Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 146 BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAK

Komunikasi baik orang tua dengan anak adalah yang melibatkan pertukaran kata-kata, gagasan dan perasaan. Komunikasi adalah apa yang kita katakan dan bagaimana mengatakannya. Komunikasi itu melibatkan niat (tulus atau bulus), wajah (cemberut atau tersenyum), tindakan (tamparan atau pelukan) dan tentu kata-kata (ramah atau ketus).Dampak Komunikasi Positif dan NegatifKomunikasi yang baik akan menciptakan hubungan yang hangat, kerja sama dan perasaan dihargai. Dari komunikasi yang efektif dengan orangtua, anak-anak akan mendapatkan inspirasi untuk melakukan apa yang diharapkan. Bisa memecahkan masalah mereka sendiri. Serta menumbuhkan konsep diri yang positif.Sebaliknya, komunikasi yang buruk menciptakan anak-anak yang enggan mendengarkan orang lain. Memunculkan konflik dan pertengkaran. Serta menumbuhkan perasaan tidak dihargai. Contoh Praktek Komunikasi BaikAl-Qur’an menukilkan untuk kita contoh komunikasi ideal ayah-anak. Yaitu antara Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dengan putra beliau; Nabi Ismail ‘alaihissalam. Allah ta’ala mengisahkan,“فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ”Artinya: “Tatkala anak itu telah dewasa, Ibrahim berkata padanya, “Wahai anakku sungguh aku telah bermimpi menyembelih dirimu. Apa gerangan pendapatmu mengenai mimpi tersebut?”. Ia menjawab, ‘Wahai ayahanda, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah Engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. QS. Ash-Shaffat (37): 102.Dalam dialog ini, terlihat Nabi Ibrahim sangat menyayangi anaknya dan memberi kesempatan untuk bertukar pikiran. Sifat kasih sayang itu tergambar dari pilihan kata yang digunakannya ketika menyeru buah hatinya, “Ya bunayya (wahai anakku)”. Penggunakan kata “Ya bunayya” merupakan panggilan penuh kasih sayang kepada anaknya.Di antara tujuan yang ingin dicapai Ibrahim dalam proses komunikasi adalah kerelaan Ismail untuk ‘dikorbankan’. Selain itu, Ibrahim berharap Ismail mengetahui bahwa ‘penyembelihan’ itu sebagai bentuk penghambaan kepada Allah. Dua target yang ingin dicapai Ibrahim dalam komunikasi itu ternyata berhasil dicapai.Hal itu disebabkan, antara lain karena adanya kesamaan pola keimanan antara keduanya. Juga kepercayaan tinggi Ismail terhadap ayahnya, yang muncul dari keteladanan Ibrahim.Ismail percaya betul bahwa ayahnya tidak mempunyai kepentingan pribadi, kecuali semata-mata untuk beribadah kepada Allah. Dengan pemahaman seperti itu, Ismail juga harus mengerjakan perintah Allah. Karena Ismail juga mengakui dirinya sebagai hamba Allah.Makanya, jangankan mengajak untuk kebaikan yang menguntungkan secara lahiriah, ketika diajak untuk mengorbankan nyawa sekali pun, sang anak pun rela tanpa banyak protes.Dua Faktor Penting KomunikasiJadi, dalam berkomunikasi, sekurang-kurangnya ada dua faktor penting yang harus diperhatikan. Pertama: Niat yang tulus. Kedua: Ungkapan yang baik.Yuk berkomunikasi baik dengan anak!@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 30 Jumadats Tsaniyah 1441 / 24 Februari 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 145: DEKAT BELUM TENTU BERSAMANext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER? Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 146 BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAK

Komunikasi baik orang tua dengan anak adalah yang melibatkan pertukaran kata-kata, gagasan dan perasaan. Komunikasi adalah apa yang kita katakan dan bagaimana mengatakannya. Komunikasi itu melibatkan niat (tulus atau bulus), wajah (cemberut atau tersenyum), tindakan (tamparan atau pelukan) dan tentu kata-kata (ramah atau ketus).Dampak Komunikasi Positif dan NegatifKomunikasi yang baik akan menciptakan hubungan yang hangat, kerja sama dan perasaan dihargai. Dari komunikasi yang efektif dengan orangtua, anak-anak akan mendapatkan inspirasi untuk melakukan apa yang diharapkan. Bisa memecahkan masalah mereka sendiri. Serta menumbuhkan konsep diri yang positif.Sebaliknya, komunikasi yang buruk menciptakan anak-anak yang enggan mendengarkan orang lain. Memunculkan konflik dan pertengkaran. Serta menumbuhkan perasaan tidak dihargai. Contoh Praktek Komunikasi BaikAl-Qur’an menukilkan untuk kita contoh komunikasi ideal ayah-anak. Yaitu antara Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dengan putra beliau; Nabi Ismail ‘alaihissalam. Allah ta’ala mengisahkan,“فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ”Artinya: “Tatkala anak itu telah dewasa, Ibrahim berkata padanya, “Wahai anakku sungguh aku telah bermimpi menyembelih dirimu. Apa gerangan pendapatmu mengenai mimpi tersebut?”. Ia menjawab, ‘Wahai ayahanda, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah Engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. QS. Ash-Shaffat (37): 102.Dalam dialog ini, terlihat Nabi Ibrahim sangat menyayangi anaknya dan memberi kesempatan untuk bertukar pikiran. Sifat kasih sayang itu tergambar dari pilihan kata yang digunakannya ketika menyeru buah hatinya, “Ya bunayya (wahai anakku)”. Penggunakan kata “Ya bunayya” merupakan panggilan penuh kasih sayang kepada anaknya.Di antara tujuan yang ingin dicapai Ibrahim dalam proses komunikasi adalah kerelaan Ismail untuk ‘dikorbankan’. Selain itu, Ibrahim berharap Ismail mengetahui bahwa ‘penyembelihan’ itu sebagai bentuk penghambaan kepada Allah. Dua target yang ingin dicapai Ibrahim dalam komunikasi itu ternyata berhasil dicapai.Hal itu disebabkan, antara lain karena adanya kesamaan pola keimanan antara keduanya. Juga kepercayaan tinggi Ismail terhadap ayahnya, yang muncul dari keteladanan Ibrahim.Ismail percaya betul bahwa ayahnya tidak mempunyai kepentingan pribadi, kecuali semata-mata untuk beribadah kepada Allah. Dengan pemahaman seperti itu, Ismail juga harus mengerjakan perintah Allah. Karena Ismail juga mengakui dirinya sebagai hamba Allah.Makanya, jangankan mengajak untuk kebaikan yang menguntungkan secara lahiriah, ketika diajak untuk mengorbankan nyawa sekali pun, sang anak pun rela tanpa banyak protes.Dua Faktor Penting KomunikasiJadi, dalam berkomunikasi, sekurang-kurangnya ada dua faktor penting yang harus diperhatikan. Pertama: Niat yang tulus. Kedua: Ungkapan yang baik.Yuk berkomunikasi baik dengan anak!@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 30 Jumadats Tsaniyah 1441 / 24 Februari 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 145: DEKAT BELUM TENTU BERSAMANext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER? Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Komunikasi baik orang tua dengan anak adalah yang melibatkan pertukaran kata-kata, gagasan dan perasaan. Komunikasi adalah apa yang kita katakan dan bagaimana mengatakannya. Komunikasi itu melibatkan niat (tulus atau bulus), wajah (cemberut atau tersenyum), tindakan (tamparan atau pelukan) dan tentu kata-kata (ramah atau ketus).Dampak Komunikasi Positif dan NegatifKomunikasi yang baik akan menciptakan hubungan yang hangat, kerja sama dan perasaan dihargai. Dari komunikasi yang efektif dengan orangtua, anak-anak akan mendapatkan inspirasi untuk melakukan apa yang diharapkan. Bisa memecahkan masalah mereka sendiri. Serta menumbuhkan konsep diri yang positif.Sebaliknya, komunikasi yang buruk menciptakan anak-anak yang enggan mendengarkan orang lain. Memunculkan konflik dan pertengkaran. Serta menumbuhkan perasaan tidak dihargai. Contoh Praktek Komunikasi BaikAl-Qur’an menukilkan untuk kita contoh komunikasi ideal ayah-anak. Yaitu antara Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dengan putra beliau; Nabi Ismail ‘alaihissalam. Allah ta’ala mengisahkan,“فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ”Artinya: “Tatkala anak itu telah dewasa, Ibrahim berkata padanya, “Wahai anakku sungguh aku telah bermimpi menyembelih dirimu. Apa gerangan pendapatmu mengenai mimpi tersebut?”. Ia menjawab, ‘Wahai ayahanda, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah Engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. QS. Ash-Shaffat (37): 102.Dalam dialog ini, terlihat Nabi Ibrahim sangat menyayangi anaknya dan memberi kesempatan untuk bertukar pikiran. Sifat kasih sayang itu tergambar dari pilihan kata yang digunakannya ketika menyeru buah hatinya, “Ya bunayya (wahai anakku)”. Penggunakan kata “Ya bunayya” merupakan panggilan penuh kasih sayang kepada anaknya.Di antara tujuan yang ingin dicapai Ibrahim dalam proses komunikasi adalah kerelaan Ismail untuk ‘dikorbankan’. Selain itu, Ibrahim berharap Ismail mengetahui bahwa ‘penyembelihan’ itu sebagai bentuk penghambaan kepada Allah. Dua target yang ingin dicapai Ibrahim dalam komunikasi itu ternyata berhasil dicapai.Hal itu disebabkan, antara lain karena adanya kesamaan pola keimanan antara keduanya. Juga kepercayaan tinggi Ismail terhadap ayahnya, yang muncul dari keteladanan Ibrahim.Ismail percaya betul bahwa ayahnya tidak mempunyai kepentingan pribadi, kecuali semata-mata untuk beribadah kepada Allah. Dengan pemahaman seperti itu, Ismail juga harus mengerjakan perintah Allah. Karena Ismail juga mengakui dirinya sebagai hamba Allah.Makanya, jangankan mengajak untuk kebaikan yang menguntungkan secara lahiriah, ketika diajak untuk mengorbankan nyawa sekali pun, sang anak pun rela tanpa banyak protes.Dua Faktor Penting KomunikasiJadi, dalam berkomunikasi, sekurang-kurangnya ada dua faktor penting yang harus diperhatikan. Pertama: Niat yang tulus. Kedua: Ungkapan yang baik.Yuk berkomunikasi baik dengan anak!@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 30 Jumadats Tsaniyah 1441 / 24 Februari 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 145: DEKAT BELUM TENTU BERSAMANext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER? Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Komunikasi baik orang tua dengan anak adalah yang melibatkan pertukaran kata-kata, gagasan dan perasaan. Komunikasi adalah apa yang kita katakan dan bagaimana mengatakannya. Komunikasi itu melibatkan niat (tulus atau bulus), wajah (cemberut atau tersenyum), tindakan (tamparan atau pelukan) dan tentu kata-kata (ramah atau ketus).Dampak Komunikasi Positif dan NegatifKomunikasi yang baik akan menciptakan hubungan yang hangat, kerja sama dan perasaan dihargai. Dari komunikasi yang efektif dengan orangtua, anak-anak akan mendapatkan inspirasi untuk melakukan apa yang diharapkan. Bisa memecahkan masalah mereka sendiri. Serta menumbuhkan konsep diri yang positif.Sebaliknya, komunikasi yang buruk menciptakan anak-anak yang enggan mendengarkan orang lain. Memunculkan konflik dan pertengkaran. Serta menumbuhkan perasaan tidak dihargai. Contoh Praktek Komunikasi BaikAl-Qur’an menukilkan untuk kita contoh komunikasi ideal ayah-anak. Yaitu antara Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dengan putra beliau; Nabi Ismail ‘alaihissalam. Allah ta’ala mengisahkan,“فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ”Artinya: “Tatkala anak itu telah dewasa, Ibrahim berkata padanya, “Wahai anakku sungguh aku telah bermimpi menyembelih dirimu. Apa gerangan pendapatmu mengenai mimpi tersebut?”. Ia menjawab, ‘Wahai ayahanda, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah Engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. QS. Ash-Shaffat (37): 102.Dalam dialog ini, terlihat Nabi Ibrahim sangat menyayangi anaknya dan memberi kesempatan untuk bertukar pikiran. Sifat kasih sayang itu tergambar dari pilihan kata yang digunakannya ketika menyeru buah hatinya, “Ya bunayya (wahai anakku)”. Penggunakan kata “Ya bunayya” merupakan panggilan penuh kasih sayang kepada anaknya.Di antara tujuan yang ingin dicapai Ibrahim dalam proses komunikasi adalah kerelaan Ismail untuk ‘dikorbankan’. Selain itu, Ibrahim berharap Ismail mengetahui bahwa ‘penyembelihan’ itu sebagai bentuk penghambaan kepada Allah. Dua target yang ingin dicapai Ibrahim dalam komunikasi itu ternyata berhasil dicapai.Hal itu disebabkan, antara lain karena adanya kesamaan pola keimanan antara keduanya. Juga kepercayaan tinggi Ismail terhadap ayahnya, yang muncul dari keteladanan Ibrahim.Ismail percaya betul bahwa ayahnya tidak mempunyai kepentingan pribadi, kecuali semata-mata untuk beribadah kepada Allah. Dengan pemahaman seperti itu, Ismail juga harus mengerjakan perintah Allah. Karena Ismail juga mengakui dirinya sebagai hamba Allah.Makanya, jangankan mengajak untuk kebaikan yang menguntungkan secara lahiriah, ketika diajak untuk mengorbankan nyawa sekali pun, sang anak pun rela tanpa banyak protes.Dua Faktor Penting KomunikasiJadi, dalam berkomunikasi, sekurang-kurangnya ada dua faktor penting yang harus diperhatikan. Pertama: Niat yang tulus. Kedua: Ungkapan yang baik.Yuk berkomunikasi baik dengan anak!@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 30 Jumadats Tsaniyah 1441 / 24 Februari 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 145: DEKAT BELUM TENTU BERSAMANext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER? Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER?

Tak ada di antara kita yang mau dijuluki sebagai orang tua otoriter. Sebab itu identik dengan kesewenang-wenangan. Namun disadari atau tidak, bisa jadi pola kita dalam mendidik anak, ternyata mencerminkan sikap otoriter. Misalnya:Menganggap anak-anak selalumasih kecil terus. Tidak tahu apa-apa. Sehingga tidak perlu dilibatkan dalam segala aktifitas. Lalu menganggap bahwa pendapat orang tua pasti benar dan terbaik. Karena didasari kematangan, pengalaman dan pengetahuan.Selalu ingin solusi instan. Sehingga tidak memberi kesempatan pada anak untuk menjalani proses.Percaya bahwa orang tua yang berhasil adalah yang ditakuti anak-anaknya.Merasa memiliki kekuasaan untuk berbuat, berbicara dan memutuskan apa pun bagi anak. Dengan dalih “demi kebaikan anak”.Ketahuilah bahwa status kita sebagai orang tua tidak otomatis membuat kita berkuasa penuh atas diri anak dan kehidupannya. Begitu pula status anak, tidak menjadikannya objek yang tidak berdaya. Anak juga memiliki pemikiran, kehendak dan kecenderungan sendiri. Komunikasi orang tua dengan anak akan berjalan baik bila kedua pihak sama-sama terlibat dan dihargai.Sekalipun anak-anak masih kecil, mereka memiliki potensi untuk berkembang dalam segala bidang. Baik fisik maupun mentalnya. Sehingga kematangan, pengalaman dan pengetahuan orangtua seyogyanya digunakan secara bijak untuk membimbing anak, bukan mendiktenya. Dengan demikian, orang tua bisa membantu putra putrinya tumbuh optimal dan tidak menghambat potensi mereka.Sejak dini, sebaiknya anak-anak dilibatkan dalam aktifitas kehidupan di rumah. Diberi kesempatan memilih, berbicara, berpendapat, serta mengungkapkan perasaan dan keinginannya. Orang tua bijak berusaha selalu memperbarui cara melibatkan anak, sesuai dengan tahapan perkembangannya.Contoh: secara sederhana anak-anak batita dibolehkan memilih satu dari dua baju terbaik untuk dikenakan pada acara resmi. Anak-anak balita dipersilahkan memilih buku dari beberapa buku yang Anda rekomendasikan. Anak-anak SD mungkin sudah bisa diberi kebebasan memilih, apakah uang tabungannya hendak digunakan sebagian atau disimpan terus. Jika dari awal anak mendapatkan hak memilih dan menerima konsekuensi dari pilihannya, semakin besar insyaAllah dia akan semakin mampu menangani pilihan-pilihan dalam hidupnya.Rasa percaya diri dan keterampilan hidup akan tumbuh sejalan dengan setiap pengalaman yang mendukung. Sebaliknya, orang tua yang tak pernah melibatkan anak, hal ini bisa ‘membunuh’ potensinya dan menjadikannya bergantung selamanya kepada orang tua.Solusi instan terhadap masalah-masalah anak yang ditetapkan orang tua, bisa ‘merampok’ kesempatan anak untuk mengalami dan merasakan hidup sebenarnya. Tanpa proses trial and error (coba dan gagal), anak sulit memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah yang menimpanya atau masalah yang dibuatnya sendiri. Lebih ringan melihat anak melakukan kesalahan dalam mengatur uang sakunya, ketimbang kelak dia melakukan kesalahan dengan uang negara. Hanya karena dia tidak pernah ‘berproses’ sejak kecil.Mari kita perhatikan contoh berikut ini:Ari (7 tahun) meminjam buku cerita di perpustakaan. Ternyata, buku itu hilang saat harus dikembalikan ke perpustakaan. Ari marah-marah, lalu menuduh adik dan kakaknya menyembunyikan buku itu.Orang tua otoriter akan berkomentar, “Jangan menuduh sembarangan! Paling kamu sendiri yang lalai menghilangkannya!”. (Solusi instan guna menghentikan perdebatan Ari dengan saudara-saudaranya). Atau, “Sudahlah, tidak perlu ribut. Nanti Bunda belikan buku penggantinya”. (Solusi instan untuk masalah Ari).Orang tua salih bersikap bijak. Mengajukan pertanyaan yang melibatkan Ari, agar berpikir, berempati dan mencari solusi.“Kapan terakhir Ari memegang buku itu?” atau “Di mana kamu menyimpannya terakhir kali?”.“Kalau kamu dituduh menyembunyikan barang yang bukan milikmu, bagaimana perasaanmu?”.“Bagaimana caranya agar kamu mendapat bantuan dari Adik dan Kakak untuk menemukan buku itu?”.“Jika buku itu benar-benar hilang, apa rencanamu untuk mendapatkan penggantinya?”.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Rajab 1441 / 9 Maret 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 146 BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAKNext PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER?

