Serial Fiqih Pendidikan Anak No 171: BERCENGKERAMA DENGAN ANAK

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 171BERCENGKERAMA DENGAN ANAKSalah satu tabiat dasar anak kecil adalah suka bermain. Menghalangi hajatnya ini justru akan membuat anak jenuh, bosan dan malas belajar. Bercengkeramanya orang tua dengan anak-anak akan membangun kedekatan dan keakraban di antara mereka. Sehingga anak-anak akan lebih mudah mendengar nasehat dan arahan orang tua, lalu menerimanya dengan senang hati.Panutan kita Rasulullah shallalallahu ’alaihi wasallam secara nyata mencontohkan hal tersebut dalam kesehariannya. Ya’la bin Murrah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,خَرجنَا مَع النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ودُعِينَا إِلَى طَعامٍ، فَإِذا حُسينٌ يَلعبُ فِي الطَّريق، فَأسرعَ النبيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمامَ القَومِ ثُم بَسطَ يَديهِ، فَجَعلَ الغُلامُ يَفِر هَهُنا وهَهُنا، ويُضَاحِكُه النَبيُ صلى الله عليه وسلم، حَتى أَخذهُ، فَجعلَ إِحدى يَديهِ فِي ذَقْنِهِ والأُخرَى فِي رَأسهِ، ثُم اعتَنَقَه، ثُم قَال النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (حُسينٌ مِني وَأنَا مِنهُ، أَحبَّ اللهُ مَن أَحبَّ الحَسنَ والحُسينَ سبطان مِن الأسباط)“Kami pernah keluar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi undangan makan. Di tengah perjalanan, kami mendapati Husain sedang bermain di jalan. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bergegas mendahului kami dan membentangkan kedua tangannya. Husain pun lari menghindar kesana dan kemari. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terus mencandainya, hingga beliau berhasil menangkapnya. Salah satu tangan beliau memegang dagu Husain dan satunya memegang kepala, lalu beliau memeluknya. Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Husain bagian dariku dan aku bagian darinya. Semoga Allah mencintai orang yang mencintai Hasan dan Husain; kedua cucuku”. HR. Bukhariy dalam Al-Adab al-Mufrad dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Sangat menarik merenungkan hadits di atas. Ada beberapa poin penting yang bisa disimpulkan:Pertama: Usia senja bukan alasan untuk tidak bercengkerama dengan anakPeristiwa di atas terjadi saat usia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendekati 60 an tahun. Ini menunjukkan bahwa usia senja tidak menghalangi ayah dan bunda untuk bermain dengan anak dan cucunya. Jika yang sudah tua saja masih bermain dengan anak, seharusnya yang masih muda pun demikian.Kedua: Tidak gengsi walau dilihat khalayakRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bercanda dengan anak kecil di depan umum. Hal itu tidak menjatuhkan kewibawaan beliau. Beliau tidak jaim (jaga image). Padahal beliau adalah seorang Nabi dan panglima besar. Beliau justru menampakkan keakraban dengan anak kecil di hadapan khalayak, sebagai bentuk pembelajaran bagi mereka. Beginilah kondisi ideal hubungan orang tua dengan anak atau cucunya.Status Anda sebagai ulama kharismatik, rektor universitas ternama, bos perusahaan besar atau jenderal yang membawahi ribuan prajurit, seharusnya status itu semua dikesampingkan saat Anda sedang bermain dengan anak. Sehingga tidak ada sekat-sekat yang menghalangi kedekatan Anda dengan mereka.Ketiga: Totalitas dalam bercengkeramaAktivitas Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bercanda dengan anak kecil bukan sekedar formalitas. Namun beliau benar-benar menghayati dan menjiwainya. Itu bisa dilihat dari gabungan antara raut muka, gerakan tubuh dan ungkapan lisan beliau. Muka beliau cerah dan tersenyum. Beliau membentangkan kedua tangannya, bergerak ke sana kemari, lalu memeluk hangat cucunya. Tidak lupa juga secara verbal, beliau mengungkapkan perasaan cintanya kepada sang cucu.Itulah potret totalitas dalam bercengkerama. Maka jangan biarkan benda-benda asing mengganggu kebersamaan kita dengan anak. Salah satunya adalah gadget. Benda ini seringkali merusak suasana keakraban orang tua dengan anak-anaknya. Singkirkan HP saat kita bercengkerama dengan putra dan putri kita. Fokus menjalankan aktivitas kebersamaan ini, akan membuatnya lebih berkualitas.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Rabi’ul Awwal 1444 / 10 Oktober 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No – 193: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-12Next Pamer Harta Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 171: BERCENGKERAMA DENGAN ANAK

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 171BERCENGKERAMA DENGAN ANAKSalah satu tabiat dasar anak kecil adalah suka bermain. Menghalangi hajatnya ini justru akan membuat anak jenuh, bosan dan malas belajar. Bercengkeramanya orang tua dengan anak-anak akan membangun kedekatan dan keakraban di antara mereka. Sehingga anak-anak akan lebih mudah mendengar nasehat dan arahan orang tua, lalu menerimanya dengan senang hati.Panutan kita Rasulullah shallalallahu ’alaihi wasallam secara nyata mencontohkan hal tersebut dalam kesehariannya. Ya’la bin Murrah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,خَرجنَا مَع النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ودُعِينَا إِلَى طَعامٍ، فَإِذا حُسينٌ يَلعبُ فِي الطَّريق، فَأسرعَ النبيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمامَ القَومِ ثُم بَسطَ يَديهِ، فَجَعلَ الغُلامُ يَفِر هَهُنا وهَهُنا، ويُضَاحِكُه النَبيُ صلى الله عليه وسلم، حَتى أَخذهُ، فَجعلَ إِحدى يَديهِ فِي ذَقْنِهِ والأُخرَى فِي رَأسهِ، ثُم اعتَنَقَه، ثُم قَال النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (حُسينٌ مِني وَأنَا مِنهُ، أَحبَّ اللهُ مَن أَحبَّ الحَسنَ والحُسينَ سبطان مِن الأسباط)“Kami pernah keluar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi undangan makan. Di tengah perjalanan, kami mendapati Husain sedang bermain di jalan. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bergegas mendahului kami dan membentangkan kedua tangannya. Husain pun lari menghindar kesana dan kemari. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terus mencandainya, hingga beliau berhasil menangkapnya. Salah satu tangan beliau memegang dagu Husain dan satunya memegang kepala, lalu beliau memeluknya. Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Husain bagian dariku dan aku bagian darinya. Semoga Allah mencintai orang yang mencintai Hasan dan Husain; kedua cucuku”. HR. Bukhariy dalam Al-Adab al-Mufrad dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Sangat menarik merenungkan hadits di atas. Ada beberapa poin penting yang bisa disimpulkan:Pertama: Usia senja bukan alasan untuk tidak bercengkerama dengan anakPeristiwa di atas terjadi saat usia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendekati 60 an tahun. Ini menunjukkan bahwa usia senja tidak menghalangi ayah dan bunda untuk bermain dengan anak dan cucunya. Jika yang sudah tua saja masih bermain dengan anak, seharusnya yang masih muda pun demikian.Kedua: Tidak gengsi walau dilihat khalayakRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bercanda dengan anak kecil di depan umum. Hal itu tidak menjatuhkan kewibawaan beliau. Beliau tidak jaim (jaga image). Padahal beliau adalah seorang Nabi dan panglima besar. Beliau justru menampakkan keakraban dengan anak kecil di hadapan khalayak, sebagai bentuk pembelajaran bagi mereka. Beginilah kondisi ideal hubungan orang tua dengan anak atau cucunya.Status Anda sebagai ulama kharismatik, rektor universitas ternama, bos perusahaan besar atau jenderal yang membawahi ribuan prajurit, seharusnya status itu semua dikesampingkan saat Anda sedang bermain dengan anak. Sehingga tidak ada sekat-sekat yang menghalangi kedekatan Anda dengan mereka.Ketiga: Totalitas dalam bercengkeramaAktivitas Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bercanda dengan anak kecil bukan sekedar formalitas. Namun beliau benar-benar menghayati dan menjiwainya. Itu bisa dilihat dari gabungan antara raut muka, gerakan tubuh dan ungkapan lisan beliau. Muka beliau cerah dan tersenyum. Beliau membentangkan kedua tangannya, bergerak ke sana kemari, lalu memeluk hangat cucunya. Tidak lupa juga secara verbal, beliau mengungkapkan perasaan cintanya kepada sang cucu.Itulah potret totalitas dalam bercengkerama. Maka jangan biarkan benda-benda asing mengganggu kebersamaan kita dengan anak. Salah satunya adalah gadget. Benda ini seringkali merusak suasana keakraban orang tua dengan anak-anaknya. Singkirkan HP saat kita bercengkerama dengan putra dan putri kita. Fokus menjalankan aktivitas kebersamaan ini, akan membuatnya lebih berkualitas.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Rabi’ul Awwal 1444 / 10 Oktober 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No – 193: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-12Next Pamer Harta Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 171BERCENGKERAMA DENGAN ANAKSalah satu tabiat dasar anak kecil adalah suka bermain. Menghalangi hajatnya ini justru akan membuat anak jenuh, bosan dan malas belajar. Bercengkeramanya orang tua dengan anak-anak akan membangun kedekatan dan keakraban di antara mereka. Sehingga anak-anak akan lebih mudah mendengar nasehat dan arahan orang tua, lalu menerimanya dengan senang hati.Panutan kita Rasulullah shallalallahu ’alaihi wasallam secara nyata mencontohkan hal tersebut dalam kesehariannya. Ya’la bin Murrah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,خَرجنَا مَع النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ودُعِينَا إِلَى طَعامٍ، فَإِذا حُسينٌ يَلعبُ فِي الطَّريق، فَأسرعَ النبيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمامَ القَومِ ثُم بَسطَ يَديهِ، فَجَعلَ الغُلامُ يَفِر هَهُنا وهَهُنا، ويُضَاحِكُه النَبيُ صلى الله عليه وسلم، حَتى أَخذهُ، فَجعلَ إِحدى يَديهِ فِي ذَقْنِهِ والأُخرَى فِي رَأسهِ، ثُم اعتَنَقَه، ثُم قَال النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (حُسينٌ مِني وَأنَا مِنهُ، أَحبَّ اللهُ مَن أَحبَّ الحَسنَ والحُسينَ سبطان مِن الأسباط)“Kami pernah keluar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi undangan makan. Di tengah perjalanan, kami mendapati Husain sedang bermain di jalan. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bergegas mendahului kami dan membentangkan kedua tangannya. Husain pun lari menghindar kesana dan kemari. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terus mencandainya, hingga beliau berhasil menangkapnya. Salah satu tangan beliau memegang dagu Husain dan satunya memegang kepala, lalu beliau memeluknya. Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Husain bagian dariku dan aku bagian darinya. Semoga Allah mencintai orang yang mencintai Hasan dan Husain; kedua cucuku”. HR. Bukhariy dalam Al-Adab al-Mufrad dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Sangat menarik merenungkan hadits di atas. Ada beberapa poin penting yang bisa disimpulkan:Pertama: Usia senja bukan alasan untuk tidak bercengkerama dengan anakPeristiwa di atas terjadi saat usia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendekati 60 an tahun. Ini menunjukkan bahwa usia senja tidak menghalangi ayah dan bunda untuk bermain dengan anak dan cucunya. Jika yang sudah tua saja masih bermain dengan anak, seharusnya yang masih muda pun demikian.Kedua: Tidak gengsi walau dilihat khalayakRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bercanda dengan anak kecil di depan umum. Hal itu tidak menjatuhkan kewibawaan beliau. Beliau tidak jaim (jaga image). Padahal beliau adalah seorang Nabi dan panglima besar. Beliau justru menampakkan keakraban dengan anak kecil di hadapan khalayak, sebagai bentuk pembelajaran bagi mereka. Beginilah kondisi ideal hubungan orang tua dengan anak atau cucunya.Status Anda sebagai ulama kharismatik, rektor universitas ternama, bos perusahaan besar atau jenderal yang membawahi ribuan prajurit, seharusnya status itu semua dikesampingkan saat Anda sedang bermain dengan anak. Sehingga tidak ada sekat-sekat yang menghalangi kedekatan Anda dengan mereka.Ketiga: Totalitas dalam bercengkeramaAktivitas Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bercanda dengan anak kecil bukan sekedar formalitas. Namun beliau benar-benar menghayati dan menjiwainya. Itu bisa dilihat dari gabungan antara raut muka, gerakan tubuh dan ungkapan lisan beliau. Muka beliau cerah dan tersenyum. Beliau membentangkan kedua tangannya, bergerak ke sana kemari, lalu memeluk hangat cucunya. Tidak lupa juga secara verbal, beliau mengungkapkan perasaan cintanya kepada sang cucu.Itulah potret totalitas dalam bercengkerama. Maka jangan biarkan benda-benda asing mengganggu kebersamaan kita dengan anak. Salah satunya adalah gadget. Benda ini seringkali merusak suasana keakraban orang tua dengan anak-anaknya. Singkirkan HP saat kita bercengkerama dengan putra dan putri kita. Fokus menjalankan aktivitas kebersamaan ini, akan membuatnya lebih berkualitas.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Rabi’ul Awwal 1444 / 10 Oktober 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No – 193: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-12Next Pamer Harta Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 171BERCENGKERAMA DENGAN ANAKSalah satu tabiat dasar anak kecil adalah suka bermain. Menghalangi hajatnya ini justru akan membuat anak jenuh, bosan dan malas belajar. Bercengkeramanya orang tua dengan anak-anak akan membangun kedekatan dan keakraban di antara mereka. Sehingga anak-anak akan lebih mudah mendengar nasehat dan arahan orang tua, lalu menerimanya dengan senang hati.Panutan kita Rasulullah shallalallahu ’alaihi wasallam secara nyata mencontohkan hal tersebut dalam kesehariannya. Ya’la bin Murrah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,خَرجنَا مَع النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ودُعِينَا إِلَى طَعامٍ، فَإِذا حُسينٌ يَلعبُ فِي الطَّريق، فَأسرعَ النبيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمامَ القَومِ ثُم بَسطَ يَديهِ، فَجَعلَ الغُلامُ يَفِر هَهُنا وهَهُنا، ويُضَاحِكُه النَبيُ صلى الله عليه وسلم، حَتى أَخذهُ، فَجعلَ إِحدى يَديهِ فِي ذَقْنِهِ والأُخرَى فِي رَأسهِ، ثُم اعتَنَقَه، ثُم قَال النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (حُسينٌ مِني وَأنَا مِنهُ، أَحبَّ اللهُ مَن أَحبَّ الحَسنَ والحُسينَ سبطان مِن الأسباط)“Kami pernah keluar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi undangan makan. Di tengah perjalanan, kami mendapati Husain sedang bermain di jalan. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bergegas mendahului kami dan membentangkan kedua tangannya. Husain pun lari menghindar kesana dan kemari. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terus mencandainya, hingga beliau berhasil menangkapnya. Salah satu tangan beliau memegang dagu Husain dan satunya memegang kepala, lalu beliau memeluknya. Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Husain bagian dariku dan aku bagian darinya. Semoga Allah mencintai orang yang mencintai Hasan dan Husain; kedua cucuku”. HR. Bukhariy dalam Al-Adab al-Mufrad dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Sangat menarik merenungkan hadits di atas. Ada beberapa poin penting yang bisa disimpulkan:Pertama: Usia senja bukan alasan untuk tidak bercengkerama dengan anakPeristiwa di atas terjadi saat usia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendekati 60 an tahun. Ini menunjukkan bahwa usia senja tidak menghalangi ayah dan bunda untuk bermain dengan anak dan cucunya. Jika yang sudah tua saja masih bermain dengan anak, seharusnya yang masih muda pun demikian.Kedua: Tidak gengsi walau dilihat khalayakRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bercanda dengan anak kecil di depan umum. Hal itu tidak menjatuhkan kewibawaan beliau. Beliau tidak jaim (jaga image). Padahal beliau adalah seorang Nabi dan panglima besar. Beliau justru menampakkan keakraban dengan anak kecil di hadapan khalayak, sebagai bentuk pembelajaran bagi mereka. Beginilah kondisi ideal hubungan orang tua dengan anak atau cucunya.Status Anda sebagai ulama kharismatik, rektor universitas ternama, bos perusahaan besar atau jenderal yang membawahi ribuan prajurit, seharusnya status itu semua dikesampingkan saat Anda sedang bermain dengan anak. Sehingga tidak ada sekat-sekat yang menghalangi kedekatan Anda dengan mereka.Ketiga: Totalitas dalam bercengkeramaAktivitas Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bercanda dengan anak kecil bukan sekedar formalitas. Namun beliau benar-benar menghayati dan menjiwainya. Itu bisa dilihat dari gabungan antara raut muka, gerakan tubuh dan ungkapan lisan beliau. Muka beliau cerah dan tersenyum. Beliau membentangkan kedua tangannya, bergerak ke sana kemari, lalu memeluk hangat cucunya. Tidak lupa juga secara verbal, beliau mengungkapkan perasaan cintanya kepada sang cucu.Itulah potret totalitas dalam bercengkerama. Maka jangan biarkan benda-benda asing mengganggu kebersamaan kita dengan anak. Salah satunya adalah gadget. Benda ini seringkali merusak suasana keakraban orang tua dengan anak-anaknya. Singkirkan HP saat kita bercengkerama dengan putra dan putri kita. Fokus menjalankan aktivitas kebersamaan ini, akan membuatnya lebih berkualitas.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Rabi’ul Awwal 1444 / 10 Oktober 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No – 193: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-12Next Pamer Harta Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 173: MENANAMKAN KEJUJURAN PADA ANAK

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 173MENANAMKAN KEJUJURAN PADA ANAKKejujuran adalah sebuah sifat positif yang akan menyelamatkan orang yang memilikinya. Baik di dunia, maupun di akhirat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“Bersikap jujurlah, karena kejujuran itu akan membawa pada kebaikan, sedangkan kebaikan akan mengantarkan ke surga. Seorang yang bersikap jujur dan selalu berusaha jujur; pasti akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Jauhilah sikap dusta, karena kedustaan itu akan membawa pada kekejian, sedangkan kekejian akan mengantarkan kepada neraka. Orang yang berbuat dusta dan selalu berdusta pasti akan dicap di sisi Allah sebagai pendusta”. HR. Muslim.Karena itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan pada orang tua agar menanamkan kejujuran ini dalam diri putra-putrinya sejak dini.Teladan KejujuranPenanaman itu diawali dengan teladan kejujuran dari sang orang tua. Sehingga tidak dibenarkan menipu atau berbohong kepada anak, dengan cara atau alasan apapun. Beliau shallallahu’alaihi wasallam bersabda,“مَنْ قَالَ لِصَبِيٍّ: تَعَالَ هَاكَ، ثُمَّ لَمْ يُعْطِهِ فَهِيَ كَذْبَةٌ”“Barangsiapa berkata kepada anak kecil, “Kemarilah! Kuberimu sesuatu”. Tapi ternyata ia tidak memberi apa-apa; maka perbuatan tersebut dianggap sebuah kedustaan”. HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Mengembangkan Modal dari AllahManusia terlahir dalam keadaan fitrah mencintai kebaikan. Makanya pikiran anak-anak itu masih polos. Reaksi mereka sangat spontan, lugu dan jujur. Bahkan bila anak diajari untuk berbohong pun, ternyata ia akan kesulitan untuk berbohong. Misalkan saat ia dipesani oleh bapaknya yang baru pulang kerja dan ingin segera istirahat tanpa diganggu oleh tamu. Sebelum masuk ke kamar tidur, si bapak berpesan, “Nak, kalau ada tamu, bilang bahwa bapak sedang keluar rumah ya!”. Ternyata benar ada tamu. Si anak dengan lugunya berkata, “Maaf pak, tadi sebelum ayah masuk kamar beliau berpesan, jika ada tamu supaya memberitahu bahwa ayah sedang keluar rumah”. (!)Maka seharusnya modal yang dikaruniakan oleh Allah ini, dijaga dengan baik oleh orang tua, bahkan dikembangkan. Bukan malah dirusak dan disia-siakan.Salah satu caranya adalah dengan mengapresiasi kejujuran anak. Contohnya: ketika anak kelas satu SD dilatih untuk berpuasa. Namun karena ia terlalu aktif di sekolahan, banyak bermain dan berlari-lari, akibatnya puasanya batal. Ia membeli minuman di warung dekat sekolahan. Saat pulang ia ditanya oleh ibunya, “Bagaimana nak puasanya tadi? Batal ndak?”. Dengan takut-takut ia menjawab, “Emmm, maaf tadi batal Bu. Soalnya tadi aku kehausan banget”.Seharusnya orang tua mengapresiasi kejujuran si anak. Bukan malah memarahinya. Sebab itu membuat ia kapok di kemudian hari untuk kembali jujur. Lalu cenderung memilih berbohong supaya tidak dimarahi orang tuanya. Perlu ditekankan di sini, bahwa yang diapresiasi dari anak adalah kejujurannya. Bukan pembatalan puasanya.Bahkan saat anak jujur mengatakan apa adanya, bisa jadi itu adalah pertanda bahwa mungkin ia memahami salah satu hikmah puasa, yang mengajarkan kejujuran. Paling tidak jujur kepada diri sendiri. Ketika sedang berpuasa, meskipun di rumah tidak ada siapa-siapa, di siang hari tidak berani berbuka. Walaupun orang lain tidak ada yang melihat. Itulah kejujuran yang seharusnya mewarnai seluruh aktivitas keseharian kita.Meski puasa anak batal puasa, tapi ia berkata jujur. Itu lebih baik daripada sudah puasanya batal, masih ketambahan berbohong pula!Setelah kita mengapresiasi kejujuran anak, barulah kita mengarahkan dia agar di keesokan hari tidak terlalu banyak berlari-lari. Supaya tidak kehausan. Lalu bisa menyempurnakan puasanya.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Rabi’uts Tsani 1444 / 14 Nopember 2022 Post navigation Previous Pamer HartaNext Naskah dan Teks Khutbah Jumat – Pemimpin Idaman Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 173: MENANAMKAN KEJUJURAN PADA ANAK

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 173MENANAMKAN KEJUJURAN PADA ANAKKejujuran adalah sebuah sifat positif yang akan menyelamatkan orang yang memilikinya. Baik di dunia, maupun di akhirat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“Bersikap jujurlah, karena kejujuran itu akan membawa pada kebaikan, sedangkan kebaikan akan mengantarkan ke surga. Seorang yang bersikap jujur dan selalu berusaha jujur; pasti akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Jauhilah sikap dusta, karena kedustaan itu akan membawa pada kekejian, sedangkan kekejian akan mengantarkan kepada neraka. Orang yang berbuat dusta dan selalu berdusta pasti akan dicap di sisi Allah sebagai pendusta”. HR. Muslim.Karena itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan pada orang tua agar menanamkan kejujuran ini dalam diri putra-putrinya sejak dini.Teladan KejujuranPenanaman itu diawali dengan teladan kejujuran dari sang orang tua. Sehingga tidak dibenarkan menipu atau berbohong kepada anak, dengan cara atau alasan apapun. Beliau shallallahu’alaihi wasallam bersabda,“مَنْ قَالَ لِصَبِيٍّ: تَعَالَ هَاكَ، ثُمَّ لَمْ يُعْطِهِ فَهِيَ كَذْبَةٌ”“Barangsiapa berkata kepada anak kecil, “Kemarilah! Kuberimu sesuatu”. Tapi ternyata ia tidak memberi apa-apa; maka perbuatan tersebut dianggap sebuah kedustaan”. HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Mengembangkan Modal dari AllahManusia terlahir dalam keadaan fitrah mencintai kebaikan. Makanya pikiran anak-anak itu masih polos. Reaksi mereka sangat spontan, lugu dan jujur. Bahkan bila anak diajari untuk berbohong pun, ternyata ia akan kesulitan untuk berbohong. Misalkan saat ia dipesani oleh bapaknya yang baru pulang kerja dan ingin segera istirahat tanpa diganggu oleh tamu. Sebelum masuk ke kamar tidur, si bapak berpesan, “Nak, kalau ada tamu, bilang bahwa bapak sedang keluar rumah ya!”. Ternyata benar ada tamu. Si anak dengan lugunya berkata, “Maaf pak, tadi sebelum ayah masuk kamar beliau berpesan, jika ada tamu supaya memberitahu bahwa ayah sedang keluar rumah”. (!)Maka seharusnya modal yang dikaruniakan oleh Allah ini, dijaga dengan baik oleh orang tua, bahkan dikembangkan. Bukan malah dirusak dan disia-siakan.Salah satu caranya adalah dengan mengapresiasi kejujuran anak. Contohnya: ketika anak kelas satu SD dilatih untuk berpuasa. Namun karena ia terlalu aktif di sekolahan, banyak bermain dan berlari-lari, akibatnya puasanya batal. Ia membeli minuman di warung dekat sekolahan. Saat pulang ia ditanya oleh ibunya, “Bagaimana nak puasanya tadi? Batal ndak?”. Dengan takut-takut ia menjawab, “Emmm, maaf tadi batal Bu. Soalnya tadi aku kehausan banget”.Seharusnya orang tua mengapresiasi kejujuran si anak. Bukan malah memarahinya. Sebab itu membuat ia kapok di kemudian hari untuk kembali jujur. Lalu cenderung memilih berbohong supaya tidak dimarahi orang tuanya. Perlu ditekankan di sini, bahwa yang diapresiasi dari anak adalah kejujurannya. Bukan pembatalan puasanya.Bahkan saat anak jujur mengatakan apa adanya, bisa jadi itu adalah pertanda bahwa mungkin ia memahami salah satu hikmah puasa, yang mengajarkan kejujuran. Paling tidak jujur kepada diri sendiri. Ketika sedang berpuasa, meskipun di rumah tidak ada siapa-siapa, di siang hari tidak berani berbuka. Walaupun orang lain tidak ada yang melihat. Itulah kejujuran yang seharusnya mewarnai seluruh aktivitas keseharian kita.Meski puasa anak batal puasa, tapi ia berkata jujur. Itu lebih baik daripada sudah puasanya batal, masih ketambahan berbohong pula!Setelah kita mengapresiasi kejujuran anak, barulah kita mengarahkan dia agar di keesokan hari tidak terlalu banyak berlari-lari. Supaya tidak kehausan. Lalu bisa menyempurnakan puasanya.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Rabi’uts Tsani 1444 / 14 Nopember 2022 Post navigation Previous Pamer HartaNext Naskah dan Teks Khutbah Jumat – Pemimpin Idaman Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 173MENANAMKAN KEJUJURAN PADA ANAKKejujuran adalah sebuah sifat positif yang akan menyelamatkan orang yang memilikinya. Baik di dunia, maupun di akhirat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“Bersikap jujurlah, karena kejujuran itu akan membawa pada kebaikan, sedangkan kebaikan akan mengantarkan ke surga. Seorang yang bersikap jujur dan selalu berusaha jujur; pasti akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Jauhilah sikap dusta, karena kedustaan itu akan membawa pada kekejian, sedangkan kekejian akan mengantarkan kepada neraka. Orang yang berbuat dusta dan selalu berdusta pasti akan dicap di sisi Allah sebagai pendusta”. HR. Muslim.Karena itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan pada orang tua agar menanamkan kejujuran ini dalam diri putra-putrinya sejak dini.Teladan KejujuranPenanaman itu diawali dengan teladan kejujuran dari sang orang tua. Sehingga tidak dibenarkan menipu atau berbohong kepada anak, dengan cara atau alasan apapun. Beliau shallallahu’alaihi wasallam bersabda,“مَنْ قَالَ لِصَبِيٍّ: تَعَالَ هَاكَ، ثُمَّ لَمْ يُعْطِهِ فَهِيَ كَذْبَةٌ”“Barangsiapa berkata kepada anak kecil, “Kemarilah! Kuberimu sesuatu”. Tapi ternyata ia tidak memberi apa-apa; maka perbuatan tersebut dianggap sebuah kedustaan”. HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Mengembangkan Modal dari AllahManusia terlahir dalam keadaan fitrah mencintai kebaikan. Makanya pikiran anak-anak itu masih polos. Reaksi mereka sangat spontan, lugu dan jujur. Bahkan bila anak diajari untuk berbohong pun, ternyata ia akan kesulitan untuk berbohong. Misalkan saat ia dipesani oleh bapaknya yang baru pulang kerja dan ingin segera istirahat tanpa diganggu oleh tamu. Sebelum masuk ke kamar tidur, si bapak berpesan, “Nak, kalau ada tamu, bilang bahwa bapak sedang keluar rumah ya!”. Ternyata benar ada tamu. Si anak dengan lugunya berkata, “Maaf pak, tadi sebelum ayah masuk kamar beliau berpesan, jika ada tamu supaya memberitahu bahwa ayah sedang keluar rumah”. (!)Maka seharusnya modal yang dikaruniakan oleh Allah ini, dijaga dengan baik oleh orang tua, bahkan dikembangkan. Bukan malah dirusak dan disia-siakan.Salah satu caranya adalah dengan mengapresiasi kejujuran anak. Contohnya: ketika anak kelas satu SD dilatih untuk berpuasa. Namun karena ia terlalu aktif di sekolahan, banyak bermain dan berlari-lari, akibatnya puasanya batal. Ia membeli minuman di warung dekat sekolahan. Saat pulang ia ditanya oleh ibunya, “Bagaimana nak puasanya tadi? Batal ndak?”. Dengan takut-takut ia menjawab, “Emmm, maaf tadi batal Bu. Soalnya tadi aku kehausan banget”.Seharusnya orang tua mengapresiasi kejujuran si anak. Bukan malah memarahinya. Sebab itu membuat ia kapok di kemudian hari untuk kembali jujur. Lalu cenderung memilih berbohong supaya tidak dimarahi orang tuanya. Perlu ditekankan di sini, bahwa yang diapresiasi dari anak adalah kejujurannya. Bukan pembatalan puasanya.Bahkan saat anak jujur mengatakan apa adanya, bisa jadi itu adalah pertanda bahwa mungkin ia memahami salah satu hikmah puasa, yang mengajarkan kejujuran. Paling tidak jujur kepada diri sendiri. Ketika sedang berpuasa, meskipun di rumah tidak ada siapa-siapa, di siang hari tidak berani berbuka. Walaupun orang lain tidak ada yang melihat. Itulah kejujuran yang seharusnya mewarnai seluruh aktivitas keseharian kita.Meski puasa anak batal puasa, tapi ia berkata jujur. Itu lebih baik daripada sudah puasanya batal, masih ketambahan berbohong pula!Setelah kita mengapresiasi kejujuran anak, barulah kita mengarahkan dia agar di keesokan hari tidak terlalu banyak berlari-lari. Supaya tidak kehausan. Lalu bisa menyempurnakan puasanya.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Rabi’uts Tsani 1444 / 14 Nopember 2022 Post navigation Previous Pamer HartaNext Naskah dan Teks Khutbah Jumat – Pemimpin Idaman Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 173MENANAMKAN KEJUJURAN PADA ANAKKejujuran adalah sebuah sifat positif yang akan menyelamatkan orang yang memilikinya. Baik di dunia, maupun di akhirat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“Bersikap jujurlah, karena kejujuran itu akan membawa pada kebaikan, sedangkan kebaikan akan mengantarkan ke surga. Seorang yang bersikap jujur dan selalu berusaha jujur; pasti akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Jauhilah sikap dusta, karena kedustaan itu akan membawa pada kekejian, sedangkan kekejian akan mengantarkan kepada neraka. Orang yang berbuat dusta dan selalu berdusta pasti akan dicap di sisi Allah sebagai pendusta”. HR. Muslim.Karena itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan pada orang tua agar menanamkan kejujuran ini dalam diri putra-putrinya sejak dini.Teladan KejujuranPenanaman itu diawali dengan teladan kejujuran dari sang orang tua. Sehingga tidak dibenarkan menipu atau berbohong kepada anak, dengan cara atau alasan apapun. Beliau shallallahu’alaihi wasallam bersabda,“مَنْ قَالَ لِصَبِيٍّ: تَعَالَ هَاكَ، ثُمَّ لَمْ يُعْطِهِ فَهِيَ كَذْبَةٌ”“Barangsiapa berkata kepada anak kecil, “Kemarilah! Kuberimu sesuatu”. Tapi ternyata ia tidak memberi apa-apa; maka perbuatan tersebut dianggap sebuah kedustaan”. HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Mengembangkan Modal dari AllahManusia terlahir dalam keadaan fitrah mencintai kebaikan. Makanya pikiran anak-anak itu masih polos. Reaksi mereka sangat spontan, lugu dan jujur. Bahkan bila anak diajari untuk berbohong pun, ternyata ia akan kesulitan untuk berbohong. Misalkan saat ia dipesani oleh bapaknya yang baru pulang kerja dan ingin segera istirahat tanpa diganggu oleh tamu. Sebelum masuk ke kamar tidur, si bapak berpesan, “Nak, kalau ada tamu, bilang bahwa bapak sedang keluar rumah ya!”. Ternyata benar ada tamu. Si anak dengan lugunya berkata, “Maaf pak, tadi sebelum ayah masuk kamar beliau berpesan, jika ada tamu supaya memberitahu bahwa ayah sedang keluar rumah”. (!)Maka seharusnya modal yang dikaruniakan oleh Allah ini, dijaga dengan baik oleh orang tua, bahkan dikembangkan. Bukan malah dirusak dan disia-siakan.Salah satu caranya adalah dengan mengapresiasi kejujuran anak. Contohnya: ketika anak kelas satu SD dilatih untuk berpuasa. Namun karena ia terlalu aktif di sekolahan, banyak bermain dan berlari-lari, akibatnya puasanya batal. Ia membeli minuman di warung dekat sekolahan. Saat pulang ia ditanya oleh ibunya, “Bagaimana nak puasanya tadi? Batal ndak?”. Dengan takut-takut ia menjawab, “Emmm, maaf tadi batal Bu. Soalnya tadi aku kehausan banget”.Seharusnya orang tua mengapresiasi kejujuran si anak. Bukan malah memarahinya. Sebab itu membuat ia kapok di kemudian hari untuk kembali jujur. Lalu cenderung memilih berbohong supaya tidak dimarahi orang tuanya. Perlu ditekankan di sini, bahwa yang diapresiasi dari anak adalah kejujurannya. Bukan pembatalan puasanya.Bahkan saat anak jujur mengatakan apa adanya, bisa jadi itu adalah pertanda bahwa mungkin ia memahami salah satu hikmah puasa, yang mengajarkan kejujuran. Paling tidak jujur kepada diri sendiri. Ketika sedang berpuasa, meskipun di rumah tidak ada siapa-siapa, di siang hari tidak berani berbuka. Walaupun orang lain tidak ada yang melihat. Itulah kejujuran yang seharusnya mewarnai seluruh aktivitas keseharian kita.Meski puasa anak batal puasa, tapi ia berkata jujur. Itu lebih baik daripada sudah puasanya batal, masih ketambahan berbohong pula!Setelah kita mengapresiasi kejujuran anak, barulah kita mengarahkan dia agar di keesokan hari tidak terlalu banyak berlari-lari. Supaya tidak kehausan. Lalu bisa menyempurnakan puasanya.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Rabi’uts Tsani 1444 / 14 Nopember 2022 Post navigation Previous Pamer HartaNext Naskah dan Teks Khutbah Jumat – Pemimpin Idaman Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Naskah dan Teks Khutbah Jumat – Pemimpin Idaman

