Bulughul Maram – Shalat: Seputar Hukum Sujud Tilawah

https://open.spotify.com/episode/0DY2gRY9kxohyES6wNE3oL Berikut adalah beberapa hukum mengenai sujud tilawah.   Kitab Shalat بَابُ سُجُوْدُ السَّهْوِ وَغَيْرُهُ مِنْ سُجُوْدِ التِّلاَوَةِ وَالشُّكْرِ Bab: Sujud Sahwi dan Sujud Lainnya Seperti Sujud Tilawah dan Sujud Syukur   Daftar Isi tutup 1. Seputar Hukum Sujud Tilawah 2. Hadits 7/345 3. Faedah hadits 3.1. Referensi   Seputar Hukum Sujud Tilawah Hadits 7/345 عَنْ عُمَر رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: يَا أَيُّها النَّاسُ إنَّا نَمُرُّ بالسُّجُودِ، فَمَنْ سَجَدَ فَقَدْ أَصَابَ،وَمَنْ لَمْ يَسْجُدْ فَلاَ إثْمَ عَلَيْهِ. رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ. وفيه: «إنَّ اللهَ تَعَالَى لَمْ يَفْرِض السُّجُودَ إلاَّ أن نَشَاءَ»، وَهُوَ فِي «المُوطَّإ». Dari ‘Umar, ia berkata, “Wahai sekalian manusia, kita melewati bacaan ayat-ayat sujud. Barang siapa sujud, maka ia telah mendapat (pahala). Barang siapa tidak bersujud, maka ia tidak mendapat dosa.” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 1077] Dalam hadits itu disebutkan, “Sesunggunya Allah tidak mewajibkan sujud kecuali jika kita menghendaki.” (Hadits ini termuat dalam Al-Muwatha’) [HR. Malik dalam Al-Muwatha’, 1:206. Sanad hadits ini, perawinya tsiqqah kecuali ada munqathi—terputus—antara ‘Urwah bin Az-Zubair dan ‘Umar bin Al-Khaththab]. Baca Juga: Dalil-Dalil yang Membicarakan Manakah yang Termasuk Ayat Sajadah Faedah hadits Hadits ini menjadi dalil bahwa sujud tilawah itu tidaklah wajib, hukumnya sunnah. Sujud tilawah disunnahkan pada setiap tempat yang disyariatkan sujud tilawah, yaitu ketika bertemu ayat sajadah. Sujud tilawah berlaku di dalam maupun di luar shalat. Sujud tilawah tidak berlaku bagi orang yang junub dan mabuk karena mereka tidak dibolehkan membaca Al-Qur’an. Orang yang mendengarkan bacaan ayat sajadah (yang memaksudkan untuk mendengarkan ayat) juga disyariatkan untuk sujud tilawah, baik yang membaca ayat adalah anak-anak yang sudah tamyiz, perempuan, ataukah laki-laki. Hal ini juga berlaku jika yang membaca itu dalam keadaan berhadats ataukah kafir, termasuk dari televisi ataukah rekaman. Hal ini juga berlaku jika yang membaca ayat sajadah tidak sujud, yang mendengarkan tetap diperintahkan untuk sujud tilawah. Namun, sujud tilawah semakin dianjurkan jika yang membaca melakukan sujud tilawah. Jika yang membaca Al-Qur’an adalah orang yang sedang tidur ataukah orang yang lupa, maka tidak disyariatkan untuk sujud tilawah, karena ia tidak memaksudkan membaca Al-Qur’an dengan keinginannya sendiri. Tidak disyariatkan sujud tilawah jika yang mendengarkan bacaan ayat sajadah berada di dalam shalat, sedangkan yang membaca berada di luar shalat. Orang yang shalat sendirian (munfarid) disunnahkan sujud tilawah ketika membaca ayat sajadah. Namun, orang yang shalat tidaklah disyariatkan sujud tilawah jika yang membaca adalah orang lain yang sedang shalat. Sujud tilawah disunnahkan untuk imam sebagaimana munfarid. Jika imam melakukan sujud tilawah, hendaklah makmum juga melakukan sujud tilawah. Makmum harus sujud bersama imam. Jika makmum tidak sujud bersama imam, batallah shalat makmum karena ia menyelisihi imam. Jika imam tidak sujud tilawah, makmum tidak sujud tilawah. Jika makmum malah sujud, sedangkan imam tidak sujud, shalat makmum batal. Karena jika imam tidak sujud, makmum tidaklah sujud. Namun, disunnahkan melakukan sujud tilawah bakda shalatnya, karena telah luput melakukannya di dalam shalat.   Referensi Minhah Al-‘Allam fi Syarh Bulugh Al-Maram. Cetakan pertama, Tahun 1432 H. Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al-Fauzan. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Jilid Ketiga. 3:251-253. Fiqh Bulugh Al-Maram li Bayaan Al-Ahkaam Asy-Syar’iyyah. Cetakan pertama, Tahun 1443 H. Syaikh Prof. Dr. Muhammad Musthafa Az-Zuhaily. Penerbit Maktabah Daar Al-Bayan. 1:553-563, 557-558. Baca Juga: Bulughul Maram – Shalat: Cara, Bacaan, dan Takbir dalam Sujud Tilawah —   Diselesaikan 8 Shafar 1444 H, 5 September 2022 @ Darush Sholihin Panggang Gunungkidul Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com   Tagsayat sajadah bulughul maram bulughul maram macam sujud bulughul maram shalat sujud tilawah

Bulughul Maram – Shalat: Seputar Hukum Sujud Tilawah

https://open.spotify.com/episode/0DY2gRY9kxohyES6wNE3oL Berikut adalah beberapa hukum mengenai sujud tilawah.   Kitab Shalat بَابُ سُجُوْدُ السَّهْوِ وَغَيْرُهُ مِنْ سُجُوْدِ التِّلاَوَةِ وَالشُّكْرِ Bab: Sujud Sahwi dan Sujud Lainnya Seperti Sujud Tilawah dan Sujud Syukur   Daftar Isi tutup 1. Seputar Hukum Sujud Tilawah 2. Hadits 7/345 3. Faedah hadits 3.1. Referensi   Seputar Hukum Sujud Tilawah Hadits 7/345 عَنْ عُمَر رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: يَا أَيُّها النَّاسُ إنَّا نَمُرُّ بالسُّجُودِ، فَمَنْ سَجَدَ فَقَدْ أَصَابَ،وَمَنْ لَمْ يَسْجُدْ فَلاَ إثْمَ عَلَيْهِ. رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ. وفيه: «إنَّ اللهَ تَعَالَى لَمْ يَفْرِض السُّجُودَ إلاَّ أن نَشَاءَ»، وَهُوَ فِي «المُوطَّإ». Dari ‘Umar, ia berkata, “Wahai sekalian manusia, kita melewati bacaan ayat-ayat sujud. Barang siapa sujud, maka ia telah mendapat (pahala). Barang siapa tidak bersujud, maka ia tidak mendapat dosa.” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 1077] Dalam hadits itu disebutkan, “Sesunggunya Allah tidak mewajibkan sujud kecuali jika kita menghendaki.” (Hadits ini termuat dalam Al-Muwatha’) [HR. Malik dalam Al-Muwatha’, 1:206. Sanad hadits ini, perawinya tsiqqah kecuali ada munqathi—terputus—antara ‘Urwah bin Az-Zubair dan ‘Umar bin Al-Khaththab]. Baca Juga: Dalil-Dalil yang Membicarakan Manakah yang Termasuk Ayat Sajadah Faedah hadits Hadits ini menjadi dalil bahwa sujud tilawah itu tidaklah wajib, hukumnya sunnah. Sujud tilawah disunnahkan pada setiap tempat yang disyariatkan sujud tilawah, yaitu ketika bertemu ayat sajadah. Sujud tilawah berlaku di dalam maupun di luar shalat. Sujud tilawah tidak berlaku bagi orang yang junub dan mabuk karena mereka tidak dibolehkan membaca Al-Qur’an. Orang yang mendengarkan bacaan ayat sajadah (yang memaksudkan untuk mendengarkan ayat) juga disyariatkan untuk sujud tilawah, baik yang membaca ayat adalah anak-anak yang sudah tamyiz, perempuan, ataukah laki-laki. Hal ini juga berlaku jika yang membaca itu dalam keadaan berhadats ataukah kafir, termasuk dari televisi ataukah rekaman. Hal ini juga berlaku jika yang membaca ayat sajadah tidak sujud, yang mendengarkan tetap diperintahkan untuk sujud tilawah. Namun, sujud tilawah semakin dianjurkan jika yang membaca melakukan sujud tilawah. Jika yang membaca Al-Qur’an adalah orang yang sedang tidur ataukah orang yang lupa, maka tidak disyariatkan untuk sujud tilawah, karena ia tidak memaksudkan membaca Al-Qur’an dengan keinginannya sendiri. Tidak disyariatkan sujud tilawah jika yang mendengarkan bacaan ayat sajadah berada di dalam shalat, sedangkan yang membaca berada di luar shalat. Orang yang shalat sendirian (munfarid) disunnahkan sujud tilawah ketika membaca ayat sajadah. Namun, orang yang shalat tidaklah disyariatkan sujud tilawah jika yang membaca adalah orang lain yang sedang shalat. Sujud tilawah disunnahkan untuk imam sebagaimana munfarid. Jika imam melakukan sujud tilawah, hendaklah makmum juga melakukan sujud tilawah. Makmum harus sujud bersama imam. Jika makmum tidak sujud bersama imam, batallah shalat makmum karena ia menyelisihi imam. Jika imam tidak sujud tilawah, makmum tidak sujud tilawah. Jika makmum malah sujud, sedangkan imam tidak sujud, shalat makmum batal. Karena jika imam tidak sujud, makmum tidaklah sujud. Namun, disunnahkan melakukan sujud tilawah bakda shalatnya, karena telah luput melakukannya di dalam shalat.   Referensi Minhah Al-‘Allam fi Syarh Bulugh Al-Maram. Cetakan pertama, Tahun 1432 H. Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al-Fauzan. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Jilid Ketiga. 3:251-253. Fiqh Bulugh Al-Maram li Bayaan Al-Ahkaam Asy-Syar’iyyah. Cetakan pertama, Tahun 1443 H. Syaikh Prof. Dr. Muhammad Musthafa Az-Zuhaily. Penerbit Maktabah Daar Al-Bayan. 1:553-563, 557-558. Baca Juga: Bulughul Maram – Shalat: Cara, Bacaan, dan Takbir dalam Sujud Tilawah —   Diselesaikan 8 Shafar 1444 H, 5 September 2022 @ Darush Sholihin Panggang Gunungkidul Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com   Tagsayat sajadah bulughul maram bulughul maram macam sujud bulughul maram shalat sujud tilawah
https://open.spotify.com/episode/0DY2gRY9kxohyES6wNE3oL Berikut adalah beberapa hukum mengenai sujud tilawah.   Kitab Shalat بَابُ سُجُوْدُ السَّهْوِ وَغَيْرُهُ مِنْ سُجُوْدِ التِّلاَوَةِ وَالشُّكْرِ Bab: Sujud Sahwi dan Sujud Lainnya Seperti Sujud Tilawah dan Sujud Syukur   Daftar Isi tutup 1. Seputar Hukum Sujud Tilawah 2. Hadits 7/345 3. Faedah hadits 3.1. Referensi   Seputar Hukum Sujud Tilawah Hadits 7/345 عَنْ عُمَر رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: يَا أَيُّها النَّاسُ إنَّا نَمُرُّ بالسُّجُودِ، فَمَنْ سَجَدَ فَقَدْ أَصَابَ،وَمَنْ لَمْ يَسْجُدْ فَلاَ إثْمَ عَلَيْهِ. رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ. وفيه: «إنَّ اللهَ تَعَالَى لَمْ يَفْرِض السُّجُودَ إلاَّ أن نَشَاءَ»، وَهُوَ فِي «المُوطَّإ». Dari ‘Umar, ia berkata, “Wahai sekalian manusia, kita melewati bacaan ayat-ayat sujud. Barang siapa sujud, maka ia telah mendapat (pahala). Barang siapa tidak bersujud, maka ia tidak mendapat dosa.” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 1077] Dalam hadits itu disebutkan, “Sesunggunya Allah tidak mewajibkan sujud kecuali jika kita menghendaki.” (Hadits ini termuat dalam Al-Muwatha’) [HR. Malik dalam Al-Muwatha’, 1:206. Sanad hadits ini, perawinya tsiqqah kecuali ada munqathi—terputus—antara ‘Urwah bin Az-Zubair dan ‘Umar bin Al-Khaththab]. Baca Juga: Dalil-Dalil yang Membicarakan Manakah yang Termasuk Ayat Sajadah Faedah hadits Hadits ini menjadi dalil bahwa sujud tilawah itu tidaklah wajib, hukumnya sunnah. Sujud tilawah disunnahkan pada setiap tempat yang disyariatkan sujud tilawah, yaitu ketika bertemu ayat sajadah. Sujud tilawah berlaku di dalam maupun di luar shalat. Sujud tilawah tidak berlaku bagi orang yang junub dan mabuk karena mereka tidak dibolehkan membaca Al-Qur’an. Orang yang mendengarkan bacaan ayat sajadah (yang memaksudkan untuk mendengarkan ayat) juga disyariatkan untuk sujud tilawah, baik yang membaca ayat adalah anak-anak yang sudah tamyiz, perempuan, ataukah laki-laki. Hal ini juga berlaku jika yang membaca itu dalam keadaan berhadats ataukah kafir, termasuk dari televisi ataukah rekaman. Hal ini juga berlaku jika yang membaca ayat sajadah tidak sujud, yang mendengarkan tetap diperintahkan untuk sujud tilawah. Namun, sujud tilawah semakin dianjurkan jika yang membaca melakukan sujud tilawah. Jika yang membaca Al-Qur’an adalah orang yang sedang tidur ataukah orang yang lupa, maka tidak disyariatkan untuk sujud tilawah, karena ia tidak memaksudkan membaca Al-Qur’an dengan keinginannya sendiri. Tidak disyariatkan sujud tilawah jika yang mendengarkan bacaan ayat sajadah berada di dalam shalat, sedangkan yang membaca berada di luar shalat. Orang yang shalat sendirian (munfarid) disunnahkan sujud tilawah ketika membaca ayat sajadah. Namun, orang yang shalat tidaklah disyariatkan sujud tilawah jika yang membaca adalah orang lain yang sedang shalat. Sujud tilawah disunnahkan untuk imam sebagaimana munfarid. Jika imam melakukan sujud tilawah, hendaklah makmum juga melakukan sujud tilawah. Makmum harus sujud bersama imam. Jika makmum tidak sujud bersama imam, batallah shalat makmum karena ia menyelisihi imam. Jika imam tidak sujud tilawah, makmum tidak sujud tilawah. Jika makmum malah sujud, sedangkan imam tidak sujud, shalat makmum batal. Karena jika imam tidak sujud, makmum tidaklah sujud. Namun, disunnahkan melakukan sujud tilawah bakda shalatnya, karena telah luput melakukannya di dalam shalat.   Referensi Minhah Al-‘Allam fi Syarh Bulugh Al-Maram. Cetakan pertama, Tahun 1432 H. Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al-Fauzan. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Jilid Ketiga. 3:251-253. Fiqh Bulugh Al-Maram li Bayaan Al-Ahkaam Asy-Syar’iyyah. Cetakan pertama, Tahun 1443 H. Syaikh Prof. Dr. Muhammad Musthafa Az-Zuhaily. Penerbit Maktabah Daar Al-Bayan. 1:553-563, 557-558. Baca Juga: Bulughul Maram – Shalat: Cara, Bacaan, dan Takbir dalam Sujud Tilawah —   Diselesaikan 8 Shafar 1444 H, 5 September 2022 @ Darush Sholihin Panggang Gunungkidul Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com   Tagsayat sajadah bulughul maram bulughul maram macam sujud bulughul maram shalat sujud tilawah


https://open.spotify.com/episode/0DY2gRY9kxohyES6wNE3oL Berikut adalah beberapa hukum mengenai sujud tilawah.   Kitab Shalat بَابُ سُجُوْدُ السَّهْوِ وَغَيْرُهُ مِنْ سُجُوْدِ التِّلاَوَةِ وَالشُّكْرِ Bab: Sujud Sahwi dan Sujud Lainnya Seperti Sujud Tilawah dan Sujud Syukur   Daftar Isi tutup 1. Seputar Hukum Sujud Tilawah 2. Hadits 7/345 3. Faedah hadits 3.1. Referensi   Seputar Hukum Sujud Tilawah Hadits 7/345 عَنْ عُمَر رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: يَا أَيُّها النَّاسُ إنَّا نَمُرُّ بالسُّجُودِ، فَمَنْ سَجَدَ فَقَدْ أَصَابَ،وَمَنْ لَمْ يَسْجُدْ فَلاَ إثْمَ عَلَيْهِ. رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ. وفيه: «إنَّ اللهَ تَعَالَى لَمْ يَفْرِض السُّجُودَ إلاَّ أن نَشَاءَ»، وَهُوَ فِي «المُوطَّإ». Dari ‘Umar, ia berkata, “Wahai sekalian manusia, kita melewati bacaan ayat-ayat sujud. Barang siapa sujud, maka ia telah mendapat (pahala). Barang siapa tidak bersujud, maka ia tidak mendapat dosa.” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 1077] Dalam hadits itu disebutkan, “Sesunggunya Allah tidak mewajibkan sujud kecuali jika kita menghendaki.” (Hadits ini termuat dalam Al-Muwatha’) [HR. Malik dalam Al-Muwatha’, 1:206. Sanad hadits ini, perawinya tsiqqah kecuali ada munqathi—terputus—antara ‘Urwah bin Az-Zubair dan ‘Umar bin Al-Khaththab]. Baca Juga: Dalil-Dalil yang Membicarakan Manakah yang Termasuk Ayat Sajadah Faedah hadits Hadits ini menjadi dalil bahwa sujud tilawah itu tidaklah wajib, hukumnya sunnah. Sujud tilawah disunnahkan pada setiap tempat yang disyariatkan sujud tilawah, yaitu ketika bertemu ayat sajadah. Sujud tilawah berlaku di dalam maupun di luar shalat. Sujud tilawah tidak berlaku bagi orang yang junub dan mabuk karena mereka tidak dibolehkan membaca Al-Qur’an. Orang yang mendengarkan bacaan ayat sajadah (yang memaksudkan untuk mendengarkan ayat) juga disyariatkan untuk sujud tilawah, baik yang membaca ayat adalah anak-anak yang sudah tamyiz, perempuan, ataukah laki-laki. Hal ini juga berlaku jika yang membaca itu dalam keadaan berhadats ataukah kafir, termasuk dari televisi ataukah rekaman. Hal ini juga berlaku jika yang membaca ayat sajadah tidak sujud, yang mendengarkan tetap diperintahkan untuk sujud tilawah. Namun, sujud tilawah semakin dianjurkan jika yang membaca melakukan sujud tilawah. Jika yang membaca Al-Qur’an adalah orang yang sedang tidur ataukah orang yang lupa, maka tidak disyariatkan untuk sujud tilawah, karena ia tidak memaksudkan membaca Al-Qur’an dengan keinginannya sendiri. Tidak disyariatkan sujud tilawah jika yang mendengarkan bacaan ayat sajadah berada di dalam shalat, sedangkan yang membaca berada di luar shalat. Orang yang shalat sendirian (munfarid) disunnahkan sujud tilawah ketika membaca ayat sajadah. Namun, orang yang shalat tidaklah disyariatkan sujud tilawah jika yang membaca adalah orang lain yang sedang shalat. Sujud tilawah disunnahkan untuk imam sebagaimana munfarid. Jika imam melakukan sujud tilawah, hendaklah makmum juga melakukan sujud tilawah. Makmum harus sujud bersama imam. Jika makmum tidak sujud bersama imam, batallah shalat makmum karena ia menyelisihi imam. Jika imam tidak sujud tilawah, makmum tidak sujud tilawah. Jika makmum malah sujud, sedangkan imam tidak sujud, shalat makmum batal. Karena jika imam tidak sujud, makmum tidaklah sujud. Namun, disunnahkan melakukan sujud tilawah bakda shalatnya, karena telah luput melakukannya di dalam shalat.   Referensi Minhah Al-‘Allam fi Syarh Bulugh Al-Maram. Cetakan pertama, Tahun 1432 H. Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al-Fauzan. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Jilid Ketiga. 3:251-253. Fiqh Bulugh Al-Maram li Bayaan Al-Ahkaam Asy-Syar’iyyah. Cetakan pertama, Tahun 1443 H. Syaikh Prof. Dr. Muhammad Musthafa Az-Zuhaily. Penerbit Maktabah Daar Al-Bayan. 1:553-563, 557-558. Baca Juga: Bulughul Maram – Shalat: Cara, Bacaan, dan Takbir dalam Sujud Tilawah —   Diselesaikan 8 Shafar 1444 H, 5 September 2022 @ Darush Sholihin Panggang Gunungkidul Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com   Tagsayat sajadah bulughul maram bulughul maram macam sujud bulughul maram shalat sujud tilawah

Menguak Hakikat Ibadah dan Ikrar Pemurnian Ibadah

Daftar Isi sembunyikan 1. Menguak Hakikat Ibadah 2. Ikrar Pemurnian Ibadah Menguak Hakikat IbadahAllah berfirman,وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِیَعۡبُدُونِ“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)Allah menciptakan kita untuk beribadah. Apakah makna ibadah? Berikut ini kami nukilkan keterangan Syekh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah di dalam Fath Al-Majid (hal. 17, cetakan Dar Ibnu Hazm). Beliau rahimahullah memaparkan sebagai berikut,Syaikhul Islam rahimahullah mengatakan, “Ibadah adalah melakukan ketaatan kepada Allah, yaitu dengan melaksanakan perintah Allah yang disampaikan melalui lisan para rasul.” Beliau juga menjelaskan, “Ibadah adalah istilah yang meliputi segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridai-Nya, berupa ucapan maupun perbuatan, yang tampak maupun yang tersembunyi.”Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Ibadah berporos pada lima belas patokan. Barangsiapa dapat menyempurnakan itu semua, maka dia telah menyempurnakan tingkatan-tingkatan penghambaan (ubudiyah). Keterangannya ialah sebagai berikut:Ibadah terbagi menjadi ibadah hati, lisan, dan anggota badan. Sedangkan hukum-hukum yang berlaku dalam kerangka ubudiyah itu terbagi lima: wajib, mustahab/sunah, haram, makruh, dan mubah. Masing-masing hukum ini berlaku meliputi isi hati, ucapan lisan, dan perbuatan anggota badan.”Al-Qurthubi rahimahullah mengatakan, “Makna asal dari ibadah adalah perendahan diri dan ketundukan. Berbagai tugas/beban syariat yang diberikan kepada manusia (mukallaf) dinamai dengan ibadah dikarenakan mereka harus melaksanakannya dengan penuh ketundukan kepada Allah Ta’ala. Makna ayat tersebut (QS. Adz-Dzariyat: 56) adalah Allah Ta’ala memberitakan bahwa tidaklah Dia menciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Nya. Inilah hikmah penciptaan mereka.” Saya katakan (Syekh Abdurrahman), “Itulah hikmah yang dikenal dengan nama hikmah syar’iyah diniyah.”Al-‘Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Makna beribadah kepada-Nya, yaitu menaati-Nya dengan cara melakukan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang. Itulah hakikat ajaran agama Islam. Sebab makna Islam adalah menyerahkan diri kepada Allah Ta’ala yang mengandung puncak ketundukan, perendahan diri, dan kepatuhan.” Selesai ucapan Ibnu Katsir.Beliau (Ibnu Katsir rahimahullah) juga memaparkan tatkala menafsirkan ayat ini (QS. Adz-Dzariyat: 56), “Makna ayat tersebut adalah sesungguhnya Allah Ta’ala menciptakan makhluk untuk beribadah kepada-Nya semata tanpa ada sekutu bagi-Nya. Barangsiapa yang taat kepada-Nya, akan Allah balas dengan balasan yang sempurna. Sedangkan barangsiapa yang durhaka kepada-Nya, niscaya Allah akan menyiksanya dengan siksaan yang sangat keras. Allah Ta’ala pun mengabarkan bahwa diri-Nya sama sekali tidak membutuhkan mereka. Bahkan, mereka itulah yang senantiasa membutuhkan-Nya di setiap kondisi. Allah Ta’ala adalah pencipta dan pemberi rezeki bagi mereka.”Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhu mengatakan mengenai ayat ini, “Maknanya adalah tujuan-Ku (menciptakan mereka) adalah agar mereka Aku perintahkan beribadah kepada-Ku.” Sedangkan Mujahid mengatakan, “Tujuan-Ku (menciptakan mereka) adalah untuk Aku perintah dan Aku larang.” Tafsiran serupa ini juga dipilih oleh Az-Zajjaj dan Syaikhul Islam rahimahullah.Beliau (Ibnu Katsir rahimahullah) mengatakan, “Tafsiran ini didukung oleh makna firman Allah Ta’ala,أَیَحۡسَبُ ٱلۡإِنسَـٰنُ أَن یُتۡرَكَ سُدًى‘Apakah manusia itu mengira dia dibiarkan begitu saja dalam keadaan sia-sia.’ (QS. Al-Qiyamah: 36). Asy-Syafi’i rahimahullah menjelaskan tafsiran ‘sia-sia’ yaitu, ‘(Apakah mereka Aku biarkan) tanpa diperintah dan tanpa dilarang?!'”Sampai di sini keterangan yang kami nukil dari Fath Al-Majid.Dengan memperhatikan keterangan beliau di atas, dapat disimpulkan bahwa:Pertama, Ibadah adalah tujuan hidup kita.Kedua, Hakikat ibadah itu adalah melaksanakan apa yang Allah cintai dan ridai dengan penuh ketundukan dan perendahan diri kepada Allah.Ketiga, Ibadah akan terwujud dengan cara melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya.Dengan demikian, orang yang benar-benar mengerti kehidupan adalah yang mengisi waktunya dengan berbagai macam bentuk ketaatan, baik dengan melaksanakan perintah maupun menjauhi larangan. Sebab dengan cara itulah tujuan hidupnya akan terwujud. Semoga Allah memberikan taufik dan pertolongan-Nya kepada kita untuk menjadi hamba-Nya yang sejati, yang tunduk dan patuh kepada Rabb Penguasa jagad raya, bukan menjadi budak hawa nafsu dan ambisi-ambisi dunia.Baca Juga: Hikmah Agung Ibadah WuduIkrar Pemurnian IbadahFirman Allah Ta’ala,إِیَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِیَّاكَ نَسۡتَعِینُ”Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan.” (QS. Al-Fatihah: 5)Syekh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah menjelaskan sebagai berikut,Ayat ini bermakna “Kami mengkhususkan ibadah dan permintaan tolong tertuju hanya kepada-Mu.” Sebab didahulukannya penyebutan objek pembicaraan (Engkau, yaitu Allah) menunjukkan ada maksud pembatasan. Hakikat dari pembatasan itu adalah menetapkan suatu hukum terhadap objek yang disebutkan serta menafikannya dari segala sesuatu selainnya. Seolah-olah orang ini mengatakan, “Kami beribadah kepada-Mu dan tidak akan beribadah kepada selain diri-Mu. Dan kami juga meminta pertolongan kepada-Mu dan tidak akan meminta pertolongan kepada selain diri-Mu.” Didahulukannya (penyebutan) ibadah sebelum permintaan tolong merupakan bentuk ungkapan mendahulukan sesuatu yang bersifat umum sebelum yang bersifat khusus. Selain itu, motifnya adalah untuk menunjukkan bahwa hak Allah Ta’ala harus dijunjung tinggi di atas hak semua hamba-Nya.Ibadah itu sendiri hakikatnya adalah suatu istilah yang mencakup segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridai-Nya, yang berupa perbuatan maupun ucapan, yang tampak maupun yang tersembunyi. Sedangkan makna dari isti’anah/ permintaan tolong adalah bersandar kepada Allah Ta’ala dalam rangka meraih kemanfaatan dan menepis bahaya. Hal ini diiringi dengan kepercayaan yang kuat terhadap Allah dalam upaya untuk memperoleh itu semua.Menunaikan ibadah kepada Allah dan meminta pertolongan kepada-Nya, sebenarnya itulah sarana untuk menggapai kebahagiaan abadi serta jalan untuk menyelamatkan diri dari segala bentuk keburukan. Oleh sebab itu, tidak ada jalan untuk menemukan keselamatan, kecuali dengan merealisasikan keduanya (ibadah dan isti’anah). Suatu ibadah baru bisa disebut ibadah yang benar apabila diambil dari tuntunan Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam serta dikerjakan dengan ikhlas mengharapkan wajah Allah. Dengan dua syarat itulah ibadah menjadi ibadah yang sebenarnya.Sedangkan maksud dari penyebutan isti’anah setelah ibadah (padahal isti’anah juga bagian dari ibadah itu sendiri) adalah demi menunjukkan betapa besar kebutuhan seorang hamba terhadap pertolongan Allah dalam rangka mewujudkan semua ibadah yang dilakukannya. Sebab, seandainya Allah tidak memberikan pertolongan kepadany,a niscaya apa pun yang diinginkan olehnya tidak akan tercapai, baik dalam mengerjakan perintah maupun menjauhi larangan. (Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 39)Baca Juga:Untukmu yang Sedang Malas BeribadahHukum Ibadah ketika Tercampur dengan Riya’***Penulis: Ari Wahyudi, S.Si.Artikel: www.muslim.or.id🔍 Pengertian Iman, Tamimah, Ajaran Tauhid Adalah, Hafizhahullah Arab, Lelaki Yang Tidak Layak Dijadikan Suami Dalam IslamTags: amal ibadahaqidah islamfikih ibadahibadahibadah sunnahibdah wajibManhajmanhaj salafmemurnikan ibadahpanduan ibadahSunnahTauhid

Menguak Hakikat Ibadah dan Ikrar Pemurnian Ibadah

Daftar Isi sembunyikan 1. Menguak Hakikat Ibadah 2. Ikrar Pemurnian Ibadah Menguak Hakikat IbadahAllah berfirman,وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِیَعۡبُدُونِ“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)Allah menciptakan kita untuk beribadah. Apakah makna ibadah? Berikut ini kami nukilkan keterangan Syekh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah di dalam Fath Al-Majid (hal. 17, cetakan Dar Ibnu Hazm). Beliau rahimahullah memaparkan sebagai berikut,Syaikhul Islam rahimahullah mengatakan, “Ibadah adalah melakukan ketaatan kepada Allah, yaitu dengan melaksanakan perintah Allah yang disampaikan melalui lisan para rasul.” Beliau juga menjelaskan, “Ibadah adalah istilah yang meliputi segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridai-Nya, berupa ucapan maupun perbuatan, yang tampak maupun yang tersembunyi.”Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Ibadah berporos pada lima belas patokan. Barangsiapa dapat menyempurnakan itu semua, maka dia telah menyempurnakan tingkatan-tingkatan penghambaan (ubudiyah). Keterangannya ialah sebagai berikut:Ibadah terbagi menjadi ibadah hati, lisan, dan anggota badan. Sedangkan hukum-hukum yang berlaku dalam kerangka ubudiyah itu terbagi lima: wajib, mustahab/sunah, haram, makruh, dan mubah. Masing-masing hukum ini berlaku meliputi isi hati, ucapan lisan, dan perbuatan anggota badan.”Al-Qurthubi rahimahullah mengatakan, “Makna asal dari ibadah adalah perendahan diri dan ketundukan. Berbagai tugas/beban syariat yang diberikan kepada manusia (mukallaf) dinamai dengan ibadah dikarenakan mereka harus melaksanakannya dengan penuh ketundukan kepada Allah Ta’ala. Makna ayat tersebut (QS. Adz-Dzariyat: 56) adalah Allah Ta’ala memberitakan bahwa tidaklah Dia menciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Nya. Inilah hikmah penciptaan mereka.” Saya katakan (Syekh Abdurrahman), “Itulah hikmah yang dikenal dengan nama hikmah syar’iyah diniyah.”Al-‘Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Makna beribadah kepada-Nya, yaitu menaati-Nya dengan cara melakukan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang. Itulah hakikat ajaran agama Islam. Sebab makna Islam adalah menyerahkan diri kepada Allah Ta’ala yang mengandung puncak ketundukan, perendahan diri, dan kepatuhan.” Selesai ucapan Ibnu Katsir.Beliau (Ibnu Katsir rahimahullah) juga memaparkan tatkala menafsirkan ayat ini (QS. Adz-Dzariyat: 56), “Makna ayat tersebut adalah sesungguhnya Allah Ta’ala menciptakan makhluk untuk beribadah kepada-Nya semata tanpa ada sekutu bagi-Nya. Barangsiapa yang taat kepada-Nya, akan Allah balas dengan balasan yang sempurna. Sedangkan barangsiapa yang durhaka kepada-Nya, niscaya Allah akan menyiksanya dengan siksaan yang sangat keras. Allah Ta’ala pun mengabarkan bahwa diri-Nya sama sekali tidak membutuhkan mereka. Bahkan, mereka itulah yang senantiasa membutuhkan-Nya di setiap kondisi. Allah Ta’ala adalah pencipta dan pemberi rezeki bagi mereka.”Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhu mengatakan mengenai ayat ini, “Maknanya adalah tujuan-Ku (menciptakan mereka) adalah agar mereka Aku perintahkan beribadah kepada-Ku.” Sedangkan Mujahid mengatakan, “Tujuan-Ku (menciptakan mereka) adalah untuk Aku perintah dan Aku larang.” Tafsiran serupa ini juga dipilih oleh Az-Zajjaj dan Syaikhul Islam rahimahullah.Beliau (Ibnu Katsir rahimahullah) mengatakan, “Tafsiran ini didukung oleh makna firman Allah Ta’ala,أَیَحۡسَبُ ٱلۡإِنسَـٰنُ أَن یُتۡرَكَ سُدًى‘Apakah manusia itu mengira dia dibiarkan begitu saja dalam keadaan sia-sia.’ (QS. Al-Qiyamah: 36). Asy-Syafi’i rahimahullah menjelaskan tafsiran ‘sia-sia’ yaitu, ‘(Apakah mereka Aku biarkan) tanpa diperintah dan tanpa dilarang?!'”Sampai di sini keterangan yang kami nukil dari Fath Al-Majid.Dengan memperhatikan keterangan beliau di atas, dapat disimpulkan bahwa:Pertama, Ibadah adalah tujuan hidup kita.Kedua, Hakikat ibadah itu adalah melaksanakan apa yang Allah cintai dan ridai dengan penuh ketundukan dan perendahan diri kepada Allah.Ketiga, Ibadah akan terwujud dengan cara melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya.Dengan demikian, orang yang benar-benar mengerti kehidupan adalah yang mengisi waktunya dengan berbagai macam bentuk ketaatan, baik dengan melaksanakan perintah maupun menjauhi larangan. Sebab dengan cara itulah tujuan hidupnya akan terwujud. Semoga Allah memberikan taufik dan pertolongan-Nya kepada kita untuk menjadi hamba-Nya yang sejati, yang tunduk dan patuh kepada Rabb Penguasa jagad raya, bukan menjadi budak hawa nafsu dan ambisi-ambisi dunia.Baca Juga: Hikmah Agung Ibadah WuduIkrar Pemurnian IbadahFirman Allah Ta’ala,إِیَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِیَّاكَ نَسۡتَعِینُ”Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan.” (QS. Al-Fatihah: 5)Syekh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah menjelaskan sebagai berikut,Ayat ini bermakna “Kami mengkhususkan ibadah dan permintaan tolong tertuju hanya kepada-Mu.” Sebab didahulukannya penyebutan objek pembicaraan (Engkau, yaitu Allah) menunjukkan ada maksud pembatasan. Hakikat dari pembatasan itu adalah menetapkan suatu hukum terhadap objek yang disebutkan serta menafikannya dari segala sesuatu selainnya. Seolah-olah orang ini mengatakan, “Kami beribadah kepada-Mu dan tidak akan beribadah kepada selain diri-Mu. Dan kami juga meminta pertolongan kepada-Mu dan tidak akan meminta pertolongan kepada selain diri-Mu.” Didahulukannya (penyebutan) ibadah sebelum permintaan tolong merupakan bentuk ungkapan mendahulukan sesuatu yang bersifat umum sebelum yang bersifat khusus. Selain itu, motifnya adalah untuk menunjukkan bahwa hak Allah Ta’ala harus dijunjung tinggi di atas hak semua hamba-Nya.Ibadah itu sendiri hakikatnya adalah suatu istilah yang mencakup segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridai-Nya, yang berupa perbuatan maupun ucapan, yang tampak maupun yang tersembunyi. Sedangkan makna dari isti’anah/ permintaan tolong adalah bersandar kepada Allah Ta’ala dalam rangka meraih kemanfaatan dan menepis bahaya. Hal ini diiringi dengan kepercayaan yang kuat terhadap Allah dalam upaya untuk memperoleh itu semua.Menunaikan ibadah kepada Allah dan meminta pertolongan kepada-Nya, sebenarnya itulah sarana untuk menggapai kebahagiaan abadi serta jalan untuk menyelamatkan diri dari segala bentuk keburukan. Oleh sebab itu, tidak ada jalan untuk menemukan keselamatan, kecuali dengan merealisasikan keduanya (ibadah dan isti’anah). Suatu ibadah baru bisa disebut ibadah yang benar apabila diambil dari tuntunan Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam serta dikerjakan dengan ikhlas mengharapkan wajah Allah. Dengan dua syarat itulah ibadah menjadi ibadah yang sebenarnya.Sedangkan maksud dari penyebutan isti’anah setelah ibadah (padahal isti’anah juga bagian dari ibadah itu sendiri) adalah demi menunjukkan betapa besar kebutuhan seorang hamba terhadap pertolongan Allah dalam rangka mewujudkan semua ibadah yang dilakukannya. Sebab, seandainya Allah tidak memberikan pertolongan kepadany,a niscaya apa pun yang diinginkan olehnya tidak akan tercapai, baik dalam mengerjakan perintah maupun menjauhi larangan. (Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 39)Baca Juga:Untukmu yang Sedang Malas BeribadahHukum Ibadah ketika Tercampur dengan Riya’***Penulis: Ari Wahyudi, S.Si.Artikel: www.muslim.or.id🔍 Pengertian Iman, Tamimah, Ajaran Tauhid Adalah, Hafizhahullah Arab, Lelaki Yang Tidak Layak Dijadikan Suami Dalam IslamTags: amal ibadahaqidah islamfikih ibadahibadahibadah sunnahibdah wajibManhajmanhaj salafmemurnikan ibadahpanduan ibadahSunnahTauhid
Daftar Isi sembunyikan 1. Menguak Hakikat Ibadah 2. Ikrar Pemurnian Ibadah Menguak Hakikat IbadahAllah berfirman,وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِیَعۡبُدُونِ“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)Allah menciptakan kita untuk beribadah. Apakah makna ibadah? Berikut ini kami nukilkan keterangan Syekh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah di dalam Fath Al-Majid (hal. 17, cetakan Dar Ibnu Hazm). Beliau rahimahullah memaparkan sebagai berikut,Syaikhul Islam rahimahullah mengatakan, “Ibadah adalah melakukan ketaatan kepada Allah, yaitu dengan melaksanakan perintah Allah yang disampaikan melalui lisan para rasul.” Beliau juga menjelaskan, “Ibadah adalah istilah yang meliputi segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridai-Nya, berupa ucapan maupun perbuatan, yang tampak maupun yang tersembunyi.”Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Ibadah berporos pada lima belas patokan. Barangsiapa dapat menyempurnakan itu semua, maka dia telah menyempurnakan tingkatan-tingkatan penghambaan (ubudiyah). Keterangannya ialah sebagai berikut:Ibadah terbagi menjadi ibadah hati, lisan, dan anggota badan. Sedangkan hukum-hukum yang berlaku dalam kerangka ubudiyah itu terbagi lima: wajib, mustahab/sunah, haram, makruh, dan mubah. Masing-masing hukum ini berlaku meliputi isi hati, ucapan lisan, dan perbuatan anggota badan.”Al-Qurthubi rahimahullah mengatakan, “Makna asal dari ibadah adalah perendahan diri dan ketundukan. Berbagai tugas/beban syariat yang diberikan kepada manusia (mukallaf) dinamai dengan ibadah dikarenakan mereka harus melaksanakannya dengan penuh ketundukan kepada Allah Ta’ala. Makna ayat tersebut (QS. Adz-Dzariyat: 56) adalah Allah Ta’ala memberitakan bahwa tidaklah Dia menciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Nya. Inilah hikmah penciptaan mereka.” Saya katakan (Syekh Abdurrahman), “Itulah hikmah yang dikenal dengan nama hikmah syar’iyah diniyah.”Al-‘Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Makna beribadah kepada-Nya, yaitu menaati-Nya dengan cara melakukan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang. Itulah hakikat ajaran agama Islam. Sebab makna Islam adalah menyerahkan diri kepada Allah Ta’ala yang mengandung puncak ketundukan, perendahan diri, dan kepatuhan.” Selesai ucapan Ibnu Katsir.Beliau (Ibnu Katsir rahimahullah) juga memaparkan tatkala menafsirkan ayat ini (QS. Adz-Dzariyat: 56), “Makna ayat tersebut adalah sesungguhnya Allah Ta’ala menciptakan makhluk untuk beribadah kepada-Nya semata tanpa ada sekutu bagi-Nya. Barangsiapa yang taat kepada-Nya, akan Allah balas dengan balasan yang sempurna. Sedangkan barangsiapa yang durhaka kepada-Nya, niscaya Allah akan menyiksanya dengan siksaan yang sangat keras. Allah Ta’ala pun mengabarkan bahwa diri-Nya sama sekali tidak membutuhkan mereka. Bahkan, mereka itulah yang senantiasa membutuhkan-Nya di setiap kondisi. Allah Ta’ala adalah pencipta dan pemberi rezeki bagi mereka.”Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhu mengatakan mengenai ayat ini, “Maknanya adalah tujuan-Ku (menciptakan mereka) adalah agar mereka Aku perintahkan beribadah kepada-Ku.” Sedangkan Mujahid mengatakan, “Tujuan-Ku (menciptakan mereka) adalah untuk Aku perintah dan Aku larang.” Tafsiran serupa ini juga dipilih oleh Az-Zajjaj dan Syaikhul Islam rahimahullah.Beliau (Ibnu Katsir rahimahullah) mengatakan, “Tafsiran ini didukung oleh makna firman Allah Ta’ala,أَیَحۡسَبُ ٱلۡإِنسَـٰنُ أَن یُتۡرَكَ سُدًى‘Apakah manusia itu mengira dia dibiarkan begitu saja dalam keadaan sia-sia.’ (QS. Al-Qiyamah: 36). Asy-Syafi’i rahimahullah menjelaskan tafsiran ‘sia-sia’ yaitu, ‘(Apakah mereka Aku biarkan) tanpa diperintah dan tanpa dilarang?!'”Sampai di sini keterangan yang kami nukil dari Fath Al-Majid.Dengan memperhatikan keterangan beliau di atas, dapat disimpulkan bahwa:Pertama, Ibadah adalah tujuan hidup kita.Kedua, Hakikat ibadah itu adalah melaksanakan apa yang Allah cintai dan ridai dengan penuh ketundukan dan perendahan diri kepada Allah.Ketiga, Ibadah akan terwujud dengan cara melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya.Dengan demikian, orang yang benar-benar mengerti kehidupan adalah yang mengisi waktunya dengan berbagai macam bentuk ketaatan, baik dengan melaksanakan perintah maupun menjauhi larangan. Sebab dengan cara itulah tujuan hidupnya akan terwujud. Semoga Allah memberikan taufik dan pertolongan-Nya kepada kita untuk menjadi hamba-Nya yang sejati, yang tunduk dan patuh kepada Rabb Penguasa jagad raya, bukan menjadi budak hawa nafsu dan ambisi-ambisi dunia.Baca Juga: Hikmah Agung Ibadah WuduIkrar Pemurnian IbadahFirman Allah Ta’ala,إِیَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِیَّاكَ نَسۡتَعِینُ”Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan.” (QS. Al-Fatihah: 5)Syekh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah menjelaskan sebagai berikut,Ayat ini bermakna “Kami mengkhususkan ibadah dan permintaan tolong tertuju hanya kepada-Mu.” Sebab didahulukannya penyebutan objek pembicaraan (Engkau, yaitu Allah) menunjukkan ada maksud pembatasan. Hakikat dari pembatasan itu adalah menetapkan suatu hukum terhadap objek yang disebutkan serta menafikannya dari segala sesuatu selainnya. Seolah-olah orang ini mengatakan, “Kami beribadah kepada-Mu dan tidak akan beribadah kepada selain diri-Mu. Dan kami juga meminta pertolongan kepada-Mu dan tidak akan meminta pertolongan kepada selain diri-Mu.” Didahulukannya (penyebutan) ibadah sebelum permintaan tolong merupakan bentuk ungkapan mendahulukan sesuatu yang bersifat umum sebelum yang bersifat khusus. Selain itu, motifnya adalah untuk menunjukkan bahwa hak Allah Ta’ala harus dijunjung tinggi di atas hak semua hamba-Nya.Ibadah itu sendiri hakikatnya adalah suatu istilah yang mencakup segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridai-Nya, yang berupa perbuatan maupun ucapan, yang tampak maupun yang tersembunyi. Sedangkan makna dari isti’anah/ permintaan tolong adalah bersandar kepada Allah Ta’ala dalam rangka meraih kemanfaatan dan menepis bahaya. Hal ini diiringi dengan kepercayaan yang kuat terhadap Allah dalam upaya untuk memperoleh itu semua.Menunaikan ibadah kepada Allah dan meminta pertolongan kepada-Nya, sebenarnya itulah sarana untuk menggapai kebahagiaan abadi serta jalan untuk menyelamatkan diri dari segala bentuk keburukan. Oleh sebab itu, tidak ada jalan untuk menemukan keselamatan, kecuali dengan merealisasikan keduanya (ibadah dan isti’anah). Suatu ibadah baru bisa disebut ibadah yang benar apabila diambil dari tuntunan Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam serta dikerjakan dengan ikhlas mengharapkan wajah Allah. Dengan dua syarat itulah ibadah menjadi ibadah yang sebenarnya.Sedangkan maksud dari penyebutan isti’anah setelah ibadah (padahal isti’anah juga bagian dari ibadah itu sendiri) adalah demi menunjukkan betapa besar kebutuhan seorang hamba terhadap pertolongan Allah dalam rangka mewujudkan semua ibadah yang dilakukannya. Sebab, seandainya Allah tidak memberikan pertolongan kepadany,a niscaya apa pun yang diinginkan olehnya tidak akan tercapai, baik dalam mengerjakan perintah maupun menjauhi larangan. (Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 39)Baca Juga:Untukmu yang Sedang Malas BeribadahHukum Ibadah ketika Tercampur dengan Riya’***Penulis: Ari Wahyudi, S.Si.Artikel: www.muslim.or.id🔍 Pengertian Iman, Tamimah, Ajaran Tauhid Adalah, Hafizhahullah Arab, Lelaki Yang Tidak Layak Dijadikan Suami Dalam IslamTags: amal ibadahaqidah islamfikih ibadahibadahibadah sunnahibdah wajibManhajmanhaj salafmemurnikan ibadahpanduan ibadahSunnahTauhid


Daftar Isi sembunyikan 1. Menguak Hakikat Ibadah 2. Ikrar Pemurnian Ibadah Menguak Hakikat IbadahAllah berfirman,وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِیَعۡبُدُونِ“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)Allah menciptakan kita untuk beribadah. Apakah makna ibadah? Berikut ini kami nukilkan keterangan Syekh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah di dalam Fath Al-Majid (hal. 17, cetakan Dar Ibnu Hazm). Beliau rahimahullah memaparkan sebagai berikut,Syaikhul Islam rahimahullah mengatakan, “Ibadah adalah melakukan ketaatan kepada Allah, yaitu dengan melaksanakan perintah Allah yang disampaikan melalui lisan para rasul.” Beliau juga menjelaskan, “Ibadah adalah istilah yang meliputi segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridai-Nya, berupa ucapan maupun perbuatan, yang tampak maupun yang tersembunyi.”Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Ibadah berporos pada lima belas patokan. Barangsiapa dapat menyempurnakan itu semua, maka dia telah menyempurnakan tingkatan-tingkatan penghambaan (ubudiyah). Keterangannya ialah sebagai berikut:Ibadah terbagi menjadi ibadah hati, lisan, dan anggota badan. Sedangkan hukum-hukum yang berlaku dalam kerangka ubudiyah itu terbagi lima: wajib, mustahab/sunah, haram, makruh, dan mubah. Masing-masing hukum ini berlaku meliputi isi hati, ucapan lisan, dan perbuatan anggota badan.”Al-Qurthubi rahimahullah mengatakan, “Makna asal dari ibadah adalah perendahan diri dan ketundukan. Berbagai tugas/beban syariat yang diberikan kepada manusia (mukallaf) dinamai dengan ibadah dikarenakan mereka harus melaksanakannya dengan penuh ketundukan kepada Allah Ta’ala. Makna ayat tersebut (QS. Adz-Dzariyat: 56) adalah Allah Ta’ala memberitakan bahwa tidaklah Dia menciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Nya. Inilah hikmah penciptaan mereka.” Saya katakan (Syekh Abdurrahman), “Itulah hikmah yang dikenal dengan nama hikmah syar’iyah diniyah.”Al-‘Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Makna beribadah kepada-Nya, yaitu menaati-Nya dengan cara melakukan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang. Itulah hakikat ajaran agama Islam. Sebab makna Islam adalah menyerahkan diri kepada Allah Ta’ala yang mengandung puncak ketundukan, perendahan diri, dan kepatuhan.” Selesai ucapan Ibnu Katsir.Beliau (Ibnu Katsir rahimahullah) juga memaparkan tatkala menafsirkan ayat ini (QS. Adz-Dzariyat: 56), “Makna ayat tersebut adalah sesungguhnya Allah Ta’ala menciptakan makhluk untuk beribadah kepada-Nya semata tanpa ada sekutu bagi-Nya. Barangsiapa yang taat kepada-Nya, akan Allah balas dengan balasan yang sempurna. Sedangkan barangsiapa yang durhaka kepada-Nya, niscaya Allah akan menyiksanya dengan siksaan yang sangat keras. Allah Ta’ala pun mengabarkan bahwa diri-Nya sama sekali tidak membutuhkan mereka. Bahkan, mereka itulah yang senantiasa membutuhkan-Nya di setiap kondisi. Allah Ta’ala adalah pencipta dan pemberi rezeki bagi mereka.”Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhu mengatakan mengenai ayat ini, “Maknanya adalah tujuan-Ku (menciptakan mereka) adalah agar mereka Aku perintahkan beribadah kepada-Ku.” Sedangkan Mujahid mengatakan, “Tujuan-Ku (menciptakan mereka) adalah untuk Aku perintah dan Aku larang.” Tafsiran serupa ini juga dipilih oleh Az-Zajjaj dan Syaikhul Islam rahimahullah.Beliau (Ibnu Katsir rahimahullah) mengatakan, “Tafsiran ini didukung oleh makna firman Allah Ta’ala,أَیَحۡسَبُ ٱلۡإِنسَـٰنُ أَن یُتۡرَكَ سُدًى‘Apakah manusia itu mengira dia dibiarkan begitu saja dalam keadaan sia-sia.’ (QS. Al-Qiyamah: 36). Asy-Syafi’i rahimahullah menjelaskan tafsiran ‘sia-sia’ yaitu, ‘(Apakah mereka Aku biarkan) tanpa diperintah dan tanpa dilarang?!'”Sampai di sini keterangan yang kami nukil dari Fath Al-Majid.Dengan memperhatikan keterangan beliau di atas, dapat disimpulkan bahwa:Pertama, Ibadah adalah tujuan hidup kita.Kedua, Hakikat ibadah itu adalah melaksanakan apa yang Allah cintai dan ridai dengan penuh ketundukan dan perendahan diri kepada Allah.Ketiga, Ibadah akan terwujud dengan cara melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya.Dengan demikian, orang yang benar-benar mengerti kehidupan adalah yang mengisi waktunya dengan berbagai macam bentuk ketaatan, baik dengan melaksanakan perintah maupun menjauhi larangan. Sebab dengan cara itulah tujuan hidupnya akan terwujud. Semoga Allah memberikan taufik dan pertolongan-Nya kepada kita untuk menjadi hamba-Nya yang sejati, yang tunduk dan patuh kepada Rabb Penguasa jagad raya, bukan menjadi budak hawa nafsu dan ambisi-ambisi dunia.Baca Juga: Hikmah Agung Ibadah WuduIkrar Pemurnian IbadahFirman Allah Ta’ala,إِیَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِیَّاكَ نَسۡتَعِینُ”Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan.” (QS. Al-Fatihah: 5)Syekh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah menjelaskan sebagai berikut,Ayat ini bermakna “Kami mengkhususkan ibadah dan permintaan tolong tertuju hanya kepada-Mu.” Sebab didahulukannya penyebutan objek pembicaraan (Engkau, yaitu Allah) menunjukkan ada maksud pembatasan. Hakikat dari pembatasan itu adalah menetapkan suatu hukum terhadap objek yang disebutkan serta menafikannya dari segala sesuatu selainnya. Seolah-olah orang ini mengatakan, “Kami beribadah kepada-Mu dan tidak akan beribadah kepada selain diri-Mu. Dan kami juga meminta pertolongan kepada-Mu dan tidak akan meminta pertolongan kepada selain diri-Mu.” Didahulukannya (penyebutan) ibadah sebelum permintaan tolong merupakan bentuk ungkapan mendahulukan sesuatu yang bersifat umum sebelum yang bersifat khusus. Selain itu, motifnya adalah untuk menunjukkan bahwa hak Allah Ta’ala harus dijunjung tinggi di atas hak semua hamba-Nya.Ibadah itu sendiri hakikatnya adalah suatu istilah yang mencakup segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridai-Nya, yang berupa perbuatan maupun ucapan, yang tampak maupun yang tersembunyi. Sedangkan makna dari isti’anah/ permintaan tolong adalah bersandar kepada Allah Ta’ala dalam rangka meraih kemanfaatan dan menepis bahaya. Hal ini diiringi dengan kepercayaan yang kuat terhadap Allah dalam upaya untuk memperoleh itu semua.Menunaikan ibadah kepada Allah dan meminta pertolongan kepada-Nya, sebenarnya itulah sarana untuk menggapai kebahagiaan abadi serta jalan untuk menyelamatkan diri dari segala bentuk keburukan. Oleh sebab itu, tidak ada jalan untuk menemukan keselamatan, kecuali dengan merealisasikan keduanya (ibadah dan isti’anah). Suatu ibadah baru bisa disebut ibadah yang benar apabila diambil dari tuntunan Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam serta dikerjakan dengan ikhlas mengharapkan wajah Allah. Dengan dua syarat itulah ibadah menjadi ibadah yang sebenarnya.Sedangkan maksud dari penyebutan isti’anah setelah ibadah (padahal isti’anah juga bagian dari ibadah itu sendiri) adalah demi menunjukkan betapa besar kebutuhan seorang hamba terhadap pertolongan Allah dalam rangka mewujudkan semua ibadah yang dilakukannya. Sebab, seandainya Allah tidak memberikan pertolongan kepadany,a niscaya apa pun yang diinginkan olehnya tidak akan tercapai, baik dalam mengerjakan perintah maupun menjauhi larangan. (Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 39)Baca Juga:Untukmu yang Sedang Malas BeribadahHukum Ibadah ketika Tercampur dengan Riya’***Penulis: Ari Wahyudi, S.Si.Artikel: www.muslim.or.id🔍 Pengertian Iman, Tamimah, Ajaran Tauhid Adalah, Hafizhahullah Arab, Lelaki Yang Tidak Layak Dijadikan Suami Dalam IslamTags: amal ibadahaqidah islamfikih ibadahibadahibadah sunnahibdah wajibManhajmanhaj salafmemurnikan ibadahpanduan ibadahSunnahTauhid