Tak ada di antara kita yang mau dijuluki sebagai orang tua otoriter. Sebab itu identik dengan kesewenang-wenangan. Namun disadari atau tidak, bisa jadi pola kita dalam mendidik anak, ternyata mencerminkan sikap otoriter. Misalnya:Menganggap anak-anak selalumasih kecil terus. Tidak tahu apa-apa. Sehingga tidak perlu dilibatkan dalam segala aktifitas. Lalu menganggap bahwa pendapat orang tua pasti benar dan terbaik. Karena didasari kematangan, pengalaman dan pengetahuan.Selalu ingin solusi instan. Sehingga tidak memberi kesempatan pada anak untuk menjalani proses.Percaya bahwa orang tua yang berhasil adalah yang ditakuti anak-anaknya.Merasa memiliki kekuasaan untuk berbuat, berbicara dan memutuskan apa pun bagi anak. Dengan dalih “demi kebaikan anak”.Ketahuilah bahwa status kita sebagai orang tua tidak otomatis membuat kita berkuasa penuh atas diri anak dan kehidupannya. Begitu pula status anak, tidak menjadikannya objek yang tidak berdaya. Anak juga memiliki pemikiran, kehendak dan kecenderungan sendiri. Komunikasi orang tua dengan anak akan berjalan baik bila kedua pihak sama-sama terlibat dan dihargai.Sekalipun anak-anak masih kecil, mereka memiliki potensi untuk berkembang dalam segala bidang. Baik fisik maupun mentalnya. Sehingga kematangan, pengalaman dan pengetahuan orangtua seyogyanya digunakan secara bijak untuk membimbing anak, bukan mendiktenya. Dengan demikian, orang tua bisa membantu putra putrinya tumbuh optimal dan tidak menghambat potensi mereka.Sejak dini, sebaiknya anak-anak dilibatkan dalam aktifitas kehidupan di rumah. Diberi kesempatan memilih, berbicara, berpendapat, serta mengungkapkan perasaan dan keinginannya. Orang tua bijak berusaha selalu memperbarui cara melibatkan anak, sesuai dengan tahapan perkembangannya.Contoh: secara sederhana anak-anak batita dibolehkan memilih satu dari dua baju terbaik untuk dikenakan pada acara resmi. Anak-anak balita dipersilahkan memilih buku dari beberapa buku yang Anda rekomendasikan. Anak-anak SD mungkin sudah bisa diberi kebebasan memilih, apakah uang tabungannya hendak digunakan sebagian atau disimpan terus. Jika dari awal anak mendapatkan hak memilih dan menerima konsekuensi dari pilihannya, semakin besar insyaAllah dia akan semakin mampu menangani pilihan-pilihan dalam hidupnya.Rasa percaya diri dan keterampilan hidup akan tumbuh sejalan dengan setiap pengalaman yang mendukung. Sebaliknya, orang tua yang tak pernah melibatkan anak, hal ini bisa ‘membunuh’ potensinya dan menjadikannya bergantung selamanya kepada orang tua.Solusi instan terhadap masalah-masalah anak yang ditetapkan orang tua, bisa ‘merampok’ kesempatan anak untuk mengalami dan merasakan hidup sebenarnya. Tanpa proses trial and error (coba dan gagal), anak sulit memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah yang menimpanya atau masalah yang dibuatnya sendiri. Lebih ringan melihat anak melakukan kesalahan dalam mengatur uang sakunya, ketimbang kelak dia melakukan kesalahan dengan uang negara. Hanya karena dia tidak pernah ‘berproses’ sejak kecil.Mari kita perhatikan contoh berikut ini:Ari (7 tahun) meminjam buku cerita di perpustakaan. Ternyata, buku itu hilang saat harus dikembalikan ke perpustakaan. Ari marah-marah, lalu menuduh adik dan kakaknya menyembunyikan buku itu.Orang tua otoriter akan berkomentar, “Jangan menuduh sembarangan! Paling kamu sendiri yang lalai menghilangkannya!”. (Solusi instan guna menghentikan perdebatan Ari dengan saudara-saudaranya). Atau, “Sudahlah, tidak perlu ribut. Nanti Bunda belikan buku penggantinya”. (Solusi instan untuk masalah Ari).Orang tua salih bersikap bijak. Mengajukan pertanyaan yang melibatkan Ari, agar berpikir, berempati dan mencari solusi.“Kapan terakhir Ari memegang buku itu?” atau “Di mana kamu menyimpannya terakhir kali?”.“Kalau kamu dituduh menyembunyikan barang yang bukan milikmu, bagaimana perasaanmu?”.“Bagaimana caranya agar kamu mendapat bantuan dari Adik dan Kakak untuk menemukan buku itu?”.“Jika buku itu benar-benar hilang, apa rencanamu untuk mendapatkan penggantinya?”.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Rajab 1441 / 9 Maret 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 146 BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAKNext PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Tak ada di antara kita yang mau dijuluki sebagai orang tua otoriter. Sebab itu identik dengan kesewenang-wenangan. Namun disadari atau tidak, bisa jadi pola kita dalam mendidik anak, ternyata mencerminkan sikap otoriter. Misalnya:Menganggap anak-anak selalumasih kecil terus. Tidak tahu apa-apa. Sehingga tidak perlu dilibatkan dalam segala aktifitas. Lalu menganggap bahwa pendapat orang tua pasti benar dan terbaik. Karena didasari kematangan, pengalaman dan pengetahuan.Selalu ingin solusi instan. Sehingga tidak memberi kesempatan pada anak untuk menjalani proses.Percaya bahwa orang tua yang berhasil adalah yang ditakuti anak-anaknya.Merasa memiliki kekuasaan untuk berbuat, berbicara dan memutuskan apa pun bagi anak. Dengan dalih “demi kebaikan anak”.Ketahuilah bahwa status kita sebagai orang tua tidak otomatis membuat kita berkuasa penuh atas diri anak dan kehidupannya. Begitu pula status anak, tidak menjadikannya objek yang tidak berdaya. Anak juga memiliki pemikiran, kehendak dan kecenderungan sendiri. Komunikasi orang tua dengan anak akan berjalan baik bila kedua pihak sama-sama terlibat dan dihargai.Sekalipun anak-anak masih kecil, mereka memiliki potensi untuk berkembang dalam segala bidang. Baik fisik maupun mentalnya. Sehingga kematangan, pengalaman dan pengetahuan orangtua seyogyanya digunakan secara bijak untuk membimbing anak, bukan mendiktenya. Dengan demikian, orang tua bisa membantu putra putrinya tumbuh optimal dan tidak menghambat potensi mereka.Sejak dini, sebaiknya anak-anak dilibatkan dalam aktifitas kehidupan di rumah. Diberi kesempatan memilih, berbicara, berpendapat, serta mengungkapkan perasaan dan keinginannya. Orang tua bijak berusaha selalu memperbarui cara melibatkan anak, sesuai dengan tahapan perkembangannya.Contoh: secara sederhana anak-anak batita dibolehkan memilih satu dari dua baju terbaik untuk dikenakan pada acara resmi. Anak-anak balita dipersilahkan memilih buku dari beberapa buku yang Anda rekomendasikan. Anak-anak SD mungkin sudah bisa diberi kebebasan memilih, apakah uang tabungannya hendak digunakan sebagian atau disimpan terus. Jika dari awal anak mendapatkan hak memilih dan menerima konsekuensi dari pilihannya, semakin besar insyaAllah dia akan semakin mampu menangani pilihan-pilihan dalam hidupnya.Rasa percaya diri dan keterampilan hidup akan tumbuh sejalan dengan setiap pengalaman yang mendukung. Sebaliknya, orang tua yang tak pernah melibatkan anak, hal ini bisa ‘membunuh’ potensinya dan menjadikannya bergantung selamanya kepada orang tua.Solusi instan terhadap masalah-masalah anak yang ditetapkan orang tua, bisa ‘merampok’ kesempatan anak untuk mengalami dan merasakan hidup sebenarnya. Tanpa proses trial and error (coba dan gagal), anak sulit memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah yang menimpanya atau masalah yang dibuatnya sendiri. Lebih ringan melihat anak melakukan kesalahan dalam mengatur uang sakunya, ketimbang kelak dia melakukan kesalahan dengan uang negara. Hanya karena dia tidak pernah ‘berproses’ sejak kecil.Mari kita perhatikan contoh berikut ini:Ari (7 tahun) meminjam buku cerita di perpustakaan. Ternyata, buku itu hilang saat harus dikembalikan ke perpustakaan. Ari marah-marah, lalu menuduh adik dan kakaknya menyembunyikan buku itu.Orang tua otoriter akan berkomentar, “Jangan menuduh sembarangan! Paling kamu sendiri yang lalai menghilangkannya!”. (Solusi instan guna menghentikan perdebatan Ari dengan saudara-saudaranya). Atau, “Sudahlah, tidak perlu ribut. Nanti Bunda belikan buku penggantinya”. (Solusi instan untuk masalah Ari).Orang tua salih bersikap bijak. Mengajukan pertanyaan yang melibatkan Ari, agar berpikir, berempati dan mencari solusi.“Kapan terakhir Ari memegang buku itu?” atau “Di mana kamu menyimpannya terakhir kali?”.“Kalau kamu dituduh menyembunyikan barang yang bukan milikmu, bagaimana perasaanmu?”.“Bagaimana caranya agar kamu mendapat bantuan dari Adik dan Kakak untuk menemukan buku itu?”.“Jika buku itu benar-benar hilang, apa rencanamu untuk mendapatkan penggantinya?”.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Rajab 1441 / 9 Maret 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 146 BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAKNext PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Tak ada di antara kita yang mau dijuluki sebagai orang tua otoriter. Sebab itu identik dengan kesewenang-wenangan. Namun disadari atau tidak, bisa jadi pola kita dalam mendidik anak, ternyata mencerminkan sikap otoriter. Misalnya:Menganggap anak-anak selalumasih kecil terus. Tidak tahu apa-apa. Sehingga tidak perlu dilibatkan dalam segala aktifitas. Lalu menganggap bahwa pendapat orang tua pasti benar dan terbaik. Karena didasari kematangan, pengalaman dan pengetahuan.Selalu ingin solusi instan. Sehingga tidak memberi kesempatan pada anak untuk menjalani proses.Percaya bahwa orang tua yang berhasil adalah yang ditakuti anak-anaknya.Merasa memiliki kekuasaan untuk berbuat, berbicara dan memutuskan apa pun bagi anak. Dengan dalih “demi kebaikan anak”.Ketahuilah bahwa status kita sebagai orang tua tidak otomatis membuat kita berkuasa penuh atas diri anak dan kehidupannya. Begitu pula status anak, tidak menjadikannya objek yang tidak berdaya. Anak juga memiliki pemikiran, kehendak dan kecenderungan sendiri. Komunikasi orang tua dengan anak akan berjalan baik bila kedua pihak sama-sama terlibat dan dihargai.Sekalipun anak-anak masih kecil, mereka memiliki potensi untuk berkembang dalam segala bidang. Baik fisik maupun mentalnya. Sehingga kematangan, pengalaman dan pengetahuan orangtua seyogyanya digunakan secara bijak untuk membimbing anak, bukan mendiktenya. Dengan demikian, orang tua bisa membantu putra putrinya tumbuh optimal dan tidak menghambat potensi mereka.Sejak dini, sebaiknya anak-anak dilibatkan dalam aktifitas kehidupan di rumah. Diberi kesempatan memilih, berbicara, berpendapat, serta mengungkapkan perasaan dan keinginannya. Orang tua bijak berusaha selalu memperbarui cara melibatkan anak, sesuai dengan tahapan perkembangannya.Contoh: secara sederhana anak-anak batita dibolehkan memilih satu dari dua baju terbaik untuk dikenakan pada acara resmi. Anak-anak balita dipersilahkan memilih buku dari beberapa buku yang Anda rekomendasikan. Anak-anak SD mungkin sudah bisa diberi kebebasan memilih, apakah uang tabungannya hendak digunakan sebagian atau disimpan terus. Jika dari awal anak mendapatkan hak memilih dan menerima konsekuensi dari pilihannya, semakin besar insyaAllah dia akan semakin mampu menangani pilihan-pilihan dalam hidupnya.Rasa percaya diri dan keterampilan hidup akan tumbuh sejalan dengan setiap pengalaman yang mendukung. Sebaliknya, orang tua yang tak pernah melibatkan anak, hal ini bisa ‘membunuh’ potensinya dan menjadikannya bergantung selamanya kepada orang tua.Solusi instan terhadap masalah-masalah anak yang ditetapkan orang tua, bisa ‘merampok’ kesempatan anak untuk mengalami dan merasakan hidup sebenarnya. Tanpa proses trial and error (coba dan gagal), anak sulit memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah yang menimpanya atau masalah yang dibuatnya sendiri. Lebih ringan melihat anak melakukan kesalahan dalam mengatur uang sakunya, ketimbang kelak dia melakukan kesalahan dengan uang negara. Hanya karena dia tidak pernah ‘berproses’ sejak kecil.Mari kita perhatikan contoh berikut ini:Ari (7 tahun) meminjam buku cerita di perpustakaan. Ternyata, buku itu hilang saat harus dikembalikan ke perpustakaan. Ari marah-marah, lalu menuduh adik dan kakaknya menyembunyikan buku itu.Orang tua otoriter akan berkomentar, “Jangan menuduh sembarangan! Paling kamu sendiri yang lalai menghilangkannya!”. (Solusi instan guna menghentikan perdebatan Ari dengan saudara-saudaranya). Atau, “Sudahlah, tidak perlu ribut. Nanti Bunda belikan buku penggantinya”. (Solusi instan untuk masalah Ari).Orang tua salih bersikap bijak. Mengajukan pertanyaan yang melibatkan Ari, agar berpikir, berempati dan mencari solusi.“Kapan terakhir Ari memegang buku itu?” atau “Di mana kamu menyimpannya terakhir kali?”.“Kalau kamu dituduh menyembunyikan barang yang bukan milikmu, bagaimana perasaanmu?”.“Bagaimana caranya agar kamu mendapat bantuan dari Adik dan Kakak untuk menemukan buku itu?”.“Jika buku itu benar-benar hilang, apa rencanamu untuk mendapatkan penggantinya?”.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Rajab 1441 / 9 Maret 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 146 BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAKNext PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia

Download PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER?Next ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia

Download PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER?Next ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Download PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER?Next ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Download PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER?Next ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN

ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MAPerkembangan dunia kedokteran di abad ini mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Dibanding masa klasik, yang segala sesuatunya serba manual. Sehingga penanganan penyakit membutuhkan waktu yang cukup lama. Adapun sekarang, diagnosa bisa dilakukan dengan cepat dan akurasinya lumayan tinggi. Begitu pula pengobatannya.Lompatan teknologi kedokteran ini merupakan karunia Allah yang wajib disyukuri.Alhamdulillah, Islam bukan agama yang anti teknologi. Bahkan sangat mendukung pengembangannya. Terlebih bila bermanfaat untuk maslahat umat manusia.Tidak Melulu MedisDalam agama kita, penanganan sebuah permasalahan menggunakan dua pendekatan:Pertama: Pendekatan syar’iKedua: Pendekatan materiTerkait penanganan wabah covid-19, contoh sarana syar’inya adalah: taubat, tawakal, doa, dzikir dan yang semisal. Dalil-dalil al-Qur’an dan Sunnah menjelaskan bahwa berbagai langkah tersebut bila dijalankan, akan mencegah dan mengakhiri bencana. Dengan izin Allah.Sedangkan usaha materi lahiriahnya adalah: mencuci tangan menggunakan sabun, mengenakan masker, menciptakan vaksin dan yang serupa.Tidak ada kontradiksi antara dua pendekatan itu. Justru bisa direalisasikan seiring sejalan.Namun, dari dua pendekatan tersebut, yang efeknya lebih dahsyat adalah pendekatan syar’i.Mengapa demikian?Karena langkah-langkah syar’i itu bersumber dari wahyu Allah ta’ala. Al-Qur’an dan Hadits. Yang tidak mungkin dan tidak pernah keliru.Allah ta’ala menegaskan,الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَArtinya: “Kebenaran itu dari Tuhanmu. Maka jangan sekali-kali engkau termasuk golongan yang meragukannya”. QS. Al-Baqarah (2): 147.Sedangkan upaya-upaya lahiriah, dasarnya adalah eksperimen manusia. ‘Ijtihad’ yang berpeluang untuk keliru. Hal ini diakui, bahkan oleh para ahli sekalipun. Walau prosentase kekeliruannya bisa besar atau kecil. Namun peluang salah itu tetap ada.Jadi, prioritaskanlah pendekatan syar’i. Namun jangan tinggalkan langkah-langkah lahiriah.Yakinlah, bahwa Allah akan segera mengakhiri masa-masa sulit ini!Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam mengingatkan,ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ“Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa sungguh Allah biasanya tidak mengabulkan doa yang keluar dari hati yang tidak serius dan lalai”. HR. Tirmidziy dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Ahad, 4 Sya’ban 1441 / 29 Maret 2020 Post navigation Previous PDF Materi Kajian Tips Hidup BahagiaNext POSITIVE THINKING Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN

ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MAPerkembangan dunia kedokteran di abad ini mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Dibanding masa klasik, yang segala sesuatunya serba manual. Sehingga penanganan penyakit membutuhkan waktu yang cukup lama. Adapun sekarang, diagnosa bisa dilakukan dengan cepat dan akurasinya lumayan tinggi. Begitu pula pengobatannya.Lompatan teknologi kedokteran ini merupakan karunia Allah yang wajib disyukuri.Alhamdulillah, Islam bukan agama yang anti teknologi. Bahkan sangat mendukung pengembangannya. Terlebih bila bermanfaat untuk maslahat umat manusia.Tidak Melulu MedisDalam agama kita, penanganan sebuah permasalahan menggunakan dua pendekatan:Pertama: Pendekatan syar’iKedua: Pendekatan materiTerkait penanganan wabah covid-19, contoh sarana syar’inya adalah: taubat, tawakal, doa, dzikir dan yang semisal. Dalil-dalil al-Qur’an dan Sunnah menjelaskan bahwa berbagai langkah tersebut bila dijalankan, akan mencegah dan mengakhiri bencana. Dengan izin Allah.Sedangkan usaha materi lahiriahnya adalah: mencuci tangan menggunakan sabun, mengenakan masker, menciptakan vaksin dan yang serupa.Tidak ada kontradiksi antara dua pendekatan itu. Justru bisa direalisasikan seiring sejalan.Namun, dari dua pendekatan tersebut, yang efeknya lebih dahsyat adalah pendekatan syar’i.Mengapa demikian?Karena langkah-langkah syar’i itu bersumber dari wahyu Allah ta’ala. Al-Qur’an dan Hadits. Yang tidak mungkin dan tidak pernah keliru.Allah ta’ala menegaskan,الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَArtinya: “Kebenaran itu dari Tuhanmu. Maka jangan sekali-kali engkau termasuk golongan yang meragukannya”. QS. Al-Baqarah (2): 147.Sedangkan upaya-upaya lahiriah, dasarnya adalah eksperimen manusia. ‘Ijtihad’ yang berpeluang untuk keliru. Hal ini diakui, bahkan oleh para ahli sekalipun. Walau prosentase kekeliruannya bisa besar atau kecil. Namun peluang salah itu tetap ada.Jadi, prioritaskanlah pendekatan syar’i. Namun jangan tinggalkan langkah-langkah lahiriah.Yakinlah, bahwa Allah akan segera mengakhiri masa-masa sulit ini!Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam mengingatkan,ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ“Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa sungguh Allah biasanya tidak mengabulkan doa yang keluar dari hati yang tidak serius dan lalai”. HR. Tirmidziy dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Ahad, 4 Sya’ban 1441 / 29 Maret 2020 Post navigation Previous PDF Materi Kajian Tips Hidup BahagiaNext POSITIVE THINKING Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MAPerkembangan dunia kedokteran di abad ini mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Dibanding masa klasik, yang segala sesuatunya serba manual. Sehingga penanganan penyakit membutuhkan waktu yang cukup lama. Adapun sekarang, diagnosa bisa dilakukan dengan cepat dan akurasinya lumayan tinggi. Begitu pula pengobatannya.Lompatan teknologi kedokteran ini merupakan karunia Allah yang wajib disyukuri.Alhamdulillah, Islam bukan agama yang anti teknologi. Bahkan sangat mendukung pengembangannya. Terlebih bila bermanfaat untuk maslahat umat manusia.Tidak Melulu MedisDalam agama kita, penanganan sebuah permasalahan menggunakan dua pendekatan:Pertama: Pendekatan syar’iKedua: Pendekatan materiTerkait penanganan wabah covid-19, contoh sarana syar’inya adalah: taubat, tawakal, doa, dzikir dan yang semisal. Dalil-dalil al-Qur’an dan Sunnah menjelaskan bahwa berbagai langkah tersebut bila dijalankan, akan mencegah dan mengakhiri bencana. Dengan izin Allah.Sedangkan usaha materi lahiriahnya adalah: mencuci tangan menggunakan sabun, mengenakan masker, menciptakan vaksin dan yang serupa.Tidak ada kontradiksi antara dua pendekatan itu. Justru bisa direalisasikan seiring sejalan.Namun, dari dua pendekatan tersebut, yang efeknya lebih dahsyat adalah pendekatan syar’i.Mengapa demikian?Karena langkah-langkah syar’i itu bersumber dari wahyu Allah ta’ala. Al-Qur’an dan Hadits. Yang tidak mungkin dan tidak pernah keliru.Allah ta’ala menegaskan,الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَArtinya: “Kebenaran itu dari Tuhanmu. Maka jangan sekali-kali engkau termasuk golongan yang meragukannya”. QS. Al-Baqarah (2): 147.Sedangkan upaya-upaya lahiriah, dasarnya adalah eksperimen manusia. ‘Ijtihad’ yang berpeluang untuk keliru. Hal ini diakui, bahkan oleh para ahli sekalipun. Walau prosentase kekeliruannya bisa besar atau kecil. Namun peluang salah itu tetap ada.Jadi, prioritaskanlah pendekatan syar’i. Namun jangan tinggalkan langkah-langkah lahiriah.Yakinlah, bahwa Allah akan segera mengakhiri masa-masa sulit ini!Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam mengingatkan,ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ“Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa sungguh Allah biasanya tidak mengabulkan doa yang keluar dari hati yang tidak serius dan lalai”. HR. Tirmidziy dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Ahad, 4 Sya’ban 1441 / 29 Maret 2020 Post navigation Previous PDF Materi Kajian Tips Hidup BahagiaNext POSITIVE THINKING Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MAPerkembangan dunia kedokteran di abad ini mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Dibanding masa klasik, yang segala sesuatunya serba manual. Sehingga penanganan penyakit membutuhkan waktu yang cukup lama. Adapun sekarang, diagnosa bisa dilakukan dengan cepat dan akurasinya lumayan tinggi. Begitu pula pengobatannya.Lompatan teknologi kedokteran ini merupakan karunia Allah yang wajib disyukuri.Alhamdulillah, Islam bukan agama yang anti teknologi. Bahkan sangat mendukung pengembangannya. Terlebih bila bermanfaat untuk maslahat umat manusia.Tidak Melulu MedisDalam agama kita, penanganan sebuah permasalahan menggunakan dua pendekatan:Pertama: Pendekatan syar’iKedua: Pendekatan materiTerkait penanganan wabah covid-19, contoh sarana syar’inya adalah: taubat, tawakal, doa, dzikir dan yang semisal. Dalil-dalil al-Qur’an dan Sunnah menjelaskan bahwa berbagai langkah tersebut bila dijalankan, akan mencegah dan mengakhiri bencana. Dengan izin Allah.Sedangkan usaha materi lahiriahnya adalah: mencuci tangan menggunakan sabun, mengenakan masker, menciptakan vaksin dan yang serupa.Tidak ada kontradiksi antara dua pendekatan itu. Justru bisa direalisasikan seiring sejalan.Namun, dari dua pendekatan tersebut, yang efeknya lebih dahsyat adalah pendekatan syar’i.Mengapa demikian?Karena langkah-langkah syar’i itu bersumber dari wahyu Allah ta’ala. Al-Qur’an dan Hadits. Yang tidak mungkin dan tidak pernah keliru.Allah ta’ala menegaskan,الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَArtinya: “Kebenaran itu dari Tuhanmu. Maka jangan sekali-kali engkau termasuk golongan yang meragukannya”. QS. Al-Baqarah (2): 147.Sedangkan upaya-upaya lahiriah, dasarnya adalah eksperimen manusia. ‘Ijtihad’ yang berpeluang untuk keliru. Hal ini diakui, bahkan oleh para ahli sekalipun. Walau prosentase kekeliruannya bisa besar atau kecil. Namun peluang salah itu tetap ada.Jadi, prioritaskanlah pendekatan syar’i. Namun jangan tinggalkan langkah-langkah lahiriah.Yakinlah, bahwa Allah akan segera mengakhiri masa-masa sulit ini!Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam mengingatkan,ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ“Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa sungguh Allah biasanya tidak mengabulkan doa yang keluar dari hati yang tidak serius dan lalai”. HR. Tirmidziy dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Ahad, 4 Sya’ban 1441 / 29 Maret 2020 Post navigation Previous PDF Materi Kajian Tips Hidup BahagiaNext POSITIVE THINKING Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Materi PDF Kajian Generasi Milenial Ideal

Download Materi PDF Kajian Generasi Milenial IdealDownload Disini Post navigation Previous POSITIVE THINKINGNext Ujian Online Peserta Test Masuk Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Materi PDF Kajian Generasi Milenial Ideal

Download Materi PDF Kajian Generasi Milenial IdealDownload Disini Post navigation Previous POSITIVE THINKINGNext Ujian Online Peserta Test Masuk Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Download Materi PDF Kajian Generasi Milenial IdealDownload Disini Post navigation Previous POSITIVE THINKINGNext Ujian Online Peserta Test Masuk Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Download Materi PDF Kajian Generasi Milenial IdealDownload Disini Post navigation Previous POSITIVE THINKINGNext Ujian Online Peserta Test Masuk Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Ujian Online Peserta Test Masuk Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.Para Pendaftar / Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu hafizhakumullahBerhubung grafik wabah virus Covid-19 masih belum menunjukkan pertanda menurun, maka ujian seleksi penerimaan santri di Pondok Pesantren Tunas Ilmu pada Selasa, 23 Juni 2020 insyaAllah akan dilaksanakan secara ONLINE.Dengan teknis sebagai berikut:1. Ujian Tertulis, dilaksanakan melalui Google Form2. Ujian Lisan, meliputi wawancara dan membaca al-Qur’an dilaksanakan melalui video call WhatsApp/LINEAdapun Kegiatan Belajar Mengajar bagi para santri yang lulus ujian seleksi, maka akan diawali manakala situasi dan kondisi telah memungkinkan.Hal tersebut di atas dilakukan dalam rangka mencegah mafsadat yang lebih besar.Demikian agar menjadi perhatian bersama.Wassalamu‘alaikum warahmatullah wabarakatuhPurbalingga, 14 Syawal 1441 HUst. Abdullah Zaen, Lc., MA (Pengasuh Pondok Pesantren Tunas Ilmu) Post navigation Previous Materi PDF Kajian Generasi Milenial IdealNext PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEPULUH – TAHUN AJARAN 1441-1442 H / 2020-2021 M Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Ujian Online Peserta Test Masuk Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.Para Pendaftar / Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu hafizhakumullahBerhubung grafik wabah virus Covid-19 masih belum menunjukkan pertanda menurun, maka ujian seleksi penerimaan santri di Pondok Pesantren Tunas Ilmu pada Selasa, 23 Juni 2020 insyaAllah akan dilaksanakan secara ONLINE.Dengan teknis sebagai berikut:1. Ujian Tertulis, dilaksanakan melalui Google Form2. Ujian Lisan, meliputi wawancara dan membaca al-Qur’an dilaksanakan melalui video call WhatsApp/LINEAdapun Kegiatan Belajar Mengajar bagi para santri yang lulus ujian seleksi, maka akan diawali manakala situasi dan kondisi telah memungkinkan.Hal tersebut di atas dilakukan dalam rangka mencegah mafsadat yang lebih besar.Demikian agar menjadi perhatian bersama.Wassalamu‘alaikum warahmatullah wabarakatuhPurbalingga, 14 Syawal 1441 HUst. Abdullah Zaen, Lc., MA (Pengasuh Pondok Pesantren Tunas Ilmu) Post navigation Previous Materi PDF Kajian Generasi Milenial IdealNext PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEPULUH – TAHUN AJARAN 1441-1442 H / 2020-2021 M Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.Para Pendaftar / Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu hafizhakumullahBerhubung grafik wabah virus Covid-19 masih belum menunjukkan pertanda menurun, maka ujian seleksi penerimaan santri di Pondok Pesantren Tunas Ilmu pada Selasa, 23 Juni 2020 insyaAllah akan dilaksanakan secara ONLINE.Dengan teknis sebagai berikut:1. Ujian Tertulis, dilaksanakan melalui Google Form2. Ujian Lisan, meliputi wawancara dan membaca al-Qur’an dilaksanakan melalui video call WhatsApp/LINEAdapun Kegiatan Belajar Mengajar bagi para santri yang lulus ujian seleksi, maka akan diawali manakala situasi dan kondisi telah memungkinkan.Hal tersebut di atas dilakukan dalam rangka mencegah mafsadat yang lebih besar.Demikian agar menjadi perhatian bersama.Wassalamu‘alaikum warahmatullah wabarakatuhPurbalingga, 14 Syawal 1441 HUst. Abdullah Zaen, Lc., MA (Pengasuh Pondok Pesantren Tunas Ilmu) Post navigation Previous Materi PDF Kajian Generasi Milenial IdealNext PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEPULUH – TAHUN AJARAN 1441-1442 H / 2020-2021 M Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.Para Pendaftar / Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu hafizhakumullahBerhubung grafik wabah virus Covid-19 masih belum menunjukkan pertanda menurun, maka ujian seleksi penerimaan santri di Pondok Pesantren Tunas Ilmu pada Selasa, 23 Juni 2020 insyaAllah akan dilaksanakan secara ONLINE.Dengan teknis sebagai berikut:1. Ujian Tertulis, dilaksanakan melalui Google Form2. Ujian Lisan, meliputi wawancara dan membaca al-Qur’an dilaksanakan melalui video call WhatsApp/LINEAdapun Kegiatan Belajar Mengajar bagi para santri yang lulus ujian seleksi, maka akan diawali manakala situasi dan kondisi telah memungkinkan.Hal tersebut di atas dilakukan dalam rangka mencegah mafsadat yang lebih besar.Demikian agar menjadi perhatian bersama.Wassalamu‘alaikum warahmatullah wabarakatuhPurbalingga, 14 Syawal 1441 HUst. Abdullah Zaen, Lc., MA (Pengasuh Pondok Pesantren Tunas Ilmu) Post navigation Previous Materi PDF Kajian Generasi Milenial IdealNext PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEPULUH – TAHUN AJARAN 1441-1442 H / 2020-2021 M Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Khutbah Jumat: BUKAN SEKEDAR PUAS

Khutbah Jum’at di Masjid Agung Purbalingga, 24 Dzulhijjah 1441 / 14 Agustus 2020 KHUTBAH PERTAMA:إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.Jama’ah Jum’at rahimakumullah…Marilah kita meningkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala secara serius. Yaitu dengan mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam. Serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam.Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…Beribadah dalam Islam bukan sekedar mengejar kepuasan pribadi. Namun juga harus memperhatikan efeknya terhadap sekitar kita. Poin penting ini kadang dilupakan oleh sebagian kalangan.Mari kita bersama menyimak hadits berikut ini:Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“اعْتَكَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ، فَسَمِعَهُمْ يَجْهَرُونَ بِالْقِرَاءَةِ، فَكَشَفَ السِّتْرَ، وَقَالَ: «أَلَا إِنَّ كُلَّكُمْ مُنَاجٍ رَبَّهُ، فَلَا يُؤْذِيَنَّ بَعْضُكُمْ بَعْضًا، وَلَا يَرْفَعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الْقِرَاءَةِ»“Saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beri’tikaf di masjid, beliau mendengar para sahabat membaca al-Qur’an dengan suara keras. Maka beliaupun membuka tirai seraya bersabda, “Ketahuilah bahwa semua kalian sedang bermunajat kepada Allah. Janganlah saling mengganggu sesama kalian. Jangan pula saling keras-kerasan bacaan”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Khuzaimah serta al-Albaniy.Mengangkat suara saat membaca al-Qur’an memiliki banyak manfaat. Di antaranya: membuat hati lebih berkonsentrasi, membangkitkan semangat, telinga ikut fokus untuk mendengarkan, bisa mengusir rasa kantuk, dan berbagai manfaat lainnya.Namun jika situasi dan kondisinya tidak mendukung, maka mengangkat suara bacaan al-Qur’an justru dilarang. Contohnya bilamana mengganggu orang lain. Terutama yang sedang menjalankan ibadah. Seperti shalat misalnya.Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati…Di masa pandemi seperti ini, banyak ibadah yang tidak bisa kita jalankan dengan sempurna. Bahkan ibadah yang merupakan tiang agama sekalipun. Yaitu shalat lima waktu.Saat wabah sedang memuncak, kita terpaksa menunaikan shalat lima waktu di rumah. Manakala agak mereda, kita bisa kembali menunaikan shalat secara berjamaah di masjid. Namun dengan berbagai protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh para ahli.Contohnya keharusan membawa sajadah sendiri, mengenakan masker dan menjaga jarak antar jamaah. Akibatnya kita tidak bisa menjalankan sunnah merapatkan shaf sebagaimana biasanya. Juga tidak bisa membuka wajah seperti lazimnya.Mau tidak mau ini harus dijalankan. Walaupun ada perasaan kurang puas di dalam hati kita. Karena tidak bisa maksimal dalam menjalankan tuntunan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam.Namun ingat, bahwa beribadah itu bukan sekedar mengejar kepuasan pribadi. Tapi juga harus mempertimbangkan dampak buruk yang mungkin ditimbulkan.Sikap abai terhadap berbagai protokol kesehatan tersebut di atas, bukan hanya mengganggu orang lain. Bahkan bisa membahayakan nyawa mereka.Bisa-bisa bukan pahala yang diraih. Malah justru dosa yang didapatkan.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan,“لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ““Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain”. HR. Ibn Majah dan isnadnya dinilai sahih oleh al-Hakim. أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.KHUTBAH KEDUA:الْحَمْدُ للهِ وحده والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه، إلى يوم القيامة، أما بعد؛Sidang Jum’at yang kami hormati…Mari berusaha menekan ego kita masing-masing. Dengan bersabar menghadapi kekurangnyamanan manakala harus mengenakan masker saat keluar rumah. Menjaga jarak dengan orang lain. Tidak berjabat tangan. Dan berbagai protokol kesehatan lainnya.Lebih baik agak sulit bernapas, daripada hilang napas.Ingatlah bahwa menjaga keselamatan bersama juga merupakan amal salih yang mulia. Sebagaimana yang telah dipesankan Ilahi Rabbi,“وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا“Artinya: “Barang siapa menyelamatkan nyawa satu orang manusia, maka seakan-akan ia telah menyelamatkan nyawa seluruh manusia”. QS. Al-Ma’idah (5): 32.  هذا؛ وصلوا وسلموا –رحمكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً”. اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرينربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيمربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهابربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب الناروصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدينوآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين. أقيموا الصلاة… @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Dzulqa’dah 1441 / 17 Juli 2020 Post navigation Previous PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEPULUH – TAHUN AJARAN 1441-1442 H / 2020-2021 MNext Materi PDF Kajian Memuliakan Ilmu – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Khutbah Jumat: BUKAN SEKEDAR PUAS

