Laporan Donasi YPIA Periode Bulan November 2016

Laporan Donasi YPIA periode Bulan November 2016Segala puji bagi Allah ta’ala atas limpahan rahmat dan hidayah dari-Nya. Kami mengucapkan jazakumullohu khairan atas partisipasi dan kepercayaan para donatur yang dalam menyalurkan donasinya untuk dakwah melalui Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari.Semoga Allah mengganti dengan yang lebih baik dan memudahkan urusan kita, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Barakallahu fiikumBerikut ini kami laporkan pemasukan donasi melalui YPIA Bulan November 2016. Semoga bantuan dari kaum muslimin sekalian memberikan manfaat yang besar bagi dakwah Islam yang Haq.Kami mohon maaf, apabila ada penulisan nama ataupun donasi yang belum terlaporkan dalam laporan ini, bisa dikonfirmasikan kepada bidang donasi Dakwah YPIA. Jazakumullohu khairan.Kami juga memohon maaf, untuk rincian lebih lengkapnya bisa mendownload link yang kami berikan di bawah, sekaligus rincian donasi pulsa, karena banyaknya donatur pada Bulan November 2016Adapun Rekap Donasi Bulan November 2016  sebagai berikut: No. Alokasi Donasi Nominal (Rp) 1 Buletin Jum’at At-Tauhid 5.485.000 2 Donasi Pulsa (via bank) 700.000 3 Forum Kajian Islam Mahasiswa (FKIM) 600.000 4 Forum Kegiatan Kemuslimahan Al-Atsari (FKKA) 6.050.000 5 Kampus Tahfizh 10.363.500 6 Ma’had Al-‘Ilmi 8.400.000 7 Ma’had Umar Bin Khattab (MUBK) 296.600 8 Pendidikan 400.000 9 Peduli Muslim Luar Negeri 50.000 10 Peduli Muslim Umum 100.000 11 Radio Muslim 706.089 12 SDIT Yaa Bunayya 11.830.500 13 SMS Taushiyah 300.000 14 Operasional / Umum 5.025.111 15 Website 3.250.000 16 Flash Donation YPIA TV 27.546.219 17 Donasi Pulsa 2.030.000 LINK DOWNLOAD: KLIK DI SINIBagi kaum muslimin yang hendak membantu donasi dalam syi’ar dakwah Islam, bisa disalurkan ke rekening  YPIA berikut ini:REKENING DONASI YPIA: Bank BNI Syariah Yogyakarta atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 024 1913 801. Bank Muamalat atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari Yogyakarta. Nomor rekening: 5350002594 Bank Syariah Mandiri atas nama YPIA Yogyakarta. Nomor rekening: 703 157 1329. CIMB Niaga Syariah atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 508.01.00028.00.0. Rekening paypal: donasi@muslim.or.id Western union an Muhammad Akmalul Khuluk d/a Kauman GM 1/241 RT/RW 049/013 kel. Ngupasan kec. Gondomanan Yogyakarta Indonesia 55122 (harap segera menginformasikan Nomor Transaksi Pengiriman Uang (MTCN) setelah pengiriman ke: 0857-4722-3366)Konfirmasi donasi :Setiap donatur yang telah menyalurkan bantuan donasi dakwah dimohon mengkonfirmasikan donasi yang telah dikirimkan ke nomor Donasi Dakwah & Sosial YPIA berikut ini:HP: 0857-4722-3366 ( SMS, Telpon, Whatsapp dan Telegram)PIN BBM Tambahan: 7E51c4a4.PIN BBM: 73db10e1 (kontak Penuh)Dengan format konfirmasi sebagai berikut:Nama#Alamat#email#BesarDonasi#TanggalTransfer#Rekening#Tujuan Donasi#Contoh:Abdullah#Jl. Slamet Riyadi, no. 100, Solo.#500.000#12 Desember 2012#Muamalat#Buletin At Tauhid🔍 Marah Dalam Islam, Pakaian Wanita Menurut Islam, Doa Mudah Bersalin Surah Maryam, Anas Burhanuddin, Kapan Aku Sukses

Laporan Donasi YPIA Periode Bulan November 2016

Laporan Donasi YPIA periode Bulan November 2016Segala puji bagi Allah ta’ala atas limpahan rahmat dan hidayah dari-Nya. Kami mengucapkan jazakumullohu khairan atas partisipasi dan kepercayaan para donatur yang dalam menyalurkan donasinya untuk dakwah melalui Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari.Semoga Allah mengganti dengan yang lebih baik dan memudahkan urusan kita, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Barakallahu fiikumBerikut ini kami laporkan pemasukan donasi melalui YPIA Bulan November 2016. Semoga bantuan dari kaum muslimin sekalian memberikan manfaat yang besar bagi dakwah Islam yang Haq.Kami mohon maaf, apabila ada penulisan nama ataupun donasi yang belum terlaporkan dalam laporan ini, bisa dikonfirmasikan kepada bidang donasi Dakwah YPIA. Jazakumullohu khairan.Kami juga memohon maaf, untuk rincian lebih lengkapnya bisa mendownload link yang kami berikan di bawah, sekaligus rincian donasi pulsa, karena banyaknya donatur pada Bulan November 2016Adapun Rekap Donasi Bulan November 2016  sebagai berikut: No. Alokasi Donasi Nominal (Rp) 1 Buletin Jum’at At-Tauhid 5.485.000 2 Donasi Pulsa (via bank) 700.000 3 Forum Kajian Islam Mahasiswa (FKIM) 600.000 4 Forum Kegiatan Kemuslimahan Al-Atsari (FKKA) 6.050.000 5 Kampus Tahfizh 10.363.500 6 Ma’had Al-‘Ilmi 8.400.000 7 Ma’had Umar Bin Khattab (MUBK) 296.600 8 Pendidikan 400.000 9 Peduli Muslim Luar Negeri 50.000 10 Peduli Muslim Umum 100.000 11 Radio Muslim 706.089 12 SDIT Yaa Bunayya 11.830.500 13 SMS Taushiyah 300.000 14 Operasional / Umum 5.025.111 15 Website 3.250.000 16 Flash Donation YPIA TV 27.546.219 17 Donasi Pulsa 2.030.000 LINK DOWNLOAD: KLIK DI SINIBagi kaum muslimin yang hendak membantu donasi dalam syi’ar dakwah Islam, bisa disalurkan ke rekening  YPIA berikut ini:REKENING DONASI YPIA: Bank BNI Syariah Yogyakarta atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 024 1913 801. Bank Muamalat atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari Yogyakarta. Nomor rekening: 5350002594 Bank Syariah Mandiri atas nama YPIA Yogyakarta. Nomor rekening: 703 157 1329. CIMB Niaga Syariah atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 508.01.00028.00.0. Rekening paypal: donasi@muslim.or.id Western union an Muhammad Akmalul Khuluk d/a Kauman GM 1/241 RT/RW 049/013 kel. Ngupasan kec. Gondomanan Yogyakarta Indonesia 55122 (harap segera menginformasikan Nomor Transaksi Pengiriman Uang (MTCN) setelah pengiriman ke: 0857-4722-3366)Konfirmasi donasi :Setiap donatur yang telah menyalurkan bantuan donasi dakwah dimohon mengkonfirmasikan donasi yang telah dikirimkan ke nomor Donasi Dakwah & Sosial YPIA berikut ini:HP: 0857-4722-3366 ( SMS, Telpon, Whatsapp dan Telegram)PIN BBM Tambahan: 7E51c4a4.PIN BBM: 73db10e1 (kontak Penuh)Dengan format konfirmasi sebagai berikut:Nama#Alamat#email#BesarDonasi#TanggalTransfer#Rekening#Tujuan Donasi#Contoh:Abdullah#Jl. Slamet Riyadi, no. 100, Solo.#500.000#12 Desember 2012#Muamalat#Buletin At Tauhid🔍 Marah Dalam Islam, Pakaian Wanita Menurut Islam, Doa Mudah Bersalin Surah Maryam, Anas Burhanuddin, Kapan Aku Sukses
Laporan Donasi YPIA periode Bulan November 2016Segala puji bagi Allah ta’ala atas limpahan rahmat dan hidayah dari-Nya. Kami mengucapkan jazakumullohu khairan atas partisipasi dan kepercayaan para donatur yang dalam menyalurkan donasinya untuk dakwah melalui Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari.Semoga Allah mengganti dengan yang lebih baik dan memudahkan urusan kita, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Barakallahu fiikumBerikut ini kami laporkan pemasukan donasi melalui YPIA Bulan November 2016. Semoga bantuan dari kaum muslimin sekalian memberikan manfaat yang besar bagi dakwah Islam yang Haq.Kami mohon maaf, apabila ada penulisan nama ataupun donasi yang belum terlaporkan dalam laporan ini, bisa dikonfirmasikan kepada bidang donasi Dakwah YPIA. Jazakumullohu khairan.Kami juga memohon maaf, untuk rincian lebih lengkapnya bisa mendownload link yang kami berikan di bawah, sekaligus rincian donasi pulsa, karena banyaknya donatur pada Bulan November 2016Adapun Rekap Donasi Bulan November 2016  sebagai berikut: No. Alokasi Donasi Nominal (Rp) 1 Buletin Jum’at At-Tauhid 5.485.000 2 Donasi Pulsa (via bank) 700.000 3 Forum Kajian Islam Mahasiswa (FKIM) 600.000 4 Forum Kegiatan Kemuslimahan Al-Atsari (FKKA) 6.050.000 5 Kampus Tahfizh 10.363.500 6 Ma’had Al-‘Ilmi 8.400.000 7 Ma’had Umar Bin Khattab (MUBK) 296.600 8 Pendidikan 400.000 9 Peduli Muslim Luar Negeri 50.000 10 Peduli Muslim Umum 100.000 11 Radio Muslim 706.089 12 SDIT Yaa Bunayya 11.830.500 13 SMS Taushiyah 300.000 14 Operasional / Umum 5.025.111 15 Website 3.250.000 16 Flash Donation YPIA TV 27.546.219 17 Donasi Pulsa 2.030.000 LINK DOWNLOAD: KLIK DI SINIBagi kaum muslimin yang hendak membantu donasi dalam syi’ar dakwah Islam, bisa disalurkan ke rekening  YPIA berikut ini:REKENING DONASI YPIA: Bank BNI Syariah Yogyakarta atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 024 1913 801. Bank Muamalat atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari Yogyakarta. Nomor rekening: 5350002594 Bank Syariah Mandiri atas nama YPIA Yogyakarta. Nomor rekening: 703 157 1329. CIMB Niaga Syariah atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 508.01.00028.00.0. Rekening paypal: donasi@muslim.or.id Western union an Muhammad Akmalul Khuluk d/a Kauman GM 1/241 RT/RW 049/013 kel. Ngupasan kec. Gondomanan Yogyakarta Indonesia 55122 (harap segera menginformasikan Nomor Transaksi Pengiriman Uang (MTCN) setelah pengiriman ke: 0857-4722-3366)Konfirmasi donasi :Setiap donatur yang telah menyalurkan bantuan donasi dakwah dimohon mengkonfirmasikan donasi yang telah dikirimkan ke nomor Donasi Dakwah & Sosial YPIA berikut ini:HP: 0857-4722-3366 ( SMS, Telpon, Whatsapp dan Telegram)PIN BBM Tambahan: 7E51c4a4.PIN BBM: 73db10e1 (kontak Penuh)Dengan format konfirmasi sebagai berikut:Nama#Alamat#email#BesarDonasi#TanggalTransfer#Rekening#Tujuan Donasi#Contoh:Abdullah#Jl. Slamet Riyadi, no. 100, Solo.#500.000#12 Desember 2012#Muamalat#Buletin At Tauhid🔍 Marah Dalam Islam, Pakaian Wanita Menurut Islam, Doa Mudah Bersalin Surah Maryam, Anas Burhanuddin, Kapan Aku Sukses


Laporan Donasi YPIA periode Bulan November 2016Segala puji bagi Allah ta’ala atas limpahan rahmat dan hidayah dari-Nya. Kami mengucapkan jazakumullohu khairan atas partisipasi dan kepercayaan para donatur yang dalam menyalurkan donasinya untuk dakwah melalui Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari.Semoga Allah mengganti dengan yang lebih baik dan memudahkan urusan kita, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Barakallahu fiikumBerikut ini kami laporkan pemasukan donasi melalui YPIA Bulan November 2016. Semoga bantuan dari kaum muslimin sekalian memberikan manfaat yang besar bagi dakwah Islam yang Haq.Kami mohon maaf, apabila ada penulisan nama ataupun donasi yang belum terlaporkan dalam laporan ini, bisa dikonfirmasikan kepada bidang donasi Dakwah YPIA. Jazakumullohu khairan.Kami juga memohon maaf, untuk rincian lebih lengkapnya bisa mendownload link yang kami berikan di bawah, sekaligus rincian donasi pulsa, karena banyaknya donatur pada Bulan November 2016Adapun Rekap Donasi Bulan November 2016  sebagai berikut: No. Alokasi Donasi Nominal (Rp) 1 Buletin Jum’at At-Tauhid 5.485.000 2 Donasi Pulsa (via bank) 700.000 3 Forum Kajian Islam Mahasiswa (FKIM) 600.000 4 Forum Kegiatan Kemuslimahan Al-Atsari (FKKA) 6.050.000 5 Kampus Tahfizh 10.363.500 6 Ma’had Al-‘Ilmi 8.400.000 7 Ma’had Umar Bin Khattab (MUBK) 296.600 8 Pendidikan 400.000 9 Peduli Muslim Luar Negeri 50.000 10 Peduli Muslim Umum 100.000 11 Radio Muslim 706.089 12 SDIT Yaa Bunayya 11.830.500 13 SMS Taushiyah 300.000 14 Operasional / Umum 5.025.111 15 Website 3.250.000 16 Flash Donation YPIA TV 27.546.219 17 Donasi Pulsa 2.030.000 LINK DOWNLOAD: KLIK DI SINIBagi kaum muslimin yang hendak membantu donasi dalam syi’ar dakwah Islam, bisa disalurkan ke rekening  YPIA berikut ini:REKENING DONASI YPIA: Bank BNI Syariah Yogyakarta atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 024 1913 801. Bank Muamalat atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari Yogyakarta. Nomor rekening: 5350002594 Bank Syariah Mandiri atas nama YPIA Yogyakarta. Nomor rekening: 703 157 1329. CIMB Niaga Syariah atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 508.01.00028.00.0. Rekening paypal: donasi@muslim.or.id Western union an Muhammad Akmalul Khuluk d/a Kauman GM 1/241 RT/RW 049/013 kel. Ngupasan kec. Gondomanan Yogyakarta Indonesia 55122 (harap segera menginformasikan Nomor Transaksi Pengiriman Uang (MTCN) setelah pengiriman ke: 0857-4722-3366)Konfirmasi donasi :Setiap donatur yang telah menyalurkan bantuan donasi dakwah dimohon mengkonfirmasikan donasi yang telah dikirimkan ke nomor Donasi Dakwah & Sosial YPIA berikut ini:HP: 0857-4722-3366 ( SMS, Telpon, Whatsapp dan Telegram)PIN BBM Tambahan: 7E51c4a4.PIN BBM: 73db10e1 (kontak Penuh)Dengan format konfirmasi sebagai berikut:Nama#Alamat#email#BesarDonasi#TanggalTransfer#Rekening#Tujuan Donasi#Contoh:Abdullah#Jl. Slamet Riyadi, no. 100, Solo.#500.000#12 Desember 2012#Muamalat#Buletin At Tauhid🔍 Marah Dalam Islam, Pakaian Wanita Menurut Islam, Doa Mudah Bersalin Surah Maryam, Anas Burhanuddin, Kapan Aku Sukses

Kejayaan Umat Islam

Khotbah Jum’at, Masjid Nabawi, 25 Shafar 1438 HKhotib : Syekh Husen Bin Abdul Aziz Alu SyekhPenerjemah : Usman HatimKhotbah PertamaDalam realita, umat Islam saat ini menghadapi fitnah bertubi-tubi, bencana beraneka ragam, tantangan membahayakan dan persekongkolan mengicu.Kaum muslimin sedang menanti solusi untuk memperbaiki kondisi mereka, membahagiakan kehidupan mereka, mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan mereka serta mengatasi kesulitan dan penderitaan mereka.Namun, kesuksesan dan kejayaan umat ini dalam mencapai segala dambaan, terselamatkan dari segala ketakutan serta terhindar dari berbagai problematika tidaklah mungkin terwujud tanpa mereka berpegang teguh dengan Islam sejati, termasuk kemurnian tauhid dan kebenaran keyakian, serta berserah diri kepada Tuhan yang Maha Esa dalam segala aktivitas mereka dan berbagai bidang kehidupan mereka. Firman Allah :قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ [ المؤمنون/1]“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman” Qs Al-Mu’minun :1Sabda Nabi –shallallahu alaihi wa sallam- :” يَا أيهَا النّاسُ قُوْلوْا لَا إلَه إلّا اللهَ تُفْلِحُوْا ” أخرجه ابن خزيمة فى صحيحه“Wahai umat manusia, katakanlah ‘La ilaaha illa Allah’ (tidak ada sesembahan kecuali Allah) niscaya kalian beruntung”. HR Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya.Kaum muslimin sekalian!    Umat Islam tidak akan jaya dan kondisi mereka tidak akan membaik selagi seluruh sistem kehidupan mereka dan haluan hidup mereka tidak tunduk kepada syariat Allah –subhanahu wa ta’ala-. Firman Allah:يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ[ الحج/77]“Wahai orang-orang yang beriman, rukuklah dan sujudlah, sembahlah Tuhanmu dan berbuatlah amal kebajikan agar kalian beruntung”. Qs Alhaj : 77Sabda Nabi –shallallahu alaihi wa sallam- :” قَدْ أفْلَحَ مَنْ أسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَعَهُ الله بِمَا آتَاهُ “ “Sungguh bernasib baik orang yang berserah diri, mendapatkan rezeki cukup dan Allah menganugerahinya hati yang merasa puas dengan pemberianNya”.  Kesejahteraan, stabilitas, kemakmuran ekonomi, keamanan dan rasa aman bagi masyarakat muslim tidak akan tercapai kecuali jika mereka menyerahkan segala urusan kepada Allah dengan menerapkan hukum syariatNya serta tunduk kepada petunjuk Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam. Firman Allah:  إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ [ النور/ 51]“Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil menuju Allah dan Rasul-Nya agar Rasul mengadili di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan Kami patuh”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”.Qs An-Nur : 51Wahai umat Islam!    Tidak akan terangkat keterpurukan dengan berbagai macamnya kendatipun kita berupaya dengan segala cara untuk melepaskan diri dari padanya selagi kita belum bertobat secara sungguh-sungguh dari dosa akibat pelanggaran terhadap sistem hukum Allah dan sunnah Nabi-Nya Muhammad –shallallahu alaihi wa sallam- sehingga kondisi kita seperti ini.    Sudah tiba saatnya bagi umat Islam yang sedang mengalami berbagai penderitaan dan tragedi untuk merundukkan hati kepada Tuhannya dan bertobat kepada-Nya dengan memperbaiki urusan mereka sesuai aturan yang diridhai-Nya. Firman Allah :أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ [ الحديد/ 16 ]“Bukankah sudah tiba waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk ingat kepada Allah dan kebenaran yang turun (dari pada-Nya)” Qs :Firman Allah :وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ [ النور/31]“Dan bertobatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang mukmin agar kalian beruntung”. Qs An-Nur:31    Jika tidak demikian, maka selagi urusan mereka masih berjalan pada jalur kemaksiatan, dan masih berkubang dalam larangan dan perbuatan dosa, sadarilah bahwa jalan kesuksesan dan kemajuan akan tetap menajuh dan menghindar dari mereka. Firman Allah :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأنْصَابُ وَالأزْلامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ [ المائدة / 90 ]“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu beruntung”. Qs Al-Maidah: 90    Inilah sebagian contoh, kita saksikan umat Islam saling bertolak belakang, memutuskan hubungan, berselisih, konflik, bertengkar, saling dorong mendorong yang berujung pada pertumpahan darah dan pelanggaran terhadap kehormatan sehingga sebagian pihak menimpakan bencana kepada sebagian lainnya. Terjadilah pada diri mereka itu apa yang difirmankan Allah :وَلا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ [ الأنفال/ 46]“Dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu”.Qs Al-Anfal : 46Terbukti pula pada mereka apa yang disinyalir Nabi –shallallahu alaihi wasallam-:” مَا لَمْ تحْكُمْ أئِمَّتُهُمْ بمَا أنْزَلَ اللهُ إلَّا جَعَل اللهُ بَأسَهُمْ بَيْنَهُمْ “ “Selama para pemimpin mereka (kaum muslimin) tidak menerapkan hukum yang diturunkan Allah, selama itu pula Allah menimpakan bencana di antara mereka”.Inilah pula kemerosotan drastis di bidang ekonomi yang diderita oleh mereka (umat Islam) sebagaimana pula halnya kondisi seluruh dunia. Maka solusi yang dapat menyelamatkan umat Muhammad dari bencana dan kemerosotan ekonomi adalah dengan menerapkan sistem hukum Allah yang diridhai-Nya. Jika menyimpang dari sistem Allah, jatuhlah umat ini dalam kesuliatan dan bencana.Firman Allah :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ[آل عمران/ 130]“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba secara berlipat ganda,dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu beruntung”. Qs Ali Imran:130Kaum muslimin sekalian!    Terwujudnya kebahagiaan sangat tergantung pada penerapan umat ini terhadap sistem kontrol sosial (amar makruf dan nahi munkar), saling memberi nasihat untuk memperbaiki keadaan dan meluruskan haluan sesuai dengan sistem yang ideal, metode yang santun, maksud yang luhur dan tujuan yang mulia. Firman Allah:وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ [ آل عمران/104]“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung”. Qs Ali Imran : 104Sebagian ahli tafsir memahami, huruf “Min” dalam ayat ini berfungsi sebagai “penjelas” bukan bermakna “sebagian”.        Manakala umat Islam menyimpang dari jalur ini, jatuhlah mereka kedalam kerugian dan terjungkal ke dalam jurang kebinasaan. Firman Allah :وَالْعَصْرِ ، إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ، إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ [ العصر/ 1-3]“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasehati supaya mentaati kebenaran dan saling menasehati supaya tetap dalam kesabaran”. Qs Al-Ashr : 1-3Saudara-saudara sesama muslim !    Keberuntungan kaum muslimin erat kaitannya dengan pemahaman mereka terhadap penerapan Islam yang murni, sebagai agama moderat; jauh dari sikap ekstrim, kekerasan dan radikal, jauh pula dari sikap over lemah dan abai terhadap ketetapan hukum yang ada dalam dua wahyu (Al-Qur’an dan Sunnah).    Betapa banyak sikap ekstrem dalam memahami dan menerapkan Islam justru menyeret seseorang pada kerusakan yang besar dan dampak buruk yang tidak terhitung, karena sikap itu bertentangan dengan kehendak Allah dan sunnah Nabi-Nya. Firman Allah:وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا [ البقرة/ 143]“Dan demikian (pula) Kami telah jadikan kalian (umat Islam), umat yang moderat”. Qs Albaqarah: 143Kaum muslimin sekalian!    Kesuksesan duniawi yang identik dengan kemakmuran sosial dan kesejahteraan umum lantaran banyaknya nikmat yang tercurah dan keberkahan yang susul menyusul, bukanlah terjadi karena mengikuti faktor-faktor empiris semata, tetapi lebih pada faktor spritual yang sejati sebagai buah konsitensi dalam mengikuti sunnah dan konsekuensi dari penerapan sistem hukum syariat. Firman Allah :وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ [الطلاق/2-3]“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya”. Qs At-Thalaq ; 2-3Dan firman-Nya :وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ [ الأعراف/ 96]“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi”. Qs Al-Araf : 96Wahai umat Islam!Setelah lenyapnya apa yang disebut dengan era kolonialisme, banyak di antara umat Islam yang mencoba menerapkan pola pikir dan gagasan asing yang datang dari luar dalam kehidupan mereka, namun mereka tidak menemukan hasilnya kecuali bencana pemikiran, kelemahan militer, kelesuan ekonomi, kerusakan moral dan keretakan sosial. Pemikiran-pemikiran asing itu tidak cocok untuk dunia mereka, bahkan merusak sebagian urusan agamanya.     Sudah tiba waktunya bagi umat Islam setelah pembuktian di lapangan dengan fakta seperti itu untuk kembali kepada cahaya dua wahyu (Al-Qur’an dan Sunnah)sebagai penerang jalan petunjuk. Sudah tiba saatnya bagi orang yang terbius dan silau oleh peradaban yang memperlihatkan prinsip-prinsip dan norma-norma yang kemudian terbukti palsu dan menipu ketika berbagai kepentingan pribadi dan kemanfaatan individual bermunculan. Semua itu hanyalah bagaikan ukiran indah yang ditorehkan pada papan hukum perundang-undangan saja. Ketika diimplementasikan ternyata menghancurkan negeri kaum muslimin, meluluh-lantakkan potensi mereka dan merampas kekayaan negeri mereka secara permanen. Itulah sesungguhnya prinsip-prinsip peradaban yang terlepas dari ketentuan hukum Allah yang membangun. Tujuannya hanya menumbangkan peradaban lain tanpa kriteria agama, moral dan kemanusiaan. Firman Allah :وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ [ المائدة/ 50]“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik dari pada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?”. Qs Al-Maidah : 50==== Khotbah KeduaUmat Islam memiliki potensi kejayaan dan kemenangan yang tidak dimiliki oleh umat lain. Memiliki pilar-pilar untuk membangun dan mencapai kebahagiaan yang tidak dimiliki oleh umat lain. Sejarah umat Islam beberapa abad silam menjadi saksi dan bukti paling nyata atas hal itu. Namun pencapaiannya dengan syarat dan tergadaikan oleh potensi yang ada. Firman Allah:يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ [ محمد/ 7]“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. Qs Muhammad : 7Dan firman Allah :إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الأشْهَادُ [ غافر/51]“Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi”.Qs Ghafir : 51    Perlindungan Allah –subhanahu wa ta’ala- terhadap umat Islam terkait erat dengan penerapan syariatNya dan sejauh mana ketaatan mereka pada perintahNya dan penghindaran mereka dari larangan-laranganNya. Firman Allah :إِنَّ اللَّهَ يُدَافِعُ عَنِ الَّذِينَ آمَنُوا [ الحج/ 38 ]“Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang beriman”.Qs Alhaj:38Menurut bacaan lainnya, “Yadfa’u” (menolak). Disebutkan dalam hadis shahih :” احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ ““Jagalah Allah, maka Dia menjagamu”.Keamanan dan stabilitas, rasa aman dan kemakmuran umat ini sangat terkait dengan sejauh mana mereka menjalankan keimanan dengan segala konsekuensinya, Islam dengan segala hak-haknya. Firman Allah:الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الأمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ [ الأنعام : 82 ]“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur-adukkan iman mereka dengan kezaliman (kemusyrikan), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”. Qs Al-An’am : 82Superioritas dan keunggulan umat Islam atas musuh-musuhnya sangat tergantung pada keimanan berikut esensinya dan konsekuensinya sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Al-Qayim.Firman Allah :وَلا تَهِنُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الأعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ [ آل عمران/ 139]“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) bersedih hati, karena kamulah orang-orang yang lebih unggul, jika kamu orang-orang yang beriman”.Qs Ali Imran : 139Dan firman-Nya :وَإِنَّ جُنْدَنَا لَهُمُ الْغَالِبُونَ [ الصافات/ 173]“Dan sesungguhnya tentara Kami,itulah yang pasti menang”. Qs As-Shafaat:17Ibnu Katsir berkomentar seputar firman Allah :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قَاتِلُوا الَّذِينَ يَلُونَكُمْ مِنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوا فِيكُمْ غِلْظَةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ [ التوبة/ 123]“Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu, dan hendaklah mereka menemui ketegasan dari-padamu. Ketahuilah, bahwa Allah bersama orang-orang yang bertaqwa”. Qs At-Taubah : 123” فكلما قام ملك من ملوك الإسلام وأطاع أوامر الله وتوكل على الله ، فتح الله عليه من البلاد ، واسترجع من الأعداء بحسبه وبقدر ما فيه من ولاية الله ““Sejauh mana seorang raja di antara raja-raja Islam menunaikan dan mentaati perintah Allah serta berserah diri kepadaNya, negeri-negeri dapat ia taklukkan atas pertolongan Allah. Terukur dengan loyalitasnya kepada Allah pula, harta rampasan dari musuh dapat ia rebut kembali”.    Selanjutnya, ketahuilah bahwa seharum-harum cara menegakkan kehidupan kita ialah menyibukkan diri dengan bershalawat dan salam kepada Nabi yang mulia.Ya Allah,curahkanlah shalawat, salam dan keberkahan kepada hambaMu dan rasulMu, Nabi Muhammad –shallallahu alaihi wa sallam-.    Ya Allah, ridhailah para Khulafaurasyidin dan para imam yang terbimbing; Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali.    Ya Allah, perbaikilah kondisi kami dan kondisi kaum muslimin. Ya Allah, hilangkanlah kesedihan dari kami, angkatlah kegelisahan hati kami.    Ya Allah, selamatkanlah hamba-hambaMu kaum muslimin dari segala bencana dan cobaan. Ya Allah, Hadapilah olehMu musuh-musuh kaum muslimin, sebab mereka tidak akan mampu melemahkan-Mu wahai Tuhan yang Maha Agung.    Ya Allah, lindungilah saudara-saudara kami kaum muslimin di manapun mereka berada. Ya Allah, jadilah Engkau Penolong dan Pembela mereka wahai Tuhan yang Maha Perkasa, Maha Kuat dan Maha Kokoh.    Ya Allah,bimbinglah pelayan dua kota suci untuk melakukan sesuatu yang Engkau cintai dan ridhai. Ya Allah tolonglah agama ini dengannya. Tinggikanlah kalimat kaum muslimin dengannya.    Ya Allah, ampunilah kaum muslimin dan muslimat, yang hidup dan yang telah wafat. Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Jauhkanlah kami dari siksa neraka”. == Penutup == 

