Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #104: Anak dan Adab Meminta Izin bagian 1

Pada Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 98 kita telah memaparkan bahwa salah satu konsep pendidikan seksual dalam Islam adalah mengajarkan pada anak adab meminta izin. Saat itu kita baru membahas hal tersebut secara global. Berikut rinciannya:Perlu diketahui bahwa berkaitan dengan masalah meminta izin, Islam membagi usia anak menjadi beberapa fase:Pertama: Fase anak berusia tamyiz Tamyiz adalah usia di mana anak sudah bisa membedakan antara yang bermanfaat dengan yang tidak. Kondisi ini dari satu anak dengan anak yang lain berbeda-beda. Ada yang sejak usia 5 tahun, ada pula yang mulai usia tujuh tahun. Fase tamyiz ini diakhiri dengan balighnya anak.Saat memasuki usia tamyiz, anak diharuskan meminta izin sebelum masuk kamar orang tuanya, pada tiga waktu. Yakni: sebelum shalat Shubuh, di waktu istirahat siang dan setelah shalat Isya.Allah ta’ala berfirman,“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مِنْ قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah hamba sahaya kalian (lelaki atau wanita) dan anak-anak kalian yang belum baligh, mereka meminta izin kepada kalian di tiga waktu. Yaitu sebelum shalat Shubuh, ketika kalian melepas pakaian (luar) kalian di tengah hari dan sesudah shalat Isya. (Itulah) tiga aurat kalian. Kalian atau mereka tidak berdosa, (untuk tidak meminta izin) di selain tiga waktu itu. Mereka bisa melayani kalian, dan sesama kalian saling melayani. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat untuk kalian. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 58.Aturan di atas diberlakukan, sebab di tiga waktu tersebut biasanya aurat sering terbuka. Maka Allah melarang anak-anak berusia tamyiz untuk masuk ke kamar tidur orang dewasa tanpa izin pada waktu-waktu ini. Adapun di selain tiga waktu itu, orang tua tidak berdosa bila mereka tidak dicegah masuk tanpa izin. Dan mereka juga tidak berdosa bila masuk tanpa meminta izin.Kedua: Fase anak telah berusia balighDalam usia ini, bila akan memasuki kamar orang tuanya atau orang dewasa lain, anak mutlak harus meminta izin kapan pun juga. Allah ta’ala berfirman,“وَإِذَا بَلَغَ الْأَطْفَالُ مِنْكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَأْذِنُوا كَمَا اسْتَأْذَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Apabila anak-anak kalian telah sampai usia baligh, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 59.Maksudnya, anak-anak yang telah baligh harus meminta izin dahulu bila hendak masuk kamar orang tuanya atau orang dewasa lainnya, kapanpun juga. Itu semua antara lain dalam rangka menghindarkan anak melihat aurat orang lain, walaupun tanpa sengaja. Terlebih bila disengaja! Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 8 Rabi’ul Awwal 1439 / 27 November 2017 Post navigation Previous [VIDEO] Mencuri HatiNext [VIDEO] Khutbah Jumat: Berkemas Menuju Ramadhan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #104: Anak dan Adab Meminta Izin bagian 1

Pada Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 98 kita telah memaparkan bahwa salah satu konsep pendidikan seksual dalam Islam adalah mengajarkan pada anak adab meminta izin. Saat itu kita baru membahas hal tersebut secara global. Berikut rinciannya:Perlu diketahui bahwa berkaitan dengan masalah meminta izin, Islam membagi usia anak menjadi beberapa fase:Pertama: Fase anak berusia tamyiz Tamyiz adalah usia di mana anak sudah bisa membedakan antara yang bermanfaat dengan yang tidak. Kondisi ini dari satu anak dengan anak yang lain berbeda-beda. Ada yang sejak usia 5 tahun, ada pula yang mulai usia tujuh tahun. Fase tamyiz ini diakhiri dengan balighnya anak.Saat memasuki usia tamyiz, anak diharuskan meminta izin sebelum masuk kamar orang tuanya, pada tiga waktu. Yakni: sebelum shalat Shubuh, di waktu istirahat siang dan setelah shalat Isya.Allah ta’ala berfirman,“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مِنْ قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah hamba sahaya kalian (lelaki atau wanita) dan anak-anak kalian yang belum baligh, mereka meminta izin kepada kalian di tiga waktu. Yaitu sebelum shalat Shubuh, ketika kalian melepas pakaian (luar) kalian di tengah hari dan sesudah shalat Isya. (Itulah) tiga aurat kalian. Kalian atau mereka tidak berdosa, (untuk tidak meminta izin) di selain tiga waktu itu. Mereka bisa melayani kalian, dan sesama kalian saling melayani. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat untuk kalian. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 58.Aturan di atas diberlakukan, sebab di tiga waktu tersebut biasanya aurat sering terbuka. Maka Allah melarang anak-anak berusia tamyiz untuk masuk ke kamar tidur orang dewasa tanpa izin pada waktu-waktu ini. Adapun di selain tiga waktu itu, orang tua tidak berdosa bila mereka tidak dicegah masuk tanpa izin. Dan mereka juga tidak berdosa bila masuk tanpa meminta izin.Kedua: Fase anak telah berusia balighDalam usia ini, bila akan memasuki kamar orang tuanya atau orang dewasa lain, anak mutlak harus meminta izin kapan pun juga. Allah ta’ala berfirman,“وَإِذَا بَلَغَ الْأَطْفَالُ مِنْكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَأْذِنُوا كَمَا اسْتَأْذَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Apabila anak-anak kalian telah sampai usia baligh, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 59.Maksudnya, anak-anak yang telah baligh harus meminta izin dahulu bila hendak masuk kamar orang tuanya atau orang dewasa lainnya, kapanpun juga. Itu semua antara lain dalam rangka menghindarkan anak melihat aurat orang lain, walaupun tanpa sengaja. Terlebih bila disengaja! Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 8 Rabi’ul Awwal 1439 / 27 November 2017 Post navigation Previous [VIDEO] Mencuri HatiNext [VIDEO] Khutbah Jumat: Berkemas Menuju Ramadhan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Pada Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 98 kita telah memaparkan bahwa salah satu konsep pendidikan seksual dalam Islam adalah mengajarkan pada anak adab meminta izin. Saat itu kita baru membahas hal tersebut secara global. Berikut rinciannya:Perlu diketahui bahwa berkaitan dengan masalah meminta izin, Islam membagi usia anak menjadi beberapa fase:Pertama: Fase anak berusia tamyiz Tamyiz adalah usia di mana anak sudah bisa membedakan antara yang bermanfaat dengan yang tidak. Kondisi ini dari satu anak dengan anak yang lain berbeda-beda. Ada yang sejak usia 5 tahun, ada pula yang mulai usia tujuh tahun. Fase tamyiz ini diakhiri dengan balighnya anak.Saat memasuki usia tamyiz, anak diharuskan meminta izin sebelum masuk kamar orang tuanya, pada tiga waktu. Yakni: sebelum shalat Shubuh, di waktu istirahat siang dan setelah shalat Isya.Allah ta’ala berfirman,“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مِنْ قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah hamba sahaya kalian (lelaki atau wanita) dan anak-anak kalian yang belum baligh, mereka meminta izin kepada kalian di tiga waktu. Yaitu sebelum shalat Shubuh, ketika kalian melepas pakaian (luar) kalian di tengah hari dan sesudah shalat Isya. (Itulah) tiga aurat kalian. Kalian atau mereka tidak berdosa, (untuk tidak meminta izin) di selain tiga waktu itu. Mereka bisa melayani kalian, dan sesama kalian saling melayani. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat untuk kalian. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 58.Aturan di atas diberlakukan, sebab di tiga waktu tersebut biasanya aurat sering terbuka. Maka Allah melarang anak-anak berusia tamyiz untuk masuk ke kamar tidur orang dewasa tanpa izin pada waktu-waktu ini. Adapun di selain tiga waktu itu, orang tua tidak berdosa bila mereka tidak dicegah masuk tanpa izin. Dan mereka juga tidak berdosa bila masuk tanpa meminta izin.Kedua: Fase anak telah berusia balighDalam usia ini, bila akan memasuki kamar orang tuanya atau orang dewasa lain, anak mutlak harus meminta izin kapan pun juga. Allah ta’ala berfirman,“وَإِذَا بَلَغَ الْأَطْفَالُ مِنْكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَأْذِنُوا كَمَا اسْتَأْذَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Apabila anak-anak kalian telah sampai usia baligh, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 59.Maksudnya, anak-anak yang telah baligh harus meminta izin dahulu bila hendak masuk kamar orang tuanya atau orang dewasa lainnya, kapanpun juga. Itu semua antara lain dalam rangka menghindarkan anak melihat aurat orang lain, walaupun tanpa sengaja. Terlebih bila disengaja! Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 8 Rabi’ul Awwal 1439 / 27 November 2017 Post navigation Previous [VIDEO] Mencuri HatiNext [VIDEO] Khutbah Jumat: Berkemas Menuju Ramadhan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Pada Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 98 kita telah memaparkan bahwa salah satu konsep pendidikan seksual dalam Islam adalah mengajarkan pada anak adab meminta izin. Saat itu kita baru membahas hal tersebut secara global. Berikut rinciannya:Perlu diketahui bahwa berkaitan dengan masalah meminta izin, Islam membagi usia anak menjadi beberapa fase:Pertama: Fase anak berusia tamyiz Tamyiz adalah usia di mana anak sudah bisa membedakan antara yang bermanfaat dengan yang tidak. Kondisi ini dari satu anak dengan anak yang lain berbeda-beda. Ada yang sejak usia 5 tahun, ada pula yang mulai usia tujuh tahun. Fase tamyiz ini diakhiri dengan balighnya anak.Saat memasuki usia tamyiz, anak diharuskan meminta izin sebelum masuk kamar orang tuanya, pada tiga waktu. Yakni: sebelum shalat Shubuh, di waktu istirahat siang dan setelah shalat Isya.Allah ta’ala berfirman,“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مِنْ قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah hamba sahaya kalian (lelaki atau wanita) dan anak-anak kalian yang belum baligh, mereka meminta izin kepada kalian di tiga waktu. Yaitu sebelum shalat Shubuh, ketika kalian melepas pakaian (luar) kalian di tengah hari dan sesudah shalat Isya. (Itulah) tiga aurat kalian. Kalian atau mereka tidak berdosa, (untuk tidak meminta izin) di selain tiga waktu itu. Mereka bisa melayani kalian, dan sesama kalian saling melayani. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat untuk kalian. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 58.Aturan di atas diberlakukan, sebab di tiga waktu tersebut biasanya aurat sering terbuka. Maka Allah melarang anak-anak berusia tamyiz untuk masuk ke kamar tidur orang dewasa tanpa izin pada waktu-waktu ini. Adapun di selain tiga waktu itu, orang tua tidak berdosa bila mereka tidak dicegah masuk tanpa izin. Dan mereka juga tidak berdosa bila masuk tanpa meminta izin.Kedua: Fase anak telah berusia balighDalam usia ini, bila akan memasuki kamar orang tuanya atau orang dewasa lain, anak mutlak harus meminta izin kapan pun juga. Allah ta’ala berfirman,“وَإِذَا بَلَغَ الْأَطْفَالُ مِنْكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَأْذِنُوا كَمَا اسْتَأْذَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Apabila anak-anak kalian telah sampai usia baligh, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 59.Maksudnya, anak-anak yang telah baligh harus meminta izin dahulu bila hendak masuk kamar orang tuanya atau orang dewasa lainnya, kapanpun juga. Itu semua antara lain dalam rangka menghindarkan anak melihat aurat orang lain, walaupun tanpa sengaja. Terlebih bila disengaja! Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 8 Rabi’ul Awwal 1439 / 27 November 2017 Post navigation Previous [VIDEO] Mencuri HatiNext [VIDEO] Khutbah Jumat: Berkemas Menuju Ramadhan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Khutbah Jumat: Berkemas Menuju Ramadhan

[VIDEO] Khutbah Jumat: Berkemas Menuju Ramadhan Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #104: Anak dan Adab Meminta Izin bagian 1Next [VIDEO] Pemanasan Pra Ramadhan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Khutbah Jumat: Berkemas Menuju Ramadhan

[VIDEO] Khutbah Jumat: Berkemas Menuju Ramadhan Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #104: Anak dan Adab Meminta Izin bagian 1Next [VIDEO] Pemanasan Pra Ramadhan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
[VIDEO] Khutbah Jumat: Berkemas Menuju Ramadhan Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #104: Anak dan Adab Meminta Izin bagian 1Next [VIDEO] Pemanasan Pra Ramadhan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


[VIDEO] Khutbah Jumat: Berkemas Menuju Ramadhan Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #104: Anak dan Adab Meminta Izin bagian 1Next [VIDEO] Pemanasan Pra Ramadhan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Pemanasan Pra Ramadhan

[VIDEO] Pemanasan Pra Ramadhan Post navigation Previous [VIDEO] Khutbah Jumat: Berkemas Menuju RamadhanNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #133: Kapan Tidak Angkat Tangan Saat Berdoa? Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Pemanasan Pra Ramadhan

[VIDEO] Pemanasan Pra Ramadhan Post navigation Previous [VIDEO] Khutbah Jumat: Berkemas Menuju RamadhanNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #133: Kapan Tidak Angkat Tangan Saat Berdoa? Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
[VIDEO] Pemanasan Pra Ramadhan Post navigation Previous [VIDEO] Khutbah Jumat: Berkemas Menuju RamadhanNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #133: Kapan Tidak Angkat Tangan Saat Berdoa? Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


[VIDEO] Pemanasan Pra Ramadhan Post navigation Previous [VIDEO] Khutbah Jumat: Berkemas Menuju RamadhanNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #133: Kapan Tidak Angkat Tangan Saat Berdoa? Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #133: Kapan Tidak Angkat Tangan Saat Berdoa?

Pada pertemuan sebelumnya telah dijelaskan dengan cukup gamblang bahwa mengangkat tangan saat berdoa adalah sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia. Bahkan ada seratusan hadits lebih yang menerangkan hal itu. Jika demikian, lantas mengapa ada pertanyaan muncul, “Kapan tidak mengangkat tangan saat berdoa?”.Jawabnya: Sebab ada beberapa momen di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa dan ternyata beliau tidak mengangkat tangannya. Dalam kondisi seperti itu, maka kita pun hendaknya berusaha mencontoh beliau, dengan tidak mengangkat tangan di momen-momen tersebut.Di momen doa apa saja Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak angkat tangan? Antara lain:Pertama: Ketika shalatSebagaimana telah maklum bahwa di dalam shalat itu banyak doa yang kita panjatkan. Misalnya saat duduk di antara dua sujud, ketika sujud dan juga di tasyahud. Di berbagai momen tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengangkat tangan. Maka hendaknya kita tidak mengangkat tangan saat itu, walaupun sedang berdoa. Sebab tidak ada tuntunannya.Dalam kitab al-Fatâwâ al-Fiqhiyyah al-Kubrâ, al-Haitamiy rahimahullah (w. 973 H) menjelaskan, “Mengangkat tangan disunnahkan di dalam setiap doa di luar shalat dan yang semisalnya”.Kedua: Saat khatib Jumat berdoaIni momen lain di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa dan tidak mengangkat tangannya. Banyak masyarakat yang belum tahu hal ini.Dari Hushain bin Abdurrahman, bahwa beliau pernah bersama Ammarah bin Ru’aibah radhiyallahu ‘anhu mengikuti jumatan. Ketika itu khatibnya adalah Bisyr bin Marwan. Pada saat berdoa, Bisyr mengangkat kedua tangannya. Spontan Ammarah berkata,“قَبَّحَ اللَّهُ هَاتَيْنِ الْيَدَيْنِ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– مَا يَزِيدُ عَلَى أَنْ يَقُولَ بِيَدِهِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ الْمُسَبِّحَةِ““Semoga Allah menghinakan kedua tangan itu. Sungguh aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa ketika berkhutbah, tidak lebih dari mengangkat tangannya seperti ini”. Lalu beliau mengacungkan jari telunjuk tangannya. HR. Muslim.Dalam kitab Syarh Shahih Muslim, Imam an-Nawawiy rahimahullah (w. 676 H) berkata, “Yang sesuai dengan ajaran Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah tidak mengangkat tangan (untuk berdo’a) saat berkhutbah”.Ini berlaku bagi khatib. Adapun para ma’mum, menurut pendapat yang insyaAllah lebih kuat, juga dianjurkan untuk mencontoh khatib tidak mengangkat tangan. Namun tetap mengamini doanya.Kecuali bila doa khatib berisikan permohonan hujan, maka saat itu baik khatib maupun makmum dianjurkan untuk mengangkat tangan.Sebagaimana diterangkan dalam hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, “Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengangkat kedua tangannya pada seluruh doanya, kecuali saat doa istisqa’. Sungguh pada saat itu beliau mengangkat kedua tangannya hingga terlihat putih kedua ketiaknya”. HR. Bukhari dan Muslim.Jadi amalan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat tangan ketika berdoa dalam khutbahnya karena sebab khusus. Yaitu karena beristisqa’ atau meminta hujan. Apabila tidak ada sebab tersebut maka dikembalikan pada ketentuan awal, yaitu tidak mengangkat tangan saat berdoa dalam khutbah Jum’at. Wallahu a’lam bish shawab… @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Rajab 1439 / 9 April 2018 Post navigation Previous [VIDEO] Pemanasan Pra RamadhanNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #133: Kapan Tidak Angkat Tangan Saat Berdoa?

