Salah satu hal mulia yang perlu kita hadirkan dalam hati saat berdoa, adalah perasaan butuh terhadap Allah ta’ala. Sebab seluruh makhluk tidak mungkin terlepas dari kebutuhan kepada-Nya, walaupun hanya sekejap mata sekalipun. Dialah yang menciptakan mereka. Dialah yang mengatur mereka. Dialah yang memberi rizki pada mereka. Dialah yang menyembuhkan mereka. Dialah yang menghidupkan dan mematikan mereka.Apa yang dikehendaki Allah, pasti terjadi. Sebaliknya, apapun yang tidak dikehendaki-Nya, pasti tidak terjadi. Tidak ada yang bisa menolak ketetapan dan takdir-Nya.“مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ“.Artinya: “Apapun rahmat Allah yang Dia anugerahkan kepada manusia, maka tidak ada yang bisa menahannya. Dan apapun yang ditahan-Nya, maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana”. QS. Fâthir (35): 2.Seluruh makhluk membutuhkan Allah. Makhluk masih bisa terus hidup, itu karena karunia Allah. Anggota badan mereka begitu kuat untuk menjalani aktivitas, itu karena pemberian Allah. Mereka bisa mendapatkan makanan, rizki, nikmat lahir dan batin, itu karena kebaikan yang Allah beri. Bahkan mereka bisa selamat dari berbagai musibah, kesulitan dan kesengsaraan, itupun juga karena Allah yang menghilangkannya. Allah-lah yang memberikan mereka petunjuk mengenai berbagai hal sehingga mereka bisa selamat.“يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ، وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ“.Artinya: “Wahai para manusia, kalianlah yang memerlukan Allah, sedangkan Allah Dialah Yang Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dan Maha Terpuji”. QS. Fâthir (35): 15.Dalam Tafsir Ibn Katsir dijelaskan, “Seluruh makhluk amat butuh pada Allah dalam setiap aktivitasnya, bahkan dalam diam mereka sekalipun. Allah asli tidak butuh pada mereka. Oleh karena itu, Allah sampaikan bahwa Dialah yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Maksudnya Allah-lah satu-satu-Nya Yang Maha Kaya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah sungguh Maha Terpuji dalam apapun yang Dia perbuat dan katakan, juga dalam apa yang Dia takdirkan dan syariatkan”.Dalam sebuah hadits qudsi, Allah ta’ala berfirman,“يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلَّا مَنْ هَدَيْتُهُ، فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ. يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ، إِلَّا مَنْ أَطْعَمْتُهُ، فَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ. يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ عَارٍ، إِلَّا مَنْ كَسَوْتُهُ، فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ. يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا، فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ““Wahai para hamba-Ku, kalian semua tersesat, kecuali yang Kuberi hidayah. Maka mintalah hidayah pada-Ku, niscaya kalian akan Kuberi hidayah. Wahai para hamba-Ku, kalian semua akan kelaparan, kecuali bila Kuberi makan. Maka mintalah makan kepada-Ku, niscaya kalian Kuberi makan. Wahai para hamba-Ku, kalian semua akan telanjang, kecuali bila Kuberi pakaian. Maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya kalian Kuberi pakaian. Wahai para hamba-Ku, sungguh kalian berbuat dosa malam dan siang. Sedangkan Aku akan mengampuni seluruh dosa. Maka mintalah ampun kepada-Ku, niscaya kalian akan Kuberi ampunan”. HR. Muslim dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 29 Rabi’ul Awwal 1439 / 18 Desember 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 127: Konsentrasi Dalam BerdoaNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 129: Taubat Sebelum Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Salah satu hal mulia yang perlu kita hadirkan dalam hati saat berdoa, adalah perasaan butuh terhadap Allah ta’ala. Sebab seluruh makhluk tidak mungkin terlepas dari kebutuhan kepada-Nya, walaupun hanya sekejap mata sekalipun. Dialah yang menciptakan mereka. Dialah yang mengatur mereka. Dialah yang memberi rizki pada mereka. Dialah yang menyembuhkan mereka. Dialah yang menghidupkan dan mematikan mereka.Apa yang dikehendaki Allah, pasti terjadi. Sebaliknya, apapun yang tidak dikehendaki-Nya, pasti tidak terjadi. Tidak ada yang bisa menolak ketetapan dan takdir-Nya.“مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ“.Artinya: “Apapun rahmat Allah yang Dia anugerahkan kepada manusia, maka tidak ada yang bisa menahannya. Dan apapun yang ditahan-Nya, maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana”. QS. Fâthir (35): 2.Seluruh makhluk membutuhkan Allah. Makhluk masih bisa terus hidup, itu karena karunia Allah. Anggota badan mereka begitu kuat untuk menjalani aktivitas, itu karena pemberian Allah. Mereka bisa mendapatkan makanan, rizki, nikmat lahir dan batin, itu karena kebaikan yang Allah beri. Bahkan mereka bisa selamat dari berbagai musibah, kesulitan dan kesengsaraan, itupun juga karena Allah yang menghilangkannya. Allah-lah yang memberikan mereka petunjuk mengenai berbagai hal sehingga mereka bisa selamat.“يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ، وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ“.Artinya: “Wahai para manusia, kalianlah yang memerlukan Allah, sedangkan Allah Dialah Yang Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dan Maha Terpuji”. QS. Fâthir (35): 15.Dalam Tafsir Ibn Katsir dijelaskan, “Seluruh makhluk amat butuh pada Allah dalam setiap aktivitasnya, bahkan dalam diam mereka sekalipun. Allah asli tidak butuh pada mereka. Oleh karena itu, Allah sampaikan bahwa Dialah yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Maksudnya Allah-lah satu-satu-Nya Yang Maha Kaya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah sungguh Maha Terpuji dalam apapun yang Dia perbuat dan katakan, juga dalam apa yang Dia takdirkan dan syariatkan”.Dalam sebuah hadits qudsi, Allah ta’ala berfirman,“يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلَّا مَنْ هَدَيْتُهُ، فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ. يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ، إِلَّا مَنْ أَطْعَمْتُهُ، فَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ. يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ عَارٍ، إِلَّا مَنْ كَسَوْتُهُ، فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ. يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا، فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ““Wahai para hamba-Ku, kalian semua tersesat, kecuali yang Kuberi hidayah. Maka mintalah hidayah pada-Ku, niscaya kalian akan Kuberi hidayah. Wahai para hamba-Ku, kalian semua akan kelaparan, kecuali bila Kuberi makan. Maka mintalah makan kepada-Ku, niscaya kalian Kuberi makan. Wahai para hamba-Ku, kalian semua akan telanjang, kecuali bila Kuberi pakaian. Maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya kalian Kuberi pakaian. Wahai para hamba-Ku, sungguh kalian berbuat dosa malam dan siang. Sedangkan Aku akan mengampuni seluruh dosa. Maka mintalah ampun kepada-Ku, niscaya kalian akan Kuberi ampunan”. HR. Muslim dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 29 Rabi’ul Awwal 1439 / 18 Desember 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 127: Konsentrasi Dalam BerdoaNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 129: Taubat Sebelum Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu