Azab bagi LGBT di Masa Nabi Luth (2)

Bagaimanakah kelakukan Nabi Luth? Mereka ingin melakukan tindakan homoseksual walaupun terhadap tamu yang mulia dari Nabi Luth yang sebenarnya adalah para malaikat yang berwujud laki-laki tampan. Lihat kisahnya berikut.   Malaikat pun berkata pada Ibrahim ketika Ibrahim berdialog dengan mereka, يَا إِبْرَاهِيمُ أَعْرِضْ عَنْ هَذَا إِنَّهُ قَدْ جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ وَإِنَّهُمْ آَتِيهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُودٍ “Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.” (QS. Huud: 76). Maksudnya, walau Nabi Ibrahim berdo’a dan berjidal (berdebat) tetap saja azab akan turun menimpa kaum Luth. (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230)   Pelajaran: Kalau azab Allah sudah ditetapkan turun karena kekufuran atau kemaksiatan, sulit ada yang bisa mencegahnya.   Ketika utusan malaikat tersebut mendatangi Nabi Luth ‘alaihis salam dan saat itu ia berada di rumahnya, وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ “Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit.” (QS. Huud: 77). Malaikat mendatangi Nabi Luth dalam bentuk laki-laki. Luth merasa susah dan sempit hatinya karena kedatangan para malaikat. Karena ia khawatir dengan keadaan kaumnya yang masih punya perilaku suka sesame jenis, dan laki-laki tidak menyukai wanita. Luth pun menyatakan bahwa hari tersebut adalah hari yang amat sulit di mana ia khawatir kaumnya malah akan bercinta dengan tamunya tersebut (suka dengan tamu yang sesama jenis). (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230) Dijelaskan dalam kitab tafsir bahwa malaikat tersebut datang dalam bentuk seorang pemuda yang sangat tampan dan sempurna. Itulah yang membuat Luth khawatir pada kaumnya. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 403) Luth takut karena ia tahu keadaan kaumnya yang masih hobi melakukan hubungan dengan sesama jenis. وَجَاءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِنْ قَبْلُ كَانُوا يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ قَالَ يَا قَوْمِ هَؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِي ضَيْفِي أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ “Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: “Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?” (QS. Huud: 78) Kaum Luth ternyata tetap datang menghampiri tamu Nabi Luth dengan tergesa-gesa. Karena memang mereka punya kesukaan yang jelek sejak dahulu, yaitu sama sekali tak suka dengan perempuan. Luth lantas mencegah kaumnya dengan mengatakan bahwa ini wanita dari kaum Luth, nikahilah mereka. Wanita-wanita itu lebih baik (lebih suci) daripada melakukan tindakan fahisyah (homoseksual). Mereka pun takut dari siksa Allah. (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230)   Pelajaran: Dalam ayat disebutkan bahwa Luth menawarkan puteri-puterinya. Yang dimaksudkan adalah kaumnya yang wanita, bukan maksudnya puteri kandungnya. Karena seorang nabi dapat dianggap sebagai orang tua bagi kaumnya. Mujahid berkata, “Yang dikatakan Nabi Luth bukanlah puteri-puterinya, namun yang dimaksud adalah para wanita dari kaumnya. Karena setiap Nabi adalah bapak dari umatnya.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 462). Karena Allah menyatakan pula dalam ayat lainnya, النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ “Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka.” (QS. Al-Ahzab: 6). Berarti seorang nabi adalah bapak bagi dari kaumnya berdasarkan ayat ini.   Pelajaran: Adapun Luth menunjukkan wanita dan menilainya lebih baik atau lebih suci, maksudnya wanita-wanita tersebut lebih manfaat di dunia dan akhirat. Sebagaimana Allah nyatakan pada ayat yang lain, أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ ، وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ “Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Asy-Syu’ara’: 165-166) (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 461)   Pelajaran: Rojulun rosyid yang dimaksud dalam ayat adalah orang yang bisa mendakwahi dengan mengajak pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran. (Tafsir Al-Jalalain, hlm. 239) Berarti penyimpangan seksual (lewat praktik homo) perlu diingatkan, bukan dibiarkan dan dibela seperti yang dilakukan oleh kaum Liberal saat ini.   Luth pun menyatakan, jangan buat ia malu karena tindakan kaumnya pada tamunya. Beliau katakan bahwa bukankah di tengah-tengah kaumnya masih mungkin ada orang yang lurus yang melarang dari tindakan keji (homoseksual). (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230) Ternyata jawaban kaumnya, قَالُوا لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِي بَنَاتِكَ مِنْ حَقٍّ وَإِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيدُ “Mereka menjawab: “Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki.” (QS. Huud: 79). Artinya, kaumnya tidak punya rasa (syahwat) sama sekali dengan wanita, yang mereka inginkan adalah sesama jenis yaitu sesama laki-laki. Nabi Luth berkata, قَالَ لَوْ أَنَّ لِي بِكُمْ قُوَّةً أَوْ آَوِي إِلَى رُكْنٍ شَدِيدٍ “Luth berkata: “Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolak kalian) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga (qabilah) yang kuat (tentu aku lakukan).” (QS. Huud: 80). Maksudnya, Nabi Luth berangan-angan andai saja ia punya kekuatan untuk menghalangi kaumnya atau memiliki keluarga (qabilah) untuk menghalangi kaumnya agar tidak mengganggu tamunya dengan tindakan fahisyah (homo). (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230)   Pelajaran: Untuk menghalangi kaumnya tersebut, Luth menyebutkan sebab manusiawi. Namun, Nabi Luth tetap bersandar pada sebab terbesar yaitu Allah Ta’ala. Karena tidak ada yang dapat menghalangi kekuatan dari Allah. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 404) Ini menunjukkan pentingnya bersandar pada Allah ketika menghadapi kesulitan, termasuk juga kesulitan dalam dakwah.   Masih bersambung insya Allah pada kisah yang berujung pada siksa yang menimpa kaum Luth.   Referensi: Al-Mukhtashar fii At-Tafsir. Penerbit Markaz At-Tafsir li Ad-Dirasat Al-Qur’an. Tafsir Al-Jalalain. Cetakan kedua, tahun 1422 H. Jalaluddin Al-Mahalli dan Jalaluddin As-Suyuthi. Penerbit Darus Salam. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Muassasah Ar-Risalah.   — Selesai disusun di pagi hari @ Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 1 Jumadal Ula 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual

Azab bagi LGBT di Masa Nabi Luth (2)

Bagaimanakah kelakukan Nabi Luth? Mereka ingin melakukan tindakan homoseksual walaupun terhadap tamu yang mulia dari Nabi Luth yang sebenarnya adalah para malaikat yang berwujud laki-laki tampan. Lihat kisahnya berikut.   Malaikat pun berkata pada Ibrahim ketika Ibrahim berdialog dengan mereka, يَا إِبْرَاهِيمُ أَعْرِضْ عَنْ هَذَا إِنَّهُ قَدْ جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ وَإِنَّهُمْ آَتِيهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُودٍ “Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.” (QS. Huud: 76). Maksudnya, walau Nabi Ibrahim berdo’a dan berjidal (berdebat) tetap saja azab akan turun menimpa kaum Luth. (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230)   Pelajaran: Kalau azab Allah sudah ditetapkan turun karena kekufuran atau kemaksiatan, sulit ada yang bisa mencegahnya.   Ketika utusan malaikat tersebut mendatangi Nabi Luth ‘alaihis salam dan saat itu ia berada di rumahnya, وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ “Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit.” (QS. Huud: 77). Malaikat mendatangi Nabi Luth dalam bentuk laki-laki. Luth merasa susah dan sempit hatinya karena kedatangan para malaikat. Karena ia khawatir dengan keadaan kaumnya yang masih punya perilaku suka sesame jenis, dan laki-laki tidak menyukai wanita. Luth pun menyatakan bahwa hari tersebut adalah hari yang amat sulit di mana ia khawatir kaumnya malah akan bercinta dengan tamunya tersebut (suka dengan tamu yang sesama jenis). (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230) Dijelaskan dalam kitab tafsir bahwa malaikat tersebut datang dalam bentuk seorang pemuda yang sangat tampan dan sempurna. Itulah yang membuat Luth khawatir pada kaumnya. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 403) Luth takut karena ia tahu keadaan kaumnya yang masih hobi melakukan hubungan dengan sesama jenis. وَجَاءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِنْ قَبْلُ كَانُوا يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ قَالَ يَا قَوْمِ هَؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِي ضَيْفِي أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ “Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: “Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?” (QS. Huud: 78) Kaum Luth ternyata tetap datang menghampiri tamu Nabi Luth dengan tergesa-gesa. Karena memang mereka punya kesukaan yang jelek sejak dahulu, yaitu sama sekali tak suka dengan perempuan. Luth lantas mencegah kaumnya dengan mengatakan bahwa ini wanita dari kaum Luth, nikahilah mereka. Wanita-wanita itu lebih baik (lebih suci) daripada melakukan tindakan fahisyah (homoseksual). Mereka pun takut dari siksa Allah. (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230)   Pelajaran: Dalam ayat disebutkan bahwa Luth menawarkan puteri-puterinya. Yang dimaksudkan adalah kaumnya yang wanita, bukan maksudnya puteri kandungnya. Karena seorang nabi dapat dianggap sebagai orang tua bagi kaumnya. Mujahid berkata, “Yang dikatakan Nabi Luth bukanlah puteri-puterinya, namun yang dimaksud adalah para wanita dari kaumnya. Karena setiap Nabi adalah bapak dari umatnya.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 462). Karena Allah menyatakan pula dalam ayat lainnya, النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ “Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka.” (QS. Al-Ahzab: 6). Berarti seorang nabi adalah bapak bagi dari kaumnya berdasarkan ayat ini.   Pelajaran: Adapun Luth menunjukkan wanita dan menilainya lebih baik atau lebih suci, maksudnya wanita-wanita tersebut lebih manfaat di dunia dan akhirat. Sebagaimana Allah nyatakan pada ayat yang lain, أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ ، وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ “Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Asy-Syu’ara’: 165-166) (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 461)   Pelajaran: Rojulun rosyid yang dimaksud dalam ayat adalah orang yang bisa mendakwahi dengan mengajak pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran. (Tafsir Al-Jalalain, hlm. 239) Berarti penyimpangan seksual (lewat praktik homo) perlu diingatkan, bukan dibiarkan dan dibela seperti yang dilakukan oleh kaum Liberal saat ini.   Luth pun menyatakan, jangan buat ia malu karena tindakan kaumnya pada tamunya. Beliau katakan bahwa bukankah di tengah-tengah kaumnya masih mungkin ada orang yang lurus yang melarang dari tindakan keji (homoseksual). (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230) Ternyata jawaban kaumnya, قَالُوا لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِي بَنَاتِكَ مِنْ حَقٍّ وَإِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيدُ “Mereka menjawab: “Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki.” (QS. Huud: 79). Artinya, kaumnya tidak punya rasa (syahwat) sama sekali dengan wanita, yang mereka inginkan adalah sesama jenis yaitu sesama laki-laki. Nabi Luth berkata, قَالَ لَوْ أَنَّ لِي بِكُمْ قُوَّةً أَوْ آَوِي إِلَى رُكْنٍ شَدِيدٍ “Luth berkata: “Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolak kalian) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga (qabilah) yang kuat (tentu aku lakukan).” (QS. Huud: 80). Maksudnya, Nabi Luth berangan-angan andai saja ia punya kekuatan untuk menghalangi kaumnya atau memiliki keluarga (qabilah) untuk menghalangi kaumnya agar tidak mengganggu tamunya dengan tindakan fahisyah (homo). (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230)   Pelajaran: Untuk menghalangi kaumnya tersebut, Luth menyebutkan sebab manusiawi. Namun, Nabi Luth tetap bersandar pada sebab terbesar yaitu Allah Ta’ala. Karena tidak ada yang dapat menghalangi kekuatan dari Allah. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 404) Ini menunjukkan pentingnya bersandar pada Allah ketika menghadapi kesulitan, termasuk juga kesulitan dalam dakwah.   Masih bersambung insya Allah pada kisah yang berujung pada siksa yang menimpa kaum Luth.   Referensi: Al-Mukhtashar fii At-Tafsir. Penerbit Markaz At-Tafsir li Ad-Dirasat Al-Qur’an. Tafsir Al-Jalalain. Cetakan kedua, tahun 1422 H. Jalaluddin Al-Mahalli dan Jalaluddin As-Suyuthi. Penerbit Darus Salam. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Muassasah Ar-Risalah.   — Selesai disusun di pagi hari @ Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 1 Jumadal Ula 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual
Bagaimanakah kelakukan Nabi Luth? Mereka ingin melakukan tindakan homoseksual walaupun terhadap tamu yang mulia dari Nabi Luth yang sebenarnya adalah para malaikat yang berwujud laki-laki tampan. Lihat kisahnya berikut.   Malaikat pun berkata pada Ibrahim ketika Ibrahim berdialog dengan mereka, يَا إِبْرَاهِيمُ أَعْرِضْ عَنْ هَذَا إِنَّهُ قَدْ جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ وَإِنَّهُمْ آَتِيهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُودٍ “Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.” (QS. Huud: 76). Maksudnya, walau Nabi Ibrahim berdo’a dan berjidal (berdebat) tetap saja azab akan turun menimpa kaum Luth. (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230)   Pelajaran: Kalau azab Allah sudah ditetapkan turun karena kekufuran atau kemaksiatan, sulit ada yang bisa mencegahnya.   Ketika utusan malaikat tersebut mendatangi Nabi Luth ‘alaihis salam dan saat itu ia berada di rumahnya, وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ “Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit.” (QS. Huud: 77). Malaikat mendatangi Nabi Luth dalam bentuk laki-laki. Luth merasa susah dan sempit hatinya karena kedatangan para malaikat. Karena ia khawatir dengan keadaan kaumnya yang masih punya perilaku suka sesame jenis, dan laki-laki tidak menyukai wanita. Luth pun menyatakan bahwa hari tersebut adalah hari yang amat sulit di mana ia khawatir kaumnya malah akan bercinta dengan tamunya tersebut (suka dengan tamu yang sesama jenis). (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230) Dijelaskan dalam kitab tafsir bahwa malaikat tersebut datang dalam bentuk seorang pemuda yang sangat tampan dan sempurna. Itulah yang membuat Luth khawatir pada kaumnya. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 403) Luth takut karena ia tahu keadaan kaumnya yang masih hobi melakukan hubungan dengan sesama jenis. وَجَاءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِنْ قَبْلُ كَانُوا يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ قَالَ يَا قَوْمِ هَؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِي ضَيْفِي أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ “Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: “Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?” (QS. Huud: 78) Kaum Luth ternyata tetap datang menghampiri tamu Nabi Luth dengan tergesa-gesa. Karena memang mereka punya kesukaan yang jelek sejak dahulu, yaitu sama sekali tak suka dengan perempuan. Luth lantas mencegah kaumnya dengan mengatakan bahwa ini wanita dari kaum Luth, nikahilah mereka. Wanita-wanita itu lebih baik (lebih suci) daripada melakukan tindakan fahisyah (homoseksual). Mereka pun takut dari siksa Allah. (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230)   Pelajaran: Dalam ayat disebutkan bahwa Luth menawarkan puteri-puterinya. Yang dimaksudkan adalah kaumnya yang wanita, bukan maksudnya puteri kandungnya. Karena seorang nabi dapat dianggap sebagai orang tua bagi kaumnya. Mujahid berkata, “Yang dikatakan Nabi Luth bukanlah puteri-puterinya, namun yang dimaksud adalah para wanita dari kaumnya. Karena setiap Nabi adalah bapak dari umatnya.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 462). Karena Allah menyatakan pula dalam ayat lainnya, النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ “Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka.” (QS. Al-Ahzab: 6). Berarti seorang nabi adalah bapak bagi dari kaumnya berdasarkan ayat ini.   Pelajaran: Adapun Luth menunjukkan wanita dan menilainya lebih baik atau lebih suci, maksudnya wanita-wanita tersebut lebih manfaat di dunia dan akhirat. Sebagaimana Allah nyatakan pada ayat yang lain, أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ ، وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ “Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Asy-Syu’ara’: 165-166) (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 461)   Pelajaran: Rojulun rosyid yang dimaksud dalam ayat adalah orang yang bisa mendakwahi dengan mengajak pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran. (Tafsir Al-Jalalain, hlm. 239) Berarti penyimpangan seksual (lewat praktik homo) perlu diingatkan, bukan dibiarkan dan dibela seperti yang dilakukan oleh kaum Liberal saat ini.   Luth pun menyatakan, jangan buat ia malu karena tindakan kaumnya pada tamunya. Beliau katakan bahwa bukankah di tengah-tengah kaumnya masih mungkin ada orang yang lurus yang melarang dari tindakan keji (homoseksual). (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230) Ternyata jawaban kaumnya, قَالُوا لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِي بَنَاتِكَ مِنْ حَقٍّ وَإِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيدُ “Mereka menjawab: “Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki.” (QS. Huud: 79). Artinya, kaumnya tidak punya rasa (syahwat) sama sekali dengan wanita, yang mereka inginkan adalah sesama jenis yaitu sesama laki-laki. Nabi Luth berkata, قَالَ لَوْ أَنَّ لِي بِكُمْ قُوَّةً أَوْ آَوِي إِلَى رُكْنٍ شَدِيدٍ “Luth berkata: “Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolak kalian) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga (qabilah) yang kuat (tentu aku lakukan).” (QS. Huud: 80). Maksudnya, Nabi Luth berangan-angan andai saja ia punya kekuatan untuk menghalangi kaumnya atau memiliki keluarga (qabilah) untuk menghalangi kaumnya agar tidak mengganggu tamunya dengan tindakan fahisyah (homo). (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230)   Pelajaran: Untuk menghalangi kaumnya tersebut, Luth menyebutkan sebab manusiawi. Namun, Nabi Luth tetap bersandar pada sebab terbesar yaitu Allah Ta’ala. Karena tidak ada yang dapat menghalangi kekuatan dari Allah. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 404) Ini menunjukkan pentingnya bersandar pada Allah ketika menghadapi kesulitan, termasuk juga kesulitan dalam dakwah.   Masih bersambung insya Allah pada kisah yang berujung pada siksa yang menimpa kaum Luth.   Referensi: Al-Mukhtashar fii At-Tafsir. Penerbit Markaz At-Tafsir li Ad-Dirasat Al-Qur’an. Tafsir Al-Jalalain. Cetakan kedua, tahun 1422 H. Jalaluddin Al-Mahalli dan Jalaluddin As-Suyuthi. Penerbit Darus Salam. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Muassasah Ar-Risalah.   — Selesai disusun di pagi hari @ Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 1 Jumadal Ula 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual


Bagaimanakah kelakukan Nabi Luth? Mereka ingin melakukan tindakan homoseksual walaupun terhadap tamu yang mulia dari Nabi Luth yang sebenarnya adalah para malaikat yang berwujud laki-laki tampan. Lihat kisahnya berikut.   Malaikat pun berkata pada Ibrahim ketika Ibrahim berdialog dengan mereka, يَا إِبْرَاهِيمُ أَعْرِضْ عَنْ هَذَا إِنَّهُ قَدْ جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ وَإِنَّهُمْ آَتِيهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُودٍ “Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.” (QS. Huud: 76). Maksudnya, walau Nabi Ibrahim berdo’a dan berjidal (berdebat) tetap saja azab akan turun menimpa kaum Luth. (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230)   Pelajaran: Kalau azab Allah sudah ditetapkan turun karena kekufuran atau kemaksiatan, sulit ada yang bisa mencegahnya.   Ketika utusan malaikat tersebut mendatangi Nabi Luth ‘alaihis salam dan saat itu ia berada di rumahnya, وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ “Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit.” (QS. Huud: 77). Malaikat mendatangi Nabi Luth dalam bentuk laki-laki. Luth merasa susah dan sempit hatinya karena kedatangan para malaikat. Karena ia khawatir dengan keadaan kaumnya yang masih punya perilaku suka sesame jenis, dan laki-laki tidak menyukai wanita. Luth pun menyatakan bahwa hari tersebut adalah hari yang amat sulit di mana ia khawatir kaumnya malah akan bercinta dengan tamunya tersebut (suka dengan tamu yang sesama jenis). (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230) Dijelaskan dalam kitab tafsir bahwa malaikat tersebut datang dalam bentuk seorang pemuda yang sangat tampan dan sempurna. Itulah yang membuat Luth khawatir pada kaumnya. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 403) Luth takut karena ia tahu keadaan kaumnya yang masih hobi melakukan hubungan dengan sesama jenis. وَجَاءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِنْ قَبْلُ كَانُوا يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ قَالَ يَا قَوْمِ هَؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِي ضَيْفِي أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ “Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: “Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?” (QS. Huud: 78) Kaum Luth ternyata tetap datang menghampiri tamu Nabi Luth dengan tergesa-gesa. Karena memang mereka punya kesukaan yang jelek sejak dahulu, yaitu sama sekali tak suka dengan perempuan. Luth lantas mencegah kaumnya dengan mengatakan bahwa ini wanita dari kaum Luth, nikahilah mereka. Wanita-wanita itu lebih baik (lebih suci) daripada melakukan tindakan fahisyah (homoseksual). Mereka pun takut dari siksa Allah. (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230)   Pelajaran: Dalam ayat disebutkan bahwa Luth menawarkan puteri-puterinya. Yang dimaksudkan adalah kaumnya yang wanita, bukan maksudnya puteri kandungnya. Karena seorang nabi dapat dianggap sebagai orang tua bagi kaumnya. Mujahid berkata, “Yang dikatakan Nabi Luth bukanlah puteri-puterinya, namun yang dimaksud adalah para wanita dari kaumnya. Karena setiap Nabi adalah bapak dari umatnya.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 462). Karena Allah menyatakan pula dalam ayat lainnya, النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ “Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka.” (QS. Al-Ahzab: 6). Berarti seorang nabi adalah bapak bagi dari kaumnya berdasarkan ayat ini.   Pelajaran: Adapun Luth menunjukkan wanita dan menilainya lebih baik atau lebih suci, maksudnya wanita-wanita tersebut lebih manfaat di dunia dan akhirat. Sebagaimana Allah nyatakan pada ayat yang lain, أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ ، وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ “Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Asy-Syu’ara’: 165-166) (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 461)   Pelajaran: Rojulun rosyid yang dimaksud dalam ayat adalah orang yang bisa mendakwahi dengan mengajak pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran. (Tafsir Al-Jalalain, hlm. 239) Berarti penyimpangan seksual (lewat praktik homo) perlu diingatkan, bukan dibiarkan dan dibela seperti yang dilakukan oleh kaum Liberal saat ini.   Luth pun menyatakan, jangan buat ia malu karena tindakan kaumnya pada tamunya. Beliau katakan bahwa bukankah di tengah-tengah kaumnya masih mungkin ada orang yang lurus yang melarang dari tindakan keji (homoseksual). (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230) Ternyata jawaban kaumnya, قَالُوا لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِي بَنَاتِكَ مِنْ حَقٍّ وَإِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيدُ “Mereka menjawab: “Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki.” (QS. Huud: 79). Artinya, kaumnya tidak punya rasa (syahwat) sama sekali dengan wanita, yang mereka inginkan adalah sesama jenis yaitu sesama laki-laki. Nabi Luth berkata, قَالَ لَوْ أَنَّ لِي بِكُمْ قُوَّةً أَوْ آَوِي إِلَى رُكْنٍ شَدِيدٍ “Luth berkata: “Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolak kalian) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga (qabilah) yang kuat (tentu aku lakukan).” (QS. Huud: 80). Maksudnya, Nabi Luth berangan-angan andai saja ia punya kekuatan untuk menghalangi kaumnya atau memiliki keluarga (qabilah) untuk menghalangi kaumnya agar tidak mengganggu tamunya dengan tindakan fahisyah (homo). (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230)   Pelajaran: Untuk menghalangi kaumnya tersebut, Luth menyebutkan sebab manusiawi. Namun, Nabi Luth tetap bersandar pada sebab terbesar yaitu Allah Ta’ala. Karena tidak ada yang dapat menghalangi kekuatan dari Allah. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 404) Ini menunjukkan pentingnya bersandar pada Allah ketika menghadapi kesulitan, termasuk juga kesulitan dalam dakwah.   Masih bersambung insya Allah pada kisah yang berujung pada siksa yang menimpa kaum Luth.   Referensi: Al-Mukhtashar fii At-Tafsir. Penerbit Markaz At-Tafsir li Ad-Dirasat Al-Qur’an. Tafsir Al-Jalalain. Cetakan kedua, tahun 1422 H. Jalaluddin Al-Mahalli dan Jalaluddin As-Suyuthi. Penerbit Darus Salam. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Muassasah Ar-Risalah.   — Selesai disusun di pagi hari @ Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 1 Jumadal Ula 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual

Kiat Menghilangkan Kecanduan Nonton Film Porno (1)

Video dan film porno saat ini begitu mudah diakses. Ditambah lagi ada beberapa pembenaran yang menyatakan bahwa menontonnya masih lebih mending dibanding zina. Sebagaimana dijelaskan dalam beberapa postingan sebelumnya, sudah dibuktikan bahwa menonton film porno adalah suatu dosa atau maksiat sehingga mesti ditinggalkan. Bagi Anda yang jadi pecandu, silakan pelajari 10 tips ini. Moga manfaat untuk menghentikan kebiasaan menonton video atau film porno.   1- Berharap pertolongan Allah lewat do’a Yaitu kita bukan hanya melakukan sebab sebagaimana yang disebutkan dalam step-step selanjutnya. Yang utama adalah banyak berdo’a pada Allah supaya bisa disembuhkan dari kecanduan menonton film porno. Di antara do’a yang bisa diamalkan adalah do’a yang disebutkan dalam hadits berikut ini. Syakal bin Humaid pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas ia meminta pada beliau untuk mengajarkannya bacaan ta’awudz yang biasa ia gunakan ketika meminta perlindungan pada Allah. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan do’a dengan beliau memegang tanganku lalu beliau ajarkan, ucapkanlah, اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى “Allahumma inni a’udzu bika min syarri sam’ii, wa min syarri basharii, wa min syarri lisanii, wa min syarri qalbii, wa min syarri maniyyi” (artinya: Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari kejelakan pada pendengaranku, dari kejelakan pada penglihatanku, dari kejelekan pada lisanku, dari kejelekan pada hatiku, serta dari kejelakan pada mani atau kemaluanku). (HR. An-Nasa’i, no. 5446; Abu Daud, no. 1551; Tirmidzi, no. 3492. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan) 2- Beritahukan pada seseorang biar merasa terus diawasi Itulah pentingnya pula punya teman yang dekat yang bisa terus mengingatkan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ “Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud, no. 4833; Tirmidzi, no. 2378; Ahmad, 2: 344. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shahihul Jaami’ 3545). Apalagi yang terus mengingatkan adalah istri atau orang tua tentu akan lebih memudahkan dalam pertaubatan.   3- Kurangi memandang dan alihkan pandangan dari gambar-gambar porno di komputer, TV atau media lainnya Hati-hati dengan zina mata. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ “Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim, no. 6925). Segera palingkan pandangan jika melihat gambar yang tidak halal di pandang di Televisi, handphone atau laptop. Dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى. “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai pandangan yang tidak di sengaja. Maka beliau memerintahkanku supaya memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim, no. 2159)   4- Buat target yang realistis Misal, buat target satu minggu tidak mau menonton dulu film porno. Menetapkan target ini penting sehingga tidak kecanduan lagi. 5- Jangan buat kecewa orang sekitar gara-gara punya hobi menonton video porno Kalau kita punya kebiasaan seperti itu, baiknya kita sadar diri. Coba perhatikan kisah berikut. Sahabat Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu mengisahkan, “Ada seorang pemuda yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah! Izinkanlah aku untuk berzina.” Spontan seluruh sahabat yang hadir menoleh kepadanya dan menghardiknya, sambil berkata kepadanya: “Apa-apaan ini!” Adapun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda kepada pemuda itu, “Mendekatlah.” Pemuda itu segera mendekat ke sebelah beliau, lalu ia duduk. Selanjutnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam besabda kepadanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa ibumu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa ibu-ibu mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa anak gadismu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpali jawabannya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa anak gadis mereka.” Selanjutnya beliau bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa saudarimu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpalinya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa saudari ayahmu (bibikmu)?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpali jawabannnya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari ayah mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa saudari ibumu (bibikmu)?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpali jawabannya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari ibu mereka.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya di dada pemuda tersebut, dan berdoa: اللَّهُمَّ اغْفِرْ ذَنْبَهُ وَطَهِّرْ قَلْبَهُ، وَحَصِّنْ فَرْجَهُ “Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan lindungilah kemaluannya.” Semenjak hari itu, pemuda tersebut tidak pernah menoleh ke sesuatu hal (tidak pernah memiliki keinginan untuk berbuat serong atau zina).” (HR. Ahmad, 5: 256. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih, perawinya tsiqah termasuk dalam jajaran perawi shahih)   -bersambung insya Allah- —   Diselesaikan di saat hujan mengguyur Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 1 Jumadal Ula 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagspornografi

Kiat Menghilangkan Kecanduan Nonton Film Porno (1)

Video dan film porno saat ini begitu mudah diakses. Ditambah lagi ada beberapa pembenaran yang menyatakan bahwa menontonnya masih lebih mending dibanding zina. Sebagaimana dijelaskan dalam beberapa postingan sebelumnya, sudah dibuktikan bahwa menonton film porno adalah suatu dosa atau maksiat sehingga mesti ditinggalkan. Bagi Anda yang jadi pecandu, silakan pelajari 10 tips ini. Moga manfaat untuk menghentikan kebiasaan menonton video atau film porno.   1- Berharap pertolongan Allah lewat do’a Yaitu kita bukan hanya melakukan sebab sebagaimana yang disebutkan dalam step-step selanjutnya. Yang utama adalah banyak berdo’a pada Allah supaya bisa disembuhkan dari kecanduan menonton film porno. Di antara do’a yang bisa diamalkan adalah do’a yang disebutkan dalam hadits berikut ini. Syakal bin Humaid pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas ia meminta pada beliau untuk mengajarkannya bacaan ta’awudz yang biasa ia gunakan ketika meminta perlindungan pada Allah. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan do’a dengan beliau memegang tanganku lalu beliau ajarkan, ucapkanlah, اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى “Allahumma inni a’udzu bika min syarri sam’ii, wa min syarri basharii, wa min syarri lisanii, wa min syarri qalbii, wa min syarri maniyyi” (artinya: Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari kejelakan pada pendengaranku, dari kejelakan pada penglihatanku, dari kejelekan pada lisanku, dari kejelekan pada hatiku, serta dari kejelakan pada mani atau kemaluanku). (HR. An-Nasa’i, no. 5446; Abu Daud, no. 1551; Tirmidzi, no. 3492. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan) 2- Beritahukan pada seseorang biar merasa terus diawasi Itulah pentingnya pula punya teman yang dekat yang bisa terus mengingatkan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ “Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud, no. 4833; Tirmidzi, no. 2378; Ahmad, 2: 344. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shahihul Jaami’ 3545). Apalagi yang terus mengingatkan adalah istri atau orang tua tentu akan lebih memudahkan dalam pertaubatan.   3- Kurangi memandang dan alihkan pandangan dari gambar-gambar porno di komputer, TV atau media lainnya Hati-hati dengan zina mata. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ “Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim, no. 6925). Segera palingkan pandangan jika melihat gambar yang tidak halal di pandang di Televisi, handphone atau laptop. Dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى. “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai pandangan yang tidak di sengaja. Maka beliau memerintahkanku supaya memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim, no. 2159)   4- Buat target yang realistis Misal, buat target satu minggu tidak mau menonton dulu film porno. Menetapkan target ini penting sehingga tidak kecanduan lagi. 5- Jangan buat kecewa orang sekitar gara-gara punya hobi menonton video porno Kalau kita punya kebiasaan seperti itu, baiknya kita sadar diri. Coba perhatikan kisah berikut. Sahabat Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu mengisahkan, “Ada seorang pemuda yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah! Izinkanlah aku untuk berzina.” Spontan seluruh sahabat yang hadir menoleh kepadanya dan menghardiknya, sambil berkata kepadanya: “Apa-apaan ini!” Adapun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda kepada pemuda itu, “Mendekatlah.” Pemuda itu segera mendekat ke sebelah beliau, lalu ia duduk. Selanjutnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam besabda kepadanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa ibumu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa ibu-ibu mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa anak gadismu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpali jawabannya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa anak gadis mereka.” Selanjutnya beliau bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa saudarimu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpalinya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa saudari ayahmu (bibikmu)?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpali jawabannnya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari ayah mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa saudari ibumu (bibikmu)?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpali jawabannya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari ibu mereka.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya di dada pemuda tersebut, dan berdoa: اللَّهُمَّ اغْفِرْ ذَنْبَهُ وَطَهِّرْ قَلْبَهُ، وَحَصِّنْ فَرْجَهُ “Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan lindungilah kemaluannya.” Semenjak hari itu, pemuda tersebut tidak pernah menoleh ke sesuatu hal (tidak pernah memiliki keinginan untuk berbuat serong atau zina).” (HR. Ahmad, 5: 256. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih, perawinya tsiqah termasuk dalam jajaran perawi shahih)   -bersambung insya Allah- —   Diselesaikan di saat hujan mengguyur Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 1 Jumadal Ula 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagspornografi
Video dan film porno saat ini begitu mudah diakses. Ditambah lagi ada beberapa pembenaran yang menyatakan bahwa menontonnya masih lebih mending dibanding zina. Sebagaimana dijelaskan dalam beberapa postingan sebelumnya, sudah dibuktikan bahwa menonton film porno adalah suatu dosa atau maksiat sehingga mesti ditinggalkan. Bagi Anda yang jadi pecandu, silakan pelajari 10 tips ini. Moga manfaat untuk menghentikan kebiasaan menonton video atau film porno.   1- Berharap pertolongan Allah lewat do’a Yaitu kita bukan hanya melakukan sebab sebagaimana yang disebutkan dalam step-step selanjutnya. Yang utama adalah banyak berdo’a pada Allah supaya bisa disembuhkan dari kecanduan menonton film porno. Di antara do’a yang bisa diamalkan adalah do’a yang disebutkan dalam hadits berikut ini. Syakal bin Humaid pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas ia meminta pada beliau untuk mengajarkannya bacaan ta’awudz yang biasa ia gunakan ketika meminta perlindungan pada Allah. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan do’a dengan beliau memegang tanganku lalu beliau ajarkan, ucapkanlah, اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى “Allahumma inni a’udzu bika min syarri sam’ii, wa min syarri basharii, wa min syarri lisanii, wa min syarri qalbii, wa min syarri maniyyi” (artinya: Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari kejelakan pada pendengaranku, dari kejelakan pada penglihatanku, dari kejelekan pada lisanku, dari kejelekan pada hatiku, serta dari kejelakan pada mani atau kemaluanku). (HR. An-Nasa’i, no. 5446; Abu Daud, no. 1551; Tirmidzi, no. 3492. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan) 2- Beritahukan pada seseorang biar merasa terus diawasi Itulah pentingnya pula punya teman yang dekat yang bisa terus mengingatkan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ “Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud, no. 4833; Tirmidzi, no. 2378; Ahmad, 2: 344. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shahihul Jaami’ 3545). Apalagi yang terus mengingatkan adalah istri atau orang tua tentu akan lebih memudahkan dalam pertaubatan.   3- Kurangi memandang dan alihkan pandangan dari gambar-gambar porno di komputer, TV atau media lainnya Hati-hati dengan zina mata. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ “Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim, no. 6925). Segera palingkan pandangan jika melihat gambar yang tidak halal di pandang di Televisi, handphone atau laptop. Dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى. “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai pandangan yang tidak di sengaja. Maka beliau memerintahkanku supaya memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim, no. 2159)   4- Buat target yang realistis Misal, buat target satu minggu tidak mau menonton dulu film porno. Menetapkan target ini penting sehingga tidak kecanduan lagi. 5- Jangan buat kecewa orang sekitar gara-gara punya hobi menonton video porno Kalau kita punya kebiasaan seperti itu, baiknya kita sadar diri. Coba perhatikan kisah berikut. Sahabat Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu mengisahkan, “Ada seorang pemuda yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah! Izinkanlah aku untuk berzina.” Spontan seluruh sahabat yang hadir menoleh kepadanya dan menghardiknya, sambil berkata kepadanya: “Apa-apaan ini!” Adapun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda kepada pemuda itu, “Mendekatlah.” Pemuda itu segera mendekat ke sebelah beliau, lalu ia duduk. Selanjutnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam besabda kepadanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa ibumu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa ibu-ibu mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa anak gadismu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpali jawabannya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa anak gadis mereka.” Selanjutnya beliau bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa saudarimu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpalinya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa saudari ayahmu (bibikmu)?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpali jawabannnya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari ayah mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa saudari ibumu (bibikmu)?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpali jawabannya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari ibu mereka.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya di dada pemuda tersebut, dan berdoa: اللَّهُمَّ اغْفِرْ ذَنْبَهُ وَطَهِّرْ قَلْبَهُ، وَحَصِّنْ فَرْجَهُ “Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan lindungilah kemaluannya.” Semenjak hari itu, pemuda tersebut tidak pernah menoleh ke sesuatu hal (tidak pernah memiliki keinginan untuk berbuat serong atau zina).” (HR. Ahmad, 5: 256. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih, perawinya tsiqah termasuk dalam jajaran perawi shahih)   -bersambung insya Allah- —   Diselesaikan di saat hujan mengguyur Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 1 Jumadal Ula 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagspornografi


Video dan film porno saat ini begitu mudah diakses. Ditambah lagi ada beberapa pembenaran yang menyatakan bahwa menontonnya masih lebih mending dibanding zina. Sebagaimana dijelaskan dalam beberapa postingan sebelumnya, sudah dibuktikan bahwa menonton film porno adalah suatu dosa atau maksiat sehingga mesti ditinggalkan. Bagi Anda yang jadi pecandu, silakan pelajari 10 tips ini. Moga manfaat untuk menghentikan kebiasaan menonton video atau film porno.   1- Berharap pertolongan Allah lewat do’a Yaitu kita bukan hanya melakukan sebab sebagaimana yang disebutkan dalam step-step selanjutnya. Yang utama adalah banyak berdo’a pada Allah supaya bisa disembuhkan dari kecanduan menonton film porno. Di antara do’a yang bisa diamalkan adalah do’a yang disebutkan dalam hadits berikut ini. Syakal bin Humaid pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas ia meminta pada beliau untuk mengajarkannya bacaan ta’awudz yang biasa ia gunakan ketika meminta perlindungan pada Allah. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan do’a dengan beliau memegang tanganku lalu beliau ajarkan, ucapkanlah, اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى “Allahumma inni a’udzu bika min syarri sam’ii, wa min syarri basharii, wa min syarri lisanii, wa min syarri qalbii, wa min syarri maniyyi” (artinya: Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari kejelakan pada pendengaranku, dari kejelakan pada penglihatanku, dari kejelekan pada lisanku, dari kejelekan pada hatiku, serta dari kejelakan pada mani atau kemaluanku). (HR. An-Nasa’i, no. 5446; Abu Daud, no. 1551; Tirmidzi, no. 3492. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan) 2- Beritahukan pada seseorang biar merasa terus diawasi Itulah pentingnya pula punya teman yang dekat yang bisa terus mengingatkan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ “Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud, no. 4833; Tirmidzi, no. 2378; Ahmad, 2: 344. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shahihul Jaami’ 3545). Apalagi yang terus mengingatkan adalah istri atau orang tua tentu akan lebih memudahkan dalam pertaubatan.   3- Kurangi memandang dan alihkan pandangan dari gambar-gambar porno di komputer, TV atau media lainnya Hati-hati dengan zina mata. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ “Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim, no. 6925). Segera palingkan pandangan jika melihat gambar yang tidak halal di pandang di Televisi, handphone atau laptop. Dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى. “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai pandangan yang tidak di sengaja. Maka beliau memerintahkanku supaya memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim, no. 2159)   4- Buat target yang realistis Misal, buat target satu minggu tidak mau menonton dulu film porno. Menetapkan target ini penting sehingga tidak kecanduan lagi. 5- Jangan buat kecewa orang sekitar gara-gara punya hobi menonton video porno Kalau kita punya kebiasaan seperti itu, baiknya kita sadar diri. Coba perhatikan kisah berikut. Sahabat Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu mengisahkan, “Ada seorang pemuda yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah! Izinkanlah aku untuk berzina.” Spontan seluruh sahabat yang hadir menoleh kepadanya dan menghardiknya, sambil berkata kepadanya: “Apa-apaan ini!” Adapun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda kepada pemuda itu, “Mendekatlah.” Pemuda itu segera mendekat ke sebelah beliau, lalu ia duduk. Selanjutnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam besabda kepadanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa ibumu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa ibu-ibu mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa anak gadismu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpali jawabannya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa anak gadis mereka.” Selanjutnya beliau bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa saudarimu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpalinya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa saudari ayahmu (bibikmu)?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpali jawabannnya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari ayah mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa saudari ibumu (bibikmu)?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpali jawabannya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari ibu mereka.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya di dada pemuda tersebut, dan berdoa: اللَّهُمَّ اغْفِرْ ذَنْبَهُ وَطَهِّرْ قَلْبَهُ، وَحَصِّنْ فَرْجَهُ “Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan lindungilah kemaluannya.” Semenjak hari itu, pemuda tersebut tidak pernah menoleh ke sesuatu hal (tidak pernah memiliki keinginan untuk berbuat serong atau zina).” (HR. Ahmad, 5: 256. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih, perawinya tsiqah termasuk dalam jajaran perawi shahih)   -bersambung insya Allah- —   Diselesaikan di saat hujan mengguyur Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 1 Jumadal Ula 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagspornografi

Azab bagi LGBT di Masa Nabi Luth (3)

Bagaimanakah bentuk azab yang menimba kaum Luth?   Tentang azab bagi kaum Luth disebutkan dalam ayat berikut ini, قَالُوا يَا لُوطُ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَنْ يَصِلُوا إِلَيْكَ فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِنَ اللَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ أَحَدٌ إِلَّا امْرَأَتَكَ إِنَّهُ مُصِيبُهَا مَا أَصَابَهُمْ إِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ أَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيبٍ ، فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ ، مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ وَمَا هِيَ مِنَ الظَّالِمِينَ بِبَعِيدٍ “Para utusan (malaikat) berkata: “Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?” Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.” (QS. Huud: 81-83)   Para malaikat berkata pada Luth, tak perlu khawatir dengan gangguan kaummu. Lantas malaikat memerintahkan Luth untuk keluar dari negerinya bersama kaumnya pada malam hari yang gelap. Jangan pula sampai menoleh ke belakang. Kecuali istri Luth, ia ditinggal dan nanti akan mendapatkan siksa. Istri Luth akan mendapatkan siksa yang sama seperti kaumnya. Waktu yang dijanjikan akan turunnya azab adalah pada waktu Shubuh. Ternyata waktu shubuh sudah dekat. Ketika datang waktu akan hancurnya kaum Luth, negeri kaum Luth dibalikkan, yang atas dijadikan ke bawah. Lantas kaumnya tersebut dihujani batu dari tanah yang panas dan dijatuhkan bertubi-tubi. Batu yang dijatuhkan tersebut adalah dari sisi Allah sebagai tanda khusus. Dan siksa semacam itu pula dapat dijatuhkan pada kaum Quraisy (di masa Nabi kalau berbuat kezaliman yang sama, pen.). Dan itu tidaklah jauh dijatuhkan pada orang-orang yang berbuat zalim. (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230-231)   As- Sudi berkata, ketika kaum Luth mendapati waktu Shubuh, turunlah Jibril, lalu dicabutlah bumi yang tujuh lapis lantas dibawa hingga ke langit. Kemudian penduduk langit dunia mendengar gonggongan anjing dan suara ayam berkokok mereka. Kemudian bumi dibalikkan, sehingga disebutkan dalam ayat, وَالْمُؤْتَفِكَةَ أَهْوَى “dan negeri-negeri kaum Luth yang telah dihancurkan Allah” (QS. An-Najm: 53) Yang belum mati ketika dijatuhkan kembali ke muka bumi, dihujani batu oleh Allah dan mereka ketika itu berada di bagian bawah bumi. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 465)   Hukuman yang menimpa kaum Luth dapat saja dikenakan pada orang-orang yang menyerupai mereka. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ “Siapa di antara kalian yang mendapati kelakuan yang dilakukan seperti kaumnya Luth, maka bunuhlah fa’il dan maf’ul bih (kedua pelakunya).”   (HR. Abu Daud, no. 6642; Tirmidzi, no. 1456; Ibnu Majah, no. 2561. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)   Bentuk Siksa di Dunia bagi Pelaku Homoseksual Imam Syafi’i dan sekelompok ulama berpendapat bahwa pelaku homoseksual DIBUNUH, baik ia sudah menikah ataukah belum. Pendapat ini berdasarkan hadits yang dikemukakan di atas. Sedangkan Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa ia dijatuhkan dari tempat yang tinggi, lantas diikuti dengan dilempar dengan batu sebagaimana siksa yang Allah lakukan pada kaum Luth. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 466) Semoga jadi renungan.   Referensi: Al-Mukhtashar fii At-Tafsir. Penerbit Markaz At-Tafsir li Ad-Dirasat Al-Qur’an. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Muassasah Ar-Risalah.   — Selesai disusun di siang hari @ Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 1 Jumadal Ula 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual

Azab bagi LGBT di Masa Nabi Luth (3)

Bagaimanakah bentuk azab yang menimba kaum Luth?   Tentang azab bagi kaum Luth disebutkan dalam ayat berikut ini, قَالُوا يَا لُوطُ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَنْ يَصِلُوا إِلَيْكَ فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِنَ اللَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ أَحَدٌ إِلَّا امْرَأَتَكَ إِنَّهُ مُصِيبُهَا مَا أَصَابَهُمْ إِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ أَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيبٍ ، فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ ، مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ وَمَا هِيَ مِنَ الظَّالِمِينَ بِبَعِيدٍ “Para utusan (malaikat) berkata: “Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?” Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.” (QS. Huud: 81-83)   Para malaikat berkata pada Luth, tak perlu khawatir dengan gangguan kaummu. Lantas malaikat memerintahkan Luth untuk keluar dari negerinya bersama kaumnya pada malam hari yang gelap. Jangan pula sampai menoleh ke belakang. Kecuali istri Luth, ia ditinggal dan nanti akan mendapatkan siksa. Istri Luth akan mendapatkan siksa yang sama seperti kaumnya. Waktu yang dijanjikan akan turunnya azab adalah pada waktu Shubuh. Ternyata waktu shubuh sudah dekat. Ketika datang waktu akan hancurnya kaum Luth, negeri kaum Luth dibalikkan, yang atas dijadikan ke bawah. Lantas kaumnya tersebut dihujani batu dari tanah yang panas dan dijatuhkan bertubi-tubi. Batu yang dijatuhkan tersebut adalah dari sisi Allah sebagai tanda khusus. Dan siksa semacam itu pula dapat dijatuhkan pada kaum Quraisy (di masa Nabi kalau berbuat kezaliman yang sama, pen.). Dan itu tidaklah jauh dijatuhkan pada orang-orang yang berbuat zalim. (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230-231)   As- Sudi berkata, ketika kaum Luth mendapati waktu Shubuh, turunlah Jibril, lalu dicabutlah bumi yang tujuh lapis lantas dibawa hingga ke langit. Kemudian penduduk langit dunia mendengar gonggongan anjing dan suara ayam berkokok mereka. Kemudian bumi dibalikkan, sehingga disebutkan dalam ayat, وَالْمُؤْتَفِكَةَ أَهْوَى “dan negeri-negeri kaum Luth yang telah dihancurkan Allah” (QS. An-Najm: 53) Yang belum mati ketika dijatuhkan kembali ke muka bumi, dihujani batu oleh Allah dan mereka ketika itu berada di bagian bawah bumi. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 465)   Hukuman yang menimpa kaum Luth dapat saja dikenakan pada orang-orang yang menyerupai mereka. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ “Siapa di antara kalian yang mendapati kelakuan yang dilakukan seperti kaumnya Luth, maka bunuhlah fa’il dan maf’ul bih (kedua pelakunya).”   (HR. Abu Daud, no. 6642; Tirmidzi, no. 1456; Ibnu Majah, no. 2561. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)   Bentuk Siksa di Dunia bagi Pelaku Homoseksual Imam Syafi’i dan sekelompok ulama berpendapat bahwa pelaku homoseksual DIBUNUH, baik ia sudah menikah ataukah belum. Pendapat ini berdasarkan hadits yang dikemukakan di atas. Sedangkan Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa ia dijatuhkan dari tempat yang tinggi, lantas diikuti dengan dilempar dengan batu sebagaimana siksa yang Allah lakukan pada kaum Luth. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 466) Semoga jadi renungan.   Referensi: Al-Mukhtashar fii At-Tafsir. Penerbit Markaz At-Tafsir li Ad-Dirasat Al-Qur’an. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Muassasah Ar-Risalah.   — Selesai disusun di siang hari @ Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 1 Jumadal Ula 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual
Bagaimanakah bentuk azab yang menimba kaum Luth?   Tentang azab bagi kaum Luth disebutkan dalam ayat berikut ini, قَالُوا يَا لُوطُ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَنْ يَصِلُوا إِلَيْكَ فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِنَ اللَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ أَحَدٌ إِلَّا امْرَأَتَكَ إِنَّهُ مُصِيبُهَا مَا أَصَابَهُمْ إِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ أَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيبٍ ، فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ ، مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ وَمَا هِيَ مِنَ الظَّالِمِينَ بِبَعِيدٍ “Para utusan (malaikat) berkata: “Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?” Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.” (QS. Huud: 81-83)   Para malaikat berkata pada Luth, tak perlu khawatir dengan gangguan kaummu. Lantas malaikat memerintahkan Luth untuk keluar dari negerinya bersama kaumnya pada malam hari yang gelap. Jangan pula sampai menoleh ke belakang. Kecuali istri Luth, ia ditinggal dan nanti akan mendapatkan siksa. Istri Luth akan mendapatkan siksa yang sama seperti kaumnya. Waktu yang dijanjikan akan turunnya azab adalah pada waktu Shubuh. Ternyata waktu shubuh sudah dekat. Ketika datang waktu akan hancurnya kaum Luth, negeri kaum Luth dibalikkan, yang atas dijadikan ke bawah. Lantas kaumnya tersebut dihujani batu dari tanah yang panas dan dijatuhkan bertubi-tubi. Batu yang dijatuhkan tersebut adalah dari sisi Allah sebagai tanda khusus. Dan siksa semacam itu pula dapat dijatuhkan pada kaum Quraisy (di masa Nabi kalau berbuat kezaliman yang sama, pen.). Dan itu tidaklah jauh dijatuhkan pada orang-orang yang berbuat zalim. (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230-231)   As- Sudi berkata, ketika kaum Luth mendapati waktu Shubuh, turunlah Jibril, lalu dicabutlah bumi yang tujuh lapis lantas dibawa hingga ke langit. Kemudian penduduk langit dunia mendengar gonggongan anjing dan suara ayam berkokok mereka. Kemudian bumi dibalikkan, sehingga disebutkan dalam ayat, وَالْمُؤْتَفِكَةَ أَهْوَى “dan negeri-negeri kaum Luth yang telah dihancurkan Allah” (QS. An-Najm: 53) Yang belum mati ketika dijatuhkan kembali ke muka bumi, dihujani batu oleh Allah dan mereka ketika itu berada di bagian bawah bumi. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 465)   Hukuman yang menimpa kaum Luth dapat saja dikenakan pada orang-orang yang menyerupai mereka. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ “Siapa di antara kalian yang mendapati kelakuan yang dilakukan seperti kaumnya Luth, maka bunuhlah fa’il dan maf’ul bih (kedua pelakunya).”   (HR. Abu Daud, no. 6642; Tirmidzi, no. 1456; Ibnu Majah, no. 2561. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)   Bentuk Siksa di Dunia bagi Pelaku Homoseksual Imam Syafi’i dan sekelompok ulama berpendapat bahwa pelaku homoseksual DIBUNUH, baik ia sudah menikah ataukah belum. Pendapat ini berdasarkan hadits yang dikemukakan di atas. Sedangkan Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa ia dijatuhkan dari tempat yang tinggi, lantas diikuti dengan dilempar dengan batu sebagaimana siksa yang Allah lakukan pada kaum Luth. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 466) Semoga jadi renungan.   Referensi: Al-Mukhtashar fii At-Tafsir. Penerbit Markaz At-Tafsir li Ad-Dirasat Al-Qur’an. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Muassasah Ar-Risalah.   — Selesai disusun di siang hari @ Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 1 Jumadal Ula 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual


Bagaimanakah bentuk azab yang menimba kaum Luth?   Tentang azab bagi kaum Luth disebutkan dalam ayat berikut ini, قَالُوا يَا لُوطُ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَنْ يَصِلُوا إِلَيْكَ فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِنَ اللَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ أَحَدٌ إِلَّا امْرَأَتَكَ إِنَّهُ مُصِيبُهَا مَا أَصَابَهُمْ إِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ أَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيبٍ ، فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ ، مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ وَمَا هِيَ مِنَ الظَّالِمِينَ بِبَعِيدٍ “Para utusan (malaikat) berkata: “Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?” Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.” (QS. Huud: 81-83)   Para malaikat berkata pada Luth, tak perlu khawatir dengan gangguan kaummu. Lantas malaikat memerintahkan Luth untuk keluar dari negerinya bersama kaumnya pada malam hari yang gelap. Jangan pula sampai menoleh ke belakang. Kecuali istri Luth, ia ditinggal dan nanti akan mendapatkan siksa. Istri Luth akan mendapatkan siksa yang sama seperti kaumnya. Waktu yang dijanjikan akan turunnya azab adalah pada waktu Shubuh. Ternyata waktu shubuh sudah dekat. Ketika datang waktu akan hancurnya kaum Luth, negeri kaum Luth dibalikkan, yang atas dijadikan ke bawah. Lantas kaumnya tersebut dihujani batu dari tanah yang panas dan dijatuhkan bertubi-tubi. Batu yang dijatuhkan tersebut adalah dari sisi Allah sebagai tanda khusus. Dan siksa semacam itu pula dapat dijatuhkan pada kaum Quraisy (di masa Nabi kalau berbuat kezaliman yang sama, pen.). Dan itu tidaklah jauh dijatuhkan pada orang-orang yang berbuat zalim. (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230-231)   As- Sudi berkata, ketika kaum Luth mendapati waktu Shubuh, turunlah Jibril, lalu dicabutlah bumi yang tujuh lapis lantas dibawa hingga ke langit. Kemudian penduduk langit dunia mendengar gonggongan anjing dan suara ayam berkokok mereka. Kemudian bumi dibalikkan, sehingga disebutkan dalam ayat, وَالْمُؤْتَفِكَةَ أَهْوَى “dan negeri-negeri kaum Luth yang telah dihancurkan Allah” (QS. An-Najm: 53) Yang belum mati ketika dijatuhkan kembali ke muka bumi, dihujani batu oleh Allah dan mereka ketika itu berada di bagian bawah bumi. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 465)   Hukuman yang menimpa kaum Luth dapat saja dikenakan pada orang-orang yang menyerupai mereka. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ “Siapa di antara kalian yang mendapati kelakuan yang dilakukan seperti kaumnya Luth, maka bunuhlah fa’il dan maf’ul bih (kedua pelakunya).”   (HR. Abu Daud, no. 6642; Tirmidzi, no. 1456; Ibnu Majah, no. 2561. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)   Bentuk Siksa di Dunia bagi Pelaku Homoseksual Imam Syafi’i dan sekelompok ulama berpendapat bahwa pelaku homoseksual DIBUNUH, baik ia sudah menikah ataukah belum. Pendapat ini berdasarkan hadits yang dikemukakan di atas. Sedangkan Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa ia dijatuhkan dari tempat yang tinggi, lantas diikuti dengan dilempar dengan batu sebagaimana siksa yang Allah lakukan pada kaum Luth. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 466) Semoga jadi renungan.   Referensi: Al-Mukhtashar fii At-Tafsir. Penerbit Markaz At-Tafsir li Ad-Dirasat Al-Qur’an. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Muassasah Ar-Risalah.   — Selesai disusun di siang hari @ Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 1 Jumadal Ula 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual

3 Sifat Nabi Ibrahim yang Patut Ditiru

Ada tiga sifat nabi Ibrahim –kholilullah (kekasih Allah)- yang bisa kita tiru. Apalagi bagi orang yang ditimpa musibah dan mengharap terus jalan keluar dari Allah, termasuk juga bagi yang berharap memiliki keturunan namun tak kunjung diberi. Ibrahim begitu menanti memiliki seorang anak. Ia sangat merindukannya. Ketika malaikat datang padanya untuk mengabarkan akan kelahiran puteranya, Ishaq, ia begitu kaget. Begitu pula dengan istrinya, begitu kaget karena istrinya sudah divonis mandul sedangkan Ibrahim pun sudah tua. Allah lantas menyifati Ibrahim dengan tiga sifat sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut. إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُنِيبٌ “Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.” (QS. Huud: 75). Sifat Ibrahim yang dimaksud dalam ayat adalah: beliau sangat suka agar hukuman (yang menimpa kaum Luth) ditunda saja, beliau begitu sangat tunduk pada Rabbnya dengan tak pernah putus asa dalam do’a, beliau juga hamba yang terus ingin bertaubat. (Al-Mukhtashar fii At-Tafsir, hlm. 230) Dalam Tafsir As-Sa’di disebutkan penjelasan lainnya bahwa Ibrahim memiliki sifat: beliau memiliki akhlak yang baik dan begitu berlapang dada dan tidaklah marah ketika menghadapi orang-orang yang tidak tahu, beliau terus beribadah pada Allah di setiap waktu beliau, beliau kembali (bertaubat) pada Allah dengan mengenal dan mencintai-Nya, serta berpaling dari selain-Nya. Oleh karenanya beliau sangat ingin tahu, kenapa sampai ada kaum yang diberi azab oleh Allah. Makanya beliau terus mencari tahu tentang sebab kebinasaan kaum Luth. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 403) Sifat Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang patut ditiru: Berakhlak yang mulia dan ingin agar azab yang menimpa suatu kaum bisa ditunda. Rajin beribadah dan berdo’a. Rajin bertaubat. Moga kita bisa meniru sifat mulia Nabi Ibrahim di atas. Wallahu waliyyut taufiq.     Referensi: Al-Mukhtashar fii At-Tafsir. Penerbit Markaz At-Tafsir li Ad-Dirasat Al-Qur’an. Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Muassasah Ar-Risalah. — Menjelang ‘Ashar, Selasa, 30 Rabi’uts Tsani 1437 H, di Darush Sholihin Panggang, Gunungkidul Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagsakhlak mandul sabar

3 Sifat Nabi Ibrahim yang Patut Ditiru

Ada tiga sifat nabi Ibrahim –kholilullah (kekasih Allah)- yang bisa kita tiru. Apalagi bagi orang yang ditimpa musibah dan mengharap terus jalan keluar dari Allah, termasuk juga bagi yang berharap memiliki keturunan namun tak kunjung diberi. Ibrahim begitu menanti memiliki seorang anak. Ia sangat merindukannya. Ketika malaikat datang padanya untuk mengabarkan akan kelahiran puteranya, Ishaq, ia begitu kaget. Begitu pula dengan istrinya, begitu kaget karena istrinya sudah divonis mandul sedangkan Ibrahim pun sudah tua. Allah lantas menyifati Ibrahim dengan tiga sifat sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut. إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُنِيبٌ “Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.” (QS. Huud: 75). Sifat Ibrahim yang dimaksud dalam ayat adalah: beliau sangat suka agar hukuman (yang menimpa kaum Luth) ditunda saja, beliau begitu sangat tunduk pada Rabbnya dengan tak pernah putus asa dalam do’a, beliau juga hamba yang terus ingin bertaubat. (Al-Mukhtashar fii At-Tafsir, hlm. 230) Dalam Tafsir As-Sa’di disebutkan penjelasan lainnya bahwa Ibrahim memiliki sifat: beliau memiliki akhlak yang baik dan begitu berlapang dada dan tidaklah marah ketika menghadapi orang-orang yang tidak tahu, beliau terus beribadah pada Allah di setiap waktu beliau, beliau kembali (bertaubat) pada Allah dengan mengenal dan mencintai-Nya, serta berpaling dari selain-Nya. Oleh karenanya beliau sangat ingin tahu, kenapa sampai ada kaum yang diberi azab oleh Allah. Makanya beliau terus mencari tahu tentang sebab kebinasaan kaum Luth. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 403) Sifat Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang patut ditiru: Berakhlak yang mulia dan ingin agar azab yang menimpa suatu kaum bisa ditunda. Rajin beribadah dan berdo’a. Rajin bertaubat. Moga kita bisa meniru sifat mulia Nabi Ibrahim di atas. Wallahu waliyyut taufiq.     Referensi: Al-Mukhtashar fii At-Tafsir. Penerbit Markaz At-Tafsir li Ad-Dirasat Al-Qur’an. Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Muassasah Ar-Risalah. — Menjelang ‘Ashar, Selasa, 30 Rabi’uts Tsani 1437 H, di Darush Sholihin Panggang, Gunungkidul Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagsakhlak mandul sabar
Ada tiga sifat nabi Ibrahim –kholilullah (kekasih Allah)- yang bisa kita tiru. Apalagi bagi orang yang ditimpa musibah dan mengharap terus jalan keluar dari Allah, termasuk juga bagi yang berharap memiliki keturunan namun tak kunjung diberi. Ibrahim begitu menanti memiliki seorang anak. Ia sangat merindukannya. Ketika malaikat datang padanya untuk mengabarkan akan kelahiran puteranya, Ishaq, ia begitu kaget. Begitu pula dengan istrinya, begitu kaget karena istrinya sudah divonis mandul sedangkan Ibrahim pun sudah tua. Allah lantas menyifati Ibrahim dengan tiga sifat sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut. إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُنِيبٌ “Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.” (QS. Huud: 75). Sifat Ibrahim yang dimaksud dalam ayat adalah: beliau sangat suka agar hukuman (yang menimpa kaum Luth) ditunda saja, beliau begitu sangat tunduk pada Rabbnya dengan tak pernah putus asa dalam do’a, beliau juga hamba yang terus ingin bertaubat. (Al-Mukhtashar fii At-Tafsir, hlm. 230) Dalam Tafsir As-Sa’di disebutkan penjelasan lainnya bahwa Ibrahim memiliki sifat: beliau memiliki akhlak yang baik dan begitu berlapang dada dan tidaklah marah ketika menghadapi orang-orang yang tidak tahu, beliau terus beribadah pada Allah di setiap waktu beliau, beliau kembali (bertaubat) pada Allah dengan mengenal dan mencintai-Nya, serta berpaling dari selain-Nya. Oleh karenanya beliau sangat ingin tahu, kenapa sampai ada kaum yang diberi azab oleh Allah. Makanya beliau terus mencari tahu tentang sebab kebinasaan kaum Luth. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 403) Sifat Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang patut ditiru: Berakhlak yang mulia dan ingin agar azab yang menimpa suatu kaum bisa ditunda. Rajin beribadah dan berdo’a. Rajin bertaubat. Moga kita bisa meniru sifat mulia Nabi Ibrahim di atas. Wallahu waliyyut taufiq.     Referensi: Al-Mukhtashar fii At-Tafsir. Penerbit Markaz At-Tafsir li Ad-Dirasat Al-Qur’an. Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Muassasah Ar-Risalah. — Menjelang ‘Ashar, Selasa, 30 Rabi’uts Tsani 1437 H, di Darush Sholihin Panggang, Gunungkidul Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagsakhlak mandul sabar


Ada tiga sifat nabi Ibrahim –kholilullah (kekasih Allah)- yang bisa kita tiru. Apalagi bagi orang yang ditimpa musibah dan mengharap terus jalan keluar dari Allah, termasuk juga bagi yang berharap memiliki keturunan namun tak kunjung diberi. Ibrahim begitu menanti memiliki seorang anak. Ia sangat merindukannya. Ketika malaikat datang padanya untuk mengabarkan akan kelahiran puteranya, Ishaq, ia begitu kaget. Begitu pula dengan istrinya, begitu kaget karena istrinya sudah divonis mandul sedangkan Ibrahim pun sudah tua. Allah lantas menyifati Ibrahim dengan tiga sifat sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut. إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُنِيبٌ “Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.” (QS. Huud: 75). Sifat Ibrahim yang dimaksud dalam ayat adalah: beliau sangat suka agar hukuman (yang menimpa kaum Luth) ditunda saja, beliau begitu sangat tunduk pada Rabbnya dengan tak pernah putus asa dalam do’a, beliau juga hamba yang terus ingin bertaubat. (Al-Mukhtashar fii At-Tafsir, hlm. 230) Dalam Tafsir As-Sa’di disebutkan penjelasan lainnya bahwa Ibrahim memiliki sifat: beliau memiliki akhlak yang baik dan begitu berlapang dada dan tidaklah marah ketika menghadapi orang-orang yang tidak tahu, beliau terus beribadah pada Allah di setiap waktu beliau, beliau kembali (bertaubat) pada Allah dengan mengenal dan mencintai-Nya, serta berpaling dari selain-Nya. Oleh karenanya beliau sangat ingin tahu, kenapa sampai ada kaum yang diberi azab oleh Allah. Makanya beliau terus mencari tahu tentang sebab kebinasaan kaum Luth. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 403) Sifat Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang patut ditiru: Berakhlak yang mulia dan ingin agar azab yang menimpa suatu kaum bisa ditunda. Rajin beribadah dan berdo’a. Rajin bertaubat. Moga kita bisa meniru sifat mulia Nabi Ibrahim di atas. Wallahu waliyyut taufiq.     Referensi: Al-Mukhtashar fii At-Tafsir. Penerbit Markaz At-Tafsir li Ad-Dirasat Al-Qur’an. Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Muassasah Ar-Risalah. — Menjelang ‘Ashar, Selasa, 30 Rabi’uts Tsani 1437 H, di Darush Sholihin Panggang, Gunungkidul Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagsakhlak mandul sabar

Ebook Rumaysho Offline (Agustus 2015)

Alhamdulillaah telah lebih dari 7 tahun website Rumaysho diluncurkan, dan hingga kini terus bertahan. Hanya dengan izin Allah Ta’ala semua hal ini bisa diraih. Kami berharap dengan keberadaan website ini bisa menjadi salah satu wasilah untuk lebih mencerdaskan kaum muslimin di Indonesia, membantu menyebarkan ilmu agama Islam berdasarkan dalil-dalil yang shahih dan pemahaman yang insyaaAllah lurus. Menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami untuk dapat terus membantu tersebarnya dakwah via internet melalui website Rumaysho ini. Akan tetapi seperti kita ketahui bersama bahwa ada juga saudara-saudari kita yang mungkin belum mendapat karunia koneksi internet yang “always on” dan stabil, karenanya alangkah baiknya jika ada sebuah copy dari website Rumaysho ini dalam bentuk offline yang bisa dinikmati oleh siapa pun, kapan pun, di mana pun, tanpa perlu tergantung dengan ketersediaan akses internet. Dan alhamdulillaah, ternyata sudah ada seorang Ikhwah yang berbaik hati untuk membantu menyediakan copy website Rumaysho dalam bentuk offline. Cara Download File tersebut bisa Anda download langsung di website ikhwah tersebut Download Ebook Offline Rumaysho.Com versi 3 (Update 08-2015) Pada link di atas tersedia beberapa download link, file dihosting pada box.com, google drive dan 4shared. Jika link download di atas tidak berhasil dibuka, Anda bisa juga coba mendownload melalui mirror berikut: Download CHM Rumaysho (Link 1) Download CHM Rumaysho (Link 2) Mirror download link menggunakan direct link, sehingga cukup Anda klik maka insyaaAllah file akan langsung terdownload. Cara Penggunaan Cara penggunaan untuk pengguna Android: Download file CHM melalui link di bagian akhir artikel ini Install terlebih dulu salah satu aplikasi pembaca file CHM dari Google Play Store,Super CHM CHM Reader CHM Ebook Reader CHM Reader X Cool Reader Atau cari “CHM Reader” pada Google Play Store Buka file CHM yang telah Anda download tersebut Cara penggunaan untuk pengguna Windows: Download File CHM melalui link di bagian akhir artikel ini Klik kanan pada file yang telah Anda download Lalu klik UNBLOCK pada properti file yang telah Anda download Lalu double click (klik dua kali) pada file yang telah Anda download tersebut Demikian informasi kami dan semoga bermanfaat untuk Islam dan kaum Muslimin. Admin Rumaysho Haryo Prabowo, S.Kom.

Ebook Rumaysho Offline (Agustus 2015)

Alhamdulillaah telah lebih dari 7 tahun website Rumaysho diluncurkan, dan hingga kini terus bertahan. Hanya dengan izin Allah Ta’ala semua hal ini bisa diraih. Kami berharap dengan keberadaan website ini bisa menjadi salah satu wasilah untuk lebih mencerdaskan kaum muslimin di Indonesia, membantu menyebarkan ilmu agama Islam berdasarkan dalil-dalil yang shahih dan pemahaman yang insyaaAllah lurus. Menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami untuk dapat terus membantu tersebarnya dakwah via internet melalui website Rumaysho ini. Akan tetapi seperti kita ketahui bersama bahwa ada juga saudara-saudari kita yang mungkin belum mendapat karunia koneksi internet yang “always on” dan stabil, karenanya alangkah baiknya jika ada sebuah copy dari website Rumaysho ini dalam bentuk offline yang bisa dinikmati oleh siapa pun, kapan pun, di mana pun, tanpa perlu tergantung dengan ketersediaan akses internet. Dan alhamdulillaah, ternyata sudah ada seorang Ikhwah yang berbaik hati untuk membantu menyediakan copy website Rumaysho dalam bentuk offline. Cara Download File tersebut bisa Anda download langsung di website ikhwah tersebut Download Ebook Offline Rumaysho.Com versi 3 (Update 08-2015) Pada link di atas tersedia beberapa download link, file dihosting pada box.com, google drive dan 4shared. Jika link download di atas tidak berhasil dibuka, Anda bisa juga coba mendownload melalui mirror berikut: Download CHM Rumaysho (Link 1) Download CHM Rumaysho (Link 2) Mirror download link menggunakan direct link, sehingga cukup Anda klik maka insyaaAllah file akan langsung terdownload. Cara Penggunaan Cara penggunaan untuk pengguna Android: Download file CHM melalui link di bagian akhir artikel ini Install terlebih dulu salah satu aplikasi pembaca file CHM dari Google Play Store,Super CHM CHM Reader CHM Ebook Reader CHM Reader X Cool Reader Atau cari “CHM Reader” pada Google Play Store Buka file CHM yang telah Anda download tersebut Cara penggunaan untuk pengguna Windows: Download File CHM melalui link di bagian akhir artikel ini Klik kanan pada file yang telah Anda download Lalu klik UNBLOCK pada properti file yang telah Anda download Lalu double click (klik dua kali) pada file yang telah Anda download tersebut Demikian informasi kami dan semoga bermanfaat untuk Islam dan kaum Muslimin. Admin Rumaysho Haryo Prabowo, S.Kom.
Alhamdulillaah telah lebih dari 7 tahun website Rumaysho diluncurkan, dan hingga kini terus bertahan. Hanya dengan izin Allah Ta’ala semua hal ini bisa diraih. Kami berharap dengan keberadaan website ini bisa menjadi salah satu wasilah untuk lebih mencerdaskan kaum muslimin di Indonesia, membantu menyebarkan ilmu agama Islam berdasarkan dalil-dalil yang shahih dan pemahaman yang insyaaAllah lurus. Menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami untuk dapat terus membantu tersebarnya dakwah via internet melalui website Rumaysho ini. Akan tetapi seperti kita ketahui bersama bahwa ada juga saudara-saudari kita yang mungkin belum mendapat karunia koneksi internet yang “always on” dan stabil, karenanya alangkah baiknya jika ada sebuah copy dari website Rumaysho ini dalam bentuk offline yang bisa dinikmati oleh siapa pun, kapan pun, di mana pun, tanpa perlu tergantung dengan ketersediaan akses internet. Dan alhamdulillaah, ternyata sudah ada seorang Ikhwah yang berbaik hati untuk membantu menyediakan copy website Rumaysho dalam bentuk offline. Cara Download File tersebut bisa Anda download langsung di website ikhwah tersebut Download Ebook Offline Rumaysho.Com versi 3 (Update 08-2015) Pada link di atas tersedia beberapa download link, file dihosting pada box.com, google drive dan 4shared. Jika link download di atas tidak berhasil dibuka, Anda bisa juga coba mendownload melalui mirror berikut: Download CHM Rumaysho (Link 1) Download CHM Rumaysho (Link 2) Mirror download link menggunakan direct link, sehingga cukup Anda klik maka insyaaAllah file akan langsung terdownload. Cara Penggunaan Cara penggunaan untuk pengguna Android: Download file CHM melalui link di bagian akhir artikel ini Install terlebih dulu salah satu aplikasi pembaca file CHM dari Google Play Store,Super CHM CHM Reader CHM Ebook Reader CHM Reader X Cool Reader Atau cari “CHM Reader” pada Google Play Store Buka file CHM yang telah Anda download tersebut Cara penggunaan untuk pengguna Windows: Download File CHM melalui link di bagian akhir artikel ini Klik kanan pada file yang telah Anda download Lalu klik UNBLOCK pada properti file yang telah Anda download Lalu double click (klik dua kali) pada file yang telah Anda download tersebut Demikian informasi kami dan semoga bermanfaat untuk Islam dan kaum Muslimin. Admin Rumaysho Haryo Prabowo, S.Kom.


Alhamdulillaah telah lebih dari 7 tahun website Rumaysho diluncurkan, dan hingga kini terus bertahan. Hanya dengan izin Allah Ta’ala semua hal ini bisa diraih. Kami berharap dengan keberadaan website ini bisa menjadi salah satu wasilah untuk lebih mencerdaskan kaum muslimin di Indonesia, membantu menyebarkan ilmu agama Islam berdasarkan dalil-dalil yang shahih dan pemahaman yang insyaaAllah lurus. Menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami untuk dapat terus membantu tersebarnya dakwah via internet melalui website Rumaysho ini. Akan tetapi seperti kita ketahui bersama bahwa ada juga saudara-saudari kita yang mungkin belum mendapat karunia koneksi internet yang “always on” dan stabil, karenanya alangkah baiknya jika ada sebuah copy dari website Rumaysho ini dalam bentuk offline yang bisa dinikmati oleh siapa pun, kapan pun, di mana pun, tanpa perlu tergantung dengan ketersediaan akses internet. Dan alhamdulillaah, ternyata sudah ada seorang Ikhwah yang berbaik hati untuk membantu menyediakan copy website Rumaysho dalam bentuk offline. Cara Download File tersebut bisa Anda download langsung di website ikhwah tersebut Download Ebook Offline Rumaysho.Com versi 3 (Update 08-2015) Pada link di atas tersedia beberapa download link, file dihosting pada box.com, google drive dan 4shared. Jika link download di atas tidak berhasil dibuka, Anda bisa juga coba mendownload melalui mirror berikut: Download CHM Rumaysho (Link 1) Download CHM Rumaysho (Link 2) Mirror download link menggunakan direct link, sehingga cukup Anda klik maka insyaaAllah file akan langsung terdownload. Cara Penggunaan Cara penggunaan untuk pengguna Android: Download file CHM melalui link di bagian akhir artikel ini Install terlebih dulu salah satu aplikasi pembaca file CHM dari Google Play Store,Super CHM CHM Reader CHM Ebook Reader CHM Reader X Cool Reader Atau cari “CHM Reader” pada Google Play Store Buka file CHM yang telah Anda download tersebut Cara penggunaan untuk pengguna Windows: Download File CHM melalui link di bagian akhir artikel ini Klik kanan pada file yang telah Anda download Lalu klik UNBLOCK pada properti file yang telah Anda download Lalu double click (klik dua kali) pada file yang telah Anda download tersebut Demikian informasi kami dan semoga bermanfaat untuk Islam dan kaum Muslimin. Admin Rumaysho Haryo Prabowo, S.Kom.

