Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 120: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 2

Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Namun perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Pada pertemuan sebelumnya sudah kita jelaskan sebagian dari mereka. Berikut kelanjutannya:Kelima: Muslim yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan diaDoa seperti ini lebih mustajab sebab biasanya lebih ikhlas. Demikian keterangan yang disampaikan Imam Nawawiy rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: “وَلَكَ بِمِثْلٍ““Tidaklah seorang muslim mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan dia; melainkan malaikat akan berkata, “Dan untukmu juga”. HR. Muslim dari Abu Darda’ radhiyallahu’anhu.Dalam hadits lain disebutkan,عن أُمَّ الدَّرْدَاءِ رضي الله عنها أنها قَالَتْ لصفوان: “أَتُرِيدُ الْحَجَّ الْعَامَ؟”، قال: فَقُلْتُ: “نَعَمْ“، قَالَتْ: “فَادْعُ اللهَ لَنَا بِخَيْرٍ“، فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ: ” دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: “آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ”Suatu hari Ummu Darda’ radhiyallahu ‘anha berkata kepada Shafwan, “Apakah engkau akan berangkat haji tahun ini?”. Beliau menjawab, “Ya”. Ummu Darda’ melanjutkan, “Doakanlah kebaikan untuk kami”. Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuan dia adalah mustajab. Di dekat kepalanya ada seorang malaikat yang ditugasi untuk mengamini, setiap dia berdoa kebaikan untuk saudaranya. Sang malaikat berkata, “Amin. Engkau pun akan mendapat hal yang serupa”. HR. Muslim.Keenam: Hamba yang patuh kepada AllahSemakin insan menaati perintah Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alahi wasallam serta menjauhi larangan, maka peluang doa yang dipanjatkannya semakin besar untuk dikabulkan.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ اللَّهَ قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ: كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُDari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah ta’ala berfirman, “Barang siapa memusuhi kekasih-Ku, maka sungguh Aku mengumumkan perang padanya. Tidak ada amalan yang lebih Aku cintai dibanding amalan yang Kuwajibkan atas hamba-Ku. Semakin banyak ia melakukan amalan sunnah, maka Aku semakin mencintainya. Bila Aku mencintainya, maka pendengarannya akan Kubimbing, penglihatannya akan Kubimbing, tangannya akan Kubimbing dan kakinya juga akan Kubimbing. Bila ia meminta sesuatu pada-Ku niscaya akan Kuberi. Dan bila ia memohon perlindungan pada-Ku niscaya akan Kulindungi”. HR. Bukhari. Bersambung… Post navigation Previous [Video] Gotong Royong Dalam Berumah TanggaNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 120: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 2

Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Namun perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Pada pertemuan sebelumnya sudah kita jelaskan sebagian dari mereka. Berikut kelanjutannya:Kelima: Muslim yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan diaDoa seperti ini lebih mustajab sebab biasanya lebih ikhlas. Demikian keterangan yang disampaikan Imam Nawawiy rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: “وَلَكَ بِمِثْلٍ““Tidaklah seorang muslim mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan dia; melainkan malaikat akan berkata, “Dan untukmu juga”. HR. Muslim dari Abu Darda’ radhiyallahu’anhu.Dalam hadits lain disebutkan,عن أُمَّ الدَّرْدَاءِ رضي الله عنها أنها قَالَتْ لصفوان: “أَتُرِيدُ الْحَجَّ الْعَامَ؟”، قال: فَقُلْتُ: “نَعَمْ“، قَالَتْ: “فَادْعُ اللهَ لَنَا بِخَيْرٍ“، فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ: ” دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: “آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ”Suatu hari Ummu Darda’ radhiyallahu ‘anha berkata kepada Shafwan, “Apakah engkau akan berangkat haji tahun ini?”. Beliau menjawab, “Ya”. Ummu Darda’ melanjutkan, “Doakanlah kebaikan untuk kami”. Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuan dia adalah mustajab. Di dekat kepalanya ada seorang malaikat yang ditugasi untuk mengamini, setiap dia berdoa kebaikan untuk saudaranya. Sang malaikat berkata, “Amin. Engkau pun akan mendapat hal yang serupa”. HR. Muslim.Keenam: Hamba yang patuh kepada AllahSemakin insan menaati perintah Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alahi wasallam serta menjauhi larangan, maka peluang doa yang dipanjatkannya semakin besar untuk dikabulkan.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ اللَّهَ قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ: كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُDari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah ta’ala berfirman, “Barang siapa memusuhi kekasih-Ku, maka sungguh Aku mengumumkan perang padanya. Tidak ada amalan yang lebih Aku cintai dibanding amalan yang Kuwajibkan atas hamba-Ku. Semakin banyak ia melakukan amalan sunnah, maka Aku semakin mencintainya. Bila Aku mencintainya, maka pendengarannya akan Kubimbing, penglihatannya akan Kubimbing, tangannya akan Kubimbing dan kakinya juga akan Kubimbing. Bila ia meminta sesuatu pada-Ku niscaya akan Kuberi. Dan bila ia memohon perlindungan pada-Ku niscaya akan Kulindungi”. HR. Bukhari. Bersambung… Post navigation Previous [Video] Gotong Royong Dalam Berumah TanggaNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Namun perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Pada pertemuan sebelumnya sudah kita jelaskan sebagian dari mereka. Berikut kelanjutannya:Kelima: Muslim yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan diaDoa seperti ini lebih mustajab sebab biasanya lebih ikhlas. Demikian keterangan yang disampaikan Imam Nawawiy rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: “وَلَكَ بِمِثْلٍ““Tidaklah seorang muslim mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan dia; melainkan malaikat akan berkata, “Dan untukmu juga”. HR. Muslim dari Abu Darda’ radhiyallahu’anhu.Dalam hadits lain disebutkan,عن أُمَّ الدَّرْدَاءِ رضي الله عنها أنها قَالَتْ لصفوان: “أَتُرِيدُ الْحَجَّ الْعَامَ؟”، قال: فَقُلْتُ: “نَعَمْ“، قَالَتْ: “فَادْعُ اللهَ لَنَا بِخَيْرٍ“، فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ: ” دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: “آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ”Suatu hari Ummu Darda’ radhiyallahu ‘anha berkata kepada Shafwan, “Apakah engkau akan berangkat haji tahun ini?”. Beliau menjawab, “Ya”. Ummu Darda’ melanjutkan, “Doakanlah kebaikan untuk kami”. Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuan dia adalah mustajab. Di dekat kepalanya ada seorang malaikat yang ditugasi untuk mengamini, setiap dia berdoa kebaikan untuk saudaranya. Sang malaikat berkata, “Amin. Engkau pun akan mendapat hal yang serupa”. HR. Muslim.Keenam: Hamba yang patuh kepada AllahSemakin insan menaati perintah Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alahi wasallam serta menjauhi larangan, maka peluang doa yang dipanjatkannya semakin besar untuk dikabulkan.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ اللَّهَ قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ: كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُDari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah ta’ala berfirman, “Barang siapa memusuhi kekasih-Ku, maka sungguh Aku mengumumkan perang padanya. Tidak ada amalan yang lebih Aku cintai dibanding amalan yang Kuwajibkan atas hamba-Ku. Semakin banyak ia melakukan amalan sunnah, maka Aku semakin mencintainya. Bila Aku mencintainya, maka pendengarannya akan Kubimbing, penglihatannya akan Kubimbing, tangannya akan Kubimbing dan kakinya juga akan Kubimbing. Bila ia meminta sesuatu pada-Ku niscaya akan Kuberi. Dan bila ia memohon perlindungan pada-Ku niscaya akan Kulindungi”. HR. Bukhari. Bersambung… Post navigation Previous [Video] Gotong Royong Dalam Berumah TanggaNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Namun perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Pada pertemuan sebelumnya sudah kita jelaskan sebagian dari mereka. Berikut kelanjutannya:Kelima: Muslim yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan diaDoa seperti ini lebih mustajab sebab biasanya lebih ikhlas. Demikian keterangan yang disampaikan Imam Nawawiy rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: “وَلَكَ بِمِثْلٍ““Tidaklah seorang muslim mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan dia; melainkan malaikat akan berkata, “Dan untukmu juga”. HR. Muslim dari Abu Darda’ radhiyallahu’anhu.Dalam hadits lain disebutkan,عن أُمَّ الدَّرْدَاءِ رضي الله عنها أنها قَالَتْ لصفوان: “أَتُرِيدُ الْحَجَّ الْعَامَ؟”، قال: فَقُلْتُ: “نَعَمْ“، قَالَتْ: “فَادْعُ اللهَ لَنَا بِخَيْرٍ“، فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ: ” دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: “آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ”Suatu hari Ummu Darda’ radhiyallahu ‘anha berkata kepada Shafwan, “Apakah engkau akan berangkat haji tahun ini?”. Beliau menjawab, “Ya”. Ummu Darda’ melanjutkan, “Doakanlah kebaikan untuk kami”. Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuan dia adalah mustajab. Di dekat kepalanya ada seorang malaikat yang ditugasi untuk mengamini, setiap dia berdoa kebaikan untuk saudaranya. Sang malaikat berkata, “Amin. Engkau pun akan mendapat hal yang serupa”. HR. Muslim.Keenam: Hamba yang patuh kepada AllahSemakin insan menaati perintah Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alahi wasallam serta menjauhi larangan, maka peluang doa yang dipanjatkannya semakin besar untuk dikabulkan.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ اللَّهَ قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ: كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُDari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah ta’ala berfirman, “Barang siapa memusuhi kekasih-Ku, maka sungguh Aku mengumumkan perang padanya. Tidak ada amalan yang lebih Aku cintai dibanding amalan yang Kuwajibkan atas hamba-Ku. Semakin banyak ia melakukan amalan sunnah, maka Aku semakin mencintainya. Bila Aku mencintainya, maka pendengarannya akan Kubimbing, penglihatannya akan Kubimbing, tangannya akan Kubimbing dan kakinya juga akan Kubimbing. Bila ia meminta sesuatu pada-Ku niscaya akan Kuberi. Dan bila ia memohon perlindungan pada-Ku niscaya akan Kulindungi”. HR. Bukhari. Bersambung… Post navigation Previous [Video] Gotong Royong Dalam Berumah TanggaNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3

Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Namun perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Pada pertemuan sebelumnya sudah kita jelaskan sebagian dari mereka. Berikut kelanjutannya:Ketujuh: Orang yang ditimpa kesulitanOrang yang ditimpa kesusahan, lalu dia mau menghiba kepada Allah ta’ala dengan sepenuh hati, ketulusan dan harapan yang sangat tinggi; niscaya doanya tidak akan ditolak. Allah subhanah berfirman,“أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ“Artinya: “Siapakah yang akan mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan, apabila dia berdoa kepada-Nya dan siapakah yang menghilangkan kesusahan (kalau bukan Allah)?”. QS. An-Naml (27): 62.Dalam Tafsîr al-Qurthubiy dinukil keterangan sebagian ulama tentang ayat di atas, “Allah ta’ala menjamin dikabulkannya doa orang yang ditimpa kesulitan. Dia sendiri yang mengabarkan janji tersebut. Sebab penghibaan dia kepada Allah, muncul dari ketulusan hati dan hilangnya ketergantungan kepada selain Allah. Ketulusan seperti ini memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah…”.Bukankah kita masih mengingat bagaimana kisah Nabi Yunus ‘alaihissalam, saat beliau dimakan ikan paus? Allah ‘azza wa jalla berfirman,“وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88)“Artinya: “(Ingatlah kisah) Dzun Nun (Nabi Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah. Ia mengira bahwa Kami tidak bisa menekannya. Akhirnya iapun berdoa dalam kegelapan yang sangat (yakni di dalam perut ikan, di dasar lautan dan di malam hari), “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang bersalah)”. Maka Kami pun mengabulkan doanya dan menyelamatkannya dari musibah. Demikianlah kami menyelamatkan orang-orang yang beriman”. QS. Al-Anbiya’ (21): 87-88.Doa nabi Yunus ini diterangkan dalam hadits yang sahih, bila dibaca oleh seseorang, maka pasti doanya bakal dikabulkan Allah ta’ala.“دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الحُوتِ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ“.“Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) yang beliau baca saat berada di dalam perut ikan paus, “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang zalim)”. Sungguh setiap muslim yang bertawassul dalam doanya dengan bacaan tersebut, pasti Allah akan mengabulkan, apapun hajatnya”. HR. Tirmidziy dari Sa’ad radhiyallahu ‘anhu dan dinilai sahih oleh al-Albaniy. Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 120: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 2Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada Tuntunannya Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3

Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Namun perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Pada pertemuan sebelumnya sudah kita jelaskan sebagian dari mereka. Berikut kelanjutannya:Ketujuh: Orang yang ditimpa kesulitanOrang yang ditimpa kesusahan, lalu dia mau menghiba kepada Allah ta’ala dengan sepenuh hati, ketulusan dan harapan yang sangat tinggi; niscaya doanya tidak akan ditolak. Allah subhanah berfirman,“أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ“Artinya: “Siapakah yang akan mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan, apabila dia berdoa kepada-Nya dan siapakah yang menghilangkan kesusahan (kalau bukan Allah)?”. QS. An-Naml (27): 62.Dalam Tafsîr al-Qurthubiy dinukil keterangan sebagian ulama tentang ayat di atas, “Allah ta’ala menjamin dikabulkannya doa orang yang ditimpa kesulitan. Dia sendiri yang mengabarkan janji tersebut. Sebab penghibaan dia kepada Allah, muncul dari ketulusan hati dan hilangnya ketergantungan kepada selain Allah. Ketulusan seperti ini memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah…”.Bukankah kita masih mengingat bagaimana kisah Nabi Yunus ‘alaihissalam, saat beliau dimakan ikan paus? Allah ‘azza wa jalla berfirman,“وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88)“Artinya: “(Ingatlah kisah) Dzun Nun (Nabi Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah. Ia mengira bahwa Kami tidak bisa menekannya. Akhirnya iapun berdoa dalam kegelapan yang sangat (yakni di dalam perut ikan, di dasar lautan dan di malam hari), “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang bersalah)”. Maka Kami pun mengabulkan doanya dan menyelamatkannya dari musibah. Demikianlah kami menyelamatkan orang-orang yang beriman”. QS. Al-Anbiya’ (21): 87-88.Doa nabi Yunus ini diterangkan dalam hadits yang sahih, bila dibaca oleh seseorang, maka pasti doanya bakal dikabulkan Allah ta’ala.“دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الحُوتِ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ“.“Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) yang beliau baca saat berada di dalam perut ikan paus, “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang zalim)”. Sungguh setiap muslim yang bertawassul dalam doanya dengan bacaan tersebut, pasti Allah akan mengabulkan, apapun hajatnya”. HR. Tirmidziy dari Sa’ad radhiyallahu ‘anhu dan dinilai sahih oleh al-Albaniy. Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 120: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 2Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada Tuntunannya Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Namun perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Pada pertemuan sebelumnya sudah kita jelaskan sebagian dari mereka. Berikut kelanjutannya:Ketujuh: Orang yang ditimpa kesulitanOrang yang ditimpa kesusahan, lalu dia mau menghiba kepada Allah ta’ala dengan sepenuh hati, ketulusan dan harapan yang sangat tinggi; niscaya doanya tidak akan ditolak. Allah subhanah berfirman,“أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ“Artinya: “Siapakah yang akan mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan, apabila dia berdoa kepada-Nya dan siapakah yang menghilangkan kesusahan (kalau bukan Allah)?”. QS. An-Naml (27): 62.Dalam Tafsîr al-Qurthubiy dinukil keterangan sebagian ulama tentang ayat di atas, “Allah ta’ala menjamin dikabulkannya doa orang yang ditimpa kesulitan. Dia sendiri yang mengabarkan janji tersebut. Sebab penghibaan dia kepada Allah, muncul dari ketulusan hati dan hilangnya ketergantungan kepada selain Allah. Ketulusan seperti ini memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah…”.Bukankah kita masih mengingat bagaimana kisah Nabi Yunus ‘alaihissalam, saat beliau dimakan ikan paus? Allah ‘azza wa jalla berfirman,“وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88)“Artinya: “(Ingatlah kisah) Dzun Nun (Nabi Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah. Ia mengira bahwa Kami tidak bisa menekannya. Akhirnya iapun berdoa dalam kegelapan yang sangat (yakni di dalam perut ikan, di dasar lautan dan di malam hari), “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang bersalah)”. Maka Kami pun mengabulkan doanya dan menyelamatkannya dari musibah. Demikianlah kami menyelamatkan orang-orang yang beriman”. QS. Al-Anbiya’ (21): 87-88.Doa nabi Yunus ini diterangkan dalam hadits yang sahih, bila dibaca oleh seseorang, maka pasti doanya bakal dikabulkan Allah ta’ala.“دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الحُوتِ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ“.“Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) yang beliau baca saat berada di dalam perut ikan paus, “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang zalim)”. Sungguh setiap muslim yang bertawassul dalam doanya dengan bacaan tersebut, pasti Allah akan mengabulkan, apapun hajatnya”. HR. Tirmidziy dari Sa’ad radhiyallahu ‘anhu dan dinilai sahih oleh al-Albaniy. Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 120: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 2Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada Tuntunannya Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Namun perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Pada pertemuan sebelumnya sudah kita jelaskan sebagian dari mereka. Berikut kelanjutannya:Ketujuh: Orang yang ditimpa kesulitanOrang yang ditimpa kesusahan, lalu dia mau menghiba kepada Allah ta’ala dengan sepenuh hati, ketulusan dan harapan yang sangat tinggi; niscaya doanya tidak akan ditolak. Allah subhanah berfirman,“أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ“Artinya: “Siapakah yang akan mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan, apabila dia berdoa kepada-Nya dan siapakah yang menghilangkan kesusahan (kalau bukan Allah)?”. QS. An-Naml (27): 62.Dalam Tafsîr al-Qurthubiy dinukil keterangan sebagian ulama tentang ayat di atas, “Allah ta’ala menjamin dikabulkannya doa orang yang ditimpa kesulitan. Dia sendiri yang mengabarkan janji tersebut. Sebab penghibaan dia kepada Allah, muncul dari ketulusan hati dan hilangnya ketergantungan kepada selain Allah. Ketulusan seperti ini memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah…”.Bukankah kita masih mengingat bagaimana kisah Nabi Yunus ‘alaihissalam, saat beliau dimakan ikan paus? Allah ‘azza wa jalla berfirman,“وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88)“Artinya: “(Ingatlah kisah) Dzun Nun (Nabi Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah. Ia mengira bahwa Kami tidak bisa menekannya. Akhirnya iapun berdoa dalam kegelapan yang sangat (yakni di dalam perut ikan, di dasar lautan dan di malam hari), “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang bersalah)”. Maka Kami pun mengabulkan doanya dan menyelamatkannya dari musibah. Demikianlah kami menyelamatkan orang-orang yang beriman”. QS. Al-Anbiya’ (21): 87-88.Doa nabi Yunus ini diterangkan dalam hadits yang sahih, bila dibaca oleh seseorang, maka pasti doanya bakal dikabulkan Allah ta’ala.“دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الحُوتِ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ“.“Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) yang beliau baca saat berada di dalam perut ikan paus, “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang zalim)”. Sungguh setiap muslim yang bertawassul dalam doanya dengan bacaan tersebut, pasti Allah akan mengabulkan, apapun hajatnya”. HR. Tirmidziy dari Sa’ad radhiyallahu ‘anhu dan dinilai sahih oleh al-Albaniy. Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 120: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 2Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada Tuntunannya Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada Tuntunannya

