Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #94: Anak dan Adab Saat Sakit

Hidup di dunia bagaikan roda. Kadang di atas dan kadang di bawah. Hari ini senang, mungkin besok susah. Hari ini tertawa, bisa jadi besok menangis. Hari ini sehat, mungkin besok sakit. Siklus kehidupan ini akan dialami oleh siapapun yang tinggal di muka bumi. Termasuk putra-putri kita. Oleh karena itu amat perlu, sejak dini kita kenalkan adab-adab saat sakit kepada mereka. Di antaranya:Pertama: BersabarUjian yang ditimpakan oleh Allah kepada para hamba-Nya bila dihadapi dengan sabar apalagi ridha, insyaAllah akan membuahkan pahala yang melimpah. Allah ta’ala berfirman,“وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ”Artinya: “Kami (Allah) pasti akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa juga buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar”. QS. Al-Baqarah (2): 155.Kedua: BerobatSegera obati anak bila sakit. Jangan biarkan sakit berlarut-larut. Islam sangat memperhatikan kesehatan. Manfaatkan cara penanganan yang disyariatkan atau diperbolehkan dalam agama kita. Mulai dari ruqyah (bacaan al-Qur’an dan dzikir nabawi), pengobatan ala Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam (bekam, habbatus sauda’, madu dll), obat-obatan tradisional/herbal dan pengobatan dokter.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kita untuk berobat dalam sabdanya,“تَدَاوَوْا! فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعَ لَهُ دَوَاءً، غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ؛ الْهَرَمُ”.“Berobatlah! Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla tidaklah menurunkan penyakit melainkan menciptakan obatnya. Kecuali satu penyakit, yaitu penyakit tua”. HR. Abu Dawud dari Usamah bin Syarik radhiyallahu’anhu dan dinilai hasan sahih oleh at-Tirmidzy.Allah ta’ala berfirman,“وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآَنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ”Artinya: “Kami turunkan al-Qur’an sebagai penyembuh”. QS. Al-Isra’ (17): 82.Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata,“عَلَيْكُمْ بِالشِّفَاءَيْنِ؛ الْعَسَلِ وَالْقُرْآنِ”“Manfaatkanlah dua jenis terapi penyembuhan; madu dan al-Qur’ân.” Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan isnadnya dinilai baik oleh Ibn Katsir.Ketiga: Jauhkan dari penyakit menularRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,لَا يُورِدَنَّ مُمْرِضٌ عَلَى مُصِحٍّ“Janganlah yang sakit dicampur dengan yang sehat”. HR. Bukhari dan Muslim.Jauhkan anak dari teman-temannya yang terserang penyakit menular. Adapun guna menghindari perasaan tersinggung pada hati teman yang sakit, maka jelaskan bahwa ini adalah tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Bukan karena kita tidak menyayanginya.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 18 Sya’ban 1438 / 15 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #93: Anak dan Adab Tidur Bagian 2Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #95: Anak dan Olahraga Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #94: Anak dan Adab Saat Sakit

Hidup di dunia bagaikan roda. Kadang di atas dan kadang di bawah. Hari ini senang, mungkin besok susah. Hari ini tertawa, bisa jadi besok menangis. Hari ini sehat, mungkin besok sakit. Siklus kehidupan ini akan dialami oleh siapapun yang tinggal di muka bumi. Termasuk putra-putri kita. Oleh karena itu amat perlu, sejak dini kita kenalkan adab-adab saat sakit kepada mereka. Di antaranya:Pertama: BersabarUjian yang ditimpakan oleh Allah kepada para hamba-Nya bila dihadapi dengan sabar apalagi ridha, insyaAllah akan membuahkan pahala yang melimpah. Allah ta’ala berfirman,“وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ”Artinya: “Kami (Allah) pasti akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa juga buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar”. QS. Al-Baqarah (2): 155.Kedua: BerobatSegera obati anak bila sakit. Jangan biarkan sakit berlarut-larut. Islam sangat memperhatikan kesehatan. Manfaatkan cara penanganan yang disyariatkan atau diperbolehkan dalam agama kita. Mulai dari ruqyah (bacaan al-Qur’an dan dzikir nabawi), pengobatan ala Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam (bekam, habbatus sauda’, madu dll), obat-obatan tradisional/herbal dan pengobatan dokter.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kita untuk berobat dalam sabdanya,“تَدَاوَوْا! فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعَ لَهُ دَوَاءً، غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ؛ الْهَرَمُ”.“Berobatlah! Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla tidaklah menurunkan penyakit melainkan menciptakan obatnya. Kecuali satu penyakit, yaitu penyakit tua”. HR. Abu Dawud dari Usamah bin Syarik radhiyallahu’anhu dan dinilai hasan sahih oleh at-Tirmidzy.Allah ta’ala berfirman,“وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآَنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ”Artinya: “Kami turunkan al-Qur’an sebagai penyembuh”. QS. Al-Isra’ (17): 82.Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata,“عَلَيْكُمْ بِالشِّفَاءَيْنِ؛ الْعَسَلِ وَالْقُرْآنِ”“Manfaatkanlah dua jenis terapi penyembuhan; madu dan al-Qur’ân.” Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan isnadnya dinilai baik oleh Ibn Katsir.Ketiga: Jauhkan dari penyakit menularRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,لَا يُورِدَنَّ مُمْرِضٌ عَلَى مُصِحٍّ“Janganlah yang sakit dicampur dengan yang sehat”. HR. Bukhari dan Muslim.Jauhkan anak dari teman-temannya yang terserang penyakit menular. Adapun guna menghindari perasaan tersinggung pada hati teman yang sakit, maka jelaskan bahwa ini adalah tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Bukan karena kita tidak menyayanginya.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 18 Sya’ban 1438 / 15 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #93: Anak dan Adab Tidur Bagian 2Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #95: Anak dan Olahraga Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Hidup di dunia bagaikan roda. Kadang di atas dan kadang di bawah. Hari ini senang, mungkin besok susah. Hari ini tertawa, bisa jadi besok menangis. Hari ini sehat, mungkin besok sakit. Siklus kehidupan ini akan dialami oleh siapapun yang tinggal di muka bumi. Termasuk putra-putri kita. Oleh karena itu amat perlu, sejak dini kita kenalkan adab-adab saat sakit kepada mereka. Di antaranya:Pertama: BersabarUjian yang ditimpakan oleh Allah kepada para hamba-Nya bila dihadapi dengan sabar apalagi ridha, insyaAllah akan membuahkan pahala yang melimpah. Allah ta’ala berfirman,“وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ”Artinya: “Kami (Allah) pasti akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa juga buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar”. QS. Al-Baqarah (2): 155.Kedua: BerobatSegera obati anak bila sakit. Jangan biarkan sakit berlarut-larut. Islam sangat memperhatikan kesehatan. Manfaatkan cara penanganan yang disyariatkan atau diperbolehkan dalam agama kita. Mulai dari ruqyah (bacaan al-Qur’an dan dzikir nabawi), pengobatan ala Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam (bekam, habbatus sauda’, madu dll), obat-obatan tradisional/herbal dan pengobatan dokter.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kita untuk berobat dalam sabdanya,“تَدَاوَوْا! فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعَ لَهُ دَوَاءً، غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ؛ الْهَرَمُ”.“Berobatlah! Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla tidaklah menurunkan penyakit melainkan menciptakan obatnya. Kecuali satu penyakit, yaitu penyakit tua”. HR. Abu Dawud dari Usamah bin Syarik radhiyallahu’anhu dan dinilai hasan sahih oleh at-Tirmidzy.Allah ta’ala berfirman,“وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآَنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ”Artinya: “Kami turunkan al-Qur’an sebagai penyembuh”. QS. Al-Isra’ (17): 82.Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata,“عَلَيْكُمْ بِالشِّفَاءَيْنِ؛ الْعَسَلِ وَالْقُرْآنِ”“Manfaatkanlah dua jenis terapi penyembuhan; madu dan al-Qur’ân.” Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan isnadnya dinilai baik oleh Ibn Katsir.Ketiga: Jauhkan dari penyakit menularRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,لَا يُورِدَنَّ مُمْرِضٌ عَلَى مُصِحٍّ“Janganlah yang sakit dicampur dengan yang sehat”. HR. Bukhari dan Muslim.Jauhkan anak dari teman-temannya yang terserang penyakit menular. Adapun guna menghindari perasaan tersinggung pada hati teman yang sakit, maka jelaskan bahwa ini adalah tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Bukan karena kita tidak menyayanginya.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 18 Sya’ban 1438 / 15 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #93: Anak dan Adab Tidur Bagian 2Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #95: Anak dan Olahraga Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Hidup di dunia bagaikan roda. Kadang di atas dan kadang di bawah. Hari ini senang, mungkin besok susah. Hari ini tertawa, bisa jadi besok menangis. Hari ini sehat, mungkin besok sakit. Siklus kehidupan ini akan dialami oleh siapapun yang tinggal di muka bumi. Termasuk putra-putri kita. Oleh karena itu amat perlu, sejak dini kita kenalkan adab-adab saat sakit kepada mereka. Di antaranya:Pertama: BersabarUjian yang ditimpakan oleh Allah kepada para hamba-Nya bila dihadapi dengan sabar apalagi ridha, insyaAllah akan membuahkan pahala yang melimpah. Allah ta’ala berfirman,“وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ”Artinya: “Kami (Allah) pasti akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa juga buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar”. QS. Al-Baqarah (2): 155.Kedua: BerobatSegera obati anak bila sakit. Jangan biarkan sakit berlarut-larut. Islam sangat memperhatikan kesehatan. Manfaatkan cara penanganan yang disyariatkan atau diperbolehkan dalam agama kita. Mulai dari ruqyah (bacaan al-Qur’an dan dzikir nabawi), pengobatan ala Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam (bekam, habbatus sauda’, madu dll), obat-obatan tradisional/herbal dan pengobatan dokter.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kita untuk berobat dalam sabdanya,“تَدَاوَوْا! فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعَ لَهُ دَوَاءً، غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ؛ الْهَرَمُ”.“Berobatlah! Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla tidaklah menurunkan penyakit melainkan menciptakan obatnya. Kecuali satu penyakit, yaitu penyakit tua”. HR. Abu Dawud dari Usamah bin Syarik radhiyallahu’anhu dan dinilai hasan sahih oleh at-Tirmidzy.Allah ta’ala berfirman,“وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآَنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ”Artinya: “Kami turunkan al-Qur’an sebagai penyembuh”. QS. Al-Isra’ (17): 82.Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata,“عَلَيْكُمْ بِالشِّفَاءَيْنِ؛ الْعَسَلِ وَالْقُرْآنِ”“Manfaatkanlah dua jenis terapi penyembuhan; madu dan al-Qur’ân.” Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan isnadnya dinilai baik oleh Ibn Katsir.Ketiga: Jauhkan dari penyakit menularRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,لَا يُورِدَنَّ مُمْرِضٌ عَلَى مُصِحٍّ“Janganlah yang sakit dicampur dengan yang sehat”. HR. Bukhari dan Muslim.Jauhkan anak dari teman-temannya yang terserang penyakit menular. Adapun guna menghindari perasaan tersinggung pada hati teman yang sakit, maka jelaskan bahwa ini adalah tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Bukan karena kita tidak menyayanginya.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 18 Sya’ban 1438 / 15 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #93: Anak dan Adab Tidur Bagian 2Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #95: Anak dan Olahraga Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #95: Anak dan Olahraga Bagian 1

Islam adalah agama yang sempurna lagi menyeluruh. Meliputi semua aspek kehidupan manusia. Islam juga menghasung pemeluknya untuk menjadi kuat dan sehat, baik secara rohani maupun jasmani. Sebab kekuatan dan kesehatan adalah salah satu modal besar untuk beramal salih, dan beraktifitas duniawi maupun ukhrawi.Dalam sebuah ayat, Allah ta’ala bercerita tentang raja Thalut. Dikisahkan bahwa Bani Israil meminta dikaruniai pemimpin perang untuk mengalahkan musuh mereka; Jalut. Mereka memiliki paradigma bahwa sosok pemimpin haruslah seorang yang kaya raya. Namun ternyata paradigma itu dibantah Nabi mereka,“وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا قَالُوا أَنَّى يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِنَ الْمَالِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ “Artinya: “Nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi raja kalian”. Mereka menjawab, “Bagaimana mungkin Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan dibanding dia, dan dia tidak dikaruniai kekayaan yang banyak?”. (Nabi mereka) berkata, “Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi (raja) kalian dan menganugerahinya kelebihan ilmu dan fisik.” QS. Al-Baqarah (2): 247.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ”.“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Dan masing-masing memiliki kebaikan“. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Nabi shallallahu’alaihiwasallam memuji seorang mukmin yang kuat dibandingkan mukmin yang lemah. Para ulama menafsirkan bahwa “kuat” yang dimaksud di sini adalah kekuatan keyakinan dan keimanan. Namun itu tidak menghalangi masuknya kekuatan fisik juga. Sebab redaksi haditsnya bersifat umum.Karenanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,“أَلاَ إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْىُ، أَلاَ إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْىُ، أَلاَ إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْىُ”“Ketahuilah bahwa kekuatan itu memanah. Kekuatan itu memanah. Kekuatan itu memanah!”. HR. Muslim dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu.Bahkan beliau pernah balapan lari dengan istrinya. Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan,“أَنَّهَا كَانَتْ مَعَ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فِى سَفَرٍ قَالَتْ فَسَابَقْتُهُ فَسَبَقْتُهُ عَلَى رِجْلَىَّ، فَلَمَّا حَمَلْتُ اللَّحْمَ سَابَقْتُهُ فَسَبَقَنِى، فَقَالَ: “هَذِهِ بِتِلْكَ السَّبْقَةِ”“Beliau pernah bepergian bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Di tengah perjalanan mereka berdua balapan lari. Dan saat itu Aisyah yang menang. Namun di lain kesempatan, saat Aisyah mulai gemuk badannya, mereka berdua balapan lagi, ternyata Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lah yang menang. Beliau bersabda, “Satu sama!”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 3 Ramadhan 1438 / 29 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #94: Anak dan Adab Saat SakitNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #96: Anak dan Olahraga Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #95: Anak dan Olahraga Bagian 1

