Peka Menangkap Pesan

Karakter dan perilaku orang yang beriman seharusnya berbeda dengan orang yang tidak beriman. Sebab balasan yang akan Allah berikan kepada kedua golongan itu pun juga berbeda. Dalam sebuah ayat al-Qur’an diterangkan,“إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ . أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ”Artinya: “Sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga yang penuh kenikmatan di sisi Rabb mereka. Apakah patut Kami memperlakukan orang-orang Islam itu seperti orang-orang jahat (orang kafir)?”. QS. Al-Qalam (68): 34-35.Di antara ciri khas seorang mukmin yang tidak dimiliki orang kafir adalah: kepekaan dalam menangkap pesan dari Allah ta’ala. Cepat dan mudah memahaminya. Sebab mereka memiliki mati hati yang hidup dan aktif. Berbeda dengan kondisi orang kafir yang buta mata hatinya. Allah berfirman,“لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا“Artinya: “Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah)”. QS. Al-A’raf (7): 179.Beragam Pesan AllahPerlu diketahui bahwa pesan-pesan Allah itu ada yang tersurat dan ada pula yang tersirat. Ada yang tertulis dan ada pula yang terlihat. Ada yang berupa ayat-ayat syar’iyyah (al-Qur’an dan hadits), ada pula yang berupa ayat-ayat kauniyyah (alam semesta).“إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ”Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, juga pergantian malam dan siang, terdapat ayat-ayat (tanda-tanda kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal”. QS. Ali Imran (3): 190. Pahamilah Pesan Allah!Berbagai kejadian di alam semesta ini, apalagi musibah dan bencana yang datang bertubi-tubi, adalah merupakan peringatan dari Penguasa alam semesta ini. Kita sebagai hamba-Nya, harus bersikap tanggap dalam mencerna peringatan tersebut.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan,“(1) لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا، إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا. (2) وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ، إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَؤونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ. (3) وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ، إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ، وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا. (4) وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ، إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ، فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ. (5) وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ، إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ“.“(1). Apabila perbuatan zina dilakukan secara terang-terangan di suatu kaum, pasti akan merajalela di antara mereka penyakit tha’un (wabah penyakit menular) dan penyakit-penyakit yang sebelumnya tidak ada di zaman nenek moyang mereka. (2). Apabila mereka terbiasa mengurangi takaran dan timbangan, pasti mereka akan dihukum dengan paceklik, sulitnya bahan makanan dan kezaliman penguasa. (3). Apabila mereka menolak mengeluarkan zakat harta mereka, pasti hujan tidak akan diturunkan dari langit. Sekiranya bukan karena binatang ternak mereka tidak akan diberi hujan. (4). Apabila mereka melanggar janji Allah dan Rasul-Nya, pasti Allah akan menjadikan musuh menguasai mereka. Sehingga musuh itu merampas sebagian yang mereka miliki.(5). Apabila para pemimpin mereka tidak berhukum dengan Kitabullah dan tidak memilih apa yang diturunkan Allah, pasti Allah akan menimbulkan permusuhan ada di antara mereka.” HR. Ibn Majah dari Ibn Umar radhiyallahu ‘anhuma dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Allah ta’ala juga mengingatkan,“ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ“Artinya: “Telah Nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. Agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. QS. Ar-Rum (30): 41.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 16 Jumadal Ula 1439 H / 2 Februari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #88: Mempersiapkan Anak Untuk BerdakwahNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Wahab Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Peka Menangkap Pesan

Karakter dan perilaku orang yang beriman seharusnya berbeda dengan orang yang tidak beriman. Sebab balasan yang akan Allah berikan kepada kedua golongan itu pun juga berbeda. Dalam sebuah ayat al-Qur’an diterangkan,“إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ . أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ”Artinya: “Sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga yang penuh kenikmatan di sisi Rabb mereka. Apakah patut Kami memperlakukan orang-orang Islam itu seperti orang-orang jahat (orang kafir)?”. QS. Al-Qalam (68): 34-35.Di antara ciri khas seorang mukmin yang tidak dimiliki orang kafir adalah: kepekaan dalam menangkap pesan dari Allah ta’ala. Cepat dan mudah memahaminya. Sebab mereka memiliki mati hati yang hidup dan aktif. Berbeda dengan kondisi orang kafir yang buta mata hatinya. Allah berfirman,“لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا“Artinya: “Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah)”. QS. Al-A’raf (7): 179.Beragam Pesan AllahPerlu diketahui bahwa pesan-pesan Allah itu ada yang tersurat dan ada pula yang tersirat. Ada yang tertulis dan ada pula yang terlihat. Ada yang berupa ayat-ayat syar’iyyah (al-Qur’an dan hadits), ada pula yang berupa ayat-ayat kauniyyah (alam semesta).“إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ”Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, juga pergantian malam dan siang, terdapat ayat-ayat (tanda-tanda kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal”. QS. Ali Imran (3): 190. Pahamilah Pesan Allah!Berbagai kejadian di alam semesta ini, apalagi musibah dan bencana yang datang bertubi-tubi, adalah merupakan peringatan dari Penguasa alam semesta ini. Kita sebagai hamba-Nya, harus bersikap tanggap dalam mencerna peringatan tersebut.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan,“(1) لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا، إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا. (2) وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ، إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَؤونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ. (3) وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ، إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ، وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا. (4) وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ، إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ، فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ. (5) وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ، إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ“.“(1). Apabila perbuatan zina dilakukan secara terang-terangan di suatu kaum, pasti akan merajalela di antara mereka penyakit tha’un (wabah penyakit menular) dan penyakit-penyakit yang sebelumnya tidak ada di zaman nenek moyang mereka. (2). Apabila mereka terbiasa mengurangi takaran dan timbangan, pasti mereka akan dihukum dengan paceklik, sulitnya bahan makanan dan kezaliman penguasa. (3). Apabila mereka menolak mengeluarkan zakat harta mereka, pasti hujan tidak akan diturunkan dari langit. Sekiranya bukan karena binatang ternak mereka tidak akan diberi hujan. (4). Apabila mereka melanggar janji Allah dan Rasul-Nya, pasti Allah akan menjadikan musuh menguasai mereka. Sehingga musuh itu merampas sebagian yang mereka miliki.(5). Apabila para pemimpin mereka tidak berhukum dengan Kitabullah dan tidak memilih apa yang diturunkan Allah, pasti Allah akan menimbulkan permusuhan ada di antara mereka.” HR. Ibn Majah dari Ibn Umar radhiyallahu ‘anhuma dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Allah ta’ala juga mengingatkan,“ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ“Artinya: “Telah Nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. Agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. QS. Ar-Rum (30): 41.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 16 Jumadal Ula 1439 H / 2 Februari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #88: Mempersiapkan Anak Untuk BerdakwahNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Wahab Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Karakter dan perilaku orang yang beriman seharusnya berbeda dengan orang yang tidak beriman. Sebab balasan yang akan Allah berikan kepada kedua golongan itu pun juga berbeda. Dalam sebuah ayat al-Qur’an diterangkan,“إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ . أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ”Artinya: “Sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga yang penuh kenikmatan di sisi Rabb mereka. Apakah patut Kami memperlakukan orang-orang Islam itu seperti orang-orang jahat (orang kafir)?”. QS. Al-Qalam (68): 34-35.Di antara ciri khas seorang mukmin yang tidak dimiliki orang kafir adalah: kepekaan dalam menangkap pesan dari Allah ta’ala. Cepat dan mudah memahaminya. Sebab mereka memiliki mati hati yang hidup dan aktif. Berbeda dengan kondisi orang kafir yang buta mata hatinya. Allah berfirman,“لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا“Artinya: “Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah)”. QS. Al-A’raf (7): 179.Beragam Pesan AllahPerlu diketahui bahwa pesan-pesan Allah itu ada yang tersurat dan ada pula yang tersirat. Ada yang tertulis dan ada pula yang terlihat. Ada yang berupa ayat-ayat syar’iyyah (al-Qur’an dan hadits), ada pula yang berupa ayat-ayat kauniyyah (alam semesta).“إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ”Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, juga pergantian malam dan siang, terdapat ayat-ayat (tanda-tanda kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal”. QS. Ali Imran (3): 190. Pahamilah Pesan Allah!Berbagai kejadian di alam semesta ini, apalagi musibah dan bencana yang datang bertubi-tubi, adalah merupakan peringatan dari Penguasa alam semesta ini. Kita sebagai hamba-Nya, harus bersikap tanggap dalam mencerna peringatan tersebut.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan,“(1) لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا، إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا. (2) وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ، إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَؤونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ. (3) وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ، إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ، وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا. (4) وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ، إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ، فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ. (5) وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ، إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ“.“(1). Apabila perbuatan zina dilakukan secara terang-terangan di suatu kaum, pasti akan merajalela di antara mereka penyakit tha’un (wabah penyakit menular) dan penyakit-penyakit yang sebelumnya tidak ada di zaman nenek moyang mereka. (2). Apabila mereka terbiasa mengurangi takaran dan timbangan, pasti mereka akan dihukum dengan paceklik, sulitnya bahan makanan dan kezaliman penguasa. (3). Apabila mereka menolak mengeluarkan zakat harta mereka, pasti hujan tidak akan diturunkan dari langit. Sekiranya bukan karena binatang ternak mereka tidak akan diberi hujan. (4). Apabila mereka melanggar janji Allah dan Rasul-Nya, pasti Allah akan menjadikan musuh menguasai mereka. Sehingga musuh itu merampas sebagian yang mereka miliki.(5). Apabila para pemimpin mereka tidak berhukum dengan Kitabullah dan tidak memilih apa yang diturunkan Allah, pasti Allah akan menimbulkan permusuhan ada di antara mereka.” HR. Ibn Majah dari Ibn Umar radhiyallahu ‘anhuma dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Allah ta’ala juga mengingatkan,“ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ“Artinya: “Telah Nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. Agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. QS. Ar-Rum (30): 41.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 16 Jumadal Ula 1439 H / 2 Februari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #88: Mempersiapkan Anak Untuk BerdakwahNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Wahab Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Karakter dan perilaku orang yang beriman seharusnya berbeda dengan orang yang tidak beriman. Sebab balasan yang akan Allah berikan kepada kedua golongan itu pun juga berbeda. Dalam sebuah ayat al-Qur’an diterangkan,“إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ . أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ”Artinya: “Sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga yang penuh kenikmatan di sisi Rabb mereka. Apakah patut Kami memperlakukan orang-orang Islam itu seperti orang-orang jahat (orang kafir)?”. QS. Al-Qalam (68): 34-35.Di antara ciri khas seorang mukmin yang tidak dimiliki orang kafir adalah: kepekaan dalam menangkap pesan dari Allah ta’ala. Cepat dan mudah memahaminya. Sebab mereka memiliki mati hati yang hidup dan aktif. Berbeda dengan kondisi orang kafir yang buta mata hatinya. Allah berfirman,“لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا“Artinya: “Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah)”. QS. Al-A’raf (7): 179.Beragam Pesan AllahPerlu diketahui bahwa pesan-pesan Allah itu ada yang tersurat dan ada pula yang tersirat. Ada yang tertulis dan ada pula yang terlihat. Ada yang berupa ayat-ayat syar’iyyah (al-Qur’an dan hadits), ada pula yang berupa ayat-ayat kauniyyah (alam semesta).“إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ”Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, juga pergantian malam dan siang, terdapat ayat-ayat (tanda-tanda kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal”. QS. Ali Imran (3): 190. Pahamilah Pesan Allah!Berbagai kejadian di alam semesta ini, apalagi musibah dan bencana yang datang bertubi-tubi, adalah merupakan peringatan dari Penguasa alam semesta ini. Kita sebagai hamba-Nya, harus bersikap tanggap dalam mencerna peringatan tersebut.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan,“(1) لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا، إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا. (2) وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ، إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَؤونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ. (3) وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ، إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ، وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا. (4) وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ، إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ، فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ. (5) وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ، إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ“.“(1). Apabila perbuatan zina dilakukan secara terang-terangan di suatu kaum, pasti akan merajalela di antara mereka penyakit tha’un (wabah penyakit menular) dan penyakit-penyakit yang sebelumnya tidak ada di zaman nenek moyang mereka. (2). Apabila mereka terbiasa mengurangi takaran dan timbangan, pasti mereka akan dihukum dengan paceklik, sulitnya bahan makanan dan kezaliman penguasa. (3). Apabila mereka menolak mengeluarkan zakat harta mereka, pasti hujan tidak akan diturunkan dari langit. Sekiranya bukan karena binatang ternak mereka tidak akan diberi hujan. (4). Apabila mereka melanggar janji Allah dan Rasul-Nya, pasti Allah akan menjadikan musuh menguasai mereka. Sehingga musuh itu merampas sebagian yang mereka miliki.(5). Apabila para pemimpin mereka tidak berhukum dengan Kitabullah dan tidak memilih apa yang diturunkan Allah, pasti Allah akan menimbulkan permusuhan ada di antara mereka.” HR. Ibn Majah dari Ibn Umar radhiyallahu ‘anhuma dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Allah ta’ala juga mengingatkan,“ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ“Artinya: “Telah Nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. Agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. QS. Ar-Rum (30): 41.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 16 Jumadal Ula 1439 H / 2 Februari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #88: Mempersiapkan Anak Untuk BerdakwahNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Wahab Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Wahab

Post navigation Previous Peka Menangkap PesanNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Bashir Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Wahab

Post navigation Previous Peka Menangkap PesanNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Bashir Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Post navigation Previous Peka Menangkap PesanNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Bashir Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Post navigation Previous Peka Menangkap PesanNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Bashir Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Bashir

Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-WahabNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Fattah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Bashir

Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-WahabNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Fattah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-WahabNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Fattah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-WahabNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Fattah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Fattah

Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-BashirNext [VIDEO] NKRI Harga Mati, Guyub Rukun NKRI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Fattah

Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-BashirNext [VIDEO] NKRI Harga Mati, Guyub Rukun NKRI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-BashirNext [VIDEO] NKRI Harga Mati, Guyub Rukun NKRI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-BashirNext [VIDEO] NKRI Harga Mati, Guyub Rukun NKRI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] NKRI Harga Mati, Guyub Rukun NKRI

Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-FattahNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #89: Anak dan Kesehatan Gigi Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] NKRI Harga Mati, Guyub Rukun NKRI

Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-FattahNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #89: Anak dan Kesehatan Gigi Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-FattahNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #89: Anak dan Kesehatan Gigi Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-FattahNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #89: Anak dan Kesehatan Gigi Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #89: Anak dan Kesehatan Gigi

Kesehatan jasmani adalah nikmat dan amanah dari Allah ta’ala. Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ“.“Mukmin yang kuat lebih baik daripada mukmin yang lemah. Dan masing-masing memiliki kebaikan“. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Walaupun rata-rata ulama menafsirkan kekuatan tersebut dalam hadits di atas dengan kekuatan iman, namun tidak menghalangi bahwa kekuatan fisik pun bisa masuk dalam hadits di atas. Sebab muslim yang kuat fisiknya dia berpeluang besar untuk beribadah lebih banyak dibandingkan muslim yang lemah fisik.Maka dari itu, seharusnya kita berusaha menjaga kesehatan anak-anak kita. Agar mereka tumbuh menjadi mukmin yang sehat jasmani dan rohaninya.Di antara hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan anak:Membiasakan anak bersiwakAjarkan anak bersiwak semenjak dini. Ini jika memungkinkan. Sebab kandungan kimia pada batang siwak sangat besar manfaatnya bagi kesehatan gigi dan gusi. Bersiwak adalah sunnah yang sangat ditekankan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءٍ““Sekiranya bukan karena khawatir akan memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali berwudhu”. HR. Bukhari dan Muslim.Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan,“أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ بَدَأَ بِالسِّوَاكِ““Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bila masuk rumah, yang beliau lakukan pertama kali adalah bersiwak”. HR. Muslim.Namun jika sulit mendapatkan ranting siwak, boleh kita ganti dengan sikat gigi dan odol. Pakar kesehatan juga sepakat bahwa menjaga kesehatan gigi harus dimulai sejak kecil. Caranya yaitu dengan membiasakan anak sikat gigi secara teratur sesudah makan dan sebelum tidur. Ajarkan cara sikat gigi yang benar. Beri minum air putih dan kumur-kumur secukupnya semenjak bayi. Terutama setelah minum susu.Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan hal ini. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِذَا شَرِبْتُمُ اللَّبَنَ فَمَضْمِضُوْا فَإِنَّ لَهُ دَسَماً”“Apabila kalian minum susu, maka berkumur-kumurlah. Karena sesungguhnya susu meninggalkan rasa masam pada mulut”. HR. Ibn Majah dan dinilai hasan sahih oleh al-Albaniy.Sunnah ini sangat berguna untuk mecegah kerusakan gigi.Berilah makanan yang bermanfaat dan hindarkan anak dari makanan-makanan yang merusak gigi. Jika perlu periksakan giginya secara teratur ke dokter gigi.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Jumadal Akhir 1438 / 6 Maret 2017 Post navigation Previous [VIDEO] NKRI Harga Mati, Guyub Rukun NKRINext [VIDEO] Khutbah Jumat: Bersatu Melawan LGBT Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #89: Anak dan Kesehatan Gigi

Kesehatan jasmani adalah nikmat dan amanah dari Allah ta’ala. Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ“.“Mukmin yang kuat lebih baik daripada mukmin yang lemah. Dan masing-masing memiliki kebaikan“. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Walaupun rata-rata ulama menafsirkan kekuatan tersebut dalam hadits di atas dengan kekuatan iman, namun tidak menghalangi bahwa kekuatan fisik pun bisa masuk dalam hadits di atas. Sebab muslim yang kuat fisiknya dia berpeluang besar untuk beribadah lebih banyak dibandingkan muslim yang lemah fisik.Maka dari itu, seharusnya kita berusaha menjaga kesehatan anak-anak kita. Agar mereka tumbuh menjadi mukmin yang sehat jasmani dan rohaninya.Di antara hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan anak:Membiasakan anak bersiwakAjarkan anak bersiwak semenjak dini. Ini jika memungkinkan. Sebab kandungan kimia pada batang siwak sangat besar manfaatnya bagi kesehatan gigi dan gusi. Bersiwak adalah sunnah yang sangat ditekankan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءٍ““Sekiranya bukan karena khawatir akan memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali berwudhu”. HR. Bukhari dan Muslim.Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan,“أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ بَدَأَ بِالسِّوَاكِ““Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bila masuk rumah, yang beliau lakukan pertama kali adalah bersiwak”. HR. Muslim.Namun jika sulit mendapatkan ranting siwak, boleh kita ganti dengan sikat gigi dan odol. Pakar kesehatan juga sepakat bahwa menjaga kesehatan gigi harus dimulai sejak kecil. Caranya yaitu dengan membiasakan anak sikat gigi secara teratur sesudah makan dan sebelum tidur. Ajarkan cara sikat gigi yang benar. Beri minum air putih dan kumur-kumur secukupnya semenjak bayi. Terutama setelah minum susu.Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan hal ini. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِذَا شَرِبْتُمُ اللَّبَنَ فَمَضْمِضُوْا فَإِنَّ لَهُ دَسَماً”“Apabila kalian minum susu, maka berkumur-kumurlah. Karena sesungguhnya susu meninggalkan rasa masam pada mulut”. HR. Ibn Majah dan dinilai hasan sahih oleh al-Albaniy.Sunnah ini sangat berguna untuk mecegah kerusakan gigi.Berilah makanan yang bermanfaat dan hindarkan anak dari makanan-makanan yang merusak gigi. Jika perlu periksakan giginya secara teratur ke dokter gigi.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Jumadal Akhir 1438 / 6 Maret 2017 Post navigation Previous [VIDEO] NKRI Harga Mati, Guyub Rukun NKRINext [VIDEO] Khutbah Jumat: Bersatu Melawan LGBT Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Kesehatan jasmani adalah nikmat dan amanah dari Allah ta’ala. Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ“.“Mukmin yang kuat lebih baik daripada mukmin yang lemah. Dan masing-masing memiliki kebaikan“. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Walaupun rata-rata ulama menafsirkan kekuatan tersebut dalam hadits di atas dengan kekuatan iman, namun tidak menghalangi bahwa kekuatan fisik pun bisa masuk dalam hadits di atas. Sebab muslim yang kuat fisiknya dia berpeluang besar untuk beribadah lebih banyak dibandingkan muslim yang lemah fisik.Maka dari itu, seharusnya kita berusaha menjaga kesehatan anak-anak kita. Agar mereka tumbuh menjadi mukmin yang sehat jasmani dan rohaninya.Di antara hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan anak:Membiasakan anak bersiwakAjarkan anak bersiwak semenjak dini. Ini jika memungkinkan. Sebab kandungan kimia pada batang siwak sangat besar manfaatnya bagi kesehatan gigi dan gusi. Bersiwak adalah sunnah yang sangat ditekankan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءٍ““Sekiranya bukan karena khawatir akan memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali berwudhu”. HR. Bukhari dan Muslim.Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan,“أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ بَدَأَ بِالسِّوَاكِ““Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bila masuk rumah, yang beliau lakukan pertama kali adalah bersiwak”. HR. Muslim.Namun jika sulit mendapatkan ranting siwak, boleh kita ganti dengan sikat gigi dan odol. Pakar kesehatan juga sepakat bahwa menjaga kesehatan gigi harus dimulai sejak kecil. Caranya yaitu dengan membiasakan anak sikat gigi secara teratur sesudah makan dan sebelum tidur. Ajarkan cara sikat gigi yang benar. Beri minum air putih dan kumur-kumur secukupnya semenjak bayi. Terutama setelah minum susu.Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan hal ini. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِذَا شَرِبْتُمُ اللَّبَنَ فَمَضْمِضُوْا فَإِنَّ لَهُ دَسَماً”“Apabila kalian minum susu, maka berkumur-kumurlah. Karena sesungguhnya susu meninggalkan rasa masam pada mulut”. HR. Ibn Majah dan dinilai hasan sahih oleh al-Albaniy.Sunnah ini sangat berguna untuk mecegah kerusakan gigi.Berilah makanan yang bermanfaat dan hindarkan anak dari makanan-makanan yang merusak gigi. Jika perlu periksakan giginya secara teratur ke dokter gigi.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Jumadal Akhir 1438 / 6 Maret 2017 Post navigation Previous [VIDEO] NKRI Harga Mati, Guyub Rukun NKRINext [VIDEO] Khutbah Jumat: Bersatu Melawan LGBT Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Kesehatan jasmani adalah nikmat dan amanah dari Allah ta’ala. Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ“.“Mukmin yang kuat lebih baik daripada mukmin yang lemah. Dan masing-masing memiliki kebaikan“. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Walaupun rata-rata ulama menafsirkan kekuatan tersebut dalam hadits di atas dengan kekuatan iman, namun tidak menghalangi bahwa kekuatan fisik pun bisa masuk dalam hadits di atas. Sebab muslim yang kuat fisiknya dia berpeluang besar untuk beribadah lebih banyak dibandingkan muslim yang lemah fisik.Maka dari itu, seharusnya kita berusaha menjaga kesehatan anak-anak kita. Agar mereka tumbuh menjadi mukmin yang sehat jasmani dan rohaninya.Di antara hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan anak:Membiasakan anak bersiwakAjarkan anak bersiwak semenjak dini. Ini jika memungkinkan. Sebab kandungan kimia pada batang siwak sangat besar manfaatnya bagi kesehatan gigi dan gusi. Bersiwak adalah sunnah yang sangat ditekankan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءٍ““Sekiranya bukan karena khawatir akan memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali berwudhu”. HR. Bukhari dan Muslim.Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan,“أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ بَدَأَ بِالسِّوَاكِ““Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bila masuk rumah, yang beliau lakukan pertama kali adalah bersiwak”. HR. Muslim.Namun jika sulit mendapatkan ranting siwak, boleh kita ganti dengan sikat gigi dan odol. Pakar kesehatan juga sepakat bahwa menjaga kesehatan gigi harus dimulai sejak kecil. Caranya yaitu dengan membiasakan anak sikat gigi secara teratur sesudah makan dan sebelum tidur. Ajarkan cara sikat gigi yang benar. Beri minum air putih dan kumur-kumur secukupnya semenjak bayi. Terutama setelah minum susu.Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan hal ini. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِذَا شَرِبْتُمُ اللَّبَنَ فَمَضْمِضُوْا فَإِنَّ لَهُ دَسَماً”“Apabila kalian minum susu, maka berkumur-kumurlah. Karena sesungguhnya susu meninggalkan rasa masam pada mulut”. HR. Ibn Majah dan dinilai hasan sahih oleh al-Albaniy.Sunnah ini sangat berguna untuk mecegah kerusakan gigi.Berilah makanan yang bermanfaat dan hindarkan anak dari makanan-makanan yang merusak gigi. Jika perlu periksakan giginya secara teratur ke dokter gigi.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Jumadal Akhir 1438 / 6 Maret 2017 Post navigation Previous [VIDEO] NKRI Harga Mati, Guyub Rukun NKRINext [VIDEO] Khutbah Jumat: Bersatu Melawan LGBT Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Khutbah Jumat: Bersatu Melawan LGBT

Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #89: Anak dan Kesehatan GigiNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #90: Anak dan Kesehatan Mata Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Khutbah Jumat: Bersatu Melawan LGBT

Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #89: Anak dan Kesehatan GigiNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #90: Anak dan Kesehatan Mata Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #89: Anak dan Kesehatan GigiNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #90: Anak dan Kesehatan Mata Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #89: Anak dan Kesehatan GigiNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #90: Anak dan Kesehatan Mata Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #90: Anak dan Kesehatan Mata