Naskah dan Teks Khutbah Jumat dengan tema “Pemimpin Idaman”DONWLOAD NASKAH / TEKS KHUTBAH JUMAT Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 173: MENANAMKAN KEJUJURAN PADA ANAKNext PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARU ANGKATAN KEEMPATBELAS – TAHUN AJARAN 1445-1446 / 2024-2025 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Naskah dan Teks Khutbah Jumat – Pemimpin Idaman

Naskah dan Teks Khutbah Jumat dengan tema “Pemimpin Idaman”DONWLOAD NASKAH / TEKS KHUTBAH JUMAT Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 173: MENANAMKAN KEJUJURAN PADA ANAKNext PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARU ANGKATAN KEEMPATBELAS – TAHUN AJARAN 1445-1446 / 2024-2025 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Naskah dan Teks Khutbah Jumat dengan tema “Pemimpin Idaman”DONWLOAD NASKAH / TEKS KHUTBAH JUMAT Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 173: MENANAMKAN KEJUJURAN PADA ANAKNext PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARU ANGKATAN KEEMPATBELAS – TAHUN AJARAN 1445-1446 / 2024-2025 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Naskah dan Teks Khutbah Jumat dengan tema “Pemimpin Idaman”DONWLOAD NASKAH / TEKS KHUTBAH JUMAT Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 173: MENANAMKAN KEJUJURAN PADA ANAKNext PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARU ANGKATAN KEEMPATBELAS – TAHUN AJARAN 1445-1446 / 2024-2025 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARU ANGKATAN KEEMPATBELAS – TAHUN AJARAN 1445-1446 / 2024-2025

PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARUPONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KEEMPATBELAS – TAHUN AJARAN 1445-1446 / 2024-2025 NONAMAPROGRAMASALKETERANGAN1Abdullah Azzam Al-FawwazPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS2Muhammad Fathi FarhatPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS3Fino Tegar FebriantoPengkaderan Da’iLampung TengahLULUS4Muhamad Rizki RamadhanPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS5Iqbal Haitamy El-ZaidPengkaderan Da’iBanjarnegaraLULUS6Hammad AbdullohPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS7Akbar RamadhanTahfidz PlusMetro LampungLULUS8BaihakiTahfidz PlusLampung TimurLULUS9Muhammad Agung BayuputraTahfidz PlusPurbalinggaLULUS10DaudPengkaderan Da’iBantulLULUS11Nur Fatah ArdyansyahPengkaderan Da’iPekalonganLULUS12MuhammadPengkaderan Da’iGresikLULUS13Fahgrurozi Eka SuyatamaPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS14RahmaddanyPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS15Arfan HakimPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS16Ihsan Mundzir AbdullahPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS17Iqbal Maula AzzuraPengkaderan Da’iBanyumasLULUS18Indra ArdiansyahPengkaderan Da’iBanyumasLULUS19Faza Monzer El TsaqibPengkaderan Da’iTulang BawangLULUS20Muhammad Abyan Hafidz Al MustafaPengkaderan Da’iJakarta SelatanLULUS21Yusuf AbdullahPengkaderan Da’iMagelangLULUS22Raihan ErwindoTahfidz PlusPesisir BaratTIDAK LULUS23Kholil FauziTahfidz PlusTulang BawangTIDAK LULUS24Afgan Hanif MafadzaTahfidz PlusBekasiTIDAK LULUS25Ar BaidPengkaderan Da’iTebo JambiTIDAK LULUS26Arfan IslahudinPengkaderan Da’iBanyumasTIDAK LULUS27Hafidz Dwi FirmansyahPengkaderan Da’iBanyumasTIDAK LULUS28Fadhlan AzkatullahTahfidz PlusBanjarnegaraTIDAK LULUS29Abdullah AzamPengkaderan Da’iBanjarnegaraTIDAK LULUS30Ya’qub Adnan SukurPengkaderan Da’iPurbalinggaGUGUR31Muhammad Raihan NurfadliTahfidz PlusTegalGUGUR32Raihan Maulana FirdausPengkaderan Da’iKota SurabayaGUGUR33Jundi Hizbul HaqPengkaderan Da’iBrebesGUGUR  Post navigation Previous Naskah dan Teks Khutbah Jumat – Pemimpin IdamanNext Acara Grand Launching WALMAGH di Ponpes Tunas Ilmu Purbalingga Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARU ANGKATAN KEEMPATBELAS – TAHUN AJARAN 1445-1446 / 2024-2025

PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARUPONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KEEMPATBELAS – TAHUN AJARAN 1445-1446 / 2024-2025 NONAMAPROGRAMASALKETERANGAN1Abdullah Azzam Al-FawwazPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS2Muhammad Fathi FarhatPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS3Fino Tegar FebriantoPengkaderan Da’iLampung TengahLULUS4Muhamad Rizki RamadhanPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS5Iqbal Haitamy El-ZaidPengkaderan Da’iBanjarnegaraLULUS6Hammad AbdullohPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS7Akbar RamadhanTahfidz PlusMetro LampungLULUS8BaihakiTahfidz PlusLampung TimurLULUS9Muhammad Agung BayuputraTahfidz PlusPurbalinggaLULUS10DaudPengkaderan Da’iBantulLULUS11Nur Fatah ArdyansyahPengkaderan Da’iPekalonganLULUS12MuhammadPengkaderan Da’iGresikLULUS13Fahgrurozi Eka SuyatamaPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS14RahmaddanyPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS15Arfan HakimPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS16Ihsan Mundzir AbdullahPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS17Iqbal Maula AzzuraPengkaderan Da’iBanyumasLULUS18Indra ArdiansyahPengkaderan Da’iBanyumasLULUS19Faza Monzer El TsaqibPengkaderan Da’iTulang BawangLULUS20Muhammad Abyan Hafidz Al MustafaPengkaderan Da’iJakarta SelatanLULUS21Yusuf AbdullahPengkaderan Da’iMagelangLULUS22Raihan ErwindoTahfidz PlusPesisir BaratTIDAK LULUS23Kholil FauziTahfidz PlusTulang BawangTIDAK LULUS24Afgan Hanif MafadzaTahfidz PlusBekasiTIDAK LULUS25Ar BaidPengkaderan Da’iTebo JambiTIDAK LULUS26Arfan IslahudinPengkaderan Da’iBanyumasTIDAK LULUS27Hafidz Dwi FirmansyahPengkaderan Da’iBanyumasTIDAK LULUS28Fadhlan AzkatullahTahfidz PlusBanjarnegaraTIDAK LULUS29Abdullah AzamPengkaderan Da’iBanjarnegaraTIDAK LULUS30Ya’qub Adnan SukurPengkaderan Da’iPurbalinggaGUGUR31Muhammad Raihan NurfadliTahfidz PlusTegalGUGUR32Raihan Maulana FirdausPengkaderan Da’iKota SurabayaGUGUR33Jundi Hizbul HaqPengkaderan Da’iBrebesGUGUR  Post navigation Previous Naskah dan Teks Khutbah Jumat – Pemimpin IdamanNext Acara Grand Launching WALMAGH di Ponpes Tunas Ilmu Purbalingga Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARUPONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KEEMPATBELAS – TAHUN AJARAN 1445-1446 / 2024-2025 NONAMAPROGRAMASALKETERANGAN1Abdullah Azzam Al-FawwazPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS2Muhammad Fathi FarhatPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS3Fino Tegar FebriantoPengkaderan Da’iLampung TengahLULUS4Muhamad Rizki RamadhanPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS5Iqbal Haitamy El-ZaidPengkaderan Da’iBanjarnegaraLULUS6Hammad AbdullohPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS7Akbar RamadhanTahfidz PlusMetro LampungLULUS8BaihakiTahfidz PlusLampung TimurLULUS9Muhammad Agung BayuputraTahfidz PlusPurbalinggaLULUS10DaudPengkaderan Da’iBantulLULUS11Nur Fatah ArdyansyahPengkaderan Da’iPekalonganLULUS12MuhammadPengkaderan Da’iGresikLULUS13Fahgrurozi Eka SuyatamaPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS14RahmaddanyPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS15Arfan HakimPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS16Ihsan Mundzir AbdullahPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS17Iqbal Maula AzzuraPengkaderan Da’iBanyumasLULUS18Indra ArdiansyahPengkaderan Da’iBanyumasLULUS19Faza Monzer El TsaqibPengkaderan Da’iTulang BawangLULUS20Muhammad Abyan Hafidz Al MustafaPengkaderan Da’iJakarta SelatanLULUS21Yusuf AbdullahPengkaderan Da’iMagelangLULUS22Raihan ErwindoTahfidz PlusPesisir BaratTIDAK LULUS23Kholil FauziTahfidz PlusTulang BawangTIDAK LULUS24Afgan Hanif MafadzaTahfidz PlusBekasiTIDAK LULUS25Ar BaidPengkaderan Da’iTebo JambiTIDAK LULUS26Arfan IslahudinPengkaderan Da’iBanyumasTIDAK LULUS27Hafidz Dwi FirmansyahPengkaderan Da’iBanyumasTIDAK LULUS28Fadhlan AzkatullahTahfidz PlusBanjarnegaraTIDAK LULUS29Abdullah AzamPengkaderan Da’iBanjarnegaraTIDAK LULUS30Ya’qub Adnan SukurPengkaderan Da’iPurbalinggaGUGUR31Muhammad Raihan NurfadliTahfidz PlusTegalGUGUR32Raihan Maulana FirdausPengkaderan Da’iKota SurabayaGUGUR33Jundi Hizbul HaqPengkaderan Da’iBrebesGUGUR  Post navigation Previous Naskah dan Teks Khutbah Jumat – Pemimpin IdamanNext Acara Grand Launching WALMAGH di Ponpes Tunas Ilmu Purbalingga Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARUPONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KEEMPATBELAS – TAHUN AJARAN 1445-1446 / 2024-2025 NONAMAPROGRAMASALKETERANGAN1Abdullah Azzam Al-FawwazPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS2Muhammad Fathi FarhatPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS3Fino Tegar FebriantoPengkaderan Da’iLampung TengahLULUS4Muhamad Rizki RamadhanPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS5Iqbal Haitamy El-ZaidPengkaderan Da’iBanjarnegaraLULUS6Hammad AbdullohPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS7Akbar RamadhanTahfidz PlusMetro LampungLULUS8BaihakiTahfidz PlusLampung TimurLULUS9Muhammad Agung BayuputraTahfidz PlusPurbalinggaLULUS10DaudPengkaderan Da’iBantulLULUS11Nur Fatah ArdyansyahPengkaderan Da’iPekalonganLULUS12MuhammadPengkaderan Da’iGresikLULUS13Fahgrurozi Eka SuyatamaPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS14RahmaddanyPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS15Arfan HakimPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS16Ihsan Mundzir AbdullahPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS17Iqbal Maula AzzuraPengkaderan Da’iBanyumasLULUS18Indra ArdiansyahPengkaderan Da’iBanyumasLULUS19Faza Monzer El TsaqibPengkaderan Da’iTulang BawangLULUS20Muhammad Abyan Hafidz Al MustafaPengkaderan Da’iJakarta SelatanLULUS21Yusuf AbdullahPengkaderan Da’iMagelangLULUS22Raihan ErwindoTahfidz PlusPesisir BaratTIDAK LULUS23Kholil FauziTahfidz PlusTulang BawangTIDAK LULUS24Afgan Hanif MafadzaTahfidz PlusBekasiTIDAK LULUS25Ar BaidPengkaderan Da’iTebo JambiTIDAK LULUS26Arfan IslahudinPengkaderan Da’iBanyumasTIDAK LULUS27Hafidz Dwi FirmansyahPengkaderan Da’iBanyumasTIDAK LULUS28Fadhlan AzkatullahTahfidz PlusBanjarnegaraTIDAK LULUS29Abdullah AzamPengkaderan Da’iBanjarnegaraTIDAK LULUS30Ya’qub Adnan SukurPengkaderan Da’iPurbalinggaGUGUR31Muhammad Raihan NurfadliTahfidz PlusTegalGUGUR32Raihan Maulana FirdausPengkaderan Da’iKota SurabayaGUGUR33Jundi Hizbul HaqPengkaderan Da’iBrebesGUGUR  Post navigation Previous Naskah dan Teks Khutbah Jumat – Pemimpin IdamanNext Acara Grand Launching WALMAGH di Ponpes Tunas Ilmu Purbalingga Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Acara Grand Launching WALMAGH di Ponpes Tunas Ilmu Purbalingga

Purbalingga, 15 September 2024 – Acara grand launching produk Walmagh sukses digelar di halaman parkir Ponpes Tunas Ilmu Purbalingga, pada 11 Rabiul Awal 1446 H. Ratusan peserta dari berbagai lembaga dan komunitas Islam di wilayah Barlingmascakeb turut hadir memeriahkan acara ini.Sebagai highlight acara, hadir dr. Dike Hanuratinofa Afifi, seorang ahli anestesi yang juga alumni UNSOED FK dengan pengalaman internasional sebagai Volunteer di Michigan University USA, dan sekarang sedang menempuh pendidikan PPDS spesialis Anestesiologi FK UNSOED. Kehadiran beliau semakin memperkaya acara dengan pengetahuan medis yang bermanfaat bagi peserta.Acara ini berhasil menyatukan berbagai lembaga dan komunitas Islam di wilayah Barlingmascakeb. Mulai dari MAIS Cilacap hingga SDIT Imam Syafi’i Kebumen, semua turut berpartisipasi. Antusiasme peserta terlihat dari ramainya diskusi dan sesi tanya jawab dengan narasumber.Kesuksesan acara ini juga tak lepas dari dukungan berbagai media partner seperti YouTube dan Sosmed UAZ, Yufid TV, Utsman TV, Insani FM, dan Awwab TV. Selain itu, sejumlah lembaga, perusahaan dan komunitas seperti IKATI, APHMI, Salma Agency, dan perusahaan herbal juga turut memberikan dukungan.Produk herbal Walmagh, yang selama ini dikenal sebagai solusi alami untuk gangguan lambung, kini turut berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan. Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A selaku pimpinan Pondok Pesantren Tunas Ilmu dan juga Brand Ambasador dari Walmagh, mengungkapkan bahwa Walmagh menjadi salah satu sumber pendanaan yang sangat berarti bagi lembaga pendidikan tersebut.“Kami ingin pondok pesantren ini mandiri dan bisa menyediakan pendidikan berkualitas dengan biaya yang terjangkau. Dengan dukungan produk Walmagh, insyaAllah kami semakin dekat dengan tujuan tersebut,” ujar Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A.Beliau menjelaskan bahwa dana yang diperoleh dari penjualan Walmagh akan digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di pondok pesantren Tunas Ilmu Purbalingga. “Guru yang berkualitas adalah kunci keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, kami merasa perlu memberikan apresiasi yang layak kepada mereka,” imbuhnya.Ustadz Abdullah Zaen mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam proyek mulia ini dengan berkontribusi terhadap produk Walmagh. “Dengan membeli Walmagh, berarti Anda telah ikut berkontribusi dalam membangun generasi muda yang cerdas dan berakhlak mulia,” ajaknya.Bagi Anda yang sering mengalami gangguan maag, kini hadir solusi alami yang efektif tanpa menimbulkan ketergantungan. Walmagh, sebuah produk herbal dalam bentuk sirup, diklaim mampu mengatasi masalah maag secara tuntas dan cepat.Asep Koharudin, selaku pemateri produk knowledge Walmagh, menjelaskan bahwa Walmagh bekerja secara berbeda dengan obat maag konvensional lainnya. “Walmagh tidak hanya meredakan gejala, tetapi juga menargetkan sumber masalah seperti tukak lambung,” ujar Asep yang merupakan lulusan S1 UNSOED.“Walmagh diformulasikan dari bahan-bahan alami yang telah teruji khasiatnya, namun efektifitasnya setara dengan obat kimia,” ujar Asep. Yang lebih menarik, banyak pengguna melaporkan merasakan khasiatnya hanya dalam waktu 15 menit setelah mengonsumsi.Keunggulan lain dari Walmagh adalah keamanan penggunaannya. Dengan efek samping yang sangat minimal, Walmagh aman dikonsumsi oleh sebagian besar orang, kecuali mereka yang memiliki alergi terhadap madu.Walmagh sangat mudah dikonsumsi. Pada saat kambuh, cukup minum 3 sendok makan. Dosis dapat disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit. Walmagh juga dapat digunakan sebagai terapi jangka panjang untuk mencegah kambuhnya penyakit. Serta membantu menyembuhkan penyakit dari akarnya.“Walmagh memiliki masa simpan hingga 2 tahun. Untuk menjaga kualitasnya, hindarkan produk ini dari sinar matahari langsung. Kandungan madu di dalamnya berfungsi sebagai pengawet alami,” imbuh Asep Koharudin, selaku pemateri produk knowledge Walmagh.CV. Tunas Ilmu Purbalingga, memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan masyarakat, resmi meluncurkan produk jamu herbal terbaru bernama Walmagh. Minuman ini diproduksi oleh CV. IHRIS BERKAHTAMA HERBAL (IBHE) di Sragen dengan menggunakan bahan-bahan alami pilihan seperti temulawak, kayu manis, kunyit, jahe, dan madu.Proses produksi Walmagh telah melalui serangkaian uji dan telah mendapatkan izin resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal ini menjamin keamanan dan kualitas produk bagi para konsumen.Kabar baik bagi para penggemar Walmagh! Produk kesehatan yang telah banyak dipercaya ini kini semakin mudah didapatkan. Selain tersedia secara online, Walmagh juga telah hadir di Tunas Ilmu Mart.Menariknya, saat ini Walmagh sedang memberikan diskon sebesar 18% sehingga harga yang semula Rp120.000 menjadi hanya Rp100.000. Penawaran menarik ini tentu sayang untuk dilewatkan.Tidak hanya itu, Walmagh juga akan memperluas jaringan distribusinya ke seluruh kota di Indonesia. Mekanisme pengambilan bagi distributor dan reseller pun telah disiapkan dengan matang. Meskipun demikian, penjualan online masih menjadi primadona saat ini.Adi Putranto, seorang karyawan swasta berusia 46 tahun, membagikan pengalaman positifnya setelah mengonsumsi Walmagh. Pria lulusan S2 Magister Manajemen UNSOED ini mengaku masalah asam lambung, keringat dingin, dan muntah yang kerap dialaminya berhasil teratasi dalam waktu singkat setelah rutin mengonsumsi produk herbal tersebut.“Baru empat hari minum Walmagh, saya sudah merasa lebih baik. Efektivitasnya memang cepat sekali. Padahal, biasanya obat herbal kan proses penyembuhannya lebih lama,” ujar Adi.Kecepatan Walmagh dalam mengatasi masalah pencernaannya membuat Adi sangat terkesan. Ia pun dengan tegas merekomendasikan Walmagh kepada orang-orang yang memiliki masalah serupa.Reporter: Septian Dwi Cahyo Post navigation Previous PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARU ANGKATAN KEEMPATBELAS – TAHUN AJARAN 1445-1446 / 2024-2025Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 174 – BERMAIN DENGAN ANAK Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Acara Grand Launching WALMAGH di Ponpes Tunas Ilmu Purbalingga

