Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5

Pada pertemuan sebelumnya telah dibahas dalil larangan melampaui batas dalam berdoa. Juga beberapa contohnya. Berikut pembahasan tentang contoh lain dari praktek melampaui batas:Kelima: Kurang sopan dalam berdoaBila dalam kehidupan keseharian dengan sesama, kita selalu berusaha menjaga etika, seharusnya dalam berinteraksi dengan Allah ta’ala kita harus lebih menjaga etika. Sebagaimana ibadah-ibadah yang lain, dalam berdoa pun kita perlu beretika. Terkadang orang tidak sadar bahwa dia telah berlaku kurang sopan dalam berdoa. Misalnya dia berdoa dalam kondisi yang kurang layak, atau dengan cara yang tidak sesuai dengan kemuliaan doa dan Allah yang sedang kita mintai.Contoh sikap kurang sopan dalam berdoa:Mengangkat suara terlalu keras saat berdoaSebab aslinya dalam berdoa kita dianjurkan untuk melirihkan suara. Allah ta’ala berpesan,“ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ“Artinya: “Berdoalah kepada Rabbmu dengan merendahkan diri dan suara yang lirih. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”. QS. Al-A’raf (7): 55. Imam Ibn al-Munayyir rahimahullah (w. 683 H) berkata, “Digandengkannya perintah untuk merendahkan diri dengan perintah untuk bersuara lirih; sudah cukup untuk menerangkan keharusan melirihkan suara dalam berdoa. Sebab ketidaklirihan dalam berdoa menunjukkan kekurangrendahan diri dalam berdoa. Doa tanpa diiringi sikap merendah dan kekhusyuan, sedikit manfaatnya. Begitu pula doa yang tidak lirih dan tidak disertai ketenangan”.Allah ta’ala menutup ayat di atas dengan pernyataan bahwa Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Sebagian ulama salaf menjelaskan bahwa salah satu potret melampaui batas dalam berdoa adalah mengangkat suara berlebihan saat berdoa.Imam Ibnu Juraij rahimahullah (w. 150 H) menjelaskan, “Termasuk praktek melampaui batas dalam berdoa adalah: meninggikan suara dan berteriak dalam berdoa”.Merendahkan suara dalam berdoa mencerminkan nilai-nilai positif. Di antaranya: (1) Etika ini menunjukkan keimanan yang lebih besar, karena ia meyakini bahwa Allah mendengar suara lirih dan dekat dengannya. (2) Cara ini lebih beradab dan sopan. Jika Allah ta’ala mendengar suara yang pelan, maka tidak sepantasnya berada di hadapan-Nya kecuali dengan suara yang rendah. (3) Lebih mendatangkan keikhlasan. Sebab doa dengan suara keras membuat orang lain terganggu dan terpancing perhatiannya kepada suara-suara keras tadi. (4) Cara ini membantu untuk konsisten dan terus berdoa. Karena bibir tidak merasa bosan dan anggota tubuh tidak penat. (5) Cara ini membantu hati untuk lebih konsentrasi dengan apa yang diucapkan lisan.Tidak merendahkan diri dalam berdoaKetika berdoa seharusnya kita menunjukkan sikap butuh, tunduk, merendahkan diri dan lemah di hadapan Allah ta’ala. Itulah etika yang seharusnya kita praktekkan. Saat sikap tersebut tidak kita indahkan, maka kita akan terjerumus ke praktek melampaui batas dalam berdoa.Imam Ibn Taimiyyah rahimahullah (w. 728 H) menerangkan, “Di antara praktek melampaui batas dalam berdoa adalah ketika seseorang berdoa tanpa merendahkan diri. Perilaku seperti ini menunjukkan sikap ketidakbutuhannya kepada Allah. Dan ini merupakan salah satu praktek terparah melampaui batas dalam berdoa. Siapapun yang saat berdoa tidak bersikap merasa butuh, merendah dan takut, maka dia telah melampaui batas”.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 28 Jumadal Akhir 1438 / 27 Maret 2017 Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5

Pada pertemuan sebelumnya telah dibahas dalil larangan melampaui batas dalam berdoa. Juga beberapa contohnya. Berikut pembahasan tentang contoh lain dari praktek melampaui batas:Kelima: Kurang sopan dalam berdoaBila dalam kehidupan keseharian dengan sesama, kita selalu berusaha menjaga etika, seharusnya dalam berinteraksi dengan Allah ta’ala kita harus lebih menjaga etika. Sebagaimana ibadah-ibadah yang lain, dalam berdoa pun kita perlu beretika. Terkadang orang tidak sadar bahwa dia telah berlaku kurang sopan dalam berdoa. Misalnya dia berdoa dalam kondisi yang kurang layak, atau dengan cara yang tidak sesuai dengan kemuliaan doa dan Allah yang sedang kita mintai.Contoh sikap kurang sopan dalam berdoa:Mengangkat suara terlalu keras saat berdoaSebab aslinya dalam berdoa kita dianjurkan untuk melirihkan suara. Allah ta’ala berpesan,“ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ“Artinya: “Berdoalah kepada Rabbmu dengan merendahkan diri dan suara yang lirih. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”. QS. Al-A’raf (7): 55. Imam Ibn al-Munayyir rahimahullah (w. 683 H) berkata, “Digandengkannya perintah untuk merendahkan diri dengan perintah untuk bersuara lirih; sudah cukup untuk menerangkan keharusan melirihkan suara dalam berdoa. Sebab ketidaklirihan dalam berdoa menunjukkan kekurangrendahan diri dalam berdoa. Doa tanpa diiringi sikap merendah dan kekhusyuan, sedikit manfaatnya. Begitu pula doa yang tidak lirih dan tidak disertai ketenangan”.Allah ta’ala menutup ayat di atas dengan pernyataan bahwa Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Sebagian ulama salaf menjelaskan bahwa salah satu potret melampaui batas dalam berdoa adalah mengangkat suara berlebihan saat berdoa.Imam Ibnu Juraij rahimahullah (w. 150 H) menjelaskan, “Termasuk praktek melampaui batas dalam berdoa adalah: meninggikan suara dan berteriak dalam berdoa”.Merendahkan suara dalam berdoa mencerminkan nilai-nilai positif. Di antaranya: (1) Etika ini menunjukkan keimanan yang lebih besar, karena ia meyakini bahwa Allah mendengar suara lirih dan dekat dengannya. (2) Cara ini lebih beradab dan sopan. Jika Allah ta’ala mendengar suara yang pelan, maka tidak sepantasnya berada di hadapan-Nya kecuali dengan suara yang rendah. (3) Lebih mendatangkan keikhlasan. Sebab doa dengan suara keras membuat orang lain terganggu dan terpancing perhatiannya kepada suara-suara keras tadi. (4) Cara ini membantu untuk konsisten dan terus berdoa. Karena bibir tidak merasa bosan dan anggota tubuh tidak penat. (5) Cara ini membantu hati untuk lebih konsentrasi dengan apa yang diucapkan lisan.Tidak merendahkan diri dalam berdoaKetika berdoa seharusnya kita menunjukkan sikap butuh, tunduk, merendahkan diri dan lemah di hadapan Allah ta’ala. Itulah etika yang seharusnya kita praktekkan. Saat sikap tersebut tidak kita indahkan, maka kita akan terjerumus ke praktek melampaui batas dalam berdoa.Imam Ibn Taimiyyah rahimahullah (w. 728 H) menerangkan, “Di antara praktek melampaui batas dalam berdoa adalah ketika seseorang berdoa tanpa merendahkan diri. Perilaku seperti ini menunjukkan sikap ketidakbutuhannya kepada Allah. Dan ini merupakan salah satu praktek terparah melampaui batas dalam berdoa. Siapapun yang saat berdoa tidak bersikap merasa butuh, merendah dan takut, maka dia telah melampaui batas”.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 28 Jumadal Akhir 1438 / 27 Maret 2017 Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Pada pertemuan sebelumnya telah dibahas dalil larangan melampaui batas dalam berdoa. Juga beberapa contohnya. Berikut pembahasan tentang contoh lain dari praktek melampaui batas:Kelima: Kurang sopan dalam berdoaBila dalam kehidupan keseharian dengan sesama, kita selalu berusaha menjaga etika, seharusnya dalam berinteraksi dengan Allah ta’ala kita harus lebih menjaga etika. Sebagaimana ibadah-ibadah yang lain, dalam berdoa pun kita perlu beretika. Terkadang orang tidak sadar bahwa dia telah berlaku kurang sopan dalam berdoa. Misalnya dia berdoa dalam kondisi yang kurang layak, atau dengan cara yang tidak sesuai dengan kemuliaan doa dan Allah yang sedang kita mintai.Contoh sikap kurang sopan dalam berdoa:Mengangkat suara terlalu keras saat berdoaSebab aslinya dalam berdoa kita dianjurkan untuk melirihkan suara. Allah ta’ala berpesan,“ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ“Artinya: “Berdoalah kepada Rabbmu dengan merendahkan diri dan suara yang lirih. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”. QS. Al-A’raf (7): 55. Imam Ibn al-Munayyir rahimahullah (w. 683 H) berkata, “Digandengkannya perintah untuk merendahkan diri dengan perintah untuk bersuara lirih; sudah cukup untuk menerangkan keharusan melirihkan suara dalam berdoa. Sebab ketidaklirihan dalam berdoa menunjukkan kekurangrendahan diri dalam berdoa. Doa tanpa diiringi sikap merendah dan kekhusyuan, sedikit manfaatnya. Begitu pula doa yang tidak lirih dan tidak disertai ketenangan”.Allah ta’ala menutup ayat di atas dengan pernyataan bahwa Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Sebagian ulama salaf menjelaskan bahwa salah satu potret melampaui batas dalam berdoa adalah mengangkat suara berlebihan saat berdoa.Imam Ibnu Juraij rahimahullah (w. 150 H) menjelaskan, “Termasuk praktek melampaui batas dalam berdoa adalah: meninggikan suara dan berteriak dalam berdoa”.Merendahkan suara dalam berdoa mencerminkan nilai-nilai positif. Di antaranya: (1) Etika ini menunjukkan keimanan yang lebih besar, karena ia meyakini bahwa Allah mendengar suara lirih dan dekat dengannya. (2) Cara ini lebih beradab dan sopan. Jika Allah ta’ala mendengar suara yang pelan, maka tidak sepantasnya berada di hadapan-Nya kecuali dengan suara yang rendah. (3) Lebih mendatangkan keikhlasan. Sebab doa dengan suara keras membuat orang lain terganggu dan terpancing perhatiannya kepada suara-suara keras tadi. (4) Cara ini membantu untuk konsisten dan terus berdoa. Karena bibir tidak merasa bosan dan anggota tubuh tidak penat. (5) Cara ini membantu hati untuk lebih konsentrasi dengan apa yang diucapkan lisan.Tidak merendahkan diri dalam berdoaKetika berdoa seharusnya kita menunjukkan sikap butuh, tunduk, merendahkan diri dan lemah di hadapan Allah ta’ala. Itulah etika yang seharusnya kita praktekkan. Saat sikap tersebut tidak kita indahkan, maka kita akan terjerumus ke praktek melampaui batas dalam berdoa.Imam Ibn Taimiyyah rahimahullah (w. 728 H) menerangkan, “Di antara praktek melampaui batas dalam berdoa adalah ketika seseorang berdoa tanpa merendahkan diri. Perilaku seperti ini menunjukkan sikap ketidakbutuhannya kepada Allah. Dan ini merupakan salah satu praktek terparah melampaui batas dalam berdoa. Siapapun yang saat berdoa tidak bersikap merasa butuh, merendah dan takut, maka dia telah melampaui batas”.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 28 Jumadal Akhir 1438 / 27 Maret 2017 Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Pada pertemuan sebelumnya telah dibahas dalil larangan melampaui batas dalam berdoa. Juga beberapa contohnya. Berikut pembahasan tentang contoh lain dari praktek melampaui batas:Kelima: Kurang sopan dalam berdoaBila dalam kehidupan keseharian dengan sesama, kita selalu berusaha menjaga etika, seharusnya dalam berinteraksi dengan Allah ta’ala kita harus lebih menjaga etika. Sebagaimana ibadah-ibadah yang lain, dalam berdoa pun kita perlu beretika. Terkadang orang tidak sadar bahwa dia telah berlaku kurang sopan dalam berdoa. Misalnya dia berdoa dalam kondisi yang kurang layak, atau dengan cara yang tidak sesuai dengan kemuliaan doa dan Allah yang sedang kita mintai.Contoh sikap kurang sopan dalam berdoa:Mengangkat suara terlalu keras saat berdoaSebab aslinya dalam berdoa kita dianjurkan untuk melirihkan suara. Allah ta’ala berpesan,“ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ“Artinya: “Berdoalah kepada Rabbmu dengan merendahkan diri dan suara yang lirih. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”. QS. Al-A’raf (7): 55. Imam Ibn al-Munayyir rahimahullah (w. 683 H) berkata, “Digandengkannya perintah untuk merendahkan diri dengan perintah untuk bersuara lirih; sudah cukup untuk menerangkan keharusan melirihkan suara dalam berdoa. Sebab ketidaklirihan dalam berdoa menunjukkan kekurangrendahan diri dalam berdoa. Doa tanpa diiringi sikap merendah dan kekhusyuan, sedikit manfaatnya. Begitu pula doa yang tidak lirih dan tidak disertai ketenangan”.Allah ta’ala menutup ayat di atas dengan pernyataan bahwa Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Sebagian ulama salaf menjelaskan bahwa salah satu potret melampaui batas dalam berdoa adalah mengangkat suara berlebihan saat berdoa.Imam Ibnu Juraij rahimahullah (w. 150 H) menjelaskan, “Termasuk praktek melampaui batas dalam berdoa adalah: meninggikan suara dan berteriak dalam berdoa”.Merendahkan suara dalam berdoa mencerminkan nilai-nilai positif. Di antaranya: (1) Etika ini menunjukkan keimanan yang lebih besar, karena ia meyakini bahwa Allah mendengar suara lirih dan dekat dengannya. (2) Cara ini lebih beradab dan sopan. Jika Allah ta’ala mendengar suara yang pelan, maka tidak sepantasnya berada di hadapan-Nya kecuali dengan suara yang rendah. (3) Lebih mendatangkan keikhlasan. Sebab doa dengan suara keras membuat orang lain terganggu dan terpancing perhatiannya kepada suara-suara keras tadi. (4) Cara ini membantu untuk konsisten dan terus berdoa. Karena bibir tidak merasa bosan dan anggota tubuh tidak penat. (5) Cara ini membantu hati untuk lebih konsentrasi dengan apa yang diucapkan lisan.Tidak merendahkan diri dalam berdoaKetika berdoa seharusnya kita menunjukkan sikap butuh, tunduk, merendahkan diri dan lemah di hadapan Allah ta’ala. Itulah etika yang seharusnya kita praktekkan. Saat sikap tersebut tidak kita indahkan, maka kita akan terjerumus ke praktek melampaui batas dalam berdoa.Imam Ibn Taimiyyah rahimahullah (w. 728 H) menerangkan, “Di antara praktek melampaui batas dalam berdoa adalah ketika seseorang berdoa tanpa merendahkan diri. Perilaku seperti ini menunjukkan sikap ketidakbutuhannya kepada Allah. Dan ini merupakan salah satu praktek terparah melampaui batas dalam berdoa. Siapapun yang saat berdoa tidak bersikap merasa butuh, merendah dan takut, maka dia telah melampaui batas”.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 28 Jumadal Akhir 1438 / 27 Maret 2017 Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1

