya menganggap bahwa Ustadz Firanda ini bukanlah orang yang layak ditanggapi, apalagi dibantah. Semua orang yang pernah menasihatinya telah memaklumi akan Ustadz Firanda, bahwa beliau adalah orang yang gemar mendebat, kurang akal, dan keras kepala))–         ((Saya memuji Allah Subhânahu wa Ta’âlâ yang menampakkan isi hati orang ini sehingga tampak jelas keinginan dia yang sebenarnya serta tiada keraguan terhadap makar dan tipu dayanya))–         ((Siapa saja yang membaca semua tulisan Ustadz Firanda tentang pembelaannya terhadap Rodja akan mendapati Ustadz Firanda ini sebagai orang yang kurang akal dan jelek pemahamannya disertai dengan keberaniannya berdusta tanpa rasa malu))–         ((Saya merasa bahwa agak sulit mengajarkan akhlak rasa malu kepada orang yang kurang akal seperti Ustadz Firanda))–         ((Seharusnya dia sudah belajar ilmu bahasa Arab dan ilmu ushul fiqih dengan baik sehingga bisa memahami seluk beluk bahasa yang berjalan dalam pembahasan ilmu agama)).Bahkan sebelumnya juga al-Ustadz Dzulqornain pernah menuduh saya salah nerjemah perkataan Syaikh Sholeh Al-Fauzaan…, namun ternyata beliau hanya menuduh dan justru beliau salah nerjemah !!–         ((siapa saja yang memperhatikan tulisan-tulisan Ustadz Firanda dalam membela Rodja akan menilai layak kalau Saya berkata bahwa Ustadz Firanda ini seperti “kambing, walaupun terbang”))–         ((Inilah sebenarnya di antara hizbiyah Ustadz Firanda dan siapa saja yang bersepakat dengannya))Tapi bagi saya gelaran-gelaran yang indah tersebut adalah hal yang wajar, jika kita mengikuti sepak terjang al-Ustadz Dzulqornain maka begitulah cara beliau merendahkan orang lain. Jika Syaikh Ali Hasan tidak selamat dari “perendahannya” maka bagaimana lagi dengan Firanda yang kurang akal dan keras kepala??”Saya hanya bisa menukil komentar dua Akhi fillah tentang bantahan al-Ustadz Dzulqornain berikut ini :Pertama : ((Saya juga sesekali meluangkan waktu membaca tulisan Ustadz Firanda dan pada akhirnya saya berkesempatan membaca bantahan Ustadz Dzul. Balasan Ustadz Dzul saya perhatikan lebih pada penggalangan opini terhadap sosok Ustadz Firanda, tapi kurang dalam mengkounter apa yang ditulis Ustadz Firanda. Harus diakui bahasa yang dipakai Ustadz Dzul lebih agresif))Kedua : ((Saya telah membaca tulisan ustadz Dzul. Lebih mending daripada yang lain, walau tetap dikatakan :لا يُسْمِنُ وَلا يُغْنِي مِنْ جُوعٍ“yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar”.Saya melihat tulisan itu tidak lebih hanya mengeluarkan isi bisul yang ingin pecah, seperti kata : pendek akal dan semisalnya. Tidak fokus pada apa yang dibicarakan. Kalau kita biasa mengikuti gaya bahasa ustadz Makassar ini, memang tidak akan jauh dengan senang meng-under estimate-kan orang. Bukan rahasia lagi saya kira…..Misal, tentang IT. Point masalah yang dari dulu saya tangkap adalah bagaimana mengelola perbedaan pendapat di kalangan ulama dalam menyikapi masalah IT. Kemudian para du’at di dalam negeri. Itu saja. Dan lihat realitasnya saja, asatidzah yang sedang dimusuhi ustadz Dzul itu apakah memang punya keterkaitan dengan IT atau tidak. Kalau pun ada, sebagian kecil, separuhnya, sebagian besarnya, atau malah semuanya ?.Tentang Rodja, saya malah tidak mengerti fokus apa yang sedang dibicarakan ustadz Dzul. Barangkali rekan-rekan bisa membantu. Sepemahaman saya, terkait Radio Rodja, point nya adalah bahwa Radio ini telah menebarkan dakwah tauhid dan sunnah, tapi kok malah dihajr dan ditahdzir. Lantas, masalahnya apa ?. Kalau masalahnya adalah keterkaitan dengan ‘Aliy Al-Halabiy, ya bahas saja ‘Aliy Al-Halabiy, karena Rodja hanyalah cabang dari pokok permasalahan. Ini lebih mudah. Atau,…. apakah Rodja punya hubungan dengan IT ?.Cara mengkritik kulalsalafiyeen memang cukup cerdik dengan menggunakan fatwa Asy-Syaikh Shaalih As-Suhaimiy. Tapi,… ada yang perlu diperhatikan. Syaikh tidak mungkin membaca apa isi kulalsalafiyeen. Jadi, apa yang dikatakan beliau terkait dengan informasi yang disampaikan kepada beliau. Oleh karena itu dapat kita perhatikan bahwa perkataan Syaikh itu umum, yang juga berlaku pada situs sahab. Dan sesekali ngaca diri saja deh, apakah memang sahab itu menjadi situs atau forum yang sangat terhormat yang isi di dalamnya bersih dari perendahan para ulama…. dusta…. dan kultus individu ?.Seandainya tulisan ustadz Dzul dianggap masih terlalu prematur untuk dikatakan ilmiah, mungkin karena itu baru hidangan pembuka. Nasi dan daging ayamnya masih disimpan untuk hidangan inti nantinya. Semoga saja begitu…..)) (silahkan lihat kedua komentar tersebut di https://www.facebook.com/abuutsman/posts/10200770119916103?comment_id=4927867&offset=0&total_comments=71¬if_t=mentions_comment) Catatan :Pertama : Memang surat al-Ustadz Dzulqornain sengaja saya sebarkan mengingat :–         Ternyata isinya penuh dengan kedustaan-kedustaan. Sebagaimana telah saja jelaskan dalam tulisan saya (“Ada Apa Dengan Radio Rodja & Rodja TV (bag 2)? – Surat Al-Ustadz Dzulqornain Kepada Syaikh Sholeh Al-Fauzaan”) dan (“Ada Apa Dengan Radio Rodja & Rodja TV (bag 3)?“).–         Karena al-Ustadz Dzulqornain pernah menunda “penyebaran fatwa” Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah tentang jihad, yang hingga saat inipun belum pernah tersebar setahu ana. Padahal tatkala itu orang yang tidak memandang wajibnya jihad di Ambon dikatakan hzibi oleh Al-Ustadz cs. Dan sekarang saya masih ingin membaca fatwa Syaikh Al-Utsaimin yang seharusnya disebarkan untuk umat akan tetapi tidak pernah muncul di permukaan. Hal ini mengkhawatirkan saya bahwa fatwa ini juga akan ikut-ikutan lenyap–         Dalam fatwa Syaikh Sholeh Al-Fauzan ada nasehat yang sangat indah bagi salafiyin untuk tidak sibuk mencela yayasan-yayasan dan para dai–         Dalam surat tersebut al-Ustadz juga berkata ((Dan kami mengharapkan dari fadilatus Syaikh untuk memberi nasehat kepada orang-orang Rodja yang telah lalu penjelasan kondisi mereka, seseungguhnya kami mengharpkan kebaikan bagi sebagian mereka yang bersikap tasahul atau tersamarkan perkara baginya)). Jadi nasehat Syaikh Sholeh Al-Fauzaan juga untuk orang-orang Rodja. Karena pendengar rodja banyak maka saya ingin agar mereka juga mengetahui isi nasehat tersebut–         Al-Ustadz merasa nasehat Syaikh Sholeh Al-Fauzan (setelah memberikan informasi dusta) mendukung sikap tahdzirannya. Dan hingga saat ini al-Ustadz juga merasa benar dalam mentahdzir Radiorodja yang tahdziran beliau dijadikan dalil oleh para ahlul bid’ah.–         Seharusnya al-Ustadz Dzulqornain sebagaimana perkataan salah seorang penyiar Radiorodja ((Seharusnya ustadz dzul sebelum menulis surat ke syaikh fauzan tabayun dulu ke rodja, akhirnya sangat kelihatan dusta dan serampangan dlm menilai..ini yg tidak mau disadari oleh beliau sehingga merasa jawaban nasehat syaikh fauzan adalh untuk mendukungnya… ketika surat ke syaikh fauzan diterima oleh asatidz rodja hanya bisa tersenyum..namun ada juga 1 ustadz yg ingin memejahijaukan sang penulis surat karena tuduhannya tsb))–         Kalau isi surat tersebut benar tentunya tidak mengapa disebar, apalagi kalau al-Ustadz merasa surat tersebut mendukung beliau, tentunya beliau harusnya bahagia dukungan tersebut disebarluaskan !!!Kedua : Al-Ustadz menjanjikan banyak judul bantahan yang akan beliau siapkan. Terus terang saya gembira dengan persiapan tersebut. Karena bagaimanapun jika para ulama tidak selamat dari kesalahan apalagi seperti saya yang digelari oleh al-Ustadz dengan gelaran-gelaran indah di atas. Kebenaran lebih kita cintai daripada siapapun… Setia menanti kritikan-kritikan Al-Ustadz HafizohullohKota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 01-01-1435 H / 05-11-2013 MAbu Abdil Muhsin Firandawww.firanda.com  


Sekali lagi merupakan perkara yang sangat membosankan dan menjemukan berbantah-bantahan –terutama pada perkara yang tidak nyambung-, akan tetapi apa boleh buat, saya sudah bertekad untuk melayani bantahan saudara-saudara saya, baik ustad Askari, sang narasumber penyesatan rodja (ustadz Luqman Ba’abduh) dan juga al-ustadz Dzulqornain sang narasumber kedua sumber informasi kesesatan radiordoja kepada Syaikh Sholeh Al-Fauzan hafizohulloh.Kalau kedua sahabatnya al-Ustadz Luqman dan Ustadz Askari agak kasar…(Askari berkata : Firanda yang Durjana) atau yang semisalnya, maka al-Ustadz Dzulqornain sangat “indah” kata-katanya dan gelaran-gelaran yang diberikan kepada saya.Diantara perkataan al-Ustadz hafizohulloh–         ((Sudah sekian lama Saya mengetahui pemikiran-pemikiran Ustadz Firanda yang menyimpang. Juga Saya mengetahui bahwa, di antara kawan-kawannya, Ustadz Firanda inilah yang pemikirannya paling parah dan jalannya paling jelek)) –         ((Saya menganggap bahwa Ustadz Firanda ini bukanlah orang yang layak ditanggapi, apalagi dibantah. Semua orang yang pernah menasihatinya telah memaklumi akan Ustadz Firanda, bahwa beliau adalah orang yang gemar mendebat, kurang akal, dan keras kepala))–         ((Saya memuji Allah Subhânahu wa Ta’âlâ yang menampakkan isi hati orang ini sehingga tampak jelas keinginan dia yang sebenarnya serta tiada keraguan terhadap makar dan tipu dayanya))–         ((Siapa saja yang membaca semua tulisan Ustadz Firanda tentang pembelaannya terhadap Rodja akan mendapati Ustadz Firanda ini sebagai orang yang kurang akal dan jelek pemahamannya disertai dengan keberaniannya berdusta tanpa rasa malu))–         ((Saya merasa bahwa agak sulit mengajarkan akhlak rasa malu kepada orang yang kurang akal seperti Ustadz Firanda))–         ((Seharusnya dia sudah belajar ilmu bahasa Arab dan ilmu ushul fiqih dengan baik sehingga bisa memahami seluk beluk bahasa yang berjalan dalam pembahasan ilmu agama)).Bahkan sebelumnya juga al-Ustadz Dzulqornain pernah menuduh saya salah nerjemah perkataan Syaikh Sholeh Al-Fauzaan…, namun ternyata beliau hanya menuduh dan justru beliau salah nerjemah !!–         ((siapa saja yang memperhatikan tulisan-tulisan Ustadz Firanda dalam membela Rodja akan menilai layak kalau Saya berkata bahwa Ustadz Firanda ini seperti “kambing, walaupun terbang”))–         ((Inilah sebenarnya di antara hizbiyah Ustadz Firanda dan siapa saja yang bersepakat dengannya))Tapi bagi saya gelaran-gelaran yang indah tersebut adalah hal yang wajar, jika kita mengikuti sepak terjang al-Ustadz Dzulqornain maka begitulah cara beliau merendahkan orang lain. Jika Syaikh Ali Hasan tidak selamat dari “perendahannya” maka bagaimana lagi dengan Firanda yang kurang akal dan keras kepala??”Saya hanya bisa menukil komentar dua Akhi fillah tentang bantahan al-Ustadz Dzulqornain berikut ini :Pertama : ((Saya juga sesekali meluangkan waktu membaca tulisan Ustadz Firanda dan pada akhirnya saya berkesempatan membaca bantahan Ustadz Dzul. Balasan Ustadz Dzul saya perhatikan lebih pada penggalangan opini terhadap sosok Ustadz Firanda, tapi kurang dalam mengkounter apa yang ditulis Ustadz Firanda. Harus diakui bahasa yang dipakai Ustadz Dzul lebih agresif))Kedua : ((Saya telah membaca tulisan ustadz Dzul. Lebih mending daripada yang lain, walau tetap dikatakan :لا يُسْمِنُ وَلا يُغْنِي مِنْ جُوعٍ“yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar”.Saya melihat tulisan itu tidak lebih hanya mengeluarkan isi bisul yang ingin pecah, seperti kata : pendek akal dan semisalnya. Tidak fokus pada apa yang dibicarakan. Kalau kita biasa mengikuti gaya bahasa ustadz Makassar ini, memang tidak akan jauh dengan senang meng-under estimate-kan orang. Bukan rahasia lagi saya kira…..Misal, tentang IT. Point masalah yang dari dulu saya tangkap adalah bagaimana mengelola perbedaan pendapat di kalangan ulama dalam menyikapi masalah IT. Kemudian para du’at di dalam negeri. Itu saja. Dan lihat realitasnya saja, asatidzah yang sedang dimusuhi ustadz Dzul itu apakah memang punya keterkaitan dengan IT atau tidak. Kalau pun ada, sebagian kecil, separuhnya, sebagian besarnya, atau malah semuanya ?.Tentang Rodja, saya malah tidak mengerti fokus apa yang sedang dibicarakan ustadz Dzul. Barangkali rekan-rekan bisa membantu. Sepemahaman saya, terkait Radio Rodja, point nya adalah bahwa Radio ini telah menebarkan dakwah tauhid dan sunnah, tapi kok malah dihajr dan ditahdzir. Lantas, masalahnya apa ?. Kalau masalahnya adalah keterkaitan dengan ‘Aliy Al-Halabiy, ya bahas saja ‘Aliy Al-Halabiy, karena Rodja hanyalah cabang dari pokok permasalahan. Ini lebih mudah. Atau,…. apakah Rodja punya hubungan dengan IT ?.Cara mengkritik kulalsalafiyeen memang cukup cerdik dengan menggunakan fatwa Asy-Syaikh Shaalih As-Suhaimiy. Tapi,… ada yang perlu diperhatikan. Syaikh tidak mungkin membaca apa isi kulalsalafiyeen. Jadi, apa yang dikatakan beliau terkait dengan informasi yang disampaikan kepada beliau. Oleh karena itu dapat kita perhatikan bahwa perkataan Syaikh itu umum, yang juga berlaku pada situs sahab. Dan sesekali ngaca diri saja deh, apakah memang sahab itu menjadi situs atau forum yang sangat terhormat yang isi di dalamnya bersih dari perendahan para ulama…. dusta…. dan kultus individu ?.Seandainya tulisan ustadz Dzul dianggap masih terlalu prematur untuk dikatakan ilmiah, mungkin karena itu baru hidangan pembuka. Nasi dan daging ayamnya masih disimpan untuk hidangan inti nantinya. Semoga saja begitu…..)) (silahkan lihat kedua komentar tersebut di https://www.facebook.com/abuutsman/posts/10200770119916103?comment_id=4927867&offset=0&total_comments=71&notif_t=mentions_comment) Catatan :Pertama : Memang surat al-Ustadz Dzulqornain sengaja saya sebarkan mengingat :–         Ternyata isinya penuh dengan kedustaan-kedustaan. Sebagaimana telah saja jelaskan dalam tulisan saya (“Ada Apa Dengan Radio Rodja & Rodja TV (bag 2)? – Surat Al-Ustadz Dzulqornain Kepada Syaikh Sholeh Al-Fauzaan”) dan (“Ada Apa Dengan Radio Rodja & Rodja TV (bag 3)?“).–         Karena al-Ustadz Dzulqornain pernah menunda “penyebaran fatwa” Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah tentang jihad, yang hingga saat inipun belum pernah tersebar setahu ana. Padahal tatkala itu orang yang tidak memandang wajibnya jihad di Ambon dikatakan hzibi oleh Al-Ustadz cs. Dan sekarang saya masih ingin membaca fatwa Syaikh Al-Utsaimin yang seharusnya disebarkan untuk umat akan tetapi tidak pernah muncul di permukaan. Hal ini mengkhawatirkan saya bahwa fatwa ini juga akan ikut-ikutan lenyap–         Dalam fatwa Syaikh Sholeh Al-Fauzan ada nasehat yang sangat indah bagi salafiyin untuk tidak sibuk mencela yayasan-yayasan dan para dai–         Dalam surat tersebut al-Ustadz juga berkata ((Dan kami mengharapkan dari fadilatus Syaikh untuk memberi nasehat kepada orang-orang Rodja yang telah lalu penjelasan kondisi mereka, seseungguhnya kami mengharpkan kebaikan bagi sebagian mereka yang bersikap tasahul atau tersamarkan perkara baginya)). Jadi nasehat Syaikh Sholeh Al-Fauzaan juga untuk orang-orang Rodja. Karena pendengar rodja banyak maka saya ingin agar mereka juga mengetahui isi nasehat tersebut–         Al-Ustadz merasa nasehat Syaikh Sholeh Al-Fauzan (setelah memberikan informasi dusta) mendukung sikap tahdzirannya. Dan hingga saat ini al-Ustadz juga merasa benar dalam mentahdzir Radiorodja yang tahdziran beliau dijadikan dalil oleh para ahlul bid’ah.–         Seharusnya al-Ustadz Dzulqornain sebagaimana perkataan salah seorang penyiar Radiorodja ((Seharusnya ustadz dzul sebelum menulis surat ke syaikh fauzan tabayun dulu ke rodja, akhirnya sangat kelihatan dusta dan serampangan dlm menilai..ini yg tidak mau disadari oleh beliau sehingga merasa jawaban nasehat syaikh fauzan adalh untuk mendukungnya… ketika surat ke syaikh fauzan diterima oleh asatidz rodja hanya bisa tersenyum..namun ada juga 1 ustadz yg ingin memejahijaukan sang penulis surat karena tuduhannya tsb))–         Kalau isi surat tersebut benar tentunya tidak mengapa disebar, apalagi kalau al-Ustadz merasa surat tersebut mendukung beliau, tentunya beliau harusnya bahagia dukungan tersebut disebarluaskan !!!Kedua : Al-Ustadz menjanjikan banyak judul bantahan yang akan beliau siapkan. Terus terang saya gembira dengan persiapan tersebut. Karena bagaimanapun jika para ulama tidak selamat dari kesalahan apalagi seperti saya yang digelari oleh al-Ustadz dengan gelaran-gelaran indah di atas. Kebenaran lebih kita cintai daripada siapapun… Setia menanti kritikan-kritikan Al-Ustadz HafizohullohKota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 01-01-1435 H / 05-11-2013 MAbu Abdil Muhsin Firandawww.firanda.com  

Allah Tidak Pernah Mengacuhkanmu Disaat Banyak Manusia Mengacuhkanmu…

Allah tidak pernah mengacuhkanmu disaat banyak manusia mengacuhkanmu…Allah tidak pernah bosan mendengarkan keluhanmu tatkala manusia bosan dan enggan untuk mendengarkan keluhanmu….Allah tidak pernah meninggalkamu sendirian (jika engkau bersandar kepadanya) disaat manusia meninggalkanmu…Allah tidak pernah merendahkanmu (jika kamu taat kepadanya) disaat banyak manusia merendahkanmu karena kurangnya harta dan kedudukanmu (karena kebanyakan manusia mengukur kehormatan seseorang dengan harta)… Allah selalu memaafkanmu jika engkau bertaubat disaat manusia enggan memafkanmu dan terus mencelamu…Allah tidak pernah bosan untuk engkau dekati (jika engkau bertaubat) meskipun telah berulang-ulang engkau bersalah kepadaNya…tatkala manusia langsung meninggalkamu dan menghinakanmu karena hanya satu kesalahanmu…Allah menilai satu kebaikanmu menjadi 10 kali lipat hingga tiada batas dan hanya menilai satu kesalahanmu tetap sebagai satu kesalahan…tatkala manusia menganggap besar satu kesalahanmu yang kecil dan melupakan kebaikan-kebaikanmu…Allah selalu memberi pertolongan disaat pertolongan manusia tidak bisa lagi diharapkan…MAKA : Nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan…(copas dari status seorang ikhwan dengan banyak tambahan)

Allah Tidak Pernah Mengacuhkanmu Disaat Banyak Manusia Mengacuhkanmu…

Allah tidak pernah mengacuhkanmu disaat banyak manusia mengacuhkanmu…Allah tidak pernah bosan mendengarkan keluhanmu tatkala manusia bosan dan enggan untuk mendengarkan keluhanmu….Allah tidak pernah meninggalkamu sendirian (jika engkau bersandar kepadanya) disaat manusia meninggalkanmu…Allah tidak pernah merendahkanmu (jika kamu taat kepadanya) disaat banyak manusia merendahkanmu karena kurangnya harta dan kedudukanmu (karena kebanyakan manusia mengukur kehormatan seseorang dengan harta)… Allah selalu memaafkanmu jika engkau bertaubat disaat manusia enggan memafkanmu dan terus mencelamu…Allah tidak pernah bosan untuk engkau dekati (jika engkau bertaubat) meskipun telah berulang-ulang engkau bersalah kepadaNya…tatkala manusia langsung meninggalkamu dan menghinakanmu karena hanya satu kesalahanmu…Allah menilai satu kebaikanmu menjadi 10 kali lipat hingga tiada batas dan hanya menilai satu kesalahanmu tetap sebagai satu kesalahan…tatkala manusia menganggap besar satu kesalahanmu yang kecil dan melupakan kebaikan-kebaikanmu…Allah selalu memberi pertolongan disaat pertolongan manusia tidak bisa lagi diharapkan…MAKA : Nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan…(copas dari status seorang ikhwan dengan banyak tambahan)
Allah tidak pernah mengacuhkanmu disaat banyak manusia mengacuhkanmu…Allah tidak pernah bosan mendengarkan keluhanmu tatkala manusia bosan dan enggan untuk mendengarkan keluhanmu….Allah tidak pernah meninggalkamu sendirian (jika engkau bersandar kepadanya) disaat manusia meninggalkanmu…Allah tidak pernah merendahkanmu (jika kamu taat kepadanya) disaat banyak manusia merendahkanmu karena kurangnya harta dan kedudukanmu (karena kebanyakan manusia mengukur kehormatan seseorang dengan harta)… Allah selalu memaafkanmu jika engkau bertaubat disaat manusia enggan memafkanmu dan terus mencelamu…Allah tidak pernah bosan untuk engkau dekati (jika engkau bertaubat) meskipun telah berulang-ulang engkau bersalah kepadaNya…tatkala manusia langsung meninggalkamu dan menghinakanmu karena hanya satu kesalahanmu…Allah menilai satu kebaikanmu menjadi 10 kali lipat hingga tiada batas dan hanya menilai satu kesalahanmu tetap sebagai satu kesalahan…tatkala manusia menganggap besar satu kesalahanmu yang kecil dan melupakan kebaikan-kebaikanmu…Allah selalu memberi pertolongan disaat pertolongan manusia tidak bisa lagi diharapkan…MAKA : Nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan…(copas dari status seorang ikhwan dengan banyak tambahan)


Allah tidak pernah mengacuhkanmu disaat banyak manusia mengacuhkanmu…Allah tidak pernah bosan mendengarkan keluhanmu tatkala manusia bosan dan enggan untuk mendengarkan keluhanmu….Allah tidak pernah meninggalkamu sendirian (jika engkau bersandar kepadanya) disaat manusia meninggalkanmu…Allah tidak pernah merendahkanmu (jika kamu taat kepadanya) disaat banyak manusia merendahkanmu karena kurangnya harta dan kedudukanmu (karena kebanyakan manusia mengukur kehormatan seseorang dengan harta)… Allah selalu memaafkanmu jika engkau bertaubat disaat manusia enggan memafkanmu dan terus mencelamu…Allah tidak pernah bosan untuk engkau dekati (jika engkau bertaubat) meskipun telah berulang-ulang engkau bersalah kepadaNya…tatkala manusia langsung meninggalkamu dan menghinakanmu karena hanya satu kesalahanmu…Allah menilai satu kebaikanmu menjadi 10 kali lipat hingga tiada batas dan hanya menilai satu kesalahanmu tetap sebagai satu kesalahan…tatkala manusia menganggap besar satu kesalahanmu yang kecil dan melupakan kebaikan-kebaikanmu…Allah selalu memberi pertolongan disaat pertolongan manusia tidak bisa lagi diharapkan…MAKA : Nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan…(copas dari status seorang ikhwan dengan banyak tambahan)

FIR’AUN SAJA NGALAH SAMA ISTRINYA…!!!??

Allah berfirman :فَالْتَقَطَهُ آلُ فِرْعَوْنَ لِيَكُونَ لَهُمْ عَدُوًّا وَحَزَنًا إِنَّ فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَجُنُودَهُمَا كَانُوا خَاطِئِينَ (٨)وَقَالَتِ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ قُرَّةُ عَيْنٍ لِي وَلَكَ لا تَقْتُلُوهُ عَسَى أَنْ يَنْفَعَنَا أَوْ نَتَّخِذَهُ وَلَدًا وَهُمْ لا يَشْعُرُونَ (٩)“Maka dipungutlah ia (Nabi Musa yang masih bayi) oleh keluarga Fir’aun yang akibatnya Dia menja- di musuh dan Kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir’aun dan Ha- man beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah.Dan berkatalah isteri Fir’aun: “(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. janganlah kamu membunuhnya, Mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak”, sedang mereka tiada menyadari” (QS Al-Qosos : 8-9)Ibnu Katsir rahimahullah berkata : أَنَّ فِرْعَوْنَ لَمَّا رَآهُ همَّ بِقَتْلِهِ خَوْفًا مِنْ أَنْ يَكُونَ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ فَجَعَلَتِ امْرَأَتُهُ آسِيَةُ بِنْتُ مُزَاحِمٍ تُحَاجُّ عَنْهُ وتَذب دُونَهُ، وَتُحَبِّبُهُ إِلَى فِرْعَوْنَ“Fir’aun tatkala melihat nabi Musa (yang masih bayi-pen) maka iapun ingin membunuhnya, karena ia kawatir bayi tersebut dari bani Israil. Maka istrinya –yaitu Asiah binti Muzahim- pun berusaha membela si kecil Musa dan ia berusaha agar Fir’aun menyayangi si kecil Musa” (Tafsir Ibnu Katsir : 6/222).Yaitu istri Fir’aun berkata kepadanya : “(Ia/sikecil Musa) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. janganlah kamu membunuhnya, Mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak….”Jika Fir’aun yang begitu sesatnya, begitu kafirnya, begitu bengisnya, bahkan mengaku sebagai tuhan… ternyata mengalah sama istrinya…lantas bagaimana dengan anda yang beriman kepada Allah dan hari akhirat…??, yang beriman bahwa menyayangi istri dan bersabar dengan kekurangannya mendatangkan pahala di akhirat kelak…??!!Sungguh benar kata orang : Suami sabar disayang istri….Tentu sebaliknya juga… istri sabar disayang suami….Maka jika istri anda sedang ngomel sabarlah…..dan jika suami anda sedang ngomel maka bersabarlah….berilah nasehat kepada istri/suami nanti saja tatkala sudah reda atau tatkala lagi bermesraan. Hindari memberi nasehat (atau yang lebih tepat : melampiaskan kemarahan ??) tatkala sedang emosi..

FIR’AUN SAJA NGALAH SAMA ISTRINYA…!!!??

Allah berfirman :فَالْتَقَطَهُ آلُ فِرْعَوْنَ لِيَكُونَ لَهُمْ عَدُوًّا وَحَزَنًا إِنَّ فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَجُنُودَهُمَا كَانُوا خَاطِئِينَ (٨)وَقَالَتِ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ قُرَّةُ عَيْنٍ لِي وَلَكَ لا تَقْتُلُوهُ عَسَى أَنْ يَنْفَعَنَا أَوْ نَتَّخِذَهُ وَلَدًا وَهُمْ لا يَشْعُرُونَ (٩)“Maka dipungutlah ia (Nabi Musa yang masih bayi) oleh keluarga Fir’aun yang akibatnya Dia menja- di musuh dan Kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir’aun dan Ha- man beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah.Dan berkatalah isteri Fir’aun: “(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. janganlah kamu membunuhnya, Mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak”, sedang mereka tiada menyadari” (QS Al-Qosos : 8-9)Ibnu Katsir rahimahullah berkata : أَنَّ فِرْعَوْنَ لَمَّا رَآهُ همَّ بِقَتْلِهِ خَوْفًا مِنْ أَنْ يَكُونَ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ فَجَعَلَتِ امْرَأَتُهُ آسِيَةُ بِنْتُ مُزَاحِمٍ تُحَاجُّ عَنْهُ وتَذب دُونَهُ، وَتُحَبِّبُهُ إِلَى فِرْعَوْنَ“Fir’aun tatkala melihat nabi Musa (yang masih bayi-pen) maka iapun ingin membunuhnya, karena ia kawatir bayi tersebut dari bani Israil. Maka istrinya –yaitu Asiah binti Muzahim- pun berusaha membela si kecil Musa dan ia berusaha agar Fir’aun menyayangi si kecil Musa” (Tafsir Ibnu Katsir : 6/222).Yaitu istri Fir’aun berkata kepadanya : “(Ia/sikecil Musa) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. janganlah kamu membunuhnya, Mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak….”Jika Fir’aun yang begitu sesatnya, begitu kafirnya, begitu bengisnya, bahkan mengaku sebagai tuhan… ternyata mengalah sama istrinya…lantas bagaimana dengan anda yang beriman kepada Allah dan hari akhirat…??, yang beriman bahwa menyayangi istri dan bersabar dengan kekurangannya mendatangkan pahala di akhirat kelak…??!!Sungguh benar kata orang : Suami sabar disayang istri….Tentu sebaliknya juga… istri sabar disayang suami….Maka jika istri anda sedang ngomel sabarlah…..dan jika suami anda sedang ngomel maka bersabarlah….berilah nasehat kepada istri/suami nanti saja tatkala sudah reda atau tatkala lagi bermesraan. Hindari memberi nasehat (atau yang lebih tepat : melampiaskan kemarahan ??) tatkala sedang emosi..
Allah berfirman :فَالْتَقَطَهُ آلُ فِرْعَوْنَ لِيَكُونَ لَهُمْ عَدُوًّا وَحَزَنًا إِنَّ فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَجُنُودَهُمَا كَانُوا خَاطِئِينَ (٨)وَقَالَتِ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ قُرَّةُ عَيْنٍ لِي وَلَكَ لا تَقْتُلُوهُ عَسَى أَنْ يَنْفَعَنَا أَوْ نَتَّخِذَهُ وَلَدًا وَهُمْ لا يَشْعُرُونَ (٩)“Maka dipungutlah ia (Nabi Musa yang masih bayi) oleh keluarga Fir’aun yang akibatnya Dia menja- di musuh dan Kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir’aun dan Ha- man beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah.Dan berkatalah isteri Fir’aun: “(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. janganlah kamu membunuhnya, Mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak”, sedang mereka tiada menyadari” (QS Al-Qosos : 8-9)Ibnu Katsir rahimahullah berkata : أَنَّ فِرْعَوْنَ لَمَّا رَآهُ همَّ بِقَتْلِهِ خَوْفًا مِنْ أَنْ يَكُونَ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ فَجَعَلَتِ امْرَأَتُهُ آسِيَةُ بِنْتُ مُزَاحِمٍ تُحَاجُّ عَنْهُ وتَذب دُونَهُ، وَتُحَبِّبُهُ إِلَى فِرْعَوْنَ“Fir’aun tatkala melihat nabi Musa (yang masih bayi-pen) maka iapun ingin membunuhnya, karena ia kawatir bayi tersebut dari bani Israil. Maka istrinya –yaitu Asiah binti Muzahim- pun berusaha membela si kecil Musa dan ia berusaha agar Fir’aun menyayangi si kecil Musa” (Tafsir Ibnu Katsir : 6/222).Yaitu istri Fir’aun berkata kepadanya : “(Ia/sikecil Musa) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. janganlah kamu membunuhnya, Mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak….”Jika Fir’aun yang begitu sesatnya, begitu kafirnya, begitu bengisnya, bahkan mengaku sebagai tuhan… ternyata mengalah sama istrinya…lantas bagaimana dengan anda yang beriman kepada Allah dan hari akhirat…??, yang beriman bahwa menyayangi istri dan bersabar dengan kekurangannya mendatangkan pahala di akhirat kelak…??!!Sungguh benar kata orang : Suami sabar disayang istri….Tentu sebaliknya juga… istri sabar disayang suami….Maka jika istri anda sedang ngomel sabarlah…..dan jika suami anda sedang ngomel maka bersabarlah….berilah nasehat kepada istri/suami nanti saja tatkala sudah reda atau tatkala lagi bermesraan. Hindari memberi nasehat (atau yang lebih tepat : melampiaskan kemarahan ??) tatkala sedang emosi..


Allah berfirman :فَالْتَقَطَهُ آلُ فِرْعَوْنَ لِيَكُونَ لَهُمْ عَدُوًّا وَحَزَنًا إِنَّ فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَجُنُودَهُمَا كَانُوا خَاطِئِينَ (٨)وَقَالَتِ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ قُرَّةُ عَيْنٍ لِي وَلَكَ لا تَقْتُلُوهُ عَسَى أَنْ يَنْفَعَنَا أَوْ نَتَّخِذَهُ وَلَدًا وَهُمْ لا يَشْعُرُونَ (٩)“Maka dipungutlah ia (Nabi Musa yang masih bayi) oleh keluarga Fir’aun yang akibatnya Dia menja- di musuh dan Kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir’aun dan Ha- man beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah.Dan berkatalah isteri Fir’aun: “(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. janganlah kamu membunuhnya, Mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak”, sedang mereka tiada menyadari” (QS Al-Qosos : 8-9)Ibnu Katsir rahimahullah berkata : أَنَّ فِرْعَوْنَ لَمَّا رَآهُ همَّ بِقَتْلِهِ خَوْفًا مِنْ أَنْ يَكُونَ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ فَجَعَلَتِ امْرَأَتُهُ آسِيَةُ بِنْتُ مُزَاحِمٍ تُحَاجُّ عَنْهُ وتَذب دُونَهُ، وَتُحَبِّبُهُ إِلَى فِرْعَوْنَ“Fir’aun tatkala melihat nabi Musa (yang masih bayi-pen) maka iapun ingin membunuhnya, karena ia kawatir bayi tersebut dari bani Israil. Maka istrinya –yaitu Asiah binti Muzahim- pun berusaha membela si kecil Musa dan ia berusaha agar Fir’aun menyayangi si kecil Musa” (Tafsir Ibnu Katsir : 6/222).Yaitu istri Fir’aun berkata kepadanya : “(Ia/sikecil Musa) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. janganlah kamu membunuhnya, Mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak….”Jika Fir’aun yang begitu sesatnya, begitu kafirnya, begitu bengisnya, bahkan mengaku sebagai tuhan… ternyata mengalah sama istrinya…lantas bagaimana dengan anda yang beriman kepada Allah dan hari akhirat…??, yang beriman bahwa menyayangi istri dan bersabar dengan kekurangannya mendatangkan pahala di akhirat kelak…??!!Sungguh benar kata orang : Suami sabar disayang istri….Tentu sebaliknya juga… istri sabar disayang suami….Maka jika istri anda sedang ngomel sabarlah…..dan jika suami anda sedang ngomel maka bersabarlah….berilah nasehat kepada istri/suami nanti saja tatkala sudah reda atau tatkala lagi bermesraan. Hindari memberi nasehat (atau yang lebih tepat : melampiaskan kemarahan ??) tatkala sedang emosi..

Ada Apa Dengan Radio Rodja & Rodja TV (bag 7)?

Alhamdulillah, tulisan sang narasumber ke Syaikh Robi (al-Ustadz Luqman Ba’abduh) sehingga muncul fatwa sesatnya Radiorodja sudah mencapai artikel ke -6. Akan tetapi ternyata belum nyambung juga dengan kritikan saya terhadap Syaikh Robi’ yang membawa (1) pemikiran khowarij (karena beliau berpendapat seorang mubtadi’ muslim harus dibenci total 100 persen) dan (2) Syaikh Robi berdusta atas salaf (karena mengatakan para salaf menghajr tanpa melihat maslahat) (silahkan baca lagi artikel “Ada Apa Dengan Radio Rodja & Rodja TV (bag 4)? – Manhaj Syaikh Rabî’ dalam Timbangan Manhaj Para Ulama Kibâr“). Saya masih setia menunggu kritikan dari al-Ustadz Luqman Ba’abduh, demikian juga al-Ustadz Askari, dan juga al-Ustadz Dzulqornain tentang permasalahan ini, agar jelas siapa yang salah. Jika saya salah maka saya akan kembali kepada al-haq, akan tetapi jika Syaikh Robi’ yang salah, maka tidak perlu Syaikh Robi’ malu untuk kembali kepada kebenaran, toh beliau tidak maksum. Demikian juga para tiga ustadz tersebut tidak perlu malu untuk kembali kepada kebenaran. Baarokallahu fiikum.           Merupakan perkara yang aneh adalah tatkala seorang salafy santai saja ketika Syaikh Robi’ menyatakan Ibnu Taimiyyah salah, membantah Ibnu Taimiyyah dengan ijmak (palsu) salaf?? Sehingga mengesankan Ibnu Taimiyyah menyelisihi manhaj salaf, mengesankan Ibnu Taimiyyah menyelisihi ijmak salaf, lantas marah tatkala dikatakan Syaikh Robi’ manhajnya salah??Jika ada yang berkata, “Siapa Firanda berani membantah Syaikh Robi?”, maka saya katakan, “Siapa Syaikh Robi’ berani menyalah-nyalahkan manhaj Ibnu Taimiyyah?”. Sungguh setelah bergelut bertahun-tahun dengan kitab-kitab Ibnu Taimiyyah rahimahullah ketika menulis tesis S2, saya dapati begitu luas ilmu Ibnu Taimiyyah, dan beliau rahimahullah sangat hati-hati tatkala menjelaskan manhaj salaf. Bahkan ada sekitar 3 risalah disertasi yang menjelaskan kebenaran ijmak yang dinyatakan oleh Ibnu Taimiyyah. Lantas dengan begitu mudahnya Syaikh Robi’ menyatakan Ibnu Taimiyyah salah dalam 2 permasalahan manhaj??!! Apakah Syaikh Robi’ Maksum?          Syaikh Robi sendiri mengakui bahwa beliau tidak maksum. Syaikh Robi pernah ditanya:هناك من يقول: إن الشيخ ربيعًا معصوم في المنهج، ما تقول أنت في هذا؟“Ada orang yang berkata : Sesungguhnya Syaikh Robi’ maksum dalam manhaj, apa pendapat Anda tentang ini?”.Maka Syaikh Robi’ menjawab :لا، لا، أقول: لستُ معصومًا، لستُ معصومًا، ولكن اسمع: لا أعرف لي خطأ في المنهج“Tidak, tidak, aku katakan : Aku tidaklah maksum, aku tidaklah maksum, akan tetapi dengarlah, aku tidak mengetahui aku punya kesalahan dalam manhaj” (silahkan dengar di https://app.box.com/s/7ny34tfzzr6aczssb1qg) atau di bawah ini:ucapan-syaikh-rabi–laa-a3rif-lii-khotoan-filmanhaj.mp3Jelas dalam pernyataan di atas syaikh Robi’ memandang dirinya tidak maksum, akan tetapi :1) Beliau menyatakan tidak pernah merasa punya kesalahan dalam manhaj??!!2) Karenanya beliau memandang barang siapa yang mengkritik beliau berarti menjatuhkan manhaj ahlus sunnah. Syaikh Robi’ berkata :والله إن يسعى الكلام في  الطعن فيَّ ، إنه ما يكون نتيجة إلا إسقاط  المنهج “Demi Allah jika ada usaha mencelaku maka tidaklah ada hasilnya kecuali menjatuhkan manhaj ini” (silahkan lihat di situs beliau http://www.rabee.net/show_book.aspx?pid=3&bid=263&gid)Beliau juga berkata :ووالله ما يسعى في الكلام فِيَّ –ولا الطعن في ما نحن فيه- إلا لتكون النتيجة إسقاط المنهج ؛ فالذي يكره هذا المنهج يتكلم في علمائه ، الذي يبغض هذا المنهج ويريد إسقاطه يسير في هذا الطريق!! “Dan demi Allah, tidaklah berusaha membicarakan (keburukan tentang) aku dan tidak pula mencela apa yang kami di atasnya keculai hasilnya adalah menjatuhkan manhaj. Yang membenci manhaj ini membicarakan (keburukan) ulamanya, yang membenci manhaj ini dan ingin menjatuhkannya ia berjalan di atas jalan ini” (Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaa’il 1/482)3) Syaikh Robi memandang bahwa salafi beliau lebih kuat dibanding salafiahnya Syaikh Al-Albani.Syaikh Robi’ berkata :أما نحن تلاميذ الشيخ فمنذ وطأت قدماه الجامعة والله من أول يوم دخل الشيخ الألباني وله وزن وله قيمة عندنا فبدأ الدرس وتعرض لقضية القبور والكتابة عليها ووضع علامات عليها وكذا ونحن طلاب الشيخ عبدالله القرعاوي عندنا سلفية أقوى من سلفية الألباني واللهِ الشيخ عبد الله تعلم المنهج السلفي تماماً حتى ما عرفنا المذاهب أبداً ما عرفنا إلا كتاب الله وسنة رسول الله ومنهج السلف فالتقينا بالألباني وإذا به نحن في السلفية أقوى منه يعلم الله ما قلدناه, الشيخ عبد الله جاء بسلفية هي صحيح السلفية“Adapun kami murid-murid Syaikh (Abdullah Al-Qor’awi) maka semenjak kaki kami menginjak Jami’ah (Islamiyah Madinah-pen) semenjak hari pertama masuknya Syaikh Al-Albani –dan ia berharga dan bernilai di sisi kami- maka beliaupun memulai pelajaran, lalu beliau menyinggung permasalahan kuburan dan penulisan di kuburan serta meletakkan tanda di kuburan dan demikian-demikian. Kami –para murid Syaikh Abdullah Al-Qor’awi- bagi kami salafiah kami lebih kuat daripada salafiyah Al-Albani. Demi Allah Asy-Syaikh Abdullah mempelajari manhaj secara sempurna hingga bahkan kami tidak mengerti madzhab-madzhab sama sekali, kami tidak mengetahui kecuali Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah dan manhaj salaf. Lalu kami bertemu dengan Al-Albani, dan ternyata kami di atas salafiyah yang lebih kuat dari beliau, Allah mengetahui kami tidak taqlid kepada beliau. Asy-Syaikh Abdullah membawa salafiyah yang shahih” (silahkan dengar di http://www.youtube.com/watch?v=7TCQ3JeHcXw)4) Syaikh Robi’ sering memuji dirinya sendiri. Diantara pujian-pujian terhadap dirinya adalah sebagai berikut :إني والله لعلى منهج أهل السنة في الدقيق والجليل -ما استطعت إلى ذلك سبيلا“Sesungguhnya demi Allah aku di atas manhaj Ahlus Sunnah besar maupun kecilnya semampuku” (Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaail 9/204)ربيع وإخوانه من أهل السنة وأنصارها، والذابين عنها“Robi’ dan teman-temannya termasuk ahlus sunnah dan penolong-penolongnya dan para pembelanya” (Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaail 9/568)علماء السنة والتوحيد والقامعين للبدع من أمثال الشيخ النجمي والشيخ زيد بن محمد هادي والشيخ ربيع بن هادي“Ulama sunnah dan tauhid dan pemberantas bid’ah seperti Asy-Syaikh An-Najmi, Asy-Syaikh Zaid Muhammad Hadi dan Asy-Syaikh Robi’ bin Haadi” (Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaail 9/196)ولو درس أبو حاتم وغيره من الأئمة، حتى البخاري دراسة وافية لما تجاوز في نظري النتائج التي تَوصّلتُ إليها ، لأنني بحمد الله طبّقتُ قواعد المحدثين بكل دِقّة ولم آل في ذلك جهداً“Kalau seandainya Abu Hatim dan yang para imam yang lainnya –bahkan Al-Bukhari- mempelajari dengan pembelajaran yang mencukupi maka menurutku mereka tidak akan melewati hasil yang telah kucapai. Karena Alhamdulillah aku telah menerapkan kaidah-kaidah para ahlul hadits dengan begitu detail dan sungguh-sungguh” (Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaail 8/236)نحن معروفون ـ والحمد لله ـ أننا أقوى من وقف في وجه الفتن والشغب ودعاة الهدم لهذه البلاد“Kami –ahlamdulillah- dikenal bahwasanya kami adalah yang paling kuat dalam menghadapi fitnah-fitnah dan para da’i yang berusaha menghancurkan negeri ini”( Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaail  9/490)أما سمو الأسلوب ورصانة العرض فسلوا العقلاء المنصفين عنهما في كتاباتي، وأحمد الله أن كتاباتي محببة عند أهل الحق جميعاً تسر المؤمنين وتغيظ المبطلين، وتمتاز والحمد لله بجودة العرض وقوته ورصانته وقوة الحجة والبرهان“Adapun tingginya metode dan kokohnya pemaparan pada buku-bukuku maka silahkan tanyakanlah kepada orang-orang yang berakal yang adil. Dan aku memuji Allah bahwasanya buku-buku karyaku disukai oleh ahlul haq seluruhnya, menggembirakan kaum mukminin dan membuat marah para ahlul batil. Dan –alhhamdulillah- buku-bukuku teristimewakan dengan bagusnya pemaparan dan kuatnya  dan kokohnya pemaparan, kuatnya hujjah (argumen) dan dalil” (Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaail 7/35)الذين يتتبعون أقوالي لم يقفوا فيها على كذب وخيانة،, وإنما وجدوا الصدق والأمانة، وحتى الخصوم يعرفوا هذا“Orang-orang yang meneliti parkataan-perkataanku maka mereka tidak mendapati kedustaan dan khianat, mereka hanyalah mendapatkan kejujuran dan amanah, bahkan musuh-musuh mengetahui akan hal ini”(Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaail 9/39)Dan masih banyak lagi pujian-pujian Syaikh Robi’ pada dirinya, wallahul musta’aan. Benarkah Tidak Ada Ulama Yang Menyelisi Syaikh Robi?1) Kritikan Mufti Arab Saudi Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh.Seorang penanya dari Libia (yang bernama Salim) bertanya dalam acara televisi kepada Mufti Arab Saudi Asy-Syaikh Abdul Aziz Alu Asy-SyaikhPertanyaan :السؤال: يا شيخ! هل نأخذ العلم على شخص مجرَّح يا شيخ؟ أي: جُرِّح .. هل نأخذ عنه العلم..؟المذيع: طيب سؤالك؟السائل: هل نأخذ عنه العلم يا شيخ؟المذيع: طيب، من الذي جرَّح هذا الشخص؟السائل: الشيخ ربيع -يا شيخ!-.المذيع: طيب. شكرًا لك -يا سالم!-.طالب العلم -سماحة الشيخ!-، عندما يعني يقال له -سواء من ثقة، أو غير ذلك-: أن فلانًا فيه جَرح، أو فيه مانع مِن أخذ العلم منه؛ كيف يتثبت..Penanya : Wahai Syaikh, apakah kami mengambil ilmu dari orang yang ditajrih (ditahdzir dan dijatuhkan-pen)?. dia ditajrih, apakah boleh kami mengambil ilmu darinya?Pembawa acara : Baik, pertanyaanmu apa?Penanya : Bolehkan kami mengambil ilmu darinya wahai Syaikh?Pembawa acara ; Siapakah yang mentajrih (menjatuhkan) orang ini?Penanya : Asy-Syaikh Robi’ wahai Syaikh.Pembawa acara : Baik, Syukron wahai Salim. Wahai Syaikh yang Mulia, seorang penuntut ilmu tatkala dikatakan kepadanya –apakah dari seorang yang tsiqoh atau selain itu- : bahwasanya si fulan di jarh atau padanya ada penghalang untuk diambil ilmu darinya, maka bagaimana ia mengeceknya… Jawaban Mufti:المفتي: والله يا أخي! القضية هذه -أحيانًا- تكون هوًى، تجريح الناس، سبهم يكون -أحيانًا- يصحبه هوى، والمصالح الشخصية، وأنا ما أحب الدخول في هذه الأشياء.أقول: طلاب العلم يُرجى لهم الخير، وإذا شعرنا بشيءٍ من الخطأ؛ ناقشناه إن تمكنا، أو سألنا من نثق به عن هذا الخطأ.أما التجريح في الناس، وذم الناس، وتقسيم الناس -هذا ما يصلح، هذا يصلح-؛ فكثير منها .. هوى، وسباب المسلم فسوق، واحترام أعراض المسلم واجبة“Demi Allah ya akhi, perkara ini –terkadang- adalah hawa nafsu, menjarh orang-orang, mencela mereka –terkadang- disertai hawa nafsu dan kepentingan-kepentingan pribadi. Dan aku tidak suka masuk dalam perkara-perkara seperti ini.Aku katakan, para penuntut ilmu diharapkan kebaikan bagi mereka. Jika kita merasa ada suatu kesalahan maka kita dialog dengannya jika memungkinkan, atau kita bertanya kepada orang kita percayai tentang kesalahan ini. Adapun menjarh orang-orang, mencela orang-orang, mengklasifikasi orang-orang, ini tidaklah benar, ini tidak dibenarkan. Kebanyakannya adalah hawa nafsu, mencela seorang muslim adalah kefasikan, dan menghormati harga diri seorang muslim adalah kewajiban” (Silahkan lihat di http://www.youtube.com/watch?v=yY-1VztRDes)2) Kritikan Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah kepada Syaikh Robi’ bisa dibaca di (http://www.almeshkat.net/vb/showthread.php?t=48244)3) Kritikan Syaikh Abdul Karim Al-Khudair tentang orang-orang yang mencela Syaikh Al-Jibrin rahimahullah (diantaranya Syaikh Robi). Beliau mengatakan orang yang mencela Syaikh Al-Jibrin adalah perampok. Silahkan dengar di (http://www.youtube.com/watch?v=IlDBv2cHYVU)4) Kritikan dan nasehat Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad secara pedas dan khusus kepada Syaikh Robi’, sebagaimana telah lalu penukilannya (lihat kembali artikel “Ada Apa Dengan Radio Rodja & Rodja TV (bag 6)? – STANDAR GANDA !!!“) Memaksakan Samanya Manhaj Syaikh Robi dengan Manhaj Para Ulama KibarBagaimanapun mau disamakan sama saja seperti mengingkari terangnya matahari di siang hari. Silahkan baca kitab-kitab Syaikh Robi yang penuh dengan mentajrih, mentahdzir, dan mentabdi’ sesama ahlus sunnah. Tolong datangkan satu buku Syaikh Bin Baaz, Syaikh al-Utsaimin, Syaikh Sholeh Al-Fauzan, Mufti Arab Saudi, Syaikh Abdul Karim Al-Khudair, dan para anggota Haiah Kibaar Ulamaa dan anggota Al-Lajnah Ad-Daaimah yang seperti kitab-kitab Syaikh Robii’ dalam mentahdzir dan mentabdi’ sesama ahlus Sunnah …!!!Lihat juga murid-murid senior Syaikh Bin Baaz dan Syaikh al-Utsaimin…apakah ada yang manhajnya seperti manhaj Syaikh Robi’ dalam mentahdzir dan mentabdi’??Dan telah saya jelaskan dalam tulisan saya bahwa Manhaj Syaikh Robi’ menyimpang dan menyelisihi manhaj kibar ulama dalam dua hal(1) Wajib membenci mubtadi’ muslim secara total 100 persen(2) Menghajr tidak perlu memandang maslahat karena itu adalah ijmak salafSaya telah menjelaskan bahwa hal  ini menyelisihi Ibnu Taimiyyah, menyelihi salaf, menyelishi Syaikh Bin Baaz dan Syaikh Sholeh Al-Fauzaan. Lantas kurang bukti apa lagi??Bahkan masih banyak perkara manhaj yang Syaikh Robii’ berbeda dengan Syaikh Sholeh Al-Fauzaan. (silahkan baca http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=50885)Karenanya barang siapa yang menyatakan manhaj Syaikh Robi’ dalam masalah tahdzir dan tabdi’ sama dengan manhaj kibar ulama maka sunngguh ia telah berdusta dengan kedustaan yang nyata !!!. Hendaknya dia mendatangkan bukti bahwa para ulama kibar hobinya mentahdzir dan mentabdi’??? Syaikh Robi Tidak Mutasyaddid??(Narasumber penyesatan Radiorodja membantah pemahaman Syaikh Al-Albani)Jika sang narasumber (al-Ustadz Luqman Ba’abduh) tidak setuju dengan pernyataan Syaikh Al-Albani bahwa pada seluruh buku Syaikh Robi’ ada syiddah/kekerasan, maka itu hak sang narasumber.  Jika narasumber tidak setuju dengan penafsiran “jahiliah” sebagaimana yang dipahami oleh Syaikh Al-Albani maka itu terserah nara sumber.Sepertinya pernyataan dan kritikan Syaikh Al-Abani terhadap kerasnya Syaikh Robi’ adalah salah menurut narasumber penyesatan Radiorodja ??. Jika perkaranya demikian berarti Syaikh Al-Albani tidak maksum dan perlu ditinjau kembali. Kalau begitu pujian Syaikh Al-Albani terhadap Syaikh Robi’ tentunya tidak boleh juga dimakan secara mentah-mentah !!          Adapun jika narasumber setuju dengan pernyataan Syaikh Al-Albani “Pada seluruh buku Syaikh Robi’ ada kekerasan”, maka jelaslah bahwa manhaj Syaikh Robi’ mutasyaddid. Karena pembicaraan kita tentang manhaj adalah berputar tentang sikap terhadap penyelisih atau orang yang menyimpang.Adapun saya menyetujui penilaian Syaikh Robi’ mutasyaddid karena dua kesalahan syaikh dalam manhaj yang telah saya paparkan. Bagaimana tidak menjadi keras jika mewajibkan membenci 100 persen mubtadi’ muslim??!!. Banyak orang yang harus kita benci secara total !!!, Kerabat (bahkan bisa jadi kedua orang tua), tetangga, orang kampung di pasar, sesama penumpang di bis dan pesawat serta kereta api, bahkan suami atau istri…dll. Apakah ini tidak dikatakan mutasyaddid??Belum lagi menghajr tanpa harus melihat maslahat…wah kereta api beserta masinis dan penumpangnya harus saya hajr…, pilot dan para pramugari dan pramugaranya serta para penumpangnya harus saya hajr…., para jemaah haji dan para jama’ah umroh saya hajr…dan saya hanya bisa merasa tenang jika masuk dalam kampung salafy yang sealiran dengan saya atau masuk ke kebun binatang, barulah saya tidak perlu menghajr… Apakah ini tidak disebut mutasyaddid??Ala kulli Haal…saya masih menunggu bantahan ilmiyah dari ketiga ustad yang mulia, al-Ustadz Dzulqornai, al-Ustadz Luqman Ba’abduh (sang nara sumber penyesatan radiorodja) dan al-Ustadz Askari hafizohumulloh.(bersambung nggak ya???)Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 30-12-1434 H / 04-11-2013 MAbu Abdil Muhsin Firandawww.firanda.com

Ada Apa Dengan Radio Rodja & Rodja TV (bag 7)?

