Kajian Umum: Tanda-tanda Kesuksesan โ€“ Ustadz Fariq Gasim Anuz

Siapa sih yang tidak menginginkan kesuksesan? Pasti setiap kita sangat menginginkannya. Akan tetapi banyak yang tidak memahami dengan baik kesuksesan yang hakiki. Inilah nasihat yang sangat berkesan yang di bawakan oleh Ustadz Fariq Gasim Anuz di Masjid Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) dengan tema Tanda-tanda Kesuksesan. Selamat menyimak dan semoga bermanfaat.๐Ÿ” Hukum Berhutang, Sebutkan Nasehat Luqman Terhadap Anak-anaknya, Konsep Tauhid Dalam Islam, Ustadz Syariful Mahya Lubis, Dalil Naqli Tentang Aqidah

Kajian Umum: Tanda-tanda Kesuksesan โ€“ Ustadz Fariq Gasim Anuz

Siapa sih yang tidak menginginkan kesuksesan? Pasti setiap kita sangat menginginkannya. Akan tetapi banyak yang tidak memahami dengan baik kesuksesan yang hakiki. Inilah nasihat yang sangat berkesan yang di bawakan oleh Ustadz Fariq Gasim Anuz di Masjid Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) dengan tema Tanda-tanda Kesuksesan. Selamat menyimak dan semoga bermanfaat.๐Ÿ” Hukum Berhutang, Sebutkan Nasehat Luqman Terhadap Anak-anaknya, Konsep Tauhid Dalam Islam, Ustadz Syariful Mahya Lubis, Dalil Naqli Tentang Aqidah
Siapa sih yang tidak menginginkan kesuksesan? Pasti setiap kita sangat menginginkannya. Akan tetapi banyak yang tidak memahami dengan baik kesuksesan yang hakiki. Inilah nasihat yang sangat berkesan yang di bawakan oleh Ustadz Fariq Gasim Anuz di Masjid Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) dengan tema Tanda-tanda Kesuksesan. Selamat menyimak dan semoga bermanfaat.๐Ÿ” Hukum Berhutang, Sebutkan Nasehat Luqman Terhadap Anak-anaknya, Konsep Tauhid Dalam Islam, Ustadz Syariful Mahya Lubis, Dalil Naqli Tentang Aqidah


Siapa sih yang tidak menginginkan kesuksesan? Pasti setiap kita sangat menginginkannya. Akan tetapi banyak yang tidak memahami dengan baik kesuksesan yang hakiki. Inilah nasihat yang sangat berkesan yang di bawakan oleh Ustadz Fariq Gasim Anuz di Masjid Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) dengan tema Tanda-tanda Kesuksesan. Selamat menyimak dan semoga bermanfaat.๐Ÿ” Hukum Berhutang, Sebutkan Nasehat Luqman Terhadap Anak-anaknya, Konsep Tauhid Dalam Islam, Ustadz Syariful Mahya Lubis, Dalil Naqli Tentang Aqidah

Kajian Umum: Faidah Kisah Nabi Ibrahim โ€˜alaihis salam โ€“ Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., MA.

Inilah kisah Nabi Ibrahim โ€˜alaihis salam yang sangat berkesan dan di dalamnya terdapat banyak sekali faidah yang dibawakan oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., MA. di Masjid Agung Sleman, Yogyakarta pada waktu Ahad, 15 Jumadal Awwal 1438 H / 12 Februari 2017. Selamat menyimak.๐Ÿ” Berita Islam Online, Ar Rohim, Daftar Ustadz Rodja, Menghadapi Cobaan Hidup Yang Berat, Khutbah Jumat Dzulhijjah

Kajian Umum: Faidah Kisah Nabi Ibrahim โ€˜alaihis salam โ€“ Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., MA.

Inilah kisah Nabi Ibrahim โ€˜alaihis salam yang sangat berkesan dan di dalamnya terdapat banyak sekali faidah yang dibawakan oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., MA. di Masjid Agung Sleman, Yogyakarta pada waktu Ahad, 15 Jumadal Awwal 1438 H / 12 Februari 2017. Selamat menyimak.๐Ÿ” Berita Islam Online, Ar Rohim, Daftar Ustadz Rodja, Menghadapi Cobaan Hidup Yang Berat, Khutbah Jumat Dzulhijjah
Inilah kisah Nabi Ibrahim โ€˜alaihis salam yang sangat berkesan dan di dalamnya terdapat banyak sekali faidah yang dibawakan oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., MA. di Masjid Agung Sleman, Yogyakarta pada waktu Ahad, 15 Jumadal Awwal 1438 H / 12 Februari 2017. Selamat menyimak.๐Ÿ” Berita Islam Online, Ar Rohim, Daftar Ustadz Rodja, Menghadapi Cobaan Hidup Yang Berat, Khutbah Jumat Dzulhijjah


Inilah kisah Nabi Ibrahim โ€˜alaihis salam yang sangat berkesan dan di dalamnya terdapat banyak sekali faidah yang dibawakan oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., MA. di Masjid Agung Sleman, Yogyakarta pada waktu Ahad, 15 Jumadal Awwal 1438 H / 12 Februari 2017. Selamat menyimak.๐Ÿ” Berita Islam Online, Ar Rohim, Daftar Ustadz Rodja, Menghadapi Cobaan Hidup Yang Berat, Khutbah Jumat Dzulhijjah

Faedah Surat Yasin: Al-Quran yang Penuh Hikmah

Al-Qurโ€™an itu penuh dengan hikmah, makanya disebut WALQURANIL HAKIM seperti dalam surat Yasin. Apa maksudnya? ย  Ayat 02 โ€“ 04 ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขูŽู†ู ุงู„ู’ุญูŽูƒููŠู…ู (2) ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ู„ูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุฑู’ุณูŽู„ููŠู†ูŽ (3) ุนูŽู„ูŽู‰ ุตูุฑูŽุงุทู ู…ูุณู’ุชูŽู‚ููŠู…ู (4) โ€œDemi Al Quran yang penuh hikmah, sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul. (Yang berada) diatas jalan yang lurus.โ€ (QS. Yasin: 2-4) ย  Maksud Ayat Di sini Allah bersumpah dengan Al-Qurโ€™an yang muhkam yang tidak mungkin terdapat kebatilan di dalamnya dari depan maupun dari belakang. Juga Allah bersumpah akan benar dan jujurnya Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam sebagai penyampai wahyu dari Allah. Beliau menempuh jalan yang lurus yang mengantarkan pada surga, bukan jalan yang menyimpang. Yang dimaksud โ€œwal qurโ€™anil hakimโ€ adalah Al-Qurโ€™an itu muhkam dari sisi hukumnya dan berisi penjelasan-penjelasan. (Lihat penjelasan dalam At-Tashil li Taโ€™wil At-Tanzil Tafsir Juzโ€™u Yasin fi Sual wa Jawab, hlm. 10-11; Tafsir Al-Qurโ€™an Al-โ€˜Azhim, 6:327.) Syaikh Abu Bakr Jabir Al-Jazairi menerangkan bahwa Al-Qurโ€™an Al-Hakim yang dimaksud adalah Al-Qurโ€™an itu muhkam dilihat dari susunan dan maknanya. Al-Qurโ€™an itu memiliki hikmah di mana meletakkan segala sesuatu pada tempatnya. (Lihat Aysar At-Tafasir, 4:366.) Adapun Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin menjabarkan lebih luas. Yang dimaksud Al-Qurโ€™an Al-Hakim ada empat makna yaitu: Al-Qurโ€™an itu hakim di mana segala perselisihan wajib dikembalikan pada Al-Qurโ€™an; Al-Qurโ€™an itu muhkim di mana Al-Qurโ€™an itu benar-benar sempurna, jujur dan adil; Al-Qurโ€™an itu muhkam yaitu dalam Al-Qurโ€™an tidak mungkin ada kontradiksi dan pertentangan; Al-Qurโ€™an itu mengandung hikmah. Kalau Al-Qurโ€™an itu hakim, maka Al-Qurโ€™an itu ditetapkan memiliki urutan dan keterkaitan satu dan lainnya, semua hukum dalam Al-Qurโ€™an itu adil, dan penyampaian Al-Qurโ€™an melihat keadaan, kadang dengan lemah-lembut, kadang dengan keras. Yang dimaksud shirathal mustaqim (jalan yang lurus) adalah Islam sebagaimana tafsiran dari Ibnu โ€˜Abbas. Ada juga yang memaknakannya dengan Al-Qurโ€™an sebagaimana riwayat dari โ€˜Ali bin Abi Thalib. Ada pula yang menafsirkannya dengan kebenaran (al-haqq) sebagaimana pendapat Mujahid. Ada yang menafsirkannya pula dengan jalan Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam sebagaimana dinyatakan oleh Abul โ€˜Aliyah dan Al-Hasan Al-Bashri. (Lihat penjelasan surah Al-Fatihah oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qurโ€™an Al-โ€˜Azhim, 1:210-213.) Sifat Al-Qurโ€™an Imam Ibnu Qudamah dalam kitab Lumโ€™atul Iโ€™tiqad menyatakan, โ€œAl-Qurโ€™an yang mulia adalah salah satu contoh kalam Allah Taโ€™ala, ia adalah kitab Allah yang jelas dan tali Allah yang kokoh, petunjuk-Nya yang lurus. Diturunkan oleh Allah lewat Ruhul Amin (Jibril) kemudian ditanamkan ke dalam hati Sayyidil Mursalin (Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam) dengan bahasa Arab yang jelas. Al-Qurโ€™an diturunkan (dari Allah) dan Al-Qurโ€™an bukanlah makhluk. Al-Qurโ€™an berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.โ€ (Syarh Lumโ€™ah Al-Iโ€™tiqad, hlm. 77) Imam Al-Muzani yang merupakan murid dari Imam Syafiโ€™i menyatakan dalam kitabnya Syarhus Sunnah, โ€œAl-Qurโ€™an adalah Kalamullah (firman Allah), berasal dari Allah, Al-Qurโ€™an bukanlah makhluk yang akan musnah.โ€ (Syarh As-Sunnah, hlm. 83) ย  Adab Membaca Al-Qurโ€™an Karena Al-Qurโ€™an memiliki sifat yang mulia, maka membacanya tentu harus dengan adab. Beberapa adab penting yang perlu diperhatikan dalam membaca Al-Qurโ€™an. 1- Hendaklah yang membaca Al-Qurโ€™an berniat ikhlas, mengharapkan ridha Allah, bukan berniat ingin cari dunia atau cari pujian. 2- Disunnahkan membaca Al-Qurโ€™an dalam keadaan mulut yang bersih. Bau mulut tersebut bisa dibersihkan dengan siwak atau bahan semisalnya. 3- Disunnahkan membaca Al-Qurโ€™an dalam keadaan suci. Namun jika membacanya dalam keadaan berhadats dibolehkan berdasarkan kesepatakan para ulama. Catatan: Ini berkaitan dengan masalah membaca, namun untuk menyentuh Al-Qurโ€™an dipersyaratkan harus suci. Dari Abu Bakr bin Muhammad bin โ€˜Amr bin Hazm dari ayahnya dari kakeknya, sesungguhnya Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pernah menulis surat untuk penduduk Yaman yang isinya, โ€œTidak boleh menyentuh Al-Qurโ€™an melainkan orang yang suci.โ€ (HR. Daruquthni no. 449. Hadits ini dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwaโ€™ no. 122). 4- Mengambil tempat yang bersih untuk membaca Al-Qurโ€™an. Oleh karena itu, para ulama sangat anjurkan membaca Al-Qurโ€™an di masjid. Masjid adalah tempat yang bersih dan dimuliakan, juga ketika itu dapat meraih fadhilah iโ€™tikaf. 5- Menghadap kiblat ketika membaca Al-Qurโ€™an. 6- Memulai membaca Al-Qurโ€™an dengan membaca taโ€™awudz. Bacaan taโ€™awudz menurut jumhur (mayoritas ulama) adalah โ€œaโ€™udzu billahi minasy syaithonir rajiimโ€. Membaca taโ€™awudz ini dihukumi sunnah, bukan wajib. Perintah untuk membaca taโ€™awudz di sini disebutkan dalam ayat, ููŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุฑูŽุฃู’ุชูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขูŽู†ูŽ ููŽุงุณู’ุชูŽุนูุฐู’ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌููŠู…ู โ€œApabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.โ€ (QS. An-Nahl: 98) 7- Membaca โ€œbismillahir rahmanir rahimโ€ di setiap awal surah selain surah Baraโ€™ah (surah At-Taubah). Catatan: Memulai pertengahan surah cukup dengan taโ€™awudz tanpa bismillahir rahmanir rahim. 8- Hendaknya ketika membaca Al-Qurโ€™an dalam keadaan khusyuโ€™ dan berusaha untuk mentadabbur (merenungkan) setiap ayat yang dibaca. Perintah untuk mentadabburi Al-Qurโ€™an disebutkan dalam ayat, ุฃูŽููŽู„ูŽุง ูŠูŽุชูŽุฏูŽุจู‘ูŽุฑููˆู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขูŽู†ูŽ ุฃูŽู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูู„ููˆุจู ุฃูŽู‚ู’ููŽุงู„ูู‡ูŽุง โ€œMaka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?โ€ (QS. Muhammad: 24) ูƒูุชูŽุงุจูŒ ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ู’ู†ูŽุงู‡ู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู…ูุจูŽุงุฑูŽูƒูŒ ู„ููŠูŽุฏู‘ูŽุจู‘ูŽุฑููˆุง ุขูŽูŠูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ููŠูŽุชูŽุฐูŽูƒู‘ูŽุฑูŽ ุฃููˆู„ููˆ ุงู„ู’ุฃูŽู„ู’ุจูŽุงุจู โ€œIni adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.โ€ (QS. Shaad: 29) (Lihat penjelasan Imam Nawawi dalam At-Tibyan, hlm. 80-87.) ย  Adab selengkapnya, bisa dibaca di sini: 8 Adab Membaca Al-Qurโ€™an ย  Faedah Ayat 02 โ€“ 04 Al-Qurโ€™an benar-benar adalah suatu mukjizat dari Allah yang tidak bisa dibuat oleh manusia. Karenanya setelah disebut huruf muqathaโ€™ah seperti Yaasiin pada umumnya membicarakan tentang Al-Qurโ€™an. Al-Qurโ€™an benar-benar mulia karena Allah bersumpah dengannya. Al-Qurโ€™an punya sifat Al-Hakim yaitu Al-Qurโ€™an itu hakim, muhkim, muhkam dan penuh hikmah. Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam benar-benar mendapatkan wahyu karena Allah bersumpah pula dengan beliau dalam ayat ketiga dari surah Yasin. Siapa yang mengingkari kenabian Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, ia kafir berdasarkan kata ijmak ulama. Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam adalah di antara Rasul yang diutus dan ada pula Rasul lainnya sebelum beliau. Ajaran Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam itulah shirathal mustaqim (jalan yang lurus). Semoga bermanfaat, hanya Allah yang memberi petunjuk. ย  Referensi: At-Tashil li Taโ€™wil At-Tanzil Tafsir Juzโ€™u Yasin fi Sual wa Jawab. Cetakan pertama, Tahun 1431 H. Syaikh Abu โ€˜Abdillah Musthafa bin Al-โ€˜Adawi. Penerbit Maktabah Makkah. At-Tibyan fii Adabi Hamalatil Qurโ€™an. Cetakan pertama, Tahun 1426 H. Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi. Tahqiq: Abu โ€˜Abdillah Ahmad bin Ibrahim Abul โ€˜Ainain. Penerbit Maktabah Ibnu โ€˜Abbas. Syarh As-Sunnah. Cetakan kedua, Tahun 1432 H. Al-Imam Al-Muzani. Taโ€™liq: Dr. Jamal Azzun. Penerbit Maktabah Darul Minhaj. Syarh Lumโ€™ah Al-Iโ€™tiqad Al-Hadi ila Sabil Ar-Rasyad. Cetakan pertama, Tahun 1433 H. Syaikh Shalih bin โ€˜Abdul โ€˜Aziz bin Muhammad Alu Asy-Syaikh. Penerbit Maktabah Darul Hijaz. Tafsir Al-Qurโ€™an Al-โ€˜Azhim. Cetakan pertama, Tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Tahqiq: Abu Ishaq Al-Huwaini. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Tafsir Al-Qurโ€™an Al-Karim โ€“ Surat Yasin. Cetakan kedua, Tahun 1424 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin. Penerbit Dar Ats-Tsaraya. โ€” Disusun di Perpus Rumaysho, Selasa pagi, 6 Muharram 1439 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagsadab al quran faedah surat yasin surat yasin tafsir surat yasin

Faedah Surat Yasin: Al-Quran yang Penuh Hikmah

Al-Qurโ€™an itu penuh dengan hikmah, makanya disebut WALQURANIL HAKIM seperti dalam surat Yasin. Apa maksudnya? ย  Ayat 02 โ€“ 04 ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขูŽู†ู ุงู„ู’ุญูŽูƒููŠู…ู (2) ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ู„ูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุฑู’ุณูŽู„ููŠู†ูŽ (3) ุนูŽู„ูŽู‰ ุตูุฑูŽุงุทู ู…ูุณู’ุชูŽู‚ููŠู…ู (4) โ€œDemi Al Quran yang penuh hikmah, sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul. (Yang berada) diatas jalan yang lurus.โ€ (QS. Yasin: 2-4) ย  Maksud Ayat Di sini Allah bersumpah dengan Al-Qurโ€™an yang muhkam yang tidak mungkin terdapat kebatilan di dalamnya dari depan maupun dari belakang. Juga Allah bersumpah akan benar dan jujurnya Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam sebagai penyampai wahyu dari Allah. Beliau menempuh jalan yang lurus yang mengantarkan pada surga, bukan jalan yang menyimpang. Yang dimaksud โ€œwal qurโ€™anil hakimโ€ adalah Al-Qurโ€™an itu muhkam dari sisi hukumnya dan berisi penjelasan-penjelasan. (Lihat penjelasan dalam At-Tashil li Taโ€™wil At-Tanzil Tafsir Juzโ€™u Yasin fi Sual wa Jawab, hlm. 10-11; Tafsir Al-Qurโ€™an Al-โ€˜Azhim, 6:327.) Syaikh Abu Bakr Jabir Al-Jazairi menerangkan bahwa Al-Qurโ€™an Al-Hakim yang dimaksud adalah Al-Qurโ€™an itu muhkam dilihat dari susunan dan maknanya. Al-Qurโ€™an itu memiliki hikmah di mana meletakkan segala sesuatu pada tempatnya. (Lihat Aysar At-Tafasir, 4:366.) Adapun Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin menjabarkan lebih luas. Yang dimaksud Al-Qurโ€™an Al-Hakim ada empat makna yaitu: Al-Qurโ€™an itu hakim di mana segala perselisihan wajib dikembalikan pada Al-Qurโ€™an; Al-Qurโ€™an itu muhkim di mana Al-Qurโ€™an itu benar-benar sempurna, jujur dan adil; Al-Qurโ€™an itu muhkam yaitu dalam Al-Qurโ€™an tidak mungkin ada kontradiksi dan pertentangan; Al-Qurโ€™an itu mengandung hikmah. Kalau Al-Qurโ€™an itu hakim, maka Al-Qurโ€™an itu ditetapkan memiliki urutan dan keterkaitan satu dan lainnya, semua hukum dalam Al-Qurโ€™an itu adil, dan penyampaian Al-Qurโ€™an melihat keadaan, kadang dengan lemah-lembut, kadang dengan keras. Yang dimaksud shirathal mustaqim (jalan yang lurus) adalah Islam sebagaimana tafsiran dari Ibnu โ€˜Abbas. Ada juga yang memaknakannya dengan Al-Qurโ€™an sebagaimana riwayat dari โ€˜Ali bin Abi Thalib. Ada pula yang menafsirkannya dengan kebenaran (al-haqq) sebagaimana pendapat Mujahid. Ada yang menafsirkannya pula dengan jalan Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam sebagaimana dinyatakan oleh Abul โ€˜Aliyah dan Al-Hasan Al-Bashri. (Lihat penjelasan surah Al-Fatihah oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qurโ€™an Al-โ€˜Azhim, 1:210-213.) Sifat Al-Qurโ€™an Imam Ibnu Qudamah dalam kitab Lumโ€™atul Iโ€™tiqad menyatakan, โ€œAl-Qurโ€™an yang mulia adalah salah satu contoh kalam Allah Taโ€™ala, ia adalah kitab Allah yang jelas dan tali Allah yang kokoh, petunjuk-Nya yang lurus. Diturunkan oleh Allah lewat Ruhul Amin (Jibril) kemudian ditanamkan ke dalam hati Sayyidil Mursalin (Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam) dengan bahasa Arab yang jelas. Al-Qurโ€™an diturunkan (dari Allah) dan Al-Qurโ€™an bukanlah makhluk. Al-Qurโ€™an berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.โ€ (Syarh Lumโ€™ah Al-Iโ€™tiqad, hlm. 77) Imam Al-Muzani yang merupakan murid dari Imam Syafiโ€™i menyatakan dalam kitabnya Syarhus Sunnah, โ€œAl-Qurโ€™an adalah Kalamullah (firman Allah), berasal dari Allah, Al-Qurโ€™an bukanlah makhluk yang akan musnah.โ€ (Syarh As-Sunnah, hlm. 83) ย  Adab Membaca Al-Qurโ€™an Karena Al-Qurโ€™an memiliki sifat yang mulia, maka membacanya tentu harus dengan adab. Beberapa adab penting yang perlu diperhatikan dalam membaca Al-Qurโ€™an. 1- Hendaklah yang membaca Al-Qurโ€™an berniat ikhlas, mengharapkan ridha Allah, bukan berniat ingin cari dunia atau cari pujian. 2- Disunnahkan membaca Al-Qurโ€™an dalam keadaan mulut yang bersih. Bau mulut tersebut bisa dibersihkan dengan siwak atau bahan semisalnya. 3- Disunnahkan membaca Al-Qurโ€™an dalam keadaan suci. Namun jika membacanya dalam keadaan berhadats dibolehkan berdasarkan kesepatakan para ulama. Catatan: Ini berkaitan dengan masalah membaca, namun untuk menyentuh Al-Qurโ€™an dipersyaratkan harus suci. Dari Abu Bakr bin Muhammad bin โ€˜Amr bin Hazm dari ayahnya dari kakeknya, sesungguhnya Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pernah menulis surat untuk penduduk Yaman yang isinya, โ€œTidak boleh menyentuh Al-Qurโ€™an melainkan orang yang suci.โ€ (HR. Daruquthni no. 449. Hadits ini dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwaโ€™ no. 122). 4- Mengambil tempat yang bersih untuk membaca Al-Qurโ€™an. Oleh karena itu, para ulama sangat anjurkan membaca Al-Qurโ€™an di masjid. Masjid adalah tempat yang bersih dan dimuliakan, juga ketika itu dapat meraih fadhilah iโ€™tikaf. 5- Menghadap kiblat ketika membaca Al-Qurโ€™an. 6- Memulai membaca Al-Qurโ€™an dengan membaca taโ€™awudz. Bacaan taโ€™awudz menurut jumhur (mayoritas ulama) adalah โ€œaโ€™udzu billahi minasy syaithonir rajiimโ€. Membaca taโ€™awudz ini dihukumi sunnah, bukan wajib. Perintah untuk membaca taโ€™awudz di sini disebutkan dalam ayat, ููŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุฑูŽุฃู’ุชูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขูŽู†ูŽ ููŽุงุณู’ุชูŽุนูุฐู’ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌููŠู…ู โ€œApabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.โ€ (QS. An-Nahl: 98) 7- Membaca โ€œbismillahir rahmanir rahimโ€ di setiap awal surah selain surah Baraโ€™ah (surah At-Taubah). Catatan: Memulai pertengahan surah cukup dengan taโ€™awudz tanpa bismillahir rahmanir rahim. 8- Hendaknya ketika membaca Al-Qurโ€™an dalam keadaan khusyuโ€™ dan berusaha untuk mentadabbur (merenungkan) setiap ayat yang dibaca. Perintah untuk mentadabburi Al-Qurโ€™an disebutkan dalam ayat, ุฃูŽููŽู„ูŽุง ูŠูŽุชูŽุฏูŽุจู‘ูŽุฑููˆู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขูŽู†ูŽ ุฃูŽู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูู„ููˆุจู ุฃูŽู‚ู’ููŽุงู„ูู‡ูŽุง โ€œMaka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?โ€ (QS. Muhammad: 24) ูƒูุชูŽุงุจูŒ ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ู’ู†ูŽุงู‡ู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู…ูุจูŽุงุฑูŽูƒูŒ ู„ููŠูŽุฏู‘ูŽุจู‘ูŽุฑููˆุง ุขูŽูŠูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ููŠูŽุชูŽุฐูŽูƒู‘ูŽุฑูŽ ุฃููˆู„ููˆ ุงู„ู’ุฃูŽู„ู’ุจูŽุงุจู โ€œIni adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.โ€ (QS. Shaad: 29) (Lihat penjelasan Imam Nawawi dalam At-Tibyan, hlm. 80-87.) ย  Adab selengkapnya, bisa dibaca di sini: 8 Adab Membaca Al-Qurโ€™an ย  Faedah Ayat 02 โ€“ 04 Al-Qurโ€™an benar-benar adalah suatu mukjizat dari Allah yang tidak bisa dibuat oleh manusia. Karenanya setelah disebut huruf muqathaโ€™ah seperti Yaasiin pada umumnya membicarakan tentang Al-Qurโ€™an. Al-Qurโ€™an benar-benar mulia karena Allah bersumpah dengannya. Al-Qurโ€™an punya sifat Al-Hakim yaitu Al-Qurโ€™an itu hakim, muhkim, muhkam dan penuh hikmah. Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam benar-benar mendapatkan wahyu karena Allah bersumpah pula dengan beliau dalam ayat ketiga dari surah Yasin. Siapa yang mengingkari kenabian Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, ia kafir berdasarkan kata ijmak ulama. Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam adalah di antara Rasul yang diutus dan ada pula Rasul lainnya sebelum beliau. Ajaran Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam itulah shirathal mustaqim (jalan yang lurus). Semoga bermanfaat, hanya Allah yang memberi petunjuk. ย  Referensi: At-Tashil li Taโ€™wil At-Tanzil Tafsir Juzโ€™u Yasin fi Sual wa Jawab. Cetakan pertama, Tahun 1431 H. Syaikh Abu โ€˜Abdillah Musthafa bin Al-โ€˜Adawi. Penerbit Maktabah Makkah. At-Tibyan fii Adabi Hamalatil Qurโ€™an. Cetakan pertama, Tahun 1426 H. Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi. Tahqiq: Abu โ€˜Abdillah Ahmad bin Ibrahim Abul โ€˜Ainain. Penerbit Maktabah Ibnu โ€˜Abbas. Syarh As-Sunnah. Cetakan kedua, Tahun 1432 H. Al-Imam Al-Muzani. Taโ€™liq: Dr. Jamal Azzun. Penerbit Maktabah Darul Minhaj. Syarh Lumโ€™ah Al-Iโ€™tiqad Al-Hadi ila Sabil Ar-Rasyad. Cetakan pertama, Tahun 1433 H. Syaikh Shalih bin โ€˜Abdul โ€˜Aziz bin Muhammad Alu Asy-Syaikh. Penerbit Maktabah Darul Hijaz. Tafsir Al-Qurโ€™an Al-โ€˜Azhim. Cetakan pertama, Tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Tahqiq: Abu Ishaq Al-Huwaini. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Tafsir Al-Qurโ€™an Al-Karim โ€“ Surat Yasin. Cetakan kedua, Tahun 1424 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin. Penerbit Dar Ats-Tsaraya. โ€” Disusun di Perpus Rumaysho, Selasa pagi, 6 Muharram 1439 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagsadab al quran faedah surat yasin surat yasin tafsir surat yasin
Al-Qurโ€™an itu penuh dengan hikmah, makanya disebut WALQURANIL HAKIM seperti dalam surat Yasin. Apa maksudnya? ย  Ayat 02 โ€“ 04 ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขูŽู†ู ุงู„ู’ุญูŽูƒููŠู…ู (2) ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ู„ูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุฑู’ุณูŽู„ููŠู†ูŽ (3) ุนูŽู„ูŽู‰ ุตูุฑูŽุงุทู ู…ูุณู’ุชูŽู‚ููŠู…ู (4) โ€œDemi Al Quran yang penuh hikmah, sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul. (Yang berada) diatas jalan yang lurus.โ€ (QS. Yasin: 2-4) ย  Maksud Ayat Di sini Allah bersumpah dengan Al-Qurโ€™an yang muhkam yang tidak mungkin terdapat kebatilan di dalamnya dari depan maupun dari belakang. Juga Allah bersumpah akan benar dan jujurnya Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam sebagai penyampai wahyu dari Allah. Beliau menempuh jalan yang lurus yang mengantarkan pada surga, bukan jalan yang menyimpang. Yang dimaksud โ€œwal qurโ€™anil hakimโ€ adalah Al-Qurโ€™an itu muhkam dari sisi hukumnya dan berisi penjelasan-penjelasan. (Lihat penjelasan dalam At-Tashil li Taโ€™wil At-Tanzil Tafsir Juzโ€™u Yasin fi Sual wa Jawab, hlm. 10-11; Tafsir Al-Qurโ€™an Al-โ€˜Azhim, 6:327.) Syaikh Abu Bakr Jabir Al-Jazairi menerangkan bahwa Al-Qurโ€™an Al-Hakim yang dimaksud adalah Al-Qurโ€™an itu muhkam dilihat dari susunan dan maknanya. Al-Qurโ€™an itu memiliki hikmah di mana meletakkan segala sesuatu pada tempatnya. (Lihat Aysar At-Tafasir, 4:366.) Adapun Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin menjabarkan lebih luas. Yang dimaksud Al-Qurโ€™an Al-Hakim ada empat makna yaitu: Al-Qurโ€™an itu hakim di mana segala perselisihan wajib dikembalikan pada Al-Qurโ€™an; Al-Qurโ€™an itu muhkim di mana Al-Qurโ€™an itu benar-benar sempurna, jujur dan adil; Al-Qurโ€™an itu muhkam yaitu dalam Al-Qurโ€™an tidak mungkin ada kontradiksi dan pertentangan; Al-Qurโ€™an itu mengandung hikmah. Kalau Al-Qurโ€™an itu hakim, maka Al-Qurโ€™an itu ditetapkan memiliki urutan dan keterkaitan satu dan lainnya, semua hukum dalam Al-Qurโ€™an itu adil, dan penyampaian Al-Qurโ€™an melihat keadaan, kadang dengan lemah-lembut, kadang dengan keras. Yang dimaksud shirathal mustaqim (jalan yang lurus) adalah Islam sebagaimana tafsiran dari Ibnu โ€˜Abbas. Ada juga yang memaknakannya dengan Al-Qurโ€™an sebagaimana riwayat dari โ€˜Ali bin Abi Thalib. Ada pula yang menafsirkannya dengan kebenaran (al-haqq) sebagaimana pendapat Mujahid. Ada yang menafsirkannya pula dengan jalan Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam sebagaimana dinyatakan oleh Abul โ€˜Aliyah dan Al-Hasan Al-Bashri. (Lihat penjelasan surah Al-Fatihah oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qurโ€™an Al-โ€˜Azhim, 1:210-213.) Sifat Al-Qurโ€™an Imam Ibnu Qudamah dalam kitab Lumโ€™atul Iโ€™tiqad menyatakan, โ€œAl-Qurโ€™an yang mulia adalah salah satu contoh kalam Allah Taโ€™ala, ia adalah kitab Allah yang jelas dan tali Allah yang kokoh, petunjuk-Nya yang lurus. Diturunkan oleh Allah lewat Ruhul Amin (Jibril) kemudian ditanamkan ke dalam hati Sayyidil Mursalin (Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam) dengan bahasa Arab yang jelas. Al-Qurโ€™an diturunkan (dari Allah) dan Al-Qurโ€™an bukanlah makhluk. Al-Qurโ€™an berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.โ€ (Syarh Lumโ€™ah Al-Iโ€™tiqad, hlm. 77) Imam Al-Muzani yang merupakan murid dari Imam Syafiโ€™i menyatakan dalam kitabnya Syarhus Sunnah, โ€œAl-Qurโ€™an adalah Kalamullah (firman Allah), berasal dari Allah, Al-Qurโ€™an bukanlah makhluk yang akan musnah.โ€ (Syarh As-Sunnah, hlm. 83) ย  Adab Membaca Al-Qurโ€™an Karena Al-Qurโ€™an memiliki sifat yang mulia, maka membacanya tentu harus dengan adab. Beberapa adab penting yang perlu diperhatikan dalam membaca Al-Qurโ€™an. 1- Hendaklah yang membaca Al-Qurโ€™an berniat ikhlas, mengharapkan ridha Allah, bukan berniat ingin cari dunia atau cari pujian. 2- Disunnahkan membaca Al-Qurโ€™an dalam keadaan mulut yang bersih. Bau mulut tersebut bisa dibersihkan dengan siwak atau bahan semisalnya. 3- Disunnahkan membaca Al-Qurโ€™an dalam keadaan suci. Namun jika membacanya dalam keadaan berhadats dibolehkan berdasarkan kesepatakan para ulama. Catatan: Ini berkaitan dengan masalah membaca, namun untuk menyentuh Al-Qurโ€™an dipersyaratkan harus suci. Dari Abu Bakr bin Muhammad bin โ€˜Amr bin Hazm dari ayahnya dari kakeknya, sesungguhnya Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pernah menulis surat untuk penduduk Yaman yang isinya, โ€œTidak boleh menyentuh Al-Qurโ€™an melainkan orang yang suci.โ€ (HR. Daruquthni no. 449. Hadits ini dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwaโ€™ no. 122). 4- Mengambil tempat yang bersih untuk membaca Al-Qurโ€™an. Oleh karena itu, para ulama sangat anjurkan membaca Al-Qurโ€™an di masjid. Masjid adalah tempat yang bersih dan dimuliakan, juga ketika itu dapat meraih fadhilah iโ€™tikaf. 5- Menghadap kiblat ketika membaca Al-Qurโ€™an. 6- Memulai membaca Al-Qurโ€™an dengan membaca taโ€™awudz. Bacaan taโ€™awudz menurut jumhur (mayoritas ulama) adalah โ€œaโ€™udzu billahi minasy syaithonir rajiimโ€. Membaca taโ€™awudz ini dihukumi sunnah, bukan wajib. Perintah untuk membaca taโ€™awudz di sini disebutkan dalam ayat, ููŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุฑูŽุฃู’ุชูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขูŽู†ูŽ ููŽุงุณู’ุชูŽุนูุฐู’ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌููŠู…ู โ€œApabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.โ€ (QS. An-Nahl: 98) 7- Membaca โ€œbismillahir rahmanir rahimโ€ di setiap awal surah selain surah Baraโ€™ah (surah At-Taubah). Catatan: Memulai pertengahan surah cukup dengan taโ€™awudz tanpa bismillahir rahmanir rahim. 8- Hendaknya ketika membaca Al-Qurโ€™an dalam keadaan khusyuโ€™ dan berusaha untuk mentadabbur (merenungkan) setiap ayat yang dibaca. Perintah untuk mentadabburi Al-Qurโ€™an disebutkan dalam ayat, ุฃูŽููŽู„ูŽุง ูŠูŽุชูŽุฏูŽุจู‘ูŽุฑููˆู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขูŽู†ูŽ ุฃูŽู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูู„ููˆุจู ุฃูŽู‚ู’ููŽุงู„ูู‡ูŽุง โ€œMaka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?โ€ (QS. Muhammad: 24) ูƒูุชูŽุงุจูŒ ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ู’ู†ูŽุงู‡ู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู…ูุจูŽุงุฑูŽูƒูŒ ู„ููŠูŽุฏู‘ูŽุจู‘ูŽุฑููˆุง ุขูŽูŠูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ููŠูŽุชูŽุฐูŽูƒู‘ูŽุฑูŽ ุฃููˆู„ููˆ ุงู„ู’ุฃูŽู„ู’ุจูŽุงุจู โ€œIni adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.โ€ (QS. Shaad: 29) (Lihat penjelasan Imam Nawawi dalam At-Tibyan, hlm. 80-87.) ย  Adab selengkapnya, bisa dibaca di sini: 8 Adab Membaca Al-Qurโ€™an ย  Faedah Ayat 02 โ€“ 04 Al-Qurโ€™an benar-benar adalah suatu mukjizat dari Allah yang tidak bisa dibuat oleh manusia. Karenanya setelah disebut huruf muqathaโ€™ah seperti Yaasiin pada umumnya membicarakan tentang Al-Qurโ€™an. Al-Qurโ€™an benar-benar mulia karena Allah bersumpah dengannya. Al-Qurโ€™an punya sifat Al-Hakim yaitu Al-Qurโ€™an itu hakim, muhkim, muhkam dan penuh hikmah. Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam benar-benar mendapatkan wahyu karena Allah bersumpah pula dengan beliau dalam ayat ketiga dari surah Yasin. Siapa yang mengingkari kenabian Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, ia kafir berdasarkan kata ijmak ulama. Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam adalah di antara Rasul yang diutus dan ada pula Rasul lainnya sebelum beliau. Ajaran Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam itulah shirathal mustaqim (jalan yang lurus). Semoga bermanfaat, hanya Allah yang memberi petunjuk. ย  Referensi: At-Tashil li Taโ€™wil At-Tanzil Tafsir Juzโ€™u Yasin fi Sual wa Jawab. Cetakan pertama, Tahun 1431 H. Syaikh Abu โ€˜Abdillah Musthafa bin Al-โ€˜Adawi. Penerbit Maktabah Makkah. At-Tibyan fii Adabi Hamalatil Qurโ€™an. Cetakan pertama, Tahun 1426 H. Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi. Tahqiq: Abu โ€˜Abdillah Ahmad bin Ibrahim Abul โ€˜Ainain. Penerbit Maktabah Ibnu โ€˜Abbas. Syarh As-Sunnah. Cetakan kedua, Tahun 1432 H. Al-Imam Al-Muzani. Taโ€™liq: Dr. Jamal Azzun. Penerbit Maktabah Darul Minhaj. Syarh Lumโ€™ah Al-Iโ€™tiqad Al-Hadi ila Sabil Ar-Rasyad. Cetakan pertama, Tahun 1433 H. Syaikh Shalih bin โ€˜Abdul โ€˜Aziz bin Muhammad Alu Asy-Syaikh. Penerbit Maktabah Darul Hijaz. Tafsir Al-Qurโ€™an Al-โ€˜Azhim. Cetakan pertama, Tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Tahqiq: Abu Ishaq Al-Huwaini. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Tafsir Al-Qurโ€™an Al-Karim โ€“ Surat Yasin. Cetakan kedua, Tahun 1424 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin. Penerbit Dar Ats-Tsaraya. โ€” Disusun di Perpus Rumaysho, Selasa pagi, 6 Muharram 1439 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagsadab al quran faedah surat yasin surat yasin tafsir surat yasin


Al-Qurโ€™an itu penuh dengan hikmah, makanya disebut WALQURANIL HAKIM seperti dalam surat Yasin. Apa maksudnya? ย  Ayat 02 โ€“ 04 ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขูŽู†ู ุงู„ู’ุญูŽูƒููŠู…ู (2) ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ู„ูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุฑู’ุณูŽู„ููŠู†ูŽ (3) ุนูŽู„ูŽู‰ ุตูุฑูŽุงุทู ู…ูุณู’ุชูŽู‚ููŠู…ู (4) โ€œDemi Al Quran yang penuh hikmah, sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul. (Yang berada) diatas jalan yang lurus.โ€ (QS. Yasin: 2-4) ย  Maksud Ayat Di sini Allah bersumpah dengan Al-Qurโ€™an yang muhkam yang tidak mungkin terdapat kebatilan di dalamnya dari depan maupun dari belakang. Juga Allah bersumpah akan benar dan jujurnya Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam sebagai penyampai wahyu dari Allah. Beliau menempuh jalan yang lurus yang mengantarkan pada surga, bukan jalan yang menyimpang. Yang dimaksud โ€œwal qurโ€™anil hakimโ€ adalah Al-Qurโ€™an itu muhkam dari sisi hukumnya dan berisi penjelasan-penjelasan. (Lihat penjelasan dalam At-Tashil li Taโ€™wil At-Tanzil Tafsir Juzโ€™u Yasin fi Sual wa Jawab, hlm. 10-11; Tafsir Al-Qurโ€™an Al-โ€˜Azhim, 6:327.) Syaikh Abu Bakr Jabir Al-Jazairi menerangkan bahwa Al-Qurโ€™an Al-Hakim yang dimaksud adalah Al-Qurโ€™an itu muhkam dilihat dari susunan dan maknanya. Al-Qurโ€™an itu memiliki hikmah di mana meletakkan segala sesuatu pada tempatnya. (Lihat Aysar At-Tafasir, 4:366.) Adapun Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin menjabarkan lebih luas. Yang dimaksud Al-Qurโ€™an Al-Hakim ada empat makna yaitu: Al-Qurโ€™an itu hakim di mana segala perselisihan wajib dikembalikan pada Al-Qurโ€™an; Al-Qurโ€™an itu muhkim di mana Al-Qurโ€™an itu benar-benar sempurna, jujur dan adil; Al-Qurโ€™an itu muhkam yaitu dalam Al-Qurโ€™an tidak mungkin ada kontradiksi dan pertentangan; Al-Qurโ€™an itu mengandung hikmah. Kalau Al-Qurโ€™an itu hakim, maka Al-Qurโ€™an itu ditetapkan memiliki urutan dan keterkaitan satu dan lainnya, semua hukum dalam Al-Qurโ€™an itu adil, dan penyampaian Al-Qurโ€™an melihat keadaan, kadang dengan lemah-lembut, kadang dengan keras. Yang dimaksud shirathal mustaqim (jalan yang lurus) adalah Islam sebagaimana tafsiran dari Ibnu โ€˜Abbas. Ada juga yang memaknakannya dengan Al-Qurโ€™an sebagaimana riwayat dari โ€˜Ali bin Abi Thalib. Ada pula yang menafsirkannya dengan kebenaran (al-haqq) sebagaimana pendapat Mujahid. Ada yang menafsirkannya pula dengan jalan Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam sebagaimana dinyatakan oleh Abul โ€˜Aliyah dan Al-Hasan Al-Bashri. (Lihat penjelasan surah Al-Fatihah oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qurโ€™an Al-โ€˜Azhim, 1:210-213.) Sifat Al-Qurโ€™an Imam Ibnu Qudamah dalam kitab Lumโ€™atul Iโ€™tiqad menyatakan, โ€œAl-Qurโ€™an yang mulia adalah salah satu contoh kalam Allah Taโ€™ala, ia adalah kitab Allah yang jelas dan tali Allah yang kokoh, petunjuk-Nya yang lurus. Diturunkan oleh Allah lewat Ruhul Amin (Jibril) kemudian ditanamkan ke dalam hati Sayyidil Mursalin (Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam) dengan bahasa Arab yang jelas. Al-Qurโ€™an diturunkan (dari Allah) dan Al-Qurโ€™an bukanlah makhluk. Al-Qurโ€™an berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.โ€ (Syarh Lumโ€™ah Al-Iโ€™tiqad, hlm. 77) Imam Al-Muzani yang merupakan murid dari Imam Syafiโ€™i menyatakan dalam kitabnya Syarhus Sunnah, โ€œAl-Qurโ€™an adalah Kalamullah (firman Allah), berasal dari Allah, Al-Qurโ€™an bukanlah makhluk yang akan musnah.โ€ (Syarh As-Sunnah, hlm. 83) ย  Adab Membaca Al-Qurโ€™an Karena Al-Qurโ€™an memiliki sifat yang mulia, maka membacanya tentu harus dengan adab. Beberapa adab penting yang perlu diperhatikan dalam membaca Al-Qurโ€™an. 1- Hendaklah yang membaca Al-Qurโ€™an berniat ikhlas, mengharapkan ridha Allah, bukan berniat ingin cari dunia atau cari pujian. 2- Disunnahkan membaca Al-Qurโ€™an dalam keadaan mulut yang bersih. Bau mulut tersebut bisa dibersihkan dengan siwak atau bahan semisalnya. 3- Disunnahkan membaca Al-Qurโ€™an dalam keadaan suci. Namun jika membacanya dalam keadaan berhadats dibolehkan berdasarkan kesepatakan para ulama. Catatan: Ini berkaitan dengan masalah membaca, namun untuk menyentuh Al-Qurโ€™an dipersyaratkan harus suci. Dari Abu Bakr bin Muhammad bin โ€˜Amr bin Hazm dari ayahnya dari kakeknya, sesungguhnya Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pernah menulis surat untuk penduduk Yaman yang isinya, โ€œTidak boleh menyentuh Al-Qurโ€™an melainkan orang yang suci.โ€ (HR. Daruquthni no. 449. Hadits ini dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwaโ€™ no. 122). 4- Mengambil tempat yang bersih untuk membaca Al-Qurโ€™an. Oleh karena itu, para ulama sangat anjurkan membaca Al-Qurโ€™an di masjid. Masjid adalah tempat yang bersih dan dimuliakan, juga ketika itu dapat meraih fadhilah iโ€™tikaf. 5- Menghadap kiblat ketika membaca Al-Qurโ€™an. 6- Memulai membaca Al-Qurโ€™an dengan membaca taโ€™awudz. Bacaan taโ€™awudz menurut jumhur (mayoritas ulama) adalah โ€œaโ€™udzu billahi minasy syaithonir rajiimโ€. Membaca taโ€™awudz ini dihukumi sunnah, bukan wajib. Perintah untuk membaca taโ€™awudz di sini disebutkan dalam ayat, ููŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุฑูŽุฃู’ุชูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขูŽู†ูŽ ููŽุงุณู’ุชูŽุนูุฐู’ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌููŠู…ู โ€œApabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.โ€ (QS. An-Nahl: 98) 7- Membaca โ€œbismillahir rahmanir rahimโ€ di setiap awal surah selain surah Baraโ€™ah (surah At-Taubah). Catatan: Memulai pertengahan surah cukup dengan taโ€™awudz tanpa bismillahir rahmanir rahim. 8- Hendaknya ketika membaca Al-Qurโ€™an dalam keadaan khusyuโ€™ dan berusaha untuk mentadabbur (merenungkan) setiap ayat yang dibaca. Perintah untuk mentadabburi Al-Qurโ€™an disebutkan dalam ayat, ุฃูŽููŽู„ูŽุง ูŠูŽุชูŽุฏูŽุจู‘ูŽุฑููˆู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขูŽู†ูŽ ุฃูŽู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูู„ููˆุจู ุฃูŽู‚ู’ููŽุงู„ูู‡ูŽุง โ€œMaka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?โ€ (QS. Muhammad: 24) ูƒูุชูŽุงุจูŒ ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ู’ู†ูŽุงู‡ู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู…ูุจูŽุงุฑูŽูƒูŒ ู„ููŠูŽุฏู‘ูŽุจู‘ูŽุฑููˆุง ุขูŽูŠูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ููŠูŽุชูŽุฐูŽูƒู‘ูŽุฑูŽ ุฃููˆู„ููˆ ุงู„ู’ุฃูŽู„ู’ุจูŽุงุจู โ€œIni adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.โ€ (QS. Shaad: 29) (Lihat penjelasan Imam Nawawi dalam At-Tibyan, hlm. 80-87.) ย  Adab selengkapnya, bisa dibaca di sini: 8 Adab Membaca Al-Qurโ€™an ย  Faedah Ayat 02 โ€“ 04 Al-Qurโ€™an benar-benar adalah suatu mukjizat dari Allah yang tidak bisa dibuat oleh manusia. Karenanya setelah disebut huruf muqathaโ€™ah seperti Yaasiin pada umumnya membicarakan tentang Al-Qurโ€™an. Al-Qurโ€™an benar-benar mulia karena Allah bersumpah dengannya. Al-Qurโ€™an punya sifat Al-Hakim yaitu Al-Qurโ€™an itu hakim, muhkim, muhkam dan penuh hikmah. Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam benar-benar mendapatkan wahyu karena Allah bersumpah pula dengan beliau dalam ayat ketiga dari surah Yasin. Siapa yang mengingkari kenabian Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, ia kafir berdasarkan kata ijmak ulama. Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam adalah di antara Rasul yang diutus dan ada pula Rasul lainnya sebelum beliau. Ajaran Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam itulah shirathal mustaqim (jalan yang lurus). Semoga bermanfaat, hanya Allah yang memberi petunjuk. ย  Referensi: At-Tashil li Taโ€™wil At-Tanzil Tafsir Juzโ€™u Yasin fi Sual wa Jawab. Cetakan pertama, Tahun 1431 H. Syaikh Abu โ€˜Abdillah Musthafa bin Al-โ€˜Adawi. Penerbit Maktabah Makkah. At-Tibyan fii Adabi Hamalatil Qurโ€™an. Cetakan pertama, Tahun 1426 H. Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi. Tahqiq: Abu โ€˜Abdillah Ahmad bin Ibrahim Abul โ€˜Ainain. Penerbit Maktabah Ibnu โ€˜Abbas. Syarh As-Sunnah. Cetakan kedua, Tahun 1432 H. Al-Imam Al-Muzani. Taโ€™liq: Dr. Jamal Azzun. Penerbit Maktabah Darul Minhaj. Syarh Lumโ€™ah Al-Iโ€™tiqad Al-Hadi ila Sabil Ar-Rasyad. Cetakan pertama, Tahun 1433 H. Syaikh Shalih bin โ€˜Abdul โ€˜Aziz bin Muhammad Alu Asy-Syaikh. Penerbit Maktabah Darul Hijaz. Tafsir Al-Qurโ€™an Al-โ€˜Azhim. Cetakan pertama, Tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Tahqiq: Abu Ishaq Al-Huwaini. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Tafsir Al-Qurโ€™an Al-Karim โ€“ Surat Yasin. Cetakan kedua, Tahun 1424 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin. Penerbit Dar Ats-Tsaraya. โ€” Disusun di Perpus Rumaysho, Selasa pagi, 6 Muharram 1439 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagsadab al quran faedah surat yasin surat yasin tafsir surat yasin

Jual Beli Inden itu Dilarang?

Jual Beli Inden itu Dilarang? Apa hukum inden barang dengan bayar DP. Dimana penjual belum memiliki barang. Apakah ini termasuk menjual barang yang belum dimiliki? Jawab: Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du, Diantara bentuk transaksi yang terlarang adalah jual beli utang dengan utang. Dasar larangan ini adalah konsensus (ijmaโ€™) ulama bahwa transaksiย al-Kaliโ€™ bil Kaliย โ€“ jual beli utang dengan utang โ€“ hukumnnya terlarang. Imam as-Syafii dalam kitabnya al-Umm pernah membahas hukum menjual barang yang masih dalam tanggungan. Beliau mengatakan, ูˆุงู„ู…ุณู„ู…ูˆู† ูŠู†ู‡ูˆู† ุนู† ุจูŠุน ุงู„ุฏูŠู† ุจุงู„ุฏูŠู† โ€œKaum muslimin dilarang untuk jual beli utang dengan utang.โ€ (al-Umm, 4/30) Pernyataan kesepakatan ulama, Ibnu Qudamah menukil keterangan ijmaโ€™ ulama dari Ibnul Mundzir, ู‚ุงู„ ุงุจู† ุงู„ู…ู†ุฐุฑ: ุฃุฌู…ุน ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ุนู„ู‰ ุฃู† ุจูŠุน ุงู„ุฏูŠู† ุจุงู„ุฏูŠู† ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ. ูˆู‚ุงู„ ุฃุญู…ุฏ : ุฅู†ู…ุง ู‡ูˆ ุฅุฌู…ุงุน Ibnul Mundzir mengatakan, โ€˜Ulama sepakat bahwa jual beli utang dengan utang tidak boleh. Imam Ahmad mengatakan, โ€œUlama sepakat dalam masalah ini.โ€ (al-Mughni, 4/186). Ijmaโ€™ inilah yang menjadi landasan kita untuk menyatakan bahwa jual beli utang dengan utang hukumnya terlarang. Pengertian Jual Beli Utang dengan Utang Kataย alโ€“Kaliโ€™ย [ุงู„ูƒุงู„ุฆ] secara bahasa artinya sesuatu yang tertunda (nasiah). Dari kataย kala-a ~ yakla-uย [ูƒู„ุฃ โ€“ ูŠูƒู„ุฃ] yang artinya tertunda. (an-Nihayah, Ibnul Atsir, 4/194) Dalam kitab al-Muwathaโ€™, terdapat penjelasan tentang jual beli al-Kaliโ€™ bil Kali ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽุงู„ูุฆู ุจูุงู„ู’ูƒูŽุงู„ูุฆู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุจููŠุนูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุฏูŽูŠู’ู†ู‹ุง ู„ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูŽุฌูู„ู ุจูุฏูŽูŠู’ู†ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูŽุฌูู„ู ุขุฎูŽุฑูŽ Jual beli al-Kaliโ€™ bil Kali adalah seseorang (si A) menjual barang miliknya yang masih terutang kepada pembeli (si B) dengan pembayaran yang masih terutang di tempat orang lain (si C). (Muwathaโ€™ Malik, 2/659) Diantaraย menjual barang yang belum dimiliki dengan pembayaran yang tidak tunai. Karena yang terjadi adalah tukar menukar barang yang belum ada, dengan uang yang juga belum ada. Definisi ini dinyatakan an-Nawawi dalam al-Majmuโ€™, ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุจูŠุน ู†ุณูŠุฆุฉ ุจู†ุณูŠุฆู‡ ุจุฃู† ูŠู‚ูˆู„ ุจุนู†ูŠ ุซูˆุจุง ููŠ ุฐู…ุชูŠ ุจุตูุชู‡ ูƒุฐุง ุฅู„ู‰ ุดู‡ุฑ ูƒุฐุง ุจุฏูŠู†ุงุฑ ู…ุคุฌู„ ุฅู„ู‰ ูˆู‚ุช ูƒุฐุง ููŠู‚ูˆู„ ู‚ุจู„ุช ูˆู‡ุฐุง ูุงุณุฏ ุจู„ุง ุฎู„ุงู Tidak boleh menjual utang dengan utang. Bentuknya ada pembeli mengatakan, โ€œTolong jual sehelai kain untukku tertunda dengan kriteria tertentu, dan tolong serahkan bulan sekian, dengan harga 1 dinar dibayar kredit sampai tanggal sekian.โ€ Kemudian penjual menerimanya. Transaksi ini batal, tanpa ada perbedaan pendapat ulama. (al-Majmuโ€™ Syarh Muhadzab, 9/400). Bahkan Syaikh Islam membatasi, bahwa bentuk jual beli kaliโ€™bil kaliโ€™ yang terlarang hanya bentuk ini. Beliau mengatakan, ูˆุฅู†ู…ุง ูˆุฑุฏ ุงู„ู†ู‡ูŠ ุนู† ุจูŠุน ุงู„ูƒุงู„ุฆ ุจุงู„ูƒุงู„ุฆ ูˆุงู„ูƒุงู„ุฆ ู‡ูˆ ุงู„ู…ุคุฎุฑ ุงู„ุฐูŠ ู„ู… ูŠู‚ุจุถ ุจุงู„ู…ุคุฎุฑ ุงู„ุฐูŠ ู„ู… ูŠู‚ุจุถ ูˆู‡ุฐุง ูƒู…ุง ู„ูˆ ุฃุณู„ู… ุดูŠุฆุง ููŠ ุดูŠุก ููŠ ุงู„ุฐู…ุฉ ูˆูƒู„ุงู‡ู…ุง ู…ุคุฎุฑ ูู‡ุฐุง ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุจุงู„ุงุชูุงู‚ ูˆู‡ูˆ ุจูŠุน ูƒุงู„ุฆ ุจูƒุงู„ุฆ Adanya larangan jual beli kaliโ€™ bil kali โ€“ al-Kaliโ€™ artinya tertunda yang belum ada di tangan, ditukar dengan sesuatu yang juga belum ada di tangan. Ini seperti orang yang melakukan akad salam untuk barang yang masih dalam tanggungan dengan bayaran tertunda, sehingga keduannya tertunda. Jual beli semacam ini tidak boleh dengan sepakat ulama. itulah baโ€™I al-Kaliโ€™ bil Kaliโ€™. (Majmuโ€™ Fatawa, 20/512). Contoh riil jual beli semacam ini di zaman kita adalahย jual beli inden. Pesan barang kepada seorang penjual, sementara si penjual belum memiliki barang, dan konsumen diminta bayar DP. Sebagai ilustrasi, Mukidi pemilik konter HP. Datang Paijo hendak membeli HP merk โ€˜JaDeโ€™. Saat itu Mukidi tidak punya barang yang dimaksud, dan Mukidi menjanjikan barangnya akan dipesankan ke produsennya dan akan datang sebulan lagi. Lalu Mukidi minta agar Paijo bayar DP dulu 10%. Lalu mereka melakukan akad dan transaksi, deal harga dan berpisah. Ketika Paijo membayar DP, pembayarannya tidak tunai. Sehingga uang terutang. Sementara Mukidi belum memiliki barang. Sehingga barangnya juga terutang. Ketika ini ditransaksikan, jadilah tukar menukar antara utang dengan utang. Demikian,ย Allahu aโ€™lam. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baitsย (Dewan Pembinaย Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accountingย Software Akuntansi Terbaik di Indonesia. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. SPONSOR hubungi: 081 326 333 328 DONASI hubungi: 087 882 888 727 REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK ๐Ÿ” Mandi Setelah Melahirkan, Sepatu Dari Kulit Babi, Selingkuh Dengan Wanita Bersuami, Penyakit Palasik, Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan Suami Istri Sunnah, Jual Bahan Akik Visited 161 times, 1 visit(s) today Post Views: 563 QRIS donasi Yufid

Jual Beli Inden itu Dilarang?