Kejayaan Umat Islam

Khotbah Jum’at, Masjid Nabawi, 25 Shafar 1438 HKhotib : Syekh Husen Bin Abdul Aziz Alu SyekhPenerjemah : Usman HatimKhotbah PertamaDalam realita, umat Islam saat ini menghadapi fitnah bertubi-tubi, bencana beraneka ragam, tantangan membahayakan dan persekongkolan mengicu.Kaum muslimin sedang menanti solusi untuk memperbaiki kondisi mereka, membahagiakan kehidupan mereka, mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan mereka serta mengatasi kesulitan dan penderitaan mereka.Namun, kesuksesan dan kejayaan umat ini dalam mencapai segala dambaan, terselamatkan dari segala ketakutan serta terhindar dari berbagai problematika tidaklah mungkin terwujud tanpa mereka berpegang teguh dengan Islam sejati, termasuk kemurnian tauhid dan kebenaran keyakian, serta berserah diri kepada Tuhan yang Maha Esa dalam segala aktivitas mereka dan berbagai bidang kehidupan mereka. Firman Allah :قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ [ المؤمنون/1]“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman” Qs Al-Mu’minun :1Sabda Nabi –shallallahu alaihi wa sallam- :” يَا أيهَا النّاسُ قُوْلوْا لَا إلَه إلّا اللهَ تُفْلِحُوْا ” أخرجه ابن خزيمة فى صحيحه“Wahai umat manusia, katakanlah ‘La ilaaha illa Allah’ (tidak ada sesembahan kecuali Allah) niscaya kalian beruntung”. HR Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya.Kaum muslimin sekalian!    Umat Islam tidak akan jaya dan kondisi mereka tidak akan membaik selagi seluruh sistem kehidupan mereka dan haluan hidup mereka tidak tunduk kepada syariat Allah –subhanahu wa ta’ala-. Firman Allah:يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ[ الحج/77]“Wahai orang-orang yang beriman, rukuklah dan sujudlah, sembahlah Tuhanmu dan berbuatlah amal kebajikan agar kalian beruntung”. Qs Alhaj : 77Sabda Nabi –shallallahu alaihi wa sallam- :” قَدْ أفْلَحَ مَنْ أسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَعَهُ الله بِمَا آتَاهُ “ “Sungguh bernasib baik orang yang berserah diri, mendapatkan rezeki cukup dan Allah menganugerahinya hati yang merasa puas dengan pemberianNya”.  Kesejahteraan, stabilitas, kemakmuran ekonomi, keamanan dan rasa aman bagi masyarakat muslim tidak akan tercapai kecuali jika mereka menyerahkan segala urusan kepada Allah dengan menerapkan hukum syariatNya serta tunduk kepada petunjuk Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam. Firman Allah:  إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ [ النور/ 51]“Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil menuju Allah dan Rasul-Nya agar Rasul mengadili di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan Kami patuh”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”.Qs An-Nur : 51Wahai umat Islam!    Tidak akan terangkat keterpurukan dengan berbagai macamnya kendatipun kita berupaya dengan segala cara untuk melepaskan diri dari padanya selagi kita belum bertobat secara sungguh-sungguh dari dosa akibat pelanggaran terhadap sistem hukum Allah dan sunnah Nabi-Nya Muhammad –shallallahu alaihi wa sallam- sehingga kondisi kita seperti ini.    Sudah tiba saatnya bagi umat Islam yang sedang mengalami berbagai penderitaan dan tragedi untuk merundukkan hati kepada Tuhannya dan bertobat kepada-Nya dengan memperbaiki urusan mereka sesuai aturan yang diridhai-Nya. Firman Allah :أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ [ الحديد/ 16 ]“Bukankah sudah tiba waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk ingat kepada Allah dan kebenaran yang turun (dari pada-Nya)” Qs :Firman Allah :وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ [ النور/31]“Dan bertobatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang mukmin agar kalian beruntung”. Qs An-Nur:31    Jika tidak demikian, maka selagi urusan mereka masih berjalan pada jalur kemaksiatan, dan masih berkubang dalam larangan dan perbuatan dosa, sadarilah bahwa jalan kesuksesan dan kemajuan akan tetap menajuh dan menghindar dari mereka. Firman Allah :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأنْصَابُ وَالأزْلامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ [ المائدة / 90 ]“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu beruntung”. Qs Al-Maidah: 90    Inilah sebagian contoh, kita saksikan umat Islam saling bertolak belakang, memutuskan hubungan, berselisih, konflik, bertengkar, saling dorong mendorong yang berujung pada pertumpahan darah dan pelanggaran terhadap kehormatan sehingga sebagian pihak menimpakan bencana kepada sebagian lainnya. Terjadilah pada diri mereka itu apa yang difirmankan Allah :وَلا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ [ الأنفال/ 46]“Dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu”.Qs Al-Anfal : 46Terbukti pula pada mereka apa yang disinyalir Nabi –shallallahu alaihi wasallam-:” مَا لَمْ تحْكُمْ أئِمَّتُهُمْ بمَا أنْزَلَ اللهُ إلَّا جَعَل اللهُ بَأسَهُمْ بَيْنَهُمْ “ “Selama para pemimpin mereka (kaum muslimin) tidak menerapkan hukum yang diturunkan Allah, selama itu pula Allah menimpakan bencana di antara mereka”.Inilah pula kemerosotan drastis di bidang ekonomi yang diderita oleh mereka (umat Islam) sebagaimana pula halnya kondisi seluruh dunia. Maka solusi yang dapat menyelamatkan umat Muhammad dari bencana dan kemerosotan ekonomi adalah dengan menerapkan sistem hukum Allah yang diridhai-Nya. Jika menyimpang dari sistem Allah, jatuhlah umat ini dalam kesuliatan dan bencana.Firman Allah :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ[آل عمران/ 130]“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba secara berlipat ganda,dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu beruntung”. Qs Ali Imran:130Kaum muslimin sekalian!    Terwujudnya kebahagiaan sangat tergantung pada penerapan umat ini terhadap sistem kontrol sosial (amar makruf dan nahi munkar), saling memberi nasihat untuk memperbaiki keadaan dan meluruskan haluan sesuai dengan sistem yang ideal, metode yang santun, maksud yang luhur dan tujuan yang mulia. Firman Allah:وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ [ آل عمران/104]“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung”. Qs Ali Imran : 104Sebagian ahli tafsir memahami, huruf “Min” dalam ayat ini berfungsi sebagai “penjelas” bukan bermakna “sebagian”.        Manakala umat Islam menyimpang dari jalur ini, jatuhlah mereka kedalam kerugian dan terjungkal ke dalam jurang kebinasaan. Firman Allah :وَالْعَصْرِ ، إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ، إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ [ العصر/ 1-3]“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasehati supaya mentaati kebenaran dan saling menasehati supaya tetap dalam kesabaran”. Qs Al-Ashr : 1-3Saudara-saudara sesama muslim !    Keberuntungan kaum muslimin erat kaitannya dengan pemahaman mereka terhadap penerapan Islam yang murni, sebagai agama moderat; jauh dari sikap ekstrim, kekerasan dan radikal, jauh pula dari sikap over lemah dan abai terhadap ketetapan hukum yang ada dalam dua wahyu (Al-Qur’an dan Sunnah).    Betapa banyak sikap ekstrem dalam memahami dan menerapkan Islam justru menyeret seseorang pada kerusakan yang besar dan dampak buruk yang tidak terhitung, karena sikap itu bertentangan dengan kehendak Allah dan sunnah Nabi-Nya. Firman Allah:وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا [ البقرة/ 143]“Dan demikian (pula) Kami telah jadikan kalian (umat Islam), umat yang moderat”. Qs Albaqarah: 143Kaum muslimin sekalian!    Kesuksesan duniawi yang identik dengan kemakmuran sosial dan kesejahteraan umum lantaran banyaknya nikmat yang tercurah dan keberkahan yang susul menyusul, bukanlah terjadi karena mengikuti faktor-faktor empiris semata, tetapi lebih pada faktor spritual yang sejati sebagai buah konsitensi dalam mengikuti sunnah dan konsekuensi dari penerapan sistem hukum syariat. Firman Allah :وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ [الطلاق/2-3]“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya”. Qs At-Thalaq ; 2-3Dan firman-Nya :وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ [ الأعراف/ 96]“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi”. Qs Al-Araf : 96Wahai umat Islam!Setelah lenyapnya apa yang disebut dengan era kolonialisme, banyak di antara umat Islam yang mencoba menerapkan pola pikir dan gagasan asing yang datang dari luar dalam kehidupan mereka, namun mereka tidak menemukan hasilnya kecuali bencana pemikiran, kelemahan militer, kelesuan ekonomi, kerusakan moral dan keretakan sosial. Pemikiran-pemikiran asing itu tidak cocok untuk dunia mereka, bahkan merusak sebagian urusan agamanya.     Sudah tiba waktunya bagi umat Islam setelah pembuktian di lapangan dengan fakta seperti itu untuk kembali kepada cahaya dua wahyu (Al-Qur’an dan Sunnah)sebagai penerang jalan petunjuk. Sudah tiba saatnya bagi orang yang terbius dan silau oleh peradaban yang memperlihatkan prinsip-prinsip dan norma-norma yang kemudian terbukti palsu dan menipu ketika berbagai kepentingan pribadi dan kemanfaatan individual bermunculan. Semua itu hanyalah bagaikan ukiran indah yang ditorehkan pada papan hukum perundang-undangan saja. Ketika diimplementasikan ternyata menghancurkan negeri kaum muslimin, meluluh-lantakkan potensi mereka dan merampas kekayaan negeri mereka secara permanen. Itulah sesungguhnya prinsip-prinsip peradaban yang terlepas dari ketentuan hukum Allah yang membangun. Tujuannya hanya menumbangkan peradaban lain tanpa kriteria agama, moral dan kemanusiaan. Firman Allah :وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ [ المائدة/ 50]“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik dari pada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?”. Qs Al-Maidah : 50==== Khotbah KeduaUmat Islam memiliki potensi kejayaan dan kemenangan yang tidak dimiliki oleh umat lain. Memiliki pilar-pilar untuk membangun dan mencapai kebahagiaan yang tidak dimiliki oleh umat lain. Sejarah umat Islam beberapa abad silam menjadi saksi dan bukti paling nyata atas hal itu. Namun pencapaiannya dengan syarat dan tergadaikan oleh potensi yang ada. Firman Allah:يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ [ محمد/ 7]“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. Qs Muhammad : 7Dan firman Allah :إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الأشْهَادُ [ غافر/51]“Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi”.Qs Ghafir : 51    Perlindungan Allah –subhanahu wa ta’ala- terhadap umat Islam terkait erat dengan penerapan syariatNya dan sejauh mana ketaatan mereka pada perintahNya dan penghindaran mereka dari larangan-laranganNya. Firman Allah :إِنَّ اللَّهَ يُدَافِعُ عَنِ الَّذِينَ آمَنُوا [ الحج/ 38 ]“Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang beriman”.Qs Alhaj:38Menurut bacaan lainnya, “Yadfa’u” (menolak). Disebutkan dalam hadis shahih :” احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ ““Jagalah Allah, maka Dia menjagamu”.Keamanan dan stabilitas, rasa aman dan kemakmuran umat ini sangat terkait dengan sejauh mana mereka menjalankan keimanan dengan segala konsekuensinya, Islam dengan segala hak-haknya. Firman Allah:الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الأمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ [ الأنعام : 82 ]“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur-adukkan iman mereka dengan kezaliman (kemusyrikan), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”. Qs Al-An’am : 82Superioritas dan keunggulan umat Islam atas musuh-musuhnya sangat tergantung pada keimanan berikut esensinya dan konsekuensinya sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Al-Qayim.Firman Allah :وَلا تَهِنُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الأعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ [ آل عمران/ 139]“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) bersedih hati, karena kamulah orang-orang yang lebih unggul, jika kamu orang-orang yang beriman”.Qs Ali Imran : 139Dan firman-Nya :وَإِنَّ جُنْدَنَا لَهُمُ الْغَالِبُونَ [ الصافات/ 173]“Dan sesungguhnya tentara Kami,itulah yang pasti menang”. Qs As-Shafaat:17Ibnu Katsir berkomentar seputar firman Allah :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قَاتِلُوا الَّذِينَ يَلُونَكُمْ مِنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوا فِيكُمْ غِلْظَةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ [ التوبة/ 123]“Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu, dan hendaklah mereka menemui ketegasan dari-padamu. Ketahuilah, bahwa Allah bersama orang-orang yang bertaqwa”. Qs At-Taubah : 123” فكلما قام ملك من ملوك الإسلام وأطاع أوامر الله وتوكل على الله ، فتح الله عليه من البلاد ، واسترجع من الأعداء بحسبه وبقدر ما فيه من ولاية الله ““Sejauh mana seorang raja di antara raja-raja Islam menunaikan dan mentaati perintah Allah serta berserah diri kepadaNya, negeri-negeri dapat ia taklukkan atas pertolongan Allah. Terukur dengan loyalitasnya kepada Allah pula, harta rampasan dari musuh dapat ia rebut kembali”.    Selanjutnya, ketahuilah bahwa seharum-harum cara menegakkan kehidupan kita ialah menyibukkan diri dengan bershalawat dan salam kepada Nabi yang mulia.Ya Allah,curahkanlah shalawat, salam dan keberkahan kepada hambaMu dan rasulMu, Nabi Muhammad –shallallahu alaihi wa sallam-.    Ya Allah, ridhailah para Khulafaurasyidin dan para imam yang terbimbing; Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali.    Ya Allah, perbaikilah kondisi kami dan kondisi kaum muslimin. Ya Allah, hilangkanlah kesedihan dari kami, angkatlah kegelisahan hati kami.    Ya Allah, selamatkanlah hamba-hambaMu kaum muslimin dari segala bencana dan cobaan. Ya Allah, Hadapilah olehMu musuh-musuh kaum muslimin, sebab mereka tidak akan mampu melemahkan-Mu wahai Tuhan yang Maha Agung.    Ya Allah, lindungilah saudara-saudara kami kaum muslimin di manapun mereka berada. Ya Allah, jadilah Engkau Penolong dan Pembela mereka wahai Tuhan yang Maha Perkasa, Maha Kuat dan Maha Kokoh.    Ya Allah,bimbinglah pelayan dua kota suci untuk melakukan sesuatu yang Engkau cintai dan ridhai. Ya Allah tolonglah agama ini dengannya. Tinggikanlah kalimat kaum muslimin dengannya.    Ya Allah, ampunilah kaum muslimin dan muslimat, yang hidup dan yang telah wafat. Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Jauhkanlah kami dari siksa neraka”. == Penutup == 
Khotbah Jum’at, Masjid Nabawi, 25 Shafar 1438 HKhotib : Syekh Husen Bin Abdul Aziz Alu SyekhPenerjemah : Usman HatimKhotbah PertamaDalam realita, umat Islam saat ini menghadapi fitnah bertubi-tubi, bencana beraneka ragam, tantangan membahayakan dan persekongkolan mengicu.Kaum muslimin sedang menanti solusi untuk memperbaiki kondisi mereka, membahagiakan kehidupan mereka, mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan mereka serta mengatasi kesulitan dan penderitaan mereka.Namun, kesuksesan dan kejayaan umat ini dalam mencapai segala dambaan, terselamatkan dari segala ketakutan serta terhindar dari berbagai problematika tidaklah mungkin terwujud tanpa mereka berpegang teguh dengan Islam sejati, termasuk kemurnian tauhid dan kebenaran keyakian, serta berserah diri kepada Tuhan yang Maha Esa dalam segala aktivitas mereka dan berbagai bidang kehidupan mereka. Firman Allah :قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ [ المؤمنون/1]“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman” Qs Al-Mu’minun :1Sabda Nabi –shallallahu alaihi wa sallam- :” يَا أيهَا النّاسُ قُوْلوْا لَا إلَه إلّا اللهَ تُفْلِحُوْا ” أخرجه ابن خزيمة فى صحيحه“Wahai umat manusia, katakanlah ‘La ilaaha illa Allah’ (tidak ada sesembahan kecuali Allah) niscaya kalian beruntung”. HR Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya.Kaum muslimin sekalian!    Umat Islam tidak akan jaya dan kondisi mereka tidak akan membaik selagi seluruh sistem kehidupan mereka dan haluan hidup mereka tidak tunduk kepada syariat Allah –subhanahu wa ta’ala-. Firman Allah:يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ[ الحج/77]“Wahai orang-orang yang beriman, rukuklah dan sujudlah, sembahlah Tuhanmu dan berbuatlah amal kebajikan agar kalian beruntung”. Qs Alhaj : 77Sabda Nabi –shallallahu alaihi wa sallam- :” قَدْ أفْلَحَ مَنْ أسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَعَهُ الله بِمَا آتَاهُ “ “Sungguh bernasib baik orang yang berserah diri, mendapatkan rezeki cukup dan Allah menganugerahinya hati yang merasa puas dengan pemberianNya”.  Kesejahteraan, stabilitas, kemakmuran ekonomi, keamanan dan rasa aman bagi masyarakat muslim tidak akan tercapai kecuali jika mereka menyerahkan segala urusan kepada Allah dengan menerapkan hukum syariatNya serta tunduk kepada petunjuk Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam. Firman Allah:  إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ [ النور/ 51]“Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil menuju Allah dan Rasul-Nya agar Rasul mengadili di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan Kami patuh”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”.Qs An-Nur : 51Wahai umat Islam!    Tidak akan terangkat keterpurukan dengan berbagai macamnya kendatipun kita berupaya dengan segala cara untuk melepaskan diri dari padanya selagi kita belum bertobat secara sungguh-sungguh dari dosa akibat pelanggaran terhadap sistem hukum Allah dan sunnah Nabi-Nya Muhammad –shallallahu alaihi wa sallam- sehingga kondisi kita seperti ini.    Sudah tiba saatnya bagi umat Islam yang sedang mengalami berbagai penderitaan dan tragedi untuk merundukkan hati kepada Tuhannya dan bertobat kepada-Nya dengan memperbaiki urusan mereka sesuai aturan yang diridhai-Nya. Firman Allah :أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ [ الحديد/ 16 ]“Bukankah sudah tiba waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk ingat kepada Allah dan kebenaran yang turun (dari pada-Nya)” Qs :Firman Allah :وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ [ النور/31]“Dan bertobatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang mukmin agar kalian beruntung”. Qs An-Nur:31    Jika tidak demikian, maka selagi urusan mereka masih berjalan pada jalur kemaksiatan, dan masih berkubang dalam larangan dan perbuatan dosa, sadarilah bahwa jalan kesuksesan dan kemajuan akan tetap menajuh dan menghindar dari mereka. Firman Allah :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأنْصَابُ وَالأزْلامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ [ المائدة / 90 ]“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu beruntung”. Qs Al-Maidah: 90    Inilah sebagian contoh, kita saksikan umat Islam saling bertolak belakang, memutuskan hubungan, berselisih, konflik, bertengkar, saling dorong mendorong yang berujung pada pertumpahan darah dan pelanggaran terhadap kehormatan sehingga sebagian pihak menimpakan bencana kepada sebagian lainnya. Terjadilah pada diri mereka itu apa yang difirmankan Allah :وَلا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ [ الأنفال/ 46]“Dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu”.Qs Al-Anfal : 46Terbukti pula pada mereka apa yang disinyalir Nabi –shallallahu alaihi wasallam-:” مَا لَمْ تحْكُمْ أئِمَّتُهُمْ بمَا أنْزَلَ اللهُ إلَّا جَعَل اللهُ بَأسَهُمْ بَيْنَهُمْ “ “Selama para pemimpin mereka (kaum muslimin) tidak menerapkan hukum yang diturunkan Allah, selama itu pula Allah menimpakan bencana di antara mereka”.Inilah pula kemerosotan drastis di bidang ekonomi yang diderita oleh mereka (umat Islam) sebagaimana pula halnya kondisi seluruh dunia. Maka solusi yang dapat menyelamatkan umat Muhammad dari bencana dan kemerosotan ekonomi adalah dengan menerapkan sistem hukum Allah yang diridhai-Nya. Jika menyimpang dari sistem Allah, jatuhlah umat ini dalam kesuliatan dan bencana.Firman Allah :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ[آل عمران/ 130]“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba secara berlipat ganda,dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu beruntung”. Qs Ali Imran:130Kaum muslimin sekalian!    Terwujudnya kebahagiaan sangat tergantung pada penerapan umat ini terhadap sistem kontrol sosial (amar makruf dan nahi munkar), saling memberi nasihat untuk memperbaiki keadaan dan meluruskan haluan sesuai dengan sistem yang ideal, metode yang santun, maksud yang luhur dan tujuan yang mulia. Firman Allah:وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ [ آل عمران/104]“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung”. Qs Ali Imran : 104Sebagian ahli tafsir memahami, huruf “Min” dalam ayat ini berfungsi sebagai “penjelas” bukan bermakna “sebagian”.        Manakala umat Islam menyimpang dari jalur ini, jatuhlah mereka kedalam kerugian dan terjungkal ke dalam jurang kebinasaan. Firman Allah :وَالْعَصْرِ ، إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ، إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ [ العصر/ 1-3]“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasehati supaya mentaati kebenaran dan saling menasehati supaya tetap dalam kesabaran”. Qs Al-Ashr : 1-3Saudara-saudara sesama muslim !    Keberuntungan kaum muslimin erat kaitannya dengan pemahaman mereka terhadap penerapan Islam yang murni, sebagai agama moderat; jauh dari sikap ekstrim, kekerasan dan radikal, jauh pula dari sikap over lemah dan abai terhadap ketetapan hukum yang ada dalam dua wahyu (Al-Qur’an dan Sunnah).    Betapa banyak sikap ekstrem dalam memahami dan menerapkan Islam justru menyeret seseorang pada kerusakan yang besar dan dampak buruk yang tidak terhitung, karena sikap itu bertentangan dengan kehendak Allah dan sunnah Nabi-Nya. Firman Allah:وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا [ البقرة/ 143]“Dan demikian (pula) Kami telah jadikan kalian (umat Islam), umat yang moderat”. Qs Albaqarah: 143Kaum muslimin sekalian!    Kesuksesan duniawi yang identik dengan kemakmuran sosial dan kesejahteraan umum lantaran banyaknya nikmat yang tercurah dan keberkahan yang susul menyusul, bukanlah terjadi karena mengikuti faktor-faktor empiris semata, tetapi lebih pada faktor spritual yang sejati sebagai buah konsitensi dalam mengikuti sunnah dan konsekuensi dari penerapan sistem hukum syariat. Firman Allah :وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ [الطلاق/2-3]“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya”. Qs At-Thalaq ; 2-3Dan firman-Nya :وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ [ الأعراف/ 96]“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi”. Qs Al-Araf : 96Wahai umat Islam!Setelah lenyapnya apa yang disebut dengan era kolonialisme, banyak di antara umat Islam yang mencoba menerapkan pola pikir dan gagasan asing yang datang dari luar dalam kehidupan mereka, namun mereka tidak menemukan hasilnya kecuali bencana pemikiran, kelemahan militer, kelesuan ekonomi, kerusakan moral dan keretakan sosial. Pemikiran-pemikiran asing itu tidak cocok untuk dunia mereka, bahkan merusak sebagian urusan agamanya.     Sudah tiba waktunya bagi umat Islam setelah pembuktian di lapangan dengan fakta seperti itu untuk kembali kepada cahaya dua wahyu (Al-Qur’an dan Sunnah)sebagai penerang jalan petunjuk. Sudah tiba saatnya bagi orang yang terbius dan silau oleh peradaban yang memperlihatkan prinsip-prinsip dan norma-norma yang kemudian terbukti palsu dan menipu ketika berbagai kepentingan pribadi dan kemanfaatan individual bermunculan. Semua itu hanyalah bagaikan ukiran indah yang ditorehkan pada papan hukum perundang-undangan saja. Ketika diimplementasikan ternyata menghancurkan negeri kaum muslimin, meluluh-lantakkan potensi mereka dan merampas kekayaan negeri mereka secara permanen. Itulah sesungguhnya prinsip-prinsip peradaban yang terlepas dari ketentuan hukum Allah yang membangun. Tujuannya hanya menumbangkan peradaban lain tanpa kriteria agama, moral dan kemanusiaan. Firman Allah :وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ [ المائدة/ 50]“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik dari pada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?”. Qs Al-Maidah : 50==== Khotbah KeduaUmat Islam memiliki potensi kejayaan dan kemenangan yang tidak dimiliki oleh umat lain. Memiliki pilar-pilar untuk membangun dan mencapai kebahagiaan yang tidak dimiliki oleh umat lain. Sejarah umat Islam beberapa abad silam menjadi saksi dan bukti paling nyata atas hal itu. Namun pencapaiannya dengan syarat dan tergadaikan oleh potensi yang ada. Firman Allah:يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ [ محمد/ 7]“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. Qs Muhammad : 7Dan firman Allah :إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الأشْهَادُ [ غافر/51]“Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi”.Qs Ghafir : 51    Perlindungan Allah –subhanahu wa ta’ala- terhadap umat Islam terkait erat dengan penerapan syariatNya dan sejauh mana ketaatan mereka pada perintahNya dan penghindaran mereka dari larangan-laranganNya. Firman Allah :إِنَّ اللَّهَ يُدَافِعُ عَنِ الَّذِينَ آمَنُوا [ الحج/ 38 ]“Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang beriman”.Qs Alhaj:38Menurut bacaan lainnya, “Yadfa’u” (menolak). Disebutkan dalam hadis shahih :” احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ ““Jagalah Allah, maka Dia menjagamu”.Keamanan dan stabilitas, rasa aman dan kemakmuran umat ini sangat terkait dengan sejauh mana mereka menjalankan keimanan dengan segala konsekuensinya, Islam dengan segala hak-haknya. Firman Allah:الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الأمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ [ الأنعام : 82 ]“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur-adukkan iman mereka dengan kezaliman (kemusyrikan), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”. Qs Al-An’am : 82Superioritas dan keunggulan umat Islam atas musuh-musuhnya sangat tergantung pada keimanan berikut esensinya dan konsekuensinya sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Al-Qayim.Firman Allah :وَلا تَهِنُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الأعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ [ آل عمران/ 139]“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) bersedih hati, karena kamulah orang-orang yang lebih unggul, jika kamu orang-orang yang beriman”.Qs Ali Imran : 139Dan firman-Nya :وَإِنَّ جُنْدَنَا لَهُمُ الْغَالِبُونَ [ الصافات/ 173]“Dan sesungguhnya tentara Kami,itulah yang pasti menang”. Qs As-Shafaat:17Ibnu Katsir berkomentar seputar firman Allah :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قَاتِلُوا الَّذِينَ يَلُونَكُمْ مِنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوا فِيكُمْ غِلْظَةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ [ التوبة/ 123]“Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu, dan hendaklah mereka menemui ketegasan dari-padamu. Ketahuilah, bahwa Allah bersama orang-orang yang bertaqwa”. Qs At-Taubah : 123” فكلما قام ملك من ملوك الإسلام وأطاع أوامر الله وتوكل على الله ، فتح الله عليه من البلاد ، واسترجع من الأعداء بحسبه وبقدر ما فيه من ولاية الله ““Sejauh mana seorang raja di antara raja-raja Islam menunaikan dan mentaati perintah Allah serta berserah diri kepadaNya, negeri-negeri dapat ia taklukkan atas pertolongan Allah. Terukur dengan loyalitasnya kepada Allah pula, harta rampasan dari musuh dapat ia rebut kembali”.    Selanjutnya, ketahuilah bahwa seharum-harum cara menegakkan kehidupan kita ialah menyibukkan diri dengan bershalawat dan salam kepada Nabi yang mulia.Ya Allah,curahkanlah shalawat, salam dan keberkahan kepada hambaMu dan rasulMu, Nabi Muhammad –shallallahu alaihi wa sallam-.    Ya Allah, ridhailah para Khulafaurasyidin dan para imam yang terbimbing; Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali.    Ya Allah, perbaikilah kondisi kami dan kondisi kaum muslimin. Ya Allah, hilangkanlah kesedihan dari kami, angkatlah kegelisahan hati kami.    Ya Allah, selamatkanlah hamba-hambaMu kaum muslimin dari segala bencana dan cobaan. Ya Allah, Hadapilah olehMu musuh-musuh kaum muslimin, sebab mereka tidak akan mampu melemahkan-Mu wahai Tuhan yang Maha Agung.    Ya Allah, lindungilah saudara-saudara kami kaum muslimin di manapun mereka berada. Ya Allah, jadilah Engkau Penolong dan Pembela mereka wahai Tuhan yang Maha Perkasa, Maha Kuat dan Maha Kokoh.    Ya Allah,bimbinglah pelayan dua kota suci untuk melakukan sesuatu yang Engkau cintai dan ridhai. Ya Allah tolonglah agama ini dengannya. Tinggikanlah kalimat kaum muslimin dengannya.    Ya Allah, ampunilah kaum muslimin dan muslimat, yang hidup dan yang telah wafat. Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Jauhkanlah kami dari siksa neraka”. == Penutup == 