Wahai Pemuda Waspadai Pemikiran Khawarij

خطبة الجمعة من المسجد النبوي 26 ربيع الآخر 1437 هـللشيخ / صلاح بن محمد البديرترجمت إلى لغة الملايو الإندونيسيةKhotbah Jum’at Masjid Nabawi, 26 Rabiul Akhir 1437 HKhatib : Syekh Shalah Bin Muhammad Al-BudairKhotbah PertamaKaum Muslimin sekalian!Dunia hanya sebentar saja, begitu singkat dan merupakan bencana. Sungguh merugi orang yang tertipu oleh fatamorgana dunia, mabuk oleh tegukan minumannya, tiba-tiba tertelan oleh bumi sebelum sempat bertobat. Tempat untuk berlomba, dan  dunia adalah medan tempat berlomba. Tidak akan memenangkan dalam setiap kancah pacu kecuali kuda pilihan yang kencang larinya. Setiap orang akan menerima apa yang telah dipersembahkan untuk dirinya, kesalahan-kesalahannya akan merugikannya sebagaimana kashalihannya pun pasti menguntungkannya.Kaum muslimin sekalian!Kerajaan Arab Saudi adalah suatu negeri yang derajatnya menjadi tinggi karena agama. Karena syariat kokohlah pilar-pilarnya, berkat ketegasan pemimpinnya enyahlah musuh-musuhnya, berkat keberniannya kandaslah usaha mereka yang beseberangan dengannya. Siapapun yang menyerang negeri dua kota suci dengan berbagai tipu muslihat, niscaya Allah akan telungkupkan batang hidungnya dan akan kembalikan akibat buruk persekongkolannya kepada pelakunya. Kaum muslimin!Persatuan merupakan benteng pertahanan, dan perpecahan merupakan pangkal kebinasaan. Persatuan merupakan inti dari kebenaran, dan perpecahan adalah basis kehancuran. Cerai berai adalah tanda ketersungkuran dan faktor pemecut saling menjauh, yang menyebabkan kemamuran berbalik menjadi kehancuran, dan menjadikan keamanan menjadi hanya fatamorgana.Walhasil perpecahan adalah pembantai dan pencukur habis, tidak ada orang yang berjalan yang lebih jahat dari yang berjalan untuk mengadu domba. Maka biang keladi dari segala keburukan adalah penyulut api adu domba.Kaum muslimin!Sungguh telah menyimpang dari barisan umat ini sebuah komplotan sesat, sekelompok kecil sempalan yang merupakan dari keturunan yang sesat. Tidak jelas arah tujuannya selain mengais-ngais percikan bunga api kekacauan dan pembangkangan, lalu mengobarkan semangat perpecahan, menghunus pedang fitnah dan jihad dengan cara-cara yang melawan hukum dan dengan beroposisi, akibat aqidah yang merupakan aqidah susupan, dan pemahaman yang cacat,  dan pandangan yang sakit.Pola pikir yang keliru telah menginspirasi mereka untuk menempuh jalur kesesatan dan jalan yang bercabang-cabang. Itulah sebabnya mereka mengkafirkan, menteror, menakut-nakuti, membunuh, melakukan peledakan, berkhianat dan menipu. Mereka tidak menahan diri dari mengganggu orang-orang kafir yang telah terikat perjanjian damai, demikian juga mereka mengganggu kaum muslimin. Mereka mencampakkan diri ke dalam tungku api bunuh diri dengan dalih gugur sebagai syuhada, dan menjerumuskan diri dalam lembah pemberontakan dengan dalih berjihad.Kondisi mereka amburadul tanpa aturan, mereka mengikuti setiap suara yang menggonggong dan menapaki jejak setiap suara yang meringkik. Argumentasi yang rasional mereka tanggapi dengan kata-kata yang berbelit-belit, Kaidah yang benar mereka konter dengan kengawuran dan kesalahan, perkara-perkara yang jelas mereka lawan dengan syubhat-shubhat yang jatuh. Sehingga ini semua hanyalah menambah hati mereka semakin bimbang, bingung dan risau, mereka benar-benar kelewat batas (ekstrem). Siapapun yang membela mereka sama dengan membela kebatilan, dan siapapun yang mendukung mereka sama saja dengan mendukung penghancuran Islam.Mereka bagaikan laron-laron yang menuju ke api, anak-anak muda yang masih bau kencur, pandir dan jahat. Mereka menyimpang dari jalur ulama salaf (para pendahulu yang baik) dan diteruskan oleh generasi penerus yang baik pula. Mereka tinggalkan ajaran yang diwariskan oleh umumnya para ulama kepada umumnya para ulama, diwariskan oleh jama’ah kaum muslimin kepada jamaah sesudahnya.Abu Hurairah –radhiyallahu anhu- meriwayatkan, Rasulullah –shallallahu alaihi – bersabda :مَنْ خَرَجَ مِنْ الطَّاعَةِ وَفَارَقَ الْجَمَاعَةَ فَمَاتَ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً. وَمَنْ خَرَجَ مِنْ أمَّتِى عَلَي أُمَّتِيْ يَضْرِبُ بَرَّهَا وَفَاجَرَهَا وَلاَ يَتَحَاشَيْ مِنْ مُؤْمِنِهَا وَلاَ يَفِيْ لِذِيْ عَهْدٍ عَهْدَهُ فَلَيْسَ مِنِّيْ.  رواه مسلم“Barangsiapa keluar dari ketaatan dan tidak mau bergabung dengan jama’ah kemudian ia mati, maka matinya seperti mati jahiliyah. Barangsiapa keluar dari umatku untuk memerangi umatku, dengan memenggal orang yang baik dan yang jahat tanpa mengecualikan orang mukmin dari umatku, dan tidak menepati janjinya terhadap orang yang telah terikat perjanjian, maka dia bukanlah dari golonganku”. HR Muslim.Mereka benar-benar kelompok sesat, berhati dengki dan hasud. Kejahatan mereka terakhir kali yang brutal dan mengerikan adalah peledakan bom bunuh diri di Al-Ahsya dengan eksikutor tangan pengkhianat. Mereka bagaikan tetumbuhan ganas yang akan tercungkil, dan akar kebatilan tidak akan lama untuk tercabut. Kehancuran mereka senantiasa ternantikan, dan dengan kebulatan tekad pastilah mereka tertumpas.  Kaum muslimin!Usia muda belia identik dengan kesucian dan keluguan. Anak yang masih muda belia umumnya kurang tanggap dan minim pengalaman. Maka ketika anak muda belia seperti itu dirangkul oleh orang yang diragukan loyalitasnya, akidahnya, kejujurannya dan agamanya, jadilah dia korban penipuan penjahat tanpa disadari, dicekokinya dengan kebatilan tanpa dimengerti, diracuninya tanpa diduga, direkrutnya untuk menyerang agamanya, negerinya, keluarganya dan kaum kerabatnya sendiri tanpa ia sadari.Barangsiapa yang membiarkan anaknya berkelana di lembah binatang buas untuk bermain-main di tengah-tengah binatang buas yang kelaparan, berjalan dalam kegelapan dan menelusuri gurun pasir, maka ia telah menjualnya dan menelantarkannya serta membiarkannya menjadi rebutan kelompok penjahat dan menjadi target bagi kepentingan mereka yang busuk.Barangsiapa yang membiarkan anak-anaknya tenggelam dalam pesta pora dan dalam dosa, bergelimang dalam arena fitnah, menerobos kerumunan orang banyak, membenamkan diri di tengah-tengah keramaian manusia, berteman dengan siapa saja yang mereka sukai tanpa ada pengawasan, bermalam di luar rumah tanpa dijaga, tinggal jauh tanpa pernah dipertanyakan, maka sungguh ia telah durhaka kepada mereka dan berbuat dzolim kepada mereka.Tanda jasa yang pasti melekat adalah ketika anak-anak itu menjadi korban bisikan setan, korban ceramah para pembuat onar, tulisan kelompok ektremis pelaku kebatilan, fatwa kelompok Khawarij yang penuh kedengkian, diperalat oleh organisasi rahasia, oleh kelompok-kelompok teroris yang  tukang mengkafirkan, serta hanyut dalam arus kepartaian yang menanamkan kebencian di hati para anak-anak muda kita terhadap para penguasa kita, ulama kita dan negeri kita.Wahai para orang tua!Waspadalah, jangan menganggap enteng, jangan sampai terlena dan lalai, membiarkan dan tidak peduli. Tanamkanlah dalam jiwa anak-anak kalian rasa cinta kepada agama dan negeri mereka. Didiklah mereka untuk loyal kepada pemerintah, aparat keamanan, para ulama dan para pemimpin mereka. Semua itu sulit diwujudkan kecuali dengan memberikan rasa kasih sayang kepada mereka, mencintai mereka, memberikan pemberian dan berbuat baik kepada mereka, menyertai dan mendampingi mereka secara baik serta memberikan hak pendidikan dan perlindungan kepada mereka.Kaum muslimin sekalian!Khawarij adalah para pelaku maksiat kepada Allah dan RasulNya, mereka telah menyelisihi al-Kitab dan as-Sunnah. Dan khawarij ada dua kelompok, yang keduanya adalah dua tanduk syaitan, yaitu kelompok “Al-Qo’adah” (provokator namun tidak ikut terjun), dan “Al-khodam Al-Hafadah” (yaitu pembantu dan pelaksana/eksekutor). Maka khawarij “Provokator” kerjaannya adalah memperindah pemberontakan, mereka menyeru untuk memberontak terhadap penguasa, mereka membolehkan praktik bom bunuh diri, dan mereka menipu para pengebom bunuh diri dengan janji ampunan Allah dan masuk surga. Mereka memperindah fatwa-fatwa yang keji, untuk membawa sabuk-sabuk yang berisi bom (untuk bom bunuh diri), untuk menyetir mobil-mobil yang berisi bom, dan untuk meledakan diri sendiri di mesjid-mesjid dan tempat-tempat ibadah, serta di pasar-pasar dan lokasi-lokasi keramaian.Dan khawarij pelaksana/eksekutor adalah orang-orang berusia muda dan bodoh, tugas mereka adalah melaksanakan rencana-rencana syaitan, mereka menyalakan api dengan potongan-potongan kayu.Wahai sang pemuda yang gagah! Jangan sampai engkau terpedaya dengan perkataan dan provokasi yang telah dihias dengan kedustaan dan kemilaunya kebatilan. Kalau seandainya orang yang menyerumu adalah seorang mujahid yang menginginkan kebaikan maka tentu ia akan segera untuk melakukan bom bunuh diri sebelum ia mengajakmu untuk praktik bom bunuh diri. Akan tetapi ia telah menggelincirkan dan menyesatkanmu, ia sendiri lebih memilih kesenangan, harta, dan tetap bisa hidup, dan ia memilihkan untukmu kematian, kebinasaan, dan kehancuran.Maka bangunlah engkau dari kelalaianmu –wahai pemuda- kembalilah engkau dan tinggalkan kesesatan-kesesatanmu, kembalilah kepada jalan lurusmu, dan janganlah engkau menjadi bumerang (senjata makan tuan) bagi dirimu dan keluargamu.Wahai engkau yang kabur dan terus keras kepala membangkang serta terus mengobarkan kezoliman dan kerusakan…, wahai engkau yang mengeluarkan kata-kata yang buruk untuk didengar, yang telah berkoar-koar dengan perkataan yang menjijikan pada tabi’at…, wahai engkau yang melepaskan tali ketaatan dan engkau mematahkan tongkat jama’ah (persatuan)…, wahai engkau yang telah diberi waktu, telah diberi kesempatan, telah diulur, ternyata tidaklah kesempatan waktu yang diberikan kepadamu kecuali engkau semakin menyimpang, tidaklah kelonggaran diberikan kepadamu kecuali engkau semakin murtad…berhentilah engkau, lihatlah dan kembalilah kepada kebenaran sebelum engkau dihukum sementara wajahmu terhina…engkau akan dihadirkan untuk di sidang dengan persidangan yang adil dalam kondisi rendahnya dirimu…Bertaubatlah dan segera…sebelum menimpamu apa yang kau takutkan…jika engkau tidak memilih taubat maka tunggulah pedang yang memotong…============Khutbah Kedua :Kaum muslimin sekalian! Penderitaan penduduk Madaya (Suria) yang dikepung dan diboikot oleh musuh-musuh agama dan sunnah, yaitu dengan konspirasi internasional yang kuat, merupakan bukti akan adanya hukum rimba yang berlaku di dunia saat ini. Penduduk yang dihinakan dengan senjata yang menakutkan mereka dan menyebabkan mereka kelaparan. Para wanita, bayi, dan anak-anak diselimuti oleh ketakutan, kelaparan, penyakit, dan kedinginan tanpa ada obat dan makanan, tanpa ada tempat tidur dan selimut. Mereka tidak memiliki apa-apa untuk menghangatkan tubuh mereka di tengah dingin yang sangat menusuk.Sesungguhnya kekuatan dunia internasional –dengan sikap diam dan bisunya mereka, serta ketidakpeduliannya, sementara mereka menyaksikan pemandangan-pemandangan yang begitu mengerikan dan kondisi yang menyakitakan- maka mereka dianggap ikut serta dalam kejahatan terorisme ini. Dan sesungguhnya negeri-negeri sunnah yang telah dihancurkan mesjid-mesjid dan gedung-gedung sekolahnya, telah dibantai orang-orang yang terbaik dan orang-orang besar padanya, serta diisolasi sehingga penduduknya mati kelaparan, maka akan terus menjadi bukti yang nyata dan pasti akan adanya konspirasi bersama untuk menghancurkan bangunan negeri-ngeri sunnah, pemerintahnya, dan rakyatnya. Serta menunjukan akan adanya konspirasi tersembunyi diantara musuh-musuh umat, dan juga menunjukan adanya politik memecah belah dan mengeksodus demi mengadakan perubahan !!.Kaum muslimin sekalian! Bangkitlah demi menolang saudara-saudara kalian dengan apa yang kalian mampu, baik selimut, obat, dan makanan. Dan wajib bagi pemerintah negara-negara Arab dan Islam untuk tidak terus diam membisu kaku di hadapan proyek penghancuran kota Madaya dan pengisolasiannya. Wahai engkau yang boros dalam hartanya, yang berfoya-foya dalam perkara yang (meski) halal…, wahai kalian yang berbuat mubadzir, berlebih-lebihan dalam menghabiskan harta, menghabiskan harta pada perkara yang tidak bermanfaat…sungguh telah hilang kasih sayang dari hati kalian…, telah dicabut rasa belas kasih dari dada kalian…tidakkah kalian melihat apa yang menimpa saudara-saudara kalian?. Maka bertakwalah kepada Allah sebelum turun kepada kalian siksaanNya dan sebelum menimpa kalian hukumanNya…=====  Selesai  =====Penerjemah: Utsman Hatim dan Firanda Andirjahttps://firanda.com/

Wahai Pemuda Waspadai Pemikiran Khawarij

خطبة الجمعة من المسجد النبوي 26 ربيع الآخر 1437 هـللشيخ / صلاح بن محمد البديرترجمت إلى لغة الملايو الإندونيسيةKhotbah Jum’at Masjid Nabawi, 26 Rabiul Akhir 1437 HKhatib : Syekh Shalah Bin Muhammad Al-BudairKhotbah PertamaKaum Muslimin sekalian!Dunia hanya sebentar saja, begitu singkat dan merupakan bencana. Sungguh merugi orang yang tertipu oleh fatamorgana dunia, mabuk oleh tegukan minumannya, tiba-tiba tertelan oleh bumi sebelum sempat bertobat. Tempat untuk berlomba, dan  dunia adalah medan tempat berlomba. Tidak akan memenangkan dalam setiap kancah pacu kecuali kuda pilihan yang kencang larinya. Setiap orang akan menerima apa yang telah dipersembahkan untuk dirinya, kesalahan-kesalahannya akan merugikannya sebagaimana kashalihannya pun pasti menguntungkannya.Kaum muslimin sekalian!Kerajaan Arab Saudi adalah suatu negeri yang derajatnya menjadi tinggi karena agama. Karena syariat kokohlah pilar-pilarnya, berkat ketegasan pemimpinnya enyahlah musuh-musuhnya, berkat keberniannya kandaslah usaha mereka yang beseberangan dengannya. Siapapun yang menyerang negeri dua kota suci dengan berbagai tipu muslihat, niscaya Allah akan telungkupkan batang hidungnya dan akan kembalikan akibat buruk persekongkolannya kepada pelakunya. Kaum muslimin!Persatuan merupakan benteng pertahanan, dan perpecahan merupakan pangkal kebinasaan. Persatuan merupakan inti dari kebenaran, dan perpecahan adalah basis kehancuran. Cerai berai adalah tanda ketersungkuran dan faktor pemecut saling menjauh, yang menyebabkan kemamuran berbalik menjadi kehancuran, dan menjadikan keamanan menjadi hanya fatamorgana.Walhasil perpecahan adalah pembantai dan pencukur habis, tidak ada orang yang berjalan yang lebih jahat dari yang berjalan untuk mengadu domba. Maka biang keladi dari segala keburukan adalah penyulut api adu domba.Kaum muslimin!Sungguh telah menyimpang dari barisan umat ini sebuah komplotan sesat, sekelompok kecil sempalan yang merupakan dari keturunan yang sesat. Tidak jelas arah tujuannya selain mengais-ngais percikan bunga api kekacauan dan pembangkangan, lalu mengobarkan semangat perpecahan, menghunus pedang fitnah dan jihad dengan cara-cara yang melawan hukum dan dengan beroposisi, akibat aqidah yang merupakan aqidah susupan, dan pemahaman yang cacat,  dan pandangan yang sakit.Pola pikir yang keliru telah menginspirasi mereka untuk menempuh jalur kesesatan dan jalan yang bercabang-cabang. Itulah sebabnya mereka mengkafirkan, menteror, menakut-nakuti, membunuh, melakukan peledakan, berkhianat dan menipu. Mereka tidak menahan diri dari mengganggu orang-orang kafir yang telah terikat perjanjian damai, demikian juga mereka mengganggu kaum muslimin. Mereka mencampakkan diri ke dalam tungku api bunuh diri dengan dalih gugur sebagai syuhada, dan menjerumuskan diri dalam lembah pemberontakan dengan dalih berjihad.Kondisi mereka amburadul tanpa aturan, mereka mengikuti setiap suara yang menggonggong dan menapaki jejak setiap suara yang meringkik. Argumentasi yang rasional mereka tanggapi dengan kata-kata yang berbelit-belit, Kaidah yang benar mereka konter dengan kengawuran dan kesalahan, perkara-perkara yang jelas mereka lawan dengan syubhat-shubhat yang jatuh. Sehingga ini semua hanyalah menambah hati mereka semakin bimbang, bingung dan risau, mereka benar-benar kelewat batas (ekstrem). Siapapun yang membela mereka sama dengan membela kebatilan, dan siapapun yang mendukung mereka sama saja dengan mendukung penghancuran Islam.Mereka bagaikan laron-laron yang menuju ke api, anak-anak muda yang masih bau kencur, pandir dan jahat. Mereka menyimpang dari jalur ulama salaf (para pendahulu yang baik) dan diteruskan oleh generasi penerus yang baik pula. Mereka tinggalkan ajaran yang diwariskan oleh umumnya para ulama kepada umumnya para ulama, diwariskan oleh jama’ah kaum muslimin kepada jamaah sesudahnya.Abu Hurairah –radhiyallahu anhu- meriwayatkan, Rasulullah –shallallahu alaihi – bersabda :مَنْ خَرَجَ مِنْ الطَّاعَةِ وَفَارَقَ الْجَمَاعَةَ فَمَاتَ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً. وَمَنْ خَرَجَ مِنْ أمَّتِى عَلَي أُمَّتِيْ يَضْرِبُ بَرَّهَا وَفَاجَرَهَا وَلاَ يَتَحَاشَيْ مِنْ مُؤْمِنِهَا وَلاَ يَفِيْ لِذِيْ عَهْدٍ عَهْدَهُ فَلَيْسَ مِنِّيْ.  رواه مسلم“Barangsiapa keluar dari ketaatan dan tidak mau bergabung dengan jama’ah kemudian ia mati, maka matinya seperti mati jahiliyah. Barangsiapa keluar dari umatku untuk memerangi umatku, dengan memenggal orang yang baik dan yang jahat tanpa mengecualikan orang mukmin dari umatku, dan tidak menepati janjinya terhadap orang yang telah terikat perjanjian, maka dia bukanlah dari golonganku”. HR Muslim.Mereka benar-benar kelompok sesat, berhati dengki dan hasud. Kejahatan mereka terakhir kali yang brutal dan mengerikan adalah peledakan bom bunuh diri di Al-Ahsya dengan eksikutor tangan pengkhianat. Mereka bagaikan tetumbuhan ganas yang akan tercungkil, dan akar kebatilan tidak akan lama untuk tercabut. Kehancuran mereka senantiasa ternantikan, dan dengan kebulatan tekad pastilah mereka tertumpas.  Kaum muslimin!Usia muda belia identik dengan kesucian dan keluguan. Anak yang masih muda belia umumnya kurang tanggap dan minim pengalaman. Maka ketika anak muda belia seperti itu dirangkul oleh orang yang diragukan loyalitasnya, akidahnya, kejujurannya dan agamanya, jadilah dia korban penipuan penjahat tanpa disadari, dicekokinya dengan kebatilan tanpa dimengerti, diracuninya tanpa diduga, direkrutnya untuk menyerang agamanya, negerinya, keluarganya dan kaum kerabatnya sendiri tanpa ia sadari.Barangsiapa yang membiarkan anaknya berkelana di lembah binatang buas untuk bermain-main di tengah-tengah binatang buas yang kelaparan, berjalan dalam kegelapan dan menelusuri gurun pasir, maka ia telah menjualnya dan menelantarkannya serta membiarkannya menjadi rebutan kelompok penjahat dan menjadi target bagi kepentingan mereka yang busuk.Barangsiapa yang membiarkan anak-anaknya tenggelam dalam pesta pora dan dalam dosa, bergelimang dalam arena fitnah, menerobos kerumunan orang banyak, membenamkan diri di tengah-tengah keramaian manusia, berteman dengan siapa saja yang mereka sukai tanpa ada pengawasan, bermalam di luar rumah tanpa dijaga, tinggal jauh tanpa pernah dipertanyakan, maka sungguh ia telah durhaka kepada mereka dan berbuat dzolim kepada mereka.Tanda jasa yang pasti melekat adalah ketika anak-anak itu menjadi korban bisikan setan, korban ceramah para pembuat onar, tulisan kelompok ektremis pelaku kebatilan, fatwa kelompok Khawarij yang penuh kedengkian, diperalat oleh organisasi rahasia, oleh kelompok-kelompok teroris yang  tukang mengkafirkan, serta hanyut dalam arus kepartaian yang menanamkan kebencian di hati para anak-anak muda kita terhadap para penguasa kita, ulama kita dan negeri kita.Wahai para orang tua!Waspadalah, jangan menganggap enteng, jangan sampai terlena dan lalai, membiarkan dan tidak peduli. Tanamkanlah dalam jiwa anak-anak kalian rasa cinta kepada agama dan negeri mereka. Didiklah mereka untuk loyal kepada pemerintah, aparat keamanan, para ulama dan para pemimpin mereka. Semua itu sulit diwujudkan kecuali dengan memberikan rasa kasih sayang kepada mereka, mencintai mereka, memberikan pemberian dan berbuat baik kepada mereka, menyertai dan mendampingi mereka secara baik serta memberikan hak pendidikan dan perlindungan kepada mereka.Kaum muslimin sekalian!Khawarij adalah para pelaku maksiat kepada Allah dan RasulNya, mereka telah menyelisihi al-Kitab dan as-Sunnah. Dan khawarij ada dua kelompok, yang keduanya adalah dua tanduk syaitan, yaitu kelompok “Al-Qo’adah” (provokator namun tidak ikut terjun), dan “Al-khodam Al-Hafadah” (yaitu pembantu dan pelaksana/eksekutor). Maka khawarij “Provokator” kerjaannya adalah memperindah pemberontakan, mereka menyeru untuk memberontak terhadap penguasa, mereka membolehkan praktik bom bunuh diri, dan mereka menipu para pengebom bunuh diri dengan janji ampunan Allah dan masuk surga. Mereka memperindah fatwa-fatwa yang keji, untuk membawa sabuk-sabuk yang berisi bom (untuk bom bunuh diri), untuk menyetir mobil-mobil yang berisi bom, dan untuk meledakan diri sendiri di mesjid-mesjid dan tempat-tempat ibadah, serta di pasar-pasar dan lokasi-lokasi keramaian.Dan khawarij pelaksana/eksekutor adalah orang-orang berusia muda dan bodoh, tugas mereka adalah melaksanakan rencana-rencana syaitan, mereka menyalakan api dengan potongan-potongan kayu.Wahai sang pemuda yang gagah! Jangan sampai engkau terpedaya dengan perkataan dan provokasi yang telah dihias dengan kedustaan dan kemilaunya kebatilan. Kalau seandainya orang yang menyerumu adalah seorang mujahid yang menginginkan kebaikan maka tentu ia akan segera untuk melakukan bom bunuh diri sebelum ia mengajakmu untuk praktik bom bunuh diri. Akan tetapi ia telah menggelincirkan dan menyesatkanmu, ia sendiri lebih memilih kesenangan, harta, dan tetap bisa hidup, dan ia memilihkan untukmu kematian, kebinasaan, dan kehancuran.Maka bangunlah engkau dari kelalaianmu –wahai pemuda- kembalilah engkau dan tinggalkan kesesatan-kesesatanmu, kembalilah kepada jalan lurusmu, dan janganlah engkau menjadi bumerang (senjata makan tuan) bagi dirimu dan keluargamu.Wahai engkau yang kabur dan terus keras kepala membangkang serta terus mengobarkan kezoliman dan kerusakan…, wahai engkau yang mengeluarkan kata-kata yang buruk untuk didengar, yang telah berkoar-koar dengan perkataan yang menjijikan pada tabi’at…, wahai engkau yang melepaskan tali ketaatan dan engkau mematahkan tongkat jama’ah (persatuan)…, wahai engkau yang telah diberi waktu, telah diberi kesempatan, telah diulur, ternyata tidaklah kesempatan waktu yang diberikan kepadamu kecuali engkau semakin menyimpang, tidaklah kelonggaran diberikan kepadamu kecuali engkau semakin murtad…berhentilah engkau, lihatlah dan kembalilah kepada kebenaran sebelum engkau dihukum sementara wajahmu terhina…engkau akan dihadirkan untuk di sidang dengan persidangan yang adil dalam kondisi rendahnya dirimu…Bertaubatlah dan segera…sebelum menimpamu apa yang kau takutkan…jika engkau tidak memilih taubat maka tunggulah pedang yang memotong…============Khutbah Kedua :Kaum muslimin sekalian! Penderitaan penduduk Madaya (Suria) yang dikepung dan diboikot oleh musuh-musuh agama dan sunnah, yaitu dengan konspirasi internasional yang kuat, merupakan bukti akan adanya hukum rimba yang berlaku di dunia saat ini. Penduduk yang dihinakan dengan senjata yang menakutkan mereka dan menyebabkan mereka kelaparan. Para wanita, bayi, dan anak-anak diselimuti oleh ketakutan, kelaparan, penyakit, dan kedinginan tanpa ada obat dan makanan, tanpa ada tempat tidur dan selimut. Mereka tidak memiliki apa-apa untuk menghangatkan tubuh mereka di tengah dingin yang sangat menusuk.Sesungguhnya kekuatan dunia internasional –dengan sikap diam dan bisunya mereka, serta ketidakpeduliannya, sementara mereka menyaksikan pemandangan-pemandangan yang begitu mengerikan dan kondisi yang menyakitakan- maka mereka dianggap ikut serta dalam kejahatan terorisme ini. Dan sesungguhnya negeri-negeri sunnah yang telah dihancurkan mesjid-mesjid dan gedung-gedung sekolahnya, telah dibantai orang-orang yang terbaik dan orang-orang besar padanya, serta diisolasi sehingga penduduknya mati kelaparan, maka akan terus menjadi bukti yang nyata dan pasti akan adanya konspirasi bersama untuk menghancurkan bangunan negeri-ngeri sunnah, pemerintahnya, dan rakyatnya. Serta menunjukan akan adanya konspirasi tersembunyi diantara musuh-musuh umat, dan juga menunjukan adanya politik memecah belah dan mengeksodus demi mengadakan perubahan !!.Kaum muslimin sekalian! Bangkitlah demi menolang saudara-saudara kalian dengan apa yang kalian mampu, baik selimut, obat, dan makanan. Dan wajib bagi pemerintah negara-negara Arab dan Islam untuk tidak terus diam membisu kaku di hadapan proyek penghancuran kota Madaya dan pengisolasiannya. Wahai engkau yang boros dalam hartanya, yang berfoya-foya dalam perkara yang (meski) halal…, wahai kalian yang berbuat mubadzir, berlebih-lebihan dalam menghabiskan harta, menghabiskan harta pada perkara yang tidak bermanfaat…sungguh telah hilang kasih sayang dari hati kalian…, telah dicabut rasa belas kasih dari dada kalian…tidakkah kalian melihat apa yang menimpa saudara-saudara kalian?. Maka bertakwalah kepada Allah sebelum turun kepada kalian siksaanNya dan sebelum menimpa kalian hukumanNya…=====  Selesai  =====Penerjemah: Utsman Hatim dan Firanda Andirjahttps://firanda.com/
خطبة الجمعة من المسجد النبوي 26 ربيع الآخر 1437 هـللشيخ / صلاح بن محمد البديرترجمت إلى لغة الملايو الإندونيسيةKhotbah Jum’at Masjid Nabawi, 26 Rabiul Akhir 1437 HKhatib : Syekh Shalah Bin Muhammad Al-BudairKhotbah PertamaKaum Muslimin sekalian!Dunia hanya sebentar saja, begitu singkat dan merupakan bencana. Sungguh merugi orang yang tertipu oleh fatamorgana dunia, mabuk oleh tegukan minumannya, tiba-tiba tertelan oleh bumi sebelum sempat bertobat. Tempat untuk berlomba, dan  dunia adalah medan tempat berlomba. Tidak akan memenangkan dalam setiap kancah pacu kecuali kuda pilihan yang kencang larinya. Setiap orang akan menerima apa yang telah dipersembahkan untuk dirinya, kesalahan-kesalahannya akan merugikannya sebagaimana kashalihannya pun pasti menguntungkannya.Kaum muslimin sekalian!Kerajaan Arab Saudi adalah suatu negeri yang derajatnya menjadi tinggi karena agama. Karena syariat kokohlah pilar-pilarnya, berkat ketegasan pemimpinnya enyahlah musuh-musuhnya, berkat keberniannya kandaslah usaha mereka yang beseberangan dengannya. Siapapun yang menyerang negeri dua kota suci dengan berbagai tipu muslihat, niscaya Allah akan telungkupkan batang hidungnya dan akan kembalikan akibat buruk persekongkolannya kepada pelakunya. Kaum muslimin!Persatuan merupakan benteng pertahanan, dan perpecahan merupakan pangkal kebinasaan. Persatuan merupakan inti dari kebenaran, dan perpecahan adalah basis kehancuran. Cerai berai adalah tanda ketersungkuran dan faktor pemecut saling menjauh, yang menyebabkan kemamuran berbalik menjadi kehancuran, dan menjadikan keamanan menjadi hanya fatamorgana.Walhasil perpecahan adalah pembantai dan pencukur habis, tidak ada orang yang berjalan yang lebih jahat dari yang berjalan untuk mengadu domba. Maka biang keladi dari segala keburukan adalah penyulut api adu domba.Kaum muslimin!Sungguh telah menyimpang dari barisan umat ini sebuah komplotan sesat, sekelompok kecil sempalan yang merupakan dari keturunan yang sesat. Tidak jelas arah tujuannya selain mengais-ngais percikan bunga api kekacauan dan pembangkangan, lalu mengobarkan semangat perpecahan, menghunus pedang fitnah dan jihad dengan cara-cara yang melawan hukum dan dengan beroposisi, akibat aqidah yang merupakan aqidah susupan, dan pemahaman yang cacat,  dan pandangan yang sakit.Pola pikir yang keliru telah menginspirasi mereka untuk menempuh jalur kesesatan dan jalan yang bercabang-cabang. Itulah sebabnya mereka mengkafirkan, menteror, menakut-nakuti, membunuh, melakukan peledakan, berkhianat dan menipu. Mereka tidak menahan diri dari mengganggu orang-orang kafir yang telah terikat perjanjian damai, demikian juga mereka mengganggu kaum muslimin. Mereka mencampakkan diri ke dalam tungku api bunuh diri dengan dalih gugur sebagai syuhada, dan menjerumuskan diri dalam lembah pemberontakan dengan dalih berjihad.Kondisi mereka amburadul tanpa aturan, mereka mengikuti setiap suara yang menggonggong dan menapaki jejak setiap suara yang meringkik. Argumentasi yang rasional mereka tanggapi dengan kata-kata yang berbelit-belit, Kaidah yang benar mereka konter dengan kengawuran dan kesalahan, perkara-perkara yang jelas mereka lawan dengan syubhat-shubhat yang jatuh. Sehingga ini semua hanyalah menambah hati mereka semakin bimbang, bingung dan risau, mereka benar-benar kelewat batas (ekstrem). Siapapun yang membela mereka sama dengan membela kebatilan, dan siapapun yang mendukung mereka sama saja dengan mendukung penghancuran Islam.Mereka bagaikan laron-laron yang menuju ke api, anak-anak muda yang masih bau kencur, pandir dan jahat. Mereka menyimpang dari jalur ulama salaf (para pendahulu yang baik) dan diteruskan oleh generasi penerus yang baik pula. Mereka tinggalkan ajaran yang diwariskan oleh umumnya para ulama kepada umumnya para ulama, diwariskan oleh jama’ah kaum muslimin kepada jamaah sesudahnya.Abu Hurairah –radhiyallahu anhu- meriwayatkan, Rasulullah –shallallahu alaihi – bersabda :مَنْ خَرَجَ مِنْ الطَّاعَةِ وَفَارَقَ الْجَمَاعَةَ فَمَاتَ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً. وَمَنْ خَرَجَ مِنْ أمَّتِى عَلَي أُمَّتِيْ يَضْرِبُ بَرَّهَا وَفَاجَرَهَا وَلاَ يَتَحَاشَيْ مِنْ مُؤْمِنِهَا وَلاَ يَفِيْ لِذِيْ عَهْدٍ عَهْدَهُ فَلَيْسَ مِنِّيْ.  رواه مسلم“Barangsiapa keluar dari ketaatan dan tidak mau bergabung dengan jama’ah kemudian ia mati, maka matinya seperti mati jahiliyah. Barangsiapa keluar dari umatku untuk memerangi umatku, dengan memenggal orang yang baik dan yang jahat tanpa mengecualikan orang mukmin dari umatku, dan tidak menepati janjinya terhadap orang yang telah terikat perjanjian, maka dia bukanlah dari golonganku”. HR Muslim.Mereka benar-benar kelompok sesat, berhati dengki dan hasud. Kejahatan mereka terakhir kali yang brutal dan mengerikan adalah peledakan bom bunuh diri di Al-Ahsya dengan eksikutor tangan pengkhianat. Mereka bagaikan tetumbuhan ganas yang akan tercungkil, dan akar kebatilan tidak akan lama untuk tercabut. Kehancuran mereka senantiasa ternantikan, dan dengan kebulatan tekad pastilah mereka tertumpas.  Kaum muslimin!Usia muda belia identik dengan kesucian dan keluguan. Anak yang masih muda belia umumnya kurang tanggap dan minim pengalaman. Maka ketika anak muda belia seperti itu dirangkul oleh orang yang diragukan loyalitasnya, akidahnya, kejujurannya dan agamanya, jadilah dia korban penipuan penjahat tanpa disadari, dicekokinya dengan kebatilan tanpa dimengerti, diracuninya tanpa diduga, direkrutnya untuk menyerang agamanya, negerinya, keluarganya dan kaum kerabatnya sendiri tanpa ia sadari.Barangsiapa yang membiarkan anaknya berkelana di lembah binatang buas untuk bermain-main di tengah-tengah binatang buas yang kelaparan, berjalan dalam kegelapan dan menelusuri gurun pasir, maka ia telah menjualnya dan menelantarkannya serta membiarkannya menjadi rebutan kelompok penjahat dan menjadi target bagi kepentingan mereka yang busuk.Barangsiapa yang membiarkan anak-anaknya tenggelam dalam pesta pora dan dalam dosa, bergelimang dalam arena fitnah, menerobos kerumunan orang banyak, membenamkan diri di tengah-tengah keramaian manusia, berteman dengan siapa saja yang mereka sukai tanpa ada pengawasan, bermalam di luar rumah tanpa dijaga, tinggal jauh tanpa pernah dipertanyakan, maka sungguh ia telah durhaka kepada mereka dan berbuat dzolim kepada mereka.Tanda jasa yang pasti melekat adalah ketika anak-anak itu menjadi korban bisikan setan, korban ceramah para pembuat onar, tulisan kelompok ektremis pelaku kebatilan, fatwa kelompok Khawarij yang penuh kedengkian, diperalat oleh organisasi rahasia, oleh kelompok-kelompok teroris yang  tukang mengkafirkan, serta hanyut dalam arus kepartaian yang menanamkan kebencian di hati para anak-anak muda kita terhadap para penguasa kita, ulama kita dan negeri kita.Wahai para orang tua!Waspadalah, jangan menganggap enteng, jangan sampai terlena dan lalai, membiarkan dan tidak peduli. Tanamkanlah dalam jiwa anak-anak kalian rasa cinta kepada agama dan negeri mereka. Didiklah mereka untuk loyal kepada pemerintah, aparat keamanan, para ulama dan para pemimpin mereka. Semua itu sulit diwujudkan kecuali dengan memberikan rasa kasih sayang kepada mereka, mencintai mereka, memberikan pemberian dan berbuat baik kepada mereka, menyertai dan mendampingi mereka secara baik serta memberikan hak pendidikan dan perlindungan kepada mereka.Kaum muslimin sekalian!Khawarij adalah para pelaku maksiat kepada Allah dan RasulNya, mereka telah menyelisihi al-Kitab dan as-Sunnah. Dan khawarij ada dua kelompok, yang keduanya adalah dua tanduk syaitan, yaitu kelompok “Al-Qo’adah” (provokator namun tidak ikut terjun), dan “Al-khodam Al-Hafadah” (yaitu pembantu dan pelaksana/eksekutor). Maka khawarij “Provokator” kerjaannya adalah memperindah pemberontakan, mereka menyeru untuk memberontak terhadap penguasa, mereka membolehkan praktik bom bunuh diri, dan mereka menipu para pengebom bunuh diri dengan janji ampunan Allah dan masuk surga. Mereka memperindah fatwa-fatwa yang keji, untuk membawa sabuk-sabuk yang berisi bom (untuk bom bunuh diri), untuk menyetir mobil-mobil yang berisi bom, dan untuk meledakan diri sendiri di mesjid-mesjid dan tempat-tempat ibadah, serta di pasar-pasar dan lokasi-lokasi keramaian.Dan khawarij pelaksana/eksekutor adalah orang-orang berusia muda dan bodoh, tugas mereka adalah melaksanakan rencana-rencana syaitan, mereka menyalakan api dengan potongan-potongan kayu.Wahai sang pemuda yang gagah! Jangan sampai engkau terpedaya dengan perkataan dan provokasi yang telah dihias dengan kedustaan dan kemilaunya kebatilan. Kalau seandainya orang yang menyerumu adalah seorang mujahid yang menginginkan kebaikan maka tentu ia akan segera untuk melakukan bom bunuh diri sebelum ia mengajakmu untuk praktik bom bunuh diri. Akan tetapi ia telah menggelincirkan dan menyesatkanmu, ia sendiri lebih memilih kesenangan, harta, dan tetap bisa hidup, dan ia memilihkan untukmu kematian, kebinasaan, dan kehancuran.Maka bangunlah engkau dari kelalaianmu –wahai pemuda- kembalilah engkau dan tinggalkan kesesatan-kesesatanmu, kembalilah kepada jalan lurusmu, dan janganlah engkau menjadi bumerang (senjata makan tuan) bagi dirimu dan keluargamu.Wahai engkau yang kabur dan terus keras kepala membangkang serta terus mengobarkan kezoliman dan kerusakan…, wahai engkau yang mengeluarkan kata-kata yang buruk untuk didengar, yang telah berkoar-koar dengan perkataan yang menjijikan pada tabi’at…, wahai engkau yang melepaskan tali ketaatan dan engkau mematahkan tongkat jama’ah (persatuan)…, wahai engkau yang telah diberi waktu, telah diberi kesempatan, telah diulur, ternyata tidaklah kesempatan waktu yang diberikan kepadamu kecuali engkau semakin menyimpang, tidaklah kelonggaran diberikan kepadamu kecuali engkau semakin murtad…berhentilah engkau, lihatlah dan kembalilah kepada kebenaran sebelum engkau dihukum sementara wajahmu terhina…engkau akan dihadirkan untuk di sidang dengan persidangan yang adil dalam kondisi rendahnya dirimu…Bertaubatlah dan segera…sebelum menimpamu apa yang kau takutkan…jika engkau tidak memilih taubat maka tunggulah pedang yang memotong…============Khutbah Kedua :Kaum muslimin sekalian! Penderitaan penduduk Madaya (Suria) yang dikepung dan diboikot oleh musuh-musuh agama dan sunnah, yaitu dengan konspirasi internasional yang kuat, merupakan bukti akan adanya hukum rimba yang berlaku di dunia saat ini. Penduduk yang dihinakan dengan senjata yang menakutkan mereka dan menyebabkan mereka kelaparan. Para wanita, bayi, dan anak-anak diselimuti oleh ketakutan, kelaparan, penyakit, dan kedinginan tanpa ada obat dan makanan, tanpa ada tempat tidur dan selimut. Mereka tidak memiliki apa-apa untuk menghangatkan tubuh mereka di tengah dingin yang sangat menusuk.Sesungguhnya kekuatan dunia internasional –dengan sikap diam dan bisunya mereka, serta ketidakpeduliannya, sementara mereka menyaksikan pemandangan-pemandangan yang begitu mengerikan dan kondisi yang menyakitakan- maka mereka dianggap ikut serta dalam kejahatan terorisme ini. Dan sesungguhnya negeri-negeri sunnah yang telah dihancurkan mesjid-mesjid dan gedung-gedung sekolahnya, telah dibantai orang-orang yang terbaik dan orang-orang besar padanya, serta diisolasi sehingga penduduknya mati kelaparan, maka akan terus menjadi bukti yang nyata dan pasti akan adanya konspirasi bersama untuk menghancurkan bangunan negeri-ngeri sunnah, pemerintahnya, dan rakyatnya. Serta menunjukan akan adanya konspirasi tersembunyi diantara musuh-musuh umat, dan juga menunjukan adanya politik memecah belah dan mengeksodus demi mengadakan perubahan !!.Kaum muslimin sekalian! Bangkitlah demi menolang saudara-saudara kalian dengan apa yang kalian mampu, baik selimut, obat, dan makanan. Dan wajib bagi pemerintah negara-negara Arab dan Islam untuk tidak terus diam membisu kaku di hadapan proyek penghancuran kota Madaya dan pengisolasiannya. Wahai engkau yang boros dalam hartanya, yang berfoya-foya dalam perkara yang (meski) halal…, wahai kalian yang berbuat mubadzir, berlebih-lebihan dalam menghabiskan harta, menghabiskan harta pada perkara yang tidak bermanfaat…sungguh telah hilang kasih sayang dari hati kalian…, telah dicabut rasa belas kasih dari dada kalian…tidakkah kalian melihat apa yang menimpa saudara-saudara kalian?. Maka bertakwalah kepada Allah sebelum turun kepada kalian siksaanNya dan sebelum menimpa kalian hukumanNya…=====  Selesai  =====Penerjemah: Utsman Hatim dan Firanda Andirjahttps://firanda.com/