Jual Beli Inden itu Dilarang? Apa hukum inden barang dengan bayar DP. Dimana penjual belum memiliki barang. Apakah ini termasuk menjual barang yang belum dimiliki? Jawab: Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du, Diantara bentuk transaksi yang terlarang adalah jual beli utang dengan utang. Dasar larangan ini adalah konsensus (ijmaโ€™) ulama bahwa transaksiย al-Kaliโ€™ bil Kaliย โ€“ jual beli utang dengan utang โ€“ hukumnnya terlarang. Imam as-Syafii dalam kitabnya al-Umm pernah membahas hukum menjual barang yang masih dalam tanggungan. Beliau mengatakan, ูˆุงู„ู…ุณู„ู…ูˆู† ูŠู†ู‡ูˆู† ุนู† ุจูŠุน ุงู„ุฏูŠู† ุจุงู„ุฏูŠู† โ€œKaum muslimin dilarang untuk jual beli utang dengan utang.โ€ (al-Umm, 4/30) Pernyataan kesepakatan ulama, Ibnu Qudamah menukil keterangan ijmaโ€™ ulama dari Ibnul Mundzir, ู‚ุงู„ ุงุจู† ุงู„ู…ู†ุฐุฑ: ุฃุฌู…ุน ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ุนู„ู‰ ุฃู† ุจูŠุน ุงู„ุฏูŠู† ุจุงู„ุฏูŠู† ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ. ูˆู‚ุงู„ ุฃุญู…ุฏ : ุฅู†ู…ุง ู‡ูˆ ุฅุฌู…ุงุน Ibnul Mundzir mengatakan, โ€˜Ulama sepakat bahwa jual beli utang dengan utang tidak boleh. Imam Ahmad mengatakan, โ€œUlama sepakat dalam masalah ini.โ€ (al-Mughni, 4/186). Ijmaโ€™ inilah yang menjadi landasan kita untuk menyatakan bahwa jual beli utang dengan utang hukumnya terlarang. Pengertian Jual Beli Utang dengan Utang Kataย alโ€“Kaliโ€™ย [ุงู„ูƒุงู„ุฆ] secara bahasa artinya sesuatu yang tertunda (nasiah). Dari kataย kala-a ~ yakla-uย [ูƒู„ุฃ โ€“ ูŠูƒู„ุฃ] yang artinya tertunda. (an-Nihayah, Ibnul Atsir, 4/194) Dalam kitab al-Muwathaโ€™, terdapat penjelasan tentang jual beli al-Kaliโ€™ bil Kali ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽุงู„ูุฆู ุจูุงู„ู’ูƒูŽุงู„ูุฆู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุจููŠุนูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุฏูŽูŠู’ู†ู‹ุง ู„ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูŽุฌูู„ู ุจูุฏูŽูŠู’ู†ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูŽุฌูู„ู ุขุฎูŽุฑูŽ Jual beli al-Kaliโ€™ bil Kali adalah seseorang (si A) menjual barang miliknya yang masih terutang kepada pembeli (si B) dengan pembayaran yang masih terutang di tempat orang lain (si C). (Muwathaโ€™ Malik, 2/659) Diantaraย menjual barang yang belum dimiliki dengan pembayaran yang tidak tunai. Karena yang terjadi adalah tukar menukar barang yang belum ada, dengan uang yang juga belum ada. Definisi ini dinyatakan an-Nawawi dalam al-Majmuโ€™, ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุจูŠุน ู†ุณูŠุฆุฉ ุจู†ุณูŠุฆู‡ ุจุฃู† ูŠู‚ูˆู„ ุจุนู†ูŠ ุซูˆุจุง ููŠ ุฐู…ุชูŠ ุจุตูุชู‡ ูƒุฐุง ุฅู„ู‰ ุดู‡ุฑ ูƒุฐุง ุจุฏูŠู†ุงุฑ ู…ุคุฌู„ ุฅู„ู‰ ูˆู‚ุช ูƒุฐุง ููŠู‚ูˆู„ ู‚ุจู„ุช ูˆู‡ุฐุง ูุงุณุฏ ุจู„ุง ุฎู„ุงู Tidak boleh menjual utang dengan utang. Bentuknya ada pembeli mengatakan, โ€œTolong jual sehelai kain untukku tertunda dengan kriteria tertentu, dan tolong serahkan bulan sekian, dengan harga 1 dinar dibayar kredit sampai tanggal sekian.โ€ Kemudian penjual menerimanya. Transaksi ini batal, tanpa ada perbedaan pendapat ulama. (al-Majmuโ€™ Syarh Muhadzab, 9/400). Bahkan Syaikh Islam membatasi, bahwa bentuk jual beli kaliโ€™bil kaliโ€™ yang terlarang hanya bentuk ini. Beliau mengatakan, ูˆุฅู†ู…ุง ูˆุฑุฏ ุงู„ู†ู‡ูŠ ุนู† ุจูŠุน ุงู„ูƒุงู„ุฆ ุจุงู„ูƒุงู„ุฆ ูˆุงู„ูƒุงู„ุฆ ู‡ูˆ ุงู„ู…ุคุฎุฑ ุงู„ุฐูŠ ู„ู… ูŠู‚ุจุถ ุจุงู„ู…ุคุฎุฑ ุงู„ุฐูŠ ู„ู… ูŠู‚ุจุถ ูˆู‡ุฐุง ูƒู…ุง ู„ูˆ ุฃุณู„ู… ุดูŠุฆุง ููŠ ุดูŠุก ููŠ ุงู„ุฐู…ุฉ ูˆูƒู„ุงู‡ู…ุง ู…ุคุฎุฑ ูู‡ุฐุง ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุจุงู„ุงุชูุงู‚ ูˆู‡ูˆ ุจูŠุน ูƒุงู„ุฆ ุจูƒุงู„ุฆ Adanya larangan jual beli kaliโ€™ bil kali โ€“ al-Kaliโ€™ artinya tertunda yang belum ada di tangan, ditukar dengan sesuatu yang juga belum ada di tangan. Ini seperti orang yang melakukan akad salam untuk barang yang masih dalam tanggungan dengan bayaran tertunda, sehingga keduannya tertunda. Jual beli semacam ini tidak boleh dengan sepakat ulama. itulah baโ€™I al-Kaliโ€™ bil Kaliโ€™. (Majmuโ€™ Fatawa, 20/512). Contoh riil jual beli semacam ini di zaman kita adalahย jual beli inden. Pesan barang kepada seorang penjual, sementara si penjual belum memiliki barang, dan konsumen diminta bayar DP. Sebagai ilustrasi, Mukidi pemilik konter HP. Datang Paijo hendak membeli HP merk โ€˜JaDeโ€™. Saat itu Mukidi tidak punya barang yang dimaksud, dan Mukidi menjanjikan barangnya akan dipesankan ke produsennya dan akan datang sebulan lagi. Lalu Mukidi minta agar Paijo bayar DP dulu 10%. Lalu mereka melakukan akad dan transaksi, deal harga dan berpisah. Ketika Paijo membayar DP, pembayarannya tidak tunai. Sehingga uang terutang. Sementara Mukidi belum memiliki barang. Sehingga barangnya juga terutang. Ketika ini ditransaksikan, jadilah tukar menukar antara utang dengan utang. Demikian,ย Allahu aโ€™lam. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baitsย (Dewan Pembinaย Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accountingย Software Akuntansi Terbaik di Indonesia. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. SPONSOR hubungi: 081 326 333 328 DONASI hubungi: 087 882 888 727 REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK ๐Ÿ” Mandi Setelah Melahirkan, Sepatu Dari Kulit Babi, Selingkuh Dengan Wanita Bersuami, Penyakit Palasik, Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan Suami Istri Sunnah, Jual Bahan Akik Visited 161 times, 1 visit(s) today Post Views: 563 QRIS donasi Yufid
Jual Beli Inden itu Dilarang? Apa hukum inden barang dengan bayar DP. Dimana penjual belum memiliki barang. Apakah ini termasuk menjual barang yang belum dimiliki? Jawab: Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du, Diantara bentuk transaksi yang terlarang adalah jual beli utang dengan utang. Dasar larangan ini adalah konsensus (ijmaโ€™) ulama bahwa transaksiย al-Kaliโ€™ bil Kaliย โ€“ jual beli utang dengan utang โ€“ hukumnnya terlarang. Imam as-Syafii dalam kitabnya al-Umm pernah membahas hukum menjual barang yang masih dalam tanggungan. Beliau mengatakan, ูˆุงู„ู…ุณู„ู…ูˆู† ูŠู†ู‡ูˆู† ุนู† ุจูŠุน ุงู„ุฏูŠู† ุจุงู„ุฏูŠู† โ€œKaum muslimin dilarang untuk jual beli utang dengan utang.โ€ (al-Umm, 4/30) Pernyataan kesepakatan ulama, Ibnu Qudamah menukil keterangan ijmaโ€™ ulama dari Ibnul Mundzir, ู‚ุงู„ ุงุจู† ุงู„ู…ู†ุฐุฑ: ุฃุฌู…ุน ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ุนู„ู‰ ุฃู† ุจูŠุน ุงู„ุฏูŠู† ุจุงู„ุฏูŠู† ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ. ูˆู‚ุงู„ ุฃุญู…ุฏ : ุฅู†ู…ุง ู‡ูˆ ุฅุฌู…ุงุน Ibnul Mundzir mengatakan, โ€˜Ulama sepakat bahwa jual beli utang dengan utang tidak boleh. Imam Ahmad mengatakan, โ€œUlama sepakat dalam masalah ini.โ€ (al-Mughni, 4/186). Ijmaโ€™ inilah yang menjadi landasan kita untuk menyatakan bahwa jual beli utang dengan utang hukumnya terlarang. Pengertian Jual Beli Utang dengan Utang Kataย alโ€“Kaliโ€™ย [ุงู„ูƒุงู„ุฆ] secara bahasa artinya sesuatu yang tertunda (nasiah). Dari kataย kala-a ~ yakla-uย [ูƒู„ุฃ โ€“ ูŠูƒู„ุฃ] yang artinya tertunda. (an-Nihayah, Ibnul Atsir, 4/194) Dalam kitab al-Muwathaโ€™, terdapat penjelasan tentang jual beli al-Kaliโ€™ bil Kali ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽุงู„ูุฆู ุจูุงู„ู’ูƒูŽุงู„ูุฆู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุจููŠุนูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุฏูŽูŠู’ู†ู‹ุง ู„ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูŽุฌูู„ู ุจูุฏูŽูŠู’ู†ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูŽุฌูู„ู ุขุฎูŽุฑูŽ Jual beli al-Kaliโ€™ bil Kali adalah seseorang (si A) menjual barang miliknya yang masih terutang kepada pembeli (si B) dengan pembayaran yang masih terutang di tempat orang lain (si C). (Muwathaโ€™ Malik, 2/659) Diantaraย menjual barang yang belum dimiliki dengan pembayaran yang tidak tunai. Karena yang terjadi adalah tukar menukar barang yang belum ada, dengan uang yang juga belum ada. Definisi ini dinyatakan an-Nawawi dalam al-Majmuโ€™, ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุจูŠุน ู†ุณูŠุฆุฉ ุจู†ุณูŠุฆู‡ ุจุฃู† ูŠู‚ูˆู„ ุจุนู†ูŠ ุซูˆุจุง ููŠ ุฐู…ุชูŠ ุจุตูุชู‡ ูƒุฐุง ุฅู„ู‰ ุดู‡ุฑ ูƒุฐุง ุจุฏูŠู†ุงุฑ ู…ุคุฌู„ ุฅู„ู‰ ูˆู‚ุช ูƒุฐุง ููŠู‚ูˆู„ ู‚ุจู„ุช ูˆู‡ุฐุง ูุงุณุฏ ุจู„ุง ุฎู„ุงู Tidak boleh menjual utang dengan utang. Bentuknya ada pembeli mengatakan, โ€œTolong jual sehelai kain untukku tertunda dengan kriteria tertentu, dan tolong serahkan bulan sekian, dengan harga 1 dinar dibayar kredit sampai tanggal sekian.โ€ Kemudian penjual menerimanya. Transaksi ini batal, tanpa ada perbedaan pendapat ulama. (al-Majmuโ€™ Syarh Muhadzab, 9/400). Bahkan Syaikh Islam membatasi, bahwa bentuk jual beli kaliโ€™bil kaliโ€™ yang terlarang hanya bentuk ini. Beliau mengatakan, ูˆุฅู†ู…ุง ูˆุฑุฏ ุงู„ู†ู‡ูŠ ุนู† ุจูŠุน ุงู„ูƒุงู„ุฆ ุจุงู„ูƒุงู„ุฆ ูˆุงู„ูƒุงู„ุฆ ู‡ูˆ ุงู„ู…ุคุฎุฑ ุงู„ุฐูŠ ู„ู… ูŠู‚ุจุถ ุจุงู„ู…ุคุฎุฑ ุงู„ุฐูŠ ู„ู… ูŠู‚ุจุถ ูˆู‡ุฐุง ูƒู…ุง ู„ูˆ ุฃุณู„ู… ุดูŠุฆุง ููŠ ุดูŠุก ููŠ ุงู„ุฐู…ุฉ ูˆูƒู„ุงู‡ู…ุง ู…ุคุฎุฑ ูู‡ุฐุง ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุจุงู„ุงุชูุงู‚ ูˆู‡ูˆ ุจูŠุน ูƒุงู„ุฆ ุจูƒุงู„ุฆ Adanya larangan jual beli kaliโ€™ bil kali โ€“ al-Kaliโ€™ artinya tertunda yang belum ada di tangan, ditukar dengan sesuatu yang juga belum ada di tangan. Ini seperti orang yang melakukan akad salam untuk barang yang masih dalam tanggungan dengan bayaran tertunda, sehingga keduannya tertunda. Jual beli semacam ini tidak boleh dengan sepakat ulama. itulah baโ€™I al-Kaliโ€™ bil Kaliโ€™. (Majmuโ€™ Fatawa, 20/512). Contoh riil jual beli semacam ini di zaman kita adalahย jual beli inden. Pesan barang kepada seorang penjual, sementara si penjual belum memiliki barang, dan konsumen diminta bayar DP. Sebagai ilustrasi, Mukidi pemilik konter HP. Datang Paijo hendak membeli HP merk โ€˜JaDeโ€™. Saat itu Mukidi tidak punya barang yang dimaksud, dan Mukidi menjanjikan barangnya akan dipesankan ke produsennya dan akan datang sebulan lagi. Lalu Mukidi minta agar Paijo bayar DP dulu 10%. Lalu mereka melakukan akad dan transaksi, deal harga dan berpisah. Ketika Paijo membayar DP, pembayarannya tidak tunai. Sehingga uang terutang. Sementara Mukidi belum memiliki barang. Sehingga barangnya juga terutang. Ketika ini ditransaksikan, jadilah tukar menukar antara utang dengan utang. Demikian,ย Allahu aโ€™lam. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baitsย (Dewan Pembinaย Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accountingย Software Akuntansi Terbaik di Indonesia. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. SPONSOR hubungi: 081 326 333 328 DONASI hubungi: 087 882 888 727 REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK ๐Ÿ” Mandi Setelah Melahirkan, Sepatu Dari Kulit Babi, Selingkuh Dengan Wanita Bersuami, Penyakit Palasik, Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan Suami Istri Sunnah, Jual Bahan Akik Visited 161 times, 1 visit(s) today Post Views: 563 QRIS donasi Yufid


<iframe src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/344224364&amp;color=d5265f&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=false&amp;hide_related=true&amp;show_comments=false&amp;show_user=false&amp;show_reposts=false" width="100%" height="166" frameborder="no" scrolling="no"></iframe> Jual Beli Inden itu Dilarang? Apa hukum inden barang dengan bayar DP. Dimana penjual belum memiliki barang. Apakah ini termasuk menjual barang yang belum dimiliki? Jawab: Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du, Diantara bentuk transaksi yang terlarang adalah jual beli utang dengan utang. Dasar larangan ini adalah konsensus (ijmaโ€™) ulama bahwa transaksiย al-Kaliโ€™ bil Kaliย โ€“ jual beli utang dengan utang โ€“ hukumnnya terlarang. Imam as-Syafii dalam kitabnya al-Umm pernah membahas hukum menjual barang yang masih dalam tanggungan. Beliau mengatakan, ูˆุงู„ู…ุณู„ู…ูˆู† ูŠู†ู‡ูˆู† ุนู† ุจูŠุน ุงู„ุฏูŠู† ุจุงู„ุฏูŠู† โ€œKaum muslimin dilarang untuk jual beli utang dengan utang.โ€ (al-Umm, 4/30) Pernyataan kesepakatan ulama, Ibnu Qudamah menukil keterangan ijmaโ€™ ulama dari Ibnul Mundzir, ู‚ุงู„ ุงุจู† ุงู„ู…ู†ุฐุฑ: ุฃุฌู…ุน ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ุนู„ู‰ ุฃู† ุจูŠุน ุงู„ุฏูŠู† ุจุงู„ุฏูŠู† ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ. ูˆู‚ุงู„ ุฃุญู…ุฏ : ุฅู†ู…ุง ู‡ูˆ ุฅุฌู…ุงุน Ibnul Mundzir mengatakan, โ€˜Ulama sepakat bahwa jual beli utang dengan utang tidak boleh. Imam Ahmad mengatakan, โ€œUlama sepakat dalam masalah ini.โ€ (al-Mughni, 4/186). Ijmaโ€™ inilah yang menjadi landasan kita untuk menyatakan bahwa jual beli utang dengan utang hukumnya terlarang. Pengertian Jual Beli Utang dengan Utang Kataย alโ€“Kaliโ€™ย [ุงู„ูƒุงู„ุฆ] secara bahasa artinya sesuatu yang tertunda (nasiah). Dari kataย kala-a ~ yakla-uย [ูƒู„ุฃ โ€“ ูŠูƒู„ุฃ] yang artinya tertunda. (an-Nihayah, Ibnul Atsir, 4/194) Dalam kitab al-Muwathaโ€™, terdapat penjelasan tentang jual beli al-Kaliโ€™ bil Kali ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽุงู„ูุฆู ุจูุงู„ู’ูƒูŽุงู„ูุฆู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุจููŠุนูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุฏูŽูŠู’ู†ู‹ุง ู„ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูŽุฌูู„ู ุจูุฏูŽูŠู’ู†ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูŽุฌูู„ู ุขุฎูŽุฑูŽ Jual beli al-Kaliโ€™ bil Kali adalah seseorang (si A) menjual barang miliknya yang masih terutang kepada pembeli (si B) dengan pembayaran yang masih terutang di tempat orang lain (si C). (Muwathaโ€™ Malik, 2/659) Diantaraย menjual barang yang belum dimiliki dengan pembayaran yang tidak tunai. Karena yang terjadi adalah tukar menukar barang yang belum ada, dengan uang yang juga belum ada. Definisi ini dinyatakan an-Nawawi dalam al-Majmuโ€™, ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุจูŠุน ู†ุณูŠุฆุฉ ุจู†ุณูŠุฆู‡ ุจุฃู† ูŠู‚ูˆู„ ุจุนู†ูŠ ุซูˆุจุง ููŠ ุฐู…ุชูŠ ุจุตูุชู‡ ูƒุฐุง ุฅู„ู‰ ุดู‡ุฑ ูƒุฐุง ุจุฏูŠู†ุงุฑ ู…ุคุฌู„ ุฅู„ู‰ ูˆู‚ุช ูƒุฐุง ููŠู‚ูˆู„ ู‚ุจู„ุช ูˆู‡ุฐุง ูุงุณุฏ ุจู„ุง ุฎู„ุงู Tidak boleh menjual utang dengan utang. Bentuknya ada pembeli mengatakan, โ€œTolong jual sehelai kain untukku tertunda dengan kriteria tertentu, dan tolong serahkan bulan sekian, dengan harga 1 dinar dibayar kredit sampai tanggal sekian.โ€ Kemudian penjual menerimanya. Transaksi ini batal, tanpa ada perbedaan pendapat ulama. (al-Majmuโ€™ Syarh Muhadzab, 9/400). Bahkan Syaikh Islam membatasi, bahwa bentuk jual beli kaliโ€™bil kaliโ€™ yang terlarang hanya bentuk ini. Beliau mengatakan, ูˆุฅู†ู…ุง ูˆุฑุฏ ุงู„ู†ู‡ูŠ ุนู† ุจูŠุน ุงู„ูƒุงู„ุฆ ุจุงู„ูƒุงู„ุฆ ูˆุงู„ูƒุงู„ุฆ ู‡ูˆ ุงู„ู…ุคุฎุฑ ุงู„ุฐูŠ ู„ู… ูŠู‚ุจุถ ุจุงู„ู…ุคุฎุฑ ุงู„ุฐูŠ ู„ู… ูŠู‚ุจุถ ูˆู‡ุฐุง ูƒู…ุง ู„ูˆ ุฃุณู„ู… ุดูŠุฆุง ููŠ ุดูŠุก ููŠ ุงู„ุฐู…ุฉ ูˆูƒู„ุงู‡ู…ุง ู…ุคุฎุฑ ูู‡ุฐุง ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุจุงู„ุงุชูุงู‚ ูˆู‡ูˆ ุจูŠุน ูƒุงู„ุฆ ุจูƒุงู„ุฆ Adanya larangan jual beli kaliโ€™ bil kali โ€“ al-Kaliโ€™ artinya tertunda yang belum ada di tangan, ditukar dengan sesuatu yang juga belum ada di tangan. Ini seperti orang yang melakukan akad salam untuk barang yang masih dalam tanggungan dengan bayaran tertunda, sehingga keduannya tertunda. Jual beli semacam ini tidak boleh dengan sepakat ulama. itulah baโ€™I al-Kaliโ€™ bil Kaliโ€™. (Majmuโ€™ Fatawa, 20/512). Contoh riil jual beli semacam ini di zaman kita adalahย jual beli inden. Pesan barang kepada seorang penjual, sementara si penjual belum memiliki barang, dan konsumen diminta bayar DP. Sebagai ilustrasi, Mukidi pemilik konter HP. Datang Paijo hendak membeli HP merk โ€˜JaDeโ€™. Saat itu Mukidi tidak punya barang yang dimaksud, dan Mukidi menjanjikan barangnya akan dipesankan ke produsennya dan akan datang sebulan lagi. Lalu Mukidi minta agar Paijo bayar DP dulu 10%. Lalu mereka melakukan akad dan transaksi, deal harga dan berpisah. Ketika Paijo membayar DP, pembayarannya tidak tunai. Sehingga uang terutang. Sementara Mukidi belum memiliki barang. Sehingga barangnya juga terutang. Ketika ini ditransaksikan, jadilah tukar menukar antara utang dengan utang. Demikian,ย Allahu aโ€™lam. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baitsย (Dewan Pembinaย Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accountingย Software Akuntansi Terbaik di Indonesia. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. SPONSOR hubungi: 081 326 333 328 DONASI hubungi: 087 882 888 727 REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK ๐Ÿ” Mandi Setelah Melahirkan, Sepatu Dari Kulit Babi, Selingkuh Dengan Wanita Bersuami, Penyakit Palasik, Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan Suami Istri Sunnah, Jual Bahan Akik Visited 161 times, 1 visit(s) today Post Views: 563 <img class="aligncenter wp-image-43307" src="https://i0.wp.com/konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2023/10/qris-donasi-yufid-resized.jpeg" alt="QRIS donasi Yufid" width="741" height="1024" />

Iblis Termasuk Malaikat?

Dulu Iblis Termasuk Malaikat? Dalam al-Quran ada banyak keterangan, โ€œSemua malaikat sujud, kecuali Iblisโ€. Sementara dalam kaidah bahasa, kata yang dikecualikan dengan kata yang terkecualikan haruslah sejenis. Apakah ini berarti bahwa Iblis adalah Malaikat? Jawab: Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du, Terdapat beberapa dalil yang menunjukkan bahwa Iblis bukan Malaikat. Diantaranya firman Allah Taโ€™ala, ูˆูŽุฅูุฐู’ ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง ู„ูู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ุงุณู’ุฌูุฏููˆุง ู„ูุขุฏูŽู…ูŽ ููŽุณูŽุฌูŽุฏููˆุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฅูุจู’ู„ููŠุณูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูู†ู‘ู ููŽููŽุณูŽู‚ูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู…ู’ุฑู ุฑูŽุจู‘ูู‡ู Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: โ€œSujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. (QS. Al-Kahfi: 50) Allah menegaskan, bahwa Iblis dari golongan jin dan bukan Malaikat. Dan seperti yang kita tahu, Jin adalah jenis makhluk yang diciptakan dari Api, sementara Malaikat diciptakan dari nur (cahaya). Dari Aisyah Radhiyallahu โ€˜anha, Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, ุฎูู„ูู‚ูŽุชู ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ู…ูู†ู’ ู†ููˆุฑูุŒ ูˆูŽุฎูู„ูู‚ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽุงู†ู‘ู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุงุฑูุฌู ู…ูู†ู’ ู†ูŽุงุฑู โ€œMalaikat diciptakan dari cahaya, sementara jin diciptakan dari nyala api.โ€ (HR. Ahmad 25194 dan Muslim 2996). Penjelasan kalimat โ€œSemua malaikat sujud, kecuali Iblisโ€ Bagaimana dengan firman Allah di banyak ayat, yang menyatakan, โ€œSemua malaikat sujud, kecuali Iblisโ€ seperti firman Allah, ููŽุณูŽุฌูŽุฏูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ูƒูู„ู‘ูู‡ูู…ู’ ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนููˆู†ูŽ .ย ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฅูุจู’ู„ููŠุณูŽ ุงุณู’ุชูŽูƒู’ุจูŽุฑูŽ โ€œPara malaikat semuanya bersujud, kecuali Iblis, dia bersikap sombong.โ€ (QS. Shad: 73 โ€“ 74) Kita punya kaidah bahasa dalam kalimat pengecualian. Jika ada orang menyatakan, โ€œSemua siswa hadir kecuali Rudi.โ€ Berarti Rudi termasuk siswa. Karena Rudi harus memiliki status yang sama seperti kata yang dikecualikan, yaitu kata siswa. Jika ada kalimat, โ€œSemua siswa hadir kecuali Pak Guru.โ€, kalimat ini dinilai tidak benar. Karena Pak Guru bukan siswa. Dalam bahasa arab, kalimat pengecualian disebut dengan kalimat istitsnaโ€™ [ุงู„ุงุณุชุซู†ุงุก]. Dan istitsnaโ€™ dalam bahasa arab ada 2: [1] Istitsnaโ€™ muttashil Adalah kalimat pengecualian, dimana kata yang dikecualikan dan yang terkecualikan sejenis. Misal, โ€œSemua siswa hadir kecuali Rudi.โ€ Dan Rudi termasuk siswa. Dalam al-Quran, istitsnaโ€™ semacam ini banyak dalam al-Quran. Diantranya, firman Allah, ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ูŽ ู„ูŽูููŠ ุฎูุณู’ุฑู .ย ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ูˆูŽุนูŽู…ูู„ููˆุง ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญูŽุงุชู โ€œSesunggunya manusia dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal salehโ€ฆ (QS. Al-Ashri: 2 โ€“ 3) [2] Istitsnaโ€™ munfashil Adalah kalimat pengecualian, dimana kata yang dikecualikan dan yang terkecualikan tidak sejenis. Dalam bahasa arab, kata โ€˜kecualiโ€™ [ุงู„ู‘ุง] dalam istitsnaโ€™ munfashil bermakna โ€˜akan tetapiโ€™ [ูˆู„ูƒู†]. Dalam al-Quran, ada beberapa bentuk istitsnaโ€™ munfashil. Diantaranya firman Allah, ู‚ูู„ ู„ู‘ูŽุง ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽุฌู’ุฑู‹ุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽูˆูŽุฏู‘ูŽุฉูŽ ูููŠ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุจูŽู‰ูฐ Katakanlah: โ€œAku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaanโ€. (QS. As-Syura: 23). Pada ayat ini, Allah perintahkan kepada Nabi-Nya Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam untuk menyatakan bahwa beliau tidak mengharapkan upah dari mereka untuk dakwah beliau. Dan beliau juga tidak bertujuan, dengan dakwah beliau agar mereka menjadi cinta kepada beliau. Sehingga makna ayat, โ€œSaya tidak meminta upah untuk dakwahku sama sekali. Akan tetapi jalinan kecintaan karena hubungan kekerabatan tetap dijaga.โ€ Dan kata al-Mawaddah dengan al-Ajr sangat berbeda konteksnya. Al-Ajr adalah upah dalam bentuk uang karena dakwah. Dan Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tidak memintanya. Sementara al-Mawaddah adalah jalinan kecintaan karena hubungan kekerabatan, tidak diputus. Sehingga kata yang jatuh sebelum โ€˜kecualiโ€™ dengan kata yang jatuh sesudah โ€˜kecualiโ€™ berbeda jenisnya. Semakna dengan ini adalah โ€œSemua malaikat sujud, kecuali Iblisโ€ sama sekali tidak menunjukkan bahwa Iblis termasuk Malaikat. Karena bentuk pengecualian di sini adalah pengecualian yang munqathiโ€™. Tidak sejenis antara kata yang dikecualikan dengan kata yang terkecualikan. Demikian,ย Allahu aโ€™lam. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baitsย (Dewan Pembinaย Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accountingย Software Akuntansi Terbaik di Indonesia. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. SPONSOR hubungi: 081 326 333 328 DONASI hubungi: 087 882 888 727 REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK ๐Ÿ” Sesatnya Ldii, Surat Yang Terakhir Turun, Hukum Memakai Lipstik, Alkohol Najis, 1 Kulah Berapa Liter, Cara Mengirim Mimpi Basah Visited 100 times, 1 visit(s) today Post Views: 235 QRIS donasi Yufid

Iblis Termasuk Malaikat?

Dulu Iblis Termasuk Malaikat? Dalam al-Quran ada banyak keterangan, โ€œSemua malaikat sujud, kecuali Iblisโ€. Sementara dalam kaidah bahasa, kata yang dikecualikan dengan kata yang terkecualikan haruslah sejenis. Apakah ini berarti bahwa Iblis adalah Malaikat? Jawab: Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du, Terdapat beberapa dalil yang menunjukkan bahwa Iblis bukan Malaikat. Diantaranya firman Allah Taโ€™ala, ูˆูŽุฅูุฐู’ ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง ู„ูู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ุงุณู’ุฌูุฏููˆุง ู„ูุขุฏูŽู…ูŽ ููŽุณูŽุฌูŽุฏููˆุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฅูุจู’ู„ููŠุณูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูู†ู‘ู ููŽููŽุณูŽู‚ูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู…ู’ุฑู ุฑูŽุจู‘ูู‡ู Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: โ€œSujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. (QS. Al-Kahfi: 50) Allah menegaskan, bahwa Iblis dari golongan jin dan bukan Malaikat. Dan seperti yang kita tahu, Jin adalah jenis makhluk yang diciptakan dari Api, sementara Malaikat diciptakan dari nur (cahaya). Dari Aisyah Radhiyallahu โ€˜anha, Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, ุฎูู„ูู‚ูŽุชู ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ู…ูู†ู’ ู†ููˆุฑูุŒ ูˆูŽุฎูู„ูู‚ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽุงู†ู‘ู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุงุฑูุฌู ู…ูู†ู’ ู†ูŽุงุฑู โ€œMalaikat diciptakan dari cahaya, sementara jin diciptakan dari nyala api.โ€ (HR. Ahmad 25194 dan Muslim 2996). Penjelasan kalimat โ€œSemua malaikat sujud, kecuali Iblisโ€ Bagaimana dengan firman Allah di banyak ayat, yang menyatakan, โ€œSemua malaikat sujud, kecuali Iblisโ€ seperti firman Allah, ููŽุณูŽุฌูŽุฏูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ูƒูู„ู‘ูู‡ูู…ู’ ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนููˆู†ูŽ .ย ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฅูุจู’ู„ููŠุณูŽ ุงุณู’ุชูŽูƒู’ุจูŽุฑูŽ โ€œPara malaikat semuanya bersujud, kecuali Iblis, dia bersikap sombong.โ€ (QS. Shad: 73 โ€“ 74) Kita punya kaidah bahasa dalam kalimat pengecualian. Jika ada orang menyatakan, โ€œSemua siswa hadir kecuali Rudi.โ€ Berarti Rudi termasuk siswa. Karena Rudi harus memiliki status yang sama seperti kata yang dikecualikan, yaitu kata siswa. Jika ada kalimat, โ€œSemua siswa hadir kecuali Pak Guru.โ€, kalimat ini dinilai tidak benar. Karena Pak Guru bukan siswa. Dalam bahasa arab, kalimat pengecualian disebut dengan kalimat istitsnaโ€™ [ุงู„ุงุณุชุซู†ุงุก]. Dan istitsnaโ€™ dalam bahasa arab ada 2: [1] Istitsnaโ€™ muttashil Adalah kalimat pengecualian, dimana kata yang dikecualikan dan yang terkecualikan sejenis. Misal, โ€œSemua siswa hadir kecuali Rudi.โ€ Dan Rudi termasuk siswa. Dalam al-Quran, istitsnaโ€™ semacam ini banyak dalam al-Quran. Diantranya, firman Allah, ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ูŽ ู„ูŽูููŠ ุฎูุณู’ุฑู .ย ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ูˆูŽุนูŽู…ูู„ููˆุง ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญูŽุงุชู โ€œSesunggunya manusia dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal salehโ€ฆ (QS. Al-Ashri: 2 โ€“ 3) [2] Istitsnaโ€™ munfashil Adalah kalimat pengecualian, dimana kata yang dikecualikan dan yang terkecualikan tidak sejenis. Dalam bahasa arab, kata โ€˜kecualiโ€™ [ุงู„ู‘ุง] dalam istitsnaโ€™ munfashil bermakna โ€˜akan tetapiโ€™ [ูˆู„ูƒู†]. Dalam al-Quran, ada beberapa bentuk istitsnaโ€™ munfashil. Diantaranya firman Allah, ู‚ูู„ ู„ู‘ูŽุง ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽุฌู’ุฑู‹ุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽูˆูŽุฏู‘ูŽุฉูŽ ูููŠ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุจูŽู‰ูฐ Katakanlah: โ€œAku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaanโ€. (QS. As-Syura: 23). Pada ayat ini, Allah perintahkan kepada Nabi-Nya Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam untuk menyatakan bahwa beliau tidak mengharapkan upah dari mereka untuk dakwah beliau. Dan beliau juga tidak bertujuan, dengan dakwah beliau agar mereka menjadi cinta kepada beliau. Sehingga makna ayat, โ€œSaya tidak meminta upah untuk dakwahku sama sekali. Akan tetapi jalinan kecintaan karena hubungan kekerabatan tetap dijaga.โ€ Dan kata al-Mawaddah dengan al-Ajr sangat berbeda konteksnya. Al-Ajr adalah upah dalam bentuk uang karena dakwah. Dan Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tidak memintanya. Sementara al-Mawaddah adalah jalinan kecintaan karena hubungan kekerabatan, tidak diputus. Sehingga kata yang jatuh sebelum โ€˜kecualiโ€™ dengan kata yang jatuh sesudah โ€˜kecualiโ€™ berbeda jenisnya. Semakna dengan ini adalah โ€œSemua malaikat sujud, kecuali Iblisโ€ sama sekali tidak menunjukkan bahwa Iblis termasuk Malaikat. Karena bentuk pengecualian di sini adalah pengecualian yang munqathiโ€™. Tidak sejenis antara kata yang dikecualikan dengan kata yang terkecualikan. Demikian,ย Allahu aโ€™lam. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baitsย (Dewan Pembinaย Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accountingย Software Akuntansi Terbaik di Indonesia. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. SPONSOR hubungi: 081 326 333 328 DONASI hubungi: 087 882 888 727 REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK ๐Ÿ” Sesatnya Ldii, Surat Yang Terakhir Turun, Hukum Memakai Lipstik, Alkohol Najis, 1 Kulah Berapa Liter, Cara Mengirim Mimpi Basah Visited 100 times, 1 visit(s) today Post Views: 235 QRIS donasi Yufid
Dulu Iblis Termasuk Malaikat? Dalam al-Quran ada banyak keterangan, โ€œSemua malaikat sujud, kecuali Iblisโ€. Sementara dalam kaidah bahasa, kata yang dikecualikan dengan kata yang terkecualikan haruslah sejenis. Apakah ini berarti bahwa Iblis adalah Malaikat? Jawab: Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du, Terdapat beberapa dalil yang menunjukkan bahwa Iblis bukan Malaikat. Diantaranya firman Allah Taโ€™ala, ูˆูŽุฅูุฐู’ ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง ู„ูู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ุงุณู’ุฌูุฏููˆุง ู„ูุขุฏูŽู…ูŽ ููŽุณูŽุฌูŽุฏููˆุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฅูุจู’ู„ููŠุณูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูู†ู‘ู ููŽููŽุณูŽู‚ูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู…ู’ุฑู ุฑูŽุจู‘ูู‡ู Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: โ€œSujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. (QS. Al-Kahfi: 50) Allah menegaskan, bahwa Iblis dari golongan jin dan bukan Malaikat. Dan seperti yang kita tahu, Jin adalah jenis makhluk yang diciptakan dari Api, sementara Malaikat diciptakan dari nur (cahaya). Dari Aisyah Radhiyallahu โ€˜anha, Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, ุฎูู„ูู‚ูŽุชู ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ู…ูู†ู’ ู†ููˆุฑูุŒ ูˆูŽุฎูู„ูู‚ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽุงู†ู‘ู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุงุฑูุฌู ู…ูู†ู’ ู†ูŽุงุฑู โ€œMalaikat diciptakan dari cahaya, sementara jin diciptakan dari nyala api.โ€ (HR. Ahmad 25194 dan Muslim 2996). Penjelasan kalimat โ€œSemua malaikat sujud, kecuali Iblisโ€ Bagaimana dengan firman Allah di banyak ayat, yang menyatakan, โ€œSemua malaikat sujud, kecuali Iblisโ€ seperti firman Allah, ููŽุณูŽุฌูŽุฏูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ูƒูู„ู‘ูู‡ูู…ู’ ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนููˆู†ูŽ .ย ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฅูุจู’ู„ููŠุณูŽ ุงุณู’ุชูŽูƒู’ุจูŽุฑูŽ โ€œPara malaikat semuanya bersujud, kecuali Iblis, dia bersikap sombong.โ€ (QS. Shad: 73 โ€“ 74) Kita punya kaidah bahasa dalam kalimat pengecualian. Jika ada orang menyatakan, โ€œSemua siswa hadir kecuali Rudi.โ€ Berarti Rudi termasuk siswa. Karena Rudi harus memiliki status yang sama seperti kata yang dikecualikan, yaitu kata siswa. Jika ada kalimat, โ€œSemua siswa hadir kecuali Pak Guru.โ€, kalimat ini dinilai tidak benar. Karena Pak Guru bukan siswa. Dalam bahasa arab, kalimat pengecualian disebut dengan kalimat istitsnaโ€™ [ุงู„ุงุณุชุซู†ุงุก]. Dan istitsnaโ€™ dalam bahasa arab ada 2: [1] Istitsnaโ€™ muttashil Adalah kalimat pengecualian, dimana kata yang dikecualikan dan yang terkecualikan sejenis. Misal, โ€œSemua siswa hadir kecuali Rudi.โ€ Dan Rudi termasuk siswa. Dalam al-Quran, istitsnaโ€™ semacam ini banyak dalam al-Quran. Diantranya, firman Allah, ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ูŽ ู„ูŽูููŠ ุฎูุณู’ุฑู .ย ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ูˆูŽุนูŽู…ูู„ููˆุง ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญูŽุงุชู โ€œSesunggunya manusia dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal salehโ€ฆ (QS. Al-Ashri: 2 โ€“ 3) [2] Istitsnaโ€™ munfashil Adalah kalimat pengecualian, dimana kata yang dikecualikan dan yang terkecualikan tidak sejenis. Dalam bahasa arab, kata โ€˜kecualiโ€™ [ุงู„ู‘ุง] dalam istitsnaโ€™ munfashil bermakna โ€˜akan tetapiโ€™ [ูˆู„ูƒู†]. Dalam al-Quran, ada beberapa bentuk istitsnaโ€™ munfashil. Diantaranya firman Allah, ู‚ูู„ ู„ู‘ูŽุง ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽุฌู’ุฑู‹ุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽูˆูŽุฏู‘ูŽุฉูŽ ูููŠ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุจูŽู‰ูฐ Katakanlah: โ€œAku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaanโ€. (QS. As-Syura: 23). Pada ayat ini, Allah perintahkan kepada Nabi-Nya Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam untuk menyatakan bahwa beliau tidak mengharapkan upah dari mereka untuk dakwah beliau. Dan beliau juga tidak bertujuan, dengan dakwah beliau agar mereka menjadi cinta kepada beliau. Sehingga makna ayat, โ€œSaya tidak meminta upah untuk dakwahku sama sekali. Akan tetapi jalinan kecintaan karena hubungan kekerabatan tetap dijaga.โ€ Dan kata al-Mawaddah dengan al-Ajr sangat berbeda konteksnya. Al-Ajr adalah upah dalam bentuk uang karena dakwah. Dan Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tidak memintanya. Sementara al-Mawaddah adalah jalinan kecintaan karena hubungan kekerabatan, tidak diputus. Sehingga kata yang jatuh sebelum โ€˜kecualiโ€™ dengan kata yang jatuh sesudah โ€˜kecualiโ€™ berbeda jenisnya. Semakna dengan ini adalah โ€œSemua malaikat sujud, kecuali Iblisโ€ sama sekali tidak menunjukkan bahwa Iblis termasuk Malaikat. Karena bentuk pengecualian di sini adalah pengecualian yang munqathiโ€™. Tidak sejenis antara kata yang dikecualikan dengan kata yang terkecualikan. Demikian,ย Allahu aโ€™lam. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baitsย (Dewan Pembinaย Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accountingย Software Akuntansi Terbaik di Indonesia. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. SPONSOR hubungi: 081 326 333 328 DONASI hubungi: 087 882 888 727 REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK ๐Ÿ” Sesatnya Ldii, Surat Yang Terakhir Turun, Hukum Memakai Lipstik, Alkohol Najis, 1 Kulah Berapa Liter, Cara Mengirim Mimpi Basah Visited 100 times, 1 visit(s) today Post Views: 235 QRIS donasi Yufid


<iframe src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/350013505&amp;color=d5265f&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=false&amp;hide_related=true&amp;show_comments=false&amp;show_user=false&amp;show_reposts=false" width="100%" height="166" frameborder="no" scrolling="no"></iframe> Dulu Iblis Termasuk Malaikat? Dalam al-Quran ada banyak keterangan, โ€œSemua malaikat sujud, kecuali Iblisโ€. Sementara dalam kaidah bahasa, kata yang dikecualikan dengan kata yang terkecualikan haruslah sejenis. Apakah ini berarti bahwa Iblis adalah Malaikat? Jawab: Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du, Terdapat beberapa dalil yang menunjukkan bahwa Iblis bukan Malaikat. Diantaranya firman Allah Taโ€™ala, ูˆูŽุฅูุฐู’ ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง ู„ูู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ุงุณู’ุฌูุฏููˆุง ู„ูุขุฏูŽู…ูŽ ููŽุณูŽุฌูŽุฏููˆุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฅูุจู’ู„ููŠุณูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูู†ู‘ู ููŽููŽุณูŽู‚ูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู…ู’ุฑู ุฑูŽุจู‘ูู‡ู Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: โ€œSujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. (QS. Al-Kahfi: 50) Allah menegaskan, bahwa Iblis dari golongan jin dan bukan Malaikat. Dan seperti yang kita tahu, Jin adalah jenis makhluk yang diciptakan dari Api, sementara Malaikat diciptakan dari nur (cahaya). Dari Aisyah Radhiyallahu โ€˜anha, Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, ุฎูู„ูู‚ูŽุชู ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ู…ูู†ู’ ู†ููˆุฑูุŒ ูˆูŽุฎูู„ูู‚ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽุงู†ู‘ู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุงุฑูุฌู ู…ูู†ู’ ู†ูŽุงุฑู โ€œMalaikat diciptakan dari cahaya, sementara jin diciptakan dari nyala api.โ€ (HR. Ahmad 25194 dan Muslim 2996). Penjelasan kalimat โ€œSemua malaikat sujud, kecuali Iblisโ€ Bagaimana dengan firman Allah di banyak ayat, yang menyatakan, โ€œSemua malaikat sujud, kecuali Iblisโ€ seperti firman Allah, ููŽุณูŽุฌูŽุฏูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ูƒูู„ู‘ูู‡ูู…ู’ ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนููˆู†ูŽ .ย ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฅูุจู’ู„ููŠุณูŽ ุงุณู’ุชูŽูƒู’ุจูŽุฑูŽ โ€œPara malaikat semuanya bersujud, kecuali Iblis, dia bersikap sombong.โ€ (QS. Shad: 73 โ€“ 74) Kita punya kaidah bahasa dalam kalimat pengecualian. Jika ada orang menyatakan, โ€œSemua siswa hadir kecuali Rudi.โ€ Berarti Rudi termasuk siswa. Karena Rudi harus memiliki status yang sama seperti kata yang dikecualikan, yaitu kata siswa. Jika ada kalimat, โ€œSemua siswa hadir kecuali Pak Guru.โ€, kalimat ini dinilai tidak benar. Karena Pak Guru bukan siswa. Dalam bahasa arab, kalimat pengecualian disebut dengan kalimat istitsnaโ€™ [ุงู„ุงุณุชุซู†ุงุก]. Dan istitsnaโ€™ dalam bahasa arab ada 2: [1] Istitsnaโ€™ muttashil Adalah kalimat pengecualian, dimana kata yang dikecualikan dan yang terkecualikan sejenis. Misal, โ€œSemua siswa hadir kecuali Rudi.โ€ Dan Rudi termasuk siswa. Dalam al-Quran, istitsnaโ€™ semacam ini banyak dalam al-Quran. Diantranya, firman Allah, ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ูŽ ู„ูŽูููŠ ุฎูุณู’ุฑู .ย ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ูˆูŽุนูŽู…ูู„ููˆุง ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญูŽุงุชู โ€œSesunggunya manusia dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal salehโ€ฆ (QS. Al-Ashri: 2 โ€“ 3) [2] Istitsnaโ€™ munfashil Adalah kalimat pengecualian, dimana kata yang dikecualikan dan yang terkecualikan tidak sejenis. Dalam bahasa arab, kata โ€˜kecualiโ€™ [ุงู„ู‘ุง] dalam istitsnaโ€™ munfashil bermakna โ€˜akan tetapiโ€™ [ูˆู„ูƒู†]. Dalam al-Quran, ada beberapa bentuk istitsnaโ€™ munfashil. Diantaranya firman Allah, ู‚ูู„ ู„ู‘ูŽุง ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽุฌู’ุฑู‹ุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽูˆูŽุฏู‘ูŽุฉูŽ ูููŠ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุจูŽู‰ูฐ Katakanlah: โ€œAku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaanโ€. (QS. As-Syura: 23). Pada ayat ini, Allah perintahkan kepada Nabi-Nya Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam untuk menyatakan bahwa beliau tidak mengharapkan upah dari mereka untuk dakwah beliau. Dan beliau juga tidak bertujuan, dengan dakwah beliau agar mereka menjadi cinta kepada beliau. Sehingga makna ayat, โ€œSaya tidak meminta upah untuk dakwahku sama sekali. Akan tetapi jalinan kecintaan karena hubungan kekerabatan tetap dijaga.โ€ Dan kata al-Mawaddah dengan al-Ajr sangat berbeda konteksnya. Al-Ajr adalah upah dalam bentuk uang karena dakwah. Dan Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tidak memintanya. Sementara al-Mawaddah adalah jalinan kecintaan karena hubungan kekerabatan, tidak diputus. Sehingga kata yang jatuh sebelum โ€˜kecualiโ€™ dengan kata yang jatuh sesudah โ€˜kecualiโ€™ berbeda jenisnya. Semakna dengan ini adalah โ€œSemua malaikat sujud, kecuali Iblisโ€ sama sekali tidak menunjukkan bahwa Iblis termasuk Malaikat. Karena bentuk pengecualian di sini adalah pengecualian yang munqathiโ€™. Tidak sejenis antara kata yang dikecualikan dengan kata yang terkecualikan. Demikian,ย Allahu aโ€™lam. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baitsย (Dewan Pembinaย Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accountingย Software Akuntansi Terbaik di Indonesia. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. SPONSOR hubungi: 081 326 333 328 DONASI hubungi: 087 882 888 727 REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK ๐Ÿ” Sesatnya Ldii, Surat Yang Terakhir Turun, Hukum Memakai Lipstik, Alkohol Najis, 1 Kulah Berapa Liter, Cara Mengirim Mimpi Basah Visited 100 times, 1 visit(s) today Post Views: 235 <img class="aligncenter wp-image-43307" src="https://i0.wp.com/konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2023/10/qris-donasi-yufid-resized.jpeg" alt="QRIS donasi Yufid" width="741" height="1024" />

Sirah Nabi 3 โ€“ Kondisi Jazirah Arab Sebelum Islam

Tatkala Nabi Ibrฤhฤซm โ€˜alayhissalฤm membangun Kaโ€™bah bersama putranya Nabi Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm. merekapun berdoโ€™a:ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุจูŽู‘ู„ู’ ู…ูู†ูŽู‘ุงย ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุฃูŽู†ุชูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู…ููŠุนู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠู…ูโ€œYฤ Rabb kami, terimalah amalan shalih kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.โ€ (QS Al-Baqarah : 127)Kemudian Nabi Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm bermukim di Mekkah dan memiliki banyak anak. Sebagai seorang Nabi, beliau berdakwah di jalan Allฤh Subhฤnahu wa Taโ€™ฤla. Hingga akhirnya tegaklah tauhid di kota Mekkah.Setelah Nabi Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm meninggal dunia, Kaโ€™bah dan kepengurusan Kaโ€™bah dipegang oleh kabilah Jurhum (kabilah dari istrinya) dan tidak dipegang oleh anak-anaknya Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm. Mereka menguasai Kaโ€™bah dalam waktu yang lama. Orang-orang Arab saat itu mengagungkan Kaโ€™bah berkat dakwah Nabi Ibrฤhฤซm โ€˜alayhissalฤm dan Nabi Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm serta doa mereka sehingga orang dari pelbagai penjuru jazirah Arab berbondong-bondong mengunjungi Kaโ€™bah. Mereka beribadah mendatangi Kaโ€™bah. Hal ini membuktikan bahwa dakwah tauhid sudah ada sejak zaman Nabi Ibrฤhฤซm โ€˜alayhissalฤm dan Nabi Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm. Akan tetapi saat kepengurusan Kaโ€™bah dipegang oleh kabilah Jurhum, seiring berjalannya waktu mulailah terjadi penyimpangan-penyimpangan sebagaimana yang disebutkan oleh para ahli sejarah. Mereka mulai tidak amanah. Banyak orang yang datang ke Kaโ€™bah membawa hadiah, kemudian memasukkannya ke dalam Kaโ€™bah, tetapi hadiah-hadiah tersebut dicuri oleh kabilah Jurhum. Demikian kondisi mereka.Saat itu berbagai macam kemaksiatan dan kezhaliman terjadi, sedangkan kesyirikan belum terjadi. Sampai-sampai telah terjadi hal yang sangat parah, yaitu perzinaan di dalam Kaโ€™bah yang dilakukan oleh 2 orang pemuda pemudi yang bernama Isaaf dan Nailah. Mereka datang ke Kaโ€™bah kemudian berzina di dalam Kaโ€™bah, Allฤh Subhฤnahu wa Taโ€™ฤla kemudian mengutuk mereka berdua menjadi batu. Lalu patung Isaaf dan Nailah ini salah satunya diletakkan di Bukit Shafa dan satunya diletakkan di Bukit Marwa, di mana saat itu sudah ada syariat saโ€™i.Seiring berjalannya waktu, kedua patung ini akhirnya disembah. Subhฤnallah, sungguh sangat ironi, dan betapa merajalelanya kebodohan saat itu. Dua orang ini dikutuk oleh Allฤh Subhฤnahu wa Taโ€™ฤla menjadi patung di dalam Kaโ€™bah namun malah disembah oleh orang Arab jahiliyyah tatkala itu. Demikianlah kezhaliman terus berlangsung di Mekkah karena Kaโ€™bah dan kota Mekkah dikuasai oleh kabilah Jurhum.Sampai akhirnya datanglah kabilah yang lain dari negeri Yaman yang berhijrah ke kota Mekkah dengan pemimpinnya Tsaโ€™labah bin โ€˜Amr bin โ€˜Aamir. Dia meminta izin kepada kabilah Jurhum untuk tinggal bersama mereka di Mekkah. Akan tetapi mereka tidak diizinkan oleh kabilah Jurhum padahal sama-sama dari Yaman.Tsaโ€™labah tidak terima, dia kemudian mengumpulkan kabilahnya lalu mengadakan peperangan melawan kabilah Jurhum. Akhirnya kabilah Jurhum pun bisa dikalahkan dan kekuasaan saat itu berpindah ke tangan Tsaโ€™labah bin โ€˜Amr dan para pengikutnya. Tak lama kemudian, Tsaโ€™labah ditimpa penyakit dan pergi berobat ke negeri Syam. Dia menyerahkan kekuasaan kota Mekkah dan kepengurusan Kaโ€™bah kepada keponakannya yang bernama Rabiiโ€™ah bin Hฤritsah bin โ€˜Amr, yang kaumnya mengebalnya dengan Khuzaโ€™ah. Sehingga setelah kabilah Jurhum menguasai Kaโ€™bah, kekuasaan pun berpindah kepada kabilah yang lain yaitu kabilah Khuzaโ€™ah. (lihat As-Siroh An-Nabawiyah fi dhouโ€™ Al-Mashodir Al-Ashliyah hal 62)Di zaman kabilah Khuzaโ€™ah inilah terjadi kesyirikan dahsyat yang dibawa oleh pemimpin mereka yang bernama โ€˜Amr bin Luhay Al-Khuzฤโ€™i. Kabilah Khuzaโ€™ah ini menguasai Kaโ€™bah sekitar 300 tahun -atau sampai 500 tahun menurut sebagian sejarawan-.Dimanakah anak keturunannya Nabi Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm pada saat itu? Anak keturunan Nabi Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm adalah orang-orang (suku) Quraisy. Saat peperangan pecah di antara kabilah-kabilah dalam memperebutkan Kaโ€™bah, anak keturunan Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm menjauh dan tidak mengikuti peperangan. Di masa pemerintahan Khuzaโ€™ah menguasai Kaโ€™bah, muncul seorang diantara mereka yang bernama Qushay bin Kilฤb yang merupakan kakek moyang Nabi Muhammad ๏ทบ.ย Kota Nabi -shallallahu โ€˜alaihi wa sallam-, 05-01-1439 H / 25-09-2017 MAbu Abdil Muhsin Firandawww.firanda.com

Sirah Nabi 3 โ€“ Kondisi Jazirah Arab Sebelum Islam

Tatkala Nabi Ibrฤhฤซm โ€˜alayhissalฤm membangun Kaโ€™bah bersama putranya Nabi Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm. merekapun berdoโ€™a:ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุจูŽู‘ู„ู’ ู…ูู†ูŽู‘ุงย ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุฃูŽู†ุชูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู…ููŠุนู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠู…ูโ€œYฤ Rabb kami, terimalah amalan shalih kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.โ€ (QS Al-Baqarah : 127)Kemudian Nabi Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm bermukim di Mekkah dan memiliki banyak anak. Sebagai seorang Nabi, beliau berdakwah di jalan Allฤh Subhฤnahu wa Taโ€™ฤla. Hingga akhirnya tegaklah tauhid di kota Mekkah.Setelah Nabi Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm meninggal dunia, Kaโ€™bah dan kepengurusan Kaโ€™bah dipegang oleh kabilah Jurhum (kabilah dari istrinya) dan tidak dipegang oleh anak-anaknya Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm. Mereka menguasai Kaโ€™bah dalam waktu yang lama. Orang-orang Arab saat itu mengagungkan Kaโ€™bah berkat dakwah Nabi Ibrฤhฤซm โ€˜alayhissalฤm dan Nabi Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm serta doa mereka sehingga orang dari pelbagai penjuru jazirah Arab berbondong-bondong mengunjungi Kaโ€™bah. Mereka beribadah mendatangi Kaโ€™bah. Hal ini membuktikan bahwa dakwah tauhid sudah ada sejak zaman Nabi Ibrฤhฤซm โ€˜alayhissalฤm dan Nabi Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm. Akan tetapi saat kepengurusan Kaโ€™bah dipegang oleh kabilah Jurhum, seiring berjalannya waktu mulailah terjadi penyimpangan-penyimpangan sebagaimana yang disebutkan oleh para ahli sejarah. Mereka mulai tidak amanah. Banyak orang yang datang ke Kaโ€™bah membawa hadiah, kemudian memasukkannya ke dalam Kaโ€™bah, tetapi hadiah-hadiah tersebut dicuri oleh kabilah Jurhum. Demikian kondisi mereka.Saat itu berbagai macam kemaksiatan dan kezhaliman terjadi, sedangkan kesyirikan belum terjadi. Sampai-sampai telah terjadi hal yang sangat parah, yaitu perzinaan di dalam Kaโ€™bah yang dilakukan oleh 2 orang pemuda pemudi yang bernama Isaaf dan Nailah. Mereka datang ke Kaโ€™bah kemudian berzina di dalam Kaโ€™bah, Allฤh Subhฤnahu wa Taโ€™ฤla kemudian mengutuk mereka berdua menjadi batu. Lalu patung Isaaf dan Nailah ini salah satunya diletakkan di Bukit Shafa dan satunya diletakkan di Bukit Marwa, di mana saat itu sudah ada syariat saโ€™i.Seiring berjalannya waktu, kedua patung ini akhirnya disembah. Subhฤnallah, sungguh sangat ironi, dan betapa merajalelanya kebodohan saat itu. Dua orang ini dikutuk oleh Allฤh Subhฤnahu wa Taโ€™ฤla menjadi patung di dalam Kaโ€™bah namun malah disembah oleh orang Arab jahiliyyah tatkala itu. Demikianlah kezhaliman terus berlangsung di Mekkah karena Kaโ€™bah dan kota Mekkah dikuasai oleh kabilah Jurhum.Sampai akhirnya datanglah kabilah yang lain dari negeri Yaman yang berhijrah ke kota Mekkah dengan pemimpinnya Tsaโ€™labah bin โ€˜Amr bin โ€˜Aamir. Dia meminta izin kepada kabilah Jurhum untuk tinggal bersama mereka di Mekkah. Akan tetapi mereka tidak diizinkan oleh kabilah Jurhum padahal sama-sama dari Yaman.Tsaโ€™labah tidak terima, dia kemudian mengumpulkan kabilahnya lalu mengadakan peperangan melawan kabilah Jurhum. Akhirnya kabilah Jurhum pun bisa dikalahkan dan kekuasaan saat itu berpindah ke tangan Tsaโ€™labah bin โ€˜Amr dan para pengikutnya. Tak lama kemudian, Tsaโ€™labah ditimpa penyakit dan pergi berobat ke negeri Syam. Dia menyerahkan kekuasaan kota Mekkah dan kepengurusan Kaโ€™bah kepada keponakannya yang bernama Rabiiโ€™ah bin Hฤritsah bin โ€˜Amr, yang kaumnya mengebalnya dengan Khuzaโ€™ah. Sehingga setelah kabilah Jurhum menguasai Kaโ€™bah, kekuasaan pun berpindah kepada kabilah yang lain yaitu kabilah Khuzaโ€™ah. (lihat As-Siroh An-Nabawiyah fi dhouโ€™ Al-Mashodir Al-Ashliyah hal 62)Di zaman kabilah Khuzaโ€™ah inilah terjadi kesyirikan dahsyat yang dibawa oleh pemimpin mereka yang bernama โ€˜Amr bin Luhay Al-Khuzฤโ€™i. Kabilah Khuzaโ€™ah ini menguasai Kaโ€™bah sekitar 300 tahun -atau sampai 500 tahun menurut sebagian sejarawan-.Dimanakah anak keturunannya Nabi Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm pada saat itu? Anak keturunan Nabi Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm adalah orang-orang (suku) Quraisy. Saat peperangan pecah di antara kabilah-kabilah dalam memperebutkan Kaโ€™bah, anak keturunan Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm menjauh dan tidak mengikuti peperangan. Di masa pemerintahan Khuzaโ€™ah menguasai Kaโ€™bah, muncul seorang diantara mereka yang bernama Qushay bin Kilฤb yang merupakan kakek moyang Nabi Muhammad ๏ทบ.ย Kota Nabi -shallallahu โ€˜alaihi wa sallam-, 05-01-1439 H / 25-09-2017 MAbu Abdil Muhsin Firandawww.firanda.com
Tatkala Nabi Ibrฤhฤซm โ€˜alayhissalฤm membangun Kaโ€™bah bersama putranya Nabi Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm. merekapun berdoโ€™a:ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุจูŽู‘ู„ู’ ู…ูู†ูŽู‘ุงย ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุฃูŽู†ุชูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู…ููŠุนู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠู…ูโ€œYฤ Rabb kami, terimalah amalan shalih kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.โ€ (QS Al-Baqarah : 127)Kemudian Nabi Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm bermukim di Mekkah dan memiliki banyak anak. Sebagai seorang Nabi, beliau berdakwah di jalan Allฤh Subhฤnahu wa Taโ€™ฤla. Hingga akhirnya tegaklah tauhid di kota Mekkah.Setelah Nabi Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm meninggal dunia, Kaโ€™bah dan kepengurusan Kaโ€™bah dipegang oleh kabilah Jurhum (kabilah dari istrinya) dan tidak dipegang oleh anak-anaknya Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm. Mereka menguasai Kaโ€™bah dalam waktu yang lama. Orang-orang Arab saat itu mengagungkan Kaโ€™bah berkat dakwah Nabi Ibrฤhฤซm โ€˜alayhissalฤm dan Nabi Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm serta doa mereka sehingga orang dari pelbagai penjuru jazirah Arab berbondong-bondong mengunjungi Kaโ€™bah. Mereka beribadah mendatangi Kaโ€™bah. Hal ini membuktikan bahwa dakwah tauhid sudah ada sejak zaman Nabi Ibrฤhฤซm โ€˜alayhissalฤm dan Nabi Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm. Akan tetapi saat kepengurusan Kaโ€™bah dipegang oleh kabilah Jurhum, seiring berjalannya waktu mulailah terjadi penyimpangan-penyimpangan sebagaimana yang disebutkan oleh para ahli sejarah. Mereka mulai tidak amanah. Banyak orang yang datang ke Kaโ€™bah membawa hadiah, kemudian memasukkannya ke dalam Kaโ€™bah, tetapi hadiah-hadiah tersebut dicuri oleh kabilah Jurhum. Demikian kondisi mereka.Saat itu berbagai macam kemaksiatan dan kezhaliman terjadi, sedangkan kesyirikan belum terjadi. Sampai-sampai telah terjadi hal yang sangat parah, yaitu perzinaan di dalam Kaโ€™bah yang dilakukan oleh 2 orang pemuda pemudi yang bernama Isaaf dan Nailah. Mereka datang ke Kaโ€™bah kemudian berzina di dalam Kaโ€™bah, Allฤh Subhฤnahu wa Taโ€™ฤla kemudian mengutuk mereka berdua menjadi batu. Lalu patung Isaaf dan Nailah ini salah satunya diletakkan di Bukit Shafa dan satunya diletakkan di Bukit Marwa, di mana saat itu sudah ada syariat saโ€™i.Seiring berjalannya waktu, kedua patung ini akhirnya disembah. Subhฤnallah, sungguh sangat ironi, dan betapa merajalelanya kebodohan saat itu. Dua orang ini dikutuk oleh Allฤh Subhฤnahu wa Taโ€™ฤla menjadi patung di dalam Kaโ€™bah namun malah disembah oleh orang Arab jahiliyyah tatkala itu. Demikianlah kezhaliman terus berlangsung di Mekkah karena Kaโ€™bah dan kota Mekkah dikuasai oleh kabilah Jurhum.Sampai akhirnya datanglah kabilah yang lain dari negeri Yaman yang berhijrah ke kota Mekkah dengan pemimpinnya Tsaโ€™labah bin โ€˜Amr bin โ€˜Aamir. Dia meminta izin kepada kabilah Jurhum untuk tinggal bersama mereka di Mekkah. Akan tetapi mereka tidak diizinkan oleh kabilah Jurhum padahal sama-sama dari Yaman.Tsaโ€™labah tidak terima, dia kemudian mengumpulkan kabilahnya lalu mengadakan peperangan melawan kabilah Jurhum. Akhirnya kabilah Jurhum pun bisa dikalahkan dan kekuasaan saat itu berpindah ke tangan Tsaโ€™labah bin โ€˜Amr dan para pengikutnya. Tak lama kemudian, Tsaโ€™labah ditimpa penyakit dan pergi berobat ke negeri Syam. Dia menyerahkan kekuasaan kota Mekkah dan kepengurusan Kaโ€™bah kepada keponakannya yang bernama Rabiiโ€™ah bin Hฤritsah bin โ€˜Amr, yang kaumnya mengebalnya dengan Khuzaโ€™ah. Sehingga setelah kabilah Jurhum menguasai Kaโ€™bah, kekuasaan pun berpindah kepada kabilah yang lain yaitu kabilah Khuzaโ€™ah. (lihat As-Siroh An-Nabawiyah fi dhouโ€™ Al-Mashodir Al-Ashliyah hal 62)Di zaman kabilah Khuzaโ€™ah inilah terjadi kesyirikan dahsyat yang dibawa oleh pemimpin mereka yang bernama โ€˜Amr bin Luhay Al-Khuzฤโ€™i. Kabilah Khuzaโ€™ah ini menguasai Kaโ€™bah sekitar 300 tahun -atau sampai 500 tahun menurut sebagian sejarawan-.Dimanakah anak keturunannya Nabi Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm pada saat itu? Anak keturunan Nabi Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm adalah orang-orang (suku) Quraisy. Saat peperangan pecah di antara kabilah-kabilah dalam memperebutkan Kaโ€™bah, anak keturunan Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm menjauh dan tidak mengikuti peperangan. Di masa pemerintahan Khuzaโ€™ah menguasai Kaโ€™bah, muncul seorang diantara mereka yang bernama Qushay bin Kilฤb yang merupakan kakek moyang Nabi Muhammad ๏ทบ.ย Kota Nabi -shallallahu โ€˜alaihi wa sallam-, 05-01-1439 H / 25-09-2017 MAbu Abdil Muhsin Firandawww.firanda.com