Mata adalah salah satu nikmat terbesar Allah kepada hamba-Nya. Dia berfirman,“أَلَمْ نَجْعَلْ لَهُ عَيْنَيْنِ (8) وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ (9) وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ (10)“Artinya: “Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata, lidah dan sepasang bibir? Kami juga telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebaikan dan kejahatan)”. QS. Al-Balad (90): 8-10.Nikmat tersebut harus kita syukuri. Dengan menggunakannya sesuai aturan agama dan mempertahankan kesehatannya. Anak dan orang-tua perlu mengetahui bagaimana cara menjaga mata dengan benar. Berikut beberapa hal penting seputar kesehatan mata anak:Hindarkan cedera mataCairan kimiawi berbahaya, kosmetik semprot (spray), sabun, shampo, lisol, karbol, dan bahan kimiawi yang bersifat iritasi, harus dijauhkan dari kemungkinan mengenai mata. Termasuk membiasakan anak menjauh atau melindungi mata dari terpaan debu. Dalam debu terkandung bibit penyakit, selain benda berpasir yang bisa mencederai kornea mata.Anak perlu menguasai upaya menanggulangi cedera mata dengan segera bila terjadi kecelakaan mata. Ajarkan anak membilas bola mata dengan air bersih (steril), paling tidak air masak. Tidak membiasakan memegang mata, atau menguceknya bila gatal. Bahaya air kolam renang, dan apa yang perlu dilakukan jika kemasukan benda asing ke dalam bola mata. Mata tidak boleh dikucek jika kemasukan benda asing agar kornea tidak lecet. Lecet kornea mengurangi ketajaman penglihatan, dan dapat menimbulkan infeksi.Bahaya kekurangan vitamin AMata tak cukup hanya terbebas dari cedera belaka. Mata juga perlu menu bergizi, khususnya yang bervitamin A tinggi. Vitamin A banyak dalam makanan asal laut, minyak ikan, juga cikal vitamin A seperti wortel, labu kuning, ubi jalar kuning, jagung kuning dan semua jenis sayur mayur hijau, merah dan kuning. Termasuk dalam bebuahan berwarna merah atau kuning, antara lain pepaya, kesemek, semangka merah. Perlu mewaspadai munculnya rabun senja sebagai awal terjadinya kebutaan. Jika rabun senja dibiarkan tanpa koreksi dengan suplemen vitamin A, kebutaan akan menimpa anak.Kelainan ketajaman penglihatan Menurunnya ketajamam penglihatan (visus) dapat terjadi karena bawaan sejak lahir. Namun lebih banyak kasus menurunnya visus karena salah menggunakan mata. Kebiasaan membaca kelewat dekat, membaca dalam remang-remang, dan posisi membaca sembari berbaring, hingga cahaya terhalang buku, merupakan penyebab kenapa anak harus memakai kacamata selagi usia dini.Gejala penurunan visus harus dikenali sejak awal. Awal kejadiannya jika di kelas anak sering tidak mampu melihat jelas dari jauh. Penurunan visus harus ditekan agar tidak berkembang lebih besar. Kacamata minus untuk koreksi penurunan penglihatan jauh, tidak boleh dibiarkan bertambah terus setiap tahun. Pemakaian kacamata minus yang semakin besar menyimpan efek buruk pada mata.Jarak membaca biasakan sekurang-kurangnya sepenggaris jauhnya (30 cm). Semakin dekat jarak baca semakin membebani mata untuk menyesuaikan dengan jarak yang terlampau dekat. Cahaya terang menjadi syarat mutlak untuk menerangi bacaan (tulisan) dan sesuatu yang perlu dilihat dan diperhatikan.Yang sama dalam hal menonton televisi. Jarak dengan televisi sekurang-kurangnya lima kali lipat lebar diagonal ukuran televisi. Semakin besar ukuran televisi, semakin jauh jarak menontonnya. Juga perlu diketahui bahwa saat menatap layar smartphone, gadget, komputer atau sejenisnya, kedipan mata otomatis berkurang. Karena kedipan tersebut berkurang, lapisan air mata jadi lebih mudah menguap dan rentan membuat mata kering. Layar smartphone sendiri berukuran kecil, sehingga mesti dilihat dalam jarak yang lebih dekat. Hal ini juga turut membuat mata jadi lebih lelah. Bahkan sebuah penelitian di Jerman menjelaskan bahwa efek negatif radiasi handphone dapat memicu terjadinya katarak lebih awal. Studi itu juga menjelaskan bahwa radiasi telpon genggam dapat mengakibatkan kanker mata.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Jumadal Akhir 1438 / 20 Maret 2017 Post navigation Previous [VIDEO] Khutbah Jumat: Bersatu Melawan LGBTNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #91: Anak dan Kebersihan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #90: Anak dan Kesehatan Mata

Mata adalah salah satu nikmat terbesar Allah kepada hamba-Nya. Dia berfirman,“أَلَمْ نَجْعَلْ لَهُ عَيْنَيْنِ (8) وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ (9) وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ (10)“Artinya: “Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata, lidah dan sepasang bibir? Kami juga telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebaikan dan kejahatan)”. QS. Al-Balad (90): 8-10.Nikmat tersebut harus kita syukuri. Dengan menggunakannya sesuai aturan agama dan mempertahankan kesehatannya. Anak dan orang-tua perlu mengetahui bagaimana cara menjaga mata dengan benar. Berikut beberapa hal penting seputar kesehatan mata anak:Hindarkan cedera mataCairan kimiawi berbahaya, kosmetik semprot (spray), sabun, shampo, lisol, karbol, dan bahan kimiawi yang bersifat iritasi, harus dijauhkan dari kemungkinan mengenai mata. Termasuk membiasakan anak menjauh atau melindungi mata dari terpaan debu. Dalam debu terkandung bibit penyakit, selain benda berpasir yang bisa mencederai kornea mata.Anak perlu menguasai upaya menanggulangi cedera mata dengan segera bila terjadi kecelakaan mata. Ajarkan anak membilas bola mata dengan air bersih (steril), paling tidak air masak. Tidak membiasakan memegang mata, atau menguceknya bila gatal. Bahaya air kolam renang, dan apa yang perlu dilakukan jika kemasukan benda asing ke dalam bola mata. Mata tidak boleh dikucek jika kemasukan benda asing agar kornea tidak lecet. Lecet kornea mengurangi ketajaman penglihatan, dan dapat menimbulkan infeksi.Bahaya kekurangan vitamin AMata tak cukup hanya terbebas dari cedera belaka. Mata juga perlu menu bergizi, khususnya yang bervitamin A tinggi. Vitamin A banyak dalam makanan asal laut, minyak ikan, juga cikal vitamin A seperti wortel, labu kuning, ubi jalar kuning, jagung kuning dan semua jenis sayur mayur hijau, merah dan kuning. Termasuk dalam bebuahan berwarna merah atau kuning, antara lain pepaya, kesemek, semangka merah. Perlu mewaspadai munculnya rabun senja sebagai awal terjadinya kebutaan. Jika rabun senja dibiarkan tanpa koreksi dengan suplemen vitamin A, kebutaan akan menimpa anak.Kelainan ketajaman penglihatan Menurunnya ketajamam penglihatan (visus) dapat terjadi karena bawaan sejak lahir. Namun lebih banyak kasus menurunnya visus karena salah menggunakan mata. Kebiasaan membaca kelewat dekat, membaca dalam remang-remang, dan posisi membaca sembari berbaring, hingga cahaya terhalang buku, merupakan penyebab kenapa anak harus memakai kacamata selagi usia dini.Gejala penurunan visus harus dikenali sejak awal. Awal kejadiannya jika di kelas anak sering tidak mampu melihat jelas dari jauh. Penurunan visus harus ditekan agar tidak berkembang lebih besar. Kacamata minus untuk koreksi penurunan penglihatan jauh, tidak boleh dibiarkan bertambah terus setiap tahun. Pemakaian kacamata minus yang semakin besar menyimpan efek buruk pada mata.Jarak membaca biasakan sekurang-kurangnya sepenggaris jauhnya (30 cm). Semakin dekat jarak baca semakin membebani mata untuk menyesuaikan dengan jarak yang terlampau dekat. Cahaya terang menjadi syarat mutlak untuk menerangi bacaan (tulisan) dan sesuatu yang perlu dilihat dan diperhatikan.Yang sama dalam hal menonton televisi. Jarak dengan televisi sekurang-kurangnya lima kali lipat lebar diagonal ukuran televisi. Semakin besar ukuran televisi, semakin jauh jarak menontonnya. Juga perlu diketahui bahwa saat menatap layar smartphone, gadget, komputer atau sejenisnya, kedipan mata otomatis berkurang. Karena kedipan tersebut berkurang, lapisan air mata jadi lebih mudah menguap dan rentan membuat mata kering. Layar smartphone sendiri berukuran kecil, sehingga mesti dilihat dalam jarak yang lebih dekat. Hal ini juga turut membuat mata jadi lebih lelah. Bahkan sebuah penelitian di Jerman menjelaskan bahwa efek negatif radiasi handphone dapat memicu terjadinya katarak lebih awal. Studi itu juga menjelaskan bahwa radiasi telpon genggam dapat mengakibatkan kanker mata.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Jumadal Akhir 1438 / 20 Maret 2017 Post navigation Previous [VIDEO] Khutbah Jumat: Bersatu Melawan LGBTNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #91: Anak dan Kebersihan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Mata adalah salah satu nikmat terbesar Allah kepada hamba-Nya. Dia berfirman,“أَلَمْ نَجْعَلْ لَهُ عَيْنَيْنِ (8) وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ (9) وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ (10)“Artinya: “Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata, lidah dan sepasang bibir? Kami juga telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebaikan dan kejahatan)”. QS. Al-Balad (90): 8-10.Nikmat tersebut harus kita syukuri. Dengan menggunakannya sesuai aturan agama dan mempertahankan kesehatannya. Anak dan orang-tua perlu mengetahui bagaimana cara menjaga mata dengan benar. Berikut beberapa hal penting seputar kesehatan mata anak:Hindarkan cedera mataCairan kimiawi berbahaya, kosmetik semprot (spray), sabun, shampo, lisol, karbol, dan bahan kimiawi yang bersifat iritasi, harus dijauhkan dari kemungkinan mengenai mata. Termasuk membiasakan anak menjauh atau melindungi mata dari terpaan debu. Dalam debu terkandung bibit penyakit, selain benda berpasir yang bisa mencederai kornea mata.Anak perlu menguasai upaya menanggulangi cedera mata dengan segera bila terjadi kecelakaan mata. Ajarkan anak membilas bola mata dengan air bersih (steril), paling tidak air masak. Tidak membiasakan memegang mata, atau menguceknya bila gatal. Bahaya air kolam renang, dan apa yang perlu dilakukan jika kemasukan benda asing ke dalam bola mata. Mata tidak boleh dikucek jika kemasukan benda asing agar kornea tidak lecet. Lecet kornea mengurangi ketajaman penglihatan, dan dapat menimbulkan infeksi.Bahaya kekurangan vitamin AMata tak cukup hanya terbebas dari cedera belaka. Mata juga perlu menu bergizi, khususnya yang bervitamin A tinggi. Vitamin A banyak dalam makanan asal laut, minyak ikan, juga cikal vitamin A seperti wortel, labu kuning, ubi jalar kuning, jagung kuning dan semua jenis sayur mayur hijau, merah dan kuning. Termasuk dalam bebuahan berwarna merah atau kuning, antara lain pepaya, kesemek, semangka merah. Perlu mewaspadai munculnya rabun senja sebagai awal terjadinya kebutaan. Jika rabun senja dibiarkan tanpa koreksi dengan suplemen vitamin A, kebutaan akan menimpa anak.Kelainan ketajaman penglihatan Menurunnya ketajamam penglihatan (visus) dapat terjadi karena bawaan sejak lahir. Namun lebih banyak kasus menurunnya visus karena salah menggunakan mata. Kebiasaan membaca kelewat dekat, membaca dalam remang-remang, dan posisi membaca sembari berbaring, hingga cahaya terhalang buku, merupakan penyebab kenapa anak harus memakai kacamata selagi usia dini.Gejala penurunan visus harus dikenali sejak awal. Awal kejadiannya jika di kelas anak sering tidak mampu melihat jelas dari jauh. Penurunan visus harus ditekan agar tidak berkembang lebih besar. Kacamata minus untuk koreksi penurunan penglihatan jauh, tidak boleh dibiarkan bertambah terus setiap tahun. Pemakaian kacamata minus yang semakin besar menyimpan efek buruk pada mata.Jarak membaca biasakan sekurang-kurangnya sepenggaris jauhnya (30 cm). Semakin dekat jarak baca semakin membebani mata untuk menyesuaikan dengan jarak yang terlampau dekat. Cahaya terang menjadi syarat mutlak untuk menerangi bacaan (tulisan) dan sesuatu yang perlu dilihat dan diperhatikan.Yang sama dalam hal menonton televisi. Jarak dengan televisi sekurang-kurangnya lima kali lipat lebar diagonal ukuran televisi. Semakin besar ukuran televisi, semakin jauh jarak menontonnya. Juga perlu diketahui bahwa saat menatap layar smartphone, gadget, komputer atau sejenisnya, kedipan mata otomatis berkurang. Karena kedipan tersebut berkurang, lapisan air mata jadi lebih mudah menguap dan rentan membuat mata kering. Layar smartphone sendiri berukuran kecil, sehingga mesti dilihat dalam jarak yang lebih dekat. Hal ini juga turut membuat mata jadi lebih lelah. Bahkan sebuah penelitian di Jerman menjelaskan bahwa efek negatif radiasi handphone dapat memicu terjadinya katarak lebih awal. Studi itu juga menjelaskan bahwa radiasi telpon genggam dapat mengakibatkan kanker mata.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Jumadal Akhir 1438 / 20 Maret 2017 Post navigation Previous [VIDEO] Khutbah Jumat: Bersatu Melawan LGBTNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #91: Anak dan Kebersihan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Mata adalah salah satu nikmat terbesar Allah kepada hamba-Nya. Dia berfirman,“أَلَمْ نَجْعَلْ لَهُ عَيْنَيْنِ (8) وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ (9) وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ (10)“Artinya: “Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata, lidah dan sepasang bibir? Kami juga telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebaikan dan kejahatan)”. QS. Al-Balad (90): 8-10.Nikmat tersebut harus kita syukuri. Dengan menggunakannya sesuai aturan agama dan mempertahankan kesehatannya. Anak dan orang-tua perlu mengetahui bagaimana cara menjaga mata dengan benar. Berikut beberapa hal penting seputar kesehatan mata anak:Hindarkan cedera mataCairan kimiawi berbahaya, kosmetik semprot (spray), sabun, shampo, lisol, karbol, dan bahan kimiawi yang bersifat iritasi, harus dijauhkan dari kemungkinan mengenai mata. Termasuk membiasakan anak menjauh atau melindungi mata dari terpaan debu. Dalam debu terkandung bibit penyakit, selain benda berpasir yang bisa mencederai kornea mata.Anak perlu menguasai upaya menanggulangi cedera mata dengan segera bila terjadi kecelakaan mata. Ajarkan anak membilas bola mata dengan air bersih (steril), paling tidak air masak. Tidak membiasakan memegang mata, atau menguceknya bila gatal. Bahaya air kolam renang, dan apa yang perlu dilakukan jika kemasukan benda asing ke dalam bola mata. Mata tidak boleh dikucek jika kemasukan benda asing agar kornea tidak lecet. Lecet kornea mengurangi ketajaman penglihatan, dan dapat menimbulkan infeksi.Bahaya kekurangan vitamin AMata tak cukup hanya terbebas dari cedera belaka. Mata juga perlu menu bergizi, khususnya yang bervitamin A tinggi. Vitamin A banyak dalam makanan asal laut, minyak ikan, juga cikal vitamin A seperti wortel, labu kuning, ubi jalar kuning, jagung kuning dan semua jenis sayur mayur hijau, merah dan kuning. Termasuk dalam bebuahan berwarna merah atau kuning, antara lain pepaya, kesemek, semangka merah. Perlu mewaspadai munculnya rabun senja sebagai awal terjadinya kebutaan. Jika rabun senja dibiarkan tanpa koreksi dengan suplemen vitamin A, kebutaan akan menimpa anak.Kelainan ketajaman penglihatan Menurunnya ketajamam penglihatan (visus) dapat terjadi karena bawaan sejak lahir. Namun lebih banyak kasus menurunnya visus karena salah menggunakan mata. Kebiasaan membaca kelewat dekat, membaca dalam remang-remang, dan posisi membaca sembari berbaring, hingga cahaya terhalang buku, merupakan penyebab kenapa anak harus memakai kacamata selagi usia dini.Gejala penurunan visus harus dikenali sejak awal. Awal kejadiannya jika di kelas anak sering tidak mampu melihat jelas dari jauh. Penurunan visus harus ditekan agar tidak berkembang lebih besar. Kacamata minus untuk koreksi penurunan penglihatan jauh, tidak boleh dibiarkan bertambah terus setiap tahun. Pemakaian kacamata minus yang semakin besar menyimpan efek buruk pada mata.Jarak membaca biasakan sekurang-kurangnya sepenggaris jauhnya (30 cm). Semakin dekat jarak baca semakin membebani mata untuk menyesuaikan dengan jarak yang terlampau dekat. Cahaya terang menjadi syarat mutlak untuk menerangi bacaan (tulisan) dan sesuatu yang perlu dilihat dan diperhatikan.Yang sama dalam hal menonton televisi. Jarak dengan televisi sekurang-kurangnya lima kali lipat lebar diagonal ukuran televisi. Semakin besar ukuran televisi, semakin jauh jarak menontonnya. Juga perlu diketahui bahwa saat menatap layar smartphone, gadget, komputer atau sejenisnya, kedipan mata otomatis berkurang. Karena kedipan tersebut berkurang, lapisan air mata jadi lebih mudah menguap dan rentan membuat mata kering. Layar smartphone sendiri berukuran kecil, sehingga mesti dilihat dalam jarak yang lebih dekat. Hal ini juga turut membuat mata jadi lebih lelah. Bahkan sebuah penelitian di Jerman menjelaskan bahwa efek negatif radiasi handphone dapat memicu terjadinya katarak lebih awal. Studi itu juga menjelaskan bahwa radiasi telpon genggam dapat mengakibatkan kanker mata.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Jumadal Akhir 1438 / 20 Maret 2017 Post navigation Previous [VIDEO] Khutbah Jumat: Bersatu Melawan LGBTNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #91: Anak dan Kebersihan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #91: Anak dan Kebersihan

Kebersihan dalam Islam mencakup aspek bersih lahir dan batin. Bersih lahir artinya terhindar dari segala kotoran, hadats dan najis. Sedangkan bersih batin artinya terhindar dari sifat tercela. Kebersihan tersebut harus selalu seimbang; agar kehidupan kita selalu terasa tenang, sehat dan nyaman.Allah ta’ala berfirman,“وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ (4) وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ (5)“Artinya: “Bersihkanlah pakaianmu. Dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji”. QS. Al-Muddatsir (74): 4-5.Saking pentingnya kebersihan, hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ“Artinya: “Kesucian adalah separuh dari keimanan”. HR. Muslim dari Abu Malik al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu.Mengajarkan tentang kebersihan kepada putra dan putri Anda sangat penting. Kebersihan perlu diajarkan sejak dini; karena kebersihan berpengaruh besar terhadap tingkah laku mereka kelak.Akan lebih mudah mengajarkan kebersihan kepada anak-anak kita selagi mereka masih kecil; karena pelajaran tersebut akan melekat kuat dalam benak mereka, daripada diajarkan ketika mereka telah beranjak dewasa. Untuk itu, mulailah mengajarkan kebersihan dengan cara berikut:1. Memberikan teladanTidak ada hal yang mustahil untuk dicapai. Melalui teladan dan kesabaran, Anda dapat mengajarkan kebersihan kepada anak-anak Anda. Secara bertahap namun konstan anak-anak Anda akan terbiasa melakukannya sendiri tanpa perlu Anda perintah lagi.2. Jadikan kebersihan sebagai suatu kebiasaanMulailah dari diri Anda, secara rutin selain mandi 2 kali sehari. Bersihkan rumah Anda, kamar tidur Anda dan dapur seusai memasak. Jangan lupa melibatkan anak-anak Anda untuk membantu.3. Beri tempat khusus untuk mainan anak-anak AndaMintalah anak-anak Anda untuk selalu mengembalikan mainan mereka kembali pada tempat yang telah disediakan setelah mereka selesai bermain.4. Memberi pujianSewaktu anak-anak tanpa Anda perintah dan dengan kesadaran sendiri membersihkan kembali atau merapikan hal-hal yang telah dia kerjakan, jangan ragu-ragu untuk segera memberikan pujian. Dengan cara itu anak-anak akan merasa sangat dihargai.5. Membuang sampah pada tempatnyaTidak hanya di rumah, kebersihan bisa berawal dari keranjang sampah, ketika Anda berada di tempat umum selalulah membuang sampah di tempat yang telah disediakan. Jika Anda dapati tidak ada tempat sampah yang tersedia, usahakan untuk menyimpannya sementara waktu hingga Anda menemukan tempat sampah. Ajarkan anak-anak untuk melakukan hal yang sama. Didik mereka untuk bertanggung jawab. Jelaskan bahwa kebersihan itu baik dan menyenangkan.Marilah mulai saat ini menjaga tempat tinggal dan lingkungan kita selalu bersih dan sehat. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Rajab 1438 / 3 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #90: Anak dan Kesehatan MataNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #92: Anak dan Adab Tidur Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #91: Anak dan Kebersihan

Kebersihan dalam Islam mencakup aspek bersih lahir dan batin. Bersih lahir artinya terhindar dari segala kotoran, hadats dan najis. Sedangkan bersih batin artinya terhindar dari sifat tercela. Kebersihan tersebut harus selalu seimbang; agar kehidupan kita selalu terasa tenang, sehat dan nyaman.Allah ta’ala berfirman,“وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ (4) وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ (5)“Artinya: “Bersihkanlah pakaianmu. Dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji”. QS. Al-Muddatsir (74): 4-5.Saking pentingnya kebersihan, hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ“Artinya: “Kesucian adalah separuh dari keimanan”. HR. Muslim dari Abu Malik al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu.Mengajarkan tentang kebersihan kepada putra dan putri Anda sangat penting. Kebersihan perlu diajarkan sejak dini; karena kebersihan berpengaruh besar terhadap tingkah laku mereka kelak.Akan lebih mudah mengajarkan kebersihan kepada anak-anak kita selagi mereka masih kecil; karena pelajaran tersebut akan melekat kuat dalam benak mereka, daripada diajarkan ketika mereka telah beranjak dewasa. Untuk itu, mulailah mengajarkan kebersihan dengan cara berikut:1. Memberikan teladanTidak ada hal yang mustahil untuk dicapai. Melalui teladan dan kesabaran, Anda dapat mengajarkan kebersihan kepada anak-anak Anda. Secara bertahap namun konstan anak-anak Anda akan terbiasa melakukannya sendiri tanpa perlu Anda perintah lagi.2. Jadikan kebersihan sebagai suatu kebiasaanMulailah dari diri Anda, secara rutin selain mandi 2 kali sehari. Bersihkan rumah Anda, kamar tidur Anda dan dapur seusai memasak. Jangan lupa melibatkan anak-anak Anda untuk membantu.3. Beri tempat khusus untuk mainan anak-anak AndaMintalah anak-anak Anda untuk selalu mengembalikan mainan mereka kembali pada tempat yang telah disediakan setelah mereka selesai bermain.4. Memberi pujianSewaktu anak-anak tanpa Anda perintah dan dengan kesadaran sendiri membersihkan kembali atau merapikan hal-hal yang telah dia kerjakan, jangan ragu-ragu untuk segera memberikan pujian. Dengan cara itu anak-anak akan merasa sangat dihargai.5. Membuang sampah pada tempatnyaTidak hanya di rumah, kebersihan bisa berawal dari keranjang sampah, ketika Anda berada di tempat umum selalulah membuang sampah di tempat yang telah disediakan. Jika Anda dapati tidak ada tempat sampah yang tersedia, usahakan untuk menyimpannya sementara waktu hingga Anda menemukan tempat sampah. Ajarkan anak-anak untuk melakukan hal yang sama. Didik mereka untuk bertanggung jawab. Jelaskan bahwa kebersihan itu baik dan menyenangkan.Marilah mulai saat ini menjaga tempat tinggal dan lingkungan kita selalu bersih dan sehat. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Rajab 1438 / 3 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #90: Anak dan Kesehatan MataNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #92: Anak dan Adab Tidur Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Kebersihan dalam Islam mencakup aspek bersih lahir dan batin. Bersih lahir artinya terhindar dari segala kotoran, hadats dan najis. Sedangkan bersih batin artinya terhindar dari sifat tercela. Kebersihan tersebut harus selalu seimbang; agar kehidupan kita selalu terasa tenang, sehat dan nyaman.Allah ta’ala berfirman,“وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ (4) وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ (5)“Artinya: “Bersihkanlah pakaianmu. Dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji”. QS. Al-Muddatsir (74): 4-5.Saking pentingnya kebersihan, hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ“Artinya: “Kesucian adalah separuh dari keimanan”. HR. Muslim dari Abu Malik al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu.Mengajarkan tentang kebersihan kepada putra dan putri Anda sangat penting. Kebersihan perlu diajarkan sejak dini; karena kebersihan berpengaruh besar terhadap tingkah laku mereka kelak.Akan lebih mudah mengajarkan kebersihan kepada anak-anak kita selagi mereka masih kecil; karena pelajaran tersebut akan melekat kuat dalam benak mereka, daripada diajarkan ketika mereka telah beranjak dewasa. Untuk itu, mulailah mengajarkan kebersihan dengan cara berikut:1. Memberikan teladanTidak ada hal yang mustahil untuk dicapai. Melalui teladan dan kesabaran, Anda dapat mengajarkan kebersihan kepada anak-anak Anda. Secara bertahap namun konstan anak-anak Anda akan terbiasa melakukannya sendiri tanpa perlu Anda perintah lagi.2. Jadikan kebersihan sebagai suatu kebiasaanMulailah dari diri Anda, secara rutin selain mandi 2 kali sehari. Bersihkan rumah Anda, kamar tidur Anda dan dapur seusai memasak. Jangan lupa melibatkan anak-anak Anda untuk membantu.3. Beri tempat khusus untuk mainan anak-anak AndaMintalah anak-anak Anda untuk selalu mengembalikan mainan mereka kembali pada tempat yang telah disediakan setelah mereka selesai bermain.4. Memberi pujianSewaktu anak-anak tanpa Anda perintah dan dengan kesadaran sendiri membersihkan kembali atau merapikan hal-hal yang telah dia kerjakan, jangan ragu-ragu untuk segera memberikan pujian. Dengan cara itu anak-anak akan merasa sangat dihargai.5. Membuang sampah pada tempatnyaTidak hanya di rumah, kebersihan bisa berawal dari keranjang sampah, ketika Anda berada di tempat umum selalulah membuang sampah di tempat yang telah disediakan. Jika Anda dapati tidak ada tempat sampah yang tersedia, usahakan untuk menyimpannya sementara waktu hingga Anda menemukan tempat sampah. Ajarkan anak-anak untuk melakukan hal yang sama. Didik mereka untuk bertanggung jawab. Jelaskan bahwa kebersihan itu baik dan menyenangkan.Marilah mulai saat ini menjaga tempat tinggal dan lingkungan kita selalu bersih dan sehat. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Rajab 1438 / 3 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #90: Anak dan Kesehatan MataNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #92: Anak dan Adab Tidur Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Kebersihan dalam Islam mencakup aspek bersih lahir dan batin. Bersih lahir artinya terhindar dari segala kotoran, hadats dan najis. Sedangkan bersih batin artinya terhindar dari sifat tercela. Kebersihan tersebut harus selalu seimbang; agar kehidupan kita selalu terasa tenang, sehat dan nyaman.Allah ta’ala berfirman,“وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ (4) وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ (5)“Artinya: “Bersihkanlah pakaianmu. Dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji”. QS. Al-Muddatsir (74): 4-5.Saking pentingnya kebersihan, hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ“Artinya: “Kesucian adalah separuh dari keimanan”. HR. Muslim dari Abu Malik al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu.Mengajarkan tentang kebersihan kepada putra dan putri Anda sangat penting. Kebersihan perlu diajarkan sejak dini; karena kebersihan berpengaruh besar terhadap tingkah laku mereka kelak.Akan lebih mudah mengajarkan kebersihan kepada anak-anak kita selagi mereka masih kecil; karena pelajaran tersebut akan melekat kuat dalam benak mereka, daripada diajarkan ketika mereka telah beranjak dewasa. Untuk itu, mulailah mengajarkan kebersihan dengan cara berikut:1. Memberikan teladanTidak ada hal yang mustahil untuk dicapai. Melalui teladan dan kesabaran, Anda dapat mengajarkan kebersihan kepada anak-anak Anda. Secara bertahap namun konstan anak-anak Anda akan terbiasa melakukannya sendiri tanpa perlu Anda perintah lagi.2. Jadikan kebersihan sebagai suatu kebiasaanMulailah dari diri Anda, secara rutin selain mandi 2 kali sehari. Bersihkan rumah Anda, kamar tidur Anda dan dapur seusai memasak. Jangan lupa melibatkan anak-anak Anda untuk membantu.3. Beri tempat khusus untuk mainan anak-anak AndaMintalah anak-anak Anda untuk selalu mengembalikan mainan mereka kembali pada tempat yang telah disediakan setelah mereka selesai bermain.4. Memberi pujianSewaktu anak-anak tanpa Anda perintah dan dengan kesadaran sendiri membersihkan kembali atau merapikan hal-hal yang telah dia kerjakan, jangan ragu-ragu untuk segera memberikan pujian. Dengan cara itu anak-anak akan merasa sangat dihargai.5. Membuang sampah pada tempatnyaTidak hanya di rumah, kebersihan bisa berawal dari keranjang sampah, ketika Anda berada di tempat umum selalulah membuang sampah di tempat yang telah disediakan. Jika Anda dapati tidak ada tempat sampah yang tersedia, usahakan untuk menyimpannya sementara waktu hingga Anda menemukan tempat sampah. Ajarkan anak-anak untuk melakukan hal yang sama. Didik mereka untuk bertanggung jawab. Jelaskan bahwa kebersihan itu baik dan menyenangkan.Marilah mulai saat ini menjaga tempat tinggal dan lingkungan kita selalu bersih dan sehat. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Rajab 1438 / 3 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #90: Anak dan Kesehatan MataNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #92: Anak dan Adab Tidur Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #92: Anak dan Adab Tidur Bagian 1