Purbalingga, 15 September 2024 – Acara grand launching produk Walmagh sukses digelar di halaman parkir Ponpes Tunas Ilmu Purbalingga, pada 11 Rabiul Awal 1446 H. Ratusan peserta dari berbagai lembaga dan komunitas Islam di wilayah Barlingmascakeb turut hadir memeriahkan acara ini.Sebagai highlight acara, hadir dr. Dike Hanuratinofa Afifi, seorang ahli anestesi yang juga alumni UNSOED FK dengan pengalaman internasional sebagai Volunteer di Michigan University USA, dan sekarang sedang menempuh pendidikan PPDS spesialis Anestesiologi FK UNSOED. Kehadiran beliau semakin memperkaya acara dengan pengetahuan medis yang bermanfaat bagi peserta.Acara ini berhasil menyatukan berbagai lembaga dan komunitas Islam di wilayah Barlingmascakeb. Mulai dari MAIS Cilacap hingga SDIT Imam Syafi’i Kebumen, semua turut berpartisipasi. Antusiasme peserta terlihat dari ramainya diskusi dan sesi tanya jawab dengan narasumber.Kesuksesan acara ini juga tak lepas dari dukungan berbagai media partner seperti YouTube dan Sosmed UAZ, Yufid TV, Utsman TV, Insani FM, dan Awwab TV. Selain itu, sejumlah lembaga, perusahaan dan komunitas seperti IKATI, APHMI, Salma Agency, dan perusahaan herbal juga turut memberikan dukungan.Produk herbal Walmagh, yang selama ini dikenal sebagai solusi alami untuk gangguan lambung, kini turut berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan. Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A selaku pimpinan Pondok Pesantren Tunas Ilmu dan juga Brand Ambasador dari Walmagh, mengungkapkan bahwa Walmagh menjadi salah satu sumber pendanaan yang sangat berarti bagi lembaga pendidikan tersebut.“Kami ingin pondok pesantren ini mandiri dan bisa menyediakan pendidikan berkualitas dengan biaya yang terjangkau. Dengan dukungan produk Walmagh, insyaAllah kami semakin dekat dengan tujuan tersebut,” ujar Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A.Beliau menjelaskan bahwa dana yang diperoleh dari penjualan Walmagh akan digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di pondok pesantren Tunas Ilmu Purbalingga. “Guru yang berkualitas adalah kunci keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, kami merasa perlu memberikan apresiasi yang layak kepada mereka,” imbuhnya.Ustadz Abdullah Zaen mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam proyek mulia ini dengan berkontribusi terhadap produk Walmagh. “Dengan membeli Walmagh, berarti Anda telah ikut berkontribusi dalam membangun generasi muda yang cerdas dan berakhlak mulia,” ajaknya.Bagi Anda yang sering mengalami gangguan maag, kini hadir solusi alami yang efektif tanpa menimbulkan ketergantungan. Walmagh, sebuah produk herbal dalam bentuk sirup, diklaim mampu mengatasi masalah maag secara tuntas dan cepat.Asep Koharudin, selaku pemateri produk knowledge Walmagh, menjelaskan bahwa Walmagh bekerja secara berbeda dengan obat maag konvensional lainnya. “Walmagh tidak hanya meredakan gejala, tetapi juga menargetkan sumber masalah seperti tukak lambung,” ujar Asep yang merupakan lulusan S1 UNSOED.“Walmagh diformulasikan dari bahan-bahan alami yang telah teruji khasiatnya, namun efektifitasnya setara dengan obat kimia,” ujar Asep. Yang lebih menarik, banyak pengguna melaporkan merasakan khasiatnya hanya dalam waktu 15 menit setelah mengonsumsi.Keunggulan lain dari Walmagh adalah keamanan penggunaannya. Dengan efek samping yang sangat minimal, Walmagh aman dikonsumsi oleh sebagian besar orang, kecuali mereka yang memiliki alergi terhadap madu.Walmagh sangat mudah dikonsumsi. Pada saat kambuh, cukup minum 3 sendok makan. Dosis dapat disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit. Walmagh juga dapat digunakan sebagai terapi jangka panjang untuk mencegah kambuhnya penyakit. Serta membantu menyembuhkan penyakit dari akarnya.“Walmagh memiliki masa simpan hingga 2 tahun. Untuk menjaga kualitasnya, hindarkan produk ini dari sinar matahari langsung. Kandungan madu di dalamnya berfungsi sebagai pengawet alami,” imbuh Asep Koharudin, selaku pemateri produk knowledge Walmagh.CV. Tunas Ilmu Purbalingga, memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan masyarakat, resmi meluncurkan produk jamu herbal terbaru bernama Walmagh. Minuman ini diproduksi oleh CV. IHRIS BERKAHTAMA HERBAL (IBHE) di Sragen dengan menggunakan bahan-bahan alami pilihan seperti temulawak, kayu manis, kunyit, jahe, dan madu.Proses produksi Walmagh telah melalui serangkaian uji dan telah mendapatkan izin resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal ini menjamin keamanan dan kualitas produk bagi para konsumen.Kabar baik bagi para penggemar Walmagh! Produk kesehatan yang telah banyak dipercaya ini kini semakin mudah didapatkan. Selain tersedia secara online, Walmagh juga telah hadir di Tunas Ilmu Mart.Menariknya, saat ini Walmagh sedang memberikan diskon sebesar 18% sehingga harga yang semula Rp120.000 menjadi hanya Rp100.000. Penawaran menarik ini tentu sayang untuk dilewatkan.Tidak hanya itu, Walmagh juga akan memperluas jaringan distribusinya ke seluruh kota di Indonesia. Mekanisme pengambilan bagi distributor dan reseller pun telah disiapkan dengan matang. Meskipun demikian, penjualan online masih menjadi primadona saat ini.Adi Putranto, seorang karyawan swasta berusia 46 tahun, membagikan pengalaman positifnya setelah mengonsumsi Walmagh. Pria lulusan S2 Magister Manajemen UNSOED ini mengaku masalah asam lambung, keringat dingin, dan muntah yang kerap dialaminya berhasil teratasi dalam waktu singkat setelah rutin mengonsumsi produk herbal tersebut.“Baru empat hari minum Walmagh, saya sudah merasa lebih baik. Efektivitasnya memang cepat sekali. Padahal, biasanya obat herbal kan proses penyembuhannya lebih lama,” ujar Adi.Kecepatan Walmagh dalam mengatasi masalah pencernaannya membuat Adi sangat terkesan. Ia pun dengan tegas merekomendasikan Walmagh kepada orang-orang yang memiliki masalah serupa.Reporter: Septian Dwi Cahyo Post navigation Previous PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARU ANGKATAN KEEMPATBELAS – TAHUN AJARAN 1445-1446 / 2024-2025Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 174 – BERMAIN DENGAN ANAK Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Purbalingga, 15 September 2024 – Acara grand launching produk Walmagh sukses digelar di halaman parkir Ponpes Tunas Ilmu Purbalingga, pada 11 Rabiul Awal 1446 H. Ratusan peserta dari berbagai lembaga dan komunitas Islam di wilayah Barlingmascakeb turut hadir memeriahkan acara ini.Sebagai highlight acara, hadir dr. Dike Hanuratinofa Afifi, seorang ahli anestesi yang juga alumni UNSOED FK dengan pengalaman internasional sebagai Volunteer di Michigan University USA, dan sekarang sedang menempuh pendidikan PPDS spesialis Anestesiologi FK UNSOED. Kehadiran beliau semakin memperkaya acara dengan pengetahuan medis yang bermanfaat bagi peserta.Acara ini berhasil menyatukan berbagai lembaga dan komunitas Islam di wilayah Barlingmascakeb. Mulai dari MAIS Cilacap hingga SDIT Imam Syafi’i Kebumen, semua turut berpartisipasi. Antusiasme peserta terlihat dari ramainya diskusi dan sesi tanya jawab dengan narasumber.Kesuksesan acara ini juga tak lepas dari dukungan berbagai media partner seperti YouTube dan Sosmed UAZ, Yufid TV, Utsman TV, Insani FM, dan Awwab TV. Selain itu, sejumlah lembaga, perusahaan dan komunitas seperti IKATI, APHMI, Salma Agency, dan perusahaan herbal juga turut memberikan dukungan.Produk herbal Walmagh, yang selama ini dikenal sebagai solusi alami untuk gangguan lambung, kini turut berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan. Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A selaku pimpinan Pondok Pesantren Tunas Ilmu dan juga Brand Ambasador dari Walmagh, mengungkapkan bahwa Walmagh menjadi salah satu sumber pendanaan yang sangat berarti bagi lembaga pendidikan tersebut.“Kami ingin pondok pesantren ini mandiri dan bisa menyediakan pendidikan berkualitas dengan biaya yang terjangkau. Dengan dukungan produk Walmagh, insyaAllah kami semakin dekat dengan tujuan tersebut,” ujar Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A.Beliau menjelaskan bahwa dana yang diperoleh dari penjualan Walmagh akan digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di pondok pesantren Tunas Ilmu Purbalingga. “Guru yang berkualitas adalah kunci keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, kami merasa perlu memberikan apresiasi yang layak kepada mereka,” imbuhnya.Ustadz Abdullah Zaen mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam proyek mulia ini dengan berkontribusi terhadap produk Walmagh. “Dengan membeli Walmagh, berarti Anda telah ikut berkontribusi dalam membangun generasi muda yang cerdas dan berakhlak mulia,” ajaknya.Bagi Anda yang sering mengalami gangguan maag, kini hadir solusi alami yang efektif tanpa menimbulkan ketergantungan. Walmagh, sebuah produk herbal dalam bentuk sirup, diklaim mampu mengatasi masalah maag secara tuntas dan cepat.Asep Koharudin, selaku pemateri produk knowledge Walmagh, menjelaskan bahwa Walmagh bekerja secara berbeda dengan obat maag konvensional lainnya. “Walmagh tidak hanya meredakan gejala, tetapi juga menargetkan sumber masalah seperti tukak lambung,” ujar Asep yang merupakan lulusan S1 UNSOED.“Walmagh diformulasikan dari bahan-bahan alami yang telah teruji khasiatnya, namun efektifitasnya setara dengan obat kimia,” ujar Asep. Yang lebih menarik, banyak pengguna melaporkan merasakan khasiatnya hanya dalam waktu 15 menit setelah mengonsumsi.Keunggulan lain dari Walmagh adalah keamanan penggunaannya. Dengan efek samping yang sangat minimal, Walmagh aman dikonsumsi oleh sebagian besar orang, kecuali mereka yang memiliki alergi terhadap madu.Walmagh sangat mudah dikonsumsi. Pada saat kambuh, cukup minum 3 sendok makan. Dosis dapat disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit. Walmagh juga dapat digunakan sebagai terapi jangka panjang untuk mencegah kambuhnya penyakit. Serta membantu menyembuhkan penyakit dari akarnya.“Walmagh memiliki masa simpan hingga 2 tahun. Untuk menjaga kualitasnya, hindarkan produk ini dari sinar matahari langsung. Kandungan madu di dalamnya berfungsi sebagai pengawet alami,” imbuh Asep Koharudin, selaku pemateri produk knowledge Walmagh.CV. Tunas Ilmu Purbalingga, memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan masyarakat, resmi meluncurkan produk jamu herbal terbaru bernama Walmagh. Minuman ini diproduksi oleh CV. IHRIS BERKAHTAMA HERBAL (IBHE) di Sragen dengan menggunakan bahan-bahan alami pilihan seperti temulawak, kayu manis, kunyit, jahe, dan madu.Proses produksi Walmagh telah melalui serangkaian uji dan telah mendapatkan izin resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal ini menjamin keamanan dan kualitas produk bagi para konsumen.Kabar baik bagi para penggemar Walmagh! Produk kesehatan yang telah banyak dipercaya ini kini semakin mudah didapatkan. Selain tersedia secara online, Walmagh juga telah hadir di Tunas Ilmu Mart.Menariknya, saat ini Walmagh sedang memberikan diskon sebesar 18% sehingga harga yang semula Rp120.000 menjadi hanya Rp100.000. Penawaran menarik ini tentu sayang untuk dilewatkan.Tidak hanya itu, Walmagh juga akan memperluas jaringan distribusinya ke seluruh kota di Indonesia. Mekanisme pengambilan bagi distributor dan reseller pun telah disiapkan dengan matang. Meskipun demikian, penjualan online masih menjadi primadona saat ini.Adi Putranto, seorang karyawan swasta berusia 46 tahun, membagikan pengalaman positifnya setelah mengonsumsi Walmagh. Pria lulusan S2 Magister Manajemen UNSOED ini mengaku masalah asam lambung, keringat dingin, dan muntah yang kerap dialaminya berhasil teratasi dalam waktu singkat setelah rutin mengonsumsi produk herbal tersebut.“Baru empat hari minum Walmagh, saya sudah merasa lebih baik. Efektivitasnya memang cepat sekali. Padahal, biasanya obat herbal kan proses penyembuhannya lebih lama,” ujar Adi.Kecepatan Walmagh dalam mengatasi masalah pencernaannya membuat Adi sangat terkesan. Ia pun dengan tegas merekomendasikan Walmagh kepada orang-orang yang memiliki masalah serupa.Reporter: Septian Dwi Cahyo Post navigation Previous PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARU ANGKATAN KEEMPATBELAS – TAHUN AJARAN 1445-1446 / 2024-2025Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 174 – BERMAIN DENGAN ANAK Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Purbalingga, 15 September 2024 – Acara grand launching produk Walmagh sukses digelar di halaman parkir Ponpes Tunas Ilmu Purbalingga, pada 11 Rabiul Awal 1446 H. Ratusan peserta dari berbagai lembaga dan komunitas Islam di wilayah Barlingmascakeb turut hadir memeriahkan acara ini.Sebagai highlight acara, hadir dr. Dike Hanuratinofa Afifi, seorang ahli anestesi yang juga alumni UNSOED FK dengan pengalaman internasional sebagai Volunteer di Michigan University USA, dan sekarang sedang menempuh pendidikan PPDS spesialis Anestesiologi FK UNSOED. Kehadiran beliau semakin memperkaya acara dengan pengetahuan medis yang bermanfaat bagi peserta.Acara ini berhasil menyatukan berbagai lembaga dan komunitas Islam di wilayah Barlingmascakeb. Mulai dari MAIS Cilacap hingga SDIT Imam Syafi’i Kebumen, semua turut berpartisipasi. Antusiasme peserta terlihat dari ramainya diskusi dan sesi tanya jawab dengan narasumber.Kesuksesan acara ini juga tak lepas dari dukungan berbagai media partner seperti YouTube dan Sosmed UAZ, Yufid TV, Utsman TV, Insani FM, dan Awwab TV. Selain itu, sejumlah lembaga, perusahaan dan komunitas seperti IKATI, APHMI, Salma Agency, dan perusahaan herbal juga turut memberikan dukungan.Produk herbal Walmagh, yang selama ini dikenal sebagai solusi alami untuk gangguan lambung, kini turut berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan. Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A selaku pimpinan Pondok Pesantren Tunas Ilmu dan juga Brand Ambasador dari Walmagh, mengungkapkan bahwa Walmagh menjadi salah satu sumber pendanaan yang sangat berarti bagi lembaga pendidikan tersebut.“Kami ingin pondok pesantren ini mandiri dan bisa menyediakan pendidikan berkualitas dengan biaya yang terjangkau. Dengan dukungan produk Walmagh, insyaAllah kami semakin dekat dengan tujuan tersebut,” ujar Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A.Beliau menjelaskan bahwa dana yang diperoleh dari penjualan Walmagh akan digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di pondok pesantren Tunas Ilmu Purbalingga. “Guru yang berkualitas adalah kunci keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, kami merasa perlu memberikan apresiasi yang layak kepada mereka,” imbuhnya.Ustadz Abdullah Zaen mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam proyek mulia ini dengan berkontribusi terhadap produk Walmagh. “Dengan membeli Walmagh, berarti Anda telah ikut berkontribusi dalam membangun generasi muda yang cerdas dan berakhlak mulia,” ajaknya.Bagi Anda yang sering mengalami gangguan maag, kini hadir solusi alami yang efektif tanpa menimbulkan ketergantungan. Walmagh, sebuah produk herbal dalam bentuk sirup, diklaim mampu mengatasi masalah maag secara tuntas dan cepat.Asep Koharudin, selaku pemateri produk knowledge Walmagh, menjelaskan bahwa Walmagh bekerja secara berbeda dengan obat maag konvensional lainnya. “Walmagh tidak hanya meredakan gejala, tetapi juga menargetkan sumber masalah seperti tukak lambung,” ujar Asep yang merupakan lulusan S1 UNSOED.“Walmagh diformulasikan dari bahan-bahan alami yang telah teruji khasiatnya, namun efektifitasnya setara dengan obat kimia,” ujar Asep. Yang lebih menarik, banyak pengguna melaporkan merasakan khasiatnya hanya dalam waktu 15 menit setelah mengonsumsi.Keunggulan lain dari Walmagh adalah keamanan penggunaannya. Dengan efek samping yang sangat minimal, Walmagh aman dikonsumsi oleh sebagian besar orang, kecuali mereka yang memiliki alergi terhadap madu.Walmagh sangat mudah dikonsumsi. Pada saat kambuh, cukup minum 3 sendok makan. Dosis dapat disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit. Walmagh juga dapat digunakan sebagai terapi jangka panjang untuk mencegah kambuhnya penyakit. Serta membantu menyembuhkan penyakit dari akarnya.“Walmagh memiliki masa simpan hingga 2 tahun. Untuk menjaga kualitasnya, hindarkan produk ini dari sinar matahari langsung. Kandungan madu di dalamnya berfungsi sebagai pengawet alami,” imbuh Asep Koharudin, selaku pemateri produk knowledge Walmagh.CV. Tunas Ilmu Purbalingga, memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan masyarakat, resmi meluncurkan produk jamu herbal terbaru bernama Walmagh. Minuman ini diproduksi oleh CV. IHRIS BERKAHTAMA HERBAL (IBHE) di Sragen dengan menggunakan bahan-bahan alami pilihan seperti temulawak, kayu manis, kunyit, jahe, dan madu.Proses produksi Walmagh telah melalui serangkaian uji dan telah mendapatkan izin resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal ini menjamin keamanan dan kualitas produk bagi para konsumen.Kabar baik bagi para penggemar Walmagh! Produk kesehatan yang telah banyak dipercaya ini kini semakin mudah didapatkan. Selain tersedia secara online, Walmagh juga telah hadir di Tunas Ilmu Mart.Menariknya, saat ini Walmagh sedang memberikan diskon sebesar 18% sehingga harga yang semula Rp120.000 menjadi hanya Rp100.000. Penawaran menarik ini tentu sayang untuk dilewatkan.Tidak hanya itu, Walmagh juga akan memperluas jaringan distribusinya ke seluruh kota di Indonesia. Mekanisme pengambilan bagi distributor dan reseller pun telah disiapkan dengan matang. Meskipun demikian, penjualan online masih menjadi primadona saat ini.Adi Putranto, seorang karyawan swasta berusia 46 tahun, membagikan pengalaman positifnya setelah mengonsumsi Walmagh. Pria lulusan S2 Magister Manajemen UNSOED ini mengaku masalah asam lambung, keringat dingin, dan muntah yang kerap dialaminya berhasil teratasi dalam waktu singkat setelah rutin mengonsumsi produk herbal tersebut.“Baru empat hari minum Walmagh, saya sudah merasa lebih baik. Efektivitasnya memang cepat sekali. Padahal, biasanya obat herbal kan proses penyembuhannya lebih lama,” ujar Adi.Kecepatan Walmagh dalam mengatasi masalah pencernaannya membuat Adi sangat terkesan. Ia pun dengan tegas merekomendasikan Walmagh kepada orang-orang yang memiliki masalah serupa.Reporter: Septian Dwi Cahyo Post navigation Previous PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARU ANGKATAN KEEMPATBELAS – TAHUN AJARAN 1445-1446 / 2024-2025Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 174 – BERMAIN DENGAN ANAK Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 174 – BERMAIN DENGAN ANAK

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 174BERMAIN DENGAN ANAKSalah satu kebutuhan dasar anak adalah bermain. Namun sayangnya tak sedikit orang tua yang belum mengerti hal tersebut. Sehingga muncullah dua kubu yang bertolak belakang:Kubu ekstrim kanan: Yaitu orang tua yang tidak memberikan hak itu kepada anak sebagaimana mestinya. Beragama alasan mereka lontarkan. Antara lain: agar anak fokus belajar. Padahal bila anak diberi kesempatan untuk bermain, justru itu akan membantu dia untuk fokus belajar. Sebab salah satu kebutuhan pokoknya terpenuhi dan energi ekstranya tersalurkan. Yang penting itu semua dijalankan secara proporsional. Dalam arti: waktunya belajar ya untuk belajar, dan waktunya bermain ya untuk bermain.Kubu ekstrim kiri: Yaitu orang tua yang terlalu longgar dalam memberikan hak bermain pada anak. Kekeliruan ini banyak potret nyatanya dalam kehidupan keseharian. Antara lain: keliru dalam memberikan media bermain untuk anak. Atau membebaskan anak bermain dengan teman-teman tidak baik, sehingga malah merusak akhlaknya.Salah satu media bermain yang kerap disediakan orang tua untuk anaknya adalah HP. Di zaman ini sudah bukan merupakan pemandangan asing, anak-anak SD pegang HP. Bahkan anak batita sudah diberi kesempatan untuk bermain HP. Kebanyakan orang tua beralasan: anak mendesak minta HP, karena rata-rata temannya punya HP. Atau karena orang tua merasa bahwa HP adalah solusi agar anak anteng, tidak rewel dan tidak bolak-balik mengganggu aktivitas orang tuanya. Padahal telah terbukti betapa dahsyatnya dampak buruk penggunaan HP secara serampangan. Jika orang dewasa—yang akalnya sudah sempurna—saja bisa rusak keimanannya gara-gara HP, apalagi anak kecil yang akalnya belum sempurna.Adapun terkait dengan teman bermain yang merusak akhlak anak, ini juga terkadang luput dari perhatian orang tua. Sebagian orang tua beralasan, jika anak berada di dalam rumah, suka mengganggu, sering berpolah menjengkelkan dan membuat masalah. Mendingan disuruh bermain di luar saja. Sayangnya tidak diperhatikan siapa teman-teman bermain anak di luar rumah. Akibatnya saat pulang bermain, anak membawa kosakata buruk baru, atau perilaku negatif baru.Solusi JituSeluruh kendala di atas insyaAllah bisa diatasi dengan mengamalkan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berikut.Yaitu: orang tua bermain dengan anak.Ya’la bin Murrah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,خَرجنَا مَع النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ودُعِينَا إِلَى طَعامٍ، فَإِذا حُسينٌ يَلعبُ فِي الطَّريق، فَأسرعَ النبيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمامَ القَومِ ثُم بَسطَ يَديهِ، فَجَعلَ الغُلامُ يَفِر هَهُنا وهَهُنا، ويُضَاحِكُه النَبيُ صلى الله عليه وسلم، حَتى أَخذهُ، فَجعلَ إِحدى يَديهِ فِي ذَقْنِهِ والأُخرَى فِي رَأسهِ، ثُم اعتَنَقَه، ثُم قَال النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (حُسينٌ مِني وَأنَا مِنهُ، أَحبَّ اللهُ مَن أَحبَّ الحَسنَ والحُسينَ سبطان مِن الأسباط)“Kami pernah keluar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi undangan makan. Di tengah perjalanan, kami mendapati Husain sedang bermain di jalan. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bergegas mendahului kami dan membentangkan kedua tangannya. Husain pun lari menghindar kesana dan kemari. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terus mencandainya, hingga beliau berhasil menangkapnya. Salah satu tangan beliau memegang dagu Husain dan satunya memegang kepala, lalu beliau memeluknya. Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Husain bagian dariku dan aku bagian darinya. Semoga Allah mencintai orang yang mencintai Hasan dan Husain; kedua cucuku”. HR. Bukhariy dalam Al-Adab al-Mufrad dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Banyak sekali manfaat yang dihasilkan dari meluangkan waktu untuk bermain bersama anak.Contohnya:Akan membangun keakraban orang tua dengan anak.Mengurangi ketergantungan orang tua dan anak terhadap HP.Menghindarkan anak dari teman-teman bermain yang tidak baik. Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 15 Rajab 1444 / 6 Februari 2023 Post navigation Previous Acara Grand Launching WALMAGH di Ponpes Tunas Ilmu PurbalinggaNext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 194 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-13 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 174 – BERMAIN DENGAN ANAK

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 174BERMAIN DENGAN ANAKSalah satu kebutuhan dasar anak adalah bermain. Namun sayangnya tak sedikit orang tua yang belum mengerti hal tersebut. Sehingga muncullah dua kubu yang bertolak belakang:Kubu ekstrim kanan: Yaitu orang tua yang tidak memberikan hak itu kepada anak sebagaimana mestinya. Beragama alasan mereka lontarkan. Antara lain: agar anak fokus belajar. Padahal bila anak diberi kesempatan untuk bermain, justru itu akan membantu dia untuk fokus belajar. Sebab salah satu kebutuhan pokoknya terpenuhi dan energi ekstranya tersalurkan. Yang penting itu semua dijalankan secara proporsional. Dalam arti: waktunya belajar ya untuk belajar, dan waktunya bermain ya untuk bermain.Kubu ekstrim kiri: Yaitu orang tua yang terlalu longgar dalam memberikan hak bermain pada anak. Kekeliruan ini banyak potret nyatanya dalam kehidupan keseharian. Antara lain: keliru dalam memberikan media bermain untuk anak. Atau membebaskan anak bermain dengan teman-teman tidak baik, sehingga malah merusak akhlaknya.Salah satu media bermain yang kerap disediakan orang tua untuk anaknya adalah HP. Di zaman ini sudah bukan merupakan pemandangan asing, anak-anak SD pegang HP. Bahkan anak batita sudah diberi kesempatan untuk bermain HP. Kebanyakan orang tua beralasan: anak mendesak minta HP, karena rata-rata temannya punya HP. Atau karena orang tua merasa bahwa HP adalah solusi agar anak anteng, tidak rewel dan tidak bolak-balik mengganggu aktivitas orang tuanya. Padahal telah terbukti betapa dahsyatnya dampak buruk penggunaan HP secara serampangan. Jika orang dewasa—yang akalnya sudah sempurna—saja bisa rusak keimanannya gara-gara HP, apalagi anak kecil yang akalnya belum sempurna.Adapun terkait dengan teman bermain yang merusak akhlak anak, ini juga terkadang luput dari perhatian orang tua. Sebagian orang tua beralasan, jika anak berada di dalam rumah, suka mengganggu, sering berpolah menjengkelkan dan membuat masalah. Mendingan disuruh bermain di luar saja. Sayangnya tidak diperhatikan siapa teman-teman bermain anak di luar rumah. Akibatnya saat pulang bermain, anak membawa kosakata buruk baru, atau perilaku negatif baru.Solusi JituSeluruh kendala di atas insyaAllah bisa diatasi dengan mengamalkan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berikut.Yaitu: orang tua bermain dengan anak.Ya’la bin Murrah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,خَرجنَا مَع النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ودُعِينَا إِلَى طَعامٍ، فَإِذا حُسينٌ يَلعبُ فِي الطَّريق، فَأسرعَ النبيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمامَ القَومِ ثُم بَسطَ يَديهِ، فَجَعلَ الغُلامُ يَفِر هَهُنا وهَهُنا، ويُضَاحِكُه النَبيُ صلى الله عليه وسلم، حَتى أَخذهُ، فَجعلَ إِحدى يَديهِ فِي ذَقْنِهِ والأُخرَى فِي رَأسهِ، ثُم اعتَنَقَه، ثُم قَال النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (حُسينٌ مِني وَأنَا مِنهُ، أَحبَّ اللهُ مَن أَحبَّ الحَسنَ والحُسينَ سبطان مِن الأسباط)“Kami pernah keluar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi undangan makan. Di tengah perjalanan, kami mendapati Husain sedang bermain di jalan. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bergegas mendahului kami dan membentangkan kedua tangannya. Husain pun lari menghindar kesana dan kemari. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terus mencandainya, hingga beliau berhasil menangkapnya. Salah satu tangan beliau memegang dagu Husain dan satunya memegang kepala, lalu beliau memeluknya. Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Husain bagian dariku dan aku bagian darinya. Semoga Allah mencintai orang yang mencintai Hasan dan Husain; kedua cucuku”. HR. Bukhariy dalam Al-Adab al-Mufrad dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Banyak sekali manfaat yang dihasilkan dari meluangkan waktu untuk bermain bersama anak.Contohnya:Akan membangun keakraban orang tua dengan anak.Mengurangi ketergantungan orang tua dan anak terhadap HP.Menghindarkan anak dari teman-teman bermain yang tidak baik. Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 15 Rajab 1444 / 6 Februari 2023 Post navigation Previous Acara Grand Launching WALMAGH di Ponpes Tunas Ilmu PurbalinggaNext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 194 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-13 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 174BERMAIN DENGAN ANAKSalah satu kebutuhan dasar anak adalah bermain. Namun sayangnya tak sedikit orang tua yang belum mengerti hal tersebut. Sehingga muncullah dua kubu yang bertolak belakang:Kubu ekstrim kanan: Yaitu orang tua yang tidak memberikan hak itu kepada anak sebagaimana mestinya. Beragama alasan mereka lontarkan. Antara lain: agar anak fokus belajar. Padahal bila anak diberi kesempatan untuk bermain, justru itu akan membantu dia untuk fokus belajar. Sebab salah satu kebutuhan pokoknya terpenuhi dan energi ekstranya tersalurkan. Yang penting itu semua dijalankan secara proporsional. Dalam arti: waktunya belajar ya untuk belajar, dan waktunya bermain ya untuk bermain.Kubu ekstrim kiri: Yaitu orang tua yang terlalu longgar dalam memberikan hak bermain pada anak. Kekeliruan ini banyak potret nyatanya dalam kehidupan keseharian. Antara lain: keliru dalam memberikan media bermain untuk anak. Atau membebaskan anak bermain dengan teman-teman tidak baik, sehingga malah merusak akhlaknya.Salah satu media bermain yang kerap disediakan orang tua untuk anaknya adalah HP. Di zaman ini sudah bukan merupakan pemandangan asing, anak-anak SD pegang HP. Bahkan anak batita sudah diberi kesempatan untuk bermain HP. Kebanyakan orang tua beralasan: anak mendesak minta HP, karena rata-rata temannya punya HP. Atau karena orang tua merasa bahwa HP adalah solusi agar anak anteng, tidak rewel dan tidak bolak-balik mengganggu aktivitas orang tuanya. Padahal telah terbukti betapa dahsyatnya dampak buruk penggunaan HP secara serampangan. Jika orang dewasa—yang akalnya sudah sempurna—saja bisa rusak keimanannya gara-gara HP, apalagi anak kecil yang akalnya belum sempurna.Adapun terkait dengan teman bermain yang merusak akhlak anak, ini juga terkadang luput dari perhatian orang tua. Sebagian orang tua beralasan, jika anak berada di dalam rumah, suka mengganggu, sering berpolah menjengkelkan dan membuat masalah. Mendingan disuruh bermain di luar saja. Sayangnya tidak diperhatikan siapa teman-teman bermain anak di luar rumah. Akibatnya saat pulang bermain, anak membawa kosakata buruk baru, atau perilaku negatif baru.Solusi JituSeluruh kendala di atas insyaAllah bisa diatasi dengan mengamalkan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berikut.Yaitu: orang tua bermain dengan anak.Ya’la bin Murrah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,خَرجنَا مَع النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ودُعِينَا إِلَى طَعامٍ، فَإِذا حُسينٌ يَلعبُ فِي الطَّريق، فَأسرعَ النبيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمامَ القَومِ ثُم بَسطَ يَديهِ، فَجَعلَ الغُلامُ يَفِر هَهُنا وهَهُنا، ويُضَاحِكُه النَبيُ صلى الله عليه وسلم، حَتى أَخذهُ، فَجعلَ إِحدى يَديهِ فِي ذَقْنِهِ والأُخرَى فِي رَأسهِ، ثُم اعتَنَقَه، ثُم قَال النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (حُسينٌ مِني وَأنَا مِنهُ، أَحبَّ اللهُ مَن أَحبَّ الحَسنَ والحُسينَ سبطان مِن الأسباط)“Kami pernah keluar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi undangan makan. Di tengah perjalanan, kami mendapati Husain sedang bermain di jalan. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bergegas mendahului kami dan membentangkan kedua tangannya. Husain pun lari menghindar kesana dan kemari. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terus mencandainya, hingga beliau berhasil menangkapnya. Salah satu tangan beliau memegang dagu Husain dan satunya memegang kepala, lalu beliau memeluknya. Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Husain bagian dariku dan aku bagian darinya. Semoga Allah mencintai orang yang mencintai Hasan dan Husain; kedua cucuku”. HR. Bukhariy dalam Al-Adab al-Mufrad dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Banyak sekali manfaat yang dihasilkan dari meluangkan waktu untuk bermain bersama anak.Contohnya:Akan membangun keakraban orang tua dengan anak.Mengurangi ketergantungan orang tua dan anak terhadap HP.Menghindarkan anak dari teman-teman bermain yang tidak baik. Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 15 Rajab 1444 / 6 Februari 2023 Post navigation Previous Acara Grand Launching WALMAGH di Ponpes Tunas Ilmu PurbalinggaNext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 194 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-13 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 174BERMAIN DENGAN ANAKSalah satu kebutuhan dasar anak adalah bermain. Namun sayangnya tak sedikit orang tua yang belum mengerti hal tersebut. Sehingga muncullah dua kubu yang bertolak belakang:Kubu ekstrim kanan: Yaitu orang tua yang tidak memberikan hak itu kepada anak sebagaimana mestinya. Beragama alasan mereka lontarkan. Antara lain: agar anak fokus belajar. Padahal bila anak diberi kesempatan untuk bermain, justru itu akan membantu dia untuk fokus belajar. Sebab salah satu kebutuhan pokoknya terpenuhi dan energi ekstranya tersalurkan. Yang penting itu semua dijalankan secara proporsional. Dalam arti: waktunya belajar ya untuk belajar, dan waktunya bermain ya untuk bermain.Kubu ekstrim kiri: Yaitu orang tua yang terlalu longgar dalam memberikan hak bermain pada anak. Kekeliruan ini banyak potret nyatanya dalam kehidupan keseharian. Antara lain: keliru dalam memberikan media bermain untuk anak. Atau membebaskan anak bermain dengan teman-teman tidak baik, sehingga malah merusak akhlaknya.Salah satu media bermain yang kerap disediakan orang tua untuk anaknya adalah HP. Di zaman ini sudah bukan merupakan pemandangan asing, anak-anak SD pegang HP. Bahkan anak batita sudah diberi kesempatan untuk bermain HP. Kebanyakan orang tua beralasan: anak mendesak minta HP, karena rata-rata temannya punya HP. Atau karena orang tua merasa bahwa HP adalah solusi agar anak anteng, tidak rewel dan tidak bolak-balik mengganggu aktivitas orang tuanya. Padahal telah terbukti betapa dahsyatnya dampak buruk penggunaan HP secara serampangan. Jika orang dewasa—yang akalnya sudah sempurna—saja bisa rusak keimanannya gara-gara HP, apalagi anak kecil yang akalnya belum sempurna.Adapun terkait dengan teman bermain yang merusak akhlak anak, ini juga terkadang luput dari perhatian orang tua. Sebagian orang tua beralasan, jika anak berada di dalam rumah, suka mengganggu, sering berpolah menjengkelkan dan membuat masalah. Mendingan disuruh bermain di luar saja. Sayangnya tidak diperhatikan siapa teman-teman bermain anak di luar rumah. Akibatnya saat pulang bermain, anak membawa kosakata buruk baru, atau perilaku negatif baru.Solusi JituSeluruh kendala di atas insyaAllah bisa diatasi dengan mengamalkan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berikut.Yaitu: orang tua bermain dengan anak.Ya’la bin Murrah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,خَرجنَا مَع النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ودُعِينَا إِلَى طَعامٍ، فَإِذا حُسينٌ يَلعبُ فِي الطَّريق، فَأسرعَ النبيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمامَ القَومِ ثُم بَسطَ يَديهِ، فَجَعلَ الغُلامُ يَفِر هَهُنا وهَهُنا، ويُضَاحِكُه النَبيُ صلى الله عليه وسلم، حَتى أَخذهُ، فَجعلَ إِحدى يَديهِ فِي ذَقْنِهِ والأُخرَى فِي رَأسهِ، ثُم اعتَنَقَه، ثُم قَال النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (حُسينٌ مِني وَأنَا مِنهُ، أَحبَّ اللهُ مَن أَحبَّ الحَسنَ والحُسينَ سبطان مِن الأسباط)“Kami pernah keluar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi undangan makan. Di tengah perjalanan, kami mendapati Husain sedang bermain di jalan. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bergegas mendahului kami dan membentangkan kedua tangannya. Husain pun lari menghindar kesana dan kemari. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terus mencandainya, hingga beliau berhasil menangkapnya. Salah satu tangan beliau memegang dagu Husain dan satunya memegang kepala, lalu beliau memeluknya. Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Husain bagian dariku dan aku bagian darinya. Semoga Allah mencintai orang yang mencintai Hasan dan Husain; kedua cucuku”. HR. Bukhariy dalam Al-Adab al-Mufrad dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Banyak sekali manfaat yang dihasilkan dari meluangkan waktu untuk bermain bersama anak.Contohnya:Akan membangun keakraban orang tua dengan anak.Mengurangi ketergantungan orang tua dan anak terhadap HP.Menghindarkan anak dari teman-teman bermain yang tidak baik. Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 15 Rajab 1444 / 6 Februari 2023 Post navigation Previous Acara Grand Launching WALMAGH di Ponpes Tunas Ilmu PurbalinggaNext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 194 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-13 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 194 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-13

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 194DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-13Pada beberapa pertemuan lalu, kita telah mengkaji berbagai bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KETIGABELAS:Membaca doa berikut ini sekali:الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا، ‌وَكَفَانَا ‌وَآوَانَا، فَكَمْ مِمَّنْ لَا كَافِيَ لَهُ وَلَا مُؤْوِيَ“Alhamdulillaahil ladzii ath’amanaa wa saqoonaa, wa kafaanaa wa aawaanaa. Fa kam mimman laa kaafiya lahu, wa laa mu’wiy”.Dalil LandasanAnas bin Malik radhiyallahu ’anhu menuturkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam bila akan tidur, beliau biasa membaca doa berikut: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, serta melindungi, mencukupi dan mengaruniakan kepada kami tempat tinggal. Betapa banyak orang yang tak berkecukupan dan tidak memiliki tempat tinggal”. HR. Muslim (no. 2715).Renungan KandunganBarangkali banyak di antara kita belum familiar dengan doa ini. Padahal sejatinya termaktub dalam kitab Shahih Muslim. Realita ini memotivasi kita untuk selalu terus belajar dan mendalami ilmu agama.Simpelnya redaksi doa di atas tidak mengurangi kedalaman kandungan maknanya. Inti doa ini adalah ajakan untuk merenungi limpahan nikmat-nikmat Allah yang tak terhingga. Sehingga kita tergerak untuk mensyukurinya. Karena banyak orang menderita kegelisahan hidup, bukan sebab sedikitnya nikmat yang diterimanya. Namun akibat mereka kurang mensyukuri nikmat-nikmat tersebut.Doa ini dibuka dengan hamdalah, atau pujian kepada Allah ta’ala. Karena Dialah Yang telah mencurahkan begitu banyak nikmat kepada para hamba-Nya. Di antara nikmat tersebut adalah: makanan, minuman, kecukupan, perlindungan dan tempat tinggal.Sebelum memejamkan mata di malam hari, kita diajak untuk merenungi karunia Allah yang telah kita nikmati hari ini. Bisa sarapan pagi, makan siang dan makan malam, dengan berbagai macam menu makanan juga minuman. Di saat banyak orang hanya bisa makan sekali dalam sehari semalam. Bahkan ada yang terpaksa berpuasa, sebab tidak memiliki apapun untuk dimakan.Lalu kita merenungi nikmat kecukupan. Banyak orang mengeluhkan kekurangan hidupnya. Padahal jika dicermati, bisa jadi itu gara-gara mereka tidak bisa memilah antara kebutuhan dan keinginan. Tidak bisa membedakan antara hidup dengan gaya hidup. Biasanya orang seperti ini adalah korban iklan produk dan promo dagangan yang setiap saat muncul di HP. Kepengin beli ini dan itu, padahal bukan kebutuhan primer.Selanjutnya kita diajak untuk merenungi nikmat perlindungan. Banyak orang tidak menyadari betapa mahalnya nikmat ini. Tubuh kita masih utuh, istri dan anak kita tidak berkurang, barang-barang milik kita tidak hilang. Ini semua adalah karena perlindungan dari Allah ta’ala. Lihatlah orang yang kecelakaan, hingga anggota tubuhnya berkurang. Atau rumahnya ambruk akibat gempa, hingga kehilangan istri dan anaknya. Atau kebakaran, hingga harta bendanya ludes. Adapun kita, bisa melewati hari ini tanpa kurang suatu apapun. Bukankah ini adalah nikmat tiada tara?Nikmat berikutnya adalah rumah. Memiliki tempat bernaung—sekalipun ngontrak—adalah nikmat yang kerap terlupakan. Biasanya itu terjadi gara-gara terlalu fokus dengan kekurangan. Mengeluhkan sempitnya rumah, genteng bocor, gas habis, daun pintu-jendela lapuk, pulsa listrik hampir habis dan yang semisal dengan itu. Sebenarnya tidak masalah memikirkan itu semua, guna mencari solusi perbaikan. Namun yang keliru adalah terlalu fokus dengan hal-hal tadi, hingga melupakan bahwa di sana-sini masih banyak orang tak punya tempat tinggal. Dikhawatirkan perilaku itu adalah bentuk kufur nikmat. Boro-boro memikirkan genteng bocor, berhasil mendapatkan emperan toko yang tak terkena tampiasan air hujan saja, sudah merupakan keberuntungan bagi mereka. Boro-boro memikirkan gas yang habis, bisa menemukan remah-remah sisa makanan di tong sampah saja, sudah membuat mereka senang. “Nikmat Allah yang mana lagi, yang akan kau ingkari”. (QS. Ar-Rahman/55 : 13). Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Rabi’ul Awwal 1444 / 17 Oktober 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 174 – BERMAIN DENGAN ANAKNext Meriahnya Tabligh Akbar Ustadz Abul Aswad Al-Bayati Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 194 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-13