Tatkala Nabi Ibrฤhฤซm โ€˜alayhissalฤm membangun Kaโ€™bah bersama putranya Nabi Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm. merekapun berdoโ€™a:ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุจูŽู‘ู„ู’ ู…ูู†ูŽู‘ุงย ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุฃูŽู†ุชูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู…ููŠุนู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠู…ูโ€œYฤ Rabb kami, terimalah amalan shalih kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.โ€ (QS Al-Baqarah : 127)Kemudian Nabi Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm bermukim di Mekkah dan memiliki banyak anak. Sebagai seorang Nabi, beliau berdakwah di jalan Allฤh Subhฤnahu wa Taโ€™ฤla. Hingga akhirnya tegaklah tauhid di kota Mekkah.Setelah Nabi Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm meninggal dunia, Kaโ€™bah dan kepengurusan Kaโ€™bah dipegang oleh kabilah Jurhum (kabilah dari istrinya) dan tidak dipegang oleh anak-anaknya Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm. Mereka menguasai Kaโ€™bah dalam waktu yang lama. Orang-orang Arab saat itu mengagungkan Kaโ€™bah berkat dakwah Nabi Ibrฤhฤซm โ€˜alayhissalฤm dan Nabi Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm serta doa mereka sehingga orang dari pelbagai penjuru jazirah Arab berbondong-bondong mengunjungi Kaโ€™bah. Mereka beribadah mendatangi Kaโ€™bah. Hal ini membuktikan bahwa dakwah tauhid sudah ada sejak zaman Nabi Ibrฤhฤซm โ€˜alayhissalฤm dan Nabi Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm. Akan tetapi saat kepengurusan Kaโ€™bah dipegang oleh kabilah Jurhum, seiring berjalannya waktu mulailah terjadi penyimpangan-penyimpangan sebagaimana yang disebutkan oleh para ahli sejarah. Mereka mulai tidak amanah. Banyak orang yang datang ke Kaโ€™bah membawa hadiah, kemudian memasukkannya ke dalam Kaโ€™bah, tetapi hadiah-hadiah tersebut dicuri oleh kabilah Jurhum. Demikian kondisi mereka.Saat itu berbagai macam kemaksiatan dan kezhaliman terjadi, sedangkan kesyirikan belum terjadi. Sampai-sampai telah terjadi hal yang sangat parah, yaitu perzinaan di dalam Kaโ€™bah yang dilakukan oleh 2 orang pemuda pemudi yang bernama Isaaf dan Nailah. Mereka datang ke Kaโ€™bah kemudian berzina di dalam Kaโ€™bah, Allฤh Subhฤnahu wa Taโ€™ฤla kemudian mengutuk mereka berdua menjadi batu. Lalu patung Isaaf dan Nailah ini salah satunya diletakkan di Bukit Shafa dan satunya diletakkan di Bukit Marwa, di mana saat itu sudah ada syariat saโ€™i.Seiring berjalannya waktu, kedua patung ini akhirnya disembah. Subhฤnallah, sungguh sangat ironi, dan betapa merajalelanya kebodohan saat itu. Dua orang ini dikutuk oleh Allฤh Subhฤnahu wa Taโ€™ฤla menjadi patung di dalam Kaโ€™bah namun malah disembah oleh orang Arab jahiliyyah tatkala itu. Demikianlah kezhaliman terus berlangsung di Mekkah karena Kaโ€™bah dan kota Mekkah dikuasai oleh kabilah Jurhum.Sampai akhirnya datanglah kabilah yang lain dari negeri Yaman yang berhijrah ke kota Mekkah dengan pemimpinnya Tsaโ€™labah bin โ€˜Amr bin โ€˜Aamir. Dia meminta izin kepada kabilah Jurhum untuk tinggal bersama mereka di Mekkah. Akan tetapi mereka tidak diizinkan oleh kabilah Jurhum padahal sama-sama dari Yaman.Tsaโ€™labah tidak terima, dia kemudian mengumpulkan kabilahnya lalu mengadakan peperangan melawan kabilah Jurhum. Akhirnya kabilah Jurhum pun bisa dikalahkan dan kekuasaan saat itu berpindah ke tangan Tsaโ€™labah bin โ€˜Amr dan para pengikutnya. Tak lama kemudian, Tsaโ€™labah ditimpa penyakit dan pergi berobat ke negeri Syam. Dia menyerahkan kekuasaan kota Mekkah dan kepengurusan Kaโ€™bah kepada keponakannya yang bernama Rabiiโ€™ah bin Hฤritsah bin โ€˜Amr, yang kaumnya mengebalnya dengan Khuzaโ€™ah. Sehingga setelah kabilah Jurhum menguasai Kaโ€™bah, kekuasaan pun berpindah kepada kabilah yang lain yaitu kabilah Khuzaโ€™ah. (lihat As-Siroh An-Nabawiyah fi dhouโ€™ Al-Mashodir Al-Ashliyah hal 62)Di zaman kabilah Khuzaโ€™ah inilah terjadi kesyirikan dahsyat yang dibawa oleh pemimpin mereka yang bernama โ€˜Amr bin Luhay Al-Khuzฤโ€™i. Kabilah Khuzaโ€™ah ini menguasai Kaโ€™bah sekitar 300 tahun -atau sampai 500 tahun menurut sebagian sejarawan-.Dimanakah anak keturunannya Nabi Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm pada saat itu? Anak keturunan Nabi Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm adalah orang-orang (suku) Quraisy. Saat peperangan pecah di antara kabilah-kabilah dalam memperebutkan Kaโ€™bah, anak keturunan Ismฤโ€™ฤซl โ€˜alayhissalฤm menjauh dan tidak mengikuti peperangan. Di masa pemerintahan Khuzaโ€™ah menguasai Kaโ€™bah, muncul seorang diantara mereka yang bernama Qushay bin Kilฤb yang merupakan kakek moyang Nabi Muhammad ๏ทบ.ย Kota Nabi -shallallahu โ€˜alaihi wa sallam-, 05-01-1439 H / 25-09-2017 MAbu Abdil Muhsin Firandawww.firanda.com

Kajian Umum: Nikmat Keamanan Sebuah Negeri โ€“ Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., MA.

Nikmat aman adalah nikmat yang mesti kita syukuri dan nikmat ini merupakan nikmat yang agung. Sudah semestinya kita semua senantiasa menjaga rasa aman ini karena betapa banyak kita baru menyadari sebuah nikmat kecuali takala tercabut darinya.Karena itulah mari kita simak nasihat yang sangat penting dan berkesan ini, yang dibawakan oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., MA di Masjid Kampus UGM pada waktu Ahad, 15 Jumadal Awwal 1438 H / 12 Februari 2017. dengan tema Nikmat Keamanan Sebuah Negeri. Selamat menyimak.๐Ÿ” Hadits Tentang Bunga, Hadist Makan, Cara Mendapatkan Hidayah Allah Swt, Berdoa Menangis, 5 Keutamaan Shalat Berjamaah

Kajian Umum: Nikmat Keamanan Sebuah Negeri โ€“ Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., MA.

Nikmat aman adalah nikmat yang mesti kita syukuri dan nikmat ini merupakan nikmat yang agung. Sudah semestinya kita semua senantiasa menjaga rasa aman ini karena betapa banyak kita baru menyadari sebuah nikmat kecuali takala tercabut darinya.Karena itulah mari kita simak nasihat yang sangat penting dan berkesan ini, yang dibawakan oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., MA di Masjid Kampus UGM pada waktu Ahad, 15 Jumadal Awwal 1438 H / 12 Februari 2017. dengan tema Nikmat Keamanan Sebuah Negeri. Selamat menyimak.๐Ÿ” Hadits Tentang Bunga, Hadist Makan, Cara Mendapatkan Hidayah Allah Swt, Berdoa Menangis, 5 Keutamaan Shalat Berjamaah
Nikmat aman adalah nikmat yang mesti kita syukuri dan nikmat ini merupakan nikmat yang agung. Sudah semestinya kita semua senantiasa menjaga rasa aman ini karena betapa banyak kita baru menyadari sebuah nikmat kecuali takala tercabut darinya.Karena itulah mari kita simak nasihat yang sangat penting dan berkesan ini, yang dibawakan oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., MA di Masjid Kampus UGM pada waktu Ahad, 15 Jumadal Awwal 1438 H / 12 Februari 2017. dengan tema Nikmat Keamanan Sebuah Negeri. Selamat menyimak.๐Ÿ” Hadits Tentang Bunga, Hadist Makan, Cara Mendapatkan Hidayah Allah Swt, Berdoa Menangis, 5 Keutamaan Shalat Berjamaah


Nikmat aman adalah nikmat yang mesti kita syukuri dan nikmat ini merupakan nikmat yang agung. Sudah semestinya kita semua senantiasa menjaga rasa aman ini karena betapa banyak kita baru menyadari sebuah nikmat kecuali takala tercabut darinya.Karena itulah mari kita simak nasihat yang sangat penting dan berkesan ini, yang dibawakan oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., MA di Masjid Kampus UGM pada waktu Ahad, 15 Jumadal Awwal 1438 H / 12 Februari 2017. dengan tema Nikmat Keamanan Sebuah Negeri. Selamat menyimak.๐Ÿ” Hadits Tentang Bunga, Hadist Makan, Cara Mendapatkan Hidayah Allah Swt, Berdoa Menangis, 5 Keutamaan Shalat Berjamaah

Ternyata Roqib dan โ€˜Atid Bukan Nama Malaikat?

Benarkah Nama Malaikat Pencatat Amal itu Raqib dan Atit? Bismillah, wassholaatu wassalam ala Rasulillah, wabaโ€™du. Informasi yang kita dapatkan terkait Roqib dan Atid, adalah nama dua malaikat pencatat amal. Roqib adalah malaikat yang mencatat amalย baik, sedangkan Atid adalah pencatat amalย buruk. Pernyataan ini disimpulkan dari firman Allah taโ€™ala, ุฅูุฐู’ ูŠูŽุชูŽู„ูŽู‚ูŽู‘ู‰ ุงู„ู’ู…ูุชูŽู„ูŽู‚ูู‘ูŠูŽุงู†ู ุนูŽู†ู ุงู„ู’ูŠูŽู…ููŠู†ู ูˆูŽุนูŽู†ู ุงู„ุดูู‘ู…ูŽุงู„ู ู‚ูŽุนููŠุฏูŒ (17) ู…ูŽุง ูŠูŽู„ู’ููุธู ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ู„ูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุฑูŽู‚ููŠุจูŒ ุนูŽุชููŠุฏูŒ (18) Wahai manusia, ingatlah ketika dua malaikat yang ditugaskan mencatat amal setiap amal manusia saling bertemu. Yang satu berada di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kirinya. Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya Raqib dan Atid. (QS. Qaaf: 17-18). Namun yang mengejutkan, setelah kita mempelajari penjelasan para ulama, tentang makna Raqib dan โ€˜Atid pada ayat ini, ternyata tidak menunjukkan bahwa kedua sebutan ini adalah nama daripada dua malaikat pencatat amal. Para ulama menjelaskan, bahwa raqib dan atid ini adalah dua sifat yang dimiliki oleh malaikat pencatat amal perbuatan, bukan sebagai nama dua malaikat. Jadi roqib itu sifat dan atid itu sifat. Sehingga pemaknaan yang tepat, malaikat pencatat amal yang berada di sebelah kanan memiliki sifat raqib dan atid. Demikian pula yang disebelah kiri, memiliki sifat raqib dan atid. Lalu apa makna raqib dan apa makna atid? Imam Qurtubi menjelaskan dalam kitab tafsir beliau, Terkait makna Raqib ada tiga pendapat : Yang senantiasa mengikuti Penjaga, ini dinyatakan oleh As-Suddi Saksi, dinyatakan oleh Ad-Dhohak. Adapun Atid, ada dua pendapat : Yang senantiasa menyertai tanpa pernah absen. Penjaga yang disiagakan untuk menjaga hamba atau sebagai saksi atas amal perbuatan seorang hamba. (Lihat kitab tafsir beliau, Al-Jamiโ€™ Li Ahkam Al-Quran, untuk tafsiran surat Qaf ayat 18). Syaikh Muhammad bin Sholih Al-โ€˜Utsaimin memberikan kesimpulan tentang makna Raqib dan Atid. Beliau menjelaskan, (ุฑู‚ูŠุจ ) ู…ุฑุงู‚ุจ ู„ูŠู„ุงู‹ ูˆู†ู‡ุงุฑุงู‹ ุŒ ู„ุง ูŠู†ููƒ ุนู† ุงู„ุฅู†ุณุงู† . ( ุนุชูŠุฏ ) ุญุงุถุฑ ุŒ ู„ุง ูŠู…ูƒู† ุฃู† ูŠุบูŠุจ ูˆูŠูˆูƒู„ ุบูŠุฑู‡ ุŒ ูู‡ูˆ ู‚ุงุนุฏ ู…ุฑุงู‚ุจ ุญุงุถุฑ ุŒ ู„ุง ูŠููˆุชู‡ ุดูŠุก. Raqib adalah yang senantiasa mengawasi siang dan malam, tidak pernah berpisah dengan manusia. Atid maknanya, yang senantiasa hadir, tidak mungkin absen atau mewakilkan tugas kepada yang lain. Dia selalu berada memgawasi dan hadir. Tidak ada satupun yang terluput. (Tafsir Al-Qurโ€™an Al-Karim, Ibnu โ€˜Utsaimin, hal. 93. Surat Al-Hujurat โ€“ Al Hadid). Syaikh Sulaiman Al-Asyqor dalam buku beliau Aโ€™lam Al-Malaikah (Alam-Alam Malaikat), menyampaikan kritikan terhadap pernyataan yang menyebutkan bahwa raqib dan atid adalah nama dua malaikat pencatat amal, ูŠุฐูƒุฑ ุจุนุถ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุฃู† ู…ู† ุงู„ู…ู„ุงุฆูƒุฉ ู…ู† ุงุณู…ู‡ ุฑู‚ูŠุจ ูˆุนุชูŠุฏ ุŒ ุงุณุชุฏู„ุงู„ุงู‹ ุจู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ : ( ู…ุง ูŠู„ูุธ ู…ู† ู‚ูˆู„ู ุฅู„ุงู‘ูŽ ู„ุฏูŠู‡ ุฑู‚ูŠุจ ุนุชูŠุฏูŒ ) ูˆู…ุง ุฐูƒุฑูˆู‡ ุบูŠุฑ ุตุญูŠุญ ุŒ ูุงู„ุฑู‚ูŠุจ ูˆุงู„ุนุชูŠุฏ ู‡ู†ุง ูˆุตูุงู† ู„ู„ู…ู„ูƒูŠู† ุงู„ู„ุฐูŠู† ูŠุณุฌู„ุงู† ุฃุนู…ุงู„ ุงู„ุนุจุงุฏ ุŒ ูˆู…ุนู†ู‰ ุฑู‚ูŠุจ ูˆุนุชูŠุฏ ุฃูŠ : ู…ู„ูƒุงู† ุญุงุถุฑุงู† ุดุงู‡ุฏุงู† ุŒ ู„ุง ูŠุบูŠุจุงู† ุนู† ุงู„ุนุจุฏ ุŒ ูˆู„ูŠุณ ุงู„ู…ุฑุงุฏ ุฃู†ู‡ู…ุง ุงุณู…ุงู† ู„ู„ู…ู„ูƒูŠู† Sebagian ulama menyebutkan, bahwa diantara malaikat ada yang bernama Raqib dan Atid. Berdalil dengan firman Allah taโ€™ala, โ€œTidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya Raqib dan Atid.โ€ Pernyataan mereka ini kurang tepat. Raqib dan Atid di sini maksudnya adalah dua sifat yang melekat pada dua malaikat yang mencatat amal perbuatan para hamba. Raqib dan atid maknanya, dua malaikat yang senantiasa hadir (di sisi manusia) dan menjadi saksi, dua malaikat yang tidak pernah absen dari seorang hamba. Dan bukanlah makna yang dimaksud, bahwa raqib dan atid ini adalah nama untuk dua malaikat. (Aโ€™lam Al-Malaikah, hal. 18). Lantas siapaย namaย dua malaikat pencatat amal ini? Bila kita melihat tekstual surat Qaf ayat 17 di atas, hanya disebutkan malaikat yang berada di sebelah kiri dan malaikat di sebelah kanan. Tidak ada dalil yang menjelaskan namanya. Maka, sikap yang tepat adalah mengikuti istilah-istilah yang digunakan oleh dalil. Kaidah yang berlaku dalam masalah iman kepada malaikat, di jelaskan oleh Syaikh Abdulkarim al-Hudair dalam salah satu sesi ceramah beliau, ูˆู…ู†ู‡ู… ู…ู† ุจู‚ูŠ ุนู„ู‰ ุงู„ุบูŠุจุŒ ุฅู†ู…ุง ุฃุฎุจุฑู†ุง ุนู†ู‡ ุฅุฌู…ุงู„ุงู‹ุŒ ูู†ุคู…ู† ุจู‡ ุฅุฌู…ุงู„ุงู‹ุŒ ูˆู…ุง ุฃุฎุจุฑู†ุง ุนู†ู‡ ุชูุตูŠู„ุงู‹ ูŠุฌุจ ุนู„ูŠู†ุง ุฃู† ู†ุคู…ู† ุจู‡ ุชูุตูŠู„ุงู‹ Di antara malaikat ada yang tidak dikabarkan nama dan tugasnya, hanya dikabarkan secara global saja. Maka kita imani secara global. Malaikat yang dikabarkan kepada kita secara detail (seperti nama, tugas dan sifatnya), kita imani secara detail pula. (http://shkhudheir.com/lecture/1569280081) Di samping itu, pengetahuan terkait nama malaikat pencatat amal ini, tidak berpengaruh pada tambah dan berkurangnya amal. Cukup bagi seorang mengetahui subtansinya itu sudah cukup untuk memupuk ketakwaan. Yaitu ada malaikat yang berada di sebelah kanan, mencatat amal kebaikan dan malaikat di sebelah kiri kita, yang tugasnya mencatat amal keburukan. Dari Abu Umamah, bahwa Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda, ุงู† ุตุงุญุจ ุงู„ุดู…ุงู„ ู„ูŠุฑูุน ุงู„ู‚ู„ู… ุณุช ุณุงุนุงุช ุนู† ุงู„ุนุจุฏ ุงู„ู…ุณู„ู… ุงู„ู…ุฎุทุฆ, ูุงู† ู†ุฏู… ูˆุงุณุชุบูุฑ ุงู„ู„ู‡ ู…ู†ู‡ุง ุฃู„ู‚ุงู‡ุง, ูˆุงู„ุง ูƒุชุจุช ูˆุงุญุฏุฉ Sesungguhnya malaikat yang berada di sebelah kiri, akan mengangkat penanya selama enam jam, dari mencatat amal seorang hamba yang berbuat dosa. Jika dia menyesal dan memohon ampun kepada Allah atas dosa itu, maka malaikat itu tidak akan mencatatnya. Jika tidak, maka dosa itu akan dicatat sebagai satu dosa. (HR. Tabrani, dinilai shahih dalam Shahih Al-Jamiโ€™ 2/212). Demikian.. Wallahuaโ€™lam bis showab. Ditulis oleh: Ustadz Ahmad Anshori, Lc Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accountingย Software Akuntansi Terbaik di Indonesia. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. SPONSOR hubungi: 081 326 333 328 DONASI hubungi: 087 882 888 727 REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK ๐Ÿ” Adab Setelah Akad Nikah, Materi Kultum Singkat Padat Jelas, Hadits Tentang Larangan Berbicara Saat Khutbah Jumat, Mani Cewek, Naga Vs Dinosaurus, Bacaan Bilal Sholat Idul Adha 2 Visited 445 times, 1 visit(s) today Post Views: 381 QRIS donasi Yufid

Ternyata Roqib dan โ€˜Atid Bukan Nama Malaikat?

Benarkah Nama Malaikat Pencatat Amal itu Raqib dan Atit? Bismillah, wassholaatu wassalam ala Rasulillah, wabaโ€™du. Informasi yang kita dapatkan terkait Roqib dan Atid, adalah nama dua malaikat pencatat amal. Roqib adalah malaikat yang mencatat amalย baik, sedangkan Atid adalah pencatat amalย buruk. Pernyataan ini disimpulkan dari firman Allah taโ€™ala, ุฅูุฐู’ ูŠูŽุชูŽู„ูŽู‚ูŽู‘ู‰ ุงู„ู’ู…ูุชูŽู„ูŽู‚ูู‘ูŠูŽุงู†ู ุนูŽู†ู ุงู„ู’ูŠูŽู…ููŠู†ู ูˆูŽุนูŽู†ู ุงู„ุดูู‘ู…ูŽุงู„ู ู‚ูŽุนููŠุฏูŒ (17) ู…ูŽุง ูŠูŽู„ู’ููุธู ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ู„ูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุฑูŽู‚ููŠุจูŒ ุนูŽุชููŠุฏูŒ (18) Wahai manusia, ingatlah ketika dua malaikat yang ditugaskan mencatat amal setiap amal manusia saling bertemu. Yang satu berada di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kirinya. Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya Raqib dan Atid. (QS. Qaaf: 17-18). Namun yang mengejutkan, setelah kita mempelajari penjelasan para ulama, tentang makna Raqib dan โ€˜Atid pada ayat ini, ternyata tidak menunjukkan bahwa kedua sebutan ini adalah nama daripada dua malaikat pencatat amal. Para ulama menjelaskan, bahwa raqib dan atid ini adalah dua sifat yang dimiliki oleh malaikat pencatat amal perbuatan, bukan sebagai nama dua malaikat. Jadi roqib itu sifat dan atid itu sifat. Sehingga pemaknaan yang tepat, malaikat pencatat amal yang berada di sebelah kanan memiliki sifat raqib dan atid. Demikian pula yang disebelah kiri, memiliki sifat raqib dan atid. Lalu apa makna raqib dan apa makna atid? Imam Qurtubi menjelaskan dalam kitab tafsir beliau, Terkait makna Raqib ada tiga pendapat : Yang senantiasa mengikuti Penjaga, ini dinyatakan oleh As-Suddi Saksi, dinyatakan oleh Ad-Dhohak. Adapun Atid, ada dua pendapat : Yang senantiasa menyertai tanpa pernah absen. Penjaga yang disiagakan untuk menjaga hamba atau sebagai saksi atas amal perbuatan seorang hamba. (Lihat kitab tafsir beliau, Al-Jamiโ€™ Li Ahkam Al-Quran, untuk tafsiran surat Qaf ayat 18). Syaikh Muhammad bin Sholih Al-โ€˜Utsaimin memberikan kesimpulan tentang makna Raqib dan Atid. Beliau menjelaskan, (ุฑู‚ูŠุจ ) ู…ุฑุงู‚ุจ ู„ูŠู„ุงู‹ ูˆู†ู‡ุงุฑุงู‹ ุŒ ู„ุง ูŠู†ููƒ ุนู† ุงู„ุฅู†ุณุงู† . ( ุนุชูŠุฏ ) ุญุงุถุฑ ุŒ ู„ุง ูŠู…ูƒู† ุฃู† ูŠุบูŠุจ ูˆูŠูˆูƒู„ ุบูŠุฑู‡ ุŒ ูู‡ูˆ ู‚ุงุนุฏ ู…ุฑุงู‚ุจ ุญุงุถุฑ ุŒ ู„ุง ูŠููˆุชู‡ ุดูŠุก. Raqib adalah yang senantiasa mengawasi siang dan malam, tidak pernah berpisah dengan manusia. Atid maknanya, yang senantiasa hadir, tidak mungkin absen atau mewakilkan tugas kepada yang lain. Dia selalu berada memgawasi dan hadir. Tidak ada satupun yang terluput. (Tafsir Al-Qurโ€™an Al-Karim, Ibnu โ€˜Utsaimin, hal. 93. Surat Al-Hujurat โ€“ Al Hadid). Syaikh Sulaiman Al-Asyqor dalam buku beliau Aโ€™lam Al-Malaikah (Alam-Alam Malaikat), menyampaikan kritikan terhadap pernyataan yang menyebutkan bahwa raqib dan atid adalah nama dua malaikat pencatat amal, ูŠุฐูƒุฑ ุจุนุถ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุฃู† ู…ู† ุงู„ู…ู„ุงุฆูƒุฉ ู…ู† ุงุณู…ู‡ ุฑู‚ูŠุจ ูˆุนุชูŠุฏ ุŒ ุงุณุชุฏู„ุงู„ุงู‹ ุจู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ : ( ู…ุง ูŠู„ูุธ ู…ู† ู‚ูˆู„ู ุฅู„ุงู‘ูŽ ู„ุฏูŠู‡ ุฑู‚ูŠุจ ุนุชูŠุฏูŒ ) ูˆู…ุง ุฐูƒุฑูˆู‡ ุบูŠุฑ ุตุญูŠุญ ุŒ ูุงู„ุฑู‚ูŠุจ ูˆุงู„ุนุชูŠุฏ ู‡ู†ุง ูˆุตูุงู† ู„ู„ู…ู„ูƒูŠู† ุงู„ู„ุฐูŠู† ูŠุณุฌู„ุงู† ุฃุนู…ุงู„ ุงู„ุนุจุงุฏ ุŒ ูˆู…ุนู†ู‰ ุฑู‚ูŠุจ ูˆุนุชูŠุฏ ุฃูŠ : ู…ู„ูƒุงู† ุญุงุถุฑุงู† ุดุงู‡ุฏุงู† ุŒ ู„ุง ูŠุบูŠุจุงู† ุนู† ุงู„ุนุจุฏ ุŒ ูˆู„ูŠุณ ุงู„ู…ุฑุงุฏ ุฃู†ู‡ู…ุง ุงุณู…ุงู† ู„ู„ู…ู„ูƒูŠู† Sebagian ulama menyebutkan, bahwa diantara malaikat ada yang bernama Raqib dan Atid. Berdalil dengan firman Allah taโ€™ala, โ€œTidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya Raqib dan Atid.โ€ Pernyataan mereka ini kurang tepat. Raqib dan Atid di sini maksudnya adalah dua sifat yang melekat pada dua malaikat yang mencatat amal perbuatan para hamba. Raqib dan atid maknanya, dua malaikat yang senantiasa hadir (di sisi manusia) dan menjadi saksi, dua malaikat yang tidak pernah absen dari seorang hamba. Dan bukanlah makna yang dimaksud, bahwa raqib dan atid ini adalah nama untuk dua malaikat. (Aโ€™lam Al-Malaikah, hal. 18). Lantas siapaย namaย dua malaikat pencatat amal ini? Bila kita melihat tekstual surat Qaf ayat 17 di atas, hanya disebutkan malaikat yang berada di sebelah kiri dan malaikat di sebelah kanan. Tidak ada dalil yang menjelaskan namanya. Maka, sikap yang tepat adalah mengikuti istilah-istilah yang digunakan oleh dalil. Kaidah yang berlaku dalam masalah iman kepada malaikat, di jelaskan oleh Syaikh Abdulkarim al-Hudair dalam salah satu sesi ceramah beliau, ูˆู…ู†ู‡ู… ู…ู† ุจู‚ูŠ ุนู„ู‰ ุงู„ุบูŠุจุŒ ุฅู†ู…ุง ุฃุฎุจุฑู†ุง ุนู†ู‡ ุฅุฌู…ุงู„ุงู‹ุŒ ูู†ุคู…ู† ุจู‡ ุฅุฌู…ุงู„ุงู‹ุŒ ูˆู…ุง ุฃุฎุจุฑู†ุง ุนู†ู‡ ุชูุตูŠู„ุงู‹ ูŠุฌุจ ุนู„ูŠู†ุง ุฃู† ู†ุคู…ู† ุจู‡ ุชูุตูŠู„ุงู‹ Di antara malaikat ada yang tidak dikabarkan nama dan tugasnya, hanya dikabarkan secara global saja. Maka kita imani secara global. Malaikat yang dikabarkan kepada kita secara detail (seperti nama, tugas dan sifatnya), kita imani secara detail pula. (http://shkhudheir.com/lecture/1569280081) Di samping itu, pengetahuan terkait nama malaikat pencatat amal ini, tidak berpengaruh pada tambah dan berkurangnya amal. Cukup bagi seorang mengetahui subtansinya itu sudah cukup untuk memupuk ketakwaan. Yaitu ada malaikat yang berada di sebelah kanan, mencatat amal kebaikan dan malaikat di sebelah kiri kita, yang tugasnya mencatat amal keburukan. Dari Abu Umamah, bahwa Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda, ุงู† ุตุงุญุจ ุงู„ุดู…ุงู„ ู„ูŠุฑูุน ุงู„ู‚ู„ู… ุณุช ุณุงุนุงุช ุนู† ุงู„ุนุจุฏ ุงู„ู…ุณู„ู… ุงู„ู…ุฎุทุฆ, ูุงู† ู†ุฏู… ูˆุงุณุชุบูุฑ ุงู„ู„ู‡ ู…ู†ู‡ุง ุฃู„ู‚ุงู‡ุง, ูˆุงู„ุง ูƒุชุจุช ูˆุงุญุฏุฉ Sesungguhnya malaikat yang berada di sebelah kiri, akan mengangkat penanya selama enam jam, dari mencatat amal seorang hamba yang berbuat dosa. Jika dia menyesal dan memohon ampun kepada Allah atas dosa itu, maka malaikat itu tidak akan mencatatnya. Jika tidak, maka dosa itu akan dicatat sebagai satu dosa. (HR. Tabrani, dinilai shahih dalam Shahih Al-Jamiโ€™ 2/212). Demikian.. Wallahuaโ€™lam bis showab. Ditulis oleh: Ustadz Ahmad Anshori, Lc Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accountingย Software Akuntansi Terbaik di Indonesia. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. SPONSOR hubungi: 081 326 333 328 DONASI hubungi: 087 882 888 727 REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK ๐Ÿ” Adab Setelah Akad Nikah, Materi Kultum Singkat Padat Jelas, Hadits Tentang Larangan Berbicara Saat Khutbah Jumat, Mani Cewek, Naga Vs Dinosaurus, Bacaan Bilal Sholat Idul Adha 2 Visited 445 times, 1 visit(s) today Post Views: 381 QRIS donasi Yufid
Benarkah Nama Malaikat Pencatat Amal itu Raqib dan Atit? Bismillah, wassholaatu wassalam ala Rasulillah, wabaโ€™du. Informasi yang kita dapatkan terkait Roqib dan Atid, adalah nama dua malaikat pencatat amal. Roqib adalah malaikat yang mencatat amalย baik, sedangkan Atid adalah pencatat amalย buruk. Pernyataan ini disimpulkan dari firman Allah taโ€™ala, ุฅูุฐู’ ูŠูŽุชูŽู„ูŽู‚ูŽู‘ู‰ ุงู„ู’ู…ูุชูŽู„ูŽู‚ูู‘ูŠูŽุงู†ู ุนูŽู†ู ุงู„ู’ูŠูŽู…ููŠู†ู ูˆูŽุนูŽู†ู ุงู„ุดูู‘ู…ูŽุงู„ู ู‚ูŽุนููŠุฏูŒ (17) ู…ูŽุง ูŠูŽู„ู’ููุธู ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ู„ูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุฑูŽู‚ููŠุจูŒ ุนูŽุชููŠุฏูŒ (18) Wahai manusia, ingatlah ketika dua malaikat yang ditugaskan mencatat amal setiap amal manusia saling bertemu. Yang satu berada di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kirinya. Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya Raqib dan Atid. (QS. Qaaf: 17-18). Namun yang mengejutkan, setelah kita mempelajari penjelasan para ulama, tentang makna Raqib dan โ€˜Atid pada ayat ini, ternyata tidak menunjukkan bahwa kedua sebutan ini adalah nama daripada dua malaikat pencatat amal. Para ulama menjelaskan, bahwa raqib dan atid ini adalah dua sifat yang dimiliki oleh malaikat pencatat amal perbuatan, bukan sebagai nama dua malaikat. Jadi roqib itu sifat dan atid itu sifat. Sehingga pemaknaan yang tepat, malaikat pencatat amal yang berada di sebelah kanan memiliki sifat raqib dan atid. Demikian pula yang disebelah kiri, memiliki sifat raqib dan atid. Lalu apa makna raqib dan apa makna atid? Imam Qurtubi menjelaskan dalam kitab tafsir beliau, Terkait makna Raqib ada tiga pendapat : Yang senantiasa mengikuti Penjaga, ini dinyatakan oleh As-Suddi Saksi, dinyatakan oleh Ad-Dhohak. Adapun Atid, ada dua pendapat : Yang senantiasa menyertai tanpa pernah absen. Penjaga yang disiagakan untuk menjaga hamba atau sebagai saksi atas amal perbuatan seorang hamba. (Lihat kitab tafsir beliau, Al-Jamiโ€™ Li Ahkam Al-Quran, untuk tafsiran surat Qaf ayat 18). Syaikh Muhammad bin Sholih Al-โ€˜Utsaimin memberikan kesimpulan tentang makna Raqib dan Atid. Beliau menjelaskan, (ุฑู‚ูŠุจ ) ู…ุฑุงู‚ุจ ู„ูŠู„ุงู‹ ูˆู†ู‡ุงุฑุงู‹ ุŒ ู„ุง ูŠู†ููƒ ุนู† ุงู„ุฅู†ุณุงู† . ( ุนุชูŠุฏ ) ุญุงุถุฑ ุŒ ู„ุง ูŠู…ูƒู† ุฃู† ูŠุบูŠุจ ูˆูŠูˆูƒู„ ุบูŠุฑู‡ ุŒ ูู‡ูˆ ู‚ุงุนุฏ ู…ุฑุงู‚ุจ ุญุงุถุฑ ุŒ ู„ุง ูŠููˆุชู‡ ุดูŠุก. Raqib adalah yang senantiasa mengawasi siang dan malam, tidak pernah berpisah dengan manusia. Atid maknanya, yang senantiasa hadir, tidak mungkin absen atau mewakilkan tugas kepada yang lain. Dia selalu berada memgawasi dan hadir. Tidak ada satupun yang terluput. (Tafsir Al-Qurโ€™an Al-Karim, Ibnu โ€˜Utsaimin, hal. 93. Surat Al-Hujurat โ€“ Al Hadid). Syaikh Sulaiman Al-Asyqor dalam buku beliau Aโ€™lam Al-Malaikah (Alam-Alam Malaikat), menyampaikan kritikan terhadap pernyataan yang menyebutkan bahwa raqib dan atid adalah nama dua malaikat pencatat amal, ูŠุฐูƒุฑ ุจุนุถ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุฃู† ู…ู† ุงู„ู…ู„ุงุฆูƒุฉ ู…ู† ุงุณู…ู‡ ุฑู‚ูŠุจ ูˆุนุชูŠุฏ ุŒ ุงุณุชุฏู„ุงู„ุงู‹ ุจู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ : ( ู…ุง ูŠู„ูุธ ู…ู† ู‚ูˆู„ู ุฅู„ุงู‘ูŽ ู„ุฏูŠู‡ ุฑู‚ูŠุจ ุนุชูŠุฏูŒ ) ูˆู…ุง ุฐูƒุฑูˆู‡ ุบูŠุฑ ุตุญูŠุญ ุŒ ูุงู„ุฑู‚ูŠุจ ูˆุงู„ุนุชูŠุฏ ู‡ู†ุง ูˆุตูุงู† ู„ู„ู…ู„ูƒูŠู† ุงู„ู„ุฐูŠู† ูŠุณุฌู„ุงู† ุฃุนู…ุงู„ ุงู„ุนุจุงุฏ ุŒ ูˆู…ุนู†ู‰ ุฑู‚ูŠุจ ูˆุนุชูŠุฏ ุฃูŠ : ู…ู„ูƒุงู† ุญุงุถุฑุงู† ุดุงู‡ุฏุงู† ุŒ ู„ุง ูŠุบูŠุจุงู† ุนู† ุงู„ุนุจุฏ ุŒ ูˆู„ูŠุณ ุงู„ู…ุฑุงุฏ ุฃู†ู‡ู…ุง ุงุณู…ุงู† ู„ู„ู…ู„ูƒูŠู† Sebagian ulama menyebutkan, bahwa diantara malaikat ada yang bernama Raqib dan Atid. Berdalil dengan firman Allah taโ€™ala, โ€œTidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya Raqib dan Atid.โ€ Pernyataan mereka ini kurang tepat. Raqib dan Atid di sini maksudnya adalah dua sifat yang melekat pada dua malaikat yang mencatat amal perbuatan para hamba. Raqib dan atid maknanya, dua malaikat yang senantiasa hadir (di sisi manusia) dan menjadi saksi, dua malaikat yang tidak pernah absen dari seorang hamba. Dan bukanlah makna yang dimaksud, bahwa raqib dan atid ini adalah nama untuk dua malaikat. (Aโ€™lam Al-Malaikah, hal. 18). Lantas siapaย namaย dua malaikat pencatat amal ini? Bila kita melihat tekstual surat Qaf ayat 17 di atas, hanya disebutkan malaikat yang berada di sebelah kiri dan malaikat di sebelah kanan. Tidak ada dalil yang menjelaskan namanya. Maka, sikap yang tepat adalah mengikuti istilah-istilah yang digunakan oleh dalil. Kaidah yang berlaku dalam masalah iman kepada malaikat, di jelaskan oleh Syaikh Abdulkarim al-Hudair dalam salah satu sesi ceramah beliau, ูˆู…ู†ู‡ู… ู…ู† ุจู‚ูŠ ุนู„ู‰ ุงู„ุบูŠุจุŒ ุฅู†ู…ุง ุฃุฎุจุฑู†ุง ุนู†ู‡ ุฅุฌู…ุงู„ุงู‹ุŒ ูู†ุคู…ู† ุจู‡ ุฅุฌู…ุงู„ุงู‹ุŒ ูˆู…ุง ุฃุฎุจุฑู†ุง ุนู†ู‡ ุชูุตูŠู„ุงู‹ ูŠุฌุจ ุนู„ูŠู†ุง ุฃู† ู†ุคู…ู† ุจู‡ ุชูุตูŠู„ุงู‹ Di antara malaikat ada yang tidak dikabarkan nama dan tugasnya, hanya dikabarkan secara global saja. Maka kita imani secara global. Malaikat yang dikabarkan kepada kita secara detail (seperti nama, tugas dan sifatnya), kita imani secara detail pula. (http://shkhudheir.com/lecture/1569280081) Di samping itu, pengetahuan terkait nama malaikat pencatat amal ini, tidak berpengaruh pada tambah dan berkurangnya amal. Cukup bagi seorang mengetahui subtansinya itu sudah cukup untuk memupuk ketakwaan. Yaitu ada malaikat yang berada di sebelah kanan, mencatat amal kebaikan dan malaikat di sebelah kiri kita, yang tugasnya mencatat amal keburukan. Dari Abu Umamah, bahwa Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda, ุงู† ุตุงุญุจ ุงู„ุดู…ุงู„ ู„ูŠุฑูุน ุงู„ู‚ู„ู… ุณุช ุณุงุนุงุช ุนู† ุงู„ุนุจุฏ ุงู„ู…ุณู„ู… ุงู„ู…ุฎุทุฆ, ูุงู† ู†ุฏู… ูˆุงุณุชุบูุฑ ุงู„ู„ู‡ ู…ู†ู‡ุง ุฃู„ู‚ุงู‡ุง, ูˆุงู„ุง ูƒุชุจุช ูˆุงุญุฏุฉ Sesungguhnya malaikat yang berada di sebelah kiri, akan mengangkat penanya selama enam jam, dari mencatat amal seorang hamba yang berbuat dosa. Jika dia menyesal dan memohon ampun kepada Allah atas dosa itu, maka malaikat itu tidak akan mencatatnya. Jika tidak, maka dosa itu akan dicatat sebagai satu dosa. (HR. Tabrani, dinilai shahih dalam Shahih Al-Jamiโ€™ 2/212). Demikian.. Wallahuaโ€™lam bis showab. Ditulis oleh: Ustadz Ahmad Anshori, Lc Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accountingย Software Akuntansi Terbaik di Indonesia. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. SPONSOR hubungi: 081 326 333 328 DONASI hubungi: 087 882 888 727 REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK ๐Ÿ” Adab Setelah Akad Nikah, Materi Kultum Singkat Padat Jelas, Hadits Tentang Larangan Berbicara Saat Khutbah Jumat, Mani Cewek, Naga Vs Dinosaurus, Bacaan Bilal Sholat Idul Adha 2 Visited 445 times, 1 visit(s) today Post Views: 381 QRIS donasi Yufid


<iframe src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/350014045&amp;color=d5265f&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=false&amp;hide_related=true&amp;show_comments=false&amp;show_user=false&amp;show_reposts=false" width="100%" height="166" frameborder="no" scrolling="no"></iframe> Benarkah Nama Malaikat Pencatat Amal itu Raqib dan Atit? Bismillah, wassholaatu wassalam ala Rasulillah, wabaโ€™du. Informasi yang kita dapatkan terkait Roqib dan Atid, adalah nama dua malaikat pencatat amal. Roqib adalah malaikat yang mencatat amalย baik, sedangkan Atid adalah pencatat amalย buruk. Pernyataan ini disimpulkan dari firman Allah taโ€™ala, ุฅูุฐู’ ูŠูŽุชูŽู„ูŽู‚ูŽู‘ู‰ ุงู„ู’ู…ูุชูŽู„ูŽู‚ูู‘ูŠูŽุงู†ู ุนูŽู†ู ุงู„ู’ูŠูŽู…ููŠู†ู ูˆูŽุนูŽู†ู ุงู„ุดูู‘ู…ูŽุงู„ู ู‚ูŽุนููŠุฏูŒ (17) ู…ูŽุง ูŠูŽู„ู’ููุธู ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ู„ูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุฑูŽู‚ููŠุจูŒ ุนูŽุชููŠุฏูŒ (18) Wahai manusia, ingatlah ketika dua malaikat yang ditugaskan mencatat amal setiap amal manusia saling bertemu. Yang satu berada di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kirinya. Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya Raqib dan Atid. (QS. Qaaf: 17-18). Namun yang mengejutkan, setelah kita mempelajari penjelasan para ulama, tentang makna Raqib dan โ€˜Atid pada ayat ini, ternyata tidak menunjukkan bahwa kedua sebutan ini adalah nama daripada dua malaikat pencatat amal. Para ulama menjelaskan, bahwa raqib dan atid ini adalah dua sifat yang dimiliki oleh malaikat pencatat amal perbuatan, bukan sebagai nama dua malaikat. Jadi roqib itu sifat dan atid itu sifat. Sehingga pemaknaan yang tepat, malaikat pencatat amal yang berada di sebelah kanan memiliki sifat raqib dan atid. Demikian pula yang disebelah kiri, memiliki sifat raqib dan atid. Lalu apa makna raqib dan apa makna atid? Imam Qurtubi menjelaskan dalam kitab tafsir beliau, Terkait makna Raqib ada tiga pendapat : Yang senantiasa mengikuti Penjaga, ini dinyatakan oleh As-Suddi Saksi, dinyatakan oleh Ad-Dhohak. Adapun Atid, ada dua pendapat : Yang senantiasa menyertai tanpa pernah absen. Penjaga yang disiagakan untuk menjaga hamba atau sebagai saksi atas amal perbuatan seorang hamba. (Lihat kitab tafsir beliau, Al-Jamiโ€™ Li Ahkam Al-Quran, untuk tafsiran surat Qaf ayat 18). Syaikh Muhammad bin Sholih Al-โ€˜Utsaimin memberikan kesimpulan tentang makna Raqib dan Atid. Beliau menjelaskan, (ุฑู‚ูŠุจ ) ู…ุฑุงู‚ุจ ู„ูŠู„ุงู‹ ูˆู†ู‡ุงุฑุงู‹ ุŒ ู„ุง ูŠู†ููƒ ุนู† ุงู„ุฅู†ุณุงู† . ( ุนุชูŠุฏ ) ุญุงุถุฑ ุŒ ู„ุง ูŠู…ูƒู† ุฃู† ูŠุบูŠุจ ูˆูŠูˆูƒู„ ุบูŠุฑู‡ ุŒ ูู‡ูˆ ู‚ุงุนุฏ ู…ุฑุงู‚ุจ ุญุงุถุฑ ุŒ ู„ุง ูŠููˆุชู‡ ุดูŠุก. Raqib adalah yang senantiasa mengawasi siang dan malam, tidak pernah berpisah dengan manusia. Atid maknanya, yang senantiasa hadir, tidak mungkin absen atau mewakilkan tugas kepada yang lain. Dia selalu berada memgawasi dan hadir. Tidak ada satupun yang terluput. (Tafsir Al-Qurโ€™an Al-Karim, Ibnu โ€˜Utsaimin, hal. 93. Surat Al-Hujurat โ€“ Al Hadid). Syaikh Sulaiman Al-Asyqor dalam buku beliau Aโ€™lam Al-Malaikah (Alam-Alam Malaikat), menyampaikan kritikan terhadap pernyataan yang menyebutkan bahwa raqib dan atid adalah nama dua malaikat pencatat amal, ูŠุฐูƒุฑ ุจุนุถ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุฃู† ู…ู† ุงู„ู…ู„ุงุฆูƒุฉ ู…ู† ุงุณู…ู‡ ุฑู‚ูŠุจ ูˆุนุชูŠุฏ ุŒ ุงุณุชุฏู„ุงู„ุงู‹ ุจู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ : ( ู…ุง ูŠู„ูุธ ู…ู† ู‚ูˆู„ู ุฅู„ุงู‘ูŽ ู„ุฏูŠู‡ ุฑู‚ูŠุจ ุนุชูŠุฏูŒ ) ูˆู…ุง ุฐูƒุฑูˆู‡ ุบูŠุฑ ุตุญูŠุญ ุŒ ูุงู„ุฑู‚ูŠุจ ูˆุงู„ุนุชูŠุฏ ู‡ู†ุง ูˆุตูุงู† ู„ู„ู…ู„ูƒูŠู† ุงู„ู„ุฐูŠู† ูŠุณุฌู„ุงู† ุฃุนู…ุงู„ ุงู„ุนุจุงุฏ ุŒ ูˆู…ุนู†ู‰ ุฑู‚ูŠุจ ูˆุนุชูŠุฏ ุฃูŠ : ู…ู„ูƒุงู† ุญุงุถุฑุงู† ุดุงู‡ุฏุงู† ุŒ ู„ุง ูŠุบูŠุจุงู† ุนู† ุงู„ุนุจุฏ ุŒ ูˆู„ูŠุณ ุงู„ู…ุฑุงุฏ ุฃู†ู‡ู…ุง ุงุณู…ุงู† ู„ู„ู…ู„ูƒูŠู† Sebagian ulama menyebutkan, bahwa diantara malaikat ada yang bernama Raqib dan Atid. Berdalil dengan firman Allah taโ€™ala, โ€œTidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya Raqib dan Atid.โ€ Pernyataan mereka ini kurang tepat. Raqib dan Atid di sini maksudnya adalah dua sifat yang melekat pada dua malaikat yang mencatat amal perbuatan para hamba. Raqib dan atid maknanya, dua malaikat yang senantiasa hadir (di sisi manusia) dan menjadi saksi, dua malaikat yang tidak pernah absen dari seorang hamba. Dan bukanlah makna yang dimaksud, bahwa raqib dan atid ini adalah nama untuk dua malaikat. (Aโ€™lam Al-Malaikah, hal. 18). Lantas siapaย namaย dua malaikat pencatat amal ini? Bila kita melihat tekstual surat Qaf ayat 17 di atas, hanya disebutkan malaikat yang berada di sebelah kiri dan malaikat di sebelah kanan. Tidak ada dalil yang menjelaskan namanya. Maka, sikap yang tepat adalah mengikuti istilah-istilah yang digunakan oleh dalil. Kaidah yang berlaku dalam masalah iman kepada malaikat, di jelaskan oleh Syaikh Abdulkarim al-Hudair dalam salah satu sesi ceramah beliau, ูˆู…ู†ู‡ู… ู…ู† ุจู‚ูŠ ุนู„ู‰ ุงู„ุบูŠุจุŒ ุฅู†ู…ุง ุฃุฎุจุฑู†ุง ุนู†ู‡ ุฅุฌู…ุงู„ุงู‹ุŒ ูู†ุคู…ู† ุจู‡ ุฅุฌู…ุงู„ุงู‹ุŒ ูˆู…ุง ุฃุฎุจุฑู†ุง ุนู†ู‡ ุชูุตูŠู„ุงู‹ ูŠุฌุจ ุนู„ูŠู†ุง ุฃู† ู†ุคู…ู† ุจู‡ ุชูุตูŠู„ุงู‹ Di antara malaikat ada yang tidak dikabarkan nama dan tugasnya, hanya dikabarkan secara global saja. Maka kita imani secara global. Malaikat yang dikabarkan kepada kita secara detail (seperti nama, tugas dan sifatnya), kita imani secara detail pula. (http://shkhudheir.com/lecture/1569280081) Di samping itu, pengetahuan terkait nama malaikat pencatat amal ini, tidak berpengaruh pada tambah dan berkurangnya amal. Cukup bagi seorang mengetahui subtansinya itu sudah cukup untuk memupuk ketakwaan. Yaitu ada malaikat yang berada di sebelah kanan, mencatat amal kebaikan dan malaikat di sebelah kiri kita, yang tugasnya mencatat amal keburukan. Dari Abu Umamah, bahwa Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda, ุงู† ุตุงุญุจ ุงู„ุดู…ุงู„ ู„ูŠุฑูุน ุงู„ู‚ู„ู… ุณุช ุณุงุนุงุช ุนู† ุงู„ุนุจุฏ ุงู„ู…ุณู„ู… ุงู„ู…ุฎุทุฆ, ูุงู† ู†ุฏู… ูˆุงุณุชุบูุฑ ุงู„ู„ู‡ ู…ู†ู‡ุง ุฃู„ู‚ุงู‡ุง, ูˆุงู„ุง ูƒุชุจุช ูˆุงุญุฏุฉ Sesungguhnya malaikat yang berada di sebelah kiri, akan mengangkat penanya selama enam jam, dari mencatat amal seorang hamba yang berbuat dosa. Jika dia menyesal dan memohon ampun kepada Allah atas dosa itu, maka malaikat itu tidak akan mencatatnya. Jika tidak, maka dosa itu akan dicatat sebagai satu dosa. (HR. Tabrani, dinilai shahih dalam Shahih Al-Jamiโ€™ 2/212). Demikian.. Wallahuaโ€™lam bis showab. Ditulis oleh: Ustadz Ahmad Anshori, Lc Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accountingย Software Akuntansi Terbaik di Indonesia. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. SPONSOR hubungi: 081 326 333 328 DONASI hubungi: 087 882 888 727 REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK ๐Ÿ” Adab Setelah Akad Nikah, Materi Kultum Singkat Padat Jelas, Hadits Tentang Larangan Berbicara Saat Khutbah Jumat, Mani Cewek, Naga Vs Dinosaurus, Bacaan Bilal Sholat Idul Adha 2 Visited 445 times, 1 visit(s) today Post Views: 381 <img class="aligncenter wp-image-43307" src="https://i0.wp.com/konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2023/10/qris-donasi-yufid-resized.jpeg" alt="QRIS donasi Yufid" width="741" height="1024" />

Faedah Surat An-Nuur #03: Menuduh Selingkuh

Bagaimana hukuman bagi orang yang menuduh selingkuh tanpa membawa bukti? ย  Tafsir Surah An-Nuur Ayat 4-5 ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุฑู’ู…ููˆู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุญู’ุตูŽู†ูŽุงุชู ุซูู…ู‘ูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฃู’ุชููˆุง ุจูุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉู ุดูู‡ูŽุฏูŽุงุกูŽ ููŽุงุฌู’ู„ูุฏููˆู‡ูู…ู’ ุซูŽู…ูŽุงู†ููŠู†ูŽ ุฌูŽู„ู’ุฏูŽุฉู‹ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู‚ู’ุจูŽู„ููˆุง ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุดูŽู‡ูŽุงุฏูŽุฉู‹ ุฃูŽุจูŽุฏู‹ุง ูˆูŽุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ู’ููŽุงุณูู‚ููˆู†ูŽ (4) ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุชูŽุงุจููˆุง ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏู ุฐูŽู„ููƒูŽ ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูŽุญููˆุง ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุบูŽูููˆุฑูŒ ุฑูŽุญููŠู…ูŒ (5) โ€œDan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik. Kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.โ€ (QS. An-Nuur: 4-5) ย  Maksud Ayat Al-muhshanaat dalam ayat yang dimaksud adalah perempuan merdeka, baligh dan benar-benar menjaga diri dari zina. Wanita semacam ini yang dituduh berzina dalam ayat. Namun kalau yang dituduh berzina adalah seorang laki-laki, juga terkena hukuman qadzaf yang sama seperti dalam ayat. Qadzaf adalah menuduh yang lain telah berzina, yaitu seseorang mengatakan, โ€œWahai pezina,โ€ atau ucapan lain yang dapat dipahami, yang merupakan tuduhan berzina kepada orang yang shalih atau baik. Orang yang melakukan qadzaf didera delapan puluh kali cambukan. Apabila ada empat orang laki-laki dari kaum muslimin yang merdeka (bukan budak) dan mereka โ€˜adel (bukan fasik) memberikan persaksian bahwa mereka melihat dzakar (kemaluan) laki-laki pada faraj (kemaluan) wanita bertemu sebagaimana โ€œtimba jatuh dalam sumurโ€, maka diperintahkan hukuman hadd ย zina untuk laki-laki dan perempuan tersebut. Namun apabila ada tiga orang memberikan persaksian sedangkan orang keempat mengingkarinya, maka ketiga orang tersebut dihukum dengan hukum hadd qadzaf (penuduhan berselingkuh atau berzina) berdasarkan ayat yang mulia di atas. Qadzaf termasuk dari dosa besar yang diharamkan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, ุงูุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆุง ุงู„ุณูŽู‘ุจู’ุนูŽ ุงู„ู’ู…ููˆุจูู‚ูŽุงุชู ู‚ูŽุงู„ููˆู’ุง: ูˆูŽู…ูŽุง ู‡ูู†ูŽู‘ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุงู„ุดูู‘ุฑู’ูƒู ุจูุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽุงู„ุณูู‘ุญู’ุฑูุŒ ูˆูŽู‚ูŽุชู’ู„ู ุงู„ู†ูŽู‘ูู’ุณู ุงู„ูŽู‘ุชููŠ ุญูŽุฑูŽู‘ู…ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ูู‘ุŒ ูˆูŽุฃูŽูƒู’ู„ู ุงู„ุฑูู‘ุจูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽูƒู’ู„ู ู…ูŽุงู„ู ุงู„ู’ูŠูŽุชููŠู’ู…ูุŒ ูˆูŽุงู„ุชูŽู‘ูˆูŽู„ูู‘ูŠ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ุฒูŽู‘ุญู’ููุŒ ูˆูŽู‚ูŽุฐู’ูู ุงู„ู’ู…ูุญู’ุตูŽู†ูŽุงุชู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ุงู„ู’ุบูŽุงููู„ุงูŽุชู. โ€œJauhilah tujuh dosa besar yang membinasakan.โ€ Para Sahabat bertanya, โ€œApa itu wahai Rasulullah?โ€ Beliau menjawab, โ€œMenyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang benar, memakan harta riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh berzina wanita mukminah yang tidak tahu menahu serta terjaga kehormatannya.โ€ (HR. Bukhari, no. 2766) Adapun penetapan hukuman qadzaf disebutkan pula dalam hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata, ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ู„ูุนูŽุงู†ู ูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงู…ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุดูŽุฑููŠูƒูŽ ุจู’ู†ูŽ ุณูŽุญู’ู…ูŽุงุกูŽ ู‚ูŽุฐูŽููŽู‡ู ู‡ูู„ุงู„ู ุจู’ู†ู ุฃูู…ูŽูŠู‘ูŽุฉูŽ ุจูุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุชูู‡ู ุŒ ููŽุฑูููุนูŽุชู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : ูŠูŽุง ู‡ูู„ุงู„ู ุŒ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉูŽ ุดูู‡ููˆุฏู ูˆูŽุฅูู„ุง ููŽุญูŽุฏู‘ูŒ ูููŠ ุธูŽู‡ู’ุฑููƒูŽ โ€œAwal mula liโ€™an (saling melaknat karena tuduhan zina) dalam Islam terjadi pada kasus Syarik bin Sahmaโ€™ dituduh oleh Hilal bin Umayyah telah selingkuh dengan istrinya. Lantas Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berkata, โ€˜Wahai Hilal, bawakan empat orang saksi. Jika tidak, maka engkau akan dikenai hukuman hadd (dera) di punggungmu.โ€™โ€ (HR. An-Nasaโ€™i, 6:172-173 dari jalur โ€˜Imran bin Yazid; Ibnu Hibban, 10:302-303; Abu Yaโ€™la, 3:199 dari jalur Muslim bin Abu Muslim Al-Jurmi. Hadits ini memiliki asal dalam riwayat Muslim. Ibnu Hajar menyatakan hadits semacam ini adalah dalam Shahih Bukhari dari Ibnu โ€˜Abbas. Lihat Minhah Al-โ€˜Allam, 8:444-445. Kesimpulannya, sanad hadits ini shahih sebagaimana disebutkan oleh Husain Salim Asad dalam tahqiq Musnad Abu Yaโ€™ala.) ย  Faedah Ayat #04 dan #05 Orang yang melakukan qadzaf (menuduh selingkuh atau zina) termasuk dosa besar dan kefasikan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin rahimahullah menyatakan, โ€œFasik adalah orang yang melakukan dosa besar atau orang yang terus menerus melakukan dosa kecil.โ€(Fath Dzi Al-Jalali wa Al-Ikram, 4: 472) Jika menuduh orang berzina tanpa bukti terkena hukuman hadd (berupa dera atau cambukan), bagaimana lagi jika sampai melakukan zina atau perselingkuhan. Hukuman bagi yang melakukan qadzaf lantas tidak membawa bukti, ada tiga: (a) didera 80 kali cambukan, (b) ditolak syahadatnya selamanya (sampai bertaubat, pen.), (c) dihukumi fasik di sisi Allah dan sisi manusia. (Tafsir Al-Qurโ€™an Al-โ€˜Azhim, 5:495) Hukuman qadzaf bagi penuduh dari orang merdeka adalah delapan puluh kali cambukan tanpa ada khilaf (beda pendapat) di antara para ulama. Adapun untuk hamba sahaya jika ia menuduh zina (selingkuh), hukuman qadzaf baginya adalah separuh dari orang merdeka (berarti empat puluh kali cambukan). Inilah pendapat empat ulama madzhab, berbeda dengan Al-Auzaโ€™i, Abu Tsaur, dan ulama Zhahiriyah. Bagaimana jika seorang muslim menuduh Yahudi dan Nashrani berzina, apa dikenakan hukuman qadzaf? Jumhur (mayoritas) ulama menyatakan tidak ada hukuman hadd baik yang dituduh adalah laki-laki atau perempuan dari ahli kitab. Adapun sebaliknya jika non-muslim yang menuduh muslim berzina, maka dikenakan hukuman hadd delapan puluh kali cambukan. Imam Qurthubi menyatakan bahwa dalam hal ini tidak ada beda pendapat di antara para ulama. Lihat At-Tashiil li Taโ€™wil At-Tanzil, hlm. 59-60. Menuduh orang berzina atau selingkuh berarti telah menginjak kehormatannya. Seorang muslim diperintahkan untuk tidak menjatuhkan kehormatan saudaranya. Persaksian dari orang yang melakukan qadzaf tidaklah diterima sampai ia bertaubat. Karena sifat โ€˜adel-nya itu hilang ketika melakukan qadzaf (menuduh zina). Bagaimana jika ia sudah bertaubat dari tuduhannya tadi? Jumhur (mayoritas) ulama berpandangan bahwa persaksiannya diterima kalau sudah bertaubat berdasarkan ayat kelima dari surat An-Nuur di atas. Syarat dari bertaubat adalah menampakkan amal shalih. Yang bertaubat dari qadzaf, sifat kefasikan juga jadi hilang. Hukuman hadd bagi pelaku qadzaf tetap ditunaikan walaupun sudah bertaubat karena hukuman hadd ini adalah hak sesama manusia yang mesti ditunaikan. Perlu hati-hati dalam menuduh orang lain berzina apalagi ketika tidak memiliki bukti. ย  Semoga bermanfaat, moga Allah memberi taufik dan hidayah untuk meninggalkan yang haram, juga dijauhkan dari zina dan menuduh yang tidak benar. ย  Referensi: At-Tafsir wa Al-Bayan li Ahkam Al-Qurโ€™an. Cetakan pertama, Tahun 1438 H. Syaikh โ€˜Abdul โ€˜Aziz bin Marzuq Ath-Tharifi. Penerbit Maktabah Darul Minhaj. At-Tashiil li Taโ€™wil At-Tanzil โ€“ Tafsir Surat An-Nuur. Cetakan kedua, tahun 1423 H. Syaikh Musthafa bin Al-โ€˜Adawi. Penerbit Maktabah Makkah. Fath Dzi Al-Jalali wa Al-Ikram bi Syarh Bulugh Al-Maram. Cetakan pertama, Tahun 1425 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin.ย  Penerbit Madarul Wathan. Minhah Al-โ€˜Allam fi Syarh Bulugh Al-Maram. Cetakan ketiga, Tahun 1431 H. Syaikh โ€˜Abdullah Al-Fauzan. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Tafsir Al-Qurโ€™an Al-Karim โ€“ Surat An-Nuur. Cetakan pertama, tahun 1436 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin. Penerbit Muassasah Ibnu โ€˜Utsaimin. Tafsir Al-Qurโ€™an Al-โ€˜Azhim. Cetakan pertama, Tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. ย  Referensi web: https://almanhaj.or.id/3354-status-anak-zina.html โ€” Diselesaikan @ Perpus Rumaysho, Panggang, Gunungkidul, Sabtu pagi, 3 Muharram 1439 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagsfaedah surat an nuur qadzaf surat an nuur zina

