Keindahan Islam (8)

3. Islam adalah agama yang mudahAllah Ta’ala berfirman,وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ“Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama ini suatu kesulitan/keberatan” (QS. Al-Hajj: 78).لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al-Baqarah: 286).يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu” (QS. Al-Baqarah: 185).Agama Islam ini dibangun di atas kelembutan, kasih sayang, dan kemudahan, oleh karena itulah ciri khas agama Islam ini adalah mudah dipahami dan mudah diamalkan. Perlu diketahui, ditinjau dari kemampuan seorang hamba dalam melakukannya, suatu perkara itu terbagi menjadi dua, yaitu: Perkara di Luar Kemampuan Seorang Hamba, maka Allah Ta’ala tidak membebani seorang hamba untuk melakukan perkara jenis ini. Perkara yang Berada di Dalam Kemampuan Seorang Hamba, maka untuk perkara jenis ini, masih terbagi menjadi dua macam, yaitu: – Allah Ta’ala Tidak Memerintahkan Sebagian Perkara Jenis Ini, padahal hamba-Nya mampu melakukannya. Hal ini merupakan wujud kasih sayang Allah Ta’ala kepada hamba-Nya, seperti perkara-perkara yang hukum asalnya mubah yang mampu dilakukan oleh hamba-Nya, perkara tersebut tidaklah disunnahkan dan tidaklah diwajibkan.– Allah Ta’ala Memerintahkan Sebagian Lainnya dari Perkara Jenis Ini kepada Hamba-Nya, karena memang hikmah Allah menuntut seorang hamba untuk melakukannya, baik itu hukumnya sunnah maupun wajib, demi tercapai tujuan hidupnya dan bisa meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.Allah Maha Mengetahui bahwa kebahagiaan dan ketentraman hamba-Nya akan terwujud dengan melakukan perkara tersebut. Jadi, sesungguhnya diperintahkannya perkara jenis ini, bukanlah karena Allah membutuhkan ketaatan hamba-Nya, tidaklah demikian. Allah tidak membutuhkan makhluk-Nya sedikit pun, justru makhluk-Nya lah yang tidak pernah terlepas dari membutuhkan Allah walau sesaatpun.Meski demikian, untuk perkara yang berada didalam kemampuan seorang hamba ini, jika dalam pelaksanaannya seorang hamba menemui kesulitan atau keberatan di luar kewajaran, maka Allah pun tetap menyayangi hamba-Nya dengan memberikan keringanan dan kemudahan, dengan dua bentuk berikut ini, yaitu:a) Peringanan dan Pemudahan, dengan tetap diperintahkan melakukan, namun tidak dalam bentuk sempurna seperti pada asalnya ketika tidak muncul kesulitan atau keberatan di luar kewajaran.Contohnya: Tayammum ketika berat menggunakan air, duduk ketika tidak mampu berdiri dalam shalat, meringkas shalat dalam safar, serta menjamak dua shalat fardhu dalam keadaan sulit melakukan keduanya dalam waktunya masing-masing, b) Pengguguran Totalitas, sama sekali tidak diperintahkan ketika itu. Contohnya: pengguguran kewajiban, seperti gugurnya kewajiban shalat jum’at karena ada halangan, serta gugurnya kewajiban ibadah haji dan umrah jika tidak mampu.Inilah agama Islam yang sesuai dengan fitrah dan kemampuan manusia, karena di antara manusia ada yang mendapatkan keadaan-keadaan yang sulit atau berat, seperti sakit, keadaan terpaksa, lupa, safar, tidak tahu, kekurangan, dan keadaan sulit yang lainnya.Maka jika seorang hamba menemukan keadaan-keadaan tersebut di luar kewajaran, maka dalam Islam terdapat solusi yang mudah dan ringan. Kemudahan dan keringanan dalam Islam ini merupakan wujud kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya, dan bukti bahwa Allah menurunkan agama Islam bukan untuk memberatkan dan menyulitkan hamba-Nya, namun justru demi kebahagiaannya di dunia dan akhirat. Jadi, sesungguhnya hamba-Nya lah yang membutuhkan ajaran agama Islam tersebut agar tercapai tujuan hidupnya dan bahagia di dunia dan akherat. [Bersambung]***Penulis: Ust. Sa’id Abu UkasyahArtikel Muslim.or.id🔍 Asal Mula Syiah, Perbedaan Hadis Dan Alquran, Apa Yang Dimaksud Dengan Doa, Menjemput Hidayah, Puasa Weton Menurut Islam

Keindahan Islam (8)

3. Islam adalah agama yang mudahAllah Ta’ala berfirman,وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ“Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama ini suatu kesulitan/keberatan” (QS. Al-Hajj: 78).لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al-Baqarah: 286).يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu” (QS. Al-Baqarah: 185).Agama Islam ini dibangun di atas kelembutan, kasih sayang, dan kemudahan, oleh karena itulah ciri khas agama Islam ini adalah mudah dipahami dan mudah diamalkan. Perlu diketahui, ditinjau dari kemampuan seorang hamba dalam melakukannya, suatu perkara itu terbagi menjadi dua, yaitu: Perkara di Luar Kemampuan Seorang Hamba, maka Allah Ta’ala tidak membebani seorang hamba untuk melakukan perkara jenis ini. Perkara yang Berada di Dalam Kemampuan Seorang Hamba, maka untuk perkara jenis ini, masih terbagi menjadi dua macam, yaitu: – Allah Ta’ala Tidak Memerintahkan Sebagian Perkara Jenis Ini, padahal hamba-Nya mampu melakukannya. Hal ini merupakan wujud kasih sayang Allah Ta’ala kepada hamba-Nya, seperti perkara-perkara yang hukum asalnya mubah yang mampu dilakukan oleh hamba-Nya, perkara tersebut tidaklah disunnahkan dan tidaklah diwajibkan.– Allah Ta’ala Memerintahkan Sebagian Lainnya dari Perkara Jenis Ini kepada Hamba-Nya, karena memang hikmah Allah menuntut seorang hamba untuk melakukannya, baik itu hukumnya sunnah maupun wajib, demi tercapai tujuan hidupnya dan bisa meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.Allah Maha Mengetahui bahwa kebahagiaan dan ketentraman hamba-Nya akan terwujud dengan melakukan perkara tersebut. Jadi, sesungguhnya diperintahkannya perkara jenis ini, bukanlah karena Allah membutuhkan ketaatan hamba-Nya, tidaklah demikian. Allah tidak membutuhkan makhluk-Nya sedikit pun, justru makhluk-Nya lah yang tidak pernah terlepas dari membutuhkan Allah walau sesaatpun.Meski demikian, untuk perkara yang berada didalam kemampuan seorang hamba ini, jika dalam pelaksanaannya seorang hamba menemui kesulitan atau keberatan di luar kewajaran, maka Allah pun tetap menyayangi hamba-Nya dengan memberikan keringanan dan kemudahan, dengan dua bentuk berikut ini, yaitu:a) Peringanan dan Pemudahan, dengan tetap diperintahkan melakukan, namun tidak dalam bentuk sempurna seperti pada asalnya ketika tidak muncul kesulitan atau keberatan di luar kewajaran.Contohnya: Tayammum ketika berat menggunakan air, duduk ketika tidak mampu berdiri dalam shalat, meringkas shalat dalam safar, serta menjamak dua shalat fardhu dalam keadaan sulit melakukan keduanya dalam waktunya masing-masing, b) Pengguguran Totalitas, sama sekali tidak diperintahkan ketika itu. Contohnya: pengguguran kewajiban, seperti gugurnya kewajiban shalat jum’at karena ada halangan, serta gugurnya kewajiban ibadah haji dan umrah jika tidak mampu.Inilah agama Islam yang sesuai dengan fitrah dan kemampuan manusia, karena di antara manusia ada yang mendapatkan keadaan-keadaan yang sulit atau berat, seperti sakit, keadaan terpaksa, lupa, safar, tidak tahu, kekurangan, dan keadaan sulit yang lainnya.Maka jika seorang hamba menemukan keadaan-keadaan tersebut di luar kewajaran, maka dalam Islam terdapat solusi yang mudah dan ringan. Kemudahan dan keringanan dalam Islam ini merupakan wujud kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya, dan bukti bahwa Allah menurunkan agama Islam bukan untuk memberatkan dan menyulitkan hamba-Nya, namun justru demi kebahagiaannya di dunia dan akhirat. Jadi, sesungguhnya hamba-Nya lah yang membutuhkan ajaran agama Islam tersebut agar tercapai tujuan hidupnya dan bahagia di dunia dan akherat. [Bersambung]***Penulis: Ust. Sa’id Abu UkasyahArtikel Muslim.or.id🔍 Asal Mula Syiah, Perbedaan Hadis Dan Alquran, Apa Yang Dimaksud Dengan Doa, Menjemput Hidayah, Puasa Weton Menurut Islam
3. Islam adalah agama yang mudahAllah Ta’ala berfirman,وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ“Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama ini suatu kesulitan/keberatan” (QS. Al-Hajj: 78).لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al-Baqarah: 286).يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu” (QS. Al-Baqarah: 185).Agama Islam ini dibangun di atas kelembutan, kasih sayang, dan kemudahan, oleh karena itulah ciri khas agama Islam ini adalah mudah dipahami dan mudah diamalkan. Perlu diketahui, ditinjau dari kemampuan seorang hamba dalam melakukannya, suatu perkara itu terbagi menjadi dua, yaitu: Perkara di Luar Kemampuan Seorang Hamba, maka Allah Ta’ala tidak membebani seorang hamba untuk melakukan perkara jenis ini. Perkara yang Berada di Dalam Kemampuan Seorang Hamba, maka untuk perkara jenis ini, masih terbagi menjadi dua macam, yaitu: – Allah Ta’ala Tidak Memerintahkan Sebagian Perkara Jenis Ini, padahal hamba-Nya mampu melakukannya. Hal ini merupakan wujud kasih sayang Allah Ta’ala kepada hamba-Nya, seperti perkara-perkara yang hukum asalnya mubah yang mampu dilakukan oleh hamba-Nya, perkara tersebut tidaklah disunnahkan dan tidaklah diwajibkan.– Allah Ta’ala Memerintahkan Sebagian Lainnya dari Perkara Jenis Ini kepada Hamba-Nya, karena memang hikmah Allah menuntut seorang hamba untuk melakukannya, baik itu hukumnya sunnah maupun wajib, demi tercapai tujuan hidupnya dan bisa meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.Allah Maha Mengetahui bahwa kebahagiaan dan ketentraman hamba-Nya akan terwujud dengan melakukan perkara tersebut. Jadi, sesungguhnya diperintahkannya perkara jenis ini, bukanlah karena Allah membutuhkan ketaatan hamba-Nya, tidaklah demikian. Allah tidak membutuhkan makhluk-Nya sedikit pun, justru makhluk-Nya lah yang tidak pernah terlepas dari membutuhkan Allah walau sesaatpun.Meski demikian, untuk perkara yang berada didalam kemampuan seorang hamba ini, jika dalam pelaksanaannya seorang hamba menemui kesulitan atau keberatan di luar kewajaran, maka Allah pun tetap menyayangi hamba-Nya dengan memberikan keringanan dan kemudahan, dengan dua bentuk berikut ini, yaitu:a) Peringanan dan Pemudahan, dengan tetap diperintahkan melakukan, namun tidak dalam bentuk sempurna seperti pada asalnya ketika tidak muncul kesulitan atau keberatan di luar kewajaran.Contohnya: Tayammum ketika berat menggunakan air, duduk ketika tidak mampu berdiri dalam shalat, meringkas shalat dalam safar, serta menjamak dua shalat fardhu dalam keadaan sulit melakukan keduanya dalam waktunya masing-masing, b) Pengguguran Totalitas, sama sekali tidak diperintahkan ketika itu. Contohnya: pengguguran kewajiban, seperti gugurnya kewajiban shalat jum’at karena ada halangan, serta gugurnya kewajiban ibadah haji dan umrah jika tidak mampu.Inilah agama Islam yang sesuai dengan fitrah dan kemampuan manusia, karena di antara manusia ada yang mendapatkan keadaan-keadaan yang sulit atau berat, seperti sakit, keadaan terpaksa, lupa, safar, tidak tahu, kekurangan, dan keadaan sulit yang lainnya.Maka jika seorang hamba menemukan keadaan-keadaan tersebut di luar kewajaran, maka dalam Islam terdapat solusi yang mudah dan ringan. Kemudahan dan keringanan dalam Islam ini merupakan wujud kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya, dan bukti bahwa Allah menurunkan agama Islam bukan untuk memberatkan dan menyulitkan hamba-Nya, namun justru demi kebahagiaannya di dunia dan akhirat. Jadi, sesungguhnya hamba-Nya lah yang membutuhkan ajaran agama Islam tersebut agar tercapai tujuan hidupnya dan bahagia di dunia dan akherat. [Bersambung]***Penulis: Ust. Sa’id Abu UkasyahArtikel Muslim.or.id🔍 Asal Mula Syiah, Perbedaan Hadis Dan Alquran, Apa Yang Dimaksud Dengan Doa, Menjemput Hidayah, Puasa Weton Menurut Islam


3. Islam adalah agama yang mudahAllah Ta’ala berfirman,وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ“Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama ini suatu kesulitan/keberatan” (QS. Al-Hajj: 78).لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al-Baqarah: 286).يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu” (QS. Al-Baqarah: 185).Agama Islam ini dibangun di atas kelembutan, kasih sayang, dan kemudahan, oleh karena itulah ciri khas agama Islam ini adalah mudah dipahami dan mudah diamalkan. Perlu diketahui, ditinjau dari kemampuan seorang hamba dalam melakukannya, suatu perkara itu terbagi menjadi dua, yaitu: Perkara di Luar Kemampuan Seorang Hamba, maka Allah Ta’ala tidak membebani seorang hamba untuk melakukan perkara jenis ini. Perkara yang Berada di Dalam Kemampuan Seorang Hamba, maka untuk perkara jenis ini, masih terbagi menjadi dua macam, yaitu: – Allah Ta’ala Tidak Memerintahkan Sebagian Perkara Jenis Ini, padahal hamba-Nya mampu melakukannya. Hal ini merupakan wujud kasih sayang Allah Ta’ala kepada hamba-Nya, seperti perkara-perkara yang hukum asalnya mubah yang mampu dilakukan oleh hamba-Nya, perkara tersebut tidaklah disunnahkan dan tidaklah diwajibkan.– Allah Ta’ala Memerintahkan Sebagian Lainnya dari Perkara Jenis Ini kepada Hamba-Nya, karena memang hikmah Allah menuntut seorang hamba untuk melakukannya, baik itu hukumnya sunnah maupun wajib, demi tercapai tujuan hidupnya dan bisa meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.Allah Maha Mengetahui bahwa kebahagiaan dan ketentraman hamba-Nya akan terwujud dengan melakukan perkara tersebut. Jadi, sesungguhnya diperintahkannya perkara jenis ini, bukanlah karena Allah membutuhkan ketaatan hamba-Nya, tidaklah demikian. Allah tidak membutuhkan makhluk-Nya sedikit pun, justru makhluk-Nya lah yang tidak pernah terlepas dari membutuhkan Allah walau sesaatpun.Meski demikian, untuk perkara yang berada didalam kemampuan seorang hamba ini, jika dalam pelaksanaannya seorang hamba menemui kesulitan atau keberatan di luar kewajaran, maka Allah pun tetap menyayangi hamba-Nya dengan memberikan keringanan dan kemudahan, dengan dua bentuk berikut ini, yaitu:a) Peringanan dan Pemudahan, dengan tetap diperintahkan melakukan, namun tidak dalam bentuk sempurna seperti pada asalnya ketika tidak muncul kesulitan atau keberatan di luar kewajaran.Contohnya: Tayammum ketika berat menggunakan air, duduk ketika tidak mampu berdiri dalam shalat, meringkas shalat dalam safar, serta menjamak dua shalat fardhu dalam keadaan sulit melakukan keduanya dalam waktunya masing-masing, b) Pengguguran Totalitas, sama sekali tidak diperintahkan ketika itu. Contohnya: pengguguran kewajiban, seperti gugurnya kewajiban shalat jum’at karena ada halangan, serta gugurnya kewajiban ibadah haji dan umrah jika tidak mampu.Inilah agama Islam yang sesuai dengan fitrah dan kemampuan manusia, karena di antara manusia ada yang mendapatkan keadaan-keadaan yang sulit atau berat, seperti sakit, keadaan terpaksa, lupa, safar, tidak tahu, kekurangan, dan keadaan sulit yang lainnya.Maka jika seorang hamba menemukan keadaan-keadaan tersebut di luar kewajaran, maka dalam Islam terdapat solusi yang mudah dan ringan. Kemudahan dan keringanan dalam Islam ini merupakan wujud kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya, dan bukti bahwa Allah menurunkan agama Islam bukan untuk memberatkan dan menyulitkan hamba-Nya, namun justru demi kebahagiaannya di dunia dan akhirat. Jadi, sesungguhnya hamba-Nya lah yang membutuhkan ajaran agama Islam tersebut agar tercapai tujuan hidupnya dan bahagia di dunia dan akherat. [Bersambung]***Penulis: Ust. Sa’id Abu UkasyahArtikel Muslim.or.id🔍 Asal Mula Syiah, Perbedaan Hadis Dan Alquran, Apa Yang Dimaksud Dengan Doa, Menjemput Hidayah, Puasa Weton Menurut Islam

Jihad Yang Paling Mendasar

Saudaraku.. Berjihad melawan hawa nafsu dan syahwat adalah jihad yang paling dasar. Tak mungkin kita dapat menjihadi musuh bila kita tak mampu menjihadi hawa nafsu sendiri.Oleh karena itu Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ يُجَاهَدَ الرَّجُلُ نَفْسَهَ وَ هَوَاهُ“Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya” (Hadits shahih doriwayatkan oleh ibnu Najjar dari Abu Dzarr).Simaklah faidah indah yang disampaikan oleh ibnu Qayyim ketika menjelaskan surat Al Ankabut ayat 69. Allah Ta’ala berfirman:وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا“Dan orang orang yang berjihad di jalan Kami, Kami akan memberikan kepada mereka hidayah kepada jalan jalan Kami.” (Al Ankabut: 69).Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Dalam ayat ini Allah mengaitkan hidayah dengan jihad. Orang yang paling sempurna hidayahnya adalah yang paling sempurna jihadnya. Jihad yang paling wajib adalah menjihadi diri sendiri, menjihadi hawa nafsu, menjihadi setan dan menjihadi dunia. Siapa yang menjihadi empat perkara ini karena Allah, maka Allah akan memberinya hidayah kepada jalan jalan keridloanNya yang akan menyampaikannya ke surga. Siapa yang meninggalkan jihad maka ia akan kehilangan hidayah sejumlah jihad yang ia tinggalkan.Al Junaid berkata, “(Maknanya) Dan orang orang yang menjihadi hawa nafsunya di jalan Kami dengan cara bertaubat, Kami akan memberikan kepada mereka hidayah kepada jalan jalan ikhlas. Tidak mungkin ia menjihadi musuhnya yang lahiriyah kecuali dengan menjihadi musuhnya yang batin. Barang siapa yang menang melawan musuhnya yang batin, ia akan menang melawan musuhnya yang lahiriyah. Dan siapa yang kalah oleh musuhnya yang batin, ia akan dikalahkan oleh musuhnya yang lahiriyah” (Fawaidul Fawaid hal. 177).***Penulis: Ust. Badrusalam, Lc.Artikel Muslim.or.id🔍 Macam Macam Adab, Kenapa Indonesia Tidak Memakai Hukum Islam, Futuh Makkah, Wasaq, Apakah Pacaran Itu Boleh Dalam Islam