Islam adalah agama yang sempurna lagi menyeluruh. Meliputi semua aspek kehidupan manusia. Islam juga menghasung pemeluknya untuk menjadi kuat dan sehat, baik secara rohani maupun jasmani. Sebab kekuatan dan kesehatan adalah salah satu modal besar untuk beramal salih, dan beraktifitas duniawi maupun ukhrawi.Dalam sebuah ayat, Allah ta’ala bercerita tentang raja Thalut. Dikisahkan bahwa Bani Israil meminta dikaruniai pemimpin perang untuk mengalahkan musuh mereka; Jalut. Mereka memiliki paradigma bahwa sosok pemimpin haruslah seorang yang kaya raya. Namun ternyata paradigma itu dibantah Nabi mereka,“وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا قَالُوا أَنَّى يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِنَ الْمَالِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ “Artinya: “Nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi raja kalian”. Mereka menjawab, “Bagaimana mungkin Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan dibanding dia, dan dia tidak dikaruniai kekayaan yang banyak?”. (Nabi mereka) berkata, “Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi (raja) kalian dan menganugerahinya kelebihan ilmu dan fisik.” QS. Al-Baqarah (2): 247.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ”.“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Dan masing-masing memiliki kebaikan“. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Nabi shallallahu’alaihiwasallam memuji seorang mukmin yang kuat dibandingkan mukmin yang lemah. Para ulama menafsirkan bahwa “kuat” yang dimaksud di sini adalah kekuatan keyakinan dan keimanan. Namun itu tidak menghalangi masuknya kekuatan fisik juga. Sebab redaksi haditsnya bersifat umum.Karenanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,“أَلاَ إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْىُ، أَلاَ إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْىُ، أَلاَ إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْىُ”“Ketahuilah bahwa kekuatan itu memanah. Kekuatan itu memanah. Kekuatan itu memanah!”. HR. Muslim dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu.Bahkan beliau pernah balapan lari dengan istrinya. Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan,“أَنَّهَا كَانَتْ مَعَ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فِى سَفَرٍ قَالَتْ فَسَابَقْتُهُ فَسَبَقْتُهُ عَلَى رِجْلَىَّ، فَلَمَّا حَمَلْتُ اللَّحْمَ سَابَقْتُهُ فَسَبَقَنِى، فَقَالَ: “هَذِهِ بِتِلْكَ السَّبْقَةِ”“Beliau pernah bepergian bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Di tengah perjalanan mereka berdua balapan lari. Dan saat itu Aisyah yang menang. Namun di lain kesempatan, saat Aisyah mulai gemuk badannya, mereka berdua balapan lagi, ternyata Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lah yang menang. Beliau bersabda, “Satu sama!”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 3 Ramadhan 1438 / 29 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #94: Anak dan Adab Saat SakitNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #96: Anak dan Olahraga Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Islam adalah agama yang sempurna lagi menyeluruh. Meliputi semua aspek kehidupan manusia. Islam juga menghasung pemeluknya untuk menjadi kuat dan sehat, baik secara rohani maupun jasmani. Sebab kekuatan dan kesehatan adalah salah satu modal besar untuk beramal salih, dan beraktifitas duniawi maupun ukhrawi.Dalam sebuah ayat, Allah ta’ala bercerita tentang raja Thalut. Dikisahkan bahwa Bani Israil meminta dikaruniai pemimpin perang untuk mengalahkan musuh mereka; Jalut. Mereka memiliki paradigma bahwa sosok pemimpin haruslah seorang yang kaya raya. Namun ternyata paradigma itu dibantah Nabi mereka,“وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا قَالُوا أَنَّى يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِنَ الْمَالِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ “Artinya: “Nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi raja kalian”. Mereka menjawab, “Bagaimana mungkin Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan dibanding dia, dan dia tidak dikaruniai kekayaan yang banyak?”. (Nabi mereka) berkata, “Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi (raja) kalian dan menganugerahinya kelebihan ilmu dan fisik.” QS. Al-Baqarah (2): 247.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ”.“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Dan masing-masing memiliki kebaikan“. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Nabi shallallahu’alaihiwasallam memuji seorang mukmin yang kuat dibandingkan mukmin yang lemah. Para ulama menafsirkan bahwa “kuat” yang dimaksud di sini adalah kekuatan keyakinan dan keimanan. Namun itu tidak menghalangi masuknya kekuatan fisik juga. Sebab redaksi haditsnya bersifat umum.Karenanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,“أَلاَ إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْىُ، أَلاَ إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْىُ، أَلاَ إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْىُ”“Ketahuilah bahwa kekuatan itu memanah. Kekuatan itu memanah. Kekuatan itu memanah!”. HR. Muslim dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu.Bahkan beliau pernah balapan lari dengan istrinya. Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan,“أَنَّهَا كَانَتْ مَعَ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فِى سَفَرٍ قَالَتْ فَسَابَقْتُهُ فَسَبَقْتُهُ عَلَى رِجْلَىَّ، فَلَمَّا حَمَلْتُ اللَّحْمَ سَابَقْتُهُ فَسَبَقَنِى، فَقَالَ: “هَذِهِ بِتِلْكَ السَّبْقَةِ”“Beliau pernah bepergian bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Di tengah perjalanan mereka berdua balapan lari. Dan saat itu Aisyah yang menang. Namun di lain kesempatan, saat Aisyah mulai gemuk badannya, mereka berdua balapan lagi, ternyata Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lah yang menang. Beliau bersabda, “Satu sama!”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 3 Ramadhan 1438 / 29 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #94: Anak dan Adab Saat SakitNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #96: Anak dan Olahraga Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Islam adalah agama yang sempurna lagi menyeluruh. Meliputi semua aspek kehidupan manusia. Islam juga menghasung pemeluknya untuk menjadi kuat dan sehat, baik secara rohani maupun jasmani. Sebab kekuatan dan kesehatan adalah salah satu modal besar untuk beramal salih, dan beraktifitas duniawi maupun ukhrawi.Dalam sebuah ayat, Allah ta’ala bercerita tentang raja Thalut. Dikisahkan bahwa Bani Israil meminta dikaruniai pemimpin perang untuk mengalahkan musuh mereka; Jalut. Mereka memiliki paradigma bahwa sosok pemimpin haruslah seorang yang kaya raya. Namun ternyata paradigma itu dibantah Nabi mereka,“وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا قَالُوا أَنَّى يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِنَ الْمَالِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ “Artinya: “Nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi raja kalian”. Mereka menjawab, “Bagaimana mungkin Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan dibanding dia, dan dia tidak dikaruniai kekayaan yang banyak?”. (Nabi mereka) berkata, “Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi (raja) kalian dan menganugerahinya kelebihan ilmu dan fisik.” QS. Al-Baqarah (2): 247.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ”.“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Dan masing-masing memiliki kebaikan“. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Nabi shallallahu’alaihiwasallam memuji seorang mukmin yang kuat dibandingkan mukmin yang lemah. Para ulama menafsirkan bahwa “kuat” yang dimaksud di sini adalah kekuatan keyakinan dan keimanan. Namun itu tidak menghalangi masuknya kekuatan fisik juga. Sebab redaksi haditsnya bersifat umum.Karenanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,“أَلاَ إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْىُ، أَلاَ إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْىُ، أَلاَ إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْىُ”“Ketahuilah bahwa kekuatan itu memanah. Kekuatan itu memanah. Kekuatan itu memanah!”. HR. Muslim dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu.Bahkan beliau pernah balapan lari dengan istrinya. Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan,“أَنَّهَا كَانَتْ مَعَ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فِى سَفَرٍ قَالَتْ فَسَابَقْتُهُ فَسَبَقْتُهُ عَلَى رِجْلَىَّ، فَلَمَّا حَمَلْتُ اللَّحْمَ سَابَقْتُهُ فَسَبَقَنِى، فَقَالَ: “هَذِهِ بِتِلْكَ السَّبْقَةِ”“Beliau pernah bepergian bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Di tengah perjalanan mereka berdua balapan lari. Dan saat itu Aisyah yang menang. Namun di lain kesempatan, saat Aisyah mulai gemuk badannya, mereka berdua balapan lagi, ternyata Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lah yang menang. Beliau bersabda, “Satu sama!”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 3 Ramadhan 1438 / 29 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #94: Anak dan Adab Saat SakitNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #96: Anak dan Olahraga Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #96: Anak dan Olahraga Bagian 2

Pada pertemuan sebelumnya telah dipaparkan beberapa contoh olahraga yang dipraktekkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.Perlu diketahui, bahwa ahli kesehatan profesional merekomendasikan anak-anak usia sekolah untuk berolahraga minimal 30-60 menit setiap hari. Sedangkan untuk anak-anak yang lebih kecil, disarankan untuk melakukan olahraga dengan porsi waktu yang sama, tapi dibagi-bagi sepanjang hari.Sebagai orangtua, jadikan diri Anda contoh baik bagi si kecil dengan aktif berolahraga. Anak usia empat sampai tujuh tahun yang memiliki ibu aktif, cenderung dua kali lebih aktif daripada anak-anak yang ibunya malas berolahraga. Dan jika ayah si kecil juga aktif berolahraga, maka si kecil juga akan lebih aktif lagi.Memulai pengalaman aktifitas fisik lebih awal, bisa membantu anak-anak untuk mengerti bahwa olahraga itu menyenangkan, dan merupakan salah satu pondasi penting bagi masa depan mereka. Untuk menyemangati anak Anda, tekankan kegiatan bermain yang melibatkan aktifitas fisik, alih-alih langsung berolahraga. Lakukan kegiatan yang si kecil sukai dan sesuai dengan Anda, baik dari segi waktu atau biaya.Anak-anak menyesuaikan aktivitas mereka dengan kemampuannya masing-masing. Berikut sejumlah cara agar orang tua dapat mendorong anak mereka untuk lebih aktif :Cobalah untuk melakukan kegiatan aktif bersamaseluruh anggota keluarga di akhir pekan. Misalnya pergi ke taman bermain, atau sekedar jalan-jalan santai di sekitar rumah.2.Dukung lingkungan anda membuat peraturan tentang pembuatan area aman untuk bermain, bersepeda dan berjalan-jalan.3.Cobalah untuk memberikan anak-anak Anda kebebasan yang amansebanyak mungkin, untuk membangun kemandiriannya. Dan biarkan si kecil memiliki petualangan mereka sendiri untuk aktif secara fisik. Tentunya sambil diawasi oleh orang tuanya.4.Jika Anda pindah rumah, pastikan lingkungan baruAnda adalah tempat yang aman untuk anak-anak bermain di luar.Manfaat olahraga untuk anak :Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Karena dengan olahraga, anak-anak akan aktif bergerak, sehingga dapat membakar kalori dan mengurangi resiko terkena penyakit yang disebabkan oleh obesitas.Tempat bersosialisasi. Apabila anak mengikuti olahraga, dapat menanamkan pada anak kita bagaimana mereka harus bersosialisasi dengan orang lain. Karena apabila olahraga yang diikutinya adalah olahraga beregu atau tim, mereka diharuskan untuk kompak dengan satu timnya. Sehingga membantu anak kita untuk lebih mudah berteman dan bersosialisasi.Mendorong anak untuk belajar sportif. Dengan mengikuti olahraga, akan melatih anak untuk belajar sportif. Karena dalam pertandingan olahraga, biasanya ada yang menang dan ada yang kalah. Ketika si anak kalah dalam pertandingannya, maka dia harus dapat menerimanya dan harus bangkit kembali untuk mencapai kemenangan.Membangun rasa percaya diri pada anak.Dengan olahraga, dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri pada anak ketika si anak berhasil mengukir prestasi dalam olahraga, dengan memenangkan pertandingan olahraganya.Meningkatkan kerjasama yang baik.Olahraga dapat meningkatkan kerjasama yang baik. Apabila olahraga yang diikutinya adalah olahraga beregu atau tim. Karena si anak diharuskan bekerjasama agar mendapatkan hasil pertandingan olahraga yang baik. Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #95: Anak dan Olahraga Bagian 1Next Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Maret 2018 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #96: Anak dan Olahraga Bagian 2

Pada pertemuan sebelumnya telah dipaparkan beberapa contoh olahraga yang dipraktekkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.Perlu diketahui, bahwa ahli kesehatan profesional merekomendasikan anak-anak usia sekolah untuk berolahraga minimal 30-60 menit setiap hari. Sedangkan untuk anak-anak yang lebih kecil, disarankan untuk melakukan olahraga dengan porsi waktu yang sama, tapi dibagi-bagi sepanjang hari.Sebagai orangtua, jadikan diri Anda contoh baik bagi si kecil dengan aktif berolahraga. Anak usia empat sampai tujuh tahun yang memiliki ibu aktif, cenderung dua kali lebih aktif daripada anak-anak yang ibunya malas berolahraga. Dan jika ayah si kecil juga aktif berolahraga, maka si kecil juga akan lebih aktif lagi.Memulai pengalaman aktifitas fisik lebih awal, bisa membantu anak-anak untuk mengerti bahwa olahraga itu menyenangkan, dan merupakan salah satu pondasi penting bagi masa depan mereka. Untuk menyemangati anak Anda, tekankan kegiatan bermain yang melibatkan aktifitas fisik, alih-alih langsung berolahraga. Lakukan kegiatan yang si kecil sukai dan sesuai dengan Anda, baik dari segi waktu atau biaya.Anak-anak menyesuaikan aktivitas mereka dengan kemampuannya masing-masing. Berikut sejumlah cara agar orang tua dapat mendorong anak mereka untuk lebih aktif :Cobalah untuk melakukan kegiatan aktif bersamaseluruh anggota keluarga di akhir pekan. Misalnya pergi ke taman bermain, atau sekedar jalan-jalan santai di sekitar rumah.2.Dukung lingkungan anda membuat peraturan tentang pembuatan area aman untuk bermain, bersepeda dan berjalan-jalan.3.Cobalah untuk memberikan anak-anak Anda kebebasan yang amansebanyak mungkin, untuk membangun kemandiriannya. Dan biarkan si kecil memiliki petualangan mereka sendiri untuk aktif secara fisik. Tentunya sambil diawasi oleh orang tuanya.4.Jika Anda pindah rumah, pastikan lingkungan baruAnda adalah tempat yang aman untuk anak-anak bermain di luar.Manfaat olahraga untuk anak :Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Karena dengan olahraga, anak-anak akan aktif bergerak, sehingga dapat membakar kalori dan mengurangi resiko terkena penyakit yang disebabkan oleh obesitas.Tempat bersosialisasi. Apabila anak mengikuti olahraga, dapat menanamkan pada anak kita bagaimana mereka harus bersosialisasi dengan orang lain. Karena apabila olahraga yang diikutinya adalah olahraga beregu atau tim, mereka diharuskan untuk kompak dengan satu timnya. Sehingga membantu anak kita untuk lebih mudah berteman dan bersosialisasi.Mendorong anak untuk belajar sportif. Dengan mengikuti olahraga, akan melatih anak untuk belajar sportif. Karena dalam pertandingan olahraga, biasanya ada yang menang dan ada yang kalah. Ketika si anak kalah dalam pertandingannya, maka dia harus dapat menerimanya dan harus bangkit kembali untuk mencapai kemenangan.Membangun rasa percaya diri pada anak.Dengan olahraga, dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri pada anak ketika si anak berhasil mengukir prestasi dalam olahraga, dengan memenangkan pertandingan olahraganya.Meningkatkan kerjasama yang baik.Olahraga dapat meningkatkan kerjasama yang baik. Apabila olahraga yang diikutinya adalah olahraga beregu atau tim. Karena si anak diharuskan bekerjasama agar mendapatkan hasil pertandingan olahraga yang baik. Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #95: Anak dan Olahraga Bagian 1Next Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Maret 2018 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Pada pertemuan sebelumnya telah dipaparkan beberapa contoh olahraga yang dipraktekkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.Perlu diketahui, bahwa ahli kesehatan profesional merekomendasikan anak-anak usia sekolah untuk berolahraga minimal 30-60 menit setiap hari. Sedangkan untuk anak-anak yang lebih kecil, disarankan untuk melakukan olahraga dengan porsi waktu yang sama, tapi dibagi-bagi sepanjang hari.Sebagai orangtua, jadikan diri Anda contoh baik bagi si kecil dengan aktif berolahraga. Anak usia empat sampai tujuh tahun yang memiliki ibu aktif, cenderung dua kali lebih aktif daripada anak-anak yang ibunya malas berolahraga. Dan jika ayah si kecil juga aktif berolahraga, maka si kecil juga akan lebih aktif lagi.Memulai pengalaman aktifitas fisik lebih awal, bisa membantu anak-anak untuk mengerti bahwa olahraga itu menyenangkan, dan merupakan salah satu pondasi penting bagi masa depan mereka. Untuk menyemangati anak Anda, tekankan kegiatan bermain yang melibatkan aktifitas fisik, alih-alih langsung berolahraga. Lakukan kegiatan yang si kecil sukai dan sesuai dengan Anda, baik dari segi waktu atau biaya.Anak-anak menyesuaikan aktivitas mereka dengan kemampuannya masing-masing. Berikut sejumlah cara agar orang tua dapat mendorong anak mereka untuk lebih aktif :Cobalah untuk melakukan kegiatan aktif bersamaseluruh anggota keluarga di akhir pekan. Misalnya pergi ke taman bermain, atau sekedar jalan-jalan santai di sekitar rumah.2.Dukung lingkungan anda membuat peraturan tentang pembuatan area aman untuk bermain, bersepeda dan berjalan-jalan.3.Cobalah untuk memberikan anak-anak Anda kebebasan yang amansebanyak mungkin, untuk membangun kemandiriannya. Dan biarkan si kecil memiliki petualangan mereka sendiri untuk aktif secara fisik. Tentunya sambil diawasi oleh orang tuanya.4.Jika Anda pindah rumah, pastikan lingkungan baruAnda adalah tempat yang aman untuk anak-anak bermain di luar.Manfaat olahraga untuk anak :Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Karena dengan olahraga, anak-anak akan aktif bergerak, sehingga dapat membakar kalori dan mengurangi resiko terkena penyakit yang disebabkan oleh obesitas.Tempat bersosialisasi. Apabila anak mengikuti olahraga, dapat menanamkan pada anak kita bagaimana mereka harus bersosialisasi dengan orang lain. Karena apabila olahraga yang diikutinya adalah olahraga beregu atau tim, mereka diharuskan untuk kompak dengan satu timnya. Sehingga membantu anak kita untuk lebih mudah berteman dan bersosialisasi.Mendorong anak untuk belajar sportif. Dengan mengikuti olahraga, akan melatih anak untuk belajar sportif. Karena dalam pertandingan olahraga, biasanya ada yang menang dan ada yang kalah. Ketika si anak kalah dalam pertandingannya, maka dia harus dapat menerimanya dan harus bangkit kembali untuk mencapai kemenangan.Membangun rasa percaya diri pada anak.Dengan olahraga, dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri pada anak ketika si anak berhasil mengukir prestasi dalam olahraga, dengan memenangkan pertandingan olahraganya.Meningkatkan kerjasama yang baik.Olahraga dapat meningkatkan kerjasama yang baik. Apabila olahraga yang diikutinya adalah olahraga beregu atau tim. Karena si anak diharuskan bekerjasama agar mendapatkan hasil pertandingan olahraga yang baik. Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #95: Anak dan Olahraga Bagian 1Next Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Maret 2018 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Pada pertemuan sebelumnya telah dipaparkan beberapa contoh olahraga yang dipraktekkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.Perlu diketahui, bahwa ahli kesehatan profesional merekomendasikan anak-anak usia sekolah untuk berolahraga minimal 30-60 menit setiap hari. Sedangkan untuk anak-anak yang lebih kecil, disarankan untuk melakukan olahraga dengan porsi waktu yang sama, tapi dibagi-bagi sepanjang hari.Sebagai orangtua, jadikan diri Anda contoh baik bagi si kecil dengan aktif berolahraga. Anak usia empat sampai tujuh tahun yang memiliki ibu aktif, cenderung dua kali lebih aktif daripada anak-anak yang ibunya malas berolahraga. Dan jika ayah si kecil juga aktif berolahraga, maka si kecil juga akan lebih aktif lagi.Memulai pengalaman aktifitas fisik lebih awal, bisa membantu anak-anak untuk mengerti bahwa olahraga itu menyenangkan, dan merupakan salah satu pondasi penting bagi masa depan mereka. Untuk menyemangati anak Anda, tekankan kegiatan bermain yang melibatkan aktifitas fisik, alih-alih langsung berolahraga. Lakukan kegiatan yang si kecil sukai dan sesuai dengan Anda, baik dari segi waktu atau biaya.Anak-anak menyesuaikan aktivitas mereka dengan kemampuannya masing-masing. Berikut sejumlah cara agar orang tua dapat mendorong anak mereka untuk lebih aktif :Cobalah untuk melakukan kegiatan aktif bersamaseluruh anggota keluarga di akhir pekan. Misalnya pergi ke taman bermain, atau sekedar jalan-jalan santai di sekitar rumah.2.Dukung lingkungan anda membuat peraturan tentang pembuatan area aman untuk bermain, bersepeda dan berjalan-jalan.3.Cobalah untuk memberikan anak-anak Anda kebebasan yang amansebanyak mungkin, untuk membangun kemandiriannya. Dan biarkan si kecil memiliki petualangan mereka sendiri untuk aktif secara fisik. Tentunya sambil diawasi oleh orang tuanya.4.Jika Anda pindah rumah, pastikan lingkungan baruAnda adalah tempat yang aman untuk anak-anak bermain di luar.Manfaat olahraga untuk anak :Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Karena dengan olahraga, anak-anak akan aktif bergerak, sehingga dapat membakar kalori dan mengurangi resiko terkena penyakit yang disebabkan oleh obesitas.Tempat bersosialisasi. Apabila anak mengikuti olahraga, dapat menanamkan pada anak kita bagaimana mereka harus bersosialisasi dengan orang lain. Karena apabila olahraga yang diikutinya adalah olahraga beregu atau tim, mereka diharuskan untuk kompak dengan satu timnya. Sehingga membantu anak kita untuk lebih mudah berteman dan bersosialisasi.Mendorong anak untuk belajar sportif. Dengan mengikuti olahraga, akan melatih anak untuk belajar sportif. Karena dalam pertandingan olahraga, biasanya ada yang menang dan ada yang kalah. Ketika si anak kalah dalam pertandingannya, maka dia harus dapat menerimanya dan harus bangkit kembali untuk mencapai kemenangan.Membangun rasa percaya diri pada anak.Dengan olahraga, dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri pada anak ketika si anak berhasil mengukir prestasi dalam olahraga, dengan memenangkan pertandingan olahraganya.Meningkatkan kerjasama yang baik.Olahraga dapat meningkatkan kerjasama yang baik. Apabila olahraga yang diikutinya adalah olahraga beregu atau tim. Karena si anak diharuskan bekerjasama agar mendapatkan hasil pertandingan olahraga yang baik. Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #95: Anak dan Olahraga Bagian 1Next Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Maret 2018 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Maret 2018

Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #96: Anak dan Olahraga Bagian 2Next [VIDEO] Sholat Terus Maksiat Jalan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Maret 2018

Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #96: Anak dan Olahraga Bagian 2Next [VIDEO] Sholat Terus Maksiat Jalan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #96: Anak dan Olahraga Bagian 2Next [VIDEO] Sholat Terus Maksiat Jalan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #96: Anak dan Olahraga Bagian 2Next [VIDEO] Sholat Terus Maksiat Jalan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Sholat Terus Maksiat Jalan

Post navigation Previous Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Maret 2018Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #97: Anak dan Seni Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Sholat Terus Maksiat Jalan

Post navigation Previous Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Maret 2018Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #97: Anak dan Seni Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Post navigation Previous Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Maret 2018Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #97: Anak dan Seni Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Post navigation Previous Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Maret 2018Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #97: Anak dan Seni Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #97: Anak dan Seni

Seni identik dengan keindahan, kerapian, keterampilan dan keahlian. Di dalam agama Islam, seni mendapatkan perhatian spesial. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ”“Sesungguhnya Allah Maha indah dan mencintai keindahan”. HR. Muslim dari Ibnu Mas’ûd radhiyallahu ‘anhu.Setiap manusia terlahir memiliki fitrah menyukai keindahan. Maka, termasuk potensi yang perlu diasah pada diri anak sejak dini adalah seni, keindahan dan keterampilan.Ajarkan kepada anak kita bahwa menjaga keindahan dan kerapian diri, rumah serta lingkungan, adalah merupakan salah satu ungkapan syukur kita kepada Allah. Selain itu juga karena Allah mencintai keindahan.Maka,Didiklah anak kita untuk terbiasa merapikan, memperindah dan menghiasi (tanpa berlebihan) barang-barang milik pribadinya. Kamar tidur, lemari pakaian, rak buku, meja belajar dan perabot lainnya. Jangan lupa untuk memberikan apresiasi apabila anak melakukannya.Sediakanlah berbagai sarana yang mendukung hal tersebut. Seperti pensil berwarna, cat air, buku gambar, kertas warna-warni dan bahan-bahan lain yang ia butuhkan. Biarkan anak berkreasi sendiri, namun dengan pendampingan dan pengarahan.Biasakan anak untuk menyimpan hasil karya seninya dalam map khusus, kotak khusus atau buku khusus. Jangan membuangnya.Sediakanlah mainan yang dapat mengasah daya seni dan kreatifitasnya. Seperti permainan bongkar pasang dan yang semisalnya.Gunakan alat peraga audio visual yang menggambarkan beragam keindahan alam di berbagai belahan bumi yang menunjukkan keindahan dan kebesaran ciptaan Allah ta’ala.Ajak anak pergi ke taman, pantai, pegunungan dan tempat indah lainnya. Serta biasakan dia untuk memperhatikan dan memikirkan keindahan meski dalam bentuk yang sederhana.Di manapun anak berada, motivasi ia menjaga kebersihan dan keindahan tempat di sekitarnya. Jangan merusak atau mengotorinya. Biasakan anak membuang sampah pada tempatnya.Selanjutnya, jika pada usia tertentu anak menunjukkan bakat yang menjadi kelebihannya, terus dorong dan bantu ia untuk mengembangkannya. Bisa jadi ia memiliki kelebihan di bidang komputer, jahit-menjahit, membuat kerajinan, menulis atau yang lainnya. Namun tentu hal itu tidak boleh mengakibatkan abai terhadap pengajaran prinsip-prinsip dasar agama kepadanya.Catatan PentingSaat mengembangkan seni dalam diri anak kita dan dalam segala aspek kehidupan, perlu diperhatikan rambu-rambu agama. Jangan sampai melanggar aturan Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alahi wasallam.Sebab, apapun yang diharamkan agama pasti mengakibatkan efek buruk di dunia maupun akhirat. Yakinlah itu!@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Dzulqa’dah 1438 / 7 Agustus 2017 Post navigation Previous [VIDEO] Sholat Terus Maksiat JalanNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #98: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #97: Anak dan Seni

Seni identik dengan keindahan, kerapian, keterampilan dan keahlian. Di dalam agama Islam, seni mendapatkan perhatian spesial. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ”“Sesungguhnya Allah Maha indah dan mencintai keindahan”. HR. Muslim dari Ibnu Mas’ûd radhiyallahu ‘anhu.Setiap manusia terlahir memiliki fitrah menyukai keindahan. Maka, termasuk potensi yang perlu diasah pada diri anak sejak dini adalah seni, keindahan dan keterampilan.Ajarkan kepada anak kita bahwa menjaga keindahan dan kerapian diri, rumah serta lingkungan, adalah merupakan salah satu ungkapan syukur kita kepada Allah. Selain itu juga karena Allah mencintai keindahan.Maka,Didiklah anak kita untuk terbiasa merapikan, memperindah dan menghiasi (tanpa berlebihan) barang-barang milik pribadinya. Kamar tidur, lemari pakaian, rak buku, meja belajar dan perabot lainnya. Jangan lupa untuk memberikan apresiasi apabila anak melakukannya.Sediakanlah berbagai sarana yang mendukung hal tersebut. Seperti pensil berwarna, cat air, buku gambar, kertas warna-warni dan bahan-bahan lain yang ia butuhkan. Biarkan anak berkreasi sendiri, namun dengan pendampingan dan pengarahan.Biasakan anak untuk menyimpan hasil karya seninya dalam map khusus, kotak khusus atau buku khusus. Jangan membuangnya.Sediakanlah mainan yang dapat mengasah daya seni dan kreatifitasnya. Seperti permainan bongkar pasang dan yang semisalnya.Gunakan alat peraga audio visual yang menggambarkan beragam keindahan alam di berbagai belahan bumi yang menunjukkan keindahan dan kebesaran ciptaan Allah ta’ala.Ajak anak pergi ke taman, pantai, pegunungan dan tempat indah lainnya. Serta biasakan dia untuk memperhatikan dan memikirkan keindahan meski dalam bentuk yang sederhana.Di manapun anak berada, motivasi ia menjaga kebersihan dan keindahan tempat di sekitarnya. Jangan merusak atau mengotorinya. Biasakan anak membuang sampah pada tempatnya.Selanjutnya, jika pada usia tertentu anak menunjukkan bakat yang menjadi kelebihannya, terus dorong dan bantu ia untuk mengembangkannya. Bisa jadi ia memiliki kelebihan di bidang komputer, jahit-menjahit, membuat kerajinan, menulis atau yang lainnya. Namun tentu hal itu tidak boleh mengakibatkan abai terhadap pengajaran prinsip-prinsip dasar agama kepadanya.Catatan PentingSaat mengembangkan seni dalam diri anak kita dan dalam segala aspek kehidupan, perlu diperhatikan rambu-rambu agama. Jangan sampai melanggar aturan Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alahi wasallam.Sebab, apapun yang diharamkan agama pasti mengakibatkan efek buruk di dunia maupun akhirat. Yakinlah itu!@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Dzulqa’dah 1438 / 7 Agustus 2017 Post navigation Previous [VIDEO] Sholat Terus Maksiat JalanNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #98: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Seni identik dengan keindahan, kerapian, keterampilan dan keahlian. Di dalam agama Islam, seni mendapatkan perhatian spesial. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ”“Sesungguhnya Allah Maha indah dan mencintai keindahan”. HR. Muslim dari Ibnu Mas’ûd radhiyallahu ‘anhu.Setiap manusia terlahir memiliki fitrah menyukai keindahan. Maka, termasuk potensi yang perlu diasah pada diri anak sejak dini adalah seni, keindahan dan keterampilan.Ajarkan kepada anak kita bahwa menjaga keindahan dan kerapian diri, rumah serta lingkungan, adalah merupakan salah satu ungkapan syukur kita kepada Allah. Selain itu juga karena Allah mencintai keindahan.Maka,Didiklah anak kita untuk terbiasa merapikan, memperindah dan menghiasi (tanpa berlebihan) barang-barang milik pribadinya. Kamar tidur, lemari pakaian, rak buku, meja belajar dan perabot lainnya. Jangan lupa untuk memberikan apresiasi apabila anak melakukannya.Sediakanlah berbagai sarana yang mendukung hal tersebut. Seperti pensil berwarna, cat air, buku gambar, kertas warna-warni dan bahan-bahan lain yang ia butuhkan. Biarkan anak berkreasi sendiri, namun dengan pendampingan dan pengarahan.Biasakan anak untuk menyimpan hasil karya seninya dalam map khusus, kotak khusus atau buku khusus. Jangan membuangnya.Sediakanlah mainan yang dapat mengasah daya seni dan kreatifitasnya. Seperti permainan bongkar pasang dan yang semisalnya.Gunakan alat peraga audio visual yang menggambarkan beragam keindahan alam di berbagai belahan bumi yang menunjukkan keindahan dan kebesaran ciptaan Allah ta’ala.Ajak anak pergi ke taman, pantai, pegunungan dan tempat indah lainnya. Serta biasakan dia untuk memperhatikan dan memikirkan keindahan meski dalam bentuk yang sederhana.Di manapun anak berada, motivasi ia menjaga kebersihan dan keindahan tempat di sekitarnya. Jangan merusak atau mengotorinya. Biasakan anak membuang sampah pada tempatnya.Selanjutnya, jika pada usia tertentu anak menunjukkan bakat yang menjadi kelebihannya, terus dorong dan bantu ia untuk mengembangkannya. Bisa jadi ia memiliki kelebihan di bidang komputer, jahit-menjahit, membuat kerajinan, menulis atau yang lainnya. Namun tentu hal itu tidak boleh mengakibatkan abai terhadap pengajaran prinsip-prinsip dasar agama kepadanya.Catatan PentingSaat mengembangkan seni dalam diri anak kita dan dalam segala aspek kehidupan, perlu diperhatikan rambu-rambu agama. Jangan sampai melanggar aturan Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alahi wasallam.Sebab, apapun yang diharamkan agama pasti mengakibatkan efek buruk di dunia maupun akhirat. Yakinlah itu!@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Dzulqa’dah 1438 / 7 Agustus 2017 Post navigation Previous [VIDEO] Sholat Terus Maksiat JalanNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #98: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Seni identik dengan keindahan, kerapian, keterampilan dan keahlian. Di dalam agama Islam, seni mendapatkan perhatian spesial. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ”“Sesungguhnya Allah Maha indah dan mencintai keindahan”. HR. Muslim dari Ibnu Mas’ûd radhiyallahu ‘anhu.Setiap manusia terlahir memiliki fitrah menyukai keindahan. Maka, termasuk potensi yang perlu diasah pada diri anak sejak dini adalah seni, keindahan dan keterampilan.Ajarkan kepada anak kita bahwa menjaga keindahan dan kerapian diri, rumah serta lingkungan, adalah merupakan salah satu ungkapan syukur kita kepada Allah. Selain itu juga karena Allah mencintai keindahan.Maka,Didiklah anak kita untuk terbiasa merapikan, memperindah dan menghiasi (tanpa berlebihan) barang-barang milik pribadinya. Kamar tidur, lemari pakaian, rak buku, meja belajar dan perabot lainnya. Jangan lupa untuk memberikan apresiasi apabila anak melakukannya.Sediakanlah berbagai sarana yang mendukung hal tersebut. Seperti pensil berwarna, cat air, buku gambar, kertas warna-warni dan bahan-bahan lain yang ia butuhkan. Biarkan anak berkreasi sendiri, namun dengan pendampingan dan pengarahan.Biasakan anak untuk menyimpan hasil karya seninya dalam map khusus, kotak khusus atau buku khusus. Jangan membuangnya.Sediakanlah mainan yang dapat mengasah daya seni dan kreatifitasnya. Seperti permainan bongkar pasang dan yang semisalnya.Gunakan alat peraga audio visual yang menggambarkan beragam keindahan alam di berbagai belahan bumi yang menunjukkan keindahan dan kebesaran ciptaan Allah ta’ala.Ajak anak pergi ke taman, pantai, pegunungan dan tempat indah lainnya. Serta biasakan dia untuk memperhatikan dan memikirkan keindahan meski dalam bentuk yang sederhana.Di manapun anak berada, motivasi ia menjaga kebersihan dan keindahan tempat di sekitarnya. Jangan merusak atau mengotorinya. Biasakan anak membuang sampah pada tempatnya.Selanjutnya, jika pada usia tertentu anak menunjukkan bakat yang menjadi kelebihannya, terus dorong dan bantu ia untuk mengembangkannya. Bisa jadi ia memiliki kelebihan di bidang komputer, jahit-menjahit, membuat kerajinan, menulis atau yang lainnya. Namun tentu hal itu tidak boleh mengakibatkan abai terhadap pengajaran prinsip-prinsip dasar agama kepadanya.Catatan PentingSaat mengembangkan seni dalam diri anak kita dan dalam segala aspek kehidupan, perlu diperhatikan rambu-rambu agama. Jangan sampai melanggar aturan Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alahi wasallam.Sebab, apapun yang diharamkan agama pasti mengakibatkan efek buruk di dunia maupun akhirat. Yakinlah itu!@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Dzulqa’dah 1438 / 7 Agustus 2017 Post navigation Previous [VIDEO] Sholat Terus Maksiat JalanNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #98: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #98: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 1

Dorongan seksual diciptakan Allah ta’ala dalam diri manusia sebagai salah satu sebab kelangsungan hidup mereka. Allah menjadikan masa tertentu untuk bisa melakukan aktivitas ini; agar kita bisa melanjutkan keturunan. Dorongan seksual adalah fitrah dan sesuatu yang manusiawi, maka jangan disikapi secara negatif berlebihan. Kita perlu bercerita dari hati ke hati dengan anak, tentang dorongan yang mereka rasakan terhadap lawan jenis. Dampingi mereka dan berikan pengarahan. Selanjutnya jaga agar dorongan seksual anak bisa berjalan normal, tanpa ada pembangkit dari luar yang bisa menyebabkan penyimpangan perilaku.Berikut beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah ini. InsyaAllah setelah pembahasan global ini, akan ada perinciannya.Pertama: Ajarkan pada anak adab meminta izinAjarkan pada anak adab meminta izin, baik ketika ingin masuk ke kamar orang tuanya, kamar saudaranya, apalagi rumah orang lain. Memulainya dengan salam, lalu meminta izin masuk.Jelaskan kepada mereka bahwa ucapan salam itu berbeda dengan meminta izin. Jadi, apabila anak telah mengucapkan salam dan salamnya sudah dijawab, ia harus terlebih dulu meminta izin untuk masuk. Bila pemilik rumah atau penghuni kamar telah mengizinkan, barulah ia boleh masuk. Demikian etika yang dijelaskan dalam QS. An-Nur: 27.Salam dan meminta izin ini, salah satu tujuannya adalah untuk menjaga pandangan mata agar tidak melihat hal-hal yang tidak selayaknya dilihat, walaupun tidak disengaja.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِنَّمَا جُعِلَ الِاسْتِئْذَانُ مِنْ أَجْلِ البَصَرِ““Sesungguhnya meminta izin itu diberlakukan dalam rangka untuk menjaga pandangan mata”. HR. Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu.Kedua: Biasakan anak untuk menundukkan pandangan mataApabila pandangan tak sengaja saja harus dijaga, apalagi pandangan sengaja terhadap sesuatu yang dilarang agama.Allah ta’ala berfirman,“قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ . وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ“Artinya: “Katakanlah kepada kaum mukminin, “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada kaum mukminat, “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan kemaluannya”. QS. An-Nur: 30-31.Perintah menundukkan pandangan mata ini berlaku terhadap lawan jenis yang bukan mahram, baik itu di televisi, internet, HP, majalah, koran, buku dan keseharian kita di dunia nyata.Biasakan perilaku mulia dalam diri kita sebagai orang tua, sebelum membiasakannya pada anak-anak kita. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 28 Dzulqa’dah 1438 / 21 Agustus 2017v Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #97: Anak dan SeniNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #99: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #98: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 1