Doa adalah salah satu ibadah mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sehingga kewajiban setiap muslim adalah mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat mengamalkannya. Sebab tuntunan beliau adalah yang terbaik, tersempurna dan terbenar.Beliau telah menerangkan sejelas-jelasnya segala hal yang berkaitan dengan doa. Kapan waktu mustajabnya? Di mana tempat yang mustajab? Kondisi seperti apa yang mustajab? Siapa orang-orang yang doanya mustajab? Dan lain sebagainya.Doa untuk segala kondisi yang dibutuhkan setiap insan, juga sudah dijelaskan doanya. Saat dia sedih atau senang, sakit atau sehat, mendapat nikmat atau ditimpa musibah, bepergian atau menetap dan berbagai kondisi lainnya. Saat akan tidur atau bangun tidur, ketika memasuki kamar mandi atau keluar darinya, saat mengenakan pakaian atau melepaskannya, ketika memasuki masjid atau keluar darinya dan masih banyak lagi yang lainnya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِىٌّ قَبْلِى إِلاَّ كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ…”.“Tidak ada satu nabi pun sebelumku, melainkan wajib mengajarkan kebaikan yang ia ketahui kepada ummatnya dan memperingatkan mereka dari keburukan yang ia ketahui…”. HR. Muslim (no. 1844) dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu.Maka sungguh amat memprihatinkan keadaan sebagian orang yang disibukkan dengan doa-doa yang tidak ada tuntunannya. Di waktu yang sama, doa-doa yang ada tuntunannya malah ia tinggalkan.Imam ath-Tharthusyiy (w. 520 H) berkata, “Di antara perilaku yang paling aneh, adalah meninggalkan doa-doa yang disebutkan Allah dalam al-Qur’an. Doa yang dipanjatkan para nabi, para wali, para manusia pilihan, dan doa tersebut telah terjamin mustajab. Kemudian memilih berdoa dengan doa-doa para penyair dan penulis biasa. Seakan telah mengamalkan seluruh doa para nabi, lalu merasa perlu untuk menambahinya dengan doa dari selain mereka”.Yang lebih parah lagi, seringkali doa-doa bikinan sendiri itu mengandung kata-kata kufur dan permohonan bantuan kepada selain Allah ta’ala.Setelah menjelaskan tentang pentingnya mencukupkan diri dengan doa-doa yang termaktub dalam al-Qur’an dan Sunnah, Imam al-Qarafiy (w. 684 H) mengingatkan dari doa-doa yang menyimpang.Kata beliau, “Wajib menjauhi doa-doa yang mengandung kekufuran dan yang semisalnya. Sebab akan mendatangkan kemurkaan Allah dan mengakibatkan kekal di neraka”.Adapun doa yang bersifat umum, tidak terbatas waktu atau tempat, yang tidak ditentukan syariat redaksi doanya, maka tidak mengapa bagi seorang muslim untuk menggunakan redaksi sendiri. Namun dengan syarat, redaksi tersebut tidak mengandung unsur penyimpangan, tidak diyakini memiliki keistimewaan khusus, dan tidak dirutinkan pengamalannya.Akan tetapi dengan tetap memprioritaskan doa yang ada di dalam al-Qur’an dan Sunnah. Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 123: Berdoalah Hanya Kepada Allah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada Tuntunannya

Doa adalah salah satu ibadah mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sehingga kewajiban setiap muslim adalah mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat mengamalkannya. Sebab tuntunan beliau adalah yang terbaik, tersempurna dan terbenar.Beliau telah menerangkan sejelas-jelasnya segala hal yang berkaitan dengan doa. Kapan waktu mustajabnya? Di mana tempat yang mustajab? Kondisi seperti apa yang mustajab? Siapa orang-orang yang doanya mustajab? Dan lain sebagainya.Doa untuk segala kondisi yang dibutuhkan setiap insan, juga sudah dijelaskan doanya. Saat dia sedih atau senang, sakit atau sehat, mendapat nikmat atau ditimpa musibah, bepergian atau menetap dan berbagai kondisi lainnya. Saat akan tidur atau bangun tidur, ketika memasuki kamar mandi atau keluar darinya, saat mengenakan pakaian atau melepaskannya, ketika memasuki masjid atau keluar darinya dan masih banyak lagi yang lainnya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِىٌّ قَبْلِى إِلاَّ كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ…”.“Tidak ada satu nabi pun sebelumku, melainkan wajib mengajarkan kebaikan yang ia ketahui kepada ummatnya dan memperingatkan mereka dari keburukan yang ia ketahui…”. HR. Muslim (no. 1844) dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu.Maka sungguh amat memprihatinkan keadaan sebagian orang yang disibukkan dengan doa-doa yang tidak ada tuntunannya. Di waktu yang sama, doa-doa yang ada tuntunannya malah ia tinggalkan.Imam ath-Tharthusyiy (w. 520 H) berkata, “Di antara perilaku yang paling aneh, adalah meninggalkan doa-doa yang disebutkan Allah dalam al-Qur’an. Doa yang dipanjatkan para nabi, para wali, para manusia pilihan, dan doa tersebut telah terjamin mustajab. Kemudian memilih berdoa dengan doa-doa para penyair dan penulis biasa. Seakan telah mengamalkan seluruh doa para nabi, lalu merasa perlu untuk menambahinya dengan doa dari selain mereka”.Yang lebih parah lagi, seringkali doa-doa bikinan sendiri itu mengandung kata-kata kufur dan permohonan bantuan kepada selain Allah ta’ala.Setelah menjelaskan tentang pentingnya mencukupkan diri dengan doa-doa yang termaktub dalam al-Qur’an dan Sunnah, Imam al-Qarafiy (w. 684 H) mengingatkan dari doa-doa yang menyimpang.Kata beliau, “Wajib menjauhi doa-doa yang mengandung kekufuran dan yang semisalnya. Sebab akan mendatangkan kemurkaan Allah dan mengakibatkan kekal di neraka”.Adapun doa yang bersifat umum, tidak terbatas waktu atau tempat, yang tidak ditentukan syariat redaksi doanya, maka tidak mengapa bagi seorang muslim untuk menggunakan redaksi sendiri. Namun dengan syarat, redaksi tersebut tidak mengandung unsur penyimpangan, tidak diyakini memiliki keistimewaan khusus, dan tidak dirutinkan pengamalannya.Akan tetapi dengan tetap memprioritaskan doa yang ada di dalam al-Qur’an dan Sunnah. Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 123: Berdoalah Hanya Kepada Allah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Doa adalah salah satu ibadah mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sehingga kewajiban setiap muslim adalah mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat mengamalkannya. Sebab tuntunan beliau adalah yang terbaik, tersempurna dan terbenar.Beliau telah menerangkan sejelas-jelasnya segala hal yang berkaitan dengan doa. Kapan waktu mustajabnya? Di mana tempat yang mustajab? Kondisi seperti apa yang mustajab? Siapa orang-orang yang doanya mustajab? Dan lain sebagainya.Doa untuk segala kondisi yang dibutuhkan setiap insan, juga sudah dijelaskan doanya. Saat dia sedih atau senang, sakit atau sehat, mendapat nikmat atau ditimpa musibah, bepergian atau menetap dan berbagai kondisi lainnya. Saat akan tidur atau bangun tidur, ketika memasuki kamar mandi atau keluar darinya, saat mengenakan pakaian atau melepaskannya, ketika memasuki masjid atau keluar darinya dan masih banyak lagi yang lainnya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِىٌّ قَبْلِى إِلاَّ كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ…”.“Tidak ada satu nabi pun sebelumku, melainkan wajib mengajarkan kebaikan yang ia ketahui kepada ummatnya dan memperingatkan mereka dari keburukan yang ia ketahui…”. HR. Muslim (no. 1844) dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu.Maka sungguh amat memprihatinkan keadaan sebagian orang yang disibukkan dengan doa-doa yang tidak ada tuntunannya. Di waktu yang sama, doa-doa yang ada tuntunannya malah ia tinggalkan.Imam ath-Tharthusyiy (w. 520 H) berkata, “Di antara perilaku yang paling aneh, adalah meninggalkan doa-doa yang disebutkan Allah dalam al-Qur’an. Doa yang dipanjatkan para nabi, para wali, para manusia pilihan, dan doa tersebut telah terjamin mustajab. Kemudian memilih berdoa dengan doa-doa para penyair dan penulis biasa. Seakan telah mengamalkan seluruh doa para nabi, lalu merasa perlu untuk menambahinya dengan doa dari selain mereka”.Yang lebih parah lagi, seringkali doa-doa bikinan sendiri itu mengandung kata-kata kufur dan permohonan bantuan kepada selain Allah ta’ala.Setelah menjelaskan tentang pentingnya mencukupkan diri dengan doa-doa yang termaktub dalam al-Qur’an dan Sunnah, Imam al-Qarafiy (w. 684 H) mengingatkan dari doa-doa yang menyimpang.Kata beliau, “Wajib menjauhi doa-doa yang mengandung kekufuran dan yang semisalnya. Sebab akan mendatangkan kemurkaan Allah dan mengakibatkan kekal di neraka”.Adapun doa yang bersifat umum, tidak terbatas waktu atau tempat, yang tidak ditentukan syariat redaksi doanya, maka tidak mengapa bagi seorang muslim untuk menggunakan redaksi sendiri. Namun dengan syarat, redaksi tersebut tidak mengandung unsur penyimpangan, tidak diyakini memiliki keistimewaan khusus, dan tidak dirutinkan pengamalannya.Akan tetapi dengan tetap memprioritaskan doa yang ada di dalam al-Qur’an dan Sunnah. Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 123: Berdoalah Hanya Kepada Allah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Doa adalah salah satu ibadah mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sehingga kewajiban setiap muslim adalah mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat mengamalkannya. Sebab tuntunan beliau adalah yang terbaik, tersempurna dan terbenar.Beliau telah menerangkan sejelas-jelasnya segala hal yang berkaitan dengan doa. Kapan waktu mustajabnya? Di mana tempat yang mustajab? Kondisi seperti apa yang mustajab? Siapa orang-orang yang doanya mustajab? Dan lain sebagainya.Doa untuk segala kondisi yang dibutuhkan setiap insan, juga sudah dijelaskan doanya. Saat dia sedih atau senang, sakit atau sehat, mendapat nikmat atau ditimpa musibah, bepergian atau menetap dan berbagai kondisi lainnya. Saat akan tidur atau bangun tidur, ketika memasuki kamar mandi atau keluar darinya, saat mengenakan pakaian atau melepaskannya, ketika memasuki masjid atau keluar darinya dan masih banyak lagi yang lainnya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِىٌّ قَبْلِى إِلاَّ كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ…”.“Tidak ada satu nabi pun sebelumku, melainkan wajib mengajarkan kebaikan yang ia ketahui kepada ummatnya dan memperingatkan mereka dari keburukan yang ia ketahui…”. HR. Muslim (no. 1844) dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu.Maka sungguh amat memprihatinkan keadaan sebagian orang yang disibukkan dengan doa-doa yang tidak ada tuntunannya. Di waktu yang sama, doa-doa yang ada tuntunannya malah ia tinggalkan.Imam ath-Tharthusyiy (w. 520 H) berkata, “Di antara perilaku yang paling aneh, adalah meninggalkan doa-doa yang disebutkan Allah dalam al-Qur’an. Doa yang dipanjatkan para nabi, para wali, para manusia pilihan, dan doa tersebut telah terjamin mustajab. Kemudian memilih berdoa dengan doa-doa para penyair dan penulis biasa. Seakan telah mengamalkan seluruh doa para nabi, lalu merasa perlu untuk menambahinya dengan doa dari selain mereka”.Yang lebih parah lagi, seringkali doa-doa bikinan sendiri itu mengandung kata-kata kufur dan permohonan bantuan kepada selain Allah ta’ala.Setelah menjelaskan tentang pentingnya mencukupkan diri dengan doa-doa yang termaktub dalam al-Qur’an dan Sunnah, Imam al-Qarafiy (w. 684 H) mengingatkan dari doa-doa yang menyimpang.Kata beliau, “Wajib menjauhi doa-doa yang mengandung kekufuran dan yang semisalnya. Sebab akan mendatangkan kemurkaan Allah dan mengakibatkan kekal di neraka”.Adapun doa yang bersifat umum, tidak terbatas waktu atau tempat, yang tidak ditentukan syariat redaksi doanya, maka tidak mengapa bagi seorang muslim untuk menggunakan redaksi sendiri. Namun dengan syarat, redaksi tersebut tidak mengandung unsur penyimpangan, tidak diyakini memiliki keistimewaan khusus, dan tidak dirutinkan pengamalannya.Akan tetapi dengan tetap memprioritaskan doa yang ada di dalam al-Qur’an dan Sunnah. Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 123: Berdoalah Hanya Kepada Allah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 123: Berdoalah Hanya Kepada Allah

Tidak diragukan lagi bahwa setiap muslim yang berdoa, tentu menginginkan permintaannya terkabul. Namun perlu diketahui bahwa agar doa yang kita panjatkan itu dikabulkan, ada syarat-syarat dan etika-etika yang harus kita penuhi. Semua syarat dan etika itu penting. Namun levelnya tidak sama. Ada yang primer dan ada yang sekunder. Ada yang wajib dan ada yang sunnah.Di antara syarat utama yang wajib dipenuhi, adalah doa tersebut harus ikhlas karena Allah. Yakni doa itu tertuju hanya kepada Allah saja.Allah ta’ala berfirman,“فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ“.Artinya: “Berdoalah kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya. Walaupun orang-orang kafir membenci hal itu.” QS. Ghafir (40): 14.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah berpesan,“إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّه. وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ“.“Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh manusia bersatu-padu untuk membantumu, keinginan mereka tidak akan tercapai, kecuali bila Allah telah takdirkan hal itu. Dan seandainya mereka bersatu-padu untuk mencelakaimu, niscaya keinginan mereka tidak akan tercapai, kecuali bila Allah telah takdirkan hal itu. Pena takdir telah diangkat dan tinta catatan takdir telah kering”. HR. Tirmidzi dan beliau berkomentar, “Hasan sahih”.‘Auf bin Malik al-Asyja’iy radhiyallahu ‘anhu bertutur, “Suatu hari kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Jumlah kami Sembilan, delapan atau tujuh orang. Beliau bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Saat itu kami baru saja berbaiat kepada beliau. Maka kami pun menjawab, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah?”. Beliau kembali bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami menjawab lagi, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah?”. Beliau kembali bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami menjawab lagi, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah? Kami membaiatmu dalam hal apa?”. Beliau menjawab, “عَلَى أَنْ تَعْبُدُوا اللهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وَالصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ، وَتُطِيعُوا – وَأَسَرَّ كَلِمَةً خَفِيَّةً – وَلَا تَسْأَلُوا النَّاسَ شَيْئًا““Kalian harus beribadah kepada Allah dan tidak mempersekutukannya dengan suatu apapun. Tunaikan shalat lima waktu. Patuhlah”. Lalu beliau membisikkan sebuah kata. “Jangan kalian meminta apapun kepada orang lain”. Sungguh aku menyaksikan komitmen orang-orang tersebut dalam menunaikan baiat janji setia mereka kepada Rasulullah. Ada di antara mereka yang cemetinya terjatuh saat naik tunggangan. Ia tidak meminta orang lain untuk mengambilkannya”. HR. Muslim.Maka, berlatihlah untuk hanya meminta kepada Allah, bukan kepada selain-Nya! Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada TuntunannyaNext [VIDEO]: Khusnul Khotimah? (Bukan Jaminan) Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 123: Berdoalah Hanya Kepada Allah