Khotbah Jum’at, Masjid Nabawi, 25 Shafar 1438 HKhotib : Syekh Husen Bin Abdul Aziz Alu SyekhPenerjemah : Usman HatimKhotbah PertamaDalam realita, umat Islam saat ini menghadapi fitnah bertubi-tubi, bencana beraneka ragam, tantangan membahayakan dan persekongkolan mengicu.Kaum muslimin sedang menanti solusi untuk memperbaiki kondisi mereka, membahagiakan kehidupan mereka, mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan mereka serta mengatasi kesulitan dan penderitaan mereka.Namun, kesuksesan dan kejayaan umat ini dalam mencapai segala dambaan, terselamatkan dari segala ketakutan serta terhindar dari berbagai problematika tidaklah mungkin terwujud tanpa mereka berpegang teguh dengan Islam sejati, termasuk kemurnian tauhid dan kebenaran keyakian, serta berserah diri kepada Tuhan yang Maha Esa dalam segala aktivitas mereka dan berbagai bidang kehidupan mereka. Firman Allah :قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ [ المؤمنون/1]“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman” Qs Al-Mu’minun :1Sabda Nabi –shallallahu alaihi wa sallam- :” يَا أيهَا النّاسُ قُوْلوْا لَا إلَه إلّا اللهَ تُفْلِحُوْا ” أخرجه ابن خزيمة فى صحيحه“Wahai umat manusia, katakanlah ‘La ilaaha illa Allah’ (tidak ada sesembahan kecuali Allah) niscaya kalian beruntung”. HR Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya.Kaum muslimin sekalian!    Umat Islam tidak akan jaya dan kondisi mereka tidak akan membaik selagi seluruh sistem kehidupan mereka dan haluan hidup mereka tidak tunduk kepada syariat Allah –subhanahu wa ta’ala-. Firman Allah:يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ[ الحج/77]“Wahai orang-orang yang beriman, rukuklah dan sujudlah, sembahlah Tuhanmu dan berbuatlah amal kebajikan agar kalian beruntung”. Qs Alhaj : 77Sabda Nabi –shallallahu alaihi wa sallam- :” قَدْ أفْلَحَ مَنْ أسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَعَهُ الله بِمَا آتَاهُ “ “Sungguh bernasib baik orang yang berserah diri, mendapatkan rezeki cukup dan Allah menganugerahinya hati yang merasa puas dengan pemberianNya”.  Kesejahteraan, stabilitas, kemakmuran ekonomi, keamanan dan rasa aman bagi masyarakat muslim tidak akan tercapai kecuali jika mereka menyerahkan segala urusan kepada Allah dengan menerapkan hukum syariatNya serta tunduk kepada petunjuk Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam. Firman Allah:  إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ [ النور/ 51]“Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil menuju Allah dan Rasul-Nya agar Rasul mengadili di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan Kami patuh”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”.Qs An-Nur : 51Wahai umat Islam!    Tidak akan terangkat keterpurukan dengan berbagai macamnya kendatipun kita berupaya dengan segala cara untuk melepaskan diri dari padanya selagi kita belum bertobat secara sungguh-sungguh dari dosa akibat pelanggaran terhadap sistem hukum Allah dan sunnah Nabi-Nya Muhammad –shallallahu alaihi wa sallam- sehingga kondisi kita seperti ini.    Sudah tiba saatnya bagi umat Islam yang sedang mengalami berbagai penderitaan dan tragedi untuk merundukkan hati kepada Tuhannya dan bertobat kepada-Nya dengan memperbaiki urusan mereka sesuai aturan yang diridhai-Nya. Firman Allah :أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ [ الحديد/ 16 ]“Bukankah sudah tiba waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk ingat kepada Allah dan kebenaran yang turun (dari pada-Nya)” Qs :Firman Allah :وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ [ النور/31]“Dan bertobatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang mukmin agar kalian beruntung”. Qs An-Nur:31    Jika tidak demikian, maka selagi urusan mereka masih berjalan pada jalur kemaksiatan, dan masih berkubang dalam larangan dan perbuatan dosa, sadarilah bahwa jalan kesuksesan dan kemajuan akan tetap menajuh dan menghindar dari mereka. Firman Allah :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأنْصَابُ وَالأزْلامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ [ المائدة / 90 ]“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu beruntung”. Qs Al-Maidah: 90    Inilah sebagian contoh, kita saksikan umat Islam saling bertolak belakang, memutuskan hubungan, berselisih, konflik, bertengkar, saling dorong mendorong yang berujung pada pertumpahan darah dan pelanggaran terhadap kehormatan sehingga sebagian pihak menimpakan bencana kepada sebagian lainnya. Terjadilah pada diri mereka itu apa yang difirmankan Allah :وَلا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ [ الأنفال/ 46]“Dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu”.Qs Al-Anfal : 46Terbukti pula pada mereka apa yang disinyalir Nabi –shallallahu alaihi wasallam-:” مَا لَمْ تحْكُمْ أئِمَّتُهُمْ بمَا أنْزَلَ اللهُ إلَّا جَعَل اللهُ بَأسَهُمْ بَيْنَهُمْ “ “Selama para pemimpin mereka (kaum muslimin) tidak menerapkan hukum yang diturunkan Allah, selama itu pula Allah menimpakan bencana di antara mereka”.Inilah pula kemerosotan drastis di bidang ekonomi yang diderita oleh mereka (umat Islam) sebagaimana pula halnya kondisi seluruh dunia. Maka solusi yang dapat menyelamatkan umat Muhammad dari bencana dan kemerosotan ekonomi adalah dengan menerapkan sistem hukum Allah yang diridhai-Nya. Jika menyimpang dari sistem Allah, jatuhlah umat ini dalam kesuliatan dan bencana.Firman Allah :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ[آل عمران/ 130]“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba secara berlipat ganda,dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu beruntung”. Qs Ali Imran:130Kaum muslimin sekalian!    Terwujudnya kebahagiaan sangat tergantung pada penerapan umat ini terhadap sistem kontrol sosial (amar makruf dan nahi munkar), saling memberi nasihat untuk memperbaiki keadaan dan meluruskan haluan sesuai dengan sistem yang ideal, metode yang santun, maksud yang luhur dan tujuan yang mulia. Firman Allah:وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ [ آل عمران/104]“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung”. Qs Ali Imran : 104Sebagian ahli tafsir memahami, huruf “Min” dalam ayat ini berfungsi sebagai “penjelas” bukan bermakna “sebagian”.        Manakala umat Islam menyimpang dari jalur ini, jatuhlah mereka kedalam kerugian dan terjungkal ke dalam jurang kebinasaan. Firman Allah :وَالْعَصْرِ ، إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ، إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ [ العصر/ 1-3]“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasehati supaya mentaati kebenaran dan saling menasehati supaya tetap dalam kesabaran”. Qs Al-Ashr : 1-3Saudara-saudara sesama muslim !    Keberuntungan kaum muslimin erat kaitannya dengan pemahaman mereka terhadap penerapan Islam yang murni, sebagai agama moderat; jauh dari sikap ekstrim, kekerasan dan radikal, jauh pula dari sikap over lemah dan abai terhadap ketetapan hukum yang ada dalam dua wahyu (Al-Qur’an dan Sunnah).    Betapa banyak sikap ekstrem dalam memahami dan menerapkan Islam justru menyeret seseorang pada kerusakan yang besar dan dampak buruk yang tidak terhitung, karena sikap itu bertentangan dengan kehendak Allah dan sunnah Nabi-Nya. Firman Allah:وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا [ البقرة/ 143]“Dan demikian (pula) Kami telah jadikan kalian (umat Islam), umat yang moderat”. Qs Albaqarah: 143Kaum muslimin sekalian!    Kesuksesan duniawi yang identik dengan kemakmuran sosial dan kesejahteraan umum lantaran banyaknya nikmat yang tercurah dan keberkahan yang susul menyusul, bukanlah terjadi karena mengikuti faktor-faktor empiris semata, tetapi lebih pada faktor spritual yang sejati sebagai buah konsitensi dalam mengikuti sunnah dan konsekuensi dari penerapan sistem hukum syariat. Firman Allah :وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ [الطلاق/2-3]“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya”. Qs At-Thalaq ; 2-3Dan firman-Nya :وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ [ الأعراف/ 96]“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi”. Qs Al-Araf : 96Wahai umat Islam!Setelah lenyapnya apa yang disebut dengan era kolonialisme, banyak di antara umat Islam yang mencoba menerapkan pola pikir dan gagasan asing yang datang dari luar dalam kehidupan mereka, namun mereka tidak menemukan hasilnya kecuali bencana pemikiran, kelemahan militer, kelesuan ekonomi, kerusakan moral dan keretakan sosial. Pemikiran-pemikiran asing itu tidak cocok untuk dunia mereka, bahkan merusak sebagian urusan agamanya.     Sudah tiba waktunya bagi umat Islam setelah pembuktian di lapangan dengan fakta seperti itu untuk kembali kepada cahaya dua wahyu (Al-Qur’an dan Sunnah)sebagai penerang jalan petunjuk. Sudah tiba saatnya bagi orang yang terbius dan silau oleh peradaban yang memperlihatkan prinsip-prinsip dan norma-norma yang kemudian terbukti palsu dan menipu ketika berbagai kepentingan pribadi dan kemanfaatan individual bermunculan. Semua itu hanyalah bagaikan ukiran indah yang ditorehkan pada papan hukum perundang-undangan saja. Ketika diimplementasikan ternyata menghancurkan negeri kaum muslimin, meluluh-lantakkan potensi mereka dan merampas kekayaan negeri mereka secara permanen. Itulah sesungguhnya prinsip-prinsip peradaban yang terlepas dari ketentuan hukum Allah yang membangun. Tujuannya hanya menumbangkan peradaban lain tanpa kriteria agama, moral dan kemanusiaan. Firman Allah :وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ [ المائدة/ 50]“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik dari pada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?”. Qs Al-Maidah : 50==== Khotbah KeduaUmat Islam memiliki potensi kejayaan dan kemenangan yang tidak dimiliki oleh umat lain. Memiliki pilar-pilar untuk membangun dan mencapai kebahagiaan yang tidak dimiliki oleh umat lain. Sejarah umat Islam beberapa abad silam menjadi saksi dan bukti paling nyata atas hal itu. Namun pencapaiannya dengan syarat dan tergadaikan oleh potensi yang ada. Firman Allah:يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ [ محمد/ 7]“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. Qs Muhammad : 7Dan firman Allah :إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الأشْهَادُ [ غافر/51]“Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi”.Qs Ghafir : 51    Perlindungan Allah –subhanahu wa ta’ala- terhadap umat Islam terkait erat dengan penerapan syariatNya dan sejauh mana ketaatan mereka pada perintahNya dan penghindaran mereka dari larangan-laranganNya. Firman Allah :إِنَّ اللَّهَ يُدَافِعُ عَنِ الَّذِينَ آمَنُوا [ الحج/ 38 ]“Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang beriman”.Qs Alhaj:38Menurut bacaan lainnya, “Yadfa’u” (menolak). Disebutkan dalam hadis shahih :” احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ ““Jagalah Allah, maka Dia menjagamu”.Keamanan dan stabilitas, rasa aman dan kemakmuran umat ini sangat terkait dengan sejauh mana mereka menjalankan keimanan dengan segala konsekuensinya, Islam dengan segala hak-haknya. Firman Allah:الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الأمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ [ الأنعام : 82 ]“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur-adukkan iman mereka dengan kezaliman (kemusyrikan), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”. Qs Al-An’am : 82Superioritas dan keunggulan umat Islam atas musuh-musuhnya sangat tergantung pada keimanan berikut esensinya dan konsekuensinya sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Al-Qayim.Firman Allah :وَلا تَهِنُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الأعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ [ آل عمران/ 139]“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) bersedih hati, karena kamulah orang-orang yang lebih unggul, jika kamu orang-orang yang beriman”.Qs Ali Imran : 139Dan firman-Nya :وَإِنَّ جُنْدَنَا لَهُمُ الْغَالِبُونَ [ الصافات/ 173]“Dan sesungguhnya tentara Kami,itulah yang pasti menang”. Qs As-Shafaat:17Ibnu Katsir berkomentar seputar firman Allah :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قَاتِلُوا الَّذِينَ يَلُونَكُمْ مِنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوا فِيكُمْ غِلْظَةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ [ التوبة/ 123]“Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu, dan hendaklah mereka menemui ketegasan dari-padamu. Ketahuilah, bahwa Allah bersama orang-orang yang bertaqwa”. Qs At-Taubah : 123” فكلما قام ملك من ملوك الإسلام وأطاع أوامر الله وتوكل على الله ، فتح الله عليه من البلاد ، واسترجع من الأعداء بحسبه وبقدر ما فيه من ولاية الله ““Sejauh mana seorang raja di antara raja-raja Islam menunaikan dan mentaati perintah Allah serta berserah diri kepadaNya, negeri-negeri dapat ia taklukkan atas pertolongan Allah. Terukur dengan loyalitasnya kepada Allah pula, harta rampasan dari musuh dapat ia rebut kembali”.    Selanjutnya, ketahuilah bahwa seharum-harum cara menegakkan kehidupan kita ialah menyibukkan diri dengan bershalawat dan salam kepada Nabi yang mulia.Ya Allah,curahkanlah shalawat, salam dan keberkahan kepada hambaMu dan rasulMu, Nabi Muhammad –shallallahu alaihi wa sallam-.    Ya Allah, ridhailah para Khulafaurasyidin dan para imam yang terbimbing; Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali.    Ya Allah, perbaikilah kondisi kami dan kondisi kaum muslimin. Ya Allah, hilangkanlah kesedihan dari kami, angkatlah kegelisahan hati kami.    Ya Allah, selamatkanlah hamba-hambaMu kaum muslimin dari segala bencana dan cobaan. Ya Allah, Hadapilah olehMu musuh-musuh kaum muslimin, sebab mereka tidak akan mampu melemahkan-Mu wahai Tuhan yang Maha Agung.    Ya Allah, lindungilah saudara-saudara kami kaum muslimin di manapun mereka berada. Ya Allah, jadilah Engkau Penolong dan Pembela mereka wahai Tuhan yang Maha Perkasa, Maha Kuat dan Maha Kokoh.    Ya Allah,bimbinglah pelayan dua kota suci untuk melakukan sesuatu yang Engkau cintai dan ridhai. Ya Allah tolonglah agama ini dengannya. Tinggikanlah kalimat kaum muslimin dengannya.    Ya Allah, ampunilah kaum muslimin dan muslimat, yang hidup dan yang telah wafat. Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Jauhkanlah kami dari siksa neraka”. == Penutup == 

Wajib Memanjangkan Jenggot Dan Haram Memotongnya

Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullahBismillah, segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti petunjuknya. Amma ba’du.Telah tersebar pada buletin Al Madinah edisi tanggal 24/1/1415H yang memuat perkataan Syaikh Muhammad bin Ali Ash Shabuni -semoga Allah mengampuninya- yang diantara isinya:“terkait penampilan seorang Muslim, hendaknya seorang Muslim memangkas rambutnya, memotong kukunya, merawat jenggotnya dan tidak dibiarkan semrawut, semestinya jenggot itu dipangkas atau dipendekkan, tidak dibiarkan memanjang sehingga membuat anak-anak serta orang lain ketakutan. Kaidah mengatakan: kullu syai’in zada ‘an haddihi, inqalaba ilaa dhiddihi (Segala sesuatu yang melebihi batas akan menimbulkan hal yang sebaliknya [keburukan]). Diantara para pemuda ada yang menyangka bahwa memangkas sedikit jenggot itu haram. Dan saya lihat sebagian mereka memutlakan secara kaku larangan tersebut sehingga jenggot mereka sampai sepanjang pusar mereka. Sehingga jadilah penampilan mereka seperti Ash-habul Kahfi (penghuni gua) : لَوِ اطَّلَعْتَ عَلَيْهِمْ لَوَلَّيْتَ مِنْهُمْ فِرَارًا وَلَمُلِئْتَ مِنْهُمْ رُعْبًا “Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi oleh ketakutan terhadap mereka“. (QS. Al Kahfi: 18)”.Dan seterusnya yang juga disebutkan hadits dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam juga dari Ibnu Umar radhiallahu’anhuma.Dikarenakan penyataan ini menyelisihi sunnah Nabi yang shahihah, dan di dalamnya terdapat pembolehan untuk memangkas serta memendekkan jenggot, maka saya memandang wajibnya untuk memberikan peringatan terhadap apa yang ada dalam pernyataan tersebut -semoga Allah memberi taufiq kepada penulisnya- yaitu berupa kesalahan yang fatal dan penyelisihan yang nyata terhadap sunnah Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.Terdapat hadits shahih dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, dari hadits Ibnu Umar radhiallahu’anhuma, dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, serta kitab Sunan yang lainnya, bahwa Nabi bersabda:قصوا الشوارب وأعفوا اللحى“Pendekkan kumis dan panjangkanlah jenggot“.Dalam lafadz yang lain:قصوا الشوارب ووفروا اللحى، خالفوا المشركين“Pendekkan kumis dan panjangkanlah jenggot, bedakanlah diri dengan orang-orang Musyrikin“.Dalam Shahih Muslim, dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:جزوا الشوارب وأرخوا اللحى، خالفوا المجوس“Pangkaslah kumis dan biarkanlah jenggot,bedakanlah diri dengan orang-orang Majusi“.Dalam hadits-hadits ini terdapat perintah yang tegas untuk memanjangkan jenggot, memperbanyaknya, membiarkannya (tidak mencukurnya), serta memendekkan kumis. Dalam rangka membedakan diri dengan orang Musyrikin dan orang Majusi. Dan hukum asal perintah adalah wajib. Maka tidak boleh menyelisihi perintah ini kecuali dengan dalil yang menunjukkan tidak wajibnya. Dan tidak dalil lain yang menunjukkan bolehnya mencukur jenggot, bolehnya memendekkan jenggot atau bolehnya untuk tidak memanjangkan jenggot.Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا“Ajaran yang dibawa oleh Rasulullah maka kerjakanlah, apa-apa yang dilarang oleh Rasulullah maka tinggalkanlah” (QS. Al Hasyr: 7).Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْهِ مَا حُمِّلَ وَعَلَيْكُمْ مَا حُمِّلْتُمْ وَإِنْ تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلا الْبَلاغُ الْمُبِينُ“Katakanlah: “Taat kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang”” (QS. An Nur: 54).Ia juga berfirman:وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat” (QS. An Nur: 56).Ayat-ayat dan hadits-hadits yang maknanya demikian banyak sekali. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:كل أمتي يدخلون الجنة إلا من أبى، قيل: يا رسول الله ومن يأبى؟! قال: من أطاعني دخل الجنة، ومن عصاني فقد أبى“Setiap umatku akan masuk surga kecuali yang enggan”. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, siapa yang enggan masuk surga?”. Beliau bersabda: “barangsiapa menaatiku ia masuk surga, barangsiapa bermaksiat terhadap perintahku ia enggan masuk surga” (HR. Al Bukhari).Beliau juga bersabda:ما نهيتكم عنه فاجتنبوه، وما أمرتكم به فأتوا منه ما استطعتم، فإنما هلك من كان قبلكم بكثرة مسائلهم واختلافهم على أنبيائهم“Segala yang aku larang maka tinggalkanlah, dan segala yang aku perintahkan maka kerjakanlah semampu kalian. Karena umat sebelum kalian telah binasa karena terlalu banyak bertanya dan banyak menyelisihi perintah Nabi-Nabi mereka” (Muttafaqun ‘alaihi).Hadits-hadits yang semisal ini juga banyak sekali.Syaikh Muhammad Ash Shabuni, sebagaimana disebutkan diatas, berdalil dengan hadits riwayat Tirmidzi, dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam:أنه كان يأخذ من لحيته من طولها وعرضها“Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam pernah mengambil (memangkas) jenggotnya dari sisi samping dan dari sisi panjangnya (bawah)“.Hadits ini sanadnya lemah, tidak shahih dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Andaikan hadits ini shahih maka bisa dijadikan hujjah dalam masalah ini, namun sayangnya tidak shahih. Karena di dalam sanadnya terdapat Umar bin Harun Al Balkhi, ia statusnya matrukul hadits.Syaikh Muhammad Ash Shabuni juga berhujjah dengan perbuatan Ibnu Umar radhiallahu’anhuma, bahwasanya beliau memangkas jenggotnya yang melebihi satu genggaman tangan ketika berhaji. Maka ini bukanlah dalil, karena ini adalah ijtihad beliau radhiallahu’anhuma. Yang menjadi dalil adalah hadits yang beliau riwayatkan bukan ijtihad beliau. Para ulama rahimahumullah menegaskan bahwa:أن رواية الراوي من الصحابة ومن بعدهم الثابتة عن النبي صلى الله عليه وسلم هي الحجة، وهي مقدمة على رأيه إذا خالف السنة“riwayat hadits yang shahih dari seorang para sahabat Nabi dan orang-orang setelahnya adalah hujjah (dalil), dan ia lebih didahulukan dari pada pendapat sang rawi tersebut jika ia menyelisihi sunnah”Maka saya harap, pihak yang memberikan penyataan (yaitu Syaikh Muhammad Ash Shabuni) bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bertaubat kepada Allah atas apa yang ia tulis. Dan menyatakan koreksi atas penyataannya tersebut di surat kabar yang menerbitkan pernyataan yang tidak benar tersebut. Dan sudah menjadi perkara yang diketahui para ulama, bahwa rujuk kepada kebenaran itu merupakan kemuliaan dan wajib hukumnya serta lebih baik daripada bersikeras di atas kesalahan.Dan saya memohon kepada Allah agar Allah memberikan taufiq-Nya kepada kami dan beliau serta seluruh kaum Muslimin agar memahami agama-Nya dengan benar. Dan semoga Allah melindungi kita semua dari keburukan nafsu kita dan keburukan amalan kita. Dan semoga Allah memperbaiki hati kita dan amalan kita. Sesungguhnya Allah itu Maha Pemurah dan Maha Pemberi Karunia.Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya.***Sumber: Fatawa Ibnu Baaz, juz 29 hal. 32-36, dikutip dari web alifta.net.Penerjemah: Yulian PurnamaArtikel Muslim.or.id🔍 Marah Dalam Islam, Pakaian Wanita Menurut Islam, Doa Mudah Bersalin Surah Maryam, Anas Burhanuddin, Kapan Aku Sukses