خطبة الجمعة من المسجد النبوي 26 ربيع الآخر 1437 هـللشيخ / صلاح بن محمد البديرترجمت إلى لغة الملايو الإندونيسيةKhotbah Jum’at Masjid Nabawi, 26 Rabiul Akhir 1437 HKhatib : Syekh Shalah Bin Muhammad Al-BudairKhotbah PertamaKaum Muslimin sekalian!Dunia hanya sebentar saja, begitu singkat dan merupakan bencana. Sungguh merugi orang yang tertipu oleh fatamorgana dunia, mabuk oleh tegukan minumannya, tiba-tiba tertelan oleh bumi sebelum sempat bertobat. Tempat untuk berlomba, dan  dunia adalah medan tempat berlomba. Tidak akan memenangkan dalam setiap kancah pacu kecuali kuda pilihan yang kencang larinya. Setiap orang akan menerima apa yang telah dipersembahkan untuk dirinya, kesalahan-kesalahannya akan merugikannya sebagaimana kashalihannya pun pasti menguntungkannya.Kaum muslimin sekalian!Kerajaan Arab Saudi adalah suatu negeri yang derajatnya menjadi tinggi karena agama. Karena syariat kokohlah pilar-pilarnya, berkat ketegasan pemimpinnya enyahlah musuh-musuhnya, berkat keberniannya kandaslah usaha mereka yang beseberangan dengannya. Siapapun yang menyerang negeri dua kota suci dengan berbagai tipu muslihat, niscaya Allah akan telungkupkan batang hidungnya dan akan kembalikan akibat buruk persekongkolannya kepada pelakunya. Kaum muslimin!Persatuan merupakan benteng pertahanan, dan perpecahan merupakan pangkal kebinasaan. Persatuan merupakan inti dari kebenaran, dan perpecahan adalah basis kehancuran. Cerai berai adalah tanda ketersungkuran dan faktor pemecut saling menjauh, yang menyebabkan kemamuran berbalik menjadi kehancuran, dan menjadikan keamanan menjadi hanya fatamorgana.Walhasil perpecahan adalah pembantai dan pencukur habis, tidak ada orang yang berjalan yang lebih jahat dari yang berjalan untuk mengadu domba. Maka biang keladi dari segala keburukan adalah penyulut api adu domba.Kaum muslimin!Sungguh telah menyimpang dari barisan umat ini sebuah komplotan sesat, sekelompok kecil sempalan yang merupakan dari keturunan yang sesat. Tidak jelas arah tujuannya selain mengais-ngais percikan bunga api kekacauan dan pembangkangan, lalu mengobarkan semangat perpecahan, menghunus pedang fitnah dan jihad dengan cara-cara yang melawan hukum dan dengan beroposisi, akibat aqidah yang merupakan aqidah susupan, dan pemahaman yang cacat,  dan pandangan yang sakit.Pola pikir yang keliru telah menginspirasi mereka untuk menempuh jalur kesesatan dan jalan yang bercabang-cabang. Itulah sebabnya mereka mengkafirkan, menteror, menakut-nakuti, membunuh, melakukan peledakan, berkhianat dan menipu. Mereka tidak menahan diri dari mengganggu orang-orang kafir yang telah terikat perjanjian damai, demikian juga mereka mengganggu kaum muslimin. Mereka mencampakkan diri ke dalam tungku api bunuh diri dengan dalih gugur sebagai syuhada, dan menjerumuskan diri dalam lembah pemberontakan dengan dalih berjihad.Kondisi mereka amburadul tanpa aturan, mereka mengikuti setiap suara yang menggonggong dan menapaki jejak setiap suara yang meringkik. Argumentasi yang rasional mereka tanggapi dengan kata-kata yang berbelit-belit, Kaidah yang benar mereka konter dengan kengawuran dan kesalahan, perkara-perkara yang jelas mereka lawan dengan syubhat-shubhat yang jatuh. Sehingga ini semua hanyalah menambah hati mereka semakin bimbang, bingung dan risau, mereka benar-benar kelewat batas (ekstrem). Siapapun yang membela mereka sama dengan membela kebatilan, dan siapapun yang mendukung mereka sama saja dengan mendukung penghancuran Islam.Mereka bagaikan laron-laron yang menuju ke api, anak-anak muda yang masih bau kencur, pandir dan jahat. Mereka menyimpang dari jalur ulama salaf (para pendahulu yang baik) dan diteruskan oleh generasi penerus yang baik pula. Mereka tinggalkan ajaran yang diwariskan oleh umumnya para ulama kepada umumnya para ulama, diwariskan oleh jama’ah kaum muslimin kepada jamaah sesudahnya.Abu Hurairah –radhiyallahu anhu- meriwayatkan, Rasulullah –shallallahu alaihi – bersabda :مَنْ خَرَجَ مِنْ الطَّاعَةِ وَفَارَقَ الْجَمَاعَةَ فَمَاتَ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً. وَمَنْ خَرَجَ مِنْ أمَّتِى عَلَي أُمَّتِيْ يَضْرِبُ بَرَّهَا وَفَاجَرَهَا وَلاَ يَتَحَاشَيْ مِنْ مُؤْمِنِهَا وَلاَ يَفِيْ لِذِيْ عَهْدٍ عَهْدَهُ فَلَيْسَ مِنِّيْ.  رواه مسلم“Barangsiapa keluar dari ketaatan dan tidak mau bergabung dengan jama’ah kemudian ia mati, maka matinya seperti mati jahiliyah. Barangsiapa keluar dari umatku untuk memerangi umatku, dengan memenggal orang yang baik dan yang jahat tanpa mengecualikan orang mukmin dari umatku, dan tidak menepati janjinya terhadap orang yang telah terikat perjanjian, maka dia bukanlah dari golonganku”. HR Muslim.Mereka benar-benar kelompok sesat, berhati dengki dan hasud. Kejahatan mereka terakhir kali yang brutal dan mengerikan adalah peledakan bom bunuh diri di Al-Ahsya dengan eksikutor tangan pengkhianat. Mereka bagaikan tetumbuhan ganas yang akan tercungkil, dan akar kebatilan tidak akan lama untuk tercabut. Kehancuran mereka senantiasa ternantikan, dan dengan kebulatan tekad pastilah mereka tertumpas.  Kaum muslimin!Usia muda belia identik dengan kesucian dan keluguan. Anak yang masih muda belia umumnya kurang tanggap dan minim pengalaman. Maka ketika anak muda belia seperti itu dirangkul oleh orang yang diragukan loyalitasnya, akidahnya, kejujurannya dan agamanya, jadilah dia korban penipuan penjahat tanpa disadari, dicekokinya dengan kebatilan tanpa dimengerti, diracuninya tanpa diduga, direkrutnya untuk menyerang agamanya, negerinya, keluarganya dan kaum kerabatnya sendiri tanpa ia sadari.Barangsiapa yang membiarkan anaknya berkelana di lembah binatang buas untuk bermain-main di tengah-tengah binatang buas yang kelaparan, berjalan dalam kegelapan dan menelusuri gurun pasir, maka ia telah menjualnya dan menelantarkannya serta membiarkannya menjadi rebutan kelompok penjahat dan menjadi target bagi kepentingan mereka yang busuk.Barangsiapa yang membiarkan anak-anaknya tenggelam dalam pesta pora dan dalam dosa, bergelimang dalam arena fitnah, menerobos kerumunan orang banyak, membenamkan diri di tengah-tengah keramaian manusia, berteman dengan siapa saja yang mereka sukai tanpa ada pengawasan, bermalam di luar rumah tanpa dijaga, tinggal jauh tanpa pernah dipertanyakan, maka sungguh ia telah durhaka kepada mereka dan berbuat dzolim kepada mereka.Tanda jasa yang pasti melekat adalah ketika anak-anak itu menjadi korban bisikan setan, korban ceramah para pembuat onar, tulisan kelompok ektremis pelaku kebatilan, fatwa kelompok Khawarij yang penuh kedengkian, diperalat oleh organisasi rahasia, oleh kelompok-kelompok teroris yang  tukang mengkafirkan, serta hanyut dalam arus kepartaian yang menanamkan kebencian di hati para anak-anak muda kita terhadap para penguasa kita, ulama kita dan negeri kita.Wahai para orang tua!Waspadalah, jangan menganggap enteng, jangan sampai terlena dan lalai, membiarkan dan tidak peduli. Tanamkanlah dalam jiwa anak-anak kalian rasa cinta kepada agama dan negeri mereka. Didiklah mereka untuk loyal kepada pemerintah, aparat keamanan, para ulama dan para pemimpin mereka. Semua itu sulit diwujudkan kecuali dengan memberikan rasa kasih sayang kepada mereka, mencintai mereka, memberikan pemberian dan berbuat baik kepada mereka, menyertai dan mendampingi mereka secara baik serta memberikan hak pendidikan dan perlindungan kepada mereka.Kaum muslimin sekalian!Khawarij adalah para pelaku maksiat kepada Allah dan RasulNya, mereka telah menyelisihi al-Kitab dan as-Sunnah. Dan khawarij ada dua kelompok, yang keduanya adalah dua tanduk syaitan, yaitu kelompok “Al-Qo’adah” (provokator namun tidak ikut terjun), dan “Al-khodam Al-Hafadah” (yaitu pembantu dan pelaksana/eksekutor). Maka khawarij “Provokator” kerjaannya adalah memperindah pemberontakan, mereka menyeru untuk memberontak terhadap penguasa, mereka membolehkan praktik bom bunuh diri, dan mereka menipu para pengebom bunuh diri dengan janji ampunan Allah dan masuk surga. Mereka memperindah fatwa-fatwa yang keji, untuk membawa sabuk-sabuk yang berisi bom (untuk bom bunuh diri), untuk menyetir mobil-mobil yang berisi bom, dan untuk meledakan diri sendiri di mesjid-mesjid dan tempat-tempat ibadah, serta di pasar-pasar dan lokasi-lokasi keramaian.Dan khawarij pelaksana/eksekutor adalah orang-orang berusia muda dan bodoh, tugas mereka adalah melaksanakan rencana-rencana syaitan, mereka menyalakan api dengan potongan-potongan kayu.Wahai sang pemuda yang gagah! Jangan sampai engkau terpedaya dengan perkataan dan provokasi yang telah dihias dengan kedustaan dan kemilaunya kebatilan. Kalau seandainya orang yang menyerumu adalah seorang mujahid yang menginginkan kebaikan maka tentu ia akan segera untuk melakukan bom bunuh diri sebelum ia mengajakmu untuk praktik bom bunuh diri. Akan tetapi ia telah menggelincirkan dan menyesatkanmu, ia sendiri lebih memilih kesenangan, harta, dan tetap bisa hidup, dan ia memilihkan untukmu kematian, kebinasaan, dan kehancuran.Maka bangunlah engkau dari kelalaianmu –wahai pemuda- kembalilah engkau dan tinggalkan kesesatan-kesesatanmu, kembalilah kepada jalan lurusmu, dan janganlah engkau menjadi bumerang (senjata makan tuan) bagi dirimu dan keluargamu.Wahai engkau yang kabur dan terus keras kepala membangkang serta terus mengobarkan kezoliman dan kerusakan…, wahai engkau yang mengeluarkan kata-kata yang buruk untuk didengar, yang telah berkoar-koar dengan perkataan yang menjijikan pada tabi’at…, wahai engkau yang melepaskan tali ketaatan dan engkau mematahkan tongkat jama’ah (persatuan)…, wahai engkau yang telah diberi waktu, telah diberi kesempatan, telah diulur, ternyata tidaklah kesempatan waktu yang diberikan kepadamu kecuali engkau semakin menyimpang, tidaklah kelonggaran diberikan kepadamu kecuali engkau semakin murtad…berhentilah engkau, lihatlah dan kembalilah kepada kebenaran sebelum engkau dihukum sementara wajahmu terhina…engkau akan dihadirkan untuk di sidang dengan persidangan yang adil dalam kondisi rendahnya dirimu…Bertaubatlah dan segera…sebelum menimpamu apa yang kau takutkan…jika engkau tidak memilih taubat maka tunggulah pedang yang memotong…============Khutbah Kedua :Kaum muslimin sekalian! Penderitaan penduduk Madaya (Suria) yang dikepung dan diboikot oleh musuh-musuh agama dan sunnah, yaitu dengan konspirasi internasional yang kuat, merupakan bukti akan adanya hukum rimba yang berlaku di dunia saat ini. Penduduk yang dihinakan dengan senjata yang menakutkan mereka dan menyebabkan mereka kelaparan. Para wanita, bayi, dan anak-anak diselimuti oleh ketakutan, kelaparan, penyakit, dan kedinginan tanpa ada obat dan makanan, tanpa ada tempat tidur dan selimut. Mereka tidak memiliki apa-apa untuk menghangatkan tubuh mereka di tengah dingin yang sangat menusuk.Sesungguhnya kekuatan dunia internasional –dengan sikap diam dan bisunya mereka, serta ketidakpeduliannya, sementara mereka menyaksikan pemandangan-pemandangan yang begitu mengerikan dan kondisi yang menyakitakan- maka mereka dianggap ikut serta dalam kejahatan terorisme ini. Dan sesungguhnya negeri-negeri sunnah yang telah dihancurkan mesjid-mesjid dan gedung-gedung sekolahnya, telah dibantai orang-orang yang terbaik dan orang-orang besar padanya, serta diisolasi sehingga penduduknya mati kelaparan, maka akan terus menjadi bukti yang nyata dan pasti akan adanya konspirasi bersama untuk menghancurkan bangunan negeri-ngeri sunnah, pemerintahnya, dan rakyatnya. Serta menunjukan akan adanya konspirasi tersembunyi diantara musuh-musuh umat, dan juga menunjukan adanya politik memecah belah dan mengeksodus demi mengadakan perubahan !!.Kaum muslimin sekalian! Bangkitlah demi menolang saudara-saudara kalian dengan apa yang kalian mampu, baik selimut, obat, dan makanan. Dan wajib bagi pemerintah negara-negara Arab dan Islam untuk tidak terus diam membisu kaku di hadapan proyek penghancuran kota Madaya dan pengisolasiannya. Wahai engkau yang boros dalam hartanya, yang berfoya-foya dalam perkara yang (meski) halal…, wahai kalian yang berbuat mubadzir, berlebih-lebihan dalam menghabiskan harta, menghabiskan harta pada perkara yang tidak bermanfaat…sungguh telah hilang kasih sayang dari hati kalian…, telah dicabut rasa belas kasih dari dada kalian…tidakkah kalian melihat apa yang menimpa saudara-saudara kalian?. Maka bertakwalah kepada Allah sebelum turun kepada kalian siksaanNya dan sebelum menimpa kalian hukumanNya…=====  Selesai  =====Penerjemah: Utsman Hatim dan Firanda Andirjahttps://firanda.com/

Azab bagi LGBT di Masa Nabi Luth (1)

Kali ini kita melihat kisah yang pertama dari surat Huud. Ada salah satu kisah dalam surat tersebut yang membicarakan tentang diutusnya malaikat untuk menyiksa Kaum Luth. Moga jadi pelajaran bagi para pendukung LGBT. Kisah ini dimulai dari kedatangan malaikat menemui Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Ternyata Nabi Luth ‘alaihis salam belajar pada Nabi Ibrahim. Jadi wajar, jika malaikat mendatangi Nabi Ibrahim terlebih dahulu sebelum mendatangi muridnya. Mereka ingin mengabarkan pada Ibrahim yang akan memiliki anak Ishaq. Ibrahim dan istrinya (Sarah) begitu kaget karena sebenarnya mereka berdua sudah sepuh dan istrinya pun menilai dirinya sudah mandul. Itulah yang membuat mereka berdua heran. Lantas Ibrahim ingin tahu, apa maksud malaikat tadi diutus pada Kaum Luth. Dimulai kisah ini dari ayat yaitu saat para tamu malaikat tadi didekatkan makanan, mereka ketika itu , فَلَمَّا رَأَى أَيْدِيَهُمْ لَا تَصِلُ إِلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً قَالُوا لَا تَخَفْ إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَى قَوْمِ لُوطٍ “Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamah (makanan yang telah didekatkan, pen.), Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: “Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth.” (QS. Huud: 70) Ketika berita gembira telah disampaikan pada Nabi Ibrahim, فَلَمَّا ذَهَبَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ الرَّوْعُ وَجَاءَتْهُ الْبُشْرَى يُجَادِلُنَا فِي قَوْمِ لُوطٍ “Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya, diapun bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Luth.” (QS. Huud: 74) Kemudian disebutkan, إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُنِيبٌ “Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.” (QS. Huud: 75) يَا إِبْرَاهِيمُ أَعْرِضْ عَنْ هَذَا إِنَّهُ قَدْ جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ وَإِنَّهُمْ آَتِيهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُودٍ “Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.” (QS. Huud: 76) Ketika utusan malaikat tersebut mendatangi Nabi Luth ‘alaihis salam dan saat itu ia berada di rumahnya, وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ “Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit.” (QS. Huud: 77) Luth takut karena ia takut keadaan kaumnya yang masih hobi melakukan hubungan dengan sesama jenis. وَجَاءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِنْ قَبْلُ كَانُوا يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ قَالَ يَا قَوْمِ هَؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِي ضَيْفِي أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ “Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: “Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?” (QS. Huud: 78) Lihatlah kesukaan kaum Sodom masih pada sesama jenis, ditawari perempuan, mereka enggan. Masih bersambung insya Allah … — Selesai disusun di Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 25 Rabi’uts Tsani 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual

Azab bagi LGBT di Masa Nabi Luth (1)

Kali ini kita melihat kisah yang pertama dari surat Huud. Ada salah satu kisah dalam surat tersebut yang membicarakan tentang diutusnya malaikat untuk menyiksa Kaum Luth. Moga jadi pelajaran bagi para pendukung LGBT. Kisah ini dimulai dari kedatangan malaikat menemui Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Ternyata Nabi Luth ‘alaihis salam belajar pada Nabi Ibrahim. Jadi wajar, jika malaikat mendatangi Nabi Ibrahim terlebih dahulu sebelum mendatangi muridnya. Mereka ingin mengabarkan pada Ibrahim yang akan memiliki anak Ishaq. Ibrahim dan istrinya (Sarah) begitu kaget karena sebenarnya mereka berdua sudah sepuh dan istrinya pun menilai dirinya sudah mandul. Itulah yang membuat mereka berdua heran. Lantas Ibrahim ingin tahu, apa maksud malaikat tadi diutus pada Kaum Luth. Dimulai kisah ini dari ayat yaitu saat para tamu malaikat tadi didekatkan makanan, mereka ketika itu , فَلَمَّا رَأَى أَيْدِيَهُمْ لَا تَصِلُ إِلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً قَالُوا لَا تَخَفْ إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَى قَوْمِ لُوطٍ “Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamah (makanan yang telah didekatkan, pen.), Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: “Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth.” (QS. Huud: 70) Ketika berita gembira telah disampaikan pada Nabi Ibrahim, فَلَمَّا ذَهَبَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ الرَّوْعُ وَجَاءَتْهُ الْبُشْرَى يُجَادِلُنَا فِي قَوْمِ لُوطٍ “Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya, diapun bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Luth.” (QS. Huud: 74) Kemudian disebutkan, إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُنِيبٌ “Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.” (QS. Huud: 75) يَا إِبْرَاهِيمُ أَعْرِضْ عَنْ هَذَا إِنَّهُ قَدْ جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ وَإِنَّهُمْ آَتِيهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُودٍ “Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.” (QS. Huud: 76) Ketika utusan malaikat tersebut mendatangi Nabi Luth ‘alaihis salam dan saat itu ia berada di rumahnya, وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ “Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit.” (QS. Huud: 77) Luth takut karena ia takut keadaan kaumnya yang masih hobi melakukan hubungan dengan sesama jenis. وَجَاءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِنْ قَبْلُ كَانُوا يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ قَالَ يَا قَوْمِ هَؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِي ضَيْفِي أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ “Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: “Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?” (QS. Huud: 78) Lihatlah kesukaan kaum Sodom masih pada sesama jenis, ditawari perempuan, mereka enggan. Masih bersambung insya Allah … — Selesai disusun di Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 25 Rabi’uts Tsani 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual
Kali ini kita melihat kisah yang pertama dari surat Huud. Ada salah satu kisah dalam surat tersebut yang membicarakan tentang diutusnya malaikat untuk menyiksa Kaum Luth. Moga jadi pelajaran bagi para pendukung LGBT. Kisah ini dimulai dari kedatangan malaikat menemui Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Ternyata Nabi Luth ‘alaihis salam belajar pada Nabi Ibrahim. Jadi wajar, jika malaikat mendatangi Nabi Ibrahim terlebih dahulu sebelum mendatangi muridnya. Mereka ingin mengabarkan pada Ibrahim yang akan memiliki anak Ishaq. Ibrahim dan istrinya (Sarah) begitu kaget karena sebenarnya mereka berdua sudah sepuh dan istrinya pun menilai dirinya sudah mandul. Itulah yang membuat mereka berdua heran. Lantas Ibrahim ingin tahu, apa maksud malaikat tadi diutus pada Kaum Luth. Dimulai kisah ini dari ayat yaitu saat para tamu malaikat tadi didekatkan makanan, mereka ketika itu , فَلَمَّا رَأَى أَيْدِيَهُمْ لَا تَصِلُ إِلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً قَالُوا لَا تَخَفْ إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَى قَوْمِ لُوطٍ “Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamah (makanan yang telah didekatkan, pen.), Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: “Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth.” (QS. Huud: 70) Ketika berita gembira telah disampaikan pada Nabi Ibrahim, فَلَمَّا ذَهَبَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ الرَّوْعُ وَجَاءَتْهُ الْبُشْرَى يُجَادِلُنَا فِي قَوْمِ لُوطٍ “Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya, diapun bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Luth.” (QS. Huud: 74) Kemudian disebutkan, إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُنِيبٌ “Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.” (QS. Huud: 75) يَا إِبْرَاهِيمُ أَعْرِضْ عَنْ هَذَا إِنَّهُ قَدْ جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ وَإِنَّهُمْ آَتِيهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُودٍ “Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.” (QS. Huud: 76) Ketika utusan malaikat tersebut mendatangi Nabi Luth ‘alaihis salam dan saat itu ia berada di rumahnya, وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ “Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit.” (QS. Huud: 77) Luth takut karena ia takut keadaan kaumnya yang masih hobi melakukan hubungan dengan sesama jenis. وَجَاءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِنْ قَبْلُ كَانُوا يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ قَالَ يَا قَوْمِ هَؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِي ضَيْفِي أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ “Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: “Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?” (QS. Huud: 78) Lihatlah kesukaan kaum Sodom masih pada sesama jenis, ditawari perempuan, mereka enggan. Masih bersambung insya Allah … — Selesai disusun di Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 25 Rabi’uts Tsani 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual


Kali ini kita melihat kisah yang pertama dari surat Huud. Ada salah satu kisah dalam surat tersebut yang membicarakan tentang diutusnya malaikat untuk menyiksa Kaum Luth. Moga jadi pelajaran bagi para pendukung LGBT. Kisah ini dimulai dari kedatangan malaikat menemui Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Ternyata Nabi Luth ‘alaihis salam belajar pada Nabi Ibrahim. Jadi wajar, jika malaikat mendatangi Nabi Ibrahim terlebih dahulu sebelum mendatangi muridnya. Mereka ingin mengabarkan pada Ibrahim yang akan memiliki anak Ishaq. Ibrahim dan istrinya (Sarah) begitu kaget karena sebenarnya mereka berdua sudah sepuh dan istrinya pun menilai dirinya sudah mandul. Itulah yang membuat mereka berdua heran. Lantas Ibrahim ingin tahu, apa maksud malaikat tadi diutus pada Kaum Luth. Dimulai kisah ini dari ayat yaitu saat para tamu malaikat tadi didekatkan makanan, mereka ketika itu , فَلَمَّا رَأَى أَيْدِيَهُمْ لَا تَصِلُ إِلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً قَالُوا لَا تَخَفْ إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَى قَوْمِ لُوطٍ “Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamah (makanan yang telah didekatkan, pen.), Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: “Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth.” (QS. Huud: 70) Ketika berita gembira telah disampaikan pada Nabi Ibrahim, فَلَمَّا ذَهَبَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ الرَّوْعُ وَجَاءَتْهُ الْبُشْرَى يُجَادِلُنَا فِي قَوْمِ لُوطٍ “Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya, diapun bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Luth.” (QS. Huud: 74) Kemudian disebutkan, إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُنِيبٌ “Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.” (QS. Huud: 75) يَا إِبْرَاهِيمُ أَعْرِضْ عَنْ هَذَا إِنَّهُ قَدْ جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ وَإِنَّهُمْ آَتِيهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُودٍ “Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.” (QS. Huud: 76) Ketika utusan malaikat tersebut mendatangi Nabi Luth ‘alaihis salam dan saat itu ia berada di rumahnya, وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ “Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit.” (QS. Huud: 77) Luth takut karena ia takut keadaan kaumnya yang masih hobi melakukan hubungan dengan sesama jenis. وَجَاءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِنْ قَبْلُ كَانُوا يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ قَالَ يَا قَوْمِ هَؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِي ضَيْفِي أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ “Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: “Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?” (QS. Huud: 78) Lihatlah kesukaan kaum Sodom masih pada sesama jenis, ditawari perempuan, mereka enggan. Masih bersambung insya Allah … — Selesai disusun di Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 25 Rabi’uts Tsani 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual

Kaum Sodom Bangkit Lagi Lewat LGBT

Dahulu hubungan seksual itu dengan lawan jenis. Itulah hubungan yang normal dan wajar. Bukan SSA (Same Sex Attraction) seperti yang dilakukan kaum homo dan lesbian saat ini. Bahkan saat ini perilaku LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender) terus didukung. Bahkan di Amerika hubungan mereka dilegalkan, nikahnya pun teranggap. Padahal sebenarnya perilaku LGBT sejatinya cuma kebangkitan dari perilaku kaum Sodom dahulu di masa Nabi Luth.   Nabi Luth dan Kaum Sodom Perlu diketahui hubungan seksual sesama jenis barulah ada di masa Nabi Luth dan tidak ada sebelumnya. Luth sendiri adalah putera dari Haran bin Azar. Luth adalah putera dari saudara laki-laki dari Nabi Ibrahim -khalilullah (kekasih Allah)-. Artinya, Nabi Luth adalah keponakan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Di samping sebagai keponakan, Luth juga banyak mengambil ilmu dari Ibrahim. Nabi Luth beriman bersama Nabi Ibrahim dan berhijrah bersama Ibrahim ke Syam. Adapun Nabi Luth diutus pada kaum Sadum (Sodom) dan beberapa negeri yang ada di sekitarnya. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59 dan Qishash Al-Anbiya’, hlm. 131)   Nabi Luth Mendakwahi Perilaku LGBT Misi Nabi Luth adalah mendakwahi kaumnya untuk mentauhidkan Allah. Beliau juga mengajarkan kebaikan dan melarang dari kemungkaran. Yang beliau ingatkan keras pada kaumnya ketika itu mengenai perilaku mereka yang tidak pernah ditemukan pada masa-masa sebelumnya, yaitu suka sesama jenis. Sebelumnya keturunan Nabi Adam tidak pernah punya ketertarikan pada hubungan seksual semacam itu. Barulah datang masa Nabi Luth, perilaku tidak normal semacam itu dilakukan oleh kaum Sodom. Oleh karena itu, di dalam ayat Al-Qur’an disebutkan, وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ ، إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?” Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al A’raf: 80-81) ‘Amr bin Dinar menyatakan tentang ayat di atas, maksudnya perzinaan antara sesama lelaki belum ada sebelumnya sampai diperbuat oleh kaum Luth. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59)   LGBT itu Perilaku Seksual yang Aneh dan Tidak Normal Al-Walid bin ‘Abdul Malik, Khalifah Al-Umawi pernah berkata, “Seandainya Allah tidak mengisahkan kisah Luth (dan kaumnya, pen.), tentu aku sendiri tak bisa berpikir bagaimana laki-laki bisa main di atas laki-laki (maksudnya: bagaimana mungkin laki-laki bisa berhubungan seks dengan sesamanya).” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59) Artinya, Al-Walid tidak bisa membayangkan kenapa bisa ada hubungan percintaan seperti itu. Karena memang hubungan cinta itu seperti itu terbilang aneh. Oleh karenanya, perbuatan kaum Luth disebut melampaui batas sebagaimana dalam ayat, إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ “Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 81) Dalam ayat lain disebutkan, أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ , وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ “Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Asy Syu’ara: 165-166) Disebut melampaui batas karena mereka tidak menyukai wanita. Padahal wanita sudah diciptakan sebagai pasangan bagi pria. Itulah bentuk melampaui batas dan kejahilan mereka karena mereka telah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59) Para ulama pakar tafsir menyatakan, di masa Nabi Luth, laki-laki saat itu hanya suka dengan sesamanya. Begitu pula perempuan. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 60) Hal ini sama seperti yang terjadi pada komunitas LGBT yang saat ini ada.   Bela Atas Nama HAM Saat ini, perilaku LGBT terus dibela dan didukung atas nama HAM (Hak Asasi Manusia) oleh kaum liberalis. Mereka menyatakan, tolonglah berilah kebebasan kepada yang punya perilaku seks yang berbeda dengan kita-kita. HAM lagi, HAM lagi alasannya. Seandainya para pelaku Homo dan Lesbi itu mati berpenyakit (AIDS misalnya), lalu mereka termasuk di antara kaum muslimin, apa pendukung HAM dan kaum liberal mau ambil peduli? Yang ada akibat dari perilaku LGBT: Rambut rontok Kulit bernanah Lidah jadi kelu/ kaku Tak mampu mengunyah Buta/ katarak hebat Infeksi penis/ anus/ vagina Tak mampu duduk atau berdiri Fatal error fungsi imun Gangguan fungsi organ Ditinggal seluruh teman Dijauhi aktivis HAM Menunggu mati   Atau kalau tidak, Allah bisa menurunkan siksaannya yang lebih pedih dengan segera. Coba kita bisa renungkan siksa yang menimpa kaum Luth yang disebutkan dalam ayat berikut ini, كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ بِالنُّذُرِ (33) إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ حَاصِبًا إِلَّا آَلَ لُوطٍ نَجَّيْنَاهُمْ بِسَحَرٍ (34) نِعْمَةً مِنْ عِنْدِنَا كَذَلِكَ نَجْزِي مَنْ شَكَرَ (35) وَلَقَدْ أَنْذَرَهُمْ بَطْشَتَنَا فَتَمَارَوْا بِالنُّذُرِ (36) وَلَقَدْ رَاوَدُوهُ عَنْ ضَيْفِهِ فَطَمَسْنَا أَعْيُنَهُمْ فَذُوقُوا عَذَابِي وَنُذُرِ (37) وَلَقَدْ صَبَّحَهُمْ بُكْرَةً عَذَابٌ مُسْتَقِرٌّ (38) فَذُوقُوا عَذَابِي وَنُذُرِ (39) وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآَنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ (40) “Kaum Luth-pun telah mendustakan ancaman-ancaman (nabinya). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan sebelum fajar menyingsing, sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Dan sesungguhnya dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu. Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal. Maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 33-40) Siksaan tersebut bisa jadi menimpa orang beriman dan orang yang rusak sekaligus. Ingatlah, وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ “Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al-Anfal: 25) Dalam Tafsir Ibnu Katsir, disebutkan keterangan mengenai ayat di atas. Ibnu ‘Abbas menyatakan, “Allah memerintahkan orang beriman untuk tidak mendiamkan kemungkaran begitu saja di tengah-tengah mereka karena azab tersebut bisa menimpa yang lainnya pula.” Semoga Allah memberi taufik.   Referensi: Qishash Al-Anbiya’. Cetakan pertama, tahun 1422 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Dar Ibnu Hazm. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.   — @ Darush Sholihin, Panggang, 24 Rabi’uts Tsani 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual

Kaum Sodom Bangkit Lagi Lewat LGBT

Dahulu hubungan seksual itu dengan lawan jenis. Itulah hubungan yang normal dan wajar. Bukan SSA (Same Sex Attraction) seperti yang dilakukan kaum homo dan lesbian saat ini. Bahkan saat ini perilaku LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender) terus didukung. Bahkan di Amerika hubungan mereka dilegalkan, nikahnya pun teranggap. Padahal sebenarnya perilaku LGBT sejatinya cuma kebangkitan dari perilaku kaum Sodom dahulu di masa Nabi Luth.   Nabi Luth dan Kaum Sodom Perlu diketahui hubungan seksual sesama jenis barulah ada di masa Nabi Luth dan tidak ada sebelumnya. Luth sendiri adalah putera dari Haran bin Azar. Luth adalah putera dari saudara laki-laki dari Nabi Ibrahim -khalilullah (kekasih Allah)-. Artinya, Nabi Luth adalah keponakan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Di samping sebagai keponakan, Luth juga banyak mengambil ilmu dari Ibrahim. Nabi Luth beriman bersama Nabi Ibrahim dan berhijrah bersama Ibrahim ke Syam. Adapun Nabi Luth diutus pada kaum Sadum (Sodom) dan beberapa negeri yang ada di sekitarnya. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59 dan Qishash Al-Anbiya’, hlm. 131)   Nabi Luth Mendakwahi Perilaku LGBT Misi Nabi Luth adalah mendakwahi kaumnya untuk mentauhidkan Allah. Beliau juga mengajarkan kebaikan dan melarang dari kemungkaran. Yang beliau ingatkan keras pada kaumnya ketika itu mengenai perilaku mereka yang tidak pernah ditemukan pada masa-masa sebelumnya, yaitu suka sesama jenis. Sebelumnya keturunan Nabi Adam tidak pernah punya ketertarikan pada hubungan seksual semacam itu. Barulah datang masa Nabi Luth, perilaku tidak normal semacam itu dilakukan oleh kaum Sodom. Oleh karena itu, di dalam ayat Al-Qur’an disebutkan, وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ ، إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?” Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al A’raf: 80-81) ‘Amr bin Dinar menyatakan tentang ayat di atas, maksudnya perzinaan antara sesama lelaki belum ada sebelumnya sampai diperbuat oleh kaum Luth. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59)   LGBT itu Perilaku Seksual yang Aneh dan Tidak Normal Al-Walid bin ‘Abdul Malik, Khalifah Al-Umawi pernah berkata, “Seandainya Allah tidak mengisahkan kisah Luth (dan kaumnya, pen.), tentu aku sendiri tak bisa berpikir bagaimana laki-laki bisa main di atas laki-laki (maksudnya: bagaimana mungkin laki-laki bisa berhubungan seks dengan sesamanya).” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59) Artinya, Al-Walid tidak bisa membayangkan kenapa bisa ada hubungan percintaan seperti itu. Karena memang hubungan cinta itu seperti itu terbilang aneh. Oleh karenanya, perbuatan kaum Luth disebut melampaui batas sebagaimana dalam ayat, إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ “Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 81) Dalam ayat lain disebutkan, أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ , وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ “Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Asy Syu’ara: 165-166) Disebut melampaui batas karena mereka tidak menyukai wanita. Padahal wanita sudah diciptakan sebagai pasangan bagi pria. Itulah bentuk melampaui batas dan kejahilan mereka karena mereka telah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59) Para ulama pakar tafsir menyatakan, di masa Nabi Luth, laki-laki saat itu hanya suka dengan sesamanya. Begitu pula perempuan. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 60) Hal ini sama seperti yang terjadi pada komunitas LGBT yang saat ini ada.   Bela Atas Nama HAM Saat ini, perilaku LGBT terus dibela dan didukung atas nama HAM (Hak Asasi Manusia) oleh kaum liberalis. Mereka menyatakan, tolonglah berilah kebebasan kepada yang punya perilaku seks yang berbeda dengan kita-kita. HAM lagi, HAM lagi alasannya. Seandainya para pelaku Homo dan Lesbi itu mati berpenyakit (AIDS misalnya), lalu mereka termasuk di antara kaum muslimin, apa pendukung HAM dan kaum liberal mau ambil peduli? Yang ada akibat dari perilaku LGBT: Rambut rontok Kulit bernanah Lidah jadi kelu/ kaku Tak mampu mengunyah Buta/ katarak hebat Infeksi penis/ anus/ vagina Tak mampu duduk atau berdiri Fatal error fungsi imun Gangguan fungsi organ Ditinggal seluruh teman Dijauhi aktivis HAM Menunggu mati   Atau kalau tidak, Allah bisa menurunkan siksaannya yang lebih pedih dengan segera. Coba kita bisa renungkan siksa yang menimpa kaum Luth yang disebutkan dalam ayat berikut ini, كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ بِالنُّذُرِ (33) إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ حَاصِبًا إِلَّا آَلَ لُوطٍ نَجَّيْنَاهُمْ بِسَحَرٍ (34) نِعْمَةً مِنْ عِنْدِنَا كَذَلِكَ نَجْزِي مَنْ شَكَرَ (35) وَلَقَدْ أَنْذَرَهُمْ بَطْشَتَنَا فَتَمَارَوْا بِالنُّذُرِ (36) وَلَقَدْ رَاوَدُوهُ عَنْ ضَيْفِهِ فَطَمَسْنَا أَعْيُنَهُمْ فَذُوقُوا عَذَابِي وَنُذُرِ (37) وَلَقَدْ صَبَّحَهُمْ بُكْرَةً عَذَابٌ مُسْتَقِرٌّ (38) فَذُوقُوا عَذَابِي وَنُذُرِ (39) وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآَنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ (40) “Kaum Luth-pun telah mendustakan ancaman-ancaman (nabinya). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan sebelum fajar menyingsing, sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Dan sesungguhnya dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu. Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal. Maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 33-40) Siksaan tersebut bisa jadi menimpa orang beriman dan orang yang rusak sekaligus. Ingatlah, وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ “Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al-Anfal: 25) Dalam Tafsir Ibnu Katsir, disebutkan keterangan mengenai ayat di atas. Ibnu ‘Abbas menyatakan, “Allah memerintahkan orang beriman untuk tidak mendiamkan kemungkaran begitu saja di tengah-tengah mereka karena azab tersebut bisa menimpa yang lainnya pula.” Semoga Allah memberi taufik.   Referensi: Qishash Al-Anbiya’. Cetakan pertama, tahun 1422 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Dar Ibnu Hazm. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.   — @ Darush Sholihin, Panggang, 24 Rabi’uts Tsani 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual
Dahulu hubungan seksual itu dengan lawan jenis. Itulah hubungan yang normal dan wajar. Bukan SSA (Same Sex Attraction) seperti yang dilakukan kaum homo dan lesbian saat ini. Bahkan saat ini perilaku LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender) terus didukung. Bahkan di Amerika hubungan mereka dilegalkan, nikahnya pun teranggap. Padahal sebenarnya perilaku LGBT sejatinya cuma kebangkitan dari perilaku kaum Sodom dahulu di masa Nabi Luth.   Nabi Luth dan Kaum Sodom Perlu diketahui hubungan seksual sesama jenis barulah ada di masa Nabi Luth dan tidak ada sebelumnya. Luth sendiri adalah putera dari Haran bin Azar. Luth adalah putera dari saudara laki-laki dari Nabi Ibrahim -khalilullah (kekasih Allah)-. Artinya, Nabi Luth adalah keponakan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Di samping sebagai keponakan, Luth juga banyak mengambil ilmu dari Ibrahim. Nabi Luth beriman bersama Nabi Ibrahim dan berhijrah bersama Ibrahim ke Syam. Adapun Nabi Luth diutus pada kaum Sadum (Sodom) dan beberapa negeri yang ada di sekitarnya. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59 dan Qishash Al-Anbiya’, hlm. 131)   Nabi Luth Mendakwahi Perilaku LGBT Misi Nabi Luth adalah mendakwahi kaumnya untuk mentauhidkan Allah. Beliau juga mengajarkan kebaikan dan melarang dari kemungkaran. Yang beliau ingatkan keras pada kaumnya ketika itu mengenai perilaku mereka yang tidak pernah ditemukan pada masa-masa sebelumnya, yaitu suka sesama jenis. Sebelumnya keturunan Nabi Adam tidak pernah punya ketertarikan pada hubungan seksual semacam itu. Barulah datang masa Nabi Luth, perilaku tidak normal semacam itu dilakukan oleh kaum Sodom. Oleh karena itu, di dalam ayat Al-Qur’an disebutkan, وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ ، إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?” Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al A’raf: 80-81) ‘Amr bin Dinar menyatakan tentang ayat di atas, maksudnya perzinaan antara sesama lelaki belum ada sebelumnya sampai diperbuat oleh kaum Luth. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59)   LGBT itu Perilaku Seksual yang Aneh dan Tidak Normal Al-Walid bin ‘Abdul Malik, Khalifah Al-Umawi pernah berkata, “Seandainya Allah tidak mengisahkan kisah Luth (dan kaumnya, pen.), tentu aku sendiri tak bisa berpikir bagaimana laki-laki bisa main di atas laki-laki (maksudnya: bagaimana mungkin laki-laki bisa berhubungan seks dengan sesamanya).” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59) Artinya, Al-Walid tidak bisa membayangkan kenapa bisa ada hubungan percintaan seperti itu. Karena memang hubungan cinta itu seperti itu terbilang aneh. Oleh karenanya, perbuatan kaum Luth disebut melampaui batas sebagaimana dalam ayat, إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ “Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 81) Dalam ayat lain disebutkan, أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ , وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ “Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Asy Syu’ara: 165-166) Disebut melampaui batas karena mereka tidak menyukai wanita. Padahal wanita sudah diciptakan sebagai pasangan bagi pria. Itulah bentuk melampaui batas dan kejahilan mereka karena mereka telah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59) Para ulama pakar tafsir menyatakan, di masa Nabi Luth, laki-laki saat itu hanya suka dengan sesamanya. Begitu pula perempuan. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 60) Hal ini sama seperti yang terjadi pada komunitas LGBT yang saat ini ada.   Bela Atas Nama HAM Saat ini, perilaku LGBT terus dibela dan didukung atas nama HAM (Hak Asasi Manusia) oleh kaum liberalis. Mereka menyatakan, tolonglah berilah kebebasan kepada yang punya perilaku seks yang berbeda dengan kita-kita. HAM lagi, HAM lagi alasannya. Seandainya para pelaku Homo dan Lesbi itu mati berpenyakit (AIDS misalnya), lalu mereka termasuk di antara kaum muslimin, apa pendukung HAM dan kaum liberal mau ambil peduli? Yang ada akibat dari perilaku LGBT: Rambut rontok Kulit bernanah Lidah jadi kelu/ kaku Tak mampu mengunyah Buta/ katarak hebat Infeksi penis/ anus/ vagina Tak mampu duduk atau berdiri Fatal error fungsi imun Gangguan fungsi organ Ditinggal seluruh teman Dijauhi aktivis HAM Menunggu mati   Atau kalau tidak, Allah bisa menurunkan siksaannya yang lebih pedih dengan segera. Coba kita bisa renungkan siksa yang menimpa kaum Luth yang disebutkan dalam ayat berikut ini, كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ بِالنُّذُرِ (33) إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ حَاصِبًا إِلَّا آَلَ لُوطٍ نَجَّيْنَاهُمْ بِسَحَرٍ (34) نِعْمَةً مِنْ عِنْدِنَا كَذَلِكَ نَجْزِي مَنْ شَكَرَ (35) وَلَقَدْ أَنْذَرَهُمْ بَطْشَتَنَا فَتَمَارَوْا بِالنُّذُرِ (36) وَلَقَدْ رَاوَدُوهُ عَنْ ضَيْفِهِ فَطَمَسْنَا أَعْيُنَهُمْ فَذُوقُوا عَذَابِي وَنُذُرِ (37) وَلَقَدْ صَبَّحَهُمْ بُكْرَةً عَذَابٌ مُسْتَقِرٌّ (38) فَذُوقُوا عَذَابِي وَنُذُرِ (39) وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآَنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ (40) “Kaum Luth-pun telah mendustakan ancaman-ancaman (nabinya). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan sebelum fajar menyingsing, sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Dan sesungguhnya dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu. Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal. Maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 33-40) Siksaan tersebut bisa jadi menimpa orang beriman dan orang yang rusak sekaligus. Ingatlah, وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ “Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al-Anfal: 25) Dalam Tafsir Ibnu Katsir, disebutkan keterangan mengenai ayat di atas. Ibnu ‘Abbas menyatakan, “Allah memerintahkan orang beriman untuk tidak mendiamkan kemungkaran begitu saja di tengah-tengah mereka karena azab tersebut bisa menimpa yang lainnya pula.” Semoga Allah memberi taufik.   Referensi: Qishash Al-Anbiya’. Cetakan pertama, tahun 1422 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Dar Ibnu Hazm. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.   — @ Darush Sholihin, Panggang, 24 Rabi’uts Tsani 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual


Dahulu hubungan seksual itu dengan lawan jenis. Itulah hubungan yang normal dan wajar. Bukan SSA (Same Sex Attraction) seperti yang dilakukan kaum homo dan lesbian saat ini. Bahkan saat ini perilaku LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender) terus didukung. Bahkan di Amerika hubungan mereka dilegalkan, nikahnya pun teranggap. Padahal sebenarnya perilaku LGBT sejatinya cuma kebangkitan dari perilaku kaum Sodom dahulu di masa Nabi Luth.   Nabi Luth dan Kaum Sodom Perlu diketahui hubungan seksual sesama jenis barulah ada di masa Nabi Luth dan tidak ada sebelumnya. Luth sendiri adalah putera dari Haran bin Azar. Luth adalah putera dari saudara laki-laki dari Nabi Ibrahim -khalilullah (kekasih Allah)-. Artinya, Nabi Luth adalah keponakan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Di samping sebagai keponakan, Luth juga banyak mengambil ilmu dari Ibrahim. Nabi Luth beriman bersama Nabi Ibrahim dan berhijrah bersama Ibrahim ke Syam. Adapun Nabi Luth diutus pada kaum Sadum (Sodom) dan beberapa negeri yang ada di sekitarnya. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59 dan Qishash Al-Anbiya’, hlm. 131)   Nabi Luth Mendakwahi Perilaku LGBT Misi Nabi Luth adalah mendakwahi kaumnya untuk mentauhidkan Allah. Beliau juga mengajarkan kebaikan dan melarang dari kemungkaran. Yang beliau ingatkan keras pada kaumnya ketika itu mengenai perilaku mereka yang tidak pernah ditemukan pada masa-masa sebelumnya, yaitu suka sesama jenis. Sebelumnya keturunan Nabi Adam tidak pernah punya ketertarikan pada hubungan seksual semacam itu. Barulah datang masa Nabi Luth, perilaku tidak normal semacam itu dilakukan oleh kaum Sodom. Oleh karena itu, di dalam ayat Al-Qur’an disebutkan, وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ ، إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?” Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al A’raf: 80-81) ‘Amr bin Dinar menyatakan tentang ayat di atas, maksudnya perzinaan antara sesama lelaki belum ada sebelumnya sampai diperbuat oleh kaum Luth. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59)   LGBT itu Perilaku Seksual yang Aneh dan Tidak Normal Al-Walid bin ‘Abdul Malik, Khalifah Al-Umawi pernah berkata, “Seandainya Allah tidak mengisahkan kisah Luth (dan kaumnya, pen.), tentu aku sendiri tak bisa berpikir bagaimana laki-laki bisa main di atas laki-laki (maksudnya: bagaimana mungkin laki-laki bisa berhubungan seks dengan sesamanya).” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59) Artinya, Al-Walid tidak bisa membayangkan kenapa bisa ada hubungan percintaan seperti itu. Karena memang hubungan cinta itu seperti itu terbilang aneh. Oleh karenanya, perbuatan kaum Luth disebut melampaui batas sebagaimana dalam ayat, إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ “Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 81) Dalam ayat lain disebutkan, أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ , وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ “Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Asy Syu’ara: 165-166) Disebut melampaui batas karena mereka tidak menyukai wanita. Padahal wanita sudah diciptakan sebagai pasangan bagi pria. Itulah bentuk melampaui batas dan kejahilan mereka karena mereka telah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59) Para ulama pakar tafsir menyatakan, di masa Nabi Luth, laki-laki saat itu hanya suka dengan sesamanya. Begitu pula perempuan. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 60) Hal ini sama seperti yang terjadi pada komunitas LGBT yang saat ini ada.   Bela Atas Nama HAM Saat ini, perilaku LGBT terus dibela dan didukung atas nama HAM (Hak Asasi Manusia) oleh kaum liberalis. Mereka menyatakan, tolonglah berilah kebebasan kepada yang punya perilaku seks yang berbeda dengan kita-kita. HAM lagi, HAM lagi alasannya. Seandainya para pelaku Homo dan Lesbi itu mati berpenyakit (AIDS misalnya), lalu mereka termasuk di antara kaum muslimin, apa pendukung HAM dan kaum liberal mau ambil peduli? Yang ada akibat dari perilaku LGBT: Rambut rontok Kulit bernanah Lidah jadi kelu/ kaku Tak mampu mengunyah Buta/ katarak hebat Infeksi penis/ anus/ vagina Tak mampu duduk atau berdiri Fatal error fungsi imun Gangguan fungsi organ Ditinggal seluruh teman Dijauhi aktivis HAM Menunggu mati   Atau kalau tidak, Allah bisa menurunkan siksaannya yang lebih pedih dengan segera. Coba kita bisa renungkan siksa yang menimpa kaum Luth yang disebutkan dalam ayat berikut ini, كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ بِالنُّذُرِ (33) إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ حَاصِبًا إِلَّا آَلَ لُوطٍ نَجَّيْنَاهُمْ بِسَحَرٍ (34) نِعْمَةً مِنْ عِنْدِنَا كَذَلِكَ نَجْزِي مَنْ شَكَرَ (35) وَلَقَدْ أَنْذَرَهُمْ بَطْشَتَنَا فَتَمَارَوْا بِالنُّذُرِ (36) وَلَقَدْ رَاوَدُوهُ عَنْ ضَيْفِهِ فَطَمَسْنَا أَعْيُنَهُمْ فَذُوقُوا عَذَابِي وَنُذُرِ (37) وَلَقَدْ صَبَّحَهُمْ بُكْرَةً عَذَابٌ مُسْتَقِرٌّ (38) فَذُوقُوا عَذَابِي وَنُذُرِ (39) وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآَنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ (40) “Kaum Luth-pun telah mendustakan ancaman-ancaman (nabinya). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan sebelum fajar menyingsing, sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Dan sesungguhnya dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu. Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal. Maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 33-40) Siksaan tersebut bisa jadi menimpa orang beriman dan orang yang rusak sekaligus. Ingatlah, وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ “Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al-Anfal: 25) Dalam Tafsir Ibnu Katsir, disebutkan keterangan mengenai ayat di atas. Ibnu ‘Abbas menyatakan, “Allah memerintahkan orang beriman untuk tidak mendiamkan kemungkaran begitu saja di tengah-tengah mereka karena azab tersebut bisa menimpa yang lainnya pula.” Semoga Allah memberi taufik.   Referensi: Qishash Al-Anbiya’. Cetakan pertama, tahun 1422 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Dar Ibnu Hazm. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.   — @ Darush Sholihin, Panggang, 24 Rabi’uts Tsani 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual

Bahaya Nonton Film Porno (3)

Ada beberapa dampak jelek jika seseorang punya kebiasaan menonton video porno atau melihat gambar telanjang. Berikut di antaranya.   1- Menontonnya akan membuat ketagihan Demikianlah kenyataannya menonton satu tayangan akan membuat ketagihan ingin menonton lagi. Apalagi kalau membukanya di Youtube, lebih dimudahkan lagi karena akan disambungkan ke tayangan yang lain. Benarlah kalam ulama salaf, وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ بَعْدَهَا “Di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.” Itulah sebagai hukuman dari perbuatan maksiat.   2- Maksiat akan terus melekat Pornografi membuat cara berpikir seseorang menjadi penuh dengan seks semata. Pikiran seks akan menguasai alam bawah sadarnya. Gambar berbau seks akan melekat pada otaknya, sehingga pada saat seseorang memutuskan untuk berhenti melihat pornografi pun, gambar-gambar yang pernah ia lihat di masa lalu akan bertahan sampai beberapa tahun bahkan selama-lamanya.   3- Jika tidak ada jalan melampiaskan seks, maka berujung onani Pornografi membuat seseorang terpicu untuk lebih suka melayani diri sendiri. Kalau tidak ada jalan melampiaskan, ujung-ujungnya akan ke kamar mandi untuk onani. Onani sendiri haram. Karena menahan bangkitnya syahwat adalah dengan menyalurkannya pada tempat yang halal. Sebagaimana disebutkan dalam ayat, وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (29) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (30) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ “Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Ma’arij: 29-31). Termasuk melampaui batas jika seseorang menyalurkan syahwatnya lewat onani. Solusi yang ditawarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kalau belum mampu menikah adalah dengan memperbanyak puasa sunnah. Dalam hadits disebutkan, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ “Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah (kemampuan untuk menikah), maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.” (HR. Bukhari, no. 5065; Muslim, no. 1400)[1] Hukum onani atau masturbasi, bisa dikaji secara lebih lengkap di sini.   4- Waktu dan uang habis dengan sia-sia Pornografi akan membawa seseorang terhadap penggunaan waktu dan uang dengan sangat buruk. Sedikit ada waktu luang atau uang lebih, akan dihabiskan untuk memuaskan hawa nafsunya. Kita dilarang menghambur-hamburkan harta dengan sia-sia. Allah Ta’ala berfirman, وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27). Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu bukan pada jalan yang benar.” Dalam Tafsir Al-Jalalain disebutkan bahwa orang yang boros, mereka telah mengikuti jalan setan sehingga disebut dalam ayat mereka adalah saudara setan. (Tafsir Al-Jalalain, hlm. 294) Ada nasihat yang diperoleh Imam Syafi’i tentang masalah waktu, الوَقْت كَالسَّيْفِ فَإِنَّ قَطَعْتَهُ وَإِلاَّ قَطَعَكَ، وَنَفْسُكَ إِنْ لَمْ تُشْغِلْهَا بِالحَقِّ وَإِلاَّ شَغَلَتْكَ بِالبَاطِلِ “Waktu laksana pedang. Jika engkau tidak menggunakannya, maka ia yang malah akan menebasmu. Dan dirimu jika tidak tersibukkan dalam kebaikan, pasti akan tersibukkan dalam hal yang sia-sia.”   5- Daya kerja semakin berkurang Dalam banyak kasus, pornografi membuat seseorang kehilangan daya kerjanya. Yang tadinya aktif dan kreatif bisa menjadi tidak fokus dalam pekerjaan.   6- Berpengaruh pada rusaknya otak Menonton film porno dapat berdampak buruk bagi kesehatan otak. Para peneliti di Jerman menemukan, terlalu sering atau secara teratur menonton film atau video porno dapat membuat volume otak di daerah striatum mengalami penyusutan. Striatum merupakan daerah di otak yang berkaitan dengan motivasi. Ketika menonton film porno, produksi dopamin akan meningkat sehingga membuat suasana hati bahagia. Akan tetapi, jika terlalu sering justru dapat menurunkan sensitifitas otak terhadap rangsangan seksual. Otak akhirnya membutuhkan lebih banyak dopamin untuk bisa terangsang secara seksual. Dengan begitu, seseorang pun akan memiliki keinginan lebih banyak untuk menonton film porno. Penelitian lain dari Cambridge University tahun 2013 menemukan, otak orang yang suka menonton film porno mirip dengan pecandu narkoba. Otak mereka yang sering menonton film porno berbeda dengan yang tidak suka. Hasil scan menunjukkan, ada tiga daerah di otak yang lebih aktif pada orang yang suka menonton film porno sejak usia dini dibanding yang tidak.   7- Dampak pada aktivitas seksual Menurut sebuah penelitian tahun 2011 yang diterbitkan dalam Psychology Today, jika terlalu sering menonton film porno, pria atau wanita akan membutuhkan pengalaman seksual yang lebih ekstrim untuk bisa terangsang. Mereka akan sulit terangsang jika hanya melakukan hubungan seksual biasa. Peneliti menyimpulkan, ponografi dapat menciptakan generasi muda yang putus asa di kamar tidur.   Semoga Allah menjauhkan kita dari berbagai dosa yang membinasakan. Wallahu waliyyut taufiq.   Referensi: http://www.kaskus.co.id/thread/519ae5f70975b4b724000000/efek-negatif-dan-cara-menghilangkan-kebiasaan-nonton-video-porno/ http://health.kompas.com/read/2015/08/16/123638523/Terungkap.Efek.Buruk.Menonton.Film.Porno.bagi.Otak   —   [1] Mayoritas ulama menilai bolehnya onani jika yang melakukan adalah pasangannya (istrinya), seperti mengeluarkan mani dengan cara kemaluan si suami digesek pada paha atau perut istri selama tidak dilakukan pada kondisi terlarang (yaitu seperti ketika puasa, i’tikaf atau saat berihram ketika haji dan umrah). Namun ulama lainnya mengatakan perilaku onani dari pasangan (istri) dinilai makruh. Dalam Nihayah Az Zain dan Fatawa Al Qodi disebutkan, “Seandainya seorang istri memainkan kemaluan suami dengan  tangannya, hukumnya makruh, walau suami mengizinkan dan keluar mani. Seperti itu menyerupai perbuatan ‘azl (menumpahkan mani di luar kemaluan istri). Perbuatan ‘azl sendiri dinilai makruh.” — Diselesaikan di Bale Ayu Giwangan, 22 Rabi’uts Tsani 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagspornografi telanjang

Bahaya Nonton Film Porno (3)

Ada beberapa dampak jelek jika seseorang punya kebiasaan menonton video porno atau melihat gambar telanjang. Berikut di antaranya.   1- Menontonnya akan membuat ketagihan Demikianlah kenyataannya menonton satu tayangan akan membuat ketagihan ingin menonton lagi. Apalagi kalau membukanya di Youtube, lebih dimudahkan lagi karena akan disambungkan ke tayangan yang lain. Benarlah kalam ulama salaf, وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ بَعْدَهَا “Di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.” Itulah sebagai hukuman dari perbuatan maksiat.   2- Maksiat akan terus melekat Pornografi membuat cara berpikir seseorang menjadi penuh dengan seks semata. Pikiran seks akan menguasai alam bawah sadarnya. Gambar berbau seks akan melekat pada otaknya, sehingga pada saat seseorang memutuskan untuk berhenti melihat pornografi pun, gambar-gambar yang pernah ia lihat di masa lalu akan bertahan sampai beberapa tahun bahkan selama-lamanya.   3- Jika tidak ada jalan melampiaskan seks, maka berujung onani Pornografi membuat seseorang terpicu untuk lebih suka melayani diri sendiri. Kalau tidak ada jalan melampiaskan, ujung-ujungnya akan ke kamar mandi untuk onani. Onani sendiri haram. Karena menahan bangkitnya syahwat adalah dengan menyalurkannya pada tempat yang halal. Sebagaimana disebutkan dalam ayat, وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (29) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (30) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ “Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Ma’arij: 29-31). Termasuk melampaui batas jika seseorang menyalurkan syahwatnya lewat onani. Solusi yang ditawarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kalau belum mampu menikah adalah dengan memperbanyak puasa sunnah. Dalam hadits disebutkan, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ “Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah (kemampuan untuk menikah), maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.” (HR. Bukhari, no. 5065; Muslim, no. 1400)[1] Hukum onani atau masturbasi, bisa dikaji secara lebih lengkap di sini.   4- Waktu dan uang habis dengan sia-sia Pornografi akan membawa seseorang terhadap penggunaan waktu dan uang dengan sangat buruk. Sedikit ada waktu luang atau uang lebih, akan dihabiskan untuk memuaskan hawa nafsunya. Kita dilarang menghambur-hamburkan harta dengan sia-sia. Allah Ta’ala berfirman, وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27). Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu bukan pada jalan yang benar.” Dalam Tafsir Al-Jalalain disebutkan bahwa orang yang boros, mereka telah mengikuti jalan setan sehingga disebut dalam ayat mereka adalah saudara setan. (Tafsir Al-Jalalain, hlm. 294) Ada nasihat yang diperoleh Imam Syafi’i tentang masalah waktu, الوَقْت كَالسَّيْفِ فَإِنَّ قَطَعْتَهُ وَإِلاَّ قَطَعَكَ، وَنَفْسُكَ إِنْ لَمْ تُشْغِلْهَا بِالحَقِّ وَإِلاَّ شَغَلَتْكَ بِالبَاطِلِ “Waktu laksana pedang. Jika engkau tidak menggunakannya, maka ia yang malah akan menebasmu. Dan dirimu jika tidak tersibukkan dalam kebaikan, pasti akan tersibukkan dalam hal yang sia-sia.”   5- Daya kerja semakin berkurang Dalam banyak kasus, pornografi membuat seseorang kehilangan daya kerjanya. Yang tadinya aktif dan kreatif bisa menjadi tidak fokus dalam pekerjaan.   6- Berpengaruh pada rusaknya otak Menonton film porno dapat berdampak buruk bagi kesehatan otak. Para peneliti di Jerman menemukan, terlalu sering atau secara teratur menonton film atau video porno dapat membuat volume otak di daerah striatum mengalami penyusutan. Striatum merupakan daerah di otak yang berkaitan dengan motivasi. Ketika menonton film porno, produksi dopamin akan meningkat sehingga membuat suasana hati bahagia. Akan tetapi, jika terlalu sering justru dapat menurunkan sensitifitas otak terhadap rangsangan seksual. Otak akhirnya membutuhkan lebih banyak dopamin untuk bisa terangsang secara seksual. Dengan begitu, seseorang pun akan memiliki keinginan lebih banyak untuk menonton film porno. Penelitian lain dari Cambridge University tahun 2013 menemukan, otak orang yang suka menonton film porno mirip dengan pecandu narkoba. Otak mereka yang sering menonton film porno berbeda dengan yang tidak suka. Hasil scan menunjukkan, ada tiga daerah di otak yang lebih aktif pada orang yang suka menonton film porno sejak usia dini dibanding yang tidak.   7- Dampak pada aktivitas seksual Menurut sebuah penelitian tahun 2011 yang diterbitkan dalam Psychology Today, jika terlalu sering menonton film porno, pria atau wanita akan membutuhkan pengalaman seksual yang lebih ekstrim untuk bisa terangsang. Mereka akan sulit terangsang jika hanya melakukan hubungan seksual biasa. Peneliti menyimpulkan, ponografi dapat menciptakan generasi muda yang putus asa di kamar tidur.   Semoga Allah menjauhkan kita dari berbagai dosa yang membinasakan. Wallahu waliyyut taufiq.   Referensi: http://www.kaskus.co.id/thread/519ae5f70975b4b724000000/efek-negatif-dan-cara-menghilangkan-kebiasaan-nonton-video-porno/ http://health.kompas.com/read/2015/08/16/123638523/Terungkap.Efek.Buruk.Menonton.Film.Porno.bagi.Otak   —   [1] Mayoritas ulama menilai bolehnya onani jika yang melakukan adalah pasangannya (istrinya), seperti mengeluarkan mani dengan cara kemaluan si suami digesek pada paha atau perut istri selama tidak dilakukan pada kondisi terlarang (yaitu seperti ketika puasa, i’tikaf atau saat berihram ketika haji dan umrah). Namun ulama lainnya mengatakan perilaku onani dari pasangan (istri) dinilai makruh. Dalam Nihayah Az Zain dan Fatawa Al Qodi disebutkan, “Seandainya seorang istri memainkan kemaluan suami dengan  tangannya, hukumnya makruh, walau suami mengizinkan dan keluar mani. Seperti itu menyerupai perbuatan ‘azl (menumpahkan mani di luar kemaluan istri). Perbuatan ‘azl sendiri dinilai makruh.” — Diselesaikan di Bale Ayu Giwangan, 22 Rabi’uts Tsani 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagspornografi telanjang
Ada beberapa dampak jelek jika seseorang punya kebiasaan menonton video porno atau melihat gambar telanjang. Berikut di antaranya.   1- Menontonnya akan membuat ketagihan Demikianlah kenyataannya menonton satu tayangan akan membuat ketagihan ingin menonton lagi. Apalagi kalau membukanya di Youtube, lebih dimudahkan lagi karena akan disambungkan ke tayangan yang lain. Benarlah kalam ulama salaf, وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ بَعْدَهَا “Di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.” Itulah sebagai hukuman dari perbuatan maksiat.   2- Maksiat akan terus melekat Pornografi membuat cara berpikir seseorang menjadi penuh dengan seks semata. Pikiran seks akan menguasai alam bawah sadarnya. Gambar berbau seks akan melekat pada otaknya, sehingga pada saat seseorang memutuskan untuk berhenti melihat pornografi pun, gambar-gambar yang pernah ia lihat di masa lalu akan bertahan sampai beberapa tahun bahkan selama-lamanya.   3- Jika tidak ada jalan melampiaskan seks, maka berujung onani Pornografi membuat seseorang terpicu untuk lebih suka melayani diri sendiri. Kalau tidak ada jalan melampiaskan, ujung-ujungnya akan ke kamar mandi untuk onani. Onani sendiri haram. Karena menahan bangkitnya syahwat adalah dengan menyalurkannya pada tempat yang halal. Sebagaimana disebutkan dalam ayat, وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (29) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (30) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ “Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Ma’arij: 29-31). Termasuk melampaui batas jika seseorang menyalurkan syahwatnya lewat onani. Solusi yang ditawarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kalau belum mampu menikah adalah dengan memperbanyak puasa sunnah. Dalam hadits disebutkan, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ “Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah (kemampuan untuk menikah), maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.” (HR. Bukhari, no. 5065; Muslim, no. 1400)[1] Hukum onani atau masturbasi, bisa dikaji secara lebih lengkap di sini.   4- Waktu dan uang habis dengan sia-sia Pornografi akan membawa seseorang terhadap penggunaan waktu dan uang dengan sangat buruk. Sedikit ada waktu luang atau uang lebih, akan dihabiskan untuk memuaskan hawa nafsunya. Kita dilarang menghambur-hamburkan harta dengan sia-sia. Allah Ta’ala berfirman, وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27). Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu bukan pada jalan yang benar.” Dalam Tafsir Al-Jalalain disebutkan bahwa orang yang boros, mereka telah mengikuti jalan setan sehingga disebut dalam ayat mereka adalah saudara setan. (Tafsir Al-Jalalain, hlm. 294) Ada nasihat yang diperoleh Imam Syafi’i tentang masalah waktu, الوَقْت كَالسَّيْفِ فَإِنَّ قَطَعْتَهُ وَإِلاَّ قَطَعَكَ، وَنَفْسُكَ إِنْ لَمْ تُشْغِلْهَا بِالحَقِّ وَإِلاَّ شَغَلَتْكَ بِالبَاطِلِ “Waktu laksana pedang. Jika engkau tidak menggunakannya, maka ia yang malah akan menebasmu. Dan dirimu jika tidak tersibukkan dalam kebaikan, pasti akan tersibukkan dalam hal yang sia-sia.”   5- Daya kerja semakin berkurang Dalam banyak kasus, pornografi membuat seseorang kehilangan daya kerjanya. Yang tadinya aktif dan kreatif bisa menjadi tidak fokus dalam pekerjaan.   6- Berpengaruh pada rusaknya otak Menonton film porno dapat berdampak buruk bagi kesehatan otak. Para peneliti di Jerman menemukan, terlalu sering atau secara teratur menonton film atau video porno dapat membuat volume otak di daerah striatum mengalami penyusutan. Striatum merupakan daerah di otak yang berkaitan dengan motivasi. Ketika menonton film porno, produksi dopamin akan meningkat sehingga membuat suasana hati bahagia. Akan tetapi, jika terlalu sering justru dapat menurunkan sensitifitas otak terhadap rangsangan seksual. Otak akhirnya membutuhkan lebih banyak dopamin untuk bisa terangsang secara seksual. Dengan begitu, seseorang pun akan memiliki keinginan lebih banyak untuk menonton film porno. Penelitian lain dari Cambridge University tahun 2013 menemukan, otak orang yang suka menonton film porno mirip dengan pecandu narkoba. Otak mereka yang sering menonton film porno berbeda dengan yang tidak suka. Hasil scan menunjukkan, ada tiga daerah di otak yang lebih aktif pada orang yang suka menonton film porno sejak usia dini dibanding yang tidak.   7- Dampak pada aktivitas seksual Menurut sebuah penelitian tahun 2011 yang diterbitkan dalam Psychology Today, jika terlalu sering menonton film porno, pria atau wanita akan membutuhkan pengalaman seksual yang lebih ekstrim untuk bisa terangsang. Mereka akan sulit terangsang jika hanya melakukan hubungan seksual biasa. Peneliti menyimpulkan, ponografi dapat menciptakan generasi muda yang putus asa di kamar tidur.   Semoga Allah menjauhkan kita dari berbagai dosa yang membinasakan. Wallahu waliyyut taufiq.   Referensi: http://www.kaskus.co.id/thread/519ae5f70975b4b724000000/efek-negatif-dan-cara-menghilangkan-kebiasaan-nonton-video-porno/ http://health.kompas.com/read/2015/08/16/123638523/Terungkap.Efek.Buruk.Menonton.Film.Porno.bagi.Otak   —   [1] Mayoritas ulama menilai bolehnya onani jika yang melakukan adalah pasangannya (istrinya), seperti mengeluarkan mani dengan cara kemaluan si suami digesek pada paha atau perut istri selama tidak dilakukan pada kondisi terlarang (yaitu seperti ketika puasa, i’tikaf atau saat berihram ketika haji dan umrah). Namun ulama lainnya mengatakan perilaku onani dari pasangan (istri) dinilai makruh. Dalam Nihayah Az Zain dan Fatawa Al Qodi disebutkan, “Seandainya seorang istri memainkan kemaluan suami dengan  tangannya, hukumnya makruh, walau suami mengizinkan dan keluar mani. Seperti itu menyerupai perbuatan ‘azl (menumpahkan mani di luar kemaluan istri). Perbuatan ‘azl sendiri dinilai makruh.” — Diselesaikan di Bale Ayu Giwangan, 22 Rabi’uts Tsani 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagspornografi telanjang


Ada beberapa dampak jelek jika seseorang punya kebiasaan menonton video porno atau melihat gambar telanjang. Berikut di antaranya.   1- Menontonnya akan membuat ketagihan Demikianlah kenyataannya menonton satu tayangan akan membuat ketagihan ingin menonton lagi. Apalagi kalau membukanya di Youtube, lebih dimudahkan lagi karena akan disambungkan ke tayangan yang lain. Benarlah kalam ulama salaf, وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ بَعْدَهَا “Di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.” Itulah sebagai hukuman dari perbuatan maksiat.   2- Maksiat akan terus melekat Pornografi membuat cara berpikir seseorang menjadi penuh dengan seks semata. Pikiran seks akan menguasai alam bawah sadarnya. Gambar berbau seks akan melekat pada otaknya, sehingga pada saat seseorang memutuskan untuk berhenti melihat pornografi pun, gambar-gambar yang pernah ia lihat di masa lalu akan bertahan sampai beberapa tahun bahkan selama-lamanya.   3- Jika tidak ada jalan melampiaskan seks, maka berujung onani Pornografi membuat seseorang terpicu untuk lebih suka melayani diri sendiri. Kalau tidak ada jalan melampiaskan, ujung-ujungnya akan ke kamar mandi untuk onani. Onani sendiri haram. Karena menahan bangkitnya syahwat adalah dengan menyalurkannya pada tempat yang halal. Sebagaimana disebutkan dalam ayat, وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (29) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (30) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ “Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Ma’arij: 29-31). Termasuk melampaui batas jika seseorang menyalurkan syahwatnya lewat onani. Solusi yang ditawarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kalau belum mampu menikah adalah dengan memperbanyak puasa sunnah. Dalam hadits disebutkan, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ “Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah (kemampuan untuk menikah), maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.” (HR. Bukhari, no. 5065; Muslim, no. 1400)[1] Hukum onani atau masturbasi, bisa dikaji secara lebih lengkap di sini.   4- Waktu dan uang habis dengan sia-sia Pornografi akan membawa seseorang terhadap penggunaan waktu dan uang dengan sangat buruk. Sedikit ada waktu luang atau uang lebih, akan dihabiskan untuk memuaskan hawa nafsunya. Kita dilarang menghambur-hamburkan harta dengan sia-sia. Allah Ta’ala berfirman, وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27). Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu bukan pada jalan yang benar.” Dalam Tafsir Al-Jalalain disebutkan bahwa orang yang boros, mereka telah mengikuti jalan setan sehingga disebut dalam ayat mereka adalah saudara setan. (Tafsir Al-Jalalain, hlm. 294) Ada nasihat yang diperoleh Imam Syafi’i tentang masalah waktu, الوَقْت كَالسَّيْفِ فَإِنَّ قَطَعْتَهُ وَإِلاَّ قَطَعَكَ، وَنَفْسُكَ إِنْ لَمْ تُشْغِلْهَا بِالحَقِّ وَإِلاَّ شَغَلَتْكَ بِالبَاطِلِ “Waktu laksana pedang. Jika engkau tidak menggunakannya, maka ia yang malah akan menebasmu. Dan dirimu jika tidak tersibukkan dalam kebaikan, pasti akan tersibukkan dalam hal yang sia-sia.”   5- Daya kerja semakin berkurang Dalam banyak kasus, pornografi membuat seseorang kehilangan daya kerjanya. Yang tadinya aktif dan kreatif bisa menjadi tidak fokus dalam pekerjaan.   6- Berpengaruh pada rusaknya otak Menonton film porno dapat berdampak buruk bagi kesehatan otak. Para peneliti di Jerman menemukan, terlalu sering atau secara teratur menonton film atau video porno dapat membuat volume otak di daerah striatum mengalami penyusutan. Striatum merupakan daerah di otak yang berkaitan dengan motivasi. Ketika menonton film porno, produksi dopamin akan meningkat sehingga membuat suasana hati bahagia. Akan tetapi, jika terlalu sering justru dapat menurunkan sensitifitas otak terhadap rangsangan seksual. Otak akhirnya membutuhkan lebih banyak dopamin untuk bisa terangsang secara seksual. Dengan begitu, seseorang pun akan memiliki keinginan lebih banyak untuk menonton film porno. Penelitian lain dari Cambridge University tahun 2013 menemukan, otak orang yang suka menonton film porno mirip dengan pecandu narkoba. Otak mereka yang sering menonton film porno berbeda dengan yang tidak suka. Hasil scan menunjukkan, ada tiga daerah di otak yang lebih aktif pada orang yang suka menonton film porno sejak usia dini dibanding yang tidak.   7- Dampak pada aktivitas seksual Menurut sebuah penelitian tahun 2011 yang diterbitkan dalam Psychology Today, jika terlalu sering menonton film porno, pria atau wanita akan membutuhkan pengalaman seksual yang lebih ekstrim untuk bisa terangsang. Mereka akan sulit terangsang jika hanya melakukan hubungan seksual biasa. Peneliti menyimpulkan, ponografi dapat menciptakan generasi muda yang putus asa di kamar tidur.   Semoga Allah menjauhkan kita dari berbagai dosa yang membinasakan. Wallahu waliyyut taufiq.   Referensi: http://www.kaskus.co.id/thread/519ae5f70975b4b724000000/efek-negatif-dan-cara-menghilangkan-kebiasaan-nonton-video-porno/ http://health.kompas.com/read/2015/08/16/123638523/Terungkap.Efek.Buruk.Menonton.Film.Porno.bagi.Otak   —   [1] Mayoritas ulama menilai bolehnya onani jika yang melakukan adalah pasangannya (istrinya), seperti mengeluarkan mani dengan cara kemaluan si suami digesek pada paha atau perut istri selama tidak dilakukan pada kondisi terlarang (yaitu seperti ketika puasa, i’tikaf atau saat berihram ketika haji dan umrah). Namun ulama lainnya mengatakan perilaku onani dari pasangan (istri) dinilai makruh. Dalam Nihayah Az Zain dan Fatawa Al Qodi disebutkan, “Seandainya seorang istri memainkan kemaluan suami dengan  tangannya, hukumnya makruh, walau suami mengizinkan dan keluar mani. Seperti itu menyerupai perbuatan ‘azl (menumpahkan mani di luar kemaluan istri). Perbuatan ‘azl sendiri dinilai makruh.” — Diselesaikan di Bale Ayu Giwangan, 22 Rabi’uts Tsani 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagspornografi telanjang

Cemburu pada Rezeki Orang

Tak perlulah cemburu pada rezeki orang karena rezeki kita masing-masing sudah dibagi dengan begitu adilnya oleh Allah. Allah Ta’ala berfirman, أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُم مَّعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِّيَتَّخِذَ بَعْضُهُم بَعْضًا سُخْرِيًّا وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ “Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. ” (QS. Az-Zukhruf: 32) Allah membagi rezeki itu begitu adil. Kenapa kita mesti cemburu pada rezeki orang lain? Imam Ghazali rahimahullah menyebutkan fawaid dari nasihat Hatim Al-Asham: Aku melihat manusia saling mencela dan saling membicarakan jelek (ghibah) satu dan lainnya. Aku dapati bahwa itu termasuk HASAD (cemburu atau iri) dalam harta, kedudukan dan pengetahuan. Aku kemudian renungkan firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia.” (QS. Az-Zukhruf: 32) Aku sadari bahwa pembagian tersebut sudah ditentukan oleh Allah sejak takdir yang dahulu ada. Kenapa aku mesti HASAD (cemburu) pada rezeki orang lain? Itulah yang membuatku tetap ridha pada pembagian Allah. Dinukil dari kitab Ayyuhal Walad karya Imam Al-Ghazali, hlm. 57.   Wallahu waliyyut taufiq. Moga kita semua diberi taufik untuk mengimani takdir dengan benar.   Referensi: Ayyuhal Walad. Cetakan pertama, tahun 1434 H. Al-Imam Al-Ghazali. Penerbit Darul Minhaj — Saat menunggu di Adisucipto Airport Jogja, Senin, 22 Rabi’uts Tsani 1437 H, 06:18 AM Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshasad

Cemburu pada Rezeki Orang

Tak perlulah cemburu pada rezeki orang karena rezeki kita masing-masing sudah dibagi dengan begitu adilnya oleh Allah. Allah Ta’ala berfirman, أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُم مَّعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِّيَتَّخِذَ بَعْضُهُم بَعْضًا سُخْرِيًّا وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ “Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. ” (QS. Az-Zukhruf: 32) Allah membagi rezeki itu begitu adil. Kenapa kita mesti cemburu pada rezeki orang lain? Imam Ghazali rahimahullah menyebutkan fawaid dari nasihat Hatim Al-Asham: Aku melihat manusia saling mencela dan saling membicarakan jelek (ghibah) satu dan lainnya. Aku dapati bahwa itu termasuk HASAD (cemburu atau iri) dalam harta, kedudukan dan pengetahuan. Aku kemudian renungkan firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia.” (QS. Az-Zukhruf: 32) Aku sadari bahwa pembagian tersebut sudah ditentukan oleh Allah sejak takdir yang dahulu ada. Kenapa aku mesti HASAD (cemburu) pada rezeki orang lain? Itulah yang membuatku tetap ridha pada pembagian Allah. Dinukil dari kitab Ayyuhal Walad karya Imam Al-Ghazali, hlm. 57.   Wallahu waliyyut taufiq. Moga kita semua diberi taufik untuk mengimani takdir dengan benar.   Referensi: Ayyuhal Walad. Cetakan pertama, tahun 1434 H. Al-Imam Al-Ghazali. Penerbit Darul Minhaj — Saat menunggu di Adisucipto Airport Jogja, Senin, 22 Rabi’uts Tsani 1437 H, 06:18 AM Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshasad
Tak perlulah cemburu pada rezeki orang karena rezeki kita masing-masing sudah dibagi dengan begitu adilnya oleh Allah. Allah Ta’ala berfirman, أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُم مَّعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِّيَتَّخِذَ بَعْضُهُم بَعْضًا سُخْرِيًّا وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ “Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. ” (QS. Az-Zukhruf: 32) Allah membagi rezeki itu begitu adil. Kenapa kita mesti cemburu pada rezeki orang lain? Imam Ghazali rahimahullah menyebutkan fawaid dari nasihat Hatim Al-Asham: Aku melihat manusia saling mencela dan saling membicarakan jelek (ghibah) satu dan lainnya. Aku dapati bahwa itu termasuk HASAD (cemburu atau iri) dalam harta, kedudukan dan pengetahuan. Aku kemudian renungkan firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia.” (QS. Az-Zukhruf: 32) Aku sadari bahwa pembagian tersebut sudah ditentukan oleh Allah sejak takdir yang dahulu ada. Kenapa aku mesti HASAD (cemburu) pada rezeki orang lain? Itulah yang membuatku tetap ridha pada pembagian Allah. Dinukil dari kitab Ayyuhal Walad karya Imam Al-Ghazali, hlm. 57.   Wallahu waliyyut taufiq. Moga kita semua diberi taufik untuk mengimani takdir dengan benar.   Referensi: Ayyuhal Walad. Cetakan pertama, tahun 1434 H. Al-Imam Al-Ghazali. Penerbit Darul Minhaj — Saat menunggu di Adisucipto Airport Jogja, Senin, 22 Rabi’uts Tsani 1437 H, 06:18 AM Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshasad


Tak perlulah cemburu pada rezeki orang karena rezeki kita masing-masing sudah dibagi dengan begitu adilnya oleh Allah. Allah Ta’ala berfirman, أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُم مَّعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِّيَتَّخِذَ بَعْضُهُم بَعْضًا سُخْرِيًّا وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ “Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. ” (QS. Az-Zukhruf: 32) Allah membagi rezeki itu begitu adil. Kenapa kita mesti cemburu pada rezeki orang lain? Imam Ghazali rahimahullah menyebutkan fawaid dari nasihat Hatim Al-Asham: Aku melihat manusia saling mencela dan saling membicarakan jelek (ghibah) satu dan lainnya. Aku dapati bahwa itu termasuk HASAD (cemburu atau iri) dalam harta, kedudukan dan pengetahuan. Aku kemudian renungkan firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia.” (QS. Az-Zukhruf: 32) Aku sadari bahwa pembagian tersebut sudah ditentukan oleh Allah sejak takdir yang dahulu ada. Kenapa aku mesti HASAD (cemburu) pada rezeki orang lain? Itulah yang membuatku tetap ridha pada pembagian Allah. Dinukil dari kitab Ayyuhal Walad karya Imam Al-Ghazali, hlm. 57.   Wallahu waliyyut taufiq. Moga kita semua diberi taufik untuk mengimani takdir dengan benar.   Referensi: Ayyuhal Walad. Cetakan pertama, tahun 1434 H. Al-Imam Al-Ghazali. Penerbit Darul Minhaj — Saat menunggu di Adisucipto Airport Jogja, Senin, 22 Rabi’uts Tsani 1437 H, 06:18 AM Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshasad

Keagungan Ilmu

Khotbah Jumat, Masjid Nabawi, 19 Rabiul Akhir 1437 H.Oleh : Syekh Abdul Muhsin Al-QasimKhutbah PertamaSegala puji bagi Allah. Kami memujiNya, memohon pertolonganNya dan memohon ampunanNya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, tidak akan ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah biarkan sesat, tidak ada orang yang mampu memberinya petunjuk.Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hambaNya dan utusanNya. Shalawat dan salam semoga tercurah sebanyak-banyaknya kepadanya, beserta seluruh keluarga dan sahabatnya.Selanjutnya, bertakwalah kepada Allah dengan sesungguhnya, karena takwa adalah cahaya penerang mata hati, dan dengan takwa akan tetap hidup sanubari dan nurani seseorang. Kaum muslimin!Ibadah kepada Allah semata merupakan hikmah dari penciptaan dan perintahNya. Untuk tujuan ibadah itulah, Allah –subhanahu wa ta’alah – mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitabNya. Hanya dengan ibadah, maka kemuliaan martabat, kebahagiaan, kesentosaan dan keselamatan manusia dapat terwujud. Derajat manusia di sisi Allah sangat ditentukan oleh tingkatan ibadahnya.Firman Allah :إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ  [ الحجرات / 13 ]” Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu”. Qs Al-Hujurat : 13Di antara anugerah dan kemurahan Allah ialah bahwa Dia telah menetapkan berbagai macam amal ibadah dengan maksud untuk memberikan aneka ragam kenikmatan dan meninggikan derajat bagi hamba-hambaNya. Ibadah dalam agama demikian agung peranannya, mengalahkan segalanya, pelurus bagi yang lainnya. Siapa yang menjalankannya pasti beruntung, siapa yang mengabaikannya pasti menyesal. Allah memuji para pelaku ibadah dan melebihkan kedudukan mereka karena ibadah. Maka ibadah menjadi penuntun seseorang menuju Tuhannya dan penerang jalan hidupnya.Kesempurnaan seseorang dan keselamatannya dunia dan akhirat sangat tergantung pada ibadahnya.Maka melalui ibadah, Allah-subhanahu wata’ala- dikenal dan disembah, dipuja, disebut dan diagungkan.Dengan ibadah hak-hak Allah sebagai Pencipta dan hak-hak sesama makhluk dapat diketahui, yang halal dapat dibedakan dari yang haram, yang benar dapat dikenali dari yang batil, yang absah dapat dimengerti dari yang tidak absah, yang bermanfaat terlihat dari yang berbahaya, yang baik terkuak dari yang buruk. Sebagai penghibur hati dalam kesendirian dan sahabat pelipur dalam kesepian.Ibadah mengingatkan seseorang ketika lalai; melakukannya suatu ketaatan, mempersembahkannya suatu pendekatan. Ibadah adalah penghias dan pengaman bagi pelakunya. Ibadah dapat menerangi hati seseorang lahir batin, memperkuat daya berfikir dan menjernihkan hati nuraninya.Pelaku ibadah di bumi bagaikan bintang-bintang di langit. Maka keberadaan mereka menjadi petunjuk jalan, sebagai penghias dan penata rias keindahan makhluk, sekaligus benteng pertahanan umat. Andaikata bukan karena keberadaan mereka, tentu telah punah lambang-lambang kebesaran agama ini.Dengan ibadah urusan umat ini menjadi baik dan terangkat. Berkat ibadah jiwa manusia menjadi lurus dan bersih, petunjuk jalan dan kebahagiaan manusia ditemukan, generasi penerus terjamin dan lestari.Maka kebutuhan akan ibadah (yang disertai) adalah di atas segala kebutuhan, tanpa adanya ibadah dunia menjadi rusak dan hancur.Imam Ahmad –rahimahullah- berkata :“Manusia sesungguhnya lebih butuh kepada ilmu dari pada kepada makanan dan minuman; sebab makanan dan minuman hanya diperlukan dalam sehari sekali atau dua kali saja, sementara mereka membutuhkan ilmu setiap saat”.Itulah sebabnya mengapa ayat pertama kali yang turun memotivasi manusia agar menuntut ilmu :اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ    [ العلق / 1 ]“ Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan”.Qs Al-Alaq 1Umat Islam adalah umat yang identik dengan ilmu dan selalu kontak dengan Alllah –subhanahu wa ta’ala-.Ibnu Katsir –rahimahullah- berkata : “Ayat Al-Qur’an yang pertama kali turun adalah ayat-ayat yang mulia dan berkah tersebut, dan ayat-ayat ini adalah rahmat yang pertama kali Allah merahmati hamba-hambaNya sekalikgus nikmat yang pertama kali Allah anugrahkan kepada hamba-hambaNya.”Dalam ayat-ayat tersebut Allah menamakan Dzatnya dengan sifat al-ilmu dan memperkenalkan Dirinya kepada makhlukNya dengan ilmu pula. Allah berfirman :الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ، عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ [ العلق / 4 – 5 ]“Yang memberitahu melalui pena, memberi tahu manusia apa yang belum diketahuinyal”. Qs Al-Alaq : 4-5 Misi agama Islam seluruhnya adalah ilmu dan amal. Maka ilmu merupakan separuh dari misi agama ini. Firman Allah :هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ [ التوبة / 33 ]“Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (yaitu ilmu) dan agama yang benar (yaitu amal shalih) “. Qs At-Taubah : 33Tidak ada suatu hal yang paling menenteramkan dan menyejukkan hati seorang hamba dari pada cintanya kepada Allah, dan untuk mengakses ke sana hanya bisa dilakukan melalui ilmu. Ilmu merupakan hikmah yang Allah anugerahkan kepada seorang hamba yang dikehendakiNya. Firman Allah :يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ [ البقرة / 269 ]“Allah menganugerahkan al hikmah  kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran”. Qs Al-Baqarah : 269 Mujahid –rahimahullah- berkata : ( hikmah di sini ) adalah ilmu dan pemahaman agama.   Allah –subhanahu wa ta’ala- menganugerahkan ilmu kepada Nabi Adam –alaihissalam-, maka dengan ilmu itu Allah memperlihatkan kelebihan Nabi Adam di atas para malaikat. Firman Allah :وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ [ البقرة/31]“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!”. Qs Al-Baqarah :31Allah -subhanahu wa ta’ala- memilih para nabi dan rasul-Nya serta hamba-hambaNya yang Dia kehendaki dengan ilmu pula.  Demikian pula ketika malaikat menyampaikan kabar gembira kepada istri Nabi Ibrahim –alaihissalam- tetang putranya yang bernama Ishaq –alaihissalam- dikatakannya sebagai “Ghulaamin ‘Aliim” (seorang anak yang berilmu).Juga tentang Nabi Yusuf -alaihissalam- sebagaimana firman Allah :وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا  [ يوسف / 22 ]“Dan tatkala dia cukup dewasa Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu”. Qs Yusuf : 22Selanjutnya Nabi Yusuf –alaihissalam- pun menyebut dirinya sebagai “Hafidzun ‘Aliim” ( seorang yang mampu menjaga amanat dan berilmu ).Nabi Musa –alaihissalam- pun Allah muliakan dengan ilmu. Firman Allah :وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَاسْتَوَى آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا [ القصص/14 ]“Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan ilmu”. Qs Al-Qashash : 14 Firman Allah –subhanahu wa ta’ala- tentang Nabi Daud dan Nabi Sulaiman –alaihimas salam- :وَكُلًّا آتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا  [ الأنبياء / 79 ]“dan kepada masing-masing (Daud dan Sulaiman) telah Kami berikan hikmah dan ilmu”. Qs Al-Anbiya : 79Allah –subhanahu wa ta’ala – mengingatkan Nabi Isa –alaihisslam- akan karunia ilmu pula. Firman Allah :اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلَى وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ [ المائدة / 110 ]“ Ingatlah akan nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil”. Qs Al-Maidah : 110Demikian pula Khadhir –alaihissalam- menjadi seorang Nabi Ulul-Azmi (yaitu Musa) bersafar mencarinya karena Khadir memiliki ilmu yang tidak dimiliki oleh Musa. Firman Allah :فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا [ الكهف / 65 ]“Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami”. Qs Al-Kahf : 65Para pasukan Nabi Sulaiman –alaihissalam- pun demikian, yang paling luas ilmunya di antara mereka adalah yang paling kuat.Firman Allah :قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ [ النمل / 40 ] “ Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Qs An-Naml : 40Allah –subhanahu wa ta’ala- menyebut-nyebut sejumlah nikmat yang Dia karuniakan kepada rasul-Nya –shallallahu alaihi wa sallam-. Dalam konteks ini nikmat ilmu lah yang menduduki peringkat paling utama.Firman Allah :وَأَنْزَلَ اللَّهُ عَلَيْكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ [ النساء : 113 ]“Dan Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui”. Qs An-Nisa : 113Allah -subhanahu wa ta’ala- tidaklah menyuruh nabi-Nya untuk menambah suatu apapun kecuali tambahan ilmu. Firman Allah :وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا [ طه / 114 ] “Katakanlah, Ya Tuhanku, tambahlah untukku suatu ilmu”. Qs Thaha : 114Ilmu merupakan warisan para nabi. Pewarisnya pastilah insan-insan terbaik sesudah para nabi dan yang terdekat kepada mereka.Rasulullah-shallallahu alaihi wa sallam- bersabda : إِّنَّ الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ، إِنَّ اْلأَنْبِياَءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْناَرًا وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوْا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham. Mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa memperoleh warisan tersebut, sungguh ia telah mengambil bagian yang sangat banyak.” HR. Tirmidzi.Allah –subhanahu wa ta’ala- mempersaksikan kepada para penyandang ilmu atas Ketuhanan-Nya ( Uluhiyah-Nya ). Allah berfirman : شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ [ آل عمران / 18 ]“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Qs Ali Imran : 18 Allah- subhanahu wa ta’ala – juga mempersaksikan kepada para penyandang ilmu atas kebatilan pernyataan orang-orang kafir.Firman Allah  :وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَالْإِيمَانَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْبَعْثِ فَهَذَا يَوْمُ الْبَعْثِ وَلَكِنَّكُمْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ  [ الروم / 56 ]“Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang kafir): “Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakini(nya)”. Qs Ar-Rum : 56Maka hanya dengan kepemilikan ilmu, seseorang bisa takut dan taat kepada Allah.  Firman Allah :إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ  [ فاطر / 28 ]“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah orang-orang yang berilmu”. Qs Fathir : 28Az-Zuhri –rahimahullah- berkata :مَا عُبِدَ اللهُ بِمِثْلِ الْعِلْمِ“Allah tidaklah diibadahi seperti ibadah ilmu”. Meraih ilmu merupakan suatu prestasi kebaikan dan kesuksesan. Sabda Nabi –shallallahu alaihi wa sallam- bersabda :”  مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ ” متفق عليه“Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan padanya maka Allah akan menjadikannya faqih (faham) dalam agama”. Muttafaq alaih Manusia pilihan adalah manusia yang paling banyak ilmunya. Nabi-shallallahu alaihi wa sallam- bersabda :” فَخِيَارُكُمْ فِي الجَاهِلِيَّةِ خِيَارُكُمْ فِي الإِسْلاَمِ إِذَا فَقُهُوا ” متفق عليه“Sebaik-baiknya kalian pada masa jahiliyah adalah yang terbaik di antara kalian pada masa Islam, jika mereka paham agama.” Muttafaq alaihi. Ilmu merupakan neraca untuk mengetahui tingkatan kualitas amal seseorang dan kadar derajatnya. Dengan ilmu, amal seseorang menjadi berkualitas dan tumbuh bersih. Kemurnian akidah seseorang dan keikhlasannya dalam beribadah kepada Allah serta pengamalan sunnah nabiNya tidak akan terwujud kecuali dengan ilmu. Firman Allah :فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ  [ محمد /19 ]“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan sesembahan kecuali Allah”. Qs Muhammad : 19Di sini Allah –subhanahu wa ta’ala- memulai penyebutan ilmu sebelum ucapan dan pengamalan. Ilmu adalah penuntun dan panglima terlaksananya suatu amal. Maka setiap amal yang tidak dibimbing oleh ilmu tidaklah berguna bagi pelakunya bahkan menjadi senjata makan tuan.Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa dibarengi ilmu, maka ibadahnya lebih banyak mendatangkan kemudharatan dari pada kemaslahatan. Suatu kemusyrikan dan perbuatan bid’ah tidaklah mungkin terjadi kecuali disebabkan kurangnya ilmu dan jauhnya pelakunya dari ulama.Kesesatan adalah identik dengan kebodohan. Itulah sebabnya, Allah –subhanahu wa ta’ala – memerintahkan kita untuk selalu memohon perlindungan kepadaNya dari jalan orang-orang yang tersesat pada setiap rakaat shalat kita. Allah-subhanahu wa ta’ala- pun menafikan penyamaan antara orang yang  berilmu dan orang yang tidak berilmu. Tidak mungkin sama, seperti tidak samanya orang hidup dengan orang mati, orang yang bisa melihat dengan orang tuna netra. Firman Allah :قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ  [ الزمر/ 9 ]“Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”. Qs Az-Zumar : 9Dengan ilmu pula masyarakat menjadi hidup dan bersinar. Firman Allah :أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا [ الأنعام / 122 ]“Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang tidak akan dapat keluar dari padanya?”. Qs Al-An’am : 122Kepiawaian seseorang dan pemahamannya terhadap agama merupakan ciri khas orang yang beriman. Dada mereka memancarkan cahaya ilmu, sebagaimana firman Allah :بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ [ العنكبوت/49]“Sebenarnya, Al Quran itu ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim”. Qs Al-Ankabut : 49 Di dalam Al-Qur’an terdapat lebih dari 40 ayat tentang perumpamaan (dalam kehidupan). Hal itu memerlukan ilmu untuk dapat menangkap dan memahami makna yang dimaksudkan. Firman Allah :وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ [ العنكبوت / 43 ]“Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tidak ada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu”. Qs Al-Ankabut : 43Ketika sebagian ulama salaf mendengar perumpamaan (dalam Al-Qur’an), namun perumpamaan itu tidak membuatnya mengerti maksudnya, menangislah dia lalu mengatakan : “Aku tidak termasuk orang-orang yang berilmu”. Rahmat kasih sayang Allah serta selalu menyelimuti majlis-majlis ilmu dan peserta kajian ilmu, demikian juga para malaikat menaungi mereka dan turut hadir mersama mereka. Sabda Nabi :وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ“Dan sesungguhnya para Malaikat merendahkan sayapnya sebagai apresiasi keridhaan kepada penuntut ilmu”. HR Tirmizi.Ibnul-Qayim –rahimahullah- berkata :” ولو لم يكن فى العلم إلا القرب من رب العالمين والإلتحاق بعالم الملائكة وصحبة الملإ الأعلى لكفى به فضلا وشرفا فكيف وعز الدنيا والآخرة منوط به ومشروط بحصوله “ “Andaikata ilmu itu tidak memiliki pengaruh apa-apa selain dapat mendekatkan diri seseorang kepada Tuhan semesta alam dan memungkinkannya bergabung dengan alam malaikat serta persahabatan dengan komunitas pilihan di langit, niscaya hal itu sudah cukup sebagai anugerah dan kehormatan, belum lagi kejayaan dunia dan derajat seseorang di akhirat sangat ditentukan oleh ilmu dan tergantung pada perolehan ilmu “.Majelis mereka penuh dengan hikmah, dan mereka adalah sebaik-baik teladan bagi umat ini. Manfaat mereka selain kembali pada diri mereka sendiri, juga menular kepada orang lain. Karenanya semuanya memuji mereka dan mendoakan mereka. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda ;إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى معلم النَّاس الْخَيْر“Dan sesungguhnya Allah dan para malaikatnya, serta para penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang berada di lubangnya dan juga ikan, benar-benar mendoakan kebaikan bagi pengajar kebaikan bagi manusia” (HR At-Tirmidzi) Berusaha menuntut ilmu termasuk berjihad di jalan Allah. Abu Ad-Dardaa’ radhiallahu ‘anhu berkata ;مَنْ رَأَى الْغُدُوَّ وَالرَّوَاحَ إِلَى الْعِلْمِ لَيْسَ بِجِهَادٍ فَقَدْ نَقَصَ فِي عَقْلِهِ وَرَأْيِهِ“Barangsiapa yang memandang bahwa pergi di pagi hari dan pulang di sore hari karena menuntut ilmu bukanlah jihad, maka sungguh telah kurang akalnya dan pandangannya” Berlomba dan bersaing dalam ilmu adalah perkara yang terpuji, dan tidak ada hasad dalam dua orang, yaitu seorang yang berbuat baik apakah dengan amalnya atau dengan hartanya. Adapun selain dua orang ini maka tidak dihasadi karena sedikit manfaatnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلٍ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَسَلَّطَهُ عَلَى هَلَكَتِهِ فِي الْحَقِّ وَرَجُلٍ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَة فَهُوَ يقْضِي بهَا وَيعلمهَا“Tidak ada hasad kecuali pada dua orang, seorang yang Allah berikan kepadanya harta, lantas ia menghabiskannya pada kebenaran, dan seorang yang Allah anugrahkan kepadanya al-hikmah (ilmu) maka ia berhukum dengan ilmu tersebut dan mengajarkannya” (HR Al-Bukhari dan Muslim) Telah jelas di syari’at dan taqdir bahwasanya balasan sesuai dengan perbuatan, maka barangsiapa yang menempuh jalan ilmu maka ia telah menempuh jalan menuju surga, dan jalan ilmu adalah jalan termudah menuju surga dan yang paling menyenangkan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّل اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا إَلَى الْجَنَّةِ“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga” (HR Muslim) Ilmu syar’i adalah benteng dari fitnah-fitnah dan musibah dan bencana. Al-Imam Malik rahimahullah berkata ;إِنَّ أَقْوَامًا ابْتَغَوْا الْعِبَادَةَ وَأَضَاعُوا الْعِلْمَ فَخَرَجُوا عَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَسْيَافِهِمْ، وَلَوْ ابْتَغَوا الْعِلْمَ لَحَجَزَهُمْ عَنْ ذَلِكَ“Sesungguhnya beberapa kaum mencari ibadah dan meninggalkan ilmu lalu merekapun memberontak terhadap umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dengan menghunus pedang-pedang mereka. Seandainya mereka mencari ilmu tentu ilmu akan mencegah mereka dari perbuatan tersebut” Karena begitu besar manfaat ilmu maka datang perintah untuk menyampaikannya dan menyebarkannya di seluruh penjuru. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً“Sampaikanlah dariku meskipun hanya satu ayat” (HR Al-Bukhari)Allah memerintahkan untuk bertanya kepada ahli ilmu dan kembali kepada ahli ilmu  :فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَ“Maka bertanyalah kepada ahli ilmu jika kalian tidak mengetahui” (QS An-Nahl : 43)Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- telah mendoakan ahli ilmu agar bercahaya, yaitu indah dan berserinya wajah serta lapangnya dada, beliau berdoa :نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا شَيْئًا فَبَلَّغَهُ كَمَا سَمِعَهُ فَرُبَّ مُبَلَّغٍ أَوْعَى لَهُ مِنْ سَامِعٍ“Semoga Allah menjadikan bercahaya wajah orang yang mendengar dari kami sesuatu lalu menyampaikannya sebagaimana yang ia dengar, dan betapa banyak orang yang disampaikan lebih paham dari yang mendengar” (HR At-Tirmidzi)Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga mendoakan orang yang beliau cintai agar menjadi ahli ilmu, beliau berdoa untuk Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhumaa :اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ“Ya Allah jadikanlah ia faqih dalam agama” (HR Al-Bukhari dan Muslim)      Dengan ilmu derajat seseorang terangkat di dunia dan setelah meninggal. Allah berfirman :يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat” (Qs Al-Mujadalah : 11)Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :فَمَنْ عَلِمَ وَعَمِلَ وَعَلَّمَ فَذَاكَ يُدْعَى عَظِيْمًا فِي مَلَكُوْتُ السَّمَاوَاتِ“Barangsiapa yang berilmu dan beramal serta mengajarkannya maka ia akan dipanggil sebagai orang yang agung di kerajaan langit” (Zaadul Ma’aad 3/9)Manfaat ilmu akan terus mengikuti pemiliknya setelah ia meninggal selama ilmunya masih terus bermanfaat. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو له“Jika seorang manusia telah meninggal, maka terputuslah amalannya darinya kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya” (HR Muslim)Ilmu yang paling afdhol dan yang paling mulia dan dialah yang dipuji dalam dalil-dalil adalah ilmu yang bersumber dari al-Qur’an dan As-Sunnah. Dan yang paling mulia adalah ilmu tentang Allah dan nama-namaNya serta sifat-sifatNya, dan ia adalah tujuan dari penciptaanNya dan perintahNya. Allah berfirman :اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الأرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنزلُ الأمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kalian mengetahui bahwasanya Allah maha kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmuNya benar-benar meliputi segala sesuatu” (QS At-Tholaq : 12)Wajib atas setiap muslim untuk berusaha mempelajari ilmu-ilmu yang wajib, yang dengannya ia meluruskan tauhidnya, sholatnya, dan puasanya. Dan hendaknya ia mengorbankan sebagian waktunya untuk hal itu, janganlah ia merasa berat untuk menghadiri halaqoh dan majelis-majelis ilmu. Lihatlah Musa –kaliimullah- padahal ia termasuk para rasul ulul ‘azmi, ia tetap bersafar demi ilmu dan menempuh kesulitan keletihan dalam jalan mencari ilmu. Ia bersikap dengan penuh kelembutan kepada Khodir seraya berkata :هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَى أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا“Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar diantara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?” (QS Al-Kahfi : 66)Wajib bagi penuntut ilmu untuk mengagungkan ilmu dan meminta kepada Allah ilmu yang bermanfaat disertai dengan berprasangka baik kepada Allah, demikian juga wajib baginya untuk senantiasa bertakwa karena takwa merupakan penolong terbaik untuk meraih ilmu. Dan hendaknya niatnya ikhlash karena mencari wajah Allah, bukan dalam rangka untuk mendebat orang-orang yang bodoh, bukan juga untuk mendebat para ulama. Barangsiapa yang mengamalkan ilmunya maka Allah akan menganugerahkan kepadanya ilmu yang ia tidak ketahui. Selanjutnya kaum muslimin sekalian, sesungguhnya Allah telah menjanjikan bahwasanya barangsiapa yang menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan urusannya dan menganugrahkan kepadanya apa yang tidak ia sangka-sangka. Allah berfirman :اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ“Bacalah !, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah” (QS Al-‘Alaq : 3)Jalan untuk menuntut ilmu adalah jalan yang gampang dan mudah, yaitu menghapal al-Qur’an, dan sebagian sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dan matan-matan pilihan yang ditulis oleh para ulama, disertai dengan pemahaman dan pengamalan. Maka dengan inilah seseorang meraih keridhoan Allah dan surga yang tinggi.Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutukوَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam ilmu mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya” (QS At-Taubah 122)Semoga Allah memberkahi aku dan kalian dalam Al-Qur’an yang agung !!=======Khotbah KeduaSegala puji bagi Allah atas kebaikanNya, dan syukur terpanjatkan bagiNya atas taufiqNya dan karuniaNya, dan aku bersaksi bahwasanya tidak ada tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah semata tiada sekutu bagiNya sebagai bentuk pengagungan kepadaNya. Dan aku bersaksi bahwasanya Nabi kita Muhammad adalah hamba dan rasulNya. Semoga shalawat tercurahkan kepadanya dan keluarganya serta para sahabatnya, demikian juga tercurahkan salam yang banyak. Kaum muslimin sekalian! Para ulama umat ini dari yang terdahulu maupun yang belakangan tidaklah mereka disebut kecuali dengan kebaikan. Karena hak mereka atas umat adalah besar, yaitu dengan mencintai mereka, menghormati dan menghargai mereka, serta kembali kepada mereka dan mengambil ilmu dari mereka. Dan mengagungkan ahli ilmu termasuk dari mengagungkan agama, karena mereka adalah pemikul agama ini dan yang terpercaya atas agama. Maka barangsiapa yang berpaling dari jalan ini dalam menyikapi para ulama maka ia telah tersesat.Membenci mereka dan memusuhi mereka adalah bentuk kurangnya akal, dan penyimpangan dari fitrah, dan hal ini pertanda bahwa Allah akan memeranginya dan menghukumnya. Allah berfirman dalam hadits qudsi :مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ“Barangsiapa yang memusuhi waliKu maka aku telah mengungumkan peperangan kepadanya” (HR Al-Bukhari dan Muslim) Kemudian ketahuilah bahwasanya Allah telah memerintahkan kalian untuk bersholawat dan salam kepada nabiNya…=======  Selesai  ======Penerjemah: Utsman Hatim dan Firanda Andirjahttps://firanda.com/ 