Tidak diragukan lagi bahwa setiap muslim yang berdoa, tentu menginginkan permintaannya terkabul. Namun perlu diketahui bahwa agar doa yang kita panjatkan itu dikabulkan, ada syarat-syarat dan etika-etika yang harus kita penuhi. Semua syarat dan etika itu penting. Namun levelnya tidak sama. Ada yang primer dan ada yang sekunder. Ada yang wajib dan ada yang sunnah.Di antara syarat utama yang wajib dipenuhi, adalah doa tersebut harus ikhlas karena Allah. Yakni doa itu tertuju hanya kepada Allah saja.Allah ta’ala berfirman,“فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ“.Artinya: “Berdoalah kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya. Walaupun orang-orang kafir membenci hal itu.” QS. Ghafir (40): 14.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah berpesan,“إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّه. وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ“.“Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh manusia bersatu-padu untuk membantumu, keinginan mereka tidak akan tercapai, kecuali bila Allah telah takdirkan hal itu. Dan seandainya mereka bersatu-padu untuk mencelakaimu, niscaya keinginan mereka tidak akan tercapai, kecuali bila Allah telah takdirkan hal itu. Pena takdir telah diangkat dan tinta catatan takdir telah kering”. HR. Tirmidzi dan beliau berkomentar, “Hasan sahih”.‘Auf bin Malik al-Asyja’iy radhiyallahu ‘anhu bertutur, “Suatu hari kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Jumlah kami Sembilan, delapan atau tujuh orang. Beliau bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Saat itu kami baru saja berbaiat kepada beliau. Maka kami pun menjawab, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah?”. Beliau kembali bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami menjawab lagi, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah?”. Beliau kembali bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami menjawab lagi, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah? Kami membaiatmu dalam hal apa?”. Beliau menjawab, “عَلَى أَنْ تَعْبُدُوا اللهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وَالصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ، وَتُطِيعُوا – وَأَسَرَّ كَلِمَةً خَفِيَّةً – وَلَا تَسْأَلُوا النَّاسَ شَيْئًا““Kalian harus beribadah kepada Allah dan tidak mempersekutukannya dengan suatu apapun. Tunaikan shalat lima waktu. Patuhlah”. Lalu beliau membisikkan sebuah kata. “Jangan kalian meminta apapun kepada orang lain”. Sungguh aku menyaksikan komitmen orang-orang tersebut dalam menunaikan baiat janji setia mereka kepada Rasulullah. Ada di antara mereka yang cemetinya terjatuh saat naik tunggangan. Ia tidak meminta orang lain untuk mengambilkannya”. HR. Muslim.Maka, berlatihlah untuk hanya meminta kepada Allah, bukan kepada selain-Nya! Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada TuntunannyaNext [VIDEO]: Khusnul Khotimah? (Bukan Jaminan) Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Tidak diragukan lagi bahwa setiap muslim yang berdoa, tentu menginginkan permintaannya terkabul. Namun perlu diketahui bahwa agar doa yang kita panjatkan itu dikabulkan, ada syarat-syarat dan etika-etika yang harus kita penuhi. Semua syarat dan etika itu penting. Namun levelnya tidak sama. Ada yang primer dan ada yang sekunder. Ada yang wajib dan ada yang sunnah.Di antara syarat utama yang wajib dipenuhi, adalah doa tersebut harus ikhlas karena Allah. Yakni doa itu tertuju hanya kepada Allah saja.Allah ta’ala berfirman,“فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ“.Artinya: “Berdoalah kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya. Walaupun orang-orang kafir membenci hal itu.” QS. Ghafir (40): 14.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah berpesan,“إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّه. وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ“.“Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh manusia bersatu-padu untuk membantumu, keinginan mereka tidak akan tercapai, kecuali bila Allah telah takdirkan hal itu. Dan seandainya mereka bersatu-padu untuk mencelakaimu, niscaya keinginan mereka tidak akan tercapai, kecuali bila Allah telah takdirkan hal itu. Pena takdir telah diangkat dan tinta catatan takdir telah kering”. HR. Tirmidzi dan beliau berkomentar, “Hasan sahih”.‘Auf bin Malik al-Asyja’iy radhiyallahu ‘anhu bertutur, “Suatu hari kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Jumlah kami Sembilan, delapan atau tujuh orang. Beliau bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Saat itu kami baru saja berbaiat kepada beliau. Maka kami pun menjawab, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah?”. Beliau kembali bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami menjawab lagi, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah?”. Beliau kembali bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami menjawab lagi, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah? Kami membaiatmu dalam hal apa?”. Beliau menjawab, “عَلَى أَنْ تَعْبُدُوا اللهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وَالصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ، وَتُطِيعُوا – وَأَسَرَّ كَلِمَةً خَفِيَّةً – وَلَا تَسْأَلُوا النَّاسَ شَيْئًا““Kalian harus beribadah kepada Allah dan tidak mempersekutukannya dengan suatu apapun. Tunaikan shalat lima waktu. Patuhlah”. Lalu beliau membisikkan sebuah kata. “Jangan kalian meminta apapun kepada orang lain”. Sungguh aku menyaksikan komitmen orang-orang tersebut dalam menunaikan baiat janji setia mereka kepada Rasulullah. Ada di antara mereka yang cemetinya terjatuh saat naik tunggangan. Ia tidak meminta orang lain untuk mengambilkannya”. HR. Muslim.Maka, berlatihlah untuk hanya meminta kepada Allah, bukan kepada selain-Nya! Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada TuntunannyaNext [VIDEO]: Khusnul Khotimah? (Bukan Jaminan) Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Tidak diragukan lagi bahwa setiap muslim yang berdoa, tentu menginginkan permintaannya terkabul. Namun perlu diketahui bahwa agar doa yang kita panjatkan itu dikabulkan, ada syarat-syarat dan etika-etika yang harus kita penuhi. Semua syarat dan etika itu penting. Namun levelnya tidak sama. Ada yang primer dan ada yang sekunder. Ada yang wajib dan ada yang sunnah.Di antara syarat utama yang wajib dipenuhi, adalah doa tersebut harus ikhlas karena Allah. Yakni doa itu tertuju hanya kepada Allah saja.Allah ta’ala berfirman,“فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ“.Artinya: “Berdoalah kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya. Walaupun orang-orang kafir membenci hal itu.” QS. Ghafir (40): 14.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah berpesan,“إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّه. وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ“.“Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh manusia bersatu-padu untuk membantumu, keinginan mereka tidak akan tercapai, kecuali bila Allah telah takdirkan hal itu. Dan seandainya mereka bersatu-padu untuk mencelakaimu, niscaya keinginan mereka tidak akan tercapai, kecuali bila Allah telah takdirkan hal itu. Pena takdir telah diangkat dan tinta catatan takdir telah kering”. HR. Tirmidzi dan beliau berkomentar, “Hasan sahih”.‘Auf bin Malik al-Asyja’iy radhiyallahu ‘anhu bertutur, “Suatu hari kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Jumlah kami Sembilan, delapan atau tujuh orang. Beliau bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Saat itu kami baru saja berbaiat kepada beliau. Maka kami pun menjawab, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah?”. Beliau kembali bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami menjawab lagi, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah?”. Beliau kembali bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami menjawab lagi, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah? Kami membaiatmu dalam hal apa?”. Beliau menjawab, “عَلَى أَنْ تَعْبُدُوا اللهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وَالصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ، وَتُطِيعُوا – وَأَسَرَّ كَلِمَةً خَفِيَّةً – وَلَا تَسْأَلُوا النَّاسَ شَيْئًا““Kalian harus beribadah kepada Allah dan tidak mempersekutukannya dengan suatu apapun. Tunaikan shalat lima waktu. Patuhlah”. Lalu beliau membisikkan sebuah kata. “Jangan kalian meminta apapun kepada orang lain”. Sungguh aku menyaksikan komitmen orang-orang tersebut dalam menunaikan baiat janji setia mereka kepada Rasulullah. Ada di antara mereka yang cemetinya terjatuh saat naik tunggangan. Ia tidak meminta orang lain untuk mengambilkannya”. HR. Muslim.Maka, berlatihlah untuk hanya meminta kepada Allah, bukan kepada selain-Nya! Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada TuntunannyaNext [VIDEO]: Khusnul Khotimah? (Bukan Jaminan) Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO]: Khusnul Khotimah? (Bukan Jaminan)

[VIDEO]: Khusnul Khotimah? (Bukan Jaminan) Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 123: Berdoalah Hanya Kepada AllahNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 124: Jangan Termakan Dongeng Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO]: Khusnul Khotimah? (Bukan Jaminan)

[VIDEO]: Khusnul Khotimah? (Bukan Jaminan) Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 123: Berdoalah Hanya Kepada AllahNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 124: Jangan Termakan Dongeng Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
[VIDEO]: Khusnul Khotimah? (Bukan Jaminan) Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 123: Berdoalah Hanya Kepada AllahNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 124: Jangan Termakan Dongeng Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


[VIDEO]: Khusnul Khotimah? (Bukan Jaminan) Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 123: Berdoalah Hanya Kepada AllahNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 124: Jangan Termakan Dongeng Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 124: Jangan Termakan Dongeng

Pada pertemuan sebelumya telah dijelaskan bahwa berdoa itu harus ikhlas tertuju hanya kepada Allah saja. Tidak boleh kepada selain-Nya.Namun ternyata realita berbicara, bahwa masih banyak orang yang tergiur untuk berdoa meminta kepada selain Allah. Mengapa? Salah satu pemicunya adalah karena tidak sedikit di antara mereka termakan berbagai dongeng kosong.Tersebar kisah, bahwa si fulan berdoa meminta di kuburan anu, atau meminta kepada patung anu, ternyata permintaannya terkabul. Berarti berdoa di sana benar-benar telah teruji mustajab. Cerita ini lalu tersebarluas di masyarakat. Sehingga keesokan harinya, berbondong-bondonglah manusia menuju ke tempat tersebut, dengan harapan bisa ikut merasakan hal serupa.Untuk meluruskan fenomena ini, para ulama kita telah menyampaikan hal-hal berikut ini:Pertama: Ajaran Islam telah sempurnaSalah satu karunia terbesar Allah kepada umat ini, bahwa agama mereka telah sempurna. Allah ‘azza wa jalla berfirman,“الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً”Artinya: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, serta Aku ridhai Islam sebagai agamamu”. QS. Al-Maidah (5): 3.Karena sudah sempurna, maka tidak perlu lagi tambahan. Landasan beribadah dalam agama kita adalah dalil al-Qur’an, Sunnah serta Ijma’. Adapun dongeng maka itu bukanlah landasan kuat dalam beramal.Kedua: Banyak dari cerita tersebut ternyata fiktifRealita membuktikan, bahwa ternyata tidak sedikit di antara cerita-cerita yang beredar di masyarakat itu bila ditelusuri lebih lanjut, ternyata fiktif. Alias dongeng kosong yang tidak pernah terjadi. Atau bisa jadi aslinya benar, namun sudah dibumbui berbagai macam tambahan, sehingga tidak lagi sesuai dengan aslinya.Alhamdulillah, agama kita sangat memperhatikan dan menghargai kebenaran suatu berita. Tidak setiap berita bisa kita terima. Allah ta’ala mengingatkan,“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْماً بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ“. Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti. Agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” QS. Al Hujurat (49): 6.Ketiga: Terjadinya sesuatu, bukan dalil bahwa sesuatu itu bolehSatu hal yang sering luput dari perhatian banyak orang adalah, bahwa terjadinya sesuatu itu bukan dalil bahwa sesuatu itu boleh dikerjakan. Sekedar si fulan berdoa kepada selain Allah dan ternyata permintaannya terkabul, tidak bisa dijadikan sebagai dalih bahwa perbuatan dia itu benar. Lalu boleh diikuti dan ditiru.Bukankah banyak orang yang berusaha menyihir temannya, lalu ‘sukses’ dalam upaya sihir dia itu? Sehingga temannya tersihir. Nah, apakah bisa kita katakan bahwa sihir itu boleh, dengan alasan “Buktinya sihir itu manjur”?!. Tentu saja tidak bisa! Jadi, terkabulnya doa orang yang meminta kepada berhala, bukanlah dalil bahwa meminta kepada berhala itu benar! Allah takdirkan itu, bisa jadi sebagai bentuk istidraj (‘hukuman’ yang diberikan sedikit demi sedikit dan tidak diberikan langsung) untuk mereka.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 26 Muharram 1439 / 16 Oktober 2017 Post navigation Previous [VIDEO]: Khusnul Khotimah? (Bukan Jaminan)Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 125: Pantang Menyerah Dalam Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 124: Jangan Termakan Dongeng