Alangkah berbeda Allah subhanahu wa ta’ala dengan makhluk-Nya. Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Lihatlah manusia, ketika ada orang meminta sesuatu darinya ia merasa kesal dan berat hati. Sedangkan Allah justru ta’ala mencintai hamba yang meminta kepada-Nya.Sungguh Allah memahami keadaan manusia yang lemah dan senantiasa membutuhkan akan rahmat-Nya. Manusia tidak pernah lepas dari keinginan, yang baik maupun yang buruk. Bahkan jika seseorang menuliskan segala keinginannya di kertas, entah berapa lembar akan terpakai.Maka kita tidak perlu heran jika Allah ta’ala melaknat orang yang enggan berdoa kepada-Nya. Orang yang demikian oleh Allah ‘azza wa jalla disebut sebagai hamba yang sombong dan diancam dengan neraka Jahannam. Allah ta’ala berfirman,“ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ“Artinya: “Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. QS. Ghafir (40): 60.Berdoa Di Waktu Yang TepatAslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Di antara waktu-waktu tersebut adalah:1. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhirAllah ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa di sepertiga malam yang terakhir. Makanya salah satu ciri orang yang bertakwa adalah:“وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون“Artinya: “Ketika waktu sahur, mereka berdoa memohon ampunan”. QS. Adz Dzariyat (51): 18.Waktu sahur menurut sebagian ulama adalah akhir malam menjelang waktu subuh. Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa waktu sahur dimulai dari sepertiga malam terakhir hingga terbitnya fajar. Nabi shallallahu’alaihiwasallam bersabda,“يَنْزِلُ رَبُّناَ -تَبَارَكَ وَتَعَالَى- كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا، حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْأَخِيْرِ، فَيَقُوْلُ: “مَنْ يَدْعُوْنيِ فَأَسْتَجِيْبُ لَهُ؟ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ؟ مَنْ يَسْتَغْفِرُنيِ فَأَغْفِر لَهُ؟“.“Allah tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia setiap malam saat tersisa sepertiga malam terakhir. Dia berfirman, “Adakah yang berdoa pada-Ku; niscaya akan Kukabulkan? Adakah yang meminta pada-Ku; niscaya akan Kuberi? Adakah yang beristighfar pada-Ku, niscaya akan Kuampuni?”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 13 Rajab 1438 / 10 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1

Alangkah berbeda Allah subhanahu wa ta’ala dengan makhluk-Nya. Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Lihatlah manusia, ketika ada orang meminta sesuatu darinya ia merasa kesal dan berat hati. Sedangkan Allah justru ta’ala mencintai hamba yang meminta kepada-Nya.Sungguh Allah memahami keadaan manusia yang lemah dan senantiasa membutuhkan akan rahmat-Nya. Manusia tidak pernah lepas dari keinginan, yang baik maupun yang buruk. Bahkan jika seseorang menuliskan segala keinginannya di kertas, entah berapa lembar akan terpakai.Maka kita tidak perlu heran jika Allah ta’ala melaknat orang yang enggan berdoa kepada-Nya. Orang yang demikian oleh Allah ‘azza wa jalla disebut sebagai hamba yang sombong dan diancam dengan neraka Jahannam. Allah ta’ala berfirman,“ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ“Artinya: “Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. QS. Ghafir (40): 60.Berdoa Di Waktu Yang TepatAslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Di antara waktu-waktu tersebut adalah:1. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhirAllah ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa di sepertiga malam yang terakhir. Makanya salah satu ciri orang yang bertakwa adalah:“وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون“Artinya: “Ketika waktu sahur, mereka berdoa memohon ampunan”. QS. Adz Dzariyat (51): 18.Waktu sahur menurut sebagian ulama adalah akhir malam menjelang waktu subuh. Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa waktu sahur dimulai dari sepertiga malam terakhir hingga terbitnya fajar. Nabi shallallahu’alaihiwasallam bersabda,“يَنْزِلُ رَبُّناَ -تَبَارَكَ وَتَعَالَى- كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا، حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْأَخِيْرِ، فَيَقُوْلُ: “مَنْ يَدْعُوْنيِ فَأَسْتَجِيْبُ لَهُ؟ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ؟ مَنْ يَسْتَغْفِرُنيِ فَأَغْفِر لَهُ؟“.“Allah tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia setiap malam saat tersisa sepertiga malam terakhir. Dia berfirman, “Adakah yang berdoa pada-Ku; niscaya akan Kukabulkan? Adakah yang meminta pada-Ku; niscaya akan Kuberi? Adakah yang beristighfar pada-Ku, niscaya akan Kuampuni?”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 13 Rajab 1438 / 10 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Alangkah berbeda Allah subhanahu wa ta’ala dengan makhluk-Nya. Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Lihatlah manusia, ketika ada orang meminta sesuatu darinya ia merasa kesal dan berat hati. Sedangkan Allah justru ta’ala mencintai hamba yang meminta kepada-Nya.Sungguh Allah memahami keadaan manusia yang lemah dan senantiasa membutuhkan akan rahmat-Nya. Manusia tidak pernah lepas dari keinginan, yang baik maupun yang buruk. Bahkan jika seseorang menuliskan segala keinginannya di kertas, entah berapa lembar akan terpakai.Maka kita tidak perlu heran jika Allah ta’ala melaknat orang yang enggan berdoa kepada-Nya. Orang yang demikian oleh Allah ‘azza wa jalla disebut sebagai hamba yang sombong dan diancam dengan neraka Jahannam. Allah ta’ala berfirman,“ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ“Artinya: “Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. QS. Ghafir (40): 60.Berdoa Di Waktu Yang TepatAslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Di antara waktu-waktu tersebut adalah:1. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhirAllah ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa di sepertiga malam yang terakhir. Makanya salah satu ciri orang yang bertakwa adalah:“وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون“Artinya: “Ketika waktu sahur, mereka berdoa memohon ampunan”. QS. Adz Dzariyat (51): 18.Waktu sahur menurut sebagian ulama adalah akhir malam menjelang waktu subuh. Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa waktu sahur dimulai dari sepertiga malam terakhir hingga terbitnya fajar. Nabi shallallahu’alaihiwasallam bersabda,“يَنْزِلُ رَبُّناَ -تَبَارَكَ وَتَعَالَى- كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا، حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْأَخِيْرِ، فَيَقُوْلُ: “مَنْ يَدْعُوْنيِ فَأَسْتَجِيْبُ لَهُ؟ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ؟ مَنْ يَسْتَغْفِرُنيِ فَأَغْفِر لَهُ؟“.“Allah tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia setiap malam saat tersisa sepertiga malam terakhir. Dia berfirman, “Adakah yang berdoa pada-Ku; niscaya akan Kukabulkan? Adakah yang meminta pada-Ku; niscaya akan Kuberi? Adakah yang beristighfar pada-Ku, niscaya akan Kuampuni?”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 13 Rajab 1438 / 10 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Alangkah berbeda Allah subhanahu wa ta’ala dengan makhluk-Nya. Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Lihatlah manusia, ketika ada orang meminta sesuatu darinya ia merasa kesal dan berat hati. Sedangkan Allah justru ta’ala mencintai hamba yang meminta kepada-Nya.Sungguh Allah memahami keadaan manusia yang lemah dan senantiasa membutuhkan akan rahmat-Nya. Manusia tidak pernah lepas dari keinginan, yang baik maupun yang buruk. Bahkan jika seseorang menuliskan segala keinginannya di kertas, entah berapa lembar akan terpakai.Maka kita tidak perlu heran jika Allah ta’ala melaknat orang yang enggan berdoa kepada-Nya. Orang yang demikian oleh Allah ‘azza wa jalla disebut sebagai hamba yang sombong dan diancam dengan neraka Jahannam. Allah ta’ala berfirman,“ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ“Artinya: “Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. QS. Ghafir (40): 60.Berdoa Di Waktu Yang TepatAslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Di antara waktu-waktu tersebut adalah:1. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhirAllah ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa di sepertiga malam yang terakhir. Makanya salah satu ciri orang yang bertakwa adalah:“وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون“Artinya: “Ketika waktu sahur, mereka berdoa memohon ampunan”. QS. Adz Dzariyat (51): 18.Waktu sahur menurut sebagian ulama adalah akhir malam menjelang waktu subuh. Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa waktu sahur dimulai dari sepertiga malam terakhir hingga terbitnya fajar. Nabi shallallahu’alaihiwasallam bersabda,“يَنْزِلُ رَبُّناَ -تَبَارَكَ وَتَعَالَى- كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا، حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْأَخِيْرِ، فَيَقُوْلُ: “مَنْ يَدْعُوْنيِ فَأَسْتَجِيْبُ لَهُ؟ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ؟ مَنْ يَسْتَغْفِرُنيِ فَأَغْفِر لَهُ؟“.“Allah tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia setiap malam saat tersisa sepertiga malam terakhir. Dia berfirman, “Adakah yang berdoa pada-Ku; niscaya akan Kukabulkan? Adakah yang meminta pada-Ku; niscaya akan Kuberi? Adakah yang beristighfar pada-Ku, niscaya akan Kuampuni?”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 13 Rajab 1438 / 10 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2

Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya: SaatberpuasaRasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,“ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالإِمَامُ العَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ الغَمَامِ وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ: وَعِزَّتِي لأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ“.“Ada tiga orang yang doanya tidak tertolak. Doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka. Doa pemimpin yang adil. Dan doa orang yang terzhalimi. Doanya diangkat Allah ke atas awan dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit. Lalu Allah berfirman, “Demi keperkasaan-Ku, Aku pasti akan menolongmu, walaupun nanti setelah beberapa waktu”. HR. Tirmidziy dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Dan dinyatakan hasan oleh Tirmidziy juga Ibn al-Akhdhar. Di waktu antara adzan dengan iqamatعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لاَ يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ“.Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban juga Ibn Khuzaimah. Saat turun hujanDari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“ثِنْتَانِ لاَ تُرَدَّانِ، الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ، وَتَحْتَ الْمَطَرِ“.“Dua doa yang tidak akan ditolak. Doa ketika adzan dan saat turun hujan”. HR. Al-Hakim dan isnadnya dinilai sahih oleh beliau.Sebab waktu turunnya hujan adalah saat dicurahkannya rahmat Allah ke muka bumi ini.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 27 Rajab 1438 / 24 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2

Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya: SaatberpuasaRasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,“ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالإِمَامُ العَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ الغَمَامِ وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ: وَعِزَّتِي لأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ“.“Ada tiga orang yang doanya tidak tertolak. Doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka. Doa pemimpin yang adil. Dan doa orang yang terzhalimi. Doanya diangkat Allah ke atas awan dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit. Lalu Allah berfirman, “Demi keperkasaan-Ku, Aku pasti akan menolongmu, walaupun nanti setelah beberapa waktu”. HR. Tirmidziy dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Dan dinyatakan hasan oleh Tirmidziy juga Ibn al-Akhdhar. Di waktu antara adzan dengan iqamatعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لاَ يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ“.Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban juga Ibn Khuzaimah. Saat turun hujanDari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“ثِنْتَانِ لاَ تُرَدَّانِ، الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ، وَتَحْتَ الْمَطَرِ“.“Dua doa yang tidak akan ditolak. Doa ketika adzan dan saat turun hujan”. HR. Al-Hakim dan isnadnya dinilai sahih oleh beliau.Sebab waktu turunnya hujan adalah saat dicurahkannya rahmat Allah ke muka bumi ini.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 27 Rajab 1438 / 24 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya: SaatberpuasaRasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,“ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالإِمَامُ العَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ الغَمَامِ وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ: وَعِزَّتِي لأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ“.“Ada tiga orang yang doanya tidak tertolak. Doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka. Doa pemimpin yang adil. Dan doa orang yang terzhalimi. Doanya diangkat Allah ke atas awan dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit. Lalu Allah berfirman, “Demi keperkasaan-Ku, Aku pasti akan menolongmu, walaupun nanti setelah beberapa waktu”. HR. Tirmidziy dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Dan dinyatakan hasan oleh Tirmidziy juga Ibn al-Akhdhar. Di waktu antara adzan dengan iqamatعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لاَ يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ“.Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban juga Ibn Khuzaimah. Saat turun hujanDari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“ثِنْتَانِ لاَ تُرَدَّانِ، الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ، وَتَحْتَ الْمَطَرِ“.“Dua doa yang tidak akan ditolak. Doa ketika adzan dan saat turun hujan”. HR. Al-Hakim dan isnadnya dinilai sahih oleh beliau.Sebab waktu turunnya hujan adalah saat dicurahkannya rahmat Allah ke muka bumi ini.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 27 Rajab 1438 / 24 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya: SaatberpuasaRasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,“ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالإِمَامُ العَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ الغَمَامِ وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ: وَعِزَّتِي لأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ“.“Ada tiga orang yang doanya tidak tertolak. Doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka. Doa pemimpin yang adil. Dan doa orang yang terzhalimi. Doanya diangkat Allah ke atas awan dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit. Lalu Allah berfirman, “Demi keperkasaan-Ku, Aku pasti akan menolongmu, walaupun nanti setelah beberapa waktu”. HR. Tirmidziy dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Dan dinyatakan hasan oleh Tirmidziy juga Ibn al-Akhdhar. Di waktu antara adzan dengan iqamatعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لاَ يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ“.Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban juga Ibn Khuzaimah. Saat turun hujanDari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“ثِنْتَانِ لاَ تُرَدَّانِ، الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ، وَتَحْتَ الْمَطَرِ“.“Dua doa yang tidak akan ditolak. Doa ketika adzan dan saat turun hujan”. HR. Al-Hakim dan isnadnya dinilai sahih oleh beliau.Sebab waktu turunnya hujan adalah saat dicurahkannya rahmat Allah ke muka bumi ini.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 27 Rajab 1438 / 24 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3

Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:5. Di hari Jum’atAbu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ: “فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ“، وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا“.“Ketika Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam sedang membicarakan mengenai hari Jumat, beliau bersabda, “Di dalamnya terdapat suatu waktu. Jika seorang muslim berdoa memohon pada Allah saat itu, pasti diberikan apa yang ia minta”. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang betapa singkatnya waktu tersebut”. HR. Bukhari dan Muslim.Imam Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab beliau Fathul Bâriy ketika menjelaskan hadits ini, menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 2 pendapat yang terkuat.Pendapat pertama: Yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at. Berdasarkan hadits:“هِىَ مَا بَيْنَ أَنْ يَجْلِسَ الإِمَامُ إِلَى أَنْ تُقْضَى الصَّلاَةُ“ “Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai”. HR. Muslim.Pendapat kedua: Yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:“يَوْمُ الْجُمُعَةِ ثِنْتَا عَشْرَةَ –يُرِيدُ سَاعَةً– لاَ يُوجَدُ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْر““Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah azza wa jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar”. HR. Abu Dawud dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh al-Albani.Ibnu ‘Abdil Barr berkata, “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”.Akan lebih baik lagi bila seseorang memperbanyak doa di sepanjang hari Jum’at, tidak hanya pada beberapa waktu tertentu saja. Wallahu a’lam. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 11 Sya’ban 1438 / 8 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3

Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:5. Di hari Jum’atAbu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ: “فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ“، وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا“.“Ketika Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam sedang membicarakan mengenai hari Jumat, beliau bersabda, “Di dalamnya terdapat suatu waktu. Jika seorang muslim berdoa memohon pada Allah saat itu, pasti diberikan apa yang ia minta”. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang betapa singkatnya waktu tersebut”. HR. Bukhari dan Muslim.Imam Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab beliau Fathul Bâriy ketika menjelaskan hadits ini, menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 2 pendapat yang terkuat.Pendapat pertama: Yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at. Berdasarkan hadits:“هِىَ مَا بَيْنَ أَنْ يَجْلِسَ الإِمَامُ إِلَى أَنْ تُقْضَى الصَّلاَةُ“ “Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai”. HR. Muslim.Pendapat kedua: Yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:“يَوْمُ الْجُمُعَةِ ثِنْتَا عَشْرَةَ –يُرِيدُ سَاعَةً– لاَ يُوجَدُ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْر““Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah azza wa jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar”. HR. Abu Dawud dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh al-Albani.Ibnu ‘Abdil Barr berkata, “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”.Akan lebih baik lagi bila seseorang memperbanyak doa di sepanjang hari Jum’at, tidak hanya pada beberapa waktu tertentu saja. Wallahu a’lam. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 11 Sya’ban 1438 / 8 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:5. Di hari Jum’atAbu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ: “فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ“، وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا“.“Ketika Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam sedang membicarakan mengenai hari Jumat, beliau bersabda, “Di dalamnya terdapat suatu waktu. Jika seorang muslim berdoa memohon pada Allah saat itu, pasti diberikan apa yang ia minta”. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang betapa singkatnya waktu tersebut”. HR. Bukhari dan Muslim.Imam Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab beliau Fathul Bâriy ketika menjelaskan hadits ini, menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 2 pendapat yang terkuat.Pendapat pertama: Yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at. Berdasarkan hadits:“هِىَ مَا بَيْنَ أَنْ يَجْلِسَ الإِمَامُ إِلَى أَنْ تُقْضَى الصَّلاَةُ“ “Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai”. HR. Muslim.Pendapat kedua: Yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:“يَوْمُ الْجُمُعَةِ ثِنْتَا عَشْرَةَ –يُرِيدُ سَاعَةً– لاَ يُوجَدُ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْر““Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah azza wa jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar”. HR. Abu Dawud dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh al-Albani.Ibnu ‘Abdil Barr berkata, “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”.Akan lebih baik lagi bila seseorang memperbanyak doa di sepanjang hari Jum’at, tidak hanya pada beberapa waktu tertentu saja. Wallahu a’lam. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 11 Sya’ban 1438 / 8 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:5. Di hari Jum’atAbu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ: “فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ“، وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا“.“Ketika Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam sedang membicarakan mengenai hari Jumat, beliau bersabda, “Di dalamnya terdapat suatu waktu. Jika seorang muslim berdoa memohon pada Allah saat itu, pasti diberikan apa yang ia minta”. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang betapa singkatnya waktu tersebut”. HR. Bukhari dan Muslim.Imam Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab beliau Fathul Bâriy ketika menjelaskan hadits ini, menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 2 pendapat yang terkuat.Pendapat pertama: Yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at. Berdasarkan hadits:“هِىَ مَا بَيْنَ أَنْ يَجْلِسَ الإِمَامُ إِلَى أَنْ تُقْضَى الصَّلاَةُ“ “Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai”. HR. Muslim.Pendapat kedua: Yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:“يَوْمُ الْجُمُعَةِ ثِنْتَا عَشْرَةَ –يُرِيدُ سَاعَةً– لاَ يُوجَدُ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْر““Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah azza wa jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar”. HR. Abu Dawud dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh al-Albani.Ibnu ‘Abdil Barr berkata, “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”.Akan lebih baik lagi bila seseorang memperbanyak doa di sepanjang hari Jum’at, tidak hanya pada beberapa waktu tertentu saja. Wallahu a’lam. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 11 Sya’ban 1438 / 8 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4

Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:6. Saat sujudRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ““Kondisi terdekat hamba dari Rabbnya adalah saat ia sujud. Maka perbanyaklah berdoa saat itu”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Di lain kesempatan beliau menjelaskan,“أَلاَ وَإِنِّى نُهِيتُ أَنْ أَقْرَأَ الْقُرْآنَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا، فَأَمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ عَزَّ وَجَلَّ، وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِى الدُّعَاءِ؛ فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ““Ketahuilah bahwa aku dilarang membaca al-Qur’an saat ruku’ atau sujud. Adapun ketika ruku’ maka agungkanlah Allah ‘azza wa jalla. Sedangkan saat sujud maka maksimalkanlah untuk berdoa. Karena berpeluang besar untuk dikabulkan”. HR. Muslim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma.Bagaimana bila kita membaca doa-doa yang disebutkan dalam al-Qur’an saat sujud? Apakah itu diperbolehkan?Bila diniatkan dari bacaan tersebut adalah doa, bukan tilawah al-Qur’an; maka tidak mengapa. Demikian keterangan dari sebagian ulama. Selesai tahiyat shalat sebelum salamRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan,“إِذَا قَعَدَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ فَلْيَقُلْ: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، فَإِذَا قَالَهَا أَصَابَتْ كُلَّ عَبْدٍ لِلَّهِ صَالِحٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، ثُمَّ يَتَخَيَّرُ مِنَ الْمَسْأَلَةِ مَا شَاءَ “. “Bila salah seorang dari kalian duduk saat shalat, maka hendaklah ia membaca “Attahiyyâtu lillâh, wash sholawâtu wath thoyyibât. Assalâmu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warohmatullôhi wabarokâtuh. Assalâmu ‘alainâ wa ‘alâ ‘ibâdillâhish shôlihîn”. Bila ia ucapkan itu maka akan mencakup seluruh hamba Allah yang salih baik di langit atau di bumi. “Asyhadu allâ ilâha illallâh, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosûluh”. Kemudian silahkan dia memilih doa yang diinginkannya”. HR. Muslim dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Sya’ban 1438 / 22 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 118: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4

Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:6. Saat sujudRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ““Kondisi terdekat hamba dari Rabbnya adalah saat ia sujud. Maka perbanyaklah berdoa saat itu”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Di lain kesempatan beliau menjelaskan,“أَلاَ وَإِنِّى نُهِيتُ أَنْ أَقْرَأَ الْقُرْآنَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا، فَأَمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ عَزَّ وَجَلَّ، وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِى الدُّعَاءِ؛ فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ““Ketahuilah bahwa aku dilarang membaca al-Qur’an saat ruku’ atau sujud. Adapun ketika ruku’ maka agungkanlah Allah ‘azza wa jalla. Sedangkan saat sujud maka maksimalkanlah untuk berdoa. Karena berpeluang besar untuk dikabulkan”. HR. Muslim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma.Bagaimana bila kita membaca doa-doa yang disebutkan dalam al-Qur’an saat sujud? Apakah itu diperbolehkan?Bila diniatkan dari bacaan tersebut adalah doa, bukan tilawah al-Qur’an; maka tidak mengapa. Demikian keterangan dari sebagian ulama. Selesai tahiyat shalat sebelum salamRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan,“إِذَا قَعَدَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ فَلْيَقُلْ: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، فَإِذَا قَالَهَا أَصَابَتْ كُلَّ عَبْدٍ لِلَّهِ صَالِحٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، ثُمَّ يَتَخَيَّرُ مِنَ الْمَسْأَلَةِ مَا شَاءَ “. “Bila salah seorang dari kalian duduk saat shalat, maka hendaklah ia membaca “Attahiyyâtu lillâh, wash sholawâtu wath thoyyibât. Assalâmu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warohmatullôhi wabarokâtuh. Assalâmu ‘alainâ wa ‘alâ ‘ibâdillâhish shôlihîn”. Bila ia ucapkan itu maka akan mencakup seluruh hamba Allah yang salih baik di langit atau di bumi. “Asyhadu allâ ilâha illallâh, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosûluh”. Kemudian silahkan dia memilih doa yang diinginkannya”. HR. Muslim dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Sya’ban 1438 / 22 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 118: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:6. Saat sujudRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ““Kondisi terdekat hamba dari Rabbnya adalah saat ia sujud. Maka perbanyaklah berdoa saat itu”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Di lain kesempatan beliau menjelaskan,“أَلاَ وَإِنِّى نُهِيتُ أَنْ أَقْرَأَ الْقُرْآنَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا، فَأَمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ عَزَّ وَجَلَّ، وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِى الدُّعَاءِ؛ فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ““Ketahuilah bahwa aku dilarang membaca al-Qur’an saat ruku’ atau sujud. Adapun ketika ruku’ maka agungkanlah Allah ‘azza wa jalla. Sedangkan saat sujud maka maksimalkanlah untuk berdoa. Karena berpeluang besar untuk dikabulkan”. HR. Muslim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma.Bagaimana bila kita membaca doa-doa yang disebutkan dalam al-Qur’an saat sujud? Apakah itu diperbolehkan?Bila diniatkan dari bacaan tersebut adalah doa, bukan tilawah al-Qur’an; maka tidak mengapa. Demikian keterangan dari sebagian ulama. Selesai tahiyat shalat sebelum salamRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan,“إِذَا قَعَدَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ فَلْيَقُلْ: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، فَإِذَا قَالَهَا أَصَابَتْ كُلَّ عَبْدٍ لِلَّهِ صَالِحٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، ثُمَّ يَتَخَيَّرُ مِنَ الْمَسْأَلَةِ مَا شَاءَ “. “Bila salah seorang dari kalian duduk saat shalat, maka hendaklah ia membaca “Attahiyyâtu lillâh, wash sholawâtu wath thoyyibât. Assalâmu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warohmatullôhi wabarokâtuh. Assalâmu ‘alainâ wa ‘alâ ‘ibâdillâhish shôlihîn”. Bila ia ucapkan itu maka akan mencakup seluruh hamba Allah yang salih baik di langit atau di bumi. “Asyhadu allâ ilâha illallâh, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosûluh”. Kemudian silahkan dia memilih doa yang diinginkannya”. HR. Muslim dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Sya’ban 1438 / 22 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 118: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:6. Saat sujudRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ““Kondisi terdekat hamba dari Rabbnya adalah saat ia sujud. Maka perbanyaklah berdoa saat itu”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Di lain kesempatan beliau menjelaskan,“أَلاَ وَإِنِّى نُهِيتُ أَنْ أَقْرَأَ الْقُرْآنَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا، فَأَمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ عَزَّ وَجَلَّ، وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِى الدُّعَاءِ؛ فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ““Ketahuilah bahwa aku dilarang membaca al-Qur’an saat ruku’ atau sujud. Adapun ketika ruku’ maka agungkanlah Allah ‘azza wa jalla. Sedangkan saat sujud maka maksimalkanlah untuk berdoa. Karena berpeluang besar untuk dikabulkan”. HR. Muslim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma.Bagaimana bila kita membaca doa-doa yang disebutkan dalam al-Qur’an saat sujud? Apakah itu diperbolehkan?Bila diniatkan dari bacaan tersebut adalah doa, bukan tilawah al-Qur’an; maka tidak mengapa. Demikian keterangan dari sebagian ulama. Selesai tahiyat shalat sebelum salamRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan,“إِذَا قَعَدَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ فَلْيَقُلْ: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، فَإِذَا قَالَهَا أَصَابَتْ كُلَّ عَبْدٍ لِلَّهِ صَالِحٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، ثُمَّ يَتَخَيَّرُ مِنَ الْمَسْأَلَةِ مَا شَاءَ “. “Bila salah seorang dari kalian duduk saat shalat, maka hendaklah ia membaca “Attahiyyâtu lillâh, wash sholawâtu wath thoyyibât. Assalâmu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warohmatullôhi wabarokâtuh. Assalâmu ‘alainâ wa ‘alâ ‘ibâdillâhish shôlihîn”. Bila ia ucapkan itu maka akan mencakup seluruh hamba Allah yang salih baik di langit atau di bumi. “Asyhadu allâ ilâha illallâh, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosûluh”. Kemudian silahkan dia memilih doa yang diinginkannya”. HR. Muslim dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Sya’ban 1438 / 22 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 118: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 118: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 5

Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:8. Di malam lailatul qadarعَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: قُلْتُ: “يَا رَسُولَ اللهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ القَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟“ قَالَ: قُولِي: “اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي“.Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, bila aku mengetahui kapan lailatul qadr tiba, doa apakah yang seyogyanya aku baca?”. Beliau menjawab, “Bacalah, “Allôhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annî (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai maaf. Maka maafkanlah aku)”. HR. Tirmdiziy dan beliau menyatakan hadits ini hasan sahih. Ketika terbangun di malam hari dan membaca doa sesuai tuntunanDari ‘Ubadah bin ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَنْ تَعَارَّ مِنْ اللَّيْلِ فَقَالَ: “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ“ ثُمَّ قَالَ: “اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي“ أَوْ دَعَا؛ اسْتُجِيبَ لَهُ، فَإِنْ تَوَضَّأَ وَصَلَّى؛ قُبِلَتْ صَلَاتُهُ“.“Barang siapa yang terbangun di malam hari, kemudian dia membaca “Lâ ilâha illallôh wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr. Alhamdulillâh, wa subhânallôh, wa lâ ilâha illallôh, wallôhu akbar, wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah satu-satu-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kekuasaan dan pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah. Maha suci Allah. Tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah. Allah Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah)”. Lalu dia berkata, “Ya Allah ampuni aku” atau berdoa; niscaya akan dikabulkan. Dan bila dia berwudhu lalu menunaikan shalat, maka shalatnya akan diterima”. HR. Bukhari. Saat ayam jantan berkokokعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًاDari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda, “Bila kalian mendengar ayam jantan berkokok, maka mohonlah karunia Allah. Sesungguhnya saat itu dia melihat malaikat. Dan bila engkau mendengar ringkikan keledai, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan. Sungguh saat itu dia melihat setan”. HR. Bukhari dan Muslim.Dan masih ada waktu-waktu mustajab lainnya..@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Ramadhan 1438 / 5 Juni 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No – 119: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 118: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 5

Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:8. Di malam lailatul qadarعَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: قُلْتُ: “يَا رَسُولَ اللهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ القَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟“ قَالَ: قُولِي: “اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي“.Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, bila aku mengetahui kapan lailatul qadr tiba, doa apakah yang seyogyanya aku baca?”. Beliau menjawab, “Bacalah, “Allôhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annî (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai maaf. Maka maafkanlah aku)”. HR. Tirmdiziy dan beliau menyatakan hadits ini hasan sahih. Ketika terbangun di malam hari dan membaca doa sesuai tuntunanDari ‘Ubadah bin ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَنْ تَعَارَّ مِنْ اللَّيْلِ فَقَالَ: “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ“ ثُمَّ قَالَ: “اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي“ أَوْ دَعَا؛ اسْتُجِيبَ لَهُ، فَإِنْ تَوَضَّأَ وَصَلَّى؛ قُبِلَتْ صَلَاتُهُ“.“Barang siapa yang terbangun di malam hari, kemudian dia membaca “Lâ ilâha illallôh wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr. Alhamdulillâh, wa subhânallôh, wa lâ ilâha illallôh, wallôhu akbar, wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah satu-satu-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kekuasaan dan pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah. Maha suci Allah. Tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah. Allah Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah)”. Lalu dia berkata, “Ya Allah ampuni aku” atau berdoa; niscaya akan dikabulkan. Dan bila dia berwudhu lalu menunaikan shalat, maka shalatnya akan diterima”. HR. Bukhari. Saat ayam jantan berkokokعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًاDari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda, “Bila kalian mendengar ayam jantan berkokok, maka mohonlah karunia Allah. Sesungguhnya saat itu dia melihat malaikat. Dan bila engkau mendengar ringkikan keledai, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan. Sungguh saat itu dia melihat setan”. HR. Bukhari dan Muslim.Dan masih ada waktu-waktu mustajab lainnya..@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Ramadhan 1438 / 5 Juni 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No – 119: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:8. Di malam lailatul qadarعَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: قُلْتُ: “يَا رَسُولَ اللهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ القَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟“ قَالَ: قُولِي: “اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي“.Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, bila aku mengetahui kapan lailatul qadr tiba, doa apakah yang seyogyanya aku baca?”. Beliau menjawab, “Bacalah, “Allôhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annî (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai maaf. Maka maafkanlah aku)”. HR. Tirmdiziy dan beliau menyatakan hadits ini hasan sahih. Ketika terbangun di malam hari dan membaca doa sesuai tuntunanDari ‘Ubadah bin ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَنْ تَعَارَّ مِنْ اللَّيْلِ فَقَالَ: “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ“ ثُمَّ قَالَ: “اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي“ أَوْ دَعَا؛ اسْتُجِيبَ لَهُ، فَإِنْ تَوَضَّأَ وَصَلَّى؛ قُبِلَتْ صَلَاتُهُ“.“Barang siapa yang terbangun di malam hari, kemudian dia membaca “Lâ ilâha illallôh wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr. Alhamdulillâh, wa subhânallôh, wa lâ ilâha illallôh, wallôhu akbar, wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah satu-satu-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kekuasaan dan pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah. Maha suci Allah. Tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah. Allah Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah)”. Lalu dia berkata, “Ya Allah ampuni aku” atau berdoa; niscaya akan dikabulkan. Dan bila dia berwudhu lalu menunaikan shalat, maka shalatnya akan diterima”. HR. Bukhari. Saat ayam jantan berkokokعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًاDari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda, “Bila kalian mendengar ayam jantan berkokok, maka mohonlah karunia Allah. Sesungguhnya saat itu dia melihat malaikat. Dan bila engkau mendengar ringkikan keledai, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan. Sungguh saat itu dia melihat setan”. HR. Bukhari dan Muslim.Dan masih ada waktu-waktu mustajab lainnya..@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Ramadhan 1438 / 5 Juni 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No – 119: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:8. Di malam lailatul qadarعَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: قُلْتُ: “يَا رَسُولَ اللهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ القَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟“ قَالَ: قُولِي: “اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي“.Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, bila aku mengetahui kapan lailatul qadr tiba, doa apakah yang seyogyanya aku baca?”. Beliau menjawab, “Bacalah, “Allôhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annî (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai maaf. Maka maafkanlah aku)”. HR. Tirmdiziy dan beliau menyatakan hadits ini hasan sahih. Ketika terbangun di malam hari dan membaca doa sesuai tuntunanDari ‘Ubadah bin ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَنْ تَعَارَّ مِنْ اللَّيْلِ فَقَالَ: “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ“ ثُمَّ قَالَ: “اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي“ أَوْ دَعَا؛ اسْتُجِيبَ لَهُ، فَإِنْ تَوَضَّأَ وَصَلَّى؛ قُبِلَتْ صَلَاتُهُ“.“Barang siapa yang terbangun di malam hari, kemudian dia membaca “Lâ ilâha illallôh wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr. Alhamdulillâh, wa subhânallôh, wa lâ ilâha illallôh, wallôhu akbar, wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah satu-satu-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kekuasaan dan pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah. Maha suci Allah. Tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah. Allah Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah)”. Lalu dia berkata, “Ya Allah ampuni aku” atau berdoa; niscaya akan dikabulkan. Dan bila dia berwudhu lalu menunaikan shalat, maka shalatnya akan diterima”. HR. Bukhari. Saat ayam jantan berkokokعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًاDari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda, “Bila kalian mendengar ayam jantan berkokok, maka mohonlah karunia Allah. Sesungguhnya saat itu dia melihat malaikat. Dan bila engkau mendengar ringkikan keledai, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan. Sungguh saat itu dia melihat setan”. HR. Bukhari dan Muslim.Dan masih ada waktu-waktu mustajab lainnya..@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Ramadhan 1438 / 5 Juni 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No – 119: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No – 119: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 1

Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Sekalipun dia Iblis.“قَالَ أَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (14) قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ (15)“Artinya: “(Iblis) memohon, “Berilah aku penangguhan umur, sampai hari kiamat”. (Allah) berfirman, “Ya. Kamu termasuk yang diberi penangguhan umur”. QS. Al-A’raf (7): 14-15.Karena itu Imam Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah (w. 198 H) menjelaskan, “Jangan sekali-kali meninggalkan doa. Apapun kondisimu jangan sampai menghalangimu untuk berdoa. Sungguh Allah telah mengabulkan doanya Iblis, padahal ia adalah makhluk terburuk”.Walaupun demikian, perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Di antara mereka:Pertama: Para orang tuaRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ“.“Tiga doa yang akan dikabulkan tidak ada keraguan sedikitpun. Doanya orangtua, doanya orang yang bepergian dan doanya orang yang dizalimi”. HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Bukan hanya doa kebaikan orang tua untuk anaknya yang mudah dikabulkan. Namun juga termasuk doa keburukan yang dia panjatkan. Dalam riwayat lain disebutkan,“دَعْوَةُ الوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ“.“Doa keburukan orang tua untuk anaknya”. HR. Tirmidziy dan dinilai hasan oleh beliau. Kedua: Orang yang dizalimiDalilnya banyak. Antara lain adalah hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu tersebut di atas, juga hadits berikut ini,“وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللهِ حِجَابٌ““Berhati-hatilah dari doanya orang yang terzalimi. Sesungguhnya antara dia dan Allah tidak ada penghalang”. HR. Bukhari dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma.Ketiga: Orang yang sedang bepergianDalilnya antara lain adalah hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu yang tersebut di atas.Keempat: Anak salih“إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ؛ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ“.“Jika manusia mati, maka terputuslah amalannya kecuali tiga. (1) Sedekah jariyah, (2) Ilmu yang bermanfaat dan (3) Anak salih yang mendoakannya”. HR. Muslim dari Abu Hurairah. Bersambung… Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 118: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 5Next [Video] Gotong Royong Dalam Berumah Tangga Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No – 119: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 1

Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Sekalipun dia Iblis.“قَالَ أَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (14) قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ (15)“Artinya: “(Iblis) memohon, “Berilah aku penangguhan umur, sampai hari kiamat”. (Allah) berfirman, “Ya. Kamu termasuk yang diberi penangguhan umur”. QS. Al-A’raf (7): 14-15.Karena itu Imam Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah (w. 198 H) menjelaskan, “Jangan sekali-kali meninggalkan doa. Apapun kondisimu jangan sampai menghalangimu untuk berdoa. Sungguh Allah telah mengabulkan doanya Iblis, padahal ia adalah makhluk terburuk”.Walaupun demikian, perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Di antara mereka:Pertama: Para orang tuaRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ“.“Tiga doa yang akan dikabulkan tidak ada keraguan sedikitpun. Doanya orangtua, doanya orang yang bepergian dan doanya orang yang dizalimi”. HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Bukan hanya doa kebaikan orang tua untuk anaknya yang mudah dikabulkan. Namun juga termasuk doa keburukan yang dia panjatkan. Dalam riwayat lain disebutkan,“دَعْوَةُ الوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ“.“Doa keburukan orang tua untuk anaknya”. HR. Tirmidziy dan dinilai hasan oleh beliau. Kedua: Orang yang dizalimiDalilnya banyak. Antara lain adalah hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu tersebut di atas, juga hadits berikut ini,“وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللهِ حِجَابٌ““Berhati-hatilah dari doanya orang yang terzalimi. Sesungguhnya antara dia dan Allah tidak ada penghalang”. HR. Bukhari dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma.Ketiga: Orang yang sedang bepergianDalilnya antara lain adalah hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu yang tersebut di atas.Keempat: Anak salih“إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ؛ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ“.“Jika manusia mati, maka terputuslah amalannya kecuali tiga. (1) Sedekah jariyah, (2) Ilmu yang bermanfaat dan (3) Anak salih yang mendoakannya”. HR. Muslim dari Abu Hurairah. Bersambung… Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 118: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 5Next [Video] Gotong Royong Dalam Berumah Tangga Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Sekalipun dia Iblis.“قَالَ أَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (14) قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ (15)“Artinya: “(Iblis) memohon, “Berilah aku penangguhan umur, sampai hari kiamat”. (Allah) berfirman, “Ya. Kamu termasuk yang diberi penangguhan umur”. QS. Al-A’raf (7): 14-15.Karena itu Imam Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah (w. 198 H) menjelaskan, “Jangan sekali-kali meninggalkan doa. Apapun kondisimu jangan sampai menghalangimu untuk berdoa. Sungguh Allah telah mengabulkan doanya Iblis, padahal ia adalah makhluk terburuk”.Walaupun demikian, perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Di antara mereka:Pertama: Para orang tuaRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ“.“Tiga doa yang akan dikabulkan tidak ada keraguan sedikitpun. Doanya orangtua, doanya orang yang bepergian dan doanya orang yang dizalimi”. HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Bukan hanya doa kebaikan orang tua untuk anaknya yang mudah dikabulkan. Namun juga termasuk doa keburukan yang dia panjatkan. Dalam riwayat lain disebutkan,“دَعْوَةُ الوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ“.“Doa keburukan orang tua untuk anaknya”. HR. Tirmidziy dan dinilai hasan oleh beliau. Kedua: Orang yang dizalimiDalilnya banyak. Antara lain adalah hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu tersebut di atas, juga hadits berikut ini,“وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللهِ حِجَابٌ““Berhati-hatilah dari doanya orang yang terzalimi. Sesungguhnya antara dia dan Allah tidak ada penghalang”. HR. Bukhari dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma.Ketiga: Orang yang sedang bepergianDalilnya antara lain adalah hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu yang tersebut di atas.Keempat: Anak salih“إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ؛ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ“.“Jika manusia mati, maka terputuslah amalannya kecuali tiga. (1) Sedekah jariyah, (2) Ilmu yang bermanfaat dan (3) Anak salih yang mendoakannya”. HR. Muslim dari Abu Hurairah. Bersambung… Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 118: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 5Next [Video] Gotong Royong Dalam Berumah Tangga Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Sekalipun dia Iblis.“قَالَ أَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (14) قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ (15)“Artinya: “(Iblis) memohon, “Berilah aku penangguhan umur, sampai hari kiamat”. (Allah) berfirman, “Ya. Kamu termasuk yang diberi penangguhan umur”. QS. Al-A’raf (7): 14-15.Karena itu Imam Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah (w. 198 H) menjelaskan, “Jangan sekali-kali meninggalkan doa. Apapun kondisimu jangan sampai menghalangimu untuk berdoa. Sungguh Allah telah mengabulkan doanya Iblis, padahal ia adalah makhluk terburuk”.Walaupun demikian, perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Di antara mereka:Pertama: Para orang tuaRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ“.“Tiga doa yang akan dikabulkan tidak ada keraguan sedikitpun. Doanya orangtua, doanya orang yang bepergian dan doanya orang yang dizalimi”. HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Bukan hanya doa kebaikan orang tua untuk anaknya yang mudah dikabulkan. Namun juga termasuk doa keburukan yang dia panjatkan. Dalam riwayat lain disebutkan,“دَعْوَةُ الوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ“.“Doa keburukan orang tua untuk anaknya”. HR. Tirmidziy dan dinilai hasan oleh beliau. Kedua: Orang yang dizalimiDalilnya banyak. Antara lain adalah hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu tersebut di atas, juga hadits berikut ini,“وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللهِ حِجَابٌ““Berhati-hatilah dari doanya orang yang terzalimi. Sesungguhnya antara dia dan Allah tidak ada penghalang”. HR. Bukhari dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma.Ketiga: Orang yang sedang bepergianDalilnya antara lain adalah hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu yang tersebut di atas.Keempat: Anak salih“إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ؛ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ“.“Jika manusia mati, maka terputuslah amalannya kecuali tiga. (1) Sedekah jariyah, (2) Ilmu yang bermanfaat dan (3) Anak salih yang mendoakannya”. HR. Muslim dari Abu Hurairah. Bersambung… Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 118: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 5Next [Video] Gotong Royong Dalam Berumah Tangga Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[Video] Gotong Royong Dalam Berumah Tangga

[Video] Gotong Royong Dalam Berumah Tangga Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No – 119: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 1Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 120: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[Video] Gotong Royong Dalam Berumah Tangga

[Video] Gotong Royong Dalam Berumah Tangga Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No – 119: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 1Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 120: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
[Video] Gotong Royong Dalam Berumah Tangga Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No – 119: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 1Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 120: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


[Video] Gotong Royong Dalam Berumah Tangga Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No – 119: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 1Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 120: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 120: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 2

Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Namun perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Pada pertemuan sebelumnya sudah kita jelaskan sebagian dari mereka. Berikut kelanjutannya:Kelima: Muslim yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan diaDoa seperti ini lebih mustajab sebab biasanya lebih ikhlas. Demikian keterangan yang disampaikan Imam Nawawiy rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: “وَلَكَ بِمِثْلٍ““Tidaklah seorang muslim mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan dia; melainkan malaikat akan berkata, “Dan untukmu juga”. HR. Muslim dari Abu Darda’ radhiyallahu’anhu.Dalam hadits lain disebutkan,عن أُمَّ الدَّرْدَاءِ رضي الله عنها أنها قَالَتْ لصفوان: “أَتُرِيدُ الْحَجَّ الْعَامَ؟”، قال: فَقُلْتُ: “نَعَمْ“، قَالَتْ: “فَادْعُ اللهَ لَنَا بِخَيْرٍ“، فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ: ” دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: “آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ”Suatu hari Ummu Darda’ radhiyallahu ‘anha berkata kepada Shafwan, “Apakah engkau akan berangkat haji tahun ini?”. Beliau menjawab, “Ya”. Ummu Darda’ melanjutkan, “Doakanlah kebaikan untuk kami”. Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuan dia adalah mustajab. Di dekat kepalanya ada seorang malaikat yang ditugasi untuk mengamini, setiap dia berdoa kebaikan untuk saudaranya. Sang malaikat berkata, “Amin. Engkau pun akan mendapat hal yang serupa”. HR. Muslim.Keenam: Hamba yang patuh kepada AllahSemakin insan menaati perintah Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alahi wasallam serta menjauhi larangan, maka peluang doa yang dipanjatkannya semakin besar untuk dikabulkan.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ اللَّهَ قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ: كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُDari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah ta’ala berfirman, “Barang siapa memusuhi kekasih-Ku, maka sungguh Aku mengumumkan perang padanya. Tidak ada amalan yang lebih Aku cintai dibanding amalan yang Kuwajibkan atas hamba-Ku. Semakin banyak ia melakukan amalan sunnah, maka Aku semakin mencintainya. Bila Aku mencintainya, maka pendengarannya akan Kubimbing, penglihatannya akan Kubimbing, tangannya akan Kubimbing dan kakinya juga akan Kubimbing. Bila ia meminta sesuatu pada-Ku niscaya akan Kuberi. Dan bila ia memohon perlindungan pada-Ku niscaya akan Kulindungi”. HR. Bukhari. Bersambung… Post navigation Previous [Video] Gotong Royong Dalam Berumah TanggaNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 120: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 2

Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Namun perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Pada pertemuan sebelumnya sudah kita jelaskan sebagian dari mereka. Berikut kelanjutannya:Kelima: Muslim yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan diaDoa seperti ini lebih mustajab sebab biasanya lebih ikhlas. Demikian keterangan yang disampaikan Imam Nawawiy rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: “وَلَكَ بِمِثْلٍ““Tidaklah seorang muslim mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan dia; melainkan malaikat akan berkata, “Dan untukmu juga”. HR. Muslim dari Abu Darda’ radhiyallahu’anhu.Dalam hadits lain disebutkan,عن أُمَّ الدَّرْدَاءِ رضي الله عنها أنها قَالَتْ لصفوان: “أَتُرِيدُ الْحَجَّ الْعَامَ؟”، قال: فَقُلْتُ: “نَعَمْ“، قَالَتْ: “فَادْعُ اللهَ لَنَا بِخَيْرٍ“، فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ: ” دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: “آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ”Suatu hari Ummu Darda’ radhiyallahu ‘anha berkata kepada Shafwan, “Apakah engkau akan berangkat haji tahun ini?”. Beliau menjawab, “Ya”. Ummu Darda’ melanjutkan, “Doakanlah kebaikan untuk kami”. Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuan dia adalah mustajab. Di dekat kepalanya ada seorang malaikat yang ditugasi untuk mengamini, setiap dia berdoa kebaikan untuk saudaranya. Sang malaikat berkata, “Amin. Engkau pun akan mendapat hal yang serupa”. HR. Muslim.Keenam: Hamba yang patuh kepada AllahSemakin insan menaati perintah Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alahi wasallam serta menjauhi larangan, maka peluang doa yang dipanjatkannya semakin besar untuk dikabulkan.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ اللَّهَ قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ: كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُDari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah ta’ala berfirman, “Barang siapa memusuhi kekasih-Ku, maka sungguh Aku mengumumkan perang padanya. Tidak ada amalan yang lebih Aku cintai dibanding amalan yang Kuwajibkan atas hamba-Ku. Semakin banyak ia melakukan amalan sunnah, maka Aku semakin mencintainya. Bila Aku mencintainya, maka pendengarannya akan Kubimbing, penglihatannya akan Kubimbing, tangannya akan Kubimbing dan kakinya juga akan Kubimbing. Bila ia meminta sesuatu pada-Ku niscaya akan Kuberi. Dan bila ia memohon perlindungan pada-Ku niscaya akan Kulindungi”. HR. Bukhari. Bersambung… Post navigation Previous [Video] Gotong Royong Dalam Berumah TanggaNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Namun perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Pada pertemuan sebelumnya sudah kita jelaskan sebagian dari mereka. Berikut kelanjutannya:Kelima: Muslim yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan diaDoa seperti ini lebih mustajab sebab biasanya lebih ikhlas. Demikian keterangan yang disampaikan Imam Nawawiy rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: “وَلَكَ بِمِثْلٍ““Tidaklah seorang muslim mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan dia; melainkan malaikat akan berkata, “Dan untukmu juga”. HR. Muslim dari Abu Darda’ radhiyallahu’anhu.Dalam hadits lain disebutkan,عن أُمَّ الدَّرْدَاءِ رضي الله عنها أنها قَالَتْ لصفوان: “أَتُرِيدُ الْحَجَّ الْعَامَ؟”، قال: فَقُلْتُ: “نَعَمْ“، قَالَتْ: “فَادْعُ اللهَ لَنَا بِخَيْرٍ“، فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ: ” دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: “آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ”Suatu hari Ummu Darda’ radhiyallahu ‘anha berkata kepada Shafwan, “Apakah engkau akan berangkat haji tahun ini?”. Beliau menjawab, “Ya”. Ummu Darda’ melanjutkan, “Doakanlah kebaikan untuk kami”. Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuan dia adalah mustajab. Di dekat kepalanya ada seorang malaikat yang ditugasi untuk mengamini, setiap dia berdoa kebaikan untuk saudaranya. Sang malaikat berkata, “Amin. Engkau pun akan mendapat hal yang serupa”. HR. Muslim.Keenam: Hamba yang patuh kepada AllahSemakin insan menaati perintah Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alahi wasallam serta menjauhi larangan, maka peluang doa yang dipanjatkannya semakin besar untuk dikabulkan.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ اللَّهَ قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ: كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُDari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah ta’ala berfirman, “Barang siapa memusuhi kekasih-Ku, maka sungguh Aku mengumumkan perang padanya. Tidak ada amalan yang lebih Aku cintai dibanding amalan yang Kuwajibkan atas hamba-Ku. Semakin banyak ia melakukan amalan sunnah, maka Aku semakin mencintainya. Bila Aku mencintainya, maka pendengarannya akan Kubimbing, penglihatannya akan Kubimbing, tangannya akan Kubimbing dan kakinya juga akan Kubimbing. Bila ia meminta sesuatu pada-Ku niscaya akan Kuberi. Dan bila ia memohon perlindungan pada-Ku niscaya akan Kulindungi”. HR. Bukhari. Bersambung… Post navigation Previous [Video] Gotong Royong Dalam Berumah TanggaNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Namun perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Pada pertemuan sebelumnya sudah kita jelaskan sebagian dari mereka. Berikut kelanjutannya:Kelima: Muslim yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan diaDoa seperti ini lebih mustajab sebab biasanya lebih ikhlas. Demikian keterangan yang disampaikan Imam Nawawiy rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: “وَلَكَ بِمِثْلٍ““Tidaklah seorang muslim mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan dia; melainkan malaikat akan berkata, “Dan untukmu juga”. HR. Muslim dari Abu Darda’ radhiyallahu’anhu.Dalam hadits lain disebutkan,عن أُمَّ الدَّرْدَاءِ رضي الله عنها أنها قَالَتْ لصفوان: “أَتُرِيدُ الْحَجَّ الْعَامَ؟”، قال: فَقُلْتُ: “نَعَمْ“، قَالَتْ: “فَادْعُ اللهَ لَنَا بِخَيْرٍ“، فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ: ” دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: “آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ”Suatu hari Ummu Darda’ radhiyallahu ‘anha berkata kepada Shafwan, “Apakah engkau akan berangkat haji tahun ini?”. Beliau menjawab, “Ya”. Ummu Darda’ melanjutkan, “Doakanlah kebaikan untuk kami”. Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuan dia adalah mustajab. Di dekat kepalanya ada seorang malaikat yang ditugasi untuk mengamini, setiap dia berdoa kebaikan untuk saudaranya. Sang malaikat berkata, “Amin. Engkau pun akan mendapat hal yang serupa”. HR. Muslim.Keenam: Hamba yang patuh kepada AllahSemakin insan menaati perintah Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alahi wasallam serta menjauhi larangan, maka peluang doa yang dipanjatkannya semakin besar untuk dikabulkan.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ اللَّهَ قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ: كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُDari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah ta’ala berfirman, “Barang siapa memusuhi kekasih-Ku, maka sungguh Aku mengumumkan perang padanya. Tidak ada amalan yang lebih Aku cintai dibanding amalan yang Kuwajibkan atas hamba-Ku. Semakin banyak ia melakukan amalan sunnah, maka Aku semakin mencintainya. Bila Aku mencintainya, maka pendengarannya akan Kubimbing, penglihatannya akan Kubimbing, tangannya akan Kubimbing dan kakinya juga akan Kubimbing. Bila ia meminta sesuatu pada-Ku niscaya akan Kuberi. Dan bila ia memohon perlindungan pada-Ku niscaya akan Kulindungi”. HR. Bukhari. Bersambung… Post navigation Previous [Video] Gotong Royong Dalam Berumah TanggaNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3

Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Namun perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Pada pertemuan sebelumnya sudah kita jelaskan sebagian dari mereka. Berikut kelanjutannya:Ketujuh: Orang yang ditimpa kesulitanOrang yang ditimpa kesusahan, lalu dia mau menghiba kepada Allah ta’ala dengan sepenuh hati, ketulusan dan harapan yang sangat tinggi; niscaya doanya tidak akan ditolak. Allah subhanah berfirman,“أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ“Artinya: “Siapakah yang akan mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan, apabila dia berdoa kepada-Nya dan siapakah yang menghilangkan kesusahan (kalau bukan Allah)?”. QS. An-Naml (27): 62.Dalam Tafsîr al-Qurthubiy dinukil keterangan sebagian ulama tentang ayat di atas, “Allah ta’ala menjamin dikabulkannya doa orang yang ditimpa kesulitan. Dia sendiri yang mengabarkan janji tersebut. Sebab penghibaan dia kepada Allah, muncul dari ketulusan hati dan hilangnya ketergantungan kepada selain Allah. Ketulusan seperti ini memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah…”.Bukankah kita masih mengingat bagaimana kisah Nabi Yunus ‘alaihissalam, saat beliau dimakan ikan paus? Allah ‘azza wa jalla berfirman,“وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88)“Artinya: “(Ingatlah kisah) Dzun Nun (Nabi Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah. Ia mengira bahwa Kami tidak bisa menekannya. Akhirnya iapun berdoa dalam kegelapan yang sangat (yakni di dalam perut ikan, di dasar lautan dan di malam hari), “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang bersalah)”. Maka Kami pun mengabulkan doanya dan menyelamatkannya dari musibah. Demikianlah kami menyelamatkan orang-orang yang beriman”. QS. Al-Anbiya’ (21): 87-88.Doa nabi Yunus ini diterangkan dalam hadits yang sahih, bila dibaca oleh seseorang, maka pasti doanya bakal dikabulkan Allah ta’ala.“دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الحُوتِ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ“.“Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) yang beliau baca saat berada di dalam perut ikan paus, “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang zalim)”. Sungguh setiap muslim yang bertawassul dalam doanya dengan bacaan tersebut, pasti Allah akan mengabulkan, apapun hajatnya”. HR. Tirmidziy dari Sa’ad radhiyallahu ‘anhu dan dinilai sahih oleh al-Albaniy. Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 120: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 2Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada Tuntunannya Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3

Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Namun perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Pada pertemuan sebelumnya sudah kita jelaskan sebagian dari mereka. Berikut kelanjutannya:Ketujuh: Orang yang ditimpa kesulitanOrang yang ditimpa kesusahan, lalu dia mau menghiba kepada Allah ta’ala dengan sepenuh hati, ketulusan dan harapan yang sangat tinggi; niscaya doanya tidak akan ditolak. Allah subhanah berfirman,“أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ“Artinya: “Siapakah yang akan mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan, apabila dia berdoa kepada-Nya dan siapakah yang menghilangkan kesusahan (kalau bukan Allah)?”. QS. An-Naml (27): 62.Dalam Tafsîr al-Qurthubiy dinukil keterangan sebagian ulama tentang ayat di atas, “Allah ta’ala menjamin dikabulkannya doa orang yang ditimpa kesulitan. Dia sendiri yang mengabarkan janji tersebut. Sebab penghibaan dia kepada Allah, muncul dari ketulusan hati dan hilangnya ketergantungan kepada selain Allah. Ketulusan seperti ini memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah…”.Bukankah kita masih mengingat bagaimana kisah Nabi Yunus ‘alaihissalam, saat beliau dimakan ikan paus? Allah ‘azza wa jalla berfirman,“وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88)“Artinya: “(Ingatlah kisah) Dzun Nun (Nabi Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah. Ia mengira bahwa Kami tidak bisa menekannya. Akhirnya iapun berdoa dalam kegelapan yang sangat (yakni di dalam perut ikan, di dasar lautan dan di malam hari), “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang bersalah)”. Maka Kami pun mengabulkan doanya dan menyelamatkannya dari musibah. Demikianlah kami menyelamatkan orang-orang yang beriman”. QS. Al-Anbiya’ (21): 87-88.Doa nabi Yunus ini diterangkan dalam hadits yang sahih, bila dibaca oleh seseorang, maka pasti doanya bakal dikabulkan Allah ta’ala.“دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الحُوتِ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ“.“Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) yang beliau baca saat berada di dalam perut ikan paus, “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang zalim)”. Sungguh setiap muslim yang bertawassul dalam doanya dengan bacaan tersebut, pasti Allah akan mengabulkan, apapun hajatnya”. HR. Tirmidziy dari Sa’ad radhiyallahu ‘anhu dan dinilai sahih oleh al-Albaniy. Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 120: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 2Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada Tuntunannya Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Namun perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Pada pertemuan sebelumnya sudah kita jelaskan sebagian dari mereka. Berikut kelanjutannya:Ketujuh: Orang yang ditimpa kesulitanOrang yang ditimpa kesusahan, lalu dia mau menghiba kepada Allah ta’ala dengan sepenuh hati, ketulusan dan harapan yang sangat tinggi; niscaya doanya tidak akan ditolak. Allah subhanah berfirman,“أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ“Artinya: “Siapakah yang akan mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan, apabila dia berdoa kepada-Nya dan siapakah yang menghilangkan kesusahan (kalau bukan Allah)?”. QS. An-Naml (27): 62.Dalam Tafsîr al-Qurthubiy dinukil keterangan sebagian ulama tentang ayat di atas, “Allah ta’ala menjamin dikabulkannya doa orang yang ditimpa kesulitan. Dia sendiri yang mengabarkan janji tersebut. Sebab penghibaan dia kepada Allah, muncul dari ketulusan hati dan hilangnya ketergantungan kepada selain Allah. Ketulusan seperti ini memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah…”.Bukankah kita masih mengingat bagaimana kisah Nabi Yunus ‘alaihissalam, saat beliau dimakan ikan paus? Allah ‘azza wa jalla berfirman,“وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88)“Artinya: “(Ingatlah kisah) Dzun Nun (Nabi Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah. Ia mengira bahwa Kami tidak bisa menekannya. Akhirnya iapun berdoa dalam kegelapan yang sangat (yakni di dalam perut ikan, di dasar lautan dan di malam hari), “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang bersalah)”. Maka Kami pun mengabulkan doanya dan menyelamatkannya dari musibah. Demikianlah kami menyelamatkan orang-orang yang beriman”. QS. Al-Anbiya’ (21): 87-88.Doa nabi Yunus ini diterangkan dalam hadits yang sahih, bila dibaca oleh seseorang, maka pasti doanya bakal dikabulkan Allah ta’ala.“دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الحُوتِ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ“.“Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) yang beliau baca saat berada di dalam perut ikan paus, “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang zalim)”. Sungguh setiap muslim yang bertawassul dalam doanya dengan bacaan tersebut, pasti Allah akan mengabulkan, apapun hajatnya”. HR. Tirmidziy dari Sa’ad radhiyallahu ‘anhu dan dinilai sahih oleh al-Albaniy. Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 120: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 2Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada Tuntunannya Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Namun perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Pada pertemuan sebelumnya sudah kita jelaskan sebagian dari mereka. Berikut kelanjutannya:Ketujuh: Orang yang ditimpa kesulitanOrang yang ditimpa kesusahan, lalu dia mau menghiba kepada Allah ta’ala dengan sepenuh hati, ketulusan dan harapan yang sangat tinggi; niscaya doanya tidak akan ditolak. Allah subhanah berfirman,“أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ“Artinya: “Siapakah yang akan mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan, apabila dia berdoa kepada-Nya dan siapakah yang menghilangkan kesusahan (kalau bukan Allah)?”. QS. An-Naml (27): 62.Dalam Tafsîr al-Qurthubiy dinukil keterangan sebagian ulama tentang ayat di atas, “Allah ta’ala menjamin dikabulkannya doa orang yang ditimpa kesulitan. Dia sendiri yang mengabarkan janji tersebut. Sebab penghibaan dia kepada Allah, muncul dari ketulusan hati dan hilangnya ketergantungan kepada selain Allah. Ketulusan seperti ini memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah…”.Bukankah kita masih mengingat bagaimana kisah Nabi Yunus ‘alaihissalam, saat beliau dimakan ikan paus? Allah ‘azza wa jalla berfirman,“وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88)“Artinya: “(Ingatlah kisah) Dzun Nun (Nabi Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah. Ia mengira bahwa Kami tidak bisa menekannya. Akhirnya iapun berdoa dalam kegelapan yang sangat (yakni di dalam perut ikan, di dasar lautan dan di malam hari), “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang bersalah)”. Maka Kami pun mengabulkan doanya dan menyelamatkannya dari musibah. Demikianlah kami menyelamatkan orang-orang yang beriman”. QS. Al-Anbiya’ (21): 87-88.Doa nabi Yunus ini diterangkan dalam hadits yang sahih, bila dibaca oleh seseorang, maka pasti doanya bakal dikabulkan Allah ta’ala.“دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الحُوتِ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ“.“Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) yang beliau baca saat berada di dalam perut ikan paus, “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang zalim)”. Sungguh setiap muslim yang bertawassul dalam doanya dengan bacaan tersebut, pasti Allah akan mengabulkan, apapun hajatnya”. HR. Tirmidziy dari Sa’ad radhiyallahu ‘anhu dan dinilai sahih oleh al-Albaniy. Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 120: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 2Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada Tuntunannya Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada Tuntunannya