Nikmat Aman yang Terlupakan – Syaikh Sulaiman ar-Ruhaily #NasehatUlama

Keamananadalah nikmat besardari nikmat-nikmat yang dikaruniakan Allah ‘Azza wa Jalla. Ia berada di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala.Allah mengaruniakannya kepada hamba-Nya yang Dia kehendaki.Allah telah mengaruniakannya kepada beberapa negeri. “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram,rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat,tetapi penduduknya mengingkari nikmat-nikmat Allah,karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.” (QS. An-Nahl: 112) Allah telah mengaruniakan nikmat keamanan kepada kaum Quraisy,dan melimpahkan kepada kaum Quraisy kenikmatan ini.“(Rabb) Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapardan mengamankan mereka dari ketakutan.” (QS. Quraisy: 4) “Dan apakah mereka tidak memperhatikan, sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman,sedangkan manusia di sekitarnya saling rampok-merampok?” (QS. Al-Ankabut: 67) Keamananadalah nikmat yang agung.Manusia tidak dapat beribadah kepada Allahdengan penuh ketentraman, kecuali dengan adanya nikmat aman. Hatinya tidak akan tenang kecuali dengan adanya nikmat aman.Kehidupannya juga tidak akan berjalan normal kecuali dengan adanya nikmat aman. Oleh karena itu, jika Allah ‘Azza wa Jalla telah mengaruniakankepada suatu kaum dengan nikmat kemanan,maka yang wajib bagi mereka adalahmenghargainya dengan sebaik-baiknya,dan bersyukur kepada Allah ‘Azza wa Jalla atas kenikmatan ini, serta mengikatnya dengan rasa syukur,karena kenikmatan dapat diikat dengan rasa syukur. Bahkan dengan rasa syukur, nikmat akan bertambah.“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7) ==== الْأَمْنُ نِعْمَةٌ عَظِيمَةٌ مِنْ نِعَمِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ هِيَ بِيَدِ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يُعْطِيْهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ أَنْعَمَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهَا عَلَى قُرًى وَضَرَبَ اللهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللهِ فَأَذَاقَهَا اللهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ أَنْعَمَ اللهُ بِنِعْمَةِ الْأَمْنِ عَلَى قُرَيْشٍ وَامْتَنَّ عَلَى قُرَيْشٍ بِهَذِهِ النِّعْمَةِ الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا جَعَلْنَا حَرَمًا آمِنًا وَيُتَخَطَّفُ النَّاسُ مِنْ حَوْلِهِمْ الْأَمْنُ نِعْمَةٌ عُظْمَى لَا يَسْتَطِيعُ الْإِنْسَانُ أَنْ يَعْبُدَ اللهَ بِاطْمِئْنَانٍ إِلَّا مَعَ وُجُودِهَا لَا يَطْمَئِنُّ قَلْبُهُ إِلَّا مَعَ وُجُودِهَا لَا تَسْتَقِيمُ حَيَاتُهُ إِلَّا مَعَ وُجُودِهَا فَإِذَا أَنْعَمَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى قَوْمٍ بِنِعْمَةِ الْأَمْنِ فَوَاجِبٌ عَلَيْهِم أَنْ يَقْدُرُوْهَا حَقَّ قَدْرِهَا وَأَنْ يَشْكُرُوا اللهَ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى هَذِهِ النِّعْمَةِ وَأَنْ يُقَيِّدُوهَا بِالشُّكْرِ فَإِنَّ النِّعَمَ تُقَيَّدُ بِالشُّكْرِ بَلْ تُزَادُ بِالشُّكْرِ وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28

Nikmat Aman yang Terlupakan – Syaikh Sulaiman ar-Ruhaily #NasehatUlama

Keamananadalah nikmat besardari nikmat-nikmat yang dikaruniakan Allah ‘Azza wa Jalla. Ia berada di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala.Allah mengaruniakannya kepada hamba-Nya yang Dia kehendaki.Allah telah mengaruniakannya kepada beberapa negeri. “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram,rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat,tetapi penduduknya mengingkari nikmat-nikmat Allah,karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.” (QS. An-Nahl: 112) Allah telah mengaruniakan nikmat keamanan kepada kaum Quraisy,dan melimpahkan kepada kaum Quraisy kenikmatan ini.“(Rabb) Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapardan mengamankan mereka dari ketakutan.” (QS. Quraisy: 4) “Dan apakah mereka tidak memperhatikan, sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman,sedangkan manusia di sekitarnya saling rampok-merampok?” (QS. Al-Ankabut: 67) Keamananadalah nikmat yang agung.Manusia tidak dapat beribadah kepada Allahdengan penuh ketentraman, kecuali dengan adanya nikmat aman. Hatinya tidak akan tenang kecuali dengan adanya nikmat aman.Kehidupannya juga tidak akan berjalan normal kecuali dengan adanya nikmat aman. Oleh karena itu, jika Allah ‘Azza wa Jalla telah mengaruniakankepada suatu kaum dengan nikmat kemanan,maka yang wajib bagi mereka adalahmenghargainya dengan sebaik-baiknya,dan bersyukur kepada Allah ‘Azza wa Jalla atas kenikmatan ini, serta mengikatnya dengan rasa syukur,karena kenikmatan dapat diikat dengan rasa syukur. Bahkan dengan rasa syukur, nikmat akan bertambah.“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7) ==== الْأَمْنُ نِعْمَةٌ عَظِيمَةٌ مِنْ نِعَمِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ هِيَ بِيَدِ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يُعْطِيْهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ أَنْعَمَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهَا عَلَى قُرًى وَضَرَبَ اللهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللهِ فَأَذَاقَهَا اللهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ أَنْعَمَ اللهُ بِنِعْمَةِ الْأَمْنِ عَلَى قُرَيْشٍ وَامْتَنَّ عَلَى قُرَيْشٍ بِهَذِهِ النِّعْمَةِ الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا جَعَلْنَا حَرَمًا آمِنًا وَيُتَخَطَّفُ النَّاسُ مِنْ حَوْلِهِمْ الْأَمْنُ نِعْمَةٌ عُظْمَى لَا يَسْتَطِيعُ الْإِنْسَانُ أَنْ يَعْبُدَ اللهَ بِاطْمِئْنَانٍ إِلَّا مَعَ وُجُودِهَا لَا يَطْمَئِنُّ قَلْبُهُ إِلَّا مَعَ وُجُودِهَا لَا تَسْتَقِيمُ حَيَاتُهُ إِلَّا مَعَ وُجُودِهَا فَإِذَا أَنْعَمَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى قَوْمٍ بِنِعْمَةِ الْأَمْنِ فَوَاجِبٌ عَلَيْهِم أَنْ يَقْدُرُوْهَا حَقَّ قَدْرِهَا وَأَنْ يَشْكُرُوا اللهَ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى هَذِهِ النِّعْمَةِ وَأَنْ يُقَيِّدُوهَا بِالشُّكْرِ فَإِنَّ النِّعَمَ تُقَيَّدُ بِالشُّكْرِ بَلْ تُزَادُ بِالشُّكْرِ وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28
Keamananadalah nikmat besardari nikmat-nikmat yang dikaruniakan Allah ‘Azza wa Jalla. Ia berada di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala.Allah mengaruniakannya kepada hamba-Nya yang Dia kehendaki.Allah telah mengaruniakannya kepada beberapa negeri. “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram,rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat,tetapi penduduknya mengingkari nikmat-nikmat Allah,karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.” (QS. An-Nahl: 112) Allah telah mengaruniakan nikmat keamanan kepada kaum Quraisy,dan melimpahkan kepada kaum Quraisy kenikmatan ini.“(Rabb) Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapardan mengamankan mereka dari ketakutan.” (QS. Quraisy: 4) “Dan apakah mereka tidak memperhatikan, sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman,sedangkan manusia di sekitarnya saling rampok-merampok?” (QS. Al-Ankabut: 67) Keamananadalah nikmat yang agung.Manusia tidak dapat beribadah kepada Allahdengan penuh ketentraman, kecuali dengan adanya nikmat aman. Hatinya tidak akan tenang kecuali dengan adanya nikmat aman.Kehidupannya juga tidak akan berjalan normal kecuali dengan adanya nikmat aman. Oleh karena itu, jika Allah ‘Azza wa Jalla telah mengaruniakankepada suatu kaum dengan nikmat kemanan,maka yang wajib bagi mereka adalahmenghargainya dengan sebaik-baiknya,dan bersyukur kepada Allah ‘Azza wa Jalla atas kenikmatan ini, serta mengikatnya dengan rasa syukur,karena kenikmatan dapat diikat dengan rasa syukur. Bahkan dengan rasa syukur, nikmat akan bertambah.“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7) ==== الْأَمْنُ نِعْمَةٌ عَظِيمَةٌ مِنْ نِعَمِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ هِيَ بِيَدِ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يُعْطِيْهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ أَنْعَمَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهَا عَلَى قُرًى وَضَرَبَ اللهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللهِ فَأَذَاقَهَا اللهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ أَنْعَمَ اللهُ بِنِعْمَةِ الْأَمْنِ عَلَى قُرَيْشٍ وَامْتَنَّ عَلَى قُرَيْشٍ بِهَذِهِ النِّعْمَةِ الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا جَعَلْنَا حَرَمًا آمِنًا وَيُتَخَطَّفُ النَّاسُ مِنْ حَوْلِهِمْ الْأَمْنُ نِعْمَةٌ عُظْمَى لَا يَسْتَطِيعُ الْإِنْسَانُ أَنْ يَعْبُدَ اللهَ بِاطْمِئْنَانٍ إِلَّا مَعَ وُجُودِهَا لَا يَطْمَئِنُّ قَلْبُهُ إِلَّا مَعَ وُجُودِهَا لَا تَسْتَقِيمُ حَيَاتُهُ إِلَّا مَعَ وُجُودِهَا فَإِذَا أَنْعَمَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى قَوْمٍ بِنِعْمَةِ الْأَمْنِ فَوَاجِبٌ عَلَيْهِم أَنْ يَقْدُرُوْهَا حَقَّ قَدْرِهَا وَأَنْ يَشْكُرُوا اللهَ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى هَذِهِ النِّعْمَةِ وَأَنْ يُقَيِّدُوهَا بِالشُّكْرِ فَإِنَّ النِّعَمَ تُقَيَّدُ بِالشُّكْرِ بَلْ تُزَادُ بِالشُّكْرِ وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28


Keamananadalah nikmat besardari nikmat-nikmat yang dikaruniakan Allah ‘Azza wa Jalla. Ia berada di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala.Allah mengaruniakannya kepada hamba-Nya yang Dia kehendaki.Allah telah mengaruniakannya kepada beberapa negeri. “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram,rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat,tetapi penduduknya mengingkari nikmat-nikmat Allah,karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.” (QS. An-Nahl: 112) Allah telah mengaruniakan nikmat keamanan kepada kaum Quraisy,dan melimpahkan kepada kaum Quraisy kenikmatan ini.“(Rabb) Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapardan mengamankan mereka dari ketakutan.” (QS. Quraisy: 4) “Dan apakah mereka tidak memperhatikan, sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman,sedangkan manusia di sekitarnya saling rampok-merampok?” (QS. Al-Ankabut: 67) Keamananadalah nikmat yang agung.Manusia tidak dapat beribadah kepada Allahdengan penuh ketentraman, kecuali dengan adanya nikmat aman. Hatinya tidak akan tenang kecuali dengan adanya nikmat aman.Kehidupannya juga tidak akan berjalan normal kecuali dengan adanya nikmat aman. Oleh karena itu, jika Allah ‘Azza wa Jalla telah mengaruniakankepada suatu kaum dengan nikmat kemanan,maka yang wajib bagi mereka adalahmenghargainya dengan sebaik-baiknya,dan bersyukur kepada Allah ‘Azza wa Jalla atas kenikmatan ini, serta mengikatnya dengan rasa syukur,karena kenikmatan dapat diikat dengan rasa syukur. Bahkan dengan rasa syukur, nikmat akan bertambah.“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7) ==== الْأَمْنُ نِعْمَةٌ عَظِيمَةٌ مِنْ نِعَمِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ هِيَ بِيَدِ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يُعْطِيْهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ أَنْعَمَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهَا عَلَى قُرًى وَضَرَبَ اللهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللهِ فَأَذَاقَهَا اللهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ أَنْعَمَ اللهُ بِنِعْمَةِ الْأَمْنِ عَلَى قُرَيْشٍ وَامْتَنَّ عَلَى قُرَيْشٍ بِهَذِهِ النِّعْمَةِ الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا جَعَلْنَا حَرَمًا آمِنًا وَيُتَخَطَّفُ النَّاسُ مِنْ حَوْلِهِمْ الْأَمْنُ نِعْمَةٌ عُظْمَى لَا يَسْتَطِيعُ الْإِنْسَانُ أَنْ يَعْبُدَ اللهَ بِاطْمِئْنَانٍ إِلَّا مَعَ وُجُودِهَا لَا يَطْمَئِنُّ قَلْبُهُ إِلَّا مَعَ وُجُودِهَا لَا تَسْتَقِيمُ حَيَاتُهُ إِلَّا مَعَ وُجُودِهَا فَإِذَا أَنْعَمَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى قَوْمٍ بِنِعْمَةِ الْأَمْنِ فَوَاجِبٌ عَلَيْهِم أَنْ يَقْدُرُوْهَا حَقَّ قَدْرِهَا وَأَنْ يَشْكُرُوا اللهَ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى هَذِهِ النِّعْمَةِ وَأَنْ يُقَيِّدُوهَا بِالشُّكْرِ فَإِنَّ النِّعَمَ تُقَيَّدُ بِالشُّكْرِ بَلْ تُزَادُ بِالشُّكْرِ وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28

Laporan Produksi Yufid Bulan Agustus 2022

Yufid adalah tim kreatif yang berada di bawah naungan Yayasan Yufid Network, sebuah yayasan non-profit yang memiliki misi membuat dan menyediakan konten pendidikan dan dakwah secara gratis untuk semua kalangan masyarakat. Selama lebih dari 12 tahun, dengan izin Allah, Yufid telah ikut andil dalam perkembangan dakwah Islam, terutama di dunia digital. Yufid mempunyai beberapa channel di YouTube, yaitu Yufid.TV, Yufid EDU, dan Yufid Kids, yang hingga saat ini sudah ada lebih dari 16.000 (enam belas ribu) video yang sudah dipublikasikan dan dapat dinikmati oleh seluruh umat muslim di dunia secara GRATIS. Total subscribers dari channel-channel tersebut juga telah mencapai lebih dari 4 juta subscribers, dan seluruh video yang ada telah ditonton sebanyak 666 juta kali.  Selain di YouTube, Yufid juga memiliki beberapa website yang telah menyediakan hampir 10.000 (sepuluh ribu) artikel yang tersebar di berbagai website yang berada di bawah naungan Yufid, seperti KonsultasiSyariah.com, KisahMuslim.com, KhotbahJumat.com, kajian.net, dll. Semua pencapaian ini adalah karunia dari Allah. Mulai awal tahun 2022, kami Tim Yufid mencoba memberikan sebuah laporan produktivitas bulanan agar para pemirsa dapat mengetahui berbagai project dan perkembangan produksi dari Yufid itu sendiri, karena sejatinya Yufid merupakan sebuah wadah kreativitas yang dimiliki bersama.  1. Channel YouTube YUFID.TV (https://www.youtube.com/yufid) Jumlah Video : 15.263Jumlah Subscribers :  3.581.480Total Tayangan Video (Total Views) :  571.918.393Rata-rata Produksi Perbulan : 110 videoTayangan Video/Bulan Agustus (Views/Month) : 7.900.003Jam Tayang Video/Bulan Agustus (Watch time/Month) : 812.128 JamPenambahan Subscribers : 31.811 Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022 channel Yufid.TV telah mempublikasikan 144 video. 2. Channel YouTube YUFID EDU  (https://www.youtube.com/yufidedu) Jumlah Video : 1.667Jumlah Subscribers :  271.770Total Tayangan Video (Total Views) :  18.247.204Rata-rata Produksi Perbulan : 16 videoTayangan Video/Bulan Agustus (Views/Month) : 170.704Jam Tayang Video/Bulan Agustus (Watch time/Month) : 8.953 JamPenambahan Subscribers : 2.116 Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022 channel Yufid EDU telah mempublikasikan 48 video. 3. Channel YouTube YUFID KIDS  (https://www.youtube.com/yufidkids) Jumlah Video : 71Jumlah Subscribers : 284.201Total Tayangan Video (Total Views) : 76.756.763Rata-rata Produksi Perbulan : 1 videoTayangan Video/Bulan Agustus (Views/Month) : 2.782.537Jam Tayang Video/Bulan Agustus (Watch time/Month) : 182.042 JamPenambahan Subscribers : 10.308 Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022 channel Yufid Kids telah mempublikasikan 1 video.  Untuk memproduksi video Yufid Kids membutuhkan waktu yang lebih panjang dan pekerjaan yang lebih kompleks, namun sejak awal produksi hingga video dipublikasikan tim tetap bekerja setiap harinya.  4. Channel YouTube Dunia Mengaji  (https://www.youtube.com/channel/UCY17jHxhMDhFhBYKNr7aCew) Channel Dunia Mengaji adalah untuk menampung video-video yang secara kualitas pengambilan gambar dan kualitas gambar jauh di bawah standar Yufid.TV, agar konten dakwah tetap bisa dinikmati oleh pemirsa. Jumlah Video : 272Jumlah Subscribers : 4.114Total Tayangan Video (Total Views) : 412.913Rata-rata Produksi Perbulan : 3 video/bulanTayangan Video/Bulan Agustus (Views/Month) : 2.838Jam Tayang Video/Bulan Agustus (Watch time/Month) : 539 JamPenambahan Subscribers : 35 5. Channel YouTube العلم نور (https://www.youtube.com/channel/UCLFxhG3-8bloS720P9YXKcQ) Jumlah Video : 341Jumlah Subscribers : 26.900Total Tayangan Video (Total Views) : 1.101.485Rata-rata Produksi Perbulan : 7 video/bulanTayangan Video/Bulan Agustus (Views/Month) : 18.076Jam Tayang Video/Bulan Agustus (Watch time/Month) :  JamPenambahan Subscribers Perbulan : 500 6. Instagram Yufid TV  (https://www.instagram.com/yufid.tv/) Total Konten : 2.874Total Pengikut : 1.125.804Rata-Rata Produksi : 46 Konten/bulanPenambahan Follower : 8.846 Yufid TV mulai memanfaatkan media instagram sejak tahun 2015. Sejak tahun 2022, instagram Yufid.TV dan Yufid Network insya Allah akan memposting konten setiap hari minimal 2 postingan, jadi rata-rata dari kedua akun tersebut dapat memproduksi yaitu 60 konten perbulannya. Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022 akun Instagram Yufid TV telah memposting 57 konten. 7. Instagram Yufid Network  (https://www.instagram.com/yufid/) Total Konten : 2.970Total Pengikut : 488.762Rata-Rata Produksi : 46 Konten/bulanPenambahan Follower : 4.071 Pertama kali Yufid memanfaatkan media instagram memiliki nama Yufid Network yaitu sejak tahun 2013, sebelum akhirnya di buatlah akun Yufid.TV agar lebih dikenal seiring dengan berkembangnya channel YouTube Yufid.TV. Mulai tahun 2022, instagram Yufid.TV dan Yufid Network insya Allah akan memposting konten setiap hari minimal 2 postingan, jadi rata-rata dari kedua akun tersebut dapat memproduksi yaitu 60 konten per bulannya.  8. Video Nasehat Ulama Salah satu project yang dikerjakan oleh tim Yufid.TV yaitu video Nasehat Ulama. Video pendek namun penuh dengan faedah berisi penggalan-penggalan nasehat yang disampaikan ulama-ulama terkemuka. Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022 video Nasehat Ulama telah dipublikasikan sebanyak 21 video. 9. Video Motion Graphic & Yufid Kids Project unggulan lainnya dari Yufid.TV yaitu pembuatan video animasi motion graphic dan video Yufid Kids. Project motion graphic Yufid.TV memproduksi video-video berkualitas yang memadukan antara pemilihan tema yang tepat berupa potongan-potongan nasehat dari para ustadz atau ceramah-ceramah pendek yang diilustrasikan dalam bentuk animasi yang menarik. Sedangkan video Yufid Kids mengemas materi-materi pendidikan untuk anak yang disajikan dengan gambar animasi anak sehingga membuat anak-anak kita lebih bersemangat dalam mempelajarinya. Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022, video Motion Graphic dan Yufid Kids telah mempublikasikan 2 video.  Untuk memproduksi video Motion Graphic dan Yufid Kids membutuhkan waktu yang lebih panjang dan pekerjaan yang lebih kompleks, namun sejak awal produksi hingga video dipublikasikan tim tetap bekerja setiap harinya.  10. Website KonsultasiSyariah.com  (https://konsultasisyariah.com/) KonsultasiSyariah.com adalah sebuah website yang menyajikan berbagai tanya jawab seputar permasalahan kehidupan sehari-hari. Pembahasan kasus dan jawaban dipaparkan secara jelas dan ilmiah, berdasarkan dalil Al-Quran dan Sunnah serta keterangan para ulama. Hingga saat ini, website tersebut telah menuliskan 4.768 artikel yang berisi materi-materi permasalahan agama yang telah dijawab oleh para asatidz. Artikel dalam website KonsultasiSyariah.com juga kami tuangkan ke dalam bentuk audio visual dengan teknik typography dan dibantu oleh pengisi suara (voice over) yang telah memproduksi 1635 audio dan rata-rata menghasilkan 27 audio per bulan yang siap dimasukkan ke dalam project video Poster Dakwah Yufid.TV di YouTube.  Dalam sebulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022, website KonsultasiSyariah.com telah mempublikasikan 16 artikel. 11. Website KisahMuslim.com  (https://kisahmuslim.com/) KisahMuslim.com berisi kumpulan kisah para Nabi dan Rasul, kisah para sahabat Nabi, kisah orang-orang shalih terdahulu, biografi ulama, dan berbagai kisah yang penuh hikmah. Dalam website tersebut sudah ada 1054 artikel yang banyak kita ambil pelajarannya.  Dalam sebulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022, website KisahMuslim.com telah mempublikasikan 5 artikel. 12. Website KhotbahJumat.com  (https://khotbahjumat.com/) KhotbahJumat.com berisi materi-materi khutbah yang bisa kita gunakan untuk mengisi khotbah pada ibadah Shalat Jumat, terdapat 1169 artikel hingga saat ini, yang sangat bermanfaat untuk para khatib dan da’i yang mengisi khutbah jumat.  Dalam sebulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022, website KhotbahJumat.com telah mempublikasikan 3 artikel. 13. Website PengusahaMuslim.com  (https://pengusahamuslim.com/) PengusahaMuslim.com merupakan sebuah website yang mengupas seluk beluk dunia usaha dan bisnis guna membantu terbentuknya pengusaha muslim baik secara ekonomi maupun agamanya, yang pada akhirnya menjadi kesatuan kuat dalam memperjuangkan kemaslahatan umat Islam dan memajukan perekonomian Indonesia. Terdapat 2470 artikel dalam website tersebut yang dapat membantu Anda menjadi seorang pengusaha yang sukses, tidak hanya di dunia, namun kesuksesan tersebut abadi hingga ke negeri akhirat.  Dalam sebulan terakhir yaitu bulan Juni 2022, website PengusahaMuslim.com telah mempublikasikan 4 artikel. 14. Website Kajian.net  (https://kajian.net/) Kajian.net adalah situs koleksi audio ceramah berbahasa Indonesia terlengkap dari ustadz-ustadz Ahlussunnah wal Jamaah, audio bacaan doa dan hadits berformat mp3, serta software islami dan e-Book kitab-kitab para ulama besar.  Total audio yang tersedia dalam website kajian.net hingga bulan Agustus 2022 yaitu 22.001 file mp3.  Website Kajian.net bercita-cita sebagai gudang podcast kumpulan audio MP3 ceramah terlengkap yang dapat di download secara gratis dengan harapan dapat memudahkan Anda belajar hukum agama Islam dan aqidah Islam yang benar berdasarkan Al-Quran dan Sunnah yang sesuai dengan pemahaman salafush sholeh.  Kami juga rutin mengupload audio MP3 seluruh kajian Yufid ke platform SoundCloud, Anda dapat mengaksesnya melalui https://soundcloud.com/kajiannet, yang pada bulan Agustus 2022 ini saja telah didengarkan 41.574 kali dan telah di download sebanyak 1.788 file audio. 15. Project Terjemahan Project ini bertujuan menerjemahkan konten dakwah, baik itu artikel, buku, dan ceramah para ulama. Konten dakwah yang aslinya berbahasa Arab diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Kemudian, konten yang sudah diterjemahkan tersebut diolah kembali menjadi konten video, mp3, e-book, dan artikel di website.  Sejak memulai project ini pada tahun 2018, tim penerjemah Yufid telah menerjemahkan 1.842.917 kata dengan rata-rata produksi per bulan 39 ribu kata.  Dalam sebulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022, project terjemahan ini telah memproduksi 80.719 kata. 16. Perekaman Artikel Menjadi Audio Program ini adalah merekam seluruh artikel yang dipublikasikan di website-website Yufid seperti KonsultasiSyariah.com dan KisahMuslim.com ke dalam bentuk audio. Program ini bertujuan untuk memudahkan kaum muslimin mengakses konten dakwah dalam bentuk audio, terutama bagi mereka yang sibuk sehingga tidak ada kesempatan untuk membaca artikel. Mereka dapat mendengarkan audio yang sudah Yufid rekam sambil mereka beraktivitas, semisal di kendaraan, sambil bekerja, berolahraga, dan lain-lain. Total artikel yang sudah direkam menjadi audio sejak pertama dimulai program ini tahun 2017 yaitu 1.770 artikel dengan total durasi audio 128 jam. Dengan rataan perbulan memproduksi 30 audio. Artikel yang direkam menjadi audio sebulan terakhir bulan Agustus 2022 yaitu 51 artikel dengan jumlah durasi 4,4 jam. 17. Pengelolaan Server Yufid mengelola tujuh server yang di dalamnya berisi website-website dakwah, ada server khusus untuk website Yufid, website yang telah dijelaskan pada point-point diatas hanya sebagian kecil dari website yang kami kelola, yaitu berjumlah 29 website dalam satu server tersebut. Selain itu terdapat juga website para ulama yang diletakkan di server yang berbeda dari server Yufid, ada pula website-website dakwah, streaming radio dll. Dari ketujuh server yang Yufid kelola kurang lebih terdapat 107 website yang masih aktif hingga saat ini. 🔍 Hukum Bisnis Paytren, Hari Yang Baik Untuk Menikah, Menguap Menurut Islam, Shalat Sunnah Sebelum Isya, Tanda Tanda Orang Akan Meninggal 40 Hari Lagi, Cara Mengeluarkan Sperma Sendiri Visited 2 times, 1 visit(s) today Post Views: 233 QRIS donasi Yufid

Laporan Produksi Yufid Bulan Agustus 2022

Yufid adalah tim kreatif yang berada di bawah naungan Yayasan Yufid Network, sebuah yayasan non-profit yang memiliki misi membuat dan menyediakan konten pendidikan dan dakwah secara gratis untuk semua kalangan masyarakat. Selama lebih dari 12 tahun, dengan izin Allah, Yufid telah ikut andil dalam perkembangan dakwah Islam, terutama di dunia digital. Yufid mempunyai beberapa channel di YouTube, yaitu Yufid.TV, Yufid EDU, dan Yufid Kids, yang hingga saat ini sudah ada lebih dari 16.000 (enam belas ribu) video yang sudah dipublikasikan dan dapat dinikmati oleh seluruh umat muslim di dunia secara GRATIS. Total subscribers dari channel-channel tersebut juga telah mencapai lebih dari 4 juta subscribers, dan seluruh video yang ada telah ditonton sebanyak 666 juta kali.  Selain di YouTube, Yufid juga memiliki beberapa website yang telah menyediakan hampir 10.000 (sepuluh ribu) artikel yang tersebar di berbagai website yang berada di bawah naungan Yufid, seperti KonsultasiSyariah.com, KisahMuslim.com, KhotbahJumat.com, kajian.net, dll. Semua pencapaian ini adalah karunia dari Allah. Mulai awal tahun 2022, kami Tim Yufid mencoba memberikan sebuah laporan produktivitas bulanan agar para pemirsa dapat mengetahui berbagai project dan perkembangan produksi dari Yufid itu sendiri, karena sejatinya Yufid merupakan sebuah wadah kreativitas yang dimiliki bersama.  1. Channel YouTube YUFID.TV (https://www.youtube.com/yufid) Jumlah Video : 15.263Jumlah Subscribers :  3.581.480Total Tayangan Video (Total Views) :  571.918.393Rata-rata Produksi Perbulan : 110 videoTayangan Video/Bulan Agustus (Views/Month) : 7.900.003Jam Tayang Video/Bulan Agustus (Watch time/Month) : 812.128 JamPenambahan Subscribers : 31.811 Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022 channel Yufid.TV telah mempublikasikan 144 video. 2. Channel YouTube YUFID EDU  (https://www.youtube.com/yufidedu) Jumlah Video : 1.667Jumlah Subscribers :  271.770Total Tayangan Video (Total Views) :  18.247.204Rata-rata Produksi Perbulan : 16 videoTayangan Video/Bulan Agustus (Views/Month) : 170.704Jam Tayang Video/Bulan Agustus (Watch time/Month) : 8.953 JamPenambahan Subscribers : 2.116 Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022 channel Yufid EDU telah mempublikasikan 48 video. 3. Channel YouTube YUFID KIDS  (https://www.youtube.com/yufidkids) Jumlah Video : 71Jumlah Subscribers : 284.201Total Tayangan Video (Total Views) : 76.756.763Rata-rata Produksi Perbulan : 1 videoTayangan Video/Bulan Agustus (Views/Month) : 2.782.537Jam Tayang Video/Bulan Agustus (Watch time/Month) : 182.042 JamPenambahan Subscribers : 10.308 Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022 channel Yufid Kids telah mempublikasikan 1 video.  Untuk memproduksi video Yufid Kids membutuhkan waktu yang lebih panjang dan pekerjaan yang lebih kompleks, namun sejak awal produksi hingga video dipublikasikan tim tetap bekerja setiap harinya.  4. Channel YouTube Dunia Mengaji  (https://www.youtube.com/channel/UCY17jHxhMDhFhBYKNr7aCew) Channel Dunia Mengaji adalah untuk menampung video-video yang secara kualitas pengambilan gambar dan kualitas gambar jauh di bawah standar Yufid.TV, agar konten dakwah tetap bisa dinikmati oleh pemirsa. Jumlah Video : 272Jumlah Subscribers : 4.114Total Tayangan Video (Total Views) : 412.913Rata-rata Produksi Perbulan : 3 video/bulanTayangan Video/Bulan Agustus (Views/Month) : 2.838Jam Tayang Video/Bulan Agustus (Watch time/Month) : 539 JamPenambahan Subscribers : 35 5. Channel YouTube العلم نور (https://www.youtube.com/channel/UCLFxhG3-8bloS720P9YXKcQ) Jumlah Video : 341Jumlah Subscribers : 26.900Total Tayangan Video (Total Views) : 1.101.485Rata-rata Produksi Perbulan : 7 video/bulanTayangan Video/Bulan Agustus (Views/Month) : 18.076Jam Tayang Video/Bulan Agustus (Watch time/Month) :  JamPenambahan Subscribers Perbulan : 500 6. Instagram Yufid TV  (https://www.instagram.com/yufid.tv/) Total Konten : 2.874Total Pengikut : 1.125.804Rata-Rata Produksi : 46 Konten/bulanPenambahan Follower : 8.846 Yufid TV mulai memanfaatkan media instagram sejak tahun 2015. Sejak tahun 2022, instagram Yufid.TV dan Yufid Network insya Allah akan memposting konten setiap hari minimal 2 postingan, jadi rata-rata dari kedua akun tersebut dapat memproduksi yaitu 60 konten perbulannya. Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022 akun Instagram Yufid TV telah memposting 57 konten. 7. Instagram Yufid Network  (https://www.instagram.com/yufid/) Total Konten : 2.970Total Pengikut : 488.762Rata-Rata Produksi : 46 Konten/bulanPenambahan Follower : 4.071 Pertama kali Yufid memanfaatkan media instagram memiliki nama Yufid Network yaitu sejak tahun 2013, sebelum akhirnya di buatlah akun Yufid.TV agar lebih dikenal seiring dengan berkembangnya channel YouTube Yufid.TV. Mulai tahun 2022, instagram Yufid.TV dan Yufid Network insya Allah akan memposting konten setiap hari minimal 2 postingan, jadi rata-rata dari kedua akun tersebut dapat memproduksi yaitu 60 konten per bulannya.  8. Video Nasehat Ulama Salah satu project yang dikerjakan oleh tim Yufid.TV yaitu video Nasehat Ulama. Video pendek namun penuh dengan faedah berisi penggalan-penggalan nasehat yang disampaikan ulama-ulama terkemuka. Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022 video Nasehat Ulama telah dipublikasikan sebanyak 21 video. 9. Video Motion Graphic & Yufid Kids Project unggulan lainnya dari Yufid.TV yaitu pembuatan video animasi motion graphic dan video Yufid Kids. Project motion graphic Yufid.TV memproduksi video-video berkualitas yang memadukan antara pemilihan tema yang tepat berupa potongan-potongan nasehat dari para ustadz atau ceramah-ceramah pendek yang diilustrasikan dalam bentuk animasi yang menarik. Sedangkan video Yufid Kids mengemas materi-materi pendidikan untuk anak yang disajikan dengan gambar animasi anak sehingga membuat anak-anak kita lebih bersemangat dalam mempelajarinya. Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022, video Motion Graphic dan Yufid Kids telah mempublikasikan 2 video.  Untuk memproduksi video Motion Graphic dan Yufid Kids membutuhkan waktu yang lebih panjang dan pekerjaan yang lebih kompleks, namun sejak awal produksi hingga video dipublikasikan tim tetap bekerja setiap harinya.  10. Website KonsultasiSyariah.com  (https://konsultasisyariah.com/) KonsultasiSyariah.com adalah sebuah website yang menyajikan berbagai tanya jawab seputar permasalahan kehidupan sehari-hari. Pembahasan kasus dan jawaban dipaparkan secara jelas dan ilmiah, berdasarkan dalil Al-Quran dan Sunnah serta keterangan para ulama. Hingga saat ini, website tersebut telah menuliskan 4.768 artikel yang berisi materi-materi permasalahan agama yang telah dijawab oleh para asatidz. Artikel dalam website KonsultasiSyariah.com juga kami tuangkan ke dalam bentuk audio visual dengan teknik typography dan dibantu oleh pengisi suara (voice over) yang telah memproduksi 1635 audio dan rata-rata menghasilkan 27 audio per bulan yang siap dimasukkan ke dalam project video Poster Dakwah Yufid.TV di YouTube.  Dalam sebulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022, website KonsultasiSyariah.com telah mempublikasikan 16 artikel. 11. Website KisahMuslim.com  (https://kisahmuslim.com/) KisahMuslim.com berisi kumpulan kisah para Nabi dan Rasul, kisah para sahabat Nabi, kisah orang-orang shalih terdahulu, biografi ulama, dan berbagai kisah yang penuh hikmah. Dalam website tersebut sudah ada 1054 artikel yang banyak kita ambil pelajarannya.  Dalam sebulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022, website KisahMuslim.com telah mempublikasikan 5 artikel. 12. Website KhotbahJumat.com  (https://khotbahjumat.com/) KhotbahJumat.com berisi materi-materi khutbah yang bisa kita gunakan untuk mengisi khotbah pada ibadah Shalat Jumat, terdapat 1169 artikel hingga saat ini, yang sangat bermanfaat untuk para khatib dan da’i yang mengisi khutbah jumat.  Dalam sebulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022, website KhotbahJumat.com telah mempublikasikan 3 artikel. 13. Website PengusahaMuslim.com  (https://pengusahamuslim.com/) PengusahaMuslim.com merupakan sebuah website yang mengupas seluk beluk dunia usaha dan bisnis guna membantu terbentuknya pengusaha muslim baik secara ekonomi maupun agamanya, yang pada akhirnya menjadi kesatuan kuat dalam memperjuangkan kemaslahatan umat Islam dan memajukan perekonomian Indonesia. Terdapat 2470 artikel dalam website tersebut yang dapat membantu Anda menjadi seorang pengusaha yang sukses, tidak hanya di dunia, namun kesuksesan tersebut abadi hingga ke negeri akhirat.  Dalam sebulan terakhir yaitu bulan Juni 2022, website PengusahaMuslim.com telah mempublikasikan 4 artikel. 14. Website Kajian.net  (https://kajian.net/) Kajian.net adalah situs koleksi audio ceramah berbahasa Indonesia terlengkap dari ustadz-ustadz Ahlussunnah wal Jamaah, audio bacaan doa dan hadits berformat mp3, serta software islami dan e-Book kitab-kitab para ulama besar.  Total audio yang tersedia dalam website kajian.net hingga bulan Agustus 2022 yaitu 22.001 file mp3.  Website Kajian.net bercita-cita sebagai gudang podcast kumpulan audio MP3 ceramah terlengkap yang dapat di download secara gratis dengan harapan dapat memudahkan Anda belajar hukum agama Islam dan aqidah Islam yang benar berdasarkan Al-Quran dan Sunnah yang sesuai dengan pemahaman salafush sholeh.  Kami juga rutin mengupload audio MP3 seluruh kajian Yufid ke platform SoundCloud, Anda dapat mengaksesnya melalui https://soundcloud.com/kajiannet, yang pada bulan Agustus 2022 ini saja telah didengarkan 41.574 kali dan telah di download sebanyak 1.788 file audio. 15. Project Terjemahan Project ini bertujuan menerjemahkan konten dakwah, baik itu artikel, buku, dan ceramah para ulama. Konten dakwah yang aslinya berbahasa Arab diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Kemudian, konten yang sudah diterjemahkan tersebut diolah kembali menjadi konten video, mp3, e-book, dan artikel di website.  Sejak memulai project ini pada tahun 2018, tim penerjemah Yufid telah menerjemahkan 1.842.917 kata dengan rata-rata produksi per bulan 39 ribu kata.  Dalam sebulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022, project terjemahan ini telah memproduksi 80.719 kata. 16. Perekaman Artikel Menjadi Audio Program ini adalah merekam seluruh artikel yang dipublikasikan di website-website Yufid seperti KonsultasiSyariah.com dan KisahMuslim.com ke dalam bentuk audio. Program ini bertujuan untuk memudahkan kaum muslimin mengakses konten dakwah dalam bentuk audio, terutama bagi mereka yang sibuk sehingga tidak ada kesempatan untuk membaca artikel. Mereka dapat mendengarkan audio yang sudah Yufid rekam sambil mereka beraktivitas, semisal di kendaraan, sambil bekerja, berolahraga, dan lain-lain. Total artikel yang sudah direkam menjadi audio sejak pertama dimulai program ini tahun 2017 yaitu 1.770 artikel dengan total durasi audio 128 jam. Dengan rataan perbulan memproduksi 30 audio. Artikel yang direkam menjadi audio sebulan terakhir bulan Agustus 2022 yaitu 51 artikel dengan jumlah durasi 4,4 jam. 17. Pengelolaan Server Yufid mengelola tujuh server yang di dalamnya berisi website-website dakwah, ada server khusus untuk website Yufid, website yang telah dijelaskan pada point-point diatas hanya sebagian kecil dari website yang kami kelola, yaitu berjumlah 29 website dalam satu server tersebut. Selain itu terdapat juga website para ulama yang diletakkan di server yang berbeda dari server Yufid, ada pula website-website dakwah, streaming radio dll. Dari ketujuh server yang Yufid kelola kurang lebih terdapat 107 website yang masih aktif hingga saat ini. 🔍 Hukum Bisnis Paytren, Hari Yang Baik Untuk Menikah, Menguap Menurut Islam, Shalat Sunnah Sebelum Isya, Tanda Tanda Orang Akan Meninggal 40 Hari Lagi, Cara Mengeluarkan Sperma Sendiri Visited 2 times, 1 visit(s) today Post Views: 233 QRIS donasi Yufid
Yufid adalah tim kreatif yang berada di bawah naungan Yayasan Yufid Network, sebuah yayasan non-profit yang memiliki misi membuat dan menyediakan konten pendidikan dan dakwah secara gratis untuk semua kalangan masyarakat. Selama lebih dari 12 tahun, dengan izin Allah, Yufid telah ikut andil dalam perkembangan dakwah Islam, terutama di dunia digital. Yufid mempunyai beberapa channel di YouTube, yaitu Yufid.TV, Yufid EDU, dan Yufid Kids, yang hingga saat ini sudah ada lebih dari 16.000 (enam belas ribu) video yang sudah dipublikasikan dan dapat dinikmati oleh seluruh umat muslim di dunia secara GRATIS. Total subscribers dari channel-channel tersebut juga telah mencapai lebih dari 4 juta subscribers, dan seluruh video yang ada telah ditonton sebanyak 666 juta kali.  Selain di YouTube, Yufid juga memiliki beberapa website yang telah menyediakan hampir 10.000 (sepuluh ribu) artikel yang tersebar di berbagai website yang berada di bawah naungan Yufid, seperti KonsultasiSyariah.com, KisahMuslim.com, KhotbahJumat.com, kajian.net, dll. Semua pencapaian ini adalah karunia dari Allah. Mulai awal tahun 2022, kami Tim Yufid mencoba memberikan sebuah laporan produktivitas bulanan agar para pemirsa dapat mengetahui berbagai project dan perkembangan produksi dari Yufid itu sendiri, karena sejatinya Yufid merupakan sebuah wadah kreativitas yang dimiliki bersama.  1. Channel YouTube YUFID.TV (https://www.youtube.com/yufid) Jumlah Video : 15.263Jumlah Subscribers :  3.581.480Total Tayangan Video (Total Views) :  571.918.393Rata-rata Produksi Perbulan : 110 videoTayangan Video/Bulan Agustus (Views/Month) : 7.900.003Jam Tayang Video/Bulan Agustus (Watch time/Month) : 812.128 JamPenambahan Subscribers : 31.811 Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022 channel Yufid.TV telah mempublikasikan 144 video. 2. Channel YouTube YUFID EDU  (https://www.youtube.com/yufidedu) Jumlah Video : 1.667Jumlah Subscribers :  271.770Total Tayangan Video (Total Views) :  18.247.204Rata-rata Produksi Perbulan : 16 videoTayangan Video/Bulan Agustus (Views/Month) : 170.704Jam Tayang Video/Bulan Agustus (Watch time/Month) : 8.953 JamPenambahan Subscribers : 2.116 Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022 channel Yufid EDU telah mempublikasikan 48 video. 3. Channel YouTube YUFID KIDS  (https://www.youtube.com/yufidkids) Jumlah Video : 71Jumlah Subscribers : 284.201Total Tayangan Video (Total Views) : 76.756.763Rata-rata Produksi Perbulan : 1 videoTayangan Video/Bulan Agustus (Views/Month) : 2.782.537Jam Tayang Video/Bulan Agustus (Watch time/Month) : 182.042 JamPenambahan Subscribers : 10.308 Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022 channel Yufid Kids telah mempublikasikan 1 video.  Untuk memproduksi video Yufid Kids membutuhkan waktu yang lebih panjang dan pekerjaan yang lebih kompleks, namun sejak awal produksi hingga video dipublikasikan tim tetap bekerja setiap harinya.  4. Channel YouTube Dunia Mengaji  (https://www.youtube.com/channel/UCY17jHxhMDhFhBYKNr7aCew) Channel Dunia Mengaji adalah untuk menampung video-video yang secara kualitas pengambilan gambar dan kualitas gambar jauh di bawah standar Yufid.TV, agar konten dakwah tetap bisa dinikmati oleh pemirsa. Jumlah Video : 272Jumlah Subscribers : 4.114Total Tayangan Video (Total Views) : 412.913Rata-rata Produksi Perbulan : 3 video/bulanTayangan Video/Bulan Agustus (Views/Month) : 2.838Jam Tayang Video/Bulan Agustus (Watch time/Month) : 539 JamPenambahan Subscribers : 35 5. Channel YouTube العلم نور (https://www.youtube.com/channel/UCLFxhG3-8bloS720P9YXKcQ) Jumlah Video : 341Jumlah Subscribers : 26.900Total Tayangan Video (Total Views) : 1.101.485Rata-rata Produksi Perbulan : 7 video/bulanTayangan Video/Bulan Agustus (Views/Month) : 18.076Jam Tayang Video/Bulan Agustus (Watch time/Month) :  JamPenambahan Subscribers Perbulan : 500 6. Instagram Yufid TV  (https://www.instagram.com/yufid.tv/) Total Konten : 2.874Total Pengikut : 1.125.804Rata-Rata Produksi : 46 Konten/bulanPenambahan Follower : 8.846 Yufid TV mulai memanfaatkan media instagram sejak tahun 2015. Sejak tahun 2022, instagram Yufid.TV dan Yufid Network insya Allah akan memposting konten setiap hari minimal 2 postingan, jadi rata-rata dari kedua akun tersebut dapat memproduksi yaitu 60 konten perbulannya. Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022 akun Instagram Yufid TV telah memposting 57 konten. 7. Instagram Yufid Network  (https://www.instagram.com/yufid/) Total Konten : 2.970Total Pengikut : 488.762Rata-Rata Produksi : 46 Konten/bulanPenambahan Follower : 4.071 Pertama kali Yufid memanfaatkan media instagram memiliki nama Yufid Network yaitu sejak tahun 2013, sebelum akhirnya di buatlah akun Yufid.TV agar lebih dikenal seiring dengan berkembangnya channel YouTube Yufid.TV. Mulai tahun 2022, instagram Yufid.TV dan Yufid Network insya Allah akan memposting konten setiap hari minimal 2 postingan, jadi rata-rata dari kedua akun tersebut dapat memproduksi yaitu 60 konten per bulannya.  8. Video Nasehat Ulama Salah satu project yang dikerjakan oleh tim Yufid.TV yaitu video Nasehat Ulama. Video pendek namun penuh dengan faedah berisi penggalan-penggalan nasehat yang disampaikan ulama-ulama terkemuka. Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022 video Nasehat Ulama telah dipublikasikan sebanyak 21 video. 9. Video Motion Graphic & Yufid Kids Project unggulan lainnya dari Yufid.TV yaitu pembuatan video animasi motion graphic dan video Yufid Kids. Project motion graphic Yufid.TV memproduksi video-video berkualitas yang memadukan antara pemilihan tema yang tepat berupa potongan-potongan nasehat dari para ustadz atau ceramah-ceramah pendek yang diilustrasikan dalam bentuk animasi yang menarik. Sedangkan video Yufid Kids mengemas materi-materi pendidikan untuk anak yang disajikan dengan gambar animasi anak sehingga membuat anak-anak kita lebih bersemangat dalam mempelajarinya. Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022, video Motion Graphic dan Yufid Kids telah mempublikasikan 2 video.  Untuk memproduksi video Motion Graphic dan Yufid Kids membutuhkan waktu yang lebih panjang dan pekerjaan yang lebih kompleks, namun sejak awal produksi hingga video dipublikasikan tim tetap bekerja setiap harinya.  10. Website KonsultasiSyariah.com  (https://konsultasisyariah.com/) KonsultasiSyariah.com adalah sebuah website yang menyajikan berbagai tanya jawab seputar permasalahan kehidupan sehari-hari. Pembahasan kasus dan jawaban dipaparkan secara jelas dan ilmiah, berdasarkan dalil Al-Quran dan Sunnah serta keterangan para ulama. Hingga saat ini, website tersebut telah menuliskan 4.768 artikel yang berisi materi-materi permasalahan agama yang telah dijawab oleh para asatidz. Artikel dalam website KonsultasiSyariah.com juga kami tuangkan ke dalam bentuk audio visual dengan teknik typography dan dibantu oleh pengisi suara (voice over) yang telah memproduksi 1635 audio dan rata-rata menghasilkan 27 audio per bulan yang siap dimasukkan ke dalam project video Poster Dakwah Yufid.TV di YouTube.  Dalam sebulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022, website KonsultasiSyariah.com telah mempublikasikan 16 artikel. 11. Website KisahMuslim.com  (https://kisahmuslim.com/) KisahMuslim.com berisi kumpulan kisah para Nabi dan Rasul, kisah para sahabat Nabi, kisah orang-orang shalih terdahulu, biografi ulama, dan berbagai kisah yang penuh hikmah. Dalam website tersebut sudah ada 1054 artikel yang banyak kita ambil pelajarannya.  Dalam sebulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022, website KisahMuslim.com telah mempublikasikan 5 artikel. 12. Website KhotbahJumat.com  (https://khotbahjumat.com/) KhotbahJumat.com berisi materi-materi khutbah yang bisa kita gunakan untuk mengisi khotbah pada ibadah Shalat Jumat, terdapat 1169 artikel hingga saat ini, yang sangat bermanfaat untuk para khatib dan da’i yang mengisi khutbah jumat.  Dalam sebulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022, website KhotbahJumat.com telah mempublikasikan 3 artikel. 13. Website PengusahaMuslim.com  (https://pengusahamuslim.com/) PengusahaMuslim.com merupakan sebuah website yang mengupas seluk beluk dunia usaha dan bisnis guna membantu terbentuknya pengusaha muslim baik secara ekonomi maupun agamanya, yang pada akhirnya menjadi kesatuan kuat dalam memperjuangkan kemaslahatan umat Islam dan memajukan perekonomian Indonesia. Terdapat 2470 artikel dalam website tersebut yang dapat membantu Anda menjadi seorang pengusaha yang sukses, tidak hanya di dunia, namun kesuksesan tersebut abadi hingga ke negeri akhirat.  Dalam sebulan terakhir yaitu bulan Juni 2022, website PengusahaMuslim.com telah mempublikasikan 4 artikel. 14. Website Kajian.net  (https://kajian.net/) Kajian.net adalah situs koleksi audio ceramah berbahasa Indonesia terlengkap dari ustadz-ustadz Ahlussunnah wal Jamaah, audio bacaan doa dan hadits berformat mp3, serta software islami dan e-Book kitab-kitab para ulama besar.  Total audio yang tersedia dalam website kajian.net hingga bulan Agustus 2022 yaitu 22.001 file mp3.  Website Kajian.net bercita-cita sebagai gudang podcast kumpulan audio MP3 ceramah terlengkap yang dapat di download secara gratis dengan harapan dapat memudahkan Anda belajar hukum agama Islam dan aqidah Islam yang benar berdasarkan Al-Quran dan Sunnah yang sesuai dengan pemahaman salafush sholeh.  Kami juga rutin mengupload audio MP3 seluruh kajian Yufid ke platform SoundCloud, Anda dapat mengaksesnya melalui https://soundcloud.com/kajiannet, yang pada bulan Agustus 2022 ini saja telah didengarkan 41.574 kali dan telah di download sebanyak 1.788 file audio. 15. Project Terjemahan Project ini bertujuan menerjemahkan konten dakwah, baik itu artikel, buku, dan ceramah para ulama. Konten dakwah yang aslinya berbahasa Arab diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Kemudian, konten yang sudah diterjemahkan tersebut diolah kembali menjadi konten video, mp3, e-book, dan artikel di website.  Sejak memulai project ini pada tahun 2018, tim penerjemah Yufid telah menerjemahkan 1.842.917 kata dengan rata-rata produksi per bulan 39 ribu kata.  Dalam sebulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022, project terjemahan ini telah memproduksi 80.719 kata. 16. Perekaman Artikel Menjadi Audio Program ini adalah merekam seluruh artikel yang dipublikasikan di website-website Yufid seperti KonsultasiSyariah.com dan KisahMuslim.com ke dalam bentuk audio. Program ini bertujuan untuk memudahkan kaum muslimin mengakses konten dakwah dalam bentuk audio, terutama bagi mereka yang sibuk sehingga tidak ada kesempatan untuk membaca artikel. Mereka dapat mendengarkan audio yang sudah Yufid rekam sambil mereka beraktivitas, semisal di kendaraan, sambil bekerja, berolahraga, dan lain-lain. Total artikel yang sudah direkam menjadi audio sejak pertama dimulai program ini tahun 2017 yaitu 1.770 artikel dengan total durasi audio 128 jam. Dengan rataan perbulan memproduksi 30 audio. Artikel yang direkam menjadi audio sebulan terakhir bulan Agustus 2022 yaitu 51 artikel dengan jumlah durasi 4,4 jam. 17. Pengelolaan Server Yufid mengelola tujuh server yang di dalamnya berisi website-website dakwah, ada server khusus untuk website Yufid, website yang telah dijelaskan pada point-point diatas hanya sebagian kecil dari website yang kami kelola, yaitu berjumlah 29 website dalam satu server tersebut. Selain itu terdapat juga website para ulama yang diletakkan di server yang berbeda dari server Yufid, ada pula website-website dakwah, streaming radio dll. Dari ketujuh server yang Yufid kelola kurang lebih terdapat 107 website yang masih aktif hingga saat ini. 🔍 Hukum Bisnis Paytren, Hari Yang Baik Untuk Menikah, Menguap Menurut Islam, Shalat Sunnah Sebelum Isya, Tanda Tanda Orang Akan Meninggal 40 Hari Lagi, Cara Mengeluarkan Sperma Sendiri Visited 2 times, 1 visit(s) today Post Views: 233 QRIS donasi Yufid


