Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 158 – BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-2)

Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KEDUA:Membaca Surat al-Ikhlas sebanyak tiga kali setiap pagi dan tiga kali setiap petang.“قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ . اللَّهُ الصَّمَدُ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ . وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ”Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah Yang Maha dibutuhkan seluruh hamba-Nya. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia ”. QS. Al-Ikhlas (112): 1-4.Dalil LandasanAbdullah bin Khubaib radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“Di suatu malam yang gelap gulita dan hujan, kami keluar mencari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam, supaya beliau mengimami kami. Manakala kami menemukannya, beliau berkata, “Ucapkanlah!”. Aku tidak mengucapkan apapun. Kemudian beliau kembali berkata, “Ucapkanlah!”. Aku tidak mengucapkan apapun. “Ucapkanlah!” kata beliau lagi. Akupun bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang harus kuucapkan?”.“قُلْ: “قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ” وَ”الْمُعَوِّذَتَيْنِ” حِينَ تُمْسِي وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ”“Ucapkanlah “Qul huwallahu ahad”, al-Falaq dan an-Nas di sore dan pagi hari tiga kali. Niscaya itu akan melindungimu dari segala sesuatu”. HR. Tirmidziy dan beliau mengatakan, “hasan sahih gharib”.Maksudnya melindungi dari segala bentuk marabahaya dan musibah.Renungan KandunganSurat yang mulia ini memiliki keistimewaan spesial yang tidak dimiliki surat al-Qur’an lainnya. Di antaranya: surat ini sepadan dengan sepertiga al-Qur’an. Sebab kandungannya sebanding dengan sepertiga kandungan al-Qur’an. Secara garis besar, isi al-Qur’an terbagi menjadi tiga bahasan pokok; akidah, hukum dan kisah. Sedang surat al-Ikhlas berisikan bagian pertama; yaitu tauhid.Sehingga barang siapa membaca surat al-Ikhlas, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang membaca sepertiga al-Qur’an.Di permulaan surat ini Allah ta’ala menegaskan keesaan-Nya. Keesaan Allah ini bersifat mutlak, dalam segala-galanya. Allah Maha Esa dzat-Nya. Allah Maha Esa dalam keberhakan-Nya atas ibadah para hamba. Allah Maha Esa dalam perbuatan ketuhanan-Nya. Serta Allah Maha Esa dalam nama-nama dan sifat-sifat-Nya.Selanjutnya kita diingatkan akan kesempurnaan Allah. Sehingga mau tidak mau seluruh penghuni langit dan bumi, tanpa terkecuali, sangat membutuhkan-Nya. Mereka semua meminta pada-Nya dalam setiap kebutuhan dan memohon pada-Nya dalam setiap kepentingan.Lalu Allah menjelaskan bahwa diri-Nya berbeda dengan tuhan-tuhan kaum musyrikin. Dia tidak melahirkan anak. Sebab Dia tidak membutuhkan selain-Nya. Bukan pula merupakan anak dari dzat lain. Sebab jika demikian, maka Dia tidak menjadi yang pertama.Adapun ayat terakhir merupakan rangkuman dan penegasan bahwa pemilik sifat-sifat tersebut di ayat-ayat sebelumnya adalah Dzat yang tidak ada bandingannya sama sekali. Tidak ada apapun yang serupa, apalagi sama dengan Allah dalam segala sesuatu. Baik dalam dzat-Nya, sifat-Nya, perbuatan-Nya maupun keberhakkan-Nya akan ibadah para hamba.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 4 Dzulhijjah 1440 / 5 Agustus 2019Abdullah Zaen Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 136: FOKUS PADA PERILAKU BAIK ANAKNext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 137: FOKUS PADA SOLUSI Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 158 – BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-2)

Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KEDUA:Membaca Surat al-Ikhlas sebanyak tiga kali setiap pagi dan tiga kali setiap petang.“قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ . اللَّهُ الصَّمَدُ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ . وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ”Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah Yang Maha dibutuhkan seluruh hamba-Nya. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia ”. QS. Al-Ikhlas (112): 1-4.Dalil LandasanAbdullah bin Khubaib radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“Di suatu malam yang gelap gulita dan hujan, kami keluar mencari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam, supaya beliau mengimami kami. Manakala kami menemukannya, beliau berkata, “Ucapkanlah!”. Aku tidak mengucapkan apapun. Kemudian beliau kembali berkata, “Ucapkanlah!”. Aku tidak mengucapkan apapun. “Ucapkanlah!” kata beliau lagi. Akupun bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang harus kuucapkan?”.“قُلْ: “قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ” وَ”الْمُعَوِّذَتَيْنِ” حِينَ تُمْسِي وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ”“Ucapkanlah “Qul huwallahu ahad”, al-Falaq dan an-Nas di sore dan pagi hari tiga kali. Niscaya itu akan melindungimu dari segala sesuatu”. HR. Tirmidziy dan beliau mengatakan, “hasan sahih gharib”.Maksudnya melindungi dari segala bentuk marabahaya dan musibah.Renungan KandunganSurat yang mulia ini memiliki keistimewaan spesial yang tidak dimiliki surat al-Qur’an lainnya. Di antaranya: surat ini sepadan dengan sepertiga al-Qur’an. Sebab kandungannya sebanding dengan sepertiga kandungan al-Qur’an. Secara garis besar, isi al-Qur’an terbagi menjadi tiga bahasan pokok; akidah, hukum dan kisah. Sedang surat al-Ikhlas berisikan bagian pertama; yaitu tauhid.Sehingga barang siapa membaca surat al-Ikhlas, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang membaca sepertiga al-Qur’an.Di permulaan surat ini Allah ta’ala menegaskan keesaan-Nya. Keesaan Allah ini bersifat mutlak, dalam segala-galanya. Allah Maha Esa dzat-Nya. Allah Maha Esa dalam keberhakan-Nya atas ibadah para hamba. Allah Maha Esa dalam perbuatan ketuhanan-Nya. Serta Allah Maha Esa dalam nama-nama dan sifat-sifat-Nya.Selanjutnya kita diingatkan akan kesempurnaan Allah. Sehingga mau tidak mau seluruh penghuni langit dan bumi, tanpa terkecuali, sangat membutuhkan-Nya. Mereka semua meminta pada-Nya dalam setiap kebutuhan dan memohon pada-Nya dalam setiap kepentingan.Lalu Allah menjelaskan bahwa diri-Nya berbeda dengan tuhan-tuhan kaum musyrikin. Dia tidak melahirkan anak. Sebab Dia tidak membutuhkan selain-Nya. Bukan pula merupakan anak dari dzat lain. Sebab jika demikian, maka Dia tidak menjadi yang pertama.Adapun ayat terakhir merupakan rangkuman dan penegasan bahwa pemilik sifat-sifat tersebut di ayat-ayat sebelumnya adalah Dzat yang tidak ada bandingannya sama sekali. Tidak ada apapun yang serupa, apalagi sama dengan Allah dalam segala sesuatu. Baik dalam dzat-Nya, sifat-Nya, perbuatan-Nya maupun keberhakkan-Nya akan ibadah para hamba.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 4 Dzulhijjah 1440 / 5 Agustus 2019Abdullah Zaen Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 136: FOKUS PADA PERILAKU BAIK ANAKNext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 137: FOKUS PADA SOLUSI Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KEDUA:Membaca Surat al-Ikhlas sebanyak tiga kali setiap pagi dan tiga kali setiap petang.“قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ . اللَّهُ الصَّمَدُ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ . وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ”Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah Yang Maha dibutuhkan seluruh hamba-Nya. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia ”. QS. Al-Ikhlas (112): 1-4.Dalil LandasanAbdullah bin Khubaib radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“Di suatu malam yang gelap gulita dan hujan, kami keluar mencari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam, supaya beliau mengimami kami. Manakala kami menemukannya, beliau berkata, “Ucapkanlah!”. Aku tidak mengucapkan apapun. Kemudian beliau kembali berkata, “Ucapkanlah!”. Aku tidak mengucapkan apapun. “Ucapkanlah!” kata beliau lagi. Akupun bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang harus kuucapkan?”.“قُلْ: “قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ” وَ”الْمُعَوِّذَتَيْنِ” حِينَ تُمْسِي وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ”“Ucapkanlah “Qul huwallahu ahad”, al-Falaq dan an-Nas di sore dan pagi hari tiga kali. Niscaya itu akan melindungimu dari segala sesuatu”. HR. Tirmidziy dan beliau mengatakan, “hasan sahih gharib”.Maksudnya melindungi dari segala bentuk marabahaya dan musibah.Renungan KandunganSurat yang mulia ini memiliki keistimewaan spesial yang tidak dimiliki surat al-Qur’an lainnya. Di antaranya: surat ini sepadan dengan sepertiga al-Qur’an. Sebab kandungannya sebanding dengan sepertiga kandungan al-Qur’an. Secara garis besar, isi al-Qur’an terbagi menjadi tiga bahasan pokok; akidah, hukum dan kisah. Sedang surat al-Ikhlas berisikan bagian pertama; yaitu tauhid.Sehingga barang siapa membaca surat al-Ikhlas, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang membaca sepertiga al-Qur’an.Di permulaan surat ini Allah ta’ala menegaskan keesaan-Nya. Keesaan Allah ini bersifat mutlak, dalam segala-galanya. Allah Maha Esa dzat-Nya. Allah Maha Esa dalam keberhakan-Nya atas ibadah para hamba. Allah Maha Esa dalam perbuatan ketuhanan-Nya. Serta Allah Maha Esa dalam nama-nama dan sifat-sifat-Nya.Selanjutnya kita diingatkan akan kesempurnaan Allah. Sehingga mau tidak mau seluruh penghuni langit dan bumi, tanpa terkecuali, sangat membutuhkan-Nya. Mereka semua meminta pada-Nya dalam setiap kebutuhan dan memohon pada-Nya dalam setiap kepentingan.Lalu Allah menjelaskan bahwa diri-Nya berbeda dengan tuhan-tuhan kaum musyrikin. Dia tidak melahirkan anak. Sebab Dia tidak membutuhkan selain-Nya. Bukan pula merupakan anak dari dzat lain. Sebab jika demikian, maka Dia tidak menjadi yang pertama.Adapun ayat terakhir merupakan rangkuman dan penegasan bahwa pemilik sifat-sifat tersebut di ayat-ayat sebelumnya adalah Dzat yang tidak ada bandingannya sama sekali. Tidak ada apapun yang serupa, apalagi sama dengan Allah dalam segala sesuatu. Baik dalam dzat-Nya, sifat-Nya, perbuatan-Nya maupun keberhakkan-Nya akan ibadah para hamba.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 4 Dzulhijjah 1440 / 5 Agustus 2019Abdullah Zaen Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 136: FOKUS PADA PERILAKU BAIK ANAKNext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 137: FOKUS PADA SOLUSI Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KEDUA:Membaca Surat al-Ikhlas sebanyak tiga kali setiap pagi dan tiga kali setiap petang.“قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ . اللَّهُ الصَّمَدُ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ . وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ”Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah Yang Maha dibutuhkan seluruh hamba-Nya. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia ”. QS. Al-Ikhlas (112): 1-4.Dalil LandasanAbdullah bin Khubaib radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“Di suatu malam yang gelap gulita dan hujan, kami keluar mencari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam, supaya beliau mengimami kami. Manakala kami menemukannya, beliau berkata, “Ucapkanlah!”. Aku tidak mengucapkan apapun. Kemudian beliau kembali berkata, “Ucapkanlah!”. Aku tidak mengucapkan apapun. “Ucapkanlah!” kata beliau lagi. Akupun bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang harus kuucapkan?”.“قُلْ: “قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ” وَ”الْمُعَوِّذَتَيْنِ” حِينَ تُمْسِي وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ”“Ucapkanlah “Qul huwallahu ahad”, al-Falaq dan an-Nas di sore dan pagi hari tiga kali. Niscaya itu akan melindungimu dari segala sesuatu”. HR. Tirmidziy dan beliau mengatakan, “hasan sahih gharib”.Maksudnya melindungi dari segala bentuk marabahaya dan musibah.Renungan KandunganSurat yang mulia ini memiliki keistimewaan spesial yang tidak dimiliki surat al-Qur’an lainnya. Di antaranya: surat ini sepadan dengan sepertiga al-Qur’an. Sebab kandungannya sebanding dengan sepertiga kandungan al-Qur’an. Secara garis besar, isi al-Qur’an terbagi menjadi tiga bahasan pokok; akidah, hukum dan kisah. Sedang surat al-Ikhlas berisikan bagian pertama; yaitu tauhid.Sehingga barang siapa membaca surat al-Ikhlas, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang membaca sepertiga al-Qur’an.Di permulaan surat ini Allah ta’ala menegaskan keesaan-Nya. Keesaan Allah ini bersifat mutlak, dalam segala-galanya. Allah Maha Esa dzat-Nya. Allah Maha Esa dalam keberhakan-Nya atas ibadah para hamba. Allah Maha Esa dalam perbuatan ketuhanan-Nya. Serta Allah Maha Esa dalam nama-nama dan sifat-sifat-Nya.Selanjutnya kita diingatkan akan kesempurnaan Allah. Sehingga mau tidak mau seluruh penghuni langit dan bumi, tanpa terkecuali, sangat membutuhkan-Nya. Mereka semua meminta pada-Nya dalam setiap kebutuhan dan memohon pada-Nya dalam setiap kepentingan.Lalu Allah menjelaskan bahwa diri-Nya berbeda dengan tuhan-tuhan kaum musyrikin. Dia tidak melahirkan anak. Sebab Dia tidak membutuhkan selain-Nya. Bukan pula merupakan anak dari dzat lain. Sebab jika demikian, maka Dia tidak menjadi yang pertama.Adapun ayat terakhir merupakan rangkuman dan penegasan bahwa pemilik sifat-sifat tersebut di ayat-ayat sebelumnya adalah Dzat yang tidak ada bandingannya sama sekali. Tidak ada apapun yang serupa, apalagi sama dengan Allah dalam segala sesuatu. Baik dalam dzat-Nya, sifat-Nya, perbuatan-Nya maupun keberhakkan-Nya akan ibadah para hamba.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 4 Dzulhijjah 1440 / 5 Agustus 2019Abdullah Zaen Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 136: FOKUS PADA PERILAKU BAIK ANAKNext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 137: FOKUS PADA SOLUSI Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 137: FOKUS PADA SOLUSI

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 137 FOKUS PADA SOLUSIFokus pada tujuan sangat penting dalam mendidik anak. Sebab jika demikian kita akan bergerak menuju arah yang benar. Fokus orang tua teladan tentunya adalah mendidik anak menjadi lebih baik, salih dan memiliki karakter positif. Kami yakin tidak ada perbedaan pendapat di antara para orang tua dalam poin ini.Namun realitanya, banyak orang tua yang prakteknya justru lebih fokus kepada hal-hal negatif yang ada dalam diri anak. Misalnya lebih fokus pada perilaku buruk anak, bukan perilaku baiknya. Lebih fokus pada kekurangan anak, bukan kelebihannya. Lebih fokus pada masalah, bukan solusi. Lebih fokus pada penyebab kegagalan, bukan pada hasil yang ingin dicapai. Walaupun tujuannya baik. Yakni ingin anak memperbaiki diri. Namun karena caranya keliru dan porsi fokusnya tidak ideal, justru malah berakibat buruk.Fokus pada Solusi, Bukan pada MasalahSeringkali anak datang kepada kita menceritakan masalah. Banyak orangtua mengambil jalan mudah dengan langsung memberi nasihat dan solusi. Sekurang-kurangnya ada dua resiko dari kebiasaan ini:Pertama: Saat nasehat tidak diterima apalagi dipatuhi, orang tua menjadi marah dan terjadi perdebatan panjang. Ketika anak sudah menganggap orang tuanya sebagai ‘lawan’; maka dia akan cenderung defensif.Kedua: Kebiasaan menyuapkan solusi, bisa menyebabkan anak menjadi kurang memiliki kemampuan membuat solusi atas masalah yang dihadapinya. Mudah frustasi dan tergantung pada orang lain.Keterbatasan kemampuan anak dalam berpikir, seringkali membuat mereka berfokus pada masalah. Yaitu ingin menghilangkan hal-hal yang tidak diinginkannya. Bukan pada upaya mencapai hasil yang diinginkannya. Maka bimbingan orang tua pada anak untuk fokus pada solusi, amat penting. Sebab:Solusi selalu melibatkan tindakan dan proses belajar. Sedangkan fokus pada masalah justru membuatnya makin tenggelam ke dalam masalah dan sibuk menyalahkan keadaan dan orang lain.Fokus pada solusi memperluas wawasan dan membuka banyak alternatif penyelesaian.Anak akan mampu menasehati dirinya. Nasehat yang berasal dari diri sendiri, seberapa pun kerasnya, lebih mudah diterima oleh diri.Meningkatkan konsep diri dan kemandirian.Tidak mudah terbawa arus.Orang tua tidak perlu menjadi polisi dan pusat solusi sepanjang hidup.Contoh AplikatifBarangkali Anda sering melihat kamar anak remaja Anda berantakan. Sehingga terdorong untuk mengomel dan membereskannya sendiri. Jangan biasakan perilaku ini!Coba ingat-ingat kapan Anda melihat kamarnya rapi. Pasti pernah. Mungkin Anda lupa atau menganggapnya sebagai kewajaran yang tidak perlu dibesar-besarkan. Namun, dalam upaya Anda menjadi orang tua salih, kerapian satu-dua kali yang dilakukannya sendiri sungguh berarti. Dan kesanalah Anda akan berfokus.Tunggulah sampai anak Anda melakukannya lagi tanpa disuruh. Abaikan untuk sementara kamarnya yang berantakan. Biarkan dia belajar dari konsekuensi kamar berantakan. Misalnya, jadi kesulitan mencari sesuatu di tumpukan barang. Atau merasa malu ketika temannya berkunjung dan melihat kamarnya. Atau kamarnya menjadi bau oleh tumpukan kaus kaki dan baju kotor. Atau perasaan tak nyaman di tengah suasana bagai kapal pecah. Cepat atau lambat, dia akan kewalahan sendiri dengan segala konsekuensi itu dan akhirnya membereskan kamarnya.Pada saat itu, pujilah dia dan berikan apresiasi. Jadikan momen ini untuk berfokus pada menemukan solusi. Anda dapat ‘menggiringnya’ untuk menemukan sendiri solusi dan membuat keputusan perbaikan. Anak-anak akan lebih berenergi untuk melaksanakan keputusannya sendiri. Selamat mencoba!@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 18 Dzulhijjah 1440 / 19 Agustus 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 158 – BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-2)Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No 138: MEWASPADAI UCAPAN ORANG TUA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 137: FOKUS PADA SOLUSI

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 137 FOKUS PADA SOLUSIFokus pada tujuan sangat penting dalam mendidik anak. Sebab jika demikian kita akan bergerak menuju arah yang benar. Fokus orang tua teladan tentunya adalah mendidik anak menjadi lebih baik, salih dan memiliki karakter positif. Kami yakin tidak ada perbedaan pendapat di antara para orang tua dalam poin ini.Namun realitanya, banyak orang tua yang prakteknya justru lebih fokus kepada hal-hal negatif yang ada dalam diri anak. Misalnya lebih fokus pada perilaku buruk anak, bukan perilaku baiknya. Lebih fokus pada kekurangan anak, bukan kelebihannya. Lebih fokus pada masalah, bukan solusi. Lebih fokus pada penyebab kegagalan, bukan pada hasil yang ingin dicapai. Walaupun tujuannya baik. Yakni ingin anak memperbaiki diri. Namun karena caranya keliru dan porsi fokusnya tidak ideal, justru malah berakibat buruk.Fokus pada Solusi, Bukan pada MasalahSeringkali anak datang kepada kita menceritakan masalah. Banyak orangtua mengambil jalan mudah dengan langsung memberi nasihat dan solusi. Sekurang-kurangnya ada dua resiko dari kebiasaan ini:Pertama: Saat nasehat tidak diterima apalagi dipatuhi, orang tua menjadi marah dan terjadi perdebatan panjang. Ketika anak sudah menganggap orang tuanya sebagai ‘lawan’; maka dia akan cenderung defensif.Kedua: Kebiasaan menyuapkan solusi, bisa menyebabkan anak menjadi kurang memiliki kemampuan membuat solusi atas masalah yang dihadapinya. Mudah frustasi dan tergantung pada orang lain.Keterbatasan kemampuan anak dalam berpikir, seringkali membuat mereka berfokus pada masalah. Yaitu ingin menghilangkan hal-hal yang tidak diinginkannya. Bukan pada upaya mencapai hasil yang diinginkannya. Maka bimbingan orang tua pada anak untuk fokus pada solusi, amat penting. Sebab:Solusi selalu melibatkan tindakan dan proses belajar. Sedangkan fokus pada masalah justru membuatnya makin tenggelam ke dalam masalah dan sibuk menyalahkan keadaan dan orang lain.Fokus pada solusi memperluas wawasan dan membuka banyak alternatif penyelesaian.Anak akan mampu menasehati dirinya. Nasehat yang berasal dari diri sendiri, seberapa pun kerasnya, lebih mudah diterima oleh diri.Meningkatkan konsep diri dan kemandirian.Tidak mudah terbawa arus.Orang tua tidak perlu menjadi polisi dan pusat solusi sepanjang hidup.Contoh AplikatifBarangkali Anda sering melihat kamar anak remaja Anda berantakan. Sehingga terdorong untuk mengomel dan membereskannya sendiri. Jangan biasakan perilaku ini!Coba ingat-ingat kapan Anda melihat kamarnya rapi. Pasti pernah. Mungkin Anda lupa atau menganggapnya sebagai kewajaran yang tidak perlu dibesar-besarkan. Namun, dalam upaya Anda menjadi orang tua salih, kerapian satu-dua kali yang dilakukannya sendiri sungguh berarti. Dan kesanalah Anda akan berfokus.Tunggulah sampai anak Anda melakukannya lagi tanpa disuruh. Abaikan untuk sementara kamarnya yang berantakan. Biarkan dia belajar dari konsekuensi kamar berantakan. Misalnya, jadi kesulitan mencari sesuatu di tumpukan barang. Atau merasa malu ketika temannya berkunjung dan melihat kamarnya. Atau kamarnya menjadi bau oleh tumpukan kaus kaki dan baju kotor. Atau perasaan tak nyaman di tengah suasana bagai kapal pecah. Cepat atau lambat, dia akan kewalahan sendiri dengan segala konsekuensi itu dan akhirnya membereskan kamarnya.Pada saat itu, pujilah dia dan berikan apresiasi. Jadikan momen ini untuk berfokus pada menemukan solusi. Anda dapat ‘menggiringnya’ untuk menemukan sendiri solusi dan membuat keputusan perbaikan. Anak-anak akan lebih berenergi untuk melaksanakan keputusannya sendiri. Selamat mencoba!@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 18 Dzulhijjah 1440 / 19 Agustus 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 158 – BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-2)Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No 138: MEWASPADAI UCAPAN ORANG TUA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 137 FOKUS PADA SOLUSIFokus pada tujuan sangat penting dalam mendidik anak. Sebab jika demikian kita akan bergerak menuju arah yang benar. Fokus orang tua teladan tentunya adalah mendidik anak menjadi lebih baik, salih dan memiliki karakter positif. Kami yakin tidak ada perbedaan pendapat di antara para orang tua dalam poin ini.Namun realitanya, banyak orang tua yang prakteknya justru lebih fokus kepada hal-hal negatif yang ada dalam diri anak. Misalnya lebih fokus pada perilaku buruk anak, bukan perilaku baiknya. Lebih fokus pada kekurangan anak, bukan kelebihannya. Lebih fokus pada masalah, bukan solusi. Lebih fokus pada penyebab kegagalan, bukan pada hasil yang ingin dicapai. Walaupun tujuannya baik. Yakni ingin anak memperbaiki diri. Namun karena caranya keliru dan porsi fokusnya tidak ideal, justru malah berakibat buruk.Fokus pada Solusi, Bukan pada MasalahSeringkali anak datang kepada kita menceritakan masalah. Banyak orangtua mengambil jalan mudah dengan langsung memberi nasihat dan solusi. Sekurang-kurangnya ada dua resiko dari kebiasaan ini:Pertama: Saat nasehat tidak diterima apalagi dipatuhi, orang tua menjadi marah dan terjadi perdebatan panjang. Ketika anak sudah menganggap orang tuanya sebagai ‘lawan’; maka dia akan cenderung defensif.Kedua: Kebiasaan menyuapkan solusi, bisa menyebabkan anak menjadi kurang memiliki kemampuan membuat solusi atas masalah yang dihadapinya. Mudah frustasi dan tergantung pada orang lain.Keterbatasan kemampuan anak dalam berpikir, seringkali membuat mereka berfokus pada masalah. Yaitu ingin menghilangkan hal-hal yang tidak diinginkannya. Bukan pada upaya mencapai hasil yang diinginkannya. Maka bimbingan orang tua pada anak untuk fokus pada solusi, amat penting. Sebab:Solusi selalu melibatkan tindakan dan proses belajar. Sedangkan fokus pada masalah justru membuatnya makin tenggelam ke dalam masalah dan sibuk menyalahkan keadaan dan orang lain.Fokus pada solusi memperluas wawasan dan membuka banyak alternatif penyelesaian.Anak akan mampu menasehati dirinya. Nasehat yang berasal dari diri sendiri, seberapa pun kerasnya, lebih mudah diterima oleh diri.Meningkatkan konsep diri dan kemandirian.Tidak mudah terbawa arus.Orang tua tidak perlu menjadi polisi dan pusat solusi sepanjang hidup.Contoh AplikatifBarangkali Anda sering melihat kamar anak remaja Anda berantakan. Sehingga terdorong untuk mengomel dan membereskannya sendiri. Jangan biasakan perilaku ini!Coba ingat-ingat kapan Anda melihat kamarnya rapi. Pasti pernah. Mungkin Anda lupa atau menganggapnya sebagai kewajaran yang tidak perlu dibesar-besarkan. Namun, dalam upaya Anda menjadi orang tua salih, kerapian satu-dua kali yang dilakukannya sendiri sungguh berarti. Dan kesanalah Anda akan berfokus.Tunggulah sampai anak Anda melakukannya lagi tanpa disuruh. Abaikan untuk sementara kamarnya yang berantakan. Biarkan dia belajar dari konsekuensi kamar berantakan. Misalnya, jadi kesulitan mencari sesuatu di tumpukan barang. Atau merasa malu ketika temannya berkunjung dan melihat kamarnya. Atau kamarnya menjadi bau oleh tumpukan kaus kaki dan baju kotor. Atau perasaan tak nyaman di tengah suasana bagai kapal pecah. Cepat atau lambat, dia akan kewalahan sendiri dengan segala konsekuensi itu dan akhirnya membereskan kamarnya.Pada saat itu, pujilah dia dan berikan apresiasi. Jadikan momen ini untuk berfokus pada menemukan solusi. Anda dapat ‘menggiringnya’ untuk menemukan sendiri solusi dan membuat keputusan perbaikan. Anak-anak akan lebih berenergi untuk melaksanakan keputusannya sendiri. Selamat mencoba!@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 18 Dzulhijjah 1440 / 19 Agustus 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 158 – BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-2)Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No 138: MEWASPADAI UCAPAN ORANG TUA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 137 FOKUS PADA SOLUSIFokus pada tujuan sangat penting dalam mendidik anak. Sebab jika demikian kita akan bergerak menuju arah yang benar. Fokus orang tua teladan tentunya adalah mendidik anak menjadi lebih baik, salih dan memiliki karakter positif. Kami yakin tidak ada perbedaan pendapat di antara para orang tua dalam poin ini.Namun realitanya, banyak orang tua yang prakteknya justru lebih fokus kepada hal-hal negatif yang ada dalam diri anak. Misalnya lebih fokus pada perilaku buruk anak, bukan perilaku baiknya. Lebih fokus pada kekurangan anak, bukan kelebihannya. Lebih fokus pada masalah, bukan solusi. Lebih fokus pada penyebab kegagalan, bukan pada hasil yang ingin dicapai. Walaupun tujuannya baik. Yakni ingin anak memperbaiki diri. Namun karena caranya keliru dan porsi fokusnya tidak ideal, justru malah berakibat buruk.Fokus pada Solusi, Bukan pada MasalahSeringkali anak datang kepada kita menceritakan masalah. Banyak orangtua mengambil jalan mudah dengan langsung memberi nasihat dan solusi. Sekurang-kurangnya ada dua resiko dari kebiasaan ini:Pertama: Saat nasehat tidak diterima apalagi dipatuhi, orang tua menjadi marah dan terjadi perdebatan panjang. Ketika anak sudah menganggap orang tuanya sebagai ‘lawan’; maka dia akan cenderung defensif.Kedua: Kebiasaan menyuapkan solusi, bisa menyebabkan anak menjadi kurang memiliki kemampuan membuat solusi atas masalah yang dihadapinya. Mudah frustasi dan tergantung pada orang lain.Keterbatasan kemampuan anak dalam berpikir, seringkali membuat mereka berfokus pada masalah. Yaitu ingin menghilangkan hal-hal yang tidak diinginkannya. Bukan pada upaya mencapai hasil yang diinginkannya. Maka bimbingan orang tua pada anak untuk fokus pada solusi, amat penting. Sebab:Solusi selalu melibatkan tindakan dan proses belajar. Sedangkan fokus pada masalah justru membuatnya makin tenggelam ke dalam masalah dan sibuk menyalahkan keadaan dan orang lain.Fokus pada solusi memperluas wawasan dan membuka banyak alternatif penyelesaian.Anak akan mampu menasehati dirinya. Nasehat yang berasal dari diri sendiri, seberapa pun kerasnya, lebih mudah diterima oleh diri.Meningkatkan konsep diri dan kemandirian.Tidak mudah terbawa arus.Orang tua tidak perlu menjadi polisi dan pusat solusi sepanjang hidup.Contoh AplikatifBarangkali Anda sering melihat kamar anak remaja Anda berantakan. Sehingga terdorong untuk mengomel dan membereskannya sendiri. Jangan biasakan perilaku ini!Coba ingat-ingat kapan Anda melihat kamarnya rapi. Pasti pernah. Mungkin Anda lupa atau menganggapnya sebagai kewajaran yang tidak perlu dibesar-besarkan. Namun, dalam upaya Anda menjadi orang tua salih, kerapian satu-dua kali yang dilakukannya sendiri sungguh berarti. Dan kesanalah Anda akan berfokus.Tunggulah sampai anak Anda melakukannya lagi tanpa disuruh. Abaikan untuk sementara kamarnya yang berantakan. Biarkan dia belajar dari konsekuensi kamar berantakan. Misalnya, jadi kesulitan mencari sesuatu di tumpukan barang. Atau merasa malu ketika temannya berkunjung dan melihat kamarnya. Atau kamarnya menjadi bau oleh tumpukan kaus kaki dan baju kotor. Atau perasaan tak nyaman di tengah suasana bagai kapal pecah. Cepat atau lambat, dia akan kewalahan sendiri dengan segala konsekuensi itu dan akhirnya membereskan kamarnya.Pada saat itu, pujilah dia dan berikan apresiasi. Jadikan momen ini untuk berfokus pada menemukan solusi. Anda dapat ‘menggiringnya’ untuk menemukan sendiri solusi dan membuat keputusan perbaikan. Anak-anak akan lebih berenergi untuk melaksanakan keputusannya sendiri. Selamat mencoba!@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 18 Dzulhijjah 1440 / 19 Agustus 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 158 – BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-2)Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No 138: MEWASPADAI UCAPAN ORANG TUA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 138: MEWASPADAI UCAPAN ORANG TUA

