Buku Panduan Dauroh Online – Memuliakan Ilmu

Buku Panduan Dauroh Online – Memuliakan IlmuDownload Post navigation Previous PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEBELAS – TAHUN AJARAN 1442-1443 H / 2021-2022 MNext BERSIKAP PERTENGAHAN DI MASA PANDEMI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Buku Panduan Dauroh Online – Memuliakan Ilmu

Buku Panduan Dauroh Online – Memuliakan IlmuDownload Post navigation Previous PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEBELAS – TAHUN AJARAN 1442-1443 H / 2021-2022 MNext BERSIKAP PERTENGAHAN DI MASA PANDEMI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Buku Panduan Dauroh Online – Memuliakan IlmuDownload Post navigation Previous PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEBELAS – TAHUN AJARAN 1442-1443 H / 2021-2022 MNext BERSIKAP PERTENGAHAN DI MASA PANDEMI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Buku Panduan Dauroh Online – Memuliakan IlmuDownload Post navigation Previous PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEBELAS – TAHUN AJARAN 1442-1443 H / 2021-2022 MNext BERSIKAP PERTENGAHAN DI MASA PANDEMI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

BERSIKAP PERTENGAHAN DI MASA PANDEMI

BERSIKAP PERTENGAHAN DI MASA PANDEMIOleh Abdullah Zaen, Lc., MASebagai umat Nabi termulia Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, tentu umat Islam dikaruniai oleh Allah banyak keistimewaan yang tidak diberikan pada umat-umat sebelum mereka. Di antara keistimewaan tersebut adalah dijadikannya mereka sebagai umat pertengahan. Tidak ekstrim kanan dan tidak pula ekstrim kiri. Allah ta’ala berfirman,وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًاArtinya: “Begitulah Kami menjadikan kalian sebagai umat pertengahan”. QS. Al-Baqarah (2): 143.Umat Islam memiliki prinsip pertengahan dalam akidah, ibadah, akhlak dan seluruh aspek kehidupan. Termasuk dalam menyikapi pandemi.Ekstrim Kanan Vs Ekstrim KiriDalam menyikapi pandemi ini, kita menyaksikan adanya dua kubu yang bertolak belakang. Ekstrim kanan dan ekstrim kiri.Ekstrim kanan adalah golongan yang terlalu berlebihan dalam bersikap. Sedangkan ekstrim kiri adalah golongan yang bersikap meremehkan dan menyepelekan.Kaum ekstrim kanan tenggelam dalam kecemasan dan kekhawatiran yang tidak wajar. Hingga taraf mengalami gangguan paranoid atau takut berlebihan. Hal ini dipicu dari terlalu sibuk siang dan malam mengupdate berita yang mengerikan tentang parahnya lonjakan penularan virus.Sekedar mengetahui secara global kondisi terkini level pandemi tentu penting; untuk meningkatkan kewaspadaan. Namun tidak boleh berlebihan. Hingga tidak sempat membaca al-Qur’an dan berdzikir. Bahkan saat shalat pun yang dipikirkan adalah situasi terkini pandemi.Padahal ketenangan hati dan ketentraman jiwa di masa genting seperti ini sangat diperlukan untuk meningkatkan imunitas tubuh.Adapun golongan ekstrim kiri adalah mereka yang bersikap meremehkan pandemi. Sikap menyepelekan itu bertingkat-tingkat. Ada yang sama sekali tidak percaya adanya Covid-19. Ada yang percaya, namun menganggap bahwa itu penyakit ringan biasa. Adapula yang percaya Covid-19 itu berbahaya, namun malas menerapkan protokol kesehatan. Tidak peduli bahwa sikap cueknya itu bisa membahayakan dirinya sendiri dan orang lain.Keberadaan golongan ini memiliki andil yang cukup besar untuk memicu drastisnya peningkatan kasus positif Covid-19 di dunia belakangan ini.Sikap IdealYang benar adalah bersikap pertengahan. Yaitu mengambil sikap waspada tanpa ketakutan yang berlebih. Menjalankan protokol ketat kesehatan, setelah mendekatkan diri kepada Allah ta’ala. Dengan cara bertaubat nasuha, menjaga shalat lima waktu, merutinkan dzikir pagi dan petang, memperbanyak istighfar, serta konsisten membaca al-Qur’an setiap hari minimal 1 juz.Jika sudah maksimal dalam bertawakal dan berikhtiar pencegahan, lalu ditakdirkan tertular, maka tetap mengedepankan optimisme bahwa Allah Maha Kuasa untuk menyembuhkan. Bila ternyata berakhir dengan kematian, maka semoga meraih pahala syahid.Sungguh kematian adalah sebuah keniscayaan. Yang selamat dari Covid-19 pun akan meninggal dengan sebab lainnya. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa wafat dalam keadaan husnul khatimah, bukan su’ul khatimah.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Dzulhijjah 1442 / 16 Juli 2021 Post navigation Previous Buku Panduan Dauroh Online – Memuliakan IlmuNext MANAKALA BUMI BERBICARA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

BERSIKAP PERTENGAHAN DI MASA PANDEMI

BERSIKAP PERTENGAHAN DI MASA PANDEMIOleh Abdullah Zaen, Lc., MASebagai umat Nabi termulia Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, tentu umat Islam dikaruniai oleh Allah banyak keistimewaan yang tidak diberikan pada umat-umat sebelum mereka. Di antara keistimewaan tersebut adalah dijadikannya mereka sebagai umat pertengahan. Tidak ekstrim kanan dan tidak pula ekstrim kiri. Allah ta’ala berfirman,وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًاArtinya: “Begitulah Kami menjadikan kalian sebagai umat pertengahan”. QS. Al-Baqarah (2): 143.Umat Islam memiliki prinsip pertengahan dalam akidah, ibadah, akhlak dan seluruh aspek kehidupan. Termasuk dalam menyikapi pandemi.Ekstrim Kanan Vs Ekstrim KiriDalam menyikapi pandemi ini, kita menyaksikan adanya dua kubu yang bertolak belakang. Ekstrim kanan dan ekstrim kiri.Ekstrim kanan adalah golongan yang terlalu berlebihan dalam bersikap. Sedangkan ekstrim kiri adalah golongan yang bersikap meremehkan dan menyepelekan.Kaum ekstrim kanan tenggelam dalam kecemasan dan kekhawatiran yang tidak wajar. Hingga taraf mengalami gangguan paranoid atau takut berlebihan. Hal ini dipicu dari terlalu sibuk siang dan malam mengupdate berita yang mengerikan tentang parahnya lonjakan penularan virus.Sekedar mengetahui secara global kondisi terkini level pandemi tentu penting; untuk meningkatkan kewaspadaan. Namun tidak boleh berlebihan. Hingga tidak sempat membaca al-Qur’an dan berdzikir. Bahkan saat shalat pun yang dipikirkan adalah situasi terkini pandemi.Padahal ketenangan hati dan ketentraman jiwa di masa genting seperti ini sangat diperlukan untuk meningkatkan imunitas tubuh.Adapun golongan ekstrim kiri adalah mereka yang bersikap meremehkan pandemi. Sikap menyepelekan itu bertingkat-tingkat. Ada yang sama sekali tidak percaya adanya Covid-19. Ada yang percaya, namun menganggap bahwa itu penyakit ringan biasa. Adapula yang percaya Covid-19 itu berbahaya, namun malas menerapkan protokol kesehatan. Tidak peduli bahwa sikap cueknya itu bisa membahayakan dirinya sendiri dan orang lain.Keberadaan golongan ini memiliki andil yang cukup besar untuk memicu drastisnya peningkatan kasus positif Covid-19 di dunia belakangan ini.Sikap IdealYang benar adalah bersikap pertengahan. Yaitu mengambil sikap waspada tanpa ketakutan yang berlebih. Menjalankan protokol ketat kesehatan, setelah mendekatkan diri kepada Allah ta’ala. Dengan cara bertaubat nasuha, menjaga shalat lima waktu, merutinkan dzikir pagi dan petang, memperbanyak istighfar, serta konsisten membaca al-Qur’an setiap hari minimal 1 juz.Jika sudah maksimal dalam bertawakal dan berikhtiar pencegahan, lalu ditakdirkan tertular, maka tetap mengedepankan optimisme bahwa Allah Maha Kuasa untuk menyembuhkan. Bila ternyata berakhir dengan kematian, maka semoga meraih pahala syahid.Sungguh kematian adalah sebuah keniscayaan. Yang selamat dari Covid-19 pun akan meninggal dengan sebab lainnya. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa wafat dalam keadaan husnul khatimah, bukan su’ul khatimah.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Dzulhijjah 1442 / 16 Juli 2021 Post navigation Previous Buku Panduan Dauroh Online – Memuliakan IlmuNext MANAKALA BUMI BERBICARA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
BERSIKAP PERTENGAHAN DI MASA PANDEMIOleh Abdullah Zaen, Lc., MASebagai umat Nabi termulia Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, tentu umat Islam dikaruniai oleh Allah banyak keistimewaan yang tidak diberikan pada umat-umat sebelum mereka. Di antara keistimewaan tersebut adalah dijadikannya mereka sebagai umat pertengahan. Tidak ekstrim kanan dan tidak pula ekstrim kiri. Allah ta’ala berfirman,وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًاArtinya: “Begitulah Kami menjadikan kalian sebagai umat pertengahan”. QS. Al-Baqarah (2): 143.Umat Islam memiliki prinsip pertengahan dalam akidah, ibadah, akhlak dan seluruh aspek kehidupan. Termasuk dalam menyikapi pandemi.Ekstrim Kanan Vs Ekstrim KiriDalam menyikapi pandemi ini, kita menyaksikan adanya dua kubu yang bertolak belakang. Ekstrim kanan dan ekstrim kiri.Ekstrim kanan adalah golongan yang terlalu berlebihan dalam bersikap. Sedangkan ekstrim kiri adalah golongan yang bersikap meremehkan dan menyepelekan.Kaum ekstrim kanan tenggelam dalam kecemasan dan kekhawatiran yang tidak wajar. Hingga taraf mengalami gangguan paranoid atau takut berlebihan. Hal ini dipicu dari terlalu sibuk siang dan malam mengupdate berita yang mengerikan tentang parahnya lonjakan penularan virus.Sekedar mengetahui secara global kondisi terkini level pandemi tentu penting; untuk meningkatkan kewaspadaan. Namun tidak boleh berlebihan. Hingga tidak sempat membaca al-Qur’an dan berdzikir. Bahkan saat shalat pun yang dipikirkan adalah situasi terkini pandemi.Padahal ketenangan hati dan ketentraman jiwa di masa genting seperti ini sangat diperlukan untuk meningkatkan imunitas tubuh.Adapun golongan ekstrim kiri adalah mereka yang bersikap meremehkan pandemi. Sikap menyepelekan itu bertingkat-tingkat. Ada yang sama sekali tidak percaya adanya Covid-19. Ada yang percaya, namun menganggap bahwa itu penyakit ringan biasa. Adapula yang percaya Covid-19 itu berbahaya, namun malas menerapkan protokol kesehatan. Tidak peduli bahwa sikap cueknya itu bisa membahayakan dirinya sendiri dan orang lain.Keberadaan golongan ini memiliki andil yang cukup besar untuk memicu drastisnya peningkatan kasus positif Covid-19 di dunia belakangan ini.Sikap IdealYang benar adalah bersikap pertengahan. Yaitu mengambil sikap waspada tanpa ketakutan yang berlebih. Menjalankan protokol ketat kesehatan, setelah mendekatkan diri kepada Allah ta’ala. Dengan cara bertaubat nasuha, menjaga shalat lima waktu, merutinkan dzikir pagi dan petang, memperbanyak istighfar, serta konsisten membaca al-Qur’an setiap hari minimal 1 juz.Jika sudah maksimal dalam bertawakal dan berikhtiar pencegahan, lalu ditakdirkan tertular, maka tetap mengedepankan optimisme bahwa Allah Maha Kuasa untuk menyembuhkan. Bila ternyata berakhir dengan kematian, maka semoga meraih pahala syahid.Sungguh kematian adalah sebuah keniscayaan. Yang selamat dari Covid-19 pun akan meninggal dengan sebab lainnya. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa wafat dalam keadaan husnul khatimah, bukan su’ul khatimah.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Dzulhijjah 1442 / 16 Juli 2021 Post navigation Previous Buku Panduan Dauroh Online – Memuliakan IlmuNext MANAKALA BUMI BERBICARA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


BERSIKAP PERTENGAHAN DI MASA PANDEMIOleh Abdullah Zaen, Lc., MASebagai umat Nabi termulia Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, tentu umat Islam dikaruniai oleh Allah banyak keistimewaan yang tidak diberikan pada umat-umat sebelum mereka. Di antara keistimewaan tersebut adalah dijadikannya mereka sebagai umat pertengahan. Tidak ekstrim kanan dan tidak pula ekstrim kiri. Allah ta’ala berfirman,وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًاArtinya: “Begitulah Kami menjadikan kalian sebagai umat pertengahan”. QS. Al-Baqarah (2): 143.Umat Islam memiliki prinsip pertengahan dalam akidah, ibadah, akhlak dan seluruh aspek kehidupan. Termasuk dalam menyikapi pandemi.Ekstrim Kanan Vs Ekstrim KiriDalam menyikapi pandemi ini, kita menyaksikan adanya dua kubu yang bertolak belakang. Ekstrim kanan dan ekstrim kiri.Ekstrim kanan adalah golongan yang terlalu berlebihan dalam bersikap. Sedangkan ekstrim kiri adalah golongan yang bersikap meremehkan dan menyepelekan.Kaum ekstrim kanan tenggelam dalam kecemasan dan kekhawatiran yang tidak wajar. Hingga taraf mengalami gangguan paranoid atau takut berlebihan. Hal ini dipicu dari terlalu sibuk siang dan malam mengupdate berita yang mengerikan tentang parahnya lonjakan penularan virus.Sekedar mengetahui secara global kondisi terkini level pandemi tentu penting; untuk meningkatkan kewaspadaan. Namun tidak boleh berlebihan. Hingga tidak sempat membaca al-Qur’an dan berdzikir. Bahkan saat shalat pun yang dipikirkan adalah situasi terkini pandemi.Padahal ketenangan hati dan ketentraman jiwa di masa genting seperti ini sangat diperlukan untuk meningkatkan imunitas tubuh.Adapun golongan ekstrim kiri adalah mereka yang bersikap meremehkan pandemi. Sikap menyepelekan itu bertingkat-tingkat. Ada yang sama sekali tidak percaya adanya Covid-19. Ada yang percaya, namun menganggap bahwa itu penyakit ringan biasa. Adapula yang percaya Covid-19 itu berbahaya, namun malas menerapkan protokol kesehatan. Tidak peduli bahwa sikap cueknya itu bisa membahayakan dirinya sendiri dan orang lain.Keberadaan golongan ini memiliki andil yang cukup besar untuk memicu drastisnya peningkatan kasus positif Covid-19 di dunia belakangan ini.Sikap IdealYang benar adalah bersikap pertengahan. Yaitu mengambil sikap waspada tanpa ketakutan yang berlebih. Menjalankan protokol ketat kesehatan, setelah mendekatkan diri kepada Allah ta’ala. Dengan cara bertaubat nasuha, menjaga shalat lima waktu, merutinkan dzikir pagi dan petang, memperbanyak istighfar, serta konsisten membaca al-Qur’an setiap hari minimal 1 juz.Jika sudah maksimal dalam bertawakal dan berikhtiar pencegahan, lalu ditakdirkan tertular, maka tetap mengedepankan optimisme bahwa Allah Maha Kuasa untuk menyembuhkan. Bila ternyata berakhir dengan kematian, maka semoga meraih pahala syahid.Sungguh kematian adalah sebuah keniscayaan. Yang selamat dari Covid-19 pun akan meninggal dengan sebab lainnya. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa wafat dalam keadaan husnul khatimah, bukan su’ul khatimah.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Dzulhijjah 1442 / 16 Juli 2021 Post navigation Previous Buku Panduan Dauroh Online – Memuliakan IlmuNext MANAKALA BUMI BERBICARA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

MANAKALA BUMI BERBICARA

MANAKALA BUMI BERBICARAOleh: Abdullah Zaen, Lc., MAHari kiamat adalah rentetan berbagai peristiwa dahsyat yang mengerikan. Membuat bulu kuduk merinding. Membayangkannya bisa menjadi motivasi untuk lebih giat beramal, sekaligus mencegah untuk tenggelam dalam kubangan dosa.Di antara peristiwa mencengangkan yang terjadi saat itu adalah kesaksian bumi. Benda-benda yang tak pernah terbayangkan akan berbicara, ternyata bisa berbicara. Tanah, batu, pohon dan lain sebagainya. Mereka akan melaporkan aktivitas manusia—yang baik maupun yang buruk—yang mereka ‘saksikan’ semasa hidup manusia di muka bumi.Allah ta’ala berfirman,“يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا”Artinya: “Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya”. QS. Az-Zalzalah (99): 4.Ayat di atas menjelaskan bahwa bumi akan menyampaikan beritanya. Apa maksud dari berita tersebut? Ada beberapa penafsiran yang dikemukakan oleh para ahli tafsir. Mayoritas ulama mengatakan bahwa maksudnya adalah bumi akan menceritakan perbuatan baik ataupun buruk para hamba yang mereka lakukan di atasnya.Penafsiran ini dilandaskan—antara lain—pada hadits sahih berikut:Abdullah bin Abdurrahman bin Abi Sha’sha’ah bercerita bahwa suatu hari Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ’anhu berkata padanya, “Aku melihatmu menyukai kambing dan gurun. Apabila engkau sedang menggembalakan kambingmu di gurun lalu datang waktu shalat, maka angkatlah suaramu saat adzan. Sesungguhnya siapapun yang mendengar suara muadzin, entah itu jin, manusia atau apapun juga, pasti ia akan bersaksi pada hari kiamat”. Abu Sa’id melanjutkan, “Aku mendengarkan hadits ini langsung dari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam”. HR. Bukhari.Ada juga hadits lain yang lebih gamblang menjelaskan hal tersebut, walaupun hadits ini masih diperselisihkan kesahihannya oleh para ulama. Yaitu hadits Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu yang berbunyi,“Suatu hari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam membaca ayat “Pada hari itu bumi menyampaikan berita-beritanya”. (QS. Az-Zalzalah/99: 4). Beliau bertanya, “Tahukah kalian apa berita-berita tersebut?”. Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Beliau bersabda, “Maksud dari berita-berita itu adalah kesaksian bumi tentang perbuatan para hamba yang mereka lakukan di atasnya. Bumi berkata, “Si fulan berbuat anu dan itu di hari anu dan itu”. Itulah maksud dari berita-berita tersebut”. (HR. Tirmidziy. Ibn Hibban, al-Hakim dan adz-Dzahabiy menilai hadits ini sahih, namun al-Albaniy menyatakan hadits ini dhaif).Dikisahkan bahwa warga Bani Salamah tinggal di perkampungan yang cukup jauh dari Masjid Nabawi. Mereka berkeinginan untuk pindah ke wilayah yang dekat dengan masjid. Saat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar kabar tersebut, beliau bersabda, “Wahai Bani Salamah, tetap tinggallah di perkampungan kalian. Jejak-jejak kaki kalian saat berangkat ke masjid akan dicatat sebagai pahala”. Mereka pun tidak jadi pindah. (HR. Muslim).Seluruh penjelasan di atas seharusnya memotivasi kita untuk konsisten beramal salih, sekalipun tidak ada manusia yang melihat. Sebab Allah pasti mengetahuinya dan kelak bumi juga akan bersaksi tentang kebaikan itu. Sebaliknya berhati-hatilah dari perbuatan maksiat, sekalipun tidak ada manusia yang melihat. Sebab Allah pasti mengetahuinya dan bumi juga kelak akan melaporkan keburukan itu.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 27 R. Tsani 1443 / 3 Desember 2021 Post navigation Previous BERSIKAP PERTENGAHAN DI MASA PANDEMINext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 158: MENGAPA MENGAQIQAHI ANAK? Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

MANAKALA BUMI BERBICARA

MANAKALA BUMI BERBICARAOleh: Abdullah Zaen, Lc., MAHari kiamat adalah rentetan berbagai peristiwa dahsyat yang mengerikan. Membuat bulu kuduk merinding. Membayangkannya bisa menjadi motivasi untuk lebih giat beramal, sekaligus mencegah untuk tenggelam dalam kubangan dosa.Di antara peristiwa mencengangkan yang terjadi saat itu adalah kesaksian bumi. Benda-benda yang tak pernah terbayangkan akan berbicara, ternyata bisa berbicara. Tanah, batu, pohon dan lain sebagainya. Mereka akan melaporkan aktivitas manusia—yang baik maupun yang buruk—yang mereka ‘saksikan’ semasa hidup manusia di muka bumi.Allah ta’ala berfirman,“يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا”Artinya: “Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya”. QS. Az-Zalzalah (99): 4.Ayat di atas menjelaskan bahwa bumi akan menyampaikan beritanya. Apa maksud dari berita tersebut? Ada beberapa penafsiran yang dikemukakan oleh para ahli tafsir. Mayoritas ulama mengatakan bahwa maksudnya adalah bumi akan menceritakan perbuatan baik ataupun buruk para hamba yang mereka lakukan di atasnya.Penafsiran ini dilandaskan—antara lain—pada hadits sahih berikut:Abdullah bin Abdurrahman bin Abi Sha’sha’ah bercerita bahwa suatu hari Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ’anhu berkata padanya, “Aku melihatmu menyukai kambing dan gurun. Apabila engkau sedang menggembalakan kambingmu di gurun lalu datang waktu shalat, maka angkatlah suaramu saat adzan. Sesungguhnya siapapun yang mendengar suara muadzin, entah itu jin, manusia atau apapun juga, pasti ia akan bersaksi pada hari kiamat”. Abu Sa’id melanjutkan, “Aku mendengarkan hadits ini langsung dari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam”. HR. Bukhari.Ada juga hadits lain yang lebih gamblang menjelaskan hal tersebut, walaupun hadits ini masih diperselisihkan kesahihannya oleh para ulama. Yaitu hadits Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu yang berbunyi,“Suatu hari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam membaca ayat “Pada hari itu bumi menyampaikan berita-beritanya”. (QS. Az-Zalzalah/99: 4). Beliau bertanya, “Tahukah kalian apa berita-berita tersebut?”. Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Beliau bersabda, “Maksud dari berita-berita itu adalah kesaksian bumi tentang perbuatan para hamba yang mereka lakukan di atasnya. Bumi berkata, “Si fulan berbuat anu dan itu di hari anu dan itu”. Itulah maksud dari berita-berita tersebut”. (HR. Tirmidziy. Ibn Hibban, al-Hakim dan adz-Dzahabiy menilai hadits ini sahih, namun al-Albaniy menyatakan hadits ini dhaif).Dikisahkan bahwa warga Bani Salamah tinggal di perkampungan yang cukup jauh dari Masjid Nabawi. Mereka berkeinginan untuk pindah ke wilayah yang dekat dengan masjid. Saat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar kabar tersebut, beliau bersabda, “Wahai Bani Salamah, tetap tinggallah di perkampungan kalian. Jejak-jejak kaki kalian saat berangkat ke masjid akan dicatat sebagai pahala”. Mereka pun tidak jadi pindah. (HR. Muslim).Seluruh penjelasan di atas seharusnya memotivasi kita untuk konsisten beramal salih, sekalipun tidak ada manusia yang melihat. Sebab Allah pasti mengetahuinya dan kelak bumi juga akan bersaksi tentang kebaikan itu. Sebaliknya berhati-hatilah dari perbuatan maksiat, sekalipun tidak ada manusia yang melihat. Sebab Allah pasti mengetahuinya dan bumi juga kelak akan melaporkan keburukan itu.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 27 R. Tsani 1443 / 3 Desember 2021 Post navigation Previous BERSIKAP PERTENGAHAN DI MASA PANDEMINext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 158: MENGAPA MENGAQIQAHI ANAK? Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
MANAKALA BUMI BERBICARAOleh: Abdullah Zaen, Lc., MAHari kiamat adalah rentetan berbagai peristiwa dahsyat yang mengerikan. Membuat bulu kuduk merinding. Membayangkannya bisa menjadi motivasi untuk lebih giat beramal, sekaligus mencegah untuk tenggelam dalam kubangan dosa.Di antara peristiwa mencengangkan yang terjadi saat itu adalah kesaksian bumi. Benda-benda yang tak pernah terbayangkan akan berbicara, ternyata bisa berbicara. Tanah, batu, pohon dan lain sebagainya. Mereka akan melaporkan aktivitas manusia—yang baik maupun yang buruk—yang mereka ‘saksikan’ semasa hidup manusia di muka bumi.Allah ta’ala berfirman,“يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا”Artinya: “Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya”. QS. Az-Zalzalah (99): 4.Ayat di atas menjelaskan bahwa bumi akan menyampaikan beritanya. Apa maksud dari berita tersebut? Ada beberapa penafsiran yang dikemukakan oleh para ahli tafsir. Mayoritas ulama mengatakan bahwa maksudnya adalah bumi akan menceritakan perbuatan baik ataupun buruk para hamba yang mereka lakukan di atasnya.Penafsiran ini dilandaskan—antara lain—pada hadits sahih berikut:Abdullah bin Abdurrahman bin Abi Sha’sha’ah bercerita bahwa suatu hari Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ’anhu berkata padanya, “Aku melihatmu menyukai kambing dan gurun. Apabila engkau sedang menggembalakan kambingmu di gurun lalu datang waktu shalat, maka angkatlah suaramu saat adzan. Sesungguhnya siapapun yang mendengar suara muadzin, entah itu jin, manusia atau apapun juga, pasti ia akan bersaksi pada hari kiamat”. Abu Sa’id melanjutkan, “Aku mendengarkan hadits ini langsung dari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam”. HR. Bukhari.Ada juga hadits lain yang lebih gamblang menjelaskan hal tersebut, walaupun hadits ini masih diperselisihkan kesahihannya oleh para ulama. Yaitu hadits Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu yang berbunyi,“Suatu hari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam membaca ayat “Pada hari itu bumi menyampaikan berita-beritanya”. (QS. Az-Zalzalah/99: 4). Beliau bertanya, “Tahukah kalian apa berita-berita tersebut?”. Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Beliau bersabda, “Maksud dari berita-berita itu adalah kesaksian bumi tentang perbuatan para hamba yang mereka lakukan di atasnya. Bumi berkata, “Si fulan berbuat anu dan itu di hari anu dan itu”. Itulah maksud dari berita-berita tersebut”. (HR. Tirmidziy. Ibn Hibban, al-Hakim dan adz-Dzahabiy menilai hadits ini sahih, namun al-Albaniy menyatakan hadits ini dhaif).Dikisahkan bahwa warga Bani Salamah tinggal di perkampungan yang cukup jauh dari Masjid Nabawi. Mereka berkeinginan untuk pindah ke wilayah yang dekat dengan masjid. Saat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar kabar tersebut, beliau bersabda, “Wahai Bani Salamah, tetap tinggallah di perkampungan kalian. Jejak-jejak kaki kalian saat berangkat ke masjid akan dicatat sebagai pahala”. Mereka pun tidak jadi pindah. (HR. Muslim).Seluruh penjelasan di atas seharusnya memotivasi kita untuk konsisten beramal salih, sekalipun tidak ada manusia yang melihat. Sebab Allah pasti mengetahuinya dan kelak bumi juga akan bersaksi tentang kebaikan itu. Sebaliknya berhati-hatilah dari perbuatan maksiat, sekalipun tidak ada manusia yang melihat. Sebab Allah pasti mengetahuinya dan bumi juga kelak akan melaporkan keburukan itu.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 27 R. Tsani 1443 / 3 Desember 2021 Post navigation Previous BERSIKAP PERTENGAHAN DI MASA PANDEMINext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 158: MENGAPA MENGAQIQAHI ANAK? Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