Keagungan Ilmu

Khotbah Jumat, Masjid Nabawi, 19 Rabiul Akhir 1437 H.Oleh : Syekh Abdul Muhsin Al-QasimKhutbah PertamaSegala puji bagi Allah. Kami memujiNya, memohon pertolonganNya dan memohon ampunanNya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, tidak akan ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah biarkan sesat, tidak ada orang yang mampu memberinya petunjuk.Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hambaNya dan utusanNya. Shalawat dan salam semoga tercurah sebanyak-banyaknya kepadanya, beserta seluruh keluarga dan sahabatnya.Selanjutnya, bertakwalah kepada Allah dengan sesungguhnya, karena takwa adalah cahaya penerang mata hati, dan dengan takwa akan tetap hidup sanubari dan nurani seseorang. Kaum muslimin!Ibadah kepada Allah semata merupakan hikmah dari penciptaan dan perintahNya. Untuk tujuan ibadah itulah, Allah –subhanahu wa ta’alah – mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitabNya. Hanya dengan ibadah, maka kemuliaan martabat, kebahagiaan, kesentosaan dan keselamatan manusia dapat terwujud. Derajat manusia di sisi Allah sangat ditentukan oleh tingkatan ibadahnya.Firman Allah :إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ  [ الحجرات / 13 ]” Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu”. Qs Al-Hujurat : 13Di antara anugerah dan kemurahan Allah ialah bahwa Dia telah menetapkan berbagai macam amal ibadah dengan maksud untuk memberikan aneka ragam kenikmatan dan meninggikan derajat bagi hamba-hambaNya. Ibadah dalam agama demikian agung peranannya, mengalahkan segalanya, pelurus bagi yang lainnya. Siapa yang menjalankannya pasti beruntung, siapa yang mengabaikannya pasti menyesal. Allah memuji para pelaku ibadah dan melebihkan kedudukan mereka karena ibadah. Maka ibadah menjadi penuntun seseorang menuju Tuhannya dan penerang jalan hidupnya.Kesempurnaan seseorang dan keselamatannya dunia dan akhirat sangat tergantung pada ibadahnya.Maka melalui ibadah, Allah-subhanahu wata’ala- dikenal dan disembah, dipuja, disebut dan diagungkan.Dengan ibadah hak-hak Allah sebagai Pencipta dan hak-hak sesama makhluk dapat diketahui, yang halal dapat dibedakan dari yang haram, yang benar dapat dikenali dari yang batil, yang absah dapat dimengerti dari yang tidak absah, yang bermanfaat terlihat dari yang berbahaya, yang baik terkuak dari yang buruk. Sebagai penghibur hati dalam kesendirian dan sahabat pelipur dalam kesepian.Ibadah mengingatkan seseorang ketika lalai; melakukannya suatu ketaatan, mempersembahkannya suatu pendekatan. Ibadah adalah penghias dan pengaman bagi pelakunya. Ibadah dapat menerangi hati seseorang lahir batin, memperkuat daya berfikir dan menjernihkan hati nuraninya.Pelaku ibadah di bumi bagaikan bintang-bintang di langit. Maka keberadaan mereka menjadi petunjuk jalan, sebagai penghias dan penata rias keindahan makhluk, sekaligus benteng pertahanan umat. Andaikata bukan karena keberadaan mereka, tentu telah punah lambang-lambang kebesaran agama ini.Dengan ibadah urusan umat ini menjadi baik dan terangkat. Berkat ibadah jiwa manusia menjadi lurus dan bersih, petunjuk jalan dan kebahagiaan manusia ditemukan, generasi penerus terjamin dan lestari.Maka kebutuhan akan ibadah (yang disertai) adalah di atas segala kebutuhan, tanpa adanya ibadah dunia menjadi rusak dan hancur.Imam Ahmad –rahimahullah- berkata :“Manusia sesungguhnya lebih butuh kepada ilmu dari pada kepada makanan dan minuman; sebab makanan dan minuman hanya diperlukan dalam sehari sekali atau dua kali saja, sementara mereka membutuhkan ilmu setiap saat”.Itulah sebabnya mengapa ayat pertama kali yang turun memotivasi manusia agar menuntut ilmu :اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ    [ العلق / 1 ]“ Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan”.Qs Al-Alaq 1Umat Islam adalah umat yang identik dengan ilmu dan selalu kontak dengan Alllah –subhanahu wa ta’ala-.Ibnu Katsir –rahimahullah- berkata : “Ayat Al-Qur’an yang pertama kali turun adalah ayat-ayat yang mulia dan berkah tersebut, dan ayat-ayat ini adalah rahmat yang pertama kali Allah merahmati hamba-hambaNya sekalikgus nikmat yang pertama kali Allah anugrahkan kepada hamba-hambaNya.”Dalam ayat-ayat tersebut Allah menamakan Dzatnya dengan sifat al-ilmu dan memperkenalkan Dirinya kepada makhlukNya dengan ilmu pula. Allah berfirman :الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ، عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ [ العلق / 4 – 5 ]“Yang memberitahu melalui pena, memberi tahu manusia apa yang belum diketahuinyal”. Qs Al-Alaq : 4-5 Misi agama Islam seluruhnya adalah ilmu dan amal. Maka ilmu merupakan separuh dari misi agama ini. Firman Allah :هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ [ التوبة / 33 ]“Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (yaitu ilmu) dan agama yang benar (yaitu amal shalih) “. Qs At-Taubah : 33Tidak ada suatu hal yang paling menenteramkan dan menyejukkan hati seorang hamba dari pada cintanya kepada Allah, dan untuk mengakses ke sana hanya bisa dilakukan melalui ilmu. Ilmu merupakan hikmah yang Allah anugerahkan kepada seorang hamba yang dikehendakiNya. Firman Allah :يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ [ البقرة / 269 ]“Allah menganugerahkan al hikmah  kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran”. Qs Al-Baqarah : 269 Mujahid –rahimahullah- berkata : ( hikmah di sini ) adalah ilmu dan pemahaman agama.   Allah –subhanahu wa ta’ala- menganugerahkan ilmu kepada Nabi Adam –alaihissalam-, maka dengan ilmu itu Allah memperlihatkan kelebihan Nabi Adam di atas para malaikat. Firman Allah :وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ [ البقرة/31]“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!”. Qs Al-Baqarah :31Allah -subhanahu wa ta’ala- memilih para nabi dan rasul-Nya serta hamba-hambaNya yang Dia kehendaki dengan ilmu pula.  Demikian pula ketika malaikat menyampaikan kabar gembira kepada istri Nabi Ibrahim –alaihissalam- tetang putranya yang bernama Ishaq –alaihissalam- dikatakannya sebagai “Ghulaamin ‘Aliim” (seorang anak yang berilmu).Juga tentang Nabi Yusuf -alaihissalam- sebagaimana firman Allah :وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا  [ يوسف / 22 ]“Dan tatkala dia cukup dewasa Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu”. Qs Yusuf : 22Selanjutnya Nabi Yusuf –alaihissalam- pun menyebut dirinya sebagai “Hafidzun ‘Aliim” ( seorang yang mampu menjaga amanat dan berilmu ).Nabi Musa –alaihissalam- pun Allah muliakan dengan ilmu. Firman Allah :وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَاسْتَوَى آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا [ القصص/14 ]“Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan ilmu”. Qs Al-Qashash : 14 Firman Allah –subhanahu wa ta’ala- tentang Nabi Daud dan Nabi Sulaiman –alaihimas salam- :وَكُلًّا آتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا  [ الأنبياء / 79 ]“dan kepada masing-masing (Daud dan Sulaiman) telah Kami berikan hikmah dan ilmu”. Qs Al-Anbiya : 79Allah –subhanahu wa ta’ala – mengingatkan Nabi Isa –alaihisslam- akan karunia ilmu pula. Firman Allah :اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلَى وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ [ المائدة / 110 ]“ Ingatlah akan nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil”. Qs Al-Maidah : 110Demikian pula Khadhir –alaihissalam- menjadi seorang Nabi Ulul-Azmi (yaitu Musa) bersafar mencarinya karena Khadir memiliki ilmu yang tidak dimiliki oleh Musa. Firman Allah :فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا [ الكهف / 65 ]“Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami”. Qs Al-Kahf : 65Para pasukan Nabi Sulaiman –alaihissalam- pun demikian, yang paling luas ilmunya di antara mereka adalah yang paling kuat.Firman Allah :قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ [ النمل / 40 ] “ Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Qs An-Naml : 40Allah –subhanahu wa ta’ala- menyebut-nyebut sejumlah nikmat yang Dia karuniakan kepada rasul-Nya –shallallahu alaihi wa sallam-. Dalam konteks ini nikmat ilmu lah yang menduduki peringkat paling utama.Firman Allah :وَأَنْزَلَ اللَّهُ عَلَيْكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ [ النساء : 113 ]“Dan Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui”. Qs An-Nisa : 113Allah -subhanahu wa ta’ala- tidaklah menyuruh nabi-Nya untuk menambah suatu apapun kecuali tambahan ilmu. Firman Allah :وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا [ طه / 114 ] “Katakanlah, Ya Tuhanku, tambahlah untukku suatu ilmu”. Qs Thaha : 114Ilmu merupakan warisan para nabi. Pewarisnya pastilah insan-insan terbaik sesudah para nabi dan yang terdekat kepada mereka.Rasulullah-shallallahu alaihi wa sallam- bersabda : إِّنَّ الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ، إِنَّ اْلأَنْبِياَءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْناَرًا وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوْا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham. Mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa memperoleh warisan tersebut, sungguh ia telah mengambil bagian yang sangat banyak.” HR. Tirmidzi.Allah –subhanahu wa ta’ala- mempersaksikan kepada para penyandang ilmu atas Ketuhanan-Nya ( Uluhiyah-Nya ). Allah berfirman : شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ [ آل عمران / 18 ]“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Qs Ali Imran : 18 Allah- subhanahu wa ta’ala – juga mempersaksikan kepada para penyandang ilmu atas kebatilan pernyataan orang-orang kafir.Firman Allah  :وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَالْإِيمَانَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْبَعْثِ فَهَذَا يَوْمُ الْبَعْثِ وَلَكِنَّكُمْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ  [ الروم / 56 ]“Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang kafir): “Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakini(nya)”. Qs Ar-Rum : 56Maka hanya dengan kepemilikan ilmu, seseorang bisa takut dan taat kepada Allah.  Firman Allah :إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ  [ فاطر / 28 ]“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah orang-orang yang berilmu”. Qs Fathir : 28Az-Zuhri –rahimahullah- berkata :مَا عُبِدَ اللهُ بِمِثْلِ الْعِلْمِ“Allah tidaklah diibadahi seperti ibadah ilmu”. Meraih ilmu merupakan suatu prestasi kebaikan dan kesuksesan. Sabda Nabi –shallallahu alaihi wa sallam- bersabda :”  مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ ” متفق عليه“Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan padanya maka Allah akan menjadikannya faqih (faham) dalam agama”. Muttafaq alaih Manusia pilihan adalah manusia yang paling banyak ilmunya. Nabi-shallallahu alaihi wa sallam- bersabda :” فَخِيَارُكُمْ فِي الجَاهِلِيَّةِ خِيَارُكُمْ فِي الإِسْلاَمِ إِذَا فَقُهُوا ” متفق عليه“Sebaik-baiknya kalian pada masa jahiliyah adalah yang terbaik di antara kalian pada masa Islam, jika mereka paham agama.” Muttafaq alaihi. Ilmu merupakan neraca untuk mengetahui tingkatan kualitas amal seseorang dan kadar derajatnya. Dengan ilmu, amal seseorang menjadi berkualitas dan tumbuh bersih. Kemurnian akidah seseorang dan keikhlasannya dalam beribadah kepada Allah serta pengamalan sunnah nabiNya tidak akan terwujud kecuali dengan ilmu. Firman Allah :فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ  [ محمد /19 ]“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan sesembahan kecuali Allah”. Qs Muhammad : 19Di sini Allah –subhanahu wa ta’ala- memulai penyebutan ilmu sebelum ucapan dan pengamalan. Ilmu adalah penuntun dan panglima terlaksananya suatu amal. Maka setiap amal yang tidak dibimbing oleh ilmu tidaklah berguna bagi pelakunya bahkan menjadi senjata makan tuan.Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa dibarengi ilmu, maka ibadahnya lebih banyak mendatangkan kemudharatan dari pada kemaslahatan. Suatu kemusyrikan dan perbuatan bid’ah tidaklah mungkin terjadi kecuali disebabkan kurangnya ilmu dan jauhnya pelakunya dari ulama.Kesesatan adalah identik dengan kebodohan. Itulah sebabnya, Allah –subhanahu wa ta’ala – memerintahkan kita untuk selalu memohon perlindungan kepadaNya dari jalan orang-orang yang tersesat pada setiap rakaat shalat kita. Allah-subhanahu wa ta’ala- pun menafikan penyamaan antara orang yang  berilmu dan orang yang tidak berilmu. Tidak mungkin sama, seperti tidak samanya orang hidup dengan orang mati, orang yang bisa melihat dengan orang tuna netra. Firman Allah :قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ  [ الزمر/ 9 ]“Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”. Qs Az-Zumar : 9Dengan ilmu pula masyarakat menjadi hidup dan bersinar. Firman Allah :أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا [ الأنعام / 122 ]“Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang tidak akan dapat keluar dari padanya?”. Qs Al-An’am : 122Kepiawaian seseorang dan pemahamannya terhadap agama merupakan ciri khas orang yang beriman. Dada mereka memancarkan cahaya ilmu, sebagaimana firman Allah :بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ [ العنكبوت/49]“Sebenarnya, Al Quran itu ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim”. Qs Al-Ankabut : 49 Di dalam Al-Qur’an terdapat lebih dari 40 ayat tentang perumpamaan (dalam kehidupan). Hal itu memerlukan ilmu untuk dapat menangkap dan memahami makna yang dimaksudkan. Firman Allah :وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ [ العنكبوت / 43 ]“Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tidak ada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu”. Qs Al-Ankabut : 43Ketika sebagian ulama salaf mendengar perumpamaan (dalam Al-Qur’an), namun perumpamaan itu tidak membuatnya mengerti maksudnya, menangislah dia lalu mengatakan : “Aku tidak termasuk orang-orang yang berilmu”. Rahmat kasih sayang Allah serta selalu menyelimuti majlis-majlis ilmu dan peserta kajian ilmu, demikian juga para malaikat menaungi mereka dan turut hadir mersama mereka. Sabda Nabi :وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ“Dan sesungguhnya para Malaikat merendahkan sayapnya sebagai apresiasi keridhaan kepada penuntut ilmu”. HR Tirmizi.Ibnul-Qayim –rahimahullah- berkata :” ولو لم يكن فى العلم إلا القرب من رب العالمين والإلتحاق بعالم الملائكة وصحبة الملإ الأعلى لكفى به فضلا وشرفا فكيف وعز الدنيا والآخرة منوط به ومشروط بحصوله “ “Andaikata ilmu itu tidak memiliki pengaruh apa-apa selain dapat mendekatkan diri seseorang kepada Tuhan semesta alam dan memungkinkannya bergabung dengan alam malaikat serta persahabatan dengan komunitas pilihan di langit, niscaya hal itu sudah cukup sebagai anugerah dan kehormatan, belum lagi kejayaan dunia dan derajat seseorang di akhirat sangat ditentukan oleh ilmu dan tergantung pada perolehan ilmu “.Majelis mereka penuh dengan hikmah, dan mereka adalah sebaik-baik teladan bagi umat ini. Manfaat mereka selain kembali pada diri mereka sendiri, juga menular kepada orang lain. Karenanya semuanya memuji mereka dan mendoakan mereka. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda ;إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى معلم النَّاس الْخَيْر“Dan sesungguhnya Allah dan para malaikatnya, serta para penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang berada di lubangnya dan juga ikan, benar-benar mendoakan kebaikan bagi pengajar kebaikan bagi manusia” (HR At-Tirmidzi) Berusaha menuntut ilmu termasuk berjihad di jalan Allah. Abu Ad-Dardaa’ radhiallahu ‘anhu berkata ;مَنْ رَأَى الْغُدُوَّ وَالرَّوَاحَ إِلَى الْعِلْمِ لَيْسَ بِجِهَادٍ فَقَدْ نَقَصَ فِي عَقْلِهِ وَرَأْيِهِ“Barangsiapa yang memandang bahwa pergi di pagi hari dan pulang di sore hari karena menuntut ilmu bukanlah jihad, maka sungguh telah kurang akalnya dan pandangannya” Berlomba dan bersaing dalam ilmu adalah perkara yang terpuji, dan tidak ada hasad dalam dua orang, yaitu seorang yang berbuat baik apakah dengan amalnya atau dengan hartanya. Adapun selain dua orang ini maka tidak dihasadi karena sedikit manfaatnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلٍ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَسَلَّطَهُ عَلَى هَلَكَتِهِ فِي الْحَقِّ وَرَجُلٍ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَة فَهُوَ يقْضِي بهَا وَيعلمهَا“Tidak ada hasad kecuali pada dua orang, seorang yang Allah berikan kepadanya harta, lantas ia menghabiskannya pada kebenaran, dan seorang yang Allah anugrahkan kepadanya al-hikmah (ilmu) maka ia berhukum dengan ilmu tersebut dan mengajarkannya” (HR Al-Bukhari dan Muslim) Telah jelas di syari’at dan taqdir bahwasanya balasan sesuai dengan perbuatan, maka barangsiapa yang menempuh jalan ilmu maka ia telah menempuh jalan menuju surga, dan jalan ilmu adalah jalan termudah menuju surga dan yang paling menyenangkan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّل اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا إَلَى الْجَنَّةِ“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga” (HR Muslim) Ilmu syar’i adalah benteng dari fitnah-fitnah dan musibah dan bencana. Al-Imam Malik rahimahullah berkata ;إِنَّ أَقْوَامًا ابْتَغَوْا الْعِبَادَةَ وَأَضَاعُوا الْعِلْمَ فَخَرَجُوا عَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَسْيَافِهِمْ، وَلَوْ ابْتَغَوا الْعِلْمَ لَحَجَزَهُمْ عَنْ ذَلِكَ“Sesungguhnya beberapa kaum mencari ibadah dan meninggalkan ilmu lalu merekapun memberontak terhadap umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dengan menghunus pedang-pedang mereka. Seandainya mereka mencari ilmu tentu ilmu akan mencegah mereka dari perbuatan tersebut” Karena begitu besar manfaat ilmu maka datang perintah untuk menyampaikannya dan menyebarkannya di seluruh penjuru. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً“Sampaikanlah dariku meskipun hanya satu ayat” (HR Al-Bukhari)Allah memerintahkan untuk bertanya kepada ahli ilmu dan kembali kepada ahli ilmu  :فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَ“Maka bertanyalah kepada ahli ilmu jika kalian tidak mengetahui” (QS An-Nahl : 43)Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- telah mendoakan ahli ilmu agar bercahaya, yaitu indah dan berserinya wajah serta lapangnya dada, beliau berdoa :نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا شَيْئًا فَبَلَّغَهُ كَمَا سَمِعَهُ فَرُبَّ مُبَلَّغٍ أَوْعَى لَهُ مِنْ سَامِعٍ“Semoga Allah menjadikan bercahaya wajah orang yang mendengar dari kami sesuatu lalu menyampaikannya sebagaimana yang ia dengar, dan betapa banyak orang yang disampaikan lebih paham dari yang mendengar” (HR At-Tirmidzi)Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga mendoakan orang yang beliau cintai agar menjadi ahli ilmu, beliau berdoa untuk Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhumaa :اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ“Ya Allah jadikanlah ia faqih dalam agama” (HR Al-Bukhari dan Muslim)      Dengan ilmu derajat seseorang terangkat di dunia dan setelah meninggal. Allah berfirman :يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat” (Qs Al-Mujadalah : 11)Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :فَمَنْ عَلِمَ وَعَمِلَ وَعَلَّمَ فَذَاكَ يُدْعَى عَظِيْمًا فِي مَلَكُوْتُ السَّمَاوَاتِ“Barangsiapa yang berilmu dan beramal serta mengajarkannya maka ia akan dipanggil sebagai orang yang agung di kerajaan langit” (Zaadul Ma’aad 3/9)Manfaat ilmu akan terus mengikuti pemiliknya setelah ia meninggal selama ilmunya masih terus bermanfaat. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو له“Jika seorang manusia telah meninggal, maka terputuslah amalannya darinya kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya” (HR Muslim)Ilmu yang paling afdhol dan yang paling mulia dan dialah yang dipuji dalam dalil-dalil adalah ilmu yang bersumber dari al-Qur’an dan As-Sunnah. Dan yang paling mulia adalah ilmu tentang Allah dan nama-namaNya serta sifat-sifatNya, dan ia adalah tujuan dari penciptaanNya dan perintahNya. Allah berfirman :اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الأرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنزلُ الأمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kalian mengetahui bahwasanya Allah maha kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmuNya benar-benar meliputi segala sesuatu” (QS At-Tholaq : 12)Wajib atas setiap muslim untuk berusaha mempelajari ilmu-ilmu yang wajib, yang dengannya ia meluruskan tauhidnya, sholatnya, dan puasanya. Dan hendaknya ia mengorbankan sebagian waktunya untuk hal itu, janganlah ia merasa berat untuk menghadiri halaqoh dan majelis-majelis ilmu. Lihatlah Musa –kaliimullah- padahal ia termasuk para rasul ulul ‘azmi, ia tetap bersafar demi ilmu dan menempuh kesulitan keletihan dalam jalan mencari ilmu. Ia bersikap dengan penuh kelembutan kepada Khodir seraya berkata :هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَى أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا“Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar diantara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?” (QS Al-Kahfi : 66)Wajib bagi penuntut ilmu untuk mengagungkan ilmu dan meminta kepada Allah ilmu yang bermanfaat disertai dengan berprasangka baik kepada Allah, demikian juga wajib baginya untuk senantiasa bertakwa karena takwa merupakan penolong terbaik untuk meraih ilmu. Dan hendaknya niatnya ikhlash karena mencari wajah Allah, bukan dalam rangka untuk mendebat orang-orang yang bodoh, bukan juga untuk mendebat para ulama. Barangsiapa yang mengamalkan ilmunya maka Allah akan menganugerahkan kepadanya ilmu yang ia tidak ketahui. Selanjutnya kaum muslimin sekalian, sesungguhnya Allah telah menjanjikan bahwasanya barangsiapa yang menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan urusannya dan menganugrahkan kepadanya apa yang tidak ia sangka-sangka. Allah berfirman :اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ“Bacalah !, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah” (QS Al-‘Alaq : 3)Jalan untuk menuntut ilmu adalah jalan yang gampang dan mudah, yaitu menghapal al-Qur’an, dan sebagian sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dan matan-matan pilihan yang ditulis oleh para ulama, disertai dengan pemahaman dan pengamalan. Maka dengan inilah seseorang meraih keridhoan Allah dan surga yang tinggi.Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutukوَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam ilmu mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya” (QS At-Taubah 122)Semoga Allah memberkahi aku dan kalian dalam Al-Qur’an yang agung !!=======Khotbah KeduaSegala puji bagi Allah atas kebaikanNya, dan syukur terpanjatkan bagiNya atas taufiqNya dan karuniaNya, dan aku bersaksi bahwasanya tidak ada tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah semata tiada sekutu bagiNya sebagai bentuk pengagungan kepadaNya. Dan aku bersaksi bahwasanya Nabi kita Muhammad adalah hamba dan rasulNya. Semoga shalawat tercurahkan kepadanya dan keluarganya serta para sahabatnya, demikian juga tercurahkan salam yang banyak. Kaum muslimin sekalian! Para ulama umat ini dari yang terdahulu maupun yang belakangan tidaklah mereka disebut kecuali dengan kebaikan. Karena hak mereka atas umat adalah besar, yaitu dengan mencintai mereka, menghormati dan menghargai mereka, serta kembali kepada mereka dan mengambil ilmu dari mereka. Dan mengagungkan ahli ilmu termasuk dari mengagungkan agama, karena mereka adalah pemikul agama ini dan yang terpercaya atas agama. Maka barangsiapa yang berpaling dari jalan ini dalam menyikapi para ulama maka ia telah tersesat.Membenci mereka dan memusuhi mereka adalah bentuk kurangnya akal, dan penyimpangan dari fitrah, dan hal ini pertanda bahwa Allah akan memeranginya dan menghukumnya. Allah berfirman dalam hadits qudsi :مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ“Barangsiapa yang memusuhi waliKu maka aku telah mengungumkan peperangan kepadanya” (HR Al-Bukhari dan Muslim) Kemudian ketahuilah bahwasanya Allah telah memerintahkan kalian untuk bersholawat dan salam kepada nabiNya…=======  Selesai  ======Penerjemah: Utsman Hatim dan Firanda Andirjahttps://firanda.com/ 
Khotbah Jumat, Masjid Nabawi, 19 Rabiul Akhir 1437 H.Oleh : Syekh Abdul Muhsin Al-QasimKhutbah PertamaSegala puji bagi Allah. Kami memujiNya, memohon pertolonganNya dan memohon ampunanNya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, tidak akan ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah biarkan sesat, tidak ada orang yang mampu memberinya petunjuk.Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hambaNya dan utusanNya. Shalawat dan salam semoga tercurah sebanyak-banyaknya kepadanya, beserta seluruh keluarga dan sahabatnya.Selanjutnya, bertakwalah kepada Allah dengan sesungguhnya, karena takwa adalah cahaya penerang mata hati, dan dengan takwa akan tetap hidup sanubari dan nurani seseorang. Kaum muslimin!Ibadah kepada Allah semata merupakan hikmah dari penciptaan dan perintahNya. Untuk tujuan ibadah itulah, Allah –subhanahu wa ta’alah – mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitabNya. Hanya dengan ibadah, maka kemuliaan martabat, kebahagiaan, kesentosaan dan keselamatan manusia dapat terwujud. Derajat manusia di sisi Allah sangat ditentukan oleh tingkatan ibadahnya.Firman Allah :إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ  [ الحجرات / 13 ]” Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu”. Qs Al-Hujurat : 13Di antara anugerah dan kemurahan Allah ialah bahwa Dia telah menetapkan berbagai macam amal ibadah dengan maksud untuk memberikan aneka ragam kenikmatan dan meninggikan derajat bagi hamba-hambaNya. Ibadah dalam agama demikian agung peranannya, mengalahkan segalanya, pelurus bagi yang lainnya. Siapa yang menjalankannya pasti beruntung, siapa yang mengabaikannya pasti menyesal. Allah memuji para pelaku ibadah dan melebihkan kedudukan mereka karena ibadah. Maka ibadah menjadi penuntun seseorang menuju Tuhannya dan penerang jalan hidupnya.Kesempurnaan seseorang dan keselamatannya dunia dan akhirat sangat tergantung pada ibadahnya.Maka melalui ibadah, Allah-subhanahu wata’ala- dikenal dan disembah, dipuja, disebut dan diagungkan.Dengan ibadah hak-hak Allah sebagai Pencipta dan hak-hak sesama makhluk dapat diketahui, yang halal dapat dibedakan dari yang haram, yang benar dapat dikenali dari yang batil, yang absah dapat dimengerti dari yang tidak absah, yang bermanfaat terlihat dari yang berbahaya, yang baik terkuak dari yang buruk. Sebagai penghibur hati dalam kesendirian dan sahabat pelipur dalam kesepian.Ibadah mengingatkan seseorang ketika lalai; melakukannya suatu ketaatan, mempersembahkannya suatu pendekatan. Ibadah adalah penghias dan pengaman bagi pelakunya. Ibadah dapat menerangi hati seseorang lahir batin, memperkuat daya berfikir dan menjernihkan hati nuraninya.Pelaku ibadah di bumi bagaikan bintang-bintang di langit. Maka keberadaan mereka menjadi petunjuk jalan, sebagai penghias dan penata rias keindahan makhluk, sekaligus benteng pertahanan umat. Andaikata bukan karena keberadaan mereka, tentu telah punah lambang-lambang kebesaran agama ini.Dengan ibadah urusan umat ini menjadi baik dan terangkat. Berkat ibadah jiwa manusia menjadi lurus dan bersih, petunjuk jalan dan kebahagiaan manusia ditemukan, generasi penerus terjamin dan lestari.Maka kebutuhan akan ibadah (yang disertai) adalah di atas segala kebutuhan, tanpa adanya ibadah dunia menjadi rusak dan hancur.Imam Ahmad –rahimahullah- berkata :“Manusia sesungguhnya lebih butuh kepada ilmu dari pada kepada makanan dan minuman; sebab makanan dan minuman hanya diperlukan dalam sehari sekali atau dua kali saja, sementara mereka membutuhkan ilmu setiap saat”.Itulah sebabnya mengapa ayat pertama kali yang turun memotivasi manusia agar menuntut ilmu :اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ    [ العلق / 1 ]“ Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan”.Qs Al-Alaq 1Umat Islam adalah umat yang identik dengan ilmu dan selalu kontak dengan Alllah –subhanahu wa ta’ala-.Ibnu Katsir –rahimahullah- berkata : “Ayat Al-Qur’an yang pertama kali turun adalah ayat-ayat yang mulia dan berkah tersebut, dan ayat-ayat ini adalah rahmat yang pertama kali Allah merahmati hamba-hambaNya sekalikgus nikmat yang pertama kali Allah anugrahkan kepada hamba-hambaNya.”Dalam ayat-ayat tersebut Allah menamakan Dzatnya dengan sifat al-ilmu dan memperkenalkan Dirinya kepada makhlukNya dengan ilmu pula. Allah berfirman :الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ، عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ [ العلق / 4 – 5 ]“Yang memberitahu melalui pena, memberi tahu manusia apa yang belum diketahuinyal”. Qs Al-Alaq : 4-5 Misi agama Islam seluruhnya adalah ilmu dan amal. Maka ilmu merupakan separuh dari misi agama ini. Firman Allah :هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ [ التوبة / 33 ]“Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (yaitu ilmu) dan agama yang benar (yaitu amal shalih) “. Qs At-Taubah : 33Tidak ada suatu hal yang paling menenteramkan dan menyejukkan hati seorang hamba dari pada cintanya kepada Allah, dan untuk mengakses ke sana hanya bisa dilakukan melalui ilmu. Ilmu merupakan hikmah yang Allah anugerahkan kepada seorang hamba yang dikehendakiNya. Firman Allah :يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ [ البقرة / 269 ]“Allah menganugerahkan al hikmah  kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran”. Qs Al-Baqarah : 269 Mujahid –rahimahullah- berkata : ( hikmah di sini ) adalah ilmu dan pemahaman agama.   Allah –subhanahu wa ta’ala- menganugerahkan ilmu kepada Nabi Adam –alaihissalam-, maka dengan ilmu itu Allah memperlihatkan kelebihan Nabi Adam di atas para malaikat. Firman Allah :وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ [ البقرة/31]“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!”. Qs Al-Baqarah :31Allah -subhanahu wa ta’ala- memilih para nabi dan rasul-Nya serta hamba-hambaNya yang Dia kehendaki dengan ilmu pula.  Demikian pula ketika malaikat menyampaikan kabar gembira kepada istri Nabi Ibrahim –alaihissalam- tetang putranya yang bernama Ishaq –alaihissalam- dikatakannya sebagai “Ghulaamin ‘Aliim” (seorang anak yang berilmu).Juga tentang Nabi Yusuf -alaihissalam- sebagaimana firman Allah :وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا  [ يوسف / 22 ]“Dan tatkala dia cukup dewasa Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu”. Qs Yusuf : 22Selanjutnya Nabi Yusuf –alaihissalam- pun menyebut dirinya sebagai “Hafidzun ‘Aliim” ( seorang yang mampu menjaga amanat dan berilmu ).Nabi Musa –alaihissalam- pun Allah muliakan dengan ilmu. Firman Allah :وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَاسْتَوَى آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا [ القصص/14 ]“Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan ilmu”. Qs Al-Qashash : 14 Firman Allah –subhanahu wa ta’ala- tentang Nabi Daud dan Nabi Sulaiman –alaihimas salam- :وَكُلًّا آتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا  [ الأنبياء / 79 ]“dan kepada masing-masing (Daud dan Sulaiman) telah Kami berikan hikmah dan ilmu”. Qs Al-Anbiya : 79Allah –subhanahu wa ta’ala – mengingatkan Nabi Isa –alaihisslam- akan karunia ilmu pula. Firman Allah :اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلَى وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ [ المائدة / 110 ]“ Ingatlah akan nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil”. Qs Al-Maidah : 110Demikian pula Khadhir –alaihissalam- menjadi seorang Nabi Ulul-Azmi (yaitu Musa) bersafar mencarinya karena Khadir memiliki ilmu yang tidak dimiliki oleh Musa. Firman Allah :فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا [ الكهف / 65 ]“Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami”. Qs Al-Kahf : 65Para pasukan Nabi Sulaiman –alaihissalam- pun demikian, yang paling luas ilmunya di antara mereka adalah yang paling kuat.Firman Allah :قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ [ النمل / 40 ] “ Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Qs An-Naml : 40Allah –subhanahu wa ta’ala- menyebut-nyebut sejumlah nikmat yang Dia karuniakan kepada rasul-Nya –shallallahu alaihi wa sallam-. Dalam konteks ini nikmat ilmu lah yang menduduki peringkat paling utama.Firman Allah :وَأَنْزَلَ اللَّهُ عَلَيْكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ [ النساء : 113 ]“Dan Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui”. Qs An-Nisa : 113Allah -subhanahu wa ta’ala- tidaklah menyuruh nabi-Nya untuk menambah suatu apapun kecuali tambahan ilmu. Firman Allah :وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا [ طه / 114 ] “Katakanlah, Ya Tuhanku, tambahlah untukku suatu ilmu”. Qs Thaha : 114Ilmu merupakan warisan para nabi. Pewarisnya pastilah insan-insan terbaik sesudah para nabi dan yang terdekat kepada mereka.Rasulullah-shallallahu alaihi wa sallam- bersabda : إِّنَّ الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ، إِنَّ اْلأَنْبِياَءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْناَرًا وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوْا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham. Mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa memperoleh warisan tersebut, sungguh ia telah mengambil bagian yang sangat banyak.” HR. Tirmidzi.Allah –subhanahu wa ta’ala- mempersaksikan kepada para penyandang ilmu atas Ketuhanan-Nya ( Uluhiyah-Nya ). Allah berfirman : شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ [ آل عمران / 18 ]“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Qs Ali Imran : 18 Allah- subhanahu wa ta’ala – juga mempersaksikan kepada para penyandang ilmu atas kebatilan pernyataan orang-orang kafir.Firman Allah  :وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَالْإِيمَانَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْبَعْثِ فَهَذَا يَوْمُ الْبَعْثِ وَلَكِنَّكُمْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ  [ الروم / 56 ]“Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang kafir): “Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakini(nya)”. Qs Ar-Rum : 56Maka hanya dengan kepemilikan ilmu, seseorang bisa takut dan taat kepada Allah.  Firman Allah :إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ  [ فاطر / 28 ]“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah orang-orang yang berilmu”. Qs Fathir : 28Az-Zuhri –rahimahullah- berkata :مَا عُبِدَ اللهُ بِمِثْلِ الْعِلْمِ“Allah tidaklah diibadahi seperti ibadah ilmu”. Meraih ilmu merupakan suatu prestasi kebaikan dan kesuksesan. Sabda Nabi –shallallahu alaihi wa sallam- bersabda :”  مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ ” متفق عليه“Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan padanya maka Allah akan menjadikannya faqih (faham) dalam agama”. Muttafaq alaih Manusia pilihan adalah manusia yang paling banyak ilmunya. Nabi-shallallahu alaihi wa sallam- bersabda :” فَخِيَارُكُمْ فِي الجَاهِلِيَّةِ خِيَارُكُمْ فِي الإِسْلاَمِ إِذَا فَقُهُوا ” متفق عليه“Sebaik-baiknya kalian pada masa jahiliyah adalah yang terbaik di antara kalian pada masa Islam, jika mereka paham agama.” Muttafaq alaihi. Ilmu merupakan neraca untuk mengetahui tingkatan kualitas amal seseorang dan kadar derajatnya. Dengan ilmu, amal seseorang menjadi berkualitas dan tumbuh bersih. Kemurnian akidah seseorang dan keikhlasannya dalam beribadah kepada Allah serta pengamalan sunnah nabiNya tidak akan terwujud kecuali dengan ilmu. Firman Allah :فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ  [ محمد /19 ]“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan sesembahan kecuali Allah”. Qs Muhammad : 19Di sini Allah –subhanahu wa ta’ala- memulai penyebutan ilmu sebelum ucapan dan pengamalan. Ilmu adalah penuntun dan panglima terlaksananya suatu amal. Maka setiap amal yang tidak dibimbing oleh ilmu tidaklah berguna bagi pelakunya bahkan menjadi senjata makan tuan.Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa dibarengi ilmu, maka ibadahnya lebih banyak mendatangkan kemudharatan dari pada kemaslahatan. Suatu kemusyrikan dan perbuatan bid’ah tidaklah mungkin terjadi kecuali disebabkan kurangnya ilmu dan jauhnya pelakunya dari ulama.Kesesatan adalah identik dengan kebodohan. Itulah sebabnya, Allah –subhanahu wa ta’ala – memerintahkan kita untuk selalu memohon perlindungan kepadaNya dari jalan orang-orang yang tersesat pada setiap rakaat shalat kita. Allah-subhanahu wa ta’ala- pun menafikan penyamaan antara orang yang  berilmu dan orang yang tidak berilmu. Tidak mungkin sama, seperti tidak samanya orang hidup dengan orang mati, orang yang bisa melihat dengan orang tuna netra. Firman Allah :قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ  [ الزمر/ 9 ]“Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”. Qs Az-Zumar : 9Dengan ilmu pula masyarakat menjadi hidup dan bersinar. Firman Allah :أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا [ الأنعام / 122 ]“Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang tidak akan dapat keluar dari padanya?”. Qs Al-An’am : 122Kepiawaian seseorang dan pemahamannya terhadap agama merupakan ciri khas orang yang beriman. Dada mereka memancarkan cahaya ilmu, sebagaimana firman Allah :بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ [ العنكبوت/49]“Sebenarnya, Al Quran itu ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim”. Qs Al-Ankabut : 49 Di dalam Al-Qur’an terdapat lebih dari 40 ayat tentang perumpamaan (dalam kehidupan). Hal itu memerlukan ilmu untuk dapat menangkap dan memahami makna yang dimaksudkan. Firman Allah :وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ [ العنكبوت / 43 ]“Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tidak ada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu”. Qs Al-Ankabut : 43Ketika sebagian ulama salaf mendengar perumpamaan (dalam Al-Qur’an), namun perumpamaan itu tidak membuatnya mengerti maksudnya, menangislah dia lalu mengatakan : “Aku tidak termasuk orang-orang yang berilmu”. Rahmat kasih sayang Allah serta selalu menyelimuti majlis-majlis ilmu dan peserta kajian ilmu, demikian juga para malaikat menaungi mereka dan turut hadir mersama mereka. Sabda Nabi :وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ“Dan sesungguhnya para Malaikat merendahkan sayapnya sebagai apresiasi keridhaan kepada penuntut ilmu”. HR Tirmizi.Ibnul-Qayim –rahimahullah- berkata :” ولو لم يكن فى العلم إلا القرب من رب العالمين والإلتحاق بعالم الملائكة وصحبة الملإ الأعلى لكفى به فضلا وشرفا فكيف وعز الدنيا والآخرة منوط به ومشروط بحصوله “ “Andaikata ilmu itu tidak memiliki pengaruh apa-apa selain dapat mendekatkan diri seseorang kepada Tuhan semesta alam dan memungkinkannya bergabung dengan alam malaikat serta persahabatan dengan komunitas pilihan di langit, niscaya hal itu sudah cukup sebagai anugerah dan kehormatan, belum lagi kejayaan dunia dan derajat seseorang di akhirat sangat ditentukan oleh ilmu dan tergantung pada perolehan ilmu “.Majelis mereka penuh dengan hikmah, dan mereka adalah sebaik-baik teladan bagi umat ini. Manfaat mereka selain kembali pada diri mereka sendiri, juga menular kepada orang lain. Karenanya semuanya memuji mereka dan mendoakan mereka. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda ;إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى معلم النَّاس الْخَيْر“Dan sesungguhnya Allah dan para malaikatnya, serta para penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang berada di lubangnya dan juga ikan, benar-benar mendoakan kebaikan bagi pengajar kebaikan bagi manusia” (HR At-Tirmidzi) Berusaha menuntut ilmu termasuk berjihad di jalan Allah. Abu Ad-Dardaa’ radhiallahu ‘anhu berkata ;مَنْ رَأَى الْغُدُوَّ وَالرَّوَاحَ إِلَى الْعِلْمِ لَيْسَ بِجِهَادٍ فَقَدْ نَقَصَ فِي عَقْلِهِ وَرَأْيِهِ“Barangsiapa yang memandang bahwa pergi di pagi hari dan pulang di sore hari karena menuntut ilmu bukanlah jihad, maka sungguh telah kurang akalnya dan pandangannya” Berlomba dan bersaing dalam ilmu adalah perkara yang terpuji, dan tidak ada hasad dalam dua orang, yaitu seorang yang berbuat baik apakah dengan amalnya atau dengan hartanya. Adapun selain dua orang ini maka tidak dihasadi karena sedikit manfaatnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلٍ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَسَلَّطَهُ عَلَى هَلَكَتِهِ فِي الْحَقِّ وَرَجُلٍ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَة فَهُوَ يقْضِي بهَا وَيعلمهَا“Tidak ada hasad kecuali pada dua orang, seorang yang Allah berikan kepadanya harta, lantas ia menghabiskannya pada kebenaran, dan seorang yang Allah anugrahkan kepadanya al-hikmah (ilmu) maka ia berhukum dengan ilmu tersebut dan mengajarkannya” (HR Al-Bukhari dan Muslim) Telah jelas di syari’at dan taqdir bahwasanya balasan sesuai dengan perbuatan, maka barangsiapa yang menempuh jalan ilmu maka ia telah menempuh jalan menuju surga, dan jalan ilmu adalah jalan termudah menuju surga dan yang paling menyenangkan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّل اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا إَلَى الْجَنَّةِ“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga” (HR Muslim) Ilmu syar’i adalah benteng dari fitnah-fitnah dan musibah dan bencana. Al-Imam Malik rahimahullah berkata ;إِنَّ أَقْوَامًا ابْتَغَوْا الْعِبَادَةَ وَأَضَاعُوا الْعِلْمَ فَخَرَجُوا عَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَسْيَافِهِمْ، وَلَوْ ابْتَغَوا الْعِلْمَ لَحَجَزَهُمْ عَنْ ذَلِكَ“Sesungguhnya beberapa kaum mencari ibadah dan meninggalkan ilmu lalu merekapun memberontak terhadap umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dengan menghunus pedang-pedang mereka. Seandainya mereka mencari ilmu tentu ilmu akan mencegah mereka dari perbuatan tersebut” Karena begitu besar manfaat ilmu maka datang perintah untuk menyampaikannya dan menyebarkannya di seluruh penjuru. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً“Sampaikanlah dariku meskipun hanya satu ayat” (HR Al-Bukhari)Allah memerintahkan untuk bertanya kepada ahli ilmu dan kembali kepada ahli ilmu  :فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَ“Maka bertanyalah kepada ahli ilmu jika kalian tidak mengetahui” (QS An-Nahl : 43)Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- telah mendoakan ahli ilmu agar bercahaya, yaitu indah dan berserinya wajah serta lapangnya dada, beliau berdoa :نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا شَيْئًا فَبَلَّغَهُ كَمَا سَمِعَهُ فَرُبَّ مُبَلَّغٍ أَوْعَى لَهُ مِنْ سَامِعٍ“Semoga Allah menjadikan bercahaya wajah orang yang mendengar dari kami sesuatu lalu menyampaikannya sebagaimana yang ia dengar, dan betapa banyak orang yang disampaikan lebih paham dari yang mendengar” (HR At-Tirmidzi)Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga mendoakan orang yang beliau cintai agar menjadi ahli ilmu, beliau berdoa untuk Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhumaa :اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ“Ya Allah jadikanlah ia faqih dalam agama” (HR Al-Bukhari dan Muslim)      Dengan ilmu derajat seseorang terangkat di dunia dan setelah meninggal. Allah berfirman :يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat” (Qs Al-Mujadalah : 11)Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :فَمَنْ عَلِمَ وَعَمِلَ وَعَلَّمَ فَذَاكَ يُدْعَى عَظِيْمًا فِي مَلَكُوْتُ السَّمَاوَاتِ“Barangsiapa yang berilmu dan beramal serta mengajarkannya maka ia akan dipanggil sebagai orang yang agung di kerajaan langit” (Zaadul Ma’aad 3/9)Manfaat ilmu akan terus mengikuti pemiliknya setelah ia meninggal selama ilmunya masih terus bermanfaat. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو له“Jika seorang manusia telah meninggal, maka terputuslah amalannya darinya kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya” (HR Muslim)Ilmu yang paling afdhol dan yang paling mulia dan dialah yang dipuji dalam dalil-dalil adalah ilmu yang bersumber dari al-Qur’an dan As-Sunnah. Dan yang paling mulia adalah ilmu tentang Allah dan nama-namaNya serta sifat-sifatNya, dan ia adalah tujuan dari penciptaanNya dan perintahNya. Allah berfirman :اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الأرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنزلُ الأمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kalian mengetahui bahwasanya Allah maha kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmuNya benar-benar meliputi segala sesuatu” (QS At-Tholaq : 12)Wajib atas setiap muslim untuk berusaha mempelajari ilmu-ilmu yang wajib, yang dengannya ia meluruskan tauhidnya, sholatnya, dan puasanya. Dan hendaknya ia mengorbankan sebagian waktunya untuk hal itu, janganlah ia merasa berat untuk menghadiri halaqoh dan majelis-majelis ilmu. Lihatlah Musa –kaliimullah- padahal ia termasuk para rasul ulul ‘azmi, ia tetap bersafar demi ilmu dan menempuh kesulitan keletihan dalam jalan mencari ilmu. Ia bersikap dengan penuh kelembutan kepada Khodir seraya berkata :هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَى أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا“Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar diantara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?” (QS Al-Kahfi : 66)Wajib bagi penuntut ilmu untuk mengagungkan ilmu dan meminta kepada Allah ilmu yang bermanfaat disertai dengan berprasangka baik kepada Allah, demikian juga wajib baginya untuk senantiasa bertakwa karena takwa merupakan penolong terbaik untuk meraih ilmu. Dan hendaknya niatnya ikhlash karena mencari wajah Allah, bukan dalam rangka untuk mendebat orang-orang yang bodoh, bukan juga untuk mendebat para ulama. Barangsiapa yang mengamalkan ilmunya maka Allah akan menganugerahkan kepadanya ilmu yang ia tidak ketahui. Selanjutnya kaum muslimin sekalian, sesungguhnya Allah telah menjanjikan bahwasanya barangsiapa yang menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan urusannya dan menganugrahkan kepadanya apa yang tidak ia sangka-sangka. Allah berfirman :اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ“Bacalah !, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah” (QS Al-‘Alaq : 3)Jalan untuk menuntut ilmu adalah jalan yang gampang dan mudah, yaitu menghapal al-Qur’an, dan sebagian sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dan matan-matan pilihan yang ditulis oleh para ulama, disertai dengan pemahaman dan pengamalan. Maka dengan inilah seseorang meraih keridhoan Allah dan surga yang tinggi.Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutukوَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam ilmu mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya” (QS At-Taubah 122)Semoga Allah memberkahi aku dan kalian dalam Al-Qur’an yang agung !!=======Khotbah KeduaSegala puji bagi Allah atas kebaikanNya, dan syukur terpanjatkan bagiNya atas taufiqNya dan karuniaNya, dan aku bersaksi bahwasanya tidak ada tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah semata tiada sekutu bagiNya sebagai bentuk pengagungan kepadaNya. Dan aku bersaksi bahwasanya Nabi kita Muhammad adalah hamba dan rasulNya. Semoga shalawat tercurahkan kepadanya dan keluarganya serta para sahabatnya, demikian juga tercurahkan salam yang banyak. Kaum muslimin sekalian! Para ulama umat ini dari yang terdahulu maupun yang belakangan tidaklah mereka disebut kecuali dengan kebaikan. Karena hak mereka atas umat adalah besar, yaitu dengan mencintai mereka, menghormati dan menghargai mereka, serta kembali kepada mereka dan mengambil ilmu dari mereka. Dan mengagungkan ahli ilmu termasuk dari mengagungkan agama, karena mereka adalah pemikul agama ini dan yang terpercaya atas agama. Maka barangsiapa yang berpaling dari jalan ini dalam menyikapi para ulama maka ia telah tersesat.Membenci mereka dan memusuhi mereka adalah bentuk kurangnya akal, dan penyimpangan dari fitrah, dan hal ini pertanda bahwa Allah akan memeranginya dan menghukumnya. Allah berfirman dalam hadits qudsi :مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ“Barangsiapa yang memusuhi waliKu maka aku telah mengungumkan peperangan kepadanya” (HR Al-Bukhari dan Muslim) Kemudian ketahuilah bahwasanya Allah telah memerintahkan kalian untuk bersholawat dan salam kepada nabiNya…=======  Selesai  ======Penerjemah: Utsman Hatim dan Firanda Andirjahttps://firanda.com/ 