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 194DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-13Pada beberapa pertemuan lalu, kita telah mengkaji berbagai bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KETIGABELAS:Membaca doa berikut ini sekali:الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا، ‌وَكَفَانَا ‌وَآوَانَا، فَكَمْ مِمَّنْ لَا كَافِيَ لَهُ وَلَا مُؤْوِيَ“Alhamdulillaahil ladzii ath’amanaa wa saqoonaa, wa kafaanaa wa aawaanaa. Fa kam mimman laa kaafiya lahu, wa laa mu’wiy”.Dalil LandasanAnas bin Malik radhiyallahu ’anhu menuturkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam bila akan tidur, beliau biasa membaca doa berikut: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, serta melindungi, mencukupi dan mengaruniakan kepada kami tempat tinggal. Betapa banyak orang yang tak berkecukupan dan tidak memiliki tempat tinggal”. HR. Muslim (no. 2715).Renungan KandunganBarangkali banyak di antara kita belum familiar dengan doa ini. Padahal sejatinya termaktub dalam kitab Shahih Muslim. Realita ini memotivasi kita untuk selalu terus belajar dan mendalami ilmu agama.Simpelnya redaksi doa di atas tidak mengurangi kedalaman kandungan maknanya. Inti doa ini adalah ajakan untuk merenungi limpahan nikmat-nikmat Allah yang tak terhingga. Sehingga kita tergerak untuk mensyukurinya. Karena banyak orang menderita kegelisahan hidup, bukan sebab sedikitnya nikmat yang diterimanya. Namun akibat mereka kurang mensyukuri nikmat-nikmat tersebut.Doa ini dibuka dengan hamdalah, atau pujian kepada Allah ta’ala. Karena Dialah Yang telah mencurahkan begitu banyak nikmat kepada para hamba-Nya. Di antara nikmat tersebut adalah: makanan, minuman, kecukupan, perlindungan dan tempat tinggal.Sebelum memejamkan mata di malam hari, kita diajak untuk merenungi karunia Allah yang telah kita nikmati hari ini. Bisa sarapan pagi, makan siang dan makan malam, dengan berbagai macam menu makanan juga minuman. Di saat banyak orang hanya bisa makan sekali dalam sehari semalam. Bahkan ada yang terpaksa berpuasa, sebab tidak memiliki apapun untuk dimakan.Lalu kita merenungi nikmat kecukupan. Banyak orang mengeluhkan kekurangan hidupnya. Padahal jika dicermati, bisa jadi itu gara-gara mereka tidak bisa memilah antara kebutuhan dan keinginan. Tidak bisa membedakan antara hidup dengan gaya hidup. Biasanya orang seperti ini adalah korban iklan produk dan promo dagangan yang setiap saat muncul di HP. Kepengin beli ini dan itu, padahal bukan kebutuhan primer.Selanjutnya kita diajak untuk merenungi nikmat perlindungan. Banyak orang tidak menyadari betapa mahalnya nikmat ini. Tubuh kita masih utuh, istri dan anak kita tidak berkurang, barang-barang milik kita tidak hilang. Ini semua adalah karena perlindungan dari Allah ta’ala. Lihatlah orang yang kecelakaan, hingga anggota tubuhnya berkurang. Atau rumahnya ambruk akibat gempa, hingga kehilangan istri dan anaknya. Atau kebakaran, hingga harta bendanya ludes. Adapun kita, bisa melewati hari ini tanpa kurang suatu apapun. Bukankah ini adalah nikmat tiada tara?Nikmat berikutnya adalah rumah. Memiliki tempat bernaung—sekalipun ngontrak—adalah nikmat yang kerap terlupakan. Biasanya itu terjadi gara-gara terlalu fokus dengan kekurangan. Mengeluhkan sempitnya rumah, genteng bocor, gas habis, daun pintu-jendela lapuk, pulsa listrik hampir habis dan yang semisal dengan itu. Sebenarnya tidak masalah memikirkan itu semua, guna mencari solusi perbaikan. Namun yang keliru adalah terlalu fokus dengan hal-hal tadi, hingga melupakan bahwa di sana-sini masih banyak orang tak punya tempat tinggal. Dikhawatirkan perilaku itu adalah bentuk kufur nikmat. Boro-boro memikirkan genteng bocor, berhasil mendapatkan emperan toko yang tak terkena tampiasan air hujan saja, sudah merupakan keberuntungan bagi mereka. Boro-boro memikirkan gas yang habis, bisa menemukan remah-remah sisa makanan di tong sampah saja, sudah membuat mereka senang. “Nikmat Allah yang mana lagi, yang akan kau ingkari”. (QS. Ar-Rahman/55 : 13). Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Rabi’ul Awwal 1444 / 17 Oktober 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 174 – BERMAIN DENGAN ANAKNext Meriahnya Tabligh Akbar Ustadz Abul Aswad Al-Bayati Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 194DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-13Pada beberapa pertemuan lalu, kita telah mengkaji berbagai bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KETIGABELAS:Membaca doa berikut ini sekali:الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا، ‌وَكَفَانَا ‌وَآوَانَا، فَكَمْ مِمَّنْ لَا كَافِيَ لَهُ وَلَا مُؤْوِيَ“Alhamdulillaahil ladzii ath’amanaa wa saqoonaa, wa kafaanaa wa aawaanaa. Fa kam mimman laa kaafiya lahu, wa laa mu’wiy”.Dalil LandasanAnas bin Malik radhiyallahu ’anhu menuturkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam bila akan tidur, beliau biasa membaca doa berikut: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, serta melindungi, mencukupi dan mengaruniakan kepada kami tempat tinggal. Betapa banyak orang yang tak berkecukupan dan tidak memiliki tempat tinggal”. HR. Muslim (no. 2715).Renungan KandunganBarangkali banyak di antara kita belum familiar dengan doa ini. Padahal sejatinya termaktub dalam kitab Shahih Muslim. Realita ini memotivasi kita untuk selalu terus belajar dan mendalami ilmu agama.Simpelnya redaksi doa di atas tidak mengurangi kedalaman kandungan maknanya. Inti doa ini adalah ajakan untuk merenungi limpahan nikmat-nikmat Allah yang tak terhingga. Sehingga kita tergerak untuk mensyukurinya. Karena banyak orang menderita kegelisahan hidup, bukan sebab sedikitnya nikmat yang diterimanya. Namun akibat mereka kurang mensyukuri nikmat-nikmat tersebut.Doa ini dibuka dengan hamdalah, atau pujian kepada Allah ta’ala. Karena Dialah Yang telah mencurahkan begitu banyak nikmat kepada para hamba-Nya. Di antara nikmat tersebut adalah: makanan, minuman, kecukupan, perlindungan dan tempat tinggal.Sebelum memejamkan mata di malam hari, kita diajak untuk merenungi karunia Allah yang telah kita nikmati hari ini. Bisa sarapan pagi, makan siang dan makan malam, dengan berbagai macam menu makanan juga minuman. Di saat banyak orang hanya bisa makan sekali dalam sehari semalam. Bahkan ada yang terpaksa berpuasa, sebab tidak memiliki apapun untuk dimakan.Lalu kita merenungi nikmat kecukupan. Banyak orang mengeluhkan kekurangan hidupnya. Padahal jika dicermati, bisa jadi itu gara-gara mereka tidak bisa memilah antara kebutuhan dan keinginan. Tidak bisa membedakan antara hidup dengan gaya hidup. Biasanya orang seperti ini adalah korban iklan produk dan promo dagangan yang setiap saat muncul di HP. Kepengin beli ini dan itu, padahal bukan kebutuhan primer.Selanjutnya kita diajak untuk merenungi nikmat perlindungan. Banyak orang tidak menyadari betapa mahalnya nikmat ini. Tubuh kita masih utuh, istri dan anak kita tidak berkurang, barang-barang milik kita tidak hilang. Ini semua adalah karena perlindungan dari Allah ta’ala. Lihatlah orang yang kecelakaan, hingga anggota tubuhnya berkurang. Atau rumahnya ambruk akibat gempa, hingga kehilangan istri dan anaknya. Atau kebakaran, hingga harta bendanya ludes. Adapun kita, bisa melewati hari ini tanpa kurang suatu apapun. Bukankah ini adalah nikmat tiada tara?Nikmat berikutnya adalah rumah. Memiliki tempat bernaung—sekalipun ngontrak—adalah nikmat yang kerap terlupakan. Biasanya itu terjadi gara-gara terlalu fokus dengan kekurangan. Mengeluhkan sempitnya rumah, genteng bocor, gas habis, daun pintu-jendela lapuk, pulsa listrik hampir habis dan yang semisal dengan itu. Sebenarnya tidak masalah memikirkan itu semua, guna mencari solusi perbaikan. Namun yang keliru adalah terlalu fokus dengan hal-hal tadi, hingga melupakan bahwa di sana-sini masih banyak orang tak punya tempat tinggal. Dikhawatirkan perilaku itu adalah bentuk kufur nikmat. Boro-boro memikirkan genteng bocor, berhasil mendapatkan emperan toko yang tak terkena tampiasan air hujan saja, sudah merupakan keberuntungan bagi mereka. Boro-boro memikirkan gas yang habis, bisa menemukan remah-remah sisa makanan di tong sampah saja, sudah membuat mereka senang. “Nikmat Allah yang mana lagi, yang akan kau ingkari”. (QS. Ar-Rahman/55 : 13). Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Rabi’ul Awwal 1444 / 17 Oktober 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 174 – BERMAIN DENGAN ANAKNext Meriahnya Tabligh Akbar Ustadz Abul Aswad Al-Bayati Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 194DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-13Pada beberapa pertemuan lalu, kita telah mengkaji berbagai bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KETIGABELAS:Membaca doa berikut ini sekali:الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا، ‌وَكَفَانَا ‌وَآوَانَا، فَكَمْ مِمَّنْ لَا كَافِيَ لَهُ وَلَا مُؤْوِيَ“Alhamdulillaahil ladzii ath’amanaa wa saqoonaa, wa kafaanaa wa aawaanaa. Fa kam mimman laa kaafiya lahu, wa laa mu’wiy”.Dalil LandasanAnas bin Malik radhiyallahu ’anhu menuturkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam bila akan tidur, beliau biasa membaca doa berikut: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, serta melindungi, mencukupi dan mengaruniakan kepada kami tempat tinggal. Betapa banyak orang yang tak berkecukupan dan tidak memiliki tempat tinggal”. HR. Muslim (no. 2715).Renungan KandunganBarangkali banyak di antara kita belum familiar dengan doa ini. Padahal sejatinya termaktub dalam kitab Shahih Muslim. Realita ini memotivasi kita untuk selalu terus belajar dan mendalami ilmu agama.Simpelnya redaksi doa di atas tidak mengurangi kedalaman kandungan maknanya. Inti doa ini adalah ajakan untuk merenungi limpahan nikmat-nikmat Allah yang tak terhingga. Sehingga kita tergerak untuk mensyukurinya. Karena banyak orang menderita kegelisahan hidup, bukan sebab sedikitnya nikmat yang diterimanya. Namun akibat mereka kurang mensyukuri nikmat-nikmat tersebut.Doa ini dibuka dengan hamdalah, atau pujian kepada Allah ta’ala. Karena Dialah Yang telah mencurahkan begitu banyak nikmat kepada para hamba-Nya. Di antara nikmat tersebut adalah: makanan, minuman, kecukupan, perlindungan dan tempat tinggal.Sebelum memejamkan mata di malam hari, kita diajak untuk merenungi karunia Allah yang telah kita nikmati hari ini. Bisa sarapan pagi, makan siang dan makan malam, dengan berbagai macam menu makanan juga minuman. Di saat banyak orang hanya bisa makan sekali dalam sehari semalam. Bahkan ada yang terpaksa berpuasa, sebab tidak memiliki apapun untuk dimakan.Lalu kita merenungi nikmat kecukupan. Banyak orang mengeluhkan kekurangan hidupnya. Padahal jika dicermati, bisa jadi itu gara-gara mereka tidak bisa memilah antara kebutuhan dan keinginan. Tidak bisa membedakan antara hidup dengan gaya hidup. Biasanya orang seperti ini adalah korban iklan produk dan promo dagangan yang setiap saat muncul di HP. Kepengin beli ini dan itu, padahal bukan kebutuhan primer.Selanjutnya kita diajak untuk merenungi nikmat perlindungan. Banyak orang tidak menyadari betapa mahalnya nikmat ini. Tubuh kita masih utuh, istri dan anak kita tidak berkurang, barang-barang milik kita tidak hilang. Ini semua adalah karena perlindungan dari Allah ta’ala. Lihatlah orang yang kecelakaan, hingga anggota tubuhnya berkurang. Atau rumahnya ambruk akibat gempa, hingga kehilangan istri dan anaknya. Atau kebakaran, hingga harta bendanya ludes. Adapun kita, bisa melewati hari ini tanpa kurang suatu apapun. Bukankah ini adalah nikmat tiada tara?Nikmat berikutnya adalah rumah. Memiliki tempat bernaung—sekalipun ngontrak—adalah nikmat yang kerap terlupakan. Biasanya itu terjadi gara-gara terlalu fokus dengan kekurangan. Mengeluhkan sempitnya rumah, genteng bocor, gas habis, daun pintu-jendela lapuk, pulsa listrik hampir habis dan yang semisal dengan itu. Sebenarnya tidak masalah memikirkan itu semua, guna mencari solusi perbaikan. Namun yang keliru adalah terlalu fokus dengan hal-hal tadi, hingga melupakan bahwa di sana-sini masih banyak orang tak punya tempat tinggal. Dikhawatirkan perilaku itu adalah bentuk kufur nikmat. Boro-boro memikirkan genteng bocor, berhasil mendapatkan emperan toko yang tak terkena tampiasan air hujan saja, sudah merupakan keberuntungan bagi mereka. Boro-boro memikirkan gas yang habis, bisa menemukan remah-remah sisa makanan di tong sampah saja, sudah membuat mereka senang. “Nikmat Allah yang mana lagi, yang akan kau ingkari”. (QS. Ar-Rahman/55 : 13). Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Rabi’ul Awwal 1444 / 17 Oktober 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 174 – BERMAIN DENGAN ANAKNext Meriahnya Tabligh Akbar Ustadz Abul Aswad Al-Bayati Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Meriahnya Tabligh Akbar Ustadz Abul Aswad Al-Bayati

Purbalingga, 15 September 2024 – Suasana syahdu dan khusyuk menyelimuti Masjid Manarul Ilmi Purbalingga pada Ahad kemarin, 12 Rabiul Awal 1446 H. Ribuan umat muslim dari berbagai penjuru daerah tumpah ruah memenuhi masjid untuk menyaksikan tabligh akbar perdana yang menghadirkan penceramah kondang, Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, B.A.Acara yang dimulai setelah sholat Maghrib ini berlangsung meriah dan khidmat. Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, seorang alumni S1 MEDIU fakultas Aqidah, berhasil memukau para hadirin dengan ceramahnya yang inspiratif dan penuh makna. Selain aktif dalam kegiatan dakwah dan sosial, beliau juga dikenal sebagai Koordinator Relawan Brigas dan pengisi kajian Islam berbahasa Jawa di Al Iman TV.Terdapat beberapa alasan kuat mengapa panitia tabligh akbar memilih Ustadz Abul Aswad Al-Bayati sebagai penceramah utama. Pertama, beliau sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Purbalingga. Melalui siaran radio Insani 88.8 FM, ceramah-ceramah beliau telah menginspirasi banyak orang. Namun, ini merupakan kali pertama beliau mengisi ceramah di Masjid Manarul Ilmi.Alasan kedua adalah gaya penyampaian Ustadz Abul Aswad Al-Bayati yang unik dan menarik. Beliau kerap menggunakan bahasa Jawa kromo inggil dalam ceramahnya, sebuah gaya bahasa yang sangat digemari masyarakat pedesaan, terutama kaum sepuh. Penggunaan bahasa Jawa kromo inggil ini membuat pesan-pesan agama yang disampaikan menjadi lebih mudah dipahami dan lebih dekat di hati.Panitia penyelenggara telah melakukan persiapan yang matang jauh-jauh hari untuk menyambut kedatangan Ustadz Abul Aswad Al-Bayati dan ribuan jamaah. Koordinasi dengan berbagai pihak, seperti Yayasan Nashirush Sunnah Purbalingga, Forum Penggiat Dakwah Purwokerto, dan takmir masjid Manarul Ilmi Purbalingga, dilakukan secara intensif. Para santri Ponpes Tunas Ilmu pun turut aktif dalam mengatur lalu lintas di sekitar lokasi acara.Kendati demikian, panitia tetap menemui beberapa kendala, terutama terkait keterbatasan lahan parkir. Namun, hal ini dapat diatasi dengan baik melalui pengaturan area parkir khusus mobil dan motor serta rekayasa lalu lintas. Alhasil, pelaksanaan tabligh akbar dapat berjalan dengan lancar dan tertib.Tabligh akbar ini diharapkan dapat meningkatkan semangat masyarakat untuk terus istiqomah menghadiri majelis taklim. Ustadz Anjar Triwibowo, selaku takmir Masjid Manarul Ilmi, mengungkapkan bahwa panitia ingin agar masyarakat mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan dapat menularkannya kepada orang-orang di sekitar mereka.“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus belajar dan memperdalam ilmu agama. Selain itu, kami juga ingin mempererat ukhuwah islamiyyah antar sesama umat muslim,” ujar Ustadz Anjar.Ustadz Abdul Rahman al-Khairi, S.Pd.I., M.Pd. Kepala Sekolah PKBM Griya Quran Tunas Ilmu, memberikan masukan positif terkait penyelenggaraan acara ini. Beliau berharap agar kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara lebih besar lagi dengan melibatkan berbagai elemen Pondok Pesantren Tunas Ilmu dan lembaga dakwah lainnya.Ide-ide menarik pun muncul, seperti:• Liputan langsung: Acara dapat diliput oleh Radio Insani dan disiarkan secara live melalui YouTube.• Penampilan santri: Santri pengkaderan da’i, Griya Qur’an, dan TPQ dapat menampilkan berbagai kegiatan.• Bazar dan diskon: Diadakan bazar pasar murah dan diskon khusus oleh berbagai unit usaha Pondok Pesantren Tunas Ilmu.• Dakwah sosial: Melakukan kegiatan dakwah sosial melalui program Sehati dan Radio Insani.• Peningkatan anggota: Mengumpulkan anggota baru program Sehati untuk mendukung kegiatan serupa di masa mendatang.Dalam ceramahnya, Ustadz Abul Aswad Al-Bayati mengangkat tema “Nggolet Bandha Kelangan Surga” atau “Mencari Harta Kehilangan Surga”. Beliau mengutip Surat Ali Imran ayat 14, menekankan pentingnya tidak mengorbankan akhirat demi kehidupan dunia.Dengan bahasa yang sederhana namun penuh makna, Ustadz Abul Aswad Al-Bayati mengingatkan jamaah akan bahaya kecintaan terhadap harta, tahta dan wanita yang dapat mengalihkan perhatian dari ibadah dan akhirat.Tema yang diangkat oleh Ustadz Abul Aswad Al-Bayati sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Di mana banyak orang terjebak dalam materialisme dan mengutamakan duniawi. Beliau mengajak jamaah untuk kembali merenungkan tujuan hidup dan tidak terlena oleh gemerlap dunia.Masjid Manarul Ilmi tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berperan aktif untuk kemaslahatan masyarakat sekitar. Masjid ini rutin mengadakan berbagai kegiatan keagamaan, seperti kajian setiap ba’da Maghrib dengan tema yang berbeda-beda, tahsin, TPQ, dan dapur umum. Ustadz Anjar berharap ke depannya, masjid ini dapat semakin makmur dan memberikan manfaat yang lebih luas lagi bagi masyarakat.Selain tabligh akbar, Masjid Manarul Ilmi juga memiliki berbagai kegiatan rutin lainnya, seperti kajian rutin setiap Senin yang diisi oleh Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A. Harapan ke depan, masjid ini dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan yang semakin ramai dan menjadi rujukan bagi masyarakat dalam mencari ilmu agama.Ada beberapa hal yang membuat tabligh akbar ini berbeda dari kegiatan keagamaan lainnya. Pertama, penggunaan bahasa Jawa kromo inggil yang membuat kajian terasa lebih dekat dan menyentuh hati para jamaah. Kedua, adanya sajian kopi spesial gratis dari tim Majlis Kopi Jakarta yang menambah kenyamanan para peserta. Ketiga, pemberian hadiah buku, topi, dan stiker dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati sebagai bentuk apresiasi jamaah yang aktif dalam menjawab pertanyaan.Ustadz Anjar juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh masjid-masjid saat ini dalam menjalankan dakwah. Kemajuan teknologi, di satu sisi, menjadi peluang untuk menyebarkan dakwah secara lebih luas. Namun, di sisi lain, teknologi juga menjadi ancaman karena banyaknya konten negatif yang beredar. Oleh karena itu, masjid-masjid perlu memanfaatkan teknologi digital dan media sosial untuk menyampaikan pesan-pesan positif dan menarik minat generasi muda.Reporter: Septian Dwi Cahyo Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 194 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-13Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 175 – TIDAK MENGAJARKAN KEBURUKAN KEPADA ANAK Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Meriahnya Tabligh Akbar Ustadz Abul Aswad Al-Bayati