Alhamdulillah, tulisan sang narasumber ke Syaikh Robi (al-Ustadz Luqman Ba’abduh) sehingga muncul fatwa sesatnya Radiorodja sudah mencapai artikel ke -6. Akan tetapi ternyata belum nyambung juga dengan kritikan saya terhadap Syaikh Robi’ yang membawa (1) pemikiran khowarij (karena beliau berpendapat seorang mubtadi’ muslim harus dibenci total 100 persen) dan (2) Syaikh Robi berdusta atas salaf (karena mengatakan para salaf menghajr tanpa melihat maslahat) (silahkan baca lagi artikel “Ada Apa Dengan Radio Rodja & Rodja TV (bag 4)? – Manhaj Syaikh Rabî’ dalam Timbangan Manhaj Para Ulama Kibâr“). Saya masih setia menunggu kritikan dari al-Ustadz Luqman Ba’abduh, demikian juga al-Ustadz Askari, dan juga al-Ustadz Dzulqornain tentang permasalahan ini, agar jelas siapa yang salah. Jika saya salah maka saya akan kembali kepada al-haq, akan tetapi jika Syaikh Robi’ yang salah, maka tidak perlu Syaikh Robi’ malu untuk kembali kepada kebenaran, toh beliau tidak maksum. Demikian juga para tiga ustadz tersebut tidak perlu malu untuk kembali kepada kebenaran. Baarokallahu fiikum.           Merupakan perkara yang aneh adalah tatkala seorang salafy santai saja ketika Syaikh Robi’ menyatakan Ibnu Taimiyyah salah, membantah Ibnu Taimiyyah dengan ijmak (palsu) salaf?? Sehingga mengesankan Ibnu Taimiyyah menyelisihi manhaj salaf, mengesankan Ibnu Taimiyyah menyelisihi ijmak salaf, lantas marah tatkala dikatakan Syaikh Robi’ manhajnya salah??Jika ada yang berkata, “Siapa Firanda berani membantah Syaikh Robi?”, maka saya katakan, “Siapa Syaikh Robi’ berani menyalah-nyalahkan manhaj Ibnu Taimiyyah?”. Sungguh setelah bergelut bertahun-tahun dengan kitab-kitab Ibnu Taimiyyah rahimahullah ketika menulis tesis S2, saya dapati begitu luas ilmu Ibnu Taimiyyah, dan beliau rahimahullah sangat hati-hati tatkala menjelaskan manhaj salaf. Bahkan ada sekitar 3 risalah disertasi yang menjelaskan kebenaran ijmak yang dinyatakan oleh Ibnu Taimiyyah. Lantas dengan begitu mudahnya Syaikh Robi’ menyatakan Ibnu Taimiyyah salah dalam 2 permasalahan manhaj??!! Apakah Syaikh Robi’ Maksum?          Syaikh Robi sendiri mengakui bahwa beliau tidak maksum. Syaikh Robi pernah ditanya:هناك من يقول: إن الشيخ ربيعًا معصوم في المنهج، ما تقول أنت في هذا؟“Ada orang yang berkata : Sesungguhnya Syaikh Robi’ maksum dalam manhaj, apa pendapat Anda tentang ini?”.Maka Syaikh Robi’ menjawab :لا، لا، أقول: لستُ معصومًا، لستُ معصومًا، ولكن اسمع: لا أعرف لي خطأ في المنهج“Tidak, tidak, aku katakan : Aku tidaklah maksum, aku tidaklah maksum, akan tetapi dengarlah, aku tidak mengetahui aku punya kesalahan dalam manhaj” (silahkan dengar di https://app.box.com/s/7ny34tfzzr6aczssb1qg) atau di bawah ini:ucapan-syaikh-rabi–laa-a3rif-lii-khotoan-filmanhaj.mp3Jelas dalam pernyataan di atas syaikh Robi’ memandang dirinya tidak maksum, akan tetapi :1) Beliau menyatakan tidak pernah merasa punya kesalahan dalam manhaj??!!2) Karenanya beliau memandang barang siapa yang mengkritik beliau berarti menjatuhkan manhaj ahlus sunnah. Syaikh Robi’ berkata :والله إن يسعى الكلام في  الطعن فيَّ ، إنه ما يكون نتيجة إلا إسقاط  المنهج “Demi Allah jika ada usaha mencelaku maka tidaklah ada hasilnya kecuali menjatuhkan manhaj ini” (silahkan lihat di situs beliau http://www.rabee.net/show_book.aspx?pid=3&bid=263&gid)Beliau juga berkata :ووالله ما يسعى في الكلام فِيَّ –ولا الطعن في ما نحن فيه- إلا لتكون النتيجة إسقاط المنهج ؛ فالذي يكره هذا المنهج يتكلم في علمائه ، الذي يبغض هذا المنهج ويريد إسقاطه يسير في هذا الطريق!! “Dan demi Allah, tidaklah berusaha membicarakan (keburukan tentang) aku dan tidak pula mencela apa yang kami di atasnya keculai hasilnya adalah menjatuhkan manhaj. Yang membenci manhaj ini membicarakan (keburukan) ulamanya, yang membenci manhaj ini dan ingin menjatuhkannya ia berjalan di atas jalan ini” (Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaa’il 1/482)3) Syaikh Robi memandang bahwa salafi beliau lebih kuat dibanding salafiahnya Syaikh Al-Albani.Syaikh Robi’ berkata :أما نحن تلاميذ الشيخ فمنذ وطأت قدماه الجامعة والله من أول يوم دخل الشيخ الألباني وله وزن وله قيمة عندنا فبدأ الدرس وتعرض لقضية القبور والكتابة عليها ووضع علامات عليها وكذا ونحن طلاب الشيخ عبدالله القرعاوي عندنا سلفية أقوى من سلفية الألباني واللهِ الشيخ عبد الله تعلم المنهج السلفي تماماً حتى ما عرفنا المذاهب أبداً ما عرفنا إلا كتاب الله وسنة رسول الله ومنهج السلف فالتقينا بالألباني وإذا به نحن في السلفية أقوى منه يعلم الله ما قلدناه, الشيخ عبد الله جاء بسلفية هي صحيح السلفية“Adapun kami murid-murid Syaikh (Abdullah Al-Qor’awi) maka semenjak kaki kami menginjak Jami’ah (Islamiyah Madinah-pen) semenjak hari pertama masuknya Syaikh Al-Albani –dan ia berharga dan bernilai di sisi kami- maka beliaupun memulai pelajaran, lalu beliau menyinggung permasalahan kuburan dan penulisan di kuburan serta meletakkan tanda di kuburan dan demikian-demikian. Kami –para murid Syaikh Abdullah Al-Qor’awi- bagi kami salafiah kami lebih kuat daripada salafiyah Al-Albani. Demi Allah Asy-Syaikh Abdullah mempelajari manhaj secara sempurna hingga bahkan kami tidak mengerti madzhab-madzhab sama sekali, kami tidak mengetahui kecuali Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah dan manhaj salaf. Lalu kami bertemu dengan Al-Albani, dan ternyata kami di atas salafiyah yang lebih kuat dari beliau, Allah mengetahui kami tidak taqlid kepada beliau. Asy-Syaikh Abdullah membawa salafiyah yang shahih” (silahkan dengar di http://www.youtube.com/watch?v=7TCQ3JeHcXw)4) Syaikh Robi’ sering memuji dirinya sendiri. Diantara pujian-pujian terhadap dirinya adalah sebagai berikut :إني والله لعلى منهج أهل السنة في الدقيق والجليل -ما استطعت إلى ذلك سبيلا“Sesungguhnya demi Allah aku di atas manhaj Ahlus Sunnah besar maupun kecilnya semampuku” (Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaail 9/204)ربيع وإخوانه من أهل السنة وأنصارها، والذابين عنها“Robi’ dan teman-temannya termasuk ahlus sunnah dan penolong-penolongnya dan para pembelanya” (Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaail 9/568)علماء السنة والتوحيد والقامعين للبدع من أمثال الشيخ النجمي والشيخ زيد بن محمد هادي والشيخ ربيع بن هادي“Ulama sunnah dan tauhid dan pemberantas bid’ah seperti Asy-Syaikh An-Najmi, Asy-Syaikh Zaid Muhammad Hadi dan Asy-Syaikh Robi’ bin Haadi” (Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaail 9/196)ولو درس أبو حاتم وغيره من الأئمة، حتى البخاري دراسة وافية لما تجاوز في نظري النتائج التي تَوصّلتُ إليها ، لأنني بحمد الله طبّقتُ قواعد المحدثين بكل دِقّة ولم آل في ذلك جهداً“Kalau seandainya Abu Hatim dan yang para imam yang lainnya –bahkan Al-Bukhari- mempelajari dengan pembelajaran yang mencukupi maka menurutku mereka tidak akan melewati hasil yang telah kucapai. Karena Alhamdulillah aku telah menerapkan kaidah-kaidah para ahlul hadits dengan begitu detail dan sungguh-sungguh” (Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaail 8/236)نحن معروفون ـ والحمد لله ـ أننا أقوى من وقف في وجه الفتن والشغب ودعاة الهدم لهذه البلاد“Kami –ahlamdulillah- dikenal bahwasanya kami adalah yang paling kuat dalam menghadapi fitnah-fitnah dan para da’i yang berusaha menghancurkan negeri ini”( Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaail  9/490)أما سمو الأسلوب ورصانة العرض فسلوا العقلاء المنصفين عنهما في كتاباتي، وأحمد الله أن كتاباتي محببة عند أهل الحق جميعاً تسر المؤمنين وتغيظ المبطلين، وتمتاز والحمد لله بجودة العرض وقوته ورصانته وقوة الحجة والبرهان“Adapun tingginya metode dan kokohnya pemaparan pada buku-bukuku maka silahkan tanyakanlah kepada orang-orang yang berakal yang adil. Dan aku memuji Allah bahwasanya buku-buku karyaku disukai oleh ahlul haq seluruhnya, menggembirakan kaum mukminin dan membuat marah para ahlul batil. Dan –alhhamdulillah- buku-bukuku teristimewakan dengan bagusnya pemaparan dan kuatnya  dan kokohnya pemaparan, kuatnya hujjah (argumen) dan dalil” (Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaail 7/35)الذين يتتبعون أقوالي لم يقفوا فيها على كذب وخيانة،, وإنما وجدوا الصدق والأمانة، وحتى الخصوم يعرفوا هذا“Orang-orang yang meneliti parkataan-perkataanku maka mereka tidak mendapati kedustaan dan khianat, mereka hanyalah mendapatkan kejujuran dan amanah, bahkan musuh-musuh mengetahui akan hal ini”(Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaail 9/39)Dan masih banyak lagi pujian-pujian Syaikh Robi’ pada dirinya, wallahul musta’aan. Benarkah Tidak Ada Ulama Yang Menyelisi Syaikh Robi?1) Kritikan Mufti Arab Saudi Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh.Seorang penanya dari Libia (yang bernama Salim) bertanya dalam acara televisi kepada Mufti Arab Saudi Asy-Syaikh Abdul Aziz Alu Asy-SyaikhPertanyaan :السؤال: يا شيخ! هل نأخذ العلم على شخص مجرَّح يا شيخ؟ أي: جُرِّح .. هل نأخذ عنه العلم..؟المذيع: طيب سؤالك؟السائل: هل نأخذ عنه العلم يا شيخ؟المذيع: طيب، من الذي جرَّح هذا الشخص؟السائل: الشيخ ربيع -يا شيخ!-.المذيع: طيب. شكرًا لك -يا سالم!-.طالب العلم -سماحة الشيخ!-، عندما يعني يقال له -سواء من ثقة، أو غير ذلك-: أن فلانًا فيه جَرح، أو فيه مانع مِن أخذ العلم منه؛ كيف يتثبت..Penanya : Wahai Syaikh, apakah kami mengambil ilmu dari orang yang ditajrih (ditahdzir dan dijatuhkan-pen)?. dia ditajrih, apakah boleh kami mengambil ilmu darinya?Pembawa acara : Baik, pertanyaanmu apa?Penanya : Bolehkan kami mengambil ilmu darinya wahai Syaikh?Pembawa acara ; Siapakah yang mentajrih (menjatuhkan) orang ini?Penanya : Asy-Syaikh Robi’ wahai Syaikh.Pembawa acara : Baik, Syukron wahai Salim. Wahai Syaikh yang Mulia, seorang penuntut ilmu tatkala dikatakan kepadanya –apakah dari seorang yang tsiqoh atau selain itu- : bahwasanya si fulan di jarh atau padanya ada penghalang untuk diambil ilmu darinya, maka bagaimana ia mengeceknya… Jawaban Mufti:المفتي: والله يا أخي! القضية هذه -أحيانًا- تكون هوًى، تجريح الناس، سبهم يكون -أحيانًا- يصحبه هوى، والمصالح الشخصية، وأنا ما أحب الدخول في هذه الأشياء.أقول: طلاب العلم يُرجى لهم الخير، وإذا شعرنا بشيءٍ من الخطأ؛ ناقشناه إن تمكنا، أو سألنا من نثق به عن هذا الخطأ.أما التجريح في الناس، وذم الناس، وتقسيم الناس -هذا ما يصلح، هذا يصلح-؛ فكثير منها .. هوى، وسباب المسلم فسوق، واحترام أعراض المسلم واجبة“Demi Allah ya akhi, perkara ini –terkadang- adalah hawa nafsu, menjarh orang-orang, mencela mereka –terkadang- disertai hawa nafsu dan kepentingan-kepentingan pribadi. Dan aku tidak suka masuk dalam perkara-perkara seperti ini.Aku katakan, para penuntut ilmu diharapkan kebaikan bagi mereka. Jika kita merasa ada suatu kesalahan maka kita dialog dengannya jika memungkinkan, atau kita bertanya kepada orang kita percayai tentang kesalahan ini. Adapun menjarh orang-orang, mencela orang-orang, mengklasifikasi orang-orang, ini tidaklah benar, ini tidak dibenarkan. Kebanyakannya adalah hawa nafsu, mencela seorang muslim adalah kefasikan, dan menghormati harga diri seorang muslim adalah kewajiban” (Silahkan lihat di http://www.youtube.com/watch?v=yY-1VztRDes)2) Kritikan Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah kepada Syaikh Robi’ bisa dibaca di (http://www.almeshkat.net/vb/showthread.php?t=48244)3) Kritikan Syaikh Abdul Karim Al-Khudair tentang orang-orang yang mencela Syaikh Al-Jibrin rahimahullah (diantaranya Syaikh Robi). Beliau mengatakan orang yang mencela Syaikh Al-Jibrin adalah perampok. Silahkan dengar di (http://www.youtube.com/watch?v=IlDBv2cHYVU)4) Kritikan dan nasehat Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad secara pedas dan khusus kepada Syaikh Robi’, sebagaimana telah lalu penukilannya (lihat kembali artikel “Ada Apa Dengan Radio Rodja & Rodja TV (bag 6)? – STANDAR GANDA !!!“) Memaksakan Samanya Manhaj Syaikh Robi dengan Manhaj Para Ulama KibarBagaimanapun mau disamakan sama saja seperti mengingkari terangnya matahari di siang hari. Silahkan baca kitab-kitab Syaikh Robi yang penuh dengan mentajrih, mentahdzir, dan mentabdi’ sesama ahlus sunnah. Tolong datangkan satu buku Syaikh Bin Baaz, Syaikh al-Utsaimin, Syaikh Sholeh Al-Fauzan, Mufti Arab Saudi, Syaikh Abdul Karim Al-Khudair, dan para anggota Haiah Kibaar Ulamaa dan anggota Al-Lajnah Ad-Daaimah yang seperti kitab-kitab Syaikh Robii’ dalam mentahdzir dan mentabdi’ sesama ahlus Sunnah …!!!Lihat juga murid-murid senior Syaikh Bin Baaz dan Syaikh al-Utsaimin…apakah ada yang manhajnya seperti manhaj Syaikh Robi’ dalam mentahdzir dan mentabdi’??Dan telah saya jelaskan dalam tulisan saya bahwa Manhaj Syaikh Robi’ menyimpang dan menyelisihi manhaj kibar ulama dalam dua hal(1) Wajib membenci mubtadi’ muslim secara total 100 persen(2) Menghajr tidak perlu memandang maslahat karena itu adalah ijmak salafSaya telah menjelaskan bahwa hal  ini menyelisihi Ibnu Taimiyyah, menyelihi salaf, menyelishi Syaikh Bin Baaz dan Syaikh Sholeh Al-Fauzaan. Lantas kurang bukti apa lagi??Bahkan masih banyak perkara manhaj yang Syaikh Robii’ berbeda dengan Syaikh Sholeh Al-Fauzaan. (silahkan baca http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=50885)Karenanya barang siapa yang menyatakan manhaj Syaikh Robi’ dalam masalah tahdzir dan tabdi’ sama dengan manhaj kibar ulama maka sunngguh ia telah berdusta dengan kedustaan yang nyata !!!. Hendaknya dia mendatangkan bukti bahwa para ulama kibar hobinya mentahdzir dan mentabdi’??? Syaikh Robi Tidak Mutasyaddid??(Narasumber penyesatan Radiorodja membantah pemahaman Syaikh Al-Albani)Jika sang narasumber (al-Ustadz Luqman Ba’abduh) tidak setuju dengan pernyataan Syaikh Al-Albani bahwa pada seluruh buku Syaikh Robi’ ada syiddah/kekerasan, maka itu hak sang narasumber.  Jika narasumber tidak setuju dengan penafsiran “jahiliah” sebagaimana yang dipahami oleh Syaikh Al-Albani maka itu terserah nara sumber.Sepertinya pernyataan dan kritikan Syaikh Al-Abani terhadap kerasnya Syaikh Robi’ adalah salah menurut narasumber penyesatan Radiorodja ??. Jika perkaranya demikian berarti Syaikh Al-Albani tidak maksum dan perlu ditinjau kembali. Kalau begitu pujian Syaikh Al-Albani terhadap Syaikh Robi’ tentunya tidak boleh juga dimakan secara mentah-mentah !!          Adapun jika narasumber setuju dengan pernyataan Syaikh Al-Albani “Pada seluruh buku Syaikh Robi’ ada kekerasan”, maka jelaslah bahwa manhaj Syaikh Robi’ mutasyaddid. Karena pembicaraan kita tentang manhaj adalah berputar tentang sikap terhadap penyelisih atau orang yang menyimpang.Adapun saya menyetujui penilaian Syaikh Robi’ mutasyaddid karena dua kesalahan syaikh dalam manhaj yang telah saya paparkan. Bagaimana tidak menjadi keras jika mewajibkan membenci 100 persen mubtadi’ muslim??!!. Banyak orang yang harus kita benci secara total !!!, Kerabat (bahkan bisa jadi kedua orang tua), tetangga, orang kampung di pasar, sesama penumpang di bis dan pesawat serta kereta api, bahkan suami atau istri…dll. Apakah ini tidak dikatakan mutasyaddid??Belum lagi menghajr tanpa harus melihat maslahat…wah kereta api beserta masinis dan penumpangnya harus saya hajr…, pilot dan para pramugari dan pramugaranya serta para penumpangnya harus saya hajr…., para jemaah haji dan para jama’ah umroh saya hajr…dan saya hanya bisa merasa tenang jika masuk dalam kampung salafy yang sealiran dengan saya atau masuk ke kebun binatang, barulah saya tidak perlu menghajr… Apakah ini tidak disebut mutasyaddid??Ala kulli Haal…saya masih menunggu bantahan ilmiyah dari ketiga ustad yang mulia, al-Ustadz Dzulqornai, al-Ustadz Luqman Ba’abduh (sang nara sumber penyesatan radiorodja) dan al-Ustadz Askari hafizohumulloh.(bersambung nggak ya???)Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 30-12-1434 H / 04-11-2013 MAbu Abdil Muhsin Firandawww.firanda.com
Alhamdulillah, tulisan sang narasumber ke Syaikh Robi (al-Ustadz Luqman Ba’abduh) sehingga muncul fatwa sesatnya Radiorodja sudah mencapai artikel ke -6. Akan tetapi ternyata belum nyambung juga dengan kritikan saya terhadap Syaikh Robi’ yang membawa (1) pemikiran khowarij (karena beliau berpendapat seorang mubtadi’ muslim harus dibenci total 100 persen) dan (2) Syaikh Robi berdusta atas salaf (karena mengatakan para salaf menghajr tanpa melihat maslahat) (silahkan baca lagi artikel “Ada Apa Dengan Radio Rodja & Rodja TV (bag 4)? – Manhaj Syaikh Rabî’ dalam Timbangan Manhaj Para Ulama Kibâr“). Saya masih setia menunggu kritikan dari al-Ustadz Luqman Ba’abduh, demikian juga al-Ustadz Askari, dan juga al-Ustadz Dzulqornain tentang permasalahan ini, agar jelas siapa yang salah. Jika saya salah maka saya akan kembali kepada al-haq, akan tetapi jika Syaikh Robi’ yang salah, maka tidak perlu Syaikh Robi’ malu untuk kembali kepada kebenaran, toh beliau tidak maksum. Demikian juga para tiga ustadz tersebut tidak perlu malu untuk kembali kepada kebenaran. Baarokallahu fiikum.           Merupakan perkara yang aneh adalah tatkala seorang salafy santai saja ketika Syaikh Robi’ menyatakan Ibnu Taimiyyah salah, membantah Ibnu Taimiyyah dengan ijmak (palsu) salaf?? Sehingga mengesankan Ibnu Taimiyyah menyelisihi manhaj salaf, mengesankan Ibnu Taimiyyah menyelisihi ijmak salaf, lantas marah tatkala dikatakan Syaikh Robi’ manhajnya salah??Jika ada yang berkata, “Siapa Firanda berani membantah Syaikh Robi?”, maka saya katakan, “Siapa Syaikh Robi’ berani menyalah-nyalahkan manhaj Ibnu Taimiyyah?”. Sungguh setelah bergelut bertahun-tahun dengan kitab-kitab Ibnu Taimiyyah rahimahullah ketika menulis tesis S2, saya dapati begitu luas ilmu Ibnu Taimiyyah, dan beliau rahimahullah sangat hati-hati tatkala menjelaskan manhaj salaf. Bahkan ada sekitar 3 risalah disertasi yang menjelaskan kebenaran ijmak yang dinyatakan oleh Ibnu Taimiyyah. Lantas dengan begitu mudahnya Syaikh Robi’ menyatakan Ibnu Taimiyyah salah dalam 2 permasalahan manhaj??!! Apakah Syaikh Robi’ Maksum?          Syaikh Robi sendiri mengakui bahwa beliau tidak maksum. Syaikh Robi pernah ditanya:هناك من يقول: إن الشيخ ربيعًا معصوم في المنهج، ما تقول أنت في هذا؟“Ada orang yang berkata : Sesungguhnya Syaikh Robi’ maksum dalam manhaj, apa pendapat Anda tentang ini?”.Maka Syaikh Robi’ menjawab :لا، لا، أقول: لستُ معصومًا، لستُ معصومًا، ولكن اسمع: لا أعرف لي خطأ في المنهج“Tidak, tidak, aku katakan : Aku tidaklah maksum, aku tidaklah maksum, akan tetapi dengarlah, aku tidak mengetahui aku punya kesalahan dalam manhaj” (silahkan dengar di https://app.box.com/s/7ny34tfzzr6aczssb1qg) atau di bawah ini:ucapan-syaikh-rabi–laa-a3rif-lii-khotoan-filmanhaj.mp3Jelas dalam pernyataan di atas syaikh Robi’ memandang dirinya tidak maksum, akan tetapi :1) Beliau menyatakan tidak pernah merasa punya kesalahan dalam manhaj??!!2) Karenanya beliau memandang barang siapa yang mengkritik beliau berarti menjatuhkan manhaj ahlus sunnah. Syaikh Robi’ berkata :والله إن يسعى الكلام في  الطعن فيَّ ، إنه ما يكون نتيجة إلا إسقاط  المنهج “Demi Allah jika ada usaha mencelaku maka tidaklah ada hasilnya kecuali menjatuhkan manhaj ini” (silahkan lihat di situs beliau http://www.rabee.net/show_book.aspx?pid=3&bid=263&gid)Beliau juga berkata :ووالله ما يسعى في الكلام فِيَّ –ولا الطعن في ما نحن فيه- إلا لتكون النتيجة إسقاط المنهج ؛ فالذي يكره هذا المنهج يتكلم في علمائه ، الذي يبغض هذا المنهج ويريد إسقاطه يسير في هذا الطريق!! “Dan demi Allah, tidaklah berusaha membicarakan (keburukan tentang) aku dan tidak pula mencela apa yang kami di atasnya keculai hasilnya adalah menjatuhkan manhaj. Yang membenci manhaj ini membicarakan (keburukan) ulamanya, yang membenci manhaj ini dan ingin menjatuhkannya ia berjalan di atas jalan ini” (Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaa’il 1/482)3) Syaikh Robi memandang bahwa salafi beliau lebih kuat dibanding salafiahnya Syaikh Al-Albani.Syaikh Robi’ berkata :أما نحن تلاميذ الشيخ فمنذ وطأت قدماه الجامعة والله من أول يوم دخل الشيخ الألباني وله وزن وله قيمة عندنا فبدأ الدرس وتعرض لقضية القبور والكتابة عليها ووضع علامات عليها وكذا ونحن طلاب الشيخ عبدالله القرعاوي عندنا سلفية أقوى من سلفية الألباني واللهِ الشيخ عبد الله تعلم المنهج السلفي تماماً حتى ما عرفنا المذاهب أبداً ما عرفنا إلا كتاب الله وسنة رسول الله ومنهج السلف فالتقينا بالألباني وإذا به نحن في السلفية أقوى منه يعلم الله ما قلدناه, الشيخ عبد الله جاء بسلفية هي صحيح السلفية“Adapun kami murid-murid Syaikh (Abdullah Al-Qor’awi) maka semenjak kaki kami menginjak Jami’ah (Islamiyah Madinah-pen) semenjak hari pertama masuknya Syaikh Al-Albani –dan ia berharga dan bernilai di sisi kami- maka beliaupun memulai pelajaran, lalu beliau menyinggung permasalahan kuburan dan penulisan di kuburan serta meletakkan tanda di kuburan dan demikian-demikian. Kami –para murid Syaikh Abdullah Al-Qor’awi- bagi kami salafiah kami lebih kuat daripada salafiyah Al-Albani. Demi Allah Asy-Syaikh Abdullah mempelajari manhaj secara sempurna hingga bahkan kami tidak mengerti madzhab-madzhab sama sekali, kami tidak mengetahui kecuali Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah dan manhaj salaf. Lalu kami bertemu dengan Al-Albani, dan ternyata kami di atas salafiyah yang lebih kuat dari beliau, Allah mengetahui kami tidak taqlid kepada beliau. Asy-Syaikh Abdullah membawa salafiyah yang shahih” (silahkan dengar di http://www.youtube.com/watch?v=7TCQ3JeHcXw)4) Syaikh Robi’ sering memuji dirinya sendiri. Diantara pujian-pujian terhadap dirinya adalah sebagai berikut :إني والله لعلى منهج أهل السنة في الدقيق والجليل -ما استطعت إلى ذلك سبيلا“Sesungguhnya demi Allah aku di atas manhaj Ahlus Sunnah besar maupun kecilnya semampuku” (Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaail 9/204)ربيع وإخوانه من أهل السنة وأنصارها، والذابين عنها“Robi’ dan teman-temannya termasuk ahlus sunnah dan penolong-penolongnya dan para pembelanya” (Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaail 9/568)علماء السنة والتوحيد والقامعين للبدع من أمثال الشيخ النجمي والشيخ زيد بن محمد هادي والشيخ ربيع بن هادي“Ulama sunnah dan tauhid dan pemberantas bid’ah seperti Asy-Syaikh An-Najmi, Asy-Syaikh Zaid Muhammad Hadi dan Asy-Syaikh Robi’ bin Haadi” (Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaail 9/196)ولو درس أبو حاتم وغيره من الأئمة، حتى البخاري دراسة وافية لما تجاوز في نظري النتائج التي تَوصّلتُ إليها ، لأنني بحمد الله طبّقتُ قواعد المحدثين بكل دِقّة ولم آل في ذلك جهداً“Kalau seandainya Abu Hatim dan yang para imam yang lainnya –bahkan Al-Bukhari- mempelajari dengan pembelajaran yang mencukupi maka menurutku mereka tidak akan melewati hasil yang telah kucapai. Karena Alhamdulillah aku telah menerapkan kaidah-kaidah para ahlul hadits dengan begitu detail dan sungguh-sungguh” (Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaail 8/236)نحن معروفون ـ والحمد لله ـ أننا أقوى من وقف في وجه الفتن والشغب ودعاة الهدم لهذه البلاد“Kami –ahlamdulillah- dikenal bahwasanya kami adalah yang paling kuat dalam menghadapi fitnah-fitnah dan para da’i yang berusaha menghancurkan negeri ini”( Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaail  9/490)أما سمو الأسلوب ورصانة العرض فسلوا العقلاء المنصفين عنهما في كتاباتي، وأحمد الله أن كتاباتي محببة عند أهل الحق جميعاً تسر المؤمنين وتغيظ المبطلين، وتمتاز والحمد لله بجودة العرض وقوته ورصانته وقوة الحجة والبرهان“Adapun tingginya metode dan kokohnya pemaparan pada buku-bukuku maka silahkan tanyakanlah kepada orang-orang yang berakal yang adil. Dan aku memuji Allah bahwasanya buku-buku karyaku disukai oleh ahlul haq seluruhnya, menggembirakan kaum mukminin dan membuat marah para ahlul batil. Dan –alhhamdulillah- buku-bukuku teristimewakan dengan bagusnya pemaparan dan kuatnya  dan kokohnya pemaparan, kuatnya hujjah (argumen) dan dalil” (Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaail 7/35)الذين يتتبعون أقوالي لم يقفوا فيها على كذب وخيانة،, وإنما وجدوا الصدق والأمانة، وحتى الخصوم يعرفوا هذا“Orang-orang yang meneliti parkataan-perkataanku maka mereka tidak mendapati kedustaan dan khianat, mereka hanyalah mendapatkan kejujuran dan amanah, bahkan musuh-musuh mengetahui akan hal ini”(Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaail 9/39)Dan masih banyak lagi pujian-pujian Syaikh Robi’ pada dirinya, wallahul musta’aan. Benarkah Tidak Ada Ulama Yang Menyelisi Syaikh Robi?1) Kritikan Mufti Arab Saudi Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh.Seorang penanya dari Libia (yang bernama Salim) bertanya dalam acara televisi kepada Mufti Arab Saudi Asy-Syaikh Abdul Aziz Alu Asy-SyaikhPertanyaan :السؤال: يا شيخ! هل نأخذ العلم على شخص مجرَّح يا شيخ؟ أي: جُرِّح .. هل نأخذ عنه العلم..؟المذيع: طيب سؤالك؟السائل: هل نأخذ عنه العلم يا شيخ؟المذيع: طيب، من الذي جرَّح هذا الشخص؟السائل: الشيخ ربيع -يا شيخ!-.المذيع: طيب. شكرًا لك -يا سالم!-.طالب العلم -سماحة الشيخ!-، عندما يعني يقال له -سواء من ثقة، أو غير ذلك-: أن فلانًا فيه جَرح، أو فيه مانع مِن أخذ العلم منه؛ كيف يتثبت..Penanya : Wahai Syaikh, apakah kami mengambil ilmu dari orang yang ditajrih (ditahdzir dan dijatuhkan-pen)?. dia ditajrih, apakah boleh kami mengambil ilmu darinya?Pembawa acara : Baik, pertanyaanmu apa?Penanya : Bolehkan kami mengambil ilmu darinya wahai Syaikh?Pembawa acara ; Siapakah yang mentajrih (menjatuhkan) orang ini?Penanya : Asy-Syaikh Robi’ wahai Syaikh.Pembawa acara : Baik, Syukron wahai Salim. Wahai Syaikh yang Mulia, seorang penuntut ilmu tatkala dikatakan kepadanya –apakah dari seorang yang tsiqoh atau selain itu- : bahwasanya si fulan di jarh atau padanya ada penghalang untuk diambil ilmu darinya, maka bagaimana ia mengeceknya… Jawaban Mufti:المفتي: والله يا أخي! القضية هذه -أحيانًا- تكون هوًى، تجريح الناس، سبهم يكون -أحيانًا- يصحبه هوى، والمصالح الشخصية، وأنا ما أحب الدخول في هذه الأشياء.أقول: طلاب العلم يُرجى لهم الخير، وإذا شعرنا بشيءٍ من الخطأ؛ ناقشناه إن تمكنا، أو سألنا من نثق به عن هذا الخطأ.أما التجريح في الناس، وذم الناس، وتقسيم الناس -هذا ما يصلح، هذا يصلح-؛ فكثير منها .. هوى، وسباب المسلم فسوق، واحترام أعراض المسلم واجبة“Demi Allah ya akhi, perkara ini –terkadang- adalah hawa nafsu, menjarh orang-orang, mencela mereka –terkadang- disertai hawa nafsu dan kepentingan-kepentingan pribadi. Dan aku tidak suka masuk dalam perkara-perkara seperti ini.Aku katakan, para penuntut ilmu diharapkan kebaikan bagi mereka. Jika kita merasa ada suatu kesalahan maka kita dialog dengannya jika memungkinkan, atau kita bertanya kepada orang kita percayai tentang kesalahan ini. Adapun menjarh orang-orang, mencela orang-orang, mengklasifikasi orang-orang, ini tidaklah benar, ini tidak dibenarkan. Kebanyakannya adalah hawa nafsu, mencela seorang muslim adalah kefasikan, dan menghormati harga diri seorang muslim adalah kewajiban” (Silahkan lihat di http://www.youtube.com/watch?v=yY-1VztRDes)2) Kritikan Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah kepada Syaikh Robi’ bisa dibaca di (http://www.almeshkat.net/vb/showthread.php?t=48244)3) Kritikan Syaikh Abdul Karim Al-Khudair tentang orang-orang yang mencela Syaikh Al-Jibrin rahimahullah (diantaranya Syaikh Robi). Beliau mengatakan orang yang mencela Syaikh Al-Jibrin adalah perampok. Silahkan dengar di (http://www.youtube.com/watch?v=IlDBv2cHYVU)4) Kritikan dan nasehat Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad secara pedas dan khusus kepada Syaikh Robi’, sebagaimana telah lalu penukilannya (lihat kembali artikel “Ada Apa Dengan Radio Rodja & Rodja TV (bag 6)? – STANDAR GANDA !!!“) Memaksakan Samanya Manhaj Syaikh Robi dengan Manhaj Para Ulama KibarBagaimanapun mau disamakan sama saja seperti mengingkari terangnya matahari di siang hari. Silahkan baca kitab-kitab Syaikh Robi yang penuh dengan mentajrih, mentahdzir, dan mentabdi’ sesama ahlus sunnah. Tolong datangkan satu buku Syaikh Bin Baaz, Syaikh al-Utsaimin, Syaikh Sholeh Al-Fauzan, Mufti Arab Saudi, Syaikh Abdul Karim Al-Khudair, dan para anggota Haiah Kibaar Ulamaa dan anggota Al-Lajnah Ad-Daaimah yang seperti kitab-kitab Syaikh Robii’ dalam mentahdzir dan mentabdi’ sesama ahlus Sunnah …!!!Lihat juga murid-murid senior Syaikh Bin Baaz dan Syaikh al-Utsaimin…apakah ada yang manhajnya seperti manhaj Syaikh Robi’ dalam mentahdzir dan mentabdi’??Dan telah saya jelaskan dalam tulisan saya bahwa Manhaj Syaikh Robi’ menyimpang dan menyelisihi manhaj kibar ulama dalam dua hal(1) Wajib membenci mubtadi’ muslim secara total 100 persen(2) Menghajr tidak perlu memandang maslahat karena itu adalah ijmak salafSaya telah menjelaskan bahwa hal  ini menyelisihi Ibnu Taimiyyah, menyelihi salaf, menyelishi Syaikh Bin Baaz dan Syaikh Sholeh Al-Fauzaan. Lantas kurang bukti apa lagi??Bahkan masih banyak perkara manhaj yang Syaikh Robii’ berbeda dengan Syaikh Sholeh Al-Fauzaan. (silahkan baca http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=50885)Karenanya barang siapa yang menyatakan manhaj Syaikh Robi’ dalam masalah tahdzir dan tabdi’ sama dengan manhaj kibar ulama maka sunngguh ia telah berdusta dengan kedustaan yang nyata !!!. Hendaknya dia mendatangkan bukti bahwa para ulama kibar hobinya mentahdzir dan mentabdi’??? Syaikh Robi Tidak Mutasyaddid??(Narasumber penyesatan Radiorodja membantah pemahaman Syaikh Al-Albani)Jika sang narasumber (al-Ustadz Luqman Ba’abduh) tidak setuju dengan pernyataan Syaikh Al-Albani bahwa pada seluruh buku Syaikh Robi’ ada syiddah/kekerasan, maka itu hak sang narasumber.  Jika narasumber tidak setuju dengan penafsiran “jahiliah” sebagaimana yang dipahami oleh Syaikh Al-Albani maka itu terserah nara sumber.Sepertinya pernyataan dan kritikan Syaikh Al-Abani terhadap kerasnya Syaikh Robi’ adalah salah menurut narasumber penyesatan Radiorodja ??. Jika perkaranya demikian berarti Syaikh Al-Albani tidak maksum dan perlu ditinjau kembali. Kalau begitu pujian Syaikh Al-Albani terhadap Syaikh Robi’ tentunya tidak boleh juga dimakan secara mentah-mentah !!          Adapun jika narasumber setuju dengan pernyataan Syaikh Al-Albani “Pada seluruh buku Syaikh Robi’ ada kekerasan”, maka jelaslah bahwa manhaj Syaikh Robi’ mutasyaddid. Karena pembicaraan kita tentang manhaj adalah berputar tentang sikap terhadap penyelisih atau orang yang menyimpang.Adapun saya menyetujui penilaian Syaikh Robi’ mutasyaddid karena dua kesalahan syaikh dalam manhaj yang telah saya paparkan. Bagaimana tidak menjadi keras jika mewajibkan membenci 100 persen mubtadi’ muslim??!!. Banyak orang yang harus kita benci secara total !!!, Kerabat (bahkan bisa jadi kedua orang tua), tetangga, orang kampung di pasar, sesama penumpang di bis dan pesawat serta kereta api, bahkan suami atau istri…dll. Apakah ini tidak dikatakan mutasyaddid??Belum lagi menghajr tanpa harus melihat maslahat…wah kereta api beserta masinis dan penumpangnya harus saya hajr…, pilot dan para pramugari dan pramugaranya serta para penumpangnya harus saya hajr…., para jemaah haji dan para jama’ah umroh saya hajr…dan saya hanya bisa merasa tenang jika masuk dalam kampung salafy yang sealiran dengan saya atau masuk ke kebun binatang, barulah saya tidak perlu menghajr… Apakah ini tidak disebut mutasyaddid??Ala kulli Haal…saya masih menunggu bantahan ilmiyah dari ketiga ustad yang mulia, al-Ustadz Dzulqornai, al-Ustadz Luqman Ba’abduh (sang nara sumber penyesatan radiorodja) dan al-Ustadz Askari hafizohumulloh.(bersambung nggak ya???)Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 30-12-1434 H / 04-11-2013 MAbu Abdil Muhsin Firandawww.firanda.com