Jihad Yang Paling Mendasar

Saudaraku.. Berjihad melawan hawa nafsu dan syahwat adalah jihad yang paling dasar. Tak mungkin kita dapat menjihadi musuh bila kita tak mampu menjihadi hawa nafsu sendiri.Oleh karena itu Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ يُجَاهَدَ الرَّجُلُ نَفْسَهَ وَ هَوَاهُ“Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya” (Hadits shahih doriwayatkan oleh ibnu Najjar dari Abu Dzarr).Simaklah faidah indah yang disampaikan oleh ibnu Qayyim ketika menjelaskan surat Al Ankabut ayat 69. Allah Ta’ala berfirman:وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا“Dan orang orang yang berjihad di jalan Kami, Kami akan memberikan kepada mereka hidayah kepada jalan jalan Kami.” (Al Ankabut: 69).Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Dalam ayat ini Allah mengaitkan hidayah dengan jihad. Orang yang paling sempurna hidayahnya adalah yang paling sempurna jihadnya. Jihad yang paling wajib adalah menjihadi diri sendiri, menjihadi hawa nafsu, menjihadi setan dan menjihadi dunia. Siapa yang menjihadi empat perkara ini karena Allah, maka Allah akan memberinya hidayah kepada jalan jalan keridloanNya yang akan menyampaikannya ke surga. Siapa yang meninggalkan jihad maka ia akan kehilangan hidayah sejumlah jihad yang ia tinggalkan.Al Junaid berkata, “(Maknanya) Dan orang orang yang menjihadi hawa nafsunya di jalan Kami dengan cara bertaubat, Kami akan memberikan kepada mereka hidayah kepada jalan jalan ikhlas. Tidak mungkin ia menjihadi musuhnya yang lahiriyah kecuali dengan menjihadi musuhnya yang batin. Barang siapa yang menang melawan musuhnya yang batin, ia akan menang melawan musuhnya yang lahiriyah. Dan siapa yang kalah oleh musuhnya yang batin, ia akan dikalahkan oleh musuhnya yang lahiriyah” (Fawaidul Fawaid hal. 177).***Penulis: Ust. Badrusalam, Lc.Artikel Muslim.or.id🔍 Macam Macam Adab, Kenapa Indonesia Tidak Memakai Hukum Islam, Futuh Makkah, Wasaq, Apakah Pacaran Itu Boleh Dalam Islam
Saudaraku.. Berjihad melawan hawa nafsu dan syahwat adalah jihad yang paling dasar. Tak mungkin kita dapat menjihadi musuh bila kita tak mampu menjihadi hawa nafsu sendiri.Oleh karena itu Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ يُجَاهَدَ الرَّجُلُ نَفْسَهَ وَ هَوَاهُ“Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya” (Hadits shahih doriwayatkan oleh ibnu Najjar dari Abu Dzarr).Simaklah faidah indah yang disampaikan oleh ibnu Qayyim ketika menjelaskan surat Al Ankabut ayat 69. Allah Ta’ala berfirman:وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا“Dan orang orang yang berjihad di jalan Kami, Kami akan memberikan kepada mereka hidayah kepada jalan jalan Kami.” (Al Ankabut: 69).Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Dalam ayat ini Allah mengaitkan hidayah dengan jihad. Orang yang paling sempurna hidayahnya adalah yang paling sempurna jihadnya. Jihad yang paling wajib adalah menjihadi diri sendiri, menjihadi hawa nafsu, menjihadi setan dan menjihadi dunia. Siapa yang menjihadi empat perkara ini karena Allah, maka Allah akan memberinya hidayah kepada jalan jalan keridloanNya yang akan menyampaikannya ke surga. Siapa yang meninggalkan jihad maka ia akan kehilangan hidayah sejumlah jihad yang ia tinggalkan.Al Junaid berkata, “(Maknanya) Dan orang orang yang menjihadi hawa nafsunya di jalan Kami dengan cara bertaubat, Kami akan memberikan kepada mereka hidayah kepada jalan jalan ikhlas. Tidak mungkin ia menjihadi musuhnya yang lahiriyah kecuali dengan menjihadi musuhnya yang batin. Barang siapa yang menang melawan musuhnya yang batin, ia akan menang melawan musuhnya yang lahiriyah. Dan siapa yang kalah oleh musuhnya yang batin, ia akan dikalahkan oleh musuhnya yang lahiriyah” (Fawaidul Fawaid hal. 177).***Penulis: Ust. Badrusalam, Lc.Artikel Muslim.or.id🔍 Macam Macam Adab, Kenapa Indonesia Tidak Memakai Hukum Islam, Futuh Makkah, Wasaq, Apakah Pacaran Itu Boleh Dalam Islam


Saudaraku.. Berjihad melawan hawa nafsu dan syahwat adalah jihad yang paling dasar. Tak mungkin kita dapat menjihadi musuh bila kita tak mampu menjihadi hawa nafsu sendiri.Oleh karena itu Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ يُجَاهَدَ الرَّجُلُ نَفْسَهَ وَ هَوَاهُ“Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya” (Hadits shahih doriwayatkan oleh ibnu Najjar dari Abu Dzarr).Simaklah faidah indah yang disampaikan oleh ibnu Qayyim ketika menjelaskan surat Al Ankabut ayat 69. Allah Ta’ala berfirman:وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا“Dan orang orang yang berjihad di jalan Kami, Kami akan memberikan kepada mereka hidayah kepada jalan jalan Kami.” (Al Ankabut: 69).Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Dalam ayat ini Allah mengaitkan hidayah dengan jihad. Orang yang paling sempurna hidayahnya adalah yang paling sempurna jihadnya. Jihad yang paling wajib adalah menjihadi diri sendiri, menjihadi hawa nafsu, menjihadi setan dan menjihadi dunia. Siapa yang menjihadi empat perkara ini karena Allah, maka Allah akan memberinya hidayah kepada jalan jalan keridloanNya yang akan menyampaikannya ke surga. Siapa yang meninggalkan jihad maka ia akan kehilangan hidayah sejumlah jihad yang ia tinggalkan.Al Junaid berkata, “(Maknanya) Dan orang orang yang menjihadi hawa nafsunya di jalan Kami dengan cara bertaubat, Kami akan memberikan kepada mereka hidayah kepada jalan jalan ikhlas. Tidak mungkin ia menjihadi musuhnya yang lahiriyah kecuali dengan menjihadi musuhnya yang batin. Barang siapa yang menang melawan musuhnya yang batin, ia akan menang melawan musuhnya yang lahiriyah. Dan siapa yang kalah oleh musuhnya yang batin, ia akan dikalahkan oleh musuhnya yang lahiriyah” (Fawaidul Fawaid hal. 177).***Penulis: Ust. Badrusalam, Lc.Artikel Muslim.or.id🔍 Macam Macam Adab, Kenapa Indonesia Tidak Memakai Hukum Islam, Futuh Makkah, Wasaq, Apakah Pacaran Itu Boleh Dalam Islam

Tetaplah Menjaga Akhlak Saat Berbeda Pendapat

Ingatlah bahwa orang yg paling sempurna imannya adalah orang yg paling baik akhlaknya (HR. Abu Dawud: 4682).Syeikh Abdul Aziz bin Baz –rohimahulloh– mengatakan:“Apabila dalil telah tegak dalam suatu masalah, maka wajib hukumnya mengambil pendapat yang sesuai dengan dalil tersebut, baik dalil dari Kitabullah ataupun dari sunah Rasul –shallallahu alaihi wasallam-, meskipun pendapat itu menyelisihi imam besar, bahkan walaupun menyelisihi sebagian sahabat.Karena Allah menfirmankan (yang artinya):“Jika kalian berselisih dalam suatu masalah, maka kembalikanlah masalah itu kepada Allah dan RasulNya“.Allah –subhanah– TIDAK mengatakan: “kembalikanlah kepada orang ini dan orang itu”.Akan tetapi, sudah seharusnya ada langkah memastikan kabar yang sampai kepada kita, serta menghormati dan menjaga adab terhadap para ulama.Jika seseorang menemukan pendapat yang lemah dari salah satu imam, atau ulama, atau ahli hadits yang tepercaya; (harusnya dia ingat bahwa) hal itu tidak menurunkan kedudukan mereka.Harusnya dia menghormati para ulama, menjaga adab terhadap mereka dan mengatakan perkataan yg baik, serta tidak mencela dan merendahkan mereka.Tapi seharusnya dia menjelaskan yang benar beserta dalilnya, sekaligus mendoakan kebaikan utk ulama tersebut, juga mendoakan agar dirahmati dan diampuni.Beginilah harusnya akhlak seorang ulama terhadap ulama lainnya, (yaitu) menghormati para ulama karena kedudukan mereka, dan mengerti akan keagungan, keutamaan, dan kemuliaan mereka”.Majmu’ Fatawa Ibnu Baz***Penulis: Ust. Musyaffa Ad Darini, Lc., MA.Artikel Muslim.or.id🔍 Muslimah.or.id, Ayat Alquran Tentang Orang Kafir, Kriteria Jodoh Menurut Islam, Nur Allah Dan Nur Muhammad, Hadits Tentang Gender

Tetaplah Menjaga Akhlak Saat Berbeda Pendapat

Ingatlah bahwa orang yg paling sempurna imannya adalah orang yg paling baik akhlaknya (HR. Abu Dawud: 4682).Syeikh Abdul Aziz bin Baz –rohimahulloh– mengatakan:“Apabila dalil telah tegak dalam suatu masalah, maka wajib hukumnya mengambil pendapat yang sesuai dengan dalil tersebut, baik dalil dari Kitabullah ataupun dari sunah Rasul –shallallahu alaihi wasallam-, meskipun pendapat itu menyelisihi imam besar, bahkan walaupun menyelisihi sebagian sahabat.Karena Allah menfirmankan (yang artinya):“Jika kalian berselisih dalam suatu masalah, maka kembalikanlah masalah itu kepada Allah dan RasulNya“.Allah –subhanah– TIDAK mengatakan: “kembalikanlah kepada orang ini dan orang itu”.Akan tetapi, sudah seharusnya ada langkah memastikan kabar yang sampai kepada kita, serta menghormati dan menjaga adab terhadap para ulama.Jika seseorang menemukan pendapat yang lemah dari salah satu imam, atau ulama, atau ahli hadits yang tepercaya; (harusnya dia ingat bahwa) hal itu tidak menurunkan kedudukan mereka.Harusnya dia menghormati para ulama, menjaga adab terhadap mereka dan mengatakan perkataan yg baik, serta tidak mencela dan merendahkan mereka.Tapi seharusnya dia menjelaskan yang benar beserta dalilnya, sekaligus mendoakan kebaikan utk ulama tersebut, juga mendoakan agar dirahmati dan diampuni.Beginilah harusnya akhlak seorang ulama terhadap ulama lainnya, (yaitu) menghormati para ulama karena kedudukan mereka, dan mengerti akan keagungan, keutamaan, dan kemuliaan mereka”.Majmu’ Fatawa Ibnu Baz***Penulis: Ust. Musyaffa Ad Darini, Lc., MA.Artikel Muslim.or.id🔍 Muslimah.or.id, Ayat Alquran Tentang Orang Kafir, Kriteria Jodoh Menurut Islam, Nur Allah Dan Nur Muhammad, Hadits Tentang Gender
Ingatlah bahwa orang yg paling sempurna imannya adalah orang yg paling baik akhlaknya (HR. Abu Dawud: 4682).Syeikh Abdul Aziz bin Baz –rohimahulloh– mengatakan:“Apabila dalil telah tegak dalam suatu masalah, maka wajib hukumnya mengambil pendapat yang sesuai dengan dalil tersebut, baik dalil dari Kitabullah ataupun dari sunah Rasul –shallallahu alaihi wasallam-, meskipun pendapat itu menyelisihi imam besar, bahkan walaupun menyelisihi sebagian sahabat.Karena Allah menfirmankan (yang artinya):“Jika kalian berselisih dalam suatu masalah, maka kembalikanlah masalah itu kepada Allah dan RasulNya“.Allah –subhanah– TIDAK mengatakan: “kembalikanlah kepada orang ini dan orang itu”.Akan tetapi, sudah seharusnya ada langkah memastikan kabar yang sampai kepada kita, serta menghormati dan menjaga adab terhadap para ulama.Jika seseorang menemukan pendapat yang lemah dari salah satu imam, atau ulama, atau ahli hadits yang tepercaya; (harusnya dia ingat bahwa) hal itu tidak menurunkan kedudukan mereka.Harusnya dia menghormati para ulama, menjaga adab terhadap mereka dan mengatakan perkataan yg baik, serta tidak mencela dan merendahkan mereka.Tapi seharusnya dia menjelaskan yang benar beserta dalilnya, sekaligus mendoakan kebaikan utk ulama tersebut, juga mendoakan agar dirahmati dan diampuni.Beginilah harusnya akhlak seorang ulama terhadap ulama lainnya, (yaitu) menghormati para ulama karena kedudukan mereka, dan mengerti akan keagungan, keutamaan, dan kemuliaan mereka”.Majmu’ Fatawa Ibnu Baz***Penulis: Ust. Musyaffa Ad Darini, Lc., MA.Artikel Muslim.or.id🔍 Muslimah.or.id, Ayat Alquran Tentang Orang Kafir, Kriteria Jodoh Menurut Islam, Nur Allah Dan Nur Muhammad, Hadits Tentang Gender


Ingatlah bahwa orang yg paling sempurna imannya adalah orang yg paling baik akhlaknya (HR. Abu Dawud: 4682).Syeikh Abdul Aziz bin Baz –rohimahulloh– mengatakan:“Apabila dalil telah tegak dalam suatu masalah, maka wajib hukumnya mengambil pendapat yang sesuai dengan dalil tersebut, baik dalil dari Kitabullah ataupun dari sunah Rasul –shallallahu alaihi wasallam-, meskipun pendapat itu menyelisihi imam besar, bahkan walaupun menyelisihi sebagian sahabat.Karena Allah menfirmankan (yang artinya):“Jika kalian berselisih dalam suatu masalah, maka kembalikanlah masalah itu kepada Allah dan RasulNya“.Allah –subhanah– TIDAK mengatakan: “kembalikanlah kepada orang ini dan orang itu”.Akan tetapi, sudah seharusnya ada langkah memastikan kabar yang sampai kepada kita, serta menghormati dan menjaga adab terhadap para ulama.Jika seseorang menemukan pendapat yang lemah dari salah satu imam, atau ulama, atau ahli hadits yang tepercaya; (harusnya dia ingat bahwa) hal itu tidak menurunkan kedudukan mereka.Harusnya dia menghormati para ulama, menjaga adab terhadap mereka dan mengatakan perkataan yg baik, serta tidak mencela dan merendahkan mereka.Tapi seharusnya dia menjelaskan yang benar beserta dalilnya, sekaligus mendoakan kebaikan utk ulama tersebut, juga mendoakan agar dirahmati dan diampuni.Beginilah harusnya akhlak seorang ulama terhadap ulama lainnya, (yaitu) menghormati para ulama karena kedudukan mereka, dan mengerti akan keagungan, keutamaan, dan kemuliaan mereka”.Majmu’ Fatawa Ibnu Baz***Penulis: Ust. Musyaffa Ad Darini, Lc., MA.Artikel Muslim.or.id🔍 Muslimah.or.id, Ayat Alquran Tentang Orang Kafir, Kriteria Jodoh Menurut Islam, Nur Allah Dan Nur Muhammad, Hadits Tentang Gender

Laporan Donasi YPIA Periode Bulan Januari 2017

Segala puji bagi Allah ta’ala atas limpahan rahmat dan hidayah dari-Nya. Kami mengucapkan jazakumullohu khairan atas partisipasi dan kepercayaan para donatur yang dalam menyalurkan donasinya untuk dakwah melalui Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari.Semoga Allah mengganti dengan yang lebih baik dan memudahkan urusan kita, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Barakallahu fiikumBerikut ini kami laporkan pemasukan donasi melalui YPIA Bulan Januari 2017. Semoga bantuan dari kaum muslimin sekalian memberikan manfaat yang besar bagi dakwah Islam yang Haq.Kami mohon maaf, apabila ada penulisan nama ataupun donasi yang belum terlaporkan dalam laporan ini, bisa dikonfirmasikan kepada bidang donasi Dakwah YPIA. Jazakumullohu khairan.Kami juga memohon maaf, untuk rincian lebih lengkapnya bisa mendownload file yang kami sertakan di bawah tabel ini, sekaligus rincian donasi pulsa, karena banyaknya donatur pada Bulan Januari 2017Adapun Rekap Donasi Bulan Januari 2017  sebagai berikut: No. Alokasi Donasi Jumlah (Rp) Valas 1 Buletin Jum’at At-Tauhid 5.205.071 – 2 Forum Kegiatan Kemuslimahan Al-Atsari 600.000 – 3 Kampus Tahfizh 1.682.000 – 4 Ma’had Al-‘Ilmi 5.113.000 – 5 Pendidikan 250.000 – 6 Peduli Muslim – Suriah 250.000 USD 100 7 Peduli Muslim – Operasional 100.000 – 8 Radio Muslim 1.000.000 – 9 SDIT Yaa Bunayya 6.100.000 – 10 SMS Tausiyah 50.000 – 11 Operasional / Umum 5.000.123 – 12 Website 4.350.000 USD 100 13 Donasi Pulsa 3.727.000 – LINK DOWNLOAD: KLIK DI SINIBagi kaum muslimin yang hendak membantu donasi dalam syi’ar dakwah Islam, bisa disalurkan ke rekening  YPIA berikut ini:REKENING DONASI YPIA: Bank BNI Syariah Yogyakarta atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 024 1913 801. Bank Muamalat atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari Yogyakarta. Nomor rekening: 5350002594 Bank Syariah Mandiri atas nama YPIA Yogyakarta. Nomor rekening: 703 157 1329. CIMB Niaga Syariah atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 508.01.00028.00.0. Rekening paypal: donasi@muslim.or.id Western union an Muhammad Akmalul Khuluk d/a Kauman GM 1/241 RT/RW 049/013 kel. Ngupasan kec. Gondomanan Yogyakarta Indonesia 55122 (harap segera menginformasikan Nomor Transaksi Pengiriman Uang (MTCN) setelah pengiriman ke: 0857-4722-3366)Konfirmasi donasi :Setiap donatur yang telah menyalurkan bantuan donasi dakwah dimohon mengkonfirmasikan donasi yang telah dikirimkan ke nomor Donasi Dakwah & Sosial YPIA berikut ini:HP: 0857-4722-3366 ( SMS, Telpon, Whatsapp dan Telegram)PIN BBM Tambahan: 7E51c4a4.PIN BBM: 73db10e1 (kontak Penuh)Dengan format konfirmasi sebagai berikut:Nama#Alamat#email#BesarDonasi#TanggalTransfer#Rekening#Tujuan Donasi#Contoh:Abdullah#Jl. Slamet Riyadi, no. 100, Solo.#500.000#12 Januari 2012#Muamalat#Buletin At Tauhid🔍 Hadits Tentang Azab Kubur, Bid Ah Menurut Islam, Cara Sunat Wanita, Tanggal Turunnya Al Quran, Kultum Singkat Tentang Senyum