Pada pertemuan sebelumya telah dijelaskan bahwa berdoa itu harus ikhlas tertuju hanya kepada Allah saja. Tidak boleh kepada selain-Nya.Namun ternyata realita berbicara, bahwa masih banyak orang yang tergiur untuk berdoa meminta kepada selain Allah. Mengapa? Salah satu pemicunya adalah karena tidak sedikit di antara mereka termakan berbagai dongeng kosong.Tersebar kisah, bahwa si fulan berdoa meminta di kuburan anu, atau meminta kepada patung anu, ternyata permintaannya terkabul. Berarti berdoa di sana benar-benar telah teruji mustajab. Cerita ini lalu tersebarluas di masyarakat. Sehingga keesokan harinya, berbondong-bondonglah manusia menuju ke tempat tersebut, dengan harapan bisa ikut merasakan hal serupa.Untuk meluruskan fenomena ini, para ulama kita telah menyampaikan hal-hal berikut ini:Pertama: Ajaran Islam telah sempurnaSalah satu karunia terbesar Allah kepada umat ini, bahwa agama mereka telah sempurna. Allah ‘azza wa jalla berfirman,“الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً”Artinya: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, serta Aku ridhai Islam sebagai agamamu”. QS. Al-Maidah (5): 3.Karena sudah sempurna, maka tidak perlu lagi tambahan. Landasan beribadah dalam agama kita adalah dalil al-Qur’an, Sunnah serta Ijma’. Adapun dongeng maka itu bukanlah landasan kuat dalam beramal.Kedua: Banyak dari cerita tersebut ternyata fiktifRealita membuktikan, bahwa ternyata tidak sedikit di antara cerita-cerita yang beredar di masyarakat itu bila ditelusuri lebih lanjut, ternyata fiktif. Alias dongeng kosong yang tidak pernah terjadi. Atau bisa jadi aslinya benar, namun sudah dibumbui berbagai macam tambahan, sehingga tidak lagi sesuai dengan aslinya.Alhamdulillah, agama kita sangat memperhatikan dan menghargai kebenaran suatu berita. Tidak setiap berita bisa kita terima. Allah ta’ala mengingatkan,“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْماً بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ“. Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti. Agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” QS. Al Hujurat (49): 6.Ketiga: Terjadinya sesuatu, bukan dalil bahwa sesuatu itu bolehSatu hal yang sering luput dari perhatian banyak orang adalah, bahwa terjadinya sesuatu itu bukan dalil bahwa sesuatu itu boleh dikerjakan. Sekedar si fulan berdoa kepada selain Allah dan ternyata permintaannya terkabul, tidak bisa dijadikan sebagai dalih bahwa perbuatan dia itu benar. Lalu boleh diikuti dan ditiru.Bukankah banyak orang yang berusaha menyihir temannya, lalu ‘sukses’ dalam upaya sihir dia itu? Sehingga temannya tersihir. Nah, apakah bisa kita katakan bahwa sihir itu boleh, dengan alasan “Buktinya sihir itu manjur”?!. Tentu saja tidak bisa! Jadi, terkabulnya doa orang yang meminta kepada berhala, bukanlah dalil bahwa meminta kepada berhala itu benar! Allah takdirkan itu, bisa jadi sebagai bentuk istidraj (‘hukuman’ yang diberikan sedikit demi sedikit dan tidak diberikan langsung) untuk mereka.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 26 Muharram 1439 / 16 Oktober 2017 Post navigation Previous [VIDEO]: Khusnul Khotimah? (Bukan Jaminan)Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 125: Pantang Menyerah Dalam Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Pada pertemuan sebelumya telah dijelaskan bahwa berdoa itu harus ikhlas tertuju hanya kepada Allah saja. Tidak boleh kepada selain-Nya.Namun ternyata realita berbicara, bahwa masih banyak orang yang tergiur untuk berdoa meminta kepada selain Allah. Mengapa? Salah satu pemicunya adalah karena tidak sedikit di antara mereka termakan berbagai dongeng kosong.Tersebar kisah, bahwa si fulan berdoa meminta di kuburan anu, atau meminta kepada patung anu, ternyata permintaannya terkabul. Berarti berdoa di sana benar-benar telah teruji mustajab. Cerita ini lalu tersebarluas di masyarakat. Sehingga keesokan harinya, berbondong-bondonglah manusia menuju ke tempat tersebut, dengan harapan bisa ikut merasakan hal serupa.Untuk meluruskan fenomena ini, para ulama kita telah menyampaikan hal-hal berikut ini:Pertama: Ajaran Islam telah sempurnaSalah satu karunia terbesar Allah kepada umat ini, bahwa agama mereka telah sempurna. Allah ‘azza wa jalla berfirman,“الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً”Artinya: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, serta Aku ridhai Islam sebagai agamamu”. QS. Al-Maidah (5): 3.Karena sudah sempurna, maka tidak perlu lagi tambahan. Landasan beribadah dalam agama kita adalah dalil al-Qur’an, Sunnah serta Ijma’. Adapun dongeng maka itu bukanlah landasan kuat dalam beramal.Kedua: Banyak dari cerita tersebut ternyata fiktifRealita membuktikan, bahwa ternyata tidak sedikit di antara cerita-cerita yang beredar di masyarakat itu bila ditelusuri lebih lanjut, ternyata fiktif. Alias dongeng kosong yang tidak pernah terjadi. Atau bisa jadi aslinya benar, namun sudah dibumbui berbagai macam tambahan, sehingga tidak lagi sesuai dengan aslinya.Alhamdulillah, agama kita sangat memperhatikan dan menghargai kebenaran suatu berita. Tidak setiap berita bisa kita terima. Allah ta’ala mengingatkan,“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْماً بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ“. Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti. Agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” QS. Al Hujurat (49): 6.Ketiga: Terjadinya sesuatu, bukan dalil bahwa sesuatu itu bolehSatu hal yang sering luput dari perhatian banyak orang adalah, bahwa terjadinya sesuatu itu bukan dalil bahwa sesuatu itu boleh dikerjakan. Sekedar si fulan berdoa kepada selain Allah dan ternyata permintaannya terkabul, tidak bisa dijadikan sebagai dalih bahwa perbuatan dia itu benar. Lalu boleh diikuti dan ditiru.Bukankah banyak orang yang berusaha menyihir temannya, lalu ‘sukses’ dalam upaya sihir dia itu? Sehingga temannya tersihir. Nah, apakah bisa kita katakan bahwa sihir itu boleh, dengan alasan “Buktinya sihir itu manjur”?!. Tentu saja tidak bisa! Jadi, terkabulnya doa orang yang meminta kepada berhala, bukanlah dalil bahwa meminta kepada berhala itu benar! Allah takdirkan itu, bisa jadi sebagai bentuk istidraj (‘hukuman’ yang diberikan sedikit demi sedikit dan tidak diberikan langsung) untuk mereka.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 26 Muharram 1439 / 16 Oktober 2017 Post navigation Previous [VIDEO]: Khusnul Khotimah? (Bukan Jaminan)Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 125: Pantang Menyerah Dalam Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Pada pertemuan sebelumya telah dijelaskan bahwa berdoa itu harus ikhlas tertuju hanya kepada Allah saja. Tidak boleh kepada selain-Nya.Namun ternyata realita berbicara, bahwa masih banyak orang yang tergiur untuk berdoa meminta kepada selain Allah. Mengapa? Salah satu pemicunya adalah karena tidak sedikit di antara mereka termakan berbagai dongeng kosong.Tersebar kisah, bahwa si fulan berdoa meminta di kuburan anu, atau meminta kepada patung anu, ternyata permintaannya terkabul. Berarti berdoa di sana benar-benar telah teruji mustajab. Cerita ini lalu tersebarluas di masyarakat. Sehingga keesokan harinya, berbondong-bondonglah manusia menuju ke tempat tersebut, dengan harapan bisa ikut merasakan hal serupa.Untuk meluruskan fenomena ini, para ulama kita telah menyampaikan hal-hal berikut ini:Pertama: Ajaran Islam telah sempurnaSalah satu karunia terbesar Allah kepada umat ini, bahwa agama mereka telah sempurna. Allah ‘azza wa jalla berfirman,“الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً”Artinya: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, serta Aku ridhai Islam sebagai agamamu”. QS. Al-Maidah (5): 3.Karena sudah sempurna, maka tidak perlu lagi tambahan. Landasan beribadah dalam agama kita adalah dalil al-Qur’an, Sunnah serta Ijma’. Adapun dongeng maka itu bukanlah landasan kuat dalam beramal.Kedua: Banyak dari cerita tersebut ternyata fiktifRealita membuktikan, bahwa ternyata tidak sedikit di antara cerita-cerita yang beredar di masyarakat itu bila ditelusuri lebih lanjut, ternyata fiktif. Alias dongeng kosong yang tidak pernah terjadi. Atau bisa jadi aslinya benar, namun sudah dibumbui berbagai macam tambahan, sehingga tidak lagi sesuai dengan aslinya.Alhamdulillah, agama kita sangat memperhatikan dan menghargai kebenaran suatu berita. Tidak setiap berita bisa kita terima. Allah ta’ala mengingatkan,“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْماً بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ“. Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti. Agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” QS. Al Hujurat (49): 6.Ketiga: Terjadinya sesuatu, bukan dalil bahwa sesuatu itu bolehSatu hal yang sering luput dari perhatian banyak orang adalah, bahwa terjadinya sesuatu itu bukan dalil bahwa sesuatu itu boleh dikerjakan. Sekedar si fulan berdoa kepada selain Allah dan ternyata permintaannya terkabul, tidak bisa dijadikan sebagai dalih bahwa perbuatan dia itu benar. Lalu boleh diikuti dan ditiru.Bukankah banyak orang yang berusaha menyihir temannya, lalu ‘sukses’ dalam upaya sihir dia itu? Sehingga temannya tersihir. Nah, apakah bisa kita katakan bahwa sihir itu boleh, dengan alasan “Buktinya sihir itu manjur”?!. Tentu saja tidak bisa! Jadi, terkabulnya doa orang yang meminta kepada berhala, bukanlah dalil bahwa meminta kepada berhala itu benar! Allah takdirkan itu, bisa jadi sebagai bentuk istidraj (‘hukuman’ yang diberikan sedikit demi sedikit dan tidak diberikan langsung) untuk mereka.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 26 Muharram 1439 / 16 Oktober 2017 Post navigation Previous [VIDEO]: Khusnul Khotimah? (Bukan Jaminan)Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 125: Pantang Menyerah Dalam Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 125: Pantang Menyerah Dalam Berdoa

Salah satu etika berdoa adalah tidak tergesa-gesa, tidak bosan menunggu dikabulkannya doa dan tidak gampang putus asa saat berdoa.Dalam hadits sahih disebutkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، يَقُولُ: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي”“Doa kalian akan dikabulkan selama tidak tergesa-gesa. Ia berkata, “Aku sudah berdoa namun belum dikabulkan”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Imam Ibn Hajar rahimahullah menjelaskan, bahwa dalam hadits di atas terkandung salah satu etika berdoa. Yakni terus menerus meminta dan tidak putus asa menunggu terkabulkannya doa. Sebab etika ini menunjukkan adanya kepatuhan, kepasrahan dan ketergantungan kepada Allah. Hingga sebagian ulama salaf berkata, “Aku lebih mengkhawatirkan terjangkiti malas berdoa, dibanding tidak dikabulkannya doaku”.Bahkan sebagian ulama menjelaskan, bahwa orang yang bosan berdoa lalu meninggalkannya; sejatinya ia telah menuduh Allah pelit. Sebab ia merasa telah maksimal dalam berdoa dan menganggap doanya sudah berhak dikabulkan Allah. Ternyata tidak juga dikabulkan. Berarti Allah pelit dong! Na’udzubillah min dzalik…Padahal manakala seorang berdoa dan belum dikabulkan, bisa jadi pemicunya adalah karena ia belum memenuhi syarat-syarat terkabulnya doa. Atau dia masih melakukan hal-hal yang menghalangi terkabulnya doa. Pembahasan tentang faktor-faktor penghalang terkabulnya doa, telah kita kaji pada Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 88-89. Sedangkan kajian tentang sebab-sebab terkabulnya doa, juga telah kita sampaikan pada Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 91-98.Ingatlah bahwa Allah sudah berjanji akan mengabulkan doa hamba-Nya. Tidak mungkin Allah mengingkari janji-Nya. Namun, proses pengabulan doa masing-masing orang itu tidak sama.Ada yang langsung dikabulkan permintaannya, mirip seperti isi doanya.Ada yang dikabulkan permintaannya sesuai dengan apa yang ia minta, namun setelah waktu yang cukup lama. Karena suatu hikmah yang dikehendaki Allah ta’ala.Ada yang dikabulkan doanya, namun sedikit berbeda dengan isi permintaannya. Sebab Allah mengetahui, bahwa apa yang diminta orang tersebut kurang baik untuk dirinya.Ada pula yang belum dikabulkan doanya di dunia. Sampai ia meninggal, apa yang ia minta tidak juga dikabulkan Allah ta’ala. Namun ternyata Allah menjadikan doa-doanya itu sebagai pahala yang akan ia nikmati kelak di hari kiamat.Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan,“مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ، وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ، إِلَّا أَعْطَاهُ اللهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا”“Setiap muslim yang berdoa dan doanya tidak bermuatan dosa ataupun memutus silaturrahim; pasti Allah akan karuniakan padanya salah satu dari tiga hal. (1) Akan segera dikabulkan doanya. Atau; (2) akan ditabung sebagai pahala di akhirat. Atau; (3) akan dihindarkan dari marabahaya yang sepadan dengan isi doanya. HR. Ahmad dari Abu Sa’id al-Khudry radhiyallahu’anhu dan dinilai sahih oleh al-Albaniy. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Shafar 1439 / 30 Oktober 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 124: Jangan Termakan DongengNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 126: Berdoa Harus Yakin Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 125: Pantang Menyerah Dalam Berdoa

Salah satu etika berdoa adalah tidak tergesa-gesa, tidak bosan menunggu dikabulkannya doa dan tidak gampang putus asa saat berdoa.Dalam hadits sahih disebutkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، يَقُولُ: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي”“Doa kalian akan dikabulkan selama tidak tergesa-gesa. Ia berkata, “Aku sudah berdoa namun belum dikabulkan”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Imam Ibn Hajar rahimahullah menjelaskan, bahwa dalam hadits di atas terkandung salah satu etika berdoa. Yakni terus menerus meminta dan tidak putus asa menunggu terkabulkannya doa. Sebab etika ini menunjukkan adanya kepatuhan, kepasrahan dan ketergantungan kepada Allah. Hingga sebagian ulama salaf berkata, “Aku lebih mengkhawatirkan terjangkiti malas berdoa, dibanding tidak dikabulkannya doaku”.Bahkan sebagian ulama menjelaskan, bahwa orang yang bosan berdoa lalu meninggalkannya; sejatinya ia telah menuduh Allah pelit. Sebab ia merasa telah maksimal dalam berdoa dan menganggap doanya sudah berhak dikabulkan Allah. Ternyata tidak juga dikabulkan. Berarti Allah pelit dong! Na’udzubillah min dzalik…Padahal manakala seorang berdoa dan belum dikabulkan, bisa jadi pemicunya adalah karena ia belum memenuhi syarat-syarat terkabulnya doa. Atau dia masih melakukan hal-hal yang menghalangi terkabulnya doa. Pembahasan tentang faktor-faktor penghalang terkabulnya doa, telah kita kaji pada Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 88-89. Sedangkan kajian tentang sebab-sebab terkabulnya doa, juga telah kita sampaikan pada Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 91-98.Ingatlah bahwa Allah sudah berjanji akan mengabulkan doa hamba-Nya. Tidak mungkin Allah mengingkari janji-Nya. Namun, proses pengabulan doa masing-masing orang itu tidak sama.Ada yang langsung dikabulkan permintaannya, mirip seperti isi doanya.Ada yang dikabulkan permintaannya sesuai dengan apa yang ia minta, namun setelah waktu yang cukup lama. Karena suatu hikmah yang dikehendaki Allah ta’ala.Ada yang dikabulkan doanya, namun sedikit berbeda dengan isi permintaannya. Sebab Allah mengetahui, bahwa apa yang diminta orang tersebut kurang baik untuk dirinya.Ada pula yang belum dikabulkan doanya di dunia. Sampai ia meninggal, apa yang ia minta tidak juga dikabulkan Allah ta’ala. Namun ternyata Allah menjadikan doa-doanya itu sebagai pahala yang akan ia nikmati kelak di hari kiamat.Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan,“مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ، وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ، إِلَّا أَعْطَاهُ اللهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا”“Setiap muslim yang berdoa dan doanya tidak bermuatan dosa ataupun memutus silaturrahim; pasti Allah akan karuniakan padanya salah satu dari tiga hal. (1) Akan segera dikabulkan doanya. Atau; (2) akan ditabung sebagai pahala di akhirat. Atau; (3) akan dihindarkan dari marabahaya yang sepadan dengan isi doanya. HR. Ahmad dari Abu Sa’id al-Khudry radhiyallahu’anhu dan dinilai sahih oleh al-Albaniy. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Shafar 1439 / 30 Oktober 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 124: Jangan Termakan DongengNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 126: Berdoa Harus Yakin Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Salah satu etika berdoa adalah tidak tergesa-gesa, tidak bosan menunggu dikabulkannya doa dan tidak gampang putus asa saat berdoa.Dalam hadits sahih disebutkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، يَقُولُ: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي”“Doa kalian akan dikabulkan selama tidak tergesa-gesa. Ia berkata, “Aku sudah berdoa namun belum dikabulkan”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Imam Ibn Hajar rahimahullah menjelaskan, bahwa dalam hadits di atas terkandung salah satu etika berdoa. Yakni terus menerus meminta dan tidak putus asa menunggu terkabulkannya doa. Sebab etika ini menunjukkan adanya kepatuhan, kepasrahan dan ketergantungan kepada Allah. Hingga sebagian ulama salaf berkata, “Aku lebih mengkhawatirkan terjangkiti malas berdoa, dibanding tidak dikabulkannya doaku”.Bahkan sebagian ulama menjelaskan, bahwa orang yang bosan berdoa lalu meninggalkannya; sejatinya ia telah menuduh Allah pelit. Sebab ia merasa telah maksimal dalam berdoa dan menganggap doanya sudah berhak dikabulkan Allah. Ternyata tidak juga dikabulkan. Berarti Allah pelit dong! Na’udzubillah min dzalik…Padahal manakala seorang berdoa dan belum dikabulkan, bisa jadi pemicunya adalah karena ia belum memenuhi syarat-syarat terkabulnya doa. Atau dia masih melakukan hal-hal yang menghalangi terkabulnya doa. Pembahasan tentang faktor-faktor penghalang terkabulnya doa, telah kita kaji pada Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 88-89. Sedangkan kajian tentang sebab-sebab terkabulnya doa, juga telah kita sampaikan pada Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 91-98.Ingatlah bahwa Allah sudah berjanji akan mengabulkan doa hamba-Nya. Tidak mungkin Allah mengingkari janji-Nya. Namun, proses pengabulan doa masing-masing orang itu tidak sama.Ada yang langsung dikabulkan permintaannya, mirip seperti isi doanya.Ada yang dikabulkan permintaannya sesuai dengan apa yang ia minta, namun setelah waktu yang cukup lama. Karena suatu hikmah yang dikehendaki Allah ta’ala.Ada yang dikabulkan doanya, namun sedikit berbeda dengan isi permintaannya. Sebab Allah mengetahui, bahwa apa yang diminta orang tersebut kurang baik untuk dirinya.Ada pula yang belum dikabulkan doanya di dunia. Sampai ia meninggal, apa yang ia minta tidak juga dikabulkan Allah ta’ala. Namun ternyata Allah menjadikan doa-doanya itu sebagai pahala yang akan ia nikmati kelak di hari kiamat.Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan,“مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ، وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ، إِلَّا أَعْطَاهُ اللهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا”“Setiap muslim yang berdoa dan doanya tidak bermuatan dosa ataupun memutus silaturrahim; pasti Allah akan karuniakan padanya salah satu dari tiga hal. (1) Akan segera dikabulkan doanya. Atau; (2) akan ditabung sebagai pahala di akhirat. Atau; (3) akan dihindarkan dari marabahaya yang sepadan dengan isi doanya. HR. Ahmad dari Abu Sa’id al-Khudry radhiyallahu’anhu dan dinilai sahih oleh al-Albaniy. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Shafar 1439 / 30 Oktober 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 124: Jangan Termakan DongengNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 126: Berdoa Harus Yakin Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Salah satu etika berdoa adalah tidak tergesa-gesa, tidak bosan menunggu dikabulkannya doa dan tidak gampang putus asa saat berdoa.Dalam hadits sahih disebutkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، يَقُولُ: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي”“Doa kalian akan dikabulkan selama tidak tergesa-gesa. Ia berkata, “Aku sudah berdoa namun belum dikabulkan”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Imam Ibn Hajar rahimahullah menjelaskan, bahwa dalam hadits di atas terkandung salah satu etika berdoa. Yakni terus menerus meminta dan tidak putus asa menunggu terkabulkannya doa. Sebab etika ini menunjukkan adanya kepatuhan, kepasrahan dan ketergantungan kepada Allah. Hingga sebagian ulama salaf berkata, “Aku lebih mengkhawatirkan terjangkiti malas berdoa, dibanding tidak dikabulkannya doaku”.Bahkan sebagian ulama menjelaskan, bahwa orang yang bosan berdoa lalu meninggalkannya; sejatinya ia telah menuduh Allah pelit. Sebab ia merasa telah maksimal dalam berdoa dan menganggap doanya sudah berhak dikabulkan Allah. Ternyata tidak juga dikabulkan. Berarti Allah pelit dong! Na’udzubillah min dzalik…Padahal manakala seorang berdoa dan belum dikabulkan, bisa jadi pemicunya adalah karena ia belum memenuhi syarat-syarat terkabulnya doa. Atau dia masih melakukan hal-hal yang menghalangi terkabulnya doa. Pembahasan tentang faktor-faktor penghalang terkabulnya doa, telah kita kaji pada Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 88-89. Sedangkan kajian tentang sebab-sebab terkabulnya doa, juga telah kita sampaikan pada Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 91-98.Ingatlah bahwa Allah sudah berjanji akan mengabulkan doa hamba-Nya. Tidak mungkin Allah mengingkari janji-Nya. Namun, proses pengabulan doa masing-masing orang itu tidak sama.Ada yang langsung dikabulkan permintaannya, mirip seperti isi doanya.Ada yang dikabulkan permintaannya sesuai dengan apa yang ia minta, namun setelah waktu yang cukup lama. Karena suatu hikmah yang dikehendaki Allah ta’ala.Ada yang dikabulkan doanya, namun sedikit berbeda dengan isi permintaannya. Sebab Allah mengetahui, bahwa apa yang diminta orang tersebut kurang baik untuk dirinya.Ada pula yang belum dikabulkan doanya di dunia. Sampai ia meninggal, apa yang ia minta tidak juga dikabulkan Allah ta’ala. Namun ternyata Allah menjadikan doa-doanya itu sebagai pahala yang akan ia nikmati kelak di hari kiamat.Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan,“مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ، وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ، إِلَّا أَعْطَاهُ اللهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا”“Setiap muslim yang berdoa dan doanya tidak bermuatan dosa ataupun memutus silaturrahim; pasti Allah akan karuniakan padanya salah satu dari tiga hal. (1) Akan segera dikabulkan doanya. Atau; (2) akan ditabung sebagai pahala di akhirat. Atau; (3) akan dihindarkan dari marabahaya yang sepadan dengan isi doanya. HR. Ahmad dari Abu Sa’id al-Khudry radhiyallahu’anhu dan dinilai sahih oleh al-Albaniy. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Shafar 1439 / 30 Oktober 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 124: Jangan Termakan DongengNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 126: Berdoa Harus Yakin Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 126: Berdoa Harus Yakin