Wajib Memanjangkan Jenggot Dan Haram Memotongnya

Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullahBismillah, segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti petunjuknya. Amma ba’du.Telah tersebar pada buletin Al Madinah edisi tanggal 24/1/1415H yang memuat perkataan Syaikh Muhammad bin Ali Ash Shabuni -semoga Allah mengampuninya- yang diantara isinya:“terkait penampilan seorang Muslim, hendaknya seorang Muslim memangkas rambutnya, memotong kukunya, merawat jenggotnya dan tidak dibiarkan semrawut, semestinya jenggot itu dipangkas atau dipendekkan, tidak dibiarkan memanjang sehingga membuat anak-anak serta orang lain ketakutan. Kaidah mengatakan: kullu syai’in zada ‘an haddihi, inqalaba ilaa dhiddihi (Segala sesuatu yang melebihi batas akan menimbulkan hal yang sebaliknya [keburukan]). Diantara para pemuda ada yang menyangka bahwa memangkas sedikit jenggot itu haram. Dan saya lihat sebagian mereka memutlakan secara kaku larangan tersebut sehingga jenggot mereka sampai sepanjang pusar mereka. Sehingga jadilah penampilan mereka seperti Ash-habul Kahfi (penghuni gua) : لَوِ اطَّلَعْتَ عَلَيْهِمْ لَوَلَّيْتَ مِنْهُمْ فِرَارًا وَلَمُلِئْتَ مِنْهُمْ رُعْبًا “Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi oleh ketakutan terhadap mereka“. (QS. Al Kahfi: 18)”.Dan seterusnya yang juga disebutkan hadits dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam juga dari Ibnu Umar radhiallahu’anhuma.Dikarenakan penyataan ini menyelisihi sunnah Nabi yang shahihah, dan di dalamnya terdapat pembolehan untuk memangkas serta memendekkan jenggot, maka saya memandang wajibnya untuk memberikan peringatan terhadap apa yang ada dalam pernyataan tersebut -semoga Allah memberi taufiq kepada penulisnya- yaitu berupa kesalahan yang fatal dan penyelisihan yang nyata terhadap sunnah Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.Terdapat hadits shahih dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, dari hadits Ibnu Umar radhiallahu’anhuma, dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, serta kitab Sunan yang lainnya, bahwa Nabi bersabda:قصوا الشوارب وأعفوا اللحى“Pendekkan kumis dan panjangkanlah jenggot“.Dalam lafadz yang lain:قصوا الشوارب ووفروا اللحى، خالفوا المشركين“Pendekkan kumis dan panjangkanlah jenggot, bedakanlah diri dengan orang-orang Musyrikin“.Dalam Shahih Muslim, dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:جزوا الشوارب وأرخوا اللحى، خالفوا المجوس“Pangkaslah kumis dan biarkanlah jenggot,bedakanlah diri dengan orang-orang Majusi“.Dalam hadits-hadits ini terdapat perintah yang tegas untuk memanjangkan jenggot, memperbanyaknya, membiarkannya (tidak mencukurnya), serta memendekkan kumis. Dalam rangka membedakan diri dengan orang Musyrikin dan orang Majusi. Dan hukum asal perintah adalah wajib. Maka tidak boleh menyelisihi perintah ini kecuali dengan dalil yang menunjukkan tidak wajibnya. Dan tidak dalil lain yang menunjukkan bolehnya mencukur jenggot, bolehnya memendekkan jenggot atau bolehnya untuk tidak memanjangkan jenggot.Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا“Ajaran yang dibawa oleh Rasulullah maka kerjakanlah, apa-apa yang dilarang oleh Rasulullah maka tinggalkanlah” (QS. Al Hasyr: 7).Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْهِ مَا حُمِّلَ وَعَلَيْكُمْ مَا حُمِّلْتُمْ وَإِنْ تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلا الْبَلاغُ الْمُبِينُ“Katakanlah: “Taat kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang”” (QS. An Nur: 54).Ia juga berfirman:وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat” (QS. An Nur: 56).Ayat-ayat dan hadits-hadits yang maknanya demikian banyak sekali. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:كل أمتي يدخلون الجنة إلا من أبى، قيل: يا رسول الله ومن يأبى؟! قال: من أطاعني دخل الجنة، ومن عصاني فقد أبى“Setiap umatku akan masuk surga kecuali yang enggan”. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, siapa yang enggan masuk surga?”. Beliau bersabda: “barangsiapa menaatiku ia masuk surga, barangsiapa bermaksiat terhadap perintahku ia enggan masuk surga” (HR. Al Bukhari).Beliau juga bersabda:ما نهيتكم عنه فاجتنبوه، وما أمرتكم به فأتوا منه ما استطعتم، فإنما هلك من كان قبلكم بكثرة مسائلهم واختلافهم على أنبيائهم“Segala yang aku larang maka tinggalkanlah, dan segala yang aku perintahkan maka kerjakanlah semampu kalian. Karena umat sebelum kalian telah binasa karena terlalu banyak bertanya dan banyak menyelisihi perintah Nabi-Nabi mereka” (Muttafaqun ‘alaihi).Hadits-hadits yang semisal ini juga banyak sekali.Syaikh Muhammad Ash Shabuni, sebagaimana disebutkan diatas, berdalil dengan hadits riwayat Tirmidzi, dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam:أنه كان يأخذ من لحيته من طولها وعرضها“Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam pernah mengambil (memangkas) jenggotnya dari sisi samping dan dari sisi panjangnya (bawah)“.Hadits ini sanadnya lemah, tidak shahih dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Andaikan hadits ini shahih maka bisa dijadikan hujjah dalam masalah ini, namun sayangnya tidak shahih. Karena di dalam sanadnya terdapat Umar bin Harun Al Balkhi, ia statusnya matrukul hadits.Syaikh Muhammad Ash Shabuni juga berhujjah dengan perbuatan Ibnu Umar radhiallahu’anhuma, bahwasanya beliau memangkas jenggotnya yang melebihi satu genggaman tangan ketika berhaji. Maka ini bukanlah dalil, karena ini adalah ijtihad beliau radhiallahu’anhuma. Yang menjadi dalil adalah hadits yang beliau riwayatkan bukan ijtihad beliau. Para ulama rahimahumullah menegaskan bahwa:أن رواية الراوي من الصحابة ومن بعدهم الثابتة عن النبي صلى الله عليه وسلم هي الحجة، وهي مقدمة على رأيه إذا خالف السنة“riwayat hadits yang shahih dari seorang para sahabat Nabi dan orang-orang setelahnya adalah hujjah (dalil), dan ia lebih didahulukan dari pada pendapat sang rawi tersebut jika ia menyelisihi sunnah”Maka saya harap, pihak yang memberikan penyataan (yaitu Syaikh Muhammad Ash Shabuni) bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bertaubat kepada Allah atas apa yang ia tulis. Dan menyatakan koreksi atas penyataannya tersebut di surat kabar yang menerbitkan pernyataan yang tidak benar tersebut. Dan sudah menjadi perkara yang diketahui para ulama, bahwa rujuk kepada kebenaran itu merupakan kemuliaan dan wajib hukumnya serta lebih baik daripada bersikeras di atas kesalahan.Dan saya memohon kepada Allah agar Allah memberikan taufiq-Nya kepada kami dan beliau serta seluruh kaum Muslimin agar memahami agama-Nya dengan benar. Dan semoga Allah melindungi kita semua dari keburukan nafsu kita dan keburukan amalan kita. Dan semoga Allah memperbaiki hati kita dan amalan kita. Sesungguhnya Allah itu Maha Pemurah dan Maha Pemberi Karunia.Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya.***Sumber: Fatawa Ibnu Baaz, juz 29 hal. 32-36, dikutip dari web alifta.net.Penerjemah: Yulian PurnamaArtikel Muslim.or.id🔍 Marah Dalam Islam, Pakaian Wanita Menurut Islam, Doa Mudah Bersalin Surah Maryam, Anas Burhanuddin, Kapan Aku Sukses
Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullahBismillah, segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti petunjuknya. Amma ba’du.Telah tersebar pada buletin Al Madinah edisi tanggal 24/1/1415H yang memuat perkataan Syaikh Muhammad bin Ali Ash Shabuni -semoga Allah mengampuninya- yang diantara isinya:“terkait penampilan seorang Muslim, hendaknya seorang Muslim memangkas rambutnya, memotong kukunya, merawat jenggotnya dan tidak dibiarkan semrawut, semestinya jenggot itu dipangkas atau dipendekkan, tidak dibiarkan memanjang sehingga membuat anak-anak serta orang lain ketakutan. Kaidah mengatakan: kullu syai’in zada ‘an haddihi, inqalaba ilaa dhiddihi (Segala sesuatu yang melebihi batas akan menimbulkan hal yang sebaliknya [keburukan]). Diantara para pemuda ada yang menyangka bahwa memangkas sedikit jenggot itu haram. Dan saya lihat sebagian mereka memutlakan secara kaku larangan tersebut sehingga jenggot mereka sampai sepanjang pusar mereka. Sehingga jadilah penampilan mereka seperti Ash-habul Kahfi (penghuni gua) : لَوِ اطَّلَعْتَ عَلَيْهِمْ لَوَلَّيْتَ مِنْهُمْ فِرَارًا وَلَمُلِئْتَ مِنْهُمْ رُعْبًا “Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi oleh ketakutan terhadap mereka“. (QS. Al Kahfi: 18)”.Dan seterusnya yang juga disebutkan hadits dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam juga dari Ibnu Umar radhiallahu’anhuma.Dikarenakan penyataan ini menyelisihi sunnah Nabi yang shahihah, dan di dalamnya terdapat pembolehan untuk memangkas serta memendekkan jenggot, maka saya memandang wajibnya untuk memberikan peringatan terhadap apa yang ada dalam pernyataan tersebut -semoga Allah memberi taufiq kepada penulisnya- yaitu berupa kesalahan yang fatal dan penyelisihan yang nyata terhadap sunnah Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.Terdapat hadits shahih dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, dari hadits Ibnu Umar radhiallahu’anhuma, dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, serta kitab Sunan yang lainnya, bahwa Nabi bersabda:قصوا الشوارب وأعفوا اللحى“Pendekkan kumis dan panjangkanlah jenggot“.Dalam lafadz yang lain:قصوا الشوارب ووفروا اللحى، خالفوا المشركين“Pendekkan kumis dan panjangkanlah jenggot, bedakanlah diri dengan orang-orang Musyrikin“.Dalam Shahih Muslim, dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:جزوا الشوارب وأرخوا اللحى، خالفوا المجوس“Pangkaslah kumis dan biarkanlah jenggot,bedakanlah diri dengan orang-orang Majusi“.Dalam hadits-hadits ini terdapat perintah yang tegas untuk memanjangkan jenggot, memperbanyaknya, membiarkannya (tidak mencukurnya), serta memendekkan kumis. Dalam rangka membedakan diri dengan orang Musyrikin dan orang Majusi. Dan hukum asal perintah adalah wajib. Maka tidak boleh menyelisihi perintah ini kecuali dengan dalil yang menunjukkan tidak wajibnya. Dan tidak dalil lain yang menunjukkan bolehnya mencukur jenggot, bolehnya memendekkan jenggot atau bolehnya untuk tidak memanjangkan jenggot.Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا“Ajaran yang dibawa oleh Rasulullah maka kerjakanlah, apa-apa yang dilarang oleh Rasulullah maka tinggalkanlah” (QS. Al Hasyr: 7).Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْهِ مَا حُمِّلَ وَعَلَيْكُمْ مَا حُمِّلْتُمْ وَإِنْ تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلا الْبَلاغُ الْمُبِينُ“Katakanlah: “Taat kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang”” (QS. An Nur: 54).Ia juga berfirman:وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat” (QS. An Nur: 56).Ayat-ayat dan hadits-hadits yang maknanya demikian banyak sekali. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:كل أمتي يدخلون الجنة إلا من أبى، قيل: يا رسول الله ومن يأبى؟! قال: من أطاعني دخل الجنة، ومن عصاني فقد أبى“Setiap umatku akan masuk surga kecuali yang enggan”. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, siapa yang enggan masuk surga?”. Beliau bersabda: “barangsiapa menaatiku ia masuk surga, barangsiapa bermaksiat terhadap perintahku ia enggan masuk surga” (HR. Al Bukhari).Beliau juga bersabda:ما نهيتكم عنه فاجتنبوه، وما أمرتكم به فأتوا منه ما استطعتم، فإنما هلك من كان قبلكم بكثرة مسائلهم واختلافهم على أنبيائهم“Segala yang aku larang maka tinggalkanlah, dan segala yang aku perintahkan maka kerjakanlah semampu kalian. Karena umat sebelum kalian telah binasa karena terlalu banyak bertanya dan banyak menyelisihi perintah Nabi-Nabi mereka” (Muttafaqun ‘alaihi).Hadits-hadits yang semisal ini juga banyak sekali.Syaikh Muhammad Ash Shabuni, sebagaimana disebutkan diatas, berdalil dengan hadits riwayat Tirmidzi, dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam:أنه كان يأخذ من لحيته من طولها وعرضها“Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam pernah mengambil (memangkas) jenggotnya dari sisi samping dan dari sisi panjangnya (bawah)“.Hadits ini sanadnya lemah, tidak shahih dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Andaikan hadits ini shahih maka bisa dijadikan hujjah dalam masalah ini, namun sayangnya tidak shahih. Karena di dalam sanadnya terdapat Umar bin Harun Al Balkhi, ia statusnya matrukul hadits.Syaikh Muhammad Ash Shabuni juga berhujjah dengan perbuatan Ibnu Umar radhiallahu’anhuma, bahwasanya beliau memangkas jenggotnya yang melebihi satu genggaman tangan ketika berhaji. Maka ini bukanlah dalil, karena ini adalah ijtihad beliau radhiallahu’anhuma. Yang menjadi dalil adalah hadits yang beliau riwayatkan bukan ijtihad beliau. Para ulama rahimahumullah menegaskan bahwa:أن رواية الراوي من الصحابة ومن بعدهم الثابتة عن النبي صلى الله عليه وسلم هي الحجة، وهي مقدمة على رأيه إذا خالف السنة“riwayat hadits yang shahih dari seorang para sahabat Nabi dan orang-orang setelahnya adalah hujjah (dalil), dan ia lebih didahulukan dari pada pendapat sang rawi tersebut jika ia menyelisihi sunnah”Maka saya harap, pihak yang memberikan penyataan (yaitu Syaikh Muhammad Ash Shabuni) bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bertaubat kepada Allah atas apa yang ia tulis. Dan menyatakan koreksi atas penyataannya tersebut di surat kabar yang menerbitkan pernyataan yang tidak benar tersebut. Dan sudah menjadi perkara yang diketahui para ulama, bahwa rujuk kepada kebenaran itu merupakan kemuliaan dan wajib hukumnya serta lebih baik daripada bersikeras di atas kesalahan.Dan saya memohon kepada Allah agar Allah memberikan taufiq-Nya kepada kami dan beliau serta seluruh kaum Muslimin agar memahami agama-Nya dengan benar. Dan semoga Allah melindungi kita semua dari keburukan nafsu kita dan keburukan amalan kita. Dan semoga Allah memperbaiki hati kita dan amalan kita. Sesungguhnya Allah itu Maha Pemurah dan Maha Pemberi Karunia.Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya.***Sumber: Fatawa Ibnu Baaz, juz 29 hal. 32-36, dikutip dari web alifta.net.Penerjemah: Yulian PurnamaArtikel Muslim.or.id🔍 Marah Dalam Islam, Pakaian Wanita Menurut Islam, Doa Mudah Bersalin Surah Maryam, Anas Burhanuddin, Kapan Aku Sukses


Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullahBismillah, segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti petunjuknya. Amma ba’du.Telah tersebar pada buletin Al Madinah edisi tanggal 24/1/1415H yang memuat perkataan Syaikh Muhammad bin Ali Ash Shabuni -semoga Allah mengampuninya- yang diantara isinya:“terkait penampilan seorang Muslim, hendaknya seorang Muslim memangkas rambutnya, memotong kukunya, merawat jenggotnya dan tidak dibiarkan semrawut, semestinya jenggot itu dipangkas atau dipendekkan, tidak dibiarkan memanjang sehingga membuat anak-anak serta orang lain ketakutan. Kaidah mengatakan: kullu syai’in zada ‘an haddihi, inqalaba ilaa dhiddihi (Segala sesuatu yang melebihi batas akan menimbulkan hal yang sebaliknya [keburukan]). Diantara para pemuda ada yang menyangka bahwa memangkas sedikit jenggot itu haram. Dan saya lihat sebagian mereka memutlakan secara kaku larangan tersebut sehingga jenggot mereka sampai sepanjang pusar mereka. Sehingga jadilah penampilan mereka seperti Ash-habul Kahfi (penghuni gua) : لَوِ اطَّلَعْتَ عَلَيْهِمْ لَوَلَّيْتَ مِنْهُمْ فِرَارًا وَلَمُلِئْتَ مِنْهُمْ رُعْبًا “Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi oleh ketakutan terhadap mereka“. (QS. Al Kahfi: 18)”.Dan seterusnya yang juga disebutkan hadits dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam juga dari Ibnu Umar radhiallahu’anhuma.Dikarenakan penyataan ini menyelisihi sunnah Nabi yang shahihah, dan di dalamnya terdapat pembolehan untuk memangkas serta memendekkan jenggot, maka saya memandang wajibnya untuk memberikan peringatan terhadap apa yang ada dalam pernyataan tersebut -semoga Allah memberi taufiq kepada penulisnya- yaitu berupa kesalahan yang fatal dan penyelisihan yang nyata terhadap sunnah Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.Terdapat hadits shahih dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, dari hadits Ibnu Umar radhiallahu’anhuma, dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, serta kitab Sunan yang lainnya, bahwa Nabi bersabda:قصوا الشوارب وأعفوا اللحى“Pendekkan kumis dan panjangkanlah jenggot“.Dalam lafadz yang lain:قصوا الشوارب ووفروا اللحى، خالفوا المشركين“Pendekkan kumis dan panjangkanlah jenggot, bedakanlah diri dengan orang-orang Musyrikin“.Dalam Shahih Muslim, dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:جزوا الشوارب وأرخوا اللحى، خالفوا المجوس“Pangkaslah kumis dan biarkanlah jenggot,bedakanlah diri dengan orang-orang Majusi“.Dalam hadits-hadits ini terdapat perintah yang tegas untuk memanjangkan jenggot, memperbanyaknya, membiarkannya (tidak mencukurnya), serta memendekkan kumis. Dalam rangka membedakan diri dengan orang Musyrikin dan orang Majusi. Dan hukum asal perintah adalah wajib. Maka tidak boleh menyelisihi perintah ini kecuali dengan dalil yang menunjukkan tidak wajibnya. Dan tidak dalil lain yang menunjukkan bolehnya mencukur jenggot, bolehnya memendekkan jenggot atau bolehnya untuk tidak memanjangkan jenggot.Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا“Ajaran yang dibawa oleh Rasulullah maka kerjakanlah, apa-apa yang dilarang oleh Rasulullah maka tinggalkanlah” (QS. Al Hasyr: 7).Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْهِ مَا حُمِّلَ وَعَلَيْكُمْ مَا حُمِّلْتُمْ وَإِنْ تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلا الْبَلاغُ الْمُبِينُ“Katakanlah: “Taat kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang”” (QS. An Nur: 54).Ia juga berfirman:وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat” (QS. An Nur: 56).Ayat-ayat dan hadits-hadits yang maknanya demikian banyak sekali. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:كل أمتي يدخلون الجنة إلا من أبى، قيل: يا رسول الله ومن يأبى؟! قال: من أطاعني دخل الجنة، ومن عصاني فقد أبى“Setiap umatku akan masuk surga kecuali yang enggan”. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, siapa yang enggan masuk surga?”. Beliau bersabda: “barangsiapa menaatiku ia masuk surga, barangsiapa bermaksiat terhadap perintahku ia enggan masuk surga” (HR. Al Bukhari).Beliau juga bersabda:ما نهيتكم عنه فاجتنبوه، وما أمرتكم به فأتوا منه ما استطعتم، فإنما هلك من كان قبلكم بكثرة مسائلهم واختلافهم على أنبيائهم“Segala yang aku larang maka tinggalkanlah, dan segala yang aku perintahkan maka kerjakanlah semampu kalian. Karena umat sebelum kalian telah binasa karena terlalu banyak bertanya dan banyak menyelisihi perintah Nabi-Nabi mereka” (Muttafaqun ‘alaihi).Hadits-hadits yang semisal ini juga banyak sekali.Syaikh Muhammad Ash Shabuni, sebagaimana disebutkan diatas, berdalil dengan hadits riwayat Tirmidzi, dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam:أنه كان يأخذ من لحيته من طولها وعرضها“Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam pernah mengambil (memangkas) jenggotnya dari sisi samping dan dari sisi panjangnya (bawah)“.Hadits ini sanadnya lemah, tidak shahih dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Andaikan hadits ini shahih maka bisa dijadikan hujjah dalam masalah ini, namun sayangnya tidak shahih. Karena di dalam sanadnya terdapat Umar bin Harun Al Balkhi, ia statusnya matrukul hadits.Syaikh Muhammad Ash Shabuni juga berhujjah dengan perbuatan Ibnu Umar radhiallahu’anhuma, bahwasanya beliau memangkas jenggotnya yang melebihi satu genggaman tangan ketika berhaji. Maka ini bukanlah dalil, karena ini adalah ijtihad beliau radhiallahu’anhuma. Yang menjadi dalil adalah hadits yang beliau riwayatkan bukan ijtihad beliau. Para ulama rahimahumullah menegaskan bahwa:أن رواية الراوي من الصحابة ومن بعدهم الثابتة عن النبي صلى الله عليه وسلم هي الحجة، وهي مقدمة على رأيه إذا خالف السنة“riwayat hadits yang shahih dari seorang para sahabat Nabi dan orang-orang setelahnya adalah hujjah (dalil), dan ia lebih didahulukan dari pada pendapat sang rawi tersebut jika ia menyelisihi sunnah”Maka saya harap, pihak yang memberikan penyataan (yaitu Syaikh Muhammad Ash Shabuni) bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bertaubat kepada Allah atas apa yang ia tulis. Dan menyatakan koreksi atas penyataannya tersebut di surat kabar yang menerbitkan pernyataan yang tidak benar tersebut. Dan sudah menjadi perkara yang diketahui para ulama, bahwa rujuk kepada kebenaran itu merupakan kemuliaan dan wajib hukumnya serta lebih baik daripada bersikeras di atas kesalahan.Dan saya memohon kepada Allah agar Allah memberikan taufiq-Nya kepada kami dan beliau serta seluruh kaum Muslimin agar memahami agama-Nya dengan benar. Dan semoga Allah melindungi kita semua dari keburukan nafsu kita dan keburukan amalan kita. Dan semoga Allah memperbaiki hati kita dan amalan kita. Sesungguhnya Allah itu Maha Pemurah dan Maha Pemberi Karunia.Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya.***Sumber: Fatawa Ibnu Baaz, juz 29 hal. 32-36, dikutip dari web alifta.net.Penerjemah: Yulian PurnamaArtikel Muslim.or.id🔍 Marah Dalam Islam, Pakaian Wanita Menurut Islam, Doa Mudah Bersalin Surah Maryam, Anas Burhanuddin, Kapan Aku Sukses

Hadits Lemah: Rasulullah Qunut Shubuh Hingga Meninggal Dunia

Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, beliau berkata:أنَّ رسولَ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ لم يزَلْ يقنُتُ في الصُّبحِ حتَّى فارقَ الدُّنيا“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam senantiasa qunut Shubuh sampai beliau meninggal dunia“.Derajat hadits: mungkar.Diriwayatkan oleh Abdurrozaq (4964), Ibnu Abi Syaibah (7002), Ahmad (3/162), Ath Thahawi (1/244), Daruquthni (2/39), Hakim dalam Al Arba’in dan Baihaqi (2/201) dari beberapa jalan dari Abu Ja’far Ar Rozi dari Robi bin Anas dari Anas bin Malik secara marfu‘.Sisi cacatnya adalah Abu Ja’far, dia orang yang jelek hafalannya, hanya bisa digunakan untuk syawahid, namun kalau sendirian maka haditsnya lemah.Hadits ini dilemahkan Ibnul Jauzi, Ibnu Taimiyah, Ibnu Turkumani, Ibnul Qoyyim, Al Albani dan lainnya. Berkata Al Hafidz Ibnu Hajar: “hadits semacam ini tidak bisa dijadikan hujjah (dalil)”.Adapun sisi kemungkaran hadits ini adalah karena bertentangan dengan riwayat lain yang shohih, yaitu:Pertama: Riwayat Anas bin Malik bahwasanya beliau berkata:أنَّ النبي صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ كان لا يَقنطُ إلَّا إذا دَعَى لِقومٍ ، أوْ دَعَى على قومٍ“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak pernah qunut kecuali apabila mendoakan kebaikan atau kehancuran suatu kaum“.Kedua: Riwayat Abu Hurairah:عن أبي هريرة قال: كان رسول الله صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ كان لا يَقنطُ في صلاة الصبح إلَّا أن يدعو لِقومٍ ، أوْ على قومٍ“Dari Abu Hurairah ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak qunut dalam shalat Shubuh kecuali kalau mendoakan akan kebaikan atau kehancuran suatu kaum“.Ketiga:عن أبي مالك الأشجعي قال: قُلْت لِأَبِي يَا أَبَتِ إنَّكَ قَدْ صَلَّيْتَ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ بِالْكُوفَةِ نَحْوًا مِنْ خَمْسِ سِنِينَ أَكَانُوا يَقْنُتُونَ فِي الْفَجْرِ ؟ قَالَ : أَيْ بُنَيَّ مُحْدَثٌ“Dari Abu Malik Al Asyja’i ia berkata: Saya bertanya kepada bapakku: ‘Wahai bapakku, Sesungguhnya engkau pernah shalat di belakang Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassallam, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali bin Abi Thalib di sini di kota Kufah selama lima tahun. Apakah mereka semua qunut?’. Maka bapaknya menjawab: ‘Wahai anakku, itu adalah perbuatan bid’ah’“ (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Nasa’i dan lainnya dengan sanad shohih).Lihat Zadul Ma’ad (1/271), Silsilah Adh Dha’ifah (1238, 5574), Irwa Gholil (435), Takhrij Adzkar Nawawiyah (137).***Disalin dari buku “Hadits Lemah & Palsu Yang Populer Di Indonesia” hal 125-126.Penulis: Ust. Ahmad SabiqArtikel Muslim.or.id🔍 Hukum Shalawat Nariyah, Jadwal Kajian Rutin, Pembalasan, Pendiri Salafi, Mahar Terbaik Menurut Islam