Faedah Surat An-Nuur #03: Menuduh Selingkuh

Bagaimana hukuman bagi orang yang menuduh selingkuh tanpa membawa bukti? ย  Tafsir Surah An-Nuur Ayat 4-5 ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุฑู’ู…ููˆู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุญู’ุตูŽู†ูŽุงุชู ุซูู…ู‘ูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฃู’ุชููˆุง ุจูุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉู ุดูู‡ูŽุฏูŽุงุกูŽ ููŽุงุฌู’ู„ูุฏููˆู‡ูู…ู’ ุซูŽู…ูŽุงู†ููŠู†ูŽ ุฌูŽู„ู’ุฏูŽุฉู‹ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู‚ู’ุจูŽู„ููˆุง ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุดูŽู‡ูŽุงุฏูŽุฉู‹ ุฃูŽุจูŽุฏู‹ุง ูˆูŽุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ู’ููŽุงุณูู‚ููˆู†ูŽ (4) ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุชูŽุงุจููˆุง ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏู ุฐูŽู„ููƒูŽ ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูŽุญููˆุง ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุบูŽูููˆุฑูŒ ุฑูŽุญููŠู…ูŒ (5) โ€œDan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik. Kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.โ€ (QS. An-Nuur: 4-5) ย  Maksud Ayat Al-muhshanaat dalam ayat yang dimaksud adalah perempuan merdeka, baligh dan benar-benar menjaga diri dari zina. Wanita semacam ini yang dituduh berzina dalam ayat. Namun kalau yang dituduh berzina adalah seorang laki-laki, juga terkena hukuman qadzaf yang sama seperti dalam ayat. Qadzaf adalah menuduh yang lain telah berzina, yaitu seseorang mengatakan, โ€œWahai pezina,โ€ atau ucapan lain yang dapat dipahami, yang merupakan tuduhan berzina kepada orang yang shalih atau baik. Orang yang melakukan qadzaf didera delapan puluh kali cambukan. Apabila ada empat orang laki-laki dari kaum muslimin yang merdeka (bukan budak) dan mereka โ€˜adel (bukan fasik) memberikan persaksian bahwa mereka melihat dzakar (kemaluan) laki-laki pada faraj (kemaluan) wanita bertemu sebagaimana โ€œtimba jatuh dalam sumurโ€, maka diperintahkan hukuman hadd ย zina untuk laki-laki dan perempuan tersebut. Namun apabila ada tiga orang memberikan persaksian sedangkan orang keempat mengingkarinya, maka ketiga orang tersebut dihukum dengan hukum hadd qadzaf (penuduhan berselingkuh atau berzina) berdasarkan ayat yang mulia di atas. Qadzaf termasuk dari dosa besar yang diharamkan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, ุงูุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆุง ุงู„ุณูŽู‘ุจู’ุนูŽ ุงู„ู’ู…ููˆุจูู‚ูŽุงุชู ู‚ูŽุงู„ููˆู’ุง: ูˆูŽู…ูŽุง ู‡ูู†ูŽู‘ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุงู„ุดูู‘ุฑู’ูƒู ุจูุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽุงู„ุณูู‘ุญู’ุฑูุŒ ูˆูŽู‚ูŽุชู’ู„ู ุงู„ู†ูŽู‘ูู’ุณู ุงู„ูŽู‘ุชููŠ ุญูŽุฑูŽู‘ู…ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ูู‘ุŒ ูˆูŽุฃูŽูƒู’ู„ู ุงู„ุฑูู‘ุจูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽูƒู’ู„ู ู…ูŽุงู„ู ุงู„ู’ูŠูŽุชููŠู’ู…ูุŒ ูˆูŽุงู„ุชูŽู‘ูˆูŽู„ูู‘ูŠ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ุฒูŽู‘ุญู’ููุŒ ูˆูŽู‚ูŽุฐู’ูู ุงู„ู’ู…ูุญู’ุตูŽู†ูŽุงุชู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ุงู„ู’ุบูŽุงููู„ุงูŽุชู. โ€œJauhilah tujuh dosa besar yang membinasakan.โ€ Para Sahabat bertanya, โ€œApa itu wahai Rasulullah?โ€ Beliau menjawab, โ€œMenyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang benar, memakan harta riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh berzina wanita mukminah yang tidak tahu menahu serta terjaga kehormatannya.โ€ (HR. Bukhari, no. 2766) Adapun penetapan hukuman qadzaf disebutkan pula dalam hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata, ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ู„ูุนูŽุงู†ู ูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงู…ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุดูŽุฑููŠูƒูŽ ุจู’ู†ูŽ ุณูŽุญู’ู…ูŽุงุกูŽ ู‚ูŽุฐูŽููŽู‡ู ู‡ูู„ุงู„ู ุจู’ู†ู ุฃูู…ูŽูŠู‘ูŽุฉูŽ ุจูุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุชูู‡ู ุŒ ููŽุฑูููุนูŽุชู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : ูŠูŽุง ู‡ูู„ุงู„ู ุŒ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉูŽ ุดูู‡ููˆุฏู ูˆูŽุฅูู„ุง ููŽุญูŽุฏู‘ูŒ ูููŠ ุธูŽู‡ู’ุฑููƒูŽ โ€œAwal mula liโ€™an (saling melaknat karena tuduhan zina) dalam Islam terjadi pada kasus Syarik bin Sahmaโ€™ dituduh oleh Hilal bin Umayyah telah selingkuh dengan istrinya. Lantas Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berkata, โ€˜Wahai Hilal, bawakan empat orang saksi. Jika tidak, maka engkau akan dikenai hukuman hadd (dera) di punggungmu.โ€™โ€ (HR. An-Nasaโ€™i, 6:172-173 dari jalur โ€˜Imran bin Yazid; Ibnu Hibban, 10:302-303; Abu Yaโ€™la, 3:199 dari jalur Muslim bin Abu Muslim Al-Jurmi. Hadits ini memiliki asal dalam riwayat Muslim. Ibnu Hajar menyatakan hadits semacam ini adalah dalam Shahih Bukhari dari Ibnu โ€˜Abbas. Lihat Minhah Al-โ€˜Allam, 8:444-445. Kesimpulannya, sanad hadits ini shahih sebagaimana disebutkan oleh Husain Salim Asad dalam tahqiq Musnad Abu Yaโ€™ala.) ย  Faedah Ayat #04 dan #05 Orang yang melakukan qadzaf (menuduh selingkuh atau zina) termasuk dosa besar dan kefasikan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin rahimahullah menyatakan, โ€œFasik adalah orang yang melakukan dosa besar atau orang yang terus menerus melakukan dosa kecil.โ€(Fath Dzi Al-Jalali wa Al-Ikram, 4: 472) Jika menuduh orang berzina tanpa bukti terkena hukuman hadd (berupa dera atau cambukan), bagaimana lagi jika sampai melakukan zina atau perselingkuhan. Hukuman bagi yang melakukan qadzaf lantas tidak membawa bukti, ada tiga: (a) didera 80 kali cambukan, (b) ditolak syahadatnya selamanya (sampai bertaubat, pen.), (c) dihukumi fasik di sisi Allah dan sisi manusia. (Tafsir Al-Qurโ€™an Al-โ€˜Azhim, 5:495) Hukuman qadzaf bagi penuduh dari orang merdeka adalah delapan puluh kali cambukan tanpa ada khilaf (beda pendapat) di antara para ulama. Adapun untuk hamba sahaya jika ia menuduh zina (selingkuh), hukuman qadzaf baginya adalah separuh dari orang merdeka (berarti empat puluh kali cambukan). Inilah pendapat empat ulama madzhab, berbeda dengan Al-Auzaโ€™i, Abu Tsaur, dan ulama Zhahiriyah. Bagaimana jika seorang muslim menuduh Yahudi dan Nashrani berzina, apa dikenakan hukuman qadzaf? Jumhur (mayoritas) ulama menyatakan tidak ada hukuman hadd baik yang dituduh adalah laki-laki atau perempuan dari ahli kitab. Adapun sebaliknya jika non-muslim yang menuduh muslim berzina, maka dikenakan hukuman hadd delapan puluh kali cambukan. Imam Qurthubi menyatakan bahwa dalam hal ini tidak ada beda pendapat di antara para ulama. Lihat At-Tashiil li Taโ€™wil At-Tanzil, hlm. 59-60. Menuduh orang berzina atau selingkuh berarti telah menginjak kehormatannya. Seorang muslim diperintahkan untuk tidak menjatuhkan kehormatan saudaranya. Persaksian dari orang yang melakukan qadzaf tidaklah diterima sampai ia bertaubat. Karena sifat โ€˜adel-nya itu hilang ketika melakukan qadzaf (menuduh zina). Bagaimana jika ia sudah bertaubat dari tuduhannya tadi? Jumhur (mayoritas) ulama berpandangan bahwa persaksiannya diterima kalau sudah bertaubat berdasarkan ayat kelima dari surat An-Nuur di atas. Syarat dari bertaubat adalah menampakkan amal shalih. Yang bertaubat dari qadzaf, sifat kefasikan juga jadi hilang. Hukuman hadd bagi pelaku qadzaf tetap ditunaikan walaupun sudah bertaubat karena hukuman hadd ini adalah hak sesama manusia yang mesti ditunaikan. Perlu hati-hati dalam menuduh orang lain berzina apalagi ketika tidak memiliki bukti. ย  Semoga bermanfaat, moga Allah memberi taufik dan hidayah untuk meninggalkan yang haram, juga dijauhkan dari zina dan menuduh yang tidak benar. ย  Referensi: At-Tafsir wa Al-Bayan li Ahkam Al-Qurโ€™an. Cetakan pertama, Tahun 1438 H. Syaikh โ€˜Abdul โ€˜Aziz bin Marzuq Ath-Tharifi. Penerbit Maktabah Darul Minhaj. At-Tashiil li Taโ€™wil At-Tanzil โ€“ Tafsir Surat An-Nuur. Cetakan kedua, tahun 1423 H. Syaikh Musthafa bin Al-โ€˜Adawi. Penerbit Maktabah Makkah. Fath Dzi Al-Jalali wa Al-Ikram bi Syarh Bulugh Al-Maram. Cetakan pertama, Tahun 1425 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin.ย  Penerbit Madarul Wathan. Minhah Al-โ€˜Allam fi Syarh Bulugh Al-Maram. Cetakan ketiga, Tahun 1431 H. Syaikh โ€˜Abdullah Al-Fauzan. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Tafsir Al-Qurโ€™an Al-Karim โ€“ Surat An-Nuur. Cetakan pertama, tahun 1436 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin. Penerbit Muassasah Ibnu โ€˜Utsaimin. Tafsir Al-Qurโ€™an Al-โ€˜Azhim. Cetakan pertama, Tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. ย  Referensi web: https://almanhaj.or.id/3354-status-anak-zina.html โ€” Diselesaikan @ Perpus Rumaysho, Panggang, Gunungkidul, Sabtu pagi, 3 Muharram 1439 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagsfaedah surat an nuur qadzaf surat an nuur zina
Bagaimana hukuman bagi orang yang menuduh selingkuh tanpa membawa bukti? ย  Tafsir Surah An-Nuur Ayat 4-5 ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุฑู’ู…ููˆู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุญู’ุตูŽู†ูŽุงุชู ุซูู…ู‘ูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฃู’ุชููˆุง ุจูุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉู ุดูู‡ูŽุฏูŽุงุกูŽ ููŽุงุฌู’ู„ูุฏููˆู‡ูู…ู’ ุซูŽู…ูŽุงู†ููŠู†ูŽ ุฌูŽู„ู’ุฏูŽุฉู‹ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู‚ู’ุจูŽู„ููˆุง ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุดูŽู‡ูŽุงุฏูŽุฉู‹ ุฃูŽุจูŽุฏู‹ุง ูˆูŽุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ู’ููŽุงุณูู‚ููˆู†ูŽ (4) ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุชูŽุงุจููˆุง ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏู ุฐูŽู„ููƒูŽ ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูŽุญููˆุง ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุบูŽูููˆุฑูŒ ุฑูŽุญููŠู…ูŒ (5) โ€œDan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik. Kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.โ€ (QS. An-Nuur: 4-5) ย  Maksud Ayat Al-muhshanaat dalam ayat yang dimaksud adalah perempuan merdeka, baligh dan benar-benar menjaga diri dari zina. Wanita semacam ini yang dituduh berzina dalam ayat. Namun kalau yang dituduh berzina adalah seorang laki-laki, juga terkena hukuman qadzaf yang sama seperti dalam ayat. Qadzaf adalah menuduh yang lain telah berzina, yaitu seseorang mengatakan, โ€œWahai pezina,โ€ atau ucapan lain yang dapat dipahami, yang merupakan tuduhan berzina kepada orang yang shalih atau baik. Orang yang melakukan qadzaf didera delapan puluh kali cambukan. Apabila ada empat orang laki-laki dari kaum muslimin yang merdeka (bukan budak) dan mereka โ€˜adel (bukan fasik) memberikan persaksian bahwa mereka melihat dzakar (kemaluan) laki-laki pada faraj (kemaluan) wanita bertemu sebagaimana โ€œtimba jatuh dalam sumurโ€, maka diperintahkan hukuman hadd ย zina untuk laki-laki dan perempuan tersebut. Namun apabila ada tiga orang memberikan persaksian sedangkan orang keempat mengingkarinya, maka ketiga orang tersebut dihukum dengan hukum hadd qadzaf (penuduhan berselingkuh atau berzina) berdasarkan ayat yang mulia di atas. Qadzaf termasuk dari dosa besar yang diharamkan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, ุงูุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆุง ุงู„ุณูŽู‘ุจู’ุนูŽ ุงู„ู’ู…ููˆุจูู‚ูŽุงุชู ู‚ูŽุงู„ููˆู’ุง: ูˆูŽู…ูŽุง ู‡ูู†ูŽู‘ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุงู„ุดูู‘ุฑู’ูƒู ุจูุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽุงู„ุณูู‘ุญู’ุฑูุŒ ูˆูŽู‚ูŽุชู’ู„ู ุงู„ู†ูŽู‘ูู’ุณู ุงู„ูŽู‘ุชููŠ ุญูŽุฑูŽู‘ู…ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ูู‘ุŒ ูˆูŽุฃูŽูƒู’ู„ู ุงู„ุฑูู‘ุจูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽูƒู’ู„ู ู…ูŽุงู„ู ุงู„ู’ูŠูŽุชููŠู’ู…ูุŒ ูˆูŽุงู„ุชูŽู‘ูˆูŽู„ูู‘ูŠ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ุฒูŽู‘ุญู’ููุŒ ูˆูŽู‚ูŽุฐู’ูู ุงู„ู’ู…ูุญู’ุตูŽู†ูŽุงุชู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ุงู„ู’ุบูŽุงููู„ุงูŽุชู. โ€œJauhilah tujuh dosa besar yang membinasakan.โ€ Para Sahabat bertanya, โ€œApa itu wahai Rasulullah?โ€ Beliau menjawab, โ€œMenyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang benar, memakan harta riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh berzina wanita mukminah yang tidak tahu menahu serta terjaga kehormatannya.โ€ (HR. Bukhari, no. 2766) Adapun penetapan hukuman qadzaf disebutkan pula dalam hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata, ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ู„ูุนูŽุงู†ู ูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงู…ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุดูŽุฑููŠูƒูŽ ุจู’ู†ูŽ ุณูŽุญู’ู…ูŽุงุกูŽ ู‚ูŽุฐูŽููŽู‡ู ู‡ูู„ุงู„ู ุจู’ู†ู ุฃูู…ูŽูŠู‘ูŽุฉูŽ ุจูุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุชูู‡ู ุŒ ููŽุฑูููุนูŽุชู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : ูŠูŽุง ู‡ูู„ุงู„ู ุŒ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉูŽ ุดูู‡ููˆุฏู ูˆูŽุฅูู„ุง ููŽุญูŽุฏู‘ูŒ ูููŠ ุธูŽู‡ู’ุฑููƒูŽ โ€œAwal mula liโ€™an (saling melaknat karena tuduhan zina) dalam Islam terjadi pada kasus Syarik bin Sahmaโ€™ dituduh oleh Hilal bin Umayyah telah selingkuh dengan istrinya. Lantas Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berkata, โ€˜Wahai Hilal, bawakan empat orang saksi. Jika tidak, maka engkau akan dikenai hukuman hadd (dera) di punggungmu.โ€™โ€ (HR. An-Nasaโ€™i, 6:172-173 dari jalur โ€˜Imran bin Yazid; Ibnu Hibban, 10:302-303; Abu Yaโ€™la, 3:199 dari jalur Muslim bin Abu Muslim Al-Jurmi. Hadits ini memiliki asal dalam riwayat Muslim. Ibnu Hajar menyatakan hadits semacam ini adalah dalam Shahih Bukhari dari Ibnu โ€˜Abbas. Lihat Minhah Al-โ€˜Allam, 8:444-445. Kesimpulannya, sanad hadits ini shahih sebagaimana disebutkan oleh Husain Salim Asad dalam tahqiq Musnad Abu Yaโ€™ala.) ย  Faedah Ayat #04 dan #05 Orang yang melakukan qadzaf (menuduh selingkuh atau zina) termasuk dosa besar dan kefasikan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin rahimahullah menyatakan, โ€œFasik adalah orang yang melakukan dosa besar atau orang yang terus menerus melakukan dosa kecil.โ€(Fath Dzi Al-Jalali wa Al-Ikram, 4: 472) Jika menuduh orang berzina tanpa bukti terkena hukuman hadd (berupa dera atau cambukan), bagaimana lagi jika sampai melakukan zina atau perselingkuhan. Hukuman bagi yang melakukan qadzaf lantas tidak membawa bukti, ada tiga: (a) didera 80 kali cambukan, (b) ditolak syahadatnya selamanya (sampai bertaubat, pen.), (c) dihukumi fasik di sisi Allah dan sisi manusia. (Tafsir Al-Qurโ€™an Al-โ€˜Azhim, 5:495) Hukuman qadzaf bagi penuduh dari orang merdeka adalah delapan puluh kali cambukan tanpa ada khilaf (beda pendapat) di antara para ulama. Adapun untuk hamba sahaya jika ia menuduh zina (selingkuh), hukuman qadzaf baginya adalah separuh dari orang merdeka (berarti empat puluh kali cambukan). Inilah pendapat empat ulama madzhab, berbeda dengan Al-Auzaโ€™i, Abu Tsaur, dan ulama Zhahiriyah. Bagaimana jika seorang muslim menuduh Yahudi dan Nashrani berzina, apa dikenakan hukuman qadzaf? Jumhur (mayoritas) ulama menyatakan tidak ada hukuman hadd baik yang dituduh adalah laki-laki atau perempuan dari ahli kitab. Adapun sebaliknya jika non-muslim yang menuduh muslim berzina, maka dikenakan hukuman hadd delapan puluh kali cambukan. Imam Qurthubi menyatakan bahwa dalam hal ini tidak ada beda pendapat di antara para ulama. Lihat At-Tashiil li Taโ€™wil At-Tanzil, hlm. 59-60. Menuduh orang berzina atau selingkuh berarti telah menginjak kehormatannya. Seorang muslim diperintahkan untuk tidak menjatuhkan kehormatan saudaranya. Persaksian dari orang yang melakukan qadzaf tidaklah diterima sampai ia bertaubat. Karena sifat โ€˜adel-nya itu hilang ketika melakukan qadzaf (menuduh zina). Bagaimana jika ia sudah bertaubat dari tuduhannya tadi? Jumhur (mayoritas) ulama berpandangan bahwa persaksiannya diterima kalau sudah bertaubat berdasarkan ayat kelima dari surat An-Nuur di atas. Syarat dari bertaubat adalah menampakkan amal shalih. Yang bertaubat dari qadzaf, sifat kefasikan juga jadi hilang. Hukuman hadd bagi pelaku qadzaf tetap ditunaikan walaupun sudah bertaubat karena hukuman hadd ini adalah hak sesama manusia yang mesti ditunaikan. Perlu hati-hati dalam menuduh orang lain berzina apalagi ketika tidak memiliki bukti. ย  Semoga bermanfaat, moga Allah memberi taufik dan hidayah untuk meninggalkan yang haram, juga dijauhkan dari zina dan menuduh yang tidak benar. ย  Referensi: At-Tafsir wa Al-Bayan li Ahkam Al-Qurโ€™an. Cetakan pertama, Tahun 1438 H. Syaikh โ€˜Abdul โ€˜Aziz bin Marzuq Ath-Tharifi. Penerbit Maktabah Darul Minhaj. At-Tashiil li Taโ€™wil At-Tanzil โ€“ Tafsir Surat An-Nuur. Cetakan kedua, tahun 1423 H. Syaikh Musthafa bin Al-โ€˜Adawi. Penerbit Maktabah Makkah. Fath Dzi Al-Jalali wa Al-Ikram bi Syarh Bulugh Al-Maram. Cetakan pertama, Tahun 1425 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin.ย  Penerbit Madarul Wathan. Minhah Al-โ€˜Allam fi Syarh Bulugh Al-Maram. Cetakan ketiga, Tahun 1431 H. Syaikh โ€˜Abdullah Al-Fauzan. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Tafsir Al-Qurโ€™an Al-Karim โ€“ Surat An-Nuur. Cetakan pertama, tahun 1436 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin. Penerbit Muassasah Ibnu โ€˜Utsaimin. Tafsir Al-Qurโ€™an Al-โ€˜Azhim. Cetakan pertama, Tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. ย  Referensi web: https://almanhaj.or.id/3354-status-anak-zina.html โ€” Diselesaikan @ Perpus Rumaysho, Panggang, Gunungkidul, Sabtu pagi, 3 Muharram 1439 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagsfaedah surat an nuur qadzaf surat an nuur zina


Bagaimana hukuman bagi orang yang menuduh selingkuh tanpa membawa bukti? ย  Tafsir Surah An-Nuur Ayat 4-5 ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุฑู’ู…ููˆู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุญู’ุตูŽู†ูŽุงุชู ุซูู…ู‘ูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฃู’ุชููˆุง ุจูุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉู ุดูู‡ูŽุฏูŽุงุกูŽ ููŽุงุฌู’ู„ูุฏููˆู‡ูู…ู’ ุซูŽู…ูŽุงู†ููŠู†ูŽ ุฌูŽู„ู’ุฏูŽุฉู‹ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู‚ู’ุจูŽู„ููˆุง ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุดูŽู‡ูŽุงุฏูŽุฉู‹ ุฃูŽุจูŽุฏู‹ุง ูˆูŽุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ู’ููŽุงุณูู‚ููˆู†ูŽ (4) ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุชูŽุงุจููˆุง ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏู ุฐูŽู„ููƒูŽ ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูŽุญููˆุง ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุบูŽูููˆุฑูŒ ุฑูŽุญููŠู…ูŒ (5) โ€œDan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik. Kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.โ€ (QS. An-Nuur: 4-5) ย  Maksud Ayat Al-muhshanaat dalam ayat yang dimaksud adalah perempuan merdeka, baligh dan benar-benar menjaga diri dari zina. Wanita semacam ini yang dituduh berzina dalam ayat. Namun kalau yang dituduh berzina adalah seorang laki-laki, juga terkena hukuman qadzaf yang sama seperti dalam ayat. Qadzaf adalah menuduh yang lain telah berzina, yaitu seseorang mengatakan, โ€œWahai pezina,โ€ atau ucapan lain yang dapat dipahami, yang merupakan tuduhan berzina kepada orang yang shalih atau baik. Orang yang melakukan qadzaf didera delapan puluh kali cambukan. Apabila ada empat orang laki-laki dari kaum muslimin yang merdeka (bukan budak) dan mereka โ€˜adel (bukan fasik) memberikan persaksian bahwa mereka melihat dzakar (kemaluan) laki-laki pada faraj (kemaluan) wanita bertemu sebagaimana โ€œtimba jatuh dalam sumurโ€, maka diperintahkan hukuman hadd ย zina untuk laki-laki dan perempuan tersebut. Namun apabila ada tiga orang memberikan persaksian sedangkan orang keempat mengingkarinya, maka ketiga orang tersebut dihukum dengan hukum hadd qadzaf (penuduhan berselingkuh atau berzina) berdasarkan ayat yang mulia di atas. Qadzaf termasuk dari dosa besar yang diharamkan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, ุงูุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆุง ุงู„ุณูŽู‘ุจู’ุนูŽ ุงู„ู’ู…ููˆุจูู‚ูŽุงุชู ู‚ูŽุงู„ููˆู’ุง: ูˆูŽู…ูŽุง ู‡ูู†ูŽู‘ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุงู„ุดูู‘ุฑู’ูƒู ุจูุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽุงู„ุณูู‘ุญู’ุฑูุŒ ูˆูŽู‚ูŽุชู’ู„ู ุงู„ู†ูŽู‘ูู’ุณู ุงู„ูŽู‘ุชููŠ ุญูŽุฑูŽู‘ู…ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ูู‘ุŒ ูˆูŽุฃูŽูƒู’ู„ู ุงู„ุฑูู‘ุจูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽูƒู’ู„ู ู…ูŽุงู„ู ุงู„ู’ูŠูŽุชููŠู’ู…ูุŒ ูˆูŽุงู„ุชูŽู‘ูˆูŽู„ูู‘ูŠ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ุฒูŽู‘ุญู’ููุŒ ูˆูŽู‚ูŽุฐู’ูู ุงู„ู’ู…ูุญู’ุตูŽู†ูŽุงุชู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ุงู„ู’ุบูŽุงููู„ุงูŽุชู. โ€œJauhilah tujuh dosa besar yang membinasakan.โ€ Para Sahabat bertanya, โ€œApa itu wahai Rasulullah?โ€ Beliau menjawab, โ€œMenyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang benar, memakan harta riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh berzina wanita mukminah yang tidak tahu menahu serta terjaga kehormatannya.โ€ (HR. Bukhari, no. 2766) Adapun penetapan hukuman qadzaf disebutkan pula dalam hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata, ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ู„ูุนูŽุงู†ู ูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงู…ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุดูŽุฑููŠูƒูŽ ุจู’ู†ูŽ ุณูŽุญู’ู…ูŽุงุกูŽ ู‚ูŽุฐูŽููŽู‡ู ู‡ูู„ุงู„ู ุจู’ู†ู ุฃูู…ูŽูŠู‘ูŽุฉูŽ ุจูุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุชูู‡ู ุŒ ููŽุฑูููุนูŽุชู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : ูŠูŽุง ู‡ูู„ุงู„ู ุŒ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉูŽ ุดูู‡ููˆุฏู ูˆูŽุฅูู„ุง ููŽุญูŽุฏู‘ูŒ ูููŠ ุธูŽู‡ู’ุฑููƒูŽ โ€œAwal mula liโ€™an (saling melaknat karena tuduhan zina) dalam Islam terjadi pada kasus Syarik bin Sahmaโ€™ dituduh oleh Hilal bin Umayyah telah selingkuh dengan istrinya. Lantas Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berkata, โ€˜Wahai Hilal, bawakan empat orang saksi. Jika tidak, maka engkau akan dikenai hukuman hadd (dera) di punggungmu.โ€™โ€ (HR. An-Nasaโ€™i, 6:172-173 dari jalur โ€˜Imran bin Yazid; Ibnu Hibban, 10:302-303; Abu Yaโ€™la, 3:199 dari jalur Muslim bin Abu Muslim Al-Jurmi. Hadits ini memiliki asal dalam riwayat Muslim. Ibnu Hajar menyatakan hadits semacam ini adalah dalam Shahih Bukhari dari Ibnu โ€˜Abbas. Lihat Minhah Al-โ€˜Allam, 8:444-445. Kesimpulannya, sanad hadits ini shahih sebagaimana disebutkan oleh Husain Salim Asad dalam tahqiq Musnad Abu Yaโ€™ala.) ย  Faedah Ayat #04 dan #05 Orang yang melakukan qadzaf (menuduh selingkuh atau zina) termasuk dosa besar dan kefasikan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin rahimahullah menyatakan, โ€œFasik adalah orang yang melakukan dosa besar atau orang yang terus menerus melakukan dosa kecil.โ€(Fath Dzi Al-Jalali wa Al-Ikram, 4: 472) Jika menuduh orang berzina tanpa bukti terkena hukuman hadd (berupa dera atau cambukan), bagaimana lagi jika sampai melakukan zina atau perselingkuhan. Hukuman bagi yang melakukan qadzaf lantas tidak membawa bukti, ada tiga: (a) didera 80 kali cambukan, (b) ditolak syahadatnya selamanya (sampai bertaubat, pen.), (c) dihukumi fasik di sisi Allah dan sisi manusia. (Tafsir Al-Qurโ€™an Al-โ€˜Azhim, 5:495) Hukuman qadzaf bagi penuduh dari orang merdeka adalah delapan puluh kali cambukan tanpa ada khilaf (beda pendapat) di antara para ulama. Adapun untuk hamba sahaya jika ia menuduh zina (selingkuh), hukuman qadzaf baginya adalah separuh dari orang merdeka (berarti empat puluh kali cambukan). Inilah pendapat empat ulama madzhab, berbeda dengan Al-Auzaโ€™i, Abu Tsaur, dan ulama Zhahiriyah. Bagaimana jika seorang muslim menuduh Yahudi dan Nashrani berzina, apa dikenakan hukuman qadzaf? Jumhur (mayoritas) ulama menyatakan tidak ada hukuman hadd baik yang dituduh adalah laki-laki atau perempuan dari ahli kitab. Adapun sebaliknya jika non-muslim yang menuduh muslim berzina, maka dikenakan hukuman hadd delapan puluh kali cambukan. Imam Qurthubi menyatakan bahwa dalam hal ini tidak ada beda pendapat di antara para ulama. Lihat At-Tashiil li Taโ€™wil At-Tanzil, hlm. 59-60. Menuduh orang berzina atau selingkuh berarti telah menginjak kehormatannya. Seorang muslim diperintahkan untuk tidak menjatuhkan kehormatan saudaranya. Persaksian dari orang yang melakukan qadzaf tidaklah diterima sampai ia bertaubat. Karena sifat โ€˜adel-nya itu hilang ketika melakukan qadzaf (menuduh zina). Bagaimana jika ia sudah bertaubat dari tuduhannya tadi? Jumhur (mayoritas) ulama berpandangan bahwa persaksiannya diterima kalau sudah bertaubat berdasarkan ayat kelima dari surat An-Nuur di atas. Syarat dari bertaubat adalah menampakkan amal shalih. Yang bertaubat dari qadzaf, sifat kefasikan juga jadi hilang. Hukuman hadd bagi pelaku qadzaf tetap ditunaikan walaupun sudah bertaubat karena hukuman hadd ini adalah hak sesama manusia yang mesti ditunaikan. Perlu hati-hati dalam menuduh orang lain berzina apalagi ketika tidak memiliki bukti. ย  Semoga bermanfaat, moga Allah memberi taufik dan hidayah untuk meninggalkan yang haram, juga dijauhkan dari zina dan menuduh yang tidak benar. ย  Referensi: At-Tafsir wa Al-Bayan li Ahkam Al-Qurโ€™an. Cetakan pertama, Tahun 1438 H. Syaikh โ€˜Abdul โ€˜Aziz bin Marzuq Ath-Tharifi. Penerbit Maktabah Darul Minhaj. At-Tashiil li Taโ€™wil At-Tanzil โ€“ Tafsir Surat An-Nuur. Cetakan kedua, tahun 1423 H. Syaikh Musthafa bin Al-โ€˜Adawi. Penerbit Maktabah Makkah. Fath Dzi Al-Jalali wa Al-Ikram bi Syarh Bulugh Al-Maram. Cetakan pertama, Tahun 1425 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin.ย  Penerbit Madarul Wathan. Minhah Al-โ€˜Allam fi Syarh Bulugh Al-Maram. Cetakan ketiga, Tahun 1431 H. Syaikh โ€˜Abdullah Al-Fauzan. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Tafsir Al-Qurโ€™an Al-Karim โ€“ Surat An-Nuur. Cetakan pertama, tahun 1436 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin. Penerbit Muassasah Ibnu โ€˜Utsaimin. Tafsir Al-Qurโ€™an Al-โ€˜Azhim. Cetakan pertama, Tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. ย  Referensi web: https://almanhaj.or.id/3354-status-anak-zina.html โ€” Diselesaikan @ Perpus Rumaysho, Panggang, Gunungkidul, Sabtu pagi, 3 Muharram 1439 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagsfaedah surat an nuur qadzaf surat an nuur zina

Apa Itu Kursi Allah?

Sebagai seorang muslim, kita sangat familiar dengan โ€œayat kursiโ€ yang di dalam ayat tersebut terdapat lafaz โ€œKursi Allahโ€.Ayat kursi terdapat pada surat Al-Baqarah ayat 255: ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปชู ๏ปŸูŽ๏บŽ ๏บ‡ู๏ปŸูŽ๏ปชูŽ ๏บ‡ู๏ปŸู‘ูŽ๏บŽ ๏ปซู๏ปฎูŽ ๏บ๏ปŸู’๏บคูŽ๏ปฒู‘ู ๏บ๏ปŸู’๏ป˜ูŽ๏ปดู‘ู๏ปฎ๏ปกู ๏ปŸูŽ๏บŽ ๏บ—ูŽ๏บ„ู’๏บงู๏บฌู๏ปฉู ๏บณู๏ปจูŽ๏บ”ูŒ ๏ปญูŽ๏ปŸูŽ๏บŽ ๏ปงูŽ๏ปฎู’๏ปกูŒ ๏ปŸูŽ๏ปชู ๏ปฃูŽ๏บŽ ๏ป“ู๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏บดู‘ูŽ๏ปคูŽ๏บŽ๏ปญูŽ๏บ๏บ•ู ๏ปญูŽ๏ปฃูŽ๏บŽ ๏ป“ู๏ปฒ ๏บ๏ปŸู’๏บ„ูŽ๏บญู’๏บฝู ๏ปฃูŽ๏ปฆู’ ๏บซูŽ๏บ ๏บ๏ปŸู‘ูŽ๏บฌู๏ปฑ ๏ปณูŽ๏บธู’๏ป”ูŽ๏ปŠู ๏ป‹ู๏ปจู’๏บชูŽ๏ปฉู ๏บ‡ู๏ปŸู‘ูŽ๏บŽ ๏บ‘ู๏บˆู๏บซู’๏ปงู๏ปชู ๏ปณูŽ๏ปŒู’๏ป ูŽ๏ปขู ๏ปฃูŽ๏บŽ ๏บ‘ูŽ๏ปดู’๏ปฆูŽ ๏บƒูŽ๏ปณู’๏บชู๏ปณ๏ปฌู๏ปขู’ ๏ปญูŽ๏ปฃูŽ๏บŽ ๏บงูŽ๏ป ู’๏ป”ูŽ๏ปฌู๏ปขู’ ๏ปญูŽ๏ปŸูŽ๏บŽ ๏ปณู๏บคู๏ปด๏ป„ู๏ปฎ๏ปฅูŽ ๏บ‘ู๏บธูŽ๏ปฒู’๏บ€ู ๏ปฃู๏ปฆู’ ๏ป‹ู๏ป ู’๏ปคู๏ปชู ๏บ‡ู๏ปŸู‘ูŽ๏บŽ ๏บ‘ู๏ปคูŽ๏บŽ ๏บทูŽ๏บŽ๏บ€ูŽ ๏ปญูŽ๏บณู๏ปŠูŽ ๏ป›ู๏บฎู’๏บณู๏ปดู‘ู๏ปชู ๏บ๏ปŸ๏บดู‘ูŽ๏ปคูŽ๏บŽ๏ปญูŽ๏บ๏บ•ู ๏ปญูŽ๏บ๏ปŸู’๏บ„ูŽ๏บญู’๏บฝูŽ ๏ปญูŽ๏ปŸูŽ๏บŽ ๏ปณูŽ๏บŒู๏ปฎ๏บฉู๏ปฉู ๏บฃู๏ป”ู’๏ปˆู๏ปฌู๏ปคูŽ๏บŽ ๏ปญูŽ๏ปซู๏ปฎูŽ ๏บ๏ปŸู’๏ปŒูŽ๏ป ู๏ปฒู‘ู ๏บ๏ปŸู’๏ปŒูŽ๏ปˆู๏ปด๏ปขูย โ€œAllah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaโ€™at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besarโ€. Apa itu makna dari โ€œkursi Allahโ€? Perlu diketahui ย ada beberapa pendapat mengenai makna โ€œkursi Allahโ€. Dalam Fatwa Lajnah Daimah dijelaskan beberapa pendapat: ๏ป›ู๏บฎู’๏บณู๏ปดู‘๏ปชู ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ : ๏ปซ๏ปฎ ๏ปฃ๏ปฎ๏บฟ๏ปŠ ๏ป—๏บช๏ปฃ๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏บฎ๏บ โ€“ ๏ป‹๏บฐ ๏ปญ๏บŸ๏ปž โ€“ ๏ปญ๏ปซ๏ปฎ ๏บ‘๏ปด๏ปฆ ๏ปณ๏บช๏ปฑ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏บฎ๏บต ๏ป›๏บŽ๏ปŸ๏ปค๏ป˜๏บช๏ปฃ๏บ” ๏ปŸ๏ปช . ๏ปญ๏ป—๏บช ๏ป—๏ปด๏ปž ๏ป“๏ปฒ ๏ปฃ๏ปŒ๏ปจ๏ปฐ ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ ๏บƒ๏ป—๏ปฎ๏บ๏ป ๏ปฃ๏ปจ๏ปฌ๏บŽ โ€“ ๏ปฃ๏บŽ ๏บญ๏ปญ๏ปฑ ๏ป‹๏ปฆ ๏บฃ๏บ’๏บฎ ๏บ๏ปท๏ปฃ๏บ” ๏บ๏บ‘๏ปฆ ๏ป‹๏บ’๏บŽ๏บฑ โ€“ ๏บญ๏บฟ๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏ป‹๏ปจ๏ปฌ๏ปค๏บŽ โ€“ ๏บƒ๏ปฅ ๏ปฃ๏ปŒ๏ปจ๏ปฐ ๏ป›ู๏บฎู’๏บณู๏ปดู‘๏ปชู ๏บƒ๏ปฑ ๏ป‹๏ป ๏ปค๏ปช . โ€“ ๏ปญ๏ป—๏บŽ๏ป ๏บ‘๏ปŒ๏บพ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป ๏ปค๏บŽ๏บ€ : ๏ปฃ๏ปจ๏ปช ๏ป—๏ปด๏ปž ๏ปŸ๏ป ๏ปŒ๏ป ๏ปค๏บŽ๏บ€ ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บ๏บณ๏ปฒุŒ ๏ปญ๏ป“๏ปด๏ปช ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บ๏บณ๏บ” ๏บ๏ปŸ๏บ˜๏ปฒ ๏ปณ๏บ ๏ปค๏ปŠ ๏ป“๏ปด๏ปฌ๏บŽ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป ๏ปข . โ€“ ๏ปญ๏บญ๏บŸ๏บข ๏บ๏บ‘๏ปฆ ๏บŸ๏บฎ๏ปณ๏บฎ ๏บ๏ปŸ๏ป„๏บ’๏บฎ๏ปฑ โ€“ ๏บญ๏บฃ๏ปค๏ปช ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏บ—๏ปŒ๏บŽ๏ปŸ๏ปฐ โ€“ ๏ปซ๏บฌ๏บ ๏บ๏ปŸ๏ป˜๏ปฎ๏ป . โ€“ ๏ปญ๏ป—๏ปด๏ปž ๏ป›ู๏บฎู’๏บณู๏ปดู‘๏ปชู ๏ป—๏บช๏บญ๏บ—๏ปช ๏บ๏ปŸ๏บ˜๏ปฒ ๏ปณ๏ปค๏บด๏ปš ๏บ‘๏ปฌ๏บŽ ๏บ๏ปŸ๏บด๏ปค๏บŽ๏ปญ๏บ๏บ• ๏ปญ๏บ๏ปท๏บญ๏บฝ . โ€“ ๏ปญ๏ป—๏ปด๏ปž ๏ป›ู๏บฎู’๏บณู๏ปดู‘๏ปชู ๏ป‹๏บฎ๏บท๏ปช . โ€“ ๏ปญ๏ป—๏ปด๏ปž ๏ป›ู๏บฎู’๏บณู๏ปดู‘๏ปชู ๏บ—๏บผ๏ปฎ๏ปณ๏บฎ ๏ปŸ๏ปŒ๏ปˆ๏ปค๏บ˜๏ปช ๏บ—๏ปŒ๏บŽ๏ปŸ๏ปฐMakna kursi Allah adalah tempat diletakkannya kedua kaki Allah yang berada di hadapan โ€˜arsy, yaitu bagian depan (bawah) dari โ€˜arsy.Ada beberapa pendapat lainnya:1. Maknanya adalah ilmu Allah Sebagaimana riwayat dari Ibnu Abbas2. Maknanya adalah โ€œkarrasahโ€ yaitu tempat berkumpul ilmu tersebut Ini pendapat sebagian ulama dan dirajihkan (dinilai kuat) oleh Ibnu Jarir At-Thabari3. Maknanya adalah โ€œqudrahโ€ kemampuan Allah memegang/menggenggam langit dan bumi4. Maknanya adalah โ€˜arsy5. Maknanya adalah penggambaran kebesaran Allah Taโ€™ala๏ปฃ๏บŽ ๏บ๏ปŸ๏บฎ๏ปญ๏บ๏ปณ๏บ” ๏บ๏ปŸ๏บ˜๏ปฒ ๏บซ๏ป›๏บฎ ๏ป‹๏ปฆ ๏บ๏บ‘๏ปฆ ๏ป‹๏บ’๏บŽ๏บฑ โ€“ ๏บญ๏บฟ๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏ป‹๏ปจ๏ปฌ๏ปค๏บŽ โ€“ ๏ปฃ๏ปฆ ๏บƒ๏ปฅ ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ ๏ปซ๏ปฎ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป ๏ปขุŒ ๏ป“๏ปฌ๏ปฒ ๏ปป ๏บ—๏บผ๏บข ๏ป‹๏ปฆ ๏บ๏บ‘๏ปฆ ๏ป‹๏บ’๏บŽ๏บฑ ๏ปท๏ปง๏ปช ๏ปŸ๏ปข ๏ปณ๏บฎ๏บฉ ๏ป“๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ป๏บ” ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏บฎ๏บ‘๏ปด๏บ” ๏บƒ๏ปฅ ๏ปฃ๏ปŒ๏ปจ๏ปฐ ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ ๏ปซ๏ปฎ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป ๏ปข .โ€œAdapun riwayat dari Ibnu Abbas bahwa kursi Allah adalah โ€œilmu Allahโ€ ini adalah riwayat yang tidak shahih, karena tidak ada dalam bahasa Arab makna kursi adalah ilmu.โ€[1] Pendapat terkuat โ€“wallahu aโ€™lamโ€“ makna kursi Allah adalah tempat diletakkan kedua kaki Allah. Sebagaimana riwayat dari Saโ€™id bin Jubair dari Ibnu Abbas,Terkait tafsir dari ayat.๏ปญูŽ๏บณู๏ปŠูŽ ๏ป›ู๏บฎู’๏บณู๏ปดู‘ู๏ปชู ๏บ๏ปŸ๏บดู‘ูŽ๏ปคูŽ๏บŽ๏ปญูŽ๏บ๏บ•ู ๏ปญูŽ๏บ๏ปŸู’๏บ„ูŽ๏บญู’๏บฝูŽ โ€œKursi Allah meliputi langit dan bumiโ€Ibnu Abbas berkata, ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ ๏ปฃ๏ปฎ๏บฟ๏ปŠ ๏บ๏ปŸ๏ป˜๏บช๏ปฃ๏ปด๏ปฆุŒ ๏ปญ๏บƒ๏ปฃ๏บŽ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏บฎ๏บต ๏ป“๏บˆ๏ปง๏ปช ๏ปป ๏ปณ๏ป˜๏บช๏บญ ๏ป—๏บช๏บญ๏ปฉุŒ ๏ป—๏บŽ๏ป : ๏ปญ๏ปซ๏บฌ๏ปฉ ๏บญ๏ปญ๏บ๏ปณ๏บ” ๏บ๏บ—๏ป”๏ป– ๏บƒ๏ปซ๏ปž ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป ๏ปข ๏ป‹๏ป ๏ปฐ ๏บป๏บค๏บ˜๏ปฌ๏บŽุŒ ๏ป—๏บŽ๏ป : ๏ปญ๏ปฃ๏ปฆ ๏บญ๏ปญ๏ปฏ ๏ป‹๏ปจ๏ปช ๏ป“๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ ๏บƒ๏ปง๏ปช ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป ๏ปข ๏ป“๏ป˜๏บช ๏บƒ๏บ‘๏ป„๏ปžโ€œKursi adalah tempat diletakkan kedua kaki Allah, sedangkan โ€˜arsy tidak bisa diperkirakan ukurannyaโ€. (Riwayat ini disepakati keshahihannya oleh ahli ilmu dan riwayat bahwa kursi Allah adalah ilmu-Nya ini riwayat yang tidak shahih).[2] Ibnu Hajar Al-Asqalani juga menshahihkan riwayat dari Saโ€™id bin Jubair, beliau berkata:๏ปญ๏ปŸ๏ปช ๏บท๏บŽ๏ปซ๏บช ๏ป‹๏ปฆ ๏ปฃ๏บ ๏บŽ๏ปซ๏บช ๏บƒ๏บง๏บฎ๏บŸ๏ปช ๏บณ๏ปŒ๏ปด๏บช ๏บ‘๏ปฆ ๏ปฃ๏ปจ๏บผ๏ปฎ๏บญ ๏ป“๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏บ˜๏ป”๏บด๏ปด๏บฎ ๏บ‘๏บด๏ปจ๏บช ๏บป๏บค๏ปด๏บข ๏ป‹๏ปจ๏ปชโ€œRiwayat ini mempunyai syahid (penguat) dari Mujahid diriwayatkan oleh Saโ€™id bin Manshur di dalam tafsirnya dengan sanad yang shahih.โ€[3] Kursi Allah berbeda dengan โ€˜arsy Allah sebagaimana dalam riwayat berikut.Abu Dzarr berkata: โ€œAku mendengar Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda,๏ปฃูŽ๏บŽ ๏บ๏ปŸ๏บดูŽู‘๏ปคูŽ๏บŽ๏ปญูŽ๏บ๏บ•ู ๏บ๏ปŸ๏บดูŽู‘๏บ’ู’๏ปŠู ๏ป“ู๏ปฒ ๏บ๏ปŸู’๏ปœู๏บฎู’๏บณู๏ปฒูู‘ ๏บ‡ู๏ปปูŽู‘ ๏ป›ูŽ๏บคูŽ๏ป ูŽ๏ป˜ูŽ๏บ”ู ๏ปฃู๏ป ู’๏ป˜ูŽ๏บŽ๏บ“ู ๏บ‘ู๏บ„ูŽ๏บญู’๏บฝู ๏ป“ูŽ๏ปผูŽ๏บ“ู ๏ปญูŽ๏ป“ูŽ๏ป€ู’๏ปžู ๏บ๏ปŸู’๏ปŒูŽ๏บฎู’๏บตู ๏ป‹ูŽ๏ป ูŽ๏ปฐ ๏บ๏ปŸู’๏ปœู๏บฎู’๏บณู๏ปฒูู‘ ๏ป›ูŽ๏ป”ูŽ๏ป€ู’๏ปžู ๏บ—ู๏ป ู’๏ปšูŽ ๏บ๏ปŸู’๏ป”ูŽ๏ปผูŽ๏บ“ู ๏ป‹ูŽ๏ป ูŽ๏ปฐ ๏บ—ู๏ป ู’๏ปšูŽ ๏บ๏ปŸู’๏บคูŽ๏ป ูŽ๏ป˜ูŽ๏บ”ูโ€œTidaklah tujuh langit dibandingkan kursi (Allah) kecuali seperti cincin yang dilemparkan di tanah lapang dan besarnya โ€˜Arsy dibandingkan kursi adalah seperti tanah lapang dibandingkan dengan cincin โ€œ.[4] Makna โ€œwasiโ€™a/ูˆุณุนโ€ yang diterjemahkan โ€œmeliputiโ€ di dalam ayat tersebut adalah karena posisinya di atas dan lebih besar sehingga disebut โ€œmeliputiโ€ sebagaimana penjelasan Ibnul Qayyim, beliau berkata,๏ปญ๏ปŸ๏ปฌ๏บฌ๏บ ๏ปŸ๏ปค๏บŽ ๏ป›๏บŽ๏ปง๏บ– ๏บ๏ปŸ๏บด๏ปค๏บŽ๏บ€ ๏ปฃ๏บค๏ปด๏ป„๏บ” ๏บ‘๏บŽ๏ปท๏บญ๏บฝ ๏ป›๏บŽ๏ปง๏บ– ๏ป‹๏บŽ๏ปŸ๏ปด๏บ” ๏ป‹๏ป ๏ปด๏ปฌ๏บŽ ุŒ ๏ปญ๏ปŸ๏ปค๏บŽ ๏ป›๏บŽ๏ปฅ ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ ๏ปฃ๏บค๏ปด๏ป„๏บŽู‹ ๏บ‘๏บŽ๏ปŸ๏บด๏ปค๏บŽ๏ปญ๏บ๏บ• ๏ป›๏บŽ๏ปฅ ๏ป‹๏บŽ๏ปŸ๏ปด๏บŽู‹ ๏ป‹๏ป ๏ปด๏ปฌ๏บŽ ุŒ ๏ปญ๏ปŸ๏ปค๏บŽ ๏ป›๏บŽ๏ปฅ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏บฎ๏บต ๏ปฃ๏บค๏ปด๏ป„๏บŽู‹ ๏บ‘๏บŽ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ ๏ป›๏บŽ๏ปฅ ๏ป‹๏บŽ๏ปŸ๏ปด๏บŽู‹โ€œOleh karena itu langit meliputi bumi karena berada di atasnya. Kursi meliputi langit karena berada di atasnya dan โ€˜Arsy meliputi kursi karena berada di atasnya.โ€[5] Ada cukup banyak dalil yang menunjukkan bahwa Allah memiliki kaki. Sebagaimana hadits berikut yang menjelaskan tentang firman Allah,๏ปณูŽ๏ปฎู’๏ปกูŽ ๏ปงูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปู ๏ปŸู๏บ ูŽ๏ปฌูŽ๏ปจูŽู‘๏ปขูŽ ๏ปซูŽ๏ปžู ๏บ๏ปฃู’๏บ˜ูŽ๏ปธ๏บ•ู ๏ปญูŽ๏บ—ูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปู ๏ปซูŽ๏ปžู’ ๏ปฃู๏ปฆู’ ๏ปฃูŽ๏บฐู๏ปณ๏บชูโ€œ(Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahannam: โ€˜Apakah kamu sudah penuh?โ€™ Dia menjawab: โ€˜Masihkah ada tambahan?โ€™โ€ (QS. Qaaf: 30) .Tatkala neraka meminta tambahan penghuni neraka, Allah meletakkan kaki ke neraka dan neraka menyempit.Dan diriwayatkan oleh Muslim dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu โ€™anhu, Rasulullah shallallahu โ€™alaihi wasallam bersabda, โ€œDan setiap kalian merasa bahwa Neraka Jahanam penuh. Adapun Neraka Jahanam tidak akan penuh sampai Allah Subhanahu wa Taโ€™ala meletakkan kedua kakinya hingga Neraka berkata, โ€˜Cukup, cukup, cukupโ€™. Ketika itu penuhlah Neraka dan sebagian darinya menyempit dan penuhlah diaโ€.[6] Syaikh Al-โ€˜Utsaimin menjelaskan, ๏บ๏ปŸ๏บธ๏ปด๏บฆ ๏บ๏บ‘๏ปฆ ๏ป‹๏บœ๏ปด๏ปค๏ปด๏ปฆ ๏ป“๏ปฒ ๏บท๏บฎ๏บก ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป˜๏ปด๏บช๏บ“ ๏บ๏ปŸ๏ปฎ๏บ๏บณ๏ป„๏ปด๏บ” : ๏ปญ๏บ๏ปŸ๏บค๏บŽ๏บป๏ปž ๏บƒ๏ปง๏ปช ๏ปณ๏บ ๏บ ๏ป‹๏ป ๏ปด๏ปจ๏บŽ ๏บƒ๏ปฅ ๏ปง๏บ†๏ปฃ๏ปฆ ๏บ‘๏บ„๏ปฅ ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏บ—๏ปŒ๏บŽ๏ปŸ๏ปฐ ๏ป—๏บช๏ปฃ๏บŽู‹ุŒ ๏ปญ๏บ‡๏ปฅ ๏บท๏บŒ๏ปจ๏บŽ ๏ป—๏ป ๏ปจ๏บŽ ๏บญ๏บŸ๏ปผู‹ ๏ป‹๏ป ๏ปฐ ๏บณ๏บ’๏ปด๏ปž ๏บ๏ปŸ๏บค๏ป˜๏ปด๏ป˜๏บ” ๏ปฃ๏ปŠ ๏ป‹๏บช๏ปก ๏บ๏ปŸ๏ปค๏ปค๏บŽ๏บ›๏ป ๏บ”ุŒ ๏ปญ๏ปป ๏บ—๏ปœ๏ปด๏ป’ ๏บ๏ปŸ๏บฎ๏บŸ๏ปžโ€œKesimpulannya adalah wajib bagi kita beriman bahwa Allah mempunyai telapak kaki atau kaki sebagaimana hakikatnya (tidak ditakwil makna lainnya) tanpa menggambarkan dan menyerupakan dengan kaki siapapunโ€.[7] Demikian semoga bermanfaat@Yogyakarta TercintaPenulis: dr. Raehanul Bahraen Artikel Muslim.or.idCatatan kaki:[1] Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah 82/120 [2] HR. Hakim dalam mustadrak, ia berkata hadits shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim. Demikian juga Adz-Dzahabi berkata dalam Talkhis, Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Mukhtashar Al-โ€˜Uluw [3] Lihat Fathul Baari [4] HR. Abu Nuโ€™aim dalam Al-Hilyah (1/166), Abu Syaikh dalam Al-โ€˜Adzamah (2/648-649), Al-Baihaqi dalam Al-Asmaa was Sifaat (2/300-301) dan lainnya, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah no. 109 dengan menggabungkan semua jalurnya. [5] As-Shaqaiqul Mursalah 4/1308 [6] HR. Muslim [7] Syarah Al-Aqidah Al-Wasithiyyah Syaikh Al-โ€˜Utsaimin๐Ÿ” Hukum Wanita Bercadar, Macam-macam Doa Iftitah, Cara Qada Solat, Pembuktian Cinta, Poster Muslim

Apa Itu Kursi Allah?