Yufid adalah tim kreatif yang berada di bawah naungan Yayasan Yufid Network, sebuah yayasan non-profit yang memiliki misi membuat dan menyediakan konten pendidikan dan dakwah secara gratis untuk semua kalangan masyarakat. Selama lebih dari 12 tahun, dengan izin Allah, Yufid telah ikut andil dalam perkembangan dakwah Islam, terutama di dunia digital. Yufid mempunyai beberapa channel di YouTube, yaitu Yufid.TV, Yufid EDU, dan Yufid Kids, yang hingga saat ini sudah ada lebih dari 16.000 (enam belas ribu) video yang sudah dipublikasikan dan dapat dinikmati oleh seluruh umat muslim di dunia secara GRATIS. Total subscribers dari channel-channel tersebut juga telah mencapai lebih dari 4 juta subscribers, dan seluruh video yang ada telah ditonton sebanyak 666 juta kali.  Selain di YouTube, Yufid juga memiliki beberapa website yang telah menyediakan hampir 10.000 (sepuluh ribu) artikel yang tersebar di berbagai website yang berada di bawah naungan Yufid, seperti KonsultasiSyariah.com, KisahMuslim.com, KhotbahJumat.com, kajian.net, dll. Semua pencapaian ini adalah karunia dari Allah. Mulai awal tahun 2022, kami Tim Yufid mencoba memberikan sebuah laporan produktivitas bulanan agar para pemirsa dapat mengetahui berbagai project dan perkembangan produksi dari Yufid itu sendiri, karena sejatinya Yufid merupakan sebuah wadah kreativitas yang dimiliki bersama.  1. Channel YouTube YUFID.TV (https://www.youtube.com/yufid) Jumlah Video : 15.263Jumlah Subscribers :  3.581.480Total Tayangan Video (Total Views) :  571.918.393Rata-rata Produksi Perbulan : 110 videoTayangan Video/Bulan Agustus (Views/Month) : 7.900.003Jam Tayang Video/Bulan Agustus (Watch time/Month) : 812.128 JamPenambahan Subscribers : 31.811 <img decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/QL0PahZY27KCqDnNfFAU4_VUAuEtI_d2jZFDPCt8MlmCiOyh6Jibo5vczzi2Vy_XbwwUr2-mYCgER7QvoRBJyMrZBwFOAtHKtHKXeytTVSFRn-hHLghUe8YKoQvU_1ROV3sC3UEhfTYg3U7XG-AWoUKgmf82EbaUeEOJJDbnnaZzTEIExdo1s_X49w" alt="" width="768" height="576"/>Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022 channel Yufid.TV telah mempublikasikan 144 video. 2. Channel YouTube YUFID EDU  (https://www.youtube.com/yufidedu) Jumlah Video : 1.667Jumlah Subscribers :  271.770Total Tayangan Video (Total Views) :  18.247.204Rata-rata Produksi Perbulan : 16 videoTayangan Video/Bulan Agustus (Views/Month) : 170.704Jam Tayang Video/Bulan Agustus (Watch time/Month) : 8.953 JamPenambahan Subscribers : 2.116 <img decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/_sNErf1VQEaub5HwkPUJyso1ZmdAz7ROHMbcdSNPCfS7OFCHzrmLptJVJLs-0Ncy2f9-Rg-Ajm-tMnl1bhxLPRqrkLnnbOs53OXhlbqN8uL_ByapC5sqVRxuJTEe7UExtf1qQaS2jCb_cGS-XiGt7R5Q6EuYGPJPOhUMa3--DhVBiDjunH2fkMQEYw" alt="" width="768" height="576"/>Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022 channel Yufid EDU telah mempublikasikan 48 video. 3. Channel YouTube YUFID KIDS  (https://www.youtube.com/yufidkids) Jumlah Video : 71Jumlah Subscribers : 284.201Total Tayangan Video (Total Views) : 76.756.763Rata-rata Produksi Perbulan : 1 videoTayangan Video/Bulan Agustus (Views/Month) : 2.782.537Jam Tayang Video/Bulan Agustus (Watch time/Month) : 182.042 JamPenambahan Subscribers : 10.308 <img decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/rMQ4-lpmpcmM7tmfvJ0czYPwx85JmNTDjJfCf5Ldz_nHXclYMWKgKUJ3qefYZ-bql2mgqaF6Dn8MEMQ-ILBuTB2GnMBxwcBhL2s3XO2xoF0eu6soHAzPXRaUoO__h2MJ29IrT1HcD2LIXz4JxDsXpC2Dt1QI5SUDUNmnWFSgXYxYzsTpm8-XVLxCWA" alt="" width="768" height="576"/>Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022 channel Yufid Kids telah mempublikasikan 1 video.  Untuk memproduksi video Yufid Kids membutuhkan waktu yang lebih panjang dan pekerjaan yang lebih kompleks, namun sejak awal produksi hingga video dipublikasikan tim tetap bekerja setiap harinya.  4. Channel YouTube Dunia Mengaji  (https://www.youtube.com/channel/UCY17jHxhMDhFhBYKNr7aCew) Channel Dunia Mengaji adalah untuk menampung video-video yang secara kualitas pengambilan gambar dan kualitas gambar jauh di bawah standar Yufid.TV, agar konten dakwah tetap bisa dinikmati oleh pemirsa. Jumlah Video : 272Jumlah Subscribers : 4.114Total Tayangan Video (Total Views) : 412.913Rata-rata Produksi Perbulan : 3 video/bulanTayangan Video/Bulan Agustus (Views/Month) : 2.838Jam Tayang Video/Bulan Agustus (Watch time/Month) : 539 JamPenambahan Subscribers : 35 5. Channel YouTube العلم نور (https://www.youtube.com/channel/UCLFxhG3-8bloS720P9YXKcQ) Jumlah Video : 341Jumlah Subscribers : 26.900Total Tayangan Video (Total Views) : 1.101.485Rata-rata Produksi Perbulan : 7 video/bulanTayangan Video/Bulan Agustus (Views/Month) : 18.076Jam Tayang Video/Bulan Agustus (Watch time/Month) :  JamPenambahan Subscribers Perbulan : 500 6. Instagram Yufid TV  (https://www.instagram.com/yufid.tv/) Total Konten : 2.874Total Pengikut : 1.125.804Rata-Rata Produksi : 46 Konten/bulanPenambahan Follower : 8.846 Yufid TV mulai memanfaatkan media instagram sejak tahun 2015. Sejak tahun 2022, instagram Yufid.TV dan Yufid Network insya Allah akan memposting konten setiap hari minimal 2 postingan, jadi rata-rata dari kedua akun tersebut dapat memproduksi yaitu 60 konten perbulannya. <img decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/BnA8sTt6Td3H5IhHrY9rXzbbLpVXnyOPsNxTxoulXd-tXz8Tz9mXZH2Ghtuv8GyodGRuBtm3Gdgw0slRUy60Y2Ce2tIT3hUYRUV5KboJ0jGD9l3zN2eEojuxIt98TsamqS81eyOdaKR3KkjmQGfxf9w" alt="" width="768" height="576"/>Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022 akun Instagram Yufid TV telah memposting 57 konten. 7. Instagram Yufid Network  (https://www.instagram.com/yufid/) Total Konten : 2.970Total Pengikut : 488.762Rata-Rata Produksi : 46 Konten/bulanPenambahan Follower : 4.071 Pertama kali Yufid memanfaatkan media instagram memiliki nama Yufid Network yaitu sejak tahun 2013, sebelum akhirnya di buatlah akun Yufid.TV agar lebih dikenal seiring dengan berkembangnya channel YouTube Yufid.TV. Mulai tahun 2022, instagram Yufid.TV dan Yufid Network insya Allah akan memposting konten setiap hari minimal 2 postingan, jadi rata-rata dari kedua akun tersebut dapat memproduksi yaitu 60 konten per bulannya.  8. Video Nasehat Ulama Salah satu project yang dikerjakan oleh tim Yufid.TV yaitu video Nasehat Ulama. Video pendek namun penuh dengan faedah berisi penggalan-penggalan nasehat yang disampaikan ulama-ulama terkemuka. <img decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/AmRDpHVw2FCKp3wu3P5FoCsiLCgjRaafcQkSlZ_9vxKJPgyewmQZq-LmW3gEchxf9SHeGR7KO7LoSl-kfDkGzqXJvroTyBGybqkeS1OU6q3ZIqIZ4OXqnlJaMDsn4SJpSBeZx6beoGNe0NMp_nRe2smF2y6fDjThveakcAs2ydqsZLZ6Pb6oPpYQeQ" alt="" width="768" height="576"/>Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022 video Nasehat Ulama telah dipublikasikan sebanyak 21 video. 9. Video Motion Graphic & Yufid Kids Project unggulan lainnya dari Yufid.TV yaitu pembuatan video animasi motion graphic dan video Yufid Kids. Project motion graphic Yufid.TV memproduksi video-video berkualitas yang memadukan antara pemilihan tema yang tepat berupa potongan-potongan nasehat dari para ustadz atau ceramah-ceramah pendek yang diilustrasikan dalam bentuk animasi yang menarik. Sedangkan video Yufid Kids mengemas materi-materi pendidikan untuk anak yang disajikan dengan gambar animasi anak sehingga membuat anak-anak kita lebih bersemangat dalam mempelajarinya. <img decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/96IJ_xn_-4puoj_i3wQhuLqOeLDNu7K9FwMNS2EBgLx0ao4WbfDDJgJ7dAHVZ7taf39h6IiITOVUEdzBDSorGEvYAvvxdP6Waz2-zWs5VzYokzEMgqrX3f8IzQa2L1lLfAgE9dgCd_FE0R2F1E8NT-cNDNZjwh34uSmGbS4bKcYZftHbscBI4sP54g" alt="" width="768" height="576"/>Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022, video Motion Graphic dan Yufid Kids telah mempublikasikan 2 video.  Untuk memproduksi video Motion Graphic dan Yufid Kids membutuhkan waktu yang lebih panjang dan pekerjaan yang lebih kompleks, namun sejak awal produksi hingga video dipublikasikan tim tetap bekerja setiap harinya.  10. Website KonsultasiSyariah.com  (https://konsultasisyariah.com/) KonsultasiSyariah.com adalah sebuah website yang menyajikan berbagai tanya jawab seputar permasalahan kehidupan sehari-hari. Pembahasan kasus dan jawaban dipaparkan secara jelas dan ilmiah, berdasarkan dalil Al-Quran dan Sunnah serta keterangan para ulama. Hingga saat ini, website tersebut telah menuliskan 4.768 artikel yang berisi materi-materi permasalahan agama yang telah dijawab oleh para asatidz. Artikel dalam website KonsultasiSyariah.com juga kami tuangkan ke dalam bentuk audio visual dengan teknik typography dan dibantu oleh pengisi suara (voice over) yang telah memproduksi 1635 audio dan rata-rata menghasilkan 27 audio per bulan yang siap dimasukkan ke dalam project video Poster Dakwah Yufid.TV di YouTube.  Dalam sebulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022, website KonsultasiSyariah.com telah mempublikasikan 16 artikel. 11. Website KisahMuslim.com  (https://kisahmuslim.com/) KisahMuslim.com berisi kumpulan kisah para Nabi dan Rasul, kisah para sahabat Nabi, kisah orang-orang shalih terdahulu, biografi ulama, dan berbagai kisah yang penuh hikmah. Dalam website tersebut sudah ada 1054 artikel yang banyak kita ambil pelajarannya.  Dalam sebulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022, website KisahMuslim.com telah mempublikasikan 5 artikel. 12. Website KhotbahJumat.com  (https://khotbahjumat.com/) KhotbahJumat.com berisi materi-materi khutbah yang bisa kita gunakan untuk mengisi khotbah pada ibadah Shalat Jumat, terdapat 1169 artikel hingga saat ini, yang sangat bermanfaat untuk para khatib dan da’i yang mengisi khutbah jumat.  Dalam sebulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022, website KhotbahJumat.com telah mempublikasikan 3 artikel. 13. Website PengusahaMuslim.com  (https://pengusahamuslim.com/) PengusahaMuslim.com merupakan sebuah website yang mengupas seluk beluk dunia usaha dan bisnis guna membantu terbentuknya pengusaha muslim baik secara ekonomi maupun agamanya, yang pada akhirnya menjadi kesatuan kuat dalam memperjuangkan kemaslahatan umat Islam dan memajukan perekonomian Indonesia. Terdapat 2470 artikel dalam website tersebut yang dapat membantu Anda menjadi seorang pengusaha yang sukses, tidak hanya di dunia, namun kesuksesan tersebut abadi hingga ke negeri akhirat.  Dalam sebulan terakhir yaitu bulan Juni 2022, website PengusahaMuslim.com telah mempublikasikan 4 artikel. 14. Website Kajian.net  (https://kajian.net/) Kajian.net adalah situs koleksi audio ceramah berbahasa Indonesia terlengkap dari ustadz-ustadz Ahlussunnah wal Jamaah, audio bacaan doa dan hadits berformat mp3, serta software islami dan e-Book kitab-kitab para ulama besar.  Total audio yang tersedia dalam website kajian.net hingga bulan Agustus 2022 yaitu 22.001 file mp3.  Website Kajian.net bercita-cita sebagai gudang podcast kumpulan audio MP3 ceramah terlengkap yang dapat di download secara gratis dengan harapan dapat memudahkan Anda belajar hukum agama Islam dan aqidah Islam yang benar berdasarkan Al-Quran dan Sunnah yang sesuai dengan pemahaman salafush sholeh.  Kami juga rutin mengupload audio MP3 seluruh kajian Yufid ke platform SoundCloud, Anda dapat mengaksesnya melalui https://soundcloud.com/kajiannet, yang pada bulan Agustus 2022 ini saja telah didengarkan 41.574 kali dan telah di download sebanyak 1.788 file audio. 15. Project Terjemahan Project ini bertujuan menerjemahkan konten dakwah, baik itu artikel, buku, dan ceramah para ulama. Konten dakwah yang aslinya berbahasa Arab diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Kemudian, konten yang sudah diterjemahkan tersebut diolah kembali menjadi konten video, mp3, e-book, dan artikel di website.  Sejak memulai project ini pada tahun 2018, tim penerjemah Yufid telah menerjemahkan 1.842.917 kata dengan rata-rata produksi per bulan 39 ribu kata.  Dalam sebulan terakhir yaitu bulan Agustus 2022, project terjemahan ini telah memproduksi 80.719 kata. 16. Perekaman Artikel Menjadi Audio Program ini adalah merekam seluruh artikel yang dipublikasikan di website-website Yufid seperti KonsultasiSyariah.com dan KisahMuslim.com ke dalam bentuk audio. Program ini bertujuan untuk memudahkan kaum muslimin mengakses konten dakwah dalam bentuk audio, terutama bagi mereka yang sibuk sehingga tidak ada kesempatan untuk membaca artikel. Mereka dapat mendengarkan audio yang sudah Yufid rekam sambil mereka beraktivitas, semisal di kendaraan, sambil bekerja, berolahraga, dan lain-lain. Total artikel yang sudah direkam menjadi audio sejak pertama dimulai program ini tahun 2017 yaitu 1.770 artikel dengan total durasi audio 128 jam. Dengan rataan perbulan memproduksi 30 audio. Artikel yang direkam menjadi audio sebulan terakhir bulan Agustus 2022 yaitu 51 artikel dengan jumlah durasi 4,4 jam. 17. Pengelolaan Server Yufid mengelola tujuh server yang di dalamnya berisi website-website dakwah, ada server khusus untuk website Yufid, website yang telah dijelaskan pada point-point diatas hanya sebagian kecil dari website yang kami kelola, yaitu berjumlah 29 website dalam satu server tersebut. Selain itu terdapat juga website para ulama yang diletakkan di server yang berbeda dari server Yufid, ada pula website-website dakwah, streaming radio dll. Dari ketujuh server yang Yufid kelola kurang lebih terdapat 107 website yang masih aktif hingga saat ini. 🔍 Hukum Bisnis Paytren, Hari Yang Baik Untuk Menikah, Menguap Menurut Islam, Shalat Sunnah Sebelum Isya, Tanda Tanda Orang Akan Meninggal 40 Hari Lagi, Cara Mengeluarkan Sperma Sendiri Visited 2 times, 1 visit(s) today Post Views: 233 <img class="aligncenter wp-image-43307" src="https://i0.wp.com/konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2023/10/qris-donasi-yufid-resized.jpeg" alt="QRIS donasi Yufid" width="741" height="1024" />

Adakah Keutamaan Khusus Mencari Rezeki setelah Shalat Jum’at?

Pertanyaan: Apakah benar ada keutamaan khusus untuk bekerja mencari rezeki atau berjualan di hari Jum’at setelah shalat Jum’at? Mohon penjelasannya, jazakumullah khairan. Jawaban: Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, ash-shalatu wassalamu ‘ala asyrafil anbiya’ wal mursalin, nabiyyina Muhammadin, wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in, amma ba’du. Benar, hal ini disebutkan oleh sebagian ulama. Bahwa ada keutamaan untuk mencari rezeki di hari Jum’at setelah shalat Jum’at. Allah ta’ala berfirman: فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ “Apabila telah ditunaikan shalat (Jum’at), maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. al-Jumu’ah: 10) Ibnu Katsir rahimahullah ketika menjelaskan ayat ini, beliau berkata: كما كان عراك بن مالك رضي الله عنه إذا صلى الجمعة انصرف فوقف على باب المسجد فقال : اللهم إني أجبت دعوتك وصليت فريضتك وانتشرت كما أمرتني فارزقني من فضلك وأنت خير الرازقين رواه ابن أبي حاتم  Sebagaimana yang dilakukan oleh ‘Arak bin Malik radhiyallahu ‘anhu. Jika sudah selesai shalat Jum’at, beliau beranjak dan berdiri di pintu masjid sambil berdoa: “Ya Allah, aku telah penuhi panggilan-Mu, dan aku telah kerjakan shalat wajib untuk-Mu, dan aku akan bertebaran di muka bumi sebagaimana Engkau perintahkan, maka berilah aku rezeki dari karunia-Mu, Engkau adalah sebaik-baik pemberi rezeki.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim) وروي عن بعض السلف أنه قال : من باع واشترى في يوم الجمعة بعد الصلاة بارك الله له سبعين مرة لقول الله تعالى ” فإذا قضيت الصلاة فانتشروا في الأرض وابتغوا من فضل الله Dan diriwayatkan dari sebagian salaf, bahwa mereka berkata: “Siapa yang berjual-beli di hari Jum’at setelah shalat Jum’at, Allah akan memberinya keberkahan 70 kali. Berdasarkan firman Allah ta’ala (yang artinya): Apabila telah ditunaikan shalat (Jum’at), maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah (QS. al-Jumu’ah: 10).” (Tafsir Ibnu Katsir, 8/122-123) Wallahu a’lam. Semoga Allah memberi taufik dan rezeki yang melimpah. *** Dijawab oleh Ustadz Yulian Purnama, S.Kom. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASI: BANK SYARIAH INDONESIA7086882242a.n. YAYASAN YUFID NETWORK (Kode BSI: 451) 🔍 Hukum Bpjs Dalam Islam, Flek Coklat Setelah Haid Apakah Boleh Shalat, Sholat Sunah Sesudah Magrib, Hukum Pindah Agama Kristen Ke Islam, Orang Kristen Masuk Surga Atau Neraka, Qobiltu Nikahaha Visited 136 times, 1 visit(s) today Post Views: 286 QRIS donasi Yufid

Adakah Keutamaan Khusus Mencari Rezeki setelah Shalat Jum’at?

Pertanyaan: Apakah benar ada keutamaan khusus untuk bekerja mencari rezeki atau berjualan di hari Jum’at setelah shalat Jum’at? Mohon penjelasannya, jazakumullah khairan. Jawaban: Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, ash-shalatu wassalamu ‘ala asyrafil anbiya’ wal mursalin, nabiyyina Muhammadin, wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in, amma ba’du. Benar, hal ini disebutkan oleh sebagian ulama. Bahwa ada keutamaan untuk mencari rezeki di hari Jum’at setelah shalat Jum’at. Allah ta’ala berfirman: فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ “Apabila telah ditunaikan shalat (Jum’at), maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. al-Jumu’ah: 10) Ibnu Katsir rahimahullah ketika menjelaskan ayat ini, beliau berkata: كما كان عراك بن مالك رضي الله عنه إذا صلى الجمعة انصرف فوقف على باب المسجد فقال : اللهم إني أجبت دعوتك وصليت فريضتك وانتشرت كما أمرتني فارزقني من فضلك وأنت خير الرازقين رواه ابن أبي حاتم  Sebagaimana yang dilakukan oleh ‘Arak bin Malik radhiyallahu ‘anhu. Jika sudah selesai shalat Jum’at, beliau beranjak dan berdiri di pintu masjid sambil berdoa: “Ya Allah, aku telah penuhi panggilan-Mu, dan aku telah kerjakan shalat wajib untuk-Mu, dan aku akan bertebaran di muka bumi sebagaimana Engkau perintahkan, maka berilah aku rezeki dari karunia-Mu, Engkau adalah sebaik-baik pemberi rezeki.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim) وروي عن بعض السلف أنه قال : من باع واشترى في يوم الجمعة بعد الصلاة بارك الله له سبعين مرة لقول الله تعالى ” فإذا قضيت الصلاة فانتشروا في الأرض وابتغوا من فضل الله Dan diriwayatkan dari sebagian salaf, bahwa mereka berkata: “Siapa yang berjual-beli di hari Jum’at setelah shalat Jum’at, Allah akan memberinya keberkahan 70 kali. Berdasarkan firman Allah ta’ala (yang artinya): Apabila telah ditunaikan shalat (Jum’at), maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah (QS. al-Jumu’ah: 10).” (Tafsir Ibnu Katsir, 8/122-123) Wallahu a’lam. Semoga Allah memberi taufik dan rezeki yang melimpah. *** Dijawab oleh Ustadz Yulian Purnama, S.Kom. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASI: BANK SYARIAH INDONESIA7086882242a.n. YAYASAN YUFID NETWORK (Kode BSI: 451) 🔍 Hukum Bpjs Dalam Islam, Flek Coklat Setelah Haid Apakah Boleh Shalat, Sholat Sunah Sesudah Magrib, Hukum Pindah Agama Kristen Ke Islam, Orang Kristen Masuk Surga Atau Neraka, Qobiltu Nikahaha Visited 136 times, 1 visit(s) today Post Views: 286 QRIS donasi Yufid
Pertanyaan: Apakah benar ada keutamaan khusus untuk bekerja mencari rezeki atau berjualan di hari Jum’at setelah shalat Jum’at? Mohon penjelasannya, jazakumullah khairan. Jawaban: Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, ash-shalatu wassalamu ‘ala asyrafil anbiya’ wal mursalin, nabiyyina Muhammadin, wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in, amma ba’du. Benar, hal ini disebutkan oleh sebagian ulama. Bahwa ada keutamaan untuk mencari rezeki di hari Jum’at setelah shalat Jum’at. Allah ta’ala berfirman: فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ “Apabila telah ditunaikan shalat (Jum’at), maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. al-Jumu’ah: 10) Ibnu Katsir rahimahullah ketika menjelaskan ayat ini, beliau berkata: كما كان عراك بن مالك رضي الله عنه إذا صلى الجمعة انصرف فوقف على باب المسجد فقال : اللهم إني أجبت دعوتك وصليت فريضتك وانتشرت كما أمرتني فارزقني من فضلك وأنت خير الرازقين رواه ابن أبي حاتم  Sebagaimana yang dilakukan oleh ‘Arak bin Malik radhiyallahu ‘anhu. Jika sudah selesai shalat Jum’at, beliau beranjak dan berdiri di pintu masjid sambil berdoa: “Ya Allah, aku telah penuhi panggilan-Mu, dan aku telah kerjakan shalat wajib untuk-Mu, dan aku akan bertebaran di muka bumi sebagaimana Engkau perintahkan, maka berilah aku rezeki dari karunia-Mu, Engkau adalah sebaik-baik pemberi rezeki.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim) وروي عن بعض السلف أنه قال : من باع واشترى في يوم الجمعة بعد الصلاة بارك الله له سبعين مرة لقول الله تعالى ” فإذا قضيت الصلاة فانتشروا في الأرض وابتغوا من فضل الله Dan diriwayatkan dari sebagian salaf, bahwa mereka berkata: “Siapa yang berjual-beli di hari Jum’at setelah shalat Jum’at, Allah akan memberinya keberkahan 70 kali. Berdasarkan firman Allah ta’ala (yang artinya): Apabila telah ditunaikan shalat (Jum’at), maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah (QS. al-Jumu’ah: 10).” (Tafsir Ibnu Katsir, 8/122-123) Wallahu a’lam. Semoga Allah memberi taufik dan rezeki yang melimpah. *** Dijawab oleh Ustadz Yulian Purnama, S.Kom. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASI: BANK SYARIAH INDONESIA7086882242a.n. YAYASAN YUFID NETWORK (Kode BSI: 451) 🔍 Hukum Bpjs Dalam Islam, Flek Coklat Setelah Haid Apakah Boleh Shalat, Sholat Sunah Sesudah Magrib, Hukum Pindah Agama Kristen Ke Islam, Orang Kristen Masuk Surga Atau Neraka, Qobiltu Nikahaha Visited 136 times, 1 visit(s) today Post Views: 286 QRIS donasi Yufid


<iframe width="100%" height="166" scrolling="no" frameborder="no" allow="autoplay" src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/1349506960&amp;color=d5265f&amp;hide_related=true&amp;show_artwork=false&amp;show_comments=false&amp;show_teaser=false&amp;show_user=false"></iframe> Pertanyaan: Apakah benar ada keutamaan khusus untuk bekerja mencari rezeki atau berjualan di hari Jum’at setelah shalat Jum’at? Mohon penjelasannya, jazakumullah khairan. Jawaban: Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, ash-shalatu wassalamu ‘ala asyrafil anbiya’ wal mursalin, nabiyyina Muhammadin, wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in, amma ba’du. Benar, hal ini disebutkan oleh sebagian ulama. Bahwa ada keutamaan untuk mencari rezeki di hari Jum’at setelah shalat Jum’at. Allah ta’ala berfirman: فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ “Apabila telah ditunaikan shalat (Jum’at), maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. al-Jumu’ah: 10) Ibnu Katsir rahimahullah ketika menjelaskan ayat ini, beliau berkata: كما كان عراك بن مالك رضي الله عنه إذا صلى الجمعة انصرف فوقف على باب المسجد فقال : اللهم إني أجبت دعوتك وصليت فريضتك وانتشرت كما أمرتني فارزقني من فضلك وأنت خير الرازقين رواه ابن أبي حاتم  Sebagaimana yang dilakukan oleh ‘Arak bin Malik radhiyallahu ‘anhu. Jika sudah selesai shalat Jum’at, beliau beranjak dan berdiri di pintu masjid sambil berdoa: “Ya Allah, aku telah penuhi panggilan-Mu, dan aku telah kerjakan shalat wajib untuk-Mu, dan aku akan bertebaran di muka bumi sebagaimana Engkau perintahkan, maka berilah aku rezeki dari karunia-Mu, Engkau adalah sebaik-baik pemberi rezeki.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim) وروي عن بعض السلف أنه قال : من باع واشترى في يوم الجمعة بعد الصلاة بارك الله له سبعين مرة لقول الله تعالى ” فإذا قضيت الصلاة فانتشروا في الأرض وابتغوا من فضل الله Dan diriwayatkan dari sebagian salaf, bahwa mereka berkata: “Siapa yang berjual-beli di hari Jum’at setelah shalat Jum’at, Allah akan memberinya keberkahan 70 kali. Berdasarkan firman Allah ta’ala (yang artinya): Apabila telah ditunaikan shalat (Jum’at), maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah (QS. al-Jumu’ah: 10).” (Tafsir Ibnu Katsir, 8/122-123) Wallahu a’lam. Semoga Allah memberi taufik dan rezeki yang melimpah. *** Dijawab oleh Ustadz Yulian Purnama, S.Kom. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASI: BANK SYARIAH INDONESIA7086882242a.n. YAYASAN YUFID NETWORK (Kode BSI: 451) 🔍 Hukum Bpjs Dalam Islam, Flek Coklat Setelah Haid Apakah Boleh Shalat, Sholat Sunah Sesudah Magrib, Hukum Pindah Agama Kristen Ke Islam, Orang Kristen Masuk Surga Atau Neraka, Qobiltu Nikahaha Visited 136 times, 1 visit(s) today Post Views: 286 <img class="aligncenter wp-image-43307" src="https://i0.wp.com/konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2023/10/qris-donasi-yufid-resized.jpeg" alt="QRIS donasi Yufid" width="741" height="1024" />

5 Prinsip dalam Mencari Nafkah

Prinsip 1: jangan malas mencari nafkah. Seorang lelaki Muslim, terlebih yang sudah berkeluarga, harus semangat mencari nafkah. Tidak boleh malas-malasan dan tidak bekerja. Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan, أرى الشاب فيعجبني فأسأل عن عمله فيقولون لا يعمل فيسقط من عيني “Aku melihat seorang pemuda, ia membuatku kagum. Lalu aku bertanya kepada orang-orang mengenai pekerjaannya. Mereka mengatakan bahwa ia tidak bekerja. Seketika itu pemuda tersebut jatuh martabatnya di mataku.” (HR. Sa’id bin Manshur dalam Sunan-nya) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memuji para lelaki yang giat bekerja mencari nafkah untuk keluarga. Beliau bersabda, إن أطيب كسب الرجل من يده “Pendapatan yang terbaik dari seseorang adalah hasil jerih payah tangannya.” (HR. Ibnu Majah no.2138, dishahihkan al-Albani dalam Shahih at-Targhib no. 1685) Beliau juga memotivasi para lelaki untuk bekerja mencari nafkah, walaupun kiamat datang. Beliau bersabda, إذا قامت القيامة وفي يد أحدكم فسيلة فليغرسها “Jika kiamat telah datang, dan ketika itu kalian memiliki cangkokan tanaman, tanamlah!” (HR. Ahmad no.12902, dishahihkan Syu’aib al-Arnauth dalam Takhrij Musnad Ahmad) Karena aktivitas bekerja mencari nafkah adalah aktivitas yang berpahala. Sehingga andaikan kiamat terjadi hendaknya seseorang tetap menambah pahalanya.  Bahkan orang yang malas mencari nafkah untuk keluarganya sehingga keluarganya terlantar dan tersia-siakan, ia dianggap sebagai pendosa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, كفى بالمرء إثماً أن يضيع من يعول “Seseorang itu sudah cukup dikatakan sebagai pendosa jika ia menelantarkan orang-orang yang menjadi tanggungannya.” (HR. Ahmad no.6842, dishahihkan Syu’aib al-Arnauth dalam Takhrij Musnad Ahmad) Prinsip 2: jangan mencari nafkah dengan cara haram. Mencari nafkah tidak boleh dari jalan yang haram. Baik haram pada dzatnya maupun haram pada cara mendapatkannya. Allah ta’ala berfirman: وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا “Dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah.” (QS. al-Baqarah: 41) Maksud ayat ini adalah, jangan melakukan pelanggaran terhadap agama demi mendapatkan keuntungan dunia. Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan: لا تعتاضوا عن الإيمان بآياتي وتصديق رسولي بالدنيا وشهواتها فإنها قليلة “Maksudnya, jangan menukar keimanan terhadap ayat-ayat-Ku dan keimanan kepada Rasul-Ku dengan dunia dan syahwatnya, karena dunia itu hal yang kecil (remeh).” (Tafsir Ibnu Katsir) Allah ta’ala juga berfirman, يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. al-Baqarah: 168) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّهُ لاَ يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلاَّ كَانَتِ النَّارُ أَوْلَى بِهِ “Sesungguhnya daging badan yang tumbuh berkembang dari sesuatu yang haram akan berhak dibakar dalam api neraka.” (HR. Tirmidzi, no. 614. Dishahihkan al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi) Dan harta yang haram akan Allah hilangkan keberkahannya. Sehingga walaupun harta itu banyak dan melimpah namun akan hilang atau sedikit kebaikan yang bisa didapatkan darinya. Allah ta’ala berfirman tentang harta riba: يَمْحَقُ اللّهُ الْرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ [البقرة:276] “Allah akan menghancurkan keberkahan harta riba, dan mengembangkan keberkahan orang yang bersedekah.” (QS. al-Baqarah: 276) Prinsip 3: nafkah adalah sarana untuk mencari akhirat. Perlu selalu disadari bahwa harta yang kita cari bukanlah tujuan. Namun ia sekedar sarana untuk menggapai akhirat. Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan menjelaskan: خلق الله الخلق لعبادته, وهيأ لهم ما يعينهم عليها من رزقه “Allah telah menciptakan para makhluk agar mereka beribadah kepada-Nya. Dan Allah siapkan rezeki bagi mereka, untuk membantu mereka melakukan itu.” (Kitabut Tauhid lil Fauzan, hal. 6) Kemudian beliau membawakan ayat: :وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. adz-Dzariyat: 56-58) Dalam Syarah al-Qawa’idul Arba’ah, asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan juga menjelaskan ayat di atas: “Anda telah memahami bahwa Allah ta’ala tidak menciptakan Anda dengan sia-sia. Dan Allah tidak menciptakan Anda agar Anda bisa makan dan minum saja. Atau agar Anda bisa bersenang-senang dan leha-leha di dunia.  Bukan, bukan itu tujuan Allah menciptakan Anda. Allah ta’ala menciptakan Anda untuk beribadah kepada-Nya semata. Dan Allah ciptakan benda-benda di alam semesta ini (makanan, minuman, udara, dll.) dalam rangka untuk membantu Anda agar bisa beribadah kepada Allah.  Karena Anda tidak akan mampu hidup di dunia tanpa adanya benda-benda tersebut. Dan Anda tidak akan bisa beribadah kepada Allah kecuali dengan adanya benda-benda tersebut. Allah ciptakan mereka untuk Anda, agar Anda beribadah kepada Allah semata. Bukan agar Anda bisa bersenang-senang, berleha-leha, berbuat maksiat, berbuat dosa, makan, minum sesuai keinginan Anda. Yang demikian ini keadaannya binatang! Adapun manusia, Allah ciptakan mereka untuk suatu tujuan yang agung dan hikmah yang agung, yaitu agar Anda beribadah kepada Allah.” (Syarah al-Qawa’idul Arba’, dinukil dari Silsilah Syarhil Rasail, hal 335) Prinsip 4: ambil sebab walaupun kecil. Ambil sebab dan berikhtiarlah! Walaupun ikhtiar Anda dalam mencari nafkah nampak lemah dan kecil di mata orang-orang. Semoga Allah berikan keberkahan sehingga datang hal yang besar. Allah ta’ala memerintahkan Maryam untuk mengambil sebab walaupun sebab yang lemah. Agar Allah mudahkan setelahnya untuk mendapatkan keberkahan rezeki yang melimpah. Allah berfirman:  وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا “Tendanglah olehmu (wahai Maryam) pohon kurma itu. Sehingga jatuh kepadamu kurma yang masak.” (QS. Maryam: 25) Menendang pohon kurma bagi seorang wanita yang hamil tentu perkara yang sulit dan hampir tidak mungkin membuat kurmanya jatuh. Namun Allah tetap perintahkan beliau sebagai upaya mengambil sebab. Maka bersemangatlah walaupun pekerjaan anda sederhana, gajinya kecil atau pendapatan anda sedikit, tetap lanjutkan dengan semangat jika itu yang anda bisa lakukan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  لَأَنْ يَغْدُوَ أَحَدُكُمْ، فَيَحْطِبَ عَلَى ظَهْرِهِ، فَيَتَصَدَّقَ بِهِ وَيَسْتَغْنِيَ بِهِ مِنَ النَّاسِ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ رَجُلًا، أَعْطَاهُ أَوْ مَنَعَهُ ذَلِكَ، فَإِنَّ الْيَدَ الْعُلْيَا أَفْضَلُ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ “Jika salah seorang di antara kalian pergi di pagi hari lalu mencari kayu bakar yang dipanggul di punggungnya (lalu menjualnya), kemudian bersedekah dengan hasilnya dan merasa cukup dari apa yang ada di tangan orang lain, maka itu lebih baik baginya daripada ia meminta-minta kepada orang lain, baik mereka memberi ataupun tidak, karena tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Dan mulailah dengan menafkahi orang yang engkau tanggung.” (HR. Bukhari no. 2075, Muslim no. 1042) Prinsip 5: optimalkan usaha, minimalkan waktu. Jangan sampai semua waktu dihabiskan untuk bekerja mencari harta dunia. Luangkan lebih banyak waktu untuk akhirat Anda. Sebisa mungkin waktu untuk mencari harta itu sesedikit mungkin, namun dalam waktu yang sedikit itu upayakan bekerja seoptimal mungkin. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ’anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  أيُّها النَّاسُ اتَّقوا اللَّهَ وأجملوا في الطَّلبِ فإنَّ نفسًا لن تموتَ حتَّى تستوفيَ رزقَها وإن أبطأَ عنْها فاتَّقوا اللَّهَ وأجملوا في الطَّلبِ خذوا ما حلَّ ودعوا ما حَرُمَ “Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah, dan carilah rezeki secara mujmal (sederhana). Karena tidak ada jiwa yang mati kecuali sudah terpenuhi jatah rezekinya, walaupun (terkadang) rezeki tersebut lambat sampai kepadanya. Maka gunakanlah cara yang indah dalam mencari rezeki. Ambillah yang halal-halal dan tinggalkan yang haram-haram.” (HR. Ibnu Majah no. 1756, dishahihkan al-Albani dalam Shahih Ibni Majah) Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan: “Dalam hadits ‘bertakwalah kepada Allah dan ajmiluu (sederhanalah) dalam mencari rezeki‘, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menggabungkan maslahat dunia dan akhirat. Kenikmatan dunia serta kelezatannya hanya bisa digapai dengan takwa kepada Allah.  Sedangkan hati dan badan yang bahagia, tidak terlalu berambisi terhadap dunia, tidak lelah untuk dunia, tidak ngoyo (memaksakan diri) untuk dunia, tidak bekerja melampaui batas dalam masalah dunia, tidak rela menderita demi mencari dunia, itu semua didapatkan dengan mencari dunia secara mujmal (global; ringkas).  Barang siapa yang bertakwa kepada Allah maka ia akan sukses mendapatkan kelezatan dan kenikmatan akhirat. Dan barang siapa yang mencari dunia secara mujmal, maka ia akan terbebas dari kesedihan dan kegelisahan dunia.” (Al-Fawaid, hal. 68) Misalnya jika dalam sehari Anda bekerja menghabiskan waktu 4 jam, dan itu sudah mendapatkan hasil yang cukup, maka jangan tambah lagi. Cukup 4 jam saja. Waktu yang tersisa digunakan untuk mencari akhirat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّ اللهَ يقولُ يا ابنَ آدمَ : تَفَرَّغْ لعبادَتِي أملأْ صدركَ غِنًى وأسُدُّ فقرَكَ ، وإِنْ لَّا تفعلْ ملأتُ يديْكَ شُغْلًا ، ولم أسُدَّ فقْرَكَ “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: Wahai manusia! Habiskan waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kecukupan dan akan Aku tutup kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukannya, maka akan Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak akan tutup kefakiranmu’.” (HR. at-Tirmidzi no. 2466, dishahihkan al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi) Wallahu a’lam, semoga Allah ta’ala memberi taufik. *** Ditulis oleh Ustadz Yulian Purnama, S.Kom. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASI: BANK SYARIAH INDONESIA7086882242a.n. YAYASAN YUFID NETWORK (Kode BSI: 451) 🔍 Hukum Menjual Kucing, Sunnah Membaca Surat Al Kahfi, Kriteria Kambing Aqiqah, Pelet Pengasihan, Amalan Pagar Badan Dari Serangan Gaib, Meditasi Tantra Visited 349 times, 1 visit(s) today Post Views: 389 QRIS donasi Yufid