Pada pertemuan sebelumnya telah dijelaskan dengan cukup gamblang bahwa mengangkat tangan saat berdoa adalah sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia. Bahkan ada seratusan hadits lebih yang menerangkan hal itu. Jika demikian, lantas mengapa ada pertanyaan muncul, “Kapan tidak mengangkat tangan saat berdoa?”.Jawabnya: Sebab ada beberapa momen di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa dan ternyata beliau tidak mengangkat tangannya. Dalam kondisi seperti itu, maka kita pun hendaknya berusaha mencontoh beliau, dengan tidak mengangkat tangan di momen-momen tersebut.Di momen doa apa saja Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak angkat tangan? Antara lain:Pertama: Ketika shalatSebagaimana telah maklum bahwa di dalam shalat itu banyak doa yang kita panjatkan. Misalnya saat duduk di antara dua sujud, ketika sujud dan juga di tasyahud. Di berbagai momen tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengangkat tangan. Maka hendaknya kita tidak mengangkat tangan saat itu, walaupun sedang berdoa. Sebab tidak ada tuntunannya.Dalam kitab al-Fatâwâ al-Fiqhiyyah al-Kubrâ, al-Haitamiy rahimahullah (w. 973 H) menjelaskan, “Mengangkat tangan disunnahkan di dalam setiap doa di luar shalat dan yang semisalnya”.Kedua: Saat khatib Jumat berdoaIni momen lain di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa dan tidak mengangkat tangannya. Banyak masyarakat yang belum tahu hal ini.Dari Hushain bin Abdurrahman, bahwa beliau pernah bersama Ammarah bin Ru’aibah radhiyallahu ‘anhu mengikuti jumatan. Ketika itu khatibnya adalah Bisyr bin Marwan. Pada saat berdoa, Bisyr mengangkat kedua tangannya. Spontan Ammarah berkata,“قَبَّحَ اللَّهُ هَاتَيْنِ الْيَدَيْنِ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– مَا يَزِيدُ عَلَى أَنْ يَقُولَ بِيَدِهِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ الْمُسَبِّحَةِ““Semoga Allah menghinakan kedua tangan itu. Sungguh aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa ketika berkhutbah, tidak lebih dari mengangkat tangannya seperti ini”. Lalu beliau mengacungkan jari telunjuk tangannya. HR. Muslim.Dalam kitab Syarh Shahih Muslim, Imam an-Nawawiy rahimahullah (w. 676 H) berkata, “Yang sesuai dengan ajaran Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah tidak mengangkat tangan (untuk berdo’a) saat berkhutbah”.Ini berlaku bagi khatib. Adapun para ma’mum, menurut pendapat yang insyaAllah lebih kuat, juga dianjurkan untuk mencontoh khatib tidak mengangkat tangan. Namun tetap mengamini doanya.Kecuali bila doa khatib berisikan permohonan hujan, maka saat itu baik khatib maupun makmum dianjurkan untuk mengangkat tangan.Sebagaimana diterangkan dalam hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, “Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengangkat kedua tangannya pada seluruh doanya, kecuali saat doa istisqa’. Sungguh pada saat itu beliau mengangkat kedua tangannya hingga terlihat putih kedua ketiaknya”. HR. Bukhari dan Muslim.Jadi amalan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat tangan ketika berdoa dalam khutbahnya karena sebab khusus. Yaitu karena beristisqa’ atau meminta hujan. Apabila tidak ada sebab tersebut maka dikembalikan pada ketentuan awal, yaitu tidak mengangkat tangan saat berdoa dalam khutbah Jum’at. Wallahu a’lam bish shawab… @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Rajab 1439 / 9 April 2018 Post navigation Previous [VIDEO] Pemanasan Pra RamadhanNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Pada pertemuan sebelumnya telah dijelaskan dengan cukup gamblang bahwa mengangkat tangan saat berdoa adalah sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia. Bahkan ada seratusan hadits lebih yang menerangkan hal itu. Jika demikian, lantas mengapa ada pertanyaan muncul, “Kapan tidak mengangkat tangan saat berdoa?”.Jawabnya: Sebab ada beberapa momen di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa dan ternyata beliau tidak mengangkat tangannya. Dalam kondisi seperti itu, maka kita pun hendaknya berusaha mencontoh beliau, dengan tidak mengangkat tangan di momen-momen tersebut.Di momen doa apa saja Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak angkat tangan? Antara lain:Pertama: Ketika shalatSebagaimana telah maklum bahwa di dalam shalat itu banyak doa yang kita panjatkan. Misalnya saat duduk di antara dua sujud, ketika sujud dan juga di tasyahud. Di berbagai momen tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengangkat tangan. Maka hendaknya kita tidak mengangkat tangan saat itu, walaupun sedang berdoa. Sebab tidak ada tuntunannya.Dalam kitab al-Fatâwâ al-Fiqhiyyah al-Kubrâ, al-Haitamiy rahimahullah (w. 973 H) menjelaskan, “Mengangkat tangan disunnahkan di dalam setiap doa di luar shalat dan yang semisalnya”.Kedua: Saat khatib Jumat berdoaIni momen lain di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa dan tidak mengangkat tangannya. Banyak masyarakat yang belum tahu hal ini.Dari Hushain bin Abdurrahman, bahwa beliau pernah bersama Ammarah bin Ru’aibah radhiyallahu ‘anhu mengikuti jumatan. Ketika itu khatibnya adalah Bisyr bin Marwan. Pada saat berdoa, Bisyr mengangkat kedua tangannya. Spontan Ammarah berkata,“قَبَّحَ اللَّهُ هَاتَيْنِ الْيَدَيْنِ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– مَا يَزِيدُ عَلَى أَنْ يَقُولَ بِيَدِهِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ الْمُسَبِّحَةِ““Semoga Allah menghinakan kedua tangan itu. Sungguh aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa ketika berkhutbah, tidak lebih dari mengangkat tangannya seperti ini”. Lalu beliau mengacungkan jari telunjuk tangannya. HR. Muslim.Dalam kitab Syarh Shahih Muslim, Imam an-Nawawiy rahimahullah (w. 676 H) berkata, “Yang sesuai dengan ajaran Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah tidak mengangkat tangan (untuk berdo’a) saat berkhutbah”.Ini berlaku bagi khatib. Adapun para ma’mum, menurut pendapat yang insyaAllah lebih kuat, juga dianjurkan untuk mencontoh khatib tidak mengangkat tangan. Namun tetap mengamini doanya.Kecuali bila doa khatib berisikan permohonan hujan, maka saat itu baik khatib maupun makmum dianjurkan untuk mengangkat tangan.Sebagaimana diterangkan dalam hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, “Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengangkat kedua tangannya pada seluruh doanya, kecuali saat doa istisqa’. Sungguh pada saat itu beliau mengangkat kedua tangannya hingga terlihat putih kedua ketiaknya”. HR. Bukhari dan Muslim.Jadi amalan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat tangan ketika berdoa dalam khutbahnya karena sebab khusus. Yaitu karena beristisqa’ atau meminta hujan. Apabila tidak ada sebab tersebut maka dikembalikan pada ketentuan awal, yaitu tidak mengangkat tangan saat berdoa dalam khutbah Jum’at. Wallahu a’lam bish shawab… @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Rajab 1439 / 9 April 2018 Post navigation Previous [VIDEO] Pemanasan Pra RamadhanNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Pada pertemuan sebelumnya telah dijelaskan dengan cukup gamblang bahwa mengangkat tangan saat berdoa adalah sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia. Bahkan ada seratusan hadits lebih yang menerangkan hal itu. Jika demikian, lantas mengapa ada pertanyaan muncul, “Kapan tidak mengangkat tangan saat berdoa?”.Jawabnya: Sebab ada beberapa momen di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa dan ternyata beliau tidak mengangkat tangannya. Dalam kondisi seperti itu, maka kita pun hendaknya berusaha mencontoh beliau, dengan tidak mengangkat tangan di momen-momen tersebut.Di momen doa apa saja Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak angkat tangan? Antara lain:Pertama: Ketika shalatSebagaimana telah maklum bahwa di dalam shalat itu banyak doa yang kita panjatkan. Misalnya saat duduk di antara dua sujud, ketika sujud dan juga di tasyahud. Di berbagai momen tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengangkat tangan. Maka hendaknya kita tidak mengangkat tangan saat itu, walaupun sedang berdoa. Sebab tidak ada tuntunannya.Dalam kitab al-Fatâwâ al-Fiqhiyyah al-Kubrâ, al-Haitamiy rahimahullah (w. 973 H) menjelaskan, “Mengangkat tangan disunnahkan di dalam setiap doa di luar shalat dan yang semisalnya”.Kedua: Saat khatib Jumat berdoaIni momen lain di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa dan tidak mengangkat tangannya. Banyak masyarakat yang belum tahu hal ini.Dari Hushain bin Abdurrahman, bahwa beliau pernah bersama Ammarah bin Ru’aibah radhiyallahu ‘anhu mengikuti jumatan. Ketika itu khatibnya adalah Bisyr bin Marwan. Pada saat berdoa, Bisyr mengangkat kedua tangannya. Spontan Ammarah berkata,“قَبَّحَ اللَّهُ هَاتَيْنِ الْيَدَيْنِ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– مَا يَزِيدُ عَلَى أَنْ يَقُولَ بِيَدِهِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ الْمُسَبِّحَةِ““Semoga Allah menghinakan kedua tangan itu. Sungguh aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa ketika berkhutbah, tidak lebih dari mengangkat tangannya seperti ini”. Lalu beliau mengacungkan jari telunjuk tangannya. HR. Muslim.Dalam kitab Syarh Shahih Muslim, Imam an-Nawawiy rahimahullah (w. 676 H) berkata, “Yang sesuai dengan ajaran Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah tidak mengangkat tangan (untuk berdo’a) saat berkhutbah”.Ini berlaku bagi khatib. Adapun para ma’mum, menurut pendapat yang insyaAllah lebih kuat, juga dianjurkan untuk mencontoh khatib tidak mengangkat tangan. Namun tetap mengamini doanya.Kecuali bila doa khatib berisikan permohonan hujan, maka saat itu baik khatib maupun makmum dianjurkan untuk mengangkat tangan.Sebagaimana diterangkan dalam hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, “Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengangkat kedua tangannya pada seluruh doanya, kecuali saat doa istisqa’. Sungguh pada saat itu beliau mengangkat kedua tangannya hingga terlihat putih kedua ketiaknya”. HR. Bukhari dan Muslim.Jadi amalan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat tangan ketika berdoa dalam khutbahnya karena sebab khusus. Yaitu karena beristisqa’ atau meminta hujan. Apabila tidak ada sebab tersebut maka dikembalikan pada ketentuan awal, yaitu tidak mengangkat tangan saat berdoa dalam khutbah Jum’at. Wallahu a’lam bish shawab… @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Rajab 1439 / 9 April 2018 Post navigation Previous [VIDEO] Pemanasan Pra RamadhanNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5

Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Keenam: Jelaskan hakikat mahramDi antara pelajaran yang perlu disampaikan kepada anak adalah tentang hakikat mahram. Mahram adalah kerabat yang haram dinikahi selamanya. Contohnya adalah:Ayah kandung, kakek kandung dan seterusnya ke atas.Bapak kandung suami (mertua), kakek kandung suami dan seterusnya ke atas.Anak kandung sendiri, anak kandung suami dan seterusnya ke bawah.Saudara kandung laki-laki, seayah atau seibu, anak-anak mereka dan seterusnya ke bawah.Anak saudara lelaki (keponakan) dan seterusnya ke bawah. Baik anak saudara kandung, seayah atau seibu.Anak saudara perempuan kandung, seayah atau seibu.Jelaskan dan perkenalkanlah kepada putra-putri kita siapa saja yang menjadi mahram mereka. Terangkan pula hukum-hukum yang berkaitan dengan mahram. Misalnya larangan berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan tanpa didampingi mahramnya. Juga larangan bepergian jauh bagi kaum wanita tanda ditemani mahramnya. Dalam hadits sahih dijelaskan,عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّهُ: سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: “لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ، وَلاَ تُسَافِرَنَّ امْرَأَةٌ إِلَّا وَمَعَهَا مَحْرَمٌ“.Dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang wanita. Dan tidak boleh pula seorang wanita bepergian jauh, kecuali disertai mahramnya”. HR. Bukhari dan Muslim.Hendaklah sejak kecil ditanamkan dalam diri anak urgensi masalah ini. Juga bahaya besar yang timbul akibat mengabaikannya. Budaya pacaran yang merebak di kalangan muda-mudi, adalah salah satu akibat dari mengabaikan pendidikan tentang mahram sejak dini.Terangkan juga kepada mereka tentang bahaya zina yang mengepung kita dari berbagai penjuru. Sampaikan kepada mereka sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,“إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ““Allah telah menakdirkan bagi setiap manusia bagian dari zina yang tidak bisa ia hindari. Zinanya mata adalah melihat (hal yang haram). Zinanya lisan adalah berbicara (yang haram). Hati berangan-angan dan tertarik. Lalu kemaluanlah yang akan menjalankan zina tersebut atau tidak”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Dalam riwayat lain disebutkan, “Zinanya tangan adalah memegang (hal yang haram). Zinanya kaki adalah melangkah (menuju tempat terlarang)”. HR. Abu Dawud dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Sedangkan berdua-duaan antara lelaki dan perempuan tanpa didampingi mahram, adalah salah satu sarana terjadinya kejahatan zina.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 3 Shafar 1439 / 23 Oktober 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #133: Kapan Tidak Angkat Tangan Saat Berdoa?Next 3 in 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5

Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Keenam: Jelaskan hakikat mahramDi antara pelajaran yang perlu disampaikan kepada anak adalah tentang hakikat mahram. Mahram adalah kerabat yang haram dinikahi selamanya. Contohnya adalah:Ayah kandung, kakek kandung dan seterusnya ke atas.Bapak kandung suami (mertua), kakek kandung suami dan seterusnya ke atas.Anak kandung sendiri, anak kandung suami dan seterusnya ke bawah.Saudara kandung laki-laki, seayah atau seibu, anak-anak mereka dan seterusnya ke bawah.Anak saudara lelaki (keponakan) dan seterusnya ke bawah. Baik anak saudara kandung, seayah atau seibu.Anak saudara perempuan kandung, seayah atau seibu.Jelaskan dan perkenalkanlah kepada putra-putri kita siapa saja yang menjadi mahram mereka. Terangkan pula hukum-hukum yang berkaitan dengan mahram. Misalnya larangan berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan tanpa didampingi mahramnya. Juga larangan bepergian jauh bagi kaum wanita tanda ditemani mahramnya. Dalam hadits sahih dijelaskan,عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّهُ: سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: “لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ، وَلاَ تُسَافِرَنَّ امْرَأَةٌ إِلَّا وَمَعَهَا مَحْرَمٌ“.Dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang wanita. Dan tidak boleh pula seorang wanita bepergian jauh, kecuali disertai mahramnya”. HR. Bukhari dan Muslim.Hendaklah sejak kecil ditanamkan dalam diri anak urgensi masalah ini. Juga bahaya besar yang timbul akibat mengabaikannya. Budaya pacaran yang merebak di kalangan muda-mudi, adalah salah satu akibat dari mengabaikan pendidikan tentang mahram sejak dini.Terangkan juga kepada mereka tentang bahaya zina yang mengepung kita dari berbagai penjuru. Sampaikan kepada mereka sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,“إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ““Allah telah menakdirkan bagi setiap manusia bagian dari zina yang tidak bisa ia hindari. Zinanya mata adalah melihat (hal yang haram). Zinanya lisan adalah berbicara (yang haram). Hati berangan-angan dan tertarik. Lalu kemaluanlah yang akan menjalankan zina tersebut atau tidak”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Dalam riwayat lain disebutkan, “Zinanya tangan adalah memegang (hal yang haram). Zinanya kaki adalah melangkah (menuju tempat terlarang)”. HR. Abu Dawud dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Sedangkan berdua-duaan antara lelaki dan perempuan tanpa didampingi mahram, adalah salah satu sarana terjadinya kejahatan zina.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 3 Shafar 1439 / 23 Oktober 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #133: Kapan Tidak Angkat Tangan Saat Berdoa?Next 3 in 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Keenam: Jelaskan hakikat mahramDi antara pelajaran yang perlu disampaikan kepada anak adalah tentang hakikat mahram. Mahram adalah kerabat yang haram dinikahi selamanya. Contohnya adalah:Ayah kandung, kakek kandung dan seterusnya ke atas.Bapak kandung suami (mertua), kakek kandung suami dan seterusnya ke atas.Anak kandung sendiri, anak kandung suami dan seterusnya ke bawah.Saudara kandung laki-laki, seayah atau seibu, anak-anak mereka dan seterusnya ke bawah.Anak saudara lelaki (keponakan) dan seterusnya ke bawah. Baik anak saudara kandung, seayah atau seibu.Anak saudara perempuan kandung, seayah atau seibu.Jelaskan dan perkenalkanlah kepada putra-putri kita siapa saja yang menjadi mahram mereka. Terangkan pula hukum-hukum yang berkaitan dengan mahram. Misalnya larangan berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan tanpa didampingi mahramnya. Juga larangan bepergian jauh bagi kaum wanita tanda ditemani mahramnya. Dalam hadits sahih dijelaskan,عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّهُ: سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: “لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ، وَلاَ تُسَافِرَنَّ امْرَأَةٌ إِلَّا وَمَعَهَا مَحْرَمٌ“.Dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang wanita. Dan tidak boleh pula seorang wanita bepergian jauh, kecuali disertai mahramnya”. HR. Bukhari dan Muslim.Hendaklah sejak kecil ditanamkan dalam diri anak urgensi masalah ini. Juga bahaya besar yang timbul akibat mengabaikannya. Budaya pacaran yang merebak di kalangan muda-mudi, adalah salah satu akibat dari mengabaikan pendidikan tentang mahram sejak dini.Terangkan juga kepada mereka tentang bahaya zina yang mengepung kita dari berbagai penjuru. Sampaikan kepada mereka sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,“إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ““Allah telah menakdirkan bagi setiap manusia bagian dari zina yang tidak bisa ia hindari. Zinanya mata adalah melihat (hal yang haram). Zinanya lisan adalah berbicara (yang haram). Hati berangan-angan dan tertarik. Lalu kemaluanlah yang akan menjalankan zina tersebut atau tidak”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Dalam riwayat lain disebutkan, “Zinanya tangan adalah memegang (hal yang haram). Zinanya kaki adalah melangkah (menuju tempat terlarang)”. HR. Abu Dawud dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Sedangkan berdua-duaan antara lelaki dan perempuan tanpa didampingi mahram, adalah salah satu sarana terjadinya kejahatan zina.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 3 Shafar 1439 / 23 Oktober 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #133: Kapan Tidak Angkat Tangan Saat Berdoa?Next 3 in 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Keenam: Jelaskan hakikat mahramDi antara pelajaran yang perlu disampaikan kepada anak adalah tentang hakikat mahram. Mahram adalah kerabat yang haram dinikahi selamanya. Contohnya adalah:Ayah kandung, kakek kandung dan seterusnya ke atas.Bapak kandung suami (mertua), kakek kandung suami dan seterusnya ke atas.Anak kandung sendiri, anak kandung suami dan seterusnya ke bawah.Saudara kandung laki-laki, seayah atau seibu, anak-anak mereka dan seterusnya ke bawah.Anak saudara lelaki (keponakan) dan seterusnya ke bawah. Baik anak saudara kandung, seayah atau seibu.Anak saudara perempuan kandung, seayah atau seibu.Jelaskan dan perkenalkanlah kepada putra-putri kita siapa saja yang menjadi mahram mereka. Terangkan pula hukum-hukum yang berkaitan dengan mahram. Misalnya larangan berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan tanpa didampingi mahramnya. Juga larangan bepergian jauh bagi kaum wanita tanda ditemani mahramnya. Dalam hadits sahih dijelaskan,عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّهُ: سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: “لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ، وَلاَ تُسَافِرَنَّ امْرَأَةٌ إِلَّا وَمَعَهَا مَحْرَمٌ“.Dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang wanita. Dan tidak boleh pula seorang wanita bepergian jauh, kecuali disertai mahramnya”. HR. Bukhari dan Muslim.Hendaklah sejak kecil ditanamkan dalam diri anak urgensi masalah ini. Juga bahaya besar yang timbul akibat mengabaikannya. Budaya pacaran yang merebak di kalangan muda-mudi, adalah salah satu akibat dari mengabaikan pendidikan tentang mahram sejak dini.Terangkan juga kepada mereka tentang bahaya zina yang mengepung kita dari berbagai penjuru. Sampaikan kepada mereka sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,“إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ““Allah telah menakdirkan bagi setiap manusia bagian dari zina yang tidak bisa ia hindari. Zinanya mata adalah melihat (hal yang haram). Zinanya lisan adalah berbicara (yang haram). Hati berangan-angan dan tertarik. Lalu kemaluanlah yang akan menjalankan zina tersebut atau tidak”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Dalam riwayat lain disebutkan, “Zinanya tangan adalah memegang (hal yang haram). Zinanya kaki adalah melangkah (menuju tempat terlarang)”. HR. Abu Dawud dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Sedangkan berdua-duaan antara lelaki dan perempuan tanpa didampingi mahram, adalah salah satu sarana terjadinya kejahatan zina.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 3 Shafar 1439 / 23 Oktober 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #133: Kapan Tidak Angkat Tangan Saat Berdoa?Next 3 in 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

3 in 1

3 in 1Bismillah…Kami yakin hadits sahih berikut ini tidak asing buat Anda.Yakni hadits yang menceritakan tentang 3 kran pahala abadi. Yang tetap mengalirkan pahala, sekalipun kita semua telah meninggalkan dunia yang fana.Namun, mungkinkah hanya dengan melakukan 1 amalan, kita bisa meraih 3 kran pahala tersebut sekaligus?Ya insyaAllah!Salah satu caranya adalah dengan berpartisipasi dalam pembangunan masjid pesantren. Sebab;(1) Sedekah pembangunannya akan menjadi amal jariyah.(2) Selain itu, di masjid tersebut akan dicetak anak-anak salih yang mendoakan orang tuanya.(3) Jangan lupa, di masjid itu pula diajarkan ilmu yang bermanfaat.Three in One!Tunggu apa lagi?Segera tanamkan investasi ukhrawi Anda dalam pembangunan masjid Pesantren Tunas Ilmu Purbalingga dan fasilitas pendukungnya, melalui:Bank Muamalat IndonesiaNo Rek: 544 000 3080A.n: Yayasan Tunas Ilmu PurbalinggaKonfirmasi : 0821 3802 2771Update progress pembangunan : tunasilmu.comLejitkan kedermawanan Anda hingga puncaknya, mumpung lagi Ramadhan…Abdullah Zaen Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 134: Cara Angkat Tangan Saat Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

3 in 1

3 in 1Bismillah…Kami yakin hadits sahih berikut ini tidak asing buat Anda.Yakni hadits yang menceritakan tentang 3 kran pahala abadi. Yang tetap mengalirkan pahala, sekalipun kita semua telah meninggalkan dunia yang fana.Namun, mungkinkah hanya dengan melakukan 1 amalan, kita bisa meraih 3 kran pahala tersebut sekaligus?Ya insyaAllah!Salah satu caranya adalah dengan berpartisipasi dalam pembangunan masjid pesantren. Sebab;(1) Sedekah pembangunannya akan menjadi amal jariyah.(2) Selain itu, di masjid tersebut akan dicetak anak-anak salih yang mendoakan orang tuanya.(3) Jangan lupa, di masjid itu pula diajarkan ilmu yang bermanfaat.Three in One!Tunggu apa lagi?Segera tanamkan investasi ukhrawi Anda dalam pembangunan masjid Pesantren Tunas Ilmu Purbalingga dan fasilitas pendukungnya, melalui:Bank Muamalat IndonesiaNo Rek: 544 000 3080A.n: Yayasan Tunas Ilmu PurbalinggaKonfirmasi : 0821 3802 2771Update progress pembangunan : tunasilmu.comLejitkan kedermawanan Anda hingga puncaknya, mumpung lagi Ramadhan…Abdullah Zaen Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 134: Cara Angkat Tangan Saat Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
3 in 1Bismillah…Kami yakin hadits sahih berikut ini tidak asing buat Anda.Yakni hadits yang menceritakan tentang 3 kran pahala abadi. Yang tetap mengalirkan pahala, sekalipun kita semua telah meninggalkan dunia yang fana.Namun, mungkinkah hanya dengan melakukan 1 amalan, kita bisa meraih 3 kran pahala tersebut sekaligus?Ya insyaAllah!Salah satu caranya adalah dengan berpartisipasi dalam pembangunan masjid pesantren. Sebab;(1) Sedekah pembangunannya akan menjadi amal jariyah.(2) Selain itu, di masjid tersebut akan dicetak anak-anak salih yang mendoakan orang tuanya.(3) Jangan lupa, di masjid itu pula diajarkan ilmu yang bermanfaat.Three in One!Tunggu apa lagi?Segera tanamkan investasi ukhrawi Anda dalam pembangunan masjid Pesantren Tunas Ilmu Purbalingga dan fasilitas pendukungnya, melalui:Bank Muamalat IndonesiaNo Rek: 544 000 3080A.n: Yayasan Tunas Ilmu PurbalinggaKonfirmasi : 0821 3802 2771Update progress pembangunan : tunasilmu.comLejitkan kedermawanan Anda hingga puncaknya, mumpung lagi Ramadhan…Abdullah Zaen Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 134: Cara Angkat Tangan Saat Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


3 in 1Bismillah…Kami yakin hadits sahih berikut ini tidak asing buat Anda.Yakni hadits yang menceritakan tentang 3 kran pahala abadi. Yang tetap mengalirkan pahala, sekalipun kita semua telah meninggalkan dunia yang fana.Namun, mungkinkah hanya dengan melakukan 1 amalan, kita bisa meraih 3 kran pahala tersebut sekaligus?Ya insyaAllah!Salah satu caranya adalah dengan berpartisipasi dalam pembangunan masjid pesantren. Sebab;(1) Sedekah pembangunannya akan menjadi amal jariyah.(2) Selain itu, di masjid tersebut akan dicetak anak-anak salih yang mendoakan orang tuanya.(3) Jangan lupa, di masjid itu pula diajarkan ilmu yang bermanfaat.Three in One!Tunggu apa lagi?Segera tanamkan investasi ukhrawi Anda dalam pembangunan masjid Pesantren Tunas Ilmu Purbalingga dan fasilitas pendukungnya, melalui:Bank Muamalat IndonesiaNo Rek: 544 000 3080A.n: Yayasan Tunas Ilmu PurbalinggaKonfirmasi : 0821 3802 2771Update progress pembangunan : tunasilmu.comLejitkan kedermawanan Anda hingga puncaknya, mumpung lagi Ramadhan…Abdullah Zaen Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 134: Cara Angkat Tangan Saat Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 134: Cara Angkat Tangan Saat Berdoa

Telah dijelaskan sebelumnya, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sering mengangkat tangan saat berdoa. Namun bila riwayat-riwayat tersebut diperhatikan lebih teliti lagi, kita akan menemukan bahwa cara angkat tangan beliau ternyata tidak satu macam. Tergantung kondisi dan konten doanya. Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhuma mengklasifikasikannya menjadi tiga,“الْمَسْأَلَةُ أَنْ تَرْفَعَ يَدَيْكَ حَذْوَ مَنْكِبَيْكَ، أَوْ نَحْوَهُمَا، وَالِاسْتِغْفَارُ أَنْ تُشِيرَ بِأُصْبُعٍ وَاحِدَةٍ، وَالِابْتِهَالُ أَنْ تَمُدَّ يَدَيْكَ جَمِيعًا““Al-Mas’alah: adalah dengan mengangkat kedua tanganmu sebatas pundak atau sekitar itu. Al- Istighfar: adalah dengan satu jari yang menunjuk. Al-Ibtihal: adalah dengan menengadahkan tinggi kedua tanganmu”. HR. Abu Dawud dan dinyatakan sahih oleh adh-Dhiya’ al-Maqdisiy juga al-Albaniy.Jenis pertama: Al-Mas’alah. Merupakan jenis yang umumnya dilakukan dalam berdoa. Bentuk ini juga yang digunakan ketika membaca doa qunut dan pada beberapa rangkaian ibadah haji. Caranya dengan membuka kedua telapak tangan dan mengangkatnya sebatas pundak. Dalam hadits disebutkan,“إِذَا سَأَلْتُمُ اَللَّهَ فَاسْأَلُوهُ بِبُطُونِ أَكُفِّكُمْ وَلاَ تَسْأَلُوهُ بِظُهُورِهَا““Jika engkau meminta kepada Allah, mintalah dengan telapak tanganmu. Jangan dengan punggung tanganmu”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Namun para ulama berbeda pendapat mengenai detail caranya. Sebagian mereka mengatakan bahwa kedua telapak tangan yang dibuka ditempelkan antara keduanya.Jenis kedua: Al-Istighfar. Yaitu dengan mengangkat tangan kanan dan jari telunjuk menunjuk ke atas.Di antara momen dipraktekkannya cara ini adalah saat khatib Jumat berdoa di akhir khutbahnya. Dari Hushain bin Abdurrahman, bahwa beliau pernah bersama Ammarah bin Ru’aibah radhiyallahu ‘anhu mengikuti jumatan. Ketika itu khatibnya adalah Bisyr bin Marwan. Pada saat berdoa, Bisyr mengangkat kedua tangannya. Spontan Ammarah berkata,“قَبَّحَ اللَّهُ هَاتَيْنِ الْيَدَيْنِ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا يَزِيدُ عَلَى أَنْ يَقُولَ بِيَدِهِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ الْمُسَبِّحَةِ““Semoga Allah menghinakan kedua tangan itu. Sungguh aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa ketika berkhutbah, tidak lebih dari mengangkat tangannya seperti ini”. Lalu beliau mengacungkan jari telunjuk tangannya. HR. Muslim.Jenis ketiga: Al-Ibtihal. Yaitu dalam momen spesial yang sangat mendesak. Caranya mengangkat kedua tangan ke atas dengan sangat tinggi hingga terlihat warna ketiak. Di antara dalil dari jenis ini adalah hadits Anas bin Malik radhiallahu ’anhu,“كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ فِي شَيْءٍ مِنْ دُعَائِهِ إِلَّا فِي الِاسْتِسْقَاءِ، وَإِنَّهُ يَرْفَعُ حَتَّى يُرَى بَيَاضُ إِبْطَيْهِ”“Biasanya Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam tidak mengangkat kedua tangannya ketika berdoa, kecuali ketika istisqa. Beliau mengangkat kedua tangannya hingga terlihat ketiaknya yang putih”. HR. Bukhari dan Muslim. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Sya’ban 1439 / 23 April 2018 Post navigation Previous 3 in 1Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 104: Anak dan Adab Meminta Ijin Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 134: Cara Angkat Tangan Saat Berdoa