Sebagai seorang muslim, kita sangat familiar dengan โ€œayat kursiโ€ yang di dalam ayat tersebut terdapat lafaz โ€œKursi Allahโ€.Ayat kursi terdapat pada surat Al-Baqarah ayat 255: ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปชู ๏ปŸูŽ๏บŽ ๏บ‡ู๏ปŸูŽ๏ปชูŽ ๏บ‡ู๏ปŸู‘ูŽ๏บŽ ๏ปซู๏ปฎูŽ ๏บ๏ปŸู’๏บคูŽ๏ปฒู‘ู ๏บ๏ปŸู’๏ป˜ูŽ๏ปดู‘ู๏ปฎ๏ปกู ๏ปŸูŽ๏บŽ ๏บ—ูŽ๏บ„ู’๏บงู๏บฌู๏ปฉู ๏บณู๏ปจูŽ๏บ”ูŒ ๏ปญูŽ๏ปŸูŽ๏บŽ ๏ปงูŽ๏ปฎู’๏ปกูŒ ๏ปŸูŽ๏ปชู ๏ปฃูŽ๏บŽ ๏ป“ู๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏บดู‘ูŽ๏ปคูŽ๏บŽ๏ปญูŽ๏บ๏บ•ู ๏ปญูŽ๏ปฃูŽ๏บŽ ๏ป“ู๏ปฒ ๏บ๏ปŸู’๏บ„ูŽ๏บญู’๏บฝู ๏ปฃูŽ๏ปฆู’ ๏บซูŽ๏บ ๏บ๏ปŸู‘ูŽ๏บฌู๏ปฑ ๏ปณูŽ๏บธู’๏ป”ูŽ๏ปŠู ๏ป‹ู๏ปจู’๏บชูŽ๏ปฉู ๏บ‡ู๏ปŸู‘ูŽ๏บŽ ๏บ‘ู๏บˆู๏บซู’๏ปงู๏ปชู ๏ปณูŽ๏ปŒู’๏ป ูŽ๏ปขู ๏ปฃูŽ๏บŽ ๏บ‘ูŽ๏ปดู’๏ปฆูŽ ๏บƒูŽ๏ปณู’๏บชู๏ปณ๏ปฌู๏ปขู’ ๏ปญูŽ๏ปฃูŽ๏บŽ ๏บงูŽ๏ป ู’๏ป”ูŽ๏ปฌู๏ปขู’ ๏ปญูŽ๏ปŸูŽ๏บŽ ๏ปณู๏บคู๏ปด๏ป„ู๏ปฎ๏ปฅูŽ ๏บ‘ู๏บธูŽ๏ปฒู’๏บ€ู ๏ปฃู๏ปฆู’ ๏ป‹ู๏ป ู’๏ปคู๏ปชู ๏บ‡ู๏ปŸู‘ูŽ๏บŽ ๏บ‘ู๏ปคูŽ๏บŽ ๏บทูŽ๏บŽ๏บ€ูŽ ๏ปญูŽ๏บณู๏ปŠูŽ ๏ป›ู๏บฎู’๏บณู๏ปดู‘ู๏ปชู ๏บ๏ปŸ๏บดู‘ูŽ๏ปคูŽ๏บŽ๏ปญูŽ๏บ๏บ•ู ๏ปญูŽ๏บ๏ปŸู’๏บ„ูŽ๏บญู’๏บฝูŽ ๏ปญูŽ๏ปŸูŽ๏บŽ ๏ปณูŽ๏บŒู๏ปฎ๏บฉู๏ปฉู ๏บฃู๏ป”ู’๏ปˆู๏ปฌู๏ปคูŽ๏บŽ ๏ปญูŽ๏ปซู๏ปฎูŽ ๏บ๏ปŸู’๏ปŒูŽ๏ป ู๏ปฒู‘ู ๏บ๏ปŸู’๏ปŒูŽ๏ปˆู๏ปด๏ปขูย โ€œAllah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaโ€™at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besarโ€. Apa itu makna dari โ€œkursi Allahโ€? Perlu diketahui ย ada beberapa pendapat mengenai makna โ€œkursi Allahโ€. Dalam Fatwa Lajnah Daimah dijelaskan beberapa pendapat: ๏ป›ู๏บฎู’๏บณู๏ปดู‘๏ปชู ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ : ๏ปซ๏ปฎ ๏ปฃ๏ปฎ๏บฟ๏ปŠ ๏ป—๏บช๏ปฃ๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏บฎ๏บ โ€“ ๏ป‹๏บฐ ๏ปญ๏บŸ๏ปž โ€“ ๏ปญ๏ปซ๏ปฎ ๏บ‘๏ปด๏ปฆ ๏ปณ๏บช๏ปฑ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏บฎ๏บต ๏ป›๏บŽ๏ปŸ๏ปค๏ป˜๏บช๏ปฃ๏บ” ๏ปŸ๏ปช . ๏ปญ๏ป—๏บช ๏ป—๏ปด๏ปž ๏ป“๏ปฒ ๏ปฃ๏ปŒ๏ปจ๏ปฐ ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ ๏บƒ๏ป—๏ปฎ๏บ๏ป ๏ปฃ๏ปจ๏ปฌ๏บŽ โ€“ ๏ปฃ๏บŽ ๏บญ๏ปญ๏ปฑ ๏ป‹๏ปฆ ๏บฃ๏บ’๏บฎ ๏บ๏ปท๏ปฃ๏บ” ๏บ๏บ‘๏ปฆ ๏ป‹๏บ’๏บŽ๏บฑ โ€“ ๏บญ๏บฟ๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏ป‹๏ปจ๏ปฌ๏ปค๏บŽ โ€“ ๏บƒ๏ปฅ ๏ปฃ๏ปŒ๏ปจ๏ปฐ ๏ป›ู๏บฎู’๏บณู๏ปดู‘๏ปชู ๏บƒ๏ปฑ ๏ป‹๏ป ๏ปค๏ปช . โ€“ ๏ปญ๏ป—๏บŽ๏ป ๏บ‘๏ปŒ๏บพ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป ๏ปค๏บŽ๏บ€ : ๏ปฃ๏ปจ๏ปช ๏ป—๏ปด๏ปž ๏ปŸ๏ป ๏ปŒ๏ป ๏ปค๏บŽ๏บ€ ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บ๏บณ๏ปฒุŒ ๏ปญ๏ป“๏ปด๏ปช ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บ๏บณ๏บ” ๏บ๏ปŸ๏บ˜๏ปฒ ๏ปณ๏บ ๏ปค๏ปŠ ๏ป“๏ปด๏ปฌ๏บŽ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป ๏ปข . โ€“ ๏ปญ๏บญ๏บŸ๏บข ๏บ๏บ‘๏ปฆ ๏บŸ๏บฎ๏ปณ๏บฎ ๏บ๏ปŸ๏ป„๏บ’๏บฎ๏ปฑ โ€“ ๏บญ๏บฃ๏ปค๏ปช ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏บ—๏ปŒ๏บŽ๏ปŸ๏ปฐ โ€“ ๏ปซ๏บฌ๏บ ๏บ๏ปŸ๏ป˜๏ปฎ๏ป . โ€“ ๏ปญ๏ป—๏ปด๏ปž ๏ป›ู๏บฎู’๏บณู๏ปดู‘๏ปชู ๏ป—๏บช๏บญ๏บ—๏ปช ๏บ๏ปŸ๏บ˜๏ปฒ ๏ปณ๏ปค๏บด๏ปš ๏บ‘๏ปฌ๏บŽ ๏บ๏ปŸ๏บด๏ปค๏บŽ๏ปญ๏บ๏บ• ๏ปญ๏บ๏ปท๏บญ๏บฝ . โ€“ ๏ปญ๏ป—๏ปด๏ปž ๏ป›ู๏บฎู’๏บณู๏ปดู‘๏ปชู ๏ป‹๏บฎ๏บท๏ปช . โ€“ ๏ปญ๏ป—๏ปด๏ปž ๏ป›ู๏บฎู’๏บณู๏ปดู‘๏ปชู ๏บ—๏บผ๏ปฎ๏ปณ๏บฎ ๏ปŸ๏ปŒ๏ปˆ๏ปค๏บ˜๏ปช ๏บ—๏ปŒ๏บŽ๏ปŸ๏ปฐMakna kursi Allah adalah tempat diletakkannya kedua kaki Allah yang berada di hadapan โ€˜arsy, yaitu bagian depan (bawah) dari โ€˜arsy.Ada beberapa pendapat lainnya:1. Maknanya adalah ilmu Allah Sebagaimana riwayat dari Ibnu Abbas2. Maknanya adalah โ€œkarrasahโ€ yaitu tempat berkumpul ilmu tersebut Ini pendapat sebagian ulama dan dirajihkan (dinilai kuat) oleh Ibnu Jarir At-Thabari3. Maknanya adalah โ€œqudrahโ€ kemampuan Allah memegang/menggenggam langit dan bumi4. Maknanya adalah โ€˜arsy5. Maknanya adalah penggambaran kebesaran Allah Taโ€™ala๏ปฃ๏บŽ ๏บ๏ปŸ๏บฎ๏ปญ๏บ๏ปณ๏บ” ๏บ๏ปŸ๏บ˜๏ปฒ ๏บซ๏ป›๏บฎ ๏ป‹๏ปฆ ๏บ๏บ‘๏ปฆ ๏ป‹๏บ’๏บŽ๏บฑ โ€“ ๏บญ๏บฟ๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏ป‹๏ปจ๏ปฌ๏ปค๏บŽ โ€“ ๏ปฃ๏ปฆ ๏บƒ๏ปฅ ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ ๏ปซ๏ปฎ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป ๏ปขุŒ ๏ป“๏ปฌ๏ปฒ ๏ปป ๏บ—๏บผ๏บข ๏ป‹๏ปฆ ๏บ๏บ‘๏ปฆ ๏ป‹๏บ’๏บŽ๏บฑ ๏ปท๏ปง๏ปช ๏ปŸ๏ปข ๏ปณ๏บฎ๏บฉ ๏ป“๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ป๏บ” ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏บฎ๏บ‘๏ปด๏บ” ๏บƒ๏ปฅ ๏ปฃ๏ปŒ๏ปจ๏ปฐ ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ ๏ปซ๏ปฎ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป ๏ปข .โ€œAdapun riwayat dari Ibnu Abbas bahwa kursi Allah adalah โ€œilmu Allahโ€ ini adalah riwayat yang tidak shahih, karena tidak ada dalam bahasa Arab makna kursi adalah ilmu.โ€[1] Pendapat terkuat โ€“wallahu aโ€™lamโ€“ makna kursi Allah adalah tempat diletakkan kedua kaki Allah. Sebagaimana riwayat dari Saโ€™id bin Jubair dari Ibnu Abbas,Terkait tafsir dari ayat.๏ปญูŽ๏บณู๏ปŠูŽ ๏ป›ู๏บฎู’๏บณู๏ปดู‘ู๏ปชู ๏บ๏ปŸ๏บดู‘ูŽ๏ปคูŽ๏บŽ๏ปญูŽ๏บ๏บ•ู ๏ปญูŽ๏บ๏ปŸู’๏บ„ูŽ๏บญู’๏บฝูŽ โ€œKursi Allah meliputi langit dan bumiโ€Ibnu Abbas berkata, ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ ๏ปฃ๏ปฎ๏บฟ๏ปŠ ๏บ๏ปŸ๏ป˜๏บช๏ปฃ๏ปด๏ปฆุŒ ๏ปญ๏บƒ๏ปฃ๏บŽ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏บฎ๏บต ๏ป“๏บˆ๏ปง๏ปช ๏ปป ๏ปณ๏ป˜๏บช๏บญ ๏ป—๏บช๏บญ๏ปฉุŒ ๏ป—๏บŽ๏ป : ๏ปญ๏ปซ๏บฌ๏ปฉ ๏บญ๏ปญ๏บ๏ปณ๏บ” ๏บ๏บ—๏ป”๏ป– ๏บƒ๏ปซ๏ปž ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป ๏ปข ๏ป‹๏ป ๏ปฐ ๏บป๏บค๏บ˜๏ปฌ๏บŽุŒ ๏ป—๏บŽ๏ป : ๏ปญ๏ปฃ๏ปฆ ๏บญ๏ปญ๏ปฏ ๏ป‹๏ปจ๏ปช ๏ป“๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ ๏บƒ๏ปง๏ปช ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป ๏ปข ๏ป“๏ป˜๏บช ๏บƒ๏บ‘๏ป„๏ปžโ€œKursi adalah tempat diletakkan kedua kaki Allah, sedangkan โ€˜arsy tidak bisa diperkirakan ukurannyaโ€. (Riwayat ini disepakati keshahihannya oleh ahli ilmu dan riwayat bahwa kursi Allah adalah ilmu-Nya ini riwayat yang tidak shahih).[2] Ibnu Hajar Al-Asqalani juga menshahihkan riwayat dari Saโ€™id bin Jubair, beliau berkata:๏ปญ๏ปŸ๏ปช ๏บท๏บŽ๏ปซ๏บช ๏ป‹๏ปฆ ๏ปฃ๏บ ๏บŽ๏ปซ๏บช ๏บƒ๏บง๏บฎ๏บŸ๏ปช ๏บณ๏ปŒ๏ปด๏บช ๏บ‘๏ปฆ ๏ปฃ๏ปจ๏บผ๏ปฎ๏บญ ๏ป“๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏บ˜๏ป”๏บด๏ปด๏บฎ ๏บ‘๏บด๏ปจ๏บช ๏บป๏บค๏ปด๏บข ๏ป‹๏ปจ๏ปชโ€œRiwayat ini mempunyai syahid (penguat) dari Mujahid diriwayatkan oleh Saโ€™id bin Manshur di dalam tafsirnya dengan sanad yang shahih.โ€[3] Kursi Allah berbeda dengan โ€˜arsy Allah sebagaimana dalam riwayat berikut.Abu Dzarr berkata: โ€œAku mendengar Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda,๏ปฃูŽ๏บŽ ๏บ๏ปŸ๏บดูŽู‘๏ปคูŽ๏บŽ๏ปญูŽ๏บ๏บ•ู ๏บ๏ปŸ๏บดูŽู‘๏บ’ู’๏ปŠู ๏ป“ู๏ปฒ ๏บ๏ปŸู’๏ปœู๏บฎู’๏บณู๏ปฒูู‘ ๏บ‡ู๏ปปูŽู‘ ๏ป›ูŽ๏บคูŽ๏ป ูŽ๏ป˜ูŽ๏บ”ู ๏ปฃู๏ป ู’๏ป˜ูŽ๏บŽ๏บ“ู ๏บ‘ู๏บ„ูŽ๏บญู’๏บฝู ๏ป“ูŽ๏ปผูŽ๏บ“ู ๏ปญูŽ๏ป“ูŽ๏ป€ู’๏ปžู ๏บ๏ปŸู’๏ปŒูŽ๏บฎู’๏บตู ๏ป‹ูŽ๏ป ูŽ๏ปฐ ๏บ๏ปŸู’๏ปœู๏บฎู’๏บณู๏ปฒูู‘ ๏ป›ูŽ๏ป”ูŽ๏ป€ู’๏ปžู ๏บ—ู๏ป ู’๏ปšูŽ ๏บ๏ปŸู’๏ป”ูŽ๏ปผูŽ๏บ“ู ๏ป‹ูŽ๏ป ูŽ๏ปฐ ๏บ—ู๏ป ู’๏ปšูŽ ๏บ๏ปŸู’๏บคูŽ๏ป ูŽ๏ป˜ูŽ๏บ”ูโ€œTidaklah tujuh langit dibandingkan kursi (Allah) kecuali seperti cincin yang dilemparkan di tanah lapang dan besarnya โ€˜Arsy dibandingkan kursi adalah seperti tanah lapang dibandingkan dengan cincin โ€œ.[4] Makna โ€œwasiโ€™a/ูˆุณุนโ€ yang diterjemahkan โ€œmeliputiโ€ di dalam ayat tersebut adalah karena posisinya di atas dan lebih besar sehingga disebut โ€œmeliputiโ€ sebagaimana penjelasan Ibnul Qayyim, beliau berkata,๏ปญ๏ปŸ๏ปฌ๏บฌ๏บ ๏ปŸ๏ปค๏บŽ ๏ป›๏บŽ๏ปง๏บ– ๏บ๏ปŸ๏บด๏ปค๏บŽ๏บ€ ๏ปฃ๏บค๏ปด๏ป„๏บ” ๏บ‘๏บŽ๏ปท๏บญ๏บฝ ๏ป›๏บŽ๏ปง๏บ– ๏ป‹๏บŽ๏ปŸ๏ปด๏บ” ๏ป‹๏ป ๏ปด๏ปฌ๏บŽ ุŒ ๏ปญ๏ปŸ๏ปค๏บŽ ๏ป›๏บŽ๏ปฅ ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ ๏ปฃ๏บค๏ปด๏ป„๏บŽู‹ ๏บ‘๏บŽ๏ปŸ๏บด๏ปค๏บŽ๏ปญ๏บ๏บ• ๏ป›๏บŽ๏ปฅ ๏ป‹๏บŽ๏ปŸ๏ปด๏บŽู‹ ๏ป‹๏ป ๏ปด๏ปฌ๏บŽ ุŒ ๏ปญ๏ปŸ๏ปค๏บŽ ๏ป›๏บŽ๏ปฅ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏บฎ๏บต ๏ปฃ๏บค๏ปด๏ป„๏บŽู‹ ๏บ‘๏บŽ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ ๏ป›๏บŽ๏ปฅ ๏ป‹๏บŽ๏ปŸ๏ปด๏บŽู‹โ€œOleh karena itu langit meliputi bumi karena berada di atasnya. Kursi meliputi langit karena berada di atasnya dan โ€˜Arsy meliputi kursi karena berada di atasnya.โ€[5] Ada cukup banyak dalil yang menunjukkan bahwa Allah memiliki kaki. Sebagaimana hadits berikut yang menjelaskan tentang firman Allah,๏ปณูŽ๏ปฎู’๏ปกูŽ ๏ปงูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปู ๏ปŸู๏บ ูŽ๏ปฌูŽ๏ปจูŽู‘๏ปขูŽ ๏ปซูŽ๏ปžู ๏บ๏ปฃู’๏บ˜ูŽ๏ปธ๏บ•ู ๏ปญูŽ๏บ—ูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปู ๏ปซูŽ๏ปžู’ ๏ปฃู๏ปฆู’ ๏ปฃูŽ๏บฐู๏ปณ๏บชูโ€œ(Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahannam: โ€˜Apakah kamu sudah penuh?โ€™ Dia menjawab: โ€˜Masihkah ada tambahan?โ€™โ€ (QS. Qaaf: 30) .Tatkala neraka meminta tambahan penghuni neraka, Allah meletakkan kaki ke neraka dan neraka menyempit.Dan diriwayatkan oleh Muslim dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu โ€™anhu, Rasulullah shallallahu โ€™alaihi wasallam bersabda, โ€œDan setiap kalian merasa bahwa Neraka Jahanam penuh. Adapun Neraka Jahanam tidak akan penuh sampai Allah Subhanahu wa Taโ€™ala meletakkan kedua kakinya hingga Neraka berkata, โ€˜Cukup, cukup, cukupโ€™. Ketika itu penuhlah Neraka dan sebagian darinya menyempit dan penuhlah diaโ€.[6] Syaikh Al-โ€˜Utsaimin menjelaskan, ๏บ๏ปŸ๏บธ๏ปด๏บฆ ๏บ๏บ‘๏ปฆ ๏ป‹๏บœ๏ปด๏ปค๏ปด๏ปฆ ๏ป“๏ปฒ ๏บท๏บฎ๏บก ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป˜๏ปด๏บช๏บ“ ๏บ๏ปŸ๏ปฎ๏บ๏บณ๏ป„๏ปด๏บ” : ๏ปญ๏บ๏ปŸ๏บค๏บŽ๏บป๏ปž ๏บƒ๏ปง๏ปช ๏ปณ๏บ ๏บ ๏ป‹๏ป ๏ปด๏ปจ๏บŽ ๏บƒ๏ปฅ ๏ปง๏บ†๏ปฃ๏ปฆ ๏บ‘๏บ„๏ปฅ ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏บ—๏ปŒ๏บŽ๏ปŸ๏ปฐ ๏ป—๏บช๏ปฃ๏บŽู‹ุŒ ๏ปญ๏บ‡๏ปฅ ๏บท๏บŒ๏ปจ๏บŽ ๏ป—๏ป ๏ปจ๏บŽ ๏บญ๏บŸ๏ปผู‹ ๏ป‹๏ป ๏ปฐ ๏บณ๏บ’๏ปด๏ปž ๏บ๏ปŸ๏บค๏ป˜๏ปด๏ป˜๏บ” ๏ปฃ๏ปŠ ๏ป‹๏บช๏ปก ๏บ๏ปŸ๏ปค๏ปค๏บŽ๏บ›๏ป ๏บ”ุŒ ๏ปญ๏ปป ๏บ—๏ปœ๏ปด๏ป’ ๏บ๏ปŸ๏บฎ๏บŸ๏ปžโ€œKesimpulannya adalah wajib bagi kita beriman bahwa Allah mempunyai telapak kaki atau kaki sebagaimana hakikatnya (tidak ditakwil makna lainnya) tanpa menggambarkan dan menyerupakan dengan kaki siapapunโ€.[7] Demikian semoga bermanfaat@Yogyakarta TercintaPenulis: dr. Raehanul Bahraen Artikel Muslim.or.idCatatan kaki:[1] Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah 82/120 [2] HR. Hakim dalam mustadrak, ia berkata hadits shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim. Demikian juga Adz-Dzahabi berkata dalam Talkhis, Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Mukhtashar Al-โ€˜Uluw [3] Lihat Fathul Baari [4] HR. Abu Nuโ€™aim dalam Al-Hilyah (1/166), Abu Syaikh dalam Al-โ€˜Adzamah (2/648-649), Al-Baihaqi dalam Al-Asmaa was Sifaat (2/300-301) dan lainnya, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah no. 109 dengan menggabungkan semua jalurnya. [5] As-Shaqaiqul Mursalah 4/1308 [6] HR. Muslim [7] Syarah Al-Aqidah Al-Wasithiyyah Syaikh Al-โ€˜Utsaimin๐Ÿ” Hukum Wanita Bercadar, Macam-macam Doa Iftitah, Cara Qada Solat, Pembuktian Cinta, Poster Muslim
Sebagai seorang muslim, kita sangat familiar dengan โ€œayat kursiโ€ yang di dalam ayat tersebut terdapat lafaz โ€œKursi Allahโ€.Ayat kursi terdapat pada surat Al-Baqarah ayat 255: ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปชู ๏ปŸูŽ๏บŽ ๏บ‡ู๏ปŸูŽ๏ปชูŽ ๏บ‡ู๏ปŸู‘ูŽ๏บŽ ๏ปซู๏ปฎูŽ ๏บ๏ปŸู’๏บคูŽ๏ปฒู‘ู ๏บ๏ปŸู’๏ป˜ูŽ๏ปดู‘ู๏ปฎ๏ปกู ๏ปŸูŽ๏บŽ ๏บ—ูŽ๏บ„ู’๏บงู๏บฌู๏ปฉู ๏บณู๏ปจูŽ๏บ”ูŒ ๏ปญูŽ๏ปŸูŽ๏บŽ ๏ปงูŽ๏ปฎู’๏ปกูŒ ๏ปŸูŽ๏ปชู ๏ปฃูŽ๏บŽ ๏ป“ู๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏บดู‘ูŽ๏ปคูŽ๏บŽ๏ปญูŽ๏บ๏บ•ู ๏ปญูŽ๏ปฃูŽ๏บŽ ๏ป“ู๏ปฒ ๏บ๏ปŸู’๏บ„ูŽ๏บญู’๏บฝู ๏ปฃูŽ๏ปฆู’ ๏บซูŽ๏บ ๏บ๏ปŸู‘ูŽ๏บฌู๏ปฑ ๏ปณูŽ๏บธู’๏ป”ูŽ๏ปŠู ๏ป‹ู๏ปจู’๏บชูŽ๏ปฉู ๏บ‡ู๏ปŸู‘ูŽ๏บŽ ๏บ‘ู๏บˆู๏บซู’๏ปงู๏ปชู ๏ปณูŽ๏ปŒู’๏ป ูŽ๏ปขู ๏ปฃูŽ๏บŽ ๏บ‘ูŽ๏ปดู’๏ปฆูŽ ๏บƒูŽ๏ปณู’๏บชู๏ปณ๏ปฌู๏ปขู’ ๏ปญูŽ๏ปฃูŽ๏บŽ ๏บงูŽ๏ป ู’๏ป”ูŽ๏ปฌู๏ปขู’ ๏ปญูŽ๏ปŸูŽ๏บŽ ๏ปณู๏บคู๏ปด๏ป„ู๏ปฎ๏ปฅูŽ ๏บ‘ู๏บธูŽ๏ปฒู’๏บ€ู ๏ปฃู๏ปฆู’ ๏ป‹ู๏ป ู’๏ปคู๏ปชู ๏บ‡ู๏ปŸู‘ูŽ๏บŽ ๏บ‘ู๏ปคูŽ๏บŽ ๏บทูŽ๏บŽ๏บ€ูŽ ๏ปญูŽ๏บณู๏ปŠูŽ ๏ป›ู๏บฎู’๏บณู๏ปดู‘ู๏ปชู ๏บ๏ปŸ๏บดู‘ูŽ๏ปคูŽ๏บŽ๏ปญูŽ๏บ๏บ•ู ๏ปญูŽ๏บ๏ปŸู’๏บ„ูŽ๏บญู’๏บฝูŽ ๏ปญูŽ๏ปŸูŽ๏บŽ ๏ปณูŽ๏บŒู๏ปฎ๏บฉู๏ปฉู ๏บฃู๏ป”ู’๏ปˆู๏ปฌู๏ปคูŽ๏บŽ ๏ปญูŽ๏ปซู๏ปฎูŽ ๏บ๏ปŸู’๏ปŒูŽ๏ป ู๏ปฒู‘ู ๏บ๏ปŸู’๏ปŒูŽ๏ปˆู๏ปด๏ปขูย โ€œAllah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaโ€™at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besarโ€. Apa itu makna dari โ€œkursi Allahโ€? Perlu diketahui ย ada beberapa pendapat mengenai makna โ€œkursi Allahโ€. Dalam Fatwa Lajnah Daimah dijelaskan beberapa pendapat: ๏ป›ู๏บฎู’๏บณู๏ปดู‘๏ปชู ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ : ๏ปซ๏ปฎ ๏ปฃ๏ปฎ๏บฟ๏ปŠ ๏ป—๏บช๏ปฃ๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏บฎ๏บ โ€“ ๏ป‹๏บฐ ๏ปญ๏บŸ๏ปž โ€“ ๏ปญ๏ปซ๏ปฎ ๏บ‘๏ปด๏ปฆ ๏ปณ๏บช๏ปฑ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏บฎ๏บต ๏ป›๏บŽ๏ปŸ๏ปค๏ป˜๏บช๏ปฃ๏บ” ๏ปŸ๏ปช . ๏ปญ๏ป—๏บช ๏ป—๏ปด๏ปž ๏ป“๏ปฒ ๏ปฃ๏ปŒ๏ปจ๏ปฐ ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ ๏บƒ๏ป—๏ปฎ๏บ๏ป ๏ปฃ๏ปจ๏ปฌ๏บŽ โ€“ ๏ปฃ๏บŽ ๏บญ๏ปญ๏ปฑ ๏ป‹๏ปฆ ๏บฃ๏บ’๏บฎ ๏บ๏ปท๏ปฃ๏บ” ๏บ๏บ‘๏ปฆ ๏ป‹๏บ’๏บŽ๏บฑ โ€“ ๏บญ๏บฟ๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏ป‹๏ปจ๏ปฌ๏ปค๏บŽ โ€“ ๏บƒ๏ปฅ ๏ปฃ๏ปŒ๏ปจ๏ปฐ ๏ป›ู๏บฎู’๏บณู๏ปดู‘๏ปชู ๏บƒ๏ปฑ ๏ป‹๏ป ๏ปค๏ปช . โ€“ ๏ปญ๏ป—๏บŽ๏ป ๏บ‘๏ปŒ๏บพ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป ๏ปค๏บŽ๏บ€ : ๏ปฃ๏ปจ๏ปช ๏ป—๏ปด๏ปž ๏ปŸ๏ป ๏ปŒ๏ป ๏ปค๏บŽ๏บ€ ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บ๏บณ๏ปฒุŒ ๏ปญ๏ป“๏ปด๏ปช ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บ๏บณ๏บ” ๏บ๏ปŸ๏บ˜๏ปฒ ๏ปณ๏บ ๏ปค๏ปŠ ๏ป“๏ปด๏ปฌ๏บŽ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป ๏ปข . โ€“ ๏ปญ๏บญ๏บŸ๏บข ๏บ๏บ‘๏ปฆ ๏บŸ๏บฎ๏ปณ๏บฎ ๏บ๏ปŸ๏ป„๏บ’๏บฎ๏ปฑ โ€“ ๏บญ๏บฃ๏ปค๏ปช ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏บ—๏ปŒ๏บŽ๏ปŸ๏ปฐ โ€“ ๏ปซ๏บฌ๏บ ๏บ๏ปŸ๏ป˜๏ปฎ๏ป . โ€“ ๏ปญ๏ป—๏ปด๏ปž ๏ป›ู๏บฎู’๏บณู๏ปดู‘๏ปชู ๏ป—๏บช๏บญ๏บ—๏ปช ๏บ๏ปŸ๏บ˜๏ปฒ ๏ปณ๏ปค๏บด๏ปš ๏บ‘๏ปฌ๏บŽ ๏บ๏ปŸ๏บด๏ปค๏บŽ๏ปญ๏บ๏บ• ๏ปญ๏บ๏ปท๏บญ๏บฝ . โ€“ ๏ปญ๏ป—๏ปด๏ปž ๏ป›ู๏บฎู’๏บณู๏ปดู‘๏ปชู ๏ป‹๏บฎ๏บท๏ปช . โ€“ ๏ปญ๏ป—๏ปด๏ปž ๏ป›ู๏บฎู’๏บณู๏ปดู‘๏ปชู ๏บ—๏บผ๏ปฎ๏ปณ๏บฎ ๏ปŸ๏ปŒ๏ปˆ๏ปค๏บ˜๏ปช ๏บ—๏ปŒ๏บŽ๏ปŸ๏ปฐMakna kursi Allah adalah tempat diletakkannya kedua kaki Allah yang berada di hadapan โ€˜arsy, yaitu bagian depan (bawah) dari โ€˜arsy.Ada beberapa pendapat lainnya:1. Maknanya adalah ilmu Allah Sebagaimana riwayat dari Ibnu Abbas2. Maknanya adalah โ€œkarrasahโ€ yaitu tempat berkumpul ilmu tersebut Ini pendapat sebagian ulama dan dirajihkan (dinilai kuat) oleh Ibnu Jarir At-Thabari3. Maknanya adalah โ€œqudrahโ€ kemampuan Allah memegang/menggenggam langit dan bumi4. Maknanya adalah โ€˜arsy5. Maknanya adalah penggambaran kebesaran Allah Taโ€™ala๏ปฃ๏บŽ ๏บ๏ปŸ๏บฎ๏ปญ๏บ๏ปณ๏บ” ๏บ๏ปŸ๏บ˜๏ปฒ ๏บซ๏ป›๏บฎ ๏ป‹๏ปฆ ๏บ๏บ‘๏ปฆ ๏ป‹๏บ’๏บŽ๏บฑ โ€“ ๏บญ๏บฟ๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏ป‹๏ปจ๏ปฌ๏ปค๏บŽ โ€“ ๏ปฃ๏ปฆ ๏บƒ๏ปฅ ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ ๏ปซ๏ปฎ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป ๏ปขุŒ ๏ป“๏ปฌ๏ปฒ ๏ปป ๏บ—๏บผ๏บข ๏ป‹๏ปฆ ๏บ๏บ‘๏ปฆ ๏ป‹๏บ’๏บŽ๏บฑ ๏ปท๏ปง๏ปช ๏ปŸ๏ปข ๏ปณ๏บฎ๏บฉ ๏ป“๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ป๏บ” ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏บฎ๏บ‘๏ปด๏บ” ๏บƒ๏ปฅ ๏ปฃ๏ปŒ๏ปจ๏ปฐ ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ ๏ปซ๏ปฎ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป ๏ปข .โ€œAdapun riwayat dari Ibnu Abbas bahwa kursi Allah adalah โ€œilmu Allahโ€ ini adalah riwayat yang tidak shahih, karena tidak ada dalam bahasa Arab makna kursi adalah ilmu.โ€[1] Pendapat terkuat โ€“wallahu aโ€™lamโ€“ makna kursi Allah adalah tempat diletakkan kedua kaki Allah. Sebagaimana riwayat dari Saโ€™id bin Jubair dari Ibnu Abbas,Terkait tafsir dari ayat.๏ปญูŽ๏บณู๏ปŠูŽ ๏ป›ู๏บฎู’๏บณู๏ปดู‘ู๏ปชู ๏บ๏ปŸ๏บดู‘ูŽ๏ปคูŽ๏บŽ๏ปญูŽ๏บ๏บ•ู ๏ปญูŽ๏บ๏ปŸู’๏บ„ูŽ๏บญู’๏บฝูŽ โ€œKursi Allah meliputi langit dan bumiโ€Ibnu Abbas berkata, ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ ๏ปฃ๏ปฎ๏บฟ๏ปŠ ๏บ๏ปŸ๏ป˜๏บช๏ปฃ๏ปด๏ปฆุŒ ๏ปญ๏บƒ๏ปฃ๏บŽ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏บฎ๏บต ๏ป“๏บˆ๏ปง๏ปช ๏ปป ๏ปณ๏ป˜๏บช๏บญ ๏ป—๏บช๏บญ๏ปฉุŒ ๏ป—๏บŽ๏ป : ๏ปญ๏ปซ๏บฌ๏ปฉ ๏บญ๏ปญ๏บ๏ปณ๏บ” ๏บ๏บ—๏ป”๏ป– ๏บƒ๏ปซ๏ปž ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป ๏ปข ๏ป‹๏ป ๏ปฐ ๏บป๏บค๏บ˜๏ปฌ๏บŽุŒ ๏ป—๏บŽ๏ป : ๏ปญ๏ปฃ๏ปฆ ๏บญ๏ปญ๏ปฏ ๏ป‹๏ปจ๏ปช ๏ป“๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ ๏บƒ๏ปง๏ปช ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป ๏ปข ๏ป“๏ป˜๏บช ๏บƒ๏บ‘๏ป„๏ปžโ€œKursi adalah tempat diletakkan kedua kaki Allah, sedangkan โ€˜arsy tidak bisa diperkirakan ukurannyaโ€. (Riwayat ini disepakati keshahihannya oleh ahli ilmu dan riwayat bahwa kursi Allah adalah ilmu-Nya ini riwayat yang tidak shahih).[2] Ibnu Hajar Al-Asqalani juga menshahihkan riwayat dari Saโ€™id bin Jubair, beliau berkata:๏ปญ๏ปŸ๏ปช ๏บท๏บŽ๏ปซ๏บช ๏ป‹๏ปฆ ๏ปฃ๏บ ๏บŽ๏ปซ๏บช ๏บƒ๏บง๏บฎ๏บŸ๏ปช ๏บณ๏ปŒ๏ปด๏บช ๏บ‘๏ปฆ ๏ปฃ๏ปจ๏บผ๏ปฎ๏บญ ๏ป“๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏บ˜๏ป”๏บด๏ปด๏บฎ ๏บ‘๏บด๏ปจ๏บช ๏บป๏บค๏ปด๏บข ๏ป‹๏ปจ๏ปชโ€œRiwayat ini mempunyai syahid (penguat) dari Mujahid diriwayatkan oleh Saโ€™id bin Manshur di dalam tafsirnya dengan sanad yang shahih.โ€[3] Kursi Allah berbeda dengan โ€˜arsy Allah sebagaimana dalam riwayat berikut.Abu Dzarr berkata: โ€œAku mendengar Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda,๏ปฃูŽ๏บŽ ๏บ๏ปŸ๏บดูŽู‘๏ปคูŽ๏บŽ๏ปญูŽ๏บ๏บ•ู ๏บ๏ปŸ๏บดูŽู‘๏บ’ู’๏ปŠู ๏ป“ู๏ปฒ ๏บ๏ปŸู’๏ปœู๏บฎู’๏บณู๏ปฒูู‘ ๏บ‡ู๏ปปูŽู‘ ๏ป›ูŽ๏บคูŽ๏ป ูŽ๏ป˜ูŽ๏บ”ู ๏ปฃู๏ป ู’๏ป˜ูŽ๏บŽ๏บ“ู ๏บ‘ู๏บ„ูŽ๏บญู’๏บฝู ๏ป“ูŽ๏ปผูŽ๏บ“ู ๏ปญูŽ๏ป“ูŽ๏ป€ู’๏ปžู ๏บ๏ปŸู’๏ปŒูŽ๏บฎู’๏บตู ๏ป‹ูŽ๏ป ูŽ๏ปฐ ๏บ๏ปŸู’๏ปœู๏บฎู’๏บณู๏ปฒูู‘ ๏ป›ูŽ๏ป”ูŽ๏ป€ู’๏ปžู ๏บ—ู๏ป ู’๏ปšูŽ ๏บ๏ปŸู’๏ป”ูŽ๏ปผูŽ๏บ“ู ๏ป‹ูŽ๏ป ูŽ๏ปฐ ๏บ—ู๏ป ู’๏ปšูŽ ๏บ๏ปŸู’๏บคูŽ๏ป ูŽ๏ป˜ูŽ๏บ”ูโ€œTidaklah tujuh langit dibandingkan kursi (Allah) kecuali seperti cincin yang dilemparkan di tanah lapang dan besarnya โ€˜Arsy dibandingkan kursi adalah seperti tanah lapang dibandingkan dengan cincin โ€œ.[4] Makna โ€œwasiโ€™a/ูˆุณุนโ€ yang diterjemahkan โ€œmeliputiโ€ di dalam ayat tersebut adalah karena posisinya di atas dan lebih besar sehingga disebut โ€œmeliputiโ€ sebagaimana penjelasan Ibnul Qayyim, beliau berkata,๏ปญ๏ปŸ๏ปฌ๏บฌ๏บ ๏ปŸ๏ปค๏บŽ ๏ป›๏บŽ๏ปง๏บ– ๏บ๏ปŸ๏บด๏ปค๏บŽ๏บ€ ๏ปฃ๏บค๏ปด๏ป„๏บ” ๏บ‘๏บŽ๏ปท๏บญ๏บฝ ๏ป›๏บŽ๏ปง๏บ– ๏ป‹๏บŽ๏ปŸ๏ปด๏บ” ๏ป‹๏ป ๏ปด๏ปฌ๏บŽ ุŒ ๏ปญ๏ปŸ๏ปค๏บŽ ๏ป›๏บŽ๏ปฅ ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ ๏ปฃ๏บค๏ปด๏ป„๏บŽู‹ ๏บ‘๏บŽ๏ปŸ๏บด๏ปค๏บŽ๏ปญ๏บ๏บ• ๏ป›๏บŽ๏ปฅ ๏ป‹๏บŽ๏ปŸ๏ปด๏บŽู‹ ๏ป‹๏ป ๏ปด๏ปฌ๏บŽ ุŒ ๏ปญ๏ปŸ๏ปค๏บŽ ๏ป›๏บŽ๏ปฅ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏บฎ๏บต ๏ปฃ๏บค๏ปด๏ป„๏บŽู‹ ๏บ‘๏บŽ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ ๏ป›๏บŽ๏ปฅ ๏ป‹๏บŽ๏ปŸ๏ปด๏บŽู‹โ€œOleh karena itu langit meliputi bumi karena berada di atasnya. Kursi meliputi langit karena berada di atasnya dan โ€˜Arsy meliputi kursi karena berada di atasnya.โ€[5] Ada cukup banyak dalil yang menunjukkan bahwa Allah memiliki kaki. Sebagaimana hadits berikut yang menjelaskan tentang firman Allah,๏ปณูŽ๏ปฎู’๏ปกูŽ ๏ปงูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปู ๏ปŸู๏บ ูŽ๏ปฌูŽ๏ปจูŽู‘๏ปขูŽ ๏ปซูŽ๏ปžู ๏บ๏ปฃู’๏บ˜ูŽ๏ปธ๏บ•ู ๏ปญูŽ๏บ—ูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปู ๏ปซูŽ๏ปžู’ ๏ปฃู๏ปฆู’ ๏ปฃูŽ๏บฐู๏ปณ๏บชูโ€œ(Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahannam: โ€˜Apakah kamu sudah penuh?โ€™ Dia menjawab: โ€˜Masihkah ada tambahan?โ€™โ€ (QS. Qaaf: 30) .Tatkala neraka meminta tambahan penghuni neraka, Allah meletakkan kaki ke neraka dan neraka menyempit.Dan diriwayatkan oleh Muslim dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu โ€™anhu, Rasulullah shallallahu โ€™alaihi wasallam bersabda, โ€œDan setiap kalian merasa bahwa Neraka Jahanam penuh. Adapun Neraka Jahanam tidak akan penuh sampai Allah Subhanahu wa Taโ€™ala meletakkan kedua kakinya hingga Neraka berkata, โ€˜Cukup, cukup, cukupโ€™. Ketika itu penuhlah Neraka dan sebagian darinya menyempit dan penuhlah diaโ€.[6] Syaikh Al-โ€˜Utsaimin menjelaskan, ๏บ๏ปŸ๏บธ๏ปด๏บฆ ๏บ๏บ‘๏ปฆ ๏ป‹๏บœ๏ปด๏ปค๏ปด๏ปฆ ๏ป“๏ปฒ ๏บท๏บฎ๏บก ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป˜๏ปด๏บช๏บ“ ๏บ๏ปŸ๏ปฎ๏บ๏บณ๏ป„๏ปด๏บ” : ๏ปญ๏บ๏ปŸ๏บค๏บŽ๏บป๏ปž ๏บƒ๏ปง๏ปช ๏ปณ๏บ ๏บ ๏ป‹๏ป ๏ปด๏ปจ๏บŽ ๏บƒ๏ปฅ ๏ปง๏บ†๏ปฃ๏ปฆ ๏บ‘๏บ„๏ปฅ ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏บ—๏ปŒ๏บŽ๏ปŸ๏ปฐ ๏ป—๏บช๏ปฃ๏บŽู‹ุŒ ๏ปญ๏บ‡๏ปฅ ๏บท๏บŒ๏ปจ๏บŽ ๏ป—๏ป ๏ปจ๏บŽ ๏บญ๏บŸ๏ปผู‹ ๏ป‹๏ป ๏ปฐ ๏บณ๏บ’๏ปด๏ปž ๏บ๏ปŸ๏บค๏ป˜๏ปด๏ป˜๏บ” ๏ปฃ๏ปŠ ๏ป‹๏บช๏ปก ๏บ๏ปŸ๏ปค๏ปค๏บŽ๏บ›๏ป ๏บ”ุŒ ๏ปญ๏ปป ๏บ—๏ปœ๏ปด๏ป’ ๏บ๏ปŸ๏บฎ๏บŸ๏ปžโ€œKesimpulannya adalah wajib bagi kita beriman bahwa Allah mempunyai telapak kaki atau kaki sebagaimana hakikatnya (tidak ditakwil makna lainnya) tanpa menggambarkan dan menyerupakan dengan kaki siapapunโ€.[7] Demikian semoga bermanfaat@Yogyakarta TercintaPenulis: dr. Raehanul Bahraen Artikel Muslim.or.idCatatan kaki:[1] Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah 82/120 [2] HR. Hakim dalam mustadrak, ia berkata hadits shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim. Demikian juga Adz-Dzahabi berkata dalam Talkhis, Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Mukhtashar Al-โ€˜Uluw [3] Lihat Fathul Baari [4] HR. Abu Nuโ€™aim dalam Al-Hilyah (1/166), Abu Syaikh dalam Al-โ€˜Adzamah (2/648-649), Al-Baihaqi dalam Al-Asmaa was Sifaat (2/300-301) dan lainnya, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah no. 109 dengan menggabungkan semua jalurnya. [5] As-Shaqaiqul Mursalah 4/1308 [6] HR. Muslim [7] Syarah Al-Aqidah Al-Wasithiyyah Syaikh Al-โ€˜Utsaimin๐Ÿ” Hukum Wanita Bercadar, Macam-macam Doa Iftitah, Cara Qada Solat, Pembuktian Cinta, Poster Muslim


Sebagai seorang muslim, kita sangat familiar dengan โ€œayat kursiโ€ yang di dalam ayat tersebut terdapat lafaz โ€œKursi Allahโ€.Ayat kursi terdapat pada surat Al-Baqarah ayat 255: ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปชู ๏ปŸูŽ๏บŽ ๏บ‡ู๏ปŸูŽ๏ปชูŽ ๏บ‡ู๏ปŸู‘ูŽ๏บŽ ๏ปซู๏ปฎูŽ ๏บ๏ปŸู’๏บคูŽ๏ปฒู‘ู ๏บ๏ปŸู’๏ป˜ูŽ๏ปดู‘ู๏ปฎ๏ปกู ๏ปŸูŽ๏บŽ ๏บ—ูŽ๏บ„ู’๏บงู๏บฌู๏ปฉู ๏บณู๏ปจูŽ๏บ”ูŒ ๏ปญูŽ๏ปŸูŽ๏บŽ ๏ปงูŽ๏ปฎู’๏ปกูŒ ๏ปŸูŽ๏ปชู ๏ปฃูŽ๏บŽ ๏ป“ู๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏บดู‘ูŽ๏ปคูŽ๏บŽ๏ปญูŽ๏บ๏บ•ู ๏ปญูŽ๏ปฃูŽ๏บŽ ๏ป“ู๏ปฒ ๏บ๏ปŸู’๏บ„ูŽ๏บญู’๏บฝู ๏ปฃูŽ๏ปฆู’ ๏บซูŽ๏บ ๏บ๏ปŸู‘ูŽ๏บฌู๏ปฑ ๏ปณูŽ๏บธู’๏ป”ูŽ๏ปŠู ๏ป‹ู๏ปจู’๏บชูŽ๏ปฉู ๏บ‡ู๏ปŸู‘ูŽ๏บŽ ๏บ‘ู๏บˆู๏บซู’๏ปงู๏ปชู ๏ปณูŽ๏ปŒู’๏ป ูŽ๏ปขู ๏ปฃูŽ๏บŽ ๏บ‘ูŽ๏ปดู’๏ปฆูŽ ๏บƒูŽ๏ปณู’๏บชู๏ปณ๏ปฌู๏ปขู’ ๏ปญูŽ๏ปฃูŽ๏บŽ ๏บงูŽ๏ป ู’๏ป”ูŽ๏ปฌู๏ปขู’ ๏ปญูŽ๏ปŸูŽ๏บŽ ๏ปณู๏บคู๏ปด๏ป„ู๏ปฎ๏ปฅูŽ ๏บ‘ู๏บธูŽ๏ปฒู’๏บ€ู ๏ปฃู๏ปฆู’ ๏ป‹ู๏ป ู’๏ปคู๏ปชู ๏บ‡ู๏ปŸู‘ูŽ๏บŽ ๏บ‘ู๏ปคูŽ๏บŽ ๏บทูŽ๏บŽ๏บ€ูŽ ๏ปญูŽ๏บณู๏ปŠูŽ ๏ป›ู๏บฎู’๏บณู๏ปดู‘ู๏ปชู ๏บ๏ปŸ๏บดู‘ูŽ๏ปคูŽ๏บŽ๏ปญูŽ๏บ๏บ•ู ๏ปญูŽ๏บ๏ปŸู’๏บ„ูŽ๏บญู’๏บฝูŽ ๏ปญูŽ๏ปŸูŽ๏บŽ ๏ปณูŽ๏บŒู๏ปฎ๏บฉู๏ปฉู ๏บฃู๏ป”ู’๏ปˆู๏ปฌู๏ปคูŽ๏บŽ ๏ปญูŽ๏ปซู๏ปฎูŽ ๏บ๏ปŸู’๏ปŒูŽ๏ป ู๏ปฒู‘ู ๏บ๏ปŸู’๏ปŒูŽ๏ปˆู๏ปด๏ปขูย โ€œAllah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaโ€™at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besarโ€. Apa itu makna dari โ€œkursi Allahโ€? Perlu diketahui ย ada beberapa pendapat mengenai makna โ€œkursi Allahโ€. Dalam Fatwa Lajnah Daimah dijelaskan beberapa pendapat: ๏ป›ู๏บฎู’๏บณู๏ปดู‘๏ปชู ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ : ๏ปซ๏ปฎ ๏ปฃ๏ปฎ๏บฟ๏ปŠ ๏ป—๏บช๏ปฃ๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏บฎ๏บ โ€“ ๏ป‹๏บฐ ๏ปญ๏บŸ๏ปž โ€“ ๏ปญ๏ปซ๏ปฎ ๏บ‘๏ปด๏ปฆ ๏ปณ๏บช๏ปฑ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏บฎ๏บต ๏ป›๏บŽ๏ปŸ๏ปค๏ป˜๏บช๏ปฃ๏บ” ๏ปŸ๏ปช . ๏ปญ๏ป—๏บช ๏ป—๏ปด๏ปž ๏ป“๏ปฒ ๏ปฃ๏ปŒ๏ปจ๏ปฐ ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ ๏บƒ๏ป—๏ปฎ๏บ๏ป ๏ปฃ๏ปจ๏ปฌ๏บŽ โ€“ ๏ปฃ๏บŽ ๏บญ๏ปญ๏ปฑ ๏ป‹๏ปฆ ๏บฃ๏บ’๏บฎ ๏บ๏ปท๏ปฃ๏บ” ๏บ๏บ‘๏ปฆ ๏ป‹๏บ’๏บŽ๏บฑ โ€“ ๏บญ๏บฟ๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏ป‹๏ปจ๏ปฌ๏ปค๏บŽ โ€“ ๏บƒ๏ปฅ ๏ปฃ๏ปŒ๏ปจ๏ปฐ ๏ป›ู๏บฎู’๏บณู๏ปดู‘๏ปชู ๏บƒ๏ปฑ ๏ป‹๏ป ๏ปค๏ปช . โ€“ ๏ปญ๏ป—๏บŽ๏ป ๏บ‘๏ปŒ๏บพ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป ๏ปค๏บŽ๏บ€ : ๏ปฃ๏ปจ๏ปช ๏ป—๏ปด๏ปž ๏ปŸ๏ป ๏ปŒ๏ป ๏ปค๏บŽ๏บ€ ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บ๏บณ๏ปฒุŒ ๏ปญ๏ป“๏ปด๏ปช ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บ๏บณ๏บ” ๏บ๏ปŸ๏บ˜๏ปฒ ๏ปณ๏บ ๏ปค๏ปŠ ๏ป“๏ปด๏ปฌ๏บŽ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป ๏ปข . โ€“ ๏ปญ๏บญ๏บŸ๏บข ๏บ๏บ‘๏ปฆ ๏บŸ๏บฎ๏ปณ๏บฎ ๏บ๏ปŸ๏ป„๏บ’๏บฎ๏ปฑ โ€“ ๏บญ๏บฃ๏ปค๏ปช ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏บ—๏ปŒ๏บŽ๏ปŸ๏ปฐ โ€“ ๏ปซ๏บฌ๏บ ๏บ๏ปŸ๏ป˜๏ปฎ๏ป . โ€“ ๏ปญ๏ป—๏ปด๏ปž ๏ป›ู๏บฎู’๏บณู๏ปดู‘๏ปชู ๏ป—๏บช๏บญ๏บ—๏ปช ๏บ๏ปŸ๏บ˜๏ปฒ ๏ปณ๏ปค๏บด๏ปš ๏บ‘๏ปฌ๏บŽ ๏บ๏ปŸ๏บด๏ปค๏บŽ๏ปญ๏บ๏บ• ๏ปญ๏บ๏ปท๏บญ๏บฝ . โ€“ ๏ปญ๏ป—๏ปด๏ปž ๏ป›ู๏บฎู’๏บณู๏ปดู‘๏ปชู ๏ป‹๏บฎ๏บท๏ปช . โ€“ ๏ปญ๏ป—๏ปด๏ปž ๏ป›ู๏บฎู’๏บณู๏ปดู‘๏ปชู ๏บ—๏บผ๏ปฎ๏ปณ๏บฎ ๏ปŸ๏ปŒ๏ปˆ๏ปค๏บ˜๏ปช ๏บ—๏ปŒ๏บŽ๏ปŸ๏ปฐMakna kursi Allah adalah tempat diletakkannya kedua kaki Allah yang berada di hadapan โ€˜arsy, yaitu bagian depan (bawah) dari โ€˜arsy.Ada beberapa pendapat lainnya:1. Maknanya adalah ilmu Allah Sebagaimana riwayat dari Ibnu Abbas2. Maknanya adalah โ€œkarrasahโ€ yaitu tempat berkumpul ilmu tersebut Ini pendapat sebagian ulama dan dirajihkan (dinilai kuat) oleh Ibnu Jarir At-Thabari3. Maknanya adalah โ€œqudrahโ€ kemampuan Allah memegang/menggenggam langit dan bumi4. Maknanya adalah โ€˜arsy5. Maknanya adalah penggambaran kebesaran Allah Taโ€™ala๏ปฃ๏บŽ ๏บ๏ปŸ๏บฎ๏ปญ๏บ๏ปณ๏บ” ๏บ๏ปŸ๏บ˜๏ปฒ ๏บซ๏ป›๏บฎ ๏ป‹๏ปฆ ๏บ๏บ‘๏ปฆ ๏ป‹๏บ’๏บŽ๏บฑ โ€“ ๏บญ๏บฟ๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏ป‹๏ปจ๏ปฌ๏ปค๏บŽ โ€“ ๏ปฃ๏ปฆ ๏บƒ๏ปฅ ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ ๏ปซ๏ปฎ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป ๏ปขุŒ ๏ป“๏ปฌ๏ปฒ ๏ปป ๏บ—๏บผ๏บข ๏ป‹๏ปฆ ๏บ๏บ‘๏ปฆ ๏ป‹๏บ’๏บŽ๏บฑ ๏ปท๏ปง๏ปช ๏ปŸ๏ปข ๏ปณ๏บฎ๏บฉ ๏ป“๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ป๏บ” ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏บฎ๏บ‘๏ปด๏บ” ๏บƒ๏ปฅ ๏ปฃ๏ปŒ๏ปจ๏ปฐ ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ ๏ปซ๏ปฎ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป ๏ปข .โ€œAdapun riwayat dari Ibnu Abbas bahwa kursi Allah adalah โ€œilmu Allahโ€ ini adalah riwayat yang tidak shahih, karena tidak ada dalam bahasa Arab makna kursi adalah ilmu.โ€[1] Pendapat terkuat โ€“wallahu aโ€™lamโ€“ makna kursi Allah adalah tempat diletakkan kedua kaki Allah. Sebagaimana riwayat dari Saโ€™id bin Jubair dari Ibnu Abbas,Terkait tafsir dari ayat.๏ปญูŽ๏บณู๏ปŠูŽ ๏ป›ู๏บฎู’๏บณู๏ปดู‘ู๏ปชู ๏บ๏ปŸ๏บดู‘ูŽ๏ปคูŽ๏บŽ๏ปญูŽ๏บ๏บ•ู ๏ปญูŽ๏บ๏ปŸู’๏บ„ูŽ๏บญู’๏บฝูŽ โ€œKursi Allah meliputi langit dan bumiโ€Ibnu Abbas berkata, ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ ๏ปฃ๏ปฎ๏บฟ๏ปŠ ๏บ๏ปŸ๏ป˜๏บช๏ปฃ๏ปด๏ปฆุŒ ๏ปญ๏บƒ๏ปฃ๏บŽ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏บฎ๏บต ๏ป“๏บˆ๏ปง๏ปช ๏ปป ๏ปณ๏ป˜๏บช๏บญ ๏ป—๏บช๏บญ๏ปฉุŒ ๏ป—๏บŽ๏ป : ๏ปญ๏ปซ๏บฌ๏ปฉ ๏บญ๏ปญ๏บ๏ปณ๏บ” ๏บ๏บ—๏ป”๏ป– ๏บƒ๏ปซ๏ปž ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป ๏ปข ๏ป‹๏ป ๏ปฐ ๏บป๏บค๏บ˜๏ปฌ๏บŽุŒ ๏ป—๏บŽ๏ป : ๏ปญ๏ปฃ๏ปฆ ๏บญ๏ปญ๏ปฏ ๏ป‹๏ปจ๏ปช ๏ป“๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ ๏บƒ๏ปง๏ปช ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป ๏ปข ๏ป“๏ป˜๏บช ๏บƒ๏บ‘๏ป„๏ปžโ€œKursi adalah tempat diletakkan kedua kaki Allah, sedangkan โ€˜arsy tidak bisa diperkirakan ukurannyaโ€. (Riwayat ini disepakati keshahihannya oleh ahli ilmu dan riwayat bahwa kursi Allah adalah ilmu-Nya ini riwayat yang tidak shahih).[2] Ibnu Hajar Al-Asqalani juga menshahihkan riwayat dari Saโ€™id bin Jubair, beliau berkata:๏ปญ๏ปŸ๏ปช ๏บท๏บŽ๏ปซ๏บช ๏ป‹๏ปฆ ๏ปฃ๏บ ๏บŽ๏ปซ๏บช ๏บƒ๏บง๏บฎ๏บŸ๏ปช ๏บณ๏ปŒ๏ปด๏บช ๏บ‘๏ปฆ ๏ปฃ๏ปจ๏บผ๏ปฎ๏บญ ๏ป“๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏บ˜๏ป”๏บด๏ปด๏บฎ ๏บ‘๏บด๏ปจ๏บช ๏บป๏บค๏ปด๏บข ๏ป‹๏ปจ๏ปชโ€œRiwayat ini mempunyai syahid (penguat) dari Mujahid diriwayatkan oleh Saโ€™id bin Manshur di dalam tafsirnya dengan sanad yang shahih.โ€[3] Kursi Allah berbeda dengan โ€˜arsy Allah sebagaimana dalam riwayat berikut.Abu Dzarr berkata: โ€œAku mendengar Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda,๏ปฃูŽ๏บŽ ๏บ๏ปŸ๏บดูŽู‘๏ปคูŽ๏บŽ๏ปญูŽ๏บ๏บ•ู ๏บ๏ปŸ๏บดูŽู‘๏บ’ู’๏ปŠู ๏ป“ู๏ปฒ ๏บ๏ปŸู’๏ปœู๏บฎู’๏บณู๏ปฒูู‘ ๏บ‡ู๏ปปูŽู‘ ๏ป›ูŽ๏บคูŽ๏ป ูŽ๏ป˜ูŽ๏บ”ู ๏ปฃู๏ป ู’๏ป˜ูŽ๏บŽ๏บ“ู ๏บ‘ู๏บ„ูŽ๏บญู’๏บฝู ๏ป“ูŽ๏ปผูŽ๏บ“ู ๏ปญูŽ๏ป“ูŽ๏ป€ู’๏ปžู ๏บ๏ปŸู’๏ปŒูŽ๏บฎู’๏บตู ๏ป‹ูŽ๏ป ูŽ๏ปฐ ๏บ๏ปŸู’๏ปœู๏บฎู’๏บณู๏ปฒูู‘ ๏ป›ูŽ๏ป”ูŽ๏ป€ู’๏ปžู ๏บ—ู๏ป ู’๏ปšูŽ ๏บ๏ปŸู’๏ป”ูŽ๏ปผูŽ๏บ“ู ๏ป‹ูŽ๏ป ูŽ๏ปฐ ๏บ—ู๏ป ู’๏ปšูŽ ๏บ๏ปŸู’๏บคูŽ๏ป ูŽ๏ป˜ูŽ๏บ”ูโ€œTidaklah tujuh langit dibandingkan kursi (Allah) kecuali seperti cincin yang dilemparkan di tanah lapang dan besarnya โ€˜Arsy dibandingkan kursi adalah seperti tanah lapang dibandingkan dengan cincin โ€œ.[4] Makna โ€œwasiโ€™a/ูˆุณุนโ€ yang diterjemahkan โ€œmeliputiโ€ di dalam ayat tersebut adalah karena posisinya di atas dan lebih besar sehingga disebut โ€œmeliputiโ€ sebagaimana penjelasan Ibnul Qayyim, beliau berkata,๏ปญ๏ปŸ๏ปฌ๏บฌ๏บ ๏ปŸ๏ปค๏บŽ ๏ป›๏บŽ๏ปง๏บ– ๏บ๏ปŸ๏บด๏ปค๏บŽ๏บ€ ๏ปฃ๏บค๏ปด๏ป„๏บ” ๏บ‘๏บŽ๏ปท๏บญ๏บฝ ๏ป›๏บŽ๏ปง๏บ– ๏ป‹๏บŽ๏ปŸ๏ปด๏บ” ๏ป‹๏ป ๏ปด๏ปฌ๏บŽ ุŒ ๏ปญ๏ปŸ๏ปค๏บŽ ๏ป›๏บŽ๏ปฅ ๏บ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ ๏ปฃ๏บค๏ปด๏ป„๏บŽู‹ ๏บ‘๏บŽ๏ปŸ๏บด๏ปค๏บŽ๏ปญ๏บ๏บ• ๏ป›๏บŽ๏ปฅ ๏ป‹๏บŽ๏ปŸ๏ปด๏บŽู‹ ๏ป‹๏ป ๏ปด๏ปฌ๏บŽ ุŒ ๏ปญ๏ปŸ๏ปค๏บŽ ๏ป›๏บŽ๏ปฅ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏บฎ๏บต ๏ปฃ๏บค๏ปด๏ป„๏บŽู‹ ๏บ‘๏บŽ๏ปŸ๏ปœ๏บฎ๏บณ๏ปฒ ๏ป›๏บŽ๏ปฅ ๏ป‹๏บŽ๏ปŸ๏ปด๏บŽู‹โ€œOleh karena itu langit meliputi bumi karena berada di atasnya. Kursi meliputi langit karena berada di atasnya dan โ€˜Arsy meliputi kursi karena berada di atasnya.โ€[5] Ada cukup banyak dalil yang menunjukkan bahwa Allah memiliki kaki. Sebagaimana hadits berikut yang menjelaskan tentang firman Allah,๏ปณูŽ๏ปฎู’๏ปกูŽ ๏ปงูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปู ๏ปŸู๏บ ูŽ๏ปฌูŽ๏ปจูŽู‘๏ปขูŽ ๏ปซูŽ๏ปžู ๏บ๏ปฃู’๏บ˜ูŽ๏ปธ๏บ•ู ๏ปญูŽ๏บ—ูŽ๏ป˜ู๏ปฎ๏ปู ๏ปซูŽ๏ปžู’ ๏ปฃู๏ปฆู’ ๏ปฃูŽ๏บฐู๏ปณ๏บชูโ€œ(Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahannam: โ€˜Apakah kamu sudah penuh?โ€™ Dia menjawab: โ€˜Masihkah ada tambahan?โ€™โ€ (QS. Qaaf: 30) .Tatkala neraka meminta tambahan penghuni neraka, Allah meletakkan kaki ke neraka dan neraka menyempit.Dan diriwayatkan oleh Muslim dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu โ€™anhu, Rasulullah shallallahu โ€™alaihi wasallam bersabda, โ€œDan setiap kalian merasa bahwa Neraka Jahanam penuh. Adapun Neraka Jahanam tidak akan penuh sampai Allah Subhanahu wa Taโ€™ala meletakkan kedua kakinya hingga Neraka berkata, โ€˜Cukup, cukup, cukupโ€™. Ketika itu penuhlah Neraka dan sebagian darinya menyempit dan penuhlah diaโ€.[6] Syaikh Al-โ€˜Utsaimin menjelaskan, ๏บ๏ปŸ๏บธ๏ปด๏บฆ ๏บ๏บ‘๏ปฆ ๏ป‹๏บœ๏ปด๏ปค๏ปด๏ปฆ ๏ป“๏ปฒ ๏บท๏บฎ๏บก ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป˜๏ปด๏บช๏บ“ ๏บ๏ปŸ๏ปฎ๏บ๏บณ๏ป„๏ปด๏บ” : ๏ปญ๏บ๏ปŸ๏บค๏บŽ๏บป๏ปž ๏บƒ๏ปง๏ปช ๏ปณ๏บ ๏บ ๏ป‹๏ป ๏ปด๏ปจ๏บŽ ๏บƒ๏ปฅ ๏ปง๏บ†๏ปฃ๏ปฆ ๏บ‘๏บ„๏ปฅ ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏บ—๏ปŒ๏บŽ๏ปŸ๏ปฐ ๏ป—๏บช๏ปฃ๏บŽู‹ุŒ ๏ปญ๏บ‡๏ปฅ ๏บท๏บŒ๏ปจ๏บŽ ๏ป—๏ป ๏ปจ๏บŽ ๏บญ๏บŸ๏ปผู‹ ๏ป‹๏ป ๏ปฐ ๏บณ๏บ’๏ปด๏ปž ๏บ๏ปŸ๏บค๏ป˜๏ปด๏ป˜๏บ” ๏ปฃ๏ปŠ ๏ป‹๏บช๏ปก ๏บ๏ปŸ๏ปค๏ปค๏บŽ๏บ›๏ป ๏บ”ุŒ ๏ปญ๏ปป ๏บ—๏ปœ๏ปด๏ป’ ๏บ๏ปŸ๏บฎ๏บŸ๏ปžโ€œKesimpulannya adalah wajib bagi kita beriman bahwa Allah mempunyai telapak kaki atau kaki sebagaimana hakikatnya (tidak ditakwil makna lainnya) tanpa menggambarkan dan menyerupakan dengan kaki siapapunโ€.[7] Demikian semoga bermanfaat@Yogyakarta TercintaPenulis: dr. Raehanul Bahraen Artikel Muslim.or.idCatatan kaki:[1] Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah 82/120 [2] HR. Hakim dalam mustadrak, ia berkata hadits shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim. Demikian juga Adz-Dzahabi berkata dalam Talkhis, Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Mukhtashar Al-โ€˜Uluw [3] Lihat Fathul Baari [4] HR. Abu Nuโ€™aim dalam Al-Hilyah (1/166), Abu Syaikh dalam Al-โ€˜Adzamah (2/648-649), Al-Baihaqi dalam Al-Asmaa was Sifaat (2/300-301) dan lainnya, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah no. 109 dengan menggabungkan semua jalurnya. [5] As-Shaqaiqul Mursalah 4/1308 [6] HR. Muslim [7] Syarah Al-Aqidah Al-Wasithiyyah Syaikh Al-โ€˜Utsaimin๐Ÿ” Hukum Wanita Bercadar, Macam-macam Doa Iftitah, Cara Qada Solat, Pembuktian Cinta, Poster Muslim