Salah satu kunci sukses dalam berdoa adalah adanya keyakinan dalam hati, bahwa apa yang diminta akan dikabulkan oleh Allah ta’ala. Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan,“ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ““Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa sungguh Allah biasanya tidak mengabulkan doa yang keluar dari hati yang tidak konsentrasi dan lalai”. HR. Tirmidzy dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dan dinilai hasan oleh Syaikh al-Albany.Keyakinan untuk dikabulkan itu muncul sebagai bentuk prasangka baik hamba kepada Allah ta’ala.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَقُولُ اللهُ تَعَالَى: “أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي”Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, Allah ta’ala berfirman, “Aku tergantung pada prasangka hamba-Ku kepada-Ku”. HR. Bukhari dan Muslim.Manusia wajib berbaik sangka kepada Allah apa pun keadaannya. Karena Allah akan menyikapi hamba-Nya sesuai prasangka tersebut. Bila hamba berburuk sangka kepada Allah, berarti ia sendiri yang menghendaki takdir buruk untuknya. Sebaliknya jika hamba itu berprasangka baik, maka Allah akan menakdirkan hal yang baik untuknya. Sungguh Allah tidak akan menyia-nyiakan harapan para hamba yang senantiasa berbaik sangka kepada-Nya.Maka berprasangka baiklah saat berdoa, bahwa akan dikabulkan Allah. Berprasangka baiklah saat bertaubat, bahwa akan diterima oleh-Nya. Berprasangka baiklah saat beristighfar, bahwa Allah berkenan untuk mengampuni. Berprasangka baiklah ketika beribadah dengan benar, bahwa Allah berkenan untuk memberikan ganjaran-Nya. Semua itu dalam rangka memegang janji Allah ta’ala. Demikian keterangan dalam kitab al-Mufhim karya Imam al-Qurthubiy rahimahullah.Tidak sekedar keyakinan dalam hati, bahkan dalam pemilihan redaksi doa pun, kita harus menghindari ungkapan di lisan yang mengesankan ketidakyakinan kita pada Allah.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: ” إِذَا دَعَا أَحَدُكُمْ فَلَا يَقُلْ: اللهُمَّ اغْفِرْ لِي إِنْ شِئْتَ، وَلَكِنْ لِيَعْزِمِ الْمَسْأَلَةَ وَلْيُعَظِّمِ الرَّغْبَةَ، فَإِنَّ اللهَ لَا يَتَعَاظَمُهُ شَيْءٌ أَعْطَاهُ “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bila salah seorang dari kalian berdoa, janganlah ia mengucapkan, “Ya Allah, ampunilah aku, jika Engkau berkenan”. Namun hendaklah ia serius dalam meminta serta mempertebal harapan. Sesungguhnya Allah tidak pernah merasa keberatan untuk memberikan sesuatu”. HR. Muslim.Pemakaian ungkapan “Ampunilah aku, jika Engkau berkehendak” dilarang. Karena memberi kesan ketidakseriusan sang pemohon atas keinginannya untuk mendapatkan ampunan Allah.Mulai sekarang tanyakan kepada diri kita sendiri, apakah dalam setiap berdoa kepada Allah kita yakin doa kita akan terkabul? Ataukah selalu ada perasaan mungkin atau tidak mungkin? Jangan berprasangka Allah tidak mengabulkan doa. Tetapi introspeksi dan perbaikilah diri!Bagaimana kita tidak yakin pada Allah, sedangkan Dia telah berjanji untuk mengabulkan permintaan kita, dan Dia tidak pernah ingkar janji?!Bagaimana kita tidak yakin pada Allah, sedangkan segala sesuatu yang ada di alam semesta adalah milik-Nya?!Bagaimana kita tidak yakin pada Allah, sedangkan Dia Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Pemurah kepada para hamba-Nya?!@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 1 Rabi’ul Awwal 1439 / 20 November 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 125: Pantang Menyerah Dalam BerdoaNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 127: Konsentrasi Dalam Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 126: Berdoa Harus Yakin

Salah satu kunci sukses dalam berdoa adalah adanya keyakinan dalam hati, bahwa apa yang diminta akan dikabulkan oleh Allah ta’ala. Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan,“ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ““Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa sungguh Allah biasanya tidak mengabulkan doa yang keluar dari hati yang tidak konsentrasi dan lalai”. HR. Tirmidzy dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dan dinilai hasan oleh Syaikh al-Albany.Keyakinan untuk dikabulkan itu muncul sebagai bentuk prasangka baik hamba kepada Allah ta’ala.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَقُولُ اللهُ تَعَالَى: “أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي”Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, Allah ta’ala berfirman, “Aku tergantung pada prasangka hamba-Ku kepada-Ku”. HR. Bukhari dan Muslim.Manusia wajib berbaik sangka kepada Allah apa pun keadaannya. Karena Allah akan menyikapi hamba-Nya sesuai prasangka tersebut. Bila hamba berburuk sangka kepada Allah, berarti ia sendiri yang menghendaki takdir buruk untuknya. Sebaliknya jika hamba itu berprasangka baik, maka Allah akan menakdirkan hal yang baik untuknya. Sungguh Allah tidak akan menyia-nyiakan harapan para hamba yang senantiasa berbaik sangka kepada-Nya.Maka berprasangka baiklah saat berdoa, bahwa akan dikabulkan Allah. Berprasangka baiklah saat bertaubat, bahwa akan diterima oleh-Nya. Berprasangka baiklah saat beristighfar, bahwa Allah berkenan untuk mengampuni. Berprasangka baiklah ketika beribadah dengan benar, bahwa Allah berkenan untuk memberikan ganjaran-Nya. Semua itu dalam rangka memegang janji Allah ta’ala. Demikian keterangan dalam kitab al-Mufhim karya Imam al-Qurthubiy rahimahullah.Tidak sekedar keyakinan dalam hati, bahkan dalam pemilihan redaksi doa pun, kita harus menghindari ungkapan di lisan yang mengesankan ketidakyakinan kita pada Allah.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: ” إِذَا دَعَا أَحَدُكُمْ فَلَا يَقُلْ: اللهُمَّ اغْفِرْ لِي إِنْ شِئْتَ، وَلَكِنْ لِيَعْزِمِ الْمَسْأَلَةَ وَلْيُعَظِّمِ الرَّغْبَةَ، فَإِنَّ اللهَ لَا يَتَعَاظَمُهُ شَيْءٌ أَعْطَاهُ “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bila salah seorang dari kalian berdoa, janganlah ia mengucapkan, “Ya Allah, ampunilah aku, jika Engkau berkenan”. Namun hendaklah ia serius dalam meminta serta mempertebal harapan. Sesungguhnya Allah tidak pernah merasa keberatan untuk memberikan sesuatu”. HR. Muslim.Pemakaian ungkapan “Ampunilah aku, jika Engkau berkehendak” dilarang. Karena memberi kesan ketidakseriusan sang pemohon atas keinginannya untuk mendapatkan ampunan Allah.Mulai sekarang tanyakan kepada diri kita sendiri, apakah dalam setiap berdoa kepada Allah kita yakin doa kita akan terkabul? Ataukah selalu ada perasaan mungkin atau tidak mungkin? Jangan berprasangka Allah tidak mengabulkan doa. Tetapi introspeksi dan perbaikilah diri!Bagaimana kita tidak yakin pada Allah, sedangkan Dia telah berjanji untuk mengabulkan permintaan kita, dan Dia tidak pernah ingkar janji?!Bagaimana kita tidak yakin pada Allah, sedangkan segala sesuatu yang ada di alam semesta adalah milik-Nya?!Bagaimana kita tidak yakin pada Allah, sedangkan Dia Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Pemurah kepada para hamba-Nya?!@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 1 Rabi’ul Awwal 1439 / 20 November 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 125: Pantang Menyerah Dalam BerdoaNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 127: Konsentrasi Dalam Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Salah satu kunci sukses dalam berdoa adalah adanya keyakinan dalam hati, bahwa apa yang diminta akan dikabulkan oleh Allah ta’ala. Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan,“ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ““Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa sungguh Allah biasanya tidak mengabulkan doa yang keluar dari hati yang tidak konsentrasi dan lalai”. HR. Tirmidzy dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dan dinilai hasan oleh Syaikh al-Albany.Keyakinan untuk dikabulkan itu muncul sebagai bentuk prasangka baik hamba kepada Allah ta’ala.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَقُولُ اللهُ تَعَالَى: “أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي”Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, Allah ta’ala berfirman, “Aku tergantung pada prasangka hamba-Ku kepada-Ku”. HR. Bukhari dan Muslim.Manusia wajib berbaik sangka kepada Allah apa pun keadaannya. Karena Allah akan menyikapi hamba-Nya sesuai prasangka tersebut. Bila hamba berburuk sangka kepada Allah, berarti ia sendiri yang menghendaki takdir buruk untuknya. Sebaliknya jika hamba itu berprasangka baik, maka Allah akan menakdirkan hal yang baik untuknya. Sungguh Allah tidak akan menyia-nyiakan harapan para hamba yang senantiasa berbaik sangka kepada-Nya.Maka berprasangka baiklah saat berdoa, bahwa akan dikabulkan Allah. Berprasangka baiklah saat bertaubat, bahwa akan diterima oleh-Nya. Berprasangka baiklah saat beristighfar, bahwa Allah berkenan untuk mengampuni. Berprasangka baiklah ketika beribadah dengan benar, bahwa Allah berkenan untuk memberikan ganjaran-Nya. Semua itu dalam rangka memegang janji Allah ta’ala. Demikian keterangan dalam kitab al-Mufhim karya Imam al-Qurthubiy rahimahullah.Tidak sekedar keyakinan dalam hati, bahkan dalam pemilihan redaksi doa pun, kita harus menghindari ungkapan di lisan yang mengesankan ketidakyakinan kita pada Allah.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: ” إِذَا دَعَا أَحَدُكُمْ فَلَا يَقُلْ: اللهُمَّ اغْفِرْ لِي إِنْ شِئْتَ، وَلَكِنْ لِيَعْزِمِ الْمَسْأَلَةَ وَلْيُعَظِّمِ الرَّغْبَةَ، فَإِنَّ اللهَ لَا يَتَعَاظَمُهُ شَيْءٌ أَعْطَاهُ “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bila salah seorang dari kalian berdoa, janganlah ia mengucapkan, “Ya Allah, ampunilah aku, jika Engkau berkenan”. Namun hendaklah ia serius dalam meminta serta mempertebal harapan. Sesungguhnya Allah tidak pernah merasa keberatan untuk memberikan sesuatu”. HR. Muslim.Pemakaian ungkapan “Ampunilah aku, jika Engkau berkehendak” dilarang. Karena memberi kesan ketidakseriusan sang pemohon atas keinginannya untuk mendapatkan ampunan Allah.Mulai sekarang tanyakan kepada diri kita sendiri, apakah dalam setiap berdoa kepada Allah kita yakin doa kita akan terkabul? Ataukah selalu ada perasaan mungkin atau tidak mungkin? Jangan berprasangka Allah tidak mengabulkan doa. Tetapi introspeksi dan perbaikilah diri!Bagaimana kita tidak yakin pada Allah, sedangkan Dia telah berjanji untuk mengabulkan permintaan kita, dan Dia tidak pernah ingkar janji?!Bagaimana kita tidak yakin pada Allah, sedangkan segala sesuatu yang ada di alam semesta adalah milik-Nya?!Bagaimana kita tidak yakin pada Allah, sedangkan Dia Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Pemurah kepada para hamba-Nya?!@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 1 Rabi’ul Awwal 1439 / 20 November 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 125: Pantang Menyerah Dalam BerdoaNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 127: Konsentrasi Dalam Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Salah satu kunci sukses dalam berdoa adalah adanya keyakinan dalam hati, bahwa apa yang diminta akan dikabulkan oleh Allah ta’ala. Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan,“ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ““Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa sungguh Allah biasanya tidak mengabulkan doa yang keluar dari hati yang tidak konsentrasi dan lalai”. HR. Tirmidzy dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dan dinilai hasan oleh Syaikh al-Albany.Keyakinan untuk dikabulkan itu muncul sebagai bentuk prasangka baik hamba kepada Allah ta’ala.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَقُولُ اللهُ تَعَالَى: “أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي”Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, Allah ta’ala berfirman, “Aku tergantung pada prasangka hamba-Ku kepada-Ku”. HR. Bukhari dan Muslim.Manusia wajib berbaik sangka kepada Allah apa pun keadaannya. Karena Allah akan menyikapi hamba-Nya sesuai prasangka tersebut. Bila hamba berburuk sangka kepada Allah, berarti ia sendiri yang menghendaki takdir buruk untuknya. Sebaliknya jika hamba itu berprasangka baik, maka Allah akan menakdirkan hal yang baik untuknya. Sungguh Allah tidak akan menyia-nyiakan harapan para hamba yang senantiasa berbaik sangka kepada-Nya.Maka berprasangka baiklah saat berdoa, bahwa akan dikabulkan Allah. Berprasangka baiklah saat bertaubat, bahwa akan diterima oleh-Nya. Berprasangka baiklah saat beristighfar, bahwa Allah berkenan untuk mengampuni. Berprasangka baiklah ketika beribadah dengan benar, bahwa Allah berkenan untuk memberikan ganjaran-Nya. Semua itu dalam rangka memegang janji Allah ta’ala. Demikian keterangan dalam kitab al-Mufhim karya Imam al-Qurthubiy rahimahullah.Tidak sekedar keyakinan dalam hati, bahkan dalam pemilihan redaksi doa pun, kita harus menghindari ungkapan di lisan yang mengesankan ketidakyakinan kita pada Allah.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: ” إِذَا دَعَا أَحَدُكُمْ فَلَا يَقُلْ: اللهُمَّ اغْفِرْ لِي إِنْ شِئْتَ، وَلَكِنْ لِيَعْزِمِ الْمَسْأَلَةَ وَلْيُعَظِّمِ الرَّغْبَةَ، فَإِنَّ اللهَ لَا يَتَعَاظَمُهُ شَيْءٌ أَعْطَاهُ “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bila salah seorang dari kalian berdoa, janganlah ia mengucapkan, “Ya Allah, ampunilah aku, jika Engkau berkenan”. Namun hendaklah ia serius dalam meminta serta mempertebal harapan. Sesungguhnya Allah tidak pernah merasa keberatan untuk memberikan sesuatu”. HR. Muslim.Pemakaian ungkapan “Ampunilah aku, jika Engkau berkehendak” dilarang. Karena memberi kesan ketidakseriusan sang pemohon atas keinginannya untuk mendapatkan ampunan Allah.Mulai sekarang tanyakan kepada diri kita sendiri, apakah dalam setiap berdoa kepada Allah kita yakin doa kita akan terkabul? Ataukah selalu ada perasaan mungkin atau tidak mungkin? Jangan berprasangka Allah tidak mengabulkan doa. Tetapi introspeksi dan perbaikilah diri!Bagaimana kita tidak yakin pada Allah, sedangkan Dia telah berjanji untuk mengabulkan permintaan kita, dan Dia tidak pernah ingkar janji?!Bagaimana kita tidak yakin pada Allah, sedangkan segala sesuatu yang ada di alam semesta adalah milik-Nya?!Bagaimana kita tidak yakin pada Allah, sedangkan Dia Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Pemurah kepada para hamba-Nya?!@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 1 Rabi’ul Awwal 1439 / 20 November 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 125: Pantang Menyerah Dalam BerdoaNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 127: Konsentrasi Dalam Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 127: Konsentrasi Dalam Berdoa