Hadits Lemah: Rasulullah Qunut Shubuh Hingga Meninggal Dunia

Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, beliau berkata:أنَّ رسولَ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ لم يزَلْ يقنُتُ في الصُّبحِ حتَّى فارقَ الدُّنيا“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam senantiasa qunut Shubuh sampai beliau meninggal dunia“.Derajat hadits: mungkar.Diriwayatkan oleh Abdurrozaq (4964), Ibnu Abi Syaibah (7002), Ahmad (3/162), Ath Thahawi (1/244), Daruquthni (2/39), Hakim dalam Al Arba’in dan Baihaqi (2/201) dari beberapa jalan dari Abu Ja’far Ar Rozi dari Robi bin Anas dari Anas bin Malik secara marfu‘.Sisi cacatnya adalah Abu Ja’far, dia orang yang jelek hafalannya, hanya bisa digunakan untuk syawahid, namun kalau sendirian maka haditsnya lemah.Hadits ini dilemahkan Ibnul Jauzi, Ibnu Taimiyah, Ibnu Turkumani, Ibnul Qoyyim, Al Albani dan lainnya. Berkata Al Hafidz Ibnu Hajar: “hadits semacam ini tidak bisa dijadikan hujjah (dalil)”.Adapun sisi kemungkaran hadits ini adalah karena bertentangan dengan riwayat lain yang shohih, yaitu:Pertama: Riwayat Anas bin Malik bahwasanya beliau berkata:أنَّ النبي صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ كان لا يَقنطُ إلَّا إذا دَعَى لِقومٍ ، أوْ دَعَى على قومٍ“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak pernah qunut kecuali apabila mendoakan kebaikan atau kehancuran suatu kaum“.Kedua: Riwayat Abu Hurairah:عن أبي هريرة قال: كان رسول الله صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ كان لا يَقنطُ في صلاة الصبح إلَّا أن يدعو لِقومٍ ، أوْ على قومٍ“Dari Abu Hurairah ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak qunut dalam shalat Shubuh kecuali kalau mendoakan akan kebaikan atau kehancuran suatu kaum“.Ketiga:عن أبي مالك الأشجعي قال: قُلْت لِأَبِي يَا أَبَتِ إنَّكَ قَدْ صَلَّيْتَ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ بِالْكُوفَةِ نَحْوًا مِنْ خَمْسِ سِنِينَ أَكَانُوا يَقْنُتُونَ فِي الْفَجْرِ ؟ قَالَ : أَيْ بُنَيَّ مُحْدَثٌ“Dari Abu Malik Al Asyja’i ia berkata: Saya bertanya kepada bapakku: ‘Wahai bapakku, Sesungguhnya engkau pernah shalat di belakang Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassallam, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali bin Abi Thalib di sini di kota Kufah selama lima tahun. Apakah mereka semua qunut?’. Maka bapaknya menjawab: ‘Wahai anakku, itu adalah perbuatan bid’ah’“ (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Nasa’i dan lainnya dengan sanad shohih).Lihat Zadul Ma’ad (1/271), Silsilah Adh Dha’ifah (1238, 5574), Irwa Gholil (435), Takhrij Adzkar Nawawiyah (137).***Disalin dari buku “Hadits Lemah & Palsu Yang Populer Di Indonesia” hal 125-126.Penulis: Ust. Ahmad SabiqArtikel Muslim.or.id🔍 Hukum Shalawat Nariyah, Jadwal Kajian Rutin, Pembalasan, Pendiri Salafi, Mahar Terbaik Menurut Islam
Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, beliau berkata:أنَّ رسولَ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ لم يزَلْ يقنُتُ في الصُّبحِ حتَّى فارقَ الدُّنيا“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam senantiasa qunut Shubuh sampai beliau meninggal dunia“.Derajat hadits: mungkar.Diriwayatkan oleh Abdurrozaq (4964), Ibnu Abi Syaibah (7002), Ahmad (3/162), Ath Thahawi (1/244), Daruquthni (2/39), Hakim dalam Al Arba’in dan Baihaqi (2/201) dari beberapa jalan dari Abu Ja’far Ar Rozi dari Robi bin Anas dari Anas bin Malik secara marfu‘.Sisi cacatnya adalah Abu Ja’far, dia orang yang jelek hafalannya, hanya bisa digunakan untuk syawahid, namun kalau sendirian maka haditsnya lemah.Hadits ini dilemahkan Ibnul Jauzi, Ibnu Taimiyah, Ibnu Turkumani, Ibnul Qoyyim, Al Albani dan lainnya. Berkata Al Hafidz Ibnu Hajar: “hadits semacam ini tidak bisa dijadikan hujjah (dalil)”.Adapun sisi kemungkaran hadits ini adalah karena bertentangan dengan riwayat lain yang shohih, yaitu:Pertama: Riwayat Anas bin Malik bahwasanya beliau berkata:أنَّ النبي صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ كان لا يَقنطُ إلَّا إذا دَعَى لِقومٍ ، أوْ دَعَى على قومٍ“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak pernah qunut kecuali apabila mendoakan kebaikan atau kehancuran suatu kaum“.Kedua: Riwayat Abu Hurairah:عن أبي هريرة قال: كان رسول الله صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ كان لا يَقنطُ في صلاة الصبح إلَّا أن يدعو لِقومٍ ، أوْ على قومٍ“Dari Abu Hurairah ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak qunut dalam shalat Shubuh kecuali kalau mendoakan akan kebaikan atau kehancuran suatu kaum“.Ketiga:عن أبي مالك الأشجعي قال: قُلْت لِأَبِي يَا أَبَتِ إنَّكَ قَدْ صَلَّيْتَ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ بِالْكُوفَةِ نَحْوًا مِنْ خَمْسِ سِنِينَ أَكَانُوا يَقْنُتُونَ فِي الْفَجْرِ ؟ قَالَ : أَيْ بُنَيَّ مُحْدَثٌ“Dari Abu Malik Al Asyja’i ia berkata: Saya bertanya kepada bapakku: ‘Wahai bapakku, Sesungguhnya engkau pernah shalat di belakang Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassallam, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali bin Abi Thalib di sini di kota Kufah selama lima tahun. Apakah mereka semua qunut?’. Maka bapaknya menjawab: ‘Wahai anakku, itu adalah perbuatan bid’ah’“ (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Nasa’i dan lainnya dengan sanad shohih).Lihat Zadul Ma’ad (1/271), Silsilah Adh Dha’ifah (1238, 5574), Irwa Gholil (435), Takhrij Adzkar Nawawiyah (137).***Disalin dari buku “Hadits Lemah & Palsu Yang Populer Di Indonesia” hal 125-126.Penulis: Ust. Ahmad SabiqArtikel Muslim.or.id🔍 Hukum Shalawat Nariyah, Jadwal Kajian Rutin, Pembalasan, Pendiri Salafi, Mahar Terbaik Menurut Islam


Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, beliau berkata:أنَّ رسولَ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ لم يزَلْ يقنُتُ في الصُّبحِ حتَّى فارقَ الدُّنيا“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam senantiasa qunut Shubuh sampai beliau meninggal dunia“.Derajat hadits: mungkar.Diriwayatkan oleh Abdurrozaq (4964), Ibnu Abi Syaibah (7002), Ahmad (3/162), Ath Thahawi (1/244), Daruquthni (2/39), Hakim dalam Al Arba’in dan Baihaqi (2/201) dari beberapa jalan dari Abu Ja’far Ar Rozi dari Robi bin Anas dari Anas bin Malik secara marfu‘.Sisi cacatnya adalah Abu Ja’far, dia orang yang jelek hafalannya, hanya bisa digunakan untuk syawahid, namun kalau sendirian maka haditsnya lemah.Hadits ini dilemahkan Ibnul Jauzi, Ibnu Taimiyah, Ibnu Turkumani, Ibnul Qoyyim, Al Albani dan lainnya. Berkata Al Hafidz Ibnu Hajar: “hadits semacam ini tidak bisa dijadikan hujjah (dalil)”.Adapun sisi kemungkaran hadits ini adalah karena bertentangan dengan riwayat lain yang shohih, yaitu:Pertama: Riwayat Anas bin Malik bahwasanya beliau berkata:أنَّ النبي صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ كان لا يَقنطُ إلَّا إذا دَعَى لِقومٍ ، أوْ دَعَى على قومٍ“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak pernah qunut kecuali apabila mendoakan kebaikan atau kehancuran suatu kaum“.Kedua: Riwayat Abu Hurairah:عن أبي هريرة قال: كان رسول الله صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ كان لا يَقنطُ في صلاة الصبح إلَّا أن يدعو لِقومٍ ، أوْ على قومٍ“Dari Abu Hurairah ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak qunut dalam shalat Shubuh kecuali kalau mendoakan akan kebaikan atau kehancuran suatu kaum“.Ketiga:عن أبي مالك الأشجعي قال: قُلْت لِأَبِي يَا أَبَتِ إنَّكَ قَدْ صَلَّيْتَ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ بِالْكُوفَةِ نَحْوًا مِنْ خَمْسِ سِنِينَ أَكَانُوا يَقْنُتُونَ فِي الْفَجْرِ ؟ قَالَ : أَيْ بُنَيَّ مُحْدَثٌ“Dari Abu Malik Al Asyja’i ia berkata: Saya bertanya kepada bapakku: ‘Wahai bapakku, Sesungguhnya engkau pernah shalat di belakang Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassallam, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali bin Abi Thalib di sini di kota Kufah selama lima tahun. Apakah mereka semua qunut?’. Maka bapaknya menjawab: ‘Wahai anakku, itu adalah perbuatan bid’ah’“ (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Nasa’i dan lainnya dengan sanad shohih).Lihat Zadul Ma’ad (1/271), Silsilah Adh Dha’ifah (1238, 5574), Irwa Gholil (435), Takhrij Adzkar Nawawiyah (137).***Disalin dari buku “Hadits Lemah & Palsu Yang Populer Di Indonesia” hal 125-126.Penulis: Ust. Ahmad SabiqArtikel Muslim.or.id🔍 Hukum Shalawat Nariyah, Jadwal Kajian Rutin, Pembalasan, Pendiri Salafi, Mahar Terbaik Menurut Islam

Investasi Akherat: Perluasan Masjid Kader Dai Madinatul Quran

Update Laporan DonasiTotal dana yang masuk sampai 14 Desember 2016 =  Rp 106,003,371.00 Kebutuhan dana                                                         =  Rp 535,000,000.00 Kekurangan dana                                                       =  Rp 428,996,629.00Rincian donasi yang masuk bisa dilihat di link berikut: https://app.box.com/files/0/f/14454550650/1/f_111964279621Kami ucapkan kepada seluruh donatur yang telah menginfakkan hartanya,  Jazakumullah khair, semoga Allah membalas dengan kebaikan dan keberkahan pada harta dan keluarga dan melipat gandakan pahala di sisi Allah Ta’ala..Amiiin Hormat kami TtdTim Pembangunan Masjid Kader Dai 

Investasi Akherat: Perluasan Masjid Kader Dai Madinatul Quran

Update Laporan DonasiTotal dana yang masuk sampai 14 Desember 2016 =  Rp 106,003,371.00 Kebutuhan dana                                                         =  Rp 535,000,000.00 Kekurangan dana                                                       =  Rp 428,996,629.00Rincian donasi yang masuk bisa dilihat di link berikut: https://app.box.com/files/0/f/14454550650/1/f_111964279621Kami ucapkan kepada seluruh donatur yang telah menginfakkan hartanya,  Jazakumullah khair, semoga Allah membalas dengan kebaikan dan keberkahan pada harta dan keluarga dan melipat gandakan pahala di sisi Allah Ta’ala..Amiiin Hormat kami TtdTim Pembangunan Masjid Kader Dai 
Update Laporan DonasiTotal dana yang masuk sampai 14 Desember 2016 =  Rp 106,003,371.00 Kebutuhan dana                                                         =  Rp 535,000,000.00 Kekurangan dana                                                       =  Rp 428,996,629.00Rincian donasi yang masuk bisa dilihat di link berikut: https://app.box.com/files/0/f/14454550650/1/f_111964279621Kami ucapkan kepada seluruh donatur yang telah menginfakkan hartanya,  Jazakumullah khair, semoga Allah membalas dengan kebaikan dan keberkahan pada harta dan keluarga dan melipat gandakan pahala di sisi Allah Ta’ala..Amiiin Hormat kami TtdTim Pembangunan Masjid Kader Dai 


Update Laporan DonasiTotal dana yang masuk sampai 14 Desember 2016 =  Rp 106,003,371.00 Kebutuhan dana                                                         =  Rp 535,000,000.00 Kekurangan dana                                                       =  Rp 428,996,629.00Rincian donasi yang masuk bisa dilihat di link berikut: https://app.box.com/files/0/f/14454550650/1/f_111964279621Kami ucapkan kepada seluruh donatur yang telah menginfakkan hartanya,  Jazakumullah khair, semoga Allah membalas dengan kebaikan dan keberkahan pada harta dan keluarga dan melipat gandakan pahala di sisi Allah Ta’ala..Amiiin Hormat kami TtdTim Pembangunan Masjid Kader Dai 

Mengaku Salah Lebih Terhormat Daripada Membenarkan Kesalahan

Mengaku salah jauh lebih baik dan terhormat, daripada berusaha membenarkan yang salah karena kita tidak mampu menjalankannya, atau tidak mau meninggalkannya.Misalnya ketika anda merasa berat memanjangkan jenggot, atau terpaksa harus mencukurnya sampai habis karena sesuatu hal, maka jangan berusaha mencari pembenaran untuk hal itu.🔍 Tasybik Adalah, Curhat Kepada Allah Swt, Hijab Wajib, Ciri Ciri Orang Munafik Menurut Hadist, Gelang Kaki Pria

Mengaku Salah Lebih Terhormat Daripada Membenarkan Kesalahan

Mengaku salah jauh lebih baik dan terhormat, daripada berusaha membenarkan yang salah karena kita tidak mampu menjalankannya, atau tidak mau meninggalkannya.Misalnya ketika anda merasa berat memanjangkan jenggot, atau terpaksa harus mencukurnya sampai habis karena sesuatu hal, maka jangan berusaha mencari pembenaran untuk hal itu.🔍 Tasybik Adalah, Curhat Kepada Allah Swt, Hijab Wajib, Ciri Ciri Orang Munafik Menurut Hadist, Gelang Kaki Pria
Mengaku salah jauh lebih baik dan terhormat, daripada berusaha membenarkan yang salah karena kita tidak mampu menjalankannya, atau tidak mau meninggalkannya.Misalnya ketika anda merasa berat memanjangkan jenggot, atau terpaksa harus mencukurnya sampai habis karena sesuatu hal, maka jangan berusaha mencari pembenaran untuk hal itu.🔍 Tasybik Adalah, Curhat Kepada Allah Swt, Hijab Wajib, Ciri Ciri Orang Munafik Menurut Hadist, Gelang Kaki Pria


Mengaku salah jauh lebih baik dan terhormat, daripada berusaha membenarkan yang salah karena kita tidak mampu menjalankannya, atau tidak mau meninggalkannya.Misalnya ketika anda merasa berat memanjangkan jenggot, atau terpaksa harus mencukurnya sampai habis karena sesuatu hal, maka jangan berusaha mencari pembenaran untuk hal itu.🔍 Tasybik Adalah, Curhat Kepada Allah Swt, Hijab Wajib, Ciri Ciri Orang Munafik Menurut Hadist, Gelang Kaki Pria

Kuat Olahraga, Sayangnya Tidak Kuat Shalat Shubuh

  Aneh bukan? Kuat mengayuh sepeda pagi hari, namun bangun shubuh untuk shalat Shubuh, malasnya bukan main. Ingat … Meninggalkan satu shalat saja seperti shalat shubuh, sangat bahaya. Karena meninggalkan shalat saja dihukumi kufur. Seorang tabi’in, Abdullah bin Syaqiq rahimahullah berkata, كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَرَوْنَ شَيْئًا مِنَ الأَعْمَالِ تَرْكُهُ كُفْرٌ غَيْرَ الصَّلاَةِ “Dulu para shahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menganggap suatu amal yang apabila ditinggalkan menyebabkan kafir kecuali shalat.” (HR. Tirmidzi, no. 2622. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih) Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, لَيْسَ صَلاَةٌ أثْقَلَ عَلَى المُنَافِقِينَ مِنْ صَلاَةِ الفَجْرِ وَالعِشَاءِ ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْواً “Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat ‘Isya’. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.” (HR. Bukhari no. 657). Lihatlah orang yang berat shalat Shubuh disebut munafik. Baca selengkapnya di sini : https://rumaysho.com/3785-shalat-shubuh-dan-shalat-isya-paling-berat-bagi-orang-munafik.html https://rumaysho.com/544-dosa-meninggalkan-shalat-lima-waktu-lebih-besar-dari-dosa-berzina.html Tonton video singkat dari Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal berikut ini hanya 4 menit. Tausiyahnya saat beliau olahraga pangging ke Pantai Gesing, Girikarto, Panggang, Gunungkidul. Indah videonya: https://youtu.be/ptZ8wBgFGgQ — @ DS, Panggang, Gunungkidul, 28 Safar 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsgowes meninggalkan shalat olahraga shalat shubuh

Kuat Olahraga, Sayangnya Tidak Kuat Shalat Shubuh

  Aneh bukan? Kuat mengayuh sepeda pagi hari, namun bangun shubuh untuk shalat Shubuh, malasnya bukan main. Ingat … Meninggalkan satu shalat saja seperti shalat shubuh, sangat bahaya. Karena meninggalkan shalat saja dihukumi kufur. Seorang tabi’in, Abdullah bin Syaqiq rahimahullah berkata, كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَرَوْنَ شَيْئًا مِنَ الأَعْمَالِ تَرْكُهُ كُفْرٌ غَيْرَ الصَّلاَةِ “Dulu para shahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menganggap suatu amal yang apabila ditinggalkan menyebabkan kafir kecuali shalat.” (HR. Tirmidzi, no. 2622. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih) Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, لَيْسَ صَلاَةٌ أثْقَلَ عَلَى المُنَافِقِينَ مِنْ صَلاَةِ الفَجْرِ وَالعِشَاءِ ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْواً “Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat ‘Isya’. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.” (HR. Bukhari no. 657). Lihatlah orang yang berat shalat Shubuh disebut munafik. Baca selengkapnya di sini : https://rumaysho.com/3785-shalat-shubuh-dan-shalat-isya-paling-berat-bagi-orang-munafik.html https://rumaysho.com/544-dosa-meninggalkan-shalat-lima-waktu-lebih-besar-dari-dosa-berzina.html Tonton video singkat dari Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal berikut ini hanya 4 menit. Tausiyahnya saat beliau olahraga pangging ke Pantai Gesing, Girikarto, Panggang, Gunungkidul. Indah videonya: https://youtu.be/ptZ8wBgFGgQ — @ DS, Panggang, Gunungkidul, 28 Safar 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsgowes meninggalkan shalat olahraga shalat shubuh
  Aneh bukan? Kuat mengayuh sepeda pagi hari, namun bangun shubuh untuk shalat Shubuh, malasnya bukan main. Ingat … Meninggalkan satu shalat saja seperti shalat shubuh, sangat bahaya. Karena meninggalkan shalat saja dihukumi kufur. Seorang tabi’in, Abdullah bin Syaqiq rahimahullah berkata, كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَرَوْنَ شَيْئًا مِنَ الأَعْمَالِ تَرْكُهُ كُفْرٌ غَيْرَ الصَّلاَةِ “Dulu para shahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menganggap suatu amal yang apabila ditinggalkan menyebabkan kafir kecuali shalat.” (HR. Tirmidzi, no. 2622. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih) Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, لَيْسَ صَلاَةٌ أثْقَلَ عَلَى المُنَافِقِينَ مِنْ صَلاَةِ الفَجْرِ وَالعِشَاءِ ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْواً “Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat ‘Isya’. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.” (HR. Bukhari no. 657). Lihatlah orang yang berat shalat Shubuh disebut munafik. Baca selengkapnya di sini : https://rumaysho.com/3785-shalat-shubuh-dan-shalat-isya-paling-berat-bagi-orang-munafik.html https://rumaysho.com/544-dosa-meninggalkan-shalat-lima-waktu-lebih-besar-dari-dosa-berzina.html Tonton video singkat dari Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal berikut ini hanya 4 menit. Tausiyahnya saat beliau olahraga pangging ke Pantai Gesing, Girikarto, Panggang, Gunungkidul. Indah videonya: https://youtu.be/ptZ8wBgFGgQ — @ DS, Panggang, Gunungkidul, 28 Safar 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsgowes meninggalkan shalat olahraga shalat shubuh


  Aneh bukan? Kuat mengayuh sepeda pagi hari, namun bangun shubuh untuk shalat Shubuh, malasnya bukan main. Ingat … Meninggalkan satu shalat saja seperti shalat shubuh, sangat bahaya. Karena meninggalkan shalat saja dihukumi kufur. Seorang tabi’in, Abdullah bin Syaqiq rahimahullah berkata, كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَرَوْنَ شَيْئًا مِنَ الأَعْمَالِ تَرْكُهُ كُفْرٌ غَيْرَ الصَّلاَةِ “Dulu para shahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menganggap suatu amal yang apabila ditinggalkan menyebabkan kafir kecuali shalat.” (HR. Tirmidzi, no. 2622. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih) Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, لَيْسَ صَلاَةٌ أثْقَلَ عَلَى المُنَافِقِينَ مِنْ صَلاَةِ الفَجْرِ وَالعِشَاءِ ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْواً “Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat ‘Isya’. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.” (HR. Bukhari no. 657). Lihatlah orang yang berat shalat Shubuh disebut munafik. Baca selengkapnya di sini : https://rumaysho.com/3785-shalat-shubuh-dan-shalat-isya-paling-berat-bagi-orang-munafik.html https://rumaysho.com/544-dosa-meninggalkan-shalat-lima-waktu-lebih-besar-dari-dosa-berzina.html Tonton video singkat dari Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal berikut ini hanya 4 menit. Tausiyahnya saat beliau olahraga pangging ke Pantai Gesing, Girikarto, Panggang, Gunungkidul. Indah videonya: https://youtu.be/ptZ8wBgFGgQ — @ DS, Panggang, Gunungkidul, 28 Safar 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsgowes meninggalkan shalat olahraga shalat shubuh

Buku Saku Bagi Penggemar Traveling

  Anda penggemar traveling? Sering jalan ke mana-mana? Bahkan mungkin ada yang bolak-balik untuk melakukan umrah. Moga juga bisa tindak haji sih. Ada buku mungil yang sangat bagus untuk Anda: Judul : Traveling Bernilai Ibadah Penulis : Muhammad Abduh Tuasikal Penerbit : Pustaka Muslim Bentuk Buku : Buku Saku Jumlah Halaman : 74 Harga Buku : Rp.10.000,- (sepuluh ribu rupiah) Ini adalah buku ke-23 dari karya Muhammad Abduh Tuasikal Sinopsis: Traveling itu sungguh menyenangkan. Walaupun diisi dengan senang-senang, jangan sampai lupa akan ibadah. Karena seringnya traveler melupakan shalat saat di perjalanan. Maka perlu diketahui bahwa traveling termasuk dalam safar jika perjalanannya keluar kota telah menempuh jarak 85 km menurut para ulama. Juga ada aturan-aturan yang perlu dipahami seperti tidak boleh melakukan safar bagi seorang wanita tanpa ditemani mahram. Apa alasannya? Jawabannya, milikilah segera buku saku Traveling Bernilai Ibadah karya Muhammad Abduh Tuasikal. Miliki lewat toko online Ruwaifi.Com: 085200171222 (WA/ SMS/ Telp). Format pemesanan : Buku Traveling # Nama Lengkap # Alamat # No Hape # Jumlah Paket — Toko Online Ruwaifi.Com | Rumaysho.Com Tagsbuku terbaru

Buku Saku Bagi Penggemar Traveling

  Anda penggemar traveling? Sering jalan ke mana-mana? Bahkan mungkin ada yang bolak-balik untuk melakukan umrah. Moga juga bisa tindak haji sih. Ada buku mungil yang sangat bagus untuk Anda: Judul : Traveling Bernilai Ibadah Penulis : Muhammad Abduh Tuasikal Penerbit : Pustaka Muslim Bentuk Buku : Buku Saku Jumlah Halaman : 74 Harga Buku : Rp.10.000,- (sepuluh ribu rupiah) Ini adalah buku ke-23 dari karya Muhammad Abduh Tuasikal Sinopsis: Traveling itu sungguh menyenangkan. Walaupun diisi dengan senang-senang, jangan sampai lupa akan ibadah. Karena seringnya traveler melupakan shalat saat di perjalanan. Maka perlu diketahui bahwa traveling termasuk dalam safar jika perjalanannya keluar kota telah menempuh jarak 85 km menurut para ulama. Juga ada aturan-aturan yang perlu dipahami seperti tidak boleh melakukan safar bagi seorang wanita tanpa ditemani mahram. Apa alasannya? Jawabannya, milikilah segera buku saku Traveling Bernilai Ibadah karya Muhammad Abduh Tuasikal. Miliki lewat toko online Ruwaifi.Com: 085200171222 (WA/ SMS/ Telp). Format pemesanan : Buku Traveling # Nama Lengkap # Alamat # No Hape # Jumlah Paket — Toko Online Ruwaifi.Com | Rumaysho.Com Tagsbuku terbaru
  Anda penggemar traveling? Sering jalan ke mana-mana? Bahkan mungkin ada yang bolak-balik untuk melakukan umrah. Moga juga bisa tindak haji sih. Ada buku mungil yang sangat bagus untuk Anda: Judul : Traveling Bernilai Ibadah Penulis : Muhammad Abduh Tuasikal Penerbit : Pustaka Muslim Bentuk Buku : Buku Saku Jumlah Halaman : 74 Harga Buku : Rp.10.000,- (sepuluh ribu rupiah) Ini adalah buku ke-23 dari karya Muhammad Abduh Tuasikal Sinopsis: Traveling itu sungguh menyenangkan. Walaupun diisi dengan senang-senang, jangan sampai lupa akan ibadah. Karena seringnya traveler melupakan shalat saat di perjalanan. Maka perlu diketahui bahwa traveling termasuk dalam safar jika perjalanannya keluar kota telah menempuh jarak 85 km menurut para ulama. Juga ada aturan-aturan yang perlu dipahami seperti tidak boleh melakukan safar bagi seorang wanita tanpa ditemani mahram. Apa alasannya? Jawabannya, milikilah segera buku saku Traveling Bernilai Ibadah karya Muhammad Abduh Tuasikal. Miliki lewat toko online Ruwaifi.Com: 085200171222 (WA/ SMS/ Telp). Format pemesanan : Buku Traveling # Nama Lengkap # Alamat # No Hape # Jumlah Paket — Toko Online Ruwaifi.Com | Rumaysho.Com Tagsbuku terbaru


  Anda penggemar traveling? Sering jalan ke mana-mana? Bahkan mungkin ada yang bolak-balik untuk melakukan umrah. Moga juga bisa tindak haji sih. Ada buku mungil yang sangat bagus untuk Anda: Judul : Traveling Bernilai Ibadah Penulis : Muhammad Abduh Tuasikal Penerbit : Pustaka Muslim Bentuk Buku : Buku Saku Jumlah Halaman : 74 Harga Buku : Rp.10.000,- (sepuluh ribu rupiah) Ini adalah buku ke-23 dari karya Muhammad Abduh Tuasikal Sinopsis: Traveling itu sungguh menyenangkan. Walaupun diisi dengan senang-senang, jangan sampai lupa akan ibadah. Karena seringnya traveler melupakan shalat saat di perjalanan. Maka perlu diketahui bahwa traveling termasuk dalam safar jika perjalanannya keluar kota telah menempuh jarak 85 km menurut para ulama. Juga ada aturan-aturan yang perlu dipahami seperti tidak boleh melakukan safar bagi seorang wanita tanpa ditemani mahram. Apa alasannya? Jawabannya, milikilah segera buku saku Traveling Bernilai Ibadah karya Muhammad Abduh Tuasikal. Miliki lewat toko online Ruwaifi.Com: 085200171222 (WA/ SMS/ Telp). Format pemesanan : Buku Traveling # Nama Lengkap # Alamat # No Hape # Jumlah Paket — Toko Online Ruwaifi.Com | Rumaysho.Com Tagsbuku terbaru

Group WhatsApp Bercampur Lawan Jenis, Bolehkah?