Laporan Donasi YPIA Periode Bulan Januari 2017

Segala puji bagi Allah ta’ala atas limpahan rahmat dan hidayah dari-Nya. Kami mengucapkan jazakumullohu khairan atas partisipasi dan kepercayaan para donatur yang dalam menyalurkan donasinya untuk dakwah melalui Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari.Semoga Allah mengganti dengan yang lebih baik dan memudahkan urusan kita, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Barakallahu fiikumBerikut ini kami laporkan pemasukan donasi melalui YPIA Bulan Januari 2017. Semoga bantuan dari kaum muslimin sekalian memberikan manfaat yang besar bagi dakwah Islam yang Haq.Kami mohon maaf, apabila ada penulisan nama ataupun donasi yang belum terlaporkan dalam laporan ini, bisa dikonfirmasikan kepada bidang donasi Dakwah YPIA. Jazakumullohu khairan.Kami juga memohon maaf, untuk rincian lebih lengkapnya bisa mendownload file yang kami sertakan di bawah tabel ini, sekaligus rincian donasi pulsa, karena banyaknya donatur pada Bulan Januari 2017Adapun Rekap Donasi Bulan Januari 2017  sebagai berikut: No. Alokasi Donasi Jumlah (Rp) Valas 1 Buletin Jum’at At-Tauhid 5.205.071 – 2 Forum Kegiatan Kemuslimahan Al-Atsari 600.000 – 3 Kampus Tahfizh 1.682.000 – 4 Ma’had Al-‘Ilmi 5.113.000 – 5 Pendidikan 250.000 – 6 Peduli Muslim – Suriah 250.000 USD 100 7 Peduli Muslim – Operasional 100.000 – 8 Radio Muslim 1.000.000 – 9 SDIT Yaa Bunayya 6.100.000 – 10 SMS Tausiyah 50.000 – 11 Operasional / Umum 5.000.123 – 12 Website 4.350.000 USD 100 13 Donasi Pulsa 3.727.000 – LINK DOWNLOAD: KLIK DI SINIBagi kaum muslimin yang hendak membantu donasi dalam syi’ar dakwah Islam, bisa disalurkan ke rekening  YPIA berikut ini:REKENING DONASI YPIA: Bank BNI Syariah Yogyakarta atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 024 1913 801. Bank Muamalat atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari Yogyakarta. Nomor rekening: 5350002594 Bank Syariah Mandiri atas nama YPIA Yogyakarta. Nomor rekening: 703 157 1329. CIMB Niaga Syariah atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 508.01.00028.00.0. Rekening paypal: donasi@muslim.or.id Western union an Muhammad Akmalul Khuluk d/a Kauman GM 1/241 RT/RW 049/013 kel. Ngupasan kec. Gondomanan Yogyakarta Indonesia 55122 (harap segera menginformasikan Nomor Transaksi Pengiriman Uang (MTCN) setelah pengiriman ke: 0857-4722-3366)Konfirmasi donasi :Setiap donatur yang telah menyalurkan bantuan donasi dakwah dimohon mengkonfirmasikan donasi yang telah dikirimkan ke nomor Donasi Dakwah & Sosial YPIA berikut ini:HP: 0857-4722-3366 ( SMS, Telpon, Whatsapp dan Telegram)PIN BBM Tambahan: 7E51c4a4.PIN BBM: 73db10e1 (kontak Penuh)Dengan format konfirmasi sebagai berikut:Nama#Alamat#email#BesarDonasi#TanggalTransfer#Rekening#Tujuan Donasi#Contoh:Abdullah#Jl. Slamet Riyadi, no. 100, Solo.#500.000#12 Januari 2012#Muamalat#Buletin At Tauhid🔍 Hadits Tentang Azab Kubur, Bid Ah Menurut Islam, Cara Sunat Wanita, Tanggal Turunnya Al Quran, Kultum Singkat Tentang Senyum
Segala puji bagi Allah ta’ala atas limpahan rahmat dan hidayah dari-Nya. Kami mengucapkan jazakumullohu khairan atas partisipasi dan kepercayaan para donatur yang dalam menyalurkan donasinya untuk dakwah melalui Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari.Semoga Allah mengganti dengan yang lebih baik dan memudahkan urusan kita, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Barakallahu fiikumBerikut ini kami laporkan pemasukan donasi melalui YPIA Bulan Januari 2017. Semoga bantuan dari kaum muslimin sekalian memberikan manfaat yang besar bagi dakwah Islam yang Haq.Kami mohon maaf, apabila ada penulisan nama ataupun donasi yang belum terlaporkan dalam laporan ini, bisa dikonfirmasikan kepada bidang donasi Dakwah YPIA. Jazakumullohu khairan.Kami juga memohon maaf, untuk rincian lebih lengkapnya bisa mendownload file yang kami sertakan di bawah tabel ini, sekaligus rincian donasi pulsa, karena banyaknya donatur pada Bulan Januari 2017Adapun Rekap Donasi Bulan Januari 2017  sebagai berikut: No. Alokasi Donasi Jumlah (Rp) Valas 1 Buletin Jum’at At-Tauhid 5.205.071 – 2 Forum Kegiatan Kemuslimahan Al-Atsari 600.000 – 3 Kampus Tahfizh 1.682.000 – 4 Ma’had Al-‘Ilmi 5.113.000 – 5 Pendidikan 250.000 – 6 Peduli Muslim – Suriah 250.000 USD 100 7 Peduli Muslim – Operasional 100.000 – 8 Radio Muslim 1.000.000 – 9 SDIT Yaa Bunayya 6.100.000 – 10 SMS Tausiyah 50.000 – 11 Operasional / Umum 5.000.123 – 12 Website 4.350.000 USD 100 13 Donasi Pulsa 3.727.000 – LINK DOWNLOAD: KLIK DI SINIBagi kaum muslimin yang hendak membantu donasi dalam syi’ar dakwah Islam, bisa disalurkan ke rekening  YPIA berikut ini:REKENING DONASI YPIA: Bank BNI Syariah Yogyakarta atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 024 1913 801. Bank Muamalat atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari Yogyakarta. Nomor rekening: 5350002594 Bank Syariah Mandiri atas nama YPIA Yogyakarta. Nomor rekening: 703 157 1329. CIMB Niaga Syariah atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 508.01.00028.00.0. Rekening paypal: donasi@muslim.or.id Western union an Muhammad Akmalul Khuluk d/a Kauman GM 1/241 RT/RW 049/013 kel. Ngupasan kec. Gondomanan Yogyakarta Indonesia 55122 (harap segera menginformasikan Nomor Transaksi Pengiriman Uang (MTCN) setelah pengiriman ke: 0857-4722-3366)Konfirmasi donasi :Setiap donatur yang telah menyalurkan bantuan donasi dakwah dimohon mengkonfirmasikan donasi yang telah dikirimkan ke nomor Donasi Dakwah & Sosial YPIA berikut ini:HP: 0857-4722-3366 ( SMS, Telpon, Whatsapp dan Telegram)PIN BBM Tambahan: 7E51c4a4.PIN BBM: 73db10e1 (kontak Penuh)Dengan format konfirmasi sebagai berikut:Nama#Alamat#email#BesarDonasi#TanggalTransfer#Rekening#Tujuan Donasi#Contoh:Abdullah#Jl. Slamet Riyadi, no. 100, Solo.#500.000#12 Januari 2012#Muamalat#Buletin At Tauhid🔍 Hadits Tentang Azab Kubur, Bid Ah Menurut Islam, Cara Sunat Wanita, Tanggal Turunnya Al Quran, Kultum Singkat Tentang Senyum


Segala puji bagi Allah ta’ala atas limpahan rahmat dan hidayah dari-Nya. Kami mengucapkan jazakumullohu khairan atas partisipasi dan kepercayaan para donatur yang dalam menyalurkan donasinya untuk dakwah melalui Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari.Semoga Allah mengganti dengan yang lebih baik dan memudahkan urusan kita, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Barakallahu fiikumBerikut ini kami laporkan pemasukan donasi melalui YPIA Bulan Januari 2017. Semoga bantuan dari kaum muslimin sekalian memberikan manfaat yang besar bagi dakwah Islam yang Haq.Kami mohon maaf, apabila ada penulisan nama ataupun donasi yang belum terlaporkan dalam laporan ini, bisa dikonfirmasikan kepada bidang donasi Dakwah YPIA. Jazakumullohu khairan.Kami juga memohon maaf, untuk rincian lebih lengkapnya bisa mendownload file yang kami sertakan di bawah tabel ini, sekaligus rincian donasi pulsa, karena banyaknya donatur pada Bulan Januari 2017Adapun Rekap Donasi Bulan Januari 2017  sebagai berikut: No. Alokasi Donasi Jumlah (Rp) Valas 1 Buletin Jum’at At-Tauhid 5.205.071 – 2 Forum Kegiatan Kemuslimahan Al-Atsari 600.000 – 3 Kampus Tahfizh 1.682.000 – 4 Ma’had Al-‘Ilmi 5.113.000 – 5 Pendidikan 250.000 – 6 Peduli Muslim – Suriah 250.000 USD 100 7 Peduli Muslim – Operasional 100.000 – 8 Radio Muslim 1.000.000 – 9 SDIT Yaa Bunayya 6.100.000 – 10 SMS Tausiyah 50.000 – 11 Operasional / Umum 5.000.123 – 12 Website 4.350.000 USD 100 13 Donasi Pulsa 3.727.000 – LINK DOWNLOAD: KLIK DI SINIBagi kaum muslimin yang hendak membantu donasi dalam syi’ar dakwah Islam, bisa disalurkan ke rekening  YPIA berikut ini:REKENING DONASI YPIA: Bank BNI Syariah Yogyakarta atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 024 1913 801. Bank Muamalat atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari Yogyakarta. Nomor rekening: 5350002594 Bank Syariah Mandiri atas nama YPIA Yogyakarta. Nomor rekening: 703 157 1329. CIMB Niaga Syariah atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 508.01.00028.00.0. Rekening paypal: donasi@muslim.or.id Western union an Muhammad Akmalul Khuluk d/a Kauman GM 1/241 RT/RW 049/013 kel. Ngupasan kec. Gondomanan Yogyakarta Indonesia 55122 (harap segera menginformasikan Nomor Transaksi Pengiriman Uang (MTCN) setelah pengiriman ke: 0857-4722-3366)Konfirmasi donasi :Setiap donatur yang telah menyalurkan bantuan donasi dakwah dimohon mengkonfirmasikan donasi yang telah dikirimkan ke nomor Donasi Dakwah & Sosial YPIA berikut ini:HP: 0857-4722-3366 ( SMS, Telpon, Whatsapp dan Telegram)PIN BBM Tambahan: 7E51c4a4.PIN BBM: 73db10e1 (kontak Penuh)Dengan format konfirmasi sebagai berikut:Nama#Alamat#email#BesarDonasi#TanggalTransfer#Rekening#Tujuan Donasi#Contoh:Abdullah#Jl. Slamet Riyadi, no. 100, Solo.#500.000#12 Januari 2012#Muamalat#Buletin At Tauhid🔍 Hadits Tentang Azab Kubur, Bid Ah Menurut Islam, Cara Sunat Wanita, Tanggal Turunnya Al Quran, Kultum Singkat Tentang Senyum

Keindahan Islam (7)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam Mengajak Manusia untuk Mengesakan AllahRasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam yang mengetahui berbagai macam kesyirikan yang terjadi di tengah-tengah umat ketika itu tidaklah tinggal diam. Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam mendakwahi mereka dan menyeru mereka agar beribadah kepada Allah semata serta meninggalkan peribadahan kepada selain-Nya. Allah Ta’ala berfirman, menjelaskan tentang dakwah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi was sallam, قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ“Katakanlah, ‘Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Dia–lah yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk” (QS. Al-A’raaf: 158).كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ“(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari berbagai kegelapan kepada cahaya dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji” (QS.Ibrahim: 1).وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus” (QS.Al-Bayyinah: 5).يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa” (QS.Al-Baqarah: 21).وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia” (QS.Al-Israa`: 23).Ironisnya, kaum musyrikin yang menyembah selain Allah itu mengakui bahwa Allah lah satu-satunya Sang Pencipta, Yang Maha Memberi rezeki, sebagaimana firman-Nya,قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ ۚ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ ۚ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ“Katakanlah, ‘Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?’ Maka mereka akan menjawab, ‘Allah.’ Maka katakanlah, ‘Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?’” (QS. Yunus: 31).Namun, mereka menyembah selain Allah dengan keyakinan mereka bahwa sesembahan selain Allah itu sebagai perantara antara mereka dengan-Nya dalam beribadah, sebagaimana firman-Nya,وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ“Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata, ‘Mereka itu adalah perantara kami di sisi Allah’ (QS. Yunus: 18).Dengan demikian, nampak sekali bahwa hadirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam membawa agama Islam di tengah-tengah masyarakat yang seperti itu, benar-benar mengeluarkan manusia dari berbagai macam bentuk kegelapan -terutama kegelapan syirik- kepada cahaya tauhid dan ketaatan kepada Allah.[Bersambung]***Penulis: Ust. Sa’id Abu UkasyahArtikel Muslim.or.id🔍 Majelis Ilmu Adalah, Kultum Singkat Tentang Qurban, Dayus Menurut Islam, Batas Sholat Dhuha, Pertanyaan Tentang Shalat Wajib

Keindahan Islam (7)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam Mengajak Manusia untuk Mengesakan AllahRasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam yang mengetahui berbagai macam kesyirikan yang terjadi di tengah-tengah umat ketika itu tidaklah tinggal diam. Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam mendakwahi mereka dan menyeru mereka agar beribadah kepada Allah semata serta meninggalkan peribadahan kepada selain-Nya. Allah Ta’ala berfirman, menjelaskan tentang dakwah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi was sallam, قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ“Katakanlah, ‘Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Dia–lah yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk” (QS. Al-A’raaf: 158).كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ“(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari berbagai kegelapan kepada cahaya dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji” (QS.Ibrahim: 1).وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus” (QS.Al-Bayyinah: 5).يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa” (QS.Al-Baqarah: 21).وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia” (QS.Al-Israa`: 23).Ironisnya, kaum musyrikin yang menyembah selain Allah itu mengakui bahwa Allah lah satu-satunya Sang Pencipta, Yang Maha Memberi rezeki, sebagaimana firman-Nya,قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ ۚ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ ۚ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ“Katakanlah, ‘Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?’ Maka mereka akan menjawab, ‘Allah.’ Maka katakanlah, ‘Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?’” (QS. Yunus: 31).Namun, mereka menyembah selain Allah dengan keyakinan mereka bahwa sesembahan selain Allah itu sebagai perantara antara mereka dengan-Nya dalam beribadah, sebagaimana firman-Nya,وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ“Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata, ‘Mereka itu adalah perantara kami di sisi Allah’ (QS. Yunus: 18).Dengan demikian, nampak sekali bahwa hadirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam membawa agama Islam di tengah-tengah masyarakat yang seperti itu, benar-benar mengeluarkan manusia dari berbagai macam bentuk kegelapan -terutama kegelapan syirik- kepada cahaya tauhid dan ketaatan kepada Allah.[Bersambung]***Penulis: Ust. Sa’id Abu UkasyahArtikel Muslim.or.id🔍 Majelis Ilmu Adalah, Kultum Singkat Tentang Qurban, Dayus Menurut Islam, Batas Sholat Dhuha, Pertanyaan Tentang Shalat Wajib
Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam Mengajak Manusia untuk Mengesakan AllahRasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam yang mengetahui berbagai macam kesyirikan yang terjadi di tengah-tengah umat ketika itu tidaklah tinggal diam. Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam mendakwahi mereka dan menyeru mereka agar beribadah kepada Allah semata serta meninggalkan peribadahan kepada selain-Nya. Allah Ta’ala berfirman, menjelaskan tentang dakwah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi was sallam, قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ“Katakanlah, ‘Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Dia–lah yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk” (QS. Al-A’raaf: 158).كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ“(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari berbagai kegelapan kepada cahaya dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji” (QS.Ibrahim: 1).وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus” (QS.Al-Bayyinah: 5).يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa” (QS.Al-Baqarah: 21).وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia” (QS.Al-Israa`: 23).Ironisnya, kaum musyrikin yang menyembah selain Allah itu mengakui bahwa Allah lah satu-satunya Sang Pencipta, Yang Maha Memberi rezeki, sebagaimana firman-Nya,قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ ۚ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ ۚ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ“Katakanlah, ‘Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?’ Maka mereka akan menjawab, ‘Allah.’ Maka katakanlah, ‘Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?’” (QS. Yunus: 31).Namun, mereka menyembah selain Allah dengan keyakinan mereka bahwa sesembahan selain Allah itu sebagai perantara antara mereka dengan-Nya dalam beribadah, sebagaimana firman-Nya,وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ“Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata, ‘Mereka itu adalah perantara kami di sisi Allah’ (QS. Yunus: 18).Dengan demikian, nampak sekali bahwa hadirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam membawa agama Islam di tengah-tengah masyarakat yang seperti itu, benar-benar mengeluarkan manusia dari berbagai macam bentuk kegelapan -terutama kegelapan syirik- kepada cahaya tauhid dan ketaatan kepada Allah.[Bersambung]***Penulis: Ust. Sa’id Abu UkasyahArtikel Muslim.or.id🔍 Majelis Ilmu Adalah, Kultum Singkat Tentang Qurban, Dayus Menurut Islam, Batas Sholat Dhuha, Pertanyaan Tentang Shalat Wajib


Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam Mengajak Manusia untuk Mengesakan AllahRasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam yang mengetahui berbagai macam kesyirikan yang terjadi di tengah-tengah umat ketika itu tidaklah tinggal diam. Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam mendakwahi mereka dan menyeru mereka agar beribadah kepada Allah semata serta meninggalkan peribadahan kepada selain-Nya. Allah Ta’ala berfirman, menjelaskan tentang dakwah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi was sallam, قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ“Katakanlah, ‘Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Dia–lah yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk” (QS. Al-A’raaf: 158).كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ“(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari berbagai kegelapan kepada cahaya dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji” (QS.Ibrahim: 1).وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus” (QS.Al-Bayyinah: 5).يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa” (QS.Al-Baqarah: 21).وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia” (QS.Al-Israa`: 23).Ironisnya, kaum musyrikin yang menyembah selain Allah itu mengakui bahwa Allah lah satu-satunya Sang Pencipta, Yang Maha Memberi rezeki, sebagaimana firman-Nya,قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ ۚ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ ۚ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ“Katakanlah, ‘Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?’ Maka mereka akan menjawab, ‘Allah.’ Maka katakanlah, ‘Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?’” (QS. Yunus: 31).Namun, mereka menyembah selain Allah dengan keyakinan mereka bahwa sesembahan selain Allah itu sebagai perantara antara mereka dengan-Nya dalam beribadah, sebagaimana firman-Nya,وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ“Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata, ‘Mereka itu adalah perantara kami di sisi Allah’ (QS. Yunus: 18).Dengan demikian, nampak sekali bahwa hadirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam membawa agama Islam di tengah-tengah masyarakat yang seperti itu, benar-benar mengeluarkan manusia dari berbagai macam bentuk kegelapan -terutama kegelapan syirik- kepada cahaya tauhid dan ketaatan kepada Allah.[Bersambung]***Penulis: Ust. Sa’id Abu UkasyahArtikel Muslim.or.id🔍 Majelis Ilmu Adalah, Kultum Singkat Tentang Qurban, Dayus Menurut Islam, Batas Sholat Dhuha, Pertanyaan Tentang Shalat Wajib

Fatwa Ulama: Hukum Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik

Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik (IMBT) adalah akad sewa barang dalam jangka waktu tertentu yang diikuti dengan kepemilikan dari barang yang disewa. Misalnya seseorang melakukan akad IMBT untuk sebuah rumah, ia membayar uang sewa selama 20 tahun, lalu setelah 20 tahun rumah tersebut menjadi miliknya.Berikut ini fatwa Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan tentang akad IMBT:Soal:الإيجار المنتهي بالتمليك في شراء السيارات، انتشر حاليًا وهيئة كبار العلماء تحرم هذا الشئ أرجو كلمة توجيهية، بارك الله فيك؟Akad Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik untuk membeli mobil tersebar dimana-mana, padahal Hai’ah Kibaril Ulama mengharamkan hal ini. Saya meminta bimbingan anda dalam masalah ini, semoga Allah memberkahi anda.Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan menjawab:مافيه شك إنه صدر من هيئة كبار العلماء تحريم هذا المعاملة وهي الإيجار المنتهي بالتمليك فيجب العمل بهذا القرار وعدم مخالفته، وﻻينظر إلى من أباحه من بعض المتعالمين والمتساهلين، فهذا الفتوى هي المعتمدة لأنها صدرت من جهة مخصوصة أو جهة مكلفة بالفتوى، أمَّا الذي لم يكلف بالفتوى وليس مرجعًا للفتوى ليس من حقه أن يُفتى في مثل هذا اﻷمور وأن يوقع الناس في الحرج“Tidak ragu lagi bahwa Hai’ah Kibaril Ulama telah memfatwakan haramnya akad muamalah ini, yaituIjarah Muntahiyah Bit Tamlik. Maka wajib mengamalkan fatwa tersebut dan hendaknya tidak menyelisihinya. Dan jangan terpengaruh fatwa sebagian orang yang membolehkannya dari orang-orang yang menjadi praktisi hal tersebut dan orang-orang bermudah-mudahan dalam hal ini. Fatwa Hai’ah Kibaril Ulama ini adalah fatwa yang menjadi pegangan dalam masalah ini, karena ia dikeluarkan dari orang-orang yang kompeten dalam berfatwa. Adapun orang-orang yang tidak berkompeten untuk berfatwa dan bukan rujukan dalam fatwa maka ia tidak berhak untuk memberikan fatwa dalam masalah semisal ini atau fatwa yang membuat orang resah”Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/16048***Penerjemah: Yulian PurnamaArtikel Muslim.or.id🔍 Pengertian Nifaq, Hadits Tentang Menghormati Orang Yang Lebih Tua, Nasehat Untuk Laki Laki, Fiqhul Islam, Amalan Yang Tidak Diterima Allah Swt