5 Prinsip dalam Mencari Nafkah

Prinsip 1: jangan malas mencari nafkah. Seorang lelaki Muslim, terlebih yang sudah berkeluarga, harus semangat mencari nafkah. Tidak boleh malas-malasan dan tidak bekerja. Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan, أرى الشاب فيعجبني فأسأل عن عمله فيقولون لا يعمل فيسقط من عيني “Aku melihat seorang pemuda, ia membuatku kagum. Lalu aku bertanya kepada orang-orang mengenai pekerjaannya. Mereka mengatakan bahwa ia tidak bekerja. Seketika itu pemuda tersebut jatuh martabatnya di mataku.” (HR. Sa’id bin Manshur dalam Sunan-nya) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memuji para lelaki yang giat bekerja mencari nafkah untuk keluarga. Beliau bersabda, إن أطيب كسب الرجل من يده “Pendapatan yang terbaik dari seseorang adalah hasil jerih payah tangannya.” (HR. Ibnu Majah no.2138, dishahihkan al-Albani dalam Shahih at-Targhib no. 1685) Beliau juga memotivasi para lelaki untuk bekerja mencari nafkah, walaupun kiamat datang. Beliau bersabda, إذا قامت القيامة وفي يد أحدكم فسيلة فليغرسها “Jika kiamat telah datang, dan ketika itu kalian memiliki cangkokan tanaman, tanamlah!” (HR. Ahmad no.12902, dishahihkan Syu’aib al-Arnauth dalam Takhrij Musnad Ahmad) Karena aktivitas bekerja mencari nafkah adalah aktivitas yang berpahala. Sehingga andaikan kiamat terjadi hendaknya seseorang tetap menambah pahalanya.  Bahkan orang yang malas mencari nafkah untuk keluarganya sehingga keluarganya terlantar dan tersia-siakan, ia dianggap sebagai pendosa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, كفى بالمرء إثماً أن يضيع من يعول “Seseorang itu sudah cukup dikatakan sebagai pendosa jika ia menelantarkan orang-orang yang menjadi tanggungannya.” (HR. Ahmad no.6842, dishahihkan Syu’aib al-Arnauth dalam Takhrij Musnad Ahmad) Prinsip 2: jangan mencari nafkah dengan cara haram. Mencari nafkah tidak boleh dari jalan yang haram. Baik haram pada dzatnya maupun haram pada cara mendapatkannya. Allah ta’ala berfirman: وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا “Dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah.” (QS. al-Baqarah: 41) Maksud ayat ini adalah, jangan melakukan pelanggaran terhadap agama demi mendapatkan keuntungan dunia. Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan: لا تعتاضوا عن الإيمان بآياتي وتصديق رسولي بالدنيا وشهواتها فإنها قليلة “Maksudnya, jangan menukar keimanan terhadap ayat-ayat-Ku dan keimanan kepada Rasul-Ku dengan dunia dan syahwatnya, karena dunia itu hal yang kecil (remeh).” (Tafsir Ibnu Katsir) Allah ta’ala juga berfirman, يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. al-Baqarah: 168) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّهُ لاَ يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلاَّ كَانَتِ النَّارُ أَوْلَى بِهِ “Sesungguhnya daging badan yang tumbuh berkembang dari sesuatu yang haram akan berhak dibakar dalam api neraka.” (HR. Tirmidzi, no. 614. Dishahihkan al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi) Dan harta yang haram akan Allah hilangkan keberkahannya. Sehingga walaupun harta itu banyak dan melimpah namun akan hilang atau sedikit kebaikan yang bisa didapatkan darinya. Allah ta’ala berfirman tentang harta riba: يَمْحَقُ اللّهُ الْرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ [البقرة:276] “Allah akan menghancurkan keberkahan harta riba, dan mengembangkan keberkahan orang yang bersedekah.” (QS. al-Baqarah: 276) Prinsip 3: nafkah adalah sarana untuk mencari akhirat. Perlu selalu disadari bahwa harta yang kita cari bukanlah tujuan. Namun ia sekedar sarana untuk menggapai akhirat. Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan menjelaskan: خلق الله الخلق لعبادته, وهيأ لهم ما يعينهم عليها من رزقه “Allah telah menciptakan para makhluk agar mereka beribadah kepada-Nya. Dan Allah siapkan rezeki bagi mereka, untuk membantu mereka melakukan itu.” (Kitabut Tauhid lil Fauzan, hal. 6) Kemudian beliau membawakan ayat: :وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. adz-Dzariyat: 56-58) Dalam Syarah al-Qawa’idul Arba’ah, asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan juga menjelaskan ayat di atas: “Anda telah memahami bahwa Allah ta’ala tidak menciptakan Anda dengan sia-sia. Dan Allah tidak menciptakan Anda agar Anda bisa makan dan minum saja. Atau agar Anda bisa bersenang-senang dan leha-leha di dunia.  Bukan, bukan itu tujuan Allah menciptakan Anda. Allah ta’ala menciptakan Anda untuk beribadah kepada-Nya semata. Dan Allah ciptakan benda-benda di alam semesta ini (makanan, minuman, udara, dll.) dalam rangka untuk membantu Anda agar bisa beribadah kepada Allah.  Karena Anda tidak akan mampu hidup di dunia tanpa adanya benda-benda tersebut. Dan Anda tidak akan bisa beribadah kepada Allah kecuali dengan adanya benda-benda tersebut. Allah ciptakan mereka untuk Anda, agar Anda beribadah kepada Allah semata. Bukan agar Anda bisa bersenang-senang, berleha-leha, berbuat maksiat, berbuat dosa, makan, minum sesuai keinginan Anda. Yang demikian ini keadaannya binatang! Adapun manusia, Allah ciptakan mereka untuk suatu tujuan yang agung dan hikmah yang agung, yaitu agar Anda beribadah kepada Allah.” (Syarah al-Qawa’idul Arba’, dinukil dari Silsilah Syarhil Rasail, hal 335) Prinsip 4: ambil sebab walaupun kecil. Ambil sebab dan berikhtiarlah! Walaupun ikhtiar Anda dalam mencari nafkah nampak lemah dan kecil di mata orang-orang. Semoga Allah berikan keberkahan sehingga datang hal yang besar. Allah ta’ala memerintahkan Maryam untuk mengambil sebab walaupun sebab yang lemah. Agar Allah mudahkan setelahnya untuk mendapatkan keberkahan rezeki yang melimpah. Allah berfirman:  وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا “Tendanglah olehmu (wahai Maryam) pohon kurma itu. Sehingga jatuh kepadamu kurma yang masak.” (QS. Maryam: 25) Menendang pohon kurma bagi seorang wanita yang hamil tentu perkara yang sulit dan hampir tidak mungkin membuat kurmanya jatuh. Namun Allah tetap perintahkan beliau sebagai upaya mengambil sebab. Maka bersemangatlah walaupun pekerjaan anda sederhana, gajinya kecil atau pendapatan anda sedikit, tetap lanjutkan dengan semangat jika itu yang anda bisa lakukan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  لَأَنْ يَغْدُوَ أَحَدُكُمْ، فَيَحْطِبَ عَلَى ظَهْرِهِ، فَيَتَصَدَّقَ بِهِ وَيَسْتَغْنِيَ بِهِ مِنَ النَّاسِ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ رَجُلًا، أَعْطَاهُ أَوْ مَنَعَهُ ذَلِكَ، فَإِنَّ الْيَدَ الْعُلْيَا أَفْضَلُ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ “Jika salah seorang di antara kalian pergi di pagi hari lalu mencari kayu bakar yang dipanggul di punggungnya (lalu menjualnya), kemudian bersedekah dengan hasilnya dan merasa cukup dari apa yang ada di tangan orang lain, maka itu lebih baik baginya daripada ia meminta-minta kepada orang lain, baik mereka memberi ataupun tidak, karena tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Dan mulailah dengan menafkahi orang yang engkau tanggung.” (HR. Bukhari no. 2075, Muslim no. 1042) Prinsip 5: optimalkan usaha, minimalkan waktu. Jangan sampai semua waktu dihabiskan untuk bekerja mencari harta dunia. Luangkan lebih banyak waktu untuk akhirat Anda. Sebisa mungkin waktu untuk mencari harta itu sesedikit mungkin, namun dalam waktu yang sedikit itu upayakan bekerja seoptimal mungkin. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ’anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  أيُّها النَّاسُ اتَّقوا اللَّهَ وأجملوا في الطَّلبِ فإنَّ نفسًا لن تموتَ حتَّى تستوفيَ رزقَها وإن أبطأَ عنْها فاتَّقوا اللَّهَ وأجملوا في الطَّلبِ خذوا ما حلَّ ودعوا ما حَرُمَ “Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah, dan carilah rezeki secara mujmal (sederhana). Karena tidak ada jiwa yang mati kecuali sudah terpenuhi jatah rezekinya, walaupun (terkadang) rezeki tersebut lambat sampai kepadanya. Maka gunakanlah cara yang indah dalam mencari rezeki. Ambillah yang halal-halal dan tinggalkan yang haram-haram.” (HR. Ibnu Majah no. 1756, dishahihkan al-Albani dalam Shahih Ibni Majah) Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan: “Dalam hadits ‘bertakwalah kepada Allah dan ajmiluu (sederhanalah) dalam mencari rezeki‘, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menggabungkan maslahat dunia dan akhirat. Kenikmatan dunia serta kelezatannya hanya bisa digapai dengan takwa kepada Allah.  Sedangkan hati dan badan yang bahagia, tidak terlalu berambisi terhadap dunia, tidak lelah untuk dunia, tidak ngoyo (memaksakan diri) untuk dunia, tidak bekerja melampaui batas dalam masalah dunia, tidak rela menderita demi mencari dunia, itu semua didapatkan dengan mencari dunia secara mujmal (global; ringkas).  Barang siapa yang bertakwa kepada Allah maka ia akan sukses mendapatkan kelezatan dan kenikmatan akhirat. Dan barang siapa yang mencari dunia secara mujmal, maka ia akan terbebas dari kesedihan dan kegelisahan dunia.” (Al-Fawaid, hal. 68) Misalnya jika dalam sehari Anda bekerja menghabiskan waktu 4 jam, dan itu sudah mendapatkan hasil yang cukup, maka jangan tambah lagi. Cukup 4 jam saja. Waktu yang tersisa digunakan untuk mencari akhirat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّ اللهَ يقولُ يا ابنَ آدمَ : تَفَرَّغْ لعبادَتِي أملأْ صدركَ غِنًى وأسُدُّ فقرَكَ ، وإِنْ لَّا تفعلْ ملأتُ يديْكَ شُغْلًا ، ولم أسُدَّ فقْرَكَ “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: Wahai manusia! Habiskan waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kecukupan dan akan Aku tutup kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukannya, maka akan Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak akan tutup kefakiranmu’.” (HR. at-Tirmidzi no. 2466, dishahihkan al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi) Wallahu a’lam, semoga Allah ta’ala memberi taufik. *** Ditulis oleh Ustadz Yulian Purnama, S.Kom. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASI: BANK SYARIAH INDONESIA7086882242a.n. YAYASAN YUFID NETWORK (Kode BSI: 451) 🔍 Hukum Menjual Kucing, Sunnah Membaca Surat Al Kahfi, Kriteria Kambing Aqiqah, Pelet Pengasihan, Amalan Pagar Badan Dari Serangan Gaib, Meditasi Tantra Visited 349 times, 1 visit(s) today Post Views: 389 QRIS donasi Yufid
Prinsip 1: jangan malas mencari nafkah. Seorang lelaki Muslim, terlebih yang sudah berkeluarga, harus semangat mencari nafkah. Tidak boleh malas-malasan dan tidak bekerja. Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan, أرى الشاب فيعجبني فأسأل عن عمله فيقولون لا يعمل فيسقط من عيني “Aku melihat seorang pemuda, ia membuatku kagum. Lalu aku bertanya kepada orang-orang mengenai pekerjaannya. Mereka mengatakan bahwa ia tidak bekerja. Seketika itu pemuda tersebut jatuh martabatnya di mataku.” (HR. Sa’id bin Manshur dalam Sunan-nya) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memuji para lelaki yang giat bekerja mencari nafkah untuk keluarga. Beliau bersabda, إن أطيب كسب الرجل من يده “Pendapatan yang terbaik dari seseorang adalah hasil jerih payah tangannya.” (HR. Ibnu Majah no.2138, dishahihkan al-Albani dalam Shahih at-Targhib no. 1685) Beliau juga memotivasi para lelaki untuk bekerja mencari nafkah, walaupun kiamat datang. Beliau bersabda, إذا قامت القيامة وفي يد أحدكم فسيلة فليغرسها “Jika kiamat telah datang, dan ketika itu kalian memiliki cangkokan tanaman, tanamlah!” (HR. Ahmad no.12902, dishahihkan Syu’aib al-Arnauth dalam Takhrij Musnad Ahmad) Karena aktivitas bekerja mencari nafkah adalah aktivitas yang berpahala. Sehingga andaikan kiamat terjadi hendaknya seseorang tetap menambah pahalanya.  Bahkan orang yang malas mencari nafkah untuk keluarganya sehingga keluarganya terlantar dan tersia-siakan, ia dianggap sebagai pendosa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, كفى بالمرء إثماً أن يضيع من يعول “Seseorang itu sudah cukup dikatakan sebagai pendosa jika ia menelantarkan orang-orang yang menjadi tanggungannya.” (HR. Ahmad no.6842, dishahihkan Syu’aib al-Arnauth dalam Takhrij Musnad Ahmad) Prinsip 2: jangan mencari nafkah dengan cara haram. Mencari nafkah tidak boleh dari jalan yang haram. Baik haram pada dzatnya maupun haram pada cara mendapatkannya. Allah ta’ala berfirman: وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا “Dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah.” (QS. al-Baqarah: 41) Maksud ayat ini adalah, jangan melakukan pelanggaran terhadap agama demi mendapatkan keuntungan dunia. Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan: لا تعتاضوا عن الإيمان بآياتي وتصديق رسولي بالدنيا وشهواتها فإنها قليلة “Maksudnya, jangan menukar keimanan terhadap ayat-ayat-Ku dan keimanan kepada Rasul-Ku dengan dunia dan syahwatnya, karena dunia itu hal yang kecil (remeh).” (Tafsir Ibnu Katsir) Allah ta’ala juga berfirman, يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. al-Baqarah: 168) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّهُ لاَ يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلاَّ كَانَتِ النَّارُ أَوْلَى بِهِ “Sesungguhnya daging badan yang tumbuh berkembang dari sesuatu yang haram akan berhak dibakar dalam api neraka.” (HR. Tirmidzi, no. 614. Dishahihkan al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi) Dan harta yang haram akan Allah hilangkan keberkahannya. Sehingga walaupun harta itu banyak dan melimpah namun akan hilang atau sedikit kebaikan yang bisa didapatkan darinya. Allah ta’ala berfirman tentang harta riba: يَمْحَقُ اللّهُ الْرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ [البقرة:276] “Allah akan menghancurkan keberkahan harta riba, dan mengembangkan keberkahan orang yang bersedekah.” (QS. al-Baqarah: 276) Prinsip 3: nafkah adalah sarana untuk mencari akhirat. Perlu selalu disadari bahwa harta yang kita cari bukanlah tujuan. Namun ia sekedar sarana untuk menggapai akhirat. Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan menjelaskan: خلق الله الخلق لعبادته, وهيأ لهم ما يعينهم عليها من رزقه “Allah telah menciptakan para makhluk agar mereka beribadah kepada-Nya. Dan Allah siapkan rezeki bagi mereka, untuk membantu mereka melakukan itu.” (Kitabut Tauhid lil Fauzan, hal. 6) Kemudian beliau membawakan ayat: :وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. adz-Dzariyat: 56-58) Dalam Syarah al-Qawa’idul Arba’ah, asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan juga menjelaskan ayat di atas: “Anda telah memahami bahwa Allah ta’ala tidak menciptakan Anda dengan sia-sia. Dan Allah tidak menciptakan Anda agar Anda bisa makan dan minum saja. Atau agar Anda bisa bersenang-senang dan leha-leha di dunia.  Bukan, bukan itu tujuan Allah menciptakan Anda. Allah ta’ala menciptakan Anda untuk beribadah kepada-Nya semata. Dan Allah ciptakan benda-benda di alam semesta ini (makanan, minuman, udara, dll.) dalam rangka untuk membantu Anda agar bisa beribadah kepada Allah.  Karena Anda tidak akan mampu hidup di dunia tanpa adanya benda-benda tersebut. Dan Anda tidak akan bisa beribadah kepada Allah kecuali dengan adanya benda-benda tersebut. Allah ciptakan mereka untuk Anda, agar Anda beribadah kepada Allah semata. Bukan agar Anda bisa bersenang-senang, berleha-leha, berbuat maksiat, berbuat dosa, makan, minum sesuai keinginan Anda. Yang demikian ini keadaannya binatang! Adapun manusia, Allah ciptakan mereka untuk suatu tujuan yang agung dan hikmah yang agung, yaitu agar Anda beribadah kepada Allah.” (Syarah al-Qawa’idul Arba’, dinukil dari Silsilah Syarhil Rasail, hal 335) Prinsip 4: ambil sebab walaupun kecil. Ambil sebab dan berikhtiarlah! Walaupun ikhtiar Anda dalam mencari nafkah nampak lemah dan kecil di mata orang-orang. Semoga Allah berikan keberkahan sehingga datang hal yang besar. Allah ta’ala memerintahkan Maryam untuk mengambil sebab walaupun sebab yang lemah. Agar Allah mudahkan setelahnya untuk mendapatkan keberkahan rezeki yang melimpah. Allah berfirman:  وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا “Tendanglah olehmu (wahai Maryam) pohon kurma itu. Sehingga jatuh kepadamu kurma yang masak.” (QS. Maryam: 25) Menendang pohon kurma bagi seorang wanita yang hamil tentu perkara yang sulit dan hampir tidak mungkin membuat kurmanya jatuh. Namun Allah tetap perintahkan beliau sebagai upaya mengambil sebab. Maka bersemangatlah walaupun pekerjaan anda sederhana, gajinya kecil atau pendapatan anda sedikit, tetap lanjutkan dengan semangat jika itu yang anda bisa lakukan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  لَأَنْ يَغْدُوَ أَحَدُكُمْ، فَيَحْطِبَ عَلَى ظَهْرِهِ، فَيَتَصَدَّقَ بِهِ وَيَسْتَغْنِيَ بِهِ مِنَ النَّاسِ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ رَجُلًا، أَعْطَاهُ أَوْ مَنَعَهُ ذَلِكَ، فَإِنَّ الْيَدَ الْعُلْيَا أَفْضَلُ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ “Jika salah seorang di antara kalian pergi di pagi hari lalu mencari kayu bakar yang dipanggul di punggungnya (lalu menjualnya), kemudian bersedekah dengan hasilnya dan merasa cukup dari apa yang ada di tangan orang lain, maka itu lebih baik baginya daripada ia meminta-minta kepada orang lain, baik mereka memberi ataupun tidak, karena tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Dan mulailah dengan menafkahi orang yang engkau tanggung.” (HR. Bukhari no. 2075, Muslim no. 1042) Prinsip 5: optimalkan usaha, minimalkan waktu. Jangan sampai semua waktu dihabiskan untuk bekerja mencari harta dunia. Luangkan lebih banyak waktu untuk akhirat Anda. Sebisa mungkin waktu untuk mencari harta itu sesedikit mungkin, namun dalam waktu yang sedikit itu upayakan bekerja seoptimal mungkin. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ’anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  أيُّها النَّاسُ اتَّقوا اللَّهَ وأجملوا في الطَّلبِ فإنَّ نفسًا لن تموتَ حتَّى تستوفيَ رزقَها وإن أبطأَ عنْها فاتَّقوا اللَّهَ وأجملوا في الطَّلبِ خذوا ما حلَّ ودعوا ما حَرُمَ “Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah, dan carilah rezeki secara mujmal (sederhana). Karena tidak ada jiwa yang mati kecuali sudah terpenuhi jatah rezekinya, walaupun (terkadang) rezeki tersebut lambat sampai kepadanya. Maka gunakanlah cara yang indah dalam mencari rezeki. Ambillah yang halal-halal dan tinggalkan yang haram-haram.” (HR. Ibnu Majah no. 1756, dishahihkan al-Albani dalam Shahih Ibni Majah) Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan: “Dalam hadits ‘bertakwalah kepada Allah dan ajmiluu (sederhanalah) dalam mencari rezeki‘, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menggabungkan maslahat dunia dan akhirat. Kenikmatan dunia serta kelezatannya hanya bisa digapai dengan takwa kepada Allah.  Sedangkan hati dan badan yang bahagia, tidak terlalu berambisi terhadap dunia, tidak lelah untuk dunia, tidak ngoyo (memaksakan diri) untuk dunia, tidak bekerja melampaui batas dalam masalah dunia, tidak rela menderita demi mencari dunia, itu semua didapatkan dengan mencari dunia secara mujmal (global; ringkas).  Barang siapa yang bertakwa kepada Allah maka ia akan sukses mendapatkan kelezatan dan kenikmatan akhirat. Dan barang siapa yang mencari dunia secara mujmal, maka ia akan terbebas dari kesedihan dan kegelisahan dunia.” (Al-Fawaid, hal. 68) Misalnya jika dalam sehari Anda bekerja menghabiskan waktu 4 jam, dan itu sudah mendapatkan hasil yang cukup, maka jangan tambah lagi. Cukup 4 jam saja. Waktu yang tersisa digunakan untuk mencari akhirat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّ اللهَ يقولُ يا ابنَ آدمَ : تَفَرَّغْ لعبادَتِي أملأْ صدركَ غِنًى وأسُدُّ فقرَكَ ، وإِنْ لَّا تفعلْ ملأتُ يديْكَ شُغْلًا ، ولم أسُدَّ فقْرَكَ “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: Wahai manusia! Habiskan waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kecukupan dan akan Aku tutup kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukannya, maka akan Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak akan tutup kefakiranmu’.” (HR. at-Tirmidzi no. 2466, dishahihkan al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi) Wallahu a’lam, semoga Allah ta’ala memberi taufik. *** Ditulis oleh Ustadz Yulian Purnama, S.Kom. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASI: BANK SYARIAH INDONESIA7086882242a.n. YAYASAN YUFID NETWORK (Kode BSI: 451) 🔍 Hukum Menjual Kucing, Sunnah Membaca Surat Al Kahfi, Kriteria Kambing Aqiqah, Pelet Pengasihan, Amalan Pagar Badan Dari Serangan Gaib, Meditasi Tantra Visited 349 times, 1 visit(s) today Post Views: 389 QRIS donasi Yufid


<iframe width="100%" height="166" scrolling="no" frameborder="no" allow="autoplay" src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/1361640145&amp;color=d5265f&amp;hide_related=true&amp;show_artwork=false&amp;show_comments=false&amp;show_teaser=false&amp;show_user=false"></iframe> Prinsip 1: jangan malas mencari nafkah. Seorang lelaki Muslim, terlebih yang sudah berkeluarga, harus semangat mencari nafkah. Tidak boleh malas-malasan dan tidak bekerja. Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan, أرى الشاب فيعجبني فأسأل عن عمله فيقولون لا يعمل فيسقط من عيني “Aku melihat seorang pemuda, ia membuatku kagum. Lalu aku bertanya kepada orang-orang mengenai pekerjaannya. Mereka mengatakan bahwa ia tidak bekerja. Seketika itu pemuda tersebut jatuh martabatnya di mataku.” (HR. Sa’id bin Manshur dalam Sunan-nya) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memuji para lelaki yang giat bekerja mencari nafkah untuk keluarga. Beliau bersabda, إن أطيب كسب الرجل من يده “Pendapatan yang terbaik dari seseorang adalah hasil jerih payah tangannya.” (HR. Ibnu Majah no.2138, dishahihkan al-Albani dalam Shahih at-Targhib no. 1685) Beliau juga memotivasi para lelaki untuk bekerja mencari nafkah, walaupun kiamat datang. Beliau bersabda, إذا قامت القيامة وفي يد أحدكم فسيلة فليغرسها “Jika kiamat telah datang, dan ketika itu kalian memiliki cangkokan tanaman, tanamlah!” (HR. Ahmad no.12902, dishahihkan Syu’aib al-Arnauth dalam Takhrij Musnad Ahmad) Karena aktivitas bekerja mencari nafkah adalah aktivitas yang berpahala. Sehingga andaikan kiamat terjadi hendaknya seseorang tetap menambah pahalanya.  Bahkan orang yang malas mencari nafkah untuk keluarganya sehingga keluarganya terlantar dan tersia-siakan, ia dianggap sebagai pendosa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, كفى بالمرء إثماً أن يضيع من يعول “Seseorang itu sudah cukup dikatakan sebagai pendosa jika ia menelantarkan orang-orang yang menjadi tanggungannya.” (HR. Ahmad no.6842, dishahihkan Syu’aib al-Arnauth dalam Takhrij Musnad Ahmad) Prinsip 2: jangan mencari nafkah dengan cara haram. Mencari nafkah tidak boleh dari jalan yang haram. Baik haram pada dzatnya maupun haram pada cara mendapatkannya. Allah ta’ala berfirman: وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا “Dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah.” (QS. al-Baqarah: 41) Maksud ayat ini adalah, jangan melakukan pelanggaran terhadap agama demi mendapatkan keuntungan dunia. Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan: لا تعتاضوا عن الإيمان بآياتي وتصديق رسولي بالدنيا وشهواتها فإنها قليلة “Maksudnya, jangan menukar keimanan terhadap ayat-ayat-Ku dan keimanan kepada Rasul-Ku dengan dunia dan syahwatnya, karena dunia itu hal yang kecil (remeh).” (Tafsir Ibnu Katsir) Allah ta’ala juga berfirman, يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. al-Baqarah: 168) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّهُ لاَ يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلاَّ كَانَتِ النَّارُ أَوْلَى بِهِ “Sesungguhnya daging badan yang tumbuh berkembang dari sesuatu yang haram akan berhak dibakar dalam api neraka.” (HR. Tirmidzi, no. 614. Dishahihkan al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi) Dan harta yang haram akan Allah hilangkan keberkahannya. Sehingga walaupun harta itu banyak dan melimpah namun akan hilang atau sedikit kebaikan yang bisa didapatkan darinya. Allah ta’ala berfirman tentang harta riba: يَمْحَقُ اللّهُ الْرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ [البقرة:276] “Allah akan menghancurkan keberkahan harta riba, dan mengembangkan keberkahan orang yang bersedekah.” (QS. al-Baqarah: 276) Prinsip 3: nafkah adalah sarana untuk mencari akhirat. Perlu selalu disadari bahwa harta yang kita cari bukanlah tujuan. Namun ia sekedar sarana untuk menggapai akhirat. Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan menjelaskan: خلق الله الخلق لعبادته, وهيأ لهم ما يعينهم عليها من رزقه “Allah telah menciptakan para makhluk agar mereka beribadah kepada-Nya. Dan Allah siapkan rezeki bagi mereka, untuk membantu mereka melakukan itu.” (Kitabut Tauhid lil Fauzan, hal. 6) Kemudian beliau membawakan ayat: :وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. adz-Dzariyat: 56-58) Dalam Syarah al-Qawa’idul Arba’ah, asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan juga menjelaskan ayat di atas: “Anda telah memahami bahwa Allah ta’ala tidak menciptakan Anda dengan sia-sia. Dan Allah tidak menciptakan Anda agar Anda bisa makan dan minum saja. Atau agar Anda bisa bersenang-senang dan leha-leha di dunia.  Bukan, bukan itu tujuan Allah menciptakan Anda. Allah ta’ala menciptakan Anda untuk beribadah kepada-Nya semata. Dan Allah ciptakan benda-benda di alam semesta ini (makanan, minuman, udara, dll.) dalam rangka untuk membantu Anda agar bisa beribadah kepada Allah.  Karena Anda tidak akan mampu hidup di dunia tanpa adanya benda-benda tersebut. Dan Anda tidak akan bisa beribadah kepada Allah kecuali dengan adanya benda-benda tersebut. Allah ciptakan mereka untuk Anda, agar Anda beribadah kepada Allah semata. Bukan agar Anda bisa bersenang-senang, berleha-leha, berbuat maksiat, berbuat dosa, makan, minum sesuai keinginan Anda. Yang demikian ini keadaannya binatang! Adapun manusia, Allah ciptakan mereka untuk suatu tujuan yang agung dan hikmah yang agung, yaitu agar Anda beribadah kepada Allah.” (Syarah al-Qawa’idul Arba’, dinukil dari Silsilah Syarhil Rasail, hal 335) Prinsip 4: ambil sebab walaupun kecil. Ambil sebab dan berikhtiarlah! Walaupun ikhtiar Anda dalam mencari nafkah nampak lemah dan kecil di mata orang-orang. Semoga Allah berikan keberkahan sehingga datang hal yang besar. Allah ta’ala memerintahkan Maryam untuk mengambil sebab walaupun sebab yang lemah. Agar Allah mudahkan setelahnya untuk mendapatkan keberkahan rezeki yang melimpah. Allah berfirman:  وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا “Tendanglah olehmu (wahai Maryam) pohon kurma itu. Sehingga jatuh kepadamu kurma yang masak.” (QS. Maryam: 25) Menendang pohon kurma bagi seorang wanita yang hamil tentu perkara yang sulit dan hampir tidak mungkin membuat kurmanya jatuh. Namun Allah tetap perintahkan beliau sebagai upaya mengambil sebab. Maka bersemangatlah walaupun pekerjaan anda sederhana, gajinya kecil atau pendapatan anda sedikit, tetap lanjutkan dengan semangat jika itu yang anda bisa lakukan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  لَأَنْ يَغْدُوَ أَحَدُكُمْ، فَيَحْطِبَ عَلَى ظَهْرِهِ، فَيَتَصَدَّقَ بِهِ وَيَسْتَغْنِيَ بِهِ مِنَ النَّاسِ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ رَجُلًا، أَعْطَاهُ أَوْ مَنَعَهُ ذَلِكَ، فَإِنَّ الْيَدَ الْعُلْيَا أَفْضَلُ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ “Jika salah seorang di antara kalian pergi di pagi hari lalu mencari kayu bakar yang dipanggul di punggungnya (lalu menjualnya), kemudian bersedekah dengan hasilnya dan merasa cukup dari apa yang ada di tangan orang lain, maka itu lebih baik baginya daripada ia meminta-minta kepada orang lain, baik mereka memberi ataupun tidak, karena tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Dan mulailah dengan menafkahi orang yang engkau tanggung.” (HR. Bukhari no. 2075, Muslim no. 1042) Prinsip 5: optimalkan usaha, minimalkan waktu. Jangan sampai semua waktu dihabiskan untuk bekerja mencari harta dunia. Luangkan lebih banyak waktu untuk akhirat Anda. Sebisa mungkin waktu untuk mencari harta itu sesedikit mungkin, namun dalam waktu yang sedikit itu upayakan bekerja seoptimal mungkin. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ’anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  أيُّها النَّاسُ اتَّقوا اللَّهَ وأجملوا في الطَّلبِ فإنَّ نفسًا لن تموتَ حتَّى تستوفيَ رزقَها وإن أبطأَ عنْها فاتَّقوا اللَّهَ وأجملوا في الطَّلبِ خذوا ما حلَّ ودعوا ما حَرُمَ “Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah, dan carilah rezeki secara mujmal (sederhana). Karena tidak ada jiwa yang mati kecuali sudah terpenuhi jatah rezekinya, walaupun (terkadang) rezeki tersebut lambat sampai kepadanya. Maka gunakanlah cara yang indah dalam mencari rezeki. Ambillah yang halal-halal dan tinggalkan yang haram-haram.” (HR. Ibnu Majah no. 1756, dishahihkan al-Albani dalam Shahih Ibni Majah) Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan: “Dalam hadits ‘bertakwalah kepada Allah dan ajmiluu (sederhanalah) dalam mencari rezeki‘, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menggabungkan maslahat dunia dan akhirat. Kenikmatan dunia serta kelezatannya hanya bisa digapai dengan takwa kepada Allah.  Sedangkan hati dan badan yang bahagia, tidak terlalu berambisi terhadap dunia, tidak lelah untuk dunia, tidak ngoyo (memaksakan diri) untuk dunia, tidak bekerja melampaui batas dalam masalah dunia, tidak rela menderita demi mencari dunia, itu semua didapatkan dengan mencari dunia secara mujmal (global; ringkas).  Barang siapa yang bertakwa kepada Allah maka ia akan sukses mendapatkan kelezatan dan kenikmatan akhirat. Dan barang siapa yang mencari dunia secara mujmal, maka ia akan terbebas dari kesedihan dan kegelisahan dunia.” (Al-Fawaid, hal. 68) Misalnya jika dalam sehari Anda bekerja menghabiskan waktu 4 jam, dan itu sudah mendapatkan hasil yang cukup, maka jangan tambah lagi. Cukup 4 jam saja. Waktu yang tersisa digunakan untuk mencari akhirat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّ اللهَ يقولُ يا ابنَ آدمَ : تَفَرَّغْ لعبادَتِي أملأْ صدركَ غِنًى وأسُدُّ فقرَكَ ، وإِنْ لَّا تفعلْ ملأتُ يديْكَ شُغْلًا ، ولم أسُدَّ فقْرَكَ “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: Wahai manusia! Habiskan waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kecukupan dan akan Aku tutup kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukannya, maka akan Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak akan tutup kefakiranmu’.” (HR. at-Tirmidzi no. 2466, dishahihkan al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi) Wallahu a’lam, semoga Allah ta’ala memberi taufik. *** Ditulis oleh Ustadz Yulian Purnama, S.Kom. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASI: BANK SYARIAH INDONESIA7086882242a.n. YAYASAN YUFID NETWORK (Kode BSI: 451) 🔍 Hukum Menjual Kucing, Sunnah Membaca Surat Al Kahfi, Kriteria Kambing Aqiqah, Pelet Pengasihan, Amalan Pagar Badan Dari Serangan Gaib, Meditasi Tantra Visited 349 times, 1 visit(s) today Post Views: 389 <img class="aligncenter wp-image-43307" src="https://i0.wp.com/konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2023/10/qris-donasi-yufid-resized.jpeg" alt="QRIS donasi Yufid" width="741" height="1024" />

Doa Nabi Minta Ilmu yang Bermanfaat, Rezeki yang Baik, dan Amalan yang Diterima

Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. Kaum muslimin, Nabi kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, Nabi rahmah. Nabi yang penuh rahmat dan sangat semangat untuk memberikan yang terbaik kepada umatnya. Memberikan contoh yang terbaik untuk kebahagiaan dan kemudahan umatnya. Dan di antara contoh itu adalah beliau berdoa setiap paginya, dengan memanfaatkan waktu pagi yang penuh dengan keberkahan, yang penuh dengan keistimewaan. Ummu Salamah, istri Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengatakan, bahwa beliau setiap pagi mengucapkan: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا  وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA ‘ILMAN NAAFI’AN WA RIZQON THOYYIBAN WA ‘AMALAN MUTAQOBBALAN “Ya Allah aku memohon kepada Engkau: Ilmu yang manfaat, rezeki yang tayib, dan amalan yang diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Beliau memulai dengan ilmu yang manfaat, karena dia adalah kunci atas semuanya. Tidak mungkin kita bisa memahami halal dan haram tanpa ilmu. Tidak mungkin kita bisa beramal dengan amalan shalih tanpa ilmu. Maka beliau memulai dengan ilmu yang manfaat. Sebab ilmu adalah dasar untuk perubahan pada kebaikan. Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai Nabi yang ingin mengubah akhlak manusia, yang ingin mengubah kehidupan manusia, menjadi manusia yang berakhlak mulia. Memulai dengan menyampaikan wahyunya, اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ ajakan untuk berilmu, ajakan untuk mencari ilmu, karena memang komponen utama sebuah perubahan adalah ilmu yang bermanfaat. Oleh karena itu, beliau memulai dengan mengatakan: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA ‘ILMAN NAAFI’AN Oleh karena itu, setiap kita ingin maju, maka butuh perubahan. Perubahan butuh ilmu, maka salah bila ada kita yang enggan menuntut ilmu, enggan untuk belajar. Karena tidak akan maju seorang manusia dalam kehidupannya, baik dunia maupun akhiratnya, tanpa perubahan. Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: إِنَّ اللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ “Allah tidak mengubah nasib sebuah kaum, sampai mereka mengubah nasibnya tersebut.” (QS. ar-Ra’d: 11) Sehingga perubahan menjadi hal yang sangat penting untuk kemajuan kita, dan itu butuh ilmu. Oleh karena itu, Nabi kita pun disampaikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk mengetahui la ilaha illallah: فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ “Ketahuilah, wahai Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, Laa ilaha illallah, …” (QS. Muhammad: 19) Artinya diminta untuk berilmu, untuk mengetahui kandungan Laa ilaha illallah ini, “… kemudian mohonlah ampunan kepada-Nya untuk dirimu, dan untuk mukmin, dan mukminat.” (QS. Muhammad: 19) Di sinilah, lihat bagaimana pentingnya ilmu, sehingga ilmu itu akan mengantar seseorang kepada kebaikan dunia dan akhirat. Maka mari luangkan waktu kita untuk menuntut ilmu. Banyak kemudahan Allah berikan untuk orang yang ingin menuntut ilmu. Kemudian setelah itu, meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala rezeki yang tayib. Rezeki yang tayib, karena manusia butuh rezeki, butuh makanan, butuh juga apa saja yang bisa membuat ia lebih nyaman, lebih kuat di dunia ini, dan hanya rezeki yang tayiblah yang akan memberikan kepadanya keberkahan dalam tubuhnya, sehingga ia mampu untuk beramal saleh. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim, dalam shahihnya, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّ اللهَ طيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا  “Allah itu Mahabagus, tidak menerima, kecuali yang bagus وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الَمُرْسَلِيْنَ bahwa Allah itu memerintahkan kaum mukminin, dengan perintah kepada para Rasul ‘alaihimus shalatu wassalam.” Beliau membaca: يَا أَيُّها الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّباتِ واعْمَلُوا صالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Mu’minun: 51) dan beliau membaca juga: يَا أَيُّها الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّباتِ ما رَزَقْناكُمْ “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu.” (QS. al-Baqarah: 172) Menunjukkan pentingnya rezeki yang tayib ini. Kemudian beliau contohkan sebuah contoh: ada seorang yang berjalan dengan safar yang jauh, dalam keadaan, أَشْعَثَ أَغْبَرَ dalam keadaan kusut masai, يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ mengangkat tangannya ke langit, mengatakan: يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ dia mengangkat kedua tangannya, mengucapkan, “Ya Rabbi, ya Rabbi …” Namun makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan tumbuh dari hal yang haram, bagaimana akan diijabahi doanya?! Menunjukkan pentingnya rezeki yang tayib ini, baru kemudian ujungnya adalah amalan saleh, yang Allah terima, yang memenuhi syarat ikhlas dan sesuai dengan contoh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bila semua ini kita ketahui, maka tidak ada lagi alasan bagi kita semua untuk berhenti mencari ilmu, berhenti untuk mencari rezeki yang tayib, dan berhenti untuk beramal saleh. Perbanyak ilmu yang manfaat, perbanyak rezeki yang tayib, perbanyak juga amalan saleh tersebut. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan kita semua untuk meraih tiga hal ini, yang menjadi bekal yang baik mencapai ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. *** Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASI: BANK SYARIAH INDONESIA7086882242a.n. YAYASAN YUFID NETWORK (Kode BSI: 451) 🔍 Hukum Kredit, Bolehkah Pria Memakai Emas Putih, Hukum Shalat Dalam Keadaan Junub, Cara Ruqyah, Hukum Memegang Kemaluan Suami Saat Puasa, Bacaan Sholat Ied Idul Fitri Visited 1,185 times, 2 visit(s) today Post Views: 672 QRIS donasi Yufid

Doa Nabi Minta Ilmu yang Bermanfaat, Rezeki yang Baik, dan Amalan yang Diterima

Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. Kaum muslimin, Nabi kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, Nabi rahmah. Nabi yang penuh rahmat dan sangat semangat untuk memberikan yang terbaik kepada umatnya. Memberikan contoh yang terbaik untuk kebahagiaan dan kemudahan umatnya. Dan di antara contoh itu adalah beliau berdoa setiap paginya, dengan memanfaatkan waktu pagi yang penuh dengan keberkahan, yang penuh dengan keistimewaan. Ummu Salamah, istri Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengatakan, bahwa beliau setiap pagi mengucapkan: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا  وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA ‘ILMAN NAAFI’AN WA RIZQON THOYYIBAN WA ‘AMALAN MUTAQOBBALAN “Ya Allah aku memohon kepada Engkau: Ilmu yang manfaat, rezeki yang tayib, dan amalan yang diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Beliau memulai dengan ilmu yang manfaat, karena dia adalah kunci atas semuanya. Tidak mungkin kita bisa memahami halal dan haram tanpa ilmu. Tidak mungkin kita bisa beramal dengan amalan shalih tanpa ilmu. Maka beliau memulai dengan ilmu yang manfaat. Sebab ilmu adalah dasar untuk perubahan pada kebaikan. Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai Nabi yang ingin mengubah akhlak manusia, yang ingin mengubah kehidupan manusia, menjadi manusia yang berakhlak mulia. Memulai dengan menyampaikan wahyunya, اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ ajakan untuk berilmu, ajakan untuk mencari ilmu, karena memang komponen utama sebuah perubahan adalah ilmu yang bermanfaat. Oleh karena itu, beliau memulai dengan mengatakan: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA ‘ILMAN NAAFI’AN Oleh karena itu, setiap kita ingin maju, maka butuh perubahan. Perubahan butuh ilmu, maka salah bila ada kita yang enggan menuntut ilmu, enggan untuk belajar. Karena tidak akan maju seorang manusia dalam kehidupannya, baik dunia maupun akhiratnya, tanpa perubahan. Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: إِنَّ اللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ “Allah tidak mengubah nasib sebuah kaum, sampai mereka mengubah nasibnya tersebut.” (QS. ar-Ra’d: 11) Sehingga perubahan menjadi hal yang sangat penting untuk kemajuan kita, dan itu butuh ilmu. Oleh karena itu, Nabi kita pun disampaikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk mengetahui la ilaha illallah: فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ “Ketahuilah, wahai Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, Laa ilaha illallah, …” (QS. Muhammad: 19) Artinya diminta untuk berilmu, untuk mengetahui kandungan Laa ilaha illallah ini, “… kemudian mohonlah ampunan kepada-Nya untuk dirimu, dan untuk mukmin, dan mukminat.” (QS. Muhammad: 19) Di sinilah, lihat bagaimana pentingnya ilmu, sehingga ilmu itu akan mengantar seseorang kepada kebaikan dunia dan akhirat. Maka mari luangkan waktu kita untuk menuntut ilmu. Banyak kemudahan Allah berikan untuk orang yang ingin menuntut ilmu. Kemudian setelah itu, meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala rezeki yang tayib. Rezeki yang tayib, karena manusia butuh rezeki, butuh makanan, butuh juga apa saja yang bisa membuat ia lebih nyaman, lebih kuat di dunia ini, dan hanya rezeki yang tayiblah yang akan memberikan kepadanya keberkahan dalam tubuhnya, sehingga ia mampu untuk beramal saleh. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim, dalam shahihnya, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّ اللهَ طيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا  “Allah itu Mahabagus, tidak menerima, kecuali yang bagus وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الَمُرْسَلِيْنَ bahwa Allah itu memerintahkan kaum mukminin, dengan perintah kepada para Rasul ‘alaihimus shalatu wassalam.” Beliau membaca: يَا أَيُّها الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّباتِ واعْمَلُوا صالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Mu’minun: 51) dan beliau membaca juga: يَا أَيُّها الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّباتِ ما رَزَقْناكُمْ “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu.” (QS. al-Baqarah: 172) Menunjukkan pentingnya rezeki yang tayib ini. Kemudian beliau contohkan sebuah contoh: ada seorang yang berjalan dengan safar yang jauh, dalam keadaan, أَشْعَثَ أَغْبَرَ dalam keadaan kusut masai, يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ mengangkat tangannya ke langit, mengatakan: يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ dia mengangkat kedua tangannya, mengucapkan, “Ya Rabbi, ya Rabbi …” Namun makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan tumbuh dari hal yang haram, bagaimana akan diijabahi doanya?! Menunjukkan pentingnya rezeki yang tayib ini, baru kemudian ujungnya adalah amalan saleh, yang Allah terima, yang memenuhi syarat ikhlas dan sesuai dengan contoh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bila semua ini kita ketahui, maka tidak ada lagi alasan bagi kita semua untuk berhenti mencari ilmu, berhenti untuk mencari rezeki yang tayib, dan berhenti untuk beramal saleh. Perbanyak ilmu yang manfaat, perbanyak rezeki yang tayib, perbanyak juga amalan saleh tersebut. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan kita semua untuk meraih tiga hal ini, yang menjadi bekal yang baik mencapai ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. *** Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASI: BANK SYARIAH INDONESIA7086882242a.n. YAYASAN YUFID NETWORK (Kode BSI: 451) 🔍 Hukum Kredit, Bolehkah Pria Memakai Emas Putih, Hukum Shalat Dalam Keadaan Junub, Cara Ruqyah, Hukum Memegang Kemaluan Suami Saat Puasa, Bacaan Sholat Ied Idul Fitri Visited 1,185 times, 2 visit(s) today Post Views: 672 QRIS donasi Yufid
Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. Kaum muslimin, Nabi kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, Nabi rahmah. Nabi yang penuh rahmat dan sangat semangat untuk memberikan yang terbaik kepada umatnya. Memberikan contoh yang terbaik untuk kebahagiaan dan kemudahan umatnya. Dan di antara contoh itu adalah beliau berdoa setiap paginya, dengan memanfaatkan waktu pagi yang penuh dengan keberkahan, yang penuh dengan keistimewaan. Ummu Salamah, istri Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengatakan, bahwa beliau setiap pagi mengucapkan: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا  وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA ‘ILMAN NAAFI’AN WA RIZQON THOYYIBAN WA ‘AMALAN MUTAQOBBALAN “Ya Allah aku memohon kepada Engkau: Ilmu yang manfaat, rezeki yang tayib, dan amalan yang diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Beliau memulai dengan ilmu yang manfaat, karena dia adalah kunci atas semuanya. Tidak mungkin kita bisa memahami halal dan haram tanpa ilmu. Tidak mungkin kita bisa beramal dengan amalan shalih tanpa ilmu. Maka beliau memulai dengan ilmu yang manfaat. Sebab ilmu adalah dasar untuk perubahan pada kebaikan. Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai Nabi yang ingin mengubah akhlak manusia, yang ingin mengubah kehidupan manusia, menjadi manusia yang berakhlak mulia. Memulai dengan menyampaikan wahyunya, اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ ajakan untuk berilmu, ajakan untuk mencari ilmu, karena memang komponen utama sebuah perubahan adalah ilmu yang bermanfaat. Oleh karena itu, beliau memulai dengan mengatakan: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA ‘ILMAN NAAFI’AN Oleh karena itu, setiap kita ingin maju, maka butuh perubahan. Perubahan butuh ilmu, maka salah bila ada kita yang enggan menuntut ilmu, enggan untuk belajar. Karena tidak akan maju seorang manusia dalam kehidupannya, baik dunia maupun akhiratnya, tanpa perubahan. Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: إِنَّ اللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ “Allah tidak mengubah nasib sebuah kaum, sampai mereka mengubah nasibnya tersebut.” (QS. ar-Ra’d: 11) Sehingga perubahan menjadi hal yang sangat penting untuk kemajuan kita, dan itu butuh ilmu. Oleh karena itu, Nabi kita pun disampaikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk mengetahui la ilaha illallah: فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ “Ketahuilah, wahai Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, Laa ilaha illallah, …” (QS. Muhammad: 19) Artinya diminta untuk berilmu, untuk mengetahui kandungan Laa ilaha illallah ini, “… kemudian mohonlah ampunan kepada-Nya untuk dirimu, dan untuk mukmin, dan mukminat.” (QS. Muhammad: 19) Di sinilah, lihat bagaimana pentingnya ilmu, sehingga ilmu itu akan mengantar seseorang kepada kebaikan dunia dan akhirat. Maka mari luangkan waktu kita untuk menuntut ilmu. Banyak kemudahan Allah berikan untuk orang yang ingin menuntut ilmu. Kemudian setelah itu, meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala rezeki yang tayib. Rezeki yang tayib, karena manusia butuh rezeki, butuh makanan, butuh juga apa saja yang bisa membuat ia lebih nyaman, lebih kuat di dunia ini, dan hanya rezeki yang tayiblah yang akan memberikan kepadanya keberkahan dalam tubuhnya, sehingga ia mampu untuk beramal saleh. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim, dalam shahihnya, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّ اللهَ طيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا  “Allah itu Mahabagus, tidak menerima, kecuali yang bagus وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الَمُرْسَلِيْنَ bahwa Allah itu memerintahkan kaum mukminin, dengan perintah kepada para Rasul ‘alaihimus shalatu wassalam.” Beliau membaca: يَا أَيُّها الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّباتِ واعْمَلُوا صالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Mu’minun: 51) dan beliau membaca juga: يَا أَيُّها الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّباتِ ما رَزَقْناكُمْ “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu.” (QS. al-Baqarah: 172) Menunjukkan pentingnya rezeki yang tayib ini. Kemudian beliau contohkan sebuah contoh: ada seorang yang berjalan dengan safar yang jauh, dalam keadaan, أَشْعَثَ أَغْبَرَ dalam keadaan kusut masai, يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ mengangkat tangannya ke langit, mengatakan: يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ dia mengangkat kedua tangannya, mengucapkan, “Ya Rabbi, ya Rabbi …” Namun makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan tumbuh dari hal yang haram, bagaimana akan diijabahi doanya?! Menunjukkan pentingnya rezeki yang tayib ini, baru kemudian ujungnya adalah amalan saleh, yang Allah terima, yang memenuhi syarat ikhlas dan sesuai dengan contoh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bila semua ini kita ketahui, maka tidak ada lagi alasan bagi kita semua untuk berhenti mencari ilmu, berhenti untuk mencari rezeki yang tayib, dan berhenti untuk beramal saleh. Perbanyak ilmu yang manfaat, perbanyak rezeki yang tayib, perbanyak juga amalan saleh tersebut. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan kita semua untuk meraih tiga hal ini, yang menjadi bekal yang baik mencapai ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. *** Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASI: BANK SYARIAH INDONESIA7086882242a.n. YAYASAN YUFID NETWORK (Kode BSI: 451) 🔍 Hukum Kredit, Bolehkah Pria Memakai Emas Putih, Hukum Shalat Dalam Keadaan Junub, Cara Ruqyah, Hukum Memegang Kemaluan Suami Saat Puasa, Bacaan Sholat Ied Idul Fitri Visited 1,185 times, 2 visit(s) today Post Views: 672 QRIS donasi Yufid


Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. <iframe title="Doa Pagi Hari: Doa Ilmu yang Bermanfaat, Rezeki yang Baik, Amalan yang Diterima - Ceramah Singkat" width="616" height="347" src="https://www.youtube.com/embed/-mLWvcf9on8?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe> Kaum muslimin, Nabi kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, Nabi rahmah. Nabi yang penuh rahmat dan sangat semangat untuk memberikan yang terbaik kepada umatnya. Memberikan contoh yang terbaik untuk kebahagiaan dan kemudahan umatnya. Dan di antara contoh itu adalah beliau berdoa setiap paginya, dengan memanfaatkan waktu pagi yang penuh dengan keberkahan, yang penuh dengan keistimewaan. Ummu Salamah, istri Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengatakan, bahwa beliau setiap pagi mengucapkan: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا  وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA ‘ILMAN NAAFI’AN WA RIZQON THOYYIBAN WA ‘AMALAN MUTAQOBBALAN “Ya Allah aku memohon kepada Engkau: Ilmu yang manfaat, rezeki yang tayib, dan amalan yang diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Beliau memulai dengan ilmu yang manfaat, karena dia adalah kunci atas semuanya. Tidak mungkin kita bisa memahami halal dan haram tanpa ilmu. Tidak mungkin kita bisa beramal dengan amalan shalih tanpa ilmu. Maka beliau memulai dengan ilmu yang manfaat. Sebab ilmu adalah dasar untuk perubahan pada kebaikan. Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai Nabi yang ingin mengubah akhlak manusia, yang ingin mengubah kehidupan manusia, menjadi manusia yang berakhlak mulia. Memulai dengan menyampaikan wahyunya, اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ ajakan untuk berilmu, ajakan untuk mencari ilmu, karena memang komponen utama sebuah perubahan adalah ilmu yang bermanfaat. Oleh karena itu, beliau memulai dengan mengatakan: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA ‘ILMAN NAAFI’AN Oleh karena itu, setiap kita ingin maju, maka butuh perubahan. Perubahan butuh ilmu, maka salah bila ada kita yang enggan menuntut ilmu, enggan untuk belajar. Karena tidak akan maju seorang manusia dalam kehidupannya, baik dunia maupun akhiratnya, tanpa perubahan. Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: إِنَّ اللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ “Allah tidak mengubah nasib sebuah kaum, sampai mereka mengubah nasibnya tersebut.” (QS. ar-Ra’d: 11) Sehingga perubahan menjadi hal yang sangat penting untuk kemajuan kita, dan itu butuh ilmu. Oleh karena itu, Nabi kita pun disampaikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk mengetahui la ilaha illallah: فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ “Ketahuilah, wahai Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, Laa ilaha illallah, …” (QS. Muhammad: 19) Artinya diminta untuk berilmu, untuk mengetahui kandungan Laa ilaha illallah ini, “… kemudian mohonlah ampunan kepada-Nya untuk dirimu, dan untuk mukmin, dan mukminat.” (QS. Muhammad: 19) Di sinilah, lihat bagaimana pentingnya ilmu, sehingga ilmu itu akan mengantar seseorang kepada kebaikan dunia dan akhirat. Maka mari luangkan waktu kita untuk menuntut ilmu. Banyak kemudahan Allah berikan untuk orang yang ingin menuntut ilmu. Kemudian setelah itu, meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala rezeki yang tayib. Rezeki yang tayib, karena manusia butuh rezeki, butuh makanan, butuh juga apa saja yang bisa membuat ia lebih nyaman, lebih kuat di dunia ini, dan hanya rezeki yang tayiblah yang akan memberikan kepadanya keberkahan dalam tubuhnya, sehingga ia mampu untuk beramal saleh. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim, dalam shahihnya, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّ اللهَ طيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا  “Allah itu Mahabagus, tidak menerima, kecuali yang bagus وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الَمُرْسَلِيْنَ bahwa Allah itu memerintahkan kaum mukminin, dengan perintah kepada para Rasul ‘alaihimus shalatu wassalam.” Beliau membaca: يَا أَيُّها الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّباتِ واعْمَلُوا صالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Mu’minun: 51) dan beliau membaca juga: يَا أَيُّها الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّباتِ ما رَزَقْناكُمْ “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu.” (QS. al-Baqarah: 172) Menunjukkan pentingnya rezeki yang tayib ini. Kemudian beliau contohkan sebuah contoh: ada seorang yang berjalan dengan safar yang jauh, dalam keadaan, أَشْعَثَ أَغْبَرَ dalam keadaan kusut masai, يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ mengangkat tangannya ke langit, mengatakan: يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ dia mengangkat kedua tangannya, mengucapkan, “Ya Rabbi, ya Rabbi …” Namun makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan tumbuh dari hal yang haram, bagaimana akan diijabahi doanya?! Menunjukkan pentingnya rezeki yang tayib ini, baru kemudian ujungnya adalah amalan saleh, yang Allah terima, yang memenuhi syarat ikhlas dan sesuai dengan contoh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bila semua ini kita ketahui, maka tidak ada lagi alasan bagi kita semua untuk berhenti mencari ilmu, berhenti untuk mencari rezeki yang tayib, dan berhenti untuk beramal saleh. Perbanyak ilmu yang manfaat, perbanyak rezeki yang tayib, perbanyak juga amalan saleh tersebut. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan kita semua untuk meraih tiga hal ini, yang menjadi bekal yang baik mencapai ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. *** Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASI: BANK SYARIAH INDONESIA7086882242a.n. YAYASAN YUFID NETWORK (Kode BSI: 451) 🔍 Hukum Kredit, Bolehkah Pria Memakai Emas Putih, Hukum Shalat Dalam Keadaan Junub, Cara Ruqyah, Hukum Memegang Kemaluan Suami Saat Puasa, Bacaan Sholat Ied Idul Fitri Visited 1,185 times, 2 visit(s) today Post Views: 672 <img class="aligncenter wp-image-43307" src="https://i0.wp.com/konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2023/10/qris-donasi-yufid-resized.jpeg" alt="QRIS donasi Yufid" width="741" height="1024" />

Istimewanya Puasa Dibanding Ibadah Lain – Syaikh Muhammad al-Ma’yuf #NasehatUlama

Adapun puasa, maka Allah Subẖānahu wa Ta’ālā mengecualikannya, Dia berfirman,“… kecuali puasa, sungguh itu untuk-Ku,dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Semua amalan memang untuk Allah ʿAzza wa Jalla,namun pengecualian dan pengkhususan inimaksudnya adalah pengagungan terhadap puasa, wahai saudara-saudara,dan penjelasan tentang tingginya kedudukan dan kemuliaannya di sisi Allah ʿAzza wa Jalla. Dia berfirman, “Puasa adalah untuk-Ku.”Dia sandarkan puasa kepada diri-Nya, yang Mahasuci lagi Maha Terpuji.Maka, ketika Anda sedang berpuasa,hendaknya Anda menyadari bahwa Anda mengamalkan ibadah yang khusus untuk Allah ʿAzza wa Jalla. Beginilah keikhlasan beramal kepada Allah ʿAzza wa Jalla terwujud,karena orang yang berpuasa, walaupun ia sedang sendirian di suatu tempat,yang tidak ada yang melihatnya kecuali Allah ʿAzza wa Jalla,meskipun demikian—segala puji bagi Allah—hawa nafsunya tidak mendorongnyauntuk membatalkan puasanya. Demikianlah, bagaimana puasa mengajarkan murāqabah pada diri seseorang,yaitu merasa diawasi oleh Allah ʿAzza wa Jalla. ==== وَأَمَّا الصِّيَامُ فَإِنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى اسْتَثْنَاهُ فَقَالَ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزَِى بِهِ بَقِيَّةُ الْأَعْمَالِ هِيَ لِلهِ عَزَّ وَجَلَّ لَكِنَّ هَذَا الْاِسْتِثْنَاءَ وَهَذَا التَّخْصِيصَ يُرَادُ بِهِ تَعْظِيمُ الصِّيَامِ يَا إِخْوَانُ وَبَيَانُ عُلُوِّ مَكَانَتِهِ وَقَدْرِهِ عِنْدَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ: الصِّيَامُ لِي أَضَافَهُ إِلَيْهِ سُبْحَانَهُ وَبِحَمْدِهِ فَأَنْتَ وَأَنْتَ تَصُومُ تَسْتَشْعِرُ أَنَّكَ تَعْمَلُ عَمَلًا هُوَ لِلهِ عَزَّ وَجَلَّ وَبِهَذَا يَتَجَسَّدُ الْإِخْلَاصُ إِخْلَاصُ الْعَمَلِ لِلهِ عَزَّ وَجَلَّ لِأَنَّ الصَّائِمَ يَكُونُ فِي مَكَانٍ وَحْدَهُ لَا يَرَاهُ إِلَّا اللهُ عَزَّ وَجَلَّ وَمَعَ ذَلِكَ لَا تُحَدِّثُهُ نَفْسُهُ وَلِلهِ الْحَمْدُ بِأَنْ يُبْطِلَ صِيَامَهُ وَبِهَذَا كَانَ الصِّيَامُ يُرَبِّي فِي الْإِنْسَانِ الْمُرَاقَبَةَ مُرَاقَبَةَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28

Istimewanya Puasa Dibanding Ibadah Lain – Syaikh Muhammad al-Ma’yuf #NasehatUlama