MANAKALA BUMI BERBICARAOleh: Abdullah Zaen, Lc., MAHari kiamat adalah rentetan berbagai peristiwa dahsyat yang mengerikan. Membuat bulu kuduk merinding. Membayangkannya bisa menjadi motivasi untuk lebih giat beramal, sekaligus mencegah untuk tenggelam dalam kubangan dosa.Di antara peristiwa mencengangkan yang terjadi saat itu adalah kesaksian bumi. Benda-benda yang tak pernah terbayangkan akan berbicara, ternyata bisa berbicara. Tanah, batu, pohon dan lain sebagainya. Mereka akan melaporkan aktivitas manusia—yang baik maupun yang buruk—yang mereka ‘saksikan’ semasa hidup manusia di muka bumi.Allah ta’ala berfirman,“يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا”Artinya: “Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya”. QS. Az-Zalzalah (99): 4.Ayat di atas menjelaskan bahwa bumi akan menyampaikan beritanya. Apa maksud dari berita tersebut? Ada beberapa penafsiran yang dikemukakan oleh para ahli tafsir. Mayoritas ulama mengatakan bahwa maksudnya adalah bumi akan menceritakan perbuatan baik ataupun buruk para hamba yang mereka lakukan di atasnya.Penafsiran ini dilandaskan—antara lain—pada hadits sahih berikut:Abdullah bin Abdurrahman bin Abi Sha’sha’ah bercerita bahwa suatu hari Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ’anhu berkata padanya, “Aku melihatmu menyukai kambing dan gurun. Apabila engkau sedang menggembalakan kambingmu di gurun lalu datang waktu shalat, maka angkatlah suaramu saat adzan. Sesungguhnya siapapun yang mendengar suara muadzin, entah itu jin, manusia atau apapun juga, pasti ia akan bersaksi pada hari kiamat”. Abu Sa’id melanjutkan, “Aku mendengarkan hadits ini langsung dari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam”. HR. Bukhari.Ada juga hadits lain yang lebih gamblang menjelaskan hal tersebut, walaupun hadits ini masih diperselisihkan kesahihannya oleh para ulama. Yaitu hadits Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu yang berbunyi,“Suatu hari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam membaca ayat “Pada hari itu bumi menyampaikan berita-beritanya”. (QS. Az-Zalzalah/99: 4). Beliau bertanya, “Tahukah kalian apa berita-berita tersebut?”. Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Beliau bersabda, “Maksud dari berita-berita itu adalah kesaksian bumi tentang perbuatan para hamba yang mereka lakukan di atasnya. Bumi berkata, “Si fulan berbuat anu dan itu di hari anu dan itu”. Itulah maksud dari berita-berita tersebut”. (HR. Tirmidziy. Ibn Hibban, al-Hakim dan adz-Dzahabiy menilai hadits ini sahih, namun al-Albaniy menyatakan hadits ini dhaif).Dikisahkan bahwa warga Bani Salamah tinggal di perkampungan yang cukup jauh dari Masjid Nabawi. Mereka berkeinginan untuk pindah ke wilayah yang dekat dengan masjid. Saat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar kabar tersebut, beliau bersabda, “Wahai Bani Salamah, tetap tinggallah di perkampungan kalian. Jejak-jejak kaki kalian saat berangkat ke masjid akan dicatat sebagai pahala”. Mereka pun tidak jadi pindah. (HR. Muslim).Seluruh penjelasan di atas seharusnya memotivasi kita untuk konsisten beramal salih, sekalipun tidak ada manusia yang melihat. Sebab Allah pasti mengetahuinya dan kelak bumi juga akan bersaksi tentang kebaikan itu. Sebaliknya berhati-hatilah dari perbuatan maksiat, sekalipun tidak ada manusia yang melihat. Sebab Allah pasti mengetahuinya dan bumi juga kelak akan melaporkan keburukan itu.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 27 R. Tsani 1443 / 3 Desember 2021 Post navigation Previous BERSIKAP PERTENGAHAN DI MASA PANDEMINext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 158: MENGAPA MENGAQIQAHI ANAK? Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 158: MENGAPA MENGAQIQAHI ANAK?

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 158MENGAPA MENGAQIQAHI ANAK?Kegembiraan menyambut kehamilan atau kelahiran anak kerap mendorong seseorang untuk melakukan ritual atau hal-hal yang tidak dibenarkan agama. Karena itulah Islam mengajarkan cara untuk menyalurkan kegembiraan tersebut. Salah satunya adalah dengan melaksanakan aqiqah.Apa itu Aqiqah?Aqiqah adalah menyembelih kambing di hari ketujuh pasca kelahiran bayi, sebagai wujud syukur kepada Allah ta’ala. Untuk bayi laki-laki disembelihkan dua ekor kambing. Sedangkan untuk bayi perempuan disembelihkan satu ekor kambing. Menurut mayoritas ulama hukum aqiqah adalah sunnah mu’akkadah.Dari Samurah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“‌كُلُّ ‌غُلَامٍ ‌مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ يَوْمَ سَابِعِهِ، وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ، وَيُسَمَّى”“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh. Di saat itu rambutnya dicukur dan dinamai”. HR. Ahmad dan Tirmidziy menyatakan hadits ini hasan sahih.Di dalam hadits lain disebutkan bahwa Ummu Kurz radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang aqiqah. Beliau menjelaskan,“عَنِ الغُلَامِ شَاتَانِ، وَعَنِ الأُنْثَى وَاحِدَةٌ، ‌وَلَا ‌يَضُرُّكُمْ ‌ذُكْرَانًا كُنَّ أَمْ إِنَاثًا”“Untuk bayi laki-laki disembelihkan dua ekor kambing. Sedangkan untuk bayi perempuan disembelihkan satu ekor kambing. Tidak masalah baik kambing itu jantan atau betina”. HR. Tirmidziy dan beliau menilai hadits ini sahih.Hikmah AqiqahDi antara hikmah disyariatkannya aqiqah adalah:Pertama: Melepaskan anak dari tanggungan gadaiPara ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan maksud “tergadaikan” yang termaktub dalam hadits Samurah radhiyallahu ‘anhu di atas. Pendapat pertama mengatakan bahwa syafaat yang diberikan anak kepada orang tua tergadaikan dengan aqiqahnya. Artinya, jika anak tersebut meninggal sebelum baligh dan belum diaqiqahi, maka orang tua tidak mendapatkan syafaat anaknya di hari kiamat.Pendapat kedua mengatakan bahwa keselamatan anak dari marabahaya tergadaikan dengan aqiqahnya. Atau orang tua tidak bisa secara sempurna mendapatkan kenikmatan dari keberadaan anaknya. Namun jika diaqiqahi, maka anak diharapkan mendapat keselamatan dari marabahaya.Pendapat ketiga mengatakan bahwa setiap bayi yang lahir akan diikuti setan dan dihalangi untuk melakukan amal kebaikan. Dengan diaqiqahi, itu akan menjadi sebab terbebasnya bayi dari kekangan setan dan bala tentaranya.Kedua: Sebagai wujud syukur kepada AllahSebab anak adalah nikmat besar yang dikaruniakan Allah kepada sebagian hamba-Nya. Sehingga layak untuk disyukuri. Salah satu wujudnya adalah dengan aqiqah dan berbagi masakan daging serta kebahagiaan kepada khalayak. Sehingga bayi tersebut didoakan orang banyak dan keharmonisan hubungan antar anggota masyarakat semakin terjalin. Bahkan jika terpaksa harus berhutang demi menjalankan aqiqah, Imam Ahmad menjelaskan bahwa Allah akan segera mengaruniakan gantinya.Ketiga: Mengamalkan SunnahAqiqah dilakukan dalam rangka menjalankan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan meneladani Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang menyembelih domba untuk Nabi Ismail ‘alaihissalam. Juga menyelisihi kebiasaan kaum musyrikin jahiliyah yang menjalankan ritual mengusapkan darah ke kepala bayi.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Jumada Tsaniyah 1443 / 10 Januari 2022 Post navigation Previous MANAKALA BUMI BERBICARANext Dakwah Nihil Tantangan, Mungkinkah? Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 158: MENGAPA MENGAQIQAHI ANAK?

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 158MENGAPA MENGAQIQAHI ANAK?Kegembiraan menyambut kehamilan atau kelahiran anak kerap mendorong seseorang untuk melakukan ritual atau hal-hal yang tidak dibenarkan agama. Karena itulah Islam mengajarkan cara untuk menyalurkan kegembiraan tersebut. Salah satunya adalah dengan melaksanakan aqiqah.Apa itu Aqiqah?Aqiqah adalah menyembelih kambing di hari ketujuh pasca kelahiran bayi, sebagai wujud syukur kepada Allah ta’ala. Untuk bayi laki-laki disembelihkan dua ekor kambing. Sedangkan untuk bayi perempuan disembelihkan satu ekor kambing. Menurut mayoritas ulama hukum aqiqah adalah sunnah mu’akkadah.Dari Samurah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“‌كُلُّ ‌غُلَامٍ ‌مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ يَوْمَ سَابِعِهِ، وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ، وَيُسَمَّى”“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh. Di saat itu rambutnya dicukur dan dinamai”. HR. Ahmad dan Tirmidziy menyatakan hadits ini hasan sahih.Di dalam hadits lain disebutkan bahwa Ummu Kurz radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang aqiqah. Beliau menjelaskan,“عَنِ الغُلَامِ شَاتَانِ، وَعَنِ الأُنْثَى وَاحِدَةٌ، ‌وَلَا ‌يَضُرُّكُمْ ‌ذُكْرَانًا كُنَّ أَمْ إِنَاثًا”“Untuk bayi laki-laki disembelihkan dua ekor kambing. Sedangkan untuk bayi perempuan disembelihkan satu ekor kambing. Tidak masalah baik kambing itu jantan atau betina”. HR. Tirmidziy dan beliau menilai hadits ini sahih.Hikmah AqiqahDi antara hikmah disyariatkannya aqiqah adalah:Pertama: Melepaskan anak dari tanggungan gadaiPara ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan maksud “tergadaikan” yang termaktub dalam hadits Samurah radhiyallahu ‘anhu di atas. Pendapat pertama mengatakan bahwa syafaat yang diberikan anak kepada orang tua tergadaikan dengan aqiqahnya. Artinya, jika anak tersebut meninggal sebelum baligh dan belum diaqiqahi, maka orang tua tidak mendapatkan syafaat anaknya di hari kiamat.Pendapat kedua mengatakan bahwa keselamatan anak dari marabahaya tergadaikan dengan aqiqahnya. Atau orang tua tidak bisa secara sempurna mendapatkan kenikmatan dari keberadaan anaknya. Namun jika diaqiqahi, maka anak diharapkan mendapat keselamatan dari marabahaya.Pendapat ketiga mengatakan bahwa setiap bayi yang lahir akan diikuti setan dan dihalangi untuk melakukan amal kebaikan. Dengan diaqiqahi, itu akan menjadi sebab terbebasnya bayi dari kekangan setan dan bala tentaranya.Kedua: Sebagai wujud syukur kepada AllahSebab anak adalah nikmat besar yang dikaruniakan Allah kepada sebagian hamba-Nya. Sehingga layak untuk disyukuri. Salah satu wujudnya adalah dengan aqiqah dan berbagi masakan daging serta kebahagiaan kepada khalayak. Sehingga bayi tersebut didoakan orang banyak dan keharmonisan hubungan antar anggota masyarakat semakin terjalin. Bahkan jika terpaksa harus berhutang demi menjalankan aqiqah, Imam Ahmad menjelaskan bahwa Allah akan segera mengaruniakan gantinya.Ketiga: Mengamalkan SunnahAqiqah dilakukan dalam rangka menjalankan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan meneladani Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang menyembelih domba untuk Nabi Ismail ‘alaihissalam. Juga menyelisihi kebiasaan kaum musyrikin jahiliyah yang menjalankan ritual mengusapkan darah ke kepala bayi.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Jumada Tsaniyah 1443 / 10 Januari 2022 Post navigation Previous MANAKALA BUMI BERBICARANext Dakwah Nihil Tantangan, Mungkinkah? Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 158MENGAPA MENGAQIQAHI ANAK?Kegembiraan menyambut kehamilan atau kelahiran anak kerap mendorong seseorang untuk melakukan ritual atau hal-hal yang tidak dibenarkan agama. Karena itulah Islam mengajarkan cara untuk menyalurkan kegembiraan tersebut. Salah satunya adalah dengan melaksanakan aqiqah.Apa itu Aqiqah?Aqiqah adalah menyembelih kambing di hari ketujuh pasca kelahiran bayi, sebagai wujud syukur kepada Allah ta’ala. Untuk bayi laki-laki disembelihkan dua ekor kambing. Sedangkan untuk bayi perempuan disembelihkan satu ekor kambing. Menurut mayoritas ulama hukum aqiqah adalah sunnah mu’akkadah.Dari Samurah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“‌كُلُّ ‌غُلَامٍ ‌مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ يَوْمَ سَابِعِهِ، وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ، وَيُسَمَّى”“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh. Di saat itu rambutnya dicukur dan dinamai”. HR. Ahmad dan Tirmidziy menyatakan hadits ini hasan sahih.Di dalam hadits lain disebutkan bahwa Ummu Kurz radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang aqiqah. Beliau menjelaskan,“عَنِ الغُلَامِ شَاتَانِ، وَعَنِ الأُنْثَى وَاحِدَةٌ، ‌وَلَا ‌يَضُرُّكُمْ ‌ذُكْرَانًا كُنَّ أَمْ إِنَاثًا”“Untuk bayi laki-laki disembelihkan dua ekor kambing. Sedangkan untuk bayi perempuan disembelihkan satu ekor kambing. Tidak masalah baik kambing itu jantan atau betina”. HR. Tirmidziy dan beliau menilai hadits ini sahih.Hikmah AqiqahDi antara hikmah disyariatkannya aqiqah adalah:Pertama: Melepaskan anak dari tanggungan gadaiPara ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan maksud “tergadaikan” yang termaktub dalam hadits Samurah radhiyallahu ‘anhu di atas. Pendapat pertama mengatakan bahwa syafaat yang diberikan anak kepada orang tua tergadaikan dengan aqiqahnya. Artinya, jika anak tersebut meninggal sebelum baligh dan belum diaqiqahi, maka orang tua tidak mendapatkan syafaat anaknya di hari kiamat.Pendapat kedua mengatakan bahwa keselamatan anak dari marabahaya tergadaikan dengan aqiqahnya. Atau orang tua tidak bisa secara sempurna mendapatkan kenikmatan dari keberadaan anaknya. Namun jika diaqiqahi, maka anak diharapkan mendapat keselamatan dari marabahaya.Pendapat ketiga mengatakan bahwa setiap bayi yang lahir akan diikuti setan dan dihalangi untuk melakukan amal kebaikan. Dengan diaqiqahi, itu akan menjadi sebab terbebasnya bayi dari kekangan setan dan bala tentaranya.Kedua: Sebagai wujud syukur kepada AllahSebab anak adalah nikmat besar yang dikaruniakan Allah kepada sebagian hamba-Nya. Sehingga layak untuk disyukuri. Salah satu wujudnya adalah dengan aqiqah dan berbagi masakan daging serta kebahagiaan kepada khalayak. Sehingga bayi tersebut didoakan orang banyak dan keharmonisan hubungan antar anggota masyarakat semakin terjalin. Bahkan jika terpaksa harus berhutang demi menjalankan aqiqah, Imam Ahmad menjelaskan bahwa Allah akan segera mengaruniakan gantinya.Ketiga: Mengamalkan SunnahAqiqah dilakukan dalam rangka menjalankan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan meneladani Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang menyembelih domba untuk Nabi Ismail ‘alaihissalam. Juga menyelisihi kebiasaan kaum musyrikin jahiliyah yang menjalankan ritual mengusapkan darah ke kepala bayi.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Jumada Tsaniyah 1443 / 10 Januari 2022 Post navigation Previous MANAKALA BUMI BERBICARANext Dakwah Nihil Tantangan, Mungkinkah? Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 158MENGAPA MENGAQIQAHI ANAK?Kegembiraan menyambut kehamilan atau kelahiran anak kerap mendorong seseorang untuk melakukan ritual atau hal-hal yang tidak dibenarkan agama. Karena itulah Islam mengajarkan cara untuk menyalurkan kegembiraan tersebut. Salah satunya adalah dengan melaksanakan aqiqah.Apa itu Aqiqah?Aqiqah adalah menyembelih kambing di hari ketujuh pasca kelahiran bayi, sebagai wujud syukur kepada Allah ta’ala. Untuk bayi laki-laki disembelihkan dua ekor kambing. Sedangkan untuk bayi perempuan disembelihkan satu ekor kambing. Menurut mayoritas ulama hukum aqiqah adalah sunnah mu’akkadah.Dari Samurah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“‌كُلُّ ‌غُلَامٍ ‌مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ يَوْمَ سَابِعِهِ، وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ، وَيُسَمَّى”“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh. Di saat itu rambutnya dicukur dan dinamai”. HR. Ahmad dan Tirmidziy menyatakan hadits ini hasan sahih.Di dalam hadits lain disebutkan bahwa Ummu Kurz radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang aqiqah. Beliau menjelaskan,“عَنِ الغُلَامِ شَاتَانِ، وَعَنِ الأُنْثَى وَاحِدَةٌ، ‌وَلَا ‌يَضُرُّكُمْ ‌ذُكْرَانًا كُنَّ أَمْ إِنَاثًا”“Untuk bayi laki-laki disembelihkan dua ekor kambing. Sedangkan untuk bayi perempuan disembelihkan satu ekor kambing. Tidak masalah baik kambing itu jantan atau betina”. HR. Tirmidziy dan beliau menilai hadits ini sahih.Hikmah AqiqahDi antara hikmah disyariatkannya aqiqah adalah:Pertama: Melepaskan anak dari tanggungan gadaiPara ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan maksud “tergadaikan” yang termaktub dalam hadits Samurah radhiyallahu ‘anhu di atas. Pendapat pertama mengatakan bahwa syafaat yang diberikan anak kepada orang tua tergadaikan dengan aqiqahnya. Artinya, jika anak tersebut meninggal sebelum baligh dan belum diaqiqahi, maka orang tua tidak mendapatkan syafaat anaknya di hari kiamat.Pendapat kedua mengatakan bahwa keselamatan anak dari marabahaya tergadaikan dengan aqiqahnya. Atau orang tua tidak bisa secara sempurna mendapatkan kenikmatan dari keberadaan anaknya. Namun jika diaqiqahi, maka anak diharapkan mendapat keselamatan dari marabahaya.Pendapat ketiga mengatakan bahwa setiap bayi yang lahir akan diikuti setan dan dihalangi untuk melakukan amal kebaikan. Dengan diaqiqahi, itu akan menjadi sebab terbebasnya bayi dari kekangan setan dan bala tentaranya.Kedua: Sebagai wujud syukur kepada AllahSebab anak adalah nikmat besar yang dikaruniakan Allah kepada sebagian hamba-Nya. Sehingga layak untuk disyukuri. Salah satu wujudnya adalah dengan aqiqah dan berbagi masakan daging serta kebahagiaan kepada khalayak. Sehingga bayi tersebut didoakan orang banyak dan keharmonisan hubungan antar anggota masyarakat semakin terjalin. Bahkan jika terpaksa harus berhutang demi menjalankan aqiqah, Imam Ahmad menjelaskan bahwa Allah akan segera mengaruniakan gantinya.Ketiga: Mengamalkan SunnahAqiqah dilakukan dalam rangka menjalankan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan meneladani Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang menyembelih domba untuk Nabi Ismail ‘alaihissalam. Juga menyelisihi kebiasaan kaum musyrikin jahiliyah yang menjalankan ritual mengusapkan darah ke kepala bayi.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Jumada Tsaniyah 1443 / 10 Januari 2022 Post navigation Previous MANAKALA BUMI BERBICARANext Dakwah Nihil Tantangan, Mungkinkah? Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Dakwah Nihil Tantangan, Mungkinkah?