Doa adalah salah satu ibadah mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sehingga kewajiban setiap muslim adalah mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat mengamalkannya. Sebab tuntunan beliau adalah yang terbaik, tersempurna dan terbenar.Beliau telah menerangkan sejelas-jelasnya segala hal yang berkaitan dengan doa. Kapan waktu mustajabnya? Di mana tempat yang mustajab? Kondisi seperti apa yang mustajab? Siapa orang-orang yang doanya mustajab? Dan lain sebagainya.Doa untuk segala kondisi yang dibutuhkan setiap insan, juga sudah dijelaskan doanya. Saat dia sedih atau senang, sakit atau sehat, mendapat nikmat atau ditimpa musibah, bepergian atau menetap dan berbagai kondisi lainnya. Saat akan tidur atau bangun tidur, ketika memasuki kamar mandi atau keluar darinya, saat mengenakan pakaian atau melepaskannya, ketika memasuki masjid atau keluar darinya dan masih banyak lagi yang lainnya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِىٌّ قَبْلِى إِلاَّ كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ…”.“Tidak ada satu nabi pun sebelumku, melainkan wajib mengajarkan kebaikan yang ia ketahui kepada ummatnya dan memperingatkan mereka dari keburukan yang ia ketahui…”. HR. Muslim (no. 1844) dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu.Maka sungguh amat memprihatinkan keadaan sebagian orang yang disibukkan dengan doa-doa yang tidak ada tuntunannya. Di waktu yang sama, doa-doa yang ada tuntunannya malah ia tinggalkan.Imam ath-Tharthusyiy (w. 520 H) berkata, “Di antara perilaku yang paling aneh, adalah meninggalkan doa-doa yang disebutkan Allah dalam al-Qur’an. Doa yang dipanjatkan para nabi, para wali, para manusia pilihan, dan doa tersebut telah terjamin mustajab. Kemudian memilih berdoa dengan doa-doa para penyair dan penulis biasa. Seakan telah mengamalkan seluruh doa para nabi, lalu merasa perlu untuk menambahinya dengan doa dari selain mereka”.Yang lebih parah lagi, seringkali doa-doa bikinan sendiri itu mengandung kata-kata kufur dan permohonan bantuan kepada selain Allah ta’ala.Setelah menjelaskan tentang pentingnya mencukupkan diri dengan doa-doa yang termaktub dalam al-Qur’an dan Sunnah, Imam al-Qarafiy (w. 684 H) mengingatkan dari doa-doa yang menyimpang.Kata beliau, “Wajib menjauhi doa-doa yang mengandung kekufuran dan yang semisalnya. Sebab akan mendatangkan kemurkaan Allah dan mengakibatkan kekal di neraka”.Adapun doa yang bersifat umum, tidak terbatas waktu atau tempat, yang tidak ditentukan syariat redaksi doanya, maka tidak mengapa bagi seorang muslim untuk menggunakan redaksi sendiri. Namun dengan syarat, redaksi tersebut tidak mengandung unsur penyimpangan, tidak diyakini memiliki keistimewaan khusus, dan tidak dirutinkan pengamalannya.Akan tetapi dengan tetap memprioritaskan doa yang ada di dalam al-Qur’an dan Sunnah. Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 123: Berdoalah Hanya Kepada Allah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada Tuntunannya

Doa adalah salah satu ibadah mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sehingga kewajiban setiap muslim adalah mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat mengamalkannya. Sebab tuntunan beliau adalah yang terbaik, tersempurna dan terbenar.Beliau telah menerangkan sejelas-jelasnya segala hal yang berkaitan dengan doa. Kapan waktu mustajabnya? Di mana tempat yang mustajab? Kondisi seperti apa yang mustajab? Siapa orang-orang yang doanya mustajab? Dan lain sebagainya.Doa untuk segala kondisi yang dibutuhkan setiap insan, juga sudah dijelaskan doanya. Saat dia sedih atau senang, sakit atau sehat, mendapat nikmat atau ditimpa musibah, bepergian atau menetap dan berbagai kondisi lainnya. Saat akan tidur atau bangun tidur, ketika memasuki kamar mandi atau keluar darinya, saat mengenakan pakaian atau melepaskannya, ketika memasuki masjid atau keluar darinya dan masih banyak lagi yang lainnya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِىٌّ قَبْلِى إِلاَّ كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ…”.“Tidak ada satu nabi pun sebelumku, melainkan wajib mengajarkan kebaikan yang ia ketahui kepada ummatnya dan memperingatkan mereka dari keburukan yang ia ketahui…”. HR. Muslim (no. 1844) dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu.Maka sungguh amat memprihatinkan keadaan sebagian orang yang disibukkan dengan doa-doa yang tidak ada tuntunannya. Di waktu yang sama, doa-doa yang ada tuntunannya malah ia tinggalkan.Imam ath-Tharthusyiy (w. 520 H) berkata, “Di antara perilaku yang paling aneh, adalah meninggalkan doa-doa yang disebutkan Allah dalam al-Qur’an. Doa yang dipanjatkan para nabi, para wali, para manusia pilihan, dan doa tersebut telah terjamin mustajab. Kemudian memilih berdoa dengan doa-doa para penyair dan penulis biasa. Seakan telah mengamalkan seluruh doa para nabi, lalu merasa perlu untuk menambahinya dengan doa dari selain mereka”.Yang lebih parah lagi, seringkali doa-doa bikinan sendiri itu mengandung kata-kata kufur dan permohonan bantuan kepada selain Allah ta’ala.Setelah menjelaskan tentang pentingnya mencukupkan diri dengan doa-doa yang termaktub dalam al-Qur’an dan Sunnah, Imam al-Qarafiy (w. 684 H) mengingatkan dari doa-doa yang menyimpang.Kata beliau, “Wajib menjauhi doa-doa yang mengandung kekufuran dan yang semisalnya. Sebab akan mendatangkan kemurkaan Allah dan mengakibatkan kekal di neraka”.Adapun doa yang bersifat umum, tidak terbatas waktu atau tempat, yang tidak ditentukan syariat redaksi doanya, maka tidak mengapa bagi seorang muslim untuk menggunakan redaksi sendiri. Namun dengan syarat, redaksi tersebut tidak mengandung unsur penyimpangan, tidak diyakini memiliki keistimewaan khusus, dan tidak dirutinkan pengamalannya.Akan tetapi dengan tetap memprioritaskan doa yang ada di dalam al-Qur’an dan Sunnah. Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 123: Berdoalah Hanya Kepada Allah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Doa adalah salah satu ibadah mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sehingga kewajiban setiap muslim adalah mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat mengamalkannya. Sebab tuntunan beliau adalah yang terbaik, tersempurna dan terbenar.Beliau telah menerangkan sejelas-jelasnya segala hal yang berkaitan dengan doa. Kapan waktu mustajabnya? Di mana tempat yang mustajab? Kondisi seperti apa yang mustajab? Siapa orang-orang yang doanya mustajab? Dan lain sebagainya.Doa untuk segala kondisi yang dibutuhkan setiap insan, juga sudah dijelaskan doanya. Saat dia sedih atau senang, sakit atau sehat, mendapat nikmat atau ditimpa musibah, bepergian atau menetap dan berbagai kondisi lainnya. Saat akan tidur atau bangun tidur, ketika memasuki kamar mandi atau keluar darinya, saat mengenakan pakaian atau melepaskannya, ketika memasuki masjid atau keluar darinya dan masih banyak lagi yang lainnya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِىٌّ قَبْلِى إِلاَّ كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ…”.“Tidak ada satu nabi pun sebelumku, melainkan wajib mengajarkan kebaikan yang ia ketahui kepada ummatnya dan memperingatkan mereka dari keburukan yang ia ketahui…”. HR. Muslim (no. 1844) dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu.Maka sungguh amat memprihatinkan keadaan sebagian orang yang disibukkan dengan doa-doa yang tidak ada tuntunannya. Di waktu yang sama, doa-doa yang ada tuntunannya malah ia tinggalkan.Imam ath-Tharthusyiy (w. 520 H) berkata, “Di antara perilaku yang paling aneh, adalah meninggalkan doa-doa yang disebutkan Allah dalam al-Qur’an. Doa yang dipanjatkan para nabi, para wali, para manusia pilihan, dan doa tersebut telah terjamin mustajab. Kemudian memilih berdoa dengan doa-doa para penyair dan penulis biasa. Seakan telah mengamalkan seluruh doa para nabi, lalu merasa perlu untuk menambahinya dengan doa dari selain mereka”.Yang lebih parah lagi, seringkali doa-doa bikinan sendiri itu mengandung kata-kata kufur dan permohonan bantuan kepada selain Allah ta’ala.Setelah menjelaskan tentang pentingnya mencukupkan diri dengan doa-doa yang termaktub dalam al-Qur’an dan Sunnah, Imam al-Qarafiy (w. 684 H) mengingatkan dari doa-doa yang menyimpang.Kata beliau, “Wajib menjauhi doa-doa yang mengandung kekufuran dan yang semisalnya. Sebab akan mendatangkan kemurkaan Allah dan mengakibatkan kekal di neraka”.Adapun doa yang bersifat umum, tidak terbatas waktu atau tempat, yang tidak ditentukan syariat redaksi doanya, maka tidak mengapa bagi seorang muslim untuk menggunakan redaksi sendiri. Namun dengan syarat, redaksi tersebut tidak mengandung unsur penyimpangan, tidak diyakini memiliki keistimewaan khusus, dan tidak dirutinkan pengamalannya.Akan tetapi dengan tetap memprioritaskan doa yang ada di dalam al-Qur’an dan Sunnah. Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 123: Berdoalah Hanya Kepada Allah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Doa adalah salah satu ibadah mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sehingga kewajiban setiap muslim adalah mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat mengamalkannya. Sebab tuntunan beliau adalah yang terbaik, tersempurna dan terbenar.Beliau telah menerangkan sejelas-jelasnya segala hal yang berkaitan dengan doa. Kapan waktu mustajabnya? Di mana tempat yang mustajab? Kondisi seperti apa yang mustajab? Siapa orang-orang yang doanya mustajab? Dan lain sebagainya.Doa untuk segala kondisi yang dibutuhkan setiap insan, juga sudah dijelaskan doanya. Saat dia sedih atau senang, sakit atau sehat, mendapat nikmat atau ditimpa musibah, bepergian atau menetap dan berbagai kondisi lainnya. Saat akan tidur atau bangun tidur, ketika memasuki kamar mandi atau keluar darinya, saat mengenakan pakaian atau melepaskannya, ketika memasuki masjid atau keluar darinya dan masih banyak lagi yang lainnya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِىٌّ قَبْلِى إِلاَّ كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ…”.“Tidak ada satu nabi pun sebelumku, melainkan wajib mengajarkan kebaikan yang ia ketahui kepada ummatnya dan memperingatkan mereka dari keburukan yang ia ketahui…”. HR. Muslim (no. 1844) dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu.Maka sungguh amat memprihatinkan keadaan sebagian orang yang disibukkan dengan doa-doa yang tidak ada tuntunannya. Di waktu yang sama, doa-doa yang ada tuntunannya malah ia tinggalkan.Imam ath-Tharthusyiy (w. 520 H) berkata, “Di antara perilaku yang paling aneh, adalah meninggalkan doa-doa yang disebutkan Allah dalam al-Qur’an. Doa yang dipanjatkan para nabi, para wali, para manusia pilihan, dan doa tersebut telah terjamin mustajab. Kemudian memilih berdoa dengan doa-doa para penyair dan penulis biasa. Seakan telah mengamalkan seluruh doa para nabi, lalu merasa perlu untuk menambahinya dengan doa dari selain mereka”.Yang lebih parah lagi, seringkali doa-doa bikinan sendiri itu mengandung kata-kata kufur dan permohonan bantuan kepada selain Allah ta’ala.Setelah menjelaskan tentang pentingnya mencukupkan diri dengan doa-doa yang termaktub dalam al-Qur’an dan Sunnah, Imam al-Qarafiy (w. 684 H) mengingatkan dari doa-doa yang menyimpang.Kata beliau, “Wajib menjauhi doa-doa yang mengandung kekufuran dan yang semisalnya. Sebab akan mendatangkan kemurkaan Allah dan mengakibatkan kekal di neraka”.Adapun doa yang bersifat umum, tidak terbatas waktu atau tempat, yang tidak ditentukan syariat redaksi doanya, maka tidak mengapa bagi seorang muslim untuk menggunakan redaksi sendiri. Namun dengan syarat, redaksi tersebut tidak mengandung unsur penyimpangan, tidak diyakini memiliki keistimewaan khusus, dan tidak dirutinkan pengamalannya.Akan tetapi dengan tetap memprioritaskan doa yang ada di dalam al-Qur’an dan Sunnah. Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 123: Berdoalah Hanya Kepada Allah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 123: Berdoalah Hanya Kepada Allah