Adapun puasa, maka Allah Subẖānahu wa Ta’ālā mengecualikannya, Dia berfirman,“… kecuali puasa, sungguh itu untuk-Ku,dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Semua amalan memang untuk Allah ʿAzza wa Jalla,namun pengecualian dan pengkhususan inimaksudnya adalah pengagungan terhadap puasa, wahai saudara-saudara,dan penjelasan tentang tingginya kedudukan dan kemuliaannya di sisi Allah ʿAzza wa Jalla. Dia berfirman, “Puasa adalah untuk-Ku.”Dia sandarkan puasa kepada diri-Nya, yang Mahasuci lagi Maha Terpuji.Maka, ketika Anda sedang berpuasa,hendaknya Anda menyadari bahwa Anda mengamalkan ibadah yang khusus untuk Allah ʿAzza wa Jalla. Beginilah keikhlasan beramal kepada Allah ʿAzza wa Jalla terwujud,karena orang yang berpuasa, walaupun ia sedang sendirian di suatu tempat,yang tidak ada yang melihatnya kecuali Allah ʿAzza wa Jalla,meskipun demikian—segala puji bagi Allah—hawa nafsunya tidak mendorongnyauntuk membatalkan puasanya. Demikianlah, bagaimana puasa mengajarkan murāqabah pada diri seseorang,yaitu merasa diawasi oleh Allah ʿAzza wa Jalla. ==== وَأَمَّا الصِّيَامُ فَإِنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى اسْتَثْنَاهُ فَقَالَ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزَِى بِهِ بَقِيَّةُ الْأَعْمَالِ هِيَ لِلهِ عَزَّ وَجَلَّ لَكِنَّ هَذَا الْاِسْتِثْنَاءَ وَهَذَا التَّخْصِيصَ يُرَادُ بِهِ تَعْظِيمُ الصِّيَامِ يَا إِخْوَانُ وَبَيَانُ عُلُوِّ مَكَانَتِهِ وَقَدْرِهِ عِنْدَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ: الصِّيَامُ لِي أَضَافَهُ إِلَيْهِ سُبْحَانَهُ وَبِحَمْدِهِ فَأَنْتَ وَأَنْتَ تَصُومُ تَسْتَشْعِرُ أَنَّكَ تَعْمَلُ عَمَلًا هُوَ لِلهِ عَزَّ وَجَلَّ وَبِهَذَا يَتَجَسَّدُ الْإِخْلَاصُ إِخْلَاصُ الْعَمَلِ لِلهِ عَزَّ وَجَلَّ لِأَنَّ الصَّائِمَ يَكُونُ فِي مَكَانٍ وَحْدَهُ لَا يَرَاهُ إِلَّا اللهُ عَزَّ وَجَلَّ وَمَعَ ذَلِكَ لَا تُحَدِّثُهُ نَفْسُهُ وَلِلهِ الْحَمْدُ بِأَنْ يُبْطِلَ صِيَامَهُ وَبِهَذَا كَانَ الصِّيَامُ يُرَبِّي فِي الْإِنْسَانِ الْمُرَاقَبَةَ مُرَاقَبَةَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28
Adapun puasa, maka Allah Subẖānahu wa Ta’ālā mengecualikannya, Dia berfirman,“… kecuali puasa, sungguh itu untuk-Ku,dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Semua amalan memang untuk Allah ʿAzza wa Jalla,namun pengecualian dan pengkhususan inimaksudnya adalah pengagungan terhadap puasa, wahai saudara-saudara,dan penjelasan tentang tingginya kedudukan dan kemuliaannya di sisi Allah ʿAzza wa Jalla. Dia berfirman, “Puasa adalah untuk-Ku.”Dia sandarkan puasa kepada diri-Nya, yang Mahasuci lagi Maha Terpuji.Maka, ketika Anda sedang berpuasa,hendaknya Anda menyadari bahwa Anda mengamalkan ibadah yang khusus untuk Allah ʿAzza wa Jalla. Beginilah keikhlasan beramal kepada Allah ʿAzza wa Jalla terwujud,karena orang yang berpuasa, walaupun ia sedang sendirian di suatu tempat,yang tidak ada yang melihatnya kecuali Allah ʿAzza wa Jalla,meskipun demikian—segala puji bagi Allah—hawa nafsunya tidak mendorongnyauntuk membatalkan puasanya. Demikianlah, bagaimana puasa mengajarkan murāqabah pada diri seseorang,yaitu merasa diawasi oleh Allah ʿAzza wa Jalla. ==== وَأَمَّا الصِّيَامُ فَإِنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى اسْتَثْنَاهُ فَقَالَ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزَِى بِهِ بَقِيَّةُ الْأَعْمَالِ هِيَ لِلهِ عَزَّ وَجَلَّ لَكِنَّ هَذَا الْاِسْتِثْنَاءَ وَهَذَا التَّخْصِيصَ يُرَادُ بِهِ تَعْظِيمُ الصِّيَامِ يَا إِخْوَانُ وَبَيَانُ عُلُوِّ مَكَانَتِهِ وَقَدْرِهِ عِنْدَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ: الصِّيَامُ لِي أَضَافَهُ إِلَيْهِ سُبْحَانَهُ وَبِحَمْدِهِ فَأَنْتَ وَأَنْتَ تَصُومُ تَسْتَشْعِرُ أَنَّكَ تَعْمَلُ عَمَلًا هُوَ لِلهِ عَزَّ وَجَلَّ وَبِهَذَا يَتَجَسَّدُ الْإِخْلَاصُ إِخْلَاصُ الْعَمَلِ لِلهِ عَزَّ وَجَلَّ لِأَنَّ الصَّائِمَ يَكُونُ فِي مَكَانٍ وَحْدَهُ لَا يَرَاهُ إِلَّا اللهُ عَزَّ وَجَلَّ وَمَعَ ذَلِكَ لَا تُحَدِّثُهُ نَفْسُهُ وَلِلهِ الْحَمْدُ بِأَنْ يُبْطِلَ صِيَامَهُ وَبِهَذَا كَانَ الصِّيَامُ يُرَبِّي فِي الْإِنْسَانِ الْمُرَاقَبَةَ مُرَاقَبَةَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28


Adapun puasa, maka Allah Subẖānahu wa Ta’ālā mengecualikannya, Dia berfirman,“… kecuali puasa, sungguh itu untuk-Ku,dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Semua amalan memang untuk Allah ʿAzza wa Jalla,namun pengecualian dan pengkhususan inimaksudnya adalah pengagungan terhadap puasa, wahai saudara-saudara,dan penjelasan tentang tingginya kedudukan dan kemuliaannya di sisi Allah ʿAzza wa Jalla. Dia berfirman, “Puasa adalah untuk-Ku.”Dia sandarkan puasa kepada diri-Nya, yang Mahasuci lagi Maha Terpuji.Maka, ketika Anda sedang berpuasa,hendaknya Anda menyadari bahwa Anda mengamalkan ibadah yang khusus untuk Allah ʿAzza wa Jalla. Beginilah keikhlasan beramal kepada Allah ʿAzza wa Jalla terwujud,karena orang yang berpuasa, walaupun ia sedang sendirian di suatu tempat,yang tidak ada yang melihatnya kecuali Allah ʿAzza wa Jalla,meskipun demikian—segala puji bagi Allah—hawa nafsunya tidak mendorongnyauntuk membatalkan puasanya. Demikianlah, bagaimana puasa mengajarkan murāqabah pada diri seseorang,yaitu merasa diawasi oleh Allah ʿAzza wa Jalla. ==== وَأَمَّا الصِّيَامُ فَإِنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى اسْتَثْنَاهُ فَقَالَ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزَِى بِهِ بَقِيَّةُ الْأَعْمَالِ هِيَ لِلهِ عَزَّ وَجَلَّ لَكِنَّ هَذَا الْاِسْتِثْنَاءَ وَهَذَا التَّخْصِيصَ يُرَادُ بِهِ تَعْظِيمُ الصِّيَامِ يَا إِخْوَانُ وَبَيَانُ عُلُوِّ مَكَانَتِهِ وَقَدْرِهِ عِنْدَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ: الصِّيَامُ لِي أَضَافَهُ إِلَيْهِ سُبْحَانَهُ وَبِحَمْدِهِ فَأَنْتَ وَأَنْتَ تَصُومُ تَسْتَشْعِرُ أَنَّكَ تَعْمَلُ عَمَلًا هُوَ لِلهِ عَزَّ وَجَلَّ وَبِهَذَا يَتَجَسَّدُ الْإِخْلَاصُ إِخْلَاصُ الْعَمَلِ لِلهِ عَزَّ وَجَلَّ لِأَنَّ الصَّائِمَ يَكُونُ فِي مَكَانٍ وَحْدَهُ لَا يَرَاهُ إِلَّا اللهُ عَزَّ وَجَلَّ وَمَعَ ذَلِكَ لَا تُحَدِّثُهُ نَفْسُهُ وَلِلهِ الْحَمْدُ بِأَنْ يُبْطِلَ صِيَامَهُ وَبِهَذَا كَانَ الصِّيَامُ يُرَبِّي فِي الْإِنْسَانِ الْمُرَاقَبَةَ مُرَاقَبَةَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28

Kekuatan Ikhlas dan Potret Ulama Salaf dalam Keikhlasan

Daftar Isi sembunyikan 1. Kekuatan ikhlas 2. Ulama salaf dan keikhlasan Kekuatan ikhlasAllah berfirman,وَمَاۤ أُمِرُوۤا۟ إِلَّا لِیَعۡبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخۡلِصِینَ لَهُ ٱلدِّینَ حُنَفَاۤءَ وَیُقِیمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَیُؤۡتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَۚ وَذَ ٰ⁠لِكَ دِینُ ٱلۡقَیِّمَةِ“Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan supaya beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan amal (ketaatan) kepada-Nya dalam menjalani agama yang lurus, mendirikan salat, menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah: 5)Allah juga berfirman,إِنَّاۤ أَنزَلۡنَاۤ إِلَیۡكَ ٱلۡكِتَـٰبَ بِٱلۡحَقِّ فَٱعۡبُدِ ٱللَّهَ مُخۡلِصࣰا لَّهُ ٱلدِّینَ“Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al-Kitab dengan benar. Maka, sembahlah Allah dengan mengikhlaskan agama kepada-Nya.” (QS. Az-Zumar: 2)Allah pun berfirman memerintahkan kepada Nabi-Nya,قُلۡ إِنِّیۤ أُمِرۡتُ أَنۡ أَعۡبُدَ ٱللَّهَ مُخۡلِصࣰا لَّهُ ٱلدِّینَ“Katakanlah, ‘Sesungguhnya Aku diperintahkan untuk beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan agama kepada-Nya semata.’” (QS. Az-Zumar: 11)Dari Umar bin Khattab radhiyallahu ’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَِى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا، أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ“Sesungguhnya seluruh amal itu tergantung pada niat. Maka, barangsiapa yang berhijrah dalam rangka memenuhi seruan Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya benar-benar akan mendapatkan balasan berhijrah menuju Allah dan rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena menginginkan dunia atau wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu hanya akan memperoleh apa yang dia niatkan saja.” (HR. Bukhari dan Muslim)Baca Juga: Fatwa Ulama: Fawaid Seputar Surat Al IkhlashDari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya orang yang pertama kali akan diadili pada hari kiamat kelak adalah seorang yang berperang untuk mencari mati syahid di jalan Allah. Kemudian dia dihadirkan dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya (di dunia) , maka dia pun mengakuinya. Allah bertanya, ‘Apa yang sudah kamu kerjakan dengan nikmat-nikmat itu?’ Dia menjawab, ‘Aku telah berperang di jalan-Mu hingga aku mati syahid.’ Allah menjawab, ‘Kamu dusta! Sebenarnya kamu berperang karena ingin mendapatkan pujian sebagai seorang yang pemberani, dan hal itu telah kamu dapatkan. Lantas Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya dalam keadaan tertelungkup dan dia pun dilemparkan ke dalam neraka.Berikutnya, seorang lelaki yang telah diberikan kelapangan rezeki dan dikaruniai beragam harta benda. Dia juga dihadirkan, dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya. Dia pun mengakuinya. Allah pun bertanya kepadanya, ‘Apa yang sudah kamu kerjakan dengannya?’ Dia menjawab, ‘Tidak ada satu jalan pun yang harus kusedekahkan hartaku, kecuali telah aku infakkan harta itu di jalan-Mu, ikhlas karena-Mu.’ Maka, Allah menjawab, ‘Kamu dusta! Sebenarnya kamu lakukan hal itu agar kamu dijuluki sebagai orang yang dermawan. Dan pujian itu telah kamu dapatkan.’ Lantas Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya dalam keadaan tertelungkup dan dia pun dilemparkan ke dalam neraka.Berikutnya, seorang lelaki yang mempelajari ilmu (agama) dan mengajarkannya serta membaca Al-Qur’an. Dia pun dihadirkan dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya. Dia pun mengakui itu semua. Allah bertanya, ‘Apa yang sudah kamu perbuat dengan itu semua?’ Maka dia menjawab, ‘Aku menuntut ilmu, mengajarkannya, dan membaca Al-Qur’an di jalan-Mu.’ Allah menjawab, ‘Kamu dusta! Sesungguhnya kamu menuntut ilmu agar disebut sebagai orang alim, kamu membaca Al-Qur’an agar disebut sebagai qari’.’ Lantas Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya dalam keadaan tertelungkup dan dia pun dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim)Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhu mengatakan, “Ada tiga buah tanda orang yang suka riya’ (beramal tidak ikhlas): [1] apabila sendirian, maka dia menjadi pemalas, [2] dan hanya bersemangat apabila berada bersama orang-orang, [3] dia akan meningkatkan amalnya jika dipuji dan akan mengurangi amalnya jika dicela orang karena melakukannya.” (Al-Kabaa’ir, hal. 156)Dzun Nun Al-Mishri mengatakan, “Tidaklah aku melihat ada sesuatu yang lebih dapat membangkitkan keikhlasan daripada khalwah (menyendiri).” (Risalah Qusyairiyah, 1: 50. Asy-Syamilah)Syaikh As-Sa’di rahimahullah mengatakan, “Ketahuilah, sesungguhnya mengikhlaskan amal karena Allah merupakan pondasi agama, ruh tauhid, dan ibadah. Hakikat ikhlas itu adalah hamba beribadah hanya bermaksud untuk mendapatkan pahala melihat wajah-Nya, menginginkan balasan, dan keutamaan dari-Nya.” (Al-Qaul As-Sadid, hal. 107).Baca Juga: Buah Manis KeikhlasanUlama salaf dan keikhlasanSeorang ulama yang mulia dan sangat wara’ (berhati-hati) Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata, ”Tidaklah aku menyembuhkan sesuatu yang lebih sulit daripada niatku.” (Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim dinukil dari Ma’alim fii Thariq Thalabil ‘Ilmi, hal. 19)Yusuf bin Al Husain Ar-Razi rahimahullah mengatakan, ”Sesuatu yang paling sulit di dunia ini adalah ikhlas. Betapa sering aku berusaha mengenyahkan riya’ dari dalam hatiku, namun sepertinya ia kembali muncul dengan warna yang lain.” (Jami’ul ‘Ulum, hal. 25).Ad-Daruquthni rahimahullah mengatakan, ”Pada awalnya kami menuntut ilmu bukan semata-mata karena Allah. Akan tetapi, ternyata ilmu itu enggan sehingga dia menyeret kami untuk ikhlas dalam belajar karena Allah.” (Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim, dinukil dari Ma’alim, hal. 20)Asy-Syathibi rahimahullah mengatakan, ”Penyakit hati yang paling terakhir menghinggapi hati orang-orang saleh adalah suka mendapat kekuasaan dan gemar menonjolkan diri.” (Al-I’tisham, dinukil dari Ma’alim, hal. 20)Di dalam biografi Ayyub As-Sikhtiyani disebutkan oleh Syu’bah bahwa Ayyub mengatakan, ”Aku sering disebut orang, namun aku tidak senang disebut-sebut.” (Siyar A’lamin Nubala’, dinukil dari Ma’alim, hal. 22)Pada suatu ketika, sampailah berita kepada Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah bahwa orang-orang mendoakan kebaikan untuknya, maka beliau berkata, ”Semoga saja, ini bukanlah bentuk istidraj (yang membuatku lupa diri).” (Siyar A’lamin Nubala’, dinukil dari Ma’alim, hal. 22)Begitu pula ketika ada salah seorang muridnya yang mengabarkan pujian orang-orang kepada beliau, Imam Ahmad mengatakan kepada si murid, ”Wahai Abu Bakar! Apabila seseorang telah mengenali hakikat dirinya sendiri, maka ucapan orang tidak akan berguna baginya.” (Siyar A’lamin Nubala’, dinukil dari Ma’alim, hal. 22)Diriwayatkan dari Mutharrif bin Abdullah rahimahullah bahwa dia mengatakan, ”Baiknya hati adalah dengan baiknya amalan. Sedangkan baiknya amalan adalah dengan baiknya niat.” (Jami’ul ‘Ulum, hal. 17)Dari Ibnul Mubarak rahimahullah, dia mengatakan, ”Betapa banyak amal yang kecil menjadi besar gara-gara niat. Dan betapa banyak amal yang besar menjadi kecil gara-gara niat.” (Jami’ul ‘Ulum, hal. 17).Sahl bin Abdullah rahimahullah mengatakan, ”Tidak ada sesuatu yang lebih berat bagi jiwa daripada keikhlasan, karena di dalamnya hawa nafsu tidak ambil bagian sama sekali.” (Jami’ul ‘Ulum, hal. 25)Baca Juga:Fatwa: Apa Makna Ikhlas dalam Beramal?Perintah untuk Ikhlas Beribadah***Penulis: Ari Wahyudi, S.Si.Artikel: www.muslim.or.id🔍 Tawakal, Penyakit 'ain Adalah, Fathu Makkah Artinya, Mencari Kesalahan Orang Lain Untuk Menutupi Kesalahan Sendiri, Doa Doa MustajabahTags: adabamalan hatiikhlasikhlas dalam beramalkekuatan ikhlaskeutamaan ikhlaskiat ikhlasmeraih keihlasanulamaulama salaf

Kekuatan Ikhlas dan Potret Ulama Salaf dalam Keikhlasan

Daftar Isi sembunyikan 1. Kekuatan ikhlas 2. Ulama salaf dan keikhlasan Kekuatan ikhlasAllah berfirman,وَمَاۤ أُمِرُوۤا۟ إِلَّا لِیَعۡبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخۡلِصِینَ لَهُ ٱلدِّینَ حُنَفَاۤءَ وَیُقِیمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَیُؤۡتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَۚ وَذَ ٰ⁠لِكَ دِینُ ٱلۡقَیِّمَةِ“Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan supaya beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan amal (ketaatan) kepada-Nya dalam menjalani agama yang lurus, mendirikan salat, menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah: 5)Allah juga berfirman,إِنَّاۤ أَنزَلۡنَاۤ إِلَیۡكَ ٱلۡكِتَـٰبَ بِٱلۡحَقِّ فَٱعۡبُدِ ٱللَّهَ مُخۡلِصࣰا لَّهُ ٱلدِّینَ“Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al-Kitab dengan benar. Maka, sembahlah Allah dengan mengikhlaskan agama kepada-Nya.” (QS. Az-Zumar: 2)Allah pun berfirman memerintahkan kepada Nabi-Nya,قُلۡ إِنِّیۤ أُمِرۡتُ أَنۡ أَعۡبُدَ ٱللَّهَ مُخۡلِصࣰا لَّهُ ٱلدِّینَ“Katakanlah, ‘Sesungguhnya Aku diperintahkan untuk beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan agama kepada-Nya semata.’” (QS. Az-Zumar: 11)Dari Umar bin Khattab radhiyallahu ’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَِى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا، أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ“Sesungguhnya seluruh amal itu tergantung pada niat. Maka, barangsiapa yang berhijrah dalam rangka memenuhi seruan Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya benar-benar akan mendapatkan balasan berhijrah menuju Allah dan rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena menginginkan dunia atau wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu hanya akan memperoleh apa yang dia niatkan saja.” (HR. Bukhari dan Muslim)Baca Juga: Fatwa Ulama: Fawaid Seputar Surat Al IkhlashDari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya orang yang pertama kali akan diadili pada hari kiamat kelak adalah seorang yang berperang untuk mencari mati syahid di jalan Allah. Kemudian dia dihadirkan dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya (di dunia) , maka dia pun mengakuinya. Allah bertanya, ‘Apa yang sudah kamu kerjakan dengan nikmat-nikmat itu?’ Dia menjawab, ‘Aku telah berperang di jalan-Mu hingga aku mati syahid.’ Allah menjawab, ‘Kamu dusta! Sebenarnya kamu berperang karena ingin mendapatkan pujian sebagai seorang yang pemberani, dan hal itu telah kamu dapatkan. Lantas Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya dalam keadaan tertelungkup dan dia pun dilemparkan ke dalam neraka.Berikutnya, seorang lelaki yang telah diberikan kelapangan rezeki dan dikaruniai beragam harta benda. Dia juga dihadirkan, dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya. Dia pun mengakuinya. Allah pun bertanya kepadanya, ‘Apa yang sudah kamu kerjakan dengannya?’ Dia menjawab, ‘Tidak ada satu jalan pun yang harus kusedekahkan hartaku, kecuali telah aku infakkan harta itu di jalan-Mu, ikhlas karena-Mu.’ Maka, Allah menjawab, ‘Kamu dusta! Sebenarnya kamu lakukan hal itu agar kamu dijuluki sebagai orang yang dermawan. Dan pujian itu telah kamu dapatkan.’ Lantas Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya dalam keadaan tertelungkup dan dia pun dilemparkan ke dalam neraka.Berikutnya, seorang lelaki yang mempelajari ilmu (agama) dan mengajarkannya serta membaca Al-Qur’an. Dia pun dihadirkan dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya. Dia pun mengakui itu semua. Allah bertanya, ‘Apa yang sudah kamu perbuat dengan itu semua?’ Maka dia menjawab, ‘Aku menuntut ilmu, mengajarkannya, dan membaca Al-Qur’an di jalan-Mu.’ Allah menjawab, ‘Kamu dusta! Sesungguhnya kamu menuntut ilmu agar disebut sebagai orang alim, kamu membaca Al-Qur’an agar disebut sebagai qari’.’ Lantas Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya dalam keadaan tertelungkup dan dia pun dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim)Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhu mengatakan, “Ada tiga buah tanda orang yang suka riya’ (beramal tidak ikhlas): [1] apabila sendirian, maka dia menjadi pemalas, [2] dan hanya bersemangat apabila berada bersama orang-orang, [3] dia akan meningkatkan amalnya jika dipuji dan akan mengurangi amalnya jika dicela orang karena melakukannya.” (Al-Kabaa’ir, hal. 156)Dzun Nun Al-Mishri mengatakan, “Tidaklah aku melihat ada sesuatu yang lebih dapat membangkitkan keikhlasan daripada khalwah (menyendiri).” (Risalah Qusyairiyah, 1: 50. Asy-Syamilah)Syaikh As-Sa’di rahimahullah mengatakan, “Ketahuilah, sesungguhnya mengikhlaskan amal karena Allah merupakan pondasi agama, ruh tauhid, dan ibadah. Hakikat ikhlas itu adalah hamba beribadah hanya bermaksud untuk mendapatkan pahala melihat wajah-Nya, menginginkan balasan, dan keutamaan dari-Nya.” (Al-Qaul As-Sadid, hal. 107).Baca Juga: Buah Manis KeikhlasanUlama salaf dan keikhlasanSeorang ulama yang mulia dan sangat wara’ (berhati-hati) Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata, ”Tidaklah aku menyembuhkan sesuatu yang lebih sulit daripada niatku.” (Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim dinukil dari Ma’alim fii Thariq Thalabil ‘Ilmi, hal. 19)Yusuf bin Al Husain Ar-Razi rahimahullah mengatakan, ”Sesuatu yang paling sulit di dunia ini adalah ikhlas. Betapa sering aku berusaha mengenyahkan riya’ dari dalam hatiku, namun sepertinya ia kembali muncul dengan warna yang lain.” (Jami’ul ‘Ulum, hal. 25).Ad-Daruquthni rahimahullah mengatakan, ”Pada awalnya kami menuntut ilmu bukan semata-mata karena Allah. Akan tetapi, ternyata ilmu itu enggan sehingga dia menyeret kami untuk ikhlas dalam belajar karena Allah.” (Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim, dinukil dari Ma’alim, hal. 20)Asy-Syathibi rahimahullah mengatakan, ”Penyakit hati yang paling terakhir menghinggapi hati orang-orang saleh adalah suka mendapat kekuasaan dan gemar menonjolkan diri.” (Al-I’tisham, dinukil dari Ma’alim, hal. 20)Di dalam biografi Ayyub As-Sikhtiyani disebutkan oleh Syu’bah bahwa Ayyub mengatakan, ”Aku sering disebut orang, namun aku tidak senang disebut-sebut.” (Siyar A’lamin Nubala’, dinukil dari Ma’alim, hal. 22)Pada suatu ketika, sampailah berita kepada Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah bahwa orang-orang mendoakan kebaikan untuknya, maka beliau berkata, ”Semoga saja, ini bukanlah bentuk istidraj (yang membuatku lupa diri).” (Siyar A’lamin Nubala’, dinukil dari Ma’alim, hal. 22)Begitu pula ketika ada salah seorang muridnya yang mengabarkan pujian orang-orang kepada beliau, Imam Ahmad mengatakan kepada si murid, ”Wahai Abu Bakar! Apabila seseorang telah mengenali hakikat dirinya sendiri, maka ucapan orang tidak akan berguna baginya.” (Siyar A’lamin Nubala’, dinukil dari Ma’alim, hal. 22)Diriwayatkan dari Mutharrif bin Abdullah rahimahullah bahwa dia mengatakan, ”Baiknya hati adalah dengan baiknya amalan. Sedangkan baiknya amalan adalah dengan baiknya niat.” (Jami’ul ‘Ulum, hal. 17)Dari Ibnul Mubarak rahimahullah, dia mengatakan, ”Betapa banyak amal yang kecil menjadi besar gara-gara niat. Dan betapa banyak amal yang besar menjadi kecil gara-gara niat.” (Jami’ul ‘Ulum, hal. 17).Sahl bin Abdullah rahimahullah mengatakan, ”Tidak ada sesuatu yang lebih berat bagi jiwa daripada keikhlasan, karena di dalamnya hawa nafsu tidak ambil bagian sama sekali.” (Jami’ul ‘Ulum, hal. 25)Baca Juga:Fatwa: Apa Makna Ikhlas dalam Beramal?Perintah untuk Ikhlas Beribadah***Penulis: Ari Wahyudi, S.Si.Artikel: www.muslim.or.id🔍 Tawakal, Penyakit 'ain Adalah, Fathu Makkah Artinya, Mencari Kesalahan Orang Lain Untuk Menutupi Kesalahan Sendiri, Doa Doa MustajabahTags: adabamalan hatiikhlasikhlas dalam beramalkekuatan ikhlaskeutamaan ikhlaskiat ikhlasmeraih keihlasanulamaulama salaf
Daftar Isi sembunyikan 1. Kekuatan ikhlas 2. Ulama salaf dan keikhlasan Kekuatan ikhlasAllah berfirman,وَمَاۤ أُمِرُوۤا۟ إِلَّا لِیَعۡبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخۡلِصِینَ لَهُ ٱلدِّینَ حُنَفَاۤءَ وَیُقِیمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَیُؤۡتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَۚ وَذَ ٰ⁠لِكَ دِینُ ٱلۡقَیِّمَةِ“Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan supaya beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan amal (ketaatan) kepada-Nya dalam menjalani agama yang lurus, mendirikan salat, menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah: 5)Allah juga berfirman,إِنَّاۤ أَنزَلۡنَاۤ إِلَیۡكَ ٱلۡكِتَـٰبَ بِٱلۡحَقِّ فَٱعۡبُدِ ٱللَّهَ مُخۡلِصࣰا لَّهُ ٱلدِّینَ“Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al-Kitab dengan benar. Maka, sembahlah Allah dengan mengikhlaskan agama kepada-Nya.” (QS. Az-Zumar: 2)Allah pun berfirman memerintahkan kepada Nabi-Nya,قُلۡ إِنِّیۤ أُمِرۡتُ أَنۡ أَعۡبُدَ ٱللَّهَ مُخۡلِصࣰا لَّهُ ٱلدِّینَ“Katakanlah, ‘Sesungguhnya Aku diperintahkan untuk beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan agama kepada-Nya semata.’” (QS. Az-Zumar: 11)Dari Umar bin Khattab radhiyallahu ’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَِى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا، أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ“Sesungguhnya seluruh amal itu tergantung pada niat. Maka, barangsiapa yang berhijrah dalam rangka memenuhi seruan Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya benar-benar akan mendapatkan balasan berhijrah menuju Allah dan rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena menginginkan dunia atau wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu hanya akan memperoleh apa yang dia niatkan saja.” (HR. Bukhari dan Muslim)Baca Juga: Fatwa Ulama: Fawaid Seputar Surat Al IkhlashDari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya orang yang pertama kali akan diadili pada hari kiamat kelak adalah seorang yang berperang untuk mencari mati syahid di jalan Allah. Kemudian dia dihadirkan dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya (di dunia) , maka dia pun mengakuinya. Allah bertanya, ‘Apa yang sudah kamu kerjakan dengan nikmat-nikmat itu?’ Dia menjawab, ‘Aku telah berperang di jalan-Mu hingga aku mati syahid.’ Allah menjawab, ‘Kamu dusta! Sebenarnya kamu berperang karena ingin mendapatkan pujian sebagai seorang yang pemberani, dan hal itu telah kamu dapatkan. Lantas Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya dalam keadaan tertelungkup dan dia pun dilemparkan ke dalam neraka.Berikutnya, seorang lelaki yang telah diberikan kelapangan rezeki dan dikaruniai beragam harta benda. Dia juga dihadirkan, dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya. Dia pun mengakuinya. Allah pun bertanya kepadanya, ‘Apa yang sudah kamu kerjakan dengannya?’ Dia menjawab, ‘Tidak ada satu jalan pun yang harus kusedekahkan hartaku, kecuali telah aku infakkan harta itu di jalan-Mu, ikhlas karena-Mu.’ Maka, Allah menjawab, ‘Kamu dusta! Sebenarnya kamu lakukan hal itu agar kamu dijuluki sebagai orang yang dermawan. Dan pujian itu telah kamu dapatkan.’ Lantas Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya dalam keadaan tertelungkup dan dia pun dilemparkan ke dalam neraka.Berikutnya, seorang lelaki yang mempelajari ilmu (agama) dan mengajarkannya serta membaca Al-Qur’an. Dia pun dihadirkan dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya. Dia pun mengakui itu semua. Allah bertanya, ‘Apa yang sudah kamu perbuat dengan itu semua?’ Maka dia menjawab, ‘Aku menuntut ilmu, mengajarkannya, dan membaca Al-Qur’an di jalan-Mu.’ Allah menjawab, ‘Kamu dusta! Sesungguhnya kamu menuntut ilmu agar disebut sebagai orang alim, kamu membaca Al-Qur’an agar disebut sebagai qari’.’ Lantas Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya dalam keadaan tertelungkup dan dia pun dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim)Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhu mengatakan, “Ada tiga buah tanda orang yang suka riya’ (beramal tidak ikhlas): [1] apabila sendirian, maka dia menjadi pemalas, [2] dan hanya bersemangat apabila berada bersama orang-orang, [3] dia akan meningkatkan amalnya jika dipuji dan akan mengurangi amalnya jika dicela orang karena melakukannya.” (Al-Kabaa’ir, hal. 156)Dzun Nun Al-Mishri mengatakan, “Tidaklah aku melihat ada sesuatu yang lebih dapat membangkitkan keikhlasan daripada khalwah (menyendiri).” (Risalah Qusyairiyah, 1: 50. Asy-Syamilah)Syaikh As-Sa’di rahimahullah mengatakan, “Ketahuilah, sesungguhnya mengikhlaskan amal karena Allah merupakan pondasi agama, ruh tauhid, dan ibadah. Hakikat ikhlas itu adalah hamba beribadah hanya bermaksud untuk mendapatkan pahala melihat wajah-Nya, menginginkan balasan, dan keutamaan dari-Nya.” (Al-Qaul As-Sadid, hal. 107).Baca Juga: Buah Manis KeikhlasanUlama salaf dan keikhlasanSeorang ulama yang mulia dan sangat wara’ (berhati-hati) Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata, ”Tidaklah aku menyembuhkan sesuatu yang lebih sulit daripada niatku.” (Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim dinukil dari Ma’alim fii Thariq Thalabil ‘Ilmi, hal. 19)Yusuf bin Al Husain Ar-Razi rahimahullah mengatakan, ”Sesuatu yang paling sulit di dunia ini adalah ikhlas. Betapa sering aku berusaha mengenyahkan riya’ dari dalam hatiku, namun sepertinya ia kembali muncul dengan warna yang lain.” (Jami’ul ‘Ulum, hal. 25).Ad-Daruquthni rahimahullah mengatakan, ”Pada awalnya kami menuntut ilmu bukan semata-mata karena Allah. Akan tetapi, ternyata ilmu itu enggan sehingga dia menyeret kami untuk ikhlas dalam belajar karena Allah.” (Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim, dinukil dari Ma’alim, hal. 20)Asy-Syathibi rahimahullah mengatakan, ”Penyakit hati yang paling terakhir menghinggapi hati orang-orang saleh adalah suka mendapat kekuasaan dan gemar menonjolkan diri.” (Al-I’tisham, dinukil dari Ma’alim, hal. 20)Di dalam biografi Ayyub As-Sikhtiyani disebutkan oleh Syu’bah bahwa Ayyub mengatakan, ”Aku sering disebut orang, namun aku tidak senang disebut-sebut.” (Siyar A’lamin Nubala’, dinukil dari Ma’alim, hal. 22)Pada suatu ketika, sampailah berita kepada Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah bahwa orang-orang mendoakan kebaikan untuknya, maka beliau berkata, ”Semoga saja, ini bukanlah bentuk istidraj (yang membuatku lupa diri).” (Siyar A’lamin Nubala’, dinukil dari Ma’alim, hal. 22)Begitu pula ketika ada salah seorang muridnya yang mengabarkan pujian orang-orang kepada beliau, Imam Ahmad mengatakan kepada si murid, ”Wahai Abu Bakar! Apabila seseorang telah mengenali hakikat dirinya sendiri, maka ucapan orang tidak akan berguna baginya.” (Siyar A’lamin Nubala’, dinukil dari Ma’alim, hal. 22)Diriwayatkan dari Mutharrif bin Abdullah rahimahullah bahwa dia mengatakan, ”Baiknya hati adalah dengan baiknya amalan. Sedangkan baiknya amalan adalah dengan baiknya niat.” (Jami’ul ‘Ulum, hal. 17)Dari Ibnul Mubarak rahimahullah, dia mengatakan, ”Betapa banyak amal yang kecil menjadi besar gara-gara niat. Dan betapa banyak amal yang besar menjadi kecil gara-gara niat.” (Jami’ul ‘Ulum, hal. 17).Sahl bin Abdullah rahimahullah mengatakan, ”Tidak ada sesuatu yang lebih berat bagi jiwa daripada keikhlasan, karena di dalamnya hawa nafsu tidak ambil bagian sama sekali.” (Jami’ul ‘Ulum, hal. 25)Baca Juga:Fatwa: Apa Makna Ikhlas dalam Beramal?Perintah untuk Ikhlas Beribadah***Penulis: Ari Wahyudi, S.Si.Artikel: www.muslim.or.id🔍 Tawakal, Penyakit 'ain Adalah, Fathu Makkah Artinya, Mencari Kesalahan Orang Lain Untuk Menutupi Kesalahan Sendiri, Doa Doa MustajabahTags: adabamalan hatiikhlasikhlas dalam beramalkekuatan ikhlaskeutamaan ikhlaskiat ikhlasmeraih keihlasanulamaulama salaf


Daftar Isi sembunyikan 1. Kekuatan ikhlas 2. Ulama salaf dan keikhlasan Kekuatan ikhlasAllah berfirman,وَمَاۤ أُمِرُوۤا۟ إِلَّا لِیَعۡبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخۡلِصِینَ لَهُ ٱلدِّینَ حُنَفَاۤءَ وَیُقِیمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَیُؤۡتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَۚ وَذَ ٰ⁠لِكَ دِینُ ٱلۡقَیِّمَةِ“Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan supaya beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan amal (ketaatan) kepada-Nya dalam menjalani agama yang lurus, mendirikan salat, menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah: 5)Allah juga berfirman,إِنَّاۤ أَنزَلۡنَاۤ إِلَیۡكَ ٱلۡكِتَـٰبَ بِٱلۡحَقِّ فَٱعۡبُدِ ٱللَّهَ مُخۡلِصࣰا لَّهُ ٱلدِّینَ“Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al-Kitab dengan benar. Maka, sembahlah Allah dengan mengikhlaskan agama kepada-Nya.” (QS. Az-Zumar: 2)Allah pun berfirman memerintahkan kepada Nabi-Nya,قُلۡ إِنِّیۤ أُمِرۡتُ أَنۡ أَعۡبُدَ ٱللَّهَ مُخۡلِصࣰا لَّهُ ٱلدِّینَ“Katakanlah, ‘Sesungguhnya Aku diperintahkan untuk beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan agama kepada-Nya semata.’” (QS. Az-Zumar: 11)Dari Umar bin Khattab radhiyallahu ’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَِى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا، أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ“Sesungguhnya seluruh amal itu tergantung pada niat. Maka, barangsiapa yang berhijrah dalam rangka memenuhi seruan Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya benar-benar akan mendapatkan balasan berhijrah menuju Allah dan rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena menginginkan dunia atau wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu hanya akan memperoleh apa yang dia niatkan saja.” (HR. Bukhari dan Muslim)Baca Juga: Fatwa Ulama: Fawaid Seputar Surat Al IkhlashDari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya orang yang pertama kali akan diadili pada hari kiamat kelak adalah seorang yang berperang untuk mencari mati syahid di jalan Allah. Kemudian dia dihadirkan dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya (di dunia) , maka dia pun mengakuinya. Allah bertanya, ‘Apa yang sudah kamu kerjakan dengan nikmat-nikmat itu?’ Dia menjawab, ‘Aku telah berperang di jalan-Mu hingga aku mati syahid.’ Allah menjawab, ‘Kamu dusta! Sebenarnya kamu berperang karena ingin mendapatkan pujian sebagai seorang yang pemberani, dan hal itu telah kamu dapatkan. Lantas Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya dalam keadaan tertelungkup dan dia pun dilemparkan ke dalam neraka.Berikutnya, seorang lelaki yang telah diberikan kelapangan rezeki dan dikaruniai beragam harta benda. Dia juga dihadirkan, dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya. Dia pun mengakuinya. Allah pun bertanya kepadanya, ‘Apa yang sudah kamu kerjakan dengannya?’ Dia menjawab, ‘Tidak ada satu jalan pun yang harus kusedekahkan hartaku, kecuali telah aku infakkan harta itu di jalan-Mu, ikhlas karena-Mu.’ Maka, Allah menjawab, ‘Kamu dusta! Sebenarnya kamu lakukan hal itu agar kamu dijuluki sebagai orang yang dermawan. Dan pujian itu telah kamu dapatkan.’ Lantas Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya dalam keadaan tertelungkup dan dia pun dilemparkan ke dalam neraka.Berikutnya, seorang lelaki yang mempelajari ilmu (agama) dan mengajarkannya serta membaca Al-Qur’an. Dia pun dihadirkan dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya. Dia pun mengakui itu semua. Allah bertanya, ‘Apa yang sudah kamu perbuat dengan itu semua?’ Maka dia menjawab, ‘Aku menuntut ilmu, mengajarkannya, dan membaca Al-Qur’an di jalan-Mu.’ Allah menjawab, ‘Kamu dusta! Sesungguhnya kamu menuntut ilmu agar disebut sebagai orang alim, kamu membaca Al-Qur’an agar disebut sebagai qari’.’ Lantas Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya dalam keadaan tertelungkup dan dia pun dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim)Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhu mengatakan, “Ada tiga buah tanda orang yang suka riya’ (beramal tidak ikhlas): [1] apabila sendirian, maka dia menjadi pemalas, [2] dan hanya bersemangat apabila berada bersama orang-orang, [3] dia akan meningkatkan amalnya jika dipuji dan akan mengurangi amalnya jika dicela orang karena melakukannya.” (Al-Kabaa’ir, hal. 156)Dzun Nun Al-Mishri mengatakan, “Tidaklah aku melihat ada sesuatu yang lebih dapat membangkitkan keikhlasan daripada khalwah (menyendiri).” (Risalah Qusyairiyah, 1: 50. Asy-Syamilah)Syaikh As-Sa’di rahimahullah mengatakan, “Ketahuilah, sesungguhnya mengikhlaskan amal karena Allah merupakan pondasi agama, ruh tauhid, dan ibadah. Hakikat ikhlas itu adalah hamba beribadah hanya bermaksud untuk mendapatkan pahala melihat wajah-Nya, menginginkan balasan, dan keutamaan dari-Nya.” (Al-Qaul As-Sadid, hal. 107).Baca Juga: Buah Manis KeikhlasanUlama salaf dan keikhlasanSeorang ulama yang mulia dan sangat wara’ (berhati-hati) Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata, ”Tidaklah aku menyembuhkan sesuatu yang lebih sulit daripada niatku.” (Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim dinukil dari Ma’alim fii Thariq Thalabil ‘Ilmi, hal. 19)Yusuf bin Al Husain Ar-Razi rahimahullah mengatakan, ”Sesuatu yang paling sulit di dunia ini adalah ikhlas. Betapa sering aku berusaha mengenyahkan riya’ dari dalam hatiku, namun sepertinya ia kembali muncul dengan warna yang lain.” (Jami’ul ‘Ulum, hal. 25).Ad-Daruquthni rahimahullah mengatakan, ”Pada awalnya kami menuntut ilmu bukan semata-mata karena Allah. Akan tetapi, ternyata ilmu itu enggan sehingga dia menyeret kami untuk ikhlas dalam belajar karena Allah.” (Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim, dinukil dari Ma’alim, hal. 20)Asy-Syathibi rahimahullah mengatakan, ”Penyakit hati yang paling terakhir menghinggapi hati orang-orang saleh adalah suka mendapat kekuasaan dan gemar menonjolkan diri.” (Al-I’tisham, dinukil dari Ma’alim, hal. 20)Di dalam biografi Ayyub As-Sikhtiyani disebutkan oleh Syu’bah bahwa Ayyub mengatakan, ”Aku sering disebut orang, namun aku tidak senang disebut-sebut.” (Siyar A’lamin Nubala’, dinukil dari Ma’alim, hal. 22)Pada suatu ketika, sampailah berita kepada Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah bahwa orang-orang mendoakan kebaikan untuknya, maka beliau berkata, ”Semoga saja, ini bukanlah bentuk istidraj (yang membuatku lupa diri).” (Siyar A’lamin Nubala’, dinukil dari Ma’alim, hal. 22)Begitu pula ketika ada salah seorang muridnya yang mengabarkan pujian orang-orang kepada beliau, Imam Ahmad mengatakan kepada si murid, ”Wahai Abu Bakar! Apabila seseorang telah mengenali hakikat dirinya sendiri, maka ucapan orang tidak akan berguna baginya.” (Siyar A’lamin Nubala’, dinukil dari Ma’alim, hal. 22)Diriwayatkan dari Mutharrif bin Abdullah rahimahullah bahwa dia mengatakan, ”Baiknya hati adalah dengan baiknya amalan. Sedangkan baiknya amalan adalah dengan baiknya niat.” (Jami’ul ‘Ulum, hal. 17)Dari Ibnul Mubarak rahimahullah, dia mengatakan, ”Betapa banyak amal yang kecil menjadi besar gara-gara niat. Dan betapa banyak amal yang besar menjadi kecil gara-gara niat.” (Jami’ul ‘Ulum, hal. 17).Sahl bin Abdullah rahimahullah mengatakan, ”Tidak ada sesuatu yang lebih berat bagi jiwa daripada keikhlasan, karena di dalamnya hawa nafsu tidak ambil bagian sama sekali.” (Jami’ul ‘Ulum, hal. 25)Baca Juga:Fatwa: Apa Makna Ikhlas dalam Beramal?Perintah untuk Ikhlas Beribadah***Penulis: Ari Wahyudi, S.Si.Artikel: www.muslim.or.id🔍 Tawakal, Penyakit 'ain Adalah, Fathu Makkah Artinya, Mencari Kesalahan Orang Lain Untuk Menutupi Kesalahan Sendiri, Doa Doa MustajabahTags: adabamalan hatiikhlasikhlas dalam beramalkekuatan ikhlaskeutamaan ikhlaskiat ikhlasmeraih keihlasanulamaulama salaf

Mengonsumsi Vitamin Pemutih Kulit, Apakah Termasuk Mengubah Ciptaan Allah?

السؤال ما حكم استخدام كريمات أو خلطات مكونة من عدة كريمات لتفتيح مناطق من الجسم علمًا بأن هذي المناطق كانت فاتحة ومع مرور الزمن تغيّر لونها ، وهل يجوز إني أستخدم اقراص فيتامين ( سي ) لنضارة الجسم ؟ Pertanyaan: Apa hukum menggunakan krim atau formula yang terdiri dari berbagai krim untuk memutihkan bagian-bagian tertentu dari tubuh, karena bagian-bagian ini dulunya putih, akan tetapi seiring berjalannya waktu warnanya berubah. Bolehkah saya menggunakan tablet vitamin C untuk peremajaan kulit? Jawaban: الجواب .الحمد لله :أولا تغيير لون البشرة من السواد إلى البياض .. بالكريمات أو مستحضرات التجميل ونحوها ، لا حرج فيه ، إذا كان التغيير مؤقتاً ، وأما إذا كان تغيير لون البشرة .. على وجه الدوام فلا يجوز ، سواء كان عن طريق العمليات الجراحية ، أو غير ذلك من الوسائل ؛ لأن ذلك من تغيير خلق الله تعالى Segala puji hanya bagi Allah. Pertama, bahwa perubahan warna kulit yang gelap menjadi cerah dengan krim atau formula kosmetik lainnya tidak mengapa jika perubahannya hanya sementara. Namun jika perubahan kulitnya permanen, maka tidak boleh, baik dengan cara operasi plastik atau cara lainnya, karena hal tersebut termasuk mengubah ciptaan Allah Subḥānahu wa Ta’āla. سئل الشيخ ابن عثيمين رحمه الله : ما حكم الكريمات المبيضة للبشرة هل فيها بأس بالنسبة للمرأة؟ فأجاب رحمه الله تعالى: ” أما إذا كان تبييضاً ثابتاً، فإن هذا لا يجوز؛ لأن هذا يشبه الوشم والوشر والتفليج ، وأما إذا كان يبيض الوجه في وقت معين ، وإذا غسل زال : فلا بأس به ” انتهى من ” فتاوى نور على الدرب ” . Syeikh Ibnu Utsaimin raẖimahullahu taʿalā pernah ditanya, “Apa hukum krim pemutih kulit, bolehkah dipakai oleh wanita?” Beliau raẖimahullahu taʿalā menjawab, “Jika putihnya permanen, maka tidak boleh, karena ini serupa dengan perubahan dengan tato, mengikir atau menjarangkan gigi untuk kecantikan. Adapun jika wajahnya menjadi putih untuk sementara waktu, jika dicuci jadi hilang, seperti ini tidak mengapa. Selesai kutipan dari Fatāwā Nūr ʿAlā ad-Darbi. وسئل أيضاً رحمه الله: ” ظهرت مؤخرا أدوية تجعل المرأة السمراء بيضاء ، فهل تعاطيها أو تعاطي مثل هذه الأدوية حرام ، من باب تغيير الخلقة ؟  Beliau raẖimahullahu taʿalā juga ditanya, “Akhir-akhir ini muncul obat yang membuat wanita putih bersih, apakah mengonsumsi obat semacam ini terlarang karena mengubah ciptaan Allah? فأجاب رحمه الله تعالى : نعم هو حرام ، ما دام يغير لون الجلد تغييراً مستقراً ، فإنه يشبه الوشم وقد ( لعن النبي صلى الله عليه وسلم الواشمة والمستوشمة ) . Beliau raẖimahullahu taʿalā menjawab, “Iya, haram jika mengubah warna kulit secara permanen karena itu serupa dengan perubahan dengan tato yang mana Nabi sallallāhu ‘alaihi wa sallam telah melaknat orang yang mentato dan minta ditato. أما إذا كان لإزالة عيب كما لو كان في الجلد شامة سوداء مشوهه ، فاستعمل الإنسان ما يزيلها : فإن هذا لا بأس به … ” انتهى من “فتاوى نور على الدرب” . Tapi jika untuk menghilangkan aib misalkan ada tahi lalat hitam yang mengganggu kemudian dia menggunakan sesuatu untuk menghilangkannya, ini tidak mengapa. Selesai kutipan dari Fatāwā Nūr ʿAlā ad-Darbi. :ثانيا يُعد فيتامين ( ج ) أو ( c ) من أهم الفيتامينات التي يحتاج إليها الجسم لتكوين الأوعية الدموية والغضاريف ، والعضلات والكولاجين في العظام . وحيث إن الجسم لا يُفرز فيتامين ( ج ) ؛ فإن الإنسان يحتاج إلى الحصول عليه من نظامه الغذائي . كما يتوفر فيتامين ( ج ) في المكملات الغذائية المتناولة عن طريق الفم ، وعادة ما تكون بشكل كبسولات وأقراص قابلة للمضغ . ولا حرج في استخدام أقراص فيتامين ( ج ) لنضارة الجسم ، وليس ذلك من تغيير خلق الله في شيء. Kedua, bahwa vitamin C adalah salah satu vitamin yang paling dibutuhkan tubuh karena memiliki kandungan-kandungan yang dibutuhkan darah, tulang dan otot dan kolagen dalam tulang. Karena badan seseorang tidak memproduksi vitamin C sendiri maka perlu untuk mendapatkannya dari asupan makanan. Misalnya, vitamin C dipenuhi dari suplemen makanan yang masuk melalui mulut yang biasanya berupa kapsul atau pil yang bisa di lumat. Jadi, tidak mengapa mengonsumsi pil vitamin C untuk peremajaan kulit dan sama sekali tidak termasuk mengubah ciptaan Allah. والأصل في استخدام هذه الفيتامينات، ونحوها من الأغذية والأدوية: الإباحة ، بشرط ألا يكون في ذلك ضرر على الجسم ، ويرجع في ذلك إلى الأطباء المتخصصين . وقد ثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال :  لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ  رواه الحاكم ( 2 / 57 – 58 ) وقال صحيح الإسناد على شرط مسلم . .والله أعلم Hukum asal mengonsumsi berbagai vitamin dan sejenisnya baik berupa makanan dan obat adalah boleh, kecuali jika membahayakan badan, dan ini perlu dikonsultasikan dengan dokter spesialis. Karena ada sebuah hadis sahih dari Nabi sallallāhu ‘alaihi wa sallam: لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ  “Tidak boleh mencelakai sendiri atau orang lain.” Hadis riwayat al-Hakim 2/57-58 dan beliau berkata bahwa sanadnya sahih menurut syarat Muslim. Allāhua’alam. Sumber: https://islamqa.info/ar/answers/296911/حكم-استخدام-اقراص-فيتامين-ج-لنضارة-الجسم https://islamqa.info/ar/downloads/answers/296911 PDF Artikel *** Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASI: BANK SYARIAH INDONESIA7086882242a.n. YAYASAN YUFID NETWORK (Kode BSI: 451) 🔍 Hadits Menyambut Ramadhan, Cerita Ibnu Hajar, Hukum Puasa Pada Hari Jumat, Alarm Buka Puasa, Onani Di Bulan Ramadhan, Bekal Mati Visited 149 times, 2 visit(s) today Post Views: 390 QRIS donasi Yufid

Mengonsumsi Vitamin Pemutih Kulit, Apakah Termasuk Mengubah Ciptaan Allah?