Purbalingga, 15 September 2024 – Suasana syahdu dan khusyuk menyelimuti Masjid Manarul Ilmi Purbalingga pada Ahad kemarin, 12 Rabiul Awal 1446 H. Ribuan umat muslim dari berbagai penjuru daerah tumpah ruah memenuhi masjid untuk menyaksikan tabligh akbar perdana yang menghadirkan penceramah kondang, Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, B.A.Acara yang dimulai setelah sholat Maghrib ini berlangsung meriah dan khidmat. Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, seorang alumni S1 MEDIU fakultas Aqidah, berhasil memukau para hadirin dengan ceramahnya yang inspiratif dan penuh makna. Selain aktif dalam kegiatan dakwah dan sosial, beliau juga dikenal sebagai Koordinator Relawan Brigas dan pengisi kajian Islam berbahasa Jawa di Al Iman TV.Terdapat beberapa alasan kuat mengapa panitia tabligh akbar memilih Ustadz Abul Aswad Al-Bayati sebagai penceramah utama. Pertama, beliau sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Purbalingga. Melalui siaran radio Insani 88.8 FM, ceramah-ceramah beliau telah menginspirasi banyak orang. Namun, ini merupakan kali pertama beliau mengisi ceramah di Masjid Manarul Ilmi.Alasan kedua adalah gaya penyampaian Ustadz Abul Aswad Al-Bayati yang unik dan menarik. Beliau kerap menggunakan bahasa Jawa kromo inggil dalam ceramahnya, sebuah gaya bahasa yang sangat digemari masyarakat pedesaan, terutama kaum sepuh. Penggunaan bahasa Jawa kromo inggil ini membuat pesan-pesan agama yang disampaikan menjadi lebih mudah dipahami dan lebih dekat di hati.Panitia penyelenggara telah melakukan persiapan yang matang jauh-jauh hari untuk menyambut kedatangan Ustadz Abul Aswad Al-Bayati dan ribuan jamaah. Koordinasi dengan berbagai pihak, seperti Yayasan Nashirush Sunnah Purbalingga, Forum Penggiat Dakwah Purwokerto, dan takmir masjid Manarul Ilmi Purbalingga, dilakukan secara intensif. Para santri Ponpes Tunas Ilmu pun turut aktif dalam mengatur lalu lintas di sekitar lokasi acara.Kendati demikian, panitia tetap menemui beberapa kendala, terutama terkait keterbatasan lahan parkir. Namun, hal ini dapat diatasi dengan baik melalui pengaturan area parkir khusus mobil dan motor serta rekayasa lalu lintas. Alhasil, pelaksanaan tabligh akbar dapat berjalan dengan lancar dan tertib.Tabligh akbar ini diharapkan dapat meningkatkan semangat masyarakat untuk terus istiqomah menghadiri majelis taklim. Ustadz Anjar Triwibowo, selaku takmir Masjid Manarul Ilmi, mengungkapkan bahwa panitia ingin agar masyarakat mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan dapat menularkannya kepada orang-orang di sekitar mereka.“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus belajar dan memperdalam ilmu agama. Selain itu, kami juga ingin mempererat ukhuwah islamiyyah antar sesama umat muslim,” ujar Ustadz Anjar.Ustadz Abdul Rahman al-Khairi, S.Pd.I., M.Pd. Kepala Sekolah PKBM Griya Quran Tunas Ilmu, memberikan masukan positif terkait penyelenggaraan acara ini. Beliau berharap agar kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara lebih besar lagi dengan melibatkan berbagai elemen Pondok Pesantren Tunas Ilmu dan lembaga dakwah lainnya.Ide-ide menarik pun muncul, seperti:• Liputan langsung: Acara dapat diliput oleh Radio Insani dan disiarkan secara live melalui YouTube.• Penampilan santri: Santri pengkaderan da’i, Griya Qur’an, dan TPQ dapat menampilkan berbagai kegiatan.• Bazar dan diskon: Diadakan bazar pasar murah dan diskon khusus oleh berbagai unit usaha Pondok Pesantren Tunas Ilmu.• Dakwah sosial: Melakukan kegiatan dakwah sosial melalui program Sehati dan Radio Insani.• Peningkatan anggota: Mengumpulkan anggota baru program Sehati untuk mendukung kegiatan serupa di masa mendatang.Dalam ceramahnya, Ustadz Abul Aswad Al-Bayati mengangkat tema “Nggolet Bandha Kelangan Surga” atau “Mencari Harta Kehilangan Surga”. Beliau mengutip Surat Ali Imran ayat 14, menekankan pentingnya tidak mengorbankan akhirat demi kehidupan dunia.Dengan bahasa yang sederhana namun penuh makna, Ustadz Abul Aswad Al-Bayati mengingatkan jamaah akan bahaya kecintaan terhadap harta, tahta dan wanita yang dapat mengalihkan perhatian dari ibadah dan akhirat.Tema yang diangkat oleh Ustadz Abul Aswad Al-Bayati sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Di mana banyak orang terjebak dalam materialisme dan mengutamakan duniawi. Beliau mengajak jamaah untuk kembali merenungkan tujuan hidup dan tidak terlena oleh gemerlap dunia.Masjid Manarul Ilmi tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berperan aktif untuk kemaslahatan masyarakat sekitar. Masjid ini rutin mengadakan berbagai kegiatan keagamaan, seperti kajian setiap ba’da Maghrib dengan tema yang berbeda-beda, tahsin, TPQ, dan dapur umum. Ustadz Anjar berharap ke depannya, masjid ini dapat semakin makmur dan memberikan manfaat yang lebih luas lagi bagi masyarakat.Selain tabligh akbar, Masjid Manarul Ilmi juga memiliki berbagai kegiatan rutin lainnya, seperti kajian rutin setiap Senin yang diisi oleh Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A. Harapan ke depan, masjid ini dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan yang semakin ramai dan menjadi rujukan bagi masyarakat dalam mencari ilmu agama.Ada beberapa hal yang membuat tabligh akbar ini berbeda dari kegiatan keagamaan lainnya. Pertama, penggunaan bahasa Jawa kromo inggil yang membuat kajian terasa lebih dekat dan menyentuh hati para jamaah. Kedua, adanya sajian kopi spesial gratis dari tim Majlis Kopi Jakarta yang menambah kenyamanan para peserta. Ketiga, pemberian hadiah buku, topi, dan stiker dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati sebagai bentuk apresiasi jamaah yang aktif dalam menjawab pertanyaan.Ustadz Anjar juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh masjid-masjid saat ini dalam menjalankan dakwah. Kemajuan teknologi, di satu sisi, menjadi peluang untuk menyebarkan dakwah secara lebih luas. Namun, di sisi lain, teknologi juga menjadi ancaman karena banyaknya konten negatif yang beredar. Oleh karena itu, masjid-masjid perlu memanfaatkan teknologi digital dan media sosial untuk menyampaikan pesan-pesan positif dan menarik minat generasi muda.Reporter: Septian Dwi Cahyo Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 194 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-13Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 175 – TIDAK MENGAJARKAN KEBURUKAN KEPADA ANAK Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Purbalingga, 15 September 2024 – Suasana syahdu dan khusyuk menyelimuti Masjid Manarul Ilmi Purbalingga pada Ahad kemarin, 12 Rabiul Awal 1446 H. Ribuan umat muslim dari berbagai penjuru daerah tumpah ruah memenuhi masjid untuk menyaksikan tabligh akbar perdana yang menghadirkan penceramah kondang, Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, B.A.Acara yang dimulai setelah sholat Maghrib ini berlangsung meriah dan khidmat. Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, seorang alumni S1 MEDIU fakultas Aqidah, berhasil memukau para hadirin dengan ceramahnya yang inspiratif dan penuh makna. Selain aktif dalam kegiatan dakwah dan sosial, beliau juga dikenal sebagai Koordinator Relawan Brigas dan pengisi kajian Islam berbahasa Jawa di Al Iman TV.Terdapat beberapa alasan kuat mengapa panitia tabligh akbar memilih Ustadz Abul Aswad Al-Bayati sebagai penceramah utama. Pertama, beliau sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Purbalingga. Melalui siaran radio Insani 88.8 FM, ceramah-ceramah beliau telah menginspirasi banyak orang. Namun, ini merupakan kali pertama beliau mengisi ceramah di Masjid Manarul Ilmi.Alasan kedua adalah gaya penyampaian Ustadz Abul Aswad Al-Bayati yang unik dan menarik. Beliau kerap menggunakan bahasa Jawa kromo inggil dalam ceramahnya, sebuah gaya bahasa yang sangat digemari masyarakat pedesaan, terutama kaum sepuh. Penggunaan bahasa Jawa kromo inggil ini membuat pesan-pesan agama yang disampaikan menjadi lebih mudah dipahami dan lebih dekat di hati.Panitia penyelenggara telah melakukan persiapan yang matang jauh-jauh hari untuk menyambut kedatangan Ustadz Abul Aswad Al-Bayati dan ribuan jamaah. Koordinasi dengan berbagai pihak, seperti Yayasan Nashirush Sunnah Purbalingga, Forum Penggiat Dakwah Purwokerto, dan takmir masjid Manarul Ilmi Purbalingga, dilakukan secara intensif. Para santri Ponpes Tunas Ilmu pun turut aktif dalam mengatur lalu lintas di sekitar lokasi acara.Kendati demikian, panitia tetap menemui beberapa kendala, terutama terkait keterbatasan lahan parkir. Namun, hal ini dapat diatasi dengan baik melalui pengaturan area parkir khusus mobil dan motor serta rekayasa lalu lintas. Alhasil, pelaksanaan tabligh akbar dapat berjalan dengan lancar dan tertib.Tabligh akbar ini diharapkan dapat meningkatkan semangat masyarakat untuk terus istiqomah menghadiri majelis taklim. Ustadz Anjar Triwibowo, selaku takmir Masjid Manarul Ilmi, mengungkapkan bahwa panitia ingin agar masyarakat mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan dapat menularkannya kepada orang-orang di sekitar mereka.“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus belajar dan memperdalam ilmu agama. Selain itu, kami juga ingin mempererat ukhuwah islamiyyah antar sesama umat muslim,” ujar Ustadz Anjar.Ustadz Abdul Rahman al-Khairi, S.Pd.I., M.Pd. Kepala Sekolah PKBM Griya Quran Tunas Ilmu, memberikan masukan positif terkait penyelenggaraan acara ini. Beliau berharap agar kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara lebih besar lagi dengan melibatkan berbagai elemen Pondok Pesantren Tunas Ilmu dan lembaga dakwah lainnya.Ide-ide menarik pun muncul, seperti:• Liputan langsung: Acara dapat diliput oleh Radio Insani dan disiarkan secara live melalui YouTube.• Penampilan santri: Santri pengkaderan da’i, Griya Qur’an, dan TPQ dapat menampilkan berbagai kegiatan.• Bazar dan diskon: Diadakan bazar pasar murah dan diskon khusus oleh berbagai unit usaha Pondok Pesantren Tunas Ilmu.• Dakwah sosial: Melakukan kegiatan dakwah sosial melalui program Sehati dan Radio Insani.• Peningkatan anggota: Mengumpulkan anggota baru program Sehati untuk mendukung kegiatan serupa di masa mendatang.Dalam ceramahnya, Ustadz Abul Aswad Al-Bayati mengangkat tema “Nggolet Bandha Kelangan Surga” atau “Mencari Harta Kehilangan Surga”. Beliau mengutip Surat Ali Imran ayat 14, menekankan pentingnya tidak mengorbankan akhirat demi kehidupan dunia.Dengan bahasa yang sederhana namun penuh makna, Ustadz Abul Aswad Al-Bayati mengingatkan jamaah akan bahaya kecintaan terhadap harta, tahta dan wanita yang dapat mengalihkan perhatian dari ibadah dan akhirat.Tema yang diangkat oleh Ustadz Abul Aswad Al-Bayati sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Di mana banyak orang terjebak dalam materialisme dan mengutamakan duniawi. Beliau mengajak jamaah untuk kembali merenungkan tujuan hidup dan tidak terlena oleh gemerlap dunia.Masjid Manarul Ilmi tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berperan aktif untuk kemaslahatan masyarakat sekitar. Masjid ini rutin mengadakan berbagai kegiatan keagamaan, seperti kajian setiap ba’da Maghrib dengan tema yang berbeda-beda, tahsin, TPQ, dan dapur umum. Ustadz Anjar berharap ke depannya, masjid ini dapat semakin makmur dan memberikan manfaat yang lebih luas lagi bagi masyarakat.Selain tabligh akbar, Masjid Manarul Ilmi juga memiliki berbagai kegiatan rutin lainnya, seperti kajian rutin setiap Senin yang diisi oleh Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A. Harapan ke depan, masjid ini dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan yang semakin ramai dan menjadi rujukan bagi masyarakat dalam mencari ilmu agama.Ada beberapa hal yang membuat tabligh akbar ini berbeda dari kegiatan keagamaan lainnya. Pertama, penggunaan bahasa Jawa kromo inggil yang membuat kajian terasa lebih dekat dan menyentuh hati para jamaah. Kedua, adanya sajian kopi spesial gratis dari tim Majlis Kopi Jakarta yang menambah kenyamanan para peserta. Ketiga, pemberian hadiah buku, topi, dan stiker dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati sebagai bentuk apresiasi jamaah yang aktif dalam menjawab pertanyaan.Ustadz Anjar juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh masjid-masjid saat ini dalam menjalankan dakwah. Kemajuan teknologi, di satu sisi, menjadi peluang untuk menyebarkan dakwah secara lebih luas. Namun, di sisi lain, teknologi juga menjadi ancaman karena banyaknya konten negatif yang beredar. Oleh karena itu, masjid-masjid perlu memanfaatkan teknologi digital dan media sosial untuk menyampaikan pesan-pesan positif dan menarik minat generasi muda.Reporter: Septian Dwi Cahyo Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 194 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-13Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 175 – TIDAK MENGAJARKAN KEBURUKAN KEPADA ANAK Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Purbalingga, 15 September 2024 – Suasana syahdu dan khusyuk menyelimuti Masjid Manarul Ilmi Purbalingga pada Ahad kemarin, 12 Rabiul Awal 1446 H. Ribuan umat muslim dari berbagai penjuru daerah tumpah ruah memenuhi masjid untuk menyaksikan tabligh akbar perdana yang menghadirkan penceramah kondang, Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, B.A.Acara yang dimulai setelah sholat Maghrib ini berlangsung meriah dan khidmat. Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, seorang alumni S1 MEDIU fakultas Aqidah, berhasil memukau para hadirin dengan ceramahnya yang inspiratif dan penuh makna. Selain aktif dalam kegiatan dakwah dan sosial, beliau juga dikenal sebagai Koordinator Relawan Brigas dan pengisi kajian Islam berbahasa Jawa di Al Iman TV.Terdapat beberapa alasan kuat mengapa panitia tabligh akbar memilih Ustadz Abul Aswad Al-Bayati sebagai penceramah utama. Pertama, beliau sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Purbalingga. Melalui siaran radio Insani 88.8 FM, ceramah-ceramah beliau telah menginspirasi banyak orang. Namun, ini merupakan kali pertama beliau mengisi ceramah di Masjid Manarul Ilmi.Alasan kedua adalah gaya penyampaian Ustadz Abul Aswad Al-Bayati yang unik dan menarik. Beliau kerap menggunakan bahasa Jawa kromo inggil dalam ceramahnya, sebuah gaya bahasa yang sangat digemari masyarakat pedesaan, terutama kaum sepuh. Penggunaan bahasa Jawa kromo inggil ini membuat pesan-pesan agama yang disampaikan menjadi lebih mudah dipahami dan lebih dekat di hati.Panitia penyelenggara telah melakukan persiapan yang matang jauh-jauh hari untuk menyambut kedatangan Ustadz Abul Aswad Al-Bayati dan ribuan jamaah. Koordinasi dengan berbagai pihak, seperti Yayasan Nashirush Sunnah Purbalingga, Forum Penggiat Dakwah Purwokerto, dan takmir masjid Manarul Ilmi Purbalingga, dilakukan secara intensif. Para santri Ponpes Tunas Ilmu pun turut aktif dalam mengatur lalu lintas di sekitar lokasi acara.Kendati demikian, panitia tetap menemui beberapa kendala, terutama terkait keterbatasan lahan parkir. Namun, hal ini dapat diatasi dengan baik melalui pengaturan area parkir khusus mobil dan motor serta rekayasa lalu lintas. Alhasil, pelaksanaan tabligh akbar dapat berjalan dengan lancar dan tertib.Tabligh akbar ini diharapkan dapat meningkatkan semangat masyarakat untuk terus istiqomah menghadiri majelis taklim. Ustadz Anjar Triwibowo, selaku takmir Masjid Manarul Ilmi, mengungkapkan bahwa panitia ingin agar masyarakat mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan dapat menularkannya kepada orang-orang di sekitar mereka.“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus belajar dan memperdalam ilmu agama. Selain itu, kami juga ingin mempererat ukhuwah islamiyyah antar sesama umat muslim,” ujar Ustadz Anjar.Ustadz Abdul Rahman al-Khairi, S.Pd.I., M.Pd. Kepala Sekolah PKBM Griya Quran Tunas Ilmu, memberikan masukan positif terkait penyelenggaraan acara ini. Beliau berharap agar kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara lebih besar lagi dengan melibatkan berbagai elemen Pondok Pesantren Tunas Ilmu dan lembaga dakwah lainnya.Ide-ide menarik pun muncul, seperti:• Liputan langsung: Acara dapat diliput oleh Radio Insani dan disiarkan secara live melalui YouTube.• Penampilan santri: Santri pengkaderan da’i, Griya Qur’an, dan TPQ dapat menampilkan berbagai kegiatan.• Bazar dan diskon: Diadakan bazar pasar murah dan diskon khusus oleh berbagai unit usaha Pondok Pesantren Tunas Ilmu.• Dakwah sosial: Melakukan kegiatan dakwah sosial melalui program Sehati dan Radio Insani.• Peningkatan anggota: Mengumpulkan anggota baru program Sehati untuk mendukung kegiatan serupa di masa mendatang.Dalam ceramahnya, Ustadz Abul Aswad Al-Bayati mengangkat tema “Nggolet Bandha Kelangan Surga” atau “Mencari Harta Kehilangan Surga”. Beliau mengutip Surat Ali Imran ayat 14, menekankan pentingnya tidak mengorbankan akhirat demi kehidupan dunia.Dengan bahasa yang sederhana namun penuh makna, Ustadz Abul Aswad Al-Bayati mengingatkan jamaah akan bahaya kecintaan terhadap harta, tahta dan wanita yang dapat mengalihkan perhatian dari ibadah dan akhirat.Tema yang diangkat oleh Ustadz Abul Aswad Al-Bayati sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Di mana banyak orang terjebak dalam materialisme dan mengutamakan duniawi. Beliau mengajak jamaah untuk kembali merenungkan tujuan hidup dan tidak terlena oleh gemerlap dunia.Masjid Manarul Ilmi tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berperan aktif untuk kemaslahatan masyarakat sekitar. Masjid ini rutin mengadakan berbagai kegiatan keagamaan, seperti kajian setiap ba’da Maghrib dengan tema yang berbeda-beda, tahsin, TPQ, dan dapur umum. Ustadz Anjar berharap ke depannya, masjid ini dapat semakin makmur dan memberikan manfaat yang lebih luas lagi bagi masyarakat.Selain tabligh akbar, Masjid Manarul Ilmi juga memiliki berbagai kegiatan rutin lainnya, seperti kajian rutin setiap Senin yang diisi oleh Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A. Harapan ke depan, masjid ini dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan yang semakin ramai dan menjadi rujukan bagi masyarakat dalam mencari ilmu agama.Ada beberapa hal yang membuat tabligh akbar ini berbeda dari kegiatan keagamaan lainnya. Pertama, penggunaan bahasa Jawa kromo inggil yang membuat kajian terasa lebih dekat dan menyentuh hati para jamaah. Kedua, adanya sajian kopi spesial gratis dari tim Majlis Kopi Jakarta yang menambah kenyamanan para peserta. Ketiga, pemberian hadiah buku, topi, dan stiker dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati sebagai bentuk apresiasi jamaah yang aktif dalam menjawab pertanyaan.Ustadz Anjar juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh masjid-masjid saat ini dalam menjalankan dakwah. Kemajuan teknologi, di satu sisi, menjadi peluang untuk menyebarkan dakwah secara lebih luas. Namun, di sisi lain, teknologi juga menjadi ancaman karena banyaknya konten negatif yang beredar. Oleh karena itu, masjid-masjid perlu memanfaatkan teknologi digital dan media sosial untuk menyampaikan pesan-pesan positif dan menarik minat generasi muda.Reporter: Septian Dwi Cahyo Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 194 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-13Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 175 – TIDAK MENGAJARKAN KEBURUKAN KEPADA ANAK Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 107: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 1

Pembelajaran anak di rumah -non home schooling- berbeda dengan di sekolah. Sebab pembelajaran di sekolah biasanya terikat dengan tempat, waktu, jadwal, kurikulum dan seterusnya.Adapun mendidik anak di rumah berlangsung setiap hari, bahkan setiap saat. Mengandaikan pendidikan anak sebagai prosedur khusus yang memerlukan waktu-waktu khusus, akan banyak menyita kesempatan orang tua melibatkan diri sepenuhnya dengan anak. Mendidik anak menjadi tidak alamiah dan tidak menggembirakan. Juga terkesan sebagai beban berat, baik bagi anak maupun orang tua. Mendidik anak menjadi seperti kursus dengan paket-paket yang dikemas dalam sebuah kurikulum, dengan anak sebagai peserta wajib dan orang tua guru resminya.Tak bisa dipungkiri, bahwa tidak semua orang tua mempunyai kapasitas dan kesempatan untuk itu. Ditambah lagi banyaknya faktor pendukung yang diperlukan.Sebenarnya ada banyak peristiwa keseharian yang merupakan pintu masuk seluruh unsur pendidikan yang ingin diberikan. Karenanya kita harus berusaha agar semua tidak terlewatkan begitu saja. Kita perlu mengetahui dan menerapkan berbagai macam metode. Sehingga setiap detik kebersamaan kita dengan anak bisa menjadi sebuah pembelajaran berharga baginya.Dengan terkumpulnya metode-metode pembelajaran tersebut, diharapkan proses pendidikan akan berlangsung setiap waktu, tanpa anak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Metode tersebut antara lain:Pertama: Metode KeteladananJadilah contoh teladan bagi anak. Jadilah potret nyata dalam melaksanan kebaikan yang kita ajarkan dan meninggalkan perkara yang kita larang.Orang tua adalah contoh terdekat bagi anak. Disengaja maupun tidak, anak akan mengikuti perilaku dan kebiasaan orang tuanya.Seorang anak akan belajar shalat dan menekuninya, manakala melihat kedua orang tuanya tekun menunaikannya dengan baik.Seorang anak akan terbiasa menunaikan hak orang lain dengan sempurna, seperti hak teman, tetangga, tamu atau kerabat, bila orang tuanya memberi teladan baik dalam hal tersebut.Seorang anak akan terbiasa bertutur kata sopan dan halus, apabila orang tuanya mencontohkan hal itu.Dengan adanya keteladanan, seorang anak akan tumbuh dengan sifat-sifat terpuji dan baik, yang didapatkannya dari orang tua atau gurunya.Sebaliknya ketidaksesuaian antara ucapan dan perbuatan, akan menjadi racun dalam pendidikan. Seorang anak yang melihat ayahnya suka berdusta, dia akan sulit menerima nasehat kejujuran darinya. Begitupula seorang anak yang melihat ibunya sulit menerima nasehat, jangan harap ia tumbuh menjadi anak yang mudah diberi nasehat oleh ibunya.Allah ta’ala telah mencela para pendidik yang perbuatannya menyelisihi ucapannya,“يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ (2) كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ (3)“Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah Allah manakala kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian kerjakan”. QS. Ash-Shaff (61): 2-3.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Jumadal Ula 1439 / 5 Februari 2018 Post navigation Previous Laporan Pengeluaran Dana Masjid Manarul IlmiNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 137: Menghadap Kiblat Saat Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 107: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 1

Pembelajaran anak di rumah -non home schooling- berbeda dengan di sekolah. Sebab pembelajaran di sekolah biasanya terikat dengan tempat, waktu, jadwal, kurikulum dan seterusnya.Adapun mendidik anak di rumah berlangsung setiap hari, bahkan setiap saat. Mengandaikan pendidikan anak sebagai prosedur khusus yang memerlukan waktu-waktu khusus, akan banyak menyita kesempatan orang tua melibatkan diri sepenuhnya dengan anak. Mendidik anak menjadi tidak alamiah dan tidak menggembirakan. Juga terkesan sebagai beban berat, baik bagi anak maupun orang tua. Mendidik anak menjadi seperti kursus dengan paket-paket yang dikemas dalam sebuah kurikulum, dengan anak sebagai peserta wajib dan orang tua guru resminya.Tak bisa dipungkiri, bahwa tidak semua orang tua mempunyai kapasitas dan kesempatan untuk itu. Ditambah lagi banyaknya faktor pendukung yang diperlukan.Sebenarnya ada banyak peristiwa keseharian yang merupakan pintu masuk seluruh unsur pendidikan yang ingin diberikan. Karenanya kita harus berusaha agar semua tidak terlewatkan begitu saja. Kita perlu mengetahui dan menerapkan berbagai macam metode. Sehingga setiap detik kebersamaan kita dengan anak bisa menjadi sebuah pembelajaran berharga baginya.Dengan terkumpulnya metode-metode pembelajaran tersebut, diharapkan proses pendidikan akan berlangsung setiap waktu, tanpa anak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Metode tersebut antara lain:Pertama: Metode KeteladananJadilah contoh teladan bagi anak. Jadilah potret nyata dalam melaksanan kebaikan yang kita ajarkan dan meninggalkan perkara yang kita larang.Orang tua adalah contoh terdekat bagi anak. Disengaja maupun tidak, anak akan mengikuti perilaku dan kebiasaan orang tuanya.Seorang anak akan belajar shalat dan menekuninya, manakala melihat kedua orang tuanya tekun menunaikannya dengan baik.Seorang anak akan terbiasa menunaikan hak orang lain dengan sempurna, seperti hak teman, tetangga, tamu atau kerabat, bila orang tuanya memberi teladan baik dalam hal tersebut.Seorang anak akan terbiasa bertutur kata sopan dan halus, apabila orang tuanya mencontohkan hal itu.Dengan adanya keteladanan, seorang anak akan tumbuh dengan sifat-sifat terpuji dan baik, yang didapatkannya dari orang tua atau gurunya.Sebaliknya ketidaksesuaian antara ucapan dan perbuatan, akan menjadi racun dalam pendidikan. Seorang anak yang melihat ayahnya suka berdusta, dia akan sulit menerima nasehat kejujuran darinya. Begitupula seorang anak yang melihat ibunya sulit menerima nasehat, jangan harap ia tumbuh menjadi anak yang mudah diberi nasehat oleh ibunya.Allah ta’ala telah mencela para pendidik yang perbuatannya menyelisihi ucapannya,“يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ (2) كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ (3)“Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah Allah manakala kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian kerjakan”. QS. Ash-Shaff (61): 2-3.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Jumadal Ula 1439 / 5 Februari 2018 Post navigation Previous Laporan Pengeluaran Dana Masjid Manarul IlmiNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 137: Menghadap Kiblat Saat Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Pembelajaran anak di rumah -non home schooling- berbeda dengan di sekolah. Sebab pembelajaran di sekolah biasanya terikat dengan tempat, waktu, jadwal, kurikulum dan seterusnya.Adapun mendidik anak di rumah berlangsung setiap hari, bahkan setiap saat. Mengandaikan pendidikan anak sebagai prosedur khusus yang memerlukan waktu-waktu khusus, akan banyak menyita kesempatan orang tua melibatkan diri sepenuhnya dengan anak. Mendidik anak menjadi tidak alamiah dan tidak menggembirakan. Juga terkesan sebagai beban berat, baik bagi anak maupun orang tua. Mendidik anak menjadi seperti kursus dengan paket-paket yang dikemas dalam sebuah kurikulum, dengan anak sebagai peserta wajib dan orang tua guru resminya.Tak bisa dipungkiri, bahwa tidak semua orang tua mempunyai kapasitas dan kesempatan untuk itu. Ditambah lagi banyaknya faktor pendukung yang diperlukan.Sebenarnya ada banyak peristiwa keseharian yang merupakan pintu masuk seluruh unsur pendidikan yang ingin diberikan. Karenanya kita harus berusaha agar semua tidak terlewatkan begitu saja. Kita perlu mengetahui dan menerapkan berbagai macam metode. Sehingga setiap detik kebersamaan kita dengan anak bisa menjadi sebuah pembelajaran berharga baginya.Dengan terkumpulnya metode-metode pembelajaran tersebut, diharapkan proses pendidikan akan berlangsung setiap waktu, tanpa anak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Metode tersebut antara lain:Pertama: Metode KeteladananJadilah contoh teladan bagi anak. Jadilah potret nyata dalam melaksanan kebaikan yang kita ajarkan dan meninggalkan perkara yang kita larang.Orang tua adalah contoh terdekat bagi anak. Disengaja maupun tidak, anak akan mengikuti perilaku dan kebiasaan orang tuanya.Seorang anak akan belajar shalat dan menekuninya, manakala melihat kedua orang tuanya tekun menunaikannya dengan baik.Seorang anak akan terbiasa menunaikan hak orang lain dengan sempurna, seperti hak teman, tetangga, tamu atau kerabat, bila orang tuanya memberi teladan baik dalam hal tersebut.Seorang anak akan terbiasa bertutur kata sopan dan halus, apabila orang tuanya mencontohkan hal itu.Dengan adanya keteladanan, seorang anak akan tumbuh dengan sifat-sifat terpuji dan baik, yang didapatkannya dari orang tua atau gurunya.Sebaliknya ketidaksesuaian antara ucapan dan perbuatan, akan menjadi racun dalam pendidikan. Seorang anak yang melihat ayahnya suka berdusta, dia akan sulit menerima nasehat kejujuran darinya. Begitupula seorang anak yang melihat ibunya sulit menerima nasehat, jangan harap ia tumbuh menjadi anak yang mudah diberi nasehat oleh ibunya.Allah ta’ala telah mencela para pendidik yang perbuatannya menyelisihi ucapannya,“يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ (2) كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ (3)“Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah Allah manakala kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian kerjakan”. QS. Ash-Shaff (61): 2-3.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Jumadal Ula 1439 / 5 Februari 2018 Post navigation Previous Laporan Pengeluaran Dana Masjid Manarul IlmiNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 137: Menghadap Kiblat Saat Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Pembelajaran anak di rumah -non home schooling- berbeda dengan di sekolah. Sebab pembelajaran di sekolah biasanya terikat dengan tempat, waktu, jadwal, kurikulum dan seterusnya.Adapun mendidik anak di rumah berlangsung setiap hari, bahkan setiap saat. Mengandaikan pendidikan anak sebagai prosedur khusus yang memerlukan waktu-waktu khusus, akan banyak menyita kesempatan orang tua melibatkan diri sepenuhnya dengan anak. Mendidik anak menjadi tidak alamiah dan tidak menggembirakan. Juga terkesan sebagai beban berat, baik bagi anak maupun orang tua. Mendidik anak menjadi seperti kursus dengan paket-paket yang dikemas dalam sebuah kurikulum, dengan anak sebagai peserta wajib dan orang tua guru resminya.Tak bisa dipungkiri, bahwa tidak semua orang tua mempunyai kapasitas dan kesempatan untuk itu. Ditambah lagi banyaknya faktor pendukung yang diperlukan.Sebenarnya ada banyak peristiwa keseharian yang merupakan pintu masuk seluruh unsur pendidikan yang ingin diberikan. Karenanya kita harus berusaha agar semua tidak terlewatkan begitu saja. Kita perlu mengetahui dan menerapkan berbagai macam metode. Sehingga setiap detik kebersamaan kita dengan anak bisa menjadi sebuah pembelajaran berharga baginya.Dengan terkumpulnya metode-metode pembelajaran tersebut, diharapkan proses pendidikan akan berlangsung setiap waktu, tanpa anak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Metode tersebut antara lain:Pertama: Metode KeteladananJadilah contoh teladan bagi anak. Jadilah potret nyata dalam melaksanan kebaikan yang kita ajarkan dan meninggalkan perkara yang kita larang.Orang tua adalah contoh terdekat bagi anak. Disengaja maupun tidak, anak akan mengikuti perilaku dan kebiasaan orang tuanya.Seorang anak akan belajar shalat dan menekuninya, manakala melihat kedua orang tuanya tekun menunaikannya dengan baik.Seorang anak akan terbiasa menunaikan hak orang lain dengan sempurna, seperti hak teman, tetangga, tamu atau kerabat, bila orang tuanya memberi teladan baik dalam hal tersebut.Seorang anak akan terbiasa bertutur kata sopan dan halus, apabila orang tuanya mencontohkan hal itu.Dengan adanya keteladanan, seorang anak akan tumbuh dengan sifat-sifat terpuji dan baik, yang didapatkannya dari orang tua atau gurunya.Sebaliknya ketidaksesuaian antara ucapan dan perbuatan, akan menjadi racun dalam pendidikan. Seorang anak yang melihat ayahnya suka berdusta, dia akan sulit menerima nasehat kejujuran darinya. Begitupula seorang anak yang melihat ibunya sulit menerima nasehat, jangan harap ia tumbuh menjadi anak yang mudah diberi nasehat oleh ibunya.Allah ta’ala telah mencela para pendidik yang perbuatannya menyelisihi ucapannya,“يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ (2) كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ (3)“Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah Allah manakala kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian kerjakan”. QS. Ash-Shaff (61): 2-3.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Jumadal Ula 1439 / 5 Februari 2018 Post navigation Previous Laporan Pengeluaran Dana Masjid Manarul IlmiNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 137: Menghadap Kiblat Saat Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 137: Menghadap Kiblat Saat Berdoa

Salah satu adab berdoa yang dianjurkan dalam Islam adalah menghadap kiblat saat berdoa. Sebagaimana kiblat adalah arah yang dituju kaum muslimin ketika shalat, kiblat juga merupakan arah yang dituju mereka saat berdoa. Begitula ketika menyembelih hewan kurban, dianjurkan untuk menghadapkannya ke arah kiblat.Banyak hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghadap kiblat saat berdoa. Contohnya hadits berikut ini:عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رضي الله عنه قَالَ: لَمَّا كَانَ يَوْمُ بَدْرٍ نَظَرَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمُشْرِكِينَ وَهُمْ أَلْفٌ، وَأَصْحَابُهُ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَتِسْعَةَ عَشَرَ رَجُلًا، فَاسْتَقْبَلَ نَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقِبْلَةَ، ثُمَّ مَدَّ يَدَيْهِ، فَجَعَلَ يَهْتِفُ بِرَبِّهِ: «اللهُمَّ أَنْجِزْ لِي مَا وَعَدْتَنِي، اللهُمَّ آتِ مَا وَعَدْتَنِي، اللهُمَّ إِنْ تُهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةَ مِنْ أَهْلِ الْإِسْلَامِ لَا تُعْبَدْ فِي الْأَرْضِ»، فَمَا زَالَ يَهْتِفُ بِرَبِّهِ، مَادًّا يَدَيْهِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ، حَتَّى سَقَطَ رِدَاؤُهُ عَنْ مَنْكِبَيْهِ، فَأَتَاهُ أَبُو بَكْرٍ فَأَخَذَ رِدَاءَهُ، فَأَلْقَاهُ عَلَى مَنْكِبَيْهِ، ثُمَّ الْتَزَمَهُ مِنْ وَرَائِهِ، وَقَالَ: يَا نَبِيَّ اللهِ، كَفَاكَ مُنَاشَدَتُكَ رَبَّكَ، فَإِنَّهُ سَيُنْجِزُ لَكَ مَا وَعَدَكَ، فَأَنْزَلَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: {إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ} [الأنفال: 9] فَأَمَدَّهُ اللهُ بِالْمَلَائِكَةِ“.Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu mengisahkan, “Saat perang Badar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memandang kaum musyrikin. Jumlah mereka seribu orang. Sedangkan para sahabat berjumlah 319 orang. Maka Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun menghadap kiblat, lalu mengangkat kedua tangannya, seraya berdoa, “Ya Allah, aku memohon pada-Mu agar berkenan menunaikan janji-Mu untukku. Ya Allah, karuniakanlah untukku apa yang telah Kau janjikan. Ya Allah, seandainya Engkau membinasakan pasukan kaum muslimin, niscaya Engkau tidak lagi disembah di muka bumi”. Beliau terus memohon kepada Allah, seraya mengangkat kedua tangannya menghadap kiblat. Hingga sorban beliau terjatuh dari pundaknya. Abu Bakar pun datang untuk mengembalikan sorban beliau ke pundaknya. Lalu duduk di belakang beliau. Abu Bakar berkata, “Wahai Nabiyullah, (aku merasa) permohonanmu kepada Allah sudah cukup. Sungguh Dia akan memenuhi janji-Nya untukmu. Maka Allah ‘azza wa jalla pun menurunkan firman-Nya, “Ingatlah ketika engkau memohon pertolongan kepada Rabbmu, lalu Dia mengabulkannya. “Sungguh Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu berupa seribu malaikat yang datang berturut-turut”. [QS. Al-Anfal (8): 9]. Maka Allah pun membantu beliau dengan para malaikat”. HR. Muslim.Namun etika menghadap kiblat saat berdoa ini sifatnya anjuran atau sunnah, bukan keharusan atau kewajiban. Buktinya, dalam beberapa kesempatan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah berdoa tanpa menghadap kiblat. Contohnya adalah saat beliau berdoa ketika menjadi khatib di shalat Jumat. Tentu saat itu beliau menghadap jamaah dan membelakangi kiblat.Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bercerita,” بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ يَوْمَ الجُمُعَةِ، إِذْ قَامَ رَجُلٌ، فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ: هَلَكَ الكُرَاعُ، وَهَلَكَ الشَّاءُ، فَادْعُ اللَّهَ أَنْ يَسْقِيَنَا، فَمَدَّ يَدَيْهِ وَدَعَا ““Saat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang khutbah Jum’at, tiba-tiba berdirilah seseorang seraya berkata, “Kuda-kuda dan kambing-kambing kami mati (kehausan). Mohonkan pada Allah agar berkenan menurunkan hujan”. Maka beliaupun mengangkat kedua tangannya sembari berdoa”. HR. Bukhari. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Ramadhan 1439 / 4 Juni 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 107: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 1Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No108: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 137: Menghadap Kiblat Saat Berdoa