Telah dijelaskan sebelumnya, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sering mengangkat tangan saat berdoa. Namun bila riwayat-riwayat tersebut diperhatikan lebih teliti lagi, kita akan menemukan bahwa cara angkat tangan beliau ternyata tidak satu macam. Tergantung kondisi dan konten doanya. Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhuma mengklasifikasikannya menjadi tiga,“الْمَسْأَلَةُ أَنْ تَرْفَعَ يَدَيْكَ حَذْوَ مَنْكِبَيْكَ، أَوْ نَحْوَهُمَا، وَالِاسْتِغْفَارُ أَنْ تُشِيرَ بِأُصْبُعٍ وَاحِدَةٍ، وَالِابْتِهَالُ أَنْ تَمُدَّ يَدَيْكَ جَمِيعًا““Al-Mas’alah: adalah dengan mengangkat kedua tanganmu sebatas pundak atau sekitar itu. Al- Istighfar: adalah dengan satu jari yang menunjuk. Al-Ibtihal: adalah dengan menengadahkan tinggi kedua tanganmu”. HR. Abu Dawud dan dinyatakan sahih oleh adh-Dhiya’ al-Maqdisiy juga al-Albaniy.Jenis pertama: Al-Mas’alah. Merupakan jenis yang umumnya dilakukan dalam berdoa. Bentuk ini juga yang digunakan ketika membaca doa qunut dan pada beberapa rangkaian ibadah haji. Caranya dengan membuka kedua telapak tangan dan mengangkatnya sebatas pundak. Dalam hadits disebutkan,“إِذَا سَأَلْتُمُ اَللَّهَ فَاسْأَلُوهُ بِبُطُونِ أَكُفِّكُمْ وَلاَ تَسْأَلُوهُ بِظُهُورِهَا““Jika engkau meminta kepada Allah, mintalah dengan telapak tanganmu. Jangan dengan punggung tanganmu”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Namun para ulama berbeda pendapat mengenai detail caranya. Sebagian mereka mengatakan bahwa kedua telapak tangan yang dibuka ditempelkan antara keduanya.Jenis kedua: Al-Istighfar. Yaitu dengan mengangkat tangan kanan dan jari telunjuk menunjuk ke atas.Di antara momen dipraktekkannya cara ini adalah saat khatib Jumat berdoa di akhir khutbahnya. Dari Hushain bin Abdurrahman, bahwa beliau pernah bersama Ammarah bin Ru’aibah radhiyallahu ‘anhu mengikuti jumatan. Ketika itu khatibnya adalah Bisyr bin Marwan. Pada saat berdoa, Bisyr mengangkat kedua tangannya. Spontan Ammarah berkata,“قَبَّحَ اللَّهُ هَاتَيْنِ الْيَدَيْنِ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا يَزِيدُ عَلَى أَنْ يَقُولَ بِيَدِهِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ الْمُسَبِّحَةِ““Semoga Allah menghinakan kedua tangan itu. Sungguh aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa ketika berkhutbah, tidak lebih dari mengangkat tangannya seperti ini”. Lalu beliau mengacungkan jari telunjuk tangannya. HR. Muslim.Jenis ketiga: Al-Ibtihal. Yaitu dalam momen spesial yang sangat mendesak. Caranya mengangkat kedua tangan ke atas dengan sangat tinggi hingga terlihat warna ketiak. Di antara dalil dari jenis ini adalah hadits Anas bin Malik radhiallahu ’anhu,“كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ فِي شَيْءٍ مِنْ دُعَائِهِ إِلَّا فِي الِاسْتِسْقَاءِ، وَإِنَّهُ يَرْفَعُ حَتَّى يُرَى بَيَاضُ إِبْطَيْهِ”“Biasanya Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam tidak mengangkat kedua tangannya ketika berdoa, kecuali ketika istisqa. Beliau mengangkat kedua tangannya hingga terlihat ketiaknya yang putih”. HR. Bukhari dan Muslim. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Sya’ban 1439 / 23 April 2018 Post navigation Previous 3 in 1Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 104: Anak dan Adab Meminta Ijin Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Telah dijelaskan sebelumnya, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sering mengangkat tangan saat berdoa. Namun bila riwayat-riwayat tersebut diperhatikan lebih teliti lagi, kita akan menemukan bahwa cara angkat tangan beliau ternyata tidak satu macam. Tergantung kondisi dan konten doanya. Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhuma mengklasifikasikannya menjadi tiga,“الْمَسْأَلَةُ أَنْ تَرْفَعَ يَدَيْكَ حَذْوَ مَنْكِبَيْكَ، أَوْ نَحْوَهُمَا، وَالِاسْتِغْفَارُ أَنْ تُشِيرَ بِأُصْبُعٍ وَاحِدَةٍ، وَالِابْتِهَالُ أَنْ تَمُدَّ يَدَيْكَ جَمِيعًا““Al-Mas’alah: adalah dengan mengangkat kedua tanganmu sebatas pundak atau sekitar itu. Al- Istighfar: adalah dengan satu jari yang menunjuk. Al-Ibtihal: adalah dengan menengadahkan tinggi kedua tanganmu”. HR. Abu Dawud dan dinyatakan sahih oleh adh-Dhiya’ al-Maqdisiy juga al-Albaniy.Jenis pertama: Al-Mas’alah. Merupakan jenis yang umumnya dilakukan dalam berdoa. Bentuk ini juga yang digunakan ketika membaca doa qunut dan pada beberapa rangkaian ibadah haji. Caranya dengan membuka kedua telapak tangan dan mengangkatnya sebatas pundak. Dalam hadits disebutkan,“إِذَا سَأَلْتُمُ اَللَّهَ فَاسْأَلُوهُ بِبُطُونِ أَكُفِّكُمْ وَلاَ تَسْأَلُوهُ بِظُهُورِهَا““Jika engkau meminta kepada Allah, mintalah dengan telapak tanganmu. Jangan dengan punggung tanganmu”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Namun para ulama berbeda pendapat mengenai detail caranya. Sebagian mereka mengatakan bahwa kedua telapak tangan yang dibuka ditempelkan antara keduanya.Jenis kedua: Al-Istighfar. Yaitu dengan mengangkat tangan kanan dan jari telunjuk menunjuk ke atas.Di antara momen dipraktekkannya cara ini adalah saat khatib Jumat berdoa di akhir khutbahnya. Dari Hushain bin Abdurrahman, bahwa beliau pernah bersama Ammarah bin Ru’aibah radhiyallahu ‘anhu mengikuti jumatan. Ketika itu khatibnya adalah Bisyr bin Marwan. Pada saat berdoa, Bisyr mengangkat kedua tangannya. Spontan Ammarah berkata,“قَبَّحَ اللَّهُ هَاتَيْنِ الْيَدَيْنِ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا يَزِيدُ عَلَى أَنْ يَقُولَ بِيَدِهِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ الْمُسَبِّحَةِ““Semoga Allah menghinakan kedua tangan itu. Sungguh aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa ketika berkhutbah, tidak lebih dari mengangkat tangannya seperti ini”. Lalu beliau mengacungkan jari telunjuk tangannya. HR. Muslim.Jenis ketiga: Al-Ibtihal. Yaitu dalam momen spesial yang sangat mendesak. Caranya mengangkat kedua tangan ke atas dengan sangat tinggi hingga terlihat warna ketiak. Di antara dalil dari jenis ini adalah hadits Anas bin Malik radhiallahu ’anhu,“كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ فِي شَيْءٍ مِنْ دُعَائِهِ إِلَّا فِي الِاسْتِسْقَاءِ، وَإِنَّهُ يَرْفَعُ حَتَّى يُرَى بَيَاضُ إِبْطَيْهِ”“Biasanya Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam tidak mengangkat kedua tangannya ketika berdoa, kecuali ketika istisqa. Beliau mengangkat kedua tangannya hingga terlihat ketiaknya yang putih”. HR. Bukhari dan Muslim. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Sya’ban 1439 / 23 April 2018 Post navigation Previous 3 in 1Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 104: Anak dan Adab Meminta Ijin Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Telah dijelaskan sebelumnya, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sering mengangkat tangan saat berdoa. Namun bila riwayat-riwayat tersebut diperhatikan lebih teliti lagi, kita akan menemukan bahwa cara angkat tangan beliau ternyata tidak satu macam. Tergantung kondisi dan konten doanya. Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhuma mengklasifikasikannya menjadi tiga,“الْمَسْأَلَةُ أَنْ تَرْفَعَ يَدَيْكَ حَذْوَ مَنْكِبَيْكَ، أَوْ نَحْوَهُمَا، وَالِاسْتِغْفَارُ أَنْ تُشِيرَ بِأُصْبُعٍ وَاحِدَةٍ، وَالِابْتِهَالُ أَنْ تَمُدَّ يَدَيْكَ جَمِيعًا““Al-Mas’alah: adalah dengan mengangkat kedua tanganmu sebatas pundak atau sekitar itu. Al- Istighfar: adalah dengan satu jari yang menunjuk. Al-Ibtihal: adalah dengan menengadahkan tinggi kedua tanganmu”. HR. Abu Dawud dan dinyatakan sahih oleh adh-Dhiya’ al-Maqdisiy juga al-Albaniy.Jenis pertama: Al-Mas’alah. Merupakan jenis yang umumnya dilakukan dalam berdoa. Bentuk ini juga yang digunakan ketika membaca doa qunut dan pada beberapa rangkaian ibadah haji. Caranya dengan membuka kedua telapak tangan dan mengangkatnya sebatas pundak. Dalam hadits disebutkan,“إِذَا سَأَلْتُمُ اَللَّهَ فَاسْأَلُوهُ بِبُطُونِ أَكُفِّكُمْ وَلاَ تَسْأَلُوهُ بِظُهُورِهَا““Jika engkau meminta kepada Allah, mintalah dengan telapak tanganmu. Jangan dengan punggung tanganmu”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Namun para ulama berbeda pendapat mengenai detail caranya. Sebagian mereka mengatakan bahwa kedua telapak tangan yang dibuka ditempelkan antara keduanya.Jenis kedua: Al-Istighfar. Yaitu dengan mengangkat tangan kanan dan jari telunjuk menunjuk ke atas.Di antara momen dipraktekkannya cara ini adalah saat khatib Jumat berdoa di akhir khutbahnya. Dari Hushain bin Abdurrahman, bahwa beliau pernah bersama Ammarah bin Ru’aibah radhiyallahu ‘anhu mengikuti jumatan. Ketika itu khatibnya adalah Bisyr bin Marwan. Pada saat berdoa, Bisyr mengangkat kedua tangannya. Spontan Ammarah berkata,“قَبَّحَ اللَّهُ هَاتَيْنِ الْيَدَيْنِ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا يَزِيدُ عَلَى أَنْ يَقُولَ بِيَدِهِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ الْمُسَبِّحَةِ““Semoga Allah menghinakan kedua tangan itu. Sungguh aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa ketika berkhutbah, tidak lebih dari mengangkat tangannya seperti ini”. Lalu beliau mengacungkan jari telunjuk tangannya. HR. Muslim.Jenis ketiga: Al-Ibtihal. Yaitu dalam momen spesial yang sangat mendesak. Caranya mengangkat kedua tangan ke atas dengan sangat tinggi hingga terlihat warna ketiak. Di antara dalil dari jenis ini adalah hadits Anas bin Malik radhiallahu ’anhu,“كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ فِي شَيْءٍ مِنْ دُعَائِهِ إِلَّا فِي الِاسْتِسْقَاءِ، وَإِنَّهُ يَرْفَعُ حَتَّى يُرَى بَيَاضُ إِبْطَيْهِ”“Biasanya Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam tidak mengangkat kedua tangannya ketika berdoa, kecuali ketika istisqa. Beliau mengangkat kedua tangannya hingga terlihat ketiaknya yang putih”. HR. Bukhari dan Muslim. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Sya’ban 1439 / 23 April 2018 Post navigation Previous 3 in 1Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 104: Anak dan Adab Meminta Ijin Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 104: Anak dan Adab Meminta Ijin Bagian 1

Pada Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 98 kita telah memaparkan bahwa salah satu konsep pendidikan seksual dalam Islam adalah mengajarkan pada anak adab meminta izin. Saat itu kita baru membahas hal tersebut secara global. Berikut rinciannya:Perlu diketahui bahwa berkaitan dengan masalah meminta izin, Islam membagi usia anak menjadi beberapa fase:Pertama: Fase anak berusia tamyiz Tamyiz adalah usia di mana anak sudah bisa membedakan antara yang bermanfaat dengan yang tidak. Kondisi ini dari satu anak dengan anak yang lain berbeda-beda. Ada yang sejak usia 5 tahun, ada pula yang mulai usia tujuh tahun. Fase tamyiz ini diakhiri dengan balighnya anak.Saat memasuki usia tamyiz, anak diharuskan meminta izin sebelum masuk kamar orang tuanya, pada tiga waktu. Yakni: sebelum shalat Shubuh, di waktu istirahat siang dan setelah shalat Isya.Allah ta’ala berfirman,“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مِنْ قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah hamba sahaya kalian (lelaki atau wanita) dan anak-anak kalian yang belum baligh, mereka meminta izin kepada kalian di tiga waktu. Yaitu sebelum shalat Shubuh, ketika kalian melepas pakaian (luar) kalian di tengah hari dan sesudah shalat Isya. (Itulah) tiga aurat kalian. Kalian atau mereka tidak berdosa, (untuk tidak meminta izin) di selain tiga waktu itu. Mereka bisa melayani kalian, dan sesama kalian saling melayani. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat untuk kalian. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 58.Aturan di atas diberlakukan, sebab di tiga waktu tersebut biasanya aurat sering terbuka. Maka Allah melarang anak-anak berusia tamyiz untuk masuk ke kamar tidur orang dewasa tanpa izin pada waktu-waktu ini. Adapun di selain tiga waktu itu, orang tua tidak berdosa bila mereka tidak dicegah masuk tanpa izin. Dan mereka juga tidak berdosa bila masuk tanpa meminta izin.Kedua: Fase anak telah berusia balighDalam usia ini, bila akan memasuki kamar orang tuanya atau orang dewasa lain, anak mutlak harus meminta izin kapan pun juga. Allah ta’ala berfirman,“وَإِذَا بَلَغَ الْأَطْفَالُ مِنْكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَأْذِنُوا كَمَا اسْتَأْذَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Apabila anak-anak kalian telah sampai usia baligh, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 59.Maksudnya, anak-anak yang telah baligh harus meminta izin dahulu bila hendak masuk kamar orang tuanya atau orang dewasa lainnya, kapanpun juga. Itu semua antara lain dalam rangka menghindarkan anak melihat aurat orang lain, walaupun tanpa sengaja. Terlebih bila disengaja! Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 8 Rabi’ul Awwal 1439 / 27 November 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 134: Cara Angkat Tangan Saat BerdoaNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No105: Anak dan Adab Minta Ijin Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 104: Anak dan Adab Meminta Ijin Bagian 1

Pada Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 98 kita telah memaparkan bahwa salah satu konsep pendidikan seksual dalam Islam adalah mengajarkan pada anak adab meminta izin. Saat itu kita baru membahas hal tersebut secara global. Berikut rinciannya:Perlu diketahui bahwa berkaitan dengan masalah meminta izin, Islam membagi usia anak menjadi beberapa fase:Pertama: Fase anak berusia tamyiz Tamyiz adalah usia di mana anak sudah bisa membedakan antara yang bermanfaat dengan yang tidak. Kondisi ini dari satu anak dengan anak yang lain berbeda-beda. Ada yang sejak usia 5 tahun, ada pula yang mulai usia tujuh tahun. Fase tamyiz ini diakhiri dengan balighnya anak.Saat memasuki usia tamyiz, anak diharuskan meminta izin sebelum masuk kamar orang tuanya, pada tiga waktu. Yakni: sebelum shalat Shubuh, di waktu istirahat siang dan setelah shalat Isya.Allah ta’ala berfirman,“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مِنْ قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah hamba sahaya kalian (lelaki atau wanita) dan anak-anak kalian yang belum baligh, mereka meminta izin kepada kalian di tiga waktu. Yaitu sebelum shalat Shubuh, ketika kalian melepas pakaian (luar) kalian di tengah hari dan sesudah shalat Isya. (Itulah) tiga aurat kalian. Kalian atau mereka tidak berdosa, (untuk tidak meminta izin) di selain tiga waktu itu. Mereka bisa melayani kalian, dan sesama kalian saling melayani. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat untuk kalian. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 58.Aturan di atas diberlakukan, sebab di tiga waktu tersebut biasanya aurat sering terbuka. Maka Allah melarang anak-anak berusia tamyiz untuk masuk ke kamar tidur orang dewasa tanpa izin pada waktu-waktu ini. Adapun di selain tiga waktu itu, orang tua tidak berdosa bila mereka tidak dicegah masuk tanpa izin. Dan mereka juga tidak berdosa bila masuk tanpa meminta izin.Kedua: Fase anak telah berusia balighDalam usia ini, bila akan memasuki kamar orang tuanya atau orang dewasa lain, anak mutlak harus meminta izin kapan pun juga. Allah ta’ala berfirman,“وَإِذَا بَلَغَ الْأَطْفَالُ مِنْكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَأْذِنُوا كَمَا اسْتَأْذَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Apabila anak-anak kalian telah sampai usia baligh, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 59.Maksudnya, anak-anak yang telah baligh harus meminta izin dahulu bila hendak masuk kamar orang tuanya atau orang dewasa lainnya, kapanpun juga. Itu semua antara lain dalam rangka menghindarkan anak melihat aurat orang lain, walaupun tanpa sengaja. Terlebih bila disengaja! Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 8 Rabi’ul Awwal 1439 / 27 November 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 134: Cara Angkat Tangan Saat BerdoaNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No105: Anak dan Adab Minta Ijin Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Pada Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 98 kita telah memaparkan bahwa salah satu konsep pendidikan seksual dalam Islam adalah mengajarkan pada anak adab meminta izin. Saat itu kita baru membahas hal tersebut secara global. Berikut rinciannya:Perlu diketahui bahwa berkaitan dengan masalah meminta izin, Islam membagi usia anak menjadi beberapa fase:Pertama: Fase anak berusia tamyiz Tamyiz adalah usia di mana anak sudah bisa membedakan antara yang bermanfaat dengan yang tidak. Kondisi ini dari satu anak dengan anak yang lain berbeda-beda. Ada yang sejak usia 5 tahun, ada pula yang mulai usia tujuh tahun. Fase tamyiz ini diakhiri dengan balighnya anak.Saat memasuki usia tamyiz, anak diharuskan meminta izin sebelum masuk kamar orang tuanya, pada tiga waktu. Yakni: sebelum shalat Shubuh, di waktu istirahat siang dan setelah shalat Isya.Allah ta’ala berfirman,“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مِنْ قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah hamba sahaya kalian (lelaki atau wanita) dan anak-anak kalian yang belum baligh, mereka meminta izin kepada kalian di tiga waktu. Yaitu sebelum shalat Shubuh, ketika kalian melepas pakaian (luar) kalian di tengah hari dan sesudah shalat Isya. (Itulah) tiga aurat kalian. Kalian atau mereka tidak berdosa, (untuk tidak meminta izin) di selain tiga waktu itu. Mereka bisa melayani kalian, dan sesama kalian saling melayani. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat untuk kalian. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 58.Aturan di atas diberlakukan, sebab di tiga waktu tersebut biasanya aurat sering terbuka. Maka Allah melarang anak-anak berusia tamyiz untuk masuk ke kamar tidur orang dewasa tanpa izin pada waktu-waktu ini. Adapun di selain tiga waktu itu, orang tua tidak berdosa bila mereka tidak dicegah masuk tanpa izin. Dan mereka juga tidak berdosa bila masuk tanpa meminta izin.Kedua: Fase anak telah berusia balighDalam usia ini, bila akan memasuki kamar orang tuanya atau orang dewasa lain, anak mutlak harus meminta izin kapan pun juga. Allah ta’ala berfirman,“وَإِذَا بَلَغَ الْأَطْفَالُ مِنْكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَأْذِنُوا كَمَا اسْتَأْذَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Apabila anak-anak kalian telah sampai usia baligh, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 59.Maksudnya, anak-anak yang telah baligh harus meminta izin dahulu bila hendak masuk kamar orang tuanya atau orang dewasa lainnya, kapanpun juga. Itu semua antara lain dalam rangka menghindarkan anak melihat aurat orang lain, walaupun tanpa sengaja. Terlebih bila disengaja! Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 8 Rabi’ul Awwal 1439 / 27 November 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 134: Cara Angkat Tangan Saat BerdoaNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No105: Anak dan Adab Minta Ijin Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Pada Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 98 kita telah memaparkan bahwa salah satu konsep pendidikan seksual dalam Islam adalah mengajarkan pada anak adab meminta izin. Saat itu kita baru membahas hal tersebut secara global. Berikut rinciannya:Perlu diketahui bahwa berkaitan dengan masalah meminta izin, Islam membagi usia anak menjadi beberapa fase:Pertama: Fase anak berusia tamyiz Tamyiz adalah usia di mana anak sudah bisa membedakan antara yang bermanfaat dengan yang tidak. Kondisi ini dari satu anak dengan anak yang lain berbeda-beda. Ada yang sejak usia 5 tahun, ada pula yang mulai usia tujuh tahun. Fase tamyiz ini diakhiri dengan balighnya anak.Saat memasuki usia tamyiz, anak diharuskan meminta izin sebelum masuk kamar orang tuanya, pada tiga waktu. Yakni: sebelum shalat Shubuh, di waktu istirahat siang dan setelah shalat Isya.Allah ta’ala berfirman,“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مِنْ قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah hamba sahaya kalian (lelaki atau wanita) dan anak-anak kalian yang belum baligh, mereka meminta izin kepada kalian di tiga waktu. Yaitu sebelum shalat Shubuh, ketika kalian melepas pakaian (luar) kalian di tengah hari dan sesudah shalat Isya. (Itulah) tiga aurat kalian. Kalian atau mereka tidak berdosa, (untuk tidak meminta izin) di selain tiga waktu itu. Mereka bisa melayani kalian, dan sesama kalian saling melayani. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat untuk kalian. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 58.Aturan di atas diberlakukan, sebab di tiga waktu tersebut biasanya aurat sering terbuka. Maka Allah melarang anak-anak berusia tamyiz untuk masuk ke kamar tidur orang dewasa tanpa izin pada waktu-waktu ini. Adapun di selain tiga waktu itu, orang tua tidak berdosa bila mereka tidak dicegah masuk tanpa izin. Dan mereka juga tidak berdosa bila masuk tanpa meminta izin.Kedua: Fase anak telah berusia balighDalam usia ini, bila akan memasuki kamar orang tuanya atau orang dewasa lain, anak mutlak harus meminta izin kapan pun juga. Allah ta’ala berfirman,“وَإِذَا بَلَغَ الْأَطْفَالُ مِنْكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَأْذِنُوا كَمَا اسْتَأْذَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Apabila anak-anak kalian telah sampai usia baligh, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 59.Maksudnya, anak-anak yang telah baligh harus meminta izin dahulu bila hendak masuk kamar orang tuanya atau orang dewasa lainnya, kapanpun juga. Itu semua antara lain dalam rangka menghindarkan anak melihat aurat orang lain, walaupun tanpa sengaja. Terlebih bila disengaja! Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 8 Rabi’ul Awwal 1439 / 27 November 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 134: Cara Angkat Tangan Saat BerdoaNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No105: Anak dan Adab Minta Ijin Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Mengasah Mata Hati