Khutbah Jum’at di Masjid Agung Purbalingga, 24 Dzulhijjah 1441 / 14 Agustus 2020 KHUTBAH PERTAMA:إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.Jama’ah Jum’at rahimakumullah…Marilah kita meningkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala secara serius. Yaitu dengan mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam. Serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam.Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…Beribadah dalam Islam bukan sekedar mengejar kepuasan pribadi. Namun juga harus memperhatikan efeknya terhadap sekitar kita. Poin penting ini kadang dilupakan oleh sebagian kalangan.Mari kita bersama menyimak hadits berikut ini:Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“اعْتَكَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ، فَسَمِعَهُمْ يَجْهَرُونَ بِالْقِرَاءَةِ، فَكَشَفَ السِّتْرَ، وَقَالَ: «أَلَا إِنَّ كُلَّكُمْ مُنَاجٍ رَبَّهُ، فَلَا يُؤْذِيَنَّ بَعْضُكُمْ بَعْضًا، وَلَا يَرْفَعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الْقِرَاءَةِ»“Saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beri’tikaf di masjid, beliau mendengar para sahabat membaca al-Qur’an dengan suara keras. Maka beliaupun membuka tirai seraya bersabda, “Ketahuilah bahwa semua kalian sedang bermunajat kepada Allah. Janganlah saling mengganggu sesama kalian. Jangan pula saling keras-kerasan bacaan”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Khuzaimah serta al-Albaniy.Mengangkat suara saat membaca al-Qur’an memiliki banyak manfaat. Di antaranya: membuat hati lebih berkonsentrasi, membangkitkan semangat, telinga ikut fokus untuk mendengarkan, bisa mengusir rasa kantuk, dan berbagai manfaat lainnya.Namun jika situasi dan kondisinya tidak mendukung, maka mengangkat suara bacaan al-Qur’an justru dilarang. Contohnya bilamana mengganggu orang lain. Terutama yang sedang menjalankan ibadah. Seperti shalat misalnya.Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati…Di masa pandemi seperti ini, banyak ibadah yang tidak bisa kita jalankan dengan sempurna. Bahkan ibadah yang merupakan tiang agama sekalipun. Yaitu shalat lima waktu.Saat wabah sedang memuncak, kita terpaksa menunaikan shalat lima waktu di rumah. Manakala agak mereda, kita bisa kembali menunaikan shalat secara berjamaah di masjid. Namun dengan berbagai protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh para ahli.Contohnya keharusan membawa sajadah sendiri, mengenakan masker dan menjaga jarak antar jamaah. Akibatnya kita tidak bisa menjalankan sunnah merapatkan shaf sebagaimana biasanya. Juga tidak bisa membuka wajah seperti lazimnya.Mau tidak mau ini harus dijalankan. Walaupun ada perasaan kurang puas di dalam hati kita. Karena tidak bisa maksimal dalam menjalankan tuntunan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam.Namun ingat, bahwa beribadah itu bukan sekedar mengejar kepuasan pribadi. Tapi juga harus mempertimbangkan dampak buruk yang mungkin ditimbulkan.Sikap abai terhadap berbagai protokol kesehatan tersebut di atas, bukan hanya mengganggu orang lain. Bahkan bisa membahayakan nyawa mereka.Bisa-bisa bukan pahala yang diraih. Malah justru dosa yang didapatkan.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan,“لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ““Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain”. HR. Ibn Majah dan isnadnya dinilai sahih oleh al-Hakim. أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.KHUTBAH KEDUA:الْحَمْدُ للهِ وحده والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه، إلى يوم القيامة، أما بعد؛Sidang Jum’at yang kami hormati…Mari berusaha menekan ego kita masing-masing. Dengan bersabar menghadapi kekurangnyamanan manakala harus mengenakan masker saat keluar rumah. Menjaga jarak dengan orang lain. Tidak berjabat tangan. Dan berbagai protokol kesehatan lainnya.Lebih baik agak sulit bernapas, daripada hilang napas.Ingatlah bahwa menjaga keselamatan bersama juga merupakan amal salih yang mulia. Sebagaimana yang telah dipesankan Ilahi Rabbi,“وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا“Artinya: “Barang siapa menyelamatkan nyawa satu orang manusia, maka seakan-akan ia telah menyelamatkan nyawa seluruh manusia”. QS. Al-Ma’idah (5): 32.  هذا؛ وصلوا وسلموا –رحمكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً”. اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرينربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيمربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهابربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب الناروصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدينوآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين. أقيموا الصلاة… @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Dzulqa’dah 1441 / 17 Juli 2020 Post navigation Previous PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEPULUH – TAHUN AJARAN 1441-1442 H / 2020-2021 MNext Materi PDF Kajian Memuliakan Ilmu – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Khutbah Jum’at di Masjid Agung Purbalingga, 24 Dzulhijjah 1441 / 14 Agustus 2020 KHUTBAH PERTAMA:إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.Jama’ah Jum’at rahimakumullah…Marilah kita meningkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala secara serius. Yaitu dengan mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam. Serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam.Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…Beribadah dalam Islam bukan sekedar mengejar kepuasan pribadi. Namun juga harus memperhatikan efeknya terhadap sekitar kita. Poin penting ini kadang dilupakan oleh sebagian kalangan.Mari kita bersama menyimak hadits berikut ini:Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“اعْتَكَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ، فَسَمِعَهُمْ يَجْهَرُونَ بِالْقِرَاءَةِ، فَكَشَفَ السِّتْرَ، وَقَالَ: «أَلَا إِنَّ كُلَّكُمْ مُنَاجٍ رَبَّهُ، فَلَا يُؤْذِيَنَّ بَعْضُكُمْ بَعْضًا، وَلَا يَرْفَعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الْقِرَاءَةِ»“Saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beri’tikaf di masjid, beliau mendengar para sahabat membaca al-Qur’an dengan suara keras. Maka beliaupun membuka tirai seraya bersabda, “Ketahuilah bahwa semua kalian sedang bermunajat kepada Allah. Janganlah saling mengganggu sesama kalian. Jangan pula saling keras-kerasan bacaan”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Khuzaimah serta al-Albaniy.Mengangkat suara saat membaca al-Qur’an memiliki banyak manfaat. Di antaranya: membuat hati lebih berkonsentrasi, membangkitkan semangat, telinga ikut fokus untuk mendengarkan, bisa mengusir rasa kantuk, dan berbagai manfaat lainnya.Namun jika situasi dan kondisinya tidak mendukung, maka mengangkat suara bacaan al-Qur’an justru dilarang. Contohnya bilamana mengganggu orang lain. Terutama yang sedang menjalankan ibadah. Seperti shalat misalnya.Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati…Di masa pandemi seperti ini, banyak ibadah yang tidak bisa kita jalankan dengan sempurna. Bahkan ibadah yang merupakan tiang agama sekalipun. Yaitu shalat lima waktu.Saat wabah sedang memuncak, kita terpaksa menunaikan shalat lima waktu di rumah. Manakala agak mereda, kita bisa kembali menunaikan shalat secara berjamaah di masjid. Namun dengan berbagai protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh para ahli.Contohnya keharusan membawa sajadah sendiri, mengenakan masker dan menjaga jarak antar jamaah. Akibatnya kita tidak bisa menjalankan sunnah merapatkan shaf sebagaimana biasanya. Juga tidak bisa membuka wajah seperti lazimnya.Mau tidak mau ini harus dijalankan. Walaupun ada perasaan kurang puas di dalam hati kita. Karena tidak bisa maksimal dalam menjalankan tuntunan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam.Namun ingat, bahwa beribadah itu bukan sekedar mengejar kepuasan pribadi. Tapi juga harus mempertimbangkan dampak buruk yang mungkin ditimbulkan.Sikap abai terhadap berbagai protokol kesehatan tersebut di atas, bukan hanya mengganggu orang lain. Bahkan bisa membahayakan nyawa mereka.Bisa-bisa bukan pahala yang diraih. Malah justru dosa yang didapatkan.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan,“لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ““Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain”. HR. Ibn Majah dan isnadnya dinilai sahih oleh al-Hakim. أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.KHUTBAH KEDUA:الْحَمْدُ للهِ وحده والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه، إلى يوم القيامة، أما بعد؛Sidang Jum’at yang kami hormati…Mari berusaha menekan ego kita masing-masing. Dengan bersabar menghadapi kekurangnyamanan manakala harus mengenakan masker saat keluar rumah. Menjaga jarak dengan orang lain. Tidak berjabat tangan. Dan berbagai protokol kesehatan lainnya.Lebih baik agak sulit bernapas, daripada hilang napas.Ingatlah bahwa menjaga keselamatan bersama juga merupakan amal salih yang mulia. Sebagaimana yang telah dipesankan Ilahi Rabbi,“وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا“Artinya: “Barang siapa menyelamatkan nyawa satu orang manusia, maka seakan-akan ia telah menyelamatkan nyawa seluruh manusia”. QS. Al-Ma’idah (5): 32.  هذا؛ وصلوا وسلموا –رحمكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً”. اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرينربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيمربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهابربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب الناروصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدينوآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين. أقيموا الصلاة… @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Dzulqa’dah 1441 / 17 Juli 2020 Post navigation Previous PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEPULUH – TAHUN AJARAN 1441-1442 H / 2020-2021 MNext Materi PDF Kajian Memuliakan Ilmu – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Khutbah Jum’at di Masjid Agung Purbalingga, 24 Dzulhijjah 1441 / 14 Agustus 2020 KHUTBAH PERTAMA:إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.Jama’ah Jum’at rahimakumullah…Marilah kita meningkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala secara serius. Yaitu dengan mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam. Serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam.Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…Beribadah dalam Islam bukan sekedar mengejar kepuasan pribadi. Namun juga harus memperhatikan efeknya terhadap sekitar kita. Poin penting ini kadang dilupakan oleh sebagian kalangan.Mari kita bersama menyimak hadits berikut ini:Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“اعْتَكَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ، فَسَمِعَهُمْ يَجْهَرُونَ بِالْقِرَاءَةِ، فَكَشَفَ السِّتْرَ، وَقَالَ: «أَلَا إِنَّ كُلَّكُمْ مُنَاجٍ رَبَّهُ، فَلَا يُؤْذِيَنَّ بَعْضُكُمْ بَعْضًا، وَلَا يَرْفَعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الْقِرَاءَةِ»“Saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beri’tikaf di masjid, beliau mendengar para sahabat membaca al-Qur’an dengan suara keras. Maka beliaupun membuka tirai seraya bersabda, “Ketahuilah bahwa semua kalian sedang bermunajat kepada Allah. Janganlah saling mengganggu sesama kalian. Jangan pula saling keras-kerasan bacaan”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Khuzaimah serta al-Albaniy.Mengangkat suara saat membaca al-Qur’an memiliki banyak manfaat. Di antaranya: membuat hati lebih berkonsentrasi, membangkitkan semangat, telinga ikut fokus untuk mendengarkan, bisa mengusir rasa kantuk, dan berbagai manfaat lainnya.Namun jika situasi dan kondisinya tidak mendukung, maka mengangkat suara bacaan al-Qur’an justru dilarang. Contohnya bilamana mengganggu orang lain. Terutama yang sedang menjalankan ibadah. Seperti shalat misalnya.Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati…Di masa pandemi seperti ini, banyak ibadah yang tidak bisa kita jalankan dengan sempurna. Bahkan ibadah yang merupakan tiang agama sekalipun. Yaitu shalat lima waktu.Saat wabah sedang memuncak, kita terpaksa menunaikan shalat lima waktu di rumah. Manakala agak mereda, kita bisa kembali menunaikan shalat secara berjamaah di masjid. Namun dengan berbagai protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh para ahli.Contohnya keharusan membawa sajadah sendiri, mengenakan masker dan menjaga jarak antar jamaah. Akibatnya kita tidak bisa menjalankan sunnah merapatkan shaf sebagaimana biasanya. Juga tidak bisa membuka wajah seperti lazimnya.Mau tidak mau ini harus dijalankan. Walaupun ada perasaan kurang puas di dalam hati kita. Karena tidak bisa maksimal dalam menjalankan tuntunan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam.Namun ingat, bahwa beribadah itu bukan sekedar mengejar kepuasan pribadi. Tapi juga harus mempertimbangkan dampak buruk yang mungkin ditimbulkan.Sikap abai terhadap berbagai protokol kesehatan tersebut di atas, bukan hanya mengganggu orang lain. Bahkan bisa membahayakan nyawa mereka.Bisa-bisa bukan pahala yang diraih. Malah justru dosa yang didapatkan.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan,“لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ““Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain”. HR. Ibn Majah dan isnadnya dinilai sahih oleh al-Hakim. أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.KHUTBAH KEDUA:الْحَمْدُ للهِ وحده والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه، إلى يوم القيامة، أما بعد؛Sidang Jum’at yang kami hormati…Mari berusaha menekan ego kita masing-masing. Dengan bersabar menghadapi kekurangnyamanan manakala harus mengenakan masker saat keluar rumah. Menjaga jarak dengan orang lain. Tidak berjabat tangan. Dan berbagai protokol kesehatan lainnya.Lebih baik agak sulit bernapas, daripada hilang napas.Ingatlah bahwa menjaga keselamatan bersama juga merupakan amal salih yang mulia. Sebagaimana yang telah dipesankan Ilahi Rabbi,“وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا“Artinya: “Barang siapa menyelamatkan nyawa satu orang manusia, maka seakan-akan ia telah menyelamatkan nyawa seluruh manusia”. QS. Al-Ma’idah (5): 32.  هذا؛ وصلوا وسلموا –رحمكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً”. اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرينربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيمربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهابربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب الناروصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدينوآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين. أقيموا الصلاة… @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Dzulqa’dah 1441 / 17 Juli 2020 Post navigation Previous PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEPULUH – TAHUN AJARAN 1441-1442 H / 2020-2021 MNext Materi PDF Kajian Memuliakan Ilmu – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Materi PDF Kajian Memuliakan Ilmu – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA

Download Materi Kajian Post navigation Previous Khutbah Jumat: BUKAN SEKEDAR PUASNext MUKMIN SEJATI SENANTIASA PEDULI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Materi PDF Kajian Memuliakan Ilmu – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA

Download Materi Kajian Post navigation Previous Khutbah Jumat: BUKAN SEKEDAR PUASNext MUKMIN SEJATI SENANTIASA PEDULI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Download Materi Kajian Post navigation Previous Khutbah Jumat: BUKAN SEKEDAR PUASNext MUKMIN SEJATI SENANTIASA PEDULI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Download Materi Kajian Post navigation Previous Khutbah Jumat: BUKAN SEKEDAR PUASNext MUKMIN SEJATI SENANTIASA PEDULI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEBELAS PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1442/1443 H – 2021/2022 M

PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEBELAS PROGRAM PENGKADERAN DA’ITAHUN AKADEMIK: 1442/1443 H – 2021/2022 M PROLOGAnda ingin menjadi pewaris para nabi? Jadilah ulama! Niscaya Anda akan menjadi pewaris mereka. Yang mewarisi ilmu, akhlaq dan semangat dakwahnya.Pondok Pesantren “Tunas Ilmu”, yang diselenggarakan oleh Yayasan Islam Tunas Ilmu Purbalingga dengan SK Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No: AHU-3926.AH.01.04.Tahun 2010, melalui program pendidikan intensif selama 3 tahun dan praktek dakwah lapangan selama 1 tahun, berkomitmen tinggi mengantarkan Anda menuju gerbang impian indah tersebut. MATERI PELAJARAN Dengan mengikuti program intensif ini, Anda akan menguasai berbagai disiplin ilmu agama dan materi lainnya.Di antaranya:AkidahTafsirHaditsFiqihSirah NabawiyyahBahasa ArabMetode BerdakwahWirausahaTahfizh al-Qur’an 30 juz bersanad(program spesial untuk santri yang lolos seleksi khusus) KOMPETENSI LULUSANInsyaAllah lulusan program ini akan memiliki kompetensi berikut:Lancar berbahasa Arab, aktif dan pasifMenguasai berbagai disiplin ilmu agamaMahir berceramah dalam bahasa Arab dan IndonesiaTerampil menulis artikel ilmiahMampu mendakwahkan Islam dengan hikmahMemiliki ketrampilan berwirausahadan bercocok tanamFASILITAS PENDIDIKANMasjidRuang belajarAsramaPerpustakaan dengan ribuan koleksi kitab ArabSarana olahraga (lapangan futsal dll)Mini marketLahan pertanian dan peternakan TENAGA PENGAJAR:Pengajar terdiri dari para alumni S1 dan S2 Universitas Islam Madinah, Yaman, ‘Unaizah-Arab Saudi, LIPIA Jakarta dan lain-lain. INFORMASI PENDAFTARANSYARAT-SYARAT:PriaFoto copy ijazah SMU/sederajat dan NEMSalinan akta kelahiranSurat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang masih berlakuRekomendasi dari seorang ustadz/da’i/lembaga dakwah yang dikenalPas foto terbaru 2×3 dan 4×6 (@ dua lembar)Medical check up Laboratorium bebas Hepatitis dan TBCFoto copy KTP yang masih berlakuSurat izin dari orang tuaMengisi formulir pendaftaran (DOWNLOAD FORMULIR DISINI)Bersedia mengikuti tata tertib pesantren. KUOTA JUMLAH SANTRIKarena pertimbangan efesiensi pembelajaran, total santri yang akan diterima adalah 20 orang saja. Santri wajib berasrama selama belajar di Pesantren. WAKTU & TEMPAT PENDAFTARANPendaftaran dibuka pada Senin, 29 Maret 2021 – Sabtu, 15 Mei 2021 (ditutup manakala kuota telah terpenuhi).Bertempat di Pondok Pesantren “Tunas Ilmu” Ds. Kedungwuluh RT/RW: 8/2 Kec. Kalimanah Kab. Purbalingga 53371 Jawa Tengah.Atau berkas-berkas persyaratan dikirim via pos ke alamat tersebut (cap pos). SELEKSI, PENGUMUMAN, DAFTAR ULANG & MULAI BELAJARUjian seleksi : Selasa, 1 Juni 2021 Pukul 07.00 WIB tepat hingga selesai. (Bagi calon santri yang tidak hadir, dianggap telah mengundurkan diri).Pengumuman : Rabu, 2 Juni 2021Daftar ulang : Rabu, 2 Juni 2021Orientasi santri baru : Kamis, 3 Juni 2021 – Sabtu, 12 Juni 2021Awal belajar : Senin, 14 Juni 2021 MATERI UJIANWawancaraMembaca al-Qur’anMateri dasar agama BIAYA STUDI DAN PENDAFTARANBiaya Pendaftaran :PendaftaranRp. 20.000Perlengkapan (sekali selama belajar, untuk santri berasrama)Rp. 100.000SPP / bulanRp. 50.000Uang makan / bulan (khusus bagi santri berasrama)Rp. 200.000Uang GedungGratisTotal (untuk santri berasrama)Rp. 370.000Total (untuk santri non asrama)Rp. 70.000Biaya Setiap Bulan :Santri berasrama (SPP & uang makan)Rp. 250.000Santri non asrama (SPP)Rp. 50.000 INFORMASI:Telp : (0281) 6597674 Hp : 0895622437748 Website : https://tunasilmu.com Email : [email protected]Segera daftarkan diri Anda atau putra-putri Anda, sebelum terlambat! Beasiswa bagi Santri yang Kurang Mampu dan Berprestasi DOWNLOAD FORMULIR PENDAFTARAN Post navigation Previous MUKMIN SEJATI SENANTIASA PEDULINext MENSYUKURI KARUNIA RAMADHAN Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEBELAS PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1442/1443 H – 2021/2022 M

PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEBELAS PROGRAM PENGKADERAN DA’ITAHUN AKADEMIK: 1442/1443 H – 2021/2022 M PROLOGAnda ingin menjadi pewaris para nabi? Jadilah ulama! Niscaya Anda akan menjadi pewaris mereka. Yang mewarisi ilmu, akhlaq dan semangat dakwahnya.Pondok Pesantren “Tunas Ilmu”, yang diselenggarakan oleh Yayasan Islam Tunas Ilmu Purbalingga dengan SK Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No: AHU-3926.AH.01.04.Tahun 2010, melalui program pendidikan intensif selama 3 tahun dan praktek dakwah lapangan selama 1 tahun, berkomitmen tinggi mengantarkan Anda menuju gerbang impian indah tersebut. MATERI PELAJARAN Dengan mengikuti program intensif ini, Anda akan menguasai berbagai disiplin ilmu agama dan materi lainnya.Di antaranya:AkidahTafsirHaditsFiqihSirah NabawiyyahBahasa ArabMetode BerdakwahWirausahaTahfizh al-Qur’an 30 juz bersanad(program spesial untuk santri yang lolos seleksi khusus) KOMPETENSI LULUSANInsyaAllah lulusan program ini akan memiliki kompetensi berikut:Lancar berbahasa Arab, aktif dan pasifMenguasai berbagai disiplin ilmu agamaMahir berceramah dalam bahasa Arab dan IndonesiaTerampil menulis artikel ilmiahMampu mendakwahkan Islam dengan hikmahMemiliki ketrampilan berwirausahadan bercocok tanamFASILITAS PENDIDIKANMasjidRuang belajarAsramaPerpustakaan dengan ribuan koleksi kitab ArabSarana olahraga (lapangan futsal dll)Mini marketLahan pertanian dan peternakan TENAGA PENGAJAR:Pengajar terdiri dari para alumni S1 dan S2 Universitas Islam Madinah, Yaman, ‘Unaizah-Arab Saudi, LIPIA Jakarta dan lain-lain. INFORMASI PENDAFTARANSYARAT-SYARAT:PriaFoto copy ijazah SMU/sederajat dan NEMSalinan akta kelahiranSurat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang masih berlakuRekomendasi dari seorang ustadz/da’i/lembaga dakwah yang dikenalPas foto terbaru 2×3 dan 4×6 (@ dua lembar)Medical check up Laboratorium bebas Hepatitis dan TBCFoto copy KTP yang masih berlakuSurat izin dari orang tuaMengisi formulir pendaftaran (DOWNLOAD FORMULIR DISINI)Bersedia mengikuti tata tertib pesantren. KUOTA JUMLAH SANTRIKarena pertimbangan efesiensi pembelajaran, total santri yang akan diterima adalah 20 orang saja. Santri wajib berasrama selama belajar di Pesantren. WAKTU & TEMPAT PENDAFTARANPendaftaran dibuka pada Senin, 29 Maret 2021 – Sabtu, 15 Mei 2021 (ditutup manakala kuota telah terpenuhi).Bertempat di Pondok Pesantren “Tunas Ilmu” Ds. Kedungwuluh RT/RW: 8/2 Kec. Kalimanah Kab. Purbalingga 53371 Jawa Tengah.Atau berkas-berkas persyaratan dikirim via pos ke alamat tersebut (cap pos). SELEKSI, PENGUMUMAN, DAFTAR ULANG & MULAI BELAJARUjian seleksi : Selasa, 1 Juni 2021 Pukul 07.00 WIB tepat hingga selesai. (Bagi calon santri yang tidak hadir, dianggap telah mengundurkan diri).Pengumuman : Rabu, 2 Juni 2021Daftar ulang : Rabu, 2 Juni 2021Orientasi santri baru : Kamis, 3 Juni 2021 – Sabtu, 12 Juni 2021Awal belajar : Senin, 14 Juni 2021 MATERI UJIANWawancaraMembaca al-Qur’anMateri dasar agama BIAYA STUDI DAN PENDAFTARANBiaya Pendaftaran :PendaftaranRp. 20.000Perlengkapan (sekali selama belajar, untuk santri berasrama)Rp. 100.000SPP / bulanRp. 50.000Uang makan / bulan (khusus bagi santri berasrama)Rp. 200.000Uang GedungGratisTotal (untuk santri berasrama)Rp. 370.000Total (untuk santri non asrama)Rp. 70.000Biaya Setiap Bulan :Santri berasrama (SPP & uang makan)Rp. 250.000Santri non asrama (SPP)Rp. 50.000 INFORMASI:Telp : (0281) 6597674 Hp : 0895622437748 Website : https://tunasilmu.com Email : [email protected]Segera daftarkan diri Anda atau putra-putri Anda, sebelum terlambat! Beasiswa bagi Santri yang Kurang Mampu dan Berprestasi DOWNLOAD FORMULIR PENDAFTARAN Post navigation Previous MUKMIN SEJATI SENANTIASA PEDULINext MENSYUKURI KARUNIA RAMADHAN Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEBELAS PROGRAM PENGKADERAN DA’ITAHUN AKADEMIK: 1442/1443 H – 2021/2022 M PROLOGAnda ingin menjadi pewaris para nabi? Jadilah ulama! Niscaya Anda akan menjadi pewaris mereka. Yang mewarisi ilmu, akhlaq dan semangat dakwahnya.Pondok Pesantren “Tunas Ilmu”, yang diselenggarakan oleh Yayasan Islam Tunas Ilmu Purbalingga dengan SK Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No: AHU-3926.AH.01.04.Tahun 2010, melalui program pendidikan intensif selama 3 tahun dan praktek dakwah lapangan selama 1 tahun, berkomitmen tinggi mengantarkan Anda menuju gerbang impian indah tersebut. MATERI PELAJARAN Dengan mengikuti program intensif ini, Anda akan menguasai berbagai disiplin ilmu agama dan materi lainnya.Di antaranya:AkidahTafsirHaditsFiqihSirah NabawiyyahBahasa ArabMetode BerdakwahWirausahaTahfizh al-Qur’an 30 juz bersanad(program spesial untuk santri yang lolos seleksi khusus) KOMPETENSI LULUSANInsyaAllah lulusan program ini akan memiliki kompetensi berikut:Lancar berbahasa Arab, aktif dan pasifMenguasai berbagai disiplin ilmu agamaMahir berceramah dalam bahasa Arab dan IndonesiaTerampil menulis artikel ilmiahMampu mendakwahkan Islam dengan hikmahMemiliki ketrampilan berwirausahadan bercocok tanamFASILITAS PENDIDIKANMasjidRuang belajarAsramaPerpustakaan dengan ribuan koleksi kitab ArabSarana olahraga (lapangan futsal dll)Mini marketLahan pertanian dan peternakan TENAGA PENGAJAR:Pengajar terdiri dari para alumni S1 dan S2 Universitas Islam Madinah, Yaman, ‘Unaizah-Arab Saudi, LIPIA Jakarta dan lain-lain. INFORMASI PENDAFTARANSYARAT-SYARAT:PriaFoto copy ijazah SMU/sederajat dan NEMSalinan akta kelahiranSurat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang masih berlakuRekomendasi dari seorang ustadz/da’i/lembaga dakwah yang dikenalPas foto terbaru 2×3 dan 4×6 (@ dua lembar)Medical check up Laboratorium bebas Hepatitis dan TBCFoto copy KTP yang masih berlakuSurat izin dari orang tuaMengisi formulir pendaftaran (DOWNLOAD FORMULIR DISINI)Bersedia mengikuti tata tertib pesantren. KUOTA JUMLAH SANTRIKarena pertimbangan efesiensi pembelajaran, total santri yang akan diterima adalah 20 orang saja. Santri wajib berasrama selama belajar di Pesantren. WAKTU & TEMPAT PENDAFTARANPendaftaran dibuka pada Senin, 29 Maret 2021 – Sabtu, 15 Mei 2021 (ditutup manakala kuota telah terpenuhi).Bertempat di Pondok Pesantren “Tunas Ilmu” Ds. Kedungwuluh RT/RW: 8/2 Kec. Kalimanah Kab. Purbalingga 53371 Jawa Tengah.Atau berkas-berkas persyaratan dikirim via pos ke alamat tersebut (cap pos). SELEKSI, PENGUMUMAN, DAFTAR ULANG & MULAI BELAJARUjian seleksi : Selasa, 1 Juni 2021 Pukul 07.00 WIB tepat hingga selesai. (Bagi calon santri yang tidak hadir, dianggap telah mengundurkan diri).Pengumuman : Rabu, 2 Juni 2021Daftar ulang : Rabu, 2 Juni 2021Orientasi santri baru : Kamis, 3 Juni 2021 – Sabtu, 12 Juni 2021Awal belajar : Senin, 14 Juni 2021 MATERI UJIANWawancaraMembaca al-Qur’anMateri dasar agama BIAYA STUDI DAN PENDAFTARANBiaya Pendaftaran :PendaftaranRp. 20.000Perlengkapan (sekali selama belajar, untuk santri berasrama)Rp. 100.000SPP / bulanRp. 50.000Uang makan / bulan (khusus bagi santri berasrama)Rp. 200.000Uang GedungGratisTotal (untuk santri berasrama)Rp. 370.000Total (untuk santri non asrama)Rp. 70.000Biaya Setiap Bulan :Santri berasrama (SPP & uang makan)Rp. 250.000Santri non asrama (SPP)Rp. 50.000 INFORMASI:Telp : (0281) 6597674 Hp : 0895622437748 Website : https://tunasilmu.com Email : [email protected]Segera daftarkan diri Anda atau putra-putri Anda, sebelum terlambat! Beasiswa bagi Santri yang Kurang Mampu dan Berprestasi DOWNLOAD FORMULIR PENDAFTARAN Post navigation Previous MUKMIN SEJATI SENANTIASA PEDULINext MENSYUKURI KARUNIA RAMADHAN Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEBELAS PROGRAM PENGKADERAN DA’ITAHUN AKADEMIK: 1442/1443 H – 2021/2022 M PROLOGAnda ingin menjadi pewaris para nabi? Jadilah ulama! Niscaya Anda akan menjadi pewaris mereka. Yang mewarisi ilmu, akhlaq dan semangat dakwahnya.Pondok Pesantren “Tunas Ilmu”, yang diselenggarakan oleh Yayasan Islam Tunas Ilmu Purbalingga dengan SK Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No: AHU-3926.AH.01.04.Tahun 2010, melalui program pendidikan intensif selama 3 tahun dan praktek dakwah lapangan selama 1 tahun, berkomitmen tinggi mengantarkan Anda menuju gerbang impian indah tersebut. MATERI PELAJARAN Dengan mengikuti program intensif ini, Anda akan menguasai berbagai disiplin ilmu agama dan materi lainnya.Di antaranya:AkidahTafsirHaditsFiqihSirah NabawiyyahBahasa ArabMetode BerdakwahWirausahaTahfizh al-Qur’an 30 juz bersanad(program spesial untuk santri yang lolos seleksi khusus) KOMPETENSI LULUSANInsyaAllah lulusan program ini akan memiliki kompetensi berikut:Lancar berbahasa Arab, aktif dan pasifMenguasai berbagai disiplin ilmu agamaMahir berceramah dalam bahasa Arab dan IndonesiaTerampil menulis artikel ilmiahMampu mendakwahkan Islam dengan hikmahMemiliki ketrampilan berwirausahadan bercocok tanamFASILITAS PENDIDIKANMasjidRuang belajarAsramaPerpustakaan dengan ribuan koleksi kitab ArabSarana olahraga (lapangan futsal dll)Mini marketLahan pertanian dan peternakan TENAGA PENGAJAR:Pengajar terdiri dari para alumni S1 dan S2 Universitas Islam Madinah, Yaman, ‘Unaizah-Arab Saudi, LIPIA Jakarta dan lain-lain. INFORMASI PENDAFTARANSYARAT-SYARAT:PriaFoto copy ijazah SMU/sederajat dan NEMSalinan akta kelahiranSurat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang masih berlakuRekomendasi dari seorang ustadz/da’i/lembaga dakwah yang dikenalPas foto terbaru 2×3 dan 4×6 (@ dua lembar)Medical check up Laboratorium bebas Hepatitis dan TBCFoto copy KTP yang masih berlakuSurat izin dari orang tuaMengisi formulir pendaftaran (DOWNLOAD FORMULIR DISINI)Bersedia mengikuti tata tertib pesantren. KUOTA JUMLAH SANTRIKarena pertimbangan efesiensi pembelajaran, total santri yang akan diterima adalah 20 orang saja. Santri wajib berasrama selama belajar di Pesantren. WAKTU & TEMPAT PENDAFTARANPendaftaran dibuka pada Senin, 29 Maret 2021 – Sabtu, 15 Mei 2021 (ditutup manakala kuota telah terpenuhi).Bertempat di Pondok Pesantren “Tunas Ilmu” Ds. Kedungwuluh RT/RW: 8/2 Kec. Kalimanah Kab. Purbalingga 53371 Jawa Tengah.Atau berkas-berkas persyaratan dikirim via pos ke alamat tersebut (cap pos). SELEKSI, PENGUMUMAN, DAFTAR ULANG & MULAI BELAJARUjian seleksi : Selasa, 1 Juni 2021 Pukul 07.00 WIB tepat hingga selesai. (Bagi calon santri yang tidak hadir, dianggap telah mengundurkan diri).Pengumuman : Rabu, 2 Juni 2021Daftar ulang : Rabu, 2 Juni 2021Orientasi santri baru : Kamis, 3 Juni 2021 – Sabtu, 12 Juni 2021Awal belajar : Senin, 14 Juni 2021 MATERI UJIANWawancaraMembaca al-Qur’anMateri dasar agama BIAYA STUDI DAN PENDAFTARANBiaya Pendaftaran :PendaftaranRp. 20.000Perlengkapan (sekali selama belajar, untuk santri berasrama)Rp. 100.000SPP / bulanRp. 50.000Uang makan / bulan (khusus bagi santri berasrama)Rp. 200.000Uang GedungGratisTotal (untuk santri berasrama)Rp. 370.000Total (untuk santri non asrama)Rp. 70.000Biaya Setiap Bulan :Santri berasrama (SPP & uang makan)Rp. 250.000Santri non asrama (SPP)Rp. 50.000 INFORMASI:Telp : (0281) 6597674 Hp : 0895622437748 Website : https://tunasilmu.com Email : [email protected]Segera daftarkan diri Anda atau putra-putri Anda, sebelum terlambat! Beasiswa bagi Santri yang Kurang Mampu dan Berprestasi DOWNLOAD FORMULIR PENDAFTARAN Post navigation Previous MUKMIN SEJATI SENANTIASA PEDULINext MENSYUKURI KARUNIA RAMADHAN Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

MENSYUKURI KARUNIA RAMADHAN

MENSYUKURI KARUNIA RAMADHAN Oleh Abdullah Zaen, Lc., MAKhutbah Jum’at di Masjid Agung Darussalam Purbalingga, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021KHUTBAH PERTAMA:إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرَ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.Jama’ah Jum’at rahimakumullah…Marilah kita meningkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala secara serius. Yaitu dengan mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam. Serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam.Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…Nikmat yang dikaruniakan Allah ta’ala kepada kita amatlah banyak. Baik berupa nikmat duniawi maupun agamawi. Yang itu semua menuntut kita untuk mensyukurinya.Di antara nikmat agamawi terindah adalah karunia Ramadhan. Sebuah bulan yang paling istimewa dibandingkan seluruh bulan yang ada. Sehingga konsekuensinya pun kita harus maksimal dalam mensyukurinya. Sebagaimana telah diingatkan Allah ta’ala di akhir ayat yang menyebutkan karunia bulan Ramadhan,“…وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ“Artinya: “… Agar kalian bersyukur”. QS. Al-Baqarah (2): 185.Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati…Mensyukuri suatu karunia, hakikatnya perlu melalui lima tahapan. 1. Menyadari karunia. 2. Mengenal Sang Pemberi karunia. 3. Tidak mengingkari karunia tersebut. 4. Tunduk, patuh dan cinta kepada Sang Pemberi karunia. 5. Mempergunakan karunia tersebut sesuai yang disukai oleh Sang Pemberi karunia.Mari kita mengaplikasikan kelima tahapan syukur tadi pada karunia bulan Ramadhan.Tahap Pertama: Menyadari karuniaSeseorang tidak akan menghargai sesuatu, jika ia tidak menyadari bahwa sesuatu tersebut adalah hal yang istimewa. Dan kita tidak akan mengetahui keistimewaan bulan Ramadhan, bila kita tidak mempelajari keutamaan-keutamaan bulan suci ini, sebagaimana yang termaktub dalam al-Qur’an dan Hadits.Nas-nas dalil menyebutkan bahwa Ramadhan memiliki banyak keistimewaan. Antara lain: Ramadhan adalah bulan al-Qur’an dan bulan yang diberkahi. Di bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Selain itu, pahala amal salih juga dilipatgandakan. Bahkan dalam satu malam lailatul qadar saja, kita berpotensi untuk mendulang pahala yang biasanya harus dikumpulkan selama 83 tahun 4 bulan.Tahap Kedua: Mengenal Sang Pemberi karuniaYaitu Allah ta’ala. Dialah yang mengaruniakan pada kita bulan mulia Ramadhan dan seluruh karunia istimewa lainnya. Dialah yang memberi kita umur dan kesempatan untuk berjumpa dengan bulan suci ini. Di saat begitu banyak orang dijemput ajal sebelum datangnya bulan Ramadhan. Dialah yang memberi kita kesehatan di bulan suci ini. Di saat begitu banyak orang harus terbaring lemah di ranjang-ranjang rumah sakit di bulan Ramadhan. Dialah yang memberi kita hidayah di bulan suci ini. Di saat begitu banyak orang yang tidak tergerak hatinya untuk mendulang pahala di bulan Ramadhan. Dialah Allah Sang Pemberi segala karunia.Tahap Ketiga: Tidak mengingkari karunia tersebutMensyukuri suatu karunia tidak cukup hanya dengan menyadari karunia tersebut dan mengenali Sang Pemberi karunia. Namun juga harus mengakuinya dan tidak mengingkarinya. Bersikap acuh dan cuek dengan bulan Ramadhan, serta menganggapnya seperti bulan biasa, dikhawatirkan termasuk bentuk pengingkaran terhadap karunia bulan mulia ini.Tahap Keempat: Tunduk, patuh dan cinta kepada Sang Pemberi karuniaDengan merenungi melimpahruahnya nikmat yang dikaruniakan oleh Allah kepada kita, kita bisa menyadari betapa besar perhatian dan kasih sayang-Nya kepada kita. Dialah ar-Rahman; Maha Pengasih, Dialah ar-Rahim; Maha Penyayang, Dialah al-Wadûd; Maha Pencinta, Dialah al-Wahhâb; Maha Pemberi karunia. Menyadari berbagai fakta ini akan menumbuhkan perasaan tunduk, patuh dan cinta kita kepada Allah ta’ala.  أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.KHUTBAH KEDUA:الْحَمْدُ للهِ وحده والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه، إلى يوم القيامة، أما بعد؛Sidang Jum’at yang kami hormati…Tahap Kelima: Mempergunakan karunia tersebut sesuai yang disukai oleh Sang Pemberi karuniaTahapan terakhir dalam mensyukuri karunia Ramadhan, adalah memanfaatkan bulan ini sejalan dengan aturan Allah ta’ala. Sebab Dialah yang memberikan karunia tersebut.Di dalam al-Qur’an dan Hadits Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, Allah subhânah menjelaskan berbagai aturan pemanfaatan Ramadhan. Yang intinya adalah: segala amalan yang ditunaikan harus memenuhi dua syarat. Yaitu niatnya ikhlas karena Allah, dan pelaksanaannya sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.Maka hindarilah segala jenis praktek amalan yang tidak memenuhi dua kriteria di atas. Sebab bakal mendatangkan murka Sang Pemberi karunia, bukan keridhaan-Nya.  هذا؛ وصلوا وسلموا –رحمكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً“. اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرينربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيمربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهابربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب الناروصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدينوآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين. أقيموا الصلاة… @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021 Post navigation Previous PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEBELAS PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1442/1443 H – 2021/2022 MNext PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEBELAS – TAHUN AJARAN 1442-1443 H / 2021-2022 M Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