  Bagaimana hukumnya membuat group WhatsApp yang ada campur lawan jenis (pria dan wanita)? Apakah dibolehkan? Ini sederhana. Ada di dunia maya permasalahan semacam ini. Kadang ada group reuni, group teman-teman kantor, group teman kuliah, juga ada perkumpulan lainnya yang dibuat group dalam aplikasi WhatsApp. Walau memang ada contoh lainnya lain selain pada media chating seperti WhatsApp.   Ingat … Jalan Menuju Kehancuran itu Dilarang   Ini baru jalan atau perantara, belum masuk dalam inti larangan. وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’: 32)   Campur Baur (Ikhtilath) dalam Islam Dilarang   Campur baur antara laki-laki dan perempuan (ikhtilath) itu dilarang. Lihatlah beberapa tujuan dari cara shalat misalnya akan terlihat bahwa Islam tidak menginginkan campur baur laki-laki dan perempuan. Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا سَلَّمَ قَامَ النِّسَاءُ حِينَ يَقْضِى تَسْلِيمَهُ ، وَيَمْكُثُ هُوَ فِى مَقَامِهِ يَسِيرًا قَبْلَ أَنْ يَقُومَ . قَالَ نَرَى – وَاللَّهُ أَعْلَمُ – أَنَّ ذَلِكَ كَانَ لِكَىْ يَنْصَرِفَ النِّسَاءُ قَبْلَ أَنْ يُدْرِكَهُنَّ أَحَدٌ مِنَ الرِّجَالِ “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika salam dari shalat, para jama’ah wanita kala itu berdiri. Beliau tetap duduk di tempat beliau barang sebentar sebelum beranjak. Kami melihat –wallahu a’lam– hal itu dilakukan supaya wanita bubar lebih dahulu sebelum berpapasan dengan para pria.” (HR. Bukhari, no. 870). Lihat syariat ini ingin mencegah pertemuan antara pria dan wanita. Karena memang campur itu tidak boleh kecuali jika sulit dihindari. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا “Sebaik-baik shaf laki-laki (dalam shalat berjamaah, pen.) adalah yang paling depan dan yang paling jelek adalah shaf yang paling belakang. Sebaliknya, shaf perempuan yang paling baik adalah yang paling belakang dan yang paling jelek adalah yang paling depan.” (HR. Muslim, no. 440). Kalau dikatakan bahwa yang paling baik bagi laki-laki adalah yang paling depan sedangkan perempuan adalah yang paling belakang, menunjukkan bahwa memang antara laki-laki dan perempuan tidak boleh bercampur. Semakin dekat antara keduanya akan menimbulkan godaan yang semakin besar. Baca bahasan lengkap disertai dalil: Dosakah Campur Baur Lawan Jenis di Pasar, Kampus dan Rumah Sakit?   Berdua-Duaan Saja Saat Chating, Waspadalah!   Awalnya memang chating di group, setelah itu mengantarkan pada obrolan via jalur pribadi (japri). Awalnya bisa jadi beralasan curhat. Bisa jadi salah satunya sudah punya pasangan yang halal. Namun ingatlah godaan setan sangat dahsyar. Panah setan kalau sudah dilepaskan dari busurnya dipastikan akan menusuk langsung ke hati dan sulit untuk disembuhkan. Tak percaya? Banyak kasus yang terjadi di sekitar kita, dari sekedar curhat dengan lawan jenis, beralih pada “fall in love”, ujung-ujungnya yang terjadi adalah perselingkuhan dan perzinaan. Coba perhatikan bagaimanakah dilarang berdua-duaan dengan lawan jenis. Dari ‘Umar bin Al Khottob radhiyallahu ‘anhu, ia berkhutbah di hadapan manusia di Jabiyah (suatu perkampungan di Damaskus), lalu ia membawakan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا وَمَنْ سَرَّتْهُ حَسَنَتُهُ وَسَاءَتْهُ سَيِّئَتُهُ فَهُوَ مُؤْمِنٌ “Janganlah salah seorang di antara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya, maka barangsiapa yang bangga dengan kebaikannya dan sedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang yang mukmin.” (HR. Ahmad, 1: 18. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih, para perowinya tsiqoh sesuai syarat Bukhari-Muslim) Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَلاَ لاَ يَبِيتَنَّ رَجُلٌ عِنْدَ امْرَأَةٍ ثَيِّبٍ إِلاَّ أَنْ يَكُونَ نَاكِحًا أَوْ ذَا مَحْرَمٍ “Ketahuilah! Seorang laki-laki bukan muhrim tidak boleh bermalam di rumah perempuan janda, kecuali jika dia telah menikah, atau ada mahramnya.” (HR. Muslim, no. 2171)   Ingat Godaan Wanita Sungguh Dahsyat   Dari Usamah Bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ “Aku tidak meninggalkan satu godaan pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari, no. 5096; Muslim, no. 2740). Kalau sudah tahu demikian, mau coba-coba dekati zina? Padahal godaan kaum hawa begitu dahsyat. Ya Allah Yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas agamamu.   Mengenai group WhatsApp (WA) yang masih campur baur lawan jenis, silakan jadi pertimbangan Anda.   Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi petunjuk. — @ DS, Panggang, Gunungkidul, 25 Safar 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsikhtilath zina

Group WhatsApp Bercampur Lawan Jenis, Bolehkah?

  Bagaimana hukumnya membuat group WhatsApp yang ada campur lawan jenis (pria dan wanita)? Apakah dibolehkan? Ini sederhana. Ada di dunia maya permasalahan semacam ini. Kadang ada group reuni, group teman-teman kantor, group teman kuliah, juga ada perkumpulan lainnya yang dibuat group dalam aplikasi WhatsApp. Walau memang ada contoh lainnya lain selain pada media chating seperti WhatsApp.   Ingat … Jalan Menuju Kehancuran itu Dilarang   Ini baru jalan atau perantara, belum masuk dalam inti larangan. وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’: 32)   Campur Baur (Ikhtilath) dalam Islam Dilarang   Campur baur antara laki-laki dan perempuan (ikhtilath) itu dilarang. Lihatlah beberapa tujuan dari cara shalat misalnya akan terlihat bahwa Islam tidak menginginkan campur baur laki-laki dan perempuan. Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا سَلَّمَ قَامَ النِّسَاءُ حِينَ يَقْضِى تَسْلِيمَهُ ، وَيَمْكُثُ هُوَ فِى مَقَامِهِ يَسِيرًا قَبْلَ أَنْ يَقُومَ . قَالَ نَرَى – وَاللَّهُ أَعْلَمُ – أَنَّ ذَلِكَ كَانَ لِكَىْ يَنْصَرِفَ النِّسَاءُ قَبْلَ أَنْ يُدْرِكَهُنَّ أَحَدٌ مِنَ الرِّجَالِ “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika salam dari shalat, para jama’ah wanita kala itu berdiri. Beliau tetap duduk di tempat beliau barang sebentar sebelum beranjak. Kami melihat –wallahu a’lam– hal itu dilakukan supaya wanita bubar lebih dahulu sebelum berpapasan dengan para pria.” (HR. Bukhari, no. 870). Lihat syariat ini ingin mencegah pertemuan antara pria dan wanita. Karena memang campur itu tidak boleh kecuali jika sulit dihindari. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا “Sebaik-baik shaf laki-laki (dalam shalat berjamaah, pen.) adalah yang paling depan dan yang paling jelek adalah shaf yang paling belakang. Sebaliknya, shaf perempuan yang paling baik adalah yang paling belakang dan yang paling jelek adalah yang paling depan.” (HR. Muslim, no. 440). Kalau dikatakan bahwa yang paling baik bagi laki-laki adalah yang paling depan sedangkan perempuan adalah yang paling belakang, menunjukkan bahwa memang antara laki-laki dan perempuan tidak boleh bercampur. Semakin dekat antara keduanya akan menimbulkan godaan yang semakin besar. Baca bahasan lengkap disertai dalil: Dosakah Campur Baur Lawan Jenis di Pasar, Kampus dan Rumah Sakit?   Berdua-Duaan Saja Saat Chating, Waspadalah!   Awalnya memang chating di group, setelah itu mengantarkan pada obrolan via jalur pribadi (japri). Awalnya bisa jadi beralasan curhat. Bisa jadi salah satunya sudah punya pasangan yang halal. Namun ingatlah godaan setan sangat dahsyar. Panah setan kalau sudah dilepaskan dari busurnya dipastikan akan menusuk langsung ke hati dan sulit untuk disembuhkan. Tak percaya? Banyak kasus yang terjadi di sekitar kita, dari sekedar curhat dengan lawan jenis, beralih pada “fall in love”, ujung-ujungnya yang terjadi adalah perselingkuhan dan perzinaan. Coba perhatikan bagaimanakah dilarang berdua-duaan dengan lawan jenis. Dari ‘Umar bin Al Khottob radhiyallahu ‘anhu, ia berkhutbah di hadapan manusia di Jabiyah (suatu perkampungan di Damaskus), lalu ia membawakan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا وَمَنْ سَرَّتْهُ حَسَنَتُهُ وَسَاءَتْهُ سَيِّئَتُهُ فَهُوَ مُؤْمِنٌ “Janganlah salah seorang di antara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya, maka barangsiapa yang bangga dengan kebaikannya dan sedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang yang mukmin.” (HR. Ahmad, 1: 18. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih, para perowinya tsiqoh sesuai syarat Bukhari-Muslim) Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَلاَ لاَ يَبِيتَنَّ رَجُلٌ عِنْدَ امْرَأَةٍ ثَيِّبٍ إِلاَّ أَنْ يَكُونَ نَاكِحًا أَوْ ذَا مَحْرَمٍ “Ketahuilah! Seorang laki-laki bukan muhrim tidak boleh bermalam di rumah perempuan janda, kecuali jika dia telah menikah, atau ada mahramnya.” (HR. Muslim, no. 2171)   Ingat Godaan Wanita Sungguh Dahsyat   Dari Usamah Bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ “Aku tidak meninggalkan satu godaan pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari, no. 5096; Muslim, no. 2740). Kalau sudah tahu demikian, mau coba-coba dekati zina? Padahal godaan kaum hawa begitu dahsyat. Ya Allah Yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas agamamu.   Mengenai group WhatsApp (WA) yang masih campur baur lawan jenis, silakan jadi pertimbangan Anda.   Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi petunjuk. — @ DS, Panggang, Gunungkidul, 25 Safar 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsikhtilath zina
  Bagaimana hukumnya membuat group WhatsApp yang ada campur lawan jenis (pria dan wanita)? Apakah dibolehkan? Ini sederhana. Ada di dunia maya permasalahan semacam ini. Kadang ada group reuni, group teman-teman kantor, group teman kuliah, juga ada perkumpulan lainnya yang dibuat group dalam aplikasi WhatsApp. Walau memang ada contoh lainnya lain selain pada media chating seperti WhatsApp.   Ingat … Jalan Menuju Kehancuran itu Dilarang   Ini baru jalan atau perantara, belum masuk dalam inti larangan. وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’: 32)   Campur Baur (Ikhtilath) dalam Islam Dilarang   Campur baur antara laki-laki dan perempuan (ikhtilath) itu dilarang. Lihatlah beberapa tujuan dari cara shalat misalnya akan terlihat bahwa Islam tidak menginginkan campur baur laki-laki dan perempuan. Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا سَلَّمَ قَامَ النِّسَاءُ حِينَ يَقْضِى تَسْلِيمَهُ ، وَيَمْكُثُ هُوَ فِى مَقَامِهِ يَسِيرًا قَبْلَ أَنْ يَقُومَ . قَالَ نَرَى – وَاللَّهُ أَعْلَمُ – أَنَّ ذَلِكَ كَانَ لِكَىْ يَنْصَرِفَ النِّسَاءُ قَبْلَ أَنْ يُدْرِكَهُنَّ أَحَدٌ مِنَ الرِّجَالِ “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika salam dari shalat, para jama’ah wanita kala itu berdiri. Beliau tetap duduk di tempat beliau barang sebentar sebelum beranjak. Kami melihat –wallahu a’lam– hal itu dilakukan supaya wanita bubar lebih dahulu sebelum berpapasan dengan para pria.” (HR. Bukhari, no. 870). Lihat syariat ini ingin mencegah pertemuan antara pria dan wanita. Karena memang campur itu tidak boleh kecuali jika sulit dihindari. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا “Sebaik-baik shaf laki-laki (dalam shalat berjamaah, pen.) adalah yang paling depan dan yang paling jelek adalah shaf yang paling belakang. Sebaliknya, shaf perempuan yang paling baik adalah yang paling belakang dan yang paling jelek adalah yang paling depan.” (HR. Muslim, no. 440). Kalau dikatakan bahwa yang paling baik bagi laki-laki adalah yang paling depan sedangkan perempuan adalah yang paling belakang, menunjukkan bahwa memang antara laki-laki dan perempuan tidak boleh bercampur. Semakin dekat antara keduanya akan menimbulkan godaan yang semakin besar. Baca bahasan lengkap disertai dalil: Dosakah Campur Baur Lawan Jenis di Pasar, Kampus dan Rumah Sakit?   Berdua-Duaan Saja Saat Chating, Waspadalah!   Awalnya memang chating di group, setelah itu mengantarkan pada obrolan via jalur pribadi (japri). Awalnya bisa jadi beralasan curhat. Bisa jadi salah satunya sudah punya pasangan yang halal. Namun ingatlah godaan setan sangat dahsyar. Panah setan kalau sudah dilepaskan dari busurnya dipastikan akan menusuk langsung ke hati dan sulit untuk disembuhkan. Tak percaya? Banyak kasus yang terjadi di sekitar kita, dari sekedar curhat dengan lawan jenis, beralih pada “fall in love”, ujung-ujungnya yang terjadi adalah perselingkuhan dan perzinaan. Coba perhatikan bagaimanakah dilarang berdua-duaan dengan lawan jenis. Dari ‘Umar bin Al Khottob radhiyallahu ‘anhu, ia berkhutbah di hadapan manusia di Jabiyah (suatu perkampungan di Damaskus), lalu ia membawakan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا وَمَنْ سَرَّتْهُ حَسَنَتُهُ وَسَاءَتْهُ سَيِّئَتُهُ فَهُوَ مُؤْمِنٌ “Janganlah salah seorang di antara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya, maka barangsiapa yang bangga dengan kebaikannya dan sedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang yang mukmin.” (HR. Ahmad, 1: 18. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih, para perowinya tsiqoh sesuai syarat Bukhari-Muslim) Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَلاَ لاَ يَبِيتَنَّ رَجُلٌ عِنْدَ امْرَأَةٍ ثَيِّبٍ إِلاَّ أَنْ يَكُونَ نَاكِحًا أَوْ ذَا مَحْرَمٍ “Ketahuilah! Seorang laki-laki bukan muhrim tidak boleh bermalam di rumah perempuan janda, kecuali jika dia telah menikah, atau ada mahramnya.” (HR. Muslim, no. 2171)   Ingat Godaan Wanita Sungguh Dahsyat   Dari Usamah Bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ “Aku tidak meninggalkan satu godaan pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari, no. 5096; Muslim, no. 2740). Kalau sudah tahu demikian, mau coba-coba dekati zina? Padahal godaan kaum hawa begitu dahsyat. Ya Allah Yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas agamamu.   Mengenai group WhatsApp (WA) yang masih campur baur lawan jenis, silakan jadi pertimbangan Anda.   Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi petunjuk. — @ DS, Panggang, Gunungkidul, 25 Safar 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsikhtilath zina


  Bagaimana hukumnya membuat group WhatsApp yang ada campur lawan jenis (pria dan wanita)? Apakah dibolehkan? Ini sederhana. Ada di dunia maya permasalahan semacam ini. Kadang ada group reuni, group teman-teman kantor, group teman kuliah, juga ada perkumpulan lainnya yang dibuat group dalam aplikasi WhatsApp. Walau memang ada contoh lainnya lain selain pada media chating seperti WhatsApp.   Ingat … Jalan Menuju Kehancuran itu Dilarang   Ini baru jalan atau perantara, belum masuk dalam inti larangan. وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’: 32)   Campur Baur (Ikhtilath) dalam Islam Dilarang   Campur baur antara laki-laki dan perempuan (ikhtilath) itu dilarang. Lihatlah beberapa tujuan dari cara shalat misalnya akan terlihat bahwa Islam tidak menginginkan campur baur laki-laki dan perempuan. Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا سَلَّمَ قَامَ النِّسَاءُ حِينَ يَقْضِى تَسْلِيمَهُ ، وَيَمْكُثُ هُوَ فِى مَقَامِهِ يَسِيرًا قَبْلَ أَنْ يَقُومَ . قَالَ نَرَى – وَاللَّهُ أَعْلَمُ – أَنَّ ذَلِكَ كَانَ لِكَىْ يَنْصَرِفَ النِّسَاءُ قَبْلَ أَنْ يُدْرِكَهُنَّ أَحَدٌ مِنَ الرِّجَالِ “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika salam dari shalat, para jama’ah wanita kala itu berdiri. Beliau tetap duduk di tempat beliau barang sebentar sebelum beranjak. Kami melihat –wallahu a’lam– hal itu dilakukan supaya wanita bubar lebih dahulu sebelum berpapasan dengan para pria.” (HR. Bukhari, no. 870). Lihat syariat ini ingin mencegah pertemuan antara pria dan wanita. Karena memang campur itu tidak boleh kecuali jika sulit dihindari. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا “Sebaik-baik shaf laki-laki (dalam shalat berjamaah, pen.) adalah yang paling depan dan yang paling jelek adalah shaf yang paling belakang. Sebaliknya, shaf perempuan yang paling baik adalah yang paling belakang dan yang paling jelek adalah yang paling depan.” (HR. Muslim, no. 440). Kalau dikatakan bahwa yang paling baik bagi laki-laki adalah yang paling depan sedangkan perempuan adalah yang paling belakang, menunjukkan bahwa memang antara laki-laki dan perempuan tidak boleh bercampur. Semakin dekat antara keduanya akan menimbulkan godaan yang semakin besar. Baca bahasan lengkap disertai dalil: Dosakah Campur Baur Lawan Jenis di Pasar, Kampus dan Rumah Sakit?   Berdua-Duaan Saja Saat Chating, Waspadalah!   Awalnya memang chating di group, setelah itu mengantarkan pada obrolan via jalur pribadi (japri). Awalnya bisa jadi beralasan curhat. Bisa jadi salah satunya sudah punya pasangan yang halal. Namun ingatlah godaan setan sangat dahsyar. Panah setan kalau sudah dilepaskan dari busurnya dipastikan akan menusuk langsung ke hati dan sulit untuk disembuhkan. Tak percaya? Banyak kasus yang terjadi di sekitar kita, dari sekedar curhat dengan lawan jenis, beralih pada “fall in love”, ujung-ujungnya yang terjadi adalah perselingkuhan dan perzinaan. Coba perhatikan bagaimanakah dilarang berdua-duaan dengan lawan jenis. Dari ‘Umar bin Al Khottob radhiyallahu ‘anhu, ia berkhutbah di hadapan manusia di Jabiyah (suatu perkampungan di Damaskus), lalu ia membawakan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا وَمَنْ سَرَّتْهُ حَسَنَتُهُ وَسَاءَتْهُ سَيِّئَتُهُ فَهُوَ مُؤْمِنٌ “Janganlah salah seorang di antara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya, maka barangsiapa yang bangga dengan kebaikannya dan sedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang yang mukmin.” (HR. Ahmad, 1: 18. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih, para perowinya tsiqoh sesuai syarat Bukhari-Muslim) Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَلاَ لاَ يَبِيتَنَّ رَجُلٌ عِنْدَ امْرَأَةٍ ثَيِّبٍ إِلاَّ أَنْ يَكُونَ نَاكِحًا أَوْ ذَا مَحْرَمٍ “Ketahuilah! Seorang laki-laki bukan muhrim tidak boleh bermalam di rumah perempuan janda, kecuali jika dia telah menikah, atau ada mahramnya.” (HR. Muslim, no. 2171)   Ingat Godaan Wanita Sungguh Dahsyat   Dari Usamah Bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ “Aku tidak meninggalkan satu godaan pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari, no. 5096; Muslim, no. 2740). Kalau sudah tahu demikian, mau coba-coba dekati zina? Padahal godaan kaum hawa begitu dahsyat. Ya Allah Yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas agamamu.   Mengenai group WhatsApp (WA) yang masih campur baur lawan jenis, silakan jadi pertimbangan Anda.   Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi petunjuk. — @ DS, Panggang, Gunungkidul, 25 Safar 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsikhtilath zina

Dosakah Campur Baur Lawan Jenis di Pasar, Kampus dan Rumah Sakit?

Asalnya, campur baur antara laki-laki dan perempuan (ikhtilath) itu dilarang. Bisa kita kaji lebih dahulu tentang larangan ini dari ayat Al-Qur’an. Lihatlah bagaimana adab ketika para sahabat Nabi ingin menemui istri Nabi (ummahatul mukminin). Disebutkan dalam ayat, وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ “Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS. Al-Ahzab: 53) Lihatlah sampai ada keperluan pun tetap diperintahkan berbicara di balik tabir. Tujuannya tentu biar tidak banyak interaksi langsung antara laki-laki dan perempuan. Karena jelas sangat besar godaannya jika itu terjadi apalagi sampai berdua-duaan. Lihatlah sampai Allah sebut, itu lebih menyelamatkan hati keduanya. Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan tentang ayat tersebut, وكما نهيتكم عن الدخول عليهن كذلك لا تنظروا إليهن بالكلية ولو كان لأحدكم حاجة يريد تناولها منهن فلا ينظر إليهن ولا يسألهن حاجة إلا من وراء حجاب . “Sebagaimana dilarang bagi kalian masuk menemui istri nabi, begitu pula dilarang sekali melihat mereka. Walaupun ketika itu ada hajat penting untuk menemui mereka, tetap tidak boleh memandang mereka. Kalau ingin meminta sesuatu tetap diperintahkan dari belakang tabir.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6: 223) Lihatlah pula beberapa tujuan dari cara shalat misalnya akan terlihat bahwa ajaran Islam tidak menginginkan campur baur laki-laki dan perempuan. Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا سَلَّمَ قَامَ النِّسَاءُ حِينَ يَقْضِى تَسْلِيمَهُ ، وَيَمْكُثُ هُوَ فِى مَقَامِهِ يَسِيرًا قَبْلَ أَنْ يَقُومَ . قَالَ نَرَى – وَاللَّهُ أَعْلَمُ – أَنَّ ذَلِكَ كَانَ لِكَىْ يَنْصَرِفَ النِّسَاءُ قَبْلَ أَنْ يُدْرِكَهُنَّ أَحَدٌ مِنَ الرِّجَالِ “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika salam dari shalat, para jama’ah wanita kala itu berdiri. Beliau tetap duduk di tempat beliau barang sebentar sebelum beranjak. Kami melihat –wallahu a’lam– hal itu dilakukan supaya wanita bubar lebih dahulu sebelum berpapasan dengan para pria.” (HR. Bukhari, no. 870). Lihat syariat ini ingin mencegah pertemuan antara pria dan wanita. Karena memang campur itu tidak boleh kecuali jika sulit dihindari. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا “Sebaik-baik shaf laki-laki (dalam shalat berjamaah, pen.) adalah yang paling depan dan yang paling jelek adalah shaf yang paling belakang. Sebaliknya, shaf perempuan yang paling baik adalah yang paling belakang dan yang paling jelek adalah yang paling depan.” (HR. Muslim, no. 440). Kalau dikatakan bahwa yang paling baik bagi laki-laki adalah yang paling depan sedangkan perempuan adalah yang paling belakang, menunjukkan bahwa memang antara laki-laki dan perempuan tidak boleh bercampur. Semakin dekat antara keduanya akan menimbulkan godaan yang semakin besar. Disebutkan pula bahwa dahulu dibuat pintu khusus bagi wanita agar tidak berpapasan dengan pria. Tujuannya jelas agar tidak ikhtilath. Haditsnya sebagai berikut, وعَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ تَرَكْنَا هَذَا الْبَابَ لِلنِّسَاءِ قَالَ نَافِعٌ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ ابْنُ عُمَرَ حَتَّى مَاتَ” رواه أبو داود رقم (484) في كتاب الصلاة باب التشديد في ذلك . Dari Ibnu ‘Umar ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Andai saja kita membiarkan pintu khusus untuk wanita.” Nafi’ ketika itu lantas berkata, فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ ابْنُ عُمَرَ حَتَّى مَاتَ “Ibnu ‘Umar tidak pernah masuk pintu tersebut hingga ia meninggal dunia.” (HR. Abu Daud, no. 462. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih) Dalil lainnya bisa dilihat pula dalam bahasan: Shalat Berdua dengan yang Bukan Mahram Ikhtilath di Tempat Umum   Bagaimana menghadapi tempat-tempat umum seperti pasar, rumah sakit dan kampus-kampus yang selalu ditemui ikhtilath? Yang jelas dalam batin, kita tidak ridha dan tidak menyetujuinya. Berusaha untuk meminimalkan pertemuan atau interaksi antara laki-laki dan perempuan seperti memisah tempat antara dua jenis kelamin tersebut dan membuat pintu untuk masing-masing. Bertakwa pada Allah semampu kita dengan rajin menundukkan pandangan dan menyemangati jiwa untuk meninggalkan yang haram. Kalau terpaksa berada di tempat yang ikhtilath, hanya dalam keadaan penting saja. Kalau hajat sudah selesai, maka langsung segera pulang. Semoga Allah memberi taufik pada kita untuk menjauhi setiap larangan Allah. — @ DS, Panggang, Gunungkidul, 25 Safar 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsikhtilath zina

Dosakah Campur Baur Lawan Jenis di Pasar, Kampus dan Rumah Sakit?