Hati mana yang tak bersedih, saat orang yang sangat disayangi menderita sakit parah. Ayah, ibu, suami, istri, anak atau yang lainnya.Bersedih adalah sesuatu yang manusiawi. Namun benteng keimanan akan menghalangi tumpulnya mata hati akibat kesedihan berlebih.Mukmin sejati tetap bisa berfikir jernih, walau dirundung kesedihan.Saat ujian datang menerpa, dia tetap bisa merasakan kemahabijaksanaan Allah ta’ala. Dia yakin betul bahwa sepahit apapun takdir yang menimpanya, Allah lah yang menetapkannya. Tidak ada takdir Allah yang kosong dari hikmah. Sebab Dialah al-Hakim; Yang Maha Bijaksana.Mukmin hakiki berusaha menggali hikmah di balik musibah. Entah itu hikmah yang bersifat duniawi maupun ukhrawi.Tidak sedikit orang yang bisa menikmati khusyu’nya munajat, justru saat ditimpa musibah. Meresapi indahnya kandungan redaksi doa-doa yang termaktub di al-Qur’an dan Hadits. Merasakan kerdilnya kemampuan manusia dan kebutuhan mutlak kepada pertolongan Allah.Berbagai hikmah ukhrawi tadi, lebih mahal dari dunia seisinya.Padahal, selain hikmah ukhrawi, masih ada hikmah duniawi di balik musibah.Dalam kasus sakitnya keluarga tercinta misalnya. Kita bisa mengoreksi gaya hidup selama ini. Pola makan yang kurang sehat. Minimnya olahraga. Kebersihan tempat tinggal.Pendek kata, seberat apapun ujian, jangan pernah melupakan kemahabijaksanaan Allah.Dengan demikian, insyaAllah keimanan tetap terjaga, bahkan akan naik kelas!Kota Gudeg, 9 Muharram 1440 HAbdullah Zaen============ https://t.me/ustadzabdullahzaen Post navigation Previous Antara Simpati dan SituasiNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 136: Hikmah Angkat Tangan Saat Berdoa Bagian 2 (selesai) Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Mengasah Mata Hati

Hati mana yang tak bersedih, saat orang yang sangat disayangi menderita sakit parah. Ayah, ibu, suami, istri, anak atau yang lainnya.Bersedih adalah sesuatu yang manusiawi. Namun benteng keimanan akan menghalangi tumpulnya mata hati akibat kesedihan berlebih.Mukmin sejati tetap bisa berfikir jernih, walau dirundung kesedihan.Saat ujian datang menerpa, dia tetap bisa merasakan kemahabijaksanaan Allah ta’ala. Dia yakin betul bahwa sepahit apapun takdir yang menimpanya, Allah lah yang menetapkannya. Tidak ada takdir Allah yang kosong dari hikmah. Sebab Dialah al-Hakim; Yang Maha Bijaksana.Mukmin hakiki berusaha menggali hikmah di balik musibah. Entah itu hikmah yang bersifat duniawi maupun ukhrawi.Tidak sedikit orang yang bisa menikmati khusyu’nya munajat, justru saat ditimpa musibah. Meresapi indahnya kandungan redaksi doa-doa yang termaktub di al-Qur’an dan Hadits. Merasakan kerdilnya kemampuan manusia dan kebutuhan mutlak kepada pertolongan Allah.Berbagai hikmah ukhrawi tadi, lebih mahal dari dunia seisinya.Padahal, selain hikmah ukhrawi, masih ada hikmah duniawi di balik musibah.Dalam kasus sakitnya keluarga tercinta misalnya. Kita bisa mengoreksi gaya hidup selama ini. Pola makan yang kurang sehat. Minimnya olahraga. Kebersihan tempat tinggal.Pendek kata, seberat apapun ujian, jangan pernah melupakan kemahabijaksanaan Allah.Dengan demikian, insyaAllah keimanan tetap terjaga, bahkan akan naik kelas!Kota Gudeg, 9 Muharram 1440 HAbdullah Zaen============ https://t.me/ustadzabdullahzaen Post navigation Previous Antara Simpati dan SituasiNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 136: Hikmah Angkat Tangan Saat Berdoa Bagian 2 (selesai) Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Hati mana yang tak bersedih, saat orang yang sangat disayangi menderita sakit parah. Ayah, ibu, suami, istri, anak atau yang lainnya.Bersedih adalah sesuatu yang manusiawi. Namun benteng keimanan akan menghalangi tumpulnya mata hati akibat kesedihan berlebih.Mukmin sejati tetap bisa berfikir jernih, walau dirundung kesedihan.Saat ujian datang menerpa, dia tetap bisa merasakan kemahabijaksanaan Allah ta’ala. Dia yakin betul bahwa sepahit apapun takdir yang menimpanya, Allah lah yang menetapkannya. Tidak ada takdir Allah yang kosong dari hikmah. Sebab Dialah al-Hakim; Yang Maha Bijaksana.Mukmin hakiki berusaha menggali hikmah di balik musibah. Entah itu hikmah yang bersifat duniawi maupun ukhrawi.Tidak sedikit orang yang bisa menikmati khusyu’nya munajat, justru saat ditimpa musibah. Meresapi indahnya kandungan redaksi doa-doa yang termaktub di al-Qur’an dan Hadits. Merasakan kerdilnya kemampuan manusia dan kebutuhan mutlak kepada pertolongan Allah.Berbagai hikmah ukhrawi tadi, lebih mahal dari dunia seisinya.Padahal, selain hikmah ukhrawi, masih ada hikmah duniawi di balik musibah.Dalam kasus sakitnya keluarga tercinta misalnya. Kita bisa mengoreksi gaya hidup selama ini. Pola makan yang kurang sehat. Minimnya olahraga. Kebersihan tempat tinggal.Pendek kata, seberat apapun ujian, jangan pernah melupakan kemahabijaksanaan Allah.Dengan demikian, insyaAllah keimanan tetap terjaga, bahkan akan naik kelas!Kota Gudeg, 9 Muharram 1440 HAbdullah Zaen============ https://t.me/ustadzabdullahzaen Post navigation Previous Antara Simpati dan SituasiNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 136: Hikmah Angkat Tangan Saat Berdoa Bagian 2 (selesai) Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Hati mana yang tak bersedih, saat orang yang sangat disayangi menderita sakit parah. Ayah, ibu, suami, istri, anak atau yang lainnya.Bersedih adalah sesuatu yang manusiawi. Namun benteng keimanan akan menghalangi tumpulnya mata hati akibat kesedihan berlebih.Mukmin sejati tetap bisa berfikir jernih, walau dirundung kesedihan.Saat ujian datang menerpa, dia tetap bisa merasakan kemahabijaksanaan Allah ta’ala. Dia yakin betul bahwa sepahit apapun takdir yang menimpanya, Allah lah yang menetapkannya. Tidak ada takdir Allah yang kosong dari hikmah. Sebab Dialah al-Hakim; Yang Maha Bijaksana.Mukmin hakiki berusaha menggali hikmah di balik musibah. Entah itu hikmah yang bersifat duniawi maupun ukhrawi.Tidak sedikit orang yang bisa menikmati khusyu’nya munajat, justru saat ditimpa musibah. Meresapi indahnya kandungan redaksi doa-doa yang termaktub di al-Qur’an dan Hadits. Merasakan kerdilnya kemampuan manusia dan kebutuhan mutlak kepada pertolongan Allah.Berbagai hikmah ukhrawi tadi, lebih mahal dari dunia seisinya.Padahal, selain hikmah ukhrawi, masih ada hikmah duniawi di balik musibah.Dalam kasus sakitnya keluarga tercinta misalnya. Kita bisa mengoreksi gaya hidup selama ini. Pola makan yang kurang sehat. Minimnya olahraga. Kebersihan tempat tinggal.Pendek kata, seberat apapun ujian, jangan pernah melupakan kemahabijaksanaan Allah.Dengan demikian, insyaAllah keimanan tetap terjaga, bahkan akan naik kelas!Kota Gudeg, 9 Muharram 1440 HAbdullah Zaen============ https://t.me/ustadzabdullahzaen Post navigation Previous Antara Simpati dan SituasiNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 136: Hikmah Angkat Tangan Saat Berdoa Bagian 2 (selesai) Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 136: Hikmah Angkat Tangan Saat Berdoa Bagian 2 (selesai)

Banyak pelajaran berharga dan hikmah mulia yang bisa kita ambil dari mengangkat tangan saat berdoa. Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa hikmah tersebut. Berikut kelanjutannya:Ketiga: Mengakui luasnya ilmu AllahSaat kita berdoa sambil mengangkat tangan, disadari atau tidak, sejatinya kita sedang mengakui bahwa Allah mengetahui segala sesuatu tentang makhluk-Nya.Bayangkan, dalam satu waktu yang sama, betapa banyak doa yang dipanjatkan manusia seluruh dunia kepada-Nya! Padahal tempat tinggal mereka berbeda-beda, isi permintaannya dan bahasa yang mereka gunakan juga tidak sama.Seluruhnya di sisi Allah, bagaikan satu suara! Semua bisa dikabulkan Allah dengan sangat teliti. Tidak akan tertukar-tukar antara satu permintaan dengan yang lainnya.Dalam Shahih Bukhari diriwayatkan, bahwa Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,“الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَسِعَ سَمْعُهُ الأَصْوَاتَ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا} [المجادلة: 1]““Segala puji bagi Allah yang bisa mendengar seluruh suara. Sehingga Allah menurunkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam firman-Nya, “Sungguh Allah telah mendengar ucapan wanita yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya”. QS Al-Mujadilah (58): 1.Bandingkan dengan kita yang sangat lemah ini! Andaikan ada dua orang saja yang mengajak kita berbicara dalam waktu yang sama, pasti kita akan kesulitan dan kebingungan untuk memahami keduanya. Padahal mereka berdua menggunakan bahasa yang sama!Keempat: Mengakui bahwa Allah berada di atasManakala kita berdoa mengangkat tangan ke atas, itu berarti pengakuan dari kita bahwa Allah berada di atas. Sebab yang kita tuju dalam berdoa adalah Allah ta’ala, bukan yang lain-Nya.Imam Abu al-Hasan al-Asy’ariy rahimahullah (w. 324 H) menjelaskan, “Kita melihat seluruh muslimin mengangkat tangan mereka ke arah langit saat berdoa. Karena Allah ‘azza wa jalla berada di atas ‘Arsy, sedangkan ‘Arsy berada di atas langit. Kalau bukan karena Allah berada di atas ‘Arsy, kaum muslimin tidak akan mengangkat tangan mereka ke arah ‘Arsy. Makanya saat berdoa, mereka tidak mengarahkan tangannya ke bumi (bawah)”.Bila kita meyakini ini, maka kita akan merasa memiliki Dzat tempat kita bergantung dan berkeluh kesah. Merasa bahwa amal salih dan kebajikan kita diangkat kepada-Nya.“إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ“Artinya: “Kepada-Nyalah akan naik ucapan-ucapan mulia. Dan amal kebajikan akan mengangkatnya”. QS. Fathir (35): 11.Saat kita mengimani bahwa segala perbuatan dan ucapan kita akan dilaporkan kepada Allah, maka kita pun merasa malu untuk melakukan dan mengucapkan keburukan. Sehingga hanya kebaikanlah yang keluar dari lisan kita. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 5 Ramadhan 1439 / 21 Mei 2018 Post navigation Previous Mengasah Mata HatiNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No 106: Anak dan Adab Meminta Ijin Bagian 3 (selesai) Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 136: Hikmah Angkat Tangan Saat Berdoa Bagian 2 (selesai)