Tidur adalah sebuah aktivitas yang tidak bisa terlepas dari kehidupan manusia. Ia merupakan kebutuhan primer mereka. Namun dikarenakan tidur hukumnya adalah mubah (boleh-boleh saja), maka aslinya, tidur itu tidak menghasilkan pahala ataupun dosa. Kecuali bila niat kita baik dan tidur tersebut dijalankan sesuai adab-adab nabawi. Selain berpahala, juga membuat jasmani ini sehat dan bugar.Maka perlu kita biasakan adab-adab tersebut kepada putra putri kita sejak dini. Tentu setelah sebelumnya kita sebagai orang tua mempraktekkannya.Di antara adab-adab tersebut:Pertama: Tidur di awal malamAbu Barzah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“أَنَّ رَسُولَ الله صلى الله عليه وسلم كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَ““Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat isya dan berbincang-bincang setelahnya (setelah shalat Isya’).” HR. Bukhari dan Muslim.Kecuali bila ada urusan penting, maka tidak mengapa begadang. Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu mengisahkan,“كَانَ رَسُولُ اللهِ يَسْمُرُ مَعَ أَبِي بَكْرٍ فِي اْلأَمْرِ مِنْ أَمْرِ الْمُسْلِمِينَ، وَأَنَا مَعَهُمَا““Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam begadang bersama Abu Bakar membicarakan urusan kaum muslimin, dan aku bersama mereka.” HR. Tirmidziy dan dinilai sahih oleh al-Albani.Kedua: Membersihkan tempat tidurBila hendak tidur usahakan untuk membersihkan tempat tidur terlebih dahulu, agar terhindar dari hal-hal yang membahayakan saat kita tidur. Sebab, terkadang di atas tempat tidur terdapat kotoran, semut, atau benda-benda yang berbahaya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِذَا أَوَى أَحَدُكُمْ إِلَى فِرَاشِهِ فَلْيَأْخُذْ دَاخِلَةَ إِزَارِهِ فَلْيَنْفُضْ بِهَا فِرَاشَهُ وَلْيُسَمِّ اللَّهَ فَإِنَّهُ لاَ يَعْلَمُ مَا خَلَفَهُ بَعْدَهُ عَلَى فِرَاشِهِ““Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘bismillah’, karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” HR. Bukhari dan Muslim.Ketiga: Tidur dalam keadaan berwudhu.Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ““Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu”. HR. Bukhari dan Muslim dari al-Bara’ bin ‘Azib.Keempat: Tidur berbaring pada sisi kanan.Hal ini berdasarkan hadits di atas. Manfaatnya antara lain akan memudahkan bangun untuk shalat malam. Juga membantu kesehatan jantung.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 20 Rajab 1438 / 17 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #91: Anak dan KebersihanNext Sholat Terus Maksiat Jalan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #92: Anak dan Adab Tidur Bagian 1

Tidur adalah sebuah aktivitas yang tidak bisa terlepas dari kehidupan manusia. Ia merupakan kebutuhan primer mereka. Namun dikarenakan tidur hukumnya adalah mubah (boleh-boleh saja), maka aslinya, tidur itu tidak menghasilkan pahala ataupun dosa. Kecuali bila niat kita baik dan tidur tersebut dijalankan sesuai adab-adab nabawi. Selain berpahala, juga membuat jasmani ini sehat dan bugar.Maka perlu kita biasakan adab-adab tersebut kepada putra putri kita sejak dini. Tentu setelah sebelumnya kita sebagai orang tua mempraktekkannya.Di antara adab-adab tersebut:Pertama: Tidur di awal malamAbu Barzah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“أَنَّ رَسُولَ الله صلى الله عليه وسلم كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَ““Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat isya dan berbincang-bincang setelahnya (setelah shalat Isya’).” HR. Bukhari dan Muslim.Kecuali bila ada urusan penting, maka tidak mengapa begadang. Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu mengisahkan,“كَانَ رَسُولُ اللهِ يَسْمُرُ مَعَ أَبِي بَكْرٍ فِي اْلأَمْرِ مِنْ أَمْرِ الْمُسْلِمِينَ، وَأَنَا مَعَهُمَا““Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam begadang bersama Abu Bakar membicarakan urusan kaum muslimin, dan aku bersama mereka.” HR. Tirmidziy dan dinilai sahih oleh al-Albani.Kedua: Membersihkan tempat tidurBila hendak tidur usahakan untuk membersihkan tempat tidur terlebih dahulu, agar terhindar dari hal-hal yang membahayakan saat kita tidur. Sebab, terkadang di atas tempat tidur terdapat kotoran, semut, atau benda-benda yang berbahaya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِذَا أَوَى أَحَدُكُمْ إِلَى فِرَاشِهِ فَلْيَأْخُذْ دَاخِلَةَ إِزَارِهِ فَلْيَنْفُضْ بِهَا فِرَاشَهُ وَلْيُسَمِّ اللَّهَ فَإِنَّهُ لاَ يَعْلَمُ مَا خَلَفَهُ بَعْدَهُ عَلَى فِرَاشِهِ““Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘bismillah’, karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” HR. Bukhari dan Muslim.Ketiga: Tidur dalam keadaan berwudhu.Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ““Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu”. HR. Bukhari dan Muslim dari al-Bara’ bin ‘Azib.Keempat: Tidur berbaring pada sisi kanan.Hal ini berdasarkan hadits di atas. Manfaatnya antara lain akan memudahkan bangun untuk shalat malam. Juga membantu kesehatan jantung.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 20 Rajab 1438 / 17 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #91: Anak dan KebersihanNext Sholat Terus Maksiat Jalan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Tidur adalah sebuah aktivitas yang tidak bisa terlepas dari kehidupan manusia. Ia merupakan kebutuhan primer mereka. Namun dikarenakan tidur hukumnya adalah mubah (boleh-boleh saja), maka aslinya, tidur itu tidak menghasilkan pahala ataupun dosa. Kecuali bila niat kita baik dan tidur tersebut dijalankan sesuai adab-adab nabawi. Selain berpahala, juga membuat jasmani ini sehat dan bugar.Maka perlu kita biasakan adab-adab tersebut kepada putra putri kita sejak dini. Tentu setelah sebelumnya kita sebagai orang tua mempraktekkannya.Di antara adab-adab tersebut:Pertama: Tidur di awal malamAbu Barzah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“أَنَّ رَسُولَ الله صلى الله عليه وسلم كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَ““Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat isya dan berbincang-bincang setelahnya (setelah shalat Isya’).” HR. Bukhari dan Muslim.Kecuali bila ada urusan penting, maka tidak mengapa begadang. Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu mengisahkan,“كَانَ رَسُولُ اللهِ يَسْمُرُ مَعَ أَبِي بَكْرٍ فِي اْلأَمْرِ مِنْ أَمْرِ الْمُسْلِمِينَ، وَأَنَا مَعَهُمَا““Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam begadang bersama Abu Bakar membicarakan urusan kaum muslimin, dan aku bersama mereka.” HR. Tirmidziy dan dinilai sahih oleh al-Albani.Kedua: Membersihkan tempat tidurBila hendak tidur usahakan untuk membersihkan tempat tidur terlebih dahulu, agar terhindar dari hal-hal yang membahayakan saat kita tidur. Sebab, terkadang di atas tempat tidur terdapat kotoran, semut, atau benda-benda yang berbahaya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِذَا أَوَى أَحَدُكُمْ إِلَى فِرَاشِهِ فَلْيَأْخُذْ دَاخِلَةَ إِزَارِهِ فَلْيَنْفُضْ بِهَا فِرَاشَهُ وَلْيُسَمِّ اللَّهَ فَإِنَّهُ لاَ يَعْلَمُ مَا خَلَفَهُ بَعْدَهُ عَلَى فِرَاشِهِ““Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘bismillah’, karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” HR. Bukhari dan Muslim.Ketiga: Tidur dalam keadaan berwudhu.Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ““Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu”. HR. Bukhari dan Muslim dari al-Bara’ bin ‘Azib.Keempat: Tidur berbaring pada sisi kanan.Hal ini berdasarkan hadits di atas. Manfaatnya antara lain akan memudahkan bangun untuk shalat malam. Juga membantu kesehatan jantung.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 20 Rajab 1438 / 17 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #91: Anak dan KebersihanNext Sholat Terus Maksiat Jalan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Tidur adalah sebuah aktivitas yang tidak bisa terlepas dari kehidupan manusia. Ia merupakan kebutuhan primer mereka. Namun dikarenakan tidur hukumnya adalah mubah (boleh-boleh saja), maka aslinya, tidur itu tidak menghasilkan pahala ataupun dosa. Kecuali bila niat kita baik dan tidur tersebut dijalankan sesuai adab-adab nabawi. Selain berpahala, juga membuat jasmani ini sehat dan bugar.Maka perlu kita biasakan adab-adab tersebut kepada putra putri kita sejak dini. Tentu setelah sebelumnya kita sebagai orang tua mempraktekkannya.Di antara adab-adab tersebut:Pertama: Tidur di awal malamAbu Barzah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“أَنَّ رَسُولَ الله صلى الله عليه وسلم كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَ““Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat isya dan berbincang-bincang setelahnya (setelah shalat Isya’).” HR. Bukhari dan Muslim.Kecuali bila ada urusan penting, maka tidak mengapa begadang. Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu mengisahkan,“كَانَ رَسُولُ اللهِ يَسْمُرُ مَعَ أَبِي بَكْرٍ فِي اْلأَمْرِ مِنْ أَمْرِ الْمُسْلِمِينَ، وَأَنَا مَعَهُمَا““Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam begadang bersama Abu Bakar membicarakan urusan kaum muslimin, dan aku bersama mereka.” HR. Tirmidziy dan dinilai sahih oleh al-Albani.Kedua: Membersihkan tempat tidurBila hendak tidur usahakan untuk membersihkan tempat tidur terlebih dahulu, agar terhindar dari hal-hal yang membahayakan saat kita tidur. Sebab, terkadang di atas tempat tidur terdapat kotoran, semut, atau benda-benda yang berbahaya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِذَا أَوَى أَحَدُكُمْ إِلَى فِرَاشِهِ فَلْيَأْخُذْ دَاخِلَةَ إِزَارِهِ فَلْيَنْفُضْ بِهَا فِرَاشَهُ وَلْيُسَمِّ اللَّهَ فَإِنَّهُ لاَ يَعْلَمُ مَا خَلَفَهُ بَعْدَهُ عَلَى فِرَاشِهِ““Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘bismillah’, karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” HR. Bukhari dan Muslim.Ketiga: Tidur dalam keadaan berwudhu.Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ““Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu”. HR. Bukhari dan Muslim dari al-Bara’ bin ‘Azib.Keempat: Tidur berbaring pada sisi kanan.Hal ini berdasarkan hadits di atas. Manfaatnya antara lain akan memudahkan bangun untuk shalat malam. Juga membantu kesehatan jantung.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 20 Rajab 1438 / 17 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #91: Anak dan KebersihanNext Sholat Terus Maksiat Jalan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Sholat Terus Maksiat Jalan

Mengapa masih ada orang yang rajin mengaji, tapi ternyata dia suka berjudi bahkan berzina? Mengapa masih ada orang yang rutin shalat berjamaah, namun ternyata suka iri dan menggunjing orang lain?Fenomena memprihatinkan di atas tentu perlu dicaritahu penyebabnya untuk diperbaiki. Sebab bila dibiarkan bisa berbahaya. Bakalan merusak pemahaman banyak orang tentang ajaran Islam.Langkah-langkah berikut semoga membimbing kita untuk melakukan perbaikan:Pertama: Tidak boleh gebyah uyahAdanya kekurangan dalam diri sebagian oknum orang yang rajin ibadah, tidak boleh lantas membuat kita mengeneralisir perilaku negatif tersebut kepada semua yang rajin ibadah. Sehingga menjadi antipati kepada setiap orang yang rajin beribadah. Sebab sikap itu tidak adil.Alhamdulillah masih banyak orang yang rajin ibadah, dan di waktu yang sama mereka juga minim perilaku negatifnya.Kedua: Jangan tinggalkan ibadahPerilaku yang tercela adalah perbuatan maksiatnya, bukan ibadahnya. Sehingga tidak boleh orang berkata, “Buat apa shalat? Toh si anu, rajin shalat, tapi tetap maksiat!”. Ini logika yang sangat aneh. Kenapa yang disalahkan adalah shalatnya? Bukankah shalat adalah sebuah aktivitas yang mulia? Sikap yang benar adalah, lanjutkan ibadah dan tinggalkan maksiat.Ketiga: Perbaiki kualitas ibadahIdealnya, orang yang rajin beribadah, perilaku kesehariannya juga akan baik. Allah ta’ala berfirman,“إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ“Artinya: “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan yang keji dan munkar”. QS. Al-‘Ankabut (29): 45.Sehingga bila ada orang yang rajin shalat, namun ternyata masih rutin berbuat keji dan munkar, maka kualitas shalatnya lah yang perlu dipertanyakan.Banyak orang shalat, namun hanya lahiriahnya saja. Tidak sedikit orang yang berhaji dan berumrah, namun cuma lahiriahnya saja. Banyak orang rajin membaca al-Qur’an, namun hanya di lisannya saja.Padahal, ibadah apapun di dalam Islam, pasti memiliki dua dimensi. Lahir dan batin. Luar dan dalam. Gerakan lahiriah dan peresapan hati. Keduanya sama-sama penting. Namun yang paling penting adalah amalan hati. Sebab itu merupakan pondasi ibadah.Ibadah hati itu contohnya: ikhlas, khusyu’, tawadhu’, tawakkal, muraqabah (selalu merasa diawasi Allah), takut kepada Allah, meresapi dzikir dan bacaan al-Qur’an dan lain-lain.Mari sempurnakan segala ibadah kita, agar berefek positif untuk kehidupan dunia dan akhirat kita.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Jumada Tsaniyah 1439 / 9 Maret 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #92: Anak dan Adab Tidur Bagian 1Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #130: Menghayati Doa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Sholat Terus Maksiat Jalan