Dakwah Nihil Tantangan, Mungkinkah?Oleh: Abdullah ZaenSelembut dan sebijaksana apapun cara kita dalam berdakwah, selama kita menyuarakan kebenaran dan meluruskan penyimpangan; pasti akan menghadapi rintangan dan tantangan. Itu sudah sunnatullah. Bahkan da’i paling bijaksana dan paling lembut sedunia sekalipun, ternyata dicaci-maki, dilempari batu, diusir, malahan diupayakan untuk dibunuh. Beliau adalah Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.Namun ada satu hal penting yang musti selalu diingat. Bahwa kita tidak pernah diajari Islam untuk sok-sokan meminta dan menantang ujian. Justru sebaliknya, setiap pagi dan petang kita dibimbing untuk selalu memohon afiat dan keselamatan.Dakwah itu tidak boleh sekedar bermodal nekat dan semangat. Namun harus berbekal ilmu yang beragam. Ilmu tentang konten dakwah yang akan disampaikan. Ilmu mengenai objek dakwah yang akan didakwahi. Ilmu tentang level kekuatan atau kelemahan kita. Yang terakhir ini diistilahkan oleh Syaikh Shalih Alu Syaikh hafizhahullah dengan term Fiqh al-quwwah wa adh-dha’f.Lebih dari 13 tahun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdakwah di kota Mekah. Tidak pernah sekalipun tercatat dalam sejarah, beliau merusak ratusan berhala yang bertebaran di sekeliling Ka’bah. Bahkan sekedar ‘iseng’ mencolek patung atau menendang sesaji, tidak pernah beliau lakukan. Padahal berhala itu jelas-jelas simbol kesyirikan; dosa terbesar yang tak diampuni Allah. Namun beliau justru berkonsentrasi dan fokus membangun pondasi akidah, sembari mengiringinya dengan penerapan akhlak mulia terhadap masyarakat.Beliau adalah sosok yang amat bijaksana dan dibimbing wahyu Allah. Beliau sangat memahami bahwa kaum muslimin di fase Mekah dalam kondisi lemah dan minoritas. Jika melakukan tindakan yang tidak terukur, bisa berakibat fatal. Yakni dihabisinya umat Islam tanpa tersisa hingga akar-akarnya.Sirah Nabawiyyah itu intinya bukan menghapal jumlah pasukan kaum muslimin dan kaum musyrikin saat perang A atau perang B. Bukan pula sekedar menghapal nama atau tahun peristiwa C dan peristiwa D. Namun Sirah Nabawiyyah dicatat untuk dipahami, direnungi dan diambil pelajarannya; guna diaplikasikan di tengah kehidupan kita.Dalam kondisi kuat dan mayoritas pun, kita tetap dituntut untuk mengatur dan menata diksi ucapan yang akan kita sampaikan. Serta mengukur dan menimbang perbuatan yang akan kita lakukan. Akankah menimbulkan dampak buruk yang lebih besar dibanding manfaatnya atau sebaliknya? Apalagi dalam kondisi lemah dan minoritas. Tentu kita lebih tertuntut untuk tidak grusa-grusu.Ingat, tidak setiap tantangan dan rintangan yang kita hadapi dalam berdakwah akan membuahkan pahala. Terlebih jika itu muncul sebagai efek dari kejahilan, kecerobohan dan ketidakbijaksanaan kita dalam berdakwah.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Jumada Tsaniyah 1443 / 9 Januari 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 158: MENGAPA MENGAQIQAHI ANAK?Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 180: BACAAN DZIKIR SORE (Bagian-3) Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Dakwah Nihil Tantangan, Mungkinkah?

Dakwah Nihil Tantangan, Mungkinkah?Oleh: Abdullah ZaenSelembut dan sebijaksana apapun cara kita dalam berdakwah, selama kita menyuarakan kebenaran dan meluruskan penyimpangan; pasti akan menghadapi rintangan dan tantangan. Itu sudah sunnatullah. Bahkan da’i paling bijaksana dan paling lembut sedunia sekalipun, ternyata dicaci-maki, dilempari batu, diusir, malahan diupayakan untuk dibunuh. Beliau adalah Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.Namun ada satu hal penting yang musti selalu diingat. Bahwa kita tidak pernah diajari Islam untuk sok-sokan meminta dan menantang ujian. Justru sebaliknya, setiap pagi dan petang kita dibimbing untuk selalu memohon afiat dan keselamatan.Dakwah itu tidak boleh sekedar bermodal nekat dan semangat. Namun harus berbekal ilmu yang beragam. Ilmu tentang konten dakwah yang akan disampaikan. Ilmu mengenai objek dakwah yang akan didakwahi. Ilmu tentang level kekuatan atau kelemahan kita. Yang terakhir ini diistilahkan oleh Syaikh Shalih Alu Syaikh hafizhahullah dengan term Fiqh al-quwwah wa adh-dha’f.Lebih dari 13 tahun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdakwah di kota Mekah. Tidak pernah sekalipun tercatat dalam sejarah, beliau merusak ratusan berhala yang bertebaran di sekeliling Ka’bah. Bahkan sekedar ‘iseng’ mencolek patung atau menendang sesaji, tidak pernah beliau lakukan. Padahal berhala itu jelas-jelas simbol kesyirikan; dosa terbesar yang tak diampuni Allah. Namun beliau justru berkonsentrasi dan fokus membangun pondasi akidah, sembari mengiringinya dengan penerapan akhlak mulia terhadap masyarakat.Beliau adalah sosok yang amat bijaksana dan dibimbing wahyu Allah. Beliau sangat memahami bahwa kaum muslimin di fase Mekah dalam kondisi lemah dan minoritas. Jika melakukan tindakan yang tidak terukur, bisa berakibat fatal. Yakni dihabisinya umat Islam tanpa tersisa hingga akar-akarnya.Sirah Nabawiyyah itu intinya bukan menghapal jumlah pasukan kaum muslimin dan kaum musyrikin saat perang A atau perang B. Bukan pula sekedar menghapal nama atau tahun peristiwa C dan peristiwa D. Namun Sirah Nabawiyyah dicatat untuk dipahami, direnungi dan diambil pelajarannya; guna diaplikasikan di tengah kehidupan kita.Dalam kondisi kuat dan mayoritas pun, kita tetap dituntut untuk mengatur dan menata diksi ucapan yang akan kita sampaikan. Serta mengukur dan menimbang perbuatan yang akan kita lakukan. Akankah menimbulkan dampak buruk yang lebih besar dibanding manfaatnya atau sebaliknya? Apalagi dalam kondisi lemah dan minoritas. Tentu kita lebih tertuntut untuk tidak grusa-grusu.Ingat, tidak setiap tantangan dan rintangan yang kita hadapi dalam berdakwah akan membuahkan pahala. Terlebih jika itu muncul sebagai efek dari kejahilan, kecerobohan dan ketidakbijaksanaan kita dalam berdakwah.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Jumada Tsaniyah 1443 / 9 Januari 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 158: MENGAPA MENGAQIQAHI ANAK?Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 180: BACAAN DZIKIR SORE (Bagian-3) Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Dakwah Nihil Tantangan, Mungkinkah?Oleh: Abdullah ZaenSelembut dan sebijaksana apapun cara kita dalam berdakwah, selama kita menyuarakan kebenaran dan meluruskan penyimpangan; pasti akan menghadapi rintangan dan tantangan. Itu sudah sunnatullah. Bahkan da’i paling bijaksana dan paling lembut sedunia sekalipun, ternyata dicaci-maki, dilempari batu, diusir, malahan diupayakan untuk dibunuh. Beliau adalah Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.Namun ada satu hal penting yang musti selalu diingat. Bahwa kita tidak pernah diajari Islam untuk sok-sokan meminta dan menantang ujian. Justru sebaliknya, setiap pagi dan petang kita dibimbing untuk selalu memohon afiat dan keselamatan.Dakwah itu tidak boleh sekedar bermodal nekat dan semangat. Namun harus berbekal ilmu yang beragam. Ilmu tentang konten dakwah yang akan disampaikan. Ilmu mengenai objek dakwah yang akan didakwahi. Ilmu tentang level kekuatan atau kelemahan kita. Yang terakhir ini diistilahkan oleh Syaikh Shalih Alu Syaikh hafizhahullah dengan term Fiqh al-quwwah wa adh-dha’f.Lebih dari 13 tahun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdakwah di kota Mekah. Tidak pernah sekalipun tercatat dalam sejarah, beliau merusak ratusan berhala yang bertebaran di sekeliling Ka’bah. Bahkan sekedar ‘iseng’ mencolek patung atau menendang sesaji, tidak pernah beliau lakukan. Padahal berhala itu jelas-jelas simbol kesyirikan; dosa terbesar yang tak diampuni Allah. Namun beliau justru berkonsentrasi dan fokus membangun pondasi akidah, sembari mengiringinya dengan penerapan akhlak mulia terhadap masyarakat.Beliau adalah sosok yang amat bijaksana dan dibimbing wahyu Allah. Beliau sangat memahami bahwa kaum muslimin di fase Mekah dalam kondisi lemah dan minoritas. Jika melakukan tindakan yang tidak terukur, bisa berakibat fatal. Yakni dihabisinya umat Islam tanpa tersisa hingga akar-akarnya.Sirah Nabawiyyah itu intinya bukan menghapal jumlah pasukan kaum muslimin dan kaum musyrikin saat perang A atau perang B. Bukan pula sekedar menghapal nama atau tahun peristiwa C dan peristiwa D. Namun Sirah Nabawiyyah dicatat untuk dipahami, direnungi dan diambil pelajarannya; guna diaplikasikan di tengah kehidupan kita.Dalam kondisi kuat dan mayoritas pun, kita tetap dituntut untuk mengatur dan menata diksi ucapan yang akan kita sampaikan. Serta mengukur dan menimbang perbuatan yang akan kita lakukan. Akankah menimbulkan dampak buruk yang lebih besar dibanding manfaatnya atau sebaliknya? Apalagi dalam kondisi lemah dan minoritas. Tentu kita lebih tertuntut untuk tidak grusa-grusu.Ingat, tidak setiap tantangan dan rintangan yang kita hadapi dalam berdakwah akan membuahkan pahala. Terlebih jika itu muncul sebagai efek dari kejahilan, kecerobohan dan ketidakbijaksanaan kita dalam berdakwah.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Jumada Tsaniyah 1443 / 9 Januari 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 158: MENGAPA MENGAQIQAHI ANAK?Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 180: BACAAN DZIKIR SORE (Bagian-3) Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Dakwah Nihil Tantangan, Mungkinkah?Oleh: Abdullah ZaenSelembut dan sebijaksana apapun cara kita dalam berdakwah, selama kita menyuarakan kebenaran dan meluruskan penyimpangan; pasti akan menghadapi rintangan dan tantangan. Itu sudah sunnatullah. Bahkan da’i paling bijaksana dan paling lembut sedunia sekalipun, ternyata dicaci-maki, dilempari batu, diusir, malahan diupayakan untuk dibunuh. Beliau adalah Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.Namun ada satu hal penting yang musti selalu diingat. Bahwa kita tidak pernah diajari Islam untuk sok-sokan meminta dan menantang ujian. Justru sebaliknya, setiap pagi dan petang kita dibimbing untuk selalu memohon afiat dan keselamatan.Dakwah itu tidak boleh sekedar bermodal nekat dan semangat. Namun harus berbekal ilmu yang beragam. Ilmu tentang konten dakwah yang akan disampaikan. Ilmu mengenai objek dakwah yang akan didakwahi. Ilmu tentang level kekuatan atau kelemahan kita. Yang terakhir ini diistilahkan oleh Syaikh Shalih Alu Syaikh hafizhahullah dengan term Fiqh al-quwwah wa adh-dha’f.Lebih dari 13 tahun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdakwah di kota Mekah. Tidak pernah sekalipun tercatat dalam sejarah, beliau merusak ratusan berhala yang bertebaran di sekeliling Ka’bah. Bahkan sekedar ‘iseng’ mencolek patung atau menendang sesaji, tidak pernah beliau lakukan. Padahal berhala itu jelas-jelas simbol kesyirikan; dosa terbesar yang tak diampuni Allah. Namun beliau justru berkonsentrasi dan fokus membangun pondasi akidah, sembari mengiringinya dengan penerapan akhlak mulia terhadap masyarakat.Beliau adalah sosok yang amat bijaksana dan dibimbing wahyu Allah. Beliau sangat memahami bahwa kaum muslimin di fase Mekah dalam kondisi lemah dan minoritas. Jika melakukan tindakan yang tidak terukur, bisa berakibat fatal. Yakni dihabisinya umat Islam tanpa tersisa hingga akar-akarnya.Sirah Nabawiyyah itu intinya bukan menghapal jumlah pasukan kaum muslimin dan kaum musyrikin saat perang A atau perang B. Bukan pula sekedar menghapal nama atau tahun peristiwa C dan peristiwa D. Namun Sirah Nabawiyyah dicatat untuk dipahami, direnungi dan diambil pelajarannya; guna diaplikasikan di tengah kehidupan kita.Dalam kondisi kuat dan mayoritas pun, kita tetap dituntut untuk mengatur dan menata diksi ucapan yang akan kita sampaikan. Serta mengukur dan menimbang perbuatan yang akan kita lakukan. Akankah menimbulkan dampak buruk yang lebih besar dibanding manfaatnya atau sebaliknya? Apalagi dalam kondisi lemah dan minoritas. Tentu kita lebih tertuntut untuk tidak grusa-grusu.Ingat, tidak setiap tantangan dan rintangan yang kita hadapi dalam berdakwah akan membuahkan pahala. Terlebih jika itu muncul sebagai efek dari kejahilan, kecerobohan dan ketidakbijaksanaan kita dalam berdakwah.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Jumada Tsaniyah 1443 / 9 Januari 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 158: MENGAPA MENGAQIQAHI ANAK?Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 180: BACAAN DZIKIR SORE (Bagian-3) Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 180: BACAAN DZIKIR SORE (Bagian-3)

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 180BACAAN DZIKIR SORE (Bagian-3)Pada pertemuan yang lalu, kita sudah memulai pembahasan tentang wirid yang khusus dibaca di sore hari. Berikut kelanjutannya:BACAAN KETIGA:Membaca wirid berikut satu kali:” ‌أَمْسَيْنَا ‌عَلَى ‌فِطْرَةِ ‌الْإِسْلَامِ، وَعَلَى كَلِمَةِ الْإِخْلَاصِ، وَعَلَى دِينِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِينَا إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا مُسْلِمًا، وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ”“Sore ini kami berpegang dengan fitrah Islam, kalimat tauhid, agama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan agama ayah kita Ibrahim yang tegak di atas jalan yang lurus, tunduk, serta tidak termasuk kaum musyrikin”.Dalil LandasanAbdurrahman bin Abzâ radhiyallahu ‘anhu menjelaskan, “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bila memasuki waktu sore, beliau membaca dzikir tadi”. HR. Ahmad dan sanadnya dinilai sahih oleh al-‘Iraqiy dan al-Albaniy.Renungan KandunganSetiap sore kita diajak untuk merenungi berbagai nikmat yang dilimpahkan Allah pada kita. Terutama nikmat-nikmat yang bersifat ukhrawi. Agar kita senantiasa bersyukur kepada Allah. Di dalam wirid ini kita diingatkan dengan empat karunia.Nikmat Pertama: Fitrah IslamYakni kita masih diperkenankan oleh Allah untuk memeluk agama mulia ini. Agama yang selaras dengan fitrah asli manusia yang belum tercemar. Yaitu fitrah yang cenderung menyukai kebaikan dan membenci keburukan. Fitrah yang tunduk pada Allah dan tidak menentang ajaran-Nya.Nikmat Kedua: Kalimat TauhidMaksudnya kita masih dibantu oleh Allah untuk tetap konsisten berpegang dengan kalimat Lâ ilâha illallâh. Kalimat yang inti kandungannya adalah tauhid; mengesakan Allah dalam segala hal. Cobalah tengok kanan dan kiri kita, tidak sedikit manusia yang mengawali harinya dengan ritual kesyirikan, na’udzubillah min dzalik. Alhamdulillah kita terpilih untuk tetap menggenggam erat ajaran tauhid.Nikmat Ketiga: Ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallamTidak semua orang yang mengaku beragama Islam, setia mengikuti ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Baik dalam aspek akidah, ibadah maupun akhlak. Kita bersyukur kepada Allah; karena diberi hidayah untuk berusaha menapaki jalan Nabi akhir zaman, penutup para nabi. Ikrar ini sekaligus pengingat bagi kita untuk tetap istiqamah belajar Sunnah beliau dan mengamalkannya.Nikmat Keempat: Ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihissalamBeliau adalah sosok utusan Allah yang digelari sebagai ayah para nabi. Sebab seluruh nabi merupakan keturunan beliau. Karakter utama beliau adalah konsisten membela kebenaran dan melawan kebatilan. Juga kepatuhan total kepada Allah ta’ala. Seharusnya kita meneladani karakter unggul tersebut dalam keseharian.Di akhir dzikir dijelaskan bahwa Nabi Ibrahim bukan tergolong kaum musyrikin. Ini adalah bantahan telak bagi kaum musyrikin yang mengklaim bahwa mereka mengikuti ajaran Nabi Ibrahim. Klaim kosong tersebut tidak memiliki landasan historis apapun.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 29 Jumadal Ula 1443 / 3 Januari 2021 Post navigation Previous Dakwah Nihil Tantangan, Mungkinkah?Next PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KEDUABELAS PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1443/1444 H – 2022/2023 M Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 180: BACAAN DZIKIR SORE (Bagian-3)

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 180BACAAN DZIKIR SORE (Bagian-3)Pada pertemuan yang lalu, kita sudah memulai pembahasan tentang wirid yang khusus dibaca di sore hari. Berikut kelanjutannya:BACAAN KETIGA:Membaca wirid berikut satu kali:” ‌أَمْسَيْنَا ‌عَلَى ‌فِطْرَةِ ‌الْإِسْلَامِ، وَعَلَى كَلِمَةِ الْإِخْلَاصِ، وَعَلَى دِينِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِينَا إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا مُسْلِمًا، وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ”“Sore ini kami berpegang dengan fitrah Islam, kalimat tauhid, agama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan agama ayah kita Ibrahim yang tegak di atas jalan yang lurus, tunduk, serta tidak termasuk kaum musyrikin”.Dalil LandasanAbdurrahman bin Abzâ radhiyallahu ‘anhu menjelaskan, “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bila memasuki waktu sore, beliau membaca dzikir tadi”. HR. Ahmad dan sanadnya dinilai sahih oleh al-‘Iraqiy dan al-Albaniy.Renungan KandunganSetiap sore kita diajak untuk merenungi berbagai nikmat yang dilimpahkan Allah pada kita. Terutama nikmat-nikmat yang bersifat ukhrawi. Agar kita senantiasa bersyukur kepada Allah. Di dalam wirid ini kita diingatkan dengan empat karunia.Nikmat Pertama: Fitrah IslamYakni kita masih diperkenankan oleh Allah untuk memeluk agama mulia ini. Agama yang selaras dengan fitrah asli manusia yang belum tercemar. Yaitu fitrah yang cenderung menyukai kebaikan dan membenci keburukan. Fitrah yang tunduk pada Allah dan tidak menentang ajaran-Nya.Nikmat Kedua: Kalimat TauhidMaksudnya kita masih dibantu oleh Allah untuk tetap konsisten berpegang dengan kalimat Lâ ilâha illallâh. Kalimat yang inti kandungannya adalah tauhid; mengesakan Allah dalam segala hal. Cobalah tengok kanan dan kiri kita, tidak sedikit manusia yang mengawali harinya dengan ritual kesyirikan, na’udzubillah min dzalik. Alhamdulillah kita terpilih untuk tetap menggenggam erat ajaran tauhid.Nikmat Ketiga: Ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallamTidak semua orang yang mengaku beragama Islam, setia mengikuti ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Baik dalam aspek akidah, ibadah maupun akhlak. Kita bersyukur kepada Allah; karena diberi hidayah untuk berusaha menapaki jalan Nabi akhir zaman, penutup para nabi. Ikrar ini sekaligus pengingat bagi kita untuk tetap istiqamah belajar Sunnah beliau dan mengamalkannya.Nikmat Keempat: Ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihissalamBeliau adalah sosok utusan Allah yang digelari sebagai ayah para nabi. Sebab seluruh nabi merupakan keturunan beliau. Karakter utama beliau adalah konsisten membela kebenaran dan melawan kebatilan. Juga kepatuhan total kepada Allah ta’ala. Seharusnya kita meneladani karakter unggul tersebut dalam keseharian.Di akhir dzikir dijelaskan bahwa Nabi Ibrahim bukan tergolong kaum musyrikin. Ini adalah bantahan telak bagi kaum musyrikin yang mengklaim bahwa mereka mengikuti ajaran Nabi Ibrahim. Klaim kosong tersebut tidak memiliki landasan historis apapun.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 29 Jumadal Ula 1443 / 3 Januari 2021 Post navigation Previous Dakwah Nihil Tantangan, Mungkinkah?Next PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KEDUABELAS PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1443/1444 H – 2022/2023 M Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 180BACAAN DZIKIR SORE (Bagian-3)Pada pertemuan yang lalu, kita sudah memulai pembahasan tentang wirid yang khusus dibaca di sore hari. Berikut kelanjutannya:BACAAN KETIGA:Membaca wirid berikut satu kali:” ‌أَمْسَيْنَا ‌عَلَى ‌فِطْرَةِ ‌الْإِسْلَامِ، وَعَلَى كَلِمَةِ الْإِخْلَاصِ، وَعَلَى دِينِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِينَا إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا مُسْلِمًا، وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ”“Sore ini kami berpegang dengan fitrah Islam, kalimat tauhid, agama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan agama ayah kita Ibrahim yang tegak di atas jalan yang lurus, tunduk, serta tidak termasuk kaum musyrikin”.Dalil LandasanAbdurrahman bin Abzâ radhiyallahu ‘anhu menjelaskan, “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bila memasuki waktu sore, beliau membaca dzikir tadi”. HR. Ahmad dan sanadnya dinilai sahih oleh al-‘Iraqiy dan al-Albaniy.Renungan KandunganSetiap sore kita diajak untuk merenungi berbagai nikmat yang dilimpahkan Allah pada kita. Terutama nikmat-nikmat yang bersifat ukhrawi. Agar kita senantiasa bersyukur kepada Allah. Di dalam wirid ini kita diingatkan dengan empat karunia.Nikmat Pertama: Fitrah IslamYakni kita masih diperkenankan oleh Allah untuk memeluk agama mulia ini. Agama yang selaras dengan fitrah asli manusia yang belum tercemar. Yaitu fitrah yang cenderung menyukai kebaikan dan membenci keburukan. Fitrah yang tunduk pada Allah dan tidak menentang ajaran-Nya.Nikmat Kedua: Kalimat TauhidMaksudnya kita masih dibantu oleh Allah untuk tetap konsisten berpegang dengan kalimat Lâ ilâha illallâh. Kalimat yang inti kandungannya adalah tauhid; mengesakan Allah dalam segala hal. Cobalah tengok kanan dan kiri kita, tidak sedikit manusia yang mengawali harinya dengan ritual kesyirikan, na’udzubillah min dzalik. Alhamdulillah kita terpilih untuk tetap menggenggam erat ajaran tauhid.Nikmat Ketiga: Ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallamTidak semua orang yang mengaku beragama Islam, setia mengikuti ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Baik dalam aspek akidah, ibadah maupun akhlak. Kita bersyukur kepada Allah; karena diberi hidayah untuk berusaha menapaki jalan Nabi akhir zaman, penutup para nabi. Ikrar ini sekaligus pengingat bagi kita untuk tetap istiqamah belajar Sunnah beliau dan mengamalkannya.Nikmat Keempat: Ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihissalamBeliau adalah sosok utusan Allah yang digelari sebagai ayah para nabi. Sebab seluruh nabi merupakan keturunan beliau. Karakter utama beliau adalah konsisten membela kebenaran dan melawan kebatilan. Juga kepatuhan total kepada Allah ta’ala. Seharusnya kita meneladani karakter unggul tersebut dalam keseharian.Di akhir dzikir dijelaskan bahwa Nabi Ibrahim bukan tergolong kaum musyrikin. Ini adalah bantahan telak bagi kaum musyrikin yang mengklaim bahwa mereka mengikuti ajaran Nabi Ibrahim. Klaim kosong tersebut tidak memiliki landasan historis apapun.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 29 Jumadal Ula 1443 / 3 Januari 2021 Post navigation Previous Dakwah Nihil Tantangan, Mungkinkah?Next PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KEDUABELAS PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1443/1444 H – 2022/2023 M Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 180BACAAN DZIKIR SORE (Bagian-3)Pada pertemuan yang lalu, kita sudah memulai pembahasan tentang wirid yang khusus dibaca di sore hari. Berikut kelanjutannya:BACAAN KETIGA:Membaca wirid berikut satu kali:” ‌أَمْسَيْنَا ‌عَلَى ‌فِطْرَةِ ‌الْإِسْلَامِ، وَعَلَى كَلِمَةِ الْإِخْلَاصِ، وَعَلَى دِينِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِينَا إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا مُسْلِمًا، وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ”“Sore ini kami berpegang dengan fitrah Islam, kalimat tauhid, agama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan agama ayah kita Ibrahim yang tegak di atas jalan yang lurus, tunduk, serta tidak termasuk kaum musyrikin”.Dalil LandasanAbdurrahman bin Abzâ radhiyallahu ‘anhu menjelaskan, “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bila memasuki waktu sore, beliau membaca dzikir tadi”. HR. Ahmad dan sanadnya dinilai sahih oleh al-‘Iraqiy dan al-Albaniy.Renungan KandunganSetiap sore kita diajak untuk merenungi berbagai nikmat yang dilimpahkan Allah pada kita. Terutama nikmat-nikmat yang bersifat ukhrawi. Agar kita senantiasa bersyukur kepada Allah. Di dalam wirid ini kita diingatkan dengan empat karunia.Nikmat Pertama: Fitrah IslamYakni kita masih diperkenankan oleh Allah untuk memeluk agama mulia ini. Agama yang selaras dengan fitrah asli manusia yang belum tercemar. Yaitu fitrah yang cenderung menyukai kebaikan dan membenci keburukan. Fitrah yang tunduk pada Allah dan tidak menentang ajaran-Nya.Nikmat Kedua: Kalimat TauhidMaksudnya kita masih dibantu oleh Allah untuk tetap konsisten berpegang dengan kalimat Lâ ilâha illallâh. Kalimat yang inti kandungannya adalah tauhid; mengesakan Allah dalam segala hal. Cobalah tengok kanan dan kiri kita, tidak sedikit manusia yang mengawali harinya dengan ritual kesyirikan, na’udzubillah min dzalik. Alhamdulillah kita terpilih untuk tetap menggenggam erat ajaran tauhid.Nikmat Ketiga: Ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallamTidak semua orang yang mengaku beragama Islam, setia mengikuti ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Baik dalam aspek akidah, ibadah maupun akhlak. Kita bersyukur kepada Allah; karena diberi hidayah untuk berusaha menapaki jalan Nabi akhir zaman, penutup para nabi. Ikrar ini sekaligus pengingat bagi kita untuk tetap istiqamah belajar Sunnah beliau dan mengamalkannya.Nikmat Keempat: Ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihissalamBeliau adalah sosok utusan Allah yang digelari sebagai ayah para nabi. Sebab seluruh nabi merupakan keturunan beliau. Karakter utama beliau adalah konsisten membela kebenaran dan melawan kebatilan. Juga kepatuhan total kepada Allah ta’ala. Seharusnya kita meneladani karakter unggul tersebut dalam keseharian.Di akhir dzikir dijelaskan bahwa Nabi Ibrahim bukan tergolong kaum musyrikin. Ini adalah bantahan telak bagi kaum musyrikin yang mengklaim bahwa mereka mengikuti ajaran Nabi Ibrahim. Klaim kosong tersebut tidak memiliki landasan historis apapun.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 29 Jumadal Ula 1443 / 3 Januari 2021 Post navigation Previous Dakwah Nihil Tantangan, Mungkinkah?Next PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KEDUABELAS PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1443/1444 H – 2022/2023 M Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KEDUABELAS PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1443/1444 H – 2022/2023 M