Banyak orang mengeluh, “Mengapa doaku tidak kunjung dikabulkan?!”. Bahkan terkadang hal itu menyeret kepada sikap berprasangka buruk kepada Allah ‘azza wa jalla. Na’udzu billah min dzalik…Padahal seharusnya dalam kondisi demikian, kita berusaha berintrospeksi diri dan memperbaiki apa yang perlu diperbaiki.Ketahuilah bahwa doa itu manakala tidak dikabulkan, pemicunya bisa beragam. Antara lain:Isi doanya sendiri yang bermasalah. Misalkan doa tersebut berisi permintaan sesuatu yang tidak disukai Allah.Hati orang yang berdoa itu bermasalah. Seperti orang yang tidak berkonsentrasi saat berdoa. Hatinya melanglang buana kemana-mana.Adanya faktor yang menghalangi terkabulnya doa. Contohnya: mengkonsumsi makanan atau minuman yang haram, banyak maksiat, dan yang semisal itu.Maka salah satu syarat utama dikabulkannya doa adalah: menghadirkan hati, konsentrasi, khusyu’ dan tidak membiarkan pikiran kesana-kemari saat berdoa. Sebab bila seorang hamba ketika berdoa hatinya tidak konsentrasi, kekuatan doanya akan melemah. Sehingga efeknya pun akan melemah juga. Ibarat sebuah busur panah yang talinya kendor. Saat digunakan, maka anak panahnya tidak bisa melesat kencang.Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan,“ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ““Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa sungguh Allah biasanya tidak mengabulkan doa yang keluar dari hati yang tidak konsentrasi dan lalai”. HR. Tirmidzy dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dan dinilai hasan oleh Syaikh al-Albany.Konsentrasi dalam berdoa artinya, antara lain: berusaha memahami isi doa yang dibaca lisan, meresapi janji Allah mengabulkan doa, menghadirkan perasaan bahwa Allah dekat dan mendengar doa kita.Doa dengan penuh konsentrasi ini akan semakin dahsyat efeknya, apabila bila bertepatan dengan waktu yang mustajab. Seperti: di antara adzan dengan iqamat, di sepertiga malam terakhir, ba’da ashar hari Jumat terlebih menjelang Maghrib dan waktu-waktu mustajab lainnya.Ditambah kita berdoa dalam keadaan suci, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, memulai doa dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Juga mengawalinya dengan taubat dan istighfar. Lalu doa tersebut diulang berkali-kali. Tidak lupa juga bertawassul dengan asmaul husna. Bila perlu bersedekah terlebih dahulu sebelum berdoa.Doa dengan semua kriteria ini, hampir-hampir tidak mungkin ditolak.Terakhir pilihlah redaksi doa yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadits. Sebab doa-doa tersebut tidak mungkin keliru atau salah.Jangan lupa, iringilah doa dengan usaha maksimal. Semoga Allah berkenan menerima doa-doa kita semua Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 126: Berdoa Harus YakinNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 128: Kita Butuh Allah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 127: Konsentrasi Dalam Berdoa

Banyak orang mengeluh, “Mengapa doaku tidak kunjung dikabulkan?!”. Bahkan terkadang hal itu menyeret kepada sikap berprasangka buruk kepada Allah ‘azza wa jalla. Na’udzu billah min dzalik…Padahal seharusnya dalam kondisi demikian, kita berusaha berintrospeksi diri dan memperbaiki apa yang perlu diperbaiki.Ketahuilah bahwa doa itu manakala tidak dikabulkan, pemicunya bisa beragam. Antara lain:Isi doanya sendiri yang bermasalah. Misalkan doa tersebut berisi permintaan sesuatu yang tidak disukai Allah.Hati orang yang berdoa itu bermasalah. Seperti orang yang tidak berkonsentrasi saat berdoa. Hatinya melanglang buana kemana-mana.Adanya faktor yang menghalangi terkabulnya doa. Contohnya: mengkonsumsi makanan atau minuman yang haram, banyak maksiat, dan yang semisal itu.Maka salah satu syarat utama dikabulkannya doa adalah: menghadirkan hati, konsentrasi, khusyu’ dan tidak membiarkan pikiran kesana-kemari saat berdoa. Sebab bila seorang hamba ketika berdoa hatinya tidak konsentrasi, kekuatan doanya akan melemah. Sehingga efeknya pun akan melemah juga. Ibarat sebuah busur panah yang talinya kendor. Saat digunakan, maka anak panahnya tidak bisa melesat kencang.Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan,“ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ““Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa sungguh Allah biasanya tidak mengabulkan doa yang keluar dari hati yang tidak konsentrasi dan lalai”. HR. Tirmidzy dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dan dinilai hasan oleh Syaikh al-Albany.Konsentrasi dalam berdoa artinya, antara lain: berusaha memahami isi doa yang dibaca lisan, meresapi janji Allah mengabulkan doa, menghadirkan perasaan bahwa Allah dekat dan mendengar doa kita.Doa dengan penuh konsentrasi ini akan semakin dahsyat efeknya, apabila bila bertepatan dengan waktu yang mustajab. Seperti: di antara adzan dengan iqamat, di sepertiga malam terakhir, ba’da ashar hari Jumat terlebih menjelang Maghrib dan waktu-waktu mustajab lainnya.Ditambah kita berdoa dalam keadaan suci, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, memulai doa dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Juga mengawalinya dengan taubat dan istighfar. Lalu doa tersebut diulang berkali-kali. Tidak lupa juga bertawassul dengan asmaul husna. Bila perlu bersedekah terlebih dahulu sebelum berdoa.Doa dengan semua kriteria ini, hampir-hampir tidak mungkin ditolak.Terakhir pilihlah redaksi doa yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadits. Sebab doa-doa tersebut tidak mungkin keliru atau salah.Jangan lupa, iringilah doa dengan usaha maksimal. Semoga Allah berkenan menerima doa-doa kita semua Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 126: Berdoa Harus YakinNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 128: Kita Butuh Allah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Banyak orang mengeluh, “Mengapa doaku tidak kunjung dikabulkan?!”. Bahkan terkadang hal itu menyeret kepada sikap berprasangka buruk kepada Allah ‘azza wa jalla. Na’udzu billah min dzalik…Padahal seharusnya dalam kondisi demikian, kita berusaha berintrospeksi diri dan memperbaiki apa yang perlu diperbaiki.Ketahuilah bahwa doa itu manakala tidak dikabulkan, pemicunya bisa beragam. Antara lain:Isi doanya sendiri yang bermasalah. Misalkan doa tersebut berisi permintaan sesuatu yang tidak disukai Allah.Hati orang yang berdoa itu bermasalah. Seperti orang yang tidak berkonsentrasi saat berdoa. Hatinya melanglang buana kemana-mana.Adanya faktor yang menghalangi terkabulnya doa. Contohnya: mengkonsumsi makanan atau minuman yang haram, banyak maksiat, dan yang semisal itu.Maka salah satu syarat utama dikabulkannya doa adalah: menghadirkan hati, konsentrasi, khusyu’ dan tidak membiarkan pikiran kesana-kemari saat berdoa. Sebab bila seorang hamba ketika berdoa hatinya tidak konsentrasi, kekuatan doanya akan melemah. Sehingga efeknya pun akan melemah juga. Ibarat sebuah busur panah yang talinya kendor. Saat digunakan, maka anak panahnya tidak bisa melesat kencang.Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan,“ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ““Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa sungguh Allah biasanya tidak mengabulkan doa yang keluar dari hati yang tidak konsentrasi dan lalai”. HR. Tirmidzy dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dan dinilai hasan oleh Syaikh al-Albany.Konsentrasi dalam berdoa artinya, antara lain: berusaha memahami isi doa yang dibaca lisan, meresapi janji Allah mengabulkan doa, menghadirkan perasaan bahwa Allah dekat dan mendengar doa kita.Doa dengan penuh konsentrasi ini akan semakin dahsyat efeknya, apabila bila bertepatan dengan waktu yang mustajab. Seperti: di antara adzan dengan iqamat, di sepertiga malam terakhir, ba’da ashar hari Jumat terlebih menjelang Maghrib dan waktu-waktu mustajab lainnya.Ditambah kita berdoa dalam keadaan suci, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, memulai doa dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Juga mengawalinya dengan taubat dan istighfar. Lalu doa tersebut diulang berkali-kali. Tidak lupa juga bertawassul dengan asmaul husna. Bila perlu bersedekah terlebih dahulu sebelum berdoa.Doa dengan semua kriteria ini, hampir-hampir tidak mungkin ditolak.Terakhir pilihlah redaksi doa yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadits. Sebab doa-doa tersebut tidak mungkin keliru atau salah.Jangan lupa, iringilah doa dengan usaha maksimal. Semoga Allah berkenan menerima doa-doa kita semua Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 126: Berdoa Harus YakinNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 128: Kita Butuh Allah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Banyak orang mengeluh, “Mengapa doaku tidak kunjung dikabulkan?!”. Bahkan terkadang hal itu menyeret kepada sikap berprasangka buruk kepada Allah ‘azza wa jalla. Na’udzu billah min dzalik…Padahal seharusnya dalam kondisi demikian, kita berusaha berintrospeksi diri dan memperbaiki apa yang perlu diperbaiki.Ketahuilah bahwa doa itu manakala tidak dikabulkan, pemicunya bisa beragam. Antara lain:Isi doanya sendiri yang bermasalah. Misalkan doa tersebut berisi permintaan sesuatu yang tidak disukai Allah.Hati orang yang berdoa itu bermasalah. Seperti orang yang tidak berkonsentrasi saat berdoa. Hatinya melanglang buana kemana-mana.Adanya faktor yang menghalangi terkabulnya doa. Contohnya: mengkonsumsi makanan atau minuman yang haram, banyak maksiat, dan yang semisal itu.Maka salah satu syarat utama dikabulkannya doa adalah: menghadirkan hati, konsentrasi, khusyu’ dan tidak membiarkan pikiran kesana-kemari saat berdoa. Sebab bila seorang hamba ketika berdoa hatinya tidak konsentrasi, kekuatan doanya akan melemah. Sehingga efeknya pun akan melemah juga. Ibarat sebuah busur panah yang talinya kendor. Saat digunakan, maka anak panahnya tidak bisa melesat kencang.Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan,“ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ““Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa sungguh Allah biasanya tidak mengabulkan doa yang keluar dari hati yang tidak konsentrasi dan lalai”. HR. Tirmidzy dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dan dinilai hasan oleh Syaikh al-Albany.Konsentrasi dalam berdoa artinya, antara lain: berusaha memahami isi doa yang dibaca lisan, meresapi janji Allah mengabulkan doa, menghadirkan perasaan bahwa Allah dekat dan mendengar doa kita.Doa dengan penuh konsentrasi ini akan semakin dahsyat efeknya, apabila bila bertepatan dengan waktu yang mustajab. Seperti: di antara adzan dengan iqamat, di sepertiga malam terakhir, ba’da ashar hari Jumat terlebih menjelang Maghrib dan waktu-waktu mustajab lainnya.Ditambah kita berdoa dalam keadaan suci, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, memulai doa dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Juga mengawalinya dengan taubat dan istighfar. Lalu doa tersebut diulang berkali-kali. Tidak lupa juga bertawassul dengan asmaul husna. Bila perlu bersedekah terlebih dahulu sebelum berdoa.Doa dengan semua kriteria ini, hampir-hampir tidak mungkin ditolak.Terakhir pilihlah redaksi doa yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadits. Sebab doa-doa tersebut tidak mungkin keliru atau salah.Jangan lupa, iringilah doa dengan usaha maksimal. Semoga Allah berkenan menerima doa-doa kita semua Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 126: Berdoa Harus YakinNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 128: Kita Butuh Allah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 128: Kita Butuh Allah

Salah satu hal mulia yang perlu kita hadirkan dalam hati saat berdoa, adalah perasaan butuh terhadap Allah ta’ala. Sebab seluruh makhluk tidak mungkin terlepas dari kebutuhan kepada-Nya, walaupun hanya sekejap mata sekalipun. Dialah yang menciptakan mereka. Dialah yang mengatur mereka. Dialah yang memberi rizki pada mereka. Dialah yang menyembuhkan mereka. Dialah yang menghidupkan dan mematikan mereka.Apa yang dikehendaki Allah, pasti terjadi. Sebaliknya, apapun yang tidak dikehendaki-Nya, pasti tidak terjadi. Tidak ada yang bisa menolak ketetapan dan takdir-Nya.“مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ“.Artinya: “Apapun rahmat Allah yang Dia anugerahkan kepada manusia, maka tidak ada yang bisa menahannya. Dan apapun yang ditahan-Nya, maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana”. QS. Fâthir (35): 2.Seluruh makhluk membutuhkan Allah. Makhluk masih bisa terus hidup, itu karena karunia Allah. Anggota badan mereka begitu kuat untuk menjalani aktivitas, itu karena pemberian Allah. Mereka bisa mendapatkan makanan, rizki, nikmat lahir dan batin, itu karena kebaikan yang Allah beri. Bahkan mereka bisa selamat dari berbagai musibah, kesulitan dan kesengsaraan, itupun juga karena Allah yang menghilangkannya. Allah-lah yang memberikan mereka petunjuk mengenai berbagai hal sehingga mereka bisa selamat.“يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ، وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ“.Artinya: “Wahai para manusia, kalianlah yang memerlukan Allah, sedangkan Allah Dialah Yang Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dan Maha Terpuji”. QS. Fâthir (35): 15.Dalam Tafsir Ibn Katsir dijelaskan, “Seluruh makhluk amat butuh pada Allah dalam setiap aktivitasnya, bahkan dalam diam mereka sekalipun. Allah asli tidak butuh pada mereka. Oleh karena itu, Allah sampaikan bahwa Dialah yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Maksudnya Allah-lah satu-satu-Nya Yang Maha Kaya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah sungguh Maha Terpuji dalam apapun yang Dia perbuat dan katakan, juga dalam apa yang Dia takdirkan dan syariatkan”.Dalam sebuah hadits qudsi, Allah ta’ala berfirman,“يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلَّا مَنْ هَدَيْتُهُ، فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ. يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ، إِلَّا مَنْ أَطْعَمْتُهُ، فَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ. يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ عَارٍ، إِلَّا مَنْ كَسَوْتُهُ، فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ. يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا، فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ““Wahai para hamba-Ku, kalian semua tersesat, kecuali yang Kuberi hidayah. Maka mintalah hidayah pada-Ku, niscaya kalian akan Kuberi hidayah. Wahai para hamba-Ku, kalian semua akan kelaparan, kecuali bila Kuberi makan. Maka mintalah makan kepada-Ku, niscaya kalian Kuberi makan. Wahai para hamba-Ku, kalian semua akan telanjang, kecuali bila Kuberi pakaian. Maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya kalian Kuberi pakaian. Wahai para hamba-Ku, sungguh kalian berbuat dosa malam dan siang. Sedangkan Aku akan mengampuni seluruh dosa. Maka mintalah ampun kepada-Ku, niscaya kalian akan Kuberi ampunan”. HR. Muslim dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 29 Rabi’ul Awwal 1439 / 18 Desember 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 127: Konsentrasi Dalam BerdoaNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 129: Taubat Sebelum Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 128: Kita Butuh Allah