Mengapa masih ada orang yang rajin mengaji, tapi ternyata dia suka berjudi bahkan berzina? Mengapa masih ada orang yang rutin shalat berjamaah, namun ternyata suka iri dan menggunjing orang lain?Fenomena memprihatinkan di atas tentu perlu dicaritahu penyebabnya untuk diperbaiki. Sebab bila dibiarkan bisa berbahaya. Bakalan merusak pemahaman banyak orang tentang ajaran Islam.Langkah-langkah berikut semoga membimbing kita untuk melakukan perbaikan:Pertama: Tidak boleh gebyah uyahAdanya kekurangan dalam diri sebagian oknum orang yang rajin ibadah, tidak boleh lantas membuat kita mengeneralisir perilaku negatif tersebut kepada semua yang rajin ibadah. Sehingga menjadi antipati kepada setiap orang yang rajin beribadah. Sebab sikap itu tidak adil.Alhamdulillah masih banyak orang yang rajin ibadah, dan di waktu yang sama mereka juga minim perilaku negatifnya.Kedua: Jangan tinggalkan ibadahPerilaku yang tercela adalah perbuatan maksiatnya, bukan ibadahnya. Sehingga tidak boleh orang berkata, “Buat apa shalat? Toh si anu, rajin shalat, tapi tetap maksiat!”. Ini logika yang sangat aneh. Kenapa yang disalahkan adalah shalatnya? Bukankah shalat adalah sebuah aktivitas yang mulia? Sikap yang benar adalah, lanjutkan ibadah dan tinggalkan maksiat.Ketiga: Perbaiki kualitas ibadahIdealnya, orang yang rajin beribadah, perilaku kesehariannya juga akan baik. Allah ta’ala berfirman,“إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ“Artinya: “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan yang keji dan munkar”. QS. Al-‘Ankabut (29): 45.Sehingga bila ada orang yang rajin shalat, namun ternyata masih rutin berbuat keji dan munkar, maka kualitas shalatnya lah yang perlu dipertanyakan.Banyak orang shalat, namun hanya lahiriahnya saja. Tidak sedikit orang yang berhaji dan berumrah, namun cuma lahiriahnya saja. Banyak orang rajin membaca al-Qur’an, namun hanya di lisannya saja.Padahal, ibadah apapun di dalam Islam, pasti memiliki dua dimensi. Lahir dan batin. Luar dan dalam. Gerakan lahiriah dan peresapan hati. Keduanya sama-sama penting. Namun yang paling penting adalah amalan hati. Sebab itu merupakan pondasi ibadah.Ibadah hati itu contohnya: ikhlas, khusyu’, tawadhu’, tawakkal, muraqabah (selalu merasa diawasi Allah), takut kepada Allah, meresapi dzikir dan bacaan al-Qur’an dan lain-lain.Mari sempurnakan segala ibadah kita, agar berefek positif untuk kehidupan dunia dan akhirat kita.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Jumada Tsaniyah 1439 / 9 Maret 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #92: Anak dan Adab Tidur Bagian 1Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #130: Menghayati Doa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Mengapa masih ada orang yang rajin mengaji, tapi ternyata dia suka berjudi bahkan berzina? Mengapa masih ada orang yang rutin shalat berjamaah, namun ternyata suka iri dan menggunjing orang lain?Fenomena memprihatinkan di atas tentu perlu dicaritahu penyebabnya untuk diperbaiki. Sebab bila dibiarkan bisa berbahaya. Bakalan merusak pemahaman banyak orang tentang ajaran Islam.Langkah-langkah berikut semoga membimbing kita untuk melakukan perbaikan:Pertama: Tidak boleh gebyah uyahAdanya kekurangan dalam diri sebagian oknum orang yang rajin ibadah, tidak boleh lantas membuat kita mengeneralisir perilaku negatif tersebut kepada semua yang rajin ibadah. Sehingga menjadi antipati kepada setiap orang yang rajin beribadah. Sebab sikap itu tidak adil.Alhamdulillah masih banyak orang yang rajin ibadah, dan di waktu yang sama mereka juga minim perilaku negatifnya.Kedua: Jangan tinggalkan ibadahPerilaku yang tercela adalah perbuatan maksiatnya, bukan ibadahnya. Sehingga tidak boleh orang berkata, “Buat apa shalat? Toh si anu, rajin shalat, tapi tetap maksiat!”. Ini logika yang sangat aneh. Kenapa yang disalahkan adalah shalatnya? Bukankah shalat adalah sebuah aktivitas yang mulia? Sikap yang benar adalah, lanjutkan ibadah dan tinggalkan maksiat.Ketiga: Perbaiki kualitas ibadahIdealnya, orang yang rajin beribadah, perilaku kesehariannya juga akan baik. Allah ta’ala berfirman,“إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ“Artinya: “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan yang keji dan munkar”. QS. Al-‘Ankabut (29): 45.Sehingga bila ada orang yang rajin shalat, namun ternyata masih rutin berbuat keji dan munkar, maka kualitas shalatnya lah yang perlu dipertanyakan.Banyak orang shalat, namun hanya lahiriahnya saja. Tidak sedikit orang yang berhaji dan berumrah, namun cuma lahiriahnya saja. Banyak orang rajin membaca al-Qur’an, namun hanya di lisannya saja.Padahal, ibadah apapun di dalam Islam, pasti memiliki dua dimensi. Lahir dan batin. Luar dan dalam. Gerakan lahiriah dan peresapan hati. Keduanya sama-sama penting. Namun yang paling penting adalah amalan hati. Sebab itu merupakan pondasi ibadah.Ibadah hati itu contohnya: ikhlas, khusyu’, tawadhu’, tawakkal, muraqabah (selalu merasa diawasi Allah), takut kepada Allah, meresapi dzikir dan bacaan al-Qur’an dan lain-lain.Mari sempurnakan segala ibadah kita, agar berefek positif untuk kehidupan dunia dan akhirat kita.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Jumada Tsaniyah 1439 / 9 Maret 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #92: Anak dan Adab Tidur Bagian 1Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #130: Menghayati Doa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Mengapa masih ada orang yang rajin mengaji, tapi ternyata dia suka berjudi bahkan berzina? Mengapa masih ada orang yang rutin shalat berjamaah, namun ternyata suka iri dan menggunjing orang lain?Fenomena memprihatinkan di atas tentu perlu dicaritahu penyebabnya untuk diperbaiki. Sebab bila dibiarkan bisa berbahaya. Bakalan merusak pemahaman banyak orang tentang ajaran Islam.Langkah-langkah berikut semoga membimbing kita untuk melakukan perbaikan:Pertama: Tidak boleh gebyah uyahAdanya kekurangan dalam diri sebagian oknum orang yang rajin ibadah, tidak boleh lantas membuat kita mengeneralisir perilaku negatif tersebut kepada semua yang rajin ibadah. Sehingga menjadi antipati kepada setiap orang yang rajin beribadah. Sebab sikap itu tidak adil.Alhamdulillah masih banyak orang yang rajin ibadah, dan di waktu yang sama mereka juga minim perilaku negatifnya.Kedua: Jangan tinggalkan ibadahPerilaku yang tercela adalah perbuatan maksiatnya, bukan ibadahnya. Sehingga tidak boleh orang berkata, “Buat apa shalat? Toh si anu, rajin shalat, tapi tetap maksiat!”. Ini logika yang sangat aneh. Kenapa yang disalahkan adalah shalatnya? Bukankah shalat adalah sebuah aktivitas yang mulia? Sikap yang benar adalah, lanjutkan ibadah dan tinggalkan maksiat.Ketiga: Perbaiki kualitas ibadahIdealnya, orang yang rajin beribadah, perilaku kesehariannya juga akan baik. Allah ta’ala berfirman,“إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ“Artinya: “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan yang keji dan munkar”. QS. Al-‘Ankabut (29): 45.Sehingga bila ada orang yang rajin shalat, namun ternyata masih rutin berbuat keji dan munkar, maka kualitas shalatnya lah yang perlu dipertanyakan.Banyak orang shalat, namun hanya lahiriahnya saja. Tidak sedikit orang yang berhaji dan berumrah, namun cuma lahiriahnya saja. Banyak orang rajin membaca al-Qur’an, namun hanya di lisannya saja.Padahal, ibadah apapun di dalam Islam, pasti memiliki dua dimensi. Lahir dan batin. Luar dan dalam. Gerakan lahiriah dan peresapan hati. Keduanya sama-sama penting. Namun yang paling penting adalah amalan hati. Sebab itu merupakan pondasi ibadah.Ibadah hati itu contohnya: ikhlas, khusyu’, tawadhu’, tawakkal, muraqabah (selalu merasa diawasi Allah), takut kepada Allah, meresapi dzikir dan bacaan al-Qur’an dan lain-lain.Mari sempurnakan segala ibadah kita, agar berefek positif untuk kehidupan dunia dan akhirat kita.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Jumada Tsaniyah 1439 / 9 Maret 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #92: Anak dan Adab Tidur Bagian 1Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #130: Menghayati Doa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #130: Menghayati Doa

Salah satu adab terpenting berdoa yang kerap diabaikan adalah: banyak meminta kepada Allah, tidak bosan berdoa, serta menghayatinya.Karena itulah, kita temukan tidak sedikit redaksi doa Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam yang panjang redaksinya, dirincikan kandungannya, serta dipaparkan isinya secara detil.Contohnya doa nabawi yang dituturkan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berikut ini,“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ مِنْ آخَرِ مَا يَقُولُ بَيْنَ التَشَهُّدِ وَالتَّسْلِيمِ: “اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ المُقَدِّمُ وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ”.“Di antara doa yang biasanya terakhir dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam antara tasyahud dengan salam adalah: “Allôhummaghfirlî mâ qoddamtu wa mâ akkhortu, wa mâ asrortu wa mâ a’lantu, wa mâ asroftu, wa mâ Anta a’lamu bihi minnî, Antal Muqoddimu wa Antal Mu’akkhiru, lâ ilâha illâ Anta”.(Ya Allah ampunilah dosa-dosaku yang telah lampau dan yang akan datang. Dosa-dosa yang kurahasiakan dan kutampakkan. Dosa-dosa pribadiku dan yang mengandung unsur kezaliman kepada orang lain. Serta dosa-dosaku yang lebih Engkau ketahui. Engkaulah Yang Maha memuliakan dan menghinakan. Tidak ada yang berhak diibadahi selain Engkau)”. HR. Muslim.Lihatlah bagaimana berbagai jenis dosa dirinci dengan detil di dalam doa di atas. Padahal, bisa saja kita berdoa dengan singkat, “Ya Allah ampunilah seluruh dosaku” dan selesai.Namun karena saat itu adalah momen berdoa, merintih di hadapan Allah, upaya menampakkan penghambaan dan perasaan butuh kepada-Nya; maka mengingat berbagai jenis dosa secara detil; lebih mendatangkan kekhusyuan hati, dibandingkan berdoa secara ringkas dan global.Contoh lain doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang senada dengan doa di atas, apa yang disampaikan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي سُجُودِهِ: “اللهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ، دِقَّهُ وَجِلَّهُ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّهُ““Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa membaca doa di dalam sujudnya, “Allôhummaghfirlî dzanbî kullahu, diqqohu wa jillahu, wa awwalahu wa âkhirohu, wa ‘alâniyyatahu wa sirrohu”(Ya Allah ampunilah seluruh dosaku. Yang kecil maupun yang besar. Yang dahulu maupun yang akan datang. Yang terlihat maupun yang dirahasiakan)”. HR. Muslim.Yang semisal dengan dua doa di atas banyak di dalam hadits Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam. Doa adalah ibadah. Semakin diperbanyak dan diperpanjang oleh hamba, niscaya akan semakin membantu penghayatan hati. Juga semakin menunjukkan perasaan butuhnya kepada Allah.Satu hal yang sangat penting untuk membantu penghayatan adalah pemahaman. Yakni memahami doa-doa yang kita baca. Bagaimana mungkin kita bisa menghayati doa-doa yang kita baca, manakala kita tidak mengerti artinya? Maka mulai saat ini, luangkanlah waktu kita untuk mempelajari makna dari doa-doa yang kita baca! Post navigation Previous Sholat Terus Maksiat JalanNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #131: Mengingat Allah Saat Lapang Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #130: Menghayati Doa