Asalnya, campur baur antara laki-laki dan perempuan (ikhtilath) itu dilarang. Bisa kita kaji lebih dahulu tentang larangan ini dari ayat Al-Qur’an. Lihatlah bagaimana adab ketika para sahabat Nabi ingin menemui istri Nabi (ummahatul mukminin). Disebutkan dalam ayat, وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ “Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS. Al-Ahzab: 53) Lihatlah sampai ada keperluan pun tetap diperintahkan berbicara di balik tabir. Tujuannya tentu biar tidak banyak interaksi langsung antara laki-laki dan perempuan. Karena jelas sangat besar godaannya jika itu terjadi apalagi sampai berdua-duaan. Lihatlah sampai Allah sebut, itu lebih menyelamatkan hati keduanya. Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan tentang ayat tersebut, وكما نهيتكم عن الدخول عليهن كذلك لا تنظروا إليهن بالكلية ولو كان لأحدكم حاجة يريد تناولها منهن فلا ينظر إليهن ولا يسألهن حاجة إلا من وراء حجاب . “Sebagaimana dilarang bagi kalian masuk menemui istri nabi, begitu pula dilarang sekali melihat mereka. Walaupun ketika itu ada hajat penting untuk menemui mereka, tetap tidak boleh memandang mereka. Kalau ingin meminta sesuatu tetap diperintahkan dari belakang tabir.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6: 223) Lihatlah pula beberapa tujuan dari cara shalat misalnya akan terlihat bahwa ajaran Islam tidak menginginkan campur baur laki-laki dan perempuan. Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا سَلَّمَ قَامَ النِّسَاءُ حِينَ يَقْضِى تَسْلِيمَهُ ، وَيَمْكُثُ هُوَ فِى مَقَامِهِ يَسِيرًا قَبْلَ أَنْ يَقُومَ . قَالَ نَرَى – وَاللَّهُ أَعْلَمُ – أَنَّ ذَلِكَ كَانَ لِكَىْ يَنْصَرِفَ النِّسَاءُ قَبْلَ أَنْ يُدْرِكَهُنَّ أَحَدٌ مِنَ الرِّجَالِ “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika salam dari shalat, para jama’ah wanita kala itu berdiri. Beliau tetap duduk di tempat beliau barang sebentar sebelum beranjak. Kami melihat –wallahu a’lam– hal itu dilakukan supaya wanita bubar lebih dahulu sebelum berpapasan dengan para pria.” (HR. Bukhari, no. 870). Lihat syariat ini ingin mencegah pertemuan antara pria dan wanita. Karena memang campur itu tidak boleh kecuali jika sulit dihindari. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا “Sebaik-baik shaf laki-laki (dalam shalat berjamaah, pen.) adalah yang paling depan dan yang paling jelek adalah shaf yang paling belakang. Sebaliknya, shaf perempuan yang paling baik adalah yang paling belakang dan yang paling jelek adalah yang paling depan.” (HR. Muslim, no. 440). Kalau dikatakan bahwa yang paling baik bagi laki-laki adalah yang paling depan sedangkan perempuan adalah yang paling belakang, menunjukkan bahwa memang antara laki-laki dan perempuan tidak boleh bercampur. Semakin dekat antara keduanya akan menimbulkan godaan yang semakin besar. Disebutkan pula bahwa dahulu dibuat pintu khusus bagi wanita agar tidak berpapasan dengan pria. Tujuannya jelas agar tidak ikhtilath. Haditsnya sebagai berikut, وعَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ تَرَكْنَا هَذَا الْبَابَ لِلنِّسَاءِ قَالَ نَافِعٌ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ ابْنُ عُمَرَ حَتَّى مَاتَ” رواه أبو داود رقم (484) في كتاب الصلاة باب التشديد في ذلك . Dari Ibnu ‘Umar ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Andai saja kita membiarkan pintu khusus untuk wanita.” Nafi’ ketika itu lantas berkata, فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ ابْنُ عُمَرَ حَتَّى مَاتَ “Ibnu ‘Umar tidak pernah masuk pintu tersebut hingga ia meninggal dunia.” (HR. Abu Daud, no. 462. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih) Dalil lainnya bisa dilihat pula dalam bahasan: Shalat Berdua dengan yang Bukan Mahram Ikhtilath di Tempat Umum   Bagaimana menghadapi tempat-tempat umum seperti pasar, rumah sakit dan kampus-kampus yang selalu ditemui ikhtilath? Yang jelas dalam batin, kita tidak ridha dan tidak menyetujuinya. Berusaha untuk meminimalkan pertemuan atau interaksi antara laki-laki dan perempuan seperti memisah tempat antara dua jenis kelamin tersebut dan membuat pintu untuk masing-masing. Bertakwa pada Allah semampu kita dengan rajin menundukkan pandangan dan menyemangati jiwa untuk meninggalkan yang haram. Kalau terpaksa berada di tempat yang ikhtilath, hanya dalam keadaan penting saja. Kalau hajat sudah selesai, maka langsung segera pulang. Semoga Allah memberi taufik pada kita untuk menjauhi setiap larangan Allah. — @ DS, Panggang, Gunungkidul, 25 Safar 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsikhtilath zina
Asalnya, campur baur antara laki-laki dan perempuan (ikhtilath) itu dilarang. Bisa kita kaji lebih dahulu tentang larangan ini dari ayat Al-Qur’an. Lihatlah bagaimana adab ketika para sahabat Nabi ingin menemui istri Nabi (ummahatul mukminin). Disebutkan dalam ayat, وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ “Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS. Al-Ahzab: 53) Lihatlah sampai ada keperluan pun tetap diperintahkan berbicara di balik tabir. Tujuannya tentu biar tidak banyak interaksi langsung antara laki-laki dan perempuan. Karena jelas sangat besar godaannya jika itu terjadi apalagi sampai berdua-duaan. Lihatlah sampai Allah sebut, itu lebih menyelamatkan hati keduanya. Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan tentang ayat tersebut, وكما نهيتكم عن الدخول عليهن كذلك لا تنظروا إليهن بالكلية ولو كان لأحدكم حاجة يريد تناولها منهن فلا ينظر إليهن ولا يسألهن حاجة إلا من وراء حجاب . “Sebagaimana dilarang bagi kalian masuk menemui istri nabi, begitu pula dilarang sekali melihat mereka. Walaupun ketika itu ada hajat penting untuk menemui mereka, tetap tidak boleh memandang mereka. Kalau ingin meminta sesuatu tetap diperintahkan dari belakang tabir.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6: 223) Lihatlah pula beberapa tujuan dari cara shalat misalnya akan terlihat bahwa ajaran Islam tidak menginginkan campur baur laki-laki dan perempuan. Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا سَلَّمَ قَامَ النِّسَاءُ حِينَ يَقْضِى تَسْلِيمَهُ ، وَيَمْكُثُ هُوَ فِى مَقَامِهِ يَسِيرًا قَبْلَ أَنْ يَقُومَ . قَالَ نَرَى – وَاللَّهُ أَعْلَمُ – أَنَّ ذَلِكَ كَانَ لِكَىْ يَنْصَرِفَ النِّسَاءُ قَبْلَ أَنْ يُدْرِكَهُنَّ أَحَدٌ مِنَ الرِّجَالِ “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika salam dari shalat, para jama’ah wanita kala itu berdiri. Beliau tetap duduk di tempat beliau barang sebentar sebelum beranjak. Kami melihat –wallahu a’lam– hal itu dilakukan supaya wanita bubar lebih dahulu sebelum berpapasan dengan para pria.” (HR. Bukhari, no. 870). Lihat syariat ini ingin mencegah pertemuan antara pria dan wanita. Karena memang campur itu tidak boleh kecuali jika sulit dihindari. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا “Sebaik-baik shaf laki-laki (dalam shalat berjamaah, pen.) adalah yang paling depan dan yang paling jelek adalah shaf yang paling belakang. Sebaliknya, shaf perempuan yang paling baik adalah yang paling belakang dan yang paling jelek adalah yang paling depan.” (HR. Muslim, no. 440). Kalau dikatakan bahwa yang paling baik bagi laki-laki adalah yang paling depan sedangkan perempuan adalah yang paling belakang, menunjukkan bahwa memang antara laki-laki dan perempuan tidak boleh bercampur. Semakin dekat antara keduanya akan menimbulkan godaan yang semakin besar. Disebutkan pula bahwa dahulu dibuat pintu khusus bagi wanita agar tidak berpapasan dengan pria. Tujuannya jelas agar tidak ikhtilath. Haditsnya sebagai berikut, وعَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ تَرَكْنَا هَذَا الْبَابَ لِلنِّسَاءِ قَالَ نَافِعٌ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ ابْنُ عُمَرَ حَتَّى مَاتَ” رواه أبو داود رقم (484) في كتاب الصلاة باب التشديد في ذلك . Dari Ibnu ‘Umar ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Andai saja kita membiarkan pintu khusus untuk wanita.” Nafi’ ketika itu lantas berkata, فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ ابْنُ عُمَرَ حَتَّى مَاتَ “Ibnu ‘Umar tidak pernah masuk pintu tersebut hingga ia meninggal dunia.” (HR. Abu Daud, no. 462. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih) Dalil lainnya bisa dilihat pula dalam bahasan: Shalat Berdua dengan yang Bukan Mahram Ikhtilath di Tempat Umum   Bagaimana menghadapi tempat-tempat umum seperti pasar, rumah sakit dan kampus-kampus yang selalu ditemui ikhtilath? Yang jelas dalam batin, kita tidak ridha dan tidak menyetujuinya. Berusaha untuk meminimalkan pertemuan atau interaksi antara laki-laki dan perempuan seperti memisah tempat antara dua jenis kelamin tersebut dan membuat pintu untuk masing-masing. Bertakwa pada Allah semampu kita dengan rajin menundukkan pandangan dan menyemangati jiwa untuk meninggalkan yang haram. Kalau terpaksa berada di tempat yang ikhtilath, hanya dalam keadaan penting saja. Kalau hajat sudah selesai, maka langsung segera pulang. Semoga Allah memberi taufik pada kita untuk menjauhi setiap larangan Allah. — @ DS, Panggang, Gunungkidul, 25 Safar 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsikhtilath zina


Asalnya, campur baur antara laki-laki dan perempuan (ikhtilath) itu dilarang. Bisa kita kaji lebih dahulu tentang larangan ini dari ayat Al-Qur’an. Lihatlah bagaimana adab ketika para sahabat Nabi ingin menemui istri Nabi (ummahatul mukminin). Disebutkan dalam ayat, وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ “Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS. Al-Ahzab: 53) Lihatlah sampai ada keperluan pun tetap diperintahkan berbicara di balik tabir. Tujuannya tentu biar tidak banyak interaksi langsung antara laki-laki dan perempuan. Karena jelas sangat besar godaannya jika itu terjadi apalagi sampai berdua-duaan. Lihatlah sampai Allah sebut, itu lebih menyelamatkan hati keduanya. Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan tentang ayat tersebut, وكما نهيتكم عن الدخول عليهن كذلك لا تنظروا إليهن بالكلية ولو كان لأحدكم حاجة يريد تناولها منهن فلا ينظر إليهن ولا يسألهن حاجة إلا من وراء حجاب . “Sebagaimana dilarang bagi kalian masuk menemui istri nabi, begitu pula dilarang sekali melihat mereka. Walaupun ketika itu ada hajat penting untuk menemui mereka, tetap tidak boleh memandang mereka. Kalau ingin meminta sesuatu tetap diperintahkan dari belakang tabir.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6: 223) Lihatlah pula beberapa tujuan dari cara shalat misalnya akan terlihat bahwa ajaran Islam tidak menginginkan campur baur laki-laki dan perempuan. Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا سَلَّمَ قَامَ النِّسَاءُ حِينَ يَقْضِى تَسْلِيمَهُ ، وَيَمْكُثُ هُوَ فِى مَقَامِهِ يَسِيرًا قَبْلَ أَنْ يَقُومَ . قَالَ نَرَى – وَاللَّهُ أَعْلَمُ – أَنَّ ذَلِكَ كَانَ لِكَىْ يَنْصَرِفَ النِّسَاءُ قَبْلَ أَنْ يُدْرِكَهُنَّ أَحَدٌ مِنَ الرِّجَالِ “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika salam dari shalat, para jama’ah wanita kala itu berdiri. Beliau tetap duduk di tempat beliau barang sebentar sebelum beranjak. Kami melihat –wallahu a’lam– hal itu dilakukan supaya wanita bubar lebih dahulu sebelum berpapasan dengan para pria.” (HR. Bukhari, no. 870). Lihat syariat ini ingin mencegah pertemuan antara pria dan wanita. Karena memang campur itu tidak boleh kecuali jika sulit dihindari. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا “Sebaik-baik shaf laki-laki (dalam shalat berjamaah, pen.) adalah yang paling depan dan yang paling jelek adalah shaf yang paling belakang. Sebaliknya, shaf perempuan yang paling baik adalah yang paling belakang dan yang paling jelek adalah yang paling depan.” (HR. Muslim, no. 440). Kalau dikatakan bahwa yang paling baik bagi laki-laki adalah yang paling depan sedangkan perempuan adalah yang paling belakang, menunjukkan bahwa memang antara laki-laki dan perempuan tidak boleh bercampur. Semakin dekat antara keduanya akan menimbulkan godaan yang semakin besar. Disebutkan pula bahwa dahulu dibuat pintu khusus bagi wanita agar tidak berpapasan dengan pria. Tujuannya jelas agar tidak ikhtilath. Haditsnya sebagai berikut, وعَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ تَرَكْنَا هَذَا الْبَابَ لِلنِّسَاءِ قَالَ نَافِعٌ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ ابْنُ عُمَرَ حَتَّى مَاتَ” رواه أبو داود رقم (484) في كتاب الصلاة باب التشديد في ذلك . Dari Ibnu ‘Umar ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Andai saja kita membiarkan pintu khusus untuk wanita.” Nafi’ ketika itu lantas berkata, فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ ابْنُ عُمَرَ حَتَّى مَاتَ “Ibnu ‘Umar tidak pernah masuk pintu tersebut hingga ia meninggal dunia.” (HR. Abu Daud, no. 462. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih) Dalil lainnya bisa dilihat pula dalam bahasan: Shalat Berdua dengan yang Bukan Mahram Ikhtilath di Tempat Umum   Bagaimana menghadapi tempat-tempat umum seperti pasar, rumah sakit dan kampus-kampus yang selalu ditemui ikhtilath? Yang jelas dalam batin, kita tidak ridha dan tidak menyetujuinya. Berusaha untuk meminimalkan pertemuan atau interaksi antara laki-laki dan perempuan seperti memisah tempat antara dua jenis kelamin tersebut dan membuat pintu untuk masing-masing. Bertakwa pada Allah semampu kita dengan rajin menundukkan pandangan dan menyemangati jiwa untuk meninggalkan yang haram. Kalau terpaksa berada di tempat yang ikhtilath, hanya dalam keadaan penting saja. Kalau hajat sudah selesai, maka langsung segera pulang. Semoga Allah memberi taufik pada kita untuk menjauhi setiap larangan Allah. — @ DS, Panggang, Gunungkidul, 25 Safar 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsikhtilath zina

Promo 3 Buku (Traveling, Natal, Amal Jariyah) – Terbaru dari Ustadz M Abduh Tuasikal

Tiga buku berikut baru saja diterbitkan oleh Pustaka Muslim karya Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal tentang Traveling (Safar), Natal, Amal Jariyah. Sekarang Toko Online Ruwaifi.Com (Owner Muhammad Abduh Tuasikal) menawarkan dengan harga promo, hanya 50 ribu FREE ONGKIR untuk Pulau Jawa. Hanya berlaku Jumat dan Sabtu, 25 dan 26 November 2016 sampai dengan pukul 23.59 WIB Buku yang mendapatkan promo:   1. Traveling Bernilai Ibadah Buku Saku Tebal 74 halaman Harga Rp. 10.000,-   2. Natal, Hari Raya Siapa? Meluruskan dan Menguatkan Kembali Kecintaan Seorang Muslim Terhada Agamanya Buku Saku Tebal 132 Halaman Harga Rp. 12.000,-   3. Amal Jariyah, Amal yang Langgeng Tebal : 124 Halaman Ukuran: 12 x 17,5 cm Harga Rp. 20.000,-   FORMAT PEMESANAN: Promo 3 buku November # Nama # Alamat Kirim ke : 085200171222 (WA/SMS) Silakan pesan karena stok terbatas. Dapatkan juga buku-buku lainnya karya Ustadz M. Abduh Tuasikal lainnya lewat Toko Online RuwaifiCom (kontak di atas), moga dapat diskon. — Info Ruwaifi.Com | Rumaysho.Com Tagsbuku promo

Promo 3 Buku (Traveling, Natal, Amal Jariyah) – Terbaru dari Ustadz M Abduh Tuasikal

Tiga buku berikut baru saja diterbitkan oleh Pustaka Muslim karya Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal tentang Traveling (Safar), Natal, Amal Jariyah. Sekarang Toko Online Ruwaifi.Com (Owner Muhammad Abduh Tuasikal) menawarkan dengan harga promo, hanya 50 ribu FREE ONGKIR untuk Pulau Jawa. Hanya berlaku Jumat dan Sabtu, 25 dan 26 November 2016 sampai dengan pukul 23.59 WIB Buku yang mendapatkan promo:   1. Traveling Bernilai Ibadah Buku Saku Tebal 74 halaman Harga Rp. 10.000,-   2. Natal, Hari Raya Siapa? Meluruskan dan Menguatkan Kembali Kecintaan Seorang Muslim Terhada Agamanya Buku Saku Tebal 132 Halaman Harga Rp. 12.000,-   3. Amal Jariyah, Amal yang Langgeng Tebal : 124 Halaman Ukuran: 12 x 17,5 cm Harga Rp. 20.000,-   FORMAT PEMESANAN: Promo 3 buku November # Nama # Alamat Kirim ke : 085200171222 (WA/SMS) Silakan pesan karena stok terbatas. Dapatkan juga buku-buku lainnya karya Ustadz M. Abduh Tuasikal lainnya lewat Toko Online RuwaifiCom (kontak di atas), moga dapat diskon. — Info Ruwaifi.Com | Rumaysho.Com Tagsbuku promo
Tiga buku berikut baru saja diterbitkan oleh Pustaka Muslim karya Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal tentang Traveling (Safar), Natal, Amal Jariyah. Sekarang Toko Online Ruwaifi.Com (Owner Muhammad Abduh Tuasikal) menawarkan dengan harga promo, hanya 50 ribu FREE ONGKIR untuk Pulau Jawa. Hanya berlaku Jumat dan Sabtu, 25 dan 26 November 2016 sampai dengan pukul 23.59 WIB Buku yang mendapatkan promo:   1. Traveling Bernilai Ibadah Buku Saku Tebal 74 halaman Harga Rp. 10.000,-   2. Natal, Hari Raya Siapa? Meluruskan dan Menguatkan Kembali Kecintaan Seorang Muslim Terhada Agamanya Buku Saku Tebal 132 Halaman Harga Rp. 12.000,-   3. Amal Jariyah, Amal yang Langgeng Tebal : 124 Halaman Ukuran: 12 x 17,5 cm Harga Rp. 20.000,-   FORMAT PEMESANAN: Promo 3 buku November # Nama # Alamat Kirim ke : 085200171222 (WA/SMS) Silakan pesan karena stok terbatas. Dapatkan juga buku-buku lainnya karya Ustadz M. Abduh Tuasikal lainnya lewat Toko Online RuwaifiCom (kontak di atas), moga dapat diskon. — Info Ruwaifi.Com | Rumaysho.Com Tagsbuku promo


Tiga buku berikut baru saja diterbitkan oleh Pustaka Muslim karya Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal tentang Traveling (Safar), Natal, Amal Jariyah. Sekarang Toko Online Ruwaifi.Com (Owner Muhammad Abduh Tuasikal) menawarkan dengan harga promo, hanya 50 ribu FREE ONGKIR untuk Pulau Jawa. Hanya berlaku Jumat dan Sabtu, 25 dan 26 November 2016 sampai dengan pukul 23.59 WIB Buku yang mendapatkan promo:   1. Traveling Bernilai Ibadah Buku Saku Tebal 74 halaman Harga Rp. 10.000,-   2. Natal, Hari Raya Siapa? Meluruskan dan Menguatkan Kembali Kecintaan Seorang Muslim Terhada Agamanya Buku Saku Tebal 132 Halaman Harga Rp. 12.000,-   3. Amal Jariyah, Amal yang Langgeng Tebal : 124 Halaman Ukuran: 12 x 17,5 cm Harga Rp. 20.000,-   FORMAT PEMESANAN: Promo 3 buku November # Nama # Alamat Kirim ke : 085200171222 (WA/SMS) Silakan pesan karena stok terbatas. Dapatkan juga buku-buku lainnya karya Ustadz M. Abduh Tuasikal lainnya lewat Toko Online RuwaifiCom (kontak di atas), moga dapat diskon. — Info Ruwaifi.Com | Rumaysho.Com Tagsbuku promo

Video Mengharukan, Bisa Dibantu dengan Donasi 40.000

  Iya 40.000 rupiah dari Anda bisa membantu dakwah @ Darush Sholihin Panggang Gunungkidul. Kami yakin di antara Anda sudah melihat video warga desa yang ikut pengajian Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal pada Malam Kamis kemarin sambil hujan-hujanan. Saat ini video tersebut sudah mencapai 3100 viewer. TONTON kalau belum: https://youtu.be/y0fncbasUOw Itu adalah suasana pengajian rutin Malam Kamis 24 Safar 1438 H, 23 November 2016, bahas kitab Riyadhus Sholihin tentang Keutamaan Berjalan Ke Masjid. Warga datang berduyun-duyun dari berbagai kecamatan di Gunungkidul. Bahkan ada yang menempuh perjalanan hampir 1 jam. Ketika sampai di Padukuhan Warak, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, ternyata hujan makin deras. Biasanya pengajian di lapangan terbuka TANPA ATAP. Namun kali ini terpaksa dipindah ke masjid yang hanya memuat 800 orang dari 2000-an orang yang datang. Kajian terus berlangsung, sebagian akhirnya berada di luar karena masjid tidak muat, sambil berteduh di emperan masjid dan rumah tetangga. Sampai pulang hujan makin deras, mereka terlihat tetap semangat. Sayangnya memang lapangan untuk kajian itulah yang jadi kendala karena TANPA ATAP.   SOLUSI Akan dibangun atap untuk lapangan parkir DS tersebut.   RINCIAN ANGGARAN Rangka Baja Dengan Volume 665 Meter = 246.050.000 Atap Alderon 188 lembar @ 1 jt = 188.000.000 Total Biaya = 434.050.000 Kalau Ada sepuluh ribu orang yang menyumbang 40.000 rupiah, Insya-Allah bisa menutupi kebutuhan tersebut.   INGIN DUKUNG PEMBANGUNAN ATAP TEMPAT KAJIAN? Silakan transfer ke rekening: BCA 895009 2905 atas nama Muhammad Abduh Tuasikal BSM 7068478612 atas nama Yayasan Darush Sholihin Gunungkidul BRI 697501000452509 atas nama Yayasan Darush Sholihin Konfirmasi via SMS/WA ke 082313950500 dengan format: Dana Sosial Atap # Nama Donatur # Alamat # Bank Tujuan Transfer # Tgl Transfer # Besar Donasi. INI AMAL JARIYAH LUAR BIASA   INFO DONASI : 0811267791 (WA/SMS/Telp)   Yang selalu mengharap pertolongan Allah: Muhammad Abduh Tuasikal [Pimpinan Pesantren Darush Sholihin • Pengasuh Web Dakwah RumayshoCom] — Info Rumaysho.Com Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsdonasi pesantren

Video Mengharukan, Bisa Dibantu dengan Donasi 40.000

  Iya 40.000 rupiah dari Anda bisa membantu dakwah @ Darush Sholihin Panggang Gunungkidul. Kami yakin di antara Anda sudah melihat video warga desa yang ikut pengajian Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal pada Malam Kamis kemarin sambil hujan-hujanan. Saat ini video tersebut sudah mencapai 3100 viewer. TONTON kalau belum: https://youtu.be/y0fncbasUOw Itu adalah suasana pengajian rutin Malam Kamis 24 Safar 1438 H, 23 November 2016, bahas kitab Riyadhus Sholihin tentang Keutamaan Berjalan Ke Masjid. Warga datang berduyun-duyun dari berbagai kecamatan di Gunungkidul. Bahkan ada yang menempuh perjalanan hampir 1 jam. Ketika sampai di Padukuhan Warak, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, ternyata hujan makin deras. Biasanya pengajian di lapangan terbuka TANPA ATAP. Namun kali ini terpaksa dipindah ke masjid yang hanya memuat 800 orang dari 2000-an orang yang datang. Kajian terus berlangsung, sebagian akhirnya berada di luar karena masjid tidak muat, sambil berteduh di emperan masjid dan rumah tetangga. Sampai pulang hujan makin deras, mereka terlihat tetap semangat. Sayangnya memang lapangan untuk kajian itulah yang jadi kendala karena TANPA ATAP.   SOLUSI Akan dibangun atap untuk lapangan parkir DS tersebut.   RINCIAN ANGGARAN Rangka Baja Dengan Volume 665 Meter = 246.050.000 Atap Alderon 188 lembar @ 1 jt = 188.000.000 Total Biaya = 434.050.000 Kalau Ada sepuluh ribu orang yang menyumbang 40.000 rupiah, Insya-Allah bisa menutupi kebutuhan tersebut.   INGIN DUKUNG PEMBANGUNAN ATAP TEMPAT KAJIAN? Silakan transfer ke rekening: BCA 895009 2905 atas nama Muhammad Abduh Tuasikal BSM 7068478612 atas nama Yayasan Darush Sholihin Gunungkidul BRI 697501000452509 atas nama Yayasan Darush Sholihin Konfirmasi via SMS/WA ke 082313950500 dengan format: Dana Sosial Atap # Nama Donatur # Alamat # Bank Tujuan Transfer # Tgl Transfer # Besar Donasi. INI AMAL JARIYAH LUAR BIASA   INFO DONASI : 0811267791 (WA/SMS/Telp)   Yang selalu mengharap pertolongan Allah: Muhammad Abduh Tuasikal [Pimpinan Pesantren Darush Sholihin • Pengasuh Web Dakwah RumayshoCom] — Info Rumaysho.Com Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsdonasi pesantren
  Iya 40.000 rupiah dari Anda bisa membantu dakwah @ Darush Sholihin Panggang Gunungkidul. Kami yakin di antara Anda sudah melihat video warga desa yang ikut pengajian Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal pada Malam Kamis kemarin sambil hujan-hujanan. Saat ini video tersebut sudah mencapai 3100 viewer. TONTON kalau belum: https://youtu.be/y0fncbasUOw Itu adalah suasana pengajian rutin Malam Kamis 24 Safar 1438 H, 23 November 2016, bahas kitab Riyadhus Sholihin tentang Keutamaan Berjalan Ke Masjid. Warga datang berduyun-duyun dari berbagai kecamatan di Gunungkidul. Bahkan ada yang menempuh perjalanan hampir 1 jam. Ketika sampai di Padukuhan Warak, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, ternyata hujan makin deras. Biasanya pengajian di lapangan terbuka TANPA ATAP. Namun kali ini terpaksa dipindah ke masjid yang hanya memuat 800 orang dari 2000-an orang yang datang. Kajian terus berlangsung, sebagian akhirnya berada di luar karena masjid tidak muat, sambil berteduh di emperan masjid dan rumah tetangga. Sampai pulang hujan makin deras, mereka terlihat tetap semangat. Sayangnya memang lapangan untuk kajian itulah yang jadi kendala karena TANPA ATAP.   SOLUSI Akan dibangun atap untuk lapangan parkir DS tersebut.   RINCIAN ANGGARAN Rangka Baja Dengan Volume 665 Meter = 246.050.000 Atap Alderon 188 lembar @ 1 jt = 188.000.000 Total Biaya = 434.050.000 Kalau Ada sepuluh ribu orang yang menyumbang 40.000 rupiah, Insya-Allah bisa menutupi kebutuhan tersebut.   INGIN DUKUNG PEMBANGUNAN ATAP TEMPAT KAJIAN? Silakan transfer ke rekening: BCA 895009 2905 atas nama Muhammad Abduh Tuasikal BSM 7068478612 atas nama Yayasan Darush Sholihin Gunungkidul BRI 697501000452509 atas nama Yayasan Darush Sholihin Konfirmasi via SMS/WA ke 082313950500 dengan format: Dana Sosial Atap # Nama Donatur # Alamat # Bank Tujuan Transfer # Tgl Transfer # Besar Donasi. INI AMAL JARIYAH LUAR BIASA   INFO DONASI : 0811267791 (WA/SMS/Telp)   Yang selalu mengharap pertolongan Allah: Muhammad Abduh Tuasikal [Pimpinan Pesantren Darush Sholihin • Pengasuh Web Dakwah RumayshoCom] — Info Rumaysho.Com Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsdonasi pesantren