Dorongan seksual diciptakan Allah ta’ala dalam diri manusia sebagai salah satu sebab kelangsungan hidup mereka. Allah menjadikan masa tertentu untuk bisa melakukan aktivitas ini; agar kita bisa melanjutkan keturunan. Dorongan seksual adalah fitrah dan sesuatu yang manusiawi, maka jangan disikapi secara negatif berlebihan. Kita perlu bercerita dari hati ke hati dengan anak, tentang dorongan yang mereka rasakan terhadap lawan jenis. Dampingi mereka dan berikan pengarahan. Selanjutnya jaga agar dorongan seksual anak bisa berjalan normal, tanpa ada pembangkit dari luar yang bisa menyebabkan penyimpangan perilaku.Berikut beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah ini. InsyaAllah setelah pembahasan global ini, akan ada perinciannya.Pertama: Ajarkan pada anak adab meminta izinAjarkan pada anak adab meminta izin, baik ketika ingin masuk ke kamar orang tuanya, kamar saudaranya, apalagi rumah orang lain. Memulainya dengan salam, lalu meminta izin masuk.Jelaskan kepada mereka bahwa ucapan salam itu berbeda dengan meminta izin. Jadi, apabila anak telah mengucapkan salam dan salamnya sudah dijawab, ia harus terlebih dulu meminta izin untuk masuk. Bila pemilik rumah atau penghuni kamar telah mengizinkan, barulah ia boleh masuk. Demikian etika yang dijelaskan dalam QS. An-Nur: 27.Salam dan meminta izin ini, salah satu tujuannya adalah untuk menjaga pandangan mata agar tidak melihat hal-hal yang tidak selayaknya dilihat, walaupun tidak disengaja.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِنَّمَا جُعِلَ الِاسْتِئْذَانُ مِنْ أَجْلِ البَصَرِ““Sesungguhnya meminta izin itu diberlakukan dalam rangka untuk menjaga pandangan mata”. HR. Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu.Kedua: Biasakan anak untuk menundukkan pandangan mataApabila pandangan tak sengaja saja harus dijaga, apalagi pandangan sengaja terhadap sesuatu yang dilarang agama.Allah ta’ala berfirman,“قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ . وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ“Artinya: “Katakanlah kepada kaum mukminin, “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada kaum mukminat, “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan kemaluannya”. QS. An-Nur: 30-31.Perintah menundukkan pandangan mata ini berlaku terhadap lawan jenis yang bukan mahram, baik itu di televisi, internet, HP, majalah, koran, buku dan keseharian kita di dunia nyata.Biasakan perilaku mulia dalam diri kita sebagai orang tua, sebelum membiasakannya pada anak-anak kita. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 28 Dzulqa’dah 1438 / 21 Agustus 2017v Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #97: Anak dan SeniNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #99: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Dorongan seksual diciptakan Allah ta’ala dalam diri manusia sebagai salah satu sebab kelangsungan hidup mereka. Allah menjadikan masa tertentu untuk bisa melakukan aktivitas ini; agar kita bisa melanjutkan keturunan. Dorongan seksual adalah fitrah dan sesuatu yang manusiawi, maka jangan disikapi secara negatif berlebihan. Kita perlu bercerita dari hati ke hati dengan anak, tentang dorongan yang mereka rasakan terhadap lawan jenis. Dampingi mereka dan berikan pengarahan. Selanjutnya jaga agar dorongan seksual anak bisa berjalan normal, tanpa ada pembangkit dari luar yang bisa menyebabkan penyimpangan perilaku.Berikut beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah ini. InsyaAllah setelah pembahasan global ini, akan ada perinciannya.Pertama: Ajarkan pada anak adab meminta izinAjarkan pada anak adab meminta izin, baik ketika ingin masuk ke kamar orang tuanya, kamar saudaranya, apalagi rumah orang lain. Memulainya dengan salam, lalu meminta izin masuk.Jelaskan kepada mereka bahwa ucapan salam itu berbeda dengan meminta izin. Jadi, apabila anak telah mengucapkan salam dan salamnya sudah dijawab, ia harus terlebih dulu meminta izin untuk masuk. Bila pemilik rumah atau penghuni kamar telah mengizinkan, barulah ia boleh masuk. Demikian etika yang dijelaskan dalam QS. An-Nur: 27.Salam dan meminta izin ini, salah satu tujuannya adalah untuk menjaga pandangan mata agar tidak melihat hal-hal yang tidak selayaknya dilihat, walaupun tidak disengaja.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِنَّمَا جُعِلَ الِاسْتِئْذَانُ مِنْ أَجْلِ البَصَرِ““Sesungguhnya meminta izin itu diberlakukan dalam rangka untuk menjaga pandangan mata”. HR. Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu.Kedua: Biasakan anak untuk menundukkan pandangan mataApabila pandangan tak sengaja saja harus dijaga, apalagi pandangan sengaja terhadap sesuatu yang dilarang agama.Allah ta’ala berfirman,“قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ . وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ“Artinya: “Katakanlah kepada kaum mukminin, “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada kaum mukminat, “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan kemaluannya”. QS. An-Nur: 30-31.Perintah menundukkan pandangan mata ini berlaku terhadap lawan jenis yang bukan mahram, baik itu di televisi, internet, HP, majalah, koran, buku dan keseharian kita di dunia nyata.Biasakan perilaku mulia dalam diri kita sebagai orang tua, sebelum membiasakannya pada anak-anak kita. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 28 Dzulqa’dah 1438 / 21 Agustus 2017v Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #97: Anak dan SeniNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #99: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Dorongan seksual diciptakan Allah ta’ala dalam diri manusia sebagai salah satu sebab kelangsungan hidup mereka. Allah menjadikan masa tertentu untuk bisa melakukan aktivitas ini; agar kita bisa melanjutkan keturunan. Dorongan seksual adalah fitrah dan sesuatu yang manusiawi, maka jangan disikapi secara negatif berlebihan. Kita perlu bercerita dari hati ke hati dengan anak, tentang dorongan yang mereka rasakan terhadap lawan jenis. Dampingi mereka dan berikan pengarahan. Selanjutnya jaga agar dorongan seksual anak bisa berjalan normal, tanpa ada pembangkit dari luar yang bisa menyebabkan penyimpangan perilaku.Berikut beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah ini. InsyaAllah setelah pembahasan global ini, akan ada perinciannya.Pertama: Ajarkan pada anak adab meminta izinAjarkan pada anak adab meminta izin, baik ketika ingin masuk ke kamar orang tuanya, kamar saudaranya, apalagi rumah orang lain. Memulainya dengan salam, lalu meminta izin masuk.Jelaskan kepada mereka bahwa ucapan salam itu berbeda dengan meminta izin. Jadi, apabila anak telah mengucapkan salam dan salamnya sudah dijawab, ia harus terlebih dulu meminta izin untuk masuk. Bila pemilik rumah atau penghuni kamar telah mengizinkan, barulah ia boleh masuk. Demikian etika yang dijelaskan dalam QS. An-Nur: 27.Salam dan meminta izin ini, salah satu tujuannya adalah untuk menjaga pandangan mata agar tidak melihat hal-hal yang tidak selayaknya dilihat, walaupun tidak disengaja.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِنَّمَا جُعِلَ الِاسْتِئْذَانُ مِنْ أَجْلِ البَصَرِ““Sesungguhnya meminta izin itu diberlakukan dalam rangka untuk menjaga pandangan mata”. HR. Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu.Kedua: Biasakan anak untuk menundukkan pandangan mataApabila pandangan tak sengaja saja harus dijaga, apalagi pandangan sengaja terhadap sesuatu yang dilarang agama.Allah ta’ala berfirman,“قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ . وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ“Artinya: “Katakanlah kepada kaum mukminin, “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada kaum mukminat, “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan kemaluannya”. QS. An-Nur: 30-31.Perintah menundukkan pandangan mata ini berlaku terhadap lawan jenis yang bukan mahram, baik itu di televisi, internet, HP, majalah, koran, buku dan keseharian kita di dunia nyata.Biasakan perilaku mulia dalam diri kita sebagai orang tua, sebelum membiasakannya pada anak-anak kita. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 28 Dzulqa’dah 1438 / 21 Agustus 2017v Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #97: Anak dan SeniNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #99: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #99: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 2

Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Ketiga: Latihlah anak untuk menutup auratKata “aurat” berasal dari bahasa Arab. Artinya sesuatu yang tercela kalau tampak. Bila bagian tertentu dari tubuh manusia terbuka dan terlihat orang lain, maka yang bersangkutan merasa malu. Sedangkan dalam istilah fiqih, aurat berarti: anggota badan yang tidak boleh ditampakkan oleh lelaki atau perempuan kepada orang lain. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“لَا يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ، وَلَا الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ““Tidak boleh bagi seorang pria untuk melihat aurat pria. Dan tidak boleh bagi seorang wanita untuk melihat aurat wanita lain”. HR. Muslim dari Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu.Batasan aurat hanya ada pada manusia dan tidak berlaku pada hewan. Hewan tidak memiliki rasa malu. Seluruh bagian tubuhnya terbuka, sehingga bisa terlihat oleh siapa saja. Seharusnya manusia tidak menyerupai hewan yang tak punya rasa malu.Masalah batas aurat merupakan ketentuan agama yang tidak dapat direkayasa oleh ide dan gagasan manusia sendiri. Apalagi manusia yang tidak mengenal tanggung jawab kehidupan akhirat.Aurat wanita adalah seluruh badannya tanpa terkecuali. Sedangkan menurut sebagian ulama, kecuali muka dan kedua telapak tangan.Adapun aurat laki-laki adalah antara lutut sampai pusar.Sejak Usia Berapa?Anak yang berusia di bawah 7 tahun, aslinya belum wajib untuk menutup aurat. Namun pembiasaan untuk menutup aurat amat dianjurkan. Sehingga kelak saat besar, tidak merasa keberatan untuk menutup auratnya. Hanya saja pembiasaan itu tanpa kekerasan dan paksaan.Adapun bila telah mencapai usia 10 tahun, apalagi anak perempuan, maka sudah harus diperintahkan dengan tegas untuk menutup auratnya.Menutup aurat, selain berfungsi sebagai identitas seorang muslim atau muslimah, juga sebagai sarana untuk melindungi diri dari pelecehan seksual.Allah ta’ala menjelaskan,“يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ“Artinya: “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, putri-putrimu, istri-istri kaum mukminin, supaya mereka menutupkan baju mereka ke seluruh tubuh. Demikian itu adalah agar mereka lebih dikenal, supaya mereka tidak diganggu”. QS. Al Ahzab (33): 59.Janganlah anak-anak yang telah baligh dibiarkan berpakaian sesuka hati berpakaian dengan dada terlihat, leher terbuka, dan terlihat pahanya ke bawah. Orang tua yang membiarkan putrinya berpakaian semacam ini berarti telah berbuat dosa dan durhaka terhadap Allah.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 13 Dzulhijjah 1438 / 4 September 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #98: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 1Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #100: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #99: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 2

Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Ketiga: Latihlah anak untuk menutup auratKata “aurat” berasal dari bahasa Arab. Artinya sesuatu yang tercela kalau tampak. Bila bagian tertentu dari tubuh manusia terbuka dan terlihat orang lain, maka yang bersangkutan merasa malu. Sedangkan dalam istilah fiqih, aurat berarti: anggota badan yang tidak boleh ditampakkan oleh lelaki atau perempuan kepada orang lain. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“لَا يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ، وَلَا الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ““Tidak boleh bagi seorang pria untuk melihat aurat pria. Dan tidak boleh bagi seorang wanita untuk melihat aurat wanita lain”. HR. Muslim dari Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu.Batasan aurat hanya ada pada manusia dan tidak berlaku pada hewan. Hewan tidak memiliki rasa malu. Seluruh bagian tubuhnya terbuka, sehingga bisa terlihat oleh siapa saja. Seharusnya manusia tidak menyerupai hewan yang tak punya rasa malu.Masalah batas aurat merupakan ketentuan agama yang tidak dapat direkayasa oleh ide dan gagasan manusia sendiri. Apalagi manusia yang tidak mengenal tanggung jawab kehidupan akhirat.Aurat wanita adalah seluruh badannya tanpa terkecuali. Sedangkan menurut sebagian ulama, kecuali muka dan kedua telapak tangan.Adapun aurat laki-laki adalah antara lutut sampai pusar.Sejak Usia Berapa?Anak yang berusia di bawah 7 tahun, aslinya belum wajib untuk menutup aurat. Namun pembiasaan untuk menutup aurat amat dianjurkan. Sehingga kelak saat besar, tidak merasa keberatan untuk menutup auratnya. Hanya saja pembiasaan itu tanpa kekerasan dan paksaan.Adapun bila telah mencapai usia 10 tahun, apalagi anak perempuan, maka sudah harus diperintahkan dengan tegas untuk menutup auratnya.Menutup aurat, selain berfungsi sebagai identitas seorang muslim atau muslimah, juga sebagai sarana untuk melindungi diri dari pelecehan seksual.Allah ta’ala menjelaskan,“يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ“Artinya: “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, putri-putrimu, istri-istri kaum mukminin, supaya mereka menutupkan baju mereka ke seluruh tubuh. Demikian itu adalah agar mereka lebih dikenal, supaya mereka tidak diganggu”. QS. Al Ahzab (33): 59.Janganlah anak-anak yang telah baligh dibiarkan berpakaian sesuka hati berpakaian dengan dada terlihat, leher terbuka, dan terlihat pahanya ke bawah. Orang tua yang membiarkan putrinya berpakaian semacam ini berarti telah berbuat dosa dan durhaka terhadap Allah.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 13 Dzulhijjah 1438 / 4 September 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #98: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 1Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #100: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Ketiga: Latihlah anak untuk menutup auratKata “aurat” berasal dari bahasa Arab. Artinya sesuatu yang tercela kalau tampak. Bila bagian tertentu dari tubuh manusia terbuka dan terlihat orang lain, maka yang bersangkutan merasa malu. Sedangkan dalam istilah fiqih, aurat berarti: anggota badan yang tidak boleh ditampakkan oleh lelaki atau perempuan kepada orang lain. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“لَا يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ، وَلَا الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ““Tidak boleh bagi seorang pria untuk melihat aurat pria. Dan tidak boleh bagi seorang wanita untuk melihat aurat wanita lain”. HR. Muslim dari Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu.Batasan aurat hanya ada pada manusia dan tidak berlaku pada hewan. Hewan tidak memiliki rasa malu. Seluruh bagian tubuhnya terbuka, sehingga bisa terlihat oleh siapa saja. Seharusnya manusia tidak menyerupai hewan yang tak punya rasa malu.Masalah batas aurat merupakan ketentuan agama yang tidak dapat direkayasa oleh ide dan gagasan manusia sendiri. Apalagi manusia yang tidak mengenal tanggung jawab kehidupan akhirat.Aurat wanita adalah seluruh badannya tanpa terkecuali. Sedangkan menurut sebagian ulama, kecuali muka dan kedua telapak tangan.Adapun aurat laki-laki adalah antara lutut sampai pusar.Sejak Usia Berapa?Anak yang berusia di bawah 7 tahun, aslinya belum wajib untuk menutup aurat. Namun pembiasaan untuk menutup aurat amat dianjurkan. Sehingga kelak saat besar, tidak merasa keberatan untuk menutup auratnya. Hanya saja pembiasaan itu tanpa kekerasan dan paksaan.Adapun bila telah mencapai usia 10 tahun, apalagi anak perempuan, maka sudah harus diperintahkan dengan tegas untuk menutup auratnya.Menutup aurat, selain berfungsi sebagai identitas seorang muslim atau muslimah, juga sebagai sarana untuk melindungi diri dari pelecehan seksual.Allah ta’ala menjelaskan,“يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ“Artinya: “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, putri-putrimu, istri-istri kaum mukminin, supaya mereka menutupkan baju mereka ke seluruh tubuh. Demikian itu adalah agar mereka lebih dikenal, supaya mereka tidak diganggu”. QS. Al Ahzab (33): 59.Janganlah anak-anak yang telah baligh dibiarkan berpakaian sesuka hati berpakaian dengan dada terlihat, leher terbuka, dan terlihat pahanya ke bawah. Orang tua yang membiarkan putrinya berpakaian semacam ini berarti telah berbuat dosa dan durhaka terhadap Allah.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 13 Dzulhijjah 1438 / 4 September 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #98: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 1Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #100: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Ketiga: Latihlah anak untuk menutup auratKata “aurat” berasal dari bahasa Arab. Artinya sesuatu yang tercela kalau tampak. Bila bagian tertentu dari tubuh manusia terbuka dan terlihat orang lain, maka yang bersangkutan merasa malu. Sedangkan dalam istilah fiqih, aurat berarti: anggota badan yang tidak boleh ditampakkan oleh lelaki atau perempuan kepada orang lain. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“لَا يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ، وَلَا الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ““Tidak boleh bagi seorang pria untuk melihat aurat pria. Dan tidak boleh bagi seorang wanita untuk melihat aurat wanita lain”. HR. Muslim dari Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu.Batasan aurat hanya ada pada manusia dan tidak berlaku pada hewan. Hewan tidak memiliki rasa malu. Seluruh bagian tubuhnya terbuka, sehingga bisa terlihat oleh siapa saja. Seharusnya manusia tidak menyerupai hewan yang tak punya rasa malu.Masalah batas aurat merupakan ketentuan agama yang tidak dapat direkayasa oleh ide dan gagasan manusia sendiri. Apalagi manusia yang tidak mengenal tanggung jawab kehidupan akhirat.Aurat wanita adalah seluruh badannya tanpa terkecuali. Sedangkan menurut sebagian ulama, kecuali muka dan kedua telapak tangan.Adapun aurat laki-laki adalah antara lutut sampai pusar.Sejak Usia Berapa?Anak yang berusia di bawah 7 tahun, aslinya belum wajib untuk menutup aurat. Namun pembiasaan untuk menutup aurat amat dianjurkan. Sehingga kelak saat besar, tidak merasa keberatan untuk menutup auratnya. Hanya saja pembiasaan itu tanpa kekerasan dan paksaan.Adapun bila telah mencapai usia 10 tahun, apalagi anak perempuan, maka sudah harus diperintahkan dengan tegas untuk menutup auratnya.Menutup aurat, selain berfungsi sebagai identitas seorang muslim atau muslimah, juga sebagai sarana untuk melindungi diri dari pelecehan seksual.Allah ta’ala menjelaskan,“يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ“Artinya: “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, putri-putrimu, istri-istri kaum mukminin, supaya mereka menutupkan baju mereka ke seluruh tubuh. Demikian itu adalah agar mereka lebih dikenal, supaya mereka tidak diganggu”. QS. Al Ahzab (33): 59.Janganlah anak-anak yang telah baligh dibiarkan berpakaian sesuka hati berpakaian dengan dada terlihat, leher terbuka, dan terlihat pahanya ke bawah. Orang tua yang membiarkan putrinya berpakaian semacam ini berarti telah berbuat dosa dan durhaka terhadap Allah.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 13 Dzulhijjah 1438 / 4 September 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #98: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 1Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #100: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #100: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 3

Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Keempat: Memisahkan tempat tidur anakMembaca berbagai berita yang dipaparkan di media saat ini seringkali membuat kita sangat prihatin. Salah satunya adalah terjadinya hubungan seks dengan saudara-saudari kandung. Na’udzu billah min dzalik…Perilaku menjijikkan tersebut, bisa jadi pemicunya adalah karena tidak diperhatikannya adab tidur yang telah diajarkan dalam Islam.Di antara etika tersebut adalah memisahkan tempat tidur anak. Yakni ketika usianya sudah menginjak tujuh tahun. Apalagi bila telah berusia sepuluh tahun. Dipisahkan dengan saudara sesama laki-laki, dengan saudari sesama perempuan, apalagi antara laki-laki dan perempuan. Termasuk dipisahkan dari ayah dan ibunya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مُرُوا أولاكمِ بالصلاةِ وهم أبناءُ سبعِ سِنينَ، واضرِبوهم عليها وهم أبناءُ عَشرٍ، وفرِّقوا بينهم في المَضاجِعِ”“Perintahlah anak-anak kalian untuk shalat saat berusia tujuh tahun. Pukullah mereka (bila tidak mau shalat) saat berusia sepuluh tahun. Dan pisahkanlah mereka di tidur”. HR. Abu Dawud dan dinilai hasan oleh an-Nawawiy juga al-Albaniy.Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalaniy berkata, “Dengan hadits ini, para imam kita menjelaskan: wajib memisahkan antara lelaki dan perempuan. Maka dengan ini tidak dibolehkan anak laki dan anak perempuan berkumpul di satu tempat tidur”. Teknis PemisahanBila memungkinkan untuk melakukan pemisahan kamar, maka ini lebih baik. Sebab lebih aman dari fitnah. Jika tidak, maka dipisahkan ranjangnya. Masing-masing memakai kasur yang terpisah.“إِذَا بَلَغَ أَوْلَادُكُمْ سَبْعَ سِنِينَ فَفَرِّقُوا بَيْنَ فُرُشِهِمْ”“Bila anak-anak kalian telah sampai usia tujuh tahun, maka pisahkanlah kasur mereka”. HR. Ad-Daraquthniy dan dinilai sahih oleh adz-Dzahabiy juga al-Albaniy.Bila tidak memungkinkan juga, maka tidak mengapa tidur satu kasur. Namun aurat harus ditutup dan dipisahkan dengan cara setiap anak memakai selimut sendiri-sendiri. Juga harus aman dari fitnah.Semua itu dilakukan dalam rangka menjaga anak-anak kita dari hal negatif. Sebab pada umur-umur ini ‘ketertarikan’ laki-laki terhadap perempuan mulai muncul. Begitu juga ‘ketertarikan’ perempuan terhadap laki-laki mulai muncul. Padahal pemahaman mereka masih dangkal. Maka hal tersebut bisa menjadi alat setan untuk menyeret mereka pada perbuatan haram. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 27 Dzulhijjah 1438 / 18 September 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #99: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 2Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #101: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 4 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #100: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 3

Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Keempat: Memisahkan tempat tidur anakMembaca berbagai berita yang dipaparkan di media saat ini seringkali membuat kita sangat prihatin. Salah satunya adalah terjadinya hubungan seks dengan saudara-saudari kandung. Na’udzu billah min dzalik…Perilaku menjijikkan tersebut, bisa jadi pemicunya adalah karena tidak diperhatikannya adab tidur yang telah diajarkan dalam Islam.Di antara etika tersebut adalah memisahkan tempat tidur anak. Yakni ketika usianya sudah menginjak tujuh tahun. Apalagi bila telah berusia sepuluh tahun. Dipisahkan dengan saudara sesama laki-laki, dengan saudari sesama perempuan, apalagi antara laki-laki dan perempuan. Termasuk dipisahkan dari ayah dan ibunya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مُرُوا أولاكمِ بالصلاةِ وهم أبناءُ سبعِ سِنينَ، واضرِبوهم عليها وهم أبناءُ عَشرٍ، وفرِّقوا بينهم في المَضاجِعِ”“Perintahlah anak-anak kalian untuk shalat saat berusia tujuh tahun. Pukullah mereka (bila tidak mau shalat) saat berusia sepuluh tahun. Dan pisahkanlah mereka di tidur”. HR. Abu Dawud dan dinilai hasan oleh an-Nawawiy juga al-Albaniy.Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalaniy berkata, “Dengan hadits ini, para imam kita menjelaskan: wajib memisahkan antara lelaki dan perempuan. Maka dengan ini tidak dibolehkan anak laki dan anak perempuan berkumpul di satu tempat tidur”. Teknis PemisahanBila memungkinkan untuk melakukan pemisahan kamar, maka ini lebih baik. Sebab lebih aman dari fitnah. Jika tidak, maka dipisahkan ranjangnya. Masing-masing memakai kasur yang terpisah.“إِذَا بَلَغَ أَوْلَادُكُمْ سَبْعَ سِنِينَ فَفَرِّقُوا بَيْنَ فُرُشِهِمْ”“Bila anak-anak kalian telah sampai usia tujuh tahun, maka pisahkanlah kasur mereka”. HR. Ad-Daraquthniy dan dinilai sahih oleh adz-Dzahabiy juga al-Albaniy.Bila tidak memungkinkan juga, maka tidak mengapa tidur satu kasur. Namun aurat harus ditutup dan dipisahkan dengan cara setiap anak memakai selimut sendiri-sendiri. Juga harus aman dari fitnah.Semua itu dilakukan dalam rangka menjaga anak-anak kita dari hal negatif. Sebab pada umur-umur ini ‘ketertarikan’ laki-laki terhadap perempuan mulai muncul. Begitu juga ‘ketertarikan’ perempuan terhadap laki-laki mulai muncul. Padahal pemahaman mereka masih dangkal. Maka hal tersebut bisa menjadi alat setan untuk menyeret mereka pada perbuatan haram. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 27 Dzulhijjah 1438 / 18 September 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #99: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 2Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #101: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 4 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Keempat: Memisahkan tempat tidur anakMembaca berbagai berita yang dipaparkan di media saat ini seringkali membuat kita sangat prihatin. Salah satunya adalah terjadinya hubungan seks dengan saudara-saudari kandung. Na’udzu billah min dzalik…Perilaku menjijikkan tersebut, bisa jadi pemicunya adalah karena tidak diperhatikannya adab tidur yang telah diajarkan dalam Islam.Di antara etika tersebut adalah memisahkan tempat tidur anak. Yakni ketika usianya sudah menginjak tujuh tahun. Apalagi bila telah berusia sepuluh tahun. Dipisahkan dengan saudara sesama laki-laki, dengan saudari sesama perempuan, apalagi antara laki-laki dan perempuan. Termasuk dipisahkan dari ayah dan ibunya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مُرُوا أولاكمِ بالصلاةِ وهم أبناءُ سبعِ سِنينَ، واضرِبوهم عليها وهم أبناءُ عَشرٍ، وفرِّقوا بينهم في المَضاجِعِ”“Perintahlah anak-anak kalian untuk shalat saat berusia tujuh tahun. Pukullah mereka (bila tidak mau shalat) saat berusia sepuluh tahun. Dan pisahkanlah mereka di tidur”. HR. Abu Dawud dan dinilai hasan oleh an-Nawawiy juga al-Albaniy.Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalaniy berkata, “Dengan hadits ini, para imam kita menjelaskan: wajib memisahkan antara lelaki dan perempuan. Maka dengan ini tidak dibolehkan anak laki dan anak perempuan berkumpul di satu tempat tidur”. Teknis PemisahanBila memungkinkan untuk melakukan pemisahan kamar, maka ini lebih baik. Sebab lebih aman dari fitnah. Jika tidak, maka dipisahkan ranjangnya. Masing-masing memakai kasur yang terpisah.“إِذَا بَلَغَ أَوْلَادُكُمْ سَبْعَ سِنِينَ فَفَرِّقُوا بَيْنَ فُرُشِهِمْ”“Bila anak-anak kalian telah sampai usia tujuh tahun, maka pisahkanlah kasur mereka”. HR. Ad-Daraquthniy dan dinilai sahih oleh adz-Dzahabiy juga al-Albaniy.Bila tidak memungkinkan juga, maka tidak mengapa tidur satu kasur. Namun aurat harus ditutup dan dipisahkan dengan cara setiap anak memakai selimut sendiri-sendiri. Juga harus aman dari fitnah.Semua itu dilakukan dalam rangka menjaga anak-anak kita dari hal negatif. Sebab pada umur-umur ini ‘ketertarikan’ laki-laki terhadap perempuan mulai muncul. Begitu juga ‘ketertarikan’ perempuan terhadap laki-laki mulai muncul. Padahal pemahaman mereka masih dangkal. Maka hal tersebut bisa menjadi alat setan untuk menyeret mereka pada perbuatan haram. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 27 Dzulhijjah 1438 / 18 September 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #99: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 2Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #101: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 4 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Keempat: Memisahkan tempat tidur anakMembaca berbagai berita yang dipaparkan di media saat ini seringkali membuat kita sangat prihatin. Salah satunya adalah terjadinya hubungan seks dengan saudara-saudari kandung. Na’udzu billah min dzalik…Perilaku menjijikkan tersebut, bisa jadi pemicunya adalah karena tidak diperhatikannya adab tidur yang telah diajarkan dalam Islam.Di antara etika tersebut adalah memisahkan tempat tidur anak. Yakni ketika usianya sudah menginjak tujuh tahun. Apalagi bila telah berusia sepuluh tahun. Dipisahkan dengan saudara sesama laki-laki, dengan saudari sesama perempuan, apalagi antara laki-laki dan perempuan. Termasuk dipisahkan dari ayah dan ibunya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مُرُوا أولاكمِ بالصلاةِ وهم أبناءُ سبعِ سِنينَ، واضرِبوهم عليها وهم أبناءُ عَشرٍ، وفرِّقوا بينهم في المَضاجِعِ”“Perintahlah anak-anak kalian untuk shalat saat berusia tujuh tahun. Pukullah mereka (bila tidak mau shalat) saat berusia sepuluh tahun. Dan pisahkanlah mereka di tidur”. HR. Abu Dawud dan dinilai hasan oleh an-Nawawiy juga al-Albaniy.Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalaniy berkata, “Dengan hadits ini, para imam kita menjelaskan: wajib memisahkan antara lelaki dan perempuan. Maka dengan ini tidak dibolehkan anak laki dan anak perempuan berkumpul di satu tempat tidur”. Teknis PemisahanBila memungkinkan untuk melakukan pemisahan kamar, maka ini lebih baik. Sebab lebih aman dari fitnah. Jika tidak, maka dipisahkan ranjangnya. Masing-masing memakai kasur yang terpisah.“إِذَا بَلَغَ أَوْلَادُكُمْ سَبْعَ سِنِينَ فَفَرِّقُوا بَيْنَ فُرُشِهِمْ”“Bila anak-anak kalian telah sampai usia tujuh tahun, maka pisahkanlah kasur mereka”. HR. Ad-Daraquthniy dan dinilai sahih oleh adz-Dzahabiy juga al-Albaniy.Bila tidak memungkinkan juga, maka tidak mengapa tidur satu kasur. Namun aurat harus ditutup dan dipisahkan dengan cara setiap anak memakai selimut sendiri-sendiri. Juga harus aman dari fitnah.Semua itu dilakukan dalam rangka menjaga anak-anak kita dari hal negatif. Sebab pada umur-umur ini ‘ketertarikan’ laki-laki terhadap perempuan mulai muncul. Begitu juga ‘ketertarikan’ perempuan terhadap laki-laki mulai muncul. Padahal pemahaman mereka masih dangkal. Maka hal tersebut bisa menjadi alat setan untuk menyeret mereka pada perbuatan haram. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 27 Dzulhijjah 1438 / 18 September 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #99: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 2Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #101: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 4 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #101: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 4

Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Kelima: Jauhkan anak dari ikhtilathIkhtilat adalah bertemunya laki-laki dan perempuan (yang bukan mahramnya) di suatu tempat secara campur-baur dan terjadi interaksi di antara laki-laki dengan wanita itu.Pada zaman sekarang ini, ikhtilat sepertinya sudah menjadi budaya dan tradisi di mana-mana. Tidak ada tempat melainkan di sana ada ikhtilat. Dalam dunia pendidikan, kampus, dunia kerja, pusat perdagangan, tempat hiburan, rekreasi, bahkan sampai pada angkutan umum, baik darat, laut maupun udara.Dalam dunia pendidikan di tingkat sekolah, dari TK sampai tingkat lanjutan para siswa telah terbiasa dengan tradisi semacam ini. Kelas yang menjadi tempat belajar mereka setiap harinya tidak ada sekat yang memisahkan antara siswa laki-laki maupun perempuan. Mereka terbiasa dengan diskusi bersama, bercanda bersama, belajar bersama, makan di kantin berbaur dengan teman-teman perempuan, pulang pergi sekolah juga beramai-ramai dengan mereka sembari mengobral canda tawa, dan melakukan kegiatan-kegiatan lainnya secara bersama-sama. Inilah yang kemudian menjadi pemandangan dalam setiap harinya dan telah menjadi tradisi di antara mereka yang apabila tidak mereka lakukan akan terasa hambar aktivitas dan pergaulannya.Tradisi semacam ini ditambah kondisi masyarakat yang secara umum bersikap apatis serta awam terhadap ilmu agama, pula pengaruh yang kuat dari budaya barat yang terus menyebar ke setiap pelosok negeri ini. Sekaligus dianggap sebagai legitimasi akan baik dan wajarnya budaya tersebut yang sejatinya tidaklah sesuai dengan nilai-nilai islam yang mulia.Banyak sekali hasil penelitian yang memaparkan betapa tragis dan mengerikan kondisi masyarakat yang diakibatkan oleh pergaulan bebas yang berawal dari anggapan wajar dan sah akan khalwat (berduaan) maupun ikhtilat di tengah-tengah mereka.Munculnya kasus-kasus perselingkuhan di dunia perkantoran antara bos dengan sekretarisnya, atau majikan dengan pembantunya, atau guru dengan muridnya, dosen dengan mahasiswinya, atau yang semisalnya adalah bersumber dari pergaulan mereka yang tidak lepas dari kebiasaan khalwat maupun ikhtilat.Ikhtilat atau percampuran bebas antara lawan jenis merupakan unsur paling menentukan untuk terjadinya masalah-masalah seksualitas, penderitaan psikologis, serta rangsangan naluri. Dari percampuran bebas inilah yang kemudian memunculkan kasus-kasus lain seperti kasus aborsi, kelahiran yang tidak diinginkan, bunuh diri, hamil di luar nikah, semakin menjamurnya dunia prostitusi, pembunuhan, pencurian, kasus narkoba, dan kasus-kasus kriminalitas lainnya. Belum lagi kebiasaan itu akan berimbas pada buruknya masalah sosial, psikologis, pergaulan, mental, kepribadian dan dampak-dampak buruk lainnya.Para ulama telah menjelaskan akan haramnya ikhtilat dan dampak negatif darinya dengan membawakan dalil-dalil yang sahih. Di antaranya ialah hadits tentang aturan shaf shalat berjamaah,خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا، وَشَرُّهَا آخِرُهَا، وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا، وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا“Shaf yang terbaik bagi laki-laki ialah yang terdepan, dan yang terburuk ialah yang paling belakang. Adapun shaf yang terbaik bagi perempuan ialah yang paling belakang, dan yang terburuk ialah shaf yang paling depan.” HR. MuslimImam Nawawi berkata, “Adapun keutamaan shaf terakhir bagi perempuan karena jauhnya mereka dari bercampurnya dengan laki-laki, pandangannya terhadap mereka, keterikatan hati dengannya saat melihat gerakannya, mendengar percakapannya atau yang semisalnya. Sementara jeleknya shaf terdepan bagi perempuan karena alasan dari kebalikan itu semua. Wallahu a’lam.”@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Muharram 1439 / 9 Oktober 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #100: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 3Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #101: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 4

Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Kelima: Jauhkan anak dari ikhtilathIkhtilat adalah bertemunya laki-laki dan perempuan (yang bukan mahramnya) di suatu tempat secara campur-baur dan terjadi interaksi di antara laki-laki dengan wanita itu.Pada zaman sekarang ini, ikhtilat sepertinya sudah menjadi budaya dan tradisi di mana-mana. Tidak ada tempat melainkan di sana ada ikhtilat. Dalam dunia pendidikan, kampus, dunia kerja, pusat perdagangan, tempat hiburan, rekreasi, bahkan sampai pada angkutan umum, baik darat, laut maupun udara.Dalam dunia pendidikan di tingkat sekolah, dari TK sampai tingkat lanjutan para siswa telah terbiasa dengan tradisi semacam ini. Kelas yang menjadi tempat belajar mereka setiap harinya tidak ada sekat yang memisahkan antara siswa laki-laki maupun perempuan. Mereka terbiasa dengan diskusi bersama, bercanda bersama, belajar bersama, makan di kantin berbaur dengan teman-teman perempuan, pulang pergi sekolah juga beramai-ramai dengan mereka sembari mengobral canda tawa, dan melakukan kegiatan-kegiatan lainnya secara bersama-sama. Inilah yang kemudian menjadi pemandangan dalam setiap harinya dan telah menjadi tradisi di antara mereka yang apabila tidak mereka lakukan akan terasa hambar aktivitas dan pergaulannya.Tradisi semacam ini ditambah kondisi masyarakat yang secara umum bersikap apatis serta awam terhadap ilmu agama, pula pengaruh yang kuat dari budaya barat yang terus menyebar ke setiap pelosok negeri ini. Sekaligus dianggap sebagai legitimasi akan baik dan wajarnya budaya tersebut yang sejatinya tidaklah sesuai dengan nilai-nilai islam yang mulia.Banyak sekali hasil penelitian yang memaparkan betapa tragis dan mengerikan kondisi masyarakat yang diakibatkan oleh pergaulan bebas yang berawal dari anggapan wajar dan sah akan khalwat (berduaan) maupun ikhtilat di tengah-tengah mereka.Munculnya kasus-kasus perselingkuhan di dunia perkantoran antara bos dengan sekretarisnya, atau majikan dengan pembantunya, atau guru dengan muridnya, dosen dengan mahasiswinya, atau yang semisalnya adalah bersumber dari pergaulan mereka yang tidak lepas dari kebiasaan khalwat maupun ikhtilat.Ikhtilat atau percampuran bebas antara lawan jenis merupakan unsur paling menentukan untuk terjadinya masalah-masalah seksualitas, penderitaan psikologis, serta rangsangan naluri. Dari percampuran bebas inilah yang kemudian memunculkan kasus-kasus lain seperti kasus aborsi, kelahiran yang tidak diinginkan, bunuh diri, hamil di luar nikah, semakin menjamurnya dunia prostitusi, pembunuhan, pencurian, kasus narkoba, dan kasus-kasus kriminalitas lainnya. Belum lagi kebiasaan itu akan berimbas pada buruknya masalah sosial, psikologis, pergaulan, mental, kepribadian dan dampak-dampak buruk lainnya.Para ulama telah menjelaskan akan haramnya ikhtilat dan dampak negatif darinya dengan membawakan dalil-dalil yang sahih. Di antaranya ialah hadits tentang aturan shaf shalat berjamaah,خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا، وَشَرُّهَا آخِرُهَا، وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا، وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا“Shaf yang terbaik bagi laki-laki ialah yang terdepan, dan yang terburuk ialah yang paling belakang. Adapun shaf yang terbaik bagi perempuan ialah yang paling belakang, dan yang terburuk ialah shaf yang paling depan.” HR. MuslimImam Nawawi berkata, “Adapun keutamaan shaf terakhir bagi perempuan karena jauhnya mereka dari bercampurnya dengan laki-laki, pandangannya terhadap mereka, keterikatan hati dengannya saat melihat gerakannya, mendengar percakapannya atau yang semisalnya. Sementara jeleknya shaf terdepan bagi perempuan karena alasan dari kebalikan itu semua. Wallahu a’lam.”@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Muharram 1439 / 9 Oktober 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #100: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 3Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Kelima: Jauhkan anak dari ikhtilathIkhtilat adalah bertemunya laki-laki dan perempuan (yang bukan mahramnya) di suatu tempat secara campur-baur dan terjadi interaksi di antara laki-laki dengan wanita itu.Pada zaman sekarang ini, ikhtilat sepertinya sudah menjadi budaya dan tradisi di mana-mana. Tidak ada tempat melainkan di sana ada ikhtilat. Dalam dunia pendidikan, kampus, dunia kerja, pusat perdagangan, tempat hiburan, rekreasi, bahkan sampai pada angkutan umum, baik darat, laut maupun udara.Dalam dunia pendidikan di tingkat sekolah, dari TK sampai tingkat lanjutan para siswa telah terbiasa dengan tradisi semacam ini. Kelas yang menjadi tempat belajar mereka setiap harinya tidak ada sekat yang memisahkan antara siswa laki-laki maupun perempuan. Mereka terbiasa dengan diskusi bersama, bercanda bersama, belajar bersama, makan di kantin berbaur dengan teman-teman perempuan, pulang pergi sekolah juga beramai-ramai dengan mereka sembari mengobral canda tawa, dan melakukan kegiatan-kegiatan lainnya secara bersama-sama. Inilah yang kemudian menjadi pemandangan dalam setiap harinya dan telah menjadi tradisi di antara mereka yang apabila tidak mereka lakukan akan terasa hambar aktivitas dan pergaulannya.Tradisi semacam ini ditambah kondisi masyarakat yang secara umum bersikap apatis serta awam terhadap ilmu agama, pula pengaruh yang kuat dari budaya barat yang terus menyebar ke setiap pelosok negeri ini. Sekaligus dianggap sebagai legitimasi akan baik dan wajarnya budaya tersebut yang sejatinya tidaklah sesuai dengan nilai-nilai islam yang mulia.Banyak sekali hasil penelitian yang memaparkan betapa tragis dan mengerikan kondisi masyarakat yang diakibatkan oleh pergaulan bebas yang berawal dari anggapan wajar dan sah akan khalwat (berduaan) maupun ikhtilat di tengah-tengah mereka.Munculnya kasus-kasus perselingkuhan di dunia perkantoran antara bos dengan sekretarisnya, atau majikan dengan pembantunya, atau guru dengan muridnya, dosen dengan mahasiswinya, atau yang semisalnya adalah bersumber dari pergaulan mereka yang tidak lepas dari kebiasaan khalwat maupun ikhtilat.Ikhtilat atau percampuran bebas antara lawan jenis merupakan unsur paling menentukan untuk terjadinya masalah-masalah seksualitas, penderitaan psikologis, serta rangsangan naluri. Dari percampuran bebas inilah yang kemudian memunculkan kasus-kasus lain seperti kasus aborsi, kelahiran yang tidak diinginkan, bunuh diri, hamil di luar nikah, semakin menjamurnya dunia prostitusi, pembunuhan, pencurian, kasus narkoba, dan kasus-kasus kriminalitas lainnya. Belum lagi kebiasaan itu akan berimbas pada buruknya masalah sosial, psikologis, pergaulan, mental, kepribadian dan dampak-dampak buruk lainnya.Para ulama telah menjelaskan akan haramnya ikhtilat dan dampak negatif darinya dengan membawakan dalil-dalil yang sahih. Di antaranya ialah hadits tentang aturan shaf shalat berjamaah,خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا، وَشَرُّهَا آخِرُهَا، وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا، وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا“Shaf yang terbaik bagi laki-laki ialah yang terdepan, dan yang terburuk ialah yang paling belakang. Adapun shaf yang terbaik bagi perempuan ialah yang paling belakang, dan yang terburuk ialah shaf yang paling depan.” HR. MuslimImam Nawawi berkata, “Adapun keutamaan shaf terakhir bagi perempuan karena jauhnya mereka dari bercampurnya dengan laki-laki, pandangannya terhadap mereka, keterikatan hati dengannya saat melihat gerakannya, mendengar percakapannya atau yang semisalnya. Sementara jeleknya shaf terdepan bagi perempuan karena alasan dari kebalikan itu semua. Wallahu a’lam.”@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Muharram 1439 / 9 Oktober 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #100: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 3Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Kelima: Jauhkan anak dari ikhtilathIkhtilat adalah bertemunya laki-laki dan perempuan (yang bukan mahramnya) di suatu tempat secara campur-baur dan terjadi interaksi di antara laki-laki dengan wanita itu.Pada zaman sekarang ini, ikhtilat sepertinya sudah menjadi budaya dan tradisi di mana-mana. Tidak ada tempat melainkan di sana ada ikhtilat. Dalam dunia pendidikan, kampus, dunia kerja, pusat perdagangan, tempat hiburan, rekreasi, bahkan sampai pada angkutan umum, baik darat, laut maupun udara.Dalam dunia pendidikan di tingkat sekolah, dari TK sampai tingkat lanjutan para siswa telah terbiasa dengan tradisi semacam ini. Kelas yang menjadi tempat belajar mereka setiap harinya tidak ada sekat yang memisahkan antara siswa laki-laki maupun perempuan. Mereka terbiasa dengan diskusi bersama, bercanda bersama, belajar bersama, makan di kantin berbaur dengan teman-teman perempuan, pulang pergi sekolah juga beramai-ramai dengan mereka sembari mengobral canda tawa, dan melakukan kegiatan-kegiatan lainnya secara bersama-sama. Inilah yang kemudian menjadi pemandangan dalam setiap harinya dan telah menjadi tradisi di antara mereka yang apabila tidak mereka lakukan akan terasa hambar aktivitas dan pergaulannya.Tradisi semacam ini ditambah kondisi masyarakat yang secara umum bersikap apatis serta awam terhadap ilmu agama, pula pengaruh yang kuat dari budaya barat yang terus menyebar ke setiap pelosok negeri ini. Sekaligus dianggap sebagai legitimasi akan baik dan wajarnya budaya tersebut yang sejatinya tidaklah sesuai dengan nilai-nilai islam yang mulia.Banyak sekali hasil penelitian yang memaparkan betapa tragis dan mengerikan kondisi masyarakat yang diakibatkan oleh pergaulan bebas yang berawal dari anggapan wajar dan sah akan khalwat (berduaan) maupun ikhtilat di tengah-tengah mereka.Munculnya kasus-kasus perselingkuhan di dunia perkantoran antara bos dengan sekretarisnya, atau majikan dengan pembantunya, atau guru dengan muridnya, dosen dengan mahasiswinya, atau yang semisalnya adalah bersumber dari pergaulan mereka yang tidak lepas dari kebiasaan khalwat maupun ikhtilat.Ikhtilat atau percampuran bebas antara lawan jenis merupakan unsur paling menentukan untuk terjadinya masalah-masalah seksualitas, penderitaan psikologis, serta rangsangan naluri. Dari percampuran bebas inilah yang kemudian memunculkan kasus-kasus lain seperti kasus aborsi, kelahiran yang tidak diinginkan, bunuh diri, hamil di luar nikah, semakin menjamurnya dunia prostitusi, pembunuhan, pencurian, kasus narkoba, dan kasus-kasus kriminalitas lainnya. Belum lagi kebiasaan itu akan berimbas pada buruknya masalah sosial, psikologis, pergaulan, mental, kepribadian dan dampak-dampak buruk lainnya.Para ulama telah menjelaskan akan haramnya ikhtilat dan dampak negatif darinya dengan membawakan dalil-dalil yang sahih. Di antaranya ialah hadits tentang aturan shaf shalat berjamaah,خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا، وَشَرُّهَا آخِرُهَا، وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا، وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا“Shaf yang terbaik bagi laki-laki ialah yang terdepan, dan yang terburuk ialah yang paling belakang. Adapun shaf yang terbaik bagi perempuan ialah yang paling belakang, dan yang terburuk ialah shaf yang paling depan.” HR. MuslimImam Nawawi berkata, “Adapun keutamaan shaf terakhir bagi perempuan karena jauhnya mereka dari bercampurnya dengan laki-laki, pandangannya terhadap mereka, keterikatan hati dengannya saat melihat gerakannya, mendengar percakapannya atau yang semisalnya. Sementara jeleknya shaf terdepan bagi perempuan karena alasan dari kebalikan itu semua. Wallahu a’lam.”@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Muharram 1439 / 9 Oktober 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #100: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 3Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5

Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Keenam: Jelaskan hakikat mahramDi antara pelajaran yang perlu disampaikan kepada anak adalah tentang hakikat mahram. Mahram adalah kerabat yang haram dinikahi selamanya. Contohnya adalah:Ayah kandung, kakek kandung dan seterusnya ke atas.Bapak kandung suami (mertua), kakek kandung suami dan seterusnya ke atas.Anak kandung sendiri, anak kandung suami dan seterusnya ke bawah.Saudara kandung laki-laki, seayah atau seibu, anak-anak mereka dan seterusnya ke bawah.Anak saudara lelaki (keponakan) dan seterusnya ke bawah. Baik anak saudara kandung, seayah atau seibu.Anak saudara perempuan kandung, seayah atau seibu.Jelaskan dan perkenalkanlah kepada putra-putri kita siapa saja yang menjadi mahram mereka. Terangkan pula hukum-hukum yang berkaitan dengan mahram. Misalnya larangan berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan tanpa didampingi mahramnya. Juga larangan bepergian jauh bagi kaum wanita tanda ditemani mahramnya. Dalam hadits sahih dijelaskan,عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّهُ: سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: “لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ، وَلاَ تُسَافِرَنَّ امْرَأَةٌ إِلَّا وَمَعَهَا مَحْرَمٌ“.Dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang wanita. Dan tidak boleh pula seorang wanita bepergian jauh, kecuali disertai mahramnya”. HR. Bukhari dan Muslim.Hendaklah sejak kecil ditanamkan dalam diri anak urgensi masalah ini. Juga bahaya besar yang timbul akibat mengabaikannya. Budaya pacaran yang merebak di kalangan muda-mudi, adalah salah satu akibat dari mengabaikan pendidikan tentang mahram sejak dini.Terangkan juga kepada mereka tentang bahaya zina yang mengepung kita dari berbagai penjuru. Sampaikan kepada mereka sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,“إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ““Allah telah menakdirkan bagi setiap manusia bagian dari zina yang tidak bisa ia hindari. Zinanya mata adalah melihat (hal yang haram). Zinanya lisan adalah berbicara (yang haram). Hati berangan-angan dan tertarik. Lalu kemaluanlah yang akan menjalankan zina tersebut atau tidak”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Dalam riwayat lain disebutkan, “Zinanya tangan adalah memegang (hal yang haram). Zinanya kaki adalah melangkah (menuju tempat terlarang)”. HR. Abu Dawud dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Sedangkan berdua-duaan antara lelaki dan perempuan tanpa didampingi mahram, adalah salah satu sarana terjadinya kejahatan zina.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 3 Shafar 1439 / 23 Oktober 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #101: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 4Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #132: Anjuran Mengangkat Tangan Saat Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5

Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Keenam: Jelaskan hakikat mahramDi antara pelajaran yang perlu disampaikan kepada anak adalah tentang hakikat mahram. Mahram adalah kerabat yang haram dinikahi selamanya. Contohnya adalah:Ayah kandung, kakek kandung dan seterusnya ke atas.Bapak kandung suami (mertua), kakek kandung suami dan seterusnya ke atas.Anak kandung sendiri, anak kandung suami dan seterusnya ke bawah.Saudara kandung laki-laki, seayah atau seibu, anak-anak mereka dan seterusnya ke bawah.Anak saudara lelaki (keponakan) dan seterusnya ke bawah. Baik anak saudara kandung, seayah atau seibu.Anak saudara perempuan kandung, seayah atau seibu.Jelaskan dan perkenalkanlah kepada putra-putri kita siapa saja yang menjadi mahram mereka. Terangkan pula hukum-hukum yang berkaitan dengan mahram. Misalnya larangan berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan tanpa didampingi mahramnya. Juga larangan bepergian jauh bagi kaum wanita tanda ditemani mahramnya. Dalam hadits sahih dijelaskan,عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّهُ: سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: “لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ، وَلاَ تُسَافِرَنَّ امْرَأَةٌ إِلَّا وَمَعَهَا مَحْرَمٌ“.Dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang wanita. Dan tidak boleh pula seorang wanita bepergian jauh, kecuali disertai mahramnya”. HR. Bukhari dan Muslim.Hendaklah sejak kecil ditanamkan dalam diri anak urgensi masalah ini. Juga bahaya besar yang timbul akibat mengabaikannya. Budaya pacaran yang merebak di kalangan muda-mudi, adalah salah satu akibat dari mengabaikan pendidikan tentang mahram sejak dini.Terangkan juga kepada mereka tentang bahaya zina yang mengepung kita dari berbagai penjuru. Sampaikan kepada mereka sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,“إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ““Allah telah menakdirkan bagi setiap manusia bagian dari zina yang tidak bisa ia hindari. Zinanya mata adalah melihat (hal yang haram). Zinanya lisan adalah berbicara (yang haram). Hati berangan-angan dan tertarik. Lalu kemaluanlah yang akan menjalankan zina tersebut atau tidak”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Dalam riwayat lain disebutkan, “Zinanya tangan adalah memegang (hal yang haram). Zinanya kaki adalah melangkah (menuju tempat terlarang)”. HR. Abu Dawud dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Sedangkan berdua-duaan antara lelaki dan perempuan tanpa didampingi mahram, adalah salah satu sarana terjadinya kejahatan zina.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 3 Shafar 1439 / 23 Oktober 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #101: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 4Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #132: Anjuran Mengangkat Tangan Saat Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Keenam: Jelaskan hakikat mahramDi antara pelajaran yang perlu disampaikan kepada anak adalah tentang hakikat mahram. Mahram adalah kerabat yang haram dinikahi selamanya. Contohnya adalah:Ayah kandung, kakek kandung dan seterusnya ke atas.Bapak kandung suami (mertua), kakek kandung suami dan seterusnya ke atas.Anak kandung sendiri, anak kandung suami dan seterusnya ke bawah.Saudara kandung laki-laki, seayah atau seibu, anak-anak mereka dan seterusnya ke bawah.Anak saudara lelaki (keponakan) dan seterusnya ke bawah. Baik anak saudara kandung, seayah atau seibu.Anak saudara perempuan kandung, seayah atau seibu.Jelaskan dan perkenalkanlah kepada putra-putri kita siapa saja yang menjadi mahram mereka. Terangkan pula hukum-hukum yang berkaitan dengan mahram. Misalnya larangan berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan tanpa didampingi mahramnya. Juga larangan bepergian jauh bagi kaum wanita tanda ditemani mahramnya. Dalam hadits sahih dijelaskan,عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّهُ: سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: “لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ، وَلاَ تُسَافِرَنَّ امْرَأَةٌ إِلَّا وَمَعَهَا مَحْرَمٌ“.Dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang wanita. Dan tidak boleh pula seorang wanita bepergian jauh, kecuali disertai mahramnya”. HR. Bukhari dan Muslim.Hendaklah sejak kecil ditanamkan dalam diri anak urgensi masalah ini. Juga bahaya besar yang timbul akibat mengabaikannya. Budaya pacaran yang merebak di kalangan muda-mudi, adalah salah satu akibat dari mengabaikan pendidikan tentang mahram sejak dini.Terangkan juga kepada mereka tentang bahaya zina yang mengepung kita dari berbagai penjuru. Sampaikan kepada mereka sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,“إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ““Allah telah menakdirkan bagi setiap manusia bagian dari zina yang tidak bisa ia hindari. Zinanya mata adalah melihat (hal yang haram). Zinanya lisan adalah berbicara (yang haram). Hati berangan-angan dan tertarik. Lalu kemaluanlah yang akan menjalankan zina tersebut atau tidak”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Dalam riwayat lain disebutkan, “Zinanya tangan adalah memegang (hal yang haram). Zinanya kaki adalah melangkah (menuju tempat terlarang)”. HR. Abu Dawud dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Sedangkan berdua-duaan antara lelaki dan perempuan tanpa didampingi mahram, adalah salah satu sarana terjadinya kejahatan zina.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 3 Shafar 1439 / 23 Oktober 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #101: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 4Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #132: Anjuran Mengangkat Tangan Saat Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Keenam: Jelaskan hakikat mahramDi antara pelajaran yang perlu disampaikan kepada anak adalah tentang hakikat mahram. Mahram adalah kerabat yang haram dinikahi selamanya. Contohnya adalah:Ayah kandung, kakek kandung dan seterusnya ke atas.Bapak kandung suami (mertua), kakek kandung suami dan seterusnya ke atas.Anak kandung sendiri, anak kandung suami dan seterusnya ke bawah.Saudara kandung laki-laki, seayah atau seibu, anak-anak mereka dan seterusnya ke bawah.Anak saudara lelaki (keponakan) dan seterusnya ke bawah. Baik anak saudara kandung, seayah atau seibu.Anak saudara perempuan kandung, seayah atau seibu.Jelaskan dan perkenalkanlah kepada putra-putri kita siapa saja yang menjadi mahram mereka. Terangkan pula hukum-hukum yang berkaitan dengan mahram. Misalnya larangan berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan tanpa didampingi mahramnya. Juga larangan bepergian jauh bagi kaum wanita tanda ditemani mahramnya. Dalam hadits sahih dijelaskan,عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّهُ: سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: “لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ، وَلاَ تُسَافِرَنَّ امْرَأَةٌ إِلَّا وَمَعَهَا مَحْرَمٌ“.Dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang wanita. Dan tidak boleh pula seorang wanita bepergian jauh, kecuali disertai mahramnya”. HR. Bukhari dan Muslim.Hendaklah sejak kecil ditanamkan dalam diri anak urgensi masalah ini. Juga bahaya besar yang timbul akibat mengabaikannya. Budaya pacaran yang merebak di kalangan muda-mudi, adalah salah satu akibat dari mengabaikan pendidikan tentang mahram sejak dini.Terangkan juga kepada mereka tentang bahaya zina yang mengepung kita dari berbagai penjuru. Sampaikan kepada mereka sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,“إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ““Allah telah menakdirkan bagi setiap manusia bagian dari zina yang tidak bisa ia hindari. Zinanya mata adalah melihat (hal yang haram). Zinanya lisan adalah berbicara (yang haram). Hati berangan-angan dan tertarik. Lalu kemaluanlah yang akan menjalankan zina tersebut atau tidak”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Dalam riwayat lain disebutkan, “Zinanya tangan adalah memegang (hal yang haram). Zinanya kaki adalah melangkah (menuju tempat terlarang)”. HR. Abu Dawud dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Sedangkan berdua-duaan antara lelaki dan perempuan tanpa didampingi mahram, adalah salah satu sarana terjadinya kejahatan zina.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 3 Shafar 1439 / 23 Oktober 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #101: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 4Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #132: Anjuran Mengangkat Tangan Saat Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #132: Anjuran Mengangkat Tangan Saat Berdoa

Di antara adab doa yang dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah mengangkat tangan saat berdoa. Ada sekitar seratusan hadits yang menjelaskan adab tersebut. Demikian keterangan yang disampaikan oleh Imam Suyuthiy rahimahullah (w. 911 H). Sehingga jangan heran bila sebagian ulama mengategorikan hadits tentang angkat tangan saat berdoa -secara global- sebagai hadits mutawatir.Mengangkat tangan saat berdoa adalah salah satu faktor penting terkabulnya doa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِنَّ رَبَّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَيِيٌّ كَرِيمٌ، يَسْتَحْيِي مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ إِلَيْهِ، أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا““Sungguh Allah tabaraka wa ta’ala itu Maha Pemalu dan Maha Dermawan. Apabila ada hamba-Nya yang berdoa mengangkat kedua tangannya, Dia malu jika tidak dikabulkan”. HR. Tirmidziy dari Salman radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh Ibn Hibban dan al-Albaniy.Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam bukan hanya menganjurkan adab ini dengan ucapannya, namun beliau juga mempraktekkan sendiri.Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengisahkan,قَدِمَ الطُّفَيْلُ بْنُ عَمْرٍو الدَّوْسِيُّ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: “يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ دَوْسًا قَدْ عَصَتْ وَأَبَتْ، فَادْعُ اللَّهَ عَلَيْهَا“، فَاسْتَقْبَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقِبْلَةَ وَرَفَعَ يَدَيْهِ، فَظَنَّ النَّاسُ أَنَّهُ يَدْعُو عَلَيْهِمْ، فَقَالَ: “اللَّهُمَّ اهْدِ دَوْسًا، وَائْتِ بِهِمْ“. “Ath-Thufail bin ‘Amr ad-Dausiy datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya suku Daus melawan dan enggan beriman. Mintalah kepada Allah agar menimpakan keburukan kepada mereka!”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangannya. Orang-orang mengira bahwa beliau bakalan mendoakan keburukan untuk mereka. Ternyata beliau berdoa, “Ya Allah, berilah hidayah kepada suku Daus. Serta datangkan mereka kemari”. HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam amat serius dalam mengangkat tangan saat berdoa. Sebagaimana dituturkan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, “عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى رَأَيْتُ بَيَاضَ إِبْطَيْهِ“.“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya (berdoa) hingga terlihat putihnya ketiak beliau”. HR. Bukhari.Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu juga bercerita,“كُنْتُ رَدِيفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَفَاتٍ، فَرَفَعَ يَدَيْهِ يَدْعُو، فَمَالَتْ بِهِ نَاقَتُهُ، فَسَقَطَ خِطَامُهَا فَتَنَاوَلَ الْخِطَامَ بِإِحْدَى يَدَيْهِ، وَهُوَ رَافِعٌ يَدَهُ الْأُخْرَى“.“Aku pernah membonceng Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saat di padang Arafah. Beliau berdoa sembari mengangkat kedua tangannya. Tengah berdoa ontanya miring, hingga tali kendalinya terjatuh. Maka beliaupun mengambil tali tersebut dengan salah satu tangannya, dalam keadaan tangan yang lain tetap menengadah ke atas”. HR. Nasa’iy dan dinilai sahih oleh Ibn Khuzaimah serta al-Arna’uth. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 2 Rajab 1439 / 19 Maret 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #103: Tujuan Pendidikan Seksual Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #132: Anjuran Mengangkat Tangan Saat Berdoa

Di antara adab doa yang dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah mengangkat tangan saat berdoa. Ada sekitar seratusan hadits yang menjelaskan adab tersebut. Demikian keterangan yang disampaikan oleh Imam Suyuthiy rahimahullah (w. 911 H). Sehingga jangan heran bila sebagian ulama mengategorikan hadits tentang angkat tangan saat berdoa -secara global- sebagai hadits mutawatir.Mengangkat tangan saat berdoa adalah salah satu faktor penting terkabulnya doa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِنَّ رَبَّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَيِيٌّ كَرِيمٌ، يَسْتَحْيِي مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ إِلَيْهِ، أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا““Sungguh Allah tabaraka wa ta’ala itu Maha Pemalu dan Maha Dermawan. Apabila ada hamba-Nya yang berdoa mengangkat kedua tangannya, Dia malu jika tidak dikabulkan”. HR. Tirmidziy dari Salman radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh Ibn Hibban dan al-Albaniy.Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam bukan hanya menganjurkan adab ini dengan ucapannya, namun beliau juga mempraktekkan sendiri.Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengisahkan,قَدِمَ الطُّفَيْلُ بْنُ عَمْرٍو الدَّوْسِيُّ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: “يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ دَوْسًا قَدْ عَصَتْ وَأَبَتْ، فَادْعُ اللَّهَ عَلَيْهَا“، فَاسْتَقْبَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقِبْلَةَ وَرَفَعَ يَدَيْهِ، فَظَنَّ النَّاسُ أَنَّهُ يَدْعُو عَلَيْهِمْ، فَقَالَ: “اللَّهُمَّ اهْدِ دَوْسًا، وَائْتِ بِهِمْ“. “Ath-Thufail bin ‘Amr ad-Dausiy datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya suku Daus melawan dan enggan beriman. Mintalah kepada Allah agar menimpakan keburukan kepada mereka!”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangannya. Orang-orang mengira bahwa beliau bakalan mendoakan keburukan untuk mereka. Ternyata beliau berdoa, “Ya Allah, berilah hidayah kepada suku Daus. Serta datangkan mereka kemari”. HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam amat serius dalam mengangkat tangan saat berdoa. Sebagaimana dituturkan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, “عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى رَأَيْتُ بَيَاضَ إِبْطَيْهِ“.“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya (berdoa) hingga terlihat putihnya ketiak beliau”. HR. Bukhari.Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu juga bercerita,“كُنْتُ رَدِيفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَفَاتٍ، فَرَفَعَ يَدَيْهِ يَدْعُو، فَمَالَتْ بِهِ نَاقَتُهُ، فَسَقَطَ خِطَامُهَا فَتَنَاوَلَ الْخِطَامَ بِإِحْدَى يَدَيْهِ، وَهُوَ رَافِعٌ يَدَهُ الْأُخْرَى“.“Aku pernah membonceng Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saat di padang Arafah. Beliau berdoa sembari mengangkat kedua tangannya. Tengah berdoa ontanya miring, hingga tali kendalinya terjatuh. Maka beliaupun mengambil tali tersebut dengan salah satu tangannya, dalam keadaan tangan yang lain tetap menengadah ke atas”. HR. Nasa’iy dan dinilai sahih oleh Ibn Khuzaimah serta al-Arna’uth. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 2 Rajab 1439 / 19 Maret 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #103: Tujuan Pendidikan Seksual Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Di antara adab doa yang dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah mengangkat tangan saat berdoa. Ada sekitar seratusan hadits yang menjelaskan adab tersebut. Demikian keterangan yang disampaikan oleh Imam Suyuthiy rahimahullah (w. 911 H). Sehingga jangan heran bila sebagian ulama mengategorikan hadits tentang angkat tangan saat berdoa -secara global- sebagai hadits mutawatir.Mengangkat tangan saat berdoa adalah salah satu faktor penting terkabulnya doa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِنَّ رَبَّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَيِيٌّ كَرِيمٌ، يَسْتَحْيِي مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ إِلَيْهِ، أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا““Sungguh Allah tabaraka wa ta’ala itu Maha Pemalu dan Maha Dermawan. Apabila ada hamba-Nya yang berdoa mengangkat kedua tangannya, Dia malu jika tidak dikabulkan”. HR. Tirmidziy dari Salman radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh Ibn Hibban dan al-Albaniy.Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam bukan hanya menganjurkan adab ini dengan ucapannya, namun beliau juga mempraktekkan sendiri.Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengisahkan,قَدِمَ الطُّفَيْلُ بْنُ عَمْرٍو الدَّوْسِيُّ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: “يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ دَوْسًا قَدْ عَصَتْ وَأَبَتْ، فَادْعُ اللَّهَ عَلَيْهَا“، فَاسْتَقْبَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقِبْلَةَ وَرَفَعَ يَدَيْهِ، فَظَنَّ النَّاسُ أَنَّهُ يَدْعُو عَلَيْهِمْ، فَقَالَ: “اللَّهُمَّ اهْدِ دَوْسًا، وَائْتِ بِهِمْ“. “Ath-Thufail bin ‘Amr ad-Dausiy datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya suku Daus melawan dan enggan beriman. Mintalah kepada Allah agar menimpakan keburukan kepada mereka!”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangannya. Orang-orang mengira bahwa beliau bakalan mendoakan keburukan untuk mereka. Ternyata beliau berdoa, “Ya Allah, berilah hidayah kepada suku Daus. Serta datangkan mereka kemari”. HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam amat serius dalam mengangkat tangan saat berdoa. Sebagaimana dituturkan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, “عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى رَأَيْتُ بَيَاضَ إِبْطَيْهِ“.“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya (berdoa) hingga terlihat putihnya ketiak beliau”. HR. Bukhari.Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu juga bercerita,“كُنْتُ رَدِيفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَفَاتٍ، فَرَفَعَ يَدَيْهِ يَدْعُو، فَمَالَتْ بِهِ نَاقَتُهُ، فَسَقَطَ خِطَامُهَا فَتَنَاوَلَ الْخِطَامَ بِإِحْدَى يَدَيْهِ، وَهُوَ رَافِعٌ يَدَهُ الْأُخْرَى“.“Aku pernah membonceng Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saat di padang Arafah. Beliau berdoa sembari mengangkat kedua tangannya. Tengah berdoa ontanya miring, hingga tali kendalinya terjatuh. Maka beliaupun mengambil tali tersebut dengan salah satu tangannya, dalam keadaan tangan yang lain tetap menengadah ke atas”. HR. Nasa’iy dan dinilai sahih oleh Ibn Khuzaimah serta al-Arna’uth. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 2 Rajab 1439 / 19 Maret 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #103: Tujuan Pendidikan Seksual Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Di antara adab doa yang dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah mengangkat tangan saat berdoa. Ada sekitar seratusan hadits yang menjelaskan adab tersebut. Demikian keterangan yang disampaikan oleh Imam Suyuthiy rahimahullah (w. 911 H). Sehingga jangan heran bila sebagian ulama mengategorikan hadits tentang angkat tangan saat berdoa -secara global- sebagai hadits mutawatir.Mengangkat tangan saat berdoa adalah salah satu faktor penting terkabulnya doa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِنَّ رَبَّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَيِيٌّ كَرِيمٌ، يَسْتَحْيِي مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ إِلَيْهِ، أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا““Sungguh Allah tabaraka wa ta’ala itu Maha Pemalu dan Maha Dermawan. Apabila ada hamba-Nya yang berdoa mengangkat kedua tangannya, Dia malu jika tidak dikabulkan”. HR. Tirmidziy dari Salman radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh Ibn Hibban dan al-Albaniy.Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam bukan hanya menganjurkan adab ini dengan ucapannya, namun beliau juga mempraktekkan sendiri.Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengisahkan,قَدِمَ الطُّفَيْلُ بْنُ عَمْرٍو الدَّوْسِيُّ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: “يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ دَوْسًا قَدْ عَصَتْ وَأَبَتْ، فَادْعُ اللَّهَ عَلَيْهَا“، فَاسْتَقْبَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقِبْلَةَ وَرَفَعَ يَدَيْهِ، فَظَنَّ النَّاسُ أَنَّهُ يَدْعُو عَلَيْهِمْ، فَقَالَ: “اللَّهُمَّ اهْدِ دَوْسًا، وَائْتِ بِهِمْ“. “Ath-Thufail bin ‘Amr ad-Dausiy datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya suku Daus melawan dan enggan beriman. Mintalah kepada Allah agar menimpakan keburukan kepada mereka!”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangannya. Orang-orang mengira bahwa beliau bakalan mendoakan keburukan untuk mereka. Ternyata beliau berdoa, “Ya Allah, berilah hidayah kepada suku Daus. Serta datangkan mereka kemari”. HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam amat serius dalam mengangkat tangan saat berdoa. Sebagaimana dituturkan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, “عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى رَأَيْتُ بَيَاضَ إِبْطَيْهِ“.“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya (berdoa) hingga terlihat putihnya ketiak beliau”. HR. Bukhari.Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu juga bercerita,“كُنْتُ رَدِيفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَفَاتٍ، فَرَفَعَ يَدَيْهِ يَدْعُو، فَمَالَتْ بِهِ نَاقَتُهُ، فَسَقَطَ خِطَامُهَا فَتَنَاوَلَ الْخِطَامَ بِإِحْدَى يَدَيْهِ، وَهُوَ رَافِعٌ يَدَهُ الْأُخْرَى“.“Aku pernah membonceng Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saat di padang Arafah. Beliau berdoa sembari mengangkat kedua tangannya. Tengah berdoa ontanya miring, hingga tali kendalinya terjatuh. Maka beliaupun mengambil tali tersebut dengan salah satu tangannya, dalam keadaan tangan yang lain tetap menengadah ke atas”. HR. Nasa’iy dan dinilai sahih oleh Ibn Khuzaimah serta al-Arna’uth. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 2 Rajab 1439 / 19 Maret 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #103: Tujuan Pendidikan Seksual Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #103: Tujuan Pendidikan Seksual