Salah satu adab berdoa yang dianjurkan dalam Islam adalah menghadap kiblat saat berdoa. Sebagaimana kiblat adalah arah yang dituju kaum muslimin ketika shalat, kiblat juga merupakan arah yang dituju mereka saat berdoa. Begitula ketika menyembelih hewan kurban, dianjurkan untuk menghadapkannya ke arah kiblat.Banyak hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghadap kiblat saat berdoa. Contohnya hadits berikut ini:عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رضي الله عنه قَالَ: لَمَّا كَانَ يَوْمُ بَدْرٍ نَظَرَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمُشْرِكِينَ وَهُمْ أَلْفٌ، وَأَصْحَابُهُ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَتِسْعَةَ عَشَرَ رَجُلًا، فَاسْتَقْبَلَ نَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقِبْلَةَ، ثُمَّ مَدَّ يَدَيْهِ، فَجَعَلَ يَهْتِفُ بِرَبِّهِ: «اللهُمَّ أَنْجِزْ لِي مَا وَعَدْتَنِي، اللهُمَّ آتِ مَا وَعَدْتَنِي، اللهُمَّ إِنْ تُهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةَ مِنْ أَهْلِ الْإِسْلَامِ لَا تُعْبَدْ فِي الْأَرْضِ»، فَمَا زَالَ يَهْتِفُ بِرَبِّهِ، مَادًّا يَدَيْهِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ، حَتَّى سَقَطَ رِدَاؤُهُ عَنْ مَنْكِبَيْهِ، فَأَتَاهُ أَبُو بَكْرٍ فَأَخَذَ رِدَاءَهُ، فَأَلْقَاهُ عَلَى مَنْكِبَيْهِ، ثُمَّ الْتَزَمَهُ مِنْ وَرَائِهِ، وَقَالَ: يَا نَبِيَّ اللهِ، كَفَاكَ مُنَاشَدَتُكَ رَبَّكَ، فَإِنَّهُ سَيُنْجِزُ لَكَ مَا وَعَدَكَ، فَأَنْزَلَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: {إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ} [الأنفال: 9] فَأَمَدَّهُ اللهُ بِالْمَلَائِكَةِ“.Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu mengisahkan, “Saat perang Badar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memandang kaum musyrikin. Jumlah mereka seribu orang. Sedangkan para sahabat berjumlah 319 orang. Maka Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun menghadap kiblat, lalu mengangkat kedua tangannya, seraya berdoa, “Ya Allah, aku memohon pada-Mu agar berkenan menunaikan janji-Mu untukku. Ya Allah, karuniakanlah untukku apa yang telah Kau janjikan. Ya Allah, seandainya Engkau membinasakan pasukan kaum muslimin, niscaya Engkau tidak lagi disembah di muka bumi”. Beliau terus memohon kepada Allah, seraya mengangkat kedua tangannya menghadap kiblat. Hingga sorban beliau terjatuh dari pundaknya. Abu Bakar pun datang untuk mengembalikan sorban beliau ke pundaknya. Lalu duduk di belakang beliau. Abu Bakar berkata, “Wahai Nabiyullah, (aku merasa) permohonanmu kepada Allah sudah cukup. Sungguh Dia akan memenuhi janji-Nya untukmu. Maka Allah ‘azza wa jalla pun menurunkan firman-Nya, “Ingatlah ketika engkau memohon pertolongan kepada Rabbmu, lalu Dia mengabulkannya. “Sungguh Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu berupa seribu malaikat yang datang berturut-turut”. [QS. Al-Anfal (8): 9]. Maka Allah pun membantu beliau dengan para malaikat”. HR. Muslim.Namun etika menghadap kiblat saat berdoa ini sifatnya anjuran atau sunnah, bukan keharusan atau kewajiban. Buktinya, dalam beberapa kesempatan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah berdoa tanpa menghadap kiblat. Contohnya adalah saat beliau berdoa ketika menjadi khatib di shalat Jumat. Tentu saat itu beliau menghadap jamaah dan membelakangi kiblat.Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bercerita,” بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ يَوْمَ الجُمُعَةِ، إِذْ قَامَ رَجُلٌ، فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ: هَلَكَ الكُرَاعُ، وَهَلَكَ الشَّاءُ، فَادْعُ اللَّهَ أَنْ يَسْقِيَنَا، فَمَدَّ يَدَيْهِ وَدَعَا ““Saat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang khutbah Jum’at, tiba-tiba berdirilah seseorang seraya berkata, “Kuda-kuda dan kambing-kambing kami mati (kehausan). Mohonkan pada Allah agar berkenan menurunkan hujan”. Maka beliaupun mengangkat kedua tangannya sembari berdoa”. HR. Bukhari. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Ramadhan 1439 / 4 Juni 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 107: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 1Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No108: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Salah satu adab berdoa yang dianjurkan dalam Islam adalah menghadap kiblat saat berdoa. Sebagaimana kiblat adalah arah yang dituju kaum muslimin ketika shalat, kiblat juga merupakan arah yang dituju mereka saat berdoa. Begitula ketika menyembelih hewan kurban, dianjurkan untuk menghadapkannya ke arah kiblat.Banyak hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghadap kiblat saat berdoa. Contohnya hadits berikut ini:عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رضي الله عنه قَالَ: لَمَّا كَانَ يَوْمُ بَدْرٍ نَظَرَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمُشْرِكِينَ وَهُمْ أَلْفٌ، وَأَصْحَابُهُ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَتِسْعَةَ عَشَرَ رَجُلًا، فَاسْتَقْبَلَ نَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقِبْلَةَ، ثُمَّ مَدَّ يَدَيْهِ، فَجَعَلَ يَهْتِفُ بِرَبِّهِ: «اللهُمَّ أَنْجِزْ لِي مَا وَعَدْتَنِي، اللهُمَّ آتِ مَا وَعَدْتَنِي، اللهُمَّ إِنْ تُهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةَ مِنْ أَهْلِ الْإِسْلَامِ لَا تُعْبَدْ فِي الْأَرْضِ»، فَمَا زَالَ يَهْتِفُ بِرَبِّهِ، مَادًّا يَدَيْهِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ، حَتَّى سَقَطَ رِدَاؤُهُ عَنْ مَنْكِبَيْهِ، فَأَتَاهُ أَبُو بَكْرٍ فَأَخَذَ رِدَاءَهُ، فَأَلْقَاهُ عَلَى مَنْكِبَيْهِ، ثُمَّ الْتَزَمَهُ مِنْ وَرَائِهِ، وَقَالَ: يَا نَبِيَّ اللهِ، كَفَاكَ مُنَاشَدَتُكَ رَبَّكَ، فَإِنَّهُ سَيُنْجِزُ لَكَ مَا وَعَدَكَ، فَأَنْزَلَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: {إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ} [الأنفال: 9] فَأَمَدَّهُ اللهُ بِالْمَلَائِكَةِ“.Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu mengisahkan, “Saat perang Badar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memandang kaum musyrikin. Jumlah mereka seribu orang. Sedangkan para sahabat berjumlah 319 orang. Maka Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun menghadap kiblat, lalu mengangkat kedua tangannya, seraya berdoa, “Ya Allah, aku memohon pada-Mu agar berkenan menunaikan janji-Mu untukku. Ya Allah, karuniakanlah untukku apa yang telah Kau janjikan. Ya Allah, seandainya Engkau membinasakan pasukan kaum muslimin, niscaya Engkau tidak lagi disembah di muka bumi”. Beliau terus memohon kepada Allah, seraya mengangkat kedua tangannya menghadap kiblat. Hingga sorban beliau terjatuh dari pundaknya. Abu Bakar pun datang untuk mengembalikan sorban beliau ke pundaknya. Lalu duduk di belakang beliau. Abu Bakar berkata, “Wahai Nabiyullah, (aku merasa) permohonanmu kepada Allah sudah cukup. Sungguh Dia akan memenuhi janji-Nya untukmu. Maka Allah ‘azza wa jalla pun menurunkan firman-Nya, “Ingatlah ketika engkau memohon pertolongan kepada Rabbmu, lalu Dia mengabulkannya. “Sungguh Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu berupa seribu malaikat yang datang berturut-turut”. [QS. Al-Anfal (8): 9]. Maka Allah pun membantu beliau dengan para malaikat”. HR. Muslim.Namun etika menghadap kiblat saat berdoa ini sifatnya anjuran atau sunnah, bukan keharusan atau kewajiban. Buktinya, dalam beberapa kesempatan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah berdoa tanpa menghadap kiblat. Contohnya adalah saat beliau berdoa ketika menjadi khatib di shalat Jumat. Tentu saat itu beliau menghadap jamaah dan membelakangi kiblat.Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bercerita,” بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ يَوْمَ الجُمُعَةِ، إِذْ قَامَ رَجُلٌ، فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ: هَلَكَ الكُرَاعُ، وَهَلَكَ الشَّاءُ، فَادْعُ اللَّهَ أَنْ يَسْقِيَنَا، فَمَدَّ يَدَيْهِ وَدَعَا ““Saat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang khutbah Jum’at, tiba-tiba berdirilah seseorang seraya berkata, “Kuda-kuda dan kambing-kambing kami mati (kehausan). Mohonkan pada Allah agar berkenan menurunkan hujan”. Maka beliaupun mengangkat kedua tangannya sembari berdoa”. HR. Bukhari. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Ramadhan 1439 / 4 Juni 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 107: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 1Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No108: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Salah satu adab berdoa yang dianjurkan dalam Islam adalah menghadap kiblat saat berdoa. Sebagaimana kiblat adalah arah yang dituju kaum muslimin ketika shalat, kiblat juga merupakan arah yang dituju mereka saat berdoa. Begitula ketika menyembelih hewan kurban, dianjurkan untuk menghadapkannya ke arah kiblat.Banyak hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghadap kiblat saat berdoa. Contohnya hadits berikut ini:عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رضي الله عنه قَالَ: لَمَّا كَانَ يَوْمُ بَدْرٍ نَظَرَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمُشْرِكِينَ وَهُمْ أَلْفٌ، وَأَصْحَابُهُ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَتِسْعَةَ عَشَرَ رَجُلًا، فَاسْتَقْبَلَ نَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقِبْلَةَ، ثُمَّ مَدَّ يَدَيْهِ، فَجَعَلَ يَهْتِفُ بِرَبِّهِ: «اللهُمَّ أَنْجِزْ لِي مَا وَعَدْتَنِي، اللهُمَّ آتِ مَا وَعَدْتَنِي، اللهُمَّ إِنْ تُهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةَ مِنْ أَهْلِ الْإِسْلَامِ لَا تُعْبَدْ فِي الْأَرْضِ»، فَمَا زَالَ يَهْتِفُ بِرَبِّهِ، مَادًّا يَدَيْهِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ، حَتَّى سَقَطَ رِدَاؤُهُ عَنْ مَنْكِبَيْهِ، فَأَتَاهُ أَبُو بَكْرٍ فَأَخَذَ رِدَاءَهُ، فَأَلْقَاهُ عَلَى مَنْكِبَيْهِ، ثُمَّ الْتَزَمَهُ مِنْ وَرَائِهِ، وَقَالَ: يَا نَبِيَّ اللهِ، كَفَاكَ مُنَاشَدَتُكَ رَبَّكَ، فَإِنَّهُ سَيُنْجِزُ لَكَ مَا وَعَدَكَ، فَأَنْزَلَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: {إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ} [الأنفال: 9] فَأَمَدَّهُ اللهُ بِالْمَلَائِكَةِ“.Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu mengisahkan, “Saat perang Badar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memandang kaum musyrikin. Jumlah mereka seribu orang. Sedangkan para sahabat berjumlah 319 orang. Maka Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun menghadap kiblat, lalu mengangkat kedua tangannya, seraya berdoa, “Ya Allah, aku memohon pada-Mu agar berkenan menunaikan janji-Mu untukku. Ya Allah, karuniakanlah untukku apa yang telah Kau janjikan. Ya Allah, seandainya Engkau membinasakan pasukan kaum muslimin, niscaya Engkau tidak lagi disembah di muka bumi”. Beliau terus memohon kepada Allah, seraya mengangkat kedua tangannya menghadap kiblat. Hingga sorban beliau terjatuh dari pundaknya. Abu Bakar pun datang untuk mengembalikan sorban beliau ke pundaknya. Lalu duduk di belakang beliau. Abu Bakar berkata, “Wahai Nabiyullah, (aku merasa) permohonanmu kepada Allah sudah cukup. Sungguh Dia akan memenuhi janji-Nya untukmu. Maka Allah ‘azza wa jalla pun menurunkan firman-Nya, “Ingatlah ketika engkau memohon pertolongan kepada Rabbmu, lalu Dia mengabulkannya. “Sungguh Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu berupa seribu malaikat yang datang berturut-turut”. [QS. Al-Anfal (8): 9]. Maka Allah pun membantu beliau dengan para malaikat”. HR. Muslim.Namun etika menghadap kiblat saat berdoa ini sifatnya anjuran atau sunnah, bukan keharusan atau kewajiban. Buktinya, dalam beberapa kesempatan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah berdoa tanpa menghadap kiblat. Contohnya adalah saat beliau berdoa ketika menjadi khatib di shalat Jumat. Tentu saat itu beliau menghadap jamaah dan membelakangi kiblat.Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bercerita,” بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ يَوْمَ الجُمُعَةِ، إِذْ قَامَ رَجُلٌ، فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ: هَلَكَ الكُرَاعُ، وَهَلَكَ الشَّاءُ، فَادْعُ اللَّهَ أَنْ يَسْقِيَنَا، فَمَدَّ يَدَيْهِ وَدَعَا ““Saat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang khutbah Jum’at, tiba-tiba berdirilah seseorang seraya berkata, “Kuda-kuda dan kambing-kambing kami mati (kehausan). Mohonkan pada Allah agar berkenan menurunkan hujan”. Maka beliaupun mengangkat kedua tangannya sembari berdoa”. HR. Bukhari. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Ramadhan 1439 / 4 Juni 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 107: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 1Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No108: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No108: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 2

Dengan mengetahui metode pembelajaran yang baik, diharapkan proses pendidikan akan berlangsung setiap waktu, tanpa anak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Di antara metode tersebut:Kedua: Bimbingan dan NasehatBimbing dan nasehati anak dengan penuh kasih sayang.Sebab jiwa anak akan terpengaruh dengan kata-kata yang disampaikan kepadanya, apalagi jika kata-kata itu dihiasi dengan keindahan, kelembutan dan kasih sayang.Nasehat yang baik termasuk sarana yang menghubungkan jiwa seseorang dengan cepat. Apalagi nasehat yang kita ucapkan tulus dari dasar hati kita yang paling dalam. Niscaya akan memberikan pengaruh yang langsung menghunjam di hati anak.Muhammad bin Wâsi’ (w. 127 H) menasehatkan, “Sesungguhnya, suatu nasehat jika keluar dari hati; maka akan masuk menembus hati pula”.Pandai-pandailah memanfaatkan kesempatan untuk menasehati anak dan membimbing mereka kepada sesuatu yang mendatangkan kebaikan di dunia dan akhirat.Agar nasehat membawa perbaikan, perhatikanlah hal-hal berikut ini:Ulang-ulangilah nasehat. Karena tabiat manusia adalah mudah lupa. Namun jangan terlalu berlebihan, yang mengakibatkan anak bosan.Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“وَإِنِّي أُخَوِّلُكُمْ بِالْمَوْعِظَةِ كَمَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَخَوَّلُنَا بِهَا مَخَافَةَ السَآمَةِ عَلَيْنَا“.“Sengaja aku tidak saban hari memberi wejangan kepada kalian, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dulu tidak saban hari memberi wejangan kepada kami. Karena beliau khawatir kami menjadi bosan”. HR. Bukhari dan Muslim.Pilihlah waktu yang tepat, yaitu saat kondisi kejiwaan anak kondusif. Hindari menyampaikan nasehat di saat Anda marah atau ketika anak sedang marah. Sebab jika menasehati anak ketika Anda sedang marah, niscaya nasehat itu akan cenderung didorong oleh kemarahan. Amarah juga kan mendorong Anda mengucapkan kata-kata kasar. Jika demikian, anak cenderung menolaknya.Sebaliknya, ketika anak sedang marah, jiwa dia saat itu sedang tidak stabil. Jiwanya sedang tidak siap menerima kata-kata yang disampaikan kepadanya, apalagi yang berbau nasehat.Pergunakan kata-kata yang mudahdan dapat dipahami, sesuai dengan usia anak serta daya tangkap dan nalarnya. Sebab berbicara kepada suatu kaum dengan kata-kata yang tidak dapat dipahami akalnya akan menyebabkan mereka enggan menerima kebenaran yang kita sampaikan. Demikian pula halnya anak. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata,“حَدِّثُوا النَّاسَ، بِمَا يَعْرِفُونَ أَتُحِبُّونَ أَنْ يُكَذَّبَ، اللَّهُ وَرَسُولُهُ““Berbicaralah kepada orang lain dengan apa yang dapat mereka pahami. Apakah kalian suka kalau mereka nanti mendustai Allah dan Rasul-Nya?”. HR. Bukhari.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Jumada Tsaniyah 1439 / 26 Februari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 137: Menghadap Kiblat Saat BerdoaNext PENGIN CEPAT MATI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No108: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 2

Dengan mengetahui metode pembelajaran yang baik, diharapkan proses pendidikan akan berlangsung setiap waktu, tanpa anak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Di antara metode tersebut:Kedua: Bimbingan dan NasehatBimbing dan nasehati anak dengan penuh kasih sayang.Sebab jiwa anak akan terpengaruh dengan kata-kata yang disampaikan kepadanya, apalagi jika kata-kata itu dihiasi dengan keindahan, kelembutan dan kasih sayang.Nasehat yang baik termasuk sarana yang menghubungkan jiwa seseorang dengan cepat. Apalagi nasehat yang kita ucapkan tulus dari dasar hati kita yang paling dalam. Niscaya akan memberikan pengaruh yang langsung menghunjam di hati anak.Muhammad bin Wâsi’ (w. 127 H) menasehatkan, “Sesungguhnya, suatu nasehat jika keluar dari hati; maka akan masuk menembus hati pula”.Pandai-pandailah memanfaatkan kesempatan untuk menasehati anak dan membimbing mereka kepada sesuatu yang mendatangkan kebaikan di dunia dan akhirat.Agar nasehat membawa perbaikan, perhatikanlah hal-hal berikut ini:Ulang-ulangilah nasehat. Karena tabiat manusia adalah mudah lupa. Namun jangan terlalu berlebihan, yang mengakibatkan anak bosan.Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“وَإِنِّي أُخَوِّلُكُمْ بِالْمَوْعِظَةِ كَمَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَخَوَّلُنَا بِهَا مَخَافَةَ السَآمَةِ عَلَيْنَا“.“Sengaja aku tidak saban hari memberi wejangan kepada kalian, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dulu tidak saban hari memberi wejangan kepada kami. Karena beliau khawatir kami menjadi bosan”. HR. Bukhari dan Muslim.Pilihlah waktu yang tepat, yaitu saat kondisi kejiwaan anak kondusif. Hindari menyampaikan nasehat di saat Anda marah atau ketika anak sedang marah. Sebab jika menasehati anak ketika Anda sedang marah, niscaya nasehat itu akan cenderung didorong oleh kemarahan. Amarah juga kan mendorong Anda mengucapkan kata-kata kasar. Jika demikian, anak cenderung menolaknya.Sebaliknya, ketika anak sedang marah, jiwa dia saat itu sedang tidak stabil. Jiwanya sedang tidak siap menerima kata-kata yang disampaikan kepadanya, apalagi yang berbau nasehat.Pergunakan kata-kata yang mudahdan dapat dipahami, sesuai dengan usia anak serta daya tangkap dan nalarnya. Sebab berbicara kepada suatu kaum dengan kata-kata yang tidak dapat dipahami akalnya akan menyebabkan mereka enggan menerima kebenaran yang kita sampaikan. Demikian pula halnya anak. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata,“حَدِّثُوا النَّاسَ، بِمَا يَعْرِفُونَ أَتُحِبُّونَ أَنْ يُكَذَّبَ، اللَّهُ وَرَسُولُهُ““Berbicaralah kepada orang lain dengan apa yang dapat mereka pahami. Apakah kalian suka kalau mereka nanti mendustai Allah dan Rasul-Nya?”. HR. Bukhari.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Jumada Tsaniyah 1439 / 26 Februari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 137: Menghadap Kiblat Saat BerdoaNext PENGIN CEPAT MATI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Dengan mengetahui metode pembelajaran yang baik, diharapkan proses pendidikan akan berlangsung setiap waktu, tanpa anak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Di antara metode tersebut:Kedua: Bimbingan dan NasehatBimbing dan nasehati anak dengan penuh kasih sayang.Sebab jiwa anak akan terpengaruh dengan kata-kata yang disampaikan kepadanya, apalagi jika kata-kata itu dihiasi dengan keindahan, kelembutan dan kasih sayang.Nasehat yang baik termasuk sarana yang menghubungkan jiwa seseorang dengan cepat. Apalagi nasehat yang kita ucapkan tulus dari dasar hati kita yang paling dalam. Niscaya akan memberikan pengaruh yang langsung menghunjam di hati anak.Muhammad bin Wâsi’ (w. 127 H) menasehatkan, “Sesungguhnya, suatu nasehat jika keluar dari hati; maka akan masuk menembus hati pula”.Pandai-pandailah memanfaatkan kesempatan untuk menasehati anak dan membimbing mereka kepada sesuatu yang mendatangkan kebaikan di dunia dan akhirat.Agar nasehat membawa perbaikan, perhatikanlah hal-hal berikut ini:Ulang-ulangilah nasehat. Karena tabiat manusia adalah mudah lupa. Namun jangan terlalu berlebihan, yang mengakibatkan anak bosan.Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“وَإِنِّي أُخَوِّلُكُمْ بِالْمَوْعِظَةِ كَمَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَخَوَّلُنَا بِهَا مَخَافَةَ السَآمَةِ عَلَيْنَا“.“Sengaja aku tidak saban hari memberi wejangan kepada kalian, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dulu tidak saban hari memberi wejangan kepada kami. Karena beliau khawatir kami menjadi bosan”. HR. Bukhari dan Muslim.Pilihlah waktu yang tepat, yaitu saat kondisi kejiwaan anak kondusif. Hindari menyampaikan nasehat di saat Anda marah atau ketika anak sedang marah. Sebab jika menasehati anak ketika Anda sedang marah, niscaya nasehat itu akan cenderung didorong oleh kemarahan. Amarah juga kan mendorong Anda mengucapkan kata-kata kasar. Jika demikian, anak cenderung menolaknya.Sebaliknya, ketika anak sedang marah, jiwa dia saat itu sedang tidak stabil. Jiwanya sedang tidak siap menerima kata-kata yang disampaikan kepadanya, apalagi yang berbau nasehat.Pergunakan kata-kata yang mudahdan dapat dipahami, sesuai dengan usia anak serta daya tangkap dan nalarnya. Sebab berbicara kepada suatu kaum dengan kata-kata yang tidak dapat dipahami akalnya akan menyebabkan mereka enggan menerima kebenaran yang kita sampaikan. Demikian pula halnya anak. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata,“حَدِّثُوا النَّاسَ، بِمَا يَعْرِفُونَ أَتُحِبُّونَ أَنْ يُكَذَّبَ، اللَّهُ وَرَسُولُهُ““Berbicaralah kepada orang lain dengan apa yang dapat mereka pahami. Apakah kalian suka kalau mereka nanti mendustai Allah dan Rasul-Nya?”. HR. Bukhari.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Jumada Tsaniyah 1439 / 26 Februari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 137: Menghadap Kiblat Saat BerdoaNext PENGIN CEPAT MATI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Dengan mengetahui metode pembelajaran yang baik, diharapkan proses pendidikan akan berlangsung setiap waktu, tanpa anak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Di antara metode tersebut:Kedua: Bimbingan dan NasehatBimbing dan nasehati anak dengan penuh kasih sayang.Sebab jiwa anak akan terpengaruh dengan kata-kata yang disampaikan kepadanya, apalagi jika kata-kata itu dihiasi dengan keindahan, kelembutan dan kasih sayang.Nasehat yang baik termasuk sarana yang menghubungkan jiwa seseorang dengan cepat. Apalagi nasehat yang kita ucapkan tulus dari dasar hati kita yang paling dalam. Niscaya akan memberikan pengaruh yang langsung menghunjam di hati anak.Muhammad bin Wâsi’ (w. 127 H) menasehatkan, “Sesungguhnya, suatu nasehat jika keluar dari hati; maka akan masuk menembus hati pula”.Pandai-pandailah memanfaatkan kesempatan untuk menasehati anak dan membimbing mereka kepada sesuatu yang mendatangkan kebaikan di dunia dan akhirat.Agar nasehat membawa perbaikan, perhatikanlah hal-hal berikut ini:Ulang-ulangilah nasehat. Karena tabiat manusia adalah mudah lupa. Namun jangan terlalu berlebihan, yang mengakibatkan anak bosan.Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“وَإِنِّي أُخَوِّلُكُمْ بِالْمَوْعِظَةِ كَمَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَخَوَّلُنَا بِهَا مَخَافَةَ السَآمَةِ عَلَيْنَا“.“Sengaja aku tidak saban hari memberi wejangan kepada kalian, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dulu tidak saban hari memberi wejangan kepada kami. Karena beliau khawatir kami menjadi bosan”. HR. Bukhari dan Muslim.Pilihlah waktu yang tepat, yaitu saat kondisi kejiwaan anak kondusif. Hindari menyampaikan nasehat di saat Anda marah atau ketika anak sedang marah. Sebab jika menasehati anak ketika Anda sedang marah, niscaya nasehat itu akan cenderung didorong oleh kemarahan. Amarah juga kan mendorong Anda mengucapkan kata-kata kasar. Jika demikian, anak cenderung menolaknya.Sebaliknya, ketika anak sedang marah, jiwa dia saat itu sedang tidak stabil. Jiwanya sedang tidak siap menerima kata-kata yang disampaikan kepadanya, apalagi yang berbau nasehat.Pergunakan kata-kata yang mudahdan dapat dipahami, sesuai dengan usia anak serta daya tangkap dan nalarnya. Sebab berbicara kepada suatu kaum dengan kata-kata yang tidak dapat dipahami akalnya akan menyebabkan mereka enggan menerima kebenaran yang kita sampaikan. Demikian pula halnya anak. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata,“حَدِّثُوا النَّاسَ، بِمَا يَعْرِفُونَ أَتُحِبُّونَ أَنْ يُكَذَّبَ، اللَّهُ وَرَسُولُهُ““Berbicaralah kepada orang lain dengan apa yang dapat mereka pahami. Apakah kalian suka kalau mereka nanti mendustai Allah dan Rasul-Nya?”. HR. Bukhari.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Jumada Tsaniyah 1439 / 26 Februari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 137: Menghadap Kiblat Saat BerdoaNext PENGIN CEPAT MATI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

PENGIN CEPAT MATI

PENGIN CEPAT MATI Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MABeratnya ujian hidup, semisal sakit parah atau ekonomi sulit, terkadang membuat seseorang putus asa. Merasa tidak kuat hidup. Ingin segera diwafatkan. Dengan asumsi penderitaannya bakal berakhir.Bolehkah seorang muslim memiliki keinginan seperti itu? Mari kita simak hadits sahih berikut ini:عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لاَ يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمُ المَوْتَ مِنْ ضُرٍّ أَصَابَهُ، فَإِنْ كَانَ لاَ بُدَّ فَاعِلًا، فَلْيَقُلْ: اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الوَفَاةُ خَيْرًا لِي”Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh seseorang menginginkan segera diwafatkan, hanya lantaran kesusahan duniawi yang dialaminya. Jika amat terpaksa, hendaklah ia berdoa, “Ya Allah panjangkan umurku, bila hidup ini lebih baik untukku. Dan wafatkanlah aku, bila memang kematian lebih baik untukku”. HR. Bukhari dan Muslim.Hadits ini mengajarkan pada kita untuk tetap berpikir jernih, seberat apapun ujian. Belum tentu juga kematian yang disegerakan itu solusi terbaik. Maka yang paling tepat adalah memasrahkan nasib kepada Allah ta’ala. Terserah Dia apa yang bakal ditentukan oleh-Nya.Kita semua mengetahui bahwa setelah kehidupan dunia ini masih ada kehidupan lain. Justru kehidupan kedua itu lebih lama. Yakni kehidupan akhirat. Di sana bakal berujung hanya kepada salah satu dari dua kondisi. Kebahagiaan abadi atau kesengsaraan abadi. Rapor kehidupan kita di dunia akan sangat berperan untuk menentukan nasib kita di akhirat.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “لاَ يَتَمَنَّى أَحَدُكُمُ المَوْتَ؛ إِمَّا مُحْسِنًا فَلَعَلَّهُ يَزْدَادُ، وَإِمَّا مُسِيئًا فَلَعَلَّهُ يَسْتَعْتِبُ“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seseorang tidak boleh menginginkan segera mati. Sebab bila dia orang salih, maka ia bisa menambah amal kebaikan. Sebaliknya bila ia bergelimang dosa, maka ia bisa bertaubat”. HR. Bukhari.Dalam riwayat lain disebutkan,“لَا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ، وَلَا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ، إِنَّهُ إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ، وَإِنَّهُ لَا يَزِيدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلَّا خَيْرًا““Seseorang tidak boleh menginginkan segera mati. Tidak boleh ia meminta kematian sebelum waktunya. Sesungguhnya bila ia mati, maka amalannya bakal terputus. Orang yang beriman itu semakin panjang umurnya, maka akan semakin banyak amal salihnya”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyalllahu ‘anhu.Dikisahkan ada dua orang masuk Islam di zaman Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam. Katakanlah si A dan si B. Tidak lama kemudian si A mati syahid di medan perang. Sedangkan si B wafat setahun kemudian. Salah satu sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang bernama Thalhah bermimpi melihat surga. Ia menyaksikan si B masuk surga duluan sebelum si A. Ia pun keheranan. Pagi harinya ia ceritakan mimpi itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka beliaupun bersabda,“أَلَيْسَ قَدْ صَامَ بَعْدَهُ رَمَضَانَ! وَصَلَّى سِتَّةَ آلافِ رَكْعَةٍ أَوْ كَذَا وَكَذَا رَكْعَةً! صَلاةَ السَّنَةِ““Bukankah setelah wafatnya si A, si B masih bisa berpuasa Ramadhan sekali lagi? Dia juga menunaikan 6000 raka’at shalat selama setahun?”. HR. Ahmad dan isnadnya dinilai hasan oleh al-‘Ajluniy.@ Kereta Api Bogowonto Yogyakarta-Purwokerto, 28 Shafar 1440 / 6 Nopember 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No108: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 2Next Khutbah Jumat: CINTA RASUL shallallahu ‘alaihi wasallam PADA UMMATNYA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