Banyak pelajaran berharga dan hikmah mulia yang bisa kita ambil dari mengangkat tangan saat berdoa. Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa hikmah tersebut. Berikut kelanjutannya:Ketiga: Mengakui luasnya ilmu AllahSaat kita berdoa sambil mengangkat tangan, disadari atau tidak, sejatinya kita sedang mengakui bahwa Allah mengetahui segala sesuatu tentang makhluk-Nya.Bayangkan, dalam satu waktu yang sama, betapa banyak doa yang dipanjatkan manusia seluruh dunia kepada-Nya! Padahal tempat tinggal mereka berbeda-beda, isi permintaannya dan bahasa yang mereka gunakan juga tidak sama.Seluruhnya di sisi Allah, bagaikan satu suara! Semua bisa dikabulkan Allah dengan sangat teliti. Tidak akan tertukar-tukar antara satu permintaan dengan yang lainnya.Dalam Shahih Bukhari diriwayatkan, bahwa Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,“الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَسِعَ سَمْعُهُ الأَصْوَاتَ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا} [المجادلة: 1]““Segala puji bagi Allah yang bisa mendengar seluruh suara. Sehingga Allah menurunkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam firman-Nya, “Sungguh Allah telah mendengar ucapan wanita yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya”. QS Al-Mujadilah (58): 1.Bandingkan dengan kita yang sangat lemah ini! Andaikan ada dua orang saja yang mengajak kita berbicara dalam waktu yang sama, pasti kita akan kesulitan dan kebingungan untuk memahami keduanya. Padahal mereka berdua menggunakan bahasa yang sama!Keempat: Mengakui bahwa Allah berada di atasManakala kita berdoa mengangkat tangan ke atas, itu berarti pengakuan dari kita bahwa Allah berada di atas. Sebab yang kita tuju dalam berdoa adalah Allah ta’ala, bukan yang lain-Nya.Imam Abu al-Hasan al-Asy’ariy rahimahullah (w. 324 H) menjelaskan, “Kita melihat seluruh muslimin mengangkat tangan mereka ke arah langit saat berdoa. Karena Allah ‘azza wa jalla berada di atas ‘Arsy, sedangkan ‘Arsy berada di atas langit. Kalau bukan karena Allah berada di atas ‘Arsy, kaum muslimin tidak akan mengangkat tangan mereka ke arah ‘Arsy. Makanya saat berdoa, mereka tidak mengarahkan tangannya ke bumi (bawah)”.Bila kita meyakini ini, maka kita akan merasa memiliki Dzat tempat kita bergantung dan berkeluh kesah. Merasa bahwa amal salih dan kebajikan kita diangkat kepada-Nya.“إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ“Artinya: “Kepada-Nyalah akan naik ucapan-ucapan mulia. Dan amal kebajikan akan mengangkatnya”. QS. Fathir (35): 11.Saat kita mengimani bahwa segala perbuatan dan ucapan kita akan dilaporkan kepada Allah, maka kita pun merasa malu untuk melakukan dan mengucapkan keburukan. Sehingga hanya kebaikanlah yang keluar dari lisan kita. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 5 Ramadhan 1439 / 21 Mei 2018 Post navigation Previous Mengasah Mata HatiNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No 106: Anak dan Adab Meminta Ijin Bagian 3 (selesai) Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Banyak pelajaran berharga dan hikmah mulia yang bisa kita ambil dari mengangkat tangan saat berdoa. Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa hikmah tersebut. Berikut kelanjutannya:Ketiga: Mengakui luasnya ilmu AllahSaat kita berdoa sambil mengangkat tangan, disadari atau tidak, sejatinya kita sedang mengakui bahwa Allah mengetahui segala sesuatu tentang makhluk-Nya.Bayangkan, dalam satu waktu yang sama, betapa banyak doa yang dipanjatkan manusia seluruh dunia kepada-Nya! Padahal tempat tinggal mereka berbeda-beda, isi permintaannya dan bahasa yang mereka gunakan juga tidak sama.Seluruhnya di sisi Allah, bagaikan satu suara! Semua bisa dikabulkan Allah dengan sangat teliti. Tidak akan tertukar-tukar antara satu permintaan dengan yang lainnya.Dalam Shahih Bukhari diriwayatkan, bahwa Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,“الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَسِعَ سَمْعُهُ الأَصْوَاتَ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا} [المجادلة: 1]““Segala puji bagi Allah yang bisa mendengar seluruh suara. Sehingga Allah menurunkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam firman-Nya, “Sungguh Allah telah mendengar ucapan wanita yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya”. QS Al-Mujadilah (58): 1.Bandingkan dengan kita yang sangat lemah ini! Andaikan ada dua orang saja yang mengajak kita berbicara dalam waktu yang sama, pasti kita akan kesulitan dan kebingungan untuk memahami keduanya. Padahal mereka berdua menggunakan bahasa yang sama!Keempat: Mengakui bahwa Allah berada di atasManakala kita berdoa mengangkat tangan ke atas, itu berarti pengakuan dari kita bahwa Allah berada di atas. Sebab yang kita tuju dalam berdoa adalah Allah ta’ala, bukan yang lain-Nya.Imam Abu al-Hasan al-Asy’ariy rahimahullah (w. 324 H) menjelaskan, “Kita melihat seluruh muslimin mengangkat tangan mereka ke arah langit saat berdoa. Karena Allah ‘azza wa jalla berada di atas ‘Arsy, sedangkan ‘Arsy berada di atas langit. Kalau bukan karena Allah berada di atas ‘Arsy, kaum muslimin tidak akan mengangkat tangan mereka ke arah ‘Arsy. Makanya saat berdoa, mereka tidak mengarahkan tangannya ke bumi (bawah)”.Bila kita meyakini ini, maka kita akan merasa memiliki Dzat tempat kita bergantung dan berkeluh kesah. Merasa bahwa amal salih dan kebajikan kita diangkat kepada-Nya.“إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ“Artinya: “Kepada-Nyalah akan naik ucapan-ucapan mulia. Dan amal kebajikan akan mengangkatnya”. QS. Fathir (35): 11.Saat kita mengimani bahwa segala perbuatan dan ucapan kita akan dilaporkan kepada Allah, maka kita pun merasa malu untuk melakukan dan mengucapkan keburukan. Sehingga hanya kebaikanlah yang keluar dari lisan kita. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 5 Ramadhan 1439 / 21 Mei 2018 Post navigation Previous Mengasah Mata HatiNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No 106: Anak dan Adab Meminta Ijin Bagian 3 (selesai) Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Banyak pelajaran berharga dan hikmah mulia yang bisa kita ambil dari mengangkat tangan saat berdoa. Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa hikmah tersebut. Berikut kelanjutannya:Ketiga: Mengakui luasnya ilmu AllahSaat kita berdoa sambil mengangkat tangan, disadari atau tidak, sejatinya kita sedang mengakui bahwa Allah mengetahui segala sesuatu tentang makhluk-Nya.Bayangkan, dalam satu waktu yang sama, betapa banyak doa yang dipanjatkan manusia seluruh dunia kepada-Nya! Padahal tempat tinggal mereka berbeda-beda, isi permintaannya dan bahasa yang mereka gunakan juga tidak sama.Seluruhnya di sisi Allah, bagaikan satu suara! Semua bisa dikabulkan Allah dengan sangat teliti. Tidak akan tertukar-tukar antara satu permintaan dengan yang lainnya.Dalam Shahih Bukhari diriwayatkan, bahwa Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,“الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَسِعَ سَمْعُهُ الأَصْوَاتَ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا} [المجادلة: 1]““Segala puji bagi Allah yang bisa mendengar seluruh suara. Sehingga Allah menurunkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam firman-Nya, “Sungguh Allah telah mendengar ucapan wanita yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya”. QS Al-Mujadilah (58): 1.Bandingkan dengan kita yang sangat lemah ini! Andaikan ada dua orang saja yang mengajak kita berbicara dalam waktu yang sama, pasti kita akan kesulitan dan kebingungan untuk memahami keduanya. Padahal mereka berdua menggunakan bahasa yang sama!Keempat: Mengakui bahwa Allah berada di atasManakala kita berdoa mengangkat tangan ke atas, itu berarti pengakuan dari kita bahwa Allah berada di atas. Sebab yang kita tuju dalam berdoa adalah Allah ta’ala, bukan yang lain-Nya.Imam Abu al-Hasan al-Asy’ariy rahimahullah (w. 324 H) menjelaskan, “Kita melihat seluruh muslimin mengangkat tangan mereka ke arah langit saat berdoa. Karena Allah ‘azza wa jalla berada di atas ‘Arsy, sedangkan ‘Arsy berada di atas langit. Kalau bukan karena Allah berada di atas ‘Arsy, kaum muslimin tidak akan mengangkat tangan mereka ke arah ‘Arsy. Makanya saat berdoa, mereka tidak mengarahkan tangannya ke bumi (bawah)”.Bila kita meyakini ini, maka kita akan merasa memiliki Dzat tempat kita bergantung dan berkeluh kesah. Merasa bahwa amal salih dan kebajikan kita diangkat kepada-Nya.“إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ“Artinya: “Kepada-Nyalah akan naik ucapan-ucapan mulia. Dan amal kebajikan akan mengangkatnya”. QS. Fathir (35): 11.Saat kita mengimani bahwa segala perbuatan dan ucapan kita akan dilaporkan kepada Allah, maka kita pun merasa malu untuk melakukan dan mengucapkan keburukan. Sehingga hanya kebaikanlah yang keluar dari lisan kita. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 5 Ramadhan 1439 / 21 Mei 2018 Post navigation Previous Mengasah Mata HatiNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No 106: Anak dan Adab Meminta Ijin Bagian 3 (selesai) Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No 106: Anak dan Adab Meminta Ijin Bagian 3 (selesai)

Pada pertemuan sebelumnya telah dijelaskan beberapa adab meminta izin yang perlu diajarkan pada anak. Berikut kelanjutannya:Keenam: Mengucapkan salam dulu sebelum meminta izin untuk masukRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“لَا تَأْذَنُوا لِمَنْ لَمْ يَبْدَأْ بِالسَّلَامِ““Jangan kalian mengizinkan masuk orang yang tidak mengucapkan salam”. HR. Abu Ya’la al-Mushiliy dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Ketujuh: Memperkenalkan identitas diriYaitu memperkenalkan diri ketika ditanya, “Siapa?”. Jangan menjawab, “Saya”.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah didatangi Jabir. Iapun mengetuk pintu. Beliau lalu bertanya, “Siapa?”. Jabir menjawab, “Saya”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkomentar, “Saya, saya!”. Seakan beliau tidak berkenan dengan jawaban itu. HR. Bukhari dan Muslim.Sebab jawaban “saya” tersebut tidak menunjukkan identitas diri.Kedelapan: Menundukkan pandangan ketika masukYaitu jangan liar memandang kesana kemari. Adab seperti ini harus ditekankan kepada anak semenjak kecil. Sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِنَّمَا جُعِلَ الِاسْتِئْذَانُ مِنْ أَجْلِ البَصَرِ““Sesungguhnya meminta izin itu diberlakukan dalam rangka untuk menjaga pandangan mata”. HR. Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu.Kesembilan: Pulang bila tidak diizinkanKarena Allah ta’ala berfirman,“فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فِيهَا أَحَدًا فَلَا تَدْخُلُوهَا حَتَّى يُؤْذَنَ لَكُمْ وَإِنْ قِيلَ لَكُمُ ارْجِعُوا فَارْجِعُوا هُوَ أَزْكَى لَكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ“Artinya: “Jika kalian tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah masuk sebelum kalian mendapat izin. Jika dikatakan kepadamu, “Kembalilah”, maka hendaklah kalian kembali. Itu lebih suci bagi kalian dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan”. QS. An-Nur (24): 28.Kesepuluh: Dilarang mengintip ke dalam kamar ataupun rumah orang lainAjarkan kepada anak bahwa hukumnya haram mengintip ke dalam rumah ataupun kamar orang lain. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda,“لَوْ أَنَّ رَجُلًا اطَّلَعَ عَلَيْكَ بِغَيْرِ إِذْنٍ، فَخَذَفْتَهُ بِحَصَاةٍ، فَفَقَأْتَ عَيْنَهُ مَا كَانَ عَلَيْكَ مِنْ جُنَاحٍ““Sekiranya ada seseorang yang mengintip rumahmu tanpa izin lalu engkau melemparnya dengan batu hingga tercungkil matanya, maka tiada dosa atasmu”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Rabi’uts Tsani 1439 / 1 Januari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 136: Hikmah Angkat Tangan Saat Berdoa Bagian 2 (selesai)Next RINDU ALLAH Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No 106: Anak dan Adab Meminta Ijin Bagian 3 (selesai)

Pada pertemuan sebelumnya telah dijelaskan beberapa adab meminta izin yang perlu diajarkan pada anak. Berikut kelanjutannya:Keenam: Mengucapkan salam dulu sebelum meminta izin untuk masukRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“لَا تَأْذَنُوا لِمَنْ لَمْ يَبْدَأْ بِالسَّلَامِ““Jangan kalian mengizinkan masuk orang yang tidak mengucapkan salam”. HR. Abu Ya’la al-Mushiliy dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Ketujuh: Memperkenalkan identitas diriYaitu memperkenalkan diri ketika ditanya, “Siapa?”. Jangan menjawab, “Saya”.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah didatangi Jabir. Iapun mengetuk pintu. Beliau lalu bertanya, “Siapa?”. Jabir menjawab, “Saya”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkomentar, “Saya, saya!”. Seakan beliau tidak berkenan dengan jawaban itu. HR. Bukhari dan Muslim.Sebab jawaban “saya” tersebut tidak menunjukkan identitas diri.Kedelapan: Menundukkan pandangan ketika masukYaitu jangan liar memandang kesana kemari. Adab seperti ini harus ditekankan kepada anak semenjak kecil. Sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِنَّمَا جُعِلَ الِاسْتِئْذَانُ مِنْ أَجْلِ البَصَرِ““Sesungguhnya meminta izin itu diberlakukan dalam rangka untuk menjaga pandangan mata”. HR. Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu.Kesembilan: Pulang bila tidak diizinkanKarena Allah ta’ala berfirman,“فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فِيهَا أَحَدًا فَلَا تَدْخُلُوهَا حَتَّى يُؤْذَنَ لَكُمْ وَإِنْ قِيلَ لَكُمُ ارْجِعُوا فَارْجِعُوا هُوَ أَزْكَى لَكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ“Artinya: “Jika kalian tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah masuk sebelum kalian mendapat izin. Jika dikatakan kepadamu, “Kembalilah”, maka hendaklah kalian kembali. Itu lebih suci bagi kalian dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan”. QS. An-Nur (24): 28.Kesepuluh: Dilarang mengintip ke dalam kamar ataupun rumah orang lainAjarkan kepada anak bahwa hukumnya haram mengintip ke dalam rumah ataupun kamar orang lain. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda,“لَوْ أَنَّ رَجُلًا اطَّلَعَ عَلَيْكَ بِغَيْرِ إِذْنٍ، فَخَذَفْتَهُ بِحَصَاةٍ، فَفَقَأْتَ عَيْنَهُ مَا كَانَ عَلَيْكَ مِنْ جُنَاحٍ““Sekiranya ada seseorang yang mengintip rumahmu tanpa izin lalu engkau melemparnya dengan batu hingga tercungkil matanya, maka tiada dosa atasmu”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Rabi’uts Tsani 1439 / 1 Januari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 136: Hikmah Angkat Tangan Saat Berdoa Bagian 2 (selesai)Next RINDU ALLAH Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Pada pertemuan sebelumnya telah dijelaskan beberapa adab meminta izin yang perlu diajarkan pada anak. Berikut kelanjutannya:Keenam: Mengucapkan salam dulu sebelum meminta izin untuk masukRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“لَا تَأْذَنُوا لِمَنْ لَمْ يَبْدَأْ بِالسَّلَامِ““Jangan kalian mengizinkan masuk orang yang tidak mengucapkan salam”. HR. Abu Ya’la al-Mushiliy dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Ketujuh: Memperkenalkan identitas diriYaitu memperkenalkan diri ketika ditanya, “Siapa?”. Jangan menjawab, “Saya”.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah didatangi Jabir. Iapun mengetuk pintu. Beliau lalu bertanya, “Siapa?”. Jabir menjawab, “Saya”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkomentar, “Saya, saya!”. Seakan beliau tidak berkenan dengan jawaban itu. HR. Bukhari dan Muslim.Sebab jawaban “saya” tersebut tidak menunjukkan identitas diri.Kedelapan: Menundukkan pandangan ketika masukYaitu jangan liar memandang kesana kemari. Adab seperti ini harus ditekankan kepada anak semenjak kecil. Sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِنَّمَا جُعِلَ الِاسْتِئْذَانُ مِنْ أَجْلِ البَصَرِ““Sesungguhnya meminta izin itu diberlakukan dalam rangka untuk menjaga pandangan mata”. HR. Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu.Kesembilan: Pulang bila tidak diizinkanKarena Allah ta’ala berfirman,“فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فِيهَا أَحَدًا فَلَا تَدْخُلُوهَا حَتَّى يُؤْذَنَ لَكُمْ وَإِنْ قِيلَ لَكُمُ ارْجِعُوا فَارْجِعُوا هُوَ أَزْكَى لَكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ“Artinya: “Jika kalian tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah masuk sebelum kalian mendapat izin. Jika dikatakan kepadamu, “Kembalilah”, maka hendaklah kalian kembali. Itu lebih suci bagi kalian dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan”. QS. An-Nur (24): 28.Kesepuluh: Dilarang mengintip ke dalam kamar ataupun rumah orang lainAjarkan kepada anak bahwa hukumnya haram mengintip ke dalam rumah ataupun kamar orang lain. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda,“لَوْ أَنَّ رَجُلًا اطَّلَعَ عَلَيْكَ بِغَيْرِ إِذْنٍ، فَخَذَفْتَهُ بِحَصَاةٍ، فَفَقَأْتَ عَيْنَهُ مَا كَانَ عَلَيْكَ مِنْ جُنَاحٍ““Sekiranya ada seseorang yang mengintip rumahmu tanpa izin lalu engkau melemparnya dengan batu hingga tercungkil matanya, maka tiada dosa atasmu”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Rabi’uts Tsani 1439 / 1 Januari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 136: Hikmah Angkat Tangan Saat Berdoa Bagian 2 (selesai)Next RINDU ALLAH Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Pada pertemuan sebelumnya telah dijelaskan beberapa adab meminta izin yang perlu diajarkan pada anak. Berikut kelanjutannya:Keenam: Mengucapkan salam dulu sebelum meminta izin untuk masukRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“لَا تَأْذَنُوا لِمَنْ لَمْ يَبْدَأْ بِالسَّلَامِ““Jangan kalian mengizinkan masuk orang yang tidak mengucapkan salam”. HR. Abu Ya’la al-Mushiliy dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Ketujuh: Memperkenalkan identitas diriYaitu memperkenalkan diri ketika ditanya, “Siapa?”. Jangan menjawab, “Saya”.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah didatangi Jabir. Iapun mengetuk pintu. Beliau lalu bertanya, “Siapa?”. Jabir menjawab, “Saya”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkomentar, “Saya, saya!”. Seakan beliau tidak berkenan dengan jawaban itu. HR. Bukhari dan Muslim.Sebab jawaban “saya” tersebut tidak menunjukkan identitas diri.Kedelapan: Menundukkan pandangan ketika masukYaitu jangan liar memandang kesana kemari. Adab seperti ini harus ditekankan kepada anak semenjak kecil. Sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِنَّمَا جُعِلَ الِاسْتِئْذَانُ مِنْ أَجْلِ البَصَرِ““Sesungguhnya meminta izin itu diberlakukan dalam rangka untuk menjaga pandangan mata”. HR. Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu.Kesembilan: Pulang bila tidak diizinkanKarena Allah ta’ala berfirman,“فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فِيهَا أَحَدًا فَلَا تَدْخُلُوهَا حَتَّى يُؤْذَنَ لَكُمْ وَإِنْ قِيلَ لَكُمُ ارْجِعُوا فَارْجِعُوا هُوَ أَزْكَى لَكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ“Artinya: “Jika kalian tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah masuk sebelum kalian mendapat izin. Jika dikatakan kepadamu, “Kembalilah”, maka hendaklah kalian kembali. Itu lebih suci bagi kalian dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan”. QS. An-Nur (24): 28.Kesepuluh: Dilarang mengintip ke dalam kamar ataupun rumah orang lainAjarkan kepada anak bahwa hukumnya haram mengintip ke dalam rumah ataupun kamar orang lain. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda,“لَوْ أَنَّ رَجُلًا اطَّلَعَ عَلَيْكَ بِغَيْرِ إِذْنٍ، فَخَذَفْتَهُ بِحَصَاةٍ، فَفَقَأْتَ عَيْنَهُ مَا كَانَ عَلَيْكَ مِنْ جُنَاحٍ““Sekiranya ada seseorang yang mengintip rumahmu tanpa izin lalu engkau melemparnya dengan batu hingga tercungkil matanya, maka tiada dosa atasmu”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Rabi’uts Tsani 1439 / 1 Januari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 136: Hikmah Angkat Tangan Saat Berdoa Bagian 2 (selesai)Next RINDU ALLAH Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Laporan Pengeluaran Dana Masjid Manarul Ilmi

Laporan Pengeluaran Dana Masjid Manarul Ilmi Post navigation Previous RINDU ALLAHNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 107: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Laporan Pengeluaran Dana Masjid Manarul Ilmi

Laporan Pengeluaran Dana Masjid Manarul Ilmi Post navigation Previous RINDU ALLAHNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 107: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Laporan Pengeluaran Dana Masjid Manarul Ilmi Post navigation Previous RINDU ALLAHNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 107: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Laporan Pengeluaran Dana Masjid Manarul Ilmi Post navigation Previous RINDU ALLAHNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 107: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 140: BOLEHKAH BERSAJAK DALAM DOA?