Gencarnya promosi pendidikan seks untuk diterapkan di sekolah-sekolah cukup membuat risau para orang tua. Bagaimana tidak, karena cara penyampaian dan nilai-nilai acuan dasar dalam pendidikan seks yang diterapkan itu sendiri sangat jauh berbeda dengan nilai-nilai Islam.Padahal dalam Islam, pendidikan seks bukanlah hal yang baru. Namun tujuan dan caranya berbeda dengan pemikiran barat.Apakah tujuan pendidikan seks itu menurut pandangan barat? Antara lain:Menekankan pentingnya kesetiaan terhadap pasangan.Entah itu dalam pernikahan, atau hanya zussamenleben (tinggal bersama), ataupun pacaran.Menghindari kehamilan di usia remaja.Maksudnya seks itu boleh saja, tapi jangan sampai hamil. Karena akan menganggu konsentrasi sekolah jika itu terjadi di usia remaja.Mampu menghindari hubungan seks jika tidak diinginkan atau seks yang tidak aman.Jadi kalau tidak ingin berhubungan seks dengan orang itu, jangan segan-segan menolak. Tapi kalau suka sama suka, tidak apa-apa, tapi jangan lupa, seks yang aman. Aman itu maksudnya: jangan sampai hamil atau terinfeksi penyakit yang ditularkan akibat hubungan seks yang tidak aman.Begitulah dangkalnya tuju an pendidikan seks barat yang diajarkan di sekolah-sekolah. Bersamaan dengan itu pula, media-media bebas dengan pertunjukan aurat dan eksploitasi tubuh-tubuh wanita maupun pria. Antara lain melalui film-film remaja, acara olahraga dan iklan yang selalu tak jauh dari seks. Seakan kalau tidak ada unsur seks, tidak mantap, tidak laku, tidak menarik.Kalau kondisinya seperti itu, mampukah untuk mencapai walau hanya salah satu tujuan pendidikan seks seperti yang disebutkan di atas?Tentu saja tidak. Bukan hanya tidak mampu mencapai salah satu tujuan tersebut, bahkan lebih parah! Kondisi yang semula ‘hanya’ dalam batas seks bebas atau hamil di luar nikah, kini makin buruk dengan pelecehan seksual pada anak-anak di bawah umur, entah pada anak lelaki atau perempuan. Pernikahan homoseksual sudah menjalar ke mana-mana dan menjadi trend. Dan satu lagi yaitu sex trafficker, menculik dan mempekerjakan sebagai buruh seks dengan tidak pandang bulu dari usia anak-anak sampai remaja, laki-laki atau perempuan. Hal ini menjadi masalah yang mencuat pada beberapa tahun terakhir ini. Naudzubillah min dzalik…Pemikiran barat yang dielu-elukan sebagai kemajuan masyarakat modern, yang melahirkan perkawinan sesama jenis, pergaulan bebas dan pakaian yang tidak mempedulikan aurat, sebenarnya adalah kemunduran peradaban menuju masyarakat jahiliyah dan primitif.Adapun tujuan pendidikan seks dalam Islam adalah untuk menjaga keselamatan, kehormatan serta kesucian anak-anak kita di tengah-tengah masyarakat. Dengan demikian, baik anak laki-laki maupun perempuan akan terjaga akhlak dan agamanya sampai masing-masing memasuki jenjang keluarga dengan bersih dan selamat.Pola pendidikan seksual dalam Islam yang praktis diberikan oleh orang tua kepada anaknya tidaklah melalui metode pembahasan lisan yang menghilangkan rasa malu manusia. Metode pendidikan kenabian yang sejalan dengan fitrah manusia yang malu membicarakan hal-hal yang seronok, karena berdampak menggusur secara bertahap kepekaan terhadap nilai-nilai akhlak yang luhur.Ini berbeda dengan metode barat yang penuh dengan muatan seronok dalam pendidikan seksual. Karena rangsangan seksual itu tidak memerlukan pembicaraan. Namun timbul karena terlihatnya bagian-bagian yang merangsang dari lawan jenisnya. Karena itulah Islam melakukan pencegahan sedini mungkin agar rangsangan yang bersifat naluriah itu tidak mengakibatkan bahaya bagi anak-anak.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 17 Shafar 1439 / 6 November 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #132: Anjuran Mengangkat Tangan Saat BerdoaNext [VIDEO] Mencuri Hati Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #103: Tujuan Pendidikan Seksual

Gencarnya promosi pendidikan seks untuk diterapkan di sekolah-sekolah cukup membuat risau para orang tua. Bagaimana tidak, karena cara penyampaian dan nilai-nilai acuan dasar dalam pendidikan seks yang diterapkan itu sendiri sangat jauh berbeda dengan nilai-nilai Islam.Padahal dalam Islam, pendidikan seks bukanlah hal yang baru. Namun tujuan dan caranya berbeda dengan pemikiran barat.Apakah tujuan pendidikan seks itu menurut pandangan barat? Antara lain:Menekankan pentingnya kesetiaan terhadap pasangan.Entah itu dalam pernikahan, atau hanya zussamenleben (tinggal bersama), ataupun pacaran.Menghindari kehamilan di usia remaja.Maksudnya seks itu boleh saja, tapi jangan sampai hamil. Karena akan menganggu konsentrasi sekolah jika itu terjadi di usia remaja.Mampu menghindari hubungan seks jika tidak diinginkan atau seks yang tidak aman.Jadi kalau tidak ingin berhubungan seks dengan orang itu, jangan segan-segan menolak. Tapi kalau suka sama suka, tidak apa-apa, tapi jangan lupa, seks yang aman. Aman itu maksudnya: jangan sampai hamil atau terinfeksi penyakit yang ditularkan akibat hubungan seks yang tidak aman.Begitulah dangkalnya tuju an pendidikan seks barat yang diajarkan di sekolah-sekolah. Bersamaan dengan itu pula, media-media bebas dengan pertunjukan aurat dan eksploitasi tubuh-tubuh wanita maupun pria. Antara lain melalui film-film remaja, acara olahraga dan iklan yang selalu tak jauh dari seks. Seakan kalau tidak ada unsur seks, tidak mantap, tidak laku, tidak menarik.Kalau kondisinya seperti itu, mampukah untuk mencapai walau hanya salah satu tujuan pendidikan seks seperti yang disebutkan di atas?Tentu saja tidak. Bukan hanya tidak mampu mencapai salah satu tujuan tersebut, bahkan lebih parah! Kondisi yang semula ‘hanya’ dalam batas seks bebas atau hamil di luar nikah, kini makin buruk dengan pelecehan seksual pada anak-anak di bawah umur, entah pada anak lelaki atau perempuan. Pernikahan homoseksual sudah menjalar ke mana-mana dan menjadi trend. Dan satu lagi yaitu sex trafficker, menculik dan mempekerjakan sebagai buruh seks dengan tidak pandang bulu dari usia anak-anak sampai remaja, laki-laki atau perempuan. Hal ini menjadi masalah yang mencuat pada beberapa tahun terakhir ini. Naudzubillah min dzalik…Pemikiran barat yang dielu-elukan sebagai kemajuan masyarakat modern, yang melahirkan perkawinan sesama jenis, pergaulan bebas dan pakaian yang tidak mempedulikan aurat, sebenarnya adalah kemunduran peradaban menuju masyarakat jahiliyah dan primitif.Adapun tujuan pendidikan seks dalam Islam adalah untuk menjaga keselamatan, kehormatan serta kesucian anak-anak kita di tengah-tengah masyarakat. Dengan demikian, baik anak laki-laki maupun perempuan akan terjaga akhlak dan agamanya sampai masing-masing memasuki jenjang keluarga dengan bersih dan selamat.Pola pendidikan seksual dalam Islam yang praktis diberikan oleh orang tua kepada anaknya tidaklah melalui metode pembahasan lisan yang menghilangkan rasa malu manusia. Metode pendidikan kenabian yang sejalan dengan fitrah manusia yang malu membicarakan hal-hal yang seronok, karena berdampak menggusur secara bertahap kepekaan terhadap nilai-nilai akhlak yang luhur.Ini berbeda dengan metode barat yang penuh dengan muatan seronok dalam pendidikan seksual. Karena rangsangan seksual itu tidak memerlukan pembicaraan. Namun timbul karena terlihatnya bagian-bagian yang merangsang dari lawan jenisnya. Karena itulah Islam melakukan pencegahan sedini mungkin agar rangsangan yang bersifat naluriah itu tidak mengakibatkan bahaya bagi anak-anak.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 17 Shafar 1439 / 6 November 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #132: Anjuran Mengangkat Tangan Saat BerdoaNext [VIDEO] Mencuri Hati Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Gencarnya promosi pendidikan seks untuk diterapkan di sekolah-sekolah cukup membuat risau para orang tua. Bagaimana tidak, karena cara penyampaian dan nilai-nilai acuan dasar dalam pendidikan seks yang diterapkan itu sendiri sangat jauh berbeda dengan nilai-nilai Islam.Padahal dalam Islam, pendidikan seks bukanlah hal yang baru. Namun tujuan dan caranya berbeda dengan pemikiran barat.Apakah tujuan pendidikan seks itu menurut pandangan barat? Antara lain:Menekankan pentingnya kesetiaan terhadap pasangan.Entah itu dalam pernikahan, atau hanya zussamenleben (tinggal bersama), ataupun pacaran.Menghindari kehamilan di usia remaja.Maksudnya seks itu boleh saja, tapi jangan sampai hamil. Karena akan menganggu konsentrasi sekolah jika itu terjadi di usia remaja.Mampu menghindari hubungan seks jika tidak diinginkan atau seks yang tidak aman.Jadi kalau tidak ingin berhubungan seks dengan orang itu, jangan segan-segan menolak. Tapi kalau suka sama suka, tidak apa-apa, tapi jangan lupa, seks yang aman. Aman itu maksudnya: jangan sampai hamil atau terinfeksi penyakit yang ditularkan akibat hubungan seks yang tidak aman.Begitulah dangkalnya tuju an pendidikan seks barat yang diajarkan di sekolah-sekolah. Bersamaan dengan itu pula, media-media bebas dengan pertunjukan aurat dan eksploitasi tubuh-tubuh wanita maupun pria. Antara lain melalui film-film remaja, acara olahraga dan iklan yang selalu tak jauh dari seks. Seakan kalau tidak ada unsur seks, tidak mantap, tidak laku, tidak menarik.Kalau kondisinya seperti itu, mampukah untuk mencapai walau hanya salah satu tujuan pendidikan seks seperti yang disebutkan di atas?Tentu saja tidak. Bukan hanya tidak mampu mencapai salah satu tujuan tersebut, bahkan lebih parah! Kondisi yang semula ‘hanya’ dalam batas seks bebas atau hamil di luar nikah, kini makin buruk dengan pelecehan seksual pada anak-anak di bawah umur, entah pada anak lelaki atau perempuan. Pernikahan homoseksual sudah menjalar ke mana-mana dan menjadi trend. Dan satu lagi yaitu sex trafficker, menculik dan mempekerjakan sebagai buruh seks dengan tidak pandang bulu dari usia anak-anak sampai remaja, laki-laki atau perempuan. Hal ini menjadi masalah yang mencuat pada beberapa tahun terakhir ini. Naudzubillah min dzalik…Pemikiran barat yang dielu-elukan sebagai kemajuan masyarakat modern, yang melahirkan perkawinan sesama jenis, pergaulan bebas dan pakaian yang tidak mempedulikan aurat, sebenarnya adalah kemunduran peradaban menuju masyarakat jahiliyah dan primitif.Adapun tujuan pendidikan seks dalam Islam adalah untuk menjaga keselamatan, kehormatan serta kesucian anak-anak kita di tengah-tengah masyarakat. Dengan demikian, baik anak laki-laki maupun perempuan akan terjaga akhlak dan agamanya sampai masing-masing memasuki jenjang keluarga dengan bersih dan selamat.Pola pendidikan seksual dalam Islam yang praktis diberikan oleh orang tua kepada anaknya tidaklah melalui metode pembahasan lisan yang menghilangkan rasa malu manusia. Metode pendidikan kenabian yang sejalan dengan fitrah manusia yang malu membicarakan hal-hal yang seronok, karena berdampak menggusur secara bertahap kepekaan terhadap nilai-nilai akhlak yang luhur.Ini berbeda dengan metode barat yang penuh dengan muatan seronok dalam pendidikan seksual. Karena rangsangan seksual itu tidak memerlukan pembicaraan. Namun timbul karena terlihatnya bagian-bagian yang merangsang dari lawan jenisnya. Karena itulah Islam melakukan pencegahan sedini mungkin agar rangsangan yang bersifat naluriah itu tidak mengakibatkan bahaya bagi anak-anak.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 17 Shafar 1439 / 6 November 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #132: Anjuran Mengangkat Tangan Saat BerdoaNext [VIDEO] Mencuri Hati Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Gencarnya promosi pendidikan seks untuk diterapkan di sekolah-sekolah cukup membuat risau para orang tua. Bagaimana tidak, karena cara penyampaian dan nilai-nilai acuan dasar dalam pendidikan seks yang diterapkan itu sendiri sangat jauh berbeda dengan nilai-nilai Islam.Padahal dalam Islam, pendidikan seks bukanlah hal yang baru. Namun tujuan dan caranya berbeda dengan pemikiran barat.Apakah tujuan pendidikan seks itu menurut pandangan barat? Antara lain:Menekankan pentingnya kesetiaan terhadap pasangan.Entah itu dalam pernikahan, atau hanya zussamenleben (tinggal bersama), ataupun pacaran.Menghindari kehamilan di usia remaja.Maksudnya seks itu boleh saja, tapi jangan sampai hamil. Karena akan menganggu konsentrasi sekolah jika itu terjadi di usia remaja.Mampu menghindari hubungan seks jika tidak diinginkan atau seks yang tidak aman.Jadi kalau tidak ingin berhubungan seks dengan orang itu, jangan segan-segan menolak. Tapi kalau suka sama suka, tidak apa-apa, tapi jangan lupa, seks yang aman. Aman itu maksudnya: jangan sampai hamil atau terinfeksi penyakit yang ditularkan akibat hubungan seks yang tidak aman.Begitulah dangkalnya tuju an pendidikan seks barat yang diajarkan di sekolah-sekolah. Bersamaan dengan itu pula, media-media bebas dengan pertunjukan aurat dan eksploitasi tubuh-tubuh wanita maupun pria. Antara lain melalui film-film remaja, acara olahraga dan iklan yang selalu tak jauh dari seks. Seakan kalau tidak ada unsur seks, tidak mantap, tidak laku, tidak menarik.Kalau kondisinya seperti itu, mampukah untuk mencapai walau hanya salah satu tujuan pendidikan seks seperti yang disebutkan di atas?Tentu saja tidak. Bukan hanya tidak mampu mencapai salah satu tujuan tersebut, bahkan lebih parah! Kondisi yang semula ‘hanya’ dalam batas seks bebas atau hamil di luar nikah, kini makin buruk dengan pelecehan seksual pada anak-anak di bawah umur, entah pada anak lelaki atau perempuan. Pernikahan homoseksual sudah menjalar ke mana-mana dan menjadi trend. Dan satu lagi yaitu sex trafficker, menculik dan mempekerjakan sebagai buruh seks dengan tidak pandang bulu dari usia anak-anak sampai remaja, laki-laki atau perempuan. Hal ini menjadi masalah yang mencuat pada beberapa tahun terakhir ini. Naudzubillah min dzalik…Pemikiran barat yang dielu-elukan sebagai kemajuan masyarakat modern, yang melahirkan perkawinan sesama jenis, pergaulan bebas dan pakaian yang tidak mempedulikan aurat, sebenarnya adalah kemunduran peradaban menuju masyarakat jahiliyah dan primitif.Adapun tujuan pendidikan seks dalam Islam adalah untuk menjaga keselamatan, kehormatan serta kesucian anak-anak kita di tengah-tengah masyarakat. Dengan demikian, baik anak laki-laki maupun perempuan akan terjaga akhlak dan agamanya sampai masing-masing memasuki jenjang keluarga dengan bersih dan selamat.Pola pendidikan seksual dalam Islam yang praktis diberikan oleh orang tua kepada anaknya tidaklah melalui metode pembahasan lisan yang menghilangkan rasa malu manusia. Metode pendidikan kenabian yang sejalan dengan fitrah manusia yang malu membicarakan hal-hal yang seronok, karena berdampak menggusur secara bertahap kepekaan terhadap nilai-nilai akhlak yang luhur.Ini berbeda dengan metode barat yang penuh dengan muatan seronok dalam pendidikan seksual. Karena rangsangan seksual itu tidak memerlukan pembicaraan. Namun timbul karena terlihatnya bagian-bagian yang merangsang dari lawan jenisnya. Karena itulah Islam melakukan pencegahan sedini mungkin agar rangsangan yang bersifat naluriah itu tidak mengakibatkan bahaya bagi anak-anak.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 17 Shafar 1439 / 6 November 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #132: Anjuran Mengangkat Tangan Saat BerdoaNext [VIDEO] Mencuri Hati Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Mencuri Hati

[VIDEO] Mencuri Hati Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #103: Tujuan Pendidikan SeksualNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #104: Anak dan Adab Meminta Izin bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Mencuri Hati

[VIDEO] Mencuri Hati Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #103: Tujuan Pendidikan SeksualNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #104: Anak dan Adab Meminta Izin bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
[VIDEO] Mencuri Hati Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #103: Tujuan Pendidikan SeksualNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #104: Anak dan Adab Meminta Izin bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


[VIDEO] Mencuri Hati Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #103: Tujuan Pendidikan SeksualNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #104: Anak dan Adab Meminta Izin bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Prev     Next