PENGIN CEPAT MATI

PENGIN CEPAT MATI Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MABeratnya ujian hidup, semisal sakit parah atau ekonomi sulit, terkadang membuat seseorang putus asa. Merasa tidak kuat hidup. Ingin segera diwafatkan. Dengan asumsi penderitaannya bakal berakhir.Bolehkah seorang muslim memiliki keinginan seperti itu? Mari kita simak hadits sahih berikut ini:عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لاَ يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمُ المَوْتَ مِنْ ضُرٍّ أَصَابَهُ، فَإِنْ كَانَ لاَ بُدَّ فَاعِلًا، فَلْيَقُلْ: اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الوَفَاةُ خَيْرًا لِي”Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh seseorang menginginkan segera diwafatkan, hanya lantaran kesusahan duniawi yang dialaminya. Jika amat terpaksa, hendaklah ia berdoa, “Ya Allah panjangkan umurku, bila hidup ini lebih baik untukku. Dan wafatkanlah aku, bila memang kematian lebih baik untukku”. HR. Bukhari dan Muslim.Hadits ini mengajarkan pada kita untuk tetap berpikir jernih, seberat apapun ujian. Belum tentu juga kematian yang disegerakan itu solusi terbaik. Maka yang paling tepat adalah memasrahkan nasib kepada Allah ta’ala. Terserah Dia apa yang bakal ditentukan oleh-Nya.Kita semua mengetahui bahwa setelah kehidupan dunia ini masih ada kehidupan lain. Justru kehidupan kedua itu lebih lama. Yakni kehidupan akhirat. Di sana bakal berujung hanya kepada salah satu dari dua kondisi. Kebahagiaan abadi atau kesengsaraan abadi. Rapor kehidupan kita di dunia akan sangat berperan untuk menentukan nasib kita di akhirat.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “لاَ يَتَمَنَّى أَحَدُكُمُ المَوْتَ؛ إِمَّا مُحْسِنًا فَلَعَلَّهُ يَزْدَادُ، وَإِمَّا مُسِيئًا فَلَعَلَّهُ يَسْتَعْتِبُ“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seseorang tidak boleh menginginkan segera mati. Sebab bila dia orang salih, maka ia bisa menambah amal kebaikan. Sebaliknya bila ia bergelimang dosa, maka ia bisa bertaubat”. HR. Bukhari.Dalam riwayat lain disebutkan,“لَا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ، وَلَا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ، إِنَّهُ إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ، وَإِنَّهُ لَا يَزِيدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلَّا خَيْرًا““Seseorang tidak boleh menginginkan segera mati. Tidak boleh ia meminta kematian sebelum waktunya. Sesungguhnya bila ia mati, maka amalannya bakal terputus. Orang yang beriman itu semakin panjang umurnya, maka akan semakin banyak amal salihnya”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyalllahu ‘anhu.Dikisahkan ada dua orang masuk Islam di zaman Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam. Katakanlah si A dan si B. Tidak lama kemudian si A mati syahid di medan perang. Sedangkan si B wafat setahun kemudian. Salah satu sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang bernama Thalhah bermimpi melihat surga. Ia menyaksikan si B masuk surga duluan sebelum si A. Ia pun keheranan. Pagi harinya ia ceritakan mimpi itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka beliaupun bersabda,“أَلَيْسَ قَدْ صَامَ بَعْدَهُ رَمَضَانَ! وَصَلَّى سِتَّةَ آلافِ رَكْعَةٍ أَوْ كَذَا وَكَذَا رَكْعَةً! صَلاةَ السَّنَةِ““Bukankah setelah wafatnya si A, si B masih bisa berpuasa Ramadhan sekali lagi? Dia juga menunaikan 6000 raka’at shalat selama setahun?”. HR. Ahmad dan isnadnya dinilai hasan oleh al-‘Ajluniy.@ Kereta Api Bogowonto Yogyakarta-Purwokerto, 28 Shafar 1440 / 6 Nopember 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No108: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 2Next Khutbah Jumat: CINTA RASUL shallallahu ‘alaihi wasallam PADA UMMATNYA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
PENGIN CEPAT MATI Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MABeratnya ujian hidup, semisal sakit parah atau ekonomi sulit, terkadang membuat seseorang putus asa. Merasa tidak kuat hidup. Ingin segera diwafatkan. Dengan asumsi penderitaannya bakal berakhir.Bolehkah seorang muslim memiliki keinginan seperti itu? Mari kita simak hadits sahih berikut ini:عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لاَ يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمُ المَوْتَ مِنْ ضُرٍّ أَصَابَهُ، فَإِنْ كَانَ لاَ بُدَّ فَاعِلًا، فَلْيَقُلْ: اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الوَفَاةُ خَيْرًا لِي”Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh seseorang menginginkan segera diwafatkan, hanya lantaran kesusahan duniawi yang dialaminya. Jika amat terpaksa, hendaklah ia berdoa, “Ya Allah panjangkan umurku, bila hidup ini lebih baik untukku. Dan wafatkanlah aku, bila memang kematian lebih baik untukku”. HR. Bukhari dan Muslim.Hadits ini mengajarkan pada kita untuk tetap berpikir jernih, seberat apapun ujian. Belum tentu juga kematian yang disegerakan itu solusi terbaik. Maka yang paling tepat adalah memasrahkan nasib kepada Allah ta’ala. Terserah Dia apa yang bakal ditentukan oleh-Nya.Kita semua mengetahui bahwa setelah kehidupan dunia ini masih ada kehidupan lain. Justru kehidupan kedua itu lebih lama. Yakni kehidupan akhirat. Di sana bakal berujung hanya kepada salah satu dari dua kondisi. Kebahagiaan abadi atau kesengsaraan abadi. Rapor kehidupan kita di dunia akan sangat berperan untuk menentukan nasib kita di akhirat.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “لاَ يَتَمَنَّى أَحَدُكُمُ المَوْتَ؛ إِمَّا مُحْسِنًا فَلَعَلَّهُ يَزْدَادُ، وَإِمَّا مُسِيئًا فَلَعَلَّهُ يَسْتَعْتِبُ“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seseorang tidak boleh menginginkan segera mati. Sebab bila dia orang salih, maka ia bisa menambah amal kebaikan. Sebaliknya bila ia bergelimang dosa, maka ia bisa bertaubat”. HR. Bukhari.Dalam riwayat lain disebutkan,“لَا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ، وَلَا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ، إِنَّهُ إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ، وَإِنَّهُ لَا يَزِيدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلَّا خَيْرًا““Seseorang tidak boleh menginginkan segera mati. Tidak boleh ia meminta kematian sebelum waktunya. Sesungguhnya bila ia mati, maka amalannya bakal terputus. Orang yang beriman itu semakin panjang umurnya, maka akan semakin banyak amal salihnya”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyalllahu ‘anhu.Dikisahkan ada dua orang masuk Islam di zaman Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam. Katakanlah si A dan si B. Tidak lama kemudian si A mati syahid di medan perang. Sedangkan si B wafat setahun kemudian. Salah satu sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang bernama Thalhah bermimpi melihat surga. Ia menyaksikan si B masuk surga duluan sebelum si A. Ia pun keheranan. Pagi harinya ia ceritakan mimpi itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka beliaupun bersabda,“أَلَيْسَ قَدْ صَامَ بَعْدَهُ رَمَضَانَ! وَصَلَّى سِتَّةَ آلافِ رَكْعَةٍ أَوْ كَذَا وَكَذَا رَكْعَةً! صَلاةَ السَّنَةِ““Bukankah setelah wafatnya si A, si B masih bisa berpuasa Ramadhan sekali lagi? Dia juga menunaikan 6000 raka’at shalat selama setahun?”. HR. Ahmad dan isnadnya dinilai hasan oleh al-‘Ajluniy.@ Kereta Api Bogowonto Yogyakarta-Purwokerto, 28 Shafar 1440 / 6 Nopember 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No108: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 2Next Khutbah Jumat: CINTA RASUL shallallahu ‘alaihi wasallam PADA UMMATNYA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


PENGIN CEPAT MATI Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MABeratnya ujian hidup, semisal sakit parah atau ekonomi sulit, terkadang membuat seseorang putus asa. Merasa tidak kuat hidup. Ingin segera diwafatkan. Dengan asumsi penderitaannya bakal berakhir.Bolehkah seorang muslim memiliki keinginan seperti itu? Mari kita simak hadits sahih berikut ini:عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لاَ يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمُ المَوْتَ مِنْ ضُرٍّ أَصَابَهُ، فَإِنْ كَانَ لاَ بُدَّ فَاعِلًا، فَلْيَقُلْ: اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الوَفَاةُ خَيْرًا لِي”Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh seseorang menginginkan segera diwafatkan, hanya lantaran kesusahan duniawi yang dialaminya. Jika amat terpaksa, hendaklah ia berdoa, “Ya Allah panjangkan umurku, bila hidup ini lebih baik untukku. Dan wafatkanlah aku, bila memang kematian lebih baik untukku”. HR. Bukhari dan Muslim.Hadits ini mengajarkan pada kita untuk tetap berpikir jernih, seberat apapun ujian. Belum tentu juga kematian yang disegerakan itu solusi terbaik. Maka yang paling tepat adalah memasrahkan nasib kepada Allah ta’ala. Terserah Dia apa yang bakal ditentukan oleh-Nya.Kita semua mengetahui bahwa setelah kehidupan dunia ini masih ada kehidupan lain. Justru kehidupan kedua itu lebih lama. Yakni kehidupan akhirat. Di sana bakal berujung hanya kepada salah satu dari dua kondisi. Kebahagiaan abadi atau kesengsaraan abadi. Rapor kehidupan kita di dunia akan sangat berperan untuk menentukan nasib kita di akhirat.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “لاَ يَتَمَنَّى أَحَدُكُمُ المَوْتَ؛ إِمَّا مُحْسِنًا فَلَعَلَّهُ يَزْدَادُ، وَإِمَّا مُسِيئًا فَلَعَلَّهُ يَسْتَعْتِبُ“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seseorang tidak boleh menginginkan segera mati. Sebab bila dia orang salih, maka ia bisa menambah amal kebaikan. Sebaliknya bila ia bergelimang dosa, maka ia bisa bertaubat”. HR. Bukhari.Dalam riwayat lain disebutkan,“لَا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ، وَلَا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ، إِنَّهُ إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ، وَإِنَّهُ لَا يَزِيدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلَّا خَيْرًا““Seseorang tidak boleh menginginkan segera mati. Tidak boleh ia meminta kematian sebelum waktunya. Sesungguhnya bila ia mati, maka amalannya bakal terputus. Orang yang beriman itu semakin panjang umurnya, maka akan semakin banyak amal salihnya”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyalllahu ‘anhu.Dikisahkan ada dua orang masuk Islam di zaman Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam. Katakanlah si A dan si B. Tidak lama kemudian si A mati syahid di medan perang. Sedangkan si B wafat setahun kemudian. Salah satu sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang bernama Thalhah bermimpi melihat surga. Ia menyaksikan si B masuk surga duluan sebelum si A. Ia pun keheranan. Pagi harinya ia ceritakan mimpi itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka beliaupun bersabda,“أَلَيْسَ قَدْ صَامَ بَعْدَهُ رَمَضَانَ! وَصَلَّى سِتَّةَ آلافِ رَكْعَةٍ أَوْ كَذَا وَكَذَا رَكْعَةً! صَلاةَ السَّنَةِ““Bukankah setelah wafatnya si A, si B masih bisa berpuasa Ramadhan sekali lagi? Dia juga menunaikan 6000 raka’at shalat selama setahun?”. HR. Ahmad dan isnadnya dinilai hasan oleh al-‘Ajluniy.@ Kereta Api Bogowonto Yogyakarta-Purwokerto, 28 Shafar 1440 / 6 Nopember 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No108: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 2Next Khutbah Jumat: CINTA RASUL shallallahu ‘alaihi wasallam PADA UMMATNYA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Khutbah Jumat: CINTA RASUL shallallahu ‘alaihi wasallam PADA UMMATNYA

CINTA RASUL shallallahu ‘alaihi wasallam PADA UMMATNYAOleh: Abdullah Zaen, Lc., MAKhutbah Jum’at di Masjid Agung Darussalam Purbalingga, 15 Rabi’ul Awwawl 1440 H / 23 Nopember 2018KHUTBAH PERTAMA:إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ”.“يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً”.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً”.أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.Jama’ah Jum’at rahimakumullah…Mari kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala dengan ketaqwaan yang sebenar-benarnya; yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam.Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…“Witing Tresno Jalaran Soko Kulino”. Begitu peribahasa Jawa mengungkapkan bahwa perasaan cinta akan tumbuh karena seringnya pertemuan. Ungkapan tersebut kalau diartikan dalam Bahasa Indonesia menjadi “Cinta tumbuh karena terbiasa”. Terbiasa bertemu, terbiasa duduk bersama, terbiasa bercakap-cakap, juga beragam terbiasa lainnya. Walau mungkin di awal, cinta itu belum tumbuh, tapi karena faktor terbiasa tadi, akhirnya cinta itupun mulai tumbuh.Namun bagaimana halnya, bila ada orang yang sangat mencintai kita, padahal ia tidak pernah bertemu kita. Bahkan beda zaman sekian belas abad sebelum kita? Bisa dipastikan tentu dia adalah manusia tulus yang sangat mulia. Beliau tidak lain dan tidak bukan adalah Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى الْمَقْبُرَةَ، فَقَالَ: “السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، وَدِدْتُ أَنَّا قَدْ رَأَيْنَا إِخْوَانَنَا” قَالُوا: “أَوَلَسْنَا إِخْوَانَكَ، يَا رَسُولَ اللهِ؟” قَالَ: “أَنْتُمْ أَصْحَابِي، وَإِخْوَانُنَا الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ”“Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berziarah kubur. Beliau berdoa, “Semoga keselamatan terlimpahkan kepada kalian wahai kaum mukminin. InsyaAllah kami akan menyusul kalian. Aku ingin sekali kita melihat saudara-saudara kita”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bukankah kami adalah saudara-saudaramu?”. Beliau menjawab, “Kalian adalah para sahabatku. Sedangkan saudara-saudara kita, mereka belum tiba saat ini”. HR. Muslim.Dalam riwayat lain disebutkan,“إِخْوَانِي الَّذِينَ آمَنُوا بِي وَلَمْ يَرَوْنِي ““Saudara-saudaraku adalah mereka yang beriman padaku, padahal mereka belum pernah melihatku”. HR. Ahmad dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dan dinilai hasan lighairihi oleh al-Arna’uth.Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati…Kecintaan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bukan sekedar kata yang tersungging di lisan. Namun terlihat jelas dalam keseharian beliau. Salah satu buktinya, beliau tidak pernah lupa untuk mendoakan ummatnya di setiap shalatnya.Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha bercerita,لَمَّا رَأَيْتُ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طِيبَ نَفْسٍ، قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، ادْعُ اللَّهَ لِي، فَقَالَ: «اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَائِشَةَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنَبِهَا وَمَا تَأَخَّرَ، مَا أَسَرَّتْ وَمَا أَعْلَنَتْ»، فَضَحِكَتْ عَائِشَةُ حَتَّى سَقَطَ رَأْسُهَا فِي حِجْرِهَا مِنَ الضَّحِكِ، قَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَيَسُرُّكِ دُعَائِي؟ »، فَقَالَتْ: وَمَا لِي لَا يَسُرُّنِي دُعَاؤُكَ فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَاللَّهِ إِنَّهَا لَدُعَائِي لِأُمَّتِي فِي كُلِّ صَلَاةٍ»Suatu saat aku melihat suasana hati Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang nyaman. Akupun berkata, “Wahai Rasulullah, doakan aku”. Maka beliaupun berkata, “Ya Allah, ampunilah dosa Aisyah yang telah lampau dan yang akan datang. Juga dosa yang tak terlihat maupun yang terlihat”. Aisyah tersenyum amat bahagia sambil tertunduk haru. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Apakah doaku membuatmu bahagia?”. Dia menjawab, “Bagaimana mungkin aku tidak bahagia dengan doamu?”. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Demi Allah, itulah doa yang selalu kupanjatkan untuk ummatku dalam setiap shalatku”. HR. Ibn Hibban dan dinyatakan hasan oleh al-Albaniy.Allahu akbar, seperti itulah perhatian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada kita. Di saat banyak dari kita justru sering lupa untuk mendoakan beliau. Melewatkan banyak hari tanpa mengucapkan shalawat walau sekali untuk beliau.Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah…Begitu cintanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada ummatnya, hingga sesuatu teristimewa yang dimilikinya pun diberikan untuk ummatnya.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لِكُلِّ نَبِيٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ، فَتَعَجَّلَ كُلُّ نَبِيٍّ دَعْوَتَهُ، وَإِنِّي اخْتَبَأْتُ دَعْوَتِي شَفَاعَةً لِأُمَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَهِيَ نَائِلَةٌ إِنْ شَاءَ اللهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِي لَا يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا»Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu menuturkan, bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda, ”Setiap nabi dikaruniai doa yang mustajab. Masing-masing mereka telah menggunakan doa tersebut. Adapun aku, maka kusimpan doaku sebagai syafaat untuk ummatku di hari kiamat. Setiap ummatku yang wafat dalam keadaan tidak mempersekutukan Allah dengan suatu apapun, dia akan memperoleh syafaat tersebut insyaAllah”. HR. Bukhari dan Muslim dengan redaksi Muslim.Bandingkan dengan kita bila mendapat peluang doa mustajab. Kira-kira akan kita manfaatkan untuk apa? Untuk kepentingan pribadi kita? Meminta rumah, kendaraan, pasangan, harta melimpah, tanah sawah? Ataukah kita gunakan untuk mendoakan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam?Suasana di padang mahsyar begitu mencekam. Semua nabi dan rasul ‘alaihimus salam angkat tangan. Tidak kuasa membantu ummat manusia. Maka merekapun berbondong-bondong menemui Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, untuk memohon bantuannya. Beliau bergegas sujud di bawah Arsy seraya memuja dan memuji Allah. Setelah sekian lama, Allah ta’ala berfirman,“يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ سَلْ تُعْطَهْ، وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ فَأَرْفَعُ رَأْسِي، فَأَقُولُ: “أُمَّتِي يَا رَبِّ، أُمَّتِي يَا رَبِّ، أُمَّتِي يَا رَبّ”ِ، فَيُقَالُ: يَا مُحَمَّدُ أَدْخِلْ مِنْ أُمَّتِكَ مَنْ لاَ حِسَابَ عَلَيْهِمْ مِنَ البَابِ الأَيْمَنِ مِنْ أَبْوَابِ الجَنَّةِ“Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu. Mintalah, pasti dikabulkan. Silahkan berikan syafaatmu”. Maka beliaupun berkata, “Ummatku wahai Rabbi.. Ummatku wahai Rabbi.. Ummatku wahai Rabbi..”. Dijawablah, “Wahai Muhammad persilahkan sebagian ummatmu yang tidak menjalani proses hisab untuk masuk surga lewat pintu sebelah kanan”. HR. Bukhari.Semoga kita termasuk golongan tersebut…أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم. KHUTBAH KEDUA:اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ وَالعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِيْنَ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى المَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَحُجَّةً عَلَى الخَلْقِ أَجْمَعِيْنَ مَا مِنْ خَيْرٍ إِلَّا وَدَلَّنَا عَلَيْهِ وَمَا مِنْ شَرٍّ إِلَّا وَحَذَّرَنَا مِنْهُ صَلَوَاتُ رَبِّي وَسَلَامَةُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيْنَ وَصَحَابَتِهِ المَيَامِيْنِ وَعَلَى مَنِ اقْتَفَى أَثَرَهُمْ وَسَارَ عَلَى هَدْيِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ.أَمَّا بَعْدُ :Ibadallah,Masih banyak potret kecintaan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada ummatnya. Tidak mungkin semuanya dikupas dalam khutbah yang singkat ini. Namun hal terpenting yang harus kita camkan adalah, sudahkah kita mencintai beliau sebagaimana beliau mencintai kita? Kemudian apa bukti kecintaan kita kepada beliau?Jangan sampai kita malah membalas cinta beliau dengan melakukan hal-hal yang membuat beliau tidak berkenan. Bahkan mungkin marah. Walaupun dengan dalih dalam rangka mengungkapkan kecintaan kepada beliau.Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam mengingatkan,“لَيَرِدَنَّ عَلَيَّ أَقْوَامٌ أَعْرِفُهُمْ وَيَعْرِفُونِي، ثُمَّ يُحَالُ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ … فَأَقُولُ: إِنَّهُمْ مِنِّي!. فَيُقَالُ: إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ! فَأَقُولُ: “سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ غَيَّرَ بَعْدِي”. “Akan datang ke (telaga)ku orang-orang yang kukenal dan mereka mengenaliku, namun kemudian mereka terhalang dariku” … Akupun berkata, “Mereka adalah bagian dariku!”.Dijawab, “Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan setelah engkau (meninggal dunia)”.Aku berkata, “Menjauhlah orang-orang yang mengubah-ubah (agamaku) sesudahku!”. HR. Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu. هذا؛ وصلوا وسلموا –رحمكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً”. اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد, اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرينربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيمربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهابربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب الناروصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدينوآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين. أقيموا الصلاة… ✍ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 15 Rabi’ul Awwawl 1440 H / 23 Nopember 2018 Post navigation Previous PENGIN CEPAT MATINext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 109: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Khutbah Jumat: CINTA RASUL shallallahu ‘alaihi wasallam PADA UMMATNYA

CINTA RASUL shallallahu ‘alaihi wasallam PADA UMMATNYAOleh: Abdullah Zaen, Lc., MAKhutbah Jum’at di Masjid Agung Darussalam Purbalingga, 15 Rabi’ul Awwawl 1440 H / 23 Nopember 2018KHUTBAH PERTAMA:إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ”.“يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً”.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً”.أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.Jama’ah Jum’at rahimakumullah…Mari kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala dengan ketaqwaan yang sebenar-benarnya; yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam.Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…“Witing Tresno Jalaran Soko Kulino”. Begitu peribahasa Jawa mengungkapkan bahwa perasaan cinta akan tumbuh karena seringnya pertemuan. Ungkapan tersebut kalau diartikan dalam Bahasa Indonesia menjadi “Cinta tumbuh karena terbiasa”. Terbiasa bertemu, terbiasa duduk bersama, terbiasa bercakap-cakap, juga beragam terbiasa lainnya. Walau mungkin di awal, cinta itu belum tumbuh, tapi karena faktor terbiasa tadi, akhirnya cinta itupun mulai tumbuh.Namun bagaimana halnya, bila ada orang yang sangat mencintai kita, padahal ia tidak pernah bertemu kita. Bahkan beda zaman sekian belas abad sebelum kita? Bisa dipastikan tentu dia adalah manusia tulus yang sangat mulia. Beliau tidak lain dan tidak bukan adalah Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى الْمَقْبُرَةَ، فَقَالَ: “السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، وَدِدْتُ أَنَّا قَدْ رَأَيْنَا إِخْوَانَنَا” قَالُوا: “أَوَلَسْنَا إِخْوَانَكَ، يَا رَسُولَ اللهِ؟” قَالَ: “أَنْتُمْ أَصْحَابِي، وَإِخْوَانُنَا الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ”“Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berziarah kubur. Beliau berdoa, “Semoga keselamatan terlimpahkan kepada kalian wahai kaum mukminin. InsyaAllah kami akan menyusul kalian. Aku ingin sekali kita melihat saudara-saudara kita”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bukankah kami adalah saudara-saudaramu?”. Beliau menjawab, “Kalian adalah para sahabatku. Sedangkan saudara-saudara kita, mereka belum tiba saat ini”. HR. Muslim.Dalam riwayat lain disebutkan,“إِخْوَانِي الَّذِينَ آمَنُوا بِي وَلَمْ يَرَوْنِي ““Saudara-saudaraku adalah mereka yang beriman padaku, padahal mereka belum pernah melihatku”. HR. Ahmad dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dan dinilai hasan lighairihi oleh al-Arna’uth.Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati…Kecintaan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bukan sekedar kata yang tersungging di lisan. Namun terlihat jelas dalam keseharian beliau. Salah satu buktinya, beliau tidak pernah lupa untuk mendoakan ummatnya di setiap shalatnya.Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha bercerita,لَمَّا رَأَيْتُ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طِيبَ نَفْسٍ، قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، ادْعُ اللَّهَ لِي، فَقَالَ: «اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَائِشَةَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنَبِهَا وَمَا تَأَخَّرَ، مَا أَسَرَّتْ وَمَا أَعْلَنَتْ»، فَضَحِكَتْ عَائِشَةُ حَتَّى سَقَطَ رَأْسُهَا فِي حِجْرِهَا مِنَ الضَّحِكِ، قَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَيَسُرُّكِ دُعَائِي؟ »، فَقَالَتْ: وَمَا لِي لَا يَسُرُّنِي دُعَاؤُكَ فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَاللَّهِ إِنَّهَا لَدُعَائِي لِأُمَّتِي فِي كُلِّ صَلَاةٍ»Suatu saat aku melihat suasana hati Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang nyaman. Akupun berkata, “Wahai Rasulullah, doakan aku”. Maka beliaupun berkata, “Ya Allah, ampunilah dosa Aisyah yang telah lampau dan yang akan datang. Juga dosa yang tak terlihat maupun yang terlihat”. Aisyah tersenyum amat bahagia sambil tertunduk haru. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Apakah doaku membuatmu bahagia?”. Dia menjawab, “Bagaimana mungkin aku tidak bahagia dengan doamu?”. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Demi Allah, itulah doa yang selalu kupanjatkan untuk ummatku dalam setiap shalatku”. HR. Ibn Hibban dan dinyatakan hasan oleh al-Albaniy.Allahu akbar, seperti itulah perhatian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada kita. Di saat banyak dari kita justru sering lupa untuk mendoakan beliau. Melewatkan banyak hari tanpa mengucapkan shalawat walau sekali untuk beliau.Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah…Begitu cintanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada ummatnya, hingga sesuatu teristimewa yang dimilikinya pun diberikan untuk ummatnya.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لِكُلِّ نَبِيٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ، فَتَعَجَّلَ كُلُّ نَبِيٍّ دَعْوَتَهُ، وَإِنِّي اخْتَبَأْتُ دَعْوَتِي شَفَاعَةً لِأُمَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَهِيَ نَائِلَةٌ إِنْ شَاءَ اللهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِي لَا يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا»Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu menuturkan, bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda, ”Setiap nabi dikaruniai doa yang mustajab. Masing-masing mereka telah menggunakan doa tersebut. Adapun aku, maka kusimpan doaku sebagai syafaat untuk ummatku di hari kiamat. Setiap ummatku yang wafat dalam keadaan tidak mempersekutukan Allah dengan suatu apapun, dia akan memperoleh syafaat tersebut insyaAllah”. HR. Bukhari dan Muslim dengan redaksi Muslim.Bandingkan dengan kita bila mendapat peluang doa mustajab. Kira-kira akan kita manfaatkan untuk apa? Untuk kepentingan pribadi kita? Meminta rumah, kendaraan, pasangan, harta melimpah, tanah sawah? Ataukah kita gunakan untuk mendoakan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam?Suasana di padang mahsyar begitu mencekam. Semua nabi dan rasul ‘alaihimus salam angkat tangan. Tidak kuasa membantu ummat manusia. Maka merekapun berbondong-bondong menemui Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, untuk memohon bantuannya. Beliau bergegas sujud di bawah Arsy seraya memuja dan memuji Allah. Setelah sekian lama, Allah ta’ala berfirman,“يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ سَلْ تُعْطَهْ، وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ فَأَرْفَعُ رَأْسِي، فَأَقُولُ: “أُمَّتِي يَا رَبِّ، أُمَّتِي يَا رَبِّ، أُمَّتِي يَا رَبّ”ِ، فَيُقَالُ: يَا مُحَمَّدُ أَدْخِلْ مِنْ أُمَّتِكَ مَنْ لاَ حِسَابَ عَلَيْهِمْ مِنَ البَابِ الأَيْمَنِ مِنْ أَبْوَابِ الجَنَّةِ“Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu. Mintalah, pasti dikabulkan. Silahkan berikan syafaatmu”. Maka beliaupun berkata, “Ummatku wahai Rabbi.. Ummatku wahai Rabbi.. Ummatku wahai Rabbi..”. Dijawablah, “Wahai Muhammad persilahkan sebagian ummatmu yang tidak menjalani proses hisab untuk masuk surga lewat pintu sebelah kanan”. HR. Bukhari.Semoga kita termasuk golongan tersebut…أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم. KHUTBAH KEDUA:اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ وَالعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِيْنَ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى المَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَحُجَّةً عَلَى الخَلْقِ أَجْمَعِيْنَ مَا مِنْ خَيْرٍ إِلَّا وَدَلَّنَا عَلَيْهِ وَمَا مِنْ شَرٍّ إِلَّا وَحَذَّرَنَا مِنْهُ صَلَوَاتُ رَبِّي وَسَلَامَةُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيْنَ وَصَحَابَتِهِ المَيَامِيْنِ وَعَلَى مَنِ اقْتَفَى أَثَرَهُمْ وَسَارَ عَلَى هَدْيِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ.أَمَّا بَعْدُ :Ibadallah,Masih banyak potret kecintaan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada ummatnya. Tidak mungkin semuanya dikupas dalam khutbah yang singkat ini. Namun hal terpenting yang harus kita camkan adalah, sudahkah kita mencintai beliau sebagaimana beliau mencintai kita? Kemudian apa bukti kecintaan kita kepada beliau?Jangan sampai kita malah membalas cinta beliau dengan melakukan hal-hal yang membuat beliau tidak berkenan. Bahkan mungkin marah. Walaupun dengan dalih dalam rangka mengungkapkan kecintaan kepada beliau.Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam mengingatkan,“لَيَرِدَنَّ عَلَيَّ أَقْوَامٌ أَعْرِفُهُمْ وَيَعْرِفُونِي، ثُمَّ يُحَالُ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ … فَأَقُولُ: إِنَّهُمْ مِنِّي!. فَيُقَالُ: إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ! فَأَقُولُ: “سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ غَيَّرَ بَعْدِي”. “Akan datang ke (telaga)ku orang-orang yang kukenal dan mereka mengenaliku, namun kemudian mereka terhalang dariku” … Akupun berkata, “Mereka adalah bagian dariku!”.Dijawab, “Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan setelah engkau (meninggal dunia)”.Aku berkata, “Menjauhlah orang-orang yang mengubah-ubah (agamaku) sesudahku!”. HR. Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu. هذا؛ وصلوا وسلموا –رحمكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً”. اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد, اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرينربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيمربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهابربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب الناروصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدينوآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين. أقيموا الصلاة… ✍ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 15 Rabi’ul Awwawl 1440 H / 23 Nopember 2018 Post navigation Previous PENGIN CEPAT MATINext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 109: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
CINTA RASUL shallallahu ‘alaihi wasallam PADA UMMATNYAOleh: Abdullah Zaen, Lc., MAKhutbah Jum’at di Masjid Agung Darussalam Purbalingga, 15 Rabi’ul Awwawl 1440 H / 23 Nopember 2018KHUTBAH PERTAMA:إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ”.“يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً”.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً”.أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.Jama’ah Jum’at rahimakumullah…Mari kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala dengan ketaqwaan yang sebenar-benarnya; yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam.Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…“Witing Tresno Jalaran Soko Kulino”. Begitu peribahasa Jawa mengungkapkan bahwa perasaan cinta akan tumbuh karena seringnya pertemuan. Ungkapan tersebut kalau diartikan dalam Bahasa Indonesia menjadi “Cinta tumbuh karena terbiasa”. Terbiasa bertemu, terbiasa duduk bersama, terbiasa bercakap-cakap, juga beragam terbiasa lainnya. Walau mungkin di awal, cinta itu belum tumbuh, tapi karena faktor terbiasa tadi, akhirnya cinta itupun mulai tumbuh.Namun bagaimana halnya, bila ada orang yang sangat mencintai kita, padahal ia tidak pernah bertemu kita. Bahkan beda zaman sekian belas abad sebelum kita? Bisa dipastikan tentu dia adalah manusia tulus yang sangat mulia. Beliau tidak lain dan tidak bukan adalah Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى الْمَقْبُرَةَ، فَقَالَ: “السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، وَدِدْتُ أَنَّا قَدْ رَأَيْنَا إِخْوَانَنَا” قَالُوا: “أَوَلَسْنَا إِخْوَانَكَ، يَا رَسُولَ اللهِ؟” قَالَ: “أَنْتُمْ أَصْحَابِي، وَإِخْوَانُنَا الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ”“Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berziarah kubur. Beliau berdoa, “Semoga keselamatan terlimpahkan kepada kalian wahai kaum mukminin. InsyaAllah kami akan menyusul kalian. Aku ingin sekali kita melihat saudara-saudara kita”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bukankah kami adalah saudara-saudaramu?”. Beliau menjawab, “Kalian adalah para sahabatku. Sedangkan saudara-saudara kita, mereka belum tiba saat ini”. HR. Muslim.Dalam riwayat lain disebutkan,“إِخْوَانِي الَّذِينَ آمَنُوا بِي وَلَمْ يَرَوْنِي ““Saudara-saudaraku adalah mereka yang beriman padaku, padahal mereka belum pernah melihatku”. HR. Ahmad dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dan dinilai hasan lighairihi oleh al-Arna’uth.Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati…Kecintaan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bukan sekedar kata yang tersungging di lisan. Namun terlihat jelas dalam keseharian beliau. Salah satu buktinya, beliau tidak pernah lupa untuk mendoakan ummatnya di setiap shalatnya.Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha bercerita,لَمَّا رَأَيْتُ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طِيبَ نَفْسٍ، قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، ادْعُ اللَّهَ لِي، فَقَالَ: «اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَائِشَةَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنَبِهَا وَمَا تَأَخَّرَ، مَا أَسَرَّتْ وَمَا أَعْلَنَتْ»، فَضَحِكَتْ عَائِشَةُ حَتَّى سَقَطَ رَأْسُهَا فِي حِجْرِهَا مِنَ الضَّحِكِ، قَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَيَسُرُّكِ دُعَائِي؟ »، فَقَالَتْ: وَمَا لِي لَا يَسُرُّنِي دُعَاؤُكَ فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَاللَّهِ إِنَّهَا لَدُعَائِي لِأُمَّتِي فِي كُلِّ صَلَاةٍ»Suatu saat aku melihat suasana hati Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang nyaman. Akupun berkata, “Wahai Rasulullah, doakan aku”. Maka beliaupun berkata, “Ya Allah, ampunilah dosa Aisyah yang telah lampau dan yang akan datang. Juga dosa yang tak terlihat maupun yang terlihat”. Aisyah tersenyum amat bahagia sambil tertunduk haru. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Apakah doaku membuatmu bahagia?”. Dia menjawab, “Bagaimana mungkin aku tidak bahagia dengan doamu?”. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Demi Allah, itulah doa yang selalu kupanjatkan untuk ummatku dalam setiap shalatku”. HR. Ibn Hibban dan dinyatakan hasan oleh al-Albaniy.Allahu akbar, seperti itulah perhatian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada kita. Di saat banyak dari kita justru sering lupa untuk mendoakan beliau. Melewatkan banyak hari tanpa mengucapkan shalawat walau sekali untuk beliau.Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah…Begitu cintanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada ummatnya, hingga sesuatu teristimewa yang dimilikinya pun diberikan untuk ummatnya.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لِكُلِّ نَبِيٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ، فَتَعَجَّلَ كُلُّ نَبِيٍّ دَعْوَتَهُ، وَإِنِّي اخْتَبَأْتُ دَعْوَتِي شَفَاعَةً لِأُمَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَهِيَ نَائِلَةٌ إِنْ شَاءَ اللهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِي لَا يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا»Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu menuturkan, bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda, ”Setiap nabi dikaruniai doa yang mustajab. Masing-masing mereka telah menggunakan doa tersebut. Adapun aku, maka kusimpan doaku sebagai syafaat untuk ummatku di hari kiamat. Setiap ummatku yang wafat dalam keadaan tidak mempersekutukan Allah dengan suatu apapun, dia akan memperoleh syafaat tersebut insyaAllah”. HR. Bukhari dan Muslim dengan redaksi Muslim.Bandingkan dengan kita bila mendapat peluang doa mustajab. Kira-kira akan kita manfaatkan untuk apa? Untuk kepentingan pribadi kita? Meminta rumah, kendaraan, pasangan, harta melimpah, tanah sawah? Ataukah kita gunakan untuk mendoakan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam?Suasana di padang mahsyar begitu mencekam. Semua nabi dan rasul ‘alaihimus salam angkat tangan. Tidak kuasa membantu ummat manusia. Maka merekapun berbondong-bondong menemui Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, untuk memohon bantuannya. Beliau bergegas sujud di bawah Arsy seraya memuja dan memuji Allah. Setelah sekian lama, Allah ta’ala berfirman,“يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ سَلْ تُعْطَهْ، وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ فَأَرْفَعُ رَأْسِي، فَأَقُولُ: “أُمَّتِي يَا رَبِّ، أُمَّتِي يَا رَبِّ، أُمَّتِي يَا رَبّ”ِ، فَيُقَالُ: يَا مُحَمَّدُ أَدْخِلْ مِنْ أُمَّتِكَ مَنْ لاَ حِسَابَ عَلَيْهِمْ مِنَ البَابِ الأَيْمَنِ مِنْ أَبْوَابِ الجَنَّةِ“Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu. Mintalah, pasti dikabulkan. Silahkan berikan syafaatmu”. Maka beliaupun berkata, “Ummatku wahai Rabbi.. Ummatku wahai Rabbi.. Ummatku wahai Rabbi..”. Dijawablah, “Wahai Muhammad persilahkan sebagian ummatmu yang tidak menjalani proses hisab untuk masuk surga lewat pintu sebelah kanan”. HR. Bukhari.Semoga kita termasuk golongan tersebut…أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم. KHUTBAH KEDUA:اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ وَالعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِيْنَ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى المَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَحُجَّةً عَلَى الخَلْقِ أَجْمَعِيْنَ مَا مِنْ خَيْرٍ إِلَّا وَدَلَّنَا عَلَيْهِ وَمَا مِنْ شَرٍّ إِلَّا وَحَذَّرَنَا مِنْهُ صَلَوَاتُ رَبِّي وَسَلَامَةُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيْنَ وَصَحَابَتِهِ المَيَامِيْنِ وَعَلَى مَنِ اقْتَفَى أَثَرَهُمْ وَسَارَ عَلَى هَدْيِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ.أَمَّا بَعْدُ :Ibadallah,Masih banyak potret kecintaan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada ummatnya. Tidak mungkin semuanya dikupas dalam khutbah yang singkat ini. Namun hal terpenting yang harus kita camkan adalah, sudahkah kita mencintai beliau sebagaimana beliau mencintai kita? Kemudian apa bukti kecintaan kita kepada beliau?Jangan sampai kita malah membalas cinta beliau dengan melakukan hal-hal yang membuat beliau tidak berkenan. Bahkan mungkin marah. Walaupun dengan dalih dalam rangka mengungkapkan kecintaan kepada beliau.Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam mengingatkan,“لَيَرِدَنَّ عَلَيَّ أَقْوَامٌ أَعْرِفُهُمْ وَيَعْرِفُونِي، ثُمَّ يُحَالُ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ … فَأَقُولُ: إِنَّهُمْ مِنِّي!. فَيُقَالُ: إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ! فَأَقُولُ: “سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ غَيَّرَ بَعْدِي”. “Akan datang ke (telaga)ku orang-orang yang kukenal dan mereka mengenaliku, namun kemudian mereka terhalang dariku” … Akupun berkata, “Mereka adalah bagian dariku!”.Dijawab, “Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan setelah engkau (meninggal dunia)”.Aku berkata, “Menjauhlah orang-orang yang mengubah-ubah (agamaku) sesudahku!”. HR. Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu. هذا؛ وصلوا وسلموا –رحمكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً”. اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد, اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرينربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيمربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهابربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب الناروصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدينوآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين. أقيموا الصلاة… ✍ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 15 Rabi’ul Awwawl 1440 H / 23 Nopember 2018 Post navigation Previous PENGIN CEPAT MATINext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 109: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