Alhamdulillah, tulisan sang narasumber ke Syaikh Robi (al-Ustadz Luqman Ba’abduh) sehingga muncul fatwa sesatnya Radiorodja sudah mencapai artikel ke -6. Akan tetapi ternyata belum nyambung juga dengan kritikan saya terhadap Syaikh Robi’ yang membawa (1) pemikiran khowarij (karena beliau berpendapat seorang mubtadi’ muslim harus dibenci total 100 persen) dan (2) Syaikh Robi berdusta atas salaf (karena mengatakan para salaf menghajr tanpa melihat maslahat) (silahkan baca lagi artikel “Ada Apa Dengan Radio Rodja & Rodja TV (bag 4)? – Manhaj Syaikh Rabî’ dalam Timbangan Manhaj Para Ulama Kibâr“). Saya masih setia menunggu kritikan dari al-Ustadz Luqman Ba’abduh, demikian juga al-Ustadz Askari, dan juga al-Ustadz Dzulqornain tentang permasalahan ini, agar jelas siapa yang salah. Jika saya salah maka saya akan kembali kepada al-haq, akan tetapi jika Syaikh Robi’ yang salah, maka tidak perlu Syaikh Robi’ malu untuk kembali kepada kebenaran, toh beliau tidak maksum. Demikian juga para tiga ustadz tersebut tidak perlu malu untuk kembali kepada kebenaran. Baarokallahu fiikum.           Merupakan perkara yang aneh adalah tatkala seorang salafy santai saja ketika Syaikh Robi’ menyatakan Ibnu Taimiyyah salah, membantah Ibnu Taimiyyah dengan ijmak (palsu) salaf?? Sehingga mengesankan Ibnu Taimiyyah menyelisihi manhaj salaf, mengesankan Ibnu Taimiyyah menyelisihi ijmak salaf, lantas marah tatkala dikatakan Syaikh Robi’ manhajnya salah??Jika ada yang berkata, “Siapa Firanda berani membantah Syaikh Robi?”, maka saya katakan, “Siapa Syaikh Robi’ berani menyalah-nyalahkan manhaj Ibnu Taimiyyah?”. Sungguh setelah bergelut bertahun-tahun dengan kitab-kitab Ibnu Taimiyyah rahimahullah ketika menulis tesis S2, saya dapati begitu luas ilmu Ibnu Taimiyyah, dan beliau rahimahullah sangat hati-hati tatkala menjelaskan manhaj salaf. Bahkan ada sekitar 3 risalah disertasi yang menjelaskan kebenaran ijmak yang dinyatakan oleh Ibnu Taimiyyah. Lantas dengan begitu mudahnya Syaikh Robi’ menyatakan Ibnu Taimiyyah salah dalam 2 permasalahan manhaj??!! Apakah Syaikh Robi’ Maksum?          Syaikh Robi sendiri mengakui bahwa beliau tidak maksum. Syaikh Robi pernah ditanya:هناك من يقول: إن الشيخ ربيعًا معصوم في المنهج، ما تقول أنت في هذا؟“Ada orang yang berkata : Sesungguhnya Syaikh Robi’ maksum dalam manhaj, apa pendapat Anda tentang ini?”.Maka Syaikh Robi’ menjawab :لا، لا، أقول: لستُ معصومًا، لستُ معصومًا، ولكن اسمع: لا أعرف لي خطأ في المنهج“Tidak, tidak, aku katakan : Aku tidaklah maksum, aku tidaklah maksum, akan tetapi dengarlah, aku tidak mengetahui aku punya kesalahan dalam manhaj” (silahkan dengar di https://app.box.com/s/7ny34tfzzr6aczssb1qg) atau di bawah ini:ucapan-syaikh-rabi–laa-a3rif-lii-khotoan-filmanhaj.mp3Jelas dalam pernyataan di atas syaikh Robi’ memandang dirinya tidak maksum, akan tetapi :1) Beliau menyatakan tidak pernah merasa punya kesalahan dalam manhaj??!!2) Karenanya beliau memandang barang siapa yang mengkritik beliau berarti menjatuhkan manhaj ahlus sunnah. Syaikh Robi’ berkata :والله إن يسعى الكلام في  الطعن فيَّ ، إنه ما يكون نتيجة إلا إسقاط  المنهج “Demi Allah jika ada usaha mencelaku maka tidaklah ada hasilnya kecuali menjatuhkan manhaj ini” (silahkan lihat di situs beliau http://www.rabee.net/show_book.aspx?pid=3&bid=263&gid)Beliau juga berkata :ووالله ما يسعى في الكلام فِيَّ –ولا الطعن في ما نحن فيه- إلا لتكون النتيجة إسقاط المنهج ؛ فالذي يكره هذا المنهج يتكلم في علمائه ، الذي يبغض هذا المنهج ويريد إسقاطه يسير في هذا الطريق!! “Dan demi Allah, tidaklah berusaha membicarakan (keburukan tentang) aku dan tidak pula mencela apa yang kami di atasnya keculai hasilnya adalah menjatuhkan manhaj. Yang membenci manhaj ini membicarakan (keburukan) ulamanya, yang membenci manhaj ini dan ingin menjatuhkannya ia berjalan di atas jalan ini” (Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaa’il 1/482)3) Syaikh Robi memandang bahwa salafi beliau lebih kuat dibanding salafiahnya Syaikh Al-Albani.Syaikh Robi’ berkata :أما نحن تلاميذ الشيخ فمنذ وطأت قدماه الجامعة والله من أول يوم دخل الشيخ الألباني وله وزن وله قيمة عندنا فبدأ الدرس وتعرض لقضية القبور والكتابة عليها ووضع علامات عليها وكذا ونحن طلاب الشيخ عبدالله القرعاوي عندنا سلفية أقوى من سلفية الألباني واللهِ الشيخ عبد الله تعلم المنهج السلفي تماماً حتى ما عرفنا المذاهب أبداً ما عرفنا إلا كتاب الله وسنة رسول الله ومنهج السلف فالتقينا بالألباني وإذا به نحن في السلفية أقوى منه يعلم الله ما قلدناه, الشيخ عبد الله جاء بسلفية هي صحيح السلفية“Adapun kami murid-murid Syaikh (Abdullah Al-Qor’awi) maka semenjak kaki kami menginjak Jami’ah (Islamiyah Madinah-pen) semenjak hari pertama masuknya Syaikh Al-Albani –dan ia berharga dan bernilai di sisi kami- maka beliaupun memulai pelajaran, lalu beliau menyinggung permasalahan kuburan dan penulisan di kuburan serta meletakkan tanda di kuburan dan demikian-demikian. Kami –para murid Syaikh Abdullah Al-Qor’awi- bagi kami salafiah kami lebih kuat daripada salafiyah Al-Albani. Demi Allah Asy-Syaikh Abdullah mempelajari manhaj secara sempurna hingga bahkan kami tidak mengerti madzhab-madzhab sama sekali, kami tidak mengetahui kecuali Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah dan manhaj salaf. Lalu kami bertemu dengan Al-Albani, dan ternyata kami di atas salafiyah yang lebih kuat dari beliau, Allah mengetahui kami tidak taqlid kepada beliau. Asy-Syaikh Abdullah membawa salafiyah yang shahih” (silahkan dengar di http://www.youtube.com/watch?v=7TCQ3JeHcXw)4) Syaikh Robi’ sering memuji dirinya sendiri. Diantara pujian-pujian terhadap dirinya adalah sebagai berikut :إني والله لعلى منهج أهل السنة في الدقيق والجليل -ما استطعت إلى ذلك سبيلا“Sesungguhnya demi Allah aku di atas manhaj Ahlus Sunnah besar maupun kecilnya semampuku” (Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaail 9/204)ربيع وإخوانه من أهل السنة وأنصارها، والذابين عنها“Robi’ dan teman-temannya termasuk ahlus sunnah dan penolong-penolongnya dan para pembelanya” (Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaail 9/568)علماء السنة والتوحيد والقامعين للبدع من أمثال الشيخ النجمي والشيخ زيد بن محمد هادي والشيخ ربيع بن هادي“Ulama sunnah dan tauhid dan pemberantas bid’ah seperti Asy-Syaikh An-Najmi, Asy-Syaikh Zaid Muhammad Hadi dan Asy-Syaikh Robi’ bin Haadi” (Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaail 9/196)ولو درس أبو حاتم وغيره من الأئمة، حتى البخاري دراسة وافية لما تجاوز في نظري النتائج التي تَوصّلتُ إليها ، لأنني بحمد الله طبّقتُ قواعد المحدثين بكل دِقّة ولم آل في ذلك جهداً“Kalau seandainya Abu Hatim dan yang para imam yang lainnya –bahkan Al-Bukhari- mempelajari dengan pembelajaran yang mencukupi maka menurutku mereka tidak akan melewati hasil yang telah kucapai. Karena Alhamdulillah aku telah menerapkan kaidah-kaidah para ahlul hadits dengan begitu detail dan sungguh-sungguh” (Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaail 8/236)نحن معروفون ـ والحمد لله ـ أننا أقوى من وقف في وجه الفتن والشغب ودعاة الهدم لهذه البلاد“Kami –ahlamdulillah- dikenal bahwasanya kami adalah yang paling kuat dalam menghadapi fitnah-fitnah dan para da’i yang berusaha menghancurkan negeri ini”( Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaail  9/490)أما سمو الأسلوب ورصانة العرض فسلوا العقلاء المنصفين عنهما في كتاباتي، وأحمد الله أن كتاباتي محببة عند أهل الحق جميعاً تسر المؤمنين وتغيظ المبطلين، وتمتاز والحمد لله بجودة العرض وقوته ورصانته وقوة الحجة والبرهان“Adapun tingginya metode dan kokohnya pemaparan pada buku-bukuku maka silahkan tanyakanlah kepada orang-orang yang berakal yang adil. Dan aku memuji Allah bahwasanya buku-buku karyaku disukai oleh ahlul haq seluruhnya, menggembirakan kaum mukminin dan membuat marah para ahlul batil. Dan –alhhamdulillah- buku-bukuku teristimewakan dengan bagusnya pemaparan dan kuatnya  dan kokohnya pemaparan, kuatnya hujjah (argumen) dan dalil” (Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaail 7/35)الذين يتتبعون أقوالي لم يقفوا فيها على كذب وخيانة،, وإنما وجدوا الصدق والأمانة، وحتى الخصوم يعرفوا هذا“Orang-orang yang meneliti parkataan-perkataanku maka mereka tidak mendapati kedustaan dan khianat, mereka hanyalah mendapatkan kejujuran dan amanah, bahkan musuh-musuh mengetahui akan hal ini”(Majmuu’ Al-Kutub wa Ar-Rosaail 9/39)Dan masih banyak lagi pujian-pujian Syaikh Robi’ pada dirinya, wallahul musta’aan. Benarkah Tidak Ada Ulama Yang Menyelisi Syaikh Robi?1) Kritikan Mufti Arab Saudi Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh.Seorang penanya dari Libia (yang bernama Salim) bertanya dalam acara televisi kepada Mufti Arab Saudi Asy-Syaikh Abdul Aziz Alu Asy-SyaikhPertanyaan :السؤال: يا شيخ! هل نأخذ العلم على شخص مجرَّح يا شيخ؟ أي: جُرِّح .. هل نأخذ عنه العلم..؟المذيع: طيب سؤالك؟السائل: هل نأخذ عنه العلم يا شيخ؟المذيع: طيب، من الذي جرَّح هذا الشخص؟السائل: الشيخ ربيع -يا شيخ!-.المذيع: طيب. شكرًا لك -يا سالم!-.طالب العلم -سماحة الشيخ!-، عندما يعني يقال له -سواء من ثقة، أو غير ذلك-: أن فلانًا فيه جَرح، أو فيه مانع مِن أخذ العلم منه؛ كيف يتثبت..Penanya : Wahai Syaikh, apakah kami mengambil ilmu dari orang yang ditajrih (ditahdzir dan dijatuhkan-pen)?. dia ditajrih, apakah boleh kami mengambil ilmu darinya?Pembawa acara : Baik, pertanyaanmu apa?Penanya : Bolehkan kami mengambil ilmu darinya wahai Syaikh?Pembawa acara ; Siapakah yang mentajrih (menjatuhkan) orang ini?Penanya : Asy-Syaikh Robi’ wahai Syaikh.Pembawa acara : Baik, Syukron wahai Salim. Wahai Syaikh yang Mulia, seorang penuntut ilmu tatkala dikatakan kepadanya –apakah dari seorang yang tsiqoh atau selain itu- : bahwasanya si fulan di jarh atau padanya ada penghalang untuk diambil ilmu darinya, maka bagaimana ia mengeceknya… Jawaban Mufti:المفتي: والله يا أخي! القضية هذه -أحيانًا- تكون هوًى، تجريح الناس، سبهم يكون -أحيانًا- يصحبه هوى، والمصالح الشخصية، وأنا ما أحب الدخول في هذه الأشياء.أقول: طلاب العلم يُرجى لهم الخير، وإذا شعرنا بشيءٍ من الخطأ؛ ناقشناه إن تمكنا، أو سألنا من نثق به عن هذا الخطأ.أما التجريح في الناس، وذم الناس، وتقسيم الناس -هذا ما يصلح، هذا يصلح-؛ فكثير منها .. هوى، وسباب المسلم فسوق، واحترام أعراض المسلم واجبة“Demi Allah ya akhi, perkara ini –terkadang- adalah hawa nafsu, menjarh orang-orang, mencela mereka –terkadang- disertai hawa nafsu dan kepentingan-kepentingan pribadi. Dan aku tidak suka masuk dalam perkara-perkara seperti ini.Aku katakan, para penuntut ilmu diharapkan kebaikan bagi mereka. Jika kita merasa ada suatu kesalahan maka kita dialog dengannya jika memungkinkan, atau kita bertanya kepada orang kita percayai tentang kesalahan ini. Adapun menjarh orang-orang, mencela orang-orang, mengklasifikasi orang-orang, ini tidaklah benar, ini tidak dibenarkan. Kebanyakannya adalah hawa nafsu, mencela seorang muslim adalah kefasikan, dan menghormati harga diri seorang muslim adalah kewajiban” (Silahkan lihat di http://www.youtube.com/watch?v=yY-1VztRDes)2) Kritikan Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah kepada Syaikh Robi’ bisa dibaca di (http://www.almeshkat.net/vb/showthread.php?t=48244)3) Kritikan Syaikh Abdul Karim Al-Khudair tentang orang-orang yang mencela Syaikh Al-Jibrin rahimahullah (diantaranya Syaikh Robi). Beliau mengatakan orang yang mencela Syaikh Al-Jibrin adalah perampok. Silahkan dengar di (http://www.youtube.com/watch?v=IlDBv2cHYVU)4) Kritikan dan nasehat Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad secara pedas dan khusus kepada Syaikh Robi’, sebagaimana telah lalu penukilannya (lihat kembali artikel “Ada Apa Dengan Radio Rodja & Rodja TV (bag 6)? – STANDAR GANDA !!!“) Memaksakan Samanya Manhaj Syaikh Robi dengan Manhaj Para Ulama KibarBagaimanapun mau disamakan sama saja seperti mengingkari terangnya matahari di siang hari. Silahkan baca kitab-kitab Syaikh Robi yang penuh dengan mentajrih, mentahdzir, dan mentabdi’ sesama ahlus sunnah. Tolong datangkan satu buku Syaikh Bin Baaz, Syaikh al-Utsaimin, Syaikh Sholeh Al-Fauzan, Mufti Arab Saudi, Syaikh Abdul Karim Al-Khudair, dan para anggota Haiah Kibaar Ulamaa dan anggota Al-Lajnah Ad-Daaimah yang seperti kitab-kitab Syaikh Robii’ dalam mentahdzir dan mentabdi’ sesama ahlus Sunnah …!!!Lihat juga murid-murid senior Syaikh Bin Baaz dan Syaikh al-Utsaimin…apakah ada yang manhajnya seperti manhaj Syaikh Robi’ dalam mentahdzir dan mentabdi’??Dan telah saya jelaskan dalam tulisan saya bahwa Manhaj Syaikh Robi’ menyimpang dan menyelisihi manhaj kibar ulama dalam dua hal(1) Wajib membenci mubtadi’ muslim secara total 100 persen(2) Menghajr tidak perlu memandang maslahat karena itu adalah ijmak salafSaya telah menjelaskan bahwa hal  ini menyelisihi Ibnu Taimiyyah, menyelihi salaf, menyelishi Syaikh Bin Baaz dan Syaikh Sholeh Al-Fauzaan. Lantas kurang bukti apa lagi??Bahkan masih banyak perkara manhaj yang Syaikh Robii’ berbeda dengan Syaikh Sholeh Al-Fauzaan. (silahkan baca http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=50885)Karenanya barang siapa yang menyatakan manhaj Syaikh Robi’ dalam masalah tahdzir dan tabdi’ sama dengan manhaj kibar ulama maka sunngguh ia telah berdusta dengan kedustaan yang nyata !!!. Hendaknya dia mendatangkan bukti bahwa para ulama kibar hobinya mentahdzir dan mentabdi’??? Syaikh Robi Tidak Mutasyaddid??(Narasumber penyesatan Radiorodja membantah pemahaman Syaikh Al-Albani)Jika sang narasumber (al-Ustadz Luqman Ba’abduh) tidak setuju dengan pernyataan Syaikh Al-Albani bahwa pada seluruh buku Syaikh Robi’ ada syiddah/kekerasan, maka itu hak sang narasumber.  Jika narasumber tidak setuju dengan penafsiran “jahiliah” sebagaimana yang dipahami oleh Syaikh Al-Albani maka itu terserah nara sumber.Sepertinya pernyataan dan kritikan Syaikh Al-Abani terhadap kerasnya Syaikh Robi’ adalah salah menurut narasumber penyesatan Radiorodja ??. Jika perkaranya demikian berarti Syaikh Al-Albani tidak maksum dan perlu ditinjau kembali. Kalau begitu pujian Syaikh Al-Albani terhadap Syaikh Robi’ tentunya tidak boleh juga dimakan secara mentah-mentah !!          Adapun jika narasumber setuju dengan pernyataan Syaikh Al-Albani “Pada seluruh buku Syaikh Robi’ ada kekerasan”, maka jelaslah bahwa manhaj Syaikh Robi’ mutasyaddid. Karena pembicaraan kita tentang manhaj adalah berputar tentang sikap terhadap penyelisih atau orang yang menyimpang.Adapun saya menyetujui penilaian Syaikh Robi’ mutasyaddid karena dua kesalahan syaikh dalam manhaj yang telah saya paparkan. Bagaimana tidak menjadi keras jika mewajibkan membenci 100 persen mubtadi’ muslim??!!. Banyak orang yang harus kita benci secara total !!!, Kerabat (bahkan bisa jadi kedua orang tua), tetangga, orang kampung di pasar, sesama penumpang di bis dan pesawat serta kereta api, bahkan suami atau istri…dll. Apakah ini tidak dikatakan mutasyaddid??Belum lagi menghajr tanpa harus melihat maslahat…wah kereta api beserta masinis dan penumpangnya harus saya hajr…, pilot dan para pramugari dan pramugaranya serta para penumpangnya harus saya hajr…., para jemaah haji dan para jama’ah umroh saya hajr…dan saya hanya bisa merasa tenang jika masuk dalam kampung salafy yang sealiran dengan saya atau masuk ke kebun binatang, barulah saya tidak perlu menghajr… Apakah ini tidak disebut mutasyaddid??Ala kulli Haal…saya masih menunggu bantahan ilmiyah dari ketiga ustad yang mulia, al-Ustadz Dzulqornai, al-Ustadz Luqman Ba’abduh (sang nara sumber penyesatan radiorodja) dan al-Ustadz Askari hafizohumulloh.(bersambung nggak ya???)Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 30-12-1434 H / 04-11-2013 MAbu Abdil Muhsin Firandawww.firanda.com

Sedih Karena Tidak Paham Tafsirnya

Sedih Karena Tidak Paham Tafsirnya Allah menyatakan bahwa satu-satunya orang yang bisa memahami permisalan dalam al-Qur’an adalah orang yang berilmu, وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ “Demikianlah berbagai perumpamaan (permisalan) yang kami berikan kepada manusia. Dan tidak ada yang bisa merenungkan maknanya kecuali orang yang berilmu.” (QS. al-Ankabut: 43) Dari Amr bin Murah beliau mengatakan, ما مررت بآية من كتاب الله لا أعرفها إلا أحزنني، لأني سمعت الله تعالى يقول: { وَتِلْكَ الأمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلا الْعَالِمُونَ Setiap kali saya membaca ayat al-Quran yang tidak saya pahami maknanya, maka saya sangat sedih. Karena saya mendengar firman Allah, (yang artinya): “Demikianlah berbagai perumpamaan (permisalan) yang kami berikan kepada manusia. Dan tidak ada yang bisa merenungkan maknanya kecuali orang yang berilmu.” (Tafsir Ibnu Katsir, 6/280).

Sedih Karena Tidak Paham Tafsirnya

Sedih Karena Tidak Paham Tafsirnya Allah menyatakan bahwa satu-satunya orang yang bisa memahami permisalan dalam al-Qur’an adalah orang yang berilmu, وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ “Demikianlah berbagai perumpamaan (permisalan) yang kami berikan kepada manusia. Dan tidak ada yang bisa merenungkan maknanya kecuali orang yang berilmu.” (QS. al-Ankabut: 43) Dari Amr bin Murah beliau mengatakan, ما مررت بآية من كتاب الله لا أعرفها إلا أحزنني، لأني سمعت الله تعالى يقول: { وَتِلْكَ الأمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلا الْعَالِمُونَ Setiap kali saya membaca ayat al-Quran yang tidak saya pahami maknanya, maka saya sangat sedih. Karena saya mendengar firman Allah, (yang artinya): “Demikianlah berbagai perumpamaan (permisalan) yang kami berikan kepada manusia. Dan tidak ada yang bisa merenungkan maknanya kecuali orang yang berilmu.” (Tafsir Ibnu Katsir, 6/280).
Sedih Karena Tidak Paham Tafsirnya Allah menyatakan bahwa satu-satunya orang yang bisa memahami permisalan dalam al-Qur’an adalah orang yang berilmu, وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ “Demikianlah berbagai perumpamaan (permisalan) yang kami berikan kepada manusia. Dan tidak ada yang bisa merenungkan maknanya kecuali orang yang berilmu.” (QS. al-Ankabut: 43) Dari Amr bin Murah beliau mengatakan, ما مررت بآية من كتاب الله لا أعرفها إلا أحزنني، لأني سمعت الله تعالى يقول: { وَتِلْكَ الأمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلا الْعَالِمُونَ Setiap kali saya membaca ayat al-Quran yang tidak saya pahami maknanya, maka saya sangat sedih. Karena saya mendengar firman Allah, (yang artinya): “Demikianlah berbagai perumpamaan (permisalan) yang kami berikan kepada manusia. Dan tidak ada yang bisa merenungkan maknanya kecuali orang yang berilmu.” (Tafsir Ibnu Katsir, 6/280).


Sedih Karena Tidak Paham Tafsirnya Allah menyatakan bahwa satu-satunya orang yang bisa memahami permisalan dalam al-Qur’an adalah orang yang berilmu, وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ “Demikianlah berbagai perumpamaan (permisalan) yang kami berikan kepada manusia. Dan tidak ada yang bisa merenungkan maknanya kecuali orang yang berilmu.” (QS. al-Ankabut: 43) Dari Amr bin Murah beliau mengatakan, ما مررت بآية من كتاب الله لا أعرفها إلا أحزنني، لأني سمعت الله تعالى يقول: { وَتِلْكَ الأمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلا الْعَالِمُونَ Setiap kali saya membaca ayat al-Quran yang tidak saya pahami maknanya, maka saya sangat sedih. Karena saya mendengar firman Allah, (yang artinya): “Demikianlah berbagai perumpamaan (permisalan) yang kami berikan kepada manusia. Dan tidak ada yang bisa merenungkan maknanya kecuali orang yang berilmu.” (Tafsir Ibnu Katsir, 6/280).

Memberontak Barang Sejengkal

Inilah akibat memberontak atau tidak taat pada penguasa barang sejengkal. Kita sebagai seorang muslim diperintahkan untuk taat dan bersabar jika ditemukan hal yang tidak disukai. Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ كَرِهَ مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا فَلْيَصْبِرْ ، فَإِنَّهُ مَنْ خَرَجَ مِنَ السُّلْطَانِ شِبْرًا مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً “Barangsiapa yang tidak suka sesuatu pada pemimpinnya, bersabarlah. Barangsiapa yang keluar dari ketaatan pada pemimpin barang sejengkal, maka ia mati dalam keadaan mati jahiliyah.” (HR. Bukhari no. 7053 dan Muslim no. 1849). Yang dimaksud tidak suka sesuatu pada pemimpin adalah selain kekufuran yang nyata. Sedangkan keluar dari ketaatan barang sejengkal yang dimaksud adalah tidak taat pada pemimpin walau hanya sedikit. Beberapa faedah dari hadits di atas: 1- Wajib bersabar terhadap pemimpin pada hal yang tidak disukai pada pemimpin, namun tetap ada nasehat dengan cara yang baik. 2- Tidak boleh memberontak dari kepemimpinan yang sah karena dapat menimbulkan mafsadat atau kerusakan yang lebih besar pada kaum muslimin. 3- Siapa yang memberontak pada penguasa dikatakan mati dalam keadaan mati jahiliyah. Disebut demikian karena orang jahiliyah mati dalam keadaan tidak punya pemimpin. Dan bukanlah artinya, matinya mati kafir sebagaimana anggapan keliru dari sebagian golongan. Baca keterangan tersebut dalam artikel: Tidak Taat Pemimpin, Akibatnya Mati Jahiliyah. Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik. — Referensi: Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhis Sholihin, Syaikh Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilali, terbitan Dar Ibnil Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H, 1: 661. — Akhukum fillah, Muhammad Abduh Tuasikal (Rumaysho.Com) Diselesaikan di Jayapura, Papua di rumah tercinta, 1 Muharram 1435 H Tagsaqidah iman pemimpin

Memberontak Barang Sejengkal

Inilah akibat memberontak atau tidak taat pada penguasa barang sejengkal. Kita sebagai seorang muslim diperintahkan untuk taat dan bersabar jika ditemukan hal yang tidak disukai. Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ كَرِهَ مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا فَلْيَصْبِرْ ، فَإِنَّهُ مَنْ خَرَجَ مِنَ السُّلْطَانِ شِبْرًا مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً “Barangsiapa yang tidak suka sesuatu pada pemimpinnya, bersabarlah. Barangsiapa yang keluar dari ketaatan pada pemimpin barang sejengkal, maka ia mati dalam keadaan mati jahiliyah.” (HR. Bukhari no. 7053 dan Muslim no. 1849). Yang dimaksud tidak suka sesuatu pada pemimpin adalah selain kekufuran yang nyata. Sedangkan keluar dari ketaatan barang sejengkal yang dimaksud adalah tidak taat pada pemimpin walau hanya sedikit. Beberapa faedah dari hadits di atas: 1- Wajib bersabar terhadap pemimpin pada hal yang tidak disukai pada pemimpin, namun tetap ada nasehat dengan cara yang baik. 2- Tidak boleh memberontak dari kepemimpinan yang sah karena dapat menimbulkan mafsadat atau kerusakan yang lebih besar pada kaum muslimin. 3- Siapa yang memberontak pada penguasa dikatakan mati dalam keadaan mati jahiliyah. Disebut demikian karena orang jahiliyah mati dalam keadaan tidak punya pemimpin. Dan bukanlah artinya, matinya mati kafir sebagaimana anggapan keliru dari sebagian golongan. Baca keterangan tersebut dalam artikel: Tidak Taat Pemimpin, Akibatnya Mati Jahiliyah. Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik. — Referensi: Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhis Sholihin, Syaikh Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilali, terbitan Dar Ibnil Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H, 1: 661. — Akhukum fillah, Muhammad Abduh Tuasikal (Rumaysho.Com) Diselesaikan di Jayapura, Papua di rumah tercinta, 1 Muharram 1435 H Tagsaqidah iman pemimpin
Inilah akibat memberontak atau tidak taat pada penguasa barang sejengkal. Kita sebagai seorang muslim diperintahkan untuk taat dan bersabar jika ditemukan hal yang tidak disukai. Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ كَرِهَ مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا فَلْيَصْبِرْ ، فَإِنَّهُ مَنْ خَرَجَ مِنَ السُّلْطَانِ شِبْرًا مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً “Barangsiapa yang tidak suka sesuatu pada pemimpinnya, bersabarlah. Barangsiapa yang keluar dari ketaatan pada pemimpin barang sejengkal, maka ia mati dalam keadaan mati jahiliyah.” (HR. Bukhari no. 7053 dan Muslim no. 1849). Yang dimaksud tidak suka sesuatu pada pemimpin adalah selain kekufuran yang nyata. Sedangkan keluar dari ketaatan barang sejengkal yang dimaksud adalah tidak taat pada pemimpin walau hanya sedikit. Beberapa faedah dari hadits di atas: 1- Wajib bersabar terhadap pemimpin pada hal yang tidak disukai pada pemimpin, namun tetap ada nasehat dengan cara yang baik. 2- Tidak boleh memberontak dari kepemimpinan yang sah karena dapat menimbulkan mafsadat atau kerusakan yang lebih besar pada kaum muslimin. 3- Siapa yang memberontak pada penguasa dikatakan mati dalam keadaan mati jahiliyah. Disebut demikian karena orang jahiliyah mati dalam keadaan tidak punya pemimpin. Dan bukanlah artinya, matinya mati kafir sebagaimana anggapan keliru dari sebagian golongan. Baca keterangan tersebut dalam artikel: Tidak Taat Pemimpin, Akibatnya Mati Jahiliyah. Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik. — Referensi: Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhis Sholihin, Syaikh Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilali, terbitan Dar Ibnil Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H, 1: 661. — Akhukum fillah, Muhammad Abduh Tuasikal (Rumaysho.Com) Diselesaikan di Jayapura, Papua di rumah tercinta, 1 Muharram 1435 H Tagsaqidah iman pemimpin


Inilah akibat memberontak atau tidak taat pada penguasa barang sejengkal. Kita sebagai seorang muslim diperintahkan untuk taat dan bersabar jika ditemukan hal yang tidak disukai. Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ كَرِهَ مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا فَلْيَصْبِرْ ، فَإِنَّهُ مَنْ خَرَجَ مِنَ السُّلْطَانِ شِبْرًا مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً “Barangsiapa yang tidak suka sesuatu pada pemimpinnya, bersabarlah. Barangsiapa yang keluar dari ketaatan pada pemimpin barang sejengkal, maka ia mati dalam keadaan mati jahiliyah.” (HR. Bukhari no. 7053 dan Muslim no. 1849). Yang dimaksud tidak suka sesuatu pada pemimpin adalah selain kekufuran yang nyata. Sedangkan keluar dari ketaatan barang sejengkal yang dimaksud adalah tidak taat pada pemimpin walau hanya sedikit. Beberapa faedah dari hadits di atas: 1- Wajib bersabar terhadap pemimpin pada hal yang tidak disukai pada pemimpin, namun tetap ada nasehat dengan cara yang baik. 2- Tidak boleh memberontak dari kepemimpinan yang sah karena dapat menimbulkan mafsadat atau kerusakan yang lebih besar pada kaum muslimin. 3- Siapa yang memberontak pada penguasa dikatakan mati dalam keadaan mati jahiliyah. Disebut demikian karena orang jahiliyah mati dalam keadaan tidak punya pemimpin. Dan bukanlah artinya, matinya mati kafir sebagaimana anggapan keliru dari sebagian golongan. Baca keterangan tersebut dalam artikel: Tidak Taat Pemimpin, Akibatnya Mati Jahiliyah. Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik. — Referensi: Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhis Sholihin, Syaikh Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilali, terbitan Dar Ibnil Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H, 1: 661. — Akhukum fillah, Muhammad Abduh Tuasikal (Rumaysho.Com) Diselesaikan di Jayapura, Papua di rumah tercinta, 1 Muharram 1435 H Tagsaqidah iman pemimpin

Taat pada Pemimpin Berarti Taat Rasul

Taat pada pemimpin adalah suatu ibadah dan akan diberi ganjaran karena taat pada pemimpin diperintah oleh Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengatakan bahwa barangsiapa yang taat pada pemimpin berarti ia mentaati Rasul. Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, مَنْ أَطَاعَنِى فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ يَعْصِنِى فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَمَنْ يُطِعِ الأَمِيرَ فَقَدْ أَطَاعَنِى وَمَنْ يَعْصِ الأَمِيرَ فَقَدْ عَصَانِى “Barangsiapa mentaatiku, maka ia berarti mentaati Allah. Barangsiapa yang  tidak mentaatiku berarti ia tidak mentaati Allah. Barangsiapa yang taat pada pemimpin berarti ia mentaatiku. Barangsiapa yang tidak mentaatiku berarti ia tidak mentaatiku.” (HR. Bukhari no. 7137 dan Muslim no. 1835). Yang dimaksud amir adalah orang yang punya wilayah kekuasaan seperti khalifah dan lainnya. Beberapa faedah dari hadits di atas: 1- Wajib patuh dan taat pada pemimpin (imam a’zhom) dan setiap yang diberi mandat untuk memimpin suatu wilayah yang khusus. 2- Mentaati penguasa adalah suatu ibadah yang diberi ganjaran pahala. Jadi janganlah dikira bahwa hal ini adalah ketaatan biasa karena mentaati pemimpin diperintah oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. 3- Barangsiapa mentaati Rasul berarti dia mentaati Allah karena Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mentaati Allah. Allah juga memerintahkan untuk mentaati Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik. — Referensi: Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhis Sholihin, Syaikh Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilali, terbitan Dar Ibnil Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H, 1: 660. — Akhukum fillah, Muhammad Abduh Tuasikal (Rumaysho.Com) Diselesaikan di Jayapura, Papua di rumah tercinta, 29 Dzulhijjah 1434 H Tagspemimpin taat rasul

Taat pada Pemimpin Berarti Taat Rasul

Taat pada pemimpin adalah suatu ibadah dan akan diberi ganjaran karena taat pada pemimpin diperintah oleh Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengatakan bahwa barangsiapa yang taat pada pemimpin berarti ia mentaati Rasul. Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, مَنْ أَطَاعَنِى فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ يَعْصِنِى فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَمَنْ يُطِعِ الأَمِيرَ فَقَدْ أَطَاعَنِى وَمَنْ يَعْصِ الأَمِيرَ فَقَدْ عَصَانِى “Barangsiapa mentaatiku, maka ia berarti mentaati Allah. Barangsiapa yang  tidak mentaatiku berarti ia tidak mentaati Allah. Barangsiapa yang taat pada pemimpin berarti ia mentaatiku. Barangsiapa yang tidak mentaatiku berarti ia tidak mentaatiku.” (HR. Bukhari no. 7137 dan Muslim no. 1835). Yang dimaksud amir adalah orang yang punya wilayah kekuasaan seperti khalifah dan lainnya. Beberapa faedah dari hadits di atas: 1- Wajib patuh dan taat pada pemimpin (imam a’zhom) dan setiap yang diberi mandat untuk memimpin suatu wilayah yang khusus. 2- Mentaati penguasa adalah suatu ibadah yang diberi ganjaran pahala. Jadi janganlah dikira bahwa hal ini adalah ketaatan biasa karena mentaati pemimpin diperintah oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. 3- Barangsiapa mentaati Rasul berarti dia mentaati Allah karena Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mentaati Allah. Allah juga memerintahkan untuk mentaati Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik. — Referensi: Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhis Sholihin, Syaikh Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilali, terbitan Dar Ibnil Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H, 1: 660. — Akhukum fillah, Muhammad Abduh Tuasikal (Rumaysho.Com) Diselesaikan di Jayapura, Papua di rumah tercinta, 29 Dzulhijjah 1434 H Tagspemimpin taat rasul
Taat pada pemimpin adalah suatu ibadah dan akan diberi ganjaran karena taat pada pemimpin diperintah oleh Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengatakan bahwa barangsiapa yang taat pada pemimpin berarti ia mentaati Rasul. Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, مَنْ أَطَاعَنِى فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ يَعْصِنِى فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَمَنْ يُطِعِ الأَمِيرَ فَقَدْ أَطَاعَنِى وَمَنْ يَعْصِ الأَمِيرَ فَقَدْ عَصَانِى “Barangsiapa mentaatiku, maka ia berarti mentaati Allah. Barangsiapa yang  tidak mentaatiku berarti ia tidak mentaati Allah. Barangsiapa yang taat pada pemimpin berarti ia mentaatiku. Barangsiapa yang tidak mentaatiku berarti ia tidak mentaatiku.” (HR. Bukhari no. 7137 dan Muslim no. 1835). Yang dimaksud amir adalah orang yang punya wilayah kekuasaan seperti khalifah dan lainnya. Beberapa faedah dari hadits di atas: 1- Wajib patuh dan taat pada pemimpin (imam a’zhom) dan setiap yang diberi mandat untuk memimpin suatu wilayah yang khusus. 2- Mentaati penguasa adalah suatu ibadah yang diberi ganjaran pahala. Jadi janganlah dikira bahwa hal ini adalah ketaatan biasa karena mentaati pemimpin diperintah oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. 3- Barangsiapa mentaati Rasul berarti dia mentaati Allah karena Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mentaati Allah. Allah juga memerintahkan untuk mentaati Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik. — Referensi: Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhis Sholihin, Syaikh Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilali, terbitan Dar Ibnil Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H, 1: 660. — Akhukum fillah, Muhammad Abduh Tuasikal (Rumaysho.Com) Diselesaikan di Jayapura, Papua di rumah tercinta, 29 Dzulhijjah 1434 H Tagspemimpin taat rasul


Taat pada pemimpin adalah suatu ibadah dan akan diberi ganjaran karena taat pada pemimpin diperintah oleh Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengatakan bahwa barangsiapa yang taat pada pemimpin berarti ia mentaati Rasul. Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, مَنْ أَطَاعَنِى فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ يَعْصِنِى فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَمَنْ يُطِعِ الأَمِيرَ فَقَدْ أَطَاعَنِى وَمَنْ يَعْصِ الأَمِيرَ فَقَدْ عَصَانِى “Barangsiapa mentaatiku, maka ia berarti mentaati Allah. Barangsiapa yang  tidak mentaatiku berarti ia tidak mentaati Allah. Barangsiapa yang taat pada pemimpin berarti ia mentaatiku. Barangsiapa yang tidak mentaatiku berarti ia tidak mentaatiku.” (HR. Bukhari no. 7137 dan Muslim no. 1835). Yang dimaksud amir adalah orang yang punya wilayah kekuasaan seperti khalifah dan lainnya. Beberapa faedah dari hadits di atas: 1- Wajib patuh dan taat pada pemimpin (imam a’zhom) dan setiap yang diberi mandat untuk memimpin suatu wilayah yang khusus. 2- Mentaati penguasa adalah suatu ibadah yang diberi ganjaran pahala. Jadi janganlah dikira bahwa hal ini adalah ketaatan biasa karena mentaati pemimpin diperintah oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. 3- Barangsiapa mentaati Rasul berarti dia mentaati Allah karena Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mentaati Allah. Allah juga memerintahkan untuk mentaati Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik. — Referensi: Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhis Sholihin, Syaikh Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilali, terbitan Dar Ibnil Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H, 1: 660. — Akhukum fillah, Muhammad Abduh Tuasikal (Rumaysho.Com) Diselesaikan di Jayapura, Papua di rumah tercinta, 29 Dzulhijjah 1434 H Tagspemimpin taat rasul

ANTARA ASAP ROKOK DAN UAP KENTUT

Antara keduanya ada persamaan dan perbedaan Persamaan keduanya :1) Yang melepaskannya sama-sama merasa lega 2) Sama-sama menimbulkan pencemaran udara 3) Orang lain yang menghirupnya sama-sama terganggu 4) Sama-sama lebih lega kalau dilepaskan/dihembuskan di toiletPerbedaan keduanya :1) Kalau rokok ada perokok aktif dan pasif, akan tetapi kentut sepertinya semuanya aktif…karena yang kentut dan yang tidak kentut sama-sama sebagai penghisap pertama 2) Perokok aktif dan pasif sama-sama beresiko kesehatannya bahkan bisa menyebabkan penyakit berbahaya. Adapun uap kentut tidak menimbulkan bahaya kesehatan, belum ada yang meninggal karena kebanyakan menghirup uap kentut 3) Orang yang kentut kalau diprotes biasanya malu dan tidak marah-marah, tapi kalau perokok diprotes masih marah-marah. 4) Orang yang kentut biasanya masih punya malu, sehingga mesam-mesem kalau sampai terdengar bunyi kentutnya, adapun perokok biasanya sudah tidak punya malu lagi 5) Kentut membantu kesehatan (bagi kentuter) adapun rokok mendatangkan penyakit 6) Kentut tidak makan biaya, adapun rokok pemborosan biaya 7) Hingga saat ini belum ada peringatan pemerintah akan bahaya kentut…8) Hingga saaat ini belum ada ruang khusus atau kentuting area di bandara… 9) Orang yang merokok PeDe…adapun yang kentut MaLu dan Tdk PeDe 10) Asap rokok aromanya relatfi sama, adapun kentut aromanya beraneka ragam 11) Kentut membatalkan wudhu, adapun asap rokok bisa membatalkan nyawa 12) Rokok keluar lewat atas, kentut keluar lewat bawah 13) Yang nawarin rokok banyak, yang nawarin kentut jarang/tidak pernah 14) Bau kentut biasanya cepat hilang, adapun bau rokok nggak hilang-hilang luar dalamYang jelas kentut tidak mendatangkan kemudorotan berbeda dengan rokok, akan tetapi pengingkaran terhadap kentut lebih keras dari peringatan terhadap rokok… silahkan ditambah persamaan dan perbedaannya ….