Salah satu adab terpenting berdoa yang kerap diabaikan adalah: banyak meminta kepada Allah, tidak bosan berdoa, serta menghayatinya.Karena itulah, kita temukan tidak sedikit redaksi doa Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam yang panjang redaksinya, dirincikan kandungannya, serta dipaparkan isinya secara detil.Contohnya doa nabawi yang dituturkan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berikut ini,“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ مِنْ آخَرِ مَا يَقُولُ بَيْنَ التَشَهُّدِ وَالتَّسْلِيمِ: “اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ المُقَدِّمُ وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ”.“Di antara doa yang biasanya terakhir dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam antara tasyahud dengan salam adalah: “Allôhummaghfirlî mâ qoddamtu wa mâ akkhortu, wa mâ asrortu wa mâ a’lantu, wa mâ asroftu, wa mâ Anta a’lamu bihi minnî, Antal Muqoddimu wa Antal Mu’akkhiru, lâ ilâha illâ Anta”.(Ya Allah ampunilah dosa-dosaku yang telah lampau dan yang akan datang. Dosa-dosa yang kurahasiakan dan kutampakkan. Dosa-dosa pribadiku dan yang mengandung unsur kezaliman kepada orang lain. Serta dosa-dosaku yang lebih Engkau ketahui. Engkaulah Yang Maha memuliakan dan menghinakan. Tidak ada yang berhak diibadahi selain Engkau)”. HR. Muslim.Lihatlah bagaimana berbagai jenis dosa dirinci dengan detil di dalam doa di atas. Padahal, bisa saja kita berdoa dengan singkat, “Ya Allah ampunilah seluruh dosaku” dan selesai.Namun karena saat itu adalah momen berdoa, merintih di hadapan Allah, upaya menampakkan penghambaan dan perasaan butuh kepada-Nya; maka mengingat berbagai jenis dosa secara detil; lebih mendatangkan kekhusyuan hati, dibandingkan berdoa secara ringkas dan global.Contoh lain doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang senada dengan doa di atas, apa yang disampaikan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي سُجُودِهِ: “اللهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ، دِقَّهُ وَجِلَّهُ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّهُ““Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa membaca doa di dalam sujudnya, “Allôhummaghfirlî dzanbî kullahu, diqqohu wa jillahu, wa awwalahu wa âkhirohu, wa ‘alâniyyatahu wa sirrohu”(Ya Allah ampunilah seluruh dosaku. Yang kecil maupun yang besar. Yang dahulu maupun yang akan datang. Yang terlihat maupun yang dirahasiakan)”. HR. Muslim.Yang semisal dengan dua doa di atas banyak di dalam hadits Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam. Doa adalah ibadah. Semakin diperbanyak dan diperpanjang oleh hamba, niscaya akan semakin membantu penghayatan hati. Juga semakin menunjukkan perasaan butuhnya kepada Allah.Satu hal yang sangat penting untuk membantu penghayatan adalah pemahaman. Yakni memahami doa-doa yang kita baca. Bagaimana mungkin kita bisa menghayati doa-doa yang kita baca, manakala kita tidak mengerti artinya? Maka mulai saat ini, luangkanlah waktu kita untuk mempelajari makna dari doa-doa yang kita baca! Post navigation Previous Sholat Terus Maksiat JalanNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #131: Mengingat Allah Saat Lapang Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Salah satu adab terpenting berdoa yang kerap diabaikan adalah: banyak meminta kepada Allah, tidak bosan berdoa, serta menghayatinya.Karena itulah, kita temukan tidak sedikit redaksi doa Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam yang panjang redaksinya, dirincikan kandungannya, serta dipaparkan isinya secara detil.Contohnya doa nabawi yang dituturkan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berikut ini,“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ مِنْ آخَرِ مَا يَقُولُ بَيْنَ التَشَهُّدِ وَالتَّسْلِيمِ: “اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ المُقَدِّمُ وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ”.“Di antara doa yang biasanya terakhir dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam antara tasyahud dengan salam adalah: “Allôhummaghfirlî mâ qoddamtu wa mâ akkhortu, wa mâ asrortu wa mâ a’lantu, wa mâ asroftu, wa mâ Anta a’lamu bihi minnî, Antal Muqoddimu wa Antal Mu’akkhiru, lâ ilâha illâ Anta”.(Ya Allah ampunilah dosa-dosaku yang telah lampau dan yang akan datang. Dosa-dosa yang kurahasiakan dan kutampakkan. Dosa-dosa pribadiku dan yang mengandung unsur kezaliman kepada orang lain. Serta dosa-dosaku yang lebih Engkau ketahui. Engkaulah Yang Maha memuliakan dan menghinakan. Tidak ada yang berhak diibadahi selain Engkau)”. HR. Muslim.Lihatlah bagaimana berbagai jenis dosa dirinci dengan detil di dalam doa di atas. Padahal, bisa saja kita berdoa dengan singkat, “Ya Allah ampunilah seluruh dosaku” dan selesai.Namun karena saat itu adalah momen berdoa, merintih di hadapan Allah, upaya menampakkan penghambaan dan perasaan butuh kepada-Nya; maka mengingat berbagai jenis dosa secara detil; lebih mendatangkan kekhusyuan hati, dibandingkan berdoa secara ringkas dan global.Contoh lain doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang senada dengan doa di atas, apa yang disampaikan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي سُجُودِهِ: “اللهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ، دِقَّهُ وَجِلَّهُ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّهُ““Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa membaca doa di dalam sujudnya, “Allôhummaghfirlî dzanbî kullahu, diqqohu wa jillahu, wa awwalahu wa âkhirohu, wa ‘alâniyyatahu wa sirrohu”(Ya Allah ampunilah seluruh dosaku. Yang kecil maupun yang besar. Yang dahulu maupun yang akan datang. Yang terlihat maupun yang dirahasiakan)”. HR. Muslim.Yang semisal dengan dua doa di atas banyak di dalam hadits Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam. Doa adalah ibadah. Semakin diperbanyak dan diperpanjang oleh hamba, niscaya akan semakin membantu penghayatan hati. Juga semakin menunjukkan perasaan butuhnya kepada Allah.Satu hal yang sangat penting untuk membantu penghayatan adalah pemahaman. Yakni memahami doa-doa yang kita baca. Bagaimana mungkin kita bisa menghayati doa-doa yang kita baca, manakala kita tidak mengerti artinya? Maka mulai saat ini, luangkanlah waktu kita untuk mempelajari makna dari doa-doa yang kita baca! Post navigation Previous Sholat Terus Maksiat JalanNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #131: Mengingat Allah Saat Lapang Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Salah satu adab terpenting berdoa yang kerap diabaikan adalah: banyak meminta kepada Allah, tidak bosan berdoa, serta menghayatinya.Karena itulah, kita temukan tidak sedikit redaksi doa Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam yang panjang redaksinya, dirincikan kandungannya, serta dipaparkan isinya secara detil.Contohnya doa nabawi yang dituturkan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berikut ini,“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ مِنْ آخَرِ مَا يَقُولُ بَيْنَ التَشَهُّدِ وَالتَّسْلِيمِ: “اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ المُقَدِّمُ وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ”.“Di antara doa yang biasanya terakhir dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam antara tasyahud dengan salam adalah: “Allôhummaghfirlî mâ qoddamtu wa mâ akkhortu, wa mâ asrortu wa mâ a’lantu, wa mâ asroftu, wa mâ Anta a’lamu bihi minnî, Antal Muqoddimu wa Antal Mu’akkhiru, lâ ilâha illâ Anta”.(Ya Allah ampunilah dosa-dosaku yang telah lampau dan yang akan datang. Dosa-dosa yang kurahasiakan dan kutampakkan. Dosa-dosa pribadiku dan yang mengandung unsur kezaliman kepada orang lain. Serta dosa-dosaku yang lebih Engkau ketahui. Engkaulah Yang Maha memuliakan dan menghinakan. Tidak ada yang berhak diibadahi selain Engkau)”. HR. Muslim.Lihatlah bagaimana berbagai jenis dosa dirinci dengan detil di dalam doa di atas. Padahal, bisa saja kita berdoa dengan singkat, “Ya Allah ampunilah seluruh dosaku” dan selesai.Namun karena saat itu adalah momen berdoa, merintih di hadapan Allah, upaya menampakkan penghambaan dan perasaan butuh kepada-Nya; maka mengingat berbagai jenis dosa secara detil; lebih mendatangkan kekhusyuan hati, dibandingkan berdoa secara ringkas dan global.Contoh lain doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang senada dengan doa di atas, apa yang disampaikan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي سُجُودِهِ: “اللهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ، دِقَّهُ وَجِلَّهُ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّهُ““Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa membaca doa di dalam sujudnya, “Allôhummaghfirlî dzanbî kullahu, diqqohu wa jillahu, wa awwalahu wa âkhirohu, wa ‘alâniyyatahu wa sirrohu”(Ya Allah ampunilah seluruh dosaku. Yang kecil maupun yang besar. Yang dahulu maupun yang akan datang. Yang terlihat maupun yang dirahasiakan)”. HR. Muslim.Yang semisal dengan dua doa di atas banyak di dalam hadits Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam. Doa adalah ibadah. Semakin diperbanyak dan diperpanjang oleh hamba, niscaya akan semakin membantu penghayatan hati. Juga semakin menunjukkan perasaan butuhnya kepada Allah.Satu hal yang sangat penting untuk membantu penghayatan adalah pemahaman. Yakni memahami doa-doa yang kita baca. Bagaimana mungkin kita bisa menghayati doa-doa yang kita baca, manakala kita tidak mengerti artinya? Maka mulai saat ini, luangkanlah waktu kita untuk mempelajari makna dari doa-doa yang kita baca! Post navigation Previous Sholat Terus Maksiat JalanNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #131: Mengingat Allah Saat Lapang Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #131: Mengingat Allah Saat Lapang

Berdoa kepada Allah itu bukan hanya saat susah saja. Namun juga ketika dalam kondisi lapang. Yakni ketika kita sedang sehat, lancar rezeki, senang dan yang semisal.Jadi berdoa itu adalah saat lapang dan susah, juga dalam segala kondisi. Jika ketika lapang, kita tidak lupa untuk terus berdoa, niscaya Allah akan kabulkan doa kita saat sedang susah dan kepepet.Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,“مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَسْتَجِيبَ اللَّهُ لَهُ عِنْدَ الشَّدَائِدِ وَالكَرْبِ فَلْيُكْثِرِ الدُّعَاءَ فِي الرَّخَاءِ““Barang siapa menghendaki doanya dikabulkan oleh Allah saat susah dan ditimpa musibah; hendaklah ia memperbanyak doa ketika sedang lapang”. HR. Tirmidzy dan dinilai hasan oleh Syaikh al-Albany.Dalam banyak kesempatan, Allah ta’ala mencela kaum musyrikin, dikarenakan mereka berdoa kepada Allah saat kepepet saja. Bila mereka sudah selamat dan dalam kondisi lapang, maka merekapun melupakan Allah. Bahkan kemudian mereka meminta-minta kepada berhala yang tidak bisa membantu sedikitpun.Allah bercerita,“وَإِذَا أَنْعَمْنَا عَلَى الْإِنْسَانِ أَعْرَضَ وَنَأَى بِجَانِبِهِ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ فَذُو دُعَاءٍ عَرِيضٍ“Artinya: “Apabila kami melimpahkan kenikmatan kepada manusia, maka dia akan berpaling dan menjauhkan diri. Namun bila dia ditimpa malapetaka; maka dia akan banyak berdoa”. QS. Fusshilat (41): 51.Orang yang beriman tentu wajib berbeda dari kaum musyrikin. Setiap muslim seharusnya berdoa hanya kepada Allah dalam segala kondisi. Baik ketika kondisi lapang maupun susah. Saat kaya maupun miskin. Ketika sehat maupun sakit. Saat senang maupun sedih. Siapapun yang mengingat Allah ketika senang, maka Allah pun akan mengingatnya saat susah.“تَعَرَّفْ إِلَى اللَّهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ““Kenalilah Allah saat lapang; niscaya Dia akan mengenalimu ketika engkau susah”. HR. Al-Hakim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma dan dinyatakan sahih oleh al-Albany.Nabi Yunus ‘alaihis salam rajin mengingat Allah dalam segala kondisi. Maka, saat beliau dimakan ikan paus, lalu berdoa kepada Allah, dikabulkanlah oleh-Nya.“فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ . لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ“Artinya: “Sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berdzikir kepada Allah, niscaya dia akan tetap berada di perut (ikan itu) sampai hari kiamat”. QS. Ash-Shaffat (37): 143-144.Bandingkan dengan Fir’aun yang jahat dan lalai dari berdzikir kepada Allah. Saat dia tenggelam dan berkata, “Sekarang aku beriman”, Allah menimpali,“آلآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ“Artinya: “Mengapa baru sekarang (kamu beriman)?! Padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan”. QS. Yunus (10): 91.@ Kereta Api Taksaka, dini hari 17 Jumada Tsaniyah 1439 / 5 Maret 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #130: Menghayati DoaNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #93: Anak dan Adab Tidur Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #131: Mengingat Allah Saat Lapang