UPDATE PSB Angkatan Ke-13 > Klik Disini < ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KEDUABELAS PROGRAM PENGKADERAN DA’ITAHUN AKADEMIK: 1443/1444 H – 2022/2023 MPROLOGAnda ingin menjadi pewaris para nabi? Jadilah ulama! Niscaya Anda akan menjadi pewaris mereka. Yang mewarisi ilmu, akhlaq dan semangat dakwahnya.Pondok Pesantren “Tunas Ilmu”, yang diselenggarakan oleh Yayasan Islam Tunas Ilmu Purbalingga dengan SK Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No: AHU-3926.AH.01.04.Tahun 2010, melalui program pendidikan intensif selama 3 tahun dan praktek dakwah lapangan selama 1 tahun, berkomitmen tinggi mengantarkan Anda menuju gerbang impian indah tersebut. MATERI PELAJARAN Dengan mengikuti program intensif ini, Anda akan menguasai berbagai disiplin ilmu agama dan materi lainnya.Di antaranya:AkidahTafsirHaditsFiqihSirah NabawiyyahBahasa ArabMetode BerdakwahWirausahaTahfizh al-Qur’an 30 juz bersanad(program spesial untuk santri yang lolos seleksi khusus) KOMPETENSI LULUSANInsyaAllah lulusan program ini akan memiliki kompetensi berikut:Lancar berbahasa Arab, aktif dan pasifMenguasai berbagai disiplin ilmu agamaMahir berceramah dalam bahasa Arab dan IndonesiaTerampil menulis artikel ilmiahMampu mendakwahkan Islam dengan hikmahMemiliki ketrampilan berwirausaha, bercocok tanam dan beternak FASILITAS PENDIDIKANMasjidRuang belajarAsramaPerpustakaan dengan ribuan koleksi kitab ArabSarana olahraga (lapangan futsal dll)Mini marketLahan pertanian dan peternakan TENAGA PENGAJAR:Pengajar terdiri dari para alumni S1 dan S2 Universitas Islam Madinah, Yaman, ‘Unaizah-Arab Saudi, LIPIA Jakarta dan lain-lain. INFORMASI PENDAFTARANSYARAT-SYARAT:PriaFoto copy ijazah SMU/sederajat dan NEMSalinan akta kelahiranSurat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang masih berlakuRekomendasi dari seorang ustadz/da’i/lembaga dakwah yang dikenalPas foto terbaru 2×3 dan 4×6 (@ dua lembar)Medical check up Laboratorium bebas Hepatitis dan TBCFoto copy KTP yang masih berlakuSurat izin dari orang tuaMengisi formulir pendaftaran (bisa didownload dari link di akhir brosur)Bersedia mengikuti tata tertib pesantren. KUOTA JUMLAH SANTRIKarena pertimbangan efesiensi pembelajaran, total santri yang akan diterima adalah 20 orang saja. Santri wajib berasrama selama belajar di Pesantren. WAKTU & TEMPAT PENDAFTARANPendaftaran dibuka pada Senin, 7 Maret 2022 – Sabtu, 21 Mei 2022 (ditutup manakala kuota telah terpenuhi).Bertempat di Pondok Pesantren “Tunas Ilmu” Ds. Kedungwuluh RT/RW: 8/2 Kec. Kalimanah Kab. Purbalingga 53371 Jawa Tengah.Atau berkas-berkas persyaratan dikirim via pos ke alamat tersebut (cap pos). SELEKSI, PENGUMUMAN, DAFTAR ULANG & MULAI BELAJARUjian seleksi : Sabtu, 28 Mei 2022 Pukul 07.00 WIB tepat hingga selesai. (Bagi calon santri yang tidak mengikuti ujian, dianggap telah mengundurkan diri).Pengumuman : Ahad, 29 Mei 2022Daftar ulang : Senin, 30 Mei 2022Orientasi santri baru : Senin, 30 Mei 2022 – Kamis, 30 Mei 2022Awal belajar : Senin, 30 Mei 2022 MATERI UJIANWawancaraMembaca al-Qur’anMateri dasar agama BIAYA STUDI DAN PENDAFTARANBiaya Pendaftaran :PendaftaranRp. 20.000Perlengkapan (sekali selama belajar)Rp. 100.000SPP / bulanRp. 50.000Uang makan / bulanRp. 200.000Uang GedungGratisTotal Rp. 370.000Biaya Setiap Bulan :SPP & uang makanRp. 250.000 INFORMASI:Telp : (0281) 6597674Hp : 0895622437748Website : https://tunasilmu.comEmail : [email protected]Segera daftarkan diri Anda atau putra-putri Anda, sebelum terlambat! Beasiswa bagi Santri yang Kurang Mampu dan BerprestasiDOWNLOAD FORMULIR PENDAFTARAN Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 180: BACAAN DZIKIR SORE (Bagian-3)Next KELUARGA SAYANG KELUARGA MALANG Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KEDUABELAS PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1443/1444 H – 2022/2023 M

UPDATE PSB Angkatan Ke-13 > Klik Disini < ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KEDUABELAS PROGRAM PENGKADERAN DA’ITAHUN AKADEMIK: 1443/1444 H – 2022/2023 MPROLOGAnda ingin menjadi pewaris para nabi? Jadilah ulama! Niscaya Anda akan menjadi pewaris mereka. Yang mewarisi ilmu, akhlaq dan semangat dakwahnya.Pondok Pesantren “Tunas Ilmu”, yang diselenggarakan oleh Yayasan Islam Tunas Ilmu Purbalingga dengan SK Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No: AHU-3926.AH.01.04.Tahun 2010, melalui program pendidikan intensif selama 3 tahun dan praktek dakwah lapangan selama 1 tahun, berkomitmen tinggi mengantarkan Anda menuju gerbang impian indah tersebut. MATERI PELAJARAN Dengan mengikuti program intensif ini, Anda akan menguasai berbagai disiplin ilmu agama dan materi lainnya.Di antaranya:AkidahTafsirHaditsFiqihSirah NabawiyyahBahasa ArabMetode BerdakwahWirausahaTahfizh al-Qur’an 30 juz bersanad(program spesial untuk santri yang lolos seleksi khusus) KOMPETENSI LULUSANInsyaAllah lulusan program ini akan memiliki kompetensi berikut:Lancar berbahasa Arab, aktif dan pasifMenguasai berbagai disiplin ilmu agamaMahir berceramah dalam bahasa Arab dan IndonesiaTerampil menulis artikel ilmiahMampu mendakwahkan Islam dengan hikmahMemiliki ketrampilan berwirausaha, bercocok tanam dan beternak FASILITAS PENDIDIKANMasjidRuang belajarAsramaPerpustakaan dengan ribuan koleksi kitab ArabSarana olahraga (lapangan futsal dll)Mini marketLahan pertanian dan peternakan TENAGA PENGAJAR:Pengajar terdiri dari para alumni S1 dan S2 Universitas Islam Madinah, Yaman, ‘Unaizah-Arab Saudi, LIPIA Jakarta dan lain-lain. INFORMASI PENDAFTARANSYARAT-SYARAT:PriaFoto copy ijazah SMU/sederajat dan NEMSalinan akta kelahiranSurat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang masih berlakuRekomendasi dari seorang ustadz/da’i/lembaga dakwah yang dikenalPas foto terbaru 2×3 dan 4×6 (@ dua lembar)Medical check up Laboratorium bebas Hepatitis dan TBCFoto copy KTP yang masih berlakuSurat izin dari orang tuaMengisi formulir pendaftaran (bisa didownload dari link di akhir brosur)Bersedia mengikuti tata tertib pesantren. KUOTA JUMLAH SANTRIKarena pertimbangan efesiensi pembelajaran, total santri yang akan diterima adalah 20 orang saja. Santri wajib berasrama selama belajar di Pesantren. WAKTU & TEMPAT PENDAFTARANPendaftaran dibuka pada Senin, 7 Maret 2022 – Sabtu, 21 Mei 2022 (ditutup manakala kuota telah terpenuhi).Bertempat di Pondok Pesantren “Tunas Ilmu” Ds. Kedungwuluh RT/RW: 8/2 Kec. Kalimanah Kab. Purbalingga 53371 Jawa Tengah.Atau berkas-berkas persyaratan dikirim via pos ke alamat tersebut (cap pos). SELEKSI, PENGUMUMAN, DAFTAR ULANG & MULAI BELAJARUjian seleksi : Sabtu, 28 Mei 2022 Pukul 07.00 WIB tepat hingga selesai. (Bagi calon santri yang tidak mengikuti ujian, dianggap telah mengundurkan diri).Pengumuman : Ahad, 29 Mei 2022Daftar ulang : Senin, 30 Mei 2022Orientasi santri baru : Senin, 30 Mei 2022 – Kamis, 30 Mei 2022Awal belajar : Senin, 30 Mei 2022 MATERI UJIANWawancaraMembaca al-Qur’anMateri dasar agama BIAYA STUDI DAN PENDAFTARANBiaya Pendaftaran :PendaftaranRp. 20.000Perlengkapan (sekali selama belajar)Rp. 100.000SPP / bulanRp. 50.000Uang makan / bulanRp. 200.000Uang GedungGratisTotal Rp. 370.000Biaya Setiap Bulan :SPP & uang makanRp. 250.000 INFORMASI:Telp : (0281) 6597674Hp : 0895622437748Website : https://tunasilmu.comEmail : [email protected]Segera daftarkan diri Anda atau putra-putri Anda, sebelum terlambat! Beasiswa bagi Santri yang Kurang Mampu dan BerprestasiDOWNLOAD FORMULIR PENDAFTARAN Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 180: BACAAN DZIKIR SORE (Bagian-3)Next KELUARGA SAYANG KELUARGA MALANG Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
UPDATE PSB Angkatan Ke-13 > Klik Disini < ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KEDUABELAS PROGRAM PENGKADERAN DA’ITAHUN AKADEMIK: 1443/1444 H – 2022/2023 MPROLOGAnda ingin menjadi pewaris para nabi? Jadilah ulama! Niscaya Anda akan menjadi pewaris mereka. Yang mewarisi ilmu, akhlaq dan semangat dakwahnya.Pondok Pesantren “Tunas Ilmu”, yang diselenggarakan oleh Yayasan Islam Tunas Ilmu Purbalingga dengan SK Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No: AHU-3926.AH.01.04.Tahun 2010, melalui program pendidikan intensif selama 3 tahun dan praktek dakwah lapangan selama 1 tahun, berkomitmen tinggi mengantarkan Anda menuju gerbang impian indah tersebut. MATERI PELAJARAN Dengan mengikuti program intensif ini, Anda akan menguasai berbagai disiplin ilmu agama dan materi lainnya.Di antaranya:AkidahTafsirHaditsFiqihSirah NabawiyyahBahasa ArabMetode BerdakwahWirausahaTahfizh al-Qur’an 30 juz bersanad(program spesial untuk santri yang lolos seleksi khusus) KOMPETENSI LULUSANInsyaAllah lulusan program ini akan memiliki kompetensi berikut:Lancar berbahasa Arab, aktif dan pasifMenguasai berbagai disiplin ilmu agamaMahir berceramah dalam bahasa Arab dan IndonesiaTerampil menulis artikel ilmiahMampu mendakwahkan Islam dengan hikmahMemiliki ketrampilan berwirausaha, bercocok tanam dan beternak FASILITAS PENDIDIKANMasjidRuang belajarAsramaPerpustakaan dengan ribuan koleksi kitab ArabSarana olahraga (lapangan futsal dll)Mini marketLahan pertanian dan peternakan TENAGA PENGAJAR:Pengajar terdiri dari para alumni S1 dan S2 Universitas Islam Madinah, Yaman, ‘Unaizah-Arab Saudi, LIPIA Jakarta dan lain-lain. INFORMASI PENDAFTARANSYARAT-SYARAT:PriaFoto copy ijazah SMU/sederajat dan NEMSalinan akta kelahiranSurat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang masih berlakuRekomendasi dari seorang ustadz/da’i/lembaga dakwah yang dikenalPas foto terbaru 2×3 dan 4×6 (@ dua lembar)Medical check up Laboratorium bebas Hepatitis dan TBCFoto copy KTP yang masih berlakuSurat izin dari orang tuaMengisi formulir pendaftaran (bisa didownload dari link di akhir brosur)Bersedia mengikuti tata tertib pesantren. KUOTA JUMLAH SANTRIKarena pertimbangan efesiensi pembelajaran, total santri yang akan diterima adalah 20 orang saja. Santri wajib berasrama selama belajar di Pesantren. WAKTU & TEMPAT PENDAFTARANPendaftaran dibuka pada Senin, 7 Maret 2022 – Sabtu, 21 Mei 2022 (ditutup manakala kuota telah terpenuhi).Bertempat di Pondok Pesantren “Tunas Ilmu” Ds. Kedungwuluh RT/RW: 8/2 Kec. Kalimanah Kab. Purbalingga 53371 Jawa Tengah.Atau berkas-berkas persyaratan dikirim via pos ke alamat tersebut (cap pos). SELEKSI, PENGUMUMAN, DAFTAR ULANG & MULAI BELAJARUjian seleksi : Sabtu, 28 Mei 2022 Pukul 07.00 WIB tepat hingga selesai. (Bagi calon santri yang tidak mengikuti ujian, dianggap telah mengundurkan diri).Pengumuman : Ahad, 29 Mei 2022Daftar ulang : Senin, 30 Mei 2022Orientasi santri baru : Senin, 30 Mei 2022 – Kamis, 30 Mei 2022Awal belajar : Senin, 30 Mei 2022 MATERI UJIANWawancaraMembaca al-Qur’anMateri dasar agama BIAYA STUDI DAN PENDAFTARANBiaya Pendaftaran :PendaftaranRp. 20.000Perlengkapan (sekali selama belajar)Rp. 100.000SPP / bulanRp. 50.000Uang makan / bulanRp. 200.000Uang GedungGratisTotal Rp. 370.000Biaya Setiap Bulan :SPP & uang makanRp. 250.000 INFORMASI:Telp : (0281) 6597674Hp : 0895622437748Website : https://tunasilmu.comEmail : [email protected]Segera daftarkan diri Anda atau putra-putri Anda, sebelum terlambat! Beasiswa bagi Santri yang Kurang Mampu dan BerprestasiDOWNLOAD FORMULIR PENDAFTARAN Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 180: BACAAN DZIKIR SORE (Bagian-3)Next KELUARGA SAYANG KELUARGA MALANG Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


UPDATE PSB Angkatan Ke-13 > Klik Disini < ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KEDUABELAS PROGRAM PENGKADERAN DA’ITAHUN AKADEMIK: 1443/1444 H – 2022/2023 MPROLOGAnda ingin menjadi pewaris para nabi? Jadilah ulama! Niscaya Anda akan menjadi pewaris mereka. Yang mewarisi ilmu, akhlaq dan semangat dakwahnya.Pondok Pesantren “Tunas Ilmu”, yang diselenggarakan oleh Yayasan Islam Tunas Ilmu Purbalingga dengan SK Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No: AHU-3926.AH.01.04.Tahun 2010, melalui program pendidikan intensif selama 3 tahun dan praktek dakwah lapangan selama 1 tahun, berkomitmen tinggi mengantarkan Anda menuju gerbang impian indah tersebut. MATERI PELAJARAN Dengan mengikuti program intensif ini, Anda akan menguasai berbagai disiplin ilmu agama dan materi lainnya.Di antaranya:AkidahTafsirHaditsFiqihSirah NabawiyyahBahasa ArabMetode BerdakwahWirausahaTahfizh al-Qur’an 30 juz bersanad(program spesial untuk santri yang lolos seleksi khusus) KOMPETENSI LULUSANInsyaAllah lulusan program ini akan memiliki kompetensi berikut:Lancar berbahasa Arab, aktif dan pasifMenguasai berbagai disiplin ilmu agamaMahir berceramah dalam bahasa Arab dan IndonesiaTerampil menulis artikel ilmiahMampu mendakwahkan Islam dengan hikmahMemiliki ketrampilan berwirausaha, bercocok tanam dan beternak FASILITAS PENDIDIKANMasjidRuang belajarAsramaPerpustakaan dengan ribuan koleksi kitab ArabSarana olahraga (lapangan futsal dll)Mini marketLahan pertanian dan peternakan TENAGA PENGAJAR:Pengajar terdiri dari para alumni S1 dan S2 Universitas Islam Madinah, Yaman, ‘Unaizah-Arab Saudi, LIPIA Jakarta dan lain-lain. INFORMASI PENDAFTARANSYARAT-SYARAT:PriaFoto copy ijazah SMU/sederajat dan NEMSalinan akta kelahiranSurat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang masih berlakuRekomendasi dari seorang ustadz/da’i/lembaga dakwah yang dikenalPas foto terbaru 2×3 dan 4×6 (@ dua lembar)Medical check up Laboratorium bebas Hepatitis dan TBCFoto copy KTP yang masih berlakuSurat izin dari orang tuaMengisi formulir pendaftaran (bisa didownload dari link di akhir brosur)Bersedia mengikuti tata tertib pesantren. KUOTA JUMLAH SANTRIKarena pertimbangan efesiensi pembelajaran, total santri yang akan diterima adalah 20 orang saja. Santri wajib berasrama selama belajar di Pesantren. WAKTU & TEMPAT PENDAFTARANPendaftaran dibuka pada Senin, 7 Maret 2022 – Sabtu, 21 Mei 2022 (ditutup manakala kuota telah terpenuhi).Bertempat di Pondok Pesantren “Tunas Ilmu” Ds. Kedungwuluh RT/RW: 8/2 Kec. Kalimanah Kab. Purbalingga 53371 Jawa Tengah.Atau berkas-berkas persyaratan dikirim via pos ke alamat tersebut (cap pos). SELEKSI, PENGUMUMAN, DAFTAR ULANG & MULAI BELAJARUjian seleksi : Sabtu, 28 Mei 2022 Pukul 07.00 WIB tepat hingga selesai. (Bagi calon santri yang tidak mengikuti ujian, dianggap telah mengundurkan diri).Pengumuman : Ahad, 29 Mei 2022Daftar ulang : Senin, 30 Mei 2022Orientasi santri baru : Senin, 30 Mei 2022 – Kamis, 30 Mei 2022Awal belajar : Senin, 30 Mei 2022 MATERI UJIANWawancaraMembaca al-Qur’anMateri dasar agama BIAYA STUDI DAN PENDAFTARANBiaya Pendaftaran :PendaftaranRp. 20.000Perlengkapan (sekali selama belajar)Rp. 100.000SPP / bulanRp. 50.000Uang makan / bulanRp. 200.000Uang GedungGratisTotal Rp. 370.000Biaya Setiap Bulan :SPP & uang makanRp. 250.000 INFORMASI:Telp : (0281) 6597674Hp : 0895622437748Website : https://tunasilmu.comEmail : [email protected]Segera daftarkan diri Anda atau putra-putri Anda, sebelum terlambat! Beasiswa bagi Santri yang Kurang Mampu dan BerprestasiDOWNLOAD FORMULIR PENDAFTARAN Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 180: BACAAN DZIKIR SORE (Bagian-3)Next KELUARGA SAYANG KELUARGA MALANG Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 159: BUKAN ASAL NAMA

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 159BUKAN ASAL NAMAUngkapan “Apalah arti sebuah nama” ternyata kurang pas. Sebab nama adalah identitas yang dimiliki oleh seseorang. Dengan adanya nama, maka akan lebih mudah untuk mengidentifikasi seseorang. Identitas ini akan melekat dalam dirinya, bukan hanya sampai tua, bahkan hingga setelah meninggal. Karena itulah memberi nama tidak boleh sembarangan, hanya dengan nama yang sekedar unik atau popular. Namun harus mengandung makna yang baik. Sebab itu akan memberikan pengaruh positif kepada si pemilik nama. Sebaliknya bila diberi nama buruk, maka akan berpengaruh negatif. Orang Arab berkata, “Setiap orang akan mendapatkan pengaruh dari nama yang diberikan padanya”.Suatu hari ada seorang sahabat yang datang bertamu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bertanya, “Siapa namamu?”. Ia menjawab, “Hazn (susah/sedih)”. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Mulai sekarang ubahlah namamu menjadi Sahl (mudah)”. Ia menimpali, “Aku tidak mau mengubah nama yang telah diberikan ayahku”. Sejak hari itu ia dan keluarganya selalu ditimpa kesusahan. (HR. Bukhari).Nama juga bisa menjadi salah satu indikator baik-tidaknya orang tua. Jika nama anak itu baik, maka biasanya orang tuanya salih. Kebalikannya, bila nama anak itu buruk, itu pertanda orang tuanya bukan tipe ayah dan ibu yang baik.Saking pentingnya nama, hingga Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam merasa perlu untuk mengubah nama-nama yang buruk. Berikut beberapa contohnya:• Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Dahulu ia bernama Abdu Syams (hamba matahari). Setelah masuk Islam, nama beliau diganti oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi Abdurrahman. (HR. Al-Hakim).• Ada seorang sahabat yang dahulunya bernama Abdul Jân (hamba para jin). Sesudah masuk Islam, namanya diganti oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan Abdullah. (HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad).• Dahulu Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu bernama Abdul Ka’bah (hamba ka’bah). Setelah masuk Islam diganti oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi Abdurrahman. (Sebagaimana dikisahkan dalam Al-Istî’âb dan Al-Ishâbah).Semua nama-nama lama di atas terlarang, sebab mengandung unsur penghambaan kepada selain Allah, dan ini merupakan kesyirikan. Selain kasus-kasus di atas, ada juga kejadian di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengganti suatu nama karena buruknya makna yang dikandung di dalamnya. Seperti kejadian yang dialami oleh salah satu putri Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu yang awalnya bernama عَاصِيَة ‘Âshiyah (pelaku maksiat), maka oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam diganti dengan nama Jamîlah (baik/indah). (HR. Muslim).Kapan Waktu Pemberian Nama?Pemberian nama bisa dilakukan di hari kelahiran bayi, hari ketiga atau hari ketujuh. Semakin cepat, semakin baik. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“وُلِدَ لِىَ اللَّيْلَةَ غُلاَمٌ فَسَمَّيْتُهُ بِاسْمِ أَبِى إِبْرَاهِيمَ”“Semalam telah lahir anakku dan kuberi nama seperti nama ayahku yaitu Ibrahim”. (HR. Muslim).Dari Samurah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“‌كُلُّ ‌غُلَامٍ ‌مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ يَوْمَ سَابِعِهِ، وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ، وَيُسَمَّى”“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh. Di saat itu rambutnya dicukur dan dinamai”. (HR. Ahmad dan Tirmidziy menyatakan hadits ini hasan sahih).Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Jumada Tsaniyah 1443 / 24 Januari 2022Disusun oleh Abdullah Zaen dari berbagai referensi. Post navigation Previous KELUARGA SAYANG KELUARGA MALANGNext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 160 – MEMBERI NAMA TERBAIK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 159: BUKAN ASAL NAMA