Sajak adalah karya sastra yang penyajiannya dilakukan dalam baris-baris yang teratur dan terikat. Biasanya sangat mementingkan keselarasan bunyi bahasa. Baik kesepadanan bunyi, kekontrasan, maupun kesamaan.Aslinya bersajak secara global diperbolehkan dalam Islam. Selama tujuan dan isinya tidak melanggar aturan agama, serta tidak berlebihan.Namun bersajak dalam doa termasuk sesuatu yang seharusnya dihindari.Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma menuturkan,“حَدِّثِ النَّاسَ كُلَّ جُمُعَةٍ مَرَّةً، فَإِنْ أَبَيْتَ فَمَرَّتَيْنِ، فَإِنْ أَكْثَرْتَ فَثَلاَثَ مِرَارٍ، وَلاَ تُمِلَّ النَّاسَ هَذَا القُرْآنَ، وَلاَ أُلْفِيَنَّكَ تَأْتِي القَوْمَ وَهُمْ فِي حَدِيثٍ مِنْ حَدِيثِهِمْ، فَتَقُصُّ عَلَيْهِمْ، فَتَقْطَعُ عَلَيْهِمْ حَدِيثَهُمْ فَتُمِلُّهُمْ، وَلَكِنْ أَنْصِتْ، فَإِذَا أَمَرُوكَ فَحَدِّثْهُمْ وَهُمْ يَشْتَهُونَهُ، فَانْظُرِ السَّجْعَ مِنَ الدُّعَاءِ فَاجْتَنِبْهُ، فَإِنِّي عَهِدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابَهُ لَا يَفْعَلُونَ إِلَّا ذَلِكَ يَعْنِي لاَ يَفْعَلُونَ إِلَّا ذَلِكَ الِاجْتِنَابَ“.“Sampaikan kajian untuk masyarakat sekali sepekan. Bila tidak, sampaikan dua kali sepekan. Kalau engkau ingin lebih, sampaikan tiga kali. Jangan engkau bikin orang bosan dengan al-Qur’an. Tidak seyogyanya engkau mendatangi sekelompok orang yang sedang ngobrol, lalu tiba-tiba engkau memotong obrolan mereka dengan nasehat. Sebab itu akan membuat mereka jenuh. Namun hendaknya diamlah dahulu. Jika mereka memintamu, baru sampaikan nasehat. Sehingga mereka menyimak dengan semangat. Lihat doa yang bersajak lalu jauhilah. Sebab yang kuketahui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya menjauhi hal tersebut”. HR. Bukhari.Bersajak dalam berdoa terlarang sebab bisa mengganggu keikhlasan dan kekhusyu’an doa. Karena konsentrasinya tertuju kepada susunan sajak tersebut. Padahal salah satu faktor terpenting pendukung terkabulnya doa adalah ikhlas dan khusyu’.Dalam kitab Tafsirnya, Imam al-Qurthubiy rahimahullah (w. 671 H) menjelaskan, “Sebagian orang membaca doa yang tidak ada dalam al-Qur’an dan Sunnah. Dia lebih memilih redaksi doa yang berbait-bait. Kalimat yang bersajak-sajak. Dia temukan di buku-buku yang tidak berdalil dan tidak memiliki landasan. Dia jadikan doa-doa tersebut sebagai bacaan rutinnya. Lalu dia tinggalkan doa-doa yang biasa dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ini semua menghalangi terkabulnya doa.Kecuali bila sajak dalam berdoa itu terjadi tanpa disengaja dan tidak berlebihan. Ini tidak mengapa. Demikian keterangan yang disampaikan as-Saffariniy rahimahullah (w. 1188 H).Contohnya adalah doa-doa bersajak yang ada dalam hadits. Sebab sajak yang ada di dalamnya tidak secara sengaja dijadikan sebagai tujuan utama. Sebagaimana dijelaskan Imam Ibn Hajar al-‘Asqalaniy rahimahullah (w. 852 H).Semisal doa berikut;“اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا““Ya Allah, sungguh aku mohon perlindungan pada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat. Dari hati yang tidak khusyu’. Dari nafsu yang tidak pernah puas. Serta dari doa yang tidak dikabulkan”. HR. Muslim dari Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Muharram 1440 / 24 September 2018 Post navigation Previous Makmur Luar DalamNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 112: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 6 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 140: BOLEHKAH BERSAJAK DALAM DOA?

Sajak adalah karya sastra yang penyajiannya dilakukan dalam baris-baris yang teratur dan terikat. Biasanya sangat mementingkan keselarasan bunyi bahasa. Baik kesepadanan bunyi, kekontrasan, maupun kesamaan.Aslinya bersajak secara global diperbolehkan dalam Islam. Selama tujuan dan isinya tidak melanggar aturan agama, serta tidak berlebihan.Namun bersajak dalam doa termasuk sesuatu yang seharusnya dihindari.Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma menuturkan,“حَدِّثِ النَّاسَ كُلَّ جُمُعَةٍ مَرَّةً، فَإِنْ أَبَيْتَ فَمَرَّتَيْنِ، فَإِنْ أَكْثَرْتَ فَثَلاَثَ مِرَارٍ، وَلاَ تُمِلَّ النَّاسَ هَذَا القُرْآنَ، وَلاَ أُلْفِيَنَّكَ تَأْتِي القَوْمَ وَهُمْ فِي حَدِيثٍ مِنْ حَدِيثِهِمْ، فَتَقُصُّ عَلَيْهِمْ، فَتَقْطَعُ عَلَيْهِمْ حَدِيثَهُمْ فَتُمِلُّهُمْ، وَلَكِنْ أَنْصِتْ، فَإِذَا أَمَرُوكَ فَحَدِّثْهُمْ وَهُمْ يَشْتَهُونَهُ، فَانْظُرِ السَّجْعَ مِنَ الدُّعَاءِ فَاجْتَنِبْهُ، فَإِنِّي عَهِدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابَهُ لَا يَفْعَلُونَ إِلَّا ذَلِكَ يَعْنِي لاَ يَفْعَلُونَ إِلَّا ذَلِكَ الِاجْتِنَابَ“.“Sampaikan kajian untuk masyarakat sekali sepekan. Bila tidak, sampaikan dua kali sepekan. Kalau engkau ingin lebih, sampaikan tiga kali. Jangan engkau bikin orang bosan dengan al-Qur’an. Tidak seyogyanya engkau mendatangi sekelompok orang yang sedang ngobrol, lalu tiba-tiba engkau memotong obrolan mereka dengan nasehat. Sebab itu akan membuat mereka jenuh. Namun hendaknya diamlah dahulu. Jika mereka memintamu, baru sampaikan nasehat. Sehingga mereka menyimak dengan semangat. Lihat doa yang bersajak lalu jauhilah. Sebab yang kuketahui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya menjauhi hal tersebut”. HR. Bukhari.Bersajak dalam berdoa terlarang sebab bisa mengganggu keikhlasan dan kekhusyu’an doa. Karena konsentrasinya tertuju kepada susunan sajak tersebut. Padahal salah satu faktor terpenting pendukung terkabulnya doa adalah ikhlas dan khusyu’.Dalam kitab Tafsirnya, Imam al-Qurthubiy rahimahullah (w. 671 H) menjelaskan, “Sebagian orang membaca doa yang tidak ada dalam al-Qur’an dan Sunnah. Dia lebih memilih redaksi doa yang berbait-bait. Kalimat yang bersajak-sajak. Dia temukan di buku-buku yang tidak berdalil dan tidak memiliki landasan. Dia jadikan doa-doa tersebut sebagai bacaan rutinnya. Lalu dia tinggalkan doa-doa yang biasa dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ini semua menghalangi terkabulnya doa.Kecuali bila sajak dalam berdoa itu terjadi tanpa disengaja dan tidak berlebihan. Ini tidak mengapa. Demikian keterangan yang disampaikan as-Saffariniy rahimahullah (w. 1188 H).Contohnya adalah doa-doa bersajak yang ada dalam hadits. Sebab sajak yang ada di dalamnya tidak secara sengaja dijadikan sebagai tujuan utama. Sebagaimana dijelaskan Imam Ibn Hajar al-‘Asqalaniy rahimahullah (w. 852 H).Semisal doa berikut;“اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا““Ya Allah, sungguh aku mohon perlindungan pada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat. Dari hati yang tidak khusyu’. Dari nafsu yang tidak pernah puas. Serta dari doa yang tidak dikabulkan”. HR. Muslim dari Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Muharram 1440 / 24 September 2018 Post navigation Previous Makmur Luar DalamNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 112: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 6 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Sajak adalah karya sastra yang penyajiannya dilakukan dalam baris-baris yang teratur dan terikat. Biasanya sangat mementingkan keselarasan bunyi bahasa. Baik kesepadanan bunyi, kekontrasan, maupun kesamaan.Aslinya bersajak secara global diperbolehkan dalam Islam. Selama tujuan dan isinya tidak melanggar aturan agama, serta tidak berlebihan.Namun bersajak dalam doa termasuk sesuatu yang seharusnya dihindari.Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma menuturkan,“حَدِّثِ النَّاسَ كُلَّ جُمُعَةٍ مَرَّةً، فَإِنْ أَبَيْتَ فَمَرَّتَيْنِ، فَإِنْ أَكْثَرْتَ فَثَلاَثَ مِرَارٍ، وَلاَ تُمِلَّ النَّاسَ هَذَا القُرْآنَ، وَلاَ أُلْفِيَنَّكَ تَأْتِي القَوْمَ وَهُمْ فِي حَدِيثٍ مِنْ حَدِيثِهِمْ، فَتَقُصُّ عَلَيْهِمْ، فَتَقْطَعُ عَلَيْهِمْ حَدِيثَهُمْ فَتُمِلُّهُمْ، وَلَكِنْ أَنْصِتْ، فَإِذَا أَمَرُوكَ فَحَدِّثْهُمْ وَهُمْ يَشْتَهُونَهُ، فَانْظُرِ السَّجْعَ مِنَ الدُّعَاءِ فَاجْتَنِبْهُ، فَإِنِّي عَهِدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابَهُ لَا يَفْعَلُونَ إِلَّا ذَلِكَ يَعْنِي لاَ يَفْعَلُونَ إِلَّا ذَلِكَ الِاجْتِنَابَ“.“Sampaikan kajian untuk masyarakat sekali sepekan. Bila tidak, sampaikan dua kali sepekan. Kalau engkau ingin lebih, sampaikan tiga kali. Jangan engkau bikin orang bosan dengan al-Qur’an. Tidak seyogyanya engkau mendatangi sekelompok orang yang sedang ngobrol, lalu tiba-tiba engkau memotong obrolan mereka dengan nasehat. Sebab itu akan membuat mereka jenuh. Namun hendaknya diamlah dahulu. Jika mereka memintamu, baru sampaikan nasehat. Sehingga mereka menyimak dengan semangat. Lihat doa yang bersajak lalu jauhilah. Sebab yang kuketahui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya menjauhi hal tersebut”. HR. Bukhari.Bersajak dalam berdoa terlarang sebab bisa mengganggu keikhlasan dan kekhusyu’an doa. Karena konsentrasinya tertuju kepada susunan sajak tersebut. Padahal salah satu faktor terpenting pendukung terkabulnya doa adalah ikhlas dan khusyu’.Dalam kitab Tafsirnya, Imam al-Qurthubiy rahimahullah (w. 671 H) menjelaskan, “Sebagian orang membaca doa yang tidak ada dalam al-Qur’an dan Sunnah. Dia lebih memilih redaksi doa yang berbait-bait. Kalimat yang bersajak-sajak. Dia temukan di buku-buku yang tidak berdalil dan tidak memiliki landasan. Dia jadikan doa-doa tersebut sebagai bacaan rutinnya. Lalu dia tinggalkan doa-doa yang biasa dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ini semua menghalangi terkabulnya doa.Kecuali bila sajak dalam berdoa itu terjadi tanpa disengaja dan tidak berlebihan. Ini tidak mengapa. Demikian keterangan yang disampaikan as-Saffariniy rahimahullah (w. 1188 H).Contohnya adalah doa-doa bersajak yang ada dalam hadits. Sebab sajak yang ada di dalamnya tidak secara sengaja dijadikan sebagai tujuan utama. Sebagaimana dijelaskan Imam Ibn Hajar al-‘Asqalaniy rahimahullah (w. 852 H).Semisal doa berikut;“اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا““Ya Allah, sungguh aku mohon perlindungan pada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat. Dari hati yang tidak khusyu’. Dari nafsu yang tidak pernah puas. Serta dari doa yang tidak dikabulkan”. HR. Muslim dari Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Muharram 1440 / 24 September 2018 Post navigation Previous Makmur Luar DalamNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 112: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 6 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Sajak adalah karya sastra yang penyajiannya dilakukan dalam baris-baris yang teratur dan terikat. Biasanya sangat mementingkan keselarasan bunyi bahasa. Baik kesepadanan bunyi, kekontrasan, maupun kesamaan.Aslinya bersajak secara global diperbolehkan dalam Islam. Selama tujuan dan isinya tidak melanggar aturan agama, serta tidak berlebihan.Namun bersajak dalam doa termasuk sesuatu yang seharusnya dihindari.Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma menuturkan,“حَدِّثِ النَّاسَ كُلَّ جُمُعَةٍ مَرَّةً، فَإِنْ أَبَيْتَ فَمَرَّتَيْنِ، فَإِنْ أَكْثَرْتَ فَثَلاَثَ مِرَارٍ، وَلاَ تُمِلَّ النَّاسَ هَذَا القُرْآنَ، وَلاَ أُلْفِيَنَّكَ تَأْتِي القَوْمَ وَهُمْ فِي حَدِيثٍ مِنْ حَدِيثِهِمْ، فَتَقُصُّ عَلَيْهِمْ، فَتَقْطَعُ عَلَيْهِمْ حَدِيثَهُمْ فَتُمِلُّهُمْ، وَلَكِنْ أَنْصِتْ، فَإِذَا أَمَرُوكَ فَحَدِّثْهُمْ وَهُمْ يَشْتَهُونَهُ، فَانْظُرِ السَّجْعَ مِنَ الدُّعَاءِ فَاجْتَنِبْهُ، فَإِنِّي عَهِدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابَهُ لَا يَفْعَلُونَ إِلَّا ذَلِكَ يَعْنِي لاَ يَفْعَلُونَ إِلَّا ذَلِكَ الِاجْتِنَابَ“.“Sampaikan kajian untuk masyarakat sekali sepekan. Bila tidak, sampaikan dua kali sepekan. Kalau engkau ingin lebih, sampaikan tiga kali. Jangan engkau bikin orang bosan dengan al-Qur’an. Tidak seyogyanya engkau mendatangi sekelompok orang yang sedang ngobrol, lalu tiba-tiba engkau memotong obrolan mereka dengan nasehat. Sebab itu akan membuat mereka jenuh. Namun hendaknya diamlah dahulu. Jika mereka memintamu, baru sampaikan nasehat. Sehingga mereka menyimak dengan semangat. Lihat doa yang bersajak lalu jauhilah. Sebab yang kuketahui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya menjauhi hal tersebut”. HR. Bukhari.Bersajak dalam berdoa terlarang sebab bisa mengganggu keikhlasan dan kekhusyu’an doa. Karena konsentrasinya tertuju kepada susunan sajak tersebut. Padahal salah satu faktor terpenting pendukung terkabulnya doa adalah ikhlas dan khusyu’.Dalam kitab Tafsirnya, Imam al-Qurthubiy rahimahullah (w. 671 H) menjelaskan, “Sebagian orang membaca doa yang tidak ada dalam al-Qur’an dan Sunnah. Dia lebih memilih redaksi doa yang berbait-bait. Kalimat yang bersajak-sajak. Dia temukan di buku-buku yang tidak berdalil dan tidak memiliki landasan. Dia jadikan doa-doa tersebut sebagai bacaan rutinnya. Lalu dia tinggalkan doa-doa yang biasa dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ini semua menghalangi terkabulnya doa.Kecuali bila sajak dalam berdoa itu terjadi tanpa disengaja dan tidak berlebihan. Ini tidak mengapa. Demikian keterangan yang disampaikan as-Saffariniy rahimahullah (w. 1188 H).Contohnya adalah doa-doa bersajak yang ada dalam hadits. Sebab sajak yang ada di dalamnya tidak secara sengaja dijadikan sebagai tujuan utama. Sebagaimana dijelaskan Imam Ibn Hajar al-‘Asqalaniy rahimahullah (w. 852 H).Semisal doa berikut;“اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا““Ya Allah, sungguh aku mohon perlindungan pada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat. Dari hati yang tidak khusyu’. Dari nafsu yang tidak pernah puas. Serta dari doa yang tidak dikabulkan”. HR. Muslim dari Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Muharram 1440 / 24 September 2018 Post navigation Previous Makmur Luar DalamNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 112: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 6 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 112: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 6