ANTARA ASAP ROKOK DAN UAP KENTUT

Antara keduanya ada persamaan dan perbedaan Persamaan keduanya :1) Yang melepaskannya sama-sama merasa lega 2) Sama-sama menimbulkan pencemaran udara 3) Orang lain yang menghirupnya sama-sama terganggu 4) Sama-sama lebih lega kalau dilepaskan/dihembuskan di toiletPerbedaan keduanya :1) Kalau rokok ada perokok aktif dan pasif, akan tetapi kentut sepertinya semuanya aktif…karena yang kentut dan yang tidak kentut sama-sama sebagai penghisap pertama 2) Perokok aktif dan pasif sama-sama beresiko kesehatannya bahkan bisa menyebabkan penyakit berbahaya. Adapun uap kentut tidak menimbulkan bahaya kesehatan, belum ada yang meninggal karena kebanyakan menghirup uap kentut 3) Orang yang kentut kalau diprotes biasanya malu dan tidak marah-marah, tapi kalau perokok diprotes masih marah-marah. 4) Orang yang kentut biasanya masih punya malu, sehingga mesam-mesem kalau sampai terdengar bunyi kentutnya, adapun perokok biasanya sudah tidak punya malu lagi 5) Kentut membantu kesehatan (bagi kentuter) adapun rokok mendatangkan penyakit 6) Kentut tidak makan biaya, adapun rokok pemborosan biaya 7) Hingga saat ini belum ada peringatan pemerintah akan bahaya kentut…8) Hingga saaat ini belum ada ruang khusus atau kentuting area di bandara… 9) Orang yang merokok PeDe…adapun yang kentut MaLu dan Tdk PeDe 10) Asap rokok aromanya relatfi sama, adapun kentut aromanya beraneka ragam 11) Kentut membatalkan wudhu, adapun asap rokok bisa membatalkan nyawa 12) Rokok keluar lewat atas, kentut keluar lewat bawah 13) Yang nawarin rokok banyak, yang nawarin kentut jarang/tidak pernah 14) Bau kentut biasanya cepat hilang, adapun bau rokok nggak hilang-hilang luar dalamYang jelas kentut tidak mendatangkan kemudorotan berbeda dengan rokok, akan tetapi pengingkaran terhadap kentut lebih keras dari peringatan terhadap rokok… silahkan ditambah persamaan dan perbedaannya ….
Antara keduanya ada persamaan dan perbedaan Persamaan keduanya :1) Yang melepaskannya sama-sama merasa lega 2) Sama-sama menimbulkan pencemaran udara 3) Orang lain yang menghirupnya sama-sama terganggu 4) Sama-sama lebih lega kalau dilepaskan/dihembuskan di toiletPerbedaan keduanya :1) Kalau rokok ada perokok aktif dan pasif, akan tetapi kentut sepertinya semuanya aktif…karena yang kentut dan yang tidak kentut sama-sama sebagai penghisap pertama 2) Perokok aktif dan pasif sama-sama beresiko kesehatannya bahkan bisa menyebabkan penyakit berbahaya. Adapun uap kentut tidak menimbulkan bahaya kesehatan, belum ada yang meninggal karena kebanyakan menghirup uap kentut 3) Orang yang kentut kalau diprotes biasanya malu dan tidak marah-marah, tapi kalau perokok diprotes masih marah-marah. 4) Orang yang kentut biasanya masih punya malu, sehingga mesam-mesem kalau sampai terdengar bunyi kentutnya, adapun perokok biasanya sudah tidak punya malu lagi 5) Kentut membantu kesehatan (bagi kentuter) adapun rokok mendatangkan penyakit 6) Kentut tidak makan biaya, adapun rokok pemborosan biaya 7) Hingga saat ini belum ada peringatan pemerintah akan bahaya kentut…8) Hingga saaat ini belum ada ruang khusus atau kentuting area di bandara… 9) Orang yang merokok PeDe…adapun yang kentut MaLu dan Tdk PeDe 10) Asap rokok aromanya relatfi sama, adapun kentut aromanya beraneka ragam 11) Kentut membatalkan wudhu, adapun asap rokok bisa membatalkan nyawa 12) Rokok keluar lewat atas, kentut keluar lewat bawah 13) Yang nawarin rokok banyak, yang nawarin kentut jarang/tidak pernah 14) Bau kentut biasanya cepat hilang, adapun bau rokok nggak hilang-hilang luar dalamYang jelas kentut tidak mendatangkan kemudorotan berbeda dengan rokok, akan tetapi pengingkaran terhadap kentut lebih keras dari peringatan terhadap rokok… silahkan ditambah persamaan dan perbedaannya ….


Antara keduanya ada persamaan dan perbedaan Persamaan keduanya :1) Yang melepaskannya sama-sama merasa lega 2) Sama-sama menimbulkan pencemaran udara 3) Orang lain yang menghirupnya sama-sama terganggu 4) Sama-sama lebih lega kalau dilepaskan/dihembuskan di toiletPerbedaan keduanya :1) Kalau rokok ada perokok aktif dan pasif, akan tetapi kentut sepertinya semuanya aktif…karena yang kentut dan yang tidak kentut sama-sama sebagai penghisap pertama 2) Perokok aktif dan pasif sama-sama beresiko kesehatannya bahkan bisa menyebabkan penyakit berbahaya. Adapun uap kentut tidak menimbulkan bahaya kesehatan, belum ada yang meninggal karena kebanyakan menghirup uap kentut 3) Orang yang kentut kalau diprotes biasanya malu dan tidak marah-marah, tapi kalau perokok diprotes masih marah-marah. 4) Orang yang kentut biasanya masih punya malu, sehingga mesam-mesem kalau sampai terdengar bunyi kentutnya, adapun perokok biasanya sudah tidak punya malu lagi 5) Kentut membantu kesehatan (bagi kentuter) adapun rokok mendatangkan penyakit 6) Kentut tidak makan biaya, adapun rokok pemborosan biaya 7) Hingga saat ini belum ada peringatan pemerintah akan bahaya kentut…8) Hingga saaat ini belum ada ruang khusus atau kentuting area di bandara… 9) Orang yang merokok PeDe…adapun yang kentut MaLu dan Tdk PeDe 10) Asap rokok aromanya relatfi sama, adapun kentut aromanya beraneka ragam 11) Kentut membatalkan wudhu, adapun asap rokok bisa membatalkan nyawa 12) Rokok keluar lewat atas, kentut keluar lewat bawah 13) Yang nawarin rokok banyak, yang nawarin kentut jarang/tidak pernah 14) Bau kentut biasanya cepat hilang, adapun bau rokok nggak hilang-hilang luar dalamYang jelas kentut tidak mendatangkan kemudorotan berbeda dengan rokok, akan tetapi pengingkaran terhadap kentut lebih keras dari peringatan terhadap rokok… silahkan ditambah persamaan dan perbedaannya ….

YESUS SEORANG TUHAN ?? (bag 1)

Kenyataan yang tidak mungkin dan mustahil untuk diingkari oleh kaum Kristen bahwasanya al-Kitab menunjukan bahwa yesus adalah manusia. Jika ia manusia maka ia bukanlah tuhan, karena manusia memliki sifat-sifat kemanusiaan yang bertentangan dengan sifat-sifat ketuhanan. Kedua sifat yang bertentangan dan kontradiktif ini tidak mungkin untuk digabungkan dan diselaraskan. Keyakinan trinitas kaum Kristen menunjukan bahwa Yesus adalah “Seorang Tuhan”, dan “Seorang Tuhan” adalah sesuatu yang mustahil untuk digambarkan, dan tidak mungkin untuk dijelaskan dengan analogi apapun. (lihat lagi tulisan https://firanda.com/index.php/artikel/aqidah/555-kebingungan-kristen-dalam-memahami-trinitas).Diantara sifat-sifat kemanusiaan Yesus dalam al-Kitab :Pertama : Yesus Makan dan Minum           Sebagaimana manusia yang lainnya Yesus juga tunduk kepada kebutuhan dan hajat-hajatnya sebagai manusia. Ia membutuhkan makan dan minum. Dan tentunya setelah makan dan minum maka ia butuh untuk buang air.Dalam Al-Qur’an :مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ كَانَا يَأْكُلانِ الطَّعَامَ انْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الآيَاتِ ثُمَّ انْظُرْ أَنَّى يُؤْفَكُونَ (٧٥)“Al-Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang Sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, Kedua-duanya biasa memakan makanan. perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).” (QS Al-Maaidah : 75)Yesus sebagaimana saudara-saudaranya yang lain dari kalangan para nabi, mereka semua keturunan Nabi Adam, dan dilahirkan dari perut seorang wanita, mereka manusia dan butuh makanan.وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ إِلا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِي الأسْوَاقِ“Dan Kami tidak mengutus Rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar” (QS Al-Furqon : 20).Al-Kitab menyatakan kebutuhan Yesus terhadap makanan dan minuman. Dalam injil Matius (21 : 18-19 dibawah sub judul : Yesus mengutuk pohon ara) : ((Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya ke kota, Yesus merasa lapar. Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapati apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu : “Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!”. Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu))Perhatikanlah bukti kemanusiaan Yesus :–         Yesus lapar, yang seharusnya tuhan tidak akan lapar–         Yesus mau makan buah, sehingga mencari pohon ara. Kalau Yesus adalah tuhan seharusnya langsung saja ciptakan buah, atau pohonnya langsung datang menuju Yesus sehingga tidak perlu Yesus yang mendatangi pohon–         Yesus tidak tahu kalau ternyata pohon tersebut tidak ada buahnya, dan yang ada hanyalah dedaunan. Kalau Yesus adalah tuhan maka ia pasti sudah tahu bahwa pohon tersebut tidak ada buahnya, dan ia akan menuju pohon yang lain yang ada buahnya–         Kemarahan Yesus sehingga mengutuk pohon ara menunjukkan tidak adanya sifat “kasih” tuhan terhadap pohon yang bukanlah makhluk berakal, dan ia tidak bersalah sama sekali. Karena yang menentukan atau menjadikan ia berbuah semata-mata hanyalah Tuhan (Allah). Kalau Yesus marah lantas mengutuk pohon tersebut sehingga menjadi kering ini menunjukkan seharusnya Yesus marah sama Tuhan yang menjadikan pohon itu tidak berbuaah. Pohon ara tersebut tidak punya pilihan untuk berbuah atau tidak, ia hanya menunggu keputusan Tuhan. Lantas jika Yesus adalah tuhan seharusnya ia menyalahkan dirinya sendiri kenapa tidak menciptakan pohon tersebut dalam keadaan berbuah. Ini berarti tuhan menyalahkan tuhan–         Jika pohonnya tidak berbuah, seharusnya Yesus tidak perlu marah dan mengutuk, tapi cukup menciptakan buah pada pohon ara tersebut. Dan ini lebih pas terhadap sifat “kasih” Yesus dibandingkan harus marah-marah.–         Para murid-murid Yesus yang heran tatkala Yesus mengutuk pohon menjadi kering. Hal ini menunjukkan mereka tidak meyakini ketuhanan Yesus. Kalau mereka telah meyakini Yesus sebagai tuhan maka mereka sama sekali tidak akan kaget dengan mukjizat Yesus. Dalam injil Yohanes (4 : 6-8) : ((Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas. Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya : “Berilah Aku minum”)) ini menunjukkan Yesus membutuhkan air untuk minum. Demikian juga pada injil Yohannes (4 : 31-33) : ((Sementara itu murid-muridNya mengajak Dia, katanya : “Rabi, makanlah”. Akan tetapi Ia berkata : “Padaku ada makanan yang tidak kamu kenal”. Maka murid-murid berkata seorang kepada yang lain : “Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepadaNya untuk dimakan?”))Ini menunjukkan bahwa murid-murid Yesus mencari makanan untuk Yesus lalu menghidangkan makanan tersebut untuk Yesus, karena mereka mengetahui bahwasanya Yesus butuh makan sebagaimana nabi-nabi yang lain.Peringatan :Sebagian kaum Kristen berdalil dengan kemampuan Yesus berpuasa selama 40 hari tanpa makan dan minum (sebagaimana termaktub dalam injil Matius 4 : 2), menunjukan bahwa Yesus adalah tuhan. Karena tidak ada manusia biasa yang mampu berpuasa tidak makan dan minum selama 40 hari kecuali yang memiliki nilai ketuhanan.Bantahan terhadap pernyataan ini dari beberapa sisi :–         Kenyataannya justru nas dalam Matius 4 : 2 tersebut menunjukkan Yesus bukanlah tuhan akan tetapi manusia biasa. Berikut nasnya : ((Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus)). Ternyata setelah berpuasa 40 hari Yesus pun lapar. Jika Yesus tuhan maka tidak akan ditimpa rasa lapar. Bagaimana tuhan bisa lapar, sementara tuhanlah yang memberi rizki dan makanan kepada makhluk-Nya !!–         Ternyata Nabi Musa lebih hebat daripada Yesus. Nabi Musa ‘alaihis salam berpuasa juga selama 40 hari siang dan malam, akan tetapi tidak disebutkan setelah itu Musapun lapar !!. Dalam kitab Ulangan (9 : 9) disebutkan ((Setelah aku (Musa) mendaki gunung untuk menerima loh-loh batu, loh-loh perjanjian yang diikat TUHAN dengan kamu, maka aku tinggal empat puluh hari empat puluh malam lamanya di gunung itu; roti tidak kumakan dan air tidak kuminum)). Akan tetapi kenapa tidak seorang Kristenpun yang menyatakan Musa memiliki ruh ketuhanan !!–         Demikian juga Elia mampu untuk tidak makan dan minum selama 40 hari. Dalam kitab  Raja-Raja 1 (19 : 7-8) : ((Tetapi malaikat TUHAN datang kedua kalinya dan menyentuh dia (Elia) serta berkata, “Bangunlah, makanlah !. Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu. Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb)). Nas ini menunjukkan Elia kemungkinan lebih hebat dari Yesus, karena Elia setelah makan tidaklah ia berdiam diri, akan tetapi melakukan perjalanan yang melelahkan selama 40 hari naik gunung !!. Berbeda dengan Yesus yang berpuasa akan tetapi tidak melakukan perjalanan berat seperti naik gunung. Akan tetapi tidak seorangpun yang menganggap Elia sebagai tuhan. Kedua : Yesus Tidur dan Beristirahat          Tentu dampak dari makan dan minum serta pekerjaan dan kegiatan adalah keletihan dan kebutuhan untuk tidur dan istirahat, agar seorang manusia bisa mengembalikan lagi kesegarannya dan kembali melakukan kegiatannya. Kalau seorang manusia tidak istirahat dan tidak tidur maka ia tidak akan mampu menjalankan tugas dan kegiatannya.Ternyata Yesus sering kali lelah dan letih serta ingin beristirahat. Sebagai contoh :–         Dalam injil Lukas (8 : 23-24) : ((Dan ketika mereka sedang berlayar, Yesus tertidur. Sekonyong-konyong turunlah taufan ke danau, sehingga perahu itu kemasukan air dan mereka dalam bahaya. Maka datanglah murid-muridNya membangunkan Dia, katanya : “Guru, Guru, kita binasa!”. Iapun bangun dan menghardik angin dan air yang mengamuk itu. Dan angin dan air itupun reda dan danau itu menjadi teduh))–         Hal ini juga sebagaimana termaktub dalam injil Matius (8 : 24) : ((Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditembus gelombang, tetapi Yesus tidur))–         Demikian pula termaktub dalam injil Markus (4 : 38) : ((Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-muridNya membangunkan Dia…))Perhatikanlah…Yesus tidur sangat terlelap karena begitu letihnya berjalan-jalan keliling untuk berdakwah. Sampai-sampai tatkala Yesus tidur di kapal lalu datang ombak yang begitu besar, bahkan air sampai masuk ke dalam kapal, Yesus masih saja lelap tertidur. Kalau bukan karena murid-muridnya yang membangunkannya tentu Yesus tidak bangun. Ini menunjukkan Yesus hanyalah manusia biasa yang sangat butuh dengan istirahat karena kelelahan dan keletihan yang Ia rasakan. Ketiga : Yesus Ketakutan          Yesus ketakutan kalau ia sampai ditangkap oleh orang-orang Yahudi yang akan membunuhnya. Sampai-sampai keringatnya bercucuran karena ketakutan, bahkan keringatnya bercucuran seperti tetesan-tetesan darah yang mengalir ke tanah.Dalam injil Lukas (22 : 44) : ((Ia (Yesus) sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah))Tentunya apakah Tuhan ketakutan?? Ini adalah hal yang sangat aneh !!. Ini menunjukkan bahwa Yesus adalah seorang Nabi sebagaimana nabi-nabi yang lain yang juga terkadang ketakutan. Keempat : Yesus sedih dan menangis          Yesus berkali-kali menangis, menangis karena berpisah dari orang-orang yang dicintainya atau karena meninggalnya sahabatnya. Suatu hari datang Maryam dan mengabarkan kepadanya tentang meninggalnya Lazarus, maka Yesuspun gelisah dan sedih hingga akhirnya menangis. Dalam injil Yohanes (11/33-36) : ((Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata, “Di manakah dia kamu baringkan?”. Jawab mereka : “Tuhan marilah dan lihatlah !”. Maka menangislah Yesus. Kata orang-orang Yahudi : “Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!”))Diantara nas-nas lain dari injil yang menunjukkan sedih dan menangisnya Yesus adalah :–         Dalam injil Matius (26 : 37-38) : ((Dan Ia (Yesus) Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka : “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.))–         Dalam injil Lukas (19 : 41) : ((Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya))Tentunya tuhan sangat tidak pantas bersedih apalagi menangis. Karena kesedihan dan tangisan menunjukkan kelemahan.(bersambung)Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 29-12-1434 H / 03-11-2013 MAbu Abdil Muhsin Firandawww.firanda.com

YESUS SEORANG TUHAN ?? (bag 1)

Kenyataan yang tidak mungkin dan mustahil untuk diingkari oleh kaum Kristen bahwasanya al-Kitab menunjukan bahwa yesus adalah manusia. Jika ia manusia maka ia bukanlah tuhan, karena manusia memliki sifat-sifat kemanusiaan yang bertentangan dengan sifat-sifat ketuhanan. Kedua sifat yang bertentangan dan kontradiktif ini tidak mungkin untuk digabungkan dan diselaraskan. Keyakinan trinitas kaum Kristen menunjukan bahwa Yesus adalah “Seorang Tuhan”, dan “Seorang Tuhan” adalah sesuatu yang mustahil untuk digambarkan, dan tidak mungkin untuk dijelaskan dengan analogi apapun. (lihat lagi tulisan https://firanda.com/index.php/artikel/aqidah/555-kebingungan-kristen-dalam-memahami-trinitas).Diantara sifat-sifat kemanusiaan Yesus dalam al-Kitab :Pertama : Yesus Makan dan Minum           Sebagaimana manusia yang lainnya Yesus juga tunduk kepada kebutuhan dan hajat-hajatnya sebagai manusia. Ia membutuhkan makan dan minum. Dan tentunya setelah makan dan minum maka ia butuh untuk buang air.Dalam Al-Qur’an :مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ كَانَا يَأْكُلانِ الطَّعَامَ انْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الآيَاتِ ثُمَّ انْظُرْ أَنَّى يُؤْفَكُونَ (٧٥)“Al-Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang Sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, Kedua-duanya biasa memakan makanan. perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).” (QS Al-Maaidah : 75)Yesus sebagaimana saudara-saudaranya yang lain dari kalangan para nabi, mereka semua keturunan Nabi Adam, dan dilahirkan dari perut seorang wanita, mereka manusia dan butuh makanan.وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ إِلا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِي الأسْوَاقِ“Dan Kami tidak mengutus Rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar” (QS Al-Furqon : 20).Al-Kitab menyatakan kebutuhan Yesus terhadap makanan dan minuman. Dalam injil Matius (21 : 18-19 dibawah sub judul : Yesus mengutuk pohon ara) : ((Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya ke kota, Yesus merasa lapar. Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapati apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu : “Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!”. Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu))Perhatikanlah bukti kemanusiaan Yesus :–         Yesus lapar, yang seharusnya tuhan tidak akan lapar–         Yesus mau makan buah, sehingga mencari pohon ara. Kalau Yesus adalah tuhan seharusnya langsung saja ciptakan buah, atau pohonnya langsung datang menuju Yesus sehingga tidak perlu Yesus yang mendatangi pohon–         Yesus tidak tahu kalau ternyata pohon tersebut tidak ada buahnya, dan yang ada hanyalah dedaunan. Kalau Yesus adalah tuhan maka ia pasti sudah tahu bahwa pohon tersebut tidak ada buahnya, dan ia akan menuju pohon yang lain yang ada buahnya–         Kemarahan Yesus sehingga mengutuk pohon ara menunjukkan tidak adanya sifat “kasih” tuhan terhadap pohon yang bukanlah makhluk berakal, dan ia tidak bersalah sama sekali. Karena yang menentukan atau menjadikan ia berbuah semata-mata hanyalah Tuhan (Allah). Kalau Yesus marah lantas mengutuk pohon tersebut sehingga menjadi kering ini menunjukkan seharusnya Yesus marah sama Tuhan yang menjadikan pohon itu tidak berbuaah. Pohon ara tersebut tidak punya pilihan untuk berbuah atau tidak, ia hanya menunggu keputusan Tuhan. Lantas jika Yesus adalah tuhan seharusnya ia menyalahkan dirinya sendiri kenapa tidak menciptakan pohon tersebut dalam keadaan berbuah. Ini berarti tuhan menyalahkan tuhan–         Jika pohonnya tidak berbuah, seharusnya Yesus tidak perlu marah dan mengutuk, tapi cukup menciptakan buah pada pohon ara tersebut. Dan ini lebih pas terhadap sifat “kasih” Yesus dibandingkan harus marah-marah.–         Para murid-murid Yesus yang heran tatkala Yesus mengutuk pohon menjadi kering. Hal ini menunjukkan mereka tidak meyakini ketuhanan Yesus. Kalau mereka telah meyakini Yesus sebagai tuhan maka mereka sama sekali tidak akan kaget dengan mukjizat Yesus. Dalam injil Yohanes (4 : 6-8) : ((Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas. Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya : “Berilah Aku minum”)) ini menunjukkan Yesus membutuhkan air untuk minum. Demikian juga pada injil Yohannes (4 : 31-33) : ((Sementara itu murid-muridNya mengajak Dia, katanya : “Rabi, makanlah”. Akan tetapi Ia berkata : “Padaku ada makanan yang tidak kamu kenal”. Maka murid-murid berkata seorang kepada yang lain : “Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepadaNya untuk dimakan?”))Ini menunjukkan bahwa murid-murid Yesus mencari makanan untuk Yesus lalu menghidangkan makanan tersebut untuk Yesus, karena mereka mengetahui bahwasanya Yesus butuh makan sebagaimana nabi-nabi yang lain.Peringatan :Sebagian kaum Kristen berdalil dengan kemampuan Yesus berpuasa selama 40 hari tanpa makan dan minum (sebagaimana termaktub dalam injil Matius 4 : 2), menunjukan bahwa Yesus adalah tuhan. Karena tidak ada manusia biasa yang mampu berpuasa tidak makan dan minum selama 40 hari kecuali yang memiliki nilai ketuhanan.Bantahan terhadap pernyataan ini dari beberapa sisi :–         Kenyataannya justru nas dalam Matius 4 : 2 tersebut menunjukkan Yesus bukanlah tuhan akan tetapi manusia biasa. Berikut nasnya : ((Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus)). Ternyata setelah berpuasa 40 hari Yesus pun lapar. Jika Yesus tuhan maka tidak akan ditimpa rasa lapar. Bagaimana tuhan bisa lapar, sementara tuhanlah yang memberi rizki dan makanan kepada makhluk-Nya !!–         Ternyata Nabi Musa lebih hebat daripada Yesus. Nabi Musa ‘alaihis salam berpuasa juga selama 40 hari siang dan malam, akan tetapi tidak disebutkan setelah itu Musapun lapar !!. Dalam kitab Ulangan (9 : 9) disebutkan ((Setelah aku (Musa) mendaki gunung untuk menerima loh-loh batu, loh-loh perjanjian yang diikat TUHAN dengan kamu, maka aku tinggal empat puluh hari empat puluh malam lamanya di gunung itu; roti tidak kumakan dan air tidak kuminum)). Akan tetapi kenapa tidak seorang Kristenpun yang menyatakan Musa memiliki ruh ketuhanan !!–         Demikian juga Elia mampu untuk tidak makan dan minum selama 40 hari. Dalam kitab  Raja-Raja 1 (19 : 7-8) : ((Tetapi malaikat TUHAN datang kedua kalinya dan menyentuh dia (Elia) serta berkata, “Bangunlah, makanlah !. Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu. Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb)). Nas ini menunjukkan Elia kemungkinan lebih hebat dari Yesus, karena Elia setelah makan tidaklah ia berdiam diri, akan tetapi melakukan perjalanan yang melelahkan selama 40 hari naik gunung !!. Berbeda dengan Yesus yang berpuasa akan tetapi tidak melakukan perjalanan berat seperti naik gunung. Akan tetapi tidak seorangpun yang menganggap Elia sebagai tuhan. Kedua : Yesus Tidur dan Beristirahat          Tentu dampak dari makan dan minum serta pekerjaan dan kegiatan adalah keletihan dan kebutuhan untuk tidur dan istirahat, agar seorang manusia bisa mengembalikan lagi kesegarannya dan kembali melakukan kegiatannya. Kalau seorang manusia tidak istirahat dan tidak tidur maka ia tidak akan mampu menjalankan tugas dan kegiatannya.Ternyata Yesus sering kali lelah dan letih serta ingin beristirahat. Sebagai contoh :–         Dalam injil Lukas (8 : 23-24) : ((Dan ketika mereka sedang berlayar, Yesus tertidur. Sekonyong-konyong turunlah taufan ke danau, sehingga perahu itu kemasukan air dan mereka dalam bahaya. Maka datanglah murid-muridNya membangunkan Dia, katanya : “Guru, Guru, kita binasa!”. Iapun bangun dan menghardik angin dan air yang mengamuk itu. Dan angin dan air itupun reda dan danau itu menjadi teduh))–         Hal ini juga sebagaimana termaktub dalam injil Matius (8 : 24) : ((Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditembus gelombang, tetapi Yesus tidur))–         Demikian pula termaktub dalam injil Markus (4 : 38) : ((Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-muridNya membangunkan Dia…))Perhatikanlah…Yesus tidur sangat terlelap karena begitu letihnya berjalan-jalan keliling untuk berdakwah. Sampai-sampai tatkala Yesus tidur di kapal lalu datang ombak yang begitu besar, bahkan air sampai masuk ke dalam kapal, Yesus masih saja lelap tertidur. Kalau bukan karena murid-muridnya yang membangunkannya tentu Yesus tidak bangun. Ini menunjukkan Yesus hanyalah manusia biasa yang sangat butuh dengan istirahat karena kelelahan dan keletihan yang Ia rasakan. Ketiga : Yesus Ketakutan          Yesus ketakutan kalau ia sampai ditangkap oleh orang-orang Yahudi yang akan membunuhnya. Sampai-sampai keringatnya bercucuran karena ketakutan, bahkan keringatnya bercucuran seperti tetesan-tetesan darah yang mengalir ke tanah.Dalam injil Lukas (22 : 44) : ((Ia (Yesus) sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah))Tentunya apakah Tuhan ketakutan?? Ini adalah hal yang sangat aneh !!. Ini menunjukkan bahwa Yesus adalah seorang Nabi sebagaimana nabi-nabi yang lain yang juga terkadang ketakutan. Keempat : Yesus sedih dan menangis          Yesus berkali-kali menangis, menangis karena berpisah dari orang-orang yang dicintainya atau karena meninggalnya sahabatnya. Suatu hari datang Maryam dan mengabarkan kepadanya tentang meninggalnya Lazarus, maka Yesuspun gelisah dan sedih hingga akhirnya menangis. Dalam injil Yohanes (11/33-36) : ((Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata, “Di manakah dia kamu baringkan?”. Jawab mereka : “Tuhan marilah dan lihatlah !”. Maka menangislah Yesus. Kata orang-orang Yahudi : “Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!”))Diantara nas-nas lain dari injil yang menunjukkan sedih dan menangisnya Yesus adalah :–         Dalam injil Matius (26 : 37-38) : ((Dan Ia (Yesus) Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka : “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.))–         Dalam injil Lukas (19 : 41) : ((Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya))Tentunya tuhan sangat tidak pantas bersedih apalagi menangis. Karena kesedihan dan tangisan menunjukkan kelemahan.(bersambung)Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 29-12-1434 H / 03-11-2013 MAbu Abdil Muhsin Firandawww.firanda.com
Kenyataan yang tidak mungkin dan mustahil untuk diingkari oleh kaum Kristen bahwasanya al-Kitab menunjukan bahwa yesus adalah manusia. Jika ia manusia maka ia bukanlah tuhan, karena manusia memliki sifat-sifat kemanusiaan yang bertentangan dengan sifat-sifat ketuhanan. Kedua sifat yang bertentangan dan kontradiktif ini tidak mungkin untuk digabungkan dan diselaraskan. Keyakinan trinitas kaum Kristen menunjukan bahwa Yesus adalah “Seorang Tuhan”, dan “Seorang Tuhan” adalah sesuatu yang mustahil untuk digambarkan, dan tidak mungkin untuk dijelaskan dengan analogi apapun. (lihat lagi tulisan https://firanda.com/index.php/artikel/aqidah/555-kebingungan-kristen-dalam-memahami-trinitas).Diantara sifat-sifat kemanusiaan Yesus dalam al-Kitab :Pertama : Yesus Makan dan Minum           Sebagaimana manusia yang lainnya Yesus juga tunduk kepada kebutuhan dan hajat-hajatnya sebagai manusia. Ia membutuhkan makan dan minum. Dan tentunya setelah makan dan minum maka ia butuh untuk buang air.Dalam Al-Qur’an :مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ كَانَا يَأْكُلانِ الطَّعَامَ انْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الآيَاتِ ثُمَّ انْظُرْ أَنَّى يُؤْفَكُونَ (٧٥)“Al-Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang Sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, Kedua-duanya biasa memakan makanan. perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).” (QS Al-Maaidah : 75)Yesus sebagaimana saudara-saudaranya yang lain dari kalangan para nabi, mereka semua keturunan Nabi Adam, dan dilahirkan dari perut seorang wanita, mereka manusia dan butuh makanan.وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ إِلا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِي الأسْوَاقِ“Dan Kami tidak mengutus Rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar” (QS Al-Furqon : 20).Al-Kitab menyatakan kebutuhan Yesus terhadap makanan dan minuman. Dalam injil Matius (21 : 18-19 dibawah sub judul : Yesus mengutuk pohon ara) : ((Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya ke kota, Yesus merasa lapar. Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapati apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu : “Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!”. Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu))Perhatikanlah bukti kemanusiaan Yesus :–         Yesus lapar, yang seharusnya tuhan tidak akan lapar–         Yesus mau makan buah, sehingga mencari pohon ara. Kalau Yesus adalah tuhan seharusnya langsung saja ciptakan buah, atau pohonnya langsung datang menuju Yesus sehingga tidak perlu Yesus yang mendatangi pohon–         Yesus tidak tahu kalau ternyata pohon tersebut tidak ada buahnya, dan yang ada hanyalah dedaunan. Kalau Yesus adalah tuhan maka ia pasti sudah tahu bahwa pohon tersebut tidak ada buahnya, dan ia akan menuju pohon yang lain yang ada buahnya–         Kemarahan Yesus sehingga mengutuk pohon ara menunjukkan tidak adanya sifat “kasih” tuhan terhadap pohon yang bukanlah makhluk berakal, dan ia tidak bersalah sama sekali. Karena yang menentukan atau menjadikan ia berbuah semata-mata hanyalah Tuhan (Allah). Kalau Yesus marah lantas mengutuk pohon tersebut sehingga menjadi kering ini menunjukkan seharusnya Yesus marah sama Tuhan yang menjadikan pohon itu tidak berbuaah. Pohon ara tersebut tidak punya pilihan untuk berbuah atau tidak, ia hanya menunggu keputusan Tuhan. Lantas jika Yesus adalah tuhan seharusnya ia menyalahkan dirinya sendiri kenapa tidak menciptakan pohon tersebut dalam keadaan berbuah. Ini berarti tuhan menyalahkan tuhan–         Jika pohonnya tidak berbuah, seharusnya Yesus tidak perlu marah dan mengutuk, tapi cukup menciptakan buah pada pohon ara tersebut. Dan ini lebih pas terhadap sifat “kasih” Yesus dibandingkan harus marah-marah.–         Para murid-murid Yesus yang heran tatkala Yesus mengutuk pohon menjadi kering. Hal ini menunjukkan mereka tidak meyakini ketuhanan Yesus. Kalau mereka telah meyakini Yesus sebagai tuhan maka mereka sama sekali tidak akan kaget dengan mukjizat Yesus. Dalam injil Yohanes (4 : 6-8) : ((Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas. Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya : “Berilah Aku minum”)) ini menunjukkan Yesus membutuhkan air untuk minum. Demikian juga pada injil Yohannes (4 : 31-33) : ((Sementara itu murid-muridNya mengajak Dia, katanya : “Rabi, makanlah”. Akan tetapi Ia berkata : “Padaku ada makanan yang tidak kamu kenal”. Maka murid-murid berkata seorang kepada yang lain : “Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepadaNya untuk dimakan?”))Ini menunjukkan bahwa murid-murid Yesus mencari makanan untuk Yesus lalu menghidangkan makanan tersebut untuk Yesus, karena mereka mengetahui bahwasanya Yesus butuh makan sebagaimana nabi-nabi yang lain.Peringatan :Sebagian kaum Kristen berdalil dengan kemampuan Yesus berpuasa selama 40 hari tanpa makan dan minum (sebagaimana termaktub dalam injil Matius 4 : 2), menunjukan bahwa Yesus adalah tuhan. Karena tidak ada manusia biasa yang mampu berpuasa tidak makan dan minum selama 40 hari kecuali yang memiliki nilai ketuhanan.Bantahan terhadap pernyataan ini dari beberapa sisi :–         Kenyataannya justru nas dalam Matius 4 : 2 tersebut menunjukkan Yesus bukanlah tuhan akan tetapi manusia biasa. Berikut nasnya : ((Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus)). Ternyata setelah berpuasa 40 hari Yesus pun lapar. Jika Yesus tuhan maka tidak akan ditimpa rasa lapar. Bagaimana tuhan bisa lapar, sementara tuhanlah yang memberi rizki dan makanan kepada makhluk-Nya !!–         Ternyata Nabi Musa lebih hebat daripada Yesus. Nabi Musa ‘alaihis salam berpuasa juga selama 40 hari siang dan malam, akan tetapi tidak disebutkan setelah itu Musapun lapar !!. Dalam kitab Ulangan (9 : 9) disebutkan ((Setelah aku (Musa) mendaki gunung untuk menerima loh-loh batu, loh-loh perjanjian yang diikat TUHAN dengan kamu, maka aku tinggal empat puluh hari empat puluh malam lamanya di gunung itu; roti tidak kumakan dan air tidak kuminum)). Akan tetapi kenapa tidak seorang Kristenpun yang menyatakan Musa memiliki ruh ketuhanan !!–         Demikian juga Elia mampu untuk tidak makan dan minum selama 40 hari. Dalam kitab  Raja-Raja 1 (19 : 7-8) : ((Tetapi malaikat TUHAN datang kedua kalinya dan menyentuh dia (Elia) serta berkata, “Bangunlah, makanlah !. Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu. Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb)). Nas ini menunjukkan Elia kemungkinan lebih hebat dari Yesus, karena Elia setelah makan tidaklah ia berdiam diri, akan tetapi melakukan perjalanan yang melelahkan selama 40 hari naik gunung !!. Berbeda dengan Yesus yang berpuasa akan tetapi tidak melakukan perjalanan berat seperti naik gunung. Akan tetapi tidak seorangpun yang menganggap Elia sebagai tuhan. Kedua : Yesus Tidur dan Beristirahat          Tentu dampak dari makan dan minum serta pekerjaan dan kegiatan adalah keletihan dan kebutuhan untuk tidur dan istirahat, agar seorang manusia bisa mengembalikan lagi kesegarannya dan kembali melakukan kegiatannya. Kalau seorang manusia tidak istirahat dan tidak tidur maka ia tidak akan mampu menjalankan tugas dan kegiatannya.Ternyata Yesus sering kali lelah dan letih serta ingin beristirahat. Sebagai contoh :–         Dalam injil Lukas (8 : 23-24) : ((Dan ketika mereka sedang berlayar, Yesus tertidur. Sekonyong-konyong turunlah taufan ke danau, sehingga perahu itu kemasukan air dan mereka dalam bahaya. Maka datanglah murid-muridNya membangunkan Dia, katanya : “Guru, Guru, kita binasa!”. Iapun bangun dan menghardik angin dan air yang mengamuk itu. Dan angin dan air itupun reda dan danau itu menjadi teduh))–         Hal ini juga sebagaimana termaktub dalam injil Matius (8 : 24) : ((Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditembus gelombang, tetapi Yesus tidur))–         Demikian pula termaktub dalam injil Markus (4 : 38) : ((Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-muridNya membangunkan Dia…))Perhatikanlah…Yesus tidur sangat terlelap karena begitu letihnya berjalan-jalan keliling untuk berdakwah. Sampai-sampai tatkala Yesus tidur di kapal lalu datang ombak yang begitu besar, bahkan air sampai masuk ke dalam kapal, Yesus masih saja lelap tertidur. Kalau bukan karena murid-muridnya yang membangunkannya tentu Yesus tidak bangun. Ini menunjukkan Yesus hanyalah manusia biasa yang sangat butuh dengan istirahat karena kelelahan dan keletihan yang Ia rasakan. Ketiga : Yesus Ketakutan          Yesus ketakutan kalau ia sampai ditangkap oleh orang-orang Yahudi yang akan membunuhnya. Sampai-sampai keringatnya bercucuran karena ketakutan, bahkan keringatnya bercucuran seperti tetesan-tetesan darah yang mengalir ke tanah.Dalam injil Lukas (22 : 44) : ((Ia (Yesus) sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah))Tentunya apakah Tuhan ketakutan?? Ini adalah hal yang sangat aneh !!. Ini menunjukkan bahwa Yesus adalah seorang Nabi sebagaimana nabi-nabi yang lain yang juga terkadang ketakutan. Keempat : Yesus sedih dan menangis          Yesus berkali-kali menangis, menangis karena berpisah dari orang-orang yang dicintainya atau karena meninggalnya sahabatnya. Suatu hari datang Maryam dan mengabarkan kepadanya tentang meninggalnya Lazarus, maka Yesuspun gelisah dan sedih hingga akhirnya menangis. Dalam injil Yohanes (11/33-36) : ((Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata, “Di manakah dia kamu baringkan?”. Jawab mereka : “Tuhan marilah dan lihatlah !”. Maka menangislah Yesus. Kata orang-orang Yahudi : “Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!”))Diantara nas-nas lain dari injil yang menunjukkan sedih dan menangisnya Yesus adalah :–         Dalam injil Matius (26 : 37-38) : ((Dan Ia (Yesus) Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka : “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.))–         Dalam injil Lukas (19 : 41) : ((Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya))Tentunya tuhan sangat tidak pantas bersedih apalagi menangis. Karena kesedihan dan tangisan menunjukkan kelemahan.(bersambung)Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 29-12-1434 H / 03-11-2013 MAbu Abdil Muhsin Firandawww.firanda.com