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 159BUKAN ASAL NAMAUngkapan “Apalah arti sebuah nama” ternyata kurang pas. Sebab nama adalah identitas yang dimiliki oleh seseorang. Dengan adanya nama, maka akan lebih mudah untuk mengidentifikasi seseorang. Identitas ini akan melekat dalam dirinya, bukan hanya sampai tua, bahkan hingga setelah meninggal. Karena itulah memberi nama tidak boleh sembarangan, hanya dengan nama yang sekedar unik atau popular. Namun harus mengandung makna yang baik. Sebab itu akan memberikan pengaruh positif kepada si pemilik nama. Sebaliknya bila diberi nama buruk, maka akan berpengaruh negatif. Orang Arab berkata, “Setiap orang akan mendapatkan pengaruh dari nama yang diberikan padanya”.Suatu hari ada seorang sahabat yang datang bertamu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bertanya, “Siapa namamu?”. Ia menjawab, “Hazn (susah/sedih)”. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Mulai sekarang ubahlah namamu menjadi Sahl (mudah)”. Ia menimpali, “Aku tidak mau mengubah nama yang telah diberikan ayahku”. Sejak hari itu ia dan keluarganya selalu ditimpa kesusahan. (HR. Bukhari).Nama juga bisa menjadi salah satu indikator baik-tidaknya orang tua. Jika nama anak itu baik, maka biasanya orang tuanya salih. Kebalikannya, bila nama anak itu buruk, itu pertanda orang tuanya bukan tipe ayah dan ibu yang baik.Saking pentingnya nama, hingga Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam merasa perlu untuk mengubah nama-nama yang buruk. Berikut beberapa contohnya:• Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Dahulu ia bernama Abdu Syams (hamba matahari). Setelah masuk Islam, nama beliau diganti oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi Abdurrahman. (HR. Al-Hakim).• Ada seorang sahabat yang dahulunya bernama Abdul Jân (hamba para jin). Sesudah masuk Islam, namanya diganti oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan Abdullah. (HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad).• Dahulu Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu bernama Abdul Ka’bah (hamba ka’bah). Setelah masuk Islam diganti oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi Abdurrahman. (Sebagaimana dikisahkan dalam Al-Istî’âb dan Al-Ishâbah).Semua nama-nama lama di atas terlarang, sebab mengandung unsur penghambaan kepada selain Allah, dan ini merupakan kesyirikan. Selain kasus-kasus di atas, ada juga kejadian di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengganti suatu nama karena buruknya makna yang dikandung di dalamnya. Seperti kejadian yang dialami oleh salah satu putri Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu yang awalnya bernama عَاصِيَة ‘Âshiyah (pelaku maksiat), maka oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam diganti dengan nama Jamîlah (baik/indah). (HR. Muslim).Kapan Waktu Pemberian Nama?Pemberian nama bisa dilakukan di hari kelahiran bayi, hari ketiga atau hari ketujuh. Semakin cepat, semakin baik. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“وُلِدَ لِىَ اللَّيْلَةَ غُلاَمٌ فَسَمَّيْتُهُ بِاسْمِ أَبِى إِبْرَاهِيمَ”“Semalam telah lahir anakku dan kuberi nama seperti nama ayahku yaitu Ibrahim”. (HR. Muslim).Dari Samurah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“‌كُلُّ ‌غُلَامٍ ‌مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ يَوْمَ سَابِعِهِ، وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ، وَيُسَمَّى”“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh. Di saat itu rambutnya dicukur dan dinamai”. (HR. Ahmad dan Tirmidziy menyatakan hadits ini hasan sahih).Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Jumada Tsaniyah 1443 / 24 Januari 2022Disusun oleh Abdullah Zaen dari berbagai referensi. Post navigation Previous KELUARGA SAYANG KELUARGA MALANGNext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 160 – MEMBERI NAMA TERBAIK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 159BUKAN ASAL NAMAUngkapan “Apalah arti sebuah nama” ternyata kurang pas. Sebab nama adalah identitas yang dimiliki oleh seseorang. Dengan adanya nama, maka akan lebih mudah untuk mengidentifikasi seseorang. Identitas ini akan melekat dalam dirinya, bukan hanya sampai tua, bahkan hingga setelah meninggal. Karena itulah memberi nama tidak boleh sembarangan, hanya dengan nama yang sekedar unik atau popular. Namun harus mengandung makna yang baik. Sebab itu akan memberikan pengaruh positif kepada si pemilik nama. Sebaliknya bila diberi nama buruk, maka akan berpengaruh negatif. Orang Arab berkata, “Setiap orang akan mendapatkan pengaruh dari nama yang diberikan padanya”.Suatu hari ada seorang sahabat yang datang bertamu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bertanya, “Siapa namamu?”. Ia menjawab, “Hazn (susah/sedih)”. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Mulai sekarang ubahlah namamu menjadi Sahl (mudah)”. Ia menimpali, “Aku tidak mau mengubah nama yang telah diberikan ayahku”. Sejak hari itu ia dan keluarganya selalu ditimpa kesusahan. (HR. Bukhari).Nama juga bisa menjadi salah satu indikator baik-tidaknya orang tua. Jika nama anak itu baik, maka biasanya orang tuanya salih. Kebalikannya, bila nama anak itu buruk, itu pertanda orang tuanya bukan tipe ayah dan ibu yang baik.Saking pentingnya nama, hingga Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam merasa perlu untuk mengubah nama-nama yang buruk. Berikut beberapa contohnya:• Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Dahulu ia bernama Abdu Syams (hamba matahari). Setelah masuk Islam, nama beliau diganti oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi Abdurrahman. (HR. Al-Hakim).• Ada seorang sahabat yang dahulunya bernama Abdul Jân (hamba para jin). Sesudah masuk Islam, namanya diganti oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan Abdullah. (HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad).• Dahulu Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu bernama Abdul Ka’bah (hamba ka’bah). Setelah masuk Islam diganti oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi Abdurrahman. (Sebagaimana dikisahkan dalam Al-Istî’âb dan Al-Ishâbah).Semua nama-nama lama di atas terlarang, sebab mengandung unsur penghambaan kepada selain Allah, dan ini merupakan kesyirikan. Selain kasus-kasus di atas, ada juga kejadian di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengganti suatu nama karena buruknya makna yang dikandung di dalamnya. Seperti kejadian yang dialami oleh salah satu putri Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu yang awalnya bernama عَاصِيَة ‘Âshiyah (pelaku maksiat), maka oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam diganti dengan nama Jamîlah (baik/indah). (HR. Muslim).Kapan Waktu Pemberian Nama?Pemberian nama bisa dilakukan di hari kelahiran bayi, hari ketiga atau hari ketujuh. Semakin cepat, semakin baik. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“وُلِدَ لِىَ اللَّيْلَةَ غُلاَمٌ فَسَمَّيْتُهُ بِاسْمِ أَبِى إِبْرَاهِيمَ”“Semalam telah lahir anakku dan kuberi nama seperti nama ayahku yaitu Ibrahim”. (HR. Muslim).Dari Samurah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“‌كُلُّ ‌غُلَامٍ ‌مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ يَوْمَ سَابِعِهِ، وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ، وَيُسَمَّى”“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh. Di saat itu rambutnya dicukur dan dinamai”. (HR. Ahmad dan Tirmidziy menyatakan hadits ini hasan sahih).Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Jumada Tsaniyah 1443 / 24 Januari 2022Disusun oleh Abdullah Zaen dari berbagai referensi. Post navigation Previous KELUARGA SAYANG KELUARGA MALANGNext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 160 – MEMBERI NAMA TERBAIK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 159BUKAN ASAL NAMAUngkapan “Apalah arti sebuah nama” ternyata kurang pas. Sebab nama adalah identitas yang dimiliki oleh seseorang. Dengan adanya nama, maka akan lebih mudah untuk mengidentifikasi seseorang. Identitas ini akan melekat dalam dirinya, bukan hanya sampai tua, bahkan hingga setelah meninggal. Karena itulah memberi nama tidak boleh sembarangan, hanya dengan nama yang sekedar unik atau popular. Namun harus mengandung makna yang baik. Sebab itu akan memberikan pengaruh positif kepada si pemilik nama. Sebaliknya bila diberi nama buruk, maka akan berpengaruh negatif. Orang Arab berkata, “Setiap orang akan mendapatkan pengaruh dari nama yang diberikan padanya”.Suatu hari ada seorang sahabat yang datang bertamu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bertanya, “Siapa namamu?”. Ia menjawab, “Hazn (susah/sedih)”. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Mulai sekarang ubahlah namamu menjadi Sahl (mudah)”. Ia menimpali, “Aku tidak mau mengubah nama yang telah diberikan ayahku”. Sejak hari itu ia dan keluarganya selalu ditimpa kesusahan. (HR. Bukhari).Nama juga bisa menjadi salah satu indikator baik-tidaknya orang tua. Jika nama anak itu baik, maka biasanya orang tuanya salih. Kebalikannya, bila nama anak itu buruk, itu pertanda orang tuanya bukan tipe ayah dan ibu yang baik.Saking pentingnya nama, hingga Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam merasa perlu untuk mengubah nama-nama yang buruk. Berikut beberapa contohnya:• Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Dahulu ia bernama Abdu Syams (hamba matahari). Setelah masuk Islam, nama beliau diganti oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi Abdurrahman. (HR. Al-Hakim).• Ada seorang sahabat yang dahulunya bernama Abdul Jân (hamba para jin). Sesudah masuk Islam, namanya diganti oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan Abdullah. (HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad).• Dahulu Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu bernama Abdul Ka’bah (hamba ka’bah). Setelah masuk Islam diganti oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi Abdurrahman. (Sebagaimana dikisahkan dalam Al-Istî’âb dan Al-Ishâbah).Semua nama-nama lama di atas terlarang, sebab mengandung unsur penghambaan kepada selain Allah, dan ini merupakan kesyirikan. Selain kasus-kasus di atas, ada juga kejadian di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengganti suatu nama karena buruknya makna yang dikandung di dalamnya. Seperti kejadian yang dialami oleh salah satu putri Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu yang awalnya bernama عَاصِيَة ‘Âshiyah (pelaku maksiat), maka oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam diganti dengan nama Jamîlah (baik/indah). (HR. Muslim).Kapan Waktu Pemberian Nama?Pemberian nama bisa dilakukan di hari kelahiran bayi, hari ketiga atau hari ketujuh. Semakin cepat, semakin baik. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“وُلِدَ لِىَ اللَّيْلَةَ غُلاَمٌ فَسَمَّيْتُهُ بِاسْمِ أَبِى إِبْرَاهِيمَ”“Semalam telah lahir anakku dan kuberi nama seperti nama ayahku yaitu Ibrahim”. (HR. Muslim).Dari Samurah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“‌كُلُّ ‌غُلَامٍ ‌مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ يَوْمَ سَابِعِهِ، وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ، وَيُسَمَّى”“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh. Di saat itu rambutnya dicukur dan dinamai”. (HR. Ahmad dan Tirmidziy menyatakan hadits ini hasan sahih).Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Jumada Tsaniyah 1443 / 24 Januari 2022Disusun oleh Abdullah Zaen dari berbagai referensi. Post navigation Previous KELUARGA SAYANG KELUARGA MALANGNext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 160 – MEMBERI NAMA TERBAIK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 160 – MEMBERI NAMA TERBAIK

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 160MEMBERI NAMA TERBAIKPada pertemuan yang lalu telah dibahas perhatian besar Islam terhadap nama anak. Berikut alternatif nama-nama terbaik untuk anak, berdasarkan skala prioritas:Prioritas pertama: Nama Abdullah dan AbdurrahmanRasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“إِنَّ أَحَبَّ أَسْمَائِكُمْ إِلَى اللَّهِ عَبْدُ اللَّهِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ”“Sesungguhnya nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman.” HR. Muslim.Maka jangan heran bila ada + 300 sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bernama Abdullah.Prioritas kedua: Nama berupa penghambaan pada Asmaul Husna lainnyaSeperti Abdul ‘Aziz, Abdul Malik, Abdur Razaq, Abdul Halim, Abdul Muhsin dan yang semisal.Prioritas ketiga: Nama para Nabi dan RasulSeperti Adam, Nuh, Musa, Ibrahim, Isa dan Muhammad dan 25 nama Nabi lain yang disebutkan dalam al-Qur’an. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَمُّونَ بِأَنْبِيَائِهِمْ وَالصَّالِحِينَ قَبْلَهُمْ”“Dahulu mereka memberi nama dengan nama-nama para Nabi mereka dan orang-orang shalih dari kaum sebelum mereka.” HR. Muslim.Prioritas keempat: Nama orang shalihTerutama nama para sahabat; karena merekalah generasi terbaik umat ini. Sebaik-baik mereka adalah para Khulafaur Rasyidin, yaitu Abdullah (Abu Bakr), Umar, Utsman dan Ali.Untuk anak perempuan bisa menggunakan nama istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Contohnya: Khadijah, Saudah, Aisyah, Hafshah, Zainab, Juwairiyyah, Shafiyah dan Maimunah.Prioritas kelima: Nama lainnya yang memenuhi syarat dan adabYakni bukan nama tokoh non muslim. Kemudian memiliki susunan dan makna yang bagus. Tidak boleh menggunakan nama yang makruh dan terlarang. Begitu juga tidak boleh menggunakan nama yang mengandung celaan dan mengandung tazkiyah (klaim kesucian dan pujian kepada diri sendiri). Nama semacam ini biasa diubah oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.Kemudian hendaknya menggunakan nama yang mudah diucapkan di lisan dan mudah diingat. Diusahakan menggunakan nama yang cocok dengan orang yang diberi nama dan tidak nyeleneh atau keluar dari kebiasaan yang dipakai dalam agamanya atau masyarakat sekitarnya.Pemberian Nama dan Nasab Menjadi Hak AyahIbnul Qayyim rahimahullah menjelaskan, bahwa tidak ada perselisihan di antara para ulama mengenai pemberian nama merupakan hak ayah. Begitupula tidak ada perselisihan mengenai disyariatkannya penisbatan anak terhadap nama ayahnya, bukan nama ibunya (bin fulan bukan bin fulanah). Allah ta’ala berfirman,“ادْعُوهُمْ لِآَبَائِهِمْ”Artinya: “Panggilah mereka dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka.” QS. Al Ahzab (33): 5.Namun demikian, istri diperbolehkan untuk memberi masukan kepada suami tentang nama anak.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Rajab 1443 / 7 Februari 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 159: BUKAN ASAL NAMANext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 181 – PAGI YANG ISTIMEWA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 160 – MEMBERI NAMA TERBAIK

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 160MEMBERI NAMA TERBAIKPada pertemuan yang lalu telah dibahas perhatian besar Islam terhadap nama anak. Berikut alternatif nama-nama terbaik untuk anak, berdasarkan skala prioritas:Prioritas pertama: Nama Abdullah dan AbdurrahmanRasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“إِنَّ أَحَبَّ أَسْمَائِكُمْ إِلَى اللَّهِ عَبْدُ اللَّهِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ”“Sesungguhnya nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman.” HR. Muslim.Maka jangan heran bila ada + 300 sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bernama Abdullah.Prioritas kedua: Nama berupa penghambaan pada Asmaul Husna lainnyaSeperti Abdul ‘Aziz, Abdul Malik, Abdur Razaq, Abdul Halim, Abdul Muhsin dan yang semisal.Prioritas ketiga: Nama para Nabi dan RasulSeperti Adam, Nuh, Musa, Ibrahim, Isa dan Muhammad dan 25 nama Nabi lain yang disebutkan dalam al-Qur’an. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَمُّونَ بِأَنْبِيَائِهِمْ وَالصَّالِحِينَ قَبْلَهُمْ”“Dahulu mereka memberi nama dengan nama-nama para Nabi mereka dan orang-orang shalih dari kaum sebelum mereka.” HR. Muslim.Prioritas keempat: Nama orang shalihTerutama nama para sahabat; karena merekalah generasi terbaik umat ini. Sebaik-baik mereka adalah para Khulafaur Rasyidin, yaitu Abdullah (Abu Bakr), Umar, Utsman dan Ali.Untuk anak perempuan bisa menggunakan nama istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Contohnya: Khadijah, Saudah, Aisyah, Hafshah, Zainab, Juwairiyyah, Shafiyah dan Maimunah.Prioritas kelima: Nama lainnya yang memenuhi syarat dan adabYakni bukan nama tokoh non muslim. Kemudian memiliki susunan dan makna yang bagus. Tidak boleh menggunakan nama yang makruh dan terlarang. Begitu juga tidak boleh menggunakan nama yang mengandung celaan dan mengandung tazkiyah (klaim kesucian dan pujian kepada diri sendiri). Nama semacam ini biasa diubah oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.Kemudian hendaknya menggunakan nama yang mudah diucapkan di lisan dan mudah diingat. Diusahakan menggunakan nama yang cocok dengan orang yang diberi nama dan tidak nyeleneh atau keluar dari kebiasaan yang dipakai dalam agamanya atau masyarakat sekitarnya.Pemberian Nama dan Nasab Menjadi Hak AyahIbnul Qayyim rahimahullah menjelaskan, bahwa tidak ada perselisihan di antara para ulama mengenai pemberian nama merupakan hak ayah. Begitupula tidak ada perselisihan mengenai disyariatkannya penisbatan anak terhadap nama ayahnya, bukan nama ibunya (bin fulan bukan bin fulanah). Allah ta’ala berfirman,“ادْعُوهُمْ لِآَبَائِهِمْ”Artinya: “Panggilah mereka dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka.” QS. Al Ahzab (33): 5.Namun demikian, istri diperbolehkan untuk memberi masukan kepada suami tentang nama anak.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Rajab 1443 / 7 Februari 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 159: BUKAN ASAL NAMANext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 181 – PAGI YANG ISTIMEWA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 160MEMBERI NAMA TERBAIKPada pertemuan yang lalu telah dibahas perhatian besar Islam terhadap nama anak. Berikut alternatif nama-nama terbaik untuk anak, berdasarkan skala prioritas:Prioritas pertama: Nama Abdullah dan AbdurrahmanRasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“إِنَّ أَحَبَّ أَسْمَائِكُمْ إِلَى اللَّهِ عَبْدُ اللَّهِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ”“Sesungguhnya nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman.” HR. Muslim.Maka jangan heran bila ada + 300 sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bernama Abdullah.Prioritas kedua: Nama berupa penghambaan pada Asmaul Husna lainnyaSeperti Abdul ‘Aziz, Abdul Malik, Abdur Razaq, Abdul Halim, Abdul Muhsin dan yang semisal.Prioritas ketiga: Nama para Nabi dan RasulSeperti Adam, Nuh, Musa, Ibrahim, Isa dan Muhammad dan 25 nama Nabi lain yang disebutkan dalam al-Qur’an. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَمُّونَ بِأَنْبِيَائِهِمْ وَالصَّالِحِينَ قَبْلَهُمْ”“Dahulu mereka memberi nama dengan nama-nama para Nabi mereka dan orang-orang shalih dari kaum sebelum mereka.” HR. Muslim.Prioritas keempat: Nama orang shalihTerutama nama para sahabat; karena merekalah generasi terbaik umat ini. Sebaik-baik mereka adalah para Khulafaur Rasyidin, yaitu Abdullah (Abu Bakr), Umar, Utsman dan Ali.Untuk anak perempuan bisa menggunakan nama istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Contohnya: Khadijah, Saudah, Aisyah, Hafshah, Zainab, Juwairiyyah, Shafiyah dan Maimunah.Prioritas kelima: Nama lainnya yang memenuhi syarat dan adabYakni bukan nama tokoh non muslim. Kemudian memiliki susunan dan makna yang bagus. Tidak boleh menggunakan nama yang makruh dan terlarang. Begitu juga tidak boleh menggunakan nama yang mengandung celaan dan mengandung tazkiyah (klaim kesucian dan pujian kepada diri sendiri). Nama semacam ini biasa diubah oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.Kemudian hendaknya menggunakan nama yang mudah diucapkan di lisan dan mudah diingat. Diusahakan menggunakan nama yang cocok dengan orang yang diberi nama dan tidak nyeleneh atau keluar dari kebiasaan yang dipakai dalam agamanya atau masyarakat sekitarnya.Pemberian Nama dan Nasab Menjadi Hak AyahIbnul Qayyim rahimahullah menjelaskan, bahwa tidak ada perselisihan di antara para ulama mengenai pemberian nama merupakan hak ayah. Begitupula tidak ada perselisihan mengenai disyariatkannya penisbatan anak terhadap nama ayahnya, bukan nama ibunya (bin fulan bukan bin fulanah). Allah ta’ala berfirman,“ادْعُوهُمْ لِآَبَائِهِمْ”Artinya: “Panggilah mereka dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka.” QS. Al Ahzab (33): 5.Namun demikian, istri diperbolehkan untuk memberi masukan kepada suami tentang nama anak.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Rajab 1443 / 7 Februari 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 159: BUKAN ASAL NAMANext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 181 – PAGI YANG ISTIMEWA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 160MEMBERI NAMA TERBAIKPada pertemuan yang lalu telah dibahas perhatian besar Islam terhadap nama anak. Berikut alternatif nama-nama terbaik untuk anak, berdasarkan skala prioritas:Prioritas pertama: Nama Abdullah dan AbdurrahmanRasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“إِنَّ أَحَبَّ أَسْمَائِكُمْ إِلَى اللَّهِ عَبْدُ اللَّهِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ”“Sesungguhnya nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman.” HR. Muslim.Maka jangan heran bila ada + 300 sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bernama Abdullah.Prioritas kedua: Nama berupa penghambaan pada Asmaul Husna lainnyaSeperti Abdul ‘Aziz, Abdul Malik, Abdur Razaq, Abdul Halim, Abdul Muhsin dan yang semisal.Prioritas ketiga: Nama para Nabi dan RasulSeperti Adam, Nuh, Musa, Ibrahim, Isa dan Muhammad dan 25 nama Nabi lain yang disebutkan dalam al-Qur’an. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَمُّونَ بِأَنْبِيَائِهِمْ وَالصَّالِحِينَ قَبْلَهُمْ”“Dahulu mereka memberi nama dengan nama-nama para Nabi mereka dan orang-orang shalih dari kaum sebelum mereka.” HR. Muslim.Prioritas keempat: Nama orang shalihTerutama nama para sahabat; karena merekalah generasi terbaik umat ini. Sebaik-baik mereka adalah para Khulafaur Rasyidin, yaitu Abdullah (Abu Bakr), Umar, Utsman dan Ali.Untuk anak perempuan bisa menggunakan nama istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Contohnya: Khadijah, Saudah, Aisyah, Hafshah, Zainab, Juwairiyyah, Shafiyah dan Maimunah.Prioritas kelima: Nama lainnya yang memenuhi syarat dan adabYakni bukan nama tokoh non muslim. Kemudian memiliki susunan dan makna yang bagus. Tidak boleh menggunakan nama yang makruh dan terlarang. Begitu juga tidak boleh menggunakan nama yang mengandung celaan dan mengandung tazkiyah (klaim kesucian dan pujian kepada diri sendiri). Nama semacam ini biasa diubah oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.Kemudian hendaknya menggunakan nama yang mudah diucapkan di lisan dan mudah diingat. Diusahakan menggunakan nama yang cocok dengan orang yang diberi nama dan tidak nyeleneh atau keluar dari kebiasaan yang dipakai dalam agamanya atau masyarakat sekitarnya.Pemberian Nama dan Nasab Menjadi Hak AyahIbnul Qayyim rahimahullah menjelaskan, bahwa tidak ada perselisihan di antara para ulama mengenai pemberian nama merupakan hak ayah. Begitupula tidak ada perselisihan mengenai disyariatkannya penisbatan anak terhadap nama ayahnya, bukan nama ibunya (bin fulan bukan bin fulanah). Allah ta’ala berfirman,“ادْعُوهُمْ لِآَبَائِهِمْ”Artinya: “Panggilah mereka dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka.” QS. Al Ahzab (33): 5.Namun demikian, istri diperbolehkan untuk memberi masukan kepada suami tentang nama anak.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Rajab 1443 / 7 Februari 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 159: BUKAN ASAL NAMANext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 181 – PAGI YANG ISTIMEWA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 181 – PAGI YANG ISTIMEWA