Tidak diragukan lagi bahwa setiap muslim yang berdoa, tentu menginginkan permintaannya terkabul. Namun perlu diketahui bahwa agar doa yang kita panjatkan itu dikabulkan, ada syarat-syarat dan etika-etika yang harus kita penuhi. Semua syarat dan etika itu penting. Namun levelnya tidak sama. Ada yang primer dan ada yang sekunder. Ada yang wajib dan ada yang sunnah.Di antara syarat utama yang wajib dipenuhi, adalah doa tersebut harus ikhlas karena Allah. Yakni doa itu tertuju hanya kepada Allah saja.Allah ta’ala berfirman,“فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ“.Artinya: “Berdoalah kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya. Walaupun orang-orang kafir membenci hal itu.” QS. Ghafir (40): 14.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah berpesan,“إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّه. وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ“.“Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh manusia bersatu-padu untuk membantumu, keinginan mereka tidak akan tercapai, kecuali bila Allah telah takdirkan hal itu. Dan seandainya mereka bersatu-padu untuk mencelakaimu, niscaya keinginan mereka tidak akan tercapai, kecuali bila Allah telah takdirkan hal itu. Pena takdir telah diangkat dan tinta catatan takdir telah kering”. HR. Tirmidzi dan beliau berkomentar, “Hasan sahih”.‘Auf bin Malik al-Asyja’iy radhiyallahu ‘anhu bertutur, “Suatu hari kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Jumlah kami Sembilan, delapan atau tujuh orang. Beliau bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Saat itu kami baru saja berbaiat kepada beliau. Maka kami pun menjawab, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah?”. Beliau kembali bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami menjawab lagi, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah?”. Beliau kembali bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami menjawab lagi, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah? Kami membaiatmu dalam hal apa?”. Beliau menjawab, “عَلَى أَنْ تَعْبُدُوا اللهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وَالصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ، وَتُطِيعُوا – وَأَسَرَّ كَلِمَةً خَفِيَّةً – وَلَا تَسْأَلُوا النَّاسَ شَيْئًا““Kalian harus beribadah kepada Allah dan tidak mempersekutukannya dengan suatu apapun. Tunaikan shalat lima waktu. Patuhlah”. Lalu beliau membisikkan sebuah kata. “Jangan kalian meminta apapun kepada orang lain”. Sungguh aku menyaksikan komitmen orang-orang tersebut dalam menunaikan baiat janji setia mereka kepada Rasulullah. Ada di antara mereka yang cemetinya terjatuh saat naik tunggangan. Ia tidak meminta orang lain untuk mengambilkannya”. HR. Muslim.Maka, berlatihlah untuk hanya meminta kepada Allah, bukan kepada selain-Nya! Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada TuntunannyaNext [VIDEO]: Khusnul Khotimah? (Bukan Jaminan) Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 123: Berdoalah Hanya Kepada Allah

Tidak diragukan lagi bahwa setiap muslim yang berdoa, tentu menginginkan permintaannya terkabul. Namun perlu diketahui bahwa agar doa yang kita panjatkan itu dikabulkan, ada syarat-syarat dan etika-etika yang harus kita penuhi. Semua syarat dan etika itu penting. Namun levelnya tidak sama. Ada yang primer dan ada yang sekunder. Ada yang wajib dan ada yang sunnah.Di antara syarat utama yang wajib dipenuhi, adalah doa tersebut harus ikhlas karena Allah. Yakni doa itu tertuju hanya kepada Allah saja.Allah ta’ala berfirman,“فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ“.Artinya: “Berdoalah kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya. Walaupun orang-orang kafir membenci hal itu.” QS. Ghafir (40): 14.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah berpesan,“إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّه. وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ“.“Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh manusia bersatu-padu untuk membantumu, keinginan mereka tidak akan tercapai, kecuali bila Allah telah takdirkan hal itu. Dan seandainya mereka bersatu-padu untuk mencelakaimu, niscaya keinginan mereka tidak akan tercapai, kecuali bila Allah telah takdirkan hal itu. Pena takdir telah diangkat dan tinta catatan takdir telah kering”. HR. Tirmidzi dan beliau berkomentar, “Hasan sahih”.‘Auf bin Malik al-Asyja’iy radhiyallahu ‘anhu bertutur, “Suatu hari kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Jumlah kami Sembilan, delapan atau tujuh orang. Beliau bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Saat itu kami baru saja berbaiat kepada beliau. Maka kami pun menjawab, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah?”. Beliau kembali bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami menjawab lagi, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah?”. Beliau kembali bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami menjawab lagi, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah? Kami membaiatmu dalam hal apa?”. Beliau menjawab, “عَلَى أَنْ تَعْبُدُوا اللهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وَالصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ، وَتُطِيعُوا – وَأَسَرَّ كَلِمَةً خَفِيَّةً – وَلَا تَسْأَلُوا النَّاسَ شَيْئًا““Kalian harus beribadah kepada Allah dan tidak mempersekutukannya dengan suatu apapun. Tunaikan shalat lima waktu. Patuhlah”. Lalu beliau membisikkan sebuah kata. “Jangan kalian meminta apapun kepada orang lain”. Sungguh aku menyaksikan komitmen orang-orang tersebut dalam menunaikan baiat janji setia mereka kepada Rasulullah. Ada di antara mereka yang cemetinya terjatuh saat naik tunggangan. Ia tidak meminta orang lain untuk mengambilkannya”. HR. Muslim.Maka, berlatihlah untuk hanya meminta kepada Allah, bukan kepada selain-Nya! Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada TuntunannyaNext [VIDEO]: Khusnul Khotimah? (Bukan Jaminan) Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Tidak diragukan lagi bahwa setiap muslim yang berdoa, tentu menginginkan permintaannya terkabul. Namun perlu diketahui bahwa agar doa yang kita panjatkan itu dikabulkan, ada syarat-syarat dan etika-etika yang harus kita penuhi. Semua syarat dan etika itu penting. Namun levelnya tidak sama. Ada yang primer dan ada yang sekunder. Ada yang wajib dan ada yang sunnah.Di antara syarat utama yang wajib dipenuhi, adalah doa tersebut harus ikhlas karena Allah. Yakni doa itu tertuju hanya kepada Allah saja.Allah ta’ala berfirman,“فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ“.Artinya: “Berdoalah kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya. Walaupun orang-orang kafir membenci hal itu.” QS. Ghafir (40): 14.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah berpesan,“إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّه. وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ“.“Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh manusia bersatu-padu untuk membantumu, keinginan mereka tidak akan tercapai, kecuali bila Allah telah takdirkan hal itu. Dan seandainya mereka bersatu-padu untuk mencelakaimu, niscaya keinginan mereka tidak akan tercapai, kecuali bila Allah telah takdirkan hal itu. Pena takdir telah diangkat dan tinta catatan takdir telah kering”. HR. Tirmidzi dan beliau berkomentar, “Hasan sahih”.‘Auf bin Malik al-Asyja’iy radhiyallahu ‘anhu bertutur, “Suatu hari kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Jumlah kami Sembilan, delapan atau tujuh orang. Beliau bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Saat itu kami baru saja berbaiat kepada beliau. Maka kami pun menjawab, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah?”. Beliau kembali bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami menjawab lagi, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah?”. Beliau kembali bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami menjawab lagi, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah? Kami membaiatmu dalam hal apa?”. Beliau menjawab, “عَلَى أَنْ تَعْبُدُوا اللهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وَالصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ، وَتُطِيعُوا – وَأَسَرَّ كَلِمَةً خَفِيَّةً – وَلَا تَسْأَلُوا النَّاسَ شَيْئًا““Kalian harus beribadah kepada Allah dan tidak mempersekutukannya dengan suatu apapun. Tunaikan shalat lima waktu. Patuhlah”. Lalu beliau membisikkan sebuah kata. “Jangan kalian meminta apapun kepada orang lain”. Sungguh aku menyaksikan komitmen orang-orang tersebut dalam menunaikan baiat janji setia mereka kepada Rasulullah. Ada di antara mereka yang cemetinya terjatuh saat naik tunggangan. Ia tidak meminta orang lain untuk mengambilkannya”. HR. Muslim.Maka, berlatihlah untuk hanya meminta kepada Allah, bukan kepada selain-Nya! Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada TuntunannyaNext [VIDEO]: Khusnul Khotimah? (Bukan Jaminan) Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Tidak diragukan lagi bahwa setiap muslim yang berdoa, tentu menginginkan permintaannya terkabul. Namun perlu diketahui bahwa agar doa yang kita panjatkan itu dikabulkan, ada syarat-syarat dan etika-etika yang harus kita penuhi. Semua syarat dan etika itu penting. Namun levelnya tidak sama. Ada yang primer dan ada yang sekunder. Ada yang wajib dan ada yang sunnah.Di antara syarat utama yang wajib dipenuhi, adalah doa tersebut harus ikhlas karena Allah. Yakni doa itu tertuju hanya kepada Allah saja.Allah ta’ala berfirman,“فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ“.Artinya: “Berdoalah kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya. Walaupun orang-orang kafir membenci hal itu.” QS. Ghafir (40): 14.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah berpesan,“إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّه. وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ“.“Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh manusia bersatu-padu untuk membantumu, keinginan mereka tidak akan tercapai, kecuali bila Allah telah takdirkan hal itu. Dan seandainya mereka bersatu-padu untuk mencelakaimu, niscaya keinginan mereka tidak akan tercapai, kecuali bila Allah telah takdirkan hal itu. Pena takdir telah diangkat dan tinta catatan takdir telah kering”. HR. Tirmidzi dan beliau berkomentar, “Hasan sahih”.‘Auf bin Malik al-Asyja’iy radhiyallahu ‘anhu bertutur, “Suatu hari kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Jumlah kami Sembilan, delapan atau tujuh orang. Beliau bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Saat itu kami baru saja berbaiat kepada beliau. Maka kami pun menjawab, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah?”. Beliau kembali bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami menjawab lagi, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah?”. Beliau kembali bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami menjawab lagi, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah? Kami membaiatmu dalam hal apa?”. Beliau menjawab, “عَلَى أَنْ تَعْبُدُوا اللهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وَالصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ، وَتُطِيعُوا – وَأَسَرَّ كَلِمَةً خَفِيَّةً – وَلَا تَسْأَلُوا النَّاسَ شَيْئًا““Kalian harus beribadah kepada Allah dan tidak mempersekutukannya dengan suatu apapun. Tunaikan shalat lima waktu. Patuhlah”. Lalu beliau membisikkan sebuah kata. “Jangan kalian meminta apapun kepada orang lain”. Sungguh aku menyaksikan komitmen orang-orang tersebut dalam menunaikan baiat janji setia mereka kepada Rasulullah. Ada di antara mereka yang cemetinya terjatuh saat naik tunggangan. Ia tidak meminta orang lain untuk mengambilkannya”. HR. Muslim.Maka, berlatihlah untuk hanya meminta kepada Allah, bukan kepada selain-Nya! Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada TuntunannyaNext [VIDEO]: Khusnul Khotimah? (Bukan Jaminan) Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Prev     Next