Sirah Nabi 2 โ€“ Sirah Nabi ๏ทบ Adalah Mukjizat

Imฤm Ibnu Hazm rahimahullฤh dalam buku beliau yang berjudul al-Fishal fi al-Milal wa al-Ahwaโ€™ wa an-Nihal , beliau berkata :ููŽุฅูู† ุณูŠุฑุฉ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณู„ู… ู„ู…ู† ุชุฏุจุฑู‡ุง ุชูŽู‚ู’ุชูŽุถููŠ ุชูŽุตู’ุฏููŠู‚ู‡ ุถูŽุฑููˆุฑูŽุฉ ูˆูŽุชุดู‡ุฏ ู„ูŽู‡ู ุจูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุณููˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณู„ู… ุญูŽู‚ู‹ุง ููŽู„ูŽูˆ ู„ู… ุชูƒู† ู„ูŽู‡ู ู…ุนู’ุฌุฒูŽุฉ ุบูŠุฑ ุณูŠุฑุชู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณู„ู… ู„ูƒูู‰โ€œSesungguhnya sirah (perjalanan hidup) Muhammad ๏ทบ bagi siapa yang menelaah dan menghayatinya, akan mengharuskannya untuk membenarkan Nabi dan bersaksi bahwa beliau adalah benar-benar utusan Allah. Seandainya tidak ada mukjizat Nabi selain sirah beliau maka itu sudah cukupโ€ (al-Fishal fi al-Milal wa al-Ahwaโ€™ wa an-Nihal 2/73)Beliau menjelaskan bahwa โ€œBarangsiapa yang membaca sirah Nabi ๏ทบ dari awal sampai akhir (bagaimana akhlaq dan sikap Beliau) dengan penuh penghayatan, maka dia akan masuk Islam.โ€ Bahkan Imam Ibnu Hazm sampai-sampai menegaskan : โ€œKalau seandainya mukjizat Nabi ๏ทบ tidak ada kecuali hanya sirahnya saja, maka itu sudah cukup.โ€ Karenanya sirah Nabi Muhammad ๏ทบ sejatinya adalah mukjizat tersendiri. Kita tahu Nabi ๏ทบ dianugerahi banyak mukjizat; seperti Isrฤ Miโ€™rฤj, air yang keluar dari tangan beliau, berkah beliau meludahi orang yang sakit kemudian sembuh (sebagaimana โ€˜Ali bin Abi Thฤlib yang matanya sakit kemudian diludahi oleh Nabi ๏ทบ lalu sembuh) dan mukjizat abadi dan terbesar, yaitu Al-Qurฤn. Namun di antara sekian banyak mukjizat tersebut menurut Ibnu Hazm rahimahullฤh, sirah Nabi itu adalah mukjizat tersendiri. Barangsiapa yang mempelajari sirah Nabi maka dia akan mendapatkan kejaiban, bagaimana perangai dan akhlak Nabi ๏ทบ yang sangat luar biasa.Apabila berbicara tentang tokoh-tokoh yang lain, mungkin saja tokoh ini memiliki keunggulan dalam suatu bidang tertentu, tetapi berbeda denga Nabi ๏ทบ yang hebat dalam segala hal. Jika berbicara tentang kepememimpinan, maka Nabi ๏ทบ adalah sosok pemimpin yang hebat. Berbicara tentang keberanian maka Nabi ๏ทบ adalah sosok yang paling pemberani, sampai-sampai โ€˜Ali bin Abi Thฤlib berkata:ูƒูู†ู‘ูŽุง ุฅูุฐูŽุง ุงุญู’ู…ูŽุฑู‘ูŽ ุงู„ู’ุจูŽุฃู’ุณูุŒ ูˆูŽู„ูŽู‚ููŠูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ูŽุŒ ุงุชู‘ูŽู‚ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุจูุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽุŒ ููŽู…ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู†ู ู…ูู†ู‘ูŽุง ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุฃูŽุฏู’ู†ูŽู‰ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู‚ูŽูˆู’ู…ู ู…ูู†ู’ู‡ูโ€œKami jika dalam kondisi serangan musuh yang sangat kuat, kaum muslimin telah bertemu dengan musuh, maka kamipun berlindung di belakang Nabi ๏ทบ, tidak seorangpun dari kami yang lebih dekat kepada musuh dari pada Nabi ๏ทบ โ€ (HR Ahmad no 1347 dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, dishahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi, dan juga dishahihkan oleh Ahmad Syakir)Perhatikanlah, pengakuan ini bukanlah diucapkan oleh sembarang orang, akan tetapi diucapkan oleh Ali bin Abi Thฤlib yang dikenal sangat pemberani. Itupun beliau berlindung di belakang Nabi ย ๏ทบ.Di dalam perang Hunain, suatu ketika saat para shฤhabat diserang musuh, tiba-tiba Nabi ๏ทบ langsung menyeruak maju ke depan. Dalam hal keberanian, Nabi ๏ทบ tidak ada duanya. Belum lagi akhlak dan perangai beliau. Apabila Anda ingin mencari siapa sosok teladan ayah terbaik di muka bumi ini, maka Nabi ๏ทบ adalah ayah terbaik. Apabila Anda ingin mencari siapa sosok suami terbaik, maka lihatlah perikehidupan Nabi sebagai sosok suami terbaik. Keadaan beliau ๏ทบ sungguh sangat menakjubkan. Dalam segala hal, baik sebagai seorang ayah, suami, kepala negara, mufti, teman dan selainnya, maka Nabi ๏ทบ adalah pribadi yang menakjubkan, kesemuanya adalah mukjizat.Oleh karena itu, Nabi ๏ทบ ini bukanlah sembarang tokoh. Beliau adalah tokoh dan figur yang sangat luar biasa istimewa dan spesial. Pribadi yang sangat diagungkan dan dimuliakan oleh Allฤh Subhฤnahu wa Taโ€™ฤla.Nabi ๏ทบ pernah bersabda :ย ุฃูŽู†ูŽุง ุณูŽูŠูู‘ุฏู ูˆูŽู„ูŽุฏู ุขุฏูŽู…ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽย ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉูย ูˆูŽู„ุง ููŽุฎู’ุฑูŽโ€œAku adalah pemimpin seluruh anak ฤ€dam pada hari kiamat dan aku tidak sombong.โ€ (HR At-Tirmidzi no 3148 dari hadits Abu Saโ€™id Al-Khudri dan syahidnya HR Muslim no 2278 dari Abu Hurairah)Inilah tokoh yang sangat mulia, Rasลซlullฤh Muhammad bin Abdillah ๏ทบ.Maka alangkah benarnya perkataan Ibnu Hazm di atas, โ€œBarangsiapa yang mempelajari sirah Nabi maka dia akan memeluk Islam, karena jika ia mempelajari dengan sebaik-baiknya maka dia pasti yakin bahwa Muhammad adalah Rasลซlullฤh (utusan Allฤh Subhฤnahu wa Taโ€™ฤla).โ€Ada satu contoh yang mungkin menurut kita suatu hal yang sepele dan remeh, yaitu tentang adab dan etika makan Nabi ๏ทบ sebagaimana disebutkan oleh shฤhabat:ุฅูู†ย ุงุดู’ุชูŽู‡ูŽุงู‡ู ุฃูŽูƒูŽู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู’ย ูƒูŽุฑูู‡ูŽู‡ูย ุชูŽุฑูŽูƒูŽู‡ูโ€œJika beliau suka dengan suatu makanan maka beliau makan, dan sebaliknya apabila beliau tidak suka dengan suatu makanan, maka beliau biarkan (tidak dikomentari)โ€Adab Nabi ๏ทบ terhadap makanan ini memang tampak sepele dan remeh. Beliau ๏ทบ apabila di hadapannya ada makanan, jika sukaย  beliau makan dan jika tidak suka beliau tinggalkan, tidak pernah beliau berkomentar atau mengeluhkannya. Al-Imฤm Nawawi rahimahullฤh Taโ€™ฤla mengatakan:โ€œYaitu, Rasลซlullฤh ๏ทบ tidak pernah mencela makanan. Dalam sebuah hadits disebutkan :ู…ูŽุง ุนูŽุงุจูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุทูŽุนูŽุงู…ู‹ุง ู‚ูŽุทู‘ูุŒ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุงุดู’ุชูŽู‡ูŽู‰ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ุฃูŽูƒูŽู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุฑูู‡ูŽู‡ู ุชูŽุฑูŽูƒูŽู‡ูโ€œRasลซlullฤh ๏ทบ tidak pernah mencela makanan sedikitpun. Apabila beliau suka, beliau makan dan apabila beliau tidak suka, beliau tinggalkan.โ€ (HR Muslim no 2064)Nabi ๏ทบ tidak pernah mencela makanan sama sekali. Imฤm Nawawi dalam Syarh Shahฤซh Muslim menerangkan bahwa Nabi tidak pernah mengomentari makanan dengan mengatakan: โ€œini terlalu manisโ€ atau โ€œini terlalu asinโ€ atau โ€œini kurang enakโ€ atau โ€œini terlalu panasโ€ atau โ€œini terlalu dinginโ€.Siapakah gerangan diantara kita yang bisa seperti ini? Yaitu tidak pernah mengomentari makanan. Kita umumnya senang mengomentari makanan. Bisakah kita diam dan tidak berkomentar tentang makanan dalam waktu sebulan saja? Jangankan makanan yang kita beli, makanan yang gratis pun terkadang kita komentari, terlebih lagi makanan yang kita beli dan dengan harga mahal. Namun Nabi ๏ทบ tidak pernah mengomentari makanan, bahkan walaupun beliau terjebak dalam kondisi yang seharusnya beliau bisa berkomentar. Sebagaimana dalam hadits ketika Khฤlid bin al-Walid radhiyallฤhu โ€˜anhu suatu ketika sedang bersama Nabi dan dihidangkan seekor dhabb (kadal padang pasir) yang dimasak dengan kuahnya. Khฤlid bin Walid makan dengan lahapnya, sampai-sampai disebutkan kuah dari daging dhabb tersebut mengalir di jenggot beliau.Hukum dhabb (kadal padang pasir) ini halal. Namun Nabi ๏ทบ tidak menggerakkan tangannya sama sekali karena beliau memang tidak suka, sehingga beliau tinggalkan. Hal ini menyebabkan ย Khฤlid bin al-Walid heran, sementara beliau begitu lahap memakannya. ย Lantas beliau bertanya:ุฃูŽุญูŽุฑูŽุงู…ูŒ ู‡ููˆูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŸโ€œYa Rasลซlullฤh, apakah dhabb hukumnya haram?โ€,yaitu seakan-akan beliau beliau bertanya : โ€œKenapa Anda tidak memakannya?โ€Apabila kita dalam posisi sebagai Nabi, mungkin kita akan mengatakan: โ€œSaya ini Nabi, tidak sepatutnya dihidangkan kadal, seharusnya minimal sapi atau kambing atau unta.โ€Tetapi Nabi ๏ทบ tidak demikian. Ketika beliau dihidangkan kadal dan beliau tidak menyukainya, maka beliau menjawab dengan komentar yang indah dan sedikitpun tidak mencela makanan tersebut. Beliau mengatakan:ู„ูŽุงุŒ ูˆูŽ ู„ูƒูู†ูŽู‘ู‡ูย ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ย ุจูุงูŽุฑู’ุถู ู‚ูŽูˆู’ู…ููŠย ููŽุงูŽุฌูุฏูู†ููŠย ุงูŽุนูŽุงููู‡ูโ€œTidak, hanya saja makanan ini tidak ada di kampungku. Saya tidak biasa memakannya karena itu tidak saya makan.โ€ (HR Al-Bukhari no 5391 dan Muslim no 1945)Beliau tidak berkata macam-macam dan mencela makanan tersebut. ย Jika kita perhatikan perangai beliau yang tampak remeh ini, sebenarnya ini termasuk mukjizat. Apakah ada orang yang tidak pernah mengomentari dan mencela makanan? Hampir mustahil ada orang seperti ini.Siapa saja yang mau memperhatikan hadits-hadits Nabi ๏ทบ, niscaya dia akan mengetahui bahwa sesungguhnya Muhammad itu adalah Nabi dan utusan Allฤh. Ini hanya salah satu contoh kecil. Tidak pernah seumur hidupnya beliau mencela makanan, mengomentari, โ€œIni terlalu manisโ€, โ€œIni terlalu asamโ€, โ€œIni terlalu asinโ€, atau โ€œIni terlalu keringโ€. Hal ini merupakan perkara yang luar biasa.Ini menunjukkan bahwa orang yang memperhatikan satu poin ini saja, yang tampaknya sederhana dan remeh, bisa menjadikannya yakin bahwasanya Muhammad bin Abdillah itu memang utusan Allฤh Subhฤnahu wa Taโ€™ฤla. Dan alangkah benarnya perkataan Ibnu Hazm rahimahullฤh di atas : โ€œBarangsiapa yang memperhatikan sirah Nabi ๏ทบ yang merupakan mukjizat tersendiri maka pasti dia yakin bahwasanya Muhammad adalah utusan Allฤh Subhฤnahu wa Taโ€™ฤlaโ€ย Kota Nabi -shallallahu โ€˜alaihi wa sallam-, 02-01-1439 H / 22-09-2017 MAbu Abdil Muhsin Firandawww.firanda.com

Sirah Nabi 2 โ€“ Sirah Nabi ๏ทบ Adalah Mukjizat

Imฤm Ibnu Hazm rahimahullฤh dalam buku beliau yang berjudul al-Fishal fi al-Milal wa al-Ahwaโ€™ wa an-Nihal , beliau berkata :ููŽุฅูู† ุณูŠุฑุฉ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณู„ู… ู„ู…ู† ุชุฏุจุฑู‡ุง ุชูŽู‚ู’ุชูŽุถููŠ ุชูŽุตู’ุฏููŠู‚ู‡ ุถูŽุฑููˆุฑูŽุฉ ูˆูŽุชุดู‡ุฏ ู„ูŽู‡ู ุจูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุณููˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณู„ู… ุญูŽู‚ู‹ุง ููŽู„ูŽูˆ ู„ู… ุชูƒู† ู„ูŽู‡ู ู…ุนู’ุฌุฒูŽุฉ ุบูŠุฑ ุณูŠุฑุชู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณู„ู… ู„ูƒูู‰โ€œSesungguhnya sirah (perjalanan hidup) Muhammad ๏ทบ bagi siapa yang menelaah dan menghayatinya, akan mengharuskannya untuk membenarkan Nabi dan bersaksi bahwa beliau adalah benar-benar utusan Allah. Seandainya tidak ada mukjizat Nabi selain sirah beliau maka itu sudah cukupโ€ (al-Fishal fi al-Milal wa al-Ahwaโ€™ wa an-Nihal 2/73)Beliau menjelaskan bahwa โ€œBarangsiapa yang membaca sirah Nabi ๏ทบ dari awal sampai akhir (bagaimana akhlaq dan sikap Beliau) dengan penuh penghayatan, maka dia akan masuk Islam.โ€ Bahkan Imam Ibnu Hazm sampai-sampai menegaskan : โ€œKalau seandainya mukjizat Nabi ๏ทบ tidak ada kecuali hanya sirahnya saja, maka itu sudah cukup.โ€ Karenanya sirah Nabi Muhammad ๏ทบ sejatinya adalah mukjizat tersendiri. Kita tahu Nabi ๏ทบ dianugerahi banyak mukjizat; seperti Isrฤ Miโ€™rฤj, air yang keluar dari tangan beliau, berkah beliau meludahi orang yang sakit kemudian sembuh (sebagaimana โ€˜Ali bin Abi Thฤlib yang matanya sakit kemudian diludahi oleh Nabi ๏ทบ lalu sembuh) dan mukjizat abadi dan terbesar, yaitu Al-Qurฤn. Namun di antara sekian banyak mukjizat tersebut menurut Ibnu Hazm rahimahullฤh, sirah Nabi itu adalah mukjizat tersendiri. Barangsiapa yang mempelajari sirah Nabi maka dia akan mendapatkan kejaiban, bagaimana perangai dan akhlak Nabi ๏ทบ yang sangat luar biasa.Apabila berbicara tentang tokoh-tokoh yang lain, mungkin saja tokoh ini memiliki keunggulan dalam suatu bidang tertentu, tetapi berbeda denga Nabi ๏ทบ yang hebat dalam segala hal. Jika berbicara tentang kepememimpinan, maka Nabi ๏ทบ adalah sosok pemimpin yang hebat. Berbicara tentang keberanian maka Nabi ๏ทบ adalah sosok yang paling pemberani, sampai-sampai โ€˜Ali bin Abi Thฤlib berkata:ูƒูู†ู‘ูŽุง ุฅูุฐูŽุง ุงุญู’ู…ูŽุฑู‘ูŽ ุงู„ู’ุจูŽุฃู’ุณูุŒ ูˆูŽู„ูŽู‚ููŠูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ูŽุŒ ุงุชู‘ูŽู‚ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุจูุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽุŒ ููŽู…ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู†ู ู…ูู†ู‘ูŽุง ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุฃูŽุฏู’ู†ูŽู‰ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู‚ูŽูˆู’ู…ู ู…ูู†ู’ู‡ูโ€œKami jika dalam kondisi serangan musuh yang sangat kuat, kaum muslimin telah bertemu dengan musuh, maka kamipun berlindung di belakang Nabi ๏ทบ, tidak seorangpun dari kami yang lebih dekat kepada musuh dari pada Nabi ๏ทบ โ€ (HR Ahmad no 1347 dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, dishahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi, dan juga dishahihkan oleh Ahmad Syakir)Perhatikanlah, pengakuan ini bukanlah diucapkan oleh sembarang orang, akan tetapi diucapkan oleh Ali bin Abi Thฤlib yang dikenal sangat pemberani. Itupun beliau berlindung di belakang Nabi ย ๏ทบ.Di dalam perang Hunain, suatu ketika saat para shฤhabat diserang musuh, tiba-tiba Nabi ๏ทบ langsung menyeruak maju ke depan. Dalam hal keberanian, Nabi ๏ทบ tidak ada duanya. Belum lagi akhlak dan perangai beliau. Apabila Anda ingin mencari siapa sosok teladan ayah terbaik di muka bumi ini, maka Nabi ๏ทบ adalah ayah terbaik. Apabila Anda ingin mencari siapa sosok suami terbaik, maka lihatlah perikehidupan Nabi sebagai sosok suami terbaik. Keadaan beliau ๏ทบ sungguh sangat menakjubkan. Dalam segala hal, baik sebagai seorang ayah, suami, kepala negara, mufti, teman dan selainnya, maka Nabi ๏ทบ adalah pribadi yang menakjubkan, kesemuanya adalah mukjizat.Oleh karena itu, Nabi ๏ทบ ini bukanlah sembarang tokoh. Beliau adalah tokoh dan figur yang sangat luar biasa istimewa dan spesial. Pribadi yang sangat diagungkan dan dimuliakan oleh Allฤh Subhฤnahu wa Taโ€™ฤla.Nabi ๏ทบ pernah bersabda :ย ุฃูŽู†ูŽุง ุณูŽูŠูู‘ุฏู ูˆูŽู„ูŽุฏู ุขุฏูŽู…ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽย ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉูย ูˆูŽู„ุง ููŽุฎู’ุฑูŽโ€œAku adalah pemimpin seluruh anak ฤ€dam pada hari kiamat dan aku tidak sombong.โ€ (HR At-Tirmidzi no 3148 dari hadits Abu Saโ€™id Al-Khudri dan syahidnya HR Muslim no 2278 dari Abu Hurairah)Inilah tokoh yang sangat mulia, Rasลซlullฤh Muhammad bin Abdillah ๏ทบ.Maka alangkah benarnya perkataan Ibnu Hazm di atas, โ€œBarangsiapa yang mempelajari sirah Nabi maka dia akan memeluk Islam, karena jika ia mempelajari dengan sebaik-baiknya maka dia pasti yakin bahwa Muhammad adalah Rasลซlullฤh (utusan Allฤh Subhฤnahu wa Taโ€™ฤla).โ€Ada satu contoh yang mungkin menurut kita suatu hal yang sepele dan remeh, yaitu tentang adab dan etika makan Nabi ๏ทบ sebagaimana disebutkan oleh shฤhabat:ุฅูู†ย ุงุดู’ุชูŽู‡ูŽุงู‡ู ุฃูŽูƒูŽู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู’ย ูƒูŽุฑูู‡ูŽู‡ูย ุชูŽุฑูŽูƒูŽู‡ูโ€œJika beliau suka dengan suatu makanan maka beliau makan, dan sebaliknya apabila beliau tidak suka dengan suatu makanan, maka beliau biarkan (tidak dikomentari)โ€Adab Nabi ๏ทบ terhadap makanan ini memang tampak sepele dan remeh. Beliau ๏ทบ apabila di hadapannya ada makanan, jika sukaย  beliau makan dan jika tidak suka beliau tinggalkan, tidak pernah beliau berkomentar atau mengeluhkannya. Al-Imฤm Nawawi rahimahullฤh Taโ€™ฤla mengatakan:โ€œYaitu, Rasลซlullฤh ๏ทบ tidak pernah mencela makanan. Dalam sebuah hadits disebutkan :ู…ูŽุง ุนูŽุงุจูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุทูŽุนูŽุงู…ู‹ุง ู‚ูŽุทู‘ูุŒ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุงุดู’ุชูŽู‡ูŽู‰ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ุฃูŽูƒูŽู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุฑูู‡ูŽู‡ู ุชูŽุฑูŽูƒูŽู‡ูโ€œRasลซlullฤh ๏ทบ tidak pernah mencela makanan sedikitpun. Apabila beliau suka, beliau makan dan apabila beliau tidak suka, beliau tinggalkan.โ€ (HR Muslim no 2064)Nabi ๏ทบ tidak pernah mencela makanan sama sekali. Imฤm Nawawi dalam Syarh Shahฤซh Muslim menerangkan bahwa Nabi tidak pernah mengomentari makanan dengan mengatakan: โ€œini terlalu manisโ€ atau โ€œini terlalu asinโ€ atau โ€œini kurang enakโ€ atau โ€œini terlalu panasโ€ atau โ€œini terlalu dinginโ€.Siapakah gerangan diantara kita yang bisa seperti ini? Yaitu tidak pernah mengomentari makanan. Kita umumnya senang mengomentari makanan. Bisakah kita diam dan tidak berkomentar tentang makanan dalam waktu sebulan saja? Jangankan makanan yang kita beli, makanan yang gratis pun terkadang kita komentari, terlebih lagi makanan yang kita beli dan dengan harga mahal. Namun Nabi ๏ทบ tidak pernah mengomentari makanan, bahkan walaupun beliau terjebak dalam kondisi yang seharusnya beliau bisa berkomentar. Sebagaimana dalam hadits ketika Khฤlid bin al-Walid radhiyallฤhu โ€˜anhu suatu ketika sedang bersama Nabi dan dihidangkan seekor dhabb (kadal padang pasir) yang dimasak dengan kuahnya. Khฤlid bin Walid makan dengan lahapnya, sampai-sampai disebutkan kuah dari daging dhabb tersebut mengalir di jenggot beliau.Hukum dhabb (kadal padang pasir) ini halal. Namun Nabi ๏ทบ tidak menggerakkan tangannya sama sekali karena beliau memang tidak suka, sehingga beliau tinggalkan. Hal ini menyebabkan ย Khฤlid bin al-Walid heran, sementara beliau begitu lahap memakannya. ย Lantas beliau bertanya:ุฃูŽุญูŽุฑูŽุงู…ูŒ ู‡ููˆูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŸโ€œYa Rasลซlullฤh, apakah dhabb hukumnya haram?โ€,yaitu seakan-akan beliau beliau bertanya : โ€œKenapa Anda tidak memakannya?โ€Apabila kita dalam posisi sebagai Nabi, mungkin kita akan mengatakan: โ€œSaya ini Nabi, tidak sepatutnya dihidangkan kadal, seharusnya minimal sapi atau kambing atau unta.โ€Tetapi Nabi ๏ทบ tidak demikian. Ketika beliau dihidangkan kadal dan beliau tidak menyukainya, maka beliau menjawab dengan komentar yang indah dan sedikitpun tidak mencela makanan tersebut. Beliau mengatakan:ู„ูŽุงุŒ ูˆูŽ ู„ูƒูู†ูŽู‘ู‡ูย ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ย ุจูุงูŽุฑู’ุถู ู‚ูŽูˆู’ู…ููŠย ููŽุงูŽุฌูุฏูู†ููŠย ุงูŽุนูŽุงููู‡ูโ€œTidak, hanya saja makanan ini tidak ada di kampungku. Saya tidak biasa memakannya karena itu tidak saya makan.โ€ (HR Al-Bukhari no 5391 dan Muslim no 1945)Beliau tidak berkata macam-macam dan mencela makanan tersebut. ย Jika kita perhatikan perangai beliau yang tampak remeh ini, sebenarnya ini termasuk mukjizat. Apakah ada orang yang tidak pernah mengomentari dan mencela makanan? Hampir mustahil ada orang seperti ini.Siapa saja yang mau memperhatikan hadits-hadits Nabi ๏ทบ, niscaya dia akan mengetahui bahwa sesungguhnya Muhammad itu adalah Nabi dan utusan Allฤh. Ini hanya salah satu contoh kecil. Tidak pernah seumur hidupnya beliau mencela makanan, mengomentari, โ€œIni terlalu manisโ€, โ€œIni terlalu asamโ€, โ€œIni terlalu asinโ€, atau โ€œIni terlalu keringโ€. Hal ini merupakan perkara yang luar biasa.Ini menunjukkan bahwa orang yang memperhatikan satu poin ini saja, yang tampaknya sederhana dan remeh, bisa menjadikannya yakin bahwasanya Muhammad bin Abdillah itu memang utusan Allฤh Subhฤnahu wa Taโ€™ฤla. Dan alangkah benarnya perkataan Ibnu Hazm rahimahullฤh di atas : โ€œBarangsiapa yang memperhatikan sirah Nabi ๏ทบ yang merupakan mukjizat tersendiri maka pasti dia yakin bahwasanya Muhammad adalah utusan Allฤh Subhฤnahu wa Taโ€™ฤlaโ€ย Kota Nabi -shallallahu โ€˜alaihi wa sallam-, 02-01-1439 H / 22-09-2017 MAbu Abdil Muhsin Firandawww.firanda.com
Imฤm Ibnu Hazm rahimahullฤh dalam buku beliau yang berjudul al-Fishal fi al-Milal wa al-Ahwaโ€™ wa an-Nihal , beliau berkata :ููŽุฅูู† ุณูŠุฑุฉ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณู„ู… ู„ู…ู† ุชุฏุจุฑู‡ุง ุชูŽู‚ู’ุชูŽุถููŠ ุชูŽุตู’ุฏููŠู‚ู‡ ุถูŽุฑููˆุฑูŽุฉ ูˆูŽุชุดู‡ุฏ ู„ูŽู‡ู ุจูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุณููˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณู„ู… ุญูŽู‚ู‹ุง ููŽู„ูŽูˆ ู„ู… ุชูƒู† ู„ูŽู‡ู ู…ุนู’ุฌุฒูŽุฉ ุบูŠุฑ ุณูŠุฑุชู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณู„ู… ู„ูƒูู‰โ€œSesungguhnya sirah (perjalanan hidup) Muhammad ๏ทบ bagi siapa yang menelaah dan menghayatinya, akan mengharuskannya untuk membenarkan Nabi dan bersaksi bahwa beliau adalah benar-benar utusan Allah. Seandainya tidak ada mukjizat Nabi selain sirah beliau maka itu sudah cukupโ€ (al-Fishal fi al-Milal wa al-Ahwaโ€™ wa an-Nihal 2/73)Beliau menjelaskan bahwa โ€œBarangsiapa yang membaca sirah Nabi ๏ทบ dari awal sampai akhir (bagaimana akhlaq dan sikap Beliau) dengan penuh penghayatan, maka dia akan masuk Islam.โ€ Bahkan Imam Ibnu Hazm sampai-sampai menegaskan : โ€œKalau seandainya mukjizat Nabi ๏ทบ tidak ada kecuali hanya sirahnya saja, maka itu sudah cukup.โ€ Karenanya sirah Nabi Muhammad ๏ทบ sejatinya adalah mukjizat tersendiri. Kita tahu Nabi ๏ทบ dianugerahi banyak mukjizat; seperti Isrฤ Miโ€™rฤj, air yang keluar dari tangan beliau, berkah beliau meludahi orang yang sakit kemudian sembuh (sebagaimana โ€˜Ali bin Abi Thฤlib yang matanya sakit kemudian diludahi oleh Nabi ๏ทบ lalu sembuh) dan mukjizat abadi dan terbesar, yaitu Al-Qurฤn. Namun di antara sekian banyak mukjizat tersebut menurut Ibnu Hazm rahimahullฤh, sirah Nabi itu adalah mukjizat tersendiri. Barangsiapa yang mempelajari sirah Nabi maka dia akan mendapatkan kejaiban, bagaimana perangai dan akhlak Nabi ๏ทบ yang sangat luar biasa.Apabila berbicara tentang tokoh-tokoh yang lain, mungkin saja tokoh ini memiliki keunggulan dalam suatu bidang tertentu, tetapi berbeda denga Nabi ๏ทบ yang hebat dalam segala hal. Jika berbicara tentang kepememimpinan, maka Nabi ๏ทบ adalah sosok pemimpin yang hebat. Berbicara tentang keberanian maka Nabi ๏ทบ adalah sosok yang paling pemberani, sampai-sampai โ€˜Ali bin Abi Thฤlib berkata:ูƒูู†ู‘ูŽุง ุฅูุฐูŽุง ุงุญู’ู…ูŽุฑู‘ูŽ ุงู„ู’ุจูŽุฃู’ุณูุŒ ูˆูŽู„ูŽู‚ููŠูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ูŽุŒ ุงุชู‘ูŽู‚ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุจูุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽุŒ ููŽู…ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู†ู ู…ูู†ู‘ูŽุง ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุฃูŽุฏู’ู†ูŽู‰ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู‚ูŽูˆู’ู…ู ู…ูู†ู’ู‡ูโ€œKami jika dalam kondisi serangan musuh yang sangat kuat, kaum muslimin telah bertemu dengan musuh, maka kamipun berlindung di belakang Nabi ๏ทบ, tidak seorangpun dari kami yang lebih dekat kepada musuh dari pada Nabi ๏ทบ โ€ (HR Ahmad no 1347 dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, dishahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi, dan juga dishahihkan oleh Ahmad Syakir)Perhatikanlah, pengakuan ini bukanlah diucapkan oleh sembarang orang, akan tetapi diucapkan oleh Ali bin Abi Thฤlib yang dikenal sangat pemberani. Itupun beliau berlindung di belakang Nabi ย ๏ทบ.Di dalam perang Hunain, suatu ketika saat para shฤhabat diserang musuh, tiba-tiba Nabi ๏ทบ langsung menyeruak maju ke depan. Dalam hal keberanian, Nabi ๏ทบ tidak ada duanya. Belum lagi akhlak dan perangai beliau. Apabila Anda ingin mencari siapa sosok teladan ayah terbaik di muka bumi ini, maka Nabi ๏ทบ adalah ayah terbaik. Apabila Anda ingin mencari siapa sosok suami terbaik, maka lihatlah perikehidupan Nabi sebagai sosok suami terbaik. Keadaan beliau ๏ทบ sungguh sangat menakjubkan. Dalam segala hal, baik sebagai seorang ayah, suami, kepala negara, mufti, teman dan selainnya, maka Nabi ๏ทบ adalah pribadi yang menakjubkan, kesemuanya adalah mukjizat.Oleh karena itu, Nabi ๏ทบ ini bukanlah sembarang tokoh. Beliau adalah tokoh dan figur yang sangat luar biasa istimewa dan spesial. Pribadi yang sangat diagungkan dan dimuliakan oleh Allฤh Subhฤnahu wa Taโ€™ฤla.Nabi ๏ทบ pernah bersabda :ย ุฃูŽู†ูŽุง ุณูŽูŠูู‘ุฏู ูˆูŽู„ูŽุฏู ุขุฏูŽู…ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽย ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉูย ูˆูŽู„ุง ููŽุฎู’ุฑูŽโ€œAku adalah pemimpin seluruh anak ฤ€dam pada hari kiamat dan aku tidak sombong.โ€ (HR At-Tirmidzi no 3148 dari hadits Abu Saโ€™id Al-Khudri dan syahidnya HR Muslim no 2278 dari Abu Hurairah)Inilah tokoh yang sangat mulia, Rasลซlullฤh Muhammad bin Abdillah ๏ทบ.Maka alangkah benarnya perkataan Ibnu Hazm di atas, โ€œBarangsiapa yang mempelajari sirah Nabi maka dia akan memeluk Islam, karena jika ia mempelajari dengan sebaik-baiknya maka dia pasti yakin bahwa Muhammad adalah Rasลซlullฤh (utusan Allฤh Subhฤnahu wa Taโ€™ฤla).โ€Ada satu contoh yang mungkin menurut kita suatu hal yang sepele dan remeh, yaitu tentang adab dan etika makan Nabi ๏ทบ sebagaimana disebutkan oleh shฤhabat:ุฅูู†ย ุงุดู’ุชูŽู‡ูŽุงู‡ู ุฃูŽูƒูŽู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู’ย ูƒูŽุฑูู‡ูŽู‡ูย ุชูŽุฑูŽูƒูŽู‡ูโ€œJika beliau suka dengan suatu makanan maka beliau makan, dan sebaliknya apabila beliau tidak suka dengan suatu makanan, maka beliau biarkan (tidak dikomentari)โ€Adab Nabi ๏ทบ terhadap makanan ini memang tampak sepele dan remeh. Beliau ๏ทบ apabila di hadapannya ada makanan, jika sukaย  beliau makan dan jika tidak suka beliau tinggalkan, tidak pernah beliau berkomentar atau mengeluhkannya. Al-Imฤm Nawawi rahimahullฤh Taโ€™ฤla mengatakan:โ€œYaitu, Rasลซlullฤh ๏ทบ tidak pernah mencela makanan. Dalam sebuah hadits disebutkan :ู…ูŽุง ุนูŽุงุจูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุทูŽุนูŽุงู…ู‹ุง ู‚ูŽุทู‘ูุŒ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุงุดู’ุชูŽู‡ูŽู‰ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ุฃูŽูƒูŽู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุฑูู‡ูŽู‡ู ุชูŽุฑูŽูƒูŽู‡ูโ€œRasลซlullฤh ๏ทบ tidak pernah mencela makanan sedikitpun. Apabila beliau suka, beliau makan dan apabila beliau tidak suka, beliau tinggalkan.โ€ (HR Muslim no 2064)Nabi ๏ทบ tidak pernah mencela makanan sama sekali. Imฤm Nawawi dalam Syarh Shahฤซh Muslim menerangkan bahwa Nabi tidak pernah mengomentari makanan dengan mengatakan: โ€œini terlalu manisโ€ atau โ€œini terlalu asinโ€ atau โ€œini kurang enakโ€ atau โ€œini terlalu panasโ€ atau โ€œini terlalu dinginโ€.Siapakah gerangan diantara kita yang bisa seperti ini? Yaitu tidak pernah mengomentari makanan. Kita umumnya senang mengomentari makanan. Bisakah kita diam dan tidak berkomentar tentang makanan dalam waktu sebulan saja? Jangankan makanan yang kita beli, makanan yang gratis pun terkadang kita komentari, terlebih lagi makanan yang kita beli dan dengan harga mahal. Namun Nabi ๏ทบ tidak pernah mengomentari makanan, bahkan walaupun beliau terjebak dalam kondisi yang seharusnya beliau bisa berkomentar. Sebagaimana dalam hadits ketika Khฤlid bin al-Walid radhiyallฤhu โ€˜anhu suatu ketika sedang bersama Nabi dan dihidangkan seekor dhabb (kadal padang pasir) yang dimasak dengan kuahnya. Khฤlid bin Walid makan dengan lahapnya, sampai-sampai disebutkan kuah dari daging dhabb tersebut mengalir di jenggot beliau.Hukum dhabb (kadal padang pasir) ini halal. Namun Nabi ๏ทบ tidak menggerakkan tangannya sama sekali karena beliau memang tidak suka, sehingga beliau tinggalkan. Hal ini menyebabkan ย Khฤlid bin al-Walid heran, sementara beliau begitu lahap memakannya. ย Lantas beliau bertanya:ุฃูŽุญูŽุฑูŽุงู…ูŒ ู‡ููˆูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŸโ€œYa Rasลซlullฤh, apakah dhabb hukumnya haram?โ€,yaitu seakan-akan beliau beliau bertanya : โ€œKenapa Anda tidak memakannya?โ€Apabila kita dalam posisi sebagai Nabi, mungkin kita akan mengatakan: โ€œSaya ini Nabi, tidak sepatutnya dihidangkan kadal, seharusnya minimal sapi atau kambing atau unta.โ€Tetapi Nabi ๏ทบ tidak demikian. Ketika beliau dihidangkan kadal dan beliau tidak menyukainya, maka beliau menjawab dengan komentar yang indah dan sedikitpun tidak mencela makanan tersebut. Beliau mengatakan:ู„ูŽุงุŒ ูˆูŽ ู„ูƒูู†ูŽู‘ู‡ูย ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ย ุจูุงูŽุฑู’ุถู ู‚ูŽูˆู’ู…ููŠย ููŽุงูŽุฌูุฏูู†ููŠย ุงูŽุนูŽุงููู‡ูโ€œTidak, hanya saja makanan ini tidak ada di kampungku. Saya tidak biasa memakannya karena itu tidak saya makan.โ€ (HR Al-Bukhari no 5391 dan Muslim no 1945)Beliau tidak berkata macam-macam dan mencela makanan tersebut. ย Jika kita perhatikan perangai beliau yang tampak remeh ini, sebenarnya ini termasuk mukjizat. Apakah ada orang yang tidak pernah mengomentari dan mencela makanan? Hampir mustahil ada orang seperti ini.Siapa saja yang mau memperhatikan hadits-hadits Nabi ๏ทบ, niscaya dia akan mengetahui bahwa sesungguhnya Muhammad itu adalah Nabi dan utusan Allฤh. Ini hanya salah satu contoh kecil. Tidak pernah seumur hidupnya beliau mencela makanan, mengomentari, โ€œIni terlalu manisโ€, โ€œIni terlalu asamโ€, โ€œIni terlalu asinโ€, atau โ€œIni terlalu keringโ€. Hal ini merupakan perkara yang luar biasa.Ini menunjukkan bahwa orang yang memperhatikan satu poin ini saja, yang tampaknya sederhana dan remeh, bisa menjadikannya yakin bahwasanya Muhammad bin Abdillah itu memang utusan Allฤh Subhฤnahu wa Taโ€™ฤla. Dan alangkah benarnya perkataan Ibnu Hazm rahimahullฤh di atas : โ€œBarangsiapa yang memperhatikan sirah Nabi ๏ทบ yang merupakan mukjizat tersendiri maka pasti dia yakin bahwasanya Muhammad adalah utusan Allฤh Subhฤnahu wa Taโ€™ฤlaโ€ย Kota Nabi -shallallahu โ€˜alaihi wa sallam-, 02-01-1439 H / 22-09-2017 MAbu Abdil Muhsin Firandawww.firanda.com


Imฤm Ibnu Hazm rahimahullฤh dalam buku beliau yang berjudul al-Fishal fi al-Milal wa al-Ahwaโ€™ wa an-Nihal , beliau berkata :ููŽุฅูู† ุณูŠุฑุฉ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณู„ู… ู„ู…ู† ุชุฏุจุฑู‡ุง ุชูŽู‚ู’ุชูŽุถููŠ ุชูŽุตู’ุฏููŠู‚ู‡ ุถูŽุฑููˆุฑูŽุฉ ูˆูŽุชุดู‡ุฏ ู„ูŽู‡ู ุจูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุณููˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณู„ู… ุญูŽู‚ู‹ุง ููŽู„ูŽูˆ ู„ู… ุชูƒู† ู„ูŽู‡ู ู…ุนู’ุฌุฒูŽุฉ ุบูŠุฑ ุณูŠุฑุชู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณู„ู… ู„ูƒูู‰โ€œSesungguhnya sirah (perjalanan hidup) Muhammad ๏ทบ bagi siapa yang menelaah dan menghayatinya, akan mengharuskannya untuk membenarkan Nabi dan bersaksi bahwa beliau adalah benar-benar utusan Allah. Seandainya tidak ada mukjizat Nabi selain sirah beliau maka itu sudah cukupโ€ (al-Fishal fi al-Milal wa al-Ahwaโ€™ wa an-Nihal 2/73)Beliau menjelaskan bahwa โ€œBarangsiapa yang membaca sirah Nabi ๏ทบ dari awal sampai akhir (bagaimana akhlaq dan sikap Beliau) dengan penuh penghayatan, maka dia akan masuk Islam.โ€ Bahkan Imam Ibnu Hazm sampai-sampai menegaskan : โ€œKalau seandainya mukjizat Nabi ๏ทบ tidak ada kecuali hanya sirahnya saja, maka itu sudah cukup.โ€ Karenanya sirah Nabi Muhammad ๏ทบ sejatinya adalah mukjizat tersendiri. Kita tahu Nabi ๏ทบ dianugerahi banyak mukjizat; seperti Isrฤ Miโ€™rฤj, air yang keluar dari tangan beliau, berkah beliau meludahi orang yang sakit kemudian sembuh (sebagaimana โ€˜Ali bin Abi Thฤlib yang matanya sakit kemudian diludahi oleh Nabi ๏ทบ lalu sembuh) dan mukjizat abadi dan terbesar, yaitu Al-Qurฤn. Namun di antara sekian banyak mukjizat tersebut menurut Ibnu Hazm rahimahullฤh, sirah Nabi itu adalah mukjizat tersendiri. Barangsiapa yang mempelajari sirah Nabi maka dia akan mendapatkan kejaiban, bagaimana perangai dan akhlak Nabi ๏ทบ yang sangat luar biasa.Apabila berbicara tentang tokoh-tokoh yang lain, mungkin saja tokoh ini memiliki keunggulan dalam suatu bidang tertentu, tetapi berbeda denga Nabi ๏ทบ yang hebat dalam segala hal. Jika berbicara tentang kepememimpinan, maka Nabi ๏ทบ adalah sosok pemimpin yang hebat. Berbicara tentang keberanian maka Nabi ๏ทบ adalah sosok yang paling pemberani, sampai-sampai โ€˜Ali bin Abi Thฤlib berkata:ูƒูู†ู‘ูŽุง ุฅูุฐูŽุง ุงุญู’ู…ูŽุฑู‘ูŽ ุงู„ู’ุจูŽุฃู’ุณูุŒ ูˆูŽู„ูŽู‚ููŠูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ูŽุŒ ุงุชู‘ูŽู‚ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุจูุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽุŒ ููŽู…ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู†ู ู…ูู†ู‘ูŽุง ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุฃูŽุฏู’ู†ูŽู‰ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู‚ูŽูˆู’ู…ู ู…ูู†ู’ู‡ูโ€œKami jika dalam kondisi serangan musuh yang sangat kuat, kaum muslimin telah bertemu dengan musuh, maka kamipun berlindung di belakang Nabi ๏ทบ, tidak seorangpun dari kami yang lebih dekat kepada musuh dari pada Nabi ๏ทบ โ€ (HR Ahmad no 1347 dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, dishahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi, dan juga dishahihkan oleh Ahmad Syakir)Perhatikanlah, pengakuan ini bukanlah diucapkan oleh sembarang orang, akan tetapi diucapkan oleh Ali bin Abi Thฤlib yang dikenal sangat pemberani. Itupun beliau berlindung di belakang Nabi ย ๏ทบ.Di dalam perang Hunain, suatu ketika saat para shฤhabat diserang musuh, tiba-tiba Nabi ๏ทบ langsung menyeruak maju ke depan. Dalam hal keberanian, Nabi ๏ทบ tidak ada duanya. Belum lagi akhlak dan perangai beliau. Apabila Anda ingin mencari siapa sosok teladan ayah terbaik di muka bumi ini, maka Nabi ๏ทบ adalah ayah terbaik. Apabila Anda ingin mencari siapa sosok suami terbaik, maka lihatlah perikehidupan Nabi sebagai sosok suami terbaik. Keadaan beliau ๏ทบ sungguh sangat menakjubkan. Dalam segala hal, baik sebagai seorang ayah, suami, kepala negara, mufti, teman dan selainnya, maka Nabi ๏ทบ adalah pribadi yang menakjubkan, kesemuanya adalah mukjizat.Oleh karena itu, Nabi ๏ทบ ini bukanlah sembarang tokoh. Beliau adalah tokoh dan figur yang sangat luar biasa istimewa dan spesial. Pribadi yang sangat diagungkan dan dimuliakan oleh Allฤh Subhฤnahu wa Taโ€™ฤla.Nabi ๏ทบ pernah bersabda :ย ุฃูŽู†ูŽุง ุณูŽูŠูู‘ุฏู ูˆูŽู„ูŽุฏู ุขุฏูŽู…ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽย ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉูย ูˆูŽู„ุง ููŽุฎู’ุฑูŽโ€œAku adalah pemimpin seluruh anak ฤ€dam pada hari kiamat dan aku tidak sombong.โ€ (HR At-Tirmidzi no 3148 dari hadits Abu Saโ€™id Al-Khudri dan syahidnya HR Muslim no 2278 dari Abu Hurairah)Inilah tokoh yang sangat mulia, Rasลซlullฤh Muhammad bin Abdillah ๏ทบ.Maka alangkah benarnya perkataan Ibnu Hazm di atas, โ€œBarangsiapa yang mempelajari sirah Nabi maka dia akan memeluk Islam, karena jika ia mempelajari dengan sebaik-baiknya maka dia pasti yakin bahwa Muhammad adalah Rasลซlullฤh (utusan Allฤh Subhฤnahu wa Taโ€™ฤla).โ€Ada satu contoh yang mungkin menurut kita suatu hal yang sepele dan remeh, yaitu tentang adab dan etika makan Nabi ๏ทบ sebagaimana disebutkan oleh shฤhabat:ุฅูู†ย ุงุดู’ุชูŽู‡ูŽุงู‡ู ุฃูŽูƒูŽู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู’ย ูƒูŽุฑูู‡ูŽู‡ูย ุชูŽุฑูŽูƒูŽู‡ูโ€œJika beliau suka dengan suatu makanan maka beliau makan, dan sebaliknya apabila beliau tidak suka dengan suatu makanan, maka beliau biarkan (tidak dikomentari)โ€Adab Nabi ๏ทบ terhadap makanan ini memang tampak sepele dan remeh. Beliau ๏ทบ apabila di hadapannya ada makanan, jika sukaย  beliau makan dan jika tidak suka beliau tinggalkan, tidak pernah beliau berkomentar atau mengeluhkannya. Al-Imฤm Nawawi rahimahullฤh Taโ€™ฤla mengatakan:โ€œYaitu, Rasลซlullฤh ๏ทบ tidak pernah mencela makanan. Dalam sebuah hadits disebutkan :ู…ูŽุง ุนูŽุงุจูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุทูŽุนูŽุงู…ู‹ุง ู‚ูŽุทู‘ูุŒ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุงุดู’ุชูŽู‡ูŽู‰ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ุฃูŽูƒูŽู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุฑูู‡ูŽู‡ู ุชูŽุฑูŽูƒูŽู‡ูโ€œRasลซlullฤh ๏ทบ tidak pernah mencela makanan sedikitpun. Apabila beliau suka, beliau makan dan apabila beliau tidak suka, beliau tinggalkan.โ€ (HR Muslim no 2064)Nabi ๏ทบ tidak pernah mencela makanan sama sekali. Imฤm Nawawi dalam Syarh Shahฤซh Muslim menerangkan bahwa Nabi tidak pernah mengomentari makanan dengan mengatakan: โ€œini terlalu manisโ€ atau โ€œini terlalu asinโ€ atau โ€œini kurang enakโ€ atau โ€œini terlalu panasโ€ atau โ€œini terlalu dinginโ€.Siapakah gerangan diantara kita yang bisa seperti ini? Yaitu tidak pernah mengomentari makanan. Kita umumnya senang mengomentari makanan. Bisakah kita diam dan tidak berkomentar tentang makanan dalam waktu sebulan saja? Jangankan makanan yang kita beli, makanan yang gratis pun terkadang kita komentari, terlebih lagi makanan yang kita beli dan dengan harga mahal. Namun Nabi ๏ทบ tidak pernah mengomentari makanan, bahkan walaupun beliau terjebak dalam kondisi yang seharusnya beliau bisa berkomentar. Sebagaimana dalam hadits ketika Khฤlid bin al-Walid radhiyallฤhu โ€˜anhu suatu ketika sedang bersama Nabi dan dihidangkan seekor dhabb (kadal padang pasir) yang dimasak dengan kuahnya. Khฤlid bin Walid makan dengan lahapnya, sampai-sampai disebutkan kuah dari daging dhabb tersebut mengalir di jenggot beliau.Hukum dhabb (kadal padang pasir) ini halal. Namun Nabi ๏ทบ tidak menggerakkan tangannya sama sekali karena beliau memang tidak suka, sehingga beliau tinggalkan. Hal ini menyebabkan ย Khฤlid bin al-Walid heran, sementara beliau begitu lahap memakannya. ย Lantas beliau bertanya:ุฃูŽุญูŽุฑูŽุงู…ูŒ ู‡ููˆูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŸโ€œYa Rasลซlullฤh, apakah dhabb hukumnya haram?โ€,yaitu seakan-akan beliau beliau bertanya : โ€œKenapa Anda tidak memakannya?โ€Apabila kita dalam posisi sebagai Nabi, mungkin kita akan mengatakan: โ€œSaya ini Nabi, tidak sepatutnya dihidangkan kadal, seharusnya minimal sapi atau kambing atau unta.โ€Tetapi Nabi ๏ทบ tidak demikian. Ketika beliau dihidangkan kadal dan beliau tidak menyukainya, maka beliau menjawab dengan komentar yang indah dan sedikitpun tidak mencela makanan tersebut. Beliau mengatakan:ู„ูŽุงุŒ ูˆูŽ ู„ูƒูู†ูŽู‘ู‡ูย ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ย ุจูุงูŽุฑู’ุถู ู‚ูŽูˆู’ู…ููŠย ููŽุงูŽุฌูุฏูู†ููŠย ุงูŽุนูŽุงููู‡ูโ€œTidak, hanya saja makanan ini tidak ada di kampungku. Saya tidak biasa memakannya karena itu tidak saya makan.โ€ (HR Al-Bukhari no 5391 dan Muslim no 1945)Beliau tidak berkata macam-macam dan mencela makanan tersebut. ย Jika kita perhatikan perangai beliau yang tampak remeh ini, sebenarnya ini termasuk mukjizat. Apakah ada orang yang tidak pernah mengomentari dan mencela makanan? Hampir mustahil ada orang seperti ini.Siapa saja yang mau memperhatikan hadits-hadits Nabi ๏ทบ, niscaya dia akan mengetahui bahwa sesungguhnya Muhammad itu adalah Nabi dan utusan Allฤh. Ini hanya salah satu contoh kecil. Tidak pernah seumur hidupnya beliau mencela makanan, mengomentari, โ€œIni terlalu manisโ€, โ€œIni terlalu asamโ€, โ€œIni terlalu asinโ€, atau โ€œIni terlalu keringโ€. Hal ini merupakan perkara yang luar biasa.Ini menunjukkan bahwa orang yang memperhatikan satu poin ini saja, yang tampaknya sederhana dan remeh, bisa menjadikannya yakin bahwasanya Muhammad bin Abdillah itu memang utusan Allฤh Subhฤnahu wa Taโ€™ฤla. Dan alangkah benarnya perkataan Ibnu Hazm rahimahullฤh di atas : โ€œBarangsiapa yang memperhatikan sirah Nabi ๏ทบ yang merupakan mukjizat tersendiri maka pasti dia yakin bahwasanya Muhammad adalah utusan Allฤh Subhฤnahu wa Taโ€™ฤlaโ€ย Kota Nabi -shallallahu โ€˜alaihi wa sallam-, 02-01-1439 H / 22-09-2017 MAbu Abdil Muhsin Firandawww.firanda.com