السؤال ما حكم استخدام كريمات أو خلطات مكونة من عدة كريمات لتفتيح مناطق من الجسم علمًا بأن هذي المناطق كانت فاتحة ومع مرور الزمن تغيّر لونها ، وهل يجوز إني أستخدم اقراص فيتامين ( سي ) لنضارة الجسم ؟ Pertanyaan: Apa hukum menggunakan krim atau formula yang terdiri dari berbagai krim untuk memutihkan bagian-bagian tertentu dari tubuh, karena bagian-bagian ini dulunya putih, akan tetapi seiring berjalannya waktu warnanya berubah. Bolehkah saya menggunakan tablet vitamin C untuk peremajaan kulit? Jawaban: الجواب .الحمد لله :أولا تغيير لون البشرة من السواد إلى البياض .. بالكريمات أو مستحضرات التجميل ونحوها ، لا حرج فيه ، إذا كان التغيير مؤقتاً ، وأما إذا كان تغيير لون البشرة .. على وجه الدوام فلا يجوز ، سواء كان عن طريق العمليات الجراحية ، أو غير ذلك من الوسائل ؛ لأن ذلك من تغيير خلق الله تعالى Segala puji hanya bagi Allah. Pertama, bahwa perubahan warna kulit yang gelap menjadi cerah dengan krim atau formula kosmetik lainnya tidak mengapa jika perubahannya hanya sementara. Namun jika perubahan kulitnya permanen, maka tidak boleh, baik dengan cara operasi plastik atau cara lainnya, karena hal tersebut termasuk mengubah ciptaan Allah Subḥānahu wa Ta’āla. سئل الشيخ ابن عثيمين رحمه الله : ما حكم الكريمات المبيضة للبشرة هل فيها بأس بالنسبة للمرأة؟ فأجاب رحمه الله تعالى: ” أما إذا كان تبييضاً ثابتاً، فإن هذا لا يجوز؛ لأن هذا يشبه الوشم والوشر والتفليج ، وأما إذا كان يبيض الوجه في وقت معين ، وإذا غسل زال : فلا بأس به ” انتهى من ” فتاوى نور على الدرب ” . Syeikh Ibnu Utsaimin raẖimahullahu taʿalā pernah ditanya, “Apa hukum krim pemutih kulit, bolehkah dipakai oleh wanita?” Beliau raẖimahullahu taʿalā menjawab, “Jika putihnya permanen, maka tidak boleh, karena ini serupa dengan perubahan dengan tato, mengikir atau menjarangkan gigi untuk kecantikan. Adapun jika wajahnya menjadi putih untuk sementara waktu, jika dicuci jadi hilang, seperti ini tidak mengapa. Selesai kutipan dari Fatāwā Nūr ʿAlā ad-Darbi. وسئل أيضاً رحمه الله: ” ظهرت مؤخرا أدوية تجعل المرأة السمراء بيضاء ، فهل تعاطيها أو تعاطي مثل هذه الأدوية حرام ، من باب تغيير الخلقة ؟  Beliau raẖimahullahu taʿalā juga ditanya, “Akhir-akhir ini muncul obat yang membuat wanita putih bersih, apakah mengonsumsi obat semacam ini terlarang karena mengubah ciptaan Allah? فأجاب رحمه الله تعالى : نعم هو حرام ، ما دام يغير لون الجلد تغييراً مستقراً ، فإنه يشبه الوشم وقد ( لعن النبي صلى الله عليه وسلم الواشمة والمستوشمة ) . Beliau raẖimahullahu taʿalā menjawab, “Iya, haram jika mengubah warna kulit secara permanen karena itu serupa dengan perubahan dengan tato yang mana Nabi sallallāhu ‘alaihi wa sallam telah melaknat orang yang mentato dan minta ditato. أما إذا كان لإزالة عيب كما لو كان في الجلد شامة سوداء مشوهه ، فاستعمل الإنسان ما يزيلها : فإن هذا لا بأس به … ” انتهى من “فتاوى نور على الدرب” . Tapi jika untuk menghilangkan aib misalkan ada tahi lalat hitam yang mengganggu kemudian dia menggunakan sesuatu untuk menghilangkannya, ini tidak mengapa. Selesai kutipan dari Fatāwā Nūr ʿAlā ad-Darbi. :ثانيا يُعد فيتامين ( ج ) أو ( c ) من أهم الفيتامينات التي يحتاج إليها الجسم لتكوين الأوعية الدموية والغضاريف ، والعضلات والكولاجين في العظام . وحيث إن الجسم لا يُفرز فيتامين ( ج ) ؛ فإن الإنسان يحتاج إلى الحصول عليه من نظامه الغذائي . كما يتوفر فيتامين ( ج ) في المكملات الغذائية المتناولة عن طريق الفم ، وعادة ما تكون بشكل كبسولات وأقراص قابلة للمضغ . ولا حرج في استخدام أقراص فيتامين ( ج ) لنضارة الجسم ، وليس ذلك من تغيير خلق الله في شيء. Kedua, bahwa vitamin C adalah salah satu vitamin yang paling dibutuhkan tubuh karena memiliki kandungan-kandungan yang dibutuhkan darah, tulang dan otot dan kolagen dalam tulang. Karena badan seseorang tidak memproduksi vitamin C sendiri maka perlu untuk mendapatkannya dari asupan makanan. Misalnya, vitamin C dipenuhi dari suplemen makanan yang masuk melalui mulut yang biasanya berupa kapsul atau pil yang bisa di lumat. Jadi, tidak mengapa mengonsumsi pil vitamin C untuk peremajaan kulit dan sama sekali tidak termasuk mengubah ciptaan Allah. والأصل في استخدام هذه الفيتامينات، ونحوها من الأغذية والأدوية: الإباحة ، بشرط ألا يكون في ذلك ضرر على الجسم ، ويرجع في ذلك إلى الأطباء المتخصصين . وقد ثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال :  لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ  رواه الحاكم ( 2 / 57 – 58 ) وقال صحيح الإسناد على شرط مسلم . .والله أعلم Hukum asal mengonsumsi berbagai vitamin dan sejenisnya baik berupa makanan dan obat adalah boleh, kecuali jika membahayakan badan, dan ini perlu dikonsultasikan dengan dokter spesialis. Karena ada sebuah hadis sahih dari Nabi sallallāhu ‘alaihi wa sallam: لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ  “Tidak boleh mencelakai sendiri atau orang lain.” Hadis riwayat al-Hakim 2/57-58 dan beliau berkata bahwa sanadnya sahih menurut syarat Muslim. Allāhua’alam. Sumber: https://islamqa.info/ar/answers/296911/حكم-استخدام-اقراص-فيتامين-ج-لنضارة-الجسم https://islamqa.info/ar/downloads/answers/296911 PDF Artikel *** Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASI: BANK SYARIAH INDONESIA7086882242a.n. YAYASAN YUFID NETWORK (Kode BSI: 451) 🔍 Hadits Menyambut Ramadhan, Cerita Ibnu Hajar, Hukum Puasa Pada Hari Jumat, Alarm Buka Puasa, Onani Di Bulan Ramadhan, Bekal Mati Visited 149 times, 2 visit(s) today Post Views: 390 QRIS donasi Yufid
السؤال ما حكم استخدام كريمات أو خلطات مكونة من عدة كريمات لتفتيح مناطق من الجسم علمًا بأن هذي المناطق كانت فاتحة ومع مرور الزمن تغيّر لونها ، وهل يجوز إني أستخدم اقراص فيتامين ( سي ) لنضارة الجسم ؟ Pertanyaan: Apa hukum menggunakan krim atau formula yang terdiri dari berbagai krim untuk memutihkan bagian-bagian tertentu dari tubuh, karena bagian-bagian ini dulunya putih, akan tetapi seiring berjalannya waktu warnanya berubah. Bolehkah saya menggunakan tablet vitamin C untuk peremajaan kulit? Jawaban: الجواب .الحمد لله :أولا تغيير لون البشرة من السواد إلى البياض .. بالكريمات أو مستحضرات التجميل ونحوها ، لا حرج فيه ، إذا كان التغيير مؤقتاً ، وأما إذا كان تغيير لون البشرة .. على وجه الدوام فلا يجوز ، سواء كان عن طريق العمليات الجراحية ، أو غير ذلك من الوسائل ؛ لأن ذلك من تغيير خلق الله تعالى Segala puji hanya bagi Allah. Pertama, bahwa perubahan warna kulit yang gelap menjadi cerah dengan krim atau formula kosmetik lainnya tidak mengapa jika perubahannya hanya sementara. Namun jika perubahan kulitnya permanen, maka tidak boleh, baik dengan cara operasi plastik atau cara lainnya, karena hal tersebut termasuk mengubah ciptaan Allah Subḥānahu wa Ta’āla. سئل الشيخ ابن عثيمين رحمه الله : ما حكم الكريمات المبيضة للبشرة هل فيها بأس بالنسبة للمرأة؟ فأجاب رحمه الله تعالى: ” أما إذا كان تبييضاً ثابتاً، فإن هذا لا يجوز؛ لأن هذا يشبه الوشم والوشر والتفليج ، وأما إذا كان يبيض الوجه في وقت معين ، وإذا غسل زال : فلا بأس به ” انتهى من ” فتاوى نور على الدرب ” . Syeikh Ibnu Utsaimin raẖimahullahu taʿalā pernah ditanya, “Apa hukum krim pemutih kulit, bolehkah dipakai oleh wanita?” Beliau raẖimahullahu taʿalā menjawab, “Jika putihnya permanen, maka tidak boleh, karena ini serupa dengan perubahan dengan tato, mengikir atau menjarangkan gigi untuk kecantikan. Adapun jika wajahnya menjadi putih untuk sementara waktu, jika dicuci jadi hilang, seperti ini tidak mengapa. Selesai kutipan dari Fatāwā Nūr ʿAlā ad-Darbi. وسئل أيضاً رحمه الله: ” ظهرت مؤخرا أدوية تجعل المرأة السمراء بيضاء ، فهل تعاطيها أو تعاطي مثل هذه الأدوية حرام ، من باب تغيير الخلقة ؟  Beliau raẖimahullahu taʿalā juga ditanya, “Akhir-akhir ini muncul obat yang membuat wanita putih bersih, apakah mengonsumsi obat semacam ini terlarang karena mengubah ciptaan Allah? فأجاب رحمه الله تعالى : نعم هو حرام ، ما دام يغير لون الجلد تغييراً مستقراً ، فإنه يشبه الوشم وقد ( لعن النبي صلى الله عليه وسلم الواشمة والمستوشمة ) . Beliau raẖimahullahu taʿalā menjawab, “Iya, haram jika mengubah warna kulit secara permanen karena itu serupa dengan perubahan dengan tato yang mana Nabi sallallāhu ‘alaihi wa sallam telah melaknat orang yang mentato dan minta ditato. أما إذا كان لإزالة عيب كما لو كان في الجلد شامة سوداء مشوهه ، فاستعمل الإنسان ما يزيلها : فإن هذا لا بأس به … ” انتهى من “فتاوى نور على الدرب” . Tapi jika untuk menghilangkan aib misalkan ada tahi lalat hitam yang mengganggu kemudian dia menggunakan sesuatu untuk menghilangkannya, ini tidak mengapa. Selesai kutipan dari Fatāwā Nūr ʿAlā ad-Darbi. :ثانيا يُعد فيتامين ( ج ) أو ( c ) من أهم الفيتامينات التي يحتاج إليها الجسم لتكوين الأوعية الدموية والغضاريف ، والعضلات والكولاجين في العظام . وحيث إن الجسم لا يُفرز فيتامين ( ج ) ؛ فإن الإنسان يحتاج إلى الحصول عليه من نظامه الغذائي . كما يتوفر فيتامين ( ج ) في المكملات الغذائية المتناولة عن طريق الفم ، وعادة ما تكون بشكل كبسولات وأقراص قابلة للمضغ . ولا حرج في استخدام أقراص فيتامين ( ج ) لنضارة الجسم ، وليس ذلك من تغيير خلق الله في شيء. Kedua, bahwa vitamin C adalah salah satu vitamin yang paling dibutuhkan tubuh karena memiliki kandungan-kandungan yang dibutuhkan darah, tulang dan otot dan kolagen dalam tulang. Karena badan seseorang tidak memproduksi vitamin C sendiri maka perlu untuk mendapatkannya dari asupan makanan. Misalnya, vitamin C dipenuhi dari suplemen makanan yang masuk melalui mulut yang biasanya berupa kapsul atau pil yang bisa di lumat. Jadi, tidak mengapa mengonsumsi pil vitamin C untuk peremajaan kulit dan sama sekali tidak termasuk mengubah ciptaan Allah. والأصل في استخدام هذه الفيتامينات، ونحوها من الأغذية والأدوية: الإباحة ، بشرط ألا يكون في ذلك ضرر على الجسم ، ويرجع في ذلك إلى الأطباء المتخصصين . وقد ثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال :  لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ  رواه الحاكم ( 2 / 57 – 58 ) وقال صحيح الإسناد على شرط مسلم . .والله أعلم Hukum asal mengonsumsi berbagai vitamin dan sejenisnya baik berupa makanan dan obat adalah boleh, kecuali jika membahayakan badan, dan ini perlu dikonsultasikan dengan dokter spesialis. Karena ada sebuah hadis sahih dari Nabi sallallāhu ‘alaihi wa sallam: لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ  “Tidak boleh mencelakai sendiri atau orang lain.” Hadis riwayat al-Hakim 2/57-58 dan beliau berkata bahwa sanadnya sahih menurut syarat Muslim. Allāhua’alam. Sumber: https://islamqa.info/ar/answers/296911/حكم-استخدام-اقراص-فيتامين-ج-لنضارة-الجسم https://islamqa.info/ar/downloads/answers/296911 PDF Artikel *** Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASI: BANK SYARIAH INDONESIA7086882242a.n. YAYASAN YUFID NETWORK (Kode BSI: 451) 🔍 Hadits Menyambut Ramadhan, Cerita Ibnu Hajar, Hukum Puasa Pada Hari Jumat, Alarm Buka Puasa, Onani Di Bulan Ramadhan, Bekal Mati Visited 149 times, 2 visit(s) today Post Views: 390 QRIS donasi Yufid


<iframe width="100%" height="166" scrolling="no" frameborder="no" allow="autoplay" src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/1349508001&amp;color=d5265f&amp;hide_related=true&amp;show_artwork=false&amp;show_comments=false&amp;show_teaser=false&amp;show_user=false"></iframe> السؤال ما حكم استخدام كريمات أو خلطات مكونة من عدة كريمات لتفتيح مناطق من الجسم علمًا بأن هذي المناطق كانت فاتحة ومع مرور الزمن تغيّر لونها ، وهل يجوز إني أستخدم اقراص فيتامين ( سي ) لنضارة الجسم ؟ Pertanyaan: Apa hukum menggunakan krim atau formula yang terdiri dari berbagai krim untuk memutihkan bagian-bagian tertentu dari tubuh, karena bagian-bagian ini dulunya putih, akan tetapi seiring berjalannya waktu warnanya berubah. Bolehkah saya menggunakan tablet vitamin C untuk peremajaan kulit? Jawaban: الجواب .الحمد لله :أولا تغيير لون البشرة من السواد إلى البياض .. بالكريمات أو مستحضرات التجميل ونحوها ، لا حرج فيه ، إذا كان التغيير مؤقتاً ، وأما إذا كان تغيير لون البشرة .. على وجه الدوام فلا يجوز ، سواء كان عن طريق العمليات الجراحية ، أو غير ذلك من الوسائل ؛ لأن ذلك من تغيير خلق الله تعالى Segala puji hanya bagi Allah. Pertama, bahwa perubahan warna kulit yang gelap menjadi cerah dengan krim atau formula kosmetik lainnya tidak mengapa jika perubahannya hanya sementara. Namun jika perubahan kulitnya permanen, maka tidak boleh, baik dengan cara operasi plastik atau cara lainnya, karena hal tersebut termasuk mengubah ciptaan Allah Subḥānahu wa Ta’āla. سئل الشيخ ابن عثيمين رحمه الله : ما حكم الكريمات المبيضة للبشرة هل فيها بأس بالنسبة للمرأة؟ فأجاب رحمه الله تعالى: ” أما إذا كان تبييضاً ثابتاً، فإن هذا لا يجوز؛ لأن هذا يشبه الوشم والوشر والتفليج ، وأما إذا كان يبيض الوجه في وقت معين ، وإذا غسل زال : فلا بأس به ” انتهى من ” فتاوى نور على الدرب ” . Syeikh Ibnu Utsaimin raẖimahullahu taʿalā pernah ditanya, “Apa hukum krim pemutih kulit, bolehkah dipakai oleh wanita?” Beliau raẖimahullahu taʿalā menjawab, “Jika putihnya permanen, maka tidak boleh, karena ini serupa dengan perubahan dengan tato, mengikir atau menjarangkan gigi untuk kecantikan. Adapun jika wajahnya menjadi putih untuk sementara waktu, jika dicuci jadi hilang, seperti ini tidak mengapa. Selesai kutipan dari Fatāwā Nūr ʿAlā ad-Darbi. وسئل أيضاً رحمه الله: ” ظهرت مؤخرا أدوية تجعل المرأة السمراء بيضاء ، فهل تعاطيها أو تعاطي مثل هذه الأدوية حرام ، من باب تغيير الخلقة ؟  Beliau raẖimahullahu taʿalā juga ditanya, “Akhir-akhir ini muncul obat yang membuat wanita putih bersih, apakah mengonsumsi obat semacam ini terlarang karena mengubah ciptaan Allah? فأجاب رحمه الله تعالى : نعم هو حرام ، ما دام يغير لون الجلد تغييراً مستقراً ، فإنه يشبه الوشم وقد ( لعن النبي صلى الله عليه وسلم الواشمة والمستوشمة ) . Beliau raẖimahullahu taʿalā menjawab, “Iya, haram jika mengubah warna kulit secara permanen karena itu serupa dengan perubahan dengan tato yang mana Nabi sallallāhu ‘alaihi wa sallam telah melaknat orang yang mentato dan minta ditato. أما إذا كان لإزالة عيب كما لو كان في الجلد شامة سوداء مشوهه ، فاستعمل الإنسان ما يزيلها : فإن هذا لا بأس به … ” انتهى من “فتاوى نور على الدرب” . Tapi jika untuk menghilangkan aib misalkan ada tahi lalat hitam yang mengganggu kemudian dia menggunakan sesuatu untuk menghilangkannya, ini tidak mengapa. Selesai kutipan dari Fatāwā Nūr ʿAlā ad-Darbi. :ثانيا يُعد فيتامين ( ج ) أو ( c ) من أهم الفيتامينات التي يحتاج إليها الجسم لتكوين الأوعية الدموية والغضاريف ، والعضلات والكولاجين في العظام . وحيث إن الجسم لا يُفرز فيتامين ( ج ) ؛ فإن الإنسان يحتاج إلى الحصول عليه من نظامه الغذائي . كما يتوفر فيتامين ( ج ) في المكملات الغذائية المتناولة عن طريق الفم ، وعادة ما تكون بشكل كبسولات وأقراص قابلة للمضغ . ولا حرج في استخدام أقراص فيتامين ( ج ) لنضارة الجسم ، وليس ذلك من تغيير خلق الله في شيء. Kedua, bahwa vitamin C adalah salah satu vitamin yang paling dibutuhkan tubuh karena memiliki kandungan-kandungan yang dibutuhkan darah, tulang dan otot dan kolagen dalam tulang. Karena badan seseorang tidak memproduksi vitamin C sendiri maka perlu untuk mendapatkannya dari asupan makanan. Misalnya, vitamin C dipenuhi dari suplemen makanan yang masuk melalui mulut yang biasanya berupa kapsul atau pil yang bisa di lumat. Jadi, tidak mengapa mengonsumsi pil vitamin C untuk peremajaan kulit dan sama sekali tidak termasuk mengubah ciptaan Allah. والأصل في استخدام هذه الفيتامينات، ونحوها من الأغذية والأدوية: الإباحة ، بشرط ألا يكون في ذلك ضرر على الجسم ، ويرجع في ذلك إلى الأطباء المتخصصين . وقد ثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال :  لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ  رواه الحاكم ( 2 / 57 – 58 ) وقال صحيح الإسناد على شرط مسلم . .والله أعلم Hukum asal mengonsumsi berbagai vitamin dan sejenisnya baik berupa makanan dan obat adalah boleh, kecuali jika membahayakan badan, dan ini perlu dikonsultasikan dengan dokter spesialis. Karena ada sebuah hadis sahih dari Nabi sallallāhu ‘alaihi wa sallam: لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ  “Tidak boleh mencelakai sendiri atau orang lain.” Hadis riwayat al-Hakim 2/57-58 dan beliau berkata bahwa sanadnya sahih menurut syarat Muslim. Allāhua’alam. Sumber: https://islamqa.info/ar/answers/296911/حكم-استخدام-اقراص-فيتامين-ج-لنضارة-الجسم https://islamqa.info/ar/downloads/answers/296911 PDF Artikel *** Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASI: BANK SYARIAH INDONESIA7086882242a.n. YAYASAN YUFID NETWORK (Kode BSI: 451) 🔍 Hadits Menyambut Ramadhan, Cerita Ibnu Hajar, Hukum Puasa Pada Hari Jumat, Alarm Buka Puasa, Onani Di Bulan Ramadhan, Bekal Mati Visited 149 times, 2 visit(s) today Post Views: 390 <img class="aligncenter wp-image-43307" src="https://i0.wp.com/konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2023/10/qris-donasi-yufid-resized.jpeg" alt="QRIS donasi Yufid" width="741" height="1024" />

Menjamak Salat di Kantor ketika Hujan – Syaikh Utsman al-Khamis #NasehatUlama

Saya punya kantor di salah satu gedung, dan jaraknya dengan masjid sejauh 5 menit.Bolehkah saya menjamak shalat dengan para karyawan yang lain saat turun hujan,hujannya sangat deras, dan jumlah kami 12 orang? Tidak boleh! Menjamak shalat (ketika hujan) hanya boleh dilakukan di masjid.Tidak boleh menjamak shalat (karena hujan) di kantor, di perkemahan, atau di rumah. Menjamak shalat (karena hujan) hanya boleh di masjid, untuk meringankan orang-orang agar tidak perlu datang ke masjid lagi. Inilah tujuannya.Syariat menjamak shalat tujuannya agar orang-orang tidak kesulitan untuk datang ke masjid lagi. Adapun menjamak shalat di jam kerja (kantor), di alam terbuka,di villa, atau di rumah, tidak disyariatkan.Menjamak shalat di masjid (ketika hujan), tujuannya agar orang-orang tidak kesulitan untuk datang kembali ke masjid. ==== أَنَا عِنْدِي مَكْتَبٌ فِي أَحَدِ الْأَبْرَاجِ التِّجَارِيَّةِ وَالْمَسْجِدُ يَبْعُدُ خَمْسَ دَقَائِقَ هَلْ يَصِحُّ أَنْ أَجْمَعَ الصَّلَاةَ مَعَ الْمُوَظَّفِيْنَ أَثْنَاءَ الْمَطَرَ وَكَانَ الْمَطَرُ شَدِيدًا وَعَدَدُنَا اثْنَيْ عَشَرَ؟ لَا الْجَمْعُ خَاصٌّ بِالْمَسَاجِدِ مَا فِيهِ الْجَمْعُ بِالْمَكَاتِبِ الجَمْعُ بِالْخَيْمَاتِ الجَمْعُ بِالْبَيْتِ الْجَمْعُ لِلْمَسَاجِدِ لِإِعْذَارِ النَّاسِ أَلَّا يَأْتُوا إِلَى الْمَسَاجِدِ هَذَا الْمَقْصُودُ وَالْجَمْعُ لِأَجْلِ أَنْ لَا يَتَكَلَّفَ النَّاسُ الْمَجِيءَ إِلَى الْمَسْجِدِ لَكِنْ جَمْعٌ فِي الدَّوَامِ جَمْعٌ فِي الْبَرِّ أَوْ جَمْعٌ فِي الشَّالِيَةِ أَوْ جَمْعٌ فِي الْبَيْتِ مَا فِيهِ الْجَمْعُ الْجَمْعُ لِلْمَسَاجِدِ لِأَجْلِ لَا يَتَكَلَّفُ النَّاسُ أَنْ يَأْتِي إِلَى الْمَسَاجِدِ KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28

Menjamak Salat di Kantor ketika Hujan – Syaikh Utsman al-Khamis #NasehatUlama

Saya punya kantor di salah satu gedung, dan jaraknya dengan masjid sejauh 5 menit.Bolehkah saya menjamak shalat dengan para karyawan yang lain saat turun hujan,hujannya sangat deras, dan jumlah kami 12 orang? Tidak boleh! Menjamak shalat (ketika hujan) hanya boleh dilakukan di masjid.Tidak boleh menjamak shalat (karena hujan) di kantor, di perkemahan, atau di rumah. Menjamak shalat (karena hujan) hanya boleh di masjid, untuk meringankan orang-orang agar tidak perlu datang ke masjid lagi. Inilah tujuannya.Syariat menjamak shalat tujuannya agar orang-orang tidak kesulitan untuk datang ke masjid lagi. Adapun menjamak shalat di jam kerja (kantor), di alam terbuka,di villa, atau di rumah, tidak disyariatkan.Menjamak shalat di masjid (ketika hujan), tujuannya agar orang-orang tidak kesulitan untuk datang kembali ke masjid. ==== أَنَا عِنْدِي مَكْتَبٌ فِي أَحَدِ الْأَبْرَاجِ التِّجَارِيَّةِ وَالْمَسْجِدُ يَبْعُدُ خَمْسَ دَقَائِقَ هَلْ يَصِحُّ أَنْ أَجْمَعَ الصَّلَاةَ مَعَ الْمُوَظَّفِيْنَ أَثْنَاءَ الْمَطَرَ وَكَانَ الْمَطَرُ شَدِيدًا وَعَدَدُنَا اثْنَيْ عَشَرَ؟ لَا الْجَمْعُ خَاصٌّ بِالْمَسَاجِدِ مَا فِيهِ الْجَمْعُ بِالْمَكَاتِبِ الجَمْعُ بِالْخَيْمَاتِ الجَمْعُ بِالْبَيْتِ الْجَمْعُ لِلْمَسَاجِدِ لِإِعْذَارِ النَّاسِ أَلَّا يَأْتُوا إِلَى الْمَسَاجِدِ هَذَا الْمَقْصُودُ وَالْجَمْعُ لِأَجْلِ أَنْ لَا يَتَكَلَّفَ النَّاسُ الْمَجِيءَ إِلَى الْمَسْجِدِ لَكِنْ جَمْعٌ فِي الدَّوَامِ جَمْعٌ فِي الْبَرِّ أَوْ جَمْعٌ فِي الشَّالِيَةِ أَوْ جَمْعٌ فِي الْبَيْتِ مَا فِيهِ الْجَمْعُ الْجَمْعُ لِلْمَسَاجِدِ لِأَجْلِ لَا يَتَكَلَّفُ النَّاسُ أَنْ يَأْتِي إِلَى الْمَسَاجِدِ KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28
Saya punya kantor di salah satu gedung, dan jaraknya dengan masjid sejauh 5 menit.Bolehkah saya menjamak shalat dengan para karyawan yang lain saat turun hujan,hujannya sangat deras, dan jumlah kami 12 orang? Tidak boleh! Menjamak shalat (ketika hujan) hanya boleh dilakukan di masjid.Tidak boleh menjamak shalat (karena hujan) di kantor, di perkemahan, atau di rumah. Menjamak shalat (karena hujan) hanya boleh di masjid, untuk meringankan orang-orang agar tidak perlu datang ke masjid lagi. Inilah tujuannya.Syariat menjamak shalat tujuannya agar orang-orang tidak kesulitan untuk datang ke masjid lagi. Adapun menjamak shalat di jam kerja (kantor), di alam terbuka,di villa, atau di rumah, tidak disyariatkan.Menjamak shalat di masjid (ketika hujan), tujuannya agar orang-orang tidak kesulitan untuk datang kembali ke masjid. ==== أَنَا عِنْدِي مَكْتَبٌ فِي أَحَدِ الْأَبْرَاجِ التِّجَارِيَّةِ وَالْمَسْجِدُ يَبْعُدُ خَمْسَ دَقَائِقَ هَلْ يَصِحُّ أَنْ أَجْمَعَ الصَّلَاةَ مَعَ الْمُوَظَّفِيْنَ أَثْنَاءَ الْمَطَرَ وَكَانَ الْمَطَرُ شَدِيدًا وَعَدَدُنَا اثْنَيْ عَشَرَ؟ لَا الْجَمْعُ خَاصٌّ بِالْمَسَاجِدِ مَا فِيهِ الْجَمْعُ بِالْمَكَاتِبِ الجَمْعُ بِالْخَيْمَاتِ الجَمْعُ بِالْبَيْتِ الْجَمْعُ لِلْمَسَاجِدِ لِإِعْذَارِ النَّاسِ أَلَّا يَأْتُوا إِلَى الْمَسَاجِدِ هَذَا الْمَقْصُودُ وَالْجَمْعُ لِأَجْلِ أَنْ لَا يَتَكَلَّفَ النَّاسُ الْمَجِيءَ إِلَى الْمَسْجِدِ لَكِنْ جَمْعٌ فِي الدَّوَامِ جَمْعٌ فِي الْبَرِّ أَوْ جَمْعٌ فِي الشَّالِيَةِ أَوْ جَمْعٌ فِي الْبَيْتِ مَا فِيهِ الْجَمْعُ الْجَمْعُ لِلْمَسَاجِدِ لِأَجْلِ لَا يَتَكَلَّفُ النَّاسُ أَنْ يَأْتِي إِلَى الْمَسَاجِدِ KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28


Saya punya kantor di salah satu gedung, dan jaraknya dengan masjid sejauh 5 menit.Bolehkah saya menjamak shalat dengan para karyawan yang lain saat turun hujan,hujannya sangat deras, dan jumlah kami 12 orang? Tidak boleh! Menjamak shalat (ketika hujan) hanya boleh dilakukan di masjid.Tidak boleh menjamak shalat (karena hujan) di kantor, di perkemahan, atau di rumah. Menjamak shalat (karena hujan) hanya boleh di masjid, untuk meringankan orang-orang agar tidak perlu datang ke masjid lagi. Inilah tujuannya.Syariat menjamak shalat tujuannya agar orang-orang tidak kesulitan untuk datang ke masjid lagi. Adapun menjamak shalat di jam kerja (kantor), di alam terbuka,di villa, atau di rumah, tidak disyariatkan.Menjamak shalat di masjid (ketika hujan), tujuannya agar orang-orang tidak kesulitan untuk datang kembali ke masjid. ==== أَنَا عِنْدِي مَكْتَبٌ فِي أَحَدِ الْأَبْرَاجِ التِّجَارِيَّةِ وَالْمَسْجِدُ يَبْعُدُ خَمْسَ دَقَائِقَ هَلْ يَصِحُّ أَنْ أَجْمَعَ الصَّلَاةَ مَعَ الْمُوَظَّفِيْنَ أَثْنَاءَ الْمَطَرَ وَكَانَ الْمَطَرُ شَدِيدًا وَعَدَدُنَا اثْنَيْ عَشَرَ؟ لَا الْجَمْعُ خَاصٌّ بِالْمَسَاجِدِ مَا فِيهِ الْجَمْعُ بِالْمَكَاتِبِ الجَمْعُ بِالْخَيْمَاتِ الجَمْعُ بِالْبَيْتِ الْجَمْعُ لِلْمَسَاجِدِ لِإِعْذَارِ النَّاسِ أَلَّا يَأْتُوا إِلَى الْمَسَاجِدِ هَذَا الْمَقْصُودُ وَالْجَمْعُ لِأَجْلِ أَنْ لَا يَتَكَلَّفَ النَّاسُ الْمَجِيءَ إِلَى الْمَسْجِدِ لَكِنْ جَمْعٌ فِي الدَّوَامِ جَمْعٌ فِي الْبَرِّ أَوْ جَمْعٌ فِي الشَّالِيَةِ أَوْ جَمْعٌ فِي الْبَيْتِ مَا فِيهِ الْجَمْعُ الْجَمْعُ لِلْمَسَاجِدِ لِأَجْلِ لَا يَتَكَلَّفُ النَّاسُ أَنْ يَأْتِي إِلَى الْمَسَاجِدِ KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28

Ahli Tauhid: Takut Syirik dan Mendakwahkan Tauhid (Bag. 2)

Baca pembahasan sebelumnya Ahli Tauhid: Takut Syirik dan Mendakwahkan Tauhid (Bag. 1) Bismillah wal-hamdulillah wash-shalatu was-salamu ‘ala rasulillah. Amma ba’du, Daftar Isi sembunyikan 1. Dalil-dalil yang menunjukkan bahwa ahli tauhid itu takut syirik 1.1. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Imam ahli tauhid yang paling sempurna, tetapi beliau khawatir terjatuh ke dalam syirik besar 1.2. Imam hunafa’ (tauhid), utusan Allah, Ibrahim ‘alaihis salam adalah sosok yang takut terjatuh ke dalam syirik 1.2.1. Kemuliaan utusan Allah Ibrahim ‘alaihis salam 1.3. Sesuatu yang paling ditakutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atas diri para ahli tauhid di kalangan umat beliau (para sahabat) adalah riya’ (syirik kecil) 1.4. Kesimpulan 2. Tanda-tanda takut syirik Dalil-dalil yang menunjukkan bahwa ahli tauhid itu takut syirikRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Imam ahli tauhid yang paling sempurna, tetapi beliau khawatir terjatuh ke dalam syirik besarDari Anas radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memperbanyak berdoa,يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِك‘Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.'”Saya bertanya, ‘Wahai Rasulullah, kami beriman kepadamu dan beriman kepada risalah yang engkau bawa. Apakah engkau masih mengkhawatirkan kami?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab,نَعَمْ، إِنَّ الْقُلُوبَ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ، يُقَلِّبُهَا كَيْفَ يَشَاءُ‘Ya, sesungguhnya hati itu di antara dua jari dari jemari Allah. Allah membolak-balikkannya sesuai dengan kehendak-Nya.'” (Sahih, HR. At-Tirmidzi)Ini menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengkhawatirkan segala perkara yang mengeluarkan pelakunya dari agama Allah, termasuk syirik besar. Dan beliau pun mengkhawatirkan segala perkara yang mengeluarkan pelakunya dari jalan ketaatan kepada Allah. Imam hunafa’ (tauhid), utusan Allah, Ibrahim ‘alaihis salam adalah sosok yang takut terjatuh ke dalam syirikAllah Ta’ala berfirman,وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهِيْمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ اٰمِنًا وَّاجْنُبْنِيْ وَبَنِيَّ اَنْ نَّعْبُدَ الْاَصْنَامَ ۗ“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, ‘Ya Tuhan-ku, jadikanlah negeri ini (Makkah) sebagai negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah patung.'” (QS. Ibrahim: 35)Kemuliaan utusan Allah Ibrahim ‘alaihis salamPertama: Beliau termasuk ulul ‘azmi minar rusul (para rasul pemilik kekuatan dan ketegaran yang sangat kokoh ‘alaihimush shalatu wassalam). Jumlahnya ada 5 rasul ‘alaihimush shalatu was salam berdasarkan surah Al-Ahzaab ayat 7.Kedua: Beliau adalah Imam hunafa` (tauhid) setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Qanith, haniif, dan jauh dari kesyirikan berdasarkan surah An-Nahl ayat 120.Ketiga: Beliau pernah memecahkan patung langsung dengan tangannya sebagaimana dalam surah Al-Anbiyaa`ayat 58.Baca Juga: Mengenal Tauhid dan Syirik Lebih DekatKeempat: Beliau adalah khaliilullah (rasul yang sangat dicintai Allah). Khalilullah itu hanya ada 2 rasul.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:إن الله اتخذني خليلاً كما اتخذ إبراهيم خليلاً “Sesungguhnya Allah mengambilku menjadi khalil sebagaimana Dia mengambil Ibrahim sebagai khalil juga.” (HR. Muslim)Demikian mulianya kedudukan utusan Allah Ibrahim ‘alaihis salam. Beliau sosok yang sempurna tauhidnya, namun dalam surah Ibrahim ayat 35 di atas, beliau masih berdoa, “Jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah patung”. Ini menunjukkan rasa takut beliau yang sangat besar terhadap syirik. Hal ini karena:Pertama: Berdoa bukan hanya untuk diri sendiri, namun juga untuk anak keturunannya.Kedua: Isi doanya mohon dijauhkan dan bukan sekedar agar tidak terjatuh ke dalamnya. Ini menunjukkan takut yang amat sangat.Ketiga: Jenis kesyirikan yang beliau mohon agar dijauhkan darinya adalah syirik besar/ syirik jali (syirik yang tampak jelas), yang barangkali banyak dari kaum muslimin sekarang tidak pernah satu kali pun terbayang berdoa dengan doa beliau ini. Syirik yang nampak saja beliau demikian takutnya, apalagi syirik yang samar!Oleh karena itu sebagai renungan kita bersama, apabila Nabi Ibrahim ‘alaihis salam saja takut terjatuh ke dalam syirik, apalagi kita? Siapakah yang tingkat keimanan dan tauhidnya di bawah beliau yang layak merasa aman terhadap kesyirikan, kalau beliau saja tidak merasa aman? Sesuatu yang paling ditakutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atas diri para ahli tauhid di kalangan umat beliau (para sahabat) adalah riya’ (syirik kecil)Dalam hadis Mahmuud ibnu Lubaid radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر“Sesuatu yang paling aku takutkan atas diri kalian adalah syirik kecil.”Lalu beliau ditanya tentangnya dan menjawab,الرياء“Riya’ (pamer ibadah).” (HR. Ahmad dan selainnya, disahihkan oleh Al-Albani)Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mengkhawatirkan para sahabatnya terjerumus ke dalam syirik kecil, padahal para sahabat radhiyallahu ‘anhum adalah umat yang terbaik ilmu syar’i dan amal salehnya dibandingkan dengan seluruh umat para nabi dan rasul ‘alaihimush shalatu wassalam. Hal ini berdasarkan ayat ke-110 surah Ali Imran.Allah Ta’ala  berfirman,كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ“Kalian (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kalian) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”Dan berdasarkan hadis Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ“Sebaik-sebaik umat manusia adalah umatku (sahabat), lalu setelahnya (tabi’in), lalu setelahnya (tabi’ut tabi’in).”Dalam hadis di atas, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sangat mengkhawatirkan para sahabatnya terjerumus ke dalam syirik kecil, padahal demikian kuat iman dan tauhid mereka, karena mereka langsung dididik oleh Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.Jika Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam saja sangat mengkhawatirkan syirik kecil menimpa mereka, padahal mereka kuat imannya, lebih-lebih lagi orang yang lemah imannya. Dengan demikian, wajib takut terhadap syirik kecil apalagi syirik besar.Baca Juga: Keutamaan dan Urgensi TauhidKesimpulanTidak ada satu pun ahli tauhid yang benar tauhidnya, kecuali memiliki ciri khas takut terjatuh ke dalam kesyirikan. Hal ini karena syirik adalah dosa terbesar dan sangat membahayakan keimanan serta sangat buruk akibatnya di dunia maupun di akhirat.Tanda-tanda takut syirikTakut terhadap kesyirikan memiliki tanda-tanda, di antaranya:Pertama: Mempelajari syirik dan macam-macamnya secara detail, agar tahu apa itu syirik, dan kuatlah rasa takut serta benci terhadap syirik sehingga benar-benar semangat menjauhinya.Kedua: Mempelajari tauhid dan macam-macamnya secara detail, agar tahu bagaimana men-tauhid-kan Allah Ta’ala, dan kuatlah rasa cinta serta harap kepada Allah Ta’ala, sehingga benar-benar semangat men-tauhid-kan-Nya.Ketiga: Ahli tauhid yang benar-benar takut terhadap syirik, hatinya benar-benar berusaha terus-menerus mencari keridaan Allah dalam rangka mewujudkan ubudiyyah kepada-Nya semata, yang ibadah tersebut merupakan tujuan diciptakan dirinya.[Bersambung]Baca Juga:Menyelami Makna TauhidFatwa Ulama: Perbedaan Makna Iman, Tauhid, dan Akidah*****Penulis: Sa’id Abu UkkasyahArtikel: www.muslim.or.id🔍 Belajar Islam, Laporan Kegiatan Qurban, Sholat Duduk, Siar Islam, Malu Kepada AllahTags: Aqidahaqidah islambahaya syirikbelajar tauhiddakwahdakwah sunnahdakwah tauhiddosa syirikkeutamaan tauhidManhajmanhaj salafmengenal tauhidSyiriktakut syirikTauhid

Ahli Tauhid: Takut Syirik dan Mendakwahkan Tauhid (Bag. 2)

Baca pembahasan sebelumnya Ahli Tauhid: Takut Syirik dan Mendakwahkan Tauhid (Bag. 1) Bismillah wal-hamdulillah wash-shalatu was-salamu ‘ala rasulillah. Amma ba’du, Daftar Isi sembunyikan 1. Dalil-dalil yang menunjukkan bahwa ahli tauhid itu takut syirik 1.1. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Imam ahli tauhid yang paling sempurna, tetapi beliau khawatir terjatuh ke dalam syirik besar 1.2. Imam hunafa’ (tauhid), utusan Allah, Ibrahim ‘alaihis salam adalah sosok yang takut terjatuh ke dalam syirik 1.2.1. Kemuliaan utusan Allah Ibrahim ‘alaihis salam 1.3. Sesuatu yang paling ditakutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atas diri para ahli tauhid di kalangan umat beliau (para sahabat) adalah riya’ (syirik kecil) 1.4. Kesimpulan 2. Tanda-tanda takut syirik Dalil-dalil yang menunjukkan bahwa ahli tauhid itu takut syirikRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Imam ahli tauhid yang paling sempurna, tetapi beliau khawatir terjatuh ke dalam syirik besarDari Anas radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memperbanyak berdoa,يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِك‘Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.'”Saya bertanya, ‘Wahai Rasulullah, kami beriman kepadamu dan beriman kepada risalah yang engkau bawa. Apakah engkau masih mengkhawatirkan kami?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab,نَعَمْ، إِنَّ الْقُلُوبَ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ، يُقَلِّبُهَا كَيْفَ يَشَاءُ‘Ya, sesungguhnya hati itu di antara dua jari dari jemari Allah. Allah membolak-balikkannya sesuai dengan kehendak-Nya.'” (Sahih, HR. At-Tirmidzi)Ini menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengkhawatirkan segala perkara yang mengeluarkan pelakunya dari agama Allah, termasuk syirik besar. Dan beliau pun mengkhawatirkan segala perkara yang mengeluarkan pelakunya dari jalan ketaatan kepada Allah. Imam hunafa’ (tauhid), utusan Allah, Ibrahim ‘alaihis salam adalah sosok yang takut terjatuh ke dalam syirikAllah Ta’ala berfirman,وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهِيْمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ اٰمِنًا وَّاجْنُبْنِيْ وَبَنِيَّ اَنْ نَّعْبُدَ الْاَصْنَامَ ۗ“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, ‘Ya Tuhan-ku, jadikanlah negeri ini (Makkah) sebagai negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah patung.'” (QS. Ibrahim: 35)Kemuliaan utusan Allah Ibrahim ‘alaihis salamPertama: Beliau termasuk ulul ‘azmi minar rusul (para rasul pemilik kekuatan dan ketegaran yang sangat kokoh ‘alaihimush shalatu wassalam). Jumlahnya ada 5 rasul ‘alaihimush shalatu was salam berdasarkan surah Al-Ahzaab ayat 7.Kedua: Beliau adalah Imam hunafa` (tauhid) setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Qanith, haniif, dan jauh dari kesyirikan berdasarkan surah An-Nahl ayat 120.Ketiga: Beliau pernah memecahkan patung langsung dengan tangannya sebagaimana dalam surah Al-Anbiyaa`ayat 58.Baca Juga: Mengenal Tauhid dan Syirik Lebih DekatKeempat: Beliau adalah khaliilullah (rasul yang sangat dicintai Allah). Khalilullah itu hanya ada 2 rasul.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:إن الله اتخذني خليلاً كما اتخذ إبراهيم خليلاً “Sesungguhnya Allah mengambilku menjadi khalil sebagaimana Dia mengambil Ibrahim sebagai khalil juga.” (HR. Muslim)Demikian mulianya kedudukan utusan Allah Ibrahim ‘alaihis salam. Beliau sosok yang sempurna tauhidnya, namun dalam surah Ibrahim ayat 35 di atas, beliau masih berdoa, “Jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah patung”. Ini menunjukkan rasa takut beliau yang sangat besar terhadap syirik. Hal ini karena:Pertama: Berdoa bukan hanya untuk diri sendiri, namun juga untuk anak keturunannya.Kedua: Isi doanya mohon dijauhkan dan bukan sekedar agar tidak terjatuh ke dalamnya. Ini menunjukkan takut yang amat sangat.Ketiga: Jenis kesyirikan yang beliau mohon agar dijauhkan darinya adalah syirik besar/ syirik jali (syirik yang tampak jelas), yang barangkali banyak dari kaum muslimin sekarang tidak pernah satu kali pun terbayang berdoa dengan doa beliau ini. Syirik yang nampak saja beliau demikian takutnya, apalagi syirik yang samar!Oleh karena itu sebagai renungan kita bersama, apabila Nabi Ibrahim ‘alaihis salam saja takut terjatuh ke dalam syirik, apalagi kita? Siapakah yang tingkat keimanan dan tauhidnya di bawah beliau yang layak merasa aman terhadap kesyirikan, kalau beliau saja tidak merasa aman? Sesuatu yang paling ditakutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atas diri para ahli tauhid di kalangan umat beliau (para sahabat) adalah riya’ (syirik kecil)Dalam hadis Mahmuud ibnu Lubaid radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر“Sesuatu yang paling aku takutkan atas diri kalian adalah syirik kecil.”Lalu beliau ditanya tentangnya dan menjawab,الرياء“Riya’ (pamer ibadah).” (HR. Ahmad dan selainnya, disahihkan oleh Al-Albani)Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mengkhawatirkan para sahabatnya terjerumus ke dalam syirik kecil, padahal para sahabat radhiyallahu ‘anhum adalah umat yang terbaik ilmu syar’i dan amal salehnya dibandingkan dengan seluruh umat para nabi dan rasul ‘alaihimush shalatu wassalam. Hal ini berdasarkan ayat ke-110 surah Ali Imran.Allah Ta’ala  berfirman,كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ“Kalian (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kalian) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”Dan berdasarkan hadis Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ“Sebaik-sebaik umat manusia adalah umatku (sahabat), lalu setelahnya (tabi’in), lalu setelahnya (tabi’ut tabi’in).”Dalam hadis di atas, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sangat mengkhawatirkan para sahabatnya terjerumus ke dalam syirik kecil, padahal demikian kuat iman dan tauhid mereka, karena mereka langsung dididik oleh Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.Jika Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam saja sangat mengkhawatirkan syirik kecil menimpa mereka, padahal mereka kuat imannya, lebih-lebih lagi orang yang lemah imannya. Dengan demikian, wajib takut terhadap syirik kecil apalagi syirik besar.Baca Juga: Keutamaan dan Urgensi TauhidKesimpulanTidak ada satu pun ahli tauhid yang benar tauhidnya, kecuali memiliki ciri khas takut terjatuh ke dalam kesyirikan. Hal ini karena syirik adalah dosa terbesar dan sangat membahayakan keimanan serta sangat buruk akibatnya di dunia maupun di akhirat.Tanda-tanda takut syirikTakut terhadap kesyirikan memiliki tanda-tanda, di antaranya:Pertama: Mempelajari syirik dan macam-macamnya secara detail, agar tahu apa itu syirik, dan kuatlah rasa takut serta benci terhadap syirik sehingga benar-benar semangat menjauhinya.Kedua: Mempelajari tauhid dan macam-macamnya secara detail, agar tahu bagaimana men-tauhid-kan Allah Ta’ala, dan kuatlah rasa cinta serta harap kepada Allah Ta’ala, sehingga benar-benar semangat men-tauhid-kan-Nya.Ketiga: Ahli tauhid yang benar-benar takut terhadap syirik, hatinya benar-benar berusaha terus-menerus mencari keridaan Allah dalam rangka mewujudkan ubudiyyah kepada-Nya semata, yang ibadah tersebut merupakan tujuan diciptakan dirinya.[Bersambung]Baca Juga:Menyelami Makna TauhidFatwa Ulama: Perbedaan Makna Iman, Tauhid, dan Akidah*****Penulis: Sa’id Abu UkkasyahArtikel: www.muslim.or.id🔍 Belajar Islam, Laporan Kegiatan Qurban, Sholat Duduk, Siar Islam, Malu Kepada AllahTags: Aqidahaqidah islambahaya syirikbelajar tauhiddakwahdakwah sunnahdakwah tauhiddosa syirikkeutamaan tauhidManhajmanhaj salafmengenal tauhidSyiriktakut syirikTauhid
Baca pembahasan sebelumnya Ahli Tauhid: Takut Syirik dan Mendakwahkan Tauhid (Bag. 1) Bismillah wal-hamdulillah wash-shalatu was-salamu ‘ala rasulillah. Amma ba’du, Daftar Isi sembunyikan 1. Dalil-dalil yang menunjukkan bahwa ahli tauhid itu takut syirik 1.1. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Imam ahli tauhid yang paling sempurna, tetapi beliau khawatir terjatuh ke dalam syirik besar 1.2. Imam hunafa’ (tauhid), utusan Allah, Ibrahim ‘alaihis salam adalah sosok yang takut terjatuh ke dalam syirik 1.2.1. Kemuliaan utusan Allah Ibrahim ‘alaihis salam 1.3. Sesuatu yang paling ditakutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atas diri para ahli tauhid di kalangan umat beliau (para sahabat) adalah riya’ (syirik kecil) 1.4. Kesimpulan 2. Tanda-tanda takut syirik Dalil-dalil yang menunjukkan bahwa ahli tauhid itu takut syirikRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Imam ahli tauhid yang paling sempurna, tetapi beliau khawatir terjatuh ke dalam syirik besarDari Anas radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memperbanyak berdoa,يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِك‘Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.'”Saya bertanya, ‘Wahai Rasulullah, kami beriman kepadamu dan beriman kepada risalah yang engkau bawa. Apakah engkau masih mengkhawatirkan kami?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab,نَعَمْ، إِنَّ الْقُلُوبَ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ، يُقَلِّبُهَا كَيْفَ يَشَاءُ‘Ya, sesungguhnya hati itu di antara dua jari dari jemari Allah. Allah membolak-balikkannya sesuai dengan kehendak-Nya.'” (Sahih, HR. At-Tirmidzi)Ini menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengkhawatirkan segala perkara yang mengeluarkan pelakunya dari agama Allah, termasuk syirik besar. Dan beliau pun mengkhawatirkan segala perkara yang mengeluarkan pelakunya dari jalan ketaatan kepada Allah. Imam hunafa’ (tauhid), utusan Allah, Ibrahim ‘alaihis salam adalah sosok yang takut terjatuh ke dalam syirikAllah Ta’ala berfirman,وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهِيْمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ اٰمِنًا وَّاجْنُبْنِيْ وَبَنِيَّ اَنْ نَّعْبُدَ الْاَصْنَامَ ۗ“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, ‘Ya Tuhan-ku, jadikanlah negeri ini (Makkah) sebagai negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah patung.'” (QS. Ibrahim: 35)Kemuliaan utusan Allah Ibrahim ‘alaihis salamPertama: Beliau termasuk ulul ‘azmi minar rusul (para rasul pemilik kekuatan dan ketegaran yang sangat kokoh ‘alaihimush shalatu wassalam). Jumlahnya ada 5 rasul ‘alaihimush shalatu was salam berdasarkan surah Al-Ahzaab ayat 7.Kedua: Beliau adalah Imam hunafa` (tauhid) setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Qanith, haniif, dan jauh dari kesyirikan berdasarkan surah An-Nahl ayat 120.Ketiga: Beliau pernah memecahkan patung langsung dengan tangannya sebagaimana dalam surah Al-Anbiyaa`ayat 58.Baca Juga: Mengenal Tauhid dan Syirik Lebih DekatKeempat: Beliau adalah khaliilullah (rasul yang sangat dicintai Allah). Khalilullah itu hanya ada 2 rasul.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:إن الله اتخذني خليلاً كما اتخذ إبراهيم خليلاً “Sesungguhnya Allah mengambilku menjadi khalil sebagaimana Dia mengambil Ibrahim sebagai khalil juga.” (HR. Muslim)Demikian mulianya kedudukan utusan Allah Ibrahim ‘alaihis salam. Beliau sosok yang sempurna tauhidnya, namun dalam surah Ibrahim ayat 35 di atas, beliau masih berdoa, “Jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah patung”. Ini menunjukkan rasa takut beliau yang sangat besar terhadap syirik. Hal ini karena:Pertama: Berdoa bukan hanya untuk diri sendiri, namun juga untuk anak keturunannya.Kedua: Isi doanya mohon dijauhkan dan bukan sekedar agar tidak terjatuh ke dalamnya. Ini menunjukkan takut yang amat sangat.Ketiga: Jenis kesyirikan yang beliau mohon agar dijauhkan darinya adalah syirik besar/ syirik jali (syirik yang tampak jelas), yang barangkali banyak dari kaum muslimin sekarang tidak pernah satu kali pun terbayang berdoa dengan doa beliau ini. Syirik yang nampak saja beliau demikian takutnya, apalagi syirik yang samar!Oleh karena itu sebagai renungan kita bersama, apabila Nabi Ibrahim ‘alaihis salam saja takut terjatuh ke dalam syirik, apalagi kita? Siapakah yang tingkat keimanan dan tauhidnya di bawah beliau yang layak merasa aman terhadap kesyirikan, kalau beliau saja tidak merasa aman? Sesuatu yang paling ditakutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atas diri para ahli tauhid di kalangan umat beliau (para sahabat) adalah riya’ (syirik kecil)Dalam hadis Mahmuud ibnu Lubaid radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر“Sesuatu yang paling aku takutkan atas diri kalian adalah syirik kecil.”Lalu beliau ditanya tentangnya dan menjawab,الرياء“Riya’ (pamer ibadah).” (HR. Ahmad dan selainnya, disahihkan oleh Al-Albani)Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mengkhawatirkan para sahabatnya terjerumus ke dalam syirik kecil, padahal para sahabat radhiyallahu ‘anhum adalah umat yang terbaik ilmu syar’i dan amal salehnya dibandingkan dengan seluruh umat para nabi dan rasul ‘alaihimush shalatu wassalam. Hal ini berdasarkan ayat ke-110 surah Ali Imran.Allah Ta’ala  berfirman,كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ“Kalian (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kalian) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”Dan berdasarkan hadis Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ“Sebaik-sebaik umat manusia adalah umatku (sahabat), lalu setelahnya (tabi’in), lalu setelahnya (tabi’ut tabi’in).”Dalam hadis di atas, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sangat mengkhawatirkan para sahabatnya terjerumus ke dalam syirik kecil, padahal demikian kuat iman dan tauhid mereka, karena mereka langsung dididik oleh Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.Jika Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam saja sangat mengkhawatirkan syirik kecil menimpa mereka, padahal mereka kuat imannya, lebih-lebih lagi orang yang lemah imannya. Dengan demikian, wajib takut terhadap syirik kecil apalagi syirik besar.Baca Juga: Keutamaan dan Urgensi TauhidKesimpulanTidak ada satu pun ahli tauhid yang benar tauhidnya, kecuali memiliki ciri khas takut terjatuh ke dalam kesyirikan. Hal ini karena syirik adalah dosa terbesar dan sangat membahayakan keimanan serta sangat buruk akibatnya di dunia maupun di akhirat.Tanda-tanda takut syirikTakut terhadap kesyirikan memiliki tanda-tanda, di antaranya:Pertama: Mempelajari syirik dan macam-macamnya secara detail, agar tahu apa itu syirik, dan kuatlah rasa takut serta benci terhadap syirik sehingga benar-benar semangat menjauhinya.Kedua: Mempelajari tauhid dan macam-macamnya secara detail, agar tahu bagaimana men-tauhid-kan Allah Ta’ala, dan kuatlah rasa cinta serta harap kepada Allah Ta’ala, sehingga benar-benar semangat men-tauhid-kan-Nya.Ketiga: Ahli tauhid yang benar-benar takut terhadap syirik, hatinya benar-benar berusaha terus-menerus mencari keridaan Allah dalam rangka mewujudkan ubudiyyah kepada-Nya semata, yang ibadah tersebut merupakan tujuan diciptakan dirinya.[Bersambung]Baca Juga:Menyelami Makna TauhidFatwa Ulama: Perbedaan Makna Iman, Tauhid, dan Akidah*****Penulis: Sa’id Abu UkkasyahArtikel: www.muslim.or.id🔍 Belajar Islam, Laporan Kegiatan Qurban, Sholat Duduk, Siar Islam, Malu Kepada AllahTags: Aqidahaqidah islambahaya syirikbelajar tauhiddakwahdakwah sunnahdakwah tauhiddosa syirikkeutamaan tauhidManhajmanhaj salafmengenal tauhidSyiriktakut syirikTauhid