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 112METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bag-6 Dengan mengetahui metode pembelajaran yang baik, diharapkan proses pendidikan berlangsung setiap waktu, tanpa anak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Di antara metode tersebut:Kelima: Metode PembiasaanPembiasaan adalah bagian penting pendidikan anak. Anak yang sejak dalam kandungan terbiasa dengan perilaku baik ayah dan ibunya, cenderung akan mudah memahami apa yang baik dan gampang untuk mengerjakannya. Contohnya ketika dibiasakan mendengarkan bacaan al-Qur’an, ia akan cenderung mudah menghafal Qur’an di setiap fase pertumbuhannya. Untuk itu, penting bagi setiap orang tua mengkondisikan buah hati mereka dalam pendidikan yang berdimensi pembiasaan secara konsisten.Sebaliknya, anak yang terbiasa mendengar lagu, ia akan mudah untuk bisa menyanyi. Dan anak yang terbiasa menonton adegan kekerasan di dalam film, juga potensial menjadi agresif memukul teman-temannya.Contoh lain: anak-anak perempuan bila sejak kecil dibiasakan menggunakan jilbab, insyaAllah akan memudahkannya kelak memahami dan mengamalkan syariat menutup aurat.Sekarang, ketika kita saksikan seorang wanita dengan begitu mudahnya keluar rumah tanpa jilbab, hampir bisa dipastikan karena masa kecilnya tidak terbiasa menggunakan jilbab. Ditambah kala dewasa, masih belum memahami konsep wajibnya memakai jilbab.Dengan demikian, maka kebiasaan positif harus diupayakan. Ingat, kebiasaan bisa membangun dan menentukan masa depan. Orang sukses dan orang gagal, seringkali ditentukan oleh kebiasaan.Oleh karena itu, penting kita memahami mengapa sholat harus lima kali dalam 24 jam sepanjang hayat, dan mengapa dzikir harus diamalkan sebanyak-banyaknya. Membaca al-Qur’an mesti berulang-ulang, bahkan dihafal dan dibaca di berbagai tempat dan aktivitas. Salah satu maknanya adalah pembiasaan.Karena anak adalah peniru ulung dalam kehidupan, maka pembiasaan baik yang ditanamkan kepada buah hati, mesti dibarengi dengan keteladanan dari kedua orang tua. Tidak mungkin anak akan rajin membaca al-Qur’an, jika orang tuanya tidak memberikan keteladanan membaca al-Qur’an secara ajeg.Demikian pula, tidak mungkin anak akan membatasi diri dari melihat tontonan televisi, jika kedua orang tuanya justru sangat hobi menonton sinetron.Seperti dalam hal sholat, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Suruhlah anak-anakmu mengerjakan sholat ketika mereka berumur tujuh tahun. Pukullah mereka jika mereka meninggalkan sholat saat usianya telah mencapai sepuluh tahun”. HR. Bukhari dan Muslim.Hadits di atas memberikan sebuah petunjuk tentang pentingnya pembiasaan anak melakukan kebaikan. Konkretnya dalam hal mendirikan sholat.Jika anak telah dibiasakan sejak umur 7 tahun melakukan shalat dengan baik dan berjalan lancar, maka umur 10 tahun akan terbiasa alias otomatis mengerjakannya. Tetapi jika masih belum otomatis, maka ada yang salah, sehingga perlu dievaluasi. Tidak kemudian serta-merta anak dihajar. Pemicu perilaku buruk ini adalah karena memahami teks hadits secara parsial.Pekerjaan rumah orang tua berikutnya setelah pembiasaan, adalah berusaha memahami apakah buah hati sudah bisa diajak berpikir atau belum?Jika sudah saatnya, maka hendaklah mereka mendapatkan pendidikan tahap berikutnya. Yakni tentang makna, motivasi, alasan, fungsi dan manfaat dari sebuah ibadah atau kebiasaan baik. Sehingga anak menjadi paham, kemudian tergerak dengan sendirinya untuk mengamalkan atau membiasakan segala kebaikan di dalam kehidupannya.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Sya’ban 1439 / 30 April 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 140: BOLEHKAH BERSAJAK DALAM DOA?Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 141: MENDOAKAN KAUM MUSLIMIN Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 112: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 6

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 112METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bag-6 Dengan mengetahui metode pembelajaran yang baik, diharapkan proses pendidikan berlangsung setiap waktu, tanpa anak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Di antara metode tersebut:Kelima: Metode PembiasaanPembiasaan adalah bagian penting pendidikan anak. Anak yang sejak dalam kandungan terbiasa dengan perilaku baik ayah dan ibunya, cenderung akan mudah memahami apa yang baik dan gampang untuk mengerjakannya. Contohnya ketika dibiasakan mendengarkan bacaan al-Qur’an, ia akan cenderung mudah menghafal Qur’an di setiap fase pertumbuhannya. Untuk itu, penting bagi setiap orang tua mengkondisikan buah hati mereka dalam pendidikan yang berdimensi pembiasaan secara konsisten.Sebaliknya, anak yang terbiasa mendengar lagu, ia akan mudah untuk bisa menyanyi. Dan anak yang terbiasa menonton adegan kekerasan di dalam film, juga potensial menjadi agresif memukul teman-temannya.Contoh lain: anak-anak perempuan bila sejak kecil dibiasakan menggunakan jilbab, insyaAllah akan memudahkannya kelak memahami dan mengamalkan syariat menutup aurat.Sekarang, ketika kita saksikan seorang wanita dengan begitu mudahnya keluar rumah tanpa jilbab, hampir bisa dipastikan karena masa kecilnya tidak terbiasa menggunakan jilbab. Ditambah kala dewasa, masih belum memahami konsep wajibnya memakai jilbab.Dengan demikian, maka kebiasaan positif harus diupayakan. Ingat, kebiasaan bisa membangun dan menentukan masa depan. Orang sukses dan orang gagal, seringkali ditentukan oleh kebiasaan.Oleh karena itu, penting kita memahami mengapa sholat harus lima kali dalam 24 jam sepanjang hayat, dan mengapa dzikir harus diamalkan sebanyak-banyaknya. Membaca al-Qur’an mesti berulang-ulang, bahkan dihafal dan dibaca di berbagai tempat dan aktivitas. Salah satu maknanya adalah pembiasaan.Karena anak adalah peniru ulung dalam kehidupan, maka pembiasaan baik yang ditanamkan kepada buah hati, mesti dibarengi dengan keteladanan dari kedua orang tua. Tidak mungkin anak akan rajin membaca al-Qur’an, jika orang tuanya tidak memberikan keteladanan membaca al-Qur’an secara ajeg.Demikian pula, tidak mungkin anak akan membatasi diri dari melihat tontonan televisi, jika kedua orang tuanya justru sangat hobi menonton sinetron.Seperti dalam hal sholat, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Suruhlah anak-anakmu mengerjakan sholat ketika mereka berumur tujuh tahun. Pukullah mereka jika mereka meninggalkan sholat saat usianya telah mencapai sepuluh tahun”. HR. Bukhari dan Muslim.Hadits di atas memberikan sebuah petunjuk tentang pentingnya pembiasaan anak melakukan kebaikan. Konkretnya dalam hal mendirikan sholat.Jika anak telah dibiasakan sejak umur 7 tahun melakukan shalat dengan baik dan berjalan lancar, maka umur 10 tahun akan terbiasa alias otomatis mengerjakannya. Tetapi jika masih belum otomatis, maka ada yang salah, sehingga perlu dievaluasi. Tidak kemudian serta-merta anak dihajar. Pemicu perilaku buruk ini adalah karena memahami teks hadits secara parsial.Pekerjaan rumah orang tua berikutnya setelah pembiasaan, adalah berusaha memahami apakah buah hati sudah bisa diajak berpikir atau belum?Jika sudah saatnya, maka hendaklah mereka mendapatkan pendidikan tahap berikutnya. Yakni tentang makna, motivasi, alasan, fungsi dan manfaat dari sebuah ibadah atau kebiasaan baik. Sehingga anak menjadi paham, kemudian tergerak dengan sendirinya untuk mengamalkan atau membiasakan segala kebaikan di dalam kehidupannya.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Sya’ban 1439 / 30 April 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 140: BOLEHKAH BERSAJAK DALAM DOA?Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 141: MENDOAKAN KAUM MUSLIMIN Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 112METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bag-6 Dengan mengetahui metode pembelajaran yang baik, diharapkan proses pendidikan berlangsung setiap waktu, tanpa anak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Di antara metode tersebut:Kelima: Metode PembiasaanPembiasaan adalah bagian penting pendidikan anak. Anak yang sejak dalam kandungan terbiasa dengan perilaku baik ayah dan ibunya, cenderung akan mudah memahami apa yang baik dan gampang untuk mengerjakannya. Contohnya ketika dibiasakan mendengarkan bacaan al-Qur’an, ia akan cenderung mudah menghafal Qur’an di setiap fase pertumbuhannya. Untuk itu, penting bagi setiap orang tua mengkondisikan buah hati mereka dalam pendidikan yang berdimensi pembiasaan secara konsisten.Sebaliknya, anak yang terbiasa mendengar lagu, ia akan mudah untuk bisa menyanyi. Dan anak yang terbiasa menonton adegan kekerasan di dalam film, juga potensial menjadi agresif memukul teman-temannya.Contoh lain: anak-anak perempuan bila sejak kecil dibiasakan menggunakan jilbab, insyaAllah akan memudahkannya kelak memahami dan mengamalkan syariat menutup aurat.Sekarang, ketika kita saksikan seorang wanita dengan begitu mudahnya keluar rumah tanpa jilbab, hampir bisa dipastikan karena masa kecilnya tidak terbiasa menggunakan jilbab. Ditambah kala dewasa, masih belum memahami konsep wajibnya memakai jilbab.Dengan demikian, maka kebiasaan positif harus diupayakan. Ingat, kebiasaan bisa membangun dan menentukan masa depan. Orang sukses dan orang gagal, seringkali ditentukan oleh kebiasaan.Oleh karena itu, penting kita memahami mengapa sholat harus lima kali dalam 24 jam sepanjang hayat, dan mengapa dzikir harus diamalkan sebanyak-banyaknya. Membaca al-Qur’an mesti berulang-ulang, bahkan dihafal dan dibaca di berbagai tempat dan aktivitas. Salah satu maknanya adalah pembiasaan.Karena anak adalah peniru ulung dalam kehidupan, maka pembiasaan baik yang ditanamkan kepada buah hati, mesti dibarengi dengan keteladanan dari kedua orang tua. Tidak mungkin anak akan rajin membaca al-Qur’an, jika orang tuanya tidak memberikan keteladanan membaca al-Qur’an secara ajeg.Demikian pula, tidak mungkin anak akan membatasi diri dari melihat tontonan televisi, jika kedua orang tuanya justru sangat hobi menonton sinetron.Seperti dalam hal sholat, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Suruhlah anak-anakmu mengerjakan sholat ketika mereka berumur tujuh tahun. Pukullah mereka jika mereka meninggalkan sholat saat usianya telah mencapai sepuluh tahun”. HR. Bukhari dan Muslim.Hadits di atas memberikan sebuah petunjuk tentang pentingnya pembiasaan anak melakukan kebaikan. Konkretnya dalam hal mendirikan sholat.Jika anak telah dibiasakan sejak umur 7 tahun melakukan shalat dengan baik dan berjalan lancar, maka umur 10 tahun akan terbiasa alias otomatis mengerjakannya. Tetapi jika masih belum otomatis, maka ada yang salah, sehingga perlu dievaluasi. Tidak kemudian serta-merta anak dihajar. Pemicu perilaku buruk ini adalah karena memahami teks hadits secara parsial.Pekerjaan rumah orang tua berikutnya setelah pembiasaan, adalah berusaha memahami apakah buah hati sudah bisa diajak berpikir atau belum?Jika sudah saatnya, maka hendaklah mereka mendapatkan pendidikan tahap berikutnya. Yakni tentang makna, motivasi, alasan, fungsi dan manfaat dari sebuah ibadah atau kebiasaan baik. Sehingga anak menjadi paham, kemudian tergerak dengan sendirinya untuk mengamalkan atau membiasakan segala kebaikan di dalam kehidupannya.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Sya’ban 1439 / 30 April 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 140: BOLEHKAH BERSAJAK DALAM DOA?Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 141: MENDOAKAN KAUM MUSLIMIN Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 112METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bag-6 Dengan mengetahui metode pembelajaran yang baik, diharapkan proses pendidikan berlangsung setiap waktu, tanpa anak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Di antara metode tersebut:Kelima: Metode PembiasaanPembiasaan adalah bagian penting pendidikan anak. Anak yang sejak dalam kandungan terbiasa dengan perilaku baik ayah dan ibunya, cenderung akan mudah memahami apa yang baik dan gampang untuk mengerjakannya. Contohnya ketika dibiasakan mendengarkan bacaan al-Qur’an, ia akan cenderung mudah menghafal Qur’an di setiap fase pertumbuhannya. Untuk itu, penting bagi setiap orang tua mengkondisikan buah hati mereka dalam pendidikan yang berdimensi pembiasaan secara konsisten.Sebaliknya, anak yang terbiasa mendengar lagu, ia akan mudah untuk bisa menyanyi. Dan anak yang terbiasa menonton adegan kekerasan di dalam film, juga potensial menjadi agresif memukul teman-temannya.Contoh lain: anak-anak perempuan bila sejak kecil dibiasakan menggunakan jilbab, insyaAllah akan memudahkannya kelak memahami dan mengamalkan syariat menutup aurat.Sekarang, ketika kita saksikan seorang wanita dengan begitu mudahnya keluar rumah tanpa jilbab, hampir bisa dipastikan karena masa kecilnya tidak terbiasa menggunakan jilbab. Ditambah kala dewasa, masih belum memahami konsep wajibnya memakai jilbab.Dengan demikian, maka kebiasaan positif harus diupayakan. Ingat, kebiasaan bisa membangun dan menentukan masa depan. Orang sukses dan orang gagal, seringkali ditentukan oleh kebiasaan.Oleh karena itu, penting kita memahami mengapa sholat harus lima kali dalam 24 jam sepanjang hayat, dan mengapa dzikir harus diamalkan sebanyak-banyaknya. Membaca al-Qur’an mesti berulang-ulang, bahkan dihafal dan dibaca di berbagai tempat dan aktivitas. Salah satu maknanya adalah pembiasaan.Karena anak adalah peniru ulung dalam kehidupan, maka pembiasaan baik yang ditanamkan kepada buah hati, mesti dibarengi dengan keteladanan dari kedua orang tua. Tidak mungkin anak akan rajin membaca al-Qur’an, jika orang tuanya tidak memberikan keteladanan membaca al-Qur’an secara ajeg.Demikian pula, tidak mungkin anak akan membatasi diri dari melihat tontonan televisi, jika kedua orang tuanya justru sangat hobi menonton sinetron.Seperti dalam hal sholat, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Suruhlah anak-anakmu mengerjakan sholat ketika mereka berumur tujuh tahun. Pukullah mereka jika mereka meninggalkan sholat saat usianya telah mencapai sepuluh tahun”. HR. Bukhari dan Muslim.Hadits di atas memberikan sebuah petunjuk tentang pentingnya pembiasaan anak melakukan kebaikan. Konkretnya dalam hal mendirikan sholat.Jika anak telah dibiasakan sejak umur 7 tahun melakukan shalat dengan baik dan berjalan lancar, maka umur 10 tahun akan terbiasa alias otomatis mengerjakannya. Tetapi jika masih belum otomatis, maka ada yang salah, sehingga perlu dievaluasi. Tidak kemudian serta-merta anak dihajar. Pemicu perilaku buruk ini adalah karena memahami teks hadits secara parsial.Pekerjaan rumah orang tua berikutnya setelah pembiasaan, adalah berusaha memahami apakah buah hati sudah bisa diajak berpikir atau belum?Jika sudah saatnya, maka hendaklah mereka mendapatkan pendidikan tahap berikutnya. Yakni tentang makna, motivasi, alasan, fungsi dan manfaat dari sebuah ibadah atau kebiasaan baik. Sehingga anak menjadi paham, kemudian tergerak dengan sendirinya untuk mengamalkan atau membiasakan segala kebaikan di dalam kehidupannya.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Sya’ban 1439 / 30 April 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 140: BOLEHKAH BERSAJAK DALAM DOA?Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 141: MENDOAKAN KAUM MUSLIMIN Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Prev     Next