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 138 MEWASPADAI UCAPAN ORANG TUAMuhammad bin Abdurrahman al-Auqash adalah seorang hakim agung legendaris kota Mekah. Puluhan tahun beliau menduduki jabatan tersebut. Sangat disegani. Padahal beliau memiliki kekurangan fisik. Terlahir dalam keadaan lehernya sangat pendek sampai masuk ke badannya. Sehingga kedua bahunya menonjol keluar. Paras mukanya amat pas-pasan.Namun saat ia masih kecil, dengan penuh perhatian dan kasih sayang, ibunya berpesan, “Nak, kelak engkau akan sering ditertawakan dan direndahkan. Maka berkonsentrasilah untuk belajar agama. Sungguh ilmu akan menyempurnakan kekuranganmu dan mengangkat derajatmu.”Beliau mematuhi pesan ibunya. Tekun belajar agama. Hingga suatu saat dipercaya menjadi hakim agung di Mekah selama dua puluh tahun. Setiap ada orang yang berperkara duduk di hadapannya, selalu gemetar dengan kewibawaannya, hingga sidang selesai.Mulutmu HarimaumuOrang tua teladan selalu memperhatikan setiap ucapannya. Berusaha mengeluarkan kata-kata positif dan menghindari komentar negatif.Ucapan yang keluar dari mulut orang tua sangat berpengaruh dalam membentuk perilaku anak hingga dia dewasa. Entah Anda sedang serius atau bercanda, perhatikan kata-kata Anda. Berlatihlah untuk selalu berbicara positif. Namun hindari pujian kosong yang memberikan kebanggaan semu.Ungkapan berlebihan tidak diperlukan. Contohnya: sambil menimang anak, Anda menyebutnya, “Anak paling cantik, paling ganteng, paling pintar sedunia”. Gantilah dengan pengakuan bahwa “dia istimewa untuk Anda. Anugerah indah dari Allah. Anda sangat bersyukur memilikinya”.Mohonlah dengan hormat agar kakek-neneknya juga memberikan sebutan yang pantas. Lebih baik memanggilnya dengan nama asli, ketimbang panggilan yang kelak membuatnya malu jika didengar teman-temannya.Berhati-hatilah dalam berbicara. Terlebih setelah anak tumbuh besar. Anda akan terkejut saat menyadari bahwa ternyata anak banyak belajar dari apa yang dia dengar. Seringkali para ibu lupa diri ketika mereka saling bercerita tentang putra-putrinya. Keusilan dan kekurangan anak diceritakan sambil tertawa geli. Ucapan ceplas-ceplos yang terkadang tidak pantas pun dianggap lucu. Saat anak Anda mendengarnya, lalu menirukan ucapan tersebut, Anda marahi dia. Ini tentu bentuk inkonsistensi.Berikan PenghargaanKetika Anda tahu bahwa anak mendengarkan secara diam-diam, gunakan momen itu untuk menyebutkan kelebihannya. Atau hal-hal positif yang telah dilakukannya. Namun jangan berlebihan. Sebab bisa membuat lawan bicara Anda menganggap Anda menyombongkan diri.Misalnya, jika teman Anda menanyakan rapor anak, Anda bisa menjawab, “Alhamdulillah saya puas dengan peningkatan prestasinya. Saya tahu dia telah berusaha keras. Anak saya memang gigih”.Itu jauh lebih baik ketimbang, “Rapornya bagus. Tapi sayang tidak masuk 10 besar”.Ketika anak mendengarkan, Anda juga bisa mengeraskan doa Anda untuknya. Hal-hal positif yang Anda mintakan kepada Allah untuknya, insyaAllah akan menjadi energi pendorong baginya untuk berusaha mewujudkan apa yang Anda harapkan.“ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ“.“Tiga doa yang akan dikabulkan tidak ada keraguan sedikitpun. Doanya orangtua, doanya orang yang bepergian dan doanya orang yang dizalimi”. HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan dinilai hasan oleh al-Albaniy. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 9 Muharram 1441 / 9 September 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 137: FOKUS PADA SOLUSINext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 159: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-3) Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 138: MEWASPADAI UCAPAN ORANG TUA

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 138 MEWASPADAI UCAPAN ORANG TUAMuhammad bin Abdurrahman al-Auqash adalah seorang hakim agung legendaris kota Mekah. Puluhan tahun beliau menduduki jabatan tersebut. Sangat disegani. Padahal beliau memiliki kekurangan fisik. Terlahir dalam keadaan lehernya sangat pendek sampai masuk ke badannya. Sehingga kedua bahunya menonjol keluar. Paras mukanya amat pas-pasan.Namun saat ia masih kecil, dengan penuh perhatian dan kasih sayang, ibunya berpesan, “Nak, kelak engkau akan sering ditertawakan dan direndahkan. Maka berkonsentrasilah untuk belajar agama. Sungguh ilmu akan menyempurnakan kekuranganmu dan mengangkat derajatmu.”Beliau mematuhi pesan ibunya. Tekun belajar agama. Hingga suatu saat dipercaya menjadi hakim agung di Mekah selama dua puluh tahun. Setiap ada orang yang berperkara duduk di hadapannya, selalu gemetar dengan kewibawaannya, hingga sidang selesai.Mulutmu HarimaumuOrang tua teladan selalu memperhatikan setiap ucapannya. Berusaha mengeluarkan kata-kata positif dan menghindari komentar negatif.Ucapan yang keluar dari mulut orang tua sangat berpengaruh dalam membentuk perilaku anak hingga dia dewasa. Entah Anda sedang serius atau bercanda, perhatikan kata-kata Anda. Berlatihlah untuk selalu berbicara positif. Namun hindari pujian kosong yang memberikan kebanggaan semu.Ungkapan berlebihan tidak diperlukan. Contohnya: sambil menimang anak, Anda menyebutnya, “Anak paling cantik, paling ganteng, paling pintar sedunia”. Gantilah dengan pengakuan bahwa “dia istimewa untuk Anda. Anugerah indah dari Allah. Anda sangat bersyukur memilikinya”.Mohonlah dengan hormat agar kakek-neneknya juga memberikan sebutan yang pantas. Lebih baik memanggilnya dengan nama asli, ketimbang panggilan yang kelak membuatnya malu jika didengar teman-temannya.Berhati-hatilah dalam berbicara. Terlebih setelah anak tumbuh besar. Anda akan terkejut saat menyadari bahwa ternyata anak banyak belajar dari apa yang dia dengar. Seringkali para ibu lupa diri ketika mereka saling bercerita tentang putra-putrinya. Keusilan dan kekurangan anak diceritakan sambil tertawa geli. Ucapan ceplas-ceplos yang terkadang tidak pantas pun dianggap lucu. Saat anak Anda mendengarnya, lalu menirukan ucapan tersebut, Anda marahi dia. Ini tentu bentuk inkonsistensi.Berikan PenghargaanKetika Anda tahu bahwa anak mendengarkan secara diam-diam, gunakan momen itu untuk menyebutkan kelebihannya. Atau hal-hal positif yang telah dilakukannya. Namun jangan berlebihan. Sebab bisa membuat lawan bicara Anda menganggap Anda menyombongkan diri.Misalnya, jika teman Anda menanyakan rapor anak, Anda bisa menjawab, “Alhamdulillah saya puas dengan peningkatan prestasinya. Saya tahu dia telah berusaha keras. Anak saya memang gigih”.Itu jauh lebih baik ketimbang, “Rapornya bagus. Tapi sayang tidak masuk 10 besar”.Ketika anak mendengarkan, Anda juga bisa mengeraskan doa Anda untuknya. Hal-hal positif yang Anda mintakan kepada Allah untuknya, insyaAllah akan menjadi energi pendorong baginya untuk berusaha mewujudkan apa yang Anda harapkan.“ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ“.“Tiga doa yang akan dikabulkan tidak ada keraguan sedikitpun. Doanya orangtua, doanya orang yang bepergian dan doanya orang yang dizalimi”. HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan dinilai hasan oleh al-Albaniy. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 9 Muharram 1441 / 9 September 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 137: FOKUS PADA SOLUSINext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 159: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-3) Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 138 MEWASPADAI UCAPAN ORANG TUAMuhammad bin Abdurrahman al-Auqash adalah seorang hakim agung legendaris kota Mekah. Puluhan tahun beliau menduduki jabatan tersebut. Sangat disegani. Padahal beliau memiliki kekurangan fisik. Terlahir dalam keadaan lehernya sangat pendek sampai masuk ke badannya. Sehingga kedua bahunya menonjol keluar. Paras mukanya amat pas-pasan.Namun saat ia masih kecil, dengan penuh perhatian dan kasih sayang, ibunya berpesan, “Nak, kelak engkau akan sering ditertawakan dan direndahkan. Maka berkonsentrasilah untuk belajar agama. Sungguh ilmu akan menyempurnakan kekuranganmu dan mengangkat derajatmu.”Beliau mematuhi pesan ibunya. Tekun belajar agama. Hingga suatu saat dipercaya menjadi hakim agung di Mekah selama dua puluh tahun. Setiap ada orang yang berperkara duduk di hadapannya, selalu gemetar dengan kewibawaannya, hingga sidang selesai.Mulutmu HarimaumuOrang tua teladan selalu memperhatikan setiap ucapannya. Berusaha mengeluarkan kata-kata positif dan menghindari komentar negatif.Ucapan yang keluar dari mulut orang tua sangat berpengaruh dalam membentuk perilaku anak hingga dia dewasa. Entah Anda sedang serius atau bercanda, perhatikan kata-kata Anda. Berlatihlah untuk selalu berbicara positif. Namun hindari pujian kosong yang memberikan kebanggaan semu.Ungkapan berlebihan tidak diperlukan. Contohnya: sambil menimang anak, Anda menyebutnya, “Anak paling cantik, paling ganteng, paling pintar sedunia”. Gantilah dengan pengakuan bahwa “dia istimewa untuk Anda. Anugerah indah dari Allah. Anda sangat bersyukur memilikinya”.Mohonlah dengan hormat agar kakek-neneknya juga memberikan sebutan yang pantas. Lebih baik memanggilnya dengan nama asli, ketimbang panggilan yang kelak membuatnya malu jika didengar teman-temannya.Berhati-hatilah dalam berbicara. Terlebih setelah anak tumbuh besar. Anda akan terkejut saat menyadari bahwa ternyata anak banyak belajar dari apa yang dia dengar. Seringkali para ibu lupa diri ketika mereka saling bercerita tentang putra-putrinya. Keusilan dan kekurangan anak diceritakan sambil tertawa geli. Ucapan ceplas-ceplos yang terkadang tidak pantas pun dianggap lucu. Saat anak Anda mendengarnya, lalu menirukan ucapan tersebut, Anda marahi dia. Ini tentu bentuk inkonsistensi.Berikan PenghargaanKetika Anda tahu bahwa anak mendengarkan secara diam-diam, gunakan momen itu untuk menyebutkan kelebihannya. Atau hal-hal positif yang telah dilakukannya. Namun jangan berlebihan. Sebab bisa membuat lawan bicara Anda menganggap Anda menyombongkan diri.Misalnya, jika teman Anda menanyakan rapor anak, Anda bisa menjawab, “Alhamdulillah saya puas dengan peningkatan prestasinya. Saya tahu dia telah berusaha keras. Anak saya memang gigih”.Itu jauh lebih baik ketimbang, “Rapornya bagus. Tapi sayang tidak masuk 10 besar”.Ketika anak mendengarkan, Anda juga bisa mengeraskan doa Anda untuknya. Hal-hal positif yang Anda mintakan kepada Allah untuknya, insyaAllah akan menjadi energi pendorong baginya untuk berusaha mewujudkan apa yang Anda harapkan.“ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ“.“Tiga doa yang akan dikabulkan tidak ada keraguan sedikitpun. Doanya orangtua, doanya orang yang bepergian dan doanya orang yang dizalimi”. HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan dinilai hasan oleh al-Albaniy. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 9 Muharram 1441 / 9 September 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 137: FOKUS PADA SOLUSINext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 159: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-3) Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 138 MEWASPADAI UCAPAN ORANG TUAMuhammad bin Abdurrahman al-Auqash adalah seorang hakim agung legendaris kota Mekah. Puluhan tahun beliau menduduki jabatan tersebut. Sangat disegani. Padahal beliau memiliki kekurangan fisik. Terlahir dalam keadaan lehernya sangat pendek sampai masuk ke badannya. Sehingga kedua bahunya menonjol keluar. Paras mukanya amat pas-pasan.Namun saat ia masih kecil, dengan penuh perhatian dan kasih sayang, ibunya berpesan, “Nak, kelak engkau akan sering ditertawakan dan direndahkan. Maka berkonsentrasilah untuk belajar agama. Sungguh ilmu akan menyempurnakan kekuranganmu dan mengangkat derajatmu.”Beliau mematuhi pesan ibunya. Tekun belajar agama. Hingga suatu saat dipercaya menjadi hakim agung di Mekah selama dua puluh tahun. Setiap ada orang yang berperkara duduk di hadapannya, selalu gemetar dengan kewibawaannya, hingga sidang selesai.Mulutmu HarimaumuOrang tua teladan selalu memperhatikan setiap ucapannya. Berusaha mengeluarkan kata-kata positif dan menghindari komentar negatif.Ucapan yang keluar dari mulut orang tua sangat berpengaruh dalam membentuk perilaku anak hingga dia dewasa. Entah Anda sedang serius atau bercanda, perhatikan kata-kata Anda. Berlatihlah untuk selalu berbicara positif. Namun hindari pujian kosong yang memberikan kebanggaan semu.Ungkapan berlebihan tidak diperlukan. Contohnya: sambil menimang anak, Anda menyebutnya, “Anak paling cantik, paling ganteng, paling pintar sedunia”. Gantilah dengan pengakuan bahwa “dia istimewa untuk Anda. Anugerah indah dari Allah. Anda sangat bersyukur memilikinya”.Mohonlah dengan hormat agar kakek-neneknya juga memberikan sebutan yang pantas. Lebih baik memanggilnya dengan nama asli, ketimbang panggilan yang kelak membuatnya malu jika didengar teman-temannya.Berhati-hatilah dalam berbicara. Terlebih setelah anak tumbuh besar. Anda akan terkejut saat menyadari bahwa ternyata anak banyak belajar dari apa yang dia dengar. Seringkali para ibu lupa diri ketika mereka saling bercerita tentang putra-putrinya. Keusilan dan kekurangan anak diceritakan sambil tertawa geli. Ucapan ceplas-ceplos yang terkadang tidak pantas pun dianggap lucu. Saat anak Anda mendengarnya, lalu menirukan ucapan tersebut, Anda marahi dia. Ini tentu bentuk inkonsistensi.Berikan PenghargaanKetika Anda tahu bahwa anak mendengarkan secara diam-diam, gunakan momen itu untuk menyebutkan kelebihannya. Atau hal-hal positif yang telah dilakukannya. Namun jangan berlebihan. Sebab bisa membuat lawan bicara Anda menganggap Anda menyombongkan diri.Misalnya, jika teman Anda menanyakan rapor anak, Anda bisa menjawab, “Alhamdulillah saya puas dengan peningkatan prestasinya. Saya tahu dia telah berusaha keras. Anak saya memang gigih”.Itu jauh lebih baik ketimbang, “Rapornya bagus. Tapi sayang tidak masuk 10 besar”.Ketika anak mendengarkan, Anda juga bisa mengeraskan doa Anda untuknya. Hal-hal positif yang Anda mintakan kepada Allah untuknya, insyaAllah akan menjadi energi pendorong baginya untuk berusaha mewujudkan apa yang Anda harapkan.“ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ“.“Tiga doa yang akan dikabulkan tidak ada keraguan sedikitpun. Doanya orangtua, doanya orang yang bepergian dan doanya orang yang dizalimi”. HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan dinilai hasan oleh al-Albaniy. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 9 Muharram 1441 / 9 September 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 137: FOKUS PADA SOLUSINext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 159: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-3) Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 159: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-3)

Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KETIGA: Membaca Surat al-Falaq sebanyak tiga kali setiap pagi dan tiga kali setiap petang.“قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ . مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ . وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ . وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ . وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ“.Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh. Dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya). Serta dari kejahatan orang yang hasad (dengki) apabila dia mendengki ”. QS. Al-Falaq (113): 1-5.Dalil Landasan Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,“قُلْ: “قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ” وَ”الْمُعَوِّذَتَيْنِ” حِينَ تُمْسِي وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ”“Ucapkanlah “Qul huwallahu ahad”, al-Falaq dan an-Nas di sore dan pagi hari tiga kali. Niscaya itu akan melindungimu dari segala sesuatu”. HR. Tirmidziy dan beliau mengatakan, “hasan sahih gharib”.Maksudnya melindungi dari segala bentuk marabahaya dan musibah. Renungan KandunganDalam surat ini, Allah mengajarkan pada kita bacaan perlindungan dari keburukan para makhluk jahat. Serta waktu-waktu yang di dalamnya banyak terjadi kejahatan. Juga berbagai kondisi yang terselubung di baliknya perbuatan jahat. Agar kita terhindar dari berbagai hal yang tak diinginkan tersebut.Kita sangat membutuhkan perlindungan Allah dari makhluk jahat ciptaan-Nya. Apapun itu dan di manapun ia berada; di dalam atau di luar tubuh kita. Kapanpun adanya; di dunia maupun di akhirat.Allah ta’ala memerintahkan kita untuk memohon perlindungan pada-Nya dari keburukan malam yang gelap gulita. Sebab malam merupakan waktu bermunculannya makhluk-makhluk jahat. Semisal setan, binatang berbisa dan pencuri.Waktu subuh adalah permulaan terbitnya cahaya. Karena itulah Allah memerintahkan kita untuk memohon perlindungan kepada Rabbul falaq. Sang Penguasa cahaya. Sebab Dialah Yang Maha Kuasa untuk memukul mundur laskar kegelapan.Berikutnya kita diperintahkan untuk memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan sihir. Sengaja pembahasan tentang sihir diletakkan beriringan dengan pembahasan tentang keburukan malam. Sebab waktu malam merupakan momen favorit tukang sihir untuk menjalankan ritualnya. Karena dengan begitu kejahatannya akan jarang terlihat manusia. Berhubung kebanyakan mereka sedang tidur pulas.Selanjutnya kita diperintahkan untuk memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan hasad.Peletakkan pembahasan tentang hasad setelah pembahasan tentang keburukan sihir menunjukkan adanya korelasi antara hasad dengan sihir. Kemiripan antara keduanya terlihat manakala sama-sama menimbulkan bahaya dengan cara yang tersembunyi. Korelasi lainnya: seringkali orang yang hasad menempuh jalan sihir. Dengan asumsi bahwa sihir bisa melenyapkan kenikmatan yang dimiliki oleh orang yang ia dengki.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 2 Muharram 1441 / 2 September 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 138: MEWASPADAI UCAPAN ORANG TUANext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 160: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-4) Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 159: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-3)

Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KETIGA: Membaca Surat al-Falaq sebanyak tiga kali setiap pagi dan tiga kali setiap petang.“قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ . مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ . وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ . وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ . وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ“.Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh. Dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya). Serta dari kejahatan orang yang hasad (dengki) apabila dia mendengki ”. QS. Al-Falaq (113): 1-5.Dalil Landasan Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,“قُلْ: “قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ” وَ”الْمُعَوِّذَتَيْنِ” حِينَ تُمْسِي وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ”“Ucapkanlah “Qul huwallahu ahad”, al-Falaq dan an-Nas di sore dan pagi hari tiga kali. Niscaya itu akan melindungimu dari segala sesuatu”. HR. Tirmidziy dan beliau mengatakan, “hasan sahih gharib”.Maksudnya melindungi dari segala bentuk marabahaya dan musibah. Renungan KandunganDalam surat ini, Allah mengajarkan pada kita bacaan perlindungan dari keburukan para makhluk jahat. Serta waktu-waktu yang di dalamnya banyak terjadi kejahatan. Juga berbagai kondisi yang terselubung di baliknya perbuatan jahat. Agar kita terhindar dari berbagai hal yang tak diinginkan tersebut.Kita sangat membutuhkan perlindungan Allah dari makhluk jahat ciptaan-Nya. Apapun itu dan di manapun ia berada; di dalam atau di luar tubuh kita. Kapanpun adanya; di dunia maupun di akhirat.Allah ta’ala memerintahkan kita untuk memohon perlindungan pada-Nya dari keburukan malam yang gelap gulita. Sebab malam merupakan waktu bermunculannya makhluk-makhluk jahat. Semisal setan, binatang berbisa dan pencuri.Waktu subuh adalah permulaan terbitnya cahaya. Karena itulah Allah memerintahkan kita untuk memohon perlindungan kepada Rabbul falaq. Sang Penguasa cahaya. Sebab Dialah Yang Maha Kuasa untuk memukul mundur laskar kegelapan.Berikutnya kita diperintahkan untuk memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan sihir. Sengaja pembahasan tentang sihir diletakkan beriringan dengan pembahasan tentang keburukan malam. Sebab waktu malam merupakan momen favorit tukang sihir untuk menjalankan ritualnya. Karena dengan begitu kejahatannya akan jarang terlihat manusia. Berhubung kebanyakan mereka sedang tidur pulas.Selanjutnya kita diperintahkan untuk memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan hasad.Peletakkan pembahasan tentang hasad setelah pembahasan tentang keburukan sihir menunjukkan adanya korelasi antara hasad dengan sihir. Kemiripan antara keduanya terlihat manakala sama-sama menimbulkan bahaya dengan cara yang tersembunyi. Korelasi lainnya: seringkali orang yang hasad menempuh jalan sihir. Dengan asumsi bahwa sihir bisa melenyapkan kenikmatan yang dimiliki oleh orang yang ia dengki.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 2 Muharram 1441 / 2 September 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 138: MEWASPADAI UCAPAN ORANG TUANext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 160: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-4) Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KETIGA: Membaca Surat al-Falaq sebanyak tiga kali setiap pagi dan tiga kali setiap petang.“قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ . مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ . وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ . وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ . وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ“.Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh. Dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya). Serta dari kejahatan orang yang hasad (dengki) apabila dia mendengki ”. QS. Al-Falaq (113): 1-5.Dalil Landasan Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,“قُلْ: “قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ” وَ”الْمُعَوِّذَتَيْنِ” حِينَ تُمْسِي وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ”“Ucapkanlah “Qul huwallahu ahad”, al-Falaq dan an-Nas di sore dan pagi hari tiga kali. Niscaya itu akan melindungimu dari segala sesuatu”. HR. Tirmidziy dan beliau mengatakan, “hasan sahih gharib”.Maksudnya melindungi dari segala bentuk marabahaya dan musibah. Renungan KandunganDalam surat ini, Allah mengajarkan pada kita bacaan perlindungan dari keburukan para makhluk jahat. Serta waktu-waktu yang di dalamnya banyak terjadi kejahatan. Juga berbagai kondisi yang terselubung di baliknya perbuatan jahat. Agar kita terhindar dari berbagai hal yang tak diinginkan tersebut.Kita sangat membutuhkan perlindungan Allah dari makhluk jahat ciptaan-Nya. Apapun itu dan di manapun ia berada; di dalam atau di luar tubuh kita. Kapanpun adanya; di dunia maupun di akhirat.Allah ta’ala memerintahkan kita untuk memohon perlindungan pada-Nya dari keburukan malam yang gelap gulita. Sebab malam merupakan waktu bermunculannya makhluk-makhluk jahat. Semisal setan, binatang berbisa dan pencuri.Waktu subuh adalah permulaan terbitnya cahaya. Karena itulah Allah memerintahkan kita untuk memohon perlindungan kepada Rabbul falaq. Sang Penguasa cahaya. Sebab Dialah Yang Maha Kuasa untuk memukul mundur laskar kegelapan.Berikutnya kita diperintahkan untuk memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan sihir. Sengaja pembahasan tentang sihir diletakkan beriringan dengan pembahasan tentang keburukan malam. Sebab waktu malam merupakan momen favorit tukang sihir untuk menjalankan ritualnya. Karena dengan begitu kejahatannya akan jarang terlihat manusia. Berhubung kebanyakan mereka sedang tidur pulas.Selanjutnya kita diperintahkan untuk memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan hasad.Peletakkan pembahasan tentang hasad setelah pembahasan tentang keburukan sihir menunjukkan adanya korelasi antara hasad dengan sihir. Kemiripan antara keduanya terlihat manakala sama-sama menimbulkan bahaya dengan cara yang tersembunyi. Korelasi lainnya: seringkali orang yang hasad menempuh jalan sihir. Dengan asumsi bahwa sihir bisa melenyapkan kenikmatan yang dimiliki oleh orang yang ia dengki.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 2 Muharram 1441 / 2 September 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 138: MEWASPADAI UCAPAN ORANG TUANext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 160: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-4) Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KETIGA: Membaca Surat al-Falaq sebanyak tiga kali setiap pagi dan tiga kali setiap petang.“قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ . مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ . وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ . وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ . وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ“.Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh. Dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya). Serta dari kejahatan orang yang hasad (dengki) apabila dia mendengki ”. QS. Al-Falaq (113): 1-5.Dalil Landasan Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,“قُلْ: “قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ” وَ”الْمُعَوِّذَتَيْنِ” حِينَ تُمْسِي وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ”“Ucapkanlah “Qul huwallahu ahad”, al-Falaq dan an-Nas di sore dan pagi hari tiga kali. Niscaya itu akan melindungimu dari segala sesuatu”. HR. Tirmidziy dan beliau mengatakan, “hasan sahih gharib”.Maksudnya melindungi dari segala bentuk marabahaya dan musibah. Renungan KandunganDalam surat ini, Allah mengajarkan pada kita bacaan perlindungan dari keburukan para makhluk jahat. Serta waktu-waktu yang di dalamnya banyak terjadi kejahatan. Juga berbagai kondisi yang terselubung di baliknya perbuatan jahat. Agar kita terhindar dari berbagai hal yang tak diinginkan tersebut.Kita sangat membutuhkan perlindungan Allah dari makhluk jahat ciptaan-Nya. Apapun itu dan di manapun ia berada; di dalam atau di luar tubuh kita. Kapanpun adanya; di dunia maupun di akhirat.Allah ta’ala memerintahkan kita untuk memohon perlindungan pada-Nya dari keburukan malam yang gelap gulita. Sebab malam merupakan waktu bermunculannya makhluk-makhluk jahat. Semisal setan, binatang berbisa dan pencuri.Waktu subuh adalah permulaan terbitnya cahaya. Karena itulah Allah memerintahkan kita untuk memohon perlindungan kepada Rabbul falaq. Sang Penguasa cahaya. Sebab Dialah Yang Maha Kuasa untuk memukul mundur laskar kegelapan.Berikutnya kita diperintahkan untuk memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan sihir. Sengaja pembahasan tentang sihir diletakkan beriringan dengan pembahasan tentang keburukan malam. Sebab waktu malam merupakan momen favorit tukang sihir untuk menjalankan ritualnya. Karena dengan begitu kejahatannya akan jarang terlihat manusia. Berhubung kebanyakan mereka sedang tidur pulas.Selanjutnya kita diperintahkan untuk memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan hasad.Peletakkan pembahasan tentang hasad setelah pembahasan tentang keburukan sihir menunjukkan adanya korelasi antara hasad dengan sihir. Kemiripan antara keduanya terlihat manakala sama-sama menimbulkan bahaya dengan cara yang tersembunyi. Korelasi lainnya: seringkali orang yang hasad menempuh jalan sihir. Dengan asumsi bahwa sihir bisa melenyapkan kenikmatan yang dimiliki oleh orang yang ia dengki.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 2 Muharram 1441 / 2 September 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 138: MEWASPADAI UCAPAN ORANG TUANext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 160: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-4) Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 160: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-4)

Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KEEMPAT: Membaca Surat An-Nas sebanyak tiga kali setiap pagi dan tiga kali setiap petang.“قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6) “.Artinya: “Katakanlah, “Aku berlindung kepada Rabbnya manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia ”. QS. An-Nas (114): 1-6.Dalil Landasan Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,“قُلْ: “قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ” وَ”الْمُعَوِّذَتَيْنِ” حِينَ تُمْسِي وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ”“Ucapkanlah “Qul huwallahu ahad”, al-Falaq dan an-Nas di sore dan pagi hari tiga kali. Niscaya itu akan melindungimu dari segala sesuatu”. HR. Tirmidziy dan beliau mengatakan, “hasan sahih gharib”.Maksudnya melindungi dari segala bentuk marabahaya dan musibah. Renungan KandunganSurat mulia ini mengandung permohonan perlindungan kepada Rabb para manusia. Penguasa dan Sembahan mereka. Dari kejahatan setan yang merupakan sumber segala kejahatan.Di antara bentuk kejahatan setan: ia mengganggu hati manusia. Keburukan ia hiasi sampai terlihat indah. Sehingga manusia tergoda untuk melakukannya. Sebaliknya ia menjadikan manusia malas untuk melakukan kebaikan dan menggambarkannya tidak sesuai dengan bentuk aslinya. Dalam melakukan misinya tersebut, setan memiliki siasat untuk maju dan mundur. Dia akan maju manakala kita lalai dari berdzikir, dan mundur saat kita menyerangnya dengan dzikrullah. Jika kita menginginkan agar setan senantiasa mundur, maka kita pun harus senantiasa memukulnya terus dengan dzikir.“Dzikir merupakan cemeti untuk mencambuk setan. Sebagaimana para penjahat dibuat jera dengan sabetan cemeti, kayu atau besi. Dzikrullah akan memukul dan menyakiti setan, persis seperti cemeti menyakiti orang yang disabet dengannya.Karena itulah setan yang menyertai mukmin, ia berbadan kurus, lemah dan ceking. Sebab selalu disiksa dengan dzikir dan ketaatan pada Allah … Kebalikannya, setan yang bersama orang fasik, ia hidup dalam kenyamanan. Akibatnya dia menjadi kuat dan sombong.Barang siapa yang tidak pernah menyiksa setannya di dunia ini dengan dzikrullah, tauhid, istighfar dan ketaatan pada Allah, maka ia akan ‘disiksa’ oleh setannya kelak di neraka. Hanya ada dua pilihan; seorang hamba menyiksa setannya, atau ia disiksa oleh setannya”.Gangguan terhadap kita, sebagaimana muncul dari setan golongan jin, juga muncul dari setan golongan manusia. Kedua jenis setan tersebut berkolaborasi dan saling bantu membantu dalam merealisasikan kejahatan mereka. Allah ta’ala menjelaskan,“Begitulah ketetapan Kami. Setiap nabi, Kami hadapkan dengan musuh-musuh dari golongan manusia dan jin. Mereka saling membisikkan satu sama lainnya perkataan manis yang penuh tipuan”. QS. Al-An’am (6): 112.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 16 Muharram 1441 / 16 September 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 159: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-3)Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 161: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-5) Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 160: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-4)

Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KEEMPAT: Membaca Surat An-Nas sebanyak tiga kali setiap pagi dan tiga kali setiap petang.“قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6) “.Artinya: “Katakanlah, “Aku berlindung kepada Rabbnya manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia ”. QS. An-Nas (114): 1-6.Dalil Landasan Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,“قُلْ: “قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ” وَ”الْمُعَوِّذَتَيْنِ” حِينَ تُمْسِي وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ”“Ucapkanlah “Qul huwallahu ahad”, al-Falaq dan an-Nas di sore dan pagi hari tiga kali. Niscaya itu akan melindungimu dari segala sesuatu”. HR. Tirmidziy dan beliau mengatakan, “hasan sahih gharib”.Maksudnya melindungi dari segala bentuk marabahaya dan musibah. Renungan KandunganSurat mulia ini mengandung permohonan perlindungan kepada Rabb para manusia. Penguasa dan Sembahan mereka. Dari kejahatan setan yang merupakan sumber segala kejahatan.Di antara bentuk kejahatan setan: ia mengganggu hati manusia. Keburukan ia hiasi sampai terlihat indah. Sehingga manusia tergoda untuk melakukannya. Sebaliknya ia menjadikan manusia malas untuk melakukan kebaikan dan menggambarkannya tidak sesuai dengan bentuk aslinya. Dalam melakukan misinya tersebut, setan memiliki siasat untuk maju dan mundur. Dia akan maju manakala kita lalai dari berdzikir, dan mundur saat kita menyerangnya dengan dzikrullah. Jika kita menginginkan agar setan senantiasa mundur, maka kita pun harus senantiasa memukulnya terus dengan dzikir.“Dzikir merupakan cemeti untuk mencambuk setan. Sebagaimana para penjahat dibuat jera dengan sabetan cemeti, kayu atau besi. Dzikrullah akan memukul dan menyakiti setan, persis seperti cemeti menyakiti orang yang disabet dengannya.Karena itulah setan yang menyertai mukmin, ia berbadan kurus, lemah dan ceking. Sebab selalu disiksa dengan dzikir dan ketaatan pada Allah … Kebalikannya, setan yang bersama orang fasik, ia hidup dalam kenyamanan. Akibatnya dia menjadi kuat dan sombong.Barang siapa yang tidak pernah menyiksa setannya di dunia ini dengan dzikrullah, tauhid, istighfar dan ketaatan pada Allah, maka ia akan ‘disiksa’ oleh setannya kelak di neraka. Hanya ada dua pilihan; seorang hamba menyiksa setannya, atau ia disiksa oleh setannya”.Gangguan terhadap kita, sebagaimana muncul dari setan golongan jin, juga muncul dari setan golongan manusia. Kedua jenis setan tersebut berkolaborasi dan saling bantu membantu dalam merealisasikan kejahatan mereka. Allah ta’ala menjelaskan,“Begitulah ketetapan Kami. Setiap nabi, Kami hadapkan dengan musuh-musuh dari golongan manusia dan jin. Mereka saling membisikkan satu sama lainnya perkataan manis yang penuh tipuan”. QS. Al-An’am (6): 112.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 16 Muharram 1441 / 16 September 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 159: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-3)Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 161: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-5) Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KEEMPAT: Membaca Surat An-Nas sebanyak tiga kali setiap pagi dan tiga kali setiap petang.“قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6) “.Artinya: “Katakanlah, “Aku berlindung kepada Rabbnya manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia ”. QS. An-Nas (114): 1-6.Dalil Landasan Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,“قُلْ: “قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ” وَ”الْمُعَوِّذَتَيْنِ” حِينَ تُمْسِي وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ”“Ucapkanlah “Qul huwallahu ahad”, al-Falaq dan an-Nas di sore dan pagi hari tiga kali. Niscaya itu akan melindungimu dari segala sesuatu”. HR. Tirmidziy dan beliau mengatakan, “hasan sahih gharib”.Maksudnya melindungi dari segala bentuk marabahaya dan musibah. Renungan KandunganSurat mulia ini mengandung permohonan perlindungan kepada Rabb para manusia. Penguasa dan Sembahan mereka. Dari kejahatan setan yang merupakan sumber segala kejahatan.Di antara bentuk kejahatan setan: ia mengganggu hati manusia. Keburukan ia hiasi sampai terlihat indah. Sehingga manusia tergoda untuk melakukannya. Sebaliknya ia menjadikan manusia malas untuk melakukan kebaikan dan menggambarkannya tidak sesuai dengan bentuk aslinya. Dalam melakukan misinya tersebut, setan memiliki siasat untuk maju dan mundur. Dia akan maju manakala kita lalai dari berdzikir, dan mundur saat kita menyerangnya dengan dzikrullah. Jika kita menginginkan agar setan senantiasa mundur, maka kita pun harus senantiasa memukulnya terus dengan dzikir.“Dzikir merupakan cemeti untuk mencambuk setan. Sebagaimana para penjahat dibuat jera dengan sabetan cemeti, kayu atau besi. Dzikrullah akan memukul dan menyakiti setan, persis seperti cemeti menyakiti orang yang disabet dengannya.Karena itulah setan yang menyertai mukmin, ia berbadan kurus, lemah dan ceking. Sebab selalu disiksa dengan dzikir dan ketaatan pada Allah … Kebalikannya, setan yang bersama orang fasik, ia hidup dalam kenyamanan. Akibatnya dia menjadi kuat dan sombong.Barang siapa yang tidak pernah menyiksa setannya di dunia ini dengan dzikrullah, tauhid, istighfar dan ketaatan pada Allah, maka ia akan ‘disiksa’ oleh setannya kelak di neraka. Hanya ada dua pilihan; seorang hamba menyiksa setannya, atau ia disiksa oleh setannya”.Gangguan terhadap kita, sebagaimana muncul dari setan golongan jin, juga muncul dari setan golongan manusia. Kedua jenis setan tersebut berkolaborasi dan saling bantu membantu dalam merealisasikan kejahatan mereka. Allah ta’ala menjelaskan,“Begitulah ketetapan Kami. Setiap nabi, Kami hadapkan dengan musuh-musuh dari golongan manusia dan jin. Mereka saling membisikkan satu sama lainnya perkataan manis yang penuh tipuan”. QS. Al-An’am (6): 112.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 16 Muharram 1441 / 16 September 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 159: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-3)Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 161: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-5) Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KEEMPAT: Membaca Surat An-Nas sebanyak tiga kali setiap pagi dan tiga kali setiap petang.“قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6) “.Artinya: “Katakanlah, “Aku berlindung kepada Rabbnya manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia ”. QS. An-Nas (114): 1-6.Dalil Landasan Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,“قُلْ: “قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ” وَ”الْمُعَوِّذَتَيْنِ” حِينَ تُمْسِي وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ”“Ucapkanlah “Qul huwallahu ahad”, al-Falaq dan an-Nas di sore dan pagi hari tiga kali. Niscaya itu akan melindungimu dari segala sesuatu”. HR. Tirmidziy dan beliau mengatakan, “hasan sahih gharib”.Maksudnya melindungi dari segala bentuk marabahaya dan musibah. Renungan KandunganSurat mulia ini mengandung permohonan perlindungan kepada Rabb para manusia. Penguasa dan Sembahan mereka. Dari kejahatan setan yang merupakan sumber segala kejahatan.Di antara bentuk kejahatan setan: ia mengganggu hati manusia. Keburukan ia hiasi sampai terlihat indah. Sehingga manusia tergoda untuk melakukannya. Sebaliknya ia menjadikan manusia malas untuk melakukan kebaikan dan menggambarkannya tidak sesuai dengan bentuk aslinya. Dalam melakukan misinya tersebut, setan memiliki siasat untuk maju dan mundur. Dia akan maju manakala kita lalai dari berdzikir, dan mundur saat kita menyerangnya dengan dzikrullah. Jika kita menginginkan agar setan senantiasa mundur, maka kita pun harus senantiasa memukulnya terus dengan dzikir.“Dzikir merupakan cemeti untuk mencambuk setan. Sebagaimana para penjahat dibuat jera dengan sabetan cemeti, kayu atau besi. Dzikrullah akan memukul dan menyakiti setan, persis seperti cemeti menyakiti orang yang disabet dengannya.Karena itulah setan yang menyertai mukmin, ia berbadan kurus, lemah dan ceking. Sebab selalu disiksa dengan dzikir dan ketaatan pada Allah … Kebalikannya, setan yang bersama orang fasik, ia hidup dalam kenyamanan. Akibatnya dia menjadi kuat dan sombong.Barang siapa yang tidak pernah menyiksa setannya di dunia ini dengan dzikrullah, tauhid, istighfar dan ketaatan pada Allah, maka ia akan ‘disiksa’ oleh setannya kelak di neraka. Hanya ada dua pilihan; seorang hamba menyiksa setannya, atau ia disiksa oleh setannya”.Gangguan terhadap kita, sebagaimana muncul dari setan golongan jin, juga muncul dari setan golongan manusia. Kedua jenis setan tersebut berkolaborasi dan saling bantu membantu dalam merealisasikan kejahatan mereka. Allah ta’ala menjelaskan,“Begitulah ketetapan Kami. Setiap nabi, Kami hadapkan dengan musuh-musuh dari golongan manusia dan jin. Mereka saling membisikkan satu sama lainnya perkataan manis yang penuh tipuan”. QS. Al-An’am (6): 112.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 16 Muharram 1441 / 16 September 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 159: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-3)Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 161: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-5) Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 161: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-5)

Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KELIMA: Membaca Sayyidul Istighfar setiap pagi satu kali dan setiap petang satu kali. Bacaannya adalah:“اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ”“Ya Allâh, Engkau adalah Rabbku. Tidak ada sembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku (yakin) dengan janji-Mu dan aku setia pada perjanjianku pada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu. Maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang bisa mengampuni dosa selain Engkau”.Dalil Landasan Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,“Barangsiapa mengucapkan Sayyidul Istighfar di waktu siang dengan penuh keyakinan, lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore; maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan, lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi; maka ia termasuk penghuni surga”. HR. Bukhari dari Syaddad bin Aus _radhiyallahu ’anhu.Renungan KandunganBacaan ini dinamai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan Sayyidul Istighfar. Kira-kira artinya adalah istighfar yang terbaik dan paling istimewa. Dahulu di Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 74-76 telah dipaparkan banyak redaksi istighfar yang termaktub dalam al-Qur’an dan Sunnah. Mengapa dari sekian banyak redaksi tersebut, justru Sayyidul Istighfar yang dinobatkan menjadi redaksi terbaik?Para ulama menjelaskan bahwa Sayyidul Istighfar ini dibuka dengan pujian kepada Allah ta’ala. Di mana kita mengakui ketuhanan Allah. Dialah Sang Pencipta, Sang Pemberi Rizki dan Sang Pengatur alam semesta. Lalu kita menyatakan bahwa Allahlah satu-satunya sembahan yang berhak diibadahi, dan kita adalah hamba-Nya.Setelah mengawali bacaan dengan pujian kepada Allah, lalu kita menyampaikan komitmen setia kita pada-Nya. Bahwa kita berusaha untuk selalu memenuhi janji menaati segala perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya, semampu kita. Sebab kita yakin bahwa Allah akan menepati janji-Nya untuk memasukkan orang yang menaati-Nya ke surga.Dosa memiliki segudang dampak buruk. Sebagai manusia yang tidak mungkin suci dari dosa, kita ingin terhindar dari dampak buruknya. Maka kita pun memohon perlindungan kepada Allah dari perbuatan buruk kita berikut efeknya.Sesudah itu, dengan sepenuh hati kita mengakui kebaikan Allah dan kekurangan kita. Setiap saat Allah melimpahkan nikmat-Nya pada kita. Walaupun demikian, realitanya justru kita teramat sering untuk membalas kebaikan itu dengan pembangkangan kepada-Nya.Maka, satu-satunya solusi adalah dengan memohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan kita. Sebab tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Allah ta’ala.Beristiqamahlah membaca Sayyidul Istighfar setiap pagi dan petang dengan penuh keyakinan! Sungguh balasannya adalah surga. Sebagaimana telah dijanjikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.Sebab kita mengawali hari dengan tauhid dan menutupnya dengan tauhid pula. Mengakui status kehambaan. Juga dengan penuh kerendahan, kita mengakui curahan karunia-Nya. Lalu berkomitmen untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 1 Shafar 1441 / 30 September 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 160: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-4)Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 162: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-6) Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 161: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-5)

Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KELIMA: Membaca Sayyidul Istighfar setiap pagi satu kali dan setiap petang satu kali. Bacaannya adalah:“اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ”“Ya Allâh, Engkau adalah Rabbku. Tidak ada sembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku (yakin) dengan janji-Mu dan aku setia pada perjanjianku pada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu. Maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang bisa mengampuni dosa selain Engkau”.Dalil Landasan Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,“Barangsiapa mengucapkan Sayyidul Istighfar di waktu siang dengan penuh keyakinan, lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore; maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan, lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi; maka ia termasuk penghuni surga”. HR. Bukhari dari Syaddad bin Aus _radhiyallahu ’anhu.Renungan KandunganBacaan ini dinamai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan Sayyidul Istighfar. Kira-kira artinya adalah istighfar yang terbaik dan paling istimewa. Dahulu di Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 74-76 telah dipaparkan banyak redaksi istighfar yang termaktub dalam al-Qur’an dan Sunnah. Mengapa dari sekian banyak redaksi tersebut, justru Sayyidul Istighfar yang dinobatkan menjadi redaksi terbaik?Para ulama menjelaskan bahwa Sayyidul Istighfar ini dibuka dengan pujian kepada Allah ta’ala. Di mana kita mengakui ketuhanan Allah. Dialah Sang Pencipta, Sang Pemberi Rizki dan Sang Pengatur alam semesta. Lalu kita menyatakan bahwa Allahlah satu-satunya sembahan yang berhak diibadahi, dan kita adalah hamba-Nya.Setelah mengawali bacaan dengan pujian kepada Allah, lalu kita menyampaikan komitmen setia kita pada-Nya. Bahwa kita berusaha untuk selalu memenuhi janji menaati segala perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya, semampu kita. Sebab kita yakin bahwa Allah akan menepati janji-Nya untuk memasukkan orang yang menaati-Nya ke surga.Dosa memiliki segudang dampak buruk. Sebagai manusia yang tidak mungkin suci dari dosa, kita ingin terhindar dari dampak buruknya. Maka kita pun memohon perlindungan kepada Allah dari perbuatan buruk kita berikut efeknya.Sesudah itu, dengan sepenuh hati kita mengakui kebaikan Allah dan kekurangan kita. Setiap saat Allah melimpahkan nikmat-Nya pada kita. Walaupun demikian, realitanya justru kita teramat sering untuk membalas kebaikan itu dengan pembangkangan kepada-Nya.Maka, satu-satunya solusi adalah dengan memohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan kita. Sebab tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Allah ta’ala.Beristiqamahlah membaca Sayyidul Istighfar setiap pagi dan petang dengan penuh keyakinan! Sungguh balasannya adalah surga. Sebagaimana telah dijanjikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.Sebab kita mengawali hari dengan tauhid dan menutupnya dengan tauhid pula. Mengakui status kehambaan. Juga dengan penuh kerendahan, kita mengakui curahan karunia-Nya. Lalu berkomitmen untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 1 Shafar 1441 / 30 September 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 160: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-4)Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 162: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-6) Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KELIMA: Membaca Sayyidul Istighfar setiap pagi satu kali dan setiap petang satu kali. Bacaannya adalah:“اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ”“Ya Allâh, Engkau adalah Rabbku. Tidak ada sembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku (yakin) dengan janji-Mu dan aku setia pada perjanjianku pada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu. Maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang bisa mengampuni dosa selain Engkau”.Dalil Landasan Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,“Barangsiapa mengucapkan Sayyidul Istighfar di waktu siang dengan penuh keyakinan, lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore; maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan, lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi; maka ia termasuk penghuni surga”. HR. Bukhari dari Syaddad bin Aus _radhiyallahu ’anhu.Renungan KandunganBacaan ini dinamai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan Sayyidul Istighfar. Kira-kira artinya adalah istighfar yang terbaik dan paling istimewa. Dahulu di Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 74-76 telah dipaparkan banyak redaksi istighfar yang termaktub dalam al-Qur’an dan Sunnah. Mengapa dari sekian banyak redaksi tersebut, justru Sayyidul Istighfar yang dinobatkan menjadi redaksi terbaik?Para ulama menjelaskan bahwa Sayyidul Istighfar ini dibuka dengan pujian kepada Allah ta’ala. Di mana kita mengakui ketuhanan Allah. Dialah Sang Pencipta, Sang Pemberi Rizki dan Sang Pengatur alam semesta. Lalu kita menyatakan bahwa Allahlah satu-satunya sembahan yang berhak diibadahi, dan kita adalah hamba-Nya.Setelah mengawali bacaan dengan pujian kepada Allah, lalu kita menyampaikan komitmen setia kita pada-Nya. Bahwa kita berusaha untuk selalu memenuhi janji menaati segala perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya, semampu kita. Sebab kita yakin bahwa Allah akan menepati janji-Nya untuk memasukkan orang yang menaati-Nya ke surga.Dosa memiliki segudang dampak buruk. Sebagai manusia yang tidak mungkin suci dari dosa, kita ingin terhindar dari dampak buruknya. Maka kita pun memohon perlindungan kepada Allah dari perbuatan buruk kita berikut efeknya.Sesudah itu, dengan sepenuh hati kita mengakui kebaikan Allah dan kekurangan kita. Setiap saat Allah melimpahkan nikmat-Nya pada kita. Walaupun demikian, realitanya justru kita teramat sering untuk membalas kebaikan itu dengan pembangkangan kepada-Nya.Maka, satu-satunya solusi adalah dengan memohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan kita. Sebab tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Allah ta’ala.Beristiqamahlah membaca Sayyidul Istighfar setiap pagi dan petang dengan penuh keyakinan! Sungguh balasannya adalah surga. Sebagaimana telah dijanjikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.Sebab kita mengawali hari dengan tauhid dan menutupnya dengan tauhid pula. Mengakui status kehambaan. Juga dengan penuh kerendahan, kita mengakui curahan karunia-Nya. Lalu berkomitmen untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 1 Shafar 1441 / 30 September 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 160: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-4)Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 162: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-6) Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KELIMA: Membaca Sayyidul Istighfar setiap pagi satu kali dan setiap petang satu kali. Bacaannya adalah:“اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ”“Ya Allâh, Engkau adalah Rabbku. Tidak ada sembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku (yakin) dengan janji-Mu dan aku setia pada perjanjianku pada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu. Maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang bisa mengampuni dosa selain Engkau”.Dalil Landasan Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,“Barangsiapa mengucapkan Sayyidul Istighfar di waktu siang dengan penuh keyakinan, lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore; maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan, lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi; maka ia termasuk penghuni surga”. HR. Bukhari dari Syaddad bin Aus _radhiyallahu ’anhu.Renungan KandunganBacaan ini dinamai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan Sayyidul Istighfar. Kira-kira artinya adalah istighfar yang terbaik dan paling istimewa. Dahulu di Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 74-76 telah dipaparkan banyak redaksi istighfar yang termaktub dalam al-Qur’an dan Sunnah. Mengapa dari sekian banyak redaksi tersebut, justru Sayyidul Istighfar yang dinobatkan menjadi redaksi terbaik?Para ulama menjelaskan bahwa Sayyidul Istighfar ini dibuka dengan pujian kepada Allah ta’ala. Di mana kita mengakui ketuhanan Allah. Dialah Sang Pencipta, Sang Pemberi Rizki dan Sang Pengatur alam semesta. Lalu kita menyatakan bahwa Allahlah satu-satunya sembahan yang berhak diibadahi, dan kita adalah hamba-Nya.Setelah mengawali bacaan dengan pujian kepada Allah, lalu kita menyampaikan komitmen setia kita pada-Nya. Bahwa kita berusaha untuk selalu memenuhi janji menaati segala perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya, semampu kita. Sebab kita yakin bahwa Allah akan menepati janji-Nya untuk memasukkan orang yang menaati-Nya ke surga.Dosa memiliki segudang dampak buruk. Sebagai manusia yang tidak mungkin suci dari dosa, kita ingin terhindar dari dampak buruknya. Maka kita pun memohon perlindungan kepada Allah dari perbuatan buruk kita berikut efeknya.Sesudah itu, dengan sepenuh hati kita mengakui kebaikan Allah dan kekurangan kita. Setiap saat Allah melimpahkan nikmat-Nya pada kita. Walaupun demikian, realitanya justru kita teramat sering untuk membalas kebaikan itu dengan pembangkangan kepada-Nya.Maka, satu-satunya solusi adalah dengan memohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan kita. Sebab tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Allah ta’ala.Beristiqamahlah membaca Sayyidul Istighfar setiap pagi dan petang dengan penuh keyakinan! Sungguh balasannya adalah surga. Sebagaimana telah dijanjikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.Sebab kita mengawali hari dengan tauhid dan menutupnya dengan tauhid pula. Mengakui status kehambaan. Juga dengan penuh kerendahan, kita mengakui curahan karunia-Nya. Lalu berkomitmen untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 1 Shafar 1441 / 30 September 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 160: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-4)Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 162: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-6) Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 162: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-6)

Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KEENAM:Membaca doa berikut ini setiap pagi satu kali dan setiap petang satu kali:“اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي”.“Ya Allâh, sesungguhnya aku memohon maaf serta keselamatan di dunia dan di akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon maaf dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan harta bendaku. Ya Allah, tutupilah auratku dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah jagalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar tidak dibenamkan ke dalam bumi”.Dalil LandasanIbn Umar radhiyallahu ‘anhuma menerangkan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan doa-doa tersebut setiap pagi dan petang”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban serta al-Albaniy.Renungan KandunganDoa ini diawali dengan permohonan ampunan serta keselamatan di dunia dan akhirat. Siapapun yang dikaruniai nikmat tersebut, sejatinya ia telah meraih kebahagiaan sempurna. Sebab ia selamat dari segala ujian. Andaikan diuji pun, ia dibantu Allah untuk menghadapinya dengan penuh kesabaran dan keridhaan.Setelah permohonan keselamatan secara global, selanjutnya dijelaskan secara rinci keselamatan apa saja yang dibutuhkan setiap hamba.Yang pertama dan paling utama adalah keselamatan agama. Sebab sesuatu paling berharga yang dimiliki manusia adalah agama dan keimanan. Maka perlu dijaga dari hal-hal yang bisa merusaknya. Di dunia misalnya serbuan syahwat dan syubhat. Adapun di akhirat, maka kita memohon akan dilindungi dari dahsyatnya kejadian hari itu dan azab neraka.Berikutnya keselamatan dunia, terutama keluarga dan harta benda. Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam kehidupan dunia, kita membutuhkan dua hal tersebut. Supaya pemanfaatannya maksimal, maka keduanya perlu dijaga dari hal-hal negatif yang membahayakan. Kita memohon agar keluarga dan harta dilindungi dari berbagai macam marabahaya. Keluarga tidak diuji dengan macam-macam penyakit. Harta tidak dicuri atau terkena bencana alam atau hal negatif lainnya.Dilanjutkan permohonan agar aurat kita senantiasa ditutupi Allah ta’ala. Baik aurat yang sifatnya fisik maupun non fisik.Aurat fisik adalah bagian tubuh yang tidak boleh ditampakkan kepada orang lain. Bagi kaum wanita adalah seluruh badannya tanpa terkecuali. Menurut sebagian ulama, seluruh badannya kecuali muka dan kedua telapak tangan. Adapun aurat laki-laki adalah antara lutut hingga pusar.Sedangkan aurat non fisik adalah aib, kekurangan dan dosa-dosa kita. Kita memohon agar kedua jenis aurat tersebut selalu ditutupi Allah. Sebab kita merasa malu bila terlihat orang lain.Lalu kita juga memohon agar dilindungi dari berbagai jenis ketakutan. Sehingga bisa hidup tenang, tenteram dan damai.Dalam kehidupan sehari-hari, kita semua berpotensi dilanda bencana. Kita juga selalu diintai oleh musuh bebuyutan, yakni setan. Maka kita berdoa kepada Allah agar berkenan memberi perlindungan dari semua arah. Dari depan, belakang, kanan, kiri, atas dan bawah.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 22 Shafar 1441 / 21 Oktober 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 161: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-5)Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 163: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-7) Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 162: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-6)

Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KEENAM:Membaca doa berikut ini setiap pagi satu kali dan setiap petang satu kali:“اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي”.“Ya Allâh, sesungguhnya aku memohon maaf serta keselamatan di dunia dan di akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon maaf dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan harta bendaku. Ya Allah, tutupilah auratku dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah jagalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar tidak dibenamkan ke dalam bumi”.Dalil LandasanIbn Umar radhiyallahu ‘anhuma menerangkan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan doa-doa tersebut setiap pagi dan petang”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban serta al-Albaniy.Renungan KandunganDoa ini diawali dengan permohonan ampunan serta keselamatan di dunia dan akhirat. Siapapun yang dikaruniai nikmat tersebut, sejatinya ia telah meraih kebahagiaan sempurna. Sebab ia selamat dari segala ujian. Andaikan diuji pun, ia dibantu Allah untuk menghadapinya dengan penuh kesabaran dan keridhaan.Setelah permohonan keselamatan secara global, selanjutnya dijelaskan secara rinci keselamatan apa saja yang dibutuhkan setiap hamba.Yang pertama dan paling utama adalah keselamatan agama. Sebab sesuatu paling berharga yang dimiliki manusia adalah agama dan keimanan. Maka perlu dijaga dari hal-hal yang bisa merusaknya. Di dunia misalnya serbuan syahwat dan syubhat. Adapun di akhirat, maka kita memohon akan dilindungi dari dahsyatnya kejadian hari itu dan azab neraka.Berikutnya keselamatan dunia, terutama keluarga dan harta benda. Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam kehidupan dunia, kita membutuhkan dua hal tersebut. Supaya pemanfaatannya maksimal, maka keduanya perlu dijaga dari hal-hal negatif yang membahayakan. Kita memohon agar keluarga dan harta dilindungi dari berbagai macam marabahaya. Keluarga tidak diuji dengan macam-macam penyakit. Harta tidak dicuri atau terkena bencana alam atau hal negatif lainnya.Dilanjutkan permohonan agar aurat kita senantiasa ditutupi Allah ta’ala. Baik aurat yang sifatnya fisik maupun non fisik.Aurat fisik adalah bagian tubuh yang tidak boleh ditampakkan kepada orang lain. Bagi kaum wanita adalah seluruh badannya tanpa terkecuali. Menurut sebagian ulama, seluruh badannya kecuali muka dan kedua telapak tangan. Adapun aurat laki-laki adalah antara lutut hingga pusar.Sedangkan aurat non fisik adalah aib, kekurangan dan dosa-dosa kita. Kita memohon agar kedua jenis aurat tersebut selalu ditutupi Allah. Sebab kita merasa malu bila terlihat orang lain.Lalu kita juga memohon agar dilindungi dari berbagai jenis ketakutan. Sehingga bisa hidup tenang, tenteram dan damai.Dalam kehidupan sehari-hari, kita semua berpotensi dilanda bencana. Kita juga selalu diintai oleh musuh bebuyutan, yakni setan. Maka kita berdoa kepada Allah agar berkenan memberi perlindungan dari semua arah. Dari depan, belakang, kanan, kiri, atas dan bawah.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 22 Shafar 1441 / 21 Oktober 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 161: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-5)Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 163: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-7) Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KEENAM:Membaca doa berikut ini setiap pagi satu kali dan setiap petang satu kali:“اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي”.“Ya Allâh, sesungguhnya aku memohon maaf serta keselamatan di dunia dan di akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon maaf dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan harta bendaku. Ya Allah, tutupilah auratku dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah jagalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar tidak dibenamkan ke dalam bumi”.Dalil LandasanIbn Umar radhiyallahu ‘anhuma menerangkan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan doa-doa tersebut setiap pagi dan petang”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban serta al-Albaniy.Renungan KandunganDoa ini diawali dengan permohonan ampunan serta keselamatan di dunia dan akhirat. Siapapun yang dikaruniai nikmat tersebut, sejatinya ia telah meraih kebahagiaan sempurna. Sebab ia selamat dari segala ujian. Andaikan diuji pun, ia dibantu Allah untuk menghadapinya dengan penuh kesabaran dan keridhaan.Setelah permohonan keselamatan secara global, selanjutnya dijelaskan secara rinci keselamatan apa saja yang dibutuhkan setiap hamba.Yang pertama dan paling utama adalah keselamatan agama. Sebab sesuatu paling berharga yang dimiliki manusia adalah agama dan keimanan. Maka perlu dijaga dari hal-hal yang bisa merusaknya. Di dunia misalnya serbuan syahwat dan syubhat. Adapun di akhirat, maka kita memohon akan dilindungi dari dahsyatnya kejadian hari itu dan azab neraka.Berikutnya keselamatan dunia, terutama keluarga dan harta benda. Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam kehidupan dunia, kita membutuhkan dua hal tersebut. Supaya pemanfaatannya maksimal, maka keduanya perlu dijaga dari hal-hal negatif yang membahayakan. Kita memohon agar keluarga dan harta dilindungi dari berbagai macam marabahaya. Keluarga tidak diuji dengan macam-macam penyakit. Harta tidak dicuri atau terkena bencana alam atau hal negatif lainnya.Dilanjutkan permohonan agar aurat kita senantiasa ditutupi Allah ta’ala. Baik aurat yang sifatnya fisik maupun non fisik.Aurat fisik adalah bagian tubuh yang tidak boleh ditampakkan kepada orang lain. Bagi kaum wanita adalah seluruh badannya tanpa terkecuali. Menurut sebagian ulama, seluruh badannya kecuali muka dan kedua telapak tangan. Adapun aurat laki-laki adalah antara lutut hingga pusar.Sedangkan aurat non fisik adalah aib, kekurangan dan dosa-dosa kita. Kita memohon agar kedua jenis aurat tersebut selalu ditutupi Allah. Sebab kita merasa malu bila terlihat orang lain.Lalu kita juga memohon agar dilindungi dari berbagai jenis ketakutan. Sehingga bisa hidup tenang, tenteram dan damai.Dalam kehidupan sehari-hari, kita semua berpotensi dilanda bencana. Kita juga selalu diintai oleh musuh bebuyutan, yakni setan. Maka kita berdoa kepada Allah agar berkenan memberi perlindungan dari semua arah. Dari depan, belakang, kanan, kiri, atas dan bawah.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 22 Shafar 1441 / 21 Oktober 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 161: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-5)Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 163: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-7) Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KEENAM:Membaca doa berikut ini setiap pagi satu kali dan setiap petang satu kali:“اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي”.“Ya Allâh, sesungguhnya aku memohon maaf serta keselamatan di dunia dan di akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon maaf dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan harta bendaku. Ya Allah, tutupilah auratku dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah jagalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar tidak dibenamkan ke dalam bumi”.Dalil LandasanIbn Umar radhiyallahu ‘anhuma menerangkan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan doa-doa tersebut setiap pagi dan petang”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban serta al-Albaniy.Renungan KandunganDoa ini diawali dengan permohonan ampunan serta keselamatan di dunia dan akhirat. Siapapun yang dikaruniai nikmat tersebut, sejatinya ia telah meraih kebahagiaan sempurna. Sebab ia selamat dari segala ujian. Andaikan diuji pun, ia dibantu Allah untuk menghadapinya dengan penuh kesabaran dan keridhaan.Setelah permohonan keselamatan secara global, selanjutnya dijelaskan secara rinci keselamatan apa saja yang dibutuhkan setiap hamba.Yang pertama dan paling utama adalah keselamatan agama. Sebab sesuatu paling berharga yang dimiliki manusia adalah agama dan keimanan. Maka perlu dijaga dari hal-hal yang bisa merusaknya. Di dunia misalnya serbuan syahwat dan syubhat. Adapun di akhirat, maka kita memohon akan dilindungi dari dahsyatnya kejadian hari itu dan azab neraka.Berikutnya keselamatan dunia, terutama keluarga dan harta benda. Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam kehidupan dunia, kita membutuhkan dua hal tersebut. Supaya pemanfaatannya maksimal, maka keduanya perlu dijaga dari hal-hal negatif yang membahayakan. Kita memohon agar keluarga dan harta dilindungi dari berbagai macam marabahaya. Keluarga tidak diuji dengan macam-macam penyakit. Harta tidak dicuri atau terkena bencana alam atau hal negatif lainnya.Dilanjutkan permohonan agar aurat kita senantiasa ditutupi Allah ta’ala. Baik aurat yang sifatnya fisik maupun non fisik.Aurat fisik adalah bagian tubuh yang tidak boleh ditampakkan kepada orang lain. Bagi kaum wanita adalah seluruh badannya tanpa terkecuali. Menurut sebagian ulama, seluruh badannya kecuali muka dan kedua telapak tangan. Adapun aurat laki-laki adalah antara lutut hingga pusar.Sedangkan aurat non fisik adalah aib, kekurangan dan dosa-dosa kita. Kita memohon agar kedua jenis aurat tersebut selalu ditutupi Allah. Sebab kita merasa malu bila terlihat orang lain.Lalu kita juga memohon agar dilindungi dari berbagai jenis ketakutan. Sehingga bisa hidup tenang, tenteram dan damai.Dalam kehidupan sehari-hari, kita semua berpotensi dilanda bencana. Kita juga selalu diintai oleh musuh bebuyutan, yakni setan. Maka kita berdoa kepada Allah agar berkenan memberi perlindungan dari semua arah. Dari depan, belakang, kanan, kiri, atas dan bawah.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 22 Shafar 1441 / 21 Oktober 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 161: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-5)Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 163: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-7) Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 163: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-7)

Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KETUJUH:Membaca doa berikut ini setiap pagi satu kali dan setiap petang satu kali:“اللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِي سُوءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ”“Ya Allâh, Yang Maha Mengetahui sesuatu yang ghaib dan yang nyata. Wahai Pencipta langit dan bumi. Rabb segala sesuatu dan Yang Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, kejahatan setan dan ajakannya untuk berbuat syirik. (Aku berlindung kepada-Mu) dari perbuatan jahat terhadap diriku sendiri atau kepada muslim lain ”.Dalil LandasanAbu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan, bahwa Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu berkata, “Wahai Rasulullah, ajarkanlah padaku sesuatu yang bisa secara rutin kubaca setiap pagi dan sore hari!”. Beliau menjawab, “Bacalah (doa tersebut di atas)”. Lalu beliau melanjutkan, “Bacalah doa tersebut di pagi, sore dan saat engkau akan tidur”. HR. Bukhari dalam kitab Khalq Af’al al-‘Ibad. Hadits ini dinilai hasan sahih oleh at-Tirmidziy dan al-Albaniy.Renungan KandunganDoa ini dibuka dengan berbagai macam pujian kepada Allah ta’ala. Pujian tentang kemahaluasan ilmu-Nya, kebesaran ciptaan-Nya, serta kekuasaan-Nya yang mutlak.Begitulah seharusnya etika kita dalam berdoa. Mengawali doa dengan tawassul. Bertawassul dengan pujian kepada Allah ta’ala. Juga bertawassul dengan menyebutkan nama-nama dan sifat-sifat-Nya.Kita mengawali doa ini dengan menyatakan kemahaluasan ilmu Allah. Di mana ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Kejadian di masa lampau, saat ini, maupun di masa yang akan datang.Lalu kita mengakui kekuatan Allah dalam menciptakan alam semesta ini. Dialah yang telah menciptakan langit dan bumi. Padahal sebelumnya tidak ada contoh yang serupa dengan ciptaan tersebut.Kemudian kita menyatakan kekuasaan Allah yang mutlak. Di mana Dialah Rabb segala sesuatu. Sang Pencipta, Pemilik dan Pengatur segala sesuatu. Juga Raja yang menguasai segala sesuatu.Selanjutnya kita menyatakan syahadat. Pengakuan bahwa tidak ada yang berhak disembah dan diibadahi kecuali hanya Allah ta’ala.Setelah diawali dengan puja-puji kepada Allah, barulah kita memulai untuk meminta. Permintaan itu berupa:Pertama: Kita memohon perlindungan dari keburukan diri sendiri. Sebab jiwa kita berpotensi untuk mengajak kepada kejahatan dan memunculkan hawa nafsu yang liar.Kedua: Kita memohon perlindungan dari godaan setan, bisikannya serta jeratannya. Perangkap terbesar setan adalah menjerumuskan manusia ke dalam kesyirikan. Dosa terparah. Dosa yang tidak akan diampuni Allah ta’ala.Ketiga: Kita memohon perlindungan dari perbuatan jahat. Entah berbuat jahat kepada diri sendiri atau kepada orang lain.Contoh perbuatan jahat kepada diri sendiri adalah maksiat. Sebab, sejatinya maksiat itu menyiksa diri. Di dunia mengakibatkan hati tidak tenang. Sedangkan di akhirat mengakibatkan terancam siksa neraka.Adapun perbuatan jahat kepada orang lain, contohnya adalah kezaliman. Entah kezaliman dengan lisan maupun perbuatan.Kereta Api Kamandaka, Semarang-Purwokerto, 7 Rabi’ul Awwal 1441 / 4 Nopember 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 162: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-6)Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No 141: SENI BERKOMUNIKASI Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 163: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-7)

Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KETUJUH:Membaca doa berikut ini setiap pagi satu kali dan setiap petang satu kali:“اللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِي سُوءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ”“Ya Allâh, Yang Maha Mengetahui sesuatu yang ghaib dan yang nyata. Wahai Pencipta langit dan bumi. Rabb segala sesuatu dan Yang Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, kejahatan setan dan ajakannya untuk berbuat syirik. (Aku berlindung kepada-Mu) dari perbuatan jahat terhadap diriku sendiri atau kepada muslim lain ”.Dalil LandasanAbu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan, bahwa Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu berkata, “Wahai Rasulullah, ajarkanlah padaku sesuatu yang bisa secara rutin kubaca setiap pagi dan sore hari!”. Beliau menjawab, “Bacalah (doa tersebut di atas)”. Lalu beliau melanjutkan, “Bacalah doa tersebut di pagi, sore dan saat engkau akan tidur”. HR. Bukhari dalam kitab Khalq Af’al al-‘Ibad. Hadits ini dinilai hasan sahih oleh at-Tirmidziy dan al-Albaniy.Renungan KandunganDoa ini dibuka dengan berbagai macam pujian kepada Allah ta’ala. Pujian tentang kemahaluasan ilmu-Nya, kebesaran ciptaan-Nya, serta kekuasaan-Nya yang mutlak.Begitulah seharusnya etika kita dalam berdoa. Mengawali doa dengan tawassul. Bertawassul dengan pujian kepada Allah ta’ala. Juga bertawassul dengan menyebutkan nama-nama dan sifat-sifat-Nya.Kita mengawali doa ini dengan menyatakan kemahaluasan ilmu Allah. Di mana ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Kejadian di masa lampau, saat ini, maupun di masa yang akan datang.Lalu kita mengakui kekuatan Allah dalam menciptakan alam semesta ini. Dialah yang telah menciptakan langit dan bumi. Padahal sebelumnya tidak ada contoh yang serupa dengan ciptaan tersebut.Kemudian kita menyatakan kekuasaan Allah yang mutlak. Di mana Dialah Rabb segala sesuatu. Sang Pencipta, Pemilik dan Pengatur segala sesuatu. Juga Raja yang menguasai segala sesuatu.Selanjutnya kita menyatakan syahadat. Pengakuan bahwa tidak ada yang berhak disembah dan diibadahi kecuali hanya Allah ta’ala.Setelah diawali dengan puja-puji kepada Allah, barulah kita memulai untuk meminta. Permintaan itu berupa:Pertama: Kita memohon perlindungan dari keburukan diri sendiri. Sebab jiwa kita berpotensi untuk mengajak kepada kejahatan dan memunculkan hawa nafsu yang liar.Kedua: Kita memohon perlindungan dari godaan setan, bisikannya serta jeratannya. Perangkap terbesar setan adalah menjerumuskan manusia ke dalam kesyirikan. Dosa terparah. Dosa yang tidak akan diampuni Allah ta’ala.Ketiga: Kita memohon perlindungan dari perbuatan jahat. Entah berbuat jahat kepada diri sendiri atau kepada orang lain.Contoh perbuatan jahat kepada diri sendiri adalah maksiat. Sebab, sejatinya maksiat itu menyiksa diri. Di dunia mengakibatkan hati tidak tenang. Sedangkan di akhirat mengakibatkan terancam siksa neraka.Adapun perbuatan jahat kepada orang lain, contohnya adalah kezaliman. Entah kezaliman dengan lisan maupun perbuatan.Kereta Api Kamandaka, Semarang-Purwokerto, 7 Rabi’ul Awwal 1441 / 4 Nopember 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 162: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-6)Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No 141: SENI BERKOMUNIKASI Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KETUJUH:Membaca doa berikut ini setiap pagi satu kali dan setiap petang satu kali:“اللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِي سُوءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ”“Ya Allâh, Yang Maha Mengetahui sesuatu yang ghaib dan yang nyata. Wahai Pencipta langit dan bumi. Rabb segala sesuatu dan Yang Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, kejahatan setan dan ajakannya untuk berbuat syirik. (Aku berlindung kepada-Mu) dari perbuatan jahat terhadap diriku sendiri atau kepada muslim lain ”.Dalil LandasanAbu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan, bahwa Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu berkata, “Wahai Rasulullah, ajarkanlah padaku sesuatu yang bisa secara rutin kubaca setiap pagi dan sore hari!”. Beliau menjawab, “Bacalah (doa tersebut di atas)”. Lalu beliau melanjutkan, “Bacalah doa tersebut di pagi, sore dan saat engkau akan tidur”. HR. Bukhari dalam kitab Khalq Af’al al-‘Ibad. Hadits ini dinilai hasan sahih oleh at-Tirmidziy dan al-Albaniy.Renungan KandunganDoa ini dibuka dengan berbagai macam pujian kepada Allah ta’ala. Pujian tentang kemahaluasan ilmu-Nya, kebesaran ciptaan-Nya, serta kekuasaan-Nya yang mutlak.Begitulah seharusnya etika kita dalam berdoa. Mengawali doa dengan tawassul. Bertawassul dengan pujian kepada Allah ta’ala. Juga bertawassul dengan menyebutkan nama-nama dan sifat-sifat-Nya.Kita mengawali doa ini dengan menyatakan kemahaluasan ilmu Allah. Di mana ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Kejadian di masa lampau, saat ini, maupun di masa yang akan datang.Lalu kita mengakui kekuatan Allah dalam menciptakan alam semesta ini. Dialah yang telah menciptakan langit dan bumi. Padahal sebelumnya tidak ada contoh yang serupa dengan ciptaan tersebut.Kemudian kita menyatakan kekuasaan Allah yang mutlak. Di mana Dialah Rabb segala sesuatu. Sang Pencipta, Pemilik dan Pengatur segala sesuatu. Juga Raja yang menguasai segala sesuatu.Selanjutnya kita menyatakan syahadat. Pengakuan bahwa tidak ada yang berhak disembah dan diibadahi kecuali hanya Allah ta’ala.Setelah diawali dengan puja-puji kepada Allah, barulah kita memulai untuk meminta. Permintaan itu berupa:Pertama: Kita memohon perlindungan dari keburukan diri sendiri. Sebab jiwa kita berpotensi untuk mengajak kepada kejahatan dan memunculkan hawa nafsu yang liar.Kedua: Kita memohon perlindungan dari godaan setan, bisikannya serta jeratannya. Perangkap terbesar setan adalah menjerumuskan manusia ke dalam kesyirikan. Dosa terparah. Dosa yang tidak akan diampuni Allah ta’ala.Ketiga: Kita memohon perlindungan dari perbuatan jahat. Entah berbuat jahat kepada diri sendiri atau kepada orang lain.Contoh perbuatan jahat kepada diri sendiri adalah maksiat. Sebab, sejatinya maksiat itu menyiksa diri. Di dunia mengakibatkan hati tidak tenang. Sedangkan di akhirat mengakibatkan terancam siksa neraka.Adapun perbuatan jahat kepada orang lain, contohnya adalah kezaliman. Entah kezaliman dengan lisan maupun perbuatan.Kereta Api Kamandaka, Semarang-Purwokerto, 7 Rabi’ul Awwal 1441 / 4 Nopember 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 162: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-6)Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No 141: SENI BERKOMUNIKASI Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KETUJUH:Membaca doa berikut ini setiap pagi satu kali dan setiap petang satu kali:“اللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِي سُوءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ”“Ya Allâh, Yang Maha Mengetahui sesuatu yang ghaib dan yang nyata. Wahai Pencipta langit dan bumi. Rabb segala sesuatu dan Yang Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, kejahatan setan dan ajakannya untuk berbuat syirik. (Aku berlindung kepada-Mu) dari perbuatan jahat terhadap diriku sendiri atau kepada muslim lain ”.Dalil LandasanAbu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan, bahwa Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu berkata, “Wahai Rasulullah, ajarkanlah padaku sesuatu yang bisa secara rutin kubaca setiap pagi dan sore hari!”. Beliau menjawab, “Bacalah (doa tersebut di atas)”. Lalu beliau melanjutkan, “Bacalah doa tersebut di pagi, sore dan saat engkau akan tidur”. HR. Bukhari dalam kitab Khalq Af’al al-‘Ibad. Hadits ini dinilai hasan sahih oleh at-Tirmidziy dan al-Albaniy.Renungan KandunganDoa ini dibuka dengan berbagai macam pujian kepada Allah ta’ala. Pujian tentang kemahaluasan ilmu-Nya, kebesaran ciptaan-Nya, serta kekuasaan-Nya yang mutlak.Begitulah seharusnya etika kita dalam berdoa. Mengawali doa dengan tawassul. Bertawassul dengan pujian kepada Allah ta’ala. Juga bertawassul dengan menyebutkan nama-nama dan sifat-sifat-Nya.Kita mengawali doa ini dengan menyatakan kemahaluasan ilmu Allah. Di mana ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Kejadian di masa lampau, saat ini, maupun di masa yang akan datang.Lalu kita mengakui kekuatan Allah dalam menciptakan alam semesta ini. Dialah yang telah menciptakan langit dan bumi. Padahal sebelumnya tidak ada contoh yang serupa dengan ciptaan tersebut.Kemudian kita menyatakan kekuasaan Allah yang mutlak. Di mana Dialah Rabb segala sesuatu. Sang Pencipta, Pemilik dan Pengatur segala sesuatu. Juga Raja yang menguasai segala sesuatu.Selanjutnya kita menyatakan syahadat. Pengakuan bahwa tidak ada yang berhak disembah dan diibadahi kecuali hanya Allah ta’ala.Setelah diawali dengan puja-puji kepada Allah, barulah kita memulai untuk meminta. Permintaan itu berupa:Pertama: Kita memohon perlindungan dari keburukan diri sendiri. Sebab jiwa kita berpotensi untuk mengajak kepada kejahatan dan memunculkan hawa nafsu yang liar.Kedua: Kita memohon perlindungan dari godaan setan, bisikannya serta jeratannya. Perangkap terbesar setan adalah menjerumuskan manusia ke dalam kesyirikan. Dosa terparah. Dosa yang tidak akan diampuni Allah ta’ala.Ketiga: Kita memohon perlindungan dari perbuatan jahat. Entah berbuat jahat kepada diri sendiri atau kepada orang lain.Contoh perbuatan jahat kepada diri sendiri adalah maksiat. Sebab, sejatinya maksiat itu menyiksa diri. Di dunia mengakibatkan hati tidak tenang. Sedangkan di akhirat mengakibatkan terancam siksa neraka.Adapun perbuatan jahat kepada orang lain, contohnya adalah kezaliman. Entah kezaliman dengan lisan maupun perbuatan.Kereta Api Kamandaka, Semarang-Purwokerto, 7 Rabi’ul Awwal 1441 / 4 Nopember 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 162: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-6)Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No 141: SENI BERKOMUNIKASI Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 141: SENI BERKOMUNIKASI

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 141: SENI BERKOMUNIKASIKomunikasi adalah proses interaksi antara dua pihak atau lebih. Yang bertujuan untuk mengumpulkan atau menyampaikan suatu informasi kepada atau dari lawan bicara. Demi terwujudnya kepentingan tertentu.Agar komunikasi berjalan efektif, sekurang-kurangnya harus memperhatikan tiga aspek:1. Tujuan atau niat.2. Pilihan kata.3. Suasana.Hati yang bersih dan itikad yang baik adalah kunci utama komunikasi. Niat yang baik biasanya menjadikan setiap kata yang terucap dari lisan Anda terasa sejuk dan mendatangkan kedamaian bagi orang yang mendengarkannya.Pun demikian, Anda tetap harus pandai memilih kata-kata yang baik dan santun. Nada dan intonasi suara pun harus diperhatikan.Allah ta’ala berpesan,“وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا”Artinya: “Katakanlah kepada para hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang terbaik. Sungguh setan itu (selalu) memunculkan perselisihan di antara mereka. Sungguh setan adalah musuh yang nyata bagi manusia”. QS. Al-Isra’ (17): 53.Selain itu, suasana saat komunikasi juga harus dipertimbangkan matang-matang. Apakah kondusif atau tidak? Bisa jadi lawan bicara sedang marah, sedih atau dalam kondisi lain yang kurang sesuai dengan tema komunikasi yang akan dikemukakan. Memaksakan berkomunikasi saat kondisi tidak menguntungkan adalah tindakan sia-sia.Seharusnya yang dilakukan adalah berupaya mengkondisikan lawan bicara terlebih dahulu. Hingga keadaan jiwanya tenang dan suasana hatinya kembali nyaman. Jika ternyata belum memungkinkan, maka menunda komunikasi dengannya merupakan sikap bijaksana.Komunikasi BurukManakala tiga aspek di atas tidak diperhatikan, biasanya yang terjadi adalah komunikasi buruk.Contohnya: komunikasi yang terjadi antara orangtua dan anak saat krisis meletus. Ketika remaja pulang terlalu malam, orangtua langsung berceramah panjang lebar tentang jam malam yang seharusnya diberlakukan, dan apa konsekuensi untuknya. Berteriak dan menjerit dalam suasana panas adalah bentuk komunikasi terburuk di dalam keluarga.Komunikasi yang efektif terjadi ketika kepala semua orang dingin, suasana tenang dan damai. Interaksi berjalan dua arah. Berusaha mendengarkan lawan bicara akan sangat membantu keberhasilan komunikasi.Orang tua salih akan menyambut kedatangan remajanya dengan penuh syukur, karena dia datang dengan selamat. Sedangkan remaja yang salih akan segera meminta maaf karena datang terlambat. Sambil menyatakan alasannya secara singkat. Tentu saja peristiwa ini tidak diabaikan begitu saja. Tetapi, pembicaraan tentang jam malam dan konsekuensinya ditunda besok.Esoknya, pada waktu yang tepat, di suasana yang kondusif, orangtua bertanya lebih jauh mengapa semalam remajanya terlambat pulang. Orangtua mengaktifkan karunia mendengar. Artinya, secara sadar ia memilih menyimak anaknya. Baru setelah itu, orangtua menyampaikan nasehat secara baik.Dengan demikian, orangtua membantu anak-anak agar tidak kehilangan kapasitas untuk pengendalian diri, menyatakan keunikan mereka, dan bertanggungjawab terhadap perilaku sendiri.Selamat mempraktekkan pola komunikasi yang baik!Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 29 Shafar 1441 / 28 Oktober 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 163: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-7)Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No 142: MENDENGARKAN DIRI SENDIRI Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 141: SENI BERKOMUNIKASI

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 141: SENI BERKOMUNIKASIKomunikasi adalah proses interaksi antara dua pihak atau lebih. Yang bertujuan untuk mengumpulkan atau menyampaikan suatu informasi kepada atau dari lawan bicara. Demi terwujudnya kepentingan tertentu.Agar komunikasi berjalan efektif, sekurang-kurangnya harus memperhatikan tiga aspek:1. Tujuan atau niat.2. Pilihan kata.3. Suasana.Hati yang bersih dan itikad yang baik adalah kunci utama komunikasi. Niat yang baik biasanya menjadikan setiap kata yang terucap dari lisan Anda terasa sejuk dan mendatangkan kedamaian bagi orang yang mendengarkannya.Pun demikian, Anda tetap harus pandai memilih kata-kata yang baik dan santun. Nada dan intonasi suara pun harus diperhatikan.Allah ta’ala berpesan,“وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا”Artinya: “Katakanlah kepada para hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang terbaik. Sungguh setan itu (selalu) memunculkan perselisihan di antara mereka. Sungguh setan adalah musuh yang nyata bagi manusia”. QS. Al-Isra’ (17): 53.Selain itu, suasana saat komunikasi juga harus dipertimbangkan matang-matang. Apakah kondusif atau tidak? Bisa jadi lawan bicara sedang marah, sedih atau dalam kondisi lain yang kurang sesuai dengan tema komunikasi yang akan dikemukakan. Memaksakan berkomunikasi saat kondisi tidak menguntungkan adalah tindakan sia-sia.Seharusnya yang dilakukan adalah berupaya mengkondisikan lawan bicara terlebih dahulu. Hingga keadaan jiwanya tenang dan suasana hatinya kembali nyaman. Jika ternyata belum memungkinkan, maka menunda komunikasi dengannya merupakan sikap bijaksana.Komunikasi BurukManakala tiga aspek di atas tidak diperhatikan, biasanya yang terjadi adalah komunikasi buruk.Contohnya: komunikasi yang terjadi antara orangtua dan anak saat krisis meletus. Ketika remaja pulang terlalu malam, orangtua langsung berceramah panjang lebar tentang jam malam yang seharusnya diberlakukan, dan apa konsekuensi untuknya. Berteriak dan menjerit dalam suasana panas adalah bentuk komunikasi terburuk di dalam keluarga.Komunikasi yang efektif terjadi ketika kepala semua orang dingin, suasana tenang dan damai. Interaksi berjalan dua arah. Berusaha mendengarkan lawan bicara akan sangat membantu keberhasilan komunikasi.Orang tua salih akan menyambut kedatangan remajanya dengan penuh syukur, karena dia datang dengan selamat. Sedangkan remaja yang salih akan segera meminta maaf karena datang terlambat. Sambil menyatakan alasannya secara singkat. Tentu saja peristiwa ini tidak diabaikan begitu saja. Tetapi, pembicaraan tentang jam malam dan konsekuensinya ditunda besok.Esoknya, pada waktu yang tepat, di suasana yang kondusif, orangtua bertanya lebih jauh mengapa semalam remajanya terlambat pulang. Orangtua mengaktifkan karunia mendengar. Artinya, secara sadar ia memilih menyimak anaknya. Baru setelah itu, orangtua menyampaikan nasehat secara baik.Dengan demikian, orangtua membantu anak-anak agar tidak kehilangan kapasitas untuk pengendalian diri, menyatakan keunikan mereka, dan bertanggungjawab terhadap perilaku sendiri.Selamat mempraktekkan pola komunikasi yang baik!Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 29 Shafar 1441 / 28 Oktober 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 163: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-7)Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No 142: MENDENGARKAN DIRI SENDIRI Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Pendidikan Anak No 141: SENI BERKOMUNIKASIKomunikasi adalah proses interaksi antara dua pihak atau lebih. Yang bertujuan untuk mengumpulkan atau menyampaikan suatu informasi kepada atau dari lawan bicara. Demi terwujudnya kepentingan tertentu.Agar komunikasi berjalan efektif, sekurang-kurangnya harus memperhatikan tiga aspek:1. Tujuan atau niat.2. Pilihan kata.3. Suasana.Hati yang bersih dan itikad yang baik adalah kunci utama komunikasi. Niat yang baik biasanya menjadikan setiap kata yang terucap dari lisan Anda terasa sejuk dan mendatangkan kedamaian bagi orang yang mendengarkannya.Pun demikian, Anda tetap harus pandai memilih kata-kata yang baik dan santun. Nada dan intonasi suara pun harus diperhatikan.Allah ta’ala berpesan,“وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا”Artinya: “Katakanlah kepada para hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang terbaik. Sungguh setan itu (selalu) memunculkan perselisihan di antara mereka. Sungguh setan adalah musuh yang nyata bagi manusia”. QS. Al-Isra’ (17): 53.Selain itu, suasana saat komunikasi juga harus dipertimbangkan matang-matang. Apakah kondusif atau tidak? Bisa jadi lawan bicara sedang marah, sedih atau dalam kondisi lain yang kurang sesuai dengan tema komunikasi yang akan dikemukakan. Memaksakan berkomunikasi saat kondisi tidak menguntungkan adalah tindakan sia-sia.Seharusnya yang dilakukan adalah berupaya mengkondisikan lawan bicara terlebih dahulu. Hingga keadaan jiwanya tenang dan suasana hatinya kembali nyaman. Jika ternyata belum memungkinkan, maka menunda komunikasi dengannya merupakan sikap bijaksana.Komunikasi BurukManakala tiga aspek di atas tidak diperhatikan, biasanya yang terjadi adalah komunikasi buruk.Contohnya: komunikasi yang terjadi antara orangtua dan anak saat krisis meletus. Ketika remaja pulang terlalu malam, orangtua langsung berceramah panjang lebar tentang jam malam yang seharusnya diberlakukan, dan apa konsekuensi untuknya. Berteriak dan menjerit dalam suasana panas adalah bentuk komunikasi terburuk di dalam keluarga.Komunikasi yang efektif terjadi ketika kepala semua orang dingin, suasana tenang dan damai. Interaksi berjalan dua arah. Berusaha mendengarkan lawan bicara akan sangat membantu keberhasilan komunikasi.Orang tua salih akan menyambut kedatangan remajanya dengan penuh syukur, karena dia datang dengan selamat. Sedangkan remaja yang salih akan segera meminta maaf karena datang terlambat. Sambil menyatakan alasannya secara singkat. Tentu saja peristiwa ini tidak diabaikan begitu saja. Tetapi, pembicaraan tentang jam malam dan konsekuensinya ditunda besok.Esoknya, pada waktu yang tepat, di suasana yang kondusif, orangtua bertanya lebih jauh mengapa semalam remajanya terlambat pulang. Orangtua mengaktifkan karunia mendengar. Artinya, secara sadar ia memilih menyimak anaknya. Baru setelah itu, orangtua menyampaikan nasehat secara baik.Dengan demikian, orangtua membantu anak-anak agar tidak kehilangan kapasitas untuk pengendalian diri, menyatakan keunikan mereka, dan bertanggungjawab terhadap perilaku sendiri.Selamat mempraktekkan pola komunikasi yang baik!Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 29 Shafar 1441 / 28 Oktober 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 163: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-7)Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No 142: MENDENGARKAN DIRI SENDIRI Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Pendidikan Anak No 141: SENI BERKOMUNIKASIKomunikasi adalah proses interaksi antara dua pihak atau lebih. Yang bertujuan untuk mengumpulkan atau menyampaikan suatu informasi kepada atau dari lawan bicara. Demi terwujudnya kepentingan tertentu.Agar komunikasi berjalan efektif, sekurang-kurangnya harus memperhatikan tiga aspek:1. Tujuan atau niat.2. Pilihan kata.3. Suasana.Hati yang bersih dan itikad yang baik adalah kunci utama komunikasi. Niat yang baik biasanya menjadikan setiap kata yang terucap dari lisan Anda terasa sejuk dan mendatangkan kedamaian bagi orang yang mendengarkannya.Pun demikian, Anda tetap harus pandai memilih kata-kata yang baik dan santun. Nada dan intonasi suara pun harus diperhatikan.Allah ta’ala berpesan,“وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا”Artinya: “Katakanlah kepada para hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang terbaik. Sungguh setan itu (selalu) memunculkan perselisihan di antara mereka. Sungguh setan adalah musuh yang nyata bagi manusia”. QS. Al-Isra’ (17): 53.Selain itu, suasana saat komunikasi juga harus dipertimbangkan matang-matang. Apakah kondusif atau tidak? Bisa jadi lawan bicara sedang marah, sedih atau dalam kondisi lain yang kurang sesuai dengan tema komunikasi yang akan dikemukakan. Memaksakan berkomunikasi saat kondisi tidak menguntungkan adalah tindakan sia-sia.Seharusnya yang dilakukan adalah berupaya mengkondisikan lawan bicara terlebih dahulu. Hingga keadaan jiwanya tenang dan suasana hatinya kembali nyaman. Jika ternyata belum memungkinkan, maka menunda komunikasi dengannya merupakan sikap bijaksana.Komunikasi BurukManakala tiga aspek di atas tidak diperhatikan, biasanya yang terjadi adalah komunikasi buruk.Contohnya: komunikasi yang terjadi antara orangtua dan anak saat krisis meletus. Ketika remaja pulang terlalu malam, orangtua langsung berceramah panjang lebar tentang jam malam yang seharusnya diberlakukan, dan apa konsekuensi untuknya. Berteriak dan menjerit dalam suasana panas adalah bentuk komunikasi terburuk di dalam keluarga.Komunikasi yang efektif terjadi ketika kepala semua orang dingin, suasana tenang dan damai. Interaksi berjalan dua arah. Berusaha mendengarkan lawan bicara akan sangat membantu keberhasilan komunikasi.Orang tua salih akan menyambut kedatangan remajanya dengan penuh syukur, karena dia datang dengan selamat. Sedangkan remaja yang salih akan segera meminta maaf karena datang terlambat. Sambil menyatakan alasannya secara singkat. Tentu saja peristiwa ini tidak diabaikan begitu saja. Tetapi, pembicaraan tentang jam malam dan konsekuensinya ditunda besok.Esoknya, pada waktu yang tepat, di suasana yang kondusif, orangtua bertanya lebih jauh mengapa semalam remajanya terlambat pulang. Orangtua mengaktifkan karunia mendengar. Artinya, secara sadar ia memilih menyimak anaknya. Baru setelah itu, orangtua menyampaikan nasehat secara baik.Dengan demikian, orangtua membantu anak-anak agar tidak kehilangan kapasitas untuk pengendalian diri, menyatakan keunikan mereka, dan bertanggungjawab terhadap perilaku sendiri.Selamat mempraktekkan pola komunikasi yang baik!Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 29 Shafar 1441 / 28 Oktober 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 163: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-7)Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No 142: MENDENGARKAN DIRI SENDIRI Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 142: MENDENGARKAN DIRI SENDIRI