Fatwa Ulama: Hukum Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik

Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik (IMBT) adalah akad sewa barang dalam jangka waktu tertentu yang diikuti dengan kepemilikan dari barang yang disewa. Misalnya seseorang melakukan akad IMBT untuk sebuah rumah, ia membayar uang sewa selama 20 tahun, lalu setelah 20 tahun rumah tersebut menjadi miliknya.Berikut ini fatwa Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan tentang akad IMBT:Soal:الإيجار المنتهي بالتمليك في شراء السيارات، انتشر حاليًا وهيئة كبار العلماء تحرم هذا الشئ أرجو كلمة توجيهية، بارك الله فيك؟Akad Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik untuk membeli mobil tersebar dimana-mana, padahal Hai’ah Kibaril Ulama mengharamkan hal ini. Saya meminta bimbingan anda dalam masalah ini, semoga Allah memberkahi anda.Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan menjawab:مافيه شك إنه صدر من هيئة كبار العلماء تحريم هذا المعاملة وهي الإيجار المنتهي بالتمليك فيجب العمل بهذا القرار وعدم مخالفته، وﻻينظر إلى من أباحه من بعض المتعالمين والمتساهلين، فهذا الفتوى هي المعتمدة لأنها صدرت من جهة مخصوصة أو جهة مكلفة بالفتوى، أمَّا الذي لم يكلف بالفتوى وليس مرجعًا للفتوى ليس من حقه أن يُفتى في مثل هذا اﻷمور وأن يوقع الناس في الحرج“Tidak ragu lagi bahwa Hai’ah Kibaril Ulama telah memfatwakan haramnya akad muamalah ini, yaituIjarah Muntahiyah Bit Tamlik. Maka wajib mengamalkan fatwa tersebut dan hendaknya tidak menyelisihinya. Dan jangan terpengaruh fatwa sebagian orang yang membolehkannya dari orang-orang yang menjadi praktisi hal tersebut dan orang-orang bermudah-mudahan dalam hal ini. Fatwa Hai’ah Kibaril Ulama ini adalah fatwa yang menjadi pegangan dalam masalah ini, karena ia dikeluarkan dari orang-orang yang kompeten dalam berfatwa. Adapun orang-orang yang tidak berkompeten untuk berfatwa dan bukan rujukan dalam fatwa maka ia tidak berhak untuk memberikan fatwa dalam masalah semisal ini atau fatwa yang membuat orang resah”Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/16048***Penerjemah: Yulian PurnamaArtikel Muslim.or.id🔍 Pengertian Nifaq, Hadits Tentang Menghormati Orang Yang Lebih Tua, Nasehat Untuk Laki Laki, Fiqhul Islam, Amalan Yang Tidak Diterima Allah Swt
Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik (IMBT) adalah akad sewa barang dalam jangka waktu tertentu yang diikuti dengan kepemilikan dari barang yang disewa. Misalnya seseorang melakukan akad IMBT untuk sebuah rumah, ia membayar uang sewa selama 20 tahun, lalu setelah 20 tahun rumah tersebut menjadi miliknya.Berikut ini fatwa Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan tentang akad IMBT:Soal:الإيجار المنتهي بالتمليك في شراء السيارات، انتشر حاليًا وهيئة كبار العلماء تحرم هذا الشئ أرجو كلمة توجيهية، بارك الله فيك؟Akad Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik untuk membeli mobil tersebar dimana-mana, padahal Hai’ah Kibaril Ulama mengharamkan hal ini. Saya meminta bimbingan anda dalam masalah ini, semoga Allah memberkahi anda.Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan menjawab:مافيه شك إنه صدر من هيئة كبار العلماء تحريم هذا المعاملة وهي الإيجار المنتهي بالتمليك فيجب العمل بهذا القرار وعدم مخالفته، وﻻينظر إلى من أباحه من بعض المتعالمين والمتساهلين، فهذا الفتوى هي المعتمدة لأنها صدرت من جهة مخصوصة أو جهة مكلفة بالفتوى، أمَّا الذي لم يكلف بالفتوى وليس مرجعًا للفتوى ليس من حقه أن يُفتى في مثل هذا اﻷمور وأن يوقع الناس في الحرج“Tidak ragu lagi bahwa Hai’ah Kibaril Ulama telah memfatwakan haramnya akad muamalah ini, yaituIjarah Muntahiyah Bit Tamlik. Maka wajib mengamalkan fatwa tersebut dan hendaknya tidak menyelisihinya. Dan jangan terpengaruh fatwa sebagian orang yang membolehkannya dari orang-orang yang menjadi praktisi hal tersebut dan orang-orang bermudah-mudahan dalam hal ini. Fatwa Hai’ah Kibaril Ulama ini adalah fatwa yang menjadi pegangan dalam masalah ini, karena ia dikeluarkan dari orang-orang yang kompeten dalam berfatwa. Adapun orang-orang yang tidak berkompeten untuk berfatwa dan bukan rujukan dalam fatwa maka ia tidak berhak untuk memberikan fatwa dalam masalah semisal ini atau fatwa yang membuat orang resah”Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/16048***Penerjemah: Yulian PurnamaArtikel Muslim.or.id🔍 Pengertian Nifaq, Hadits Tentang Menghormati Orang Yang Lebih Tua, Nasehat Untuk Laki Laki, Fiqhul Islam, Amalan Yang Tidak Diterima Allah Swt


Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik (IMBT) adalah akad sewa barang dalam jangka waktu tertentu yang diikuti dengan kepemilikan dari barang yang disewa. Misalnya seseorang melakukan akad IMBT untuk sebuah rumah, ia membayar uang sewa selama 20 tahun, lalu setelah 20 tahun rumah tersebut menjadi miliknya.Berikut ini fatwa Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan tentang akad IMBT:Soal:الإيجار المنتهي بالتمليك في شراء السيارات، انتشر حاليًا وهيئة كبار العلماء تحرم هذا الشئ أرجو كلمة توجيهية، بارك الله فيك؟Akad Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik untuk membeli mobil tersebar dimana-mana, padahal Hai’ah Kibaril Ulama mengharamkan hal ini. Saya meminta bimbingan anda dalam masalah ini, semoga Allah memberkahi anda.Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan menjawab:مافيه شك إنه صدر من هيئة كبار العلماء تحريم هذا المعاملة وهي الإيجار المنتهي بالتمليك فيجب العمل بهذا القرار وعدم مخالفته، وﻻينظر إلى من أباحه من بعض المتعالمين والمتساهلين، فهذا الفتوى هي المعتمدة لأنها صدرت من جهة مخصوصة أو جهة مكلفة بالفتوى، أمَّا الذي لم يكلف بالفتوى وليس مرجعًا للفتوى ليس من حقه أن يُفتى في مثل هذا اﻷمور وأن يوقع الناس في الحرج“Tidak ragu lagi bahwa Hai’ah Kibaril Ulama telah memfatwakan haramnya akad muamalah ini, yaituIjarah Muntahiyah Bit Tamlik. Maka wajib mengamalkan fatwa tersebut dan hendaknya tidak menyelisihinya. Dan jangan terpengaruh fatwa sebagian orang yang membolehkannya dari orang-orang yang menjadi praktisi hal tersebut dan orang-orang bermudah-mudahan dalam hal ini. Fatwa Hai’ah Kibaril Ulama ini adalah fatwa yang menjadi pegangan dalam masalah ini, karena ia dikeluarkan dari orang-orang yang kompeten dalam berfatwa. Adapun orang-orang yang tidak berkompeten untuk berfatwa dan bukan rujukan dalam fatwa maka ia tidak berhak untuk memberikan fatwa dalam masalah semisal ini atau fatwa yang membuat orang resah”Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/16048***Penerjemah: Yulian PurnamaArtikel Muslim.or.id🔍 Pengertian Nifaq, Hadits Tentang Menghormati Orang Yang Lebih Tua, Nasehat Untuk Laki Laki, Fiqhul Islam, Amalan Yang Tidak Diterima Allah Swt

Khutbah Jumat: Petaka bagi Muslimah yang Buka Aurat

Inilah bahayanya kalau seorang muslimah buka-buka aurat.   Khutbah Pertama   إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ اللّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعَنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْماً، وَأَرَنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرَنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ Amma ba’du Ma’asyirol muslimin jama’ah shalat Jumat rahimani wa rahimakumullah …   Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat. Nikmat yang paling besar adalah nikmat iman dan islam yang Allah anugerahkan. Begitu pula Allah masih menjaga diri kita, istri dan anak kita dari musibah yang menimpa agama. Kita memohon pada Allah supaya nikmat-nikmat tersebut tetap terus terjaga. Moga kita dapat mensyukuri nikmat yang ada tadi dengan terus meningkatkan ketakwaan pada Allah.   Allah Ta’ala memerintah untuk bertakwa dengan sebenar-benarnya, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102)   Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan suri tauladan kita, Nabi besar kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga kepada para sahabat dan istri-istri beliau yang tercinta serta pada setiap pengikut beliau yang mengikuti beliau dengan baik hingga akhir zaman.   Para jama’ah rahimani wa rahimakumullah … Sekarang kita sering melihat wanita buka-bukaan aurat. Kebanyakan wanita muslimah tidak mengetahui bahwa menutup aurat itu wajib. Ada yang sudah mengetahui namun masih bergampang-gampangan dalam membuka aurat di depan umum. Salah satu hadits yang memperingatkan tentang dosa membuka aurat bagi wanita adalah hadits berikut ini.   Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim, no. 2128).   Lihatlah dosa bagi wanita yang buka-buka aurat, yaitu tidak akan mencium bau surga padahal bau surga dapat dicium dari jarak yang amat jauh. Perbuatan ini termasuk dosa besar karena mendapatkan ancaman keras seperti itu.   Ada tiga sifat yang disebutkan dalam hadits ini.   (1)  Wanita yang berpakaian tetapi telanjang. Di antara tafsirannya adalah wanita yang menutup sebagian tubuhnya dan menyingkap sebagian lainnya. Contoh, pakai kerudung, namun rambutnya terlihat. Contoh lagi, pakai gamis, namun kakinya masih terlihat. Ada juga yang sengaja keluar rumah tanpa memakai jilbab sama sekali. Padahal aurat wanita menurut kebanyakan ulama adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Kaki dan rambut kepala masih termasuk aurat yang wajib ditutup. Ada juga tafsiran lainnya, wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menampakkan warna badannya. Ini bisa terjadi juga dalam shalat, saat menggunakan rukuh atau mungkena yang tipis, tanpa mengenakan gamis atau jubah lagi di dalamnya.   (2) Wanita yang maa-ilaat wa mumiilaat (berlenggak-lenggok) Di antara maksud sifat kedua ini, maa-ilaat adalah berjalan sambil memakai wangi-wangian dan mumilaat yaitu berjalan sambil menggoyangkan kedua pundaknya atau bahunya.   (3) Wanita yang kepalanya seperti punuk unta yang miring Maksudnya adalah wanita yang sengaja memperbesar kepalanya dengan mengumpulkan rambut di atas kepalanya seakan-akan memakai serban (sorban). Contohnya seperti wanita yang memakai sanggul atau konde. (Penjelasan di atas diambil dari Syarh Shahih Muslim karya Imam Nawawi).   Berikut ada beberapa syarat penting untuk pakaian wanita muslimah yang mesti dipenuhi. Syarat pertama: pakaian wanita harus menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Ingat, selain kedua anggota tubuh ini wajib ditutupi termasuk juga telapak kaki. Syarat kedua: bukan pakaian yang bertujuan berhias diri.   Allah Ta’ala berfirman, وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.” (QS. Al-Ahzab : 33). Maqotil bin Hayan mengatakan bahwa yang dimaksud berhias diri adalah seseorang memakai khimar (kerudung) di kepalanya namun tidak menutupinya dengan sempurna. Dari sini terlihatlah kalung, anting dan lehernya. Inilah yang disebut tabarruj (berhias diri) ala jahiliyyah. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim karya Ibnu Katsir, 6: 183)   Syarat ketiga: pakaian tersebut tidak tipis dan tidak tembus pandang yang dapat menampakkan bentuk lekuk tubuh Syarat keempat: tidak diberi wewangian atau parfum.   Dari Abu Musa Al-Asy’ary radhiyallahu ‘anhu bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ “Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An-Nasa’i, no. 5129; Abu Daud, no. 4173; Tirmidzi, no. 2786; Ahmad, 4: 414. Sanad hadits ini hasan kata Al-Hafizh Abu Thahir)   Syarat kelima: tidak boleh menyerupai pakaian pria atau pakaian non muslim. Syarat keenam: bukan pakaian untuk mencari ketenaran atau popularitas (baca: pakaian syuhroh). Syarat ketujuh: pakaian tersebut terbebas dari salib.   Semoga Allah memberi taufik dan hidayah pada kita semua. Demikian khutbah pertama ini. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ Khutbah Kedua   الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ   Amma ba’du Ma’asyirol muslimin jama’ah shalat Jumat rahimani wa rahimakumullah …   Di khutbah kedua ini kami ingin ingatkan untuk para suami yang hadir … Jangan biarkan istri dan anak perempuan kita buka-buka aurat. Ingatlah hadits laki-laki dayyut berikut dari hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma dengan sanad marfu’ –sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, di mana beliau bersabda, ثَلاَثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالْدَّيُّوثُ الَّذِى يُقِرُّ فِى أَهْلِهِ الْخُبْثَ “Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: pecandu khamar, orang yang durhaka pada orang tua, dan orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya.” (HR. Ahmad, 2: 69. Hadits ini shahih dilihat dari jalur lain)   Adapun maksud ad-dayyuts sebagaimana disebutkan dalam Al-Mu’jam Al-Wasith adalah para lelaki yang menjadi pemimpin untuk keluarganya dan ia tidak punya rasa cemburu dan tidak punya rasa malu. Contoh laki-laki yang punya sifat dayyuts: Merelakan anggota keluarga perempuan keluar rumah tanpa menggunakan jilbab atau hijab syar’i, sehingga bisa dipandang dengan leluasa, ditambah parahnya menggunakan pakaian ketat yang merangsang nafsu birahi para pria. Suami tidak ambil peduli kalau istrinya berada di luar rumah, walau cuma di depan rumah, sedang makan atau menjemur pakaian, dengan menampakkan rambutnya. Hati-hatilah dengan laki-laki tipe dayyuts.   Semoga menjadi renungan bagi para suami, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (QS. At-Tahrim: 6).   Moga Allah menyelamatkan diri kita dan keluarga kita dari siksa neraka. Moga istri dan anak perempuan kita bisa dibimbing sehingga memiliki akhlak yang luhur dan juga dapat dijauhkan dari sifat dayyuts dan hal-hal yang dapat mengantarkan pada zina. Demikian khutbah kami untuk Jumat kali ini.   إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِينَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ — Naskah Khutbah Jum’at di Masjid Jami’ Al-Adha, Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, Jum’at Wage, 6 Jumadal Ula 1438 H (3 Februari 2017) Download Khutbah Jumat: Petaka bagi Muslimah yang Buka Aurat — Disusun di DS Panggang, Jumat, 6 Jumadal Ula 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsbuka aurat jilbab telanjang

Khutbah Jumat: Petaka bagi Muslimah yang Buka Aurat

Inilah bahayanya kalau seorang muslimah buka-buka aurat.   Khutbah Pertama   إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ اللّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعَنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْماً، وَأَرَنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرَنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ Amma ba’du Ma’asyirol muslimin jama’ah shalat Jumat rahimani wa rahimakumullah …   Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat. Nikmat yang paling besar adalah nikmat iman dan islam yang Allah anugerahkan. Begitu pula Allah masih menjaga diri kita, istri dan anak kita dari musibah yang menimpa agama. Kita memohon pada Allah supaya nikmat-nikmat tersebut tetap terus terjaga. Moga kita dapat mensyukuri nikmat yang ada tadi dengan terus meningkatkan ketakwaan pada Allah.   Allah Ta’ala memerintah untuk bertakwa dengan sebenar-benarnya, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102)   Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan suri tauladan kita, Nabi besar kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga kepada para sahabat dan istri-istri beliau yang tercinta serta pada setiap pengikut beliau yang mengikuti beliau dengan baik hingga akhir zaman.   Para jama’ah rahimani wa rahimakumullah … Sekarang kita sering melihat wanita buka-bukaan aurat. Kebanyakan wanita muslimah tidak mengetahui bahwa menutup aurat itu wajib. Ada yang sudah mengetahui namun masih bergampang-gampangan dalam membuka aurat di depan umum. Salah satu hadits yang memperingatkan tentang dosa membuka aurat bagi wanita adalah hadits berikut ini.   Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim, no. 2128).   Lihatlah dosa bagi wanita yang buka-buka aurat, yaitu tidak akan mencium bau surga padahal bau surga dapat dicium dari jarak yang amat jauh. Perbuatan ini termasuk dosa besar karena mendapatkan ancaman keras seperti itu.   Ada tiga sifat yang disebutkan dalam hadits ini.   (1)  Wanita yang berpakaian tetapi telanjang. Di antara tafsirannya adalah wanita yang menutup sebagian tubuhnya dan menyingkap sebagian lainnya. Contoh, pakai kerudung, namun rambutnya terlihat. Contoh lagi, pakai gamis, namun kakinya masih terlihat. Ada juga yang sengaja keluar rumah tanpa memakai jilbab sama sekali. Padahal aurat wanita menurut kebanyakan ulama adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Kaki dan rambut kepala masih termasuk aurat yang wajib ditutup. Ada juga tafsiran lainnya, wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menampakkan warna badannya. Ini bisa terjadi juga dalam shalat, saat menggunakan rukuh atau mungkena yang tipis, tanpa mengenakan gamis atau jubah lagi di dalamnya.   (2) Wanita yang maa-ilaat wa mumiilaat (berlenggak-lenggok) Di antara maksud sifat kedua ini, maa-ilaat adalah berjalan sambil memakai wangi-wangian dan mumilaat yaitu berjalan sambil menggoyangkan kedua pundaknya atau bahunya.   (3) Wanita yang kepalanya seperti punuk unta yang miring Maksudnya adalah wanita yang sengaja memperbesar kepalanya dengan mengumpulkan rambut di atas kepalanya seakan-akan memakai serban (sorban). Contohnya seperti wanita yang memakai sanggul atau konde. (Penjelasan di atas diambil dari Syarh Shahih Muslim karya Imam Nawawi).   Berikut ada beberapa syarat penting untuk pakaian wanita muslimah yang mesti dipenuhi. Syarat pertama: pakaian wanita harus menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Ingat, selain kedua anggota tubuh ini wajib ditutupi termasuk juga telapak kaki. Syarat kedua: bukan pakaian yang bertujuan berhias diri.   Allah Ta’ala berfirman, وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.” (QS. Al-Ahzab : 33). Maqotil bin Hayan mengatakan bahwa yang dimaksud berhias diri adalah seseorang memakai khimar (kerudung) di kepalanya namun tidak menutupinya dengan sempurna. Dari sini terlihatlah kalung, anting dan lehernya. Inilah yang disebut tabarruj (berhias diri) ala jahiliyyah. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim karya Ibnu Katsir, 6: 183)   Syarat ketiga: pakaian tersebut tidak tipis dan tidak tembus pandang yang dapat menampakkan bentuk lekuk tubuh Syarat keempat: tidak diberi wewangian atau parfum.   Dari Abu Musa Al-Asy’ary radhiyallahu ‘anhu bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ “Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An-Nasa’i, no. 5129; Abu Daud, no. 4173; Tirmidzi, no. 2786; Ahmad, 4: 414. Sanad hadits ini hasan kata Al-Hafizh Abu Thahir)   Syarat kelima: tidak boleh menyerupai pakaian pria atau pakaian non muslim. Syarat keenam: bukan pakaian untuk mencari ketenaran atau popularitas (baca: pakaian syuhroh). Syarat ketujuh: pakaian tersebut terbebas dari salib.   Semoga Allah memberi taufik dan hidayah pada kita semua. Demikian khutbah pertama ini. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ Khutbah Kedua   الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ   Amma ba’du Ma’asyirol muslimin jama’ah shalat Jumat rahimani wa rahimakumullah …   Di khutbah kedua ini kami ingin ingatkan untuk para suami yang hadir … Jangan biarkan istri dan anak perempuan kita buka-buka aurat. Ingatlah hadits laki-laki dayyut berikut dari hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma dengan sanad marfu’ –sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, di mana beliau bersabda, ثَلاَثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالْدَّيُّوثُ الَّذِى يُقِرُّ فِى أَهْلِهِ الْخُبْثَ “Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: pecandu khamar, orang yang durhaka pada orang tua, dan orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya.” (HR. Ahmad, 2: 69. Hadits ini shahih dilihat dari jalur lain)   Adapun maksud ad-dayyuts sebagaimana disebutkan dalam Al-Mu’jam Al-Wasith adalah para lelaki yang menjadi pemimpin untuk keluarganya dan ia tidak punya rasa cemburu dan tidak punya rasa malu. Contoh laki-laki yang punya sifat dayyuts: Merelakan anggota keluarga perempuan keluar rumah tanpa menggunakan jilbab atau hijab syar’i, sehingga bisa dipandang dengan leluasa, ditambah parahnya menggunakan pakaian ketat yang merangsang nafsu birahi para pria. Suami tidak ambil peduli kalau istrinya berada di luar rumah, walau cuma di depan rumah, sedang makan atau menjemur pakaian, dengan menampakkan rambutnya. Hati-hatilah dengan laki-laki tipe dayyuts.   Semoga menjadi renungan bagi para suami, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (QS. At-Tahrim: 6).   Moga Allah menyelamatkan diri kita dan keluarga kita dari siksa neraka. Moga istri dan anak perempuan kita bisa dibimbing sehingga memiliki akhlak yang luhur dan juga dapat dijauhkan dari sifat dayyuts dan hal-hal yang dapat mengantarkan pada zina. Demikian khutbah kami untuk Jumat kali ini.   إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِينَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ — Naskah Khutbah Jum’at di Masjid Jami’ Al-Adha, Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, Jum’at Wage, 6 Jumadal Ula 1438 H (3 Februari 2017) Download Khutbah Jumat: Petaka bagi Muslimah yang Buka Aurat — Disusun di DS Panggang, Jumat, 6 Jumadal Ula 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsbuka aurat jilbab telanjang
Inilah bahayanya kalau seorang muslimah buka-buka aurat.   Khutbah Pertama   إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ اللّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعَنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْماً، وَأَرَنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرَنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ Amma ba’du Ma’asyirol muslimin jama’ah shalat Jumat rahimani wa rahimakumullah …   Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat. Nikmat yang paling besar adalah nikmat iman dan islam yang Allah anugerahkan. Begitu pula Allah masih menjaga diri kita, istri dan anak kita dari musibah yang menimpa agama. Kita memohon pada Allah supaya nikmat-nikmat tersebut tetap terus terjaga. Moga kita dapat mensyukuri nikmat yang ada tadi dengan terus meningkatkan ketakwaan pada Allah.   Allah Ta’ala memerintah untuk bertakwa dengan sebenar-benarnya, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102)   Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan suri tauladan kita, Nabi besar kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga kepada para sahabat dan istri-istri beliau yang tercinta serta pada setiap pengikut beliau yang mengikuti beliau dengan baik hingga akhir zaman.   Para jama’ah rahimani wa rahimakumullah … Sekarang kita sering melihat wanita buka-bukaan aurat. Kebanyakan wanita muslimah tidak mengetahui bahwa menutup aurat itu wajib. Ada yang sudah mengetahui namun masih bergampang-gampangan dalam membuka aurat di depan umum. Salah satu hadits yang memperingatkan tentang dosa membuka aurat bagi wanita adalah hadits berikut ini.   Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim, no. 2128).   Lihatlah dosa bagi wanita yang buka-buka aurat, yaitu tidak akan mencium bau surga padahal bau surga dapat dicium dari jarak yang amat jauh. Perbuatan ini termasuk dosa besar karena mendapatkan ancaman keras seperti itu.   Ada tiga sifat yang disebutkan dalam hadits ini.   (1)  Wanita yang berpakaian tetapi telanjang. Di antara tafsirannya adalah wanita yang menutup sebagian tubuhnya dan menyingkap sebagian lainnya. Contoh, pakai kerudung, namun rambutnya terlihat. Contoh lagi, pakai gamis, namun kakinya masih terlihat. Ada juga yang sengaja keluar rumah tanpa memakai jilbab sama sekali. Padahal aurat wanita menurut kebanyakan ulama adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Kaki dan rambut kepala masih termasuk aurat yang wajib ditutup. Ada juga tafsiran lainnya, wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menampakkan warna badannya. Ini bisa terjadi juga dalam shalat, saat menggunakan rukuh atau mungkena yang tipis, tanpa mengenakan gamis atau jubah lagi di dalamnya.   (2) Wanita yang maa-ilaat wa mumiilaat (berlenggak-lenggok) Di antara maksud sifat kedua ini, maa-ilaat adalah berjalan sambil memakai wangi-wangian dan mumilaat yaitu berjalan sambil menggoyangkan kedua pundaknya atau bahunya.   (3) Wanita yang kepalanya seperti punuk unta yang miring Maksudnya adalah wanita yang sengaja memperbesar kepalanya dengan mengumpulkan rambut di atas kepalanya seakan-akan memakai serban (sorban). Contohnya seperti wanita yang memakai sanggul atau konde. (Penjelasan di atas diambil dari Syarh Shahih Muslim karya Imam Nawawi).   Berikut ada beberapa syarat penting untuk pakaian wanita muslimah yang mesti dipenuhi. Syarat pertama: pakaian wanita harus menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Ingat, selain kedua anggota tubuh ini wajib ditutupi termasuk juga telapak kaki. Syarat kedua: bukan pakaian yang bertujuan berhias diri.   Allah Ta’ala berfirman, وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.” (QS. Al-Ahzab : 33). Maqotil bin Hayan mengatakan bahwa yang dimaksud berhias diri adalah seseorang memakai khimar (kerudung) di kepalanya namun tidak menutupinya dengan sempurna. Dari sini terlihatlah kalung, anting dan lehernya. Inilah yang disebut tabarruj (berhias diri) ala jahiliyyah. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim karya Ibnu Katsir, 6: 183)   Syarat ketiga: pakaian tersebut tidak tipis dan tidak tembus pandang yang dapat menampakkan bentuk lekuk tubuh Syarat keempat: tidak diberi wewangian atau parfum.   Dari Abu Musa Al-Asy’ary radhiyallahu ‘anhu bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ “Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An-Nasa’i, no. 5129; Abu Daud, no. 4173; Tirmidzi, no. 2786; Ahmad, 4: 414. Sanad hadits ini hasan kata Al-Hafizh Abu Thahir)   Syarat kelima: tidak boleh menyerupai pakaian pria atau pakaian non muslim. Syarat keenam: bukan pakaian untuk mencari ketenaran atau popularitas (baca: pakaian syuhroh). Syarat ketujuh: pakaian tersebut terbebas dari salib.   Semoga Allah memberi taufik dan hidayah pada kita semua. Demikian khutbah pertama ini. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ Khutbah Kedua   الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ   Amma ba’du Ma’asyirol muslimin jama’ah shalat Jumat rahimani wa rahimakumullah …   Di khutbah kedua ini kami ingin ingatkan untuk para suami yang hadir … Jangan biarkan istri dan anak perempuan kita buka-buka aurat. Ingatlah hadits laki-laki dayyut berikut dari hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma dengan sanad marfu’ –sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, di mana beliau bersabda, ثَلاَثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالْدَّيُّوثُ الَّذِى يُقِرُّ فِى أَهْلِهِ الْخُبْثَ “Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: pecandu khamar, orang yang durhaka pada orang tua, dan orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya.” (HR. Ahmad, 2: 69. Hadits ini shahih dilihat dari jalur lain)   Adapun maksud ad-dayyuts sebagaimana disebutkan dalam Al-Mu’jam Al-Wasith adalah para lelaki yang menjadi pemimpin untuk keluarganya dan ia tidak punya rasa cemburu dan tidak punya rasa malu. Contoh laki-laki yang punya sifat dayyuts: Merelakan anggota keluarga perempuan keluar rumah tanpa menggunakan jilbab atau hijab syar’i, sehingga bisa dipandang dengan leluasa, ditambah parahnya menggunakan pakaian ketat yang merangsang nafsu birahi para pria. Suami tidak ambil peduli kalau istrinya berada di luar rumah, walau cuma di depan rumah, sedang makan atau menjemur pakaian, dengan menampakkan rambutnya. Hati-hatilah dengan laki-laki tipe dayyuts.   Semoga menjadi renungan bagi para suami, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (QS. At-Tahrim: 6).   Moga Allah menyelamatkan diri kita dan keluarga kita dari siksa neraka. Moga istri dan anak perempuan kita bisa dibimbing sehingga memiliki akhlak yang luhur dan juga dapat dijauhkan dari sifat dayyuts dan hal-hal yang dapat mengantarkan pada zina. Demikian khutbah kami untuk Jumat kali ini.   إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِينَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ — Naskah Khutbah Jum’at di Masjid Jami’ Al-Adha, Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, Jum’at Wage, 6 Jumadal Ula 1438 H (3 Februari 2017) Download Khutbah Jumat: Petaka bagi Muslimah yang Buka Aurat — Disusun di DS Panggang, Jumat, 6 Jumadal Ula 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsbuka aurat jilbab telanjang