CINTA RASUL shallallahu ‘alaihi wasallam PADA UMMATNYAOleh: Abdullah Zaen, Lc., MAKhutbah Jum’at di Masjid Agung Darussalam Purbalingga, 15 Rabi’ul Awwawl 1440 H / 23 Nopember 2018KHUTBAH PERTAMA:إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ”.“يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً”.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً”.أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.Jama’ah Jum’at rahimakumullah…Mari kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala dengan ketaqwaan yang sebenar-benarnya; yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam.Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…“Witing Tresno Jalaran Soko Kulino”. Begitu peribahasa Jawa mengungkapkan bahwa perasaan cinta akan tumbuh karena seringnya pertemuan. Ungkapan tersebut kalau diartikan dalam Bahasa Indonesia menjadi “Cinta tumbuh karena terbiasa”. Terbiasa bertemu, terbiasa duduk bersama, terbiasa bercakap-cakap, juga beragam terbiasa lainnya. Walau mungkin di awal, cinta itu belum tumbuh, tapi karena faktor terbiasa tadi, akhirnya cinta itupun mulai tumbuh.Namun bagaimana halnya, bila ada orang yang sangat mencintai kita, padahal ia tidak pernah bertemu kita. Bahkan beda zaman sekian belas abad sebelum kita? Bisa dipastikan tentu dia adalah manusia tulus yang sangat mulia. Beliau tidak lain dan tidak bukan adalah Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى الْمَقْبُرَةَ، فَقَالَ: “السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، وَدِدْتُ أَنَّا قَدْ رَأَيْنَا إِخْوَانَنَا” قَالُوا: “أَوَلَسْنَا إِخْوَانَكَ، يَا رَسُولَ اللهِ؟” قَالَ: “أَنْتُمْ أَصْحَابِي، وَإِخْوَانُنَا الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ”“Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berziarah kubur. Beliau berdoa, “Semoga keselamatan terlimpahkan kepada kalian wahai kaum mukminin. InsyaAllah kami akan menyusul kalian. Aku ingin sekali kita melihat saudara-saudara kita”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bukankah kami adalah saudara-saudaramu?”. Beliau menjawab, “Kalian adalah para sahabatku. Sedangkan saudara-saudara kita, mereka belum tiba saat ini”. HR. Muslim.Dalam riwayat lain disebutkan,“إِخْوَانِي الَّذِينَ آمَنُوا بِي وَلَمْ يَرَوْنِي ““Saudara-saudaraku adalah mereka yang beriman padaku, padahal mereka belum pernah melihatku”. HR. Ahmad dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dan dinilai hasan lighairihi oleh al-Arna’uth.Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati…Kecintaan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bukan sekedar kata yang tersungging di lisan. Namun terlihat jelas dalam keseharian beliau. Salah satu buktinya, beliau tidak pernah lupa untuk mendoakan ummatnya di setiap shalatnya.Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha bercerita,لَمَّا رَأَيْتُ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طِيبَ نَفْسٍ، قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، ادْعُ اللَّهَ لِي، فَقَالَ: «اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَائِشَةَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنَبِهَا وَمَا تَأَخَّرَ، مَا أَسَرَّتْ وَمَا أَعْلَنَتْ»، فَضَحِكَتْ عَائِشَةُ حَتَّى سَقَطَ رَأْسُهَا فِي حِجْرِهَا مِنَ الضَّحِكِ، قَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَيَسُرُّكِ دُعَائِي؟ »، فَقَالَتْ: وَمَا لِي لَا يَسُرُّنِي دُعَاؤُكَ فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَاللَّهِ إِنَّهَا لَدُعَائِي لِأُمَّتِي فِي كُلِّ صَلَاةٍ»Suatu saat aku melihat suasana hati Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang nyaman. Akupun berkata, “Wahai Rasulullah, doakan aku”. Maka beliaupun berkata, “Ya Allah, ampunilah dosa Aisyah yang telah lampau dan yang akan datang. Juga dosa yang tak terlihat maupun yang terlihat”. Aisyah tersenyum amat bahagia sambil tertunduk haru. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Apakah doaku membuatmu bahagia?”. Dia menjawab, “Bagaimana mungkin aku tidak bahagia dengan doamu?”. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Demi Allah, itulah doa yang selalu kupanjatkan untuk ummatku dalam setiap shalatku”. HR. Ibn Hibban dan dinyatakan hasan oleh al-Albaniy.Allahu akbar, seperti itulah perhatian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada kita. Di saat banyak dari kita justru sering lupa untuk mendoakan beliau. Melewatkan banyak hari tanpa mengucapkan shalawat walau sekali untuk beliau.Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah…Begitu cintanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada ummatnya, hingga sesuatu teristimewa yang dimilikinya pun diberikan untuk ummatnya.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لِكُلِّ نَبِيٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ، فَتَعَجَّلَ كُلُّ نَبِيٍّ دَعْوَتَهُ، وَإِنِّي اخْتَبَأْتُ دَعْوَتِي شَفَاعَةً لِأُمَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَهِيَ نَائِلَةٌ إِنْ شَاءَ اللهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِي لَا يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا»Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu menuturkan, bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda, ”Setiap nabi dikaruniai doa yang mustajab. Masing-masing mereka telah menggunakan doa tersebut. Adapun aku, maka kusimpan doaku sebagai syafaat untuk ummatku di hari kiamat. Setiap ummatku yang wafat dalam keadaan tidak mempersekutukan Allah dengan suatu apapun, dia akan memperoleh syafaat tersebut insyaAllah”. HR. Bukhari dan Muslim dengan redaksi Muslim.Bandingkan dengan kita bila mendapat peluang doa mustajab. Kira-kira akan kita manfaatkan untuk apa? Untuk kepentingan pribadi kita? Meminta rumah, kendaraan, pasangan, harta melimpah, tanah sawah? Ataukah kita gunakan untuk mendoakan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam?Suasana di padang mahsyar begitu mencekam. Semua nabi dan rasul ‘alaihimus salam angkat tangan. Tidak kuasa membantu ummat manusia. Maka merekapun berbondong-bondong menemui Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, untuk memohon bantuannya. Beliau bergegas sujud di bawah Arsy seraya memuja dan memuji Allah. Setelah sekian lama, Allah ta’ala berfirman,“يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ سَلْ تُعْطَهْ، وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ فَأَرْفَعُ رَأْسِي، فَأَقُولُ: “أُمَّتِي يَا رَبِّ، أُمَّتِي يَا رَبِّ، أُمَّتِي يَا رَبّ”ِ، فَيُقَالُ: يَا مُحَمَّدُ أَدْخِلْ مِنْ أُمَّتِكَ مَنْ لاَ حِسَابَ عَلَيْهِمْ مِنَ البَابِ الأَيْمَنِ مِنْ أَبْوَابِ الجَنَّةِ“Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu. Mintalah, pasti dikabulkan. Silahkan berikan syafaatmu”. Maka beliaupun berkata, “Ummatku wahai Rabbi.. Ummatku wahai Rabbi.. Ummatku wahai Rabbi..”. Dijawablah, “Wahai Muhammad persilahkan sebagian ummatmu yang tidak menjalani proses hisab untuk masuk surga lewat pintu sebelah kanan”. HR. Bukhari.Semoga kita termasuk golongan tersebut…أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم. KHUTBAH KEDUA:اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ وَالعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِيْنَ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى المَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَحُجَّةً عَلَى الخَلْقِ أَجْمَعِيْنَ مَا مِنْ خَيْرٍ إِلَّا وَدَلَّنَا عَلَيْهِ وَمَا مِنْ شَرٍّ إِلَّا وَحَذَّرَنَا مِنْهُ صَلَوَاتُ رَبِّي وَسَلَامَةُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيْنَ وَصَحَابَتِهِ المَيَامِيْنِ وَعَلَى مَنِ اقْتَفَى أَثَرَهُمْ وَسَارَ عَلَى هَدْيِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ.أَمَّا بَعْدُ :Ibadallah,Masih banyak potret kecintaan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada ummatnya. Tidak mungkin semuanya dikupas dalam khutbah yang singkat ini. Namun hal terpenting yang harus kita camkan adalah, sudahkah kita mencintai beliau sebagaimana beliau mencintai kita? Kemudian apa bukti kecintaan kita kepada beliau?Jangan sampai kita malah membalas cinta beliau dengan melakukan hal-hal yang membuat beliau tidak berkenan. Bahkan mungkin marah. Walaupun dengan dalih dalam rangka mengungkapkan kecintaan kepada beliau.Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam mengingatkan,“لَيَرِدَنَّ عَلَيَّ أَقْوَامٌ أَعْرِفُهُمْ وَيَعْرِفُونِي، ثُمَّ يُحَالُ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ … فَأَقُولُ: إِنَّهُمْ مِنِّي!. فَيُقَالُ: إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ! فَأَقُولُ: “سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ غَيَّرَ بَعْدِي”. “Akan datang ke (telaga)ku orang-orang yang kukenal dan mereka mengenaliku, namun kemudian mereka terhalang dariku” … Akupun berkata, “Mereka adalah bagian dariku!”.Dijawab, “Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan setelah engkau (meninggal dunia)”.Aku berkata, “Menjauhlah orang-orang yang mengubah-ubah (agamaku) sesudahku!”. HR. Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu. هذا؛ وصلوا وسلموا –رحمكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً”. اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد, اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرينربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيمربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهابربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب الناروصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدينوآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين. أقيموا الصلاة… ✍ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 15 Rabi’ul Awwawl 1440 H / 23 Nopember 2018 Post navigation Previous PENGIN CEPAT MATINext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 109: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 109: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 3

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 109METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bag-3Dengan mengetahui metode pembelajaran yang baik, diharapkan proses pendidikan akan berlangsung setiap waktu, tanpa anak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Di antara metode tersebut:Ketiga: Kisah dan CeritaBercerita adalah salah satu metode terbaik dalam menyampaikan pesan dan hikmah pada putra-putri kita. Bahkan al-Quran sendiri sebagian besar isinya adalah kisah atau cerita. Kisah atau cerita bisa disampaikan pada anak sejak sedini mungkin, bahkan sejak baru lahir anak sudah bisa diceritakan. Tapi perlu dipastikan juga kalau cerita yang disampaikan pada anak kita adalah cerita yang semakin mendekatkan dan mengikatkannya pada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. Ini sangat efektif sebagai sarana untuk menanamkan tauhid dalam diri anak sejak dini.Sejak zaman dulu, orangtua rajin membacakan cerita untuk anak-anaknya sebelum tidur. Orangtua memilih membacakan cerita untuk putra-putrinya; karena mereka lebih cepat tidur jika sudah dibacakan cerita.Bagaimana dengan Anda, apakah sering berkisah untuk anak sebelum tidur? Banyak orangtua yang tak sempat bercerita buat anaknya sebelum mereka tidur, karena alasan kesibukan atau karena memang anak lebih tertarik dengan hal lain. “Bagaimana mau mendongeng, mereka lebih tertarik utak-atik tablet,” begitu mungkin salah satu jawaban orangtua. Ya, seiring berkembangnya teknologi, banyak anak yang kini lebih tertarik dengan games dan gadget. Bahkan, sampai ia terlelap, barang elektronik ini seringkali berada di genggamannya.Tujuan orangtua mungkin baik, ingin membahagiakan anaknya, agar anak tidak rewel dan menangis. Tapi perlu diingat dampak buruk dari tv, gadget dan game ini cukup banyak. Seperti mengganggu tumbuh kembang anak, membuat anak jauh dari orang tua, terbentuk pemikiran dan pemahaman yang keliru dalam diri anak serta kecanduan pada game dan gadget. Sehingga anak susah bersosialisasi dengan teman-temannya.Sebaliknya, bercerita untuk anak, terlebih sebelum tidur, banyak sekali manfaatnya. Antara lain:Pertama: kesan. Kesan anak terhadap orang tuanya yang suka bercerita kira-kira apa? Positif atau negatif, menyenangkan atau membosankan, asik atau nyebelin? Kesan ini bisa melahirkan kebanggaan atau malah kekecewaan. Dengan berbagi cerita sesuatu yang baru, anak merasa orang tuanya banyak tahu. Bahasa lainnya pintar. Kesan pintar ini penting untuk memupuk kepercayaan dan kebanggaan pada anak.Kesan terhadap cerita juga penting. Saat cerita itu berkesan, nilai positif bisa lebih mudah tertanam dalam benak mereka. Nilai negatif perlu ditegaskan oleh orang tua saat mendongeng. Hal ini juga agar tertanam bahwa yang buruk harus dijauhi dan tidak dilakukan.Kesan terhadap kisah menimbulkan perasaan senang. Ketika anak tertidur dalam keadaan senang tentu kualitas tidurnya lebih baik, bukan? Keesokan harinya ketika terbangun pun kemungkinan besar suasana hatinya lebih positif, in good mood bahasa kerennya.Kedua: kedekatan. Menemani anak tidur memberi kesan dekat bagi anak maupun orang tua. Anak merasa diperhatikan, orang tua juga merasa lebih luas mencurahkan kasih sayang. Cerita bisa menjadi salah satu cara untuk membangun kedekatan.Perhatikan apakah anak antusias menanggapi cerita Anda. Jika iya, antusias dalam hal apa. Hal yang diminati anak itu bisa menjadi PR bagi Anda agar besok ketika bercerita lagi bisa menghubungkannya dengan minat si anak. MasyaAllah, bisa-bisa anak Anda ngefans berat sama umminya yang pintar bercerita. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 24 Jumada Tsaniyah 1439 / 12 Maret 2018 Post navigation Previous Khutbah Jumat: CINTA RASUL shallallahu ‘alaihi wasallam PADA UMMATNYANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 138: MENGAWALI DOA DENGAN PUJIAN Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 109: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 3

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 109METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bag-3Dengan mengetahui metode pembelajaran yang baik, diharapkan proses pendidikan akan berlangsung setiap waktu, tanpa anak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Di antara metode tersebut:Ketiga: Kisah dan CeritaBercerita adalah salah satu metode terbaik dalam menyampaikan pesan dan hikmah pada putra-putri kita. Bahkan al-Quran sendiri sebagian besar isinya adalah kisah atau cerita. Kisah atau cerita bisa disampaikan pada anak sejak sedini mungkin, bahkan sejak baru lahir anak sudah bisa diceritakan. Tapi perlu dipastikan juga kalau cerita yang disampaikan pada anak kita adalah cerita yang semakin mendekatkan dan mengikatkannya pada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. Ini sangat efektif sebagai sarana untuk menanamkan tauhid dalam diri anak sejak dini.Sejak zaman dulu, orangtua rajin membacakan cerita untuk anak-anaknya sebelum tidur. Orangtua memilih membacakan cerita untuk putra-putrinya; karena mereka lebih cepat tidur jika sudah dibacakan cerita.Bagaimana dengan Anda, apakah sering berkisah untuk anak sebelum tidur? Banyak orangtua yang tak sempat bercerita buat anaknya sebelum mereka tidur, karena alasan kesibukan atau karena memang anak lebih tertarik dengan hal lain. “Bagaimana mau mendongeng, mereka lebih tertarik utak-atik tablet,” begitu mungkin salah satu jawaban orangtua. Ya, seiring berkembangnya teknologi, banyak anak yang kini lebih tertarik dengan games dan gadget. Bahkan, sampai ia terlelap, barang elektronik ini seringkali berada di genggamannya.Tujuan orangtua mungkin baik, ingin membahagiakan anaknya, agar anak tidak rewel dan menangis. Tapi perlu diingat dampak buruk dari tv, gadget dan game ini cukup banyak. Seperti mengganggu tumbuh kembang anak, membuat anak jauh dari orang tua, terbentuk pemikiran dan pemahaman yang keliru dalam diri anak serta kecanduan pada game dan gadget. Sehingga anak susah bersosialisasi dengan teman-temannya.Sebaliknya, bercerita untuk anak, terlebih sebelum tidur, banyak sekali manfaatnya. Antara lain:Pertama: kesan. Kesan anak terhadap orang tuanya yang suka bercerita kira-kira apa? Positif atau negatif, menyenangkan atau membosankan, asik atau nyebelin? Kesan ini bisa melahirkan kebanggaan atau malah kekecewaan. Dengan berbagi cerita sesuatu yang baru, anak merasa orang tuanya banyak tahu. Bahasa lainnya pintar. Kesan pintar ini penting untuk memupuk kepercayaan dan kebanggaan pada anak.Kesan terhadap cerita juga penting. Saat cerita itu berkesan, nilai positif bisa lebih mudah tertanam dalam benak mereka. Nilai negatif perlu ditegaskan oleh orang tua saat mendongeng. Hal ini juga agar tertanam bahwa yang buruk harus dijauhi dan tidak dilakukan.Kesan terhadap kisah menimbulkan perasaan senang. Ketika anak tertidur dalam keadaan senang tentu kualitas tidurnya lebih baik, bukan? Keesokan harinya ketika terbangun pun kemungkinan besar suasana hatinya lebih positif, in good mood bahasa kerennya.Kedua: kedekatan. Menemani anak tidur memberi kesan dekat bagi anak maupun orang tua. Anak merasa diperhatikan, orang tua juga merasa lebih luas mencurahkan kasih sayang. Cerita bisa menjadi salah satu cara untuk membangun kedekatan.Perhatikan apakah anak antusias menanggapi cerita Anda. Jika iya, antusias dalam hal apa. Hal yang diminati anak itu bisa menjadi PR bagi Anda agar besok ketika bercerita lagi bisa menghubungkannya dengan minat si anak. MasyaAllah, bisa-bisa anak Anda ngefans berat sama umminya yang pintar bercerita. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 24 Jumada Tsaniyah 1439 / 12 Maret 2018 Post navigation Previous Khutbah Jumat: CINTA RASUL shallallahu ‘alaihi wasallam PADA UMMATNYANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 138: MENGAWALI DOA DENGAN PUJIAN Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 109METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bag-3Dengan mengetahui metode pembelajaran yang baik, diharapkan proses pendidikan akan berlangsung setiap waktu, tanpa anak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Di antara metode tersebut:Ketiga: Kisah dan CeritaBercerita adalah salah satu metode terbaik dalam menyampaikan pesan dan hikmah pada putra-putri kita. Bahkan al-Quran sendiri sebagian besar isinya adalah kisah atau cerita. Kisah atau cerita bisa disampaikan pada anak sejak sedini mungkin, bahkan sejak baru lahir anak sudah bisa diceritakan. Tapi perlu dipastikan juga kalau cerita yang disampaikan pada anak kita adalah cerita yang semakin mendekatkan dan mengikatkannya pada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. Ini sangat efektif sebagai sarana untuk menanamkan tauhid dalam diri anak sejak dini.Sejak zaman dulu, orangtua rajin membacakan cerita untuk anak-anaknya sebelum tidur. Orangtua memilih membacakan cerita untuk putra-putrinya; karena mereka lebih cepat tidur jika sudah dibacakan cerita.Bagaimana dengan Anda, apakah sering berkisah untuk anak sebelum tidur? Banyak orangtua yang tak sempat bercerita buat anaknya sebelum mereka tidur, karena alasan kesibukan atau karena memang anak lebih tertarik dengan hal lain. “Bagaimana mau mendongeng, mereka lebih tertarik utak-atik tablet,” begitu mungkin salah satu jawaban orangtua. Ya, seiring berkembangnya teknologi, banyak anak yang kini lebih tertarik dengan games dan gadget. Bahkan, sampai ia terlelap, barang elektronik ini seringkali berada di genggamannya.Tujuan orangtua mungkin baik, ingin membahagiakan anaknya, agar anak tidak rewel dan menangis. Tapi perlu diingat dampak buruk dari tv, gadget dan game ini cukup banyak. Seperti mengganggu tumbuh kembang anak, membuat anak jauh dari orang tua, terbentuk pemikiran dan pemahaman yang keliru dalam diri anak serta kecanduan pada game dan gadget. Sehingga anak susah bersosialisasi dengan teman-temannya.Sebaliknya, bercerita untuk anak, terlebih sebelum tidur, banyak sekali manfaatnya. Antara lain:Pertama: kesan. Kesan anak terhadap orang tuanya yang suka bercerita kira-kira apa? Positif atau negatif, menyenangkan atau membosankan, asik atau nyebelin? Kesan ini bisa melahirkan kebanggaan atau malah kekecewaan. Dengan berbagi cerita sesuatu yang baru, anak merasa orang tuanya banyak tahu. Bahasa lainnya pintar. Kesan pintar ini penting untuk memupuk kepercayaan dan kebanggaan pada anak.Kesan terhadap cerita juga penting. Saat cerita itu berkesan, nilai positif bisa lebih mudah tertanam dalam benak mereka. Nilai negatif perlu ditegaskan oleh orang tua saat mendongeng. Hal ini juga agar tertanam bahwa yang buruk harus dijauhi dan tidak dilakukan.Kesan terhadap kisah menimbulkan perasaan senang. Ketika anak tertidur dalam keadaan senang tentu kualitas tidurnya lebih baik, bukan? Keesokan harinya ketika terbangun pun kemungkinan besar suasana hatinya lebih positif, in good mood bahasa kerennya.Kedua: kedekatan. Menemani anak tidur memberi kesan dekat bagi anak maupun orang tua. Anak merasa diperhatikan, orang tua juga merasa lebih luas mencurahkan kasih sayang. Cerita bisa menjadi salah satu cara untuk membangun kedekatan.Perhatikan apakah anak antusias menanggapi cerita Anda. Jika iya, antusias dalam hal apa. Hal yang diminati anak itu bisa menjadi PR bagi Anda agar besok ketika bercerita lagi bisa menghubungkannya dengan minat si anak. MasyaAllah, bisa-bisa anak Anda ngefans berat sama umminya yang pintar bercerita. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 24 Jumada Tsaniyah 1439 / 12 Maret 2018 Post navigation Previous Khutbah Jumat: CINTA RASUL shallallahu ‘alaihi wasallam PADA UMMATNYANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 138: MENGAWALI DOA DENGAN PUJIAN Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 109METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bag-3Dengan mengetahui metode pembelajaran yang baik, diharapkan proses pendidikan akan berlangsung setiap waktu, tanpa anak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Di antara metode tersebut:Ketiga: Kisah dan CeritaBercerita adalah salah satu metode terbaik dalam menyampaikan pesan dan hikmah pada putra-putri kita. Bahkan al-Quran sendiri sebagian besar isinya adalah kisah atau cerita. Kisah atau cerita bisa disampaikan pada anak sejak sedini mungkin, bahkan sejak baru lahir anak sudah bisa diceritakan. Tapi perlu dipastikan juga kalau cerita yang disampaikan pada anak kita adalah cerita yang semakin mendekatkan dan mengikatkannya pada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. Ini sangat efektif sebagai sarana untuk menanamkan tauhid dalam diri anak sejak dini.Sejak zaman dulu, orangtua rajin membacakan cerita untuk anak-anaknya sebelum tidur. Orangtua memilih membacakan cerita untuk putra-putrinya; karena mereka lebih cepat tidur jika sudah dibacakan cerita.Bagaimana dengan Anda, apakah sering berkisah untuk anak sebelum tidur? Banyak orangtua yang tak sempat bercerita buat anaknya sebelum mereka tidur, karena alasan kesibukan atau karena memang anak lebih tertarik dengan hal lain. “Bagaimana mau mendongeng, mereka lebih tertarik utak-atik tablet,” begitu mungkin salah satu jawaban orangtua. Ya, seiring berkembangnya teknologi, banyak anak yang kini lebih tertarik dengan games dan gadget. Bahkan, sampai ia terlelap, barang elektronik ini seringkali berada di genggamannya.Tujuan orangtua mungkin baik, ingin membahagiakan anaknya, agar anak tidak rewel dan menangis. Tapi perlu diingat dampak buruk dari tv, gadget dan game ini cukup banyak. Seperti mengganggu tumbuh kembang anak, membuat anak jauh dari orang tua, terbentuk pemikiran dan pemahaman yang keliru dalam diri anak serta kecanduan pada game dan gadget. Sehingga anak susah bersosialisasi dengan teman-temannya.Sebaliknya, bercerita untuk anak, terlebih sebelum tidur, banyak sekali manfaatnya. Antara lain:Pertama: kesan. Kesan anak terhadap orang tuanya yang suka bercerita kira-kira apa? Positif atau negatif, menyenangkan atau membosankan, asik atau nyebelin? Kesan ini bisa melahirkan kebanggaan atau malah kekecewaan. Dengan berbagi cerita sesuatu yang baru, anak merasa orang tuanya banyak tahu. Bahasa lainnya pintar. Kesan pintar ini penting untuk memupuk kepercayaan dan kebanggaan pada anak.Kesan terhadap cerita juga penting. Saat cerita itu berkesan, nilai positif bisa lebih mudah tertanam dalam benak mereka. Nilai negatif perlu ditegaskan oleh orang tua saat mendongeng. Hal ini juga agar tertanam bahwa yang buruk harus dijauhi dan tidak dilakukan.Kesan terhadap kisah menimbulkan perasaan senang. Ketika anak tertidur dalam keadaan senang tentu kualitas tidurnya lebih baik, bukan? Keesokan harinya ketika terbangun pun kemungkinan besar suasana hatinya lebih positif, in good mood bahasa kerennya.Kedua: kedekatan. Menemani anak tidur memberi kesan dekat bagi anak maupun orang tua. Anak merasa diperhatikan, orang tua juga merasa lebih luas mencurahkan kasih sayang. Cerita bisa menjadi salah satu cara untuk membangun kedekatan.Perhatikan apakah anak antusias menanggapi cerita Anda. Jika iya, antusias dalam hal apa. Hal yang diminati anak itu bisa menjadi PR bagi Anda agar besok ketika bercerita lagi bisa menghubungkannya dengan minat si anak. MasyaAllah, bisa-bisa anak Anda ngefans berat sama umminya yang pintar bercerita. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 24 Jumada Tsaniyah 1439 / 12 Maret 2018 Post navigation Previous Khutbah Jumat: CINTA RASUL shallallahu ‘alaihi wasallam PADA UMMATNYANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 138: MENGAWALI DOA DENGAN PUJIAN Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Prev     Next