MENSYUKURI KARUNIA RAMADHAN

MENSYUKURI KARUNIA RAMADHAN Oleh Abdullah Zaen, Lc., MAKhutbah Jum’at di Masjid Agung Darussalam Purbalingga, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021KHUTBAH PERTAMA:إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرَ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.Jama’ah Jum’at rahimakumullah…Marilah kita meningkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala secara serius. Yaitu dengan mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam. Serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam.Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…Nikmat yang dikaruniakan Allah ta’ala kepada kita amatlah banyak. Baik berupa nikmat duniawi maupun agamawi. Yang itu semua menuntut kita untuk mensyukurinya.Di antara nikmat agamawi terindah adalah karunia Ramadhan. Sebuah bulan yang paling istimewa dibandingkan seluruh bulan yang ada. Sehingga konsekuensinya pun kita harus maksimal dalam mensyukurinya. Sebagaimana telah diingatkan Allah ta’ala di akhir ayat yang menyebutkan karunia bulan Ramadhan,“…وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ“Artinya: “… Agar kalian bersyukur”. QS. Al-Baqarah (2): 185.Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati…Mensyukuri suatu karunia, hakikatnya perlu melalui lima tahapan. 1. Menyadari karunia. 2. Mengenal Sang Pemberi karunia. 3. Tidak mengingkari karunia tersebut. 4. Tunduk, patuh dan cinta kepada Sang Pemberi karunia. 5. Mempergunakan karunia tersebut sesuai yang disukai oleh Sang Pemberi karunia.Mari kita mengaplikasikan kelima tahapan syukur tadi pada karunia bulan Ramadhan.Tahap Pertama: Menyadari karuniaSeseorang tidak akan menghargai sesuatu, jika ia tidak menyadari bahwa sesuatu tersebut adalah hal yang istimewa. Dan kita tidak akan mengetahui keistimewaan bulan Ramadhan, bila kita tidak mempelajari keutamaan-keutamaan bulan suci ini, sebagaimana yang termaktub dalam al-Qur’an dan Hadits.Nas-nas dalil menyebutkan bahwa Ramadhan memiliki banyak keistimewaan. Antara lain: Ramadhan adalah bulan al-Qur’an dan bulan yang diberkahi. Di bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Selain itu, pahala amal salih juga dilipatgandakan. Bahkan dalam satu malam lailatul qadar saja, kita berpotensi untuk mendulang pahala yang biasanya harus dikumpulkan selama 83 tahun 4 bulan.Tahap Kedua: Mengenal Sang Pemberi karuniaYaitu Allah ta’ala. Dialah yang mengaruniakan pada kita bulan mulia Ramadhan dan seluruh karunia istimewa lainnya. Dialah yang memberi kita umur dan kesempatan untuk berjumpa dengan bulan suci ini. Di saat begitu banyak orang dijemput ajal sebelum datangnya bulan Ramadhan. Dialah yang memberi kita kesehatan di bulan suci ini. Di saat begitu banyak orang harus terbaring lemah di ranjang-ranjang rumah sakit di bulan Ramadhan. Dialah yang memberi kita hidayah di bulan suci ini. Di saat begitu banyak orang yang tidak tergerak hatinya untuk mendulang pahala di bulan Ramadhan. Dialah Allah Sang Pemberi segala karunia.Tahap Ketiga: Tidak mengingkari karunia tersebutMensyukuri suatu karunia tidak cukup hanya dengan menyadari karunia tersebut dan mengenali Sang Pemberi karunia. Namun juga harus mengakuinya dan tidak mengingkarinya. Bersikap acuh dan cuek dengan bulan Ramadhan, serta menganggapnya seperti bulan biasa, dikhawatirkan termasuk bentuk pengingkaran terhadap karunia bulan mulia ini.Tahap Keempat: Tunduk, patuh dan cinta kepada Sang Pemberi karuniaDengan merenungi melimpahruahnya nikmat yang dikaruniakan oleh Allah kepada kita, kita bisa menyadari betapa besar perhatian dan kasih sayang-Nya kepada kita. Dialah ar-Rahman; Maha Pengasih, Dialah ar-Rahim; Maha Penyayang, Dialah al-Wadûd; Maha Pencinta, Dialah al-Wahhâb; Maha Pemberi karunia. Menyadari berbagai fakta ini akan menumbuhkan perasaan tunduk, patuh dan cinta kita kepada Allah ta’ala.  أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.KHUTBAH KEDUA:الْحَمْدُ للهِ وحده والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه، إلى يوم القيامة، أما بعد؛Sidang Jum’at yang kami hormati…Tahap Kelima: Mempergunakan karunia tersebut sesuai yang disukai oleh Sang Pemberi karuniaTahapan terakhir dalam mensyukuri karunia Ramadhan, adalah memanfaatkan bulan ini sejalan dengan aturan Allah ta’ala. Sebab Dialah yang memberikan karunia tersebut.Di dalam al-Qur’an dan Hadits Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, Allah subhânah menjelaskan berbagai aturan pemanfaatan Ramadhan. Yang intinya adalah: segala amalan yang ditunaikan harus memenuhi dua syarat. Yaitu niatnya ikhlas karena Allah, dan pelaksanaannya sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.Maka hindarilah segala jenis praktek amalan yang tidak memenuhi dua kriteria di atas. Sebab bakal mendatangkan murka Sang Pemberi karunia, bukan keridhaan-Nya.  هذا؛ وصلوا وسلموا –رحمكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً“. اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرينربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيمربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهابربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب الناروصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدينوآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين. أقيموا الصلاة… @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021 Post navigation Previous PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEBELAS PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1442/1443 H – 2021/2022 MNext PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEBELAS – TAHUN AJARAN 1442-1443 H / 2021-2022 M Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
MENSYUKURI KARUNIA RAMADHAN Oleh Abdullah Zaen, Lc., MAKhutbah Jum’at di Masjid Agung Darussalam Purbalingga, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021KHUTBAH PERTAMA:إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرَ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.Jama’ah Jum’at rahimakumullah…Marilah kita meningkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala secara serius. Yaitu dengan mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam. Serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam.Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…Nikmat yang dikaruniakan Allah ta’ala kepada kita amatlah banyak. Baik berupa nikmat duniawi maupun agamawi. Yang itu semua menuntut kita untuk mensyukurinya.Di antara nikmat agamawi terindah adalah karunia Ramadhan. Sebuah bulan yang paling istimewa dibandingkan seluruh bulan yang ada. Sehingga konsekuensinya pun kita harus maksimal dalam mensyukurinya. Sebagaimana telah diingatkan Allah ta’ala di akhir ayat yang menyebutkan karunia bulan Ramadhan,“…وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ“Artinya: “… Agar kalian bersyukur”. QS. Al-Baqarah (2): 185.Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati…Mensyukuri suatu karunia, hakikatnya perlu melalui lima tahapan. 1. Menyadari karunia. 2. Mengenal Sang Pemberi karunia. 3. Tidak mengingkari karunia tersebut. 4. Tunduk, patuh dan cinta kepada Sang Pemberi karunia. 5. Mempergunakan karunia tersebut sesuai yang disukai oleh Sang Pemberi karunia.Mari kita mengaplikasikan kelima tahapan syukur tadi pada karunia bulan Ramadhan.Tahap Pertama: Menyadari karuniaSeseorang tidak akan menghargai sesuatu, jika ia tidak menyadari bahwa sesuatu tersebut adalah hal yang istimewa. Dan kita tidak akan mengetahui keistimewaan bulan Ramadhan, bila kita tidak mempelajari keutamaan-keutamaan bulan suci ini, sebagaimana yang termaktub dalam al-Qur’an dan Hadits.Nas-nas dalil menyebutkan bahwa Ramadhan memiliki banyak keistimewaan. Antara lain: Ramadhan adalah bulan al-Qur’an dan bulan yang diberkahi. Di bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Selain itu, pahala amal salih juga dilipatgandakan. Bahkan dalam satu malam lailatul qadar saja, kita berpotensi untuk mendulang pahala yang biasanya harus dikumpulkan selama 83 tahun 4 bulan.Tahap Kedua: Mengenal Sang Pemberi karuniaYaitu Allah ta’ala. Dialah yang mengaruniakan pada kita bulan mulia Ramadhan dan seluruh karunia istimewa lainnya. Dialah yang memberi kita umur dan kesempatan untuk berjumpa dengan bulan suci ini. Di saat begitu banyak orang dijemput ajal sebelum datangnya bulan Ramadhan. Dialah yang memberi kita kesehatan di bulan suci ini. Di saat begitu banyak orang harus terbaring lemah di ranjang-ranjang rumah sakit di bulan Ramadhan. Dialah yang memberi kita hidayah di bulan suci ini. Di saat begitu banyak orang yang tidak tergerak hatinya untuk mendulang pahala di bulan Ramadhan. Dialah Allah Sang Pemberi segala karunia.Tahap Ketiga: Tidak mengingkari karunia tersebutMensyukuri suatu karunia tidak cukup hanya dengan menyadari karunia tersebut dan mengenali Sang Pemberi karunia. Namun juga harus mengakuinya dan tidak mengingkarinya. Bersikap acuh dan cuek dengan bulan Ramadhan, serta menganggapnya seperti bulan biasa, dikhawatirkan termasuk bentuk pengingkaran terhadap karunia bulan mulia ini.Tahap Keempat: Tunduk, patuh dan cinta kepada Sang Pemberi karuniaDengan merenungi melimpahruahnya nikmat yang dikaruniakan oleh Allah kepada kita, kita bisa menyadari betapa besar perhatian dan kasih sayang-Nya kepada kita. Dialah ar-Rahman; Maha Pengasih, Dialah ar-Rahim; Maha Penyayang, Dialah al-Wadûd; Maha Pencinta, Dialah al-Wahhâb; Maha Pemberi karunia. Menyadari berbagai fakta ini akan menumbuhkan perasaan tunduk, patuh dan cinta kita kepada Allah ta’ala.  أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.KHUTBAH KEDUA:الْحَمْدُ للهِ وحده والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه، إلى يوم القيامة، أما بعد؛Sidang Jum’at yang kami hormati…Tahap Kelima: Mempergunakan karunia tersebut sesuai yang disukai oleh Sang Pemberi karuniaTahapan terakhir dalam mensyukuri karunia Ramadhan, adalah memanfaatkan bulan ini sejalan dengan aturan Allah ta’ala. Sebab Dialah yang memberikan karunia tersebut.Di dalam al-Qur’an dan Hadits Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, Allah subhânah menjelaskan berbagai aturan pemanfaatan Ramadhan. Yang intinya adalah: segala amalan yang ditunaikan harus memenuhi dua syarat. Yaitu niatnya ikhlas karena Allah, dan pelaksanaannya sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.Maka hindarilah segala jenis praktek amalan yang tidak memenuhi dua kriteria di atas. Sebab bakal mendatangkan murka Sang Pemberi karunia, bukan keridhaan-Nya.  هذا؛ وصلوا وسلموا –رحمكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً“. اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرينربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيمربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهابربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب الناروصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدينوآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين. أقيموا الصلاة… @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021 Post navigation Previous PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEBELAS PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1442/1443 H – 2021/2022 MNext PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEBELAS – TAHUN AJARAN 1442-1443 H / 2021-2022 M Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


MENSYUKURI KARUNIA RAMADHAN Oleh Abdullah Zaen, Lc., MAKhutbah Jum’at di Masjid Agung Darussalam Purbalingga, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021KHUTBAH PERTAMA:إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرَ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.Jama’ah Jum’at rahimakumullah…Marilah kita meningkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala secara serius. Yaitu dengan mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam. Serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam.Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…Nikmat yang dikaruniakan Allah ta’ala kepada kita amatlah banyak. Baik berupa nikmat duniawi maupun agamawi. Yang itu semua menuntut kita untuk mensyukurinya.Di antara nikmat agamawi terindah adalah karunia Ramadhan. Sebuah bulan yang paling istimewa dibandingkan seluruh bulan yang ada. Sehingga konsekuensinya pun kita harus maksimal dalam mensyukurinya. Sebagaimana telah diingatkan Allah ta’ala di akhir ayat yang menyebutkan karunia bulan Ramadhan,“…وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ“Artinya: “… Agar kalian bersyukur”. QS. Al-Baqarah (2): 185.Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati…Mensyukuri suatu karunia, hakikatnya perlu melalui lima tahapan. 1. Menyadari karunia. 2. Mengenal Sang Pemberi karunia. 3. Tidak mengingkari karunia tersebut. 4. Tunduk, patuh dan cinta kepada Sang Pemberi karunia. 5. Mempergunakan karunia tersebut sesuai yang disukai oleh Sang Pemberi karunia.Mari kita mengaplikasikan kelima tahapan syukur tadi pada karunia bulan Ramadhan.Tahap Pertama: Menyadari karuniaSeseorang tidak akan menghargai sesuatu, jika ia tidak menyadari bahwa sesuatu tersebut adalah hal yang istimewa. Dan kita tidak akan mengetahui keistimewaan bulan Ramadhan, bila kita tidak mempelajari keutamaan-keutamaan bulan suci ini, sebagaimana yang termaktub dalam al-Qur’an dan Hadits.Nas-nas dalil menyebutkan bahwa Ramadhan memiliki banyak keistimewaan. Antara lain: Ramadhan adalah bulan al-Qur’an dan bulan yang diberkahi. Di bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Selain itu, pahala amal salih juga dilipatgandakan. Bahkan dalam satu malam lailatul qadar saja, kita berpotensi untuk mendulang pahala yang biasanya harus dikumpulkan selama 83 tahun 4 bulan.Tahap Kedua: Mengenal Sang Pemberi karuniaYaitu Allah ta’ala. Dialah yang mengaruniakan pada kita bulan mulia Ramadhan dan seluruh karunia istimewa lainnya. Dialah yang memberi kita umur dan kesempatan untuk berjumpa dengan bulan suci ini. Di saat begitu banyak orang dijemput ajal sebelum datangnya bulan Ramadhan. Dialah yang memberi kita kesehatan di bulan suci ini. Di saat begitu banyak orang harus terbaring lemah di ranjang-ranjang rumah sakit di bulan Ramadhan. Dialah yang memberi kita hidayah di bulan suci ini. Di saat begitu banyak orang yang tidak tergerak hatinya untuk mendulang pahala di bulan Ramadhan. Dialah Allah Sang Pemberi segala karunia.Tahap Ketiga: Tidak mengingkari karunia tersebutMensyukuri suatu karunia tidak cukup hanya dengan menyadari karunia tersebut dan mengenali Sang Pemberi karunia. Namun juga harus mengakuinya dan tidak mengingkarinya. Bersikap acuh dan cuek dengan bulan Ramadhan, serta menganggapnya seperti bulan biasa, dikhawatirkan termasuk bentuk pengingkaran terhadap karunia bulan mulia ini.Tahap Keempat: Tunduk, patuh dan cinta kepada Sang Pemberi karuniaDengan merenungi melimpahruahnya nikmat yang dikaruniakan oleh Allah kepada kita, kita bisa menyadari betapa besar perhatian dan kasih sayang-Nya kepada kita. Dialah ar-Rahman; Maha Pengasih, Dialah ar-Rahim; Maha Penyayang, Dialah al-Wadûd; Maha Pencinta, Dialah al-Wahhâb; Maha Pemberi karunia. Menyadari berbagai fakta ini akan menumbuhkan perasaan tunduk, patuh dan cinta kita kepada Allah ta’ala.  أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.KHUTBAH KEDUA:الْحَمْدُ للهِ وحده والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه، إلى يوم القيامة، أما بعد؛Sidang Jum’at yang kami hormati…Tahap Kelima: Mempergunakan karunia tersebut sesuai yang disukai oleh Sang Pemberi karuniaTahapan terakhir dalam mensyukuri karunia Ramadhan, adalah memanfaatkan bulan ini sejalan dengan aturan Allah ta’ala. Sebab Dialah yang memberikan karunia tersebut.Di dalam al-Qur’an dan Hadits Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, Allah subhânah menjelaskan berbagai aturan pemanfaatan Ramadhan. Yang intinya adalah: segala amalan yang ditunaikan harus memenuhi dua syarat. Yaitu niatnya ikhlas karena Allah, dan pelaksanaannya sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.Maka hindarilah segala jenis praktek amalan yang tidak memenuhi dua kriteria di atas. Sebab bakal mendatangkan murka Sang Pemberi karunia, bukan keridhaan-Nya.  هذا؛ وصلوا وسلموا –رحمكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً“. اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرينربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيمربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهابربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب الناروصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدينوآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين. أقيموا الصلاة… @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021 Post navigation Previous PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEBELAS PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1442/1443 H – 2021/2022 MNext PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEBELAS – TAHUN AJARAN 1442-1443 H / 2021-2022 M Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Buku Panduan Dauroh Online – Memuliakan Ilmu

Buku Panduan Dauroh Online – Memuliakan IlmuDownload Post navigation Previous PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEBELAS – TAHUN AJARAN 1442-1443 H / 2021-2022 MNext BERSIKAP PERTENGAHAN DI MASA PANDEMI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Buku Panduan Dauroh Online – Memuliakan Ilmu

Buku Panduan Dauroh Online – Memuliakan IlmuDownload Post navigation Previous PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEBELAS – TAHUN AJARAN 1442-1443 H / 2021-2022 MNext BERSIKAP PERTENGAHAN DI MASA PANDEMI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Buku Panduan Dauroh Online – Memuliakan IlmuDownload Post navigation Previous PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEBELAS – TAHUN AJARAN 1442-1443 H / 2021-2022 MNext BERSIKAP PERTENGAHAN DI MASA PANDEMI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Buku Panduan Dauroh Online – Memuliakan IlmuDownload Post navigation Previous PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEBELAS – TAHUN AJARAN 1442-1443 H / 2021-2022 MNext BERSIKAP PERTENGAHAN DI MASA PANDEMI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

BERSIKAP PERTENGAHAN DI MASA PANDEMI

BERSIKAP PERTENGAHAN DI MASA PANDEMIOleh Abdullah Zaen, Lc., MASebagai umat Nabi termulia Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, tentu umat Islam dikaruniai oleh Allah banyak keistimewaan yang tidak diberikan pada umat-umat sebelum mereka. Di antara keistimewaan tersebut adalah dijadikannya mereka sebagai umat pertengahan. Tidak ekstrim kanan dan tidak pula ekstrim kiri. Allah ta’ala berfirman,وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًاArtinya: “Begitulah Kami menjadikan kalian sebagai umat pertengahan”. QS. Al-Baqarah (2): 143.Umat Islam memiliki prinsip pertengahan dalam akidah, ibadah, akhlak dan seluruh aspek kehidupan. Termasuk dalam menyikapi pandemi.Ekstrim Kanan Vs Ekstrim KiriDalam menyikapi pandemi ini, kita menyaksikan adanya dua kubu yang bertolak belakang. Ekstrim kanan dan ekstrim kiri.Ekstrim kanan adalah golongan yang terlalu berlebihan dalam bersikap. Sedangkan ekstrim kiri adalah golongan yang bersikap meremehkan dan menyepelekan.Kaum ekstrim kanan tenggelam dalam kecemasan dan kekhawatiran yang tidak wajar. Hingga taraf mengalami gangguan paranoid atau takut berlebihan. Hal ini dipicu dari terlalu sibuk siang dan malam mengupdate berita yang mengerikan tentang parahnya lonjakan penularan virus.Sekedar mengetahui secara global kondisi terkini level pandemi tentu penting; untuk meningkatkan kewaspadaan. Namun tidak boleh berlebihan. Hingga tidak sempat membaca al-Qur’an dan berdzikir. Bahkan saat shalat pun yang dipikirkan adalah situasi terkini pandemi.Padahal ketenangan hati dan ketentraman jiwa di masa genting seperti ini sangat diperlukan untuk meningkatkan imunitas tubuh.Adapun golongan ekstrim kiri adalah mereka yang bersikap meremehkan pandemi. Sikap menyepelekan itu bertingkat-tingkat. Ada yang sama sekali tidak percaya adanya Covid-19. Ada yang percaya, namun menganggap bahwa itu penyakit ringan biasa. Adapula yang percaya Covid-19 itu berbahaya, namun malas menerapkan protokol kesehatan. Tidak peduli bahwa sikap cueknya itu bisa membahayakan dirinya sendiri dan orang lain.Keberadaan golongan ini memiliki andil yang cukup besar untuk memicu drastisnya peningkatan kasus positif Covid-19 di dunia belakangan ini.Sikap IdealYang benar adalah bersikap pertengahan. Yaitu mengambil sikap waspada tanpa ketakutan yang berlebih. Menjalankan protokol ketat kesehatan, setelah mendekatkan diri kepada Allah ta’ala. Dengan cara bertaubat nasuha, menjaga shalat lima waktu, merutinkan dzikir pagi dan petang, memperbanyak istighfar, serta konsisten membaca al-Qur’an setiap hari minimal 1 juz.Jika sudah maksimal dalam bertawakal dan berikhtiar pencegahan, lalu ditakdirkan tertular, maka tetap mengedepankan optimisme bahwa Allah Maha Kuasa untuk menyembuhkan. Bila ternyata berakhir dengan kematian, maka semoga meraih pahala syahid.Sungguh kematian adalah sebuah keniscayaan. Yang selamat dari Covid-19 pun akan meninggal dengan sebab lainnya. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa wafat dalam keadaan husnul khatimah, bukan su’ul khatimah.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Dzulhijjah 1442 / 16 Juli 2021 Post navigation Previous Buku Panduan Dauroh Online – Memuliakan IlmuNext MANAKALA BUMI BERBICARA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