Baca pembahasan sebelumnya Ahli Tauhid: Takut Syirik dan Mendakwahkan Tauhid (Bag. 1) Bismillah wal-hamdulillah wash-shalatu was-salamu ‘ala rasulillah. Amma ba’du, Daftar Isi sembunyikan 1. Dalil-dalil yang menunjukkan bahwa ahli tauhid itu takut syirik 1.1. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Imam ahli tauhid yang paling sempurna, tetapi beliau khawatir terjatuh ke dalam syirik besar 1.2. Imam hunafa’ (tauhid), utusan Allah, Ibrahim ‘alaihis salam adalah sosok yang takut terjatuh ke dalam syirik 1.2.1. Kemuliaan utusan Allah Ibrahim ‘alaihis salam 1.3. Sesuatu yang paling ditakutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atas diri para ahli tauhid di kalangan umat beliau (para sahabat) adalah riya’ (syirik kecil) 1.4. Kesimpulan 2. Tanda-tanda takut syirik Dalil-dalil yang menunjukkan bahwa ahli tauhid itu takut syirikRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Imam ahli tauhid yang paling sempurna, tetapi beliau khawatir terjatuh ke dalam syirik besarDari Anas radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memperbanyak berdoa,يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِك‘Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.'”Saya bertanya, ‘Wahai Rasulullah, kami beriman kepadamu dan beriman kepada risalah yang engkau bawa. Apakah engkau masih mengkhawatirkan kami?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab,نَعَمْ، إِنَّ الْقُلُوبَ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ، يُقَلِّبُهَا كَيْفَ يَشَاءُ‘Ya, sesungguhnya hati itu di antara dua jari dari jemari Allah. Allah membolak-balikkannya sesuai dengan kehendak-Nya.'” (Sahih, HR. At-Tirmidzi)Ini menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengkhawatirkan segala perkara yang mengeluarkan pelakunya dari agama Allah, termasuk syirik besar. Dan beliau pun mengkhawatirkan segala perkara yang mengeluarkan pelakunya dari jalan ketaatan kepada Allah. Imam hunafa’ (tauhid), utusan Allah, Ibrahim ‘alaihis salam adalah sosok yang takut terjatuh ke dalam syirikAllah Ta’ala berfirman,وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهِيْمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ اٰمِنًا وَّاجْنُبْنِيْ وَبَنِيَّ اَنْ نَّعْبُدَ الْاَصْنَامَ ۗ“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, ‘Ya Tuhan-ku, jadikanlah negeri ini (Makkah) sebagai negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah patung.'” (QS. Ibrahim: 35)Kemuliaan utusan Allah Ibrahim ‘alaihis salamPertama: Beliau termasuk ulul ‘azmi minar rusul (para rasul pemilik kekuatan dan ketegaran yang sangat kokoh ‘alaihimush shalatu wassalam). Jumlahnya ada 5 rasul ‘alaihimush shalatu was salam berdasarkan surah Al-Ahzaab ayat 7.Kedua: Beliau adalah Imam hunafa` (tauhid) setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Qanith, haniif, dan jauh dari kesyirikan berdasarkan surah An-Nahl ayat 120.Ketiga: Beliau pernah memecahkan patung langsung dengan tangannya sebagaimana dalam surah Al-Anbiyaa`ayat 58.Baca Juga: Mengenal Tauhid dan Syirik Lebih DekatKeempat: Beliau adalah khaliilullah (rasul yang sangat dicintai Allah). Khalilullah itu hanya ada 2 rasul.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:إن الله اتخذني خليلاً كما اتخذ إبراهيم خليلاً “Sesungguhnya Allah mengambilku menjadi khalil sebagaimana Dia mengambil Ibrahim sebagai khalil juga.” (HR. Muslim)Demikian mulianya kedudukan utusan Allah Ibrahim ‘alaihis salam. Beliau sosok yang sempurna tauhidnya, namun dalam surah Ibrahim ayat 35 di atas, beliau masih berdoa, “Jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah patung”. Ini menunjukkan rasa takut beliau yang sangat besar terhadap syirik. Hal ini karena:Pertama: Berdoa bukan hanya untuk diri sendiri, namun juga untuk anak keturunannya.Kedua: Isi doanya mohon dijauhkan dan bukan sekedar agar tidak terjatuh ke dalamnya. Ini menunjukkan takut yang amat sangat.Ketiga: Jenis kesyirikan yang beliau mohon agar dijauhkan darinya adalah syirik besar/ syirik jali (syirik yang tampak jelas), yang barangkali banyak dari kaum muslimin sekarang tidak pernah satu kali pun terbayang berdoa dengan doa beliau ini. Syirik yang nampak saja beliau demikian takutnya, apalagi syirik yang samar!Oleh karena itu sebagai renungan kita bersama, apabila Nabi Ibrahim ‘alaihis salam saja takut terjatuh ke dalam syirik, apalagi kita? Siapakah yang tingkat keimanan dan tauhidnya di bawah beliau yang layak merasa aman terhadap kesyirikan, kalau beliau saja tidak merasa aman? Sesuatu yang paling ditakutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atas diri para ahli tauhid di kalangan umat beliau (para sahabat) adalah riya’ (syirik kecil)Dalam hadis Mahmuud ibnu Lubaid radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر“Sesuatu yang paling aku takutkan atas diri kalian adalah syirik kecil.”Lalu beliau ditanya tentangnya dan menjawab,الرياء“Riya’ (pamer ibadah).” (HR. Ahmad dan selainnya, disahihkan oleh Al-Albani)Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mengkhawatirkan para sahabatnya terjerumus ke dalam syirik kecil, padahal para sahabat radhiyallahu ‘anhum adalah umat yang terbaik ilmu syar’i dan amal salehnya dibandingkan dengan seluruh umat para nabi dan rasul ‘alaihimush shalatu wassalam. Hal ini berdasarkan ayat ke-110 surah Ali Imran.Allah Ta’ala  berfirman,كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ“Kalian (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kalian) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”Dan berdasarkan hadis Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ“Sebaik-sebaik umat manusia adalah umatku (sahabat), lalu setelahnya (tabi’in), lalu setelahnya (tabi’ut tabi’in).”Dalam hadis di atas, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sangat mengkhawatirkan para sahabatnya terjerumus ke dalam syirik kecil, padahal demikian kuat iman dan tauhid mereka, karena mereka langsung dididik oleh Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.Jika Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam saja sangat mengkhawatirkan syirik kecil menimpa mereka, padahal mereka kuat imannya, lebih-lebih lagi orang yang lemah imannya. Dengan demikian, wajib takut terhadap syirik kecil apalagi syirik besar.Baca Juga: Keutamaan dan Urgensi TauhidKesimpulanTidak ada satu pun ahli tauhid yang benar tauhidnya, kecuali memiliki ciri khas takut terjatuh ke dalam kesyirikan. Hal ini karena syirik adalah dosa terbesar dan sangat membahayakan keimanan serta sangat buruk akibatnya di dunia maupun di akhirat.Tanda-tanda takut syirikTakut terhadap kesyirikan memiliki tanda-tanda, di antaranya:Pertama: Mempelajari syirik dan macam-macamnya secara detail, agar tahu apa itu syirik, dan kuatlah rasa takut serta benci terhadap syirik sehingga benar-benar semangat menjauhinya.Kedua: Mempelajari tauhid dan macam-macamnya secara detail, agar tahu bagaimana men-tauhid-kan Allah Ta’ala, dan kuatlah rasa cinta serta harap kepada Allah Ta’ala, sehingga benar-benar semangat men-tauhid-kan-Nya.Ketiga: Ahli tauhid yang benar-benar takut terhadap syirik, hatinya benar-benar berusaha terus-menerus mencari keridaan Allah dalam rangka mewujudkan ubudiyyah kepada-Nya semata, yang ibadah tersebut merupakan tujuan diciptakan dirinya.[Bersambung]Baca Juga:Menyelami Makna TauhidFatwa Ulama: Perbedaan Makna Iman, Tauhid, dan Akidah*****Penulis: Sa’id Abu UkkasyahArtikel: www.muslim.or.id🔍 Belajar Islam, Laporan Kegiatan Qurban, Sholat Duduk, Siar Islam, Malu Kepada AllahTags: Aqidahaqidah islambahaya syirikbelajar tauhiddakwahdakwah sunnahdakwah tauhiddosa syirikkeutamaan tauhidManhajmanhaj salafmengenal tauhidSyiriktakut syirikTauhid

Ahli Tauhid: Takut Syirik dan Mendakwahkan Tauhid (Bag. 3)

Baca pembahasan sebelumnya Ahli Tauhid: Takut Syirik dan Mendakwahkan Tauhid (Bag. 2)Bismillah wal-hamdulillah wash-shalatu was-salamu ‘ala rasulillah. Amma ba’du, Daftar Isi sembunyikan 1. Ahli tauhid itu semangat mendakwahkan tauhid 2. Hubungan antara takut syirik dan dakwah tauhid 3. Hukum berdakwah 4. Dalil-dalil yang menunjukkan bahwa ahli tauhid itu mendakwahkan tauhid 4.1. Pertama: Firman Allah dalam surah Yusuf ayat 108 4.2. Kedua: Hadis Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu (HR. Bukhari dan Muslim) 4.3. Ketiga: Hadis Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu (HR. Bukhari dan Muslim) 4.4. Keempat: Hadis-hadis lainnya 5. Kesimpulan Ahli tauhid itu semangat mendakwahkan tauhidProfil ahli tauhid yang sempurna adalah sosok hamba Allah yang mencintai Allah, ajaran-Nya (tauhid), kemudian mencintai ahli tauhid, serta mencintai untuk mempelajari tauhid, mengamalkannya, dan mendakwahkannya.Sebaliknya, ahli tauhid membenci sesembahan selain Allah (yang ia rida untuk disembah), musuh-musuh Allah, syirik, membenci musyrik (pelaku syirik) karena kesyirikannya, dan membenci musuh ahli tauhid (musuh kaum muslimin) karena permusuhan mereka terhadap ahli tauhid. Namun, kebencian ahli tauhid terhadap syirik dan musyrik itu dengan tetap tidak boleh menzaliminya dan tetap berlaku adil dan baik kepadanya. Hal ini selama mereka tidak memerangi kaum muslimin, guna menampakkan keindahan Islam.Bahkan, justru ahli tauhid terdorong untuk mendakwahi pelaku kesyirikan dengan bijak dan kasih sayang. Karena tuntutan tauhid adalah tidak rida jika Allah disamakan/ dipersekutukan dengan makhluk (syirik). Sehingga ahli tauhid (muslim dan muslimah) itu jika melihat kesyirikan di masyarakatnya, maka hatinya akan tergerak untuk mendakwahi pelakunya dengan bijaksana, kelembutan, serta kasih sayang, tidak menggunakan cara-cara radikal yang bertentangan dengan sikap dakwah bilhikmah, demi menggapai rida Allah dan menghindari murka Allah.Perlu diketahui, syahadat laailaha illallah itu mengandung makna meyakini, mengucapkan, dan mengabarkan kalimat tauhid, dan ini mengisyaratkan dakwah tauhid, karena mengabarkan tauhid akan sempurna dengan mengajak orang lain bertauhid dan meninggalkan syirik.Hubungan antara takut syirik dan dakwah tauhidBahwa bentuk kesempurnaan rasa takut terhadap kesyirikan adalah berdakwah mengajak manusia untuk bertauhid. Dan dengan mengingatkan diri dan orang lain akan bahaya syirik sebagai bentuk kasih sayang terhadap diri sendiri dan orang lain agar tidak terjatuh ke dalam dosa terbesar (syirik). Dan agar tidak terkena azab akibat meninggalkan dakwah tauhid dan meninggalkan pengingkaran terhadap syirik.Baca Juga: Fatwa: Apakah Pelaku Syirik Kecil Kekal di Neraka? Hukum berdakwah Ulama rahimahumullah berselisih pendapat tentang hukum berdakwah. Sebagian ulama ada yang berpendapat hukumnya fardhu ‘ain, namun sebagian ulama yang lainnya menyatakan fardhu kifayah. Pendapat yang terkuat, sebagaimana dinyatakan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah,الدعوة إلى الله تجب على كل مسلم ، لكنها فرض على الكفاية ، وإنما يجب على الرجل المعين من ذلك ما يقدر عليه إذا لم يقم به غيره“Dakwah mengajak manusia kepada Allah hukumnya wajib bagi setiap muslim. Akan tetapi, jenis wajibnya adalah fardhu kifayah. Sedangkan bagi orang tertentu menjadi fardhu (‘ain) sesuai dengan kemampuannya, jika tidak ada seorang pun yang berdakwah (di tempat itu).” (Majmu’ul Fatawa, 15: 166) [1]Dengan demikian, hukum dakwah ilallah, mengajak manusia kepada Allah (termasuk dakwah tauhid dan ajaran syari’at Islam yang lainnya) adalah fardhu kifayah. Namun, bisa menjadi fardhu ‘ain dalam kondisi tertentu, misalnya: (1) tidak ada seorang pun yang berdakwah tauhid atau mengingkari kesyirikan di tempat itu; atau (2) sudah ada orang yang berdakwah di tempat tersebut, namun belum mampu memenuhi kewajiban dakwah di tempat tersebut karena sedikitnya da’i dan luasnya wilayah yang didakwahi. Jadi, jika telah ada sekolompok kaum muslimin yang melaksanakan kewajiban dakwah, maka bagi kaum muslimin lainnya hukumnya menjadi sunah.An-Nawawi rahimahullah juga menjelaskan dalam kitab beliau [2] Syarah Shahih Muslim bahwa hukum amar makruf dan nahi mungkar adalah fardhu kifayah. Apabila semua kaum muslimin meninggalkannya, berdosalah orang yang mampu menunaikannya tanpa uzur dan tanpa takut.Dan terkadang hukum mengingkari kemungkaran itu menjadi fardhu ‘ain bagi orang tertentu, misalnya pada kondisi tidak ada yang mengetahui kemungkaran tersebut kecuali dia saja, atau tidak ada yang bisa menghilangkan kemungkaran tersebut kecuali dia saja, atau seperti orang yang melihat istri, anak, atau pembantunya melakukan kemungkaran sedangkan dia mampu untuk mengingkarinya.Baca Juga: Antara Nadzar Tauhid, Syirik, Maksiat dan Makruh Dalil-dalil yang menunjukkan bahwa ahli tauhid itu mendakwahkan tauhidPertama: Firman Allah dalam surah Yusuf ayat 108قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ“Katakanlah, ‘Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku, (yaitu) berdakwah mengajak (manusia) kepada Allah dengan ilmu syar’i, Mahasuci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.'”Ciri khas jalan hidup yang ditempuh Imam ahli tauhid, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan orang-orang yang mengikutinya (para ahli tauhid, dan tokoh utamanya yaitu para sahabat radhiyallahu ‘anhum) adalah berdakwah di atas ilmu syar’i. Dan mengajak manusia kepada Allah itu termasuk dakwah tauhid dan berdakwah mengajarkan ajaran syari’at Islam yang lainnya.Dan dalam ayat ini, Allah memerintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menyatakan bahwa ciri khas jalan hidupnya adalah berdakwah mengajak manusia kepada Allah di atas ilmu syar’i. Hal ini menunjukkan bahwa dakwah mengajak manusia kepada Allah di atas ilmu syar’i itu hukumnya wajib. Maka, tidak ada satu pun orang yang mengaku mencintai Allah dan mencintai tauhid serta mengaku sebagai pengikut Imam ahli tauhid, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan baik, kecuali ia mencintai tauhid tersebar di muka bumi, mencintai negerinya bertauhid, dan mencintai saudaranya bertauhid. Sebagaimana ia benci jika melihat fenomena kesyirikan, sehingga terdorong untuk mendakwahinya.Kedua: Hadis Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu (HR. Bukhari dan Muslim)Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ketika mengutusnya ke Yaman,إنك تأتي قوماً من أهل الكتاب فليكن أول ما تدعوهم إليه شهادة أن لا إله إلا الله ـ وفي رواية: إلى أن يوحدوا الله ـ فإن هم أطاعوك لذلك، فأعلمهم أن الله افترض عليهم خمس صلوات في كل يوم وليلة، فإن هم أطاعوك لذلك: فأعلمهم أن الله افترض عليهم صدقة تؤخذ من أغنيائهم فترد على فقرائهم، فإن هم أطاعوك لذلك فإياك وكرائم أموالهم، واتق دعوة المظلوم، فإنه ليس بينها وبين الله حجاب“Sungguh kamu akan mendatangi orang-orang ahli kitab (Yahudi dan Nasrani). Hendaklah pertama kali yang harus kamu sampaikan kepada mereka adalah syahadat laailaaha illallah. Dalam riwayat yang lain disebutkan ‘Supaya mereka mentauhidkan Allah.’ Jika mereka mematuhi apa yang kamu dakwahkan, maka sampaikan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka salat lima waktu dalam sehari semalam. Jika mereka telah mematuhi apa yang telah kamu sampaikan, maka sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka zakat, yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka dan diberikan kepada orang-orang yang fakir. Dan jika mereka telah mematuhi apa yang kamu sampaikan, maka jauhkanlah dirimu dari mengambil harta terbaik mereka, dan takutlah kamu dari doanya orang-orang yang teraniaya, karena sesungguhnya tidak ada tabir penghalang antara doanya dengan Allah.”[3] (HR. Bukhari dan Muslim)Dalam hadis ini, terdapat semangat yang ditunjukkan oleh Imam ahli tauhid, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dalam mendakwahi masyarakat. Sampai pun masyarakat yang berbeda akidah di negeri seberang (Yaman) dengan mengutus da’i-nya (Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu). Masyarakat Yaman ketika itu berpotensi menentang dakwah, karena mereka adalah ahli kitab. Berarti mereka memiliki ilmu, yang memungkinkan mendebat da’i, sehingga tergambar beratnya mendakwahi mereka. Dengan kondisi dakwah seperti itu pun, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tetap bersemangat memerintahkan Mu’adz radhiyallahu ‘anhu mendakwahi mereka dengan tauhid sebagai materi pertama kalinya.Ketiga: Hadis Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu (HR. Bukhari dan Muslim)Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu saat mengutusnya dalam peperangan sebagai panglima perang,انفذ على رسلك حتى تنزل بساحتهم، ثم ادعهم إلى الإسلام وأخبرهم بما يجب عليهم من حق الله تعالى فيه، فوالله لأن يهدي الله بك رجلاً واحداً، خير لك من حمر النعم“Melangkahlah engkau ke depan dengan tenang hingga engkau sampai di tempat mereka, kemudian ajaklah mereka kepada Islam, dan sampaikanlah kepada mereka akan hak-hak Allah dalam Islam yang wajib atas mereka. Demi Allah, sungguh Allah memberi hidayah (Islam) kepada seseorang dengan sebab kamu, itu lebih baik dari unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim)Dalam hadis ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpesan kepada panglima perang yang beliau utus, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu agar berdakwah mengajak kepada Islam sebelum perang dan hal ini menunjukkan wajibnya berdakwah mengajak kepada Islam.Berdakwah mengajak kepada Islam, berarti berdakwah kepada tauhid, karena paling agung dari rukun-rukunnya adalah syahadatain (dan syahadat pertama adalah tauhid), padahal perintah berdakwah tauhid itu di saat akan berperang, tentunya ini suatu keadaan yang berat. Ini menunjukkan kegigihan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memperjuangkan ajaran terpenting dari agama Islam, yaitu tauhid, agar tersebar di muka bumi, agar seluruh manusia menyembah Allah semata.Baca Juga: Makna Syirik dan Larangan Berbuat SyirikKeempat: Hadis-hadis lainnyaBahkan, dalam hadis lainnya, ketika tauhid telah kokoh di dada kaum muslimin dan bendera Islam telah berkibar tinggi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar kabar bahwa di Yaman ada sebuah patung yang disembah yang bernama Dzul Khalashah. Beliau pun menjadi gundah gulana.Beliau kemudian mengutus Jarir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu ke Yaman. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya,ألا تريحني من ذي الخلصة؟“Tidakkah engkau ingin membuatku tenang dari Dzul Khalashah?” (HR. Bukhari no. 4355-4357 dan Muslim no. 136-137, dan yang lainnya)KesimpulanSosok ahli tauhid adalah sosok yang mencintai Allah dan tauhid, serta membenci syirik dan musyrikin karena kesyirikannya. Oleh karena itu, ahli tauhid itu takut terhadap kesyirikan dan semangat mendakwahkan tauhid, mengajak manusia meninggalkan syirik, sebagai wujud kasih sayang kepada manusia lillahi ta’ala.Wallahu a’lam.الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ[Selesai]Baca Juga:Contoh Syirik Akbar dalam Tauhid RububiyyahNasihat Bagi yang Terjerumus dalam Kesyirikan***Penulis: Sa’id Abu UkkasyahArtikel: www.muslim.or.id Catatan kaki:[1] https://islamqa.info/ar/177381[2] https://islamqa.info/ar/answers/304654[3] Terjemah Kitab Tauhid, Pustaka Syabab, dengan sedikit perubahan, demikian pula terjemah hadis setelahnya.🔍 Rukun Shalat, Durhaka Kepada Ibu, Ayat Qudsi, Kehidupan Di Surga Menurut Al Quran, Wirid Pagi Dan PetangTags: Aqidahaqidah islambahaya syirikbelajar tauhiddakwahdakwah sunnahdakwah tauhiddosa syirikkeutamaan tauhidManhajmanhaj salafmengenal tauhidSyiriktakut syirikTauhid

Ahli Tauhid: Takut Syirik dan Mendakwahkan Tauhid (Bag. 3)

Baca pembahasan sebelumnya Ahli Tauhid: Takut Syirik dan Mendakwahkan Tauhid (Bag. 2)Bismillah wal-hamdulillah wash-shalatu was-salamu ‘ala rasulillah. Amma ba’du, Daftar Isi sembunyikan 1. Ahli tauhid itu semangat mendakwahkan tauhid 2. Hubungan antara takut syirik dan dakwah tauhid 3. Hukum berdakwah 4. Dalil-dalil yang menunjukkan bahwa ahli tauhid itu mendakwahkan tauhid 4.1. Pertama: Firman Allah dalam surah Yusuf ayat 108 4.2. Kedua: Hadis Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu (HR. Bukhari dan Muslim) 4.3. Ketiga: Hadis Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu (HR. Bukhari dan Muslim) 4.4. Keempat: Hadis-hadis lainnya 5. Kesimpulan Ahli tauhid itu semangat mendakwahkan tauhidProfil ahli tauhid yang sempurna adalah sosok hamba Allah yang mencintai Allah, ajaran-Nya (tauhid), kemudian mencintai ahli tauhid, serta mencintai untuk mempelajari tauhid, mengamalkannya, dan mendakwahkannya.Sebaliknya, ahli tauhid membenci sesembahan selain Allah (yang ia rida untuk disembah), musuh-musuh Allah, syirik, membenci musyrik (pelaku syirik) karena kesyirikannya, dan membenci musuh ahli tauhid (musuh kaum muslimin) karena permusuhan mereka terhadap ahli tauhid. Namun, kebencian ahli tauhid terhadap syirik dan musyrik itu dengan tetap tidak boleh menzaliminya dan tetap berlaku adil dan baik kepadanya. Hal ini selama mereka tidak memerangi kaum muslimin, guna menampakkan keindahan Islam.Bahkan, justru ahli tauhid terdorong untuk mendakwahi pelaku kesyirikan dengan bijak dan kasih sayang. Karena tuntutan tauhid adalah tidak rida jika Allah disamakan/ dipersekutukan dengan makhluk (syirik). Sehingga ahli tauhid (muslim dan muslimah) itu jika melihat kesyirikan di masyarakatnya, maka hatinya akan tergerak untuk mendakwahi pelakunya dengan bijaksana, kelembutan, serta kasih sayang, tidak menggunakan cara-cara radikal yang bertentangan dengan sikap dakwah bilhikmah, demi menggapai rida Allah dan menghindari murka Allah.Perlu diketahui, syahadat laailaha illallah itu mengandung makna meyakini, mengucapkan, dan mengabarkan kalimat tauhid, dan ini mengisyaratkan dakwah tauhid, karena mengabarkan tauhid akan sempurna dengan mengajak orang lain bertauhid dan meninggalkan syirik.Hubungan antara takut syirik dan dakwah tauhidBahwa bentuk kesempurnaan rasa takut terhadap kesyirikan adalah berdakwah mengajak manusia untuk bertauhid. Dan dengan mengingatkan diri dan orang lain akan bahaya syirik sebagai bentuk kasih sayang terhadap diri sendiri dan orang lain agar tidak terjatuh ke dalam dosa terbesar (syirik). Dan agar tidak terkena azab akibat meninggalkan dakwah tauhid dan meninggalkan pengingkaran terhadap syirik.Baca Juga: Fatwa: Apakah Pelaku Syirik Kecil Kekal di Neraka? Hukum berdakwah Ulama rahimahumullah berselisih pendapat tentang hukum berdakwah. Sebagian ulama ada yang berpendapat hukumnya fardhu ‘ain, namun sebagian ulama yang lainnya menyatakan fardhu kifayah. Pendapat yang terkuat, sebagaimana dinyatakan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah,الدعوة إلى الله تجب على كل مسلم ، لكنها فرض على الكفاية ، وإنما يجب على الرجل المعين من ذلك ما يقدر عليه إذا لم يقم به غيره“Dakwah mengajak manusia kepada Allah hukumnya wajib bagi setiap muslim. Akan tetapi, jenis wajibnya adalah fardhu kifayah. Sedangkan bagi orang tertentu menjadi fardhu (‘ain) sesuai dengan kemampuannya, jika tidak ada seorang pun yang berdakwah (di tempat itu).” (Majmu’ul Fatawa, 15: 166) [1]Dengan demikian, hukum dakwah ilallah, mengajak manusia kepada Allah (termasuk dakwah tauhid dan ajaran syari’at Islam yang lainnya) adalah fardhu kifayah. Namun, bisa menjadi fardhu ‘ain dalam kondisi tertentu, misalnya: (1) tidak ada seorang pun yang berdakwah tauhid atau mengingkari kesyirikan di tempat itu; atau (2) sudah ada orang yang berdakwah di tempat tersebut, namun belum mampu memenuhi kewajiban dakwah di tempat tersebut karena sedikitnya da’i dan luasnya wilayah yang didakwahi. Jadi, jika telah ada sekolompok kaum muslimin yang melaksanakan kewajiban dakwah, maka bagi kaum muslimin lainnya hukumnya menjadi sunah.An-Nawawi rahimahullah juga menjelaskan dalam kitab beliau [2] Syarah Shahih Muslim bahwa hukum amar makruf dan nahi mungkar adalah fardhu kifayah. Apabila semua kaum muslimin meninggalkannya, berdosalah orang yang mampu menunaikannya tanpa uzur dan tanpa takut.Dan terkadang hukum mengingkari kemungkaran itu menjadi fardhu ‘ain bagi orang tertentu, misalnya pada kondisi tidak ada yang mengetahui kemungkaran tersebut kecuali dia saja, atau tidak ada yang bisa menghilangkan kemungkaran tersebut kecuali dia saja, atau seperti orang yang melihat istri, anak, atau pembantunya melakukan kemungkaran sedangkan dia mampu untuk mengingkarinya.Baca Juga: Antara Nadzar Tauhid, Syirik, Maksiat dan Makruh Dalil-dalil yang menunjukkan bahwa ahli tauhid itu mendakwahkan tauhidPertama: Firman Allah dalam surah Yusuf ayat 108قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ“Katakanlah, ‘Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku, (yaitu) berdakwah mengajak (manusia) kepada Allah dengan ilmu syar’i, Mahasuci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.'”Ciri khas jalan hidup yang ditempuh Imam ahli tauhid, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan orang-orang yang mengikutinya (para ahli tauhid, dan tokoh utamanya yaitu para sahabat radhiyallahu ‘anhum) adalah berdakwah di atas ilmu syar’i. Dan mengajak manusia kepada Allah itu termasuk dakwah tauhid dan berdakwah mengajarkan ajaran syari’at Islam yang lainnya.Dan dalam ayat ini, Allah memerintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menyatakan bahwa ciri khas jalan hidupnya adalah berdakwah mengajak manusia kepada Allah di atas ilmu syar’i. Hal ini menunjukkan bahwa dakwah mengajak manusia kepada Allah di atas ilmu syar’i itu hukumnya wajib. Maka, tidak ada satu pun orang yang mengaku mencintai Allah dan mencintai tauhid serta mengaku sebagai pengikut Imam ahli tauhid, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan baik, kecuali ia mencintai tauhid tersebar di muka bumi, mencintai negerinya bertauhid, dan mencintai saudaranya bertauhid. Sebagaimana ia benci jika melihat fenomena kesyirikan, sehingga terdorong untuk mendakwahinya.Kedua: Hadis Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu (HR. Bukhari dan Muslim)Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ketika mengutusnya ke Yaman,إنك تأتي قوماً من أهل الكتاب فليكن أول ما تدعوهم إليه شهادة أن لا إله إلا الله ـ وفي رواية: إلى أن يوحدوا الله ـ فإن هم أطاعوك لذلك، فأعلمهم أن الله افترض عليهم خمس صلوات في كل يوم وليلة، فإن هم أطاعوك لذلك: فأعلمهم أن الله افترض عليهم صدقة تؤخذ من أغنيائهم فترد على فقرائهم، فإن هم أطاعوك لذلك فإياك وكرائم أموالهم، واتق دعوة المظلوم، فإنه ليس بينها وبين الله حجاب“Sungguh kamu akan mendatangi orang-orang ahli kitab (Yahudi dan Nasrani). Hendaklah pertama kali yang harus kamu sampaikan kepada mereka adalah syahadat laailaaha illallah. Dalam riwayat yang lain disebutkan ‘Supaya mereka mentauhidkan Allah.’ Jika mereka mematuhi apa yang kamu dakwahkan, maka sampaikan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka salat lima waktu dalam sehari semalam. Jika mereka telah mematuhi apa yang telah kamu sampaikan, maka sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka zakat, yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka dan diberikan kepada orang-orang yang fakir. Dan jika mereka telah mematuhi apa yang kamu sampaikan, maka jauhkanlah dirimu dari mengambil harta terbaik mereka, dan takutlah kamu dari doanya orang-orang yang teraniaya, karena sesungguhnya tidak ada tabir penghalang antara doanya dengan Allah.”[3] (HR. Bukhari dan Muslim)Dalam hadis ini, terdapat semangat yang ditunjukkan oleh Imam ahli tauhid, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dalam mendakwahi masyarakat. Sampai pun masyarakat yang berbeda akidah di negeri seberang (Yaman) dengan mengutus da’i-nya (Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu). Masyarakat Yaman ketika itu berpotensi menentang dakwah, karena mereka adalah ahli kitab. Berarti mereka memiliki ilmu, yang memungkinkan mendebat da’i, sehingga tergambar beratnya mendakwahi mereka. Dengan kondisi dakwah seperti itu pun, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tetap bersemangat memerintahkan Mu’adz radhiyallahu ‘anhu mendakwahi mereka dengan tauhid sebagai materi pertama kalinya.Ketiga: Hadis Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu (HR. Bukhari dan Muslim)Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu saat mengutusnya dalam peperangan sebagai panglima perang,انفذ على رسلك حتى تنزل بساحتهم، ثم ادعهم إلى الإسلام وأخبرهم بما يجب عليهم من حق الله تعالى فيه، فوالله لأن يهدي الله بك رجلاً واحداً، خير لك من حمر النعم“Melangkahlah engkau ke depan dengan tenang hingga engkau sampai di tempat mereka, kemudian ajaklah mereka kepada Islam, dan sampaikanlah kepada mereka akan hak-hak Allah dalam Islam yang wajib atas mereka. Demi Allah, sungguh Allah memberi hidayah (Islam) kepada seseorang dengan sebab kamu, itu lebih baik dari unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim)Dalam hadis ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpesan kepada panglima perang yang beliau utus, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu agar berdakwah mengajak kepada Islam sebelum perang dan hal ini menunjukkan wajibnya berdakwah mengajak kepada Islam.Berdakwah mengajak kepada Islam, berarti berdakwah kepada tauhid, karena paling agung dari rukun-rukunnya adalah syahadatain (dan syahadat pertama adalah tauhid), padahal perintah berdakwah tauhid itu di saat akan berperang, tentunya ini suatu keadaan yang berat. Ini menunjukkan kegigihan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memperjuangkan ajaran terpenting dari agama Islam, yaitu tauhid, agar tersebar di muka bumi, agar seluruh manusia menyembah Allah semata.Baca Juga: Makna Syirik dan Larangan Berbuat SyirikKeempat: Hadis-hadis lainnyaBahkan, dalam hadis lainnya, ketika tauhid telah kokoh di dada kaum muslimin dan bendera Islam telah berkibar tinggi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar kabar bahwa di Yaman ada sebuah patung yang disembah yang bernama Dzul Khalashah. Beliau pun menjadi gundah gulana.Beliau kemudian mengutus Jarir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu ke Yaman. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya,ألا تريحني من ذي الخلصة؟“Tidakkah engkau ingin membuatku tenang dari Dzul Khalashah?” (HR. Bukhari no. 4355-4357 dan Muslim no. 136-137, dan yang lainnya)KesimpulanSosok ahli tauhid adalah sosok yang mencintai Allah dan tauhid, serta membenci syirik dan musyrikin karena kesyirikannya. Oleh karena itu, ahli tauhid itu takut terhadap kesyirikan dan semangat mendakwahkan tauhid, mengajak manusia meninggalkan syirik, sebagai wujud kasih sayang kepada manusia lillahi ta’ala.Wallahu a’lam.الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ[Selesai]Baca Juga:Contoh Syirik Akbar dalam Tauhid RububiyyahNasihat Bagi yang Terjerumus dalam Kesyirikan***Penulis: Sa’id Abu UkkasyahArtikel: www.muslim.or.id Catatan kaki:[1] https://islamqa.info/ar/177381[2] https://islamqa.info/ar/answers/304654[3] Terjemah Kitab Tauhid, Pustaka Syabab, dengan sedikit perubahan, demikian pula terjemah hadis setelahnya.🔍 Rukun Shalat, Durhaka Kepada Ibu, Ayat Qudsi, Kehidupan Di Surga Menurut Al Quran, Wirid Pagi Dan PetangTags: Aqidahaqidah islambahaya syirikbelajar tauhiddakwahdakwah sunnahdakwah tauhiddosa syirikkeutamaan tauhidManhajmanhaj salafmengenal tauhidSyiriktakut syirikTauhid
Baca pembahasan sebelumnya Ahli Tauhid: Takut Syirik dan Mendakwahkan Tauhid (Bag. 2)Bismillah wal-hamdulillah wash-shalatu was-salamu ‘ala rasulillah. Amma ba’du, Daftar Isi sembunyikan 1. Ahli tauhid itu semangat mendakwahkan tauhid 2. Hubungan antara takut syirik dan dakwah tauhid 3. Hukum berdakwah 4. Dalil-dalil yang menunjukkan bahwa ahli tauhid itu mendakwahkan tauhid 4.1. Pertama: Firman Allah dalam surah Yusuf ayat 108 4.2. Kedua: Hadis Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu (HR. Bukhari dan Muslim) 4.3. Ketiga: Hadis Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu (HR. Bukhari dan Muslim) 4.4. Keempat: Hadis-hadis lainnya 5. Kesimpulan Ahli tauhid itu semangat mendakwahkan tauhidProfil ahli tauhid yang sempurna adalah sosok hamba Allah yang mencintai Allah, ajaran-Nya (tauhid), kemudian mencintai ahli tauhid, serta mencintai untuk mempelajari tauhid, mengamalkannya, dan mendakwahkannya.Sebaliknya, ahli tauhid membenci sesembahan selain Allah (yang ia rida untuk disembah), musuh-musuh Allah, syirik, membenci musyrik (pelaku syirik) karena kesyirikannya, dan membenci musuh ahli tauhid (musuh kaum muslimin) karena permusuhan mereka terhadap ahli tauhid. Namun, kebencian ahli tauhid terhadap syirik dan musyrik itu dengan tetap tidak boleh menzaliminya dan tetap berlaku adil dan baik kepadanya. Hal ini selama mereka tidak memerangi kaum muslimin, guna menampakkan keindahan Islam.Bahkan, justru ahli tauhid terdorong untuk mendakwahi pelaku kesyirikan dengan bijak dan kasih sayang. Karena tuntutan tauhid adalah tidak rida jika Allah disamakan/ dipersekutukan dengan makhluk (syirik). Sehingga ahli tauhid (muslim dan muslimah) itu jika melihat kesyirikan di masyarakatnya, maka hatinya akan tergerak untuk mendakwahi pelakunya dengan bijaksana, kelembutan, serta kasih sayang, tidak menggunakan cara-cara radikal yang bertentangan dengan sikap dakwah bilhikmah, demi menggapai rida Allah dan menghindari murka Allah.Perlu diketahui, syahadat laailaha illallah itu mengandung makna meyakini, mengucapkan, dan mengabarkan kalimat tauhid, dan ini mengisyaratkan dakwah tauhid, karena mengabarkan tauhid akan sempurna dengan mengajak orang lain bertauhid dan meninggalkan syirik.Hubungan antara takut syirik dan dakwah tauhidBahwa bentuk kesempurnaan rasa takut terhadap kesyirikan adalah berdakwah mengajak manusia untuk bertauhid. Dan dengan mengingatkan diri dan orang lain akan bahaya syirik sebagai bentuk kasih sayang terhadap diri sendiri dan orang lain agar tidak terjatuh ke dalam dosa terbesar (syirik). Dan agar tidak terkena azab akibat meninggalkan dakwah tauhid dan meninggalkan pengingkaran terhadap syirik.Baca Juga: Fatwa: Apakah Pelaku Syirik Kecil Kekal di Neraka? Hukum berdakwah Ulama rahimahumullah berselisih pendapat tentang hukum berdakwah. Sebagian ulama ada yang berpendapat hukumnya fardhu ‘ain, namun sebagian ulama yang lainnya menyatakan fardhu kifayah. Pendapat yang terkuat, sebagaimana dinyatakan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah,الدعوة إلى الله تجب على كل مسلم ، لكنها فرض على الكفاية ، وإنما يجب على الرجل المعين من ذلك ما يقدر عليه إذا لم يقم به غيره“Dakwah mengajak manusia kepada Allah hukumnya wajib bagi setiap muslim. Akan tetapi, jenis wajibnya adalah fardhu kifayah. Sedangkan bagi orang tertentu menjadi fardhu (‘ain) sesuai dengan kemampuannya, jika tidak ada seorang pun yang berdakwah (di tempat itu).” (Majmu’ul Fatawa, 15: 166) [1]Dengan demikian, hukum dakwah ilallah, mengajak manusia kepada Allah (termasuk dakwah tauhid dan ajaran syari’at Islam yang lainnya) adalah fardhu kifayah. Namun, bisa menjadi fardhu ‘ain dalam kondisi tertentu, misalnya: (1) tidak ada seorang pun yang berdakwah tauhid atau mengingkari kesyirikan di tempat itu; atau (2) sudah ada orang yang berdakwah di tempat tersebut, namun belum mampu memenuhi kewajiban dakwah di tempat tersebut karena sedikitnya da’i dan luasnya wilayah yang didakwahi. Jadi, jika telah ada sekolompok kaum muslimin yang melaksanakan kewajiban dakwah, maka bagi kaum muslimin lainnya hukumnya menjadi sunah.An-Nawawi rahimahullah juga menjelaskan dalam kitab beliau [2] Syarah Shahih Muslim bahwa hukum amar makruf dan nahi mungkar adalah fardhu kifayah. Apabila semua kaum muslimin meninggalkannya, berdosalah orang yang mampu menunaikannya tanpa uzur dan tanpa takut.Dan terkadang hukum mengingkari kemungkaran itu menjadi fardhu ‘ain bagi orang tertentu, misalnya pada kondisi tidak ada yang mengetahui kemungkaran tersebut kecuali dia saja, atau tidak ada yang bisa menghilangkan kemungkaran tersebut kecuali dia saja, atau seperti orang yang melihat istri, anak, atau pembantunya melakukan kemungkaran sedangkan dia mampu untuk mengingkarinya.Baca Juga: Antara Nadzar Tauhid, Syirik, Maksiat dan Makruh Dalil-dalil yang menunjukkan bahwa ahli tauhid itu mendakwahkan tauhidPertama: Firman Allah dalam surah Yusuf ayat 108قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ“Katakanlah, ‘Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku, (yaitu) berdakwah mengajak (manusia) kepada Allah dengan ilmu syar’i, Mahasuci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.'”Ciri khas jalan hidup yang ditempuh Imam ahli tauhid, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan orang-orang yang mengikutinya (para ahli tauhid, dan tokoh utamanya yaitu para sahabat radhiyallahu ‘anhum) adalah berdakwah di atas ilmu syar’i. Dan mengajak manusia kepada Allah itu termasuk dakwah tauhid dan berdakwah mengajarkan ajaran syari’at Islam yang lainnya.Dan dalam ayat ini, Allah memerintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menyatakan bahwa ciri khas jalan hidupnya adalah berdakwah mengajak manusia kepada Allah di atas ilmu syar’i. Hal ini menunjukkan bahwa dakwah mengajak manusia kepada Allah di atas ilmu syar’i itu hukumnya wajib. Maka, tidak ada satu pun orang yang mengaku mencintai Allah dan mencintai tauhid serta mengaku sebagai pengikut Imam ahli tauhid, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan baik, kecuali ia mencintai tauhid tersebar di muka bumi, mencintai negerinya bertauhid, dan mencintai saudaranya bertauhid. Sebagaimana ia benci jika melihat fenomena kesyirikan, sehingga terdorong untuk mendakwahinya.Kedua: Hadis Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu (HR. Bukhari dan Muslim)Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ketika mengutusnya ke Yaman,إنك تأتي قوماً من أهل الكتاب فليكن أول ما تدعوهم إليه شهادة أن لا إله إلا الله ـ وفي رواية: إلى أن يوحدوا الله ـ فإن هم أطاعوك لذلك، فأعلمهم أن الله افترض عليهم خمس صلوات في كل يوم وليلة، فإن هم أطاعوك لذلك: فأعلمهم أن الله افترض عليهم صدقة تؤخذ من أغنيائهم فترد على فقرائهم، فإن هم أطاعوك لذلك فإياك وكرائم أموالهم، واتق دعوة المظلوم، فإنه ليس بينها وبين الله حجاب“Sungguh kamu akan mendatangi orang-orang ahli kitab (Yahudi dan Nasrani). Hendaklah pertama kali yang harus kamu sampaikan kepada mereka adalah syahadat laailaaha illallah. Dalam riwayat yang lain disebutkan ‘Supaya mereka mentauhidkan Allah.’ Jika mereka mematuhi apa yang kamu dakwahkan, maka sampaikan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka salat lima waktu dalam sehari semalam. Jika mereka telah mematuhi apa yang telah kamu sampaikan, maka sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka zakat, yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka dan diberikan kepada orang-orang yang fakir. Dan jika mereka telah mematuhi apa yang kamu sampaikan, maka jauhkanlah dirimu dari mengambil harta terbaik mereka, dan takutlah kamu dari doanya orang-orang yang teraniaya, karena sesungguhnya tidak ada tabir penghalang antara doanya dengan Allah.”[3] (HR. Bukhari dan Muslim)Dalam hadis ini, terdapat semangat yang ditunjukkan oleh Imam ahli tauhid, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dalam mendakwahi masyarakat. Sampai pun masyarakat yang berbeda akidah di negeri seberang (Yaman) dengan mengutus da’i-nya (Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu). Masyarakat Yaman ketika itu berpotensi menentang dakwah, karena mereka adalah ahli kitab. Berarti mereka memiliki ilmu, yang memungkinkan mendebat da’i, sehingga tergambar beratnya mendakwahi mereka. Dengan kondisi dakwah seperti itu pun, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tetap bersemangat memerintahkan Mu’adz radhiyallahu ‘anhu mendakwahi mereka dengan tauhid sebagai materi pertama kalinya.Ketiga: Hadis Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu (HR. Bukhari dan Muslim)Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu saat mengutusnya dalam peperangan sebagai panglima perang,انفذ على رسلك حتى تنزل بساحتهم، ثم ادعهم إلى الإسلام وأخبرهم بما يجب عليهم من حق الله تعالى فيه، فوالله لأن يهدي الله بك رجلاً واحداً، خير لك من حمر النعم“Melangkahlah engkau ke depan dengan tenang hingga engkau sampai di tempat mereka, kemudian ajaklah mereka kepada Islam, dan sampaikanlah kepada mereka akan hak-hak Allah dalam Islam yang wajib atas mereka. Demi Allah, sungguh Allah memberi hidayah (Islam) kepada seseorang dengan sebab kamu, itu lebih baik dari unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim)Dalam hadis ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpesan kepada panglima perang yang beliau utus, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu agar berdakwah mengajak kepada Islam sebelum perang dan hal ini menunjukkan wajibnya berdakwah mengajak kepada Islam.Berdakwah mengajak kepada Islam, berarti berdakwah kepada tauhid, karena paling agung dari rukun-rukunnya adalah syahadatain (dan syahadat pertama adalah tauhid), padahal perintah berdakwah tauhid itu di saat akan berperang, tentunya ini suatu keadaan yang berat. Ini menunjukkan kegigihan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memperjuangkan ajaran terpenting dari agama Islam, yaitu tauhid, agar tersebar di muka bumi, agar seluruh manusia menyembah Allah semata.Baca Juga: Makna Syirik dan Larangan Berbuat SyirikKeempat: Hadis-hadis lainnyaBahkan, dalam hadis lainnya, ketika tauhid telah kokoh di dada kaum muslimin dan bendera Islam telah berkibar tinggi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar kabar bahwa di Yaman ada sebuah patung yang disembah yang bernama Dzul Khalashah. Beliau pun menjadi gundah gulana.Beliau kemudian mengutus Jarir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu ke Yaman. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya,ألا تريحني من ذي الخلصة؟“Tidakkah engkau ingin membuatku tenang dari Dzul Khalashah?” (HR. Bukhari no. 4355-4357 dan Muslim no. 136-137, dan yang lainnya)KesimpulanSosok ahli tauhid adalah sosok yang mencintai Allah dan tauhid, serta membenci syirik dan musyrikin karena kesyirikannya. Oleh karena itu, ahli tauhid itu takut terhadap kesyirikan dan semangat mendakwahkan tauhid, mengajak manusia meninggalkan syirik, sebagai wujud kasih sayang kepada manusia lillahi ta’ala.Wallahu a’lam.الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ[Selesai]Baca Juga:Contoh Syirik Akbar dalam Tauhid RububiyyahNasihat Bagi yang Terjerumus dalam Kesyirikan***Penulis: Sa’id Abu UkkasyahArtikel: www.muslim.or.id Catatan kaki:[1] https://islamqa.info/ar/177381[2] https://islamqa.info/ar/answers/304654[3] Terjemah Kitab Tauhid, Pustaka Syabab, dengan sedikit perubahan, demikian pula terjemah hadis setelahnya.🔍 Rukun Shalat, Durhaka Kepada Ibu, Ayat Qudsi, Kehidupan Di Surga Menurut Al Quran, Wirid Pagi Dan PetangTags: Aqidahaqidah islambahaya syirikbelajar tauhiddakwahdakwah sunnahdakwah tauhiddosa syirikkeutamaan tauhidManhajmanhaj salafmengenal tauhidSyiriktakut syirikTauhid


