Kompetisi Merebut Cinta Anak

Banyak pihak yang berkepentingan untuk merebut hati anak kita. Pabrik gadget haus keuntungan besar, maka diproduksilah HP semenarik mungkin. Bandar narkoba pengin kehancuran bangsa, maka digratiskanlah di awal agar kecanduan.Ayah dan Bunda, ayo maksimalkan perhatian dan kasih sayang kita pada anak; agar dia tidak jatuh hati kepada orang-orang jahat.

Kompetisi Merebut Cinta Anak

Banyak pihak yang berkepentingan untuk merebut hati anak kita. Pabrik gadget haus keuntungan besar, maka diproduksilah HP semenarik mungkin. Bandar narkoba pengin kehancuran bangsa, maka digratiskanlah di awal agar kecanduan.Ayah dan Bunda, ayo maksimalkan perhatian dan kasih sayang kita pada anak; agar dia tidak jatuh hati kepada orang-orang jahat.
Banyak pihak yang berkepentingan untuk merebut hati anak kita. Pabrik gadget haus keuntungan besar, maka diproduksilah HP semenarik mungkin. Bandar narkoba pengin kehancuran bangsa, maka digratiskanlah di awal agar kecanduan.Ayah dan Bunda, ayo maksimalkan perhatian dan kasih sayang kita pada anak; agar dia tidak jatuh hati kepada orang-orang jahat.


Banyak pihak yang berkepentingan untuk merebut hati anak kita. Pabrik gadget haus keuntungan besar, maka diproduksilah HP semenarik mungkin. Bandar narkoba pengin kehancuran bangsa, maka digratiskanlah di awal agar kecanduan.Ayah dan Bunda, ayo maksimalkan perhatian dan kasih sayang kita pada anak; agar dia tidak jatuh hati kepada orang-orang jahat.

Dzikir Berkualitas dan Berkuantitas

Sebagaimana ibadah lainnya, dzikir tidak boleh dilaksanakan asal-asalan. Namun kualitas dan kuantitasnya harus diperhatikan.Dzikir yang berkualitas tinggi adalah yang niatnya ikhlas karena Allah ‘azza wa jalla. Tata caranya sesuai tuntunan Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam, serta maknanya dipahami dan diresapi.Sedangkan dzikir yang berkuantitas tinggi adalah yang rutin, sering dan banyak.

Dzikir Berkualitas dan Berkuantitas

Sebagaimana ibadah lainnya, dzikir tidak boleh dilaksanakan asal-asalan. Namun kualitas dan kuantitasnya harus diperhatikan.Dzikir yang berkualitas tinggi adalah yang niatnya ikhlas karena Allah ‘azza wa jalla. Tata caranya sesuai tuntunan Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam, serta maknanya dipahami dan diresapi.Sedangkan dzikir yang berkuantitas tinggi adalah yang rutin, sering dan banyak.
Sebagaimana ibadah lainnya, dzikir tidak boleh dilaksanakan asal-asalan. Namun kualitas dan kuantitasnya harus diperhatikan.Dzikir yang berkualitas tinggi adalah yang niatnya ikhlas karena Allah ‘azza wa jalla. Tata caranya sesuai tuntunan Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam, serta maknanya dipahami dan diresapi.Sedangkan dzikir yang berkuantitas tinggi adalah yang rutin, sering dan banyak.


Sebagaimana ibadah lainnya, dzikir tidak boleh dilaksanakan asal-asalan. Namun kualitas dan kuantitasnya harus diperhatikan.Dzikir yang berkualitas tinggi adalah yang niatnya ikhlas karena Allah ‘azza wa jalla. Tata caranya sesuai tuntunan Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam, serta maknanya dipahami dan diresapi.Sedangkan dzikir yang berkuantitas tinggi adalah yang rutin, sering dan banyak.

Jasmerah

Pesantren dan madrasah terbukti memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, juga setia menjaga keutuhan NKRI.Yang terbukti intoleran adalah para radikalis islamophobia penista al-Qur’an dan Nabi Muhammad shalallahu’alai wa sallam.Ingat! Sejarah mencatat pengkhianatan PKI pada NKRI saat pemberontakan September 1948 & 1965.Jadi, siapa yang radikal?

Jasmerah

Pesantren dan madrasah terbukti memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, juga setia menjaga keutuhan NKRI.Yang terbukti intoleran adalah para radikalis islamophobia penista al-Qur’an dan Nabi Muhammad shalallahu’alai wa sallam.Ingat! Sejarah mencatat pengkhianatan PKI pada NKRI saat pemberontakan September 1948 & 1965.Jadi, siapa yang radikal?
Pesantren dan madrasah terbukti memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, juga setia menjaga keutuhan NKRI.Yang terbukti intoleran adalah para radikalis islamophobia penista al-Qur’an dan Nabi Muhammad shalallahu’alai wa sallam.Ingat! Sejarah mencatat pengkhianatan PKI pada NKRI saat pemberontakan September 1948 & 1965.Jadi, siapa yang radikal?


Pesantren dan madrasah terbukti memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, juga setia menjaga keutuhan NKRI.Yang terbukti intoleran adalah para radikalis islamophobia penista al-Qur’an dan Nabi Muhammad shalallahu’alai wa sallam.Ingat! Sejarah mencatat pengkhianatan PKI pada NKRI saat pemberontakan September 1948 & 1965.Jadi, siapa yang radikal?

Tidak Ada yang Instant

Beberapa belas tahun lalu, motor jadul pinjaman inilah yang setia menemani aktivitas dakwah keliling Purbalingga dan sekitarnya.Saksi sejarah ini kerap mengingatkan bahwa segala sesuatu membutuhkan proses. Jangan tergesa-gesa untuk ingin cepat besar. Tidak ada yang instan.Bahkan mie instan pun tidak bisa dikonsumsi langsung secara instan!

Tidak Ada yang Instant

Beberapa belas tahun lalu, motor jadul pinjaman inilah yang setia menemani aktivitas dakwah keliling Purbalingga dan sekitarnya.Saksi sejarah ini kerap mengingatkan bahwa segala sesuatu membutuhkan proses. Jangan tergesa-gesa untuk ingin cepat besar. Tidak ada yang instan.Bahkan mie instan pun tidak bisa dikonsumsi langsung secara instan!
Beberapa belas tahun lalu, motor jadul pinjaman inilah yang setia menemani aktivitas dakwah keliling Purbalingga dan sekitarnya.Saksi sejarah ini kerap mengingatkan bahwa segala sesuatu membutuhkan proses. Jangan tergesa-gesa untuk ingin cepat besar. Tidak ada yang instan.Bahkan mie instan pun tidak bisa dikonsumsi langsung secara instan!


Beberapa belas tahun lalu, motor jadul pinjaman inilah yang setia menemani aktivitas dakwah keliling Purbalingga dan sekitarnya.Saksi sejarah ini kerap mengingatkan bahwa segala sesuatu membutuhkan proses. Jangan tergesa-gesa untuk ingin cepat besar. Tidak ada yang instan.Bahkan mie instan pun tidak bisa dikonsumsi langsung secara instan!
Prev     Next