Kenyataan yang tidak mungkin dan mustahil untuk diingkari oleh kaum Kristen bahwasanya al-Kitab menunjukan bahwa yesus adalah manusia. Jika ia manusia maka ia bukanlah tuhan, karena manusia memliki sifat-sifat kemanusiaan yang bertentangan dengan sifat-sifat ketuhanan. Kedua sifat yang bertentangan dan kontradiktif ini tidak mungkin untuk digabungkan dan diselaraskan. Keyakinan trinitas kaum Kristen menunjukan bahwa Yesus adalah “Seorang Tuhan”, dan “Seorang Tuhan” adalah sesuatu yang mustahil untuk digambarkan, dan tidak mungkin untuk dijelaskan dengan analogi apapun. (lihat lagi tulisan https://firanda.com/index.php/artikel/aqidah/555-kebingungan-kristen-dalam-memahami-trinitas).Diantara sifat-sifat kemanusiaan Yesus dalam al-Kitab :Pertama : Yesus Makan dan Minum           Sebagaimana manusia yang lainnya Yesus juga tunduk kepada kebutuhan dan hajat-hajatnya sebagai manusia. Ia membutuhkan makan dan minum. Dan tentunya setelah makan dan minum maka ia butuh untuk buang air.Dalam Al-Qur’an :مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ كَانَا يَأْكُلانِ الطَّعَامَ انْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الآيَاتِ ثُمَّ انْظُرْ أَنَّى يُؤْفَكُونَ (٧٥)“Al-Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang Sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, Kedua-duanya biasa memakan makanan. perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).” (QS Al-Maaidah : 75)Yesus sebagaimana saudara-saudaranya yang lain dari kalangan para nabi, mereka semua keturunan Nabi Adam, dan dilahirkan dari perut seorang wanita, mereka manusia dan butuh makanan.وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ إِلا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِي الأسْوَاقِ“Dan Kami tidak mengutus Rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar” (QS Al-Furqon : 20).Al-Kitab menyatakan kebutuhan Yesus terhadap makanan dan minuman. Dalam injil Matius (21 : 18-19 dibawah sub judul : Yesus mengutuk pohon ara) : ((Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya ke kota, Yesus merasa lapar. Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapati apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu : “Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!”. Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu))Perhatikanlah bukti kemanusiaan Yesus :–         Yesus lapar, yang seharusnya tuhan tidak akan lapar–         Yesus mau makan buah, sehingga mencari pohon ara. Kalau Yesus adalah tuhan seharusnya langsung saja ciptakan buah, atau pohonnya langsung datang menuju Yesus sehingga tidak perlu Yesus yang mendatangi pohon–         Yesus tidak tahu kalau ternyata pohon tersebut tidak ada buahnya, dan yang ada hanyalah dedaunan. Kalau Yesus adalah tuhan maka ia pasti sudah tahu bahwa pohon tersebut tidak ada buahnya, dan ia akan menuju pohon yang lain yang ada buahnya–         Kemarahan Yesus sehingga mengutuk pohon ara menunjukkan tidak adanya sifat “kasih” tuhan terhadap pohon yang bukanlah makhluk berakal, dan ia tidak bersalah sama sekali. Karena yang menentukan atau menjadikan ia berbuah semata-mata hanyalah Tuhan (Allah). Kalau Yesus marah lantas mengutuk pohon tersebut sehingga menjadi kering ini menunjukkan seharusnya Yesus marah sama Tuhan yang menjadikan pohon itu tidak berbuaah. Pohon ara tersebut tidak punya pilihan untuk berbuah atau tidak, ia hanya menunggu keputusan Tuhan. Lantas jika Yesus adalah tuhan seharusnya ia menyalahkan dirinya sendiri kenapa tidak menciptakan pohon tersebut dalam keadaan berbuah. Ini berarti tuhan menyalahkan tuhan–         Jika pohonnya tidak berbuah, seharusnya Yesus tidak perlu marah dan mengutuk, tapi cukup menciptakan buah pada pohon ara tersebut. Dan ini lebih pas terhadap sifat “kasih” Yesus dibandingkan harus marah-marah.–         Para murid-murid Yesus yang heran tatkala Yesus mengutuk pohon menjadi kering. Hal ini menunjukkan mereka tidak meyakini ketuhanan Yesus. Kalau mereka telah meyakini Yesus sebagai tuhan maka mereka sama sekali tidak akan kaget dengan mukjizat Yesus. Dalam injil Yohanes (4 : 6-8) : ((Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas. Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya : “Berilah Aku minum”)) ini menunjukkan Yesus membutuhkan air untuk minum. Demikian juga pada injil Yohannes (4 : 31-33) : ((Sementara itu murid-muridNya mengajak Dia, katanya : “Rabi, makanlah”. Akan tetapi Ia berkata : “Padaku ada makanan yang tidak kamu kenal”. Maka murid-murid berkata seorang kepada yang lain : “Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepadaNya untuk dimakan?”))Ini menunjukkan bahwa murid-murid Yesus mencari makanan untuk Yesus lalu menghidangkan makanan tersebut untuk Yesus, karena mereka mengetahui bahwasanya Yesus butuh makan sebagaimana nabi-nabi yang lain.Peringatan :Sebagian kaum Kristen berdalil dengan kemampuan Yesus berpuasa selama 40 hari tanpa makan dan minum (sebagaimana termaktub dalam injil Matius 4 : 2), menunjukan bahwa Yesus adalah tuhan. Karena tidak ada manusia biasa yang mampu berpuasa tidak makan dan minum selama 40 hari kecuali yang memiliki nilai ketuhanan.Bantahan terhadap pernyataan ini dari beberapa sisi :–         Kenyataannya justru nas dalam Matius 4 : 2 tersebut menunjukkan Yesus bukanlah tuhan akan tetapi manusia biasa. Berikut nasnya : ((Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus)). Ternyata setelah berpuasa 40 hari Yesus pun lapar. Jika Yesus tuhan maka tidak akan ditimpa rasa lapar. Bagaimana tuhan bisa lapar, sementara tuhanlah yang memberi rizki dan makanan kepada makhluk-Nya !!–         Ternyata Nabi Musa lebih hebat daripada Yesus. Nabi Musa ‘alaihis salam berpuasa juga selama 40 hari siang dan malam, akan tetapi tidak disebutkan setelah itu Musapun lapar !!. Dalam kitab Ulangan (9 : 9) disebutkan ((Setelah aku (Musa) mendaki gunung untuk menerima loh-loh batu, loh-loh perjanjian yang diikat TUHAN dengan kamu, maka aku tinggal empat puluh hari empat puluh malam lamanya di gunung itu; roti tidak kumakan dan air tidak kuminum)). Akan tetapi kenapa tidak seorang Kristenpun yang menyatakan Musa memiliki ruh ketuhanan !!–         Demikian juga Elia mampu untuk tidak makan dan minum selama 40 hari. Dalam kitab  Raja-Raja 1 (19 : 7-8) : ((Tetapi malaikat TUHAN datang kedua kalinya dan menyentuh dia (Elia) serta berkata, “Bangunlah, makanlah !. Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu. Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb)). Nas ini menunjukkan Elia kemungkinan lebih hebat dari Yesus, karena Elia setelah makan tidaklah ia berdiam diri, akan tetapi melakukan perjalanan yang melelahkan selama 40 hari naik gunung !!. Berbeda dengan Yesus yang berpuasa akan tetapi tidak melakukan perjalanan berat seperti naik gunung. Akan tetapi tidak seorangpun yang menganggap Elia sebagai tuhan. Kedua : Yesus Tidur dan Beristirahat          Tentu dampak dari makan dan minum serta pekerjaan dan kegiatan adalah keletihan dan kebutuhan untuk tidur dan istirahat, agar seorang manusia bisa mengembalikan lagi kesegarannya dan kembali melakukan kegiatannya. Kalau seorang manusia tidak istirahat dan tidak tidur maka ia tidak akan mampu menjalankan tugas dan kegiatannya.Ternyata Yesus sering kali lelah dan letih serta ingin beristirahat. Sebagai contoh :–         Dalam injil Lukas (8 : 23-24) : ((Dan ketika mereka sedang berlayar, Yesus tertidur. Sekonyong-konyong turunlah taufan ke danau, sehingga perahu itu kemasukan air dan mereka dalam bahaya. Maka datanglah murid-muridNya membangunkan Dia, katanya : “Guru, Guru, kita binasa!”. Iapun bangun dan menghardik angin dan air yang mengamuk itu. Dan angin dan air itupun reda dan danau itu menjadi teduh))–         Hal ini juga sebagaimana termaktub dalam injil Matius (8 : 24) : ((Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditembus gelombang, tetapi Yesus tidur))–         Demikian pula termaktub dalam injil Markus (4 : 38) : ((Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-muridNya membangunkan Dia…))Perhatikanlah…Yesus tidur sangat terlelap karena begitu letihnya berjalan-jalan keliling untuk berdakwah. Sampai-sampai tatkala Yesus tidur di kapal lalu datang ombak yang begitu besar, bahkan air sampai masuk ke dalam kapal, Yesus masih saja lelap tertidur. Kalau bukan karena murid-muridnya yang membangunkannya tentu Yesus tidak bangun. Ini menunjukkan Yesus hanyalah manusia biasa yang sangat butuh dengan istirahat karena kelelahan dan keletihan yang Ia rasakan. Ketiga : Yesus Ketakutan          Yesus ketakutan kalau ia sampai ditangkap oleh orang-orang Yahudi yang akan membunuhnya. Sampai-sampai keringatnya bercucuran karena ketakutan, bahkan keringatnya bercucuran seperti tetesan-tetesan darah yang mengalir ke tanah.Dalam injil Lukas (22 : 44) : ((Ia (Yesus) sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah))Tentunya apakah Tuhan ketakutan?? Ini adalah hal yang sangat aneh !!. Ini menunjukkan bahwa Yesus adalah seorang Nabi sebagaimana nabi-nabi yang lain yang juga terkadang ketakutan. Keempat : Yesus sedih dan menangis          Yesus berkali-kali menangis, menangis karena berpisah dari orang-orang yang dicintainya atau karena meninggalnya sahabatnya. Suatu hari datang Maryam dan mengabarkan kepadanya tentang meninggalnya Lazarus, maka Yesuspun gelisah dan sedih hingga akhirnya menangis. Dalam injil Yohanes (11/33-36) : ((Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata, “Di manakah dia kamu baringkan?”. Jawab mereka : “Tuhan marilah dan lihatlah !”. Maka menangislah Yesus. Kata orang-orang Yahudi : “Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!”))Diantara nas-nas lain dari injil yang menunjukkan sedih dan menangisnya Yesus adalah :–         Dalam injil Matius (26 : 37-38) : ((Dan Ia (Yesus) Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka : “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.))–         Dalam injil Lukas (19 : 41) : ((Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya))Tentunya tuhan sangat tidak pantas bersedih apalagi menangis. Karena kesedihan dan tangisan menunjukkan kelemahan.(bersambung)Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 29-12-1434 H / 03-11-2013 MAbu Abdil Muhsin Firandawww.firanda.com

KEBINGUNGAN KRISTEN DALAM MEMAHAMI TRINITAS

Konsep “trinitas”, yaitu Tuhan Maha Esa/Tunggal akan tetapi terdiri dari tiga anggota, namun ketiga anggota tersebut pada hakekatnya hanya satu. Konsep ini ternyata sulit untuk dijelaskan dengan logis oleh kaum Kristen, jangankan orang awam mereka, bahkan para pendeta merekapun sulit untuk menjelaskan konsep ini. Akan tetapi konsep ini tetap terpelihara dalam kaum Kristen karena ditanamkan dalam bentuk doktrin yang harus diimani oleh setiap pengikut Kristen !!!Sungguh tidak ada kaum yang lebih bingung dari kaum Kristen dalam menjelaskan tentang prinsip dasar aqidah mereka. Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :ولهذا قال طائفة من العقلاء: إن عامة مقالات الناس يمكن تصورُها إلا مقالة النصارى، وذلك أن الذين وضعوها لم يتصوروا ما قالوا، بل تكلموا بجهل، وجمعوا في كلامهم بين النقيضين ولهذا قال بعضهم: لو اجتمع عشرة نصارى لتفرقوا عن أحدَ عشرَ قولاً. وقال آخر: لو سألت بعض النصارى وامرأته وابنه عن توحيدهم لقال الرجل قولاً، وامرأته قولاً آخر، وابنه قولاً ثالثاً “Karenanya sekelompok kaum intelektual berkata : Umumnya aqidah-aqidah masyarakat bisa tergambarkan maksudnya kecuali aqidahnya kaum Nashoro. Hal ini disebabkan karena orang-orang yang membuat aqidah ini tidak paham apa yang mereka katakan, akan tetapi mereka berbicara tentang aqidah mereka di atas kebodohan. Mereka telah mengumpulkan dua hal yang kontradiksi dalam pernyataan aqidah mereka. Karenanya sebagian orang berkata : Jika ada 10 orang Nahsoro berkumpul (untuk menggambarkan hakekat aqidah mereka-pen) maka akan muncul 11 pendapat. Ada juga yang berkata : Kalau engkau bertanya kepada sebagian keluarga Nashoro, kau tanyakan kepada istri dan anaknya tentang hakekat tauhid mereka maka sang suami memiliki pendapat, sang istri punya pendapat lain, dan sang anak juga memiliki pendapat yang lain” (Al-Jawaab As-Shahih 2/155)Sungguh benar pernyataan Ibnu Taimiyyah ini, tidak ada seorang kristianipun yang mampu menjelaskan hakekat aqidah trinitas mereka dengan penjelasan yang masuk akal. Padahal yang namanya aqidah adalah keyakinan yang kuat, maka bagaimana mau meyakini sesuatu yang tidak masuk akal untuk dijelaskan. Telah banyak analogi dan teori yang mereka kemukakan akan tetapi tetap saja tidak bisa merubah hakekat 3 pribadi/substansi menjadi 1 Tuhan.Bahkan sebagian mereka mengaku bahwa manusia tidak akan pernah mampu memahami konsep trinitas. Diantara mereka ada yang berkata “Sekali lagi saya tekankan bahwa konsep Trinitas tidak pernah ada di dalam pengetahuan dan pengalaman manusia. Karena tidak pernah ada maka manusia mengalami kesulitan untuk memahami konsep Tritunggal ini” (silahkan lihat komentar di http://saksi-saksi-yehuwa.blogspot.com/2013/03/konsep-trinitas-mengapa-melampaui-akal.html). Ada juga yang berkata “Memang pada akhirnya, Trinitas hanya dapat dipahami dalam kacamata iman, karena ini adalah suatu misteri, meskipun ada banyak hal juga yang dapat kita ketahui dalam misteri tersebut. Manusia dengan pemikiran sendiri memang tidak akan dapat mencapai pemahaman sempurna tentang misteri Trinitas, walaupun misteri itu sudah diwahyukan Allah kepada manusia” (lihat http://katolisitas.org/563/trinitas-satu-tuhan-dalam-tiga-pribadi)Berikut ini analogi-analogi yang diutarakan oleh sebagian kaum Kristen tentang hakekat Trinitas, yang menunjukkan akan kebingungan mereka,Pertama : Yesus dan Ruh Kudus adalah belahan jiwa BapaDiantara perkataan mereka ((Ketika Allah menciptakan bumi, berfirman: Jadilah! Lalu terciptalah  bumi. Bumi adalah “hasil kerja” Allah, dan BUKAN bagian dari Diri Allah, atau bukan “belahan jiwa” Allah.Pendekatannya begini: kalau Anda membuat sebuah tembikar, maka terciptalah tembikar itu yang Anda buat dari bahan “diluar” tubuh Anda, misalnya dari tanah liat dan tembikar itu merupakan “hasil kerja” Anda. Berbeda dengan,  anak (maaf) yang dihasilkan sebuah perkawinan, maka bayi yang dilahirkan adalah “belahan jiwa” atau “belahan sel” pasangan manusia yang menikah (suami-isteri).Ada perbedaan mencolok antara bayi yang “dikeluarkan” oleh seorang ibu dengan tembikar hasil kreasi Anda. Roh Kudus dan juga Yesus bukanlah ciptaan Allah, tetapi “BELAHAN JIWA” Allah sendiri. Oleh karena itu, “tabiat” dan “karakter” Yesus dan Roh Kudus, keduanya identik “karakter” BAPA sebagai sumber Mereka. Itulah sebabnya tidak aneh, ketika Yesus bersabda, bermakna: “Apa yang Ku katakan kepadamu bukan berasal dari Diri-Ku sendiri, melainkan Apa yang Kudengar dari Bapa, itulah yang Kusampaikan kepadamu”.Jadi,…Bapa, Yesus dan Roh Kudus bukanlah tiga allah yang berasal dari tiga galaksi antah berantah yang kebetulan bertemu, salaman, lalu merasa mempunyai satu visi, kemudian bergabung manjadi satu (polytheisme) melainkan SATU ALLAH yang “membelah diri” menjadi tiga bagian besar: Yesus, Roh Kudus dan Bapa sendiri sebagai bagian TERBESAR, baik dalam hal KUASA, OTORITAS (hak untuk memerintah yang didukung kemampuan sempurna) maupun “Volume” (jika memang ukuran volume Roh dianggap ada)….Roh Kudus bukan malaikat, walupun keduanya sama-sama Roh dan roh. Roh Kudus adalah Pencipta, sedangkan malaikat adalah makhluk ciptaan. Ketika Yesus baru saja dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan, maka Roh Kudus membawa Yesus ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Kemudian Yesus berhasil menang melawan pencobaan Iblis, lalu berdatanganlah malaikat-malaikat Tuhan melayani Yesus)) (silahkan lihat : http://thebelovedson.blogspot.com/2011/07/penjelasan-konsep-trinitas-secara.html)    Saya rasa ini adalah analogi yang terburuk dan akan sangat ditolak oleh kaum Kristen. Karena analogi ini sangat jelas dan vulgar menunjukkan bahwa tuhan ada tiga, bahkan ibarat anak yang merupakan belahan jiwa ibu dan ayahnya, atau Hawa yang merupakan belahan jiwa Adam. Tentunya jika seorang ibu melahirkan satu orang anak maka jadilah mereka menjadi dua manusia yang saling berbeda.Kedua : Allah Yang Maha Esa terdiri dari 3 pribadi yang berbedaDiantara perkataan mereka ((Kata “Trinitas” adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan ajaran Kristen bahwa Tuhan adalah satu kesatuan dari tiga pribadi yang berbeda yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Setiap pribadi tersebut berbeda dari yang lain, namun pada dasarnya identik. Dengan kata lain, masing-masing pribadi sepenuhnya ilahi, tetapi masing-masing bukanlah totalitas dari masing-masing pribadi dalam Trinitas. Bapa bukanlah pribadi yang sama dengan Putra dan juga bukan pribadi yang sama seperti Roh Kudus. Dalam peristiwa pembaptisan Yesus, ketiga pribadi yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus menunjukkan keberadaannya yang terpisah satu dengan yang lain. Namun setiap pribadi ilahi tersebut bukanlah tiga Allah, melainkan satu Allah…))((kita melihat bahwa Bapa telah mengutus Anak, tapi ini tidak berarti bahwa Anak tidak sama dengan Bapa dalam esensi dan sifat keilahiannya. Anak adalah sama dengan Bapa dalam keilahian-Nya, tetapi dalam beberapa saat berada lebih rendah dalam inkarnasi-Nya sebagai manusia…)) ((Oleh karena itu, fakta bahwa Anak diutus oleh Bapa, tidak berarti bahwa Dia tidak ilahi lagi. Sama seperti ketika anda menyuruh anak anda untuk membeli roti, bukan berarti anak anda bukanlah manusia seperti anda.Dalam penjelasan diatas memang kita melihat hal lain yang penting tentang Tritunggal yaitu bahwa hal itu bukanlah konsep yang mudah untuk dipahami. Tapi hal tersebut tidak menjadikan keraguan dari kebenaran konsep tersebut)) (silahkan lihat https://www.facebook.com/christian.answers.ind/posts/382582578496527)Demikan juga diantara perkataan mereka ((Dengan prinsip yang sama, maka di dalam Trinitas, substansi/hakekat yang ada adalah satu, yaitu Tuhan, sedangkan di dalam kesatuan tersebut terdapat tiga Pribadi: ada tiga ‘Aku’, yaitu Bapa. Putera dan Roh Kudus. Tiga pribadi manusia tidak dapat menyamai makna Trinitas, karena di dalam tiga orang manusia, terdapat tiga “kejadian”/ ‘instances‘ kodrat manusia; sedangkan di dalam tiga Pribadi ilahi, terdapat hanya satu kodrat Allah, yang identik dengan ketiga Pribadi tersebut.  Dengan demikian,  ketiga Pribadi Allah mempunyai kesamaan hakekat Allah yang sempurna, sehingga ketiganya membentuk kesatuan yang sempurna. Yang membedakan Pribadi yang satu dengan yang lainnya hanyalah terletak dalam hal hubungan timbal balik antara ketiganya)) (lihat http://katolisitas.org/563/trinitas-satu-tuhan-dalam-tiga-pribadi)    Analogi ini pun gagal  untuk menjelaskan konsep trinitas yang logis. Karena dalam analogi ini adanya pengakuan bahwa yesus berbeda dengan Bapa, dan Ruhul Kudus juga berbeda dengan Bapa. Kesamaan tiga pribadi ini dari sisi ketuhanan, adapun dari sisi hakekat maka berbeda, karena yesus ada unsur/kodrat manusianya yang jelas berbeda dengan unsur Bapa.Ketiga : Trinitas ibarat tiga unsur yang membentuk satu kesatuan, ibarat matahari, atau air, atau rokok(1) Trinitas itu seperti matahariMatahari mempunyai tiga bagian yg tidak terpisahkan. Ada mataharinya sendiri, ada panasnya, dan ada sinarnya, tapi semuanya satu membentuk matahari. Seperti itulah gambaran Trinitas itu. Benarkah? Kita lihat : Dalam Trinitas, Tuhan Bapa adalah Tuhan, Yesus adalah Tuhan, roh kudus adalah Tuhan. Dalam analogi itu, matahari memang adalah matahari, tapi apakah panasnya juga bisa disebut matahari, dan apakah sinarnya juga bisa disebut matahari? Tidak. Analogi ini tidak bisa menjelaskan sama sekali tentang Trinitas.(2) Trinitas itu seperti rokokRokok mempunyai tiga unsur, rokoknya sendiri, apinya, dan asapnya. Ketiganya adalah unsur yg tidak dapat dipisahkan dalam sebuah rokok. Seperti itulah gambaran Trinitas. Benarkah? Kita lihat : jika Tuhan Bapa, Yesus, dan roh kudus semuanya adalah disebut Tuhan, dalam analogi itu rokoknya sendiri memang disebut rokok, tapi apakah apinya bisa disebut rokok? Apakah asapnya bisa disebut rokok? Tidak. Analogi inipun sama sekali juga salah dan tidak dapat dipakai untuk menjelaskan Trinitas.(3) Trinitas itu seperti airAir adalah suatu unsur yg dapat mempunyai tiga wujud yaitu : padat, cair, dan gas. Ada es, air, dan uap. Kita harus ingat bahwa komponen air dalam wujud apapun adalah tetap sama yaitu H2O. Dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. Unsur pokoknya sama, hanya bentuknya saja yg berubah. Seperti itulah gambaran Trinitas. Analogi ini tampaknya adalah analogi terbaik yang dapat diberikan untuk menjelaskan Trinitas secara logis, dan sepintas memang tampak dapat menjelaskan tentang Trinitas itu. Akan tetapi kalau kita pikirkan lagi, ternyata analogi inipun juga tidak dapat menjelaskan Trinitas dengan baik. Mereka mengatakan bahwa bentuk air bisa berubah, tapi unsurnya tetap sama, yaitu H2O. Bagaimana dengan Trinitas? Apakah juga berubah bentuk dari unsur yg sama? Tuhan dan roh kudus berbentuk roh (dalam kepercayaan Kristen), dan makhluk hidup (manusia/Yesus) terdiri dari daging dan tulang, dimana manusia juga butuh makanan untuk hidup, jadi mereka tidak sama. Unsur mereka berbeda, jika air dalam bentuk berbeda tetap mempunyai unsur yg sama, yaitu H2O, maka Trinitas dalam bentuk yg berbeda adalah memang terdiri dari unsur yg berbeda. Jadi mereka tidak sama, mereka berbeda. (silahkan lihat pembahasan ini di http://insanberpijar.blogspot.com/2012/08/trinitas-tidak-ada-di-alkitab-tapi.html)    Apapun analogi yang diutarakan oleh umat kristiani tidak akan bisa menjelaskan dengan logis konsep trinitas. Semua analogi terpaksa menetapkan adanya tiga pribadi yang saling berbeda namun selalu berusaha dianggap satu dari satu sudut pandang. Yesus meskipun manusia tapi dari sudut pandang lain merupakan tuhan. (bersambung)Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 28-12-1434 H / 02-11-2013 MAbu Abdil Muhsin Firandawww.firanda.com 