BERSIKAP PERTENGAHAN DI MASA PANDEMI

BERSIKAP PERTENGAHAN DI MASA PANDEMIOleh Abdullah Zaen, Lc., MASebagai umat Nabi termulia Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, tentu umat Islam dikaruniai oleh Allah banyak keistimewaan yang tidak diberikan pada umat-umat sebelum mereka. Di antara keistimewaan tersebut adalah dijadikannya mereka sebagai umat pertengahan. Tidak ekstrim kanan dan tidak pula ekstrim kiri. Allah ta’ala berfirman,وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًاArtinya: “Begitulah Kami menjadikan kalian sebagai umat pertengahan”. QS. Al-Baqarah (2): 143.Umat Islam memiliki prinsip pertengahan dalam akidah, ibadah, akhlak dan seluruh aspek kehidupan. Termasuk dalam menyikapi pandemi.Ekstrim Kanan Vs Ekstrim KiriDalam menyikapi pandemi ini, kita menyaksikan adanya dua kubu yang bertolak belakang. Ekstrim kanan dan ekstrim kiri.Ekstrim kanan adalah golongan yang terlalu berlebihan dalam bersikap. Sedangkan ekstrim kiri adalah golongan yang bersikap meremehkan dan menyepelekan.Kaum ekstrim kanan tenggelam dalam kecemasan dan kekhawatiran yang tidak wajar. Hingga taraf mengalami gangguan paranoid atau takut berlebihan. Hal ini dipicu dari terlalu sibuk siang dan malam mengupdate berita yang mengerikan tentang parahnya lonjakan penularan virus.Sekedar mengetahui secara global kondisi terkini level pandemi tentu penting; untuk meningkatkan kewaspadaan. Namun tidak boleh berlebihan. Hingga tidak sempat membaca al-Qur’an dan berdzikir. Bahkan saat shalat pun yang dipikirkan adalah situasi terkini pandemi.Padahal ketenangan hati dan ketentraman jiwa di masa genting seperti ini sangat diperlukan untuk meningkatkan imunitas tubuh.Adapun golongan ekstrim kiri adalah mereka yang bersikap meremehkan pandemi. Sikap menyepelekan itu bertingkat-tingkat. Ada yang sama sekali tidak percaya adanya Covid-19. Ada yang percaya, namun menganggap bahwa itu penyakit ringan biasa. Adapula yang percaya Covid-19 itu berbahaya, namun malas menerapkan protokol kesehatan. Tidak peduli bahwa sikap cueknya itu bisa membahayakan dirinya sendiri dan orang lain.Keberadaan golongan ini memiliki andil yang cukup besar untuk memicu drastisnya peningkatan kasus positif Covid-19 di dunia belakangan ini.Sikap IdealYang benar adalah bersikap pertengahan. Yaitu mengambil sikap waspada tanpa ketakutan yang berlebih. Menjalankan protokol ketat kesehatan, setelah mendekatkan diri kepada Allah ta’ala. Dengan cara bertaubat nasuha, menjaga shalat lima waktu, merutinkan dzikir pagi dan petang, memperbanyak istighfar, serta konsisten membaca al-Qur’an setiap hari minimal 1 juz.Jika sudah maksimal dalam bertawakal dan berikhtiar pencegahan, lalu ditakdirkan tertular, maka tetap mengedepankan optimisme bahwa Allah Maha Kuasa untuk menyembuhkan. Bila ternyata berakhir dengan kematian, maka semoga meraih pahala syahid.Sungguh kematian adalah sebuah keniscayaan. Yang selamat dari Covid-19 pun akan meninggal dengan sebab lainnya. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa wafat dalam keadaan husnul khatimah, bukan su’ul khatimah.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Dzulhijjah 1442 / 16 Juli 2021 Post navigation Previous Buku Panduan Dauroh Online – Memuliakan IlmuNext MANAKALA BUMI BERBICARA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
BERSIKAP PERTENGAHAN DI MASA PANDEMIOleh Abdullah Zaen, Lc., MASebagai umat Nabi termulia Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, tentu umat Islam dikaruniai oleh Allah banyak keistimewaan yang tidak diberikan pada umat-umat sebelum mereka. Di antara keistimewaan tersebut adalah dijadikannya mereka sebagai umat pertengahan. Tidak ekstrim kanan dan tidak pula ekstrim kiri. Allah ta’ala berfirman,وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًاArtinya: “Begitulah Kami menjadikan kalian sebagai umat pertengahan”. QS. Al-Baqarah (2): 143.Umat Islam memiliki prinsip pertengahan dalam akidah, ibadah, akhlak dan seluruh aspek kehidupan. Termasuk dalam menyikapi pandemi.Ekstrim Kanan Vs Ekstrim KiriDalam menyikapi pandemi ini, kita menyaksikan adanya dua kubu yang bertolak belakang. Ekstrim kanan dan ekstrim kiri.Ekstrim kanan adalah golongan yang terlalu berlebihan dalam bersikap. Sedangkan ekstrim kiri adalah golongan yang bersikap meremehkan dan menyepelekan.Kaum ekstrim kanan tenggelam dalam kecemasan dan kekhawatiran yang tidak wajar. Hingga taraf mengalami gangguan paranoid atau takut berlebihan. Hal ini dipicu dari terlalu sibuk siang dan malam mengupdate berita yang mengerikan tentang parahnya lonjakan penularan virus.Sekedar mengetahui secara global kondisi terkini level pandemi tentu penting; untuk meningkatkan kewaspadaan. Namun tidak boleh berlebihan. Hingga tidak sempat membaca al-Qur’an dan berdzikir. Bahkan saat shalat pun yang dipikirkan adalah situasi terkini pandemi.Padahal ketenangan hati dan ketentraman jiwa di masa genting seperti ini sangat diperlukan untuk meningkatkan imunitas tubuh.Adapun golongan ekstrim kiri adalah mereka yang bersikap meremehkan pandemi. Sikap menyepelekan itu bertingkat-tingkat. Ada yang sama sekali tidak percaya adanya Covid-19. Ada yang percaya, namun menganggap bahwa itu penyakit ringan biasa. Adapula yang percaya Covid-19 itu berbahaya, namun malas menerapkan protokol kesehatan. Tidak peduli bahwa sikap cueknya itu bisa membahayakan dirinya sendiri dan orang lain.Keberadaan golongan ini memiliki andil yang cukup besar untuk memicu drastisnya peningkatan kasus positif Covid-19 di dunia belakangan ini.Sikap IdealYang benar adalah bersikap pertengahan. Yaitu mengambil sikap waspada tanpa ketakutan yang berlebih. Menjalankan protokol ketat kesehatan, setelah mendekatkan diri kepada Allah ta’ala. Dengan cara bertaubat nasuha, menjaga shalat lima waktu, merutinkan dzikir pagi dan petang, memperbanyak istighfar, serta konsisten membaca al-Qur’an setiap hari minimal 1 juz.Jika sudah maksimal dalam bertawakal dan berikhtiar pencegahan, lalu ditakdirkan tertular, maka tetap mengedepankan optimisme bahwa Allah Maha Kuasa untuk menyembuhkan. Bila ternyata berakhir dengan kematian, maka semoga meraih pahala syahid.Sungguh kematian adalah sebuah keniscayaan. Yang selamat dari Covid-19 pun akan meninggal dengan sebab lainnya. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa wafat dalam keadaan husnul khatimah, bukan su’ul khatimah.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Dzulhijjah 1442 / 16 Juli 2021 Post navigation Previous Buku Panduan Dauroh Online – Memuliakan IlmuNext MANAKALA BUMI BERBICARA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


BERSIKAP PERTENGAHAN DI MASA PANDEMIOleh Abdullah Zaen, Lc., MASebagai umat Nabi termulia Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, tentu umat Islam dikaruniai oleh Allah banyak keistimewaan yang tidak diberikan pada umat-umat sebelum mereka. Di antara keistimewaan tersebut adalah dijadikannya mereka sebagai umat pertengahan. Tidak ekstrim kanan dan tidak pula ekstrim kiri. Allah ta’ala berfirman,وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًاArtinya: “Begitulah Kami menjadikan kalian sebagai umat pertengahan”. QS. Al-Baqarah (2): 143.Umat Islam memiliki prinsip pertengahan dalam akidah, ibadah, akhlak dan seluruh aspek kehidupan. Termasuk dalam menyikapi pandemi.Ekstrim Kanan Vs Ekstrim KiriDalam menyikapi pandemi ini, kita menyaksikan adanya dua kubu yang bertolak belakang. Ekstrim kanan dan ekstrim kiri.Ekstrim kanan adalah golongan yang terlalu berlebihan dalam bersikap. Sedangkan ekstrim kiri adalah golongan yang bersikap meremehkan dan menyepelekan.Kaum ekstrim kanan tenggelam dalam kecemasan dan kekhawatiran yang tidak wajar. Hingga taraf mengalami gangguan paranoid atau takut berlebihan. Hal ini dipicu dari terlalu sibuk siang dan malam mengupdate berita yang mengerikan tentang parahnya lonjakan penularan virus.Sekedar mengetahui secara global kondisi terkini level pandemi tentu penting; untuk meningkatkan kewaspadaan. Namun tidak boleh berlebihan. Hingga tidak sempat membaca al-Qur’an dan berdzikir. Bahkan saat shalat pun yang dipikirkan adalah situasi terkini pandemi.Padahal ketenangan hati dan ketentraman jiwa di masa genting seperti ini sangat diperlukan untuk meningkatkan imunitas tubuh.Adapun golongan ekstrim kiri adalah mereka yang bersikap meremehkan pandemi. Sikap menyepelekan itu bertingkat-tingkat. Ada yang sama sekali tidak percaya adanya Covid-19. Ada yang percaya, namun menganggap bahwa itu penyakit ringan biasa. Adapula yang percaya Covid-19 itu berbahaya, namun malas menerapkan protokol kesehatan. Tidak peduli bahwa sikap cueknya itu bisa membahayakan dirinya sendiri dan orang lain.Keberadaan golongan ini memiliki andil yang cukup besar untuk memicu drastisnya peningkatan kasus positif Covid-19 di dunia belakangan ini.Sikap IdealYang benar adalah bersikap pertengahan. Yaitu mengambil sikap waspada tanpa ketakutan yang berlebih. Menjalankan protokol ketat kesehatan, setelah mendekatkan diri kepada Allah ta’ala. Dengan cara bertaubat nasuha, menjaga shalat lima waktu, merutinkan dzikir pagi dan petang, memperbanyak istighfar, serta konsisten membaca al-Qur’an setiap hari minimal 1 juz.Jika sudah maksimal dalam bertawakal dan berikhtiar pencegahan, lalu ditakdirkan tertular, maka tetap mengedepankan optimisme bahwa Allah Maha Kuasa untuk menyembuhkan. Bila ternyata berakhir dengan kematian, maka semoga meraih pahala syahid.Sungguh kematian adalah sebuah keniscayaan. Yang selamat dari Covid-19 pun akan meninggal dengan sebab lainnya. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa wafat dalam keadaan husnul khatimah, bukan su’ul khatimah.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Dzulhijjah 1442 / 16 Juli 2021 Post navigation Previous Buku Panduan Dauroh Online – Memuliakan IlmuNext MANAKALA BUMI BERBICARA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

MANAKALA BUMI BERBICARA

MANAKALA BUMI BERBICARAOleh: Abdullah Zaen, Lc., MAHari kiamat adalah rentetan berbagai peristiwa dahsyat yang mengerikan. Membuat bulu kuduk merinding. Membayangkannya bisa menjadi motivasi untuk lebih giat beramal, sekaligus mencegah untuk tenggelam dalam kubangan dosa.Di antara peristiwa mencengangkan yang terjadi saat itu adalah kesaksian bumi. Benda-benda yang tak pernah terbayangkan akan berbicara, ternyata bisa berbicara. Tanah, batu, pohon dan lain sebagainya. Mereka akan melaporkan aktivitas manusia—yang baik maupun yang buruk—yang mereka ‘saksikan’ semasa hidup manusia di muka bumi.Allah ta’ala berfirman,“يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا”Artinya: “Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya”. QS. Az-Zalzalah (99): 4.Ayat di atas menjelaskan bahwa bumi akan menyampaikan beritanya. Apa maksud dari berita tersebut? Ada beberapa penafsiran yang dikemukakan oleh para ahli tafsir. Mayoritas ulama mengatakan bahwa maksudnya adalah bumi akan menceritakan perbuatan baik ataupun buruk para hamba yang mereka lakukan di atasnya.Penafsiran ini dilandaskan—antara lain—pada hadits sahih berikut:Abdullah bin Abdurrahman bin Abi Sha’sha’ah bercerita bahwa suatu hari Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ’anhu berkata padanya, “Aku melihatmu menyukai kambing dan gurun. Apabila engkau sedang menggembalakan kambingmu di gurun lalu datang waktu shalat, maka angkatlah suaramu saat adzan. Sesungguhnya siapapun yang mendengar suara muadzin, entah itu jin, manusia atau apapun juga, pasti ia akan bersaksi pada hari kiamat”. Abu Sa’id melanjutkan, “Aku mendengarkan hadits ini langsung dari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam”. HR. Bukhari.Ada juga hadits lain yang lebih gamblang menjelaskan hal tersebut, walaupun hadits ini masih diperselisihkan kesahihannya oleh para ulama. Yaitu hadits Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu yang berbunyi,“Suatu hari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam membaca ayat “Pada hari itu bumi menyampaikan berita-beritanya”. (QS. Az-Zalzalah/99: 4). Beliau bertanya, “Tahukah kalian apa berita-berita tersebut?”. Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Beliau bersabda, “Maksud dari berita-berita itu adalah kesaksian bumi tentang perbuatan para hamba yang mereka lakukan di atasnya. Bumi berkata, “Si fulan berbuat anu dan itu di hari anu dan itu”. Itulah maksud dari berita-berita tersebut”. (HR. Tirmidziy. Ibn Hibban, al-Hakim dan adz-Dzahabiy menilai hadits ini sahih, namun al-Albaniy menyatakan hadits ini dhaif).Dikisahkan bahwa warga Bani Salamah tinggal di perkampungan yang cukup jauh dari Masjid Nabawi. Mereka berkeinginan untuk pindah ke wilayah yang dekat dengan masjid. Saat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar kabar tersebut, beliau bersabda, “Wahai Bani Salamah, tetap tinggallah di perkampungan kalian. Jejak-jejak kaki kalian saat berangkat ke masjid akan dicatat sebagai pahala”. Mereka pun tidak jadi pindah. (HR. Muslim).Seluruh penjelasan di atas seharusnya memotivasi kita untuk konsisten beramal salih, sekalipun tidak ada manusia yang melihat. Sebab Allah pasti mengetahuinya dan kelak bumi juga akan bersaksi tentang kebaikan itu. Sebaliknya berhati-hatilah dari perbuatan maksiat, sekalipun tidak ada manusia yang melihat. Sebab Allah pasti mengetahuinya dan bumi juga kelak akan melaporkan keburukan itu.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 27 R. Tsani 1443 / 3 Desember 2021 Post navigation Previous BERSIKAP PERTENGAHAN DI MASA PANDEMINext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 158: MENGAPA MENGAQIQAHI ANAK? Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

MANAKALA BUMI BERBICARA

MANAKALA BUMI BERBICARAOleh: Abdullah Zaen, Lc., MAHari kiamat adalah rentetan berbagai peristiwa dahsyat yang mengerikan. Membuat bulu kuduk merinding. Membayangkannya bisa menjadi motivasi untuk lebih giat beramal, sekaligus mencegah untuk tenggelam dalam kubangan dosa.Di antara peristiwa mencengangkan yang terjadi saat itu adalah kesaksian bumi. Benda-benda yang tak pernah terbayangkan akan berbicara, ternyata bisa berbicara. Tanah, batu, pohon dan lain sebagainya. Mereka akan melaporkan aktivitas manusia—yang baik maupun yang buruk—yang mereka ‘saksikan’ semasa hidup manusia di muka bumi.Allah ta’ala berfirman,“يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا”Artinya: “Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya”. QS. Az-Zalzalah (99): 4.Ayat di atas menjelaskan bahwa bumi akan menyampaikan beritanya. Apa maksud dari berita tersebut? Ada beberapa penafsiran yang dikemukakan oleh para ahli tafsir. Mayoritas ulama mengatakan bahwa maksudnya adalah bumi akan menceritakan perbuatan baik ataupun buruk para hamba yang mereka lakukan di atasnya.Penafsiran ini dilandaskan—antara lain—pada hadits sahih berikut:Abdullah bin Abdurrahman bin Abi Sha’sha’ah bercerita bahwa suatu hari Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ’anhu berkata padanya, “Aku melihatmu menyukai kambing dan gurun. Apabila engkau sedang menggembalakan kambingmu di gurun lalu datang waktu shalat, maka angkatlah suaramu saat adzan. Sesungguhnya siapapun yang mendengar suara muadzin, entah itu jin, manusia atau apapun juga, pasti ia akan bersaksi pada hari kiamat”. Abu Sa’id melanjutkan, “Aku mendengarkan hadits ini langsung dari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam”. HR. Bukhari.Ada juga hadits lain yang lebih gamblang menjelaskan hal tersebut, walaupun hadits ini masih diperselisihkan kesahihannya oleh para ulama. Yaitu hadits Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu yang berbunyi,“Suatu hari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam membaca ayat “Pada hari itu bumi menyampaikan berita-beritanya”. (QS. Az-Zalzalah/99: 4). Beliau bertanya, “Tahukah kalian apa berita-berita tersebut?”. Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Beliau bersabda, “Maksud dari berita-berita itu adalah kesaksian bumi tentang perbuatan para hamba yang mereka lakukan di atasnya. Bumi berkata, “Si fulan berbuat anu dan itu di hari anu dan itu”. Itulah maksud dari berita-berita tersebut”. (HR. Tirmidziy. Ibn Hibban, al-Hakim dan adz-Dzahabiy menilai hadits ini sahih, namun al-Albaniy menyatakan hadits ini dhaif).Dikisahkan bahwa warga Bani Salamah tinggal di perkampungan yang cukup jauh dari Masjid Nabawi. Mereka berkeinginan untuk pindah ke wilayah yang dekat dengan masjid. Saat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar kabar tersebut, beliau bersabda, “Wahai Bani Salamah, tetap tinggallah di perkampungan kalian. Jejak-jejak kaki kalian saat berangkat ke masjid akan dicatat sebagai pahala”. Mereka pun tidak jadi pindah. (HR. Muslim).Seluruh penjelasan di atas seharusnya memotivasi kita untuk konsisten beramal salih, sekalipun tidak ada manusia yang melihat. Sebab Allah pasti mengetahuinya dan kelak bumi juga akan bersaksi tentang kebaikan itu. Sebaliknya berhati-hatilah dari perbuatan maksiat, sekalipun tidak ada manusia yang melihat. Sebab Allah pasti mengetahuinya dan bumi juga kelak akan melaporkan keburukan itu.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 27 R. Tsani 1443 / 3 Desember 2021 Post navigation Previous BERSIKAP PERTENGAHAN DI MASA PANDEMINext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 158: MENGAPA MENGAQIQAHI ANAK? Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
MANAKALA BUMI BERBICARAOleh: Abdullah Zaen, Lc., MAHari kiamat adalah rentetan berbagai peristiwa dahsyat yang mengerikan. Membuat bulu kuduk merinding. Membayangkannya bisa menjadi motivasi untuk lebih giat beramal, sekaligus mencegah untuk tenggelam dalam kubangan dosa.Di antara peristiwa mencengangkan yang terjadi saat itu adalah kesaksian bumi. Benda-benda yang tak pernah terbayangkan akan berbicara, ternyata bisa berbicara. Tanah, batu, pohon dan lain sebagainya. Mereka akan melaporkan aktivitas manusia—yang baik maupun yang buruk—yang mereka ‘saksikan’ semasa hidup manusia di muka bumi.Allah ta’ala berfirman,“يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا”Artinya: “Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya”. QS. Az-Zalzalah (99): 4.Ayat di atas menjelaskan bahwa bumi akan menyampaikan beritanya. Apa maksud dari berita tersebut? Ada beberapa penafsiran yang dikemukakan oleh para ahli tafsir. Mayoritas ulama mengatakan bahwa maksudnya adalah bumi akan menceritakan perbuatan baik ataupun buruk para hamba yang mereka lakukan di atasnya.Penafsiran ini dilandaskan—antara lain—pada hadits sahih berikut:Abdullah bin Abdurrahman bin Abi Sha’sha’ah bercerita bahwa suatu hari Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ’anhu berkata padanya, “Aku melihatmu menyukai kambing dan gurun. Apabila engkau sedang menggembalakan kambingmu di gurun lalu datang waktu shalat, maka angkatlah suaramu saat adzan. Sesungguhnya siapapun yang mendengar suara muadzin, entah itu jin, manusia atau apapun juga, pasti ia akan bersaksi pada hari kiamat”. Abu Sa’id melanjutkan, “Aku mendengarkan hadits ini langsung dari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam”. HR. Bukhari.Ada juga hadits lain yang lebih gamblang menjelaskan hal tersebut, walaupun hadits ini masih diperselisihkan kesahihannya oleh para ulama. Yaitu hadits Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu yang berbunyi,“Suatu hari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam membaca ayat “Pada hari itu bumi menyampaikan berita-beritanya”. (QS. Az-Zalzalah/99: 4). Beliau bertanya, “Tahukah kalian apa berita-berita tersebut?”. Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Beliau bersabda, “Maksud dari berita-berita itu adalah kesaksian bumi tentang perbuatan para hamba yang mereka lakukan di atasnya. Bumi berkata, “Si fulan berbuat anu dan itu di hari anu dan itu”. Itulah maksud dari berita-berita tersebut”. (HR. Tirmidziy. Ibn Hibban, al-Hakim dan adz-Dzahabiy menilai hadits ini sahih, namun al-Albaniy menyatakan hadits ini dhaif).Dikisahkan bahwa warga Bani Salamah tinggal di perkampungan yang cukup jauh dari Masjid Nabawi. Mereka berkeinginan untuk pindah ke wilayah yang dekat dengan masjid. Saat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar kabar tersebut, beliau bersabda, “Wahai Bani Salamah, tetap tinggallah di perkampungan kalian. Jejak-jejak kaki kalian saat berangkat ke masjid akan dicatat sebagai pahala”. Mereka pun tidak jadi pindah. (HR. Muslim).Seluruh penjelasan di atas seharusnya memotivasi kita untuk konsisten beramal salih, sekalipun tidak ada manusia yang melihat. Sebab Allah pasti mengetahuinya dan kelak bumi juga akan bersaksi tentang kebaikan itu. Sebaliknya berhati-hatilah dari perbuatan maksiat, sekalipun tidak ada manusia yang melihat. Sebab Allah pasti mengetahuinya dan bumi juga kelak akan melaporkan keburukan itu.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 27 R. Tsani 1443 / 3 Desember 2021 Post navigation Previous BERSIKAP PERTENGAHAN DI MASA PANDEMINext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 158: MENGAPA MENGAQIQAHI ANAK? Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