Banyak faktor yang menunjang kesuksesan komunikasi orang tua dengan anak. Salah satunya yang sangat penting adalah orang tua mau untuk mendengarkan dirinya sendiri. Alias meluangkan waktu guna introspeksi diri. Bertanya kepada hati kecil dan mendengarkan suara hatinya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“اسْتَفْتِ قَلْبَكَ وَاسْتَفْتِ نَفْسَكَ” ثَلَاثَ مَرَّاتٍ“Tanyailah hatimu! Bertanyalah kepada dirimu!”. Beliau mengulanginya tiga kali. HR. Ahmad dari Wabishah radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini dinilai hasan oleh an-Nawawiy, al-Mundziriy dan asy-Syaukaniy.Mengobati Traumatis Masa LaluIbu A biasanya mampu mengendalikan perilaku buruk putrinya. Namun suatu hari tiba-tiba emosinya meledak, ketika si kecil mengatakan keinginannya untuk buang air kecil di dalam sebuah mal. Sebelumnya, ibu ini sudah mengajak putrinya ke toilet. Namun si kecil menolak, karena dia memang tidak merasa ingin buang air pada saat itu. Ternyata ketika mereka sudah berada di dalam supermarket yang luas dan penuh orang, mendadak si kecil menyatakan dia kebelet.Si ibu kesal. Bagaimana mungkin sekarang kebelet? Padahal beberapa menit lalu, di toilet si kecil menolak buang air. Si kecil menghiba dan menjadi rewel. Ibu semakin marah, karena mereka harus turun ke lantai bawah untuk menemukan toilet umum. Respon yang bahkan tidak terduga oleh si ibu sendiri adalah, dia setengah menyeret putrinya untuk keluar dari supermarket.Episode itu berakhir berkat pertolongan manajer toko yang iba melihat si kecil. Dia mengantarkan mereka ke toilet karyawan di dalam supermarket itu. Melihat celana putrinya telanjur basah, mungkin karena takut dengan kemarahan ibunya, reaksi si ibu semakin emosional. Dan tanpa bisa dicegah lagi, ia menangis sejadi-jadinya sambil memeluk putrinya.Sesampai di rumah, si ibu berusaha mendengarkan suara hatinya. Dia bertanya kepada diri sendiri, kenapa setiap berada di tempat umum, dia merasa harus mengajak putrinya pergi ke toilet terlebih dahulu? Meskipun si kecil tidak meminta.Jawaban yang segera muncul adalah, Ibu khawatir si kecil minta ke toilet pada waktu dan tempat yang tidak tepat. Bisa jadi si kecil malah mengompol saking tidak tahannya. Lalu kerepotan memalukan akan terjadi. Kekhawatiran itulah yang mendasari tindakannya.Biasanya si kecil kooperatif. Sehingga tidak terjadi insiden apa-apa. Namun kejadian kemarin berbeda. Si kecil menyatakan tidak ingin buang air, meskipun sudah dibawa ke toilet. Tapi beberapa menit kemudian, karena Ibu begitu khawatir dan mengomelinya terus, si kecil menjadi tersugesti bahwa dia memang kebelet. Akhirnya apa yang dikhawatirkan Ibu terjadi juga.Lalu ibu bertanya lagi kepada diri sendiri, mengapa dia begitu khawatir? Bukankah dia selalu siap dengan baju ganti anak di tasnya? Dan yang lebih penting, mengapa reaksinya terhadap insiden itu terasa berlebihan dan tidak masuk akal?Jawaban yang muncul dari dalam dirinya adalah peristiwa menyedihkan pada masa kecilnya. Ketika dia berusia 5 tahun, seumuran putrinya sekarang, pernah mengalami ‘kecelakaan’. Dia mengompol di tempat ibadah. Ibunya yang merasa begitu malu dengan kejadian itu menghukumnya. Dia diseret keluar dan dipaksa menunggu di dalam kamar mandi. Selama ini dia selalu terbayang pengalaman buruk itu. Trauma!Setelah merenung, barulah ia menyadari bahwa dia terlalu berfokus pada kekhawatirannya. Akibatnya apa yang ia khawatirkan malah terjadi. Padahal kekhawatiran bahwa putrinya akan mengalami nasib yang sama dengan dirinya, tidaklah beralasan. Dia adalah ibu yang lebih berpengetahuan ketimbang ibunya dulu.Maka dia memaafkan ibunya atas perlakuan beliau kepadanya waktu kecil. Juga memaafkan diri sendiri atas perlakuannya kemarin terhadap putrinya. Alhamdulillah, luka lama ditemukan dan berhasil diobati. Setelah berusaha mendengar diri sendiri…Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Rabi’ul Awwal 1441 / 11 Nopember 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 141: SENI BERKOMUNIKASINext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 164: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-8) Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 142: MENDENGARKAN DIRI SENDIRI

Banyak faktor yang menunjang kesuksesan komunikasi orang tua dengan anak. Salah satunya yang sangat penting adalah orang tua mau untuk mendengarkan dirinya sendiri. Alias meluangkan waktu guna introspeksi diri. Bertanya kepada hati kecil dan mendengarkan suara hatinya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“اسْتَفْتِ قَلْبَكَ وَاسْتَفْتِ نَفْسَكَ” ثَلَاثَ مَرَّاتٍ“Tanyailah hatimu! Bertanyalah kepada dirimu!”. Beliau mengulanginya tiga kali. HR. Ahmad dari Wabishah radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini dinilai hasan oleh an-Nawawiy, al-Mundziriy dan asy-Syaukaniy.Mengobati Traumatis Masa LaluIbu A biasanya mampu mengendalikan perilaku buruk putrinya. Namun suatu hari tiba-tiba emosinya meledak, ketika si kecil mengatakan keinginannya untuk buang air kecil di dalam sebuah mal. Sebelumnya, ibu ini sudah mengajak putrinya ke toilet. Namun si kecil menolak, karena dia memang tidak merasa ingin buang air pada saat itu. Ternyata ketika mereka sudah berada di dalam supermarket yang luas dan penuh orang, mendadak si kecil menyatakan dia kebelet.Si ibu kesal. Bagaimana mungkin sekarang kebelet? Padahal beberapa menit lalu, di toilet si kecil menolak buang air. Si kecil menghiba dan menjadi rewel. Ibu semakin marah, karena mereka harus turun ke lantai bawah untuk menemukan toilet umum. Respon yang bahkan tidak terduga oleh si ibu sendiri adalah, dia setengah menyeret putrinya untuk keluar dari supermarket.Episode itu berakhir berkat pertolongan manajer toko yang iba melihat si kecil. Dia mengantarkan mereka ke toilet karyawan di dalam supermarket itu. Melihat celana putrinya telanjur basah, mungkin karena takut dengan kemarahan ibunya, reaksi si ibu semakin emosional. Dan tanpa bisa dicegah lagi, ia menangis sejadi-jadinya sambil memeluk putrinya.Sesampai di rumah, si ibu berusaha mendengarkan suara hatinya. Dia bertanya kepada diri sendiri, kenapa setiap berada di tempat umum, dia merasa harus mengajak putrinya pergi ke toilet terlebih dahulu? Meskipun si kecil tidak meminta.Jawaban yang segera muncul adalah, Ibu khawatir si kecil minta ke toilet pada waktu dan tempat yang tidak tepat. Bisa jadi si kecil malah mengompol saking tidak tahannya. Lalu kerepotan memalukan akan terjadi. Kekhawatiran itulah yang mendasari tindakannya.Biasanya si kecil kooperatif. Sehingga tidak terjadi insiden apa-apa. Namun kejadian kemarin berbeda. Si kecil menyatakan tidak ingin buang air, meskipun sudah dibawa ke toilet. Tapi beberapa menit kemudian, karena Ibu begitu khawatir dan mengomelinya terus, si kecil menjadi tersugesti bahwa dia memang kebelet. Akhirnya apa yang dikhawatirkan Ibu terjadi juga.Lalu ibu bertanya lagi kepada diri sendiri, mengapa dia begitu khawatir? Bukankah dia selalu siap dengan baju ganti anak di tasnya? Dan yang lebih penting, mengapa reaksinya terhadap insiden itu terasa berlebihan dan tidak masuk akal?Jawaban yang muncul dari dalam dirinya adalah peristiwa menyedihkan pada masa kecilnya. Ketika dia berusia 5 tahun, seumuran putrinya sekarang, pernah mengalami ‘kecelakaan’. Dia mengompol di tempat ibadah. Ibunya yang merasa begitu malu dengan kejadian itu menghukumnya. Dia diseret keluar dan dipaksa menunggu di dalam kamar mandi. Selama ini dia selalu terbayang pengalaman buruk itu. Trauma!Setelah merenung, barulah ia menyadari bahwa dia terlalu berfokus pada kekhawatirannya. Akibatnya apa yang ia khawatirkan malah terjadi. Padahal kekhawatiran bahwa putrinya akan mengalami nasib yang sama dengan dirinya, tidaklah beralasan. Dia adalah ibu yang lebih berpengetahuan ketimbang ibunya dulu.Maka dia memaafkan ibunya atas perlakuan beliau kepadanya waktu kecil. Juga memaafkan diri sendiri atas perlakuannya kemarin terhadap putrinya. Alhamdulillah, luka lama ditemukan dan berhasil diobati. Setelah berusaha mendengar diri sendiri…Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Rabi’ul Awwal 1441 / 11 Nopember 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 141: SENI BERKOMUNIKASINext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 164: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-8) Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Banyak faktor yang menunjang kesuksesan komunikasi orang tua dengan anak. Salah satunya yang sangat penting adalah orang tua mau untuk mendengarkan dirinya sendiri. Alias meluangkan waktu guna introspeksi diri. Bertanya kepada hati kecil dan mendengarkan suara hatinya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“اسْتَفْتِ قَلْبَكَ وَاسْتَفْتِ نَفْسَكَ” ثَلَاثَ مَرَّاتٍ“Tanyailah hatimu! Bertanyalah kepada dirimu!”. Beliau mengulanginya tiga kali. HR. Ahmad dari Wabishah radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini dinilai hasan oleh an-Nawawiy, al-Mundziriy dan asy-Syaukaniy.Mengobati Traumatis Masa LaluIbu A biasanya mampu mengendalikan perilaku buruk putrinya. Namun suatu hari tiba-tiba emosinya meledak, ketika si kecil mengatakan keinginannya untuk buang air kecil di dalam sebuah mal. Sebelumnya, ibu ini sudah mengajak putrinya ke toilet. Namun si kecil menolak, karena dia memang tidak merasa ingin buang air pada saat itu. Ternyata ketika mereka sudah berada di dalam supermarket yang luas dan penuh orang, mendadak si kecil menyatakan dia kebelet.Si ibu kesal. Bagaimana mungkin sekarang kebelet? Padahal beberapa menit lalu, di toilet si kecil menolak buang air. Si kecil menghiba dan menjadi rewel. Ibu semakin marah, karena mereka harus turun ke lantai bawah untuk menemukan toilet umum. Respon yang bahkan tidak terduga oleh si ibu sendiri adalah, dia setengah menyeret putrinya untuk keluar dari supermarket.Episode itu berakhir berkat pertolongan manajer toko yang iba melihat si kecil. Dia mengantarkan mereka ke toilet karyawan di dalam supermarket itu. Melihat celana putrinya telanjur basah, mungkin karena takut dengan kemarahan ibunya, reaksi si ibu semakin emosional. Dan tanpa bisa dicegah lagi, ia menangis sejadi-jadinya sambil memeluk putrinya.Sesampai di rumah, si ibu berusaha mendengarkan suara hatinya. Dia bertanya kepada diri sendiri, kenapa setiap berada di tempat umum, dia merasa harus mengajak putrinya pergi ke toilet terlebih dahulu? Meskipun si kecil tidak meminta.Jawaban yang segera muncul adalah, Ibu khawatir si kecil minta ke toilet pada waktu dan tempat yang tidak tepat. Bisa jadi si kecil malah mengompol saking tidak tahannya. Lalu kerepotan memalukan akan terjadi. Kekhawatiran itulah yang mendasari tindakannya.Biasanya si kecil kooperatif. Sehingga tidak terjadi insiden apa-apa. Namun kejadian kemarin berbeda. Si kecil menyatakan tidak ingin buang air, meskipun sudah dibawa ke toilet. Tapi beberapa menit kemudian, karena Ibu begitu khawatir dan mengomelinya terus, si kecil menjadi tersugesti bahwa dia memang kebelet. Akhirnya apa yang dikhawatirkan Ibu terjadi juga.Lalu ibu bertanya lagi kepada diri sendiri, mengapa dia begitu khawatir? Bukankah dia selalu siap dengan baju ganti anak di tasnya? Dan yang lebih penting, mengapa reaksinya terhadap insiden itu terasa berlebihan dan tidak masuk akal?Jawaban yang muncul dari dalam dirinya adalah peristiwa menyedihkan pada masa kecilnya. Ketika dia berusia 5 tahun, seumuran putrinya sekarang, pernah mengalami ‘kecelakaan’. Dia mengompol di tempat ibadah. Ibunya yang merasa begitu malu dengan kejadian itu menghukumnya. Dia diseret keluar dan dipaksa menunggu di dalam kamar mandi. Selama ini dia selalu terbayang pengalaman buruk itu. Trauma!Setelah merenung, barulah ia menyadari bahwa dia terlalu berfokus pada kekhawatirannya. Akibatnya apa yang ia khawatirkan malah terjadi. Padahal kekhawatiran bahwa putrinya akan mengalami nasib yang sama dengan dirinya, tidaklah beralasan. Dia adalah ibu yang lebih berpengetahuan ketimbang ibunya dulu.Maka dia memaafkan ibunya atas perlakuan beliau kepadanya waktu kecil. Juga memaafkan diri sendiri atas perlakuannya kemarin terhadap putrinya. Alhamdulillah, luka lama ditemukan dan berhasil diobati. Setelah berusaha mendengar diri sendiri…Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Rabi’ul Awwal 1441 / 11 Nopember 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 141: SENI BERKOMUNIKASINext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 164: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-8) Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Banyak faktor yang menunjang kesuksesan komunikasi orang tua dengan anak. Salah satunya yang sangat penting adalah orang tua mau untuk mendengarkan dirinya sendiri. Alias meluangkan waktu guna introspeksi diri. Bertanya kepada hati kecil dan mendengarkan suara hatinya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“اسْتَفْتِ قَلْبَكَ وَاسْتَفْتِ نَفْسَكَ” ثَلَاثَ مَرَّاتٍ“Tanyailah hatimu! Bertanyalah kepada dirimu!”. Beliau mengulanginya tiga kali. HR. Ahmad dari Wabishah radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini dinilai hasan oleh an-Nawawiy, al-Mundziriy dan asy-Syaukaniy.Mengobati Traumatis Masa LaluIbu A biasanya mampu mengendalikan perilaku buruk putrinya. Namun suatu hari tiba-tiba emosinya meledak, ketika si kecil mengatakan keinginannya untuk buang air kecil di dalam sebuah mal. Sebelumnya, ibu ini sudah mengajak putrinya ke toilet. Namun si kecil menolak, karena dia memang tidak merasa ingin buang air pada saat itu. Ternyata ketika mereka sudah berada di dalam supermarket yang luas dan penuh orang, mendadak si kecil menyatakan dia kebelet.Si ibu kesal. Bagaimana mungkin sekarang kebelet? Padahal beberapa menit lalu, di toilet si kecil menolak buang air. Si kecil menghiba dan menjadi rewel. Ibu semakin marah, karena mereka harus turun ke lantai bawah untuk menemukan toilet umum. Respon yang bahkan tidak terduga oleh si ibu sendiri adalah, dia setengah menyeret putrinya untuk keluar dari supermarket.Episode itu berakhir berkat pertolongan manajer toko yang iba melihat si kecil. Dia mengantarkan mereka ke toilet karyawan di dalam supermarket itu. Melihat celana putrinya telanjur basah, mungkin karena takut dengan kemarahan ibunya, reaksi si ibu semakin emosional. Dan tanpa bisa dicegah lagi, ia menangis sejadi-jadinya sambil memeluk putrinya.Sesampai di rumah, si ibu berusaha mendengarkan suara hatinya. Dia bertanya kepada diri sendiri, kenapa setiap berada di tempat umum, dia merasa harus mengajak putrinya pergi ke toilet terlebih dahulu? Meskipun si kecil tidak meminta.Jawaban yang segera muncul adalah, Ibu khawatir si kecil minta ke toilet pada waktu dan tempat yang tidak tepat. Bisa jadi si kecil malah mengompol saking tidak tahannya. Lalu kerepotan memalukan akan terjadi. Kekhawatiran itulah yang mendasari tindakannya.Biasanya si kecil kooperatif. Sehingga tidak terjadi insiden apa-apa. Namun kejadian kemarin berbeda. Si kecil menyatakan tidak ingin buang air, meskipun sudah dibawa ke toilet. Tapi beberapa menit kemudian, karena Ibu begitu khawatir dan mengomelinya terus, si kecil menjadi tersugesti bahwa dia memang kebelet. Akhirnya apa yang dikhawatirkan Ibu terjadi juga.Lalu ibu bertanya lagi kepada diri sendiri, mengapa dia begitu khawatir? Bukankah dia selalu siap dengan baju ganti anak di tasnya? Dan yang lebih penting, mengapa reaksinya terhadap insiden itu terasa berlebihan dan tidak masuk akal?Jawaban yang muncul dari dalam dirinya adalah peristiwa menyedihkan pada masa kecilnya. Ketika dia berusia 5 tahun, seumuran putrinya sekarang, pernah mengalami ‘kecelakaan’. Dia mengompol di tempat ibadah. Ibunya yang merasa begitu malu dengan kejadian itu menghukumnya. Dia diseret keluar dan dipaksa menunggu di dalam kamar mandi. Selama ini dia selalu terbayang pengalaman buruk itu. Trauma!Setelah merenung, barulah ia menyadari bahwa dia terlalu berfokus pada kekhawatirannya. Akibatnya apa yang ia khawatirkan malah terjadi. Padahal kekhawatiran bahwa putrinya akan mengalami nasib yang sama dengan dirinya, tidaklah beralasan. Dia adalah ibu yang lebih berpengetahuan ketimbang ibunya dulu.Maka dia memaafkan ibunya atas perlakuan beliau kepadanya waktu kecil. Juga memaafkan diri sendiri atas perlakuannya kemarin terhadap putrinya. Alhamdulillah, luka lama ditemukan dan berhasil diobati. Setelah berusaha mendengar diri sendiri…Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Rabi’ul Awwal 1441 / 11 Nopember 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 141: SENI BERKOMUNIKASINext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 164: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-8) Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 164: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-8)

Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KEDELAPAN:Membaca doa berikut ini setiap pagi satu kali dan setiap petang satu kali:“يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرَفَةَ عَيْنٍ”“Wahai Yang Mahahidup dan Yang Maha mengurusi makhluk-Nya, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah segala urusanku. Janganlah Engkau jadikan aku bergantung kepada diriku sendiri, walaupun hanya sekejap mata”.Dalil LandasanAnas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menuturkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Fathimah radhiyallahu ‘anha, “Apa yang menghalangimu untuk menyimak wasiatku? Bacalah setiap pagi dan petang, “Ya Hayyu… dst (doa tersebut di atas)”. HR. Nasa’iy dalam kitab as-Sunan al-Kubrâ. Hadits ini dinilai sahih oleh al-Hakim.Renungan KandunganDoa ini mengajarkan pada kita tentang kewajiban bergantung kepada Allah ta’ala dalam segala urusan. Sekaligus memperingatkan kita agar tidak mengandalkan kemampuan pribadi. Sebab manusia adalah makhluk yang lemah. Allah ta’ala berfirman,“وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا”Artinya: “Manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah”. QS. An-Nisa’ (4): 28.Kita membuka doa ini dengan bertawassul menggunakan nama-nama dan sifat Allah. Nama tersebut adalah al-Hayyu dan al-Qayyum. Sedangkan sifat itu adalah sifat rahmat atau kasih sayang.Al-Hayyu berarti Yang Mahahidup. Kehidupan Allah paling sempurna sehingga mengandung seluruh sifat kesempurnaan. Allah ta’ala tidak seperti makhluk-Nya yang sekedar hidup. Kehidupan makhluk dipenuhi kekurangan. Ada awal dan akhirnya. Wajar sekali jika kita mengawali doa dengan mengingat nama Allah yang mulia ini. Agar kita selalu menyadari betapa sempurnanya Tuhan yang kita mintai pertolongan.Al-Qayyum bermakna Yang Maha berdiri sendiri dan Maha Mengurusi makhluk-Nya. Allah ta’ala tidak membutuhkan siapapun. Sedangkan siapapun pasti membutuhkan-Nya.Selanjutnya kita bertawassul dengan sifat rahmat atau kasih sayang Allah. Kasih sayang yang sempurna, sangat luas dan tanpa batas. Semua makhluk tanpa terkecuali menikmatinya. Apalagi para kekasih-Nya dari kalangan kaum mukminin.Setelah itu baru kita memohon pertolongan dan bantuan kepada Allah ‘azza wa jalla. Agar berkenan menjadikan seluruh urusan kita baik, lancar dan sempurna. Entah urusan yang bersifat ukhrawi maupun duniawi. Urusan ibadah dan amal salih kita. Urusan rumah tangga, pekerjaan, kesehatan, sekolah, hubungan dengan tetangga juga teman, dan lain sebagainya.Jika Allah subhanah berkenan untuk mengabulkan permohonan tersebut, sungguh itu karena karunia-Nya semata. Bukan sebab kita memang layak untuk mendapatkannya, atau lantaran keistimewaan kita.Karena itulah doa ini ditutup dengan pengakuan akan kefakiran dan kebutuhan total hamba kepada Allah, di manapun dan kapanpun. Tanpa ada bantuan dan pertolongan dari-Nya, hamba tidak ada apa-apanya.Manusia terbaik adalah yang paling sempurna ibadahnya. Yang paling merasa memerlukan Allah. Yang selalu menganggap bahwa dirinya tidak pernah bisa lepas dari bantuan Allah, walaupun hanya sekejap mata.Itulah kandungan doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau senantiasa bersikap demikian, karena sangat dekatnya beliau dengan Allah. Juga karena beliau amat mengenali-Nya.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Rabi’ul Awwal 1441 / 18 Nopember 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 142: MENDENGARKAN DIRI SENDIRINext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 143: MENDENGARKAN PASANGAN ANDA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 164: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-8)

Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KEDELAPAN:Membaca doa berikut ini setiap pagi satu kali dan setiap petang satu kali:“يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرَفَةَ عَيْنٍ”“Wahai Yang Mahahidup dan Yang Maha mengurusi makhluk-Nya, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah segala urusanku. Janganlah Engkau jadikan aku bergantung kepada diriku sendiri, walaupun hanya sekejap mata”.Dalil LandasanAnas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menuturkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Fathimah radhiyallahu ‘anha, “Apa yang menghalangimu untuk menyimak wasiatku? Bacalah setiap pagi dan petang, “Ya Hayyu… dst (doa tersebut di atas)”. HR. Nasa’iy dalam kitab as-Sunan al-Kubrâ. Hadits ini dinilai sahih oleh al-Hakim.Renungan KandunganDoa ini mengajarkan pada kita tentang kewajiban bergantung kepada Allah ta’ala dalam segala urusan. Sekaligus memperingatkan kita agar tidak mengandalkan kemampuan pribadi. Sebab manusia adalah makhluk yang lemah. Allah ta’ala berfirman,“وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا”Artinya: “Manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah”. QS. An-Nisa’ (4): 28.Kita membuka doa ini dengan bertawassul menggunakan nama-nama dan sifat Allah. Nama tersebut adalah al-Hayyu dan al-Qayyum. Sedangkan sifat itu adalah sifat rahmat atau kasih sayang.Al-Hayyu berarti Yang Mahahidup. Kehidupan Allah paling sempurna sehingga mengandung seluruh sifat kesempurnaan. Allah ta’ala tidak seperti makhluk-Nya yang sekedar hidup. Kehidupan makhluk dipenuhi kekurangan. Ada awal dan akhirnya. Wajar sekali jika kita mengawali doa dengan mengingat nama Allah yang mulia ini. Agar kita selalu menyadari betapa sempurnanya Tuhan yang kita mintai pertolongan.Al-Qayyum bermakna Yang Maha berdiri sendiri dan Maha Mengurusi makhluk-Nya. Allah ta’ala tidak membutuhkan siapapun. Sedangkan siapapun pasti membutuhkan-Nya.Selanjutnya kita bertawassul dengan sifat rahmat atau kasih sayang Allah. Kasih sayang yang sempurna, sangat luas dan tanpa batas. Semua makhluk tanpa terkecuali menikmatinya. Apalagi para kekasih-Nya dari kalangan kaum mukminin.Setelah itu baru kita memohon pertolongan dan bantuan kepada Allah ‘azza wa jalla. Agar berkenan menjadikan seluruh urusan kita baik, lancar dan sempurna. Entah urusan yang bersifat ukhrawi maupun duniawi. Urusan ibadah dan amal salih kita. Urusan rumah tangga, pekerjaan, kesehatan, sekolah, hubungan dengan tetangga juga teman, dan lain sebagainya.Jika Allah subhanah berkenan untuk mengabulkan permohonan tersebut, sungguh itu karena karunia-Nya semata. Bukan sebab kita memang layak untuk mendapatkannya, atau lantaran keistimewaan kita.Karena itulah doa ini ditutup dengan pengakuan akan kefakiran dan kebutuhan total hamba kepada Allah, di manapun dan kapanpun. Tanpa ada bantuan dan pertolongan dari-Nya, hamba tidak ada apa-apanya.Manusia terbaik adalah yang paling sempurna ibadahnya. Yang paling merasa memerlukan Allah. Yang selalu menganggap bahwa dirinya tidak pernah bisa lepas dari bantuan Allah, walaupun hanya sekejap mata.Itulah kandungan doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau senantiasa bersikap demikian, karena sangat dekatnya beliau dengan Allah. Juga karena beliau amat mengenali-Nya.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Rabi’ul Awwal 1441 / 18 Nopember 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 142: MENDENGARKAN DIRI SENDIRINext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 143: MENDENGARKAN PASANGAN ANDA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KEDELAPAN:Membaca doa berikut ini setiap pagi satu kali dan setiap petang satu kali:“يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرَفَةَ عَيْنٍ”“Wahai Yang Mahahidup dan Yang Maha mengurusi makhluk-Nya, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah segala urusanku. Janganlah Engkau jadikan aku bergantung kepada diriku sendiri, walaupun hanya sekejap mata”.Dalil LandasanAnas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menuturkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Fathimah radhiyallahu ‘anha, “Apa yang menghalangimu untuk menyimak wasiatku? Bacalah setiap pagi dan petang, “Ya Hayyu… dst (doa tersebut di atas)”. HR. Nasa’iy dalam kitab as-Sunan al-Kubrâ. Hadits ini dinilai sahih oleh al-Hakim.Renungan KandunganDoa ini mengajarkan pada kita tentang kewajiban bergantung kepada Allah ta’ala dalam segala urusan. Sekaligus memperingatkan kita agar tidak mengandalkan kemampuan pribadi. Sebab manusia adalah makhluk yang lemah. Allah ta’ala berfirman,“وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا”Artinya: “Manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah”. QS. An-Nisa’ (4): 28.Kita membuka doa ini dengan bertawassul menggunakan nama-nama dan sifat Allah. Nama tersebut adalah al-Hayyu dan al-Qayyum. Sedangkan sifat itu adalah sifat rahmat atau kasih sayang.Al-Hayyu berarti Yang Mahahidup. Kehidupan Allah paling sempurna sehingga mengandung seluruh sifat kesempurnaan. Allah ta’ala tidak seperti makhluk-Nya yang sekedar hidup. Kehidupan makhluk dipenuhi kekurangan. Ada awal dan akhirnya. Wajar sekali jika kita mengawali doa dengan mengingat nama Allah yang mulia ini. Agar kita selalu menyadari betapa sempurnanya Tuhan yang kita mintai pertolongan.Al-Qayyum bermakna Yang Maha berdiri sendiri dan Maha Mengurusi makhluk-Nya. Allah ta’ala tidak membutuhkan siapapun. Sedangkan siapapun pasti membutuhkan-Nya.Selanjutnya kita bertawassul dengan sifat rahmat atau kasih sayang Allah. Kasih sayang yang sempurna, sangat luas dan tanpa batas. Semua makhluk tanpa terkecuali menikmatinya. Apalagi para kekasih-Nya dari kalangan kaum mukminin.Setelah itu baru kita memohon pertolongan dan bantuan kepada Allah ‘azza wa jalla. Agar berkenan menjadikan seluruh urusan kita baik, lancar dan sempurna. Entah urusan yang bersifat ukhrawi maupun duniawi. Urusan ibadah dan amal salih kita. Urusan rumah tangga, pekerjaan, kesehatan, sekolah, hubungan dengan tetangga juga teman, dan lain sebagainya.Jika Allah subhanah berkenan untuk mengabulkan permohonan tersebut, sungguh itu karena karunia-Nya semata. Bukan sebab kita memang layak untuk mendapatkannya, atau lantaran keistimewaan kita.Karena itulah doa ini ditutup dengan pengakuan akan kefakiran dan kebutuhan total hamba kepada Allah, di manapun dan kapanpun. Tanpa ada bantuan dan pertolongan dari-Nya, hamba tidak ada apa-apanya.Manusia terbaik adalah yang paling sempurna ibadahnya. Yang paling merasa memerlukan Allah. Yang selalu menganggap bahwa dirinya tidak pernah bisa lepas dari bantuan Allah, walaupun hanya sekejap mata.Itulah kandungan doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau senantiasa bersikap demikian, karena sangat dekatnya beliau dengan Allah. Juga karena beliau amat mengenali-Nya.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Rabi’ul Awwal 1441 / 18 Nopember 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 142: MENDENGARKAN DIRI SENDIRINext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 143: MENDENGARKAN PASANGAN ANDA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KEDELAPAN:Membaca doa berikut ini setiap pagi satu kali dan setiap petang satu kali:“يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرَفَةَ عَيْنٍ”“Wahai Yang Mahahidup dan Yang Maha mengurusi makhluk-Nya, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah segala urusanku. Janganlah Engkau jadikan aku bergantung kepada diriku sendiri, walaupun hanya sekejap mata”.Dalil LandasanAnas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menuturkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Fathimah radhiyallahu ‘anha, “Apa yang menghalangimu untuk menyimak wasiatku? Bacalah setiap pagi dan petang, “Ya Hayyu… dst (doa tersebut di atas)”. HR. Nasa’iy dalam kitab as-Sunan al-Kubrâ. Hadits ini dinilai sahih oleh al-Hakim.Renungan KandunganDoa ini mengajarkan pada kita tentang kewajiban bergantung kepada Allah ta’ala dalam segala urusan. Sekaligus memperingatkan kita agar tidak mengandalkan kemampuan pribadi. Sebab manusia adalah makhluk yang lemah. Allah ta’ala berfirman,“وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا”Artinya: “Manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah”. QS. An-Nisa’ (4): 28.Kita membuka doa ini dengan bertawassul menggunakan nama-nama dan sifat Allah. Nama tersebut adalah al-Hayyu dan al-Qayyum. Sedangkan sifat itu adalah sifat rahmat atau kasih sayang.Al-Hayyu berarti Yang Mahahidup. Kehidupan Allah paling sempurna sehingga mengandung seluruh sifat kesempurnaan. Allah ta’ala tidak seperti makhluk-Nya yang sekedar hidup. Kehidupan makhluk dipenuhi kekurangan. Ada awal dan akhirnya. Wajar sekali jika kita mengawali doa dengan mengingat nama Allah yang mulia ini. Agar kita selalu menyadari betapa sempurnanya Tuhan yang kita mintai pertolongan.Al-Qayyum bermakna Yang Maha berdiri sendiri dan Maha Mengurusi makhluk-Nya. Allah ta’ala tidak membutuhkan siapapun. Sedangkan siapapun pasti membutuhkan-Nya.Selanjutnya kita bertawassul dengan sifat rahmat atau kasih sayang Allah. Kasih sayang yang sempurna, sangat luas dan tanpa batas. Semua makhluk tanpa terkecuali menikmatinya. Apalagi para kekasih-Nya dari kalangan kaum mukminin.Setelah itu baru kita memohon pertolongan dan bantuan kepada Allah ‘azza wa jalla. Agar berkenan menjadikan seluruh urusan kita baik, lancar dan sempurna. Entah urusan yang bersifat ukhrawi maupun duniawi. Urusan ibadah dan amal salih kita. Urusan rumah tangga, pekerjaan, kesehatan, sekolah, hubungan dengan tetangga juga teman, dan lain sebagainya.Jika Allah subhanah berkenan untuk mengabulkan permohonan tersebut, sungguh itu karena karunia-Nya semata. Bukan sebab kita memang layak untuk mendapatkannya, atau lantaran keistimewaan kita.Karena itulah doa ini ditutup dengan pengakuan akan kefakiran dan kebutuhan total hamba kepada Allah, di manapun dan kapanpun. Tanpa ada bantuan dan pertolongan dari-Nya, hamba tidak ada apa-apanya.Manusia terbaik adalah yang paling sempurna ibadahnya. Yang paling merasa memerlukan Allah. Yang selalu menganggap bahwa dirinya tidak pernah bisa lepas dari bantuan Allah, walaupun hanya sekejap mata.Itulah kandungan doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau senantiasa bersikap demikian, karena sangat dekatnya beliau dengan Allah. Juga karena beliau amat mengenali-Nya.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Rabi’ul Awwal 1441 / 18 Nopember 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 142: MENDENGARKAN DIRI SENDIRINext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 143: MENDENGARKAN PASANGAN ANDA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 143: MENDENGARKAN PASANGAN ANDA

Mendidik anak bukan hanya tanggung jawab para ibu atau bapak saja, tapi keduanya. Masyarakat Indonesia umumnya masih meyakini bahwa pengasuhan dan pendidikan anak sepenuhnya merupakan tanggung jawab ibu. Ayah memang hadir secara fisik dalam keluarga, namun sering kali tidak secara psikologis. Ayah diyakini masih sekadar mencari nafkah. Padahal sesungguhnya, ayah memiliki peran utama lebih dari itu.Sudah banyak dilakukan penelitian yang mengkaji efek ketidakhadiran ayah dalam pengasuhan anak. Misalnya saja, anak cenderung mudah gelisah, sedih, peragu, tidak percaya diri, suasana hati mudah berubah, fobia dan depresi. Ada pula yang memperlihatkan kemampuan akademis yang rendah atau menurun. Bahkan efek ayah yang tak terlalu ‘hadir’ membuat anak cenderung bersikap agresif terhadap orangtua.Menentukan Pola Asuh yang TepatSebelum memulai mendidik anak, Anda dan pasangan perlu saling berkomunikasi untuk menyamakan visi dan pola asuh yang tepat. Berikut langkah-langkahnya:1. Tanyakan pada pasangan, bagaimana dulu dia dibesarkan. Karena biasanya gaya pengasuhan itu berulang. Kita mengambil banyak nilai yang ditanamkan oleh orang tua kita dulu. Mencari tahu latar belakang bagaimana dulu dia dibesarkan oleh orang tuanya, bisa memberi gambaran bagaimana gaya pengasuhan yang dianut pasangan. Tanyakan pada pasangan, mengapa dia memilih gaya pendidikan tersebut. Dengarkan penjelasannya tanpa diinterupsi. Tanyakan pada diri sendiri apakah ada hal-hal yang tidak Anda setujui dari gaya tersebut.2. Jangan memendam uneg-uneg. Bila ada pola pendidikan yang tidak Anda setujui, jangan diam saja. Utarakan! Sebaiknya setiap sebulan sekali Anda dan pasangan duduk bersama membahas masalah ini. Tuliskan beberapa hal yang mengganjal. Ini kesempatan Anda jujur dan saling mendengarkan. Juga menghargai pendapat masing-masing. Tujuannya bukan untuk menguasai. Tapi Anda dan pasangan bisa menemukan pola asuh terbaik.3. Terima sedikit perbedaan. Mustahil berharap pasangan akan mempunyai pandangan yang sama persis 100 % dalam mendidik anak. Begitu pula, dia juga tidak akan selalu mengikuti semua keinginan Anda. Maka saling menghormatilah dalam perbedaan tersebut. Selama itu bukan dalam hal prinsip.4. Tidak di depan anak. Ketika Anda dan pasangan mulai berbicara strategi mendidik anak, pilih waktu dan tempat yang tenang, di mana hanya Anda berdua saja. Misalnya malam hari, saat anak sudah tidur. Berdiskusilah dengan kepala dingin.5. Selalu satu kata di depan anak. Jangan tunjukkan ketidaksetujuan di depannya. Anak melihat Anda sebagai orang yang memberi keamanan dan cinta dalam hidup mereka. Bila anak melihat kedua orang tuanya beradu pendapat, terutama tentang dirinya, bisa berefek negatif. Anak akan marah atau ketakutan dan merasa menjadi penyebab pertengkaran orang tuanya. Ini bisa mengakibatkan kepercayaan dirinya berkurang.6. Terus bereksplorasi. Ada berbagai pilihan dalam mendidik anak. Carilah pola terbaik. Yakni yang sesuai dengan tuntunan agama. Anda harus siap merevisi pola lama, bila di kemudian hari diketahui ternyata kurang sesuai dengan al-Qur’an dan Hadits.7. Jangan menyerah bila pasangan tidak mau membicarakan cara mendidik anak. Memang dalam kondisi seperti itu, akan lebih sulit untuk menemukan cara menyatukan pandangan Anda dalam mendidik anak. Tapi Anda tak boleh diam saja. Anda adalah orang yang paling mengenal pasangan. Sehingga Anda tahu bagaimana cara mengajak dia mau membicarakan masalah tersebut. Misalnya, Anda bisa menanyakan apa saja perilaku anak yang membuat Anda kesal dan tanyakan apa ide dia untuk mengatasi masalah tersebut. Jangan lupa untuk menghargai masukannya.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 28 Rabi’ul Awwal 1441 / 25 Nopember 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 164: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-8)Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 165: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-9) Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 143: MENDENGARKAN PASANGAN ANDA

Mendidik anak bukan hanya tanggung jawab para ibu atau bapak saja, tapi keduanya. Masyarakat Indonesia umumnya masih meyakini bahwa pengasuhan dan pendidikan anak sepenuhnya merupakan tanggung jawab ibu. Ayah memang hadir secara fisik dalam keluarga, namun sering kali tidak secara psikologis. Ayah diyakini masih sekadar mencari nafkah. Padahal sesungguhnya, ayah memiliki peran utama lebih dari itu.Sudah banyak dilakukan penelitian yang mengkaji efek ketidakhadiran ayah dalam pengasuhan anak. Misalnya saja, anak cenderung mudah gelisah, sedih, peragu, tidak percaya diri, suasana hati mudah berubah, fobia dan depresi. Ada pula yang memperlihatkan kemampuan akademis yang rendah atau menurun. Bahkan efek ayah yang tak terlalu ‘hadir’ membuat anak cenderung bersikap agresif terhadap orangtua.Menentukan Pola Asuh yang TepatSebelum memulai mendidik anak, Anda dan pasangan perlu saling berkomunikasi untuk menyamakan visi dan pola asuh yang tepat. Berikut langkah-langkahnya:1. Tanyakan pada pasangan, bagaimana dulu dia dibesarkan. Karena biasanya gaya pengasuhan itu berulang. Kita mengambil banyak nilai yang ditanamkan oleh orang tua kita dulu. Mencari tahu latar belakang bagaimana dulu dia dibesarkan oleh orang tuanya, bisa memberi gambaran bagaimana gaya pengasuhan yang dianut pasangan. Tanyakan pada pasangan, mengapa dia memilih gaya pendidikan tersebut. Dengarkan penjelasannya tanpa diinterupsi. Tanyakan pada diri sendiri apakah ada hal-hal yang tidak Anda setujui dari gaya tersebut.2. Jangan memendam uneg-uneg. Bila ada pola pendidikan yang tidak Anda setujui, jangan diam saja. Utarakan! Sebaiknya setiap sebulan sekali Anda dan pasangan duduk bersama membahas masalah ini. Tuliskan beberapa hal yang mengganjal. Ini kesempatan Anda jujur dan saling mendengarkan. Juga menghargai pendapat masing-masing. Tujuannya bukan untuk menguasai. Tapi Anda dan pasangan bisa menemukan pola asuh terbaik.3. Terima sedikit perbedaan. Mustahil berharap pasangan akan mempunyai pandangan yang sama persis 100 % dalam mendidik anak. Begitu pula, dia juga tidak akan selalu mengikuti semua keinginan Anda. Maka saling menghormatilah dalam perbedaan tersebut. Selama itu bukan dalam hal prinsip.4. Tidak di depan anak. Ketika Anda dan pasangan mulai berbicara strategi mendidik anak, pilih waktu dan tempat yang tenang, di mana hanya Anda berdua saja. Misalnya malam hari, saat anak sudah tidur. Berdiskusilah dengan kepala dingin.5. Selalu satu kata di depan anak. Jangan tunjukkan ketidaksetujuan di depannya. Anak melihat Anda sebagai orang yang memberi keamanan dan cinta dalam hidup mereka. Bila anak melihat kedua orang tuanya beradu pendapat, terutama tentang dirinya, bisa berefek negatif. Anak akan marah atau ketakutan dan merasa menjadi penyebab pertengkaran orang tuanya. Ini bisa mengakibatkan kepercayaan dirinya berkurang.6. Terus bereksplorasi. Ada berbagai pilihan dalam mendidik anak. Carilah pola terbaik. Yakni yang sesuai dengan tuntunan agama. Anda harus siap merevisi pola lama, bila di kemudian hari diketahui ternyata kurang sesuai dengan al-Qur’an dan Hadits.7. Jangan menyerah bila pasangan tidak mau membicarakan cara mendidik anak. Memang dalam kondisi seperti itu, akan lebih sulit untuk menemukan cara menyatukan pandangan Anda dalam mendidik anak. Tapi Anda tak boleh diam saja. Anda adalah orang yang paling mengenal pasangan. Sehingga Anda tahu bagaimana cara mengajak dia mau membicarakan masalah tersebut. Misalnya, Anda bisa menanyakan apa saja perilaku anak yang membuat Anda kesal dan tanyakan apa ide dia untuk mengatasi masalah tersebut. Jangan lupa untuk menghargai masukannya.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 28 Rabi’ul Awwal 1441 / 25 Nopember 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 164: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-8)Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 165: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-9) Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Mendidik anak bukan hanya tanggung jawab para ibu atau bapak saja, tapi keduanya. Masyarakat Indonesia umumnya masih meyakini bahwa pengasuhan dan pendidikan anak sepenuhnya merupakan tanggung jawab ibu. Ayah memang hadir secara fisik dalam keluarga, namun sering kali tidak secara psikologis. Ayah diyakini masih sekadar mencari nafkah. Padahal sesungguhnya, ayah memiliki peran utama lebih dari itu.Sudah banyak dilakukan penelitian yang mengkaji efek ketidakhadiran ayah dalam pengasuhan anak. Misalnya saja, anak cenderung mudah gelisah, sedih, peragu, tidak percaya diri, suasana hati mudah berubah, fobia dan depresi. Ada pula yang memperlihatkan kemampuan akademis yang rendah atau menurun. Bahkan efek ayah yang tak terlalu ‘hadir’ membuat anak cenderung bersikap agresif terhadap orangtua.Menentukan Pola Asuh yang TepatSebelum memulai mendidik anak, Anda dan pasangan perlu saling berkomunikasi untuk menyamakan visi dan pola asuh yang tepat. Berikut langkah-langkahnya:1. Tanyakan pada pasangan, bagaimana dulu dia dibesarkan. Karena biasanya gaya pengasuhan itu berulang. Kita mengambil banyak nilai yang ditanamkan oleh orang tua kita dulu. Mencari tahu latar belakang bagaimana dulu dia dibesarkan oleh orang tuanya, bisa memberi gambaran bagaimana gaya pengasuhan yang dianut pasangan. Tanyakan pada pasangan, mengapa dia memilih gaya pendidikan tersebut. Dengarkan penjelasannya tanpa diinterupsi. Tanyakan pada diri sendiri apakah ada hal-hal yang tidak Anda setujui dari gaya tersebut.2. Jangan memendam uneg-uneg. Bila ada pola pendidikan yang tidak Anda setujui, jangan diam saja. Utarakan! Sebaiknya setiap sebulan sekali Anda dan pasangan duduk bersama membahas masalah ini. Tuliskan beberapa hal yang mengganjal. Ini kesempatan Anda jujur dan saling mendengarkan. Juga menghargai pendapat masing-masing. Tujuannya bukan untuk menguasai. Tapi Anda dan pasangan bisa menemukan pola asuh terbaik.3. Terima sedikit perbedaan. Mustahil berharap pasangan akan mempunyai pandangan yang sama persis 100 % dalam mendidik anak. Begitu pula, dia juga tidak akan selalu mengikuti semua keinginan Anda. Maka saling menghormatilah dalam perbedaan tersebut. Selama itu bukan dalam hal prinsip.4. Tidak di depan anak. Ketika Anda dan pasangan mulai berbicara strategi mendidik anak, pilih waktu dan tempat yang tenang, di mana hanya Anda berdua saja. Misalnya malam hari, saat anak sudah tidur. Berdiskusilah dengan kepala dingin.5. Selalu satu kata di depan anak. Jangan tunjukkan ketidaksetujuan di depannya. Anak melihat Anda sebagai orang yang memberi keamanan dan cinta dalam hidup mereka. Bila anak melihat kedua orang tuanya beradu pendapat, terutama tentang dirinya, bisa berefek negatif. Anak akan marah atau ketakutan dan merasa menjadi penyebab pertengkaran orang tuanya. Ini bisa mengakibatkan kepercayaan dirinya berkurang.6. Terus bereksplorasi. Ada berbagai pilihan dalam mendidik anak. Carilah pola terbaik. Yakni yang sesuai dengan tuntunan agama. Anda harus siap merevisi pola lama, bila di kemudian hari diketahui ternyata kurang sesuai dengan al-Qur’an dan Hadits.7. Jangan menyerah bila pasangan tidak mau membicarakan cara mendidik anak. Memang dalam kondisi seperti itu, akan lebih sulit untuk menemukan cara menyatukan pandangan Anda dalam mendidik anak. Tapi Anda tak boleh diam saja. Anda adalah orang yang paling mengenal pasangan. Sehingga Anda tahu bagaimana cara mengajak dia mau membicarakan masalah tersebut. Misalnya, Anda bisa menanyakan apa saja perilaku anak yang membuat Anda kesal dan tanyakan apa ide dia untuk mengatasi masalah tersebut. Jangan lupa untuk menghargai masukannya.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 28 Rabi’ul Awwal 1441 / 25 Nopember 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 164: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-8)Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 165: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-9) Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Mendidik anak bukan hanya tanggung jawab para ibu atau bapak saja, tapi keduanya. Masyarakat Indonesia umumnya masih meyakini bahwa pengasuhan dan pendidikan anak sepenuhnya merupakan tanggung jawab ibu. Ayah memang hadir secara fisik dalam keluarga, namun sering kali tidak secara psikologis. Ayah diyakini masih sekadar mencari nafkah. Padahal sesungguhnya, ayah memiliki peran utama lebih dari itu.Sudah banyak dilakukan penelitian yang mengkaji efek ketidakhadiran ayah dalam pengasuhan anak. Misalnya saja, anak cenderung mudah gelisah, sedih, peragu, tidak percaya diri, suasana hati mudah berubah, fobia dan depresi. Ada pula yang memperlihatkan kemampuan akademis yang rendah atau menurun. Bahkan efek ayah yang tak terlalu ‘hadir’ membuat anak cenderung bersikap agresif terhadap orangtua.Menentukan Pola Asuh yang TepatSebelum memulai mendidik anak, Anda dan pasangan perlu saling berkomunikasi untuk menyamakan visi dan pola asuh yang tepat. Berikut langkah-langkahnya:1. Tanyakan pada pasangan, bagaimana dulu dia dibesarkan. Karena biasanya gaya pengasuhan itu berulang. Kita mengambil banyak nilai yang ditanamkan oleh orang tua kita dulu. Mencari tahu latar belakang bagaimana dulu dia dibesarkan oleh orang tuanya, bisa memberi gambaran bagaimana gaya pengasuhan yang dianut pasangan. Tanyakan pada pasangan, mengapa dia memilih gaya pendidikan tersebut. Dengarkan penjelasannya tanpa diinterupsi. Tanyakan pada diri sendiri apakah ada hal-hal yang tidak Anda setujui dari gaya tersebut.2. Jangan memendam uneg-uneg. Bila ada pola pendidikan yang tidak Anda setujui, jangan diam saja. Utarakan! Sebaiknya setiap sebulan sekali Anda dan pasangan duduk bersama membahas masalah ini. Tuliskan beberapa hal yang mengganjal. Ini kesempatan Anda jujur dan saling mendengarkan. Juga menghargai pendapat masing-masing. Tujuannya bukan untuk menguasai. Tapi Anda dan pasangan bisa menemukan pola asuh terbaik.3. Terima sedikit perbedaan. Mustahil berharap pasangan akan mempunyai pandangan yang sama persis 100 % dalam mendidik anak. Begitu pula, dia juga tidak akan selalu mengikuti semua keinginan Anda. Maka saling menghormatilah dalam perbedaan tersebut. Selama itu bukan dalam hal prinsip.4. Tidak di depan anak. Ketika Anda dan pasangan mulai berbicara strategi mendidik anak, pilih waktu dan tempat yang tenang, di mana hanya Anda berdua saja. Misalnya malam hari, saat anak sudah tidur. Berdiskusilah dengan kepala dingin.5. Selalu satu kata di depan anak. Jangan tunjukkan ketidaksetujuan di depannya. Anak melihat Anda sebagai orang yang memberi keamanan dan cinta dalam hidup mereka. Bila anak melihat kedua orang tuanya beradu pendapat, terutama tentang dirinya, bisa berefek negatif. Anak akan marah atau ketakutan dan merasa menjadi penyebab pertengkaran orang tuanya. Ini bisa mengakibatkan kepercayaan dirinya berkurang.6. Terus bereksplorasi. Ada berbagai pilihan dalam mendidik anak. Carilah pola terbaik. Yakni yang sesuai dengan tuntunan agama. Anda harus siap merevisi pola lama, bila di kemudian hari diketahui ternyata kurang sesuai dengan al-Qur’an dan Hadits.7. Jangan menyerah bila pasangan tidak mau membicarakan cara mendidik anak. Memang dalam kondisi seperti itu, akan lebih sulit untuk menemukan cara menyatukan pandangan Anda dalam mendidik anak. Tapi Anda tak boleh diam saja. Anda adalah orang yang paling mengenal pasangan. Sehingga Anda tahu bagaimana cara mengajak dia mau membicarakan masalah tersebut. Misalnya, Anda bisa menanyakan apa saja perilaku anak yang membuat Anda kesal dan tanyakan apa ide dia untuk mengatasi masalah tersebut. Jangan lupa untuk menghargai masukannya.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 28 Rabi’ul Awwal 1441 / 25 Nopember 2019 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 164: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-8)Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 165: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-9) Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 165: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-9)

Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KESEMBILAN:Membaca doa berikut ini setiap pagi tiga kali dan setiap petang tiga kali:اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ”“Ya Allah afiatkanlah tubuhku. Ya Allah afiatkanlah pendengaranku. Ya Allah afiatkanlah penglihatanku. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Engkau. Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah aku memohon perlindungan kepada-Mu dari azab kubur. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Engkau”.Dalil LandasanAbdurrahman bin Abi Bakrah mengisahkan, bahwa dia pernah bertanya kepada ayahnya. Mengapa beliau selalu rutin membaca doa di atas, setiap pagi tiga kali dan setiap sore tiga kali? Maka beliau menjawab, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam rutin membaca doa tersebut. Maka akupun ingin mengikuti sunnah beliau”. HR. Abu Dawud dan sanad_nya dinilai _hasan oleh al-Albaniy.Renungan KandunganKesehatan adalah salah satu kebutuhan pokok hidup manusia. Sehingga aspek ini mendapatkan perhatian spesial dalam ajaran agama kita. Namun, Islam memandang kesehatan secara utuh. Yakni kesehatan jasmani dan rohani. Sehingga doa-doa yang diajarkan pun mencakup dua sisi ini.Dalam doa di atas kita diajari untuk minta afiat. Dalam bahasa Arab, afiat itu berarti kesehatan yang sempurna. Bukan sehat ala kadarnya.Sehingga para ulama menjelaskan bahwa makna yang dikandung doa ini adalah permohonan agar tubuh kita dihindarkan dari segala jenis penyakit. Bukan hanya penyakit fisik dan psikis, namun juga penyakit rohani. Sehingga tubuh bisa digunakan untuk beribadah dengan baik kepada Allah.Setelah memohon afiat untuk tubuh, kita juga diperintahkan untuk memohon afiat bagi pendengaran telinga dan penglihatan mata. Mengapa kedua panca indra itu disebutkan secara khusus? Padahal sebenarnya telinga dan badan adalah bagian dari tubuh.Sebab keduanya sangat spesial. Dengan telinga kita bisa mendengarkan ayat-ayat Allah yang tertulis dalam al-Qur’an. Adapun mata, dengannya kita bisa melihat ayat-ayat Allah dalam makhluk ciptaan-Nya di alam semesta.Lalu doa tersebut dilanjutkan dengan mengucapkan tahlil. Kalimat thayyibah yang mengandung penegasan bahwa satu-satunya yang berhak disembah adalah Allah ta’ala. Seakan mengingatkan kembali pada kita bahwa kesehatan itu hanya sarana bukan tujuan. Sarana untuk mencapai tujuan mulia. Yaitu beribadah dengan baik hanya kepada Allah ‘azza wa jalla.Berikutnya kita memohon perlindungan kepada Allah dari tiga hal. Kekufuran, kefakiran dan azab kubur.1. Kekufuran adalah dosa terbesar. Hukumannya adalah kekekalan azab di neraka. Na’udzu billah min dzalik… Kekufuran ini mencakup kekufuran berupa ucapan, perbuatan maupun keyakinan.2. Kefakiran yang dimaksud di sini menurut sebagian ulama adalah kefakiran total. Yakni kefakiran yang sama sekali tidak mengandung kebaikan. Yang mendorong penderitanya untuk menabrak hal-hal haram.3. Azab kubur. Kita memohon perlindungan dari siksaan yang ada di alam kubur, serta perbuatan dan perilaku yang memicu azab kubur.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 5 Rabi’uts Tsaniy 1441 / 2 Desember 2019AGEN KEBAIKAN REG:NAMA#JENIS KELAMIN#KOTA=081252100081Facebook https://www.facebook.com/UstadzAbdullahZaen/Telegram https://t.me/ustadzabdullahzaenSoundcloudInstagram instagram.com/ustadzabdullahzaen/Youtube https://www.youtube.com/c/ustadzabdullahzaenma Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 143: MENDENGARKAN PASANGAN ANDANext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 144: MENJADI TEMPAT CURHAT YANG NYAMAN BAGI ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 165: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-9)

Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KESEMBILAN:Membaca doa berikut ini setiap pagi tiga kali dan setiap petang tiga kali:اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ”“Ya Allah afiatkanlah tubuhku. Ya Allah afiatkanlah pendengaranku. Ya Allah afiatkanlah penglihatanku. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Engkau. Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah aku memohon perlindungan kepada-Mu dari azab kubur. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Engkau”.Dalil LandasanAbdurrahman bin Abi Bakrah mengisahkan, bahwa dia pernah bertanya kepada ayahnya. Mengapa beliau selalu rutin membaca doa di atas, setiap pagi tiga kali dan setiap sore tiga kali? Maka beliau menjawab, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam rutin membaca doa tersebut. Maka akupun ingin mengikuti sunnah beliau”. HR. Abu Dawud dan sanad_nya dinilai _hasan oleh al-Albaniy.Renungan KandunganKesehatan adalah salah satu kebutuhan pokok hidup manusia. Sehingga aspek ini mendapatkan perhatian spesial dalam ajaran agama kita. Namun, Islam memandang kesehatan secara utuh. Yakni kesehatan jasmani dan rohani. Sehingga doa-doa yang diajarkan pun mencakup dua sisi ini.Dalam doa di atas kita diajari untuk minta afiat. Dalam bahasa Arab, afiat itu berarti kesehatan yang sempurna. Bukan sehat ala kadarnya.Sehingga para ulama menjelaskan bahwa makna yang dikandung doa ini adalah permohonan agar tubuh kita dihindarkan dari segala jenis penyakit. Bukan hanya penyakit fisik dan psikis, namun juga penyakit rohani. Sehingga tubuh bisa digunakan untuk beribadah dengan baik kepada Allah.Setelah memohon afiat untuk tubuh, kita juga diperintahkan untuk memohon afiat bagi pendengaran telinga dan penglihatan mata. Mengapa kedua panca indra itu disebutkan secara khusus? Padahal sebenarnya telinga dan badan adalah bagian dari tubuh.Sebab keduanya sangat spesial. Dengan telinga kita bisa mendengarkan ayat-ayat Allah yang tertulis dalam al-Qur’an. Adapun mata, dengannya kita bisa melihat ayat-ayat Allah dalam makhluk ciptaan-Nya di alam semesta.Lalu doa tersebut dilanjutkan dengan mengucapkan tahlil. Kalimat thayyibah yang mengandung penegasan bahwa satu-satunya yang berhak disembah adalah Allah ta’ala. Seakan mengingatkan kembali pada kita bahwa kesehatan itu hanya sarana bukan tujuan. Sarana untuk mencapai tujuan mulia. Yaitu beribadah dengan baik hanya kepada Allah ‘azza wa jalla.Berikutnya kita memohon perlindungan kepada Allah dari tiga hal. Kekufuran, kefakiran dan azab kubur.1. Kekufuran adalah dosa terbesar. Hukumannya adalah kekekalan azab di neraka. Na’udzu billah min dzalik… Kekufuran ini mencakup kekufuran berupa ucapan, perbuatan maupun keyakinan.2. Kefakiran yang dimaksud di sini menurut sebagian ulama adalah kefakiran total. Yakni kefakiran yang sama sekali tidak mengandung kebaikan. Yang mendorong penderitanya untuk menabrak hal-hal haram.3. Azab kubur. Kita memohon perlindungan dari siksaan yang ada di alam kubur, serta perbuatan dan perilaku yang memicu azab kubur.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 5 Rabi’uts Tsaniy 1441 / 2 Desember 2019AGEN KEBAIKAN REG:NAMA#JENIS KELAMIN#KOTA=081252100081Facebook https://www.facebook.com/UstadzAbdullahZaen/Telegram https://t.me/ustadzabdullahzaenSoundcloudInstagram instagram.com/ustadzabdullahzaen/Youtube https://www.youtube.com/c/ustadzabdullahzaenma Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 143: MENDENGARKAN PASANGAN ANDANext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 144: MENJADI TEMPAT CURHAT YANG NYAMAN BAGI ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KESEMBILAN:Membaca doa berikut ini setiap pagi tiga kali dan setiap petang tiga kali:اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ”“Ya Allah afiatkanlah tubuhku. Ya Allah afiatkanlah pendengaranku. Ya Allah afiatkanlah penglihatanku. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Engkau. Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah aku memohon perlindungan kepada-Mu dari azab kubur. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Engkau”.Dalil LandasanAbdurrahman bin Abi Bakrah mengisahkan, bahwa dia pernah bertanya kepada ayahnya. Mengapa beliau selalu rutin membaca doa di atas, setiap pagi tiga kali dan setiap sore tiga kali? Maka beliau menjawab, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam rutin membaca doa tersebut. Maka akupun ingin mengikuti sunnah beliau”. HR. Abu Dawud dan sanad_nya dinilai _hasan oleh al-Albaniy.Renungan KandunganKesehatan adalah salah satu kebutuhan pokok hidup manusia. Sehingga aspek ini mendapatkan perhatian spesial dalam ajaran agama kita. Namun, Islam memandang kesehatan secara utuh. Yakni kesehatan jasmani dan rohani. Sehingga doa-doa yang diajarkan pun mencakup dua sisi ini.Dalam doa di atas kita diajari untuk minta afiat. Dalam bahasa Arab, afiat itu berarti kesehatan yang sempurna. Bukan sehat ala kadarnya.Sehingga para ulama menjelaskan bahwa makna yang dikandung doa ini adalah permohonan agar tubuh kita dihindarkan dari segala jenis penyakit. Bukan hanya penyakit fisik dan psikis, namun juga penyakit rohani. Sehingga tubuh bisa digunakan untuk beribadah dengan baik kepada Allah.Setelah memohon afiat untuk tubuh, kita juga diperintahkan untuk memohon afiat bagi pendengaran telinga dan penglihatan mata. Mengapa kedua panca indra itu disebutkan secara khusus? Padahal sebenarnya telinga dan badan adalah bagian dari tubuh.Sebab keduanya sangat spesial. Dengan telinga kita bisa mendengarkan ayat-ayat Allah yang tertulis dalam al-Qur’an. Adapun mata, dengannya kita bisa melihat ayat-ayat Allah dalam makhluk ciptaan-Nya di alam semesta.Lalu doa tersebut dilanjutkan dengan mengucapkan tahlil. Kalimat thayyibah yang mengandung penegasan bahwa satu-satunya yang berhak disembah adalah Allah ta’ala. Seakan mengingatkan kembali pada kita bahwa kesehatan itu hanya sarana bukan tujuan. Sarana untuk mencapai tujuan mulia. Yaitu beribadah dengan baik hanya kepada Allah ‘azza wa jalla.Berikutnya kita memohon perlindungan kepada Allah dari tiga hal. Kekufuran, kefakiran dan azab kubur.1. Kekufuran adalah dosa terbesar. Hukumannya adalah kekekalan azab di neraka. Na’udzu billah min dzalik… Kekufuran ini mencakup kekufuran berupa ucapan, perbuatan maupun keyakinan.2. Kefakiran yang dimaksud di sini menurut sebagian ulama adalah kefakiran total. Yakni kefakiran yang sama sekali tidak mengandung kebaikan. Yang mendorong penderitanya untuk menabrak hal-hal haram.3. Azab kubur. Kita memohon perlindungan dari siksaan yang ada di alam kubur, serta perbuatan dan perilaku yang memicu azab kubur.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 5 Rabi’uts Tsaniy 1441 / 2 Desember 2019AGEN KEBAIKAN REG:NAMA#JENIS KELAMIN#KOTA=081252100081Facebook https://www.facebook.com/UstadzAbdullahZaen/Telegram https://t.me/ustadzabdullahzaenSoundcloudInstagram instagram.com/ustadzabdullahzaen/Youtube https://www.youtube.com/c/ustadzabdullahzaenma Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 143: MENDENGARKAN PASANGAN ANDANext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 144: MENJADI TEMPAT CURHAT YANG NYAMAN BAGI ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KESEMBILAN:Membaca doa berikut ini setiap pagi tiga kali dan setiap petang tiga kali:اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ”“Ya Allah afiatkanlah tubuhku. Ya Allah afiatkanlah pendengaranku. Ya Allah afiatkanlah penglihatanku. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Engkau. Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah aku memohon perlindungan kepada-Mu dari azab kubur. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Engkau”.Dalil LandasanAbdurrahman bin Abi Bakrah mengisahkan, bahwa dia pernah bertanya kepada ayahnya. Mengapa beliau selalu rutin membaca doa di atas, setiap pagi tiga kali dan setiap sore tiga kali? Maka beliau menjawab, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam rutin membaca doa tersebut. Maka akupun ingin mengikuti sunnah beliau”. HR. Abu Dawud dan sanad_nya dinilai _hasan oleh al-Albaniy.Renungan KandunganKesehatan adalah salah satu kebutuhan pokok hidup manusia. Sehingga aspek ini mendapatkan perhatian spesial dalam ajaran agama kita. Namun, Islam memandang kesehatan secara utuh. Yakni kesehatan jasmani dan rohani. Sehingga doa-doa yang diajarkan pun mencakup dua sisi ini.Dalam doa di atas kita diajari untuk minta afiat. Dalam bahasa Arab, afiat itu berarti kesehatan yang sempurna. Bukan sehat ala kadarnya.Sehingga para ulama menjelaskan bahwa makna yang dikandung doa ini adalah permohonan agar tubuh kita dihindarkan dari segala jenis penyakit. Bukan hanya penyakit fisik dan psikis, namun juga penyakit rohani. Sehingga tubuh bisa digunakan untuk beribadah dengan baik kepada Allah.Setelah memohon afiat untuk tubuh, kita juga diperintahkan untuk memohon afiat bagi pendengaran telinga dan penglihatan mata. Mengapa kedua panca indra itu disebutkan secara khusus? Padahal sebenarnya telinga dan badan adalah bagian dari tubuh.Sebab keduanya sangat spesial. Dengan telinga kita bisa mendengarkan ayat-ayat Allah yang tertulis dalam al-Qur’an. Adapun mata, dengannya kita bisa melihat ayat-ayat Allah dalam makhluk ciptaan-Nya di alam semesta.Lalu doa tersebut dilanjutkan dengan mengucapkan tahlil. Kalimat thayyibah yang mengandung penegasan bahwa satu-satunya yang berhak disembah adalah Allah ta’ala. Seakan mengingatkan kembali pada kita bahwa kesehatan itu hanya sarana bukan tujuan. Sarana untuk mencapai tujuan mulia. Yaitu beribadah dengan baik hanya kepada Allah ‘azza wa jalla.Berikutnya kita memohon perlindungan kepada Allah dari tiga hal. Kekufuran, kefakiran dan azab kubur.1. Kekufuran adalah dosa terbesar. Hukumannya adalah kekekalan azab di neraka. Na’udzu billah min dzalik… Kekufuran ini mencakup kekufuran berupa ucapan, perbuatan maupun keyakinan.2. Kefakiran yang dimaksud di sini menurut sebagian ulama adalah kefakiran total. Yakni kefakiran yang sama sekali tidak mengandung kebaikan. Yang mendorong penderitanya untuk menabrak hal-hal haram.3. Azab kubur. Kita memohon perlindungan dari siksaan yang ada di alam kubur, serta perbuatan dan perilaku yang memicu azab kubur.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 5 Rabi’uts Tsaniy 1441 / 2 Desember 2019AGEN KEBAIKAN REG:NAMA#JENIS KELAMIN#KOTA=081252100081Facebook https://www.facebook.com/UstadzAbdullahZaen/Telegram https://t.me/ustadzabdullahzaenSoundcloudInstagram instagram.com/ustadzabdullahzaen/Youtube https://www.youtube.com/c/ustadzabdullahzaenma Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 143: MENDENGARKAN PASANGAN ANDANext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 144: MENJADI TEMPAT CURHAT YANG NYAMAN BAGI ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 167: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-11)

Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KESEBELAS:Membaca dzikir berikut ini setiap pagi tiga kali dan setiap petang tiga kali:“رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا” “Aku ridha Allah sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai Nabiku”.Dalil Landasanعَنْ خَادِمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: مَنْ قَالَ: “رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا”، حِينَ يُمْسِي ثَلاَثًا، وَحِينَ يُصْبِحُ ثَلاَثًا؛ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يُرْضِيَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.Dari pembantu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda, “Barang siapa mengucapkan “Rodhîtu billâhi robbâ, wa bil islâmi dînâ, wa bi muhammadin shallallahu ‘alaihi wasallam nabiyyâ” di sore tiga kali dan di pagi tiga kali; kelak di hari kiamat dia berhak mendapat ridha Allah”. HR. Ahmad. Sanad hadits ini dinilai sahih oleh al-Hakim. Adapun al-Arna’uth menyatakan hadits ini sahih lighairihi.Renungan KandunganSetiap pagi dan petang kita diajari untuk memperbaharui komitmen keimanan kita. Pengakuan kita sebagai hamba Allah ta’ala. Sebagai penganut agama Islam. Serta sebagai pengikut Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.Pengakuan dengan lisan saja tentu tidak cukup. Ada konsekuensi yang harus dipenuhi dari pengakuan tersebut.Keridhaan terhadap Allah sebagai TuhanKonsekuensi dari pernyataan di atas adalah wajib patuh terhadap aturan Allah. Serta menerima ketetapan takdir-Nya. Sungguh sangat aneh bila menyatakan ridha terhadap Allah sebagai tuhan, tapi dalam keseharian justru menolak aturan-aturan-Nya.Keridhaan terhadap Islam sebagai agamaKonsekuensi dari pernyataan di atas adalah meyakini kebenaran Islam. Juga menerima secara total seluruh ajarannya. Amat kontradiktif orang yang menyatakan ridha Islam sebagai agamanya, namun meragukan Islam sebagai agama satu-satunya yang diterima Allah.Keridhaan terhadap Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai NabiKonsekuensi dari pernyataan di atas adalah menerima semua ajaran beliau. Serta berusaha mencontoh tata cara beliau dalam beribadah. Bukan malah membuat tata cara ibadah semau sendiri.Balasan Tak TernilaiManakala seorang insan secara konsisten mempraktekkan dzikir di atas, serta memenuhi konsekuensinya; dia dijanjikan balasan tak ternilai. Yakni keridhaan Allah. Sebuah ganjaran terbesar yang dikaruniakan kepada hamba. Bahkan lebih besar dibanding surga sekalipun!“Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga. Yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. (Mendapat) tempat yang baik di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung”. QS. At-Taubah (9): 72.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Jumadats Tsaniyah 1441 / 17 Februari 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 146: BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAKNext PELUANG EMAS PAHALA SYAHID Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 167: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-11)

Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KESEBELAS:Membaca dzikir berikut ini setiap pagi tiga kali dan setiap petang tiga kali:“رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا” “Aku ridha Allah sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai Nabiku”.Dalil Landasanعَنْ خَادِمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: مَنْ قَالَ: “رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا”، حِينَ يُمْسِي ثَلاَثًا، وَحِينَ يُصْبِحُ ثَلاَثًا؛ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يُرْضِيَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.Dari pembantu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda, “Barang siapa mengucapkan “Rodhîtu billâhi robbâ, wa bil islâmi dînâ, wa bi muhammadin shallallahu ‘alaihi wasallam nabiyyâ” di sore tiga kali dan di pagi tiga kali; kelak di hari kiamat dia berhak mendapat ridha Allah”. HR. Ahmad. Sanad hadits ini dinilai sahih oleh al-Hakim. Adapun al-Arna’uth menyatakan hadits ini sahih lighairihi.Renungan KandunganSetiap pagi dan petang kita diajari untuk memperbaharui komitmen keimanan kita. Pengakuan kita sebagai hamba Allah ta’ala. Sebagai penganut agama Islam. Serta sebagai pengikut Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.Pengakuan dengan lisan saja tentu tidak cukup. Ada konsekuensi yang harus dipenuhi dari pengakuan tersebut.Keridhaan terhadap Allah sebagai TuhanKonsekuensi dari pernyataan di atas adalah wajib patuh terhadap aturan Allah. Serta menerima ketetapan takdir-Nya. Sungguh sangat aneh bila menyatakan ridha terhadap Allah sebagai tuhan, tapi dalam keseharian justru menolak aturan-aturan-Nya.Keridhaan terhadap Islam sebagai agamaKonsekuensi dari pernyataan di atas adalah meyakini kebenaran Islam. Juga menerima secara total seluruh ajarannya. Amat kontradiktif orang yang menyatakan ridha Islam sebagai agamanya, namun meragukan Islam sebagai agama satu-satunya yang diterima Allah.Keridhaan terhadap Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai NabiKonsekuensi dari pernyataan di atas adalah menerima semua ajaran beliau. Serta berusaha mencontoh tata cara beliau dalam beribadah. Bukan malah membuat tata cara ibadah semau sendiri.Balasan Tak TernilaiManakala seorang insan secara konsisten mempraktekkan dzikir di atas, serta memenuhi konsekuensinya; dia dijanjikan balasan tak ternilai. Yakni keridhaan Allah. Sebuah ganjaran terbesar yang dikaruniakan kepada hamba. Bahkan lebih besar dibanding surga sekalipun!“Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga. Yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. (Mendapat) tempat yang baik di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung”. QS. At-Taubah (9): 72.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Jumadats Tsaniyah 1441 / 17 Februari 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 146: BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAKNext PELUANG EMAS PAHALA SYAHID Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KESEBELAS:Membaca dzikir berikut ini setiap pagi tiga kali dan setiap petang tiga kali:“رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا” “Aku ridha Allah sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai Nabiku”.Dalil Landasanعَنْ خَادِمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: مَنْ قَالَ: “رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا”، حِينَ يُمْسِي ثَلاَثًا، وَحِينَ يُصْبِحُ ثَلاَثًا؛ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يُرْضِيَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.Dari pembantu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda, “Barang siapa mengucapkan “Rodhîtu billâhi robbâ, wa bil islâmi dînâ, wa bi muhammadin shallallahu ‘alaihi wasallam nabiyyâ” di sore tiga kali dan di pagi tiga kali; kelak di hari kiamat dia berhak mendapat ridha Allah”. HR. Ahmad. Sanad hadits ini dinilai sahih oleh al-Hakim. Adapun al-Arna’uth menyatakan hadits ini sahih lighairihi.Renungan KandunganSetiap pagi dan petang kita diajari untuk memperbaharui komitmen keimanan kita. Pengakuan kita sebagai hamba Allah ta’ala. Sebagai penganut agama Islam. Serta sebagai pengikut Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.Pengakuan dengan lisan saja tentu tidak cukup. Ada konsekuensi yang harus dipenuhi dari pengakuan tersebut.Keridhaan terhadap Allah sebagai TuhanKonsekuensi dari pernyataan di atas adalah wajib patuh terhadap aturan Allah. Serta menerima ketetapan takdir-Nya. Sungguh sangat aneh bila menyatakan ridha terhadap Allah sebagai tuhan, tapi dalam keseharian justru menolak aturan-aturan-Nya.Keridhaan terhadap Islam sebagai agamaKonsekuensi dari pernyataan di atas adalah meyakini kebenaran Islam. Juga menerima secara total seluruh ajarannya. Amat kontradiktif orang yang menyatakan ridha Islam sebagai agamanya, namun meragukan Islam sebagai agama satu-satunya yang diterima Allah.Keridhaan terhadap Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai NabiKonsekuensi dari pernyataan di atas adalah menerima semua ajaran beliau. Serta berusaha mencontoh tata cara beliau dalam beribadah. Bukan malah membuat tata cara ibadah semau sendiri.Balasan Tak TernilaiManakala seorang insan secara konsisten mempraktekkan dzikir di atas, serta memenuhi konsekuensinya; dia dijanjikan balasan tak ternilai. Yakni keridhaan Allah. Sebuah ganjaran terbesar yang dikaruniakan kepada hamba. Bahkan lebih besar dibanding surga sekalipun!“Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga. Yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. (Mendapat) tempat yang baik di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung”. QS. At-Taubah (9): 72.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Jumadats Tsaniyah 1441 / 17 Februari 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 146: BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAKNext PELUANG EMAS PAHALA SYAHID Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KESEBELAS:Membaca dzikir berikut ini setiap pagi tiga kali dan setiap petang tiga kali:“رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا” “Aku ridha Allah sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai Nabiku”.Dalil Landasanعَنْ خَادِمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: مَنْ قَالَ: “رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا”، حِينَ يُمْسِي ثَلاَثًا، وَحِينَ يُصْبِحُ ثَلاَثًا؛ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يُرْضِيَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.Dari pembantu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda, “Barang siapa mengucapkan “Rodhîtu billâhi robbâ, wa bil islâmi dînâ, wa bi muhammadin shallallahu ‘alaihi wasallam nabiyyâ” di sore tiga kali dan di pagi tiga kali; kelak di hari kiamat dia berhak mendapat ridha Allah”. HR. Ahmad. Sanad hadits ini dinilai sahih oleh al-Hakim. Adapun al-Arna’uth menyatakan hadits ini sahih lighairihi.Renungan KandunganSetiap pagi dan petang kita diajari untuk memperbaharui komitmen keimanan kita. Pengakuan kita sebagai hamba Allah ta’ala. Sebagai penganut agama Islam. Serta sebagai pengikut Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.Pengakuan dengan lisan saja tentu tidak cukup. Ada konsekuensi yang harus dipenuhi dari pengakuan tersebut.Keridhaan terhadap Allah sebagai TuhanKonsekuensi dari pernyataan di atas adalah wajib patuh terhadap aturan Allah. Serta menerima ketetapan takdir-Nya. Sungguh sangat aneh bila menyatakan ridha terhadap Allah sebagai tuhan, tapi dalam keseharian justru menolak aturan-aturan-Nya.Keridhaan terhadap Islam sebagai agamaKonsekuensi dari pernyataan di atas adalah meyakini kebenaran Islam. Juga menerima secara total seluruh ajarannya. Amat kontradiktif orang yang menyatakan ridha Islam sebagai agamanya, namun meragukan Islam sebagai agama satu-satunya yang diterima Allah.Keridhaan terhadap Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai NabiKonsekuensi dari pernyataan di atas adalah menerima semua ajaran beliau. Serta berusaha mencontoh tata cara beliau dalam beribadah. Bukan malah membuat tata cara ibadah semau sendiri.Balasan Tak TernilaiManakala seorang insan secara konsisten mempraktekkan dzikir di atas, serta memenuhi konsekuensinya; dia dijanjikan balasan tak ternilai. Yakni keridhaan Allah. Sebuah ganjaran terbesar yang dikaruniakan kepada hamba. Bahkan lebih besar dibanding surga sekalipun!“Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga. Yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. (Mendapat) tempat yang baik di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung”. QS. At-Taubah (9): 72.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Jumadats Tsaniyah 1441 / 17 Februari 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 146: BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAKNext PELUANG EMAS PAHALA SYAHID Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Prev     Next