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 181PAGI YANG ISTIMEWAPagi hari, tatkala udara masih terasa dingin, menggoda seseorang untuk tetap berdiam di atas ranjang, meski adzan Subuh sudah berkumandang. Atau usai mengerjakan shalat Subuh, seolah betapa nikmat melanjutkan tidur atau bermalas-malasan. Padahal itu bukanlah kebiasaan yang baik. Orang-orang yang dikenal ‘menggemari’ kasur, hanyalah para bayi dan orang-orang sakit, serta para pengangguran. Untuk kelompok pertama dan kedua, tidur mereka lantaran karena kondisi. Sementara untuk golongan ketiga, karena tuntutan ‘profesi’ yang dampaknya memupuk kemalasan. Namun adakalanya, ada orang yang tidak termasuk dalam tiga golongan di atas, tapi menggandrungi ranjang sehabis shalat Subuh. Bahkan seolah-olah menjadi kurikulum tetap yang tidak bisa diganggu-gugat.Padahal pagi adalah waktu yang paling indah dalam sepanjang hari. Sebab itu adalah waktu istimewa yang diberkahi Allah ta’ala. Makanya para sahabat Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam sangat menghargai waktu tersebut.Abu Wa’il bercerita, “Suatu pagi kami berkunjung ke rumah Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu sesudah Shubuh. Setelah mengucapkan salam, kami dipersilahkan masuk. Namun kami berhenti sejenak di depan pintu. Hingga pembantunya keluar sembari berkata, “Silakan masuk”. Kamipun masuk. Ternyata saat itu Ibnu Mas’ud sedang duduk berzikir. Beliau bertanya, “Mengapa kalian tadi tidak segera masuk? Padahal sudah kuizinkan masuk”. Kami menjawab, “Kami pikir barangkali ada sebagian anggota keluargamu sedang tidur”. Beliau berkata, “Apakah kalian pikir keluargaku pemalas?” Kemudian beliau melanjutkan dzikirnya hingga matahari terbit. Selesai berdzikir beliau berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah mengaruniakan pada kita kesempatan hidup di hari ini dan tidak membinasakan kita akibat dosa-dosa kita”. HR. Muslim.Kisah ini menunjukkan betapa para salaf sangat menghargai waktu pagi dan bersemangat guna mengoptimalkannya dalam kebaikan. Sehingga dampaknya sepanjang hari mereka dipenuhi produktifitas.Pagi hari laksana masa muda yang penuh dengan vitalitas, dan sore hari ibarat masa tua. Barangsiapa yang terbiasa melakukan suatu aktivitas pada masa mudanya, niscaya ia akan terbiasa mengerjakannya hingga masa tuanya. Demikianlah, aktifitas seseorang pada pagi hari akan mempengaruhi semangat kerja sepanjang harinya. Jika ia memulai dengan semangat, maka akan menyelesaikan harinya dengan penuh kesemangatan. Sebaliknya jika mengawalinya dengan kemalasan, maka itulah yang akan dominan di sepanjang harinya. Barangsiapa mampu mengendalikan awal harinya; niscaya seluruh harinya akan terkendali dengan baik, seizin Allah.Maka jangan heran bila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendoakan kita,“اللهُمَّ بَارِكْ ‌لِأُمَّتِي ‌فِي ‌بُكُورِهَا”“Ya Allah berkahilah untuk ummatku di waktu paginya”.¬ HR. Ahmad dari Shakhr al-Ghamidiy radhiyallahu ‘anhu dan dinilai hasan oleh Tirmidziy.Tidak pantas bagi kita untuk menyia-nyiakan keberkahan waktu tersebut dengan tidur atau bermain gadget atau hal-hal tak bermanfaat lainnya. Apapun aktivitas kita; belajar, mengajar, berdagang, bertani, mengantor atau mengurusi rumah tangga, jika semua itu diawali dengan meraih keberkahan pagi hari, niscaya seluruh aktivitas tersebut akan sukses insyaAllah.Dinukil dalam kitab Zâd al-Ma’âd, bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma pernah mendapati salah satu anaknya tidur di pagi hari. Maka beliaupun segera membangunkannya seraya berkata, “Bangun! Tidak pantas engkau tidur di saat rizki sedang dibagi-bagikan oleh Allah”.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Jumada Tsaniyah 1443 / 17 Januari 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari “Fiqh al-Ad’iyyah wa al-Adzkâr” karya Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr al-‘Abbad (III/45-48) dan Pagi Hari: Antara Tidur dan Dzikir, makalah ditulis Ust. Ashim Musthofa, sebagaimana dalam almanhaj.or.id Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 160 – MEMBERI NAMA TERBAIKNext Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 161 MENCUKUR RAMBUT BAYI DAN BERSEDEKAH Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 181 – PAGI YANG ISTIMEWA

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 181PAGI YANG ISTIMEWAPagi hari, tatkala udara masih terasa dingin, menggoda seseorang untuk tetap berdiam di atas ranjang, meski adzan Subuh sudah berkumandang. Atau usai mengerjakan shalat Subuh, seolah betapa nikmat melanjutkan tidur atau bermalas-malasan. Padahal itu bukanlah kebiasaan yang baik. Orang-orang yang dikenal ‘menggemari’ kasur, hanyalah para bayi dan orang-orang sakit, serta para pengangguran. Untuk kelompok pertama dan kedua, tidur mereka lantaran karena kondisi. Sementara untuk golongan ketiga, karena tuntutan ‘profesi’ yang dampaknya memupuk kemalasan. Namun adakalanya, ada orang yang tidak termasuk dalam tiga golongan di atas, tapi menggandrungi ranjang sehabis shalat Subuh. Bahkan seolah-olah menjadi kurikulum tetap yang tidak bisa diganggu-gugat.Padahal pagi adalah waktu yang paling indah dalam sepanjang hari. Sebab itu adalah waktu istimewa yang diberkahi Allah ta’ala. Makanya para sahabat Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam sangat menghargai waktu tersebut.Abu Wa’il bercerita, “Suatu pagi kami berkunjung ke rumah Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu sesudah Shubuh. Setelah mengucapkan salam, kami dipersilahkan masuk. Namun kami berhenti sejenak di depan pintu. Hingga pembantunya keluar sembari berkata, “Silakan masuk”. Kamipun masuk. Ternyata saat itu Ibnu Mas’ud sedang duduk berzikir. Beliau bertanya, “Mengapa kalian tadi tidak segera masuk? Padahal sudah kuizinkan masuk”. Kami menjawab, “Kami pikir barangkali ada sebagian anggota keluargamu sedang tidur”. Beliau berkata, “Apakah kalian pikir keluargaku pemalas?” Kemudian beliau melanjutkan dzikirnya hingga matahari terbit. Selesai berdzikir beliau berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah mengaruniakan pada kita kesempatan hidup di hari ini dan tidak membinasakan kita akibat dosa-dosa kita”. HR. Muslim.Kisah ini menunjukkan betapa para salaf sangat menghargai waktu pagi dan bersemangat guna mengoptimalkannya dalam kebaikan. Sehingga dampaknya sepanjang hari mereka dipenuhi produktifitas.Pagi hari laksana masa muda yang penuh dengan vitalitas, dan sore hari ibarat masa tua. Barangsiapa yang terbiasa melakukan suatu aktivitas pada masa mudanya, niscaya ia akan terbiasa mengerjakannya hingga masa tuanya. Demikianlah, aktifitas seseorang pada pagi hari akan mempengaruhi semangat kerja sepanjang harinya. Jika ia memulai dengan semangat, maka akan menyelesaikan harinya dengan penuh kesemangatan. Sebaliknya jika mengawalinya dengan kemalasan, maka itulah yang akan dominan di sepanjang harinya. Barangsiapa mampu mengendalikan awal harinya; niscaya seluruh harinya akan terkendali dengan baik, seizin Allah.Maka jangan heran bila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendoakan kita,“اللهُمَّ بَارِكْ ‌لِأُمَّتِي ‌فِي ‌بُكُورِهَا”“Ya Allah berkahilah untuk ummatku di waktu paginya”.¬ HR. Ahmad dari Shakhr al-Ghamidiy radhiyallahu ‘anhu dan dinilai hasan oleh Tirmidziy.Tidak pantas bagi kita untuk menyia-nyiakan keberkahan waktu tersebut dengan tidur atau bermain gadget atau hal-hal tak bermanfaat lainnya. Apapun aktivitas kita; belajar, mengajar, berdagang, bertani, mengantor atau mengurusi rumah tangga, jika semua itu diawali dengan meraih keberkahan pagi hari, niscaya seluruh aktivitas tersebut akan sukses insyaAllah.Dinukil dalam kitab Zâd al-Ma’âd, bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma pernah mendapati salah satu anaknya tidur di pagi hari. Maka beliaupun segera membangunkannya seraya berkata, “Bangun! Tidak pantas engkau tidur di saat rizki sedang dibagi-bagikan oleh Allah”.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Jumada Tsaniyah 1443 / 17 Januari 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari “Fiqh al-Ad’iyyah wa al-Adzkâr” karya Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr al-‘Abbad (III/45-48) dan Pagi Hari: Antara Tidur dan Dzikir, makalah ditulis Ust. Ashim Musthofa, sebagaimana dalam almanhaj.or.id Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 160 – MEMBERI NAMA TERBAIKNext Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 161 MENCUKUR RAMBUT BAYI DAN BERSEDEKAH Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 181PAGI YANG ISTIMEWAPagi hari, tatkala udara masih terasa dingin, menggoda seseorang untuk tetap berdiam di atas ranjang, meski adzan Subuh sudah berkumandang. Atau usai mengerjakan shalat Subuh, seolah betapa nikmat melanjutkan tidur atau bermalas-malasan. Padahal itu bukanlah kebiasaan yang baik. Orang-orang yang dikenal ‘menggemari’ kasur, hanyalah para bayi dan orang-orang sakit, serta para pengangguran. Untuk kelompok pertama dan kedua, tidur mereka lantaran karena kondisi. Sementara untuk golongan ketiga, karena tuntutan ‘profesi’ yang dampaknya memupuk kemalasan. Namun adakalanya, ada orang yang tidak termasuk dalam tiga golongan di atas, tapi menggandrungi ranjang sehabis shalat Subuh. Bahkan seolah-olah menjadi kurikulum tetap yang tidak bisa diganggu-gugat.Padahal pagi adalah waktu yang paling indah dalam sepanjang hari. Sebab itu adalah waktu istimewa yang diberkahi Allah ta’ala. Makanya para sahabat Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam sangat menghargai waktu tersebut.Abu Wa’il bercerita, “Suatu pagi kami berkunjung ke rumah Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu sesudah Shubuh. Setelah mengucapkan salam, kami dipersilahkan masuk. Namun kami berhenti sejenak di depan pintu. Hingga pembantunya keluar sembari berkata, “Silakan masuk”. Kamipun masuk. Ternyata saat itu Ibnu Mas’ud sedang duduk berzikir. Beliau bertanya, “Mengapa kalian tadi tidak segera masuk? Padahal sudah kuizinkan masuk”. Kami menjawab, “Kami pikir barangkali ada sebagian anggota keluargamu sedang tidur”. Beliau berkata, “Apakah kalian pikir keluargaku pemalas?” Kemudian beliau melanjutkan dzikirnya hingga matahari terbit. Selesai berdzikir beliau berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah mengaruniakan pada kita kesempatan hidup di hari ini dan tidak membinasakan kita akibat dosa-dosa kita”. HR. Muslim.Kisah ini menunjukkan betapa para salaf sangat menghargai waktu pagi dan bersemangat guna mengoptimalkannya dalam kebaikan. Sehingga dampaknya sepanjang hari mereka dipenuhi produktifitas.Pagi hari laksana masa muda yang penuh dengan vitalitas, dan sore hari ibarat masa tua. Barangsiapa yang terbiasa melakukan suatu aktivitas pada masa mudanya, niscaya ia akan terbiasa mengerjakannya hingga masa tuanya. Demikianlah, aktifitas seseorang pada pagi hari akan mempengaruhi semangat kerja sepanjang harinya. Jika ia memulai dengan semangat, maka akan menyelesaikan harinya dengan penuh kesemangatan. Sebaliknya jika mengawalinya dengan kemalasan, maka itulah yang akan dominan di sepanjang harinya. Barangsiapa mampu mengendalikan awal harinya; niscaya seluruh harinya akan terkendali dengan baik, seizin Allah.Maka jangan heran bila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendoakan kita,“اللهُمَّ بَارِكْ ‌لِأُمَّتِي ‌فِي ‌بُكُورِهَا”“Ya Allah berkahilah untuk ummatku di waktu paginya”.¬ HR. Ahmad dari Shakhr al-Ghamidiy radhiyallahu ‘anhu dan dinilai hasan oleh Tirmidziy.Tidak pantas bagi kita untuk menyia-nyiakan keberkahan waktu tersebut dengan tidur atau bermain gadget atau hal-hal tak bermanfaat lainnya. Apapun aktivitas kita; belajar, mengajar, berdagang, bertani, mengantor atau mengurusi rumah tangga, jika semua itu diawali dengan meraih keberkahan pagi hari, niscaya seluruh aktivitas tersebut akan sukses insyaAllah.Dinukil dalam kitab Zâd al-Ma’âd, bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma pernah mendapati salah satu anaknya tidur di pagi hari. Maka beliaupun segera membangunkannya seraya berkata, “Bangun! Tidak pantas engkau tidur di saat rizki sedang dibagi-bagikan oleh Allah”.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Jumada Tsaniyah 1443 / 17 Januari 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari “Fiqh al-Ad’iyyah wa al-Adzkâr” karya Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr al-‘Abbad (III/45-48) dan Pagi Hari: Antara Tidur dan Dzikir, makalah ditulis Ust. Ashim Musthofa, sebagaimana dalam almanhaj.or.id Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 160 – MEMBERI NAMA TERBAIKNext Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 161 MENCUKUR RAMBUT BAYI DAN BERSEDEKAH Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 181PAGI YANG ISTIMEWAPagi hari, tatkala udara masih terasa dingin, menggoda seseorang untuk tetap berdiam di atas ranjang, meski adzan Subuh sudah berkumandang. Atau usai mengerjakan shalat Subuh, seolah betapa nikmat melanjutkan tidur atau bermalas-malasan. Padahal itu bukanlah kebiasaan yang baik. Orang-orang yang dikenal ‘menggemari’ kasur, hanyalah para bayi dan orang-orang sakit, serta para pengangguran. Untuk kelompok pertama dan kedua, tidur mereka lantaran karena kondisi. Sementara untuk golongan ketiga, karena tuntutan ‘profesi’ yang dampaknya memupuk kemalasan. Namun adakalanya, ada orang yang tidak termasuk dalam tiga golongan di atas, tapi menggandrungi ranjang sehabis shalat Subuh. Bahkan seolah-olah menjadi kurikulum tetap yang tidak bisa diganggu-gugat.Padahal pagi adalah waktu yang paling indah dalam sepanjang hari. Sebab itu adalah waktu istimewa yang diberkahi Allah ta’ala. Makanya para sahabat Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam sangat menghargai waktu tersebut.Abu Wa’il bercerita, “Suatu pagi kami berkunjung ke rumah Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu sesudah Shubuh. Setelah mengucapkan salam, kami dipersilahkan masuk. Namun kami berhenti sejenak di depan pintu. Hingga pembantunya keluar sembari berkata, “Silakan masuk”. Kamipun masuk. Ternyata saat itu Ibnu Mas’ud sedang duduk berzikir. Beliau bertanya, “Mengapa kalian tadi tidak segera masuk? Padahal sudah kuizinkan masuk”. Kami menjawab, “Kami pikir barangkali ada sebagian anggota keluargamu sedang tidur”. Beliau berkata, “Apakah kalian pikir keluargaku pemalas?” Kemudian beliau melanjutkan dzikirnya hingga matahari terbit. Selesai berdzikir beliau berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah mengaruniakan pada kita kesempatan hidup di hari ini dan tidak membinasakan kita akibat dosa-dosa kita”. HR. Muslim.Kisah ini menunjukkan betapa para salaf sangat menghargai waktu pagi dan bersemangat guna mengoptimalkannya dalam kebaikan. Sehingga dampaknya sepanjang hari mereka dipenuhi produktifitas.Pagi hari laksana masa muda yang penuh dengan vitalitas, dan sore hari ibarat masa tua. Barangsiapa yang terbiasa melakukan suatu aktivitas pada masa mudanya, niscaya ia akan terbiasa mengerjakannya hingga masa tuanya. Demikianlah, aktifitas seseorang pada pagi hari akan mempengaruhi semangat kerja sepanjang harinya. Jika ia memulai dengan semangat, maka akan menyelesaikan harinya dengan penuh kesemangatan. Sebaliknya jika mengawalinya dengan kemalasan, maka itulah yang akan dominan di sepanjang harinya. Barangsiapa mampu mengendalikan awal harinya; niscaya seluruh harinya akan terkendali dengan baik, seizin Allah.Maka jangan heran bila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendoakan kita,“اللهُمَّ بَارِكْ ‌لِأُمَّتِي ‌فِي ‌بُكُورِهَا”“Ya Allah berkahilah untuk ummatku di waktu paginya”.¬ HR. Ahmad dari Shakhr al-Ghamidiy radhiyallahu ‘anhu dan dinilai hasan oleh Tirmidziy.Tidak pantas bagi kita untuk menyia-nyiakan keberkahan waktu tersebut dengan tidur atau bermain gadget atau hal-hal tak bermanfaat lainnya. Apapun aktivitas kita; belajar, mengajar, berdagang, bertani, mengantor atau mengurusi rumah tangga, jika semua itu diawali dengan meraih keberkahan pagi hari, niscaya seluruh aktivitas tersebut akan sukses insyaAllah.Dinukil dalam kitab Zâd al-Ma’âd, bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma pernah mendapati salah satu anaknya tidur di pagi hari. Maka beliaupun segera membangunkannya seraya berkata, “Bangun! Tidak pantas engkau tidur di saat rizki sedang dibagi-bagikan oleh Allah”.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Jumada Tsaniyah 1443 / 17 Januari 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari “Fiqh al-Ad’iyyah wa al-Adzkâr” karya Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr al-‘Abbad (III/45-48) dan Pagi Hari: Antara Tidur dan Dzikir, makalah ditulis Ust. Ashim Musthofa, sebagaimana dalam almanhaj.or.id Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 160 – MEMBERI NAMA TERBAIKNext Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 161 MENCUKUR RAMBUT BAYI DAN BERSEDEKAH Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 183 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-2

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 183DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-2Pada pertemuan sebelumnya, kita telah mulai mengkaji bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KEDUA:Membaca dua ayat terakhir Surat al-Baqarah sebanyak satu kali:“آمَنَ ‌الرَّسُولُ ‌بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ * لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ”Artinya: “Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Dan mereka berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali”. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir”. QS. Al Baqarah (2): 285-286.Dalil Landasanعَنْ أَبِي مَسْعُودٍ البَدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “الآيَتَانِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ البَقَرَةِ، مَنْ قَرَأَهُمَا فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ”.Dari Abu Mas’ud al-Badriy radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dua ayat terakhir surat al-Baqarah, barang siapa membacanya di malam hari; niscaya itu telah mencukupinya”. HR. Bukhari (no. 4008) dan Muslim (no. 807).Sebagian ulama menafsirkan makna kalimat “telah mencukupinya”, adalah cukup sebagai pengganti shalat malam. Sebagian ulama lainnya memaknainya cukup untuk perlindungan dari setan. Ada juga ulama yang berpendapat bahwa maknanya adalah cukup untuk melindunginya dari marabahaya. Menurut Imam Nawawiy rahimahullah (w. 676 H), hadits ini bisa dimaknai dengan seluruh penafsiran di atas.Renungan KandunganAyat pertama berisikan bagaimana seharusnya manusia bersikap dalam menjalani hidupnya di dunia. Yaitu: harus mengimani segala hal yang datang dari Allah ‘azza wa jalla, selalu mendengar dan patuh terhadap aturan-Nya. Namun, semaksimal apapun upaya manusia menjalankan aturan Allah, pasti akan ada kekurangan di sana-sini. Karena itulah ayat ini ditutup dengan istighfar; permohonan ampun kepada Allah.Ayat kedua menjelaskan bahwa aturan Allah diadakan bukan untuk memberatkan atau menyusahkan manusia. Justru untuk kebaikan dan ketenangan hidup mereka. Lalu diterangkan bahwa apapun perbuatan manusia, yang baik maupun yang buruk, pasti ada konsekuensinya. Berhubung manusia adalah tempatnya lupa dan alpa, maka ayat ini ditutup dengan doa memohon kemurahan Allah agar tidak menghukum kita saat lupa dan alpa. Juga memohon agar kita tidak dibebani melebihi kemampuan kita, dimaafkan, diampuni dan dirahmati oleh-Nya. Serta dikaruniai pertolongan dalam menghadapi orang-orang kafir.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 13 Rajab 1443 / 14 Februari 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 182 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-1Next Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 162 KHITAN, SYARIAT DAN MANFAAT Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 183 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-2

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 183DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-2Pada pertemuan sebelumnya, kita telah mulai mengkaji bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KEDUA:Membaca dua ayat terakhir Surat al-Baqarah sebanyak satu kali:“آمَنَ ‌الرَّسُولُ ‌بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ * لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ”Artinya: “Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Dan mereka berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali”. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir”. QS. Al Baqarah (2): 285-286.Dalil Landasanعَنْ أَبِي مَسْعُودٍ البَدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “الآيَتَانِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ البَقَرَةِ، مَنْ قَرَأَهُمَا فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ”.Dari Abu Mas’ud al-Badriy radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dua ayat terakhir surat al-Baqarah, barang siapa membacanya di malam hari; niscaya itu telah mencukupinya”. HR. Bukhari (no. 4008) dan Muslim (no. 807).Sebagian ulama menafsirkan makna kalimat “telah mencukupinya”, adalah cukup sebagai pengganti shalat malam. Sebagian ulama lainnya memaknainya cukup untuk perlindungan dari setan. Ada juga ulama yang berpendapat bahwa maknanya adalah cukup untuk melindunginya dari marabahaya. Menurut Imam Nawawiy rahimahullah (w. 676 H), hadits ini bisa dimaknai dengan seluruh penafsiran di atas.Renungan KandunganAyat pertama berisikan bagaimana seharusnya manusia bersikap dalam menjalani hidupnya di dunia. Yaitu: harus mengimani segala hal yang datang dari Allah ‘azza wa jalla, selalu mendengar dan patuh terhadap aturan-Nya. Namun, semaksimal apapun upaya manusia menjalankan aturan Allah, pasti akan ada kekurangan di sana-sini. Karena itulah ayat ini ditutup dengan istighfar; permohonan ampun kepada Allah.Ayat kedua menjelaskan bahwa aturan Allah diadakan bukan untuk memberatkan atau menyusahkan manusia. Justru untuk kebaikan dan ketenangan hidup mereka. Lalu diterangkan bahwa apapun perbuatan manusia, yang baik maupun yang buruk, pasti ada konsekuensinya. Berhubung manusia adalah tempatnya lupa dan alpa, maka ayat ini ditutup dengan doa memohon kemurahan Allah agar tidak menghukum kita saat lupa dan alpa. Juga memohon agar kita tidak dibebani melebihi kemampuan kita, dimaafkan, diampuni dan dirahmati oleh-Nya. Serta dikaruniai pertolongan dalam menghadapi orang-orang kafir.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 13 Rajab 1443 / 14 Februari 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 182 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-1Next Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 162 KHITAN, SYARIAT DAN MANFAAT Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 183DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-2Pada pertemuan sebelumnya, kita telah mulai mengkaji bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KEDUA:Membaca dua ayat terakhir Surat al-Baqarah sebanyak satu kali:“آمَنَ ‌الرَّسُولُ ‌بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ * لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ”Artinya: “Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Dan mereka berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali”. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir”. QS. Al Baqarah (2): 285-286.Dalil Landasanعَنْ أَبِي مَسْعُودٍ البَدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “الآيَتَانِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ البَقَرَةِ، مَنْ قَرَأَهُمَا فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ”.Dari Abu Mas’ud al-Badriy radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dua ayat terakhir surat al-Baqarah, barang siapa membacanya di malam hari; niscaya itu telah mencukupinya”. HR. Bukhari (no. 4008) dan Muslim (no. 807).Sebagian ulama menafsirkan makna kalimat “telah mencukupinya”, adalah cukup sebagai pengganti shalat malam. Sebagian ulama lainnya memaknainya cukup untuk perlindungan dari setan. Ada juga ulama yang berpendapat bahwa maknanya adalah cukup untuk melindunginya dari marabahaya. Menurut Imam Nawawiy rahimahullah (w. 676 H), hadits ini bisa dimaknai dengan seluruh penafsiran di atas.Renungan KandunganAyat pertama berisikan bagaimana seharusnya manusia bersikap dalam menjalani hidupnya di dunia. Yaitu: harus mengimani segala hal yang datang dari Allah ‘azza wa jalla, selalu mendengar dan patuh terhadap aturan-Nya. Namun, semaksimal apapun upaya manusia menjalankan aturan Allah, pasti akan ada kekurangan di sana-sini. Karena itulah ayat ini ditutup dengan istighfar; permohonan ampun kepada Allah.Ayat kedua menjelaskan bahwa aturan Allah diadakan bukan untuk memberatkan atau menyusahkan manusia. Justru untuk kebaikan dan ketenangan hidup mereka. Lalu diterangkan bahwa apapun perbuatan manusia, yang baik maupun yang buruk, pasti ada konsekuensinya. Berhubung manusia adalah tempatnya lupa dan alpa, maka ayat ini ditutup dengan doa memohon kemurahan Allah agar tidak menghukum kita saat lupa dan alpa. Juga memohon agar kita tidak dibebani melebihi kemampuan kita, dimaafkan, diampuni dan dirahmati oleh-Nya. Serta dikaruniai pertolongan dalam menghadapi orang-orang kafir.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 13 Rajab 1443 / 14 Februari 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 182 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-1Next Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 162 KHITAN, SYARIAT DAN MANFAAT Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 183DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-2Pada pertemuan sebelumnya, kita telah mulai mengkaji bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KEDUA:Membaca dua ayat terakhir Surat al-Baqarah sebanyak satu kali:“آمَنَ ‌الرَّسُولُ ‌بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ * لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ”Artinya: “Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Dan mereka berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali”. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir”. QS. Al Baqarah (2): 285-286.Dalil Landasanعَنْ أَبِي مَسْعُودٍ البَدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “الآيَتَانِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ البَقَرَةِ، مَنْ قَرَأَهُمَا فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ”.Dari Abu Mas’ud al-Badriy radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dua ayat terakhir surat al-Baqarah, barang siapa membacanya di malam hari; niscaya itu telah mencukupinya”. HR. Bukhari (no. 4008) dan Muslim (no. 807).Sebagian ulama menafsirkan makna kalimat “telah mencukupinya”, adalah cukup sebagai pengganti shalat malam. Sebagian ulama lainnya memaknainya cukup untuk perlindungan dari setan. Ada juga ulama yang berpendapat bahwa maknanya adalah cukup untuk melindunginya dari marabahaya. Menurut Imam Nawawiy rahimahullah (w. 676 H), hadits ini bisa dimaknai dengan seluruh penafsiran di atas.Renungan KandunganAyat pertama berisikan bagaimana seharusnya manusia bersikap dalam menjalani hidupnya di dunia. Yaitu: harus mengimani segala hal yang datang dari Allah ‘azza wa jalla, selalu mendengar dan patuh terhadap aturan-Nya. Namun, semaksimal apapun upaya manusia menjalankan aturan Allah, pasti akan ada kekurangan di sana-sini. Karena itulah ayat ini ditutup dengan istighfar; permohonan ampun kepada Allah.Ayat kedua menjelaskan bahwa aturan Allah diadakan bukan untuk memberatkan atau menyusahkan manusia. Justru untuk kebaikan dan ketenangan hidup mereka. Lalu diterangkan bahwa apapun perbuatan manusia, yang baik maupun yang buruk, pasti ada konsekuensinya. Berhubung manusia adalah tempatnya lupa dan alpa, maka ayat ini ditutup dengan doa memohon kemurahan Allah agar tidak menghukum kita saat lupa dan alpa. Juga memohon agar kita tidak dibebani melebihi kemampuan kita, dimaafkan, diampuni dan dirahmati oleh-Nya. Serta dikaruniai pertolongan dalam menghadapi orang-orang kafir.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 13 Rajab 1443 / 14 Februari 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 182 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-1Next Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 162 KHITAN, SYARIAT DAN MANFAAT Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 162 KHITAN, SYARIAT DAN MANFAAT