MANAKALA BUMI BERBICARAOleh: Abdullah Zaen, Lc., MAHari kiamat adalah rentetan berbagai peristiwa dahsyat yang mengerikan. Membuat bulu kuduk merinding. Membayangkannya bisa menjadi motivasi untuk lebih giat beramal, sekaligus mencegah untuk tenggelam dalam kubangan dosa.Di antara peristiwa mencengangkan yang terjadi saat itu adalah kesaksian bumi. Benda-benda yang tak pernah terbayangkan akan berbicara, ternyata bisa berbicara. Tanah, batu, pohon dan lain sebagainya. Mereka akan melaporkan aktivitas manusia—yang baik maupun yang buruk—yang mereka ‘saksikan’ semasa hidup manusia di muka bumi.Allah ta’ala berfirman,“يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا”Artinya: “Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya”. QS. Az-Zalzalah (99): 4.Ayat di atas menjelaskan bahwa bumi akan menyampaikan beritanya. Apa maksud dari berita tersebut? Ada beberapa penafsiran yang dikemukakan oleh para ahli tafsir. Mayoritas ulama mengatakan bahwa maksudnya adalah bumi akan menceritakan perbuatan baik ataupun buruk para hamba yang mereka lakukan di atasnya.Penafsiran ini dilandaskan—antara lain—pada hadits sahih berikut:Abdullah bin Abdurrahman bin Abi Sha’sha’ah bercerita bahwa suatu hari Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ’anhu berkata padanya, “Aku melihatmu menyukai kambing dan gurun. Apabila engkau sedang menggembalakan kambingmu di gurun lalu datang waktu shalat, maka angkatlah suaramu saat adzan. Sesungguhnya siapapun yang mendengar suara muadzin, entah itu jin, manusia atau apapun juga, pasti ia akan bersaksi pada hari kiamat”. Abu Sa’id melanjutkan, “Aku mendengarkan hadits ini langsung dari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam”. HR. Bukhari.Ada juga hadits lain yang lebih gamblang menjelaskan hal tersebut, walaupun hadits ini masih diperselisihkan kesahihannya oleh para ulama. Yaitu hadits Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu yang berbunyi,“Suatu hari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam membaca ayat “Pada hari itu bumi menyampaikan berita-beritanya”. (QS. Az-Zalzalah/99: 4). Beliau bertanya, “Tahukah kalian apa berita-berita tersebut?”. Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Beliau bersabda, “Maksud dari berita-berita itu adalah kesaksian bumi tentang perbuatan para hamba yang mereka lakukan di atasnya. Bumi berkata, “Si fulan berbuat anu dan itu di hari anu dan itu”. Itulah maksud dari berita-berita tersebut”. (HR. Tirmidziy. Ibn Hibban, al-Hakim dan adz-Dzahabiy menilai hadits ini sahih, namun al-Albaniy menyatakan hadits ini dhaif).Dikisahkan bahwa warga Bani Salamah tinggal di perkampungan yang cukup jauh dari Masjid Nabawi. Mereka berkeinginan untuk pindah ke wilayah yang dekat dengan masjid. Saat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar kabar tersebut, beliau bersabda, “Wahai Bani Salamah, tetap tinggallah di perkampungan kalian. Jejak-jejak kaki kalian saat berangkat ke masjid akan dicatat sebagai pahala”. Mereka pun tidak jadi pindah. (HR. Muslim).Seluruh penjelasan di atas seharusnya memotivasi kita untuk konsisten beramal salih, sekalipun tidak ada manusia yang melihat. Sebab Allah pasti mengetahuinya dan kelak bumi juga akan bersaksi tentang kebaikan itu. Sebaliknya berhati-hatilah dari perbuatan maksiat, sekalipun tidak ada manusia yang melihat. Sebab Allah pasti mengetahuinya dan bumi juga kelak akan melaporkan keburukan itu.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 27 R. Tsani 1443 / 3 Desember 2021 Post navigation Previous BERSIKAP PERTENGAHAN DI MASA PANDEMINext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 158: MENGAPA MENGAQIQAHI ANAK? Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 158: MENGAPA MENGAQIQAHI ANAK?

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 158MENGAPA MENGAQIQAHI ANAK?Kegembiraan menyambut kehamilan atau kelahiran anak kerap mendorong seseorang untuk melakukan ritual atau hal-hal yang tidak dibenarkan agama. Karena itulah Islam mengajarkan cara untuk menyalurkan kegembiraan tersebut. Salah satunya adalah dengan melaksanakan aqiqah.Apa itu Aqiqah?Aqiqah adalah menyembelih kambing di hari ketujuh pasca kelahiran bayi, sebagai wujud syukur kepada Allah ta’ala. Untuk bayi laki-laki disembelihkan dua ekor kambing. Sedangkan untuk bayi perempuan disembelihkan satu ekor kambing. Menurut mayoritas ulama hukum aqiqah adalah sunnah mu’akkadah.Dari Samurah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“‌كُلُّ ‌غُلَامٍ ‌مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ يَوْمَ سَابِعِهِ، وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ، وَيُسَمَّى”“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh. Di saat itu rambutnya dicukur dan dinamai”. HR. Ahmad dan Tirmidziy menyatakan hadits ini hasan sahih.Di dalam hadits lain disebutkan bahwa Ummu Kurz radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang aqiqah. Beliau menjelaskan,“عَنِ الغُلَامِ شَاتَانِ، وَعَنِ الأُنْثَى وَاحِدَةٌ، ‌وَلَا ‌يَضُرُّكُمْ ‌ذُكْرَانًا كُنَّ أَمْ إِنَاثًا”“Untuk bayi laki-laki disembelihkan dua ekor kambing. Sedangkan untuk bayi perempuan disembelihkan satu ekor kambing. Tidak masalah baik kambing itu jantan atau betina”. HR. Tirmidziy dan beliau menilai hadits ini sahih.Hikmah AqiqahDi antara hikmah disyariatkannya aqiqah adalah:Pertama: Melepaskan anak dari tanggungan gadaiPara ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan maksud “tergadaikan” yang termaktub dalam hadits Samurah radhiyallahu ‘anhu di atas. Pendapat pertama mengatakan bahwa syafaat yang diberikan anak kepada orang tua tergadaikan dengan aqiqahnya. Artinya, jika anak tersebut meninggal sebelum baligh dan belum diaqiqahi, maka orang tua tidak mendapatkan syafaat anaknya di hari kiamat.Pendapat kedua mengatakan bahwa keselamatan anak dari marabahaya tergadaikan dengan aqiqahnya. Atau orang tua tidak bisa secara sempurna mendapatkan kenikmatan dari keberadaan anaknya. Namun jika diaqiqahi, maka anak diharapkan mendapat keselamatan dari marabahaya.Pendapat ketiga mengatakan bahwa setiap bayi yang lahir akan diikuti setan dan dihalangi untuk melakukan amal kebaikan. Dengan diaqiqahi, itu akan menjadi sebab terbebasnya bayi dari kekangan setan dan bala tentaranya.Kedua: Sebagai wujud syukur kepada AllahSebab anak adalah nikmat besar yang dikaruniakan Allah kepada sebagian hamba-Nya. Sehingga layak untuk disyukuri. Salah satu wujudnya adalah dengan aqiqah dan berbagi masakan daging serta kebahagiaan kepada khalayak. Sehingga bayi tersebut didoakan orang banyak dan keharmonisan hubungan antar anggota masyarakat semakin terjalin. Bahkan jika terpaksa harus berhutang demi menjalankan aqiqah, Imam Ahmad menjelaskan bahwa Allah akan segera mengaruniakan gantinya.Ketiga: Mengamalkan SunnahAqiqah dilakukan dalam rangka menjalankan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan meneladani Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang menyembelih domba untuk Nabi Ismail ‘alaihissalam. Juga menyelisihi kebiasaan kaum musyrikin jahiliyah yang menjalankan ritual mengusapkan darah ke kepala bayi.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Jumada Tsaniyah 1443 / 10 Januari 2022 Post navigation Previous MANAKALA BUMI BERBICARANext Dakwah Nihil Tantangan, Mungkinkah? Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 158: MENGAPA MENGAQIQAHI ANAK?

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 158MENGAPA MENGAQIQAHI ANAK?Kegembiraan menyambut kehamilan atau kelahiran anak kerap mendorong seseorang untuk melakukan ritual atau hal-hal yang tidak dibenarkan agama. Karena itulah Islam mengajarkan cara untuk menyalurkan kegembiraan tersebut. Salah satunya adalah dengan melaksanakan aqiqah.Apa itu Aqiqah?Aqiqah adalah menyembelih kambing di hari ketujuh pasca kelahiran bayi, sebagai wujud syukur kepada Allah ta’ala. Untuk bayi laki-laki disembelihkan dua ekor kambing. Sedangkan untuk bayi perempuan disembelihkan satu ekor kambing. Menurut mayoritas ulama hukum aqiqah adalah sunnah mu’akkadah.Dari Samurah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“‌كُلُّ ‌غُلَامٍ ‌مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ يَوْمَ سَابِعِهِ، وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ، وَيُسَمَّى”“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh. Di saat itu rambutnya dicukur dan dinamai”. HR. Ahmad dan Tirmidziy menyatakan hadits ini hasan sahih.Di dalam hadits lain disebutkan bahwa Ummu Kurz radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang aqiqah. Beliau menjelaskan,“عَنِ الغُلَامِ شَاتَانِ، وَعَنِ الأُنْثَى وَاحِدَةٌ، ‌وَلَا ‌يَضُرُّكُمْ ‌ذُكْرَانًا كُنَّ أَمْ إِنَاثًا”“Untuk bayi laki-laki disembelihkan dua ekor kambing. Sedangkan untuk bayi perempuan disembelihkan satu ekor kambing. Tidak masalah baik kambing itu jantan atau betina”. HR. Tirmidziy dan beliau menilai hadits ini sahih.Hikmah AqiqahDi antara hikmah disyariatkannya aqiqah adalah:Pertama: Melepaskan anak dari tanggungan gadaiPara ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan maksud “tergadaikan” yang termaktub dalam hadits Samurah radhiyallahu ‘anhu di atas. Pendapat pertama mengatakan bahwa syafaat yang diberikan anak kepada orang tua tergadaikan dengan aqiqahnya. Artinya, jika anak tersebut meninggal sebelum baligh dan belum diaqiqahi, maka orang tua tidak mendapatkan syafaat anaknya di hari kiamat.Pendapat kedua mengatakan bahwa keselamatan anak dari marabahaya tergadaikan dengan aqiqahnya. Atau orang tua tidak bisa secara sempurna mendapatkan kenikmatan dari keberadaan anaknya. Namun jika diaqiqahi, maka anak diharapkan mendapat keselamatan dari marabahaya.Pendapat ketiga mengatakan bahwa setiap bayi yang lahir akan diikuti setan dan dihalangi untuk melakukan amal kebaikan. Dengan diaqiqahi, itu akan menjadi sebab terbebasnya bayi dari kekangan setan dan bala tentaranya.Kedua: Sebagai wujud syukur kepada AllahSebab anak adalah nikmat besar yang dikaruniakan Allah kepada sebagian hamba-Nya. Sehingga layak untuk disyukuri. Salah satu wujudnya adalah dengan aqiqah dan berbagi masakan daging serta kebahagiaan kepada khalayak. Sehingga bayi tersebut didoakan orang banyak dan keharmonisan hubungan antar anggota masyarakat semakin terjalin. Bahkan jika terpaksa harus berhutang demi menjalankan aqiqah, Imam Ahmad menjelaskan bahwa Allah akan segera mengaruniakan gantinya.Ketiga: Mengamalkan SunnahAqiqah dilakukan dalam rangka menjalankan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan meneladani Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang menyembelih domba untuk Nabi Ismail ‘alaihissalam. Juga menyelisihi kebiasaan kaum musyrikin jahiliyah yang menjalankan ritual mengusapkan darah ke kepala bayi.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Jumada Tsaniyah 1443 / 10 Januari 2022 Post navigation Previous MANAKALA BUMI BERBICARANext Dakwah Nihil Tantangan, Mungkinkah? Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 158MENGAPA MENGAQIQAHI ANAK?Kegembiraan menyambut kehamilan atau kelahiran anak kerap mendorong seseorang untuk melakukan ritual atau hal-hal yang tidak dibenarkan agama. Karena itulah Islam mengajarkan cara untuk menyalurkan kegembiraan tersebut. Salah satunya adalah dengan melaksanakan aqiqah.Apa itu Aqiqah?Aqiqah adalah menyembelih kambing di hari ketujuh pasca kelahiran bayi, sebagai wujud syukur kepada Allah ta’ala. Untuk bayi laki-laki disembelihkan dua ekor kambing. Sedangkan untuk bayi perempuan disembelihkan satu ekor kambing. Menurut mayoritas ulama hukum aqiqah adalah sunnah mu’akkadah.Dari Samurah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“‌كُلُّ ‌غُلَامٍ ‌مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ يَوْمَ سَابِعِهِ، وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ، وَيُسَمَّى”“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh. Di saat itu rambutnya dicukur dan dinamai”. HR. Ahmad dan Tirmidziy menyatakan hadits ini hasan sahih.Di dalam hadits lain disebutkan bahwa Ummu Kurz radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang aqiqah. Beliau menjelaskan,“عَنِ الغُلَامِ شَاتَانِ، وَعَنِ الأُنْثَى وَاحِدَةٌ، ‌وَلَا ‌يَضُرُّكُمْ ‌ذُكْرَانًا كُنَّ أَمْ إِنَاثًا”“Untuk bayi laki-laki disembelihkan dua ekor kambing. Sedangkan untuk bayi perempuan disembelihkan satu ekor kambing. Tidak masalah baik kambing itu jantan atau betina”. HR. Tirmidziy dan beliau menilai hadits ini sahih.Hikmah AqiqahDi antara hikmah disyariatkannya aqiqah adalah:Pertama: Melepaskan anak dari tanggungan gadaiPara ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan maksud “tergadaikan” yang termaktub dalam hadits Samurah radhiyallahu ‘anhu di atas. Pendapat pertama mengatakan bahwa syafaat yang diberikan anak kepada orang tua tergadaikan dengan aqiqahnya. Artinya, jika anak tersebut meninggal sebelum baligh dan belum diaqiqahi, maka orang tua tidak mendapatkan syafaat anaknya di hari kiamat.Pendapat kedua mengatakan bahwa keselamatan anak dari marabahaya tergadaikan dengan aqiqahnya. Atau orang tua tidak bisa secara sempurna mendapatkan kenikmatan dari keberadaan anaknya. Namun jika diaqiqahi, maka anak diharapkan mendapat keselamatan dari marabahaya.Pendapat ketiga mengatakan bahwa setiap bayi yang lahir akan diikuti setan dan dihalangi untuk melakukan amal kebaikan. Dengan diaqiqahi, itu akan menjadi sebab terbebasnya bayi dari kekangan setan dan bala tentaranya.Kedua: Sebagai wujud syukur kepada AllahSebab anak adalah nikmat besar yang dikaruniakan Allah kepada sebagian hamba-Nya. Sehingga layak untuk disyukuri. Salah satu wujudnya adalah dengan aqiqah dan berbagi masakan daging serta kebahagiaan kepada khalayak. Sehingga bayi tersebut didoakan orang banyak dan keharmonisan hubungan antar anggota masyarakat semakin terjalin. Bahkan jika terpaksa harus berhutang demi menjalankan aqiqah, Imam Ahmad menjelaskan bahwa Allah akan segera mengaruniakan gantinya.Ketiga: Mengamalkan SunnahAqiqah dilakukan dalam rangka menjalankan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan meneladani Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang menyembelih domba untuk Nabi Ismail ‘alaihissalam. Juga menyelisihi kebiasaan kaum musyrikin jahiliyah yang menjalankan ritual mengusapkan darah ke kepala bayi.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Jumada Tsaniyah 1443 / 10 Januari 2022 Post navigation Previous MANAKALA BUMI BERBICARANext Dakwah Nihil Tantangan, Mungkinkah? Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 158MENGAPA MENGAQIQAHI ANAK?Kegembiraan menyambut kehamilan atau kelahiran anak kerap mendorong seseorang untuk melakukan ritual atau hal-hal yang tidak dibenarkan agama. Karena itulah Islam mengajarkan cara untuk menyalurkan kegembiraan tersebut. Salah satunya adalah dengan melaksanakan aqiqah.Apa itu Aqiqah?Aqiqah adalah menyembelih kambing di hari ketujuh pasca kelahiran bayi, sebagai wujud syukur kepada Allah ta’ala. Untuk bayi laki-laki disembelihkan dua ekor kambing. Sedangkan untuk bayi perempuan disembelihkan satu ekor kambing. Menurut mayoritas ulama hukum aqiqah adalah sunnah mu’akkadah.Dari Samurah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“‌كُلُّ ‌غُلَامٍ ‌مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ يَوْمَ سَابِعِهِ، وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ، وَيُسَمَّى”“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh. Di saat itu rambutnya dicukur dan dinamai”. HR. Ahmad dan Tirmidziy menyatakan hadits ini hasan sahih.Di dalam hadits lain disebutkan bahwa Ummu Kurz radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang aqiqah. Beliau menjelaskan,“عَنِ الغُلَامِ شَاتَانِ، وَعَنِ الأُنْثَى وَاحِدَةٌ، ‌وَلَا ‌يَضُرُّكُمْ ‌ذُكْرَانًا كُنَّ أَمْ إِنَاثًا”“Untuk bayi laki-laki disembelihkan dua ekor kambing. Sedangkan untuk bayi perempuan disembelihkan satu ekor kambing. Tidak masalah baik kambing itu jantan atau betina”. HR. Tirmidziy dan beliau menilai hadits ini sahih.Hikmah AqiqahDi antara hikmah disyariatkannya aqiqah adalah:Pertama: Melepaskan anak dari tanggungan gadaiPara ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan maksud “tergadaikan” yang termaktub dalam hadits Samurah radhiyallahu ‘anhu di atas. Pendapat pertama mengatakan bahwa syafaat yang diberikan anak kepada orang tua tergadaikan dengan aqiqahnya. Artinya, jika anak tersebut meninggal sebelum baligh dan belum diaqiqahi, maka orang tua tidak mendapatkan syafaat anaknya di hari kiamat.Pendapat kedua mengatakan bahwa keselamatan anak dari marabahaya tergadaikan dengan aqiqahnya. Atau orang tua tidak bisa secara sempurna mendapatkan kenikmatan dari keberadaan anaknya. Namun jika diaqiqahi, maka anak diharapkan mendapat keselamatan dari marabahaya.Pendapat ketiga mengatakan bahwa setiap bayi yang lahir akan diikuti setan dan dihalangi untuk melakukan amal kebaikan. Dengan diaqiqahi, itu akan menjadi sebab terbebasnya bayi dari kekangan setan dan bala tentaranya.Kedua: Sebagai wujud syukur kepada AllahSebab anak adalah nikmat besar yang dikaruniakan Allah kepada sebagian hamba-Nya. Sehingga layak untuk disyukuri. Salah satu wujudnya adalah dengan aqiqah dan berbagi masakan daging serta kebahagiaan kepada khalayak. Sehingga bayi tersebut didoakan orang banyak dan keharmonisan hubungan antar anggota masyarakat semakin terjalin. Bahkan jika terpaksa harus berhutang demi menjalankan aqiqah, Imam Ahmad menjelaskan bahwa Allah akan segera mengaruniakan gantinya.Ketiga: Mengamalkan SunnahAqiqah dilakukan dalam rangka menjalankan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan meneladani Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang menyembelih domba untuk Nabi Ismail ‘alaihissalam. Juga menyelisihi kebiasaan kaum musyrikin jahiliyah yang menjalankan ritual mengusapkan darah ke kepala bayi.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Jumada Tsaniyah 1443 / 10 Januari 2022 Post navigation Previous MANAKALA BUMI BERBICARANext Dakwah Nihil Tantangan, Mungkinkah? Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Prev     Next