Salah satu hal mulia yang perlu kita hadirkan dalam hati saat berdoa, adalah perasaan butuh terhadap Allah ta’ala. Sebab seluruh makhluk tidak mungkin terlepas dari kebutuhan kepada-Nya, walaupun hanya sekejap mata sekalipun. Dialah yang menciptakan mereka. Dialah yang mengatur mereka. Dialah yang memberi rizki pada mereka. Dialah yang menyembuhkan mereka. Dialah yang menghidupkan dan mematikan mereka.Apa yang dikehendaki Allah, pasti terjadi. Sebaliknya, apapun yang tidak dikehendaki-Nya, pasti tidak terjadi. Tidak ada yang bisa menolak ketetapan dan takdir-Nya.“مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ“.Artinya: “Apapun rahmat Allah yang Dia anugerahkan kepada manusia, maka tidak ada yang bisa menahannya. Dan apapun yang ditahan-Nya, maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana”. QS. Fâthir (35): 2.Seluruh makhluk membutuhkan Allah. Makhluk masih bisa terus hidup, itu karena karunia Allah. Anggota badan mereka begitu kuat untuk menjalani aktivitas, itu karena pemberian Allah. Mereka bisa mendapatkan makanan, rizki, nikmat lahir dan batin, itu karena kebaikan yang Allah beri. Bahkan mereka bisa selamat dari berbagai musibah, kesulitan dan kesengsaraan, itupun juga karena Allah yang menghilangkannya. Allah-lah yang memberikan mereka petunjuk mengenai berbagai hal sehingga mereka bisa selamat.“يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ، وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ“.Artinya: “Wahai para manusia, kalianlah yang memerlukan Allah, sedangkan Allah Dialah Yang Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dan Maha Terpuji”. QS. Fâthir (35): 15.Dalam Tafsir Ibn Katsir dijelaskan, “Seluruh makhluk amat butuh pada Allah dalam setiap aktivitasnya, bahkan dalam diam mereka sekalipun. Allah asli tidak butuh pada mereka. Oleh karena itu, Allah sampaikan bahwa Dialah yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Maksudnya Allah-lah satu-satu-Nya Yang Maha Kaya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah sungguh Maha Terpuji dalam apapun yang Dia perbuat dan katakan, juga dalam apa yang Dia takdirkan dan syariatkan”.Dalam sebuah hadits qudsi, Allah ta’ala berfirman,“يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلَّا مَنْ هَدَيْتُهُ، فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ. يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ، إِلَّا مَنْ أَطْعَمْتُهُ، فَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ. يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ عَارٍ، إِلَّا مَنْ كَسَوْتُهُ، فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ. يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا، فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ““Wahai para hamba-Ku, kalian semua tersesat, kecuali yang Kuberi hidayah. Maka mintalah hidayah pada-Ku, niscaya kalian akan Kuberi hidayah. Wahai para hamba-Ku, kalian semua akan kelaparan, kecuali bila Kuberi makan. Maka mintalah makan kepada-Ku, niscaya kalian Kuberi makan. Wahai para hamba-Ku, kalian semua akan telanjang, kecuali bila Kuberi pakaian. Maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya kalian Kuberi pakaian. Wahai para hamba-Ku, sungguh kalian berbuat dosa malam dan siang. Sedangkan Aku akan mengampuni seluruh dosa. Maka mintalah ampun kepada-Ku, niscaya kalian akan Kuberi ampunan”. HR. Muslim dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 29 Rabi’ul Awwal 1439 / 18 Desember 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 127: Konsentrasi Dalam BerdoaNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 129: Taubat Sebelum Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Salah satu hal mulia yang perlu kita hadirkan dalam hati saat berdoa, adalah perasaan butuh terhadap Allah ta’ala. Sebab seluruh makhluk tidak mungkin terlepas dari kebutuhan kepada-Nya, walaupun hanya sekejap mata sekalipun. Dialah yang menciptakan mereka. Dialah yang mengatur mereka. Dialah yang memberi rizki pada mereka. Dialah yang menyembuhkan mereka. Dialah yang menghidupkan dan mematikan mereka.Apa yang dikehendaki Allah, pasti terjadi. Sebaliknya, apapun yang tidak dikehendaki-Nya, pasti tidak terjadi. Tidak ada yang bisa menolak ketetapan dan takdir-Nya.“مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ“.Artinya: “Apapun rahmat Allah yang Dia anugerahkan kepada manusia, maka tidak ada yang bisa menahannya. Dan apapun yang ditahan-Nya, maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana”. QS. Fâthir (35): 2.Seluruh makhluk membutuhkan Allah. Makhluk masih bisa terus hidup, itu karena karunia Allah. Anggota badan mereka begitu kuat untuk menjalani aktivitas, itu karena pemberian Allah. Mereka bisa mendapatkan makanan, rizki, nikmat lahir dan batin, itu karena kebaikan yang Allah beri. Bahkan mereka bisa selamat dari berbagai musibah, kesulitan dan kesengsaraan, itupun juga karena Allah yang menghilangkannya. Allah-lah yang memberikan mereka petunjuk mengenai berbagai hal sehingga mereka bisa selamat.“يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ، وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ“.Artinya: “Wahai para manusia, kalianlah yang memerlukan Allah, sedangkan Allah Dialah Yang Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dan Maha Terpuji”. QS. Fâthir (35): 15.Dalam Tafsir Ibn Katsir dijelaskan, “Seluruh makhluk amat butuh pada Allah dalam setiap aktivitasnya, bahkan dalam diam mereka sekalipun. Allah asli tidak butuh pada mereka. Oleh karena itu, Allah sampaikan bahwa Dialah yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Maksudnya Allah-lah satu-satu-Nya Yang Maha Kaya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah sungguh Maha Terpuji dalam apapun yang Dia perbuat dan katakan, juga dalam apa yang Dia takdirkan dan syariatkan”.Dalam sebuah hadits qudsi, Allah ta’ala berfirman,“يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلَّا مَنْ هَدَيْتُهُ، فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ. يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ، إِلَّا مَنْ أَطْعَمْتُهُ، فَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ. يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ عَارٍ، إِلَّا مَنْ كَسَوْتُهُ، فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ. يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا، فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ““Wahai para hamba-Ku, kalian semua tersesat, kecuali yang Kuberi hidayah. Maka mintalah hidayah pada-Ku, niscaya kalian akan Kuberi hidayah. Wahai para hamba-Ku, kalian semua akan kelaparan, kecuali bila Kuberi makan. Maka mintalah makan kepada-Ku, niscaya kalian Kuberi makan. Wahai para hamba-Ku, kalian semua akan telanjang, kecuali bila Kuberi pakaian. Maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya kalian Kuberi pakaian. Wahai para hamba-Ku, sungguh kalian berbuat dosa malam dan siang. Sedangkan Aku akan mengampuni seluruh dosa. Maka mintalah ampun kepada-Ku, niscaya kalian akan Kuberi ampunan”. HR. Muslim dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 29 Rabi’ul Awwal 1439 / 18 Desember 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 127: Konsentrasi Dalam BerdoaNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 129: Taubat Sebelum Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Salah satu hal mulia yang perlu kita hadirkan dalam hati saat berdoa, adalah perasaan butuh terhadap Allah ta’ala. Sebab seluruh makhluk tidak mungkin terlepas dari kebutuhan kepada-Nya, walaupun hanya sekejap mata sekalipun. Dialah yang menciptakan mereka. Dialah yang mengatur mereka. Dialah yang memberi rizki pada mereka. Dialah yang menyembuhkan mereka. Dialah yang menghidupkan dan mematikan mereka.Apa yang dikehendaki Allah, pasti terjadi. Sebaliknya, apapun yang tidak dikehendaki-Nya, pasti tidak terjadi. Tidak ada yang bisa menolak ketetapan dan takdir-Nya.“مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ“.Artinya: “Apapun rahmat Allah yang Dia anugerahkan kepada manusia, maka tidak ada yang bisa menahannya. Dan apapun yang ditahan-Nya, maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana”. QS. Fâthir (35): 2.Seluruh makhluk membutuhkan Allah. Makhluk masih bisa terus hidup, itu karena karunia Allah. Anggota badan mereka begitu kuat untuk menjalani aktivitas, itu karena pemberian Allah. Mereka bisa mendapatkan makanan, rizki, nikmat lahir dan batin, itu karena kebaikan yang Allah beri. Bahkan mereka bisa selamat dari berbagai musibah, kesulitan dan kesengsaraan, itupun juga karena Allah yang menghilangkannya. Allah-lah yang memberikan mereka petunjuk mengenai berbagai hal sehingga mereka bisa selamat.“يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ، وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ“.Artinya: “Wahai para manusia, kalianlah yang memerlukan Allah, sedangkan Allah Dialah Yang Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dan Maha Terpuji”. QS. Fâthir (35): 15.Dalam Tafsir Ibn Katsir dijelaskan, “Seluruh makhluk amat butuh pada Allah dalam setiap aktivitasnya, bahkan dalam diam mereka sekalipun. Allah asli tidak butuh pada mereka. Oleh karena itu, Allah sampaikan bahwa Dialah yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Maksudnya Allah-lah satu-satu-Nya Yang Maha Kaya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah sungguh Maha Terpuji dalam apapun yang Dia perbuat dan katakan, juga dalam apa yang Dia takdirkan dan syariatkan”.Dalam sebuah hadits qudsi, Allah ta’ala berfirman,“يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلَّا مَنْ هَدَيْتُهُ، فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ. يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ، إِلَّا مَنْ أَطْعَمْتُهُ، فَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ. يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ عَارٍ، إِلَّا مَنْ كَسَوْتُهُ، فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ. يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا، فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ““Wahai para hamba-Ku, kalian semua tersesat, kecuali yang Kuberi hidayah. Maka mintalah hidayah pada-Ku, niscaya kalian akan Kuberi hidayah. Wahai para hamba-Ku, kalian semua akan kelaparan, kecuali bila Kuberi makan. Maka mintalah makan kepada-Ku, niscaya kalian Kuberi makan. Wahai para hamba-Ku, kalian semua akan telanjang, kecuali bila Kuberi pakaian. Maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya kalian Kuberi pakaian. Wahai para hamba-Ku, sungguh kalian berbuat dosa malam dan siang. Sedangkan Aku akan mengampuni seluruh dosa. Maka mintalah ampun kepada-Ku, niscaya kalian akan Kuberi ampunan”. HR. Muslim dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 29 Rabi’ul Awwal 1439 / 18 Desember 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 127: Konsentrasi Dalam BerdoaNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 129: Taubat Sebelum Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 129: Taubat Sebelum Berdoa

Di antara faktor yang menyebabkan terkabulnya doa adalah bertaubat sebelum berdoa. Mengakui kekurangan diri dan menyesali berbagai dosa yang pernah dikerjakan. Sebab tumpukan dosa yang menggunung adalah salah satu penghalang terbesar terkabulnya doa.Dalam sebuah hadits sahih disebutkan,“ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ، يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ، يَا رَبِّ، يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ، وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ؟ ““Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menceritakan tentang seseorang yang telah lama bepergian, kusut masai, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berkata, “Wahai Rabbi, wahai Rabbi”. Namun makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan diberi makan yang haram. Bagaimana mungkin dikabulkan doanya?”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Dahulu para nabi dan rasul ‘alahimussalam tidak pernah bosan mengajak ummat mereka untuk bertaubat dan beristighfar kepada Allah. Sembari menjelaskan buah manis taubat berupa terkabulnya doa, turunnya hujan dan berbagai berkah kebaikan lainnya.Nabi Hud ‘alaihissalam berkata kepada kaumnya,“وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ“Artinya: “Wahai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabb kalian dan bertaubatlah kepada-Nya. Niscaya Dia menurunkan hujan yang deras atasmu, juga memberikan kekuatan yang berlipat-lipat. Janganlah kalian berpaling dengan berbuat dosa”. QS. Hud (11): 52. Bahkan Nabi Yunus ‘alaihissalam sendiri mempraktekkan adab tersebut, saat beliau dimakan ikan paus. Allah ‘azza wa jalla berfirman,“وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88)“Artinya: “(Ingatlah kisah) Dzun Nun (Nabi Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah. Ia mengira bahwa Kami tidak bisa menekannya. Akhirnya iapun berdoa dalam kegelapan yang sangat (yakni di dalam perut ikan, di dasar lautan dan di malam hari), “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang bersalah)”. Maka Kami pun mengabulkan doanya dan menyelamatkannya dari musibah. Demikianlah kami menyelamatkan orang-orang yang beriman”. QS. Al-Anbiya’ (21): 87-88.Maka jangan heran bila konon dahulu Ummar bin Khatthab pernah memohon hujan kepada Allah. Namun sejak keluar rumah hingga pulang kembali, tidak ada doa yang dibacanya melainkan hanya istighfar. Ternyata Allah turunkan hujan. Masyarakat bertanya kepada beliau, “Barusan engkau tidak kami dengar berdoa meminta hujan?”.Beliau menjawab, “Aku sudah minta hujan dengan melakukan hal yang bisa mendatangkan hujan (yakni membaca istighfar)”. Lalu beliau menukil firman Allah ta’ala, “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit “. QS. Nuh (71): 10-12.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 12 Jumadal Ula 1439 / 29 Januari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 128: Kita Butuh AllahNext Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Februari 2018 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 129: Taubat Sebelum Berdoa

Di antara faktor yang menyebabkan terkabulnya doa adalah bertaubat sebelum berdoa. Mengakui kekurangan diri dan menyesali berbagai dosa yang pernah dikerjakan. Sebab tumpukan dosa yang menggunung adalah salah satu penghalang terbesar terkabulnya doa.Dalam sebuah hadits sahih disebutkan,“ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ، يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ، يَا رَبِّ، يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ، وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ؟ ““Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menceritakan tentang seseorang yang telah lama bepergian, kusut masai, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berkata, “Wahai Rabbi, wahai Rabbi”. Namun makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan diberi makan yang haram. Bagaimana mungkin dikabulkan doanya?”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Dahulu para nabi dan rasul ‘alahimussalam tidak pernah bosan mengajak ummat mereka untuk bertaubat dan beristighfar kepada Allah. Sembari menjelaskan buah manis taubat berupa terkabulnya doa, turunnya hujan dan berbagai berkah kebaikan lainnya.Nabi Hud ‘alaihissalam berkata kepada kaumnya,“وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ“Artinya: “Wahai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabb kalian dan bertaubatlah kepada-Nya. Niscaya Dia menurunkan hujan yang deras atasmu, juga memberikan kekuatan yang berlipat-lipat. Janganlah kalian berpaling dengan berbuat dosa”. QS. Hud (11): 52. Bahkan Nabi Yunus ‘alaihissalam sendiri mempraktekkan adab tersebut, saat beliau dimakan ikan paus. Allah ‘azza wa jalla berfirman,“وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88)“Artinya: “(Ingatlah kisah) Dzun Nun (Nabi Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah. Ia mengira bahwa Kami tidak bisa menekannya. Akhirnya iapun berdoa dalam kegelapan yang sangat (yakni di dalam perut ikan, di dasar lautan dan di malam hari), “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang bersalah)”. Maka Kami pun mengabulkan doanya dan menyelamatkannya dari musibah. Demikianlah kami menyelamatkan orang-orang yang beriman”. QS. Al-Anbiya’ (21): 87-88.Maka jangan heran bila konon dahulu Ummar bin Khatthab pernah memohon hujan kepada Allah. Namun sejak keluar rumah hingga pulang kembali, tidak ada doa yang dibacanya melainkan hanya istighfar. Ternyata Allah turunkan hujan. Masyarakat bertanya kepada beliau, “Barusan engkau tidak kami dengar berdoa meminta hujan?”.Beliau menjawab, “Aku sudah minta hujan dengan melakukan hal yang bisa mendatangkan hujan (yakni membaca istighfar)”. Lalu beliau menukil firman Allah ta’ala, “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit “. QS. Nuh (71): 10-12.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 12 Jumadal Ula 1439 / 29 Januari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 128: Kita Butuh AllahNext Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Februari 2018 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Di antara faktor yang menyebabkan terkabulnya doa adalah bertaubat sebelum berdoa. Mengakui kekurangan diri dan menyesali berbagai dosa yang pernah dikerjakan. Sebab tumpukan dosa yang menggunung adalah salah satu penghalang terbesar terkabulnya doa.Dalam sebuah hadits sahih disebutkan,“ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ، يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ، يَا رَبِّ، يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ، وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ؟ ““Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menceritakan tentang seseorang yang telah lama bepergian, kusut masai, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berkata, “Wahai Rabbi, wahai Rabbi”. Namun makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan diberi makan yang haram. Bagaimana mungkin dikabulkan doanya?”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Dahulu para nabi dan rasul ‘alahimussalam tidak pernah bosan mengajak ummat mereka untuk bertaubat dan beristighfar kepada Allah. Sembari menjelaskan buah manis taubat berupa terkabulnya doa, turunnya hujan dan berbagai berkah kebaikan lainnya.Nabi Hud ‘alaihissalam berkata kepada kaumnya,“وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ“Artinya: “Wahai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabb kalian dan bertaubatlah kepada-Nya. Niscaya Dia menurunkan hujan yang deras atasmu, juga memberikan kekuatan yang berlipat-lipat. Janganlah kalian berpaling dengan berbuat dosa”. QS. Hud (11): 52. Bahkan Nabi Yunus ‘alaihissalam sendiri mempraktekkan adab tersebut, saat beliau dimakan ikan paus. Allah ‘azza wa jalla berfirman,“وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88)“Artinya: “(Ingatlah kisah) Dzun Nun (Nabi Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah. Ia mengira bahwa Kami tidak bisa menekannya. Akhirnya iapun berdoa dalam kegelapan yang sangat (yakni di dalam perut ikan, di dasar lautan dan di malam hari), “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang bersalah)”. Maka Kami pun mengabulkan doanya dan menyelamatkannya dari musibah. Demikianlah kami menyelamatkan orang-orang yang beriman”. QS. Al-Anbiya’ (21): 87-88.Maka jangan heran bila konon dahulu Ummar bin Khatthab pernah memohon hujan kepada Allah. Namun sejak keluar rumah hingga pulang kembali, tidak ada doa yang dibacanya melainkan hanya istighfar. Ternyata Allah turunkan hujan. Masyarakat bertanya kepada beliau, “Barusan engkau tidak kami dengar berdoa meminta hujan?”.Beliau menjawab, “Aku sudah minta hujan dengan melakukan hal yang bisa mendatangkan hujan (yakni membaca istighfar)”. Lalu beliau menukil firman Allah ta’ala, “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit “. QS. Nuh (71): 10-12.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 12 Jumadal Ula 1439 / 29 Januari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 128: Kita Butuh AllahNext Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Februari 2018 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Di antara faktor yang menyebabkan terkabulnya doa adalah bertaubat sebelum berdoa. Mengakui kekurangan diri dan menyesali berbagai dosa yang pernah dikerjakan. Sebab tumpukan dosa yang menggunung adalah salah satu penghalang terbesar terkabulnya doa.Dalam sebuah hadits sahih disebutkan,“ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ، يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ، يَا رَبِّ، يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ، وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ؟ ““Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menceritakan tentang seseorang yang telah lama bepergian, kusut masai, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berkata, “Wahai Rabbi, wahai Rabbi”. Namun makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan diberi makan yang haram. Bagaimana mungkin dikabulkan doanya?”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Dahulu para nabi dan rasul ‘alahimussalam tidak pernah bosan mengajak ummat mereka untuk bertaubat dan beristighfar kepada Allah. Sembari menjelaskan buah manis taubat berupa terkabulnya doa, turunnya hujan dan berbagai berkah kebaikan lainnya.Nabi Hud ‘alaihissalam berkata kepada kaumnya,“وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ“Artinya: “Wahai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabb kalian dan bertaubatlah kepada-Nya. Niscaya Dia menurunkan hujan yang deras atasmu, juga memberikan kekuatan yang berlipat-lipat. Janganlah kalian berpaling dengan berbuat dosa”. QS. Hud (11): 52. Bahkan Nabi Yunus ‘alaihissalam sendiri mempraktekkan adab tersebut, saat beliau dimakan ikan paus. Allah ‘azza wa jalla berfirman,“وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88)“Artinya: “(Ingatlah kisah) Dzun Nun (Nabi Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah. Ia mengira bahwa Kami tidak bisa menekannya. Akhirnya iapun berdoa dalam kegelapan yang sangat (yakni di dalam perut ikan, di dasar lautan dan di malam hari), “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang bersalah)”. Maka Kami pun mengabulkan doanya dan menyelamatkannya dari musibah. Demikianlah kami menyelamatkan orang-orang yang beriman”. QS. Al-Anbiya’ (21): 87-88.Maka jangan heran bila konon dahulu Ummar bin Khatthab pernah memohon hujan kepada Allah. Namun sejak keluar rumah hingga pulang kembali, tidak ada doa yang dibacanya melainkan hanya istighfar. Ternyata Allah turunkan hujan. Masyarakat bertanya kepada beliau, “Barusan engkau tidak kami dengar berdoa meminta hujan?”.Beliau menjawab, “Aku sudah minta hujan dengan melakukan hal yang bisa mendatangkan hujan (yakni membaca istighfar)”. Lalu beliau menukil firman Allah ta’ala, “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit “. QS. Nuh (71): 10-12.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 12 Jumadal Ula 1439 / 29 Januari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 128: Kita Butuh AllahNext Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Februari 2018 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Februari 2018

Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Februari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 129: Taubat Sebelum BerdoaNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: As Sami – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Februari 2018

Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Februari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 129: Taubat Sebelum BerdoaNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: As Sami – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Februari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 129: Taubat Sebelum BerdoaNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: As Sami – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Februari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 129: Taubat Sebelum BerdoaNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: As Sami – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: As Sami – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Fiqih Asmaul Husna: As Sami – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Februari 2018Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #88: Mempersiapkan Anak Untuk Berdakwah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: As Sami – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Fiqih Asmaul Husna: As Sami – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Februari 2018Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #88: Mempersiapkan Anak Untuk Berdakwah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Fiqih Asmaul Husna: As Sami – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Februari 2018Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #88: Mempersiapkan Anak Untuk Berdakwah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Fiqih Asmaul Husna: As Sami – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Februari 2018Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #88: Mempersiapkan Anak Untuk Berdakwah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #88: Mempersiapkan Anak Untuk Berdakwah

Mendengar kata “berdakwah”, kesan yang timbul di benak kebanyakan kita adalah sebuah aktivitas berat yang hanya boleh dilakukan oleh orang dewasa. Sebagian dari anggapan ini perlu diluruskan. Memang betul, bahwa untuk berdakwah itu membutuhkan bekal yang cukup. Namun satu hal yang perlu diingat, bahwa untuk mencapai level tersebut membutuhkan proses yang tidak sebentar.Kita semua akan meninggalkan dunia yang fana ini. Setelah itu yang akan meneruskan perjalanan hidup ini adalah generasi putra-putri kita. Bila kita tidak persiapkan mereka dengan baik, bisa jadi masa depan negeri kita akan suram. Na’udzu billah min dzalik…Proses awal mengenalkan dakwah bisa dengan melibatkan anak dalam aktivitas dakwah secara langsung. Hal ini penting untuk memberikan contoh dan lingkungan yang kondusif, sehingga suasana dakwah sudah bisa dirasakan anak sejak dini. Ajaklah anak turut serta ketika Anda menjadi peserta atau pembicara dalam pengajian, diskusi atau seminar. Sesampai di rumah, anak bisa diminta pendapatnya tentang kegiatan yang baru saja ia ikuti. Sebelum memutuskan untuk mengajak anak pergi berdakwah tentu harus dipertimbangkan kondisi kesiapan anak. Maka, lakukan persiapan seperlunya agar anak bisa merasa nyaman dan tidak malah menimbulkan masalah.Mengajak anak terlibat dakwah bisa juga dilakukan secara tidak langsung. Ketika Anda harus bergegas pergi pagi-pagi untuk urusan dakwah misalnya, ajaklah anak yang besar membantu adiknya menyiapkan keperluan sekolah, atau membantu membereskan rumah. Sehingga ketika Anda kembali rumah sudah rapi. Dengan cara itu, anak akan melihat langsung kesibukan Anda dalam dakwah. Dan anak juga bisa merasakan langsung bagaimana ia ternyata bisa membantu mendukung dakwah meski hanya dengan melakukan sebagian kecil pekerjaan Anda di rumah.Cara lain yang juga penting untuk mengajak anak berdakwah adalah dengan menciptakan suasana dakwah di rumah. Misalnya dengan mengembangkan kebiasaan saling nasihat menasihati atau seringnya rumah dijadikan sebagai tempat aktivitas dakwah.Untuk menumbuhkan semangat dan motivasi, Anda bisa menceritakan kepada anak-anak bagaimana kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat. Sampaikan kepada mereka bahwa kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat yang tidak pernah lepas dari kehidupan dakwah. Ceritakan bagaimana perjuangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat menyebarkan Islam ke seluruh dunia. Mulai dari Bilal yang begitu istiqamah mempertahankan akidahnya, Thariq Bin Ziad penakluk Spanyol atau Muhammad al Fatih penakluk Konstantinopel. Cerita-cerita seperti ini pasti akan melekat erat dan memberikan motivasi pada anak untuk bersemangat dan berani berdakwah.Sesekali, penting untuk disampaikan kepada anak janji-janji Allah untuk para pengemban dakwah. Ketika tengah melihat tayangan di media elektronik atau membaca berita di media massa biasanya ada topik yang menarik. Bagus bila anak sudah langsung bisa berkomentar dan memberikan pendapat. Anda tinggal menambahi atau memberikan arahan serta solusi menurut Islam. Kalau anak-anak belum memberikan respon, Anda bisa memancingnya dengan bertanya kepada mereka, apa tanggapannya setelah melihat itu semua. Jangan lupa biasakan juga anak-anak diajak berdoa untuk keselamatan dan kejayaan umat Islam di seluruh dunia. Mudah-mudahan kelak anak-anak benar-benar menjadi pengemban dakwah yang tangguh. Aamiin…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Jumadal Awal 1438 / 20 Februari 2017 Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: As Sami – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Peka Menangkap Pesan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #88: Mempersiapkan Anak Untuk Berdakwah

Mendengar kata “berdakwah”, kesan yang timbul di benak kebanyakan kita adalah sebuah aktivitas berat yang hanya boleh dilakukan oleh orang dewasa. Sebagian dari anggapan ini perlu diluruskan. Memang betul, bahwa untuk berdakwah itu membutuhkan bekal yang cukup. Namun satu hal yang perlu diingat, bahwa untuk mencapai level tersebut membutuhkan proses yang tidak sebentar.Kita semua akan meninggalkan dunia yang fana ini. Setelah itu yang akan meneruskan perjalanan hidup ini adalah generasi putra-putri kita. Bila kita tidak persiapkan mereka dengan baik, bisa jadi masa depan negeri kita akan suram. Na’udzu billah min dzalik…Proses awal mengenalkan dakwah bisa dengan melibatkan anak dalam aktivitas dakwah secara langsung. Hal ini penting untuk memberikan contoh dan lingkungan yang kondusif, sehingga suasana dakwah sudah bisa dirasakan anak sejak dini. Ajaklah anak turut serta ketika Anda menjadi peserta atau pembicara dalam pengajian, diskusi atau seminar. Sesampai di rumah, anak bisa diminta pendapatnya tentang kegiatan yang baru saja ia ikuti. Sebelum memutuskan untuk mengajak anak pergi berdakwah tentu harus dipertimbangkan kondisi kesiapan anak. Maka, lakukan persiapan seperlunya agar anak bisa merasa nyaman dan tidak malah menimbulkan masalah.Mengajak anak terlibat dakwah bisa juga dilakukan secara tidak langsung. Ketika Anda harus bergegas pergi pagi-pagi untuk urusan dakwah misalnya, ajaklah anak yang besar membantu adiknya menyiapkan keperluan sekolah, atau membantu membereskan rumah. Sehingga ketika Anda kembali rumah sudah rapi. Dengan cara itu, anak akan melihat langsung kesibukan Anda dalam dakwah. Dan anak juga bisa merasakan langsung bagaimana ia ternyata bisa membantu mendukung dakwah meski hanya dengan melakukan sebagian kecil pekerjaan Anda di rumah.Cara lain yang juga penting untuk mengajak anak berdakwah adalah dengan menciptakan suasana dakwah di rumah. Misalnya dengan mengembangkan kebiasaan saling nasihat menasihati atau seringnya rumah dijadikan sebagai tempat aktivitas dakwah.Untuk menumbuhkan semangat dan motivasi, Anda bisa menceritakan kepada anak-anak bagaimana kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat. Sampaikan kepada mereka bahwa kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat yang tidak pernah lepas dari kehidupan dakwah. Ceritakan bagaimana perjuangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat menyebarkan Islam ke seluruh dunia. Mulai dari Bilal yang begitu istiqamah mempertahankan akidahnya, Thariq Bin Ziad penakluk Spanyol atau Muhammad al Fatih penakluk Konstantinopel. Cerita-cerita seperti ini pasti akan melekat erat dan memberikan motivasi pada anak untuk bersemangat dan berani berdakwah.Sesekali, penting untuk disampaikan kepada anak janji-janji Allah untuk para pengemban dakwah. Ketika tengah melihat tayangan di media elektronik atau membaca berita di media massa biasanya ada topik yang menarik. Bagus bila anak sudah langsung bisa berkomentar dan memberikan pendapat. Anda tinggal menambahi atau memberikan arahan serta solusi menurut Islam. Kalau anak-anak belum memberikan respon, Anda bisa memancingnya dengan bertanya kepada mereka, apa tanggapannya setelah melihat itu semua. Jangan lupa biasakan juga anak-anak diajak berdoa untuk keselamatan dan kejayaan umat Islam di seluruh dunia. Mudah-mudahan kelak anak-anak benar-benar menjadi pengemban dakwah yang tangguh. Aamiin…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Jumadal Awal 1438 / 20 Februari 2017 Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: As Sami – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Peka Menangkap Pesan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Mendengar kata “berdakwah”, kesan yang timbul di benak kebanyakan kita adalah sebuah aktivitas berat yang hanya boleh dilakukan oleh orang dewasa. Sebagian dari anggapan ini perlu diluruskan. Memang betul, bahwa untuk berdakwah itu membutuhkan bekal yang cukup. Namun satu hal yang perlu diingat, bahwa untuk mencapai level tersebut membutuhkan proses yang tidak sebentar.Kita semua akan meninggalkan dunia yang fana ini. Setelah itu yang akan meneruskan perjalanan hidup ini adalah generasi putra-putri kita. Bila kita tidak persiapkan mereka dengan baik, bisa jadi masa depan negeri kita akan suram. Na’udzu billah min dzalik…Proses awal mengenalkan dakwah bisa dengan melibatkan anak dalam aktivitas dakwah secara langsung. Hal ini penting untuk memberikan contoh dan lingkungan yang kondusif, sehingga suasana dakwah sudah bisa dirasakan anak sejak dini. Ajaklah anak turut serta ketika Anda menjadi peserta atau pembicara dalam pengajian, diskusi atau seminar. Sesampai di rumah, anak bisa diminta pendapatnya tentang kegiatan yang baru saja ia ikuti. Sebelum memutuskan untuk mengajak anak pergi berdakwah tentu harus dipertimbangkan kondisi kesiapan anak. Maka, lakukan persiapan seperlunya agar anak bisa merasa nyaman dan tidak malah menimbulkan masalah.Mengajak anak terlibat dakwah bisa juga dilakukan secara tidak langsung. Ketika Anda harus bergegas pergi pagi-pagi untuk urusan dakwah misalnya, ajaklah anak yang besar membantu adiknya menyiapkan keperluan sekolah, atau membantu membereskan rumah. Sehingga ketika Anda kembali rumah sudah rapi. Dengan cara itu, anak akan melihat langsung kesibukan Anda dalam dakwah. Dan anak juga bisa merasakan langsung bagaimana ia ternyata bisa membantu mendukung dakwah meski hanya dengan melakukan sebagian kecil pekerjaan Anda di rumah.Cara lain yang juga penting untuk mengajak anak berdakwah adalah dengan menciptakan suasana dakwah di rumah. Misalnya dengan mengembangkan kebiasaan saling nasihat menasihati atau seringnya rumah dijadikan sebagai tempat aktivitas dakwah.Untuk menumbuhkan semangat dan motivasi, Anda bisa menceritakan kepada anak-anak bagaimana kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat. Sampaikan kepada mereka bahwa kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat yang tidak pernah lepas dari kehidupan dakwah. Ceritakan bagaimana perjuangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat menyebarkan Islam ke seluruh dunia. Mulai dari Bilal yang begitu istiqamah mempertahankan akidahnya, Thariq Bin Ziad penakluk Spanyol atau Muhammad al Fatih penakluk Konstantinopel. Cerita-cerita seperti ini pasti akan melekat erat dan memberikan motivasi pada anak untuk bersemangat dan berani berdakwah.Sesekali, penting untuk disampaikan kepada anak janji-janji Allah untuk para pengemban dakwah. Ketika tengah melihat tayangan di media elektronik atau membaca berita di media massa biasanya ada topik yang menarik. Bagus bila anak sudah langsung bisa berkomentar dan memberikan pendapat. Anda tinggal menambahi atau memberikan arahan serta solusi menurut Islam. Kalau anak-anak belum memberikan respon, Anda bisa memancingnya dengan bertanya kepada mereka, apa tanggapannya setelah melihat itu semua. Jangan lupa biasakan juga anak-anak diajak berdoa untuk keselamatan dan kejayaan umat Islam di seluruh dunia. Mudah-mudahan kelak anak-anak benar-benar menjadi pengemban dakwah yang tangguh. Aamiin…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Jumadal Awal 1438 / 20 Februari 2017 Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: As Sami – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Peka Menangkap Pesan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Mendengar kata “berdakwah”, kesan yang timbul di benak kebanyakan kita adalah sebuah aktivitas berat yang hanya boleh dilakukan oleh orang dewasa. Sebagian dari anggapan ini perlu diluruskan. Memang betul, bahwa untuk berdakwah itu membutuhkan bekal yang cukup. Namun satu hal yang perlu diingat, bahwa untuk mencapai level tersebut membutuhkan proses yang tidak sebentar.Kita semua akan meninggalkan dunia yang fana ini. Setelah itu yang akan meneruskan perjalanan hidup ini adalah generasi putra-putri kita. Bila kita tidak persiapkan mereka dengan baik, bisa jadi masa depan negeri kita akan suram. Na’udzu billah min dzalik…Proses awal mengenalkan dakwah bisa dengan melibatkan anak dalam aktivitas dakwah secara langsung. Hal ini penting untuk memberikan contoh dan lingkungan yang kondusif, sehingga suasana dakwah sudah bisa dirasakan anak sejak dini. Ajaklah anak turut serta ketika Anda menjadi peserta atau pembicara dalam pengajian, diskusi atau seminar. Sesampai di rumah, anak bisa diminta pendapatnya tentang kegiatan yang baru saja ia ikuti. Sebelum memutuskan untuk mengajak anak pergi berdakwah tentu harus dipertimbangkan kondisi kesiapan anak. Maka, lakukan persiapan seperlunya agar anak bisa merasa nyaman dan tidak malah menimbulkan masalah.Mengajak anak terlibat dakwah bisa juga dilakukan secara tidak langsung. Ketika Anda harus bergegas pergi pagi-pagi untuk urusan dakwah misalnya, ajaklah anak yang besar membantu adiknya menyiapkan keperluan sekolah, atau membantu membereskan rumah. Sehingga ketika Anda kembali rumah sudah rapi. Dengan cara itu, anak akan melihat langsung kesibukan Anda dalam dakwah. Dan anak juga bisa merasakan langsung bagaimana ia ternyata bisa membantu mendukung dakwah meski hanya dengan melakukan sebagian kecil pekerjaan Anda di rumah.Cara lain yang juga penting untuk mengajak anak berdakwah adalah dengan menciptakan suasana dakwah di rumah. Misalnya dengan mengembangkan kebiasaan saling nasihat menasihati atau seringnya rumah dijadikan sebagai tempat aktivitas dakwah.Untuk menumbuhkan semangat dan motivasi, Anda bisa menceritakan kepada anak-anak bagaimana kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat. Sampaikan kepada mereka bahwa kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat yang tidak pernah lepas dari kehidupan dakwah. Ceritakan bagaimana perjuangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat menyebarkan Islam ke seluruh dunia. Mulai dari Bilal yang begitu istiqamah mempertahankan akidahnya, Thariq Bin Ziad penakluk Spanyol atau Muhammad al Fatih penakluk Konstantinopel. Cerita-cerita seperti ini pasti akan melekat erat dan memberikan motivasi pada anak untuk bersemangat dan berani berdakwah.Sesekali, penting untuk disampaikan kepada anak janji-janji Allah untuk para pengemban dakwah. Ketika tengah melihat tayangan di media elektronik atau membaca berita di media massa biasanya ada topik yang menarik. Bagus bila anak sudah langsung bisa berkomentar dan memberikan pendapat. Anda tinggal menambahi atau memberikan arahan serta solusi menurut Islam. Kalau anak-anak belum memberikan respon, Anda bisa memancingnya dengan bertanya kepada mereka, apa tanggapannya setelah melihat itu semua. Jangan lupa biasakan juga anak-anak diajak berdoa untuk keselamatan dan kejayaan umat Islam di seluruh dunia. Mudah-mudahan kelak anak-anak benar-benar menjadi pengemban dakwah yang tangguh. Aamiin…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Jumadal Awal 1438 / 20 Februari 2017 Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: As Sami – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Peka Menangkap Pesan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Prev     Next