Berdoa kepada Allah itu bukan hanya saat susah saja. Namun juga ketika dalam kondisi lapang. Yakni ketika kita sedang sehat, lancar rezeki, senang dan yang semisal.Jadi berdoa itu adalah saat lapang dan susah, juga dalam segala kondisi. Jika ketika lapang, kita tidak lupa untuk terus berdoa, niscaya Allah akan kabulkan doa kita saat sedang susah dan kepepet.Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,“مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَسْتَجِيبَ اللَّهُ لَهُ عِنْدَ الشَّدَائِدِ وَالكَرْبِ فَلْيُكْثِرِ الدُّعَاءَ فِي الرَّخَاءِ““Barang siapa menghendaki doanya dikabulkan oleh Allah saat susah dan ditimpa musibah; hendaklah ia memperbanyak doa ketika sedang lapang”. HR. Tirmidzy dan dinilai hasan oleh Syaikh al-Albany.Dalam banyak kesempatan, Allah ta’ala mencela kaum musyrikin, dikarenakan mereka berdoa kepada Allah saat kepepet saja. Bila mereka sudah selamat dan dalam kondisi lapang, maka merekapun melupakan Allah. Bahkan kemudian mereka meminta-minta kepada berhala yang tidak bisa membantu sedikitpun.Allah bercerita,“وَإِذَا أَنْعَمْنَا عَلَى الْإِنْسَانِ أَعْرَضَ وَنَأَى بِجَانِبِهِ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ فَذُو دُعَاءٍ عَرِيضٍ“Artinya: “Apabila kami melimpahkan kenikmatan kepada manusia, maka dia akan berpaling dan menjauhkan diri. Namun bila dia ditimpa malapetaka; maka dia akan banyak berdoa”. QS. Fusshilat (41): 51.Orang yang beriman tentu wajib berbeda dari kaum musyrikin. Setiap muslim seharusnya berdoa hanya kepada Allah dalam segala kondisi. Baik ketika kondisi lapang maupun susah. Saat kaya maupun miskin. Ketika sehat maupun sakit. Saat senang maupun sedih. Siapapun yang mengingat Allah ketika senang, maka Allah pun akan mengingatnya saat susah.“تَعَرَّفْ إِلَى اللَّهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ““Kenalilah Allah saat lapang; niscaya Dia akan mengenalimu ketika engkau susah”. HR. Al-Hakim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma dan dinyatakan sahih oleh al-Albany.Nabi Yunus ‘alaihis salam rajin mengingat Allah dalam segala kondisi. Maka, saat beliau dimakan ikan paus, lalu berdoa kepada Allah, dikabulkanlah oleh-Nya.“فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ . لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ“Artinya: “Sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berdzikir kepada Allah, niscaya dia akan tetap berada di perut (ikan itu) sampai hari kiamat”. QS. Ash-Shaffat (37): 143-144.Bandingkan dengan Fir’aun yang jahat dan lalai dari berdzikir kepada Allah. Saat dia tenggelam dan berkata, “Sekarang aku beriman”, Allah menimpali,“آلآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ“Artinya: “Mengapa baru sekarang (kamu beriman)?! Padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan”. QS. Yunus (10): 91.@ Kereta Api Taksaka, dini hari 17 Jumada Tsaniyah 1439 / 5 Maret 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #130: Menghayati DoaNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #93: Anak dan Adab Tidur Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Berdoa kepada Allah itu bukan hanya saat susah saja. Namun juga ketika dalam kondisi lapang. Yakni ketika kita sedang sehat, lancar rezeki, senang dan yang semisal.Jadi berdoa itu adalah saat lapang dan susah, juga dalam segala kondisi. Jika ketika lapang, kita tidak lupa untuk terus berdoa, niscaya Allah akan kabulkan doa kita saat sedang susah dan kepepet.Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,“مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَسْتَجِيبَ اللَّهُ لَهُ عِنْدَ الشَّدَائِدِ وَالكَرْبِ فَلْيُكْثِرِ الدُّعَاءَ فِي الرَّخَاءِ““Barang siapa menghendaki doanya dikabulkan oleh Allah saat susah dan ditimpa musibah; hendaklah ia memperbanyak doa ketika sedang lapang”. HR. Tirmidzy dan dinilai hasan oleh Syaikh al-Albany.Dalam banyak kesempatan, Allah ta’ala mencela kaum musyrikin, dikarenakan mereka berdoa kepada Allah saat kepepet saja. Bila mereka sudah selamat dan dalam kondisi lapang, maka merekapun melupakan Allah. Bahkan kemudian mereka meminta-minta kepada berhala yang tidak bisa membantu sedikitpun.Allah bercerita,“وَإِذَا أَنْعَمْنَا عَلَى الْإِنْسَانِ أَعْرَضَ وَنَأَى بِجَانِبِهِ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ فَذُو دُعَاءٍ عَرِيضٍ“Artinya: “Apabila kami melimpahkan kenikmatan kepada manusia, maka dia akan berpaling dan menjauhkan diri. Namun bila dia ditimpa malapetaka; maka dia akan banyak berdoa”. QS. Fusshilat (41): 51.Orang yang beriman tentu wajib berbeda dari kaum musyrikin. Setiap muslim seharusnya berdoa hanya kepada Allah dalam segala kondisi. Baik ketika kondisi lapang maupun susah. Saat kaya maupun miskin. Ketika sehat maupun sakit. Saat senang maupun sedih. Siapapun yang mengingat Allah ketika senang, maka Allah pun akan mengingatnya saat susah.“تَعَرَّفْ إِلَى اللَّهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ““Kenalilah Allah saat lapang; niscaya Dia akan mengenalimu ketika engkau susah”. HR. Al-Hakim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma dan dinyatakan sahih oleh al-Albany.Nabi Yunus ‘alaihis salam rajin mengingat Allah dalam segala kondisi. Maka, saat beliau dimakan ikan paus, lalu berdoa kepada Allah, dikabulkanlah oleh-Nya.“فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ . لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ“Artinya: “Sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berdzikir kepada Allah, niscaya dia akan tetap berada di perut (ikan itu) sampai hari kiamat”. QS. Ash-Shaffat (37): 143-144.Bandingkan dengan Fir’aun yang jahat dan lalai dari berdzikir kepada Allah. Saat dia tenggelam dan berkata, “Sekarang aku beriman”, Allah menimpali,“آلآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ“Artinya: “Mengapa baru sekarang (kamu beriman)?! Padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan”. QS. Yunus (10): 91.@ Kereta Api Taksaka, dini hari 17 Jumada Tsaniyah 1439 / 5 Maret 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #130: Menghayati DoaNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #93: Anak dan Adab Tidur Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Berdoa kepada Allah itu bukan hanya saat susah saja. Namun juga ketika dalam kondisi lapang. Yakni ketika kita sedang sehat, lancar rezeki, senang dan yang semisal.Jadi berdoa itu adalah saat lapang dan susah, juga dalam segala kondisi. Jika ketika lapang, kita tidak lupa untuk terus berdoa, niscaya Allah akan kabulkan doa kita saat sedang susah dan kepepet.Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,“مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَسْتَجِيبَ اللَّهُ لَهُ عِنْدَ الشَّدَائِدِ وَالكَرْبِ فَلْيُكْثِرِ الدُّعَاءَ فِي الرَّخَاءِ““Barang siapa menghendaki doanya dikabulkan oleh Allah saat susah dan ditimpa musibah; hendaklah ia memperbanyak doa ketika sedang lapang”. HR. Tirmidzy dan dinilai hasan oleh Syaikh al-Albany.Dalam banyak kesempatan, Allah ta’ala mencela kaum musyrikin, dikarenakan mereka berdoa kepada Allah saat kepepet saja. Bila mereka sudah selamat dan dalam kondisi lapang, maka merekapun melupakan Allah. Bahkan kemudian mereka meminta-minta kepada berhala yang tidak bisa membantu sedikitpun.Allah bercerita,“وَإِذَا أَنْعَمْنَا عَلَى الْإِنْسَانِ أَعْرَضَ وَنَأَى بِجَانِبِهِ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ فَذُو دُعَاءٍ عَرِيضٍ“Artinya: “Apabila kami melimpahkan kenikmatan kepada manusia, maka dia akan berpaling dan menjauhkan diri. Namun bila dia ditimpa malapetaka; maka dia akan banyak berdoa”. QS. Fusshilat (41): 51.Orang yang beriman tentu wajib berbeda dari kaum musyrikin. Setiap muslim seharusnya berdoa hanya kepada Allah dalam segala kondisi. Baik ketika kondisi lapang maupun susah. Saat kaya maupun miskin. Ketika sehat maupun sakit. Saat senang maupun sedih. Siapapun yang mengingat Allah ketika senang, maka Allah pun akan mengingatnya saat susah.“تَعَرَّفْ إِلَى اللَّهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ““Kenalilah Allah saat lapang; niscaya Dia akan mengenalimu ketika engkau susah”. HR. Al-Hakim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma dan dinyatakan sahih oleh al-Albany.Nabi Yunus ‘alaihis salam rajin mengingat Allah dalam segala kondisi. Maka, saat beliau dimakan ikan paus, lalu berdoa kepada Allah, dikabulkanlah oleh-Nya.“فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ . لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ“Artinya: “Sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berdzikir kepada Allah, niscaya dia akan tetap berada di perut (ikan itu) sampai hari kiamat”. QS. Ash-Shaffat (37): 143-144.Bandingkan dengan Fir’aun yang jahat dan lalai dari berdzikir kepada Allah. Saat dia tenggelam dan berkata, “Sekarang aku beriman”, Allah menimpali,“آلآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ“Artinya: “Mengapa baru sekarang (kamu beriman)?! Padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan”. QS. Yunus (10): 91.@ Kereta Api Taksaka, dini hari 17 Jumada Tsaniyah 1439 / 5 Maret 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #130: Menghayati DoaNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #93: Anak dan Adab Tidur Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #93: Anak dan Adab Tidur Bagian 2

Pada pertemuan sebelumnya telah dijelaskan beberapa adab tidur yang perlu kita praktekkan lalu kita ajarkan kepada putra-putri kita sejak dini. Berikut kelanjutannya:Kelima: Membaca doa sebelum tidurAda banyak bacaan yang dianjurkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk kita baca sebelum tidur. Di antaranya: ayat kursi, surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas.Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata,وَكَّلَنِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ ، فَأَتَانِى آتٍ ، فَجَعَلَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ ، فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – . فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – «صَدَقَكَ وَهْوَ كَذُوبٌ ، ذَاكَ شَيْطَانٌ »Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menugaskan aku menjaga harta zakat Ramadhan. Ternyata ada orang yang datang mencuri sebagian zakat itu dan aku berhasil memergokinya. Lalu kukatakan, “Aku pasti akan mengadukanmu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam“. Lalu Abu Hurairah melanjutkan kisahnya. Di akhir si pencuri tadi berkata, “Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Kursi. Niscaya engkau selalu dijaga oleh Allah dan setan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi“. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Benar apa yang dikatakannya padahal aslinya dia itu pendusta. Dia adalah setan“. HR. Bukhari.Dari ‘Aisyah, beliau radhiyallahu ‘anha berkata,كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya, lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau. Dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali”. HR. Bukhari.Juga membaca doa “Bismika allahumma amuutu wa ahyaa”.Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ « بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا » . وَإِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ »“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali)”. HR. Bukhari.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 4 Sya’ban 1438 / 1 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #131: Mengingat Allah Saat LapangNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #94: Anak dan Adab Saat Sakit Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #93: Anak dan Adab Tidur Bagian 2

Pada pertemuan sebelumnya telah dijelaskan beberapa adab tidur yang perlu kita praktekkan lalu kita ajarkan kepada putra-putri kita sejak dini. Berikut kelanjutannya:Kelima: Membaca doa sebelum tidurAda banyak bacaan yang dianjurkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk kita baca sebelum tidur. Di antaranya: ayat kursi, surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas.Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata,وَكَّلَنِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ ، فَأَتَانِى آتٍ ، فَجَعَلَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ ، فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – . فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – «صَدَقَكَ وَهْوَ كَذُوبٌ ، ذَاكَ شَيْطَانٌ »Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menugaskan aku menjaga harta zakat Ramadhan. Ternyata ada orang yang datang mencuri sebagian zakat itu dan aku berhasil memergokinya. Lalu kukatakan, “Aku pasti akan mengadukanmu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam“. Lalu Abu Hurairah melanjutkan kisahnya. Di akhir si pencuri tadi berkata, “Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Kursi. Niscaya engkau selalu dijaga oleh Allah dan setan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi“. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Benar apa yang dikatakannya padahal aslinya dia itu pendusta. Dia adalah setan“. HR. Bukhari.Dari ‘Aisyah, beliau radhiyallahu ‘anha berkata,كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya, lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau. Dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali”. HR. Bukhari.Juga membaca doa “Bismika allahumma amuutu wa ahyaa”.Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ « بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا » . وَإِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ »“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali)”. HR. Bukhari.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 4 Sya’ban 1438 / 1 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #131: Mengingat Allah Saat LapangNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #94: Anak dan Adab Saat Sakit Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Pada pertemuan sebelumnya telah dijelaskan beberapa adab tidur yang perlu kita praktekkan lalu kita ajarkan kepada putra-putri kita sejak dini. Berikut kelanjutannya:Kelima: Membaca doa sebelum tidurAda banyak bacaan yang dianjurkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk kita baca sebelum tidur. Di antaranya: ayat kursi, surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas.Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata,وَكَّلَنِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ ، فَأَتَانِى آتٍ ، فَجَعَلَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ ، فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – . فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – «صَدَقَكَ وَهْوَ كَذُوبٌ ، ذَاكَ شَيْطَانٌ »Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menugaskan aku menjaga harta zakat Ramadhan. Ternyata ada orang yang datang mencuri sebagian zakat itu dan aku berhasil memergokinya. Lalu kukatakan, “Aku pasti akan mengadukanmu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam“. Lalu Abu Hurairah melanjutkan kisahnya. Di akhir si pencuri tadi berkata, “Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Kursi. Niscaya engkau selalu dijaga oleh Allah dan setan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi“. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Benar apa yang dikatakannya padahal aslinya dia itu pendusta. Dia adalah setan“. HR. Bukhari.Dari ‘Aisyah, beliau radhiyallahu ‘anha berkata,كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya, lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau. Dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali”. HR. Bukhari.Juga membaca doa “Bismika allahumma amuutu wa ahyaa”.Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ « بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا » . وَإِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ »“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali)”. HR. Bukhari.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 4 Sya’ban 1438 / 1 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #131: Mengingat Allah Saat LapangNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #94: Anak dan Adab Saat Sakit Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Pada pertemuan sebelumnya telah dijelaskan beberapa adab tidur yang perlu kita praktekkan lalu kita ajarkan kepada putra-putri kita sejak dini. Berikut kelanjutannya:Kelima: Membaca doa sebelum tidurAda banyak bacaan yang dianjurkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk kita baca sebelum tidur. Di antaranya: ayat kursi, surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas.Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata,وَكَّلَنِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ ، فَأَتَانِى آتٍ ، فَجَعَلَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ ، فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – . فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – «صَدَقَكَ وَهْوَ كَذُوبٌ ، ذَاكَ شَيْطَانٌ »Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menugaskan aku menjaga harta zakat Ramadhan. Ternyata ada orang yang datang mencuri sebagian zakat itu dan aku berhasil memergokinya. Lalu kukatakan, “Aku pasti akan mengadukanmu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam“. Lalu Abu Hurairah melanjutkan kisahnya. Di akhir si pencuri tadi berkata, “Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Kursi. Niscaya engkau selalu dijaga oleh Allah dan setan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi“. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Benar apa yang dikatakannya padahal aslinya dia itu pendusta. Dia adalah setan“. HR. Bukhari.Dari ‘Aisyah, beliau radhiyallahu ‘anha berkata,كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya, lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau. Dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali”. HR. Bukhari.Juga membaca doa “Bismika allahumma amuutu wa ahyaa”.Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ « بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا » . وَإِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ »“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali)”. HR. Bukhari.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 4 Sya’ban 1438 / 1 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #131: Mengingat Allah Saat LapangNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #94: Anak dan Adab Saat Sakit Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Prev     Next