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 162KHITAN, SYARIAT DAN MANFAATSalah satu syariat Islam yang istimewa dan kaya dengan manfaat adalah khitan. Islam bukan agama yang semena-mena memerintahkan umatnya untuk melakukan ini dan itu, jika memang tak ada manfaatnya. Dalam istilah syariat, khitan bermakna memotong kulit yang menutupi kepala kemaluan pria.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“الْفِطْرَةُ ‌خَمْسٌ: الِاخْتِتَانُ، وَالِاسْتِحْدَادُ، وَقَصُّ الشَّارِبِ، وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ، وَنَتْفُ الْإِبِطِ”“Fitrah ada lima. Yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Fitrah yang disebut hadits ini maknanya adalah kebiasaan dan perilaku para nabi ‘alaihimussalam. Kelima hal di atas sangat mendukung kesucian dan kebersihan tubuh.Selain itu, khitan secara medis, juga memiliki segudang manfaat. Antara lain:1. Menghindarkan penumpukan kotoran keringat dan lemak di antara glans (kepala penis) dan kulit penutupnya (kulup), yang dapat mengakibatkan timbulnya radang dan alergi pada kulit.2. Menghindarkan penumpukan sisa air seni yang dapat mengakibatkan infeksi, yang mana akan mengakibatkan kulit kemaluan iritasi.3. Menghindarikan penumpukan sisa sperma yang mungkin bisa kembali ke saluran vas deverens yang akan menyebabkan infeksi pada saluran manis. Terkadang juga menyebabkan terjadinya penyempitan saluran air seni atau saluran manis.4. Menambah sensitivitas pada glans (kepala penis) saat berhubungan biologis.5. Khitan dapat mencegah penularan penyakit kulit dari suami kepada istrinya.6. Istri yang melakukan hubungan biologis dengan suami yang berkhitan bisa berkurang resiko terkena kanker rahim7. Infeksi pada vagina istri juga relatif tercegah, sebab penis yang berkhitan tidak membawa tumpukan kuman dan kotoran.Kapan Waktu Khitan?Sebaiknya khitan dilaksanakan pada saat anak masih kecil. Sebab itu lebih terasa ringan bagi anak dan agar anak tumbuh berkembang dalam kondisi sempurna.Jabir radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ عَقَّ عَنِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ ‌وَخَتَنَهُمَا ‌لَسَبْعَةِ ‌أَيَّامٍ”“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengakikahi al-Hasan dan al-Husain serta mengkhitan keduanya di hari ketujuh”. HR. Ath-Thabaraniy dalam al-Mu’jam ash-Shaghir dan sanad hadits ini dinilai lemah oleh al-‘Iraqiy. Adapun al-Albaniy menyatakan bahwa level hadits ini bisa dikuatkan dengan hadits lemah lain yang senada.Jika tidak memungkinkan untuk dikhitan saat kecil, maka paling lambat anak dikhitan saat baligh. Sebab saat itu kewajiban agama telah diberlakukan kepadanya.Hukum KhitanHukum khitan untuk pria menurut mayoritas ulama adalah wajib. Adapun untuk wanita maka hukumnya dianjurkan. Cara khitan wanita adalah dengan memotong sedikit dari genitalia wanita eksternal (klitoris/labia minora). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“لَا تَنْهِكِي فَإِنَّ ذَلِكَ ‌أَحْظَى ‌لِلْمَرْأَةِ، وَأَحَبُّ إِلَى الْبَعْلِ”“Jangan dipotong hingga habis. Sebab itu lebih bermanfaat bagi wanita dan lebih disukai oleh suami”. HR. Abu Dawud dan beliau mengatakan hadits ini tidak kuat. Sedang menurut al-Albaniy sahih.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 18 Sya’ban 1443 / 21 Maret 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari berbagai sumber. Antara lain: Ath-Thifl fî asy-Syarî’ah al-Islâmiyyah, karya Dr. Muhammad bin Ahmad ash-Shalih (hal. 101-102) dan lain-lain. Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 183 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-2Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 185 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-4 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 162 KHITAN, SYARIAT DAN MANFAAT

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 162KHITAN, SYARIAT DAN MANFAATSalah satu syariat Islam yang istimewa dan kaya dengan manfaat adalah khitan. Islam bukan agama yang semena-mena memerintahkan umatnya untuk melakukan ini dan itu, jika memang tak ada manfaatnya. Dalam istilah syariat, khitan bermakna memotong kulit yang menutupi kepala kemaluan pria.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“الْفِطْرَةُ ‌خَمْسٌ: الِاخْتِتَانُ، وَالِاسْتِحْدَادُ، وَقَصُّ الشَّارِبِ، وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ، وَنَتْفُ الْإِبِطِ”“Fitrah ada lima. Yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Fitrah yang disebut hadits ini maknanya adalah kebiasaan dan perilaku para nabi ‘alaihimussalam. Kelima hal di atas sangat mendukung kesucian dan kebersihan tubuh.Selain itu, khitan secara medis, juga memiliki segudang manfaat. Antara lain:1. Menghindarkan penumpukan kotoran keringat dan lemak di antara glans (kepala penis) dan kulit penutupnya (kulup), yang dapat mengakibatkan timbulnya radang dan alergi pada kulit.2. Menghindarkan penumpukan sisa air seni yang dapat mengakibatkan infeksi, yang mana akan mengakibatkan kulit kemaluan iritasi.3. Menghindarikan penumpukan sisa sperma yang mungkin bisa kembali ke saluran vas deverens yang akan menyebabkan infeksi pada saluran manis. Terkadang juga menyebabkan terjadinya penyempitan saluran air seni atau saluran manis.4. Menambah sensitivitas pada glans (kepala penis) saat berhubungan biologis.5. Khitan dapat mencegah penularan penyakit kulit dari suami kepada istrinya.6. Istri yang melakukan hubungan biologis dengan suami yang berkhitan bisa berkurang resiko terkena kanker rahim7. Infeksi pada vagina istri juga relatif tercegah, sebab penis yang berkhitan tidak membawa tumpukan kuman dan kotoran.Kapan Waktu Khitan?Sebaiknya khitan dilaksanakan pada saat anak masih kecil. Sebab itu lebih terasa ringan bagi anak dan agar anak tumbuh berkembang dalam kondisi sempurna.Jabir radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ عَقَّ عَنِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ ‌وَخَتَنَهُمَا ‌لَسَبْعَةِ ‌أَيَّامٍ”“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengakikahi al-Hasan dan al-Husain serta mengkhitan keduanya di hari ketujuh”. HR. Ath-Thabaraniy dalam al-Mu’jam ash-Shaghir dan sanad hadits ini dinilai lemah oleh al-‘Iraqiy. Adapun al-Albaniy menyatakan bahwa level hadits ini bisa dikuatkan dengan hadits lemah lain yang senada.Jika tidak memungkinkan untuk dikhitan saat kecil, maka paling lambat anak dikhitan saat baligh. Sebab saat itu kewajiban agama telah diberlakukan kepadanya.Hukum KhitanHukum khitan untuk pria menurut mayoritas ulama adalah wajib. Adapun untuk wanita maka hukumnya dianjurkan. Cara khitan wanita adalah dengan memotong sedikit dari genitalia wanita eksternal (klitoris/labia minora). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“لَا تَنْهِكِي فَإِنَّ ذَلِكَ ‌أَحْظَى ‌لِلْمَرْأَةِ، وَأَحَبُّ إِلَى الْبَعْلِ”“Jangan dipotong hingga habis. Sebab itu lebih bermanfaat bagi wanita dan lebih disukai oleh suami”. HR. Abu Dawud dan beliau mengatakan hadits ini tidak kuat. Sedang menurut al-Albaniy sahih.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 18 Sya’ban 1443 / 21 Maret 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari berbagai sumber. Antara lain: Ath-Thifl fî asy-Syarî’ah al-Islâmiyyah, karya Dr. Muhammad bin Ahmad ash-Shalih (hal. 101-102) dan lain-lain. Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 183 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-2Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 185 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-4 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 162KHITAN, SYARIAT DAN MANFAATSalah satu syariat Islam yang istimewa dan kaya dengan manfaat adalah khitan. Islam bukan agama yang semena-mena memerintahkan umatnya untuk melakukan ini dan itu, jika memang tak ada manfaatnya. Dalam istilah syariat, khitan bermakna memotong kulit yang menutupi kepala kemaluan pria.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“الْفِطْرَةُ ‌خَمْسٌ: الِاخْتِتَانُ، وَالِاسْتِحْدَادُ، وَقَصُّ الشَّارِبِ، وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ، وَنَتْفُ الْإِبِطِ”“Fitrah ada lima. Yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Fitrah yang disebut hadits ini maknanya adalah kebiasaan dan perilaku para nabi ‘alaihimussalam. Kelima hal di atas sangat mendukung kesucian dan kebersihan tubuh.Selain itu, khitan secara medis, juga memiliki segudang manfaat. Antara lain:1. Menghindarkan penumpukan kotoran keringat dan lemak di antara glans (kepala penis) dan kulit penutupnya (kulup), yang dapat mengakibatkan timbulnya radang dan alergi pada kulit.2. Menghindarkan penumpukan sisa air seni yang dapat mengakibatkan infeksi, yang mana akan mengakibatkan kulit kemaluan iritasi.3. Menghindarikan penumpukan sisa sperma yang mungkin bisa kembali ke saluran vas deverens yang akan menyebabkan infeksi pada saluran manis. Terkadang juga menyebabkan terjadinya penyempitan saluran air seni atau saluran manis.4. Menambah sensitivitas pada glans (kepala penis) saat berhubungan biologis.5. Khitan dapat mencegah penularan penyakit kulit dari suami kepada istrinya.6. Istri yang melakukan hubungan biologis dengan suami yang berkhitan bisa berkurang resiko terkena kanker rahim7. Infeksi pada vagina istri juga relatif tercegah, sebab penis yang berkhitan tidak membawa tumpukan kuman dan kotoran.Kapan Waktu Khitan?Sebaiknya khitan dilaksanakan pada saat anak masih kecil. Sebab itu lebih terasa ringan bagi anak dan agar anak tumbuh berkembang dalam kondisi sempurna.Jabir radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ عَقَّ عَنِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ ‌وَخَتَنَهُمَا ‌لَسَبْعَةِ ‌أَيَّامٍ”“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengakikahi al-Hasan dan al-Husain serta mengkhitan keduanya di hari ketujuh”. HR. Ath-Thabaraniy dalam al-Mu’jam ash-Shaghir dan sanad hadits ini dinilai lemah oleh al-‘Iraqiy. Adapun al-Albaniy menyatakan bahwa level hadits ini bisa dikuatkan dengan hadits lemah lain yang senada.Jika tidak memungkinkan untuk dikhitan saat kecil, maka paling lambat anak dikhitan saat baligh. Sebab saat itu kewajiban agama telah diberlakukan kepadanya.Hukum KhitanHukum khitan untuk pria menurut mayoritas ulama adalah wajib. Adapun untuk wanita maka hukumnya dianjurkan. Cara khitan wanita adalah dengan memotong sedikit dari genitalia wanita eksternal (klitoris/labia minora). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“لَا تَنْهِكِي فَإِنَّ ذَلِكَ ‌أَحْظَى ‌لِلْمَرْأَةِ، وَأَحَبُّ إِلَى الْبَعْلِ”“Jangan dipotong hingga habis. Sebab itu lebih bermanfaat bagi wanita dan lebih disukai oleh suami”. HR. Abu Dawud dan beliau mengatakan hadits ini tidak kuat. Sedang menurut al-Albaniy sahih.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 18 Sya’ban 1443 / 21 Maret 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari berbagai sumber. Antara lain: Ath-Thifl fî asy-Syarî’ah al-Islâmiyyah, karya Dr. Muhammad bin Ahmad ash-Shalih (hal. 101-102) dan lain-lain. Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 183 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-2Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 185 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-4 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 162KHITAN, SYARIAT DAN MANFAATSalah satu syariat Islam yang istimewa dan kaya dengan manfaat adalah khitan. Islam bukan agama yang semena-mena memerintahkan umatnya untuk melakukan ini dan itu, jika memang tak ada manfaatnya. Dalam istilah syariat, khitan bermakna memotong kulit yang menutupi kepala kemaluan pria.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“الْفِطْرَةُ ‌خَمْسٌ: الِاخْتِتَانُ، وَالِاسْتِحْدَادُ، وَقَصُّ الشَّارِبِ، وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ، وَنَتْفُ الْإِبِطِ”“Fitrah ada lima. Yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Fitrah yang disebut hadits ini maknanya adalah kebiasaan dan perilaku para nabi ‘alaihimussalam. Kelima hal di atas sangat mendukung kesucian dan kebersihan tubuh.Selain itu, khitan secara medis, juga memiliki segudang manfaat. Antara lain:1. Menghindarkan penumpukan kotoran keringat dan lemak di antara glans (kepala penis) dan kulit penutupnya (kulup), yang dapat mengakibatkan timbulnya radang dan alergi pada kulit.2. Menghindarkan penumpukan sisa air seni yang dapat mengakibatkan infeksi, yang mana akan mengakibatkan kulit kemaluan iritasi.3. Menghindarikan penumpukan sisa sperma yang mungkin bisa kembali ke saluran vas deverens yang akan menyebabkan infeksi pada saluran manis. Terkadang juga menyebabkan terjadinya penyempitan saluran air seni atau saluran manis.4. Menambah sensitivitas pada glans (kepala penis) saat berhubungan biologis.5. Khitan dapat mencegah penularan penyakit kulit dari suami kepada istrinya.6. Istri yang melakukan hubungan biologis dengan suami yang berkhitan bisa berkurang resiko terkena kanker rahim7. Infeksi pada vagina istri juga relatif tercegah, sebab penis yang berkhitan tidak membawa tumpukan kuman dan kotoran.Kapan Waktu Khitan?Sebaiknya khitan dilaksanakan pada saat anak masih kecil. Sebab itu lebih terasa ringan bagi anak dan agar anak tumbuh berkembang dalam kondisi sempurna.Jabir radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ عَقَّ عَنِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ ‌وَخَتَنَهُمَا ‌لَسَبْعَةِ ‌أَيَّامٍ”“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengakikahi al-Hasan dan al-Husain serta mengkhitan keduanya di hari ketujuh”. HR. Ath-Thabaraniy dalam al-Mu’jam ash-Shaghir dan sanad hadits ini dinilai lemah oleh al-‘Iraqiy. Adapun al-Albaniy menyatakan bahwa level hadits ini bisa dikuatkan dengan hadits lemah lain yang senada.Jika tidak memungkinkan untuk dikhitan saat kecil, maka paling lambat anak dikhitan saat baligh. Sebab saat itu kewajiban agama telah diberlakukan kepadanya.Hukum KhitanHukum khitan untuk pria menurut mayoritas ulama adalah wajib. Adapun untuk wanita maka hukumnya dianjurkan. Cara khitan wanita adalah dengan memotong sedikit dari genitalia wanita eksternal (klitoris/labia minora). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“لَا تَنْهِكِي فَإِنَّ ذَلِكَ ‌أَحْظَى ‌لِلْمَرْأَةِ، وَأَحَبُّ إِلَى الْبَعْلِ”“Jangan dipotong hingga habis. Sebab itu lebih bermanfaat bagi wanita dan lebih disukai oleh suami”. HR. Abu Dawud dan beliau mengatakan hadits ini tidak kuat. Sedang menurut al-Albaniy sahih.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 18 Sya’ban 1443 / 21 Maret 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari berbagai sumber. Antara lain: Ath-Thifl fî asy-Syarî’ah al-Islâmiyyah, karya Dr. Muhammad bin Ahmad ash-Shalih (hal. 101-102) dan lain-lain. Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 183 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-2Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 185 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-4 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 185 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-4

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 185DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-4Pada pertemuan lalu, kita telah mulai mengkaji bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KEEMPAT:Membaca Surat as-Sajdah sebanyak satu kali. Nomor urut surat ini dalam mushaf al-Qur’an adalah nomor 32. Terletak di juz 21. Jumlah ayatnya sebanyak 30 ayat.Dalil Landasanعَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: ” كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ {الم تَنْزِيلُ} السَّجْدَةَ، وَ{تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ}”.Jâbir radhiyallahu ‘anhu menuturkan, “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak akan tidur hingga beliau membaca “Alif lâm mîm tanzîl as-sajdah” (Surat as-Sajdah) dan “Tabârakalladzî biyadihil mulk” (Surat al-Mulk)”. HR. Ahmad (No. 14714) dan dinilai sahih oleh al-Hâkim (No. 3598), adz-Dzahabiy serta al-Albâniy.Renungan KandunganKandungan global surat ini terbagi menjadi tiga poin:Pertama: Pendahuluan (Ayat 1-9)Surat ini diawali dengan mengenalkan kepada manusia tentang Allah ta’ala. Bahwa Dialah yang menciptakan langit dan bumi, mengetahui segala sesuatu yang ada di dalamnya, serta Dia pulalah yang mengatur alam semesta ini. Dia juga yang menurunkan al-Qur’an kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagai sarana untuk mengajak umat manusia agar beriman kepada Allah ta’ala. Ini semua menunjukkan kesempurnaan kekuasaan-Nya.Kedua: Penjelasan mengenai sikap orang-orang kafir dan kaum mukminin terhadap kekuasaan Allah (Ayat 10-25)Setelah mengenalkan Allah, tema pembahasan berpindah kepada keterangan mengenai sikap orang kafir terhadap kekuasaan Allah. Terutama kekuasaan-Nya untuk membangkitkan manusia kembali. Mereka mengingkari hal tersebut. Akibatnya mereka enggan untuk beriman kepada Allah dan untuk bersujud kepada-Nya.Agar terjadi perpaduan antara targhib (motivasi) dan tarhib (ancaman), maka pembahasan selanjutnya adalah tentang sikap kaum mukminin. Bertolak belakang dengan sikap orang-orang kafir, kaum mukminin sangat meyakini kekuasaan Allah ta’ala dan mempercayai ayat-ayat-Nya. Hal itu dibuktikan dengan kepatuhan mereka untuk bersujud kepada-Nya. Sebab mereka berharap meraih rahmat Allah dan terhindar dari siksa-Nya.Ketiga: Penutup (Ayat 26-30)Di penghujung surat mulia ini, diulang kembali penjelasan mengenai hal-hal yang menunjukkan kesempurnaan kekuasaan Allah. Di mana Dialah yang mengatur turunnya hujan dan tumbuhnya tanaman, sebagai rizki bagi manusia juga binatang.Terakhir digambarkan penyesalan orang-orang kafir kelak di akhirat, sebagai akibat keengganan mereka untuk beriman kepada Allah saat di dunia. Ini menunjukkan kekuasaan Allah untuk membangkitkan manusia di hari kiamat.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Sya’ban 1443 / 28 Maret 2022Diringkas dari Dalâlah Asmâ’ as-Suwar al-Qur’âniyyah ‘alâ Mahâwiriha, karya Dr. Umar Ali Arafat (hal. 334-335). Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 162 KHITAN, SYARIAT DAN MANFAATNext SEGUDANG KARUNIA DI BULAN MULIA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 185 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-4