Khotbah Jumat, Masjid Nabawi, 19 Rabiul Akhir 1437 H.Oleh : Syekh Abdul Muhsin Al-QasimKhutbah PertamaSegala puji bagi Allah. Kami memujiNya, memohon pertolonganNya dan memohon ampunanNya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, tidak akan ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah biarkan sesat, tidak ada orang yang mampu memberinya petunjuk.Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hambaNya dan utusanNya. Shalawat dan salam semoga tercurah sebanyak-banyaknya kepadanya, beserta seluruh keluarga dan sahabatnya.Selanjutnya, bertakwalah kepada Allah dengan sesungguhnya, karena takwa adalah cahaya penerang mata hati, dan dengan takwa akan tetap hidup sanubari dan nurani seseorang. Kaum muslimin!Ibadah kepada Allah semata merupakan hikmah dari penciptaan dan perintahNya. Untuk tujuan ibadah itulah, Allah –subhanahu wa ta’alah – mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitabNya. Hanya dengan ibadah, maka kemuliaan martabat, kebahagiaan, kesentosaan dan keselamatan manusia dapat terwujud. Derajat manusia di sisi Allah sangat ditentukan oleh tingkatan ibadahnya.Firman Allah :إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ  [ الحجرات / 13 ]” Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu”. Qs Al-Hujurat : 13Di antara anugerah dan kemurahan Allah ialah bahwa Dia telah menetapkan berbagai macam amal ibadah dengan maksud untuk memberikan aneka ragam kenikmatan dan meninggikan derajat bagi hamba-hambaNya. Ibadah dalam agama demikian agung peranannya, mengalahkan segalanya, pelurus bagi yang lainnya. Siapa yang menjalankannya pasti beruntung, siapa yang mengabaikannya pasti menyesal. Allah memuji para pelaku ibadah dan melebihkan kedudukan mereka karena ibadah. Maka ibadah menjadi penuntun seseorang menuju Tuhannya dan penerang jalan hidupnya.Kesempurnaan seseorang dan keselamatannya dunia dan akhirat sangat tergantung pada ibadahnya.Maka melalui ibadah, Allah-subhanahu wata’ala- dikenal dan disembah, dipuja, disebut dan diagungkan.Dengan ibadah hak-hak Allah sebagai Pencipta dan hak-hak sesama makhluk dapat diketahui, yang halal dapat dibedakan dari yang haram, yang benar dapat dikenali dari yang batil, yang absah dapat dimengerti dari yang tidak absah, yang bermanfaat terlihat dari yang berbahaya, yang baik terkuak dari yang buruk. Sebagai penghibur hati dalam kesendirian dan sahabat pelipur dalam kesepian.Ibadah mengingatkan seseorang ketika lalai; melakukannya suatu ketaatan, mempersembahkannya suatu pendekatan. Ibadah adalah penghias dan pengaman bagi pelakunya. Ibadah dapat menerangi hati seseorang lahir batin, memperkuat daya berfikir dan menjernihkan hati nuraninya.Pelaku ibadah di bumi bagaikan bintang-bintang di langit. Maka keberadaan mereka menjadi petunjuk jalan, sebagai penghias dan penata rias keindahan makhluk, sekaligus benteng pertahanan umat. Andaikata bukan karena keberadaan mereka, tentu telah punah lambang-lambang kebesaran agama ini.Dengan ibadah urusan umat ini menjadi baik dan terangkat. Berkat ibadah jiwa manusia menjadi lurus dan bersih, petunjuk jalan dan kebahagiaan manusia ditemukan, generasi penerus terjamin dan lestari.Maka kebutuhan akan ibadah (yang disertai) adalah di atas segala kebutuhan, tanpa adanya ibadah dunia menjadi rusak dan hancur.Imam Ahmad –rahimahullah- berkata :“Manusia sesungguhnya lebih butuh kepada ilmu dari pada kepada makanan dan minuman; sebab makanan dan minuman hanya diperlukan dalam sehari sekali atau dua kali saja, sementara mereka membutuhkan ilmu setiap saat”.Itulah sebabnya mengapa ayat pertama kali yang turun memotivasi manusia agar menuntut ilmu :اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ    [ العلق / 1 ]“ Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan”.Qs Al-Alaq 1Umat Islam adalah umat yang identik dengan ilmu dan selalu kontak dengan Alllah –subhanahu wa ta’ala-.Ibnu Katsir –rahimahullah- berkata : “Ayat Al-Qur’an yang pertama kali turun adalah ayat-ayat yang mulia dan berkah tersebut, dan ayat-ayat ini adalah rahmat yang pertama kali Allah merahmati hamba-hambaNya sekalikgus nikmat yang pertama kali Allah anugrahkan kepada hamba-hambaNya.”Dalam ayat-ayat tersebut Allah menamakan Dzatnya dengan sifat al-ilmu dan memperkenalkan Dirinya kepada makhlukNya dengan ilmu pula. Allah berfirman :الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ، عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ [ العلق / 4 – 5 ]“Yang memberitahu melalui pena, memberi tahu manusia apa yang belum diketahuinyal”. Qs Al-Alaq : 4-5 Misi agama Islam seluruhnya adalah ilmu dan amal. Maka ilmu merupakan separuh dari misi agama ini. Firman Allah :هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ [ التوبة / 33 ]“Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (yaitu ilmu) dan agama yang benar (yaitu amal shalih) “. Qs At-Taubah : 33Tidak ada suatu hal yang paling menenteramkan dan menyejukkan hati seorang hamba dari pada cintanya kepada Allah, dan untuk mengakses ke sana hanya bisa dilakukan melalui ilmu. Ilmu merupakan hikmah yang Allah anugerahkan kepada seorang hamba yang dikehendakiNya. Firman Allah :يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ [ البقرة / 269 ]“Allah menganugerahkan al hikmah  kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran”. Qs Al-Baqarah : 269 Mujahid –rahimahullah- berkata : ( hikmah di sini ) adalah ilmu dan pemahaman agama.   Allah –subhanahu wa ta’ala- menganugerahkan ilmu kepada Nabi Adam –alaihissalam-, maka dengan ilmu itu Allah memperlihatkan kelebihan Nabi Adam di atas para malaikat. Firman Allah :وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ [ البقرة/31]“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!”. Qs Al-Baqarah :31Allah -subhanahu wa ta’ala- memilih para nabi dan rasul-Nya serta hamba-hambaNya yang Dia kehendaki dengan ilmu pula.  Demikian pula ketika malaikat menyampaikan kabar gembira kepada istri Nabi Ibrahim –alaihissalam- tetang putranya yang bernama Ishaq –alaihissalam- dikatakannya sebagai “Ghulaamin ‘Aliim” (seorang anak yang berilmu).Juga tentang Nabi Yusuf -alaihissalam- sebagaimana firman Allah :وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا  [ يوسف / 22 ]“Dan tatkala dia cukup dewasa Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu”. Qs Yusuf : 22Selanjutnya Nabi Yusuf –alaihissalam- pun menyebut dirinya sebagai “Hafidzun ‘Aliim” ( seorang yang mampu menjaga amanat dan berilmu ).Nabi Musa –alaihissalam- pun Allah muliakan dengan ilmu. Firman Allah :وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَاسْتَوَى آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا [ القصص/14 ]“Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan ilmu”. Qs Al-Qashash : 14 Firman Allah –subhanahu wa ta’ala- tentang Nabi Daud dan Nabi Sulaiman –alaihimas salam- :وَكُلًّا آتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا  [ الأنبياء / 79 ]“dan kepada masing-masing (Daud dan Sulaiman) telah Kami berikan hikmah dan ilmu”. Qs Al-Anbiya : 79Allah –subhanahu wa ta’ala – mengingatkan Nabi Isa –alaihisslam- akan karunia ilmu pula. Firman Allah :اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلَى وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ [ المائدة / 110 ]“ Ingatlah akan nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil”. Qs Al-Maidah : 110Demikian pula Khadhir –alaihissalam- menjadi seorang Nabi Ulul-Azmi (yaitu Musa) bersafar mencarinya karena Khadir memiliki ilmu yang tidak dimiliki oleh Musa. Firman Allah :فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا [ الكهف / 65 ]“Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami”. Qs Al-Kahf : 65Para pasukan Nabi Sulaiman –alaihissalam- pun demikian, yang paling luas ilmunya di antara mereka adalah yang paling kuat.Firman Allah :قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ [ النمل / 40 ] “ Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Qs An-Naml : 40Allah –subhanahu wa ta’ala- menyebut-nyebut sejumlah nikmat yang Dia karuniakan kepada rasul-Nya –shallallahu alaihi wa sallam-. Dalam konteks ini nikmat ilmu lah yang menduduki peringkat paling utama.Firman Allah :وَأَنْزَلَ اللَّهُ عَلَيْكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ [ النساء : 113 ]“Dan Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui”. Qs An-Nisa : 113Allah -subhanahu wa ta’ala- tidaklah menyuruh nabi-Nya untuk menambah suatu apapun kecuali tambahan ilmu. Firman Allah :وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا [ طه / 114 ] “Katakanlah, Ya Tuhanku, tambahlah untukku suatu ilmu”. Qs Thaha : 114Ilmu merupakan warisan para nabi. Pewarisnya pastilah insan-insan terbaik sesudah para nabi dan yang terdekat kepada mereka.Rasulullah-shallallahu alaihi wa sallam- bersabda : إِّنَّ الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ، إِنَّ اْلأَنْبِياَءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْناَرًا وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوْا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham. Mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa memperoleh warisan tersebut, sungguh ia telah mengambil bagian yang sangat banyak.” HR. Tirmidzi.Allah –subhanahu wa ta’ala- mempersaksikan kepada para penyandang ilmu atas Ketuhanan-Nya ( Uluhiyah-Nya ). Allah berfirman : شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ [ آل عمران / 18 ]“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Qs Ali Imran : 18 Allah- subhanahu wa ta’ala – juga mempersaksikan kepada para penyandang ilmu atas kebatilan pernyataan orang-orang kafir.Firman Allah  :وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَالْإِيمَانَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْبَعْثِ فَهَذَا يَوْمُ الْبَعْثِ وَلَكِنَّكُمْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ  [ الروم / 56 ]“Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang kafir): “Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakini(nya)”. Qs Ar-Rum : 56Maka hanya dengan kepemilikan ilmu, seseorang bisa takut dan taat kepada Allah.  Firman Allah :إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ  [ فاطر / 28 ]“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah orang-orang yang berilmu”. Qs Fathir : 28Az-Zuhri –rahimahullah- berkata :مَا عُبِدَ اللهُ بِمِثْلِ الْعِلْمِ“Allah tidaklah diibadahi seperti ibadah ilmu”. Meraih ilmu merupakan suatu prestasi kebaikan dan kesuksesan. Sabda Nabi –shallallahu alaihi wa sallam- bersabda :”  مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ ” متفق عليه“Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan padanya maka Allah akan menjadikannya faqih (faham) dalam agama”. Muttafaq alaih Manusia pilihan adalah manusia yang paling banyak ilmunya. Nabi-shallallahu alaihi wa sallam- bersabda :” فَخِيَارُكُمْ فِي الجَاهِلِيَّةِ خِيَارُكُمْ فِي الإِسْلاَمِ إِذَا فَقُهُوا ” متفق عليه“Sebaik-baiknya kalian pada masa jahiliyah adalah yang terbaik di antara kalian pada masa Islam, jika mereka paham agama.” Muttafaq alaihi. Ilmu merupakan neraca untuk mengetahui tingkatan kualitas amal seseorang dan kadar derajatnya. Dengan ilmu, amal seseorang menjadi berkualitas dan tumbuh bersih. Kemurnian akidah seseorang dan keikhlasannya dalam beribadah kepada Allah serta pengamalan sunnah nabiNya tidak akan terwujud kecuali dengan ilmu. Firman Allah :فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ  [ محمد /19 ]“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan sesembahan kecuali Allah”. Qs Muhammad : 19Di sini Allah –subhanahu wa ta’ala- memulai penyebutan ilmu sebelum ucapan dan pengamalan. Ilmu adalah penuntun dan panglima terlaksananya suatu amal. Maka setiap amal yang tidak dibimbing oleh ilmu tidaklah berguna bagi pelakunya bahkan menjadi senjata makan tuan.Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa dibarengi ilmu, maka ibadahnya lebih banyak mendatangkan kemudharatan dari pada kemaslahatan. Suatu kemusyrikan dan perbuatan bid’ah tidaklah mungkin terjadi kecuali disebabkan kurangnya ilmu dan jauhnya pelakunya dari ulama.Kesesatan adalah identik dengan kebodohan. Itulah sebabnya, Allah –subhanahu wa ta’ala – memerintahkan kita untuk selalu memohon perlindungan kepadaNya dari jalan orang-orang yang tersesat pada setiap rakaat shalat kita. Allah-subhanahu wa ta’ala- pun menafikan penyamaan antara orang yang  berilmu dan orang yang tidak berilmu. Tidak mungkin sama, seperti tidak samanya orang hidup dengan orang mati, orang yang bisa melihat dengan orang tuna netra. Firman Allah :قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ  [ الزمر/ 9 ]“Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”. Qs Az-Zumar : 9Dengan ilmu pula masyarakat menjadi hidup dan bersinar. Firman Allah :أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا [ الأنعام / 122 ]“Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang tidak akan dapat keluar dari padanya?”. Qs Al-An’am : 122Kepiawaian seseorang dan pemahamannya terhadap agama merupakan ciri khas orang yang beriman. Dada mereka memancarkan cahaya ilmu, sebagaimana firman Allah :بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ [ العنكبوت/49]“Sebenarnya, Al Quran itu ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim”. Qs Al-Ankabut : 49 Di dalam Al-Qur’an terdapat lebih dari 40 ayat tentang perumpamaan (dalam kehidupan). Hal itu memerlukan ilmu untuk dapat menangkap dan memahami makna yang dimaksudkan. Firman Allah :وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ [ العنكبوت / 43 ]“Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tidak ada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu”. Qs Al-Ankabut : 43Ketika sebagian ulama salaf mendengar perumpamaan (dalam Al-Qur’an), namun perumpamaan itu tidak membuatnya mengerti maksudnya, menangislah dia lalu mengatakan : “Aku tidak termasuk orang-orang yang berilmu”. Rahmat kasih sayang Allah serta selalu menyelimuti majlis-majlis ilmu dan peserta kajian ilmu, demikian juga para malaikat menaungi mereka dan turut hadir mersama mereka. Sabda Nabi :وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ“Dan sesungguhnya para Malaikat merendahkan sayapnya sebagai apresiasi keridhaan kepada penuntut ilmu”. HR Tirmizi.Ibnul-Qayim –rahimahullah- berkata :” ولو لم يكن فى العلم إلا القرب من رب العالمين والإلتحاق بعالم الملائكة وصحبة الملإ الأعلى لكفى به فضلا وشرفا فكيف وعز الدنيا والآخرة منوط به ومشروط بحصوله “ “Andaikata ilmu itu tidak memiliki pengaruh apa-apa selain dapat mendekatkan diri seseorang kepada Tuhan semesta alam dan memungkinkannya bergabung dengan alam malaikat serta persahabatan dengan komunitas pilihan di langit, niscaya hal itu sudah cukup sebagai anugerah dan kehormatan, belum lagi kejayaan dunia dan derajat seseorang di akhirat sangat ditentukan oleh ilmu dan tergantung pada perolehan ilmu “.Majelis mereka penuh dengan hikmah, dan mereka adalah sebaik-baik teladan bagi umat ini. Manfaat mereka selain kembali pada diri mereka sendiri, juga menular kepada orang lain. Karenanya semuanya memuji mereka dan mendoakan mereka. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda ;إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى معلم النَّاس الْخَيْر“Dan sesungguhnya Allah dan para malaikatnya, serta para penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang berada di lubangnya dan juga ikan, benar-benar mendoakan kebaikan bagi pengajar kebaikan bagi manusia” (HR At-Tirmidzi) Berusaha menuntut ilmu termasuk berjihad di jalan Allah. Abu Ad-Dardaa’ radhiallahu ‘anhu berkata ;مَنْ رَأَى الْغُدُوَّ وَالرَّوَاحَ إِلَى الْعِلْمِ لَيْسَ بِجِهَادٍ فَقَدْ نَقَصَ فِي عَقْلِهِ وَرَأْيِهِ“Barangsiapa yang memandang bahwa pergi di pagi hari dan pulang di sore hari karena menuntut ilmu bukanlah jihad, maka sungguh telah kurang akalnya dan pandangannya” Berlomba dan bersaing dalam ilmu adalah perkara yang terpuji, dan tidak ada hasad dalam dua orang, yaitu seorang yang berbuat baik apakah dengan amalnya atau dengan hartanya. Adapun selain dua orang ini maka tidak dihasadi karena sedikit manfaatnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلٍ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَسَلَّطَهُ عَلَى هَلَكَتِهِ فِي الْحَقِّ وَرَجُلٍ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَة فَهُوَ يقْضِي بهَا وَيعلمهَا“Tidak ada hasad kecuali pada dua orang, seorang yang Allah berikan kepadanya harta, lantas ia menghabiskannya pada kebenaran, dan seorang yang Allah anugrahkan kepadanya al-hikmah (ilmu) maka ia berhukum dengan ilmu tersebut dan mengajarkannya” (HR Al-Bukhari dan Muslim) Telah jelas di syari’at dan taqdir bahwasanya balasan sesuai dengan perbuatan, maka barangsiapa yang menempuh jalan ilmu maka ia telah menempuh jalan menuju surga, dan jalan ilmu adalah jalan termudah menuju surga dan yang paling menyenangkan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّل اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا إَلَى الْجَنَّةِ“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga” (HR Muslim) Ilmu syar’i adalah benteng dari fitnah-fitnah dan musibah dan bencana. Al-Imam Malik rahimahullah berkata ;إِنَّ أَقْوَامًا ابْتَغَوْا الْعِبَادَةَ وَأَضَاعُوا الْعِلْمَ فَخَرَجُوا عَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَسْيَافِهِمْ، وَلَوْ ابْتَغَوا الْعِلْمَ لَحَجَزَهُمْ عَنْ ذَلِكَ“Sesungguhnya beberapa kaum mencari ibadah dan meninggalkan ilmu lalu merekapun memberontak terhadap umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dengan menghunus pedang-pedang mereka. Seandainya mereka mencari ilmu tentu ilmu akan mencegah mereka dari perbuatan tersebut” Karena begitu besar manfaat ilmu maka datang perintah untuk menyampaikannya dan menyebarkannya di seluruh penjuru. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً“Sampaikanlah dariku meskipun hanya satu ayat” (HR Al-Bukhari)Allah memerintahkan untuk bertanya kepada ahli ilmu dan kembali kepada ahli ilmu  :فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَ“Maka bertanyalah kepada ahli ilmu jika kalian tidak mengetahui” (QS An-Nahl : 43)Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- telah mendoakan ahli ilmu agar bercahaya, yaitu indah dan berserinya wajah serta lapangnya dada, beliau berdoa :نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا شَيْئًا فَبَلَّغَهُ كَمَا سَمِعَهُ فَرُبَّ مُبَلَّغٍ أَوْعَى لَهُ مِنْ سَامِعٍ“Semoga Allah menjadikan bercahaya wajah orang yang mendengar dari kami sesuatu lalu menyampaikannya sebagaimana yang ia dengar, dan betapa banyak orang yang disampaikan lebih paham dari yang mendengar” (HR At-Tirmidzi)Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga mendoakan orang yang beliau cintai agar menjadi ahli ilmu, beliau berdoa untuk Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhumaa :اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ“Ya Allah jadikanlah ia faqih dalam agama” (HR Al-Bukhari dan Muslim)      Dengan ilmu derajat seseorang terangkat di dunia dan setelah meninggal. Allah berfirman :يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat” (Qs Al-Mujadalah : 11)Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :فَمَنْ عَلِمَ وَعَمِلَ وَعَلَّمَ فَذَاكَ يُدْعَى عَظِيْمًا فِي مَلَكُوْتُ السَّمَاوَاتِ“Barangsiapa yang berilmu dan beramal serta mengajarkannya maka ia akan dipanggil sebagai orang yang agung di kerajaan langit” (Zaadul Ma’aad 3/9)Manfaat ilmu akan terus mengikuti pemiliknya setelah ia meninggal selama ilmunya masih terus bermanfaat. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو له“Jika seorang manusia telah meninggal, maka terputuslah amalannya darinya kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya” (HR Muslim)Ilmu yang paling afdhol dan yang paling mulia dan dialah yang dipuji dalam dalil-dalil adalah ilmu yang bersumber dari al-Qur’an dan As-Sunnah. Dan yang paling mulia adalah ilmu tentang Allah dan nama-namaNya serta sifat-sifatNya, dan ia adalah tujuan dari penciptaanNya dan perintahNya. Allah berfirman :اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الأرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنزلُ الأمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kalian mengetahui bahwasanya Allah maha kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmuNya benar-benar meliputi segala sesuatu” (QS At-Tholaq : 12)Wajib atas setiap muslim untuk berusaha mempelajari ilmu-ilmu yang wajib, yang dengannya ia meluruskan tauhidnya, sholatnya, dan puasanya. Dan hendaknya ia mengorbankan sebagian waktunya untuk hal itu, janganlah ia merasa berat untuk menghadiri halaqoh dan majelis-majelis ilmu. Lihatlah Musa –kaliimullah- padahal ia termasuk para rasul ulul ‘azmi, ia tetap bersafar demi ilmu dan menempuh kesulitan keletihan dalam jalan mencari ilmu. Ia bersikap dengan penuh kelembutan kepada Khodir seraya berkata :هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَى أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا“Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar diantara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?” (QS Al-Kahfi : 66)Wajib bagi penuntut ilmu untuk mengagungkan ilmu dan meminta kepada Allah ilmu yang bermanfaat disertai dengan berprasangka baik kepada Allah, demikian juga wajib baginya untuk senantiasa bertakwa karena takwa merupakan penolong terbaik untuk meraih ilmu. Dan hendaknya niatnya ikhlash karena mencari wajah Allah, bukan dalam rangka untuk mendebat orang-orang yang bodoh, bukan juga untuk mendebat para ulama. Barangsiapa yang mengamalkan ilmunya maka Allah akan menganugerahkan kepadanya ilmu yang ia tidak ketahui. Selanjutnya kaum muslimin sekalian, sesungguhnya Allah telah menjanjikan bahwasanya barangsiapa yang menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan urusannya dan menganugrahkan kepadanya apa yang tidak ia sangka-sangka. Allah berfirman :اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ“Bacalah !, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah” (QS Al-‘Alaq : 3)Jalan untuk menuntut ilmu adalah jalan yang gampang dan mudah, yaitu menghapal al-Qur’an, dan sebagian sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dan matan-matan pilihan yang ditulis oleh para ulama, disertai dengan pemahaman dan pengamalan. Maka dengan inilah seseorang meraih keridhoan Allah dan surga yang tinggi.Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutukوَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam ilmu mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya” (QS At-Taubah 122)Semoga Allah memberkahi aku dan kalian dalam Al-Qur’an yang agung !!=======Khotbah KeduaSegala puji bagi Allah atas kebaikanNya, dan syukur terpanjatkan bagiNya atas taufiqNya dan karuniaNya, dan aku bersaksi bahwasanya tidak ada tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah semata tiada sekutu bagiNya sebagai bentuk pengagungan kepadaNya. Dan aku bersaksi bahwasanya Nabi kita Muhammad adalah hamba dan rasulNya. Semoga shalawat tercurahkan kepadanya dan keluarganya serta para sahabatnya, demikian juga tercurahkan salam yang banyak. Kaum muslimin sekalian! Para ulama umat ini dari yang terdahulu maupun yang belakangan tidaklah mereka disebut kecuali dengan kebaikan. Karena hak mereka atas umat adalah besar, yaitu dengan mencintai mereka, menghormati dan menghargai mereka, serta kembali kepada mereka dan mengambil ilmu dari mereka. Dan mengagungkan ahli ilmu termasuk dari mengagungkan agama, karena mereka adalah pemikul agama ini dan yang terpercaya atas agama. Maka barangsiapa yang berpaling dari jalan ini dalam menyikapi para ulama maka ia telah tersesat.Membenci mereka dan memusuhi mereka adalah bentuk kurangnya akal, dan penyimpangan dari fitrah, dan hal ini pertanda bahwa Allah akan memeranginya dan menghukumnya. Allah berfirman dalam hadits qudsi :مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ“Barangsiapa yang memusuhi waliKu maka aku telah mengungumkan peperangan kepadanya” (HR Al-Bukhari dan Muslim) Kemudian ketahuilah bahwasanya Allah telah memerintahkan kalian untuk bersholawat dan salam kepada nabiNya…=======  Selesai  ======Penerjemah: Utsman Hatim dan Firanda Andirjahttps://firanda.com/ 

Nikmat Allah Kepada Kita

Maha suci Allah, dalam kelemahan dan kekurangan manusia Allah berikan kenikmatan. Sungguh nikmat tidur baru bisa dirasakan tatkala seorang dalam kondisi lemah dan letih tak bertenaga. Nikmat lezatnya makanan begitu terasa tatkala seorang dalam kondisi lapar. Nikmatnya lezatnya minuman tatkala dalam kondisi dahaga.Jika kenyang maka makanan selezat apapun tdk terasa lezat.

Nikmat Allah Kepada Kita

Maha suci Allah, dalam kelemahan dan kekurangan manusia Allah berikan kenikmatan. Sungguh nikmat tidur baru bisa dirasakan tatkala seorang dalam kondisi lemah dan letih tak bertenaga. Nikmat lezatnya makanan begitu terasa tatkala seorang dalam kondisi lapar. Nikmatnya lezatnya minuman tatkala dalam kondisi dahaga.Jika kenyang maka makanan selezat apapun tdk terasa lezat.
Maha suci Allah, dalam kelemahan dan kekurangan manusia Allah berikan kenikmatan. Sungguh nikmat tidur baru bisa dirasakan tatkala seorang dalam kondisi lemah dan letih tak bertenaga. Nikmat lezatnya makanan begitu terasa tatkala seorang dalam kondisi lapar. Nikmatnya lezatnya minuman tatkala dalam kondisi dahaga.Jika kenyang maka makanan selezat apapun tdk terasa lezat.


Maha suci Allah, dalam kelemahan dan kekurangan manusia Allah berikan kenikmatan. Sungguh nikmat tidur baru bisa dirasakan tatkala seorang dalam kondisi lemah dan letih tak bertenaga. Nikmat lezatnya makanan begitu terasa tatkala seorang dalam kondisi lapar. Nikmatnya lezatnya minuman tatkala dalam kondisi dahaga.Jika kenyang maka makanan selezat apapun tdk terasa lezat.

Kaedah Interaksi Sesama

Ada beberapa kaedah yang bisa kami sarikan dari para ulama tentang kaedah berinteraksi atau bergaul atau menyikapi orang lain.   Kaedah pertama dari Imam Al-Ghazali, وَحُسْنُ الخُلُقِ بِالناس هُوَ أَلاَّ تَحْمِلُ النَّاسَ عَلَى مُرَادِ نَفْسِكَ بَلْ تَحْمِلُ عَلَى مُرَادِهِمْ مَا لَمْ يُخَالِفِ الشَّرْعَ “Cara berakhak terhadap sesama adalah memperlakukan orang lain bukan distandarkan pada keinginan kita, namun distandarkan pada keinginan mereka selama tidak menyelisihi syari’at.” (Ayyuhal Walad, hlm. 63) Contoh: Apa standar makanan yang diberikan pada tamu kita? Tergantung pada tamu tersebut. Siapa tahu tamu yang kita layani punya pantangan pada makanan tertentu yang tidak cocok dengan daerah kita, maka pantangannya tadi jangan diberi. Sehingga memberikan sajian makan –misalnya- bukan pakai standar kita, namun standar siapa yang kita layani.   Kaedah kedua, تَخْتَلِفُ طَرِيْقَةُ التَّعَامُلِ تَبْعاً لاِخْتِلاَفِ العَلاَقَةِ: الوالد مع ولده, الزوج مع زوجته, الرئيس مع مرؤوسه, والعكس “Cara interaksi berbeda-beda tergantung pada status hubungan. Sehingga berbeda cara interaksi antara orang tua dan anak, antara suami dan istri, antara kepala negara dan rakyatnya, begitu pula sebaliknya.”   Kaedah ketiga, أَنَّ التَّعَامُلَ يَتَغَيَّرُ بِاخْتِلاَفِ الأَفْهَامِ وَالعُقُوْلِ. فَالرَّجُلُ الذَّكِيُّ الفَاهِمُ الوَاعِي تَخْتَلِفُ طَرِيْقَةُ تَعَامُلِهِ عَنِ الشَّخْصِ الآخَرِ المحْدُوْدِ العَقْلِ المحْدُوْدِ الفَهْمِ المحْدُوْدِ العِلْمِ, فَالحَدِيْثُ مَعَهُ يَكُوْنُ مُنَاسِباً لِطَبِيْعَتِهِ وَقُدْرَتِهِ عَلَى الفَهْمِ. “Berinteraksi melihat pula dari latar belakang pemahaman dan kecerdasan yang tentu berbeda-beda. Beinteraksi dengan orang yang cerdas, mudah paham dan pinar tentu berbeda dengan orang yang logikanya, daya pahamnya dan ilmunya terbatas. Sehingga ketika berbicara pula hendaklah memperhatikan tabi’at dan kemampuan pemahamannya.”   Kaedah keempat, يَخْتَلِفُ أُسْلُوْبُ التَّعَامُلِ أَيْضًا بِاخْتِلاَفِ الشَّخْصِيَّةِ. فَطَرِيْقَةُ التَّعَامُلِ مِنْ شَخْصٍ شَكَّاكٍ وَحَسَّاسٍ تَخْتَلِفُ عَنْهَا مَعَ شَخْصٍ سَوِيٍّ, فَالطَّرِيْقَةُ تَخْتَلِفُ بِاخْتِلاَفِ الشَّخْصِيَّاتِ وَالصِّفَاتِ الَّتِي تَكُوْنُ بَارِزَةً فِيْهِمْ. “Cara berinteraksi pula kadang mesti memandang sifat masing-masing orang. Sifat seseorang ada yang penuh dengan keragu-raguan, ada pula yang begitu sensitif. Seperti itu disikapi berbeda dengan orang yang biasa-biasa saja (berada dalam sifat yang lurus). Sehingga cara interaksi dengannya adalah tergantung apa yang dilihat pada sifat yang nampak pada dirinya.”   Referensi: http://www.saaid.net/Doat/aljarallh/2.htm Ayyuhal Walad. Cetakan pertama, tahun 1434 H. Imam Al-Ghazali. Penerbit Darul Minhaj. — 20 Rabi’uts Tsani 1437 H, @ Darush Sholihin Panggang, GK Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagsteman bergaul tetangga

Kaedah Interaksi Sesama

Ada beberapa kaedah yang bisa kami sarikan dari para ulama tentang kaedah berinteraksi atau bergaul atau menyikapi orang lain.   Kaedah pertama dari Imam Al-Ghazali, وَحُسْنُ الخُلُقِ بِالناس هُوَ أَلاَّ تَحْمِلُ النَّاسَ عَلَى مُرَادِ نَفْسِكَ بَلْ تَحْمِلُ عَلَى مُرَادِهِمْ مَا لَمْ يُخَالِفِ الشَّرْعَ “Cara berakhak terhadap sesama adalah memperlakukan orang lain bukan distandarkan pada keinginan kita, namun distandarkan pada keinginan mereka selama tidak menyelisihi syari’at.” (Ayyuhal Walad, hlm. 63) Contoh: Apa standar makanan yang diberikan pada tamu kita? Tergantung pada tamu tersebut. Siapa tahu tamu yang kita layani punya pantangan pada makanan tertentu yang tidak cocok dengan daerah kita, maka pantangannya tadi jangan diberi. Sehingga memberikan sajian makan –misalnya- bukan pakai standar kita, namun standar siapa yang kita layani.   Kaedah kedua, تَخْتَلِفُ طَرِيْقَةُ التَّعَامُلِ تَبْعاً لاِخْتِلاَفِ العَلاَقَةِ: الوالد مع ولده, الزوج مع زوجته, الرئيس مع مرؤوسه, والعكس “Cara interaksi berbeda-beda tergantung pada status hubungan. Sehingga berbeda cara interaksi antara orang tua dan anak, antara suami dan istri, antara kepala negara dan rakyatnya, begitu pula sebaliknya.”   Kaedah ketiga, أَنَّ التَّعَامُلَ يَتَغَيَّرُ بِاخْتِلاَفِ الأَفْهَامِ وَالعُقُوْلِ. فَالرَّجُلُ الذَّكِيُّ الفَاهِمُ الوَاعِي تَخْتَلِفُ طَرِيْقَةُ تَعَامُلِهِ عَنِ الشَّخْصِ الآخَرِ المحْدُوْدِ العَقْلِ المحْدُوْدِ الفَهْمِ المحْدُوْدِ العِلْمِ, فَالحَدِيْثُ مَعَهُ يَكُوْنُ مُنَاسِباً لِطَبِيْعَتِهِ وَقُدْرَتِهِ عَلَى الفَهْمِ. “Berinteraksi melihat pula dari latar belakang pemahaman dan kecerdasan yang tentu berbeda-beda. Beinteraksi dengan orang yang cerdas, mudah paham dan pinar tentu berbeda dengan orang yang logikanya, daya pahamnya dan ilmunya terbatas. Sehingga ketika berbicara pula hendaklah memperhatikan tabi’at dan kemampuan pemahamannya.”   Kaedah keempat, يَخْتَلِفُ أُسْلُوْبُ التَّعَامُلِ أَيْضًا بِاخْتِلاَفِ الشَّخْصِيَّةِ. فَطَرِيْقَةُ التَّعَامُلِ مِنْ شَخْصٍ شَكَّاكٍ وَحَسَّاسٍ تَخْتَلِفُ عَنْهَا مَعَ شَخْصٍ سَوِيٍّ, فَالطَّرِيْقَةُ تَخْتَلِفُ بِاخْتِلاَفِ الشَّخْصِيَّاتِ وَالصِّفَاتِ الَّتِي تَكُوْنُ بَارِزَةً فِيْهِمْ. “Cara berinteraksi pula kadang mesti memandang sifat masing-masing orang. Sifat seseorang ada yang penuh dengan keragu-raguan, ada pula yang begitu sensitif. Seperti itu disikapi berbeda dengan orang yang biasa-biasa saja (berada dalam sifat yang lurus). Sehingga cara interaksi dengannya adalah tergantung apa yang dilihat pada sifat yang nampak pada dirinya.”   Referensi: http://www.saaid.net/Doat/aljarallh/2.htm Ayyuhal Walad. Cetakan pertama, tahun 1434 H. Imam Al-Ghazali. Penerbit Darul Minhaj. — 20 Rabi’uts Tsani 1437 H, @ Darush Sholihin Panggang, GK Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagsteman bergaul tetangga
Ada beberapa kaedah yang bisa kami sarikan dari para ulama tentang kaedah berinteraksi atau bergaul atau menyikapi orang lain.   Kaedah pertama dari Imam Al-Ghazali, وَحُسْنُ الخُلُقِ بِالناس هُوَ أَلاَّ تَحْمِلُ النَّاسَ عَلَى مُرَادِ نَفْسِكَ بَلْ تَحْمِلُ عَلَى مُرَادِهِمْ مَا لَمْ يُخَالِفِ الشَّرْعَ “Cara berakhak terhadap sesama adalah memperlakukan orang lain bukan distandarkan pada keinginan kita, namun distandarkan pada keinginan mereka selama tidak menyelisihi syari’at.” (Ayyuhal Walad, hlm. 63) Contoh: Apa standar makanan yang diberikan pada tamu kita? Tergantung pada tamu tersebut. Siapa tahu tamu yang kita layani punya pantangan pada makanan tertentu yang tidak cocok dengan daerah kita, maka pantangannya tadi jangan diberi. Sehingga memberikan sajian makan –misalnya- bukan pakai standar kita, namun standar siapa yang kita layani.   Kaedah kedua, تَخْتَلِفُ طَرِيْقَةُ التَّعَامُلِ تَبْعاً لاِخْتِلاَفِ العَلاَقَةِ: الوالد مع ولده, الزوج مع زوجته, الرئيس مع مرؤوسه, والعكس “Cara interaksi berbeda-beda tergantung pada status hubungan. Sehingga berbeda cara interaksi antara orang tua dan anak, antara suami dan istri, antara kepala negara dan rakyatnya, begitu pula sebaliknya.”   Kaedah ketiga, أَنَّ التَّعَامُلَ يَتَغَيَّرُ بِاخْتِلاَفِ الأَفْهَامِ وَالعُقُوْلِ. فَالرَّجُلُ الذَّكِيُّ الفَاهِمُ الوَاعِي تَخْتَلِفُ طَرِيْقَةُ تَعَامُلِهِ عَنِ الشَّخْصِ الآخَرِ المحْدُوْدِ العَقْلِ المحْدُوْدِ الفَهْمِ المحْدُوْدِ العِلْمِ, فَالحَدِيْثُ مَعَهُ يَكُوْنُ مُنَاسِباً لِطَبِيْعَتِهِ وَقُدْرَتِهِ عَلَى الفَهْمِ. “Berinteraksi melihat pula dari latar belakang pemahaman dan kecerdasan yang tentu berbeda-beda. Beinteraksi dengan orang yang cerdas, mudah paham dan pinar tentu berbeda dengan orang yang logikanya, daya pahamnya dan ilmunya terbatas. Sehingga ketika berbicara pula hendaklah memperhatikan tabi’at dan kemampuan pemahamannya.”   Kaedah keempat, يَخْتَلِفُ أُسْلُوْبُ التَّعَامُلِ أَيْضًا بِاخْتِلاَفِ الشَّخْصِيَّةِ. فَطَرِيْقَةُ التَّعَامُلِ مِنْ شَخْصٍ شَكَّاكٍ وَحَسَّاسٍ تَخْتَلِفُ عَنْهَا مَعَ شَخْصٍ سَوِيٍّ, فَالطَّرِيْقَةُ تَخْتَلِفُ بِاخْتِلاَفِ الشَّخْصِيَّاتِ وَالصِّفَاتِ الَّتِي تَكُوْنُ بَارِزَةً فِيْهِمْ. “Cara berinteraksi pula kadang mesti memandang sifat masing-masing orang. Sifat seseorang ada yang penuh dengan keragu-raguan, ada pula yang begitu sensitif. Seperti itu disikapi berbeda dengan orang yang biasa-biasa saja (berada dalam sifat yang lurus). Sehingga cara interaksi dengannya adalah tergantung apa yang dilihat pada sifat yang nampak pada dirinya.”   Referensi: http://www.saaid.net/Doat/aljarallh/2.htm Ayyuhal Walad. Cetakan pertama, tahun 1434 H. Imam Al-Ghazali. Penerbit Darul Minhaj. — 20 Rabi’uts Tsani 1437 H, @ Darush Sholihin Panggang, GK Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagsteman bergaul tetangga


Ada beberapa kaedah yang bisa kami sarikan dari para ulama tentang kaedah berinteraksi atau bergaul atau menyikapi orang lain.   Kaedah pertama dari Imam Al-Ghazali, وَحُسْنُ الخُلُقِ بِالناس هُوَ أَلاَّ تَحْمِلُ النَّاسَ عَلَى مُرَادِ نَفْسِكَ بَلْ تَحْمِلُ عَلَى مُرَادِهِمْ مَا لَمْ يُخَالِفِ الشَّرْعَ “Cara berakhak terhadap sesama adalah memperlakukan orang lain bukan distandarkan pada keinginan kita, namun distandarkan pada keinginan mereka selama tidak menyelisihi syari’at.” (Ayyuhal Walad, hlm. 63) Contoh: Apa standar makanan yang diberikan pada tamu kita? Tergantung pada tamu tersebut. Siapa tahu tamu yang kita layani punya pantangan pada makanan tertentu yang tidak cocok dengan daerah kita, maka pantangannya tadi jangan diberi. Sehingga memberikan sajian makan –misalnya- bukan pakai standar kita, namun standar siapa yang kita layani.   Kaedah kedua, تَخْتَلِفُ طَرِيْقَةُ التَّعَامُلِ تَبْعاً لاِخْتِلاَفِ العَلاَقَةِ: الوالد مع ولده, الزوج مع زوجته, الرئيس مع مرؤوسه, والعكس “Cara interaksi berbeda-beda tergantung pada status hubungan. Sehingga berbeda cara interaksi antara orang tua dan anak, antara suami dan istri, antara kepala negara dan rakyatnya, begitu pula sebaliknya.”   Kaedah ketiga, أَنَّ التَّعَامُلَ يَتَغَيَّرُ بِاخْتِلاَفِ الأَفْهَامِ وَالعُقُوْلِ. فَالرَّجُلُ الذَّكِيُّ الفَاهِمُ الوَاعِي تَخْتَلِفُ طَرِيْقَةُ تَعَامُلِهِ عَنِ الشَّخْصِ الآخَرِ المحْدُوْدِ العَقْلِ المحْدُوْدِ الفَهْمِ المحْدُوْدِ العِلْمِ, فَالحَدِيْثُ مَعَهُ يَكُوْنُ مُنَاسِباً لِطَبِيْعَتِهِ وَقُدْرَتِهِ عَلَى الفَهْمِ. “Berinteraksi melihat pula dari latar belakang pemahaman dan kecerdasan yang tentu berbeda-beda. Beinteraksi dengan orang yang cerdas, mudah paham dan pinar tentu berbeda dengan orang yang logikanya, daya pahamnya dan ilmunya terbatas. Sehingga ketika berbicara pula hendaklah memperhatikan tabi’at dan kemampuan pemahamannya.”   Kaedah keempat, يَخْتَلِفُ أُسْلُوْبُ التَّعَامُلِ أَيْضًا بِاخْتِلاَفِ الشَّخْصِيَّةِ. فَطَرِيْقَةُ التَّعَامُلِ مِنْ شَخْصٍ شَكَّاكٍ وَحَسَّاسٍ تَخْتَلِفُ عَنْهَا مَعَ شَخْصٍ سَوِيٍّ, فَالطَّرِيْقَةُ تَخْتَلِفُ بِاخْتِلاَفِ الشَّخْصِيَّاتِ وَالصِّفَاتِ الَّتِي تَكُوْنُ بَارِزَةً فِيْهِمْ. “Cara berinteraksi pula kadang mesti memandang sifat masing-masing orang. Sifat seseorang ada yang penuh dengan keragu-raguan, ada pula yang begitu sensitif. Seperti itu disikapi berbeda dengan orang yang biasa-biasa saja (berada dalam sifat yang lurus). Sehingga cara interaksi dengannya adalah tergantung apa yang dilihat pada sifat yang nampak pada dirinya.”   Referensi: http://www.saaid.net/Doat/aljarallh/2.htm Ayyuhal Walad. Cetakan pertama, tahun 1434 H. Imam Al-Ghazali. Penerbit Darul Minhaj. — 20 Rabi’uts Tsani 1437 H, @ Darush Sholihin Panggang, GK Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagsteman bergaul tetangga
Prev     Next