Khutbah Jumat: Tanda Munafik Zaman Ini

Apa tanda munafik masa kini? Khutbah Pertama ย  ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ู‡ูŽุฏูŽุงู†ูŽุง ู„ูู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูู†ูŽู‘ุง ู„ูู†ูŽู‡ู’ุชูŽุฏููŠูŽ ู„ูŽูˆู’ู„ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ู‡ูŽุฏูŽุงู†ูŽุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฌูŽุงุกูŽุชู’ ุฑูุณูู„ู ุฑูŽุจูู‘ู†ูŽุง ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ูู‘ ูˆูŽู†ููˆุฏููˆุง ุฃูŽู†ู’ ุชูู„ู’ูƒูู…ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ุฃููˆุฑูุซู’ุชูู…ููˆู‡ูŽุง ุจูู…ูŽุง ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ูŽู‘ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏุงู‹ ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู. ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ ุตูŽู„ู‘ ูˆูŽุณูŽู„ู‘ู…ู’ ุนูŽู„ู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ูŠู’ู† ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุฑูŽุจูŽู‘ูƒูู…ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ู†ูŽูู’ุณู ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู ูˆูŽุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฒูŽูˆู’ุฌูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุจูŽุซูŽู‘ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ุฑูุฌูŽุงู„ู‹ุง ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง ูˆูŽู†ูุณูŽุงุกู‹ ูˆูŽุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุชูŽุณูŽุงุกูŽู„ููˆู†ูŽ ุจูู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุญูŽุงู…ูŽ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุฑูŽู‚ููŠุจู‹ุง ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุนูŽู„ู‘ูู…ู’ู†ูŽุง ู…ูŽุง ูŠูŽู†ู’ููŽุนูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุงู†ู’ููŽุนูŽู†ูŽุง ุจูู…ูŽุง ุนูŽู„ู‘ูŽู…ู’ุชูŽู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุฒูุฏู’ู†ูŽุง ุนูู„ู’ู…ุงู‹ุŒ ูˆูŽุฃูŽุฑูŽู†ูŽุง ุงู„ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุญูŽู‚ู‘ุงู‹ ูˆูŽุงุฑู’ุฒูู‚ู’ู†ูŽุง ุงุชู‘ูุจูŽุงุนูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุฑูŽู†ูŽุง ุงู„ุจูŽุงุทูู„ูŽ ุจูŽุงุทูู„ุงู‹ ูˆูŽุงุฑู’ุฒูู‚ู’ู†ูŽุง ุงุฌู’ุชูู†ูŽุงุจูŽู‡ู ย  Maโ€™asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah โ€ฆ Segala puji kita panjatkan pada Allah atas berbagai macam nikmat yang telah Allah anugerahkan pada kita sekalian. Ingatlah kita berada di bulan mulia yang wajib kita syukuri, lebih-lebih terus meningkatkan ketakwaan di bulan ini. Bulan Muharram atau Suro ini disebut oleh Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam sebagai bulan Allah (syahrullah). Bulan ini bukanlah bulan sial atau bulan bencana sehingga tak perlu khawatir dengan melakukan hajatan di bulan ini (baik manten, pindah rumah atau hajatan lainnya). Contoh ritual yang tak perlu dilakukan di bulan ini adalah menjamas senjata, keris, mustika, batu akik dan senjata lainnya. Moga Allah memberi taufik kepada kita untuk dijauhkan dari syirik, dosa besar, dan amalan yang tidak ada tuntunan. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan suri tauladan kita, Nabi besar kita Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, juga kepada para sahabat, para tabiโ€™in, serta para ulama yang telah memberikan contoh yang baik pada kita. ย  Maโ€™asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah โ€ฆ Tahukah munafik? Kalau yang dimaksud munafik besar adalah menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafiran. Ada istilah munafik ashgar atau dalam bentuk amalan lahiriyah disebutkan oleh Al-Hasan Al-Bashri berikut ini. Al-Hasan Al-Bashri mengatakan, ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูู‘ููŽุงู‚ู ุงูุฎู’ุชูู„ุงูŽูู ุงู„ู‚ูŽู„ู’ุจู ูˆูŽุงู„ู„ูู‘ุณูŽุงู†ู ุŒ ูˆูŽุงุฎู’ุชูู„ุงูŽูู ุงู„ุณูู‘ุฑูู‘ ูˆูŽุงู„ุนูŽู„ุงูŽู†ููŠูŽู‘ุฉู ุŒ ูˆูŽุงุฎู’ุชูู„ุงูŽูู ุงู„ุฏูู‘ุฎููˆู’ู„ู ูˆูŽุงู„ุฎูุฑููˆู’ุฌู โ€œDi antara tanda kemunafikan adalah berbeda antara hati dan lisan, berbeda antara sesuatu yang tersembunyi dan sesuatu yang nampak, berbeda antara yang masuk dan yang keluar.โ€ (Jaamiโ€™ Al-โ€˜Ulum wa Al-Hikam, 2:490) Bagaimanakah keadaan munafik orang zaman ini dan masa silam? Hudzaifah Ibnul Yaman radhiyallahu โ€˜anhu berkata, ุงู„ู…ูู†ูŽุงููู‚ููˆู’ู†ูŽ ุงู„ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุดูŽุฑู‘ูŒ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู‡ู’ุฏู ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽ ุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูƒูŽุงู†ููˆู’ุง ูŠูŽูˆู’ู…ูŽุฆูุฐู ูŠูŽูƒู’ุชูู…ููˆู’ู†ูŽู‡ู ูˆูŽู‡ูู…ู’ ุงู„ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ูŠูุธู’ู‡ูุฑููˆู’ู†ูŽู‡ู โ€œOrang munafik saat ini lebih jelek dari orang munafik di masa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Dahulu kemunafikan disembunyikan, sedangkan saat ini terang-terangan.โ€ (Hilyatul Auliyaโ€™, 1:280) ย  Maโ€™asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah โ€ฆ ย  Apa tanda munafik pada zaman ini? ย  Pertama, jadi orang yang tidak amanah dan tidak jujur Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, ู…ูู†ู’ ุนูŽู„ุงูŽู…ูŽุงุชู ุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ู ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉูŒ ุฅูุฐูŽุง ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽ ูƒูŽุฐูŽุจูŽ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ูˆูŽุนูŽุฏูŽ ุฃูŽุฎู’ู„ูŽููŽ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุงุฆู’ุชูู…ูู†ูŽ ุฎูŽุงู†ูŽ โ€œDi antara tanda munafik ada tiga: jika berbicara, berdusta; jika berjanji, tidak menepati; jika diberi amanat, berkhianat.โ€ (HR. Muslim, no. 59) ย  Kedua, malas-malasan ibadah Sebagaimana disebutkan dalam ayat, ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ููŠู†ูŽ ูŠูุฎูŽุงุฏูุนููˆู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุฎูŽุงุฏูุนูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุงู…ููˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ู‚ูŽุงู…ููˆุง ูƒูุณูŽุงู„ูŽู‰ ูŠูุฑูŽุงุกููˆู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑููˆู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ู‚ูŽู„ููŠู„ู‹ุง โ€œSesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.โ€ (QS. An Nisaโ€™: 142). ย  Ketiga, pintar berkata bijak namun malah melakukan yang mungkar Umar pernah berkhutbah di atas mimbar, lantas ia mengatakan, ุฅู†ูŽู‘ ุฃูŽุฎู’ูˆูŽููŽ ู…ูŽุง ุฃูŽุฎูŽุงูู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ู…ู†ูŽุงูู‚ู ุงู„ุนูŽู„ููŠู’ู…ู ุŒ ู‚ูŽุงู„ููˆู’ุง : ูƒูŽูŠู’ููŽ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ู ุงู„ู…ู†ูŽุงููู‚ู ุนูŽู„ููŠู…ุงู‹ ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ูŠูŽุชูŽูƒูŽู„ูŽู‘ู…ู ุจูุงู„ู’ุญููƒู’ู…ูŽุฉู ุŒ ูˆูŽูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุจุงูู„ุฌูŽูˆู’ุฑ ุŒ ุฃูŽูˆู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุงู„ู…ู†ู’ูƒูŽุฑู โ€œYang aku khawatirkan pada kalian adalah orang berilmu yang munafik. Para sahabat lantas bertanya: โ€œBagaimana bisa ada orang berilmu yang munafik?โ€ Umar menjawab, โ€œIa berkata perkataan hikmah, namun sayangnya ia melakukan kemungkaran.โ€ (Jamiโ€™ Al-โ€˜Ulum wa Al-Hikam, 2:490) ย  Keempat, dari luar terlihat khusyuโ€™, namun batin tidak khusyuโ€™ Sebagian ulama salaf mengatakan, ุฎูุดููˆู’ุนู ุงู„ู†ูู‘ููŽุงู‚ู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽู‰ ุงู„ุฌูŽุณูŽุฏูŽ ุฎูŽุงุดูุนุงู‹ ุŒ ูˆูŽุงู„ู‚ูŽู„ู’ุจู ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุจูุฎูŽุงุดูุนู โ€œKhusyuโ€™nya orang munafik, jasad terlihat khusyuโ€™. Namun hati tak ada kekhusyuโ€™an.โ€ .โ€ (Jamiโ€™ Al-โ€˜Ulum wa Al-Hikam, 2:490) ย  Kelima, mengaku beriman namun tidak punya amalan sama sekali Hudzaifah ditanya mengenai apa itu munafik, ia menjawab, ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ูŠูŽุตููู ุงู„ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุจูู‡ู โ€œIa menyifati diri beriman namun tak ada amalan.โ€ (Jamiโ€™ Al-โ€˜Ulum wa Al-Hikam, 2:490) ย  Keenam, pria enggan shalat berjamaah di masjid Ibnu Masโ€™ud radhiyallahu โ€˜anhu berkata, ูˆูŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู†ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูŽุชูŽุฎูŽู„ูŽู‘ูู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ุฅูู„ุงูŽู‘ ู…ูู†ูŽุงููู‚ูŒ ู…ูŽุนู’ู„ููˆู…ู ุงู„ู†ูู‘ููŽุงู‚ู ูˆูŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ูŠูุคู’ุชูŽู‰ ุจูู‡ู ูŠูู‡ูŽุงุฏูŽู‰ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ูŽูŠู’ู†ู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูู‚ูŽุงู…ูŽ ููู‰ ุงู„ุตูŽู‘ููู‘ โ€œAku telah melihat bahwa orang yang meninggalkan shalat jamaโ€™ah hanyalah orang munafik, di mana ia adalah munafik tulen. Karena bahayanya meninggalkan shalat jamaโ€™ah sedemikian adanya, ada seseorang sampai didatangkan dengan berpegangan pada dua orang sampai ia bisa masuk dalam shaf.โ€ (HR. Muslim, no. 654). Ibrahim An-Nakhaโ€™i rahimahullah mengatakan, ูƒูŽููŽู‰ ุนูŽู„ูŽู…ุงู‹ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูููŽุงู‚ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุฌูŽุงุฑูŽ ุงู„ู…ุณู’ุฌูุฏ ุŒ ู„ุงูŽ ูŠูุฑูŽู‰ ูููŠู’ู‡ู โ€œCukup disebut seseorang memiliki tanda munafik jika ia adalah tetangga masjid namun tak pernah terlihat di masjidโ€ (Fath Al-Bari karya Ibnu Rajab, 5: 458 dan Maโ€™alim As-Sunan, 1:160. Lihat Minhah Al-โ€˜Allam, 3: 365). ย  Ketujuh, malas merutinkan Shalat Shubuh dan Shalat Isya Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุตูŽู„ุงูŽุฉูŒ ุฃุซู’ู‚ูŽู„ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู…ูู†ูŽุงููู‚ููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ููŽุฌู’ุฑู ูˆูŽุงู„ุนูุดูŽุงุกู ุŒ ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ ู…ูŽุง ูููŠู‡ูู…ูŽุง ู„ุฃูŽุชูŽูˆู’ู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุญูŽุจู’ูˆุงู‹ โ€œTidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat โ€˜Isyaโ€™. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.โ€ (HR. Bukhari, no. 657). Sahabat โ€˜Abdullah bin โ€˜Umar radhiyallahu โ€˜anhuma menyatakan, ูƒูู†ู‘ูŽุง ุฅูุฐูŽุง ููŽู‚ูŽุฏู’ู†ูŽุง ุงู„ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ูŽ ูููŠ ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ุนูุดูŽุงุกู ุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุตู‘ูุจู’ุญู ุฃูŽุณูŽุฃู’ู†ูŽุง ุจูู‡ู ุงู„ุธู‘ูŽู†ู‘ูŽ โ€œJika kami tidak melihat seseorang dalam shalat โ€˜Isyaโ€™ dan shalat Shubuh, maka kami mudah untuk suuzhon (berprasangka jelek) padanyaโ€ (HR. Ibnu Khuzaimah, 2:370 dan Al-Hakim 1:211, dengan sanad yang shahih sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Rajab. Lihat Minhah Al-โ€˜Allam, 3:365) ย  Demikian khutbah pertama ini. ุฃูŽู‚ููˆู’ู„ู ู‚ูŽูˆู’ู„ููŠ ู‡ูŽุฐูŽุง ูŽูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ุงู„ู„ู‡ูŽ ู„ููŠ ูˆูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูุณูŽุงุฆูุฑู ุงู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู‡ููˆูŽ ุงู„ุณูŽู…ููŠู’ุนู ุงู„ุนูŽู„ููŠู’ู…ู ย  Khutbah Kedua ุงู„ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ุนูŽุงู„ู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽุดู’ุฑูŽุงูู ุงู„ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู…ุฑู’ุณูŽู„ููŠู’ู†ูŽ ู†ูŽุจููŠู‘ูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนููŠู’ู†ูŽ ย  Maโ€™asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah โ€ฆ Mengenai shalat Shubuh dan shalat Isya yang berat bagi orang munafik dikatakan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin rahimahullah sebagai berikut, โ€œMenghadiri dua shalat itu terasa berat karena mereka tidak bisa memamerkan amalan mereka. Alasan lainnya karena shalat โ€˜Isya itu waktu istirahat, sedangkan shalat Shubuh waktu lelapnya tidur.โ€ (Syarh Riyadh Ash-Shalihin, 5:82). Moga kita selamat dari sifat kemunafikan seperti yang disebutkan dalam khutbah ini. Juga moga Allah menjauhkan kita dari kesyirikan yang terus dilariskan di bulan mulia ini. Di akhir khutbah ini โ€ฆ Jangan lupa untuk memperbanyak shalawat pada hari Jumat. Kata Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, โ€œBarangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.โ€ (HR. Muslim, no. 408) Juga marilah pula kita memanjatkan doa pada Allah, moga doa kita benar-benar diperkenankan oleh Allah di hari penuh berkah dan diijabahinya doa. ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ู‘ููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุตูŽู„ู‘ููˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ููˆุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู…ุงู‹ ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽูŠู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽุŒ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุญูŽู…ููŠู’ุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠู’ุฏูŒ. ูˆูŽุจูŽุงุฑููƒู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุจูŽุงุฑูŽูƒู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽุŒ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุญูŽู…ููŠู’ุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠู’ุฏูŒ ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู…ุณู’ู„ูู…ูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู…ุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู…ุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ุงู„ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงุกู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู„ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงุชู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงู‚ู’ุณูู…ู’ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฎูŽุดู’ูŠูŽุชููƒูŽ ู…ูŽุง ูŠูŽุญููˆู„ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ู…ูŽุนูŽุงุตููŠูƒูŽ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุทูŽุงุนูŽุชููƒูŽ ู…ูŽุง ุชูุจูŽู„ู‘ูุบูู†ูŽุง ุจูู‡ู ุฌูŽู†ู‘ูŽุชูŽูƒูŽ ูˆูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูŠูŽู‚ููŠู†ู ู…ูŽุง ุชูู‡ูŽูˆู‘ูู†ู ุจูู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ู…ูุตููŠุจูŽุงุชู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽู…ูŽุชู‘ูุนู’ู†ูŽุง ุจูุฃูŽุณู’ู…ูŽุงุนูู†ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู†ูŽุง ูˆูŽู‚ููˆู‘ูŽุชูู†ูŽุง ู…ูŽุง ุฃูŽุญู’ูŠูŽูŠู’ุชูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู‡ู ุงู„ู’ูˆูŽุงุฑูุซูŽ ู…ูู†ู‘ูŽุง ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ุซูŽุฃู’ุฑูŽู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ุธูŽู„ูŽู…ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงู†ู’ุตูุฑู’ู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ุนูŽุงุฏูŽุงู†ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ ู…ูุตููŠุจูŽุชูŽู†ูŽุง ููู‰ ุฏููŠู†ูู†ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูŽ ู‡ูŽู…ู‘ูู†ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ู…ูŽุจู’ู„ูŽุบูŽ ุนูู„ู’ู…ูู†ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูุณูŽู„ู‘ูุทู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽุฑู’ุญูŽู…ูู†ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅู†ู‘ูŽุง ู†ูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู‡ูุฏูŽู‰ ุŒ ูˆุงู„ุชู‘ูู‚ูŽู‰ ุŒ ูˆุงู„ุนูŽููŽุงููŽ ุŒ ูˆุงู„ุบูู†ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุญู’ุณูู†ู’ ุนูŽุงู‚ูุจูŽุชูŽู†ูŽุง ููู‰ ุงู„ุฃูู…ููˆุฑู ูƒูู„ู‘ูู‡ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุฌูุฑู’ู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฎูุฒู’ู‰ู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุนูŽุฐูŽุงุจู ุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุขุชูู†ูŽุง ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูˆูŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽุจููŠู‘ูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆ ูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ูŠู’ู† ูˆูŽุขุฎูุฑู ุฏูŽุนู’ูˆูŽุงู†ูŽุง ุฃูŽู†ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ ย  Khutbah Jumat di Masjid Jamiโ€™ Al-Adha, Pesantren Darush Sholihin, Warak, Girisekar, Panggang, Jumat Kliwon, 3 Muharram 1439 H (22-09-2017) Naskah Khutbah Jumat dalam bentuk PDF: Khutbah Jumat: Tanda Munafik Zaman Ini โ€”- Selesai disusun @ Perpus Rumaysho, menjelang Jumatan, Jumat Kliwon, 3 Muharram 1439 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagskemunafikan meninggalkan shalat munafik

Khutbah Jumat: Tanda Munafik Zaman Ini

Apa tanda munafik masa kini? Khutbah Pertama ย  ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ู‡ูŽุฏูŽุงู†ูŽุง ู„ูู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูู†ูŽู‘ุง ู„ูู†ูŽู‡ู’ุชูŽุฏููŠูŽ ู„ูŽูˆู’ู„ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ู‡ูŽุฏูŽุงู†ูŽุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฌูŽุงุกูŽุชู’ ุฑูุณูู„ู ุฑูŽุจูู‘ู†ูŽุง ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ูู‘ ูˆูŽู†ููˆุฏููˆุง ุฃูŽู†ู’ ุชูู„ู’ูƒูู…ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ุฃููˆุฑูุซู’ุชูู…ููˆู‡ูŽุง ุจูู…ูŽุง ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ูŽู‘ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏุงู‹ ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู. ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ ุตูŽู„ู‘ ูˆูŽุณูŽู„ู‘ู…ู’ ุนูŽู„ู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ูŠู’ู† ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุฑูŽุจูŽู‘ูƒูู…ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ู†ูŽูู’ุณู ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู ูˆูŽุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฒูŽูˆู’ุฌูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุจูŽุซูŽู‘ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ุฑูุฌูŽุงู„ู‹ุง ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง ูˆูŽู†ูุณูŽุงุกู‹ ูˆูŽุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุชูŽุณูŽุงุกูŽู„ููˆู†ูŽ ุจูู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุญูŽุงู…ูŽ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุฑูŽู‚ููŠุจู‹ุง ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุนูŽู„ู‘ูู…ู’ู†ูŽุง ู…ูŽุง ูŠูŽู†ู’ููŽุนูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุงู†ู’ููŽุนูŽู†ูŽุง ุจูู…ูŽุง ุนูŽู„ู‘ูŽู…ู’ุชูŽู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุฒูุฏู’ู†ูŽุง ุนูู„ู’ู…ุงู‹ุŒ ูˆูŽุฃูŽุฑูŽู†ูŽุง ุงู„ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุญูŽู‚ู‘ุงู‹ ูˆูŽุงุฑู’ุฒูู‚ู’ู†ูŽุง ุงุชู‘ูุจูŽุงุนูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุฑูŽู†ูŽุง ุงู„ุจูŽุงุทูู„ูŽ ุจูŽุงุทูู„ุงู‹ ูˆูŽุงุฑู’ุฒูู‚ู’ู†ูŽุง ุงุฌู’ุชูู†ูŽุงุจูŽู‡ู ย  Maโ€™asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah โ€ฆ Segala puji kita panjatkan pada Allah atas berbagai macam nikmat yang telah Allah anugerahkan pada kita sekalian. Ingatlah kita berada di bulan mulia yang wajib kita syukuri, lebih-lebih terus meningkatkan ketakwaan di bulan ini. Bulan Muharram atau Suro ini disebut oleh Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam sebagai bulan Allah (syahrullah). Bulan ini bukanlah bulan sial atau bulan bencana sehingga tak perlu khawatir dengan melakukan hajatan di bulan ini (baik manten, pindah rumah atau hajatan lainnya). Contoh ritual yang tak perlu dilakukan di bulan ini adalah menjamas senjata, keris, mustika, batu akik dan senjata lainnya. Moga Allah memberi taufik kepada kita untuk dijauhkan dari syirik, dosa besar, dan amalan yang tidak ada tuntunan. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan suri tauladan kita, Nabi besar kita Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, juga kepada para sahabat, para tabiโ€™in, serta para ulama yang telah memberikan contoh yang baik pada kita. ย  Maโ€™asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah โ€ฆ Tahukah munafik? Kalau yang dimaksud munafik besar adalah menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafiran. Ada istilah munafik ashgar atau dalam bentuk amalan lahiriyah disebutkan oleh Al-Hasan Al-Bashri berikut ini. Al-Hasan Al-Bashri mengatakan, ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูู‘ููŽุงู‚ู ุงูุฎู’ุชูู„ุงูŽูู ุงู„ู‚ูŽู„ู’ุจู ูˆูŽุงู„ู„ูู‘ุณูŽุงู†ู ุŒ ูˆูŽุงุฎู’ุชูู„ุงูŽูู ุงู„ุณูู‘ุฑูู‘ ูˆูŽุงู„ุนูŽู„ุงูŽู†ููŠูŽู‘ุฉู ุŒ ูˆูŽุงุฎู’ุชูู„ุงูŽูู ุงู„ุฏูู‘ุฎููˆู’ู„ู ูˆูŽุงู„ุฎูุฑููˆู’ุฌู โ€œDi antara tanda kemunafikan adalah berbeda antara hati dan lisan, berbeda antara sesuatu yang tersembunyi dan sesuatu yang nampak, berbeda antara yang masuk dan yang keluar.โ€ (Jaamiโ€™ Al-โ€˜Ulum wa Al-Hikam, 2:490) Bagaimanakah keadaan munafik orang zaman ini dan masa silam? Hudzaifah Ibnul Yaman radhiyallahu โ€˜anhu berkata, ุงู„ู…ูู†ูŽุงููู‚ููˆู’ู†ูŽ ุงู„ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุดูŽุฑู‘ูŒ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู‡ู’ุฏู ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽ ุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูƒูŽุงู†ููˆู’ุง ูŠูŽูˆู’ู…ูŽุฆูุฐู ูŠูŽูƒู’ุชูู…ููˆู’ู†ูŽู‡ู ูˆูŽู‡ูู…ู’ ุงู„ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ูŠูุธู’ู‡ูุฑููˆู’ู†ูŽู‡ู โ€œOrang munafik saat ini lebih jelek dari orang munafik di masa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Dahulu kemunafikan disembunyikan, sedangkan saat ini terang-terangan.โ€ (Hilyatul Auliyaโ€™, 1:280) ย  Maโ€™asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah โ€ฆ ย  Apa tanda munafik pada zaman ini? ย  Pertama, jadi orang yang tidak amanah dan tidak jujur Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, ู…ูู†ู’ ุนูŽู„ุงูŽู…ูŽุงุชู ุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ู ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉูŒ ุฅูุฐูŽุง ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽ ูƒูŽุฐูŽุจูŽ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ูˆูŽุนูŽุฏูŽ ุฃูŽุฎู’ู„ูŽููŽ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุงุฆู’ุชูู…ูู†ูŽ ุฎูŽุงู†ูŽ โ€œDi antara tanda munafik ada tiga: jika berbicara, berdusta; jika berjanji, tidak menepati; jika diberi amanat, berkhianat.โ€ (HR. Muslim, no. 59) ย  Kedua, malas-malasan ibadah Sebagaimana disebutkan dalam ayat, ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ููŠู†ูŽ ูŠูุฎูŽุงุฏูุนููˆู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุฎูŽุงุฏูุนูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุงู…ููˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ู‚ูŽุงู…ููˆุง ูƒูุณูŽุงู„ูŽู‰ ูŠูุฑูŽุงุกููˆู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑููˆู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ู‚ูŽู„ููŠู„ู‹ุง โ€œSesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.โ€ (QS. An Nisaโ€™: 142). ย  Ketiga, pintar berkata bijak namun malah melakukan yang mungkar Umar pernah berkhutbah di atas mimbar, lantas ia mengatakan, ุฅู†ูŽู‘ ุฃูŽุฎู’ูˆูŽููŽ ู…ูŽุง ุฃูŽุฎูŽุงูู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ู…ู†ูŽุงูู‚ู ุงู„ุนูŽู„ููŠู’ู…ู ุŒ ู‚ูŽุงู„ููˆู’ุง : ูƒูŽูŠู’ููŽ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ู ุงู„ู…ู†ูŽุงููู‚ู ุนูŽู„ููŠู…ุงู‹ ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ูŠูŽุชูŽูƒูŽู„ูŽู‘ู…ู ุจูุงู„ู’ุญููƒู’ู…ูŽุฉู ุŒ ูˆูŽูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุจุงูู„ุฌูŽูˆู’ุฑ ุŒ ุฃูŽูˆู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุงู„ู…ู†ู’ูƒูŽุฑู โ€œYang aku khawatirkan pada kalian adalah orang berilmu yang munafik. Para sahabat lantas bertanya: โ€œBagaimana bisa ada orang berilmu yang munafik?โ€ Umar menjawab, โ€œIa berkata perkataan hikmah, namun sayangnya ia melakukan kemungkaran.โ€ (Jamiโ€™ Al-โ€˜Ulum wa Al-Hikam, 2:490) ย  Keempat, dari luar terlihat khusyuโ€™, namun batin tidak khusyuโ€™ Sebagian ulama salaf mengatakan, ุฎูุดููˆู’ุนู ุงู„ู†ูู‘ููŽุงู‚ู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽู‰ ุงู„ุฌูŽุณูŽุฏูŽ ุฎูŽุงุดูุนุงู‹ ุŒ ูˆูŽุงู„ู‚ูŽู„ู’ุจู ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุจูุฎูŽุงุดูุนู โ€œKhusyuโ€™nya orang munafik, jasad terlihat khusyuโ€™. Namun hati tak ada kekhusyuโ€™an.โ€ .โ€ (Jamiโ€™ Al-โ€˜Ulum wa Al-Hikam, 2:490) ย  Kelima, mengaku beriman namun tidak punya amalan sama sekali Hudzaifah ditanya mengenai apa itu munafik, ia menjawab, ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ูŠูŽุตููู ุงู„ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุจูู‡ู โ€œIa menyifati diri beriman namun tak ada amalan.โ€ (Jamiโ€™ Al-โ€˜Ulum wa Al-Hikam, 2:490) ย  Keenam, pria enggan shalat berjamaah di masjid Ibnu Masโ€™ud radhiyallahu โ€˜anhu berkata, ูˆูŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู†ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูŽุชูŽุฎูŽู„ูŽู‘ูู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ุฅูู„ุงูŽู‘ ู…ูู†ูŽุงููู‚ูŒ ู…ูŽุนู’ู„ููˆู…ู ุงู„ู†ูู‘ููŽุงู‚ู ูˆูŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ูŠูุคู’ุชูŽู‰ ุจูู‡ู ูŠูู‡ูŽุงุฏูŽู‰ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ูŽูŠู’ู†ู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูู‚ูŽุงู…ูŽ ููู‰ ุงู„ุตูŽู‘ููู‘ โ€œAku telah melihat bahwa orang yang meninggalkan shalat jamaโ€™ah hanyalah orang munafik, di mana ia adalah munafik tulen. Karena bahayanya meninggalkan shalat jamaโ€™ah sedemikian adanya, ada seseorang sampai didatangkan dengan berpegangan pada dua orang sampai ia bisa masuk dalam shaf.โ€ (HR. Muslim, no. 654). Ibrahim An-Nakhaโ€™i rahimahullah mengatakan, ูƒูŽููŽู‰ ุนูŽู„ูŽู…ุงู‹ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูููŽุงู‚ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุฌูŽุงุฑูŽ ุงู„ู…ุณู’ุฌูุฏ ุŒ ู„ุงูŽ ูŠูุฑูŽู‰ ูููŠู’ู‡ู โ€œCukup disebut seseorang memiliki tanda munafik jika ia adalah tetangga masjid namun tak pernah terlihat di masjidโ€ (Fath Al-Bari karya Ibnu Rajab, 5: 458 dan Maโ€™alim As-Sunan, 1:160. Lihat Minhah Al-โ€˜Allam, 3: 365). ย  Ketujuh, malas merutinkan Shalat Shubuh dan Shalat Isya Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุตูŽู„ุงูŽุฉูŒ ุฃุซู’ู‚ูŽู„ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู…ูู†ูŽุงููู‚ููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ููŽุฌู’ุฑู ูˆูŽุงู„ุนูุดูŽุงุกู ุŒ ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ ู…ูŽุง ูููŠู‡ูู…ูŽุง ู„ุฃูŽุชูŽูˆู’ู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุญูŽุจู’ูˆุงู‹ โ€œTidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat โ€˜Isyaโ€™. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.โ€ (HR. Bukhari, no. 657). Sahabat โ€˜Abdullah bin โ€˜Umar radhiyallahu โ€˜anhuma menyatakan, ูƒูู†ู‘ูŽุง ุฅูุฐูŽุง ููŽู‚ูŽุฏู’ู†ูŽุง ุงู„ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ูŽ ูููŠ ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ุนูุดูŽุงุกู ุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุตู‘ูุจู’ุญู ุฃูŽุณูŽุฃู’ู†ูŽุง ุจูู‡ู ุงู„ุธู‘ูŽู†ู‘ูŽ โ€œJika kami tidak melihat seseorang dalam shalat โ€˜Isyaโ€™ dan shalat Shubuh, maka kami mudah untuk suuzhon (berprasangka jelek) padanyaโ€ (HR. Ibnu Khuzaimah, 2:370 dan Al-Hakim 1:211, dengan sanad yang shahih sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Rajab. Lihat Minhah Al-โ€˜Allam, 3:365) ย  Demikian khutbah pertama ini. ุฃูŽู‚ููˆู’ู„ู ู‚ูŽูˆู’ู„ููŠ ู‡ูŽุฐูŽุง ูŽูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ุงู„ู„ู‡ูŽ ู„ููŠ ูˆูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูุณูŽุงุฆูุฑู ุงู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู‡ููˆูŽ ุงู„ุณูŽู…ููŠู’ุนู ุงู„ุนูŽู„ููŠู’ู…ู ย  Khutbah Kedua ุงู„ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ุนูŽุงู„ู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽุดู’ุฑูŽุงูู ุงู„ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู…ุฑู’ุณูŽู„ููŠู’ู†ูŽ ู†ูŽุจููŠู‘ูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนููŠู’ู†ูŽ ย  Maโ€™asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah โ€ฆ Mengenai shalat Shubuh dan shalat Isya yang berat bagi orang munafik dikatakan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin rahimahullah sebagai berikut, โ€œMenghadiri dua shalat itu terasa berat karena mereka tidak bisa memamerkan amalan mereka. Alasan lainnya karena shalat โ€˜Isya itu waktu istirahat, sedangkan shalat Shubuh waktu lelapnya tidur.โ€ (Syarh Riyadh Ash-Shalihin, 5:82). Moga kita selamat dari sifat kemunafikan seperti yang disebutkan dalam khutbah ini. Juga moga Allah menjauhkan kita dari kesyirikan yang terus dilariskan di bulan mulia ini. Di akhir khutbah ini โ€ฆ Jangan lupa untuk memperbanyak shalawat pada hari Jumat. Kata Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, โ€œBarangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.โ€ (HR. Muslim, no. 408) Juga marilah pula kita memanjatkan doa pada Allah, moga doa kita benar-benar diperkenankan oleh Allah di hari penuh berkah dan diijabahinya doa. ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ู‘ููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุตูŽู„ู‘ููˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ููˆุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู…ุงู‹ ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽูŠู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽุŒ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุญูŽู…ููŠู’ุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠู’ุฏูŒ. ูˆูŽุจูŽุงุฑููƒู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุจูŽุงุฑูŽูƒู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽุŒ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุญูŽู…ููŠู’ุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠู’ุฏูŒ ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู…ุณู’ู„ูู…ูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู…ุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู…ุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ุงู„ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงุกู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู„ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงุชู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงู‚ู’ุณูู…ู’ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฎูŽุดู’ูŠูŽุชููƒูŽ ู…ูŽุง ูŠูŽุญููˆู„ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ู…ูŽุนูŽุงุตููŠูƒูŽ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุทูŽุงุนูŽุชููƒูŽ ู…ูŽุง ุชูุจูŽู„ู‘ูุบูู†ูŽุง ุจูู‡ู ุฌูŽู†ู‘ูŽุชูŽูƒูŽ ูˆูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูŠูŽู‚ููŠู†ู ู…ูŽุง ุชูู‡ูŽูˆู‘ูู†ู ุจูู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ู…ูุตููŠุจูŽุงุชู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽู…ูŽุชู‘ูุนู’ู†ูŽุง ุจูุฃูŽุณู’ู…ูŽุงุนูู†ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู†ูŽุง ูˆูŽู‚ููˆู‘ูŽุชูู†ูŽุง ู…ูŽุง ุฃูŽุญู’ูŠูŽูŠู’ุชูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู‡ู ุงู„ู’ูˆูŽุงุฑูุซูŽ ู…ูู†ู‘ูŽุง ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ุซูŽุฃู’ุฑูŽู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ุธูŽู„ูŽู…ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงู†ู’ุตูุฑู’ู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ุนูŽุงุฏูŽุงู†ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ ู…ูุตููŠุจูŽุชูŽู†ูŽุง ููู‰ ุฏููŠู†ูู†ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูŽ ู‡ูŽู…ู‘ูู†ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ู…ูŽุจู’ู„ูŽุบูŽ ุนูู„ู’ู…ูู†ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูุณูŽู„ู‘ูุทู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽุฑู’ุญูŽู…ูู†ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅู†ู‘ูŽุง ู†ูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู‡ูุฏูŽู‰ ุŒ ูˆุงู„ุชู‘ูู‚ูŽู‰ ุŒ ูˆุงู„ุนูŽููŽุงููŽ ุŒ ูˆุงู„ุบูู†ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุญู’ุณูู†ู’ ุนูŽุงู‚ูุจูŽุชูŽู†ูŽุง ููู‰ ุงู„ุฃูู…ููˆุฑู ูƒูู„ู‘ูู‡ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุฌูุฑู’ู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฎูุฒู’ู‰ู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุนูŽุฐูŽุงุจู ุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุขุชูู†ูŽุง ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูˆูŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽุจููŠู‘ูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆ ูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ูŠู’ู† ูˆูŽุขุฎูุฑู ุฏูŽุนู’ูˆูŽุงู†ูŽุง ุฃูŽู†ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ ย  Khutbah Jumat di Masjid Jamiโ€™ Al-Adha, Pesantren Darush Sholihin, Warak, Girisekar, Panggang, Jumat Kliwon, 3 Muharram 1439 H (22-09-2017) Naskah Khutbah Jumat dalam bentuk PDF: Khutbah Jumat: Tanda Munafik Zaman Ini โ€”- Selesai disusun @ Perpus Rumaysho, menjelang Jumatan, Jumat Kliwon, 3 Muharram 1439 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagskemunafikan meninggalkan shalat munafik
Apa tanda munafik masa kini? Khutbah Pertama ย  ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ู‡ูŽุฏูŽุงู†ูŽุง ู„ูู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูู†ูŽู‘ุง ู„ูู†ูŽู‡ู’ุชูŽุฏููŠูŽ ู„ูŽูˆู’ู„ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ู‡ูŽุฏูŽุงู†ูŽุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฌูŽุงุกูŽุชู’ ุฑูุณูู„ู ุฑูŽุจูู‘ู†ูŽุง ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ูู‘ ูˆูŽู†ููˆุฏููˆุง ุฃูŽู†ู’ ุชูู„ู’ูƒูู…ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ุฃููˆุฑูุซู’ุชูู…ููˆู‡ูŽุง ุจูู…ูŽุง ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ูŽู‘ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏุงู‹ ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู. ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ ุตูŽู„ู‘ ูˆูŽุณูŽู„ู‘ู…ู’ ุนูŽู„ู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ูŠู’ู† ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุฑูŽุจูŽู‘ูƒูู…ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ู†ูŽูู’ุณู ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู ูˆูŽุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฒูŽูˆู’ุฌูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุจูŽุซูŽู‘ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ุฑูุฌูŽุงู„ู‹ุง ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง ูˆูŽู†ูุณูŽุงุกู‹ ูˆูŽุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุชูŽุณูŽุงุกูŽู„ููˆู†ูŽ ุจูู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุญูŽุงู…ูŽ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุฑูŽู‚ููŠุจู‹ุง ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุนูŽู„ู‘ูู…ู’ู†ูŽุง ู…ูŽุง ูŠูŽู†ู’ููŽุนูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุงู†ู’ููŽุนูŽู†ูŽุง ุจูู…ูŽุง ุนูŽู„ู‘ูŽู…ู’ุชูŽู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุฒูุฏู’ู†ูŽุง ุนูู„ู’ู…ุงู‹ุŒ ูˆูŽุฃูŽุฑูŽู†ูŽุง ุงู„ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุญูŽู‚ู‘ุงู‹ ูˆูŽุงุฑู’ุฒูู‚ู’ู†ูŽุง ุงุชู‘ูุจูŽุงุนูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุฑูŽู†ูŽุง ุงู„ุจูŽุงุทูู„ูŽ ุจูŽุงุทูู„ุงู‹ ูˆูŽุงุฑู’ุฒูู‚ู’ู†ูŽุง ุงุฌู’ุชูู†ูŽุงุจูŽู‡ู ย  Maโ€™asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah โ€ฆ Segala puji kita panjatkan pada Allah atas berbagai macam nikmat yang telah Allah anugerahkan pada kita sekalian. Ingatlah kita berada di bulan mulia yang wajib kita syukuri, lebih-lebih terus meningkatkan ketakwaan di bulan ini. Bulan Muharram atau Suro ini disebut oleh Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam sebagai bulan Allah (syahrullah). Bulan ini bukanlah bulan sial atau bulan bencana sehingga tak perlu khawatir dengan melakukan hajatan di bulan ini (baik manten, pindah rumah atau hajatan lainnya). Contoh ritual yang tak perlu dilakukan di bulan ini adalah menjamas senjata, keris, mustika, batu akik dan senjata lainnya. Moga Allah memberi taufik kepada kita untuk dijauhkan dari syirik, dosa besar, dan amalan yang tidak ada tuntunan. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan suri tauladan kita, Nabi besar kita Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, juga kepada para sahabat, para tabiโ€™in, serta para ulama yang telah memberikan contoh yang baik pada kita. ย  Maโ€™asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah โ€ฆ Tahukah munafik? Kalau yang dimaksud munafik besar adalah menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafiran. Ada istilah munafik ashgar atau dalam bentuk amalan lahiriyah disebutkan oleh Al-Hasan Al-Bashri berikut ini. Al-Hasan Al-Bashri mengatakan, ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูู‘ููŽุงู‚ู ุงูุฎู’ุชูู„ุงูŽูู ุงู„ู‚ูŽู„ู’ุจู ูˆูŽุงู„ู„ูู‘ุณูŽุงู†ู ุŒ ูˆูŽุงุฎู’ุชูู„ุงูŽูู ุงู„ุณูู‘ุฑูู‘ ูˆูŽุงู„ุนูŽู„ุงูŽู†ููŠูŽู‘ุฉู ุŒ ูˆูŽุงุฎู’ุชูู„ุงูŽูู ุงู„ุฏูู‘ุฎููˆู’ู„ู ูˆูŽุงู„ุฎูุฑููˆู’ุฌู โ€œDi antara tanda kemunafikan adalah berbeda antara hati dan lisan, berbeda antara sesuatu yang tersembunyi dan sesuatu yang nampak, berbeda antara yang masuk dan yang keluar.โ€ (Jaamiโ€™ Al-โ€˜Ulum wa Al-Hikam, 2:490) Bagaimanakah keadaan munafik orang zaman ini dan masa silam? Hudzaifah Ibnul Yaman radhiyallahu โ€˜anhu berkata, ุงู„ู…ูู†ูŽุงููู‚ููˆู’ู†ูŽ ุงู„ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุดูŽุฑู‘ูŒ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู‡ู’ุฏู ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽ ุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูƒูŽุงู†ููˆู’ุง ูŠูŽูˆู’ู…ูŽุฆูุฐู ูŠูŽูƒู’ุชูู…ููˆู’ู†ูŽู‡ู ูˆูŽู‡ูู…ู’ ุงู„ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ูŠูุธู’ู‡ูุฑููˆู’ู†ูŽู‡ู โ€œOrang munafik saat ini lebih jelek dari orang munafik di masa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Dahulu kemunafikan disembunyikan, sedangkan saat ini terang-terangan.โ€ (Hilyatul Auliyaโ€™, 1:280) ย  Maโ€™asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah โ€ฆ ย  Apa tanda munafik pada zaman ini? ย  Pertama, jadi orang yang tidak amanah dan tidak jujur Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, ู…ูู†ู’ ุนูŽู„ุงูŽู…ูŽุงุชู ุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ู ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉูŒ ุฅูุฐูŽุง ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽ ูƒูŽุฐูŽุจูŽ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ูˆูŽุนูŽุฏูŽ ุฃูŽุฎู’ู„ูŽููŽ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุงุฆู’ุชูู…ูู†ูŽ ุฎูŽุงู†ูŽ โ€œDi antara tanda munafik ada tiga: jika berbicara, berdusta; jika berjanji, tidak menepati; jika diberi amanat, berkhianat.โ€ (HR. Muslim, no. 59) ย  Kedua, malas-malasan ibadah Sebagaimana disebutkan dalam ayat, ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ููŠู†ูŽ ูŠูุฎูŽุงุฏูุนููˆู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุฎูŽุงุฏูุนูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุงู…ููˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ู‚ูŽุงู…ููˆุง ูƒูุณูŽุงู„ูŽู‰ ูŠูุฑูŽุงุกููˆู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑููˆู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ู‚ูŽู„ููŠู„ู‹ุง โ€œSesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.โ€ (QS. An Nisaโ€™: 142). ย  Ketiga, pintar berkata bijak namun malah melakukan yang mungkar Umar pernah berkhutbah di atas mimbar, lantas ia mengatakan, ุฅู†ูŽู‘ ุฃูŽุฎู’ูˆูŽููŽ ู…ูŽุง ุฃูŽุฎูŽุงูู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ู…ู†ูŽุงูู‚ู ุงู„ุนูŽู„ููŠู’ู…ู ุŒ ู‚ูŽุงู„ููˆู’ุง : ูƒูŽูŠู’ููŽ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ู ุงู„ู…ู†ูŽุงููู‚ู ุนูŽู„ููŠู…ุงู‹ ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ูŠูŽุชูŽูƒูŽู„ูŽู‘ู…ู ุจูุงู„ู’ุญููƒู’ู…ูŽุฉู ุŒ ูˆูŽูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุจุงูู„ุฌูŽูˆู’ุฑ ุŒ ุฃูŽูˆู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุงู„ู…ู†ู’ูƒูŽุฑู โ€œYang aku khawatirkan pada kalian adalah orang berilmu yang munafik. Para sahabat lantas bertanya: โ€œBagaimana bisa ada orang berilmu yang munafik?โ€ Umar menjawab, โ€œIa berkata perkataan hikmah, namun sayangnya ia melakukan kemungkaran.โ€ (Jamiโ€™ Al-โ€˜Ulum wa Al-Hikam, 2:490) ย  Keempat, dari luar terlihat khusyuโ€™, namun batin tidak khusyuโ€™ Sebagian ulama salaf mengatakan, ุฎูุดููˆู’ุนู ุงู„ู†ูู‘ููŽุงู‚ู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽู‰ ุงู„ุฌูŽุณูŽุฏูŽ ุฎูŽุงุดูุนุงู‹ ุŒ ูˆูŽุงู„ู‚ูŽู„ู’ุจู ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุจูุฎูŽุงุดูุนู โ€œKhusyuโ€™nya orang munafik, jasad terlihat khusyuโ€™. Namun hati tak ada kekhusyuโ€™an.โ€ .โ€ (Jamiโ€™ Al-โ€˜Ulum wa Al-Hikam, 2:490) ย  Kelima, mengaku beriman namun tidak punya amalan sama sekali Hudzaifah ditanya mengenai apa itu munafik, ia menjawab, ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ูŠูŽุตููู ุงู„ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุจูู‡ู โ€œIa menyifati diri beriman namun tak ada amalan.โ€ (Jamiโ€™ Al-โ€˜Ulum wa Al-Hikam, 2:490) ย  Keenam, pria enggan shalat berjamaah di masjid Ibnu Masโ€™ud radhiyallahu โ€˜anhu berkata, ูˆูŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู†ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูŽุชูŽุฎูŽู„ูŽู‘ูู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ุฅูู„ุงูŽู‘ ู…ูู†ูŽุงููู‚ูŒ ู…ูŽุนู’ู„ููˆู…ู ุงู„ู†ูู‘ููŽุงู‚ู ูˆูŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ูŠูุคู’ุชูŽู‰ ุจูู‡ู ูŠูู‡ูŽุงุฏูŽู‰ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ูŽูŠู’ู†ู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูู‚ูŽุงู…ูŽ ููู‰ ุงู„ุตูŽู‘ููู‘ โ€œAku telah melihat bahwa orang yang meninggalkan shalat jamaโ€™ah hanyalah orang munafik, di mana ia adalah munafik tulen. Karena bahayanya meninggalkan shalat jamaโ€™ah sedemikian adanya, ada seseorang sampai didatangkan dengan berpegangan pada dua orang sampai ia bisa masuk dalam shaf.โ€ (HR. Muslim, no. 654). Ibrahim An-Nakhaโ€™i rahimahullah mengatakan, ูƒูŽููŽู‰ ุนูŽู„ูŽู…ุงู‹ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูููŽุงู‚ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุฌูŽุงุฑูŽ ุงู„ู…ุณู’ุฌูุฏ ุŒ ู„ุงูŽ ูŠูุฑูŽู‰ ูููŠู’ู‡ู โ€œCukup disebut seseorang memiliki tanda munafik jika ia adalah tetangga masjid namun tak pernah terlihat di masjidโ€ (Fath Al-Bari karya Ibnu Rajab, 5: 458 dan Maโ€™alim As-Sunan, 1:160. Lihat Minhah Al-โ€˜Allam, 3: 365). ย  Ketujuh, malas merutinkan Shalat Shubuh dan Shalat Isya Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุตูŽู„ุงูŽุฉูŒ ุฃุซู’ู‚ูŽู„ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู…ูู†ูŽุงููู‚ููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ููŽุฌู’ุฑู ูˆูŽุงู„ุนูุดูŽุงุกู ุŒ ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ ู…ูŽุง ูููŠู‡ูู…ูŽุง ู„ุฃูŽุชูŽูˆู’ู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุญูŽุจู’ูˆุงู‹ โ€œTidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat โ€˜Isyaโ€™. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.โ€ (HR. Bukhari, no. 657). Sahabat โ€˜Abdullah bin โ€˜Umar radhiyallahu โ€˜anhuma menyatakan, ูƒูู†ู‘ูŽุง ุฅูุฐูŽุง ููŽู‚ูŽุฏู’ู†ูŽุง ุงู„ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ูŽ ูููŠ ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ุนูุดูŽุงุกู ุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุตู‘ูุจู’ุญู ุฃูŽุณูŽุฃู’ู†ูŽุง ุจูู‡ู ุงู„ุธู‘ูŽู†ู‘ูŽ โ€œJika kami tidak melihat seseorang dalam shalat โ€˜Isyaโ€™ dan shalat Shubuh, maka kami mudah untuk suuzhon (berprasangka jelek) padanyaโ€ (HR. Ibnu Khuzaimah, 2:370 dan Al-Hakim 1:211, dengan sanad yang shahih sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Rajab. Lihat Minhah Al-โ€˜Allam, 3:365) ย  Demikian khutbah pertama ini. ุฃูŽู‚ููˆู’ู„ู ู‚ูŽูˆู’ู„ููŠ ู‡ูŽุฐูŽุง ูŽูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ุงู„ู„ู‡ูŽ ู„ููŠ ูˆูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูุณูŽุงุฆูุฑู ุงู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู‡ููˆูŽ ุงู„ุณูŽู…ููŠู’ุนู ุงู„ุนูŽู„ููŠู’ู…ู ย  Khutbah Kedua ุงู„ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ุนูŽุงู„ู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽุดู’ุฑูŽุงูู ุงู„ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู…ุฑู’ุณูŽู„ููŠู’ู†ูŽ ู†ูŽุจููŠู‘ูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนููŠู’ู†ูŽ ย  Maโ€™asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah โ€ฆ Mengenai shalat Shubuh dan shalat Isya yang berat bagi orang munafik dikatakan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin rahimahullah sebagai berikut, โ€œMenghadiri dua shalat itu terasa berat karena mereka tidak bisa memamerkan amalan mereka. Alasan lainnya karena shalat โ€˜Isya itu waktu istirahat, sedangkan shalat Shubuh waktu lelapnya tidur.โ€ (Syarh Riyadh Ash-Shalihin, 5:82). Moga kita selamat dari sifat kemunafikan seperti yang disebutkan dalam khutbah ini. Juga moga Allah menjauhkan kita dari kesyirikan yang terus dilariskan di bulan mulia ini. Di akhir khutbah ini โ€ฆ Jangan lupa untuk memperbanyak shalawat pada hari Jumat. Kata Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, โ€œBarangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.โ€ (HR. Muslim, no. 408) Juga marilah pula kita memanjatkan doa pada Allah, moga doa kita benar-benar diperkenankan oleh Allah di hari penuh berkah dan diijabahinya doa. ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ู‘ููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุตูŽู„ู‘ููˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ููˆุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู…ุงู‹ ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽูŠู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽุŒ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุญูŽู…ููŠู’ุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠู’ุฏูŒ. ูˆูŽุจูŽุงุฑููƒู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุจูŽุงุฑูŽูƒู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽุŒ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุญูŽู…ููŠู’ุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠู’ุฏูŒ ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู…ุณู’ู„ูู…ูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู…ุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู…ุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ุงู„ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงุกู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู„ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงุชู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงู‚ู’ุณูู…ู’ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฎูŽุดู’ูŠูŽุชููƒูŽ ู…ูŽุง ูŠูŽุญููˆู„ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ู…ูŽุนูŽุงุตููŠูƒูŽ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุทูŽุงุนูŽุชููƒูŽ ู…ูŽุง ุชูุจูŽู„ู‘ูุบูู†ูŽุง ุจูู‡ู ุฌูŽู†ู‘ูŽุชูŽูƒูŽ ูˆูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูŠูŽู‚ููŠู†ู ู…ูŽุง ุชูู‡ูŽูˆู‘ูู†ู ุจูู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ู…ูุตููŠุจูŽุงุชู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽู…ูŽุชู‘ูุนู’ู†ูŽุง ุจูุฃูŽุณู’ู…ูŽุงุนูู†ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู†ูŽุง ูˆูŽู‚ููˆู‘ูŽุชูู†ูŽุง ู…ูŽุง ุฃูŽุญู’ูŠูŽูŠู’ุชูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู‡ู ุงู„ู’ูˆูŽุงุฑูุซูŽ ู…ูู†ู‘ูŽุง ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ุซูŽุฃู’ุฑูŽู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ุธูŽู„ูŽู…ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงู†ู’ุตูุฑู’ู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ุนูŽุงุฏูŽุงู†ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ ู…ูุตููŠุจูŽุชูŽู†ูŽุง ููู‰ ุฏููŠู†ูู†ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูŽ ู‡ูŽู…ู‘ูู†ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ู…ูŽุจู’ู„ูŽุบูŽ ุนูู„ู’ู…ูู†ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูุณูŽู„ู‘ูุทู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽุฑู’ุญูŽู…ูู†ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅู†ู‘ูŽุง ู†ูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู‡ูุฏูŽู‰ ุŒ ูˆุงู„ุชู‘ูู‚ูŽู‰ ุŒ ูˆุงู„ุนูŽููŽุงููŽ ุŒ ูˆุงู„ุบูู†ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุญู’ุณูู†ู’ ุนูŽุงู‚ูุจูŽุชูŽู†ูŽุง ููู‰ ุงู„ุฃูู…ููˆุฑู ูƒูู„ู‘ูู‡ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุฌูุฑู’ู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฎูุฒู’ู‰ู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุนูŽุฐูŽุงุจู ุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุขุชูู†ูŽุง ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูˆูŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽุจููŠู‘ูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆ ูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ูŠู’ู† ูˆูŽุขุฎูุฑู ุฏูŽุนู’ูˆูŽุงู†ูŽุง ุฃูŽู†ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ ย  Khutbah Jumat di Masjid Jamiโ€™ Al-Adha, Pesantren Darush Sholihin, Warak, Girisekar, Panggang, Jumat Kliwon, 3 Muharram 1439 H (22-09-2017) Naskah Khutbah Jumat dalam bentuk PDF: Khutbah Jumat: Tanda Munafik Zaman Ini โ€”- Selesai disusun @ Perpus Rumaysho, menjelang Jumatan, Jumat Kliwon, 3 Muharram 1439 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagskemunafikan meninggalkan shalat munafik