  Iya 40.000 rupiah dari Anda bisa membantu dakwah @ Darush Sholihin Panggang Gunungkidul. Kami yakin di antara Anda sudah melihat video warga desa yang ikut pengajian Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal pada Malam Kamis kemarin sambil hujan-hujanan. Saat ini video tersebut sudah mencapai 3100 viewer. TONTON kalau belum: https://youtu.be/y0fncbasUOw Itu adalah suasana pengajian rutin Malam Kamis 24 Safar 1438 H, 23 November 2016, bahas kitab Riyadhus Sholihin tentang Keutamaan Berjalan Ke Masjid. Warga datang berduyun-duyun dari berbagai kecamatan di Gunungkidul. Bahkan ada yang menempuh perjalanan hampir 1 jam. Ketika sampai di Padukuhan Warak, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, ternyata hujan makin deras. Biasanya pengajian di lapangan terbuka TANPA ATAP. Namun kali ini terpaksa dipindah ke masjid yang hanya memuat 800 orang dari 2000-an orang yang datang. Kajian terus berlangsung, sebagian akhirnya berada di luar karena masjid tidak muat, sambil berteduh di emperan masjid dan rumah tetangga. Sampai pulang hujan makin deras, mereka terlihat tetap semangat. Sayangnya memang lapangan untuk kajian itulah yang jadi kendala karena TANPA ATAP.   SOLUSI Akan dibangun atap untuk lapangan parkir DS tersebut.   RINCIAN ANGGARAN Rangka Baja Dengan Volume 665 Meter = 246.050.000 Atap Alderon 188 lembar @ 1 jt = 188.000.000 Total Biaya = 434.050.000 Kalau Ada sepuluh ribu orang yang menyumbang 40.000 rupiah, Insya-Allah bisa menutupi kebutuhan tersebut.   INGIN DUKUNG PEMBANGUNAN ATAP TEMPAT KAJIAN? Silakan transfer ke rekening: BCA 895009 2905 atas nama Muhammad Abduh Tuasikal BSM 7068478612 atas nama Yayasan Darush Sholihin Gunungkidul BRI 697501000452509 atas nama Yayasan Darush Sholihin Konfirmasi via SMS/WA ke 082313950500 dengan format: Dana Sosial Atap # Nama Donatur # Alamat # Bank Tujuan Transfer # Tgl Transfer # Besar Donasi. INI AMAL JARIYAH LUAR BIASA   INFO DONASI : 0811267791 (WA/SMS/Telp)   Yang selalu mengharap pertolongan Allah: Muhammad Abduh Tuasikal [Pimpinan Pesantren Darush Sholihin • Pengasuh Web Dakwah RumayshoCom] — Info Rumaysho.Com Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsdonasi pesantren

Khutbah Jumat: Bagi yang Malas Shalat Shubuh

Ini nasihat berharga bagi yang malas bangun Shubuh dan shalat Shubuh.   Khutbah Pertama   إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ اللّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعَنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْماً، وَأَرَنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرَنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah …   Segala puji kita panjatkan pada Allah atas berbagai macam nikmat yang telah Allah anugerahkan pada kita sekalian. Allah masih memberikan kita nikmat sehat, umur panjang. Juga lebih dari itu, kita masih diberikan nikmat iman dan Islam. Apa pun nikmat yang Allah berikan patut kita syukuri walau itu sedikit. مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ “Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia sulit untuk mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad, 4: 278. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 667) Semoga kita menjadi hamba Allah yang bersyukur dan dapat memanfaatkan nikmat yang ada dalam ketaatan dan ketakwaan pada Allah. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan suri tauladan kita, Nabi besar kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga kepada para sahabat, para tabi’in, serta para ulama yang telah memberikan contoh yang baik pada kita. Adapun di hari Jumat ini, kita diperintahkan banyak shalawat pada Nabi. Dalam hadits disebutkan, أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Al-Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Hadits ini hasan ligoirihi –yaitu hasan dilihat dari jalur lainnya-) Para jama’ah yang semoga senantiasa di rahmati oleh Allah Ta’ala. Kita tahu bahwa shalat yang paling berat dilakukan oleh kita adalah shalat Shubuh. Karena ketika itu keadaan kita masih berat untuk bangun dan sulit untuk beraktivitas. Oleh karenanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan motivasi yang besar untuk menjaga shalat Shubuh tersebut.   Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ “Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari, no. 574; Muslim, no. 635)     Dari Jundab bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فَهُوَ فِى ذِمَّةِ اللَّهِ فَلاَ يَطْلُبَنَّكُمُ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَىْءٍ فَيُدْرِكَهُ فَيَكُبَّهُ فِى نَارِ جَهَنَّمَ “Barangsiapa yang shalat subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu, janganlah menyakiti orang yang shalat Shubuh tanpa jalan yang benar.  Jika tidak, Allah akan menyiksanya dengan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim, no. 657)   Namun hati-hati kalau tidak menjaga shalat Shubuh dapat tergolong dalam orang-orang munafik.   Dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, لَيْسَ صَلاَةٌ أثْقَلَ عَلَى المُنَافِقِينَ مِنْ صَلاَةِ الفَجْرِ وَالعِشَاءِ ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْواً “Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat ‘Isya’. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.” (HR. Bukhari no. 657) Ibnu Hajar mengatakan bahwa semua shalat itu berat bagi orang munafik sebagaimana disebutkan dalam firman Allah, وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَى “Dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas” (QS. At Taubah: 54). Akan tetapi, shalat ‘Isya dan shalat Shubuh lebih berat bagi orang munafik karena rasa malas yang menyebabkan enggan melakukannya. Karena shalat ‘Isya adalah waktu di mana orang-orang bersitirahat, sedangkan waktu Shubuh adalah waktu nikmatnya tidur. (Fathul Bari, 2: 141). Bagaimana kalau kita sudah rutin menjaga shalat Shubuh, namun telat melakukannya? Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِذَا رَقَدَ أَحَدُكُمْ عَنِ الصَّلاَةِ أَوْ غَفَلَ عَنْهَا فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا فَإِنَّ اللَّهَ يَقُولُ أَقِمِ الصَّلاَةَ لِذِكْرِى “Jika salah seorang di antara kalian tertidur atau lalai dari shalat, maka hendaklah ia shalat ketika ia ingat. Karena Allah berfirman (yang artinya), “Kerjakanlah shalat ketika ingat.” (HR. Bukhari, no. 597; Muslim, no. 684). Misalnya kita sudah punya kebiasaan bangun Shubuh, namun karena ketika itu ketiduran akhirnya bangunnya baru jam 6 pagi. Padahal ketika itu matahari sudah terbit. Maka berarti kita shalat ketika kita ingat atau ketika bangun saat itu meskipun matahari sudah meninggi.   Para jama’ah rahimani wa rahimakumullah … Jama’ah shalat Jum’at yang semoga senantiasa dirahmati oleh Allah. Demikian khutbah pertama ini. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ   Khutbah Kedua الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ   Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah … Kalau kita sudah mengetahui keutamaan shalat Shubuh dan bahaya meninggalkannya, bagaimana kiat agar mudah bangun shubuh? 1- Tanam ketakwaan pada diri dan rasa takut pada Allah. 2- Tidur di awal malam dan tinggalkan begadang dalam hal yang tidak ada manfaat. Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata, أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari, no. 568) 3- Membiasakan tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari. 4- Menjaga adab Islami sebelum tidur seperti: a- Tidurlah dalam keadaan berwudhu. b- Tidur berbaring pada sisi kanan. c- Meniup kedua telapak tangan sambil membaca surat Al Ikhlash (qul huwallahu ahad), surat Al Falaq (qul a’udzu bi robbil falaq), dan surat An Naas (qul a’udzu bi robbinnaas), masing-masing sekali. Setelah itu mengusap kedua tangan tersebut ke wajah dan bagian tubuh yang dapat dijangkau. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali. d- Membaca ayat kursi sebelum tidur. d- Membaca ayat kursi. e- Membaca do’a sebelum tidur “Bismika allahumma amuutu wa ahyaa”. 7- Meminta tolong pada Allah agar diberi kemudahan untuk bangun Shubuh.   Semoga Allah menjadikan kita menjadi orang-orang yang gemar menjaga shalat Shubuh, sebagai jalan menuju surga. Di akhir khutbah ini … Jangan lupa untuk memperbanyak shalawat di hari Jumat.   Kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim, no. 408)   إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ Marilah kita memanjatkan doa pada Allah, moga setiap doa kita diperkenankan di hari Jum’at yang penuh berkah ini. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلاَمِ وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَبَارِكْ لَنَا فِى أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُلُوبِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعْمَتِكَ مُثْنِينَ بِهَا قَابِلِيهَا وَأَتِمَّهَا عَلَيْنَا رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ     — Naskah Khutbah Jum’at di Masjid Jami’ Al-Adha, Panggang, Gunungkidul – Jum’at Wage, 25 Safar 1438 H (25 November 2016) Silakan download file PDF Khutbah Jumat : Bagi yang Malas Shalat Shubuh — @ DS, Panggang, Gunungkidul, 25 Safar 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsmeninggalkan shalat shalat shubuh

Khutbah Jumat: Bagi yang Malas Shalat Shubuh

Ini nasihat berharga bagi yang malas bangun Shubuh dan shalat Shubuh.   Khutbah Pertama   إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ اللّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعَنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْماً، وَأَرَنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرَنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah …   Segala puji kita panjatkan pada Allah atas berbagai macam nikmat yang telah Allah anugerahkan pada kita sekalian. Allah masih memberikan kita nikmat sehat, umur panjang. Juga lebih dari itu, kita masih diberikan nikmat iman dan Islam. Apa pun nikmat yang Allah berikan patut kita syukuri walau itu sedikit. مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ “Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia sulit untuk mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad, 4: 278. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 667) Semoga kita menjadi hamba Allah yang bersyukur dan dapat memanfaatkan nikmat yang ada dalam ketaatan dan ketakwaan pada Allah. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan suri tauladan kita, Nabi besar kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga kepada para sahabat, para tabi’in, serta para ulama yang telah memberikan contoh yang baik pada kita. Adapun di hari Jumat ini, kita diperintahkan banyak shalawat pada Nabi. Dalam hadits disebutkan, أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Al-Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Hadits ini hasan ligoirihi –yaitu hasan dilihat dari jalur lainnya-) Para jama’ah yang semoga senantiasa di rahmati oleh Allah Ta’ala. Kita tahu bahwa shalat yang paling berat dilakukan oleh kita adalah shalat Shubuh. Karena ketika itu keadaan kita masih berat untuk bangun dan sulit untuk beraktivitas. Oleh karenanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan motivasi yang besar untuk menjaga shalat Shubuh tersebut.   Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ “Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari, no. 574; Muslim, no. 635)     Dari Jundab bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فَهُوَ فِى ذِمَّةِ اللَّهِ فَلاَ يَطْلُبَنَّكُمُ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَىْءٍ فَيُدْرِكَهُ فَيَكُبَّهُ فِى نَارِ جَهَنَّمَ “Barangsiapa yang shalat subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu, janganlah menyakiti orang yang shalat Shubuh tanpa jalan yang benar.  Jika tidak, Allah akan menyiksanya dengan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim, no. 657)   Namun hati-hati kalau tidak menjaga shalat Shubuh dapat tergolong dalam orang-orang munafik.   Dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, لَيْسَ صَلاَةٌ أثْقَلَ عَلَى المُنَافِقِينَ مِنْ صَلاَةِ الفَجْرِ وَالعِشَاءِ ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْواً “Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat ‘Isya’. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.” (HR. Bukhari no. 657) Ibnu Hajar mengatakan bahwa semua shalat itu berat bagi orang munafik sebagaimana disebutkan dalam firman Allah, وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَى “Dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas” (QS. At Taubah: 54). Akan tetapi, shalat ‘Isya dan shalat Shubuh lebih berat bagi orang munafik karena rasa malas yang menyebabkan enggan melakukannya. Karena shalat ‘Isya adalah waktu di mana orang-orang bersitirahat, sedangkan waktu Shubuh adalah waktu nikmatnya tidur. (Fathul Bari, 2: 141). Bagaimana kalau kita sudah rutin menjaga shalat Shubuh, namun telat melakukannya? Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِذَا رَقَدَ أَحَدُكُمْ عَنِ الصَّلاَةِ أَوْ غَفَلَ عَنْهَا فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا فَإِنَّ اللَّهَ يَقُولُ أَقِمِ الصَّلاَةَ لِذِكْرِى “Jika salah seorang di antara kalian tertidur atau lalai dari shalat, maka hendaklah ia shalat ketika ia ingat. Karena Allah berfirman (yang artinya), “Kerjakanlah shalat ketika ingat.” (HR. Bukhari, no. 597; Muslim, no. 684). Misalnya kita sudah punya kebiasaan bangun Shubuh, namun karena ketika itu ketiduran akhirnya bangunnya baru jam 6 pagi. Padahal ketika itu matahari sudah terbit. Maka berarti kita shalat ketika kita ingat atau ketika bangun saat itu meskipun matahari sudah meninggi.   Para jama’ah rahimani wa rahimakumullah … Jama’ah shalat Jum’at yang semoga senantiasa dirahmati oleh Allah. Demikian khutbah pertama ini. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ   Khutbah Kedua الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ   Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah … Kalau kita sudah mengetahui keutamaan shalat Shubuh dan bahaya meninggalkannya, bagaimana kiat agar mudah bangun shubuh? 1- Tanam ketakwaan pada diri dan rasa takut pada Allah. 2- Tidur di awal malam dan tinggalkan begadang dalam hal yang tidak ada manfaat. Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata, أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari, no. 568) 3- Membiasakan tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari. 4- Menjaga adab Islami sebelum tidur seperti: a- Tidurlah dalam keadaan berwudhu. b- Tidur berbaring pada sisi kanan. c- Meniup kedua telapak tangan sambil membaca surat Al Ikhlash (qul huwallahu ahad), surat Al Falaq (qul a’udzu bi robbil falaq), dan surat An Naas (qul a’udzu bi robbinnaas), masing-masing sekali. Setelah itu mengusap kedua tangan tersebut ke wajah dan bagian tubuh yang dapat dijangkau. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali. d- Membaca ayat kursi sebelum tidur. d- Membaca ayat kursi. e- Membaca do’a sebelum tidur “Bismika allahumma amuutu wa ahyaa”. 7- Meminta tolong pada Allah agar diberi kemudahan untuk bangun Shubuh.   Semoga Allah menjadikan kita menjadi orang-orang yang gemar menjaga shalat Shubuh, sebagai jalan menuju surga. Di akhir khutbah ini … Jangan lupa untuk memperbanyak shalawat di hari Jumat.   Kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim, no. 408)   إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ Marilah kita memanjatkan doa pada Allah, moga setiap doa kita diperkenankan di hari Jum’at yang penuh berkah ini. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلاَمِ وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَبَارِكْ لَنَا فِى أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُلُوبِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعْمَتِكَ مُثْنِينَ بِهَا قَابِلِيهَا وَأَتِمَّهَا عَلَيْنَا رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ     — Naskah Khutbah Jum’at di Masjid Jami’ Al-Adha, Panggang, Gunungkidul – Jum’at Wage, 25 Safar 1438 H (25 November 2016) Silakan download file PDF Khutbah Jumat : Bagi yang Malas Shalat Shubuh — @ DS, Panggang, Gunungkidul, 25 Safar 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsmeninggalkan shalat shalat shubuh
Ini nasihat berharga bagi yang malas bangun Shubuh dan shalat Shubuh.   Khutbah Pertama   إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ اللّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعَنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْماً، وَأَرَنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرَنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah …   Segala puji kita panjatkan pada Allah atas berbagai macam nikmat yang telah Allah anugerahkan pada kita sekalian. Allah masih memberikan kita nikmat sehat, umur panjang. Juga lebih dari itu, kita masih diberikan nikmat iman dan Islam. Apa pun nikmat yang Allah berikan patut kita syukuri walau itu sedikit. مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ “Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia sulit untuk mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad, 4: 278. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 667) Semoga kita menjadi hamba Allah yang bersyukur dan dapat memanfaatkan nikmat yang ada dalam ketaatan dan ketakwaan pada Allah. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan suri tauladan kita, Nabi besar kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga kepada para sahabat, para tabi’in, serta para ulama yang telah memberikan contoh yang baik pada kita. Adapun di hari Jumat ini, kita diperintahkan banyak shalawat pada Nabi. Dalam hadits disebutkan, أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Al-Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Hadits ini hasan ligoirihi –yaitu hasan dilihat dari jalur lainnya-) Para jama’ah yang semoga senantiasa di rahmati oleh Allah Ta’ala. Kita tahu bahwa shalat yang paling berat dilakukan oleh kita adalah shalat Shubuh. Karena ketika itu keadaan kita masih berat untuk bangun dan sulit untuk beraktivitas. Oleh karenanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan motivasi yang besar untuk menjaga shalat Shubuh tersebut.   Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ “Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari, no. 574; Muslim, no. 635)     Dari Jundab bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فَهُوَ فِى ذِمَّةِ اللَّهِ فَلاَ يَطْلُبَنَّكُمُ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَىْءٍ فَيُدْرِكَهُ فَيَكُبَّهُ فِى نَارِ جَهَنَّمَ “Barangsiapa yang shalat subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu, janganlah menyakiti orang yang shalat Shubuh tanpa jalan yang benar.  Jika tidak, Allah akan menyiksanya dengan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim, no. 657)   Namun hati-hati kalau tidak menjaga shalat Shubuh dapat tergolong dalam orang-orang munafik.   Dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, لَيْسَ صَلاَةٌ أثْقَلَ عَلَى المُنَافِقِينَ مِنْ صَلاَةِ الفَجْرِ وَالعِشَاءِ ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْواً “Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat ‘Isya’. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.” (HR. Bukhari no. 657) Ibnu Hajar mengatakan bahwa semua shalat itu berat bagi orang munafik sebagaimana disebutkan dalam firman Allah, وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَى “Dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas” (QS. At Taubah: 54). Akan tetapi, shalat ‘Isya dan shalat Shubuh lebih berat bagi orang munafik karena rasa malas yang menyebabkan enggan melakukannya. Karena shalat ‘Isya adalah waktu di mana orang-orang bersitirahat, sedangkan waktu Shubuh adalah waktu nikmatnya tidur. (Fathul Bari, 2: 141). Bagaimana kalau kita sudah rutin menjaga shalat Shubuh, namun telat melakukannya? Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِذَا رَقَدَ أَحَدُكُمْ عَنِ الصَّلاَةِ أَوْ غَفَلَ عَنْهَا فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا فَإِنَّ اللَّهَ يَقُولُ أَقِمِ الصَّلاَةَ لِذِكْرِى “Jika salah seorang di antara kalian tertidur atau lalai dari shalat, maka hendaklah ia shalat ketika ia ingat. Karena Allah berfirman (yang artinya), “Kerjakanlah shalat ketika ingat.” (HR. Bukhari, no. 597; Muslim, no. 684). Misalnya kita sudah punya kebiasaan bangun Shubuh, namun karena ketika itu ketiduran akhirnya bangunnya baru jam 6 pagi. Padahal ketika itu matahari sudah terbit. Maka berarti kita shalat ketika kita ingat atau ketika bangun saat itu meskipun matahari sudah meninggi.   Para jama’ah rahimani wa rahimakumullah … Jama’ah shalat Jum’at yang semoga senantiasa dirahmati oleh Allah. Demikian khutbah pertama ini. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ   Khutbah Kedua الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ   Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah … Kalau kita sudah mengetahui keutamaan shalat Shubuh dan bahaya meninggalkannya, bagaimana kiat agar mudah bangun shubuh? 1- Tanam ketakwaan pada diri dan rasa takut pada Allah. 2- Tidur di awal malam dan tinggalkan begadang dalam hal yang tidak ada manfaat. Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata, أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari, no. 568) 3- Membiasakan tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari. 4- Menjaga adab Islami sebelum tidur seperti: a- Tidurlah dalam keadaan berwudhu. b- Tidur berbaring pada sisi kanan. c- Meniup kedua telapak tangan sambil membaca surat Al Ikhlash (qul huwallahu ahad), surat Al Falaq (qul a’udzu bi robbil falaq), dan surat An Naas (qul a’udzu bi robbinnaas), masing-masing sekali. Setelah itu mengusap kedua tangan tersebut ke wajah dan bagian tubuh yang dapat dijangkau. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali. d- Membaca ayat kursi sebelum tidur. d- Membaca ayat kursi. e- Membaca do’a sebelum tidur “Bismika allahumma amuutu wa ahyaa”. 7- Meminta tolong pada Allah agar diberi kemudahan untuk bangun Shubuh.   Semoga Allah menjadikan kita menjadi orang-orang yang gemar menjaga shalat Shubuh, sebagai jalan menuju surga. Di akhir khutbah ini … Jangan lupa untuk memperbanyak shalawat di hari Jumat.   Kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim, no. 408)   إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ Marilah kita memanjatkan doa pada Allah, moga setiap doa kita diperkenankan di hari Jum’at yang penuh berkah ini. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلاَمِ وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَبَارِكْ لَنَا فِى أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُلُوبِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعْمَتِكَ مُثْنِينَ بِهَا قَابِلِيهَا وَأَتِمَّهَا عَلَيْنَا رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ     — Naskah Khutbah Jum’at di Masjid Jami’ Al-Adha, Panggang, Gunungkidul – Jum’at Wage, 25 Safar 1438 H (25 November 2016) Silakan download file PDF Khutbah Jumat : Bagi yang Malas Shalat Shubuh — @ DS, Panggang, Gunungkidul, 25 Safar 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsmeninggalkan shalat shalat shubuh


Ini nasihat berharga bagi yang malas bangun Shubuh dan shalat Shubuh.   Khutbah Pertama   إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ اللّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعَنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْماً، وَأَرَنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرَنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah …   Segala puji kita panjatkan pada Allah atas berbagai macam nikmat yang telah Allah anugerahkan pada kita sekalian. Allah masih memberikan kita nikmat sehat, umur panjang. Juga lebih dari itu, kita masih diberikan nikmat iman dan Islam. Apa pun nikmat yang Allah berikan patut kita syukuri walau itu sedikit. مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ “Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia sulit untuk mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad, 4: 278. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 667) Semoga kita menjadi hamba Allah yang bersyukur dan dapat memanfaatkan nikmat yang ada dalam ketaatan dan ketakwaan pada Allah. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan suri tauladan kita, Nabi besar kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga kepada para sahabat, para tabi’in, serta para ulama yang telah memberikan contoh yang baik pada kita. Adapun di hari Jumat ini, kita diperintahkan banyak shalawat pada Nabi. Dalam hadits disebutkan, أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Al-Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Hadits ini hasan ligoirihi –yaitu hasan dilihat dari jalur lainnya-) Para jama’ah yang semoga senantiasa di rahmati oleh Allah Ta’ala. Kita tahu bahwa shalat yang paling berat dilakukan oleh kita adalah shalat Shubuh. Karena ketika itu keadaan kita masih berat untuk bangun dan sulit untuk beraktivitas. Oleh karenanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan motivasi yang besar untuk menjaga shalat Shubuh tersebut.   Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ “Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari, no. 574; Muslim, no. 635)     Dari Jundab bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فَهُوَ فِى ذِمَّةِ اللَّهِ فَلاَ يَطْلُبَنَّكُمُ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَىْءٍ فَيُدْرِكَهُ فَيَكُبَّهُ فِى نَارِ جَهَنَّمَ “Barangsiapa yang shalat subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu, janganlah menyakiti orang yang shalat Shubuh tanpa jalan yang benar.  Jika tidak, Allah akan menyiksanya dengan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim, no. 657)   Namun hati-hati kalau tidak menjaga shalat Shubuh dapat tergolong dalam orang-orang munafik.   Dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, لَيْسَ صَلاَةٌ أثْقَلَ عَلَى المُنَافِقِينَ مِنْ صَلاَةِ الفَجْرِ وَالعِشَاءِ ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْواً “Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat ‘Isya’. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.” (HR. Bukhari no. 657) Ibnu Hajar mengatakan bahwa semua shalat itu berat bagi orang munafik sebagaimana disebutkan dalam firman Allah, وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَى “Dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas” (QS. At Taubah: 54). Akan tetapi, shalat ‘Isya dan shalat Shubuh lebih berat bagi orang munafik karena rasa malas yang menyebabkan enggan melakukannya. Karena shalat ‘Isya adalah waktu di mana orang-orang bersitirahat, sedangkan waktu Shubuh adalah waktu nikmatnya tidur. (Fathul Bari, 2: 141). Bagaimana kalau kita sudah rutin menjaga shalat Shubuh, namun telat melakukannya? Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِذَا رَقَدَ أَحَدُكُمْ عَنِ الصَّلاَةِ أَوْ غَفَلَ عَنْهَا فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا فَإِنَّ اللَّهَ يَقُولُ أَقِمِ الصَّلاَةَ لِذِكْرِى “Jika salah seorang di antara kalian tertidur atau lalai dari shalat, maka hendaklah ia shalat ketika ia ingat. Karena Allah berfirman (yang artinya), “Kerjakanlah shalat ketika ingat.” (HR. Bukhari, no. 597; Muslim, no. 684). Misalnya kita sudah punya kebiasaan bangun Shubuh, namun karena ketika itu ketiduran akhirnya bangunnya baru jam 6 pagi. Padahal ketika itu matahari sudah terbit. Maka berarti kita shalat ketika kita ingat atau ketika bangun saat itu meskipun matahari sudah meninggi.   Para jama’ah rahimani wa rahimakumullah … Jama’ah shalat Jum’at yang semoga senantiasa dirahmati oleh Allah. Demikian khutbah pertama ini. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ   Khutbah Kedua الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ   Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah … Kalau kita sudah mengetahui keutamaan shalat Shubuh dan bahaya meninggalkannya, bagaimana kiat agar mudah bangun shubuh? 1- Tanam ketakwaan pada diri dan rasa takut pada Allah. 2- Tidur di awal malam dan tinggalkan begadang dalam hal yang tidak ada manfaat. Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata, أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari, no. 568) 3- Membiasakan tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari. 4- Menjaga adab Islami sebelum tidur seperti: a- Tidurlah dalam keadaan berwudhu. b- Tidur berbaring pada sisi kanan. c- Meniup kedua telapak tangan sambil membaca surat Al Ikhlash (qul huwallahu ahad), surat Al Falaq (qul a’udzu bi robbil falaq), dan surat An Naas (qul a’udzu bi robbinnaas), masing-masing sekali. Setelah itu mengusap kedua tangan tersebut ke wajah dan bagian tubuh yang dapat dijangkau. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali. d- Membaca ayat kursi sebelum tidur. d- Membaca ayat kursi. e- Membaca do’a sebelum tidur “Bismika allahumma amuutu wa ahyaa”. 7- Meminta tolong pada Allah agar diberi kemudahan untuk bangun Shubuh.   Semoga Allah menjadikan kita menjadi orang-orang yang gemar menjaga shalat Shubuh, sebagai jalan menuju surga. Di akhir khutbah ini … Jangan lupa untuk memperbanyak shalawat di hari Jumat.   Kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim, no. 408)   إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ Marilah kita memanjatkan doa pada Allah, moga setiap doa kita diperkenankan di hari Jum’at yang penuh berkah ini. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلاَمِ وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَبَارِكْ لَنَا فِى أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُلُوبِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعْمَتِكَ مُثْنِينَ بِهَا قَابِلِيهَا وَأَتِمَّهَا عَلَيْنَا رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ     — Naskah Khutbah Jum’at di Masjid Jami’ Al-Adha, Panggang, Gunungkidul – Jum’at Wage, 25 Safar 1438 H (25 November 2016) Silakan download file PDF Khutbah Jumat : Bagi yang Malas Shalat Shubuh — @ DS, Panggang, Gunungkidul, 25 Safar 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsmeninggalkan shalat shalat shubuh
Prev     Next