Baca pembahasan sebelumnya Ahli Tauhid: Takut Syirik dan Mendakwahkan Tauhid (Bag. 2)Bismillah wal-hamdulillah wash-shalatu was-salamu ‘ala rasulillah. Amma ba’du, Daftar Isi sembunyikan 1. Ahli tauhid itu semangat mendakwahkan tauhid 2. Hubungan antara takut syirik dan dakwah tauhid 3. Hukum berdakwah 4. Dalil-dalil yang menunjukkan bahwa ahli tauhid itu mendakwahkan tauhid 4.1. Pertama: Firman Allah dalam surah Yusuf ayat 108 4.2. Kedua: Hadis Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu (HR. Bukhari dan Muslim) 4.3. Ketiga: Hadis Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu (HR. Bukhari dan Muslim) 4.4. Keempat: Hadis-hadis lainnya 5. Kesimpulan Ahli tauhid itu semangat mendakwahkan tauhidProfil ahli tauhid yang sempurna adalah sosok hamba Allah yang mencintai Allah, ajaran-Nya (tauhid), kemudian mencintai ahli tauhid, serta mencintai untuk mempelajari tauhid, mengamalkannya, dan mendakwahkannya.Sebaliknya, ahli tauhid membenci sesembahan selain Allah (yang ia rida untuk disembah), musuh-musuh Allah, syirik, membenci musyrik (pelaku syirik) karena kesyirikannya, dan membenci musuh ahli tauhid (musuh kaum muslimin) karena permusuhan mereka terhadap ahli tauhid. Namun, kebencian ahli tauhid terhadap syirik dan musyrik itu dengan tetap tidak boleh menzaliminya dan tetap berlaku adil dan baik kepadanya. Hal ini selama mereka tidak memerangi kaum muslimin, guna menampakkan keindahan Islam.Bahkan, justru ahli tauhid terdorong untuk mendakwahi pelaku kesyirikan dengan bijak dan kasih sayang. Karena tuntutan tauhid adalah tidak rida jika Allah disamakan/ dipersekutukan dengan makhluk (syirik). Sehingga ahli tauhid (muslim dan muslimah) itu jika melihat kesyirikan di masyarakatnya, maka hatinya akan tergerak untuk mendakwahi pelakunya dengan bijaksana, kelembutan, serta kasih sayang, tidak menggunakan cara-cara radikal yang bertentangan dengan sikap dakwah bilhikmah, demi menggapai rida Allah dan menghindari murka Allah.Perlu diketahui, syahadat laailaha illallah itu mengandung makna meyakini, mengucapkan, dan mengabarkan kalimat tauhid, dan ini mengisyaratkan dakwah tauhid, karena mengabarkan tauhid akan sempurna dengan mengajak orang lain bertauhid dan meninggalkan syirik.Hubungan antara takut syirik dan dakwah tauhidBahwa bentuk kesempurnaan rasa takut terhadap kesyirikan adalah berdakwah mengajak manusia untuk bertauhid. Dan dengan mengingatkan diri dan orang lain akan bahaya syirik sebagai bentuk kasih sayang terhadap diri sendiri dan orang lain agar tidak terjatuh ke dalam dosa terbesar (syirik). Dan agar tidak terkena azab akibat meninggalkan dakwah tauhid dan meninggalkan pengingkaran terhadap syirik.Baca Juga: Fatwa: Apakah Pelaku Syirik Kecil Kekal di Neraka? Hukum berdakwah Ulama rahimahumullah berselisih pendapat tentang hukum berdakwah. Sebagian ulama ada yang berpendapat hukumnya fardhu ‘ain, namun sebagian ulama yang lainnya menyatakan fardhu kifayah. Pendapat yang terkuat, sebagaimana dinyatakan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah,الدعوة إلى الله تجب على كل مسلم ، لكنها فرض على الكفاية ، وإنما يجب على الرجل المعين من ذلك ما يقدر عليه إذا لم يقم به غيره“Dakwah mengajak manusia kepada Allah hukumnya wajib bagi setiap muslim. Akan tetapi, jenis wajibnya adalah fardhu kifayah. Sedangkan bagi orang tertentu menjadi fardhu (‘ain) sesuai dengan kemampuannya, jika tidak ada seorang pun yang berdakwah (di tempat itu).” (Majmu’ul Fatawa, 15: 166) [1]Dengan demikian, hukum dakwah ilallah, mengajak manusia kepada Allah (termasuk dakwah tauhid dan ajaran syari’at Islam yang lainnya) adalah fardhu kifayah. Namun, bisa menjadi fardhu ‘ain dalam kondisi tertentu, misalnya: (1) tidak ada seorang pun yang berdakwah tauhid atau mengingkari kesyirikan di tempat itu; atau (2) sudah ada orang yang berdakwah di tempat tersebut, namun belum mampu memenuhi kewajiban dakwah di tempat tersebut karena sedikitnya da’i dan luasnya wilayah yang didakwahi. Jadi, jika telah ada sekolompok kaum muslimin yang melaksanakan kewajiban dakwah, maka bagi kaum muslimin lainnya hukumnya menjadi sunah.An-Nawawi rahimahullah juga menjelaskan dalam kitab beliau [2] Syarah Shahih Muslim bahwa hukum amar makruf dan nahi mungkar adalah fardhu kifayah. Apabila semua kaum muslimin meninggalkannya, berdosalah orang yang mampu menunaikannya tanpa uzur dan tanpa takut.Dan terkadang hukum mengingkari kemungkaran itu menjadi fardhu ‘ain bagi orang tertentu, misalnya pada kondisi tidak ada yang mengetahui kemungkaran tersebut kecuali dia saja, atau tidak ada yang bisa menghilangkan kemungkaran tersebut kecuali dia saja, atau seperti orang yang melihat istri, anak, atau pembantunya melakukan kemungkaran sedangkan dia mampu untuk mengingkarinya.Baca Juga: Antara Nadzar Tauhid, Syirik, Maksiat dan Makruh Dalil-dalil yang menunjukkan bahwa ahli tauhid itu mendakwahkan tauhidPertama: Firman Allah dalam surah Yusuf ayat 108قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ“Katakanlah, ‘Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku, (yaitu) berdakwah mengajak (manusia) kepada Allah dengan ilmu syar’i, Mahasuci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.'”Ciri khas jalan hidup yang ditempuh Imam ahli tauhid, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan orang-orang yang mengikutinya (para ahli tauhid, dan tokoh utamanya yaitu para sahabat radhiyallahu ‘anhum) adalah berdakwah di atas ilmu syar’i. Dan mengajak manusia kepada Allah itu termasuk dakwah tauhid dan berdakwah mengajarkan ajaran syari’at Islam yang lainnya.Dan dalam ayat ini, Allah memerintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menyatakan bahwa ciri khas jalan hidupnya adalah berdakwah mengajak manusia kepada Allah di atas ilmu syar’i. Hal ini menunjukkan bahwa dakwah mengajak manusia kepada Allah di atas ilmu syar’i itu hukumnya wajib. Maka, tidak ada satu pun orang yang mengaku mencintai Allah dan mencintai tauhid serta mengaku sebagai pengikut Imam ahli tauhid, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan baik, kecuali ia mencintai tauhid tersebar di muka bumi, mencintai negerinya bertauhid, dan mencintai saudaranya bertauhid. Sebagaimana ia benci jika melihat fenomena kesyirikan, sehingga terdorong untuk mendakwahinya.Kedua: Hadis Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu (HR. Bukhari dan Muslim)Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ketika mengutusnya ke Yaman,إنك تأتي قوماً من أهل الكتاب فليكن أول ما تدعوهم إليه شهادة أن لا إله إلا الله ـ وفي رواية: إلى أن يوحدوا الله ـ فإن هم أطاعوك لذلك، فأعلمهم أن الله افترض عليهم خمس صلوات في كل يوم وليلة، فإن هم أطاعوك لذلك: فأعلمهم أن الله افترض عليهم صدقة تؤخذ من أغنيائهم فترد على فقرائهم، فإن هم أطاعوك لذلك فإياك وكرائم أموالهم، واتق دعوة المظلوم، فإنه ليس بينها وبين الله حجاب“Sungguh kamu akan mendatangi orang-orang ahli kitab (Yahudi dan Nasrani). Hendaklah pertama kali yang harus kamu sampaikan kepada mereka adalah syahadat laailaaha illallah. Dalam riwayat yang lain disebutkan ‘Supaya mereka mentauhidkan Allah.’ Jika mereka mematuhi apa yang kamu dakwahkan, maka sampaikan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka salat lima waktu dalam sehari semalam. Jika mereka telah mematuhi apa yang telah kamu sampaikan, maka sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka zakat, yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka dan diberikan kepada orang-orang yang fakir. Dan jika mereka telah mematuhi apa yang kamu sampaikan, maka jauhkanlah dirimu dari mengambil harta terbaik mereka, dan takutlah kamu dari doanya orang-orang yang teraniaya, karena sesungguhnya tidak ada tabir penghalang antara doanya dengan Allah.”[3] (HR. Bukhari dan Muslim)Dalam hadis ini, terdapat semangat yang ditunjukkan oleh Imam ahli tauhid, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dalam mendakwahi masyarakat. Sampai pun masyarakat yang berbeda akidah di negeri seberang (Yaman) dengan mengutus da’i-nya (Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu). Masyarakat Yaman ketika itu berpotensi menentang dakwah, karena mereka adalah ahli kitab. Berarti mereka memiliki ilmu, yang memungkinkan mendebat da’i, sehingga tergambar beratnya mendakwahi mereka. Dengan kondisi dakwah seperti itu pun, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tetap bersemangat memerintahkan Mu’adz radhiyallahu ‘anhu mendakwahi mereka dengan tauhid sebagai materi pertama kalinya.Ketiga: Hadis Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu (HR. Bukhari dan Muslim)Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu saat mengutusnya dalam peperangan sebagai panglima perang,انفذ على رسلك حتى تنزل بساحتهم، ثم ادعهم إلى الإسلام وأخبرهم بما يجب عليهم من حق الله تعالى فيه، فوالله لأن يهدي الله بك رجلاً واحداً، خير لك من حمر النعم“Melangkahlah engkau ke depan dengan tenang hingga engkau sampai di tempat mereka, kemudian ajaklah mereka kepada Islam, dan sampaikanlah kepada mereka akan hak-hak Allah dalam Islam yang wajib atas mereka. Demi Allah, sungguh Allah memberi hidayah (Islam) kepada seseorang dengan sebab kamu, itu lebih baik dari unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim)Dalam hadis ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpesan kepada panglima perang yang beliau utus, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu agar berdakwah mengajak kepada Islam sebelum perang dan hal ini menunjukkan wajibnya berdakwah mengajak kepada Islam.Berdakwah mengajak kepada Islam, berarti berdakwah kepada tauhid, karena paling agung dari rukun-rukunnya adalah syahadatain (dan syahadat pertama adalah tauhid), padahal perintah berdakwah tauhid itu di saat akan berperang, tentunya ini suatu keadaan yang berat. Ini menunjukkan kegigihan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memperjuangkan ajaran terpenting dari agama Islam, yaitu tauhid, agar tersebar di muka bumi, agar seluruh manusia menyembah Allah semata.Baca Juga: Makna Syirik dan Larangan Berbuat SyirikKeempat: Hadis-hadis lainnyaBahkan, dalam hadis lainnya, ketika tauhid telah kokoh di dada kaum muslimin dan bendera Islam telah berkibar tinggi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar kabar bahwa di Yaman ada sebuah patung yang disembah yang bernama Dzul Khalashah. Beliau pun menjadi gundah gulana.Beliau kemudian mengutus Jarir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu ke Yaman. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya,ألا تريحني من ذي الخلصة؟“Tidakkah engkau ingin membuatku tenang dari Dzul Khalashah?” (HR. Bukhari no. 4355-4357 dan Muslim no. 136-137, dan yang lainnya)KesimpulanSosok ahli tauhid adalah sosok yang mencintai Allah dan tauhid, serta membenci syirik dan musyrikin karena kesyirikannya. Oleh karena itu, ahli tauhid itu takut terhadap kesyirikan dan semangat mendakwahkan tauhid, mengajak manusia meninggalkan syirik, sebagai wujud kasih sayang kepada manusia lillahi ta’ala.Wallahu a’lam.الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ[Selesai]Baca Juga:Contoh Syirik Akbar dalam Tauhid RububiyyahNasihat Bagi yang Terjerumus dalam Kesyirikan***Penulis: Sa’id Abu UkkasyahArtikel: www.muslim.or.id Catatan kaki:[1] https://islamqa.info/ar/177381[2] https://islamqa.info/ar/answers/304654[3] Terjemah Kitab Tauhid, Pustaka Syabab, dengan sedikit perubahan, demikian pula terjemah hadis setelahnya.🔍 Rukun Shalat, Durhaka Kepada Ibu, Ayat Qudsi, Kehidupan Di Surga Menurut Al Quran, Wirid Pagi Dan PetangTags: Aqidahaqidah islambahaya syirikbelajar tauhiddakwahdakwah sunnahdakwah tauhiddosa syirikkeutamaan tauhidManhajmanhaj salafmengenal tauhidSyiriktakut syirikTauhid

Apakah Aku Benar-Benar Bahagia?

Sebagian manusia menyangka bahwa kebahagiaan letaknya pada harta dan kekayaan. Sebagian mereka juga menyangka bahwa kebahagiaan terletak pada kedudukan dan pangkat. Seluruh manusia pasti ingin meraih kebahagiaan. Sayangnya, banyak yang akhirnya merugi karena meyakini sebuah kebahagiaan bukan pada hakikat aslinya. Sehingga kehidupan dan kesibukan dunianya mempengaruhi agamanya, serta hawa nafsunya memalingkannya dari kehidupan akhiratnya. Dan pada akhirnya, tidak ada yang ia dapatkan dan ia peroleh, kecuali kesedihan dan penyesalan. Sebuah ironi dari kebahagiaan semu yang mereka yakini.Kebahagiaan yang dicari seluruh manusia ini, sesungguhnya tak dapat diraih, kecuali dengan ketakwaan kepada Allah Ta’ala, dengan menaati-Nya serta menaati Rasul-Nya, dengan menjauhkan diri dari kemaksiatan dan kejelekan. Allah Ta’ala berfirman,يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ * يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang agung.” (QS. Al-Ahzab: 70-71)Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan,الإيمان بالله ورسوله هو جماع السعادة وأصلها“Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya merupakan sumber dan asal muasal kebahagiaan.” (Fatawa Syekhul Islam, 30: 193)Kehidupan dunia dan seluruh kenikmatan yang ada di dalamnya tidaklah mendatangkan kebahagiaan, kecuali jika disertai dengan ketakwaan. Dan ketakwaan kita kepada Allah hanya akan terwujud bila kita beriman kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, serta diiringi dengan ketaatan dan ketundukan penuh di dalam menjalankan perintah dan meninggalkan larangan syariat.Baca Juga: Solusi Hidup Bahagia Daftar Isi sembunyikan 1. Jalan kebahagiaan 2. Mereka yang terhalang dari kebahagiaan 3. Apakah aku sudah bahagia? Jalan kebahagiaanTidak ada cara lain untuk berbahagia, kecuali dengan menaati Allah Ta’ala. Siapa yang memperbanyak amal saleh dan menghindarkan diri dari dosa, maka hidupnya akan dipenuhi dengan kebahagiaan dan akan semakin dekat dengan Rabb-Nya. Allah Ta’ala berfirman,مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ“Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitab Tafsir-nya mengatakan, “Kehidupan yang baik tercakup di dalamnya segala macam jenis ketentraman dan kenyamanan dengan segala macam rupa dan bentuknya.” Kebahagiaan ini semakin membanggakan jikalau seorang hamba benar-benar mengesakan Allah Ta’ala, menggantungkan hatinya hanya kepada-Nya serta memasrahkan seluruh urusannya kepada-Nya. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,التوحيد يفتح للعبد باب الخير والسرور واللذة ، والفرح والابتهاج“Tauhid (mengesakan Allah) akan membukakan kebaikan, kebahagiaan, kenikmatan, keceriaan, dan sorak gembira bagi seorang hamba.” (Zaadul Ma’ad, 4: 202)Sejatinya kebahagiaan ini akan benar-benar melekat pada diri seorang hamba jika ia berbuat baik kepada sesama makhluk dan konsisten di dalam menjalankan ketaatan. Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,“Kebahagiaan dalam berinteraksi dengan manusia adalah dengan berbuat baik kepada mereka karena Allah. Sehingga engkau mengharapkan ganjaran dari Allah di dalam perbuatan baikmu kepada mereka, bukan mengharapkan (rida) mereka di dalam ketaatanmu ini kepada Allah. Engkau takut kepada Allah jika tidak bisa berbuat baik kepada mereka, bukan engkau takut berbuat kebaikan kepada Allah karena mereka. Engkau mengayomi mereka dengan baik karena mengharap balasan Allah Ta’ala, bukan demi balasan dan pujian mereka. Engkau tidak menzalimi mereka karena rasa takutmu kepada Allah dan bukan karena ketakutanmu terhadap mereka.” (Fatawa Syekhul Islam, 1: 51)Siapa yang bisa merasakan manisnya keimanan, maka tentu ia juga akan merasakan manisnya kebahagiaan. Ia akan hidup dengan dada yang lapang, hati yang tenang, dan tubuh yang tenteram. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,وسمعت شيخ الإسلام ابن تيمية يقول: إن في الدنيا جنة من لم يدخلها لا يدخل جنة الآخرة، وقال لي مرة ما يصنع أعدائي بي إن جنتي وبستاني في صدري إن رحلت فهي معي لا تفارقني“Aku pernah mendengar Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, ‘Sesungguhnya di dunia ini ada surga yang jika seseorang tidak memasukinya, maka ia tidak akan masuk ke dalam surga akhirat.’ Beliau suatu ketika juga mengatakan, ‘Apa yang bisa diperbuat oleh musuh-musuhku?! Sesungguhnya surgaku dan tamanku ada di dalam dadaku. Jika aku pergi, maka surga itu akan tetap bersamaku, tak akan pernah berpisah denganku”. (Al-Waabil As-Shayyib, hal. 20)Baca Juga: Celaka atau Bahagia?Mereka yang terhalang dari kebahagiaanKerugian dan penderitaan bagi siapapun yang mengikuti hawa nafsunya. Dengan terjatuhnya seseorang ke dalam jurang kemaksiatan dan kejelekan yang secara sekilas terkesan membahagiakan di dunia ini, namun faktanya penuh dengan perkara haram dan melalaikan, pastilah akan mendatangkan kemudaratan. Allah Ta’ala berfirman,وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaha: 124)Syekhul Islam rahimahullah mengatakan, “Keburukan di muka bumi yang menimpa khusus seorang hamba, sebabnya adalah menyelisihi Rasulullah atau kebodohan terhadap risalah yang dibawanya. Adapun kebahagiaan seorang hamba di dunia dan di akhirat, maka itu karena mengikuti risalah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.” (Fatawa Syekhul Islam, 19: 93)Jalan keluar terakhir dari kesengsaraan menuju kebahagiaan adalah dengan bertobat dan kembali kepada Allah Ta’ala. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,ويغلق باب الشرور بالتوبة والإستغفار“Pintu-pintu keburukan ditutup dengan tobat dan istigfar (memohon ampunan kepada Allah).” (Zaadul Ma’ad, 4: 203)Ketuklah pintu tobat dan tutuplah pintu kemaksiatan, agar engkau bisa merasakan manisnya kebahagiaan hakiki. Sesungguhnya sehatnya hati ini ada di dalam meninggalkan dosa-dosa, karena dosa bagi hati itu laksana racun. Jika tidak menghancurkannya, setidaknya akan melemahkannya. Barangsiapa yang beralih dari rendahnya kemaksiatan menuju mulianya ketaatan, maka akan Allah sukseskan dirinya walaupun tidak harus dengan harta, Allah akan berikan pada dirinya kehangatan, walaupun tanpa adanya seorang sahabat.Apakah aku sudah bahagia?Sesungguhnya indikator kebahagiaan hakiki seseorang terletak pada tiga hal. Jika ketiga hal tersebut terkumpul pada dirinya, maka insyaAllah dia termasuk orang-orang yang berbahagia. Ketiga hal tersebut adalah:Pertama: Bersyukur atas segala kenikmatan.Kedua: Bersabar atas segala macam cobaan.Ketiga: Senantiasa beristigfar, meminta ampun setiap kali melakukan kemaksiatan.Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,إذا أُنعم عليه شكر، وإذا ابتُلِيَ صبر، وإذا أذنب استغفر. فإن هذه الأمور الثلاثة هي عنوان سعادة العبد، وعلامة فلاحه في دُنياه وأُخراه، ولا ينفكُّ عبدٌ عنها أبدًا.“Jika diberi kenikmatan, ia bersyukur. Jika diberi ujian, ia bersabar. Dan jika berbuat dosa, ia beristighfar. Maka, sesungguhnya ketiga hal ini merupakan tanda kebahagiaan seorang hamba, dan tanda kesuksesannya di kehidupan dunia dan akhirat. Kesemuanya itu (nikmat, ujian, dan dosa) tak akan pernah terlepas pada diri seorang hamba.” (Al-Waabil As-Sayyib, hal. 6)Ibnul Qayyim rahimahullah juga mengatakan,“Tanda kebahagiaan seorang hamba adalah adalah meletakkan kebaikan-kebaikan yang telah ia lakukan di punggung belakangnya (melupakan dan tidak mengungkit-ungkitnya) serta meletakkan keburukan-keburukan yang telah ia lakukan di depan matanya (senantiasa mengingat dan memohon ampunan atas keburukan tersebut), dan tanda kerugian serta kesedihan adalah menjadikan kebaikan-kebaikan di depan matanya (senantiasa mengungkitnya) serta menjadikan keburukan-keburukan di belakang punggungnya (melupakan dan tidak bertobat darinya)”. (Miftahu Daari As-Sa’adah, 2: 310)Orang yang berbahagia adalah orang yang senantiasa bertakwa kepada Penciptanya, senantiasa berlemah lembut dan berbuat baik kepada manusia lainnya, dan mensyukuri semua kenikmatan dengan memanfaatkannya di dalam ketaatan. Orang yang berbahagia adalah mereka yang menghadapi ujian dengan penuh kesabaran dan pengharapan pahala dari Allah Ta’ala, lapang dada, serta merasa yakin bahwa Allah akan menyucikan dirinya dan meninggikan derajatnya karena ujian yang ia hadapi tersebut. Allah Ta’ala berfirman,قُلْ يَٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ“Katakanlah, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. Bertakwalah kepada Tuhanmu. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.'” (QS. Az-Zumar: 10)Wallahu a’lam bisshowaab.Baca Juga:Mengapa Aku Tidak Bahagia?Tanda-Tanda Kebahagiaan yang Sejati***Penulis: Muhammad Idris, Lc.Artikel: www.muslim.or.id Referensi:Diterjemahkan dengan beberapa penyesuaian dari kitab Khutuwaat Ila As-Sa’adah karya Syekh Abdul Muhsin Al-Qasim hafidzohullah.🔍 Hukum Memakai Cadar, Dalil Memuliakan Tamu, Contoh Perilaku Nifaq, Renungan Ulang Tahun Islami, Rumus Pembagian WarisanTags: adabAkhlakamalan hatibahagiahati bahagiahidup bahagianasihatnasihat islamsyukur

Apakah Aku Benar-Benar Bahagia?

Sebagian manusia menyangka bahwa kebahagiaan letaknya pada harta dan kekayaan. Sebagian mereka juga menyangka bahwa kebahagiaan terletak pada kedudukan dan pangkat. Seluruh manusia pasti ingin meraih kebahagiaan. Sayangnya, banyak yang akhirnya merugi karena meyakini sebuah kebahagiaan bukan pada hakikat aslinya. Sehingga kehidupan dan kesibukan dunianya mempengaruhi agamanya, serta hawa nafsunya memalingkannya dari kehidupan akhiratnya. Dan pada akhirnya, tidak ada yang ia dapatkan dan ia peroleh, kecuali kesedihan dan penyesalan. Sebuah ironi dari kebahagiaan semu yang mereka yakini.Kebahagiaan yang dicari seluruh manusia ini, sesungguhnya tak dapat diraih, kecuali dengan ketakwaan kepada Allah Ta’ala, dengan menaati-Nya serta menaati Rasul-Nya, dengan menjauhkan diri dari kemaksiatan dan kejelekan. Allah Ta’ala berfirman,يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ * يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang agung.” (QS. Al-Ahzab: 70-71)Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan,الإيمان بالله ورسوله هو جماع السعادة وأصلها“Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya merupakan sumber dan asal muasal kebahagiaan.” (Fatawa Syekhul Islam, 30: 193)Kehidupan dunia dan seluruh kenikmatan yang ada di dalamnya tidaklah mendatangkan kebahagiaan, kecuali jika disertai dengan ketakwaan. Dan ketakwaan kita kepada Allah hanya akan terwujud bila kita beriman kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, serta diiringi dengan ketaatan dan ketundukan penuh di dalam menjalankan perintah dan meninggalkan larangan syariat.Baca Juga: Solusi Hidup Bahagia Daftar Isi sembunyikan 1. Jalan kebahagiaan 2. Mereka yang terhalang dari kebahagiaan 3. Apakah aku sudah bahagia? Jalan kebahagiaanTidak ada cara lain untuk berbahagia, kecuali dengan menaati Allah Ta’ala. Siapa yang memperbanyak amal saleh dan menghindarkan diri dari dosa, maka hidupnya akan dipenuhi dengan kebahagiaan dan akan semakin dekat dengan Rabb-Nya. Allah Ta’ala berfirman,مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ“Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitab Tafsir-nya mengatakan, “Kehidupan yang baik tercakup di dalamnya segala macam jenis ketentraman dan kenyamanan dengan segala macam rupa dan bentuknya.” Kebahagiaan ini semakin membanggakan jikalau seorang hamba benar-benar mengesakan Allah Ta’ala, menggantungkan hatinya hanya kepada-Nya serta memasrahkan seluruh urusannya kepada-Nya. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,التوحيد يفتح للعبد باب الخير والسرور واللذة ، والفرح والابتهاج“Tauhid (mengesakan Allah) akan membukakan kebaikan, kebahagiaan, kenikmatan, keceriaan, dan sorak gembira bagi seorang hamba.” (Zaadul Ma’ad, 4: 202)Sejatinya kebahagiaan ini akan benar-benar melekat pada diri seorang hamba jika ia berbuat baik kepada sesama makhluk dan konsisten di dalam menjalankan ketaatan. Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,“Kebahagiaan dalam berinteraksi dengan manusia adalah dengan berbuat baik kepada mereka karena Allah. Sehingga engkau mengharapkan ganjaran dari Allah di dalam perbuatan baikmu kepada mereka, bukan mengharapkan (rida) mereka di dalam ketaatanmu ini kepada Allah. Engkau takut kepada Allah jika tidak bisa berbuat baik kepada mereka, bukan engkau takut berbuat kebaikan kepada Allah karena mereka. Engkau mengayomi mereka dengan baik karena mengharap balasan Allah Ta’ala, bukan demi balasan dan pujian mereka. Engkau tidak menzalimi mereka karena rasa takutmu kepada Allah dan bukan karena ketakutanmu terhadap mereka.” (Fatawa Syekhul Islam, 1: 51)Siapa yang bisa merasakan manisnya keimanan, maka tentu ia juga akan merasakan manisnya kebahagiaan. Ia akan hidup dengan dada yang lapang, hati yang tenang, dan tubuh yang tenteram. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,وسمعت شيخ الإسلام ابن تيمية يقول: إن في الدنيا جنة من لم يدخلها لا يدخل جنة الآخرة، وقال لي مرة ما يصنع أعدائي بي إن جنتي وبستاني في صدري إن رحلت فهي معي لا تفارقني“Aku pernah mendengar Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, ‘Sesungguhnya di dunia ini ada surga yang jika seseorang tidak memasukinya, maka ia tidak akan masuk ke dalam surga akhirat.’ Beliau suatu ketika juga mengatakan, ‘Apa yang bisa diperbuat oleh musuh-musuhku?! Sesungguhnya surgaku dan tamanku ada di dalam dadaku. Jika aku pergi, maka surga itu akan tetap bersamaku, tak akan pernah berpisah denganku”. (Al-Waabil As-Shayyib, hal. 20)Baca Juga: Celaka atau Bahagia?Mereka yang terhalang dari kebahagiaanKerugian dan penderitaan bagi siapapun yang mengikuti hawa nafsunya. Dengan terjatuhnya seseorang ke dalam jurang kemaksiatan dan kejelekan yang secara sekilas terkesan membahagiakan di dunia ini, namun faktanya penuh dengan perkara haram dan melalaikan, pastilah akan mendatangkan kemudaratan. Allah Ta’ala berfirman,وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaha: 124)Syekhul Islam rahimahullah mengatakan, “Keburukan di muka bumi yang menimpa khusus seorang hamba, sebabnya adalah menyelisihi Rasulullah atau kebodohan terhadap risalah yang dibawanya. Adapun kebahagiaan seorang hamba di dunia dan di akhirat, maka itu karena mengikuti risalah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.” (Fatawa Syekhul Islam, 19: 93)Jalan keluar terakhir dari kesengsaraan menuju kebahagiaan adalah dengan bertobat dan kembali kepada Allah Ta’ala. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,ويغلق باب الشرور بالتوبة والإستغفار“Pintu-pintu keburukan ditutup dengan tobat dan istigfar (memohon ampunan kepada Allah).” (Zaadul Ma’ad, 4: 203)Ketuklah pintu tobat dan tutuplah pintu kemaksiatan, agar engkau bisa merasakan manisnya kebahagiaan hakiki. Sesungguhnya sehatnya hati ini ada di dalam meninggalkan dosa-dosa, karena dosa bagi hati itu laksana racun. Jika tidak menghancurkannya, setidaknya akan melemahkannya. Barangsiapa yang beralih dari rendahnya kemaksiatan menuju mulianya ketaatan, maka akan Allah sukseskan dirinya walaupun tidak harus dengan harta, Allah akan berikan pada dirinya kehangatan, walaupun tanpa adanya seorang sahabat.Apakah aku sudah bahagia?Sesungguhnya indikator kebahagiaan hakiki seseorang terletak pada tiga hal. Jika ketiga hal tersebut terkumpul pada dirinya, maka insyaAllah dia termasuk orang-orang yang berbahagia. Ketiga hal tersebut adalah:Pertama: Bersyukur atas segala kenikmatan.Kedua: Bersabar atas segala macam cobaan.Ketiga: Senantiasa beristigfar, meminta ampun setiap kali melakukan kemaksiatan.Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,إذا أُنعم عليه شكر، وإذا ابتُلِيَ صبر، وإذا أذنب استغفر. فإن هذه الأمور الثلاثة هي عنوان سعادة العبد، وعلامة فلاحه في دُنياه وأُخراه، ولا ينفكُّ عبدٌ عنها أبدًا.“Jika diberi kenikmatan, ia bersyukur. Jika diberi ujian, ia bersabar. Dan jika berbuat dosa, ia beristighfar. Maka, sesungguhnya ketiga hal ini merupakan tanda kebahagiaan seorang hamba, dan tanda kesuksesannya di kehidupan dunia dan akhirat. Kesemuanya itu (nikmat, ujian, dan dosa) tak akan pernah terlepas pada diri seorang hamba.” (Al-Waabil As-Sayyib, hal. 6)Ibnul Qayyim rahimahullah juga mengatakan,“Tanda kebahagiaan seorang hamba adalah adalah meletakkan kebaikan-kebaikan yang telah ia lakukan di punggung belakangnya (melupakan dan tidak mengungkit-ungkitnya) serta meletakkan keburukan-keburukan yang telah ia lakukan di depan matanya (senantiasa mengingat dan memohon ampunan atas keburukan tersebut), dan tanda kerugian serta kesedihan adalah menjadikan kebaikan-kebaikan di depan matanya (senantiasa mengungkitnya) serta menjadikan keburukan-keburukan di belakang punggungnya (melupakan dan tidak bertobat darinya)”. (Miftahu Daari As-Sa’adah, 2: 310)Orang yang berbahagia adalah orang yang senantiasa bertakwa kepada Penciptanya, senantiasa berlemah lembut dan berbuat baik kepada manusia lainnya, dan mensyukuri semua kenikmatan dengan memanfaatkannya di dalam ketaatan. Orang yang berbahagia adalah mereka yang menghadapi ujian dengan penuh kesabaran dan pengharapan pahala dari Allah Ta’ala, lapang dada, serta merasa yakin bahwa Allah akan menyucikan dirinya dan meninggikan derajatnya karena ujian yang ia hadapi tersebut. Allah Ta’ala berfirman,قُلْ يَٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ“Katakanlah, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. Bertakwalah kepada Tuhanmu. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.'” (QS. Az-Zumar: 10)Wallahu a’lam bisshowaab.Baca Juga:Mengapa Aku Tidak Bahagia?Tanda-Tanda Kebahagiaan yang Sejati***Penulis: Muhammad Idris, Lc.Artikel: www.muslim.or.id Referensi:Diterjemahkan dengan beberapa penyesuaian dari kitab Khutuwaat Ila As-Sa’adah karya Syekh Abdul Muhsin Al-Qasim hafidzohullah.🔍 Hukum Memakai Cadar, Dalil Memuliakan Tamu, Contoh Perilaku Nifaq, Renungan Ulang Tahun Islami, Rumus Pembagian WarisanTags: adabAkhlakamalan hatibahagiahati bahagiahidup bahagianasihatnasihat islamsyukur
Sebagian manusia menyangka bahwa kebahagiaan letaknya pada harta dan kekayaan. Sebagian mereka juga menyangka bahwa kebahagiaan terletak pada kedudukan dan pangkat. Seluruh manusia pasti ingin meraih kebahagiaan. Sayangnya, banyak yang akhirnya merugi karena meyakini sebuah kebahagiaan bukan pada hakikat aslinya. Sehingga kehidupan dan kesibukan dunianya mempengaruhi agamanya, serta hawa nafsunya memalingkannya dari kehidupan akhiratnya. Dan pada akhirnya, tidak ada yang ia dapatkan dan ia peroleh, kecuali kesedihan dan penyesalan. Sebuah ironi dari kebahagiaan semu yang mereka yakini.Kebahagiaan yang dicari seluruh manusia ini, sesungguhnya tak dapat diraih, kecuali dengan ketakwaan kepada Allah Ta’ala, dengan menaati-Nya serta menaati Rasul-Nya, dengan menjauhkan diri dari kemaksiatan dan kejelekan. Allah Ta’ala berfirman,يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ * يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang agung.” (QS. Al-Ahzab: 70-71)Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan,الإيمان بالله ورسوله هو جماع السعادة وأصلها“Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya merupakan sumber dan asal muasal kebahagiaan.” (Fatawa Syekhul Islam, 30: 193)Kehidupan dunia dan seluruh kenikmatan yang ada di dalamnya tidaklah mendatangkan kebahagiaan, kecuali jika disertai dengan ketakwaan. Dan ketakwaan kita kepada Allah hanya akan terwujud bila kita beriman kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, serta diiringi dengan ketaatan dan ketundukan penuh di dalam menjalankan perintah dan meninggalkan larangan syariat.Baca Juga: Solusi Hidup Bahagia Daftar Isi sembunyikan 1. Jalan kebahagiaan 2. Mereka yang terhalang dari kebahagiaan 3. Apakah aku sudah bahagia? Jalan kebahagiaanTidak ada cara lain untuk berbahagia, kecuali dengan menaati Allah Ta’ala. Siapa yang memperbanyak amal saleh dan menghindarkan diri dari dosa, maka hidupnya akan dipenuhi dengan kebahagiaan dan akan semakin dekat dengan Rabb-Nya. Allah Ta’ala berfirman,مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ“Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitab Tafsir-nya mengatakan, “Kehidupan yang baik tercakup di dalamnya segala macam jenis ketentraman dan kenyamanan dengan segala macam rupa dan bentuknya.” Kebahagiaan ini semakin membanggakan jikalau seorang hamba benar-benar mengesakan Allah Ta’ala, menggantungkan hatinya hanya kepada-Nya serta memasrahkan seluruh urusannya kepada-Nya. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,التوحيد يفتح للعبد باب الخير والسرور واللذة ، والفرح والابتهاج“Tauhid (mengesakan Allah) akan membukakan kebaikan, kebahagiaan, kenikmatan, keceriaan, dan sorak gembira bagi seorang hamba.” (Zaadul Ma’ad, 4: 202)Sejatinya kebahagiaan ini akan benar-benar melekat pada diri seorang hamba jika ia berbuat baik kepada sesama makhluk dan konsisten di dalam menjalankan ketaatan. Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,“Kebahagiaan dalam berinteraksi dengan manusia adalah dengan berbuat baik kepada mereka karena Allah. Sehingga engkau mengharapkan ganjaran dari Allah di dalam perbuatan baikmu kepada mereka, bukan mengharapkan (rida) mereka di dalam ketaatanmu ini kepada Allah. Engkau takut kepada Allah jika tidak bisa berbuat baik kepada mereka, bukan engkau takut berbuat kebaikan kepada Allah karena mereka. Engkau mengayomi mereka dengan baik karena mengharap balasan Allah Ta’ala, bukan demi balasan dan pujian mereka. Engkau tidak menzalimi mereka karena rasa takutmu kepada Allah dan bukan karena ketakutanmu terhadap mereka.” (Fatawa Syekhul Islam, 1: 51)Siapa yang bisa merasakan manisnya keimanan, maka tentu ia juga akan merasakan manisnya kebahagiaan. Ia akan hidup dengan dada yang lapang, hati yang tenang, dan tubuh yang tenteram. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,وسمعت شيخ الإسلام ابن تيمية يقول: إن في الدنيا جنة من لم يدخلها لا يدخل جنة الآخرة، وقال لي مرة ما يصنع أعدائي بي إن جنتي وبستاني في صدري إن رحلت فهي معي لا تفارقني“Aku pernah mendengar Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, ‘Sesungguhnya di dunia ini ada surga yang jika seseorang tidak memasukinya, maka ia tidak akan masuk ke dalam surga akhirat.’ Beliau suatu ketika juga mengatakan, ‘Apa yang bisa diperbuat oleh musuh-musuhku?! Sesungguhnya surgaku dan tamanku ada di dalam dadaku. Jika aku pergi, maka surga itu akan tetap bersamaku, tak akan pernah berpisah denganku”. (Al-Waabil As-Shayyib, hal. 20)Baca Juga: Celaka atau Bahagia?Mereka yang terhalang dari kebahagiaanKerugian dan penderitaan bagi siapapun yang mengikuti hawa nafsunya. Dengan terjatuhnya seseorang ke dalam jurang kemaksiatan dan kejelekan yang secara sekilas terkesan membahagiakan di dunia ini, namun faktanya penuh dengan perkara haram dan melalaikan, pastilah akan mendatangkan kemudaratan. Allah Ta’ala berfirman,وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaha: 124)Syekhul Islam rahimahullah mengatakan, “Keburukan di muka bumi yang menimpa khusus seorang hamba, sebabnya adalah menyelisihi Rasulullah atau kebodohan terhadap risalah yang dibawanya. Adapun kebahagiaan seorang hamba di dunia dan di akhirat, maka itu karena mengikuti risalah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.” (Fatawa Syekhul Islam, 19: 93)Jalan keluar terakhir dari kesengsaraan menuju kebahagiaan adalah dengan bertobat dan kembali kepada Allah Ta’ala. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,ويغلق باب الشرور بالتوبة والإستغفار“Pintu-pintu keburukan ditutup dengan tobat dan istigfar (memohon ampunan kepada Allah).” (Zaadul Ma’ad, 4: 203)Ketuklah pintu tobat dan tutuplah pintu kemaksiatan, agar engkau bisa merasakan manisnya kebahagiaan hakiki. Sesungguhnya sehatnya hati ini ada di dalam meninggalkan dosa-dosa, karena dosa bagi hati itu laksana racun. Jika tidak menghancurkannya, setidaknya akan melemahkannya. Barangsiapa yang beralih dari rendahnya kemaksiatan menuju mulianya ketaatan, maka akan Allah sukseskan dirinya walaupun tidak harus dengan harta, Allah akan berikan pada dirinya kehangatan, walaupun tanpa adanya seorang sahabat.Apakah aku sudah bahagia?Sesungguhnya indikator kebahagiaan hakiki seseorang terletak pada tiga hal. Jika ketiga hal tersebut terkumpul pada dirinya, maka insyaAllah dia termasuk orang-orang yang berbahagia. Ketiga hal tersebut adalah:Pertama: Bersyukur atas segala kenikmatan.Kedua: Bersabar atas segala macam cobaan.Ketiga: Senantiasa beristigfar, meminta ampun setiap kali melakukan kemaksiatan.Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,إذا أُنعم عليه شكر، وإذا ابتُلِيَ صبر، وإذا أذنب استغفر. فإن هذه الأمور الثلاثة هي عنوان سعادة العبد، وعلامة فلاحه في دُنياه وأُخراه، ولا ينفكُّ عبدٌ عنها أبدًا.“Jika diberi kenikmatan, ia bersyukur. Jika diberi ujian, ia bersabar. Dan jika berbuat dosa, ia beristighfar. Maka, sesungguhnya ketiga hal ini merupakan tanda kebahagiaan seorang hamba, dan tanda kesuksesannya di kehidupan dunia dan akhirat. Kesemuanya itu (nikmat, ujian, dan dosa) tak akan pernah terlepas pada diri seorang hamba.” (Al-Waabil As-Sayyib, hal. 6)Ibnul Qayyim rahimahullah juga mengatakan,“Tanda kebahagiaan seorang hamba adalah adalah meletakkan kebaikan-kebaikan yang telah ia lakukan di punggung belakangnya (melupakan dan tidak mengungkit-ungkitnya) serta meletakkan keburukan-keburukan yang telah ia lakukan di depan matanya (senantiasa mengingat dan memohon ampunan atas keburukan tersebut), dan tanda kerugian serta kesedihan adalah menjadikan kebaikan-kebaikan di depan matanya (senantiasa mengungkitnya) serta menjadikan keburukan-keburukan di belakang punggungnya (melupakan dan tidak bertobat darinya)”. (Miftahu Daari As-Sa’adah, 2: 310)Orang yang berbahagia adalah orang yang senantiasa bertakwa kepada Penciptanya, senantiasa berlemah lembut dan berbuat baik kepada manusia lainnya, dan mensyukuri semua kenikmatan dengan memanfaatkannya di dalam ketaatan. Orang yang berbahagia adalah mereka yang menghadapi ujian dengan penuh kesabaran dan pengharapan pahala dari Allah Ta’ala, lapang dada, serta merasa yakin bahwa Allah akan menyucikan dirinya dan meninggikan derajatnya karena ujian yang ia hadapi tersebut. Allah Ta’ala berfirman,قُلْ يَٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ“Katakanlah, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. Bertakwalah kepada Tuhanmu. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.'” (QS. Az-Zumar: 10)Wallahu a’lam bisshowaab.Baca Juga:Mengapa Aku Tidak Bahagia?Tanda-Tanda Kebahagiaan yang Sejati***Penulis: Muhammad Idris, Lc.Artikel: www.muslim.or.id Referensi:Diterjemahkan dengan beberapa penyesuaian dari kitab Khutuwaat Ila As-Sa’adah karya Syekh Abdul Muhsin Al-Qasim hafidzohullah.🔍 Hukum Memakai Cadar, Dalil Memuliakan Tamu, Contoh Perilaku Nifaq, Renungan Ulang Tahun Islami, Rumus Pembagian WarisanTags: adabAkhlakamalan hatibahagiahati bahagiahidup bahagianasihatnasihat islamsyukur


Sebagian manusia menyangka bahwa kebahagiaan letaknya pada harta dan kekayaan. Sebagian mereka juga menyangka bahwa kebahagiaan terletak pada kedudukan dan pangkat. Seluruh manusia pasti ingin meraih kebahagiaan. Sayangnya, banyak yang akhirnya merugi karena meyakini sebuah kebahagiaan bukan pada hakikat aslinya. Sehingga kehidupan dan kesibukan dunianya mempengaruhi agamanya, serta hawa nafsunya memalingkannya dari kehidupan akhiratnya. Dan pada akhirnya, tidak ada yang ia dapatkan dan ia peroleh, kecuali kesedihan dan penyesalan. Sebuah ironi dari kebahagiaan semu yang mereka yakini.Kebahagiaan yang dicari seluruh manusia ini, sesungguhnya tak dapat diraih, kecuali dengan ketakwaan kepada Allah Ta’ala, dengan menaati-Nya serta menaati Rasul-Nya, dengan menjauhkan diri dari kemaksiatan dan kejelekan. Allah Ta’ala berfirman,يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ * يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang agung.” (QS. Al-Ahzab: 70-71)Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan,الإيمان بالله ورسوله هو جماع السعادة وأصلها“Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya merupakan sumber dan asal muasal kebahagiaan.” (Fatawa Syekhul Islam, 30: 193)Kehidupan dunia dan seluruh kenikmatan yang ada di dalamnya tidaklah mendatangkan kebahagiaan, kecuali jika disertai dengan ketakwaan. Dan ketakwaan kita kepada Allah hanya akan terwujud bila kita beriman kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, serta diiringi dengan ketaatan dan ketundukan penuh di dalam menjalankan perintah dan meninggalkan larangan syariat.Baca Juga: Solusi Hidup Bahagia Daftar Isi sembunyikan 1. Jalan kebahagiaan 2. Mereka yang terhalang dari kebahagiaan 3. Apakah aku sudah bahagia? Jalan kebahagiaanTidak ada cara lain untuk berbahagia, kecuali dengan menaati Allah Ta’ala. Siapa yang memperbanyak amal saleh dan menghindarkan diri dari dosa, maka hidupnya akan dipenuhi dengan kebahagiaan dan akan semakin dekat dengan Rabb-Nya. Allah Ta’ala berfirman,مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ“Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitab Tafsir-nya mengatakan, “Kehidupan yang baik tercakup di dalamnya segala macam jenis ketentraman dan kenyamanan dengan segala macam rupa dan bentuknya.” Kebahagiaan ini semakin membanggakan jikalau seorang hamba benar-benar mengesakan Allah Ta’ala, menggantungkan hatinya hanya kepada-Nya serta memasrahkan seluruh urusannya kepada-Nya. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,التوحيد يفتح للعبد باب الخير والسرور واللذة ، والفرح والابتهاج“Tauhid (mengesakan Allah) akan membukakan kebaikan, kebahagiaan, kenikmatan, keceriaan, dan sorak gembira bagi seorang hamba.” (Zaadul Ma’ad, 4: 202)Sejatinya kebahagiaan ini akan benar-benar melekat pada diri seorang hamba jika ia berbuat baik kepada sesama makhluk dan konsisten di dalam menjalankan ketaatan. Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,“Kebahagiaan dalam berinteraksi dengan manusia adalah dengan berbuat baik kepada mereka karena Allah. Sehingga engkau mengharapkan ganjaran dari Allah di dalam perbuatan baikmu kepada mereka, bukan mengharapkan (rida) mereka di dalam ketaatanmu ini kepada Allah. Engkau takut kepada Allah jika tidak bisa berbuat baik kepada mereka, bukan engkau takut berbuat kebaikan kepada Allah karena mereka. Engkau mengayomi mereka dengan baik karena mengharap balasan Allah Ta’ala, bukan demi balasan dan pujian mereka. Engkau tidak menzalimi mereka karena rasa takutmu kepada Allah dan bukan karena ketakutanmu terhadap mereka.” (Fatawa Syekhul Islam, 1: 51)Siapa yang bisa merasakan manisnya keimanan, maka tentu ia juga akan merasakan manisnya kebahagiaan. Ia akan hidup dengan dada yang lapang, hati yang tenang, dan tubuh yang tenteram. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,وسمعت شيخ الإسلام ابن تيمية يقول: إن في الدنيا جنة من لم يدخلها لا يدخل جنة الآخرة، وقال لي مرة ما يصنع أعدائي بي إن جنتي وبستاني في صدري إن رحلت فهي معي لا تفارقني“Aku pernah mendengar Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, ‘Sesungguhnya di dunia ini ada surga yang jika seseorang tidak memasukinya, maka ia tidak akan masuk ke dalam surga akhirat.’ Beliau suatu ketika juga mengatakan, ‘Apa yang bisa diperbuat oleh musuh-musuhku?! Sesungguhnya surgaku dan tamanku ada di dalam dadaku. Jika aku pergi, maka surga itu akan tetap bersamaku, tak akan pernah berpisah denganku”. (Al-Waabil As-Shayyib, hal. 20)Baca Juga: Celaka atau Bahagia?Mereka yang terhalang dari kebahagiaanKerugian dan penderitaan bagi siapapun yang mengikuti hawa nafsunya. Dengan terjatuhnya seseorang ke dalam jurang kemaksiatan dan kejelekan yang secara sekilas terkesan membahagiakan di dunia ini, namun faktanya penuh dengan perkara haram dan melalaikan, pastilah akan mendatangkan kemudaratan. Allah Ta’ala berfirman,وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaha: 124)Syekhul Islam rahimahullah mengatakan, “Keburukan di muka bumi yang menimpa khusus seorang hamba, sebabnya adalah menyelisihi Rasulullah atau kebodohan terhadap risalah yang dibawanya. Adapun kebahagiaan seorang hamba di dunia dan di akhirat, maka itu karena mengikuti risalah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.” (Fatawa Syekhul Islam, 19: 93)Jalan keluar terakhir dari kesengsaraan menuju kebahagiaan adalah dengan bertobat dan kembali kepada Allah Ta’ala. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,ويغلق باب الشرور بالتوبة والإستغفار“Pintu-pintu keburukan ditutup dengan tobat dan istigfar (memohon ampunan kepada Allah).” (Zaadul Ma’ad, 4: 203)Ketuklah pintu tobat dan tutuplah pintu kemaksiatan, agar engkau bisa merasakan manisnya kebahagiaan hakiki. Sesungguhnya sehatnya hati ini ada di dalam meninggalkan dosa-dosa, karena dosa bagi hati itu laksana racun. Jika tidak menghancurkannya, setidaknya akan melemahkannya. Barangsiapa yang beralih dari rendahnya kemaksiatan menuju mulianya ketaatan, maka akan Allah sukseskan dirinya walaupun tidak harus dengan harta, Allah akan berikan pada dirinya kehangatan, walaupun tanpa adanya seorang sahabat.Apakah aku sudah bahagia?Sesungguhnya indikator kebahagiaan hakiki seseorang terletak pada tiga hal. Jika ketiga hal tersebut terkumpul pada dirinya, maka insyaAllah dia termasuk orang-orang yang berbahagia. Ketiga hal tersebut adalah:Pertama: Bersyukur atas segala kenikmatan.Kedua: Bersabar atas segala macam cobaan.Ketiga: Senantiasa beristigfar, meminta ampun setiap kali melakukan kemaksiatan.Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,إذا أُنعم عليه شكر، وإذا ابتُلِيَ صبر، وإذا أذنب استغفر. فإن هذه الأمور الثلاثة هي عنوان سعادة العبد، وعلامة فلاحه في دُنياه وأُخراه، ولا ينفكُّ عبدٌ عنها أبدًا.“Jika diberi kenikmatan, ia bersyukur. Jika diberi ujian, ia bersabar. Dan jika berbuat dosa, ia beristighfar. Maka, sesungguhnya ketiga hal ini merupakan tanda kebahagiaan seorang hamba, dan tanda kesuksesannya di kehidupan dunia dan akhirat. Kesemuanya itu (nikmat, ujian, dan dosa) tak akan pernah terlepas pada diri seorang hamba.” (Al-Waabil As-Sayyib, hal. 6)Ibnul Qayyim rahimahullah juga mengatakan,“Tanda kebahagiaan seorang hamba adalah adalah meletakkan kebaikan-kebaikan yang telah ia lakukan di punggung belakangnya (melupakan dan tidak mengungkit-ungkitnya) serta meletakkan keburukan-keburukan yang telah ia lakukan di depan matanya (senantiasa mengingat dan memohon ampunan atas keburukan tersebut), dan tanda kerugian serta kesedihan adalah menjadikan kebaikan-kebaikan di depan matanya (senantiasa mengungkitnya) serta menjadikan keburukan-keburukan di belakang punggungnya (melupakan dan tidak bertobat darinya)”. (Miftahu Daari As-Sa’adah, 2: 310)Orang yang berbahagia adalah orang yang senantiasa bertakwa kepada Penciptanya, senantiasa berlemah lembut dan berbuat baik kepada manusia lainnya, dan mensyukuri semua kenikmatan dengan memanfaatkannya di dalam ketaatan. Orang yang berbahagia adalah mereka yang menghadapi ujian dengan penuh kesabaran dan pengharapan pahala dari Allah Ta’ala, lapang dada, serta merasa yakin bahwa Allah akan menyucikan dirinya dan meninggikan derajatnya karena ujian yang ia hadapi tersebut. Allah Ta’ala berfirman,قُلْ يَٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ“Katakanlah, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. Bertakwalah kepada Tuhanmu. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.'” (QS. Az-Zumar: 10)Wallahu a’lam bisshowaab.Baca Juga:Mengapa Aku Tidak Bahagia?Tanda-Tanda Kebahagiaan yang Sejati***Penulis: Muhammad Idris, Lc.Artikel: www.muslim.or.id Referensi:Diterjemahkan dengan beberapa penyesuaian dari kitab Khutuwaat Ila As-Sa’adah karya Syekh Abdul Muhsin Al-Qasim hafidzohullah.🔍 Hukum Memakai Cadar, Dalil Memuliakan Tamu, Contoh Perilaku Nifaq, Renungan Ulang Tahun Islami, Rumus Pembagian WarisanTags: adabAkhlakamalan hatibahagiahati bahagiahidup bahagianasihatnasihat islamsyukur
Prev     Next