Inilah bahayanya kalau seorang muslimah buka-buka aurat.   Khutbah Pertama   إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ اللّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعَنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْماً، وَأَرَنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرَنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ Amma ba’du Ma’asyirol muslimin jama’ah shalat Jumat rahimani wa rahimakumullah …   Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat. Nikmat yang paling besar adalah nikmat iman dan islam yang Allah anugerahkan. Begitu pula Allah masih menjaga diri kita, istri dan anak kita dari musibah yang menimpa agama. Kita memohon pada Allah supaya nikmat-nikmat tersebut tetap terus terjaga. Moga kita dapat mensyukuri nikmat yang ada tadi dengan terus meningkatkan ketakwaan pada Allah.   Allah Ta’ala memerintah untuk bertakwa dengan sebenar-benarnya, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102)   Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan suri tauladan kita, Nabi besar kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga kepada para sahabat dan istri-istri beliau yang tercinta serta pada setiap pengikut beliau yang mengikuti beliau dengan baik hingga akhir zaman.   Para jama’ah rahimani wa rahimakumullah … Sekarang kita sering melihat wanita buka-bukaan aurat. Kebanyakan wanita muslimah tidak mengetahui bahwa menutup aurat itu wajib. Ada yang sudah mengetahui namun masih bergampang-gampangan dalam membuka aurat di depan umum. Salah satu hadits yang memperingatkan tentang dosa membuka aurat bagi wanita adalah hadits berikut ini.   Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim, no. 2128).   Lihatlah dosa bagi wanita yang buka-buka aurat, yaitu tidak akan mencium bau surga padahal bau surga dapat dicium dari jarak yang amat jauh. Perbuatan ini termasuk dosa besar karena mendapatkan ancaman keras seperti itu.   Ada tiga sifat yang disebutkan dalam hadits ini.   (1)  Wanita yang berpakaian tetapi telanjang. Di antara tafsirannya adalah wanita yang menutup sebagian tubuhnya dan menyingkap sebagian lainnya. Contoh, pakai kerudung, namun rambutnya terlihat. Contoh lagi, pakai gamis, namun kakinya masih terlihat. Ada juga yang sengaja keluar rumah tanpa memakai jilbab sama sekali. Padahal aurat wanita menurut kebanyakan ulama adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Kaki dan rambut kepala masih termasuk aurat yang wajib ditutup. Ada juga tafsiran lainnya, wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menampakkan warna badannya. Ini bisa terjadi juga dalam shalat, saat menggunakan rukuh atau mungkena yang tipis, tanpa mengenakan gamis atau jubah lagi di dalamnya.   (2) Wanita yang maa-ilaat wa mumiilaat (berlenggak-lenggok) Di antara maksud sifat kedua ini, maa-ilaat adalah berjalan sambil memakai wangi-wangian dan mumilaat yaitu berjalan sambil menggoyangkan kedua pundaknya atau bahunya.   (3) Wanita yang kepalanya seperti punuk unta yang miring Maksudnya adalah wanita yang sengaja memperbesar kepalanya dengan mengumpulkan rambut di atas kepalanya seakan-akan memakai serban (sorban). Contohnya seperti wanita yang memakai sanggul atau konde. (Penjelasan di atas diambil dari Syarh Shahih Muslim karya Imam Nawawi).   Berikut ada beberapa syarat penting untuk pakaian wanita muslimah yang mesti dipenuhi. Syarat pertama: pakaian wanita harus menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Ingat, selain kedua anggota tubuh ini wajib ditutupi termasuk juga telapak kaki. Syarat kedua: bukan pakaian yang bertujuan berhias diri.   Allah Ta’ala berfirman, وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.” (QS. Al-Ahzab : 33). Maqotil bin Hayan mengatakan bahwa yang dimaksud berhias diri adalah seseorang memakai khimar (kerudung) di kepalanya namun tidak menutupinya dengan sempurna. Dari sini terlihatlah kalung, anting dan lehernya. Inilah yang disebut tabarruj (berhias diri) ala jahiliyyah. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim karya Ibnu Katsir, 6: 183)   Syarat ketiga: pakaian tersebut tidak tipis dan tidak tembus pandang yang dapat menampakkan bentuk lekuk tubuh Syarat keempat: tidak diberi wewangian atau parfum.   Dari Abu Musa Al-Asy’ary radhiyallahu ‘anhu bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ “Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An-Nasa’i, no. 5129; Abu Daud, no. 4173; Tirmidzi, no. 2786; Ahmad, 4: 414. Sanad hadits ini hasan kata Al-Hafizh Abu Thahir)   Syarat kelima: tidak boleh menyerupai pakaian pria atau pakaian non muslim. Syarat keenam: bukan pakaian untuk mencari ketenaran atau popularitas (baca: pakaian syuhroh). Syarat ketujuh: pakaian tersebut terbebas dari salib.   Semoga Allah memberi taufik dan hidayah pada kita semua. Demikian khutbah pertama ini. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ Khutbah Kedua   الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ   Amma ba’du Ma’asyirol muslimin jama’ah shalat Jumat rahimani wa rahimakumullah …   Di khutbah kedua ini kami ingin ingatkan untuk para suami yang hadir … Jangan biarkan istri dan anak perempuan kita buka-buka aurat. Ingatlah hadits laki-laki dayyut berikut dari hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma dengan sanad marfu’ –sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, di mana beliau bersabda, ثَلاَثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالْدَّيُّوثُ الَّذِى يُقِرُّ فِى أَهْلِهِ الْخُبْثَ “Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: pecandu khamar, orang yang durhaka pada orang tua, dan orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya.” (HR. Ahmad, 2: 69. Hadits ini shahih dilihat dari jalur lain)   Adapun maksud ad-dayyuts sebagaimana disebutkan dalam Al-Mu’jam Al-Wasith adalah para lelaki yang menjadi pemimpin untuk keluarganya dan ia tidak punya rasa cemburu dan tidak punya rasa malu. Contoh laki-laki yang punya sifat dayyuts: Merelakan anggota keluarga perempuan keluar rumah tanpa menggunakan jilbab atau hijab syar’i, sehingga bisa dipandang dengan leluasa, ditambah parahnya menggunakan pakaian ketat yang merangsang nafsu birahi para pria. Suami tidak ambil peduli kalau istrinya berada di luar rumah, walau cuma di depan rumah, sedang makan atau menjemur pakaian, dengan menampakkan rambutnya. Hati-hatilah dengan laki-laki tipe dayyuts.   Semoga menjadi renungan bagi para suami, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (QS. At-Tahrim: 6).   Moga Allah menyelamatkan diri kita dan keluarga kita dari siksa neraka. Moga istri dan anak perempuan kita bisa dibimbing sehingga memiliki akhlak yang luhur dan juga dapat dijauhkan dari sifat dayyuts dan hal-hal yang dapat mengantarkan pada zina. Demikian khutbah kami untuk Jumat kali ini.   إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِينَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ — Naskah Khutbah Jum’at di Masjid Jami’ Al-Adha, Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, Jum’at Wage, 6 Jumadal Ula 1438 H (3 Februari 2017) Download Khutbah Jumat: Petaka bagi Muslimah yang Buka Aurat — Disusun di DS Panggang, Jumat, 6 Jumadal Ula 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsbuka aurat jilbab telanjang

Sudah Paham Riba, Namun Terus Makan Riba

Bagi yang bertaubat dari riba, tinggalkanlah sisa riba. Renungan Bahaya Riba dari Surat Al-Baqarah ayat 277-278 إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآَتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ , يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Baqarah: 277-278) Kalau pelaku riba dikatakan tidak merasa cukup dengan halal yang Allah berikan akhirnya mendapatkan siksa yang pedih, selanjutnya untuk orang beriman diberikan balasan atas ketaatan dan syukur mereka dengan diwujudkan pada kebaikan berupa mendirikan shalat, menunaikan zakat, berbagai karamah nantinya akan diberikan. Merekalah di hari kiamat akan termasuk golongan orang-orang yang beriman. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 285) Lalu Allah perintahkan untuk meninggalkan riba yang belum dipungut. Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan, “Tinggalkanlah tambahan dalam pokok utang setelah peringatan pada ayat di atas.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 286) Ini juga peringatan -kata Ibnu Katsir- bagi yang sudah memahami bahaya riba namun terus-terusan dalam riba. Ada kisah tentang ayat 278 tersebut mengenai Bani ‘Amr bin ‘Umair dari Tsaqif dan Bani Al-Mughirah dari Bani Makhzum. Di antara mereka punya permasalah utang riba jahiliyyah. Ketika Islam datang dan mereka masuk dalam Islam, Tsaqif menuntut utang ribanya untuk diambil dari Bani Al-Mughirah. Mereka pun berembuk, lalu Bani Al-Mughirah mengatakan, “Kami tidak akan menunaikan riba dalam Islam dengan cara Islam.” ‘Atab bin Usaid selaku Naib Makkah (penanggung jawab kota Makkah) mencatat masalah tersebut dan melaporkan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas turunlah surat Al-Baqarah ayat 278 untuk bertaubat dari riba dan meninggalkan riba yang belum dipungut. Akhirnya riba itu seluruhnya ditinggalkan. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 286) — Disusun di DS Panggang, Kamis, 5 Jumadal Ula 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsriba

Sudah Paham Riba, Namun Terus Makan Riba

Bagi yang bertaubat dari riba, tinggalkanlah sisa riba. Renungan Bahaya Riba dari Surat Al-Baqarah ayat 277-278 إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآَتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ , يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Baqarah: 277-278) Kalau pelaku riba dikatakan tidak merasa cukup dengan halal yang Allah berikan akhirnya mendapatkan siksa yang pedih, selanjutnya untuk orang beriman diberikan balasan atas ketaatan dan syukur mereka dengan diwujudkan pada kebaikan berupa mendirikan shalat, menunaikan zakat, berbagai karamah nantinya akan diberikan. Merekalah di hari kiamat akan termasuk golongan orang-orang yang beriman. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 285) Lalu Allah perintahkan untuk meninggalkan riba yang belum dipungut. Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan, “Tinggalkanlah tambahan dalam pokok utang setelah peringatan pada ayat di atas.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 286) Ini juga peringatan -kata Ibnu Katsir- bagi yang sudah memahami bahaya riba namun terus-terusan dalam riba. Ada kisah tentang ayat 278 tersebut mengenai Bani ‘Amr bin ‘Umair dari Tsaqif dan Bani Al-Mughirah dari Bani Makhzum. Di antara mereka punya permasalah utang riba jahiliyyah. Ketika Islam datang dan mereka masuk dalam Islam, Tsaqif menuntut utang ribanya untuk diambil dari Bani Al-Mughirah. Mereka pun berembuk, lalu Bani Al-Mughirah mengatakan, “Kami tidak akan menunaikan riba dalam Islam dengan cara Islam.” ‘Atab bin Usaid selaku Naib Makkah (penanggung jawab kota Makkah) mencatat masalah tersebut dan melaporkan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas turunlah surat Al-Baqarah ayat 278 untuk bertaubat dari riba dan meninggalkan riba yang belum dipungut. Akhirnya riba itu seluruhnya ditinggalkan. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 286) — Disusun di DS Panggang, Kamis, 5 Jumadal Ula 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsriba
Bagi yang bertaubat dari riba, tinggalkanlah sisa riba. Renungan Bahaya Riba dari Surat Al-Baqarah ayat 277-278 إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآَتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ , يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Baqarah: 277-278) Kalau pelaku riba dikatakan tidak merasa cukup dengan halal yang Allah berikan akhirnya mendapatkan siksa yang pedih, selanjutnya untuk orang beriman diberikan balasan atas ketaatan dan syukur mereka dengan diwujudkan pada kebaikan berupa mendirikan shalat, menunaikan zakat, berbagai karamah nantinya akan diberikan. Merekalah di hari kiamat akan termasuk golongan orang-orang yang beriman. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 285) Lalu Allah perintahkan untuk meninggalkan riba yang belum dipungut. Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan, “Tinggalkanlah tambahan dalam pokok utang setelah peringatan pada ayat di atas.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 286) Ini juga peringatan -kata Ibnu Katsir- bagi yang sudah memahami bahaya riba namun terus-terusan dalam riba. Ada kisah tentang ayat 278 tersebut mengenai Bani ‘Amr bin ‘Umair dari Tsaqif dan Bani Al-Mughirah dari Bani Makhzum. Di antara mereka punya permasalah utang riba jahiliyyah. Ketika Islam datang dan mereka masuk dalam Islam, Tsaqif menuntut utang ribanya untuk diambil dari Bani Al-Mughirah. Mereka pun berembuk, lalu Bani Al-Mughirah mengatakan, “Kami tidak akan menunaikan riba dalam Islam dengan cara Islam.” ‘Atab bin Usaid selaku Naib Makkah (penanggung jawab kota Makkah) mencatat masalah tersebut dan melaporkan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas turunlah surat Al-Baqarah ayat 278 untuk bertaubat dari riba dan meninggalkan riba yang belum dipungut. Akhirnya riba itu seluruhnya ditinggalkan. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 286) — Disusun di DS Panggang, Kamis, 5 Jumadal Ula 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsriba


Bagi yang bertaubat dari riba, tinggalkanlah sisa riba. Renungan Bahaya Riba dari Surat Al-Baqarah ayat 277-278 إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآَتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ , يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Baqarah: 277-278) Kalau pelaku riba dikatakan tidak merasa cukup dengan halal yang Allah berikan akhirnya mendapatkan siksa yang pedih, selanjutnya untuk orang beriman diberikan balasan atas ketaatan dan syukur mereka dengan diwujudkan pada kebaikan berupa mendirikan shalat, menunaikan zakat, berbagai karamah nantinya akan diberikan. Merekalah di hari kiamat akan termasuk golongan orang-orang yang beriman. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 285) Lalu Allah perintahkan untuk meninggalkan riba yang belum dipungut. Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan, “Tinggalkanlah tambahan dalam pokok utang setelah peringatan pada ayat di atas.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 286) Ini juga peringatan -kata Ibnu Katsir- bagi yang sudah memahami bahaya riba namun terus-terusan dalam riba. Ada kisah tentang ayat 278 tersebut mengenai Bani ‘Amr bin ‘Umair dari Tsaqif dan Bani Al-Mughirah dari Bani Makhzum. Di antara mereka punya permasalah utang riba jahiliyyah. Ketika Islam datang dan mereka masuk dalam Islam, Tsaqif menuntut utang ribanya untuk diambil dari Bani Al-Mughirah. Mereka pun berembuk, lalu Bani Al-Mughirah mengatakan, “Kami tidak akan menunaikan riba dalam Islam dengan cara Islam.” ‘Atab bin Usaid selaku Naib Makkah (penanggung jawab kota Makkah) mencatat masalah tersebut dan melaporkan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas turunlah surat Al-Baqarah ayat 278 untuk bertaubat dari riba dan meninggalkan riba yang belum dipungut. Akhirnya riba itu seluruhnya ditinggalkan. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 286) — Disusun di DS Panggang, Kamis, 5 Jumadal Ula 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsriba

Donasi 4 Hari untuk Memenuhi 203 Juta Pembangunan Masjid DS

Kamis, Jumat, Sabtu, dan Ahad ini ada donasi mendesak yang dibutuhkan untuk merampungkan lantai 3 Masjid Darush Sholihin (Jami’ Al-Adha) yang akan difungsikan sebagai studio DS dan Maktabah DS (Perpustakaan), juga ada kebutuhan karpet masjid DS lantai 2 yang sudah disesuaikan dengan arah kiblat (ketetapan Kemenag). Total anggaran yang dibutuhkan : Rp.203.838.200,-   Jika Anda turut dalam donasi masjid ini: Anda sudah turut dapat pahala rumah di surga. Sebagai amal jariyah Mendukung semangat ngaji Masjid Darush Sholihin (Jami’ Al-Adha) sudah berdiri tegak dengan dua lantai. Dua2nya dimanfaatkan untuk shalat lima waktu dan kajian rutin. Setiap Malam Kamis saja harus dipaksa menampung 2000-an jamaah padahal sebenarnya hanya bisa memuat 800 jamaah. Yang jadi masalah besar adalah ketika musim hujan seperti saat ini.   Lihat video mengharukan di sini:   Lihat kegiatan-kegiatan Darush Sholihin selama ini, ini video kegiatan di bulan Desember 2016:   Silakan mentransfer via Rekening khusus Donasi Masjid: • BCA 895009 3791 atas nama Muhammad Abduh Tuasikal • BSM 7098637286 atas nama Yayasan Darush Sholihin Gunungkidul • BRI 697501000453505 atas nama Yayasan Darush Sholihin *Kode bank BCA 014, BSM 451, BRI 002 Konfirmasi via SMS/ WA ke 082313950500 dengan format: Masjid DS # Nama Donatur # Alamat # Bank Tujuan Transfer # Tgl Transfer # Besar Donasi. Moga semakin termotivasi dengan hadits berikut ini. مَنْ بَنَى مَسْجِدًا يَبْتَغِى بِهِ وَجْهَ اللَّهِ ، بَنَى اللَّهُ لَهُ مِثْلَهُ فِى الْجَنَّةِ “Barangsiapa yang membangun masjid (karena ingin mengharap wajah Allah), Allah akan membangunkan bangunan yang semisalnya di surga.” (HR. Bukhari dan Muslim, dari ‘Utsman bin ‘Affan) Semoga Allah memberi limpahan pahala bagi yang siap membantu dakwah ilallah ini. — Info Rumaysho.Com dan DarushSholihin.Com Tagsrenovasi masjid

Donasi 4 Hari untuk Memenuhi 203 Juta Pembangunan Masjid DS

Kamis, Jumat, Sabtu, dan Ahad ini ada donasi mendesak yang dibutuhkan untuk merampungkan lantai 3 Masjid Darush Sholihin (Jami’ Al-Adha) yang akan difungsikan sebagai studio DS dan Maktabah DS (Perpustakaan), juga ada kebutuhan karpet masjid DS lantai 2 yang sudah disesuaikan dengan arah kiblat (ketetapan Kemenag). Total anggaran yang dibutuhkan : Rp.203.838.200,-   Jika Anda turut dalam donasi masjid ini: Anda sudah turut dapat pahala rumah di surga. Sebagai amal jariyah Mendukung semangat ngaji Masjid Darush Sholihin (Jami’ Al-Adha) sudah berdiri tegak dengan dua lantai. Dua2nya dimanfaatkan untuk shalat lima waktu dan kajian rutin. Setiap Malam Kamis saja harus dipaksa menampung 2000-an jamaah padahal sebenarnya hanya bisa memuat 800 jamaah. Yang jadi masalah besar adalah ketika musim hujan seperti saat ini.   Lihat video mengharukan di sini:   Lihat kegiatan-kegiatan Darush Sholihin selama ini, ini video kegiatan di bulan Desember 2016:   Silakan mentransfer via Rekening khusus Donasi Masjid: • BCA 895009 3791 atas nama Muhammad Abduh Tuasikal • BSM 7098637286 atas nama Yayasan Darush Sholihin Gunungkidul • BRI 697501000453505 atas nama Yayasan Darush Sholihin *Kode bank BCA 014, BSM 451, BRI 002 Konfirmasi via SMS/ WA ke 082313950500 dengan format: Masjid DS # Nama Donatur # Alamat # Bank Tujuan Transfer # Tgl Transfer # Besar Donasi. Moga semakin termotivasi dengan hadits berikut ini. مَنْ بَنَى مَسْجِدًا يَبْتَغِى بِهِ وَجْهَ اللَّهِ ، بَنَى اللَّهُ لَهُ مِثْلَهُ فِى الْجَنَّةِ “Barangsiapa yang membangun masjid (karena ingin mengharap wajah Allah), Allah akan membangunkan bangunan yang semisalnya di surga.” (HR. Bukhari dan Muslim, dari ‘Utsman bin ‘Affan) Semoga Allah memberi limpahan pahala bagi yang siap membantu dakwah ilallah ini. — Info Rumaysho.Com dan DarushSholihin.Com Tagsrenovasi masjid
Kamis, Jumat, Sabtu, dan Ahad ini ada donasi mendesak yang dibutuhkan untuk merampungkan lantai 3 Masjid Darush Sholihin (Jami’ Al-Adha) yang akan difungsikan sebagai studio DS dan Maktabah DS (Perpustakaan), juga ada kebutuhan karpet masjid DS lantai 2 yang sudah disesuaikan dengan arah kiblat (ketetapan Kemenag). Total anggaran yang dibutuhkan : Rp.203.838.200,-   Jika Anda turut dalam donasi masjid ini: Anda sudah turut dapat pahala rumah di surga. Sebagai amal jariyah Mendukung semangat ngaji Masjid Darush Sholihin (Jami’ Al-Adha) sudah berdiri tegak dengan dua lantai. Dua2nya dimanfaatkan untuk shalat lima waktu dan kajian rutin. Setiap Malam Kamis saja harus dipaksa menampung 2000-an jamaah padahal sebenarnya hanya bisa memuat 800 jamaah. Yang jadi masalah besar adalah ketika musim hujan seperti saat ini.   Lihat video mengharukan di sini:   Lihat kegiatan-kegiatan Darush Sholihin selama ini, ini video kegiatan di bulan Desember 2016:   Silakan mentransfer via Rekening khusus Donasi Masjid: • BCA 895009 3791 atas nama Muhammad Abduh Tuasikal • BSM 7098637286 atas nama Yayasan Darush Sholihin Gunungkidul • BRI 697501000453505 atas nama Yayasan Darush Sholihin *Kode bank BCA 014, BSM 451, BRI 002 Konfirmasi via SMS/ WA ke 082313950500 dengan format: Masjid DS # Nama Donatur # Alamat # Bank Tujuan Transfer # Tgl Transfer # Besar Donasi. Moga semakin termotivasi dengan hadits berikut ini. مَنْ بَنَى مَسْجِدًا يَبْتَغِى بِهِ وَجْهَ اللَّهِ ، بَنَى اللَّهُ لَهُ مِثْلَهُ فِى الْجَنَّةِ “Barangsiapa yang membangun masjid (karena ingin mengharap wajah Allah), Allah akan membangunkan bangunan yang semisalnya di surga.” (HR. Bukhari dan Muslim, dari ‘Utsman bin ‘Affan) Semoga Allah memberi limpahan pahala bagi yang siap membantu dakwah ilallah ini. — Info Rumaysho.Com dan DarushSholihin.Com Tagsrenovasi masjid


Kamis, Jumat, Sabtu, dan Ahad ini ada donasi mendesak yang dibutuhkan untuk merampungkan lantai 3 Masjid Darush Sholihin (Jami’ Al-Adha) yang akan difungsikan sebagai studio DS dan Maktabah DS (Perpustakaan), juga ada kebutuhan karpet masjid DS lantai 2 yang sudah disesuaikan dengan arah kiblat (ketetapan Kemenag). Total anggaran yang dibutuhkan : Rp.203.838.200,-   Jika Anda turut dalam donasi masjid ini: Anda sudah turut dapat pahala rumah di surga. Sebagai amal jariyah Mendukung semangat ngaji Masjid Darush Sholihin (Jami’ Al-Adha) sudah berdiri tegak dengan dua lantai. Dua2nya dimanfaatkan untuk shalat lima waktu dan kajian rutin. Setiap Malam Kamis saja harus dipaksa menampung 2000-an jamaah padahal sebenarnya hanya bisa memuat 800 jamaah. Yang jadi masalah besar adalah ketika musim hujan seperti saat ini.   Lihat video mengharukan di sini:   Lihat kegiatan-kegiatan Darush Sholihin selama ini, ini video kegiatan di bulan Desember 2016:   Silakan mentransfer via Rekening khusus Donasi Masjid: • BCA 895009 3791 atas nama Muhammad Abduh Tuasikal • BSM 7098637286 atas nama Yayasan Darush Sholihin Gunungkidul • BRI 697501000453505 atas nama Yayasan Darush Sholihin *Kode bank BCA 014, BSM 451, BRI 002 Konfirmasi via SMS/ WA ke 082313950500 dengan format: Masjid DS # Nama Donatur # Alamat # Bank Tujuan Transfer # Tgl Transfer # Besar Donasi. Moga semakin termotivasi dengan hadits berikut ini. مَنْ بَنَى مَسْجِدًا يَبْتَغِى بِهِ وَجْهَ اللَّهِ ، بَنَى اللَّهُ لَهُ مِثْلَهُ فِى الْجَنَّةِ “Barangsiapa yang membangun masjid (karena ingin mengharap wajah Allah), Allah akan membangunkan bangunan yang semisalnya di surga.” (HR. Bukhari dan Muslim, dari ‘Utsman bin ‘Affan) Semoga Allah memberi limpahan pahala bagi yang siap membantu dakwah ilallah ini. — Info Rumaysho.Com dan DarushSholihin.Com Tagsrenovasi masjid

Keutamaan Berjalan ke Masjid pada Waktu Shubuh dan Isya

Ini satu hadits yang membicarakan keutamaan berjalan ke masjid di kegelapan, terutama saat shalat Shubuh dan Isya. Hadits no. 1058 dari Kitab Riyadhus Sholihin, Bab Keutamaan Berjalan ke Masjid عن بُريدَة – رضي الله عنه – ، عن النبيِّ – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : (( بَشِّرُوا المَشَّائِينَ في الظُّلَمِ إلى المَسَاجِدِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوْمَ القِيَامَةِ)) رواه أبُو دَاوُدَ وَالتِّرمِذِيُّ . Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan di dalam kegelapan menuju masjid-masjid, bahwa ia akan mendapatkan cahaya sempurna pada hari kiamat.” (HR. Abu Daud, no. 561; Tirmidzi, no. 223. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)   Kesimpulan Mutiara Hadits Orang beriman mendapatkan kabar gembira tentang keadaannya yang bercahaya pada hari kiamat. Setiap hamba berada dalam kegelapan kecuali orang yang beriman. Hadits ini menunjukkan keutamaan orang yang berjalan di kegelapan dan ini ditemukan dalam shalat Isya’ dan shalat Shubuh yang dilakukan berjamaah di masjid. Mereka yang menjaga shalat tersebut, itulah yang akan mendapatkan cahaya pada hari kiamat. Ada beberapa hikmah shalat berjamaah Isya dan Shubuh di masjid: (a) akan mudah turun berkah dan rahmat, (b) dengan berjamaah bisa menambah ilmu dan mengerti cara beramal shalat yang benar dengan memperhatikan lainnya, (c) keikhlasan dan kekhusyu’an sebagian jamaah akan berpengaruh pada jamaah lainnya, sehingga membuat ibadah seluruh jamaah jadi diterima.   Referensi: Bahjah An-Nazhirin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali, 2: 239-240; Kunuz Riyadh Ash-Shalihin, 13: 314-319.   — Disusun di DS Panggang, 4 Jumadal Ula 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsberjalan ke masjid shalat berjamaah shalat jamaah

Keutamaan Berjalan ke Masjid pada Waktu Shubuh dan Isya

Ini satu hadits yang membicarakan keutamaan berjalan ke masjid di kegelapan, terutama saat shalat Shubuh dan Isya. Hadits no. 1058 dari Kitab Riyadhus Sholihin, Bab Keutamaan Berjalan ke Masjid عن بُريدَة – رضي الله عنه – ، عن النبيِّ – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : (( بَشِّرُوا المَشَّائِينَ في الظُّلَمِ إلى المَسَاجِدِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوْمَ القِيَامَةِ)) رواه أبُو دَاوُدَ وَالتِّرمِذِيُّ . Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan di dalam kegelapan menuju masjid-masjid, bahwa ia akan mendapatkan cahaya sempurna pada hari kiamat.” (HR. Abu Daud, no. 561; Tirmidzi, no. 223. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)   Kesimpulan Mutiara Hadits Orang beriman mendapatkan kabar gembira tentang keadaannya yang bercahaya pada hari kiamat. Setiap hamba berada dalam kegelapan kecuali orang yang beriman. Hadits ini menunjukkan keutamaan orang yang berjalan di kegelapan dan ini ditemukan dalam shalat Isya’ dan shalat Shubuh yang dilakukan berjamaah di masjid. Mereka yang menjaga shalat tersebut, itulah yang akan mendapatkan cahaya pada hari kiamat. Ada beberapa hikmah shalat berjamaah Isya dan Shubuh di masjid: (a) akan mudah turun berkah dan rahmat, (b) dengan berjamaah bisa menambah ilmu dan mengerti cara beramal shalat yang benar dengan memperhatikan lainnya, (c) keikhlasan dan kekhusyu’an sebagian jamaah akan berpengaruh pada jamaah lainnya, sehingga membuat ibadah seluruh jamaah jadi diterima.   Referensi: Bahjah An-Nazhirin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali, 2: 239-240; Kunuz Riyadh Ash-Shalihin, 13: 314-319.   — Disusun di DS Panggang, 4 Jumadal Ula 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsberjalan ke masjid shalat berjamaah shalat jamaah
Ini satu hadits yang membicarakan keutamaan berjalan ke masjid di kegelapan, terutama saat shalat Shubuh dan Isya. Hadits no. 1058 dari Kitab Riyadhus Sholihin, Bab Keutamaan Berjalan ke Masjid عن بُريدَة – رضي الله عنه – ، عن النبيِّ – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : (( بَشِّرُوا المَشَّائِينَ في الظُّلَمِ إلى المَسَاجِدِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوْمَ القِيَامَةِ)) رواه أبُو دَاوُدَ وَالتِّرمِذِيُّ . Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan di dalam kegelapan menuju masjid-masjid, bahwa ia akan mendapatkan cahaya sempurna pada hari kiamat.” (HR. Abu Daud, no. 561; Tirmidzi, no. 223. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)   Kesimpulan Mutiara Hadits Orang beriman mendapatkan kabar gembira tentang keadaannya yang bercahaya pada hari kiamat. Setiap hamba berada dalam kegelapan kecuali orang yang beriman. Hadits ini menunjukkan keutamaan orang yang berjalan di kegelapan dan ini ditemukan dalam shalat Isya’ dan shalat Shubuh yang dilakukan berjamaah di masjid. Mereka yang menjaga shalat tersebut, itulah yang akan mendapatkan cahaya pada hari kiamat. Ada beberapa hikmah shalat berjamaah Isya dan Shubuh di masjid: (a) akan mudah turun berkah dan rahmat, (b) dengan berjamaah bisa menambah ilmu dan mengerti cara beramal shalat yang benar dengan memperhatikan lainnya, (c) keikhlasan dan kekhusyu’an sebagian jamaah akan berpengaruh pada jamaah lainnya, sehingga membuat ibadah seluruh jamaah jadi diterima.   Referensi: Bahjah An-Nazhirin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali, 2: 239-240; Kunuz Riyadh Ash-Shalihin, 13: 314-319.   — Disusun di DS Panggang, 4 Jumadal Ula 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsberjalan ke masjid shalat berjamaah shalat jamaah


Ini satu hadits yang membicarakan keutamaan berjalan ke masjid di kegelapan, terutama saat shalat Shubuh dan Isya. Hadits no. 1058 dari Kitab Riyadhus Sholihin, Bab Keutamaan Berjalan ke Masjid عن بُريدَة – رضي الله عنه – ، عن النبيِّ – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : (( بَشِّرُوا المَشَّائِينَ في الظُّلَمِ إلى المَسَاجِدِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوْمَ القِيَامَةِ)) رواه أبُو دَاوُدَ وَالتِّرمِذِيُّ . Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan di dalam kegelapan menuju masjid-masjid, bahwa ia akan mendapatkan cahaya sempurna pada hari kiamat.” (HR. Abu Daud, no. 561; Tirmidzi, no. 223. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)   Kesimpulan Mutiara Hadits Orang beriman mendapatkan kabar gembira tentang keadaannya yang bercahaya pada hari kiamat. Setiap hamba berada dalam kegelapan kecuali orang yang beriman. Hadits ini menunjukkan keutamaan orang yang berjalan di kegelapan dan ini ditemukan dalam shalat Isya’ dan shalat Shubuh yang dilakukan berjamaah di masjid. Mereka yang menjaga shalat tersebut, itulah yang akan mendapatkan cahaya pada hari kiamat. Ada beberapa hikmah shalat berjamaah Isya dan Shubuh di masjid: (a) akan mudah turun berkah dan rahmat, (b) dengan berjamaah bisa menambah ilmu dan mengerti cara beramal shalat yang benar dengan memperhatikan lainnya, (c) keikhlasan dan kekhusyu’an sebagian jamaah akan berpengaruh pada jamaah lainnya, sehingga membuat ibadah seluruh jamaah jadi diterima.   Referensi: Bahjah An-Nazhirin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali, 2: 239-240; Kunuz Riyadh Ash-Shalihin, 13: 314-319.   — Disusun di DS Panggang, 4 Jumadal Ula 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsberjalan ke masjid shalat berjamaah shalat jamaah

Keindahan Islam (5)