KEBINGUNGAN KRISTEN DALAM MEMAHAMI TRINITAS

Konsep “trinitas”, yaitu Tuhan Maha Esa/Tunggal akan tetapi terdiri dari tiga anggota, namun ketiga anggota tersebut pada hakekatnya hanya satu. Konsep ini ternyata sulit untuk dijelaskan dengan logis oleh kaum Kristen, jangankan orang awam mereka, bahkan para pendeta merekapun sulit untuk menjelaskan konsep ini. Akan tetapi konsep ini tetap terpelihara dalam kaum Kristen karena ditanamkan dalam bentuk doktrin yang harus diimani oleh setiap pengikut Kristen !!!Sungguh tidak ada kaum yang lebih bingung dari kaum Kristen dalam menjelaskan tentang prinsip dasar aqidah mereka. Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :ولهذا قال طائفة من العقلاء: إن عامة مقالات الناس يمكن تصورُها إلا مقالة النصارى، وذلك أن الذين وضعوها لم يتصوروا ما قالوا، بل تكلموا بجهل، وجمعوا في كلامهم بين النقيضين ولهذا قال بعضهم: لو اجتمع عشرة نصارى لتفرقوا عن أحدَ عشرَ قولاً. وقال آخر: لو سألت بعض النصارى وامرأته وابنه عن توحيدهم لقال الرجل قولاً، وامرأته قولاً آخر، وابنه قولاً ثالثاً “Karenanya sekelompok kaum intelektual berkata : Umumnya aqidah-aqidah masyarakat bisa tergambarkan maksudnya kecuali aqidahnya kaum Nashoro. Hal ini disebabkan karena orang-orang yang membuat aqidah ini tidak paham apa yang mereka katakan, akan tetapi mereka berbicara tentang aqidah mereka di atas kebodohan. Mereka telah mengumpulkan dua hal yang kontradiksi dalam pernyataan aqidah mereka. Karenanya sebagian orang berkata : Jika ada 10 orang Nahsoro berkumpul (untuk menggambarkan hakekat aqidah mereka-pen) maka akan muncul 11 pendapat. Ada juga yang berkata : Kalau engkau bertanya kepada sebagian keluarga Nashoro, kau tanyakan kepada istri dan anaknya tentang hakekat tauhid mereka maka sang suami memiliki pendapat, sang istri punya pendapat lain, dan sang anak juga memiliki pendapat yang lain” (Al-Jawaab As-Shahih 2/155)Sungguh benar pernyataan Ibnu Taimiyyah ini, tidak ada seorang kristianipun yang mampu menjelaskan hakekat aqidah trinitas mereka dengan penjelasan yang masuk akal. Padahal yang namanya aqidah adalah keyakinan yang kuat, maka bagaimana mau meyakini sesuatu yang tidak masuk akal untuk dijelaskan. Telah banyak analogi dan teori yang mereka kemukakan akan tetapi tetap saja tidak bisa merubah hakekat 3 pribadi/substansi menjadi 1 Tuhan.Bahkan sebagian mereka mengaku bahwa manusia tidak akan pernah mampu memahami konsep trinitas. Diantara mereka ada yang berkata “Sekali lagi saya tekankan bahwa konsep Trinitas tidak pernah ada di dalam pengetahuan dan pengalaman manusia. Karena tidak pernah ada maka manusia mengalami kesulitan untuk memahami konsep Tritunggal ini” (silahkan lihat komentar di http://saksi-saksi-yehuwa.blogspot.com/2013/03/konsep-trinitas-mengapa-melampaui-akal.html). Ada juga yang berkata “Memang pada akhirnya, Trinitas hanya dapat dipahami dalam kacamata iman, karena ini adalah suatu misteri, meskipun ada banyak hal juga yang dapat kita ketahui dalam misteri tersebut. Manusia dengan pemikiran sendiri memang tidak akan dapat mencapai pemahaman sempurna tentang misteri Trinitas, walaupun misteri itu sudah diwahyukan Allah kepada manusia” (lihat http://katolisitas.org/563/trinitas-satu-tuhan-dalam-tiga-pribadi)Berikut ini analogi-analogi yang diutarakan oleh sebagian kaum Kristen tentang hakekat Trinitas, yang menunjukkan akan kebingungan mereka,Pertama : Yesus dan Ruh Kudus adalah belahan jiwa BapaDiantara perkataan mereka ((Ketika Allah menciptakan bumi, berfirman: Jadilah! Lalu terciptalah  bumi. Bumi adalah “hasil kerja” Allah, dan BUKAN bagian dari Diri Allah, atau bukan “belahan jiwa” Allah.Pendekatannya begini: kalau Anda membuat sebuah tembikar, maka terciptalah tembikar itu yang Anda buat dari bahan “diluar” tubuh Anda, misalnya dari tanah liat dan tembikar itu merupakan “hasil kerja” Anda. Berbeda dengan,  anak (maaf) yang dihasilkan sebuah perkawinan, maka bayi yang dilahirkan adalah “belahan jiwa” atau “belahan sel” pasangan manusia yang menikah (suami-isteri).Ada perbedaan mencolok antara bayi yang “dikeluarkan” oleh seorang ibu dengan tembikar hasil kreasi Anda. Roh Kudus dan juga Yesus bukanlah ciptaan Allah, tetapi “BELAHAN JIWA” Allah sendiri. Oleh karena itu, “tabiat” dan “karakter” Yesus dan Roh Kudus, keduanya identik “karakter” BAPA sebagai sumber Mereka. Itulah sebabnya tidak aneh, ketika Yesus bersabda, bermakna: “Apa yang Ku katakan kepadamu bukan berasal dari Diri-Ku sendiri, melainkan Apa yang Kudengar dari Bapa, itulah yang Kusampaikan kepadamu”.Jadi,…Bapa, Yesus dan Roh Kudus bukanlah tiga allah yang berasal dari tiga galaksi antah berantah yang kebetulan bertemu, salaman, lalu merasa mempunyai satu visi, kemudian bergabung manjadi satu (polytheisme) melainkan SATU ALLAH yang “membelah diri” menjadi tiga bagian besar: Yesus, Roh Kudus dan Bapa sendiri sebagai bagian TERBESAR, baik dalam hal KUASA, OTORITAS (hak untuk memerintah yang didukung kemampuan sempurna) maupun “Volume” (jika memang ukuran volume Roh dianggap ada)….Roh Kudus bukan malaikat, walupun keduanya sama-sama Roh dan roh. Roh Kudus adalah Pencipta, sedangkan malaikat adalah makhluk ciptaan. Ketika Yesus baru saja dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan, maka Roh Kudus membawa Yesus ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Kemudian Yesus berhasil menang melawan pencobaan Iblis, lalu berdatanganlah malaikat-malaikat Tuhan melayani Yesus)) (silahkan lihat : http://thebelovedson.blogspot.com/2011/07/penjelasan-konsep-trinitas-secara.html)    Saya rasa ini adalah analogi yang terburuk dan akan sangat ditolak oleh kaum Kristen. Karena analogi ini sangat jelas dan vulgar menunjukkan bahwa tuhan ada tiga, bahkan ibarat anak yang merupakan belahan jiwa ibu dan ayahnya, atau Hawa yang merupakan belahan jiwa Adam. Tentunya jika seorang ibu melahirkan satu orang anak maka jadilah mereka menjadi dua manusia yang saling berbeda.Kedua : Allah Yang Maha Esa terdiri dari 3 pribadi yang berbedaDiantara perkataan mereka ((Kata “Trinitas” adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan ajaran Kristen bahwa Tuhan adalah satu kesatuan dari tiga pribadi yang berbeda yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Setiap pribadi tersebut berbeda dari yang lain, namun pada dasarnya identik. Dengan kata lain, masing-masing pribadi sepenuhnya ilahi, tetapi masing-masing bukanlah totalitas dari masing-masing pribadi dalam Trinitas. Bapa bukanlah pribadi yang sama dengan Putra dan juga bukan pribadi yang sama seperti Roh Kudus. Dalam peristiwa pembaptisan Yesus, ketiga pribadi yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus menunjukkan keberadaannya yang terpisah satu dengan yang lain. Namun setiap pribadi ilahi tersebut bukanlah tiga Allah, melainkan satu Allah…))((kita melihat bahwa Bapa telah mengutus Anak, tapi ini tidak berarti bahwa Anak tidak sama dengan Bapa dalam esensi dan sifat keilahiannya. Anak adalah sama dengan Bapa dalam keilahian-Nya, tetapi dalam beberapa saat berada lebih rendah dalam inkarnasi-Nya sebagai manusia…)) ((Oleh karena itu, fakta bahwa Anak diutus oleh Bapa, tidak berarti bahwa Dia tidak ilahi lagi. Sama seperti ketika anda menyuruh anak anda untuk membeli roti, bukan berarti anak anda bukanlah manusia seperti anda.Dalam penjelasan diatas memang kita melihat hal lain yang penting tentang Tritunggal yaitu bahwa hal itu bukanlah konsep yang mudah untuk dipahami. Tapi hal tersebut tidak menjadikan keraguan dari kebenaran konsep tersebut)) (silahkan lihat https://www.facebook.com/christian.answers.ind/posts/382582578496527)Demikan juga diantara perkataan mereka ((Dengan prinsip yang sama, maka di dalam Trinitas, substansi/hakekat yang ada adalah satu, yaitu Tuhan, sedangkan di dalam kesatuan tersebut terdapat tiga Pribadi: ada tiga ‘Aku’, yaitu Bapa. Putera dan Roh Kudus. Tiga pribadi manusia tidak dapat menyamai makna Trinitas, karena di dalam tiga orang manusia, terdapat tiga “kejadian”/ ‘instances‘ kodrat manusia; sedangkan di dalam tiga Pribadi ilahi, terdapat hanya satu kodrat Allah, yang identik dengan ketiga Pribadi tersebut.  Dengan demikian,  ketiga Pribadi Allah mempunyai kesamaan hakekat Allah yang sempurna, sehingga ketiganya membentuk kesatuan yang sempurna. Yang membedakan Pribadi yang satu dengan yang lainnya hanyalah terletak dalam hal hubungan timbal balik antara ketiganya)) (lihat http://katolisitas.org/563/trinitas-satu-tuhan-dalam-tiga-pribadi)    Analogi ini pun gagal  untuk menjelaskan konsep trinitas yang logis. Karena dalam analogi ini adanya pengakuan bahwa yesus berbeda dengan Bapa, dan Ruhul Kudus juga berbeda dengan Bapa. Kesamaan tiga pribadi ini dari sisi ketuhanan, adapun dari sisi hakekat maka berbeda, karena yesus ada unsur/kodrat manusianya yang jelas berbeda dengan unsur Bapa.Ketiga : Trinitas ibarat tiga unsur yang membentuk satu kesatuan, ibarat matahari, atau air, atau rokok(1) Trinitas itu seperti matahariMatahari mempunyai tiga bagian yg tidak terpisahkan. Ada mataharinya sendiri, ada panasnya, dan ada sinarnya, tapi semuanya satu membentuk matahari. Seperti itulah gambaran Trinitas itu. Benarkah? Kita lihat : Dalam Trinitas, Tuhan Bapa adalah Tuhan, Yesus adalah Tuhan, roh kudus adalah Tuhan. Dalam analogi itu, matahari memang adalah matahari, tapi apakah panasnya juga bisa disebut matahari, dan apakah sinarnya juga bisa disebut matahari? Tidak. Analogi ini tidak bisa menjelaskan sama sekali tentang Trinitas.(2) Trinitas itu seperti rokokRokok mempunyai tiga unsur, rokoknya sendiri, apinya, dan asapnya. Ketiganya adalah unsur yg tidak dapat dipisahkan dalam sebuah rokok. Seperti itulah gambaran Trinitas. Benarkah? Kita lihat : jika Tuhan Bapa, Yesus, dan roh kudus semuanya adalah disebut Tuhan, dalam analogi itu rokoknya sendiri memang disebut rokok, tapi apakah apinya bisa disebut rokok? Apakah asapnya bisa disebut rokok? Tidak. Analogi inipun sama sekali juga salah dan tidak dapat dipakai untuk menjelaskan Trinitas.(3) Trinitas itu seperti airAir adalah suatu unsur yg dapat mempunyai tiga wujud yaitu : padat, cair, dan gas. Ada es, air, dan uap. Kita harus ingat bahwa komponen air dalam wujud apapun adalah tetap sama yaitu H2O. Dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. Unsur pokoknya sama, hanya bentuknya saja yg berubah. Seperti itulah gambaran Trinitas. Analogi ini tampaknya adalah analogi terbaik yang dapat diberikan untuk menjelaskan Trinitas secara logis, dan sepintas memang tampak dapat menjelaskan tentang Trinitas itu. Akan tetapi kalau kita pikirkan lagi, ternyata analogi inipun juga tidak dapat menjelaskan Trinitas dengan baik. Mereka mengatakan bahwa bentuk air bisa berubah, tapi unsurnya tetap sama, yaitu H2O. Bagaimana dengan Trinitas? Apakah juga berubah bentuk dari unsur yg sama? Tuhan dan roh kudus berbentuk roh (dalam kepercayaan Kristen), dan makhluk hidup (manusia/Yesus) terdiri dari daging dan tulang, dimana manusia juga butuh makanan untuk hidup, jadi mereka tidak sama. Unsur mereka berbeda, jika air dalam bentuk berbeda tetap mempunyai unsur yg sama, yaitu H2O, maka Trinitas dalam bentuk yg berbeda adalah memang terdiri dari unsur yg berbeda. Jadi mereka tidak sama, mereka berbeda. (silahkan lihat pembahasan ini di http://insanberpijar.blogspot.com/2012/08/trinitas-tidak-ada-di-alkitab-tapi.html)    Apapun analogi yang diutarakan oleh umat kristiani tidak akan bisa menjelaskan dengan logis konsep trinitas. Semua analogi terpaksa menetapkan adanya tiga pribadi yang saling berbeda namun selalu berusaha dianggap satu dari satu sudut pandang. Yesus meskipun manusia tapi dari sudut pandang lain merupakan tuhan. (bersambung)Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 28-12-1434 H / 02-11-2013 MAbu Abdil Muhsin Firandawww.firanda.com 
Konsep “trinitas”, yaitu Tuhan Maha Esa/Tunggal akan tetapi terdiri dari tiga anggota, namun ketiga anggota tersebut pada hakekatnya hanya satu. Konsep ini ternyata sulit untuk dijelaskan dengan logis oleh kaum Kristen, jangankan orang awam mereka, bahkan para pendeta merekapun sulit untuk menjelaskan konsep ini. Akan tetapi konsep ini tetap terpelihara dalam kaum Kristen karena ditanamkan dalam bentuk doktrin yang harus diimani oleh setiap pengikut Kristen !!!Sungguh tidak ada kaum yang lebih bingung dari kaum Kristen dalam menjelaskan tentang prinsip dasar aqidah mereka. Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :ولهذا قال طائفة من العقلاء: إن عامة مقالات الناس يمكن تصورُها إلا مقالة النصارى، وذلك أن الذين وضعوها لم يتصوروا ما قالوا، بل تكلموا بجهل، وجمعوا في كلامهم بين النقيضين ولهذا قال بعضهم: لو اجتمع عشرة نصارى لتفرقوا عن أحدَ عشرَ قولاً. وقال آخر: لو سألت بعض النصارى وامرأته وابنه عن توحيدهم لقال الرجل قولاً، وامرأته قولاً آخر، وابنه قولاً ثالثاً “Karenanya sekelompok kaum intelektual berkata : Umumnya aqidah-aqidah masyarakat bisa tergambarkan maksudnya kecuali aqidahnya kaum Nashoro. Hal ini disebabkan karena orang-orang yang membuat aqidah ini tidak paham apa yang mereka katakan, akan tetapi mereka berbicara tentang aqidah mereka di atas kebodohan. Mereka telah mengumpulkan dua hal yang kontradiksi dalam pernyataan aqidah mereka. Karenanya sebagian orang berkata : Jika ada 10 orang Nahsoro berkumpul (untuk menggambarkan hakekat aqidah mereka-pen) maka akan muncul 11 pendapat. Ada juga yang berkata : Kalau engkau bertanya kepada sebagian keluarga Nashoro, kau tanyakan kepada istri dan anaknya tentang hakekat tauhid mereka maka sang suami memiliki pendapat, sang istri punya pendapat lain, dan sang anak juga memiliki pendapat yang lain” (Al-Jawaab As-Shahih 2/155)Sungguh benar pernyataan Ibnu Taimiyyah ini, tidak ada seorang kristianipun yang mampu menjelaskan hakekat aqidah trinitas mereka dengan penjelasan yang masuk akal. Padahal yang namanya aqidah adalah keyakinan yang kuat, maka bagaimana mau meyakini sesuatu yang tidak masuk akal untuk dijelaskan. Telah banyak analogi dan teori yang mereka kemukakan akan tetapi tetap saja tidak bisa merubah hakekat 3 pribadi/substansi menjadi 1 Tuhan.Bahkan sebagian mereka mengaku bahwa manusia tidak akan pernah mampu memahami konsep trinitas. Diantara mereka ada yang berkata “Sekali lagi saya tekankan bahwa konsep Trinitas tidak pernah ada di dalam pengetahuan dan pengalaman manusia. Karena tidak pernah ada maka manusia mengalami kesulitan untuk memahami konsep Tritunggal ini” (silahkan lihat komentar di http://saksi-saksi-yehuwa.blogspot.com/2013/03/konsep-trinitas-mengapa-melampaui-akal.html). Ada juga yang berkata “Memang pada akhirnya, Trinitas hanya dapat dipahami dalam kacamata iman, karena ini adalah suatu misteri, meskipun ada banyak hal juga yang dapat kita ketahui dalam misteri tersebut. Manusia dengan pemikiran sendiri memang tidak akan dapat mencapai pemahaman sempurna tentang misteri Trinitas, walaupun misteri itu sudah diwahyukan Allah kepada manusia” (lihat http://katolisitas.org/563/trinitas-satu-tuhan-dalam-tiga-pribadi)Berikut ini analogi-analogi yang diutarakan oleh sebagian kaum Kristen tentang hakekat Trinitas, yang menunjukkan akan kebingungan mereka,Pertama : Yesus dan Ruh Kudus adalah belahan jiwa BapaDiantara perkataan mereka ((Ketika Allah menciptakan bumi, berfirman: Jadilah! Lalu terciptalah  bumi. Bumi adalah “hasil kerja” Allah, dan BUKAN bagian dari Diri Allah, atau bukan “belahan jiwa” Allah.Pendekatannya begini: kalau Anda membuat sebuah tembikar, maka terciptalah tembikar itu yang Anda buat dari bahan “diluar” tubuh Anda, misalnya dari tanah liat dan tembikar itu merupakan “hasil kerja” Anda. Berbeda dengan,  anak (maaf) yang dihasilkan sebuah perkawinan, maka bayi yang dilahirkan adalah “belahan jiwa” atau “belahan sel” pasangan manusia yang menikah (suami-isteri).Ada perbedaan mencolok antara bayi yang “dikeluarkan” oleh seorang ibu dengan tembikar hasil kreasi Anda. Roh Kudus dan juga Yesus bukanlah ciptaan Allah, tetapi “BELAHAN JIWA” Allah sendiri. Oleh karena itu, “tabiat” dan “karakter” Yesus dan Roh Kudus, keduanya identik “karakter” BAPA sebagai sumber Mereka. Itulah sebabnya tidak aneh, ketika Yesus bersabda, bermakna: “Apa yang Ku katakan kepadamu bukan berasal dari Diri-Ku sendiri, melainkan Apa yang Kudengar dari Bapa, itulah yang Kusampaikan kepadamu”.Jadi,…Bapa, Yesus dan Roh Kudus bukanlah tiga allah yang berasal dari tiga galaksi antah berantah yang kebetulan bertemu, salaman, lalu merasa mempunyai satu visi, kemudian bergabung manjadi satu (polytheisme) melainkan SATU ALLAH yang “membelah diri” menjadi tiga bagian besar: Yesus, Roh Kudus dan Bapa sendiri sebagai bagian TERBESAR, baik dalam hal KUASA, OTORITAS (hak untuk memerintah yang didukung kemampuan sempurna) maupun “Volume” (jika memang ukuran volume Roh dianggap ada)….Roh Kudus bukan malaikat, walupun keduanya sama-sama Roh dan roh. Roh Kudus adalah Pencipta, sedangkan malaikat adalah makhluk ciptaan. Ketika Yesus baru saja dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan, maka Roh Kudus membawa Yesus ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Kemudian Yesus berhasil menang melawan pencobaan Iblis, lalu berdatanganlah malaikat-malaikat Tuhan melayani Yesus)) (silahkan lihat : http://thebelovedson.blogspot.com/2011/07/penjelasan-konsep-trinitas-secara.html)    Saya rasa ini adalah analogi yang terburuk dan akan sangat ditolak oleh kaum Kristen. Karena analogi ini sangat jelas dan vulgar menunjukkan bahwa tuhan ada tiga, bahkan ibarat anak yang merupakan belahan jiwa ibu dan ayahnya, atau Hawa yang merupakan belahan jiwa Adam. Tentunya jika seorang ibu melahirkan satu orang anak maka jadilah mereka menjadi dua manusia yang saling berbeda.Kedua : Allah Yang Maha Esa terdiri dari 3 pribadi yang berbedaDiantara perkataan mereka ((Kata “Trinitas” adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan ajaran Kristen bahwa Tuhan adalah satu kesatuan dari tiga pribadi yang berbeda yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Setiap pribadi tersebut berbeda dari yang lain, namun pada dasarnya identik. Dengan kata lain, masing-masing pribadi sepenuhnya ilahi, tetapi masing-masing bukanlah totalitas dari masing-masing pribadi dalam Trinitas. Bapa bukanlah pribadi yang sama dengan Putra dan juga bukan pribadi yang sama seperti Roh Kudus. Dalam peristiwa pembaptisan Yesus, ketiga pribadi yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus menunjukkan keberadaannya yang terpisah satu dengan yang lain. Namun setiap pribadi ilahi tersebut bukanlah tiga Allah, melainkan satu Allah…))((kita melihat bahwa Bapa telah mengutus Anak, tapi ini tidak berarti bahwa Anak tidak sama dengan Bapa dalam esensi dan sifat keilahiannya. Anak adalah sama dengan Bapa dalam keilahian-Nya, tetapi dalam beberapa saat berada lebih rendah dalam inkarnasi-Nya sebagai manusia…)) ((Oleh karena itu, fakta bahwa Anak diutus oleh Bapa, tidak berarti bahwa Dia tidak ilahi lagi. Sama seperti ketika anda menyuruh anak anda untuk membeli roti, bukan berarti anak anda bukanlah manusia seperti anda.Dalam penjelasan diatas memang kita melihat hal lain yang penting tentang Tritunggal yaitu bahwa hal itu bukanlah konsep yang mudah untuk dipahami. Tapi hal tersebut tidak menjadikan keraguan dari kebenaran konsep tersebut)) (silahkan lihat https://www.facebook.com/christian.answers.ind/posts/382582578496527)Demikan juga diantara perkataan mereka ((Dengan prinsip yang sama, maka di dalam Trinitas, substansi/hakekat yang ada adalah satu, yaitu Tuhan, sedangkan di dalam kesatuan tersebut terdapat tiga Pribadi: ada tiga ‘Aku’, yaitu Bapa. Putera dan Roh Kudus. Tiga pribadi manusia tidak dapat menyamai makna Trinitas, karena di dalam tiga orang manusia, terdapat tiga “kejadian”/ ‘instances‘ kodrat manusia; sedangkan di dalam tiga Pribadi ilahi, terdapat hanya satu kodrat Allah, yang identik dengan ketiga Pribadi tersebut.  Dengan demikian,  ketiga Pribadi Allah mempunyai kesamaan hakekat Allah yang sempurna, sehingga ketiganya membentuk kesatuan yang sempurna. Yang membedakan Pribadi yang satu dengan yang lainnya hanyalah terletak dalam hal hubungan timbal balik antara ketiganya)) (lihat http://katolisitas.org/563/trinitas-satu-tuhan-dalam-tiga-pribadi)    Analogi ini pun gagal  untuk menjelaskan konsep trinitas yang logis. Karena dalam analogi ini adanya pengakuan bahwa yesus berbeda dengan Bapa, dan Ruhul Kudus juga berbeda dengan Bapa. Kesamaan tiga pribadi ini dari sisi ketuhanan, adapun dari sisi hakekat maka berbeda, karena yesus ada unsur/kodrat manusianya yang jelas berbeda dengan unsur Bapa.Ketiga : Trinitas ibarat tiga unsur yang membentuk satu kesatuan, ibarat matahari, atau air, atau rokok(1) Trinitas itu seperti matahariMatahari mempunyai tiga bagian yg tidak terpisahkan. Ada mataharinya sendiri, ada panasnya, dan ada sinarnya, tapi semuanya satu membentuk matahari. Seperti itulah gambaran Trinitas itu. Benarkah? Kita lihat : Dalam Trinitas, Tuhan Bapa adalah Tuhan, Yesus adalah Tuhan, roh kudus adalah Tuhan. Dalam analogi itu, matahari memang adalah matahari, tapi apakah panasnya juga bisa disebut matahari, dan apakah sinarnya juga bisa disebut matahari? Tidak. Analogi ini tidak bisa menjelaskan sama sekali tentang Trinitas.(2) Trinitas itu seperti rokokRokok mempunyai tiga unsur, rokoknya sendiri, apinya, dan asapnya. Ketiganya adalah unsur yg tidak dapat dipisahkan dalam sebuah rokok. Seperti itulah gambaran Trinitas. Benarkah? Kita lihat : jika Tuhan Bapa, Yesus, dan roh kudus semuanya adalah disebut Tuhan, dalam analogi itu rokoknya sendiri memang disebut rokok, tapi apakah apinya bisa disebut rokok? Apakah asapnya bisa disebut rokok? Tidak. Analogi inipun sama sekali juga salah dan tidak dapat dipakai untuk menjelaskan Trinitas.(3) Trinitas itu seperti airAir adalah suatu unsur yg dapat mempunyai tiga wujud yaitu : padat, cair, dan gas. Ada es, air, dan uap. Kita harus ingat bahwa komponen air dalam wujud apapun adalah tetap sama yaitu H2O. Dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. Unsur pokoknya sama, hanya bentuknya saja yg berubah. Seperti itulah gambaran Trinitas. Analogi ini tampaknya adalah analogi terbaik yang dapat diberikan untuk menjelaskan Trinitas secara logis, dan sepintas memang tampak dapat menjelaskan tentang Trinitas itu. Akan tetapi kalau kita pikirkan lagi, ternyata analogi inipun juga tidak dapat menjelaskan Trinitas dengan baik. Mereka mengatakan bahwa bentuk air bisa berubah, tapi unsurnya tetap sama, yaitu H2O. Bagaimana dengan Trinitas? Apakah juga berubah bentuk dari unsur yg sama? Tuhan dan roh kudus berbentuk roh (dalam kepercayaan Kristen), dan makhluk hidup (manusia/Yesus) terdiri dari daging dan tulang, dimana manusia juga butuh makanan untuk hidup, jadi mereka tidak sama. Unsur mereka berbeda, jika air dalam bentuk berbeda tetap mempunyai unsur yg sama, yaitu H2O, maka Trinitas dalam bentuk yg berbeda adalah memang terdiri dari unsur yg berbeda. Jadi mereka tidak sama, mereka berbeda. (silahkan lihat pembahasan ini di http://insanberpijar.blogspot.com/2012/08/trinitas-tidak-ada-di-alkitab-tapi.html)    Apapun analogi yang diutarakan oleh umat kristiani tidak akan bisa menjelaskan dengan logis konsep trinitas. Semua analogi terpaksa menetapkan adanya tiga pribadi yang saling berbeda namun selalu berusaha dianggap satu dari satu sudut pandang. Yesus meskipun manusia tapi dari sudut pandang lain merupakan tuhan. (bersambung)Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 28-12-1434 H / 02-11-2013 MAbu Abdil Muhsin Firandawww.firanda.com 


Konsep “trinitas”, yaitu Tuhan Maha Esa/Tunggal akan tetapi terdiri dari tiga anggota, namun ketiga anggota tersebut pada hakekatnya hanya satu. Konsep ini ternyata sulit untuk dijelaskan dengan logis oleh kaum Kristen, jangankan orang awam mereka, bahkan para pendeta merekapun sulit untuk menjelaskan konsep ini. Akan tetapi konsep ini tetap terpelihara dalam kaum Kristen karena ditanamkan dalam bentuk doktrin yang harus diimani oleh setiap pengikut Kristen !!!Sungguh tidak ada kaum yang lebih bingung dari kaum Kristen dalam menjelaskan tentang prinsip dasar aqidah mereka. Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :ولهذا قال طائفة من العقلاء: إن عامة مقالات الناس يمكن تصورُها إلا مقالة النصارى، وذلك أن الذين وضعوها لم يتصوروا ما قالوا، بل تكلموا بجهل، وجمعوا في كلامهم بين النقيضين ولهذا قال بعضهم: لو اجتمع عشرة نصارى لتفرقوا عن أحدَ عشرَ قولاً. وقال آخر: لو سألت بعض النصارى وامرأته وابنه عن توحيدهم لقال الرجل قولاً، وامرأته قولاً آخر، وابنه قولاً ثالثاً “Karenanya sekelompok kaum intelektual berkata : Umumnya aqidah-aqidah masyarakat bisa tergambarkan maksudnya kecuali aqidahnya kaum Nashoro. Hal ini disebabkan karena orang-orang yang membuat aqidah ini tidak paham apa yang mereka katakan, akan tetapi mereka berbicara tentang aqidah mereka di atas kebodohan. Mereka telah mengumpulkan dua hal yang kontradiksi dalam pernyataan aqidah mereka. Karenanya sebagian orang berkata : Jika ada 10 orang Nahsoro berkumpul (untuk menggambarkan hakekat aqidah mereka-pen) maka akan muncul 11 pendapat. Ada juga yang berkata : Kalau engkau bertanya kepada sebagian keluarga Nashoro, kau tanyakan kepada istri dan anaknya tentang hakekat tauhid mereka maka sang suami memiliki pendapat, sang istri punya pendapat lain, dan sang anak juga memiliki pendapat yang lain” (Al-Jawaab As-Shahih 2/155)Sungguh benar pernyataan Ibnu Taimiyyah ini, tidak ada seorang kristianipun yang mampu menjelaskan hakekat aqidah trinitas mereka dengan penjelasan yang masuk akal. Padahal yang namanya aqidah adalah keyakinan yang kuat, maka bagaimana mau meyakini sesuatu yang tidak masuk akal untuk dijelaskan. Telah banyak analogi dan teori yang mereka kemukakan akan tetapi tetap saja tidak bisa merubah hakekat 3 pribadi/substansi menjadi 1 Tuhan.Bahkan sebagian mereka mengaku bahwa manusia tidak akan pernah mampu memahami konsep trinitas. Diantara mereka ada yang berkata “Sekali lagi saya tekankan bahwa konsep Trinitas tidak pernah ada di dalam pengetahuan dan pengalaman manusia. Karena tidak pernah ada maka manusia mengalami kesulitan untuk memahami konsep Tritunggal ini” (silahkan lihat komentar di http://saksi-saksi-yehuwa.blogspot.com/2013/03/konsep-trinitas-mengapa-melampaui-akal.html). Ada juga yang berkata “Memang pada akhirnya, Trinitas hanya dapat dipahami dalam kacamata iman, karena ini adalah suatu misteri, meskipun ada banyak hal juga yang dapat kita ketahui dalam misteri tersebut. Manusia dengan pemikiran sendiri memang tidak akan dapat mencapai pemahaman sempurna tentang misteri Trinitas, walaupun misteri itu sudah diwahyukan Allah kepada manusia” (lihat http://katolisitas.org/563/trinitas-satu-tuhan-dalam-tiga-pribadi)Berikut ini analogi-analogi yang diutarakan oleh sebagian kaum Kristen tentang hakekat Trinitas, yang menunjukkan akan kebingungan mereka,Pertama : Yesus dan Ruh Kudus adalah belahan jiwa BapaDiantara perkataan mereka ((Ketika Allah menciptakan bumi, berfirman: Jadilah! Lalu terciptalah  bumi. Bumi adalah “hasil kerja” Allah, dan BUKAN bagian dari Diri Allah, atau bukan “belahan jiwa” Allah.Pendekatannya begini: kalau Anda membuat sebuah tembikar, maka terciptalah tembikar itu yang Anda buat dari bahan “diluar” tubuh Anda, misalnya dari tanah liat dan tembikar itu merupakan “hasil kerja” Anda. Berbeda dengan,  anak (maaf) yang dihasilkan sebuah perkawinan, maka bayi yang dilahirkan adalah “belahan jiwa” atau “belahan sel” pasangan manusia yang menikah (suami-isteri).Ada perbedaan mencolok antara bayi yang “dikeluarkan” oleh seorang ibu dengan tembikar hasil kreasi Anda. Roh Kudus dan juga Yesus bukanlah ciptaan Allah, tetapi “BELAHAN JIWA” Allah sendiri. Oleh karena itu, “tabiat” dan “karakter” Yesus dan Roh Kudus, keduanya identik “karakter” BAPA sebagai sumber Mereka. Itulah sebabnya tidak aneh, ketika Yesus bersabda, bermakna: “Apa yang Ku katakan kepadamu bukan berasal dari Diri-Ku sendiri, melainkan Apa yang Kudengar dari Bapa, itulah yang Kusampaikan kepadamu”.Jadi,…Bapa, Yesus dan Roh Kudus bukanlah tiga allah yang berasal dari tiga galaksi antah berantah yang kebetulan bertemu, salaman, lalu merasa mempunyai satu visi, kemudian bergabung manjadi satu (polytheisme) melainkan SATU ALLAH yang “membelah diri” menjadi tiga bagian besar: Yesus, Roh Kudus dan Bapa sendiri sebagai bagian TERBESAR, baik dalam hal KUASA, OTORITAS (hak untuk memerintah yang didukung kemampuan sempurna) maupun “Volume” (jika memang ukuran volume Roh dianggap ada)….Roh Kudus bukan malaikat, walupun keduanya sama-sama Roh dan roh. Roh Kudus adalah Pencipta, sedangkan malaikat adalah makhluk ciptaan. Ketika Yesus baru saja dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan, maka Roh Kudus membawa Yesus ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Kemudian Yesus berhasil menang melawan pencobaan Iblis, lalu berdatanganlah malaikat-malaikat Tuhan melayani Yesus)) (silahkan lihat : http://thebelovedson.blogspot.com/2011/07/penjelasan-konsep-trinitas-secara.html)    Saya rasa ini adalah analogi yang terburuk dan akan sangat ditolak oleh kaum Kristen. Karena analogi ini sangat jelas dan vulgar menunjukkan bahwa tuhan ada tiga, bahkan ibarat anak yang merupakan belahan jiwa ibu dan ayahnya, atau Hawa yang merupakan belahan jiwa Adam. Tentunya jika seorang ibu melahirkan satu orang anak maka jadilah mereka menjadi dua manusia yang saling berbeda.Kedua : Allah Yang Maha Esa terdiri dari 3 pribadi yang berbedaDiantara perkataan mereka ((Kata “Trinitas” adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan ajaran Kristen bahwa Tuhan adalah satu kesatuan dari tiga pribadi yang berbeda yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Setiap pribadi tersebut berbeda dari yang lain, namun pada dasarnya identik. Dengan kata lain, masing-masing pribadi sepenuhnya ilahi, tetapi masing-masing bukanlah totalitas dari masing-masing pribadi dalam Trinitas. Bapa bukanlah pribadi yang sama dengan Putra dan juga bukan pribadi yang sama seperti Roh Kudus. Dalam peristiwa pembaptisan Yesus, ketiga pribadi yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus menunjukkan keberadaannya yang terpisah satu dengan yang lain. Namun setiap pribadi ilahi tersebut bukanlah tiga Allah, melainkan satu Allah…))((kita melihat bahwa Bapa telah mengutus Anak, tapi ini tidak berarti bahwa Anak tidak sama dengan Bapa dalam esensi dan sifat keilahiannya. Anak adalah sama dengan Bapa dalam keilahian-Nya, tetapi dalam beberapa saat berada lebih rendah dalam inkarnasi-Nya sebagai manusia…)) ((Oleh karena itu, fakta bahwa Anak diutus oleh Bapa, tidak berarti bahwa Dia tidak ilahi lagi. Sama seperti ketika anda menyuruh anak anda untuk membeli roti, bukan berarti anak anda bukanlah manusia seperti anda.Dalam penjelasan diatas memang kita melihat hal lain yang penting tentang Tritunggal yaitu bahwa hal itu bukanlah konsep yang mudah untuk dipahami. Tapi hal tersebut tidak menjadikan keraguan dari kebenaran konsep tersebut)) (silahkan lihat https://www.facebook.com/christian.answers.ind/posts/382582578496527)Demikan juga diantara perkataan mereka ((Dengan prinsip yang sama, maka di dalam Trinitas, substansi/hakekat yang ada adalah satu, yaitu Tuhan, sedangkan di dalam kesatuan tersebut terdapat tiga Pribadi: ada tiga ‘Aku’, yaitu Bapa. Putera dan Roh Kudus. Tiga pribadi manusia tidak dapat menyamai makna Trinitas, karena di dalam tiga orang manusia, terdapat tiga “kejadian”/ ‘instances‘ kodrat manusia; sedangkan di dalam tiga Pribadi ilahi, terdapat hanya satu kodrat Allah, yang identik dengan ketiga Pribadi tersebut.  Dengan demikian,  ketiga Pribadi Allah mempunyai kesamaan hakekat Allah yang sempurna, sehingga ketiganya membentuk kesatuan yang sempurna. Yang membedakan Pribadi yang satu dengan yang lainnya hanyalah terletak dalam hal hubungan timbal balik antara ketiganya)) (lihat http://katolisitas.org/563/trinitas-satu-tuhan-dalam-tiga-pribadi)    Analogi ini pun gagal  untuk menjelaskan konsep trinitas yang logis. Karena dalam analogi ini adanya pengakuan bahwa yesus berbeda dengan Bapa, dan Ruhul Kudus juga berbeda dengan Bapa. Kesamaan tiga pribadi ini dari sisi ketuhanan, adapun dari sisi hakekat maka berbeda, karena yesus ada unsur/kodrat manusianya yang jelas berbeda dengan unsur Bapa.Ketiga : Trinitas ibarat tiga unsur yang membentuk satu kesatuan, ibarat matahari, atau air, atau rokok(1) Trinitas itu seperti matahariMatahari mempunyai tiga bagian yg tidak terpisahkan. Ada mataharinya sendiri, ada panasnya, dan ada sinarnya, tapi semuanya satu membentuk matahari. Seperti itulah gambaran Trinitas itu. Benarkah? Kita lihat : Dalam Trinitas, Tuhan Bapa adalah Tuhan, Yesus adalah Tuhan, roh kudus adalah Tuhan. Dalam analogi itu, matahari memang adalah matahari, tapi apakah panasnya juga bisa disebut matahari, dan apakah sinarnya juga bisa disebut matahari? Tidak. Analogi ini tidak bisa menjelaskan sama sekali tentang Trinitas.(2) Trinitas itu seperti rokokRokok mempunyai tiga unsur, rokoknya sendiri, apinya, dan asapnya. Ketiganya adalah unsur yg tidak dapat dipisahkan dalam sebuah rokok. Seperti itulah gambaran Trinitas. Benarkah? Kita lihat : jika Tuhan Bapa, Yesus, dan roh kudus semuanya adalah disebut Tuhan, dalam analogi itu rokoknya sendiri memang disebut rokok, tapi apakah apinya bisa disebut rokok? Apakah asapnya bisa disebut rokok? Tidak. Analogi inipun sama sekali juga salah dan tidak dapat dipakai untuk menjelaskan Trinitas.(3) Trinitas itu seperti airAir adalah suatu unsur yg dapat mempunyai tiga wujud yaitu : padat, cair, dan gas. Ada es, air, dan uap. Kita harus ingat bahwa komponen air dalam wujud apapun adalah tetap sama yaitu H2O. Dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. Unsur pokoknya sama, hanya bentuknya saja yg berubah. Seperti itulah gambaran Trinitas. Analogi ini tampaknya adalah analogi terbaik yang dapat diberikan untuk menjelaskan Trinitas secara logis, dan sepintas memang tampak dapat menjelaskan tentang Trinitas itu. Akan tetapi kalau kita pikirkan lagi, ternyata analogi inipun juga tidak dapat menjelaskan Trinitas dengan baik. Mereka mengatakan bahwa bentuk air bisa berubah, tapi unsurnya tetap sama, yaitu H2O. Bagaimana dengan Trinitas? Apakah juga berubah bentuk dari unsur yg sama? Tuhan dan roh kudus berbentuk roh (dalam kepercayaan Kristen), dan makhluk hidup (manusia/Yesus) terdiri dari daging dan tulang, dimana manusia juga butuh makanan untuk hidup, jadi mereka tidak sama. Unsur mereka berbeda, jika air dalam bentuk berbeda tetap mempunyai unsur yg sama, yaitu H2O, maka Trinitas dalam bentuk yg berbeda adalah memang terdiri dari unsur yg berbeda. Jadi mereka tidak sama, mereka berbeda. (silahkan lihat pembahasan ini di http://insanberpijar.blogspot.com/2012/08/trinitas-tidak-ada-di-alkitab-tapi.html)    Apapun analogi yang diutarakan oleh umat kristiani tidak akan bisa menjelaskan dengan logis konsep trinitas. Semua analogi terpaksa menetapkan adanya tiga pribadi yang saling berbeda namun selalu berusaha dianggap satu dari satu sudut pandang. Yesus meskipun manusia tapi dari sudut pandang lain merupakan tuhan. (bersambung)Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 28-12-1434 H / 02-11-2013 MAbu Abdil Muhsin Firandawww.firanda.com 