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 185DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-4Pada pertemuan lalu, kita telah mulai mengkaji bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KEEMPAT:Membaca Surat as-Sajdah sebanyak satu kali. Nomor urut surat ini dalam mushaf al-Qur’an adalah nomor 32. Terletak di juz 21. Jumlah ayatnya sebanyak 30 ayat.Dalil Landasanعَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: ” كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ {الم تَنْزِيلُ} السَّجْدَةَ، وَ{تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ}”.Jâbir radhiyallahu ‘anhu menuturkan, “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak akan tidur hingga beliau membaca “Alif lâm mîm tanzîl as-sajdah” (Surat as-Sajdah) dan “Tabârakalladzî biyadihil mulk” (Surat al-Mulk)”. HR. Ahmad (No. 14714) dan dinilai sahih oleh al-Hâkim (No. 3598), adz-Dzahabiy serta al-Albâniy.Renungan KandunganKandungan global surat ini terbagi menjadi tiga poin:Pertama: Pendahuluan (Ayat 1-9)Surat ini diawali dengan mengenalkan kepada manusia tentang Allah ta’ala. Bahwa Dialah yang menciptakan langit dan bumi, mengetahui segala sesuatu yang ada di dalamnya, serta Dia pulalah yang mengatur alam semesta ini. Dia juga yang menurunkan al-Qur’an kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagai sarana untuk mengajak umat manusia agar beriman kepada Allah ta’ala. Ini semua menunjukkan kesempurnaan kekuasaan-Nya.Kedua: Penjelasan mengenai sikap orang-orang kafir dan kaum mukminin terhadap kekuasaan Allah (Ayat 10-25)Setelah mengenalkan Allah, tema pembahasan berpindah kepada keterangan mengenai sikap orang kafir terhadap kekuasaan Allah. Terutama kekuasaan-Nya untuk membangkitkan manusia kembali. Mereka mengingkari hal tersebut. Akibatnya mereka enggan untuk beriman kepada Allah dan untuk bersujud kepada-Nya.Agar terjadi perpaduan antara targhib (motivasi) dan tarhib (ancaman), maka pembahasan selanjutnya adalah tentang sikap kaum mukminin. Bertolak belakang dengan sikap orang-orang kafir, kaum mukminin sangat meyakini kekuasaan Allah ta’ala dan mempercayai ayat-ayat-Nya. Hal itu dibuktikan dengan kepatuhan mereka untuk bersujud kepada-Nya. Sebab mereka berharap meraih rahmat Allah dan terhindar dari siksa-Nya.Ketiga: Penutup (Ayat 26-30)Di penghujung surat mulia ini, diulang kembali penjelasan mengenai hal-hal yang menunjukkan kesempurnaan kekuasaan Allah. Di mana Dialah yang mengatur turunnya hujan dan tumbuhnya tanaman, sebagai rizki bagi manusia juga binatang.Terakhir digambarkan penyesalan orang-orang kafir kelak di akhirat, sebagai akibat keengganan mereka untuk beriman kepada Allah saat di dunia. Ini menunjukkan kekuasaan Allah untuk membangkitkan manusia di hari kiamat.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Sya’ban 1443 / 28 Maret 2022Diringkas dari Dalâlah Asmâ’ as-Suwar al-Qur’âniyyah ‘alâ Mahâwiriha, karya Dr. Umar Ali Arafat (hal. 334-335). Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 162 KHITAN, SYARIAT DAN MANFAATNext SEGUDANG KARUNIA DI BULAN MULIA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 185DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-4Pada pertemuan lalu, kita telah mulai mengkaji bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KEEMPAT:Membaca Surat as-Sajdah sebanyak satu kali. Nomor urut surat ini dalam mushaf al-Qur’an adalah nomor 32. Terletak di juz 21. Jumlah ayatnya sebanyak 30 ayat.Dalil Landasanعَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: ” كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ {الم تَنْزِيلُ} السَّجْدَةَ، وَ{تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ}”.Jâbir radhiyallahu ‘anhu menuturkan, “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak akan tidur hingga beliau membaca “Alif lâm mîm tanzîl as-sajdah” (Surat as-Sajdah) dan “Tabârakalladzî biyadihil mulk” (Surat al-Mulk)”. HR. Ahmad (No. 14714) dan dinilai sahih oleh al-Hâkim (No. 3598), adz-Dzahabiy serta al-Albâniy.Renungan KandunganKandungan global surat ini terbagi menjadi tiga poin:Pertama: Pendahuluan (Ayat 1-9)Surat ini diawali dengan mengenalkan kepada manusia tentang Allah ta’ala. Bahwa Dialah yang menciptakan langit dan bumi, mengetahui segala sesuatu yang ada di dalamnya, serta Dia pulalah yang mengatur alam semesta ini. Dia juga yang menurunkan al-Qur’an kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagai sarana untuk mengajak umat manusia agar beriman kepada Allah ta’ala. Ini semua menunjukkan kesempurnaan kekuasaan-Nya.Kedua: Penjelasan mengenai sikap orang-orang kafir dan kaum mukminin terhadap kekuasaan Allah (Ayat 10-25)Setelah mengenalkan Allah, tema pembahasan berpindah kepada keterangan mengenai sikap orang kafir terhadap kekuasaan Allah. Terutama kekuasaan-Nya untuk membangkitkan manusia kembali. Mereka mengingkari hal tersebut. Akibatnya mereka enggan untuk beriman kepada Allah dan untuk bersujud kepada-Nya.Agar terjadi perpaduan antara targhib (motivasi) dan tarhib (ancaman), maka pembahasan selanjutnya adalah tentang sikap kaum mukminin. Bertolak belakang dengan sikap orang-orang kafir, kaum mukminin sangat meyakini kekuasaan Allah ta’ala dan mempercayai ayat-ayat-Nya. Hal itu dibuktikan dengan kepatuhan mereka untuk bersujud kepada-Nya. Sebab mereka berharap meraih rahmat Allah dan terhindar dari siksa-Nya.Ketiga: Penutup (Ayat 26-30)Di penghujung surat mulia ini, diulang kembali penjelasan mengenai hal-hal yang menunjukkan kesempurnaan kekuasaan Allah. Di mana Dialah yang mengatur turunnya hujan dan tumbuhnya tanaman, sebagai rizki bagi manusia juga binatang.Terakhir digambarkan penyesalan orang-orang kafir kelak di akhirat, sebagai akibat keengganan mereka untuk beriman kepada Allah saat di dunia. Ini menunjukkan kekuasaan Allah untuk membangkitkan manusia di hari kiamat.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Sya’ban 1443 / 28 Maret 2022Diringkas dari Dalâlah Asmâ’ as-Suwar al-Qur’âniyyah ‘alâ Mahâwiriha, karya Dr. Umar Ali Arafat (hal. 334-335). Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 162 KHITAN, SYARIAT DAN MANFAATNext SEGUDANG KARUNIA DI BULAN MULIA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 185DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-4Pada pertemuan lalu, kita telah mulai mengkaji bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KEEMPAT:Membaca Surat as-Sajdah sebanyak satu kali. Nomor urut surat ini dalam mushaf al-Qur’an adalah nomor 32. Terletak di juz 21. Jumlah ayatnya sebanyak 30 ayat.Dalil Landasanعَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: ” كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ {الم تَنْزِيلُ} السَّجْدَةَ، وَ{تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ}”.Jâbir radhiyallahu ‘anhu menuturkan, “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak akan tidur hingga beliau membaca “Alif lâm mîm tanzîl as-sajdah” (Surat as-Sajdah) dan “Tabârakalladzî biyadihil mulk” (Surat al-Mulk)”. HR. Ahmad (No. 14714) dan dinilai sahih oleh al-Hâkim (No. 3598), adz-Dzahabiy serta al-Albâniy.Renungan KandunganKandungan global surat ini terbagi menjadi tiga poin:Pertama: Pendahuluan (Ayat 1-9)Surat ini diawali dengan mengenalkan kepada manusia tentang Allah ta’ala. Bahwa Dialah yang menciptakan langit dan bumi, mengetahui segala sesuatu yang ada di dalamnya, serta Dia pulalah yang mengatur alam semesta ini. Dia juga yang menurunkan al-Qur’an kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagai sarana untuk mengajak umat manusia agar beriman kepada Allah ta’ala. Ini semua menunjukkan kesempurnaan kekuasaan-Nya.Kedua: Penjelasan mengenai sikap orang-orang kafir dan kaum mukminin terhadap kekuasaan Allah (Ayat 10-25)Setelah mengenalkan Allah, tema pembahasan berpindah kepada keterangan mengenai sikap orang kafir terhadap kekuasaan Allah. Terutama kekuasaan-Nya untuk membangkitkan manusia kembali. Mereka mengingkari hal tersebut. Akibatnya mereka enggan untuk beriman kepada Allah dan untuk bersujud kepada-Nya.Agar terjadi perpaduan antara targhib (motivasi) dan tarhib (ancaman), maka pembahasan selanjutnya adalah tentang sikap kaum mukminin. Bertolak belakang dengan sikap orang-orang kafir, kaum mukminin sangat meyakini kekuasaan Allah ta’ala dan mempercayai ayat-ayat-Nya. Hal itu dibuktikan dengan kepatuhan mereka untuk bersujud kepada-Nya. Sebab mereka berharap meraih rahmat Allah dan terhindar dari siksa-Nya.Ketiga: Penutup (Ayat 26-30)Di penghujung surat mulia ini, diulang kembali penjelasan mengenai hal-hal yang menunjukkan kesempurnaan kekuasaan Allah. Di mana Dialah yang mengatur turunnya hujan dan tumbuhnya tanaman, sebagai rizki bagi manusia juga binatang.Terakhir digambarkan penyesalan orang-orang kafir kelak di akhirat, sebagai akibat keengganan mereka untuk beriman kepada Allah saat di dunia. Ini menunjukkan kekuasaan Allah untuk membangkitkan manusia di hari kiamat.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Sya’ban 1443 / 28 Maret 2022Diringkas dari Dalâlah Asmâ’ as-Suwar al-Qur’âniyyah ‘alâ Mahâwiriha, karya Dr. Umar Ali Arafat (hal. 334-335). Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 162 KHITAN, SYARIAT DAN MANFAATNext SEGUDANG KARUNIA DI BULAN MULIA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 163 MEMAKLUMI DAN MENYAYANGI ANAK

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 163MEMAKLUMI DAN MENYAYANGI ANAKWalaupun bayi belum sempurna akalnya, namun ia memiliki insting yang tajam. Ia sangat perasa. Dengan cepat ia bisa merasakan apakah tangan yang menyentuhnya bermotif kasih sayang atau sebaliknya. Ia akan merasa nyaman saat dipeluk dengan dekapan cinta. Sebaliknya akan gelisah bahkan mungkin menangis kencang saat direnggut dengan kasar.Menempelnya tubuh orang tua dengan tubuh anak saat menggendong, memeluk, memangku atau mengeloninya akan menambah kedekatan hubungan psikologis antara keduanya. Maka penggunaan kereta bayi secara berlebihan, atau menyerahkan segala detil urusan bayi kepada baby siter, adalah suatu perilaku yang kurang bijaksana. Sebab bisa memicu kerenggangan hubungan anak dengan orang tuanya.Memaklumi Hal Yang Wajar dari AnakBayi mengompol adalah sesuatu yang wajar. Sebab ia belum bisa berjalan dan mengontrol keluarnya air seni. Sehingga tidak sepantasnya hal tersebut membuat orang tua jengkel atau merasa bosan dalam membersihkan bekas ompolan bayi.Abu Laila radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَ الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ يَحْبُو حَتَّى صَعِدَ عَلَى صَدْرِهِ، ‌فَبَالَ ‌عَلَيْهِ، قَالَ: ‌فَابْتَدَرْنَاهُ لِنَأْخُذَهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” ابْنِي ابْنِي “، قَالَ: ثُمَّ دَعَا بِمَاءٍ فَصَبَّهُ عَلَيْهِ”“Suatu saat kami sedang bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Tiba-tiba al-Hasan bin Ali datang merangkak hingga menaiki dada beliau dan mengompol. Kamipun bergegas akan mengambil al-Hasan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “(Biarkan) anakku, (biarkan) anakku”. Lalu beliau meminta diambil air untuk menyiram bekas ompolan itu”. HR. Ahmad dan dinilai sahih oleh al-Arna’uth.Dalam kitab Nukhab al-Afkâr, al-‘Ainiy (w. 855 H) rahimahullah menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengulang perkataannya dua kali dalam rangka memastikan agar al-Hasan dibiarkan. Dalam riwayat lain termaktub, “Jangan diputus!”. Sebab jika proses buang airnya mendadak diputus, bisa membahayakan kesehatan. Ini menunjukkan betapa besar kasih sayang beliau kepada cucunya.Menyayangi Anak Terlebih Saat SakitJika dalam kondisi normal dan saat sehat saja, orang tua harus menyayangi anaknya, apalagi ketika sedang sakit. Adalah wajar bila anak rewel saat sakit. Sebab ia merasa tidak nyaman. Seharusnya orang tua semakin melipatgandakan kesabarannya menghadapi kerewelan anak ketika sakit dan bersegera untuk mencarikan pengobatan yang terbaik untuk anaknya.Dikisahkan bahwa Ummu Qais binti Mihshan datang membawa bayinya yang sedang sakit kerongkongan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia terlihat menekan-nekan leher si bayi dengan maksud menerapinya. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“عَلَى مَا ‌تَدْغَرْنَ أَوْلَادَكُنَّ بِهَذَا الْعِلَاقِ، عَلَيْكُمْ بِهَذَا العُودِ الهِنْدِيِّ، فَإِنَّ فِيهِ سَبْعَةَ أَشْفِيَةٍ، مِنْهَا ذَاتُ الجَنْبِ”“Mengapa kalian menyiksa anak-anak kalian dengan cara seperti itu? Hendaklah kalian menggunakan Gaharu. Sebab ia bisa digunakan untuk pengobatan tujuh jenis penyakit. Salah satunya adalah penyakit lambung”. HR. Bukhari (no. 5715) dan Muslim (no. 2214).Ini menunjukkan betapa besar perhatian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terhadap anak yang sakit dan upaya memilihkan pengobatan yang terbaik.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 9 Ramadhan 1443 / 11 April 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari berbagai sumber. Post navigation Previous SEGUDANG KARUNIA DI BULAN MULIANext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 186: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-5 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 163 MEMAKLUMI DAN MENYAYANGI ANAK

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 163MEMAKLUMI DAN MENYAYANGI ANAKWalaupun bayi belum sempurna akalnya, namun ia memiliki insting yang tajam. Ia sangat perasa. Dengan cepat ia bisa merasakan apakah tangan yang menyentuhnya bermotif kasih sayang atau sebaliknya. Ia akan merasa nyaman saat dipeluk dengan dekapan cinta. Sebaliknya akan gelisah bahkan mungkin menangis kencang saat direnggut dengan kasar.Menempelnya tubuh orang tua dengan tubuh anak saat menggendong, memeluk, memangku atau mengeloninya akan menambah kedekatan hubungan psikologis antara keduanya. Maka penggunaan kereta bayi secara berlebihan, atau menyerahkan segala detil urusan bayi kepada baby siter, adalah suatu perilaku yang kurang bijaksana. Sebab bisa memicu kerenggangan hubungan anak dengan orang tuanya.Memaklumi Hal Yang Wajar dari AnakBayi mengompol adalah sesuatu yang wajar. Sebab ia belum bisa berjalan dan mengontrol keluarnya air seni. Sehingga tidak sepantasnya hal tersebut membuat orang tua jengkel atau merasa bosan dalam membersihkan bekas ompolan bayi.Abu Laila radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَ الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ يَحْبُو حَتَّى صَعِدَ عَلَى صَدْرِهِ، ‌فَبَالَ ‌عَلَيْهِ، قَالَ: ‌فَابْتَدَرْنَاهُ لِنَأْخُذَهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” ابْنِي ابْنِي “، قَالَ: ثُمَّ دَعَا بِمَاءٍ فَصَبَّهُ عَلَيْهِ”“Suatu saat kami sedang bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Tiba-tiba al-Hasan bin Ali datang merangkak hingga menaiki dada beliau dan mengompol. Kamipun bergegas akan mengambil al-Hasan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “(Biarkan) anakku, (biarkan) anakku”. Lalu beliau meminta diambil air untuk menyiram bekas ompolan itu”. HR. Ahmad dan dinilai sahih oleh al-Arna’uth.Dalam kitab Nukhab al-Afkâr, al-‘Ainiy (w. 855 H) rahimahullah menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengulang perkataannya dua kali dalam rangka memastikan agar al-Hasan dibiarkan. Dalam riwayat lain termaktub, “Jangan diputus!”. Sebab jika proses buang airnya mendadak diputus, bisa membahayakan kesehatan. Ini menunjukkan betapa besar kasih sayang beliau kepada cucunya.Menyayangi Anak Terlebih Saat SakitJika dalam kondisi normal dan saat sehat saja, orang tua harus menyayangi anaknya, apalagi ketika sedang sakit. Adalah wajar bila anak rewel saat sakit. Sebab ia merasa tidak nyaman. Seharusnya orang tua semakin melipatgandakan kesabarannya menghadapi kerewelan anak ketika sakit dan bersegera untuk mencarikan pengobatan yang terbaik untuk anaknya.Dikisahkan bahwa Ummu Qais binti Mihshan datang membawa bayinya yang sedang sakit kerongkongan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia terlihat menekan-nekan leher si bayi dengan maksud menerapinya. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“عَلَى مَا ‌تَدْغَرْنَ أَوْلَادَكُنَّ بِهَذَا الْعِلَاقِ، عَلَيْكُمْ بِهَذَا العُودِ الهِنْدِيِّ، فَإِنَّ فِيهِ سَبْعَةَ أَشْفِيَةٍ، مِنْهَا ذَاتُ الجَنْبِ”“Mengapa kalian menyiksa anak-anak kalian dengan cara seperti itu? Hendaklah kalian menggunakan Gaharu. Sebab ia bisa digunakan untuk pengobatan tujuh jenis penyakit. Salah satunya adalah penyakit lambung”. HR. Bukhari (no. 5715) dan Muslim (no. 2214).Ini menunjukkan betapa besar perhatian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terhadap anak yang sakit dan upaya memilihkan pengobatan yang terbaik.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 9 Ramadhan 1443 / 11 April 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari berbagai sumber. Post navigation Previous SEGUDANG KARUNIA DI BULAN MULIANext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 186: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-5 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 163MEMAKLUMI DAN MENYAYANGI ANAKWalaupun bayi belum sempurna akalnya, namun ia memiliki insting yang tajam. Ia sangat perasa. Dengan cepat ia bisa merasakan apakah tangan yang menyentuhnya bermotif kasih sayang atau sebaliknya. Ia akan merasa nyaman saat dipeluk dengan dekapan cinta. Sebaliknya akan gelisah bahkan mungkin menangis kencang saat direnggut dengan kasar.Menempelnya tubuh orang tua dengan tubuh anak saat menggendong, memeluk, memangku atau mengeloninya akan menambah kedekatan hubungan psikologis antara keduanya. Maka penggunaan kereta bayi secara berlebihan, atau menyerahkan segala detil urusan bayi kepada baby siter, adalah suatu perilaku yang kurang bijaksana. Sebab bisa memicu kerenggangan hubungan anak dengan orang tuanya.Memaklumi Hal Yang Wajar dari AnakBayi mengompol adalah sesuatu yang wajar. Sebab ia belum bisa berjalan dan mengontrol keluarnya air seni. Sehingga tidak sepantasnya hal tersebut membuat orang tua jengkel atau merasa bosan dalam membersihkan bekas ompolan bayi.Abu Laila radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَ الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ يَحْبُو حَتَّى صَعِدَ عَلَى صَدْرِهِ، ‌فَبَالَ ‌عَلَيْهِ، قَالَ: ‌فَابْتَدَرْنَاهُ لِنَأْخُذَهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” ابْنِي ابْنِي “، قَالَ: ثُمَّ دَعَا بِمَاءٍ فَصَبَّهُ عَلَيْهِ”“Suatu saat kami sedang bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Tiba-tiba al-Hasan bin Ali datang merangkak hingga menaiki dada beliau dan mengompol. Kamipun bergegas akan mengambil al-Hasan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “(Biarkan) anakku, (biarkan) anakku”. Lalu beliau meminta diambil air untuk menyiram bekas ompolan itu”. HR. Ahmad dan dinilai sahih oleh al-Arna’uth.Dalam kitab Nukhab al-Afkâr, al-‘Ainiy (w. 855 H) rahimahullah menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengulang perkataannya dua kali dalam rangka memastikan agar al-Hasan dibiarkan. Dalam riwayat lain termaktub, “Jangan diputus!”. Sebab jika proses buang airnya mendadak diputus, bisa membahayakan kesehatan. Ini menunjukkan betapa besar kasih sayang beliau kepada cucunya.Menyayangi Anak Terlebih Saat SakitJika dalam kondisi normal dan saat sehat saja, orang tua harus menyayangi anaknya, apalagi ketika sedang sakit. Adalah wajar bila anak rewel saat sakit. Sebab ia merasa tidak nyaman. Seharusnya orang tua semakin melipatgandakan kesabarannya menghadapi kerewelan anak ketika sakit dan bersegera untuk mencarikan pengobatan yang terbaik untuk anaknya.Dikisahkan bahwa Ummu Qais binti Mihshan datang membawa bayinya yang sedang sakit kerongkongan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia terlihat menekan-nekan leher si bayi dengan maksud menerapinya. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“عَلَى مَا ‌تَدْغَرْنَ أَوْلَادَكُنَّ بِهَذَا الْعِلَاقِ، عَلَيْكُمْ بِهَذَا العُودِ الهِنْدِيِّ، فَإِنَّ فِيهِ سَبْعَةَ أَشْفِيَةٍ، مِنْهَا ذَاتُ الجَنْبِ”“Mengapa kalian menyiksa anak-anak kalian dengan cara seperti itu? Hendaklah kalian menggunakan Gaharu. Sebab ia bisa digunakan untuk pengobatan tujuh jenis penyakit. Salah satunya adalah penyakit lambung”. HR. Bukhari (no. 5715) dan Muslim (no. 2214).Ini menunjukkan betapa besar perhatian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terhadap anak yang sakit dan upaya memilihkan pengobatan yang terbaik.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 9 Ramadhan 1443 / 11 April 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari berbagai sumber. Post navigation Previous SEGUDANG KARUNIA DI BULAN MULIANext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 186: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-5 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 163MEMAKLUMI DAN MENYAYANGI ANAKWalaupun bayi belum sempurna akalnya, namun ia memiliki insting yang tajam. Ia sangat perasa. Dengan cepat ia bisa merasakan apakah tangan yang menyentuhnya bermotif kasih sayang atau sebaliknya. Ia akan merasa nyaman saat dipeluk dengan dekapan cinta. Sebaliknya akan gelisah bahkan mungkin menangis kencang saat direnggut dengan kasar.Menempelnya tubuh orang tua dengan tubuh anak saat menggendong, memeluk, memangku atau mengeloninya akan menambah kedekatan hubungan psikologis antara keduanya. Maka penggunaan kereta bayi secara berlebihan, atau menyerahkan segala detil urusan bayi kepada baby siter, adalah suatu perilaku yang kurang bijaksana. Sebab bisa memicu kerenggangan hubungan anak dengan orang tuanya.Memaklumi Hal Yang Wajar dari AnakBayi mengompol adalah sesuatu yang wajar. Sebab ia belum bisa berjalan dan mengontrol keluarnya air seni. Sehingga tidak sepantasnya hal tersebut membuat orang tua jengkel atau merasa bosan dalam membersihkan bekas ompolan bayi.Abu Laila radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَ الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ يَحْبُو حَتَّى صَعِدَ عَلَى صَدْرِهِ، ‌فَبَالَ ‌عَلَيْهِ، قَالَ: ‌فَابْتَدَرْنَاهُ لِنَأْخُذَهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” ابْنِي ابْنِي “، قَالَ: ثُمَّ دَعَا بِمَاءٍ فَصَبَّهُ عَلَيْهِ”“Suatu saat kami sedang bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Tiba-tiba al-Hasan bin Ali datang merangkak hingga menaiki dada beliau dan mengompol. Kamipun bergegas akan mengambil al-Hasan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “(Biarkan) anakku, (biarkan) anakku”. Lalu beliau meminta diambil air untuk menyiram bekas ompolan itu”. HR. Ahmad dan dinilai sahih oleh al-Arna’uth.Dalam kitab Nukhab al-Afkâr, al-‘Ainiy (w. 855 H) rahimahullah menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengulang perkataannya dua kali dalam rangka memastikan agar al-Hasan dibiarkan. Dalam riwayat lain termaktub, “Jangan diputus!”. Sebab jika proses buang airnya mendadak diputus, bisa membahayakan kesehatan. Ini menunjukkan betapa besar kasih sayang beliau kepada cucunya.Menyayangi Anak Terlebih Saat SakitJika dalam kondisi normal dan saat sehat saja, orang tua harus menyayangi anaknya, apalagi ketika sedang sakit. Adalah wajar bila anak rewel saat sakit. Sebab ia merasa tidak nyaman. Seharusnya orang tua semakin melipatgandakan kesabarannya menghadapi kerewelan anak ketika sakit dan bersegera untuk mencarikan pengobatan yang terbaik untuk anaknya.Dikisahkan bahwa Ummu Qais binti Mihshan datang membawa bayinya yang sedang sakit kerongkongan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia terlihat menekan-nekan leher si bayi dengan maksud menerapinya. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“عَلَى مَا ‌تَدْغَرْنَ أَوْلَادَكُنَّ بِهَذَا الْعِلَاقِ، عَلَيْكُمْ بِهَذَا العُودِ الهِنْدِيِّ، فَإِنَّ فِيهِ سَبْعَةَ أَشْفِيَةٍ، مِنْهَا ذَاتُ الجَنْبِ”“Mengapa kalian menyiksa anak-anak kalian dengan cara seperti itu? Hendaklah kalian menggunakan Gaharu. Sebab ia bisa digunakan untuk pengobatan tujuh jenis penyakit. Salah satunya adalah penyakit lambung”. HR. Bukhari (no. 5715) dan Muslim (no. 2214).Ini menunjukkan betapa besar perhatian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terhadap anak yang sakit dan upaya memilihkan pengobatan yang terbaik.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 9 Ramadhan 1443 / 11 April 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari berbagai sumber. Post navigation Previous SEGUDANG KARUNIA DI BULAN MULIANext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 186: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-5 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Prev     Next