Ibnul Qoyyim rahimahullah Berbicara tentang Kesempurnaan Islam Perhatikanlah, para pembaca, bagaimana Ibnul Qoyyim rahimahullah menggambarkan kepada kita kesempurnaan Islam yang hal ini sesungguhnya menunjukkan keindahan Islam. Berikut ini kami sarikan[1. Dengan sedikit penambahan dan pengurangan kata-kata untuk penyesuaian bahasa, namun tanpa merubah intisari penjelasan beliau] penjelasan beliau yang tertulis dalam kitabnya I’lamul Muwaqqi’in (4/285-286).Ibnul Qoyyim rahimahullah menjelaskan bahwa agama yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam adalah agama yang sempurna, menyeluruh, mencukupi kebutuhan manusia, sehingga umat Islam tidak membutuhkan ajaran agama selainnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam telah menjelaskan kepada umat ini tentang hukum kehidupan, kematian maupun setelahnya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam wafat, sedangkan tidak ada satu pun kebaikan yang dibutuhkan manusia kecuali telah beliau shallallahu ‘alaihi was sallam jelaskan. Beliau  shallallahu ‘alaihi was sallam telah mengajarkan semua kebaikan, sampai pun adab buang hajat, hubungan badan antar suami istri, tidur, berdiri, duduk, makan, minum, menaiki kendaraan, safar, mukim, diam, berbicara, dan adab bergaul. Beliau pun shallallahu ‘alaihi was sallam  mengajarkan tentang hakikat kekayaan, perihal kemiskinan, masalah sehat dan sakit.Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam wafat dan beliau telah menjelaskan tentang sifat-sifat Al-‘Arsy, Al-Kursi, malaikat, jin, neraka, surga, hari Kiamat dan apa yang terjadi padanya hingga seolah-olah orang yang mendengarnya seperti sedang melihat dengan mata kepala sendiri. Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam telah memberitahukan kepada umatnya tentang satu-satunya sesembahan mereka yang benar, yaitu Allah Tabaraka wa Ta’ala, dengan penjelasan yang sempurna. Mengenalkan kepada mereka nama Allah, sifat dan perbuatan-Nya. Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam mengenalkan kepada umatnya tentang para nabi ‘alaihimush shalatu was salam dan umat mereka, serta peristiwa yang terjadi di antara mereka, seolah-olah umatnya sedang hidup di tengah-tengah umat terdahulu.Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam juga memberitahukan jalan-jalan kebaikan dan keburukan, yang nampak maupun tidak nampak, mengenalkan tentang keadaan-keadaan kematian, dan  alam barzakh, memberitahukan adanya hari kebangkitan dan prosesi di akherat nantinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam pun telah menjelaskan dengan gamblang dalil-dalil tentang tauhid, kenabian, kerasulan serta bantahan terhadap kelompok kufur dan sesat yang jika dipahami dengan baik, tidak akan tersisa sedikitpun syubhat dan kebingungan.Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam pun mengajarkan ilmu tentang peperangan dan adab-adabnya, dan mengajarkan pula sebab-sebab kemenangan yang kalau diterapkan tidak ada satupun musuh Islam yang sanggup berhadapan dengan kaum muslimin.Demikian pula, beliau shallallahu ‘alaihi was sallam menjelaskan tentang tipu daya setan dan pintu-pintunya sehingga umatnya pun bisa terlindungi dari keburukannya dengan mewaspadai tipu dayanya dan mennghindari pintu-pintunya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam pun telah menjelaskan tentang jiwa manusia, serta sifat-sifatnya dengan sempurna sehingga umatnya tidaklah membutuhkan penjelasan selainnya.Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam pun mengajarkan tentang pedoman hidup manusia yang jika manusia menerapkannya, niscaya akan lurus hidupnya. Kesimpulannya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam membawa ajaran kebaikan dunia dan akherat untuk umatnya dengan sempurna. Jadi, bagaimana mungkin muncul persangkaan bahwa agama Islam yang dibawa oleh beliau shallallahu ‘alaihi was sallam itu masih membutuhkan logika, analogi (qiyas), dan teori politik di luar Islam untuk menyempurnakan agama Islam?Barangsiapa yang menyangka demikian, maka kedudukannya seperti orang yang menyangka bahwa manusia membutuhkan rasul lain sepeninggal beliau shallallahu ‘alaihi was sallam. Dan faktor penyebab sangkaan yang salah itu adalah sedikitnya pemahaman orang yang menyangka tentang agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam dan tidak banyak mengenal pemahaman para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam, yang mana para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam adalah orang-orang yang mencukupkan diri mereka dengan agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam dan mereka tidak membutuhkan kepada ajaran agama selainnya, oleh karena itu mereka berhasil menjadi penyebab terbukanya hati manusia  dan terbukanya berbagai negeri di bawah kepemimpinan mereka.[Bersambung]Penulis: Ust. Sa’id Abu UkasyahArtikel Muslim.or.id______🔍 Cara Shalat Rasulullah Yang Benar, Waktu Pembayaran Zakat Untuk Harta Dagangan Adalah, Islam On Line, Waktu Shalat Isyroq, Alasan Wanita Bercadar

Keindahan Islam (5)

Ibnul Qoyyim rahimahullah Berbicara tentang Kesempurnaan Islam Perhatikanlah, para pembaca, bagaimana Ibnul Qoyyim rahimahullah menggambarkan kepada kita kesempurnaan Islam yang hal ini sesungguhnya menunjukkan keindahan Islam. Berikut ini kami sarikan[1. Dengan sedikit penambahan dan pengurangan kata-kata untuk penyesuaian bahasa, namun tanpa merubah intisari penjelasan beliau] penjelasan beliau yang tertulis dalam kitabnya I’lamul Muwaqqi’in (4/285-286).Ibnul Qoyyim rahimahullah menjelaskan bahwa agama yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam adalah agama yang sempurna, menyeluruh, mencukupi kebutuhan manusia, sehingga umat Islam tidak membutuhkan ajaran agama selainnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam telah menjelaskan kepada umat ini tentang hukum kehidupan, kematian maupun setelahnya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam wafat, sedangkan tidak ada satu pun kebaikan yang dibutuhkan manusia kecuali telah beliau shallallahu ‘alaihi was sallam jelaskan. Beliau  shallallahu ‘alaihi was sallam telah mengajarkan semua kebaikan, sampai pun adab buang hajat, hubungan badan antar suami istri, tidur, berdiri, duduk, makan, minum, menaiki kendaraan, safar, mukim, diam, berbicara, dan adab bergaul. Beliau pun shallallahu ‘alaihi was sallam  mengajarkan tentang hakikat kekayaan, perihal kemiskinan, masalah sehat dan sakit.Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam wafat dan beliau telah menjelaskan tentang sifat-sifat Al-‘Arsy, Al-Kursi, malaikat, jin, neraka, surga, hari Kiamat dan apa yang terjadi padanya hingga seolah-olah orang yang mendengarnya seperti sedang melihat dengan mata kepala sendiri. Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam telah memberitahukan kepada umatnya tentang satu-satunya sesembahan mereka yang benar, yaitu Allah Tabaraka wa Ta’ala, dengan penjelasan yang sempurna. Mengenalkan kepada mereka nama Allah, sifat dan perbuatan-Nya. Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam mengenalkan kepada umatnya tentang para nabi ‘alaihimush shalatu was salam dan umat mereka, serta peristiwa yang terjadi di antara mereka, seolah-olah umatnya sedang hidup di tengah-tengah umat terdahulu.Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam juga memberitahukan jalan-jalan kebaikan dan keburukan, yang nampak maupun tidak nampak, mengenalkan tentang keadaan-keadaan kematian, dan  alam barzakh, memberitahukan adanya hari kebangkitan dan prosesi di akherat nantinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam pun telah menjelaskan dengan gamblang dalil-dalil tentang tauhid, kenabian, kerasulan serta bantahan terhadap kelompok kufur dan sesat yang jika dipahami dengan baik, tidak akan tersisa sedikitpun syubhat dan kebingungan.Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam pun mengajarkan ilmu tentang peperangan dan adab-adabnya, dan mengajarkan pula sebab-sebab kemenangan yang kalau diterapkan tidak ada satupun musuh Islam yang sanggup berhadapan dengan kaum muslimin.Demikian pula, beliau shallallahu ‘alaihi was sallam menjelaskan tentang tipu daya setan dan pintu-pintunya sehingga umatnya pun bisa terlindungi dari keburukannya dengan mewaspadai tipu dayanya dan mennghindari pintu-pintunya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam pun telah menjelaskan tentang jiwa manusia, serta sifat-sifatnya dengan sempurna sehingga umatnya tidaklah membutuhkan penjelasan selainnya.Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam pun mengajarkan tentang pedoman hidup manusia yang jika manusia menerapkannya, niscaya akan lurus hidupnya. Kesimpulannya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam membawa ajaran kebaikan dunia dan akherat untuk umatnya dengan sempurna. Jadi, bagaimana mungkin muncul persangkaan bahwa agama Islam yang dibawa oleh beliau shallallahu ‘alaihi was sallam itu masih membutuhkan logika, analogi (qiyas), dan teori politik di luar Islam untuk menyempurnakan agama Islam?Barangsiapa yang menyangka demikian, maka kedudukannya seperti orang yang menyangka bahwa manusia membutuhkan rasul lain sepeninggal beliau shallallahu ‘alaihi was sallam. Dan faktor penyebab sangkaan yang salah itu adalah sedikitnya pemahaman orang yang menyangka tentang agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam dan tidak banyak mengenal pemahaman para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam, yang mana para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam adalah orang-orang yang mencukupkan diri mereka dengan agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam dan mereka tidak membutuhkan kepada ajaran agama selainnya, oleh karena itu mereka berhasil menjadi penyebab terbukanya hati manusia  dan terbukanya berbagai negeri di bawah kepemimpinan mereka.[Bersambung]Penulis: Ust. Sa’id Abu UkasyahArtikel Muslim.or.id______🔍 Cara Shalat Rasulullah Yang Benar, Waktu Pembayaran Zakat Untuk Harta Dagangan Adalah, Islam On Line, Waktu Shalat Isyroq, Alasan Wanita Bercadar
Ibnul Qoyyim rahimahullah Berbicara tentang Kesempurnaan Islam Perhatikanlah, para pembaca, bagaimana Ibnul Qoyyim rahimahullah menggambarkan kepada kita kesempurnaan Islam yang hal ini sesungguhnya menunjukkan keindahan Islam. Berikut ini kami sarikan[1. Dengan sedikit penambahan dan pengurangan kata-kata untuk penyesuaian bahasa, namun tanpa merubah intisari penjelasan beliau] penjelasan beliau yang tertulis dalam kitabnya I’lamul Muwaqqi’in (4/285-286).Ibnul Qoyyim rahimahullah menjelaskan bahwa agama yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam adalah agama yang sempurna, menyeluruh, mencukupi kebutuhan manusia, sehingga umat Islam tidak membutuhkan ajaran agama selainnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam telah menjelaskan kepada umat ini tentang hukum kehidupan, kematian maupun setelahnya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam wafat, sedangkan tidak ada satu pun kebaikan yang dibutuhkan manusia kecuali telah beliau shallallahu ‘alaihi was sallam jelaskan. Beliau  shallallahu ‘alaihi was sallam telah mengajarkan semua kebaikan, sampai pun adab buang hajat, hubungan badan antar suami istri, tidur, berdiri, duduk, makan, minum, menaiki kendaraan, safar, mukim, diam, berbicara, dan adab bergaul. Beliau pun shallallahu ‘alaihi was sallam  mengajarkan tentang hakikat kekayaan, perihal kemiskinan, masalah sehat dan sakit.Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam wafat dan beliau telah menjelaskan tentang sifat-sifat Al-‘Arsy, Al-Kursi, malaikat, jin, neraka, surga, hari Kiamat dan apa yang terjadi padanya hingga seolah-olah orang yang mendengarnya seperti sedang melihat dengan mata kepala sendiri. Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam telah memberitahukan kepada umatnya tentang satu-satunya sesembahan mereka yang benar, yaitu Allah Tabaraka wa Ta’ala, dengan penjelasan yang sempurna. Mengenalkan kepada mereka nama Allah, sifat dan perbuatan-Nya. Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam mengenalkan kepada umatnya tentang para nabi ‘alaihimush shalatu was salam dan umat mereka, serta peristiwa yang terjadi di antara mereka, seolah-olah umatnya sedang hidup di tengah-tengah umat terdahulu.Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam juga memberitahukan jalan-jalan kebaikan dan keburukan, yang nampak maupun tidak nampak, mengenalkan tentang keadaan-keadaan kematian, dan  alam barzakh, memberitahukan adanya hari kebangkitan dan prosesi di akherat nantinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam pun telah menjelaskan dengan gamblang dalil-dalil tentang tauhid, kenabian, kerasulan serta bantahan terhadap kelompok kufur dan sesat yang jika dipahami dengan baik, tidak akan tersisa sedikitpun syubhat dan kebingungan.Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam pun mengajarkan ilmu tentang peperangan dan adab-adabnya, dan mengajarkan pula sebab-sebab kemenangan yang kalau diterapkan tidak ada satupun musuh Islam yang sanggup berhadapan dengan kaum muslimin.Demikian pula, beliau shallallahu ‘alaihi was sallam menjelaskan tentang tipu daya setan dan pintu-pintunya sehingga umatnya pun bisa terlindungi dari keburukannya dengan mewaspadai tipu dayanya dan mennghindari pintu-pintunya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam pun telah menjelaskan tentang jiwa manusia, serta sifat-sifatnya dengan sempurna sehingga umatnya tidaklah membutuhkan penjelasan selainnya.Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam pun mengajarkan tentang pedoman hidup manusia yang jika manusia menerapkannya, niscaya akan lurus hidupnya. Kesimpulannya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam membawa ajaran kebaikan dunia dan akherat untuk umatnya dengan sempurna. Jadi, bagaimana mungkin muncul persangkaan bahwa agama Islam yang dibawa oleh beliau shallallahu ‘alaihi was sallam itu masih membutuhkan logika, analogi (qiyas), dan teori politik di luar Islam untuk menyempurnakan agama Islam?Barangsiapa yang menyangka demikian, maka kedudukannya seperti orang yang menyangka bahwa manusia membutuhkan rasul lain sepeninggal beliau shallallahu ‘alaihi was sallam. Dan faktor penyebab sangkaan yang salah itu adalah sedikitnya pemahaman orang yang menyangka tentang agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam dan tidak banyak mengenal pemahaman para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam, yang mana para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam adalah orang-orang yang mencukupkan diri mereka dengan agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam dan mereka tidak membutuhkan kepada ajaran agama selainnya, oleh karena itu mereka berhasil menjadi penyebab terbukanya hati manusia  dan terbukanya berbagai negeri di bawah kepemimpinan mereka.[Bersambung]Penulis: Ust. Sa’id Abu UkasyahArtikel Muslim.or.id______🔍 Cara Shalat Rasulullah Yang Benar, Waktu Pembayaran Zakat Untuk Harta Dagangan Adalah, Islam On Line, Waktu Shalat Isyroq, Alasan Wanita Bercadar


Ibnul Qoyyim rahimahullah Berbicara tentang Kesempurnaan Islam Perhatikanlah, para pembaca, bagaimana Ibnul Qoyyim rahimahullah menggambarkan kepada kita kesempurnaan Islam yang hal ini sesungguhnya menunjukkan keindahan Islam. Berikut ini kami sarikan[1. Dengan sedikit penambahan dan pengurangan kata-kata untuk penyesuaian bahasa, namun tanpa merubah intisari penjelasan beliau] penjelasan beliau yang tertulis dalam kitabnya I’lamul Muwaqqi’in (4/285-286).Ibnul Qoyyim rahimahullah menjelaskan bahwa agama yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam adalah agama yang sempurna, menyeluruh, mencukupi kebutuhan manusia, sehingga umat Islam tidak membutuhkan ajaran agama selainnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam telah menjelaskan kepada umat ini tentang hukum kehidupan, kematian maupun setelahnya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam wafat, sedangkan tidak ada satu pun kebaikan yang dibutuhkan manusia kecuali telah beliau shallallahu ‘alaihi was sallam jelaskan. Beliau  shallallahu ‘alaihi was sallam telah mengajarkan semua kebaikan, sampai pun adab buang hajat, hubungan badan antar suami istri, tidur, berdiri, duduk, makan, minum, menaiki kendaraan, safar, mukim, diam, berbicara, dan adab bergaul. Beliau pun shallallahu ‘alaihi was sallam  mengajarkan tentang hakikat kekayaan, perihal kemiskinan, masalah sehat dan sakit.Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam wafat dan beliau telah menjelaskan tentang sifat-sifat Al-‘Arsy, Al-Kursi, malaikat, jin, neraka, surga, hari Kiamat dan apa yang terjadi padanya hingga seolah-olah orang yang mendengarnya seperti sedang melihat dengan mata kepala sendiri. Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam telah memberitahukan kepada umatnya tentang satu-satunya sesembahan mereka yang benar, yaitu Allah Tabaraka wa Ta’ala, dengan penjelasan yang sempurna. Mengenalkan kepada mereka nama Allah, sifat dan perbuatan-Nya. Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam mengenalkan kepada umatnya tentang para nabi ‘alaihimush shalatu was salam dan umat mereka, serta peristiwa yang terjadi di antara mereka, seolah-olah umatnya sedang hidup di tengah-tengah umat terdahulu.Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam juga memberitahukan jalan-jalan kebaikan dan keburukan, yang nampak maupun tidak nampak, mengenalkan tentang keadaan-keadaan kematian, dan  alam barzakh, memberitahukan adanya hari kebangkitan dan prosesi di akherat nantinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam pun telah menjelaskan dengan gamblang dalil-dalil tentang tauhid, kenabian, kerasulan serta bantahan terhadap kelompok kufur dan sesat yang jika dipahami dengan baik, tidak akan tersisa sedikitpun syubhat dan kebingungan.Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam pun mengajarkan ilmu tentang peperangan dan adab-adabnya, dan mengajarkan pula sebab-sebab kemenangan yang kalau diterapkan tidak ada satupun musuh Islam yang sanggup berhadapan dengan kaum muslimin.Demikian pula, beliau shallallahu ‘alaihi was sallam menjelaskan tentang tipu daya setan dan pintu-pintunya sehingga umatnya pun bisa terlindungi dari keburukannya dengan mewaspadai tipu dayanya dan mennghindari pintu-pintunya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam pun telah menjelaskan tentang jiwa manusia, serta sifat-sifatnya dengan sempurna sehingga umatnya tidaklah membutuhkan penjelasan selainnya.Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam pun mengajarkan tentang pedoman hidup manusia yang jika manusia menerapkannya, niscaya akan lurus hidupnya. Kesimpulannya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam membawa ajaran kebaikan dunia dan akherat untuk umatnya dengan sempurna. Jadi, bagaimana mungkin muncul persangkaan bahwa agama Islam yang dibawa oleh beliau shallallahu ‘alaihi was sallam itu masih membutuhkan logika, analogi (qiyas), dan teori politik di luar Islam untuk menyempurnakan agama Islam?Barangsiapa yang menyangka demikian, maka kedudukannya seperti orang yang menyangka bahwa manusia membutuhkan rasul lain sepeninggal beliau shallallahu ‘alaihi was sallam. Dan faktor penyebab sangkaan yang salah itu adalah sedikitnya pemahaman orang yang menyangka tentang agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam dan tidak banyak mengenal pemahaman para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam, yang mana para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam adalah orang-orang yang mencukupkan diri mereka dengan agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam dan mereka tidak membutuhkan kepada ajaran agama selainnya, oleh karena itu mereka berhasil menjadi penyebab terbukanya hati manusia  dan terbukanya berbagai negeri di bawah kepemimpinan mereka.[Bersambung]Penulis: Ust. Sa’id Abu UkasyahArtikel Muslim.or.id______🔍 Cara Shalat Rasulullah Yang Benar, Waktu Pembayaran Zakat Untuk Harta Dagangan Adalah, Islam On Line, Waktu Shalat Isyroq, Alasan Wanita Bercadar

Jangan Tuntut Ayah

Suatu kali ayahku mengajak ke pemakaman. Setelah sampai beliau sepertinya mencari-cari sesuatu. Lalu ayahku berkata, “Nak, lihat nisan dari batu bata kecil itu!! Yang dibawah pohon kamboja… Itu kuburan mbah putrimu.” Tunjuk bapakku “Suatu saat kuburan itu akan hilang karena kemiskinan, orang-orang kaya akan merusak kuburan dengan membuat batu kijing[1].” tambah bapakku.. Sementara aku cuma diam sambil melihat kuburan-kuburan berserakan didepan.. Aku tak lupa memegang lengan beliau yang kekar karena tiap hari bergulat dengan cangkul. Sesekali saya melihat jenggot dan matanya yang menatap jauh… jauh jauh.. seakan dia memikirkan apa yang akan terjadi dibalik batu nisan ini. Tiba-tiba suara bapakku muncul dari mimik bibirnya sembari melihatku, “Nak… kamu sudah baligh, kamu sudah bertanggung jawab dengan amalmu..”. “Bapak sudah berusaha mendidik kalian agar menunaikan kewajiban kepada Allah, terutama shalat” “Jangan sampai suatu saat kalian menjadi penghalang masuk surga orang tua, jika di yaumil hisab ketika kalian di tanya Allah tentang keadaan sholatmu… kalian mengatakan ‘saya belum diajari agama oleh orang tuaku’. Maka Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada orang tua karena dia bertanggung jawab mendidik anaknya..” “Ingat Bapak sudah berusaha mendidik kalian, dan menyuruh menunaikan kewajiban kepada Allah… jika Bapakmu kelak tiada. Kalian-kalianlah kelak yang mendoakan bapak-ibumu.” [Abu Najmah Minanurrohman] Keterangan:  1. Ada hadis larangan membuat kijing pada kuburan. Dari sahabat Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘anhu, نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari memberi semen pada kubur, duduk di atas kubur dan membuat bangunan di atas kubur.” (HR. Muslim no. 970) Disamping itu secara ekonomi, pemberian kijing syarat pemborosan. Karena area pemakaman umum akan penuh bangunan yang menyulitkan tempat pemakaman bagi orang yg meninggal esok hari.