Apa tanda munafik masa kini? Khutbah Pertama ย  ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ู‡ูŽุฏูŽุงู†ูŽุง ู„ูู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูู†ูŽู‘ุง ู„ูู†ูŽู‡ู’ุชูŽุฏููŠูŽ ู„ูŽูˆู’ู„ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ู‡ูŽุฏูŽุงู†ูŽุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฌูŽุงุกูŽุชู’ ุฑูุณูู„ู ุฑูŽุจูู‘ู†ูŽุง ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ูู‘ ูˆูŽู†ููˆุฏููˆุง ุฃูŽู†ู’ ุชูู„ู’ูƒูู…ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ุฃููˆุฑูุซู’ุชูู…ููˆู‡ูŽุง ุจูู…ูŽุง ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ูŽู‘ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏุงู‹ ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู. ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ ุตูŽู„ู‘ ูˆูŽุณูŽู„ู‘ู…ู’ ุนูŽู„ู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ูŠู’ู† ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุฑูŽุจูŽู‘ูƒูู…ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ู†ูŽูู’ุณู ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู ูˆูŽุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฒูŽูˆู’ุฌูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุจูŽุซูŽู‘ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ุฑูุฌูŽุงู„ู‹ุง ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง ูˆูŽู†ูุณูŽุงุกู‹ ูˆูŽุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุชูŽุณูŽุงุกูŽู„ููˆู†ูŽ ุจูู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุญูŽุงู…ูŽ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุฑูŽู‚ููŠุจู‹ุง ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุนูŽู„ู‘ูู…ู’ู†ูŽุง ู…ูŽุง ูŠูŽู†ู’ููŽุนูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุงู†ู’ููŽุนูŽู†ูŽุง ุจูู…ูŽุง ุนูŽู„ู‘ูŽู…ู’ุชูŽู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุฒูุฏู’ู†ูŽุง ุนูู„ู’ู…ุงู‹ุŒ ูˆูŽุฃูŽุฑูŽู†ูŽุง ุงู„ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุญูŽู‚ู‘ุงู‹ ูˆูŽุงุฑู’ุฒูู‚ู’ู†ูŽุง ุงุชู‘ูุจูŽุงุนูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุฑูŽู†ูŽุง ุงู„ุจูŽุงุทูู„ูŽ ุจูŽุงุทูู„ุงู‹ ูˆูŽุงุฑู’ุฒูู‚ู’ู†ูŽุง ุงุฌู’ุชูู†ูŽุงุจูŽู‡ู ย  Maโ€™asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah โ€ฆ Segala puji kita panjatkan pada Allah atas berbagai macam nikmat yang telah Allah anugerahkan pada kita sekalian. Ingatlah kita berada di bulan mulia yang wajib kita syukuri, lebih-lebih terus meningkatkan ketakwaan di bulan ini. Bulan Muharram atau Suro ini disebut oleh Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam sebagai bulan Allah (syahrullah). Bulan ini bukanlah bulan sial atau bulan bencana sehingga tak perlu khawatir dengan melakukan hajatan di bulan ini (baik manten, pindah rumah atau hajatan lainnya). Contoh ritual yang tak perlu dilakukan di bulan ini adalah menjamas senjata, keris, mustika, batu akik dan senjata lainnya. Moga Allah memberi taufik kepada kita untuk dijauhkan dari syirik, dosa besar, dan amalan yang tidak ada tuntunan. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan suri tauladan kita, Nabi besar kita Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, juga kepada para sahabat, para tabiโ€™in, serta para ulama yang telah memberikan contoh yang baik pada kita. ย  Maโ€™asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah โ€ฆ Tahukah munafik? Kalau yang dimaksud munafik besar adalah menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafiran. Ada istilah munafik ashgar atau dalam bentuk amalan lahiriyah disebutkan oleh Al-Hasan Al-Bashri berikut ini. Al-Hasan Al-Bashri mengatakan, ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูู‘ููŽุงู‚ู ุงูุฎู’ุชูู„ุงูŽูู ุงู„ู‚ูŽู„ู’ุจู ูˆูŽุงู„ู„ูู‘ุณูŽุงู†ู ุŒ ูˆูŽุงุฎู’ุชูู„ุงูŽูู ุงู„ุณูู‘ุฑูู‘ ูˆูŽุงู„ุนูŽู„ุงูŽู†ููŠูŽู‘ุฉู ุŒ ูˆูŽุงุฎู’ุชูู„ุงูŽูู ุงู„ุฏูู‘ุฎููˆู’ู„ู ูˆูŽุงู„ุฎูุฑููˆู’ุฌู โ€œDi antara tanda kemunafikan adalah berbeda antara hati dan lisan, berbeda antara sesuatu yang tersembunyi dan sesuatu yang nampak, berbeda antara yang masuk dan yang keluar.โ€ (Jaamiโ€™ Al-โ€˜Ulum wa Al-Hikam, 2:490) Bagaimanakah keadaan munafik orang zaman ini dan masa silam? Hudzaifah Ibnul Yaman radhiyallahu โ€˜anhu berkata, ุงู„ู…ูู†ูŽุงููู‚ููˆู’ู†ูŽ ุงู„ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุดูŽุฑู‘ูŒ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู‡ู’ุฏู ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽ ุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูƒูŽุงู†ููˆู’ุง ูŠูŽูˆู’ู…ูŽุฆูุฐู ูŠูŽูƒู’ุชูู…ููˆู’ู†ูŽู‡ู ูˆูŽู‡ูู…ู’ ุงู„ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ูŠูุธู’ู‡ูุฑููˆู’ู†ูŽู‡ู โ€œOrang munafik saat ini lebih jelek dari orang munafik di masa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Dahulu kemunafikan disembunyikan, sedangkan saat ini terang-terangan.โ€ (Hilyatul Auliyaโ€™, 1:280) ย  Maโ€™asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah โ€ฆ ย  Apa tanda munafik pada zaman ini? ย  Pertama, jadi orang yang tidak amanah dan tidak jujur Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, ู…ูู†ู’ ุนูŽู„ุงูŽู…ูŽุงุชู ุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ู ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉูŒ ุฅูุฐูŽุง ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽ ูƒูŽุฐูŽุจูŽ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ูˆูŽุนูŽุฏูŽ ุฃูŽุฎู’ู„ูŽููŽ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุงุฆู’ุชูู…ูู†ูŽ ุฎูŽุงู†ูŽ โ€œDi antara tanda munafik ada tiga: jika berbicara, berdusta; jika berjanji, tidak menepati; jika diberi amanat, berkhianat.โ€ (HR. Muslim, no. 59) ย  Kedua, malas-malasan ibadah Sebagaimana disebutkan dalam ayat, ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ููŠู†ูŽ ูŠูุฎูŽุงุฏูุนููˆู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุฎูŽุงุฏูุนูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุงู…ููˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ู‚ูŽุงู…ููˆุง ูƒูุณูŽุงู„ูŽู‰ ูŠูุฑูŽุงุกููˆู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑููˆู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ู‚ูŽู„ููŠู„ู‹ุง โ€œSesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.โ€ (QS. An Nisaโ€™: 142). ย  Ketiga, pintar berkata bijak namun malah melakukan yang mungkar Umar pernah berkhutbah di atas mimbar, lantas ia mengatakan, ุฅู†ูŽู‘ ุฃูŽุฎู’ูˆูŽููŽ ู…ูŽุง ุฃูŽุฎูŽุงูู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ู…ู†ูŽุงูู‚ู ุงู„ุนูŽู„ููŠู’ู…ู ุŒ ู‚ูŽุงู„ููˆู’ุง : ูƒูŽูŠู’ููŽ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ู ุงู„ู…ู†ูŽุงููู‚ู ุนูŽู„ููŠู…ุงู‹ ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ูŠูŽุชูŽูƒูŽู„ูŽู‘ู…ู ุจูุงู„ู’ุญููƒู’ู…ูŽุฉู ุŒ ูˆูŽูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุจุงูู„ุฌูŽูˆู’ุฑ ุŒ ุฃูŽูˆู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุงู„ู…ู†ู’ูƒูŽุฑู โ€œYang aku khawatirkan pada kalian adalah orang berilmu yang munafik. Para sahabat lantas bertanya: โ€œBagaimana bisa ada orang berilmu yang munafik?โ€ Umar menjawab, โ€œIa berkata perkataan hikmah, namun sayangnya ia melakukan kemungkaran.โ€ (Jamiโ€™ Al-โ€˜Ulum wa Al-Hikam, 2:490) ย  Keempat, dari luar terlihat khusyuโ€™, namun batin tidak khusyuโ€™ Sebagian ulama salaf mengatakan, ุฎูุดููˆู’ุนู ุงู„ู†ูู‘ููŽุงู‚ู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽู‰ ุงู„ุฌูŽุณูŽุฏูŽ ุฎูŽุงุดูุนุงู‹ ุŒ ูˆูŽุงู„ู‚ูŽู„ู’ุจู ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุจูุฎูŽุงุดูุนู โ€œKhusyuโ€™nya orang munafik, jasad terlihat khusyuโ€™. Namun hati tak ada kekhusyuโ€™an.โ€ .โ€ (Jamiโ€™ Al-โ€˜Ulum wa Al-Hikam, 2:490) ย  Kelima, mengaku beriman namun tidak punya amalan sama sekali Hudzaifah ditanya mengenai apa itu munafik, ia menjawab, ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ูŠูŽุตููู ุงู„ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุจูู‡ู โ€œIa menyifati diri beriman namun tak ada amalan.โ€ (Jamiโ€™ Al-โ€˜Ulum wa Al-Hikam, 2:490) ย  Keenam, pria enggan shalat berjamaah di masjid Ibnu Masโ€™ud radhiyallahu โ€˜anhu berkata, ูˆูŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู†ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูŽุชูŽุฎูŽู„ูŽู‘ูู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ุฅูู„ุงูŽู‘ ู…ูู†ูŽุงููู‚ูŒ ู…ูŽุนู’ู„ููˆู…ู ุงู„ู†ูู‘ููŽุงู‚ู ูˆูŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ูŠูุคู’ุชูŽู‰ ุจูู‡ู ูŠูู‡ูŽุงุฏูŽู‰ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ูŽูŠู’ู†ู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูู‚ูŽุงู…ูŽ ููู‰ ุงู„ุตูŽู‘ููู‘ โ€œAku telah melihat bahwa orang yang meninggalkan shalat jamaโ€™ah hanyalah orang munafik, di mana ia adalah munafik tulen. Karena bahayanya meninggalkan shalat jamaโ€™ah sedemikian adanya, ada seseorang sampai didatangkan dengan berpegangan pada dua orang sampai ia bisa masuk dalam shaf.โ€ (HR. Muslim, no. 654). Ibrahim An-Nakhaโ€™i rahimahullah mengatakan, ูƒูŽููŽู‰ ุนูŽู„ูŽู…ุงู‹ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูููŽุงู‚ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุฌูŽุงุฑูŽ ุงู„ู…ุณู’ุฌูุฏ ุŒ ู„ุงูŽ ูŠูุฑูŽู‰ ูููŠู’ู‡ู โ€œCukup disebut seseorang memiliki tanda munafik jika ia adalah tetangga masjid namun tak pernah terlihat di masjidโ€ (Fath Al-Bari karya Ibnu Rajab, 5: 458 dan Maโ€™alim As-Sunan, 1:160. Lihat Minhah Al-โ€˜Allam, 3: 365). ย  Ketujuh, malas merutinkan Shalat Shubuh dan Shalat Isya Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุตูŽู„ุงูŽุฉูŒ ุฃุซู’ู‚ูŽู„ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู…ูู†ูŽุงููู‚ููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ููŽุฌู’ุฑู ูˆูŽุงู„ุนูุดูŽุงุกู ุŒ ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ ู…ูŽุง ูููŠู‡ูู…ูŽุง ู„ุฃูŽุชูŽูˆู’ู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุญูŽุจู’ูˆุงู‹ โ€œTidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat โ€˜Isyaโ€™. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.โ€ (HR. Bukhari, no. 657). Sahabat โ€˜Abdullah bin โ€˜Umar radhiyallahu โ€˜anhuma menyatakan, ูƒูู†ู‘ูŽุง ุฅูุฐูŽุง ููŽู‚ูŽุฏู’ู†ูŽุง ุงู„ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ูŽ ูููŠ ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ุนูุดูŽุงุกู ุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุตู‘ูุจู’ุญู ุฃูŽุณูŽุฃู’ู†ูŽุง ุจูู‡ู ุงู„ุธู‘ูŽู†ู‘ูŽ โ€œJika kami tidak melihat seseorang dalam shalat โ€˜Isyaโ€™ dan shalat Shubuh, maka kami mudah untuk suuzhon (berprasangka jelek) padanyaโ€ (HR. Ibnu Khuzaimah, 2:370 dan Al-Hakim 1:211, dengan sanad yang shahih sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Rajab. Lihat Minhah Al-โ€˜Allam, 3:365) ย  Demikian khutbah pertama ini. ุฃูŽู‚ููˆู’ู„ู ู‚ูŽูˆู’ู„ููŠ ู‡ูŽุฐูŽุง ูŽูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ุงู„ู„ู‡ูŽ ู„ููŠ ูˆูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูุณูŽุงุฆูุฑู ุงู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู‡ููˆูŽ ุงู„ุณูŽู…ููŠู’ุนู ุงู„ุนูŽู„ููŠู’ู…ู ย  Khutbah Kedua ุงู„ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ุนูŽุงู„ู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽุดู’ุฑูŽุงูู ุงู„ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู…ุฑู’ุณูŽู„ููŠู’ู†ูŽ ู†ูŽุจููŠู‘ูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนููŠู’ู†ูŽ ย  Maโ€™asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah โ€ฆ Mengenai shalat Shubuh dan shalat Isya yang berat bagi orang munafik dikatakan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin rahimahullah sebagai berikut, โ€œMenghadiri dua shalat itu terasa berat karena mereka tidak bisa memamerkan amalan mereka. Alasan lainnya karena shalat โ€˜Isya itu waktu istirahat, sedangkan shalat Shubuh waktu lelapnya tidur.โ€ (Syarh Riyadh Ash-Shalihin, 5:82). Moga kita selamat dari sifat kemunafikan seperti yang disebutkan dalam khutbah ini. Juga moga Allah menjauhkan kita dari kesyirikan yang terus dilariskan di bulan mulia ini. Di akhir khutbah ini โ€ฆ Jangan lupa untuk memperbanyak shalawat pada hari Jumat. Kata Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, โ€œBarangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.โ€ (HR. Muslim, no. 408) Juga marilah pula kita memanjatkan doa pada Allah, moga doa kita benar-benar diperkenankan oleh Allah di hari penuh berkah dan diijabahinya doa. ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ู‘ููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุตูŽู„ู‘ููˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ููˆุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู…ุงู‹ ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽูŠู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽุŒ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุญูŽู…ููŠู’ุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠู’ุฏูŒ. ูˆูŽุจูŽุงุฑููƒู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุจูŽุงุฑูŽูƒู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽุŒ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุญูŽู…ููŠู’ุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠู’ุฏูŒ ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู…ุณู’ู„ูู…ูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู…ุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู…ุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ุงู„ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงุกู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู„ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงุชู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงู‚ู’ุณูู…ู’ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฎูŽุดู’ูŠูŽุชููƒูŽ ู…ูŽุง ูŠูŽุญููˆู„ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ู…ูŽุนูŽุงุตููŠูƒูŽ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุทูŽุงุนูŽุชููƒูŽ ู…ูŽุง ุชูุจูŽู„ู‘ูุบูู†ูŽุง ุจูู‡ู ุฌูŽู†ู‘ูŽุชูŽูƒูŽ ูˆูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูŠูŽู‚ููŠู†ู ู…ูŽุง ุชูู‡ูŽูˆู‘ูู†ู ุจูู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ู…ูุตููŠุจูŽุงุชู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽู…ูŽุชู‘ูุนู’ู†ูŽุง ุจูุฃูŽุณู’ู…ูŽุงุนูู†ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู†ูŽุง ูˆูŽู‚ููˆู‘ูŽุชูู†ูŽุง ู…ูŽุง ุฃูŽุญู’ูŠูŽูŠู’ุชูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู‡ู ุงู„ู’ูˆูŽุงุฑูุซูŽ ู…ูู†ู‘ูŽุง ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ุซูŽุฃู’ุฑูŽู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ุธูŽู„ูŽู…ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงู†ู’ุตูุฑู’ู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ุนูŽุงุฏูŽุงู†ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ ู…ูุตููŠุจูŽุชูŽู†ูŽุง ููู‰ ุฏููŠู†ูู†ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูŽ ู‡ูŽู…ู‘ูู†ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ู…ูŽุจู’ู„ูŽุบูŽ ุนูู„ู’ู…ูู†ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูุณูŽู„ู‘ูุทู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽุฑู’ุญูŽู…ูู†ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅู†ู‘ูŽุง ู†ูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู‡ูุฏูŽู‰ ุŒ ูˆุงู„ุชู‘ูู‚ูŽู‰ ุŒ ูˆุงู„ุนูŽููŽุงููŽ ุŒ ูˆุงู„ุบูู†ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุญู’ุณูู†ู’ ุนูŽุงู‚ูุจูŽุชูŽู†ูŽุง ููู‰ ุงู„ุฃูู…ููˆุฑู ูƒูู„ู‘ูู‡ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุฌูุฑู’ู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฎูุฒู’ู‰ู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุนูŽุฐูŽุงุจู ุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุขุชูู†ูŽุง ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูˆูŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽุจููŠู‘ูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆ ูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ูŠู’ู† ูˆูŽุขุฎูุฑู ุฏูŽุนู’ูˆูŽุงู†ูŽุง ุฃูŽู†ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ ย  Khutbah Jumat di Masjid Jamiโ€™ Al-Adha, Pesantren Darush Sholihin, Warak, Girisekar, Panggang, Jumat Kliwon, 3 Muharram 1439 H (22-09-2017) Naskah Khutbah Jumat dalam bentuk PDF: Khutbah Jumat: Tanda Munafik Zaman Ini โ€”- Selesai disusun @ Perpus Rumaysho, menjelang Jumatan, Jumat Kliwon, 3 Muharram 1439 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagskemunafikan meninggalkan shalat munafik

Terpaksa Menabrak Tembok Orang Lain, Harus Ganti Rugi?

Tidak Sengaja Menabrak, Apakah Ganti Rugi Jika ada kondisi, misalnya, ketika latihan nyetir mobil, tiba-tiba ada anak kecil nyelonong naik sepeda, akhirnya terpaksa banting stir, lalu nabrak tembok milik orang lain. Apakah sy wajib ganti rugi. Krn jk tdk sy lakukan, bs mengancam nyawa anak tadi.. trimโ€™s.. Jawab: Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du, Apa yang anda lakukan adalah termasuk tindakan keterpaksaan. Dan orang yang terpaksa, boleh melakukan hal yang dilarang, dalam arti, dia tidak berdosa. Dari Abu Dzar radhiyallahu โ€˜anhu, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุชูŽุฌูŽุงูˆูŽุฒูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูู…ู‘ูŽุชูู‰ ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽุฃูŽ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูุณู’ูŠูŽุงู†ูŽ ูˆูŽู…ูŽุง ุงุณู’ุชููƒู’ุฑูู‡ููˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู Sesungguhnya Allah mengampuni kesalahan yang dilakukan umatku karena tidak sengaja, lupa, dan terpaksa. (HR. Ibnu Majah 2121, Ibnu Hibban 7219 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth). Dalam hal ini, terdapat kaidah yang menyatakan, ุงู„ุถุฑูˆุฑุงุช ุชุจูŠุญ ุงู„ู…ุญุธูˆุฑุงุช โ€œKondisi darurat, membolehkan orang melanggar apa yang dilarang.โ€ (al-Wajiz fi al-Qawaid al-Fiqhiyah, hlm. 234). Hanya saja, kaidah ini tidak berlaku mutlak. Kondisi darurat membolehkan ย melakukan pelanggaran, dalam arti tidak ada dosa. Karena kesalahan ini dilakukan terpaksa. Namun apakah menggugurkan hak orang lain? Ketika seseorang menghindari kondisi darurat, lalu dia merusak barang milik orang lain, apakah dia tetap wajib ganti rugi? Jawabannya, tetap wajib ย ganti rugi. Karena kondisi darurat tidak membatalkan hak orang lain. Sebagaimana dinyatakan dalam kaidah, ุงู„ุงุถุทุฑุงุฑ ู„ุง ูŠุจุทู„ ุญู‚ ุงู„ุบูŠุฑ โ€œKondisi darurat tidak membatalkan hak orang lain.โ€ (al-Wajiz fi al-Qawaid al-Fiqhiyah, hlm. 234). Sehingga mereka yang menghindari keadaan darurat atau kondisi apapun yang memaksa dia melakukan pelanggaran, sampai merusak milik orang lain, maka dia tetap wajib ganti rugi. Seperti orang yang naik perahu, dan mau tenggelam, lalu dia membuang barang-barang milik orang lain, untuk menyelamatkan dirinya, maka dia tetap wajib mengganti rugi barang itu. Demikian, Allahu aโ€™lam. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baitsย (Dewan Pembinaย Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accountingย Software Akuntansi Terbaik di Indonesia. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. SPONSOR hubungi: 081 326 333 328 DONASI hubungi: 087 882 888 727 REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK ๐Ÿ” Air Wadi, Keputihan Apakah Najis, Kafarat, Doa Terhindar Dari Fitnah Dajjal Sebelum Salam, Innali, Mandi Junub Setelah Berhubungan Suami Isteri Visited 12 times, 1 visit(s) today Post Views: 242 QRIS donasi Yufid

Terpaksa Menabrak Tembok Orang Lain, Harus Ganti Rugi?

Tidak Sengaja Menabrak, Apakah Ganti Rugi Jika ada kondisi, misalnya, ketika latihan nyetir mobil, tiba-tiba ada anak kecil nyelonong naik sepeda, akhirnya terpaksa banting stir, lalu nabrak tembok milik orang lain. Apakah sy wajib ganti rugi. Krn jk tdk sy lakukan, bs mengancam nyawa anak tadi.. trimโ€™s.. Jawab: Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du, Apa yang anda lakukan adalah termasuk tindakan keterpaksaan. Dan orang yang terpaksa, boleh melakukan hal yang dilarang, dalam arti, dia tidak berdosa. Dari Abu Dzar radhiyallahu โ€˜anhu, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุชูŽุฌูŽุงูˆูŽุฒูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูู…ู‘ูŽุชูู‰ ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽุฃูŽ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูุณู’ูŠูŽุงู†ูŽ ูˆูŽู…ูŽุง ุงุณู’ุชููƒู’ุฑูู‡ููˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู Sesungguhnya Allah mengampuni kesalahan yang dilakukan umatku karena tidak sengaja, lupa, dan terpaksa. (HR. Ibnu Majah 2121, Ibnu Hibban 7219 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth). Dalam hal ini, terdapat kaidah yang menyatakan, ุงู„ุถุฑูˆุฑุงุช ุชุจูŠุญ ุงู„ู…ุญุธูˆุฑุงุช โ€œKondisi darurat, membolehkan orang melanggar apa yang dilarang.โ€ (al-Wajiz fi al-Qawaid al-Fiqhiyah, hlm. 234). Hanya saja, kaidah ini tidak berlaku mutlak. Kondisi darurat membolehkan ย melakukan pelanggaran, dalam arti tidak ada dosa. Karena kesalahan ini dilakukan terpaksa. Namun apakah menggugurkan hak orang lain? Ketika seseorang menghindari kondisi darurat, lalu dia merusak barang milik orang lain, apakah dia tetap wajib ganti rugi? Jawabannya, tetap wajib ย ganti rugi. Karena kondisi darurat tidak membatalkan hak orang lain. Sebagaimana dinyatakan dalam kaidah, ุงู„ุงุถุทุฑุงุฑ ู„ุง ูŠุจุทู„ ุญู‚ ุงู„ุบูŠุฑ โ€œKondisi darurat tidak membatalkan hak orang lain.โ€ (al-Wajiz fi al-Qawaid al-Fiqhiyah, hlm. 234). Sehingga mereka yang menghindari keadaan darurat atau kondisi apapun yang memaksa dia melakukan pelanggaran, sampai merusak milik orang lain, maka dia tetap wajib ganti rugi. Seperti orang yang naik perahu, dan mau tenggelam, lalu dia membuang barang-barang milik orang lain, untuk menyelamatkan dirinya, maka dia tetap wajib mengganti rugi barang itu. Demikian, Allahu aโ€™lam. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baitsย (Dewan Pembinaย Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accountingย Software Akuntansi Terbaik di Indonesia. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. SPONSOR hubungi: 081 326 333 328 DONASI hubungi: 087 882 888 727 REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK ๐Ÿ” Air Wadi, Keputihan Apakah Najis, Kafarat, Doa Terhindar Dari Fitnah Dajjal Sebelum Salam, Innali, Mandi Junub Setelah Berhubungan Suami Isteri Visited 12 times, 1 visit(s) today Post Views: 242 QRIS donasi Yufid
Tidak Sengaja Menabrak, Apakah Ganti Rugi Jika ada kondisi, misalnya, ketika latihan nyetir mobil, tiba-tiba ada anak kecil nyelonong naik sepeda, akhirnya terpaksa banting stir, lalu nabrak tembok milik orang lain. Apakah sy wajib ganti rugi. Krn jk tdk sy lakukan, bs mengancam nyawa anak tadi.. trimโ€™s.. Jawab: Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du, Apa yang anda lakukan adalah termasuk tindakan keterpaksaan. Dan orang yang terpaksa, boleh melakukan hal yang dilarang, dalam arti, dia tidak berdosa. Dari Abu Dzar radhiyallahu โ€˜anhu, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุชูŽุฌูŽุงูˆูŽุฒูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูู…ู‘ูŽุชูู‰ ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽุฃูŽ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูุณู’ูŠูŽุงู†ูŽ ูˆูŽู…ูŽุง ุงุณู’ุชููƒู’ุฑูู‡ููˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู Sesungguhnya Allah mengampuni kesalahan yang dilakukan umatku karena tidak sengaja, lupa, dan terpaksa. (HR. Ibnu Majah 2121, Ibnu Hibban 7219 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth). Dalam hal ini, terdapat kaidah yang menyatakan, ุงู„ุถุฑูˆุฑุงุช ุชุจูŠุญ ุงู„ู…ุญุธูˆุฑุงุช โ€œKondisi darurat, membolehkan orang melanggar apa yang dilarang.โ€ (al-Wajiz fi al-Qawaid al-Fiqhiyah, hlm. 234). Hanya saja, kaidah ini tidak berlaku mutlak. Kondisi darurat membolehkan ย melakukan pelanggaran, dalam arti tidak ada dosa. Karena kesalahan ini dilakukan terpaksa. Namun apakah menggugurkan hak orang lain? Ketika seseorang menghindari kondisi darurat, lalu dia merusak barang milik orang lain, apakah dia tetap wajib ganti rugi? Jawabannya, tetap wajib ย ganti rugi. Karena kondisi darurat tidak membatalkan hak orang lain. Sebagaimana dinyatakan dalam kaidah, ุงู„ุงุถุทุฑุงุฑ ู„ุง ูŠุจุทู„ ุญู‚ ุงู„ุบูŠุฑ โ€œKondisi darurat tidak membatalkan hak orang lain.โ€ (al-Wajiz fi al-Qawaid al-Fiqhiyah, hlm. 234). Sehingga mereka yang menghindari keadaan darurat atau kondisi apapun yang memaksa dia melakukan pelanggaran, sampai merusak milik orang lain, maka dia tetap wajib ganti rugi. Seperti orang yang naik perahu, dan mau tenggelam, lalu dia membuang barang-barang milik orang lain, untuk menyelamatkan dirinya, maka dia tetap wajib mengganti rugi barang itu. Demikian, Allahu aโ€™lam. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baitsย (Dewan Pembinaย Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accountingย Software Akuntansi Terbaik di Indonesia. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. SPONSOR hubungi: 081 326 333 328 DONASI hubungi: 087 882 888 727 REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK ๐Ÿ” Air Wadi, Keputihan Apakah Najis, Kafarat, Doa Terhindar Dari Fitnah Dajjal Sebelum Salam, Innali, Mandi Junub Setelah Berhubungan Suami Isteri Visited 12 times, 1 visit(s) today Post Views: 242 QRIS donasi Yufid


<iframe src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/344077239&amp;color=d5265f&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=false&amp;hide_related=true&amp;show_comments=false&amp;show_user=false&amp;show_reposts=false" width="100%" height="166" frameborder="no" scrolling="no"></iframe> Tidak Sengaja Menabrak, Apakah Ganti Rugi Jika ada kondisi, misalnya, ketika latihan nyetir mobil, tiba-tiba ada anak kecil nyelonong naik sepeda, akhirnya terpaksa banting stir, lalu nabrak tembok milik orang lain. Apakah sy wajib ganti rugi. Krn jk tdk sy lakukan, bs mengancam nyawa anak tadi.. trimโ€™s.. Jawab: Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du, Apa yang anda lakukan adalah termasuk tindakan keterpaksaan. Dan orang yang terpaksa, boleh melakukan hal yang dilarang, dalam arti, dia tidak berdosa. Dari Abu Dzar radhiyallahu โ€˜anhu, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุชูŽุฌูŽุงูˆูŽุฒูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูู…ู‘ูŽุชูู‰ ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽุฃูŽ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูุณู’ูŠูŽุงู†ูŽ ูˆูŽู…ูŽุง ุงุณู’ุชููƒู’ุฑูู‡ููˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู Sesungguhnya Allah mengampuni kesalahan yang dilakukan umatku karena tidak sengaja, lupa, dan terpaksa. (HR. Ibnu Majah 2121, Ibnu Hibban 7219 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth). Dalam hal ini, terdapat kaidah yang menyatakan, ุงู„ุถุฑูˆุฑุงุช ุชุจูŠุญ ุงู„ู…ุญุธูˆุฑุงุช โ€œKondisi darurat, membolehkan orang melanggar apa yang dilarang.โ€ (al-Wajiz fi al-Qawaid al-Fiqhiyah, hlm. 234). Hanya saja, kaidah ini tidak berlaku mutlak. Kondisi darurat membolehkan ย melakukan pelanggaran, dalam arti tidak ada dosa. Karena kesalahan ini dilakukan terpaksa. Namun apakah menggugurkan hak orang lain? Ketika seseorang menghindari kondisi darurat, lalu dia merusak barang milik orang lain, apakah dia tetap wajib ganti rugi? Jawabannya, tetap wajib ย ganti rugi. Karena kondisi darurat tidak membatalkan hak orang lain. Sebagaimana dinyatakan dalam kaidah, ุงู„ุงุถุทุฑุงุฑ ู„ุง ูŠุจุทู„ ุญู‚ ุงู„ุบูŠุฑ โ€œKondisi darurat tidak membatalkan hak orang lain.โ€ (al-Wajiz fi al-Qawaid al-Fiqhiyah, hlm. 234). Sehingga mereka yang menghindari keadaan darurat atau kondisi apapun yang memaksa dia melakukan pelanggaran, sampai merusak milik orang lain, maka dia tetap wajib ganti rugi. Seperti orang yang naik perahu, dan mau tenggelam, lalu dia membuang barang-barang milik orang lain, untuk menyelamatkan dirinya, maka dia tetap wajib mengganti rugi barang itu. Demikian, Allahu aโ€™lam. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baitsย (Dewan Pembinaย Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accountingย Software Akuntansi Terbaik di Indonesia. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. SPONSOR hubungi: 081 326 333 328 DONASI hubungi: 087 882 888 727 REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK ๐Ÿ” Air Wadi, Keputihan Apakah Najis, Kafarat, Doa Terhindar Dari Fitnah Dajjal Sebelum Salam, Innali, Mandi Junub Setelah Berhubungan Suami Isteri Visited 12 times, 1 visit(s) today Post Views: 242 <img class="aligncenter wp-image-43307" src="https://i0.wp.com/konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2023/10/qris-donasi-yufid-resized.jpeg" alt="QRIS donasi Yufid" width="741" height="1024" />

Faedah Sirah Nabi: Di Bawah Asuhan Kakek dan Paman

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersama kakeknya โ€˜Abdul Muththalib setelah ibunya Aminah meninggal dunia. โ€˜Abdul Muththalib menyantuninya dan sangat sayang kepadanya. Bahkan belum pernah dia lakukan terhadap salah satu dari anaknya, dia mendudukkannya dekat tempat duduk โ€˜Abdul Muththalib. โ€˜Abdul Muththalib sebagai seorang tokoh memiliki tempat duduk dekat Kaโ€™bah, yaitu anak-anaknya duduk di sekitar kasur itu sambil menanti ayahnya datang. Tidak ada satu pun di antara anak-anaknya yang duduk di atas kasur itu sebagai tanda kehormatan baginya. Tetapi Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam yang waktu itu masih kecil datang dan duduk di atasnya. Para pamannya mengangkat dan melarangnya, tetapi โ€˜Abdul Muththalib yang menyaksikan itu berkata, โ€œBiarkan saja anak saya melakukan itu, karena dia akan menjadi orang besar.โ€ Kemudian โ€˜Abdul Muththalib mendudukkannya bersamanya di atas kasur, sambil mengusap punggungnya dengan tangannya sambil bergembira dan menikmati apa yang dia lakukan. Namun, pemeliharaan itu tidak berlangsung lama, karena setelah dua tahun kemudian โ€˜Abdul Muththalib meninggal, di saat Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berusia delapan tahun. Abu Thalib adalah saudara kandung โ€˜Abdullah bin โ€˜Abdul Muththalib, ibu mereka adalah Fatimah binti โ€˜Amr bin โ€˜Aidz. Oleh karena itu, sebelum โ€˜Abdul Muthallib meninggal, dia berpesan kepada Abu Thalib untuk memelihara Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Abu Thalib adalah orang yang miskin dan memiliki tanggungan yang banyak. Dia sangat mencintai Rasulullahย  shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,ย  dia tidur bersamanya dan pergi bersamanya. Pengasuhan Abu Thalib tersebut berlangsung selama empat puluh tahun lebih. Dia melawan kaumnya di Mekah karena membela Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, hingga Abu Thalib meninggal dunia pada tahun kesepuluh dari kenabian. ย  Kisah Meninggalnya Abu Thalib Dari Ibnul Musayyib, dari ayahnya, ia berkata, โ€œKetika menjelang Abu Tholib (paman Nabi -shallallahu โ€˜alaihi wa sallam-) meninggal dunia, Rasulullah shallallallahu โ€˜alaihi wa sallam menemuinya. Ketika itu di sisi Abu Tholib terdapat โ€˜Abdullah bin Abu Umayyah dan Abu Jahl. Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengatakan pada pamannya ketika itu, ุฃูŽู‰ู’ ุนูŽู…ูู‘ ุŒ ู‚ูู„ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู . ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉู‹ ุฃูุญูŽุงุฌูู‘ ู„ูŽูƒูŽ ุจูู‡ูŽุง ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู โ€œWahai pamanku, katakanlah โ€˜laa ilaha illalahโ€™ yaitu kalimat yang aku nanti bisa beralasan di hadapan Allah (kelak).โ€ Abu Jahl dan โ€˜Abdullah bin Umayyah berkata, ูŠูŽุง ุฃูŽุจูŽุง ุทูŽุงู„ูุจู ุŒ ุชูŽุฑู’ุบูŽุจู ุนูŽู†ู’ ู…ูู„ูŽู‘ุฉู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู’ู…ูุทูŽู‘ู„ูุจู โ€œWahai Abu Tholib, apakah engkau tidak suka pada agamanya Abdul Muthollib?โ€ Mereka berdua terus mengucapkan seperti itu, namun kalimat terakhir yang diucapkan Abu Tholib adalah ia berada di atas ajaran Abdul Muttholib. Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam kemudian mengatakan : ู„ุฃูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑูŽู†ูŽู‘ ู„ูŽูƒูŽ ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ุฃูู†ู’ู‡ูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู โ€œSungguh aku akan memohonkan ampun bagimu wahai pamanku, selama aku tidak dilarang oleh Allahโ€ Kemudian turunlah ayat, ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููˆุง ู„ูู„ู’ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู†ูŽ ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ููˆุง ุฃููˆู„ููŠ ู‚ูุฑู’ุจูŽู‰ ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏู ู…ูŽุง ุชูŽุจูŽูŠูŽู‘ู†ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ูู…ู’ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุงู„ู’ุฌูŽุญููŠู…ู โ€œTidak pantas bagi seorang Nabi dan bagi orang-orang yang beriman, mereka memintakan ampun bagi orang-orang yang musyrik, meskipun mereka memiliki hubungan kekerabatan, setelah jelas bagi mereka, bahwa orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka Jahanam.โ€ (QS. At-Taubah: 113) Allah Taโ€™ala pun menurunkan ayat, ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ู„ูŽุง ุชูŽู‡ู’ุฏููŠ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญู’ุจูŽุจู’ุชูŽ โ€œSesungguhnya engkau (Muhammad) tidak bisa memberikan hidayah (ilham dan taufiq) kepada orang-orang yang engkau cintai.โ€ (QS. Al-Qosshosh: 56) (HR. Bukhari, no. 3884) ย  Dengan Orang Tua dan Keluarga Musyrik Kita harus tetap berinteraksi dengan kedua orang tua kita ย dalam melakukan kebajikan walaupun dia adalah musyrik. Allah Taโ€™ala berfirman, ูˆูŽุฅูู†ู’ ุฌูŽุงู‡ูŽุฏูŽุงูƒูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ุชูุดู’ุฑููƒูŽ ุจููŠ ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูŽูƒูŽ ุจูู‡ู ุนูู„ู’ู…ูŒ ููŽู„ูŽุง ุชูุทูุนู’ู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽุตูŽุงุญูุจู’ู‡ูู…ูŽุง ูููŠ ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู‹ุง โ€œDan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.โ€ (QS. Lukman: 15) Namun ingatlah bahwa berbakti dan berbuat baik kepada orang tua yang musyrik tidak melazimkan adanya rasa cinta dan kasih sayang dalam masalah agama. Karena Allah Taโ€™ala berfirman, ู„ูŽุง ุชูŽุฌูุฏู ู‚ูŽูˆู’ู…ู‹ุง ูŠูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุขูŽุฎูุฑู ูŠููˆูŽุงุฏูู‘ูˆู†ูŽ ู…ูŽู†ู’ ุญูŽุงุฏูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ููˆุง ุขูŽุจูŽุงุกูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุจู’ู†ูŽุงุกูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ุนูŽุดููŠุฑูŽุชูŽู‡ูู…ู’ ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ูƒูŽุชูŽุจูŽ ูููŠ ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู ุงู„ู’ุฅููŠู…ูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุฃูŽูŠูŽู‘ุฏูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฑููˆุญู ู…ูู†ู’ู‡ู โ€œKamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Meraka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya.โ€ (QS. Al-Mujadilah: 22). ย  Mengikuti Tradisi Mengikuti warisan nenek moyang yang berada dalam kebaikan, petunjuk dan iman, maka tidak ragu itu adalah wajib bahkan merupakan salah satu kewajiban. Allah Taโ€™ala berfirman, ูˆูŽุงุชูŽู‘ุจูŽุนู’ุชู ู…ูู„ูŽู‘ุฉูŽ ุขูŽุจูŽุงุฆููŠ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ูˆูŽุฅูุณู’ุญูŽุงู‚ูŽ ูˆูŽูŠูŽุนู’ู‚ููˆุจูŽ ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ู†ูุดู’ุฑููƒูŽ ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ู’ ุดูŽูŠู’ุกู โ€œDan aku pengikut agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan Yaโ€™qub. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah.โ€ (QS. Yusuf: 38) Namun tidak selamanya mengikuti warisan nenek moyang seperti yang dilakukan orang kafir di masa silam. Disebutkan dalam ayat, ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ููŽุนูŽู„ููˆุง ููŽุงุญูุดูŽุฉู‹ ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูˆูŽุฌูŽุฏู’ู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุขูŽุจูŽุงุกูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ูŽุง ุจูู‡ูŽุง ู‚ูู„ู’ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑู ุจูุงู„ู’ููŽุญู’ุดูŽุงุกู ุฃูŽุชูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูŽุง ู„ูŽุง ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ โ€œDan apabila mereka melakukan perbuatan keji , mereka berkata: Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya.โ€ Katakanlah: โ€œSesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji.โ€ Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?โ€(QS. Al-Aโ€™raaf: 28) Semoga menjadi pelajaran berharga. ย  Referensi: Ar-Rahiq Al-Makhtum. Cetakan kesepuluh, Tahun 1420 H. Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri. Penerbit Darul Wafaโ€™ dan Dar At-Tadmuriyah. Referensi Terjemahan: Fikih Sirah Nabawiyah. Cetakan kelima, 2016. Prof. Dr. Zaid bin Abdul Karim Zaid. Penerbit Darus Sunnah. โ€”- Selesai disusun @ Perpus Rumaysho, Jumat pagi, 2 Muharram 1439 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com ย  Tagsabu thalib faedah sirah nabi keluarga nabi sirah nabi tradisi

Faedah Sirah Nabi: Di Bawah Asuhan Kakek dan Paman

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersama kakeknya โ€˜Abdul Muththalib setelah ibunya Aminah meninggal dunia. โ€˜Abdul Muththalib menyantuninya dan sangat sayang kepadanya. Bahkan belum pernah dia lakukan terhadap salah satu dari anaknya, dia mendudukkannya dekat tempat duduk โ€˜Abdul Muththalib. โ€˜Abdul Muththalib sebagai seorang tokoh memiliki tempat duduk dekat Kaโ€™bah, yaitu anak-anaknya duduk di sekitar kasur itu sambil menanti ayahnya datang. Tidak ada satu pun di antara anak-anaknya yang duduk di atas kasur itu sebagai tanda kehormatan baginya. Tetapi Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam yang waktu itu masih kecil datang dan duduk di atasnya. Para pamannya mengangkat dan melarangnya, tetapi โ€˜Abdul Muththalib yang menyaksikan itu berkata, โ€œBiarkan saja anak saya melakukan itu, karena dia akan menjadi orang besar.โ€ Kemudian โ€˜Abdul Muththalib mendudukkannya bersamanya di atas kasur, sambil mengusap punggungnya dengan tangannya sambil bergembira dan menikmati apa yang dia lakukan. Namun, pemeliharaan itu tidak berlangsung lama, karena setelah dua tahun kemudian โ€˜Abdul Muththalib meninggal, di saat Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berusia delapan tahun. Abu Thalib adalah saudara kandung โ€˜Abdullah bin โ€˜Abdul Muththalib, ibu mereka adalah Fatimah binti โ€˜Amr bin โ€˜Aidz. Oleh karena itu, sebelum โ€˜Abdul Muthallib meninggal, dia berpesan kepada Abu Thalib untuk memelihara Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Abu Thalib adalah orang yang miskin dan memiliki tanggungan yang banyak. Dia sangat mencintai Rasulullahย  shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,ย  dia tidur bersamanya dan pergi bersamanya. Pengasuhan Abu Thalib tersebut berlangsung selama empat puluh tahun lebih. Dia melawan kaumnya di Mekah karena membela Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, hingga Abu Thalib meninggal dunia pada tahun kesepuluh dari kenabian. ย  Kisah Meninggalnya Abu Thalib Dari Ibnul Musayyib, dari ayahnya, ia berkata, โ€œKetika menjelang Abu Tholib (paman Nabi -shallallahu โ€˜alaihi wa sallam-) meninggal dunia, Rasulullah shallallallahu โ€˜alaihi wa sallam menemuinya. Ketika itu di sisi Abu Tholib terdapat โ€˜Abdullah bin Abu Umayyah dan Abu Jahl. Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengatakan pada pamannya ketika itu, ุฃูŽู‰ู’ ุนูŽู…ูู‘ ุŒ ู‚ูู„ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู . ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉู‹ ุฃูุญูŽุงุฌูู‘ ู„ูŽูƒูŽ ุจูู‡ูŽุง ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู โ€œWahai pamanku, katakanlah โ€˜laa ilaha illalahโ€™ yaitu kalimat yang aku nanti bisa beralasan di hadapan Allah (kelak).โ€ Abu Jahl dan โ€˜Abdullah bin Umayyah berkata, ูŠูŽุง ุฃูŽุจูŽุง ุทูŽุงู„ูุจู ุŒ ุชูŽุฑู’ุบูŽุจู ุนูŽู†ู’ ู…ูู„ูŽู‘ุฉู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู’ู…ูุทูŽู‘ู„ูุจู โ€œWahai Abu Tholib, apakah engkau tidak suka pada agamanya Abdul Muthollib?โ€ Mereka berdua terus mengucapkan seperti itu, namun kalimat terakhir yang diucapkan Abu Tholib adalah ia berada di atas ajaran Abdul Muttholib. Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam kemudian mengatakan : ู„ุฃูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑูŽู†ูŽู‘ ู„ูŽูƒูŽ ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ุฃูู†ู’ู‡ูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู โ€œSungguh aku akan memohonkan ampun bagimu wahai pamanku, selama aku tidak dilarang oleh Allahโ€ Kemudian turunlah ayat, ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููˆุง ู„ูู„ู’ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู†ูŽ ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ููˆุง ุฃููˆู„ููŠ ู‚ูุฑู’ุจูŽู‰ ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏู ู…ูŽุง ุชูŽุจูŽูŠูŽู‘ู†ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ูู…ู’ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุงู„ู’ุฌูŽุญููŠู…ู โ€œTidak pantas bagi seorang Nabi dan bagi orang-orang yang beriman, mereka memintakan ampun bagi orang-orang yang musyrik, meskipun mereka memiliki hubungan kekerabatan, setelah jelas bagi mereka, bahwa orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka Jahanam.โ€ (QS. At-Taubah: 113) Allah Taโ€™ala pun menurunkan ayat, ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ู„ูŽุง ุชูŽู‡ู’ุฏููŠ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญู’ุจูŽุจู’ุชูŽ โ€œSesungguhnya engkau (Muhammad) tidak bisa memberikan hidayah (ilham dan taufiq) kepada orang-orang yang engkau cintai.โ€ (QS. Al-Qosshosh: 56) (HR. Bukhari, no. 3884) ย  Dengan Orang Tua dan Keluarga Musyrik Kita harus tetap berinteraksi dengan kedua orang tua kita ย dalam melakukan kebajikan walaupun dia adalah musyrik. Allah Taโ€™ala berfirman, ูˆูŽุฅูู†ู’ ุฌูŽุงู‡ูŽุฏูŽุงูƒูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ุชูุดู’ุฑููƒูŽ ุจููŠ ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูŽูƒูŽ ุจูู‡ู ุนูู„ู’ู…ูŒ ููŽู„ูŽุง ุชูุทูุนู’ู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽุตูŽุงุญูุจู’ู‡ูู…ูŽุง ูููŠ ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู‹ุง โ€œDan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.โ€ (QS. Lukman: 15) Namun ingatlah bahwa berbakti dan berbuat baik kepada orang tua yang musyrik tidak melazimkan adanya rasa cinta dan kasih sayang dalam masalah agama. Karena Allah Taโ€™ala berfirman, ู„ูŽุง ุชูŽุฌูุฏู ู‚ูŽูˆู’ู…ู‹ุง ูŠูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุขูŽุฎูุฑู ูŠููˆูŽุงุฏูู‘ูˆู†ูŽ ู…ูŽู†ู’ ุญูŽุงุฏูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ููˆุง ุขูŽุจูŽุงุกูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุจู’ู†ูŽุงุกูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ุนูŽุดููŠุฑูŽุชูŽู‡ูู…ู’ ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ูƒูŽุชูŽุจูŽ ูููŠ ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู ุงู„ู’ุฅููŠู…ูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุฃูŽูŠูŽู‘ุฏูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฑููˆุญู ู…ูู†ู’ู‡ู โ€œKamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Meraka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya.โ€ (QS. Al-Mujadilah: 22). ย  Mengikuti Tradisi Mengikuti warisan nenek moyang yang berada dalam kebaikan, petunjuk dan iman, maka tidak ragu itu adalah wajib bahkan merupakan salah satu kewajiban. Allah Taโ€™ala berfirman, ูˆูŽุงุชูŽู‘ุจูŽุนู’ุชู ู…ูู„ูŽู‘ุฉูŽ ุขูŽุจูŽุงุฆููŠ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ูˆูŽุฅูุณู’ุญูŽุงู‚ูŽ ูˆูŽูŠูŽุนู’ู‚ููˆุจูŽ ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ู†ูุดู’ุฑููƒูŽ ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ู’ ุดูŽูŠู’ุกู โ€œDan aku pengikut agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan Yaโ€™qub. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah.โ€ (QS. Yusuf: 38) Namun tidak selamanya mengikuti warisan nenek moyang seperti yang dilakukan orang kafir di masa silam. Disebutkan dalam ayat, ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ููŽุนูŽู„ููˆุง ููŽุงุญูุดูŽุฉู‹ ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูˆูŽุฌูŽุฏู’ู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุขูŽุจูŽุงุกูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ูŽุง ุจูู‡ูŽุง ู‚ูู„ู’ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑู ุจูุงู„ู’ููŽุญู’ุดูŽุงุกู ุฃูŽุชูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูŽุง ู„ูŽุง ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ โ€œDan apabila mereka melakukan perbuatan keji , mereka berkata: Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya.โ€ Katakanlah: โ€œSesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji.โ€ Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?โ€(QS. Al-Aโ€™raaf: 28) Semoga menjadi pelajaran berharga. ย  Referensi: Ar-Rahiq Al-Makhtum. Cetakan kesepuluh, Tahun 1420 H. Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri. Penerbit Darul Wafaโ€™ dan Dar At-Tadmuriyah. Referensi Terjemahan: Fikih Sirah Nabawiyah. Cetakan kelima, 2016. Prof. Dr. Zaid bin Abdul Karim Zaid. Penerbit Darus Sunnah. โ€”- Selesai disusun @ Perpus Rumaysho, Jumat pagi, 2 Muharram 1439 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com ย  Tagsabu thalib faedah sirah nabi keluarga nabi sirah nabi tradisi
Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersama kakeknya โ€˜Abdul Muththalib setelah ibunya Aminah meninggal dunia. โ€˜Abdul Muththalib menyantuninya dan sangat sayang kepadanya. Bahkan belum pernah dia lakukan terhadap salah satu dari anaknya, dia mendudukkannya dekat tempat duduk โ€˜Abdul Muththalib. โ€˜Abdul Muththalib sebagai seorang tokoh memiliki tempat duduk dekat Kaโ€™bah, yaitu anak-anaknya duduk di sekitar kasur itu sambil menanti ayahnya datang. Tidak ada satu pun di antara anak-anaknya yang duduk di atas kasur itu sebagai tanda kehormatan baginya. Tetapi Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam yang waktu itu masih kecil datang dan duduk di atasnya. Para pamannya mengangkat dan melarangnya, tetapi โ€˜Abdul Muththalib yang menyaksikan itu berkata, โ€œBiarkan saja anak saya melakukan itu, karena dia akan menjadi orang besar.โ€ Kemudian โ€˜Abdul Muththalib mendudukkannya bersamanya di atas kasur, sambil mengusap punggungnya dengan tangannya sambil bergembira dan menikmati apa yang dia lakukan. Namun, pemeliharaan itu tidak berlangsung lama, karena setelah dua tahun kemudian โ€˜Abdul Muththalib meninggal, di saat Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berusia delapan tahun. Abu Thalib adalah saudara kandung โ€˜Abdullah bin โ€˜Abdul Muththalib, ibu mereka adalah Fatimah binti โ€˜Amr bin โ€˜Aidz. Oleh karena itu, sebelum โ€˜Abdul Muthallib meninggal, dia berpesan kepada Abu Thalib untuk memelihara Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Abu Thalib adalah orang yang miskin dan memiliki tanggungan yang banyak. Dia sangat mencintai Rasulullahย  shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,ย  dia tidur bersamanya dan pergi bersamanya. Pengasuhan Abu Thalib tersebut berlangsung selama empat puluh tahun lebih. Dia melawan kaumnya di Mekah karena membela Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, hingga Abu Thalib meninggal dunia pada tahun kesepuluh dari kenabian. ย  Kisah Meninggalnya Abu Thalib Dari Ibnul Musayyib, dari ayahnya, ia berkata, โ€œKetika menjelang Abu Tholib (paman Nabi -shallallahu โ€˜alaihi wa sallam-) meninggal dunia, Rasulullah shallallallahu โ€˜alaihi wa sallam menemuinya. Ketika itu di sisi Abu Tholib terdapat โ€˜Abdullah bin Abu Umayyah dan Abu Jahl. Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengatakan pada pamannya ketika itu, ุฃูŽู‰ู’ ุนูŽู…ูู‘ ุŒ ู‚ูู„ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู . ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉู‹ ุฃูุญูŽุงุฌูู‘ ู„ูŽูƒูŽ ุจูู‡ูŽุง ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู โ€œWahai pamanku, katakanlah โ€˜laa ilaha illalahโ€™ yaitu kalimat yang aku nanti bisa beralasan di hadapan Allah (kelak).โ€ Abu Jahl dan โ€˜Abdullah bin Umayyah berkata, ูŠูŽุง ุฃูŽุจูŽุง ุทูŽุงู„ูุจู ุŒ ุชูŽุฑู’ุบูŽุจู ุนูŽู†ู’ ู…ูู„ูŽู‘ุฉู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู’ู…ูุทูŽู‘ู„ูุจู โ€œWahai Abu Tholib, apakah engkau tidak suka pada agamanya Abdul Muthollib?โ€ Mereka berdua terus mengucapkan seperti itu, namun kalimat terakhir yang diucapkan Abu Tholib adalah ia berada di atas ajaran Abdul Muttholib. Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam kemudian mengatakan : ู„ุฃูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑูŽู†ูŽู‘ ู„ูŽูƒูŽ ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ุฃูู†ู’ู‡ูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู โ€œSungguh aku akan memohonkan ampun bagimu wahai pamanku, selama aku tidak dilarang oleh Allahโ€ Kemudian turunlah ayat, ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููˆุง ู„ูู„ู’ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู†ูŽ ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ููˆุง ุฃููˆู„ููŠ ู‚ูุฑู’ุจูŽู‰ ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏู ู…ูŽุง ุชูŽุจูŽูŠูŽู‘ู†ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ูู…ู’ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุงู„ู’ุฌูŽุญููŠู…ู โ€œTidak pantas bagi seorang Nabi dan bagi orang-orang yang beriman, mereka memintakan ampun bagi orang-orang yang musyrik, meskipun mereka memiliki hubungan kekerabatan, setelah jelas bagi mereka, bahwa orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka Jahanam.โ€ (QS. At-Taubah: 113) Allah Taโ€™ala pun menurunkan ayat, ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ู„ูŽุง ุชูŽู‡ู’ุฏููŠ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญู’ุจูŽุจู’ุชูŽ โ€œSesungguhnya engkau (Muhammad) tidak bisa memberikan hidayah (ilham dan taufiq) kepada orang-orang yang engkau cintai.โ€ (QS. Al-Qosshosh: 56) (HR. Bukhari, no. 3884) ย  Dengan Orang Tua dan Keluarga Musyrik Kita harus tetap berinteraksi dengan kedua orang tua kita ย dalam melakukan kebajikan walaupun dia adalah musyrik. Allah Taโ€™ala berfirman, ูˆูŽุฅูู†ู’ ุฌูŽุงู‡ูŽุฏูŽุงูƒูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ุชูุดู’ุฑููƒูŽ ุจููŠ ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูŽูƒูŽ ุจูู‡ู ุนูู„ู’ู…ูŒ ููŽู„ูŽุง ุชูุทูุนู’ู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽุตูŽุงุญูุจู’ู‡ูู…ูŽุง ูููŠ ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู‹ุง โ€œDan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.โ€ (QS. Lukman: 15) Namun ingatlah bahwa berbakti dan berbuat baik kepada orang tua yang musyrik tidak melazimkan adanya rasa cinta dan kasih sayang dalam masalah agama. Karena Allah Taโ€™ala berfirman, ู„ูŽุง ุชูŽุฌูุฏู ู‚ูŽูˆู’ู…ู‹ุง ูŠูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุขูŽุฎูุฑู ูŠููˆูŽุงุฏูู‘ูˆู†ูŽ ู…ูŽู†ู’ ุญูŽุงุฏูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ููˆุง ุขูŽุจูŽุงุกูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุจู’ู†ูŽุงุกูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ุนูŽุดููŠุฑูŽุชูŽู‡ูู…ู’ ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ูƒูŽุชูŽุจูŽ ูููŠ ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู ุงู„ู’ุฅููŠู…ูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุฃูŽูŠูŽู‘ุฏูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฑููˆุญู ู…ูู†ู’ู‡ู โ€œKamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Meraka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya.โ€ (QS. Al-Mujadilah: 22). ย  Mengikuti Tradisi Mengikuti warisan nenek moyang yang berada dalam kebaikan, petunjuk dan iman, maka tidak ragu itu adalah wajib bahkan merupakan salah satu kewajiban. Allah Taโ€™ala berfirman, ูˆูŽุงุชูŽู‘ุจูŽุนู’ุชู ู…ูู„ูŽู‘ุฉูŽ ุขูŽุจูŽุงุฆููŠ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ูˆูŽุฅูุณู’ุญูŽุงู‚ูŽ ูˆูŽูŠูŽุนู’ู‚ููˆุจูŽ ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ู†ูุดู’ุฑููƒูŽ ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ู’ ุดูŽูŠู’ุกู โ€œDan aku pengikut agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan Yaโ€™qub. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah.โ€ (QS. Yusuf: 38) Namun tidak selamanya mengikuti warisan nenek moyang seperti yang dilakukan orang kafir di masa silam. Disebutkan dalam ayat, ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ููŽุนูŽู„ููˆุง ููŽุงุญูุดูŽุฉู‹ ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูˆูŽุฌูŽุฏู’ู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุขูŽุจูŽุงุกูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ูŽุง ุจูู‡ูŽุง ู‚ูู„ู’ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑู ุจูุงู„ู’ููŽุญู’ุดูŽุงุกู ุฃูŽุชูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูŽุง ู„ูŽุง ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ โ€œDan apabila mereka melakukan perbuatan keji , mereka berkata: Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya.โ€ Katakanlah: โ€œSesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji.โ€ Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?โ€(QS. Al-Aโ€™raaf: 28) Semoga menjadi pelajaran berharga. ย  Referensi: Ar-Rahiq Al-Makhtum. Cetakan kesepuluh, Tahun 1420 H. Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri. Penerbit Darul Wafaโ€™ dan Dar At-Tadmuriyah. Referensi Terjemahan: Fikih Sirah Nabawiyah. Cetakan kelima, 2016. Prof. Dr. Zaid bin Abdul Karim Zaid. Penerbit Darus Sunnah. โ€”- Selesai disusun @ Perpus Rumaysho, Jumat pagi, 2 Muharram 1439 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com ย  Tagsabu thalib faedah sirah nabi keluarga nabi sirah nabi tradisi


Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersama kakeknya โ€˜Abdul Muththalib setelah ibunya Aminah meninggal dunia. โ€˜Abdul Muththalib menyantuninya dan sangat sayang kepadanya. Bahkan belum pernah dia lakukan terhadap salah satu dari anaknya, dia mendudukkannya dekat tempat duduk โ€˜Abdul Muththalib. โ€˜Abdul Muththalib sebagai seorang tokoh memiliki tempat duduk dekat Kaโ€™bah, yaitu anak-anaknya duduk di sekitar kasur itu sambil menanti ayahnya datang. Tidak ada satu pun di antara anak-anaknya yang duduk di atas kasur itu sebagai tanda kehormatan baginya. Tetapi Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam yang waktu itu masih kecil datang dan duduk di atasnya. Para pamannya mengangkat dan melarangnya, tetapi โ€˜Abdul Muththalib yang menyaksikan itu berkata, โ€œBiarkan saja anak saya melakukan itu, karena dia akan menjadi orang besar.โ€ Kemudian โ€˜Abdul Muththalib mendudukkannya bersamanya di atas kasur, sambil mengusap punggungnya dengan tangannya sambil bergembira dan menikmati apa yang dia lakukan. Namun, pemeliharaan itu tidak berlangsung lama, karena setelah dua tahun kemudian โ€˜Abdul Muththalib meninggal, di saat Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berusia delapan tahun. Abu Thalib adalah saudara kandung โ€˜Abdullah bin โ€˜Abdul Muththalib, ibu mereka adalah Fatimah binti โ€˜Amr bin โ€˜Aidz. Oleh karena itu, sebelum โ€˜Abdul Muthallib meninggal, dia berpesan kepada Abu Thalib untuk memelihara Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Abu Thalib adalah orang yang miskin dan memiliki tanggungan yang banyak. Dia sangat mencintai Rasulullahย  shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,ย  dia tidur bersamanya dan pergi bersamanya. Pengasuhan Abu Thalib tersebut berlangsung selama empat puluh tahun lebih. Dia melawan kaumnya di Mekah karena membela Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, hingga Abu Thalib meninggal dunia pada tahun kesepuluh dari kenabian. ย  Kisah Meninggalnya Abu Thalib Dari Ibnul Musayyib, dari ayahnya, ia berkata, โ€œKetika menjelang Abu Tholib (paman Nabi -shallallahu โ€˜alaihi wa sallam-) meninggal dunia, Rasulullah shallallallahu โ€˜alaihi wa sallam menemuinya. Ketika itu di sisi Abu Tholib terdapat โ€˜Abdullah bin Abu Umayyah dan Abu Jahl. Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengatakan pada pamannya ketika itu, ุฃูŽู‰ู’ ุนูŽู…ูู‘ ุŒ ู‚ูู„ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู . ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉู‹ ุฃูุญูŽุงุฌูู‘ ู„ูŽูƒูŽ ุจูู‡ูŽุง ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู โ€œWahai pamanku, katakanlah โ€˜laa ilaha illalahโ€™ yaitu kalimat yang aku nanti bisa beralasan di hadapan Allah (kelak).โ€ Abu Jahl dan โ€˜Abdullah bin Umayyah berkata, ูŠูŽุง ุฃูŽุจูŽุง ุทูŽุงู„ูุจู ุŒ ุชูŽุฑู’ุบูŽุจู ุนูŽู†ู’ ู…ูู„ูŽู‘ุฉู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู’ู…ูุทูŽู‘ู„ูุจู โ€œWahai Abu Tholib, apakah engkau tidak suka pada agamanya Abdul Muthollib?โ€ Mereka berdua terus mengucapkan seperti itu, namun kalimat terakhir yang diucapkan Abu Tholib adalah ia berada di atas ajaran Abdul Muttholib. Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam kemudian mengatakan : ู„ุฃูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑูŽู†ูŽู‘ ู„ูŽูƒูŽ ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ุฃูู†ู’ู‡ูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู โ€œSungguh aku akan memohonkan ampun bagimu wahai pamanku, selama aku tidak dilarang oleh Allahโ€ Kemudian turunlah ayat, ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููˆุง ู„ูู„ู’ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู†ูŽ ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ููˆุง ุฃููˆู„ููŠ ู‚ูุฑู’ุจูŽู‰ ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏู ู…ูŽุง ุชูŽุจูŽูŠูŽู‘ู†ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ูู…ู’ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุงู„ู’ุฌูŽุญููŠู…ู โ€œTidak pantas bagi seorang Nabi dan bagi orang-orang yang beriman, mereka memintakan ampun bagi orang-orang yang musyrik, meskipun mereka memiliki hubungan kekerabatan, setelah jelas bagi mereka, bahwa orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka Jahanam.โ€ (QS. At-Taubah: 113) Allah Taโ€™ala pun menurunkan ayat, ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ู„ูŽุง ุชูŽู‡ู’ุฏููŠ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญู’ุจูŽุจู’ุชูŽ โ€œSesungguhnya engkau (Muhammad) tidak bisa memberikan hidayah (ilham dan taufiq) kepada orang-orang yang engkau cintai.โ€ (QS. Al-Qosshosh: 56) (HR. Bukhari, no. 3884) ย  Dengan Orang Tua dan Keluarga Musyrik Kita harus tetap berinteraksi dengan kedua orang tua kita ย dalam melakukan kebajikan walaupun dia adalah musyrik. Allah Taโ€™ala berfirman, ูˆูŽุฅูู†ู’ ุฌูŽุงู‡ูŽุฏูŽุงูƒูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ุชูุดู’ุฑููƒูŽ ุจููŠ ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูŽูƒูŽ ุจูู‡ู ุนูู„ู’ู…ูŒ ููŽู„ูŽุง ุชูุทูุนู’ู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽุตูŽุงุญูุจู’ู‡ูู…ูŽุง ูููŠ ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู‹ุง โ€œDan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.โ€ (QS. Lukman: 15) Namun ingatlah bahwa berbakti dan berbuat baik kepada orang tua yang musyrik tidak melazimkan adanya rasa cinta dan kasih sayang dalam masalah agama. Karena Allah Taโ€™ala berfirman, ู„ูŽุง ุชูŽุฌูุฏู ู‚ูŽูˆู’ู…ู‹ุง ูŠูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุขูŽุฎูุฑู ูŠููˆูŽุงุฏูู‘ูˆู†ูŽ ู…ูŽู†ู’ ุญูŽุงุฏูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ููˆุง ุขูŽุจูŽุงุกูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุจู’ู†ูŽุงุกูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ุนูŽุดููŠุฑูŽุชูŽู‡ูู…ู’ ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ูƒูŽุชูŽุจูŽ ูููŠ ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู ุงู„ู’ุฅููŠู…ูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุฃูŽูŠูŽู‘ุฏูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฑููˆุญู ู…ูู†ู’ู‡ู โ€œKamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Meraka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya.โ€ (QS. Al-Mujadilah: 22). ย  Mengikuti Tradisi Mengikuti warisan nenek moyang yang berada dalam kebaikan, petunjuk dan iman, maka tidak ragu itu adalah wajib bahkan merupakan salah satu kewajiban. Allah Taโ€™ala berfirman, ูˆูŽุงุชูŽู‘ุจูŽุนู’ุชู ู…ูู„ูŽู‘ุฉูŽ ุขูŽุจูŽุงุฆููŠ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ูˆูŽุฅูุณู’ุญูŽุงู‚ูŽ ูˆูŽูŠูŽุนู’ู‚ููˆุจูŽ ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ู†ูุดู’ุฑููƒูŽ ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ู’ ุดูŽูŠู’ุกู โ€œDan aku pengikut agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan Yaโ€™qub. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah.โ€ (QS. Yusuf: 38) Namun tidak selamanya mengikuti warisan nenek moyang seperti yang dilakukan orang kafir di masa silam. Disebutkan dalam ayat, ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ููŽุนูŽู„ููˆุง ููŽุงุญูุดูŽุฉู‹ ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูˆูŽุฌูŽุฏู’ู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุขูŽุจูŽุงุกูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ูŽุง ุจูู‡ูŽุง ู‚ูู„ู’ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑู ุจูุงู„ู’ููŽุญู’ุดูŽุงุกู ุฃูŽุชูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูŽุง ู„ูŽุง ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ โ€œDan apabila mereka melakukan perbuatan keji , mereka berkata: Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya.โ€ Katakanlah: โ€œSesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji.โ€ Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?โ€(QS. Al-Aโ€™raaf: 28) Semoga menjadi pelajaran berharga. ย  Referensi: Ar-Rahiq Al-Makhtum. Cetakan kesepuluh, Tahun 1420 H. Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri. Penerbit Darul Wafaโ€™ dan Dar At-Tadmuriyah. Referensi Terjemahan: Fikih Sirah Nabawiyah. Cetakan kelima, 2016. Prof. Dr. Zaid bin Abdul Karim Zaid. Penerbit Darus Sunnah. โ€”- Selesai disusun @ Perpus Rumaysho, Jumat pagi, 2 Muharram 1439 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com ย  Tagsabu thalib faedah sirah nabi keluarga nabi sirah nabi tradisi
Prev     Next