Menuntut Hak pada Pemimpin

Kita lihat belakangan ini bagaimana banyak buruh yang menuntut hak pada pemerintah, karena kekurangan pemerintah dalam menunaikan hak mereka. Apakah karena sebab hak kita tidak diberikan membuat kita tidak perlu taat pada pemimpin? Bagaimana tuntunan Islam dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai hal ini? Berikut hadits yang bisa kita perhatikan. عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَائِلٍ الْحَضْرَمِىِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَأَلَ سَلَمَةُ بْنُ يَزِيدَ الْجُعْفِىُّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا نَبِىَّ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ قَامَتْ عَلَيْنَا أُمَرَاءُ يَسْأَلُونَا حَقَّهُمْ وَيَمْنَعُونَا حَقَّنَا فَمَا تَأْمُرُنَا فَأَعْرَضَ عَنْهُ ثُمَّ سَأَلَهُ فَأَعْرَضَ عَنْهُ ثُمَّ سَأَلَهُ فِى الثَّانِيَةِ أَوْ فِى الثَّالِثَةِ فَجَذَبَهُ الأَشْعَثُ بْنُ قَيْسٍ وَقَالَ « اسْمَعُوا وَأَطِيعُوا فَإِنَّمَا عَلَيْهِمْ مَا حُمِّلُوا وَعَلَيْكُمْ مَا حُمِّلْتُمْ » Dari ‘Alqomah bin Wail Al Hadhromi, dari ayahnya, ia berkata, Salamah bin Yazid Al Ju’fiy bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Nabi Allah, bagaimana pendapatmu jika ada pemimpin yang bisa menuntut hak mereka dan ia tidak menunaikan hak kami. Apa yang engkau perintahkan pada kami?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpaling darinya, lalu Salamah bertanya lagi untuk yang kedua kalinya atau ketiga kalinya sehingga Al Asy’ats bin Qois menarik Salamah, kemudian Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Patuh dan taatlah pada pemimpin kalian. Mereka akan mendapat dosa jika mereka tidak memenuhi hak kalian. Sedangkan kalian tetap jalankan kewajiban kalian (untuk taat dan patuh pada pemimpin, -pen).” (HR. Muslim no. 1846). Beberapa faedah dari hadits di atas: 1- Tetap wajib taat pada pemimpin walau ia kurang dalam menunaikan hak kita. Ketaatan ini tetap dilakukan agar tidak mendaptkan mudhorot yang lebih besar. 2- Setiap pemimpin yang tidak menjalankan kepemimpinannya dengan benar akan dimintai pertanggungjawaban dari perbuatannya dan akan disiksa karena kelalaian yang ia lakukan. 3- Kurangnya pemimpin dalam menunaikan hak kita bukan berarti dibalas dengan kita tidak menunaikan kewajiban. Karena kesalahan tidaklah dibalas dengan kesalahan. Hanya Allah yang memberi taufik. — Referensi: Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhis Sholihin, Syaikh Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilali, terbitan Dar Ibnil Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H, 1: 659-660. — Akhukum fillah, Muhammad Abduh Tuasikal (Rumaysho.Com) Diselesaikan di Jayapura, Papua di rumah tercinta, 29 Dzulhijjah 1434 H Tagsaqidah iman pemimpin

Menuntut Hak pada Pemimpin

Kita lihat belakangan ini bagaimana banyak buruh yang menuntut hak pada pemerintah, karena kekurangan pemerintah dalam menunaikan hak mereka. Apakah karena sebab hak kita tidak diberikan membuat kita tidak perlu taat pada pemimpin? Bagaimana tuntunan Islam dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai hal ini? Berikut hadits yang bisa kita perhatikan. عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَائِلٍ الْحَضْرَمِىِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَأَلَ سَلَمَةُ بْنُ يَزِيدَ الْجُعْفِىُّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا نَبِىَّ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ قَامَتْ عَلَيْنَا أُمَرَاءُ يَسْأَلُونَا حَقَّهُمْ وَيَمْنَعُونَا حَقَّنَا فَمَا تَأْمُرُنَا فَأَعْرَضَ عَنْهُ ثُمَّ سَأَلَهُ فَأَعْرَضَ عَنْهُ ثُمَّ سَأَلَهُ فِى الثَّانِيَةِ أَوْ فِى الثَّالِثَةِ فَجَذَبَهُ الأَشْعَثُ بْنُ قَيْسٍ وَقَالَ « اسْمَعُوا وَأَطِيعُوا فَإِنَّمَا عَلَيْهِمْ مَا حُمِّلُوا وَعَلَيْكُمْ مَا حُمِّلْتُمْ » Dari ‘Alqomah bin Wail Al Hadhromi, dari ayahnya, ia berkata, Salamah bin Yazid Al Ju’fiy bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Nabi Allah, bagaimana pendapatmu jika ada pemimpin yang bisa menuntut hak mereka dan ia tidak menunaikan hak kami. Apa yang engkau perintahkan pada kami?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpaling darinya, lalu Salamah bertanya lagi untuk yang kedua kalinya atau ketiga kalinya sehingga Al Asy’ats bin Qois menarik Salamah, kemudian Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Patuh dan taatlah pada pemimpin kalian. Mereka akan mendapat dosa jika mereka tidak memenuhi hak kalian. Sedangkan kalian tetap jalankan kewajiban kalian (untuk taat dan patuh pada pemimpin, -pen).” (HR. Muslim no. 1846). Beberapa faedah dari hadits di atas: 1- Tetap wajib taat pada pemimpin walau ia kurang dalam menunaikan hak kita. Ketaatan ini tetap dilakukan agar tidak mendaptkan mudhorot yang lebih besar. 2- Setiap pemimpin yang tidak menjalankan kepemimpinannya dengan benar akan dimintai pertanggungjawaban dari perbuatannya dan akan disiksa karena kelalaian yang ia lakukan. 3- Kurangnya pemimpin dalam menunaikan hak kita bukan berarti dibalas dengan kita tidak menunaikan kewajiban. Karena kesalahan tidaklah dibalas dengan kesalahan. Hanya Allah yang memberi taufik. — Referensi: Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhis Sholihin, Syaikh Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilali, terbitan Dar Ibnil Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H, 1: 659-660. — Akhukum fillah, Muhammad Abduh Tuasikal (Rumaysho.Com) Diselesaikan di Jayapura, Papua di rumah tercinta, 29 Dzulhijjah 1434 H Tagsaqidah iman pemimpin
Kita lihat belakangan ini bagaimana banyak buruh yang menuntut hak pada pemerintah, karena kekurangan pemerintah dalam menunaikan hak mereka. Apakah karena sebab hak kita tidak diberikan membuat kita tidak perlu taat pada pemimpin? Bagaimana tuntunan Islam dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai hal ini? Berikut hadits yang bisa kita perhatikan. عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَائِلٍ الْحَضْرَمِىِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَأَلَ سَلَمَةُ بْنُ يَزِيدَ الْجُعْفِىُّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا نَبِىَّ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ قَامَتْ عَلَيْنَا أُمَرَاءُ يَسْأَلُونَا حَقَّهُمْ وَيَمْنَعُونَا حَقَّنَا فَمَا تَأْمُرُنَا فَأَعْرَضَ عَنْهُ ثُمَّ سَأَلَهُ فَأَعْرَضَ عَنْهُ ثُمَّ سَأَلَهُ فِى الثَّانِيَةِ أَوْ فِى الثَّالِثَةِ فَجَذَبَهُ الأَشْعَثُ بْنُ قَيْسٍ وَقَالَ « اسْمَعُوا وَأَطِيعُوا فَإِنَّمَا عَلَيْهِمْ مَا حُمِّلُوا وَعَلَيْكُمْ مَا حُمِّلْتُمْ » Dari ‘Alqomah bin Wail Al Hadhromi, dari ayahnya, ia berkata, Salamah bin Yazid Al Ju’fiy bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Nabi Allah, bagaimana pendapatmu jika ada pemimpin yang bisa menuntut hak mereka dan ia tidak menunaikan hak kami. Apa yang engkau perintahkan pada kami?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpaling darinya, lalu Salamah bertanya lagi untuk yang kedua kalinya atau ketiga kalinya sehingga Al Asy’ats bin Qois menarik Salamah, kemudian Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Patuh dan taatlah pada pemimpin kalian. Mereka akan mendapat dosa jika mereka tidak memenuhi hak kalian. Sedangkan kalian tetap jalankan kewajiban kalian (untuk taat dan patuh pada pemimpin, -pen).” (HR. Muslim no. 1846). Beberapa faedah dari hadits di atas: 1- Tetap wajib taat pada pemimpin walau ia kurang dalam menunaikan hak kita. Ketaatan ini tetap dilakukan agar tidak mendaptkan mudhorot yang lebih besar. 2- Setiap pemimpin yang tidak menjalankan kepemimpinannya dengan benar akan dimintai pertanggungjawaban dari perbuatannya dan akan disiksa karena kelalaian yang ia lakukan. 3- Kurangnya pemimpin dalam menunaikan hak kita bukan berarti dibalas dengan kita tidak menunaikan kewajiban. Karena kesalahan tidaklah dibalas dengan kesalahan. Hanya Allah yang memberi taufik. — Referensi: Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhis Sholihin, Syaikh Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilali, terbitan Dar Ibnil Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H, 1: 659-660. — Akhukum fillah, Muhammad Abduh Tuasikal (Rumaysho.Com) Diselesaikan di Jayapura, Papua di rumah tercinta, 29 Dzulhijjah 1434 H Tagsaqidah iman pemimpin


Kita lihat belakangan ini bagaimana banyak buruh yang menuntut hak pada pemerintah, karena kekurangan pemerintah dalam menunaikan hak mereka. Apakah karena sebab hak kita tidak diberikan membuat kita tidak perlu taat pada pemimpin? Bagaimana tuntunan Islam dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai hal ini? Berikut hadits yang bisa kita perhatikan. عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَائِلٍ الْحَضْرَمِىِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَأَلَ سَلَمَةُ بْنُ يَزِيدَ الْجُعْفِىُّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا نَبِىَّ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ قَامَتْ عَلَيْنَا أُمَرَاءُ يَسْأَلُونَا حَقَّهُمْ وَيَمْنَعُونَا حَقَّنَا فَمَا تَأْمُرُنَا فَأَعْرَضَ عَنْهُ ثُمَّ سَأَلَهُ فَأَعْرَضَ عَنْهُ ثُمَّ سَأَلَهُ فِى الثَّانِيَةِ أَوْ فِى الثَّالِثَةِ فَجَذَبَهُ الأَشْعَثُ بْنُ قَيْسٍ وَقَالَ « اسْمَعُوا وَأَطِيعُوا فَإِنَّمَا عَلَيْهِمْ مَا حُمِّلُوا وَعَلَيْكُمْ مَا حُمِّلْتُمْ » Dari ‘Alqomah bin Wail Al Hadhromi, dari ayahnya, ia berkata, Salamah bin Yazid Al Ju’fiy bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Nabi Allah, bagaimana pendapatmu jika ada pemimpin yang bisa menuntut hak mereka dan ia tidak menunaikan hak kami. Apa yang engkau perintahkan pada kami?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpaling darinya, lalu Salamah bertanya lagi untuk yang kedua kalinya atau ketiga kalinya sehingga Al Asy’ats bin Qois menarik Salamah, kemudian Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Patuh dan taatlah pada pemimpin kalian. Mereka akan mendapat dosa jika mereka tidak memenuhi hak kalian. Sedangkan kalian tetap jalankan kewajiban kalian (untuk taat dan patuh pada pemimpin, -pen).” (HR. Muslim no. 1846). Beberapa faedah dari hadits di atas: 1- Tetap wajib taat pada pemimpin walau ia kurang dalam menunaikan hak kita. Ketaatan ini tetap dilakukan agar tidak mendaptkan mudhorot yang lebih besar. 2- Setiap pemimpin yang tidak menjalankan kepemimpinannya dengan benar akan dimintai pertanggungjawaban dari perbuatannya dan akan disiksa karena kelalaian yang ia lakukan. 3- Kurangnya pemimpin dalam menunaikan hak kita bukan berarti dibalas dengan kita tidak menunaikan kewajiban. Karena kesalahan tidaklah dibalas dengan kesalahan. Hanya Allah yang memberi taufik. — Referensi: Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhis Sholihin, Syaikh Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilali, terbitan Dar Ibnil Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H, 1: 659-660. — Akhukum fillah, Muhammad Abduh Tuasikal (Rumaysho.Com) Diselesaikan di Jayapura, Papua di rumah tercinta, 29 Dzulhijjah 1434 H Tagsaqidah iman pemimpin

Tidak Taat Pemimpin, Akibatnya Mati Jahiliyah

Setiap muslim diperintahkan untuk taat pemimpin. Siapa saja yang tidak mentaati pemimpinnya, maka ia dikatakan mati dalam keadaan mati jahiliyah. Apa yang dimaksud mati jahiliyah? Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, (( مَنْ خَلَعَ يَداً مِنْ طَاعَةٍ لَقِيَ اللهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ حُجَّةَ لَهُ ، وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ في عُنُقِهِ بَيْعَةٌ ، مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً )) رواه مسلم . وفي رواية لَهُ : (( وَمَنْ مَاتَ وَهُوَ مُفَارِقٌ لِلجَمَاعَةِ ، فَإنَّهُ يَمُوتُ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً )) . “Barangsiapa melepaskan tangan dari ketaatan pada penguasa, maka ia akan bertemu dengan Allah pada hari kiamat dalam ia tidak punya argumen apa-apa untuk membelanya. Barangsiapa yang mati dan di lehernya tidak ada bai’at, maka ia mati seperti keadaan orang jahiliyah” (HR. Muslim no. 1851). Dalam riwayat lain dari Imam Muslim disebutkan, “Siapa yang mati dan ia berpisah dari jama’ah, maka ia mati dalam keadaan mati jahiliyah.” Pengertian Hadits Yang dimaksud melepaskan tangan dari ketaatan adalah tidak mau taat pada pemimpin padahal ketaatan tersebut bukan dalam perkara maksiat, lalu ia enggan berbaiat pada pemimpin. Yang dimaksud tanpa argumen yang membelanya adalah tidak ada uzur (alasan) ketika ia membatalkan janjinya untuk taat. Sedangkan kalimat tidak ada baiat di lehernya adalah tidak mau berbai’at, yaitu mengikat janji setia untuk taat pada pemimpin. Mati jahiliyah yang dimaksud adalah mati dalam keadaan sesat dan salah jalan sebagaimana keadaan orang-orang jahiliyah karena dahulu mereka tidak mau taat pada pemimpin bahkan mereka menilai ‘aib jika mesti taat seperti itu. Namun bukanlah yang dimaksud mati jahiliyah adalah mati kafir sebagaimana sangkaan sebagian golongan yang keliru dan salah paham. Adapun yang dimaksud berpisah dari jama’ah adalah menyelisihi kaum muslimin dalam bai’at serta tidak mau patuh dan taat kepada pemimpin yang ada. Faedah Hadits 1- Wajib mentaati jama’ah atau penguasa yang sah dan wajib berbai’at pada mereka. Dan jama’ah yang dimaksud di sini bukanlah kelompok, golongan, atau kumpulan orang tertentu tetapi yang dimaksud adalah yang punya kuasa dan punya wilayah yang sah. Sehingga jika di negara NKRI, taat pada jama’ah berarti taat pada pimpinan negara selama bukan dalam hal maksiat. 2- Siapa yang enggan taat pada penguasa dengan membatalkan janji setianya untuk taat (baca: bai’at), maka ia berarti telah terjerumus dalam dosa besar dan telah serupa dengan kelakuan orang Jahiliyah. 3- Hendaknya setiap umat memiliki pemimpin yang urusan agama diatur oleh mereka. 4- Mati jahiliyah bukan berarti mati kafir tetapi mati dalam keadaan tidak taat pada pemimpin. Sehingga orang-orang yang enggan taat pada pemimpin atau penguasa yang mengatur maslahat mereka, maka ia pantas menyandang sifat ini. Semoga Allah menganugerahkan kepada kita pemimpin yang jujur dan adil, yang mampu menyejahterakan rakyat. Moga kita pun dikarunia oleh Allah sebagai hamba yang taat pada Allah, Rasul-Nya dan ulil amri kaum muslimin. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.   Referensi: Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhis Sholihin, Syaikh Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilali, terbitan Dar Ibnil Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H, 1: 655. — Dilengkapi di Jayapura, Papua di rumah tercinta, 27 Dzulhijjah 1434 H Akhukum fillah: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Ikuti status kami dengan memfollow FB Muhammad Abduh Tuasikal, Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat, Twitter @RumayshoCom, Instagram RumayshoCom   Tagsaqidah iman jahiliyah pemimpin ulil amri

Tidak Taat Pemimpin, Akibatnya Mati Jahiliyah

Setiap muslim diperintahkan untuk taat pemimpin. Siapa saja yang tidak mentaati pemimpinnya, maka ia dikatakan mati dalam keadaan mati jahiliyah. Apa yang dimaksud mati jahiliyah? Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, (( مَنْ خَلَعَ يَداً مِنْ طَاعَةٍ لَقِيَ اللهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ حُجَّةَ لَهُ ، وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ في عُنُقِهِ بَيْعَةٌ ، مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً )) رواه مسلم . وفي رواية لَهُ : (( وَمَنْ مَاتَ وَهُوَ مُفَارِقٌ لِلجَمَاعَةِ ، فَإنَّهُ يَمُوتُ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً )) . “Barangsiapa melepaskan tangan dari ketaatan pada penguasa, maka ia akan bertemu dengan Allah pada hari kiamat dalam ia tidak punya argumen apa-apa untuk membelanya. Barangsiapa yang mati dan di lehernya tidak ada bai’at, maka ia mati seperti keadaan orang jahiliyah” (HR. Muslim no. 1851). Dalam riwayat lain dari Imam Muslim disebutkan, “Siapa yang mati dan ia berpisah dari jama’ah, maka ia mati dalam keadaan mati jahiliyah.” Pengertian Hadits Yang dimaksud melepaskan tangan dari ketaatan adalah tidak mau taat pada pemimpin padahal ketaatan tersebut bukan dalam perkara maksiat, lalu ia enggan berbaiat pada pemimpin. Yang dimaksud tanpa argumen yang membelanya adalah tidak ada uzur (alasan) ketika ia membatalkan janjinya untuk taat. Sedangkan kalimat tidak ada baiat di lehernya adalah tidak mau berbai’at, yaitu mengikat janji setia untuk taat pada pemimpin. Mati jahiliyah yang dimaksud adalah mati dalam keadaan sesat dan salah jalan sebagaimana keadaan orang-orang jahiliyah karena dahulu mereka tidak mau taat pada pemimpin bahkan mereka menilai ‘aib jika mesti taat seperti itu. Namun bukanlah yang dimaksud mati jahiliyah adalah mati kafir sebagaimana sangkaan sebagian golongan yang keliru dan salah paham. Adapun yang dimaksud berpisah dari jama’ah adalah menyelisihi kaum muslimin dalam bai’at serta tidak mau patuh dan taat kepada pemimpin yang ada. Faedah Hadits 1- Wajib mentaati jama’ah atau penguasa yang sah dan wajib berbai’at pada mereka. Dan jama’ah yang dimaksud di sini bukanlah kelompok, golongan, atau kumpulan orang tertentu tetapi yang dimaksud adalah yang punya kuasa dan punya wilayah yang sah. Sehingga jika di negara NKRI, taat pada jama’ah berarti taat pada pimpinan negara selama bukan dalam hal maksiat. 2- Siapa yang enggan taat pada penguasa dengan membatalkan janji setianya untuk taat (baca: bai’at), maka ia berarti telah terjerumus dalam dosa besar dan telah serupa dengan kelakuan orang Jahiliyah. 3- Hendaknya setiap umat memiliki pemimpin yang urusan agama diatur oleh mereka. 4- Mati jahiliyah bukan berarti mati kafir tetapi mati dalam keadaan tidak taat pada pemimpin. Sehingga orang-orang yang enggan taat pada pemimpin atau penguasa yang mengatur maslahat mereka, maka ia pantas menyandang sifat ini. Semoga Allah menganugerahkan kepada kita pemimpin yang jujur dan adil, yang mampu menyejahterakan rakyat. Moga kita pun dikarunia oleh Allah sebagai hamba yang taat pada Allah, Rasul-Nya dan ulil amri kaum muslimin. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.   Referensi: Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhis Sholihin, Syaikh Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilali, terbitan Dar Ibnil Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H, 1: 655. — Dilengkapi di Jayapura, Papua di rumah tercinta, 27 Dzulhijjah 1434 H Akhukum fillah: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Ikuti status kami dengan memfollow FB Muhammad Abduh Tuasikal, Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat, Twitter @RumayshoCom, Instagram RumayshoCom   Tagsaqidah iman jahiliyah pemimpin ulil amri
Setiap muslim diperintahkan untuk taat pemimpin. Siapa saja yang tidak mentaati pemimpinnya, maka ia dikatakan mati dalam keadaan mati jahiliyah. Apa yang dimaksud mati jahiliyah? Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, (( مَنْ خَلَعَ يَداً مِنْ طَاعَةٍ لَقِيَ اللهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ حُجَّةَ لَهُ ، وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ في عُنُقِهِ بَيْعَةٌ ، مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً )) رواه مسلم . وفي رواية لَهُ : (( وَمَنْ مَاتَ وَهُوَ مُفَارِقٌ لِلجَمَاعَةِ ، فَإنَّهُ يَمُوتُ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً )) . “Barangsiapa melepaskan tangan dari ketaatan pada penguasa, maka ia akan bertemu dengan Allah pada hari kiamat dalam ia tidak punya argumen apa-apa untuk membelanya. Barangsiapa yang mati dan di lehernya tidak ada bai’at, maka ia mati seperti keadaan orang jahiliyah” (HR. Muslim no. 1851). Dalam riwayat lain dari Imam Muslim disebutkan, “Siapa yang mati dan ia berpisah dari jama’ah, maka ia mati dalam keadaan mati jahiliyah.” Pengertian Hadits Yang dimaksud melepaskan tangan dari ketaatan adalah tidak mau taat pada pemimpin padahal ketaatan tersebut bukan dalam perkara maksiat, lalu ia enggan berbaiat pada pemimpin. Yang dimaksud tanpa argumen yang membelanya adalah tidak ada uzur (alasan) ketika ia membatalkan janjinya untuk taat. Sedangkan kalimat tidak ada baiat di lehernya adalah tidak mau berbai’at, yaitu mengikat janji setia untuk taat pada pemimpin. Mati jahiliyah yang dimaksud adalah mati dalam keadaan sesat dan salah jalan sebagaimana keadaan orang-orang jahiliyah karena dahulu mereka tidak mau taat pada pemimpin bahkan mereka menilai ‘aib jika mesti taat seperti itu. Namun bukanlah yang dimaksud mati jahiliyah adalah mati kafir sebagaimana sangkaan sebagian golongan yang keliru dan salah paham. Adapun yang dimaksud berpisah dari jama’ah adalah menyelisihi kaum muslimin dalam bai’at serta tidak mau patuh dan taat kepada pemimpin yang ada. Faedah Hadits 1- Wajib mentaati jama’ah atau penguasa yang sah dan wajib berbai’at pada mereka. Dan jama’ah yang dimaksud di sini bukanlah kelompok, golongan, atau kumpulan orang tertentu tetapi yang dimaksud adalah yang punya kuasa dan punya wilayah yang sah. Sehingga jika di negara NKRI, taat pada jama’ah berarti taat pada pimpinan negara selama bukan dalam hal maksiat. 2- Siapa yang enggan taat pada penguasa dengan membatalkan janji setianya untuk taat (baca: bai’at), maka ia berarti telah terjerumus dalam dosa besar dan telah serupa dengan kelakuan orang Jahiliyah. 3- Hendaknya setiap umat memiliki pemimpin yang urusan agama diatur oleh mereka. 4- Mati jahiliyah bukan berarti mati kafir tetapi mati dalam keadaan tidak taat pada pemimpin. Sehingga orang-orang yang enggan taat pada pemimpin atau penguasa yang mengatur maslahat mereka, maka ia pantas menyandang sifat ini. Semoga Allah menganugerahkan kepada kita pemimpin yang jujur dan adil, yang mampu menyejahterakan rakyat. Moga kita pun dikarunia oleh Allah sebagai hamba yang taat pada Allah, Rasul-Nya dan ulil amri kaum muslimin. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.   Referensi: Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhis Sholihin, Syaikh Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilali, terbitan Dar Ibnil Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H, 1: 655. — Dilengkapi di Jayapura, Papua di rumah tercinta, 27 Dzulhijjah 1434 H Akhukum fillah: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Ikuti status kami dengan memfollow FB Muhammad Abduh Tuasikal, Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat, Twitter @RumayshoCom, Instagram RumayshoCom   Tagsaqidah iman jahiliyah pemimpin ulil amri


Setiap muslim diperintahkan untuk taat pemimpin. Siapa saja yang tidak mentaati pemimpinnya, maka ia dikatakan mati dalam keadaan mati jahiliyah. Apa yang dimaksud mati jahiliyah? Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, (( مَنْ خَلَعَ يَداً مِنْ طَاعَةٍ لَقِيَ اللهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ حُجَّةَ لَهُ ، وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ في عُنُقِهِ بَيْعَةٌ ، مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً )) رواه مسلم . وفي رواية لَهُ : (( وَمَنْ مَاتَ وَهُوَ مُفَارِقٌ لِلجَمَاعَةِ ، فَإنَّهُ يَمُوتُ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً )) . “Barangsiapa melepaskan tangan dari ketaatan pada penguasa, maka ia akan bertemu dengan Allah pada hari kiamat dalam ia tidak punya argumen apa-apa untuk membelanya. Barangsiapa yang mati dan di lehernya tidak ada bai’at, maka ia mati seperti keadaan orang jahiliyah” (HR. Muslim no. 1851). Dalam riwayat lain dari Imam Muslim disebutkan, “Siapa yang mati dan ia berpisah dari jama’ah, maka ia mati dalam keadaan mati jahiliyah.” Pengertian Hadits Yang dimaksud melepaskan tangan dari ketaatan adalah tidak mau taat pada pemimpin padahal ketaatan tersebut bukan dalam perkara maksiat, lalu ia enggan berbaiat pada pemimpin. Yang dimaksud tanpa argumen yang membelanya adalah tidak ada uzur (alasan) ketika ia membatalkan janjinya untuk taat. Sedangkan kalimat tidak ada baiat di lehernya adalah tidak mau berbai’at, yaitu mengikat janji setia untuk taat pada pemimpin. Mati jahiliyah yang dimaksud adalah mati dalam keadaan sesat dan salah jalan sebagaimana keadaan orang-orang jahiliyah karena dahulu mereka tidak mau taat pada pemimpin bahkan mereka menilai ‘aib jika mesti taat seperti itu. Namun bukanlah yang dimaksud mati jahiliyah adalah mati kafir sebagaimana sangkaan sebagian golongan yang keliru dan salah paham. Adapun yang dimaksud berpisah dari jama’ah adalah menyelisihi kaum muslimin dalam bai’at serta tidak mau patuh dan taat kepada pemimpin yang ada. Faedah Hadits 1- Wajib mentaati jama’ah atau penguasa yang sah dan wajib berbai’at pada mereka. Dan jama’ah yang dimaksud di sini bukanlah kelompok, golongan, atau kumpulan orang tertentu tetapi yang dimaksud adalah yang punya kuasa dan punya wilayah yang sah. Sehingga jika di negara NKRI, taat pada jama’ah berarti taat pada pimpinan negara selama bukan dalam hal maksiat. 2- Siapa yang enggan taat pada penguasa dengan membatalkan janji setianya untuk taat (baca: bai’at), maka ia berarti telah terjerumus dalam dosa besar dan telah serupa dengan kelakuan orang Jahiliyah. 3- Hendaknya setiap umat memiliki pemimpin yang urusan agama diatur oleh mereka. 4- Mati jahiliyah bukan berarti mati kafir tetapi mati dalam keadaan tidak taat pada pemimpin. Sehingga orang-orang yang enggan taat pada pemimpin atau penguasa yang mengatur maslahat mereka, maka ia pantas menyandang sifat ini. Semoga Allah menganugerahkan kepada kita pemimpin yang jujur dan adil, yang mampu menyejahterakan rakyat. Moga kita pun dikarunia oleh Allah sebagai hamba yang taat pada Allah, Rasul-Nya dan ulil amri kaum muslimin. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.   Referensi: Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhis Sholihin, Syaikh Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilali, terbitan Dar Ibnil Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H, 1: 655. — Dilengkapi di Jayapura, Papua di rumah tercinta, 27 Dzulhijjah 1434 H Akhukum fillah: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Ikuti status kami dengan memfollow FB Muhammad Abduh Tuasikal, Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat, Twitter @RumayshoCom, Instagram RumayshoCom   Tagsaqidah iman jahiliyah pemimpin ulil amri
Prev     Next