Jangan Tuntut Ayah

Suatu kali ayahku mengajak ke pemakaman. Setelah sampai beliau sepertinya mencari-cari sesuatu. Lalu ayahku berkata, “Nak, lihat nisan dari batu bata kecil itu!! Yang dibawah pohon kamboja… Itu kuburan mbah putrimu.” Tunjuk bapakku “Suatu saat kuburan itu akan hilang karena kemiskinan, orang-orang kaya akan merusak kuburan dengan membuat batu kijing[1].” tambah bapakku.. Sementara aku cuma diam sambil melihat kuburan-kuburan berserakan didepan.. Aku tak lupa memegang lengan beliau yang kekar karena tiap hari bergulat dengan cangkul. Sesekali saya melihat jenggot dan matanya yang menatap jauh… jauh jauh.. seakan dia memikirkan apa yang akan terjadi dibalik batu nisan ini. Tiba-tiba suara bapakku muncul dari mimik bibirnya sembari melihatku, “Nak… kamu sudah baligh, kamu sudah bertanggung jawab dengan amalmu..”. “Bapak sudah berusaha mendidik kalian agar menunaikan kewajiban kepada Allah, terutama shalat” “Jangan sampai suatu saat kalian menjadi penghalang masuk surga orang tua, jika di yaumil hisab ketika kalian di tanya Allah tentang keadaan sholatmu… kalian mengatakan ‘saya belum diajari agama oleh orang tuaku’. Maka Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada orang tua karena dia bertanggung jawab mendidik anaknya..” “Ingat Bapak sudah berusaha mendidik kalian, dan menyuruh menunaikan kewajiban kepada Allah… jika Bapakmu kelak tiada. Kalian-kalianlah kelak yang mendoakan bapak-ibumu.” [Abu Najmah Minanurrohman] Keterangan:  1. Ada hadis larangan membuat kijing pada kuburan. Dari sahabat Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘anhu, نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari memberi semen pada kubur, duduk di atas kubur dan membuat bangunan di atas kubur.” (HR. Muslim no. 970) Disamping itu secara ekonomi, pemberian kijing syarat pemborosan. Karena area pemakaman umum akan penuh bangunan yang menyulitkan tempat pemakaman bagi orang yg meninggal esok hari.
Suatu kali ayahku mengajak ke pemakaman. Setelah sampai beliau sepertinya mencari-cari sesuatu. Lalu ayahku berkata, “Nak, lihat nisan dari batu bata kecil itu!! Yang dibawah pohon kamboja… Itu kuburan mbah putrimu.” Tunjuk bapakku “Suatu saat kuburan itu akan hilang karena kemiskinan, orang-orang kaya akan merusak kuburan dengan membuat batu kijing[1].” tambah bapakku.. Sementara aku cuma diam sambil melihat kuburan-kuburan berserakan didepan.. Aku tak lupa memegang lengan beliau yang kekar karena tiap hari bergulat dengan cangkul. Sesekali saya melihat jenggot dan matanya yang menatap jauh… jauh jauh.. seakan dia memikirkan apa yang akan terjadi dibalik batu nisan ini. Tiba-tiba suara bapakku muncul dari mimik bibirnya sembari melihatku, “Nak… kamu sudah baligh, kamu sudah bertanggung jawab dengan amalmu..”. “Bapak sudah berusaha mendidik kalian agar menunaikan kewajiban kepada Allah, terutama shalat” “Jangan sampai suatu saat kalian menjadi penghalang masuk surga orang tua, jika di yaumil hisab ketika kalian di tanya Allah tentang keadaan sholatmu… kalian mengatakan ‘saya belum diajari agama oleh orang tuaku’. Maka Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada orang tua karena dia bertanggung jawab mendidik anaknya..” “Ingat Bapak sudah berusaha mendidik kalian, dan menyuruh menunaikan kewajiban kepada Allah… jika Bapakmu kelak tiada. Kalian-kalianlah kelak yang mendoakan bapak-ibumu.” [Abu Najmah Minanurrohman] Keterangan:  1. Ada hadis larangan membuat kijing pada kuburan. Dari sahabat Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘anhu, نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari memberi semen pada kubur, duduk di atas kubur dan membuat bangunan di atas kubur.” (HR. Muslim no. 970) Disamping itu secara ekonomi, pemberian kijing syarat pemborosan. Karena area pemakaman umum akan penuh bangunan yang menyulitkan tempat pemakaman bagi orang yg meninggal esok hari.


Suatu kali ayahku mengajak ke pemakaman. Setelah sampai beliau sepertinya mencari-cari sesuatu. Lalu ayahku berkata, “Nak, lihat nisan dari batu bata kecil itu!! Yang dibawah pohon kamboja… Itu kuburan mbah putrimu.” Tunjuk bapakku “Suatu saat kuburan itu akan hilang karena kemiskinan, orang-orang kaya akan merusak kuburan dengan membuat batu kijing[1].” tambah bapakku.. Sementara aku cuma diam sambil melihat kuburan-kuburan berserakan didepan.. Aku tak lupa memegang lengan beliau yang kekar karena tiap hari bergulat dengan cangkul. Sesekali saya melihat jenggot dan matanya yang menatap jauh… jauh jauh.. seakan dia memikirkan apa yang akan terjadi dibalik batu nisan ini. Tiba-tiba suara bapakku muncul dari mimik bibirnya sembari melihatku, “Nak… kamu sudah baligh, kamu sudah bertanggung jawab dengan amalmu..”. “Bapak sudah berusaha mendidik kalian agar menunaikan kewajiban kepada Allah, terutama shalat” “Jangan sampai suatu saat kalian menjadi penghalang masuk surga orang tua, jika di yaumil hisab ketika kalian di tanya Allah tentang keadaan sholatmu… kalian mengatakan ‘saya belum diajari agama oleh orang tuaku’. Maka Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada orang tua karena dia bertanggung jawab mendidik anaknya..” “Ingat Bapak sudah berusaha mendidik kalian, dan menyuruh menunaikan kewajiban kepada Allah… jika Bapakmu kelak tiada. Kalian-kalianlah kelak yang mendoakan bapak-ibumu.” [Abu Najmah Minanurrohman] Keterangan:  1. Ada hadis larangan membuat kijing pada kuburan. Dari sahabat Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘anhu, نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari memberi semen pada kubur, duduk di atas kubur dan membuat bangunan di atas kubur.” (HR. Muslim no. 970) Disamping itu secara ekonomi, pemberian kijing syarat pemborosan. Karena area pemakaman umum akan penuh bangunan yang menyulitkan tempat pemakaman bagi orang yg meninggal esok hari.

Donasi Pembangunan Masjid Umar bin Khattab Pondok Pesantren Intan Ilmu

KAMI MEMBUKA LAHAN BERAMAL UNTUK ANDA!Hanya Dengan 300 RIBU RUPIAHDonasi Pemasangan Pondasi Tiang PancangDengan 300 ribu rupiah, Anda telah berpartisipasi untuk 1 meter tiang pancang Masjid Umar bin KhattabTotal biaya: Rp 3,1 MCaranya sebagai berikut: 1. Transfer ke nomor rekening Bank Mandiri: 031-00-10697186 an. Yayasan Intan Ilmu2. Konfirmasi via SMS/WA ke nomor 0811-511-3737 format: TIANGPANCANG#NAMA#DOMISILI#NOMINALcontoh: TIANGPANCANG#ABDULLAH#BANJARMASIN#300.000Barakallahu fiikum.Pembina Yayasan & Pesantren Intan Ilmu:Ust. Ahmad Zainuddin Al Banjary, LcUst. Khairullah Anwar Luthfi, LcUst. Ayman’t Abdillah, LcKetua Yayasan :Drs. Muchlis Ridha, MMPenasihat Hukum:Dr. H. Fikri S.H. Msi. M.HYayasan Intan IlmuIMB nomor: 503/644/1581-1588/KPT-BTL/2016Sekretariat:  Jl. Trans Kalimantan RT 09 No. 76 Handil Bakti, BatolaCall Center: 0811-511-3737www.intanilmu.or.idTempat Pondok Pesantren Intan Ilmu:https://goo.gl/maps/3NmZWM9o9bU2___Targhib:Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Ibnu Majah)

Donasi Pembangunan Masjid Umar bin Khattab Pondok Pesantren Intan Ilmu

KAMI MEMBUKA LAHAN BERAMAL UNTUK ANDA!Hanya Dengan 300 RIBU RUPIAHDonasi Pemasangan Pondasi Tiang PancangDengan 300 ribu rupiah, Anda telah berpartisipasi untuk 1 meter tiang pancang Masjid Umar bin KhattabTotal biaya: Rp 3,1 MCaranya sebagai berikut: 1. Transfer ke nomor rekening Bank Mandiri: 031-00-10697186 an. Yayasan Intan Ilmu2. Konfirmasi via SMS/WA ke nomor 0811-511-3737 format: TIANGPANCANG#NAMA#DOMISILI#NOMINALcontoh: TIANGPANCANG#ABDULLAH#BANJARMASIN#300.000Barakallahu fiikum.Pembina Yayasan & Pesantren Intan Ilmu:Ust. Ahmad Zainuddin Al Banjary, LcUst. Khairullah Anwar Luthfi, LcUst. Ayman’t Abdillah, LcKetua Yayasan :Drs. Muchlis Ridha, MMPenasihat Hukum:Dr. H. Fikri S.H. Msi. M.HYayasan Intan IlmuIMB nomor: 503/644/1581-1588/KPT-BTL/2016Sekretariat:  Jl. Trans Kalimantan RT 09 No. 76 Handil Bakti, BatolaCall Center: 0811-511-3737www.intanilmu.or.idTempat Pondok Pesantren Intan Ilmu:https://goo.gl/maps/3NmZWM9o9bU2___Targhib:Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Ibnu Majah)
KAMI MEMBUKA LAHAN BERAMAL UNTUK ANDA!Hanya Dengan 300 RIBU RUPIAHDonasi Pemasangan Pondasi Tiang PancangDengan 300 ribu rupiah, Anda telah berpartisipasi untuk 1 meter tiang pancang Masjid Umar bin KhattabTotal biaya: Rp 3,1 MCaranya sebagai berikut: 1. Transfer ke nomor rekening Bank Mandiri: 031-00-10697186 an. Yayasan Intan Ilmu2. Konfirmasi via SMS/WA ke nomor 0811-511-3737 format: TIANGPANCANG#NAMA#DOMISILI#NOMINALcontoh: TIANGPANCANG#ABDULLAH#BANJARMASIN#300.000Barakallahu fiikum.Pembina Yayasan & Pesantren Intan Ilmu:Ust. Ahmad Zainuddin Al Banjary, LcUst. Khairullah Anwar Luthfi, LcUst. Ayman’t Abdillah, LcKetua Yayasan :Drs. Muchlis Ridha, MMPenasihat Hukum:Dr. H. Fikri S.H. Msi. M.HYayasan Intan IlmuIMB nomor: 503/644/1581-1588/KPT-BTL/2016Sekretariat:  Jl. Trans Kalimantan RT 09 No. 76 Handil Bakti, BatolaCall Center: 0811-511-3737www.intanilmu.or.idTempat Pondok Pesantren Intan Ilmu:https://goo.gl/maps/3NmZWM9o9bU2___Targhib:Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Ibnu Majah)


KAMI MEMBUKA LAHAN BERAMAL UNTUK ANDA!Hanya Dengan 300 RIBU RUPIAHDonasi Pemasangan Pondasi Tiang PancangDengan 300 ribu rupiah, Anda telah berpartisipasi untuk 1 meter tiang pancang Masjid Umar bin KhattabTotal biaya: Rp 3,1 MCaranya sebagai berikut: 1. Transfer ke nomor rekening Bank Mandiri: 031-00-10697186 an. Yayasan Intan Ilmu2. Konfirmasi via SMS/WA ke nomor 0811-511-3737 format: TIANGPANCANG#NAMA#DOMISILI#NOMINALcontoh: TIANGPANCANG#ABDULLAH#BANJARMASIN#300.000Barakallahu fiikum.Pembina Yayasan & Pesantren Intan Ilmu:Ust. Ahmad Zainuddin Al Banjary, LcUst. Khairullah Anwar Luthfi, LcUst. Ayman’t Abdillah, LcKetua Yayasan :Drs. Muchlis Ridha, MMPenasihat Hukum:Dr. H. Fikri S.H. Msi. M.HYayasan Intan IlmuIMB nomor: 503/644/1581-1588/KPT-BTL/2016Sekretariat:  Jl. Trans Kalimantan RT 09 No. 76 Handil Bakti, BatolaCall Center: 0811-511-3737www.intanilmu.or.idTempat Pondok Pesantren Intan Ilmu:https://goo.gl/maps/3NmZWM9o9bU2___Targhib:Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Ibnu Majah)

Riba Akan Hancur, Sedekah Akan Subur

Ingatlah riba itu akan hancur. Sebaliknya, sedekah akan subur.   Renungan Bahaya Riba dari Surat Al-Baqarah ayat 276 يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” (QS. Al-Baqarah: 276)   Syaikh As-Sa’di rahimahullah dalam Tafsir As-Sa’di, hlm. 109 menjelaskan bahwa harta riba itu akan sirna, bisa jadi secara kasatmata (dzatan) memang musnah atau secara maknawi (shifatan), berkah harta itu akan hilang. Bisa jadi Allah menimpakan berbagai musibah atau Allah cabut keberkahan pada hartanya. Kalau harta riba tersebut juga ia infakkan, tidak mendapatkan pahala, bahkan hanya menambah ia jatuh dalam jurang neraka. Syaikh As-Sa’di mengungkapkan lagi bahwa sedekah itulah yang akan membuat harta itu berkembang dan semakin bertambah berkah. Pahala dari orang yang bersedekah semakin bertambah. Karena ingatlah bahwa balasan itu sesuai dengan amalan. Harta riba bisa hancur dikarenakan ada tindakan zalim dan mengambil harta orang lain tanpa jalan yang benar. Dari Adh-Dhahak, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Allah menghancurkan riba maksudnya adalah sedekah, jihad, haji, dan shalat dari pelaku riba tidak diterima.” Sedangkan sedekah itu akan menyuburkan dan memberkahi harta di dunia dan melipatgandakan pahala dan ganjaran di akhirat. Dari ayat tersebut ditunjukkan bahwa riba itu haram karena Allah tidak suka bagi yang menghalalkannya dan pelakunya disebut terjerumus dalam dosa.  (Tafsir Al-Baghawi, 3: 302) Ibnu Katsir menyatakan bahwa ada kaitannya ayat 276 ditutup dengan “Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa”, yaitu pelaku riba tidak ridha dengan apa yang Allah halalkan. Ia tidak mau mencukupkan dengan yang mubah. Keinginannya adalah memakan harta orang lain dengan jalan yang batil dengan menempuh usaha yang kotor. Makanya ia disebut menentang nikmat Allah dan zalim lagi berdosa karena memakan harta orang lain dengan jalan yang batil.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 285)   Wallahu waliyyut taufiq was sadaad. — Disusun di DS Panggang, Selasa, 3 Jumadal Ula 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsriba sedekah

Riba Akan Hancur, Sedekah Akan Subur

Ingatlah riba itu akan hancur. Sebaliknya, sedekah akan subur.   Renungan Bahaya Riba dari Surat Al-Baqarah ayat 276 يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” (QS. Al-Baqarah: 276)   Syaikh As-Sa’di rahimahullah dalam Tafsir As-Sa’di, hlm. 109 menjelaskan bahwa harta riba itu akan sirna, bisa jadi secara kasatmata (dzatan) memang musnah atau secara maknawi (shifatan), berkah harta itu akan hilang. Bisa jadi Allah menimpakan berbagai musibah atau Allah cabut keberkahan pada hartanya. Kalau harta riba tersebut juga ia infakkan, tidak mendapatkan pahala, bahkan hanya menambah ia jatuh dalam jurang neraka. Syaikh As-Sa’di mengungkapkan lagi bahwa sedekah itulah yang akan membuat harta itu berkembang dan semakin bertambah berkah. Pahala dari orang yang bersedekah semakin bertambah. Karena ingatlah bahwa balasan itu sesuai dengan amalan. Harta riba bisa hancur dikarenakan ada tindakan zalim dan mengambil harta orang lain tanpa jalan yang benar. Dari Adh-Dhahak, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Allah menghancurkan riba maksudnya adalah sedekah, jihad, haji, dan shalat dari pelaku riba tidak diterima.” Sedangkan sedekah itu akan menyuburkan dan memberkahi harta di dunia dan melipatgandakan pahala dan ganjaran di akhirat. Dari ayat tersebut ditunjukkan bahwa riba itu haram karena Allah tidak suka bagi yang menghalalkannya dan pelakunya disebut terjerumus dalam dosa.  (Tafsir Al-Baghawi, 3: 302) Ibnu Katsir menyatakan bahwa ada kaitannya ayat 276 ditutup dengan “Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa”, yaitu pelaku riba tidak ridha dengan apa yang Allah halalkan. Ia tidak mau mencukupkan dengan yang mubah. Keinginannya adalah memakan harta orang lain dengan jalan yang batil dengan menempuh usaha yang kotor. Makanya ia disebut menentang nikmat Allah dan zalim lagi berdosa karena memakan harta orang lain dengan jalan yang batil.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 285)   Wallahu waliyyut taufiq was sadaad. — Disusun di DS Panggang, Selasa, 3 Jumadal Ula 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsriba sedekah
Ingatlah riba itu akan hancur. Sebaliknya, sedekah akan subur.   Renungan Bahaya Riba dari Surat Al-Baqarah ayat 276 يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” (QS. Al-Baqarah: 276)   Syaikh As-Sa’di rahimahullah dalam Tafsir As-Sa’di, hlm. 109 menjelaskan bahwa harta riba itu akan sirna, bisa jadi secara kasatmata (dzatan) memang musnah atau secara maknawi (shifatan), berkah harta itu akan hilang. Bisa jadi Allah menimpakan berbagai musibah atau Allah cabut keberkahan pada hartanya. Kalau harta riba tersebut juga ia infakkan, tidak mendapatkan pahala, bahkan hanya menambah ia jatuh dalam jurang neraka. Syaikh As-Sa’di mengungkapkan lagi bahwa sedekah itulah yang akan membuat harta itu berkembang dan semakin bertambah berkah. Pahala dari orang yang bersedekah semakin bertambah. Karena ingatlah bahwa balasan itu sesuai dengan amalan. Harta riba bisa hancur dikarenakan ada tindakan zalim dan mengambil harta orang lain tanpa jalan yang benar. Dari Adh-Dhahak, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Allah menghancurkan riba maksudnya adalah sedekah, jihad, haji, dan shalat dari pelaku riba tidak diterima.” Sedangkan sedekah itu akan menyuburkan dan memberkahi harta di dunia dan melipatgandakan pahala dan ganjaran di akhirat. Dari ayat tersebut ditunjukkan bahwa riba itu haram karena Allah tidak suka bagi yang menghalalkannya dan pelakunya disebut terjerumus dalam dosa.  (Tafsir Al-Baghawi, 3: 302) Ibnu Katsir menyatakan bahwa ada kaitannya ayat 276 ditutup dengan “Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa”, yaitu pelaku riba tidak ridha dengan apa yang Allah halalkan. Ia tidak mau mencukupkan dengan yang mubah. Keinginannya adalah memakan harta orang lain dengan jalan yang batil dengan menempuh usaha yang kotor. Makanya ia disebut menentang nikmat Allah dan zalim lagi berdosa karena memakan harta orang lain dengan jalan yang batil.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 285)   Wallahu waliyyut taufiq was sadaad. — Disusun di DS Panggang, Selasa, 3 Jumadal Ula 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsriba sedekah


Ingatlah riba itu akan hancur. Sebaliknya, sedekah akan subur.   Renungan Bahaya Riba dari Surat Al-Baqarah ayat 276 يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” (QS. Al-Baqarah: 276)   Syaikh As-Sa’di rahimahullah dalam Tafsir As-Sa’di, hlm. 109 menjelaskan bahwa harta riba itu akan sirna, bisa jadi secara kasatmata (dzatan) memang musnah atau secara maknawi (shifatan), berkah harta itu akan hilang. Bisa jadi Allah menimpakan berbagai musibah atau Allah cabut keberkahan pada hartanya. Kalau harta riba tersebut juga ia infakkan, tidak mendapatkan pahala, bahkan hanya menambah ia jatuh dalam jurang neraka. Syaikh As-Sa’di mengungkapkan lagi bahwa sedekah itulah yang akan membuat harta itu berkembang dan semakin bertambah berkah. Pahala dari orang yang bersedekah semakin bertambah. Karena ingatlah bahwa balasan itu sesuai dengan amalan. Harta riba bisa hancur dikarenakan ada tindakan zalim dan mengambil harta orang lain tanpa jalan yang benar. Dari Adh-Dhahak, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Allah menghancurkan riba maksudnya adalah sedekah, jihad, haji, dan shalat dari pelaku riba tidak diterima.” Sedangkan sedekah itu akan menyuburkan dan memberkahi harta di dunia dan melipatgandakan pahala dan ganjaran di akhirat. Dari ayat tersebut ditunjukkan bahwa riba itu haram karena Allah tidak suka bagi yang menghalalkannya dan pelakunya disebut terjerumus dalam dosa.  (Tafsir Al-Baghawi, 3: 302) Ibnu Katsir menyatakan bahwa ada kaitannya ayat 276 ditutup dengan “Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa”, yaitu pelaku riba tidak ridha dengan apa yang Allah halalkan. Ia tidak mau mencukupkan dengan yang mubah. Keinginannya adalah memakan harta orang lain dengan jalan yang batil dengan menempuh usaha yang kotor. Makanya ia disebut menentang nikmat Allah dan zalim lagi berdosa karena memakan harta orang lain dengan jalan yang batil.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 285)   Wallahu waliyyut taufiq was sadaad. — Disusun di DS Panggang, Selasa, 3 Jumadal Ula 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsriba sedekah
Prev     Next